<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>pesan-moral &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/pesan-moral/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "pesan-moral"</description>
	<pubDate>Sun, 06 Dec 2009 07:24:11 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Tak tau harus diberi judul apa....]]></title>
<link>http://sussykelly.wordpress.com/2009/11/29/catatanku/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 02:23:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>sussykelly</dc:creator>
<guid>http://sussykelly.wordpress.com/2009/11/29/catatanku/</guid>
<description><![CDATA[Laaammmmaaaaaaa…..sekali tak mem-posting sesuatu disini membuat resah.  Namun  beberapa bulan belaka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Laaammmmaaaaaaa…..sekali tak mem-posting sesuatu disini membuat resah.  Namun  beberapa bulan belakangan ini saya benar-benar sibuk karena beberapa tugas dan tanggungjawab hidup yang memerlukan perhatian lebih.  Lalu ternyata (akhirnya ) merasa bahwa tidak “menulis” membuat saya seperti “kehilangan” sesuatu  So, hari ini saya berusaha menulis lagi disini, karena saya <em>perlu</em> melakukannya.</p>
<p>Beberapa waktu belakangan ini saya sering sekali meninggalkan rumah karena tugas dan tanggungjawab pekerjaan yang lebih besar yang telah diberikan oleh Tuhan melalui institusi kami  untuk  dikerjakan.  Hal mana membutuhkan energy dan  tanggungjawab lebihpula-tentunya.  Akhirnya tubuh dan pikiran saya terkadang menjadi “lelah” jadi sulit rasanya untuk benar-benar bisa menulis sesuatu diblog saya ini, padahal saya pingin sekali.  Karena bagi saya blog rancangan saya ini layaknya seperti sebuah rumah bagi saya.  Terkadang saya suka berada berlama-lama disini sekedar hanya untuk <em>menata</em> dalam tanda kutip &#8220;rumah&#8221; saya ini.  Sehingga ketika harus melakukan tanggungjawab lain yang menyita banyak waktu dan konsentrasi, lalu meninggalkannya begitu saja, membuat saya merasa rindu rumah-merasa homesick.</p>
<p>Sahabat, bagi sebagian besar kaum perempuan( kalo tak salah ya… ), berada dirumah dikelilingi keluarga dan sahabat-sahabat-merupakan kebutuhan “<strong>primerrrrrrrrr</strong>”…….ka-reee-nnnnnaaaa…….s a- n g a t ….. me-nye-nang-kan…….,  sebab pada dasarnya bagi sebagian kita, rumah adalah lambang keamanan, perlindungan, dan ketentraman.  Yang menyebut dirinya wanita pasti….…membutuhkan ketiga hal itu,..benar kan ???</p>
<p><a href="http://sussykelly.wordpress.com/files/2009/11/20091117-holiday-door-350x263.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-845" title="20091117-holiday-door-350x263" src="http://sussykelly.wordpress.com/files/2009/11/20091117-holiday-door-350x263.jpg" alt="" width="350" height="263" /></a>Saya tergolong dalam model yang seperti itu, sangat perlu dan bergantung pada ketiga hal diatas, sehingga jika ada suatu keadaan atau kondisi atau situasi tertentu yang ingin memisahkan saya dari rasa dilindungi,  keamanan dan ketentraman, tindakan utama saya adalah berusaha mati-matian mempertahankannya.  Tapi itu dulu…&#8230;.</p>
<p>Kini beberapa hal mendasar dan prinsip mulai menggeser kesenangan dan kenyamanan sementara saya itu. Sebenarnya yang ingin saya tuliskan disini bukan tentang hal saya itu. Kita lupakan saja dulu.  Yang saya ingin tuliskan disini sahabat adalah bahwa dari “<em>persoalan-persoalan” </em> diatas, saya belajar satu hal kini bahwa untuk bisa melakukan sesuatu yang lebih, kita terkadang harus rela melepaskan sesuatu yang selama ini mungkin telah menjadi kesenangan,atau kebutuhan atau kesukaan kita, ( yang mungkin kini merupakan tempat kita bergantung atau bersandar dalam tanda kutip ) supaya kita boleh meningkat ke next level atau  maju ke tingkatan yang lebih lagi.  Intinya supaya kita bisa bertumbuh menjadi lebih baik…lebih kuat…lebih dewasa….lebih profesional…lebih pandai, lebih…..dan lebih dari sebelumnya. Untuk  hal prinsip ini-kita perlu “berkorban”.  ( Mungkin hal yang saya maksudkan ini ada hubungannya dengan perayaan Idul Adha yang dirayakan tgl.27 lalu oleh teman-teman muslim kita ya ?)  Ini menjadi penting, karena kita manusia yang hidup. Dan karena kita hidup, maka kita akan terus bertumbuh kearah yang lebih baik.   Untuk bertumbuh kita memerlukan apa yang disebut korban/perlu berkorban.  Waktu, tenaga,perasaan,keinginan,kesenangan, hobby, dan lain sebagainya.  Memang korban awalnya menyakitkan, tapi setelah itu kita pasti akan mensyukuri hasilnya !</p>
<p>Sahabat, menurut kamus  bahasa Indonesia kata korban berarti pemberian untuk menyatakan bakti, kesetiaan,   Dikalangan sahabat muslim dikenal istilah kurban  yang artinya : jangankan harta, jiwa sekalipun kami berikan sbg  kurban. Korban juga punya arti, orang, binatang, dsb. yg menjadi menderita (mati dsb.) akibat suatu kejadian, perbuatan jahat.</p>
<p>Sedangkan kata berkorban hampir sama artinya yaitu perbuatan untuk  menyatakan bakti, kesetiaan, menjadi korban, menderita (rugi dsb) memberikan sesuatu sbg korban =  rela &#8211; demi kejayaan ( bangsa,Negara )</p>
<p>Korban dalam kosa kata bahasa Inggris = Sacrifice  = religious offering,  mouslim= the offering made at rites celebrating idul adha,  victims</p>
<p>Kamus Alkitab  menjelaskan tentang korban dalam arti ini  :</p>
<p>Korban adalah Persembahan kepada Allah untuk memuliakan Dia (korban sajian), untuk memelihara persekutuan dengan Dia (korban bakaran , korban keselamatan dan korban pujian), untuk menebus dosa dan kesalahan (korban penghapus dosa, korban penebus salah).  Yesus Kristus mengorbankan diri-Nya sekali untuk selamanya sebagai korban penebus dosa.  Jemaat Kristen dianjurkan untuk berkorban atas dasar perbuatan Yesus itu (Rm. 12:1),  khususnya mempersembahkan korban pujian (Ibr. 13:15).</p>
<p>Intinya saya lihat bahwa didalam semua agama mengajarkan nilai ini.  Karena itu setiap kita yang menyebut dirinya ciptaan, layak berkorban untuk Penciptanya dengan jalan mau berkorban bagi orang lain/sesama.   Sebab tanpa korban semua kita berada pada kondisi hidup yang sia-sia dan percuma.  Tidak berkualitas.  Bahkan karena ketidak mauan untuk berkorban membuat kita menjadi orang yang selfis yang mementingkan diri.  Jika semua kita hanya mementingkan diri sendiri atau menempatkan kepentingan diri sendiri lebih tinggi dari kepentingan lainnya, maka apakah berlebihan jika saya berpikir bahwa mungkin suatu saat nanti lingkungan dimana kita hidup ini akan berubah menjadi rimba ?</p>
<p>Jelas  ada hubungannya dengan hal diatas, sahabat, hari-hari ini dibangsa saya ini, saya melihat dan memperhatikan  bahwa ternyata untuk suatu tujuan yang sementara, orang cenderung melakukan apa saja, tak perduli hal itu halal atau haram, benar atau salah.  Bahkan untuk dapat hidup mereka rela mengambil hidup orang lain.  Untuk membenarkan diri mereka tega menyalahkan orang lain, untuk menyelamatkan diri, instansi, korps, mereka berani menghancurkan, instansi, korps, institusi lain.  Sesuatu yang secara moral dan etika ditentang semua orang dibangsa ini tapi kenyataannya dilakukan oleh sebagian besar orang dibangsa ini.  Jika begini, saya bertanya kini,  apa makna korban ?  maukah kita berkorban ? dapatkan kita berkorban ?  Bila kita mau, saran saya, mulailah dari diri sendiri.</p>
<p>Sahabat, saya mau berkorban.  Dasar saya terkandung dalam makna ilustrasi dibawah ini  :</p>
<p>Seorang Tuan sedang mencari sebuah bejana.  Ada beberapa bejana tersedia, manakah yang akan dipilih?</p>
<p>&#8220;Pilihlah aku,&#8221; teriak bejana emas,&#8221;Aku mengkilap dan bercahaya. Aku sangat berharga dan aku melakukan segala sesuatu dengan benar.  Keindahanku akan mengalahkan yang lain. Dan untuk orang seperti Tuanku, emas adalah yang terbaik kan ?!&#8221;</p>
<p>Tuan itu hanya lewat saja tanpa mengeluarkan sepatah kata.</p>
<p>Kemudian ia melihat suatu bejana perak, ramping dan tinggi.<br />
&#8220;Aku akan melayani engkau Tuanku, aku akan menuangkan anggurmu dan aku akan berada di mejamu di setiap acara jamuan makan.  Garisku sangat indah, ukiranku sangat nyata.  Dan perakku akan selalu memujimu.&#8221;</p>
<p>Tuan itu terus berjalan dan menemukan sebuah bejana tembaga.</p>
<p>Bejana ini besar dan dipoles seperti kaca.</p>
<p>&#8220;Sini! Sini!&#8221; teriak bejana itu, &#8220;aku tahu aku akan terpilih. Taruhlah aku dimejamu, maka semua orang akan memandangku.&#8221;</p>
<p>&#8220;Lihatlah aku!&#8221;, panggil bejana kristal yang sangat jernih. Aku sangat transparan, menunjukkan betapa baiknya aku. Meskipun aku mudah pecah, aku akan melayani engkau dengan kebanggaanku. Dan aku yakin, aku akan bahagia dan senang tinggal dalam rumahmu.&#8221;</p>
<p>Tuan itu kemudian menemukan bejana kayu.  Dipoles dan terukir indah, berdiri dengan teguh.</p>
<p>&#8220;Engkau dapat memakai aku, tuanku, kata bejana kayu. Tapi aku lebih senang bila engkau memakaiku untuk buah-buahan, bukan untuk roti.&#8221;</p>
<p>Kemudian tuan itu melihat ke bawah dan melihat bejana tanah liat. Kosong dan hancur, terbaring begitu saja.  Tidak ada harapan untuk terpilih sebagai bejana Tuan itu.</p>
<p>Ah! Inilah bejana yang aku perlukan.  Akan Kuperbaiki dan Kupakai, akan Kubuat sebagai milikku  seutuhnya.  Aku tidak membutuhkan bejana yang mempunyai kebanggaan. Tidak juga bejana yang terlalu tinggi untuk ditaruh di rak.  Tidak juga yang besar dan dalam. Tidak juga yang memamerkan isinya dengan bangga. Tidak juga yang merasa paling baik. Tetapi yang kucari adalah bejana tanah liat yang kosong dan hancur,yang takdipandang baik, itulah yang akan Kubentuk kembali menjadi bejana baru yang utuh, kuat dan indah.</p>
<p>Kemudian Ia mengangkat bejana tanah liat itu. Ia memperbaiki membersihkannya dan memenuhinya.  Ia berbicara dengan lembut kepada bejana itu, &#8220;Ada tugas yang perlu engkau kerjakan, jadilah berkat buat orang lain, seperti apa yang telah <em>Kuperbuat</em> bagimu.&#8221;</p>
<p>Demikianlah halnya dengan Tuhan.  Ia mencari sahabat dan saya yang mungkin “kelihatan” tidak baik, tidak indah dan tidak terpandang.  Namun Ia mau memilih,membentuk,memenuhi dan memakai kita untuk memberkati dan menjadi berkat bagi orang lain.  Untuk itu Ia mau  sahabat dan saya menjadi orang yang mau dibentuk, sekalipun harus melalui hal-hal menyakitkan.</p>
<p>Oh, ya..sahabat&#8230;.., saya ingat kata seorang mentor, dia bilang&#8230;.hidup ini tak lama, mengapa tidak menambah kualitas ?</p>
<p>Sahabatku, melalui hal-hal yang telah saya lewati dalam jam-jam kehidupan saya, saya tahu satu hal, bahwa didalam kwalitas, selalu mengandung nilai waktu dan proses.  Juga korban.</p>
<p>Jadi, walau baru ini yang bisa ditulis disini saat ini, harap saya semoga ini dapat bermanfaat.</p>
<p>God Bless You.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pesan Moral dari para kamen rider(bagian Kuuga)]]></title>
<link>http://mifdefacto.wordpress.com/2009/11/25/pesan-moral-dari-para-kamen-riderbagian-kuuga/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 12:27:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>mifdefacto</dc:creator>
<guid>http://mifdefacto.wordpress.com/2009/11/25/pesan-moral-dari-para-kamen-riderbagian-kuuga/</guid>
<description><![CDATA[Saat kita menonton dan mencerna tayangan di televisi tentang kamen rider Kuuga,maka kita pasti berta]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://photobucket.com/images/godai%20yuusuke" target="_blank"><img alt="godai yuusuke Pictures, Images and Photos" src="http://i5.photobucket.com/albums/y157/yuugo_san/yuugo_project/kuuga-kiba-2.jpg" border="0" /></a></p>
<p>Saat kita menonton dan mencerna tayangan di televisi tentang kamen rider Kuuga,maka kita pasti bertanya-tanya,apa manfaat yang bisa saya ambil dari serial ini?</p>
<p><a href="http://img510.imageshack.us/i/jo9tx5.jpg/" target="_blank" title="ImageShack - Image And Video Hosting"><img src="http://img510.imageshack.us/img510/738/jo9tx5.jpg" border="0" /></a><br /><b>Joe Odagiri,the cool man</b></p>
<p>Bukan hanya melihat aksi Kuuga yang susah payah mengalahkan grongi sampai grongi hancur meledak berkeping-keping (adegan seperti ini biasanya muncul pada sepertiga durasi film), tapi juga melihat kisah drama yang terjadi pada kehidupan Godai Yuusuke sang petualang.</p>
<p><a href="http://img527.imageshack.us/i/middle1118111002.jpg/" target="_blank" title="ImageShack - Image And Video Hosting"><img src="http://img527.imageshack.us/img527/5132/middle1118111002.jpg" border="0" /></a><br /><b>Joe Odagiri as Godai Yuusuke alias kamen rider Kuuga<br /></b></p>
<p>Joe Odagiri sang aktor pemeran Godai Yuusuke sebenarnya mempunyai sifat dan karakter yang berlawanan dengan karakter Godai sendiri,itu sebabnya Joe pernah bilang kalau memerankan tokoh Godai adalah sangat sulit.Tetapi tidak ada yang tidak mungkin oleh Joe yang lulusan sekolah akting di Broadway,Amerika ini.</p>
<p>Berikut intisari karakter Godai yang wajib kita tiru :</p>
<p>1.) Selalu tersenyum</p>
<p>Kita semua mengerti bahwa menghadapi segala sesuatu haruslah dengan kepala dingin walaupun hati panas, dan teladan Godai dengan senyumannya yang terkesan lugu ini membawa angin sejuk bagi penontonnya.Lagipula senyum adalah salah satu bentuk ibadah,bukankah orang lain akan senang berkawan dengan orang yang murah senyum(tapi jangan senyum-senyum sendirian nanti dikira orang gila).By the way, otot wajah kita akan lebih relaks kalo kita tersenyum daripada kita waktu sedih/cemberut.So, be happy and share it !!</p>
<p>2.) Optimis</p>
<p>Kebanyakan dari masalah yang kita hadapi sebenarnya tidak terlalu berat dan bisa kita atasi, hanya saja pikiranlah yang membuat segala sesuatunya menjadi susah dan berat. Maka dari itu, Godai Yuusuke mengajarkan kepada kita untuk optimis, apapun masalah yang kita hadapi kalau kita optimis pasti ada jalan keluarnya. Dibalik kesulitan ada kemudahan.Memang kita tidak boleh terlalu optimis(over-optimis),tetapi optimis adalah salah satu karakter manusia yang mudah membawa seseorang menuju keberhasilan. So,ucapkan saya bisa dan yakinlah dengan pengharapan yang baik.Be optimist always !!<br />Daijyoubu~(Ok,It&#8217;s allright!)</p>
<p>3.) Rajin dan Pantang menyerah</p>
<p>Lihatlah sewaktu Godai menghadapi monster Grongi, dia bersusah payah mengalahkannya, dan dengan rajin dia mempelajari teknik bertarung apa yang bisa mengalahkan monster grongi tersebut.Sifat ini sangat baik karena mengajarkan tekun,rajin,ulet dan sebagainya untuk mencapai keberhasilan. Salah satu contohnya pada episode melawan Zu Zain Da(monster grongi badak bercula satu),Godai pertama kalah bertarung dan hampir terbunuh, tetapi Godai menyempurnakan teknik tendangannya pada pohon dan merancang sendiri tekniknya yaitu menambah momen kekuatan tendangan dengan memutar/spin badan sesaat sebelum menjejakkan kaki keatas cula Zu Zain Da. Akhirnya Zu Zain Da meledak berkeping-keping.Orang yang pantang menyerah pasti mencapai hasil yang diharapkan.</p>
<p>4.) Easy-Going</p>
<p>Siapa yang tidak mengenal Godai Yuusuke yang mudah bergaul dengan semua orang dan mudah diterima orang lain karena ketulusan hati dan kebaikannya.</p>
<p>5.) Rela berkorban</p>
<p>Sikap ini tampak jelas dipunyai Godai pada saat episode terakhir melawan N Daguba Zeba,jika Godai berubah menjadi Kuuga Ultimate dan kehilangan sifat alaminya yang baik maka Godai selamanya menjadi Kuuga Ultimate yang jahat dan tidak ada yang bisa menghentikan Kuuga Ultimate jahat saat itu karena kekuatannya yang luarbiasa.Tapi Godai pamit ke semua kawannya dan berani ambil keputusan berkorban demi mengalahkan N Daguba Zeba,raja terakhir monster Grongi.</p>
