<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>pindah &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/pindah/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "pindah"</description>
	<pubDate>Sat, 26 Dec 2009 05:13:54 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Penghemat Listrik - Rangkaian Listrik - Residential Windmills - Membuat Pindah ke Windmill Listrik Mudah]]></title>
<link>http://rangkaianlistrik.wordpress.com/2009/12/24/penghemat-listrik-rangkaian-listrik-residential-windmills-membuat-pindah-ke-windmill-listrik-mudah/</link>
<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 23:54:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>caksub</dc:creator>
<guid>http://rangkaianlistrik.wordpress.com/2009/12/24/penghemat-listrik-rangkaian-listrik-residential-windmills-membuat-pindah-ke-windmill-listrik-mudah/</guid>
<description><![CDATA[rangkaian listrik Residential kincir angin adalah cara terbaik untuk menghemat uang dan memiliki leb]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><div class="wp-caption alignleft" style="width: 260px"><img title="rangkaian listrik" src="http://rangkaianlistrik.files.wordpress.com/2009/12/saver4.jpeg?w=250&#038;h=200" alt="rangkaian listrik" width="250" height="200"><p class="wp-caption-text">rangkaian listrik</p></div>
<p> Residential kincir angin adalah cara terbaik untuk menghemat uang dan memiliki lebih sedikit dampak pada lingkungan. Banyak orang yang beralih ke halaman ini sumber energi terbarukan <a href="http://rangkaianlistrik.wordpress.com" title="rangkaian listrik"><b>rangkaian listrik</b></a> yang besar setiap hari. <a href="http://rangkaianlistrik.wordpress.com/2009/11/28/alat-penghemat-listrik-rangkaian-listrik-cell-phone-number-search-bagaimana-ke-reverse-lookup-a-cell-phone-number/" title="Alat Penghemat Listrik">Alat Penghemat Listrik</a> Aku tidak akan terkejut jika dalam beberapa tahun mayoritas orang di dunia menciptakan listrik mereka sendiri. </p>
<p> Residential kincir angin yang besar karena berapa banyak uang yang mereka dapat menyelamatkan Anda. <a href="http://rangkaianlistrik.wordpress.com/2009/11/27/rangkaian-listrik-informasi-tentang-instalasi-listrik-dan-wiring" title="Rangkaian Listrik">Rangkaian Listrik</a> Beberapa orang bahkan menyingkirkan kekuatan mereka dan tidak pernah membayar tagihan untuk listrik lagi Aku tahu bahwa memiliki satu kurang tagihan setiap bulan sangat membantu <a href="http://rangkaianlistrik.wordpress.com/2009/12/06/penghemat-energi-rangkaian-listrik-energi-alternatif-mengapa-kita-perlu-itu/" title="Penghemat Energi">Penghemat Energi</a> saya. Dalam ekonomi ketat ini uang lebih penting daripada sebelumnya dan stabil secara finansial sangat penting. </p>
<p> Juga semua orang di dunia harus lebih sadar ketika datang ke dampak kita pada lingkungan. Orang-orang buruk penjaga planet kita dan melakukan banyak hal untuk menghancurkan <a href="http://rangkaianlistrik.wordpress.com/2009/11/30/penghemat-listrik-rangkaian-listrik-hijau-listrik-biaya-listrik-pada-naik/" title="Penghemat Listrik">Penghemat Listrik</a> setiap hari. Satu hal yang dapat kita semua lakukan adalah beralih ke perumahan kincir angin dan memanfaatkan sumber energi yang besar ini yang sama sekali tidak ada efek <a href="http://rangkaianlistrik.wordpress.com/2009/11/30/rangkaian-listrik-cara-troubleshoot-kapasitor/" title="Rangkaian Listrik">Rangkaian Listrik</a> negatif di planet ini. </p>
<p> Jadi bagaimana bisa Anda belajar tentang perumahan kincir angin Jawabannya sederhana. </p>
<p> Saya sarankan membeli sebuah rencana yang mencakup rincian petunjuk tentang cara untuk membangun sebuah kincir angin dan menjelaskan dengan tepat bagaimana mereka bekerja. Rencana ini harus cukup murah sekitar <a href="http://rangkaianlistrik.wordpress.com/2009/12/10/rangkaian-listrik-electrical-plug-adapters/" title="Rangkaian Listrik">Rangkaian Listrik</a> &#8211; . Juga jangan khawatir tentang <a href="http://rangkaianlistrik.wordpress.com/2009/12/10/penghemat-listrik-rangkaian-listrik-listrik-windmill-make-your-own-dan-hilangkan-bill-energi-anda/" title="Penghemat Listrik">Penghemat Listrik</a> membangun itu &#8230; itu sangat mudah dan siapa pun dapat mengikuti petunjuk <a href="http://rangkaianlistrik.wordpress.com/2009/11/27/penghemat-listrik-rangkaian-listrik-simpan-planet-dan-dompet-anda/" title="Penghemat Listrik">Penghemat Listrik</a> tanpa masalah. </p>
<p> Jika Anda tidak ingin menghabiskan uang daripada berpikir seperti ini &#8230; berapa banyak uang yang akan Anda menghemat tagihan tanpa daya Membangun perumahan kincir angin adalah investasi kecil untuk tabungan seumur hidup. </p>
<p> Sebagai penutup ini hanya beberapa informasi dasar <a href="http://rangkaianlistrik.wordpress.com/2009/12/04/alat-penghemat-listrik-rangkaian-listrik-build-your-own-solar-power/" title="rangkaian listrik"><b>rangkaian listrik</b></a> tentang perumahan kincir angin. Saya sangat mendorong Anda untuk menjadi bagian dari tren yang berkembang pesat ini. </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[HIJRAH]]></title>
<link>http://paytrue.wordpress.com/2009/12/22/hijrah/</link>
<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 02:40:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>Sri  Hartini</dc:creator>
<guid>http://paytrue.wordpress.com/2009/12/22/hijrah/</guid>
<description><![CDATA[Assalamu’alaikum wr.wb Hijrah artinya pindah, bisa perpindahan tempat atau perpindahan akhlaq. Hijra]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Assalamu’alaikum wr.wb</p>
<p>Hijrah artinya pindah,<br />
bisa perpindahan tempat atau perpindahan akhlaq.<br />
Hijrah terpenting adalah dari SYIRIK kepada TAUHIID<br />
Dari menuhankan harta<br />
Dari menuhankan jabatan, kedudukan, kekuasaan,<br />
Dari menuhankan penampilan<br />
Dari menuhankan pujian dan penghormatan, popularitas<br />
Dari menuhankan manusia, pasangan hidup, orang tua, anak-anak,<br />
Dari menuhankan nafsu, syahwat, amarah<br />
Dari menuhankan diri sendiri<br />
Dari menuhankan kesenangan duniawi<br />
Dari menuhankan apapun selain Allah<br />
Hijrahlah menjadi LAA ILAAHA ILALLAH<br />
Tiada Tuhan Selain ALLAH<br />
Selain Allah hanyalah makhluk ciptaan-NYA yang lemah tak berdaya tanpa kekuatan-NYA<br />
Yang bodoh tanpa percikan ilmu-NYA<br />
Yang miskin papa tanpa titipan-NYA<br />
Yang tersesat tanpa Tuntunan-NYA<br />
Yang berlumur dosa tanpa ampunan-NYA<br />
Yang hina dina tanpa kemuliaan dari-NYA<br />
Semua makhluk mutlak adalah Milik-NYA, Ciptaan-NYA, dalam Genggaman-NYA tak dapat memberi manfaat sedikitpun tanpa ijin-NYA<br />
Tak kuasa memberi mudharat sekecil apapun tanpa ijin-NYA<br />
Cukuplah ALLAH&#8230;<br />
Cukuplah ALLAH&#8230;<br />
Cukuplah ALLAH&#8230;</p>
<p>Wassalamu\&#8217;alaikum wr.wb<br />
<a href="http://www.wisatahati.com">Salam Yusuf Mansur</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Blogspot vs Wordpress]]></title>
<link>http://sirhighcarl.wordpress.com/2009/12/18/blogspot-vs-wordpress/</link>
<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 16:40:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>highcarl</dc:creator>
<guid>http://sirhighcarl.wordpress.com/2009/12/18/blogspot-vs-wordpress/</guid>
<description><![CDATA[Salam semua. Rasanya mungkin ada diantara korang yang tau sebelum ni haikal ada buat  satu blog kat ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Salam semua. Rasanya mungkin ada diantara korang yang tau sebelum ni haikal ada buat  satu blog kat ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[We Have Moved!]]></title>
<link>http://ebiz4life.wordpress.com/2009/12/01/we-have-moved/</link>
<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 09:25:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>ebiz4life</dc:creator>
<guid>http://ebiz4life.wordpress.com/2009/12/01/we-have-moved/</guid>
<description><![CDATA[Ingin dimaklumkan ebizlife telah berpindah ke http://tingkat5.com. Blog ini tidak lagi diupdate. Sil]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Ingin dimaklumkan ebizlife telah berpindah ke <strong><a href="http://tingkat5.com">http://tingkat5.com</a>. </strong>Blog ini tidak lagi diupdate. Sila layari <a href="http://tingkat5.com">http://tingkat5.com</a></p>
<p><strong><a href="http://ebiz4life.wordpress.com/files/2009/12/tingkat5_logo.png"><img class="alignleft size-full wp-image-52" title="tingkat5_logo" src="http://ebiz4life.wordpress.com/files/2009/12/tingkat5_logo.png" alt="" width="274" height="77" /></a><br />
</strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SPK Pindah Jam Tanyang Buat Minggu Ini]]></title>
<link>http://liyantanto.wordpress.com/2009/11/24/spk-pindah-jam-tanyang-buat-minggu-ini/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 04:26:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>liyantanto</dc:creator>
<guid>http://liyantanto.wordpress.com/2009/11/24/spk-pindah-jam-tanyang-buat-minggu-ini/</guid>
<description><![CDATA[Bagi temen-temen yang ikut SPK kelas C Bu Rika, kuliah Kamis tanggal 26 dimajukan Besok selasa 24 No]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Bagi temen-temen yang ikut SPK kelas C Bu Rika, kuliah Kamis tanggal 26 dimajukan Besok selasa 24 No]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[DOCUMENT BOX]]></title>
