<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>pelaku &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/pelaku/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "pelaku"</description>
	<pubDate>Sun, 27 Dec 2009 00:01:20 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[INDONESIA  JADI  PENGGERAK ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/12/05/indonesia-jadi-penggerak/</link>
<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 01:49:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/12/05/indonesia-jadi-penggerak/</guid>
<description><![CDATA[China, India, dan Indonesia akan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi. Demikian analisis Fokus Glob]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/gerald-lyons.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3540" title="gerald lyons" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/gerald-lyons.jpg?w=133" alt="" width="133" height="150" /></a>China, India, dan Indonesia akan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi. Demikian analisis Fokus Global bulanan Standard Chartered Bank yang dipublikasikan, Selasa (01/12) kemarin. Laporan itu menyatakan, tahun 2010, akan menjadi tahun pemulihan ekonomi global.</p>
<p>Ekonomi yang berbasis kebutuhan domestik, seperti China, India, dan Indonesia, akan berada do lini depan dalam proses pemulihan ini, menggeser keseimbangan kekuatan ekonomi dan keuangan dari Barat ke Timur.</p>
<p>“Posisinya bergantung pada interaksi antara fundamental ekonomi, kebijakan, dan kepercayaan diri,” ujar Dr Gerald Lyons, Chief Economist dan Group Head Global Research Standard Chartered Bank.</p>
<p>Laporan Global memberikan gambaran rinci dan prakiraan untuk ekonomi-ekonomi utama dunia serta pasar dan wilayah pertumbuhan utama, termasuk Asia, Afrika, dan Timur Tengah.</p>
<p>Di antara prakiraan utama adalah pertumbuhan ekonomi global yang mengarah ke 2,7 persen pada tahun 2010. Adapun pertumbuhan ekonomi global tahun ini diperkirakan 1,9 persen.</p>
<p><!--more-->Sementara itu, ekonomi China dan India pada tahun 2010 diharapkan tumbuh masing-masing 10 persen dan 7,5 persen, sedangkan tahun ini, ekonomi kedua negara itu diperkirakan masing-masing 8,5 persen dan 6,8 persen.</p>
<p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/indo-jd-penggerak01.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-3544" title="indo jd penggerak01" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/indo-jd-penggerak01.jpg" alt="" width="499" height="555" /></a></p>
<p><strong>Kepercayaan meningkat</strong></p>
<p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/tony-prasetiantono.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3541" title="tony prasetiantono" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/tony-prasetiantono.jpg?w=119" alt="" width="119" height="150" /></a>Kepala Ekonom BNI Tony Prasetiantono memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan berkisar 5,2 persen – 5,3 persen.</p>
<p>Menurut Tony, salah satu modal utama yang akan mendorong pertumbuhan Indonesia ke depan adalah meningkatnya kepercayaan pelaku ekonomi.</p>
<p>“Merasa krisis sudah dilalui, masyarakat mulai berani mengonsumsi dan investor mengakhiri periode wait and see,” katanya. Oleh karena itu, ujar Tony Prasetiantono, konsumsi dan investasi akan naik.</p>
<p>Modal lainnya yang dimiliki Indonesia adalah stabilitas sektor finansial yang akan membantu mendorong intermediasi perbankan. Modal ini terbukti telah meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada triwulan III-2009.</p>
<p><strong>Tantangan</strong></p>
<p>Di sektor perbankan, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) tetap terjaga, rasio kecukupan modal (CAR) perbankan juga berada di posisi 17,7 persen.</p>
<p>Pertumbuhan ekonomi akan lebih baik jika sejumlah hambatan bisa diatasi. Tantangan-tantangan yang akan dihadapi, antara lain proyek infrastruktur, suku bunga kredit tetap lambat turun, aliran modal jangka pendek yang rawan terhadap pembalikan (sudden reversal). “Meskipun demikian, saya optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan bisa mencapai 5,3 persen,” kata Tonny.</p>
<p>Sumber  :</p>
<p>Indonesia Jadi Penggerak &#124; Kompas, 02.12.2009<br />
Grafis : Gunawan</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MEWASPADAI DEINDUSTRIALISASI DI JATIM ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/12/05/mewaspadai-deindustrialisasi-di-jatim/</link>
<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 01:36:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/12/05/mewaspadai-deindustrialisasi-di-jatim/</guid>
<description><![CDATA[Pertumbuhan ekonomi di Jatim menunjukkan angka yang menggembirakan, bahkan melebihi pertumbuhan ekon]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/pabrik.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3527" title="pabrik" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/pabrik.jpg?w=140" alt="" width="140" height="150" /></a>Pertumbuhan ekonomi di Jatim menunjukkan angka yang menggembirakan, bahkan melebihi pertumbuhan ekonomi secara nasional. BPS merilis, pertumbuhan ekonomi Jatim pada triwulan III/2009 mencapai 5,13 persen dibanding periode yang sama tahun lalu (year on year). Capaian ini lebih tinggi dibanding laju pertumbuhan ekonomi secara nasional yang hanya sebesar 4,21 persen (Kompas Jatim, 11/11/2009).</p>
<p>Di tengah badai krisis finansial global yang belum sepenuhnya reda, capaian itu tentu saja menggembirakan. Namun, terdapat satu hal yang sangat mengkhawatirkan, yaitu kian jelasnya gejala deindustrialisasi di Jatim. Indikasi utamanya adalah pembentuk utama perekonomian datang dari sektor perdagangan, hotel, dan restoran yang padat modal. Sementara kontribusi sektor padat karya, terutama industri pengolahan dan pertanian, malah turun.</p>
<p>Dari seluruh sektor lapangan usaha yang ada di Jatim, tercatat sektor perdagangan, hotel, dan restoran yang memberikan kontribusi terbesar dalam pertumbuhan ekonomi Jatim selama triwulan III/2009. Data BPS menyebutkan, kontribusi sektor perdagangan, hotel, dan restoran di Jatim pada triwulan III/2009 mencapai 28,43 persen, meningkat dari kontribusinya pada triwulan II/2009 sebesar 27,91 persen.</p>
<p>Sementara sektor industri pengolahan yang pada triwulan II/2009 memberikan kontribusi terbesar sebesar 28,5 persen justru mengalami penurunan menjadi 27,84 persen pada triwulan III/2009. Kontribusi terbesar ketiga diberikan oleh sektor pertanian sebesar 16,36 persen.</p>
<p><!--more-->Secara nominal, kontribusi sektor perdagangan, hotel, dan restoran terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) Jatim mencapai Rp 50,664 triliun. Sementara sektor industri pengolahan hanya mampu berkontribusi Rp 49,612 triliun dan sektor pertanian hanya Rp 29,140 triliun. Dengan data tersebut, berarti sumbangan sektor perdagangan, hotel, dan restoran pada triwulan III/2009 telah menggeser industri pengolahan sebagai pembentuk dominan perekonomian Jatim.</p>
<p><strong>Tidak sehat</strong></p>
<p>Dengan data tersebut, kita bisa melihat struktur perekonomian Jatim didominasi oleh sektor non tradeable yang lebih bersifat padat modal. Sementara sektor tradeable yang banyak menyerap tenaga kerja, seperti industri pengolahan dan pertanian, kontribusinya malah minim. Kondisi ini bisa disebut sebagai pertumbuhan ekonomi yang kurang sehat dan tidak berkualitas.</p>
<p>Tiga dari empat besar sektor dengan pertumbuhan tinggi juga didominasi oleh sektor-sektor nontradeable, seperti sektor pengangkutan dan komunikasi (tumbuh 12,94 persen), sektor jasa perdagangan, hotel, dan restoran (tumbuh 5,75 persen). Sektor pertambangan dan penggalian yang punya penyerapan tenaga kerja lumayan besar ada di peringkat kedua sektor dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 7,89 persen.</p>
<p>Jika sektor tradeable masih belum diperhatikan secara maksimal, sulit bagi pemerintah untuk mengurangi penganggur secara masif. Padahal, selama ini, sektor tradeable seperti industri pengolahan dan pertanian menjadi kunci dalam mengatasi kemiskinan dan penganggur karena menjadi penyedia lapangan kerja formal dalam jumlah yang besar. Data BPS menyebutkan, 44,8 persen tenaga kerja di Jatim bekerja di sektor pertanian. Sektor industri mampu menyerap 12 persen tenaga kerja. Sementara sektor nontradeable seperti sektor keuangan hanya mampu menyerap 1 persen tenaga kerja.</p>
<p>Kondisi di atas menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi belum berkualitas karena ditopang oleh sektor-sektor yang hanya menyerap sedikit tenaga kerja. Konsekuensinya, pertumbuhan ekonomi menjadi tidak merata karena hanya dinikmati segelintir pelaku ekonomi.</p>
<p>Untuk mencapai pertumbuhan ekonomu yang berkualitas, sektor tradeable berupa pertanian, industri pengolahan, maupun kehutanan seyogyanya diperhatikan secara serius. Sebab, itu merupakan penopang perekonomian mayoritas rakyat. Hal ini berbeda dengan sektor nontradeable yang banyak didominasi oleh sektor jasa, termasuk jasa keuangan, hotel, dan restoran, yang tidak bersifat padat karya. Karena itulah, ke depannya, penyelamatan industri manufaktur ini harus segera dilakukan sehingga pertumbuhan yang berkualitas dan diiringi pemerataan kesejahteraan bisa diwujudkan.</p>
<p>Rakyat tentu berharap, Jatim bisa menghasilkan pertumbuhan yang berkualitas, pertumbuhan ekonomi yang diiringi pemerataan. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi yang digapai bisa dirasakan oleh banyak pihak, bukan hanya segelintir kelompok. Muara akhirnya adalah terciptanya broad based economic development yang mampu dirasakan manfaatnya secara luas oleh seluruh lapisan masyarakat. Angka-angka pertumbuhan menjadi tidak berarti jika petani masih mengalami kelangkaan pupuk. Sementara para buruh perkitaan juga terus tertekan karena upahnya digerus inflasi.</p>
<p>Sumber   :</p>
<p>Mewaspadai Deindustrialisasi di Jatim, Mohammad Eri Irawan &#124; Periset Ekonomi dan Kebijakan Publik<br />