<p>var addthis_pub=&#8221;miro211185&#8243;;<br /><a href="http://www.addthis.com/bookmark.php?v=20"><img alt="Bookmark and Share" src="http://s7.addthis.com/static/btn/lg-bookmark-en.gif" width="125" height="16" /></a></p>
<p><a href="http://www.lintasberita.com/kirimmedia/url:http://kamenriderology.blogspot.com/"><br /><img src="http://www.lintasberita.com/buttons_lb/lintasberita-80x15.gif" /> </a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pesan moral para kamen rider(bagian black dan black RX)]]></title>
<link>http://mifdefacto.wordpress.com/2009/11/25/pesan-moral-para-kamen-riderbagian-black-dan-black-rx/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 12:21:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>mifdefacto</dc:creator>
<guid>http://mifdefacto.wordpress.com/2009/11/25/pesan-moral-para-kamen-riderbagian-black-dan-black-rx/</guid>
<description><![CDATA[Siapa yang tidak mengenal serial ini? Begitu populernya kamen rider black dan sekuelnya yaitu kamen ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Siapa yang tidak mengenal serial ini? Begitu populernya kamen rider black dan sekuelnya yaitu kamen rider black RX,sampai-sampai masih banyak kita temui mainan-mainan yang bertema kamen rider black saat ini.Bahkan pada saat keemasannya dulu ditayangkan di stasiun TV RCTI, anak-anak pasti tidak mau tidur sebelum menyaksikan aksi Kotaro Minami(fakta).</p>
<p><a href="http://img109.imageshack.us/i/kotaro2.jpg/" target="_blank" title="ImageShack - Image And Video Hosting"><img border="0" src="http://img109.imageshack.us/img109/4430/kotaro2.jpg" /></a><br /><b>Tetsuo Kurata as Kotaro Minami alias Ksatria baja hitam</b></p>
<p>Kotaro Minami adalah tokoh yang luar biasa, begitu sering ia mengalami kejadian menyedihkan dalam hidupnya tetapi ia tetap tegar dan berani membela kebenaran demi kemanusiaan.</p>
<p><a href="http://img510.imageshack.us/i/184503.jpg/" target="_blank" title="ImageShack - Image And Video Hosting"><img border="0" src="http://img510.imageshack.us/img510/4826/184503.jpg" /></a><br /><b>Tetsuo Kurata yang murah senyum</b></p>
<p>Kotaro Minami yang diperankan oleh Tetsuo Kurata,Tetsuo Kurata bercerita pada saat wawancara tahun 2005 bahwa tokoh Kotaro ini membawa banyak kenangan tersendiri. Seperti pada saat memerankan ksatria baja hitam alias kamen rider black,ia harus merelakan waktu tidur hanya 2 jam saja sehari,begitu padatnya kegiatan shooting film dan movie Black. Tetapi tidak demikian pada saat menjadi ksatria baja hitam Black RX, ia mempunyai banyak waktu luang.Dan pada saat perpisahan semua kru pada shooting terakhir serial ksatria baja hitam,dikisahkan Kotaro tidak boleh menangis sewaktu melambaikan tangannya selamat tinggal,tetapi jauh didalam lubuk hati Tetsuo Kurata,ia sedih sekali dan melampiaskannya dengan menangis sejadi-jadinya sewaktu istirahat shooting episode terakhir.</p>
<p><a href="http://img262.imageshack.us/i/kuratatetsuo.jpg/" target="_blank" title="ImageShack - Image And Video Hosting"><img border="0" src="http://img262.imageshack.us/img262/5015/kuratatetsuo.jpg" /></a><br /><b>Aktor yang sukses dan pemilik rumah makan hidangan Steak</b></p>
<p>Black alias ksatria baja hitam adalah serial yang spesial karena alur ceritanya yang gelap,efek musiknya juga suram,tetapi drama bagus dan penokohan Kotaro sangat kuat.</p>
<p><a href="http://img80.imageshack.us/i/blackay.jpg/" target="_blank" title="ImageShack - Image And Video Hosting"><img border="0" src="http://img80.imageshack.us/img80/6342/blackay.jpg" /></a><br /><b>kamen rider Black</b></p>
<p>Berikut sifat-sifat Kotaro Minami :</p>
<p>1.) Setia kawan</p>
<p>Ingat adegan pertama kali Kotaro dan Nobuhiko alias ShadowMoon diculik organisasi jahat Gorgom dan dioperasi menjadi Black dan ShadowMoon?Kotaro dan Nobuhiko yang berulang tahun pada hari yang sama, mempunyai ikatan persaudaraan(mereka sebenarnya saudara tiri) yang kuat sehingga walaupun mereka bertarung sebenarnya didalam hati Kotaro sedih sekali harus menyerang Nobuhiko yang hilang ingatan pada saat menjadi ShadowMoon.</p>
<p>2.) Sense of justice yang sangat kuat</p>
<p>Kotaro seperti kamen rider pendahulunya, tidak akan membiarkan monster Gorgom melukai manusia atas alasan apapun.</p>
<p>3.) Cinta keluarga</p>
<p>Kotaro sangat cinta keluarganya sehingga ia merasa sangat kehilangan pada saat satu persatu keluarganya menjadi korban dari monster Gorgom. </p>
<p>4.) Bisa diajak kerjasama dan kompak</p>
<p>Ingat waktu Kotaro menjadi black RX dan kesepuluh kamen rider pendahulunya datang membantu untuk melawan kerajaan Crisis? Black RX mampu sinkron dan bertarung bersama-sama pendahulunya walaupun mereka baru saja saling kenal.Ini adalah adegan yang tidak terlupakan bagi para pencinta ksatria baja hitam RX alias kamen rider black RX.</p>
<p>5.) Kreatif dan inovatif,nggak ada matinya!!</p>
<p>Ksatria baja hitam RX pada kenyataannya sangat sulit dibunuh oleh monster-monster kerajaan Crisis,mengapa? karena kemampuan adaptasi dengan kekuatan musuhnya dan perubahan bentuk menjadi ksatria baja hitam RX Bio yang praktis sulit disentuh musuh.Dan kalau Kotaro terancam dengan suatu benda tajam yang akan menusuk tubuhnya atau dibombardir dengan peluru kendali dan bom,ia dapat berubah menjadi ksatria baja hitam RX Robo untuk meningkatkan pertahanannya.Inilah cikal bakal dari perubahan bentuk yang banyak, pada jaman kamen rider Heisei(2000-sekarang).</p>
<p><b>DVD Complete edition serial Black RX @Amazon</b></p>
<p>akhir kata,ksatria baja hitam dan ksatria baja hitam RX menempati posisi kamen rider yang terhormat dan terkuat diantara kamen rider jaman Showa(1970-1995).</p>
<p>var addthis_pub=&#8221;miro211185&#8243;;<br /><a href="http://www.addthis.com/bookmark.php?v=20"><img alt="Bookmark and Share" height="16" src="http://s7.addthis.com/static/btn/lg-bookmark-en.gif" width="125" /></a></p>
<p><a href="http://www.lintasberita.com/kirimmedia/url:http://kamenriderology.blogspot.com/"><br /><img src="http://www.lintasberita.com/buttons_lb/lintasberita-80x15.gif" /> </a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ndableg]]></title>
<link>http://rario.wordpress.com/2009/11/14/ndableg/</link>
<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 14:24:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>rario</dc:creator>
<guid>http://rario.wordpress.com/2009/11/14/ndableg/</guid>
<description><![CDATA[APA ARTI “NDABLEK” ? Yg berasal dari Jawa &amp; mengenal bahasa Jawa, semestinya tdk ada masalah dg ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>APA ARTI “NDABLEK” ?</strong></p>
<p>Yg berasal dari Jawa &#38; mengenal bahasa Jawa, semestinya tdk ada masalah dg makna kata ini. Utk yg bukan berasal dari Jawa, silakan tanya teman seruangan atau se-unit yg mngkn mengerti.</p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>CONTOH PERILAKU “NDABLEK”;</strong></span></p>
<ul>
<li>sudah diperingatkan tapi tetap melanggar  &#8211; sudah diberitahu tapi tetap berbuat salah</li>
<li>sudah disindir tapi tdk merasa disindir   Berapa x kita mendengar tausiah atau ceramah agama atau khutbah ?  Khutbah Jum&#8217;at-lah misalnya, yg rutin setiap minggu kita dengar, baik dg ikhlas maupun terpaksa (krn hadir) maupun sambil ngantuk.  Berapa x kita “tersindir” oleh isi nasihat tsb, yg biasanya selalu merujuk ke Qur&#8217;an &#38; hadits ?
<ul>
<li>Selalu ?</li>
<li>Jarang ?</li>
<li>Tdk pernah ?</li>
</ul>
</li>
</ul>
<p style="padding-left:30px;">Nah jika kita termasuk yg tdk pernah tersindir nasihat, berarti kita termasuk “ndablek”.</p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>PENYEBAB “NDABLEK”</strong></span></p>
<p>Penyebab kita tdk tersindir bisa bermacam-macam:</p>
<ul>
<li>sindirannya terlalu halus</li>
<li>sindirannya tdk menyebut dirinya (namanya)</li>
<li>merasa sindiran tsb bukan utk dirinya.</li>
</ul>
<p>Nah, di Al-Qur&#8217;an &#38; hadits, mayoritas adalah nasihat halus dari Allah SWT, baik secara langsung maupun melalui Nabi &#38; Rasul-Nya. Namun ada juga yg berupa teguran langsung.  Apakah kehalusan sindiran AQ tsb yg menyebabkan kita tdk merasa tersindir ?</p>
<p>Bagaimana jika “predikatnya” tetap, tapi “subjek” atau “objek”nya diganti dg nama kita misalnya. Apakah kita akan masih tdk tersindir ?</p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>CONTOH :</strong></span></p>
<p>Surat As-Sajadah (32) : 20 “Dan adapun orang-orang yang fasik (kafir) maka tempat mereka adalah jahannam. Setiap kali mereka hendak keluar daripadanya, mereka dikembalikan ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka: &#8220;Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendustakannya.&#8221;   Lalu subjek &#38; objeknya kita ganti, dg Ario misalnya, maka akan berbunyi:  “Dan adapun Ario yang fasik (kafir) maka tempat mereka adalah jahannam. Setiap kali Ario hendak keluar daripadanya, Ario dikembalikan ke dalamnya dan dikatakan kepada Ario: &#8220;Rasakanlah siksa neraka yang dahulu Ario mendustakannya.&#8221;  Tersindir atau tdk sekarang? Masih tidak? Itulah ndablek sejati.</p>
<p><strong><span style="color:#800000;">ANTI NDABLEK</span></strong></p>
<p>Anti ndablek berarti kebalikan dari ndablek. Sejatinya “anti ndablek” berprospek positif utk seseorang, selama pribadi tsb mampu memanajnya dg reaksi yg positif.  Dlm kaitannya dg mendengar tausiah, sikap “anti ndablek” akan selalu membuat orang memperbaiki diri &#38; jika terjadi terus menerus, pribadinya akan semakin baik.  Namun, sikap “anti ndablek” yg diikuti dg reaksi negatif, akan membuat orang tersebut menjadi reaktif – selalu tersinggung – pemarah, dll.</p>
<p>Pelajaran memilih reaksi ini, pernah menjadi tema MTGW (Mario Teguh Golden Ways) malam saat tulisan ini dibuat.</p>
<p>Semoga hati &#38; perasaan kita semua cukup peka utk mensikapi semua kejadian di dunia ini.</p>
<p>Wallahu&#8217;alam.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pasir Dalam Genggaman]]></title>
<link>http://nandacooll.wordpress.com/2009/11/14/pasir-dalam-genggaman/</link>
<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 04:38:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>Nanda Andriani Putri</dc:creator>
<guid>http://nandacooll.wordpress.com/2009/11/14/pasir-dalam-genggaman/</guid>
<description><![CDATA[Kisah cinta itu di ibaratkan seperti pasir dalam genggaman.  Kalau kamu menggenggam erat pasir yang ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Kisah cinta itu di ibaratkan seperti pasir dalam genggaman.  Kalau kamu menggenggam erat pasir yang ada dalam genggamanmu, maka pasir itu akan jatuh atau keluar melalui celah jari kamu dan lama-kelamaan pasir yang ada dalam genggamanmu akan habis.  Sebaliknya, jika kamu tidak menggenggam erat pasir yang ada dalam genggamanmu, pasir itu tidak akan jatuha atau keluar melalui celah jari kamu dan pasir itu akan tetap ada dalam genggamanmu.</p>
<p>Oleh karena itu, janganlah kamu menggenggam erat pasanganmu kalau kamu masih ingin bersamanya.  Jika kamu menggenggam erat pasanganmu lama-kelamaan cinta pasanganmu akan habis.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kaca Spion]]></title>
<link>http://rario.wordpress.com/2009/10/25/kaca-spion/</link>
<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 14:57:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>rario</dc:creator>
<guid>http://rario.wordpress.com/2009/10/25/kaca-spion/</guid>
<description><![CDATA[Asswrwb. Bagi pengguna sepeda motor / skuter murni (belum mengalami mengemudi mobil) mngkn kaca spio]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Asswrwb.</p>
<p>Bagi pengguna sepeda motor / skuter murni (belum mengalami mengemudi mobil) mngkn kaca spion dianggap tdk penting.</p>
<p>Bukti :</p>
<ul>
<li>Banyak yg mengganti kaca spion standar pabrik (bila beli dari baru) dg yg tdk memenuhi standar.</li>
<li>Mengandalkan lirikan mata atau menengok sebelum belok.</li>
</ul>
<p>BAHAYA menggunakan kaca spion tdk standar;</p>
<ul>
<li>Berpindah jalur/lintasan tanpa mempedulikan pengguna jalan lain yg berada di samping atau belakangnya, dpt mencelakakan diri sendiri &#38; orang lain.</li>
<li>Pada kasus kecepatan tinggi, belok tanpa dibantu kaca spion dpt berpotensi ybs terserempet kendaraan lain, &#38; bila fatal berakibat cacat / tewas.</li>
<li>Di jalan raya, momen / waktu kejadian sering hny sepersekian detik, yg berarti tdk ada cukup kesempatan utk menghindari kejadian mendadak.</li>
</ul>
<p>KRITERIA kaca spion yg memenuhi standar (keamanan);</p>
<ol>
<li>Kaca spion memiliki bidang yg cukup memadai utk melihat objek di belakang pengemudi. Hal ini baru dpt diketahui bila spion sdh dipasang &#38; diatur posisinya dg benar. Tanda spion sdh diatur dg benar, pengendara kendaraan lain di belakangnya dpt melihat bidang mata pengemudi di depannya melalui kaca spion.</li>
<li>Jarak terluar kaca spion dalam keadaan terpasang, lebih lebar dari jarak terluar stang kemudi.  Hal ini berguna sbg peringatan dini bhw jika kaca spion mentok dg objek lain, berarti celah tsb terlalu sempit. Badan pengemudi &#38; pembonceng terluar berpotensi terserempet.<img class="aligncenter size-medium wp-image-209" title="~Moyens_formats~Scooters~Scooters_125_et_moins~Aprilia~Aprilia_125_Scarabeo_2008~Aprilia_125_Scarabeo_2008_acmz" src="http://rario.wordpress.com/files/2009/10/moyens_formatsscootersscooters_125_et_moinsapriliaaprilia_125_scarabeo_2008aprilia_125_scarabeo_2008_acmz.jpg?w=300" alt="~Moyens_formats~Scooters~Scooters_125_et_moins~Aprilia~Aprilia_125_Scarabeo_2008~Aprilia_125_Scarabeo_2008_acmz" width="300" height="225" /></li>
<li>Arah ulir pengencangan kaca spion sebaiknya berbeda antara kaca spion kiri &#38; kanan. Ulir itu maksudnya sambungan antara mur &#38; baut.  Hal ini dimaksudkan bila kaca spion tsb menyerempet sesuatu (dari arah depan), maka arah serempetan itu ke arah pengenduran ulir kaca spion. <span style="text-decoration:underline;">Contoh;</span> kaca spion kanan sebaiknya arah pengencangannya ke kiri. Agar bila diserempet dari arah depan kaca spion tsb menjadi longgar. Bila kebalikannya makan gaya serempetan tsb akan diteruskan ke stang pengemudi shg berakibat kemudi belok ke kanan, ke arah penyerempet tsb.</li>
</ol>
<p><!--more--></p>
<p>Keuntungan AKHIRAT menggunakan kaca spion yg memenuhi standar keamanan;</p>
<ol>
<li>Membantu kita berbuat kebajikan, dg tdk merugikan pengguna jalan lain.</li>
<li>Membantu kita berbuat keadilan, menghargai hak pengguna jalan lain. “Berbuat adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa”.</li>
<li>Membantu kita sendiri selamat sampai tujuan, shg dpt membawa kebahagiaan bagi keluarga yg menunggu.</li>
</ol>
<p>Tiada yg terjadi sehari-hari yg tdk berkaitan dg amal kita.</p>
<p>Wallahu&#8217;alam.  Wsswrwb. Arioskuter.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dialog Siput dan Lalat]]></title>
<link>http://lautze.wordpress.com/2009/10/16/dialog-siput-dan-lalat/</link>
<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 07:01:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>lautze</dc:creator>
<guid>http://lautze.wordpress.com/2009/10/16/dialog-siput-dan-lalat/</guid>
