<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>percik-minda &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/percik-minda/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "percik-minda"</description>
	<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 07:29:00 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Meranyah untuk para Guru]]></title>
<link>http://zamzamiakarim.wordpress.com/2008/12/03/meranyah-untuk-para-guru/</link>
<pubDate>Wed, 03 Dec 2008 10:22:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>zamzamiakarim</dc:creator>
<guid>http://zamzamiakarim.wordpress.com/2008/12/03/meranyah-untuk-para-guru/</guid>
<description><![CDATA[Tulisan berikut ini merupakan tanggapan saya atas email yang dikirimkan oleh bang Embi Asmara alias ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Tulisan berikut ini merupakan tanggapan saya atas email yang dikirimkan oleh bang Embi Asmara alias Pawana yang merasakan betapa para guru tidak diperhatikan terutama dari segi penambahan wawasan teknologinya, selanjut isinya saya kutip sepenuhnya disini:<!--more--></p>
<blockquote><p><strong>bang Embi:</strong><br />
Assalamualaikum wbt</p>
<p>Apekabar adinde&#8230;..Semoga adinde sekeluarga selalu diberkahi umur, Rezki, dan kesehatan yang prima. Supaya negeri ini aman merdeka, sejahtera, orang macam Prof Firdaus ,Zam zami, hrs lebih banyak di negeri ini.<br />
Jelas peningkatan profesionalisme guru di tingkat kabupaten atau kota sering tidak menyentuh kebutuhan guru yang ada disana. Guru masih dilihat dari kaca mata birokrasi, bukan akademisi.</p>
<p>Guru perlu mendapat informasi tentang ilmu dan teknologi pendidikan. Namun, itu tidak dipenuhi sehingga semakin lama bekerja, guru semakin ketinggalan informasi. Ini persoalan klasik di Indonesia,”</p>
<p>Begitulah kate Ketua PGRI Pusat Dr. Sulistyo,M.Pd<br />
Dan salah satu kabupaten kota itu masih banyak terdapat dinegeri segantang lade kita ini&#8230;..termasuklah lingga.<br />
Ape pendapat adinde tentang hal itu?<br />
wassalam</p>
<p>Embi Asmara alias Pawana</p></blockquote>
<p>Saya coba menjawab:</p>
<p>Wa&#8217;alaikumusalam,<br />
Terimakasih kanda sudi berkunjung ke alamat maya saya ini, dan salam kenal. Saya setuju dengan pendapat kekande itu, tetapi yang perlu bukan tukang dorong aje seperti Prof Firdaus, tetapi penerobos atau guru-guru yang siap merevolusi mind set mereka keluar dari kotak yang ada. Kita dah terlalu banyak tukang kritik, dan dah banyak pula orang kene kritik, tetapi tak juga persoalan inti terpecahkan. Saya rasa, saatnya bagi kita menghimpun tukang terobos, yang berani menerobos jalan pikiran lama. Yaitu juga orang-orang yang bekerja keras, bertindak, mewujudkan imajinasi menjadi kenyataan, menjadi terobosan dan menjadi barang baru yang berguna untuk kehidupan manusia.<br />
Saya pernah baca disebuah buku yang ditulis oleh orang Barat, Daniel Bell dalam bukunya The Future of Technology, dia mengatakan sangat banyak orang mampu berimajinasi, tetapi hanya yang mampu mewujudkan imajinasinya menjadi barang nyatalah yang biasanya lebih maju.<br />
Orang-orang Melayu dah lama bermimpi dan berimajinasi macam mane nak mencapai rembulan, pepatah mengatakan &#8220;Bak Pungguk Merindukan Bulan&#8221;, tetapi orang-orang Barat macam Neil Amstrong dan Yuri Gagarin lebih maju karena mereka bukan hanya merindu-rindu, tetapi bahkan dah menjejakkan kaki di bulan tu dulu lagi tahun 60-an.<br />
