<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>perpisahan &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/perpisahan/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "perpisahan"</description>
	<pubDate>Sun, 06 Dec 2009 10:03:57 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Berpisah Untuk Bertemu]]></title>
<link>http://bijakfajar.wordpress.com/2009/11/28/berpisah-untuk-bertemu/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 15:40:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>bijakfajar</dc:creator>
<guid>http://bijakfajar.wordpress.com/2009/11/28/berpisah-untuk-bertemu/</guid>
<description><![CDATA[Pertemuan setelah sekian lama berpisah pasti akan membawa suatu sensasi luar biasa. Perpisahan dan p]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Pertemuan setelah sekian lama berpisah pasti akan membawa suatu sensasi luar biasa. Perpisahan dan p]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Perpisahan]]></title>
<link>http://adityakhenzo.wordpress.com/2009/11/27/perpisahan/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 15:47:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>Aditya Khenzo</dc:creator>
<guid>http://adityakhenzo.wordpress.com/2009/11/27/perpisahan/</guid>
<description><![CDATA[28 oktober 07 Engkau berikan daku sebuah harapan Bagiku harapan itu sebuah harapan Yang nantinya aka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:left;"><span style="color:#0000ff;">28 oktober 07<br />
Engkau berikan daku sebuah harapan<br />
Bagiku harapan itu sebuah harapan<br />
Yang nantinya akan jadi kesempurnaan.<br />
Sejak itu pula engkau ku jadikan alas an segala harapan.<br />
Alasan untuk meninggalkan kehampaan.<br />
Serta alasan tuk kudapatkan kebahagiaan.<br />
18 april 08<br />
Ku ucapkan terima kasih<br />
Terima kasih engkau pernah jadi,<br />
Pernah jadi tempat singgah hatiku…<br />
Hari itu….<br />
Berakhirlah sudah kisah Cinta kita.<br />
Dan….<br />
Akan ku kenang sebagia sejarah dalam hidupku.<br />
Sirnalah…<br />
Sirna semua anggapan bahwasannya<br />
Jarak akan membuat kerinduan<br />
Penantian berujung pertemuaan….</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[-My Quotes-]]></title>
<link>http://mpuzitik8.wordpress.com/2009/11/24/my-quotes/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 10:54:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>Mershelly Syanel</dc:creator>
<guid>http://mpuzitik8.wordpress.com/2009/11/24/my-quotes/</guid>
<description><![CDATA[Perpisahan ini memang menyakitkan&#8230;. tapi lebih menyakitkan lg mudharat dari tidak berpisah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Perpisahan ini memang menyakitkan&#8230;. tapi lebih menyakitkan lg mudharat dari tidak berpisah&#8230;.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Perpisahan yang tak terelakan]]></title>
<link>http://mutiamanarisa.wordpress.com/2009/11/24/perpisahan-yang-tak-terelakan/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 01:56:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>mutia</dc:creator>
<guid>http://mutiamanarisa.wordpress.com/2009/11/24/perpisahan-yang-tak-terelakan/</guid>
<description><![CDATA[Saat hujan turun di pertengahan bulan November. Ketika makhluk-makhluk kecil di malam-malam yang din]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Saat hujan turun di pertengahan bulan November. Ketika makhluk-makhluk kecil di malam-malam yang din]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sisa cahaya bulan]]></title>
<link>http://muharrikdaie.wordpress.com/2009/11/18/sisa-cahaya-bulan/</link>
<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 16:47:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>muharrikdaie</dc:creator>
<guid>http://muharrikdaie.wordpress.com/2009/11/18/sisa-cahaya-bulan/</guid>
<description><![CDATA[Bahagia seorang sufi bila bersunyi sunyi dengan Rabbnya. Bahagia seorang hafiz bila bertalaki dengan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Bahagia seorang sufi bila bersunyi sunyi dengan Rabbnya. Bahagia seorang hafiz bila bertalaki dengan]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Search - Andai Kumiliki Semalam]]></title>
<link>http://dunialirik.wordpress.com/2009/11/18/search-andai-kumiliki-semalam/</link>
<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 09:02:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>ringtonesz</dc:creator>
<guid>http://dunialirik.wordpress.com/2009/11/18/search-andai-kumiliki-semalam/</guid>
<description><![CDATA[Andai kumiliki semalam Dan bisa aku ubah menjadi esok Takkan kuubah apapun Kerna aku tahu engkau tet]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Andai kumiliki semalam Dan bisa aku ubah menjadi esok Takkan kuubah apapun Kerna aku tahu engkau tet]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mimpi]]></title>
<link>http://pojokmungil.wordpress.com/2009/11/17/mimpi/</link>
<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 02:19:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>alfakurnia</dc:creator>
<guid>http://pojokmungil.wordpress.com/2009/11/17/mimpi/</guid>
<description><![CDATA[Semalam saya bermimpi, mimpi yang aneh dengan akhir yang indah. Mimpi tentang seorang perempuan, lel]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft" title="separated couple" src="http://www.buzzle.com/img/articleImages/290935-5629-54.jpg" alt="" width="252" height="170" />Semalam saya bermimpi, mimpi yang aneh dengan akhir yang indah. Mimpi tentang seorang perempuan, lelaki dan seorang gadis. Adegan-adegannya begitu indahnya hingga cocok dibuat video klip lagu tentang cinta.</p>
<p>Dimulai dari perempuan itu yang memergoki lelakinya di atas ranjang dengan seorang gadis. Ia marah, meradang, mengamuk dan memaksa si lelaki pergi bersamanya. Lelaki itu tampak sedih dan ragu, ia memandangi gadisnya yang tertidur. Membisikkan kalimat, &#8220;Selamat tidur sayang&#8221; lalu turun dan membereskan barang-barangnya. Si perempuan masih mengumbar emosinya, dia memaki dan mengancam gadis itu. Ia tumpahkan semua sakit hati, marah dan kecewa kepada perebut suaminya.</p>
<p>Gadis itu terbangun dan mendapati lelakinya pergi. Saat tidur pun ia bisa mendengar caci maki dan teriakan itu. Hatinya sakit tapi ia terlalu mencintai lelaki itu untuk bisa melepasnya pergi.</p>
