<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>pindah-kerja &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/pindah-kerja/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "pindah-kerja"</description>
	<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 08:18:54 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Mengenali Tuntutan Pekerjaan untuk Kesejahteraan ]]></title>
<link>http://jenahudin.wordpress.com/2009/10/29/mengenali-tuntutan-pekerjaan-untuk-kesejahteraan/</link>
<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 09:09:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>sulaiman</dc:creator>
<guid>http://jenahudin.wordpress.com/2009/10/29/mengenali-tuntutan-pekerjaan-untuk-kesejahteraan/</guid>
<description><![CDATA[Setiap orang berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, walaupun dengan bersusah payah, dengan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Setiap orang berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, walaupun dengan bersusah payah, dengan &#8220;banting tulang, jungkir balik, peras keringat&#8221;, bahkan apapun dikerjakannya. Sedangkan tuntutan kebutuhan hidup semakin hari, cenderung semakin meningkat. Sepatutnya setiap orang memperhatikan permasalahan semua  ini secara seksama. Berikut ini akan dibahas : a)  Mengenal Jenis Pekerjaan, b) Mengenal Kemampuan Diri, dan c) Berpindah Pekerjaan.</p>
<p><strong>A.   MENGENAL JENIS PEKERJAAN</strong><br />
Semua jenis pekerjaan pada semua bidang usaha, dapat dibagi dalam tiga jenis, yaitu :</p>
<p><strong>1.    Pekerjaan Kasar.</strong> Jenis pekerjaan kasar adalah pekerjaan yang banyak menguras tenaga jasmaniah, dan terlihat dengan banyaknya keringat yang bercucuran saat melakukan pekerjaan tersebut, seperti : tukang pacul, tukang pikul, tukang gali sumur, kuli bangunan, pemain sepak bola dan lain-lain.<br />
<strong> 2.     Pekerjaan Halus.</strong> Jenis pekerjaan halus adalah pekerjaan yang banyak menguras tenaga mental, pikiran, dan terlihat sedikit  keringat yang keluar saat bekerja, seperti : penyanyi, bintang film, guru, pengacara dan lain-lain.<br />
<strong> 3.     Pekerjaan Campuran. </strong> Jenis pekerjaan yang merupakan campuran antara pekerjaan kasar dan pekerjaan halus, seperti : pedangang asongan dan lain-lain</p>
<p><strong>B.    MENGENAL KEMAMPUAN DIRI</strong><br />
Setelah mengenal jenis pekerjaan, maka sebaiknya setiap orang mengenal kemampuan dirinya dan mengenal batas kemampuannya. Walaupun ada orang yang merasa mampu untuk melakukan semua jenis pekerjaan, tapi sebenarnya setiap orang berbeda. Ada yang lebih mampu dalam melakukan pekerjaan kasar, dan ada yang lebih mampu dalam melakukan pekerjaan halus.<br />
Siapapun hendaklah bekerja dalam batas kemampuannya, jika seseorang memaksakan diri dalam melakukan pekerjaan yang di luar batas kemampuannya (apalagi dalam waktu lama) akan berakibat sakit-sakitan. Mulai dari gejala penyakit yang ringan seperti pegal-pegal atau flu, sampai terserang penyakit yang berat, seperti penyakit kuning, penyakit vertigo, penyakit struk dan lain-lain.<br />
Jadi, penting sekali untuk menjaga keseimbangan dalam tiga hal : <strong>beban kerja </strong>-– <strong>kondisi/stamina diri </strong>&#8211;  <strong>cukup istirahat/refresing. </strong> Karena kondisi fisik dan mental setiap orang berbeda, maka sebenarnya moment setiap orang dalam menjaga keseimbangan tersebut berbeda.  Pihak perusahaan/kantor memberikan waktu istirahat adalah sesuai dengan standar umum, dan kesempatan waktu istirahat ini sebaiknya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Dan pekerja/karyawan yang selalu menjaga keseimbangan tersebut, umumnya lebih sehat.  (hanya pada pekerja/karyawan yang benar-benar sehat, prestasi dan produktifitas kerjanya stabil)<br />
Ada sebagian orang yang merasa kesulitan dalam mengenali kemampuan dirinya, padahal dari pengalaman &#8220;jatuh bangunnya&#8221; dalam pelaksanaan pekerjaan, akan tahu sendiri batas kemampuannya. Jadi pengalaman adalah guru terbaik. Jika ada orang yang tidak punya pengalaman &#8220;pahit getirnya&#8221; kerja, dan tidak pernah mau bersusah payah untuk bekerja keras, maka kemungkinan dia kurang mengenal benar batas kemampuan dirinya.<br />
Jika seseorang mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya, maka dia akan dapat bekerja dengan semua energinya dan tingkat produktifitas kerjanya relatif lebih tinggi dari standar umum. Maka pekerja/karyawan yang &#8220;baik dan berbobot&#8221; ini akan enak makan dan enak tidur, disamping akan memperoleh penghasilan yang lebih dari yang pekerja/karyawan lainnya.<br />
Jika seseorang mendapatkan pekerjaan yang kurang/tidak sesuai  dengan kemampuannya, maka dia bekerja kurang maksimal, dan tingkat produktifitasnya relatif di bawah standar umum. Maka pekerja/karyawan ini hanya sebagai &#8220;pemeran pengganti&#8221; untuk sementara berjalannya roda perusahaan.</p>
<p><strong>C.   BERPINDAH PEKERJAAN.</strong></p>
<p>Dalam permasalahan berpindah pekerjaan, terdapat dua hal : 1) Pelaksanaan Pekerjaan, dan 2) Tantangan Pekerjaan.</p>
<p><strong>1.  Pelaksanaan Pekerjaan.</strong> Setiap orang dalam pelaksanaan pekerjaannya, terbagi dua :</p>
<p><strong>a.   Tetap pada satu pekerjaan. </strong> Sebagian orang yang tetap melakukan satu pekerjaan dalam waktu yang lama (dari muda sampai tua pekerjaannya tetap) dengan berbagai alasan, antara lain :<br />
1)       Karena pekerjaan yang sedang ditekuni sesuai dengan hati nuraninya, sesuai dengan panggilan jiwanya, dan mendatangkan ketenagan batin baginya. Umumnya mereka tidak lagi mementingkan penghasilan yang berupa material.  (tetapi, jika penghasilannya jauh di bawah minimum, maka isterinya yang stress karena kesulitan mengatur ekonomi keluarga)<br />
2)       Karena penghasilannya besar atau gajinya besar atau tambahan lainnya besar, baik berupa bonus, tips, imbalan jasa dan lain-lain (umumnya, kehidupannya lebih sejahtera)<br />
3)       Karena prospeknya sangat bagus, hari depannya cerah, jenjang karirnya akan meningkat, dan kesempatan untuk maju sangat besar, walaupun penghasilannya saat ini relatif kecil. (hanya perusahaan yang bonafid, yang memperhatikan nasib dan jenjang karir para pekerja/karyawannya)<br />
4)       Karena tidak ada lagi lowongan pekerjaan lainnya atau tidak memiliki keterampilan/keahlian lain untuk pindah kerja. (jadi, hanya menerima nasib)</p>
<p><strong>b.    Berpindah pekerjaan. </strong>Sebagian orang berpindah pekerjaan dengan berbagai alasan, antara lain :<br />
1)      Karena ingin mencari ketenangan batin, yang sesuai dengan hati nuraninya, yang  sesuai dengan panggilan jiwanya. Walaupun penghasilan semula penghasilannya lebih besar, akhirnya tetap ditinggalkannya.<br />
2)       Karena ingin mendapatkan penghasilan yang lebih besar atau gaji yang lebih banyak, atau tambahan lain yang lebih besar.<br />
3)       Karena ingin memperolah pekerjaan yang lebih cocok dengan kemampuannya, dengan jenjang karirnya meningkat, dan lebih banyak kesempatan untuk maju.<br />
4)       Karena menunggu order dan pekerjaannya sistim borongan, jika tidak ada order maka menganggur. (jadi hanya mengisi waktu dari pada menganggur)<br />
5)       Karena terpaksa, di PHK, karena perusahaannya bangkrut atau terjadi pengurangan pengawai, atau sistim kontrak yang tidak mungkin diperpanjang lagi.</p>
<p><strong>2. Tantangan Pekerjaan.</strong><br />