Kompas, 02.12.2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PERTANIAN KITA DALAM PETA DUNIA ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/11/30/pertanian-kita-dalam-peta-dunia/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 02:40:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/11/30/pertanian-kita-dalam-peta-dunia/</guid>
<description><![CDATA[Melihat pandangan negara-negara lain terhadap Indonesia dalam pertemuan multilateral APEC di Singapu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/01pertanian-kita-dalam-peta-dunia-01.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3424" title="01pertanian kita dalam peta dunia 01" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/01pertanian-kita-dalam-peta-dunia-01.jpg?w=109" alt="" width="109" height="150" /></a>Melihat pandangan negara-negara lain terhadap Indonesia dalam pertemuan multilateral APEC di Singapura, terasa bahwa kita adalah negara yang dipandang penting dalam peta dunia.</p>
<p>Sebagai negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan memiliki pertumbuhan ekonomi ketiga tertinggi setelah China dan Indonesia, Indonesia dinilai penting dalam menjaga keseimbangan pertumbuhan ekonomi global.</p>
<p>Hal tersebut juga berlaku dalam bidang pertanian. Berdasarkan data statistik dunia, Indonesia adalah penghasil pertanian terbesar keenam dunia dengan nilai keluaran sekitar 60 milliar dollar Amerika Serikat (2007). Indonesia adalah produsen biji-bijian pangan (sereal) terbesar kelima dan produsen buah-buahan terbesar kesepuluh di dunia. Indonesia juga produsen beras nomor tiga di dunia setelah China dan India meski merupakan konsumen terbesar ketiga juga setelah China dan Inda. Sekadar menambahkan, Indonesia adalah produsen minyak sawit mentah (CPO) terbesar di dunia, nomor tiga untuk karet dan kakao, nomor empat untuk kopi, dan nomor enam untuk the.</p>
<p>Arti penting pertanian Indonesiaitu terefleksikan dalam berbagai usaha mencari solusi persoalan global. Melalui posisi Indonesia yang kian terhormat di forum-forum internasional – ASEAN, APEC, atau G-20 – peran Indonesia dapat lebih banyak tersampaikan.</p>
<p><strong>Ketidakpastian iklim</strong></p>
<p>Dalam ketahanan pangan dan terkait perubahan iklim, Indonesia adalah korban ketidakpastian iklim, tetapi sekaligus dapat menawarkan solusi. Ketidakpastian iklim telah menimbulkan masalah bagi ribuan petani Indonesia yang menghadapi kekeringan, kebanjiran, atau siklus iklim yang berubah-ubah.</p>
<p><!--more-->Ketidakpastian iklim membuat produktivitas kian sulit ditingkatkan, gejolak harga membingungkan. Bahkan, beberapa pulau di Indonesia terancam abrasi air laut dan tercancam tenggelam.</p>
<p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/02pertanian-kita-dalam-peta-dunia-02.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3425" title="02pertanian kita dalam peta dunia 02" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/02pertanian-kita-dalam-peta-dunia-02.jpg?w=128" alt="" width="128" height="150" /></a>Namun, Indonesia juga dapat menawarkan solusi. <em>Pertama</em>, dengan membangun ketahanan pangan sendiri, Indonesia telah turut berkontribusi dalam ketahanan pangan global. Pengalaman krisis pangan tahun 2008 menunjukkan, ketidakstabilan pangan pada satu negara dapat memicu persoalan, bukan melalui perdagangan atau investasi, tetapi melalui informasi.</p>
<p>Tahun 2008, Filipina membutuhkan tambahan amat besar stok beras. Keadaan ini menyebabkan harga beras melambung tinggi, termasuk di negara-negara yang telah berswasembada beras bahkan pada negara-negara eksportir. India yang mengalami masalah penurunan produksi gula tahun 2009 juga menyebabkan kenaikan harga gula di beberapa negara. Artinya, dengan Indonesia mampu menjaga stabilitas ketahanan pangan, selain untuk kepentingan rakyat Indonesia sendiri, maka akan dapat memberi solusi – setidaknya mengurangi beban – persoalan ketahanan pangan global.</p>
<p><em>Kedua</em>, menambah pasokan pangan tetap merupakan agenda besar di seluruh dunia. Ketersediaan lahan dan air menjadi amat penting. Indonesia masih memiliki kedua sumber daya alam penting itu. Badan Pertanahan Nasional telah mengidentifikasi lahan seluas 7,1 juta hektar yang dapat dimanfaatkan untuk perluasan areal tanaman pangan. Sebagian di antaranya dapat dibuka untuk kerja sama internasional menambah pasokan pangan pasar global, sebagian lainnya untuk penambahan pasokan pasar domestik.</p>
<p><strong>Strategis</strong></p>
<p>Karena itu, amat strategis langkah Presiden RI menawarkan revitalisasi industri dan pertanian – khususnya untuk gula, pupuk, daging, kedelai, dan hal-hal terkait daya saing sektor pangan – sebagai kesempatan investasi kepada para pemimpin dunia usaha di “CEO Summit” pertemuan APEC Singapura.</p>
<p>Investasi di bidang-bidang itu dapat bermakna ganda, sebagai peluang yang menguntungkan serta sebagai bagian solusi ketahanan pangan global dan membangun pertumbuhan ekonomi dunia yang lebih berimbang.</p>
<p>Hal itu harus dilakukan dengan tetap melakukan pembenahan diri ke dalam. Petani, industri, pedagang, dab semua pelaku pertanian diajak untuk lebih proaktif melakukan adaptasi dan mitigasi lingkungan.</p>
<p>Semua praktik keseharian yang tak ramah lingkungan harus dikurangi bersama bahkan dihilangkan. Iklim investasi terus diperbaiki sehingga memberi apresiasi lebih besar bagi ”investasi hijau”. Pemerintah akan menyambut tiap kreativitas dan inovasi petani untuk dapat lebih hemat air. Apresiasi akan diperoleh pemerintah daerah jika menerapkan kebijakan yang efektif dalam melarang oembakaran sampah atau sisa tanaman di pemukiman, sawah, kebun, apalagi di hutan ; dan aneka kegiatan prolingkungan lainnya. Efisiensi industri dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan akan mendapat respons positif dari konsumen.</p>
<p>Semua itu jelas tak dapat dilakukan sendiri. Menteri Pertanian dengan tepat melakukan pendekatan lebih terbuka kepada dunia usaha untuk membangun kerja sama sinergis. Penguatan organisasi pertanian dengan struktur baru pun akan didayagunakan untuk mengurai sumbatan kebijakan dan pelaksanaannya, sekligus mencari terobosan bersama lintas sektor.</p>
<p>Semua itu diharapkan dapat kian mengaktualisasikan peran pertanian di dunia bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat ; dan tidak hanya menjadi angka-angka statistik belaka.</p>
<p>Sumber  :</p>
<p>Pertanian Kita dalam Peta Dunia, Bayu Krishnamurthi &#124; Wakil Menteri Pertanian<br />
Kompas, 18.11.2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[83. PAMONG SENI BUDAYA]]></title>
<link>http://sangnata.wordpress.com/2009/11/29/83-pamong-seni-budaya/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 14:32:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>sugiarno</dc:creator>
<guid>http://sangnata.wordpress.com/2009/11/29/83-pamong-seni-budaya/</guid>
<description><![CDATA[83. Pamong Seni Budaya Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk mendeskripsikan apa itu seni dan apa itu ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>83. Pamong Seni Budaya</p>
<p>Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk mendeskripsikan apa itu seni dan apa itu budaya. Juga tidak akan membahas cabang-cabang seni dan budaya. Jadi harap maklum.<br />
&#8212;</p>
<p>Seni dan budaya tidak mudah untuk dipisahkan. Keduanya bagai api dengan panasnya. Yang satu menjadi ruh bagi yang lain. Yang satu menjadi badan bagi yang lain. Seni tanpa budaya akan liar. Budaya tanpa seni juga akan hambar. </p>
<p>Jika Anda sempat berkunjung ke Negeri Khayangan, maka pada jalur Rakyat Murni ada yang disebut sebagai Pamong Seni Budaya. Butir Seni Budaya diperuntukkan bagi rakyat Indonesia yang menyandarkan periuk nasinya pada bidang itu.</p>
<p>Pelaku seni budaya bisa muncul dari pengamen jalanan sampai dengan artis papan atas dengan jutaan penggemar. Mereka juga bisa muncul dari pelukis kelas pinggir jalan sampai bertaraf internasional. Mereka pun bisa muncul dari penari kuda lumping yang masuk kampung keluar kampung sampai dengan menghibur para tamu di istana negara. Pendek kata, para pelaku seni budaya meliputi semua lini yang bisa memberikan hiburan. </p>
<p><img src="http://sangnata.wordpress.com/files/2009/11/img_4988.jpg?w=168" alt="" title="IMG_4988" width="168" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-809" /></p>
<p>Identitas yang mereka miliki sudah jelas. Mereka bukan massa mengambang. Hanya saja, karena sudah suratan alam, ada yang kuat, ada yang lemah, ada yang mandiri dalam berusaha, namun ada juga yang berkolaborasi dengan sesamanya maka mereka pun memerlukan pemimpin dari kalangan mereka sendiri. Mereka berdemokrasi di antara mereka sendiri. Dengan begitu, ada ikatan batin antara pemimpin dengan yang dipimpin. Pemimpin mereka inilah yang disebut sebagai Pamong Seni Budaya.</p>
<p>Pamong Seni Budaya mempunyai dua kewajiban utama. Pertama, kewajiban membimbing pelaku seni, melindungi mereka dari intervensi peri kehidupan lain, dan menyuarakan kepentingan mereka dalam tataran negara. Kedua, menjaga, melestarikan, dan mengembangkan seni budaya Nusantara.</p>
<p>Sejalan dengan hal itu, dalam kondisi normal, Pamong Seni Budaya muncul dari level 11 (baca: kelurahan) sampai level 1 (baca : negara). Memang, untuk mempersatukan cara pandang yang ada dalam satu ikatan yang kuat membutuhkan waktu …<br />
Wallahualam.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[DKI JAKARTA AKAN DI BOM.]]></title>
<link>http://qcobain.wordpress.com/2009/11/19/dki-jakarta-akan-di-bom/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 17:19:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>Bobby Meidianto</dc:creator>
<guid>http://qcobain.wordpress.com/2009/11/19/dki-jakarta-akan-di-bom/</guid>
<description><![CDATA[INILAH SEMUA PARA TERSANGKA, ORANG2 TERKUTUK, YG SUDAH MEMBUAT ULAH KEPADA LETKOL BOBBY MEIDIANTO, Y]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>INILAH SEMUA PARA TERSANGKA, ORANG2 TERKUTUK, YG SUDAH MEMBUAT ULAH KEPADA LETKOL BOBBY MEIDIANTO, YANG TELAH MENYEBABKAN KEGAGALAN PERKAWINAN LETKOL BOBBY MEIDIANTO-MEUTYA HAFID, DAN YG HARUS MENDAPATKAN PEMBALASAN.</strong></p>
