<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>perenungan &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/perenungan/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "perenungan"</description>
	<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 14:25:55 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[PSA mbandel!!]]></title>
<link>http://potterclay.wordpress.com/2009/11/26/psa-mbandel/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 03:21:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ridho</dc:creator>
<guid>http://potterclay.wordpress.com/2009/11/26/psa-mbandel/</guid>
<description><![CDATA[Namanya Heru Prasetya, seorang dokter lulusan Universitas Sultan Agung Semarang. Dia selain berprofe]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Namanya Heru Prasetya, seorang dokter lulusan Universitas Sultan Agung Semarang. Dia selain berprofesi sebagai dokter tapi juga nyambi sebagai seorang pengusaha apotek. Dan sejauh ini (<em>*dan setahuk</em>u) ada 2 apotek punya dia yang kebetulan dipegang ijinnya oleh dua orang temen aku.</p>
<p>Dan pagi ini salah seorang apoteker apoteknya pak dokter itu mengeluh coz gaji bulanannya bakal diundur penerimaannya karena satu alasan <strong>&#8220;OMZET MASIH KECIL&#8221;. BUSYEEETTT!!!</strong></p>
<p>Posisi apoteker jika berhadapan dengan PSA yang bermuka Godzilla kayak gini emang susah. Banyak PSA yang ketika apotek berjaya mempunyai <em>mindset</em> berfikir kalo apotek itu bener-bener <em>pure</em> bisnis, tapi giliran apotek agak <em>seret</em> mulai deh pemikiran itu digantikan dengan pandangan kalo apotek itu <em>&#8220;sarana pelayanan kesehatan yang bersifat sosial&#8221;</em>, saking sosialnya sampe gaji pegawai kalo bisa ya bersifat sukarela.</p>
<p>Penerimaan gaji yang berdasarkan pada pencapaian omset bukan suatu masalah buat aku, <strong>dengan catatan</strong> <span style="text-decoration:underline;">kalo hal itu sudah tercantum dalam kontrak kerja yang dibuat dengan kesepakatan bersama antara apoteker dan sang pengusaha</span>! Dengan adanya syarat penerimaan gaji sesuai dengan pencapaian omset maka juga sangat wajar jika suatu saat omset apotek berlimpah ruah maka sang apoteker juga mendapatkan gaji yang proporsional sesuai dengan berlimpah ruahnya omset.</p>
<p><em>Unfortunately</em>, bapak dokter Heru Prasetya itu ga gitu, tanpa ada perjanjian seperti yang aku sebut di atas, dia dengan seenaknya ga mau mbayar gaji apoteker+asisten apoteker yang bekerja di apoteknya karena omset masih belum sesuai keinginan dia. Dan coba tebak, kalo nanti omset apoteknya udah melampaui target aku yakin, gaji pegawainya bakal tetep seperti yang ada di perjanjian awal, dengan tambahan beberapa rupiah (<em>*itupun juga blum pasti</em>).</p>
<p>Di sini ada<em> miss understanding</em> bagi pak dokter Heru Prasetya, kalo dia di awal perjanjian ga membebankan kewajiban pencapaian omset sesuai target, maka kewajiban apoteker dan asisten apoteker yang bekerja di apoteknya &#8220;<strong>HANYALAH</strong> bekerja sesuai dengan jam kerja yang ditetapkan&#8221; dan haknya adalah &#8220;menerima gaji sesuai dengan kesepakatan perjanjian awal secara tepat waktu&#8221;.</p>
<p>Mendengar kasus ini hatiku miris, <em>bargaining power</em> apoteker sangat lemah dalam kasus ini. Mungkin bagi yang ga sengaja mampir ke blog ini dan mengalami kejadian seperti Apoteker yang bekerja di apotek pak dokter Heru Prasetya ini, ada dua solusi yang mungkin bisa di pikirkan:</p>
<ol>
<li><strong>Cabut ijin apoteknya</strong>, bagaimanapun keadaannya, di muka hukum, yang berurusan dan bertanggung jawab dengan apotek adalah apoteker. Makanya ijin apotek ga bakal bisa keluar kalo ga ada apoteker yang bertanggung jawab sama apotek tersebut, walaupun apotek tersebut sudah mempunyai ribuan bahkan jutaan PSA.</li>
<li>Solusi lain yang lebih <em>smooth</em>, adalah dengan <strong>mengaktifkan pelayanan farmasi klinis</strong>, artinya sang apoteker mulai memberikan pengobatan secara <em>direct</em> kepada pasien yang datang ke apotek, dengan catatan sesuai dengan kemampuan yang dikuasainya. Nah, dari situ apoteker bisa meminta jasa pelayanan, jadi bukan hanya menjual obat dengan besaran keuntungan yang telah ditentukan. Hal ini bisa dimulai dengan menyediakan alat-alat diagnostik minor (tes gula darah, kolesterol, asam urat, tensimeter digital, dan termometer digital) untuk mendukung pelayanan itu, karena bagaimanapun apoteker ga berwenang mendiagnosis pasien, dan dengan adanya alat itu, indikasi-indikasi pasien bisa ditangkap untuk kemudian diberikan obat yang sesuai indikasi.</li>
</ol>
<p>Satu hal yang perlu diingat, <strong>apoteker adalah <em>main core</em> dari dunia obat</strong>, profesi ini terhormat karena berperan melindungi konsumen dari kepentingan industri obat. Jadi jangan anggap remeh keberadaan apoteker.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Belajarlah Menghargai Pengorbanan]]></title>
<link>http://trustcojateng.wordpress.com/2009/11/25/belajarlah-menghargai-pengorbanan/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 02:03:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>trustcojateng</dc:creator>
<guid>http://trustcojateng.wordpress.com/2009/11/25/belajarlah-menghargai-pengorbanan/</guid>
<description><![CDATA[Mengapa sebuah sapu lidi begitu murah harganya? Begitu murahnya sampai-sampai jauh lebih murah darip]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Mengapa sebuah sapu lidi begitu murah harganya? Begitu murahnya sampai-sampai  jauh lebih murah daripada seteguk air penghilang dahaga.</p>
<p>Padahal, apakah Anda tahu, bahan dasar lidi itu harus dipetik dari pepohonan kelapa yang ditanam di dusun-dusun jauh di pedalaman. Harus diserut, dihaluskan, diikat kuat agar mudah digunakan dan tak melukai tangan.<br />
<!--more--></p>
<p>Ia harus diangkut oleh  kendaraan, melewati  pasar dan naik turun timbangan penawaran. Karena, ia dipetik oleh tangan-tangan kecil yang tak menuntut banyak upah.</p>
<p>Ia dijalin oleh perempuan-perempuan yang tak menghitung laba rugi. Ia juga dipikul oleh bahu-bahu para lelaki yang tak terlalu mengerti transaksi jual beli.</p>
<p>Sebatang sapu lidi itu begitu murah sampai di tangan kita, karena orang-orang itu tak menghitung jerih perih kerjanya. Mereka pun tak menghitung berapa banyak butir-butir keringatnya yang telah jatuh membasahi tubuhnya.</p>
<p>Mari kita sadari bahwa di balik kemurahan dan kemudahan yang kita terima sekarang ini, terselip pengorbanan patut kita hargai dan renungkan&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kehilangan segala-gala]]></title>
<link>http://permatakata.wordpress.com/2009/11/23/kehilangan-segala-gala/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 23:30:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>exzede</dc:creator>
<guid>http://permatakata.wordpress.com/2009/11/23/kehilangan-segala-gala/</guid>
<description><![CDATA[Jika anda kehilangan harta benda, anda tidak kehilangan sesuatu. Jika anda kehilangan semangat dan k]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Jika anda kehilangan harta benda, anda tidak kehilangan sesuatu.</p>
<p>Jika anda kehilangan semangat dan keberanian, berarti anda kehilangan banyak hal.</p>
<p>Dan jika anda kehilangan kemuliaan serta harga diri, berarti anda kehilangan segala-galanya.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Are U Ready ?]]></title>
<link>http://teroponghati.wordpress.com/2009/11/19/are-u-ready/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 13:05:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>Sarah J</dc:creator>
<guid>http://teroponghati.wordpress.com/2009/11/19/are-u-ready/</guid>
<description><![CDATA[Sudah beberapa saat lalu aku menantikan film ini Suatu kisah tentang masa depan Walau aku belum semp]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft" title="Are You Ready" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:D_FAff6HGeqp4M:http://www.becalewis.com/images/are_you_ready.gif" alt="" width="116" height="125" />Sudah beberapa saat lalu aku menantikan film ini<br />
Suatu kisah tentang masa depan<br />
Walau aku belum sempat untuk menyaksikannya,<br />
Namun aku mulai merenungkannya<br />
Arti sebuah masa depan yang jauh<br />
Masa depan bersama Tuhanku &#8230;&#8230;</p>
<p>Banyak orang bijak membahas tentang akhir dunia<br />
Banyak rohaniwan membahas tentang kedatangan Tuhanku<br />
Banyak ketakutan yang aku rasakan di sekelilingku<br />
Aku mulai merenungkannya &#8230;..<br />
Siapkah aku menghadapi saat saat itu ?</p>
<p>Tuhan sudah menganugerahi aku suatu kehidupan yang luar biasa sejak beberapa puluh tahun lalu<br />
Tuhan sudah memberikan aku banyak berkat dalam kehidupanku<br />
Tapi hingga kini aku merasakan bahwa aku belum bisa membuat Dia selalu tersenyum<br />
Aku lebih banyak membuat Dia kecewa<br />