<description><![CDATA[Suatu hari, Langit begitu Indah &amp; Cerah, Awal dari Musim Semi yang membahagiakan.. Di bawah Poho]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Suatu hari, Langit begitu Indah &amp; Cerah, Awal dari Musim Semi yang membahagiakan.. Di bawah Poho]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dari NN]]></title>
<link>http://sussykelly.wordpress.com/2009/09/15/dari-nn/</link>
<pubDate>Tue, 15 Sep 2009 05:51:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>sussykelly</dc:creator>
<guid>http://sussykelly.wordpress.com/2009/09/15/dari-nn/</guid>
<description><![CDATA[Saya adalah seorang ibu dan baru saja menyelesaikan kuliah saya.  Kelas terakhir yang harus saya amb]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-full wp-image-775" title="hand" src="http://sussykelly.wordpress.com/files/2009/09/hand.jpg" alt="hand" width="130" height="93" />Saya adalah seorang ibu dan baru saja menyelesaikan kuliah saya.  Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah sosiologi.  Sang dosen sangat inpiratif dan teropsesi dengan kualitas yang diharapkan agar setiap orang memilikinya.  Tugas akhir yang diberikan diberi nama “tersenyum”.  Seluruh siswa diminta untuk pergi keluar dan tersenyum kepada tiga orang dan mendokumentasikan reaksi mereka.</p>
<p>Saya adalah seorang yang mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang dan mengatakan “hello” jadi saya berpikir tugas ini sangatlah mudah.  Segera setelah kami menerima tugas tersebut saya mulai mencari-cari ide seperti apakah nantinya agar tugas ini selesai.  Ceritakan saja hal-hal yang lucu, bertemu dengan ibu-ibu yang lainnya didepan rumah ataupun sekedar menyapa penjaga kasir disupermarket adalah cara termudah untuk menyelesaikan tugas ini.  Namun saya menginginkan hal lain yang tergolong unik. “hm…mm..sulit sekali menimbulkan ide kreatif tersebut,” pikirku dalam hati sambil mempersiapkan makan malam hari itu.</p>
<p>Pada minggu berikutnya disuatu pagi dibulan Desember yang sangat dingin dan lembab, saya sekeluarga pergi ke sebuah tempak makan fast food untuk sarapan bersama dengan sedikit suasana berbeda.  Ini adalah salah satu cara kami untuk berkumpul dan berbagi.</p>
<p>Kami berdiri dalam antrian, menunggu untuk dilayani.  Ternyata dipagi yang dingin itu cukup ramai pengunjung yang ingin juga menikmati sarapan direstoran tersebut.  Senda gurau dan canda terdengar ditelinga saya belum lagi gelak tawa yang terkadang memecahkan keheningan restoran dan membuat beberapa pasang mata melihat kesumber tawa tersebut.  Mudah sekali mereka untuk tertawa.  Itulah yang hinggap dipikiran saya.</p>
<p>Saya dan suamipun mulai ngobrol sedikit ditengah antrian tersebut.  Saya menceritakan tentang tugas terakhir yang harus saya kumpulkan dan meminta pendapat darinya kira-kira konsep seperti apa yang hinggap dipikirannya.  Sambil tersenyum simpul dia berkata, “aku yakin engkau mampu melakukannya dan bersiaplah untuk sesuatu yang baru.”  Saya hanya mengernyitkan dahi tanda sedikit tidak mengerti dengan ucapannya.</p>
<p>Ketika mendadak, setiap orang disekitar kami tiba-tiba menyingkir dan bahkan kemudian suami sayapun ikut menyingkir.  Lalu seketika saya tidak bisa bergerak sedikitpun diikuti perasaan panic menguasai diri saya, ketika saya berbalik untuk melihat mengapa mereka semua menyingkir.  Ketika saya saya berbalik itulah saya membaui suatu “bau badan kotor” yang sangat menyengat, berdiri dibelakang saya dua orang tunawisma.  Ketika saya menunduk melihat seorang yang lebih pendek yang berdiri dekat dengan saya, ia sedang “tersenyum”.  Matanya yang biru langit indah penuh dengan cahaya Tuhan sepertinya ia minta untuk dapat diterima.  Ia lalu berkata “good day”, sambil menghitung beberapa koin yang telah ia kumpulkan.  Lelaki yang kedua memainkan tangannya dengan gerakan aneh sambil berdiri dibelakang temannya.  Saya menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental dan lelaki dengan mata biru itu adalah “penolongnya”.  Saya menahan haru ketika tetap berdiri disana bersama mereka.  Sementara pengunjung lainnya menatap saya dengan perasaan “aneh”</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-776" title="awan" src="http://sussykelly.wordpress.com/files/2009/09/awan.jpg" alt="awan" width="130" height="97" />Wanita muda dicounter menanyai lelaki itu apa yang mereka inginkan.  Ia berkata,’kopi saja, nona” karena hanya itulah yang mampu mereka beli.</p>
<p>( karena jika mereka ingin duduk didalam restoran dan mengangatkan tubuh mereka, maka mereka harus membeli sesuatu.  Mereka hanya ingin menghangatkan badan saja )</p>
<p>Saya tetap tenang dan segera berkata pada wanita dibelakang counter untuk memberikan pada saya dua paket makan pagi lagi dalam nampan terpisah.  Kemudian saya berjalan melingkari sudut kearah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu sebagai tempat istirahatnya.  Saya meletakkan tangan saya diatas tangan dingin lelaki bermata biru itu.  Ia melihat saya dengan mata berkaca dan berkata,”terima kasih”.  Saya tersenyum dan berkata,”sama-sama, Pak,saya melakukannya karena Tuhan ada disini dan bekerja melalui saya untuk memberimu harapan.”</p>
<p>Saya menangis ketika saya berjalan meninggalkannya dan bergabung dengan keluarga saya dimeja kami.</p>
<p>Ketika saya duduk, suami saya tersenyum dan berkata,” itulah sebabnya Tuhan memberi kamu kepadaku, untuk memberiku harapan.”  Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan saat itu kami tahu, <em>bahwa hanya karena anugerah Tuhan kami kami dapat memberi apa yang dapat kami berikan untuk orang lain yang membutuhkan  !<br />
</em></p>
<p>Selang beberapa hari saya kembali kekelas sosiologi untuk mengumpulkan tugas yang diberikan dengan cerita ditangan saya ini.  Saya menyerahkan “proyek” saya dan dosen saya membacanya.  Kemudian ia melihat saya dan berkata,”bolehkan kisahmu saya bagikan kepada yang lainnya?” saya mengangguk perlahan dan seketika ia mulai membacakannya untuk yang lain.  Saat itu saya tahu bahwa melalui kejadian yang saya alami dapat merupakan kesempatan untuk membagikan pengalaman tersebut untuk orang lain.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-778" title="women" src="http://sussykelly.wordpress.com/files/2009/09/women.jpg" alt="women" width="86" height="95" />Dengan cara yang Tuhan buat dalam hidup saya, melalui kejadian yang saya alami tersebut, telah menyentuh orang-orang yang ada direstoran, menyentuh keluargaku, suamiku, dosenku, dan setiap jiwa yang menghadiri ruang kelas dimalam terakhir saya sebagai mahasiswa.  Saya lulus dengan satu pelajaran besar dalam hidup, bahwa pertama, kasih adalah penerimaan tanpa syarat.  Kedua, cara bagaimana  untuk mencintai sesama dengan memanfaatkan benda-benda ; bukannya mencintai benda dengan memanfaatkan sesama. !  (NN )</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Buat Juraganku Semua yang Hobby Ngelihat Bokep]]></title>
<link>http://chillinaris.wordpress.com/2009/09/12/buat-juraganku-semua-yang-hobby-ngelihat-bokep/</link>
<pubDate>Sat, 12 Sep 2009 19:20:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>chillinaris</dc:creator>
<guid>http://chillinaris.wordpress.com/2009/09/12/buat-juraganku-semua-yang-hobby-ngelihat-bokep/</guid>
<description><![CDATA[Enak too.. Mantebh too&#8230; Daripada kamu liat yang asli hehee&#8230;]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Enak too.. Mantebh too&#8230; Daripada kamu liat yang asli hehee&#8230;]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Puasa dan Pesan Moral di Dalamnya]]></title>
<link>http://thenafi.wordpress.com/2009/09/01/puasa-dan-pesan-moral-di-dalamnya/</link>
<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 10:50:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>Hanafi Mohan</dc:creator>
<guid>http://thenafi.wordpress.com/2009/09/01/puasa-dan-pesan-moral-di-dalamnya/</guid>
<description><![CDATA[Ayat-ayat yang terkait dengan puasa tidak hanya Al-Baqarah ayat 183, melainkan jika kita perhatikan,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://thenafi.wordpress.com/2009/09/01/puasa-dan-pesan-moral-di-dalamnya/fine-2/" rel="attachment wp-att-460"><img src="http://thenafi.wordpress.com/files/2009/09/fine1.jpg" alt="FINE" title="FINE" width="188" height="163" class="alignleft size-full wp-image-460" /></a>Ayat-ayat yang terkait dengan puasa tidak hanya Al-Baqarah ayat 183, melainkan jika kita perhatikan, ternyata ada tiga “la alla” di Surah Al-Baqarah, yaitu: ayat 183, 185, dan 187. Pertama: la allakum tattaqun, kedua: la allakum tasykurun, dan ketiga: la allahum yarsyudun.<br />
<!--more--><br />
Ketiga-tiga ayat ini berkaitan dengan ramadan dan puasa. Bisa kita pahami, bahwa yang diinginkan oleh ibadah puasa adalah tercapainya tiga sikap ataupun tiga bentuk keberagamaan, yang satu sama lain terkait, tetapi masing-masing ada tuntutan tersendiri, yaitu antara ketakwaan, sikap bersyukur, dan orang yang selalu berada di bawah petunjuk Allah. </p>
<p>Yang menarik dari Surah Al-Baqarah, bahwa pada dua “la alla” yang pertama (la allakum tattaqun dan la allakum tasykurun), kata ganti yang digunakan adalah kata ganti orang kedua jamak. Tetapi pada “la alla” yang ketiga (la allahum yarsyudun), kata ganti yang digunakan adalah kata ganti orang ketiga jamak.</p>
<p>“La allakum”, seolah-olah berhadapan dengan kita. Siapapun yang berpuasa, maka ada jaminan untuk menjadi orang yang bertakwa. Siapapun yang berpuasa, maka ada jaminan bisa menjadi orang yang pandai bersyukur. Tetapi yang ketiga (la allakum yarsyudun: agar menjadi orang yang selalu berada di bawah petunjuk Allah), ini kelihatannya agak jauh bisa kita capai, karena orang yang selalu berada di bawah petunjuk Allah hanyalah para nabi, aulia, dan para syuhada. Kita semua dalam perjalanan menjalani kehidupan ini bisa dipastikan tak pernah luput dari kekeliruan dan dosa, baik itu disengaja ataupun tidak.</p>
<p>Berkaitan dengan konteks takwa,  bahwa rumusan takwa adalah menjalankan seluruh perintah dan menghindari seluruh larangan. Tetapi, yang menarik dari ayat 183, justru orang yang menjalani ibadah puasa masih dituntut untuk melahirkan sikap ketakwaan. Dari redaksi ayat ini, tuntutan ibadah puasa tidak sekedar kemampuan menahan makan dan minum serta hal-hal yang membatalkan lainnya, di mana bagi orang yang beriman menahan makan dan minum dalam batas-batas tertentu bukanlah suatu persoalan. Orang yang tidak sanggup menjalani puasa itu lebih dikarenakan tidak berbasis iman. Menahan makan dan minum di siang hari sepertinya adalah pekerjaan yang ringan. Tetapi ada tuntutan “la allakum tattaqun” pada ayat ini, yaitu ada pesan moral yang diminta dari orang-orang yang berpuasa. </p>
<p>Apa yang dimaksud dengan pesan moral dari ibadah puasa? Mengenai hal ini, ada suatu riwayat yang menyebutkan:</p>
<p>Pada suatu ketika di Bulan Ramadan, Rasulullah mendengar ada seorang ibu yang mencaci-maki pembantunya. Caci-maki tersebut didengar oleh Rasulullah, sehingga sahabat diminta untuk memanggil wanita itu. Lalu Rasulullah menyuruhnya mengambil makanan. Setelah wanita itu datang menghadap Rasulullah, lalu beliau menyuruh wanita itu makan makanan yang telah disediakan itu. Wanita itu berkata, “Wahai Rasulullah, aku sedang berpuasa.”</p>
<p>Kemudian Rasulullah berkata, “Banyak orang yang lapar, tetapi sedikit yang berpuasa. Allah tidak membutuhkan kalian menahan lapar dan haus di siang hari jika tak mampu menahan hawa nafsu.”</p>
<p>Dari sini dapatlah kita ketahui, bahwa berpuasa bukanlah hanya sekedar menahan makan dan minum, melainkan ada tuntutan untuk menahan hawa nafsu. Di Bulan Ramadan ini, ekspresi kehidupan keagamaan kita kemudian meningkat.</p>
<p>Pada sebuah kitab dijelaskan, bahwa ada tiga pengandaian:</p>
<p><strong>Pengandaian Pertama</strong></p>
<p>Pada suatu ketika, ada seorang sahabat yang sedang berjalan. Di tengah jalan, ia melihat ada seorang pengemis yang meminta-minta. Sahabat itu sebenarnya hanya memiliki uang yang cukup untuk berbuka puasa. Setelah dipertimbangkan, sahabat itu kemudian memberikan seluruh uangnya kepada peminta-minta itu. Ternyata ia bermimpi, Allah memberikan balasan yang luar biasa. Ia berkata, seandaikan ia memberikan uang lebih besar lagi, pasti Allah akan melipat-gandakan lebih besar, karena peristiwa ini terjadi di Bulan Ramadan.</p>
<p><strong>Pengandaian Kedua</strong></p>
<p>Seorang sahabat ketika ia berjalan, tiba-tiba ia melihat ada seorang yang kedinginan di tengah jalan karena kehujanan. Melihat hal tersebut, diberikannya pakaian yang dipakainya kepada orang yang kedinginan itu. Sahabat tersebut kemudian bermimpi diberikan anugerah kenikmatan yang luar biasa. Lalu sahabat tersebut berkata, “Seandainya yang aku berikan itu bukan pakaian bekas, melainkan pakaian baru, tentunya Allah akan memberikan balasan yang luar biasa.” Mengapa? Karena hal ini terjadi di Bulan Ramadan.</p>
<p><strong>Pengandaian Ketiga</strong></p>
<p>Ada seorang tua yang tak bisa ke masjid karena harus dipapah. Untuk bisa berjamaah, rumahnya relatif jauh. Anaknya tidak ada yang menuntunnya. Tiba-tiba ada seorang pemuda mengantarkan orang tua tersebut ke masjid. Kemudian pemuda tersebut bermimpi mendapatkan balasan kenikmatan yang luar biasa dari Allah. Pemuda tersebut kemudian berkata, “Seandainya orang tua tersebut aku tuntun dari tempat yang lebih jauh dan bisa kulakukan setiap hari, maka nikmat yang akan diberikan oleh Allah tentunya akan sangat luar biasa besarnya.”</p>
<p>Pada Bulan Ramadan ini, sering kali kita menemui hal-hal yang seperti ini. Namun sering kali kita tidak terpanggil untuk membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan itu. Bulan Ramadan ini merupakan bulan yang subur untuk melakukan seluruh kegiatan, terutama kegiatan-kegiatan kemanusiaan.</p>
<p>Ketika Imam Al-Ghazali wafat, beliau dimimpikan oleh salah seorang sahabatnya, bahwa Imam Al-Ghazali diberikan balasan kenikmantan yang luar biasa di alam kuburnya. Terjadilah dialog dalam mimpi itu. Sahabat tersebut bertanya kepada Imam Al-Ghazali, “Apakah sebabnya sehingga Allah memberikan kenikmatan yang luar biasa kepadamu?”</p>
<p>“Bukan karena Kitab Ihya Ulumuddin yang aku tulis, bukan karena aku ulama besar, dan bukan pula karena aku tokoh sufi, tetapi yang menyebabkan Allah memberikan kenikmatan kepadaku, bahwa pada suatu saat aku menulis kitab dengan tinta, lalu ada seekor lalat yang hinggap di ujung tinta tersebut hingga lalat tersebut kenyang, setelah itu barulah aku menggerakkan tinta tersebut,” jawab Imam Al-Ghazali di dalam mimpi itu.</p>
<p>Artinya, bahwa yang dituntut dari ibadah yang kita lakukan apapun bentuknya, maka harus ada ketulusan hati, ada perhatian terhadap kehidupan sosial, termasuk terhadap binatang yang menjijikkan sekalipun. </p>
<p>Dalam suatu hadis digambarkan, bahwa ada seorang ibu yang masuk neraka karena perlakuan ibu tersebut yang kasar terhadap seekor kucing. Kucing tersebut diikatnya dan dimasukkan ke dalam kamar dan tidak diberi makan, sehingga kucing tersebut kelaparan, dan kemudian mati.</p>
<p>Dalam hal ini, Islam ingin memberitahukan kepada umatnya, bahwa sebagai orang yang beriman, tidak cukup hanya melakukan hal-hal yang bersifat lahiriyah, melainkan yang lebih utama adalah ketulusan batin untuk memperhatikan lingkungan, termasuk juga terhadap binatang dan tumbuh-tumbuhan. Siapapun yang bersikap tidak baik terhadap binatang dan tumbuh-tumbuhan, maka yang akan marah adalah yang menciptakan binatang dan tumbuh-tumbuhan tersebut (yaitu Allah), apalagi jika kita bersikap tidak baik terhadap sesama manusia.</p>