<p><strong>MEREKA INILAH: PARA GERMO, PELACUR, PENZINA, BAJINGAN, HAJI2 PENZINA, DAN PENJUAL NEGARA RI.</strong></p>
<p><strong>*PRESIDEN HAJI SBY, AGUS HARIMURTI, EDHIE BASKORO, HAJI WIRANTO,AGUNG WIRANTO, HAJI JUSUF KALLA, HAJI TAUFIK KIEMAS, SURYA PALOH, JENDRAL ERWIN + ANAK2NYA , JENDRAL PRAMONO + ANAK2NYA, SUBAGYO HS, AGUS ISROK MIKROJ, HENDRO PRIYONO,DENNY JA, WIDODO AS, SYAMSIR SIREGAR, SUADI MARASABESSY, SUTIYOSO, FAUZI BOWO, AULIA POHAN ,MEGAWATI, GURUH SOEKARNO, GUNTUR SOEKARNO, ANTASARI, SIGIT WIRANTO, SYAMSURIZAL ASSEGAF[INDOSIAR], SYAMSIR SIREGAR, HAJI QURAISY SHIHAB, HAJI ALAWWY SHIHAB, FERRY YULIANTONO, BOY NOVA, ANDRE SIAHAAN, LEONARD SAMOSIR, AM FATWA, RIKY SI HOMOSEK, WIMAR WITOELAR, C. SITUMORANG, MENLU HASAN WIRAJUDA,INDRAJAYA PIULANG , OC. KALIGIS CS, DA’I BACHTIAR, KPH. ROESDIHARJO, JENDRAL SUTANTO, KETUA DPRD SUMUT [DEATH], MARKUS [PASPAMPRES], MIZAN PEMILIK MIZAN PUBLISHING, ILHAM AKBAR, TAREK KEMAL, BOBBY SANDORA MUKSIN ALATAS BESERTA BAPAK DAN IBUNYA SERTA ADIKNYA, AVIAN TUMENGKOL BESERTA KELUARGANYA, BUDIANTO [KAMERAMEN METRO TV], BUDI PUTRA, SAMUEL GINTING, DIAN KHRISNA, SRI BINTANG PAMUNGKAS , GI. JOE COMBATAN [dalam friendster.com], ARIFIN M. NOOR, CAK NUN [MH. AINUN NAJIB], AA GYM, THUKUL ARWANA, AGUM GUMELAR, AGUNG LAKSONO, GENDENG PAMUNGKAS, TEBO CS, KEPONAKAN/SEPUPU LAKI2 MEUTYA HAFID, NY METTY HAFID [IBU DARI MEUTYA HAFID] BESERTA ADIK DAN KAKAKNYA [KELUARGA PAMAN DAN BIBI MEUTYA HAFID] DAN ADIKADIK SERTA KAKAK MEUTYA HAFID SEKALIAN PEMBANTU RUMAH DAN SOPIR SERTA TUKANG KEBUN MEUTYA HAFID , PERMADI SH, PIMPINAN DAN STAFF/KARYAWAN DPP HANURA, DPP PDI PERJUANGAN,DPC HANURA SOLO, DPC PDI PERJUANGAN SOLO, DPP GOLKAR, DPD GOLKAR SUMUT, DPC GOLKAR MEDAN, REDAKSI KOMPAS, SUARA MERDEKA, MEDIA INDONESIA, LAMPUNG POS, WASPADA.COM,WASPADA ONLINE.COM, FORUM.DETIK.COM, INDOSIAR, METRO TV, DETIK, PIKIRAN RAKYAT, SOLO POS, ANDI MALARANGGENG, ARIS MUNANDAR, GROUP MUSIK KUBURAN, BENCONG2 &#38; HOMOSEK2 SOLO DAN DKI JAKARTA, WEBMASTER &#38; ADMINISTRATOR MABES POLRI, SUMDAMAN PERS [EKO PRASETYO CS], KOMBES LUTFIANTO, HAJI JOKOWI &#38; RUDYATMO [Solo], PARA MAGICIAN &#38; PARANORMAL YG DI PAKAI OLEH METRO TV, INDOSIAR &#38; AN TV [DIANTARANYA MASUK DALAM SIARAN DARI AN TV, YG DI LIPUT SAAT BERADA DI BANYUWANGI], JUGA DIREKTUR, MANAJER &#38; STAFF &#38; KARYAWAN, KRUW &#38; KAMERAMEN AN TV, METRO TV, INDOSIAR, TERMASUK SATPAM2 METRO TV, ASIH SUBAGYO [YAKUB PAJANG PEDAGANG HIK DEPAN GEDUNG MAWAR PASAR KEMBANG KEMLAYAN, JL.DR.RAJIMAN SOLO] DAN KAWAN-KAWANNYA, SEMUA DIREKTUR , STAFF DAN KARYAWAN KOMITE BANGKIT INDONESIA [KAWAN-KAWAN FERRY YULIANTONO]*.</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bali dan Lombok: Surga bagi pelaku pedofilia]]></title>
<link>http://gerejaindonesia.wordpress.com/2009/11/16/bali-dan-lombok-surga-bagi-pelaku-pedofilia/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 15:31:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>kedung5704</dc:creator>
<guid>http://gerejaindonesia.wordpress.com/2009/11/16/bali-dan-lombok-surga-bagi-pelaku-pedofilia/</guid>
<description><![CDATA[Bali dan Lombok dikenal sebagai surga bagi pelaku pedofilia dari luar negeri. Masyarakat Bali sendir]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div class="colortbl2" style="float:left;margin-right:5px;margin-bottom:5px;padding:2px;"><img src="http://www.reformata.com/includes/image.php?m=news&#38;id=3204&#38;w=298" alt="Bali dan Lombok Surga bagi pelaku pedofilia.jpg" title="Bali dan Lombok: Surga bagi pelaku pedofilia" border="0" /></div>
<p align="justify"><strong>Bali dan Lombok dikenal sebagai surga bagi pelaku pedofilia dari luar negeri. Masyarakat Bali sendiri menganggap orang asing orang baik yang tidak berniat jahat.<br /></strong></p>
<div align="justify"> </div>
<p align="justify">Profesor Dr. Luh Ketut Suryani ketua CASA, komite yang menangani pelecehan seksual terhadap anak-anak. Berkat upaya CASA, masyarakat Bali perlahan-lahan mulai menyadari betapa bahayanya pedofil ini.</p>
<div align="justify"> </div>
<p align="justify"><em>“Sehingga orang-orang asing ini sekarang ke Bali bukan lagi seperti dahulu, melainkan aktif ke masyarakat sebagai orang baik yang ingin membantu masyarakat dalam pendidikan, kesejahteraan dan pengenalan kehidupan moderen.”<a href="http://www.reformata.com/03204-bali-dan-lombok-surga-bagi-pelaku-pedofilia.html">baca selengkapnya,..</a><br /></em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bali dan Lombok: Surga bagi pelaku pedofilia]]></title>
<link>http://kabargereja.wordpress.com/2009/11/16/bali-dan-lombok-surga-bagi-pelaku-pedofilia/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 15:31:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>kedung5704</dc:creator>
<guid>http://kabargereja.wordpress.com/2009/11/16/bali-dan-lombok-surga-bagi-pelaku-pedofilia/</guid>
<description><![CDATA[Bali dan Lombok dikenal sebagai surga bagi pelaku pedofilia dari luar negeri. Masyarakat Bali sendir]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div class="colortbl2" style="float:left;margin-right:5px;margin-bottom:5px;padding:2px;"><img src="http://www.reformata.com/includes/image.php?m=news&#38;id=3204&#38;w=298" alt="Bali dan Lombok Surga bagi pelaku pedofilia.jpg" title="Bali dan Lombok: Surga bagi pelaku pedofilia" border="0" /></div>
<p align="justify"><strong>Bali dan Lombok dikenal sebagai surga bagi pelaku pedofilia dari luar negeri. Masyarakat Bali sendiri menganggap orang asing orang baik yang tidak berniat jahat.<br /></strong></p>
<div align="justify"> </div>
<p align="justify">Profesor Dr. Luh Ketut Suryani ketua CASA, komite yang menangani pelecehan seksual terhadap anak-anak. Berkat upaya CASA, masyarakat Bali perlahan-lahan mulai menyadari betapa bahayanya pedofil ini.</p>
<div align="justify"> </div>
<p align="justify"><em>“Sehingga orang-orang asing ini sekarang ke Bali bukan lagi seperti dahulu, melainkan aktif ke masyarakat sebagai orang baik yang ingin membantu masyarakat dalam pendidikan, kesejahteraan dan pengenalan kehidupan moderen.”<a href="http://www.reformata.com/03204-bali-dan-lombok-surga-bagi-pelaku-pedofilia.html">baca selengkapnya,..</a><br /></em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bali dan Lombok: Surga bagi pelaku pedofilia]]></title>
<link>http://newschristian.wordpress.com/2009/11/16/bali-dan-lombok-surga-bagi-pelaku-pedofilia/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 15:31:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>kedung5704</dc:creator>
<guid>http://newschristian.wordpress.com/2009/11/16/bali-dan-lombok-surga-bagi-pelaku-pedofilia/</guid>
<description><![CDATA[Bali dan Lombok dikenal sebagai surga bagi pelaku pedofilia dari luar negeri. Masyarakat Bali sendir]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div class="colortbl2" style="float:left;margin-right:5px;margin-bottom:5px;padding:2px;"><img src="http://www.reformata.com/includes/image.php?m=news&#38;id=3204&#38;w=298" alt="Bali dan Lombok Surga bagi pelaku pedofilia.jpg" title="Bali dan Lombok: Surga bagi pelaku pedofilia" border="0" /></div>
<p align="justify"><strong>Bali dan Lombok dikenal sebagai surga bagi pelaku pedofilia dari luar negeri. Masyarakat Bali sendiri menganggap orang asing orang baik yang tidak berniat jahat.<br /></strong></p>
<div align="justify"> </div>
<p align="justify">Profesor Dr. Luh Ketut Suryani ketua CASA, komite yang menangani pelecehan seksual terhadap anak-anak. Berkat upaya CASA, masyarakat Bali perlahan-lahan mulai menyadari betapa bahayanya pedofil ini.</p>
<div align="justify"> </div>
<p align="justify"><em>“Sehingga orang-orang asing ini sekarang ke Bali bukan lagi seperti dahulu, melainkan aktif ke masyarakat sebagai orang baik yang ingin membantu masyarakat dalam pendidikan, kesejahteraan dan pengenalan kehidupan moderen.”<a href="http://www.reformata.com/03204-bali-dan-lombok-surga-bagi-pelaku-pedofilia.html">baca selengkapnya,..</a><br /></em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bali dan Lombok: Surga bagi pelaku pedofilia]]></title>
<link>http://news1000.wordpress.com/2009/11/16/bali-dan-lombok-surga-bagi-pelaku-pedofilia/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 15:31:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>kedung5704</dc:creator>
<guid>http://news1000.wordpress.com/2009/11/16/bali-dan-lombok-surga-bagi-pelaku-pedofilia/</guid>
<description><![CDATA[Bali dan Lombok dikenal sebagai surga bagi pelaku pedofilia dari luar negeri. Masyarakat Bali sendir]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div class="colortbl2" style="float:left;margin-right:5px;margin-bottom:5px;padding:2px;"><img src="http://www.reformata.com/includes/image.php?m=news&#38;id=3204&#38;w=298" alt="Bali dan Lombok Surga bagi pelaku pedofilia.jpg" title="Bali dan Lombok: Surga bagi pelaku pedofilia" border="0" /></div>
<p align="justify"><strong>Bali dan Lombok dikenal sebagai surga bagi pelaku pedofilia dari luar negeri. Masyarakat Bali sendiri menganggap orang asing orang baik yang tidak berniat jahat.<br /></strong></p>
<div align="justify"> </div>
<p align="justify">Profesor Dr. Luh Ketut Suryani ketua CASA, komite yang menangani pelecehan seksual terhadap anak-anak. Berkat upaya CASA, masyarakat Bali perlahan-lahan mulai menyadari betapa bahayanya pedofil ini.</p>
<div align="justify"> </div>
<p align="justify"><em>“Sehingga orang-orang asing ini sekarang ke Bali bukan lagi seperti dahulu, melainkan aktif ke masyarakat sebagai orang baik yang ingin membantu masyarakat dalam pendidikan, kesejahteraan dan pengenalan kehidupan moderen.”<a href="http://www.reformata.com/03204-bali-dan-lombok-surga-bagi-pelaku-pedofilia.html">baca selengkapnya,..</a><br /></em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bali dan Lombok: Surga bagi pelaku pedofilia]]></title>
<link>http://news100.wordpress.com/2009/11/16/bali-dan-lombok-surga-bagi-pelaku-pedofilia/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 15:31:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>kedung5704</dc:creator>
