<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>peristiwa-monas &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/peristiwa-monas/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "peristiwa-monas"</description>
	<pubDate>Tue, 29 Dec 2009 14:58:33 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[TKP]]></title>
<link>http://imamsamroni.wordpress.com/2008/11/20/tkp/</link>
<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 08:57:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>imam samroni</dc:creator>
<guid>http://imamsamroni.wordpress.com/2008/11/20/tkp/</guid>
<description><![CDATA[Serambi Jumat KORAN MERAPI 13 Juni 2008 ”Di dalam sejarahnya, Indonesia adalah TKP (Tempat Kejadian ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a rel="attachment wp-att-1519" href="http://imamsamroni.wordpress.com/2008/11/20/tkp/serambi-jumat133/"><img class="alignleft size-full wp-image-1519" title="serambi-jumat133" src="http://imamsamroni.wordpress.com/files/2008/11/serambi-jumat133.jpg" alt="serambi-jumat133" width="159" height="79" /></a></p>
<p>Serambi Jumat KORAN MERAPI 13 Juni 2008</p>
<p>”Di dalam sejarahnya, Indonesia adalah TKP (Tempat Kejadian Perkara), gelanggang besar yang selalu mengundang siapapun untuk datang. Sejarah mencatat siapa yang mau dan mampu bertempat tinggal serta membangun keindonesiaan. Ada saat kita gemas sekaligus cemas dengan perkembangan yang berlangsung. Bulan-bulan ini kita terus bermunajat kepada Allah, semoga sejumlah peristiwa yang tengah berlangsung mampu mendewasakan kita sebagai warga negara.”<br />
<!--more-->Demikian pengantar Pakde Adib Susila, takmir sekaligus pengasuh kajian, ketika mengawali pembicaraan. Sehabis shalat maghrib, sebagaimana biasa saya bergabung dengan teman-teman di serambi masjid kampung. Dan selama seperempat jam, kami ngobrol saur-manuk untuk bersama-sama mencari penyelesaian dan pencerahan.<br />
Perhatian kami tertuju ke rentetan foto dan narasi yang disorotkan di tembok masjid, hasil riset internet dari Dik Brahim. Peristiwa Monas, konflik terbuka antar-kaum beriman, listrik yang byar-pet, juga demo-demo menolak kenaikan BBM.</p>
<p>”Pro-kontra antar ormas yang menyoal duduk-perkara Ahmadiyah, boleh jadi merupakan kelanjutan data kesejarahan kita. Butuh pemahaman yang lebih mencerahkan,” Pakde Adib Susilo melanjutan. “Di serambi masjid ini kita pernah membaca kembali konsekuensi al-fitnat al-kubra (ujian besar), yaitu peristiwa wafatnya Utsman ibn Affan dan Husayn yang cucu Nabi. Kita mengapresiasi peristiwa Khawarij, Syi`ah, Sunnah, juga yang hadir belakangan, yang terjadi di sana dengan  pandangan yang di sini.“</p>
<p>“Bukankah Islamisasi Jawa dan Nusantara oleh juru dakwah China pada abad ke-14 sampai 16 bertautan dengan peristiwa yang lebih luas di daratan China?” tegas Paklik Sriyono.</p>
<p>”Benar jika kita mengapresiasi peristiwa-peristiwa tersebut dengan kategori tempat,” sambung Pak Yusdani. ”Masalahnya adalah bagaimana proses dialektika tersebut memajukan sintesa yang lebih mencerahkan. Jika tidak, kita hanya mengulangkan kesalahan.”</p>
<p>”Ini hal yang baru buat saya,” kata Pak Edi Safitri. ”Peristiwa yang terjadi nun jauh di sana ternyata berdampak dan kita diskusikan di sini agar lebih bijak. Benar, kita pernah berdiskusi tentang Revolusi Iran pada 1979 dan program nuklir Mahmoud Ahmadinejad beserta sikap kita di serambi sini.”</p>