<p>Di sebuah apartemen, seorang perempuan dan lelakinya turun tergesa melalui lift. Lelaki itu diam, seribu pikiran berkecamuk di benaknya. Si perempuan tampak lesu. Keluar dari lift mereka menuruni tangga dan ternyata gadis itu telah menunggu di ujung tangga. Lelaki itu terhenti langkahnya, ia termangu di tengah tangga. Pun gadisnya tak bergerak dan perempuan itu berhenti beberapa langkah di belakang lelakinya. Waktu seakan berhenti, tak ada yang bergerak. Semua diam dicekam keraguannya.</p>
<p>Perempuan itu mendesah lelah, ia menatap gadis itu dan punggung lelakinya. Ia tahu seandainya lelaki itu bisa ia ajak pulang hatinya masih tinggal disini bersama gadisnya. Perempuan itu berjalan melewati mereka, entah darimana seorang anak kecil menyambutnya. Ia memeluknya erat. Tinggal ini hartanya saat ini. Ia membisikkan dan menyerahkan sesuatu kepada anak itu lalu memintanya berjalan ke lelaki itu. Anak itu menghampiri ayahnya, memeluknya dengan penuh rasa sayang. Menyerahkan barang yang diberikan ibunya. Lalu berlari kembali kepada perempuan itu yang kemudian menggendongnya.</p>
<p>Perempuan itu menoleh ke belakang, memandang lelakinya dan tatapan mereka bertemu. Ia tersenyum indah sekali. Wajahnya menyiratkan kelegaan dan kebahagiaan walaupun duka masih nampak di matanya. Anaknya melambaikan tangan &#38; memberikan ciuman jauh. Mereka lalu menghilang di balik pintu lobby diiringi dengan hembusan angin yang menerpa rambut perempuan itu.</p>
<p>Lelaki itu tertegun, lalu memandangi cincin kawin istrinya yang tergantung bersama kunci mobil yang tadi diserahkan anak kecil itu. Ia tahu kini mereka telah pergi, keluarganya telah hilang.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tentang Perpisahan]]></title>
<link>http://wonggoblog.wordpress.com/2009/11/16/tentang-perpisahan/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 16:00:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>wonggoblog</dc:creator>
<guid>http://wonggoblog.wordpress.com/2009/11/16/tentang-perpisahan/</guid>
<description><![CDATA[Ada sebuah tebak tebakan : apa penyebab utama perceraian? Ketika saya tanyakan pada teman-teman saya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Ada sebuah tebak tebakan : apa penyebab utama perceraian? Ketika saya tanyakan pada teman-teman saya, mereka sepakat bahwa penyebab utama perceraian adalah ketidakcocokan. Jawaban tebak tebakan ini, penyebab utama perceraian adalah pernikahan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebuah tebak tebakan yang menggelitik memang, tetapi jika kita berfikir sedikit lebih luas, ada beberapa pelajaran yang dapat kita petik. Saya jabarkan pertanyaan di atas secara lebih luas, apa penyebab utama perpisahan? Ya, pertemuan. Resiko dari setiap kepemilikan adalah kehilangannya. Resiko dari setiap eksistensi adalah ketiadaannya.  Sejak awal seharusnya kita sudah pahami. Sejak bertemu dengan seseorang kita sadar bahwa perpisahan mungkin terjadi. Sejak membeli suatu barang kita sadar bahwa barang tersebut akan rusak ataupun hilang. Sejak berada dalam sebuah keluarga kita sadar akan ada saat kita tidak bisa berjumpa dengan mereka lagi. Sejak menyayangi seseorang kita sadar bahwa dia tidak selamanya di sisi kita. Berdasarkan US Census Bureau &#8211; http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/pcwe, setiap hari terdapat sekitar 152505 kematian di dunia. Terlalu egois jika kita menganggap kehilangan yang kita alami adalah akhir dari segala-galanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak kenangan yang telah kita lalui dengan apa yang pernah kita miliki, yang sekarang telah tiada di dekat kita. Ingin rasanya kembali mengalami masa-masa yang telah lalu. Cobalah mulai menatap ke depan. Cobalah kita mulai melihat apa yang masih kita miliki, menjaganya sepenuh hati, menyayanginya. Keluarga yang masih bersama kita, sayangilah. Jika orangtua kita masih ada, hormatilah. Cobalah sesekali mengirim hadiah. Jika jarak berjauhan, usahakan lebih sering menelpon. Karena kita sadar mereka tidak selamanya bersama kita, maka sayangilah. Karena kita sayang, maka kita jaga dan kita perhatikan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">=========</p>
<p style="text-align:justify;">buat yang pernah kehilangan keluarganya, kehilangan kekasihnya, kehilangan sendal jepitnya, kehilangan masa remajanya bersemangatlah!</p>
<p style="text-align:justify;">== copy aja @ 2009 ==</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Konsep Acara Malam Perpisahan Pajak Angkatan 2006]]></title>
<link>http://ashakasan.wordpress.com/2009/11/08/konsep-acara-malam-perpisahan-pajak-angkatan-2006/</link>
<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 16:43:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>ashakasan</dc:creator>
<guid>http://ashakasan.wordpress.com/2009/11/08/konsep-acara-malam-perpisahan-pajak-angkatan-2006/</guid>
<description><![CDATA[Penasaran dengan konsep Acara Malem perpisahan Besok, ini dia kisi-kisinyah..: Acara bakal dimulai p]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Penasaran dengan konsep Acara Malem perpisahan Besok, ini dia kisi-kisinyah..: Acara bakal dimulai p]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Terakhir...]]></title>
<link>http://awym.wordpress.com/2009/11/07/terakhir-2/</link>
<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 12:58:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>ahsani taqwiem</dc:creator>
<guid>http://awym.wordpress.com/2009/11/07/terakhir-2/</guid>
<description><![CDATA[Kiranya saya perlu mengumukan kepada khalyak bahwa saya yang bernama AHSANI TAQWIEM sudah menyatakan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kiranya saya perlu mengumukan kepada khalyak bahwa saya yang bernama AHSANI TAQWIEM sudah menyatakan]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ikhlas]]></title>
<link>http://testiani170885.wordpress.com/2009/11/07/ikhlas-2/</link>
<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 04:00:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>testiani makmur</dc:creator>
<guid>http://testiani170885.wordpress.com/2009/11/07/ikhlas-2/</guid>
<description><![CDATA[Koe mengikhlas kau dicintai orang lain Bukan koe tak sayang Koe mengikhlas kau pergi jauh Bukan koe ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Koe mengikhlas kau dicintai orang lain Bukan koe tak sayang Koe mengikhlas kau pergi jauh Bukan koe ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Doa Ketika Berpisah (Hendak Safar)]]></title>