<guid>http://news100.wordpress.com/2009/11/16/bali-dan-lombok-surga-bagi-pelaku-pedofilia/</guid>
<description><![CDATA[Bali dan Lombok dikenal sebagai surga bagi pelaku pedofilia dari luar negeri. Masyarakat Bali sendir]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div class="colortbl2" style="float:left;margin-right:5px;margin-bottom:5px;padding:2px;"><img src="http://www.reformata.com/includes/image.php?m=news&#38;id=3204&#38;w=298" alt="Bali dan Lombok Surga bagi pelaku pedofilia.jpg" title="Bali dan Lombok: Surga bagi pelaku pedofilia" border="0" /></div>
<p align="justify"><strong>Bali dan Lombok dikenal sebagai surga bagi pelaku pedofilia dari luar negeri. Masyarakat Bali sendiri menganggap orang asing orang baik yang tidak berniat jahat.<br /></strong></p>
<div align="justify"> </div>
<p align="justify">Profesor Dr. Luh Ketut Suryani ketua CASA, komite yang menangani pelecehan seksual terhadap anak-anak. Berkat upaya CASA, masyarakat Bali perlahan-lahan mulai menyadari betapa bahayanya pedofil ini.</p>
<div align="justify"> </div>
<p align="justify"><em>“Sehingga orang-orang asing ini sekarang ke Bali bukan lagi seperti dahulu, melainkan aktif ke masyarakat sebagai orang baik yang ingin membantu masyarakat dalam pendidikan, kesejahteraan dan pengenalan kehidupan moderen.”<a href="http://www.reformata.com/03204-bali-dan-lombok-surga-bagi-pelaku-pedofilia.html">baca selengkapnya,..</a><br /></em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bali dan Lombok: Surga bagi pelaku pedofilia]]></title>
<link>http://antiokhia.wordpress.com/2009/11/16/bali-dan-lombok-surga-bagi-pelaku-pedofilia/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 15:31:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>kedung</dc:creator>
<guid>http://antiokhia.wordpress.com/2009/11/16/bali-dan-lombok-surga-bagi-pelaku-pedofilia/</guid>
<description><![CDATA[Bali dan Lombok dikenal sebagai surga bagi pelaku pedofilia dari luar negeri. Masyarakat Bali sendir]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div class="colortbl2" style="float:left;margin-right:5px;margin-bottom:5px;padding:2px;"><img src="http://www.reformata.com/includes/image.php?m=news&#38;id=3204&#38;w=298" alt="Bali dan Lombok Surga bagi pelaku pedofilia.jpg" title="Bali dan Lombok: Surga bagi pelaku pedofilia" border="0" /></div>
<p align="justify"><strong>Bali dan Lombok dikenal sebagai surga bagi pelaku pedofilia dari luar negeri. Masyarakat Bali sendiri menganggap orang asing orang baik yang tidak berniat jahat.<br /></strong></p>
<div align="justify"> </div>
<p align="justify">Profesor Dr. Luh Ketut Suryani ketua CASA, komite yang menangani pelecehan seksual terhadap anak-anak. Berkat upaya CASA, masyarakat Bali perlahan-lahan mulai menyadari betapa bahayanya pedofil ini.</p>
<div align="justify"> </div>
<p align="justify"><em>“Sehingga orang-orang asing ini sekarang ke Bali bukan lagi seperti dahulu, melainkan aktif ke masyarakat sebagai orang baik yang ingin membantu masyarakat dalam pendidikan, kesejahteraan dan pengenalan kehidupan moderen.”<a href="http://www.reformata.com/03204-bali-dan-lombok-surga-bagi-pelaku-pedofilia.html">baca selengkapnya,..</a><br /></em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Daftar Kunjungan, Pengunjung, Views, Hits, Stats Blog http://piranhamas.wordpress.com : Pembicara, Pelaku, Pengamat Internet]]></title>
<link>http://piranhamas.wordpress.com/2009/10/08/daftar-kunjungan-pengunjung-views-hits-stats-blog-httppiranhamas-wordpress-com-pembicara-pelaku-pengamat-internet/</link>
<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 14:03:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>Agus Setiyawan</dc:creator>
<guid>http://piranhamas.wordpress.com/2009/10/08/daftar-kunjungan-pengunjung-views-hits-stats-blog-httppiranhamas-wordpress-com-pembicara-pelaku-pengamat-internet/</guid>
<description><![CDATA[Trackrecord kunjungan keblog kami http://piranhamas.wordpress.com. RATA RATA 3.500, mau tahu caranya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Trackrecord kunjungan keblog kami http://piranhamas.wordpress.com. RATA RATA 3.500, mau tahu caranya???</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-2749" title="Traffic piranhamas" src="http://piranhamas.wordpress.com/files/2009/10/traffic-piranhamas.jpg" alt="Traffic piranhamas" width="450" height="144" /><br />
<a href="//www.socialmarker.com/?link='+encodeURIComponent (location.href)+'&#38;title='+encodeURIComponent( document.title);"><img src="http://www.socialmarker.com/bookmark.gif" border="0" alt="share" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hapsari sang Pembantu Disiksa : Kemaluan Korban Juga Disunduti Rokok]]></title>
<link>http://udinmduro.wordpress.com/2009/10/06/hapsari-sang-pembantu-disiksa-kemaluan-korban-juga-disunduti-rokok/</link>
<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 04:13:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>udinmduro</dc:creator>
<guid>http://udinmduro.wordpress.com/2009/10/06/hapsari-sang-pembantu-disiksa-kemaluan-korban-juga-disunduti-rokok/</guid>
<description><![CDATA[Penganiayaan yang yang dilakukan Sritian Hastuti terhadap pembantunya telah berlangsung cukup lama. ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Penganiayaan yang yang dilakukan Sritian Hastuti terhadap pembantunya telah berlangsung cukup lama. ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[17 JUN 2009 - KESIMPULAN MEMORI PENINJAUAN KEMBALI (PK) - KASUS PSDH-DR]]></title>
<link>http://paktw.wordpress.com/2009/09/10/jun-2009-kesimpulan-memori-peninjauan-kembali-pk-kasus-psdh-dr/</link>
<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 14:29:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>paktw</dc:creator>
<guid>http://paktw.wordpress.com/2009/09/10/jun-2009-kesimpulan-memori-peninjauan-kembali-pk-kasus-psdh-dr/</guid>
<description><![CDATA[]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignnone size-full wp-image-528" title="KESIMPULAN MEMORI PK_0001" src="http://paktw.wordpress.com/files/2009/09/kesimpulan-memori-pk_0001.jpg" alt="KESIMPULAN MEMORI PK_0001" width="720" height="1015" /> <img class="alignnone size-full wp-image-527" title="KESIMPULAN MEMORI PK_0002" src="http://paktw.wordpress.com/files/2009/09/kesimpulan-memori-pk_0002.jpg" alt="KESIMPULAN MEMORI PK_0002" width="720" height="1016" /> <img class="alignnone size-full wp-image-526" title="KESIMPULAN MEMORI PK_0003" src="http://paktw.wordpress.com/files/2009/09/kesimpulan-memori-pk_0003.jpg" alt="KESIMPULAN MEMORI PK_0003" width="720" height="1007" /> <img class="alignnone size-full wp-image-525" title="KESIMPULAN MEMORI PK_0004" src="http://paktw.wordpress.com/files/2009/09/kesimpulan-memori-pk_0004.jpg" alt="KESIMPULAN MEMORI PK_0004" width="720" height="1015" /> <img class="alignnone size-full wp-image-524" title="KESIMPULAN MEMORI PK_0005" src="http://paktw.wordpress.com/files/2009/09/kesimpulan-memori-pk_0005.jpg" alt="KESIMPULAN MEMORI PK_0005" width="720" height="1008" /> <img class="alignnone size-full wp-image-522" title="KESIMPULAN MEMORI PK_0006" src="http://paktw.wordpress.com/files/2009/09/kesimpulan-memori-pk_0006.jpg" alt="KESIMPULAN MEMORI PK_0006" width="720" height="1018" /> <img class="alignnone size-full wp-image-521" title="KESIMPULAN MEMORI PK_0007" src="http://paktw.wordpress.com/files/2009/09/kesimpulan-memori-pk_0007.jpg" alt="KESIMPULAN MEMORI PK_0007" width="719" height="989" /> <img class="alignnone size-full wp-image-520" title="KESIMPULAN MEMORI PK_0008" src="http://paktw.wordpress.com/files/2009/09/kesimpulan-memori-pk_0008.jpg" alt="KESIMPULAN MEMORI PK_0008" width="720" height="1008" /> <img class="alignnone size-full wp-image-519" title="KESIMPULAN MEMORI PK_0009" src="http://paktw.wordpress.com/files/2009/09/kesimpulan-memori-pk_0009.jpg" alt="KESIMPULAN MEMORI PK_0009" width="720" height="1018" /> <img class="alignnone size-full wp-image-518" title="KESIMPULAN MEMORI PK_0010" src="http://paktw.wordpress.com/files/2009/09/kesimpulan-memori-pk_0010.jpg" alt="KESIMPULAN MEMORI PK_0010" width="720" height="1008" /> <img class="alignnone size-full wp-image-517" title="KESIMPULAN MEMORI PK_0011" src="http://paktw.wordpress.com/files/2009/09/kesimpulan-memori-pk_0011.jpg" alt="KESIMPULAN MEMORI PK_0011" width="720" height="1007" /> <img class="alignnone size-full wp-image-516" title="KESIMPULAN MEMORI PK_0012" src="http://paktw.wordpress.com/files/2009/09/kesimpulan-memori-pk_0012.jpg" alt="KESIMPULAN MEMORI PK_0012" width="720" height="990" /> <img class="alignnone size-full wp-image-515" title="KESIMPULAN MEMORI PK_0013" src="http://paktw.wordpress.com/files/2009/09/kesimpulan-memori-pk_0013.jpg" alt="KESIMPULAN MEMORI PK_0013" width="719" height="989" /> <img class="alignnone size-full wp-image-514" title="KESIMPULAN MEMORI PK_0014" src="http://paktw.wordpress.com/files/2009/09/kesimpulan-memori-pk_0014.jpg" alt="KESIMPULAN MEMORI PK_0014" width="720" height="1015" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mengenal Jenis Pelaku Bisnis di Internet]]></title>
<link>http://virtualbisnis.wordpress.com/2009/09/10/mengenal-jenis-pelaku-bisnis-di-internet/</link>
<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 11:05:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>acim</dc:creator>
<guid>http://virtualbisnis.wordpress.com/2009/09/10/mengenal-jenis-pelaku-bisnis-di-internet/</guid>
<description><![CDATA[Dari berbagai bisnis yang ada di internet, maka bisa dibeda-bedakan berdasarkan pelakunya atau posis]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-full wp-image-141" style="margin:15px;" title="logo" src="http://virtualbisnis.wordpress.com/files/2009/09/logo.png" alt="logo" width="206" height="140" />Dari berbagai bisnis yang ada di internet, maka bisa dibeda-bedakan berdasarkan pelakunya atau posisi pelaku bisnis di internet. Ada orang yang mengikuti orang lain atau program bisnis yang sudah ada di internet. Ada juga orang yang menjadi pelaku utama yang mengajak atau menyediakan program bisnis di internet. Ada juga yang hanya menonton saja.</p>