Aku lebih banyak membuat Dia murka &#8230;&#8230;<!--more--></p>
<p>Sahabatku,<br />
Sudahkan engkau berusaha membuat Dia selalu tersenyum ?<br />
Sudahkah engkau mulai menata hidupmu kembali ?<br />
Sudahlah engkau mulai meninggalkan hidupmu yang lama dan mengikut Dia ?<br />
Aku menyadari sesuatu<br />
Bahwa ternyata aku belum berbuat banyak sebagai terang dan garam dunia<br />
Aku belum banyak berkarya untuk melayani Nya<br />
Aku belum mampu untuk memanggul salibku dan mengikut jalan Nya &#8230;&#8230;</p>
<p>Aku mulai merenungkan banyak hal tentang kehidupanku &#8230;..<br />
Tentang masa laluku &#8230;&#8230;<br />
Tentang sepak terjangku &#8230;&#8230;.<br />
Tentang harapan harapanku &#8230;&#8230;.<br />
Tentang masalah masalahku &#8230;&#8230;<br />
Tentang segala hal &#8230;&#8230;.<br />
Apa yang sudah aku perbuat, Tuhanku ?<br />
Apa yang sudah aku hasilkan untuk Mu ?<br />
Apakah aku sudah melayani Mu dengan sepenuh hatiku ?</p>
<p>Berbagai kegelisahan sering kali mendera hatiku<br />
Bagaimana aku nanti mempertanggung jawabkan semua perbuatanku kepada Nya ?<br />
Apakah sepak terjangku sudah sesuai dengan keinginan Nya ?<br />
Apakah aku tetap berada dalam jangkauan tangan Nya ?<br />
Apakah aku tidak menyimpang ?<br />
Banyak sekali pertanyaan dalam hatiku<br />
Aku hanya bisa berharap, bahwa semuanya adalah sesuai dengan kehendak Nya &#8230;&#8230;<br />
Apakah aku siap, Tuhanku ?</p>
<p>Sahabatku,<br />
Sudahkah engkau menata kembali hidupmu seperti aku mulai menata hidupku ?<br />
Sudahkah engkau meninggalkan cara hidupmu yang lama dan mencoba hidup baru yang lebih baik, seperti aku terus berusaha ?<br />
Sudahkah engkau mencoba berdamai dengan Tuhan, sama seperti aku selalu mencoba berdamai dengan Nya ?<br />
Waktu kita tidak lama lagi, sahabat &#8230;&#8230;<br />
Seperti aku bersama kekasihku,<br />
Aku mencoba merangkai kasih masa depan yang lebih baik<br />
Aku selalu berusaha melakukan semuanya dengan lebih baik<br />
Dan aku selalu menyertakan Tuhan dalam semua rencanaku</p>
<p>Semua memang merupakan suatu rangkaian kasih Tuhan padaku<br />
Dia sudah memberi aku banyak kesempatan<br />
Dan aku tidak mau menyia nyiakan kesempatan itu<br />
Kesempatan terbaik yang Tuhan berikan kepadakau<br />
Kesempatan untuk bersama sama tinggal dalam rumah Tuhan &#8230;&#8230;</p>
<p>Tapi,<br />
Apakah aku siap, Tuhanku ?<br />
Apakah engkau siap, kekasihku ?<br />
Apakah engkau siap, sahabatku ?</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[The Most 3 Important Things in My Life  .......]]></title>
<link>http://teroponghati.wordpress.com/2009/11/19/the-most-3-important-thinks-in-my-life/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 05:10:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>Sarah J</dc:creator>
<guid>http://teroponghati.wordpress.com/2009/11/19/the-most-3-important-thinks-in-my-life/</guid>
<description><![CDATA[Pagi tadi aku merenungkan sesuatu Bahwa ternyata aku harus benar benar bersabar untuk menadapatkan a]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><address><img class="alignleft" title="Sign" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:yjI1ukWtRiz9CM:http://www.campreggae.net/campreggae/images/important_explanation_mark_orange.png" alt="" width="135" height="135" />Pagi tadi aku merenungkan sesuatu</address>
<address>Bahwa ternyata aku harus benar benar bersabar untuk menadapatkan apa yang aku inginkan</address>
<address>Dan aku benar benar disadarkan</address>
<address>Bahwa waktu kita sungguh berbeda dengan waktu Tuhan &#8230;..</address>
<address>Pagi tadi aku mendapatkan banyak hal yang ternyata harus aku renungkan</address>
<address>Bahwa Tuhan mau menjadikan aku manusia baru &#8230;..</address>
<address>Ada 3 hal yang membuat aku kuat,</address>
<address>Iman, pengharapan dan kasih &#8230;&#8230;.</address>
<address>Aku benar benar merasakan bahwa kasih Tuhan membuat kita selalu kuat</address>
<address>Kasih Tuhan membuat aku tenang dan terus berpengharapan</address>
<address>Kasih Tuhan membuat aku berkelimpahan dalam kasih pada sesama &#8230;..</address>
<address>Kasih Tuhan yang sangat besar kepadaku, membuat aku berkelimpahan dalam berkat &#8230;..<!--more--></address>
<address>Ada 3 hal yang sangat diharapkan dari aku,</address>
<address>Cinta, kejujuran dan persahabatan &#8230;&#8230;.</address>
<address>Semua orang membutuhkan cinta</address>
<address>Dan aku mempunyai banyak cinta untuk keluargaku, anak anakku, saudara saudaraku, sahabat sahabatku dan semua teman temanku</address>
<address>Mereka mau aku selalu ada bersama mereka</address>
<address>Mereka mau aku selalu membagikan seluruh cinta yang aku punya</address>
<address>Kejujuran adalah kunci kepercayaan</address>
<address>Sedangkan persahabatan membuat aku sangat kuat</address>
<address>Persahabatanku dengan seluruh makhluk Tuhan membuat aku mampu untuk membagikan kasih</address>
<address>Persahabatanku dengan anak anakku membuat mereka begitu menghargai aku sebagai teman dan sahabat</address>
<address>Persahabatanku dengan Tuhan, membuat aku sangat bergantung pada Nya dan berserah penuh &#8230;..</address>
<address>Ada 3 hal yang tidak pernah akan aku dapatkan kembali,</address>
<address>Waktu, perkataan dan kesempatan &#8230;&#8230;.</address>
<address>Waktu memang tidak bisa diputar kembali</address>
<address>Aku sudah kehilangan waktu yang berharga dalam menjalani kehidupanku di masa lalu</address>
<address>Tuhan sudah banyak memberiku banyak kesempatan &#8230;..</address>
<address>Kesempatan untuk berbahagia</address>
<address>Kesempatan untuk berbuat baik pada siapapun</address>
<address>Kesempatan untuk mengembangkan diri</address>
<address>dan kesempatan untuk mencitai sesama dengan sepenuh hati &#8230;&#8230;</address>
<address>Aku berharap, aku mampu menggunakan kesempatan itu untuk membuat Tuhanku selalu tersenyum disana &#8230;..</address>
<address>Ada 3 hal yang akan menghancurkan hidupku,</address>
<address>Kemarahan, kesombongan dan keserakahan &#8230;&#8230;.</address>
<address>Kemarahanku dimasa lalau sungguh membuat aku menjadi malu dihadapan Tuhanku</address>
<address>Kesombonganku akan semua yang sudah aku raih membuat Tuhan murka</address>
<address>dan aku tidak mau melukai lagi hati Tuhanku dengan keserakahanku &#8230;..</address>
<address>Ada 3 hal yang tidak boleh hilang dari diriku,</address>
<address>Kasih, suka cita dan damai sejahtera &#8230;&#8230;.</address>
<address>Suka cita sungguh mambawa pengharapan besar dalam hidupku</address>
<address>Bila aku bersedih, aku mencoba untuk selalu bersuka cita walau hanya dalam hati</address>
<address>Bila aku menangis, suka cita anak anakku membuat aku kembali tersenyum</address>
<address>Damai sejahtera selalu hadir dalam hatiku, pada saat aku bersuka cita untuk segala hal &#8230;..</address>
<address>Damai sejahtera adalah rancangan Tuhan untuk kehidupanku &#8230;..</address>
<address>Ada 3 hal ayng akan membuat aku dewasa,</address>
<address>Kesabaran, ketulusan dan rasa syukur &#8230;&#8230;.</address>
<address>Kesabaran merupakan hal yang aku terus tanamkan dalam hidupku</address>
<address>Karena aku merasakan frustasi yang teramat sangat apa bila aku kehilangan kesabaranku</address>
<address>Aku merasakan putus asa yng terus menerus pada saat kesabaran menghilang dari diriku &#8230;..</address>
<address>Rasa syukur membuat aku selalu tersenyum untuk segala keadaan</address>
<address>Karena Tuhan memberikan yang terbaik dalam hidupku</address>
<address>Rasa syukur membuat aku pasrah dalam keinginan Tuhanku</address>
<address>Rasa syukur membuat aku melihat semuanya dari kaca mata kasih &#8230;&#8230;</address>
<address>Penerimaan dengan penuh ketulusan tentang segala hal membuat aku terus bersyukur dalam nama Tuhan &#8230;..</address>
<address>Dan ada 3 hal yang membuat aku berharga,</address>
<address>Komitmen, kerendahan hati dan kejujuran &#8230;&#8230;.</address>
<address>Dalam hidupku, komitmen berada dalam prioritas teratas</address>
<address>Bahwa komitmen harus selalu aku pegang, sesuai dengan janji Tuhan kepadaku</address>
<address>Komitmen membuat aku selalu rendah hati, karena komitmen merupakan perjanjianku dengan Tuhan &#8230;..</address>
<address>Komitmen membawa aku selalu berjalan lurus kedepan,</address>
<address>Komitmen membawa aku melihat tujuanku dengan sangat jelas dan terarah</address>
<address>Komitmenku selalu aku sertakan dalam doa pada Tuhan,</address>
<address>Aku sering menanyakan pada Nya, apakah komitmenku sudah sesuai dengan rencana Nya ?</address>
<address>Banyak hal diatas, membuat aku sadar</address>
<address>Bahwa Tuhan memang benar benar menginginkan aku menjadi lebih baik</address>
<address>Tuhan mau aku menjadi lebih dewasa</address>
<address>Dan Tuhan mau aku semakin memegang Nya sebagai pandangan hidupku &#8230;..</address>