Berpindah pekerjaan dengan memperoleh pekerjaan baru, ditinjau dari tantangan yang dihadapi terbagi dua :<br />
<strong> a.  Sedikit Tantangan. </strong> Jika keterampilan/keahlian yang dibutuhkan dalam melaksanakan pekerjaan baru sama dengan pekerjaan yang lama, maka relatif akan sedikit menghadapi tantangan, yakni perusahaan baru, lokasi baru, suasana baru dengan menemukan orang-orang dalam lingkungan pekerjaan yang baru.</p>
<p><strong>b.   Banyak Tantangan. </strong> Jika keterampilan/keahlian yang dibutuhkan dalam melaksanakan pekerjaan baru berbeda dengan pekerjaan yang lama atau diperlukan keterampilan/keahlian yang lain, maka akan banyak menghadapi tantangan. Disamping penyesuaian diri dalam suasana baru dengan menemukan orang-orang baru, juga dibutuhkah sikap, pola pikir dan kebiasaan baru dan merubah kebiasaan sehari-hari yang sudah terbentuk sekian lama, dalam praktiknya tidaklah semudah yang dibayangkan.</p>
<p>Untuk menghadapi semua tantangan tersebut, diperlukan persiapan dari jauh-jauh hari, sehingga penyesuaian diri dapat lebih mendekati sempurna. Jika penyesuaian diri yang &#8220;kurang diterima&#8221; oleh para pegawai/karyawan lama di lingkungan baru tersebut, dapat berakibat kegagalan di kemudian hari.<br />
Sikap penolakan atas kedatangan pekerja/pegawai baru dari mereka (para pegawai/karyawan yang lama) biasanya berdasarkan anggapan : a) akan mengurangi/merebut rezeki mereka, b) akan menjarah/menguasai wilayah dan bidang usaha mereka, c) akan menghambat karir jabatan mereka, d) ada kemungkinan pimpinan perusahaan/kantor akan menjadikan pekerja/pegawai baru sebagai &#8220;anak emas&#8221; dan  mereka dijadikan &#8220;anak tiri&#8221;.   &#8212;  Jelaslah bahwa sikap penolakan ini tidak rasional, tidak masuk akal dan tidak proporsional. Karena semua anggapan tersebut belum terbukti dan belum tentu benar.  Dan mengapa pula harus iri dan dengki kepada pekerja/pegawai yang karirnya meningkat, jika memang terbukti dia lebih berpotensi, lebih berprestasi, lebih berproduksi, dan lebih pantas untuk mendapatkan semua itu? (Kalau memang dia berpotensi untuk memajukan perusahaan dan untuk meningkatkan kesejahteraan bersama, mengapa harus dijegal dan mengapa tidak didukung?)</p>
<p><strong>Kesimpulan dan saran.</strong><br />
1.   Pihak Pekerja/karyawan ingin bekerja dengan sebaik-baiknya dan terdapat  peningkatan baik moril maupun materiil, sedangkan pihak perusahaan/kantor ingin ada kemajuan dalam bidang usahanya,  maka upaya kedua pihak haruslah berjalan seiring, selaras dan sama-sama maju.<br />
2.     Jika semua pegawai/karyawan yang &#8220;baik dan berbobot&#8221; pada semua bagian, maka perusahaan akan mudah melebihi target dan maju dengan pesat. Mereka adalah &#8220;modal kemajuan&#8221; perusahaan yang harus diperhatikan kesejahteraannya baik moril maupun materil, karena jika sempat &#8220;dibajak&#8221; oleh perusahaan lain, maka perusahaan akan menderita kerugian immaterial yang berharga.<br />
3.     Ternyata dalam upaya memajukan perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha apapun sebagai satu kesatuan usaha/kesatuan sistem, terdapat dua  kegiatan yang harus diperhatikan :<br />
a.  Kegiatan mencari, menemukan dan memanfaatkan berbagai &#8220;kelebihan dan potensi keterampilan&#8221;  dari setiap pekerja/pegawai dengan berorientasi dan berfokus pada satu kesatuan yang utuh dari semua bagian ada di perusahaan. (Gestalt sentrum)<br />
b.  Kegiatan mencari, menemukan dan memanfaatkan berbagai &#8220;kelemahan dan kekurangan&#8221;  dari setiap pekerja/pegawai dengan berorientasi dan berfokus pada satu sub atau unit terkecil dari satu bagian yang ada di perusahaan (Ego sentrum).<br />
Hendaklah semua orang yang terlibat dalam kegiatan perusahaan/kantor, berusaha agar kedua kegiatan ini (Gestalt sentrum dan Ego sentrum) tidak terjadi bertentangan/ paradok yang akan menghambat akselerasi kemajuan bidang usaha. (atau bahkan mungkin dapat mengakibatkan perusahaan menjadi bangkrut)<br />
Hendaklah semua orang yang terlibat dalam kegiatan perusahaan/kantor, berusaha agar kedua kegiatan tersebut  (Gestalt sentrum dan Ego sentrum), menjadi selaras dan serasi, saling mendukung, saling menutupi, saling memperkuat, karena <strong>&#8220;tim kerja yang kompak dan solid secara utuh&#8221; </strong>adalah modal dasar untuk meningkatkan kinerja, serta meningkatkan  produktifitas bagi kemajuan bersama dan kesejahteraan bersama.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kalau Dapat Tawaran Kerja Baru...?? Pindah.. enggak.. Pindah.. enggak.. Pusing??]]></title>
<link>http://hariharisetelahkemarin.wordpress.com/2009/09/28/kalau-dapat-tawaran-kerja-baru-pindah-enggak-pindah-enggak-pusing/</link>
<pubDate>Sun, 27 Sep 2009 20:45:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>-dN5</dc:creator>
<guid>http://hariharisetelahkemarin.wordpress.com/2009/09/28/kalau-dapat-tawaran-kerja-baru-pindah-enggak-pindah-enggak-pusing/</guid>
<description><![CDATA[By Afra Mayriani Bisa jadi saat ini kamu merasa cukup nyaman dan aman di perusahaan tempat kamu beke]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><em>By Afra Mayriani</em></p>
<p><img src="http://hariharisetelahkemarin.wordpress.com/files/2009/09/tawaran-kerja-baru.jpg?w=209" alt="tawaran kerja baru" title="tawaran kerja baru" width="209" height="300" class="alignright size-medium wp-image-1032" />Bisa jadi saat ini kamu merasa cukup nyaman dan aman di perusahaan tempat kamu bekerja. Punya atasan yang baik.., bahkan rekan kerja dan bawahan yang amat suportif. Tentu kamu tak berani menggadaikan semua itu demi apa yang belum tentu diraih di tempat baru, bukan&#8230;?</p>
<p>Nah, berikut ada 5 tips untuk mengatasi dilema saat harus memilih untuk tetap bekerja di tempat lama atau menerima <strong>tawaran</strong> menggiurkan di depan mata&#8230;..</p>
<p><strong>Investigasi Itu Perlu</strong><br />
Investigasi tak saja perlu di dunia kepolisian.., tapi juga perlu dalam urusan karier, loohh..! Bila di<strong>rekrut</strong> oleh salah satu perusahaan.., alangkah bijaknya sebelum menjalani proses pe<strong>rekrut</strong>an.., kamu menyelidiki dan menggali secara aktif profil perusahaan itu&#8230;</p>
<p>Termasuk latar belakang dan sudah berapa lama perusahaan itu berdiri&#8230; Gali dan minta informasi se<em>detail</em> mungkin.., agar tak terjebak ke dalam jurang yang bisa membuat <strong>karier</strong> kamu makin jatuh&#8230;</p>
<p><!--more--><br />
Pentingnya mengetahui profil perusahaan juga berkaitan dengan kemapanan perusahaan itu. Bila perusahaan ternyata tidak mapan.., sementara kamu tak tahu kondisinya, tentu akan membahayakan&#8230;</p>
<p><strong>Jangan Malu Bertanya</strong><br />
Budaya malu bertanya masih melekat di kultur bangsa kita. Untuk urusan <strong>karier</strong> dan diri sendiri.., kemungkinan akan lebih malu ketimbang bertanya di jalan, mungkin tepatnya, “tidak enak&#8230;..”</p>
<p>Padahal, banyak bertanya amat diperlukan saat kamu menghadapi kasus dilema mendapat tawaran pekerjaan baru. Maka.., bertanyalah sebanyak mungkin yang berkaitan dengan kebutuhan pengembangan karier selanjutnya di perusahaan baru&#8230;..</p>
<p>Tak hanya bertanya soal fasilitas atau tunjangan apa yang akan didapat.., tapi juga soal peluang apa yang sudah dipersiapkan untuk kamu&#8230;</p>
