<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>pencerahan &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/pencerahan/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "pencerahan"</description>
	<pubDate>Fri, 25 Dec 2009 06:27:50 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Film Avatar: Pencerahan bagi Industri Storage]]></title>
<link>http://raggne.wordpress.com/2009/12/23/film-avatar-pencerahan-bagi-industri-storage/</link>
<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 04:50:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>raggne</dc:creator>
<guid>http://raggne.wordpress.com/2009/12/23/film-avatar-pencerahan-bagi-industri-storage/</guid>
<description><![CDATA[SAN FRANCISCO &#8211; Film Avatar yang menggunakan teknologi 3 dimensi yang paling muktakhir, selain]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>SAN FRANCISCO &#8211; Film Avatar yang menggunakan teknologi 3 dimensi yang paling muktakhir, selain menghasilkan karya yang luar biasa juga membuat industri storage mengalami pencerahan. Kok bisa?</p>
<p>Avatar yang disutradarai oleh James Cameron memang menampalkan potongan-potongan gambar apik, yang membuat setiap orang begitu tercengang melihat hasil ditampilkan yang boleh dikatakan sangat sempurna. Film ini diproduksi oleh LightStorm Entertaiment, yang menggunakan teknologi CGI (Computer-Generated Imagery) hasil kerja sama dengan Weta Digital asal Selandia Baru.</p>
<p>Pengambilan gambarnya menggunakan sistem kamera fusion 3D, serta sang sutradara tak lupa memberikan sentuhan resolusi film 3D high-resolution dari Los Angles Studio, yang kemudian harus diterjemahkan ke dalam komponen film. File-file inilah yang kemudian di simpan di storage oleh di Isilon IQ.</p>
<p>&#8220;Produksi Avatar menghasilkan puluhan terabyte data dalam berbagai format, termasuk file digital yang besar dan file metadata instruksional. Data Terabyte diciptakan setiap pekan dan, kadang-kadang satu hari,&#8221; jelas keterangan yang ditulis Isilon, yang dikutip The Register, Rabu (23/12/2009).</p>
<p>Lightstorm bisa menembak, mengambil gambar dari lokasi tertentu dan kemudian mengakses konten terbaru dari IQ Isilon cluster dengan filesystem global. Isilon mengatakan bahwa node baru ditambahkan sesuai kebutuhan.</p>
<p>Selain itu, Weta memilih NetApp yang digunakan untuk menyimpan data yang masuk, kemudian digunakan sejumlah workstation besar dan server berbilah dengan total 30.000 core untuk bekerja di atasnya. Filers NetApp yang dipasangkan dengan sampai lima kartu ekselerator Cache DRAM 160GB di controller mereka, PAM (Percepatan Kinerja Modul) cache, untuk mempercepat akses file oleh Weta bagi orang-orang kreatif. Hasilnya, Film Avatar menjadi film mengangumkan dengan teknologi yang hebat.</p>
<p>-</p>
<p>Film epik fiksi ilmiah <em>Avatar</em> yang disutradarai James Cameron menjadi film dengan penghasilan tertinggi dengan pendapatan domestik US$73 juta dan US$159,2 juta di seluruh dunia sehingga totalnya US$232,2 juta.</p>
<p>Dengan prestasi itu, distributor 20th Century Fox pun berujar bahwa pihaknya telah membuat investasi yang baik. Film yang menghabiskan dana US$400 juta untuk biaya pembuatan dan pemasarannya ini merupakan fitur naratif pertama Cameron sejak menghasilkan <em>Titanic</em> pada 1997. &#8220;Keputusan mereka mengeluarkan biaya besar untuk film ini sudah sangat tepat. Jumlah pendapatan yang akan mereka terima pasti lebih besar daripada pengeluarannya,&#8221; kata Paul Dergarabedian, analis <em>box office</em> untuk <em>Hollywood.com</em>.</p>
<p>Adapun <em>Avatar</em> dibintangi Sam Worthington dan Zoe Zaldana yang terlibat kisah percintaan di tengah konflik antara manusia dan alien di sebuah bulan pada abad ke-22. Secara keseluruhan, <em>box office </em>tengah berada di bawah kekuatan Avatar. Pendapatan domestik Hollywood kini mencapai US$134 juta, lebih tinggi 51% ketimbang minggu yang sama tahun lalu ketika film Yes Man berada di posisi satu dengan penghasilan US$18,3 juta.</p>
<p>Tak ada yang mengira Avatar akan menjadi Titanic lain. Sebelumnya, Titanic memulai pendapatan hanya sebesar US$28,6 juta pada minggu pertama, tapi bertahan di posisi satu selama berbulan-bulan. Titanic pun akhirnya meraih rekor dengan pendapatan domestik US$600 juta dan US$1,8 miliar di seluruh dunia.</p>
<p>Sebelum Avatar dikeluarkan, Cameron mengatakan film itu tidak akan langsung meledak di minggu pertamanya, tapi profitabilitasnya bergantung pada bagaimana posisi film itu pada akhir pekan berikutnya. Tidak seperti film Hollywood lain yang kisahnya diambil dari komik, acara TV, mainan, atau cerita serta ide yang sebelumnya pernah ada, Avatar merupakan cerita orisinal yang konsepnya belum pernah dihadirkan ke masyarakat.</p>
<p>sumber:</p>
<p>http://www.mediaindonesia.com/read/2009/12/21/112712/62/10/Avatar-Menggelegar</p>
<p>http://techno.okezone.com/read/2009/12/22/324/287400/film-avatar-berikan-pencerahan-bagi-industri-storage</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kesedihan Dunia]]></title>
<link>http://memorimia.wordpress.com/2009/12/20/kesedihan-dunia/</link>
<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 11:18:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>lamya</dc:creator>
<guid>http://memorimia.wordpress.com/2009/12/20/kesedihan-dunia/</guid>
<description><![CDATA[Oleh Abdul Malik bin Muhammad al-Qasim ‘Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu &#8216;anhu menulis surat ke]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style="color:rgb(128,0,128);"><a href="http://memorimia.wordpress.com/files/2009/12/sad_man1.jpg"><img src="http://memorimia.wordpress.com/files/2009/12/sad_man1.jpg" alt="" title="sad_man" class="alignnone size-full wp-image-381" width="320"/></a></span></p>
<p><b><span style="color:rgb(128,0,128);">Oleh</p>
<p>Abdul Malik bin Muhammad al-Qasim</span></b></p>
<p><span style="color:rgb(0,128,0);">‘Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu &#8216;anhu menulis surat kepada ‘Abdullah bin ‘Abbas Radhiyallahu &#8216;anhu yang isinya, “Amma ba&#8217;du. Sesungguhnya seseorang merasa rugi dengan sesuatu yang hilang darinya, padahal hal itu tidak akan bisa ia dapatkan dan merasa bahagia dengan mendapatkan sesuatu yang pasti ia dapatkan. Maka berbahagialah dengan apa-apa yang aku ucapkan dari urusan akhirat dan menyesallah dari sesuatu yang hilang darimu akan urusan akhirat, janganlah terlalu bahagia dengan apa yang engkau dapatkan dari urusan dunia. Dan jadikanlah semua fikiranmu tertuju kepada sesuatu yang terjadi setelah kematian. ”</span></p>
<p><span style="color:rgb(0,128,0);">Aku melihat pencari dunia, walaupun umurnya panjang,</p>
<p>dan mendapatkan kebahagiaan, juga kenikmatan darinya.</span></p>
<p><span style="color:rgb(0,128,0);">Bagaikan seorang tukang bangunan yang membangun,</p>
<p>setelah bangunan yang ia buat berdiri tegak, maka bangunan itu roboh. [1]</span></p>
<p><span style="color:rgb(0,128,0);">Saudaraku tercinta…</p>
<p>Sebab kegalauan hidup itu ada lima macam dan seyogyanya seseorang merasakan kegalauan karena kelima macam tersebut:</span></p>
<p><span style="color:rgb(0,0,128);"><b>Pertama : Kegalauan karena dosa pada masa lampau, karena dia telah melakukan sebuah perbuatan dosa sedangkan dia tidak tahu apakah dosa tersebut diampuni atau tidak? Dalam keadaan tersebut dia harus selalu merasakan kegalauan dan sibuk karenanya.</p>
<p>Kedua : Dia telah melakukan kebaikan, tetapi dia tidak tahu apakah kebaikan tersebut diterima atau tidak.</p>
<p><!--morebaca selengkapnya--><br />
Ketiga : Dia mengetahui kehidupannya yang telah lalu dan apa yang terjadi kepadanya, tetapi dia tidak mengetahui apa yang akan menimpanya pada masa mendatang.</p>
<p>Keempat : Dia mengetahui bahwa Allah menyiapkan dua tempat untuk manusia pada hari Kiamat, tetapi dia tidak mengetahui ke manakah dia akan kembali (apakah ke Surga atau ke Neraka)?</p>
<p>Kelima : Dia tidak tahu apakah Allah ridha kepadanya atau membencinya?</b></span></p>
<p><span style="color:rgb(0,128,0);">Siapa yang merasa galau dengan lima hal di atas dalam kehidupannya, maka tidak ada kesempatan baginya untuk tertawa. [2]</span></p>
<p><span style="color:rgb(0,128,0);">Ibrahim at-Taimi rahimahullah berkata, “Berapa jarak antara kalian dengan mereka (orang-orang shalih)? Dunia datang kepada mereka, tetapi mereka meninggalkannya, dan dunia meninggalkan kalian, tetapi kalian terus mengejarnya.” [3]</span></p>
<p><span style="color:rgb(0,128,0);">Seakan-akan engkau tidak mendengar berita orang-orang terdahulu, dan tidak melihat apa yang dilakukan oleh zaman terhadap mereka yang ada.</p>
<p>Jika engkau tidak tahu, maka itu semua adalah rumah-rumah mereka,</p>
<p>yang dihancurkan oleh angin dan hujan.</span></p>
<p><span style="color:rgb(0,128,0);">Demikianlah mereka semua telah berlalu dan orang yang ada sekarang ini,</p>
<p>berlalu sehingga mereka semua kelak dikumpulkan.</p>
<p>Sampai kapan engkau tidak bangkit sedangkan waktu yang ditentukan telah dekat dan sampai kapan bendungan di dalam hatimu tidak terbelah.</span></p>
<p><span style="color:rgb(0,128,0);">Sungguh engkau akan bangkit ketika semua penutup telah terbuka dan engkau akan mengingat kata-kataku ketika tidak bermanfaat lagi apa yang engkau ingat.</span></p>
<p><span style="color:rgb(0,128,0);">Abu Dzarr al-Ghifari Radhiyallahu &#8216;anhu berdiri di dekat Ka’bah dan berkata, “Wahai manusia, aku adalah Jundub al-Ghifari, marilah kita menuju saudara kita yang selalu memberikan nasihat.” Lalu yang lainnya berkerumun mengelilinginya, beliau berkata, “Bagaimana pendapat kalian jika hendak melakukan perjalanan, bukankah dia akan menyiapkan perbekalan dan segala sesuatu yang dibutuhkannya?” Mereka semua menjawab, “Tentu saja.” Lalu dia berkata lagi, “Sesungguhnya perjalanan menuju akhirat adalah lebih jauh, maka ambillah segala sesuatu yang kalian butuhkan!” Mereka semua bertanya, “Apa yang kami butuhkan itu?” Beliau berkata, “Lakukanlah haji sebagai persiapan untuk masalah-masalah yang sangat besar. Berpuasalah pada suatu hari yang sangat panas sebagai bekal untuk hari di mana semua manusia dikumpulkan. Lakukanlah shalat dua raka’at di malam yang gelap sebagai persiapan bagi ketakutan di dalam kubur, sebuah kalimat yang baik engkau katakan atau diam untuk tidak mengungkapkan kata-kata yang jelek sebagai bekal bagi hari yang sangat agung, bershadaqahlah dengan hartamu agar engkau selamat pada hari yang penuh dengan kesulitan, jadikanlah dunia menjadi dua majelis: satu majelis untuk mencari yang halal (rizki) dan satu majelis untuk mencari kebahagiaan di akhirat, sedangkan yang ketiganya akan mencelakakanmu dan tidak bermanfaat bagimu. Bagilah harta itu menjadi dua dirham, satu dirham dinafkahkan untuk keluarga dan satu dirham lainnya engkau persembahkan untuk akhirat.”</span></p>
<p><span style="color:rgb(0,128,0);">Saudaraku semuslim…</p>
<p>Lihatlah orang yang mendapatkan dunia dan per-hiasannya,</p>
<p>apakah dia pergi dengan membawa selain amal dan kafan.</span></p>
<p><span style="color:rgb(0,128,0);">Al-Hasan al-Bashri, kehidupannya sangat berbeda dengan kehidupan kita, beliau rahimahullah berkata, “Aku mendapati suatu kaum (para Sahabat Nabi) dan bersanding dengan beberapa orang dari mereka, mereka sama sekali tidak merasa senang dengan dunia yang didapatkan dan sama sekali tidak mengejar dunia yang lari dari mereka. Dunia di mata mereka lebih hina daripada tanah, bahkan salah satu di antara me-reka hidup selama lima puluh tahun atau enam puluh tahun. Akan tetapi ia tidak pernah memiliki pakaian yang cukup dan tidak pernah memiliki tungku yang baik, ia sama sekali tidak membuat penghalang antara tanah dengan dirinya dan tidak pernah memerintahkan orang yang ada di rumahnya untuk membuat sebuah makanan baginya. Tetapi ketika malam tiba, mereka menancapkan kedua kaki dengan berdiri dan menghamparkan wajah-wajah mereka untuk bersujud, air mata berlinang, mengalir di garis wajah mereka dengan bermunajat kepada Rabb dalam kebebasan mereka. Jika mereka melakukan suatu kebaikan, maka mereka selalu mensyukurinya dan memohon kepada Allah agar amal itu diterima. Dan jika mereka melakukan kejelekan, maka perasaan sedih selalu menghantui dan mereka pun terus memohon kepada Allah agar diampuni. Demi Allah, mereka sama sekali tidak akan selamat dari dosa kecuali dengan ampunan Allah sebagai kasih-sayang dan karunia bagi mereka.”[4]</span></p>
<p><span style="color:rgb(0,128,0);">Saudaraku tercinta, di manakah kita di antara mereka?!</p>
<p>Engkau menyambungkan dosa dengan dosa dan berharap mendapatkan,</p>
<p>Surga dan kebahagiaan ahli ibadah dengannya.</p>
<p>Dan engkau lupa sesungguhnya Allah mengeluarkan Adam,</p>
<p>darinya menuju dunia hanya karena satu kesalahan (dosa).</span></p>
<p><span style="color:rgb(0,128,0);">Kita -wahai saudaraku- mencari kenikmatan dan kebahagiaan dengan menjauhi segala kekeruhan.</span></p>
<p><span style="color:rgb(0,128,0);">Inilah keadaan kita, adapun keadaan Abud Darda’ sebagaimana yang digambarkan oleh beliau dalam ungkapannya, “Aku mencintai kefakiran karena kerendahan hatiku kepada Allah, aku mencintai kematian karena kerinduanku kepada-Nya, dan aku mencintai kondisiku dalam keadaan sakit sebagai penghapus atas dosa-dosaku.”[5]</span></p>
<p><span style="color:rgb(0,128,0);">Manusia memiliki ketamakan terhadap dunia dengan rencananya,</p>
<p>sedangkan kejernihannya telah tercampur dengan kekeruhan.</p>
<p>Setelah dunia itu dibagikan, sebenarnya mereka sama sekali tidak dikaruniai rizki karena akal mereka, akan tetapi mereka dikaruniai dengan takdir Allah.</span></p>
<p><span style="color:rgb(0,128,0);">Berapa banyak orang yang beradab lagi cerdas tetapi dunia tidak memihak kepadanya</p>
<p>dan berapa banyak orang bodoh yang mendapatkan dunia hanya dengan kelalaian.</p>
<p>Seandainya dunia itu didapatkan dengan kekuatan atau dengan menggulingkan,</p>
<p>niscaya elang akan terbang dengan membawa makanan burung pipit. [6]</span></p>
<p><span style="color:rgb(0,128,0);">Dunia walaupun dia adalah sesuatu yang sangat hina, hanya saja dia adalah sebuah lorong perjalanan menuju akhirat dan sebuah jembatan menuju dua tempat, Surga atau Neraka. Marilah kita melihat satu lorong yang mengantarkan seseorang menuju Surga, yaitu amal (shalih) di dunia.</span></p>
