<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>penulis-buku &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/penulis-buku/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "penulis-buku"</description>
	<pubDate>Sun, 27 Dec 2009 04:12:32 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Penunda Sejati]]></title>
<link>http://antonjunzzz.wordpress.com/2009/12/25/penunda-sejati/</link>
<pubDate>Fri, 25 Dec 2009 06:44:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>Juni Anton</dc:creator>
<guid>http://antonjunzzz.wordpress.com/2009/12/25/penunda-sejati/</guid>
<description><![CDATA[“jika saya tidak mulai melakukannya, saya tidak akan pernah melakukannya” Apakah Anda sering menunda]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;">“<em>jika saya tidak mulai melakukannya, saya tidak akan pernah melakukannya</em>”</p>
<p>Apakah Anda sering menunda-nunda pekerjaan anda? Pekerjaan yang saya maksud di sini bukanlah profesi, namun pekerjaan seperti tugas, jobdesc, atau mengejar <em>goals (baca: impian)</em>. Pada artikel ini, saya mengkhususkan pembahasan saya pada pencapaian <em>goals</em>.<a href="http://antonjunzzz.wordpress.com/files/2009/12/move-on.jpg"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-256" title="cb054564" src="http://antonjunzzz.wordpress.com/files/2009/12/move-on.jpg?w=147" alt="" width="147" height="150" /></a></p>
<p>Dalam perjalanan menggapai <em>goals</em>, banyak hal yang perlu kita kerjakan dan langkah-langkah yang perlu kita lalui. Sebagai contohnya, seorang penulis buku, Ia perlu menyelesaikan setahap demi setahap bab-bab pada bukunya hingga akhirnya buku tersebut sampai di tangan kita. Bayangkan, apakah penulis tersebut bisa menyelesaikan keseluruhan bukunya jika Ia tidak pernah mulai menulis?</p>
<p>Mengenai impian atau goals, ada beberapa orang yang mengatakan kepada saya, Ia ingin mendapatkan IPS tinggi (3,8), ingin belajar menulis, ingin menjadi entrepreneur dan lain sebagainya. Namun mereka sering mengalami kesulitan untuk memulai langkah pertama.</p>
<p>Ada rasa malas dan berat untuk memulainya. Karena terus menunda-nunda untuk memulai, akhirnya mereka berhenti pada suatu titik dan tidak mencapai <em>goals</em> mereka. Anehnya kasus-kasus seperti ini sudah beberapa kali saya temui.</p>
<p>Alasan seperti ini sudah sering lalu lalang di telinga saya, “kalau sudah waktunya saya akan melakukannya”, “saya sedang menunggu waktu yang tepat”, “saya belum ada <em>mood</em> untuk mengerjakannya”, dan lain sebagainya. Komentar klasik ini juga yang sering membuat orang-orang menjadi tidak maju dan berkembang.</p>
<p>Saya mulai mencari tahu<!--more--> apa penyebab  dari orang-orang yang suka menunda pekerjaannya. Dari workshop yang pernah saya ikuti, berbagai literatur yang saya baca dan pengalaman pribadi. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan seseorang menjadi “Penunda Sejati”.</p>
<p>Yang pertama adalah ada dua atau lebih dari bagian diri seseorang yang tidak bekerja sama. Ada bagian diri yang mau dan ada bagian diri lain yang tidak. Penjelasan ini saya dapat dari para praktisi hipnoterapi.</p>
<p>Oh ya, Anda mungkin sedikit asing dengan istilah “bagian diri”. Setiap manusia memiliki banyak “bagian diri” dalam dirinya.Contoh paling mudah untuk mengenal “bagian diri” adalah ketika kita hendak bangun tidur di pagi hari.</p>
<p>Ada semacam dialog internal diri kita. Seperti dua makhluk yang sedang berbicara. Ada satu “bagian” yang menjelmah menjadi malaikat mengatakan, <em>“ayo bangun, sudah jam berapa nih? Sudah waktunya kamu kuliah”</em>. “Bagian” lain yang menjelmah menjadi setan mengatakan, <em>”telat sedikit ga apa-apa kok, tadi malam kamu tidurnya malam banget lho, kamu masih kurang tidur”</em>. Nah, akhirnya kita juga yang memutuskan untuk bangun atau tarik selimut tidur kembali.</p>
<p>Apakah Anda sering mengalami dialog seperti itu? Tenang, Anda tidak sendiri, saya juga sering seperti itu. Hal ini sangat wajar, karena di dalam diri manusia terdiri dari banyak diri lagi, bingung? Tenang, agar Anda lebih tahu mengenai “bagian diri ” yang istilah lainnya adalah Part, Anda bisa mengunjungi artikel berikut “<a title="Kita Punya Banyak Diri" href="http://www.adiwgunawan.com/awg.php?co=p5&#38;mode=detil&#38;ID=90" target="_blank">Kita Punya Banyak Diri</a>”</p>
<p>Kembali ke kebiasaan menunda, ketika kita menunda suatu pekerjaan, ada tanda-tanda bahwa salah satu bagian diri kita <em>mendukung</em> apa yang kita kerjakan dan satu bagian lagi <em>tidak mendukung</em> apa yang kita kerjakan. Oleh karena itu, kita menjadi ragu, malas atau berat untuk mulai mengambil langkah-langkah menggapai <em>goals</em>.</p>
<p>Solusinya kita perlu mencari tahu bagian yang konflik tersebut, apa alasan di balik bagian diri yang tidak mendukung pencapaian <em>goals</em> kita, kemudian berkompromi dengan bagian diri itu dan mendapatkan <em>win-win solution</em>. Bagaimana kita berkompromi dengan “bagian diri” atau “part” itu? Bisa Anda baca pada artikel berikut, “<a title="Cara Mudah Berbicara Dengan  Part atau Bagian Diri" href="http://www.adiwgunawan.com/awg.php?co=p5&#38;mode=detil&#38;ID=218" target="_blank">Cara Mudah Berbicara Dengan Part atau Bagian Diri</a>”</p>
<p>Yang kedua adalah berhubungan dengan konsep diri. Seseorang yang memiliki konsep diri yang kurang bagus (jelek) sering menjadi ragu untuk memulai langkah mereka terutama dalam mengejar <em>goals</em> mereka. Orang seperti ini, melihat diri sendiri secara negatif dan merasa jauh dari diri ideal mereka.</p>
<p><em>Goals</em> kita sangat erat kaitannya dengan diri ideal, orang yang merasa jauh dari <em>goals</em> mereka, sama dengan jauh dari diri ideal mereka. Faktanya, bagaimana pun kita selau bergerak menuju diri ideal kita.</p>
<p>Gambaran diri negatif bisa seperti, merasa dirinya tidak mampu, tidak bisa, bahkan tidak pantas meraih <em>goals</em>. Nah, ketika Ia mulai melangkah menuju <em>goals</em>, Ia menjadi ragu dengan kemampuannya.</p>
<p>Perasaan ragu ini yang membuat kita menjadi menunda-nunda. Ada kalimat-kalimat yang berdebat di pikiran kita, “apakah saya bisa?”, “apakah ini mungkin?” dan lain sebagainya.</p>
<p>Solusinya, kita perlu memperbaiki gambaran diri kita terlebih dahulu. Pandanglah diri kita secara positif, yakin dengan kemampuan kita dan yang paling penting adalah merasa diri kita pantas mendapatkan <em>goals</em> kita. Jika kita sudah yakin dengan kemampuan kita, kita tidak akan bertanya-tanya lagi, <em>“apakah saya bisa?”</em> atau <em>“apakah ini mungkin?”</em>.</p>
<p>Yang ketiga merupakan refleksi dari pemikiran saya. Menurut saya, kita menjadi menunda untuk memulai mengejar <em>goals</em> kita, karena kita tidak serius dengan <em>goals</em> kita.</p>
<p>Mungkin mulut bisa berdusta, tetapi tindakan tidak bisa berbohong. Bisa jadi kita hanya ikut-ikutan orang lain atau <em>goals</em> yang kita kejar merupakan impian atau harapan orang lain.</p>
<p><em>Goals</em> kita perlu personal dan bermakna, dengan demikian kita pun menjadi semangat dengannya. Jika seseorang sudah benar-benar serius dengan <em>goals</em>-nya, Ia sudah berkomitmen untuk melakukan yang terbaik untuk mencapai <em>goals</em>-nya. Ia akan mencari segala cara untuk mencapai <em>goals</em>-nya. Jangan salah mengartikan segala caranya ya. Heehee…  ^^</p>
<p>Well, saya yakin setiap orang memiliki impian, tujuan atau goals masing-masing. <em>Goals</em> tersebut rasanya masih kurang sempurna jika hanya ada di dalam benak kita saja.</p>
<p>Mengapa kita tidak bertindak untuk mewujudkannya? Bagi yang berhenti di tengah jalan, mengapa tidak melanjutkan perjalanan Anda?</p>
<p>Sebelum mengakhiri artikel ini, saya memiliki sedikit cerita. Beberapa waktu lalu ada seorang senior saya yang mengatakan kepada saya, Ia ingin menulis di blog. Berhubung saya sudah lama <em>blogging</em>, jadi Ia bertanya-tanya seputar <em>blogging</em> kepada saya.</p>
<p>Sambil ngobrol, saya bertanya, <em>“jadi kapan mau mulai nulis?”</em>. Ia pun menjawab, <em>“belum tahu juga, malas juga mau memulainya”</em>.</p>
<p>Ya, kadang kala memang rasanya sangat berat untuk memulai sesuatu yang baru. Hal itu sangat manusiawi. Saya juga sering mengalami rasa malas, berat untuk memulai dan suka menunda seperti itu.</p>
<p>Tetapi saya sudah mendapatkan solusi kecil yang cukup membantu saya.Ketika saya merasa, saya menunda-nunda hal yang harus saya kerjakan, seperti menulis artikel atau meng-edit buku saya,  saya cukup berpegang pada sebuah kalimat, <em>“jika saya tidak mulai menulis, saya tidak akan pernah menulis”</em>.</p>
<p>“<em>jika saya tidak mulai melakukannya, saya tidak akan pernah melakukannya</em>”</p>
<p>Anda bisa mencobanya untuk diri Anda jika Anda mau. Diakhir 2009 ini, saya ingin mengucapkan “Happy Christmas dan Happy New Year 2010”.</p>
<p>Semoga di tahun 2010, Anda bisa mencapai goals-goals Anda. Hidup bahagia dan sukses selalu. Jangan jadi penunda lagi yah… hehehe… <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kursus Penulisan | Sembang maya melalui Facebook]]></title>
<link>http://motivasiminda.wordpress.com/2009/09/09/kursus-penulisan-sembang-maya-melalui-facebook/</link>
<pubDate>Wed, 09 Sep 2009 05:33:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>zamrimohamad</dc:creator>
<guid>http://motivasiminda.wordpress.com/2009/09/09/kursus-penulisan-sembang-maya-melalui-facebook/</guid>
<description><![CDATA[Dalam beberapa keadaan saya bersembang maya melalui Facebook berkenaan strategi penulisan dan pernia]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><img src="http://motivasiminda.wordpress.com/files/2009/09/tip_menjadi_penulis_bestseller.jpg?w=200" border="0" alt="" /></p>
</div>
<div style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Dalam beberapa keadaan saya bersembang maya melalui Facebook berkenaan strategi penulisan dan perniagaan online secara gerila. Mereka yang mengikuti Facebook saya dari masa ke semasa akan menerima tip penulisan yang saya kemaskini pada status. Sertai di facebook.com/zamrimohamad</span></div>
<div style="text-align:justify;">
<p><span style="color:#000000;">Hari ini saya berkongsi kepada para pembaca sembang maya bersama salah seorang pembaca di Facebook, Tuan Shukor Subahir.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">&#8212;&#8211;</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-weight:bold;">Petikan blog beliau</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Sedikit  informasi mengenai diri saya; nama penuh saya ialah Abd Shukor Bin Md Subahir..di internet saya dikenali sebagai Shukor.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Saya sudah pun berumahtangga. Saya merupakan anak jati Johor, tetapi sekarang menetap di Kuala Lumpur.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Saya merupakan seorang juruteknik di salah sebuah institusi perubatan negara.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Di samping itu, saya menjalankan perniagaan internet secara separuh masa. Saya memang minat berniaga.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Saya mempunyai impian untuk menjalankan perniagaan internet secara sepenuh masa.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Pengalaman saya dalam bidang perniagaan bermula sejak dari bangku sekolah rendah lagi. Saya masih ingat pengalaman pertama saya di mana secara tidak langsung saya telah terlibat dalam satu perniagaan. Ketika itu merupakan musim di mana ramai pelajar-pelajar lelaki suka bermainan `tindan pemadam getah’.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Saya merupakan orang yang sering menang dalam permainan itu dan hadiah yang saya dapat ialah pemadam getah milik pemain-pemain lain.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Disebabkan terlalu banyak pemadam getah yang telah saya menangi, saya telah mengambil peluang dengan menjual pemadam getah yang telah saya menangi kepada rakan-rakan saya yang bertanding.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Apabila salah seorang dari mereka kalah, mereka pasti membeli pemadam yang mempunyai pelbagai corak daripada saya untuk bermain lagi. Mudah bukan?<br />
Hasil yang saya dapat saya buat duit belanja sekolah  Tetapi, tidak berapa lama kemudian saya terpaksa berhenti berniaga sebab teruk saya kena dimarahi mak saya</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Ternyata definisi perniagaan adalah sangat luas dan sesiapa sahaja sama ada mempunyai modal yang besar atau kecil boleh menceburinya.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Contohnya perniagaan internet. Saya mula menceburkan diri dalam perniagaan internet pada tahun 2007.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Pada masa itu,  saya lebih terarah kepada program `Google Adsense’. Memang saya akui, dahulu saya seperti orang lain juga yang mengatakan pendapatan di internet ni karut belaka.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Tetapi selepas saya menceburkan diri dalam bidang ini walaupun atas dasar suka-suka, akaun bank mula terisi. Di situlah minda saya mula berkembang.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Twitter:<a href="http://twitter.com/Shukor"> http://twitter.com/Shukor</a><br />
Facebook:<a href="http://www.facebook.com/people/Shukor-Subahir/1273272166"> http://www.facebook.com/people/Shukor-Subahir/1273272166</a></span></p>
<p><span style="color:#000000;">&#8212;-</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Berikut merupakan petikan sembang maya saya dan Tuan Shukor Subahir mengenai tip penulisan.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;"><a href="http://motivasiminda.wordpress.com/files/2009/09/coaching_online.png"><img class="aligncenter" src="http://motivasiminda.wordpress.com/files/2009/09/coaching_online.png?w=300" border="0" alt="" /></a><br />
&#8212;-<br />
<span style="font-size:100%;"><br />
</span></span></p>
<div style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:100%;"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1273272166"><span style="font-weight:bold;"> </span></a><span style="font-weight:bold;">Shukor</span></span><br />
<span style="font-size:100%;">Assalam alaikum saudara Zamri. Apa khabar?</span><br />
<span style="font-size:100%;">12:09pm<span style="font-weight:bold;">Zamri</span></p>
<p></span><br />
<span style="font-size:100%;">Waalaikum salam wbt, khabar baik tuan, Apa khabar?</span><br />
<span style="font-size:100%;">12:09pm</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-weight:bold;font-size:100%;">Shukor</span><br />
<span style="font-size:100%;">Khabar baik, masih belum terlambat nak ucap selamat berpuasa. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </span><br />
<span style="font-size:100%;">12:10pm</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-weight:bold;font-size:100%;">Zamri</span><br />
<span style="font-size:100%;">Hahah samalah kita, sempat lagi, ada sepuluh hari.</span><br />
<span style="font-size:100%;">12:11pm</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-weight:bold;font-size:100%;">Shukor</span><br />
<span style="font-size:100%;">Saya mahu minta pendapat dan pandangan sikit boleh?</span><br />
<span style="font-size:100%;">12:12pm</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-weight:bold;font-size:100%;">Zamri</span><br />
<span style="font-size:100%;">Boleh, jika ada yang saya mampu jawab saya jawab.</span><br />
<span style="font-size:100%;">12:15pm</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-weight:bold;font-size:100%;">Shukor</span></span></p>
<ul>
<li><span style="color:#000000;"><span style="font-size:100%;">Macam mana tuan mendapat idea menulis? Jika sudah ada idea, bagaimana dikembangkan jadi sebuah buku. Walaupun kita bukan pakar dalam tajuk yang kita hasilkan? Maaf, panjang soalan saya ini. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </span></span></li>
</ul>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:100%;">12:16pm</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-weight:bold;font-size:100%;">Zamri</span><br />
<span style="font-size:100%;">Panjang persoalan itu, saya kena sentuh 3 perkara iaitu Penulis, Penulisan dan Pemasaran. Secara ringkas begini. 12:17pm</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-weight:bold;font-size:100%;">Shukor</span><br />
<span style="font-size:100%;">Baiklah.</span><br />
<span style="font-size:100%;">12:17pm</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-weight:bold;font-size:100%;">Zamri</span></span></p>
<ul>
<li><span style="color:#000000;"><span style="font-size:100%;">Pertama sekali mesti ada kemahuan menulis.</span></span></li>
<li><span style="color:#000000;"><span style="font-size:100%;">Jika tidak ada kemahuan, betapa menarik pun tawaran dunia penulisan tidak akan mengiurkan kita.</span></span></li>
<li><span style="color:#000000;"><span style="font-size:100%;">Seperkara lagi, bersedia untuk menulis walaupun tidak ada imbuhan pada peringkat awal. Menulis kerana mahu menulis.</span></span></li>
<li><span style="color:#000000;"><span style="font-size:100%;">Barulah kemudian merancang kepada penulisan yang membawa imbalan pada jangka pendek dan panjang.</span></span></li>
<li><span style="color:#000000;"><span style="font-size:100%;">Jika isu dapatkan idea ini, biasanya bergantung kepada cara kita menggunakan seluruh deria kita</span><span style="font-size:100%;">.</span></span></li>
<li><span style="color:#000000;"><span style="font-size:100%;">Keduanya, mendapatkan respon orang apa isu dibincangkan, dari situ kita terjemah dalam bentuk penulisan.</span></span></li>
<li><span style="color:#000000;"><span style="font-size:100%;">Dari aspek komersial, sangat bergantung pada keperluan editor kerana mereka yang membuat kajian pasaran</span>.</span></li>
<li><span style="color:#000000;"><span style="font-size:100%;">Pernah saya menulis artikel semata-mata hanya melihat papan tanda sahaja, wajah orang yang sama setiap kali dan banyak lagi.</span></span></li>
<li><span style="color:#000000;"><span style="font-size:100%;">Tapi paling penting, penulis wajib ada perpustakaan sendiri, itu modal untuk berkarya. Mesti ada pelaburan untuk diri sendiri.</span></span></li>
<li><span style="color:#000000;"><span style="font-size:100%;">Kedua, jenis buku pilihan di rumah sedikit sebanyak menunjukkan bidang yang kita minat dan dapat dikembangkan dalam bentuk penulisan.</span></span></li>
<li><span style="color:#000000;"><span style="font-size:100%;">Jika mahu menulis perkara bukan pakar, sumber rujukan dan maklum balas penting. Di sini pentingnya, buku, internet, orang awam dan pakar rujuk</span></span></li>
</ul>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:100%;">12:23pm</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-weight:bold;font-size:100%;">Shukor</span><br />
<span style="font-size:100%;">Baru saya tahu.</span><br />
<span style="font-size:100%;">12:23pm</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-weight:bold;font-size:100%;">Zamri</span><br />
<span style="font-size:100%;">Misalnya saya menulis buku <a style="font-weight:bold;font-style:italic;color:#3366ff;" href="http://www.bookcafe.com.my/en/bisnes-and-pengurusan/keusahawanan/rahsia-bisnes-mamak.html">Rahsia Bisnes Mamak</a>.</span><br />
<span style="font-size:100%;">12:23pm</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-weight:bold;font-size:100%;">Shukor</span><br />
<span style="font-size:100%;">Banyak aspek perlu diambil kira.</span><br />
<span style="font-size:100%;">12:24pm</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-weight:bold;font-size:100%;">Zamri</span></span></p>
<ul>
<li><span style="color:#000000;"><span style="font-size:100%;">Pada peringkat awal, saya bukan pakar, tetapi saya pilih tuan Faisal Sharbuddin yang berlatar belakang India Muslim dan keluarga bisnes Mamak, menjadi penulis bersama. Saya kaji dan tulis, beliau buat saringan setiap satu fakta.. Begitulah kerjanya. Buku berkredibiliti dan berautoriti kerana ia melalui proses yang diyakini dan betul. 12:24pm</span></span></li>
</ul>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-weight:bold;font-size:100%;">Shukor</span><br />
<span style="font-size:100%;">Terima kasih banyak-banyak atas penerangan.</span><br />
<span style="font-size:100%;">12:24pm</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-weight:bold;font-size:100%;">Zamri</span></span></p>
<ul>
<li><span style="color:#000000;"><span style="font-size:100%;">Saya cadangkan tuan baca dua buku ini jika berkesempatan sama ada di perpustakaan atau miliki, iaitu <a style="color:#3366ff;font-style:italic;" href="http://www.google.com.my/url?sa=t&#38;source=web&#38;ct=res&#38;cd=2&#38;url=http%3A%2F%2Fwww.bookcafe.com.my%2Fmy%2Fbisnes-and-pengurusan%2Fkerjaya-1%2Fcari-duit-cara-mudah-sebagai-penulis-bebas.html&#38;ei=AVanSvzqKMWIkQXb6NSHCQ&#38;rct=j&#38;q=bookcafe+penulis+bebas&#38;usg=AFQjCNFyifp-03oHeE2387DS7Kzs9eqCXg"><span style="font-weight:bold;">Cari Duit Cara Mudah Sebagai Penulis Bebas</span></a> dan <a style="font-weight:bold;font-style:italic;color:#3366ff;" href="http://www.google.com.my/url?sa=t&#38;source=web&#38;ct=res&#38;cd=1&#38;url=http%3A%2F%2Fwww.bookcafe.com.my%2Fen%2Fpendidikan%2Fbahasa-and-linguistik%2Ftip-menjadi-penulis-bestseller.html&#38;ei=IFanSv2YF9XxkAXWvrSDCQ&#38;rct=j&#38;q=bookcafe+penulis+bestseller&#38;usg=AFQjCNHXzZ4_QwFaKnA0lexQFAelB1Y34g">Tip Menjadi Penulis Bestseller.</a></span></span></li>
</ul>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:100%;">12:25pm</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-weight:bold;font-size:100%;">Shukor</span><br />
<span style="font-size:100%;">Baru saya faham sekarang.</span><br />
<span style="font-size:100%;">12:25pm</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-weight:bold;font-size:100%;">Zamri</span><br />
<span style="font-size:100%;">Sama-sama moga-moga ia bermanfaat kepada tuan.</span><br />
<span style="font-size:100%;">12:26pm</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-weight:bold;font-size:100%;">Shukor</span><br />
<span style="font-size:100%;">Insyaallah, memang dalam perancangan mahu membeli buku tuan.</span><br />
<span style="font-size:100%;">12:28pm</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-weight:bold;font-size:100%;">Zamri</span></span></p>
<ul>
<li><span style="color:#000000;"><span style="font-size:100%;">Saya menerima soalan-soalan seperti ini dan itu mendorong pada penghasilan buku itu semoga ramai dapat berkarya dan menyebarkan ilmu yang memandaikan bangsa, seperti kata tuan guru kepada saya. 12:29pm</span></span></li>
</ul>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-weight:bold;font-size:100%;">Shukor</span><br />
<span style="font-size:100%;">Ya, ilmu yang dimanfaatkan untuk bangsa kita</span><br />
<span style="font-size:100%;">12:34pm</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-weight:bold;font-size:100%;">Shukor</span><br />
<span style="font-size:100%;">Saya doakan tuan dapat hasilkan lebih banyak buku yang mendorong orang lain untuk berjaya. Insyaallah!</span><br />
<span style="font-size:100%;">12:36pm</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-weight:bold;font-size:100%;">Zamri</span><br />
<span style="font-size:100%;">Terima kasih tuan, doa tuan sebagai saudara Muslim adalah yang paling penting dalam hidup saya. Di situlah kekuatan untuk saya berkarya. Semoga saya berpeluang membaca buku Tuan pada masa akan datang.</span></span></div>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Zamri Mohamad adalah <a href="http://www.zamrimohamad.com/buku.htm">penulis 10 buah buku</a>, <a href="http://www.kursuspenulisan.zamrimohamad.com/">jurulatih penulis bebas</a>, perunding di <a href="http://www.janawangdenganmenulis.com/">Akademi Penulis</a> dan jurulatih pemasaran perniagaan kecil di internet di <a href="http://www.kursusperniagaan.com/">kursusperniagaan.com</a> dalam bidang penulisan iklan di internet. Sertai seminar, miliki buku dan ketahui lebih lanjut penulis buku di Malaysia di <a href="http://www.zamrimohamad.com/">laman web rasmi</a>.
