<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>pribadi &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/pribadi/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "pribadi"</description>
	<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 15:08:01 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Percaya Friendster... ]]></title>
<link>http://suzannita.wordpress.com/2009/11/29/percaya-friendster/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 13:41:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>suzannita</dc:creator>
<guid>http://suzannita.wordpress.com/2009/11/29/percaya-friendster/</guid>
<description><![CDATA[Satu hal yang boleh tidak terlalu kupercayai adalah Friendster&#8230;. Meski sebelum Facebook, situs]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div style="text-align:justify;">Satu hal yang boleh tidak terlalu kupercayai adalah <a href="http://Profiles.Friendster.Com/Suzannita">Friendster</a>&#8230;. Meski sebelum Facebook, situs pertemanan ini menjadi idola.</div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-1129" title="Suzan FS" src="http://suzannita.wordpress.com/files/2009/11/suzan-fs3.jpg?w=300" alt="" width="300" height="216" /></p>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;">Semua berawal dari perkenalanku dengan Sobri di situs ini. Ketika dia memberikan permintaan pertemanan di tahun 2006 akhirnya kuterima. Awalnya mengenal Sobri sebagai mahasiswa Univeritas Al-Azhar Kairo Mesir, hmmm&#8230; karena sedang berburu beasiswa akhirnya mencari informasi lewat pemuda ini, mulai dari mengirim pesan hingga chating dan telpon-telponan. Tapi diriku banyak konsultasi juga masalah agama dan pribadi huehehhehhhheh <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;"><a href="http://suzannita.wordpress.com/files/2009/11/sobri-fs.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1130" title="SOBRI FS" src="http://suzannita.wordpress.com/files/2009/11/sobri-fs.jpg?w=300" alt="" width="300" height="216" /></a></div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;">Sampai akhirnya dia pindah ke Indonesia dan mengatakan ada di Pekanbaru. Saat berkunjung ke Pekanbaru Agustus kemarin, diriku meminta bertemu dengannya, namun sayang dirinya terlalu sibuk dengan jadwal KKN-nya. Pertemuan itu pun tidak terjadi hingga akhirnya Sobri meminta izin untuk datang ke Palembang saat Lebaran Idul Adha kemarin.</div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;">Karena kota Palembang adalah kota milik semua orang kuizinkan Sobri datang berlebaran di Palembang. Awalnya tidak yakin dia akan datang, karena kupikir ini hari baik dan saatnya berkumpul dengan keluarga, sampai Sobri bilang akan berangkat dari Pekanbaru Kamis sore.</div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;">Suprise juga sih&#8230; Asli &#8230; Ini baru pertama kali ada teman chating yang bersilaturahmi kepada diriku biasa sih teman chating cuma lewat lalu saja. Usai sholat ied, Sobri memberikan kabar dirinya sudah tiba, dan kujemput&#8230; wah&#8230; ketika bertemu muka baru sadar ini Asli loh&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;">Dan yang paling mengejutkan dia bisa diterima di keluarga dengan sangat baik, semua yang menyukainya&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  yang lucunya aku malah sibuk mengantarkan mbak Lies pulang ke kos-nya karena dia kuajak menginap di rumah untuk berlebaran bersama kami.</div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;">Sebagai tuan rumah &#8230; bentuk kewajiban mengantarkan tamu ke tempat yang ingin dituju oleh setiap orang yang datang ke Palembang, apalagi coba kalo bukan Jembatan Ampera, ini bukti kalau sudah pernah datang  di Palembang.</div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1131" title="DSC00313" src="http://suzannita.wordpress.com/files/2009/11/dsc00313.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;">Usai dari Jembatan Ampera dan BKB&#8230; bersama adikku &#8220;Mela&#8221; dan temannya &#8220;Karta&#8221; kita pergi menuju Masjid Agung, karena mereka berdua mau sholat Maghrib dan diriku balik ke kantor&#8230; Seperti biasanya mengedit berita.