<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>pemakaman &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/pemakaman/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "pemakaman"</description>
	<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 13:55:32 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Jalan Panjang Menuju ke Kematian pada Suku Toraja]]></title>
<link>http://jokolelonokosti.wordpress.com/2009/11/13/jalan-panjang-menuju-ke-kematian-pada-suku-toraja/</link>
<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 02:53:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>jokolelonokosti</dc:creator>
<guid>http://jokolelonokosti.wordpress.com/2009/11/13/jalan-panjang-menuju-ke-kematian-pada-suku-toraja/</guid>
<description><![CDATA[Tradisi menyimpan mayat di Tana Toraja sesungguhnya berangkat dari ajaran Aluk Todolo yaitu jenazah ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Tradisi menyimpan mayat di Tana Toraja sesungguhnya berangkat dari ajaran Aluk Todolo yaitu jenazah baru boleh dikuburkan setelah<img class="alignright size-full wp-image-114" title="makam-1" src="http://jokolelonokosti.wordpress.com/files/2009/11/makam-1.jpg" alt="makam-1" width="175" height="132" /> diupacarakan. Dalam proses inilah terkait berbagai hal, mulai dari kewajiban adanya musyawarah keluarga untuk memutuskan kapan dan di mana jenazah akan dikuburkan hingga penyiapan hewan korban yang harus disiapkan sesuai dengan status sosial orang yang meninggal dunia tersebut. Secara adat-sesuai dengan ajaran Aluk Todolo, agama asli masyarakat Tana Toraja, selama upacara pemakamannya belum bisa diselenggarakan oleh pihak keluarga, maka selama itu pula ia harus diperlakukan sebagai orang yang masih hidup Pada upacara tingkatan rendah (tana’ karurung dan tana’ kua-kua), pelaksanaan cukup memotong seekor babi pada sore hari dan jenazah dikuburkan pada malam hari. Akan tetapi, pada upacara tingkat tinggi (tana’ bulan dan tana’ bassi) untuk kalangan bangsawan, pelaksanaannya sudah harus dengan pemotongan kerbau (tedong). Bisa dipahami bila tak semua mereka yang tergolong kalangan bangsawan mampu dengan serta-merta menggelar upacara kematian bagi anggota keluarganya yang meninggal dunia. Sebab, status sosial itu tidak dengan sendirinya berkorelasi langsung dengan keadaan ekonomi keluarga yang bersangkutan. Oleh karena itu, mereka membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa menggelar upacara yang-tentunya-membutuhkan biaya besar. Belum lagi kewajiban dalam aluk untuk mengumpulkan seluruh keluarga yang sudah merantau ke berbagai penjuru Tanah Air. Namun lamanya masa penyimpanan jenazah juga bisa disebabkan pihak keluarga belum sepakat dalam penguburannya. alasannya memang bermacam-macam, tapi biasanya itu semua berkaitan dengan pembagian harta warisan yang belum menemukan kata sepakat. Ternyata untuk menuju ke kematian (to mate) yang sesungguhnya pun, begitu panjang jalan yang harus ditempuh oleh orang-orang Tana Toraja.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Seorang Pria Hadiri Pemakaman Dirinya Sendiri..KOK??]]></title>
<link>http://jasadh.wordpress.com/2009/11/10/seorang-pria-hadiri-pemakaman-dirinya-sendiri-kok/</link>
<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 02:16:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>jasadh</dc:creator>
<guid>http://jasadh.wordpress.com/2009/11/10/seorang-pria-hadiri-pemakaman-dirinya-sendiri-kok/</guid>
<description><![CDATA[Seorang pria menghadiri upacara pemakaman dirinya sendiri sehingga mengejutkan keluarganya dan semua]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Seorang pria menghadiri upacara pemakaman dirinya sendiri sehingga mengejutkan keluarganya dan semua orang yang berkabung. Sebagian di antara mereka bahkan berusaha melompat melalui jendela ruangan tempat upacara pemakaman sedang berlangsung.</p>
<p style="text-align:justify;"><span>Tukang batu yang berusia 59 tahun itu belakangan menerima kabar mengenai “kematian dan upacara <span style="color:#ff00ff;"><a href="http://jasadh.wordpress.com/" target="_blank"><strong>pemakaman dirinya</strong></a>”</span> dan memutuskan untuk pergi ke sana.<!--more--><strong><span style="color:#ff00ff;"><em><a href="http://berita.liputan6.com/luarnegeri/200911/250533/Seorang.Pria.Hadiri.Pemakaman.Dirinya.Sendiri" target="_blank">selengkapnya</a></em></span></strong></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA["Almarhum" Muncul di Upacara Pemakamannya sendiri]]></title>
<link>http://kangboed.wordpress.com/2009/11/06/almarhum-muncul-di-upacara-pemakamannya-sendiri/</link>
<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 08:28:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>KangBoed</dc:creator>
<guid>http://kangboed.wordpress.com/2009/11/06/almarhum-muncul-di-upacara-pemakamannya-sendiri/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;Almarhum&#8221; Muncul di Upacara Pemakamannya sendiri | &#8220;Almarhum&#8221; Muncul di Upa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[&#8220;Almarhum&#8221; Muncul di Upacara Pemakamannya sendiri | &#8220;Almarhum&#8221; Muncul di Upa]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[surat bersampul biru]]></title>
<link>http://arisnamaku.wordpress.com/2009/11/03/surat-bersampul-biru/</link>
<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 04:59:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>namaku aris</dc:creator>
<guid>http://arisnamaku.wordpress.com/2009/11/03/surat-bersampul-biru/</guid>
<description><![CDATA[selamat pagi, katamu jika kau baca suratku tak perlu kau cari aku sebab udara di sini tak lagi akrab]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>selamat pagi, katamu<br />
jika kau baca suratku<br />
tak perlu kau cari aku<br />
sebab udara di sini<br />
tak lagi akrab menyentuhku</p>
<p>aku entah dimana, katamu<br />
labirin ini begitu sunyi<br />
aku kehilangan jejakku<br />
atau sekedar kudengar detak jantung senja<br />
yang telah merapat di jendela</p>
<p>aku terjerembab, katamu<br />
ladang gersang dan rumput-rumput kering<br />
telah menguburku<br />
di sini, jejak-jejak kawanan sriti<br />
melukis wajahmu dengan ragu<br />
mungkin, tak akan lagi bisa kuingat<br />
nafasmu mendekap rambutku</p>
<p>maaf, katamu<br />
tanganku begitu kaku<br />
tak lagi bisa kutuliskan asmaradhana<br />
atau membawakan mawar untukmu<br />
hanya siluet yang mungkin samar, juga<br />