<p>Karena itulah, di balik semangat menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadan, janganlah lupa untuk selalu berhati-hati di manapun kita berada, karena tingkat kejahatan di bulan Ramadan ini cukup meningkat. Perampokan, pencurian, bahkan pembunuhan bisa terjadi kapan dan di mana saja. Misalnya, karena hanya memikirkan lebaran, sehingga sering kali kita melupakan untuk saling bertenggang rasa. Itulah sebabnya, di Bulan Ramadan ini banyak orang-orang yang mati konyol, padahal dia pergi demi mencari nafkah untuk keluarganya, demi suksesnya ramadan. Karena itulah, kita harus selalu waspada. Ke manapun orang beriman pergi, maka ia akan selalu membawa ketakwaan, baik ketakwaan ritual maupun ketakwaan sosial. Insya Allah kita akan hidup selamat dalam bimbingan Allah SWT.</p>
<p>Mudah-mudahan kita bisa menyelesaikan ramadan ini dengan sebaik-baiknya, hingga tuntas dan berakhir ramadan nanti, dan seluruh amal ibadah kita diterima oleh Allah. Kebaikan-kebaikan kita apapun bentuknya mudah-mudahan menjadi ciri ketakwaan kita di hadapan Allah SWT. Sekianlah, mudah-mudahan Allah menguatkan kita semua untuk bias beribadah di Bulan Ramadan ini dengan sebaik-baiknya. []</p>
<p><em>Disarikan dari Ceramah Tarawih yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Aziz Fahrurrozi, M.A. pada tanggal 7 September 2008 di Masjid Agung Sunda Kelapa-Jakarta. Transkriptor: Hanafi Mohan.</em></p>
<p><strong>Sumber:</strong> <a href="http://thenafi.wordpress.com/">http://thenafi.wordpress.com/</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Renungan Bijaksana: Sebuah Pensil]]></title>
<link>http://pormadi.wordpress.com/2009/08/27/renungan-bijaksana-sebuah-pensil/</link>
<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 03:07:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>pormadi</dc:creator>
<guid>http://pormadi.wordpress.com/2009/08/27/renungan-bijaksana-sebuah-pensil/</guid>
<description><![CDATA[SEBUAH PENSIL Seorang anak bertanya kepada  neneknya yang sedang menulis sebuah surat .   &#8221;Nen]]></description>
<content:encoded><![CDATA[SEBUAH PENSIL Seorang anak bertanya kepada  neneknya yang sedang menulis sebuah surat .   &#8221;Nen]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Terimakasih Atas Kehadirannya Kawan]]></title>
<link>http://serdadu95.wordpress.com/2009/08/18/terimakasih-atas-kehadirannya-kawan/</link>
<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 03:15:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>serdadu95</dc:creator>
<guid>http://serdadu95.wordpress.com/2009/08/18/terimakasih-atas-kehadirannya-kawan/</guid>
<description><![CDATA[Menyenangkan sekali… Ini bukan masalah “memenuhi target“… tapi lebih kepada “proses pembelajaran dir]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><strong><em>Menyenangkan sekali…</em></strong><br />
Ini bukan masalah “memenuhi target“… tapi lebih kepada “proses pembelajaran diri”. Setidaknya demikianlah yang ada di benak saiya pada saat akan memulai me-launching <strong>Edisi Merah-Putih</strong> di blog saiya ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Menyenangkan sekali…</em></strong><br />
Ini adalah kali kedua saiya membuat event dalam rangka ikut mengayu-bagyo Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia – Negeri yang sangat saiya cintai. Selama 17 hari – dimulai sejak tanggal 1 Agustus dengan postingan yang berjudul <strong><a href="http://serdadu95.wordpress.com/2009/08/01/berbuat-baik-lah-demi-indonesia/">Berbuat Baik-lah Demi Indonesia</a></strong> dan postingan terakhir pada tgl 17 Agustus kemaren &#8212; <strong><a href="http://serdadu95.wordpress.com/2009/08/17/refleksi-kemerdekaan-indonesia/">Refleksi 64 Tahun Kemerdekaan Indonesia</a></strong>, telah saiya <em>publish</em> dengan sukses.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Menyenangkan sekali…</strong></em><br />
Bahwa 10 buah postingan di <strong>Edisi Merah-Putih</strong> tahun ini masih sangat jauh dari kata bagus,  tetapi paling tidak… saiya telah berhasil menciptakan tradisi “baik” di blog saiya ini, yang semoga bisa terus saiya agendakan di setiap tahunnya.<!--more--></p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Menyenangkan sekali…</strong></em><br />
Seandainya 10 postingan yang telah saya publish ini bisa bermanfaat, dapat memberikan inspirasi dan mampu menumbukan semangat nasionalisme <strong>&#8211;</strong> maka itu akan lebih menyenangkan lagi. Akan tetapi, apabila pesan moral yang saya sampaikan lewat 10 postingan ini belum dapat tersampaikan dengan baik… maka dengan bisa memberikan beberapa “bahan bacaan yang bernuansa merah-putih” di blog ini, bagi saya &#8212; itu sudah lebih dari cukup.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Terimakasih atas kehadirannya kawan, sampai jumpa di Edisi Merah-Putih tahun depan.</strong></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>* Semoga kita akan selalu mencintai negeri ini dan akan senantiasa ingat bahwa NKRI adalah harga mati. Jayalah negeriku – bangsaku, Indonesia.</em></p>
<p style="text-align:center;">Wassalam</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Wasiat Dan 3 Orang Anak]]></title>
<link>http://jaller.wordpress.com/2009/08/14/wasiat-dan-3-orang-anak/</link>
<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 15:26:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>jaller</dc:creator>
<guid>http://jaller.wordpress.com/2009/08/14/wasiat-dan-3-orang-anak/</guid>
<description><![CDATA[Seorang saudagar kaya meninggal dengan meninggalkan sebuah wasiat “salah satu diantara kalian adalah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Seorang saudagar kaya meninggal dengan meninggalkan sebuah wasiat “salah satu diantara kalian adalah]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tak mungkin dapat memberi dari apa yang tidak kita punya]]></title>
<link>http://sussykelly.wordpress.com/2009/07/24/dari-sebuah-desa-kecil-di-bena/</link>
<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 12:09:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>sussykelly</dc:creator>
<guid>http://sussykelly.wordpress.com/2009/07/24/dari-sebuah-desa-kecil-di-bena/</guid>
<description><![CDATA[Minggu kemarin saya berkesempatan pergi ke suatu desa kecil di Bena, tepatnya di Desa Polo, Kecamata]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-full wp-image-568" title="SSA40873" src="http://sussykelly.wordpress.com/files/2009/07/ssa40873.jpg" alt="SSA40873" width="460" height="298" /></p>
<p>Minggu kemarin saya berkesempatan pergi ke suatu desa kecil di Bena, tepatnya di Desa Polo, Kecamatan Molo Selatan, Kabupaten TTS.   Kira-kira 100 km dari Kupang ( kalo tak salah ).   Pagi-pagi buta saya sudah <em>wake up</em> dan mempersiapkan segala sesuatunya, karena kegiatan pelayanan harus dimulai  jam 9 pagi ini.   Masih agak gelap, sekitar jam 5 pagi meluncurlah kami melintasi sepanjang jalan Tim-Tim, lurus menuju Kabupaten TTS sana.  Perjalanan diperkirakan akan makan waktu kurang lebih 3 jam, karena itu saya telah mempersiapkan &#8220;obat &#8221; pengusir rasa &#8220;bosan&#8221;, a book !.  Judulnya Keajaiban, sebuah buku yang bagi saya sangat indah, sangat menarik.  Ditulis oleh seorang mantan jurnalis, dengan bahasa yang sangat &#8220;biasa&#8221;, namun punya makna yang &#8220;luar biasa&#8221;.  Inti dari buku itu, mengajarkan ( lebih tepatnya ) mendirect kita agar dapat menghargai kehidupan sebagai suatu anugerah, melalui perkara-perkara &#8220;biasa&#8221; dan sederhana yang kita temui setiap hari (asal kita buka hati dan pikiran ) yang terkadang luput dari perhatian kita, karena kita telah disibukkan dengan hal-hal lain yang &#8220;tidak sederhana&#8221;.   Paling tidak, itu yang ditulis Sang Jurnalis tsb.  Dengan pembahasannya yang lugas, sederhana dan real, ternyata rangkaian kata-kata dalam buku itu telah menghipnotis dalam tanda kutip,  saya   !  Alhasil, tanpa terasa mobil telah melintasi batas Kabupaten Kupang &#8211; TTS, menyebrangi Jembatan Noelmina, telah luput dari perhatian saya.  Lalu ketika mobil berbelok memasuki jalan menuju daerah Bena saya terpaksa harus segera menutup lembaran buku tersebut, karena ada banyak pemandangan indah yang sayang kalo terlewatkan. ( I must take a picture ).</p>
<p>Waktu hampir pukul 8 pagi dan matahari telah mulai memancarkan sinarnya tanpa malu-malu lagi.  Kicauan burung bersahutan, yang beterbangan dari satu dahan kedahan yang lain, menyuguhkan pemandangan langka yang jarang saya temui, akhir-akhir ini.   Walaupun terkadang melintasi hutan-hutan kering dan bebatuan, tapi disepanjang perjalanan  juga terlihat banyak hamparan sawah yang hijau mencerahkan mata.  Bena ternyata cukup indah.  Walau ada beberapa daerah yang kami lalui tidak terlihat adanya jaringan listrik, namun pada dasarnya, ini daerah yang cukup subur.  Mungkin karena sungai besar yang mengaliri sepanjang daerah tersebut.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-569" title="SSA40872" src="http://sussykelly.wordpress.com/files/2009/07/ssa40872.jpg" alt="SSA40872" width="460" height="341" /></p>
<p>Saya selalu menyukai perjalanan seperti ini, karena banyak hal-hal baik saya temui dan dapati.  Seperti pemandangan tadi, suasananya, rasa adventurenya, dll.  Semuanya menyegarkan hati dan pikiran.  Thank&#8217;s God !</p>
<p>Setelah berjalan cukup jaaaaaauuuuuuuh, (ternyata daerah tujuan kami ini sangat-sangat jauh, menurut saya ) akhirnya tibalah kami dengan selamat.  Sembari meluruskan pinggang dan kaki yang kesemutan, saya menyapa beberapa saudara yang sudah menanti kami dari pagi.  Selamat pagi &#8230;.!!!! sapa saya, dan disambut dengan koor &#8220;Shalom, selamat pagi&#8230;!!!&#8221; dari orang-orang Bena yang  ramah dan bersahaja itu.  Saya melihat ada senyuman tulus, tatapan mata yang bersahabat, dan mendapat pelukan erat penuh kasih.  Sekali lagi, Bena ternyata sangat indah !</p>
<p>Setelah mempersiapkan segala sesuatunya, maka ibadahpun segera dimulai.  Ketika pujian dinaikan bagi Tuhan, saya merasakan hadirat Tuhan yang luar biasa.  Saya merasakan Tuhan hadir ditengah-tengah kami, diantara kumpulan orang-orang sederhana ini, yang ternyata memiliki hati yang begitu rindu dan haus akan Tuhan.  Dan,&#8230;&#8230;Kami memuji kebesaranMu, ajaib Tuhan, ajaib Tuhan&#8230;&#8230;Kami memuji kebesaranMu, ajaib Tuhan.  Ketika pujian ini dinaikkan bagi Tuhan saya merasakan betapa ajaibnya Tuhan didalam hidup saya, yang telah memberi saya kesempatan untuk hadir dalam Gereja Tuhan diBena, pagi ini.  Didalam hidup orang-orang desa disini, yang rela berjalan kaki 5 km jauhnya hanya untuk dapat beribadah.  Saya melihat keajaiban Tuhan lewat tatapan mata tulus seorang ibu janda tua yang membawa 2 kaleng beras dan 4 butir telur sebagai persembahannya bagi Pekerjaan Tuhan ditempat ini.   Didalam harmonisasi kidung pujian yang dinyanyikan dengan hati,  saya merasakannya.  Dan mensyukurinya.</p>
<p>Disepanjang jam pelayana itu, tak sedetikpun saya lewati dengan percuma.  Saya menikmati setiap semangat yang dipancarkan lewat pujian yang dinaikan kepada Tuhan.  Setiap harap yang diungkapkan lewat lewat doa dan permohonan kepada Bapa.  Setiap iman yang ditunjukkan lewat Firman Tuhan yang disampaikan dan &#8220;korban&#8221; yang diberikan bagi Tuhan.</p>
<p>Firman Tuhan pagi itu mengenai kisah yang tertulis didalam Kisah Para Rasul 3:1-10, yaitu tentang  :</p>
<p><strong><a href="http://danielelyakim.blogspot.com/2009/07/pintu-gerbang-indah-pintu-anugerah.html">Pintu Gerbang Indah = Pintu Anugerah</a> </strong></p>
<p>dengan penjabarannya seperti ini,</p>
<p>Kitab Kisah Para Rasul adalah kitab yang mencatat karya Roh Kudus yang memakai manusia-manusia biasa untuk menyatakan kuasa Kerajaan Allah dalam Nama Yesus Kristus.  Didalam Kisah Para rasul 3:1-10 disana dicatat, bahwa Petrus dan Yohanes menyembuhkan orang yang lumpuh sejak lahir di pintu gerbang Bait Allah.   Alkitab menerangkan bagi kita bahwa, pintu gerbang adalah tempat untuk : 1. berbisnis, 2. mengambil keputusan tentang hukum/keadilan, 3. tempat untuk memberi nasihat/bermusyarah dan 4. juga tempat untuk penyembahan. dokter Lukas mencatat bahwa ada seorang lumpuh yang diusung tiap-tiap hari oleh orang-orang dan ditempatkan dipintu gerbang bait Allah.  Pintu gerbang itu dinamakan “pintu gerbang indah”.   Mari kita perhatikan dengan teliti catatan yang disampaikan oleh dr. Lukas ini, didalam Kisah Para Rasul 3:1-10.</p>
<p>Didalam ayat pertama dikatakan, pada waktu jam sembahyang Petrus dan Yohanes ke Bait Allah.  Selanjutnya dikatakan disana bahwa ada seorang laki-laki yang lumpuh sejak lahirnya, ia diusung dan tiap-tiap hari ia meminta sedekah kepada orang-orang yang masuk ke bait Allah.   Alkitab menerangkan bahwa laki-laki yang lumpuh itu, telah lumpuh sejak ia lahir. Orang yang lumpuh ini tidak punya masa depan lagi, ia hanya hidup dari sedekah hari-hari dari orang yang datang ke bait Allah.  Namun sahabat terkasih, ada pertanyaan yang patut kita renungkan. Lukas mencatat bahwa orang yang lumpuh itu tiap hari diusung dan dibawa ke Bait Allah.  Orang yang lumpuh ini bukan orang lumpuh seperti yang lainnya. Tiap hari ia diusung ke bait Allah bukan untuk sembahyang, bukan juga untuk membawa korban persembahan tapi di letakkan di pintu gerbang indah untuk meminta-minta sedekah.   Siapa orang lumpuh ini ?  yang diijinkan ada tiap-tiap hari untuk meminta sedekah ? di pintu gerbang indah, lagi ? !!</p>
<p>Ada beberapa catatan para penafsir Alkitab yang menerangkan siapa dia.   Ternyata bahwa orang lumpuh ini adalah keluarga dari imam yang melayani di Bait Allah.  Itu sebabnya tiap hari ia diijinkan berada di pintu gerbang bait Allah untuk meminta sedekah.  Sahabat terkasih, betapa malang ya&#8230;, orang lumpuh ini !.   Karena jika ia salah seorang dari keluarga imam, bukankah ia dipersiapkan untuk meneruskan jabatan Imam, untuk  melayani di Bait Allah.  Harapan keluarganya kelak ia akan menjadi imam, tetapi ternyata ia telah lumpuh sejak lahir.  Kita tahu bahwa didalam Kitab Imamat 21: 16-24, Tuhan memberi perintah kepada Musa untuk menyampaikan kepada Harun, bahwa keturunannya yang telah dikhususkan untuk melayani di kemah pertemuan <em>tidak boleh ada yang cacat badannya. </em>Sahabat terkasih, nasib orang lumpuh ini benar-benar tragis dan malang, ia tidak bisa lagi menjadi imam yang melayani di Bait Allah tetapi akhirnya menjadi pengemis yang mengharapkan belas kasihan orang setiap hari.  Dia berada di bait Allah bukan sebagai imam, bukan pula sebagai umat Tuhan yang datang untuk membawa korban persembahan kepada Allah, tetapi sebagi pengemis, di pintu gerbang indah Bait Allah.</p>
<p>Selanjutnya perhatikan ayat ketiga, ketika ia melihat Petrus dan Yohanes, yang ada dibenaknya yaitu mendapatkan sesuatu dari mereka yaitu sedekah.  Sungguh sangat menyedihkan.  Namun didalam ayat empat sampai ayat enam, Lukas mencatat, bahwa orang yang lumpuh itu tidak menerima yang fana dari Petrus dan Yohanes,  &#8230;&#8230; emas dan perak tak ada padaku, tetapi demi nama Yesus, bangkitlah&#8230;.dan berjalanlah ! Seketika itulah  Ia disembuhkan, dan nasibnyapun diubahkan.  Jika kita terus memperhatikan didalam ayat tujuh sampai sepuluh, orang yang disembuhkan itu lalu bersukacita dan memuji Allah, dan orang banyak yang melihat dia, akhirnya memuliakan Allah karena kesembuhan yang diterimanya.</p>