</div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;"><a href="http://suzannita.wordpress.com/files/2009/11/dsc00295.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1132" title="DSC00295" src="http://suzannita.wordpress.com/files/2009/11/dsc00295.jpg?w=225" alt="" width="225" height="300" /></a>Malamnya &#8230; disambung dengan makan di Noodle Cafe&#8230; dan mohon maaf ya Sobri karena pilihannya tidak enak, karena nih anak memang dari awalnya ingin mencicipi makanan Palembang. Tak ada alasan lain selesai dari Noodle Cafe, kita langsung menuju Candy dan makan pempek.</div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;">Setelah itu kita pulang karena kutahu, Sobri sangat capek menempuh perjalanan 16 jam dari Pekanbaru. Esoknya Sobri pamit pulang ke Pekanbaru lagi&#8230; mengurusi kuliahnya dan Ponpes Babusalam.</div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;">Ada banyak hal yang kupelajari dari seorang Muhammad Sobri, meski satu hari dan satu malam, tapi kesan itu begitu mendalam yakni tentang pentingnya menjaga tali silaturahmi dan ternyata ada hikmah dibalik kejadian yang menimpaku beberapa hari sebelumnya. Ternyata Allah mengirimkan Sobri untuk memberikan pelajaran &#8220;Allah Lebih Sayang Lagi&#8221;.</div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;">Terima kasih Sobri karena telah merelakan hati dan meluangkan waktu untuk bersilaturahmi ke Palembang <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Allah Lebih Sayang Lagi... ]]></title>
<link>http://suzannita.wordpress.com/2009/11/28/allah-lebih-sayang-lagi/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 12:30:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>suzannita</dc:creator>
<guid>http://suzannita.wordpress.com/2009/11/28/allah-lebih-sayang-lagi/</guid>
<description><![CDATA[Ternyata banyak hikmah yang kudapatkan dari kejadian kecil yang kualami satu minggu silam.  Hikmahny]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><a href="http://suzannita.wordpress.com/files/2009/11/lovely-drops1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1119" title="lovely-drops1" src="http://suzannita.wordpress.com/files/2009/11/lovely-drops1.jpg?w=300" alt="" width="300" height="172" /></a>Ternyata banyak hikmah yang kudapatkan dari kejadian kecil yang kualami satu minggu silam.  Hikmahnya adalah Allah Lebih Sayang Lagi dengan Suzan Oktaria dan karena-Nya diri ini dilindungi dari kezhaliman.</p>
<p style="text-align:justify;">Manusia itu lemah dan pelupa. Hanya sekecil zarah nikmat yang Allah karuniakan, sulit  untuk kita menghargainya saat ia menjadi milik kita. Namun saat ia hilang diambil kembali oleh Tuannya, ketika itulah kita sadari ia adalah sebesar-besarnya nikmat.</p>
<p style="text-align:justify;">Lagu ini enak didengar, menyadarkan diri ini betapa besar nikmat yang diberikan Allah. Sayangnya filenya tidak bisa di &#8211; share ke blog ini&#8230; ntar searching sendiri aja deh &#8230;  :D</p>
<p style="text-align:justify;">MUHASABAH CINTA by Edcoustic</p>
<p style="text-align:justify;">Wahai&#8230; Pemilik nyawaku<br />
Betapa lemah diriku ini<br />
Berat ujian dariMu<br />
Kupasrahkan semua padaMu</p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan&#8230; Baru ku sadar<br />
Indah nikmat sehat itu<br />
Tak pandai aku bersyukur<br />
Kini kuharapkan cintaMu</p>
<p style="text-align:justify;">Kata-kata cinta terucap indah<br />
Mengalun berzikir di kidung doaku<br />
Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku<br />
Butir-butir cinta air mataku<br />
Teringat semua yang Kau beri untukku<br />
Ampuni khilaf dan salah selama ini<br />
Ya Ilahi&#8230;.<br />
Muhasabah cintaku&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan&#8230; Kuatkan aku<br />
Lindungiku dari putus asa<br />
Jika ku harus mati<br />
Pertemukan aku denganMu</p>
<blockquote><p>&#8220;saat nikmat hilang dari tubuhmu&#8230;.tiada guna lagi penyesalan&#8221;<br />