<link>http://boxkotak.wordpress.com/2009/11/14/document-box/</link>
<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 07:42:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>boxkotak</dc:creator>
<guid>http://boxkotak.wordpress.com/2009/11/14/document-box/</guid>
<description><![CDATA[RSC Box (A) Dimension : 460&#215;460x410mm (LxWxH) Doublewall Paper T150 / M / T150 BAF,  Max Capaci]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img title="DSC_0032" src="http://boxkotak.wordpress.com/files/2009/11/dsc_0032.jpg?w=300" alt="DSC_0032" width="300" height="200" /></p>
<p><em>RSC Box (A)</em> <em>Dimension : </em></p>
<p><em>460&#215;460x410mm (LxWxH)</em> <em>Doublewall Paper<br />
T150 / M / T150 BAF,  </em><em>Max Capacity : 30kg</em> <em>RM36/4pcs</em></p>
<p><em></em><em></em><em>RSC Box (B)</em> <em>Dimension :</em></p>
<p><em>406&#215;406x406mm (LxWxH)</em> <em>Singlewall Paper</em> <em>T150 / 150 AF, </em> <em>Max Capacity : 20kg</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[TOP BOTTOM BOX]]></title>
<link>http://boxkotak.wordpress.com/2009/11/14/top-bottom-box/</link>
<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 07:42:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>boxkotak</dc:creator>
<guid>http://boxkotak.wordpress.com/2009/11/14/top-bottom-box/</guid>
<description><![CDATA[Top Bottom Box Dimension : 410&#215;330x295mm (LxWxH) Material : 180gsm Max Capacity : 15kg RM18/4pc]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong><em><img title="DSC_0023" src="http://boxkotak.wordpress.com/files/2009/11/dsc_0023.jpg?w=300" alt="DSC_0023" width="300" height="200" /></em></strong></p>
<p><strong><em>Top Bottom Box<br />
</em></strong><strong><em>Dimension : 410&#215;330x295mm (LxWxH)<br />
Material : 180gsm<br />
Max Capacity : 15kg<br />
RM18/4pcs</em></strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Flip Document Box]]></title>
<link>http://boxkotak.wordpress.com/2009/11/14/flip-document-box/</link>
<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 07:21:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>boxkotak</dc:creator>
<guid>http://boxkotak.wordpress.com/2009/11/14/flip-document-box/</guid>
<description><![CDATA[Flip Box Dimension: 470&#215;370x308mm (LxWxH) Material :280gsm Max Capacity : 20kg RM36/4pcs]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><em><strong><img class="alignnone size-medium wp-image-67" title="DSC_0017" src="http://boxkotak.wordpress.com/files/2009/11/dsc_00171.jpg?w=300" alt="DSC_0017" width="300" height="200" /></strong></em></p>
<p><em><strong>Flip Box</strong></em><br />
<em><strong>Dimension: 470&#215;370x308mm (LxWxH)</strong></em><br />
<em><strong>Material :280gsm<br />
Max Capacity : 20kg<br />
RM36/4pcs</strong></em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kontrak Lagi]]></title>
<link>http://nanaharmanto.wordpress.com/2009/11/07/kontrak-lagi/</link>
<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 16:54:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>nanaharmanto</dc:creator>
<guid>http://nanaharmanto.wordpress.com/2009/11/07/kontrak-lagi/</guid>
<description><![CDATA[Saat pindah ke suatu tempat baru, pasti kita disibukkan dengan acara mencari rumah tempat tinggal. N]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Saat pindah ke suatu tempat baru, pasti kita disibukkan dengan acara mencari rumah tempat tinggal. Nah, ada empat hal yang paling berkesan untukku saat mencari rumah kontrakan di salah satu kota di Sulawesi Selatan ini, beberapa bulan yang lalu.</p>
<p><strong>Rumah Pertama</strong></p>
<p>Rumah ini terletak di tengah kota. Berdempetan dengan rumah warga lainnya. Kami mendapatkan info tentang rumah ini dari seorang kenalan. Saat kami datangi, rumah ini sangat terbengkalai. Maklum, rumah ini tengah direnovasi. Jujur saja, aku tak melihat keindahan rumah ini. Bahkan membayangkannya dalam keadaan bersih dan rapi layak huni pun sangat sulit.</p>
<p>Sang pemilik rumah menjanjikan dalam 2 minggu rumah ini akan selesai renovasi. Aku menyangsikan rumah itu akan selesai dalam kurun waktu itu. Kami <em>nggak</em> mau dong terlalu gegabah <em>gambling</em> dengan menyerahkan uang muka begitu saja meskipun sang pemilik rumah meyakinkan kami bahwa rumah tersebut akan segera diselesaikan tepat waktu&#8230;</p>
<p>Sekian bulan berlalu, sekitar 2 minggu lalu kami lewat depan rumah itu. Aku dan suami tak bisa berkata banyak. Rumah itu masih berantakan. Renovasi tampaknya terhenti. Kami tak tahu sebabnya.</p>
<p><!--more--></p>
<p style="text-align:center;">****</p>
<p><strong>Rumah Kedua</strong></p>
<p>Secara kebetulan, aku  iseng masuk ke sebuah butik. Lalu n<em>gobrol ngalor ngidul </em> dengan pemilik butik. Hmmm&#8230; kenalan pertama-ku di kota ini.</p>
<p>Senang rasanya mendapat teman baru. Sambil lalu, aku menanyakan barangkali ada info mengenai rumah yang akan dikontrakkan.</p>
<p>Kebetulan! Sangat kebetulan! Pemilik butik ini, tengah berusaha mengontrakkan rumahnya. Kami bertukar nomor HP.</p>
<p>Hari Minggu, kami menjemput Bu Op*nk untuk melihat rumahnya.</p>
<p>Rumah itu mungil, bersih dan terawat. Aku suka pada rumah ini. Singkatnya, setelah tawar menawar, kesepakatan pun jadi. Harga OK, syarat OK. Tinggal kami membayar uang muka tanda sepakat. Leganya hatiku. Tak henti-hentinya aku bersyukur. Betapa mudahnya Tuhan memberi kami jalan.</p>
<p>Tak lupa kukabari orang-orang di rumah, papa mama, dan ibu mertua bahwa kami telah mendapat kontrakan yang cocok. Mereka pun lega, mengetahui bahwa kami takkan terkatung-katung di rantau.</p>
<p>Sesuai kesepakatan, pada tanggal yang telah kami tentukan bersama, aku dan suami harus membayar 30% dari harga sewa selama setahun.</p>
<p>Sehari sebelum hari H, Bu Op*nk menelponku.</p>
<p>“Aduh, Bu Nana, saya minta maaf, saya tidak jadi mengontrakkan rumah saya&#8230;”.</p>
<p>“&#8230;.????&#8230;.”</p>
<p>Jelas dong aku kaget. Agak marah. Betapa alotnya menawar rumah tersebut. Kesepakatan pun telah disetujui. Ini <em>kok</em> mendadak banget sih membatalkannya? Jatah kami tinggal di hotel tinggal beberapa hari&#8230;<em>doohhh puyeng deehhh&#8230;</em></p>
<p>“Kalau boleh, <em>tau</em>, kenapa Bu?”, tanyaku.</p>
<p>“<em>Eee</em>&#8230;begini, Bu Nana, saya baru <em>tau</em> tadi pagi kalau saya hamil. Menurut orang tua, tak boleh ibu hamil pindah rumah&#8230;”.</p>
<p>Aku tak jadi marah.</p>
<p>“Oh ya sudah, Bu Op*nk, saya bisa <em>ngerti kok</em>. Selamat ya Bu?”.</p>
<p>“Saya benar-benar minta maaf, Bu Nana..nanti coba saya cari info dari teman-teman saya&#8230;”.</p>
<p>“OK. Terima kasih ya Bu Op*nk”.</p>
<p style="text-align:center;">****</p>
<p><strong>Rumah Ketiga</strong></p>
<p>Iseng aku bertanya pada petugas hotel tempat kami menginap tentang rumah kontrakan. Sekali lagi, aku bersyukur. Mudahnya kali ini mencari rumah. Semoga kali ini benar-benar cocok.</p>
<p>Suatu hari, kami diantar mendatangi rumah itu. Rumah yang manis, minimalis modern. Taman kecil di depannya pun tampak memikat. Rumah ini terletak di komplek baru, dengan para tetangga  yang tampaknya cukup ramah.</p>
<p>Aku menyukai rumah ini. Cukup untuk bisa kuurus sendiri tanpa asisten rumah tangga.</p>
<p>Komplek ini, terletak dekat pantai. Keluar dari komplek, menoleh ke kiri, hamparan pantai indah terbentang. Jarak pantai dari komplek ini, bahkan kurang dari 100meter. Aku terpesona. Tak ada penghalang apapun dari komplek ke pantai yang tenang itu&#8230; Indaaah&#8230;.</p>
<p>Duluuu&#8230;.aku pernah bermimpi tinggal di tepi pantai. Sekarangkah mimpi itu terwujud?</p>
<p>Sayang seribu sayang, setelah kami pertimbangkan lagi, jarak rumah ini ke kantor suamiku relatif jauh. Hampir setengah jam perjalanan dengan kendaraan bermotor. Pulang-pergi hampir 1 jam. Kami menginginkan rumah yang dekat dengan kantor, agar suamiku mudah pulang makan siang di rumah.</p>
<p>OK, jadikan rumah ini pilihan kedua. Padahal pilihan pertama belum ada!</p>
<p style="text-align:center;">****</p>
<p><strong>Rumah Keempat</strong></p>
<p>Info mengenai rumah ini kami dapat dari rekan kantor suamiku. Terletak di perumahan yang rapi dan nyaman. Rumah-rumah mungil itu berderet rapi sekali.</p>
<p>Pada hari yang telah disepakati bersama pemilik rumah, kami pun segera mendatangi rumah tujuan.</p>
<p>Sayang, pemilik rumah belum datang. Kebetulan beliau tinggal di rumahnya yang lain agak jauh di pinggir kota.</p>
<p>Seorang tetangga persis di sebelah kanan rumah yang akan dikontrakkan itu, -Bu Haji yang baik hati- mengajak kami masuk ke rumahnya. Mungkin dia kasihan melihat kami kepanasan.</p>
<p>Kami pun masuk ke rumahnya. Kami menunggu, sambil mengobrol dan minum. Mataku jelalatan melihat rumah ini. Aku suka&#8230;..terbayang sudah, aku akan tinggal di rumah sebelah. Aku sibuk mengira-ngira menata isi rumah.</p>
<p>Dari ibu Haji ini, kami mendapat info bahwa rumah sebelah itu disewakan karena penghuninya tak mau lagi tinggal disitu dan lebih memilih tinggal bersama orang tuanya. Rumah itu kosong selama sebulan. Tapi si pemilik rumah setiap minggu datang membersihkan rumah. Bahkan, baru seminggu yang lalu, usai diadakan arisan di situ.</p>