<p><strong>1. Pelopor</strong></p>
<p>Pelopor merupakan pelaku utama bisnis yang dilakukan di internet. Jika dalam bisnis MLM atau Money Game atau bisnis pyramid, pelopor berada di posisi paling atas. Atau bisa juga disebut pemilik bisnis itu sendiri. Posisi ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya, bisa saja keuntungan paling besar berada padanya, walau dalam kondisi tertentu bisa lebih kecil dari pihak yang berada di bawahnya. Ini tergantung dari ketentuan bisnis yang dibuatnya.</p>
<p>Sementara kekurangannya adalah harus menentukan jenis bisnis yang akan dilakukan, kemudian memikirkan bagaimana bisnisnya bisa berjalan (aturan main dalam berbisnisnya, pengelolaannya) dan tentunya harus mengeluarkan biaya untuk memulai bisnisnya.</p>
<p><strong>2. Pengikut</strong></p>
<p>Posisi ini adalah pelaku bisnis yang mengikuti jenis bisnis dari pelopor. Keuntungan dari posisi ini adalah tinggal menjalankan bisnis yang sudah ada, tidak perlu susah memikirkan bagaimana menemukan jenis bisnis yang akan dilakukan. Yang ada tinggal memilih bisnis yang sudah ada dan mengikuti program bisnisnya (bisa dikatakan sebagai afiliasi). Kemudian menjalankan bisnis sesuai instruksi dari pemilik bisnis yang kita pilih.</p>
<p>Sementara kekurangannya adalah harus mengikuti ketentuan dari si pemilik bisnis. Jangan sampai melanggarnya karena akan menyebabkan keanggotaannya bisa-bisa dibatalkan atau dikeluarkan dari keanggotaan.</p>
<p><strong>3. Penonton</strong></p>
<p>Posisi ini adalah posisi yang tidak mengikuti arus bisnis di internet. Hanya melihat orang-orang yang melakukan bisnis di internet. [Termasuk aku...?]</p>
<p>Posisi ini tidak mendapatkan apa-apa.</p>
<p>Lalu, di posisi manakah kita berada?</p>
<p>Sebenarnya masih ada satu posisi lagi yang memiliki peran sangat besar dalam menggerakkan bisnis di internet. Dan (mungkin) posisi ini memiliki keuntungan yang lebih besar. Posisi apakah itu&#8230;? Orang yang mengajarkan bagaimana menjalankan bisnis di internet. Jadi posisi ini bukan yang menjalankan bisnis itu sendiri, tapi bagaimana agar orang mau menjalankan bisnisnya tergantung dari pilihannya.</p>
<p>Tentukanlah posisi bisnis inetner Anda.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Iskak Nurcahyo in memorials]]></title>
<link>http://bayuajiwidodo.wordpress.com/2009/09/06/iskak-nurcahyo-in-memorials/</link>
<pubDate>Sat, 05 Sep 2009 17:45:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>bayuajiwidodo</dc:creator>
<guid>http://bayuajiwidodo.wordpress.com/2009/09/06/iskak-nurcahyo-in-memorials/</guid>
<description><![CDATA[Sahabat yang sederhana, rendah hati, selalu tidak neko-neko, samadyo, pekerja keras, selalu berseman]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Sahabat yang sederhana, rendah hati, selalu tidak neko-neko, samadyo, pekerja keras, selalu bersemangat dan lugu itu telah <em>kembali</em> ke pemiliknya untuk selama-lamanya. Pemilik alam ini. Inalillahi wa Inailaihi Roji’un, Jumat 4 September 2009, Ramadhan hari ke – 14, Iskak Nurcahyo mendahului kita semua. Kepergiannya sangat mendadak. Seperti biasa, pertanyaannya <strong>‘<em>kenapa orang baik pulangnya selalu lebih cepat</em>’</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">Fenomena yang tidak bisa dipahami menggunakan pikiran manusia. Yang pasti adalah pembelajaran ketika semuanya sudah terjadi. Kematian datang secara pasti dan tepat. Tidak pernah meleset. Karena bersifat rahasia, semuanya tidak bisa disiapkan. Dan ketika orang baik <strong><em>pulang</em></strong> lebih cepat, manusia hanya mengira <strong>mungkin</strong> yang Maha Pencipta mencukupkan hidupnya &#8220;Untuk apa lagi orang ini hidup di dunia ? Kebaikan yg dilakukannya di dunia sudah cukup untuk dia bisa masuk ke surga, daripada dia menderita lebih lama lagi di dunia mendingan langsung aja ke surga&#8221; dan matilah orang baik itu lalu masuk ke surga. Amiin. <strong>Tapi yang pasti tentunya sudah menjadi Ketetapan-Nya yang tidak bisa dihindari</strong>.<!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Tidak ada yang mengira sebelumnya, karena sehari sebelum kepergiannya, kita masih teleconference. Dan beliau masih sempat mengucapkan selamat datang kepada salah satu rekan yang baru bergabung di komunitas peserta conference. Komunitas ujung tombak yang mengawal jalannya perusahaan. Mengawal <em>service</em>, <em>sales</em> dan segala permasalahan operasional di Unit terkecil Perusahaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sangat terharu dengar cerita mantan dan anak buahnya sekarang tentang sosok beliau. Beliau merupakan tauladan, seorang ‘<em>pelaku</em>’. Seorang yang dengan tanpa sadarnya memberikan contoh <em>praktek</em> kebaikan kepada kita semua.</p>
<p style="text-align:justify;">Pak Iskak, kami bangga pernah kenal dan bersama bekerja dengan Bapak</p>
<p style="text-align:justify;">Doa kami untuk mu, Ya Allah, ampunilah segala dosa dan kekhilafan Pak Iskak Nurcahyo, Jauhkanlah dari siksa kubur dan siksa neraka, tinggikan derajatnya dan tempatkanlah Beliau ditempat yang tinggi, tempat yang paling nikmat disisi-Mu. Amiin<span id="_marker"> </span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[18 FEB 2008 - EKSEPSI TERDAKWA - KASUS PSDH-DR]]></title>
<link>http://paktw.wordpress.com/2009/08/28/18-feb-2008-eksepsi-terdakwa-kasus-psdh-dr/</link>
<pubDate>Fri, 28 Aug 2009 10:05:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>paktw</dc:creator>
<guid>http://paktw.wordpress.com/2009/08/28/18-feb-2008-eksepsi-terdakwa-kasus-psdh-dr/</guid>
<description><![CDATA[EKSEPSI TERDAKWA ATAS DAKWAAN JAKSA PENUNTUT UMUM DALAM PERKARA PIDANA No.201/Pid.B/2007/PN.KTP Maje]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h2 style="text-align:center;">EKSEPSI TERDAKWA</h2>
<h3 style="text-align:center;">ATAS</h3>
<h3 style="text-align:center;">DAKWAAN JAKSA PENUNTUT UMUM</h3>
<h3 style="text-align:center;"><span style="text-decoration:underline;">DALAM PERKARA PIDANA No.201/Pid.B/2007/PN.KTP</span></h3>
<p><span style="text-decoration:underline;"> </span></p>
<p><strong>Majelis Hakim Yang Kami Muliakan,<br />
Saudara Jaksa Penuntut Umum  Yang Kami Hormati,<br />
Saudara Penasihat Hukum  Yang Kami Banggakan,<br />
Serta hadirin sekalian,</strong></p>
<p><strong>Puji syukur saya haturkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena berkat karuniaNya, saya diberikan kekuatan sehingga bisa sampai pada hari ini. Perkenankanlah,  saya TONY WONG untuk menyampaikan eksepsi atas dakwaan Saudara Jaksa Penuntut Umum tertanggal 14 November 2007 yaitu :</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<ul><strong> </strong></ul>
<ul>
<li style="padding-left:30px;"> <span style="text-decoration:underline;"><strong>Dakwaan Pertama :</strong></span><strong><br />
</strong><strong> &#8211;  Sebagaimana diatur dan diancam pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 UU No. 31 tahun 1999  tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 tahun 2001;</strong></li>
</ul>
<ul>
<li style="padding-left:30px;"><strong> </strong></li>
<li style="padding-left:30px;"><strong> </strong></li>
<li><strong> </strong></li>
<li style="padding-left:30px;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Dakwaan Kedua :</strong></span><strong><br />
</strong><strong> &#8211;  Sebagaimana diatur dan diancam Pidana dalam Pasal  21  ayat (1) huruf  a UU No. 20 tahun 1997 tentang penerimaan Negara bukan Pajak</strong></li>
</ul>
<ul><strong> </strong></ul>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>-	Dalam kesempatan ini saya menyatakan menolak seluruh dakwaan Saudara Jaksa Penuntut Umum terhadap saya, yang disampaikan pada tanggal 14 November 2007 karena dakwaan tersebut </strong><strong>dibuat menyimpang dari BAP </strong><strong>( Berita Acara Pemeriksaan ) </strong><strong>yang disusun oleh Polisi</strong><strong> ( Penyidik ) dari hasil penangkapan yang tidak sesuai atau bertentangan dengan KUHAP ( cacat hukum )</strong></p>
<p><strong>-	Polisi dari Polres Ketapang ketika melakukan penangkapan terhadap saya pada tanggal 07 Mei 2007 di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, tidak didasari, antara lain:</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<ul><strong> </strong></ul>
<ul>
<li style="padding-left:30px;"><strong>Bukti permulaan yang cukup </strong><strong>(Pasal 17 KUHAP )</strong><strong>;</strong><strong><br />
</strong><strong> Pada waktu penangkapan tidak menerangkan mengenai tindakan atau perbuatan hukum apa yang saya lakukan sehingga harus ditangkap.</strong><strong><br />
</strong><strong> Serta tidak diperlihatkannya kepada saya :</strong><strong><br />
</strong><strong> 	Surat tugas;</strong><strong><br />
</strong><strong> 	Surat penangkapan;</strong><strong><br />
</strong><strong> 	dan tembusan surat penangkapan tidak diberikan kepada keluarga;</strong></li>
</ul>
<ul><strong> </strong></ul>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>-	Polisi sebagai aparat penegak hukum yang mengerti dan mengetahui dengan benar aturan yang termuat dalam KUHAP, </strong><strong>justru dengan sengaja telah menabrak rambu-rambu </strong><strong>atau pedoman yang seharusnya menjadi acuan dalam setiap pelaksanaan tugasnya.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>-	Hal ini jelas merupakan suatu perbuatan atau tindakan aparat yang bertindak tidak berdasarkan hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia ini, maka penangkapan atas diri saya tersebut adalah suatu perbuatan yang cacat hukum, begitu juga dengan BAP Polisi (penyidik) dan dakwaan Jaksa Penuntut Umum, merupakan perbuatan atau tindakan yang cacat hukum karena BAP dan dakwaan JPU tersebut disusun dan dibuat berdasarkan atau </strong><strong>berawal dari penangkapan yang cacat hukum.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>-	Maka dari itu sudah seharusnya dan sewajarnya perbuatan atau tindakan hukum untuk menegakkan/melaksanakan hukum yang dilakukan oleh JPU dengan dakwaannya yang berawal dari suatu tindakan / perbuatan penangkapan oleh oknum polisi yang bertentangan dengan hukum (KUHAP) sudah seharusnya dan sewajarnya rangkaian perbuatan tersebut</strong><strong> BATAL DEMI HUKUM atau HARUS DIBATALKAN oleh Bapak Majelis Hakim yang mulia</strong><strong>.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Majelis Hakim Yang Kami Muliakan,</strong><strong><br />