&#8220;saat pintu taubat tertutup&#8230;.sia-sia rayuanmu&#8221;</p></blockquote>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kerja Keras Adalah Energi Kita - Hard Work Is Bad Manajemen - Bisnis dan Pribadi]]></title>
<link>http://energikitaadalahkerjakeras.wordpress.com/2009/11/27/kerja-keras-adalah-energi-kita-hard-work-is-bad-manajemen-bisnis-dan-pribadi/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 22:24:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>caksub2</dc:creator>
<guid>http://energikitaadalahkerjakeras.wordpress.com/2009/11/27/kerja-keras-adalah-energi-kita-hard-work-is-bad-manajemen-bisnis-dan-pribadi/</guid>
<description><![CDATA[Kerja Keras Adalah Energi Kita Jenny woke tired. Her business was growing and the hours she was Kerj]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><div class="wp-caption alignleft" style="width: 260px"><img title="Kerja Keras Adalah Energi Kita" src="http://energikitaadalahkerjakeras.files.wordpress.com/2009/11/work1.jpeg?w=250&#038;h=200" alt="Kerja Keras Adalah Energi Kita" width="250" height="200"><p class="wp-caption-text">Kerja Keras Adalah Energi Kita</p></div>
<p>Jenny woke tired. Her business was growing and the hours she was <a href="http://energikitaadalahkerjakeras.wordpress.com" title="Kerja Keras Adalah Energi Kita"><b>Kerja Keras Adalah Energi Kita</b></a> putting in accepted added and added of her time. She aloft her <a href="http://energikitaadalahkerjakeras.wordpress.com/2009/11/16/kerja-keras-adalah-energi-kita-manfaat-investasi-anda-waktu-dan-menempatkan-hard-work-in-to-your-home-based-business-now/" title="Kerja Keras Adalah Energi Kita">Kerja Keras Adalah Energi Kita</a> arch from the pillow stumbled out of her now abandoned bed and went to the kitchen. Still bisected comatose she put the kettle on for her morning cuppa and boring absolved to the bathroom. There on the attic were yesterdays clothes. She&#8217;d almost had the activity to blooper from her assignment accessory and ascend into the ablution to sip her chardonnay afore bed let abandoned backpack her clothes abroad tidily.</p>
<p>She sighed at the afterimage of the bedraggled bathroom but with her arch pond already she aloof accommodated herself to apple-pie it all up on Saturday back she could beddy-bye <a href="http://energikitaadalahkerjakeras.wordpress.com/2009/11/26/kerja-keras-adalah-energi-kita-hati-hard-at-work/" title="Kerja Keras Adalah Energi Kita">Kerja Keras Adalah Energi Kita</a> in. After her tea Jenny dressed put on her gym shoes leashed the dog and stepped out into the day for her morning walk. She admired the beginning air.</p>
<p>Two hours after she was abaft the desk adverse the accepted battery of emails meetings appointment calls and fires to be put out. Jenny was successful. Profitable artistic and in adulation with her job. But article was wrong. Jenny was distinct and didn&#8217;t appetite it that way.</p>
<p>Hard assignment is bad management. Back our character becomes so affiliated to our work we assignment harder cerebration that we are actuality a bigger person. We articulation the time spent the challenges faced the hurdles affected to the advantage of who we are. And actuality begins a problem. Adamantine assignment is bad management. Actually the smarter we are the beneath adamantine we work.</p>
<p>Having our character angry up with accident is actual accustomed <a href="http://energikitaadalahkerjakeras.wordpress.com/2009/11/19/kerja-keras-adalah-energi-kita-acai-berry-bagaimana-saya-lupa-30-pound-di-bawah-30-days-menggunakan-acai-berry/" title="Kerja Keras Adalah Energi Kita">Kerja Keras Adalah Energi Kita</a> in our western culture. The advantage seems to be that those who are awful admired accept affected obstacles admitting those who accept been adored with appropriate adequate existences are termed advantageous or blessed. They are not accustomed such aerial approval as the adversary who overcomes adversity.</p>