<address>Beberapa 3 hal dalam hidupku, selalu aku jadikan pegangan untuk membuat Tuhanku selalu bangga akan keberadaanku &#8230;&#8230;..</address>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[3 perkara yang meningkatkan kemuliaan]]></title>
<link>http://permatakata.wordpress.com/2009/11/18/3-perkara-yang-meningkatkan-kemuliaan/</link>
<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 23:28:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>exzede</dc:creator>
<guid>http://permatakata.wordpress.com/2009/11/18/3-perkara-yang-meningkatkan-kemuliaan/</guid>
<description><![CDATA[Memaafkan kesalahan orang lain dan menghapuskan bekas-bekasnya Memberi sesuatu kepada orang yang tid]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><ol>
<li>Memaafkan kesalahan orang lain dan menghapuskan bekas-bekasnya</li>
<li>Memberi sesuatu kepada orang yang tidak pernah memberinya sesuatu</li>
<li>Menyambung silaturrahim dengan orang yang memutuskan hubungan silaturrahim dengan dia.</li>
</ol>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Roda Nasib itu Default-nya Memang Selalu Berputar ]]></title>
<link>http://nurhabib.wordpress.com/2009/11/17/roda-nasib-itu-default-nya-memang-selalu-berputar/</link>
<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 13:14:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>HABIB</dc:creator>
<guid>http://nurhabib.wordpress.com/2009/11/17/roda-nasib-itu-default-nya-memang-selalu-berputar/</guid>
<description><![CDATA[Kesuksesan adalah hak setiap insan. Tuhan sesungguhnya mengharapkan manusia untuk selalu berkarya da]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kesuksesan adalah hak setiap insan. Tuhan sesungguhnya mengharapkan manusia untuk selalu berkarya da]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Si Endut naik Haji..]]></title>
<link>http://davikoktavian.wordpress.com/2009/11/16/si-endut-naik-haji/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 02:09:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>davikoktavian</dc:creator>
<guid>http://davikoktavian.wordpress.com/2009/11/16/si-endut-naik-haji/</guid>
<description><![CDATA[Flexi ku bergetar, ada sms masuk. &#8216; Bang, insya allah minggu depan saya dan istri akan berangk]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Flexi ku bergetar, ada sms masuk. &#8216; Bang, insya allah minggu depan saya dan istri akan berangkat menunaikan ibadah haji, mohon doa nya ya bang&#8217;, begitu isi pesan singkat itu.</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-358" title="CIMG0805" src="http://davikoktavian.wordpress.com/files/2009/11/cimg0805.jpg?w=150" alt="CIMG0805" width="150" height="112" />Hah, si Endut naik haji? tanya ku dalam hati, seolah tak percaya. Aku masih sedikit ragu, benar kah itu nomor GSM si Endut, sahabat ku semasa kecil dulu. Si Endut (kami selalu memanggil nya seperti itu karena beratnya lewat 1 kwintal) terkenal luarbiasa kebadungan nya. Hampir segala jenis minuman keras dari cap Topi miring sampai Chivas Regal telah ia teguk. Obat obatan mulai dari obat anjing gila hingga inex udah semua ditelan, bahkan konon kabarnya dari jarak 10 meter pun dia tau KW berapa bau asap gelek yang berhasil diendusnya. Tapi anehnya, semua kebiasaan buruknya itu tidak sedikitpun bisa menggerus berat badannya.</p>
<p>&#8216;Assalamualaikum&#8217;, suara berat nya diujung telpon, ketika menjawab telpon ku yang penuh dengan rasa penasaran. &#8220;Beneran nih ndut sms elhu, mau naik haji?&#8217;. Kenapa, ngga percaya ya bang? jawabnya. &#8216;Bukan cuma elhu bang yang ngga percaya. nyokap gue pun sampe sekarang masih ngga habis pikir, anak hilang nya sudah kembali lagi&#8217;, lanjutnya lagi. Koq bisa si ndut, elhu berubah sehebat itu, gimana ceritanya? tanya ku penasaran. &#8216;Ah, ntar kalo gue cerita elhu juga ga bakalan percaya&#8217;, jawabnya membuat ku makin penasaran.</p>
<p>Sekali waktu, sepulang dugem ngga sengaja aku dengar kuliah subuh di radio mobil ku, ujarnya memulai cerita. &#8216;Bila maut menjemput, apa yang hendak engkau banggakan dihadapan tuhan mu? ceramah pak ustadz diradio. harta mu? keturunan mu? pangkat mu? tak satupun dari itu yang akan engkau bawa duhai pemirsa radio. Hanya amalan mu lah yang akan menemani gelap nya kubur mu. &#8216;Bergetar aku bang, tersentak aku dari kesetengah sadaran ku efek dari drug yang baru ketelan. Berkeringat aku bang. Rasanya tak ada amalan baik selama ini dalam hidupku. &#8216;Namun jangan berputus asa dari rakhmat Tuhan mu, lanjut pak ustadz memotivasi. Inilah kesempatan kita untuk berbenah diri, selagi masih ada waktu, pungkas pak ustadz dalam siaran kuliah subuhnya.</p>
<p>Sejak itu, aku bertekad bang, untuk merubah kebiasan buruk ku. Tak mudah memang. Apalagi disaat bisnis mulai sepi, <img class="alignleft size-thumbnail wp-image-359" title="CIMG0441" src="http://davikoktavian.wordpress.com/files/2009/11/cimg0441.jpg?w=150" alt="CIMG0441" width="150" height="112" />stress memuncak, godaan teman untuk mencoba seteguk Baccardi atau secawan margarita adalah tantangan yang sulit untuk ku lawan. Tapi manakala aku ingat suara ustadz di radio itu &#8216; apa yang akan engkau banggakan dihadapan Tuhan mu?&#8217;, segera kutinggalkan mereka, meski hampir semua mengolok olok ku, cerita nya lagi.</p>
<p>&#8216;Wah, sungguh beruntung engkau Ndut&#8217;, puji ku tulus. Allah telah mengurai satu persatu hijab mu, hidayah Allah telah diberikan pada mu. &#8216; Jujur aku sangat takut akan azab Allah untuk ku, namun aku pasrah&#8217; , karena aku sangat yakin bahwa kasih Allah jauh lebih besar ketimbang dosa ku yang berjuta bagai buih lautan, lanjutnya lagi bak ustadz sejuta umat.</p>
<p>Aku yang mendengarkan ceritanya lewat telpon, sungguh tak dapat menahan haru ku. Sungguh maha besar Allah, Ia memilih siapa saja yang hendak Ia beri petunjuk, dan Ia menghinakan siapa saja yang hendak Ia hinakan. &#8216;Selamat jalan ya Ndut&#8217;, ujarku terbata. Tak ada balasan bagi Haji yang mabrur kecuali syurga, maka gapai dan genggamlah itu ndut, doa ku sebelum menutup flexi ku.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[apa yang kita sombongkan??]]></title>
<link>http://anggunkusuma.wordpress.com/2009/11/14/apa-yang-kita-sombongkan/</link>
<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 12:51:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>Anggun Kusumawardhani</dc:creator>
<guid>http://anggunkusuma.wordpress.com/2009/11/14/apa-yang-kita-sombongkan/</guid>
<description><![CDATA[APA YANG KITA SOMBONGKAN ?? Seorang pria yang bertamu ke rumah Sang Guru, dan dia tertegun keheranan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>APA YANG KITA SOMBONGKAN ??</p>
<p>Seorang pria yang bertamu ke rumah Sang Guru, dan dia tertegun keheranan. Dia melihat Sang Guru sedang sibuk bekerja; ia mengangkuti air dengan ember dan menyikat lantai rumahnya keras-keras. Keringatnya bercucuran deras. Menyaksikan keganjilan ini orang itu bertanya, &#8220;Apa yang sedang Anda lakukan?&#8221;</p>
<p>Sang Guru menjawab, &#8220;Tadi saya kedatangan serombongan tamu yang meminta nasihat. Saya memberikan banyak nasihat yang bermanfaat bagi mereka. Mereka<br />
pun tampak puas sekali. Namun, setelah mereka pulang tiba-tiba saya merasa menjadi orang yang hebat. Kesombongan saya mulai bermunculan. Karena itu, saya melakukan ini untuk membunuh perasaan sombong saya.&#8221;</p>
<p>Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, yang benih-benihnya terlalu kerap muncul tanpa kita sadari. Di tingkat terbawah, sombong disebabkan oleh faktor materi. Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain.</p>
<p>Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh factor kecerdasan. Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibandingkan orang lain.</p>
<p>Di tingkat ketiga, sombong disebabkan oleh factor kebaikan. Kita sering menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.</p>
<p>Yang menarik, semakin tinggi tingkat kesombongan, semakin sulit pula kita mendeteksinya. Sombong karena materi sangat mudah terlihat, namun sombong karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi karena seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita.</p>
<p>Akar dari kesombongan ini adalah ego yang berlebihan. Pada tataran yang lumrah, ego menampilkan dirinya dalam bentuk harga diri (self-esteem) dan kepercayaan diri (self-confidence). Akan tetapi, begitu kedua hal ini berubah menjadi kebanggaan (pride), Anda sudah berada sangat dekat dengan kesombongan. Batas antara bangga dan sombong tidaklah terlalu jelas.</p>
<p>Kita sebenarnya terdiri dari dua kutub, yaitu ego di satu kutub dan kesadaran sejati di lain kutub. Pada saat terlahir ke dunia, kita dalam keadaan telanjang dan tak punya apa-apa. Akan tetapi, seiring dengan waktu, kita mulai memupuk berbagai keinginan, lebih dari sekadar yang kita butuhkan dalam hidup. Keenam indra kita selalu mengatakan bahwa kita memerlukan lebih banyak lagi.</p>