</strong><strong> dan hadirin yang saya Hormati; </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>-	Perlu diketahui, mengapa polisi tetap memaksakan untuk melakukan penangkapan terhadap saya walaupun mereka mengetahui dan menyadari bahwa hal tersebut bertentangan dengan KUHAP, hal ini disebabkan adanya kekhawatiran dan ketakutan pihak-pihak tertentu yang akan terancam dan terbongkar perbuatan Ilegal Logingnya yang melibatkan oknum-oknum tertentu di daerah Ketapang khususnya dan Kalbar pada umumnya, jika saya tidak segera diamankan atau ditangkap karena adanya sikap dan tindakan saya yang menganggu kelancaran kegiatan-kegiatan mereka yang selama ini telah mereka jalankan, yaitu :</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="padding-left:60px;"><strong>i.	Keikut-sertaan saya dalam </strong><strong>pelelangan kayu di Ketapang</strong><strong> telah memberikan kontribusi yang besar terhadap pemasukkan keuangan Pemerintah Daerah dengan terciptanya nilai rekor harga lelang tertinggi yang sebelumnya tidak pernah terjadi di Ketapang, karena sebelum saya ikut serta pada lelang di Ketapang, harga lelang telah diatur seminimal mungkin dan telah ditentukan pemenangnya sebelum acara lelang dimulai, sehingga pada saat lelang hanya bersifat sandiwara /opera, maka niat baik saya agar lelang dapat berjalan dengan sistim dan suasana yang benar telah menimbulkan keresahan bagi pihak-pihak tertentu pada saya.</strong></p>
<p style="padding-left:60px;"><strong> </strong></p>
<p style="padding-left:60px;"><strong>ii.	Adanya penyampaian informasi secara tertulis ke Polda Kalbar pada bulan Juni 2006 tentang </strong><strong>keterlibatan PT. Suka Jaya Makmur dengan 10 kelompok pekerja Ilegal Loging</strong><strong> di Kecamatan Sandai / Hulu sungai, yang dituangkan dalam bentuk </strong><strong>SURAT PERNYATAAN BERSAMA</strong><strong> tertanggal 11 Juni 2005 dan ditandatangani di atas Meterai Rp.6.000,- dengan </strong><strong>diketahui oleh Muspika Sandai dan Perwira Polres Ketapang</strong><strong> yang ikut serta menandatangani Pernyataan Bersama tersebut.</strong></p>
<p style="padding-left:60px;"><strong> </strong></p>
<p style="padding-left:60px;"><strong>iii.	Tindakan PT. Suka Jaya Makmur / camp Pawan Utara yang membiarkan adanya aktivitas Ilegal Logging adalah suatu perbuatan melawan hukum, yang seharusnya tidak dilakukan oleh suatu perusahaan besar, yang banyak mendapat berbagai pengakuan Internasional, namun informasi saya tersebut belum pernah ditindak lanjuti oleh Pihak yang berwenang karena adanya oknum-oknum tertentu yang terlibat pada perbuatan tersebut.</strong></p>
<p style="padding-left:60px;"><strong> </strong></p>
<p style="padding-left:60px;"><strong>iv.	Adanya pemberian informasi ke Mabes Polri atas pembalakan liar/Ilegal Logging di </strong><strong>Hutan Lindung Bukit Lawang dan sekitarnya. Dengan pemodal yang besar dan didukung oleh partnernya yang mempunyai banyak jaringan di Ketapang maka cukong-cukong dari Malaysia dengan mudah mengeluarkan kayu-kayu hasil Ilegal Logging dari Ketapang Ke Malaysia dan ini mengakibatkan banyak pengusaha lokal yang tutup karena besarnya biaya yang haru</strong><strong>s dikeluarkan</strong><strong>, untuk mengeluarkan kayu secara sah dan legal yaitu selain membayar resmi pajak PSDH/DR /dokumen tapi masih harus juga mengeluarkan </strong><strong>DANA TAKTIS</strong><strong> kepada oknum sebesar </strong><strong>Rp. 45.000.000,- </strong><strong>(empat puluh lima juta rupiah) /per kapal ( </strong><em><strong>sumber informasi dari pengusaha local yang dapat dipertanggung jawabkan </strong></em><strong>) atau</strong><strong> Rp.67.000.000,- </strong><strong>( Enam puluh tujuh juta rupiah ) /</strong><strong>per kapal</strong><strong>, ( </strong><em><strong>sumber informasi dari Sdr, Asong / pengusaha kayu Ketapang yang berasal dari Pontianak</strong></em><strong>), Berdokumen atau tidak berdokumen, sama;</strong><strong><br />
</strong><strong> Dengan adanya informasi tersebut, Mabes Polri mengirim anggotanya ke Ketapang untuk melakukan pemeriksaan.</strong></p>
<p style="padding-left:60px;"><strong> </strong></p>
<p style="padding-left:60px;"><strong>v.	Sehubungan informasi-informasi yang saya berikan tersebut dan datangnya team Mabes Polri ke daerah Ketapang telah menimbulkan keresahan bagi pihak-pihak tertentu atau oknum-oknum tertentu yang terlibat dalam kegiatan Ilegal Loging di daerah Ketapang, sehingga saya dijadikan objek target sebagai tindakan balasan oleh pihak-pihak tertentu tersebut yaitu mencari-cari atau memaksakan kesalahan pada diri saya dan itu terjadi tanggal 07 Mei 2007, saya ditangkap tanpa prosedur yang benar dan diperlakukan seperti seorang teroris, yang kemudian ditindak lanjuti dengan berbagai komentar tendensius dan sangat tidak objektif yang dikemukakan oleh pejabat/oknum di Pontianak pada media cetak maupun elektronik, yang intinya ingin membuat public opini atau ingin mengiring masyarakat kepada suatu pemikiran bahwa saya adalah pelaku/cukong besar illegal logging, hal tersebut dilakukan agar segala tindakan yang dilakukan oknum-oknum tersebut kepada saya mendapat dukungan atau pembenaran dari masyarakat sehingga perhatian masyarakat terfokus pada diri saya, </strong><strong>sedangkan pelaku Ilegal logging yang sebenarnya tidak terjangkau atau sengaja tidak dijangkau oleh oknum-oknum tersebut</strong><strong>. Komentar-komentar demikian tidak sepatutnya dikemukakan oleh pejabat / oknum yang seharusnya memberikan contoh dan pendidikan hukum kepada masyarakat agar tetap menjaga azas PRADUGA TIDAK BERSALAH bagi siapapun sebelum adanya putusan tetap dari Peradilan.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Majelis Hakim Yang Kami Muliakan,</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>i.	Dakwaan JPU yang mengatakan  PT. GI telah melakukan Manipulasi Laporan Hasil penebangan adalah tidak benar dan tidak didasarkan pada Fakta yang ada  yaitu Berita Acara Stock Opname oleh Tim Dinas Kehutanan Ketapang yang disebutkan dalam dakwaan JPU tertanggal  24 Februari 2003 adalah salah dan tidak pernah ada;  yang ada adalah Berita Acara Stock Opname tertanggal 23 September 2003 dan Hasil Stock Opname tersebut sesuai dan tidak ada selisih. Sehingga kesalahan ini harus Dakwaan Saudara Jaksa Penuntut Umum harus dinyatakan KABUR.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>ii.	Terhadap kekurangan pembayaran PSDH dan DR oleh PT. GI tersebut belum pernah diterbitkannya Surat Peringatan  oleh Dinas Kehutanan kepada PT. GI, sehingga apa yang disampaikan oleh JPU dalam surat dakwaannya sebagai </strong><span style="text-decoration:underline;"><strong>Perbuatan Melawan Hukum</strong></span><strong> yang dilakukan oleh Terdakwa merupakan suatu penafsiran dan pengertian yang keliru dari JPU terhadap SPP (</strong><strong> SURAT PERINTAH PENYETORAN</strong><strong> ) yang diterbitkan oleh Dinas Kehutanan dan itu sudah jelas </strong><strong>BUKAN SURAT PERINGATAN.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>iii.	Terhadap kekurangan pembayaran PSDH dan DR PT. GI pada Dinas Kehutanan, yang menurut saudara Jaksa Penuntut Umum  sejumlah Rp.134.145.275,- dan US$ 40.252,03, quod non, untuk jumlah kekurangan pembayaran tersebut PT. GI dikenakan denda sebesar 2% perbulannya, sebagaimana diatur UU No. 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara bukan Pajak :</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<ul><strong> </strong></ul>
<p style="padding-left:60px;"><strong> Pasal 17 ayat ( 1 ) :</strong></p>
<p style="padding-left:60px;"><strong>Dalam hal hasil pemeriksaan terhadap wajib bayar untuk jenis penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud dalam pasal 9 ayat (2) terhadap kekurangan pembayaran jumlah penerimaan Negara bukan Pajak yang terutang wajib bayar yang bersangkutan wajib melunasi kekurangannya dan ditambah dengan sanksi berupa denda administrasi sebesar 2 % (dua persen) sebulan untuk paling lama  24 (dua puluh empat ) bulan dari jumlah kekurangan tersebut.</strong></p>
<ul><strong> </strong></ul>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>iv.	Kekurangan pembayaran PSDH dan DR oleh PT. GI tidak ada indikasi untuk memperkaya diri maupun orang lain dan Negara tidak dirugikan/tidak ada pihak lain yang dirugikan karena kewajiban kekurangan pembayaran berikut dendanya wajib tetap harus dibayar oleh PT. GI, sehingga kekurangan pembayaran tersebut bukan merupakan suatu perbuatan melawan hukum, maka syarat-syarat tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan jaksa yang diatur dan diancam Pidana dalam Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 UU No.31 tahun 1999   Jo UU No. 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi tidak dapat dibuktikan dan tidak terpenuhi.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>v.	Kekurangan pembayaran PSDH dan DR oleh PT. GI bukan merupakan perbuatan tidak membayar, tidak menyetor sebagaimana diatur dalam Pasal 21 ayat (1)   huruf  a UU No. 20 tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak, maka dakwaan JPU pada PT. GI untuk pasal ini, tidak terbukti dan tidak terpenuhi.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Bapak Hakim yang Mulia;</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Berdasarkan uraian-uraian yang saya sampaikan tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa :</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<ul><strong> </strong></ul>