<p>But affliction in itself is generally the aftereffect of bad management. Few bodies accede that bootless relationships business hardships or bootless bloom are absolutely acquired by bad management. Bad administration of annihilation is best generally the account of the affliction we are so generally accustomed the approval for overcoming. We usually account our own hardship.</p>
<p>Trekking in Nepal I allotment admeasure of time with a Tibetan Doctor and <a href="http://energikitaadalahkerjakeras.wordpress.com/2009/11/25/kerja-keras-adalah-energi-kita-bagaimana-hard-do-you-have-to-work-di-quotmemperoleh-quot-spiritualitas/" title="Kerja Keras Adalah Energi Kita">Kerja Keras Adalah Energi Kita</a> generally do the circuit with him to bounded villages. He provides his casework chargeless and we sponsor him by advantageous for some the medicines for those who can&#8217;t allow it. His patients generally accuse about abscessed this and abscessed that and achievement he has bought with him a miracle. But his anesthetic is based on acclimation the cause. The accommodating thinks there is a band-aid to a botheration after ambidextrous with the cause. And they are actual aghast back they are directed to the cause like acerb bistro <a href="http://energikitaadalahkerjakeras.wordpress.com/2009/11/15/kerja-keras-adalah-energi-kita-cara-untuk-membuat-uang-cepat-tanpa-kerja-keras-lot/" title="Kerja Keras Adalah Energi Kita">Kerja Keras Adalah Energi Kita</a> alcohol too abundant rice or article they anticipate is a normal behavior.</p>
<p>It is the aforementioned actuality in Jenny&#8217;s life. The account of her anytime accretion tiredness her accretion demands at assignment and her singledom is bad management. Not a growing business.</p>
<p>Growth of annihilation should activate advance in technique. Baby business requires administration of assertive <a href="http://energikitaadalahkerjakeras.wordpress.com/2009/11/19/kerja-keras-adalah-energi-kita-merayakan-our-nation-dan-pahlawan/" title="Kerja Keras Adalah Energi Kita">Kerja Keras Adalah Energi Kita</a> quality. Ample business requires administration of a college quality. What keeps baby business small is bad management. If you administer baby business administration to a ample business it becomes baby again.</p>
<p>In relationship it is the same. New baby and simple relationships are like baby business. It is accessible what is all-important to accomplish the accord work. Lots of cuddles kisses and asleep time. But this is not the key to managing beyond relationships ones that aftermost a continued time .</p>
<p>Relationships that are baby advance on emotion ambition female and happiness. Big relationships advance on those things and much abundant more. <a href="http://energikitaadalahkerjakeras.wordpress.com/2009/11/22/kerja-keras-adalah-energi-kita-mengarahkan-all-that-hard-work/" title="Kerja Keras Adalah Energi Kita">Kerja Keras Adalah Energi Kita</a> Do you apperceive what those added things <a href="http://energikitaadalahkerjakeras.wordpress.com/2009/11/24/kerja-keras-adalah-energi-kita-herbal-untuk-ereksi-that-work-hard-cepat/" title="Kerja Keras Adalah Energi Kita">Kerja Keras Adalah Energi Kita</a> are It is like allurement a baby business buyer about the keys to authoritative a beyond business successful. Generally they will say more of the same in added words do what you do in baby business more but this is absolutely a disaster. Then the alone way to abound a business is to assignment harder do added of what you did yesterday. And this is the adverse to the truth.</p>
<p>To accomplish a baby business bigger you accept to assignment less. To accomplish a baby accord bigger you accept to do less. The bigger article becomes the added able the time you absorb in or alive on it charge be spent.</p>
<p>So actuality are a few clues to the aberration amid big business administration <a href="http://energikitaadalahkerjakeras.wordpress.com/2009/11/13/kerja-keras-adalah-energi-kita" title="Kerja Keras Adalah Energi Kita"><b>Kerja Keras Adalah Energi Kita</b></a> and baby business management. See if you can construe them to your relationship.</p>