<link>http://mutiaradoa.wordpress.com/2009/11/05/doa-ketika-berpisah-hendak-safar/</link>
<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 04:18:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>Abu Hanif</dc:creator>
<guid>http://mutiaradoa.wordpress.com/2009/11/05/doa-ketika-berpisah-hendak-safar/</guid>
<description><![CDATA[عَنْ قَزَعَةَ قَالَ قَالَ لِى ابْنُ عُمَرَ هَلُمَّ أُوَدِّعْكَ كَمَا وَدَّعَنِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>عَنْ قَزَعَةَ قَالَ قَالَ لِى ابْنُ عُمَرَ هَلُمَّ أُوَدِّعْكَ كَمَا وَدَّعَنِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ</p>
<p>Dari Qoza’ah, dia berkata: Ibnu Umar -<em>radhiyallahu’anhu</em>ma- berkata kepadaku, “Kemarilah, akan kulepas kepergianmu sebagaimana ketika Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>melepas kepergianku (yaitu dengan doa), ‘<strong><em>Astaudi’ullaha diinaka wa amaanataka wa khawaatima ‘amalik</em></strong>‘ (Aku titipkan kepada Allah pemeliharaan agamamu, amanatmu, dan akhir penutup amalmu).”</p>
<p>(HR. Abu Dawud, Syaikh al-Albani berkata: Hadits ini sahih dengan banyak jalannya, sebagiannya disahihkan oleh at-Tirmidzi, Ibnu Hibban, al-Hakim, dan adz-Dzahabi. Lihat <em>Shahih Sunan Abu Dawud</em> [7/353] software Maktabah asy-Syamilah)</p>
<p>sumber: <a href="http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/bekal-safar-kutitipkan-mereka-kepada-mu-ya-allah.html">http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/bekal-safar-kutitipkan-mereka-kepada-mu-ya-allah.html</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Rahasia Cinta yang Paling Tersembunyi]]></title>
<link>http://premodhuri.wordpress.com/2009/10/31/rahasia-cinta-yang-paling-tersembunyi/</link>
<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 03:04:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>dasanrangarajan</dc:creator>
<guid>http://premodhuri.wordpress.com/2009/10/31/rahasia-cinta-yang-paling-tersembunyi/</guid>
<description><![CDATA[Madhurya rasa atau perasaan cinta sepasang kekasih ini merupakan yang terluhur di antara semua hubun]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><em><img class="aligncenter size-full wp-image-53" title="KRISHNALILA" src="http://premodhuri.wordpress.com/files/2009/10/krishnalila1.jpg" alt="KRISHNALILA" width="476" height="605" />Madhurya rasa</em> atau perasaan cinta sepasang kekasih ini merupakan yang terluhur di antara semua hubungan yang ada antara sang roh dengan Tuhan. <em>Madhurya rasa</em> ini akan semakin bergelora bila ia hadir dalam bentuk <em>parakiya-rasa</em>, perasaan cinta tanpa hubungan yang bersifat resmi. <!--more-->Hubungan resmi disebut<em> svakiya</em>, hubungan antara sepasang suami istri yang terikat oleh hukum pernikahan. Tetapi bila ada kekasih yang dicintai di luar hubungan pernikahan maka itu disebut <em>parakiya</em>. Dalam <em>parakiya rasa</em> ini, pemuja Tuhan yang termulia yaitu para<em> gopi </em>mampu mengorbankan apapun demi pelayanan cinta mereka kepada Krishna. <em>Parakiya</em> mengambil dua bentuk, pertama di dalamnya tidak ada kewajiban apapun, semua berlangsung secara sukarela, mungkin ada pertemuan, mungkin juga tidak. Karena pertemuan cinta ini sangatlah sukar dan jarang, karena harus sering secara sembunyi-sembunyi, maka pertemuannya akan sangat manis. Yang kedua kita ketahui bahwa ada <em>parakiya rasa</em> jenis lain. Kita diberi tahu bahwa makanan biasa bagaimanapun enak dan mewahnya, tidak terasa sedap bagi Krishna. Tetapi begitu Dia memperolehnya dengan cara mencuri, maka makanan itu menjadi sangat nikmat bagi-Nya. Bila demikian hal ini tampak pula dalam <em>parakiya rasa</em>. “Aku akan membohongi dan menipu demi memperoleh yang Kuinginkan, Aku akan mencuri kekayaan orang lain.” Menempatkan diri dalam perasaan seperti ini akan membawa kenikmatan yang lebih besar bagi pelakunya. Kekasih yang dicintai akan merasakan kepuasan yang lebih saat berhasil mendapatkan cinta itu dengan susah payah. Begitu pula yang mencintai, mereka akan bersedia mengorbankan apapun demi memberi kepuasan kepada yang dicintai. Mereka akan korbankan nama baik, masyarakat, masa depan, dan bahkan aturan-aturan kitab suci. Mereka mengambil risiko yang sangat berat.  Para <em>gopi</em> secara sadar mempertaruhkan masa depannya demi cinta kepada Krishna. “Kami sudah tidak mematuhi orang-orang yang lebih tinggi dari kami dan juga melanggar aturan Veda. Apapun yang kami lakukan tidak disukai oleh masyarakat dan juga oleh kitab suci keagamaan. Masa depan kami sangat kelam.” Tapi tetap saja mereka tidak dapat tidak melayani Krishna. Pahamkah anda bagaimana mulia dan indahnya perasaan cinta yang kita bicarakan dalam parakiya rasa ini? Inilah cinta yang membuat Tuhan, Yang Maha-segala-galanya, menjadi ditundukkan. Demi mendapatkan cinta itu dari hati mereka yang memilikinya, Tuhan akan melakukan segalanya. Dia akan mengemis, menyisihkan segala kemuliaan-Nya dan menjadi pengemis. Dia akan mencuri. Sumber dari segala Dharma dan aturan alam semesta menjadi tak mengenal Dharma dan seorang yang tak tahu malu. Dia menjadi Pencuri!</p>
<p>Jadi, <em>vaikuthaj janito vara madhu-puri tatrapi rasotsavad</em>. <em>Janito</em> berarti <em>vatsalya rasa </em>dan <em>madhurya rasa</em> yang terdapat di Vrindavan. <em>radha-kundam ihapi gokula-pateh</em>. Dalam <em>madhurya rasa</em> juga diperlihatkan ada tiga kelompok, yaitu Vrindavan secara umum, kelompok-kelompok terpilih di Govardhana, dan kelompok yang tertinggi di Radha-kunda. Semua ini telah ditunjukkan dalam percakapan antara Ramananda Raya dan Sri Caitanya Mahaprabhu. Setelah ini Mahaprabhu berkata lagi, “<strong>Lanjutkan lebih dalam lagi!</strong>” Kemudian Ramananda Raya mulai menjelaskan jenis pelayanan yang dipersembahkan oleh Srimati Radharani dalam <em>madhurya rasa</em>. Pengabdian suci cintakasih-Nya digolongkan jauh lebih luhur dari para <em>gopi</em> yang mahatinggi. <em>Radham adhaya tatyaja vraja sundarih</em> (Gita Govinda 3.1, Jayadeva Gosvami). Seluruh gopi yang tak terhitung banyaknya, semua bisa diabaikan kecuali satu, yaitu Srimati Radharani. Ramananda menjelaskan pelayanan istimewa macam apakah yang dilakukan oleh Sri Radha. Krishna, adalah Pribadi Tuhan Yang Maha Esa yang Asli (<em>svayam rupa bhagavan</em>) hanyalah bila berada di sisi Radharani. Jika berada di sisi <em>gopi</em> yang lain, itu hanyalah <em>prabhava prakasa</em>, ekspansi-Nya. Jadi bukanlah Wujud Beliau yang asli,  bukan <em>svayam rupa</em>-Nya. Demikianlah kemuliaan Sri Radha. Kita harus menunjukkan penghormatan setinggi-tingginya kepada teladan pelayanan pengabdian suci cintakasih yang terluhur ini.</p>