cemas sesekali mengusap kanvas, yang<br />
masih saja kosong menunggu<br />
entah kapan kau tiba<br />
memelukku</p>
<p>(07-Okt-2009)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PEMAKAMAN]]></title>
<link>http://arisnamaku.wordpress.com/2009/11/01/pemakaman/</link>
<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 04:58:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>namaku aris</dc:creator>
<guid>http://arisnamaku.wordpress.com/2009/11/01/pemakaman/</guid>
<description><![CDATA[iring-iringan di pagi hari kadang terseok kadang melambat menuju sebuah gerbang di selatan kota semu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>iring-iringan di pagi hari<br />
kadang terseok kadang melambat<br />
menuju sebuah gerbang<br />
di selatan kota</p>
<p>semua terdiam, sesekali<br />
meratap sesekali tersenyum perih<br />
hanya tawa bocah-bocah membelah udara<br />
berebut kepingan logam<br />
sesekali ada sesekali tak ada</p>
<p>sepasang pembawa kembang<br />
tertunduk menghitung cemas<br />
sambil melepas gumam-gumam<br />
samar dan tak jelas</p>
<p>sang pengantin menatap langit<br />
sambil membenahi selimutnya, yang<br />
kian koyak dimakan usia</p>
<p>:jalan panjang di kejauhan</p>
<p>kereta terseok kadang berjingkat menginjak kerikil<br />
atau terperosok lubang jejak matahari</p>
<p>sesampai di pelaminan<br />
iring-iringan kembali pulang<br />
tinggal sang pengantin terbaring sendiri<br />
melepas penat menunggu senja<br />
yang tak kunjung tiba</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Facebook Jadi Tempat Pemakaman Umum]]></title>
<link>http://jasadh.wordpress.com/2009/10/28/facebook-jadi-tempat-pemakaman-umum/</link>
<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 10:03:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>jasadh</dc:creator>
<guid>http://jasadh.wordpress.com/2009/10/28/facebook-jadi-tempat-pemakaman-umum/</guid>
<description><![CDATA[Pengguna yang sudah meninggal dunia di alam nyata-pun juga bisa diabadikan di Facebook. Data penggun]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><strong>Pengguna yang sudah meninggal dunia di alam nyata-pun juga bisa diabadikan di Facebook.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Data pengguna tampaknya menjadi harta berharga yang tidak ingin dilepaskan oleh Facebook. Beberapa waktu lalu, situs jejaring sosial ini mendapat gugatan karena tetap menyimpan data pengguna meskipun pengguna tersebut telah meninggalkan<!--more--> jejaring sosial besutan Mark Zuckerberg itu.</p>
<p>Tidak hanya sekadar meninggalkan Facebook, kini, pengguna yang sudah meninggal dunia di alam nyata-pun tetap ingin diabadikan oleh Facebook.</p>
<p>Situs jejaring sosial berusa lima tahun ini akan tetap menyimpan profile mereka yang sudah tiada. Tentunya kali ini jika ada permintaan dari teman-teman atau keluarga almarhum pengguna.</p>
<p>Meski bukan hal yang baru, tetapi Facebook kembali mengingatkan pengguna akan adanya fitur tersebut pada Blog resminya.</p>
<p>Adapun akun Facebook pengguna yang sudah tidak lagi ada di dunia maya dan dunia nyata berbeda dengan profil Facebook pada umumnya. Sebagai contoh, kita tidak bisa lagi melihat informasi kontak dan pengguna tersebut juga sudah tidak diperkenankan untuk login.</p>
<p>Profil almarhum juga tidak akan muncul di bagian ‘suggestions’ di Facebook yang biasa digunakan agar rekan-rekan yang mengenal bisa menambahkannya sebagai teman di Facebook. Selain itu, hanya yang sudah menjadi teman-teman almarhum saja yang bisa melakukan pencarian atas profilnya.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KALIMATI]]></title>
<link>http://arisnamaku.wordpress.com/2009/10/27/kalimati/</link>
<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 08:48:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>namaku aris</dc:creator>
<guid>http://arisnamaku.wordpress.com/2009/10/27/kalimati/</guid>
<description><![CDATA[malam menjamah sunyi padang terasing diantara bukit dan pinus yang resah tersapu angin bentangan rum]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>malam menjamah sunyi padang terasing<br />
diantara bukit dan pinus yang resah tersapu angin<br />
bentangan rumput seperti ombak menari tanpa henti<br />
pelan kabut berkerumun bersama kawanan kunang-kunang<br />
melintasi mayat-mayat lelah para petualang<br />
sayup terdengar sesekali raungan anjing malam mencekik udara</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[maaf]]></title>
<link>http://arisnamaku.wordpress.com/2009/10/24/maaf/</link>
<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 05:02:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>namaku aris</dc:creator>
<guid>http://arisnamaku.wordpress.com/2009/10/24/maaf/</guid>
<description><![CDATA[gerimis berkejaran dalam labirin seperti kanak-kanak dengan sejumput rindu semua yang kuukir menjadi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>gerimis<br />
berkejaran dalam labirin<br />
seperti kanak-kanak<br />
dengan sejumput rindu<br />
<!--more--></p>
<p>semua yang kuukir<br />
menjadi batu<br />
atau sekedar langgam, yang tak bisa<br />
menembus jejak-jejak waktu</p>
<p>dalam kabut sang petualang berlalu<br />
tinggalkan luka-luka<br />
membiru</p>
<p>aku<br />
tersesat dalam udara<br />
entah kapan sampai padamu</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ladang Jagung: Sunset]]></title>
<link>http://arisnamaku.wordpress.com/2009/10/24/ladang-jagung-sunset/</link>
<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 05:02:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>namaku aris</dc:creator>
<guid>http://arisnamaku.wordpress.com/2009/10/24/ladang-jagung-sunset/</guid>
<description><![CDATA[bukan kata, hanya daun-daun jagung mengiris penat udara berdesakan lirih sebaris rindu bergelayut ke]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>bukan kata, hanya daun-daun jagung<br />
mengiris penat udara<br />
berdesakan lirih<br />
<!--more--></p>
<p>sebaris rindu bergelayut</p>
<p>keping-keping gerimis<br />
luruh dari mripat senja<br />
memasuki lorong<br />
diantara ribuan rumput yang menangis</p>
<p>seekor sriti terperangkap sunyi<br />
menembus batas semu<br />
antara mimpi dan rindu</p>
<p>maaf, aku tak tahu<br />
kapan jejakku bisa mengetuk pintumu </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ladang Jagung: Sunrise]]></title>
<link>http://arisnamaku.wordpress.com/2009/10/24/ladang-jagung-sunrise/</link>
