<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>percik &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/percik/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "percik"</description>
	<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 14:24:28 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Mengelola Ketidaksempurnaan]]></title>
<link>http://titikbalik.wordpress.com/2009/10/13/mengelola-ketidaksempurnaan/</link>
<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 04:22:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>ayudansigit</dc:creator>
<guid>http://titikbalik.wordpress.com/2009/10/13/mengelola-ketidaksempurnaan/</guid>
<description><![CDATA[oleh: M. Anis Matta Apalagi yang tersisa dari ketampanan setelah ia dibagi habis oleh Nabi Yusuf dan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>oleh: M. Anis Matta</p>
<p>Apalagi yang tersisa dari ketampanan setelah ia dibagi habis oleh Nabi Yusuf dan Muhammad. Apalagi yang tersisa dari kecantikan setelah ia dibagi habis oleh Sarah, istri Nabi Ibrahim, dan Khadijah, istri Nabi Muhammad SAW? Apalagi yang tersisa dari pesona kebajikan setelah ia direbut oleh Ustman bin Affan? Apalagi yang tersisa dari kehalusan budi setelah ia direbut habis oleh Aisyah?</p>
<p>Kita hanya berbagi pada sedikit yang tersisa dari pesona jiwa raga yang telah direguk habis oleh para nabi dan orang shalih terdahulu. Karena itu persoalan cinta selalu permanen begitu: jarang sekali pesona jiwa raga menyatu secara utuh dan sempurna dalam diri kita. Pilihan-pilihan kita, dengan begitu, selalu sulit. Ada lelaki ganteng atau perempuan cantik yang kurang berbudi. Sebaliknya, ada lelaki shaleh yang tidak menawan atau perempuan shalehah yang tidak cantik.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Pesona kita selalu tunggal. Padahal cinta membutuhkan dua kaki untuk bisa berdiri dan berjalan dalam waktu yang lama. Maka tentang pesona fisik itu Imam Ghazali mengatakan: “Pilihlah istri yang cantik agar kamu tidak bosan.” Tapi tentang pesona jiwa itu Rasulullah SAW bersabda: “Tapi pilihlah calon istri yang taat beragama niscaya kamu pasti beruntung.”</p>
<p>Persoalan kita adalah ketidaksempurnaan. Seperti ketika dunia menyaksikan tragedi cinta Puteri Diana dan Pangeran Charles. Dua setengah milyar manusia menyaksikan pemakamannya di televisi. Semua sedih. Semua menangis.Puteri yang pernah menjadi trendsetter kecantikan dunia dekade 80-an itu rasanya terlalu cantik untuk disia-siakan oleh sang pangeran. Apalagi Camila Parker yang menjadi kekasih gelap sang pangeran saat itu, secara fisik sangat tidak sebanding dengan Diana. Tapi tidak ada yang secara obyektif mau bertanya ketika itu. Kenapa akhirnya Charles lebih memilih Camila, perempuan sederhana, tidak bisa dibilang cantik, dan lebih tua ketimbang Diana, gadis cantik berwajah boneka itu? Jawaban Charles mungkin memang terlalu sederhana. Tapi itu fakta, “Karena saya lebih bisa bicara dengan Camila.”</p>
<p>Kekuatan budi memang bertahan lebih lama. Tapi pesona fisik justru terkembang di tahun-tahun awal pernikahan. Karena itu ia menentukan. Begitu masa uji cinta selesai, biasanya lima sampai sepuluh tahun, kekuatan budi akhirnya yang menentukan sukses tidaknya sebuah hubungan jangka panjang. Dampak gelombang magnetik fisik berkurang Bukan karena kecantikan atau ketampanan berkurang. atau hilang bersama waktu. Yang berkurang adalah pengaruhnya. Itu akibat sentuhan terus menerus yang mengurangi kesadaran emosi tentang gelombang magnetik tersebut.</p>
<p>Apa yang harus kita lakukan adalah mengelola ketidaksempurnaan melalui proses pembelajaran. Belajar adalah proses berubah secara konstan untuk menjadi lebih baik dan sempurna dari waktu ke waktu. Fisik mungkin tidak bisa dirubah. Tapi pesona fisik bukan hanya tampang. Ia lebih ditentukan oleh aura yang dibentuk dari gabungan antara kepribadian bawaan, pengetahuan dan pengalaman hidup. Ketiga hal itu biasanya termanifestasi pada garis-garis wajah, senyuman dan tatapan mata serta gerakan refleks tubuh kita. Itu yang menjelaskan mengapa sering ada lelaki yang tidak terlalu tampan tapi mempesona banyak wanita. Begitu juga sebaliknya.</p>
<p>Itu jalan tengah yang bisa ditempuh semua orang sebagai pecinta pembelajar. Karena pengetahuan dan pengalaman adalah perolehan hidup yang membuat kita tampak matang. Dan kematangan itu pesonanya. Sebab, setiap kali pengetahuan kita bertambah, kata Malik bin Nabi, wajah kita akan tampak lebih baik dan bercahaya.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Merancang Model Pelatihan Menulis]]></title>
<link>http://yohard.wordpress.com/2009/07/11/merancang-model-pelatihan-menulis/</link>
<pubDate>Sat, 11 Jul 2009 06:50:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>yohard</dc:creator>
<guid>http://yohard.wordpress.com/2009/07/11/merancang-model-pelatihan-menulis/</guid>
<description><![CDATA[DALAM kolom Forum Halaman Kampus (FHK) ini, kemuliaan menulis sering menjadi materi bahasan. Tujuan,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[DALAM kolom Forum Halaman Kampus (FHK) ini, kemuliaan menulis sering menjadi materi bahasan. Tujuan,]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bincang ringan dua sahabat kental]]></title>
<link>http://hjl153.wordpress.com/2009/06/18/bincang-ringan-dua-sahabat-kental/</link>
<pubDate>Thu, 18 Jun 2009 14:31:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>hjl153</dc:creator>
<guid>http://hjl153.wordpress.com/2009/06/18/bincang-ringan-dua-sahabat-kental/</guid>
<description><![CDATA[Mister Percik dan Mister Selam Mr.Selam : Halo sobat&#8230;.dulu waktu kamu dibaptis itu dipercik at]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>                 <strong>Mister Percik   dan   Mister Selam</strong></p>
<p><strong><em>Mr.Selam</em></strong> <strong> :</strong>    Halo sobat&#8230;.dulu waktu kamu dibaptis itu dipercik atau di   selam ?<br />
<strong><em>Mr. Percik</em></strong><strong> : </strong>   Dipercik, emangnya kenapa ??!!<br />
<strong><em>Mr. Selam</em></strong> <strong>:</strong>    Wah&#8230;itu sih tidak sah !!<br />
<strong><em>Mr. Percik </em></strong><strong>: </strong>   Loh&#8230;memangnya yang sah itu yang bagaimana ?<br />
<strong><em>Mr. Selam </em></strong><strong>:</strong>    ya&#8230;.baptis selam dong!!<br />
<strong><em>Mr. Percik </em></strong><strong>: </strong>   Kamu baptis selamnya dimana ?!<br />
<strong><em>Mr. Selam </em></strong><strong>: </strong>   Di bak air<br />
<strong><em>Mr. Percik </em></strong><strong>:</strong>    Tidak sah !!!<br />
<strong><em>Mr. Selam </em></strong><strong>: </strong>   Koq tidak sah ?!<br />
<strong><em>Mr. Percik </em></strong><strong>: </strong>   Mestinya di sungai Yordan !!!!</p>
<p>[ tanpa di sadari ada 2 orang yang tergabung dalam Jemaat Ekonomi Lemah (JEL), si A (Amsiong) dan si B (Bokek) mendengar dan menimpali perbincangan mereka ]  </p>
<p><strong>Amsiong (A)</strong>              <strong> :</strong>  Haa&#8230;???  di sungai Yordan ??  Aku tidak punya dana<br />
<strong>Bokek (B)</strong>                   <strong>     :  </strong>Aku juga tidak punya biaya untuk ke sana&#8230; </p>
<p><strong><em>Mr. Selam</em></strong>  <strong>:</strong>  Kalau tidak punya biaya, cukup di bak air saja&#8230;.di selam&#8230;</p>
<p><strong><em>Mr. Percik </em></strong> <strong>: </strong> Kalau tidak punya bak air, di percik saja&#8230;..</p>
<p>[  lalu Mr. Selam dan Mr. Percik pergi bersama meninggalkan mereka  JEL A ( si Amsiong ) &#38; JEL B ( si Bokek ) ]</p>
<p>tiba-tiba&#8230; </p>
<p><strong>Amsiong &#38; Bokek</strong>          <strong>:</strong>  ( berteriak bersama) :  Hey&#8230;.tunggu sebentar&#8230;&#8230;!!</p>
<p>[ mendengar teriakan itu, Mr. Selam dan Mr.Percik menghentikan langkah mereka ]</p>
<p><strong>Amsiong &#38; Bokek</strong>          <strong>:  </strong><strong> Jadi yang sah&#8230;yang mana ???!!!!</strong></p>
<p><strong><em>Mr. Selam &#38; Mr. Percik </em></strong><strong>:</strong> (jawab bersama)                                                    Tanya saja sama Pendeta&#8230;kami tak punya urusan&#8230;<strong>kami cuma teman tapi tidak mesra</strong>&#8230;.</p>
<p><strong>Amsiong &#38; Bokek</strong>         <strong> :</strong>   <strong>????!!!!????#*?^</strong> </p>
<p>(hjl)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lagu "Tertiga"]]></title>
<link>http://tertiga.wordpress.com/2009/02/16/tertiga/</link>
<pubDate>Mon, 16 Feb 2009 04:10:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>Maren Kitatau</dc:creator>
<guid>http://tertiga.wordpress.com/2009/02/16/tertiga/</guid>
<description><![CDATA[Note: Baca dikit lah sejarah Andalusia, raup situasi Istana Alhambra - The Red, peninggalan budaya I]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:left;"><strong>Note:<br />
</strong>Baca dikit lah sejarah Andalusia, raup situasi <a href="http://khushu.wordpress.com/2008/04/27/the-spirit-of-al-andalus/" target="_blank"><span style="color:#ff0000;"><strong>Istana Alhambra</strong></span></a> <span style="color:#000000;">-<br />
</span>The Red, peninggalan budaya Islam itu. Kklik dulu video lagunya<br />
Dengarkan lah &#8230; berulang &#8230;  gemerecik air &#8220;tremolo&#8221; mancurnya<br />
di kolam taman depan Alhambra sambil membaca kisah-kisahnya.<br />
Lagukan lah, artikan lah!<br />
Damai lah!</p>
<p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/mtUu1Yk2bz4&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/mtUu1Yk2bz4&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
<p style="padding-left:60px;text-align:left;"><span style="color:#000000;"><strong>TERTIGA (Orig.: ALHAMBRA) </strong><br />
<em>Lagu: F. Tarega, 1852-1909<br />
</em><span style="text-decoration:underline;"><em>Lyric: Maren Kitatau- 2009<br />
</em></span></span><br />
<strong>AKU BERMIMPI, BERKALI BERGANTI.<br />