<p>Pelajaran apa yang kita dapatkan dari kisah didalam Kisah Para Rasul 3: 1-10 ini ?</p>
<p>1. Mujizat Terbesar bagi kita adalah ketika kita boleh mendekat pada Allah (Mat 27:51)</p>
<p>Sahabat,  siapakah kita ini dihadapan Tuhan ?  kita bukan siapa-siapa.  Sebelumnya saudara dan saya tidak terhitung sebagi umat Allah.  Karena dosa, kita terhilang dan terpisah dari hadirat Allah dan sedang menanti murka Allah dicurahkan.  Tetapi syukur kepada Allah untuk rahmatNya yang besar didalam korban putraNya yang kekasih.   Melalui DIA saya dan saudara menerima anugerah yang luar biasa yaitu kita boleh mendekat kepada Allah.  Nasib kita yang harusnya binasa karena dosa dan pelanggaran, telah diubahkan olehNya.   Karena itu kita boleh datang mendekat kepada Bapa dan memanggilnya ”Abba” ya ”Bapa” dan lebih dari itu kita dijadikan imam-imam yang berKerajaan (Rm 8:15-16, I Ptr 2:9)</p>
<p>2. Dipintu Gerbang Indah ada Mujizat (Yoh 10:7, Ibr 1:4)</p>
<p>Si lumpuh itu tidak pernah berpikir atau mengharapkan suatu saat ia akan disembuhkan. Tiap-tiap hari ia berada di pintu gerbang indah Bait Allah hanya untuk meminta sedekah.  Itulah nasibnya saat itu.   Namun suatu saat, dipintu gerbang indah bait Allah ia bertemu dengan Petrus dan Yohanes dan akhirnya  ia disembuhkan- nasibnya diubahkan.   Dipintu gerbang indah ia menerima mujizat.  Alkitab bersaksi bahwa  Tuhan Yesus adalah ”pintu”.   Yesus adalah Pintu untuk hari depan kita, Pintu untuk mujizat dalam hidup kita, dan Pintu untuk kehidupan kekal kita.</p>
<p>3. Berdirilah Teguh didalam Dia (Kol 2:6-7)</p>
<p>Lukas juga mencatat bahwa ketika kaki dan mata kaki orang itu menjadi kuat,  ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari melompat dan memuliakan Allah.   Perhatikan kalimat&#8230;. kaki dan mata kaki orang itu menjadi kuat,  dan setelah kuat, ia memuliakan Allah dan membuat banyak orang takjub akan perbuatan Allah yang luar biasa.   Demikan pula sahabat dan saya yang telah menikmati kasih karunia Allah yang luar biasa,  hendaklah kita terus berakar didalam DIA (yang berarti terus dikuatkan dan menjadi kuat ), dibangun didalam DIA, setiap hari supaya dari kesaksian hidup kita, nama Tuhan dipermuliakan.</p>
<p>Ingatlah, bahwa Yesus Kristus Tuhan adalah pintu anugerah kita.  Didalam Dia ada mujizat. Didalam Dia ada hari depan dan didalam Dia ada kehidupan.  Bila hidup terasa berat dan beban dosa telah merintangi jalanmu sahabatku,  datanglah padaNya, lalu minta anugerah pengampunanNya, supaya engkau dapat diselamatkan.  Sebab hanya didalam Dia engkau diselamatkan. No other way.</p>
<p>Bila hari ini sahabat dan saya sedang berada didalam &#8220;kecacatan&#8221; , hidup dalam kelemahan dan ketidakberdayaan, lumpuh  karena dosa yang mengikat, sehingga kehidupan dan masa depan kita hancur &#8211; tak berpengharapan.  Kesaksian orang lumpuh dipintu gerbang indah Bait Allah dapat menjadi kesaksian kita juga.  Bila kita mau mengakui dosa kita dengan mulut dan percaya didalam hati bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, yang telah mati bagi kita untuk menebus segala dosa dan pelanggaran kita, dan membawa kita pada keselamatan dan hidup yang kekal.   Maka Tuhan memberi garansi, engkau akan diselamatkan !</p>
<p>Nah, itulah inti dari  Firman Tuhan yang menguatkan kami semua yang ada di Bena pagi itu.</p>
<p>Lalu akhirnya, ketika ministry kami selesai dan harus pulang, sementara bersalaman satu dengan yang lain, tanpa terucap, saya merasakan ada keindahan persaudaraan dalam kasih, disana.  Ada berlimpah ucapan syukur yang keluar dari hati.  Ada sukacita dan damai sejahtera yang terpancar dari setiap tatapan tulus,  dari sikap hati yang rela mengasihi dan menerima satu dengan yang lainnya.  Didalam keterbatasan dan kesederhanaan.</p>
<p>Sahabat mungkin anda berpikir kalo saya terlalu berlebihan mengungkapkannya, tapi sungguh, memang demikian keadaannya.   Ketika mengamati apa yang terlihat, saya tahu dengan pasti satu hal, bahwa orang-orang sederhana ini telah dengan gamblang mengekspresikan kasih, perhatian, dan kepedulian.  Hal mana yang kini hampir tidak dimiliki orang-orang kota yang modern dan terpelajar.  Bagi mereka  mengekspresikan kasih, perhatian dan peduli adalah sesuatu yang harus, karena hal itu adalah bagian dari hidup mereka.  Tak tahu atau tak perlu tahu apakah nantinya dianggap emosional, bodoh, naif.  Yang mereka tahu, peduli perhatian dan kasih sama halnya dengan 2 kaleng beras dan 4 butir telur milik mereka yang harus dipersembahkan bagi pekerjaan Tuhan,  agar berguna bagi sesamanya.  Bagi mereka, mengekspresikan kasih dalam kepedulian dan perhatian adalah sama halnya seperti bagaimana mereka harus dan wajib berjalan kaki, bahkan berlari untuk 5 km, agar tidak terlambat mengikuti ibadah pagi ini.  Tak perlu peduli lagi pada keringat yang membasahi kemeja dan baju mereka yang akhirnya akan kering dengan sendirinya nanti.  Tak perduli terhadap telapak kaki yang akhirnya berdebu dan kotor.   Bena, sungguh indah !</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-572" title="SSA40875" src="http://sussykelly.wordpress.com/files/2009/07/ssa40875.jpg?w=300" alt="SSA40875" width="468" height="252" />Bena mengingatkan saya satu hal, bahwa ada pengertian yang sangat mendalam didalam kebenaran Kristen yang paling sederhana sekalipun.  Ya. saudara-saudara kita yang ada di Bena pagi itu, telah menunjukkannya kepada saya.   Lewat kasihnya.  Pedulinya.  Perhatiannya.</p>
<p>Dan&#8230;..saya (selalu) tidak punya banyak kata-kata yang mampu menggambarkan semua apa yang ada diperasaan dan hati saya, pagi itu.  Tapi satu perkara yang &#8220;diajarkan&#8221; mereka pada saya mengenai kasih adalah, bahwa kalau kita mengasihi berarti kita memberi,  hidup, kasih, peduli, perhatian, dari kekurangan sekalipun.  Dan, kita tak dapat memberi dari apa yang tidak kita punya.  Saya diingatkan bagaimana hal memberi &#8220;tertinggi&#8221; telah ditunjukkan Allah Bapa kepada kita,&#8230;.. Karena begitu besar kasih Allah bagi kita maka Ia telah mengaruniakan anakNya yang tunggal supaya barangsiapa yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan memperoleh hidup yang kekal.</p>
<p>Perjalanan minggu pagi itu meninggalkan satu catatan, bahwa kita tak mungkin bisa peduli kalau kita tidak punya rasa peduli. Kita tak bisa memberi perhatian kalau kita tidak punya perhatian.  Kita tak dapat mengasihi kalau kita tidak punya kasih.  Jadi, milikilah kasih, karena&#8230;..</p>
<p><span style="font-family:verdana,arial;">&#8221; Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.</span></p>
<p><span style="font-family:verdana,arial;">Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.</span></p>
<p><span style="font-family:verdana,arial;">Kasih itu </span><em><span style="font-family:verdana,arial;">sabar; </span></em><span style="font-family:verdana,arial;">kasih itu</span><em><span style="font-family:verdana,arial;"> murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.</span></em></p>
<p><em><span style="font-family:verdana,arial;">Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.</span></em></p>
<p><em><span style="font-family:verdana,arial;">Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.</span></em></p>
<p><em><span style="font-family:verdana,arial;">Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.</span></em></p>
<p><span style="font-family:verdana,arial;">Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan <em>kasih</em>, dan yang paling besar di antaranya ialah <strong><em>kasih</em></strong>&#8220;.</span></p>
<p><span style="font-family:verdana,arial;">Salam.</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ulama]]></title>
<link>http://ihdasana.wordpress.com/2009/07/21/ulama/</link>
<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 12:34:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>ihdasana</dc:creator>
<guid>http://ihdasana.wordpress.com/2009/07/21/ulama/</guid>
<description><![CDATA[“ Wahai anakku, duduklah bersama para ulama dan mendekatlah kepada mereka dengan kedua lututmu, kare]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><span style="font-style:normal;">“ Wahai anakku, duduklah bersama para ulama dan mendekatlah kepada mereka dengan kedua lututmu, karena sesungguhnya Allah menghidupkan hati manusia dengan cahaya hikmah, sebagaimana Allah menghidupkan bumi yang gersang dengan hujan.” (Luqman Al-Hakim)</span></p>
<address><span style="font-style:normal;">Menurut ahli pembelajaran, ilmu akan muncul tatkala terjadinya interaksi antar manusia. Dengan demikian, semakin banyak berinteraksi dengan orang-orang alim, semakin banyak ilmu yang meresap dalam diri kita, disadari atau tidak. Memang, kalau sudah biasa dilakukan, rasanya tidak ada terjadi peningkatan ilmu dalam diri kita. Tapi yakinlah, peningkatan (ilmu pengetahuan) itu ada, meski perlahan.</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Masalah interaksi dengan para ulama juga mendapat perhatian serius dari Luqman al-Hakim. Makanya, hamba Allah yang namanya termaktub dalam Al-Qur’an itu selalu menasehati anaknya untuk sering-sering mendekati ulama. Duduk atau berkawan saja dengan mereka sama halnya dengan belajar, karena akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Apalagi kalau ikut belajar dengan sungguh-sungguh bersama mereka. Lazimnya, dengan berkawan dengan mereka, hati kita akan terdorong untuk belajar dan berperilaku seperti mereka. Hal ini sejalan dengan apa yang dikatakan Rasulullah SAW bahwa, kalau ingin tahu pengetahuan agama seseorang, maka lihatlah siapa kawannya.</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Dikatakan juga, ibadahnya orang alim lebih tinggi nilainya daripada ibadahnya orang biasa. Hal ini sangat masuk akal, karena orang alim mengerti rukun-rukunnya dan hal-hal yang bisa mengurangi pahala atau membatalkan suatu ibadah. Bukan hanya itu, orang alim yang sedang tidur saja lebih dikuatirkan setan daripada orang biasa yang sedang beribadah. Ini menunjukkan bahwa betapa sulitnya orang yang benar-benar alim tergoda setan; dan sebaliknya, betapa mudahnya orang tak berilmu tergoda setan.</span></address>
<address><span style="font-style:normal;">Karena itu, kita perlu selalu belajar, apalagi Rasul telah mengingatkan kita untuk belajar dari ayunan sampai ke liang lahat (seumur hidup). Yang juga penting adalah memastikan anak-anak atau generasi kita senantias belajar, agar kelak menjadi ulama masa depan yang akan memberikan pencerahan untuk umat yang lebih luas. </span></address>
<address><span style="font-style:normal;">( sumber : </span>Jarjani Usman<span style="font-family:arial;"> </span>serambinews.com )</address>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kisah Si Burung Pipit]]></title>
<link>http://priendah.wordpress.com/2009/07/13/kisah-si-burung-pipit/</link>
<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 14:30:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>priendah</dc:creator>
<guid>http://priendah.wordpress.com/2009/07/13/kisah-si-burung-pipit/</guid>
<description><![CDATA[Ketika musim kemarau baru saja mulai, seekor Burung Pipit mulai merasakan tubuhnya kepanasan, lalu m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ketika musim kemarau baru saja mulai, seekor Burung Pipit mulai merasakan tubuhnya kepanasan, lalu m]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MENUNDA AMAL TANDA KEBODOHAN]]></title>
<link>http://ihdasana.wordpress.com/2009/07/01/menunda-amal-kebaikan-kerana-menantikan-kesempatan-yang-lebih-baik-adalah-tanda-kebodohan/</link>
<pubDate>Wed, 01 Jul 2009 12:27:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>ihdasana</dc:creator>
<guid>http://ihdasana.wordpress.com/2009/07/01/menunda-amal-kebaikan-kerana-menantikan-kesempatan-yang-lebih-baik-adalah-tanda-kebodohan/</guid>
<description><![CDATA[&#8221; MENUNDA AMAL KEBAIKAN KERANA MENANTIKAN KESEMPATAN YANG LEBIH BAIK ADALAH TANDA KEBODOHAN]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><img class="alignnone size-full wp-image-17" title="026a" src="http://ihdasana.wordpress.com/files/2009/07/026a.jpg" alt="026a" width="375" height="39" /></p>
<p style="text-align:center;">&#8221; MENUNDA AMAL KEBAIKAN KERANA MENANTIKAN KESEMPATAN YANG LEBIH BAIK ADALAH TANDA KEBODOHAN&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial, Helvetica;">Hikmat yang lalu memaparkan kebodohan yang timbul kerana kejahilan tentang kekuasaan Tuhan. Hikmat 26 ini pula memaparkan kebodohan yang timbul lantaran kelalaian. Orang yang mabuk dibuai oleh ombak kelalaian tidak dapat melihat bahawa pada setiap detik pintu rahmat Allah s.w.t sentiasa terbuka dan Allah s.w.t sentiasa berhadap kepada hamba-hamba-Nya. Setiap saat adalah kesempatan dan tidak ada kesempatan yang lebih baik daripada kesempatan yang memperlihatkan dirinya kepada kita. Kesempatan yang paling baik ialah kesempatan yang kita sedang berada di dalamnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial, Helvetica;"> Kelalaian adalah buah kepada panjang angan-angan. Panjang angan-angan pula datangnya dari pokok kurang ingatan kepada mati. Jadi, ubat yang paling mujarab untuk mengubati penyakit kelalaian ialah memperbanyakkan ingatan kepada mati. Apabila ingatan kepada mati sudah kuat maka seseorang itu tidak akan mengabaikan kesempatan yang ada baginya untuk melakukan amal salih.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial, Helvetica;"> Hikmat ke 26 jika ditafsir secara umum menganjurkan agar segala amal kebaikan hendaklah dilakukan dengan segera tanpa bertangguh-tangguh. Jika diperhatikan  Kalam-kalam Hikmat yang lalu dapat difahamkan bahawa Hikmat yang dipaparkan berperanan membimbing seseorang pada jalan kerohanian. Amal yang ditekankan adalah amal yang berhubung dengan pembentukan rohani. Hikmat  27 nanti akan memperkatakan tentang makam iaitu suasana kerohanian. Jadi, jika ditafsir secara khusus Hikmat  26 ini menganjurkan bersegera melakukan amal-amal yang perlu bagi menyediakan hati untuk menerima kedatangan hal-hal dan seterusnya mencapai makam-makam. Amal yang berkenaan ialah latihan kerohanian menurut tarekat tasauf. Latihan yang demikian harus disegerakan sebaik sahaja mendapat kesempatan, tanpa menanti kedatangan kesempatan yang lain yang diharapkan lebih baik dan lebih sesuai.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial, Helvetica;"> Ketika menjalani latihan kerohanian secara tarekat tasauf  kehidupan hanya dipenuhi dengan amal ibadat seperti sembahyang, puasa, berzikir dan lain-lain Semua amalan tersebut dilakukan bukan bertujuan untuk mengejar syurga tetapi semata-mata untuk mendapatkan keredaan Allah s.w.t dan mendekatkan diri kepada-Nya. Amalan seperti inilah yang membuka pintu hati untuk berpeluang mengalami hal-hal yang membawa kepada hasil yang diharapkan iaitu makrifatullah. Sesiapa yang benar-benar ingin mencari keredaan Allah s.w.t dan berhasrat untuk menghampiri-Nya serta mengenali-Nya hendaklah jangan bertangguh-tangguh lagi. Usah dicari kesempatan yang lebih baik. Jangan menjadikan masalah keduniaan sebagai alasan untuk menunda tindakan bergiat mencari keredaan Allah s.w.t. Bulatkan tekad, kuatkan azam, masuklah ke dalam golongan ahli Allah s.w.t yang beramal dan bekerja semata-mata kerana Allah s.w.t. Benamkan diri sepenuhnya ke dalam suasana ‘Allah’ semata-mata dan tinggalkan apa sahaja yang selain Allah s.w.t buat seketika. Anggapkan latihan yang demikian seperti keadaan ketika menunaikan fardu haji di Tanah Suci. Selama di Tanah Suci, segala-galanya ditinggalkan di tanah air sendiri. Di hadapan Baitullah seorang hamba menghadap dengan sepenuh jiwa raga kepada Tuhannya. Dia tidak khuatirkan keluarga, harta dan pekerjaan yang ditinggalkan kerana semuanya sudah diserahkannya kepada penjagaan Allah s.w.t. Allah s.w.t adalah  Pemegang amanah yang paling baik. Dia menjaga dengan sebaik-baiknya apa yang diserahkan kepada-Nya. Syarat penyerahan itu adalah keyakinan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial, Helvetica;"> Perlu juga dinyatakan bahawa latihan kerohanian secara tarekat   tasauf  bukanlah satu-satunya jalan kepada Allah s.w.t. Tujuan utama latihan secara tasauf  adalah untuk mendapatkan ikhlas dan penyerahan yang menyeluruh kepada Allah s.w.t. Ikhlas dan penyerahan boleh juga diperolehi walaupun tidak menjalani tarekat   tasauf  tetapi tanpa latihan khusus pembentukan hati kepada suasana yang demikian adalah sukar dilakukan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial, Helvetica;"> Jalan yang tidak ada latihan khusus adalah jalan kehidupan harian. Pada jalan ini orang yang beriman perlu bekerja kuat untuk menjalankan peraturan Islam dan mempertahankan iman. Pancaroba dalam kehidupan harian sangat banyak dan orang yang beriman perlu berjalan dicelah-celahnya, menjaga diri agar tidak tertawan dengan penggoda. Kewaspadaan dalam kehidupan harian itu adalah sifat takwa. Orang yang bertakwa adalah orang yang mulia pada sisi Allah s.w.t.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial, Helvetica;"> Walau jalan mana yang dilalui matlamatnya adalah memperolehi ikhlas, berserah diri dan bertakwa.</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nilai Tarbawi Ibadah Shalat dari Kisah Luqmanul Hakim]]></title>