<p><span style="color:rgb(0,128,0);">Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda:</span></p>
<p><span style="color:rgb(0,128,0);">“Seseorang dari kalangan sebelum kalian dihisab akan tetapi tidak didapat darinya satu kebaikan pun hanya saja dia adalah orang yang selalu bergaul dengan selainnya yang ada dalam keadaan sulit, dia memerintahkan anak mudanya untuk membayarkan hutang orang yang sulit tadi. Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman, ‘Aku sebenarnya lebih berhak untuk melakukannya, maka ampunilah ia.’” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dengan lafazh milik Muslim]</span></p>
<p><span style="color:rgb(0,128,0);">Imam asy-Syafi’i rahimahullah berkata, “Amal yang paling sulit adalah tiga macam: berderma dalam keadaan sulit, wara’ dalam keadaan menyendiri dan sebuah ungkapan yang hak di hadapan orang yang diharapkan dan orang yang ditakuti.”[7]</span></p>
<p><span style="color:rgb(0,128,0);">Al-Hasan rahimahullah berkata, “Esok hari setiap orang sesuai dengan apa yang menjadi beban fikirannya dan setiap orang yang memikirkan sesuatu, maka dia akan banyak mengingatnya. Sesungguhnya tidak ada dunia bagi orang yang tidak memikirkan akhirat. Dan siapa saja yang lebih mementingkan dunia daripada akhirat, maka dia tidak akan mendapatkan dunia dan akhirat.”[8]</span></p>
<p><span style="color:rgb(0,0,128);">[Disalin dari kitab Ad-Dun-yaa Zhillun Zaa-il, Penulis ‘Abdul Malik bin Muhammad al-Qasim, Edisi Indonesia Menyikapi Kehidupan Dunia Negeri Ujian Penuh Cobaan, Penerjemah Beni Sarbeni, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir]</span></p>
<p><span style="color:rgb(128,0,128);">__________</p>
<p>Footnotes</p>
<p>[1]. Irsyaadil ‘Ibaad, hal. 120.</p>
<p>[2]. Tanbiihul Ghaafiliin (I/213).</p>
<p>[3]. Shifatush Shafwah (III/90) dan as-Siyar (V/61).</p>
<p>[4]. Al-Ihyaa’ (IV/239).</p>
<p>[5]. Az-Zuhd, hal. 217.</p>
<p>[6]. Taariikhul Khulafaa’, hal. 171.</p>
<p>[7]. Shifatush Shafwah (II/251).</p>
<p>[8]. Hilyatul Auliyaa’, hal. 144</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Confusius dan Muridnya]]></title>
<link>http://islamabangan.wordpress.com/2009/12/16/confusius-dan-muridnya/</link>
<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 02:38:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>Lambang</dc:creator>
<guid>http://islamabangan.wordpress.com/2009/12/16/confusius-dan-muridnya/</guid>
<description><![CDATA[Yan Hui adalah murid kesayangan Confusius yang suka belajar dan sifatnya baik. Pada suatu hari ketik]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Yan Hui adalah murid kesayangan Confusius yang suka belajar dan sifatnya baik. Pada suatu hari ketik]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Empat Lilin]]></title>
<link>http://islamabangan.wordpress.com/2009/12/13/empat-lilin/</link>
<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 05:29:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>Lambang</dc:creator>
<guid>http://islamabangan.wordpress.com/2009/12/13/empat-lilin/</guid>
<description><![CDATA[Ada empat buah lilin yang sedang menyala. Sedikit demi sedikit tetesan lilin yang meleleh meluncur k]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ada empat buah lilin yang sedang menyala. Sedikit demi sedikit tetesan lilin yang meleleh meluncur k]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Think Out Of The Box]]></title>
<link>http://memorimia.wordpress.com/2009/12/11/out-of-the-box/</link>
<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 13:54:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>lamya</dc:creator>
<guid>http://memorimia.wordpress.com/2009/12/11/out-of-the-box/</guid>
<description><![CDATA[start to do something new.. and  realize what you are really  capable of]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong><span style="color:#808000;">start to do something new<span style="color:#000000;">..</span></span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#808000;"><span style="color:#000000;"><a href="http://memorimia.wordpress.com/files/2009/12/kucing-terbang.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-349" title="the flying cat" src="http://memorimia.wordpress.com/files/2009/12/kucing-terbang.jpg" alt="" width="500" height="335" /></a></span></span></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><span style="color:#008000;">and  realize what you are really  capable of <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </span></strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Akar Gerakan Islam Radikal]]></title>
<link>http://islamabangan.wordpress.com/2009/12/11/akar-gerakan-islam-radikal/</link>
<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 19:12:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>Lambang</dc:creator>
<guid>http://islamabangan.wordpress.com/2009/12/11/akar-gerakan-islam-radikal/</guid>
<description><![CDATA[Akar Gerakan Islam Radikal Oleh: Said Aqil Siradj, Ketua PBNU RADIKALISME telah menjadi gejala umum ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Akar Gerakan Islam Radikal Oleh: Said Aqil Siradj, Ketua PBNU RADIKALISME telah menjadi gejala umum ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hocus Pocus Pilatus, Puf, ...Hilang!]]></title>
<link>http://rioseto.wordpress.com/2009/12/10/hocus-pocus-pilatus-puf-hilang/</link>
<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 11:58:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>rioseto</dc:creator>
<guid>http://rioseto.wordpress.com/2009/12/10/hocus-pocus-pilatus-puf-hilang/</guid>
<description><![CDATA[Teknologi pakaian atau garmen, mengalami kemajuan yang bukan main! Di posting &#8220;Ketika Seni Ket]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://www.youtube.com/watch?v=vEm4EY4IWTI"><img class="alignleft size-full wp-image-6509" title="Real Invisible Cloak" src="http://rioseto.wordpress.com/files/2009/12/real-invisible-cloak.jpg" alt="" width="240" height="180" /></a><em>Teknologi pakaian atau garmen, mengalami kemajuan yang bukan main! </em> Di posting &#8220;<a href="http://rioseto.wordpress.com/2009/11/27/ketika-seni-ketemu-teknologi/">Ketika Seni Ketemu Teknologi</a>&#8221; kita menyaksikan pakaian yang indah dengan menyatukan material tekstil dan komponen elektronika; di &#8220;<a href="http://rioseto.wordpress.com/2009/12/09/teknologi-emosi/">Teknologi Emosi</a>&#8220;, selain indah pakaian juga dilengkapi sensor emosi si pemakainya. Sekarang, pakaian bisa dibuat tembus pandang. <em>Hocus, pocus, pilatus&#8230; puf</em>, badan si pemakai jubah pun hilang dari pemandangan! (Klik gambar.)</p>
<p><!--more--></p>
<p>Impian pencipta cerita fiksi <em>Harry Potter </em>atau pencipta <em>game &#8220;</em><em>Dungeons and Dragons</em>&#8221; yang tokoh utamanya bisa menghilang, sebentar lagi menjadi kenyataan.</p>
<p>Ada 2 teknik menghilangkan pemakai mantel atau jubah ajaib. Teknik pertama adalah dengan proyektor. Di belakang punggung, ada kamera yang sedang merekam adegan pemandangannya; gambar ini kemudian disorotkan kembali ke jubah. Material jubah memantulkan bayangan pemandangan yang di belakang tadi. Cerdik juga.</p>
<p>Teknik satu lagi masih dalam pengembangan. Material ini sangat canggih; sinar yang jatuh ke material di&#8221;belok&#8221;kan, berkeliling mengikuti bentuk material kemudian menyatu kembali. Tidak ada sinar yang memantul ke mata sehingga memberi kesan obyeknya, hilang!</p>
<p>Hebat sekali teknologi. Jika kelak benar-benar material ini terwujud aplikasnya luas sekali. Pilot dapat melihat landasan bandara yang menembus lantai kokpit pesawat saat mendarat. Dalam keadaan darurat seperti perang misalnya, <em>tank </em>disamarkan sehingga tidak terdeteksi oleh pandangan musuh. Pengemudi mobil dengan bebas dan leluasa melihat kondisi di sekeliling mobil,<em> depan, samping, belakang, atas, </em>tanpa terhalang kaca, bodi atau kabin mobil. Mobil &#8220;gundul&#8221;! Kaca spion jadi kuno dan tidak diperlukan lagi.</p>
<p>Asyik juga. Celakanya, teknologi canggih ini pasti dimanfaatkan juga untuk tujuan yang kurang baik. Penjahat memasuki rumah tanpa tanpa diketahui, orang membawa barang terlarang tidak bisa dan tidak cukup mengandalkan mata atau kamera saja. Berhati-hatilah.</p>
<p>Mungkin yang menarik dan lucu kalau material dipakai sebagai dinding kamar mandi. Yang mandi senang karena kamar mandi jadi seluas rumah,  yang di luar kamar mandi bingung <em>&#8216;kok </em>rumah<em> </em>tidak ada kamar mandinya, tetapi suara mandi ada. <em>Hii, </em>ngeri juga&#8230;</p>
<p> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
<span style="color:darkblue;">Dua klip &#8220;<em>hilang</em>&#8221; lain bisa ditonton di sini: <a title="Invisible Cloak" href="http://www.youtube.com/watch?v=PD83dqSfC0Y" target="_blank">[1]</a>, <a title="Invisible Cloak 2" href="http://www.youtube.com/watch?v=VNTCxCdHy-o&#38;feature=PlayList&#38;p=EFC1B5CB6DECB364&#38;playnext=1&#38;playnext_from=PL&#38;index=28" target="_blank">[2]</a>.</span> <a href="http://facebook.com/share.php?u=http://rioseto.wordpress.com/2009/12/10/hocus-pocus-pilatus-puf-hilang/&#38;t=hocus+pocus+pilatus+puf+hilang"><img class="alignnone size-full wp-image-6574" title="Facebook logo rs 18x11" src="http://rioseto.wordpress.com/files/2009/12/facebook-logo-rs-18x11.gif" alt="" width="14" height="18" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tentang Atheisme dan Tuhan yang Tak Harus Ada]]></title>
<link>http://islamabangan.wordpress.com/2009/12/09/tentang-atheisme-dan-tuhan-yang-tak-harus-ada/</link>
<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 19:44:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>Lambang</dc:creator>
<guid>http://islamabangan.wordpress.com/2009/12/09/tentang-atheisme-dan-tuhan-yang-tak-harus-ada/</guid>
<description><![CDATA[Artikel Kliping. Oleh: Goenawan Mohamad Hidup dengan janji berarti hidup dalam iman, tapi bukan iman]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Artikel Kliping. Oleh: Goenawan Mohamad Hidup dengan janji berarti hidup dalam iman, tapi bukan iman]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sebaik-baiknya Perniagaan ]]></title>
<link>http://memorimia.wordpress.com/2009/12/08/sebaik-baiknya-perniagaan/</link>
<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 18:07:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>lamya</dc:creator>
<guid>http://memorimia.wordpress.com/2009/12/08/sebaik-baiknya-perniagaan/</guid>
<description><![CDATA[Bismillahirrahmanirrahim. Depok, 5 Desember 2009 di suatu sudut di dalam gerbong kereta jelata Sekil]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong><span style="color:#800080;"><em>Bismillahirrahmanirrahim.</em></span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#000080;">Depok, 5 Desember 2009</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#000080;">di suatu sudut di dalam gerbong kereta jelata</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#000080;">Sekilas,ia nampak biasa-biasa saja. Tidak ada yang nyentrik dari penampilannya. Dari sudut retinaku, aku bisa sedikit memastikan tidak ada <em>Marks &#38; Spencer, Hugo Boss, Giordano, Savero</em> atau brand sekelasnya yang mangkal dibalik cardigan yang dikenakannya. Ia, seperti penumpang pada umumnya, berpakaian sederhana tanpa aksesoris mentereng. Hmm..mungkin pemandangan sedikit berbeda akan kutemui ketika aku naik KRL AC, dimana acapkali tidak sedikit kuamati penumpang dengan atribut berbeda: bapak-bapak paruh baya dengan kemeja berbalut jas hitam, ibu-ibu wanita karir dengan ketinggian <em>high heels </em> beberapa senti, atau beberapa mahasiswi dengan pakaian <em>branded</em> plus aksesoris manis. Sungguh, tanpa harus memandang tempat pun determinasi kelas sosial dengan sendirinya akan merealita. Menampakkan berbagai pribadi yang berbeda (dan jangan-jangan saya sudah termasuk didalamnya? Masya Allah..). Namun dibalik itu semua, siapakah yang dapat mengukur kedalaman hati seseorang? Sungguh hanya Dia-lah yang pantas memberikan penilaian. Bukankah dihadapan-Nya semua terlihat sama? sebab sesungguhnya kita semua makhluk tak berpunya.Cukup bermodal kualitas keimanan kita dapat menarik perhatian-Nya&#8230;(dan ternyata itu beraaattt,huhu)</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#000080;">Kembali ke sosok itu. Yang membuatku sedikit terusik olehnya ialah perilakunya yang &#8216;diluar kebiasaan&#8217; orang pada umumnya. Bukan. Bukan karena gerak-geriknya tampak mencurigakan! Bukan karena ia berperilaku kasar! Bukan karena wajahnya yang terlihat sangar! Tidak, bukan! Tidak ada yang aneh sebenarnya..hanya saja&#8230;ia terlalu panjang tangan! </span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#000080;">Tunggu..jangan menghubungkan panjang tangan disini dengan istilah panjang tangan di Indonesia yang bermakna negatif. Mari kita simak kembali hadits dari Aisyah RA:</span></strong><!--morebaca selengkapnya--></p>
<blockquote><p><strong><span style="color:#ff0000;">Diriwayatkan daripada Aisyah Ummul Mukminin R.A beliau berkata: Rasulullah s.a.w bersabda: Orang yang paling cepat menyusuli aku di kalangan kamu, adalah orang yang paling panjang tangannya. Setelah mendengar sabda baginda, mereka pun mengukur tangan di antara mereka. Ternyata yang paling panjang tangannya di antara kami ialah Zainab, karena beliau bekerja dengan tangannya sendiri dan suka bersedekah </span></strong></p>
</blockquote>
