<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>pembaharu &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/pembaharu/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "pembaharu"</description>
	<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 06:59:17 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[St. Yohanes Krisostomus Pembaharu Tak Pandang Bulu]]></title>
<link>http://newsprograme.wordpress.com/2009/12/16/st-yohanes-krisostomus-pembaharu-tak-pandang-bulu/</link>
<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 06:53:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>kedung5704</dc:creator>
<guid>http://newsprograme.wordpress.com/2009/12/16/st-yohanes-krisostomus-pembaharu-tak-pandang-bulu/</guid>
<description><![CDATA[DEWASA ini banyak orang yang pandai bicara dan fasih lidah dengan mudahnya menjadi hamba Tuhan. Tak ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div style="text-align:justify;">         </div>
<div class="colortbl2" style="float:left;margin-right:5px;margin-bottom:5px;text-align:justify;padding:2px;"><img src="http://reformata.com/includes/image.php?m=news&#38;id=3420&#38;w=298" alt="St.-Yohanes-Krisostomus--Pembaharu-Tak-Pandang-Bulu.jpg" title="St. Yohanes Krisostomus  Pembaharu Tak Pandang Bulu" border="0" /></div>
<div style="text-align:justify;">     DEWASA ini banyak orang  yang pandai bicara dan fasih lidah dengan mudahnya menjadi hamba Tuhan.  Tak heran jika bobot yang diwarta-kan pun kurang memuaskan.  Hal ini tentu sama sekali berbeda de-ngan Yohanes Krisostomus, se-orang uskup dan pujangga yang hebat di masanya. Pria yang diju-luki si Mulut Emas ini tidak sekadar pandai bicara, tapi memiliki nilai materi khotbah yang tidak dapat disangsikan.  Tak heran, Yohanes belajar pidato di bawah asuhan Libanius, seorang kafir yang terpe-lajar, orator paling terkenal pada jamannya. Yohanes dibentuk men-jadi seorang yang militan dan cer-das dalam mewartakan berita bahagia dari Tuhan. Hal ini tentu tidak bisa dilepaskan begitu saja dari peran didikan dan disiplin orang tuanya yang kebetulan bangsawan.   <a href="http://reformata.com/03420-st-yohanes-krisostomus-pembaharu-tak-pandang-bulu.html">baca selengkapnya&#8230;</a></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[St. Yohanes Krisostomus Pembaharu Tak Pandang Bulu]]></title>
<link>http://news100.wordpress.com/2009/12/16/st-yohanes-krisostomus-pembaharu-tak-pandang-bulu/</link>
<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 06:53:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>kedung5704</dc:creator>
<guid>http://news100.wordpress.com/2009/12/16/st-yohanes-krisostomus-pembaharu-tak-pandang-bulu/</guid>
<description><![CDATA[DEWASA ini banyak orang yang pandai bicara dan fasih lidah dengan mudahnya menjadi hamba Tuhan. Tak ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div style="text-align:justify;">         </div>
<div class="colortbl2" style="float:left;margin-right:5px;margin-bottom:5px;text-align:justify;padding:2px;"><img src="http://reformata.com/includes/image.php?m=news&#38;id=3420&#38;w=298" alt="St.-Yohanes-Krisostomus--Pembaharu-Tak-Pandang-Bulu.jpg" title="St. Yohanes Krisostomus  Pembaharu Tak Pandang Bulu" border="0" /></div>
<div style="text-align:justify;">     DEWASA ini banyak orang  yang pandai bicara dan fasih lidah dengan mudahnya menjadi hamba Tuhan.  Tak heran jika bobot yang diwarta-kan pun kurang memuaskan.  Hal ini tentu sama sekali berbeda de-ngan Yohanes Krisostomus, se-orang uskup dan pujangga yang hebat di masanya. Pria yang diju-luki si Mulut Emas ini tidak sekadar pandai bicara, tapi memiliki nilai materi khotbah yang tidak dapat disangsikan.  Tak heran, Yohanes belajar pidato di bawah asuhan Libanius, seorang kafir yang terpe-lajar, orator paling terkenal pada jamannya. Yohanes dibentuk men-jadi seorang yang militan dan cer-das dalam mewartakan berita bahagia dari Tuhan. Hal ini tentu tidak bisa dilepaskan begitu saja dari peran didikan dan disiplin orang tuanya yang kebetulan bangsawan.   <a href="http://reformata.com/03420-st-yohanes-krisostomus-pembaharu-tak-pandang-bulu.html">baca selengkapnya&#8230;</a></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Memahami Liberalisme*]]></title>