<p>“Jadi, konflik terbuka antara FPI dan AKKBB merupakan sebagian dari peristiwa yang lebih luas yang berlangsung di Indonesia?” tanya saya.</p>
<p>“Lebih tepat jika pertanyaannya adalah bagaimana kita mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut,” jawab Mang Ucup.</p>
<p>”Bukankah sudah ada Surat Keputusan Bersama di tingkat menteri?” tanya saya lagi. Saya memang bingung dengan sudut pandang yang disampaikan Pakde Adib Susila.</p>
<p>”Pada akhirnya kita saling bergantung dengan yang lain, bahkan dalam peristiwa-peristiwa kecil. Ada pertautan dan hubungan yang sering tidak kita duga. Sejarah penjajahan Belanda adalah praktik manajemen kolonialisme untuk memperdagangkan rempah-rempah, perlawanan bumiputra, sekaligus catatan kerugian Indonesia sebagai TKP,” kata Paklik Sriyono.</p>
<p>”Wah, jika demo hanya rusak-rusakan, ya menutup pintu-pintu rejeki,” sela Mang Ucup. ”Saya ’mah sudah tidak bisa menghitung untung-ruginya. Lha hanya memecah-belah agama. Dialog kok hanya untuk membanggakan diri dengan meniadakan pihak lain. Kartu merah saja.”</p>
<p>”Mari, Bapak-bapak kita membaca bersama surat ar-Rum ayat 32,” kata Pakde Adib Susila. ”Dan janganlah kamu termasuk orang-orang musyrik yaitu mereka yang memecah-belah agama mereka kemudian menjadi bersekte-sekte, setiap golongan membanggakan apa yang ada pada mereka.”</p>
<p>Kami mencerap huruf demi huruf dalam helaan nafas panjang ketika membaca dan menerjemahkan maknanya. Dan kami melanjutkannya dengan al-An`am ayat 169: “Sesungguhnya mereka yang memecah-belah agama mereka kemudian menjadi bersekte-sekte, engkau (Muhammad) tidak sedikit pun termasuk mereka.”</p>
<p>Diskusi tentang Indonesia sebagai TKP sungguh menggugah pemahaman kami. Sebagai umat beriman, kami harus menjaga harapan saban membaca berita. Jika kata tak berjawab, andaikata gayung tak bersambut, maka konflik terbuka antar ormas hanya membuka luka lama yang sampai sekarang belum seluruhnya tersembuhkan. Wallahu a’lamu bishshawab.</p>
<p>Imam Samroni, staf Yayasan NUN-XXV, Yogyakarta</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pria Berpistol Di Monas Ternyata Tidak Misterius]]></title>
<link>http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/06/26/pria-berpistol-di-monas-ternyata-tidak-misterius/</link>
<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 08:35:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>Robert Manurung</dc:creator>
<guid>http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/06/26/pria-berpistol-di-monas-ternyata-tidak-misterius/</guid>
<description><![CDATA[SOSOK yang mengacungkan pistol dalam Peristiwa Monas, 1 Juni lalu, ternyata seorang suami dan ayah y]]></description>
<content:encoded><![CDATA[SOSOK yang mengacungkan pistol dalam Peristiwa Monas, 1 Juni lalu, ternyata seorang suami dan ayah y]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Isue Ahmadiyah &amp; Euro Cup Selamatkan SBY]]></title>
<link>http://auliamuttaqin.wordpress.com/2008/06/23/isue-ahmadiyah-euro-cup-selamatkan-sby/</link>
<pubDate>Mon, 23 Jun 2008 00:22:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>aulia muttaqin</dc:creator>
<guid>http://auliamuttaqin.wordpress.com/2008/06/23/isue-ahmadiyah-euro-cup-selamatkan-sby/</guid>
<description><![CDATA[Analisa tentang telah direkayasanya peristiwa Monas semakin mununjukkan titik terang. Bahwa ada kese]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Analisa tentang telah direkayasanya peristiwa Monas semakin mununjukkan titik terang. Bahwa ada kese]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[FPI keyword paling popular saat ini?]]></title>
