<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>pembangunan-kota &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/pembangunan-kota/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "pembangunan-kota"</description>
	<pubDate>Wed, 19 Jun 2013 14:52:20 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Hallo Planner ! ]]></title>
<link>http://studiorancangsembilan.wordpress.com/2012/07/17/hallo-planner/</link>
<pubDate>Tue, 17 Jul 2012 00:02:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>studiorancangsembilan</dc:creator>
<guid>http://studiorancangsembilan.wordpress.com/2012/07/17/hallo-planner/</guid>
<description><![CDATA[Hallo Semua ini merupakan blog Studio Rancang dan Pembangunan Kota Kelompok 9 Kelas A Jurusan Perenc]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Hallo Semua <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">ini merupakan blog Studio Rancang dan Pembangunan Kota Kelompok 9 Kelas A Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Undip 2012. Blog ini merupakan blog dimana kita membagi (sharing) hasil pembelajaran dari kegiatan studio kita selama 1 smester ini. Studio perancangan dan pembangunan kota ini merupakan studio ketiga di angkatan 2009 dimana dalam kegiatan studio ini kami mencoba merancang dan membangun suatu kawasan yang baik dan ideal sesuai aspek fisik, sosial, dan lingkungan.</p>
<p style="text-align:justify;">Tema yang di angkat dalam kegiatan studio kali ini mengenai <em><strong>&#8220;Urban Catalyst&#8221;</strong></em>. Secara konseptual, urban catalyst merupakan konsep dalam pengembangan kawasan dimana ada unsur baru pada suatu kawasan yang dapat berupa bangunan baru, kebijakan (potitik) baru, maupun perkembangan social (trend atau gaya hidup) yang mempengaruhi keberadaan unsur sebelumnya namun dapat bersinergi sehingga dapat meningkatkan nilai kawasanke depannya. lndikator keberhasilan dari konsep ini adalah peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat serta kawasan yang terus berkembang ke arah yang positif. Studio kali ini mengambil wilayah studi di Kabupaten Demak khususnya di Kecamatan Mranggen yang berbatasan langsung dengan Kota Semarang. Sebagai hinterland dari Kota Semarang, Kecamatan Mranggen ini tidak luput dari fenomena urban sprawl yang mempengaruhi perkembangan fisik di Kecamatan ini. Dengan fungsi sebagai wadah tumpahan penduduk dan aktivitas dari Kota Semarang menjadikan perkembangan Kecamatan Mranggen ini menjadi tidak tertata dengan baik dimana tumbuh secara cepat namun tidak beraturan. Untuk itu dikembangkan konsep Urban Catalyst di Kecamatan ini guna mengendalikan perkembangan yang ada. Salah satu kawasan yang akan dijadikan katalisator adalah Kawasan Stasiun Brumbung yang merupakan salah satu kawasan terdegradasi di kecamatan ini. hal ini ditandai oleh kondisi kawasan yang tidak terawat dengan baik di tambah dengan adanya kegiatan prostitusi di kawasan ini. apa benar ada kegiatan prostitusi di kawasan ini ? untuk lebih jelasnya dapat dilihat <a title="prostitusi di stasiun brumbung" href="http://international.okezone.com/read/2011/07/27/340/484659/razia-bocor-petugas-gagal-jaring-psk">disini</a>. Namun dikala hari minggu pagi tiba, kawasan ini cukup ramai dikunjungi masyarakat Mranggen untuk berekreasi menghabiskan minggu paginya melihat kereta dan berkuliner jajanan di sini.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk menampung adanya potensi dan permasalahan yang ada di Kawasan Stasiun Brumbung tersebut, maka kami mencoba merancang kawasan ini agar lebih menarik masyarakat untuk datang sehingga kegiatan prostitusi yang ada dapat hilang secara perlahan. untuk lebih jelasnya apa yang kita desain, let&#8217;s explore this blog <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Perkembangan Kota Batam sebagai Kota Bandar Madani]]></title>
<link>http://bonikasih.wordpress.com/2011/10/06/perkembangan-kota-batam-sebagai-kota-bandar-madani/</link>