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;" lang="FI"> </span></p>
<p><!--[if !mso]&#62;  v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);}  &#60;![endif]--><!--[if gte mso 9]&#62;     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4   &#60;![endif]--><!--[if gte mso 9]&#62;     &#60;![endif]--> <!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:"lucida grande";  panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0;  mso-font-alt:"Times New Roman";  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-format:other;  mso-font-pitch:auto;  mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} h5  {mso-margin-top-alt:auto;  margin-right:0cm;  mso-margin-bottom-alt:auto;  margin-left:0cm;  mso-pagination:widow-orphan;  mso-outline-level:5;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";} a:link, span.MsoHyperlink  {color:blue;  text-decoration:underline;  text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed  {color:purple;  text-decoration:underline;  text-underline:single;} p.potherpicpadding, li.potherpicpadding, div.potherpicpadding  {mso-style-name:"p_other pic_padding";  mso-margin-top-alt:auto;  margin-right:0cm;  mso-margin-bottom-alt:auto;  margin-left:0cm;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} span.timestamptsself  {mso-style-name:"time_stamp ts_self";} p.pselfpicpadding, li.pselfpicpadding, div.pselfpicpadding  {mso-style-name:"p_self pic_padding";  mso-margin-top-alt:auto;  margin-right:0cm;  mso-margin-bottom-alt:auto;  margin-left:0cm;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} span.timestamptsother  {mso-style-name:"time_stamp ts_other";} span.apple-converted-space  {mso-style-name:apple-converted-space;} @page Section1  {size:595.3pt 841.9pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:35.4pt;  mso-footer-margin:35.4pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --> <!--[if gte mso 10]&#62;   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;}  &#60;![endif]--></p>
<p id="msg_1273272166_2138968556" class="pselfpicpadding" style="text-align:justify;margin:0 3pt .0001pt;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="FI"> </span></p>
</div>
<p style="text-align:center;">
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Qatrunada | pembaca buku Bagaikan Khadijah di Hati Rasulullah]]></title>
<link>http://motivasiminda.wordpress.com/2009/06/03/qatrunada-pembaca-buku-bagaikan-khadijah-di-hati-rasulullah/</link>
<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 14:29:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>aliman</dc:creator>
<guid>http://motivasiminda.wordpress.com/2009/06/03/qatrunada-pembaca-buku-bagaikan-khadijah-di-hati-rasulullah/</guid>
<description><![CDATA[Petikan blog Sesuci Qatrunada, pembaca buku Bagaikan Khadijah di Hati Rasulullah &#8220;&#8230;Bukan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div><a href="http://3.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/Sh53kXiFAQI/AAAAAAAADug/QJrpgNwRHSc/s1600-h/DSC01159.JPG"><img style="float:left;cursor:pointer;width:320px;height:187px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/Sh53kXiFAQI/AAAAAAAADug/QJrpgNwRHSc/s320/DSC01159.JPG" border="0" alt="" /></a>Petikan <a href="http://sesuci-qatrunnada.blogspot.com/2009/05/nak-kawennn.html">blog</a> Sesuci Qatrunada, pembaca buku <span style="font-weight:bold;">Bagaikan Khadijah di Hati Rasulullah</span></p>
<div style="text-align:justify;">
&#8220;&#8230;Bukan setakat terima kad-kad jemputan perkahwinan, ada sahabat hadiahkan buku. Memang saya suka baca buku tapi tajuknya, Pemilik cintaku setelah Allah dan Rasul. Terima kasih Wani kerana hadiahkan buku. Satu buku lagi tajuknya Bagaikan Khadijah di hati Rasulullah. Tapi apa pun, buku-buku tu memang best sangat.</p>
<p>Cinta itu adalah fitrah kejadian kita sebagai manusia. Manusia memang ingin menyintai dan dicintai. Tetapi kita acap kali berbicara mengenai cinta sesama manusia berbanding cinta kepada Allah dan Rasul walaupun kita tahu cinta pada Allah adalah cinta yang hakiki.</p>
<p>Semakin kita meningkat remaja semakin tegar hati berbicara mengenai cinta berlainan jantina.</p>
<p><a href="http://4.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/Sh530bNqa8I/AAAAAAAADuo/8A9BR9tZv04/s1600-h/phpThumb_generated_thumbnailjpg.jpg"><img style="float:left;cursor:pointer;width:131px;height:200px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://4.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/Sh530bNqa8I/AAAAAAAADuo/8A9BR9tZv04/s320/phpThumb_generated_thumbnailjpg.jpg" border="0" alt="" /></a>Islam tidak menentang cinta berlawanan jantina namun, demi menjamin kemaslahatan masyarakat, Islam menetapkan batas-batas yang perlu dijaga oleh setiap insan dalam bercinta supaya syariat Allah terpelihara.</p>
<p>Cinta dalam Islam menfokuskan cinta kepada Allah dahulu yang seterusnya menjadi tunjang dalam menguruskan cinta yang lahir sesama manusia. Perasaan cinta seharusnya di salurkan pada tempat yang sepatutnya.</p>
<p>Cinta yang pada asalnya fitrah mampu kecundang apabila tindakan kita membelakangkan syariat dan bertukar menjadi fitnah. Sesungguhnya syaitan hanya mencari peluang dan ruang untuk menundukkan iman kita yang senipis kulit bawang ini.</p>
<p>Fikir-fikirkanlah&#8221;</p></div>
<div style="text-align:justify;"><a href="http://3.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/Saol10EjJ4I/AAAAAAAADYE/UZAQWv8TgQw/s1600-h/zamri.jpg"><img style="float:left;cursor:pointer;width:71px;height:82px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/Saol10EjJ4I/AAAAAAAADYE/UZAQWv8TgQw/s200/zamri.jpg" border="0" alt="" /></a>Zamri Mohamad adalah <a href="http://www.zamrimohamad.com/buku.htm">penulis 10 buah buku</a>, <a href="http://www.kursuspenulisan.zamrimohamad.com/">jurulatih penulis bebas</a>, perunding di <a href="http://www.janawangdenganmenulis.com/">Akademi Penulis</a> dan jurulatih pemasaran perniagaan kecil di internet di <a href="http://www.kursusperniagaan.com/">kursusperniagaan.com</a> dalam bidang penulisan iklan di internet. Sertai seminar, miliki buku dan ketahui lebih lanjut penulis buku di Malaysia di <a href="http://www.zamrimohamad.com/">laman web rasmi</a>.</div>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kedai buku memperkenalkan buku Zamri Mohamad]]></title>
<link>http://motivasiminda.wordpress.com/2009/06/02/kedai-buku-memperkenalkan-buku-zamri-mohamad/</link>
<pubDate>Tue, 02 Jun 2009 14:27:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>aliman</dc:creator>
<guid>http://motivasiminda.wordpress.com/2009/06/02/kedai-buku-memperkenalkan-buku-zamri-mohamad/</guid>
<description><![CDATA[Kedai buku Booknetwork Sdn Bhd Tiga buah buku di window display. Hadapan kedai buku Tuan Asyraff mem]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div>
<div style="text-align:center;"><a href="http://2.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/Shl2Aw6Pg5I/AAAAAAAADtA/x376edrQPjs/s1600-h/Image017.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:320px;height:240px;margin:0 auto 10px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/Shl2Aw6Pg5I/AAAAAAAADtA/x376edrQPjs/s320/Image017.jpg" border="0" alt="" /></a>Kedai buku Booknetwork Sdn Bhd</div>
<div style="text-align:center;"><a href="http://2.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/Shl2BMimqbI/AAAAAAAADtQ/ac5EN-RgpKw/s1600-h/Image015.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:320px;height:240px;margin:0 auto 10px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/Shl2BMimqbI/AAAAAAAADtQ/ac5EN-RgpKw/s320/Image015.jpg" border="0" alt="" /></a>Tiga buah buku di window display.</div>
<div style="text-align:center;"><a href="http://4.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/Shl2BBVETuI/AAAAAAAADtI/GAKGQSTFNUs/s1600-h/Image016.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:320px;height:240px;margin:0 auto 10px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/Shl2BBVETuI/AAAAAAAADtI/GAKGQSTFNUs/s320/Image016.jpg" border="0" alt="" /></a><a href="http://4.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/Shl2BBVETuI/AAAAAAAADtI/GAKGQSTFNUs/s1600-h/Image016.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:320px;height:240px;margin:0 auto 10px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/Shl2BBVETuI/AAAAAAAADtI/GAKGQSTFNUs/s320/Image016.jpg" border="0" alt="" /></a>Hadapan kedai buku</div>
<div style="text-align:center;"><a href="http://2.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/Shl2BUpVxKI/AAAAAAAADtY/fKPtX5jVPPI/s1600-h/Image014.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:320px;height:240px;margin:0 auto 10px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/Shl2BUpVxKI/AAAAAAAADtY/fKPtX5jVPPI/s320/Image014.jpg" border="0" alt="" /></a>Tuan Asyraff membeli Internet Marketing untuk Bisnes Kecil. Terima kasih.</div>
<div style="text-align:center;"><a href="http://1.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/Shl2NqBbE3I/AAAAAAAADtw/GR2jsaapdgU/s1600-h/Image011.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:320px;height:240px;margin:0 auto 10px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/Shl2NqBbE3I/AAAAAAAADtw/GR2jsaapdgU/s320/Image011.jpg" border="0" alt="" /></a>Tip Menjadi Penulis Bestseller boleh didapati di sini</div>
<div style="text-align:center;"><a href="http://4.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/Shl2Nt2mWXI/AAAAAAAADto/fJXipmGYVwg/s1600-h/Image012.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:320px;height:240px;margin:0 auto 10px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/Shl2Nt2mWXI/AAAAAAAADto/fJXipmGYVwg/s320/Image012.jpg" border="0" alt="" /></a>Mengurus Konflik Gaya Streetsmart juga berada pada rak yang sama.</div>
<div style="text-align:center;"><a href="http://3.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/Shl2BrNhfmI/AAAAAAAADtg/ZjyBILtfaTQ/s1600-h/Image013.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:320px;height:240px;margin:0 auto 10px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/Shl2BrNhfmI/AAAAAAAADtg/ZjyBILtfaTQ/s320/Image013.jpg" border="0" alt="" /></a>Jangan lupa, buku kontroversi, Rahsia Bisnes Mamak bagi mereka yang ada perancangan perniagaan dan mencari peluang perniagaan di Malaysia.</div>
<div style="text-align:justify;">Saya ucapkan berbanyak-banyak terima kasih kepada kedai buku Booknetwork Sdn Bhd kerana sudi memilih ketiga-tiga buku tulisan Zamri Mohamad dan para rakan penulis lain untuk dipamerkan pada bahagian <span style="font-style:italic;">window display</span> kedai mereka. Ini adalah pertama kali saya melihat buku-buku ini diletakkan pada kedudukan itu.</p>
<p>Buku-buku Zamri Mohamad seperti Mengurus Konflik Gaya Streetsmart, Mempengaruhi Bos Gaya Streetsmart, Bagaikan Khadijah di Hati Rasulullah dan Internet Marketing untuk Bisnes Kecil mudah didapati di sini.</p>
<p>Kedai buku ini terletak di tingkat tiga dalam pasaraya Giant, Taman Permata, Kuala Lumpur.</p>
<p>Terima kasih sekali lagi kepada Booknetwork Sdn Bhd</p>
<p>Mahu menjadi penulis? <a href="http://www.kursuspenulisan.com/">Klik di sini</a>.</div>
<div style="text-align:justify;"><a href="http://3.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/Saol10EjJ4I/AAAAAAAADYE/UZAQWv8TgQw/s1600-h/zamri.jpg"><img style="float:left;cursor:pointer;width:71px;height:82px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/Saol10EjJ4I/AAAAAAAADYE/UZAQWv8TgQw/s200/zamri.jpg" border="0" alt="" /></a>Zamri Mohamad adalah <a href="http://www.zamrimohamad.com/buku.htm">penulis 10 buah buku</a>, <a href="http://www.kursuspenulisan.zamrimohamad.com/">jurulatih penulis bebas</a>, perunding di <a href="http://www.janawangdenganmenulis.com/">Akademi Penulis</a> dan jurulatih pemasaran perniagaan kecil di internet di <a href="http://www.kursusperniagaan.com/">kursusperniagaan.com</a> dalam bidang penulisan iklan di internet. Sertai seminar, miliki buku dan ketahui lebih lanjut penulis buku di Malaysia di <a href="http://www.zamrimohamad.com/">laman web rasmi</a>.</div>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kita mampu membina cinta sehebat Khadijah]]></title>
<link>http://motivasiminda.wordpress.com/2009/05/31/kita-mampu-membina-cinta-sehebat-khadijah/</link>
<pubDate>Sun, 31 May 2009 14:20:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>aliman</dc:creator>
<guid>http://motivasiminda.wordpress.com/2009/05/31/kita-mampu-membina-cinta-sehebat-khadijah/</guid>
<description><![CDATA[“Menjadikan cinta pasangan sebagai ibadah memenuhi kekosongan jiwa, mendorong kebaikan, membuka pint]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div>
<div style="text-align:justify;"><a href="http://3.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/ShlNSmNFZ8I/AAAAAAAADso/2nuUSCjNIIs/s1600-h/Image042.jpg"><img style="float:left;cursor:pointer;width:240px;height:320px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/ShlNSmNFZ8I/AAAAAAAADso/2nuUSCjNIIs/s320/Image042.jpg" border="0" alt="" /></a>“Menjadikan cinta pasangan sebagai ibadah memenuhi kekosongan jiwa, mendorong kebaikan, membuka pintu kasih, mencurahkan rahmat tuhan dan tiket bertemu semula di syurga.”<br />
Anonymous</p>
<p>Buku ini adalah sentuhan daripada suara hati lelaki dan wanita yang memberi formula cinta abadi dalam perhubungan. Satu demi satu jiwa disentuh bagi membuka resipi kejayaan membina cinta yang menjadikan mereka kekal dalam perhubungan sehingga ke hari ini.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Kita mampu membina cinta sehebat Khadijah</span></p>
<p>Mahu menjadi seperti Khadijah di hati Muhammad tidak sukar dan dapat dicapai oleh saudari. Ramuan kebahagiaan dalam dunia cinta dan perkahwinan yang diadun dengan betul mencipta keenakkan dalam hidangan kasih yang tersaji. Formula kasih inilah yang menjadi hubungan bersama pasangan pencetus kepada kasih daripada tuhan dan pembina cinta nabi kepada diri kita sebagai sebahagian umat.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Bongkar magnet diri dalam diri wanita</span></p>
<p>Dalam diri setiap perempuan ada sesuatu yang menjadi magnet menarik lelaki yang setia menjadi pasangan hidup. Magnet dalam diri ini mencipta episod-episod cinta yang indah dan bermakna sebagai memori manis sepanjang hayat.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Inilah manual kepada kebahagiaan cinta</span></p>
<p>Kepada yang sedang mencari cinta, inilah manual yang terbaik menjadi hadiah kepada kebahagiaan anda. Kepada yang sedang membina cinta, inilah menyemarakkan kehangatan kasih-sayang bersama yang tersayang. Kami menemui rencah bahagia dalam bercinta daripada mereka yang sudi berkongsi petua yang dapat diamalkan pembaca.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Letakkan diri agar terus diingati dan disayangi</span></p>
<p>Jadilah bagaikan pecinta setia umpama Khadijah dalam dunia kontemporari ini.</p>
<p>Saudari bagaikan Khadijah yang menjadi ingatan dan sebutan di bibir. Saudari juga bagaikan Khadijah yang menjadi puji-pujian atas kesantunan serta limpahan kebaikan yang dihargai oleh lelaki. Saudari bagaikan Khadijah yang menjadikan model kepada hubungan cinta yang ideal ketika mana ramai tandus dalam cinta.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Bagaikan Khadijah di Hati Muhammad adalah perjalanan kematangan cinta</span></p>
<p>Buku ini merupakan satu perjalanan kematangan dalam membongkar rahsia cinta dan perhubungan. Bermula daripada buku Memahami Bahasa Cinta Lelaki, Magnet Cinta: Membuat Orang Tertarik Hati Setiap Masa dan 77 Tip Melembutkan Hati Lelaki, semua buku ini membawa kepada persoalan-persoalan baru yang timbul dalam fikiran pembaca moden.</p>
<p>Dalam buku terdahulu, ada kisah benar dan tip bagaimana seorang isteri dapat mempertahankan bahagia dan cinta dalam perkahwinan selama 30 puluh tahun dengan segelas air di atas meja.</p>
<p>Buku-buku tulisan sebelum ini membawa kepada peristiwa unik kepada penulis. Pada tahun 2006, seorang suami membelikan 77 Tip Melembutkan Hati Lelaki semata-mata mahu dihadiahkan kepada isterinya dengan kata-kata, “Agar isteri lebih memahami diri saya.”</p>
<p>Pada tahun yang sama buku Memahami Bahasa Cinta Lelaki pada awalnya disambut dengan curiga orang lelaki kerana dilihat sebagai mendedahkan kelemahan lelaki.</p>
<p>Acapkali dilihat di kedai-kedai buku, reaksi lelaki kurang selesa apabila Memahami Bahasa Cinta Lelaki dibelek oleh pasangan. Persepsi berkenaan semakin berkurangan apabila Memahami Bahasa Cinta Lelaki dilihat membantu menjelaskan dan mengakrabkan hubungan dengan tip membina cinta yang mempunyai motivasi serta matlamat.</p>
<p>Buku Magnet Cinta: Membuat Orang Tertarik Hati Setiap Masa ditulis dan dipersembahkan secara istimewa kepada pembaca pada tahun 2007 . Ia menjadi buku hadiah yang diterima baik pasangan lelaki dan perempuan.</p>
<p>Pesta Buku Antarabangsa Kuala Lumpur 2008 mempertemukan saya dengan beberapa pembaca lelaki yang menggalakkan pasangan membaca Magnet Cinta kepada pasangan.</p>
<p>Malah, seorang pembaca dari Singapura menyifatkan ia sebagai buku motivasi cinta. Pembaca bernama Salbiah Sirat dari Tebans Gardens Road Jurong, Singapura berkata &#8220;Magnet Cinta banyak merangkumi berbagai aspek tentang cinta. Cinta adalah satu penjernihan peribadi yang terdapat dalam jiwa manusia. Ia merupakan satu fitrah. Satu motivasi tentang cinta yang amat kuat.&#8221;</p>
<p>Magnet Cinta memberi kesan mendalam kepada penulis apabila ada pembaca yang mengaitkan buku ini dengan memori cinta dilalui oleh ibu-bapanya. Memetik sebahagian kata oleh pembaca ini, “&#8221;Apa yang aku dapat simpulkan,banyak perkara yang aku pelajari dalam buku ini. Setiap kali membelek helaian di dalamnya aku akan tersenyum sendiri.”</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Mencari kejutan rencah cinta bahagia</span></p>
<p>Bagaikan Khadijah di Hati Muhammad membawa babak-babak cinta yang penuh kejutan, selalu disampaikan secara lisan tetapi jarang dibukukan sebagai panduan. Kejutan demi kejutan ini memberi nilai tambah dalam perhubungan saudari. Semua kejutan ini disatukan dalam sebuah buku untuk para pembaca.</p>
<p>Sejak tahun 2006, para pembaca membangkitkan kehendak mereka mencari intipati bahagia bersama pasangan. Ketiga-tiga buku yang ditulis sebelum ini membawa kepada penyempurnaan pencari cinta yang menjadi ibadah berpahala dan lestari melalui Bagaikan Khadijah di Hati Muhammad.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Perjalanan dunia bujang ke dunia berumahtangga</span></p>