<p><strong><span style="color:#000080;">Ya!Panjang tangan disini pun bermakna kiasan, yang artinya &#8220;paling banyak sedekahnya&#8221;. Semula, istri-istri nabi mengira orang yang akan lebih dahulu menyusul Rasulullah wafat ialah yang terpanjang tangannya diantara mereka. Namun, ketika Zainab binti Jahsy wafat,barulah istri-istri beliau sadar bahwa yang dimaksud panjang tangan ialah orang yang senang melakukan sedekah. Dan wanita yang dimaksud Rasulullah ternyata  Zainab Radiyallahu Anha.</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#000080;">Ketika kereta mulai berjalan, <em>s</em>atu ritual lazim pun terjadi, di dalam kereta ekonomi yang berjalan, ada juga ‘pasar’ dan &#8216;investasi&#8217; berjalan. Disamping banyaknya penjual yang menjajakan barang dagangan, banyak juga pengemis yang beraksi dari latar belakang segala usia. Saya lebih suka menyebutnya sebagai &#8216;investasi&#8217; , entah mengapa, kesannya lebih ringan saja. Meskipun jumlah mereka sudah overload, tetapi bagaimanapun kehadiran mereka tidak dapat dinafikkan begitu saja. Sebab,terkadang ada hubungan mutualisme yang terjadi. Mereka, yang diberi  kelebihan rezeki memiliki kebutuhan untuk berbagi dengan mereka yang tidak mampu secara finansial.  Sebagai imbalannya, Allah justru menjanjikan banyak kenikmatan bagi mereka yang telah menginfakkan hartanya di Jalan-Nya. Subhanallah. .(meskipun begitu, ayo berdo&#8217;a supaya jumlah si miskin di Indonesia berkurang! Terlalu besar ketimpangan sosial, bertambah banyaknya jumlah orang kaya tidak diiringi dengan menciutnya jumlah si miskin. .ironis sekali..)</span></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><span style="color:#000080;"> Hampir pada setiap pengemis yang mendatanginya, ia ulurkan sedekah dari kantongnya. Terhitung nyaris sepuluh pengemis yang mendapat uluran tangannya (karena saya duduk disebelahnya, jadi bisa melihatnya jelas,hehehe..*pakai dihitung segala). Hmm..jujur, entah mengapa untuk hal yang satu ini seringkali saya dibuat ragu. Hati saya selalu lempar tanya&#8221;Siapa yang lebih berhak menerima? Dia..atau dia?&#8221;. Tapi, setelah sempat mengikuti seminar bertema sedekah-nya Pak Purdi Chandra, saya mulai dapat sedikit memahami bahwa ketika hati sudah tergerak, maka jangan sampai ada keraguan yang akhirnya menunda niat baik kita. Terlepas kepada siapa harta dinafkahkan, maka sebenarnya sudah tidak menjadi kewajiban kita untuk mempertanggungjawabkan kemana harta itu dialokasikan.  Di sini infaq  nafilah termasuk amal ibadah yang memberikan masukkan besar bagi pelakunya, bahkan batasan jumlah pahala tersebut tidak terhingga dan hanya Allah-lah yang mengetahuinya.</span></strong></p>
<blockquote><p><strong><span style="color:#800080;">“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (al-Baqarah:261)</span></strong></p>
</blockquote>
<blockquote><p><strong><span style="color:#800000;">&#8221; Allah akan menggantikan harta yang dishadaqahkan, memberkahinya dan menambahkan karunia-Nya.&#8221; (QS. 34:39)</span></strong></p>
</blockquote>
<blockquote><p><strong><span style="color:#008000;">“… dan barang apa yang kamu nafkahkan maka Allah akan menggantikan harta yang dishadaqahkan, memberkahinya dan menambahkan karunia-Nya”. (Saba’34:39)</span></strong></p>
</blockquote>
<p><strong><span style="color:#000080;">Dan ingatkah kita pada perniagaan yang paling hakiki di hadapan-Nya?</span></strong></p>
<blockquote><p><strong><span style="color:#993300;">&#8220;Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan yang besar.&#8221; (at-Taubah9:11)</span></strong></p>
</blockquote>
<p><strong><span style="color:#000080;">Maka, harga yang telah dibayarkan Tuhan jik a kita menimbang kembali umur dan pengorbanan serta diri dan harta benda yang pada hakikatnya adalah milik-Nya semata, adalah terlalu mahal. Yang akan kita terima tidak akan sepadan dengan apa yang sudah/akan diberikan kepada-Nya. Karena hakikatnya sesuatu yang sudah terjual, tidak dapat ditawar kembali..</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#800080;"><em>Wallahu a&#8217;lamu bis shawwab.</em></span></strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Perubahan Muncul Dari Dalam Diri]]></title>
<link>http://islamabangan.wordpress.com/2009/12/04/perubahan-muncul-dari-dalam-diri/</link>
<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 10:58:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>Lambang</dc:creator>
<guid>http://islamabangan.wordpress.com/2009/12/04/perubahan-muncul-dari-dalam-diri/</guid>
<description><![CDATA[Tidak ada sesuatu yang tidak diinginkan dalam eksistensi kehidupan ini. Kita bukanlah muncul secara ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Tidak ada sesuatu yang tidak diinginkan dalam eksistensi kehidupan ini. Kita bukanlah muncul secara ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kencan Spiritual]]></title>
<link>http://islamabangan.wordpress.com/2009/12/03/kencan-spiritual/</link>
<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 18:51:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>Lambang</dc:creator>
<guid>http://islamabangan.wordpress.com/2009/12/03/kencan-spiritual/</guid>
<description><![CDATA[Kencan Spiritual adalah pertemuan atau kencan yang menggunakan metode pencerahan (enlightenment) ata]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kencan Spiritual adalah pertemuan atau kencan yang menggunakan metode pencerahan (enlightenment) ata]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sim-Sala ...Bim!]]></title>
<link>http://rioseto.wordpress.com/2009/11/30/sim-sala-bim/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 10:38:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>rioseto</dc:creator>
<guid>http://rioseto.wordpress.com/2009/11/30/sim-sala-bim/</guid>
<description><![CDATA[Kriing! Lihat lengan, bayangan telepon muncul perlahan-lahan dari bawah permukaan kulit. Siapa meman]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-full wp-image-6189" title="Digital_tattoo0" src="http://rioseto.wordpress.com/files/2009/11/digital_tattoo02.jpg" alt="" width="240" height="146" /><em>Kriing! </em>Lihat lengan, bayangan telepon muncul perlahan-lahan dari bawah permukaan kulit. Siapa memanggil? Ada tertayang di sana. Ooh dia, tekan tombol bicara&#8230; <em>hai, apa kabar?</em> (Lanjut! Oceh, ketawa, senyum&#8230;)</p>
<p>Selesai? Tekan tombol penutup dan <em>sim-sala-bim, </em>telepon seluler menghilang kembali! (Gambar <a title="Digital tattoo www.core77.com" href="http://www.core77.com/competitions/GreenerGadgets/projects/4673/" target="_blank">kiri</a>.)</p>
<p><!--more--></p>
<p>Diduga inilah bakal teknologi komunikasi masa depan. Produk IT ditanam di bawah kulit yang saat diperlukan, bayangannya saja yang tampil di permukaan kulit. Selesai, bayangan itu pun menghilang.</p>
<p>Orang menyebutnya <em>e- tattoo </em>atau <em>digital tattoo! </em>Memang mirip <em>tato, </em>tetapi bukan tato biasa. Tato ini istimewa, <em>sim-sala-bim, bisa </em>bolak-balik muncul dan hilang. Gambar di sebelahnya adalah contoh eksperimen tato digital berupa <em>keypad </em>yang akan aktif, bila tombolnya ditekan. Lihat demonya <a title="Keypad digital tattoo" href="http://prototypen.com/blog/falk/archive/design/interfacedesign/digital-tatoo-g.html" target="_blank">di sini</a> (120 kB).</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-6182" title="Digital_tattoo3" src="http://rioseto.wordpress.com/files/2009/11/digital_tattoo3.jpg" alt="" width="120" height="100" />Baterenya? Percaya atau tidak, sumber energi telepon ini berasal dari <em>nasi! </em>Nasi yang biasa kita makan itu, diubah jadi gula yang masuk ke dalam darah. Darah kemudian mengalir melalui sel batere (gambar samping). <em>Sim-sala-bim! </em>Jadilah listrik. Lampu menyala, telepon pun berdering!</p>
<p>Kalau <em>teknologi kulit </em>benar bisa diwujudkan, tentu tidak cuma telepon, <em>video player</em>, <em>kalkulator</em>, <em>pencatat data kondisi kesehatan</em> kita, sebagian fungsi komputer dan perangkat nirkabel <em>bluetooth </em>untuk berkomunikasi dengan perangkat IT di sekitarnya, bukan mustahil ditanam di bawah kulit.</p>
<p>Gagasan lebih <em>gila</em> adalah menjadikan <em>digital tattoo </em>sebagai ungkapan cinta! Emosi yang terbangun saat berpelukan mesra ternyata bereaksi sangat kuat, sehingga energi yang terkumpul sanggup memunculkan bayangan tato ke atas permukaan kulit! (Gambar bawah.)</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-6203" title="Digital-Tattoo Philips0" src="http://rioseto.wordpress.com/files/2009/11/digital-tattoo-philips0.jpg" alt="" width="429" height="160" /></p>
<p>Wow, luar biasa. Sukar dipercaya tetapi itulah riset; <em>Philips, </em>produsennya, merekam proses kaitan kemesraan dengan kemunculan tato ke sebuah klip yang dapat dilihat <a title="Philips Digital Tattoo" href="http://link.live.philips.com/services/player/bcpid1875256036?bctid=25240201001" target="_blank">di sini</a> (penasaran).</p>
<p><em>Philips</em>, yang dahulu sempat pabriknya ada di Bandung memang dikenal sebagai pionir dalam terobosan teknologi. Nanti kita coba kupas di posting mendatang.</p>
<p><em>Sim-sala-bim!</em></p>
<p><span style="color:darkblue;font-size:small;">(tuli<span style="color:darkblue;font-size:x-small;">san </span><span style="color:grey;font-size:xx-small;">menghilang.) <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </span></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tentang Ruh]]></title>
<link>http://sisableng.wordpress.com/2009/11/30/tentang-ruh/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 19:50:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>sisableng</dc:creator>
<guid>http://sisableng.wordpress.com/2009/11/30/tentang-ruh/</guid>
<description><![CDATA[Didalam agama Islam, ruh atau roh sangat sedikit disebutkan penjelasannya, tapi walaupun sedikit kal]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Didalam agama Islam, ruh atau roh sangat sedikit disebutkan penjelasannya, tapi walaupun sedikit kalau tidak disia-siakan atau di syukuri akan menjadi banyak. Menurut Al Qur&#8217;an Surat Al Isra&#8217; ayat 17 yg artinya &#8220;Katakanlah: Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan kecuali sangat sedikit&#8221;. Jadi manusia itu diberi pengetahuan tentang roh itu secara luas apabila yg sedikit itu tidak disia-siakan dan menjadi sangat sedikit apabila yg sangat sedikit itu dianggap sangat sedikit, jadi semuanya tergantung persepsi masing2.</p>
<p>Berikut ini adalah penjelasan dan bagian2 dari roh yg kesemuanya ada 9 macam dari literatur yg saya miliki, sama sekali tidak bermaksud untuk menggurui atau sok tahu karena saya hanya menulis apa adanya yg ada dan hanya mau berbagi saja.<br />
1. roh idofi atau roh ilofi<br />
Adalah roh yg sangat utama bagi manusia. Roh idofi juga disebut &#8220;johar awal suci&#8221;. Karena roh inilah manusia dapat hidup, bila roh ini keluar dari raga maka manusia yg bersangkutan akan mati, roh ini sering disebut &#8220;nyawa&#8221;.<br />
Roh idofi adalah sumber dari roh2 lainnya, apabila roh idofi keluar dari raga maka akan diikuti roh2 lainnya, sebaliknya apabila salah satu dari yg delapan itu keluar maka roh idofi akan tetap tinggal dan manusia itu masih hidup.<br />
Bagi yg sudah pada tahap iradat Tuhan atau kebatinan tingkat tinggi, tentu akan bisa menjumpai roh ini dengan penglihatannya, dan wujudnya mirip diri kita sendiri, baik rupa,suara dan segala sesuatunya bagai bercermin didepan cermin saja.<br />
Meskipu roh2 lain juga demikian tapi kita dapat membedakannnya dengan yg satu ini karena alam roh idofi berupa cahaya terang benderang dan rasanya sejuk tenteram(bukan dingin), dan tentu saja kita bisa menjumpainya apabila kita sudah sampai pada tingkat &#8220;Insan Kamil&#8221;.<br />
2. Roh Rabbani<br />
roh ini dikuasai oleh roh idofi, alamnya roh ini bagi yg bisa menjumpainya ada didalam nur berwarna kuning diam tak bergerak. Bila kita menjumpainya kita tak mempunyai kehendak apa2, hatipun tenteram, tubuh tak merasakan apa2<br />
3. Roh Rohani<br />
Roh inipun dikuasai oleh roh idofi, karena adanya roh rohani ini maka manusia memiliki kehendak dua rupa, kadang2 suka dan kadang2 tidak suka. Roh ini memp[engaruhi perbuatan baik dan buruk. Roh rohani ini menempati pada 4 jenis nafsu, yaitu: nafsu luawamah, nafsu amarah, nafsu sufiyah, nafsu mutmainah. Kalau manusia ditinggalkan roh rohani ini maka manusia tidak mempunyai nafsu lagi, sebab semua nafsu manusia roh inilah yg mengendalikannya, oleh karena itu apabila manusia bisa mengendalikan roh rohani dgn baik maka akan hidup dalam kemuliaan.<br />
Roh rohani ini sifatnya mengikuti penglihatan yg melihat, dimana pandangan kita tempatkan maka disitu roh rohani berada. Sebelum kita menjumpainya, terlebih dahulu kita melihat bermacam-macam cahaya bagai kunang2, setelah cahaya tsb menghilang, barulah muncul roh rohani itu.<br />
4. Roh Nurani<!--more--><br />
Roh Nurani dibawah pengaruh roh idofi, roh ini punya pembawaan sifat terang, karena adanya roh ini menjadikan manusia terang hatinya, kalau roh nurani meninggalkan tubuh akan menjadikan manusia yg bersangkutan gelap hati dan pikirannya, sebenarnya pada peristiwa meraga suma, roh inilah yg keluar, walaupun diikuti oleh roh2 lain selain roh idofi.<br />
Roh nurani hanya menguasai nafsu mutmainah saja, apabila manusia ditunggui atau menonjolkan roh nurani maka hati orang itu akan tenteram, air mukanya bercahaya, tidak banyak bicara, tidak ragu2, tidak protes apabila ditimpa kesusahan, suka sedih bahagia dan menderita akan dipandang sama.<br />
5. Roh Kudus atau roh Suci<br />
Roh ini juga dibawah kekuasaan roh idofi, roh ini mempengaruhi yg bersangkutan utk melakukan kebajikan terhadap sesama dan mempengaruhi berbuat ibadah sesuai kepercayaan yg dianut.<br />
6. Roh Rahmani<br />
Roh ini dibawah roh idofi, roh ini juga disebut roh pemurah karena diambil dari kata &#8220;rahman&#8221; yg artinya pemurah, roh ini mempengaruhi manusia berbuat sosial dan suka memberi.<br />
7. Roh Jasmani<br />
Roh ini juga dibawah kendali roh idofi, roh ini menguasai seluruh darah dan urat syaraf manusia. karena adanya roh ini maka manusia bisa merasakan adanya sakit, lesu, lelah, segar dsb, apabila roh ini keluar dari tubuh maka ditusuk pisaupun tidak akan merasa sakit.<br />
Roh jasmani menguasai nafsu amarah dan hewani seperti malas, suka setubuh, serakah dan lain sebagainya, wujud roh ini sama seperti kita hanya berwarna merah.<br />
8. Roh Nabati<br />
adalah roh yg mengendalikan perkembangan dan pertumbuhan badan, roh ini juga dibawah kendali roh idofi<br />
9. roh Rewani<br />
adalah roh yg menjaga raga kita, apabila roh rewani keluar maka orang yg bersangkutan akan tidur, apabila orang tsb tidur dan bermimpi bertemu arwah seseorang maka roh rewani org tsb yg menemui si arwah, jadi mimpi itu hasil kerja roh rewani. roh rewani juga mengendalikan otak manusia, roh ini juga dibawah kendali roh idofi.<br />