<p>Termasuk.., apakah kamu akan mendapatkan sejumlah pelatihan atau disekolahkan lagi untuk menambah keterampilan dan kemampuan kamu dalam menunjang pengembangan <strong>karier</strong>&#8230;..</p>
<p><strong>Diskusi dengan Keluarga</strong><br />
Pindah pekerjaan memang tak semudah membalikkan telapak tangan&#8230; Begitu banyak yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan. Tak hanya fasilitas atau gaji berlipat saja.., tapi juga lingkungan kerja yang mendukung.., termasuk orang-orang di sekeliling dan keluarga&#8230;..</p>
<p>Pikirkan juga jarak dan waktu yang harus ditempuh dari tempat tinggal kamu menuju kantor baru nantinya.., apakah setimpal dengan apa yang akan didapatkan&#8230;..</p>
<p>Diskusikan bersama keluarga atau sahabat yang sangat mengerti kamu. Tapi ingat.., keputusan tetap di tangan kamu&#8230; Mereka hanyalah teman berdiskusi dan bertukar pendapat&#8230;</p>
<p><strong>Kenali Calon Atasan Baru</strong><br />
Kenali lebih jauh calon atasan kamu&#8230;! Jangan sampai menyesal setelah memilih bergabung di perusahaan baru.., tapi ternyata tak sesuai harapan&#8230;..</p>
<p>Gaji besar jadi tak berarti lagi bila bekerja sama dengan <em>bad boss</em>&#8230; Jadikan proses perekrutan yang mempertemukan kamu dengan orang yang akan menjadi atasan&#8230;, kesempatan untuk mengenalnya lebih jauh&#8230;..</p>
<p>Jangan hanya berfokus pada penampilan di hadapannya.., tapi perhatikan juga secara teliti.., tipe calon atasan baru kamu&#8230; Apakah ia tipe orang yang berselera humor baik dan ramah.., atau kaku.., <em>workaholic</em>, atau sulit dipercaya&#8230;?</p>
<p>Jangan segan bertanya soal perusahaan itu dari sudut pandangnya sebagai atasan&#8230;.. Ciptakan pembicaraan dan diskusi dua arah agar sama-sama puas&#8230;.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Jaga Hubungan Baik</strong><br />
Apapun keputusan kamu kelak, perlu diingat.., untuk tetap menjaga hubungan baik dengan kedua belah pihak.., baik perusahaan lama maupun perusahaan baru&#8230;..</p>
<p>Ucapkan terima kasih untuk kesempatan berharga yang telah diberikan kepada kamu dan waktu yang telah diluangkan atasan selama bekerja di perusahaan lama&#8230;..</p>
<p>Kepada atasan baru, jangan lupa bertukar kartu nama untuk melengkapi proses pendekatan kamu selanjutnya. Nah&#8230;, selamat menjalankan yang terbaik dalam kehidupan <strong>karier</strong> kamu&#8230;!!</p>
<p><em>(Sumber: <strong>NOVA</strong>, <a href="http://www.kompas.com">kompas.com</a>)</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pindah Rumah Dengan Harga Murah]]></title>
<link>http://backrest.wordpress.com/2009/06/09/pindah-rumah-dengan-harga-murah/</link>
<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 03:10:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>ompong6</dc:creator>
<guid>http://backrest.wordpress.com/2009/06/09/pindah-rumah-dengan-harga-murah/</guid>
<description><![CDATA[Tips Pindah Rumah Dengan Harga Murah Pindah Rumah atau Move Housing seringkali merepotkan apabila su]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Tips Pindah Rumah Dengan Harga Murah<br />
</strong><strong><a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Household/Moving_Relocating/?PostID=248201"><br />
Pindah Rumah</a> atau <a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Household/Moving_Relocating/?PostID=248201">Move Housing</a> </strong>seringkali merepotkan apabila sudah terkait dengan barang-barang atau perabot yang ikut dipindahkan. Berikut beberapa tips yang bisa meringankan ekerjaan  anda :</p>
<p><strong>PACKING</p>
<p></strong>Sebisa mungkin satu kardus isinya sejenis barang; buku sama buku, mainan sama mainan, hiasan sama hiasan,terus diberi nama kardusnya,barang yg kecil-kecil di plastikin sebelum di taruh kardus,yg pecah belah di bungkus koran supaya tidak gampang pecah.pisahin juga barang-barang yg dipakai sehari-hari dan yang tidak;nah kardus yang isinya barang sehari-hari ini pastinya mau di dikirim ke rumah baru duluan, dan dibuka duluan waktu angkat barang ke mobil, harus cerewet, kalo di sini kan pakai mobil pick up, jadi kitanya harus cerewet supaya hati-hati dan nggak tergores[dini]</p>
<p>jangan lupa sebelum <strong><a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Household/Moving_Relocating/?PostID=248201">Pindah Rumah</a> atau <a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Household/Moving_Relocating/?PostID=248201">Move Housing</a> </strong>disetiap dus dikasih nama; punya siapa dan barangnya apa, jadi engga susah nyarinya nanti[shinta tedjakusumah]</p>
<p>Lebih baik beberapa bulan sebelumnya sudah mulai beberes untuk barang-barang yang tidak sering digunakan; dimasukkan ke kardus oleh <strong><a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Household/Moving_Relocating/?PostID=248201">Jasa Pindah</a> &#38; <a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Household/Moving_Relocating/?PostID=248201">Jasa Pindah Rumah</a></strong> (yang nggak perlu dibuang saja)[lena]</p>
<p>Dibagi-bagi :<br />
Urusan Dapur, K. tidur, R. keluarga/tamu, barang aman, sama misc.</p>
<ul>
<li>Untuk dapur : dipisah antara, elektronik, pecah belah, sama plastic ware.Kalau elektronik/plastic ware ruangan lain dikit dan bisa diselipin, boleh ajamasukkin disini. Untuk pecah belah/elektronik aku tulisin gede-gede : AWAS PECAH plus panah penunjuk (bag atas yg  mana).</li>
<li>Untuk K. tidur itu, maksudnya : dipisah untuk dus baju, kosmetik dan pernak-perniknya, gantungan baju, seprei dan bantal/guling.. Demikian juga untuk k. tidur anak, dalam hal ini ada baiknya anda meminta bantuan dari <strong><a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Household/Moving_Relocating/?PostID=248201">Jasa Angkutan</a> &#38; <a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Household/Moving_Relocating/?PostID=248201">Jasa Angkutan Pindah</a></strong>.</li>
<li>Barang-barang dari r. keluarga/tamu juga begitu<br />
elektronik disini gak semua bisa digabung dg yg di dapur, misalnya TV, sebaiknya mintalah bantuan dari <strong><a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Household/Moving_Relocating/?PostID=248201">Jasa Angkutan</a> &#38; <a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Household/Moving_Relocating/?PostID=248201">Jasa Angkutan Pindah</a></strong>.</li>
<li>Barang sangat penting, misalnya kamera sekeluarga, surat-surat penting biasanya di tas khusus ya, maksudnya jangan di dusbiasa. Masukkan ke travelling bag dan dijaga pribadi (masuk mobil).</li>
<li>Misc, diisi sama apapun yg ketinggalan. Termasuk barang-barang yg sampai hari H masih dipakai misalnya alat makan, seprei dll</li>
</ul>
<h3>Untuk informasi lebih lanjut, silahkan lihat di <a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Household/Moving_Relocating/?PostID=248201">Pindah Rumah</a> &#8211; <a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Household/Moving_Relocating/?PostID=248201">Move Housing</a> &#8211; <a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Household/Moving_Relocating/?PostID=248201">Jasa Pindah</a> &#8211; <a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Household/Moving_Relocating/?PostID=248201">Jasa Pindah Rumah</a> &#8211; <a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Household/Moving_Relocating/?PostID=248201">Angkutan Pindah</a> &#8211; <a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Household/Moving_Relocating/?PostID=248201">Jasa Angkutan</a> &#8211; <a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Household/Moving_Relocating/?PostID=248201">Jasa Angkutan Pindah</a> dan <a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Household/Moving_Relocating/?PostID=248201">Pindah Rumah/Move Housing: Jasa Pindah Rumah–Angkutan Pindah Rumah Jakarta Selatan</a> di <a href="http://id.88db.com//">88db.com</a></h3>