<p><em> </em><img class="alignright size-medium wp-image-54" title="383476137_7a73061e8c" src="http://premodhuri.wordpress.com/files/2009/10/383476137_7a73061e8c.jpg?w=201" alt="Tangis rindu Sri Radhika " width="201" height="300" />Kemudian pertanyaan terakhir datang dari Mahaprabhu, “Dapatkah engkau memikirkan sesuatu yang lebih tinggi lagi dari hal ini ?” Lalu berkatalah Ramananda, “Paduka meminta hamba untuk mengutip pernyataan kitab suci untuk mendukung segala perkataan hamba. Walau demikian hamba merasakan sesuatu yang baru dalam hati, dan bila Paduka bersedia mendengarnya, sekarang hamba akan mengutarakannya kepada Paduka.” Dengan demikian Sri Ramananda kemudian memperkenalkan hal ini melalui sebuah lagu dan menyanyikannya di hadapan Mahaprabhu. Beliau memulainya dengan berkata, “Hamba tidak tahu apakah ini akan memuaskan Paduka atau tidak, hamba tidak tahu, tetapi bagi hamba ada suatu tingkat yang lebih baik dari pertemuan antara Radha dan Krishna.” Ada suatu tingkat dimana Mereka Berdua, positif dan negatif berpadu, tidak ada kesadaran akan jati diri yang jelas, dan yang satu mencari yang lain dalam pelupaan diri. Pencarian satu pihak akan pihak lainnya ini begitu kuat dan tak terputuskan. Tampaknya ini adalah suatu bentuk cintakasih yang lebih tinggi lagi, itulah <strong>Cinta dalam Perpisahan</strong>. Begitu kuatnya Radha dan Govinda saling mencari sampai-sampai Mereka tidak menyadari bahwa Mereka telah saling bertemu. Radharani kadang merasakan bahwa walaupun Krishna berada di hadapan-Nya namun Beliau takut kehilangan Diri-Nya. Perasaan itu menjadi semakin kuat sampai-sampai Sri Radha merasa sudah benar-benar kehilangan Krishna-Nya. Mereka tengah bersama, namun kesadaran bahwa mungkin Mereka akan saling berpisah dengan salah satunya menjadikan pertemuan Mereka sungguh sangat menyakitkan, seperti seorang ibu yang selalu mengkhawatirkan keselamatan anaknya (<em>anista-sankini bandhu-hrdayani bhavanti hi</em>). Seorang ibu selalu berpikir, “Anakku sedang di luar, amankah dia, tidakkah dia mengalami kecelakaan?”, rasa takut berpisah ini mencirikan cinta yang amat sangat dalam.</p>
<p>Nyanyian Ramananda memberikan secercah penjelasan akan kemunculan rohani Sri Caitanya Mahaprabhu yang di dalam-Nya berpadu Radha dan Govinda, tanpa  sadar akan keberadaan Mereka yang terpisah. Yang satu mencari yang lain, Krishna Sendiri dibanjiri oleh perasaan Radharani, dan Mereka saling berpelukan begitu dalamnya sehingga yang satu lenyap dalam yang lain. Setelah ini Sri Caitanya Mahaprabhu menyentuh bibir Ramananda dengan tangan padma-Nya, dan berkata, “Cukup!” <em>rasaraja-mahabhava dui eka rupa</em>. Tuhan Sri Krishna adalah intisari segala kenikmatan, dan Srimati Radharani adalah pengejawantahan cintakasih Tuhan yang mahamembahagiakan. Kedua Rupa ini menunggal menjadi satu dalam Sri Caitanya Mahaprabhu. Dalam hal ini, bahkan Veda yang tak terbatas pun membisu. Mereka hanya mengatupkan tangannya dan meneteskan airmata tanpa berkata apa-apa. Inilah rahasia yang belum pernah terungkapkan kepada dunia selama ini!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pujangga]]></title>
<link>http://kapocong.wordpress.com/2009/10/28/pujangga/</link>
<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 08:30:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>Irfan</dc:creator>
<guid>http://kapocong.wordpress.com/2009/10/28/pujangga/</guid>
<description><![CDATA[Dari sehelai kertas lusuh Yang menua dimakan waktu Dari setetes tinta yang digores oleh pena tua Lah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Dari sehelai kertas lusuh Yang menua dimakan waktu Dari setetes tinta yang digores oleh pena tua Lah]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[G-Video Production]]></title>
<link>http://gvideoproduction.wordpress.com/2009/10/20/3/</link>
<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 13:03:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>gvideoproduction</dc:creator>
<guid>http://gvideoproduction.wordpress.com/2009/10/20/3/</guid>
<description><![CDATA[Memerlukan Dokumentasi untuk peristiwa sekali seumur hidup Anda? Serahkan kepada kami, kami akan mem]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-10" title="G Logo only" src="http://gvideoproduction.wordpress.com/files/2009/10/g-logo-only.jpg?w=225" alt="G Logo only" width="225" height="300" /></p>
<p style="text-align:center;">Memerlukan Dokumentasi untuk peristiwa sekali seumur hidup Anda?<br />
Serahkan kepada kami, kami akan memberikan hasil terbaik untuk anda.<br />
(untuk wilayah Bali dan sekitarnya)<br />
Kami memberikan berbagai pelayanan, antara lain:</p>
<div style="text-align:center;">
<p><strong><span style="color:#ff0000;"><span style="font-weight:bold;">1. Video Shooting dan Foto Digital</span></span></strong><br />
Pernikahan (pre-wedding dan wedding)<br />
Ulang tahun (anak-anak maupun dewasa serta ulang tahun pernikahan)<br />
Reuni (temu kangen sekolah maupun perusahaan)<br />
Perpisahan<br />
Seminar Perusahaan<br />
Peluncuran produk baru<br />
Peresmian perusahaan<br />
Video Klip musik</p>
</div>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;"><span style="font-weight:bold;">2. Video Editing</span></span><br />
Dokumentasi<br />
Video Klip</p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;"><span style="font-weight:bold;">3. DVD dan VCD transfer</span></span> <span style="font-weight:bold;"><br />
</span>merubah format pita miniDV ke format DVD atau VCD<span style="font-weight:bold;"> </span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;"><strong>4. Desain Grafis</strong></span><br />
Spanduk Digital<br />
Banner Digital<br />
Undangan<br />
Kartu nama<br />
Poster<br />
Brosur<br />
Stiker<br />
Katalog<br />
Flyer</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><a href="http://3.bp.blogspot.com/_uXJzWGSHsuY/St2UTOpjPNI/AAAAAAAAACE/2GjdDSCSbak/s1600-h/MD+10000.jpg"><img class="aligncenter" style="border:0 none;cursor:pointer;width:300px;height:300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uXJzWGSHsuY/St2UTOpjPNI/AAAAAAAAACE/2GjdDSCSbak/s320/MD+10000.jpg" border="0" alt="" width="300" height="300" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Stasiun]]></title>