demikianlah penjelasan mengenai kesembilan roh atau laipsan roh yg ada pada diri manusia yg kesemuanya ada dibawah pengaruh roh idofi.</p>
<p>Penjelasan singkat oleh penulis<br />
Sebenarnya masih banyak roh2 lain yg tidak kita ketahui yg ada didalam diri kita, akan tetapi manusia menggunakan berbagai pendekatan untuk mengenal roh dan diri kita sendiri dengan cara salah satunya adalah meditasi, dengan meditasi pulalah Sidharta Gautama mencapai pencerahan Budha, dengan meditasi Sri Babaji Nagaraj bisa hidup ribuan tahun dan bisa dichanneling oleh para ahli kundalini dan reiki di seluruh dunia setiap saat, dengan meditasilah Panembahan Senopati bisa menyetubuhi alam semesta dengan simbolisasi menikahi Kanjeng Ratu Kidul walaupun banyak yg berpendapat hal itu benar2 terjadi dan bukan hanya simbol.</p>
<p>Menurut Prof Damarjati Supadjar, roh itu Af&#8217;al Allah atau setingkat dibawah Asma Allah, apabila kandungan sudah berusia kira2 4 bulan maka Tuhan meniupkan roh ke janin yang artinya janin akan responsif pada getaran roh atau &#8220;osik malik&#8221;, perlu diketahui bahwa sejatinya roh itu ditangan Tuhan, jadi fenomena2 roh diatas tak lain adalah akibat dari pertemuan roh yg ditangan Tuhan dengan jasad dengan kata lain yg sangat gaib(roh) bertemu yg sangat kasar(jasad) maka akan timbul gradasi atau tingkatan2 diantara keduanya, pertemuan antara roh ditangan Tuhan dengan jasad juga menimbulkan fenomena2 seperti kakang kawah adi ari2, sedulur papat limo pancer, qorin, dan guardian angel atau malaikat penjaga, kesemua fenomena tsb adalah bukan karena adanya campur tangan dari jin tapi merupakan fenomena alami yg merupakan anugerah dari Tuhan yg harus kita syukuri.</p>
<p>Walau bagaimanapun juga manusia menjelaskan tentang roh dengan bermacam-macam teori tetaplah tidak akan bisa menyingkap hakekat roh yg sebenarnya, semua teori diatas adalah pendekatan untuk mencapai kebenaran tentang roh, tetap saja hakekat roh sebenarnya menjadi milik Tuhan, manusia hanya bisa berusaha. Menurut pandangan saya pribadi, roh itu satu dan tidak terpecah-pecah atau berkeping-keping pada tiap individu, yaitu yg ditangan Tuhan, dasarnya adalah kita itu mempunyai jalinan tak kasat mata atau terhubung secara gaib satu sama lain(hidden connection) oleh karena itu manusia bisa telepati, mustahil bisa telepati tapi tidak ada hubungan, roh itu ibarat matahari yg satu yg menyinari muka bumi dan makhluk2 yg dipermukaan bumi akan merespon sinar matahari dengan berbagai cara, tumbuhan akan tumbuh menyongsong sinar matahari, hewan dan manusia akan beraktivitas menikmati energi yg dipancarkannya, bahkan semua benda di dunia ini mempunyai warna karena sinar matahari. Apabila tumbuhan, hewan dan manusia merespon thd cahaya matahari, lebih2 terhadap Tuhan yg dipancarkan oleh roh yg ditangan Tuhan, respon inilah yg disebut Hidup.</p>
<p>Diculik dari Blogna <a href="http://kanktono.blogspot.com/2009/07/mengenal-ruh.html">Kang TONO</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sya'ir Rumi]]></title>
<link>http://sisableng.wordpress.com/2009/11/30/syair-rumi/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 19:13:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>sisableng</dc:creator>
<guid>http://sisableng.wordpress.com/2009/11/30/syair-rumi/</guid>
<description><![CDATA[Ia berkata, “Siapa itu berada di pintu?” Aku berkata, “Hamba sahaya Paduka.” Ia berkata, “Kenapa kau]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong><em>Ia berkata, “Siapa itu berada di pintu?”<br />
Aku berkata, “Hamba sahaya Paduka.”<br />
Ia berkata, “Kenapa kau ke mari?”<br />
Aku berkata, “Untuk menyampaikan hormat padamu, Gusti.”<br />
Ia berkata, “Berapa lama kau bisa bertahan?”<br />
Aku berkata, “Sampai ada panggilan.”<br />
Aku pun menyatakan cinta, aku mengambil sumpah<br />
Bahwa demi cinta aku telah kehilangan kekuasaan.<br />
Ia berkata, “Hakim menuntut saksi kalau ada pernyataan.”<br />
Aku berkata, “Air mata adalah saksiku, pucatnya wajahku adalah buktiku.”<br />
Ia berkata, “Saksi tidak sah, matamu juling.”<br />
Aku berkata, “Karena wibawa keadilanMu mataku terbebas dari dosa.”</p>
<p>Syair religius di atas adalah cuplikan dari salah satu puisi karya penyair sufi terbesar dari Persia, Jalaluddin Rumi. Kebesaran Rumi terletak pada kedalaman ilmu dan kemampuan mengungkapkan perasaannya ke dalam bahasa yang indah. Karena kedalaman ilmunya itu, puisi-puisi Rumi juga dikenal mempunyai kedalaman makna. Dua hal itulah –kedalaman makna dan keindahan bahasa– yang menyebabkan puisi-puisi Rumi sulit tertandingi oleh penyair sufi sebelum maupun sesudahnya.</p>
<p>***</p>
<p>   Aku mati sebagai mineral<br />
   dan menjelma sebagai tumbuhan,<br />
   aku mati sebagai tumbuhan<br />
   dan lahir kembali sebagai binatang.<br />
   Aku mati sebagai binatang dan kini manusia.<br />
   Kenapa aku harus takut?<br />
   Maut tidak pernah mengurangi sesuatu dari diriku.</p>
<p>Sekali lagi,<!--more--><br />
aku masih harus mati sebagai manusia,<br />
dan lahir di alam para malaikat.<br />
Bahkan setelah menjelma sebagai malaikat,<br />
aku masih harus mati lagi;<br />
Karena, kecuali Tuhan,<br />
tidak ada sesuatu yang kekal abadi.</p>
<p>Setelah kelahiranku sebagai malaikat,<br />
aku masih akan menjelma lagi<br />
dalam bentuk yang tak kupahami.<br />
Ah, biarkan diriku lenyap,<br />
memasuki kekosongan, kasunyataan<br />
Karena hanya dalam kasunyataan itu<br />
terdengar nyanyian mulia;</p>
<p>“Kepada Nya, kita semua akan kembali”</p>
<p>***</p>
<p>Apa Yang mesti Ku lakukan</p>
<p>Apa yang mesti kulakukan, O Muslim? Aku tak mengenal diriku sendiri<br />
Aku bukan Kristen, bukan Yahudi, bukan Gabar, bukan Muslim<br />
Aku bukan dari Timur, bukan dari Barat, bukan dari darat, bukan dari laut,<br />
Aku bukan dari alam, bukan dari langit berputar,<br />
Aku bukan dari tanah, bukan dari air, bukan dari udara, bukan dari api,<br />
Aku bukan dari cahaya, bukan dari debu, bukan dari wujud dan bukan dari hal<br />
Aku bukan dari India, bukan dari Cina, bukan dari Bulgaria, bukan dari Saqsin,<br />
Aku bukan dari Kerajaan Iraq, bukan dari negeri Korazan.<br />
Aku bukan dari dunia ini ataupun dari akhirat, bukan dari Sorga ataupun Neraka<br />
Aku bukan dari Adam, bukan dari Hawa, bukan dari Firdaus bukan dari Rizwan<br />
Tempatku adalah Tanpa tempat, jejakku adalah tak berjejak<br />
Ini bukan raga dan jiwa, sebab aku milik jiwa Kekasih<br />
Telah ku buang anggapan ganda, kulihat dua dunia ini esa<br />
Esa yang kucari, Esa yang kutahu, Esa yang kulihat, Esa yang ku panggil<br />
Ia yang pertama, Ia yang terakhir, Ia yang lahir, Ia yang bathin<br />
Tidak ada yang kuketahui kecuali : “Ya Hu” dan “Ya man Hu”<br />
Aku mabok oleh piala Cinta, dua dunia lewat tanpa kutahu<br />
Aku tak berbuat apa pun kecuali mabok gila-gilaan<br />
Kalau sekali saja aku semenit tanpa Kau,<br />
Saat itu aku pasti menyesali hidupku<br />
Jika sekali di dunia ini aku pernah sejenak senyum,<br />
Aku akan merambah dua dunia, aku akan menari jaya sepanjang masa.<br />
O Syamsi Tabrizi, aku begitu mabok di dunia ini,<br />
Tak ada yang bisa kukisahkan lagi, kecuali tentang mabok dan gila-gilaan.</em></strong><br />
Sumber :  <a href="http://www.khamush.com/melayu/">http://www.khamush.com/melayu/</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mencari Hakekat]]></title>
<link>http://sisableng.wordpress.com/2009/11/30/mencari-hakekat/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 19:01:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>sisableng</dc:creator>
<guid>http://sisableng.wordpress.com/2009/11/30/mencari-hakekat/</guid>
<description><![CDATA[Benarkah langit itu biru, taman itu hijau dan pasir itu putih. Benarkah madu itu manis, maja itu pah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Benarkah langit itu biru, taman itu hijau dan pasir itu putih.</p>
<p>Benarkah madu itu manis, maja itu pahit.</p>
<p>Apakah kayu itu benda kaku, sutera itu lemas.</p>
<p>Benarkah batu itu benda mati.</p>
<p>Betulkah kaca itu bening, tembok itu masif tak tembus cahaya.</p>
<p>*</p>
<p>Tentu saja tidak.</p>
<p>Semua yang bisa dilihat, diraba, dicium dan dirasa bukanlah hakekat. Cahaya yang terbias melalui prisma terurai menjadi tujuh. Apakah tujuh warna itu hakikat?</p>
<p>Tidak.</p>
<p>Tujuh warna adalah spektrum panjang gelombang, perbedaan frekuensi, tidak lebih dan tidak kurang.</p>
<p>Namun itulah keterbatasan mata manusia.</p>
<p>Kelemahan mata kita adalah nikmat Allah sebagai indera yang tidak mampu melihat spektrum gelombang dan merasakan getaran frekuensi sebagai getaran. Yang terjadi hanyalah reaksi saraf di selaput jala mata yang menerima getaran dan meneruskan ke pusat syaraf di otak yang menterjemahkan getaran berita syaraf menjadi warna dan bentuk.</p>
<p>Tetapi gelombang cahaya bukanlah warna. Daun yang hijau bukanlah hijau.</p>
<p>Hijau adalah bahasa otak yang menerima getaran syaraf berdasarkan informasi selaput jala dari sejumlah getaran gelombang dengan frekuensi tertentu yang datang ke arah kita setelah ditolak oleh daun yang menerima cahaya.</p>
<p>Warna-warna pada hakikatnya adalah bukan warna.</p>
<p>***<!--more--></p>
<p>Gula adalah gula. Manisnya gula bukanlah hakikat gula. Untuk yang sehat gula itu manis. Bagi si sakit, syaraf lidahnya memberi isyarat yang berbeda… gula itu pahit. Manis dan pahit adalah bahasa otak, sedangkan gula adalah GULA.</p>
<p>Dinding tembok tidaklah masif. Karena dinding terdiri dari molekul yang terikat dalam ruang kosong antar molekul. Molekul terdiri dari atom yang tergabung dalam ruang antar atom. Sayangnya mata kita amat lemah dan tidak mampu melihat elektron berputar seperti planet di sekeliling matahari. Tembok menjadi masif, karena mata tidak mampu melihat ruang kosong diantara atom dan molekul.</p>
<p>***</p>
<p>Maka seniman menampilkan dunia yang berbeda, karena dunia ini memang tidak seperti yang terlihat. Jika kita melihat langit itu biru, seniman menggambarkan hitam legam bergaris putih atau seperti bulu merak aneka warna.</p>
<p>Seorang saintis berbeda dengan seorang seniman. Jika seniman mencari hakekat dengan intuisi dan perasaan, maka saintis menggunakan rumus-rumus dan hitungan.</p>
<p>Maka hakikat bintang berjarak 5 juta tahun cahaya dari bumi tidak kita tahu. Karena yang kita lihat adalah masa lampau bintang jutaan tahun yang lalu. Karena itu mata adalah mudah dibohongi. Mungkinkah kita silau oleh kilatan cahaya sesuatu yang sebenarnya tidak berwujud.</p>
<p>Karena mata yang lemah, sinar ultra violet tidak terlihat. Begitu juga sinar infra merah. Meskipun secara hakikat kedua sinar tersebut ada, karena panjang gelombangnya tercatat oleh alat.</p>
<p>***</p>
<p>Lidah dan syaraf perasa yang tidak sempurna, ditambah otak yang mudah dimanipulasi. Jadi, dimanakah letak kekuatan manusia?</p>
<p>Alam yang kita lihat bukanlah alam sebenarnya, semata-mata istilah yang kita berikan sendiri. Padahal seluruh tanggapan indera kita bersifat relatif, bukan hakikat.</p>
<p><em><strong>Yang berwarna sesungguhnya tidak berwarna<br />
Yang masif sesungguhnya tidak masif<br />
Yang terlihat sesunguhnya tidak terlihat<br />
Yang terbatas sesungguhnya tak terbatas.</strong></em></p>
<p>Lalu dimanakah mencari <a href="http://renungansufi.wordpress.com/2009/10/19/mencari-hakikat-di-alam-semesta/">hakikat di alam semesta</a>??</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[IDA SANGHYANG WIDHI MENCIPTAKAN BUMI UNTUK KESEJAHTERAAN MANUSIA]]></title>
<link>http://wahana08.wordpress.com/2009/11/29/ida-sanghyang-widhi-menciptakan-bumi-untuk-kesejahteraan-manusia/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 05:54:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>wahana08</dc:creator>
<guid>http://wahana08.wordpress.com/2009/11/29/ida-sanghyang-widhi-menciptakan-bumi-untuk-kesejahteraan-manusia/</guid>
<description><![CDATA[Oleh: Ida Pandita Rsi Agung Dwija Bharadwaja &amp; Bhagawan Dwija Awalnya bumi diciptakan berupa air]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div><span>Oleh: Ida Pandita Rsi Agung Dwija Bharadwaja &#38; Bhagawan Dwija<br />
</span></div>
<p><span><br />
</span></p>
<div><span>Awalnya bumi diciptakan berupa air. Di atas air Dewa Wisnu beryoga; kemudian dari pusar-Nya keluar bunga teratai. Dari bunga teratai keluarlah Dewa Brahma. Ketika Dewa Brahma bertanya tentang diri-Nya, Wisnu menjelaskan bahwa Brahma dilahirkan oleh-Nya, namun Brahma menyangkal. Di saat pertentangan Wisnu dan Brahma memuncak tiba-tiba muncul sebuah Lingga yang besar dan sangat tinggi. Wisnu dan Brahma bertarung untuk membuktikan kesaktian masing-masing dengan cara menemukan pangkal dan puncak Lingga.Wisnu mencari pangkal Lingga; untuk itu Ia berubah menjadi seekor babi. Brahma mencari puncak Lingga, untuk itu Ia berubah menjadi seekor angsa. Keduanya tak berhasil dan seketika hadirlah Dewa Siwa seraya menjelaskan bahwa Mereka bertiga adalah Brahman yang Maha Tunggal di mana segala penciptaan dilaksanakan oleh Brahma, pemeliharaan oleh Wisnu, dan pemusnahan oleh Siwa.<br />
</span></div>
<div><span> </span></div>
<div><span> </span></div>
<div><span> </span></div>
<div><span>Setelah itu Siwa berubah menjadi Mahakala yang sangat kuat, penguasa ruang, waktu, usia dan takdir sehingga dinamakan Mahamrtyunjaya, atau penguasa kematian. Untuk memancarkan energinya, Mahakala lalu menjadi Surya yang mempunyai kekuatan penghancur. Di lain pihak Brahma sebagai pencipta berupaya mengurangi kekuatan Surya agar kehidupan dapat terwujud. Untuk itu Brahma bersama putra-putranya : Kurdama, Daksa, Marici dan Kasyapa menyerap sebagian energy Surya. Kurdama, Daksa dan Marici menciptakan tumbuh-tumbuhan. Tumbuh-tumbuhan menyerap sari-sari bumi dan energi Surya digunakan untuk mengembangkan batang, daun, bunga dan buah. Dengan demikian maka tumbuh-tumbuhan bisa berkembang biak. Kasyapa menciptakan binatang pemakan tumbuh-tumbuhan. Oleh karena tumbuh-tumbuhan menyerap sari-sari bumi, maka Surya masuk ke bumi. Bumi menjadi berlapis-lapis, dari lapisan pertama di permukaan sampai lapisan ke tujuh di pusat bumi, masing-masing bernama : Patala, Witala, Nitala, Sutala, Tatala, Ratala, dan Satala. Di lapisan-lapisan itu terjadilah pembakaran oleh Surya yang menghasilkan batu mulia, minyak, gas, dan berbagai fosil. Di lapisan paling dalam (Satala) energi Surya terpusat menjadi cairan yang sangat panas, disebut Bedawang. Untuk menjaga kestabilan bumi dan juga agar Bedawang yang merupakan inti panas bumi tidak muncrat keluar, maka Bedawang dibelit dua ekor naga yakni Naga Basuki dan Naga Anantaboga. Dengan kondisi seperti ini maka Surya atau Mahakala yang mempunyai energi sangat besar dapat dikendalikan. Bumi selanjutnya menjadi dingin dan air berangsur-angsur menyurut, membeku dan terkonsentrasi di kutub utara dan di kutub selatan. Timbullah daratan atau benua yang luas. Akhirnya manusia diciptakan oleh Sanghyang Widhi dari Panca Mahabhuta yaitu : tanah (pertiwi), air (apah), angin (bayu), surya (teja) dan atmosphere (akasa).<br />