<p>Dari Bu Haji itu pula, kami tahu rumah itu baru akan mulai disewakan per tanggal 5 Mei 2009 karena sang pemilik menggunakan hitungan hari baik.</p>
<p>Sebenarnya itu kelamaan karena jatah hotel kami berakhir 23 April. Mau <em>nunggu</em> 5 Mei berarti kami harus tinggal hampir 2 minggu lagi di hotel dengan biaya sendiri. <em>waaaah&#8230;&#8230;</em></p>
<p>Ternyata, pemilik rumah tengah mendapat tamu penting dan tak bisa menemui kami. Dia menjanjikan bisa bertemu di rumah kontrakan itu, selepas Isya.</p>
<p>Bagda Isya, kami pun kesana. Kami bertemu bapak pemilik rumah. Kami dipersilakan masuk dan melihat-lihat isi rumah. Aku terkesan pada kerapian dan kebersihan rumah ini. Hmmm&#8230;.boleh nih jadi pilihan pertama, pikirku.</p>
<p>Nyonya rumah tampaknya menyukai perabotan minimalis, simpel dan bermutu.</p>
<p>Cucu Bu Haji yang tadi siang kudatangi, ikut <em>kluyuran</em> keluar masuk rumah itu. <em>Bludhusan</em>, sambil tertawa-tawa menirukan hantu-hantu di TV,</p>
<p>“ihihih&#8230;.ihihihih&#8230;ihihihhh&#8230;.”. Gigi ompong bocah 5 tahun itu menyeringai iseng, melirik-lirik padaku.</p>
<p>Tampaknya anak ini mencari perhatian. Aku tak menggubris anak itu. Kembali aku mengagumi seisi rumah itu. Hanya kamar depan saja yang agak berantakan. Ada seonggok kasur yang agak kumal di lantai. Aku tak sempat memperhatikan lagi. Malas melihatnya.</p>
<p>Puas melihat-lihat rumah, kami pun duduk mengobrol dengan pemilik rumah. Dia bercerita, bahwa rumah itu disewakan seisinya, bahkan sekalian dengan semua perlengkapan dapur dan alat-alat makanpun boleh dipakai. SEMUA. Lengkap <em>kap kap</em>! Jujur, aku heran. Belum pernah ada yang begini.</p>
<p>Lalu, mengalirlah cerita dari mulut pak pemilik rumah. Kami harus menajamkan telinga karena agak susah mengerti sepenuhnya bahasa campuran Bugis dengan dialek yang asing bagi telingaku itu.</p>
<p>“&#8230;&#8230;iya, jadi anak saya tidak mau lagi tinggal di sini&#8230;eee&#8230;.anak saya menikah sekian bulan to, eee&#8230;istrinya hamil&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>&#8230;&#8230;&#8230;.sudah sembilan bulan itu&#8230;&#8230;.baru ketahuan &#8230;&#8230;</p>
<p>menantu saya itu ada kelainan ginjal&#8230;..</p>
<p>&#8230;&#8230;dokter bilang harus dirawat to?&#8230;&#8230;</p>
<p>&#8230;..pendarahan&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..ke rumah sakit&#8230;.</p>
<p>&#8230;&#8230; harus caesar secepatnya&#8230;.</p>
<p>&#8230;&#8230;&#8230;belum sempat caesar, &#8230;..menantu saya meninggal&#8230;..</p>
<p>cepat-cepat&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>sempat di caesar juga,     hmmm&#8230;.bayinya selamat&#8230;..laki-laki&#8230;.</p>
<p>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.kami yang merawatnya&#8230;.”.</p>
<p>Cukup!! Aku ingin menjerit menghentikan cerita memilukan itu. Aku tak mengerti sepenuhnya, tapi aku paham garis besarnya. Sang suami tak sanggup lagi tinggal di rumah itu dengan kenangan pedih akan istrinya.</p>
<p>Aku begitu kaget mendengar cerita bapak itu. Aku jadi berdebar-debar tak karuan.</p>
<p>Bapak itu masih terus berkisah.</p>
<p>”Jadi, kalau mau sewa ini rumah, bisa masuk tanggal 9 Mei&#8230;..saya bersihkan,  pasti&#8230;</p>
<p>&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>&#8230;.baru seminggu lalu peringatan empatpuluh harinya&#8230;&#8230;”.</p>
<p>DHUG!</p>
<p>Ciut nyaliku. <em>No&#8230;no&#8230;no&#8230;!!</em> aku mending cari rumah lain!</p>
<p>Aku yang  akan menghabiskan sebagian besar waktuku di rumah sendirian.Belum lagi kalau suamiku harus keluar kota berhari-hari&#8230;</p>
<p><em>Gimana </em>kalau nyonya rumah <em>niliki</em> aku, <em>hayoo</em>?? <em>Ciluk baa!</em></p>
<p><em>Ogahhhh&#8230;&#8230;&#8230;.</em></p>
<p>Kami berpamitan (secepat mungkin). Pamitan pula pada Bu Haji.</p>
<p><em>Hmmmm</em>&#8230;.<em>pantesan</em> Bu Haji tak cerita macem-macem. <em>Pantesan</em> pakai <em>itungan</em> hari baik&#8230;<em>pantesan</em> si ompong itu iseng terkikik-kikik nakal&#8230;.whuuaaaa&#8230;&#8230;.</p>
<p>Dalam perjalanan pulang ke hotel, kami banyak berdiam. Pilu. Sedih. Ikut pula remuk redam. Rasanya aku bisa merasakan duka sang suami itu.</p>
<p>Kami tak pernah kembali ke rumah itu.</p>
<p>Info terakhir yang kami dapat, rumah itu belum laku dikontrakkan.</p>
<p style="text-align:center;">****</p>
<p><strong>Rumah kesekian, rumah terakhir.</strong></p>
<p>Entah ini rumah keberapa yang kami survey. Lumayan mudah juga, dan tak jauh-jauh dari unsur kebetulan. Singkatnya, kami merasa cocok pada rumah ini, dan disinilah sekarang kami tinggal. Tak terlalu besar. Lingkungan sekitar juga lumayan lah.  Sejauh ini, aku nyaman dan kerasan di rumah ini&#8230;sampai kapan kami akan tinggal di rumah ini, tak ada yang tahu&#8230;.</p>
<div id="attachment_264" class="wp-caption aligncenter" style="width: 470px"><img class="size-full wp-image-264" title="P1110400" src="http://nanaharmanto.wordpress.com/files/2009/11/p1110400.jpg" alt="P1110400" width="460" height="344" /><p class="wp-caption-text">komplek kecil, hanya ada 12 rumah....</p></div>
<p>&#160;</p>
<div id="attachment_267" class="wp-caption aligncenter" style="width: 470px"><img class="size-full wp-image-267" title="P1110401" src="http://nanaharmanto.wordpress.com/files/2009/11/p11104011.jpg" alt="P1110401" width="460" height="345" /><p class="wp-caption-text">di rumah ini kami tinggal, entah sampai kapan...</p></div>
<p>&#160;</p>
<p>Hanya sekedar pertanyaan iseng, kalau Anda, mau tinggal di rumah keempat itu? <em>Hhmm??</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[New City, New Experience, New Beginning]]></title>
<link>http://talesofaknight.wordpress.com/2009/10/29/new-city-new-experience-new-beginning/</link>
<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 01:30:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>talesofaknight</dc:creator>
<guid>http://talesofaknight.wordpress.com/2009/10/29/new-city-new-experience-new-beginning/</guid>
<description><![CDATA[Maka begitulah, saya melangkah maju dengan penuh semangat. Menuju tempat baru, memulai awal yang bar]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Maka begitulah, saya melangkah maju dengan penuh semangat. Menuju tempat baru, memulai awal yang baru, membentuk diri saya menjadi seseorang yang baru, seseorang yang lebih baik dari yang dahulu. Yep, saya pindah ke <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Medan" target="_blank">Medan</a>. Iya, Medan yang di Sumatera Utara, yang ibukota provinsi Sumatera Utara. Yang terkenal dengan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Durian" target="_blank">duren</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bika_Ambon" target="_blank">bika ambon</a>, manisan jambu  dan bolu merantinya.</p>
<p>Kaget? Jangan! Perubahan adalah suatu hal biasa dalam hidup, maka jangan takut. Tiap hari pun kita berubah. jangankan tiap hari, setiap detik pasti ada yang berubah pada diri kita entah kita sadari ataupun tidak.  Oke, kembali ke benang merah. Saya pindah ke Medan. Bagaimana caranya? Silakan tanya sama teman-teman di Kepegawaian. Saya sendiri pun bingung kenapa bisa ditempatkan di sini. Ketika saya diminta untuk memilih pun saya tidak pernah memilih di sini.</p>
<p>Saya tiba di Medan tanggal 30 September 2009, pas ketika terjadi <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/G30S/PKI" target="_blank">G30S/PKI</a> 44 tahun yang lalu. Melaporkan diri ke kantor baru tanggal 1 Oktober 2009.  Sejak tanggal itu hingga 23 Oktober 2009, saya diputarkan ke seksi-seksi. persis seperti anak baru lulus D3 atau yang baru masuk kantor. Mungkin itu akibat saya pernah bilang bahwa saya belom sempat merasakan modernisasi tapi tak masalah. ada keuntungan yang bisa saya ambil dari hal itu, saya jadi kenal orang-orang di seksi yang saya singgahi serta saya berkesempatan mempelajari bagaimana cara mengerjakan pekerjaan yang ditugaskan kepada seksi tersebut.</p>
<p>Kepala Kantor menegaskan bahwa saya itu sudah seharusnya jadi semacam penelaah yang  bukan sekedar pengolah apalagi penyaji. Maka saya mulai mempelajari bagaimana cara mengatur sebuah organisasi, memilah dan mengolah data sehingga dapat dipakai dalam pekerjaan serta manajemen sumber daya manusia dalam sebuah seksi. Harus saya akui bahwa saya masih dalam tahap adaptasi dengan suasana kantor dan pekerjaan. Satu tahun meninggalkan kehidupan kantor berdampak banyak. Etos kerja saya yang lama tidak bisa dipakai di sini. Harus membangun etos kerja baru, yang lebih baik sehingga hasilnya juga lebih memuaskan.</p>
<p>Yang jadi agak masalah adalah makanan. Entah kenapa, saya yang dulu terbiasa makan sambal di Maumere ataupun Bintaro, jadi sering sakit perut ketika makan sambal di sini. Mengherankan karena saya terbiasa makan menggunakan sambal. Dan dari tempat kos saya yang sekarang agak sulit mencari makanan walaupun di tengah kota.</p>
<p>Well, sekian reportase dari saya. Kita bertemu lagi pada saatnya nanti. Selamat pagi, selamat beraktifitas.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kuningan Pindah Blog]]></title>
<link>http://lhagima.wordpress.com/2009/10/24/kuningan-pindah-blog/</link>