<link>http://kapocong.wordpress.com/2009/10/17/stasiun/</link>
<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 05:36:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>Irfan</dc:creator>
<guid>http://kapocong.wordpress.com/2009/10/17/stasiun/</guid>
<description><![CDATA[Dalam bayang mentari yang mulai kelam Kutatap wajahmu yang sendu Menahan tangis perpisahan Dan duka ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Dalam bayang mentari yang mulai kelam Kutatap wajahmu yang sendu Menahan tangis perpisahan Dan duka ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tentang Siska]]></title>
<link>http://sendhekolo.wordpress.com/2009/10/17/tentang-siska/</link>
<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 01:42:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>sendhekolo</dc:creator>
<guid>http://sendhekolo.wordpress.com/2009/10/17/tentang-siska/</guid>
<description><![CDATA[Tulisan yang akan kau baca ini adalah salah satu babak kehidupan dalam diriku. Identitas para pelaku]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Tulisan yang akan kau baca ini adalah salah satu babak kehidupan dalam diriku. Identitas para pelaku sengaja aku sembunyikan / samarkan agar tidak kehilangan nilai objektifitasnya. Cerita ini adalah cerita nyata yang benar-benar terjadi dan aku menceritakan ini bukan untuk bualan semata. Semua penilaian akan pengalamanku ini aku serahkan padamu semua karena aku tak lagi peduli.</strong></p>
<p><strong>= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =<br />
</strong></p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-7" title="blog-siska" src="http://sendhekolo.wordpress.com/files/2009/10/blog-siska.jpg?w=207" alt="blog-siska" width="207" height="300" />Baru saja aku menerima sms dari, sebut saja, Siska. Dia adalah seorang ibu rumah tangga yang ditinggal suaminya bekerja di luar kota. Dia cantik dan memiliki tubuh yang sintal. Sebenarnya dia masih terbilang cukup muda meskipun telah memiliki tiga anak. Anak pertama bahkan sudah kelas tiga SMA. Dia memang menikah di usia yang cukup muda. Kalau tidak salah tujuh belas atau delapan belas tahun. Aku tidak ingat pasti.</p>
<p>Dia adalah selingkuhanku. Kami telah berhubungan mungkin lebih dari satu tahun terakhir ini. Mungkin karena ditinggal suaminya cukup lama ( Suaminya bekerja di luar kota ) hingga ia melakukannya; perselingkuhan denganku ini. Dengan kondisinya yang aku ceritakan di atas, tidak satu atau dua orang yang mengajaknya selingkuh. Bahkan aku dengar dari dia sendiri, salah satu om ku juga salah satunya namun ia kukuh menolaknya. Pada dasarnya Siska adalah wanita yang sangat soleh dan taat beragama. Perselingkuhan baginya adalah sebuah aib dan pantangan besar. Namun entah mengapa ia luluh di hadapanku.</p>
<p>Pada saat pertama bertemu pun aku bahkan hampir tidak melihatnya. Bagiku ia tidaklah penting, hanya satu di anata banyak orang lain, itu saja. Namun pada malam itu, malam pernikahan kakakku, aku melihatnya dengan mata yang berbeda. Siska yang tengah membantu masak di tempatku di mataku terlihat begitu menarik dengan tonjolan-tonjolan tubuhnya yang seakan melambai-lambai padaku untuk menikmatinya. Dan aku bergerak, perburuan pun dimulai. Aku tidak membutuhkan waktu lama untuk menaklukkannya. Bahkan terbilang cukup mudah. Tidak ada kesan sulit sama sekali.</p>
<p>Sms-sms dan rayuan gombal pun aku kirimkan hingga pada suatu malam, hampir pukul dua belas malam, aku memberanikan diri untuk ketemuan. Gayung bersambut, ia meng-iya-kannya. Dengan langkah mengendap-endap aku berjalan ke rumahnya yang memang hanya berjarak beberapa ratus meter saja. Suasana tempat kami memang sepi bila malam tiba. Aku ingat betul suara detak jantungku yang hampir meledak saat itu karena diliputi perasaan was-was namun juga kegembiraan yang teramat sangat. Tapi toh semuanya berjalan aman. Aku sampai juga di rumahnya. Suasana rumah Siska pun sepi, anak-anaknya sudah tidur. Kami berbincang-bincang dengan suara berbisik-bisik sebagai formalitas saja karena tak sampai lima menit kemudian kami mulai berciuman. Siska membalas ciumanku dengan sangat antusias. Lampu telah menjadi hijau, pikirku, aku pun menariknya ke salah satu kamar yang kosong. Siska menurut saja. Kemudian kami melanjutkan aktifitas kami hanya saja kini aku mulai berani memasukan tubuhku ke dalam baju dan celananya. Siska menurut saja, bahkan saat aku buka baju dan bra nya pun ia tak melawan. Hanya saat aku hendak mencopot celana dan CD nya ia sedikit menolak. Bukan masalah besar, dengan sedikit waktu terulur dan menambah kualitas cumbuanku aku pun berhasil menelanjanginya bulat. Aku tak bisa melihat tubuhnya dengan jelas karena lampu ruangan memang dimatikan. Tapi tak apalah, orang barat bilang <em>we don’t need a weatherman to know where the wind blows</em>, sebagaimana kita tak membutuhkan ahli cuaca untuk menentukan ke mana arah angin pergi begitu pula aku tak membutuhkan cahaya untuk menentukan arah tembakkan peluruku ini. Lagi pula, Siska bukanlah wanita pertama yang aku tiduri. Ia nomer berapa? Aku malah tidak ingat sama sekali.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Dan jadilah malam itu sebagai awal babak perselingkuhan kami. Karena takut anak-anak terbangun aku pun tak berlama-lama di rumah Siska. Saat pulang pun aku harus berhati-hati (mengendap-endap) karena rumah Siska berada di tengah perkampungan. Begitu aku sampai di ajalan besar segera saja aku mengambil langkah kilat. Sesampainya di halaman rumah dan memastikan tidak ada yang melihatku baru aku bisa bernafas lega. Dengan sebatang rokok di bibirku aku membayangkan kegilaan yang barusan aku lakukan. “Gila !! Aku berselingkuh dengan istri orang !!” makiku dalam hati. Makian yang berisi nada senang dan kemenangan.</p>
<p>Dan malam itu kurasakan tubuh Siska memang nikmat sekali.</p>