BEBAS DLM TERANG, SUKA DUKA BIMBANG.<br />
MIMPI GAMBAR MURNI.</strong></p>
<p style="padding-left:60px;text-align:left;"><span style="color:#000000;"><strong>SAKSI BERAKSI, TERJATUH BERLARI.<br />
AKU LIHAT DIA, DIA LIHAT AKU,<br />
LALU KU TERJAGA.</strong></span></p>
<p style="padding-left:60px;text-align:left;"><strong>REFF:<br />
ADA PESONA, NUANSA &#8220;TERTIGA&#8221;<br />
TUBUH, ROH DAN JIWA,<br />
RUPA ALLAH ESA &#8230; PADAKU &#8230;(go to reff)</strong></p>
<div style="padding-left:60px;text-align:left;"><strong>ADA NUANSA, AKU TERTIGA!</strong><span style="color:#000000;"><br />
<strong>PADA TERTIGA TERGAMBAR ESA!</strong></span></div>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#000000;">Recuerdos de la Alhambra<br />
</span><span style="color:#000000;">Kaori Muraji on guitar;<br />
Tertiga in the lyric;<br />
Tarega inspiring<br />
In the church.<br />
</span></p>
<p style="text-align:left;">Salam Pikir Tiga!<br />
<a href="http://tertiga.wordpress.com/2009/02/24/lagu-tiga-tertiga-aku/" target="_blank"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#0000ff;"><em>Klik utk pencerahan lirik!</em></span></span></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Inspirator Tiga Zaman]]></title>
<link>http://bintangraya.wordpress.com/2009/01/07/inspirator-tiga-zaman/</link>
<pubDate>Wed, 07 Jan 2009 17:46:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>bambang triyono</dc:creator>
<guid>http://bintangraya.wordpress.com/2009/01/07/inspirator-tiga-zaman/</guid>
<description><![CDATA[Oleh : Bambang Triyono Berani menyuarakan kebenaran, getol  bicara Marxisme, negara, masyarakat, dem]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Oleh : Bambang Triyono Berani menyuarakan kebenaran, getol  bicara Marxisme, negara, masyarakat, dem]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Berjuang dan Optimis]]></title>
<link>http://kubacakutulislagi.wordpress.com/2008/11/07/berjuang-dan-optimis/</link>
<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 06:10:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>ade fikri</dc:creator>
<guid>http://kubacakutulislagi.wordpress.com/2008/11/07/berjuang-dan-optimis/</guid>
<description><![CDATA[Sejenak mari kita mengingat masa-masa kecil kita dahulu. Saat melihat bayi dalam kandungan tentu sul]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sejenak mari kita mengingat masa-masa kecil kita dahulu. Saat melihat bayi dalam kandungan tentu sul]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[(BELUM) GAGAL!!! Teruslah Bercita-cita...!!!]]></title>
<link>http://kubacakutulislagi.wordpress.com/2008/10/30/belum-gagal-teruslah-bercita-cita/</link>
<pubDate>Thu, 30 Oct 2008 04:31:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>ade fikri</dc:creator>
<guid>http://kubacakutulislagi.wordpress.com/2008/10/30/belum-gagal-teruslah-bercita-cita/</guid>
<description><![CDATA[Subhanallah&#8230; dari sekian banyak kepala manusia, Allah menciptakan berjuta bahkan bertrilyun-tr]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Subhanallah&#8230; dari sekian banyak kepala manusia, Allah menciptakan berjuta bahkan bertrilyun-tr]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Makan tengahari]]></title>
<link>http://softboxkid.wordpress.com/?p=53</link>
<pubDate>Thu, 23 Oct 2008 03:14:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>softboxkid</dc:creator>
<guid>http://softboxkid.wordpress.com/?p=53</guid>
<description><![CDATA[Yati Ayam Percik Hari ni xder apa nak citer. Cuma sajer nak share tempat makan yang agak menarik pad]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div id="attachment_54" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://softboxkid.files.wordpress.com/2008/10/yati.jpg"><img class="size-medium wp-image-54" title="yati" src="http://softboxkid.wordpress.com/files/2008/10/yati.jpg?w=300" alt="Yati Ayam Percik" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Yati Ayam Percik</p></div>
<p>Hari ni xder apa nak citer. Cuma sajer nak share tempat makan yang agak menarik pada aku. Tadi aku jalan2 ke kajang sambil mencari tempat yang menarik untuk aku makan tengahari. Tetiba aku terigat satu kedai ni. Terletak berhampiran dengan giant kajang kat Prima saujana. Nama kedai dia &#8220;Yati ayam percik&#8221;. Agak famous jugak la kot kedai ni pasal aku tgk ramai org datang makan tengahari kat kedai ni. Mungkin pada mereka yang selalu berjalan ke kajang, tau kedai ni kat mana. Tp bagi aku, ini kali ke 2 aku pegi ke kedai ni.</p>
<p>Apa yang special kat kedai ni? Aku rasa korang sumer dah tau dah. Mesti la ayam percik. Sebab tu dia letak nama kedai dia &#8220;ayam percik&#8221;. Selain tu, ada jugak la pilihan2 yang menarik kat kedai ni, contohnya ada daging bakar, gulai kawah, sup tulang, nasi kerabu dan macam2 lagi la. Tp bagi aku, apa yang best kat kedai ni ialah daging bakar dia la. Fuh! power ooo&#8230; Masakan kat kedai ni lebih kepada masakan pantai timur. Owner kedai dia ni orang kelantan.</p>
<div id="attachment_55" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://softboxkid.files.wordpress.com/2008/10/makan.jpg"><img class="size-medium wp-image-55" title="makan" src="http://softboxkid.wordpress.com/files/2008/10/makan.jpg?w=300" alt="Hidangan Tengahari" width="300" height="228" /></a><p class="wp-caption-text">Hidangan Tengahari</p></div>
<p>Harga dia x mahal pun. Ok la, berbaloi. Aku puas makan kat situ. Macam tadi, aku makan untuk 2 orang, baru 15.90 ringgit beb. Hah! ok la tu sekali ngan air. Aku makan daging bakar, kerabu perut, sup tulang, nasi putih 2 n air pun 2. Selain makanan yang menarik, kedai dia pun menarik jugak. Kemas n bersih aku tgk. Kiranya kalau makan tu berselera la. Hehehehe&#8230; Pada mereka yang pentingkan kebersihan dan kekemasan, inilah tempatnya. Dan pada sesiapa yang terlalu kat area tu, singgah la dan cuba sendiri&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[RAMADHAN]]></title>
<link>http://simfonyhati.wordpress.com/2008/09/27/ramadhan/</link>
<pubDate>Sat, 27 Sep 2008 03:58:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>simfonyhati</dc:creator>
<guid>http://simfonyhati.wordpress.com/2008/09/27/ramadhan/</guid>
<description><![CDATA[Ramadhan memang menghadirkan nuansa yang berbeda. Ada spirit saat sahur tiba, Butuh pengendalian saa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Ramadhan memang menghadirkan nuansa yang berbeda.</p>
<p>Ada spirit saat sahur tiba,</p>
<p>Butuh pengendalian saat imsak menjelang</p>
<p>Ada kesejukan saat menghadap Rabb di lima waktu utama, di sela-sela rutinitas kerja yang padat</p>
<p>Pun, ada ketenangan di antara rangkaian ayat-ayat Allah yang dilafadzkan</p>
<p>Dan jelang maghrib,</p>
<p>antusiasme menyeruak</p>
<p>Melahirkan kegembiraan dan kelegaan saat bedug maghrib ditabuh</p>
<p>Perjuangan seharian penuh terbalas sudah</p>
<p>Lail &#8230;</p>
<p>Shalat tarawih ditunaikan</p>
<p>Memantulkan kekuatan dna lebersamaan,</p>
<p>Ada harmoni,</p>
<p>dalam gerakan ruku&#8217; dan sujud yang selaras</p>
<p>Ada kesungguhan,</p>
<p>Melewati rakaat demi rakaat</p>
<p>I N D A H &#8230;</p>
<p>Dan di sepertiga malam</p>
<p>Kesyahduan meliputi jiwa yang larut dalam qiyamul lail</p>
<p>Dan kesempurnaan terpancar lewat witir di akhir waktu</p>
<p>Mencapai kemenangan,</p>
<p>Saat lail kita tutup dalam tafakkur.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cita-Cita Itu Masih Ada, Teruslah Berbagi ...]]></title>
<link>http://kubacakutulislagi.wordpress.com/2008/09/05/cita-cita-itu-masih-ada-teruslah-berbag/</link>
<pubDate>Fri, 05 Sep 2008 04:38:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>ade fikri</dc:creator>
<guid>http://kubacakutulislagi.wordpress.com/2008/09/05/cita-cita-itu-masih-ada-teruslah-berbag/</guid>
<description><![CDATA[“&#8230; sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan mengubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-]]></description>
<content:encoded><![CDATA[“&#8230; sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan mengubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cincau!]]></title>
<link>http://wismabahasa.wordpress.com/2008/08/28/cincau/</link>
<pubDate>Thu, 28 Aug 2008 02:53:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>wismabahasa</dc:creator>
<guid>http://wismabahasa.wordpress.com/2008/08/28/cincau/</guid>
<description><![CDATA[Siang itu sekitar jam 2 siang, seorang murid Wisma Bahasa sedang berjalan-jalan bersama gurunya di s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Siang itu sekitar jam 2 siang, seorang murid Wisma Bahasa sedang berjalan-jalan bersama gurunya di s]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Asyiiiik, punya blog baru ....]]></title>
<link>http://muhamadnahwannur.wordpress.com/2008/08/14/asyiiiik-punya-blog-baru/</link>
<pubDate>Thu, 14 Aug 2008 05:06:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>filhaq</dc:creator>
<guid>http://muhamadnahwannur.wordpress.com/2008/08/14/asyiiiik-punya-blog-baru/</guid>
<description><![CDATA[Alhamdulillah, punya blog (baru) di wordpress (telat kali). Semoga menjadi semangat baru dalam untai]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Alhamdulillah, punya blog (baru) di wordpress (telat kali). Semoga menjadi semangat baru dalam untaian langkah menuju cahaya. Tapi masih polos nih, belum faham workpress. Lagi mencari bentuk. Jadi masih minimalis. Afwan jiddan.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Biru Laut]]></title>
<link>http://untungwibowo.wordpress.com/2008/08/08/old-time-sake/</link>
<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 07:18:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>Untung</dc:creator>
<guid>http://untungwibowo.wordpress.com/2008/08/08/old-time-sake/</guid>