<p><strong><strong>http://www.dunia-ibu.org</strong></strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[5 Tanda Anda Harus Ganti Pekerjaan]]></title>
<link>http://mydr34ms.wordpress.com/2009/04/11/5-tanda-anda-harus-ganti-pekerjaan/</link>
<pubDate>Sat, 11 Apr 2009 08:57:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>Admin</dc:creator>
<guid>http://mydr34ms.wordpress.com/2009/04/11/5-tanda-anda-harus-ganti-pekerjaan/</guid>
<description><![CDATA[KOMPAS.com &#8211; Bekerja semestinya tak hanya dimaknai sebagai cara untuk menghasilkan uang atau m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[KOMPAS.com &#8211; Bekerja semestinya tak hanya dimaknai sebagai cara untuk menghasilkan uang atau m]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tips: Pindah Tempat Kerja]]></title>
<link>http://serdadu95.wordpress.com/2009/03/16/tips-pindah-tempat-kerja/</link>
<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 07:33:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>serdadu95</dc:creator>
<guid>http://serdadu95.wordpress.com/2009/03/16/tips-pindah-tempat-kerja/</guid>
<description><![CDATA[Pada dasarnya amat teramat sangat merepotkan. Tapihh mo gemana lagee&#8230;. kerepotan nyang amat te]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Pada dasarnya amat teramat sangat merepotkan. Tapihh mo gemana lagee&#8230;. kerepotan nyang amat teramat sangat entuh mau ndak mau harus dihadapi ketika seseorang dihadapkan pada suwatu kondisi nyang &#8220;memaksa&#8221;-nya untuk berpindah tempat tinggal. Kalo maseh bujang sehh&#8230;. sabodoh teing, haakalo udah beranak pinak plus punya pernak-pernik barang 20 konteiner&#8230; apa ndak bikin pusing orang punya kepala.  Belum lagee jika pindahnya pake acara nyebrang laut segala plus dalam jangka waktu nyang ndak lebih dari 3 tawun&#8230;. wuihhh, untuk membayangkan ajahh rasanya seperti orang nyang lagee dirawat di unit gawat darurat. Vertigo!</p>
<p style="text-align:justify;">Bentar tuwan-tuwan dan nonya-nonya&#8230;. enihh bukan curcol. Sungguh. saiya hanya mo berbagi<span style="text-decoration:line-through;"> radio duwa band</span> tips ajahh. Jahh&#8230; meski reputasi saiya menjadi <strong><em>Makhluk Tuhan Yang Paling Sering Pindah-Pindah Rumah</em></strong> (<strong>MTYPSPPR</strong>) boleh dibilang belum seberapa, tapihh kalo dibandingan dengan orang nyang belum pernah pindahan rasanya pengalaman saiya lebih banyak dahh&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />     So&#8230; ndak pa-pa kan kalo saiya berbagi tips enihh di postingan saiya kale inihh ??! Eehhhh&#8230; sapa teu ajahh ada manpangatnya buwat sampiyan-sampiyan nyang membutuhkan. Dan begonolahh tips pindah tempat kerja versi saiya&#8230;. *<strong><em>ceklek</em></strong>*<br />
<!--more--><br />
<strong>1.  Tetap Tenang, Jangan Panik.</strong><br />
Percaya ajahh&#8230; bahwa apahh nyang diputuskan oleh atasan sampiyan untuk memindah-tugaskan sampiyan ke tempat nyang baru adalah demi kepentingan organisasi dan kebaikan sampiyan bukan karena dilandasi factor kebencian atao ndak suweka dengan kinerja sampiyan.  Ndak usah terlalu di dramatisir atau punya pikiran nyang ndak-ndak. Karena&#8230;, perusahaan atau tempat kerja sampiyan entuhh bukanlah milik sampiyan atau mbah sampiyan taaa&#8230; jadihh sangat wajar kan kalo sampiyan nyang hanya sebagai pekerja dipindahkan ke tempat kerja nyang baru&#8230;. yaa ndakk..?? So&#8230;, jika sampiyan ndak tenang, apalage sampai panik maka ngalamat akan terlunta-lunta-lah proses kepindahan sampiyan di tempat nyang baru nantinya. Jadihh tenang ajahh, manusia entuhh adalah makhluk Tuhan nyang paling pandai menyesuaikan diri kok.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2.  Jangan Buru-buru Bawa Keluarga</strong><br />
Ada baiknya kalo sampiyan sebagai pimpinan rumah tangga berangkat duweluan. Inihh supaya sampiyan bisahh leluasa bergerak mencari informasi tentang tempat baru nyang akan sampiyan tempati untuk hidup. Ibarat perang&#8230; maka kita akan mati konyol di medan laga kalo kita ndak teu seluk-beluk tempat nyang akan digunakan buwat berperang. Biar sampiyan bisah sat-set (lincah) dalam mencari informasi maka akan lebih baik kalo anak-bini untuk sementara waktu ditinggal ajahh duwelu. Sungguh, pengetahuan tentang tempat baru nyang akan ditempati entuhh sangat penting buwat kelangsungan hidup sampiyan nantinya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3.  Pelajari Situasi dan Kondisi Tempat Pindah Nyang Baru</strong><br />
Begitu sampiyan nginjakan kaki di tempat nyang baru&#8230;, bersegeralah untuk mempelajari situasi dan kondisi setempat. Dari adat-istiadatnya, situasi/lingkungan disekitar tempat tinggal sampiyan, kondisi lalu-lintasnya, tempat-tempat rawan atau tempat pesiar buwat indehoi, toko klontong/mall, rumah sakit, sekolah buwat anak dll&#8230; dll&#8230; dan lain-lainnya nyang terdekat dari tempat tinggal sampiyan nyang baru. Cari/bikin petanya dan kalo perlu lakukan cek route menuju tempat-tempat tersebut. Dan ndak kalah pentingnya&#8230;. Sempatkan juwega ngecek fasilitas apahh ajahh nyang sampiyan dapatkan plus kekurangan apahh ajahh nyang perlu sampiyan tambah supaya hidup sampiyan bisah nyaman selama tinggal di sanahh.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>4.  Selesaikan Urusan Yang Penting-Penting Duwelu</strong><br />
Bikin list atao susun prioritas apahh nyang perlu selesaikan sebelum pelaksanaan pindahan nyang sesungguhnya. Sekolah anak misalnya. Mungkin, urusan dengan Pak RT atau instansi2 nyang berkaitan dengan urusan kepindahan sampiyan dan keluarga sampiyan bisah juwega sampiyan selesaikan duwelu. Intinya&#8230;. begitu anak-bini sampiyan nyampe maka sampiyan sudah ndak direpotkan lagi dengan urusan2 semacam entuh. Soal kerjaan kantor juga jangan dilupakan, minimal orientasi nyang sampiyan lakukan udah kelar sehingga sampiyan tinggal ngurusi urusan keluarga sampiyan ajahh</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>5.  Kirim Barang-Barang Pindahan</strong><br />
Mangsudnya biyar semuwanya udah ready duwelu sebelum anak-bini sampiyan datang. Usahakan seminimal mungkin bini/anak terlibat dalam urusan angkut-angkut atao gese-mengeser barang. Masalahnya&#8230; bini/anak perlu waktu penyesuaian diri nyang lebih daripada sampiyan nyang notabene udah berangkat duluan. Kondisi nyang relatip lemah membuat bini/anak rawan terserang penyakit di tempat nyang baru apabila kecapekan. Lagian&#8230; semangat mereka akan tetap terjaga jika begitu nyampe di rumah nyang baru mereka nglihat rumahnya sudah layak dan siap huni.  Kalo pun masih ada nyang perlu dirapikan&#8230;. jangan terlalu banyak-lah nyang dikerjakan.  Lebih baik, sampiyang nyang repot ngurusi barang2 pindahan entuhh sendiri daripada sampiyan ketambahan repot ngurusi anak/bini sampiyan karena sakit.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>6.  Jemput Anak-Bini</strong><br />