<p>Perjalanan hidup cenderung menggiring kita menuju kutub ego. Ilusi ego inilah yang memperkenalkan kita kepada dualisme ketamakan (ekstrem suka) dan kebencian (ekstrem tidak suka). Inilah akar dari segala permasalahan.</p>
<p>Perjuangan melawan kesombongan merupakan perjuangan menuju kesadaran sejati. Untuk bisa melawan kesombongan dengan segala bentuknya, ada dua perubahan paradigma yang perlu kita lakukan. Pertama, kita perlu menyadari bahwa pada hakikatnya kita bukanlah makhluk fisik, tetapi makhluk spiritual.<br />
Kesejatian kita adalah spiritualitas, sementara tubuh fisik hanyalah sarana untuk hidup di dunia. Kita lahir dengan tangan kosong, dan (ingat!) kita pun akan mati dengan tangan kosong.</p>
<p>Pandangan seperti ini akan membuat kita melihat semua makhluk dalam kesetaraan universal. Kita tidak akan lagi terkelabui oleh penampilan, label, dan segala &#8220;tampak luar&#8221; lainnya. Yang kini kita lihat adalah &#8220;tampak dalam&#8221;. Pandangan seperti ini akan membantu menjauhkan kita dari berbagai kesombongan atau ilusi ego.</p>
<p>Kedua, kita perlu menyadari bahwa apa pun perbuatan baik yang kita lakukan, semuanya itu semata-mata adalah juga demi diri kita sendiri. Kita memberikan sesuatu kepada orang lain adalah juga demi kita sendiri.</p>
<p>Dalam hidup ini berlaku hukum kekekalan energi. Energi yang kita berikan kepada dunia tak akan pernah musnah. Energi itu akan kembali kepada kita dalam bentuk yang lain. Kebaikan yang kita lakukan pasti akan kembali kepada kita dalam bentuk persahabatan, cinta kasih, makna hidup, maupun kepuasan batin yang mendalam. Jadi, setiap berbuat baik kepada pihak lain, kita sebenarnya sedang berbuat baik kepada diri kita sendiri.</p>
<p>Kalau begitu, apa yang kita sombongkan?</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hidup Tenang]]></title>
<link>http://permatakata.wordpress.com/2009/11/14/hidup-tenang/</link>
<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 04:36:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>exzede</dc:creator>
<guid>http://permatakata.wordpress.com/2009/11/14/hidup-tenang/</guid>
<description><![CDATA[]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="aligncenter size-medium wp-image-466" title="Jul 019" src="http://permatakata.wordpress.com/files/2009/11/jul-0192.jpg?w=300" alt="Jul 019" width="300" height="180" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Penyakit umat]]></title>
<link>http://permatakata.wordpress.com/2009/11/11/penyakit-umat/</link>
<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 14:50:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>exzede</dc:creator>
<guid>http://permatakata.wordpress.com/2009/11/11/penyakit-umat/</guid>
<description><![CDATA[Rasulullah s.a.w bersabda: Kelak akan menimpa umatku penyakit umat-umatku terdahulu, iaitu penyakit ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Rasulullah s.a.w bersabda: Kelak akan menimpa umatku penyakit umat-umatku terdahulu, iaitu penyakit <strong>sombong</strong>, <strong>kufur nikmat, dan lupa diri dalam memperoleh harta dan bermegah-megah dengan harta.</strong> Mereka terjurumus dalam jurang kemenangan dunia, saling bermusuhan, saling iri dengki dan dendam sehingga melakukan kezaliman.</p>
<p>(Hadith Riwayat Al-Haakim)</p>
<p>Semoga Allah melindungi kita dari musibah ini&#8230; aamiin</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bibit - Chandra Belum Tentu Benar ( Ataupun Salah )]]></title>
<link>http://kliktedy.wordpress.com/2009/11/10/bibit-chandra-belum-tentu-benar-ataupun-salah/</link>
<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 07:57:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>Tedy</dc:creator>
<guid>http://kliktedy.wordpress.com/2009/11/10/bibit-chandra-belum-tentu-benar-ataupun-salah/</guid>
<description><![CDATA[foto: detik.com Akhir -akhir ini media massa entah itu cetak ataupun elektronik dibanjiri oleh berit]]></description>
<content:encoded><![CDATA[foto: detik.com Akhir -akhir ini media massa entah itu cetak ataupun elektronik dibanjiri oleh berit]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tentang Lamunan]]></title>
<link>http://eksistensikoe.wordpress.com/2009/11/10/tentang-lamunan/</link>
<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 18:27:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>Bagoes</dc:creator>
<guid>http://eksistensikoe.wordpress.com/2009/11/10/tentang-lamunan/</guid>
<description><![CDATA[seakan mataku mulai berhenti berkedip menyadari heningnya hentakan kelopak dan terpaku pada rayapan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[seakan mataku mulai berhenti berkedip menyadari heningnya hentakan kelopak dan terpaku pada rayapan ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[The Purpose]]></title>
<link>http://teroponghati.wordpress.com/2009/11/09/the-purpose/</link>
<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 06:18:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>Sarah J</dc:creator>
<guid>http://teroponghati.wordpress.com/2009/11/09/the-purpose/</guid>
<description><![CDATA[Semua orang pasti mempunyai keraguan dalam hal apapun &#8230;.. Semua orang pasti tidak merasa yakin]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><address><span style="font-style:normal;"><img class="alignleft" title="Purpose" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn%3AVVFGv-ldHU_m_M%3Ahttp%3A%2F%2Frandomwisdomblog.files.wordpress.com%2F2009%2F02%2Fpurpose.jpg&#038;w=109&#038;h=125" alt="" width="109" height="125" />Semua orang pasti mempunyai keraguan dalam hal apapun &#8230;..</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Semua orang pasti tidak merasa yakin akan hal apapun &#8230;..</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Termasuk diriku &#8230;..</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Keraguanku lebih cenderung karena keraguan atas kemampuanku</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Aku yakin akan semua keinginanku</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Tetapi seringkali aku ragu akan kemampuanku, apakah aku dapat mencapainya &#8230;.</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Seorang bijak berkata,</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">&#8220;Tragedi terbesar dalam hidup seseorang bukanlah kematian, tetapi kehidupan yang tanpa tujuan</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Aku sangat yakin,</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Kalau suatu kehidupan akan berhasil bila kita mempunyai komitmen dan tujuan yang jelas</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Bawa aku mempunyai komitmen dan tujuan yang jelas, itu sudah pasti !</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Bahwa aku mempunyai pegangan tetap dalam hidupku, yaitu Tuhan, itu sudah pasti !</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Maka aku akan mampu semuanya akan terjadi &#8230;..</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Padanganku harus tetap lurus menatap jauh kedepan, menuju masa depan dan harapanku</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Pandanganku akan terus terfokus pada semua mimpi mimpiku</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Aku tidak akan tergoda untuk berpaling<!--more--><br />
</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Aku tidak akan sedikitpun membuka celah dalam hatiku sehingga muncul banyak tawaran</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Aku tahu benar apa tujuan hidupku</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Bukan hanya untuk sesama, tetapi aku tahu, aku harus tetap memikul salibku &#8230;..</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Aku akan terus berkarya untuk Tuhan dengan menjadi saluran berka Nya bagi sesama &#8230;..</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Banyak diluar sana, yang terlihat seperti tidak mempunyai masa depan, tetapi berhasil mencapai cita citanya</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Lalu, menagapa aku yang sudah Tuhan kasih banyak kekuatan tidak mempunyai keyakinan ?</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Apakah tujuan Tuhan menciptakan aku di dunia ini ?</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Apakah tujuan Tuhan dengan membuat aku mempunyai kehendak bebas untuk memutuskan ?</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Apakah aku benar benar tahu, apa sebenarnya tujan hidup aku ?</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Dunia hanya akan membukakan jalan bagi orang orang yang tahu kemana akan pergi &#8230;&#8230;.</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Tidak ada jalan menuju kebahagiaan kecuali dengan tujuan yang jelas dan kuat</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Tak ada yang dapat menyangsikan Tuhan &#8230;&#8230;.</span></address>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kekuatan Yang Menguatkan]]></title>