</span></div>
<div><span> </span></div>
<div><span> </span></div>
<div><span> </span></div>
<div><span>Reg Weda, Mandala VIII, Sukta 4.5 : Ayo yonim devakrtam sasada kratva hy agnir amrtam atarit tam osadhis ca vaninas ca garbham bhumis ca visvadhayasambibharti : Mahluk hidup, pepohonan dan bumi mengandung api. Sanghyang Widhi yang mencipta segalanya ini sebagai sumber. Ia menempatkan diri sesuai yang direncanakan alam. Semoga Dia sebagai salah satu fungsi-Nya menerima penghormatan kami atas kekuatan-Nya yang abadi.<br />
</span></div>
<div><span> </span></div>
<div><span> </span></div>
<div><span> </span></div>
<div><span>Manusia yang kemudian tercipta setelah adanya tumbuh-tumbuhan dan binatang, menikmati kamadhuk atau alam semesta bagi kehidupannya. Populasi manusia kemudian bertambah banyak dan kepandaiannyapun makin berkembang. Manusia bisa membuat api yang tersimpan di tetumbuhan dan di bumi. Pembakaran-pembakaran, penggalian tanah, dan penebangan hutan dilakukan sehingga kekuatan Mahakala yang tersimpan kini bangkit dan energynya mencairkan es di kedua kutub. Permukaan air laut pun meninggi dan terbentuklah pulau-pulau yang tadinya berupa daratan atau benua. Manusia pada mulanya hidup dari hasil pertanian dan peternakan. Ketika itu keharmonisan hubungan manusia dengan alam terjaga baik, karena manusia sangat berkepentingan pada kelestarian alam.<br />
</span></div>
<div><span> </span></div>
<div><span> </span></div>
<div><span> </span></div>
<div><span>Pola hidup sebagai petani diliputi nilai-nilai spiritual, karena keyakinan bahwa Sanghyang Widhi telah menganugrahkan kebahagiaan dan kesejahteraan. Tanah, tetumbuhan, binatang, dan sumber-sumber air dihormati dan disayangi, dijaga kelestariannya dan disakralkan dengan menstanakan Wisnu dalam berbagai bentuk manifestasi-Nya. Keyakinan yang menjadi kepercayaan seperti ini berlanjut turun temurun, sampai pada abad ke-19 di saat mana manusia mulai berpikir lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.<br />
</span></div>
<div><span> </span></div>
<div><span> </span></div>
<div><span> </span></div>
<div><span>Revolusi industri kemudian bergulir ke seluruh dunia, mengajarkan pola hidup manusia yang baru, yang mengabaikan kesakralan tanah, air, tetumbuhan, dan binatang-binatang. Tiada lagi rasa bersalah atau berdosa karena merusak tanah demi kepentingan usaha-usaha : industri, perdagangan, jasa-jasa, atau untuk real estate/pemukiman. Tetumbuhan makin berkurang, mata air berkurang, dan bumi dibor untuk pertambangan dan penggalian sumur-sumur minyak bumi, batu bara, dan gas. Pertanian yang tadinya menggunakan pupuk organik diganti dengan pupuk kimia, sehingga tetumbuhan menderita keracunan pada akar, batang, daun dan buah. Akibatnya kemampuan tetumbuhan mengelola energi Surya berkurang, tanah menjadi keras dan tak mampu menyerap energi Surya untuk disalurkan ke lapisan Satala. Oleh karena itu maka energi Surya yang terpendam kembali bangkit menjadi Mahakala. Bedawang terguncang; lilitan Naga Basuki dan Naga Anantabhoga mengendur sehingga energi di lapisan Satala keluar dari pusat bumi. Terjadilah letusan gunung, gempa bumi, laut pasang/tsunami, bumi yang memanas dan perubahan iklim tak menentu. Es di kedua kutub dan di puncak-puncak gunung mencair, permukaan laut meninggi, sehingga pulau-pulau dan benua-benua akan tenggelam bersama-sama dengan segala bentuk kehidupan di atasnya. Dalam purana, keadaan ini disebut Pralaya.<br />
</span></div>
<div><span> </span></div>
<div><span> </span></div>
<div><span> </span></div>
<p><span>Intisari Upanisad yang ada di Brahma Purana dan Siwa Purana seperti diuraikan di atas telah mulai nampak dalam kenyataannya sekarang. Pertanyaan yang muncul, sebagai akhir tulisan ini : Sadarkah umat manusia akan ancaman yang dihadapi ? Selanjutnya : Apa upaya kita untuk menanggulangi atau meminimalisir kerusakan alam ?</p>
<p>Om Trayambhakam yajamahe, sugandhim pusti varadhanam, urvarukam iva bandhanat, mrtyor muksiya mamratat.</p>
<p></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[HARI KIAMAT MENURUT HINDU]]></title>
<link>http://wahana08.wordpress.com/2009/11/29/hari-kiamat-menurut-hindu/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 05:49:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>wahana08</dc:creator>
<guid>http://wahana08.wordpress.com/2009/11/29/hari-kiamat-menurut-hindu/</guid>
<description><![CDATA[Oleh Bhagawan Dwija Apakah akan terjadi &#8220;Kiamat&#8221; ? Ya, disuatu saat kiamat atau dalam ag]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span>Oleh Bhagawan Dwija</span></p>
<p><span><br />
</span><span>Apakah akan terjadi &#8220;Kiamat&#8221; ? Ya, disuatu saat kiamat atau dalam agama Hindu-Bali, disebut &#8220;Pralaya&#8221; pasti akan terjadi. Namun tidak seorang manusiapun bisa memperkirakan atau meramalkan kapan pralaya itu akan terjadi. Kenapa pralaya itu harus terjadi ? Karena Sanghyang Widhi akan menciptakan pembaharuan total pada kehidupan di dunia. Sumber sastra apa yang menyatakan hal ini ? Ada dalam Maha Bharata, khususnya dalam Bharata Yudha, dimana Prabu Salya berkata kepada cucu-cucunya : Nakula dan Sadewa : Dunia ini dibagi dalam empat zaman : Kerthayuga, Trityayuga, Dwaparayuga, dan Kaliyuga. Setelah zaman Kaliyuga, terjadilah pralaya. Ciri-ciri kehidupan manusia di keempat zaman itu : pada zaman Kerthayuga manusia hidup rukun damai, dharma, taat beragama dan sejahtera. Di zaman Trityayuga sudah ada sebagian kecil manusia yang sudah berbuat dosa, tidak melaksanakan dharma. Di zaman Dwaparayuga, manusia selalu terbelah dua, ada yang berbuat dharma, dan ada yang berbuat adharma, selalu bermusuhan, terjadi peperangan, saling mencurigai. Di zaman Kaliyuga, manusia sudah mengutamakan pemilikan benda-benda materi, harta menjadi objek utama yang dikejar dalam kehidupan, ingin memilikinya dengan cara apapun, alam dirusak demi kehidupan, jumlah manusia bertambah berlipat-lipat sehingga alam tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan manusia, peperangan, teror dimana-mana, pemimpin pemerintahan berkongsi dengan pencuri dan penjahat, pemimpin agama dicaci-maki, manusia tidak takut kepata Tuhan, berbuat adharma tidak segan-segan, tidak ada rasa malu apalagi rasa berdosa.</span></p>
<p><span>Maka alam yang dirusak manusia murka. Terjadi bencana alam yang hebat : banjir, longsor, gempa bumi, tsunami, badai, gunung meletus dan lain-lain. Bila manusia merusak alam apakah alam akan binasa ? Tidak, tidak, tidak. Bila manusia merusak alam, maka alam akan membalas memusnahkan manusia. Alam tidak akan kalah, tetapi manusialah yang akan kalah. Kenapa ? karena tubuh manusia diciptakan dari unsur-unsur alam : pertiwi (tanah), apah (air), bayu (angin), teja (matahari), dan akasa (angkasa).</span></p>
<p><span>Bila manusia merusak alam, maka alam (bhuwana agung) akan menarik kembali bagiannya (bhuwana alit = tubuh manusia) untuk menyatu kepada-Nya. Dengan kata lain : ALAM TIDAK AKAN PERNAH MUSNAH. Yang musnah itu manusia. Setelah manusia dimusnahkan, maka alam akan menata kembali kehidupan baru, kembali ke zaman Kerthayuga. Itulah perlunya ada pralaya.</span></p>
<p><span>Bagaimana proses kejadian pralaya itu ? Seperti ketika awal penciptaan bumi, maka seluruh permukaan bumi akan tenggelam oleh air. Seluruhnya menjadi laut, tidak ada daratan sama sekali. Tidak ada kehidupan dalam jangka waktu lama. Selanjutnya Sanghyang Widhi akan menciptakan kembali kehidupan baru seperti kejadian pertama (baca di web ini : Tuhan menciptakan bumi untuk kesejahteraan manusia)</span></p>
<p><span>Kapankah zaman Kaliyuga dimulai ? Zaman Kaliyuga dimulai ketika Parikesit (cucu Arjuna) menjadi Raja Astinapura. Sekarang kita telah berada dizaman Kaliyuga. Lihatlah fenomena disekitar kita, sesuai dengan ciri-ciri pra-pralaya.</span></p>
<p><span>Om Awignamastu namo sidham</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[]]></title>
<link>http://ruhindo.wordpress.com/2009/11/28/32/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 11:57:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>ruhindo</dc:creator>
<guid>http://ruhindo.wordpress.com/2009/11/28/32/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, Aku hendak menjadikan khalifah ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><blockquote><p><span style="color:#0000ff;">&#8220;Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, Aku hendak menjadikan khalifah di bumi. Mereka berkata,&#8221; Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah disana sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu ? &#8220;Dia befirman ,&#8221;Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.&#8221;</span></p></blockquote>
<p>(QS. Al Baqarah : 30)</p>
<p>Hai para penghuni bumi, kita adalah makhluk yang dipilih Allah untuk memimpin bumi. Yang dipilihnya bukan para malaikat yang selalu menunduk dan patuh pada perintah-Nya. Yang selalu bersedia melaksanakan segala yang diminta-Nya.</p>
<p>Khalifah fiil ardh&#8230;.Itu julukan kita dari pencipta kita. Julukan dan panggilan yang tinggi sehingga kita perlu hati-hati dalam menjalankan tugas kita sebagai khalifah di bumi. Tugas sebagai khalifah tidaklah mudah. Merawat rumah sebesar 3&#215;4 m saja kita belum optimal, apalagi bumi yang kita belum tahu pasti luasnya berapa.</p>
<p>Sebagai khalifah, pemimpin makhluk di bumi, ada hal-hal yang harus kita perhatikan. Masalah lingkungan dan tentu saja sesama kita. Akan terasa nyaman, tentram jika kita tinggal di suatu lingkungan yang bebas dari hal-hal yang tidak kita sukai, misalnya dengan polusi udara, penyakit aneh yang setiap tahunnya muncul.</p>
<p>Siapa yang bertanggung jawab atas ketidaknyamanan itu ?<br />
Manusia. Manusialah yang merusak lingkungan itu sendiri sehingga manusia pula yang mengalami akibat dari kerusakan tangannya. Polusi di mana-mana, penyakit pernapasan (ISPA=infeksi saluran pernapasan akut) muncul. Dari mana asal polusi itu ? Dari pembakaran hutan yang tidak memikirkan orang banyak, hanya memikirkan kesenangan beberapa gelintir orang. Itu terjadi jika kemarau panjang saja, tapi polusi udara yang sering kita hadapi sekarang berasal dari sisa pembakaran kendaraan bermotor.</p>
<p>Semakin tahun jalanan semakin macet karena kendaraan semakin banyak. Tidak salah-salah, di Jakarta plat kendaraan berakhir dengan 3 huruf, misalnya B 5162 AFG (semoga tidak ada yang punya plat ini). Ternyata, hal tersebut memberi konstribusi besar bahkan sangat besar pada meningkatnya kuantitas polusi di kota-kota besar. Yang terjadi, lagi-lagi&#8230;.Penyakit asing datang. Imunitas tubuh yang lemah akan menjadikan penyakit itu bermutasi menjadi penyakit baru.</p>
<p>Ayo, selalu ada cara untuk memperbaiki sebelum kemusnahan berangsur menyapa kita. Kembalilah ke alam dan sayangilah alam. Disana telah tersedia solusinya.</p>
<p> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[RSAL Dr Ramelan Surabaya]]></title>
<link>http://piranhamas.wordpress.com/2009/11/28/rsal-dr-ramelan-surabaya/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 07:57:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>Agus Setiyawan</dc:creator>
<guid>http://piranhamas.wordpress.com/2009/11/28/rsal-dr-ramelan-surabaya/</guid>
<description><![CDATA[Pada 24 November 2009 20:27, Sustiami Ami &lt;sustiami@yahoo.co.id&gt; menulis: Terima Kasih Bp. Agu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Pada 24 November 2009 20:27,</p>
<p>Sustiami Ami &#60;<a href="mailto:sustiami@yahoo.co.id">sustiami@yahoo.co.id</a>&#62; menulis:</p>
<p>Terima Kasih Bp. Agus Setiyawan atas Shodaqoh ilmu yang telah di berikan.<br />
Semoga Keikhlasan saudara seaqidah memberikan kebarokahan bagi saya dan Bp. Agus Setiyawan sekeluarga.</p>
<p>Keikhlasan Bp. Agus Setiyawan dalam berbagi ilmu memberikan pencerahan bagi masa depan saya.<br />
Semoga Allah mencatat keikhlasan anda sebagai amalan yang baik.<br />
Amien</p>
<p>Bu Sus<br />
<a href="//www.socialmarker.com/?link='+encodeURIComponent (location.href)+'&#38;title='+encodeURIComponent( document.title);"><img src="http://www.socialmarker.com/bookmark.gif" border="0" alt="share" /></a><a href="http://www.socialmarker.com">Social Bookmarking</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Managing The Heart Capital]]></title>
<link>http://wahana08.wordpress.com/2009/11/28/managing-the-heart-capital/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 01:50:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>wahana08</dc:creator>
<guid>http://wahana08.wordpress.com/2009/11/28/managing-the-heart-capital/</guid>
<description><![CDATA[Bisa jadi, benar kata sejumlah sahabat jernih, sejarah adalah cara sang kehidupan berpetuah ke kita.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><!--X-Subject-Header-End--> <!--X-Head-of-Message--> <!--X-Head-of-Message-End--> <!--X-Head-Body-Sep-Begin--> <!--X-Head-Body-Sep-End--> <!--X-Body-of-Message--></p>
<pre>
<pre>
<pre>
Bisa jadi, benar kata sejumlah sahabat jernih, sejarah adalah cara
sang kehidupan berpetuah ke kita. Jika saja, setiap manusia cermat
mengamati bentangan sejarah yang demikian panjang, mungkin tidak ada
putaran sejarah yang kembali ke tempat semula. Mungkin sejarah akan
bergerak seperti spiral misalnya, atau malah ditandai oleh gerakan
yang kebanyakan naik.