<link>http://imambudiraharjo.wordpress.com/2009/06/04/memahami-liberalisme/</link>
<pubDate>Thu, 04 Jun 2009 12:33:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>imambudiraharjo</dc:creator>
<guid>http://imambudiraharjo.wordpress.com/2009/06/04/memahami-liberalisme/</guid>
<description><![CDATA[Oleh: Syamsuddin Arif, Ph.D** Menyusul terbitnya fatwa MUI belum lama ini, terdengar suara-suara sum]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Oleh: Syamsuddin Arif, Ph.D** Menyusul terbitnya fatwa MUI belum lama ini, terdengar suara-suara sum]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Berita Yang Tak Pernah Usang]]></title>
<link>http://elyardman.wordpress.com/2008/12/28/berita-yang-tak-pernah-usang/</link>
<pubDate>Sun, 28 Dec 2008 05:13:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>Elyardman Sarumaha</dc:creator>
<guid>http://elyardman.wordpress.com/2008/12/28/berita-yang-tak-pernah-usang/</guid>
<description><![CDATA[Dikhotbahkan tgl 7 Des 2008 di GPMII Balikpapan &#8211; masih dalam bentuk point khotbah) YESAYA 9:1]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><em>Dikhotbahkan tgl 7 Des 2008 di GPMII Balikpapan &#8211; masih dalam bentuk point khotbah)</em></p>
<p><strong>YESAYA 9:1-5</strong></p>
<p>Pendahuluan:</p>
<p>Tak terasa kita memasuki bulan Desember, di mana tgl 25 Desember (tinggal 18 hari lagi) secara serempak kita akan merayakan natal</p>
<p>Dan tgl 29 November  yang lalu saya sudah mengikuti perayaan natal yang pertama, oleh YPPII</p>
<p>Apa respon kita dengan 1 kata yang terdiri dari 5 huruf ini? BOSAN</p>
<p>Inilah kehidupan manusia yakni gampang bosan</p>
<p>Bosan dengan rutinitas</p>
<p>Habis makan, tidur, bangun, main, terus apa pak, kan bosan</p>
<p>Bosan dengan pekerjaan</p>
<p>Bosan dengan barang/benda yang dipakai</p>
<p>Rumah rasanya mau diganti, mobil mau diganti, hp juga mau diganti.</p>
<p>Bosan dengan istri/suami?</p>
<p>Mudah-mudah tidak ada di sini</p>
<p>Dengan kata lain: dibalik bosan ada kata lain yang digandrungi oleh manusia “TERBARU”</p>
<p>Tidak heran, natal juga dirindukan tiap-tiap tahun ada sesuatu yang baru:</p>
<p>Seksi acara, pusing 7 keliling untuk setting acara yang berbobot</p>
<p>Tim dekor, akan berusaha memberikan dekor yang berkelas</p>
<p>Panitia natal, maksimal mempersiapkan seluruh kegiatan natal supaya lebih baik dari tahun yang lalu</p>
<p>Bahkan di daerah tertentu ada yang sengaja mencari dandanan terbaru: mulai dari baju baru sampai kepada rambut baru.</p>
<p>Semua hal-hal di atas memang baik, namun bila penerimaan/penyambutan natal didasarkan kepada setting acara yang baru, dekorasi yang baru, atraksi yang baru, maka natal kita sedang berada dalam jalur yang salah. Mengapa?</p>
<p>Karena inti natal terletak pada BERITA/PESAN, yakni menyuarakan PRIBADI YESUS SANG JURUSELAMAT</p>
<p>Artinya waktu tim dekor membuat dekorasi: dekorasi harus dimotivasi/sengaja membuat dekorasi yang ada berita/pesannya mengenai Pribadi Sang Juruselamat</p>
<p>Pada waktu panitia natal/sie acara natal, semata-mata hanya memikirkan bagaimana ”mendaratkan pesan/berita natal” kepada semua orang yang hadir.</p>
<p>Ilust. saya ada menyaksikkan natal yang kelihatannya dikompromikan karena ada pejabat-pejabat pemerintah yang hadir.</p>