<p>Di sinilah dibongkar realiti A ke Z kisah dari dunia teruna dan dara kepada dunia suami dan isteri yang disusun sebagai manual cinta dalam acuan tempatan. Bagaikan Khadijah di Hati Muhammad menjawab persoalan perhubungan dan cinta yang sentiasa menjadi tanda soal dalam hati para pembaca.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Kebahagiaan adalah anugerah yang berhak dimilikimu</span></p>
<p>Apakah bahagia itu milik sebahagian orang dan sebahagian lagi tidak memperolehinya?</p>
<p>Hasil daripada respon para pembaca terdahulu, kali ini buku Bagaikan Khadijah di Hati Muhammad membantu para pembaca menambah rencah bahagia dan memanjangkan usia cinta. Mereka yang bermula dari kosong dalam membina cinta melangkah ke petak pertama ke dunia kasih sayang ini dengan buku Bagaikan Khadijah di Hati Muhammad sebagai peta perjalanan.</p>
<p>Apabila kita bercinta, kita sedang membina syurga dan pada sama mencari-cari syurga. Apa yang dimaksudkan membina syurga dan mencari-cari syurga? Hidup bersama pasangan di dunia menjadikan kita menukar warna dunia ini menjadi sesuatu yang indah dengan mencipta syurga yang disulami keindahan hidup bersama-samanya.</p>
<p>Dalam membina syurga di dunia, kita mencari-cari syurga dalam hayat seterusnya yang dijanjikan tuhan. Syurga yang menjanjikan kasih dan hidup bersama yang abadi. Kedua-dua syurga yang terus menjadi impian hidup kita bersama pasangan.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Bagaikan Khadijah di Hati Muhammad satu karya untuk semua</span></p>
<p>Buku ini juga menjadi senarai semak bagi pencari cinta dalam menyemarakkan hubungan indah dan bermakna. Kepada yang sudah mengecap nikmat cinta, mungkin ada seseorang dalam fikiran saudari yang dirasakan perlu saudari dihadiahkan Bagaikan Khadijah di Hati Muhammad. Moga-moga ia memberi senyuman dalam dunia cintanya.</p>
<p>Siapa pun saudari, di mana saudari berdiri ketika ini dan ke mana saudari selepas ini, saudari berhak membina kebahagiaan, keabadian dan ketulusan cinta umpama Khadijah. Ia adalah permata yang menjadi pemanis dan penghias hayat anda.</p>
<p>Jika cinta itu adalah fitrah, maka cenderung saya berkata, fitrah itu diurus dengan enam perkara berikut.</p>
<p>F iaitu fikiran. Membersihkan minda dan berkembang menjelajahi dunia cinta<br />
I iaitu inspirasi. Maksudnya mencari role model yang ideal dalam bercinta<br />
T iaitu teknik. Pecinta tahu apakah teknik yang diaplikasi dalam membina cinta.<br />
R iaitu respon. Pecinta mengenalpasti maklumbalas bagi pembaikan dan refleksi diri<br />
A iaitu aplikasi. Pecinta belajar dan mengamalkan ilmu yang dipelajari<br />
H iaitu hamba. Pecinta membina cinta sesama manusia dan menjadi hamba yang mencintai Allah</p>
<p>Selami maksud cinta sebagai fitrah dan nantikan buku Bagaikan Khadijah di Hati Muhammad.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">ZAMRI MOHAMAD</span> <span style="font-weight:bold;">IMRAN YUSUF</span></p>
<p><span style="font-weight:bold;">Nota</span>: Gambar di atas adalah Cik Salbiah Sirat, pembaca dari Singapura. <a href="http://sarqina.multiply.com/photos/album/249/sal_dan_yani_jalan_jalan_ke_jb#50">Gambar diambil dari blog ini.</a></div>
<div style="text-align:justify;"><a href="http://3.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/Saol10EjJ4I/AAAAAAAADYE/UZAQWv8TgQw/s1600-h/zamri.jpg"><img style="float:left;cursor:pointer;width:71px;height:82px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/Saol10EjJ4I/AAAAAAAADYE/UZAQWv8TgQw/s200/zamri.jpg" border="0" alt="" /></a>Zamri Mohamad adalah <a href="http://www.zamrimohamad.com/buku.htm">penulis 10 buah buku</a>, <a href="http://www.kursuspenulisan.zamrimohamad.com/">jurulatih penulis bebas</a>, perunding di <a href="http://www.janawangdenganmenulis.com/">Akademi Penulis</a> dan jurulatih pemasaran perniagaan kecil di internet di <a href="http://www.kursusperniagaan.com/">kursusperniagaan.com</a> dalam bidang penulisan iklan di internet. Sertai seminar, miliki buku dan ketahui lebih lanjut penulis buku di Malaysia di <a href="http://www.zamrimohamad.com/">laman web rasmi</a>.</div>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pastinya, saya belum ke hospital kerana masakan cuba-cuba ini.]]></title>
<link>http://motivasiminda.wordpress.com/2009/05/31/pastinya-saya-belum-ke-hospital-kerana-masakan-cuba-cuba-ini/</link>
<pubDate>Sun, 31 May 2009 14:18:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>aliman</dc:creator>
<guid>http://motivasiminda.wordpress.com/2009/05/31/pastinya-saya-belum-ke-hospital-kerana-masakan-cuba-cuba-ini/</guid>
<description><![CDATA[Hasil resipi mudah dari dapur rumahku, makaroni sup cendawan. Bagaimana? Tidak banyak aktiviti baru ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div style="text-align:center;"><a href="http://4.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/ShjLVfekQUI/AAAAAAAADsI/Zg7rrVaQw-E/s1600-h/100_6973.JPG"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:320px;height:240px;margin:0 auto 10px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/ShjLVfekQUI/AAAAAAAADsI/Zg7rrVaQw-E/s320/100_6973.JPG" border="0" alt="" /></a>Hasil resipi mudah dari dapur rumahku, makaroni sup cendawan. Bagaimana?</div>
<div style="text-align:justify;">Tidak banyak aktiviti baru pada hujung minggu ini. Selain daripada menghabiskan masa di rumah menyiapkan kerja-kerja tertangguh. Keperluan dapur pun belum dibeli lagi. Maka apa yang ada, itulah yang akan dimasak. Kata seorang teman, &#8220;Bersedialah ke hospital,&#8221; tetapi sejak tadi tidak ada apa-apa berlaku. Saya senyum sendiri. Resipi cuba-cuba. Dalam hidup ini penuh dengan eksperimen. Ada yang menjadi dan ada yang tidak.</p>
<p>Bagaimana dengan resipi makaroni sup cendawan ini. Adakah ia dalam kategori menjadi atau tidak?</p>
<p>Pastinya, saya belum ke hospital kerana masakan cuba-cuba ini.</p>
<p>Nota: Bengkel penulisan pada 6 Jun ini, para peserta akan cuba-cuba resipi penulisan mereka pula. Sesiapa berminat, <a href="http://www.kursuspenulisan.com/">klik di sini</a>.</div>
<div style="text-align:justify;"><a href="http://3.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/Saol10EjJ4I/AAAAAAAADYE/UZAQWv8TgQw/s1600-h/zamri.jpg"><img style="float:left;cursor:pointer;width:71px;height:82px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/Saol10EjJ4I/AAAAAAAADYE/UZAQWv8TgQw/s200/zamri.jpg" border="0" alt="" /></a>Zamri Mohamad adalah <a href="http://www.zamrimohamad.com/buku.htm">penulis 10 buah buku</a>, <a href="http://www.kursuspenulisan.zamrimohamad.com/">jurulatih penulis bebas</a>, perunding di <a href="http://www.janawangdenganmenulis.com/">Akademi Penulis</a> dan jurulatih pemasaran perniagaan kecil di internet di <a href="http://www.kursusperniagaan.com/">kursusperniagaan.com</a> dalam bidang penulisan iklan di internet. Sertai seminar, miliki buku dan ketahui lebih lanjut penulis buku di Malaysia di <a href="http://www.zamrimohamad.com/">laman web rasmi</a>.</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Penulis yang selalu memberi penawar]]></title>
<link>http://motivasiminda.wordpress.com/2009/05/28/penulis-yang-selalu-memberi-penawar/</link>
<pubDate>Thu, 28 May 2009 14:13:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>aliman</dc:creator>
<guid>http://motivasiminda.wordpress.com/2009/05/28/penulis-yang-selalu-memberi-penawar/</guid>
<description><![CDATA[“Tiga orang yang akan selalu diberi pertolongan oleh Allah adalah seorang mujahid yang selalu memper]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div style="text-align:justify;">“Tiga orang yang akan selalu diberi pertolongan oleh Allah adalah seorang mujahid yang selalu memperjuangkan agama Allah SWT, seorang penulis yang selalu memberi penawar, dan seorang yang menikah untuk menjaga kehormatannya.” (HR Thabrani)</div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://3.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/Saol10EjJ4I/AAAAAAAADYE/UZAQWv8TgQw/s1600-h/zamri.jpg"><img style="float:left;cursor:pointer;width:71px;height:82px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/Saol10EjJ4I/AAAAAAAADYE/UZAQWv8TgQw/s200/zamri.jpg" border="0" alt="" /></a>Zamri Mohamad adalah <a href="http://www.zamrimohamad.com/buku.htm">penulis 10 buah buku</a>, <a href="http://www.kursuspenulisan.zamrimohamad.com/">jurulatih penulis bebas</a>, perunding di <a href="http://www.janawangdenganmenulis.com/">Akademi Penulis</a> dan jurulatih pemasaran perniagaan kecil di internet di <a href="http://www.kursusperniagaan.com/">kursusperniagaan.com</a> dalam bidang penulisan iklan di internet. Sertai seminar, miliki buku dan ketahui lebih lanjut penulis buku di Malaysia di <a href="http://www.zamrimohamad.com/">laman web rasmi</a>.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ada juga yang masih tidak tahu dan jelas maksud terbit sendiri]]></title>
<link>http://terbitbukusendiri.wordpress.com/2009/05/28/ada-juga-yang-masih-tidak-tahu-dan-jelas-maksud-terbit-sendiri/</link>
<pubDate>Thu, 28 May 2009 13:52:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>aliman</dc:creator>
<guid>http://terbitbukusendiri.wordpress.com/2009/05/28/ada-juga-yang-masih-tidak-tahu-dan-jelas-maksud-terbit-sendiri/</guid>
<description><![CDATA[Ramai penulis yang pernah menerbit buku dengan penerbit, selepas tempoh tertentu berhasrat menerbit ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Ramai penulis yang pernah menerbit buku dengan penerbit, selepas tempoh tertentu berhasrat menerbit sendiri bukunya. Mereka menyangka jika mereka terbit sendiri, tentulah imbuhan wang yang bakal diperolehi lebih banyak.</p>
<p>Tidak kurang juga individu yang baru berjinak-jinak dengan dunia penulisan awal-awal lagi sudah menanam cita-cita ingin menerbit sendiri buku mereka. Hasrat itu timbul mungkin apabila mereka mendengar mengenai kelebihan terbit sendiri yang diceritakan oleh sesetengah pihak.</p>
<p style="text-align:justify;">
Namun apabila tiba masa hendak menerbitkan buku yang sudah siap ditulis, mereka tertanya-tanya dengan diri sendiri bagaimana hendak lakukannya? Ada juga yang masih tidak tahu dan jelas dengan maksud terbit sendiri.</p>
<p>Terbit sendiri bermaksud proses menukar bahan bertulis yang anda miliki ke dalam bentuk buku bercetak ataupun e-book. Bahan bertulis itu sama ada anda sendiri yang tulis ataupun anda mengupah orang lain menulis bagi pihak anda.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian anda memasar, menjual dan mengedar sendiri buku yang diterbitkan kepada kedai buku, pengedar dan pengguna akhir iaitu pembaca.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan kata lain anda memiliki kuasa penuh dalam proses penerbitan buku anda. Anda yang membuat keputusan dan anda jugalah yang memikul risikonya.</p>
<p>Terbit sendiri berbeza dengan terbit secara tradisional melalui penerbit buku. Anda menulis dan menyiapkan manuskrip kemudian menghantar manuskrip itu kepada penerbit bagi dinilai.</p>
<p style="text-align:justify;">Apabila penerbit setuju menerbit manuskrip anda, proses seterusnya diuruskan oleh penerbit. Ini termasuklah membuat rekabentuk kulit dan halaman, mencetak, memasar, menjual dan mengedar. Anda hanya menunggu bayaran royalti daripada penerbit selepas tempoh tertentu.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan kata lain, segala urusan penerbitan dikawal sepenuhnya oleh penerbit. Anda tidak boleh campur tangan dalam proses penerbitan kecuali dibenarkan oleh penerbit.</p>
<p>Sekilas pandang maksud terbit sendiri di atas, ada penulis tertanya-tanya, adakah mereka perlu buat semua proses di atas. Bagaimana jika mereka tidak pandai membuat rekabentuk halaman.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana jika mereka tidak tahu menjual? Seperti yang disebut di atas, terbit sendiri bermaksud anda mengawal sepenuhnya proses terbit buku anda. Jika anda tidak tahu buat sendiri rekabentuk halaman, anda boleh upah artis grafik sambilan ataupun sepenuh masa.</p>
<p style="text-align:justify;">Begitu juga urusan mencetak, anda sendiri mencari dan memilih pencetak yang sesuai. Bagi urusan menjual dan mengedar, anda boleh melantik pengedar buku bagi mengedar dan menjual buku anda.</p>
<p>Bagi memudahkan lagi anda memahami terbit sendiri, hakikatnya apabila anda terbit sendiri, bermakna anda memain-kan peranan sebagai penerbit buku. Bezanya ialah, anda menerbit buku anda sendiri. Tetapi penerbit buku kebanyakannya menerbit buku orang lain.</p>
<p>Secara teknikalnya, jika anda menerbit sendiri buku, nama penerbit yang terletak pada halaman hak cipta mestilah nama penerbit yang dicipta oleh anda sendiri. Nombor ISBN buku anda pula didaftarkan atas nama penerbit yang anda cipta itu.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><img style="float:left;" src="http://terbitsendiri.com/images/stories/kulit-depan-latest.jpg" alt="" width="160" height="204" />Kuantiti terhad dan sedang kehabisan di pasaran. Segera miliki Buat Duit Dengan Terbit Sendiri Buku hari ini sementara stok masih ada. <a href="../6/"><strong><span style="color:#006699;">Klik di sini</span></strong></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[NOVELIS TURKI DITUDUH MENISTA AGAMA]]></title>
<link>http://duniabuku.wordpress.com/2009/05/27/novelis-turki-dituduh-menista-agama/</link>
<pubDate>Wed, 27 May 2009 09:04:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>oktawiguna</dc:creator>
<guid>http://duniabuku.wordpress.com/2009/05/27/novelis-turki-dituduh-menista-agama/</guid>
<description><![CDATA[ISTANBUL – Novelis asal Turki, Nedim Gursel, diadili karena bukunya The Daughters of Allah dinilai m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/33/NedimGursel2.jpg/180px-NedimGursel2.jpg" alt="taken from wikipedia" /></p>
<p>ISTANBUL – Novelis asal Turki, Nedim Gursel, diadili karena bukunya <em>The Daughters of Allah</em> dinilai menghina Islam. Pengacara Gursel, Sehnaz Yuzer, mengatakan Direktorat Agama Turki menuduh karakterisasi keluarga Nabi Muhammad dalam novel kliennya telah menghina agama dan menimbulkan kebencian di tengah masyarakat.<!--more--></p>
<p>Gursel yang kini menetap di Perancis terbang ke Istanbul Selasa (26/5) untuk menghadiri sidang pendahuluan pada Selasa (26/5). Jika terbukti bersalah, ia terancam terkena hukuman penjara antara satu hingga tiga tahun. </p>
<p>Gursel sendiri membantah tuduhan tersebut dan menyatakan tak ada kalimat dalam novelnya yang menghina agama. &#8220;Buku saya juga sudah setahun beredar dan dibaca lebih dari 30 ribu orang,” ujarnya. “Sejauh ini tak ada kemarahan dan kebencian akibat buku saya seperti yang mereka tuduhkan itu.” </p>
<p>Gursel pun protes campur tangan direktorat yang bertugas mengurusi kegiatan masjid dan pembelajaran teologi tersebut dalam proses peradilan. &#8220;Direktorat itu tak punya hak mengatur bagaimana sebuah buku harus ditulis,”  kata pengajar literatur kontemporer Turki di Universitas Sorbonne, Perancis.</p>
<p>Sebelumnya novelis berusia 58 tahun ini juga pernah berurusan dengan pengadilan Turki  karena tulisannya yang diterbitkan sebuah majalah pada tahun 1960-an. Kasus tersebut membuatnya pindah ke Perancis. </p>
<p>Ini bukan pertama kalinya pengadilan Turki menyidangkan penggiat literatur dengan alasan penistaan agama. Sebelumnya penerbit buku <em>God Delusion</em> karya Richard Dawkin juga dituntut ke pengadilan namun tak berujung pada hukuman penjara.</p>
<p>Asosiasi penulis internasional, PEN, menilai pengadilan terhadap Gursel tersebut tak sejalan dengan semnagat kebebasan berbicara dan berekspresi. Padahal, Turki yang tengah dalam proses menjadi anggota Uni Eropa mestinya mengikuti kovenan internasional dan kovenan Eropa yang mengatur perlindungan terhadap kebebasan berbicara dan berekspresi. Dalam pernyataan resmi di situsnya, PEN, mendesak pemerintah Turki melindungi kebebasan penulis untuk berekspresi.</p>
<p>(dikutip dari Reuters tambahan</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[CLARA NG: KEGELISAHAN BERBUAH PENGHARGAAN]]></title>
<link>http://duniabuku.wordpress.com/2009/05/25/clara-ng-kegelisahan-berbuah-penghargaan/</link>
<pubDate>Mon, 25 May 2009 09:16:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>oktawiguna</dc:creator>
<guid>http://duniabuku.wordpress.com/2009/05/25/clara-ng-kegelisahan-berbuah-penghargaan/</guid>
<description><![CDATA[oleh: Okta Wiguna Tujuh tahun sudah Clara Regina Juana menggeluti profesi penulis kisah-kisah fiksi.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img src="http://duniabuku.wordpress.com/files/2009/05/clara.jpg" alt="clara" title="clara" width="250" height="356" class="alignleft size-full wp-image-702" /></p>
<p>oleh: Okta Wiguna</p>
<p>Tujuh tahun sudah Clara Regina Juana menggeluti profesi penulis kisah-kisah fiksi. Masyarakat pencinta fiksi lebih mengenal perempuan kelahiran Jakarta, 35 tahun lalu, ini dengan nama penanya: Clara Ng. Nama belakangnya itu diambil dari nama sang suami: Nicholas Ng Hock Hooi.</p>
<p>Putri pasangan Willy Atmadjuana dan Sri Angela ini sudah menulis 10 novel. Itu belum termasuk kumpulan cerpen dan cerita lepasnya, yang dimuat di pelbagai media massa.</p>
<p>Sejak tiga tahun lalu, Clara merambah dunia buku anak, yang boleh dibilang tak banyak dijamah para penulis. Dan sejak itu pula dia menjadi langganan peraih penghargaan kategori cerita dalam buku anak pada Adikarya Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi), yang digelar setahun sekali.<br />
Jumat lalu, saya mengikuti keseharian pengarang yang pembawaannya ceria tapi mendadak bisa bicara serius dan tegas ini. <!--more--></p>
<p>09.30<br />
Rumah Clara Ng<br />
Tanjung Duren, Jakarta Barat</p>
<p>Clara menyambut Tempo dari balik pagar hijau rumahnya, yang membatasi taman berumput dihiasi jalan semen bertabur batu-batu kecil dan patung-patung hewan berwarna-warni. Ia langsung mengajak Tempo masuk dan mengobrol di ruang kerjanya, yang dipenuhi buku.<br />
Deretan buku tertata rapi di rak dan bertumpuk di atas meja kerjanya. &#8220;Saya lagi baca The Pillars, yang ditulis Ken Follet,&#8221; katanya sembari menarik satu buku dari rak.</p>
<p>Sejak kecil Clara suka membaca. Kegemarannya itu berkat kebiasaan ibunya yang membacakan cerita, terutama menjelang tidur. Clara tak membatasi bacaannya. Tak mengherankan jika roman seperti Gone with the Wind bersanding dengan Bram Stoker&#8217;s Dracula dan Godfather karya Mario Puzo. Ada pula novel-novel Pramoedya Ananta Toer dan ensiklopedia masjid dunia.</p>
<p>Tapi, dari sekian banyak buku itu, hanya kamus dan Tesaurus Bahasa Indonesia yang wajib berada di meja kerjanya setiap saat. Plus sebuah komputer jinjing yang terhubung dengan Internet.</p>
<p>Clara menuturkan, dia tak pernah membayangkan menjadi penulis meski sejak SMA suka merangkai cerita-cerita fiksi. Pada 1992, selepas SMA Bunda Hati Kudus, Jakarta Barat, ia berniat melanjutkan kuliah jurnalistik.</p>