Sebut saja modal kemajuan sebagai contoh. Modal material semata, oleh
sejarah sudah diberitahu jauh-jauh hari, kalau jauh dari cukup untuk
sebagai pendorong kemajuan. Namun, tetap saja ada penguasa dan
pengusaha yang mau lari di atas roda-roda modal material semata.
Tidak hanya Indonesia, hampir semua negara berkembang dintandai oleh
kekeroposan perekonomian terutama karena bertumpu pada modal material
semata. Belakangan, munculnya mega skandal seperti Enron dan Worldcom
di AS bahkan membuka tabir, bahkan di negeri maju sekalipun, modal
material semata tidak cukup.

Lebih dari sekadar keropos, sejumlah negara bahkan tidak maju-maju
hanya karena berkonsentrasi pada modal material seperti utang semata.
Sebagian negara bahkan dililit lingkaran setan hutang tanpa mengenal
batas waktu kapan berakhirnya. Ada juga negara dan perusahaan yang
justru runtuh di tengah limpahan modal material semata. Sebab, di
tengah limpahan materi kemudian orang hanya berebut uang dan
kekuasaan. Lupa tugas-tugas lain yang lebih penting. 

Di tengah-tengah keterbatasan modal material seperti inilah, kemudian
hadir modal intelektual. Di mana intelek, teknologi, rasionalitas
berada memimpin di depan. Hadirnya teknologi informasi dan teknik-
teknik manajemen masuk dalam kategori ini. Untuk alasan inilah hadir
organisasi yang berbasiskan intelektualitas di mana-mana. On line
organization, mobile corporation, e-banking, m-insurance belum lagi
termasuk flat organization, knowledge based corporation semuanya
termasuk bagian dari menyongsong modal intelektual.