Setelah semuwanya ready&#8230; barulah jemput anak-bini sampiyan. Ceritakan nyang baik-baik ajahh, semangati mereka dan jelaskan juwega apa nyang boleh dan ndak boleh dilakukan di tempat nyang baru entar. Semuwa informasi nyang sampiyan dapatkan&#8230; sampaikan kepada bini sampiyan. Kalo masih ada nyang belum ready&#8230; sebaiknya sampiyan tunda duwelu njemput mereka. Tapihh kalo sampiyan suka repot&#8230; silakan ajah jemput mereka sebelum semuwanya siap.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>7.  Cepat Menyesuaikan Diri</strong><br />
Bersegeralah menyesuaikan diri dengan berbekal informasi nyang sampiyan dapatkan. Bantu bini dan anak sampiyan. Jaga semangatnya. Mungkin tensi sampiyan dan anak bini sampiyan akan naik, jadi hindarilah segala bentuk permasalahan nyang mengarah pada perselisihan. Sebagai kepala rumah-tangga sampiyan harus bisah njaga kesabaran sampiyan meskipun se-sulit apapun kondisinya. Begitu kondisi rawan pasca pindahan dapat dilalui maka hidup sampiyan akan kembali normal. Jahh setelah itu&#8230;. sampiyan bisahh siap-siap untuk pindahan ke tempat nyang baru lagee. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>Siyal, pindahan ituhh emang merepotkan yak.</em></strong></p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>*Catatan :</em></strong><br />
1  Tips enihh ndak berlaku bagihh nyang duwitnya meteran dan ndak adahh nomor serinya semuwa atau bagihh orang nyang punya sodara di seluruh wilayah NKRI nyang kebetulan di tubuhnya mengalir darah juragan semuwa.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Tips inih juga ndak berlaku bagihh nyang melaksanakan pindahannya dari Jawa ke Jawa lagi, atau dari Jakarta ke Bandung, atau dari Jogja ke Solo dan sebailknya. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">3. Postingan enihh&#8230; request dari adik asuh saiya. &#8220;Dik&#8230;, kalo pindah entuhh ndak merepotkan&#8230;. maka saiya minta dipindah terus, ke Amerika pun haaayoohhh&#8230; hueeee&#8230;heee&#8230;hee&#8230;., nikmati ajahh yak Dik!&#8221;  :lol:</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mencari Kerja Saat Masih Bekerja]]></title>
<link>http://f1d3ly4.wordpress.com/2009/01/15/mencari-kerja-saat-masih-bekerja/</link>
<pubDate>Thu, 15 Jan 2009 01:33:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>Saffa'</dc:creator>
<guid>http://f1d3ly4.wordpress.com/2009/01/15/mencari-kerja-saat-masih-bekerja/</guid>
<description><![CDATA[Ketika sebuah pekerjaan tidak lagi memberikan kepuasan, baik dari segi kompensasi maupun hal immater]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ketika sebuah pekerjaan tidak lagi memberikan kepuasan, baik dari segi kompensasi maupun hal immater]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mall 2 Mall. Pindah kerja, Interview &amp; Petani Pengecut... ]]></title>
<link>http://manggoblog.wordpress.com/2008/12/07/mall-2-mall-pindah-kerja-interview-petani-pengecut/</link>
<pubDate>Sun, 07 Dec 2008 05:24:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>orangutanz</dc:creator>
<guid>http://manggoblog.wordpress.com/2008/12/07/mall-2-mall-pindah-kerja-interview-petani-pengecut/</guid>
<description><![CDATA[Jumat kemarin adalah hari terakhir saya bekerja di perusahaan yg udah 4 tahun saya geluti. Btw, kena]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Jumat kemarin adalah hari terakhir saya bekerja di perusahaan yg udah 4 tahun saya geluti. Btw, kena]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pindah Zona ah..... :)]]></title>
<link>http://ratdix.wordpress.com/2008/11/13/pindah-zona-ah/</link>
<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 04:18:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>ratdix</dc:creator>
<guid>http://ratdix.wordpress.com/2008/11/13/pindah-zona-ah/</guid>
<description><![CDATA[Ha&#8230;ha..ha.. Mesem-mesem aku setelah baca cerita ini, Saya juga gak tau persis apakah cerita ya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ha&#8230;ha..ha.. Mesem-mesem aku setelah baca cerita ini, Saya juga gak tau persis apakah cerita ya]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tak Usah Takut Ganti Profesi]]></title>
<link>http://alexemdi.wordpress.com/2008/09/28/62/</link>
<pubDate>Sat, 27 Sep 2008 18:49:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>A.Monang Damanik</dc:creator>
<guid>http://alexemdi.wordpress.com/2008/09/28/62/</guid>
<description><![CDATA[Suatu ketika , Anda merasa bosan denga profesi sekarang. Apalagi jika Anda sudah menekuni pekerjaan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://alexemdi.files.wordpress.com/2008/10/foto012.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-321" title="foto012" src="http://alexemdi.wordpress.com/files/2008/10/foto012.jpg?w=127" alt="" width="127" height="96" /></a></p>
<p><!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &#60;![endif]--><!--[if gte mso 9]&#62;                                                                                                                                            &#60;![endif]--></p>
<p><!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &#60;![endif]--><!--[if gte mso 9]&#62;                                                                                                                                            &#60;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&#34;">Suatu ketika , Anda merasa bosan denga profesi sekarang. Apalagi jika Anda sudah menekuni pekerjaan tersebut selama beberapa lama. Perasaan ini bisa menimbulkan dampak kurang baik bagi diri sendiri.Lihat saja, kerja jadi tak maksimal , dan Anda kerap kena tegur Boss…!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><!--more--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&#34;">Rasa jenuh yang diperparah dengan<span> </span>situasi tak menyenangkan di kantor juga bias bikin<span> </span>Anda makin tak nyaman bekerja. Setelah situasi memuncak<span> </span>mungkin Anda kepikiran untuk melarikan diri. Masalahnya , Anda masih ragu untuk ganti kerja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&#34;">Takut untuk berubah , khawatir tak bias mendapatkan tempat kerja dan gaji yang menyenangkan. Anda Juga takut gagal atau salah langkah.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&#34;"><span>1.<span style="font-family:&#34;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&#34;">Ketakutan 1. Tak punya Pengalaman Yang Cukup.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&#34;">Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah segera cari informasi lebih banyak tentang bidang kerja baru yang Anda inginkan .Gunakan relasi atau teman-teman Anda yang bekerja di bidang tersebut untuk mengeruk segala macam keterangan yang Anda butuhkan.Pelajari <em><span> </span>job disk </em>, keahlian yang diperlukan serta tantangan yang mungkin dihadapi. Berdasarkan keterangan itu, siapkan langkah awal dan strategi yang harus Anda lakukan.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&#34;">Agar makin mantap, Anda juga bias ikut kuliah, <em>training </em>, atau kursus<span> </span>singkat yang berhubungan dengan profesi itu. Bonus dobel , selain bisa , selai bisa dapat ilmu baru , Anda juga akan mendapat sertifikat atau Ijazah yang bisa dipakai buat melamar kerja pada profesi baru yang sedang diincar. Persiapkan juga mental Anda. Untuk mendapatkan apa yang diinginkan , Anda juga butuh banyak waktu ekstra dan bersabar.Juga, jangan cepat mengeluh dan malasmembuat persiapan awal yang matang.