<description><![CDATA[Hari ini aku bingung mau nulis apa, baru tujuh hari mulai nulis tapi sungai pikiranku sudah kering s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Hari ini aku bingung mau nulis apa, baru tujuh hari mulai nulis tapi sungai pikiranku sudah kering seperti ini. Tidak ada perasaan “nyes-ini dia yang mesti gw tulis”. Syukur sebelum aku menyerah dan memejamkan mata tiba tiba aku teringat satu hal.</p>
<p>Reza Afrianto, Reza adalah teman waktu aku SMP dulu. Ia yang mempunyai perawakan kurus pada saat itu, kukenal sebagai anak berlogat padang kental yang menguasai jalan Jakarta (we sometimes asked him ”lo kalau dilepas di mana aje, bisa pulang dan ngejalasin gimana cara balik ke tempat itu lagi yah?). Ia dijuluki “Pala” karena kepalanya yang besar daripada rata rata anak seusianya. Pada saat aku SMP (Percik 1997-1999) gaya pakaian yang trend pada saat itu adalah memakai baju ketat/bate/jangkis (including me unfortunately, oh my dear GOD how shame I am to admit it) dan celana 2 CM dibawah lutut. Sekarang bayangkan ada anak botak dengan berkepala besar berbadan kurus memakai baju ketat, akan di posisikan seperti apa dia?</p>
<p>Icon, itulah posisi dia. Icon sebagai anak yang tertindas karena suka “digebukin” satu angkatan, dari tipe bully sampai tipe lugupun rasanya pernah mukul dia. Reza selalu melakukan perlawanan dengan keras karena pada dasarnya dia bukan pribadi lemah yang mengundang untuk dibully oleh orang lain, hanya orangnya saja yang mengundang untuk dipukul (I hope his not a fist magnet anymore).</p>
<p>Dalam kesibukannya menjadi icon ternyata dia juga mempunyai kemampuan berpikir yang baik. Setiap mata pelajaran bisa diserapnya dengan mudah oleh karena itu dia sering diminta baik itu untuk belajar bersama maupun diminta hasil kerjanya (pekerjaan rumah/ulangan) untuk disalin (which one was I?).</p>
<p>Di Percik dulu ada beberapa guru yang berusaha menanamkan nilai tanggungjawab kepada siswanya namun disalahartikan oleh segolongan muridnya untuk sarana memperbaiki nilai, penjelasannya adalah sebagi berikut. Ulangan harian kami diperiksa oleh teman kami di kelas lain sebagai sarana agar muridnya bertanggungjawab memeriksa pekerjaan temanya. Namun sebelum pemeriksaan dimulai, kami telah menentukan siapa untuk meriksa siapa. Partner in crime ku saat itu adalah Reza dia selalu meriksa ulangan ku dan aku selalu meriksa ulangannya sehingga nilai kamipun bisa selalu bagus untuk mata pelajaran tertentu yang memakai metode pemeriksaan tersebut (I did it because I was lazy too study and he did it because he want to have perfect grade, straight A).</p>
<p>Kerjasama kami berjalan dengan baik sampai aku berpacaran dengan Mia yang satu kelas dengan Reza (relax there wasn’t bizarre love triangle here). Hubunganku dengan Mia menggangu kerjasamaku dengan Reza karena pada saat pemeriksaan jawaban ulangan dilaksanakan Mia sekarang yang memeriksa lembar jawaban ulanganku.</p>
<p>Mia adalah wanita yang jujur dan cerdas dengan demikian ia jarang sekali (or even never as I remember) melakukan kecurangan dalam ujian terlebih lagi tulisan tangannya berbeda sekali dengan tulisan tanganku. Dia bagus dan rapih sedangkan aku hancur berantakan (in my first year of college, I was going to be kicked out simply because the lecture could not read my handwriting so they give me “D” on their class).</p>
<p>Aku tidak pernah sampai hati untuk meminta Mia untuk mengkoreksi ujianku, sungkan (she was the first, I never know how to react properly near her). Dengan demikian, mulailah nilaiku turun drastis yang tadinya biasa 8-9 lalu menjadi 4-5. Namun demikian, Alhamdulillah pada akhirnya aku berhasil meningkatkan nilaiku walau sekedar untuk survive agar raportku tidak terlalu “kebakaran”.</p>
<p>Aku tidak pernah memikirkan hal ini sebelumnya namun sekarang aku menyadari “decide to be stupid is not a good decision”. Memilih menjadi bodoh itu mudah karena dengan malas belajar maka kita akan menjadi bodoh. Tapi memilih bodoh itu tidak baik karena kebodohan itu merugikan orang lain juga. Bila aku tidak terlalu bodoh mungkin aku tidak perlu meminta Reza atau temanku yang lain untuk memperbaiki hasil kerjaku atau mensalin hasil kerja mereka dan karenanya aku pun harus berbuat hal yang sama untuk mereka sehingga aku tidak pernah mengetahui seberapa besar potensi yang aku dan tiap temanku sebenarnya miliki bila kita mau belajar.</p>
<p>( Written on August 7, 2008 )</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Do it]]></title>
<link>http://kubacakutulislagi.wordpress.com/2008/08/01/do-it/</link>
<pubDate>Fri, 01 Aug 2008 01:52:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>ade fikri</dc:creator>
<guid>http://kubacakutulislagi.wordpress.com/2008/08/01/do-it/</guid>
<description><![CDATA[Donatur sekalian, Ayo terus bersedekah, jangan menunggu waktu. Kita sudah sama-sama tahu bahwa sedek]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Donatur sekalian, Ayo terus bersedekah, jangan menunggu waktu. Kita sudah sama-sama tahu bahwa sedek]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Membangun Izzah dengan Gemar Berinfaq]]></title>
<link>http://kubacakutulislagi.wordpress.com/2008/07/21/100/</link>
<pubDate>Mon, 21 Jul 2008 05:59:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>ade fikri</dc:creator>
<guid>http://kubacakutulislagi.wordpress.com/2008/07/21/100/</guid>
<description><![CDATA[Hari Jum’at (7/12/07) )itu seperti biasa saya melaksanakan shalat jumat di Masjid Al-Azhar Solo Baru]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Hari Jum’at (7/12/07) )itu seperti biasa saya melaksanakan shalat jumat di Masjid Al-Azhar Solo Baru]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[sedekah di segala kondisi]]></title>
<link>http://kubacakutulislagi.wordpress.com/2008/07/21/sedekah-di-segala-kondisi/</link>
<pubDate>Mon, 21 Jul 2008 04:40:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>ade fikri</dc:creator>
<guid>http://kubacakutulislagi.wordpress.com/2008/07/21/sedekah-di-segala-kondisi/</guid>
<description><![CDATA[Bukan bermaksud untuk mempromosikan novel Ayat-ayat Cinta yang telah ”membius” dan memberikan inspir]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Bukan bermaksud untuk mempromosikan novel Ayat-ayat Cinta yang telah ”membius” dan memberikan inspir]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ketika Anak-anak Belajar untuk Peduli]]></title>
<link>http://kubacakutulislagi.wordpress.com/2008/07/21/ketika-anak-anak-belajar-untuk-peduli/</link>
<pubDate>Mon, 21 Jul 2008 04:05:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>ade fikri</dc:creator>
<guid>http://kubacakutulislagi.wordpress.com/2008/07/21/ketika-anak-anak-belajar-untuk-peduli/</guid>
<description><![CDATA[Rabu &amp; Kamis (23-24 Januari 2008) disela-sela Program recovery Pasca musibah, saya dengan kak Bi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Rabu &amp; Kamis (23-24 Januari 2008) disela-sela Program recovery Pasca musibah, saya dengan kak Bi]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ayat-Ayat Cinta]]></title>
<link>http://kubacakutulislagi.wordpress.com/2008/07/04/ayat-ayat-cinta/</link>
<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 02:50:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>ade fikri</dc:creator>
<guid>http://kubacakutulislagi.wordpress.com/2008/07/04/ayat-ayat-cinta/</guid>
<description><![CDATA[Bukan bermaksud untuk mempromosikan novel Ayat-ayat Cinta yang telah ”membius” dan memberikan inspir]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Bukan bermaksud untuk mempromosikan novel Ayat-ayat Cinta yang telah ”membius” dan memberikan inspir]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Majelis Ikhtiar]]></title>
<link>http://kubacakutulislagi.wordpress.com/2008/07/04/majelis-ikhtiar/</link>
<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 02:44:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>ade fikri</dc:creator>
<guid>http://kubacakutulislagi.wordpress.com/2008/07/04/majelis-ikhtiar/</guid>
<description><![CDATA[Ikrar Majelis Ikhtiar 1. Adalah menjadi tanggungjawab kami untuk menambah pandapatan keluarga 2. Mem]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ikrar Majelis Ikhtiar 1. Adalah menjadi tanggungjawab kami untuk menambah pandapatan keluarga 2. Mem]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[berjamaah]]></title>
<link>http://kubacakutulislagi.wordpress.com/2008/07/03/berjamaah/</link>
<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 06:54:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>ade fikri</dc:creator>
<guid>http://kubacakutulislagi.wordpress.com/2008/07/03/berjamaah/</guid>
<description><![CDATA[Bersatu kita teguh bercerai kita Runtuh!!!   Bagi kita slogan diatas seolah sudah tidak asing, dan s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Bersatu kita teguh bercerai kita Runtuh!!!   Bagi kita slogan diatas seolah sudah tidak asing, dan s]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[terus bersedekah]]></title>
<link>http://kubacakutulislagi.wordpress.com/2008/07/03/terus-bersedekah/</link>
<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 05:06:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>ade fikri</dc:creator>
<guid>http://kubacakutulislagi.wordpress.com/2008/07/03/terus-bersedekah/</guid>
<description><![CDATA[Rasulullah bersabda: “Orang yang dicintai Allah ialah yang paling banyak manfaatnya untuk orang lain]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Rasulullah bersabda: “Orang yang dicintai Allah ialah yang paling banyak manfaatnya untuk orang lain]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Apakah Baptisan Yesus di Yordan?]]></title>
<link>http://bobbybutarbutar.wordpress.com/2008/06/19/apakah-baptisan-yesus-di-yordan/</link>
<pubDate>Thu, 19 Jun 2008 04:39:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>Bobby Butar Butar</dc:creator>
<guid>http://bobbybutarbutar.wordpress.com/2008/06/19/apakah-baptisan-yesus-di-yordan/</guid>