<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 19:32:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>Cahya</dc:creator>
<guid>http://lhagima.wordpress.com/2009/10/24/kuningan-pindah-blog/</guid>
<description><![CDATA[Kuningan adalah hari yang baik untuk membuka pandangan ke halaman yang baru (ha ha, sapa hayo yang b]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kuningan adalah hari yang baik untuk membuka pandangan ke halaman yang baru (ha ha, sapa hayo yang b]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pindah "rumah"...!!!]]></title>
<link>http://don45.wordpress.com/2009/10/15/pindah-rumah/</link>
<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 09:00:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>dony</dc:creator>
<guid>http://don45.wordpress.com/2009/10/15/pindah-rumah/</guid>
<description><![CDATA[Weleh-weleh akhirnya kesampean juga bisa posting. Udah sekian lama udah ga posting jadi kangen ama t]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Weleh-weleh akhirnya kesampean juga bisa posting. Udah sekian lama udah ga posting jadi kangen ama temen2 ngeblog, but seperti judul yang saya tulis ini adalah posting saya terakhir diblog ini karena saya akan pindah &#8220;rumah&#8221; ke <a href="http://dondut.info">Rumah Sebelah</a>. Dan terima kasih bagi para blogger yang sudah sudi mampir di <a href="http://don45.wordpress.com">gubuk</a> saya ini.</p>
<p>See ya&#8230;!!! Di &#8220;rumah&#8221; baru saya&#8230;.!!!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pemain kita ke Indonesia]]></title>
<link>http://sukangual.wordpress.com/2009/09/26/pemain-kita-ke-indonesia/</link>
<pubDate>Sat, 26 Sep 2009 09:43:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>L</dc:creator>
<guid>http://sukangual.wordpress.com/2009/09/26/pemain-kita-ke-indonesia/</guid>
<description><![CDATA[Tidak seperti keadaan Liga Malaysia yang sedang mengalami penaiktarafan, keaadan bola sepak di Indon]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Tidak seperti keadaan Liga Malaysia yang sedang mengalami penaiktarafan, keaadan bola sepak di Indonesia jauh lebih menarik. Baru-baru ini sahaja, beberapa pemain bintang dari Singapura telah menandatangani kontrak dengan kelab dari Liga Super Indonesia.</p>
<p>Liga tersebut yang dari semasa ke semasa menjadi semakin popular akibat daripada perubahan format yang membenarkan lima pemain import, telah juga menarik perhatian beberapa pemain negara.</p>
<p>Berita terbaru yang saya dengar, penyerang kebangsaan yang juga kapten, Noh Alam Shah, telah menandatangani kontrak 1 tahun dengan kelab Arema Malang. Selain itu, beberapa pemain lain negara juga dikatakan menanam hajat untuk bermain di sana.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 210px"><img class=" " title="Noh Alam Shah" src="http://thestar.com.my/archives/2008/7/5/sports/Alam.jpg" alt="Bolehkah Noh melihatkan kehebatannya di depan 30 000 penyokong kelabnya di Indonesia." width="200" height="272" /><p class="wp-caption-text">Bolehkah Noh melihatkan kehebatannya di depan 30 000 penyokong kelabnya di Indonesia?</p></div>
<p>Persoalannya, mampukah FAM menjadikan Liga Malaysia popular kembali jika semua pemain bintang berpindah ke Indonesia?</p>
<p>Bagi saya, perpindahan pemain ke luar adalah sesuatu yang positif. Hal ini dapat menyelesaikan masalah jurulatih negara dalam memilih pemain; kita sentiasa mendengar bagaimana luahan jurulatih yang mempunyai calon yang terhad untuk disenaraikan dalam skuad negara.<br />
Tambahan pula, pemain-pemain baru akan mendapat peluang untuk meyerlah.</p>
<p>Lagipun, kesediaan pemain berhijrah ke liga luar dapat memberi reaksi positif kepada &#8217;scout&#8217; dari liga-liga utama ASEAN untuk mencari bakat di negara ini.</p>
<p><em>1 Lagi Coretan L</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cara Import Blogspot Ke wordpress]]></title>
<link>http://ehkangagus.wordpress.com/2009/09/25/cara-import-blogspot-ke-wordpress/</link>
<pubDate>Thu, 24 Sep 2009 18:34:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>Kang Agus</dc:creator>
<guid>http://ehkangagus.wordpress.com/2009/09/25/cara-import-blogspot-ke-wordpress/</guid>
<description><![CDATA[Import adalah proses mengambil data dari sarana lain. Jika anda mempunyai blog lain diluar WordPress]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><img class="alignleft" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:rIKmsWzkvtvZDM:http://ferdian.web.id/wp-content/uploads/2009/02/blogspot-300x298.jpg" alt="" width="116" height="115" />Import adalah proses mengambil data dari sarana lain. Jika anda mempunyai blog lain diluar WordPress semisal Blogspot dan ingin memindahkan seluruh data dari Blogspot ke WordPress. Sangat mudah sekali, karena di WordPress sendiri terdapat fasilitas untuk memgambil data dari blog lain yang di sebut <strong>Import</strong>. WordPress men-support import data dari beberapa penyedia blog, antara lain: Blogspot (Blogger), LiveJournal, TypePad dan WordPress itu sendiri.<!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Ada batasan yang diberikan oleh WordPress untuk proses import data antar blog. Ada yang keseluruhan (import posts, comments dan users) seperti import dari Blogspot.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya akan memberikan contoh cara import data (memindahkan data) dari Blogspot ke WordPess. Syaratnya anda harus memiliki account Google (email) di Blogspot:</p>
<ol>
<li>Login ke Admin WordPress anda.</li>
<li>Pada sisi kiri halaman  klik tanda [ ▼ ] pada menu <strong>‘Tools’.</strong></li>
<li>Kemudian klik sub menu <strong>‘Import’.</strong></li>
<li>Kemudian akan muncul halaman <strong>‘Import’.</strong></li>
<li>Pada halaman import, klik link<strong> ‘Blogger’.</strong></li>
<li>Kemudian muncul halaman <strong>‘Import Blogger’</strong> dan klik tombol <strong>‘Authorize’</strong>.</li>
<li>Setelah muncul halaman Google accounts, masukan email dan password account anda di Blogspot dan klik tombol <strong>‘Sign in’</strong>.</li>
<li>Kemudian klik tombol <strong>‘Grant access’</strong>.</li>
<li>Kemudian muncul halaman <strong>‘Blogger Blogs’</strong>, pilih blog yang ingin anda import dan klik tombol <strong>‘Import’</strong>.</li>
<li>Tunggu sampai proses import dari Blogspot ke WordPress selesai.</li>
</ol>
<p>Anda juga dapat meng-import (mengembalikan) hasil <a href="http://bootingskoblog.wordpress.com/2008/12/14/membuckup-isi-blog/" target="_blank">backup</a> pada WordPress.</p>
<p><strong>Keterangan</strong> :</p>
<ul>
<li><strong>Blogger</strong> : Import posts, comments dan users dari blog Blogspot.</li>
<li><strong>Blogroll</strong> : Import links dalam format OPML.</li>
<li><strong>Categories dan Tags Converter</strong> : Convert existing categories ke tags atau tags ke categories terpilih.</li>
<li><strong>LiveJournal</strong> : Import posts dari LiveJournal dengan menggunakan API.</li>
<li><strong>Movable Type dan TypePad</strong> : Import posts dan comments dari Movable Type atau blog TypePad.</li>
<li><strong>WordPress</strong> : Import posts, pages, comments, custom fields, categories, dan tags dari hasil <a href="http://bootingskoblog.wordpress.com/2008/12/14/membuckup-isi-blog/" target="_blank">export</a> di WordPress.</li>
<li><strong>Yahoo! 360</strong> : Import posts and comments dari blog Yahoo! 360.</li>
</ul>
<p>Kalau selamat bergabung di WordPress.com maka akan merasakan enjoy blogging bro..</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Berpindah ke lokasi baru | Blogspot]]></title>
<link>http://studionspages.wordpress.com/2009/09/17/berpindah-ke-lokasi-baru-blogspot/</link>
<pubDate>Thu, 17 Sep 2009 00:51:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>nazree79</dc:creator>
<guid>http://studionspages.wordpress.com/2009/09/17/berpindah-ke-lokasi-baru-blogspot/</guid>
<description><![CDATA[Salam sejahtera kepada semua pengunjung http://studionspages.wordpress.com atau http://studiopages.n]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="aligncenter" title="Berpindah Lokasi Baru" src="http://i248.photobucket.com/albums/gg170/nazree79/Berpindah-logo.jpg" alt="" width="336" height="336" />Salam sejahtera kepada semua pengunjung http://studionspages.wordpress.com atau http://studiopages.net. Kami telah berpindah ke lokasi baru yang lebih baik. Diharap para pengunjung dapat melayari Blog kami di;</p>
<h1 style="text-align:left;"><span style="color:#ff0000;"><a title="Lokasi Baru" href="http://studiopages.blogspot.com" target="_self"><strong>http://studiopages.blogspot.com</strong></a></span></h1>
<p style="text-align:left;">Kami menyediakan pelbagai rujukan dan ianya sesuai untuk semua golongan selain mengikuti perkembangan kami dari semasa ke semasa. Kami menyediakan ruangan untuk para pelanggan, rakan-rakan jurufoto, tutorial, maklumat tambah pendapatan, mencari pelbagai perkhidmatan dan pelbagai lagi. Kami telah memperluaskan perkhidmatan kami demi kepuasan para pengunjung. Kami memastikan lokasi baru ini akan menjadi sumber maklumat untuk semua peringkat dan golongan.</p>