<p>Awalnya ia memilih Australia. Tapi batal karena sistem pendidikan di Negeri Kanguru itu mengharuskan Clara mengulang tahun terakhirnya di SMA sebelum kuliah. &#8220;Aduh, males banget,&#8221; ujar Clara, yang kemudian memilih kuliah jurnalistik di Ohio State University, Amerika Serikat.<br />
Tapi, di Ohio, Clara juga menemui sedikit masalah. Kurikulum di jurusan yang dimasukinya tengah dibenahi. Atas anjuran penasihat akademiknya, Clara akhirnya mengambil jurusan interpersonal communication.</p>
<p>Lulus kuliah, Clara sempat dua tahun bekerja sebagai staf sumber daya manusia di sebuah perusahaan di Negeri Abang Sam. Bidang kerja itu dilanjutkannya di sebuah perusahaan shipping multinasional saat dia kembali ke Tanah Air.</p>
<p>Tak lama berselang, Clara bertemu dengan Nicholas. Meski tak sekantor, Nicholas rajin bertandang ke tempat kerja Clara. Lewat pertemuan-pertemuan rutin itulah terjalin percintaan hingga akhirnya mereka menikah pada 2000.</p>
<p>Namun, sekitar setahun setelah menikah, Clara jatuh sakit. Karena harus menjalani pengobatan, ia kemudian mengundurkan diri dari pekerjaannya. Waktu yang sangat luang diisi Clara dengan menulis cerita. Hingga akhirnya dia menerbitkan novel perdananya, Setahun Tujuh Musim, secara swadaya.</p>
<p>Sejak itu langkah Clara tak terbendung. Lewat perkenalannya dengan seorang manajer penerbit Gramedia Pustaka Utama, novel-novel selanjutnya berturut-turut diterbitkan. Clara memang cukup produktif, hingga hampir tak ada jeda lama antarbukunya.</p>
<p>&#8220;Menulis itu bagi saya adalah panggilan,&#8221; katanya. &#8220;Berhenti atau tidak berhenti kerja pasti saya akan menulis, karena saya percaya orang yang punya bakat seni pasti akan terpanggil oleh bakatnya.&#8221;</p>
<p>Dan bagi Clara, menulis senantiasa mendatangkan pengalaman yang menyenangkan. Sebab, setiap proses penulisan sebuah novel pasti memberinya banyak pengetahuan baru yang acap tak terduga.</p>
<p>11.00<br />
Gandhi Memorial International School<br />
Kemayoran, Jakarta Pusat</p>
<p>Clara memacu Honda CRV perak melewati jalan tol menuju sekolah putri sulungnya, Elysa, di Gandhi Memorial International School, Kemayoran. Sebetulnya ada sopir yang bisa mengurus antar-jemput, tapi ibu dua anak ini memilih melakukannya sendiri. &#8220;Urusan sekolah ini waktunya singkat, sebentar lagi mereka sudah malu ditunggui sama emaknya di sekolah,&#8221; ujarnya seraya tertawa.</p>
<p>Pertimbangan memilih sekolah internasional itu karena sang suami dan kedua anaknya masih berkewarganegaraan Malaysia. Pemerintah negeri jiran itu tak mengizinkan dwikewarganegaraan. Dan Clara menjadi penjamin setiap kali mengurus izin tinggal bagi keluarganya.</p>
<p>Yang juga menjadi pertimbangan memilih sekolah itu, suami Clara menyukai sistem kurikulumnya. Sekolah itu tak hanya mempedulikan soal akademis, tapi juga menyalurkan bakat seni siswanya lewat pentas menyanyi, tarian, dan teater, yang digelar secara rutin. Clara tak mau buah hatinya tak bisa menyalurkan kesukaan menulis dan bermain teater seperti dia sekolah dulu.</p>
<p>Clara gelisah melihat tak cukup banyak perhatian yang diberikan buat anak. Dia mencontohkan, penyanyi dan pencipta lagu jumlahnya banyak, tapi sedikit yang mau menggubah lagu anak, sehingga anak-anak terpaksa ikut bernyanyi lagu dewasa, yang temanya jelas tak cocok.<br />
Kegelisahan lain Clara adalah minimnya buku anak. Clara melihat para orang tua lebih suka memberikan buku mewarnai, yang membuat anaknya sibuk sendiri dan tak banyak merecoki mereka. &#8220;Sedangkan buku cerita justru mengharuskan orang tua menemani anak saat membacanya,&#8221; kata Clara, yang selalu mendorong orang tua membacakan cerita bagi anaknya.</p>
<p>Itulah yang memantapkan langkah Clara menulis buku anak. Tapi tak mudah meyakinkan penerbit, yang ragu karena tingginya biaya produksi buku anak yang penuh warna dengan kertas cukup luks.</p>
<p>Toh, Clara tak patah arang. Ia terus berusaha dan berhasil meyakinkan penerbit. Buku anak karyanya, Gaya Rambut Pascal, meraih juara kedua penghargaan Adikarya Ikapi 2006. Lantas setahun kemudian, Melukis Cinta dari seri Sejuta Warna Pelangi menjadi juara pertama penghargaan yang sama. Ini berlanjut pada 2008, Yayasan Adikarya Ikapi memilihnya menjadi pemenang ketiga kategori cerita dalam buku anak untuk Jangan Bilang Siapa-siapa.</p>
<p>Sukses Clara itu membuatnya sering diundang menjadi pembicara seminar sampai diminta membacakan buku anaknya kepada siswa sekolah dasar. Tahun ini Clara juga diundang menjadi pembicara dalam perhelatan dunia literatur internasional di Bali, Ubud Writers Festival, yang kerap mendatangkan penulis kondang dari pelbagai negara.</p>
<p>Kini, selain terus menulis serial cerita anak, Clara tengah menggarap antologi cerpen anak bersama beberapa penulis anak. Lalu ia juga sedang menyiapkan buku fiksi fantasi anak.</p>
<p>14.40<br />
Restoran Pizza Hut<br />
Mal Ciputra, Jakarta Barat</p>
<p>Setelah menjemput dan mengantar anaknya pulang sekolah, Clara mengajak makan siang di restoran Pizza Hut, Mal Ciputra. Clara memesan teh rasa stroberi dan pizza dengan topping daging sapi. Menurut dia, daging jenis ini hanya dia makan di luar rumah karena suami dan kedua anaknya tak makan daging sapi, yang menjadi tradisi keluarga besar Ng.</p>
<p>Clara mengaku lebih sering makan di luar dan di sela antar-jemput anaknya. Dan ia jarang makan dengan porsi besar. Meski demikian, jika disuguhi makanan favoritnya, yakni sushi, dia langsung ngiler.</p>
<p>Menurut Clara, biasanya jam makan siang dimanfaatkan sebagai waktu istirahat sejenak dari menulis. Terkadang ia juga bertemu dengan teman-teman. &#8220;Penulis memang mesti hidup dalam kesendiriannya karena saat menulis memang cuma sendirian,&#8221; katanya. &#8220;Tapi bukan berarti saya tidak bergaul.&#8221;</p>
<p>16.20<br />
Rumah Clara</p>
<p>Saban hari Clara selalu bangun sekitar pukul lima pagi dan menyiapkan keperluan anak dan suaminya. Setelah itu, harinya diisi dengan bolak-balik ke sekolah anaknya. Dan setiap kali sampai di rumah, ruang kerja yang bersebelahan dengan ruang tamu menjadi tempat pertama yang dituju Clara. Dari ruangan itulah karya-karyanya mengalir.</p>
<p>Clara selalu menyempatkan diri menulis atau melakukan riset di ruang kerjanya itu, meski hanya satu atau dua jam. Kalaupun ia harus meninggalkan rumah, tulisannya itu dikirimkan ke e-mail-nya, lantas diteruskan lewat BlackBerry-nya. Setiap naskah bukunya rata-rata dirampungkan empat bulan.</p>
<p>Rutinitas menulis hanya berhenti pada Sabtu dan Minggu. Clara tak pernah mengambil masa rihat terlalu lama. &#8220;Kepala saya ini penuh dengan ide cerita dan tokoh yang berteriak-teriak minta ditulis,&#8221; ujar perempuan berkacamata yang tak harus menulis di tempat sepi atau pas larut malam ini.</p>
<p>Dan kalau penulis pingin sejahtera serta hidup dari karyanya, tutur Clara, kuncinya adalah konsistensi menulis. &#8220;Penulis bisa menikmati pendapatan setingkat manajer perusahaan besar asalkan terus berkarya.&#8221;</p>
<p>Selain konsisten, penulis harus punya idealisme yang bersanding dengan pertimbangan bisnis. Menurut dia, penulis mesti bisa juga menjadikan namanya semacam brand yang menjual.</p>
<p>Terakhir, yang cukup penting adalah aspek hiburan. Itu berarti sebuah buku mesti menyenangkan penulis dan pembacanya. Clara berusaha, saat orang membaca bukunya, mereka tak cuma menerima pesan cerita, tapi juga mendapatkan relaksasi.</p>
<p>Menurut Clara, idealisme, bisnis, dan hiburan adalah rumus segitiganya dalam menulis. Dengan rumusnya itu, buku-bukunya terbilang bestseller. Uniknya, suaminya justru bukan termasuk penikmat bukunya. &#8220;Suami saya, yang akuntan, orangnya lurus. Dia tidak suka baca buku fiksi,&#8221; ujarnya. Tapi saban ada resensi buku Clara di surat kabar dan majalah, Nicholas selalu membaca ulasan-ulasan tersebut.</p>
<p>Saat ini Clara tak punya target jumlah menulis buku dalam setahun. Dia juga tak membatasi diri dengan genre, meski berfokus pada drama keluarga, yang lebih kena dengan ide-idenya. Dia juga tak berambisi menjadi penulis bestseller internasional dengan karya diterjemahkan ke pelbagai bahasa. &#8220;Saya mau fokus ke Indonesia dulu,&#8221; katanya.</p>
<p>Meski sibuk menulis, Clara selalu berusaha mengakhiri aktivitasnya pada pukul enam petang. Dia menutup harinya dengan kumpul bersama keluarga. Malam itu, suaminya pulang agak larut, sehingga Clara makan malam hanya bersama kedua anaknya.</p>
<p>Seusai makan, mereka menonton televisi. Saya pamit meninggalkan Clara asyik berbincang dengan kedua anaknya, yang fasih berbahasa Inggris.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Buntu!]]></title>
<link>http://esetianto.wordpress.com/2009/05/19/buntu/</link>
<pubDate>Tue, 19 May 2009 08:58:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>e-k-o</dc:creator>
<guid>http://esetianto.wordpress.com/2009/05/19/buntu/</guid>
<description><![CDATA[Sudah seminggu ini pikiran saya buntu. Bukan lantaran tersumbat batu, tapi karena revisi buku saya y]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sudah seminggu ini pikiran saya buntu. Bukan lantaran tersumbat batu, tapi karena revisi buku saya y]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[HAIDAR BAGIR: SINGA DARI JERUK PURUT]]></title>
<link>http://duniabuku.wordpress.com/2009/05/18/haidar-bagir-singa-dari-jeruk-purut/</link>
<pubDate>Mon, 18 May 2009 11:11:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>oktawiguna</dc:creator>
<guid>http://duniabuku.wordpress.com/2009/05/18/haidar-bagir-singa-dari-jeruk-purut/</guid>
<description><![CDATA[Presiden Direktur dan Pendiri Mizan, Haidar Bagir (Dwianto Wibowo / TEMPO) Oleh: Okta Wiguna Di duni]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><div id="attachment_665" class="wp-caption alignleft" style="width: 444px"><img src="http://duniabuku.wordpress.com/files/2009/05/haidar.jpg" alt="Presiden Direktur dan Pendiri Mizan, Haidar Bagir (Dwianto Wibowo / TEMPO)" title="haidar bagir" width="434" height="429" class="size-full wp-image-665" /><p class="wp-caption-text">Presiden Direktur dan Pendiri Mizan, Haidar Bagir (Dwianto Wibowo / TEMPO)</p></div>
<p>Oleh: Okta Wiguna</p>
<p>Di dunia perbukuan, novel Laskar Pelangi sungguh fenomenal. Angka penjualannya fantastis. Ketika diangkat ke layar lebar, Laskar Pelangi juga meledak. Ia menjadi satu dari sedikit film Indonesia yang ditonton jutaan orang di bioskop.</p>
<p>Sukses itu tidak akan tergapai seandainya tak ada strategi bisnis yang visioner dari pendiri sekaligus Presiden Direktur Mizan, Haidar Bagir. Pria kelahiran Solo, Jawa Tengah, 52 tahun silam, inilah yang memutuskan Mizan, yang awalnya penerbit Islam, mulai menggarap buku populer. Salah satunya novel Laskar Pelangi.</p>
<p>Dan lima tahun lalu, Haidar pulalah yang mencetuskan langkah bisnisnya merambah ke layar lebar. Akhir pekan lalu saya mengikuti keseharian putra pasangan Gamar dan Muhammad Bagir ini. Haidar&#8211;sapaannya, yang berarti &#8220;singa&#8221;&#8211;tampil karismatik dan hangat meski agak pelit senyum.</p>
<p><!--more--><br />
06.35<br />
Studio Radio Lite FM<br />
Wisma Nusantara Lantai 25, Jakarta Pusat</p>
<p>Mendung masih mengepung Jakarta ketika minibus Nissan Serena hitam berhenti di depan lobi Wisma Nusantara. Pintu terbuka dan turunlah seorang pria berambut pendek. Mengenakan kemeja putih dan celana panjang hitam, ia masuk ke lobi sembari mengempit tas hitam berisi komputer jinjing.</p>
<p>&#8220;Selamat pagi, kita langsung ke atas, ya,&#8221; ujar Haidar menyapa seraya berjalan menuju lift. Kami naik ke lantai 25, tempat studio radio Lite FM.<br />
Sudah sejak enam pekan lalu saban Jumat pagi Haidar mengisi acara Lite is Beautiful with Haidar Bagir di radio swasta tersebut. Pukul setengah enam pagi ia sudah berangkat dari rumahnya di bilangan Cinere, Depok, Jawa Barat.</p>
<p>Haidar rela kehilangan suasana pagi di rumahnya nan asri ditingkahi kicau burung yang sangat disukainya. Menurut dia, aktivitasnya itu bagian dari tugasnya menyebarkan ide cinta kasih kepada banyak orang.</p>
<p>&#8220;Masyarakat perkotaan itu susah mencari kebahagiaan, karena kesibukan mereka merusak fitrah cinta kasih,&#8221; ujarnya. &#8220;Saya ingin, lewat acara ini, orang ingat hakikat hidup itu untuk menyebarkan cinta kasih dan kebahagiaan kepada semua orang.&#8221;</p>
<p>Saat membawakan acara di radio itu, Haidar begitu lancar menyampaikan pemikirannya. Meski tanpa teks, bicaranya terstruktur dan tutur katanya terjaga. Begitu pula ketika menjawab pertanyaan pendengar lewat telepon, ia menjawab dengan tenang. Padahal dulu ia tipe orang yang sama sekali tak pandai bicara.</p>
<p>Menurut Haidar, semasa SMP ia paling malu ketika harus berbicara di depan orang banyak. Rasa percaya diri tampil di depan umum itu tumbuh seiring dengan aktifnya Haidar di pelbagai organisasi yang diikutinya. &#8220;Sebenarnya sekarang masih malu, tapi tidak terlalu kelihatan lagi,&#8221; katanya saat kami meninggalkan Wisma Nusantara.</p>
<p>09.30<br />
Restoran Sate Maranggi<br />
Halim, Jakarta Timur</p>
<p>Haidar mengarahkan sopirnya menuju ke Puri Ardhya Garini, Halim, tempat akad nikah seorang kerabatnya dilangsungkan. Saat melintas di depan restoran khas Cianjur, Jawa Barat, ia malah meminta sopirnya berhenti.</p>
<p>Haidar memesan sup dan sate kambing. Ia juga minta disuguhi teh manis yang kental dan panas. &#8220;Saya lagi flu,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Haidar begitu lahap menyantap sup dan sate kambing pesanannya. Padahal orang seusianya biasanya menahan diri menyantap daging. Dikatakannya, ia tak punya pantangan dalam makan.</p>
<p>Pria Arab ini lantas menyebut makanan favoritnya: cabuk rambak. Makanan khas Solo itu berisi potongan ketupat yang disiram sambal wijen. Saban menyantapnya, Haidar ingat akan masa kanak-kanaknya di kota itu. &#8220;Saya memang keturunan Arab, tapi pada dasarnya saya ini orang Solo.&#8221;</p>
<p>Pagi itu, setelah menghadiri prosesi akad nikah, Haidar meminta sopirnya mengarahkan mobilnya ke kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Ia akan memimpin rapat divisi Mizan Dian Semesta, yang menangani direct selling buku sejenis ensiklopedia, di Hotel Grand Kemang.</p>
<p>11.09<br />
Ruang Aqua<br />
Hotel Grand Kemang</p>
<p>Rapat divisi Mizan Dian Semesta dihadiri para tenaga penjualan dari luar Jawa. Dalam rapat di Ruang Aqua, Hotel Grand Kemang, itu Haidar berbagi ide, gagasan, dan bercerita masa-masa ketika mengembangkan penerbit Mizan, yang kini telah berusia lebih dari setengah abad.<br />
Haidar merintis Mizan semasa kuliah di Institut Teknologi Bandung. </p>
<p>Sebetulnya ia agak setengah hati kuliah di Bandung karena sudah diterima di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Namun, anak kedua dari delapan bersaudara ini memilih hijrah ke Kota Kembang karena mengikuti kakak dan famili dekatnya. &#8220;Tapi saya pilih jurusan teknik industri, yang paling tidak teknik.&#8221;</p>
<p>Ilmu manajemen dan pemasaran dipelajarinya semasa kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran, Bandung, yang hanya dilakoninya tiga semester. Insting bisnis yang diwariskan ayahnya, seorang pedagang batik, ditambah ilmu ekonomi dari kuliah itu mulai bekerja ketika ia aktif di Masjid Salman ITB. Saat itu ia melihat peluang bisnis bagi intelektual muslim kelas menengah, yang tengah muncul.</p>
<p>&#8220;Kelompok muslim kelas menengah ini nantinya akan membutuhkan bacaan,&#8221; tuturnya. Saya melihat potensi ini dan memutuskan membuat penerbitan buku-buku Islam,&#8221; penyuka karya filsuf Iben Arabi ini menambahkan.</p>
<p>Pada 1983, bersama beberapa kawannya, ia mendirikan penerbitan buku Mizan, yang berarti berimbang dan obyektif. Arti nama itu kemudian dijadikan prinsip penerbitan Mizan, yang tak memilah buku berdasarkan latar belakang penulis, tapi lebih pada isi tulisannya.<br />
Akibatnya, Mizan diserang banyak pihak lantaran menerbitkan buku karangan penulis Syiah. Begitu pula ketika meluncurkan karya seorang pastor. &#8220;Ada yang menyerang karena tak mengerti, tapi sebagian besar itu motifnya persaingan bisnis,&#8221; kata doktor filsafat lulusan Universitas Indiana, Amerika Serikat, ini.</p>
<p>Waktu berlalu. Perlahan-lahan Mizan kian berkembang dan maju. Kini penerbitan itu telah memiliki sejumlah anak perusahaan. Meski demikian, Haidar tak terlalu banyak mencampuri urusan teknis yang ia serahkan kepada CEO di setiap anak usaha. Ia memilih mengambil peran merancang strategi jangka panjang sembari menyuntikkan ide dan motivasi kepada bawahannya.</p>
<p>&#8220;Sebenarnya saya ini perfeksionis dan merasa, kalau saya kerjakan sendiri, hasilnya lebih baik,&#8221; tuturnya. &#8220;Tapi saya tetap harus mendelegasikan wewenang demi terciptanya ide-ide kreatif,&#8221; ujar Haidar dalam perjalanan menuju toko buku miliknya, MP Book Point, di bilangan Jeruk Purut, Jakarta Selatan.</p>
<p>14.15<br />
Toko buku MP Book Point<br />
Jeruk Purut</p>
<p>Setibanya di MP Book Point, Haidar berkeliling melihat-lihat dan sesekali memberi saran perbaikan penataan kepada staf toko. Kantor Haidar menyatu dengan toko buku tersebut. Tapi ia hampir tak pernah duduk diam di kantornya. Urusan administrasi dan pengaturan jadwal pun ia &#8220;numpang&#8221; pada sekretaris CEO Perbukuan Mizan, Novel.</p>
<p>Pembicaraan soal pekerjaan juga lebih banyak diadakan di ruang rapat. Seperti sore itu, ketika Haidar bertemu dengan tim Mizan Productions, yang baru saja sukses dengan film Laskar Pelangi.</p>
<p>Meski Laskar Pelangi sebuah kebetulan, Haidar sudah punya visi mengarahkan sayap bisnis Mizan menuju layar lebar dengan membentuk Mizan Cinema. &#8220;Film itu punya pengaruh yang lebih besar karena khalayaknya jauh lebih besar daripada buku,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dan bulan depan film Garuda di Dadaku produksi Mizan akan mulai ditayangkan di bioskop. Lantas, pada Desember mendatang, akan dirilis Sang Pemimpi, sekuel dari film Laskar Pelangi. Haidar juga perencanakan Mizan membuat empat film pada 2010. &#8220;Konsepnya film yang tak sekadar menghibur, tapi juga memberi inspirasi.&#8221;</p>
<p>Agar strategi film bisa digarap serius, Haidar membuat divisi usaha media nonbuku. Menurut dia, bagian ini nantinya akan membawahkan juga divisi label musik, yang sementara disebut Mizan Musiqa. Dalam waktu dekat, pihaknya akan merilis soundtrack film Garuda di Dadaku yang dibawakan Ashila&#8211;siswa sekolah Lazuardi yang didirikan Haidar.<br />