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&#34;"><span>2.<span style="font-family:&#34;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&#34;">Ketakutan 2. Tak Bisa Dapat Gaji Sebesar Gaji Sekarang.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&#34;">Urusan uang memamng sangat sensitif . Tapi jangan sampai akal sehat Anda buntu. Yakin saja , hal itu tak selamanya seburuk yang Anda kira sebelumya. Jika Anda punya kemampuan , potensi tinggi, dan kreatifitas prima, gaji bisa ikut melambung seperti yang diharapkan.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&#34;">Selain itu untuk menghadapi hari-hari mendung sipakan strategi khusus. Sisihkan tabungan untuk menyokong perekonmian Anda saat untuk<span> </span>sementara waktu profesi baru tak bisa menjanjikan kemakmuran.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&#34;">Kalau mau lebih aman , Anda mungkin tak perlu langsung banting setir pindah profesi baru. Jalani saja pekerjaan Anda sekarang, lalu<span> </span>cari pengalaman di bidang baru tersebut dengan melakukan <em><span> </span>side job <span> </span></em>saat hari libur atau di luar jam kantor.Secara perlahan Anda pun punya modal keahlian yang cukup untuk beralih ke profesi baru. Jadi saat Anda sudah siap memilih bidang baru sebagai pekerjaan utama, Anda bisa menunjukkan <em><span> </span>portofolio </em><span> </span>tersebut. Perusahaan pun akan mempertimbangkan gajio Anda.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:0;text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&#34;"><span>3.<span style="font-family:&#34;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&#34;">Ketakutan 3. Merasa Terlalu Tua Untuk Pindah Profesi,</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&#34;">Sebenarnya tak ada kata terlambat untuk memulai yang baru seperti pindah bidang kerja.Walaupun, memang beberapa perusahaan menetapkan standar usia tertentu<span> </span>pada posisi atau jabatan pemula.Tapi kalau Anda cari selahnya, keinginan itu tak mustahil bisa didapatkan.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&#34;">Cara yang bisa membantu adalah mencari <em><span> </span>network </em><span> </span>yang berhubungan dengan profesi baru Ansda.Dari mereka Anda bisa mendapat info bahkan rekomendasi untuk dapat bidang kerja incaran. Mungkin posisi awal untuk profesi baru tak terlalu memuaskan Anda.Tapi setidaknya Anda bisa belajar banyak.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&#34;">Tentu saja Anda juga harus membekali denga dasar-dasar pengetahuan dan <em><span> </span>skill </em>pada profesi baru Anda. Cara lain yang bisa Anda lakukan asdalah , bila di perusahaan Anda sekarang ada devisi lain yang berhubungan dengan profesi yang Anda inginkan, konsulyasikan saja pada atasan untuk dipindahkan pada bagian tersebut. Dengan alsan logis , sangat memungkinkan<span> </span>atasan Anda<span> </span>akan mewujudkan keinginan<span> </span>Anda . Seprti Tia , 26 tahun . Dulu saya sekertaris satu perusahaan media. Melihat pekerjaan anak-anak redaksi yang terlihat <em>fun</em> dan amat dinamis. Saya jadi tertarik masuk bagian <em>editorial </em><span> </span>.Setelah saya diskusikan dengan atasan , saya pun menjalani <em>job test </em>dan mendapatkan posisi itu sebulan kemudian.” Jelasnya. Dengan cara ini Anda tak perlu susah-susah untuk mengirimkan CV pada perusahaan baru.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:0;text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:0;text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&#34;"><span>4.<span style="font-family:&#34;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&#34;">Ketakutan 4. Perlu Waktu Lama Untuk Terjun ke Profesi Baru.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&#34;">Untuk semua hasil terbaik dan maksimal, tak ada hal lain yang harus dilakukan kecuali melakukan persiapan dan perencanaan yang matang. Di depan Anda, ada banyak proses yang harus dilewati. Tulis semua <em><span> </span>to<span> </span>do list </em>ini secara terperinci. Mulai dari menganalisa bidang baru yang Anda inginkan , sampai ujian kemampuan dan keseriusan pada profesi itu.Selanjutnya, Anda juga perlu masukan dan menambah ilmu untuk memperkaya kesiapan Anda . Dalam proses tersebut, Anda bisa banyak mendapatkan ilmu, pengalaman , juga keahlian yang diperlukan pada bidang baru Anda . Selagi merasa mampu,jangan pernah ada kata takut untuk mencoba yang terbaik untuk karier impian Anda.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&#34;">Dikutip dari : Cosmopolitan Majalah</span></span><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&#34;">, ( April 2005 ) ; Jakarta</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[What's on HRD's mind?]]></title>
<link>http://sanggita.wordpress.com/2008/08/20/whats-on-hrds-mind/</link>
<pubDate>Wed, 20 Aug 2008 06:31:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>sanggita</dc:creator>
<guid>http://sanggita.wordpress.com/2008/08/20/whats-on-hrds-mind/</guid>
<description><![CDATA[Seorang teman menulis dalam salah satu postingnya bahwa setelah 3 tahun lulus dari fakultas menteren]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Seorang teman menulis dalam salah satu postingnya bahwa setelah 3 tahun lulus dari fakultas menteren]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ngantor di Tempat Baru]]></title>
<link>http://nurcha.wordpress.com/2008/07/20/ngantor-di-tempat-baru/</link>
<pubDate>Sun, 20 Jul 2008 07:32:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>nurcha</dc:creator>
<guid>http://nurcha.wordpress.com/2008/07/20/ngantor-di-tempat-baru/</guid>
<description><![CDATA[Mulai besok, aku ngantor di kantor baru. Bener-bener yang hijrah lagi dari Bandung ke Jakarta. Leavi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Mulai besok, aku ngantor di kantor baru. Bener-bener yang hijrah lagi dari Bandung ke Jakarta. Leavi]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[The Last Day]]></title>
<link>http://nurcha.wordpress.com/2008/07/18/the-last-day/</link>
<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 08:11:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>nurcha</dc:creator>
<guid>http://nurcha.wordpress.com/2008/07/18/the-last-day/</guid>
<description><![CDATA[Berat juga ternyata meninggalkan Bandung. Bandung dengan segalanya. Tempatku bekerja sekarang dan te]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Berat juga ternyata meninggalkan Bandung. Bandung dengan segalanya. Tempatku bekerja sekarang dan te]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mengapa Pindah Kerja]]></title>
<link>http://chainmails.wordpress.com/2008/07/02/mengapa-pindah-kerja/</link>
<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 14:52:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>chainmails</dc:creator>
<guid>http://chainmails.wordpress.com/2008/07/02/mengapa-pindah-kerja/</guid>
<description><![CDATA[Alkisah ada seorang engineer bernama Prayitno,ST yg bekerja di pabrik manufaktur elektronik Jepang, ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Alkisah ada seorang engineer bernama Prayitno,ST yg bekerja di pabrik manufaktur elektronik Jepang, ni orang baru aja lolos tes perusahaan BUMN yg mengelola gas alam (jelas gede duitnya) dan mau resign, berikut ini perdebatannya dengan manajernya kita singkat aja ya, manajer = M, dan prayitno = P</p>