<p style="text-align:left;">Kami menghargai sekiranya anda bersama-sama kami menyebarkan maklumat ini kepada rakan-rakan anda supaya mereka juga akan mendapat manfaat bersama. Setiap pandangan dan komen anda kami hargai. Sokongan anda memang kami alu-alukan.</p>
<p style="text-align:left;">Terima kasih</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">Jom Layari:</p>
<h1 style="text-align:left;"><span style="color:#ff0000;"><a title="Lokasi Baru" href="http://studiopages.blogspot.com" target="_self"><strong>http://studiopages.blogspot.com</strong></a></span></h1>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PINDAH]]></title>
<link>http://watiyusof.wordpress.com/2009/09/12/pindah/</link>
<pubDate>Sat, 12 Sep 2009 05:59:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>ummibukhari</dc:creator>
<guid>http://watiyusof.wordpress.com/2009/09/12/pindah/</guid>
<description><![CDATA[ASSALAMUALAIKUM.. T DAH PINDAH RUMAH&#8230;. dari sini ke sana.. http://watiyusof.blogspot.com/ BUAT]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>ASSALAMUALAIKUM..</p>
<p>T DAH PINDAH RUMAH&#8230;. dari sini ke sana.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://watiyusof.blogspot.com/">http://watiyusof.blogspot.com/</a></p>
<p>BUAT SEMUA YANG TELAH MENYOKONG BLOG T SELAMA INI, MENGUNJUNGI T.. MEMBERIKAN KOMEN2 KALIAN, TERIMA KASIH BANYAK-BANYAK T UCAPKAN.. HARAP KITA DAPAT BERTEMU LAGI DI RUMAH BARU T NANTI YE!! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>SUDI-SUDIKAN&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Blog ini dirombak!!! :D]]></title>
<link>http://fathur.wordpress.com/2009/09/07/blog-ini-dirombak-d/</link>
<pubDate>Mon, 07 Sep 2009 03:59:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>fathur</dc:creator>
<guid>http://fathur.wordpress.com/2009/09/07/blog-ini-dirombak-d/</guid>
<description><![CDATA[hehe ada perombakan untuk blog ini, berhubung ada tugas, jadi blog ini akan dikhususkan untuk hal-ha]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>hehe <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  ada perombakan untuk blog ini, berhubung ada tugas, jadi blog ini akan dikhususkan untuk hal-hal yang serius, tentang ilmu komputer, IT, masa depan, management, dsb.</p>
<p>Untuk blog yang berisi seputar kehidupan saya lainnya ada di <a title="blog saya yang lain" href="http://fathurslife.wordpress.com/" target="_blank">Fathur&#8217;s Life</a>. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p><!--more--></p>
<p>Kenapa capek-capek merombak, kan lebih mudah membuat blog yang baru untuk tugas tersebut. Iya sih, memang begitu. Namun karena page rank (jumlah visitor) blog ini sudah lumayan tinggi (mencapai seribu lebih) jadi yah.. saya lanjutkan saja di sini. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span style="color:#0000ff;">Blog ini akan membahas seputar :</span><br />
. teknologi informasi<br />
. pemrograman<br />
. perkuliahan (review, tugas, dsb)<br />
. manajemen diri<br />
. pekerjaan<br />
. tips dan trik<br />
. dsb (hal &#8211; hal yang bersifat membangun)</p>
<p><span style="color:#0000ff;">Sedangkan <a title="blog saya yang lain" href="http://fathurslife.wordpress.com/" target="_blank">blog saya yang lain</a> membahas : </span><br />
. seputar kehidupan pribadi saya<br />
. minat saya yang lain (anime, manga, hip-hop)<br />
. curhat-curhatan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /><br />
. pokoknya hal-hal yang bersifat fun lah&#8230; yang tidak ada hubungannya dengan dunia pekerjaan atau programming yang dingin -_-&#8217;</p>
<p>Setuju pasti ada alasannya, apalagi kalau tidak setuju.</p>
<p>So, do not afraid to post your comment… <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Berpindah dan Berandah]]></title>
<link>http://perlismtb.wordpress.com/2009/08/28/berpindah-dan-berandah/</link>
<pubDate>Fri, 28 Aug 2009 08:59:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>Long Mie</dc:creator>
<guid>http://perlismtb.wordpress.com/2009/08/28/berpindah-dan-berandah/</guid>
<description><![CDATA[We&#8217;re Moving! Update your bookmarks to Perlismtb.com We are in the process of moving Perlis Mt]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h1 style="text-align:center;"><span style="font-weight:normal;"><span style="color:#ff0000;">We&#8217;re Moving! Update your bookmarks to Perlismtb.com</span></span></h1>
<p><span style="font-weight:normal;"><span style="color:#ff0000;"><br />
</span></span></p>
<p>We are in the process of moving Perlis Mtb Club&#8217;s Blog over to our own hosting and updating the look and feel. Hopefully you will enjoy the changes. Effective today, we will no longer be posting updates at this site, please update your bookmarks, url links and RSS feed to the new site at</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-211" title="pindah" src="http://perlismtb.wordpress.com/files/2009/08/pindah.png?w=300" alt="pindah" width="300" height="300" /></p>
<p><a href="http://perlismtb.com" target="_blank">http://perlismtb.com</a></p>
<p>Thanks for reading and we&#8217;ll see you at the new site !</p>
<p>Kami sedang dalam proses perpindahan Blog ini ke hosting sendiri. Walaupun mendatangkan banyak kerja dan masaalah, namun dengan berat hati terpaksa dilakukan juga. Keputusan ini dibuat kerana memandangkan Blog ini masih lagi baru maka dengan itu perubahan alamat mudah diterima oleh pengunjung. Hosting sendiri  memberikan sedikit sebanyak kebebasan untuk mengolah wajah dan paparan blog disamping data yang diurus sendiri dan tidak lagi bergantung ngan wordpress. Namun begitu banyak cabaran untuk dihadapi kerana terpaksa belajar dan guna banyak plugin yang kena cari sendiri dan selongkar di alam maya kerana wordpress versi hosting sendiri berkeadaan <em>telanjang</em> !</p>
<p>Diharap pengunjung akan terus melawati laman baru kami. Sokongan tuan-puan amat dihargai. Tidak lupa juga penghargaan kepada <a href="http://adiharriman.com/blog/" target="_blank">Adi Harriman</a> diatas urusan perolehan domain dan hosting ini untuk Perlismtb.com . Jumpa disana !!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Say “NO” to the plan to demolish a heritage row in Kuala Terengganu]]></title>
<link>http://akarimomar.wordpress.com/2009/08/23/say-%e2%80%9cno%e2%80%9d-to-the-plan-to-demolish-a-heritage-row-in-kuala-terengganu/</link>
<pubDate>Sun, 23 Aug 2009 04:05:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>akarimomar</dc:creator>
<guid>http://akarimomar.wordpress.com/2009/08/23/say-%e2%80%9cno%e2%80%9d-to-the-plan-to-demolish-a-heritage-row-in-kuala-terengganu/</guid>
<description><![CDATA[from 14 year old blogger Aiman Amani Karim (http://aimanamani.wordpress.com/) // Over a hundred year]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div>from 14 year old blogger <a title="Posts by Aiman Amani Karim" href="http://aimanamani.wordpress.com/author/aimanamanikarim/">Aiman Amani Karim (http://aimanamani.wordpress.com/)</a></div>
<div>
<div>
<p>// <img title="Pak_Loh_in his bookshop" src="http://aimanamani.files.wordpress.com/2009/08/pak_loh_in-his-bookshop.jpg?w=231&#038;h=300#38;h=300" alt="Pak_Loh_in his bookshop" width="231" height="300" />Over a hundred years ago, my great, great grandfather, Abdullah Al-Yunani came to Kuala Terengganu from China and decided to stay there. He opened a bookstore named Abdullah Al-Yunani or better known to the locals as ‘Keda Buku Pok Loh Yunang’. Ask a person who was brought up in Kuala Terengganu, most of them would know the bookstore and they might even tell you that the shop was where they bought their schoolbooks long, long time ago. [<em>Read what Awang Goneng wrote about it <a href="http://warisantrengganu.wordpress.com/2009/07/23/snapshots-to-the-past/">here</a></em>]</p>
<p>Over a century, the business grew from a simple bookstore selling newspapers, a few kitabs (religious books) and some other books to a fully air-conditioned modern bookstore offering WiFi service. In the 1970s the bookstore was renamed Kedai Buku Ahmad Omar and later to Alam Akademik Sdn Bhd.</p>
<p><img style="margin-left:8px;margin-right:8px;" title="AA-tingkat bawah pelanggan-s" src="http://aimanamani.files.wordpress.com/2009/08/aa-tingkat-bawah-pelanggan-s.jpg?w=300&#038;h=199#38;h=199" alt="AA-tingkat bawah pelanggan-s" width="300" height="199" />My grandfather, Ahmad Omar bought the shophouse more than 30 years ago but was forced to surrender the  land to the state government for only RM200, 000 (because of land acquisition)! Did we agree to such a low price for the freehold prime land right by the very main street of the town? Of course we did not; in fact my grandfather had never ever wanted to sell the shophouse for what ever price for the shophouse means so much to him. But what choice did he has when it came to land acquisition by the state government?</p>
<p>My grandparents complained the matter to the Terengganu Chief Minister (at the time), Tan Sri Wan Mokhtar Ahmad and he promised that the shophouses’ owners will be offered to buy new shophouses at a very special price (as part of the deal) to compensate our lost, as the RM200,000 paid to us was far below the market price at the time. He also promised us that the government will let us stay in the building until they provide us a new place in the area. Trusting that Tan Sri Wan Mokhtar’s words as official promises by the Terengganu state government, my grandfather did not make any further official complain. Furthermore as a strong UMNO supporter, my grandfather trusted the Barisan Nasional state government fully and never ever imagine that UMNO will disown their promises even though it was not made on paper!</p>