Selain itu, masih ada produksi cakram padat musik gambus Jawa karya Slamet Gundono, yang akan dirilis menjelang bulan puasa. Ditambah lagi bisnis content telepon seluler, seperti ring back tone.</p>
<p>Melebarnya sayap bisnis Mizan ini menjadikannya mirip konglomerasi media. &#8220;Ketika saya memulai bisnis ini, tujuannya bukan semata mencari uang,&#8221; katanya &#8220;Tempat mencari nafkah untuk saya dan karyawan iya, tapi bukan mencari tempat uang,&#8221; Top Ten The Best CEO versi majalah SWA ini menambahkan.</p>
<p>Makanya, ambisi Haidar bukan pada bisnis, melainkan pada urusan sosial dengan mengelola secara serius sekolah Lazuardi dan Yayasan Muslim Indonesia Bersatu. Meski sifatnya sosial, Haidar membuat yayasannya dikelola layaknya perusahaan yang punya bisnis menguntungkan sebagai sumber pendanaan serta jenjang karier dan bonus bagi karyawannya.</p>
<p>20.45<br />
Puri Ardhya Garini<br />
Halim, Jakarta Timur</p>
<p>Malamnya, Haidar berangkat menuju resepsi pernikahan kerabatnya yang siang sebelumnya melangsungkan akad nikah. Saat melintas di Mampang, Jakarta Selatan, Haidar bergantian dengan istrinya, Lubna Assegaf, menceritakan masa mengontrak rumah di daerah itu&#8211;tak lama setelah mereka menikah.</p>
<p>Proses pernikahan keduanya pun cukup unik. Haidar cuma membutuhkan waktu dua pekan untuk memutuskan menikah dengan Lubna. Proses itu terjadi tanpa berpacaran karena, selain tradisi, Haidar tak suka bertele-tele dalam urusan pribadi.</p>
<p>Menikah tanpa pacaran hanyalah satu dari sedikit tradisi keturunan Arab yang masih dipegangnya. Haidar mengaku tak banyak lagi menerapkan tradisi keluarga kecuali menu masakan Timur Tengah dan pergaulan yang terpisah antara lelaki dan perempuan, termasuk dengan saudara sepupu. &#8220;Tapi ini kan bukan cuma tradisi keturunan Arab, banyak juga yang menjalankannya,&#8221; tuturnya.</p>
<p>&#8220;Pokoknya, kalau hal-hal agama, saya ketat. Tapi, kalau lainnya, saya terbilang liberal,&#8221; ayah empat anak ini menambahkan. Haidar memang membebaskan anaknya memilih cita-cita dan sekolah, bahkan ia tak terlalu menuntut prestasi belajar yang tinggi.</p>
<p>Tapi itu bukan berarti Haidar membebaskan anaknya tanpa pengawasan. Saat ini ia menunda rencananya berangkat dan menetap di luar negeri karena agak khawatir meninggalkan putra sulungnya, Muhammad Irfan, yang berusia 23 tahun dan belum menikah tanpa pengawasan. &#8220;Meninggalkan anak usia segitu dan belum menikah rasanya berat,&#8221; katanya ketika kami tiba di tempat resepsi.<br />
Malam itu, di teras Puri Ardhya Garini, Tempo meninggalkan Haidar, yang menembus masuk irama musik gambus yang menyeruak dari dalam ruangan.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[DONGENG DONGENG CORNELIA FUNKE]]></title>
<link>http://duniabuku.wordpress.com/2009/05/03/dongeng-dongeng-cornelia-funke/</link>
<pubDate>Sun, 03 May 2009 07:05:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>oktawiguna</dc:creator>
<guid>http://duniabuku.wordpress.com/2009/05/03/dongeng-dongeng-cornelia-funke/</guid>
<description><![CDATA[oleh Okta Wiguna Suatu malam di musim gugur Moltimer Folchart membacakan buku Tintenherz untuk istri]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img src="http://www.gramedia.com/buku_images/JAGJ4430big.jpg" alt="" /></p>
<p>oleh Okta Wiguna</p>
<p>Suatu malam di musim gugur Moltimer Folchart membacakan buku Tintenherz untuk istri dan putrinya sembari duduk di depan perapian. Saat membaca bab ketujuh tiba-tiba saja tokoh cerita yang namanya disebut muncul di hadapan mereka.</p>
<p>Sayangnya yang muncul justru tokoh-tokoh jahat yang ternyata berniat meneruskan kejahatan mereka di dunia nyata. Mo dan putrinya Meggie lari dari kejaran mereka sembari mencari cara mengeluarkan istrinya yang bertukar tempat dengan para pengejar itu dalam cerita Tintenherz.<br />
<!--more--><br />
Inilah kisah Mortimer alias Mo yang punya kemampuan mengeluarkan tokoh-tokoh dari buku yang dibacanya. Novelis asal Jerman, Cornelia Caroline Funke, menuangkan kisahnya dalam trilogi Inkworld.</p>
<p><img src="http://www.corneliafunke.de/l8mimages/0806corneliavormgoetheinstitut.jpg" alt="picture taken from corneliafunke.de" /></p>
<p>Buku pertama trilogi ini, Inkheart, telah diangkat ke layar lebar oleh New Line Cinema dan dibintangi oleh Brendan Fraser. Penerbit Gramedia Pustaka Utama pun telah menerbitkan versi bahasa Indonesianya pada Januari lalu.</p>
<p>Inkheart bisa dibilang buah dari perjalanan panjang literatur fiksi fantasi. Ini bisa dilihat dari penggalan cerita anak klasik yang diletakkan Funke di setiap awal bab. Kutipan-kutipan itu secara tak langsung menunjukkan kekayaan bacaan penulisnya sebelum menuliskan novel fantasi yang menawarkan orisinalitas tanpa menyontek karya-karya yang mendahuluinya.</p>
<p>Yang khas dari novel-novel Funke adalah tokohnya yang manusiawi tanpa ilmu sihir mematikan atau senjata pamungkas. Idenya menarik namun dipadu gaya penyampaian cerita yang ingin membuka teka-teki cerita dengan perlahan telah membuat cerita novel mengalir lambat bahkan tanpa adegan-adegan klimaks sehingga butuh niat membaca yang kuat agar tak cepat bosan. Apalagi tebal setiap judulnya sekitar 400 sampai 500 halaman.</p>
<p>Untungnya Funke tak gemar bertele-tele karena alur cerita dijaga tetap fokus. Ini keuntungan dari penulisan yang tak tergesa-gesa dengan proses kreatif dan riset yang rata-rata memakan waktu dua tahun. “Saya tak mau mempercayai ide awal yang muncul dan terus menggali sampai akhirnya menemukan ide yang lebih orisinil,” ujar perempuan yang pernah bercita-cita menjadi astronot ini.</p>
<p>Sejauh ini Funke sudah menulis 40 buku fiksi fantasi anak yang mengantarkannya berbagai penghargaan literatur internasional dari Jerman, Perancis, dan Amerika Serikat. Ini terbilang luar biasa bagi novelis yang memulai karirnya dari ilustrator buku.</p>
<p>“Lama-kelamaan saya bosan dengan cerita-cerita yang harus saya beri ilustrasi,” kata Funke. “ Akhirnya saya putuskan menulis cerita sendiri dan menggambar sendiri ilustrasinya.”</p>
<p><img src="http://www.gramedia.com/buku_images/JCbJ5349big.jpg" alt="" /></p>
<p>Selain Inkheart karya tulisan dan ilustrasi Funke yang pertama, Drachenreiter, diterjemahkan Gramedia dan diterbitkan dengan judul Sang Penunggang Naga. Novel ini mengangkat kisah klasik tentang perburuan naga. Namun Funke membuang ksatria berkuda yang membunuh naga lantas memberikan seting lebih modern bahkan menerbangkan naganya ke Asia yang sebenarnya memiliki legenda naga yang berbeda dengan dataran Eropa.</p>
<p>Selain itu diterbitkan juga Herr Der Diebe atau Pangeran Pencuri yang satu dari sedikit novel Funke yang bukan fantasi. Novel ini bercerita tentang dua anak yang melarikan diri dari rumahnya ke Venesia dan bertahan hidup dengan bantuan pencuri ulung yang masih remaja. Sekilas cerita ini perpaduan dari kisah klasik Oliver Twist dengan Peter Pan.</p>
<p>Membaca novel-novel ini akan menemukan perhatian Funke pada detil yang dilukiskan dengan kalimat-kalimat yang puitis kadang penuh personifikasi. Ketimbang menulis angin dingin berhembus masuk, misalnya, Funke memilih menulisnya “Malam menerobos masuk, gelap, dan lembap”. Atau saat menceritakan cahaya yang masuk ke dalam kamar perempuan berusia 50 tahun ini menulis: “Sinar lampu dari selasar jatuh di tempat tidur menyatu dengan kegelapan malam yang masuk dari jendela”.</p>
<p><img src="http://www.gramedia.com/buku_images/GCJK3723big.jpg" alt="" /></p>
<p>Sayang memang banyak pembahasaan Funke yang unik itu hilang akibat penerjemahan. Yang satu ini memang jadi masalah, seperti ditemui dalam Sang Penunggang Naga dengan nama tokoh yang ikut diterjemahkan seperti Kakiranting dan Bulubelerang terasa tak enak dibaca. Mestinya memang dibiarkan saja seperti tokoh Staubfinger (Tangan Debu) dalam terjemahan Inkheart. Makian kasar yang kerap muncul juga cukup menganggu apalagi galibnya buku ini ditujukan bagi pembaca belia meski tetap bisa dinikmati orang dewasa.</p>
<p>Terlepas dari masalah-masalah itu, dongeng-dongeng fantasi Funke ini cukup menghibur. Seperti kata Funke: “Fantasy itu cara tertua dan terbaik menyampaikan cerita melewati batas-batas kehidupan sehari-hari dan masuk dalam imajinasi petualangan tanpa batas di dunia yang asing.”</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sepanjang kursus penulisan rencana akhbar dan majalah]]></title>
<link>http://motivasiminda.wordpress.com/2009/04/04/sepanjang-kursus-penulisan-rencana-akhbar-dan-majalah/</link>
<pubDate>Sat, 04 Apr 2009 12:04:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>zamrimohamad</dc:creator>
<guid>http://motivasiminda.wordpress.com/2009/04/04/sepanjang-kursus-penulisan-rencana-akhbar-dan-majalah/</guid>
<description><![CDATA[Puan Som Shariff dari Institut Aminudin Baki (IAB) Utara mengikuti beberapa siri penulisan rencana s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h3 class="post-title entry-title"></h3>
<div class="post-body entry-content"><a href="http://4.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/SdmE-3E195I/AAAAAAAADd4/qmaeB62njUY/s1600-h/DSC_0345.JPG"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:214px;height:320px;margin:0 auto 10px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/SdmE-3E195I/AAAAAAAADd4/qmaeB62njUY/s320/DSC_0345.JPG" border="0" alt="" /></a><a href="http://3.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/SdmE-yggEAI/AAAAAAAADeI/AWEPfx9p0SU/s1600-h/DSC_0355.JPG"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:320px;height:214px;margin:0 auto 10px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/SdmE-yggEAI/AAAAAAAADeI/AWEPfx9p0SU/s320/DSC_0355.JPG" border="0" alt="" /></a><br />
<a href="http://1.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/SdmE-xVeUhI/AAAAAAAADeA/HaV3ZL376sE/s1600-h/DSC_0359.JPG"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:320px;height:214px;margin:0 auto 10px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/SdmE-xVeUhI/AAAAAAAADeA/HaV3ZL376sE/s320/DSC_0359.JPG" border="0" alt="" /></a><br />
<a href="http://2.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/SdmE-4DLdRI/AAAAAAAADdw/OHmjSHz1jSo/s1600-h/DSC_0334.JPG"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:320px;height:214px;margin:0 auto 10px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/SdmE-4DLdRI/AAAAAAAADdw/OHmjSHz1jSo/s320/DSC_0334.JPG" border="0" alt="" /></a><br />
<a href="http://4.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/SdmE-cNL5MI/AAAAAAAADdo/UYA-Xb5wWZw/s1600-h/DSC_0335.JPG"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:320px;height:214px;margin:0 auto 10px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/SdmE-cNL5MI/AAAAAAAADdo/UYA-Xb5wWZw/s320/DSC_0335.JPG" border="0" alt="" /></a></p>
<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/SdmDQvT1jPI/AAAAAAAADdA/Ynb4VZw34xw/s1600-h/DSC_0401.JPG"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:320px;height:214px;margin:0 auto 10px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/SdmDQvT1jPI/AAAAAAAADdA/Ynb4VZw34xw/s320/DSC_0401.JPG" border="0" alt="" /></a><a href="http://1.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/SdmDROMFbLI/AAAAAAAADdg/fWSeqgQEMyk/s1600-h/DSC_0337.JPG"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:320px;height:214px;margin:0 auto 10px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/SdmDROMFbLI/AAAAAAAADdg/fWSeqgQEMyk/s320/DSC_0337.JPG" border="0" alt="" /></a><br />
<a href="http://3.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/SdmDRIB3gGI/AAAAAAAADdY/QHLDYx_2DDc/s1600-h/DSC_0370.JPG"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:320px;height:214px;margin:0 auto 10px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/SdmDRIB3gGI/AAAAAAAADdY/QHLDYx_2DDc/s320/DSC_0370.JPG" border="0" alt="" /></a><br />
<a href="http://3.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/SdmDREl_pyI/AAAAAAAADdQ/u0E6pro_Nos/s1600-h/DSC_0378.JPG"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:320px;height:214px;margin:0 auto 10px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/SdmDREl_pyI/AAAAAAAADdQ/u0E6pro_Nos/s320/DSC_0378.JPG" border="0" alt="" /></a><br />
<a href="http://4.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/SdmDQ9y5TnI/AAAAAAAADdI/RK5-qOJdurE/s1600-h/DSC_0340.JPG"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:320px;height:214px;margin:0 auto 10px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/SdmDQ9y5TnI/AAAAAAAADdI/RK5-qOJdurE/s320/DSC_0340.JPG" border="0" alt="" /></a></div>
<div style="text-align:justify;"><a href="http://1.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/SdcvHORD9BI/AAAAAAAADcw/xHrCDoVrIAA/s1600-h/kursus_penulisan_12.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:320px;height:229px;margin:0 auto 10px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/SdcvHORD9BI/AAAAAAAADcw/xHrCDoVrIAA/s320/kursus_penulisan_12.jpg" border="0" alt="" /></a>Puan Som Shariff dari Institut Aminudin Baki (IAB) Utara mengikuti beberapa siri penulisan rencana saya sebelum ini. Beliau memaklumkan kepada saya selepas bengkel tiga hari di IAB. Pastinya bertemu Puan menjadi satu penghormatan besar kepada diri saya.</div>
<div style="text-align:justify;">Terima kasih atas doa Puan agar Allah terus mempermudahkan ruang rezeki berkarya dan membimbing mereka yang mahu memenuhi impian menghasilkan karya pada satu ketika nanti. Saya juga harapkan agar mendapat ruang dan peluang membaca karya-karya Puan dalam terbitan arus perdanan kelak, Insya Allah.</div>
<div style="text-align:justify;"><a href="http://1.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/SdcvG3TAV2I/AAAAAAAADco/iv6Ykdo464Y/s1600-h/kursus_penulisan_10.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:320px;height:246px;margin:0 auto 10px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/SdcvG3TAV2I/AAAAAAAADco/iv6Ykdo464Y/s320/kursus_penulisan_10.jpg" border="0" alt="" /></a>Tuan Yahya adalah pensyarah bahagian kewangan di IAB, Genting. Merupakan individu yang sangat aktif dan mempunyai besar dalam dunia pembacaan. Beliau juga menggalakkan anak-anak membaca. Antara karya yang menjadi koleksi untuk bacaan anak-anaknya ialah siri sejarah pahlawan Islam karya Tuan Abdul Latip atau Pak Latip dan siri sahabat Kole Kacang, tulisan allahyarham Ahmad Zafran atau Panaharjuna.</div>
<div style="text-align:center;"><a href="http://2.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/SdcvG6dB_HI/AAAAAAAADcg/f3YeodsW6Jk/s1600-h/kursus_penulisan_1.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:320px;height:231px;margin:0 auto 10px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/SdcvG6dB_HI/AAAAAAAADcg/f3YeodsW6Jk/s320/kursus_penulisan_1.jpg" border="0" alt="" /></a>Puan C.S Quah salah seorang peserta yang aktif sepanjang tiga hari di IAB.</div>
<div style="text-align:center;"><a href="http://2.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/SdcvGabLSlI/AAAAAAAADcY/9Mu0DlZ2Mdw/s1600-h/hari_1.JPG"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:214px;height:320px;margin:0 auto 10px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/SdcvGabLSlI/AAAAAAAADcY/9Mu0DlZ2Mdw/s320/hari_1.JPG" border="0" alt="" /></a>Sebelum program bermula</div>
<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/Saol10EjJ4I/AAAAAAAADYE/UZAQWv8TgQw/s1600-h/zamri.jpg"><img style="float:left;cursor:pointer;width:71px;height:82px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/Saol10EjJ4I/AAAAAAAADYE/UZAQWv8TgQw/s200/zamri.jpg" border="0" alt="" /></a>Zamri Mohamad adalah <a href="http://www.zamrimohamad.com/buku.htm">penulis 10 buah buku</a>, <a href="http://www.kursuspenulisan.zamrimohamad.com/">jurulatih penulis bebas</a>, perunding di <a href="http://www.janawangdenganmenulis.com/">Akademi Penulis</a> dan jurulatih pemasaran perniagaan kecil di internet di <a href="http://www.kursusperniagaan.com/">kursusperniagaan.com</a> dalam bidang penulisan iklan di internet. Sertai seminar, miliki buku dan ketahui lebih lanjut penulis buku di Malaysia di <a href="http://www.zamrimohamad.com/">laman web rasmi</a>.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[BUSH TULIS MEMOAR]]></title>
<link>http://duniabuku.wordpress.com/2009/03/27/bush-tulis-memoar/</link>
<pubDate>Fri, 27 Mar 2009 19:18:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>oktawiguna</dc:creator>
<guid>http://duniabuku.wordpress.com/2009/03/27/bush-tulis-memoar/</guid>
<description><![CDATA[Mantan Presiden Amerika Serikat, George W. Bush, akan menerbitkan memoar. Dalam buku yang akan diber]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/d4/George-W-Bush.jpeg/225px-George-W-Bush.jpeg" alt="image from wikipedia.com" /></p>
<p>Mantan Presiden Amerika Serikat, George W. Bush, akan menerbitkan memoar. Dalam buku yang akan diberi judul <I>Decision Points<I> itu Bush akan menceritakan 12 keputusan yang diambilnya selama menjadi presiden.<!--more--></p>
<p>Bush akan mengisahkan mulai dari keputusannya sebagai presiden soal perang Irak dan responnya terhadap badai Katrina yang banyak menuai kritik hingga keputusan yang personal seperti berhenti mengonsumsi minuman keras.   </p>
<p>&#8220;Saya ingin orang mengerti bagaimana keputusan-keputusan itu diambil dari pilihan-pilihan sulit yang ditawarkan kepada saya,&#8221; ujarnya. &#8220;Saya mau orang tahu situasi seperti apa saat saya harus mengambil keputusan-keputusan itu sehingga bisa melihatnya dari sudut pandang saya.&#8221;</p>
<p>Memoar ini mulai ditulis Bush dua hari setelah serah terima jabatan kepada Barack Obama. Bush yang tak menulis catatan harian selama masa tugasnya di Gedung Putih ini mengatakan dirinya sempat menulis catatan-catatan pendek perihal kebijakan yang dibuatnya. Mantan orang nomor satu di Amerika ini menjanjikan akan ada otokritik terhadap sikap dan keputusannya sendiri.</p>
<p>Memoar ini nantinya akan diterbitkan pada 2010 oleh Random House yang sebelumnya menerbitkan biografi Barack Obama. Pada tahun itu, istrinya, Laura Bush juga akan menerbitkan memoarnya.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[INSPIRATION OF A SHOPAHOLIC]]></title>
<link>http://duniabuku.wordpress.com/2009/03/16/inspiration-of-a-shopaholic/</link>
<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 07:28:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>oktawiguna</dc:creator>
<guid>http://duniabuku.wordpress.com/2009/03/16/inspiration-of-a-shopaholic/</guid>
<description><![CDATA[Seorang perempuan bergaun terusan hitam terselip di antara keramaian Mal Pondok Indah berjalan memas]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Seorang perempuan bergaun terusan hitam terselip di antara keramaian Mal Pondok Indah berjalan memasuki sebuah kafe. Tangan kirinya yang dibaluti gelang perak menjinjing tas Channel mengkilap berwarna senada dengan bajunya.</p>