<description><![CDATA[Apakah Baptisan Yesus? TANYA : Waktu Yesus dibaptis di Yordan. Dikatakan bahwa setelah Yesus dibapti]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 12pt;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:center;margin:0 0 12pt;"><span style="font-size:24pt;color:#8b0000;">Apakah Baptisan Yesus?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 12pt;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 12pt;"><span style="font-size:12pt;"><span style="color:#ff0000;">TANYA :<img class="alignright size-medium wp-image-372" title="jesusbaptism" src="http://bobbybutarbutar.wordpress.com/files/2008/06/jesusbaptism.jpg?w=300" alt="jesusbaptism" width="300" height="225" /></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:12pt;color:#00008b;">Waktu Yesus dibaptis di Yordan. Dikatakan bahwa setelah Yesus <strong>dibaptis</strong> dan <strong>keluar</strong> dari air terdengarlah suara dari langit &#8220;Inilah Anak yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan&#8221;. Yesus yang menjadi panutan kita dibaptis selam bukan?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 12pt;">
<p><span style="font-size:12pt;"><span style="color:#ff0000;">Jawab : </span></span></p>
<p><strong>Penjelasan saya dibawah ini &#8212; tidak mempersoalkan validitas atau keabsahan antara &#8220;baptis&#8221; dan &#8220;percik&#8221; &#8212; saya tidak mempersoalkan praktek di lapangan atas kata &#8220;baptis&#8221; dan &#8220;percik&#8221;. Dalam hal ini, hanya mengkaji makna konseptual dari kata itu.</strong></p>
<p>Tidak selamanya bahasa asli Alkitab itu dikaji untuk kepentingan penafsiran, doktrin, dan lain-lain, karena bahasa asli Alkitab itu boleh juga dikaji untuk kepentingan penyusunan kamus, konkordansi, ensiklopedia. Pembahasan ini menyediakan makna kata <a href="http://cf.blueletterbible.org/lang/lexicon/Lexicon.cfm?Strongs=G911&#38;version=kjv">βαπτω – baptô</a> dan <a href="http://cf.blueletterbible.org/lang/lexicon/lexicon.cfm?Strongs=G907&#38;Version=kjv">βαπτιζω – baptizô</a> secara leksikal. Kata apa yang paling tepat untuk menerjemahkan kata <span style="color:#0000ff;">βαπτω – baptô </span>dan <span style="color:#0000ff;">βαπτιζω – baptizô </span>jika seandainya kata itu akan dimasukkan ke dalam kamus Yunani &#8211; Indonesia?.</p>
<p>Dan secara Alkitabiah, sebenarnya <span style="text-decoration:underline;">tidak ada istilah</span> <strong>&#8220;baptis selam atau baptis percik&#8221;</strong>, yang ada hanyalah &#8220;baptis&#8221; atau &#8220;percik&#8221;.</p>
<p>Kata &#8220;baptis&#8221; berasal dari kata Yunani <a href="http://cf.blueletterbible.org/lang/lexicon/lexicon.cfm?Strongs=G907&#38;Version=kjv">βαπτιζω – baptizô</a> dan &#8220;percik&#8221; berasal dari kata <span style="color:#0000ff;">ραντιζω &#8211; rhantizô </span>. Kedua kata itu digunakan dalam salah satu ayat Perjanjian Lama:</p>
<p><strong><span style="color:#008000;">* Imamat 4:6<br />
</span></strong>LAI TB, <span style="color:#008000;">Imam harus <strong><span style="text-decoration:underline;">mencelupkan</span> (&#8216;BAPTO&#8217;) </strong>jarinya ke dalam darah itu, dan <strong>memercikkan (&#8216;RHAINO&#8217;) </strong>sedikit dari darah itu, tujuh kali di hadapan TUHAN, di depan tabir penyekat tempat kudus.&#8221;<br />
</span>KJV, <span style="color:#008000;">And the priest shall <strong>dip (&#8216;BAPTO&#8217;) </strong>his finger in the blood, and <strong>sprinkle (&#8216;RHAINO&#8217;) </strong>of the blood seven times before the LORD, before the vail of the sanctuary.<br />
</span>BHS with vowels, <span style="font-size:18pt;color:#808000;"><br />
וְטָבַל הַכֹּהֵן אֶת־אֶצְבָּעֹו בַּדָּם וְהִזָּה מִן־הַדָּם שֶׁבַע פְּעָמִים לִפְנֵי יְהוָה אֶת־פְּנֵי פָּרֹכֶת הַקֹּדֶשׁ׃<br />
</span></p>
<div><span style="font-size:12pt;">Translit, <strong><span style="color:#808000;">VE<span style="text-decoration:underline;">TAVAL</span></span></strong><span style="color:#808000;"> (dan ia mencelupkan) HAKOHEN &#8216;ET-&#8217;ETSBA&#8217;O BADAM <strong>VEHIZAH</strong> (dan ia memercikkan)) MIN-HADAM SYEVA&#8217; PE&#8217;AMIM LIFNEY YEHOVAH &#8216;ET-PENEY PAROKHET HAQODESY</span></span></div>
<p><span style="font-size:12pt;">Note:<br />
<span style="font-size:18pt;color:#0000ff;">וטבל </span><span style="font-size:12pt;color:#0000ff;">VETAVAL</span><span style="font-size:12pt;">, <em>&#8220;dan ia mencelupkan&#8221;</em> dari kata </span><span style="font-size:18pt;color:#0000ff;">טבל -</span><span style="font-size:12pt;color:#0000ff;">- TAVAL</span><span style="font-size:12pt;">. Kata inilah yang digunakan dalam kalangan Yudaisme sebagai </span><span style="font-size:18pt;color:#0000ff;">טבילה </span><span style="font-size:12pt;color:#0000ff;">– TEVILAH</span></span></p>
<div><span style="font-size:12pt;">, <em>&#8220;baptisan&#8221;</em>.</span></div>
<p><span style="font-size:12pt;">Perhatikan Terjemahan Septuaginta untuk Imamat 4:6 :</span></p>
<p><strong><span style="color:#008000;">* Septuaginta (LXX),</span></strong><span style="color:#008000;"><br />
και βαψει ο ιερευς τον δακτυλον εις το αιμα και προσρανει απο του αιματος επτακις εναντι κυριου κατα το καταπετασμα το αγιον<br />
</span>Translit, <span style="color:#008000;">KAI<strong> BAPSEI (&#8216;membaptiskan/mencelupkan&#8217;)</strong> HO IEREUS TON DAKTULON EIS TO HAIMA KAI <strong>PROSRANEI (&#8216;memercikkan&#8217;)</strong> APO TOU HAIMATOS HEPTAKIS ENANTI KURIOU KATA TO KATAPETASMA TO HAGION</span></p>
<p>Lihat Artikel : <strong>טבילה – TEVILÂH &#8211; BAPTISAN, STUDY KATA IBRANI</strong>, di <a href="http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=613#613">http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=613#613</a><br />
<em>Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya</em></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Menjawab pertanyaan diatas, mari kita cek ayatnya, sbb :</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#008000;">* Matius 3:16<br />
</span></strong>LAI TB, <span style="color:#008000;">Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,<br />
</span>KJV, <span style="color:#008000;">And Jesus, when he was baptized, went up straightway <strong>out of the water</strong>: and, lo, the heavens were opened unto him, and he saw the Spirit of God descending like a dove, and lighting upon him:<br />
</span>TR, <span style="color:#808000;">και βαπτισθεις ο ιησους ανεβη ευθυς απο του υδατος και ιδου ανεωχθησαν αυτω οι ουρανοι και ειδεν το πνευμα του θεου καταβαινον ωσει περιστεραν και ερχομενον επ αυτον<br />
</span>Translit interlinear, <span style="color:#808000;">kai {lalu} <strong><span style="text-decoration:underline;">baptistheis</span> {setelah dicelup (baptis)}</strong> ho iêsous {Yesus} anebê {bangkit/naik} euthus {segera} apo {dari} tou hudatos {air} kai {dan} idou {lihatlah} aneôkhthêsan {terbuka} autô {bagi Dia} hoi ouranoi {langit} kai {dan} eiden {Ia melihat} to pneuma {Roh} tou theou {Allah} katabainon {turun} hôsei {seperti} peristeran {burung merpati} kai {lalu} erkhomenon {datang} ep {ke atas} auton {Dia}</span></p>
<p>Catatan :<br />
<strong><em>Setelah dibaptis (&#8220;dicelup&#8221;)</em></strong>, <span style="color:#0000ff;">βαπτισθεις – baptistheis</span>, <em>verb</em> ditulis dalam bentuk – <em>aorist passive participle &#8211; nominative singular masculine</em> dari kata <a href="http://cf.blueletterbible.org/lang/lexicon/lexicon.cfm?Strongs=G907&#38;Version=kjv">βαπτιζω – baptizô</a>, leksikon Yunani: <em>1) to dip repeatedly, to immerse, to submerge (of vessels sunk). 2) to cleanse by dipping or submerging, to wash, to make clean with water, to wash one&#8217;s self, bathe. 3) to overwhelm </em></p>
<p><strong><em>Keluar/ Bangkit/ naik</em></strong>, <span style="color:#0000ff;">ανεβη – anebê</span>, <em>verb</em>, ditulis dalam bentuk –<em> second aorist active indicative &#8211; third person singular</em>, dari kata <a href="http://cf.blueletterbible.org/lang/lexicon/lexicon.cfm?Strongs=G305&#38;Version=kjv">ανεβαιω – anabainô</a>, leksikon Yunani: <em>to go up &#8212; arise, ascend (up), climb (go, grow, rise, spring) up, come (up)</em>.</p>
<p><strong><span style="color:#008000;">* Markus 1:9-10<br />
</span></strong>1:9 LAI TB, <span style="color:#008000;">Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes.<br />
</span>KJV, <span style="color:#008000;">And it came to pass in those days, that Jesus came from Nazareth of Galilee, and was baptized of John in Jordan.<br />
</span>TR, <span style="color:#808000;">και εγενετο εν εκειναις ταις ημεραις ηλθεν ιησους απο ναζαρετ της γαλιλαιας και εβαπτισθη υπο ιωαννου εις τον ιορδανην<br />
</span>Translit interlinear,</p>
<div><span style="color:#808000;">kai {dan} egeneto {(itu) terjadi} en {pada} ekeinais {itu} tais hêmerais {hari-hari} êlthen {datang} iêsous {Yesus} apo {dari} nazaret {nazaret} tês galilaias {di galelia} kai {lalu} <strong><span style="text-decoration:underline;">ebaptisthê</span> {dibaptis} </strong>hupo {oleh} iôannou {yohanes} eis {di (dalam)} ton iordanên {sungai Yordan}</span></div>
<p><span style="color:#808000;">1:10 LAI TB, <span style="color:#008000;">Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya.<br />
</span>KJV, <span style="color:#008000;">And straightway coming up out of the water, he saw the heavens opened, and the Spirit like a dove descending upon him:<br />
</span>TR, <span style="color:#808000;">και ευθεως αναβαινων απο του υδατος ειδεν σχιζομενους τους ουρανους και το πνευμα ωσει περιστεραν καταβαινον επ αυτον<br />
</span>Translit interlinear, <span style="color:#808000;">kai {lalu} eutheôs {segera} <strong>anabainôn {ketika naik}</strong> apo {dari} tou hudatos {air} eiden {Ia melihat} skhizomenous {dikoyak} tous ouranous {langit} kai {dan} to pneuma {Roh} hôsei {seperti} peristeran {burung merpati} katabainon {turun} ep {kepada} auton {Dia}</span></span></p>