<p><a href="http://aimanamani.files.wordpress.com/2009/08/ahmadomar-setpolmb.jpg?w=300"><img title="AhmadOmar-SetPolMB" src="http://aimanamani.files.wordpress.com/2009/08/ahmadomar-setpolmb.jpg?w=300&#038;h=225#38;h=225" alt="AhmadOmar-SetPolMB" width="300" height="225" /></a>My grandfather used to work overseas for the first Malaysian Prime Minister YM Tunku Abdul Rahman Putra Al-Haj as a diplomat with minister’s status and later joined the politics as a state assemblyman and also as the political secretary to the (then) Chief Minister, Tan Sri Ibrahim Fikri. And for the sake of UMNO my grandfather had no choice but to accept the offer without making a legal complain.</p>
<p>On the 19th July, 2009, 34 shopkeepers in Jalan Bandar and Jalan Banggol, Kuala Terengganu (including Alam Akademik) received a notice from the Lembaga Tabung Amanah Warisan Negari Terengganu to vacate the shophouses before 13th August, 2009. [<a href="http://aimanamani.wordpress.com/2009/07/20/help-help-help-help-help-help-help/">Read about it in my previous posting here</a>] When we questioned the notice and the promises made by the state government years ago at the time we were forced to surrender our land to the state government for a mere RM200,000; they said that they are not responsible of providing us a place to move to and have the right to force us out since the land is now theirs. What happened to all of the sweet promises they made before?</p>
<p><a rel="attachment wp-att-1073" href="http://akarimomar.wordpress.com/?attachment_id=1073"><img style="margin-left:8px;margin-right:8px;" title="going next and gone" src="http://aimanamani.files.wordpress.com/2009/08/going-next-and-gone.jpg?w=300&#038;h=173#38;h=173" alt="going next and gone" width="300" height="173" /></a>The sad news was that the LTAWNT or the ’supposedly’  heritage board of the state of Terengganu  is planning to demolish the heritage row to widen the road and to build new building in the name of modernisation. Isn’t it odd that the heritage board do not seems to understand the value of heritage? When the other states of Malaysia such as Melaka, Pulau Pinang (Penang) and the Federal Territory of Kuala Lumpur are proud to restore their heritage buildings, the Terengganu heritage board looked at the heritage building as an eye sore. How sad…..Who can we trust to protect our heritage then? The heritage row is still standing strong and beautiful; and still fit for business. And what about the historical value of the building?</p>
<p>As Uncle Awang Goneng wrote in his blog ‘<em>Kecek Kecek</em>‘, ‘<em><a href="http://kecek-kecek.blogspot.com/2009/08/mabuk-kepayang.html#links">Now they are planning to pull down a row of shophouses in Kedai Payang, buildings that are more than a hundred years old that are still fit for purpose and need, at most, a tender loving touch and a coat of colour. Thus our history can be saved</a></em>.’</p>
<p><img title="stadium-bernama4" src="http://aimanamani.files.wordpress.com/2009/08/stadium-bernama4.jpg?w=300&#038;h=218#38;h=218" alt="stadium-bernama4" width="300" height="218" />The Terengganu state government had already destroyed lots of heritage  historical buildings to make way for new buildings. They claimed that they are building a modern ‘city’ and they do not want ‘old and shabby’ buildings in the city of Terengganu. If they are trying to say that the shophouses looked old and shabby, think again. It does NOT look shabby at all, in fact its quality is even better than the new ‘modern’ buildings which are facing problems (including <a href="http://aimanamani.wordpress.com/2009/06/04/gong-badak-stadium-roof-collapse-some-additional-photos/">those that collapsed</a>) as we can see day after day. The state government should instead use the fund to restore and beautify the heritage row and protect the heritage historical building for its invaluable historical value to the people of Terengganu.</p>
<p>The reason why the government cannot see all these is because they are all money-driven. They are greedy and materialistic, all they think of is money, money, money. [see various comments on <a href="http://kecek-kecek.blogspot.com/2009/08/mabuk-kepayang.html#710821592143981298">Kecek-kecek's Mabuk Kepayang</a>]  And not even one assemblyman nor their representatives (except one from the opposition party) came to visit us. It was reported in the newspaper that the Chief Minister Y.A.B. Dato’ Ahmad bin Said visited some villages and helped them to fix roofs and did all kinds of other things. But why can’t he meet us even once? asked CikguFauzi of <a href="http://mampat.blogspot.com/">MAMPAT</a> (view <a href="http://www.youtube.com/watch?v=FqljZo5QUoc&#38;eurl=http%3A%2F%2Fwarisantrengganu.wordpress.com%2F&#38;feature=player_embedded">here on Youtube as reported by http://buletinonline.net/</a> or as reported by <a href="http://www.youtube.com/watch?v=Lcacq1ErEcA">NTV7</a>)</p>
<p><em><a href="http://aimanamani.files.wordpress.com/2009/08/hm-bantah-notis.jpg"><img style="margin-left:8px;margin-right:8px;" title="HM bantah notis" src="http://aimanamani.files.wordpress.com/2009/08/hm-bantah-notis.jpg?w=240&#038;h=270#38;h=270" alt="HM bantah notis" width="240" height="270" /></a>“He is a coward</em>” said one of the shopowners during the many protests held. “<em>Is he afraid of what people may think of him? He knew it was wrong of him to do what he is doing but who cares? He’ll get the money and it’s not him who will suffer… it’s us</em>“. To all those out there who care enough for the heritage and history, please help us to preserve the place. You could ask help from organisations, NGOs or perhaps inform this to a person you know. The least you can do is perhaps to write about it and spread the message. You’ll never know how powerful words can be.</p>
<p><em>Read news and articles on “<a href="http://warisantrengganu.wordpress.com/">Selamatkan Warisan Sejarah Trengganu – Save Our Historical Heritage</a>“</em></div>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pindah...Pindah]]></title>
<link>http://bundafatihrizky.wordpress.com/2009/08/20/pindah-pindah/</link>
<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 03:00:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>bundafatihrizky</dc:creator>
<guid>http://bundafatihrizky.wordpress.com/2009/08/20/pindah-pindah/</guid>
<description><![CDATA[Blog ini saya pindahkan ke alamat http://bundafatihrizky.blogdetik.com salam, rahma-bundafatihrizky]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Blog ini saya pindahkan ke alamat http://bundafatihrizky.blogdetik.com salam, rahma-bundafatihrizky]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Perjalanan ku]]></title>
<link>http://sonisatiawan.wordpress.com/2009/08/15/perjalanan-ku/</link>
<pubDate>Sat, 15 Aug 2009 04:09:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>Soni Satiawan</dc:creator>
<guid>http://sonisatiawan.wordpress.com/2009/08/15/perjalanan-ku/</guid>
<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum Wr Wb. Pa Kabar teman2 semua?? Sudah hampir 3 bulan aku tidak ngeblog maupun ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Assalamu&#8217;alaikum Wr Wb.</p>
<p>Pa Kabar teman2 semua?? Sudah hampir 3 bulan aku tidak ngeblog maupun untuk sekedar blogwalking ke blog para blogger yang lain. Terakhir kali aku nulis adalah akhir Mei beberapa hari sebelum berangkat ke salah satu daerah di Sumatera Barat (kebetulan asal daerahku juga) untuk melakukan survey (waktu itu brangkatnya malem jadi waktu nunggu utk brangkat ditemenin ma Uni dede lewat chatting mpe jam 2 malam, mkasaih Uni), lebih kurang 2 mingguan aku di sana. Sebenarnya setelah nyampe Bandung, banyak sekali yang akan di-post, tapi tepat ketika nyampe bandung aku dihadapkan dengan satu masalah. Sebenarnya kalo tidak dipikirkan itu tidak akan jadi masalah, tapi karena dipikirkan dan membuat badan lemes (sakit-sakit juga ketika itu, tapi untung aja tidak harus bed rest) akhirnya mau ga mau harus segera diputuskan.</p>
<p>Sebenarnya masalah yang membebani pikiran ketika itu adalah harus membuat keputusan untuk tetap meneruskan pekerjaan di kantor yang lama atau harus pindah ke tempat yang lain. Timbulnya pikiran seperti ini karena ini merupakan masukan (hanya masukan) dari beberapa orang kakak2 ku untuk mencari kerja ke tempat yang lain. Soalnya setelah lulus aku tidak pernah sekali pun masukan lowongan ke perusahaan-perusahaan yang sedang membutuhkan geophysicist.</p>
<p>Di kantor yang lama sangat menyenangkan sekali bagiku. Aku bergabung dengan kantor tersebut ketika aku masih kuliah di semester terakhir. Di kantor tersebut ilmu-ilmu ku sangat jauh sekali bertambah, bahkan aku mendapatkan ilmu-ilmu yang dapat dikatakan baru yang belum aku dapatkan di bangku kuliah, dan juga dapat keluarga baru (begitu dekat sekali antara karyawan yang satu dengan yang lain seperti saudara). Malahan ketika menjadi salah satu bagian di kantor tersebut aku mempunyai tekad akan membangun perusahaan itu. Tapi seiring berjalannya waktu dan masukan-masukan untuk mencari yang lain akhirnya tekad tadi menjadi goyah malah rapuh.</p>