<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 05:01:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>namaku aris</dc:creator>
<guid>http://arisnamaku.wordpress.com/2009/10/24/ladang-jagung-sunrise/</guid>
<description><![CDATA[aku mencarimu pada tiap jengkal kaki langit yang terbakar larik-larik resah kian membara dikepung ka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>aku mencarimu<br />
pada tiap jengkal kaki langit<br />
yang terbakar<br />
<!--more--></p>
<p>larik-larik resah kian membara<br />
dikepung kawanan sriti<br />
yang mencabik-cabik udara</p>
<p>ribuan kali aku memaknaimu<br />
seperti untaian kamboja<br />
atau mawar beku</p>
<p>namun<br />
engkau hanya berdiri<br />
mengetuk-ngetuk jendela<br />
dengan sekuntum ragu</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Air Selalu Mengalir Dari Liang Lahat Ketika Noordin M Top Dimakamkan]]></title>
<link>http://purworejojurnal.wordpress.com/2009/10/13/air-selalu-mengalir-dari-liang-lahat-ketika-noordin-m-top-dimakamkan/</link>
<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 11:38:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>edijawa</dc:creator>
<guid>http://purworejojurnal.wordpress.com/2009/10/13/air-selalu-mengalir-dari-liang-lahat-ketika-noordin-m-top-dimakamkan/</guid>
<description><![CDATA[Purworejo Press &#8211; Beberapa kejadian unik mewarnai prosesi pemakaman Noordin M. Top di kampung ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><!--more--><a href="http://purworejojurnal.wordpress.com" target="_blank">Purworejo Press</a> &#8211; Beberapa kejadian unik mewarnai prosesi pemakaman Noordin M. Top di kampung halamannya, Pontian, Johor, Malaysia. Salah satu yang paling mencolok ialah proses menggali kubur yang tak mudah.</p>
<p>Reportase yang dikutip <a href="http://ruanghati.com" target="_blank">ruanghati.com</a> dari Jawa Pos yang memantau sejak awal peng galian dimulai pasca shalat Jum&#8217;at menyaksikan, liang lahat yang disiapkan untuk Noordin terus-menerus mengeluarkan air. Sedikitnya tujuh orang penggali kubur yang mengenakan kartu pengenal khusus harus bekerja ekstra keras menjaga agar lubang yang disiapkan tetap kering.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-121" title="pemakaman noordin m top" src="http://purworejojurnal.wordpress.com/files/2009/10/pemakaman-noordin-m-top.jpg" alt="pemakaman noordin m top" width="600" height="303" /></p>
<p>”Kami sampai harus melibatkan Jawatan Kuasa Pengairan (PDAM-nya  Malaysia, Red) untuk membantu memompa air,” terang Setia Usaha Jawatan Kuasa Tanah Pekuburan Islam Kampung Melayu Abdul Rahim Abd. Wahab.</p>
<p>Abdul Rahim mengatakan, sulit untuk menemukan orang yang boleh membantu penggalian dan menyelesaikan hal teknis. Sebab, polisi terus melakukan screening terhadap nama-nama petugas pemakaman yang dia ajukan. ”IC (Identity Card, KTP, Red) pun harus benar-benar warga setempat. Jadi, kami tak mudah merumuskan langkah,” tegasnya.</p>
<p>Sampai-sampai, hanya untuk mengeringkan tanah dan memasang penerangan di areal pemakaman pun Rahim harus melibatkan orang-orang yang benar berwenang di bidang itu. Untuk mengeringkan makam, Rahim menghubungi pejabat pengairan setempat. Untuk pemasangan listrik dan lampu penerangan, dia meminta bantuan teknisi dari perusahaan listrik Malaysia. ”Saya tidak mau ambil risiko dan diperingatkan polisi gara-gara melibatkan orang yang tidak dikenali mereka,” tegas dia.</p>
<p>“Dia dikubur disini atas permintaan keluarga. Di pemakaman ini pula, kedua orang tua Noordin dikuburkan dan sebulan lalu abangnya yang nomor satu meninggal dan dikuburkan di sini juga,” kata salah seorang abang ipar Noordin yang enggan disebutkan namanya. Semua keluarga Noordin hadir dalam pemakaman.</p>
<p>Jamil dan sejumlah anggota keluarganya memang sempat membuka paksa peti mati Noordin dengan gergaji listrik dan gerinda. Hal itu dilakukan di samping liang lahat Noordin. Ketika peti terbuka, tampaklah di dalamnya jenazah yang sudah menghitam dengan mulut sedikit terbuka. Jenggot yang sudah memanjang dan lebat tidak menghalangi keluarga untuk membuktikan bahwa jenazah itu adalah benar-benar Noordin. Isak tangis dan teriakan takbir membahana ketika peti jenazah dibuka.</p>
<p>Ayah Noor Din, Mochamad Top, memiliki tiga orang istri dan ibu Noordin adalah istri nomor dua dengan 13 anak. Noordin merupakan anak bungsu dari 13 bersaudara. “Kami tidak ada penyambutan atau acara khusus. Setelah dikuburkan seperti biasa diadakan tahlilan di masjid kemudian di rumah,” kata Ida, salah seorang kerabat yang lain.</p>
<p>Ada sekitar 300 orang yang hadir di kuburan Noordin. Mereka termasuk keluarga, tetangga, dan teman-temannya. Kurang lebih 50 polisi mengamankan pemakaman itu.</p>
<p>Pemakaman yang dipimpin oleh imam Masjid An Nur M. Kassim Tambang itu berlangsung khidmat. Sejumlah pentolan JI (Jama&#8217;ah Islamiyah) terlihat di antara kerumunan pelayat. Yang paling mencolok adalah kehadiran Dr. Abdullah Daud. Dia rekan Dr Azhari Husin dan Noordin semasa keduanya sama-sama menjadi pengajar alias dosen di University Teknologi Malaysia (UTM). Dr Abdullah September lalu bebas dari tahanan ISA di Kemunting Detention Center (KDC).</p>
<p>Beberapa sumber Jawa Pos yang merupakan anggota JI Mantiqi I Malaysia juga terlihat hadir. Namun, tidak sedikit di antara mereka yang menyamar dan menutupi muka dengan serban dan berkacamata. Sebagian anggota JI itu terlihat ketika prosesi pemakaman Noordin berlangsung di Masjid An Nur. Selepas itu, mereka membubarkan diri.</p>
<p>”Pengamanan memang ketat. Kami tidak ingin mengacaukan penghormatan terakhir kepada rekan kami ini,” ujar Abu Husni (nama samaran, Red), salah seorang mantan anak buah Noordin di Pesantren Luqmanul Hakiem, Johor.</p>
<p>Abu menyatakan, dalam minggu ini akan ada pertemuan besar yang melibatkan seluruh anggota jaringan Mantiqi I dan wakil Mantiqi II dan III. Pada pertemuan rahasia itu, para anggota JI, baik yang sudah nonaktif maupun yang masih aktif, akan membahas kelanjutan Thaifah Muqatilah alias pasukan tempur yang kerap disebut JI sempalan yang dipimpin Noordin.</p>
<p>“Saya teman seangkatan Nooriin waktu di sekolah dasar. Ia anak baik dan pintar. Terakhir berpisah pada usia 15 tahun. Ketemu lagi sudah menjadi dosen di Universiti Teknologi Malaysia Johor Bahru. Saya mendengar berita dia sedang dikejar-kejar pemerintah era Mahathir Mohamad. Ia sudah  meninggal. Saya datang karena sebagai teman lama di waktu kecil,” kata seorang laki-laki yang enggan disebutkan namanya sambil meneteskan air mata.</p>
