<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>pondok-indah-mall &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/pondok-indah-mall/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "pondok-indah-mall"</description>
	<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 08:49:54 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[STROLLER BARU DAN MAMA NGUMPUL DI PIM]]></title>
<link>http://malaikatkecilku.wordpress.com/2009/04/22/stroller-baru-dan-mama-ngumpul/</link>
<pubDate>Wed, 22 Apr 2009 16:54:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>malaikatkecilku</dc:creator>
<guid>http://malaikatkecilku.wordpress.com/2009/04/22/stroller-baru-dan-mama-ngumpul/</guid>
<description><![CDATA[Tanggal 23 Maret 2008 Rakhel dapet stroller baru. Sebenernya Rakhel udah punya stroller yang dibelii]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &#60;![endif]--><!--[if gte mso 9]&#62;   &#60;![endif]--><!--[if !mso]&#62;--><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Tanggal 23 Maret 2008 Rakhel dapet stroller baru. Sebenernya Rakhel udah punya stroller yang dibeliin eyang tebet sebelum Rakhel lahir. Tapi karena strollernya agak susah untuk dilipet dan ditaro di mobil, mama dan papa sepakat untuk beli baru. Kebetulan kita juga ada rencana untuk ke Bali bulan Agustus nanti. Jadi perlu stroller yang rada ringkes untuk dibawa-bawa di bandara dan pesawat. Jadilah kita hunting ke Suzana PI. Awalnya cuma survei dan cek harga, tapi ternyata di Suzana lagi diskon 5% karena ulangtahun, dan produk Chicco tambah diskon lagi 5% jadi totalnya 10%. Wah, lumayan banget diskonnya untuk harga stroller yang jutaan. Mama dan papa naksir sama stroller Chicco CT.03 Evolution yang mudah dilipet dan bisa untuk baby 0-36 bulan. Sebenernya rada kurang cocok sama warnanya, tapi karena stok yang ada cuma warna ijo abu-abu, akhirnya kita beli yang itu deh. Wuah… Rakhel punya stroller baru!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Oiya, hari ini Rakhel juga nyobain pake Carseat hadiah dari temen kantor mama. Alhamdulillah, kayaknya Rakhel cukup nyaman dan bobo dengan tenang. Jadi kayaknya ga perlu beli carseat lagi yang lebih mahal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Setelah dari Suzana, kita langsung ke PIM. Kebetulan mama janjian sama teman-teman kuliah mama disana. Dan akhirnya stroller yang baru dibeli langsung dipake deh. Gres… hehe…<span> </span>Mama seneng deh bisa kumpul lagi sama temen-temen mama. Selama di PIM Rakhel bobo terus di stroller. Wah, berarti strollernya nyaman ya! Alhamdulillah… Tapi Rakhel sempet kenalan sama temen-temen mama dan kakak Hanan, anaknya tante Sabrina. Kebetulan lagi di PIM, papa juga sekalian ambil hasil foto di Star Studio yang sebenernya udah jadi dari minggu lalu. Wah, baguuuus! Temen-temen mama juga pada liat dan bilang bagus. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Pokoknya hari ini mama hepi banget deh!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Arial;"><img class="alignleft size-medium wp-image-378" title="bobo-dicarseat" src="http://malaikatkecilku.wordpress.com/files/2009/04/bobo-dicarseat.jpg?w=300" alt="bobo-dicarseat" width="300" height="225" /><br />
</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Blowjob or no job? Berdiri or jongkok? It's your choice!]]></title>
<link>http://bundawulan.wordpress.com/2009/03/09/blowjob-or-no-job-berdiri-or-jongkok-its-your-choice/</link>
<pubDate>Mon, 09 Mar 2009 12:12:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>bundawulan</dc:creator>
<guid>http://bundawulan.wordpress.com/2009/03/09/blowjob-or-no-job-berdiri-or-jongkok-its-your-choice/</guid>
<description><![CDATA[PERNAHKAH anda jalan-jalan di mall atau pertokoan, lalu melihat papan petunjuk (signboard) yang meng]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>PERNAHKAH anda jalan-jalan di mall atau pertokoan, lalu melihat papan petunjuk (<em>signboard</em>) yang menggelitik rasa keingintahuan anda? Baru-baru ini saya melihat beberapa papan petunjuk seperti itu. Yang pertama saya lihat di sebuah toko gaul ABG di jembatan <strong>Skywalk Pondok Indah Mall</strong> <strong>(PIM)</strong>. Papan petunjuk itu mengandung kata-kata yang sedikit nakal, juga nyeleneh untuk ukuran masyarakat kita. Membuat yang membacanya setidak-tidak menggelengkan kepala sambil tersenyum miring. Tidak percaya? Silahkan lihat sendiri foto dibawah ini :</p>
<div id="attachment_473" class="wp-caption aligncenter" style="width: 228px"><img class="size-full wp-image-473" title="sign_blowjob1" src="http://bundawulan.wordpress.com/files/2009/03/sign_blowjob1.jpg" alt="papan petunjuk &#34;nakal&#34; di PIM" width="218" height="222" /><p class="wp-caption-text">papan petunjuk &#34;nakal&#34; di PIM</p></div>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align:left;">Papan petunjuk yang tidak kalah &#8220;menggelitik&#8221; saya lihat di pertokoan yang baru saja berdiri di kawasan Blok M, yaitu <strong>Blok M Square</strong>. Waktu itu anak-anak perlu menggunakan <em>toilet</em>, jadi kami pergi mencari <em>toilet</em>. Tampaknya tergantung di langit-langit, papan petunjuk seperti ini :</div>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align:left;">
<div id="attachment_475" class="wp-caption aligncenter" style="width: 376px"><img class="size-full wp-image-475" title="sign_toilet" src="http://bundawulan.wordpress.com/files/2009/03/sign_toilet.jpg" alt="Papan petunjuk toilet di Blok M Square" width="366" height="275" /><p class="wp-caption-text">Papan petunjuk toilet di Blok M Square</p></div>
</div>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align:left;">Adakah hal yang mengusik mata anda pada papan petunjuk diatas? Tidak seperti papan petunjuk toilet pada umumnya, di Blok M Square papan petunjuk toiletnya menggunakan ikon yang berbeda. Si wanita digambarkan berjongkok sedangkan si pria digambarkan berdiri. Padahal ada kalanya si pria juga harus duduk/jongkok ketika sedang ke toilet, sedangkan si wanita tidak selamanya jongkok, apalagi kalau toilet dilengkapi dengan kloset duduk. Ya kan?</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jalur Busway Baru..]]></title>