Guru-guru macam kita perlu menularkan semangat berfikir positif, memandang masa depan dengan optimisme, mengajak berbuat sesuatu setelah matang dipikirkan, kepada para peserta didik kita.  Agar peserta didik kita juga punya harapan cerah memandang masa depan.  Karena kita tak bisa berharap orang lain melakukannya, biarlah kita mulai dari ceruk-ceruk kampong dengan segala kekurangan dan keterbatasan, dan boleh jadi itulah sumber kekuatan kita yang tak dimanja oleh fasilitas.  Orang-orang tua kita dulu menjadi hebat, bukan karena fasilitas negara yang melimpah (eh em&#8230; sekarang gaji guru kusmangat besar way&#8230;!), tetapi mereka berjuang keras di atas penderitaan, dan kekurangan fasilitas, dan hebatnya jadilah orang-orang macam kita-kita ini.  Saya jadi teringat kisah Lasykar Pelangi karya Andre Hirata.</p>
<p>Entah iye ntah tidak, tapi saya sedang mencoba&#8230; eh&#8230;em.</p>
<p>Begitulah agaknya tanggapan saye bang, selamat berjuang.</p>
<p>Salam dari kampus gersang STISIPOL Raja Haji/Fisip Umrah.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Harapan..?]]></title>
<link>http://zamzamiakarim.wordpress.com/2008/10/13/harapan/</link>
<pubDate>Mon, 13 Oct 2008 19:08:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>Dipa</dc:creator>
<guid>http://zamzamiakarim.wordpress.com/2008/10/13/harapan/</guid>
<description><![CDATA[Tulisan ini berisi bahan untuk didiskusikan atau diobrolin yang berasal dari percikan-percikan pikir]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Tulisan ini berisi bahan untuk didiskusikan atau diobrolin yang berasal dari percikan-percikan pikiran hasil bacaan buku-buku tertulis maupun buku tak bertulis. Mari mengasah minda…<!--more--></p>
<p><strong>Harapan??</strong></p>
<p><em>“Harapan bukanlah menunggu secara pasif juga bukan pemaksaan yang tidak realistis terhadap keadaan yang tidak bisa dilakukan. Ia seperti harimau yang diringkus, yang akan melompat hanya jika waktunya untuk melompat tiba”.</em></p>
<p><em>“… orang yang mempunyai harapan memandang dan sangat menghargai semua tanda-tanda kehidupan baru dan selalu siap membantu kelahiran apapun yang bisa dilahirkan.”</em></p>
<p>(Dikutip dari Erich Fromm, 2004, Revolusi Harapan: Menuju Masyarakat Teknologi Yang Manusiawi, Terj. Cet. III, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, hal. 9)</p>
<p>Apa yang mengerikan dalam hidup ini adalah bahwa <!--more-->kita sangat sibuk secara terminologis. Artinya kita berilusi seolah-olah kita sangat aktif, padahal kita sesungguhnya tidak mengerjakan apapun. Lebih mengerikan lagi adalah momen di mana kita tidak memiliki apa yang mesti kita kerjakan, sehingga kita mentransformasikan waktu luang kedalam bentuk aktifitas lain, semisal jalan-jalan, main golf (bagi yang tajir), atau ngobrol kosong.</p>
<p>Harapan, bagi Erich Fromm, harusnya suatu tindakan aktif menjemput segala kemungkinan rasional, bukan yang tidak mungkin, siap setiap saat terhadap apa yang belum lahir, dan tidak menjadi sedih atau kecewa putus asa jika tidak ada kelahiran dalam hidup kita.</p>
<p>Dengan demikian, KEYAKINAN adalah kepastian terhadap yang belum terjamin, pengetahuan tentang kemungkinan riil, ia bersifat rasional, ia menunjuk pada pengetahuan dari kenyataan yang belum dilahirkan, ia didasarkan atas kemampuan untuk mengetahui dan memahami, menembus permukaan dan melihat intinya.</p>
<p>KEBERANIAN dan KETABAHAN</p>
<p>Keberanian, dewasa ini, sering digunakan untuk mengungkapkan keberanian untuk mati daripada keberanian untuk hidup.</p>
<p>Ketabahan adalah kemampuan untuk menyatakan “tidak” di saat dunia ingin mendengarkan “ya”.</p>
<p>Seringkali kita berpura-pura dengan mengatakan “ya” pada sesuatu yang sebenarnya “tidak” hanya karena ingin mendapatkan pujian, simpati, dan menyenangkan dunia dengan kepalsuan.</p>
<p>Ahh… renungkan rumitnya ya… he..he.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kok Kamu Nggak Pernah Merasa Kaya??]]></title>
<link>http://zamzamiakarim.wordpress.com/2008/10/11/kok-kamu-nggak-pernah-merasa-kaya/</link>