<p>Peti jenazah Noordin sempat dibuka. Keluarga dan beberapa wartawan diberikan kesempatan untuk mengambil fotonya. Setelah itu, istri Noordin, Siti Rahmah, meletakkan tanah di dalam peti. Jenasah Noordin dimasukan ke liang kubur bersama petinya kemudian diuruk dengan tanah.</p>
<p>Usai dikuburkan seorang imam membacakan doa didampingi beberapa keluarga Noordin. Upacara penguburan selesai dan massa kemudian bubar. Tak ada pidato terakhir dari keluarga.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>Wallahu’alam bishowab</strong></p>
<p>Sumber : <a title="Air banjiri liang lahat noordin m top, teroris gila dari malaysia" href="http://ruanghati.com/2009/10/05/astaga-air-yang-selalu-mengalir-dari-liang-lahat-ketika-noordin-m-top-dimakamkan/" target="_blank">http://ruanghati.com</a><br />
Judul asli : Astaga, Air Selalu Mengalir Dari Liang Lahat Ketika Noordin M Top Dimakamkan</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pemakaman Korban Gempa]]></title>
<link>http://antaratv.wordpress.com/2009/10/06/pemakaman-korban-gempa/</link>
<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 06:35:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>jinrepublik</dc:creator>
<guid>http://antaratv.wordpress.com/2009/10/06/pemakaman-korban-gempa/</guid>
<description><![CDATA[Gempa di Sumbar mengakibatkan ratusan orang meninggal dan ribuan lainnya masih tetimbun reruntuhan, ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Gempa di Sumbar mengakibatkan ratusan orang meninggal dan ribuan lainnya masih tetimbun reruntuhan, ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pemakaman Noordin Diiringi Takbir]]></title>
<link>http://abahzacky.wordpress.com/2009/10/05/pemakaman-noordin-diiringi-takbir/</link>
<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 02:17:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>Abah Zacky as-Samarani</dc:creator>
<guid>http://abahzacky.wordpress.com/2009/10/05/pemakaman-noordin-diiringi-takbir/</guid>
<description><![CDATA[Jenazah Noordin M. Top, dikuburkan di pemakaman Islam Kampung Melayu, Pontian Besar Kiri, Johor Bahr]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Jenazah Noordin M. Top, dikuburkan di pemakaman Islam Kampung Melayu, Pontian Besar Kiri, Johor Bahru, Malaysia, Jumat (2/10). Kuburan Noordin, seperti dilansir ANTARA, berada tepat di belakang rumah orangtuanya. Semua keluarga Noordin hadir dalam pemakaman.</p>
<p><div class="wp-caption alignnone" style="width: 260px"><img alt="Jenazah Noordin M Top Dimakamkan" src="http://img.antara.co.id/stockphotos/peristiwa/pemakaman-noordin-m-top-sat.jpg" title="pemakaman Noordin M Top" width="250" height="167" /><p class="wp-caption-text">Jenazah Noordin M Top Dimakamkan</p></div><br />
<!--more--><br />
Sebelum dimakamkan, peti jenazah Noordin dibawa ke Masjid Jamiek Nurul Iman sekitar pukul 18.10 waktu setempat. &#8220;Allahu Akbar&#8230;Allahu Akbar&#8230;Allahu Akbar,&#8221; teriak massa ketika peti jenazah Noordin tiba di masjid.</p>
<p>Usai disalatkan, jasad Noordin kemudian dibawa ke mobil jenazah untuk dimakamkan di kuburan yang letaknya hanya sekitar 300 meter dari masjid. Massa terus menerus meneriakan &#8220;Allahu Akbar&#8221; hingga peti turun dari mobil jenazah.</p>
<p>Sekitar 300 orang hadir saat pemakaman. Namun jika dihitung hingga ke luar pekuburan, massa yang datang mencapai 2.000 orang, termasuk keluarga, tetangga, dan teman-temannya. Sebanyak 50 polisi ikut mengamankan pemakaman itu.</p>
<p>Pekik takbir mengalun membahana di sepanjang perjalanan jenazah dari masjid menuju lokasi pemakaman. Dalam kalimat terakhir yang mengantarkan jenazah ke persemayaman keluarga menolak meminta maaf kepada pemerintah Indonesia.</p>
<p>&#8220;Kami mewakili keluarga menyampaikan kesan kecewa atas apa yang berlaku. Kepolisian dan pemerintah Indonesia telah berbuat tidak adil dengan menahan jenazah terlalu lama,&#8221; kritik wakil keluarga besar Noordin, Supriyono kepada puluhan wartawan yang mengabadikan momen itu.</p>
<p>Pria itu lantas menceritakan sejarah singkat kehidupan Noordin kepada pelayat. Supriyono membacakan riwayat hidup Noordin yang lahir Pontian dan kemudian kerap berprestasi hingga menjadi dosen di Universiti Technology Malaysia (UTM)</p>
<p>Dalam taklimatnya yang dibaca dengan gemetaran dan tersedu pria itu hampir berkali-kali mengucapkan kalimat bahwa mendiang Noordin adalah orang yang saleh. Mewakili Noordin, dia pun meminta maaf kepada semua keluarga dan orang dekat yang pernah disakiti secara pribadi. &#8220;Tapi jalur jihad yang telah ditempuhnya ini merupakan pilihan yang harus kita hormati,&#8221; ujarnya dalam bahasa melayu.</p>
<p>Pengamanan superketat diberlakukan oleh kepolisian Malaysia. setiap wartawan yang hendak meliput didata berulang-ulang. Tak sedikit wartawan Indonesia yang diamankan dan diinterogasi di mobil mereka. Suasana menjelang kedatangan jenazah pun terihat mencekam karena puluhan orang mondar-mandir sambil menenteng senjata di balik jaketnya.</p>
<p>Salah seorang kakak ipar Noordin yang ditemui di mesjid sempat menyampaikan keluh kesahnya. Dia berharap pasca pemakaman ini Kapolri dengan lapang dada menyampaikan permintaan maafnya kepada keluarga. Hal itu terkait dengan pernyataan Mabes Polri yang sempat menyampaikan agar jenazah Noordin segera dipulangkan ke Malaysia. &#8220;Kami pernah melihat di televisi mereka bilang “ini kami pulangkan orang Malaysia yang sudah meneror negeri kita? apa maksud kalimat itu&#8221;? tegasnya gusar.</p>
<p>Tak berselang lama kemudian, Yahya M Top pun memberikan isyarat agar semua pelayat tidak berisik. Imam masjid Nurul Iman, H Kasim pun memulai salat jenazah. Usai salat jenazah digelar, pekik takbir pun mengiringi peti mati hingga ke liang lahat.</p>
<p>Ketika keluarga berhasil membuka peti mati tampaklah bahwa wajah Noordin menghitam. Besar kemungkinan itu akibat bahan pengawet atau akibat terlalu lama disimpan di peti es. Salah satu anggota keluarga yang sempat mengabadikan wajah Noordin lantas menunjukkan hasil jepretan kameranya kepada sejumlah wartawan yang tertahan di belakang police line. &#8220;Ini akibat polisi Indonesia,&#8221; singkatnya.</p>
<p>Usai pemakaman, Yahya menyatakan dengan sah bahwa jenazah itu adalah adiknya. Dia tak banyak berkomentar dan memilih diam ketika mendengar pertanyaan wartawan. Dengan wajah sedih dia pun menghampiri beberapa anggota keluarga lain dan mulai berpelukan. &#8220;Kami terima apa yang berlaku&#8221; singkatnya menutup prosesi pemakaman.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jasad Susilo Noordin dimakamkan di Solo]]></title>