<p> . Big business demands a bigger angle of the business&#8217;s role in the bazaar place.</p>
<p> . Big business needs added approved and automatic monitoring</p>
<p> . Big business agency beneath distractions beneath emotion added focus.</p>
<p> . Big business agency abstracted leadership</p>
<p> . Big business agency added done in beneath time. otherwise costs go up as assembly goes up </p>
<p> . Big business agency the appointment and sub application of repetitive tasks to experts.</p>
<p> . Big business agency college able people.</p>
<p> . Big business agency added advance in systems to automate repetitive tasks</p>
<p> . Big business agency added assay afore expenditure.</p>
<p> . Big business needs added akin headed best appellation planning.</p>
<p>Enjoy the day</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bangkit, Lupakan Masa Lalu]]></title>
<link>http://suzannita.wordpress.com/2009/11/26/bangkit/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 10:29:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>suzannita</dc:creator>
<guid>http://suzannita.wordpress.com/2009/11/26/bangkit/</guid>
<description><![CDATA[Jangan sesali apa yang sudah pergi. Jangan tangisi apa yang sudah tiada. Tetapi bangkitlah dan bina ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://suzannita.wordpress.com/files/2009/11/future-present_-past.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1114" title="future-present_-past" src="http://suzannita.wordpress.com/files/2009/11/future-present_-past.jpg?w=199" alt="" width="199" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Jangan sesali apa yang sudah pergi. Jangan tangisi apa yang sudah tiada. Tetapi bangkitlah dan bina kembali apa yang telah hilang dan pergi.</p>
<blockquote><p><a href="http://default.tabloidnova.com/article.php?name=/sendiri-lagi-jangan-cuma-bermuram-durja&#38;channel=keluarga%2Fkonsultasi"><span style="font-size:xx-small;">Sendiri Lagi? Jangan Cuma Bermuram Durja! </span></a></p>
<div>
<p><img src="http://default.tabloidnova.com/files/article/photo/30781_sendiri%20lagi.jpg" border="0" alt="" hspace="5" vspace="5" width="200" height="175" align="left" /><strong>Bilamana hubungan asmara yang sudah dijalin sejak lama putus di tengah jalan, rasanya seperti kiamat. Habis, segala sesuatu yang tadinya dikerjakan berdua, sekarang harus Anda kerjakan sendiri. </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Bisa jadi perpisahan tersebut merupakan kemauan Anda atau keputusan kedua belah pihak. Sedih dan kecewa, boleh-boleh saja. Tapi jangan berlarut-larut, dong. Ikuti langkah berikut agar Anda tetap terus maju dan melupakan masa lalu.</p>
<p><strong>Sibukkan Diri</strong><br />
Singkirkan semua barang yang mengingatkan Anda padanya. Buang semua foto dan surat cintanya. Hadapi kenyataan bahwa dia sudah bukan &#8220;milik&#8221; Anda lagi. Sibukkan diri dengan berbagai macam kegiatan, habiskan waktu untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan yang selama ini tak bisa atau tak sempat Anda lakukan.</p>
<p><strong>Lepaskan Kemarahan</strong><br />
Teriak dan jerit sepuas-puasnya sambil menatap foto mantan Anda lalu sobek dan bakar. Tulis sebuah surat yang sangat kasar untuk melukiskan kekesalan Anda terhadap mantan dan tempelkan di kaca di kamar sambil meninju bantalan tinju.</p>
<p>Kemarahan yang ditahan dapat meracuni perasaan Anda dan menimbulkan rasa benci. Hindari rasa benci. Maka dari itu, keluarkan perasaan marah Anda sampai tak bersisa. Untuk melakukan hal ini bukanlah suatu proses yang menyenangkan dan Anda perlu melakukannya di ruang tertutup tanpa terlihat orang lain.</p>
<p><strong>Curhat</strong><br />
Hindari membahas masalah dengan mantan Anda karena tidak ada gunanya. Sahabat yang selama ini pendapatnya Anda hargai pasti mau dan bisa membantu Anda menghadapi perpisahan ini dengan obyektif. Baik atau jelek, perpisahan merupakan pengalaman yang membantu seseorang untuk menjadi lebih bijaksana. Bila Anda mempunyai masalah yang harus diselesaikan, hadapi secara dewasa dan mandiri demi perbaikan kehidupan percintaan Anda.</p>