<p>Sampai di sini saya percaya anda semakin mengerti, bahwa: Berita tentang Yesus Sang Juruselamat adalah berita yang tak pernah usang.</p>
<p>Dengan kata lain Berita Kelahiran Yesus Kristus adalah Berita yang relevan, mengapa?</p>
<p><strong>DUNIA INI BERADA DALAM KEGELAPAN</strong></p>
<p>Yesaya 9:1 – bangsa yang berjalan di dalam kegelapan</p>
<p>Mau bukti:</p>
<p>KKN sudah dapat dihapuskan?</p>
<p>Kejahatan sudah dibasmi tuntas?</p>
<p>Ilust. Bila baca koran, dengar berita tentang kejahatan tak pernah habisnya</p>
<p>Karena itu, saya coba gubah lagu malam kudus menjadi malam  cemar Malam cemar, jahat benar, dunia berdosa………<br />
ilust. baru saja kita dengar India (tepatnya Mumbai) bergolak; thailand juga bergolak</p>
<p>Berapa polisi yang lulus? Berapa tentara yang dilatih? Berapa intelijen yang disusupkan ? Tetapi apakah mampu mengentaskan kejahatan? Berapa guru yang mengajar dan sarjana yang dihasilkan? Berapa ahli ekonomi yang profesional? Berapa ahli hukum yang bertugas? Namun justru penjahat-penjahat besar lahir dari mereka yang mengecap pendidikan yang tinggi.</p>
<p>Ilust. Teroris: terdiri atas orang-orang yang pernah dididik dalam militer, perakit bom, ahli komputer, logistik dan macam pengetahuan yang lain<br />
Artinya buka orang-orang biasa<br />
Malahan makin besar kekacauan yang dibuat umumnya menunjukkan makin tinggi ilmu yang ia miliki.</p>
<p>Dengan kata lain kejahatan terus merajalela di muka bumi:<br />
Kepedihan hati Tuhan yang pernah terjadi di dalam Kejadian 6:6 ( maka menyesallah Tuhan) seakan tak pernah sirna. Dan celakanya lagi gereja yang adalah terang justru menjadi padam – gereja dan dunia malahan menjadi sama. Kejahatan malahan mengalahkan kebaikan/kesucian. (bdk. Roma 12:21).<br />
Di satu sisi, kita melihat banyak gereja berkata bahwa mereka mengutamakan Roh Kudus, menekankan perasaan emosional, menekankan apa yang disebut “doa penyembahan” dan semua bentuk doktrin palsu yang diserukan. Dan di sisi lain, kita melihat penekanan doktrin dan studi Alkitab.  Doktrin demi doktrin. Studi kitab demi kitab, telah mempelajarinya namun tidak pernah dapat sampai pada realitas, tidak pernah dapat sampai pada pengenalan pribadi akan kebenaran, tidak pernah melihat kebangunan rohani, mempertahankan teologi Revival, namun tidak pernah mengalami revival (kebangunan rohani) itu sendiri! Hanya teologi sekering debu, diajar namun tidak menanggap!  Belajar namun tidak membakar! Mengajar (teaching) namun tidak berkhotbah (preaching)! Memberikan informasi (informing) namun tidak mempertobatkan (converting)! Dan di sisi lain kita juga melihat pengagungan metodologi. &#8230;..Kita masih ada di padang gurun. &#8230;&#8230; (by DR edi purwanto)</p>
<p><strong>MANUSIA MEMBUTUHKAN LEBIH DARIPADA SEKEDAR MEMAHAMI ARTI PEMBAHARUAN, SESUNGGUHNYA MANUSIA MEMBUTUHKAN PEMBAHARU ROHANI</strong></p>
<p>Manusia tidak cukup hanya berkata: mari menjadi orang yang taat hukum, mari kita hidup rukun bersama mari kita bergotongroyong &#8211; ndak cukup!</p>
<p>Ilust. Mario Teguh – banyak orang Kristen sering mendengar Mario Teguh tetapi tidak pernah memperdalam Kitab Amsal (31 pasal –)<br />
Moralitas</p>
<p>Ingat semua hal yang hanya sampai kepada moralitas tanpa Yesus semuanya adalah sia-sia.</p>
<p>Mario Teguh pun membutuhkan Pembaharu rohani</p>
<p>Sebab motivasi saja tidak cukup, membersihkan kejahatan manusia</p>
<p>Setiap manusia membutuhkan Pembaharu rohani yang sesungguhnya</p>
<p>Dengan kata lain Yesus lebih daripada motivator manapun juga – Ia adalah Juruselamat!</p>
<p>Itu sebabnya: penurunan (degradasi) besar bila kita lebih dahulu mencari Mario Teguh, Adi Gunawan, Robert Kiyosaki daripada mendalami Firman Tuhan.</p>
<p>Mazmur 119:105 – Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.</p>