<link>http://scbsradiolombok.wordpress.com/2009/10/02/jasad-susilo-noordin-dimakamkan-di-solo/</link>
<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 02:23:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>Hana</dc:creator>
<guid>http://scbsradiolombok.wordpress.com/2009/10/02/jasad-susilo-noordin-dimakamkan-di-solo/</guid>
<description><![CDATA[Solo: Jenazah Susilo alias Adib yang tewas dalam penyergapan jaringan terorisme di Kampung Kepuhsari]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Solo: Jenazah Susilo alias Adib yang tewas dalam penyergapan jaringan terorisme di Kampung Kepuhsari]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sang WaDanPas Sejati]]></title>
<link>http://akademiimigrasi.wordpress.com/?p=183</link>
<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 06:49:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>akademiimigrasi</dc:creator>
<guid>http://akademiimigrasi.wordpress.com/?p=183</guid>
<description><![CDATA[Terlahir sebagai seorang anak laki-laki di Jakarta, 31 tahun yang lalu..,   Beliau terdaftar sebagai]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Terlahir sebagai seorang anak laki-laki di Jakarta, 31 tahun yang lalu..,   Beliau terdaftar sebagai]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Departures: The Gift of the Last Memories]]></title>
<link>http://yeonghwaaein.wordpress.com/2009/09/10/departures-the-gift-of-the-last-memories/</link>
<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 04:04:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>indonesiasaram</dc:creator>
<guid>http://yeonghwaaein.wordpress.com/2009/09/10/departures-the-gift-of-the-last-memories/</guid>
<description><![CDATA[Mencintai pekerjaan adalah hal yang sangat penting. Jika tidak mencintainya, sebagus apa pun gaji ya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-full wp-image-25" style="border:10px solid white;" title="Departures" src="http://www.cinemablend.com/images/reviews/3844/_12404518231680.jpg" alt="Departures" width="308" height="431" /></p>
<p>Mencintai pekerjaan adalah hal yang sangat penting. Jika tidak mencintainya, sebagus apa pun gaji yang ditawarkan, tentu tidak akan membuat kita bahagia. Namun, apa jadinya kalau kita malah tidak bisa melanjutkan pekerjaan yang sangat kita cintai?</p>
<p>Mungkin begitu kira-kira perasaan Kobayashi Daigo ketika orkestra tempatnya bergabung terpaksa dibubarkan. Sebagai pemain cello, ia sangat senang berada bersama orkestra tersebut. Ia sendiri baru saja membeli sebuah cello seharga 18 juta yen. Sayangnya, dari sekian pertunjukan yang mereka bawakan, tidak banyak yang mau menyaksikan pertunjukan mereka. Pemilik orkestra pun terpaksa membubarkan kelompok orkestranya. Dan bagi Daigo, hal ini berarti bencana.</p>
<p>Tidak seperti dugaan saya sebelumnya, film ini sama sekali tidak berhubungan dengan dunia orkestra. Sebaliknya, dunia musik itu hanya sebagai pelengkap dari film ini. Musik menjadi bagian dari masa lalu dan masa kini Kobayashi Daigo, sesuatu yang bergeser dari profesi ke hobi.</p>
<p><strong><!--more-->Berbeda daripada film biasa</strong><br />
Film ini merupakan film drama yang unik, yang mengangkat tema yang berbeda daripada film biasanya. Dikemas dengan sejumlah pemandangan alam di Yamagata yang sangat indah, plus sisipan musik-musik yang sangat indah. Bagi saya, tidak ada film seperti ini sebelumnya. Tidak mengherankan kalau film ini kemudian mendapat penghargaan juga untuk kategori <em>Best Screenplay</em> dan Yojiro Takita pun diganjar <em>Best Director</em> lewat arahannya yang amat baik.</p>
<p>Bagian pertama dari film ini menunjukkan sebuah langkah berani: membuang masa lalu dan memulai awal yang baru. Setelah memutuskan berhenti menjadi pemain cello dan kembali ke kampung halamannya di Yamagata bersama istrinya, Daigo harus mulai mencari pekerjaan. Terdorong oleh sebuah iklan di surat kabar lokal, ia melamar ke perusahaan, NK Agent, dan langsung diterima pada hari ketika ia melamar. Tidak hanya itu, ia langsung mendapat gaji di muka.</p>
<p>Namun, ia tidak benar-benar paham apa yang dikerjakan perusahaan yang hanya digarap oleh tiga orang termasuk dirinya. Sampai suatu ketika ia memahami bahwa perusahaannya melayani persiapan pemberangkatan jenazah. Dan ketika untuk pertama kali berurusan dengan jenazah yang sudah beberapa hari meninggal, ia benar-benar tidak tahan menghadapinya.</p>
<p>Seperti kata pepatah, ala bisa karena biasa, semakin ditekuni, semakin Daigo bisa mengikuti pekerjaan barunya. Tidak hanya itu, ia malah mengagumi cara Sasaki, bosnya, menangani jenazah, mengubah jasad yang pucat menjadi tampak segar kembali. Ditambah lagi dengan jam kerja yang relatif santai, membuat ia menjadi sangat menyukai pekerjaannya itu. Sampai akhirnya ia menyadari bahwa banyak orang yang memandang negatif pada profesi yang ia kerjakan. Terlebih ketika akhirnya sang istri mengetahui pekerjaannya.</p>
<p><strong>”The gift of last memories”</strong><br />
Film ini menghadirkan serangkaian peristiwa yang menyentuh. Ketika Daigo dan atasannya, Sasaki, mempersiapkan jenazah sebelum dimasukkan ke dalam peti, kita akan diajak melihat berbagai sikap ditunjukkan oleh mereka yang akan memberangkatkan jenazah itu. Dari situ kita juga diajak untuk merasakan kepedihan keluarga yang menyaksikan persiapan tersebut.</p>
<p>Persiapan jenazah yang dilakukan meliputi melepaskan pakaian yang digunakan oleh jenazah saat meninggal, lalu membasuh tubuh jenazah, mengenakan pakaian bersih, sebelum akhirnya merias wajah jenazah.</p>
<p>Tindakan pembasuhan tubuh jenazah ini ternyata mengandung nilai filosofis tersendiri. Tindakan ini dianggap penting meskipun merupakan langkah kedua dari persiapan jenazah. Pembasuhan ini secara simbolis berarti membasuh tubuh dari seluruh keletihan, kepedihan, dan beban dunia yang ditanggung oleh seorang yang sudah meninggal. Pembasuhan ini sekaligus sebagai pemandian pertama bagi jiwa yang memasuki kehidupan baru.</p>
<p>Pandangan ini dilanjutkan dengan pandangan mengenai kematian. Kematian dianggap bukan sebagai akhir dari segalanya. Kematian merupakan semacam pintu gerbang. Seorang yang meninggal, akan melalui pintu gerbang tersebut melangkah menuju kehidupan selanjutnya. Untuk mengantarkan jenazah itulah dua pekerjaan dilakukan. Pekerjaan pertama ialah pekerjaan yang dilakukan oleh Daigo dan Sasaki. Sementara pekerjaan selanjutnya dilakukan oleh petugas kremasi atau pemakaman.</p>