<p><strong>Buang Rasa Kasihan</strong><br />
Buang jauh-jauh rasa mengasihani diri sendiri untuk mengurangi depresi. Hal ini juga merupakan cara mengatasi kemarahan. Anda tidak ingin hidup sendiri. Anda telah berpisah, jadi jangan menutup diri dengan melarikan diri pada minuman keras, minum es krim yang berlebihan, atau tidur selama 24 jam. Hal ini merupakan tanda-tanda depresi. Keluar dan temui teman-teman dan keluarga Anda. Lakukan olah raga yang teratur.</p>
<p><strong>Tidur Teratur</strong><br />
Meski merasa lelah batin, usahakan tidur teratur dan bangun pagi pada jam yang sama setiap hari. Mulailah berkencan lagi untuk memastikan diri sudah bisa menerima status kesendirian Anda. Anda dapat mencari teman kencan melalui internet atau apa saja<strong> </strong></p>
<p><strong>Lupakan Masa Lalu</strong><br />
Buka lembaran baru hidup Anda. Lupakan masa lalu. Jangan terus terbelenggu dengan kenangan masa lalu yang membuat Anda hanya hidup di alam mimpi. Ayo, bangkit! Dunia belum kiamat, kok!</p>
</div>
<p style="text-align:justify;">
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Apapun kondisi kita hari ini, mari arahkan pandangan ke depan. Jangan biarkan masa lalu menghambat atau menghentikan kita. Melihat kaca spion itu perlu, tapi jika terus melihat ke kaca spion, bisa-bisa menabrak!</p>
<p>Mengutip dari artikel yang dibaca ini,  Ayo&#8230; ini  saatnya Bangkit,  mengembalikan Semangat… Ceria… dan meninggalkan semua bayang masa lalu…</p>
<blockquote></blockquote>
<p><!-- .article_label_col {         width: 11em; } .article_content_col {         width: 23em; } --> <!--  --> <!--  --></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[foto -foto fathi]]></title>
<link>http://attaqi.wordpress.com/2009/11/26/foto-foto-fathi/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 09:18:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>fathimuhammadattaqi</dc:creator>
<guid>http://attaqi.wordpress.com/2009/11/26/foto-foto-fathi/</guid>
<description><![CDATA[inilah foto-foto fathi, please enjoy ya&#8230;. fathi Blogger Pictures]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>inilah foto-foto fathi, please enjoy ya&#8230;.</p>
<table style="width:194px;">
<tbody>
<tr>
<td style="background:transparent url('http://picasaweb.google.com/s/c/transparent_album_background.gif') no-repeat scroll left center;height:194px;" align="center"><a href="http://picasaweb.google.com/shouso.boy/Fathi?feat=embedwebsite"><img style="margin:1px 0 0 4px;" src="http://lh5.ggpht.com/_mIOIb6t6Uoo/SvpOr_ko_bE/AAAAAAAAACk/CaKJ1L3PHxw/s160-c/Fathi.jpg" alt="" width="160" height="160" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align:center;font-family:arial,sans-serif;font-size:11px;"><a style="color:#4d4d4d;font-weight:bold;text-decoration:none;" href="http://picasaweb.google.com/shouso.boy/Fathi?feat=embedwebsite">fathi</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table style="width:194px;">
<tbody>
<tr>
<td style="background:transparent url('http://picasaweb.google.com/s/c/transparent_album_background.gif') no-repeat scroll left center;height:194px;" align="center"><a href="http://picasaweb.google.com/shouso.boy/BloggerPictures?authkey=Gv1sRgCKuuip3zuIDEGw&#38;feat=embedwebsite"><img style="margin:1px 0 0 4px;" src="http://lh5.ggpht.com/_mIOIb6t6Uoo/SPjLu7VuscE/AAAAAAAAAB4/zGLK0o8u6bA/s160-c/BloggerPictures.jpg" alt="" width="160" height="160" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align:center;font-family:arial,sans-serif;font-size:11px;"><a style="color:#4d4d4d;font-weight:bold;text-decoration:none;" href="http://picasaweb.google.com/shouso.boy/BloggerPictures?authkey=Gv1sRgCKuuip3zuIDEGw&#38;feat=embedwebsite">Blogger Pictures</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[about me]]></title>