<link>http://ihdasana.wordpress.com/2009/07/01/nilai-tarbawi-ibadah-shalat-dari-kisah-luqmanul-hakim/</link>
<pubDate>Wed, 01 Jul 2009 12:15:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>ihdasana</dc:creator>
<guid>http://ihdasana.wordpress.com/2009/07/01/nilai-tarbawi-ibadah-shalat-dari-kisah-luqmanul-hakim/</guid>
<description><![CDATA[Penulis : M. Harmin Abdul Aziz Kita sudah sering mendengar, bahkan membaca nama Luqmanul Hakim, tepa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="margin-bottom:15px;text-align:center;"><em><strong>Penulis : <a style="text-decoration:none;color:#344194;" href="http://kotasantri.com/santri/Harmin">M. Harmin Abdul Aziz</a></strong></em></p>
<p style="margin-bottom:15px;text-align:justify;">Kita sudah sering mendengar, bahkan membaca nama Luqmanul Hakim, tepatnya di dalam Al-Qur&#8217;an surah Luqman. Sekilas tentang beliau, para ulama beda persepsi. <em>Pertama, </em>persepsi yang mengatakan bahwa beliau adalah manusia biasa seperti kita dan tidak diberikan wahyu oleh Allah SWT, baik itu untuk ia sampaikan kepada keluarganya, lebih-lebih lagi untuk orang lain, ummat.</p>
<p style="margin-bottom:15px;text-align:justify;"><em> Kedua,</em><span> persepsi yang mengatakan sebaliknya, yaitu bahwa beliau Luqmanul Hakim adalah seorang nabi, tapi bukan seorang rasul. Pendapat ini dimotori oleh dua orang ulama yang nama mereka tertulis tinta emas di barisan tabi&#8217;in, yaitu Ikrimah dan Asy-Sya&#8217;bi.</span></p>
<p style="text-align:justify;">Perbedaan pendapat ulama ini karena Al-Qur&#8217;an sendiri tidak menjelaskan secara terperinci tentang sosok mulia ini. Selain menyifatinya sebagai seorang yang penuh hikmah, ada di kalangan mufassir yang mencoba mencari tahu tentang beliau lewat nash-nash Al-Qur&#8217;an yang mereka pahami. Sebagian mufassir ada yang mengatakan beliau adalah anak bibi nabi Ayyub AS. Disebutkan juga beliau hidup selama seribu tahun dan dia adalah seorang hakim di kala itu di kalangan Bani Israil.</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak hal dari segi tarbawi yang dapat dipetik dari kisah Luqmanul Hakim bersama anaknya, yang terukir indah di dalam Al-Qur&#8217;anul Karim. Bertolak dari masalah aqidah, dimana beliau mengajarkan kepada anaknya aqidah yang benar dengan tidak menyekutukan Allah SWT, seperti dalam surah Luqman, Allah SWT berfirman, &#8220;Wahai anakku, janganlah engkau menyekutukan Allah, sesungguhnya menyekutukan Allah itu (assyirku) adalah kegelapan yang teramat besar.&#8221; (QS. Luqman : 13).</p>
<p style="text-align:justify;">Begitu juga dari segi akhlak, dimana beliau mengajarkan bagaimana tata cara hidup bermasyarakat yang benar, terutama antara seorang anak terhadap kedua orangtuanya, hingga ke masalah ibadah kepada Allah SWT, dimulai dengan shalat dan lain sebagainya, yang merupakan sebuah manifestasi dari aqidah yang terpancang.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, di sini penulis hanya ingin mengajak pembaca untuk menelaah satu saja dari sederetan hikmah yang ada pada kisah Luqman RA, yaitu perintah shalat, sebagaimana dalam firman Allah SWT, &#8220;Wahai anakku, dirikanlah shalat.&#8221; Suatu yang mungkin menjadi pertanyaan kita, kenapa harus shalat yang menjadi titik awal nasehat Luqman setelah menanamkan benih aqidah di dalam sanubari sang anak?</p>
<p style="text-align:justify;">Secara global, barangkali bisa kita beri alasan, bahwa shalat adalah ibadah yang merupakan prioritas untuk dipertanggungjawabkan di akhirat nanti. Terlebih lagi shalat adalah bentuk ibadah vertikal antara makhluk kepada Sang Khalik, Allah SWT.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika kita cemati dari firman Allah SWT yang disampaikan melalui Luqman, dalam perintah shalat kita akan menemukan lafal &#8216;aqim&#8217; yang mempunyai makna dirikanlah. Dan tidak memakai lafal &#8217;shalli&#8217; yang bermakna shalatlah. Ini mengandung nilai bahwa seorang muslim dalam pelaksanaan shalatnya tidak cukup hanya dengan ritualitas yang terdapat di dalamnya ruku&#8217;, sujud, dan lain sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, yang patut untuk diperhatikan adalah syarat dan rukun yang terkandung di dalamnya, seperti thuma&#8217;ninah dan lain sebagainya yang akan mengantar seseorang, muslim tentunya, dalam melaksanakan shalatnya kepada kekhusu&#8217;an. Sehingga pada akhirnya shalat tidak saja sebagai suatu kewajiban yang dianggap hanya sebagai beban, akan tetapi lebih dari itu merupakan sebuah kebutuhan.</p>
<p style="text-align:justify;">Setidaknya ada lima butir nilai tarbawi yang dapat kita petik dari perintah shalat, yakni :</p>
<p style="text-align:justify;">Pertama, nilai akhlak antara makhluk dan Sang Khaliknya. Firman Allah SWT, &#8220;Dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Eksistensi ibadah ini terlihat, ketika di luar shalat, seorang muslim bisa menjadikannya penuntun ke arah perbuatan yang terbebas jauh dari berbagai bentuk kekejian dan kemungkaran. Ini mengindikasikan bahwa, ritualitas berbentuk shalat mempunyai semacam power yang mampu menghasilkan dampak positif dalam hal tata cara interaksi seorang makhluk dengan Sang Khaliknya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan kata lain, melaksanakan segala perintahNya dan menjauhkan segala laranganNya. Selain ia juga berdampak baik dalam interaksi sosial, yang pada akhirnya terjalin masyarakat yang rukun dan damai.</p>
<p style="text-align:justify;">Kedua, nilai sosial kemasyarakatan. Dalam pelaksanaan shalat, umat muslim dianjurkan berjama&#8217;ah, yang melibatkan dua orang atau lebih. Hal ini ditopang oleh sabda Rasulullah SAW, &#8220;Sesungguhnya shalat jama&#8217;ah lebih baik daripada shalat sendirian dengan perbandingan 27 derajat.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai seorang muslim, dalam hidup bermasyarakat sangat dibutuhkan sekali kesepahaman antara satu kepala dengan kepala yang lainnya, antar satu golongan dengan golongan yang lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Suatu komunitas masyarakat tidak akan terjalin secara harmonis tanpa kita saling take and give dalam hidup sehari-hari. Sebagaimana Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita untuk hidup bersosial, dimana ketika beliau dan istrinya mengetahui ada di antara tetangganya yang kehabisan makanan, lalu Rasulullah SAW memberikan bekal yang mereka miliki, sementara tidak ada yang tersisa untuk mereka. Begitu juga dalam hal pergaulan sehari-hari, Rasulullah SAW sangat memelihara keharmonisan bermasyarakat, bahkan terhadap kelompok beda agama sekalipun.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika kita amati dalam pelaksanaannya, di dalam shalat jama&#8217;ah terdapat dua komponen yang harus seiring-sejalan, yaitu juru adzan dan imam. Seorang imam tidak mungkin berdiri di depan jama&#8217;ah untuk menjadi imam sebelum mu&#8217;adzin melaksanakan iqamah. Demikian halnya dengan makmum, ia tidak akan mendapat pahala jama&#8217;ah jika tidak berniat mengikut imam.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin, jika kita uraikan dalam lingkup yang lebih luas lagi, bahwa seorang presiden tidak mungkin jadi presiden tanpa ada campur tangan masyarakat yang memilihnya. Sebaliknya, mereka yang dipimpin, tidak hanya bisa memilih, tapi juga patuh terhadap aturan yang dicanangkan. Demikian halnya dalam bermasyrakat, katakanlah masyarakat pedesaan, di sana harus ada aturan yang mesti ditaati dan seseorang yang tegak untuk mengemban amanah yang tidak lain melainkan untuk kemaslahatan bersama.</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah shalat berjama&#8217;ah, ia mengajarkan kita untuk selalu memupuk persamaan, bukan perbedaan yang dikemas dalam kata persatuan dan kesatuan, serta membuang jauh bentuk perpecahan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketiga, nilai mentalitas. Salah satu syarat seseorang boleh melaksanakan shalat adalah harus berakal. Sebaliknya, orang yang tidak berakal, tidak dibebani kewajiban shalat. Ini menunjukkan bahwa Islam sangat menghargai akal. Bukan menyalahgunakannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Mentalitas seorang muslim begitu terdidik dengan lingkungannya yang Islami. Sebagaimana di setiap shalat, mereka dididik untuk peka terhadap suara adzan yang memanggil mereka untuk shalat. Sehingga dalam sebuah hadits disebutkan bahwa ketika beliau SAW bercerita tentang kelompok yang dijamin oleh Allah SWT untuk masuk surga tanpa hisab, salah satunya adalah laki-laki yang hatinya selalu berhubungan dengan mesjid.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Keempat</em>, nilai keindahan. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Sesungguhnya Allah itu indah dan suka keindahan.&#8221; Kemudian di hadits yang lain, Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Kebersihan itu setengah daripada iman.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Shalat tidak akan sah jika tidak didahului dengan bersuci, karena itu di antara syaratnya, baik dari hadas besar (junub) maupun hadas kecil (al-wudhu). Berwudhu pun belum boleh sebelum beristinja alias bersuci dari kencing dan kotoran. Kemudian, ketika hendak berwudhu, kita disunnatkan bersiwak. Sebagaimana sabda nabi kita Muhammad SAW yang diriwayatkan dari Abi Hurairah, &#8220;Andai aku tidak keberatan terhadap orang-orang mukmin, niscaya aku akan suruh mereka untuk bersiwak di setiap akan melaksanakan shalat.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Bahkan, setelah bersuci selesai, sebelum memasuki mesjid, kita dianjurkan untuk memakai pakaian yang bersih dan indah serta wangi-wangian. Seperti firman Allah SWT dalam surah Al-A&#8217;raf ayat 31 yang ditafsirkan oleh Ibnu Katsir, &#8220;Disunnatkan berhias ketika hendak melaksanakan shalat, terlebih lagi pada hari Jum&#8217;at dan hari raya. Dan disunnatkan pula memakai wangi-wangian serta bersiwak, karena wangian-wangian adalah merupakan perhiasan, sedangkan siwak adalah pelengkapnya.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian juga shaf dalam shalat jama&#8217;ah. Kita dianjurkan untuk selalu meluruskannya. Seperti yang diajarkan baginda Rasulullah SAW, yang mana ia tidak mengimami para sahabat sebelum memberitahukan kepada mereka supaya meluruskan dan merapikan shaf mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Kelima, nilai fisik. Merupakan nilai terakhir dari pelaksanaan ibadah shalat. Shalat yang kita lakukan sebanyak lima waktu sehari-semalam, selain sebuah ibadah yang teramat mulia, juga merupakan sarana olah-tubuh. Selain olah raga bagi anggota tubuh, shalat dengan segala gerakan di dalamnya dan disertakan bacaan-bacaan tertentu yang mesti dibaca, dapat juga memberikan penyegaran bagi otak.</p>
<p style="text-align:justify;">Segi psikologis yang ditawarkan dalam pelaksanaan shalat ini dapat terlihat dari persiapan yang dilakukan seorang muslim ketika hendak melaksanakan kewajiban mulia ini, yaitu terampilnya seorang muslim ketika hendak melaksanakan perintah mulia ini dalam keadaan bersih, baik itu bersih rohani maupun jasmani. Sebagaimana kita tahu bahwa kebersihan merupakan sumber utama kesehatan, jasmani dan rohani.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikianlah kita lihat, bahwa di dalam shalat mengandung banyak nilai-nilai tarbawi yang tertumpu pada satu nilai, yaitu ruhiah dan akhlaqiah. Semoga butir-butir nilai tadi tidak hanya menghiasi baris kata-kata pada tulisan ini, akan tetapi menjadi batu loncatan bagi kita untuk terus dan selalu memperhatikan kualitas shalat kita dan memperbaikinya.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam bishshawab.</p>
<p><em>Referensi : Tulisan Dr. Thaha Yasin Nahirul Khotib, Bahrain.</em></p>
<p style="margin-bottom:15px;text-align:justify;"><span><em>Sumber : Kota santri.com</em></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pesan moral dalam "Politik" ?]]></title>
<link>http://sussykelly.wordpress.com/2009/05/19/268/</link>
<pubDate>Tue, 19 May 2009 06:58:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>sussykelly</dc:creator>
<guid>http://sussykelly.wordpress.com/2009/05/19/268/</guid>
<description><![CDATA[Sahabat bloger terkasih, Welcome ….untuk sahabat semua yang sudah meluangkan waktu mampir kesini.  S]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Sahabat bloger terkasih,</p>
<p>Welcome ….untuk sahabat semua yang sudah meluangkan waktu mampir kesini.  Sebenarnya blog ini dibuat hanya untuk maksud agar beberapa refleksi pribadi, pelajaran-pelajaran sederhana tentang hidup dan kehidupan yang saya temui dalam hari-hari hidup saya- yang saya tulis dengan bahasa dan gaya saya-yang mungkin terlalu “biasa” bagi orang lain.  Tetapi menjadi begitu penting bagi saya sehingga saya menyimpannya disini, supaya bila jiwa dan hati saya membutuhkan pelajaran tentang hidup-saya dapat menemukannya kembali disini dan tidak terbuang dan dilupakan begitu saja.  Walaupun mungkin bersifat agak personal tapi jika anda membaca juga dengan hati, mungkin bisa berguna.</p>
<p>Lalu tujuan tulisan dibawah ini saya buat salah satunya adalah untuk menjawab komplain beberapa sahabat yang meminta sedikit pesan moral dari koment saya di <a href="http://www.bigmike-savannaland.blogspot.com/">www.bigmike-savannaland.blogspot.com</a>.  Walaupun kenyataan bahwa ditengah upaya itu saya sendiri ( selalu begitu ) diajar olehNya !</p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p>Seorang murid sekolah dasar mendapat pekerjaan rumah dari gurunya untuk menjelaskan arti kata POLITIK. Karena belum memahaminya, ia kemudian bertanya pada ayahnya.</p>