<p>Karena merupakan suatu pekerjaan yang mengantarkan jenazah, mereka yang ditinggalkan berusaha untuk memberikan kenangan terakhir. Melalui pengurus pemakaman, jenazah pun dipersiapkan dan didandani sedemikian rupa. Jenazah yang semula sudah dingin, kembali dibuat segar untuk selamanya. Dan pekerjaan ini harus dilakukan dengan ketenangan, ketelitan, dan yang lebih penting dengan penuh perasaan. Sampai pada akhirnya jenazah tersebut diberangkatkan. Semua ini dilakukan dengan tenang dan penuh keanggunan.</p>
<p><strong>Risiko pekerjaan</strong><br />
Setiap pekerjaan selalu menghadirkan risiko, apa pun pekerjaan itu dan di mana pun pekerjaan itu dilaksanakan. Demikian juga dengan menjadi profesional yang mempersiapkan jenazah sebelum dimakamkan atau dikremasi. Ketika pertama kali melamar, Daigo langsung diterima tanpa harus melewati serangkaian tes. Namun, profesi yang ia kerjakan itu justru merupakan profesi yang tak dipilih oleh kebanyakan orang.</p>
<p>Bagi sebagian besar orang, menyentuh mayat adalah sesuatu yang kotor. Pandangan ini tampaknya dianut juga di Jepang. Tidak heran ketika sang istri mengetahui pekerjaan Daigo, ada penolakan keras dalam dirinya. Dan ini jelas membuat Daigo bimbang: mengikuti kemauan istrinya, ia akan kehilangan pekerjaan sekaligus kehilangan atasan yang baik.</p>
<p>Bagaimanapun juga, nilai sebuah pekerjaan tidak bisa dilihat hanya sebatas itu. Ketika kita bisa menjalankan pekerjaan kita dengan penuh dedikasi apalagi loyalitas tinggi, pekerjaan itu jelas akan memberi nilai yang lebih. Bukan tidak mungkin orang lain akan sangat bersyukur karena apa yang telah kita kerjakan. Tentu saja selama pekerjaan itu tidak merugikan orang lain. Rasanya inilah salah satu nilai yang bisa diambil dari film ini.</p>
<p>Dedikasi dan loyalitas memang dua hal yang sangat mahal dan mungkin jarang ditemukan pada masa kini, terutama loyalitas. Namun, hal ini menjadi penting ketika hendak meyakinkan orang akan pekerjaan yang kita lakukan. Karena dua hal inilah Mika, sang istri, bisa memahami bahwa pekerjaan Daigo adalah pekerjaan yang berharga, apa pun pandangan orang lain.</p>
<p><strong>Daigo dan konflik batin</strong><br />
Konflik batin pertama dialami Daigo ketika memutuskan berhenti menjadi pemain cello profesional. Fakta ini jelas sangat memukulnya. Karena dalam film ini, kita juga melihat bagaimana ia sudah belajar musik sejak masih anak-anak. Namun, kelompok orkestra mereka ternyata tidak digemari orang. Kondisi ini semakin berat lagi karena ia baru membeli cello seharga 18 juta yen, tanpa sepengetahuan istrinya. Karena tidak mungkin membayar sisanya, ia memutuskan berhenti menjadi pemain cello. Kita bisa melihat masalah ini diselesaikan Daigo dengan mengambil langkah berani: berhenti sebagai pemain cello profesional.</p>
<p>Konflik selanjutnya melibatkan Mika. Semenjak bekerja sebagai profesional yang mempersiapkan jenazah, Daigo tidak pernah memberi tahu seperti apa pekerjaannya itu kepada istrinya. Ada beberapa hal yang mungkin membuatnya tidak menceritakan profesinya itu pada sang istri. Pertama, ia belum benar-benar memahami seperti apa pekerjaan yang akan ia lakukan, meskipun sejak pertama ia sudah mendapat penjelasan dari atasannya. Ia masih tetap bingung apalagi ketika disuruh menjadi model untuk video tata cara mempersiapkan jenazah. Hal kedua, ketika sudah menikmati pekerjaannya, ia jadi benar-benar lupa untuk bercerita lebih jauh soal pekerjaannya itu pada sang istri. Mungkin juga karena Mika tidak pernah lagi mempertanyakan profesinya, kecuali saat pertama kali Daigo diterima bekerja. Maka ketika Mika mengetahui profesi Daigo, ia merasa kecewa karena tidak mendapat penjelasan dan seketika meminta Daigo untuk berhenti. Ini jelas memberi beban bagi Daigo, yang berujung pada keputusan Mika untuk pulang ke rumah orang tuanya, sampai Daigo benar-benar berhenti.</p>
<p>Konflik ketiga terkait dengan relasi Daigo dengan ayahnya. Selama ini ia memandang ayahnya sebagai orang yang tidak bertanggung jawab. Ayahnya meninggalkan ia dan ibunya saat ia masih kecil, sampai-sampai ia tidak lagi mengingat bagaimana wajah ayahnya. Sang ayah disebut-sebut meninggalkan mereka dan hidup dengan wanita lain. Keputusan sang ayah itu membuat Daigo tidak bisa menerimanya sebagai seorang ayah.</p>
<p>Kemudian pada bagian akhir film ini, ia menerima kabar bahwa ayahnya meninggal. Semula ia berkeras tidak ingin melihat sang ayah, sampai bujukan rekan kerja dan Mika mendorongnya untuk melihat sang ayah untuk yang terakhir kalinya. Dan saat itulah ia baru menyadari bahwa ayahnya menjalani hidup yang menyendiri sejak meninggalkan Daigo dan ibunya. Saat itu pulalah ia menyadari bahwa meski meninggalkan keluarganya, sang ayah masih tetap menyayangi Daigo.</p>
<p><strong>Percikan pluralitas</strong><br />
Seperti yang kita ketahui, Jepang merupakan negara dengan penganut Budha aliran Shinto yang terbesar. Persentase agama lain sangatlah kecil. Meskipun demikian, film ini menghadirkan sepercik nilai pluralitas. Ketika Daigo diminta untuk memainkan cellonya oleh atasan dan rekannya pada malam Natal, Sasaki menegaskan bagi mereka tidak masalah hendak memainkan lagu yang berhubungan dengan agama apa pun. Perusahaan mereka tidak mempersoalkan masalah agama, mereka akan melayani semua permintaan.</p>
<p>Pada satu sisi, mungkin itulah sisi bisnis. Tidak memikirkan masalah agama dan keyakinan. Selama memberikan keuntungan, tidak masalah siapa yang menjadi pelanggan. Meskipun demikian, tidak salah juga menganggap bahwa keputusan demikian akan berdampak pada sikap pluralitas, tidak berat sebelah pada penganut kepercayaan apa pun, yang penting memberi pelayanan terbaik.</p>
<p><strong>Para tokoh</strong><br />
Kobayashi Daigo, diperankan oleh Masahiro Motoki. Dalam film ini, ia menunjukkan kemampuan beraktingnya dengan luar biasa. Mulai dari memainkan cello, sampai bagaimana ia menjalankan tugasnya mempersiapkan jenazah. Air muka, pembawaan, dan sikap yang ia tunjukkan dalam memperlakukan jenazah menunjukkan keseriusannya. Mungkin hal-hal inilah yang membuat ia meraih penghargaan sebagai aktor terbaik pada beberapa festival film.</p>