<p>M = edan kowe yo prayitno, lagi S-2 dah mau resign, dimana morality kamu?</p>
<p>P = morality saya ikut berlari bersama morality perusahaan, yg nyuruh karyawannya lembur2 melebihi aturan pemerintah ampe sakit tapi tunjangan kesehatan gak full</p>
<p>M = sebenernya mau kmu apa? dimana-mana kerja itu sama. Saya udah menjalani 2 company sebelum ini</p>
<p>P = karena kerja dimana2 itu sama, makanya saya gak ragu resign pak, wong sama aja kok, cuma rewardnya yg beda tho&#8230;. ya saya pilih yg rewardnya lebih</p>
<p>M = kenapa kmu gak mencoba profesional disini aja, klo alasannya reward, kan nanti karir serta salary kamu juga bakal naik kalo kamu bertahan</p>
<p>P = kenapa saya harus nunggu, klo ada company yg nawarin itu skarang?</p>
<p>M = tapi sayang sekali, saya pandang kmu yg paling berpotensi diantara yg lain</p>
<p>P = bapak udah ngomong gitu ke semua engineer yg resign sebelum saya</p>
<p>M = tidak, ini serius, kmu memiliki potensi besar, disini kmu bisa sukses! daripada kmu memulai lagi dari bawah di company lain yg blum ketauan ntar disana kmu bakal sukses ato gak</p>
<p>P = disini juga sama aja saya blum tau bakal sukses apa gak, wong namanya masa depan kok. Sama2<br />
gak ketauan, tapi yg satu awalannya lebih baik, ya pilih yg lebih baik dunk&#8230;&#8230;</p>
<p>M = maksud kmu lebih baik itu apa? money? uang itu bukan segala2nya</p>
<p>P = klo emang begitu ngapain company costdown gaji saya, apa artinya uang segitu untuk mempertahankan eksistensi engineer</p>
<p>M = Kta kan tidak hanya mengejar uang. Klo orientasi kmu hanya uang, kmu hanya mengejar &#8220;live&#8221;. No difference with kambing, Bekerja hanya untuk bertahan hidup, Kmu itu engineer!!!! harus berorientasi pada yg lebih mulia, bekerja untuk berkarya, untuk mengembangkan diri</p>
<p>P = saya pengennya seperti itu, makanya saya resign. Gimana saya mau lepas dari orientasi &#8220;live&#8221; klo tiap bulan saya harus pusing mikir bayaran kos, pulsa, makan, ngirim ortu, nabung buat merit. Naaaa skarang ada company yg nawarin itu, salary yg membuat saya tenang, tak berpikir lagi tentang &#8220;live exixtency&#8221;. So, boleh dunk saya ambil untuk menaikkan derajat pekerjaan saya</p>
<p>M = prayitno&#8230;. klo kmu ngejar yg lebih baik, gak akan abis2&#8230;. selalu ada yg lebih baik. saya sudah mengalaminya di 2 company terdahulu</p>
<p>P = emang gak bakal abis pak&#8230;. karena itu, ngapain saya abisin disini? mending saya terus2an dapet yg lebih baik ampe brenti karena cape. lagian Bapak juga nyatanya bisa brenti kan?</p>
<p>M = inilah yg membuat bangsa kta gak maju2. Oportunis. Orang jepang maju karena loyal</p>
<p>P = loyalitas tu kata2 pembenaran buat ngegaji orang dibawah level pendidikannya pak. Betul jepang itu maju. Tapi lihatlah, terjadi ketimpangan karir antara lelaki dan wanita. karena lelakinya gila kerja semua, mereka jarang menemui anaknya, akibatnya istri2 mereka harus mengimbanginya, ngalah keluar dari kerja buat nambal waktu bapak yg hilang untuk anak2nya karena bokapnya lebih cinta kerja daripada<br />
mereka.</p>
<p>Tanya deh cewek jepang, lelaki jepang tu paling gak romantis. Ce bawa tas berat aja dicuekin</p>
<p>M = tapi dimana responsibility kmu?</p>
<p>P = responsibility tu apa pak? perasaan dulu saya pernah punya, pas awal2 masuk disini, tapi kata2 itulah yg dijadikan pembenaran untuk menindas saya. Atas nama responsibility, tsaya mengorbankan kesehatan<br />
untuk ketepatan schedule launching produk yg jelas2 merupakan percepatan uang masuk ke kantong pemilik saham.<br />
Betul, manusia harus punya responsibility. Apa responsibility paling utama? keluarga. Anak dan istri adalah amanah dari Yg Diatas.</p>
<p>M = kmu kurang bersyukur, masih banyak orang yg susah dapet kerjaan</p>
<p>P = saya dah diterima Pak, itu rejeki dari Yg Diatas, Klo gak saya ambil, itu yg namanya gak bersyukur. Yg Diatas itu tau kebutuhan kta. Makanya Dia memberi saya kerjaan baru, mungkin karena kebutuhan saya<br />
meningkat. Selain itu, Yg Diatas juga memberi pekerjaan pada satu orang pengangguran yg akan menggantikan posisi saya disini setelah resign</p>
<p>M = EDAN KOWE PRAYITNOOOOO! !!!! kalo gitu aku ikut kamu resign&#8230;&#8230; &#8230;.</p>
<p>P = Nggab bisa pak&#8230;. kowe wis tuwo. Cuma bisa ngelamar ke yg sesuai background. &#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[4 Kiat Menyusun CV Yang Efektif]]></title>
<link>http://kopidangdut.wordpress.com/2008/07/02/c/</link>
<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 01:52:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>Mas Kopdang</dc:creator>
<guid>http://kopidangdut.wordpress.com/2008/07/02/c/</guid>
<description><![CDATA[Anda bosan dengan pekerjaan sekarang. Atau ingin mencari yang lebih baik lagi..? Seperti kata pepata]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Anda bosan dengan pekerjaan sekarang. Atau ingin mencari yang lebih baik lagi..?</p>
<p>Seperti kata pepatah,</p>
<blockquote><p>&#8220;Anda hanya punya satu kesempatan untuk memberikan kesan pertama&#8221;.</p></blockquote>
<p>Jika kesan pertama muncul lewat CV, maka CV tersebut menekankan betapa prestasi-prestasi di bidang yang tak berhubungan dapat membawa perbedaan di bidang baru. Berikut adalah kiat ntuk membuat CV yang efektif mengubah karir Anda menurut <strong>Liz Ryan, dari BusinessWeek</strong> Mag):</p>
<ol>
<li>Ceritakan tentang KESUKSESAN, bukan tugas sehari-hari. Tak ada yang peduli dengan apa yang Anda lakukan tiap hari dari pukul 08.00 sampai 17.00 pada pekerjaan Lama Anda;</li>
<li>Tekankan kemampuan-kemampuan yang praktis seperti memimpin SDM da kemampuan menyampaikan informasi yang teknis pada audiensi non-teknis.</li>
<li>Sertakan pernyataan obyektif yang menjelaskan tujuan Anda berganti pekerjaan dan berganti jalur kerja. Ingat, hindari jargon dari peusahaan lama Anda. Dan jangan melebih-lebihkan afiliasi yang dihubungkan dengannya.</li>
</ol>
<p>Jika Anda berusia lebih dari 40 tahun, pertimbangka juga poin-poin berikut:</p>
<ul>
<li>Hapus tahun-tahun awal sejarah pekerjaan Anda. Perekrut biasanya hanya merekomendasikan agar Anda hanya memerinci 10-20 tahun terakhir. Dengan begitu, CV Anda akan lebih pendek dan mengurangi &#8220;efek tua&#8221;. Tetapi, sebutkan saja pekerjaan-pekerjaan pada awal karir Anda yang ada hubungannya dengan tujuan Anda berganti pekerjaan.</li>
<li>Untuk menghapuskan kekhawatiran mereka tentang pegawai yang berusia tua, masukkan kegiatan santai yang menunjukkan kemampuan fisik Anda. Misalnya, jika Anda rutin jogin atau malah selalu ikut lomba lari Marathon. Jangan ragu, sebutkan saja!</li>
</ul>
<p>Semoga sukses.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Babai Mohd Hafizonizam!]]></title>
<link>http://nazacmd.wordpress.com/2008/06/30/babai-mohd-hafizonizam/</link>
<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 07:42:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>acisesondol</dc:creator>
<guid>http://nazacmd.wordpress.com/2008/06/30/babai-mohd-hafizonizam/</guid>
<description><![CDATA[Among the longest serving staff in CMD, since the era of Earning Link and while the HQ still in Sung]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Among the longest serving staff in CMD, since the era of Earning Link and while the HQ still in Sungai Besi&#8230;  </p>