<link>http://justduit.wordpress.com/2008/06/18/fpi-keyword-paling-popular-saat-ini/</link>
<pubDate>Wed, 18 Jun 2008 22:39:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>izmild</dc:creator>
<guid>http://justduit.wordpress.com/2008/06/18/fpi-keyword-paling-popular-saat-ini/</guid>
<description><![CDATA[Oleh: Mochamad Ismail Kalimat pada judul “FPI keyword paling populer saat ini?” bukanlah hasil surve]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Oleh: Mochamad Ismail<br />
Kalimat pada judul “FPI keyword paling populer saat ini?” bukanlah hasil survey seperti yang biasa dilakukan oleh perusahaan riset seperti SRI [Survey Riset Indonesia] atau hasil pencarian Gooogle Keyword Tool. Tapi ini hanya rekaan saya saja berdasarkan tingginya frekuensi berita diberbagai media massa termasuk internet yang menyorot peristiwa monas dimana isu sentralnya adalah FPI [Front Pembela Islam], AKKBB [Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Beryakinan] dan Ahmadiyah serta Monas sebagai sentral peristiwa.<!--more--></p>
<p>Maka bila dilihat dari kemudahan membaca dan kemudahan mengingat “FPI” menurut saya tentunya nomor satu [paling populer] atau mungkin bisa saja “Monas”.</p>
<p>Padahal FPI atau Monas adalah kata-kata yang selama ini biasa kita dengar dan rasanya biasa-biasa saja dengan kata-kata singkatan tersebut meski FPI sempat menarik perhatian masyarakatbeberapa waktu lalu khususnya pada bulan Ramadhan. Tapi tidak menjadi “boom” seperti ketika peristiwa Monas terjadi saat ini.</p>
<p>Keyword FPI saya kira akan tergantikan dengan keyword lain sesuai dengan isu yang paling populer di masyarakat. Karena sebelum peristiwa kekerasan di monas terjadi  keyword yang paling populer menurut saya adalah BBM. Adalagi istilah BLT [Bayar Langsung Tunai} tapi saya tidak yakin ini menjadi keyword populer karena tidak semua orang “ngeh” dengan kata singkatan ini.</p>
<p>Saya jadi teringat dengan sebuah konsep komunikasi terutama di bidang marketing komunikasi atau advertising. Untuk mengangkat nama sebuah merk yang baru atau sudah tenggelam agar menjadi populer di masyarakat dalam hal ini target konsumen khususnya adalah dengan menciptakan “trigger” [pemicu] agar orang-orang “ngeh” dan memperhatikan merk tersebut. Salah satunya adalah dengan menciptakan key word. Meski sebenarnya bukan hanya keyword, masih banyak cara lain seperti key sound atau key visual tapi untuk hal ini mohon maaf tidak saya bahas disini mungkin dalam artikel lain dengan topik khusus.</p>
<p>“Kasih daaah…!”, “Sampe puaaas”, “orang pintar minum…..”,  “Nyamuk sini cuma takut….” adalah beberapa contoh keyword yang populer dan diingat oleh masyarakat.</p>
<p>Peran media massa terutama TV sebagai media yang paling banyak di lihat sangat mempengaruhi keberhasilan keyword yang diciptakan meski sebenarnya yang paling penting adalah implementasi kreatif iklannya itu sendiri seperti apa. Sebab meskipun keywordnya bagus tapi implementasi iklannya tidak mendukung, tidakk menarik, atau frekuensi tampilannya hanya sekali-kali tentunya tidak akan dapat membentuk keyword populer. Ini juga sebaiknya saya bahas dalam artikel khusus mengenai implementasi kreatif sebuah iklan.</p>
<p>Berminat menciptakan keyword di masyarakat? Tentunya yang tidak melanggar hukum, tidak melanggar norma agama atau SARA. Atau hanya menciptakan keyword di internet melalui blog?</p>