<p>Usai memesan minuman ia langsung duduk dan membuka komputer jinjingnya dan jarinya berloncatan di tombol keyboard. Ia hanya sendirian namun kelihatan tak terlalu mempedulikannya sebab perhatiannya cuma tertuju pada layar computer.</p>
<p><img src="http://mail.google.com/mail/?ui=1&#38;view=att&#38;th=11f3696efe6e0b10&#38;attid=0.2&#38;disp=thd&#38;zw" alt="credit: Edy (gagasmedia)" /></p>
<p>Dialah Amelia Masniari pemilik blog <a href="http://belanja-sampai-mati.blogspot.com">Belanja Sampai Mati</a> yang menjadi blog fashion dengan angka kunjungan yang tertinggi. Saban hari paling sedikit seribu orang membaca tulisannya di blog itu. Sebagian isi blog dibukukan dengan judul Miss Jinjing Belanja Sampai Mati yang kini sudah terjual lebih dari 10 ribu eksemplar. <!--more--></p>
<p>Amy, begitu ia kerap disapa, jarang sekali berada di Jakarta. Kalaupun ia bertandang ke Ibukota biasanya untuk wawancara dengan berbagai majalah dan tabloid gaya hidup serta bertemu klien yang memakai jasanya sebagai seorang personal buyer.</p>
<p>Ibu tiga anak ini sudah empat tahun menetap di Jambi. Ia hijrah ke provinsi di pulau Sumatera itu mengikuti suaminya yang ditugaskan di kota Tebo.</p>
<p>Bagi sebagian orang menikah dan melepaskan pekerjaan kantoran lantas pindah ke daerah adalah akhir dari kehidupan. Amy pun pernah merasakan hari-hari dimana ia hanya menjadi ibu rumah tangga yang pada satu titik membuatnya nyaris merasa minder. Pasalnya dalam buku alumni universitas namanya terjepit di antara seorang wakil ketua DPR dan anggota DPR sementara dirinya hanyadicantumkan sebagai ibu rumahan.</p>
<p>Kejenuhan itu rupanya ditangkap sang suami yang lantas menyarankannya mengelola sebuah blog untuk menyalurkan kebosanan. Amy mengaku ia gagap teknologi sehingga semua urusan pembuatan blog dikerjakan suami yang memilihkan desain bernuansa hijau yang adalah warna favorit Amy.</p>
<p>Blog http://belanja-sampai-mati.blogspot.com itu diisinya dengan cerita pengalamannya berbelanja kota-kota pusat industri mode dunia mulai Paris, Milan, hingga New York. Saban menyambangi butik dan sale di kota-kota itu Amy selalu pulang dengan tangan menjinjing tas belanjaan yang belakangan membuatnya dapat julukan miss jinjing dari sahabat-sahabat dekatnya.</p>
<p>Amy mengaku ia memang shopaholic yang sekali belanjanya akan pulang membawa segunung belanjaan. Saking seringnya belanja di luar negeri ia kerap disindir petugas bandara yang hafal wajahnya jika ia pulang membawa sedikit belanjaan.</p>
<p>Banyak yang salah sangka Amy sedang membujuk orang menjadi gila belanja padahal dalam tulisannya ia justru bercerita metamorfosisnya dari sekedar tukang belanja yang kalap setiap liat barang bagus menjadi pembeli cerdas yang membeli sesuai keperluan saja. Agar hobi belanja juga tak membuatnya terlilit hutang, Amy memotong semua kartu kreditnya dan sudah delapan tahun ia bebas dari jeratan cicilan kredit.</p>
<p>Urusan belanja di luar negeri ini sebenarnya bukan cuma demi hobi tapi juga keperluan riset saat ia menjadi berbisnis menyuplai fashion ke pusat perbelanjaan kelas atas. Amy sudah melihat semuanya, mulai dari gaya belanja orang Indonesia yang terkenal royal hingga melongok pusat-pusat pemalsuan tas-tas bermerek di Cina.</p>
<p>Semua pengalaman itu membuatnya jadi tahu benar model baju, sepatu, dan tas yang digemari pembeli di berbagai negara, mana barang yang mahal dan bisa jadi investasi, dan juga tahu benar mana barang asli dan palsu. Inilah yang membuat mereka yang tak percaya diri belanja sendiri meminta bantuan Amy membelikan barang ke luar negeri agar tak tertipu atau salah beli.</p>
<p>Kliennya memang mayorits ibu-ibu pejabat padahal personal buyer seperti Rachel Zoe yang menangani busana film Sex in the City biasanya kaum selebritas. “Kalau di sana klan selebritasnya menghindari perhatian nah kalau di sini kan malah pengen kelihatan belanja,” katanya sembari tertawa.</p>
<p>Selain pembelian pribadi, klien yang berkonsultasi lewat blog dan milis Amy banyak pula yang baru merintis bisnis butik lalu minta saran pada Amy sampai minta diantarkan belanja barang ke luar negeri. Penggemar gaun rancangan Edward Hutabarat ini pernah bertemu dua orang yang nekat pergi ke Cina hanya bermodalkan sebuah buku panduan yang ternyata tulisan blog Amy yang mereka cetak. Lucunya mereka tak tahu yang sedang mengajak bicara justru si pemilik blog itu.</p>
<p>Yang bikin Amy bungah, banyak pengrajin aksesoris fashion dan tas di daerah perlahan bermunculan karena terinspirasi oleh blog Amy. Ini memang sesuai niatannya, “Saya ingin menginspirasi perempuan bahwa menikah atau tinggal di daerah bukanlah penghalang mereka untuk tetap bisa berhasil di bidangnya.”</p>
<p>Demi membantu para pengrajin itu Amy pun rela menjadi etalaseberjalan. Setiap ada kesempatan foto untuk artikel dan bertemu klien ia selalu memakai produk buatan mereka dan biasanya banyak yang akhirnya tertarik.</p>
<p>Ia melihat produk fashion Indonesia sebenarnya sudah bisa masuk pasar premium dalam dan luar negeri cuma memang masih lemah dalam promosi. Yang membuatnya prihatin banyak pengrajin perhiasan dan desainer tas belum bisa menangkap selera pasar dan belum menembus mal lantaran tak bisa menyiapkan sampel produk yang sesuai standar. Nah lewat blognya perlahan-lahan Amy membagi tips kepada mereka. “Saya ingin lewat blog saya ini industri fashion Indonesia bisa bergerak maju soalnya produk kita enggak kalah kok sama luar negeri,” ujarnya.</p>
<p>BACA JUGA DONG:</p>
<h2><a href="http://duniabuku.wordpress.com/2009/01/19/cerita-shopaholic-sejaticerita-shopaholic-sejati">RESENSI BUKU MISS JINJING</a></h2>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pesta Buku 2009 | 40 tip menjadi penulis bestseller]]></title>
<link>http://motivasiminda.wordpress.com/2009/02/27/pesta-buku-antara2009-tip-jadi-penulis-bestseller/</link>
<pubDate>Fri, 27 Feb 2009 08:51:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>zamrimohamad</dc:creator>
<guid>http://motivasiminda.wordpress.com/2009/02/27/pesta-buku-antara2009-tip-jadi-penulis-bestseller/</guid>
<description><![CDATA[Akan berada di gerai buku PTS Publication di Pesta Buku Antarabangsa Kuala Lumpur (PBAKL 2009) pada ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://pts.com.my/script/phpthumb/phpThumb.php?src=/images/uploads/books/TIP%20PENULIS.jpg&#38;w=250&#38;q=100" alt="" /></p>
<div style="text-align:justify;">Akan berada di gerai buku PTS Publication di <strong>Pesta Buku Antarabangsa Kuala Lumpur (PBAKL 2009)</strong> pada 17 April 2009. Buku Tip Menjadi Penulis Bestseller adalah susulan kepada buku Cari Duit Cara Mudah Sebagai Penulis Bebas yang diterbitkan pada tahun 2006 dan masih diulang cetak sehingga hari ini. Buku terdahulu mendedahkan tip menulis di majalah manakala buku Tip Menjadi Penulis Bestseller memfokuskan tip menulis buku bukan fiksyen (nonfiction).</div>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Tip Menjadi Penulis Bestseller mempercepat cita-cita</li>
<li>Tip Menjadi Penulis Bestseller menjawab soalan dalam fikiran saudara</li>
<li>Tip Menjadi Penulis Bestseller untuk penulis sepenuh masa dan sambilan</li>
<li>Tip Menjadi Penulis Bestseller adalah buku panduan asas penulis baru</li>
<li>Tip Menjadi Penulis Bestseller mendedahkan teknik menulis terkini</li>
<li>Kebebasan kewangan sebagai penulis buku bermula di sini</li>
<li>Tip Menjadi Penulis Bestseller adalah pencetus ilham</li>
</ul>
<div style="text-align:justify;">Terima kasih kepada semua pembaca yang menjadikan buku ini sahabat akrab dan teman di mana sahaja berada. Segala maklum balas, soalan, cerita, kritikan, idea, cadangan dan testimonial anda selepas membaca buku ini sentiasa ditunggu-tunggu. Penglibatan anda secara langsung menyempurnakan tujuan buku ini.</p>
<p>Semoga pertemuan kita sebagai penulis bestseller menjadi kenyataan.</p></div>
<p><span><strong>Isi kandungan buku Tip Menjadi Penulis Bestseller</strong></span><strong><br />
</strong><strong></strong></p>
<p><span>Prakata “Pegangan Wajib Bagi Penulis Bestseller” xi</span></p>
<p><span><strong>Bahagian 1 Potensi Diri Sebagai Penulis Bestseller</strong></span><strong><br />
</strong></p>
<p>Bab 1 “Mengapa Buku Bukan Fiksyen?” 3<br />
Bab 2 “Mengapa Saya Perlu Menulis?” 7<br />
Bab 3 Kemahuan Dan Pengetahuan Saling Beriringan 12<br />
Bab 4 Bestseller Bukan Sekadar Angka 15<br />
Bab 5 Penulisan Menjadi Wakil Rakyat &#8211; Harun Puteh 21<br />
Bab 6 Menjadi Penulis Bestseller Mengikut Petua Hamka 25<br />
Bab 7 Small Office Home Office 28<br />
Bab 8 Penyelidikan Pasaran 33<br />
Bab 9 Apakah Yang Pembaca Mahu? 40<br />
Bab 10 Persepsi Adalah Skrip Hidup Penulis 45<br />
Bab 11 Pendorong Menjadikan Diriku Penulis 54<br />
Bab 12 Musuh Dalam Selimut Penulis Bebas 62<br />
Bab 13 Kekurangan Adalah Bonus Kepada Penulis 67<br />
Bab 14 Penulis Dan Pengurusan Masa 75<br />
Bab 15 Jangan Bunuh Peluang 88<br />
Bab 16 Pesan Penulis Bestseller Kepada Penulis Baru 93</p>
<p><span><strong>Bahagian 2 Penulisan Berpengaruh Sepanjang Masa</strong></span><strong><br />
</strong></p>
<p>Bab 17 Apakah Buku Yang Sesuai Untuk Ditulis? 103<br />
Bab 18 Logik Barat Dan Teknik Penulisan Secara Linear 107<br />
Bab 19 KJ Method Untuk Penulis Yang Sibuk 111<br />
Bab 20 Pen Dan Kertas Masih Relevan 127<br />
Bab 21 Jadikan Buku Karya Berpengaruh 130<br />
Bab 22 Merendahkan Indeks Kabut 141<br />
Bab 23 Adaptasi Bukan Menterjemah 145<br />
Bab 24 Guna Bahasa Yang Mudah 151<br />
Bab 25 Mengulangi Bahan Karya 156<br />
Bab 26 Penyuntingan Dan Semakan 168<br />
Bab 27 Buku Adalah Tanah Milik Si Peneroka 171<br />
Bab 28 Buku Adalah Harta Intelek Yang Berkembang 183<br />
Bab 29 Dari Catatan Blog Menjadi Buku 187<br />
Bab 30 Blook: Buku Catatan Dunia Siber 194</p>
<p><span><strong>Bahagian 3 Pemasaran Karya Kepada Khayalak Pembaca </strong></span></p>
<p>Bab 31 Sediakan Kertas Cadangan Sebelum Menulis Buku 203<br />
Bab 32 Tip Menyediakan Kertas Cadangan 207<br />
Bab 33 Apabila Penulis Ditipu Penerbit 217<br />
Bab 34 Bedah Siasat Isi Kandungan Perjanjian 221<br />
Bab 35 Sumber Kejayaan Buku Dan Penulis 230<br />
Bab 36 Penulis, Formula Kerja Jemaah Dan Inspirasi 242<br />
Bab 37 Tingkah Laku Penulis Memikat Hati 247<br />
Bab 38 Hebahkan Kelahiran Buku Pertama 252<br />
Bab 39 Caj Karya Bestseller Dengan Kuasa Fitrah 263<br />
Bab 40 Merealisasikan Angan-Angan Menjadi Penulis Bestseller 270</p>
<p><span>Rujukan 273</span></p>
<hr size="1" />
<p style="text-align:justify;"><a href="http://3.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/Saol10EjJ4I/AAAAAAAADYE/UZAQWv8TgQw/s1600-h/zamri.jpg"><img style="float:left;cursor:pointer;width:71px;height:82px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/Saol10EjJ4I/AAAAAAAADYE/UZAQWv8TgQw/s200/zamri.jpg" border="0" alt="" /></a>Zamri Mohamad adalah <a href="http://www.zamrimohamad.com/buku.htm">penulis 10 buah buku</a>, <a href="http://www.kursuspenulisan.zamrimohamad.com/">jurulatih penulis bebas</a>, perunding di <a href="http://www.janawangdenganmenulis.com/">Akademi Penulis</a> dan jurulatih pemasaran perniagaan kecil internet di <a href="http://www.kursusperniagaan.com/">kursusperniagaan.com</a> dalam bidang penulisan iklan di internet. Sertai seminar, miliki buku dan ketahui lebih lanjut penulis buku di Malaysia di <a href="http://www.zamrimohamad.com/">laman web rasmi</a>.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kini saya ingin memberikan sesuatu semula kepada pembaca.]]></title>
<link>http://motivasiminda.wordpress.com/2009/02/24/kini-saya-ingin-memberikan-sesuatu-semula-kepada-pembaca/</link>
<pubDate>Tue, 24 Feb 2009 11:53:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>aliman</dc:creator>
<guid>http://motivasiminda.wordpress.com/2009/02/24/kini-saya-ingin-memberikan-sesuatu-semula-kepada-pembaca/</guid>
<description><![CDATA[Saya mempunyai tiga buah blog yang bercerita mengenai perkara yang sama pada susunan yang berbeza. B]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div class="post-body entry-content">
<div style="text-align:justify;"><a href="http://2.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/SaPWZve6cyI/AAAAAAAADWs/Sg3HpS9rsj4/s1600-h/tipmen.jpg"><img style="float:left;cursor:pointer;width:133px;height:200px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://2.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/SaPWZve6cyI/AAAAAAAADWs/Sg3HpS9rsj4/s200/tipmen.jpg" border="0" alt="" /></a>Saya mempunyai tiga buah blog yang bercerita mengenai perkara yang sama pada susunan yang berbeza. Bukan kerana saya ingin menghasilkan blog spam, tetapi setiap satunya mempunyai ceritanya tersendiri.</div>
<div style="text-align:justify;">Saya bemula menulis blog menggunakan Blogspot pada Julai 2005 secara konsisten. Selepas beberapa lama saya tidak berpuas hati kerana ia tidak mempunyai bahagian kategori untuk saya asingkan entri yang mempunyai pelbagai cerita.</p>
<p>Saya mula kenal dengan WordPress. Adanya bahagian kategori pada blog menjadikan saya memilih untuk menulis pada WordPress. Tetapi saya tidak meninggalkan Blogspot. Sayang sekali mahu ditinggalkan begitu sahaja. Maka saya kekalkan kedua-duanya.</p>
<p>Selepas itu, saya bersahabat dengan saudara Sabri penulis buku Rahsia Buat Duit dengan Internet terbitan PTS Profesional. Pada awalnya saya bercadang menghasilkan laman web sahaja. Saudara Sabri mencadangkan saya mempunyai blog pada hosting sendiri.</p>
<p>&#8220;Bagaimana jika blog di hosting percuma hilang tiba-tiba?&#8221; soal beliau kepada saya.</p>
<p><a href="http://2.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/SaPWgDsYIhI/AAAAAAAADW0/uaXmsHOy2Gs/s1600-h/bos.jpg"><img style="float:left;cursor:pointer;width:134px;height:200px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://2.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/SaPWgDsYIhI/AAAAAAAADW0/uaXmsHOy2Gs/s200/bos.jpg" border="0" alt="" /></a>Akhirnya saya memilih E-commercemastery.com sebagai tempat membeli hosting dan domain sehingga hari ini. Kerana servis dan perkhidmatan semasa dan selepas jualan yang bagus, saya mencadangkan kepada beberapa penulis PTS bermula dengan Tuan Shamsuddin Kadir, rakan-rakan usahawan dan keluarga saya sendiri. Rasa-rasanya sudah lebih 20 orang yang saya cadangkan menggunakan E-commercemastery.com.</p>
<p>Hari ini saya menjaga ketiga-tiga blog dengan membuat sedikit ubah suai pada teks berdasarkan keperluan.</p>
<p>Salah satunya akan mencapai hit kunjungan unik sejumlah 100, 000 kunjungan dalam tempoh beberapa hari lagi.</p>
<p>Sebagai tanda terima kasih kepada kunjungan saudara-saudara pengunjung kepada salah-satu blog ini, saya ingin memberitahu sesuatu yang pasti akan menggembirakan semua. Sesuatu yang bakal diberikan pada setiap bulan bermula catatan 100,000 kunjungan pada setiap bulan.</p>
<p>Apakah agaknya ya?</p>
<div style="text-align:center;"><span style="font-size:85%;"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:185px;height:123px;margin:0 auto 10px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/SaPW3JlECYI/AAAAAAAADW8/mGaZPYG2RSk/s400/jumlah.png" border="0" alt="" />Screenshot hit kunjungan di blog Motivasi Minda menggunakan  WordPress</span></div>
<div style="text-align:center;"><span style="font-size:85%;"><br />
</span></div>
</div>
<div style="text-align:justify;">Saya bakal menghadiahkan buku hasil tulisan dan buku pilihan terbaik bacaan saya pada setiap bulan bagi pemberi komen bertuah pada setiap bulan pada tahun 2009.</p>
<p>Jangan lupa sertakan nama dan e-mel yang masih aktif pada hujung komen bagi memudahkan saya menghubungi. Saya akan umumkan pada setiap awal bulan komen siapakah yang dipilih bagi mendapat buku percuma.</p>
<p><strong>Terima kepada 100,000 pembaca blog penulis buku Malaysia, Zamri Mohamad.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<hr size="1" />
<p style="text-align:justify;"><a href="http://3.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/Saol10EjJ4I/AAAAAAAADYE/UZAQWv8TgQw/s1600-h/zamri.jpg"><img style="float:left;cursor:pointer;width:71px;height:82px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/Saol10EjJ4I/AAAAAAAADYE/UZAQWv8TgQw/s200/zamri.jpg" border="0" alt="" /></a>Zamri Mohamad adalah <a href="http://www.zamrimohamad.com/buku.htm">penulis 10 buah buku</a>, <a href="http://www.kursuspenulisan.zamrimohamad.com/">jurulatih penulis bebas</a>, perunding di <a href="http://www.janawangdenganmenulis.com/">Akademi Penulis</a> dan jurulatih pemasaran perniagaan kecil internet di <a href="http://www.kursusperniagaan.com/">kursusperniagaan.com</a> dalam bidang penulisan iklan di internet. Sertai seminar, miliki buku dan ketahui lebih lanjut penulis buku di Malaysia di <a href="http://www.zamrimohamad.com/">laman web rasmi</a>.</p>
</div>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Buku terbaru |penulis di Pesta Buku Antarabangsa Kuala Lumpur 2009 | KLIBF 2009 | PBAKL 2009]]></title>
<link>http://motivasiminda.wordpress.com/2009/02/14/buku-terbaru-penulis-di-pesta-buku-antarabangsa-kuala-lumpur-2009-klibf-2009-pbakl-2009/</link>
<pubDate>Sat, 14 Feb 2009 11:50:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>zamrimohamad</dc:creator>
<guid>http://motivasiminda.wordpress.com/2009/02/14/buku-terbaru-penulis-di-pesta-buku-antarabangsa-kuala-lumpur-2009-klibf-2009-pbakl-2009/</guid>
<description><![CDATA[RM 19.50 / RM 21.50 (Sabah &amp; Sarawak), 983-3604-30-7; 978-983-3604-30-2; 9789833604302 Tarikh Te]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h3 class="post-title entry-title"></h3>
<div class="post-body entry-content"><a href="http://1.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/SZaoFRKbCgI/AAAAAAAADR0/x2Ed7tSI5e0/s1600-h/bagaikan.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:261px;height:400px;margin:0 auto 10px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/SZaoFRKbCgI/AAAAAAAADR0/x2Ed7tSI5e0/s400/bagaikan.jpg" border="0" alt="" /></a><br />
<span>RM 19.50 / RM 21.50 (Sabah &#38; Sarawak),<br />
983-3604-30-7;<br />
978-983-3604-30-2;<br />
9789833604302<br />
Tarikh Terbit: 16 February 2009 ;<br />
Jumlah Muka Surat : 304 halaman</span></p>
<div style="text-align:justify;">Ini adalah buku  keenam terbaru Zamri Mohamad sempena P<span style="font-weight:bold;">esta Buku Antarabangsa Kuala Lumpur 2009.</span> Buku ini berjudul <span style="font-style:italic;">Bagaikan Khadijah di Hati Rasulullah.</span></div>
<div style="text-align:justify;">Buku ini membawa dua perspektif dari dua penulis. Dua perspektif dari orang bujang dan individu yang sudah berumahtangga disatukan dalam sebuah buku untuk pertama kalinya dalam buku perhubungan dan cinta.</div>