<link>http://newcurzon.wordpress.com/2009/02/21/jalur-busway-baru/</link>
<pubDate>Sat, 21 Feb 2009 15:50:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>newcurzon</dc:creator>
<guid>http://newcurzon.wordpress.com/2009/02/21/jalur-busway-baru/</guid>
<description><![CDATA[Anjriit gue capek banget hari ini.. Tadi siang gue ngejajal route baru busway bareng temen gue. Kori]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Anjriit gue capek banget hari ini.. Tadi siang gue ngejajal route baru busway bareng temen gue. Kori]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[It's all about Cica]]></title>
<link>http://yufinurcan.wordpress.com/2009/02/01/its-all-about-cica/</link>
<pubDate>Sat, 31 Jan 2009 18:30:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>yufinurcan</dc:creator>
<guid>http://yufinurcan.wordpress.com/2009/02/01/its-all-about-cica/</guid>
<description><![CDATA[Setelah pulang dari Sawarna, I&#8217;ve made a promise to my self starting this weekend our time is ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignnone size-full wp-image-54" title="cicaw" src="http://yufinurcan.wordpress.com/files/2009/02/cicaw.jpg" alt="cicaw" width="450" height="337" /></p>
<p>Setelah pulang dari Sawarna, I&#8217;ve made a promise to my self  starting this weekend our time is for Cica. Sebelum weekend ini gue udah mau buat itinerynya, Lumayan banyak. Ceritanya mau spend time bareng Cica berduaan father&#8217;s day out saelahhh <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> , berhubung mamanya habis di rawat di rumah sakit. Rencana mau muterin museum Bahari atau Fatahillah yang end up di Ancol. Karna dia nagih minta ke Pantai terus, apalagi habis lihat foto foto kita yang di Pantai Sawarna. Walaupun malemnya kita harus menghadiri makan malam karna neneknya Intan ulang tahun yang ke 70 sumthin hehe ga apal.</p>
<p>Ternyata rencana kepantai atau museum pun berubah, seperti biasa bangun kesiangan hehe. Ya udah tetapin Belanja bulanan dulu deh sebelum hadirin undangan. Bingung Chitos secara ada matahari supermarketnya atau langsung Carefour lebak bulus? ehm berangkat dulu deh liat aja di Jalan feelingnya kemana. Dijalan malah mutusin belanjanya besok aja. Ke PIM aja sekalian gue sendiri ada yang di cari di gramedia atau ace hardware. Ya udah meluncur kesana lewat tol 6000 dari ujung ke ujung. Well sore ini Jakarta padet banget sepertinya semua orang udah pada gajian, dan mungkin aja lagi ngabisin bonus semua bagi yang dapet :-p. Sebelum sampai di PIM mba Imah bilang, yah harusnya bawa kereta dorong ya Ca, mulai deh kumat langsung bawelnya keluar.. Mba Imah sih ga di bawa.. Cica kan capek.. nanti kalo Cica pegel bagaimana? bla .. bla.. hihihihi. Yah mba Imah salah mulai kata kata deh, seperti biasa kita coba nenangin walaupun masih kekeuh, akhirnya kita ngeluarin jurus andalan seperti biasa, Kalau Cica gitu kita pulang aja deh ga jadi ke PIM nya..</p>
<p>Oh iya kilas balik aja waktu Cica mulai umur 4 bulanan kita suka banget ngajak dia ke PIM, ga tau kenapa dari mulai baby sampai sekarang dia happy banget kalo ke mal yang satu ini. Ehmm gue sering bertanya tanya kenapa ya? even PS, Senci atau yang lainnya biasa aja buat dia. Pernah dulu waktu masih di stroller umur 5 bulan dia senyum senyum sendiri begitu masuk ke are metro, sampai security metro bilang.. Duh babynya happy banget pak ketawa ketawa sendiri. Sampe waktu itu kita ngakak gile norak banget ya anak kita jadi maluwww. Tapi ya that&#8217;s the fact. PIM ga tau kenapa bikin dia happy   dan nyaman disamping ada maenan gratisan ya? kaya prosotan dan lain lainnnya hehehe. Sampai sekarang pun gue masih wondering mungkin, bisa di bilang PIM ini mal segala market , family , ABG, tempat belanja branded items , Tempat pacaran, Makanan banyak macemnya, maupun tempat ngopi ngopi. Dulu seinget gue waktu PIM pertama kali buka Jaman SMP dulu paling cuma ada Cafe regal disini, sama toko kaset deh sebagai tujuan akhir dan tak lupa Gramedia. Dan ABG ABG pada nongkrong termasuk gue dengan Celana Cut Bray yang ngetrend lagi jaman itu, beserta baju metal kaya sex pistols, metallica etc.</p>
<p>Baru masuk PIM seperti biasa wanita, Yuf mampir Kamiseta dulu ya hahaha. Ya udah nemenin masuk..Seperti biasa Cica karna udah lama ga pergi bareng kita, dia happy banget. Kebetulan ada anak laki laki yang lebih kecil dari dia diKamiseta, yah seperti biasa saling mengganggu dan kejar kejaran, maen kereta kereta apian lah.. sampai akhir nya berpisah juga. Karna nyokap tuh anak udah selesai belanjanya. Tinggal Mama Intan deh yang belum selesai milih milihnya. Setelah selesai, lanjut ke misi gue Gramedia.. ada sih cuma menurut gue harganya agak mahal.. Coba cari di Agis .. ternyata ga jual. Terakhir di Ace Hardware ternyata malah ga ada juga.</p>
<p>Well Cica suka banget pop corn, tau sendiri di ace hardware selalu ada tukang pop corn, yang didepan pintu masuk.. pastinya beli deh..Kali ini bukan butter pilihannya. Melainkan cheese.</p>
<p>Tadinya mau makan disini, tapi berhubung udah jam 5 harus buru buru ke Serpong untuk hadirin ulang taunnya nenenk Unong, ya udah putusin beli cemilan aja sayang kalo udah kenyang disana makannya dikit atau malah ngga makan lagi ntar hahaha, dasar Indonesia.  Keluar dari Ace Hardware eh ketemu Sisi Istrinya temen main gue SMA dulu si Wayang, ternyata ada dedek Mabel juga disitu.. lagi maen perosotan gratisan hehehe.  A little chitcat ga lama kita pamitan karna takut telat.</p>
<p>Putusin beli donat dulu buat ganjel,</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-55" title="image_074" src="http://yufinurcan.wordpress.com/files/2009/02/image_074.jpg" alt="image_074" width="450" height="600" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-56" title="image_078" src="http://yufinurcan.wordpress.com/files/2009/02/image_078.jpg" alt="image_078" width="450" height="337" /></p>