<p>Yesaya 64:6 &#8211; Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin.</p>
<p>Yesaya 9:5 –Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.</p>
<p>JARAKNYA 700 TAHUN</p>
<p>Yesaya pasal 9, dinubuatkan 700 tahun sebelum Yesus lahir. (dengan waktu zaman sekarang: ribuan tahun)</p>
<p>Jadi berita natal bukan: sinterklaas dan juga bukan pohon natal</p>
<p>Di salah satu perusahaan, saya pernah diundang dengan tema ’terserahlah pak&#8230;..’ Lalu saya persiapkan khotbah tentang Yesus – dan luar biasa, disambut baik oleh mereka (tidak perlu khotbah yang aneh-aneh seperti ”go to the hell”)</p>
<p>Bahkan saya masih ingat pesan dosen bibliogi saya: kenapa sih kamu mau jadi hamba Tuhan: karena beritamu beda dari yang lain, yang beritakan ekonomi ada, hukum ada, bisnis ada.</p>
<p>Beritamu beda. </p>
<p>Bukan hanya beda. Tetapi dialah Pribadi yang membaharui umat manusia.</p>
<p>Itulah berita Natal yang sepanjang satu bulan ini akan diperdengarkan kepada anda. </p>
<p>Dan saya percaya bila anda mengerti tentang hal ini anda tidak akan pernah menjadi bosan</p>
<p>Dan saya percaya pula bila anda mengerti bahwa Yesus adalah Pembaharu Rohani, maka anda pasti semangat mengajak orang yang belum percaya mendengarkan Injil di moment-moment natal</p>
<p>Saya berharap bagi yang sudah percaya bahwa Yesus adalah Pembaharu Rohani teruskanlah berita ini</p>
<p>dan yang belum percaya, mari dalam hati berdoalah dalam hati dengan berkata Tuhan Yesus saya mau percaya kepadaMU, karena Engkaulah pembaharu hidupku, Engkaulah penyelamat hidupku.</p>
<p>PENUTUP</p>
<p>Berita tentang Yesus tak pernah usang: oleh karena dunia yang gelap ini membutuhkan Pribadi yang dapat membaharui dunia. Amin</p>
<p>lagu malam kudus&#8230;&#8230;..</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[IMAM ASY-SYAFI'I ]]></title>
<link>http://imamuna.wordpress.com/2008/12/02/imam-asy-syafii/</link>
<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 03:00:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>fauzi</dc:creator>
<guid>http://imamuna.wordpress.com/2008/12/02/imam-asy-syafii/</guid>
<description><![CDATA[Pemilik Manhaj Fiqih Yang Memadukan Antara Dua Madzhab Pendahulunya Nama Dan Nasabnya Beliau adalah ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Pemilik Manhaj Fiqih Yang Memadukan Antara Dua Madzhab Pendahulunya Nama Dan Nasabnya Beliau adalah ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ Mengenal Jamaludin Al-Afgani, Sayyid Muhammad bin Safdar(1838-1897)pembaharu Pemikiran Islam,]]></title>
<link>http://hbis.wordpress.com/2008/08/04/mengenal-jamaludin-al-afgani-sayyid-muhammad-bin-safdar1838-1897pembaharu-pemikiran-islam/</link>
<pubDate>Mon, 04 Aug 2008 07:10:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>Bustamam Ismail</dc:creator>
<guid>http://hbis.wordpress.com/2008/08/04/mengenal-jamaludin-al-afgani-sayyid-muhammad-bin-safdar1838-1897pembaharu-pemikiran-islam/</guid>
<description><![CDATA[Pejuang Islam Abad ke Sembilan belas yang terbesar, pemimpin aliran modern yang telah mengelorakan s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE                           &#60;![endif]--><!--[if gte mso 9]&#62;                                                                                                                                            &#60;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p><span> </span><a href="http://hbis.wordpress.com/files/2008/08/j-afgani.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-989" src="http://hbis.wordpress.com/files/2008/08/j-afgani.jpg?w=84" alt="" width="173" height="128" /></a>Pejuang Islam Abad ke Sembilan belas yang terbesar, pemimpin aliran modern yang telah mengelorakan semangat nasonalisme di Dunia Islam dan membangkitkan perlawanan<span> </span>terhadap penajajah. Lahir di Asad Abad, Afganistan, Setelah tammat belajar di Kabul, mwnjalankan ibadah haji pada usia Sembilan tahun dengan melalui India. Pulang dari tanah Arab bekerja selama dua belas tahun pada Amir Dest Muhammad Chaqn. Setelah mengulangi ibadah haji(1869),</p>