<link>http://aidarusmilati.wordpress.com/2009/11/26/about-me/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 08:40:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>aidarusmilati</dc:creator>
<guid>http://aidarusmilati.wordpress.com/2009/11/26/about-me/</guid>
<description><![CDATA[Aku terlahir di kediri jatim 52 tahun yang lalu, sebagai anak kedua dari 6 orang . Ayah bundaku guru]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://aidarusmilati.wordpress.com/files/2009/11/margocity_031.jpg"><a href="http://aidarusmilati.wordpress.com/files/2009/11/foto-bu-aida2.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-28" title="foto bu Aida" src="http://aidarusmilati.wordpress.com/files/2009/11/foto-bu-aida2.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a></a>Aku terlahir di kediri jatim 52 tahun yang lalu, sebagai anak kedua dari 6 orang . Ayah bundaku guru smp .</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kucinta Caramu mencintai aku]]></title>
<link>http://bocipalz.wordpress.com/2009/11/26/kucinta-caramu-mencintai-aku/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 04:53:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>bocipalz</dc:creator>
<guid>http://bocipalz.wordpress.com/2009/11/26/kucinta-caramu-mencintai-aku/</guid>
<description><![CDATA[langsung saja, bahwa ada rangkaian peristiwa yang (sungguh) membangkitkan sisi lain yang selama ini ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">langsung saja, bahwa ada rangkaian peristiwa yang (sungguh) membangkitkan sisi lain yang selama ini terhalang oleh sisi yang lainnya.. sisi manusiawi yang tidak akan pernah bisa dilepaskan ataupun dihilangkan.<br />
sisi humanis yang akan terus ada dan harus disyukuri keberadaannya.</p>
<p>sebuah lagu manis untuk seseorang yang manis, yang telah menerangi hati ini.</p>
<p>Aryo &#8211; Kucinta Caramu mencintai aku</p>
<p>Bagaikan embun pagi basahi dedaunan<br />
Sesejuk hati ini saat kau memandangku<br />
Kelembutan hatimu hancurkan angkuh hati<br />
Sirnakan kecewaku dimasa yang lalu</p>
<p>Reff :<br />
Kucinta caramu mencintai aku<br />
Kau buka pintu hatiku<br />
Karena dirimu kini kupahami<br />
Aku bahagia denganmu</p>
<p>Bukan karena cantikmu meredakan amarah<br />
Tapi ketulusanmu membuatku mengerti<br />
Seribu satu cara tuk membalas cintamu<br />
Takkan bisa seindah apa yang kau beri</p>
<p>Back to reff</p>
<p>(sumber: http://www.kapanlagi.com/lirik/artis/aryo_wahab/kucinta_caramu)</p>
<p>&#8230;<br />
&#8230;<br />
&#8230;</p>
<p>teringat dengan kalimatmu:<br />
&#8220;..cinta itu seperti energi.. tidak bisa dibunuh.&#8221;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sekali, maka Selamanya …]]></title>
<link>http://jenahudin.wordpress.com/2009/11/25/sekali-maka-selamanya-%e2%80%a6/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 05:22:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>sulaiman</dc:creator>
<guid>http://jenahudin.wordpress.com/2009/11/25/sekali-maka-selamanya-%e2%80%a6/</guid>
<description><![CDATA[Sekali anti imperialisme, maka selamanya anti imperialisme. Sekali anti kolonialisme, maka selamanya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a title="perayaan Pasola di Sumba" href="http://www.indo.net.id/mbs/sumba_upacara_tumpahan_darah.htm"><img class="alignleft size-medium wp-image-415" title="Perayaan Pasola Sumba" src="http://jenahudin.wordpress.com/files/2009/11/perayaan-pasola-sumba.jpg?w=300" alt="" width="432" height="323" /></a></p>
<p>Sekali anti imperialisme, maka <em>selamanya</em> anti imperialisme.</p>
<p>Sekali anti kolonialisme, maka <em>selamanya</em> anti kolonialisme.</p>
<p>Sekali anti chauvinisme, maka <em>selamanya</em> anti chauvinisme.</p>
<p>Sekali anti komunisme, maka <em>selamanya</em> anti komunisme.</p>
<p>Sekali anti terorisme, maka <em>selamanya</em> anti terorisme.</p>
<p>Sekali anti penindasan dalam bentuk apapun, maka <em>selamanya</em> anti penindasan dalam bentuk apapun.</p>
<p>Sekali anti penjajahan dari manapun, maka <em>selamanya</em> anti penjajahan dari manapun.</p>
<p>Sekali anti eksploitasi ekonomi oleh siapapun, maka <em>selamanya</em> anti eksploitasi ekonomi oleh siapapun.</p>