<p>Akhirnya dengan segala resiko aku pun memutuskan untuk keluar dari perusahaan itu dengan baik-baik pastinya (walaupun tidak sempat ngomong langsung ke semua teman2 yang ada disana, cuma lewat sms), berat sekali rasanya untuk keluar dari perusahaan itu. Resmilah aku menjadi pengangguran ketika keluar dari perusahaan tersebut. Tetapi itu membuat beban pikiranku sedikit lepas (cuma sedikit soalnya harus cari yang baru <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ). Tapi lega rasanya ketika itu. (jadi pengangguran koq senang).. </p>
<p>Akhirnya keluar dari sana, aku pun mencari tempat baru untuk bisa melangsungkan hidup (cari makan). Alhmdulillah tidak lama aku mendapatkan tempat yang baru, Lebih kurang seminggu setelah keluar, aku mendapatkan tempat mencari makan yang baru. Setelah menjalani semua proses rekruiment, Alhmdulillah aku pun diterima kerja disana. Beberapa hari kerja disana, akupun disuruh untuk berangkat ke lapangan ke salah satu site milik perusahaan ini yaitu di Filipina.</p>
<p>Mendapatkan tugas seperti ini membuatku sedikit resah, mengapa??</p>
<p>1. Karena kondisi Global yang ketika itu, dan sampai sekrang masih terjadi yaitu masalah flu babi, ketika mencari informasi mengenai ini, filipin memiliki persentase yang cukup tinggi dibanding Indonesia untuk masalah ini.<br />
2. Karena masalah makanan disana nantinya, pasti akan susah sekali ditemukan makanan yang halal, karena filipin merupakan negara yang mayoritas penduduknya Christian.</p>
<p>Akhirnya ketika hari keberangkatan, 2 masalah diatas sangat membuatku semakin gundah, apalagi masalah yang pertama. Sebelum berangkat aku-pun berdoa untuk dijauhkan dari segala sesuatu yang akan mencelakakanku. Tidak hanya berdo&#8217;a pastinya untuk mengatasi dua masalah tersebut. Untuk mengatasi masalah pertama aku pun gunain masker. Sedangkan masalah kedua aku pun membawa makanan2 yang ada di indonesia termasuk bumbu-bumbu masak seperti sambel, bumbu pecel, bumbu nasi goreng, dan masakan2 lain yang Indonesia banget <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Tepatnya pada hari Kamis aku berangkat menggunakan maskapai Philippine Airlines. Ketika pamitan dengan teman2 di kantor, salah satu teman memberi tau kalo tas yang dibawa ke atas cabin tidak boleh membawa barang-barang yang berfluidA dengan ukuran lebih dari 75 ml soalnya aku cuma membawa satu tas dan beratnya ga lebih dari 60 liter, rencananya aq bakal bawa ke kabin biar nanti pas turun dari pesawat ga lama nunggu barang yang keluar dari bagasi, tapi karena aku membawa beberapa bumbu-bumbu masakan yang berbentuk fluid dan lebih dari 75 ml mau ga mau harus masuk bagasi akhirnya, kalo kekeh pengen masuk cabin ya barang-barang ini harus dibuang nantinya.</p>
<p>Jam keberangkatan tiba, setelah boarding dan masuk pesawat, lumayan heran juga, soalnya banyak juga penumpangnya, ga tau apakah semuanya ke filipin taw ga. Jawabannya didapatkan setelah transit di singapur, rupanya yang ke filipin dari Indonesia cuma 5 orang termasuk diriku <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ). Oh ya perjalan dari Jakarta-Singapura memakan waktu lebih kurang sejam-an. Selama di perjalan penumpang dikasi makanan tapi bukan makanan berat. Sebelumnya ragu apakah makanan itu akan dimakan atau ga, soalnya ragu kehalalan dari makanan tersebut. Akhirnya makanan itu dimakan juga setelah ngeliat penumpang lain (ibu-ibu yang berjilbab) memakan makanan itu, Soalnya pasti makanan ini halal, Insya4JJI.</p>
<p>Sesampai changi dan selesai transit, perjalanan pun dilanjutkan. Singapur-Manila memakan waktu 5 jam lebih kurang. Karena memakan waktu 5 jam, pastinya makanan berat pun dikasi. Disini baru aku benar2 ragu untuk memakan makanan yang diberikan. Masalahnya sama yaitu kehalalan dari makanan tersebut. Palagi ketika di pesawat ditawari red wine. Buset dah tambah banyak aja makanan yang haram yang aku temukan. Akhirnya makanan tersebut dibiarkan begitu aja dan aku hanya makan cemilan-cemilan yang dikasi yaitu roti tawar dengan butter yang ada label halal dari Asosiasi muslim Australia ditambah dengan beberapa gelas air putih. Bener ga berani untuk menyentuh yang haram. Soalnya telah jelas2 sekali dalam ISLAM bahwa segala sesuatu yang haram dilarang dan akan berdosa jika kita lakuin. Dan Apabila tetap dilakuin, Ridho dan Barakah dari 4JJI tidak akan kita dapatkan.. Benar kan Uda Vizon??</p>
<p>Akhirnya sesampai di Manila, di jemput dan diantar ke hotel untuk istirahat. Oh ya sampai di Manila ketika itu pukul 21.30 waktu manila atau sama dengan 20.30 waktu jakarta. Sesampai di hotel, beuh perut ini terasa lapar sekali. Liat isi kulkas yang ada cuma minuman beralkohol (Haram lagi euy), dan yang ada cuma nescafe. Akhirnya setelah bersih2 dan ngasih kabar ke orang tua dan saudara kalo udah nyampe manila, akhirnya setelah minum nescafe tersebut, aku pun langsung tidur dengan menanggung rasa lapar. Benar-benar ujian untuk mempertahankan Akidah..</p>
<p>Hal tersebut juga terjadi ketika akan breakfast. Semua menu makanan ada pork nya.. Mau makan apa nih kalo semua ada pork, mana semalam belum makan lagi. Akhirnya rasa lapar itu diganjel dengan 4 lembar roti tawar dengan selai kacang setelah baca dulu ingredient-nya ditambah dengan beberapa cangkir teh anget dan air putih. Dimulai dengan doa, hal yang pertama yang dicicipi pertama adalah teh manis anget, soalnya kata mama kalo telat makan sebaiknya minum teh anget yg manis dulu untuk mengembalikan kerja dari lambung. Untuk lebih jelas tanya ke Uni Marsmellow aja!!! Benar ga itu Uni??</p>
<p>Selesai breakfast aku pun harus checkout dan melanjutkan perjalan lagi, soalnya site-nya masih berjarak 2 jam perjalanan dengan pesawat dan 4 jam dengan mobil (masih jauh euy). Setelah di jemput oleh pihak perusahaan dan dianterin ke bandara ke terminal 3. Pas akan checkin aku pun ga nemuin tempat untuk checkin utk maskapai yang akan ditumpangi. (Waduh kumaha ieu euy?) nanya ke security bandara katanya untuk maskapai yang akan ditumpangi ga disini lagi udah pindah ke terminal 2, aku pun ga percaya soalnya jelas2 dalam tiket tertera terminal 3, Karena ga puas dengan jawaban dari security bandara, akhirnya nanya ke pihak informasi gitu, rupanya bener maskapai yang aku tumpangi udah pindah ke terminal 2. Dalah hati ngomel, masak bisa ada kesalahan kayak gini, mana jadual untuk checkin akan ditutup 45 menit lagi. Buset panik banget tuh, soalnya ga tau terminal 2 dimana dan jaraknya berapa. Oh rupanya ga seperti di jakarta, disini kita harus keluar dulu, buset bertambah panik nih, soalnya kalo telat gimana (disana waktu 1 menit sangat menentukan sekali, pelajaran banget nih waktu adalah uang).</p>
<p>Alhmdulillah akhirnya nyampe juga ke terminal 2 dan setelah check ini dikasih tau kalo pesawat delay 2 jam. Buset dah kataku dalam hati, Udah salah terminal, buru2 kesini, eh rupanya pesawat delay. Alasan delay pesawat adalah taifun yang sedang terjadi di sana. Yah mau gimana lagi. Terpaksa deh 2 jaman lebih menunggu di ruang tunggu. Selama menunggu bingung, mau ngapain nih, soalnya buku dimasukin dalam tas yang masuk bagasi (lupa ngeluarinnya). Akhirnya cuma jalan2 doang. Walaupun menunggu, rupanya rasa lapar itu kembali datang (ya iyalah soalnya semalaman ga makan, dan tadi pagi cuma diganjel ama roti, secara kan aku masih orang Indonesia, kalo makan nasi belum makan namanya).</p>
<p>Aku harus menemukan cara nih gimana caranya menemukan makanan yang halal disini. Akhirnya aku pun mencari bantuan untuk hal ini. Aku pun orang mana yang bisa dimintai tolong (muslim pastinya), karena laki-laki ga tau mana yang muslim mana yang ga dan ga etis rasanya nanya-nanya agama. Makanya dengan bantuan identitas muslim pada wanita yaitu JILBAB (tak hanya utk nutupin aurat, jilbab juga merupakan identitas dan bisa datengin lho contohnya kayak yang aku alami sekrang).</p>
<p>Tidak susah aku menemukan orang yang make jilbab di bandara ketika itu, walaupun ga lebih dari 20 orang diantara ratusan orang. Tapi karena lansung mencolok dan beda dengan yang lain. Akhirnya aku pun memutuskan untuk meminta bantuan ke ibu-ibu (sebenarnya ketika itu ada yang sebaya dengan ku, tapi menurut pengalaman, aq orang yang ga bisa ngomong banyak di depan cewek cakep, makanya diputusin nanya ke ibu-ibu ajah, hehehehe <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Oh iya disini banyak cewe yang cakep2, walaupun banyak yang cakep mata harus dijaga disini soalnya pakaiannya itu lho yang kekurangan kain, jadinya harus jaga pandangan juga <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> . Kalo untuk masalah yang ini ga tau nih, apakah ujian taw rejeki <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )&#8230;</p>