<p><!--more-->dengan melalui Kairo wafat 9dan tiba di Istambul (1871), dimana ia memberikan kuliah. Akibat pandangannya yang revolusioner terpaksa menyingkir ke Kairo , dimana ia diterima dengan tangan terbuka oleh para pembesar dan kaum terpelajar.<span> </span>Ajarannya mempengaruhi perkembangan politik Mesir dan modernisasi Islam. Karena kegiatan-kegiatannya di bidang politik, diasigkan ke India. Kemudian melalui Amerika dan Inggeris mengunjungi Paris dan bersama muridnya yang setia Muhammad Abduh menerbitkan al-Urwatul wustqa yang menyerang politik Inggeris di Negara –negara Islam, khususnya di Mesir dan India serta mengobarkan semangat anti Inggeris. Dalam than 1891 beberapa kali mengunjungi Iran. Karena dianggap berbahaya akhirnya ditangkap dan dibuang dari Iran.Dilondon ia mendapat kesempaalam <span> </span>tan mengumumkan kelaliman pemerintahan iran dan mendorong gerakan pembaharuan di iran .Dari sultan turki datang undangan menetap di istambul, di mana ia<span> </span>wafat ( 9 maret 1897) . Selain karangan karangan dalam beberapa harian dan majalah telah mengarang risalah menentang filsafat serba materialis<span> </span>(muzahib al jahrin).</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jalan Keluar Bagi Ahmadiyah]]></title>
<link>http://beritamaya.wordpress.com/2008/05/11/jalan-keluar-bagi-ahmadiyah/</link>
<pubDate>Sun, 11 May 2008 15:33:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>sanjisan</dc:creator>
<guid>http://beritamaya.wordpress.com/2008/05/11/jalan-keluar-bagi-ahmadiyah/</guid>
<description><![CDATA[Ulama besar India yang paling disegani pada zamannya, Syed Abul Hasan Ali an-Nadwi, mengatakan gerak]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Ulama besar India yang paling disegani pada zamannya, Syed Abul Hasan Ali an-Nadwi, mengatakan gerakan Ahmadiyah ‘menambah beban’ pekerjaan rumah umat Islam </span></em></p>
</div>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Oleh: <strong>Syamsuddin Arif</strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">“Saya tidak percaya bahwa Mirza Ghulam Ahmad seorang nabi dan belum percaya pula bahwa ia seorang mujaddid [pembaharu</span></em><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">]”, tulis Ir. Soekarno dalam bukunya, Di Bawah Bendera Revolusi, jilid 1, cetakan ke-2, Gunung Agung Jakarta, 1963, hlm. 345. Mantan </span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Presiden</span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">RI</span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> pertama itu tidak keliru dan bukan pula sendirian. Jauh sebelum itu, tokoh pemikir masyhur Sir Muhammad Iqbal ketika ditanya oleh Jawaharlal Nehru, Perdana Menteri India waktu itu, perihal Ahmadiyah dengan tegas menjawab bahwa wahyu kenabian sudah final dan siapapun yang mengaku dirinya nabi penerima wahyu setelah Muhammad saw adalah pengkhianat kepada Islam: “<em>No revelation the denial of which entails heresy is possible after Muhammad. He who claims such a revelation is a traitor to Islam” </em>(Lihat: Islam and Ahmadism, cetakan Islamabad: Da‘wah Academy, 1990, hlm. 8).