<link>http://teroponghati.wordpress.com/2009/11/09/kekuatan-yang-menguatkan/</link>
<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 04:58:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>Sarah J</dc:creator>
<guid>http://teroponghati.wordpress.com/2009/11/09/kekuatan-yang-menguatkan/</guid>
<description><![CDATA[Aku baru saja meeting dengan atasanku Seperti biasa, &#8220;sarapan pagi hari Senin&#8221; penuh den]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><address><span style="font-style:normal;"><img class="alignleft" title="Strong" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:TcybtKBBKYFeuM:http://rosy-moslem.blog.friendster.com/files/kekuatan-doa2.jpg" alt="" width="137" height="103" />Aku baru saja meeting dengan atasanku</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Seperti biasa, &#8220;sarapan pagi hari Senin&#8221; penuh dengan berbagai perintah, wejangan dan omelan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Salah satu wejangan beliau yang membuatku tergugah adalah tentang &#8220;semangat kita yang akhirnya membuat orang lain ikut bersemangat&#8221; &#8230;&#8230;.</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Aku ingat kata kata John Craig dalam sebuah bukunya :</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">&#8220;Tidak peduli seberapa banyak pekerjaan yang dapat anda lakukan, tidak peduli seberapa menariknya kepribadian anda, anda tidak akan lebih maju jika anda tidak dapat bekerja melalui orang lain&#8221;</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Aku hanya pegawai yang mempunya pemikiran terbatas</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Mungkin aku salah mengartikannya,</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Tapi dari kata katanya diatas, aku mengambil kesimpulan, bahwa kita harus mampu membuat orang lain atau lingkungan kita berhasil, jika kita mau disebut sebagai orang yang berhasil &#8230;.</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Bahwa kita harus membuat sekeliling kita bahagia bila kita ingin hidup kita disebut bahagia &#8230;..</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Bahw kita harus membuat sahabat sahabat dan saudara saudara kita sukses, bila kita juga menginginkan kesuksesan dalah hidup kita &#8230;..<!--more--><br />
</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Jelas sekali keinginan Tuhan bahwa DIA mau kita sebagai jalan berkat bagi orang lain &#8230;..</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Ternyata kemampuan untuk memberikan kekuatan kepada orang lain merupakan salah satu kunci kepada keberhasilan diri</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Aku termenung &#8230;..</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Kata kata diatas sungguh menggugahku</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Aku adalah seorang yang tidak suka muncul di permukaan</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Aku adalah orang di belakang layar</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Tetapi aku ingin mempunyai &#8220;prestasi&#8221; dihadapan Tuhan</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Aku ingin menunjukkan pada Tuhan bahwa aku sudah menjalankan tugasku sebagai saluran berkat Tuhan &#8230;..</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Aku ingin banyak orang lain di sekelilingku mendapatkan saluran berkat melalui aku, bukan karena aku ingin dilihat tetapi karena Tuhan memakaiku</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Aku ingin semua sahabat dan saudaraku melihat aku dipakai Tuhan, sehingga semuanya selalu memuji Tuhan &#8230;..</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Aku ingin kekasih ku melihat aku sebagai wanita yang sungguh merupakan anak Tuhan yang menggunakan semua yang dipunyai ku sebagai alat untuk selalu memuliakan nama Nya &#8230;..</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Aku terus merenung sepanjang pagi ini &#8230;..</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Sambil aku menjalankan tugas keseharianku, aku memikirkan banyk konsep baru yang ingin aku terapkan untuk masa depanku &#8230;.</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Tuhan memang sangat baik pada ku,</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Pada saat aku membutuhkan sesuatu,, Tuhan selalu memberikan aku secukupnya, tidak berlebih tetapi cukup bagi kehidupanku</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Doa Bapa Kami sungguh bekerja dalam hidupku</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">&#8221; &#8230;&#8230;. Berilah rejeki pada hari secukupnya &#8230;&#8230;&#8221;</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Tuhan tidak mau aku berkelebihan karena aku mungkin akan menjadi lupa akan Tuhan</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Tuhan juga tidak mau membuat aku berkekurangan karena mungkin nanti aku akan selalu menghujat dan memarahi Nya</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Tuhan mau aku selalu berkecukupan karena aku akan terus mengucap syukur kepada Nya &#8230;..</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Semua yang aku punya adalah berasal dari padanya &#8230;.</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Semangat, kebahagiaan, kesedihan, materi, masalah, &#8230;.. apapun &#8230;.. adalah kepunyaan yang berasal dari pada Nya</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Aku datang ke dunia tanpa membawa apa apa dan aku akan kembali ke surga juga tidak akan membawa apa apa</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Sehingga apapun yang aku punya aku akan berikan kepada sekelilingku, terutama untuk semua yang mencintaiku dan aku cintai &#8230;&#8230;</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Termasuk semangat, harapan dan mimpi &#8230;&#8230;</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Aku kembali merenung &#8230;..</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Apa yang aku punya ?</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Talenta apa yang aku miliki ?</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Berkat Tuhan memang luar biasa</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Tadi pagi seorang sahabat memberiku sebuah harapan baru</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Aku langsung menyambutnya dengan antusias dan aku yakin, ini adalah salah satu bagian rencana dan jalan Nya &#8230;..</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Tuhan mau aku kembali menggunakan talentaku untuk berkarya</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Tuhan mau talentaku berfungsi sebagai saluran berkat Tuhan bagi lingkunganku</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Sudah lama talentaku terdiam, seiring dengan seluruh permasalahan yang mengikutiku beberapa saat terakhir ini &#8230;..</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Sejak aku merasa kebangkitan dalam diriku, aku harus memulai semuanya dari awal lagi</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Aku, bersama dengan semua yang mengasihiku, akan terus berjuang menggapai masa depanku</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Aku bersama dengan kekasih ku, terus mengupayakan yang terindah bagi semua mimpi mimpi ku</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Tuhan sudah membukakan hatiku</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Tuhan sudah memberiku semangat yang menggebu</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Tuhan sudah memberiku banyak berkat</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Dan sekarang,</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Tuhan mau aku membagikan apapun yang aku punya</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Tuhan mau aku selalu menjadi jalan kebahagiaan bagi semua orang</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Karena Tuhan tahu,</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Tidak ada sedikitpun yang berkurang dari padaku, bila aku membagikan semuanya bagi banyak orang</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Karena Tuhan akan selalu memberikan aku berbagai kelebihan</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Karena Tuhan akan mengebalikan kepadaku berkali lipat</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Apapun yang aku berikan kepada banayk orang</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Kasih Tuhan melampaui semua pemikiranku</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Semua yang tidak mungkin, akan menajadi mungkin dalam nama Nya</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Aku mau selalu bersaksi</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Bahwa kasih Tuhan melapaui semua akal manusia</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Aku mempunyai banyak kekuatan yang berasal dari padanya, dan aku mau memberikan semua kekuatanku untuk menguatkan banyak orang yang bersedia untuk menggapainya &#8230;&#8230;</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Aku berharap,</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Semua kekuatan yang aku punya dapat selalu menguatkan orang lain, sesuai dengan keinginan Nya &#8230;&#8230;.</span></address>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ Nasihat sepanjang zaman]]></title>