<p>Well udah dapet ganjelannya langsung cabut ke Serpong.. ditengah jalan telpon adeknya Intan ( Sondi ) dimana alamatnya? ya udah dia ngasih guide rutenya bla bla.. Ya udah ikutin, katanya ga jadi di D&#8217;cost jadinya di Telaga Seafood.. Alah apa aja deh yang penting gratis.. hehe. Ternyata guidenya malah ke rumah nenek Unong di Sektor XII, gubraggg. Kirain langsung ke lokasi mengingat perut udah keroncongan.</p>
<p>Ya udah mampir dulu, emang titik kumpulnya disini, sekalian mau liat rumah nenek Unong yang kata mama Keren. Ternyata memang keren banget. Dengan luas tanah yang sama dengan rumah gue which is 120 M yang tergolong kecil Tapi lega banget sama penataaannya mantafff. Sumpeh jadi iri hehe, kamar gede gede .. Details sama finishingnya top markotop. Pake mezzanine segala. Sh*t keren !! sayang gue ga foto dalemnya. Semua ruang berfungsi dengan baik, Details, warna even sampai kamar mandi pun perfect. Kira kira mau ga ya si Nenek tukeran rumah kata Intan ? hahaha. Kamar utama keren pakai LCD TV 32 inchs , keren juga ya nenek nenek ? hahaha maaf ya Nek bukan ngeledek loh, tapi salute !!!. Yang ternyata design sama bangun adalah anaknya sendiri yaitu Om AA yang memang pengusaha di property ehm no wonder. Next time Om will need your advice and softloan of course <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-57" title="image_079" src="http://yufinurcan.wordpress.com/files/2009/02/image_079.jpg" alt="image_079" width="450" height="337" /></p>
<p>Ok sebelumnya maghriban dulu sebelum berangkat ke Telaga Seafood</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-59" title="image_087" src="http://yufinurcan.wordpress.com/files/2009/02/image_087.jpg" alt="image_087" width="450" height="337" /></p>
<p>, Well hujan sudah menanti di Jalan.. Sampe Telaga wuih rame bener. Bener aja ini tempat emang buat family atau yang buat ngerayain ulang taun, Karna selama kita disini ada 4 keluarga yang ulang tahun hehe. Ngumpul deh keluarga besar istri gue.. belum semua sih, tapi menurut gue ini aja udah segambreng.. sambil menunggu hidangan biasa salim dulu sama om tante, nenek atuk..Keponakan , sepupu&#8230;</p>
<p>Birthday Girl <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-58" title="dsc00028" src="http://yufinurcan.wordpress.com/files/2009/02/dsc00028.jpg" alt="dsc00028" width="450" height="288" /></p>
<p>Well Sambil nyanyi hidangan mulai di siapkan, bentuknnya lumayan menarik sepertinya enak banget, kepiting, Udang goreng mayonaise ehmm.</p>
<p>Tapi setelah di makan rasanya sih kalau menurut gue so so aja hehe. Tapi jujur tempatnya emang gede dan lumayan cozy. Ownernya sendiri menurut gue ramah banget. Karna waktu gue sama anak gue dan adik adik sepupu pada ngeliatin ikan KOI, dia ngasih gue makanan ikan. Gue pikir siapa nih orang baik banget sambil bilang ini pak, biasanya anak anak suka ngeliat ikan di kasih makan. Eh kata si Intan, itu ownernya lagi. Yah pasti baek lah namanya juga mau nyari customer terus hehe.</p>
<p>yah seperti biasa anak anak kecil lari kesana kemari&#8230; kalo udah ngumpul. Apalagi si Cicaw ketemu anty Cacha, lek Api, Anty Ratu, Anty Unyil, Om Imam banyak lagi deh yang belum disebut..</p>
<p>Seperti biasa foto foto ga ketinggalan. Well at the end yang penting Cica Happy hari ini, walaupun pas pulang ga mau, mau nya nginep di Pandeglang halah kumat lagi hehehe.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-60" title="foto1" src="http://yufinurcan.wordpress.com/files/2009/02/foto1.jpg" alt="foto1" width="450" height="337" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-61" title="cicaw2" src="http://yufinurcan.wordpress.com/files/2009/02/cicaw2.jpg" alt="cicaw2" width="450" height="337" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-62" title="foto2" src="http://yufinurcan.wordpress.com/files/2009/02/foto2.jpg" alt="foto2" width="450" height="337" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-63" title="cicaw3" src="http://yufinurcan.wordpress.com/files/2009/02/cicaw3.jpg" alt="cicaw3" width="450" height="337" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-66" title="image_0991" src="http://yufinurcan.wordpress.com/files/2009/02/image_0991.jpg" alt="image_0991" width="450" height="337" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-67" title="image_1001" src="http://yufinurcan.wordpress.com/files/2009/02/image_1001.jpg" alt="image_1001" width="450" height="337" /></p>
<p>I love you baby..</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Madagascar: Escape 2 Africa vs Transporter3]]></title>
<link>http://bundawulan.wordpress.com/2009/01/14/madagascarescape2africa-vs-transporter3/</link>
<pubDate>Wed, 14 Jan 2009 00:55:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>bundawulan</dc:creator>
<guid>http://bundawulan.wordpress.com/2009/01/14/madagascarescape2africa-vs-transporter3/</guid>
<description><![CDATA[TULISAN ini bukan hendak memberikan resensi film-film tersebut diatas, juga bukan hendak mereview, k]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>TULISAN ini bukan hendak memberikan resensi film-film tersebut diatas, juga bukan hendak mereview, karena saya tidak punya kapasitas untuk itu. Saya cuma hendak menceritakan pengalaman kami sekeluarga waktu nonton kedua film itu, hari Minggu lalu. Kedua anak kami memang penggemar film-film animasi. Dan mereka memang sudah terbiasa kami ajak nonton di bioskop. Sedangkan ayah dan bundanya sendiri, sejak jaman pacaran dulu sampai sekarang setelah anak-anak kami besar, memang gemar nonton film di bioskop.</p>
<p>Kembali ke soal film, memang ketika film Madagascar yang pertama beredar, mereka kami ajak untuk menonton film itu di bioskop dan mereka amat menyukainya. Kejenakaan Alex si singa, Marty si zebra, Melman si jerapah dan Gloria si kuda nil yang centil, rupanya sangat berkesan di hati mereka. Jadi sekarang, ketika sequelnya <strong>Madagascar: Escape 2 Africa</strong> beredar, anak-anak gantian yang sibuk mengajak orangtuanya untuk menonton. Cuma memang karena kesibukan saya dan ayahnya, kami baru sempat pergi ke bioskop hari Minggu lalu.</p>