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><img style="vertical-align:middle;" src="http://freestuff.890m.com/gambar/titleimg_ghulam.jpg" alt="" width="336" height="240" /></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Iqbal menangkap banyak kemiripan antara gerakan Ahmadiyah di </span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">India</span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> dengan Babiyah di Persia (</span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Iran</span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">), yang pendirinya juga mengklaim dapat wahyu sebagai nabi. Menurut Iqbal, tokoh-tokoh kedua aliran sesat ini merupakan alat politik ‘belah bambu’ kolonialis Inggris -yang waktu itu masih bercokol di India- dan imperialis Rusia –yang sempat menjajah Asia Tengah dan sebagian Persia. Akidah mereka adalah ‘kepasrahan pada penguasa’ (<em>political servility</em>), jelas Iqbal (hlm. 13). Jika pemerintah </span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Russia</span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> mengijinkan Babiyah membuka markas mereka </span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">di Ishqabad</span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">, </span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Turkmenistan</span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">, maka pemerintah Inggris merestui Ahmadiyah mendirikan pusat misi mereka di </span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Woking</span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">, wilayah tenggara </span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">England</span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">. Bagi Iqbal, doktrin-doktrin Ahmadiyah hanya akan mengembalikan orang kepada kebodohan. Inti dari <em>Ahmadisme</em> atau <em>Qadianisme</em> –demikian Iqbal lebih suka menyebutnya- adalah rekayasa mencipta sebuah umat baru bagi nabi </span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">India</span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> (sebagai tandingan nabi </span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Arabia</span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">): “<em>to carve out, from the Ummat of the Arabian Prophet, a new ummat for the Indian prophet</em>.” (hlm. 2).</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Seorang ulama India yang paling disegani pada zamannya, Syed Abul Hasan Ali an-Nadwi, sesudah mempelajari secara intensif dan objektif perjalanan hidup dan ‘evolusi’ Mirza Ghulam Ahmad dari seorang santri sederhana hingga menjadi pembela agama (1880) dan mengaku imam mahdi alias masih <em>maw‘ud</em> (1891) serta menganggap dirinya nabi (1910), menyimpulkan bahwa gerakan Ahmadiyah ini hanya menambah beban pekerjaan rumah umat Islam, memecah-belah mereka, dan membikin masalah umat kian rumit (Lihat: <strong>Qadianism</strong>: <em>A Critical Study</em>, cetakan Lucknow 1980, hlm. 155). Bahwa esensi ajaran Ahmadiyah adalah klaim kenabian Mirza Ghulam Ahmad juga disimpulkan oleh Yohanan Friedman, peneliti dari Hebrew University of Jerusalem, dalam bukunya, <em>Prophecy Continous: Aspects of Ahmadi Religious Thought and Its Medieval Background</em>, Berkeley: University of California Press, 1989, hlm. 119, 181 dan 191.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Ajaran sesat Ahmadiyah dibawa masuk ke </span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> sekitar tahun 1925 oleh beberapa pemuda asal Sumatera yang pernah dididik </span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">di Qadian</span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">, </span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">India</span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> selama beberapa tahun. Demi menyebarkan pahamnya, misionaris Ahmadiyah telah menerbitkan majalah “<em>Sinar Islam</em>” (sic!), Studi Islam dan Fathi Islam. Keresahan yang ditimbulkan oleh gerakan penyesatan umat ini sempat menyeret mereka beberapa kali ke dalam debat terbuka pada 