<pubDate>Sat, 11 Oct 2008 16:34:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>zamzamiakarim</dc:creator>
<guid>http://zamzamiakarim.wordpress.com/2008/10/11/kok-kamu-nggak-pernah-merasa-kaya/</guid>
<description><![CDATA[Saudara-saudara yang budiman&#8230; Sungguh, manusia selalu menemukan jalan untuk mengurangi beban k]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Saudara-saudara yang budiman&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Sungguh, manusia selalu menemukan jalan untuk mengurangi beban kesulitan hidupnya dalam keadaan &#8220;kepepet&#8221;.  Ternyata, dalam masyarakat kita yang sangat berorientasi materi, selalu dihantui oleh <!--more-->perasaan tidak pernah puas terhadap apa yang telah kita miliki, dan mudah terpengaruh oleh apa yang orang lain miliki, sehingga menimbulkan berbagai penyakit hati; seperti iri hati, dengki dan tak nyaman terhadap kegembiraan yang dinikmati oleh orang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi <cite>Jeffrey Strain</cite> punya argumen yang menarik, yang berguna, terutama bagi masyarakat yang sedang resah oleh krisis global yang belumjelas ujungnya. Simaklah tulisan beliau berikut pada (http://finance.yahoo.com/banking-budgeting/article/105934/10-Reasons-You&#8217;re-Not-Rich).</p>
<p style="text-align:justify;">10 Alasan (Lagi) Mengapa Anda Tidak Kaya, begitulah judul tulisan yang menarik tersebut.  Simaklah, mudah-mudahan kita menjadi orang yang BERSYUKUR.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[YANG MENARIK PADA PEMILU 2009 NANTI]]></title>
<link>http://zamzamiakarim.wordpress.com/2008/09/26/yang-menarik-pada-pemilu-2009-nanti/</link>
<pubDate>Fri, 26 Sep 2008 01:14:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>zamzamiakarim</dc:creator>
<guid>http://zamzamiakarim.wordpress.com/2008/09/26/yang-menarik-pada-pemilu-2009-nanti/</guid>
<description><![CDATA[Reformasi di bidang politik sesungguhnya dapat tergambar terutama dalam sistem Pemilunya. Untuk Pemi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Reformasi di bidang politik sesungguhnya dapat tergambar terutama dalam sistem Pemilunya. Untuk Pemilu 2009 yang akan terjadi pada 9 April 2009, kira-kira 190 hari lagi dari sekarang, kita akan menggunakan UU No. 10/2008 tentang Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD. Selain itu, &#8220;berkah&#8221; reformasi politik juga tergambar dengan menjamurnya jumlah parpol yang akan bersaing merebut jabatan empuk di Legislatif baik tingkat Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota.  Sungguh, negeri ini akan diramaikan dengan para politisi, <!--more-->para calon pejabat negara, dan mungkin juga calon NAPI (itu kalau seandainya niat jadi pejabat adalah memperkaya diri, atau memanfaatkan lowongan pekerjaan yang lebih &#8220;basah&#8221;&#8230;), dan besar kemungkinan akan lebih banyak lagi para calon pejabat yang depresi (kita doain jangan bunuh diri) gara-gara impian jadi pejabat membuat dirinya &#8220;pape kedane&#8221;.</p>
<p>He..em&#8230; Itu istilah yang digunakan orang Melayu untuk menyebut keadaan &#8220;jatuh miskin karena bangkrut&#8221;.  Nah, bagaimana tidak, mulai hari ini, akan ada 190 hari lagi uang di kantong dan di rekening Bank bakal terkuras untuk mempersiapkan pernak-pernik kampanye, sosialisasi diri, sumbang sana sumbang sini, melayani tim kampanye yang minta biaya operasional, bahkan simpatisan (mengambang) yang minta bantuan dana untuk lebaran, istri melahirkan ataupu anak yang mau khitanan.</p>
<p>Kalau begitu, betapa besarnya antusiasme orang untuk menjadi pejabat. Mengapa demikian? Ohh&#8230; jabatan adalah salah satu daya tarik penuh tantangan yang memicu adrenalin. Terutama di era giri-gini hari.  KPK nyorotin terus, tetapi semangat &#8220;ngerampok&#8221; uang rakyat melalui berbagai fasilitas sebagai pejabat negara tak pernah surut.</p>