<div style="text-align:justify;">Bagi mereka yang ingin mendapatkan harga istimewa pada Pesta Buku Antarabangsa Kuala Lumpur 2009 di PWTC, tinggalkan e-mel dan nama tuan dan puan dalam ruangan komen pada entri ini. Kami akan menghubungi.</div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;">Jangan lupa hanya di gerai buku PTS Publication &#38; Distributor. Ingati logo ini <img src="http://www.zamrimohamad.com/gambar/pts.png" alt="http://www.zamrimohamad.com/gambar/pts.png" width="40" height="54" /></div>
<p><span style="font-weight:bold;">Sinopsis</span></p>
<div style="text-align:justify;">Ada yang mengatakan perkahwinan ibarat pertaruhan. Ada pula yang mengatakan perkahwinan ibarat percaturan. Tidak kurang pula yang memberikan definisi perkahwinan sebagai perkongsian hidup dua hati yang berasal daripada dua keluarga yang berbeza segalanya.</p>
<p>Walau apapun definisi perkahwinan mengikut takrifan individu, namun Bagaikan Khadijah di Hati Rasulullah, menyingkap petua-petua cinta abadi alam perkahwinan, pengalaman sebenar, tip-tip berguna serta amalan doa-doa tertentu dalam mengemudi bahtera perkahwinan supaya kekal hingga ke akhir hayat</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Isi kandungan buku Bagaikan Khadijah di Hati Rasulullah</span></div>
<p><span style="font-weight:bold;">Berkongsi Cerita Bersama Kami</span><br />
<span style="font-weight:bold;">Pembuka Bicara Hati</span></p>
<p><span style="font-weight:bold;">Bahagian 1: Syurga Dunia Alam Perkahwinan</span></p>
<p>1. Apabila Si Isteri Menjadi Pujaan Hati<br />
2. Apabila Diseru, Berkahwinlah<br />
3. Berkahwin itu Proses Pilih Memilih<br />
4. Checklist Lelaki Memilih Pasangan</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Bahagian 2: Tingkah Lelaki Moden Mencari Cinta</span></p>
<p>5. Petanda Kekurangan dalam Membina Perhubungan<br />
6. Tarikan Rasa Membuat Aku dan Dia Menjadi Satu<br />
7. Cinta Pheromone<br />
8. Tempat-tempat Popular yang Menentukan Pertemuan<br />
9. Jarum Saat Berputar, Jarum Minit Bergerak<br />
10. Kuasa Pilihan Kita Berbeza<br />
11. Si Dia Kacak, Kaya dan Kelakar<br />
12. Langkah Pertama Langkah Gergasi<br />
13. Lelaki dan Cerita Gahnya<br />
14. Lelaki dan Rahsia Angka<br />
15. Tidak Perlu Susah-susah, Biar Saya Selesaikan<br />
16. Normal Bagi Si Dia Andaikan Sesuatu Mengenai Bakal Isteri<br />
17. Penderaan Cinta oleh Insan Bernama Lelaki<br />
18. Si Manis yang Beragama, Buatku Selesa<br />
19. Sudah Jodoh Tidak ke Mana<br />
20. Lelaki dan Kad Bisnes<br />
21. Ubat Hati Cari Cinta Baru<br />
22. Berkat Reda Ibu Bapa<br />
23. Mulakan Pertemuan yang Memikat Hati Orang Tua<br />
24. Kisah Dongeng dalam Perkahwinan<br />
25. Cinta Sebelum dan Selepas Berkahwin<br />
26. Duka dan Bahagia Sahabat Pasangan Bersama<br />
27. Lafaz Janji Komited Buat Si Isteri</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Bahagian 3: Sandaran Bahagia</span></p>
<p>28. Apabila Bahagia Ada Sandarannya</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Bahagian 4: Layanan Istimewa Buat Bernama Suami</span></p>
<p>29. Siapakah Si Dia yang Bernama Suami<br />
30. Mengurut Ego Suami<br />
31. Dalam Diam Tingkah Lakumu Mengukuhkan Hatiku<br />
32. Diriku Memuliakan, Mentaati dan Menghormati<br />
33. Layanan Istimewa Buat Bernama Suami<br />
34. Mengisi dan Menunaikan Kemahuan Intim Suami<br />
35. Sayang, Abang Sudah Pulang!<br />
36. Kekasih Hati Cepat, Dekat dan Tepat<br />
37. Tip-tip Kebahagiaan Hafidzah Mustakim<br />
38. Kita Memuji Kita Memikat<br />
39. Kuasa Memuji Kuasa Pemikat Hati<br />
40. Lain Lelaki Lain Cara Dengarnya<br />
41. Sama Tetap Manis, Ditambah Menjadi Pahit<br />
42. Kisah Seorang Suami dengan Empat Isteri<br />
43. Takut Suami Berkahwin Lagi<br />
44. Satu Tempat Satu Cerita<br />
45. Si Dia Sukar Berenggang dengan Kawan Baiknya<br />
46. Suami dan Rahsia Warna Baju</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Bahagian 5: Indah di Mata Dekat di Hati</span></p>
<p>47. Masa Bernilai bagi Si Suami<br />
48. Apabila Suami Respons Ala Kadar Sahaja<br />
49. Saling Cerita Saling Berahsia<br />
50. Si Abang dan Sayang Saling Kongsi Cerita<br />
51. Pandai Bila Hendak Telefon, Tahu Bila Hendak SMS<br />
52. Intonasi yang Memikat<br />
53. Cemburu, Jangan Biar ia Memakan Diri<br />
54. Maaf dan Pikat Hatinya Semula<br />
55. Perhatian yang Menguntungkan<br />
56. Lapan Tip Mengawal Tabiat Buruk<br />
57. Sepuluh Tip Bebas Label Pasangan Mengongkong</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Bahagian 6: Punca Si Dia Berjauh Hati</span></p>
<p>58. Mengapa Si Dia Berjauh Diri</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Bahagian 7: Rumah Itu Syurga Kita</span></p>
<p>59. Rumah Itu Syurga Kita<br />
60. Tip Menyediakan Makanan dan Minuman untuk Famili<br />
61. Jom! Pantau Keselamatan Persekitaran Rumah<br />
62. Tip Menjaga Barangan Suami Semasa Ketiadaan Suami<br />
Bahagian 8: Corak Warna Iman pada Kain Putih<br />
63. Jom Didik Anak-Anak!</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Bahagian 9: Kita Saudara Dua Dunia</span></p>
<p>64. Keyakinan Itu Magnet<br />
65. Menjadi Duta Ibu Bapa dan Keluarga Sendiri<br />
66. Penilaian Ibu Mertua Sampai ke Pengetahuan Si Dia<br />
67. Jenama Diri, Jenama Menantu dan Isteri Tersayang</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Bahagian 10: Kisah Terindah Buat Hati</span></p>
<p>68. Kekasih Abadi Ingatan Tetap Abadi<br />
69. Petua Kasih Petua Bahagia<br />
70. Di Sebalik Tabir Hidup Ali dan Fatimah<br />
71. Isteri Saya Selalu Berleter, Bantulah Wahai Pemimpin Negara<br />
72. Hendak Membina Cinta, Belajarlah Daripada Orang Lama<br />
73. Lelaki yang Lembut Hatinya Dek Semangat Perempuan<br />
74. Suha, Pendorong Pemimpin Besar Palestin<br />
75. Aku Terima Isteriku Buta, Pekak dan Bisu<br />
76. Tinggalkan Diriku Demi Cinta itu</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Bahagian 11: Wahai Tuhan Dengarkanlah</span></p>
<p>77. Kutadahkan Doa Menyeru KasihMu<br />
78. Membina Rumah Tangga yang Damai<br />
79. Lembutkan Hati yang Tersayang<br />
80. Doa Menghadapi Kerenah Manusia<br />
81. Memudahkan Urusan Hidup<br />
82. Doa Supaya Disayangi Pasangan<br />
83. Doa Meredakan Kemarahan<br />
84. Doa Mengharmonikan Hubungan Suami Isteri<br />
85. Amalan Menjaga Kesihatan Diri Demi Kebahagiaan Suami Isteri<br />
86. Amalan Doa bagi Menambah Kasih Sayang<br />
87. Doa Memohon Keampunan dan Rahmat untuk Diri Sendiri dan Ibu Bapa<br />
88. Amalkan Adab Doa Secara Sukses</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Penutup </span></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[13 Kesalahan (yang kadang Disengaja) Penerbit ==ADA LOMBANYA!==]]></title>
<link>http://kangarul.wordpress.com/2009/02/07/13-kesalahan-yang-kadang-disengaja-penerbit-ada-lombanya/</link>
<pubDate>Sat, 07 Feb 2009 23:02:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>novelis</dc:creator>
<guid>http://kangarul.wordpress.com/2009/02/07/13-kesalahan-yang-kadang-disengaja-penerbit-ada-lombanya/</guid>
<description><![CDATA[Ini adalah daftar dari 10 hal yang nggak mungkin salah satunya pernah menimpa Anda, entah itu penuli]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Ini adalah daftar dari 10 hal yang nggak mungkin salah satunya pernah menimpa Anda, entah itu penulis pemula maupun penulis yang udah nggak pemula lagi <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>1. Tidak pernah memberi kabar nasib naskah. Sesuai janji atau promosi yang sering dilakukan penerbit &#8220;naskah akan dinilai dan dikabari minimal satu bulan sampai tiga bulan&#8221;, tetapi udah berbulan-bulan kabar angin pun tidak ada.</p>
<p>2. Hilang ditelan bumi. Dulu awalnya sering nelpon, eh pas naskah di tangan sang penanggung jawab hilang ditelan bumi. Jangankan diangkat telpon, sms atawa email pun nggak di balas. Pas disamperin ke kantor penerbitnya; bilang nggak adalah, udah pindah lah, inilah&#8230; itulah&#8230; Eh, pas ketemu di pameran buku tu orang pasang wajah nggak berdosa&#8230;</p>
<p>3. Tak jadi terbit walau sudah tanda tangan perjanjian. Ini lebih menyesakkan lagi, udah tanda tangan perjanjian eh tahu-tahu dikasih kabar bukunya nggak jadi terbit. Padahal naskah itu sudah setahun nginep di penerbit. &#8220;maaf ya, karena kebijkan akhirnya naskah Anda kami batalkan terbitnya. Anda boleh kok nawarin ke penerbit lain.&#8221;</p>
<p>4. Pesen pepesan kosong. Ada penerbit yang mesen ini dan mesen itu. Sebagai penulis (apalagi pemula) percaya aja dengan pesen itu. Nah, setelah naskah jadi, malah nggak tahu kabarnya lagi.</p>
<p>5. Diplomasi yang bikin basi. &#8220;Coba deh Anda tulis dulu naskahnya. Ntar kita baca.&#8221; Maka si penulis buatlah naskah itu dengan serius, berbulan-bulan, menghabiskan modal, tenaga, dan tentu saja pikiran. Pas jadi, jawabannya &#8220;wah, nggak asik nih naskah. Kita tolak.&#8221; Duh, kenapa ngga dari awal bilang kalo penerbit nggak bisa janji, tapi semua akan diberlakukan sama bahwa naskah yang dinilai adalah naskah yang sudah ada/jadi.</p>
<p>6. Nggak pernah ngasih laporan. Ini banyak banget penerbit yang melakukan ini. Buku udah terbit, tapi laporan sekalipun nggak pernah ada. Jangankan royalti, harapan denger kabar berapa yang terjual pun nggak pernah.</p>
<p>7. Terlambat bayar hak penulis. Kalo udah minta naskah, bisa sehari beberpa kali nelpon. Kalo minta revisi, SMS pasti nyerang terus. Eh, pas ditagih pembayarannya&#8230; bilangnya tar sok &#8211; tar sok&#8230;</p>
<p>8. Laporan ganda yang bayarnya kecil aja. Ini soal kejujuran laporan penjualan penerbit. Penulis kadang dibohongi dengan penjualan resmi, mereka hanya dapat penjualan fiktif yang jelas-jelas serapannya kecil dan dampaknya royalti yang diterima pun kecil banget.</p>
<p>9. Yang tak jelas nasibnya. Buku sudah dicetak, sudah ada di pasar, sudah bertahun-tahun berlalu tapi tetap saja ada yang nggak jelas nasib buku itu selanjutnya. Tidak pernah ngasih kabar bagaimana kelanjutan kerjasama soal buku itu. Eh, tahunya denger kabar perusahaannya udah bangkrut, eh tahunya udah ganti nama penerbit, eh tahunya udah ganti kepemilikan, namun tetep saja nasib penulis nggak pernah dikasih kabar apapun.</p>
<p>10. Dipimpong melulu. Mungkin memang haknya menanya soal naskah, dan ansibnya tapi selalu aja jadi bulan-bulanan di pimpong. Hari ini nanya kepada si A dikasih tahu &#8220;tanya si B&#8221;. Besok nanya si B eh dibilang &#8220;wah itu urusan si C&#8221;&#8230; sampai pada &#8220;eh, maaf si A kemarin udah pindah kerja, jadi naskahnya kita baca lagi&#8221;. Deziiiiiiiiiiggg</p>
<p>11. Penulis dikenai kewajiban menjual beberapa ratus eks buku dan itu sudah menjadi kewajiban penulis. Nah lo, susah ngomong deh&#8230;</p>
<p>12. Bermain-main dengan surat perjanjian. Misalnya aja nih ya &#8220;Royalti akan dibayarkan kalo buku sudah kejual sebanyak 100 eks&#8221;. Bayangkan kalo selama 2 tahun buku yang kejual cuma 99 eks aja&#8230; sampai kapan juga tu royalti nggak bakal nongol Ini baru satu pasal, belum pasal yang lain&#8230;. soal pajak buku yang dibebankan ke penulis, soal hak melihat prof awal sebelum dicetak, soal jumlah pembayaran, soal&#8230; soal&#8230;</p>
<p>13. Tidak pernah membayar royalti dan hak naskah. Ini udah jelas, nggak perlu diperjelas lagi.</p>
<p>Nah, buat Anda penulis (pemula) yang punya pengalaman menyebalkan berkaitan dengan naskah dan hubungan ke penerbit, sila kirim pengalaman Anda itu ke redaksi@menulisyuk.com ( redaksi at menulisyuk dot com), 10 tulisan menarik akan mendapatkan Paket Buku, CD Writers Marketing seharga Rp100.000 dan Voucher HP Rp10.000.</p>
<p>Tulisan yang Anda kirim akan dipublikasikan di www.menulisyuk.com sebagai artikel yang bisa diakses semua penulis dan menjadi bahan renungan penerbit.</p>
<p>kangarul</p>
<p>ceo menulisyuk komunikata</p>
<p>tempatnya para penulis pemula</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Penulis 'Buku Bestseller' di Pesta Buku Antarabangsa Kuala Lumpur 2009 | PBAKL 2009 | KLIBF 2009]]></title>
<link>http://motivasiminda.wordpress.com/2009/02/05/penulis-buku-bestseller-di-pesta-buku-antarabangsa-kuala-lumpur-2009-pbakl-2009-klibf-2009-pwtc/</link>
<pubDate>Thu, 05 Feb 2009 09:56:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>zamrimohamad</dc:creator>
<guid>http://motivasiminda.wordpress.com/2009/02/05/penulis-buku-bestseller-di-pesta-buku-antarabangsa-kuala-lumpur-2009-pbakl-2009-klibf-2009-pwtc/</guid>
<description><![CDATA[Kulit buku Tip Menjadi Penulis Bestseller Klik sinopsis buku bagi paparan lebih jelas Jangan lupa da]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h3 class="post-title entry-title"></h3>
<div class="post-body entry-content">
<div style="text-align:center;"><a href="http://4.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/SYq1hHN_bPI/AAAAAAAADPU/6wQVJBfycxg/s1600-h/tipmen.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:266px;height:400px;margin:0 auto 10px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/SYq1hHN_bPI/AAAAAAAADPU/6wQVJBfycxg/s400/tipmen.jpg" border="0" alt="" /></a>Kulit buku Tip Menjadi Penulis <span style="font-style:italic;">Bestseller</span></div>
<div style="text-align:center;"><a href="http://3.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/SYq1hUaRELI/AAAAAAAADPk/UHRukAI5l2k/s1600-h/tipmen3.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:400px;height:120px;margin:0 auto 10px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/SYq1hUaRELI/AAAAAAAADPk/UHRukAI5l2k/s400/tipmen3.jpg" border="0" alt="" /></a>Klik sinopsis buku bagi paparan lebih jelas</div>
<p><a href="http://2.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/SYq1hI_FvCI/AAAAAAAADPc/4pR-IVxp5uk/s1600-h/tipmen2.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:400px;height:129px;margin:0 auto 10px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_xzjSQY_L9bU/SYq1hI_FvCI/AAAAAAAADPc/4pR-IVxp5uk/s400/tipmen2.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<div style="text-align:justify;">Jangan lupa dapatkan formula kejayaan Penulis Bestseller di gerai buku jualan PTS (Dewan Tun Razak, PWTC) di Pesta Buku Antarabangsa Kuala Lumpur 2009. Tip Menjadi Penulis Bestseller kini ditulis khusus untuk saudara.</div>
</div>
<p style="text-align:justify;">apatkan di <strong>Gerai PTS Publication and Distributor. Ingat logo ini</strong> <img src="http://www.zamrimohamad.com/gambar/pts.png" alt="http://www.zamrimohamad.com/gambar/pts.png" width="40" height="54" /></p>
<p>Senarai buku yang mesti dibawa pulang dari Pesta Buku Antarabangsa Kuala Lumpur 2009.</p>
<p><strong>Buku Bisnes</strong>, <strong>perniagaan kecil</strong></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Rahsia Bisnes Mamak</li>
<li>Pemasaran Internet untuk Bisnes Kecil</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><strong><br />
Buku Motivasi Organisasi dan Kerja</strong></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Mempengaruhi Bos Gaya Streetsmart</li>
<li>Mengurus Konflik Gaya Streetsmart</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><strong>Buku Panduan Penulis Bebas<br />
</strong></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Tip Menjadi Penulis Bestseller</li>
<li>Cari Duit Cara Mudah Sebagai Penulis Bebas</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><strong>Buku Perhubungan dan Cinta</strong></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Memahami Bahasa Cinta Lelaki</li>
<li>77 Tip Melembutkan Hati Lelaki</li>
<li>Magnet Cinta</li>
<li>Bagaikan Khadijah di Hati Rasulullah</li>
</ul>
<div class="textwidget">
<p align="center"><img class="alignleft" src="http://www.zamrimohamad.com/gambar/new_pa3.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p align="center"><img class="alignleft" src="http://www.zamrimohamad.com/gambar/new_pa5.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p align="center"><img class="alignleft" src="http://www.zamrimohamad.com/gambar/new_pa4.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p align="center">
</div>
<p style="text-align:justify;"><strong><br />
</strong></p>
<div class="post-info"></div>
<div class="post-footer"></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pengalaman Memalukan: "Kaya" Mendadak, Malah Hilang Ingatan walau hanya sesaat]]></title>
<link>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/02/02/pengalaman-memalukan-kaya-mendadak-malah-hilang-ingatan-walau-hanya-sesaat/</link>
<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 10:16:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
<guid>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/02/02/pengalaman-memalukan-kaya-mendadak-malah-hilang-ingatan-walau-hanya-sesaat/</guid>
<description><![CDATA[Kisah nyata ini sebetulnya membuat malu istriku dan juga diriku selaku suaminya. Sebab, kejadian ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Kisah nyata ini sebetulnya membuat malu istriku dan juga diriku selaku suaminya. Sebab, kejadian &#8220;hilang ingatan&#8221; ini terjadi pada dia. Namun supaya kita semua bisa mengambil hikmah dari pengalaman ini, nggak pa pa deh, aku ungkapkan ceritanya di sini. Dirimu mau membacanya dan mengambil hikmahnya, &#8216;kan?</p>
<p><!--more-->Peristiwanya terjadi pada akhir pekan lalu (yakni akhir Januari 2009). Hari itu, istriku datang ke bank untuk memeriksa saldo rekening kami. Jantungnya berdebar-debar. Maklum, akhir bulan itu kami harus membayar tagihan yang jumlahnya lumayan besar (untuk ukuran kami). </p>
<p>Mestinya pada bulan tersebut, seandainya tepat jadwal, ada transfer dari penerbit sebagai bagian dari royalti buku bestsellerku yang bisa menutup tagihan-tagihan tersebut. (Royalti buku-bukuku biasanya dibayarkan per enam bulan. Kalau terbitnya Januari, royaltinya setiap Juli dan Januari.) Namun ternyata, baru pada akhir bulan itulah istriku melihat adanya penambahan saldo. (Penambahan saldo itu berasal dari bukuku yang mana, sampai hari ini kami belum mengetahuinya. Sebab, belum ada laporan tertulis dari penerbit yang menyebutkannya.)</p>
<p>Apakah dengan mengetahui penambahan saldo itu, jantungnya tidak berdebar-debar lagi? Entahlah. Dia tidak merasakannya. Malah, dia seperti kehilangan perasaan. Begitu memeriksa saldo di ATM, dia jadi melongo. (Mungkin seperti adegan-adegan melongo di sinetron.) </p>