<link>http://permatakata.wordpress.com/2009/11/08/nasihat-sepanjang-zaman/</link>
<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 23:24:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>exzede</dc:creator>
<guid>http://permatakata.wordpress.com/2009/11/08/nasihat-sepanjang-zaman/</guid>
<description><![CDATA[Barangsiapa merasa cukup dengan apa yang telah diberikan Allah, maka dia kaya. Barangsiapa suka mema]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Barangsiapa merasa cukup dengan apa yang telah diberikan Allah, maka dia kaya.</p>
<p>Barangsiapa suka memandang harta orang lain, dia akan mati miskin.</p>
<p>Barangsiapa tidak redha (tidak rela) dengan apa yang telah diberikan Allah kepadanya, maka dia telah menentang keputusanNya (qadha&#8217;Nya)</p>
<p>Barangsiapa memandang remeh kesalahannya, maka dia akan memandang besar kesalahan orang lain.</p>
<p>Barangsiapa memandang besar kesalahannya, maka dia akan memandang remeh kesalahan orang lain.</p>
<p>Barangsiapa membuka aib orang lain, maka aib keturunannya akan tersingkap.</p>
<p>Barangsiapa menggali lubang untuk mencelakakan saudaranya, maka dia sendiri akan terjerumus ke dalamnya.</p>
<p>Barangsiapa bergaul dengan ulama, maka dia akan dimuliakan.</p>
<p>Barangsiapa memasuki tempat-tempat biasa dikunjungi orang-orang bodoh, maka dia akan direndahkan.</p>
<p>Dan barangsiapa memasuki tempat-tempat kemaksiatan, maka dia akan dituduh berbuat maksiat.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sebuah Akselerasi..]]></title>
<link>http://kliktedy.wordpress.com/2009/11/07/sebuah-akselerasi/</link>
<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 10:43:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>Tedy</dc:creator>
<guid>http://kliktedy.wordpress.com/2009/11/07/sebuah-akselerasi/</guid>
<description><![CDATA[Tidak terasa begitu cepat  detik demi detik berlalu, hari demi hari telah terlewati, tahun demi tahu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Tidak terasa begitu cepat  detik demi detik berlalu, hari demi hari telah terlewati, tahun demi tahu]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sebagai tantangan hidup]]></title>
<link>http://suluhhati.wordpress.com/2009/11/05/sebagai-tantangan-hidup/</link>
<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 17:06:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>The Teacher</dc:creator>
<guid>http://suluhhati.wordpress.com/2009/11/05/sebagai-tantangan-hidup/</guid>
<description><![CDATA[Tidak akan ada yang abadi di dunia ini. Tidak yang kaya, tidak juga yang lagi berkuasa.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Tidak akan ada yang abadi di dunia ini. Tidak yang kaya, tidak juga yang lagi berkuasa.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Antara kerendahan hati dan kesombongan diri]]></title>
<link>http://permatakata.wordpress.com/2009/11/04/antara-kerendahan-hati-dan-kesombongan-diri/</link>
<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 23:22:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>exzede</dc:creator>
<guid>http://permatakata.wordpress.com/2009/11/04/antara-kerendahan-hati-dan-kesombongan-diri/</guid>
<description><![CDATA[Musthafa Assibai berkata: Setengah pintar yang disertai tawadhu (rendah hati) lebih disenangi oleh h]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Musthafa Assibai berkata: Setengah pintar yang disertai tawadhu (rendah hati) lebih disenangi oleh hati manusia dan lebih bermanfaat bagi masyarakat dibandingkan dengan kecerdasan dan kepandaian yang tinggi yang disertai dengan kesombongan.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pesan Instan ......]]></title>
<link>http://teroponghati.wordpress.com/2009/11/04/pesan-instan/</link>
<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 17:55:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>Sarah J</dc:creator>
<guid>http://teroponghati.wordpress.com/2009/11/04/pesan-instan/</guid>
<description><![CDATA[Suara &#8220;ping&#8221; yang keras keluar dari Blackberry kesayanganku Aku tersentak !!! Aku sedang]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft" title="Messenger" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:hbbEhaEX9cAU5M:http://media.vivanews.com/thumbs/68049_blackberry_internet_services_thumb_300_225.jpg" alt="" width="116" height="87" />Suara &#8220;ping&#8221; yang keras keluar dari Blackberry kesayanganku<br />
Aku tersentak !!!<br />
Aku sedang berbicara dengan banyak orang dalam sebuat meeting besar tentang pekerjaanku<br />
Aku berada di sisi lain dari tempat tinggalku<br />
Dan aku sedang berkonsentrasi dengan pekerjaanku &#8230;..</p>
<p>Suara &#8220;ping&#8221; itu mengagetkanku sekali lagi<br />
Kubiarkan sejenak<br />
Tapi &#8220;ping&#8221; itu terdengar lagi, lagi dan lagi &#8230;&#8230;<br />
Sudah tidak sabar ternyata si pengirim pesan instan</p>
<p>Selintas aku melihat layar Blackberryku<br />
Dan aku melihat nama putri kecilku muncul dengan kata kata :<br />
&#8220;Mama, sedang apa? Aku kangen mama&#8221;<br />
Aku langsung mengehentikan bicaraku dan aku menyambut sapaan putri kecilku<br />
Aku mundur dari meeting besar tersebut sehingga aku bisa &#8220;berbicara&#8221; sejenak dengan putri kecilku yang sangat membutuhkan perhatianku<br />
Inilah caraku berhubungan dengan anak anakku di jaman teknologi maju seperti ini &#8230;&#8230;.<!--more--></p>
<p>Lima belas menit aku berbincang dengannya dengan bahagia<br />
Dia menceritakan tentang sekolahnya<br />
Dia menceritakan tentang tugas tugasnya yang katanya sulit<br />
Dia menceritakan teman temannya<br />
Dia mengeluhkan kekangenannya kepadaku &#8230;..<br />
Kami tertawa bersama</p>
<p>Kami berbincang dan bercanda dengan bahagia<br />
Ditengah tengah kesibukanku, teknologi membantuku untuk bisa berkomunikasi dengan anak anakku &#8230;..<br />
Kami berada puluhan kilometer jauhnya<br />
Kami berada pada sisi yang berbeda dari masing msing di kota tempat kami tinggal<br />
Tetapi kami bisa saling berbagi rasa<br />
Kami bisa berbagi cerita dan kebahagiaan<br />
Saling ceria dan tertawa &#8230;..</p>
<p>Cara pesan instan ini sungguh tidak aku pahami<br />
Teknologi memang luar biasa, jauh diatas kemampuanku<br />
Sesaat aku memencet tombol <em>enter </em>pada <em>keyboard</em> Blackberryku, aku bisa tersambung puluhan kilometer dengan anakku<br />
Anakku bisa membaca semua pesanku sambil riang tertawa &#8230;..</p>
<p>Rahasianya adalah bahwa kita berdua <em>online</em> paa saat bersamaan &#8230;..<br />
Lalu aku merenungakan &#8220;keajaiban&#8221;  teknologi itu<br />
Aku langsung membandingkannya antara pesan instan melalui internet dengan doa pada Tuhan<br />
Tuhan berada pada satu sisi komunikasi dan aku berada pada sisi lainnya<br />
Kadang gagal terhubung<br />
Kadang putus hubungan bila tidak ada <em>signa</em>l yang tersambung atau karena ada halangan<br />
Kadang pesan pesanku tidak mengalir ke anakku, sama dengan tidak mengalirnya pesan Tuhan kepadaku<br />
Seringkali bila putus, apalagi dalam waktu lama, mulai terasa malas untuk sambung kembali karena kembali sibuk dengan segala kegiatan masing masing &#8230;..</p>
<p>Namun,<br />
Tuhan selalu <em>online</em>, menungguku untuk kembali<br />
Tuhan dengan sabar, seringkali mengirimkan <em>buzz </em>pada pesanku yang terlalu lama menghilang<br />
Tuhan dengan sabar mengirimkan banyak pesan bergambar, walau aku belum sempat menegok layar Blackberryku &#8230;..</p>
<p>Dia sungguh sungguh sabar menungguku &#8230;..<br />
Aku tidak mengetahui cara doa bekerjaa<br />
Bagaimana doa bisa mencapai dan didengar oleh Tuhanku<br />
Bagaimana doa dapat dikabulkan Tuhanku<br />
Bagaimana doa dapat membuat aku selalu mndapatkan jalan keluar atas semua permasalahanku<br />
Tapi jika aku memang membutuhkan jawaban atas segala permasalahanku</p>
<p>Aku selalu berdoa dimanapun dan kapanpun<br />
Walau aku tidak mengerti bagaimana doa bekerja,</p>
<p>Yang aku tahu,<br />
Bahwa aku harus selalu terhubung dengan Tuhanku</p>
<p>Karena itulah rahasianya &#8230;&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kegagalan Adalah Awal Kesuksesan .......]]></title>