<p>Tulisan ini hanya sekedar merefleksi keadaan masyarakat kita, ditengah sulitnya lapangan pekerjaan, ekonomi yang merosot, dan mental kerja keras masih langka, maka menjadi pejabat Negara, jadi anggota Dewan adalah lowongan kerja baru yang menarik.  Kenapa tidak dicoba, siapa tahu bisa kaya mendadak, dapat rumah dinas, mobil dinas, baju dinas, laptop dinas, dan lain-lain banyak lagi yang bertajuk &#8220;untuk kepentingan dinas&#8221;.  Dan demikianlah keadaannya, dan tentu saja tidak bisa juga disalahkan atau dianggap rendah.  Manusia pragmatis, membuat pilihan secara rasional dan pragmatis, mana yang memberi untung lebih besar tentu itulah yang dikejar.</p>
<p>Udah dech, mari kita baca petikan tulisan dari Republika berikut ini:</p>
<p>http://www.republika.co.id/launcher/view/mid/22/kat/14/news_id/4521</p>
<p>Maafkan saya, tulisan ini tidak bermaksud apa-apa, tetapi minta rakyat pembaca jeli ketika memilih calon pejabat yang mana nasib kita akan ada didalam genggaman mereka.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menjadi Mahasiswa Berkelas Dunia]]></title>
<link>http://zamzamiakarim.wordpress.com/2008/07/02/menjadi-mahasiswa-berkelas-dunia/</link>
<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 12:37:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>zamzamiakarim</dc:creator>
<guid>http://zamzamiakarim.wordpress.com/2008/07/02/menjadi-mahasiswa-berkelas-dunia/</guid>
<description><![CDATA[Mahasiswaku yang rajin berlayar dilautan maya&#8230; Beberapa waktu yang lalu, tepatnya pada 21 Mei ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><a href="http://zamzamiakarim.files.wordpress.com/2008/07/sambutan-ketue.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-67" src="http://zamzamiakarim.wordpress.com/files/2008/07/sambutan-ketue.jpg?w=300" alt="" width="300" height="200" /></a>Mahasiswaku yang rajin berlayar dilautan maya&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa waktu yang lalu, tepatnya pada 21 Mei 2008 FISIP UMRAH telah mengundang seorang motivator dahsyat dari UNRI untuk memberikan pencerahan kepada komunitas mahasiswa se Tanjungpinang.  Beliau adalah Prof. Dr. Firdaus LN, M.Si, guru besar UNRI asli budak Dabo Singkep.  Selain sebagai sahabat, beliau juga adalah guru bagi saya, seorang motivator handal dan dahsyat dalam membakar otak dan cara berfikir kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Kuliah Umum bertema &#8220;MENJADI MAHASISWA BERKELAS DUNIA&#8221;, yang beliau sampaikan pada Mei yang lalu, telah mengundang banyak tanggapan dari mahasiswa yang memang terbakar pemikirannya. Artikel di bawah, merupakan artikel yang ditulis beliau sebagai penjabaran dan pelengkap lebih lanjut ceramah yang disampaikan beliau pada Mei yang lalu.  Bacalah&#8230; dan renungkan, lalu bergegaslah untuk berubah, Ubahlah cara memandang Belajar. Kata Azim Premji: Pemikiran kita bukanlah bejana yang untuk diisi, melainkan apa yang untuk dikobarkan.  Rasanya kata-kata penyemangat itu sangat sesuai dengan misi yang ingin disampaikan oleh Prof. Firdaus.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, para mahasiswaku sekalian selamat membaca.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mahasiswa dan Reformasi Otak  ]]></title>
<link>http://zamzamiakarim.wordpress.com/2008/07/02/mahasiswa-dan-reformasi-otak/</link>
<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 10:50:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>zamzamiakarim</dc:creator>
<guid>http://zamzamiakarim.wordpress.com/2008/07/02/mahasiswa-dan-reformasi-otak/</guid>