<p>Setelah mengutarakan maksud ke si ibu, akhirnya si ibu pun mengenalkan suaminya. Tapi untuk menemukan makanan yang halal disini bisa dikatakan mustahil, soalnya ga ada makanan yang halal disini, palingan yang ada cuma minuman doang kata si ibu tersebut. Waduh gimana nih bisikku dalam hati, laper banget euy&#8230; Terpaksa deh, dengan bantuan suami ibu tadi akhirnya aku pun membeli 1 cup nescafe lagi dengan permen yang banyak terdapat di Indonesia dan ada label Halalnya (mentos). Kami pun ngobrol2 banyak ketika itu, waktu berkenalan aku disangka adalah orang filipin juga, secara kan wajah indonesia dengan filipin ga beda-beda jauh. Akhirnya setelah dia tau aku Indonesia, maksud datang ke filipin ngapain dan daerah yang akan ku kunjungi serta berapa lama disini. Mereka pun ngasih masukan-masukan kepada ku ketika itu soalnya daerah yang akan ku datangi tidak ada muslimnya. Jadi selama disana kamu harus hati-hati sekali. Sampai dalam ngobrol-ngobrol tersebut si ibu nanyain kamu udah breakfast belum tadi?? Disini aku tersentuh sekali, soalnya ketika aku jawab dengan cuma makan 4 lembar roti dengan selai kacang, dia pun ngasih bekalnya ke aku.. Subhanallah, Maha suci 4JJI. Sungguh indah sekali Ukhuwah Islamiyah. Jadi teringat kalimat yang mengatakan Bahwa Islam itu ibarat Satu Tubuh dimana jika ada satu bagian yang sakit maka bagian yang lain akan ikut merasakan.. Jika ada satu muslim mendapatkan kesusahan maka muslim akan ikut merasakan dan wajib untuk membantu..</p>
<p>Akhirnya ngobrol-ngobrol kami harus terputus soalnya pesawat si bapak dan si ibu akan berangkat. Akhirnya aku pun mengucapkan terima kasih banyak ke mereka ber-2. Sebelum mereka pergi si ibu pun memberikan kartu namanya dan mengatakan, &#8220;jika kamu butuh bantuan, kamu bisa telpon kesini&#8221;..</p>
<p>Akhirnya setelah berpisah dengan kedua bapak dan ibu tadi, aku harus nunggu sejam lagi. Lama banget rasanya sejam tersebut.. Untungnya aku membawa Juz Amma kecil didalam tas passport ku. Akhirnya untung gunain waktu sejam tersebut aku isi dengan membaca dan menigngat kembali hafalan2 yang telah banyak lupa banyak sekali malah (alhmdulillah Ketika SD juz Amma ini hafal luar kepala).</p>
<p>Sejam menunggu, waktu untuk boardingpun datang, akhirnya setelah boarding pesawat take off juga, Alhmdulillah ketika itu taifunnya udah reda.</p>
<p>Lebih kurang 2 jam perjalanan ketika itu. Selama di atas, rupanya banyak sekali benturan2 yang ku rasakan ga tau apakah itu karena angin atau apa (deg-degan juga ketika ngerasain itu, cuma bisa berdoa dan ngucap banyak2 ketika itu). Alhmdulillah, akhirny setelah 2 jam perjalanan, pesawat akhirnya landing juga di Ozamiz city. Tidak lama setelah ngambil tas dari bagasi, aku pun mendapatkan sms dari teman yang telah menunggu di luar. Akhirnya setelah bertemu kita pun berangkat ke tujuan sebenarnya, tapi sebelumnya aq ditanya &#8220;udah makan belum?&#8221; aku jawab seadanya ajah. Akhir kita berhenti di suatu rumah makan. Dengan sangat hati-hati aku pun cuma makan nasi dengan cumi goreng, hanya itu, soalnya aq ga berani makan-makanan yang lain walaupun itu chicken atau beef..</p>
<p>Setelah makan kita pun melanjutkan perjalanan ke Municipality of bayog di bagian utara mindanao letak daerahnya. Lebih kurang 4 jam dengan mobil dari Ozamiz city. Sampai sekarang masih disana, soalnya kerjaan belum kelar juga. Dengan koneksi internet gunain jaringan GPRS (53.6 Kpbs) akhirnya aq pun dapat chatting dengan Uni dede dan mengirim beberapa pertanyaan ke Uda Vizon dan beberapa orang teman di Indonesia, tapi dengan frekuensi online yang sangat jarang sekali. Sedangkan untuk ngeblog dan blogwalking sangat susah sekali&#8230; TApi semua ini wajib disyukuri..</p>
<p>Sekian dulu untuk postingan kali ini semoga ada mamfaat, Insya 4JJI lain waktu disambung. Isi nanti ga akan jauh-jauh dari pengalaman yang aku kerjakan dan terjadi pada ku, seperti kata-kata mutiara yang terdapat dalam salah satu slide mata kuliah Geoelectromagnetic yang aku ikuti yang mengatakan,</p>
<p>Experience is not what happens to you. Experience is what yo do with what happens to you -Aldow Huxley-</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mampat, Peniaga rayu kerajaan lanjut tempoh arahan LTAWNT]]></title>
<link>http://akarimomar.wordpress.com/2009/08/08/mampat-peniaga-rayu-kerajaan-lanjut-tempoh-arahan-ltawnt/</link>
<pubDate>Sat, 08 Aug 2009 09:15:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>akarimomar</dc:creator>
<guid>http://akarimomar.wordpress.com/2009/08/08/mampat-peniaga-rayu-kerajaan-lanjut-tempoh-arahan-ltawnt/</guid>
<description><![CDATA[dipetik dari Sinar Harian:]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><em>dipetik dari Sinar Harian:</em></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://akarimomar.wordpress.com/files/2009/08/sinarharian-30hari-tidakrealistik-scan.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-463" title="sinarharian-30hari tidakrealistik-scan" src="http://akarimomar.wordpress.com/files/2009/08/sinarharian-30hari-tidakrealistik-scan.jpg" alt="sinarharian-30hari tidakrealistik-scan" width="500" height="596" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[TW Dipindahkan ke Lapas IIA KKR]]></title>
<link>http://radarkeadilan.wordpress.com/2009/08/08/tw-dipindahkan-ke-lapas-iia-kkr/</link>
<pubDate>Sat, 08 Aug 2009 04:01:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>radarkeadilan</dc:creator>
<guid>http://radarkeadilan.wordpress.com/2009/08/08/tw-dipindahkan-ke-lapas-iia-kkr/</guid>
<description><![CDATA[Jum&#8217;at, 07 Agustus 2009 , 13:40:00 Sungai Raya. Terdakwa kasus Illegal Logging (IL), Tony Wong]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Jum&#8217;at, 07 Agustus 2009 , 13:40:00</p>
<p>Sungai Raya. Terdakwa kasus Illegal Logging (IL), Tony Wong (TW) dipindahkan dari Lapas kelas IIB Ketapang ke Lapas IIA KKR, Kamis (7/8) kemarin. Perpindahan yang dilakukan oleh pihak kejaksaan ini terkesan mendadak dan tanpa pemberitahuan kepada terdakwa. TW dipindahkan ke KKR dari Ketapang dengan menggunakan pesawat Kal Star Flight, penerbangan pertama.</p>
<p>Dari keterangan yang berhasil dihimpun Equator dari pihak Bandara Supadio, pesawat Kal Star tersebut terbang dari Bandara Rahadi Oesman, Ketapang pukul 07.45. Pesawat kemudian mendarat di Bandara Supadio KKR, sekitar pukul 08.15 wib. Sesampainya di bandara, rombongan petugas polisi bersenjata lengkap dan Polpus Lapas tampak mengawal ketat TW.</p>
<p>Dari kejauhan, wartawan yang hadir di sana tidak dapat melihat begitu jelas. Dua bis PT Angkasapura yang biasanya menjemput penumpang dari pesawat sempat mengecoh para wartawan. Sepertinya hal tersebut telah diatur sedemikian rupa, menandakan pengawalan ketat memang sengaja diberlakukan untuk TW.</p>
<p>Dari pantauan Equator, ketika keluar dari ruang kedatangan TW mengenakan kaus berkerah berwarna cokelat dengan balutan jaket biru dan setelan celana kain berwarna cokelat. Sosok pria jangkung berkulit putih tersebut juga hanya mengenakan sandal tanpa sepatu. Tampak jelas kalau pemindahan TW sepertinya tergesa-gesa tanpa adanya persiapan. Dengan sebatang rokok di bibirnya, dia tampak santai meski dikawal ketat petugas dan menjadi perhatian banyak orang.</p>
<p>Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Hukum dan Ham Kalbar, Djoko Hikmahadi mengaku perpindahan tersebut memang sengaja tidak diberitahukan kepada yang bersangkutan atau pun Kuasa Hukumnya. “Ketentuannya bisa itu dikarenakan permohonan yang bersangkutan atau bisa juga dengan berbagai pertimbangan salah satunya keamanan. Jadi tidak harus diberitahukan,” jelas Djoko yang merujuk Gunawan Santoso yang dipindahkan dari LP Cipinang ke Nusakambangan tanpa pemberitahuan. Djoko juga menjelaskan, dipindahkannya TW, juga untuk faktor keamanan pasca masuknya tiga perwira polisi ke Lapas Kelas IIB Ketapang.</p>
<p>“Laporan dari Kalapas berdasarkan pantauan intel kita di dalam, situasi di Lapas memanas. Jadi daripada terjadi sesuatu yang tidak tahu kapan waktunya, lebih baik kita antisipasi dari sekarang,” paparnya. Djoko juga tidak membantah kalau perpindahan itu dikarenakan adanya indikasi TW yang memprovokasi aksi mogok makan narapidana lainnya, sehingga menyebabkan anggota Komnas HAM pusat datang ke Ketapang. Dia juga membantah tidak ada pesanan khusus dari pihak ketiga. “Jadi perpindahan tetap kita koordinasi dengan Polres, Polda dan Kejaksaan serta Pengadilan.</p>
<p>Saat ini penjagaan di Lapas Kelas IIB Ketapang diperketat. Pihak Lapas meminta bantuan keamanan dengan Polres Ketapang secara tertutup,” tutur Djoko. Meski hanya bisa berdialog sejenak, namun dari pengakuannya, TW tidak menikmati penerbangannya selama 30 menit dari Ketapang ke KKR. Dari raut wajahnya kelihatan TW penasaran dan marah. Lantaran perpindahan dirinya dari Lapas Kelas IIB Ketapang ke Lapas Kelas IIA Pontianak Sui Raya tidak ada pemberitahuan dan terkesan mendadak.</p>
<p>&#8220;Saya tidak diberitahu mau dipindahkan. Tiba-tiba tadi pagi (kemarin, red) saya langsung dibawa ke bandara. Ada apa ini?  Saya akan complain,&#8221; kesal Tony Wong. Kepada wartawan Tony Wong menyatakan akan mengajukan protes. Menurutnya jelas perlakuan yang didapatnya telah melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). Semestinya, dirinya berhak diberitahu sebelum dilakukan perpindahan.( ROx)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