1933 di </span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Bandung</span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> (Lihat: Fawzy S. Thaha, Ahmadiyah dalam Persoalan, cetakan Singapura, 1982). Meski telah dinyatakan sesat dan kafir (<em>murtad</em>) oleh tokoh-tokoh Islam pada Muktamar ke-5 Nahdlatul Ulama (NU) tahun 1930 di Pekalongan dan musyawarah Ulama Sumatera Timur tahun 1935, kasus Ahmadiyah kembali mencuat pada 1974 setelah parlemen Pakistan dengan tegas menyatakan penganut Ahmadiyah bukan orang Islam (non Muslim) di mata hukum dan undang-undang negara.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Pada tahun 1980 Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang waktu itu dipimpin Buya Hamka telah pun menetapkan bahwa aliran Ahmadiyah berada di luar Islam, sesat lagi menyesatkan, dan orang yang menganutnya adalah murtad alias keluar dari Islam (No.05/Kep/Munas/II/MUI/1980). Ketetapan tersebut ditegaskan kembali pada bulan Juli 2005 dalam fatwa resmi MUI yang ditandatangani oleh Prof. Dr. H. Umar Shihab dan Prof. Dr. H.M. Din Syamsuddin. Kemudian Dirjen Bimas Islam Departemen Agama melalui </span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">surat</span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> edarannya tahun 1984 telah menyeru seluruh umat Islam agar mewaspadai gerakan Ahmadiyah.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Terakhir, 16 April 2008 lalu Bakorpakem (Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat) menyatakan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) sebagai kelompok sesat dan oleh karenanya merekomendasikan perlunya diberi peringatan keras lewat suatu keputusan bersama Menteri Agama, Jaksa Agung, dan Menteri Dalam Negeri (sesuai dengan UU No 1/PNPS/1965) agar Ahmadiyah menghentikan segala aktivitasnya. Menurut Kepala Badan Litbang dan Diklat Depag, Atho Mudzhar, yang juga Ketua Tim Pemantau, selama tiga bulan Bakorpakem memantau 55 komunitas Ahmadiyah di 33 kabupaten. Sebanyak 35 anggota tim pemantau bertemu 277 warga Ahmadiyah. Ternyata, ajaran Ahmadiyah masih menyimpang. Di seluruh cabang, Mirza Ghulam Ahmad (MGA) tetap diakui sebagai nabi setelah Nabi Muhammad saw. Selain itu, penganut Ahmadiyah meyakini bahwa kitab <em>Tadzkirah</em> adalah kumpulan wahyu yang diterima MGA. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Para</span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> penganut dan penyokong Ahmadiyah kerap berkelit dengan tiga dalih. <em>Pertama</em>, kaum Ahmadi sama dengan kaum Muslimin karena syahadatnya sama. Bandingkan pernyataan ini dengan pernyataan: orang Ahmadiyah itu sama dengan ‘orang utan’ karena sama-sama orang. Jelas dalam perkara ini yang penting bukan kemiripannya, akan tetapi justru perbedaannya. Yang membuat orang utan itu beda dengan <em>Ahmadi </em>itu bukan keorangannya, melainkan keutanannya itu. Demikian pula, Ahmadiyah itu berbeda dengan orang Islam bukan karena syahadat atau cara ibadahnya, tetapi karena akidahnya yang mengimani kenabian Mirza Ghulam Ahmad.</span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Kedua</span></em><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">, dalih bahwa sebagai warganegara penganut Ahmadiyah dijamin kebebasannya oleh konstitusi. Melarang Ahmadiyah sama dengan melanggar hak asasi manusia (HAM) dan Undang-Undang Dasar (UUD) Republik </span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> 1945. Di sini terselip kealpaan dan ketidakmengertian. Alpa dan tidak paham bahwa dalam ‘menikmati’ kebebasannya setiap orang wajib tunduk pada batasan undang-undang yang telah ditetapkan demi terjaminnya penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan demi memenuhi tuntutan keadilan sesuai pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Artinya, penyalahgunaan kebebasan (<em>abuse of freedom</em>) ataupun tindakan merusak tata susila, agama, dan lain sebagainya atas nama HAM tak dapat dibenarkan sama sekali. Apa yang diperbuat MGA dengan Ahmadiyahnya ibarat membangun rumah baru di dalam rumah orang lain. Yang dipersoalkan bukan hak dan kebebasannya mendirikan rumah, akan tetapi lokasi (di dalam rumah orang lain) dan konsekuensinya (merusak rumah yang sedia ada).