<p>Sang Ayah yang menginginkan si anak dapat berpikir secara kreatif kemudian memberikan penjelasan, &#8220;Baiklah nak, ayah akan mencoba menjelaskan dengan perumpamaan,</p>
<p>misalkan Ayahmu adalah orang yang bekerja untuk menghidupi keluarga, jadi kita sebut ayah adalah investor.</p>
<p>Ibumu adalah pengatur keuangan, jadi kita menyebutnya pemerintah.</p>
<p>Kami disini memperhatikan kebutuhan-kebutuhanmu, jadi kita menyebut engkau rakyat.</p>
<p>Pembantu, kita masukkan dia ke dalam kelas pekerja,</p>
<p>dan adikmu yang masih balita, kita menyebutnya masa depan.</p>
<p>Sekarang pikirkan hal itu dan lihat apakah penjelasan ayah ini bisa kau pahami?&#8221;</p>
<p>Si anak kemudian pergi ke tempat tidur sambil memikirkan apa yang dikatakan ayahnya. Pada tengah malam, anak itu terbangun karena mendengar adik bayinya menangis. Ia melihat adik bayinya mengompol. Lalu ia menuju kamar tidur orang tuanya dan mendapatkan ibunya sedang tidur nyenyak.</p>
<p>Karena tidak ingin membangunkan ibunya, maka ia pergi ke kamar pembantu. Karena pintu terkunci, maka ia kemudian mengintip melalui lubang kunci dan melihat ayahnya berada di tempat tidur bersama pembantunya.</p>
<p>Akhirnya ia menyerah dan kembali ke tempat tidur, sambil berkata dalam hati bahwa ia sudah mengerti arti POLITIK.</p>
<p>Pagi harinya, sebelum berangkat ke sekolah ia mengerjakan tugas yang diberikan oleh gurunya dan menulis pada buku tugasnya :</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>“Politik adalah hal dimana para Investor meniduri kelas Pekerja, sedangkan Pemerintah tertidur lelap, Rakyat diabaikan dan Masa Depan berada dalam kondisi yang menyedihkan.&#8221;</strong></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em><em> </em></p>
<p>Dari kisah “ arti Politik “diatas itu, sebenarnya, mengingatkan, menegur, mengarahkan dan mengajarkan  saya bahwa  paling tidak ada 4 hal yang perlu dipahami sebagai suatu dasar / foundasi dari hidup, pelayanan, dan tanggungjawab social (saya, terutama).  Jadi kalau boleh….saat ini saya coba memberikan 1 hal saja dulu…… .  Jika nanti ada kesempatan, boleh saya lanjutkan lagi ( karena takut kepanjangan and sahabat jadi bosan ) Oke ?&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>Jadi, menurut saya, pesan moral pertama dari kisah diatas adalah kenyataan bahwa ternyata&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Perbuatan akan berbicara lebih keras dari perkataan. </span></strong></p>
<p>Bahwa seorang anak SD kira-kira 10 tahun-an dengan keingin-tahuannya yang besar yang didorong oleh suatu rasa bertanggungjawab untuk mengerjakan tugas yang diberikan kepadanya oleh sang guru lalu ternyata tugas tersebut berada diatas kemampuannya untuk mengerti dan memberi jawaban maka serta merta ia langsung “membuat pertemuan” dengan Sang Ayah-Si Investor untuk memohon penjelasan, sejelas-jelasnya.  Sang ayah kemudian dengan segudang teori, konsep dan jabaran yang dikemas dalam sebuah perumpamaan yang sangat real dan mendekati kehidupan nyata sang anak langsung memberi petunjuk.   Dengan harapan supaya sang anak segera mengerti dan pergi mengerjakan tugasnya.  Begitu kah ?  Namun ketika ditengah malam, masalah muncul dan ia berusaha mencari solusi dari ibunya namun Ibunya-yaitu sang pemerintah sedang tertidur.  Dan ketika beranjak mencari sang pembantu, kendala yang sama dihadapi-bahwa pintu kamar pembantu telah terkunci.  Tetapi karena begitu mendesak ia mencoba mengintip lewat lubang kunci dan melihat sang Ayah-si investor ternyata sedang berada ditempat tidur bersama pembantunya-si kelas pekerja.  Maka akhirnya didalam kebingungannya, mungkin juga dalam keputusasaanya, ditemukanlah jawaban bagi tugasnya dalam fakta yang ditemuinya ditengah malam buta itu-yang sangat jelas,sejelas-jelasnya karena lebih jelas dari perumpamaan Sang ayah dipagi hari tadi-ternyata sikap dan perbuatan mereka telah  memberinya jawaban.</p>
<p>Sahabat,</p>
<p>Tanpa gambaran lebih jelas lagi kita mungkin telah dapat menyimpulkan bahwa anak yang mengalami kebingungan itu adalah gambaran rakyat negeri ini yang telah terabaikan hak-haknya, yang tertindas dan terbelenggu–dampat dari segudang program dan janji-janji yang hanya sekedar janji dan janji dan tidak dapat benar-benar bisa menjawab kebutuhan, kebutuhan, dan kebutuhan rakyat secara tepat. Lalu kita bertanya, mengapa ?  Karena ternyata yang diberi kekuasaan, dan yang memegang kekuasaan, dan menjalankan kekuasaan hanya pandai merangkai teori, konsep dan program dan tidak pandai didalam pelaksanaanya.  Ternyata kita telah pandai berbicara tapi tak tahu bagaimana berbuat. Lalu didapati kenyataan bahwa ternyata kita tidak benar-benar mau memikirkan kepentingan rakyat.  Karena kita lebih mengutamakan kepentingan diri sendiri.  Karena kita lebih memilih memperkaya diri sendiri.  Karena kita lebih mengutamakan kepentingan golongan kita sendiri.</p>
<p>Contoh Alkitabiah yang  cukup pas untuk hal ini kalau boleh saya merekomendasikan sebuah nama, yaitu Rasul Petrus.  Ketika dia diperhadapkan pada suatu situasi pilihan antara kepentingan dirinya sendiri dan kepentingan orang lain dalam konteks Karya Penyelamatan Yesus-ketika Yesus sementara hendak diadili,  Lalu ternyata Petrus menyangkal Tuhannya.  Ternyata Petrus lebih takut  kehilangan keselamatan dirinya sendiri daripada mengakui apa yang diketahui dan diyakininya selama ini-sebagai suatu kebenaran.  Ia telah berkhianat.</p>
<p>Mengingat bahwa Rasul Petrus ternyata adalah Rasul Yesus yang pertama, yang memiliki kekuatan dan keistimewaan yang menonjol diantara murid yang lain. Lalu suatu saat di Kaisarea Filipi, Yesus mengajukan suatu pertanyaan kepada Petrus “kata orang siapakah Anak Manusia itu ? Petrus kemudian menguraikan pandangan orang banyak mengenai Anak Manusia.  Namun Yesus mengajukan pertanyaan yang lebih spesifik lagi-lebih personil,  tetapi menurutmu siapakah Aku ini ? dan Petrus dengan tepat menjawab “Engkau adalah Mesias, anak Allah yang hidup !”.  Apa yang dikatakan Petrus benar sekali.  Hanya, meskipun jawabannya benar, ini tidak menjamin bahwa ia memahami maknanya, karena terbukti Petrus telah cepat berjanji dan tidak mampu   menepatinya. Maksud saya disini adalah perkataan Petrus yang sering diucapkan secara spontan sebelum benar-benar dipikirkan terlebih dahulu apalagi memahami konsekwensi dari perkataan itu-telah menciptakan masalah.</p>
<p>Sebab kita tahu bahwa hakekat dari sebuah janji adalah sangat mengikat apalagi bila disertai dengan sumpah. Sehingga janji harus ditepati</p>
<p>sebagaimana mestinya apapun kondisi dan situasi yang dihadapi si pembuat janji. Bila tidak maka persoalan baru bakal hadir. Petrus telah menunjukan  nya dengan jelas kepada kita.</p>
<p>Sahabat,</p>
<p>Mungkin Petrus mewakili kita yang saat ini “dipangggil dengan nama pemerintah, atau pemimpin, atau para elit, atau pemuka….,atau tokoh……atau juga saudara dan saya” yang secara sadar atau tidak-ternyata telah lebih pandai berbicara daripada berbuat.  Yang sementara “tertidur” ketika orang lain membutuhkan pertolongan.  Yang sementara lebih mengutamakan kebutuhan “jasmaniah” nya sendiri, sementara orang lain/masyarakat membutuhkan jalan keluar dari persoalan-persoalan bangsa yang menggurita.  Atau bahkan dengan sadar melupakan komitmennya dan memilih “tidur” dengan orang lain dan menempatkan dirinya dalam golongan “para penghianat” kepercayaan dan cinta !!??</p>
<p>Mengetahui bahwa keadaan ini juga terkadang saya alami dan menghadapi kenyataan bahwa saya sangat tersiksa ketika tahu bahwa ternyata Petrus telah mewakili saya juga dalam hal “pandai berkata-kata tapi tidak pandai melakukan” membuat hati nurani saya terganggu.   Lebih dari terusik, batin saya tertemplak dengan pesan moral yang saya kemukakan sendiri diatas.  Mungkin  secara langsung ataupun tidak langsung, secara sadar ataupun tidak sadar,  sebagai yang melakukannya atau mengetahui tapi takut untuk mengatakan, sikap ini telah masuk secara perlahan dan tanpa saya sadari mulai meresap dalam tubuh, dan  beranjak merambati organ vital saya…..hati !</p>
<p><em>Lalu saya menyesali kesalahan saya, kelemahan saya, ketidakmampuan mengontrol diri saya, kebodohan saya, kedegilan hati saya, kebutaan, kemiskinan, ketelanjangan saya. </em></p>
<p><em>Sehingga …. saya perlu arah, saya perlu direction !</em></p>
<p><em>Lalu <strong>Kebenaran</strong></em> <em>berkata……Yeremia 3:13 …”hanya akuilah kesalahanmu”,</em></p>
<p><em>Dan Amsal berkata …”Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan selamat, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya, ia akan dikasihi”.  Lalu Raja Daud mencoba untuk menyembunyikan dosanya, tetapi…..” Sumsumku menjadi kering seperti oleh teriknya musim panas”.</em></p>
<p><em>Kemudian …..<strong>Kebenaran</strong> menegaskan …..bahwa “ bila umatku yang atasnya namaku disebut merendahkan diri berdoa dan mencari wajahku lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat maka Aku akan mendengar dari surga dan mengampuni dosa mereka serta memberkati dan memulihkan negeri mereka”. </em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Sahabatku,</p>
<p>Bahwa saat menulis koment ini, keadaan saya sepenuhnya sepenuhnya baik, sehingga saya perlu kasih dan pertolongan Sang Pemberi Hidup, agar boleh jadi seperti apa yang diharapkan oleh Rasul Paulus bagi jemaat di Filipi….<strong><em>dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dalam segala pengertian, sehingga kamu dapat memilih apa yang terbaik ( atau terutama ), membedakan perbedaan-perbedaan moral……sehingga engkau bersih dari cela, atau tuduhan apapun juga, sehingga dengan hati yang tulus kamu dapat menanti hari Tuhan tanpa pelanggaran, tidak tersandung, dan membuat orang lain tersandung.</em></strong></p>
<p>Sahabat, Doa Paulus ini telah menjadi doa saya juga sehingga saya boleh dari hari kehari semakin dibentuk supaya menjadi sebuah bejana yang indah didalam tangan Sang Penjunan. Karena banyak fakta menunjukkan bahwa kita hidup oleh apa yang kita percayai maka saya akan terus melangkah dan berjalan terus bersama Sang Pemberi hidup itu, selama saya masih diberikan kehidupan olehNya.  Inilah yang menjadi pernyataan iman saya, harap saya dan kasih saya, yang mendasari seluruh gerak kehidupan saya-bahwa&#8230;we live by faith not by sight !!!</p>
<p>Harapan untuk suatu kebaikan masih akan selalu ada karena sebenarnya Petrus telah mendapat second change untuk memperbaiki kesalahan dan memperbaiki diri.  Karena kalau kita melihat didalam Bible, bahwa setelah kebangkitan Yesus, Petrus memperoleh banyak kesempatan untuk mendapat pertolongan Tuhan lewat mujizat dimana Sang Mesias menampakkan diri kepadanya, dan ia mengalami pengalaman rohani yang luar biasa dengan Tuhannya, yang telah ia khianati.  Kebenaran ini mematahkan pendapat saya dan mungkin juga sahabat-yang karena tekanan keadaan, kondisi dan situasi….berkata bahwa….. mungkin diri saya, keluarga saya, lingkungan saya, pekerjaan saya, perbuatan-perbuatan saya, perilaku-perilaku pemimpin negeri saya, sikap politisi-politisi negeri saya, kebijakan-kebijakan para pembuat kebijakan negeri saya….sudah terlalu berat dan sulit untuk diubah.  Sehingga kita menjadi marah, kecewa,apatis, skeptic and hopeless. Tetapi karena pertobatan adalah “mengubah pikiran” dan bahwa “kalau Allah tidak memberi kita kasih karunia ini dalam kemahakuasaanNya, maka kita tidak mampu hancur hati dan berubah.  Maka seharusnya saya perlu bertobat dari cara pikir saya yang salah dan yang telah mempengaruhi perilaku saya untuk bertindak salah.  Lalu sadar dan mengakui bahwa saya akan selalu memerlukan kasih karunia Allah dalam kemahakuasaanNya untuk menuntun saya  memahami tujuan Allah-mengapa saya ada dan hidup didunia ini-sekarang !</p>
<p>Sahabat, mungkin penjabaran saya terlalu amat sederhana dan belum sempurna, namun saya mendapat beberapa hal penting yang dapat dilihat lebih dari hanya sebuah pesan moral, ketika saya mencoba membuat coment ini, yang tentunya akan menjadi pegangan saya dalam menghidupi kehidupan dan semoga bisa diterima pula oleh sahabat semua, yaitu  :</p>
<p>-      Bahwa perbuatan kita akan selalu berbicara lebih kuat dari perkataan kita.</p>
<p>-      Jika kita adalah pemimpin, didalam rumah tangga, didalam masyarakat, didalam sebuah lembaga, didalam sebuah organisasi, didalam apapun juga, kita menjadi patron.  Kita pembentuk pola,kita adalah contoh.  Kita yang mentransferkan nilai.</p>
<p>-      Karena itu sebelum memimpin hendaklah engkau bersedia dipimpin, sebelum mengajar hendaklah engkau memberi dirimu diajar, sebelum mendidik hendaklah engkau bersedia menerima didikan, sebelum berusaha mengubah orang lain,situasi, system, keadaan, terlebih dahulu berilah dirimu untuk diubah.</p>
<p>-      Kemudian, sebelum dapat menyelesaikan suatu persoalan, terlebih dahulu kita harus tahu bahwa itu adalah persoalan, dan untuk tahu apakah itu persoalan engkau harus dapat melihat bahwa itu adalah persoalan dan untuk dapat melihat bahwa itu merupakan persoalan engkau harus  <em>&#8220;melihat</em>&#8220;  seperti cara anak kecil itu <em>&#8220;melihat&#8221;</em>……yaitu dengan keberanian untuk mencari jawaban,kemurnian dalam tindakan, ketulusan untuk menolong, dan ketepatan mengatakan kebenaran yang <em>dilihat,</em> <em>diketahui</em> dan <em>dibuktikan</em> didalam tindakan nyata.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ternyata ...Hidup ini sederhana]]></title>
<link>http://pormadi.wordpress.com/2009/05/07/ternyata-hidup-ini-sederhana/</link>
<pubDate>Thu, 07 May 2009 07:26:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>pormadi</dc:creator>
<guid>http://pormadi.wordpress.com/2009/05/07/ternyata-hidup-ini-sederhana/</guid>
<description><![CDATA[That&#8217;s why &#8230;.. DON&#8217;T BE too calculative in life. Ternyata&#8230; Hidup Ini Sederha]]></description>
<content:encoded><![CDATA[That&#8217;s why &#8230;.. DON&#8217;T BE too calculative in life. Ternyata&#8230; Hidup Ini Sederha]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Rebound dengan Sebuwah Postingan Nan Panjang]]></title>
<link>http://serdadu95.wordpress.com/2009/03/26/rebound-dengan-sebuwah-postingan-nan-panjang/</link>
<pubDate>Thu, 26 Mar 2009 09:30:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>serdadu95</dc:creator>
<guid>http://serdadu95.wordpress.com/2009/03/26/rebound-dengan-sebuwah-postingan-nan-panjang/</guid>
<description><![CDATA[Alkisah. Weekend enihh&#8230; Ki Badranaya nyepeda naek gunung bersama Gareng and The Genk.  Ndak bi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Alkisah.</p>
<p style="text-align:justify;">Weekend enihh&#8230; Ki Badranaya nyepeda naek gunung bersama Gareng and The Genk.  Ndak biayasa emang, tapihh usia nyang dah mendekati senja membuwat Ki Badranaya ndak memungkinkan lagee tuk naiki gunung dengan jalan kaki. Sebenarnya, kalo hanya sekedar nyampe ajahh&#8230; Ki Badranaya masihh sanggup menempuhnya dengan ber-jalan kaki. Tapihh masalahnya, kale enihh&#8230; Ki Badranaya dituntut harus cepat nyampe.</p>