<p>Dan perselingkuhan pun terus berlanjut. Kami selalu melakukannya di malam hari saat semua orang tengah tertidur. Well, tidak semua orang si, mungkin saja salah satu tetangganya juga sedang bercinta seperti yang sedang aku dan Siska lakukan malam itu. Kami lebih sering melakukannya dalam ruangan gelap meskipun beberapa kali aku memaksanya untuk menyalakan lampu. Tubuh Siska sebenarnya tak seindah yang aku bayangkan, payudaranya sudah kempes. Ya maklumlah, ia telah memberi makan pada tiga payi sebelumnya plus bayi besar yaitu suaminya dan sekarang aku. So, wajarlah bila kondisinya seperti itu. Aku selalu senang menelanjanginya bulat-bulat. Ada perasaan seru dan kebanggaan tersendiri bila melakukannya. Beberapa kali ada pertanyaan terbesir di kepalaku saat aku tengah menggauli Siska, apa yang sedang suaminya impikan sekarang saat di sini, jauh dari sisinya, istrinya aku gagahi? Bukan pertanyaan miris, tapi lebih pada penasaran. Perasaan ingin tahu. Itu saja, karena toh aku juga tak menyesal menggagahi Siska seperti itu.</p>
<p>Semakin lama Siska semakin manja padaku. Sepertinya perasaan cinta yang sebenarnya mulai tumbuh di hatinya. Sementara bagiku, jujur, dia hanyalah pelampiasan libidoku saja. Tapi karena dia membutuhkan cinta, maka aku pun bertingkah seakan-akan aku mencintainya. Sebagai balas budi atas persembahan tubuhnya padaku, sesuatu yang aku inginkan, meskipun aku yakin aku jarang memberinya orgasme. Dia memberiku vagina, aku memberinya cinta; sebuah simbiosis mutualisme.</p>
<p>Sejak awal sebenarnya ia selalui dihantui perasaan takut. Takut bila perselingkuhan kami terbongkar. Dia merasa takut tapi tidak menyesal. Dia pun mengatakan sendiri padaku bila sampai suaminya tahu ia pasti akan mengatakan yang sebenarnya, karena ia mencintaiku. Ia tidak menyesal. Ia hanya takut, takut bila nanti saat perselingkuhan ini terbongkar maka lingkungan sosial akan menggunjingnya. Tapi perasaan takut itu selalu bias bila malam datang, dingin menusuk tulang dan dia membutuhkan seorang lelaki di sampingnya. Lelaki yang melindunginya dan mendengar keluh kesahnya. Sesuatu yang tak ia dapatkan dari suaminya.</p>
<p>Sebenarnya bercinta dengan Siska lama-lama tak lagi memuaskanku. Selain tubuhnya yang tak lagi segar, aksi ranjangnya juga tidak hebat. Itu-itu saja. Ciuman, buka baju, main payudara, masukin dan keluar. Selesai. Tidak ada enam sembilan, tidak ada permainan anal tidak ada yang lain. Itu-itu saja. Tapi bercinta dengan Siska yang notabane adalah istri orang, ibu dari tiga anak dan memiliki rumah yang harus kudatangi dengan langkah seperti maling memang memberikan sensasi lain. Perasaan mendebarkan penuh petualangan. Perlu diketahui bahwa kamar yang sering kami pakai untuk bercinta terletak bersebalahan persis dengan kamar anak-anak Siska hingga kami sering menahan suara dan nafas kami. Hal itu cukup membuatku tidak nyaman dan ternyata Siska juga merasakan hal yang sama. Oleh karena itu sering kali Siska menitipkan anak-anaknya di tempat orang tuanya bila malamnya kami berencana untuk bertemu. Bila hal itu terlaksana maka malah harinya kami benar-benar seperti pengantin baru.</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-11" title="blog-siska 2" src="http://sendhekolo.wordpress.com/files/2009/10/blog-siska-2.jpg?w=240" alt="blog-siska 2" width="209" height="261" />Hal yang cukup menyenangkan dari Siska adalah bahwa dia ternyata juga memiliki <em>sense of adventure </em>(dalam hal ini adalah petualangan bercinta tentunya). Pernah suatu kali, saat libido kami sama-sama tinggi dan semua kamar di rumahnya terpakai, kami melakukannya di dapur yang kotor  sambil berdiri. Datang, cium-cium, sedot-sedot susu, sek esek-esek cerot dan pulang. Pernah juga kami harus melakukannya di kebun belakang di bawah jemuran baju karena di dalam rumah ada keponakan suami Siska yang datang berkunjung. Pada saat itu Siska bahkan hanya mengenakan kain jarik dan jaket tanpa pakai pakaian dalam. Kami bercinta di alam bebas di bawah langit malam. Tidak seromantis yang dibayangkan sebenarnya. Yang ada justru perasaan was-was dan terburu-buru. Tapi bercinta dengan darah digenjot seperti itu malah memberi nuansa yang benar-benar berbeda. Pada kesempatan yang lain ia juga menyuruh kakak suaminya yang datang berkunjung untuk tidur di tempat saudara yang lain karena malamnya kami berencana bertemu. Dan malam itu pun kami bercinta hebat. Padahal rumah saudara yang ditempati kakak suami Siska itu adalah tetangga persis rumah Siska, bahkan kami bisa mendengan suara batuknya dari kamar kami. Kami tertawa cekikikan dengan tubuh masih telanjang bulat setelah selesai bercinta.</p>
<p>Waktu pun berlanjut. Aku bertemu dengan seorang perawan tetangga desaku. Seorang santri cantik anak Pak Kyai pengelola pondok pesantren terkenal di daerahku. Sebut saja namanya Hiroh. (tentang Hiroh akan aku ceritakan di sesi lainnya). Aku mulai dekat dengan Hiroh ini. Ditambah lagi aku ditugaskan di daerah lain yang kemudian membuat hubunganku dan Siska menjadi renggang.  Frekwensi pertemuan kami pun menurun meskipun selalu aku sempatkan untuk melakukan pertemuan malam dengannya.</p>
<p>Beberapa saat yang lalu kota Tasik, di mana suaminya berada, terkena gempa. Ia dan kedua anaknya (anak pertamanya ikut suami) berangkat menyusul ke Tasik. Ia tinggal cukup lama di sana hingga selesai liburan Lebaran Idul Fitri. Pada saat itu pikiranku banyak tersita oleh pekerjaan dan masalahku dengan Hiroh, si santri, hingga aku tidak terlalu memikirkan tentang Siska. Di tambah lagi masuknya pemain baru dalam petualangan cintaku, seorang guru smk bernama Hana (tentang Hana akan aku ceritakan di sesi lainnya). Perhatianku benar-benar teralihkan oleh sosok Siska ini.</p>
<p>Dua minggu yang lalu Siska pulang dari Tasik. Aku langsung memintanya untuk ketemuan tapi keluarganya tengah dilanda masalah besar hingga kami batal untuk bertemu. Kesempatan bertemu justru datang dua hari yang lalu. Pada saat itu sebenarnya aku tengah dalam keadaan sakit karena beban berat pekerjaan di kantor. Namun aku berusaha memenuhi keinginannya. Malam itu pun kami bercinta sekali lagi. Setelah itu aku tertidur di pelukannya. Di sela-sela mataku yang terkatup rapat hatiku bisa merasakannya; ada sesuatu yang tak lagi sama. Seberapapun Siska memelukku dekat tapi hati kami telah terpisah jauh. Tengah malam buta aku pamit pulang. Aku kembali tertidur dan paginya aku harus kembali ke kantor. Aku tak ingat benar apa yang aku mimpikan malam itu&#8230;</p>