<p>Seperti biasa bila anda ingin berkomentar atau memberi masukkan, dengan senang hati saya menerimanya. Salam…</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[FPI keyword paling popular saat ini?]]></title>
<link>http://izmild.wordpress.com/2008/06/18/fpi-keyword-paling-popular-saat-ini/</link>
<pubDate>Wed, 18 Jun 2008 22:39:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>izmild</dc:creator>
<guid>http://izmild.wordpress.com/2008/06/18/fpi-keyword-paling-popular-saat-ini/</guid>
<description><![CDATA[Oleh: Mochamad Ismail Kalimat pada judul “FPI keyword paling populer saat ini?” bukanlah hasil surve]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Oleh: Mochamad Ismail<br />
Kalimat pada judul “FPI keyword paling populer saat ini?” bukanlah hasil survey seperti yang biasa dilakukan oleh perusahaan riset seperti SRI [Survey Riset Indonesia] atau hasil pencarian Gooogle Keyword Tool. Tapi ini hanya rekaan saya saja berdasarkan tingginya frekuensi berita diberbagai media massa termasuk internet yang menyorot peristiwa monas dimana isu sentralnya adalah FPI [Front Pembela Islam], AKKBB [Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Beryakinan] dan Ahmadiyah serta Monas sebagai sentral peristiwa.<!--more--></p>
<p>Maka bila dilihat dari kemudahan membaca dan kemudahan mengingat “FPI” menurut saya tentunya nomor satu [paling populer] atau mungkin bisa saja “Monas”.</p>
<p>Padahal FPI atau Monas adalah kata-kata yang selama ini biasa kita dengar dan rasanya biasa-biasa saja dengan kata-kata singkatan tersebut meski FPI sempat menarik perhatian masyarakatbeberapa waktu lalu khususnya pada bulan Ramadhan. Tapi tidak menjadi “boom” seperti ketika peristiwa Monas terjadi saat ini.</p>
<p>Keyword FPI saya kira akan tergantikan dengan keyword lain sesuai dengan isu yang paling populer di masyarakat. Karena sebelum peristiwa kekerasan di monas terjadi  keyword yang paling populer menurut saya adalah BBM. Adalagi istilah BLT [Bayar Langsung Tunai} tapi saya tidak yakin ini menjadi keyword populer karena tidak semua orang “ngeh” dengan kata singkatan ini.</p>
<p>Saya jadi teringat dengan sebuah konsep komunikasi terutama di bidang marketing komunikasi atau advertising. Untuk mengangkat nama sebuah merk yang baru atau sudah tenggelam agar menjadi populer di masyarakat dalam hal ini target konsumen khususnya adalah dengan menciptakan “trigger” [pemicu] agar orang-orang “ngeh” dan memperhatikan merk tersebut. Salah satunya adalah dengan menciptakan key word. Meski sebenarnya bukan hanya keyword, masih banyak cara lain seperti key sound atau key visual tapi untuk hal ini mohon maaf tidak saya bahas disini mungkin dalam artikel lain dengan topik khusus.</p>
<p>“Kasih daaah…!”, “Sampe puaaas”, “orang pintar minum…..”,  “Nyamuk sini cuma takut….” adalah beberapa contoh keyword yang populer dan diingat oleh masyarakat.</p>
<p>Peran media massa terutama TV sebagai media yang paling banyak di lihat sangat mempengaruhi keberhasilan keyword yang diciptakan meski sebenarnya yang paling penting adalah implementasi kreatif iklannya itu sendiri seperti apa. Sebab meskipun keywordnya bagus tapi implementasi iklannya tidak mendukung, tidakk menarik, atau frekuensi tampilannya hanya sekali-kali tentunya tidak akan dapat membentuk keyword populer. Ini juga sebaiknya saya bahas dalam artikel khusus mengenai implementasi kreatif sebuah iklan.</p>