<p>Catatan :<br />
<strong><em>Dibaptis</em></strong>, <span style="color:#0000ff;">εβαπτισθη – ebaptisthê</span>,<em> verb</em> dalam bentuk – <em>aorist passive indicative &#8211; third person singular</em>, dari kata <a href="http://cf.blueletterbible.org/lang/lexicon/lexicon.cfm?Strongs=G907&#38;Version=kjv">βαπτιζω – baptizô</a>.</p>
<p><strong><em>Keluar/ Bangkit/ naik</em></strong>, <span style="color:#0000ff;">αναβαινων – anabainôn</span>, <em>verb</em> dalam bentuk – <em>present active passive &#8211; nominative singular masculine</em> dari kata <a href="http://cf.blueletterbible.org/lang/lexicon/lexicon.cfm?Strongs=G305&#38;Version=kjv">ανεβαιω – anabainô</a>.</p>
<p><strong><em>Air</em></strong>, <span style="color:#0000ff;">υδατος &#8211; hudatos</span> <em>noun</em> dalam bentuk – <em>genitive singular neuter</em>, kata dasar hudor hoo&#8217;-dore: water (as if rainy) literally or figuratively &#8212; water.</p>
<p>&#8220;Keluar dari air&#8221; menandakan bahwa sebelumnya &#8220;di dalam air&#8221; menandakan bahwa Yesus sebelumnya ditenggelamkan/ dicelupkan ke dalam air. Pada pembaptisan Sida-sida dari Etiopia juga kita jumpai cara yang sama, demikian :</p>
<p><strong><span style="color:#008000;">* Kisah 8:36<br />
</span></strong>8:36 LAI TB, <span style="color:#008000;">Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: &#8220;Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?&#8221;<br />
</span>KJV, <span style="color:#008000;">And as they went on their way, they came unto a certain water: and the eunuch said, See, here is water; what doth hinder me to be baptized?<br />
</span>TR, <span style="color:#808000;">ως δε επορευοντο κατα την οδον ηλθον επι τι υδωρ και φησιν ο ευνουχος ιδου υδωρ τι κωλυει με βαπτισθηναι<br />
</span>Translit interlinear, <span style="color:#808000;">hôs {ketika} de {lalu} eporeuonto {mereka pergi} kata {sepanjang} tên {itu} hodon {jalan} êlthon {mereka datang} <strong>epi {pada} ti {<span style="text-decoration:underline;">tertentu</span>} hudôr {air}</strong> kai {lalu} phêsin {berkata} ho eunoukhos {sida-sida} idou {disini ada} hudôr {air} ti {apa yang} kôluei {menghalangi} me {aku} <strong><span style="text-decoration:underline;">baptisthênai</span></strong> {untuk dibaptis}</span></p>
<p>Catatan :<br />
Frasa <span style="color:#0000ff;">επι τι υδωρ – epi ti hudôr </span>, harfiah &#8220;kepada air tertentu&#8221; (kata Yunani: <span style="color:#0000ff;">τι – ti</span>, kata jenis <em>indefinite pronoun</em> ditulis dalam bentuk – <em>accusative singular neuter</em>, dari kata <a href="http://cf.blueletterbible.org/lang/lexicon/lexicon.cfm?Strongs=G5100&#38;Version=kjv">τις –tis</a>, leksikon Yunani : <em>1) a certain, a certain one 2) some, some time, a while </em>, oleh beberapa kalangan tertentu diartikan agar sesuai doktrin tertentu sebagai <strong>&#8220;sedikit&#8221; (air)</strong>, untuk mengadakan pembenaran bahwa peristiwa ini tidak memungkinkan sida-sida itu &#8220;dicelup&#8221; (Charles Hodge, <em>‘Systematic Theology’</em>, vol III, p 535). Namun ayat ini tidak dapat dipandang sendirian, kita harus menimbang juga ayat berikutnya :</p>
<p><strong><span style="color:#008000;">* Kisah 8:37-39<br />
</span></strong>8:37 LAI TB, <span style="color:#008000;">[Sahut Filipus: "Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh." Jawabnya: "Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah."]<br />
</span>KJV, <span style="color:#008000;">And Philip said, If thou believest with all thine heart, thou mayest. And he answered and said, I believe that Jesus Christ is the Son of God.<br />
</span>TR, <span style="color:#808000;">ειπεν δε ο φιλιππος ει πιστευεις εξ ολης της καρδιας εξεστιν αποκριθεις δε ειπεν πιστευω τον υιον του θεου ειναι τον ιησουν χριστον<br />
</span>Translit interlinear,</p>
<div><span style="color:#808000;">eipen {berkata} de {lalu} ho philippos {filipus} ei {jikalau} pisteueis {kamu percaya} ex {dari} olês {segenap} tês kardias {hari} exestin {diperbolehkan} apokritheis {menjawab} de {lalu} eipen {dia berkata} pisteuô {aku percaya} ton huion {Anak} tou theou {Allah} einai {yaitu} ton iêsoun {Yesus} khriston {Kristus}</span></div>
<p><span style="color:#808000;">8:38 LAI TB, <span style="color:#008000;">Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu, dan keduanya turun <strong>ke dalam air</strong>, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia.<br />
</span>KJV, <span style="color:#008000;">And he commanded the chariot to stand still: and they went down both into the water, both Philip and the eunuch; and he baptized him.<br />
</span>TR, <span style="color:#808000;">και εκελευσεν στηναι το αρμα και κατεβησαν αμφοτεροι εις το υδωρ ο τε φιλιππος και ο ευνουχος και εβαπτισεν αυτον<br />
</span>Translit interlinear, <span style="color:#808000;">kai {lalu} ekeleusen {ia menyuruh} stênai {menghentikan} to {itu} arma {kereta} kai {kemudian} <strong>katebêsan</strong> {turun} amphoteroi {keduanya} <strong>eis</strong> {kedalam} to <strong>hudôr</strong> {air} ho te {baik} philippos {Filipus} kai {maupun} ho eunouchos {sida-sida} kai {dan} <strong><span style="text-decoration:underline;">ebaptisen</span> {ia membabtis (mencelup)}</strong> auton {dia}</span></span></p>
<p>8:39 LAI TB, <span style="color:#008000;">Dan setelah mereka <strong>keluar dari air</strong>, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita.<br />
</span>KJV, <span style="color:#008000;">And when they were come up out of the water, the Spirit of the Lord caught away Philip, that the eunuch saw him no more: and he went on his way rejoicing.<br />
</span>TR, <span style="color:#808000;">οτε δε ανεβησαν εκ του υδατος πνευμα κυριου ηρπασεν τον φιλιππον και ουκ ειδεν αυτον ουκετι ο ευνουχος επορευετο γαρ την οδον αυτου χαιρων<br />
</span>Translit interlinear, <span style="color:#808000;">hote {ketika} de {lalu} <strong>anebêsan</strong> {mereka naik} <strong>ek</strong> {dari} <strong>tou hudatos</strong> {air} pneuma {Roh} kuriou {Tuhan} hêrpasen {mengambil dengan tiba-tiba} ton philippon {Filipus} kai {dan} ouk {tidak} eiden {melihat} auton {dia} ouketi {lagi} ho eunoukhos {sida-sida} heporeueto {ia meneruskan} gar {lalu} tên hodon {perjalanan} autou {nya} khairôn {(dengan) sukacita}</span></p>
<p>Perhatikan frasa <em>&#8220;keduanya turun kedalam air&#8221;</em> (Yunani <span style="color:#0000ff;">&#8221; κατεβησαν αμφοτεροι εις το υδωρ ; katebêsan amphoteroi eis to hudôr&#8221;</span>), diteruskan dengan kata &#8220;baptis&#8221; (Yunani <a href="http://cf.blueletterbible.org/lang/lexicon/lexicon.cfm?Strongs=G907&#38;Version=kjv">βαπτιζω – baptizô</a>, harfiah <em>&#8220;mencelup&#8221;</em>) ; Dan keterangan selanjutnya <em>&#8220;mereka keluar&#8221;</em> (Yunani <span style="color:#0000ff;">ανεβησαν &#8211; anebêsan</span> dari kata <a href="http://cf.blueletterbible.org/lang/lexicon/lexicon.cfm?Strongs=G305&#38;Version=kjv">ανεβαιω – anabainô</a>, keluar/ bangkit/ <em>arise/ ascend</em>) dari air (Yunani, <a href="http://cf.blueletterbible.org/lang/lexicon/lexicon.cfm?Strongs=G5204&#38;Version=kjv">&#8220;hudôr&#8221;</a>):</p>
<p><a href="http://cf.blueletterbible.org/lang/lexicon/Lexicon.cfm?Strongs=G911&#38;version=kjv">βαπτω – baptô</a> dan <a href="http://cf.blueletterbible.org/lang/lexicon/lexicon.cfm?Strongs=G907&#38;Version=kjv">βαπτιζω – baptizô</a>, mengandung arti <em>&#8220;membasuh&#8221;</em>, tetapi <em>&#8220;membasuh dengan mencelup&#8221;</em> misalnya, makna inilah yang terkandung dalam 2 peristiwa &#8220;baptisan&#8221; yang dilakukan oleh Yesus Kristus dan juga Sida-sida dari Etiopia.</p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Ada makna mencuci dengan &#8220;mencelup&#8221; (menggunakan kata &#8220;baptis&#8221;), pada ayat ini :</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#008000;">* Lukas 11:38<br />
</span></strong>LAI TB, <span style="color:#008000;">Orang Farisi itu melihat hal itu dan ia heran, karena Yesus tidak <strong>MENCUCI (&#8216;baptizô&#8217;)</strong> tangan-Nya sebelum makan.<br />
</span>KJV, <span style="color:#008000;">And when the Pharisee saw it, he marvelled that he had not first washed before dinner.<br />
</span>TR, <span style="color:#808000;">ο δε φαρισαιος ιδων εθαυμασεν οτι ου πρωτον εβαπτισθη προ του αριστου<br />
</span>Translit interlinear, <span style="color:#808000;">ho {itu} de {tetapi} pharisaios {orang-orang farisi} idôn {ketika melihat} ethaumasen {merasa heran} hoti {bahwa} ou {tidak} prôton {dahulu} <strong><span style="text-decoration:underline;">EBAPTISTHÊ</span> {&#8220;membaptis&#8221; (mencelup/ membersihkan)}</strong> pro {sebelum} tou aristou {hidangan}</span></p>
<p>Catatan :<br />
<strong><em>Mencuci</em></strong> dengan mencelupkan (mem&#8221;baptis&#8221; tangan ke dalam baskom), <span style="color:#0000ff;">εβαπτισθη – ebaptistê</span> <em>verb</em> dalam bentuk – <em>aorist passive indicative &#8211; third person singular</em>, dari kata dasar <a href="http://cf.blueletterbible.org/lang/lexicon/lexicon.cfm?Strongs=G907&#38;Version=kjv">βαπτιζω – baptizô</a>.</p>
<p>Orang Yahudi biasa &#8220;mencelup&#8221; (mem-&#8221;baptis&#8221;/ membasuh/ membersihkan) tangan ke dalam baskom sebelum makan sebagai salah satu upacara pembersihan.</p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Ada pula makna &#8220;mandi&#8221; dengan &#8220;berendam&#8221; (menggunakan kata &#8220;baptis&#8221;); &#8220;pencucian perkakas&#8221; (juga menggunakan kata &#8220;baptis&#8221;) :</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#008000;">* Markus 7:4<br />
</span></strong>LAI TB, <span style="color:#008000;">dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan kalau tidak lebih dahulu <strong>MEMBERSIHKAN (&#8216;baptizô&#8217;)</strong> dirinya. Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang, umpamanya hal <strong>MENCUCI (&#8216;baptismos&#8217;)</strong> cawan, kendi dan perkakas-perkakas tembaga.<br />