<p>Beberapa saat yang lalu Siska sms dan memintaku untuk menghentikan semua perselingkuhan ini. Aku tidak keberatan sebenarnya karena dari awal hubungan ini memang tak seharusnya terjadi. Kami berdua tahu hubungan ini tidak memiliki masa depan sama sekali. Tidak bisa dipungkiri bahwa sebenarnya ada sedikit rasa kehilangan di hatiku. Namun biarlah yang pergi biarlah pergi. Sebuah babak kehidupan telah selesai aku lewati dan aku harus siap untuk menyongsong babak kehidupanku yang baru; yang lebih seru, lebih mendebarkan dan penuh petualangan.</p>
<p>Perpisahanku dengan Siska tidak terlalu dalam melukai hatiku karena aku tahu pasti ia bisa bertahan. Karena ia masih memiliki seorang lelaki yang secara syah menikahinya. Dia adalah suaminya. Meskipun mereka berjauhan namun biarlah mereka sendiri yang mengaturnya karena mereka sendiri yang lebih tahu tentang mereka dari pada aku.</p>
<p>Siska, terima kasih. Bairpun kata orang kita adalah pendosa, namun bagiku kau adalah warna yang melabur dalam pelangi kehidupanku &#8230; bertahanlah kau di sana.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kala perpisahan]]></title>
<link>http://auliakornelia.wordpress.com/2009/10/17/kala-perpisahan/</link>
<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 00:32:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>aulia</dc:creator>
<guid>http://auliakornelia.wordpress.com/2009/10/17/kala-perpisahan/</guid>
<description><![CDATA[Akhirnya sampailah kita pada waktu yang tak disangka sangka Saat  takdir itu nyata-nyata telah menbe]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Akhirnya sampailah kita pada waktu yang tak disangka sangka</p>
<p>Saat  takdir itu nyata-nyata telah menbentang di depan mata</p>
<p>Saat waktu tak dapat di tawar-tawar lagi</p>
<p>Saat doa, mata tangan dan mulut pun tak berhasil meminta-minta</p>
<p>Saat hati perih ketika  memiliki penjelasan mengapa telah bersama</p>
<p>tapi kehidupan harus di tempuh seperti yang telah Dia gariskan</p>
<p>Ketentuan harus di jalani</p>
<p>Hingga Aku terbata-bata ,,,melihat kenyataan</p>
<p>Adalah perpisahan yang membentang</p>
<p>Dan tak ada seorang pun yang dapat disalahkan</p>
<p>Takdir kita telah di tuliskan</p>
<p>Dan Ingin bertanya apa  maksudnya tuhan mempertemukan kita</p>
<p>Ingin menanyakan kepada tuhan mengapa kita dipertemukan dengan cara seperti itu</p>
<p>Dan mengapa kita dipisahkan dengan cara seperti ini</p>
<p>Hingga kebersamaan itu menjadi tak ada</p>
<p>hingga kita tahu kita terpisah</p>
<p>ketika  buku takdir-Nya telah dibukakan kemarin</p>
<p>Aku tersedu saat kubaca</p>
<p><em>Bahwa keiklhlasan  sama dengan keperihan</em></p>
<p><em>Bahwa Keikhlasan adalah keabadian sejati</em></p>
<p><em>Bahwa kecintaan adalah keabadian</em></p>
<p><em>Bahwa kehidupan nyata diujungnya perpisahan </em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Akhir??]]></title>
<link>http://winterxiaoda.wordpress.com/2009/10/09/akhir/</link>
<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 04:32:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>winterxiaoda</dc:creator>
<guid>http://winterxiaoda.wordpress.com/2009/10/09/akhir/</guid>
<description><![CDATA[Apakah hanya seperti ini kisah yang ada? apakah hanya akan berakhir seperti ini? kenapa saling cinta]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Apakah hanya seperti ini kisah yang ada?</p>
<p>apakah hanya akan berakhir seperti ini?</p>
<p>kenapa saling cinta tapi harus berpisah??</p>
<p>apa kamu udah ga suka lagi sama aku?</p>
<p>kenapa terus menghindar k alo kamu suka sama aku?</p>
<p>kenapa begitu sulit untuk mengatakan kamu suka aku?</p>
<p>apa dengan begini kamu puas udah nyakitin aku?</p>
<p>aku udah terlalu jauh berharap untuk kamu, koh..</p>
<p>aku udah terlanjur sayang sama kamu..</p>
<p>ga ingin kamu pergi dari hidupku..</p>
<p>aku udah kasih yang aku bisa untuk kamu, apa itu semua ga cukup?</p>
<p>aku udah hapus nomor cowok yang lain dari handphone aku, apa itu juga ga cukup untuk kamu?</p>
<p>kamu begitu egois.. jahat..</p>
<p>tapi bagaimana pun juga aku sayang sama kamu..</p>
<p>aku udah begitu sabar liat kamu dikelilingi begitu banyak perempuan cantik..</p>
<p>terkadang aku cemburu.. tapi aku berusaha untuk sabar..</p>
<p>aku coba untuk mengerti,.. karena aku juga bukan kekasih kamu..</p>
<p>tapi,, aku ga akan pernah bisa bohongin perasaan aku..</p>
<p>kenapa ga jawab telepon aku?</p>
<p>kenapa ga bales sms aku?</p>
<p>kenapa takut ketemu aku?</p>
<p>aku sayang sama kamu, kokoh..</p>
<p>aku ingin semua orang tahu itu..</p>
<p>ga peduli mereka berpikir apa..</p>
<p>aku sayang sama kamu,, kata-kata yang aku anggap sakral itu..</p>
<p>begitu ingin nya aku bilang kata itu di depan kamu..</p>
<p>apa yang harus aku lakuin untuk buktiin ke kamu kalo aku bener2 sayang sama kamu?</p>
<p>apa yang harus aku lakuin untuk kamu percaya sama aku?</p>
<p>sekarang kamu pergi menghilang..</p>
<p>dengan mudahnya mengabaikan aku dengan semua perasaan yang belum tersampaikan..</p>
<p>masih ada kata yang belum aku bilang sama kamu..</p>
<p>masih banyak hal yang aku ingin lakuin bareng kamu..</p>
<p>kata-kata manis..</p>
<p>aku sayang kamu, belum terucap dari ku untuk kamu..</p>
<p>rindu ini masih tersimpan disini..</p>
<p>apa yang harus aku lakuin untuk menghapus rasa ini?</p>
<p>aku sudah terlanjur sayang banget sama kamu..</p>
<p>andai kamu bisa ngerti..</p>
<p>andai kamu ga pergi..</p>
<p>berkali-kali aku pernah rasain perasaan kayak gini, tapi ini untuk pertama kalinya, aku bisa menerima kekurangan orang lain dengan cara mencintainya..</p>
<p>aku sayang sama kamu koh..</p>
<p>tapi aku tak akan mengemis..</p>
<p>sekalipun aku terjatuh, aku tak akan mengharapkan belas kasih..</p>
<p>aku cuma ingin kamu tetap disini..</p>
<p>temani hari-hari ku..</p>
<p>berada disampingku..</p>
<p>Hendra, aku sayang sama kamu&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[866 Hari]]></title>
<link>http://ericgunawan.wordpress.com/2009/10/01/866-hari/</link>
<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 07:55:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>erricgunawan</dc:creator>
<guid>http://ericgunawan.wordpress.com/2009/10/01/866-hari/</guid>
<description><![CDATA[866 hari. Memang bukan jumlah hari efektif yang sebenarnya. Tapi setidaknya itulah umur pertemanan d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[866 hari. Memang bukan jumlah hari efektif yang sebenarnya. Tapi setidaknya itulah umur pertemanan d]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dua pilihan yang mudah]]></title>