<pubDate>Thu, 06 Oct 2011 12:15:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>bonikasih23</dc:creator>
<guid>http://bonikasih.wordpress.com/2011/10/06/perkembangan-kota-batam-sebagai-kota-bandar-madani/</guid>
<description><![CDATA[Tidak asing mendengar Kota Batam bagi masyarakat Indonesia yang tahu tentang sejarah dan peranannya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><a href="http://bonikasih.files.wordpress.com/2011/10/batam11.jpg"><img class="size-full wp-image-14 aligncenter" title="batam1" src="http://bonikasih.files.wordpress.com/2011/10/batam11.jpg?w=300&#038;h=195" alt="" width="300" height="195" /></a></p>
<p>Tidak asing mendengar Kota Batam bagi masyarakat Indonesia yang tahu tentang sejarah dan peranannya bagi bangsa Indonesia. Batam merupakan sebuah pulau kecil yang berada Pulau Sumatera, yang dikelilingi oleh laut dan berbatasan sangat dekat dengan Singapura. Dengan kondisi msayarakatnya yang terdiri dari beragam suku, Batam menjadi pulau yang kaya akan kebudayaan. Kota Batam menyumbang lebih dari 20% devisa negara di sektor industri dan pariwisatanya. Dengan jumlah tersebut, bisa dikatakan kalau Batam merupakan sebua pulau &#8220;<em>kecil &#8211; kecil cabe rawit</em>&#8220;. Selain itu, Batam juga mengembangkan potensi pariwisatanya yang berhasil menarik pengunjung domestik maupun internasional.</p>
<p>Pembangunan Kota Batam dimulai ketika pengungsi dari Vietnam datang untuk berlindung dari perang saudara yang berkecamuk di Vietnam yang mengancam nyawa mereka. Titik Awal Perencanaan Wilayah dimulai dari sini. Ketika pengungsi tersebut berlabuh di Pulau Batam, dengan teknologi sederhana mereka membangun tempat tinggal, Gereja, dan galangan kapal. Meskipun tidak terlihat megah, tapi pembangunan di daerah pesisir tersebut cukup tertata dan aman bagi kelangsungan hidup mereka. Mereka bekerja sebagai nelayan dengan peralatan tradisional dan mulai membangun tambak ikan di sepanjang pantai.</p>
<p>Beberapa tahun kemudian, sekitar abad ke-19, Batam mulai berinovasi dengan membangun jembatan antar empat pulau disekitarnya. Pembangunan ini tidak lepas dari pengaruh sang Bapak Teknologi Indonesia, Prof. Ing. BJ Habibie yang mencanangkan pembangunan jembatan tersebut dengan biaya lebih dari miliaran yang sampai sekarang masih berdiri tegap.</p>
<p>Batam kemudian beralih ke pembangunan di sektor perumahan untuk tempat tinggal. Disinilah permasalahan mulai muncul. Batam yang memiliki hutan harus rela ditebang demi memenuhi permintaan tempat tinggal. Lebih dari itu, pembangunannya pun tidak merata di segala sektor. Masih banyak permukiman kumuh yang menjadikan letak tata kota kurang indah. Waktu demi waktu, permukiman tersebut bisa tertata rapi hingga akhirnya Batam mendapat Piala Adipura pada tahun 2009 dan 2010 sebagai kota terbersih.</p>
<p>Namun yang menjadi kekhawatiran besar adalah bagaimana Batam dimasa akan datang untuk menjadi bandar madani, kota yang sejahtera dan dinamis. Persaingan teknologi dan tata kota menjadi sebuah patokan untuk mencapai sebuah hasil yang baik.</p>
<p>Maka dari itu, kita harus menanamkan kalimat “City Is Us” di dalam diri kita sendiri, kita mempedulikan kota sebagaimana kita mempedulikan diri kita sendiri.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Wajah Kota yang Mendua ]]></title>
<link>http://ayahaan.wordpress.com/2009/05/16/wajah-kota-yang-mendua/</link>
<pubDate>Sat, 16 May 2009 07:05:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>M Subchan</dc:creator>
<guid>http://ayahaan.wordpress.com/2009/05/16/wajah-kota-yang-mendua/</guid>
<description><![CDATA[Oleh : M Subchan Sholeh Bus gandeng tiga, alat transportasi massal andalan Kota Curitiba, Brasil Tak]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Oleh : M Subchan Sholeh Bus gandeng tiga, alat transportasi massal andalan Kota Curitiba, Brasil Tak]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