<description><![CDATA[Oleh : Firdaus LN Reformasi telah menjadi ikon mahasiwa Indonesia yang berjaya menumbangkan pilar Or]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><!--[if !mso]&#62;--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><strong><em><span style="color:#333333;">Oleh : Firdaus LN</span></em></strong><img class="alignright size-medium wp-image-63" src="http://zamzamiakarim.wordpress.com/files/2008/07/firdaus-in-action.jpg?w=300" alt="" width="147" height="130" /></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#333333;">Reformasi telah menjadi ikon mahasiwa Indonesia yang berjaya menumbangkan pilar Orde Baru. Maka menggelegar lah pekik-pekau “Reformasi (3x) &#8230; sampai mati..!” Kesaktian kata kunci tersebut teramat dahsyat membakar semangat mahasiswa yang hingga kini seakan tak pernah letih meramaikan pentas dunia politik praktis melalui unjuk kekuatan otot dalam pesta demonstrasi dengan segala atributnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#333333;">Entah disadari atau tidak, reformasi otot dalam dunia politik praktis itu sangat potensial mengancam kesempatan hidup mahasiswa. Padahal, reformasi otak melalui kegiatan belajar dalam </span><!--more--><span style="color:#333333;">dunia akademik sanga potensial membuatnya panjang umur melalui teriakan: “Belajar (3x)&#8230;..sampai mati&#8230;!”<span>&#60;!&#8211;[if gte vml 1]&#62;  &#60;!</span>Tersebab hari ini saya didaulat memberikan motivasi melalui Kuliah Umum kepada 1.513 mahasiswa Unri yang diterima melalui jalur Pemilihan Bibit Unggul Daerah (PBUD) di Stadion Olah Raga Kampus Binawidya. Tulisan ini diracik sebagai upaya merayu para mahasiswa lain untuk terus melakukan demonstrasi terhadap dirinya sendiri (olah otak) dalam meraih keunggulan di dunia pendidikan tinggi ketimbang demonstrasi (olah otot) tak berkesudahan di dunia politik melalui amuk sosial yang terkadang anarkis. </span><a href="http://zamzamiakarim.files.wordpress.com/2008/07/to-be-world-class-student.jpg"><span style="color:blue;"><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#333333;">Otak Anda menjadi kekuatan fisik bagi pengembangan diri Anda secara keseluruhan. Imajinasi dapat memperkuat otak dan mencapai apa saja yang Anda kehendaki. Otak Anda juga tidak pernah istirahat meskipun Anda tertidur pulas karena kelelahan selepas demonstrasi di jalanan. Taufiq Pasiak (2008) menjelaskan bahwa ketika otak rasional (pikiran sadar) Anda kelelahan dan tidak dapat menuntaskan sebuah pekerjaan, maka otak intuitif (pikiran bawah sadar) Anda akan melanjutkannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span>Reformasi otak akan mentransformasi anda menjadi mahasiswa yang cerdas secara spiritual, emosional, sosial, dan secara kinestetis. Bila Anda berazam mengoptimalkannya, maka menjadilah Anda mahasiswa cerdas dan berdaya saing tinggi dengan ciri-ciri: berkepribadian unggul dan suka akan keunggulan, bersemangat juang tinggi, pantang menyerah, mandiri, pembangun dan pembina jejaring (network), bersahabat dengan perubahan, inovatif dan menjadi pelaku perubahan, produktif, sadar mutu, berorientasi global, dan pembelajar sepanjang hayat.</span><a href="http://zamzamiakarim.wordpress.com/files/2008/07/to-be-world-class-student.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-64" src="http://zamzamiakarim.wordpress.com/files/2008/07/to-be-world-class-student.