Fundamental dalam modal intelektual ini, semuanya dihubungkan melalui
jejaring yang bernama intelektualitas. Lebih pintar, lebih cerdas,
lebih cepat, lebih cermat dan kata lebih lainnya adalah standar dan
ukuran-ukuran keberhasilan. Di sini juga muncul kata benchmarking, di
mana kemajuan orang lain menjadi ukuran kita dalam berlari.
Competition juga muncul dan berkembang pesat dalam hal ini. Apapun
dan bagaimanapun caranya, kemenangan dalam persaingan mutlak
didapatkan. 

Untuk alasan itulah maka teknologi, pengetahuan, cara dan teknologi
mengelola diburu dan dikejar kemana-mana. Ada yang rela membelinya
dengan harga yang amat mahal. Bisnis konsultan berkembang seperti
jamur di musim hujan dalam hal ini. Demikian juga dengan usaha memata-
matai lawan. Ia tidak lagi dilakukan secara malu-malu.

Demikian dahsyatnya peran modal intelektual, banyak pemilik modal
material yang mencium bau kemajuan ini. Maka bergabunglah dua modal
ini sebagai mesin kemajuan. Hasilnya memang dahsyat. Lompatan-
lompatan memang terjadi di mana-mana. Tidak hanya lompatan prestasi
perusahaan, lompatan prestasi bangsa juga terjadi. Ingat, sebelum
krisis, Asia disebut sebagai kawasan dengan lompatan prestasi yang
mengagumkan. Di kawasan ini juga muncul pengusaha-pengusaha dadakan
yang muncul mengagetkan. Jumlah kekayaan bank, tiba-tiba
menggelembung demikian cepatnya tidak bisa diketahui dari mana
sumbernya. Pengusaha-pengusaha baru tiba-tiba secara mengagetkan
muncul ke permukaan.

Dan sebagaimana telah dicatat rapi oleh sejarah, semua yang serba
dadakan ini kemudian runtuh tanpa sepenuhnya bisa dijelaskan. Setelah
runtuh, bahkan membukakan luka-luka lebar yang berbahaya. Dari
sinilah, timbul pemikiran untuk mencari another source of capital.
Dan the heart capital, layak dipikirkan dalam hal ini.

Agak berbeda dengan pemuja-pemujua modal material dan modal
intelektual yang menempatkan the heart capital sebagai rem kemajuan,
sebenarnya modal alternatif ini berwajah jauh lebih luas dari sekadar
rem. Dalam kerangka sederhana, hati bisa bermuara pada dua hal:
kekuatan dan kebijaksanaan.

Pada tataran hati sebagai sumber kekuatan, hati menjadi sumber energi
bagi hadirnya strong will. Mahatma Gandhi, Bunda Theresa, Konosuke
Matsushita adalah sebagian contoh bagaimana hati menjadi sumber
energi yang amat mengagumkan. Mengacu pada pengalamannya Mahatma
Gandhi, bahkan penjajah terkuatpun bisa diusir oleh kekuatan yang
datang dari dalam hati. Bercermin pada pengalaman Konosuke
Matsushita, sebuah toko elektronika bisa ditransformasikan menjadi
kekuatan multi nasional yang mengagumkan. Inilah yang kerap saya
sebut dengan light of will. Sebab kekuatan hati telah menjadi cahaya
penerang bagi banyak upaya penciptaan kemudian.

Pada tahap hati sebagai sumber kebijaksanaan, muncul light of sacred.
Sinar-sinar sakral yang suci. Pada tahapan tertentu, tidak tertutup
kemungkinan melalui sinar-sinar jenis ini manusia bisa bertemu the co-
creator of life. Bila itu terjadi, doa tidak lagi berarti rangkaian
permintaan. Melainkan hanyalah konfirmasi dari apa yang didoakan.
Berbeda dengan tahapan sebelumnya, tahap ini ditandai oleh banyaknya
energi-energi keikhlasan di depan sang kehidupan. Bahkan, banyak
sahabat jernih mengungkapkan, kalau keikhlasan adalah ujungnya setiap
pengetahuan manusia.

Sekilas dari penjelasan ini tampak muncul semacam paradoks. Sebab, di
satu sisi hati memproduksi strong will, di lain sisi ia menghasilkan
enormous capacity of acceptance. Dan memang demikianlah hakekat
kehidupan. Orang Cina menggambarkannya dengan Yin-Yang. Dan berbeda
dengan banyak pengetahuan yang menempatkannya dalam posisi saling
berseberangan (baca: dualitas), bahkan ada yang berani memberinya
sebutan paradoks (salah satunya Naisbitt), sebenarnya keduanya hadir
sebagai dua hal yang saling berpelukan dan saling melengkapi. Malam
ada untuk membuat siang lebih indah. Orang jelek ada untuk membuat
orang cantik tampak lebih menawan. Kegagalan ada untuk meningkatkan
cita rasa kesuksesan kemudian. Demikian juga dengan keikhlasan, ia
bukan lawannya strong will, melainkan memberi energi-energi baru bagi
strong will berikutnya.

Ada catatan berikutnya: the beauty of balance! Tidak hanya dalam
mengelola hati, dalam setiap aspek kehidupan manusia memerlukan
keindahan keseimbangan. Dan ini bukanlah ilmu eksak yang bisa
direduksi ke dalam teknik dan rumus yang kaku. Setiap keseimbangan
bersifat dinamis, berubah sejalan dengan berputarnya sang waktu. 

Agak berbeda dengan modal material dan modal intelektual, atau
kombinasi diantara keduanya, di mana semuanya berjalan di atas mesin-
mesin akal sehat, pengetahuan, rasionalitas dst. Dalam the heart
capital, akal sehat dan pengetahuan bukanlah segala-galanya. Ia bisa
dilampaui melalui dua hal sederhana: love and compassion. Seorang
sahabat pengusaha terkemuka pernah menyebut beda antara orang bodoh,
orang pintar, orang licik dan orang beruntung.

Orang bodoh dikalahkan sama orang pintar. Dan ini bisa dimaklumi.
Orang pintar kalah sama orang licik. Ini juga sudah dicatat dalam
banyak sejarah. Dan satu-satunya orang yang tidak bisa dikalahkan
orang licik, yakni orang yang senantiasa beruntung. Bahasa logikanya
memang ?beruntung? - yang mengandung makna kebetulan dan tidak bisa
diramalkan serta tidak dipersiapkan sebelumnya - tetapi bagi siapa
saja yang sudah mendalami samudera-samudera hati. Lebih-lebih ketika
manusia sudah berpelukan dengan cocreator of life, keberuntungan
bukanlah sebuah kebetulan. Ia hasil dari rangkaian penciptaan antara
manusia bersama cocreator-nya. Hanya karena belum pernah sampai di
sanalah, sebagian orang menyebutnya kebetulan.