<p>Berminat menciptakan keyword di masyarakat? Tentunya yang tidak melanggar hukum, tidak melanggar norma agama atau SARA. Atau hanya menciptakan keyword di internet melalui blog?</p>
<p>Seperti biasa bila anda ingin berkomentar atau memberi masukkan, dengan senang hati saya menerimanya. Salam…</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Beringas di Hari Pancasila]]></title>
<link>http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/06/10/beringas-di-hari-pancasila/</link>
<pubDate>Mon, 09 Jun 2008 23:29:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>Robert Manurung</dc:creator>
<guid>http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/06/10/beringas-di-hari-pancasila/</guid>
<description><![CDATA[AKSI laskar Front Pembela Islam sungguh ironis. Mereka mengumbar keberingasan, pada 1 Juni, persis k]]></description>
<content:encoded><![CDATA[AKSI laskar Front Pembela Islam sungguh ironis. Mereka mengumbar keberingasan, pada 1 Juni, persis k]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Buronnya Munarman diSkenariokan..!!]]></title>
<link>http://auliamuttaqin.wordpress.com/2008/06/07/buronnya-munarman-diskenariokan/</link>
<pubDate>Sat, 07 Jun 2008 13:20:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>aulia muttaqin</dc:creator>
<guid>http://auliamuttaqin.wordpress.com/2008/06/07/buronnya-munarman-diskenariokan/</guid>
<description><![CDATA[Eforia Anti FPI Terus di “pelihara” dengan Buron-nya Munarman Sudah satu minggu peristiwa pemukulan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Eforia Anti FPI Terus di “pelihara” dengan Buron-nya Munarman Sudah satu minggu peristiwa pemukulan ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Umat Islam Konflik, "Non Muslim" Senang]]></title>
<link>http://akhdian.net/2008/06/05/umat-islam-konflik-non-muslim-senang/</link>
<pubDate>Thu, 05 Jun 2008 04:37:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>akhdian</dc:creator>
<guid>http://akhdian.net/2008/06/05/umat-islam-konflik-non-muslim-senang/</guid>
<description><![CDATA[Persitiwa rusuh di Monas Jakarta, 1 Juni lalu, sangat menguntungkan pihak-pihak tertentu. Pertama, m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img src="http://akhdian.files.wordpress.com/2008/06/image-12.jpg?w=250&#038;h=193" alt="Image" width="250" height="193" align="left" />Persitiwa rusuh di Monas Jakarta, 1 Juni lalu, sangat menguntungkan pihak-pihak tertentu. <strong><span style="color:red;">Pertama</span></strong>, menguntungkan pihak pemerintah SBY-JK yang tadinya selalu dikecam dan didemo karena menaikkan harga BBM, namun dengan adanya peristiwa Monas, pemerintah lewat jaringan media massa—cetak maupun teve yang dikuasainya—berhasil memalingkan perhatian rakyat Indonesia dari kehidupan yang kian melarat akibat dinaikkannya harga BBM menjadi berpolemik soal pembubaran FPI.</p>
<p><strong><span style="color:red;">Kedua</span></strong>, peristiwa ini menguntungkan psosisi kelompok sesat Ahmadiyah yang seolah menjadi korban. Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) dan puluhan anggotanya telah dibawa polisi, sejumlah cabang-cabang FPI di beberapa wilayah di Jawa dibubarkan. Namun ahmadiyah yang nyata-nyata kelompok sesat dan merusak Islam masih eksis berdiri. Pimpinan dan jemaatnya tidak ada yang ditangkap.</p>