</span>KJV, <span style="color:#008000;">And when they come from the market, except they wash, they eat not. And many other things there be, which they have received to hold, as the washing of cups, and pots, brasen vessels, and of tables.<br />
</span>TR, <span style="color:#808000;">και απο αγορας εαν μη βαπτισωνται ουκ εσθιουσιν και αλλα πολλα εστιν α παρελαβον κρατειν βαπτισμους ποτηριων και ξεστων και χαλκιων και κλινων<br />
</span>Translit interlinear, <span style="color:#808000;">kai {dan} apo {dari} agoras {pasar} ean mê {kecuali} <strong><span style="text-decoration:underline;">BAPTISÔNTAI</span> {mereka &#8220;membaptis&#8221; mandi/ membersihkan dirinya} </strong>ouk {tidak} esthiousin {mereka makan} kai {dan} alla {lain} polla {banyak (hal-hal)} estin {ada} ha {yang} parelabon {mereka menerima} kratein {untuk berpegang} <strong><span style="text-decoration:underline;">BAPTISMOUS</span> {pem&#8221;baptisan&#8221;/ pencelupan/ pencucian} </strong>potêriôn {cawan-cawan} kai {dan} xestôn {kendi-kendi} kai khalkiôn kai klinôn</span></p>
<p>Catatan :<br />
<strong><em>Membersihkan</em></strong>, (mandi dengan cara berendam), <span style="color:#0000ff;">βαπτισωνται – baptizôntai</span>,<em> verb</em> dalam bentuk – <em>aorist middle subjunctive &#8211; third person</em>, dari kata dasar <a href="http://cf.blueletterbible.org/lang/lexicon/lexicon.cfm?Strongs=G907&#38;Version=kjv">βαπτιζω – baptizô</a>.</p>
<p><strong><em>Mencuci </em></strong>,, membersihkan dengan pencelupan dalam air, <span style="color:#0000ff;">βαπτισμους &#8211; baptismous</span>, <em>noun</em> dalam bentuk – <em>accusative plural masculine</em> dari kata dasar <a href="http://cf.blueletterbible.org/lang/lexicon/lexicon.cfm?Strongs=G909&#38;Version=kjv">βαπτισμος – baptismos</a>, Leksikon Yunani : <em>ablution (ceremonial or Christian) &#8212; baptism, washing</em>.</p>
<p>Orang Farisi ini mandi berendam (&#8216;bath&#8217;) dan bukan mandi bersiram (&#8217;shower&#8217;). Pencucian perkakas pada ayat ini secara logika, tentu tidak dilakukan dengan memercikinya dengan air.</p>
<p>Secara leksikal (kamus) kata <span style="color:#0000ff;">βαπτω – baptô </span>dan <span style="color:#0000ff;">βαπτιζω – baptizô </span>, tidak bermakna memercik. Dan Yesus melakukan &#8220;Baptisan&#8221; dengan &#8220;<strong>mencelup</strong>&#8221; di Sungai Yordan. Apabila tidak dilakukan &#8220;pencelupan&#8221; tidak perlu media sungai yang memiliki air yang cukup untuk &#8220;mencelup&#8221; badan manusia. Barangkali hanya cukup semangkuk/ seember air saja.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;">Sekali lagi, penjelasan ini hanya menyajikan <strong>MAKNA LEKSIKAL</strong>, tidak bermaksud menyinggung suatu doktrin gereja tertentu. Kita tahu selama ini ada berbagai debat manakah cara baptisan yang paling valid, dan biasanya debatnya itu bukan memburu <span style="color:#ff6600;"><em>kebenaran</em></span> tapi memburu <span style="color:#ff6600;"><em>pembenaran</em></span>. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;">Penjelasan diatas membahas makna leksikal &#8220;baptis&#8221; dan kenyataan Yesus &#8220;dicelup&#8221;, namun ini bukan berarti orang yang &#8220;dipercik&#8221; itu salah. Tapi kalau ada orang-orang yang berpendapat (memaksa) bahwa Yesus &#8220;tidak dicelup&#8221; karena mereka tidak dicelup, ini tidak ada bedanya dengan <em>Jehovah Witnesses</em> yang &#8220;mengubah Alkitab&#8221; (mengubah makna suatu kata didalamnya) <strong>supaya sesuai dengan doktrin mereka</strong>.</span></p>
<p>Gereja Katolik melakukan upacara &#8220;baptisan&#8221; dengan mencurahkan/memercik, dan ini memang masuk dalam tradisi Gereja yang diimani kebenarannya oleh umat dan pemimpin Gereja, berdasarkan apa yang tertulis dalam <a href="http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=332#332">Kitab Didakhe</a> yang menulis banyak tata ibadah gereja ditulis di sana, termasuk upacara baptisan dilakukan dengan &#8220;selam&#8221; jika memungkinkan atau tiga kali dengan &#8220;percik&#8221; (atau &#8220;mencurahkan air diatas kepala&#8221;).</p>
<p>Philip Schaff yang meneliti sejarah gereja, menemukan bukti bahwa alasan bagi percik disana adalah jika orang yang akan dibaptis tersebut dalam keadaan <span style="color:#0000ff;">sakit</span>. (History of The Christian Church, by Philip Schaff, Volume II, hlm 181. Published by Christian Classics Ethereal Library, Grand Rapids, MI, USA).</p>
<p><span style="color:#993366;">Note</span>: Referensi mengenai sejarah baptisan (baik selam dan percik, maupun perkembangan gereja mula-mula) dapat dibaca di buku <span style="color:#0000ff;">History of The Christian Church</span> karya <span style="color:#ff0000;">Philip Schaff</span> yg dapat dilihat di <!-- m --><a class="postlink" href="http://www.ccel.org/ccel/schaff/hcc2.html">http://www.ccel.org/ccel/schaff/hcc2.html</a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><strong><span style="font-size:10pt;">Quote: From Kitab Didakhe</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><strong><span style="font-size:10pt;">Bab 7</span></strong><span style="font-size:10pt;">. Mengenai Pembabtisan. Dan mengenai pembabtisan, babtislah dengan cara ini: Pertama tama, babtislah dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus, dengan <strong>air kehidupan</strong>. Tapi jika tidak ada padamu air kehidupan, baptislah kedalam air yang lain, dan kalau kamu tidak dapat melakukannya dalam air dingin, lakukanlah dengan yang hangat. Tapi kalau kamu tidak juga punya semua itu, <strong>curahkanlah air tiga kali diatas kepala dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus</strong>. Namun sebelum pembabtisan hendaknya pembabtis berpuasa, dan yang dibabtis, dan siapapun yang dapat melakukannya, tapi kamu harus meminta orang yang akan dibabtis untuk berpuasa sehari atau dua hari sebelumnya.</span></p>
<p>Reff : <a href="http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=333#333">http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=333#333</a></p>
<p class="MsoNormal">
<p><!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;">Kata Baptis secara leksikal, penjelasan selengkapnya, silahkan baca artikel-artikel ini :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;"><br />
<strong>- PERCIK DAN BAPTIS MENURUT PERJANJIAN LAMA IBRANI</strong>, di <a href="http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=615#615">http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=615#615</a></span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;">
<p><strong>- βαπτιζω &#8211; BAPTIZÔ: STUDI KATA DARI PERJANJIAN BARU YUNANI</strong>, di <a href="http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=612#612">http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=612#612</a></p>
<p><strong>- BAPTIS DENGAN AIR ATAU BAPTIS DALAM AIR?</strong>, <a href="http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=5784#5784">http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=5784#5784</a></p>
<p><strong>- BENARKAH BAPTIS IDENTIK DENGAN PERCIK?</strong>, di <a href="http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=616#616">http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=616#616</a></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><br />
</span>
</p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"><br />
Sumber tulisan: <a href="http://www.sarapanpagi.org/">www.sarapanpagi.org</a> </span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Membangun Generasi Rabbani]]></title>
<link>http://buahhatikami.wordpress.com/2008/06/13/membangun-generasi-rabbani-2/</link>
<pubDate>Fri, 13 Jun 2008 04:58:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>ayusigit</dc:creator>
<guid>http://buahhatikami.wordpress.com/2008/06/13/membangun-generasi-rabbani-2/</guid>
<description><![CDATA[Pergantian generasi merupakan sunnatullah yang pasti akan terjadi pada suatu kaum atau bangsa. Apaka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://buahhatikami.files.wordpress.com/2008/06/prewedding_3_.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-8" src="http://buahhatikami.wordpress.com/files/2008/06/prewedding_3_.jpg?w=300" alt="" width="219" height="157" /></a><span class="kalender"><span style="font-family:verdana;">Pergantian generasi merupakan sunnatullah yang pasti akan terjadi pada suatu kaum atau bangsa. Apakah pergantian itu lebih baik atau lebih buruk dari generasi sebelumnya tergantung pada kesungguhan dalam mempersiapkan pengkaderan generasi yang akan datang. Jika dipersiapkan dengan baik dan sungguh-sungguh insya Allah akan menghasilkan suatu generasi yang lebih baik. Begitu pula sebaliknya jika asal-asalan akan menghasilkan suatu generasi yang lebih buruk dari generasi pendahulunya.</span></span></p>
<p>Jika kita perhatikan kondisi pada akhir-akhir ini, jelas terlihat adanya gejala demoralisasi di masyarakat. Kejahatan dan kekerasan hampir menjadi konsumsi kita setiap hari di surat kabar dan televisi. Perzinahan, aborsi dan kasus kecanduan narkoba menduduki peringkat tertinggi yang terjadi pada generasi muda. Selain itu arus informasi yang masuk hampir tanpa batas, seperti mode/gaya hidup orang barat, telah diadopsi tanpa filter (saringan) dan dijadikan sebagai suatu kebiasaan dan kebanggaan.<br />
<!--more--><br />
<span class="kalender"><span style="font-family:verdana;">Fenomena ini hendaknya dijadikan sebagai bahan renungan bagi kita. Apakah selama ini kita menjaga diri, keluarga dan masyarakat di sekitar kita agar tidak terkena dampak demoralisasi. Ataukah selama ini kita lupa dan melalaikannya. Padahal Allah dengan jelas memberikan perintah kepada kita dalam firmanNya, “Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka”. (At-Tahrim: 6).</span></span></p>