<p style="text-align:justify;">Enihh-lah nyang menyebabkan Ki Badranaya memerlukan alat bantu biyar ndak terlambat. Dan sepeda-lah alat bantu nyang ia pilih. Alasannya, selain nyepeda entuh ndak mbikin polusi dan sangat ramah lingkungan&#8230;, Ki Badranaya juwega beralasan bahwa dengan nyepeda ia masehh dapat merasakan adanya &#8220;<strong><em>aura perjuwangan</em></strong>&#8221; dari setiap kayuhan pedal plus megal-megol bokongnya nyang seguedhe tampah diatas sadel sepeda tuwa nyang ndak ber-merk miliknya entuhh. Mangkanya&#8230; Moge merk BeEmWehh dan tumpakan Jakunwarrr keluwaran terbaru produk kahyangan, hadiah dari para pikulun entuhh ndak pernah ia pakai dan lebih sering ia deprokan begetoo ajahh di kandang.</p>
<p><!--more--></p>
<blockquote><p>&#8220;<strong><em>Ki&#8230; napa ndak naek mongtor ajahh sehh, kalo ginihh kan namanya nyari cuapeek&#8230;</em></strong>.&#8221;,<strong><em> ujar Gareng sedikit kesal</em></strong><br />
&#8220;<em>Iyaahh Ki, daripada dideprokan begetoo ajahh&#8230;., entar kan mongtor guwedhe dan tumpakan entuhh bisahh rusak&#8230;</em>&#8221; <em>timpal Petruk selanjutnya</em>.<br />
&#8220;<strong>Ki, kalo ndak mau pakee&#8230; napa diterima hadiyah tumpakan dari para pikulun entuhh? eNihh namanya kan ndak menghargai&#8230;</strong>.&#8221; <strong>tambah si Bagong</strong>.</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ki Badranaya tetap ajahh tersenyum, seolah ndak mendengarkan keluhan anak-anaknya. Padahal dalam hatinya, Ki Badranaya membenarkan juwega apa nyang mereka sampaikeun. Tapihh mo gemanahh lagee, lhaawong pikulun entuhh juwega ndak genah&#8230;. masak ngaseh mongtor plus tumpakan kok yaa tanpa bengsinnya sekaliyan. Dan kacaunya&#8230;. ndak ada roda depannya lagee.  Payah.</p>
<p style="text-align:justify;">Puncak gunung entuhh emang audzubillahh tingginya. Sudah tiga bukit mereka naiki dan duwa lembah mereka turuni. Sementara keringat Gareng and the genk terus bercucuran disekujur badannya dan kaki-kaki mereka juwega mulai terserang wabah kegemporan, tapihh Ki Badranaya malah senyumnya makin mengembang. Melihat wajah Ki Bandranaya nyang cerah-ceria tanpa duka, sambil tetap mengayun pedal sepedanya&#8230; Gareng-pun bertanya&#8230;</p>
<blockquote><p>&#8220;<strong><em>Ki&#8230;, saiya perhatikan kok wajah nJenengan malah tambah cerah setiyap tanjakan&#8230;, apa ndak capek?</em></strong>&#8220;<br />
&#8220;<em>Wahhh&#8230; yaa cuapek juwega Reng. Lhaawong saiya enihh kan dah tuwa&#8230;</em>&#8220;<br />
&#8220;<strong><em>Lhaa yaaa entuhh nyang mbikin saiya heran Ki, kok yaaa nJenengan ndak ngeluh babar-blas, malah masehh senyam-senyum kayak ndak punya dosa ajahh&#8230;</em></strong>&#8220;<br />
&#8220;<em>Haaa&#8230; gimana, mo istirahat duwelu pa&#8230;??</em>&#8220;<br />
&#8220;<strong><em>Iyaalahh Ki.  Emang masehh jawuhh yaa Ki&#8230;??</em></strong>&#8220;<br />
&#8220;<em>Lumayaannn&#8230;., masih duwa bukit lagee</em>.&#8221;<br />
&#8220;<strong><em>Apahhh&#8230; masehh duwa bukit lagee Ki??</em></strong>&#8220;<br />
&#8221; <em>Tepatnya duwa setengahh&#8230;.</em>&#8220;</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Gubrak! Gareng and the genk saling bertabrakan. Dan di tempat mereka tabrakan entuhh-lahh, mereka berhenti untuk istirahat. Minum air setegukan sembari meluruskan kaki buwat ngebuwang kegemporan nyang tengah melanda.  Setelah cuwekup,  mereka pun melanjutkan perjalanannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejenak kemudian&#8230; sampailah mereka di bukit terakhir sebelum nyampe puncak tempat hajatan digelar. Kale enihh wajah Gareng and The Genk nampak sumringah karena bentar lagee mereka akan nuruni lembah. &#8220;<em>Asyiiikkkk&#8230;.. ndak perlu nggenjot</em>&#8220;, mungkin begetoo-lah pikiran nyang ada di benaknya. Sementara kondisi entuhh malahh berbanding terbalik dengan nyang ada di benak Ki Badranaya. Setidaknya entuhh terlihat dari raut wajahnya nyang ndak ada senyum sama sekale. Dan Gareng and The Genk-pun langsung ndak mau nglewatin kesempat enihh untuk nglempar ejekan nyang sedari tadihh tertahan.</p>
<blockquote><p>&#8220;<strong><em>Napa Ki&#8230;? Udah ndak kuwat lagee ?? Minta dibonceng paaa&#8230;???</em></strong>&#8220;<strong><em> ejek si Gareng</em></strong>.<br />
&#8220;<em>Iyaa Ki&#8230;., udah ditinggal ajahh sepedanya. Sinihh Petruk mboncenginnn&#8230;</em>&#8221; <em>clethuk si Petruk</em><br />
&#8220;<strong>Sama Bagong ajahh Ki&#8230;</strong>&#8220;, <strong>ujar si Bagong ndak mau kalah</strong>.</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Dan meledaklah tawa Gareng and the genk.  Ki Badranaya hanya diam. Ia ndak terpengaruh dengan ejekan entuhh. Sisa tenaganya berusaha ia simpan untuk menghadapi tajakan terakhir menuju puncak. Meski berikutnya terpampang lembah nyang menggiurkan untuk dituruni tapihh Ki Badranaya ndak mau melaluinya dengan tertawa ngakak, bahkan senyumpun&#8230; ndak! Ia sadar bahwa setelah turunan&#8230; pastilah ada tanjakan. Enihh-lah nyang menyebabkan ndak ada senyum di wajahnya, cuman matanya ajahh nyang tetap menatap tajam penuh semangat.</p>
<p style="text-align:justify;">Selanjutnya&#8230; turunlah mereka menuju lembah terakhir. Sambil lepas tangan dan tertawa ngakak, Gareng and The Genk meluncur. Mereka lupa bahwa bukan dasar lembah nyang jadihh tempat hajatan tapihh puncak setelahnya-lah nyang menjadi akhir tujuwan. Walhasil&#8230; sampailah mereka ke dasar lembah duweluwan dengan sedikit sisa tenaga karena energi mereka tlah tercecer bersama tawa ngakak di sepanjang perjalanan barusan. Sementara Ki Badranaya baru nyampe beberapa saat kemudian, dengan wajah nyang masehh bersinar mengumbar senyuman meski nampak didepannya kini sebuwah tanjakan sebelum nyampe ke puncaknya.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya mereka, Ki Badranaya beserta Gareng and The Genk mau ndak mau harus mau melalap tanjakan terakhir menuju puncak tempat hajatan digelar. Disepanjang perjalanan menuju puncak, senyum Ki Badranaya terus mengembang, sementara Gareng and The Genk nampak muram menahan rasa kepayahan nyang teramat sangat.</p>
<p style="text-align:justify;">Syahdan mereka semuwa sampai di puncak, tempat acara hajatan digelar dengan kondisi kepayahan nyang berbeda. Gareng and the genk langsung klekar ndak berdaya dengan kaki nyang segempor-gempornya, sementara tatap mata tajam dengan senyum masehh mengembang terlihat di raut wajah Ki Badranaya, meski usianya udah menjelang senja.</p>
<blockquote><p>&#8220;<strong>Lhahhh Ki&#8230; kok njanur gunung, pada kompakan sampe da sinihh&#8230; mo pada ngapain sehh..?</strong>?&#8221;<br />
&#8220;<em>Lhohhh&#8230;. kan Panjenengan ngundang saiya dan anak-anak untuk ngehadiri acara nikahannya anak nJenengan taa..??</em>&#8220;<br />
&#8220;<strong>Weehhhhh&#8230; kan masehh tawun depan Ki?? Hambok coba dibaca lagee undangannya&#8230;</strong>&#8220;<br />
&#8220;<em>Waaahhhh&#8230; iyakk tawun depan rupanya.  Blaik&#8230;. berarti saiya salah baca!</em>&#8220;</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Gareng and the genk pun tambah klekar ndak karuwan. Nyungsep se-nyungsep-nyungsepnya!</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<blockquote>
<p style="text-align:center;"><strong>Pesan moral</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1.  Dibalik kemudahan ada kesukaran dan sebaliknya, dibalik kesukaran ada kemudahan.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2.  Di kala suka&#8230; janganlah ngakak berlebihan, karena setelahnya (mungkin) sampiyan akan dihajar malapetaka.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3.  Semuwa entuhh ada batasnya. Ketika sedih nyampe pada dasarnya maka lakukanlah rebound jangan malah terhanyut kemudian bunuh diri.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>4. Di saat kesenangan sampai pada puncaknya maka bersiaplah untuk menghadapi penurunan kesenangan hingga sampai pada dasarnya.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>5. Kalo dapat undangan, bacalah dengan penuh ketelitian. Jangan sampai undangannya hari Sabtu, tapihh hari Senin sampiyan dah datang. Bukan apa-apa sehh&#8230;. lama nunggunya! </strong> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
</blockquote>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Happy Tree Friends, Film Kartun Anarkis Nan Lucu]]></title>
<link>http://roghuzshy.wordpress.com/2009/02/04/happy-tree-friends-video-kartun-anarkis/</link>
<pubDate>Wed, 04 Feb 2009 00:52:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>roghuzshy</dc:creator>
<guid>http://roghuzshy.wordpress.com/2009/02/04/happy-tree-friends-video-kartun-anarkis/</guid>
<description><![CDATA[Kemarin ada seorang teman yang suka koleksi film kartun lucu mampir kerumahku, nah.. di laptopnya ad]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'>
<p>Kemarin ada seorang teman yang suka koleksi film kartun lucu mampir kerumahku, nah.. di laptopnya ada beberapa film yang agak aneh.. yang judulnya happy tree friends. yang diproduksi oleh <strong>Mondo Productions</strong>. disitu aku ambil deh beberapa, nah yang ini judulnya Out On a Limb! cerita gini &#8216;Lumpi&#8217; <em>(karakter rusa biru yang ada dalam cerita</em>) berusaha menebang pohon. Nah.. waktu pohonnya tumbang dia ketimpa gitu.. yah.. lelucon lama untuk yang ini&#8230; tapi menariknya ada ke&#8217;Anarkisan&#8217; disini.. Lumpi yang kakinya tertimpa pohon tidak bisa memotong pohon karena mata kapaknya lepas, hihii&#8230; kasihan banget sih lumpy, terus dia cuma punya 3 item lagi.. Sendok, paper clip dan benang.. mau potong pohon gak mungkin, akhirnya dia memotong kakinya sendiri.. sakit, sakit dan sakit dong.. masak kaki dipotong pake sendok.. wekekekek&#8230;. sampai malam kakinya berdarah-darah. tinggal tulang.. ini bagian yang berat. hahaha.. terus deh dipukul pake batu sendoknya.. aaaarggghhhh&#8230;&#8230;&#8230;. putus dah kakinya. tapi sayang dia salah potong kaki, dia memotong kaki yang sebelah kanan, kan harusnya dia potong yang kiri, soalnya yang kiri itu yang tertimpa pohon. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  terpaksa deh motong kaki yang satunya. tapi item dia tinggal paper clip. wekekek.. tahun depan deh baru kepotong.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Disamping Lucu, Ada Keanarkisan, ada juga pesan yang bisa dipetik dari sini. ada banyak sih yang lain. ntar deh aku upload ya teman2.. ini dulu deh dilihat.. kalau tertarik kasih koment yang banyak yah!! Thankz.</p>
<h3><a title="Film Happy Tree Friends, Film Anarkis" href="http://www.ziddu.com/download/3394639/45-outonalimb.zip.html" target="_blank"><span style="color:#ff0000;">Download Filmnya Disini!</span></a></h3>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[sukses]]></title>
<link>http://trijaka.wordpress.com/2009/01/27/sukses/</link>
<pubDate>Tue, 27 Jan 2009 08:08:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>trijaka</dc:creator>
<guid>http://trijaka.wordpress.com/2009/01/27/sukses/</guid>
<description><![CDATA[Dalam kamus bahasa Indonesia sukses diartikan berhasil. sehingga banyak orang berusaha untuk mencapa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;">Dalam kamus bahasa Indonesia sukses diartikan berhasil. sehingga banyak orang berusaha untuk mencapai keberhasilan tersebut.</p>
<p style="text-align:center;">Pengertian demikian yang pada akhirnya mengiring banyak orang untuk dapat dikatakan orang sukses,kemudian dengan berbagai cara apapun mereka lakukan. dalam kehidupan sehari-hari juga indikator sukses sering dikaitkan dengan keberhasilan yang lebih bersifat materiil seperti pendidikan tinggi, kekayaan, kedudukan dan berbagai hal lain yang senantiasa bersiafat keduniaan.</p>
<p style="text-align:center;">apabila manusia menganggap sukses dengan menggunakan indikator tersebut di atas, maka timbul pertanyaan sebagai beriktu:</p>
<p style="text-align:center;">1. kalau yang sukses yang berpendidikan tinggi, mengapa mereka yang melakukan kejahatan korupsi orang-orang yang mempunyai pendidikan tinggi ?</p>
<p style="text-align:center;">2. kalau yang sukses adalah mereka yang kaya, bukankah banyak sekali pencuri, penipu, preman yang hidupnya kaya, apalagi mereka yang terlibat dalam suatu <em>mafia</em>?</p>
<p style="text-align:center;">3.kalau yang sukses adalah mereka yang mempunyai kedudukan tinggi, mengapa juga banyak sekali pejabat yang menyalahgunakan kedudukan kemudian tertangkap dan terbukti dengan segala kesalahannya.</p>
<p style="text-align:center;">Inikah sukses yang diindikasikan oleh kebanyakan manusia hnaya mendasarkan pada aspek materiil saja. padahal sukses yang hakiki adalah mereka yang berpendidikan tinggi, mempunyai kekayaaan, dan juga kedudukan namun mereka justru semakain mendekatkan dirinya pada Allah. semua yang mereka miliki merasa bukan miliknya namun hanya titipan dari-Nya yang kelak harus dipertanggungjawabkan.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Michael Heart Buat Lagu Untuk Gaza]]></title>
<link>http://belajarbhsenglish.wordpress.com/2009/01/22/michael-heart-buat-lagu-untuk-gaza/</link>
<pubDate>Thu, 22 Jan 2009 16:10:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>bbe</dc:creator>
<guid>http://belajarbhsenglish.wordpress.com/2009/01/22/michael-heart-buat-lagu-untuk-gaza/</guid>
<description><![CDATA[Seorang penyanyi asal Los Angeles,  Amerika Serikat yaitu Michael Heart membuatkan satu lagu berjudu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-full wp-image-473" title="michael-heart" src="http://belajarbhsenglish.wordpress.com/files/2009/01/michael-heart.jpg" alt="michael-heart" width="94" height="126" />Seorang penyanyi asal Los Angeles,  Amerika Serikat yaitu Michael Heart membuatkan satu lagu berjudul We will not go down(Song for Gaza), dari judul ini dapat kita artikan bahwa Michael yang nota bene orang Amerika ini mempersembahkan lagu ini untuk para korban perang antara pejuang Hamas(Palestina) dan Zionis Israel di Gaza.</p>
<p>Lagu ini rencananya akan Michael jual dan hasil penjualan akan di donasikan khusus kepada rakyat di Gaza, namun urung dilakukan dan lagu ini digratiskan dalam format mp3 yang bisa di unduh di website Michael sendiri. Michael berharap dengan digratiskan nya lagu ini kepada pendengarnya rela dan mau mendonasikan sendiri sedikit rezeki kepada rakyat Gaza.</p>
<p>Sejak lagu ini diluncurkan Michael banyak menerima respon berupa dukungan serta email yang pada akhirnya Dia kewalahan untuk menjawabnya.</p>
<p>Lirik lagu ini sangat menyentuh, ini adalah salah satu lirik dalam lagu dengan judul we will not go down:<img class="alignright size-thumbnail wp-image-474" title="gaza" src="http://belajarbhsenglish.wordpress.com/files/2009/01/gaza.jpg?w=128" alt="gaza" width="151" height="83" /></p>
<p><em>Women and children alike</em></p>
<p><em>Murderer and massacred night after night</em></p>
<p><em>While the so called leaders of countries afar</em></p>
<p><em>Debated who&#8217;s write and wrong</em></p>
<p>Michael berharap agar setiap orang yang memiliki hati nurani mau membantu dan menolong rakyat Palestina  dengan harta atau pun berupa doa.</p>
<p>Silakan bagi anda yang ingin mendengarkan Mp3 We will not go down, just klik <a href="http://www.ziddu.com/download/3714214/we_will_not_go_down.mp3.html" target="_blank">here.</a></p>
<p><strong>By: Mazedi</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