<p>Dia seolah-olah tak percaya melihat angka-angka yang tertera. Sebetulnya, angka-angka itu tidak seberapa. Cuma delapan digit, jauh dari royalti novel <em>Laskar Pelangi</em> dan <em>Ayat-Ayat Cinta</em> yang mencapai sembilan atau sepuluh digit. Namun bagi kami yang sudah 5 atau 6 tahun &#8220;<a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2007/11/27/penulis-romantis-2-jalan-sunyi/">mengencangkan ikat pinggang</a>&#8220;, angka delapan digit itu besar sekali. Paling tidak, bila kita membandingkannya dengan royalti 6 bulanan yang biasanya kami terima dari buku-bukuku yang belum best-seller, yaitu tujuh digit saja, akan tampak adanya perbedaan yang mencolok.</p>
<p>Sebenarnya aku sudah memberitahu dia bahwa royalti pada bulan Januari kemarin itu mungkin akan lebih besar daripada biasanya. Ramalanku ini berdasarkan pada <a href="http://shodiq.com/2009/01/11/dibutuhkan-asisten-pribadi-seorang-penulis-buku/">melonjaknya jumlah orang yang berkonsultasi denganku</a> dan <strong>melonjaknya jumlah kunjungan ke blogku ini</strong> sebagaimana terpapar di gambar berikut ini.</p>
<p><img alt="" src="http://i471.photobucket.com/albums/rr77/muhshodiq/statistikmuhshodiq460x247.jpg" title="statistik muhshodiq" class="alignnone" width="460" height="247" /></p>
<p>Walaupun aku sudah memberitahu kemungkinan besarnya royalti itu, rupanya istriku masih tetap terkaget-kaget ketika melihat angka-angka sebanyak delapan digit itu dengan mata kepalanya sendiri di depan mesin ATM.</p>
<p>Seperti orang linglung, dia pun masuk ke bank dan antri untuk menarik sejumlah uang. Karena penarikan di mesin ATM terbatas, dia bermaksud menarik uang di depan teller. Namun ketika sudah berada di depan teller, dia malah &#8220;hilang ingatan&#8221;. Dia lupa nomor PIN ATM-nya. Padahal, dia sudah hafal luar kepala dan telah menggunakannya selama bertahun-tahun. Nah, inilah satu dari beberapa jenis ingatan yang terlupakan oleh istriku pada saat itu. </p>
<p>Kalau cuma lupa nomor PIN, mungkin itu tidak memalukan. Ini masih dianggap biasa bagi banyak orang. Yang memalukan adalah ketika dia bermaksud pulang dulu ke rumah untuk bertanya kepadaku mengenai nomor PIN-nya. Yang aneh, dia tidak ingat sama sekali bahwa di rumah kami sudah lama ada saluran telepon. Tapi mengapa dia memutuskan untuk pulang saja? Mengapa tidak meneleponku? Yach, begitulah orang yang sedang linglung, nggak bisa berpikir jernih.</p>
<p>Namun, lupa telepon itu belum terlalu memalukan. Yang lebih memalukan, dia pulang dengan berjalan kaki. Padahal, berangkatnya dengan kendaraan.</p>
<p>Yang paling memalukan, dia ternyata berjalan kaki <em>tidak</em> ke arah rumah kami. Padahal, jalur dari bank itu ke rumah kami sangat mudah. Jaraknya hanya satu kilometer, beloknya pun hanya satu kali, yaitu belok kiri. Namun, dia malah belok kanan sampai empat kali! Tahu-tahu, dia sudah berada di depan bank itu kembali. Jadi, dia cuma berjalan mengitari kampung tempat bank tersebut berada. (Sangat memalukan, bukan?)</p>
<p>Ketika itu, barulah ingatannya mulai pulih. Walau masih lupa soal telepon rumah dan nomor PIN, dia sudah bisa berpikir logis bahwa daripada pulang dulu, akan lebih praktis bila dia menarik uang tanpa nomor PIN, yaitu dengan tanda tangannya. Kemudian saat pulangnya pun, dia sudah ingat bahwa dia membawa kendaraan.</p>
<p>Begitulah ceritanya. Nah, hikmah apa sajakah yang bisa kita petik dari pengalaman yang memalukan tersebut?</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[NAMANYA STANISLAUS]]></title>
<link>http://duniabuku.wordpress.com/2008/12/28/namanya-stanislaus/</link>
<pubDate>Sun, 28 Dec 2008 14:29:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>oktawiguna</dc:creator>
<guid>http://duniabuku.wordpress.com/2008/12/28/namanya-stanislaus/</guid>
<description><![CDATA[Stanislaus sudah mengalami banyak peristiwa dalam hidupnya yang kini menginjak 62 tahun. Namun Rabu ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Stanislaus sudah mengalami banyak peristiwa dalam hidupnya yang kini<br />
menginjak 62 tahun. Namun Rabu sore lalu ia menjalani kegiatan yang<br />
baru pertama kali dilakoninya seumur hidup, yakni sebuah wawancara<br />
televisi soal novel yang belum lama diterbitkannya.</p>
<p>Ia baru kali ini menulis novel. Sebagai novelis ia memang masih<br />
debutan namun kalau untuk sandiwara radio namanya sudah kondang. Nama Stanislaus memang kurang dikenal orang lantaran ia lebih sering<br />
menyingkat nama depannya yang membuatnya lebih beken dengan nama S.Tidjab. <!--more--> Tidjab mulai populer saat sandiwara buatannya, Tutur Tinular, disiarkan di radio.</p>
<p>Tidjab memulai karirnya sebagai pemain teater bersama kelompok Teater Kecil yang digagas Arifin C. Noer. Setelah itu ia bergabung dengan Sanggar Pratiwi dan mulai menjadi pemain drama radio.</p>
<p>Perlahan-lahan ia belajar menulis skenario sandiwara radio dan mulai<br />
diberi kesempatan membuat drama anak-anak. Kemudian ia mulai<br />
mengadaptasi novel-novel cerita silat seperti karya-karya S.H.<br />
Mintardja menjadi sandiwara radio.</p>
<p>Bosan menggarap karya orang lain, Tidjab memutuskan membuat ceritanya sendiri. Pada 1989 ia menulis sandiwara Tutur Tinular dan namanya mulai banyak dikenal publik setelah karyanya ini disiarkan di radio.</p>
<p>Setelah itu daya kretifnya seperti tak terbendung dan semakin banyak<br />
membuat banyak sandiwara diantaranya yang cukup kondang adalah Mahkota Mayangkara dan Kaca Benggala. Kekhasan karya Tidjab adalah karakter fiksi yang diselipkan secara apik dalam kisah-kisah kerajaan di tanah Jawa dengan bumbu-bumbu roman yang kental.</p>
<p>Karena gaya menulis yang seperti itu, Tidjab tak cukup berimajinasi dan karena cerita sejarah harus ditulis dengan akurat. Ia mencontohkan di televisi pasar zaman kuno digambarkan seperti masa kini dimana pedagang menggelar lapak-lapak berjualan padahal pada masa itu pasar biasanya di sebuah pohon besar di tengah sawah dimana orang banyak berteduh dan lama-kelamaan saling jual beli barang. &#8220;Saya harus banyak baca buku sejarah,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Tidjab memang mengoleksi banyak buku mulai dari kumpulan kisah-kisah<br />
kerajaan Jawa hingga buku tentang perilaku dan baju masyarakat zaman kuno. Buku-buku referensinya beragam, mulai dari terbitan terkini hingga buku berbahasa Jawa terbitan 1945.</p>
<p>Uniknya, Tidjab tak pernah mengetik sendiri skenario dramanya. Ia<br />
membuat dramanya secara lisan mulai dari dialog hingga efek suaranya<br />
dan merekam seluruhnya. Lantas ia meminta orang lain mengetik semua<br />
rekaman dan hasilnya baru ia sunting. &#8220;Saya akan pilih lagi dan bagian<br />
yang kurang dramatis saya buang,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Namun nama Tidjab meredup seiring lesunya sandiwara radio yang<br />
tergeser oleh film dan sinetron di televisi. Pada masa-masa itu Tidjab<br />
banting stir mengerjakan proyek kehumasan seperti membuat company<br />
profile dan ikut menggarap film dokumenter.</p>
<p>Baru pada 2006 kesempatan membuat sandiwara datang lagi dari jaringan radio 68H Utan Kayu. &#8220;Rasanya saya benar-benar segar kembali,&#8221; ujarnya sembari tertawa.</p>
<p>Ia lalu membuat Pelangi Di Atas Gelagah Wangi, sebuah sandiwara tiga<br />
episode yang tiap episodenya terdiri dari 30 seri. Sayang sponsor tak<br />
melanjutkan dukungan pembuatan sandiwara padahal setahu Tidjab banyak penggemar yang berharap ada kelanjutan terutama pendengar di Yogyakarta.</p>
<p>Karena itulah Tidjab menyambut baik tawaran penerbit Mizan untuk<br />
mengadaptasi karyanya ini menjadi novel. Sejak dulu memang banyak yang meminta agar sandiwaranya akan dibukukan namun Tidjab kelewat sibuk untuk membuatnya.</p>
<p>Tutur Tinular sempat dibuat novel oleh seorang kenalannya tapi tak<br />
terlalu laris lantaran bukunya tipis tapi harganya mahal. &#8220;Zamannya<br />
berubah sekarang ini orang merasa kurang keren kalau baca bukun<br />
tipis,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Maka kali ini Tidjab memutuskan membuat sendiri novelnya. &#8220;Saya lihat<br />
dulu tanggapan orang-orang,&#8221; kata dia. &#8220;Kalau laku ya saya berhenti<br />
buat sandiwara dan nulis novel saja.&#8221;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PETER ZILAHY DAN KEBEBASAN SEJATI]]></title>
<link>http://duniabuku.wordpress.com/2008/12/28/peter-zilahy-dan-kebebasan-sejati/</link>
<pubDate>Sun, 28 Dec 2008 14:05:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>oktawiguna</dc:creator>
<guid>http://duniabuku.wordpress.com/2008/12/28/peter-zilahy-dan-kebebasan-sejati/</guid>
<description><![CDATA[Peter Zilahy, penulis asal Zilah, Transylvania, ini gemar berkeliaran di tengah malam, mulai bekerja]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img src="http://www.zilahy.net/media/docimages/zilahy_geo.jpg" alt="foto daimbil dari situs pribadi peter zilahy, www.zilahy.net" /></p>
<p><em>Peter Zilahy, penulis asal Zilah, Transylvania, ini gemar berkeliaran di tengah malam, mulai bekerja saat matahari terbenam dan tidur saat mentari terbit. Ia bicara soal hidup penuh kebebasan dan mitos vampir Eropa Tengah.</p>
<p></em><!--more--></p>
<p>Pementasan karya teater di mulai dari panggung Broadway New York sampai gedung-gedung teater di Jakarta terus dan semakin bergairah. Namun kenyataan yang sama tak terjadi di toko buku dimana buku naskah drama dan teater tepencil dan terjepit di antara deretan panjang literature fiksi dan nonfiksi.</p>
<p>Ketika penulis di seantero dunia lebih tertarik menggali bentuk prosa, maka Peter Zilahy (semua huruf &#8220;e&#8221; dibunyikan seperti dalam kata &#8220;pena&#8221; sementara nama keluarga Zilahy dilafalkan &#8220;zilakh-i&#8221;) justru mengeksplorasi karya sastra jenis drama. Belum lama ini Peter yang berasal dari Hungaria menerbitkan karya dramanya Der lange Weg nach nebenan (terjemahan bebasnya kira-kira Perjalan Panjang Meniti Masa Depan).</p>
<p>Ini menjadi pelengkap repertoar karya teaternya setelah ia mengadaptasi novelnya, Posledna Zirafa B Okne menjadi sebuah buku skenario teater.  Novel yang memenangi penghargaan The Book of the Year 2003 di Ukraina tersebut diterbitkan versi Indonesianya oleh penerbit Bentang dengan judul The Last Window-Giraffe: Hari-hari Terakhir Sang Diktator.</p>
<p>Peter memang menikmati tantangan merangkai dialog untuk teater yang jauh lebih rumit ketimbang menulis novel. Cerita harus dibangun lewat dialog dan kata-kata sementara narasi dan deskripsi yang jadi jurus andalan pada novel sama sekali tak bisa dipakai.</p>
<p>&#8220;Deksripsi panjang akan bikin penonton tertidur,&#8221; kata Peter yang ditemui Tempo beberapa waktu lalu di Hotel Alila Kemang. &#8220;Konflik harus disampaikan lewat dialog yang mesti bisa dirasakan penonton.&#8221;</p>
<p>Peter menyebut dirinya sebagai orang yang menyukai tantangan. Baginya kerumitan dalam menyusun karya teater itu merupakan tantangan yang ia butuhkan untuk terus mengembangkan dirinya.</p>
<p>Dorongan menggarap ranah teater ini datang dari bacaannya semasa remaja. Pada usia 15 tahun Peter sudah membaca seluruh karya Shakespeare.</p>
<p>Meski meluncurkan beberapa karya teater yang sudah dipentaskan di berbagai negara, tapi Peter sendiri secara internasional tak hanya dikenal sebagai penulis naskah teater. Ia membuat film dan juga mendunia sebagai penulis puisi.</p>
<p>Pada usia 18 tahun, tepatnya saat berada di tahun terakhir sekolah menengah atas, Peter mulai menulis puisinya. Ia mengenang, ketika itu ia tak pernah memperhatikan pelajaran. Ia duduk di barisan paling belakang sembari menyusun baris demi baris puisi yang kemudian diterbitkan di sebuah majalah Hungaria.</p>
<p>Tiba-tiba saja kehidupan Peter berubah dan ia diknela sebagai penyair muda berbakat. &#8220;Saya menikmatinya sampai akhirnya saya muak dengan lingkaran penulis dan penikmat literatur Hungaria dan benar-benar berhenti menulis,&#8221;</p>
<p>Setelah sepuluh tahun vakum, Peter kembali menulis tapi kali ini lebih banyak dalam bentuk prosa hingga pada 2004 terbit novel The Last Window-Giraffe. Peter juga rajin menulis esei yang membuat masyakarat Jerman mengenalnya sebagai kolumnis suratkabar.</p>
<p>Tidak cuma itu, Peter juga melukis dan mendalami seni fotografi dengan hasil karya yang sudah beberapa kali dipamerkan. Bahkan lewat dua jenis keterampilan ini membuat Peter tak memerlukan fotografer dan illustrator untuk merampungkan novelnya seolah ingin menunjukkan dirinya sebagai sosok penulis sejati yang tumbuh di era multimedia.</p>
<p>Namun pria berambut ikal ini menjelaskan bahwa media yang dipakai memang beragam karena ia ingin menyesuaikan dengan ide yang muncul di benaknya. &#8220;Kalau saya mendapatkan ide maka saya memikirkan bentuk yang terbaik untuk mewadahi ide itu kadang itu bisa film, kadang bisa foto, kadang itu jadi novel.&#8221;</p>
<p>Peter percaya setiap manusia memiliki banyak identitas seperti dirinya yang penulis, penyair, fotografer, sekaligus sutradara namun kemudian memaksakan diri hanya menjadi satu sosok saja. Baginya sangat bodoh jika orang dengan banyak identitas seperti itu kemudian membatasi diri dengan memilih salah satunya saja.</p>
<p>&#8220;Memilih salah satu identitas sam saja menurunkan hakikat diri kita dan saya tak mau itu,&#8221; ujarnya. &#8220;Saya ingin jadi lebih, lebih dan lebih, bukan kurang, kurang dan berkurang.&#8221;</p>
<p>Peter memang paling tak suka dengan bentuk-bentuk pengkategorian. Jadi saat masyarakat dan media massa mulai mengkategorikan dirinya sebagai novelis atau penyair maka  ia akan berubah menjadi sosok yang baru dengan karya yang berbeda pula. &#8220;Intinya, saya ini tak terkategorikan,&#8221; kata dia.</p>
<p>Rasa ingin sepenuhnya bebas ini bertumbuh dalam diri Peter yang sejak kecil terkungkung dalam rezim totaliter diktator komunis. Memang Hungaria terkenal dengan &#8220;komunisme gulai daging&#8221; yang mencampurkan sistem komunis yang kaku dengan sedikit sistem liberalis dimana negara ini punya banyak bisnis swasta dan kebebasan berbicara yang lebih besar.</p>
<p>Di masa inipun Peter sudah menunjukkan dirinya yang tak mau dikotak-kotakkan. Saat rekan-rekan sebayanya menolak belajar bahasa Rusia yang dianggap penjajah, Peter justru menekuninya dan menjadi fasih bahasa negeri beruang merah tersebut. &#8220;Saya punya problem dengan tentaranya tapi kan saya tak ada masalah dengan bahasanya,&#8221; katanya mantap.</p>
<p>Namun ia tetap merasa tak puas dengan rezim totalitarian yang tetap mengatur hal yang boleh dan tak boleh dilakukan. Baginya kediktatoran sangat buruk bagi orang-orang yang orisinil dan punya ide sendiri karena rezim komunis gemar menyeragamkan dan tak menyukai orang dengan opini yang berbeda.</p>
<p>Sejak kecil Peter memang selalu punya cara pandang yang berbeda dari orang-orang di sekelilingnya dan tak ragu menyampaikan pemikirannya itu. Sifat ini belakangan membuatnya dikeluarkan dari sekolah dan teman-teman sekelasnya mengolok-olok bahwa nanti Peter akan jadi pengemis dan mereka akan melemparkan koin ke tangannya.</p>
<p>Peter yang dianggap sinting oleh temannya namun ia dengan tegas menyatakan dirinya tak gila tapi cuma keras kepala, sedikit sombong dan tak mau kompromi menyangkut hal-hal yang dipercayanya sebagai kebenaran. Toh ia tak peduli dan bukannya jadi pengemis Peter malah menjadi orang terkenal dan bisa berleha-leha di hotel mewah di berbagai belahan dunia.</p>
<p>Segala kritik kepada kediktatoran yang membatasi pilihan terhadap penentuan hidup secara mandiri inilah yang kemudian dituangkan ke dalam novel The Last Window Giraffe. Buku ini sengaja memplesetkan  buku dengan judul yang sama yang dipakai anak-anak Hungaria belajar membaca yang penuh dengan propaganda blok timur seperti penekanan bahwa matahari terbit di timur dan jantung ada di dada sebelah kiri.</p>
<p>Menurut Peter, buku tersebut perlambang sifat kediktatoran yang selalu memperlakukan semua orang seperti anak kecil. Sebagai kebalikannya, Peter sengaja tak mau mengarahkan atau mengajarkan apapun serta membiarkan orang menemukan sendiri makna dalam karyanya.</p>
<p>Baginya khalayak itu cerdas maka penulis seharusnya tak seperti televisi yang menganggap pemirsanya bodoh sehingga harus membuat penjelasan yang penuh penyederhaan. Buktinya, kata Peter, pembaca di Ukraina menjadikan novel Peter sebagai panduan menggelar Revolusi Oranye menentang rezim totaliter dan pembaca di Indonesia bisa menemukan kesamaan peristiwa protes menentang Slobodan Milosevic di Yugoslavia dengan perlawanan terhadap rezim Soeharto pada Reformasi Mei &#8216;98.</p>
<p>Bisa dibilang Peter memang puas dengan novel yang dikerjakannya selama tiga tahun tanpa henti hingga dini hari. Peter bercerita ia memang hanya bisa konsentrasi secara penuh di tengah malam.</p>
<p>Pria yang masih berdarah bangsawan dari Zilah, sebuah kota di wilayah Transylvania, ini memulai kerjanya saat matahari mulai terbenam dan tidur bersamaan dengan matahri terbit di ufuk timur. Lelaki bermata abu-abu ini juga mengaku di tengah malam suka membuang kepenatan dari menulis dengan berjalan-jalan menyusuri lorong-lorong kota yang sepi  di malam hari. Dengan kebiasaannya itu, tak takutkah ia dikira drakula yang ditulis novelis Bram Stokers berasal dari Transylvania?</p>
<p>&#8220;Nah di situlah orang yang sering salah karena Hungaria sama sekali tak mengenal mitos makhluk penghisap darah,&#8221; ujarnya. Peter menjelaskan, folklor vampir justru hanya ada di Rumania dan Serbia karena sosok yang belakangan dikenal sebagai drakula memang bukan berasdal dari Transylvania tapi di sisi lain pegunungan Carpathians yang berada di wilayah Rumania.</p>
<p>Peter sendiri sebenarnya sedih karena stigma terhadap Transylvania, padahal kampong halamannya itu kaya dengan banyak literature sebagai salah satu kota teruta di Eropa. Masalahnya Hungaria seperti banyak negara Eropa tengah lainnya memang tak punya modal besar untuk mengenalkan literaturnya kepada dunia.</p>
<p>Beruntung penerbit di Jerman mulai melirik karya para penulis muda Hungaria yang memang karena perbedaan bahasa punya gaya bertutur yang berbeda dengan penulis negara Eropa lainnya. Novel karya Peter sendiri semakin membuka jalan kebebasan dari stigma itu karena sudah diterjemahkan ke lebih dari 20 bahasa. Ia berharap lewat novelnya orang akan menemukan lebih banyak harta yang terpendam dalam literatur negara-negara Eropa Tengah.</p>
<p>Saat ini Peter tengah menyiapkan novel terbaru yang rencananya akan diterbitkan pada 2009. Untuk novelnya  yang satu ini dan semua karyanya ke depan, Peter akan tetap mempertahankan rasa keingintahuan sebagai pemandunyayang terkadang membawanya ke tempat membahayakan seperti di tempat meleutusnya revolusi di Yugoslavia saat menulis The Last Window Giraffe. &#8220;Terbunuh dan mati adalah bagian dari hidup. Bertumbuh dewasa berarti menerima kenyataan bahwa suatu saat anda akan mati,&#8221; ujarnya bijak.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