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span>Mahasiswaku yang “macam pulut” (excellence), Anda harus memberontak terhadap diri sendiri untuk menjadi mahasiswa yang betul-betul unggul melalui belajar. Ketika Anda berhenti belajar, pada detik itulah sebetulnya Anda mati. Belajarlah sampai Anda demam dan menggigau dengan kalimat, “Baik saja tidak cukup jika Aku menginginkan prestasi yang lebih baik, sedangkan peluang untuk menjadi yang terbaik terbentang luas”. Selalulah berfikir karena berfikir itu adalah makanan otak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span>Pemberontakan Anda belum bisa disebut berhasil sebelum membawa kepada revolusi berfikir melalui reformasi otak yang mendemontrasikan optimalnya enam kecerdasan yang masih tidur dalam diri Anda, yaitu kecerdasan matematis, lingustik, kreativitas, kapasitas emosi, nuansa spiritual, dan hubungan sosial. Dua kecerdasan pertama bersemayam di belakang otak kiri Anda yang setiap semester Anda baca melalui Indeks Prestasi (IP) atau kecerdasan rapor yang lebih merujuk kepada kepintaran anda (IQ). Kecerdasan ini hanya memberikan kontribusi sekitar 4 persen kesuksesan Anda dalam hidup. Empat kecerdasan lainnya bersemayam dalam otak kanan Anda (kecerdasan emosional, EQ dan kecerdasan spiritual, SQ) justru 96 persen menentukan kesuksesan Anda dalam kehidupan selepas kuliah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span>Hasil suvei Lembaga Ketenagakerjaan Amerika Serikat (NACE, 2005) memperlihatkan bahwa Prestasi Akademik (IP/Rapor/UN) menduduki peringkat 17 dari 20 keterampilan yang menentukan kesuksesan dalam kehidupan dunia kerja. Reformasi otak akan menentukan kemampuan anda belajar sebagaimana mestinya belajar untuk mengoptimalkan pontensi dahsyat dalam diri Anda. Dan itu baru berhasil jika visi kuliah Anda tidak semata-mata mengejar IP/IPK yang terekam dalam ijazah, lengkap dengan gelar akademik yang selalu Anda banggakan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span>Kuliah itu adalah 10 persen apa yang Andah raih (pikiran sadar), tetapi 90 persen bagaimana Anda memandangnya (pikiran bawah sadar). Sebelum Anda mereformasi cara belajar melalui berfikir, maka Anda belum bisa disebut mahasiswa sukses dalam akademik. Mahasiswaku yang dahsyat, reformasi otak harus dimulai dari upaya memahami siapa diri Anda sesungguhnya. Anda dalah aset bangsa yang memiliki potensi dahsyat untuk menjadi Mahasiswa Kelas Dunia (MKD).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span>Oleh sebab itu, belajarlah secara konsisten dengan bekerja keras untuk menguasai keterampilan-keterampilan baru dan mengubah takdir Allah yang ditentukan berdasarkan usaha tertentu (Qadla). Tidak perlu minder dari ceruk kampung mana Anda berasal, kaya atau miskin kah orangtua Anda. Para peraih prestasi bukan saja ulet, melainkan juga pekerja keras yang percaya kepada diri sendiri. Dalam kondisi ekstrim, seseorang dapat memunculkan kekuatan super yang dapat mengubah mahasiswa kurang beprestasi menjadi mahasiswa pekerja keras yang tiba-tiba menonjol prestasi belajarnya. Fenomena ini terkait langsung dengan cara kerja gen yang ekspresinya dapat berubah terhadap lingkungan baru tergantung dari sikap Anda dalam memaknai apa makna kuliah itu sesungguhnya. Setiap kilogram berat badan Anda mengandung sekitar 1 triliun sel. Setiap sel mengandung gen yang sama. Terdapat sekitar 70 triliun kombinasi gen yang mungkin terjadi dalam diri Anda. Dari jumlah itu, Kazuo Murakami (2007) memprediksi baru sekitar 5-10 persen dari total gen kita yang bekerja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span>Dengan mempelajari bagaimana mengaktifkan gen positif (sikap positif dalam belajar) dan mengnonaktifkan gen negatif (sikap negatif dalam belajar), terbuka kemungkinan tak terbatas untuk mengembangkan potensi mahasiswa. Sirkuit pemicunya ada di otak Anda yaitu sikap Anda terhadap belajar (learning mindset). Mahasiswaku yang berotak, otak Anda laksana raksana yang masih tertidur pulas dan bekerja seperti parasut penerjun payung. Anda