<div id="attachment_93" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://nazacmd.files.wordpress.com/2008/07/slide1.jpg"><img class="size-full wp-image-93" src="http://nazacmd.wordpress.com/files/2008/07/slide1.jpg" alt="Fizo &#38; Zana - Undecided scandal" width="500" height="375" /></a><p class="wp-caption-text">Fizo &#38; Zana - Undecided scandal</p></div>
<div id="attachment_94" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://nazacmd.files.wordpress.com/2008/07/slide2.jpg"><img class="size-full wp-image-94" src="http://nazacmd.wordpress.com/files/2008/07/slide2.jpg" alt="Fizo, Nizam &#38; X Nizam" width="500" height="375" /></a><p class="wp-caption-text">Fizo, Nizam &#38; X Nizam</p></div>
<p>Merci Bequo, Je pahle le pa Francois.  Selamat Maju Jaya di NAZA Corporation, janganlah nanti lupa lak kami di NAZA KIA nie.</p>
<p><strong>ACI SESONDOL, KG. BARU &#8211; 30 JUN 2008</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pindah kerja dengan Sukses]]></title>
<link>http://ourbeauty.wordpress.com/2008/01/04/pindah-kerja-dengan-sukses/</link>
<pubDate>Fri, 04 Jan 2008 05:08:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>Zakia Wijaya</dc:creator>
<guid>http://ourbeauty.wordpress.com/2008/01/04/pindah-kerja-dengan-sukses/</guid>
<description><![CDATA[Sumber : Unknown Selama ini tidak ada larangan bagi karyawan untuk mencoba peluang kerja yang lebih ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Sumber : Unknown</p>
<p>Selama ini tidak ada larangan bagi karyawan untuk mencoba peluang kerja<br />
yang lebih baik. Toh selain hak asasi, pada pada dasarnya setiap<br />
manusia selalu ingin membenahi hidupnya, termasuk karirnya. So, kalau<br />
kamu memang yakin bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, apa<br />
salahnya mencoba. Tapi bagaimana cara yang efektif untuk melamar<br />
pekerjaan ke tempat lain sementara anda masih terdaftar dan terikat di<br />
satu perusahaan?</p>
<p>Bingung? Nggak perlu deh! sebenarnya kunci melamar<br />
pekerjaan saat masih berstatus karyawan di perusahaan, terletak<br />
pada kepandaian kamu mengatur waktu dalam mencari pekerjaan baru.<br />
Untuk itu kamu harus mempelajari situasi, kapan waktu yang tepat untuk<br />
membuat resume dan menyiasati waktu untuk melakukan interview di sela-<br />
sela waktu kerja.</p>
<p>Dalam hal ini kamu harus mendapatkan pekerjaan baru tanpa menimbulkan<br />
anggapan &#8216;nggak enak&#8217; di mata rekan-rekan, terlebih bos anda. Nah,<br />
biar nggak keder coba deh tips jitu berikut ini:</p>
<p><b>Gunakan e-mail terpisah</b><br />
Hati-hati, jangan gunakan e-mail perusahaan untuk mengirim resume atau<br />
surat lamaran. Karena seluruh kegiatan e-mail kamu akan mudah dilacak<br />
oleh perusahaan. So, gunakan e-mail terpisah, buatlah e-mail pribadi<br />
untuk keperluan pribadi kamu termasuk mengirim cv, resume atau<br />
lamaran. Ingat, jangan terlampau sering mengirim lamaran by internet<br />
dalam satu hari. Karena selain akan memangkas waktu kerja kamu, lama-<br />
lama bos akan mengetahui kegiatan kamu yang satu ini.</p>
<p><b>Selektif memilih waktu</b><br />
Pilihlah waktu yang tepat untuk membuat surat lamaran. Saat kamu sibuk<br />
dan butuh konsentrasi jangan sekalipun membuat resume. Kalau pekerjaan<br />
kamusudah longgar barulah anda boleh membuat resume. Kalau perlu<br />
korbankan waktu istirahat kamu sejenak untuk membuat dan mengirim<br />
resume. Pendek kata, kegiatan baru ini jangan sampai mengganggu<br />
pekerjaan kamu.</p>
<p><b>Selektif melamar</b><br />
Pilihlah lowongan kerja yang benar-benar sesuai dengan kemampuan,<br />
minat, dan keinginan kamu. Jangan mentang-mentang mau buru-buru<br />
pindah, kamu asal melamar kerja tanpa mempertimbangkan kualifikasi dan<br />
kemampuan kamu. Ini juga untuk menghindari panggilan interview yang<br />
sia-sia.</p>
<p><b>Cari alasan</b><br />
Saat memenuhi panggilan interview pikirkan alasan yang tepat agar kamu<br />
bisa keluar kantor untuk memenuhi panggilan tersebut. Siasatilah waktu<br />
sedemikian rupa agar kamu bisa interview tetapi tidak perlu bolos<br />
kerja. Karena itu, saat anda dihubungi untuk wawancara, tanyakan<br />
kepastian waktunya. Misalnya jika kamu dipanggil wawancara jam 2,<br />
tetaplah masuk kerja seperti biasa sejak pagi. Kemudian perkirakan<br />
waktu yang pas untuk meninggalkan kantor. Jika lokasi wawancara tidak<br />
terlalu jauh dan perjalanan bisa ditempuh dalam waktu<br />
30 menit, nggak perlu meninggalkan kantor satu jam sebelumnya. Kalau<br />
masih memungkinkan kembalilah ke kantor begitu selesai wawancara.</p>
<p><b>Tutup mulut</b><br />
Tahan diri kamu untuk tidak mengumumkan kepada rekan-rekan kerja<br />
mengenai rencana kepindahan kamu. Kalau memang kamu ingin bercerita<br />
cukup memberitahu pada seorang yang kamu percaya. Ini untuk<br />
menghindari anggapan bahwa kamu adalah termasuk dalam daftar karyawan<br />
yang sudah tidak betah. Karena walau memang kamu sudah tidak betah<br />
tetapi bukankah lebih baik kamu menyimpan rencana dalam hati saja<br />
untuk menghindari suara-suara &#8217;sumbang&#8217; dan hal-hal yang tidak<br />
diinginkan.</p>
<p>Jika kamu sudah mendapat kepastian diterima di perusahaan baru,<br />
baru beritahukan hal ini kepada bos. Bicarakan secara baik-<br />
baik rencana kepindahan kamu beserta alasan yang paling rasional. Toh<br />
kamu datang secara baik-baik maka anda pun harus pamit secara baik-<br />
baik pula. Jangan lupa selesaikan pekerjaan yang masih menjadi<br />
tanggung jawab kamu. Ingat, hari-hari terakhir menjelang kepindahan<br />
kamu harus meninggalkan kesan sebaik mungkin di mata bos dan<br />
rekan-rekan. Dengan demikian, kamu bisa resign dan pindah kerja dengan<br />
sukses kan?</p>
<p><b>Sedikit tips nego gaji</b></p>
<ol>
<li> Rumuskan terlebih dahulu dengan jelas apa yang anda inginkan<br />
dengan pindah kerja. Sebaiknya tidak menjadikan kenaikan gaji<br />
sebagai hal yang paling utama dari motivasi kamu pindah kerja.<br />
Berdasarkan pengalaman saya, sebaiknya kamu melihat beberapa hal<br />
seperti prospek karir, suasana kerja, jenis bisnis dan kesinambungan<br />
bisnis perusahaan kedepan, dan juga total kompensasi (gaji pokok +<br />
tunjangan + benefit + Dana pensiun, dll). Lebih baik bicara total<br />
kompensasi, daripada sekedar bicara gaji pokok.</li>
<li>Lakukan self &#8211; assessment untuk mengukur kelebihan dan hal-hal<br />
yang perlu kamu perbaiki dari diri anda. Cari Kelebihan-kelebihan<br />
kamu yang dapat menjadi portofolio yang penting, yang sejalan<br />
dengan kebutuhan perusahaan. Portofolio-portofolio inilah yang akan<br />
menjadi bargaining position bagi kamu. Semakin sedikit portofolio<br />
yang kamu miliki, semakin kecil kemungkinan kamu untuk memperoleh<br />
hasil negosiasi yang kamu inginkan</li>
<li>Tetapkan nilai minimum &#8211; maximum dari kompensasi yang dapat kamu<br />
terima untuk kamu bisa pindah kerja. Kamu harus tahu kapan<br />
mundur/maju dari proses perundingan.</li>
<li>Kuasai tata cara perhitungan pajak penghasilan. Dengan demikian,<br />
kamu tidak salah hitung tentang besarnya &#8220;Take home pay&#8221;. Ingat,<br />
semakin besar gaji, potongan pajaknya juga semakin besar. Syukur2 kalo perusahaan yang membayar pajak penghasilan kita</li>
<li>Akan lebih baik lagi bila kamu dapat memperoleh hasil &#8220;salary<br />
survey&#8221; tentang posisi yang kamu lamar sesuai dengan kualifikasi kamu.</li>
</ol>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