<link>http://marsini.wordpress.com/2009/09/29/dua-pilihan-yang-mudah/</link>
<pubDate>Tue, 29 Sep 2009 14:59:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>marsini</dc:creator>
<guid>http://marsini.wordpress.com/2009/09/29/dua-pilihan-yang-mudah/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;Ada dua kabar, yaitu kabar baik dan buruk. Manakah yang ingin kau dengar terlebih dahulu?]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>&#8220;Ada dua kabar, yaitu kabar baik dan buruk. Manakah yang ingin kau dengar terlebih dahulu?&#8221;</p>
<p>Adakah yang tau itu salah satu dialog di film apa? Yang penggemar drama korea pasti tau. Yupp, ungkapan di drama seri korea Boys Before Flower yang beberapa waktu lalu sempat tayang di salah satu stasiun tv swasta di Indonesia.</p>
<p>Aku disini gak ingin bahas filmya sih, melainkan pingin cerita tentang dua kabar yang terjadi padaku. Aku mulai dari yang buruk / kurang baik versi aku, tapi mungkin menurut yang lain ini biasa saja. Dimulai..!!!<!--more--></p>
<p>Kabar pertama, Kaget bercampur kecewa. Itulah yang aku rasakan saat KTM ku ditarik dari peredaran. Selama ini aku belum tau kalau KTM bisa ditarik, aku kira bakal aku pegang seenaknya hingga kapan terserah aku.</p>
<p>Knapa harus kaget?? knapa juga harus kecewa??? Biasa aja lahh, emang udah waktunya kok.</p>
<p>KTM lah yang slama ini jadi andalanku buat pinjem film di rental film langgananku. Tanpa KTM, aku jadi bakal lebih sulit buat pinjem film lagi.Padahal keinginan untuk nonton sering menggebu-gebu. Ini terkhusus buat drama korea. Maklum, aku adalah penggemar drama dari negara yang satu ini. Spesial Love stories.</p>
<p>Harus pake apa dong???&#8230;&#8230;.Mau gak mau alternatifnya adalah Pake SIM, soalnya KTP luar Jogja pasti ga bakal ditrima. Kalau yang ini pasti bakal penuh resiko. SIM kan penting banget buat pegangan klu naik kendaraan. Jadi nantinya musti sabar n menerima jika terjaring razia SIM. Jangan lupa siapkan mental..!!! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kabar kedua, Sebentar lagi aku bakalan wisuda. Horeeee&#8230;..!!!!. Dengan wisuda maka aku akan segera memperoleh ijazah dan melepas status sebagai mahasiswi. Lalu fokus ke karier dan cari pendamping hidup.Aku ga ingin cerita banyak tentang kabar yang satu ini.</p>
<p>Wisudalah yang menyebabkan KTMku ditarik dari peredaran. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  Sampai saat ini masih dalam proses untuk merelakanya dan membiasakan diri tanpa kehadiran KTM di dompet merahku. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />   Aku kok jadi lebay gini ya &#8230;. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Postingan berakhir.</p>
<p>daaaaa&#8230;.smua&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[perpisahan]]></title>
<link>http://khairierahman.wordpress.com/2009/09/28/perpisahan/</link>
<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 15:33:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>khaiRie</dc:creator>
<guid>http://khairierahman.wordpress.com/2009/09/28/perpisahan/</guid>
<description><![CDATA[hmm.. sebenarnya agak sedih hari ne, tapi tak adalah sampai tahap nak menangis ke ape. cuma sedih je]]></description>
<content:encoded><![CDATA[hmm.. sebenarnya agak sedih hari ne, tapi tak adalah sampai tahap nak menangis ke ape. cuma sedih je]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cinta Kita Dari Aku Untuk Kau dan Dia]]></title>
<link>http://freddysetiawan.wordpress.com/2009/09/27/cinta-kita-dari-aku-untuk-kau-dan-dia/</link>
<pubDate>Sat, 26 Sep 2009 17:00:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>freddysetiawan</dc:creator>
<guid>http://freddysetiawan.wordpress.com/2009/09/27/cinta-kita-dari-aku-untuk-kau-dan-dia/</guid>
<description><![CDATA[Cinta Kita Dari Aku Untuk Kau Dan Dia (By: Prince of Heaven) Lihatlah kekasihku Pujaan hati Dambaan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Cinta Kita Dari Aku Untuk Kau Dan Dia (By: Prince of Heaven) Lihatlah kekasihku Pujaan hati Dambaan ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jaga Ia Demi Air Mata Rinduku]]></title>
<link>http://ainunmardhiah.wordpress.com/2009/09/25/jaga-ia-demi-air-mata-rinduku/</link>
<pubDate>Fri, 25 Sep 2009 00:43:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>ainunmardhiah</dc:creator>
<guid>http://ainunmardhiah.wordpress.com/2009/09/25/jaga-ia-demi-air-mata-rinduku/</guid>
<description><![CDATA[Detik ini, banyak yang berkecamuk dalam hati dan pikiranku, kawan&#8230; Saat-saat seperti ini aku i]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Detik ini, banyak yang berkecamuk dalam hati dan pikiranku, kawan&#8230; Saat-saat seperti ini aku ingin bercerita, tapi tak kutemukan siapapun selain aku disini&#8230; Jadi, mungkin kalian bisa &#8220;mendengar&#8221;&#8230;</p>
<p style="text-align:center;"><em>Malampun kian pekat tanpa awan<br />
Langit jernih tanpa batas bersama bintang<br />
Seperti dansa kunang-kunang<br />
Yang mencengangkan dalam malam</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Telah lama aku tak bertemu kunang-kunangku<br />
Malamku pun menjadi tak semeriah dulu</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Teman hati paling tahu apa yang ku nyanyikan<br />
Dan saat aku diam, ia yang bernyanyi untukku<br />
Menyanyikan hatiku saat lidahku kelu</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Teman hati…<br />
Tanpa suara bisa berkata padaku<br />
Tanpa kata mampu bicara denganku<br />
Tanpa bicara tahu apa yang akan ku dengar<br />
Bulan malam ini telah mulai pudar</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Bintang-kunang pun mulai meredup dan akan pergi ke belahan dunia lain</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Engkau pun pergi, kunang-kunangku…<br />
Tapi bumi masih akan berputar<br />
Dan kita pasti bertemu lagi di suatu malam<br />
Menghirup udara dingin sambil bercerita tanpa kata<br />
Hanya sepasang pensil dan kertas…<br />
Dan senyum…<br />
Dan tawa…<br />
Dan kadang air mata&#8230;</em></p>
<p style="text-align:center;"><em><br />
</em></p>
<p>(kacau, setiap aku berusaha membuat indah cerita tentangmu,<br />
selalu tak pernah sempurna, kupikir satu-satunya cara hanya&#8230;<br />
dengan menulis disampingmu, mungkin&#8230;)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