<p>Sementara itu, karakter pendukung lainnya juga hadir dalam posisi yang baik guna mendukung cerita film ini. Misalnya, Ryoko Hirosue, yang memerankan Mika. Ia tampil sebagai seorang istri yang pada awal cerita mendukung suaminya, namun kemudian berbalik menentang profesi sang suami karena menganggap profesi itu tidak normal. Meski demikian, ia menunjukkan cintanya kepada sang suami dan kembali kepada Daigo. (Walaupun kita bisa menganggap keputusannya untuk kembali ini karena ia telah mengandung seorang bayi.)</p>
<p>Adapun Sasaki, mungkin menjadi seorang atasan yang ideal. Ia tidak bersikap sebagai seorang atasan yang otoriter. Sebaliknya, ia menjadi seorang pembimbing yang baik bagi Daigo sampai Daigo mampu menjalankan prosesinya. Kebaikan hati Sasakilah yang mungkin membuat Daigo membatalkan niatnya untuk berhenti.</p>
<p>Salah satu karakter penting lain ialah sang kakek yang dijumpai Daigo di pemandian umum masa kecilnya. Kakek yang ternyata bekerja sebagai petugas di rumah kremasi itu menjadi pelengkap dari rangkaian pelepasan jenazah.</p>
<p><strong>Plot</strong><br />
Film ini tidak menggunakan plot yang membingungkan. Jalan ceritanya juga sangat mudah dipahami. Secara umum, hanya ada sekali kita diajak untuk melihat masa lalu Daigo dalam durasi yang lebih panjang, yaitu ketika orkestra dibubarkan sampai ia mendapat pekerjaan baru sebagai profesional pengurus persiapan pemberangkatan jenazah.</p>
<p>Meski dari sisi jenis plot terbilang sederhana, toh nilai-nilai yang dihadirkan memang membuat film ini layak ditonton. Simbol-simbol, nilai-nilai filosofis, etos kerja, dan nilai moral lain merupakan hal berharga yang bisa ditarik dari film ini. Kita juga sekaligus diajak untuk melihat bahwa ada alasan mengapa kita perlu memperlakukan</p>
<p>Pada bagian akhir cerita kita melihat bagaimana simbolisasi perasaan sayang sang ayah pada anak. Perasaan ini disimbolkan dengan batu yang telah menjadi begitu halus, batu yang digenggam erat sang ayah dalam meninggalnya. Secara simbolis juga kita melihat bagaimana Mika berharap perasaan sang ayah itu bisa diteruskan kepada anak mereka.</p>
<p><strong>Penghargaan</strong><br />
Film ini secara resmi dirilis di Jepang pada bulan September 2008. Tidak tanggung-tanggung, dalam ajang Japanese Academy Awards ke-32, film ini menyabet sepuluh penghargaan, meliputi <em>Best Film</em>, <em>Best Director</em> (Yojiro Takita), <em>Best Actor</em> (Masahiro Motoki), <em>Best Supporting Actress</em> (Kimiko Yo), <em>Best Supporting Actor</em> (Tsutomu Yamazaki), <em>Best Screenplay</em> (Kundo Koyama), <em>Best Cinematography</em>, <em>Best Lighting</em>, <em>Best Sound</em>, dan <em>Best Editing</em>.</p>
<p>Tidak hanya penghargaan lokal, penghargaan internasional pun diraih. Oscar untuk Best Foreign Language Film pun diraih. Selain itu, film ini juga memenangkan Grand Prix des Ameriques pada 32<sup>nd</sup> Montreal World Film Festival, Mercedes Benz Audience Awards untuk<em> Best Feature</em> pada Palm Springs International Film Festival, Kinema Junpo Awards untuk <em>Best Film</em>, <em>Best Director</em>, <em>Best Screenplay</em>, dan <em>Best Actor</em>, serta Audience Award pada 28<sup>th</sup> Hawaii International Film Festival.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[BUNGA]]></title>
<link>http://viosachie.wordpress.com/2009/09/03/bunga/</link>
<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 11:20:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>BGZT</dc:creator>
<guid>http://viosachie.wordpress.com/2009/09/03/bunga/</guid>
<description><![CDATA[Aku mendapat bunga hari ini meski hari ini bukan hari istimewa dan bukan hari ulangtahunku. Semalam ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Aku mendapat bunga hari ini meski hari ini bukan hari istimewa dan bukan hari ulangtahunku. Semalam ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Biaya Pemakaman Michael Jackson Melejit Jadi Rp1,5 M ]]></title>
<link>http://herrydevi.wordpress.com/2009/08/28/biaya-pemakaman-michael-jackson-melejit-jadi-rp15-m/</link>
<pubDate>Fri, 28 Aug 2009 04:13:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>Herry Devi</dc:creator>
<guid>http://herrydevi.wordpress.com/2009/08/28/biaya-pemakaman-michael-jackson-melejit-jadi-rp15-m/</guid>
<description><![CDATA[Mundurnya pemakaman Michael Jackson dari tanggal 29 Agustus menjadi 3 September, mengakibatkan biaya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Mundurnya pemakaman Michael Jackson dari tanggal 29 Agustus menjadi 3 September, mengakibatkan biaya]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MERATAP UNTUK SAHABAT]]></title>
<link>http://anggarabicara.wordpress.com/2009/08/25/meratap-untuk-sahabat/</link>
<pubDate>Mon, 24 Aug 2009 19:13:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>ataanggara</dc:creator>
<guid>http://anggarabicara.wordpress.com/2009/08/25/meratap-untuk-sahabat/</guid>
<description><![CDATA[Selasa, 25 Agustus 2009 Baca: 2 Samuel 1:11, 17-27 Nas: 2 Samuel 1:26 Sebagai seorang pendeta, saya ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Selasa, 25 Agustus 2009 Baca: 2 Samuel 1:11, 17-27 Nas: 2 Samuel 1:26 Sebagai seorang pendeta, saya ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pemakaman Michael Jackson Direncanakan Pada 29 Agustus]]></title>
<link>http://kristenpost.wordpress.com/2009/08/18/pemakaman-michael-jackson-direncanakan-pada-29-agustus/</link>
<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 04:38:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>kedung5704</dc:creator>
<guid>http://kristenpost.wordpress.com/2009/08/18/pemakaman-michael-jackson-direncanakan-pada-29-agustus/</guid>
<description><![CDATA[18.08.09 10:33 Pemakaman Michael Jackson Direncanakan Pada 29 Agustus Ayah Micheal Jackson mengataka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div style="border:1px solid rgb(102,102,102);float:left;width:80px;margin-right:7px;margin-bottom:2px;padding:2px;" align="center"><a href="http://reformata.com/02487-pemakaman-michael-jackson-direncanakan-pada-29-agustus.html"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3278/3661352164_3ce7886a32_t.jpg" alt="michael_jackson_lace_front_wig_reformata_website_kristen_bigman_sirait_slamet_wiyono.jpg" title="Pemakaman Michael Jackson Direncanakan Pada 29 Agustus" border="0" /></a></div>
<div class="smallgrey">18.08.09 10:33</div>
<div style="padding-top:5px;padding-bottom:0;font-size:12px;font-weight:bold;"><a href="http://reformata.com/02487-pemakaman-michael-jackson-direncanakan-pada-29-agustus.html">Pemakaman Michael Jackson Direncanakan Pada 29 Agustus</a></div>