<p style="padding-left:60px;"><strong> a.	Penangkapan yang dilakukan oleh Polres Ketapang tidak sesuai dengan hukum yang berlaku (KUHAP)atau suatu penangkapan yang sangat dipaksakan,maka penangkapan tersebut </strong><strong>cacat hukum</strong><strong>, sehingga BAP dan Dakwaan JPU yang merupakan kelanjutan dari tindakan penangkapan tersebut juga turut </strong><strong>CACAT HUKUM</strong>.</p>
<p style="padding-left:60px;"><strong>b.	Kekurangan pembayaran PSDH dan DR oleh PT. GI bukan merupakan perbuatan untuk memperkaya / menguntungkan diri maupun pihak lain dan dalam hal ini Negara/Pihak lain tidak dirugikan karena terhadap kekurangan pembayaran tersebut PT. GI tetap wajib harus membayar berikut denda yang dihitung terus menerus sampai kekurangan pembayaran tersebut dilunasi.</strong></p>
<p style="padding-left:60px;"><strong>c.	Kekurangan Pembayaran PSDH dan DR oleh PT. GI bukan merupakan perbuatan tidak membayar atau tidak menyetor dan / atau tidak melaporkan jumlah Penerimaan Negara Bukan Pajak yang terutang.</strong></p>
<p style="padding-left:60px;"><strong>d.	Dan pada akhirnya DEMI KEADILAN YANG SEADIL-ADILNYA, saya mohon kepada Majelis Hakim Yang Kami Muliakan untuk membatalkan dan menolak seluruh dakwaan Jaksa Penuntut Umum serta membebaskan saya dari segala tuntutan hukum.</strong></p>
<ul><strong> </strong></ul>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>Demikian eksepsi ini saya sampaikan dan atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Ketapang, 19 Februari 2008</strong><strong><br />
</strong><strong> Wassalam,</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">TONY WONG</span></strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;"></span></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<h2 style="text-align:center;"><span style="text-decoration:underline;">SURAT PERNYATAAN BERSAMA</span></h2>
<h3 style="text-align:center;">tertanggal 11 Juni 2005</h3>
<p><span style="text-decoration:underline;"> </span></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-107" title="SJM 1" src="http://paktw.wordpress.com/files/2009/08/sjm-1.jpg" alt="SJM 1" width="720" height="1109" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-108" title="SJM 2" src="http://paktw.wordpress.com/files/2009/08/sjm-2.jpg" alt="SJM 2" width="720" height="1145" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-109" title="SJM 3" src="http://paktw.wordpress.com/files/2009/08/sjm-3.jpg" alt="SJM 3" width="720" height="1035" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-110" title="SJM 4" src="http://paktw.wordpress.com/files/2009/08/sjm-4.jpg" alt="SJM 4" width="720" height="801" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kapolda Kecewa Cukong IL Ketapang Dibebaskan ]]></title>
<link>http://jacsky.wordpress.com/2009/08/25/kapolda-kecewa-cukong-il-ketapang-dibebaskan/</link>
<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 16:22:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>jacsky</dc:creator>
<guid>http://jacsky.wordpress.com/2009/08/25/kapolda-kecewa-cukong-il-ketapang-dibebaskan/</guid>
<description><![CDATA[Selasa, 2009 Juli 14 Pontianak, BERKAT. Kapolda Kalbar, Brigjen Pol Erwin TPL Tobing menyatakan keke]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Selasa, 2009 Juli 14</p>
<p><span style="color:#333333;">Pontianak, BERKAT.</span><br />
Kapolda Kalbar, Brigjen Pol Erwin TPL Tobing menyatakan kekecewaannya mengetahui beberapa di antara para cukong illegal logging (IL) Ketapang dibebaskan dari hukuman.</p>
<p>&#8220;Saya sangat kecewa dan tak terima. Hati kecil saya kalau sudah mendengar itu sangat sedih dan kecewa. Anggota saya sudah kerja di-P21 jaksa kemudian dibebaskan. Berarti ada sesuatu yang harus kita cermati. Ada apa ini sebenarnya. Apakah saya yang salah. Tapi mudah-mudahan tidak lah,&#8221; tegas Kapolda kepada wartawan kemarin disela menyaksikan persiapan puncak HUT Bhayangkara ke-63 di Mapolda Kalbar.</p>
<p>Kapolda katakan pihaknya sudah mengajukan pasal-pasal dengan hukuman yang setimpal. Akan tetapi jika ada keputusan pengadilan di luar itu, maka merupakan kewenangan dari hakim.</p>
<p>&#8220;Yang jelas saya sudah katakan pada anggota, zero ileggal logging. Anggota saya yang terlibat saya tahan. Dan terhadap cukong yang dikenai tahanan kota saya akan cek ke Polres setempat,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Ia tegaskan kalau dirinya tidak akan menangguhkan penahanan terhadap siapapun pelaku illegal logging. Berkaitan dengan tiga perwira yang dihukum, Kapolda nyatakan tidak akan intervensi karena sudah ranah hukumnya hakim.</p>
<p>&#8220;Tapi menurut saya kalau seorang pamen yang pernah menjadi kapolres ternyata ditahan di polresnya sendiri, itu satu pukulan bagi Sunan, khadafi. arkat dan martabatnya telah jatuh,&#8221; tukasnya. (rob)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tanggapan/Repliek Pemohon Praperadilan - 05 Agustus 2009]]></title>
<link>http://wengkyswandy.wordpress.com/2009/08/24/tanggapanrepliek-pemohon-praperadilan-05-agustus-2009/</link>
<pubDate>Mon, 24 Aug 2009 10:45:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>wengkyswandy</dc:creator>
<guid>http://wengkyswandy.wordpress.com/2009/08/24/tanggapanrepliek-pemohon-praperadilan-05-agustus-2009/</guid>
<description><![CDATA[]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignnone size-full wp-image-94" title="TANGGAPAN PEMOHON PRAPERADILAN_0001" src="http://wengkyswandy.wordpress.com/files/2009/08/tanggapan-pemohon-praperadilan_0001.jpg" alt="TANGGAPAN PEMOHON PRAPERADILAN_0001" width="700" height="989" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-95" title="TANGGAPAN PEMOHON PRAPERADILAN_0002" src="http://wengkyswandy.wordpress.com/files/2009/08/tanggapan-pemohon-praperadilan_0002.jpg" alt="TANGGAPAN PEMOHON PRAPERADILAN_0002" width="700" height="991" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-96" title="TANGGAPAN PEMOHON PRAPERADILAN_0003" src="http://wengkyswandy.wordpress.com/files/2009/08/tanggapan-pemohon-praperadilan_0003.jpg" alt="TANGGAPAN PEMOHON PRAPERADILAN_0003" width="700" height="995" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-114" title="TANGGAPAN PEMOHON PRAPERADILAN_0004" src="http://wengkyswandy.wordpress.com/files/2009/08/tanggapan-pemohon-praperadilan_0004.jpg" alt="TANGGAPAN PEMOHON PRAPERADILAN_0004" width="700" height="990" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-115" title="TANGGAPAN PEMOHON PRAPERADILAN_0005" src="http://wengkyswandy.wordpress.com/files/2009/08/tanggapan-pemohon-praperadilan_0005.jpg" alt="TANGGAPAN PEMOHON PRAPERADILAN_0005" width="700" height="989" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-116" title="TANGGAPAN PEMOHON PRAPERADILAN_0006" src="http://wengkyswandy.wordpress.com/files/2009/08/tanggapan-pemohon-praperadilan_0006.jpg" alt="TANGGAPAN PEMOHON PRAPERADILAN_0006" width="700" height="990" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-117" title="TANGGAPAN PEMOHON PRAPERADILAN_0007" src="http://wengkyswandy.wordpress.com/files/2009/08/tanggapan-pemohon-praperadilan_0007.jpg" alt="TANGGAPAN PEMOHON PRAPERADILAN_0007" width="700" height="992" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-118" title="TANGGAPAN PEMOHON PRAPERADILAN_0008" src="http://wengkyswandy.wordpress.com/files/2009/08/tanggapan-pemohon-praperadilan_0008.jpg" alt="TANGGAPAN PEMOHON PRAPERADILAN_0008" width="700" height="992" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-119" title="TANGGAPAN PEMOHON PRAPERADILAN_0009" src="http://wengkyswandy.wordpress.com/files/2009/08/tanggapan-pemohon-praperadilan_0009.jpg" alt="TANGGAPAN PEMOHON PRAPERADILAN_0009" width="700" height="992" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-120" title="TANGGAPAN PEMOHON PRAPERADILAN_0010" src="http://wengkyswandy.wordpress.com/files/2009/08/tanggapan-pemohon-praperadilan_0010.jpg" alt="TANGGAPAN PEMOHON PRAPERADILAN_0010" width="700" height="989" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-121" title="TANGGAPAN PEMOHON PRAPERADILAN_0011" src="http://wengkyswandy.wordpress.com/files/2009/08/tanggapan-pemohon-praperadilan_0011.jpg" alt="TANGGAPAN PEMOHON PRAPERADILAN_0011" width="700" height="989" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kenapa Gembong Teroris Tak Duluan ke 'Surga' ?....]]></title>
<link>http://udinmduro.wordpress.com/2009/08/20/kenapa-gembong-teroris-tak-duluan-ke-surga/</link>
<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 09:39:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>udinmduro</dc:creator>
<guid>http://udinmduro.wordpress.com/2009/08/20/kenapa-gembong-teroris-tak-duluan-ke-surga/</guid>
<description><![CDATA[Dalam aksinya kelompok teroris selalu menggunakan para &#8216;calon pengantin&#8217;, seperti halnya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Dalam aksinya kelompok teroris selalu menggunakan para &#8216;calon pengantin&#8217;, seperti halnya]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pelaku Sejarah Di Kampung Masjid]]></title>
<link>http://kolektorsejarah.wordpress.com/2009/08/19/pelaku-sejarah-di-kampung-masjid/</link>
<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 05:00:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>Kolektor Sejarah</dc:creator>