<p>Sesampainya kami di Studio XXI PIM2, ayahnya melihat thriller film <strong>Transporter3</strong>, dan justru lebih tertarik untuk menonton film <em>action</em> yang dibintangi Jason Statham tersebut. Apalagi kedua film sebelumnya (Transporter dan Transporter2) juga termasuk film yang digemari oleh suami saya. Jadi setelah rembugan, akhirnya disepakati rombongan dipisah menjadi 2 rombongan. Rombongan anak-anak (kebetulan kemarin ditemani oleh neneknya) tetap menonton Madagascar di Studio 3 PIM2, sementara ayah dan bundanya menonton Transporter3 di Studio 5 PIM1. Setelah menonton, kami berkumpul lagi di lobby lantai 3 dan sama-sama makan malam di salah satu restoran di PIM2.</p>
<p>Senangnya tetap bisa berkumpul bersama, sambil tetap memuaskan keinginan hati untuk menonton film favorit masing-masing. Dalam perjalanan pulang ke rumah, setelah seharian pergi, kedua anak kami, sibuk menyanyikan potongan lirik dari soundtrack film yang baru saja mereka tonton.  <em>I like to move it, move it&#8230;..He likes to move it, move it&#8230;. She likes to move it, move it&#8230;. We like to&#8230;? Move it!!!</em></p>
<p><em></em></p>
<div style="width:300px;">
<div style="background-color:#E6E6E6;padding:1px;">
<div style="float:left;padding:4px 4px 0 0;"><a href="http://www.imeem.com/"><img src="http://www.imeem.com/embedsearch/E6E6E6/" border="0" alt="" /></a></div>
<div style="padding-top:3px;"><a href="http://ads.imeem.com/ads/banneradclick.ashx?ep=0&#38;ek=EHEI5pc2ib"><img src="http://ads.imeem.com/ads/bannerad/152/10/" border="0" alt="" /></a><a href="http://ads.imeem.com/ads/banneradclick.ashx?ep=1&#38;ek=EHEI5pc2ib"><img src="http://ads.imeem.com/ads/bannerad/153/10/" border="0" alt="" /></a><a href="http://ads.imeem.com/ads/banneradclick.ashx?ep=2&#38;ek=EHEI5pc2ib"><img src="http://ads.imeem.com/ads/bannerad/154/10/" border="0" alt="" /></a><a href="http://ads.imeem.com/ads/banneradclick.ashx?ep=3&#38;ek=EHEI5pc2ib"><img src="http://ads.imeem.com/ads/bannerad/155/10/EHEI5pc2ib/" border="0" alt="" /></a></div>
</div>
</div>
<p><a href="http://www.imeem.com/people/usM7jh/music/_edemMdJ/madagascar_i_like_to_move_it/">I like to move it! &#8211; Madagascar</a></p>
<p>(buat yg mau download soundtrack Madagascar2, bisa klik link diatas)</p>
<p><em></em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Siti Hartati Murdaya]]></title>
<link>http://rustikaherlambang.wordpress.com/2008/10/28/siti-hartati-murdaya/</link>
<pubDate>Tue, 28 Oct 2008 12:01:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>rustikaherlambang</dc:creator>
<guid>http://rustikaherlambang.wordpress.com/2008/10/28/siti-hartati-murdaya/</guid>
<description><![CDATA[Taipan Penyusur Karma Hartati Murdaya Wanita super intens ini adalah salah satu konglomerat terpenti]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h2>Taipan Penyusur Karma</h2>
<div id="attachment_495" class="wp-caption alignnone" style="width: 227px"><a href="http://rustikaherlambang.files.wordpress.com/2008/11/hartati2.jpg"><img class="size-medium wp-image-495" title="hartati murdaya" src="http://rustikaherlambang.wordpress.com/files/2008/11/hartati2.jpg?w=217" alt="Hartati Murdaya" width="217" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Hartati Murdaya</p></div>
<blockquote><p>Wanita super intens ini adalah salah satu konglomerat terpenting di Indonesia. Ia juga mengaku sebagai orang yang sekedar menjalankan karma.</p></blockquote>
<p>Pengusaha Siti Hartati Tjakra Murdaya adalah satu-satunya wanita Indonesia yang tercantum sebagai pengusaha nasional terkaya versi Majalah Forbes tahun lalu. Dari 40 nama yang dipublikasikan majalah asing itu, dia dan suaminya, menduduki posisi ke-16. Kekayaan bersihnya diestimasikan sekitar 430 Juta Dollar (sekitar 3,9 trilyun rupiah).</p>
<p>Namanya pun sering muncul di media masa, karena ia memang pernah menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Masyarakat. Apapun laporan media mengenainya, dan memang ragamnya banyak, tidak ada yang mendebat bahwa Hartarti adalah seorang pengusaha yang intens, berkerja keras, dan tidak pernah gentar untuk meraih kesempatan atau, bila perlu, berdebat atau berpolemik dengan pihak-pihak lain.<!--more--></p>
<p>Dalam berbagai kesempatan, ia terlihat sangat sederhana dan bahkan sama sekali tidak modis. Setelan safari warna senada, atau dengan blazer batik.”Ibu memang orangnya sederhana, tidak suka neko-neko,” kata sang suami, Murdaya Poo, memberikan komentar tentang istri yang sudah dinikahinya sejak 36 tahun itu.</p>
<p>Memang benar, tak mudah menangkap Hartati. Ia adalah sosok pekerja keras dengan segudang aktivitas. Wanita 61 tahun ini masih mengendalikan sendiri ke-36 perusahaan yang bernaung di bawah PT Central Cipta Murdaya (dikenal dengan nama Grup Berca). Usahanya meliputi industri sepatu, konveksi, garment, kayu, mebel, kelapa sawit, kontraktor listrik, properti, hingga teknologi informasi. Belakangan, ia juga disibukkan dengan kegiatan Pekan Raya Jakarta (PRJ).</p>
<p>Hartati adalah tipe pengusaha yang sangat hands-on. Dia gemar bekerja hingga lewat tengah malam dan pulang menjelang matahari terbit. Tidak seperti banyak wanita kaya lainnya, wajah Hartarti praktis tak terlihat di arena pesta. Sang suami yang biasanya suka hadir di berbagai resepsi. Wawancara ini saja dilakukan menjelang tengah malam di tengah kegiatan sang taipan menginspeksi PRJ.</p>
<p>Seorang sumber di perusahaannya juga pernah cerita bagaimana Hartarti tanpa sungkan terjun langsung jadi tukang parkir darurat ketika ada salah satu problem di gedung parkir di PRJ. ” Perusahaan, seperti juga anak, adalah titipan Tuhan. Kita harus merawat dan membesarkannya secara baik. Saya percaya hukum karma. Karena itu, saya ingin selalu menanam karma baik,” katanya menerangkan mengapa ia seperti tidak pernah kehabisan enerji dalam mengurus bisnisnya.<br />
Seluruh hidup Hartarti nampak tidak pernah jauh dari urusan bisnis. Suaminya adalah mitranya. Pertemuan pertama mereka adalah suatu pertemuan bisnis. Mentor bisnis pertamanya adalah ayahnya sendiri, ketika Hartati muda bekerja di perusahaan perkayuan.</p>