<p>Hadirin rahimakumullah<br />
Kita harus mewaspadai gejala ini, sebab jika tidak, akan menimbulkan preseden buruk bagi generasi yang akan datang. Kita bisa membayangkan seperti apa jadinya generasi yang akan datang jika generasi sekarang seperti ini. Dan inilah yang Allah gambarkan sebagai generasi yang buruk, suatu generasi yang akan membawa pada kehancuran dan kesesatan. Allah berfirman, “Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang buruk) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan”. (Maryam: 56). Pada ayat ini Allah menjelaskan bahwa ada dua karakter utama dari generasi yang buruk yaitu adla’ush-shalah (menyia-nyiakan shalat) dan ‘wattaba’usy-syahwat (memperturutkan hawa nafsu).</p>
<p>Karakter pertama dari generasi yang buruk adalah menyia-nyiakan shalat. Shalat merupakan tiang agama dan amalan yang pertama kali dihisab pada hari Kiamat yang memiliki fungsi langsung berkaitan dengan komunikasi seorang hamba dengan Rabb-nya. Dalam suatu hadits Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya amalan yang pertama kali dihisab pada hari Kiamat adalah shalat. Jika ia (shalatnya itu) baik, maka baik pula seluruh amalnya. Sebaliknya jika jelek maka jelek pulalah seluruh amalnya”. (HR. Muslim).</p>
<p>Dari hadits ini menunjukkan bahwa shalat merupakan amalan utama yang akan mempengaruhi perbuatan yang lain. Dan secara psikologis orang yang selalu melaksanakan shalat dengan baik akan mempunyai benteng pertahanan dari perbuatan-perbuatan yang keji dan munkar, hal ini akibat adanya ikatan batin yang kuat antara seorang hamba dengan Rabb-nya. “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar”. (Al-Ankabut: 45). Maka jelaslah suatu kaum atau generasi yang menyia-nyiakan shalat tidak akan mempunyai benteng yang kuat dari perbuatan yang keji dan munkar, sehingga akan cenderung melakukan kemaksiatan.</p>
<p>Karakter kedua dari generasi yang buruk adalah memper-turutkan hawa nafsu. Ke mana hawa nafsunya condong, ke situlah ia berjalan. Generasi seperti ini tidak memperdulikan apakah sesuatu yang ia lakukan halal atau haram, dosa atau berpahala, yang terpenting bagi mereka tercapai semua yang diinginkannya. Dalam hal berpakaianpun yang penting mode atau sedang trend, tidak peduli apakah pakaian tersebut menutupi aurat atau malah mempertontonkan aurat. Generasi seperti ini hanya akan membawa kesesatan hidup di dunia dan di akhirat. (fana’udzu billah)</p>
<p>Hadirin rahimakumullah<br />
Oleh karena itu, persiapan pembentukan generasi yang akan datang mutlak suatu keharusan yang tidak bisa dibantah lagi. Sehingga perlu dipersiapkan dengan sebaik-baiknya, baik yang berkaitan dengan akidahnya, pendidikannya, muamalahnya, juga yang berkaitan dengan akhlaknya, sehingga pergantian generasi yang berlangsung menghasilkan generasi baru yang lebih baik daripada pendahulunya.</p>
<p>Banyak teladan yang bisa kita ikuti dari para nabi dalam mempersiapkan generasi yang akan datang. Sebagai contoh, dalam Al-Qur’an diungkapkan bahwa para nabi pun mempersiapkan masalah peralihan generasi ini dengan sebaik-baiknya. Kita bisa lihat pada surat Al-Baqarah ayat 132 dan 133, Allah berfirman:<br />
“Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): ‘Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kalian mati kecuali dalam memeluk agama Islam’. Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: ‘Apa yang kamu sembah sepeninggalku?’ Mereka menjawab: ‘Kami akan menyembah Tuhan-mu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Isma’il, dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepadaNya’.”</p>
<p>Kita lihat di sini, bahwa akhlak dan akidah generasi pengganti para nabi itu sama. Ada persamaan ideologi dan idealisme antara generasi pendahulu dengan generasi berikutnya. Kata ‘wawashsha’ dalam ayat 132 di atas berarti berwasiat, mendidik atau mengajarkan. Ini menunjukkan bahwa upaya mempersiapkan gene-rasi pengganti supaya lebih baik daripada generasi pendahulunya dilakukan melalui proses pendidikan dan pembinaan. Dan, nilai-nilai atau ideologi yang diwasiatkan atau diwariskan oleh generasi pendahulu itu tidak lain adalah nilai-nilai dan ideologi Islam. Kata ‘bi ha’ dalam ayat ini menunjukkan pengertian pada kalimat sebelum-nya (pada ayat 131), yaitu keislaman.</p>
<p>Kemudian, dalam ayat 132 ini digunakan kata ‘isthafa’ yang mengandung arti ada kesadaran untuk memberikan alternatif terbaik. ‘isthafa’ ini bukan sekadar memberikan pilihan, atau disuruh memilih, tetapi mengajarkan, memilih, dan memberikan alternatif terbaik. ‘Innallaha isthafa lakum ad-diina’ (sesungguhnya Allah telah memilihkan agama ini buat kalian). Jika kata-kata ‘diin’ (agama) disertai alif-lam (ini disebut alif-lam ma’rifat), maka kalimat ini menunjukkan kekhususan terhadap agama yang dimaksud, yaitu Islam. Ini berbeda dengan kata ‘diin’ (tanpa alif-lam), yang berarti agama dalam arti luas. Jadi, yang dimaksud ‘ad-diin’ dalam ucapan Ibrahim ini adalah jelas diinul Islam. Sehingga pada akhir ayat ini dinyatakan: “fa la tamutunna illa wa antum muslimuun” (maka janganlah kalian mati kecuali dalam memeluk agama Islam). Ini menunjukkan, bahwa bukan kematiannya yang perlu kita takuti, tetapi yang harus ditakuti adalah mati tidak dalam keadaan Islam. Jika mati pun dilarang kecuali dalam keadaan Islam, maka apalagi pada waktu hidup. Inilah yang berkaitan dengan islamiyyatul hayah atau Islamisasi kehidupan, baik ekonomi kita, pendidikan, politik, ataupun teknologi dan lain-lainnya.</p>
<p>Ayat selanjutnya, Al-Baqarah ayat 133, mengungkapkan tentang bagaimana perhatian (kekhawatiran) Nabi Ya’qub terhadap anak-anaknya (generasi pengganti) dalam hal akidah dan ideologi mereka. Dalam ayat ini Allah menggambarkan, “Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia ber-kata kepada anak-anaknya: ‘Apa yang kamu sembah sepeninggal-ku?”</p>
<p>Inilah yang dikatakan pewarisan keyakinan, akidah dan ideologi serta prinsip hidup (manhajul hayah) yang harus kita persiapkan bagi generasi penerus kita. Dan jawaban mereka (generasi putra-putra Nabi Ya’qub) sesuai dengan akhlak dan akidah generasi pendahulunya. Seperti kelanjutan ayat tadi, “Mereka menjawab: ‘Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Isma’il, dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepadaNya’.”</p>
<p>Inilah contoh proses regenerasi yang dipersiapkan, yang tidak semata-mata berkaitan dengan masalah materi, tetapi juga berkaitan dengan manhajul hayahnya, prinsip hidupnya.</p>
<p>Dari teladan di atas jelas terlihat bahwa dalam mempersiap-kan generasi diawali dari keluarga. Keluarga sebagai lingkungan pertama bagi pertumbuhan seorang anak menjadi faktor terpenting yang mempengaruhi watak dan perkembangan psikologisnya. Keluarga yang penuh barakah, sakinah, dan diliputi oleh mawaddah wa rahmah (ketulusan cinta dan kasih sayang) merupakan lingkungan yang baik dalam membentuk generasi rabbani. Dan, inilah sebetulnya tujuan utama dari pernikahan sebagaimana yang Allah firmankan, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (Ar-Ruum: 21).</p>
<p>Hadirin rahimakumullah<br />
Generasi Rabbani adalah generasi yang baik, penuh dengan keridhaan dan kasih sayang Allah serta hidupnya selalu dihiasi dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Dalam surat Al-Furqaan, Allah menyebutkan mereka sebagai ‘ibaddurrahmaan’, yakni hamba yang disayangi dan dikasihi Allah. Generasi Rabbani sebagai seorang muslim adalah tumpuan dan harapan yang akan membawa kemajuan Islam dan tegaknya kalimatullah di bumi ini.</p>
<p>Dalam surat Al-Maidah ayat 54 Allah berfirman:<br />
“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang mu’min dan bersikap keras terhadap orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikannya kepada siapa yang dikehendakiNya, dan Allah Maha Luas (pemberianNya) lagi Maha Mengetahui”.</p>
<p>Dari ayat ini bisa ditarik sebuah kesimpulan bahwa karakteristik dari generasi rabbani yang pertama adalah ‘yuhibbu-hum wa yuhibbuunahu’, mereka mencintai Allah, melaksanakan perintah Allah, menjauhi larangan-Nya, tidak mau terlibat dalam kebobrokan-kebobrokan mental generasinya, mempunyai hati yang bersih, dan Allah pun mencintai mereka. Karakter kedua yaitu adzillatin ‘alal mu’minin a’izzatin ‘alal kafirin, rendah hati terhadap orang mu’min dan keras terhadap orang kafir. Dan karakter yang ketiga adalah mereka bergerak dan berjuang di jalan Allah dan mereka tidak khawatir atau takut terhadap celaan orang-orang yang suka mencela. Karena mereka menyadari bahwa itu merupakan suatu resiko dalam perjuangan.</p>
<p>Inilah generasi rabbani yang merupakan sosok muslim yang ideal. Mudah-mudahan kita bisa membimbing dan mendidik keturunan dan keluarga kita agar menjadi generasi-generasi rabbani yang akan meneruskan perjuangan dan tegaknya diinul Islam. Sebab jika tidak maka tunggulah kehancurannya.</p>
<p>Sumber : http://www.alsofwah.or.id/?pilih=lihatkhutbah&#38;id=66</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Indahnya Berumah Tangga]]></title>
<link>http://buahhatikami.wordpress.com/2008/06/13/betapa-indahnya-berumah-tangga/</link>
<pubDate>Fri, 13 Jun 2008 04:55:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>ayusigit</dc:creator>
<guid>http://buahhatikami.wordpress.com/2008/06/13/betapa-indahnya-berumah-tangga/</guid>
<description><![CDATA[Ketika melihat pasangan yang baru menikah, saya suka tersenyum. Bukan apa-apa, saya hanya ikut meras]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://buahhatikami.files.wordpress.com/2008/06/title_img_family.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-10" src="http://buahhatikami.wordpress.com/files/2008/06/title_img_family.jpg?w=300" alt="" width="218" height="150" /></a><span>Ketika melihat pasangan yang baru menikah, saya suka tersenyum. Bukan apa-apa, saya hanya ikut merasakan kebahagiaan yang berbinar spontan dari wajah-wajah syahdu mereka. Tangan yang saling berkaitan ketika berjalan, tatapan-tatapan penuh makna, bahkan sirat keengganan saat hendak berpisah. Seorang sahabat yang tadinya mahal tersenyum, setelah menikah senyumnya selalu saja mengembang. Ketika saya tanyakan mengapa, singkat dia berujar “Menikahlah! Nanti juga tahu<br />