<div style="padding-top:0;padding-bottom:0;">Ayah Micheal Jackson mengatakan jenazah &#8220;Raja Musik Pop&#8221; itu akan dimakamkan di sebuah pemakaman swasta di Los Angeles pada 29 Agustus, yang bakal menjadi ulang tahun ke51-nya, sebuah surat &#8230; </div>
<div class="lite2" style="padding-top:3px;" align="right"><a href="http://reformata.com/02487-pemakaman-michael-jackson-direncanakan-pada-29-agustus.html">&#60;!&#8211;<img src="more.gif" border="0" alt="" title="" />&#8211;&#62;        read more »</a></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pemakaman Michael Jackson Direncanakan Pada 29 Agustus]]></title>
<link>http://gerejaindonesia.wordpress.com/2009/08/18/pemakaman-michael-jackson-direncanakan-pada-29-agustus/</link>
<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 04:38:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>kedung5704</dc:creator>
<guid>http://gerejaindonesia.wordpress.com/2009/08/18/pemakaman-michael-jackson-direncanakan-pada-29-agustus/</guid>
<description><![CDATA[18.08.09 10:33 Pemakaman Michael Jackson Direncanakan Pada 29 Agustus Ayah Micheal Jackson mengataka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div style="border:1px solid rgb(102,102,102);float:left;width:80px;margin-right:7px;margin-bottom:2px;padding:2px;" align="center"><a href="http://reformata.com/02487-pemakaman-michael-jackson-direncanakan-pada-29-agustus.html"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3278/3661352164_3ce7886a32_t.jpg" alt="michael_jackson_lace_front_wig_reformata_website_kristen_bigman_sirait_slamet_wiyono.jpg" title="Pemakaman Michael Jackson Direncanakan Pada 29 Agustus" border="0" /></a></div>
<div class="smallgrey">18.08.09 10:33</div>
<div style="padding-top:5px;padding-bottom:0;font-size:12px;font-weight:bold;"><a href="http://reformata.com/02487-pemakaman-michael-jackson-direncanakan-pada-29-agustus.html">Pemakaman Michael Jackson Direncanakan Pada 29 Agustus</a></div>
<div style="padding-top:0;padding-bottom:0;">Ayah Micheal Jackson mengatakan jenazah &#8220;Raja Musik Pop&#8221; itu akan dimakamkan di sebuah pemakaman swasta di Los Angeles pada 29 Agustus, yang bakal menjadi ulang tahun ke51-nya, sebuah surat &#8230; </div>
<div class="lite2" style="padding-top:3px;" align="right"><a href="http://reformata.com/02487-pemakaman-michael-jackson-direncanakan-pada-29-agustus.html">&#60;!&#8211;<img src="more.gif" border="0" alt="" title="" />&#8211;&#62;        read more »</a></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pemakaman Michael Jackson Direncanakan Pada 29 Agustus]]></title>
<link>http://kristianipost.wordpress.com/2009/08/18/pemakaman-michael-jackson-direncanakan-pada-29-agustus/</link>
<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 04:38:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>kedung5704</dc:creator>
<guid>http://kristianipost.wordpress.com/2009/08/18/pemakaman-michael-jackson-direncanakan-pada-29-agustus/</guid>
<description><![CDATA[18.08.09 10:33 Pemakaman Michael Jackson Direncanakan Pada 29 Agustus Ayah Micheal Jackson mengataka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div style="border:1px solid rgb(102,102,102);float:left;width:80px;margin-right:7px;margin-bottom:2px;padding:2px;" align="center"><a href="http://reformata.com/02487-pemakaman-michael-jackson-direncanakan-pada-29-agustus.html"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3278/3661352164_3ce7886a32_t.jpg" alt="michael_jackson_lace_front_wig_reformata_website_kristen_bigman_sirait_slamet_wiyono.jpg" title="Pemakaman Michael Jackson Direncanakan Pada 29 Agustus" border="0" /></a></div>
<div class="smallgrey">18.08.09 10:33</div>
<div style="padding-top:5px;padding-bottom:0;font-size:12px;font-weight:bold;"><a href="http://reformata.com/02487-pemakaman-michael-jackson-direncanakan-pada-29-agustus.html">Pemakaman Michael Jackson Direncanakan Pada 29 Agustus</a></div>
<div style="padding-top:0;padding-bottom:0;">Ayah Micheal Jackson mengatakan jenazah &#8220;Raja Musik Pop&#8221; itu akan dimakamkan di sebuah pemakaman swasta di Los Angeles pada 29 Agustus, yang bakal menjadi ulang tahun ke51-nya, sebuah surat &#8230; </div>
<div class="lite2" style="padding-top:3px;" align="right"><a href="http://reformata.com/02487-pemakaman-michael-jackson-direncanakan-pada-29-agustus.html">&#60;!&#8211;<img src="more.gif" border="0" alt="" title="" />&#8211;&#62;        read more »</a></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pemakaman Michael Jackson Direncanakan Pada 29 Agustus]]></title>
<link>http://kabargereja.wordpress.com/2009/08/18/pemakaman-michael-jackson-direncanakan-pada-29-agustus/</link>
<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 04:38:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>kedung5704</dc:creator>
<guid>http://kabargereja.wordpress.com/2009/08/18/pemakaman-michael-jackson-direncanakan-pada-29-agustus/</guid>
<description><![CDATA[18.08.09 10:33 Pemakaman Michael Jackson Direncanakan Pada 29 Agustus Ayah Micheal Jackson mengataka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div style="border:1px solid rgb(102,102,102);float:left;width:80px;margin-right:7px;margin-bottom:2px;padding:2px;" align="center"><a href="http://reformata.com/02487-pemakaman-michael-jackson-direncanakan-pada-29-agustus.html"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3278/3661352164_3ce7886a32_t.jpg" alt="michael_jackson_lace_front_wig_reformata_website_kristen_bigman_sirait_slamet_wiyono.jpg" title="Pemakaman Michael Jackson Direncanakan Pada 29 Agustus" border="0" /></a></div>
<div class="smallgrey">18.08.09 10:33</div>
<div style="padding-top:5px;padding-bottom:0;font-size:12px;font-weight:bold;"><a href="http://reformata.com/02487-pemakaman-michael-jackson-direncanakan-pada-29-agustus.html">Pemakaman Michael Jackson Direncanakan Pada 29 Agustus</a></div>
<div style="padding-top:0;padding-bottom:0;">Ayah Micheal Jackson mengatakan jenazah &#8220;Raja Musik Pop&#8221; itu akan dimakamkan di sebuah pemakaman swasta di Los Angeles pada 29 Agustus, yang bakal menjadi ulang tahun ke51-nya, sebuah surat &#8230; </div>
<div class="lite2" style="padding-top:3px;" align="right"><a href="http://reformata.com/02487-pemakaman-michael-jackson-direncanakan-pada-29-agustus.html">&#60;!&#8211;<img src="more.gif" border="0" alt="" title="" />&#8211;&#62;        read more »</a></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