<guid>http://kolektorsejarah.wordpress.com/2009/08/19/pelaku-sejarah-di-kampung-masjid/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;Harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama&#8221;. Nama yang ditinggalk]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">&#8220;Harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama&#8221;. Nama yang ditinggalkan oleh seseorang berbagai macam bentuknya. Ada yang meninggalkan karya nyata yang sangat bermanfaat bagi orang lain, ada yang meninggalkan sikap kepeloporan yang dapat dijadikan teladan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sikap kepahlawanan adalah sikap yang mempunyai keberanian yang luar biasa, berjuang tanpa pamrih untuk kepentingan bangsa dan negara.  Sikap kepahlawanan itulah yang diperlihatkan oleh para pejuang-syuhada bangsa. Mereka gugur menyiram darahnya di persada ibu pertiwi. Mereka tidak sempat melihat &#8220;wajah&#8221; negerinya merdeka, tetapi anak cucu mereka menikmati kemerdekaan yang mereka perjuangkan. Banyak juga pejuang dan pahlawan yang mengalami pasang surut kemerdekaan serta cakar-cakaran merebut kekuasaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Di antara pejuang pelaku sejarah yang melihat dan mengalami perjalanan dan perkembangan negeri ini adalah alm. Kapten H.R. Asmadi (Letkol Purn). Beliau adalah KomAndan Pertempuran yang berhasil memporak-porandakan kedudukan Pasukan Belanda di Kampung Masjid (70 km dari Rantau Prapat). 18  Tentara Belanda ditewaskan 18 orang lainnya ditawan, tetapi tawanan itu tidak dianiaya apalagi dibunuh, malah dikembalikan ke induk pasukannya di Labuhan Bilik. Selebihnya sempat melarikan diri. Senjata yang berhasil dirampas 12 pucuk senjata LE, Stengun, 1 pucuk brengun MK III, satu unit radio penghubung, berpeti-peti peluru dan granat berhasil diangkut oleh pasukan H.R. Asmadi. Sedangkan di pihak pejuang hanya seorang yang gugur bernama Marwan dan beberapa orang luka berat dan ringan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pelaku  Sejarah Itu Telah Tiada</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Asmadi adalah tokoh pejuang Komandan Pertempuran dalam penyerangan terhadap kubu Belanda di Kampung Masjid. Selaku pimpinan pejuang berhasil menyelundupkan 40 orang garilyawan menjadi buruh anemer Perkebunan Padang Halaban. Mereka siang hari menjadi buruh perkebunan yang dikuasai Belanda, sedangkan malam menjadi gerilyawan menyerang pos-pos pengawal Belanda untuk merebut senjata dan peluru. Mereka dikoordinir oleh Asisten Kebun  Kasdi dan pimpinan gerilyawan itu Sersan  Hamzah Johan, mereka hanya bergerak pada malam hari saja. Persenjataan mereka disembunyikan di suatu tempat hanya anggota gerilyawan itu yang tahu.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada hari Jumat sekitar pukul 08.20 pagi tanggal 15 Februari 2008 pelaku sejarah H.R. Asmadi telah berpulang ke Rahmatullah tutup usia 82 tahun, Pemberangkatan jenazahnya ke Taman Makam Pahlawan dari di rumah duka Jalan D.I.Panjaitan 164 Medan sekitar pukul 5 sore. Dengan diantar oleh karabat handai taulan, jenazah dimakamkan di Taman Pahlawan Jalan Sisingamangaraja Medan, yang dilanjutkan dengan upacara militer.<br />
H.R. Asmadi lahir tanggal 27 Juli 1926 di Tanjung Balai meninggalkan seorang isteri bernama Rasdiana Siagian (80) dan 7 orang anak masing-masing bernama :</p>
<p style="text-align:justify;">1.    Ir. Asmady Gentaran Siregar<br />
2.    Hj. Roswita  Hanny Siregar<br />
3.    Hartati Siregar<br />
4.    Flora Sari Siregar, Dra.Apt<br />
5.    Godang Riadi Siregar,SH<br />
6.    Alm. Muda Yuda Siregar<br />
7.    Achira Berti Siregar</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Peristiwa Itu Dilestarikan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Peristiwa-peristiwa heroik di Labuhan Batu di antaranya penyerbuan terhadap kubu Belanda di tepi Sungai Kualuh  tanggal 5 Juni 1949 telah dilestarikan dan direkam dalam beberapa buku. Di antaranya adalah buku &#8220;Gerilya di Asahan Labuhan Batu 1947-1949&#8243; yang ditulis oleh pelaku sejarah Letkol Mansur (1977), dalam buku &#8220;Kadet Brastagi&#8221; oleh Ikatan Kadet Brastagi (1980), dalam buku &#8220;Api Berkobar di Kampung Mesjid&#8221; yang diterbitkan oleh Yayasan Pelestarian Fakta Perjuangan Kemerdekaan R.I.(1995) dan buku lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Bukan saja peristiwa sejarah ini direkam dalam buku tetapi tokoh-tokoh penjuang dan para pelaku peristiwa sejarah itu, foto-foto mereka ukuran besar selalu ditampilkan dalam pameran-pameran &#8220;Foto Perjuangan&#8221; yang ditampilkan  dalam pameran itu, antara lain Kapten H.R Asmadi, Letnan Kelowo, Letnan Murad Hasyim, Letnan Zainuddin Zein, Letnan Hamid Zein dan lain-lain. Pameran foto-foto perjuangan telah dilakukan pada hari-hari bersejarah sejak tahun 1990.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan dilestarikan peristiwa sejarah Kampung Masjid baik dalam bentuk buku maupun bentuk gambar jelaslah, bahwa peristiwa itu tidak akan hanyut dibawa oleh arus perjalanan masa dan tidak akan tertimbun oleh lumpur perjalanan waktu.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Strategi Penyerangan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai ilustrasi perlu kami ungkapkan mengenai strategi penyerangan terhadap kedudukan Belanda dari tepi Sungai Kualuh itu. Serangan direncanakan, dilakukan dari belakang asrama Belanda dan harus didesak sedemikian rupa agar Belanda mengundurkan diri ke arah sungai kemudian serdadu Belanda itu mencebur ke dalam sungai.</p>
<p style="text-align:justify;">Kompi H.R. Asmadi menyerang dari tengah dengan dibantu oleh Letnan S. Guntur Harun Sakti dan Cek Mah. Kompi Letnan Nurdin dipimpin oleh Abdullah  Musa Letnan Murad Hasyim, Letnan Hamid Zein, Letnan Bustami, dan Letnan Zainuddin  Zein, sedangkan Kompi Letnan Kelowo, dibantu oleh Letnan Maryono, Sersan Jamin Sudarman, dan Sersan Saut.</p>
<p style="text-align:justify;">Pasukan ini juga dibantu oleh rakyat dan turut melakukan penyerangan, persenjataan  pasukan cukup memadai dan peluru lebih dari cukup, karena peluru-peluru dan persenjataan banyak direbut dalam pertempuran-pertempuran yang dilakukan terhadap tentara Belanda dan Barisan Pengawal yang mengawal Perkebunan Belanda.</p>
<p style="text-align:justify;">Komandan Pertempuran H.R. Asmadi telah menetapkan hari &#8220;H&#8221; penyerbuan adalah tanggal 5 Juni 1949 (malam). Semua pasukan berkumpul di Kuala Bangka, setelah makan malam mereka berangkat dengan menggunakan 30 buah perahu sesuai dengan formasi masing-masing sebagai  mana telah ditetap oleh Kamandan Pertempuran.  Telah ditetapkan &#8220;titik&#8221; untuk berpencar adalah Kampung Sungai Pinang. Pasukan ini sampai di tempat tersebut setelah melakukan perjalanan selama 2 jam dengan perahu.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Menyerang  Waktu Belanda Lengah</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ketika seluruh pasukan telah sampai di Kampung Sungai Pinang yang merupakan &#8220;titik&#8221; pencar, jam menunjukkan pukul 22.30. Pasukan mulai bergerak mengharungi rawa. Tidak diperkirakan dari semula pada jam tersebut air sedang pasang. Akibat air pasang sampai di pinggang menyebabkan gerakan pasukan sangat lamban sekali. Ketika jam  menunjukkan pukul  01.00, Kapten H.R.Asmadi belum memberi aba-aba penyerangan, padahal kubu Belanda makin dekat.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah pasukan berada dalam jarak 20 meter jelas dilihat dalam kesamaran, penjagaan telah ditarik dari box-box yang ada. Tentara Belanda itu ada yang sedang tidur, ada yang bercelana kolor, pergi mandi dan sebagainya. Waktu itulah Kapten Asmadi memberi aba-aba dengan tembakan pistol tiga kali tanda penyerangan dimulai. Waktu itu jam menunjukkan 05.30.</p>
<p style="text-align:justify;">Segera disusul dengan tembakan penindasan yang cukup gencar. Timbul kegaduhan yang luar biasa dari pihak musuh. Mereka mencoba menempati box mereka dalam keadaan bercelana kolor, tembakan brengun Belanda seperti hujan layaknya tidak ada henti-hentinya. Kemudian para gerilyawan berhasil masuk ke dalam box-box musuh dan berkelahi seorang lawan seorang, popor mulai bicara menghantam kepala musuh demikian juga pisau dan parang ikut bicara. Di tengah kesibukan dan kekalutan penyerangan itu terdengar teriakan kami menyerah &#8220;jangan bunuh aku,&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Pertempuran baru berakhir pukul 09.30 musuh yang masih hidup menyerah semua, ada juga yang sempat melarikan diri, di antaranya seorang Belanda bernama Smurrenburg. Mereka melarikan diri dengan perahu menuju Panei. Karena kedudukan Belanda sudah hancur maka bendera Belanda diturunkan, dirobek birunya dan tinggal Merah Putih dinaikkan ke puncak tiang.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Penghargaan Kepada Pejuang</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dari uraian yang sederhana ini jelaslah betapa perjuangan yang telah dilakukan oleh pejuang Labuhan Batu. Untuk sekadar mengenang jasa mereka, maka kami menyarankan agar nama H.R. Asmadi ditabalkan pada salah satu jalan di kota Rantau Parapat. Penghargaan ini berarti penghargaan kepada seluruh  pejuang Labuhan Batu umumnya dan pejuang yang menghancurkan kubu Belanda di Kampung Masjid khususnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Oeh : Muhammad TWH </p>
<p style="text-align:justify;">Sumber : Waspada Online</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[salah kaprah ,,Indonesia kecewa dan tak Aman.]]></title>
<link>http://kurnianza.wordpress.com/2009/08/12/salah-kaprah-indonesia-kecewa-dan-tak-aman/</link>
<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 12:33:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>kurnianza</dc:creator>
<guid>http://kurnianza.wordpress.com/2009/08/12/salah-kaprah-indonesia-kecewa-dan-tak-aman/</guid>
<description><![CDATA[Gambar: kawanan teroris Selasa tanggal 12 Agustus 2009 team Densus 88  memeriksa lebih detil lagi sa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Gambar: kawanan teroris Selasa tanggal 12 Agustus 2009 team Densus 88  memeriksa lebih detil lagi sa]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nurdin kecekel langsung digasak DENSUS 88]]></title>
<link>http://kurnianza.wordpress.com/2009/08/09/nurdin-kecekel-langsung-digasak-densus-88/</link>
<pubDate>Sun, 09 Aug 2009 05:51:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>kurnianza</dc:creator>
<guid>http://kurnianza.wordpress.com/2009/08/09/nurdin-kecekel-langsung-digasak-densus-88/</guid>
<description><![CDATA[NURDIN SANG BIADAB Kemarin,Sabtu tanggal 8 Agustus 2009 ,kawanan teroris Nurdin sang biadab pun dita]]></description>
<content:encoded><![CDATA[NURDIN SANG BIADAB Kemarin,Sabtu tanggal 8 Agustus 2009 ,kawanan teroris Nurdin sang biadab pun dita]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