</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Dengan mengakui Mirza Gulam Ahmad sebagai nabi, warga Ahmadiyah telah melakukan penodaan dan penghinaan terhadap agama Islam, di mana tidak ada nabi dan rasul lagi pasca wafatnya Muhammad Rasulullah saw. Lebih dari itu, propaganda Ahmadiyah terbukti menimbulkan keresahan dan perpecahan tidak hanya di dunia Islam, seperti temuan Dr Tony P.Chi dalam disertasinya tentang misi mereka di Amerika (1973), hlm. 134-5: “<em>Ahmadiyya preaching and propagation have instigated unrest and dissension in the Muslim World</em>.” Oleh karena itu solusinya ialah melarang Ahmadiyah atau mengeluarkannya dari ‘rumah Islam’. Hanya dengan jalan itu <em>Ahmadisme</em> dengan nabinya (MGA) bisa bebas dan menjadi agama baru seperti halnya <em>Mormonisme </em>di Amerika.</span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Ketiga</span></em><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">, dalih bahwa kaum Muslim harus mengedepankan kasih sayang daripada kekerasan dalam menyikapi Ahmadiyah. Saran ini lebih tepat kalau diberikan kepada Pemerintah Amerika dan </span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Israel</span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> agar memakai kasih sayang dan menghentikan kekerasan terhadap kaum Muslim di Iraq dan Palestina. “Abu Bakr as-Shiddiq ra adalah orang yang paling penyayang di kalangan umatku (<em>arhamu ummati</em>),” sabda Rasulullah saw. Namun manakala muncul sekelompok orang yang durhaka kepada Allah dan Rasulullah, beliau tidak segan-segan mengambil tindakan tegas atas mereka. Perkara Ahmadiyah bukan persoalan kebebasan beragama. Islam memberikan kebebasan kepada siapa pun untuk memeluk –bukan merusak- agama apapun, sesuai dengan firman Allah: ‘<em>Tidak ada paksaan dalam urusan agama’ (Al-Baqarah 256) serta ‘Bagimu agamamu dan bagiku agamaku’ </em>(Al-Kāfirūn 6). Ayat-ayat ini ditujukan kepada agama lain di luar Islam, bukan terhadap agama dalam agama.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Tak heran jika Rasulullah saw sebagai kepala negara bersikap tegas kepada para nabi palsu semacam Musaylamah dan Thulayhah: <em>bertobat atau diperangi </em>(Lihat: <em>Imam al-Mawardi, al-Hawi al-Kabir</em>, cetakan </span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Beirut</span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">: <em>Darul Kutub al-Ilmiyyah</em>, jilid 13, hlm. 109). Nah, Mirza Ghulam Ahmad dan pengikutnya telah durhaka kepada Allah dan RasulNya. Andaikata statusnya Muslim, maka sudah semestinya tunduk pada ketetapan hukum Islam yang berlaku. Namun jika statusnya sudah non-Muslim, maka terpulang kepada negara apakah akan mengakui dan melindungi keberadaannya sebagai sebuah agama baru –selain Hindu, Budha, Islam, Katholik dan Protestan– ataukah sebaliknya.</span></p>
<p><em><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">* Penulis adalah staf pengajar di Universitas Islam Antarabangsa </span></em><em><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Malaysia</span></em><br />
(<a href="http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&#38;task=view&#38;id=6812&#38;Itemid=60" target="_blank"><strong>Hidayatullah.com</strong></a>)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