<p>Bersantai dan membuang waktu adalah konsep yang amat asing, bila tidak tabu, buatnya.”Every day is holiday, every day is a working day,” katanya. Bila hari Sabtu tiba, ia pasti akan merasa lega, ”Saya bisa membaca surat-surat penting, termasuk surat-surat utang, tanpa diganggu.” Memang perlu dicatat Grup Berca tidak pernah tercatat mempunyai masalah hutang, bahkan ketika Indonesia diterjang krisis moneter pada akhir dekade 1990’an.</p>
<p>Dengan hidup seperti ini, jelas orang bertanya bagaimana Hartarti berinteraksi dengan suaminya dalam konteks rumah tangga. Jawabannya jujur: ” Saya ini memiliki chemistry yang berseberangan dengan Bapak. Kita kan umurnya beda enam tahun. Kalau jalan, dia mau kesana, saya pasti instingnya mau kesini. Selalu gitu.”</p>
<p>”Kalau saya bilang ini bagus, dia pasti bilang ini jelek,” kata Hartati dengan menggebu-gebu. Anda dapat pesannya: ini bukanlah suatu rumah tangga yang konvensionil. Tapi memang, berapa banyak pasangan suami-istri yang Anda kenal yang masuk daftar Forbes?</p>
<p>Dan ternyata tidak hanya sekedar berseberangan. Watak Hartarti yang keras pun mewarnai hubungan mereka berdua. “Saya ini orangnya nggak mau ngalah. Saya kalau sudah merasa bener, nggak ada yang bisa suruh saya ngaku salah&#8230; Kalaupun saya merasa salah ya, saya minta maafnya diem-dieman saja. Jadi suami nggak pernah nuntut-nuntut saya harus minta maaf. Untung, Bapak orangnya ngalahan,” kata Hartarti.</p>
<p>Sang suami sendiri nampaknya justru menganggap sikap seperti ini sebagai daya pikat Hartarti. ” Hartati adalah wanita yang cekatan, mandiri, dan juga cantik. Cara berpikirnya nggak macam-macam, dan memiliki cara kerja yang luar biasa,” kata Murdaya Poo sambil menambahkan bahwa ia selalu tahu bahwa wanita yang ditaksirnya saat pertemuan bisnis itu juga kelak akan jadi mitranya berniaga.</p>
<p>“Tapi dia juga sangat keras kepala. Bila kami tak sepakat, kami selalu berkelahi. Ini terjadi setiap minggu, beberapa kali. Ha ha ha&#8230;”,” katanya menambahkan sambil tertawa geli.</p>
<p>Tapi ada satu kekompakan yang mengikat mereka. Ini adalah persoalan keempat anak-anaknya. Soal pendidikan, misalnya, mereka sepakat untuk mengirimkan anak-anaknya ke Amerika sejak mereka duduk di bangku sekolah dasar. ”Di sini ganti-ganti kurikulum, ganti menteri, ganti kebijakan. Kalau begini, kan kasihan mereka,” Hartati mengungkapkan alasannya. Kebetulan di saat bersamaan, bisnis yang dijalankannya di Amerika berlangsung mulus. Karena itu, setiap bulan ia menetap di Amerika selama sebulan, berseling dengan di Indonesia.</p>
<p>Ketika anak-anaknya masih kecil, pekerjaannya memang bertumpuk-tumpuk. Bayangkan saja, selain menghandel banyak perusahaannya secara hands on, ia juga memiliki jadwal harian keempat anaknya. ”Jadi saya tahu apa yang terjadi pada anak-anak saya dari jam ke jam. Kalau ada apa-apa, saya datang ke sekolahan. Ini saya lakukan hingga anak-anak SMA. Soalnya mereka sudah mulai besar dan memprotes tindakan saya,” katanya seraya tersenyum. (Keempat anak mereka kini lulus dengan nilai bagus dari berbagai universitas yang bergengsi di Amerika. Yang sulung pun sudah mulai bergabung dengan Grup Berca.)</p>
<p>Melihat segala kesibukan dan intensitas Hartarti, seorang Buddhis yang juga Ketua Umum Perwakilan Umat Budha Indonesia (Walubi), orang pun bertanya apa sebenarnya yang masih ingin dicari olehnya. Ia menjawab: ”Saya ini tak punya target apa-apa. Tak punya obsesi apa-apa. Apa yang bisa dikerjakan hari ini, dikerjakan hari ini. Apa yang dikerjakan besok, terserah besok. Terserah jalannya karma.”</p>
<p>Memang Hartati, yang juga pemilik Pondok Indah Mal (PIM) 1 &#38;2, tidak pernah sekali pun bercerita soal kekayaan pribadinya atau juga mengenai barang-barang mewah. Jangan tanya dia untuk menverifikasi artikel Forbes itu. Jadi mungkinkah di balik segala intensitas dan atensi yang luar biasa terhadap bisnisnya itu, Hartarti adalah seorang yang menjalankan hidup ala kadarnya, menggelinding dari saat ke saat?</p>
<p>Nyatanya, di ujung wawancara ini, ketika tanggal kalender sudah hampir berubah, masih ada dua tamu yang menunggu. ”Yang itu, sedang mengurus suatu agreement terkait PIM,” ia menunjuk seorang pria yang duduk di ruang tunggu. Satu staf lagi, soal PRJ, datang membawa evaluasi harian yang akan dibahas saat itu juga. Padahal, jarum jam sudah mendekati tengah malam.</p>
<p>Jelas, Hartarti adalah seorang pebisnis yang terlalu serius untuk menggantungkan segalanya pada faktor-faktor yang tak terhitungkan, seperti ”takdir” atau ”jalannya karma”. Tak terbantahkan, ia menikmati kesibukannya.”Saya ini semakin malam justru semakin cerah&#8230;”, katanya. Dan memang terlihat demikian. (Rustika Herlambang)</p>
<p>Sisi Lain Hartati Murdaya:</p>
<p>* Dia paling senang melakukan bakti sosial, tanpa pernah mau memublikasikan. Dia aktif di Yayasan Buddha Suci. &#8220;Jadi saya ini budha tapi lebih religius. Saya merasa ide ini baguis sekali memberi pelajaran teknis bagaimana menolong orang dibidang kesehatan, bencana alam, budaya, tapi juga bunero (seperti bank untuk orang cancer parah itu, mesti dikasih bonero). Saya mah nggak ekspose-ekspore, jalan saja. Nanti dianggap punya kepentingan, Saya mah mau ke aceh ya ke aceh, ke bantul ke bantul. Jalanin saja. Ntar dianggap ada agenda, malah mengganggu yang dituju. Mending begini saja. Jalan saja.</p>
<p>* Hampir segala jenis bisnis dia mau kerjakan, antara lain bisnis kayu, sepatu, sawit, mebel, hingga komputer. Bisnis yang paling dihindari adalah bisnis yang menyangkut narkoba, prostistusi, senjata, pembunuhan, minuman keras dan bisnis yang bisa menghilangkan kesadaran. Bisnis yang bertentangan dengan agama pasti nggak disentuh, seperti Alkohol. &#8220;Bisnis saya semua yang meningkatkan kesadaran semua. Misalnya kesadaran untuk pembangunan. Keuntungan spiritual kan jauh lebih penting. Kentungan spriritual kan tidak kasat mata.&#8221;</p>
<p>* Dia seorang vegetarian. &#8220;Saya vegetarian juga. Ini saya lakukan sejak Waktu saya kecuil, umur 14. dulu saya ikut puasa agama. Tapi dulu pernah ada kalender imleknya. Tapi sekarang daripada susah-susah, saya dari tgl 1-15, nyambung saja. Setiap hati jadi vegetarian. Tiap hari sembahyang, berdoa, daripada susah-susah tiap hari saya semabahyang saja. Tiap hari di altar ada dupa, lilin, buah sepanjang tahun. Kalau hari besar waisyak, kita menghiormat kepada budha menambah bunga dan dupanya leih banyak. Hari-hari biasa. Sebenarnya ada bunga atau nggak ada bunga kan hanya ungkapan kita. Lama-lama jadi habit.&#8221;</p>