sendiri”. Aih…</span><br />
<span><br />
Menikah adalah sunnah terbaik dari sunnah yang baik itu yang saya baca dalam sebuah buku pernikahan. Jadi ketika seseorang menikah, sungguh ia telah menjalankan sebuah sunnah yang di sukai Nabi. Dalam buku tersebut dikatakan bahwa Allah hanya menyebut nabi-nabi yang menikah dalam kitab-Nya. Hal ini menunjukkan betapa Allah menunjukkan keutamaan pernikahan. Dalam firmannya, <em>“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan Dia menjadikan rasa kasih sayang diantaramu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kalian yang berfikir.” (QS. Ar-Rum: 21).</em></span></p>
<p><!--more--></p>
<p>Menikah itu Subhanallah indah, kata Almarhum ayah saya dan hanya bisa dirasakan oleh yang sudah menjalaninya. Ketika sudah menikah, semuanya menjadi begitu jelas, alur ibadah suami dan istri. Beliau mengibaratkan ketika seseorang baru menikah dunia menjadi terang benderang, saat itu kicauan burung terdengar begitu merdu. Sepoi angin dimaknai begitu dalam, makanan yang terhidang selalu saja disantap lezat. Mendung di langit bukan masalah besar. Seolah dunia milik mereka saja, mengapa? karena semuanya dinikmati berdua. Hidup seperti seolah baru dimulai, sejarah keluarga baru saja disusun.</p>
<p>Namun sayang tambahnya, semua itu lambat laun menguap ke angkasa membumbung atau raib ditelan dalamnya bumi. Entahlah saat itu cinta mereka berpendar ke mana. Seiring detik yang berloncatan, seolah cinta mereka juga. Banyak dari pasangan yang akhirnya tidak sampai ke tujuan, tak terhitung pasangan yang terburai kehilangan pegangan, selanjutnya perahu mereka karam sebelum sempat berlabuh di tepian. Bercerai, sebuah amalan yang diperbolehkan tapi sangat dibenci Allah.</p>
<p>Ketika Allah menjalinkan perasaan cinta diantara suami istri, sungguh itu adalah anugerah bertubi yang harus disyukuri. Karena cinta istri kepada suami berbuah ketaatan untuk selalu menjaga kehormatan diri dan keluarga. Dan cinta suami kepada istri menetaskan keinginan melindungi dan membimbingnya sepenuh hati. Lanjutnya kemudian.</p>
<p>Saya jadi ingat, saat itu seorang istri memarahi suaminya habis-habisan, saya yang berada di sana merasa iba melihat sang suami yang terdiam. Padahal ia baru saja pulang kantor, peluh masih membasah, kesegaran pada saat pergi sama sekali tidak nampak, kelelahan begitu lekat di wajah. Hanya karena masalah kecil, emosi istri meledak begitu hebat. Saya kira akan terjadi “perang” hingga bermaksud mengajak anak-anak main di belakang. Tapi ternyata di luar dugaan, suami malah mendaratkan sun sayang penuh mesra di kening sang istri. Istrinya yang sedang berapi-api pun padam, senyum malu-malunya mengembang kemudian dan merdu uaranya bertutur “Maafkan Mama ya Pa..”. Gegas ia raih tangan suami dan<br />
mendekatkannya juga ke kening, rutinitasnya setiap kali suaminya datang.</p>
<p>Jauh setelah kejadian itu, saya bertanya pada sang suami kenapa ia berbuat demikian. “Saya mencintainya, karena ia istri yang dianugerahkan Allah, karena ia ibu dari anak-anak. Yah karena saya mencintainya” demikian jawabannya.</p>
<p>Ibn Qayyim Al-Jauziah seorang ulama besar, menyebutkan bahwa cinta mempunyai tanda-tanda. Pertama, ketika mereka saling mencintai maka sekali saja mereka tidak akan pernah saling mengkhianati, Mereka akan saling setia senantiasa, memberikan semua komitmen mereka.<br />
Kedua, ketika seseorang mencintai, maka dia akan mengutamakan yang dicintainya, seorang istri akan mengutamakan suami dalam keluarga, dan seorang suami tentu saja akan mengutamakan istri dalam hal perlindungan dan nafkahnya. Mereka akan sama-sama saling mengutamakan, tidak ada yang merasa superior.<br />
Ketiga, ketika mereka saling mencintai maka sedetikpun mereka tidak akan mau berpisah, lubuk hatinya selalu saling terpaut. Meskipun secara fisik berjauhan, hati mereka seolah selalu tersambung. Ada do’a istrinya agar suami selamat dalam perjalanan dan memperoleh sukses dalam pekerjaan. Ada tengadah jemari istri kepada Allahi supaya suami selalu dalam perlindunganNya, tidak tergelincir. Juga ada ingatan suami yang sedang membanting tulang meraup nafkah halal kepada istri tercinta, sedang apakah gerangan Istrinya, lebih semangatlah ia.</p>
<p>Saudaraku, ketika segala sesuatunya berjalan begitu rumit dalam sebuah rumah tangga, saat-saat cinta tidak lagi menggunung dan menghilang seiring persoalan yang datang silih berganti. Perkenankan saya mengingatkan lagi sebuah hadist nabi. Ada baiknya para istri dan suami menyelami bulir-bulir nasehat berharga dari Nabi Muhammad. Salah satu wasiat Rasulullah yang diucapkannya pada saat-saat terakhir kehidupannya dalam peristiwa haji wada’:</p>
<p><em>“Barang siapa -diantara para suami- bersabar atas perilaku buruk dari istrinya, maka Allah akan memberinya pahala seperti yang Allah berikan kepada Ayyub atas kesabarannya menanggung penderitaan. Dan barang siapa -diantara para istri- bersabar atas perilaku buruk suaminya, maka Allah akan memberinya pahala seperti yang Allah berikan kepada Asiah, istri fir’aun” (HR Nasa-iy dan Ibnu Majah ).</em></p>
<p>Kepada saudaraku yang baru saja menggenapkan setengah dien, Tak ada salahnya juga untuk saudaraku yang sudah lama mencicipi asam garamnya pernikahan, Patrikan firman Allah dalam ingatan : <em>“…Mereka (para istri) adalah pakaian bagi kalian (para suami) dan kalian adalah pakaian bagi mereka…” (QS. Al-Baqarah:187)</em></p>
<p>Torehkan hadist ini dalam benak : <em>“Sesungguhnya ketika seorang suami memperhatikan istrinya dan begitu pula dengan istrinya, maka Allah memperhatikan mereka dengan penuh rahmat, manakala suaminya rengkuh telapak tangan istrinya dengan mesra, berguguranlah dosa-dosa suami istri itu dari sela jemarinya” (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dari Ar-Rafi’ dari Abu Sa’id Alkhudzri r.a)</em></p>
<p>Kepada sahabat yang baru saja membingkai sebuah keluarga, Kepada para pasutri yang usia rumah tangganya tidak lagi seumur jagung, Ingatlah ketika suami mengharapkan istri berperilaku seperti Khadijah istri Nabi, maka suami juga harus meniru perlakukan Nabi Muhammad kepada para Istrinya. Begitu juga sebaliknya.</p>
<p>Perempuan yang paling mempesona adalah istri yang shalehah, istri yang ketika suami memandangnya pasti menyejukkan mata, ketika suaminya menuntunnya kepada kebaikan maka dengan sepenuh hati dia akan mentaatinya, jua tatkala suami pergi maka dia akan amanah menjaga harta dan kehormatannya. Istri yang tidak silau dengan gemerlap dunia melainkan istri yang selalu bergegas merengkuh setiap kemilau ridha suami.</p>
<p>Lelaki yang berpredikat lelaki terbaik adalah suami yang memuliakan istrinya. Suami yang selalu dan selalu mengukirkan senyuman di wajah istrinya. Suami yang menjadi qawwam istrinya. Suami yang begitu tangguh mencarikan nafkah halal untuk keluarga. Suami yang tak lelah berlemah lembut mengingatkan kesalahan istrinya. Suami yang menjadi seorang nahkoda kapal keluarga, mengarungi samudera agar selamat menuju tepian hakiki “Surga”. Dia memegang teguh firman Allah, <em>“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…” (QS. At-Tahrim: 6)</em></p>
<p>Akhirya, semuanya mudah-mudah tetap berjalan dengan semestinya. Semua berlaku sama seperti permulaan. Tidak kurang, tidak juga berlebihan.Meski riak-riak gelombang mengombang-ambing perahu yang sedang dikayuh, atau karang begitu gigih berdiri menghalangi biduk untuk sampai ketepian. Karakter suami istri demikian, Insya Allah dapat melaluinya dengan hasil baik. Sehingga setiap butir hari yang bergulir akan tetap indah, fajar di ufuk selalu saja tampak merekah. Keduanya menghiasi masa dengan kesyukuran, keduanya berbahtera dengan bekal cinta. Sama seperti syair yang digaungkan Gibran,</p>
<p><em>Bangun di fajar subuh dengan hati seringan awan<br />
Mensyukuri hari baru penuh sinar kecintaan<br />
Istirahat di terik siang merenungkan puncak getaran cinta<br />
Pulang di kala senja dengan syukur penuh di rongga dada<br />
Kemudian terlena dengan doa bagi yang tercinta dalam sanubari<br />
Dan sebuah nyanyian kesyukuran tersungging di bibir senyuman</em></p>
<p>Semoga Allah selalu menghimpunkan kalian (yang saling mencintai karena Allah dalam ikatan halal pernikahan) dalam kebaikan. Mudah-mudahan Allah yang maha lembut melimpahkan kepada kalian bening saripati cinta, cinta yang menghangati nafas keluarga, cinta yang menyelamatkan. Semoga Allah memampukan kalian membingkai keluarga sakinah, mawaddah, warrahmah.</p>
<p>Semoga Allah mematrikan helai keikhlasan di setiap gerak dalam keluarga. Jua Allah yang maha menetapkan, mengekalkan ikatan pernikahan tidak hanya di dunia yang serba fana tapi sampai ke sana, the real world “Akhirat”. Mudah-mudahan kalian selamat mendayung sampai ketepian.<br />
Allahumma Aamiin.</p>
<p>Barakallahu, untuk para pengantin muda. Mudah-mudahan saya mampu mengikuti tapak kalian yang begitu berani mengambil sebuah keputusan besar, yang begitu nyata menandakan ketaqwaan kepada Allah serta ketaatan kepada sunnah Rasul Pilihan. Mudah-mudahan jika giliran saya tiba, tak perlu lagi saya bertanya mengapa teman saya menjadi begitu murah senyum. Karena mungkin saya sudah mampu menemukan jawabannya sendiri. (www.baitijannati.wordpress.com)<br />
__________________<br />
<em>Do people think that they will be left alone because they say:”We beleive,” and will not be tested.(TQS Al-Ankabut:2)</em></p>
<p class="MsoNormal"><span>Sumber : prayoga.net</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