<p><span style="color:red;"><strong>Ketiga</strong></span>, perkembangan peristiwa Monas di mana antara umat Islam sendiri terjadi saling curiga, terbelah antara yang membela FPI berhadapan dengan yang membela Abdurrahman Wahid. Kedua kelompok tersebut sama-sama mengaku sebagai pembela Islam. Padahal jelas, Durahman adalah sahabat Zionis-Yahudi. Namun lewat pencitraan di media dan juga didukung keawaman para pemujanya, jadilah sosok tersebut sebagai manusia setengah dewa.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Hal ini bagaimana pun menjadi ancaman konflik horisontal antara pembela keberanan dengan pembela Durahman. Dan yang senang tentu kalangan non-muslim dan orang-orang yang KTP-nya Islam tapi ideologinya liberalis.</p>
<p>Agar umat Islam Indonesia tidak terjebak dalam permaianan musuh-musuh allah SWT yang tengah ditabuh, maka sejumlah tokoh Islam kemarin (4/6) berkumpul di Masjid Al-Aqam, Tanah Abang, Jakarta, untuk memusyawarahkan agar sesama umat Islam tidak terpancing konflik antar sesamanya.</p>
<p>Anggota Forum Peduli Umat dan Bangsa (FPUB) yang juga Sekjen Komite Solidaritas untu Palestina (KISPA) Ust. Ferry Noor menyatakan, “<span style="color:blue;"><em>Sebagai umat tauhid kita harus bersatu. Jangan mau diadu-domba pihak lain yang akan mengambil keuntungan dari kejadian ini. &#8216;FPUB menyeru umat merapatkan barisan.&#8221;</em></span></p>
<p>Sikap Presiden SBY yang dikenal selama ini selalu peragu dalam mengambil sikap, dalam kasus Monas tiba-tiba menjadi gagah, cepat, dan cenderung reaksioner. Hal ini dikritisi oleh Koordinator FPUB, KH Fikri Bareno. <span style="color:blue;"><em>&#8221;Saya bangga setelah insiden Monas, Presiden berpidato dengan gagah, menyesalkan kejadian itu. Tapi, mengapa Presiden tak berpidato segagah dan setegas itu dalam hal pembubaran Ahmadiyah?&#8221;</em></span> Apakah ini terkait dengan suara Amerika yang dengan cepat juga mengutuk FPI? Bisa jadi.</p>
<p>Ketua Umum PBNU KH. Hasyim Muzadi sudah mengancam agar warga NU jangan mau ikut-ikutan dalam konflik melawan FPI ini. <em><span style="color:blue;">“Pembubaran FPI berada dalam domain pemerintah! Bukan berada dalam kapasitas aturan NU!,</span></em> &#8221; tegasnya. <span style="color:red;"><strong>Hasyim juga sependapat bahwa Ahmadiyah adalah ajaran sesat dan menyesatkan.</strong></span></p>
<p>Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) KH. Syuhada Bahri dalam rilisnya kemarin menyatakan bahwa terjadinya kasus di Monas itu tidak terlepas dari <span style="color:red;"><span style="text-decoration:underline;">keraguan pemerintah SBY dalam mengeluarkan SKB Tiga Menteri soal pelarangan kelompok sesat dan menyesatkan bernama Ahmadiyah</span></span></p>
<p><span style="color:black;">Sumber : <a href="http://eramuslim.com/berita/nas/8605110731-umat-islam-konflik-non-muslim-senang.htm" target="_blank">eramuslim.com</a></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hati Hati Perangkap..., Lagu Lama..!!]]></title>
<link>http://auliamuttaqin.wordpress.com/2008/06/04/hati-hati-perangkap-lagu-lama/</link>
<pubDate>Wed, 04 Jun 2008 13:11:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>aulia muttaqin</dc:creator>
<guid>http://auliamuttaqin.wordpress.com/2008/06/04/hati-hati-perangkap-lagu-lama/</guid>
<description><![CDATA[Hati Hati Perangkap …!! Malam ini seperti biasanya rutinitasku pada pukul 19.00 s/d 20.00 kalau pas ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Hati Hati Perangkap …!! Malam ini seperti biasanya rutinitasku pada pukul 19.00 s/d 20.00 kalau pas ]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