baru bisa mendarat dengan sukses di lapangan Stadion Kampus Binawidya Unri, jika parasutnya berkembang dengan sempurna. Begitulah mekanisme kerja otak Anda. Dia baru berfungsi jika berkembang. Kembang-kempisnya otak Anda tergantung dari kekuatan Anda berfikir ketika belajar. Belajar tidak mudah. Tidak belajar berarti tidak cerdas. Tidak cerdas dalam belajar berarti Anda belum cukup belajar. Kemampuan otak Anda jauh lebih hebat dibandingkan dengan superkomputer yang paling canggih yang ada di muka bumi. Otak Anda dan saya memiliki sekitar 100 milyar sel saraf (neuron).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span>Akan tetapi bukan jumlah neuron yang menentukan kecerdasan Anda melainkan jumlah neuron yang tersambung (synaps) alias jembatan berfikir. 100 miliar neuron Anda mampu merakit 100 triliun synaps (bandingkan dengan jumlah APBD Riau). Itu artinya melebihi jumlah galaksi alam semesta. Jika panjang 1 neuron = 10 mikron, maka panjang 1 miliar neuron = 1 kilometer. Maka panjang 100 miliar neuron lebih panjang dari jalan terpanjang di dunia atau lebih tinggi dari gedung tertinggi di dunia (Menara Burj Dubai 647 meter) atau lebih panjang dari keliling planet bumi kita. Jika setiap neuron butuh 1 detik untuk menelusurinya, maka bayangkan untuk 100 miliar neuron, apakah tidak jauh lebih besar dari ukuran raksasa yang pernah Anda tahu?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span>Yang perlu Anda pikirkan adalah bagaimana cara membangunkan raksasa yang lagi tidur dalam diri Anda itu? Mahasiswaku yang bertelinga, berlakulah tuli jika orang berkata kepadamu bahwa kamu tidak bisa menggapai cita-citamu! Karena sesungguhnya para pecundang itu mengambil sebagian besar mimpimu dan menjauhkannya darimu. Selalulah berpikir: Aku bisa menjadi MKD!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span>Pemborosan yang paling besar adalah di tanah pekuburan karena Anda mati sebelum dapat mengoptimalkan seluruh potensi. Nah, mahasiswaku, selamat menapak di kampus Perguruan Tinggi, Selamat mereformasi diri sendiri melalui falsafah belajar sampai mati. Selepas itu bolehlah memekik kepada dunia: “Viva Mahasiswa!”. ***</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span>Firdaus LN<br />
Motivator Macam Pulut dan Guru Besar FKIP Universitas Riau</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#333333;">MKD sejatinya adalah belajar dengan hasrat yang membara (passion) melalui kerja keras ditemani pelita “Sekali layar terkembang, pantang surut ke belakang” (Indomitable Spirits).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#333333;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#333333;">Selalu pikirkan kata-kata bertuah yang ada. Karena segala sesuatu yang Anda dengar dan baca bisa mempengaruhi perilakumu. Berburu ke padang datar/Mendapat Rusa belang kaki/Hendak menuntut ilmu malas belajar/Niscaya Bunga kembang tak jadi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#333333;">Disalin atas seizin penulis dari Riautoday.com 2/7 2008 dan <a href="http://www.proffirdausln.wordpress.com/"><span style="color:blue;">www.proffirdausln.wordpress.com</span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Diajak atau Diperintah?]]></title>
<link>http://zamzamiakarim.wordpress.com/2008/10/09/diajak-atau-diperintah/</link>
<pubDate>Thu, 09 Oct 2008 19:11:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>Dipa</dc:creator>
<guid>http://zamzamiakarim.wordpress.com/2008/10/09/diajak-atau-diperintah/</guid>