Dalam cahaya-cahaya the heart capital seperti ini, terjadi pergeseran
yang cukup besar dalam sumber-sumber kekuasaan. Di mana kekuasaan
yang dulunya lebih bersumber dari luar (jabatan, uang, kepemilikan,
dll) bergeser ke sumber-sumber dalam diri. Dan hati (baik sebagai
light of will maupun sebagai sacred light) adalah sebuah wilayah di
mana sumber kekuasaan tadi tersedia secara amat melimpah. Sayangnya,
banyak manusia dihalangi oleh awan tebal yang bernama pikiran.

Mungkin kedengaran terlalu idealis dan moralis, atau bahkan terlalu
mengawang-awang terutama bagi banyak sahabat yang belum pernah
mencobanya. Dan sebutan seperti itu boleh-boleh saja! Namun, begitu
manusia bertemu co-creator of life, apa lagi bisa bersatu dalam
kekuatan yang sama, maka berlakulah puisi indahnya Rumi:

Bertahun-tahun aku mengetok pintuMu
Lamaa sekali tidak dibuka
Dan ketika dibuka
Baru aku sadar?
Kalau aku mengetuknya dari dalam

Oleh: Gede Prama</pre>
<p>&#160;</p>
</pre>
</pre>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Wearable Computer]]></title>
<link>http://rioseto.wordpress.com/2009/11/28/wearable-computer/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 14:53:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>rioseto</dc:creator>
<guid>http://rioseto.wordpress.com/2009/11/28/wearable-computer/</guid>
<description><![CDATA[Wearable artinya bisa dipakai. Apa? Komputer bisa dipakai, seperti baju begitu? Hehe.. iya, di sejum]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><em><img class="alignleft size-full wp-image-6132" title="Wearable Computer" src="http://rioseto.wordpress.com/files/2009/11/wearable-computer.jpg" alt="Wearable Computer (konsep)" width="267" height="270" />Wearable </em>artinya bisa dipakai. Apa? Komputer bisa dipakai, seperti baju begitu? Hehe.. iya, di sejumlah posting terdahulu tanda-tanda itu sudah terlihat. Komponen elektronika yang namanya transistor, sudah demikian kecil sehingga bisa diintegrasikan ke mana saja.</p>
<p><strong>Subtrat. </strong>Bagi yang sempat mengenal dunia elektronika di sekolah (SMP? SMU?), rangkaian elektronika ditempelkan di atas <em>alas</em> (istilahnya <em>substrat</em> atau <em>platform) </em>yang disebut dengan <em>PCB </em>(<em>printed circuit board</em>). Warnanya kehijauan atau kecoklatan. Bagi yang belum pernah, coba &#8216;deh intip bagian dalam TV atau radio yang ada di rumah.</p>
<p><!--more--></p>
<p><strong>Pakaian Komputer.</strong> Selain PCB  sekarang <em>platform </em>atau <em>substrat </em>elektronika juga bisa diterapkan di atas tekstil atau di badan kita. Gambar memperlihatkan contoh pakaian yang dipasangi perangkat set komputer <em><a title="Xybernaut MA-V" href="http://www.wearitatwork.com/Xybernaut-MA-V.146.0.html" target="_blank">Xybernaut MA-V</a> </em>(yang di pinggang itu: <em>Intel Mobile Celeron 500 MHz, harddisk 5 GB,  256 MB RAM, Windows XP</em>), dilengkapi monitor <em>HMD </em>(<em>head mounted display</em>), peralatan <em>navigasi </em>(<em>GPS </em>- <em>global positioning system</em> dan sensor magnetik), dan tak ketinggalan, <em>mouse!</em></p>
<p>Di awal pasti tampak aneh tetapi lama kelamaan terbiasa, bahkan jadi <em>mode! </em>Ada yang berminat pesan? Bergegaslah, karena tidak berapa lama lagi perangkat ini akan meng&#8221;hilang&#8221;, menyatu dengan pakaian dan tubuh kita. Nantikan artikel berikutnya, &#8220;<em>Sim-Sala &#8230;Bim</em>&#8220;.</p>
<p><a href="http://techgadgetsinfo.blogspot.com/2008/05/future-of-cell-phones.html" target="_blank"><img class="alignleft size-full wp-image-6087" title="Wearable_04" src="http://rioseto.wordpress.com/files/2009/11/wearable_041.jpg" alt="" width="119" height="108" /></a>Belum diperlihatkan di pakaian, peralatan komunikasi. Kita berharap sebuah telepon seluler unik seperti gambar dapat menjadi kenyataan. Telepon ini diikat di atas punggung tangan yang menganggur, jari kelingking jadi <em>mikrofon</em> dan ibu jari jadi <em>speaker</em>&#8230; &#8220;<em>good morning Sir, this is rio speaking, may i help you?&#8221;</em></p>
<p>Menarik.</p>
<p>Sedikit <em>ribet </em>tak mengapalah, yang penting <em>nyentrik, gaya!</em></p>
<p> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> &#160;&#160;<a href="http://facebook.com/share.php?u=http://rioseto.wordpress.com/2009/11/28/wearable-computer/&#38;t=wearable+computer"><img class="alignnone size-full wp-image-6574" title="Facebook logo rs 18x11" src="http://rioseto.wordpress.com/files/2009/12/facebook-logo-rs-18x11.gif" alt="" width="14" height="18" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sekilas Pesan]]></title>
<link>http://kchihui.wordpress.com/2009/11/26/sekilas-pesan/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 23:08:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>kchihui</dc:creator>
<guid>http://kchihui.wordpress.com/2009/11/26/sekilas-pesan/</guid>
<description><![CDATA[]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" title="image_cerah" src="http://kchihui.wordpress.com/files/2009/11/pencerahan1.jpg" alt="cerah" width="450" height="711" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ketika Seni Ketemu Teknologi...]]></title>
<link>http://rioseto.wordpress.com/2009/11/27/ketika-seni-ketemu-teknologi/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 13:49:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>rioseto</dc:creator>
<guid>http://rioseto.wordpress.com/2009/11/27/ketika-seni-ketemu-teknologi/</guid>
<description><![CDATA[Halo pengantin perempuan&#8230; tidak ada momen yang lebih indah dan paling berkesan selain menjadi ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-full wp-image-5990" title="10 Wearable_01" src="http://rioseto.wordpress.com/files/2009/11/10-wearable_011.jpg" alt="" width="169" height="257" />Halo pengantin perempuan&#8230; tidak ada momen yang lebih indah dan paling berkesan selain menjadi yang tercantik, secantik-cantiknya, pada hari besar pernikahan nanti. Inilah kerudung yang akan membuat sang suami tersihir, <em> </em>menatapmu tiada habis-habisnya!</p>
<p>Kerudung desain khusus terbuat dari bahan pilihan dengan sentuhan teknologi. Gemerlap bukan karena intan, tetapi titik-titik cahaya yang menyala bergantian.</p>
<p>Mungkin sudah waktunya para perancang busana kita dan <em>hobbyist </em>mulai melibatkan teknologi di dalam desainnya; perancang dan <em>hobbyist </em>harus bisa menjadi yang terdepan dalam dunia <em>fesyen</em>, menjadi <em>trendsetter</em>, dengan memadukan seni dan teknologi!</p>
<p><!--more--></p>
<p>Saya tidak faham dan bukan pengikut aliran mode busana moderen tetapi di rubrik moda harian Kompas 26 November 2009, mudah terlihat teknologi belum lagi mendapat porsi layak untuk dimanfaatkan pada rancangan&#8230; (<a title="Kompas ePaper Kamis 26Nov2009" href="http://epaper.kompas.com/" target="_blank">gambar kiri tengah</a>.)</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-5991" title="Wearable_All" src="http://rioseto.wordpress.com/files/2009/11/wearable_all.jpg" alt="" width="600" height="163" /></p>
<p><a title="Gizmowatch" href="http://www.gizmowatch.com/entry/a-walking-billboard-in-the-future-anyone/" target="_blank">Gambar kiri</a> masih konsep, tetapi sudah diantisipasi untuk dipakai menampilkan berbagai layanan informasi. Tersesat? Mudah, tanya saja si nona cantik. Dengan bangga dia akan menunjukkan jalan di atas peta yang tertayang di bajunya. Atau bersedia jadi <em>iklan </em>atau <em>billboard </em>berjalan? Bersaing dengan <em>bis, taksi, </em>dan <em>angkot? Eeh </em>dapat duit, lumayan <em>lho.<br />
</em></p>
<p><a title="Korea e-Textile" href="http://www.koreaittimes.com/story/5454/clothes-e-textile-materials" target="_blank">Gambar kanan tengah</a> adalah pakaian santai. Rompi cantik penuh lampu warna-warni yang berkeredip. Kabelnya? Di tekstil rompi itulah. <a title="Galaxy dress" href="http://www.talk2myshirt.com/blog/archives/3143" target="_blank">Gambar kanan</a> mirip yang tadi dengan lampu titik-titik cahaya dipasang di atas gaun malam. Ah, iya tentu saja malam, nama gaunnya saja &#8220;<a title="Galaxy dress" href="http://www.talk2myshirt.com/blog/archives/3143" target="_blank">Galaxy Dress</a>&#8221; dengan &#8220;bintang&#8221; sebanyak 24.000 buah! Lihat klipnya di <a title="Galaxy dress" href="http://www.talk2myshirt.com/blog/archives/3143" target="_blank">sini</a>, cantik.</p>
<p><a href="http://www.instructables.com/id/flexible-LED-eTextile-ribbon-array/" target="_blank"><img class="alignleft size-full wp-image-6011" title="Mrs. Mary Atkins Holl" src="http://rioseto.wordpress.com/files/2009/11/08-wearable_01-ikon2.jpg" alt="" width="67" height="94" /></a>Keliru kalau kita mengira membuat busana atau gaun berteknologi ini rumit. Ada cara-cara sederhana; yang diperlukan hanyalah ketekunan dan kesabaran. Klik gambar di <a title="Instructables" href="http://www.instructables.com/id/flexible-LED-eTextile-ribbon-array/" target="_blank">samping</a>, di sini ada panduan berupa tutorial <a title="Lynne Bruning fashion" href="http://lynnebruning.com/#/null" target="_blank">Lynne Bruning</a>, seorang desainer busana terkenal dari Amerika, yang dapat mendorong semangat kita untuk segera memulai berkreasi&#8230;</p>
<p>Selamat bereksperimen di akhir pekan yang panjang&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  &#160;&#160;<a href="http://facebook.com/share.php?u=http://rioseto.wordpress.com/2009/11/27/ketika-seni-ketemu-teknologi/&#38;t=ketika+seni+ketemu+teknologi"><img class="alignnone size-full wp-image-6574" title="Facebook logo rs 18x11" src="http://rioseto.wordpress.com/files/2009/12/facebook-logo-rs-18x11.gif" alt="" width="14" height="18" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Aku, Aku Dan AKU.]]></title>
<link>http://sisableng.wordpress.com/2009/11/26/aku-aku-dan-aku/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 20:45:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>sisableng</dc:creator>
<guid>http://sisableng.wordpress.com/2009/11/26/aku-aku-dan-aku/</guid>
<description><![CDATA[Hidup adalah perjalanan, kata orang bijak. Perjalanan ke mana? Tentunya untuk menggapai kebahagiaan.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Hidup adalah perjalanan, kata orang bijak. Perjalanan ke mana? Tentunya untuk menggapai kebahagiaan. Buat orang-orang beragama kebahagiaan abadilah yang hendak dicari. Tiap manusia pada dasarnya pasti ingin bahagia. Dari kehendak itulah manusia mulai melakukan perjalanan untuk mencari apa yang diidam-idamkan. Sebagian mungkin merasa jawabannya ada pada diri seorang pasangan.  Sebagian yang lain mungkin melihatnya sebagai harta atau kuasa. Kalau menurut <a href="http://xendro.wordpress.com/2007/08/22/ki-ageng-suryomentaram/">Ki Ageng Suryo Mentaram</a> tiga pandangan tadi keliru, seperti pada kumpulan wejangan beliau dalam <a href="http://xendro.wordpress.com/2007/07/23/ilmu-bahagia-part-i/">Ilmu Bahagia I</a>, <a href="http://xendro.wordpress.com/2007/07/23/ilmu-bahagia-part-ii/">Ilmu Bahagia II</a>, dan <a href="http://xendro.wordpress.com/2007/07/25/ilmu-bahagia-part-iii/">Ilmu Bahagia III</a>.<br />
<!--more--></p>
<p>Buat sebagian orang ajaran-ajaran beliau murni ilmu jiwa atau psikologi. Bukan bicara soal klenik atau tidak sama dengan <a href="http://sabdalangit.wordpress.com">kejawen</a>. Tapi, buat saya wacana yang beliau sampaikan sebenarnya tidak lepas sama sekali dari alur ‘kawruh’ kejawen pada umumnya, yaitu belajar mengenal diri. Bedanya, beliau berusaha memahami ajaran para pendahulu dalam semangat kekinian. Bahasa yang digunakan memang tak seperti syair-syair spiritualis jaman dahulu. Pun tidak rumit dengan simbol-simbol misterius layaknya para pujangga masa lalu. Semuanya tersaji secara jelas, gamblang, dan sederhana. Bagi yang tertarik silakan klik tiga atau empat tautan di atas. Saya hanya memaparkan sesuai perspektif *halah* saya saat ini, sebagai dongeng pribadi. Bila mengakibatkan pusing di kepala, silakan kunjungi apotek terdekat. Risiko ditanggung sendiri-sendiri.</p>
<p>Menyambung prinsip <a href="http://sitijenang.wordpress.com/2008/01/13/keselarasan-dalam-ilmu-kejawen/">keselarasan </a> pada artikel yang telah lalu, keberadaan manusia [setahu saya] dibagi dalam tiga dimensi utama. Pada tataran terendah, dimensi raga, tubuh manusia [tanpa nalar] pada dasarnya tak jauh berbeda dengan hewan. Untuk mempertahankan hidupnya di sini manusia telah memiliki kehendak. Terdapat pribadi yang setahu saya (sepertinya tidak populer) disebut ‘Kula’ atau akronim ‘Aku sing ala’ (aku yang buruk). Dibilang buruk karena pribadi satu ini cuma tahu hal-hal yang sangat mendasar. Bila merasa lapar lalu makan, bila ingin bepergian lalu bergerak, dan bila ingin bereproduksi lalu ‘jreng jreng jreng’. Tidak ada selera tertentu, rasa malu, atau keinginan yang melebihi kebutuhan. Kehendak primordial barangkali. Sampai di sini tampaknya semua berjalan biasa saja, tak ada gejolak berlebihan.</p>
<p>Namun, manusia dibekali otak yang bisa tumbuh berkembang baik jumlah data maupun programnya. Nah, di sinilah sang hewan mulai melihat peluang ekspansi. Menemukan dunia virtual melalui komputer organik super cepat, mengakses nalar atau pikiran. Makhluk yang berjalan tegak ini mulai bisa memikirkan apa yang dia butuhkan, di mana, dan bagaimana mencapainya. Melalui pikiran inilah orang mulai bisa berkhayal. Masuk ke jagad kejiwaan, alam remang-remang yang hanya disinari cahaya Rembulan. Sebuah tempat yang tampaknya tenang, kosong, dan mudah dikuasai. Kesadarannya mulai berubah. Dari sekadar memenuhi kebutuhan, pribadi kasar satu ini mulai mempunyai keinginan. Berhubung memang hewan, pengejawantahan wataknya pun tak banyak berubah. Di sini dia ingin menjadi jagoan, sok kuasa, jumawa, kesadaran “lu senggol gue bacok” barangkali. Mirip kaum Kurawa, akronim dari ‘kurugan hawa’ (tertimbun hawa nafsu), kata orang kejawen.</p>
<p>Kaum raksasa ini punya keinginan yang cenderung bisa melar, kata Ki Mentaram. Maksudnya, tak sekedar Ingin makan, tapi harus yang enak, ingin pasangan yang cantik binti bahenol, tidak mau capek kalau menempuh perjalanan, dsb. Orang mulai bisa menganalisis, menyusun taktik dan strategi, menjadi hewan yang berpikir, kata ilmuwan seberang lautan. Inilah awal ilusi keinginan yang dibabar sang Pangeran Kecewa atau lebih populer disingkat KAS. Keinginan itu bisa melar, kalau ingin makan daging ayam, umpamanya, setelah tercapai, besoknya berganti menjadi keinginan memakan daging sapi, berikutnya digoreng, lalu dibuat sop, dll. Merasa senang ketika tercapai untuk kemudian ingin lebih senang lagi. Kalau menurut istilah Pak Marsudiyanto, hewan ini diklasifikasikan sebagai makhluk <a href="http://marsudiyanto.blogspot.com/2008/08/omnivora.html">nggragasvora</a>.</p>
<p>Alam kejiwaan kadang digambarkan sebagai lautan, tapi ada juga yang menganalogikan sebagai angkasa. Kurawa merasa bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan di sini, kebahagiaan, sesuai persepsinya sendiri. Berbekal segumpal rasa sok kuasa, mereka ingin menguasai tempat ini sampai dasar lautannya atau langit di angkasa. Tentu saja mereka tak sendiri. Di situ ada pula para Pandawa atau ‘Pendawa’ dalam dialek jawa, akronim dari ‘pener dada sisih kiwa’ (tepat di dada sebelah kiri). Berbeda dengan calon lawannya, watak Pandawa cenderung cinta perdamaian, lemah gemulai, mendayu-dayu, atau barangkali juga sedikit melankolis. Kesadaran Rembulan. Karena itu, sifatnya selalu ingin menerangi alam maya, meski masih tampak samar-samar, tidak terlalu jelas. Sama dengan Kurawa, mereka pun punya akses komputer nalar, lalu berkehendak untuk menjadi penguasa tempat ini.</p>
<p>Di sinilah mulai timbul pergesekan. Dari rasa tidak suka, berkembang menjadi adu argumen, meski menggunakan jalur logika yang berbeda. Ketika kedua belah pihak tak mampu mencapai kesepakatan, timbul pertentangan yang lebih nyata. Masing-masing kini mengepalkan tangan, tanda perselisihan. Hal ini menjadikan kedua kubu makin tidak senang karena belum berhasil memenuhi misinya. Oleh karena itu, alat hitung cepat bernama pikiran lalu berubah fungsi, menjadi gudang senjata. Baik Kurawa maupun Pandawa sama-sama menganggap pertempuran adalah jawaban finalnya. Cara mutlak memperoleh kekuasaan, memenuhi ambisi, untuk mendapatkan kebahagian melalui kekalahan lawan.</p>
<p>Jagad yang tadinya sejuk, tenang, dan damai mendadak berubah menjadi medan pertempuran. Jagad maya menjelma menjadi padang kurusetra, ladang pembantaian sesama. Langit yang tadinya tampak cerah tiba-tiba gelap, ditutupi jutaan anak panah. Saling beradu hingga mengeluarkan suara menggelegar, gemuruh, dan memancarkan warna merah. Di sisi lain, laut turut bergejolak, menggelegak oleh tiupan angin topan. Badai terjadi di mana-mana dan berubah warna seperti darah. Sementara itu, bumi bergolak, bergetar karena terinjak-injak kaki para gajah tunggangan yang terluka akibat hujaman anak panah dan tombak, usai menubruk dan menendang kereta-kereta kuda. Gada dan pedang bertaburan di mana-mana, korban menggeletak tak berdaya.</p>
<p>Di sinilah bersemayamnya sang ‘Aku’ atau kadang disebut ‘Aku tengah’, sang pemilik alam kajiwan. Mendapati adanya pertarungan di sana dan sini, dia tampak bingung, resah, gelisah, tak tahu mana yang pantas dipilih. Suasana terlihat kacau balau, semrawut, rusuh, kisruh. Jagad maya seolah bercampur-aduk tak keruan. Apalagi ada kabar bahwa ada pihak-pihak asing yang gemar turut andil memperkeruh suasana. Belum lagi ‘Aku’ menyaksikan kelahiran makhluk aneh, hasil percampuran dua pihak yang berseberangan, berujud seperti <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Uruk_Hai">Uruk Hai</a>. Sifatnya pun tak kalah nyleneh. Ada yang doyan membikin rusuh, tapi mengatasnamakan persatuan. Ada pula yang senang membantu, bersedekah, namun selalu ingin ditampilkan secara wah. Ujung-ujungnya hanya membuat susah. Ibarat hidup di neraka, yaitu neraka keinginan.</p>
<p>Meski mungkin tak terlalu populer, ada orang Jawa yang menganggap hakikat neraka dan surga di alam akhir adalah rahasia Ilahi. Meski begitu, dua kata tersebut bisa dimaknai. Neraka disinyalir berasal dari akronim “sing di’ener ora teka-teka” (keinginan / kepuasan yang tak pernah tercapai).</p>
<p>‘Aku’ kian gelisah dan merasa serba salah. Meski tak ikut bertempur dan tak bisa cedera, bukan berarti dia bisa berleha-leha sepuasnya. Pasalnya, dia pernah diberi dua wacana soal sedekah.</p>
<p><em>“Nadyan setithik karsa myang sadhengah, barakah rejeki paringing Allah, sumrambah tekeng putra wayah”</em></p>
<p><strong>“Meski sedikit kehendak tapi buat siapa saja, memanfaatkan rejeki pemberian Tuhan, berlanjut hingga anak dan cucu”</strong></p>
<p><em>“Paring iku sing sedheng, mboten waton kathah, mangke mundhak wutah mbekakrah”</em></p>
<p><strong>“Pemberian itu secukupnya, tidak asal banyak, nanti malah tumpah berantakan”</strong></p>
<p>Dia sepertinya menyadari sesuatu. Mempertanyakan, “Apakah bahagia itu?”  Tadinya ‘Aku’ mengira dapat memperolehnya melalui harta, seperti yang berusaha dikumpulkan oleh para Kurawa. Nyatanya, semua itu tak lantas membuatnya bahagia. Selalu ada keinginan lebih dan bila disimpan pun menimbulkan ketakutan yang berlebih. Pasangan yang menarik pun sama hasilnya. Tidak pula kekuasaan yang serba sementara, yang akhirnya bisa lenyap karena kudeta atau penyebab lainnya. Dia lalu menyadari bahwa tak ada benda yang pantas dicari atau berusaha dimiliki secara mati-matian. “Bagaimana kalau ikut Pandawa saja,” katanya pada diri sendiri, berharap kebahagiaan yang lebih hakiki. Namun, faktanya tak jauh berbeda. ‘Aku’ mencoba menyebar harta tiap hari dan membayangkan iming-iming ganti rugi berupa perlipatan harta benda. Makin ditebar, makin besar pula kenginannya untuk berbuat lebih banyak, lebih, dan lebih lagi. Dia lalu merenung, “Ah, sepertinya kok tak jauh beda dengan ngelmu pesugihan.”</p>
<p>Senang sebentar lalu susah lagi, serba bermasalah. Lalu, ‘Aku’ seperti mendapat pencerahan. “Ini dia!” Dia menyadari sesuatu. Kebahagiaan atau kesenangan bukan pada benda yang dicari atau yang sudah dipunyai. Tidak pula pada angan-angan, keinginan, atau bahkan hasil itu sendiri. Kebahagian sejati adalah rasa. Bagaimana cara mendapatkannya? Sang jagad jiwa lalu mendapat ide cemerlang saat meratapi planetnya yang sudah hancur porak-poranda. Dia ingat lagi petuah kuno bahwa dahulu kala dirinya tidak ada. Lalu, diberi keberadaan, apapun yang ada pada dirinya hanyalah titipan, pinjaman, atau ujian. Bila diserahkan kepada Tuhan, suatu saat bakal dikembalikan dan dilipatgandakan. Bahkan, sebagai penghargaan atas kesetiaan, kepatuhan, dan ketundukkan, seseorang lalu diberi label kepemilikan. Sebaliknya, bila apa yang ada hanya disimpan, tidak dimanfaatkan, suatu ketika semua itu wajib dikembalikan. Akhirnya, jangan-jangan justru berakhir dengan sebuah ketiadaan, kenistaan, neraka jahanam mungkin.</p>
<p>Sepertinya ajaran tersebut memberi jawaban yang dibutuhkannya. “Tutup saja gudang senjatanya,” katanya seraya melambaikan jari tangan, menutup akses dunia maya, si komputer jagad pewayangan. *Jebret! tombol restart dipencet!* “Tidaaak!” Terdengar suara-suara yang gemuruh penuh kekecewaan. Para petarung terkaget-kaget sambil melirik ke kiri dan kanan. Seketika itu juga pertempuran mereda. Panah-panah di udara lenyap semua, tombak dan gada pun sama nasibnya, dan jubah-jubah serta tameng musnah tak berbekas. Hanya menyisakan ketelanjangan kedua belah pihak yang saling bertikai. Berhubung tak ada lagi senjata, padang kurusetra berubah ujud kembali seperti semula. Alam remang-remang yang sepi, tenang, tak ada gejolak. Mendapati keadaan ini, para Kurawa serta Pandawa tak bisa apa-apa. Suasana mendadak berubah menjadi banyolan super konyol. Mereka yang tadinya bertempur dengan sengit dan ganas, sekarang hanya bisa bercubit-cubitan sambil bersenggol-senggolan.</p>
<p>Tak hanya sampai di situ, sang maya mengambil langkah yang lebih drastis. Dia memutuskan menyerahkan segalanya kepada sang penguasa, menjadi pasrah, tunduk, sujud, dan bahkan mati. Mengorbankan dirinya sendiri dalam upaya mencari kebahagiaan sejati. Mungkin inilah yang disebut ‘mati sakjeroning urip’ (mati di dalam kehidupan). Sekonyong-konyong sang pribadi tengah lunglai, tak lagi butuh kuasa, tak berdaya. Pihak-pihak asing pun terpaksa kembali ke alamnya masing-masing, dideportasi secara otomatis. Meski begitu, pengorbanan tersebut tidaklah sia-sia.</p>
<p>Dalam ketiadaan itu justru membangkitkan kesadaran yang lebih tinggi. Sebuah pribadi yang terbangun dari tidur panjang, muncul dari sebuah kepompong cahaya. Sebuah kesadaran dari realitas lebih tinggi, dimensi ‘Jagad Padhang’ (alam terang benderang). Bukan lagi seperti Rembulan, sang pemantul cahaya, melainkan sebuah pribadi Mentari, sang manusia cahaya, ‘Ingsun’. ‘Aku Tukang Nyawang’ (Aku Sang Pengamat), istilah Ki Mentaram. Barangkali bisa digambarkan sebagai sosok Sri Kresna, guru para Pandawa dan sekaligus Kurawa. Bisa juga disebut Dewi Srikandi, supaya tidak dikira bias gender. Tokoh yang konon tahu skenario akhir perang Baratayuda dan siapa yang pantas menjadi jawara sesungguhnya. Cerah berseri-seri dan dengar-dengar cahayanya bisa 1000 kali lebih gemerlap dari sebuah Rembulan.</p>
<p>Begitu terbangun, sang ksatria sejati ini lalu celingak-celinguk melihat jagad maya yang kini lebih menyerupai sinetron komedi yang tidak lucu. Saking kagetnya beliau berucap, “Yak apa iki rek? Gak ngono kuwi ceritane Baratayuda.” Sekejap kemudian berusaha berdiri dan tanpa sadar lalu berucap lantang, “Sluman, slumun, slamet!” Tiba-tiba dia membekap mulutnya sendiri sambil tengak-tengok lalu bergumam, “Lho, piye iki kok Ingsun dadi satria kejawen ngene ta?” Belum sempat berpikir mendadak muncul suara yang sebenarnya bukan suara, tapi jelas maksudnya. Seolah muncul dari dalam diri sang Mentari. “Sampeyan gak usah kakehan abab. Manuta ae. Ingsun iki sutradarane!”</p>
<p>Mendengar jawaban tersebut sang ksatria yang dipenuhi cahaya itu langsung patuh. Katanya memang seperti itulah watak dasarnya. Selalu patuh, tunduk, dan siap mengabdi kepada Tuannya. Dengan sigap ia lalu menaiki kereta yang dihiasi pahatan berukir ‘Sir’, di atas roda-roda ‘Nurani’. Tangannya langsung menggenggam erat-erat ‘Aku’ yang tiba-tiba bangkit kembali, namun kini punya peran yang lebih jelas, sebagai tali kekang. Sementara itu, kaum kurawa hanya bisa meringkik. Leher mereka tiba-tiba sudah dijerat, kaki menghentak-hentak, dijadikan kuda-kuda pacu untuk menjalani misi si manusia sejati. Kesadaran surga atau ’suwarga’ yang menurut sebagian orang Jawa adalah akronim dari ’srowa-srawu sarwa lila lan legawa’ (menjalani peran kehidupan dengan ikhlas dan lapang dada).</p>
<p>Akhir kata, saya hanyalah seorang pengais reruntuhan peradaban para pendahulu, punya kecenderungan untuk sok tahu, seperti suara parau dari masa lampau.</p>
<p>Diambil Dari <a href="http://sitijenang.multiply.com/journal/item/4/Aku_Aku_dan_Aku">Sitijenag.multiply.com</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