<link>http://teroponghati.wordpress.com/2009/11/04/kegagalan-adalah-awal-kesuksesan/</link>
<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 17:17:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>Sarah J</dc:creator>
<guid>http://teroponghati.wordpress.com/2009/11/04/kegagalan-adalah-awal-kesuksesan/</guid>
<description><![CDATA[Apa sih yang di maksud dengan sukses ? Kesuksesan &#8230;.. Suatu kata keramat yang sangat diminati ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft" title="Gagal" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:aNlveiGsGy48IM:http://www.demotivation.com/media/jpegs/failure.jpg" alt="" width="106" height="150" />Apa sih yang di maksud dengan sukses ?<br />
Kesuksesan &#8230;..<br />
Suatu kata keramat yang sangat diminati banyak orang<br />
Bukan hanya banyak orang, tetapi oleh semua orang &#8230;&#8230;..<br />
Kesuksesan tidak begitu saja dapat dinikmati</p>
<p>Bahkan seringkali, dengan berbagai usaha tetap saja &#8220;kesuksesan&#8221; yng diingini belum bisa dinikmati oleh banyak orang &#8230;&#8230;<br />
Tapi kesuksesan yang seperti apa ?<br />
Sama dengan &#8220;bahagia&#8221;, &#8220;kesuksesan&#8221; bukan tidak bisa dinikmati semua orang<br />
Pada dasarnya kesusesan dapat dicapai hanya dengan menjentikkan jari kita &#8230;..</p>
<p>Perjalanan hidup kita<br />
Bisa disebut sebagai kesuksesan dari kita masing masing<br />
Bagaimana kita melihatnya &#8230;..<br />
Aku sering merenung tentang perjalanan hidupku<br />
Penuh liku, bahagia, senang, berampur dengan sedih, takut, tidak yakin, riang dan sebagainya silih berganti &#8230;..<!--more--></p>
<p>Dalam segala keadaan hidupku<br />
Aku sudah mengalami banyak peristiwa&#8230;.<br />
Bahagia, senang, menderita, ketakutan dan sebagainya<br />
Tapi semuanya aku bisa lalui, walau dengan usaha keras dan penuh kekecewaan pada awalnya<br />
Masing masig permasalahanku, dibantu Tuhan dengan jalan keluar</p>
<p>Dan aku baru menyadari<br />
Ternyata, semua permasalahanku ada jalan keluarnya, asalkan aku pasrah pada Tuhan &#8230;..<br />
Itulah kesuksesanku &#8230;&#8230;</p>
<p>Perjalanan hidupku ingin ke Rumah Tuhan tentu<br />
Sejak awal hidupku, perjalananku banyak alami kegagalan<br />
Pernikahanku yang berakhir dengan perpisahan, adalah kegagalanku yang terbesar<br />
Kegagalan yang meluluh lantakkan semua sendi sendi kehidupanku</p>
<p>Aku serasa melayang mengikuti arah angin &#8230;&#8230;<br />
Seperti layangan yang bergerak tak tentu arah&#8230;&#8230;.<br />
Kegagalanku disini ternyata membuahkan banyak berkat terhadap hidupku selanjutnya &#8230;&#8230;</p>
<p>Tuhan membuat aku lebih mandiri<br />
Tuhan membat aku lebih dewasa dan tenang<br />
Tuhan membuat aku lebih menyadari bagaimana harus bersikap</p>
<p>Kgagalanku disini ternyata membuat aku lebih dekat dan pasrah kepada Tuhan &#8230;..<br />
Aku ingat dengan kegagalanku yang lain<br />
Yaitu kegagalan menghadirkan anak anakku ke dunia dengan proses yang wajar</p>
<p>Aku tidak mampu melakukan persainan normal tetapi haris melalui persalinan operasi<br />
Aku tidak mampu mengandung mereka dengan kondisi prima karena tumor yang menggangguku<br />
Kegagalanku ini memang karena kehendak Tuhan<br />
Tapi aku tetap merasakan bahwa itu merupakan kegagalanku<br />
Dan Tuhan membuat aku lebih mengerti tentang apa artinya cinta seorang ibu</p>
<p>Tuhan lebih membuat aku mengerti tentang betapa berharganya sebuah kehidupan &#8230;&#8230;<br />
Banyak kegagalan kegagalan kecil lainnya yang Tuhan ijinkan terjadi padaku<br />
Kegagalan dalam mencapai prestasi yang orang tuaku inginkan terhadapku<br />
Kegagalan menyediakan waktu yang cukup bagi anak anakku</p>
<p>Kegagalan menyelesaikan pekerjaan besar yang diberikan kepadaku sebagai tanggung jawabku<br />
Banyak hal ternyata yang mrupakan kegagalan dalam hidupku &#8230;..<br />
Pada setiap dari kitapun pasti banyak mengalami kegagalan</p>
<p>Tapi hidup terus berjalan &#8230;&#8230;<br />
Kehidupan berjalan tanpa mau mengerti, apakah aku gagal ataukah aku berhasil<br />
Kehidupan berjalan,  melindas apapaun tak kenal ampun &#8230;&#8230;.<br />
Kehidupan terus menggilas siapapun dari kita yang tidak mau bangun untuk memperbaiki diri</p>
<p>Dan bagi kita kita yang tidak mau bangun, pasti akan terus terdesak masuk kedalam bumi, melesak makin dalam sehingga tak akan mampu bangkit lagi&#8230;&#8230;<br />
Aku belajar hal baru lagi tentang kehidupan</p>
<p>Bahwa ternyata kegagalan tidak identik dengan berakhirnya sebuah akhir<br />
Bahwa ternyata sebuah kegagalan bisa merupakan awal dan langkah yang lebih dekat menuju kesuksesan &#8230;&#8230;.</p>
<p>Bahwa ternyata kesuksesan harus melalui sebuah kegagalan &#8230;&#8230;.<br />
Kesuksesan bukanlah hasil akhir<br />
Kesuksesan adalah suatu proses yang harus aku alami dalam setiap sendi hidupku</p>
<p>Dan dalam proses itu, aku harus mengalami banayk kegagalan<br />
Agar aku lebih matang dan dewasa<br />
Dan agak kesuksesan yang aku capai merupakan kesuksesan hidup yang memang Tuhan kehedaki untukku</p>
<p>&#8230;.</p>
<p>Bukan sekedar kesuksesan sementara yang tidak mempunyai arti bagi hidupku<br />
Kesukesanku sangat tergantung pada penyerahan diriku secara total kepada Tuhan &#8230;..<br />
Sudah kubuktikan dengan banyak kesuksesan hidup yang aku capai<br />
Bahwa Tuhan selalu hadir dalam pencapaian tersebut &#8230;.<br />
Pada saat aku tidak mengikut sertakan Tuhan</p>
<p>Aku melihat bahwa kehidupan terus menggilasku dan membuat aku susah untuk bangun kembali<br />
Tapi pada saat aku meminta Tuhan untuk mengeangkatku,<br />
Kesuksesan menyambutku tepat dihadapanku &#8230;..</p>
<p>Seorang bijak berkata :</p>
<p><em><strong>&#8220;Serahkanlah semua perbuatanmu kepada Tuhan, maka terlaksanalah segala rencanamu&#8221;</strong></em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ku Mau Ubah Bebanku]]></title>
<link>http://teroponghati.wordpress.com/2009/11/04/ku-mau-ubah-bebanku/</link>
<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 15:34:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>Sarah J</dc:creator>
<guid>http://teroponghati.wordpress.com/2009/11/04/ku-mau-ubah-bebanku/</guid>
<description><![CDATA[Beban hidup, semua orang pasti punya Masing masing dari kita mempunyai bebannya sendiri sendiri Masi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft" title="Beban" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ZsaTyRF8jj5rTM:http://www.history.ucsb.edu/faculty/marcuse/classes/2c/images/1899WhiteMansBurden%24Denver200dpi380pxh.jpg" alt="" width="88" height="123" />Beban hidup, semua orang pasti punya<br />
Masing masing dari kita mempunyai bebannya sendiri sendiri<br />
Masing masing dari kita mempunyai kewajiban memikul salibnya sendiri sendiri<br />
Salib Tuhan, seberapa besar atau kecilnya, adalah kewajiban kita untuk memikulnya &#8230;&#8230;<br />
Tuhan memberikan semuanya sesuai dengan rencana dan keinginan Nya &#8230;..</p>
<p>Beban hidupku sungguh kurasakan sedemikian berat<br />
Aku, yang terlahir dari keluarga bahagia dengan segenap cinta kasih yang dari pada MU, Tuhan<br />
Aku, ternyata mempunyai beban hidyp yang sangat jauh berbeda dari yang keluargaku hadapi<br />
Aku, serasa menjadi beban berat bagi keluargaku dengan seluruh permasalahanku &#8230;&#8230;<br />
Aku merasa, aku tidak seharusnya mengalami ini semua</p>
<p>Tapi ternyata aku mengalaminya &#8230;&#8230;&#8230;.<br />
Aku yakin, kalau semua yang aku hadapi sekarang adalah bagian dari rencana Tuhan juga &#8230;&#8230;<br />
Aku tidak tahu, apa maksud Tuhan terhadap diriku<br />
Aku tidak tahu, apa yang Tuhan kehendaki atas kehidupanku<br />
Akupun tidak mengerti, mengapa aku mengalami ini semua<!--more--></p>
<p>Tapi aku mengalaminya &#8230;&#8230;&#8230;.<br />
Dan aku bertambah yakin, bahwa Tuhan mempunyai rencana indah terhadap kehidupanku selanjutnya&#8230;..</p>
<p>Yang  jelas yang sudah aku rasakan dan fahami,<br />
Walau aku masih terus belajar untuk lebih memahami,<br />
Walau aku masih terus mecari celah pengertian tentang makna kasih Tuhan,<br />
Bahwa aku menjadi sangat mandiri karena keadaan yang memaksaku melakukan semuanya sendiri<br />
Bahwa aku menjadi lebih dewasa dalam bertindak, mencoba untuk selalu bersikap tenang dalam mengambil keputusan<br />
Bahwa aku merasa lebih dekat pada Tuhan dan berusaha selalu menyerahkan semuanya ke dalam tangan Tuhan<br />
Bahwa aku sungguh sangat sadar, Tuhan menginginkanku menjadi aku yang lebih baik dari sebelumnya &#8230;</p>
<p>Banyak disekelilingku<br />
Teman, sahabat bahkan saudara,<br />
Yang menjalani kehidupan mereka dalam situasi yang sangat jauh berbeda dengan kehidupanku<br />
Banyak diantara mereka hidup dalam kesederhanaan bahkan kekurangan<br />
Banyak diantara mereka tidak mempunyai cinta<br />
Banyak diantara mereka tidak pernah menerima kasih keluarga<br />