<description><![CDATA[Bulan Ramadhan yang lalu banyak sekali pengalaman yang layak untuk diceritakan disini. Ini adalah pe]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style="color:#3366ff;">Bulan Ramadhan yang lalu banyak sekali pengalaman yang layak untuk diceritakan disini. Ini adalah pengalaman dan pengamatan terhadap perilaku manusia MERDEKA.  Bahwa manusia pada hakekatnya adalah<!--more--> makhluk yang Merdeka, ini semacam adagium. Serupa dengan butir dalam Declaration of Human Rights. </span></p>
<p><span style="color:#3366ff;">Tetapi ada suatu ketika manusia berada pada tahap rela sebagai makhluk TERJAJAH. Sebagai makhluk terjajah, manusia harus tunduk pada “perintah-perintah”.  Sebagai orang beriman, tentu seorang muslim sangat yakin bahwa yang berhak menjajah jiwa kita sebagai manusia hanyalah ALLAH SWT Sang Pemilik dan Penguasa Kehidupan.  Tetapi benar juga hadis yang mengatakan bahwa :Kefakiran cenderung kepada Kekafiran.  Dan orang yang fakir termasuk dalam kategori makhluk Terjajah. Ia mudah tunduk pada perintah manusia ketimbang perintah ALLAH.</span><!--more--></p>
<p><span style="color:#3366ff;"><br />
Ajakan lebih tepat ditujukan kepada orang MERDEKA, ketimbang Perintah.  Sebab kata “Perintah” mengandung unsur Menjajah, ketimbang merangsang kesadaran. Ajakan lebih persuasif terhadap kesadaran manusia untuk melakukan sesuatu atas pertimbangan kesadaran dari dalam diri sendiri.<br />
</span></p>
<p><span style="color:#3366ff;">Fakta:</span></p>
<p><span style="color:#3366ff;">Kegiatan Ramadan di Kampus STISIPOL yang lalu sebenarnya adalah ladang menggali kreatifitas berbasis keaktifan beragama.  Tidak ada kekuatan yang bisa memaksa orang untuk ikut serta dalam kegiatan tersebut, sehingga akibatnya sepi pengunjung, dan bahkan sepi partisipan.  Pengurus Masjid mengeluhkan secara diam-diam, menuding karena Ketua STISIPOL tidak memerintahkan para dosen dan mahasiswa untuk hadir dalam kegiatan-kegiatan di Masjid Kampus.  Ketua STISIPOL terlalu “lemah” karena hanya berani “menganjurkan” atau “menghimbau” atau “mengajak”, kepada sivitas akademika untuk meramaikan Ramadan di Kampus.</span></p>
<p><span style="color:#3366ff;">Berbeda dengan fakta berikut ini.</span></p>
<p><span style="color:#3366ff;">Idul Fitri adalah sarana bersilaturrahim, mengikat erat tali kasih sayang sesama insan, terutama bagi kita yang lama bergaul dan sehari-hari selalu mengalami kontak fisik maupun emosi.  Tradisi ini juga sebenarnya tak bisa dipaksakan, tak ada yang berhak memerintah kepada sesiapa untuk melakukan silaturrahim.  Semua terjadi atas dasar kesadaran dan kemerdekaan jiwa para pelakunya.</span></p>
<p><span style="color:#3366ff;">Jadi kalau ada sms yang bunyinya memerintahkan agar orang-orang datang ke rumah seorang pimpinan, karena sang pemimpin sedang OPEN HOUSE, maka datanglah berbondong-bondong ke rumah sang Pemimpin untuk “minta maaf Lahir dan Batin”.</span></p>
<p><span style="color:#3366ff;">Gulungan</span></p>
<p><span style="color:#3366ff;">Jadi, dalam kehidupan manusia yang berjiwa TERJAJAH, perintah itu lebih efektif ketimbang ajakan.  Jangan-jangan bangsa kita yang sedang kacau balau ini lebih baik terus-menerus diperintah dengan cara keras, ketimbang dihimbau-himbau, tetapi hasilnya cuek aja. </span></p>
<p><span style="color:#3366ff;">AJAKAN untuk memelihara ketertiban, mewujudkan disiplin, dan bekerja keras hanya akan efektif ditujukan kepada manusia berjiwa MERDEKA.  Sebab atas kesadaran dari dalam dirinya, AJAKAN tersebut terinternalisir menjadi energi yang menggerakan kesadaran dan kreatifitas, untuk mencapai matlamat bersama.</span></p>
<p><span style="color:#3366ff;">Bagi orang TERJAJAH, ajakan dianggap angin lalu, karena tidak memiliki daya dorong, daya paksa, bahkan daya tekan.  Orang TERJAJAH hanya bergerak apabila ditakut-takuti dan dipaksa untuk bertindak sesuatu diluar kesadaran dirinya.</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