<p>* Rahasia awet muda. &#8220;Hehehe.. rahasia kecantikan. Cantik sih tidak ya. Tapi vegetarian itu yang makanan yang sehat. Kalau vegetarian tumbuh-tumbuhan itu cocok untuk tubuh manusia. Kalau yang daging itu adalah makhluk yang ususnya pendek seperti macan. Kalau makan daging cepet tercerna. Kalau seperti kuda, gajah, ususnya panjang, makannya serat. Manusia itu ususnya panjang, jadi cocok makan makanan tumbuhan, kulit jadi lebih seger dan halus. Kalau makan daging halus-ya halus. Cuma kering, baru usia berapa. Dari dalam itu, lebih natural.</p>
<p>* Motto hidup. &#8220;Sederhana. Shoping sering. Pertama, shoping itu dilandasi kebutuhan, apakah beli apa baju, kosmetik. Tapi kalau sederhana kan juga punya prinsip juga. Beli tapi ya yang ada uang. Kadang juga dibeli untuk dibagi-bagi. Saya apa-adanya,. Yang penting ngalir nggak fanatik atau ekstrim, wajar-wajar saja.&#8221;</p>
<p>* Tiap hari pulang pagi. &#8220;Jalan-jalan di PRJ ini kan kayak main golf 9 hole. Keliling- nongkrong-nongkrong kan olah rada. Ini bagian dari menjaga kesehatan. Capek, ya pijit, tidur, manusia kan bisa capek</p>
<p>* Ada 36 perusahan, bgmn menghandel perusahaan? Saya bisa berpindah dari satu persoalan satu perusahaan ke perusahaan lain dengan cepat. Saya membahasakan dengan ceplet ceplet ceplet, semudah mengganti channel televisi untuk mengganti satu persoalan dengan persoalan lain dengan sangat cepat. Harus cepet. Buat saya sekarang enak, karena sudah ada yang bantu, dulu semua saya kerjakan sendiri. Ya jadi jendral, kolonel, prajurit, kuli semua dikerjain. Sekarang semua sudah banyak,. Sekarang komando, jadi trouble shooter, pendobrak kanan kiri, lalu jadi yah mengamankan semuanya.</p>
<p>* Nama hartati dari Presiden Soekarno. &#8220;Hartati dapat nama dari pak Karno. Dulu orang tua saya kan tinggal di peking, trus ke indonesia jadi wartawan trus berkawan dengan Bung Karno, berjuang melawan penjajah, mereka good friend, trus ada asimilasi, saya harus ganti nama indonesia, tjoe li ieng, jadi papa saya waktu itu lagi ke jepang, trus minta tolong gimana anak saya kasih nama apa? Waktu itu umur saya belum 20 tahun harus ganti nama. Jadi harus pakai nama indonesia, papa belum pulang, trus pasukan tjakrabirawa datang ke ruimah untuk memberikan nama-nama itu, karema besok nama itu sudah harus masuk. Saya tinggal di tanah abang, saya harus diurus ke pengadilan, waktu itu yang ngatur pak gandim, ajudan bung karno, ya sudah inilah nama kita. Atinya? Saya nggak tahu. Saya dikasih nama. Saya anak pertama dari 7 bersaudara.</p>
<p>* Apa sih yang dicari sekarang? &#8220;Kapan saya bisa melawan diri saya sendiri, bagaimana bisa mengatasi diri sendiri, saya bisa megatasi dunia. Egoisme itu lioh. Manusia kalau nggak punya ego udah nggak disini. Manusia itru egosnya masih gelap buat dirinya.&#8221;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Let's say no to malls ]]></title>
<link>http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2008/09/22/lets-say-no-to-malls/</link>
<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 04:09:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>guebukanmonyet</dc:creator>
<guid>http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2008/09/22/lets-say-no-to-malls/</guid>
<description><![CDATA[This article was published by The Jakarta Post on September 29, 2008. Read the article on The Jakart]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignnone" title="Grand Indonesia" src="http://img242.imageshack.us/img242/5600/grandindonesia18lg.jpg" alt="" width="300" height="296" /></p>
<p><img class="alignnone" src="http://i193.photobucket.com/albums/z106/barleyniners/logo_tjp-1.gif" alt="" width="128" height="15" /><em> This article was published by The Jakarta Post on September 29, 2008. </em><em>Read the article on The Jakarta Post, <a href="http://www.thejakartapost.com/news/2008/09/29/view-point-we-love-our-malls-and-that%E2%80%99s-problem.html" target="_blank">here</a>. </em></p>
<p>I was having a conversation with a friend from Jakarta over the Internet several days ago. When I asked her if there are some new places in Jakarta that young people go to, she said, “What kind of places do you mean? One thing for sure we have lots of new malls.”</p>
<p>She explained there are some new malls in the city. Some of them are Senayan City, Grand Indonesia, and Pacific Place.</p>
<p>She suddenly reminded me of how Jakartans are so much in love with malls and shopping centers. What is a mall, anyway? A mall is simply a big modern building where people can go to shop. Unlike any traditional market, a mall is very convenient; it is an air-conditioned building and it is clean and safe.</p>
<p>Having lived for 6 years in Jakarta I know how much people in Jakarta love their malls. I was one of them. While I never visited Monas, not even once, my friends and I would go to malls at least once a week for various purposes.</p>
<p>I went to malls for shopping. I went to malls for eating with friends on special occasions. I went to malls to watch movies. I went to malls to have a business meeting. I even went to malls just to use their bathroom.</p>
<p>And just like other people of Jakarta I was proud of having those big malls in my city. I remember a friend of mine from the Netherlands was so amazed to see how malls in Jakarta could be so big and beautiful. He said, “This city has the greatest malls.”</p>
<p>But now I know I’m not a big fan of malls anymore.<!--moreRead the full article!--></p>
<p>How many malls do you think are enough for a city like Jakarta? Is 1 mall enough for us? Maybe not. What about 5 malls? What about 10 malls? Or perhaps 20 malls are enough for a city with a population of more than 8 millions of people? What if I tell you that Jakarta has more than 30 malls and shopping centers? That number doesn’t include the ones in cities like Depok, Tangerang, and Bekasi.</p>