Tapi, sebagian dari mereka ternyata mampu untuk memikul bebannya dengan suka cita</p>
<p>Sebagian dari mereka ternyata mampu menganggap semua bebannya adalah hanya sebagai kerikil kecil yang tidak membuat mereka tersandung<br />
Sebagian dari mereka ternyata mampu merubah bebannya menjadi suatu tantangan yang harus ditaklukan &#8230;..</p>
<p>Lalu &#8230;&#8230;<br />
Mengapa aku yang jauh lebih beruntung dibandingkan mereka tidak menganggap bebanku adalah tantangan ?<br />
Bahkan aku seringkali menganggap bebanku adalah batu sandungan<br />
Aku seringkali menganggap bebanku sangat berat sehingga aku seringkali frustasi dan putus asa<br />
Aku seringkali bersikap sangat egois terhadap lingkungan, karena aku menganggap bebanku selalu menghalangiku &#8230;&#8230;</p>
<p>Ahhhhh,<br />
Aku banyak merenung akhir akhir ini &#8230;..<br />
Sebenarnya, apa yang kau dapat dari semua beban yang Tuhan kehendaki terjadi atas diriku ?</p>
<p>Apa mau Tuhan terhadapku ?<br />
Aku terus merenung &#8230;..<br />
Beberapa kesimpulan, aku tangkap sesuai dengan kapasitas pemikiranku, yang jelas jauh dari sempurna<br />
Kemungkinan besar, akupun salah<br />
Karena semua rencana Tuhan tidak dapat terbaca oleh siapapun, termasuk aku</p>
<p>Aku terus merenung &#8230;..<br />
Mencoba menggapai maksud Tuhan dengan segala cara yang aku coba &#8230;&#8230;<br />
Aku merasakan bahwa Tuhan sangat mencintaiku &#8230;..<br />
Segala beban berat yang aku alami, aku rasakan sebagai ujian Tuhan<br />
Tuhan mau aku mampu mengerjakan tugas yang lebih besar lagi, yang mau Tuhan berikan kepadaku &#8230;.</p>
<p>Sehingga Tuhan memberikan smeua bebean berat selama ini<br />
Karena aku mempunyai tugas lebih besar lagi &#8230;&#8230;<br />
Dan tugas besar ini pastilah akan menjadi beban yang lebih besar lagi buatku &#8230;.</p>
<p>Aku terus merenung dan bertanya,<br />
Tugas apa lagi, Tuhan ?</p>
<p>Ahhhh &#8230;&#8230;.<br />
Aku sadar kini &#8230;.<br />
Aku mempunyai tugas dan tanggung jawab besar dalam membantu anak anakku menjadi anak anak Tuhan<br />
Ya, Tuhan ingin aku menjaga mereka selalu &#8230;&#8230;</p>
<p>Tugas ini akan menjadi beban beratku kemudian &#8230;..<br />
Tapi, apakah itu bisa disebut sebagai beban, Tuhanku ?<br />
Ini bukan beban&#8230;&#8230; ini adalah tanggung jawab yang indah &#8230;&#8230;<br />
Ini adalah kewajibanku, bukan beban &#8230;&#8230;</p>
<p>Aku ingin mngubah bebanku menjadi sebuah tanggung jawab yang indah yang Tuhan berikan kepadaku &#8230;..<br />
Aku kembali teringat kepada mereka yang jauh lebih kurang beruntung dari padaku<br />
Ternyata sebaian dari mereka menganggap beban dan tanggung jawab mereka sebagai &#8220;sesuatu yang terlalu kecil&#8221; untuk dicemaskan &#8230;..</p>
<p>Jadi aku mau menganggap semua beban dan tenggung jawabku adalah &#8220;sesuatu yang terlalu kecil&#8221; untuk selalu aku pikirkan &#8230;..<br />
Aku akan memikirkan sesuatu yang lebih besar demi masa depan aku dan anak anakku<br />
Karena aku mempunyai masa depan bahagia bersama mereka, juga bersama kekasihku &#8230;&#8230;</p>
<p><em><strong>&#8220;</strong></em><em><strong>Serahkanlah segala kekawatiranmu kepada Tuhan, sebab Ia yang memelihara kamu &#8230;&#8230;&#8221;</strong></em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Wahai orang tua ku]]></title>
<link>http://permatakata.wordpress.com/2009/11/02/wahai-orang-tua-ku/</link>
<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 23:19:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>exzede</dc:creator>
<guid>http://permatakata.wordpress.com/2009/11/02/wahai-orang-tua-ku/</guid>
<description><![CDATA[Apabila ibubapa hanya punya sedikit waktu bagi kepentingan anak-anak mereka, maka kekosongan besar a]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Apabila ibubapa hanya punya sedikit waktu bagi kepentingan anak-anak mereka, maka kekosongan besar akan berkembang dan ideologi serta pemikiran-pemikiran yang menyimpang akan segera bergerak masuk.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hidup Dalam Perbedaan]]></title>
<link>http://teroponghati.wordpress.com/2009/11/01/hidup-dalam-perbedaan/</link>
<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 13:51:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>Sarah J</dc:creator>
<guid>http://teroponghati.wordpress.com/2009/11/01/hidup-dalam-perbedaan/</guid>
<description><![CDATA[&nbsp; Diffrent Antara pria wanita saja sudah berbeda Belum lagi soal hati dan permasalahan Bahkan a]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>&#160;</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 126px"><img title="Diffrent" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:WPrfqQ-FzixH-M:http://www.prismstrategic.com/Different30.jpg" alt="Diffrent" width="116" height="116" /><p class="wp-caption-text">Diffrent</p></div>
<p>Antara pria wanita saja sudah berbeda<br />
Belum lagi soal hati dan permasalahan<br />
Bahkan antara saudara kembarpun pasti ada perbedaan<br />
Tuhan menciptakan semua makhluknya dengan ke-khasan nya masing masing dan dengan kuasa Nya, Tuhan menjadikan semuanya istimewa&#8230;&#8230;</p>
<p>&#160;</p>
<p>Perbedaan itu ada di semua hal<br />
Secara fisik maupun secara mental<br />
Permasalahan pun sangat banyak yang terjadi<br />
Perbedaan kadangkala merupakan awal kesalah fahaman<br />
Tapi perbedaan juga bisa menjadi dasar persatuan karena masing masing dapat menutupi kekurangannya &#8230;&#8230;.</p>
<p>Kekasihku,<br />
Engkau pasti tahu bahwa kita merupakan dua pribadi yang berbeda<br />
Engkau pasti tahu bahwa kita mempunyai banyak perbedaan<br />
Tapi engkau juga pasti tahu, kalau perbedaan yang ada diantara kita merupakan dasar kita saling membutuhkan<br />
Perbedaan diantara kita merupakan alat pemersatu kita<br />
Karena aku banyak membutuhkan apa yang ada pada dirimu dan aku tidak mempunyainya &#8230;..</p>
<p>Perbedaan perbedaan itu memang ada karena Tuhan menghendakinya<br />
Dengan adanya perbedaan perbedaan itu, Tuhan mau kita saling menguatkan<br />
Dengan adanya perbedaan perbedaan itu, kita dihadapkan pada kebutuhan kebutuhan yang kita tidak miliki<br />
Perbedaan antar kita akan mejadikan kekuatan bagi kita bila kita bersatu &#8230;..<!--more--></p>
<p>Kekasihku,<br />
Perbedaan yang kita miliki, adalah karunia Tuhan, sayang &#8230;&#8230;<br />
Perbedaan di antara kita adalah memang keinginan Tuhan<br />
Perbedaan di antara kita akan menjadikan kita kuat<br />
Aku adalah seorang yang manja<br />
Engkau adalah seorang yang mandiri<br />
Kita mempunyai kasih Tuhan dan cinta kita<br />
Perbedaan akan mempersatukan kita<br />
Sedangkan persamaan akan membuat kita menjadi lebih rekat<br />
Semua ada karena kuasa Tuhan &#8230;..</p>
<p>Kekasihku,<br />
Bila kita hanya mempunyai persamaan<br />
Tapi kita tidak mempunyai perbedaan, Apakah jadinya ?<br />
Bila kita sama sama manja<br />
Atau kita sama sama mandiri<br />
Bagaimana kita bisa saling mengisi ?<br />
Bagaimana kita bisa saling mendukung ?<br />
Bila kita sama sama tidak peduli satu dengan yang lain,<br />
Atau bila kita sama sama saling sangat peduli satu sama lain tetapi tidak peduli pada lingkungan kita,<br />
Bagaimana kita bisa bertahan ?<br />
Bila kita hanya mempunyai persamaan tetapi tidak mempunyai perbedaan, kita hanya hidup dalam satu sisi dan mati pada sisi lainnya &#8230;&#8230;</p>
<p>Kekasihku,<br />
Jangan biarkan kuasa gelap melihat celah perbedaan kita dan mencoba menyusup dalam hati kita<br />
Jangan biarkan hati kita menjadi tertutup karena kehadiran kuasa gelap<br />
Jangan biarkan kuasa gelap memanfaatkan perbedaan di antara kita dan berusaha memisahkan kita</p>
<p>Aku tetap bersyukur atas semua perbedaan kita, kekasihku &#8230;&#8230;.<br />
Karena pengajaran Tuhan dapat hadir dalam bentuk apapun<br />
Aku akan membiarkan Tuhan mengajariku tentang perbedaan perbedaan itu<br />
Aku akan membiarkan Tuhan memperlihatkan kepadaku, betapa kuatnya aku bila dipersatukan bersama mu, kekasihku &#8230;&#8230;.<br />
Dan aku akan mendapatkan berkat yang luar biasa, bila Engkau mempersatukan ku dengan Mu, Tuhanku &#8230;&#8230;&#8230;.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Reaksi Nuklir Vs Reaksi Kimia]]></title>
<link>http://kliktedy.wordpress.com/2009/11/01/reaksi-nuklir-vs-reaksi-kimia/</link>
<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 10:05:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>Tedy</dc:creator>
<guid>http://kliktedy.wordpress.com/2009/11/01/reaksi-nuklir-vs-reaksi-kimia/</guid>
<description><![CDATA[Reaksi inti sebagaimana jarang orang ketahui &#8211; sebenarnya berbeda dengan reaksi kimia. Dikaren]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Reaksi inti sebagaimana jarang orang ketahui &#8211; sebenarnya berbeda dengan reaksi kimia. Dikaren]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