<p>At first I thought people of Jakarta really love their malls so bad. But when I look at this phenomenon closely I find out that is not really the case. I find out that people of this city are actually forced to love.</p>
<p>For people with money, by this I don’t mean only the rich people, malls and other kinds of big buildings have become the only places where they can feel secure and comfortable. Only within those big and strong walls they can breath fresh air; although it’s not that fresh after all.</p>
<p>The condition outside is just chaotic. Some people call it crazy, some call it a heartless place, and some call it a big mess. Bottom line, it’s a jungle out there.</p>
<p>Everyday we keep hearing the same complaints over and over again about the condition in Jakarta. Yes, the traffic is just getting worse. The fact that the gasoline prices have gone up doesn’t stop people from driving their cars. Yes, the air is so much polluted. Some people already started to wear pollution masks while riding their motorcycles.</p>
<p>Yes, the crime rate is still and probably will always be high. Your parents’ advice is still valid: Never show your precious belongings while your car has to stop at the traffic light or when you walk outside in public areas.</p>
<p>When someone is waiting outside for her bus to come, while covering her nose from the pollution and ensuring that there is no danger around, the only thing running through her mind is how soon she can finally arrive at her house, her school building, or her office. No one feels comfortable being outside on the streets.</p>
<p>And that is the kind of mindset that almost all people in Jakarta have. No wonder we keep having new malls.</p>
<p>Here’s our mistake. Instead of fixing all those problems that Jakarta has been having for so many years, we just keep building more malls and shopping centers so that we can always avoid those problems quickly.</p>
<p>One may ask what’s wrong with having so many malls. Well, there are so many things that can go wrong if we keep building more malls.</p>
<p>In general I think there are two kinds of problems that we will have by building more malls: environmental and social problems.</p>
<p>Environmentally, having more malls means we have less green areas. It simply means there are more trees sacrificed for the sake of people’s greed. We all know how insufficient green areas have led us into a fragile city with no capacity to absorb rain showers.</p>
<p>It is an irony that People of Jakarta are not smart enough to realize that they who are among the lower and middle income families are actually the ones giving the most profits to the mall owners. But when the flood comes during the rainy season they are the ones who suffer the most; while the rich, people who get the most advantage from the malls including people who actually build them, can easily evacuate themselves to five-star hotels or even other countries.</p>
<p>Socially, having more malls means that our children are victimized by the arrogance of commercialization. As we all know malls have become the only places of entertainment for people in Jakarta, including the young Indonesians.</p>
<p>There is no such thing as window shopping; that is a misleading jargon created by mall owners. The fact is when you go to a mall you will always have to pay for something. It could be the parking ticket, some drinks or food, or else.</p>
<p>Another social problem caused by having too many malls in Jakarta is a wide social gap between people of Jakarta. By having more malls this gap is getting wider and wider, creating an unfriendly society for all of us.</p>
<p>Today, malls represent your social status. People with more money will go to fancy malls like Senayan City, Pondok Indah Mall, or Grand Indonesia. People with less money will go to smaller malls in outer-city areas. And people with no money, sadly, can’t go anywhere.</p>
<p>The solution for this whole problem is simple.</p>
<p>One, the local government has to stop the development of modern shopping centers. We know there are several malls that sit on locations that are supposed to be green areas. Closing them down wouldn’t be that complicated if only our local government had the willingness to support people’s interest.</p>
<p>Second, the local government has to start creating more outdoor attractions like Taman Menteng. Our officials should learn how other big cities are trying to provide their residents with free outdoor attractions where people from different social classes can have a good time together. But making them free is not enough, making them safe and clean is another crucial part.</p>
<p>It’s really time for us to unite and say that we don’t need more malls. I have heard a lot of complaints from so many friends who feel depressed to see how the development in Jakarta is going on the wrong track. They say our city is becoming so arrogant. I think they are right and I think it’s time for us to change that.</p>
<p>Let’s do this together. Let’s say no to malls. <em>Relax, that doesn&#8217;t mean you shouldn&#8217;t go to malls at all! </em></p>
<p>Picture is taken from <a href="http://img242.imageshack.us/img242/5600/grandindonesia18lg.jpg" target="_blank">here</a>.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[BELANJA BERLIMA]]></title>
<link>http://theordinarytrainer.wordpress.com/2008/04/01/belanja-berlima/</link>
<pubDate>Tue, 01 Apr 2008 05:14:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>nh18</dc:creator>
<guid>http://theordinarytrainer.wordpress.com/2008/04/01/belanja-berlima/</guid>
<description><![CDATA[Minggu 30 Maret 2008 … ada lima orang berbelanja dengan maksud yang berbeda-beda … Lima orang itu ad]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Minggu 30 Maret 2008 … ada lima orang berbelanja dengan maksud yang berbeda-beda … Lima orang itu adalah Aku, Bunda, dan tiga anak laki-lakinya … Belanja di salah satu supermarket besar di Pondok Indah Mall 1.</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"></span><font color="#008000"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"><strong>Bunda</strong> belanja keperluan sehari-hari … (seperti biasa dengan ritual meneliti tanggal kedaluarsa yang detil).<span>  Dia selalu ingin yang terbaik bagi anak-anaknya.  </span>Dia biasanya membeli untuk keperluan makanan kecil yang akan dibawa oleh anak bungsuku ke sekolah, susu cair dan susu bubuk plus keperluan dapur lainnya untuk dua minggu kedepan.</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span></font></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"></span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"><font color="#0000ff"><strong>Si Sulung</strong> … mencar sendiri … dia sibuk memilih makanan-makanan basah, roti dan sebagainya yang akan dia jadikan makan sahurnya besok pagi … dia berniat akan berpuasa selama tiga hari.<span>  </span>Mulai Senin 31 s/d 2 April nanti. <span> </span>Katanya ini memenuhi nadzarnya dia,  karena telah selesai melakukan tugas dari gurunya untuk membawakan ceramah di depan teman sekelasnya dalam acara maulid nabi minggu lalu.<span>  (rupanya tugas itu betul-betul membuat dia stress).  </span>Untuk diketahui … Dia beberapa kali melakukan puasa, meskipun bukan bulan Ramadhan.<span>  </span>Entah puasa Senin Kamis atau Puasa untuk menunaikan Nadzarnya yang sudah diucapkan karena sesuatu hal.<span>  </span>Janji pada dirinya sendiri dan kepada ALLAH.<span>  Sekaligus Bersyukur.  </span>Hmmm terus terang aku harus banyak belajar dari dia, mengenai hal yang satu ini …  Belajar kepada seorang siswa kelas 8 Tsanawiyah ? … mengapa tidak … !!! (Trainer juga manusia biasa …)</font></span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"></span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"><font color="#ff00ff"><strong>Si Tengah</strong><span>  </span>… juga sibuk sendiri … kali ini dia punya agenda lain.<span>  </span>Hari ini dia berperilaku bak cowok ABG metrosexual yang sedang membeli perlengkapan perawatan pribadinya.<span>  </span>Dia memilih-milih sendiri deodorant yang akan dia pakai.<span>  </span>Akhirnya setelah mencium-cium dan meminta pendapat kakak dan ayahnya dia memilih deodorant AXE Vice.<span>  </span>Tak lupa dia juga membeli Clear Shampoo anti ketombe dan Gatsby Whitening Washing Foam (semuanya ada embel-embel “For Men”) … ah anak tengahku sudah mulai remaja rupanya.<span>  </span>Tumben-tumbenan dia begitu … mungkin ini gara-gara tadi pagi Bundanya menceramahi penampilannya yang kucel, ketombean, mukanya berminyak dan bau badannya yang “prengus”.<span>  </span>Mengenai &#8220;Whitening&#8221; hehehe itu memang pilihan dia sendiri (korban iklan) … dia memang sering merasa bahwa dia paling “sawo matang” (agak gelap) diantara kita semua … Kakak dan adiknya memang putih-putih.<span>  </span>Apa lagi Bundanya … putih langsat … mulus bouw … (Ayahnya ??, ya lumayan lah …)</font></span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"></span><font color="#808000"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Sementara <strong>si Bungsu</strong> … terus menempel Bundanya … sambil sedikit-sedikit mencoba secara halus mengingatkan dan mengarahkan perhatian bundanya.<span>  </span>Perhatian apa ? … Dua hari lagi dia berulang tahun.<span>  </span>Dia sengaja memancing – mancing bundanya dengan pertanyaan … Bun .. bunda nggak beli PONDAN untuk kue ?.<span>  </span>Bun … beli ager-ager nggak bun ? <span> </span>Beli Es Krim kotak nggak bun ??… <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .  Abis dari sini kita mau kemana ? Ke Toy “R” Us nggak ?? ato ke Toy’s City ??… <span> </span>(mungkin harapannya … kita akan lanjut ke toko mainan untuk membelikan kado buat dia).<span>  </span>Bunda sengaja pura-pura tidak mengerti dan menjawab dengan biasa saja … dan si Bungsu pun makin penasaran … (Hebatnya aku TIDAK pernah dengar dia berujar … &#8220;Kan aku dua hari lagi ulang tahun, hadiahnya mannnaaaa <span> </span>…&#8221;).<span>   </span>Memang jauh-jauh hari kami telah menekankan bahwa mulai kelas dua ini ulang tahun bungsu hanya syukuran sederhana dirumah saja … diantara keluarga saja.<span>  Nggak pake kado-kadoan.  </span>Tidak ada perayaan yang besar atau istimewa … yang penting berdoa … Dan si Bungsu pun sudah berjanji tidak akan menagih perayaan heboh seperti yang sudah-sudah.<span>  </span>Kan aku sudah besar … begitu katanya.<span>   </span>Tapi ya namanya juga anak kecil … tetep saja mempunyai harapan tersembunyi akan adanya perayaan Istimewa plus berharap … Kado-kado yang banyak tentu.<span>  </span>Tapi Dia malu untuk melanggar janjinya sendiri… Ya harap-harap cemas lah begitu … (ah anak bungsuku itu, kadang aku suka tidak tega melihat keluguannya …)</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span></font></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"></span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Bagaimana dengan <strong>si Ayah</strong> … Hehehe Sang Ayah tidak punya agenda keperluan apa – apa … Hanya Jadi Sopir seperti biasa … dan juga dengan setia mendorong kereta belanja … yang dari menit ke menit terasa semakin berat saja … (berat secara fisik … dan juga “berat” secara mental financial )</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"></span><i><span style="font-size:10pt;"><font face="Times New Roman">(barang-barang kebutuhan sehari … makin mahal bouw … )(pantes orang-orang pada demo akhir-akhir ini …)</font></span></i></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[I'm 40, Single and Living in Jakarta (part 3)]]></title>
<link>http://parvita.wordpress.com/2007/12/23/im-40-single-and-living-in-jakarta-part-3/</link>
<pubDate>Sun, 23 Dec 2007 01:35:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>parvita</dc:creator>
<guid>http://parvita.wordpress.com/2007/12/23/im-40-single-and-living-in-jakarta-part-3/</guid>
<description><![CDATA[Yippie, my birthday! The atmosphere has been different days before 22 December 2007.  It started fro]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Yippie, my birthday! The atmosphere has been different days before 22 December 2007.  It started fro]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