<p>Sekali anti monopoli usaha oleh siapapun, maka <em>selamanya</em> anti monopoli usaha oleh siapapun.</p>
<p>Sekali anti klaim budaya oleh siapapun, maka <em>selamanya</em> anti klaim budaya oleh siapapun.</p>
<p>Sekali membela kebenaran, maka <em>selamanya</em> membela kebenaran.</p>
<p>Sekali membela kejujuran, maka <em>selamanya</em> membela kejujuran.</p>
<p>Sekali membela keadilan, maka <em>selamanya</em> membela keadilan.</p>
<p>Sekali mengabdi kepada bangsa dan negara, maka <em>selamanya</em> mengabdi kepada bangsa dan negara.</p>
<p>Sekali menjunjung tinggi harkat kemanusiaan, maka <em>selamanya</em> menjunjung tinggi harkat kemanusiaan.</p>
<p>Sekali bertanggung jawab menjaga amanah, maka <em>selamanya</em> bertanggung jawab menjaga amanah.</p>
<p>Sekali berbakti kepada masyarakat, maka <em>selamanya</em> berbakti kepada masyarakat.</p>
<p>Sekali menciptakan kerukunan masyarakat, maka <em>selamanya</em> menciptakan kerukunan masyarakat.</p>
<p>Sekali membantu ketentraman masyarakat, maka <em>selamanya</em> membantu ketentraman masyarakat.</p>
<p>Sekali rendah hati dalam bermasyarakat, maka <em>selamanya</em> rendah hati dalam bermasyarakat.</p>
<p>Sekali ramah tamah dalam bermasyarakat, maka <em>selamanya</em> ramah tamah dalam bermasyarakat.</p>
<p>Sekali bersopansantun dalam bermasyarakat, maka <em>selamanya</em> bersopansantun dalam bermasyarakat.</p>
<p>Sekali berusaha menjadi warga teladan, maka <em>selamanya</em> berusaha menjadi warga teladan.</p>
<p>Sekali menghargai privasi pribadi seseorang, maka <em>selamanya</em> menghargai privasi pribadi seseorang.</p>
<p>Sekali membantu seseorang dengan ikhlas, maka <em>selamanya</em> membantu seseorang dengan ikhlas.</p>
<p>Sekali menutup aib dan cela seseorang, maka <em>selamanya</em> menutup aib dan cela seseorang.</p>
<p>Sekali tidak mempermalukan seseorang, maka <em>selamanya</em> tidak mempermalukan seseorang.</p>
<p>Sekali mencegah terjadinya fitnah, maka <em>selamanya</em> mencegah terjadinya fitnah.</p>
<p>Sekali menjaga nama baik seseorang, maka <em>selamanya</em> menjaga nama baik seseorang.</p>
<p>Sekali anti pelecehan seksual, maka <em>selamanya</em> anti pelecehan seksual.</p>
<p>Sekali anti pornografi, maka <em>selamanya</em> anti pornografi.</p>
<p>Sekali anti pornoaksi, maka <em>selamanya</em> anti pornoaksi.</p>
<p>Sekali anti kata-kata tidak senonoh, maka <em>selamanya</em> anti kata-kata tidak senonoh.</p>
<p>Sekali anti penyelewengan, maka <em>selamanya</em> anti penyelewengan.</p>
<p>Sekali anti perselingkuhan, maka <em>selamanya</em> anti perselingkuhan.</p>
<p>Sekali anti asusila, maka <em>selamanya</em> anti asusila.</p>
<p>Sekali anti narkoba dalam bentuk apa saja, maka <em>selamanya</em> anti narkoba dalam bentuk apa saja.</p>
<p>Sekali anti bermabuk-mabukan, maka <em>selamanya</em> anti bermabuk-mabukan.</p>
<p>Sekali anti sakau dan teler dari minuman apapun, maka <em>selamanya</em> anti sakau dan teler dari minuman apapun.</p>
<p>Sekali mencegah penyalahgunaan obat-obatan, maka <em>selamanya</em> mencegah penyalahgunaan obat-obatan.</p>
<p>Sekali tidak  ingin mencoba narkoba, maka <em>selamanya</em> tidak  ingin mencoba narkoba.</p>
<p>Sekali tidak  ingin dirayu oleh narkoba, maka <em>selamanya</em> tidak  ingin dirayu oleh narkoba.</p>
<p>Sekali menjunjung tinggi kemuliaan akal pikiran, maka <em>selamanya</em> menjunjung tinggi kemuliaan akal pikiran.</p>
<p>Sekali anti korupsi, maka <em>selamanya</em> anti korupsi.</p>
<p>Sekali tidak memakan uang korupsi, maka <em>selamanya</em> memakan uangkorupsi.</p>
<p>Sekali membela pemberantasan korupsi, maka <em>selamanya</em> membela pemberantasan korupsi.</p>
<p>Sekali mencegah tindak korupsi, maka <em>selamanya</em> mencegah tindak korupsi.</p>
<p>Sekali tidak membuka peluang untuk korupsi, maka <em>selamanya</em> tidak membuka peluang untuk korupsi.</p>
<p>Sekali tidak memanfaatkan peluang korupsi, maka <em>selamanya</em> tidak memanfaatkan peluang korupsi.</p>
<p>Sekali tidak merebut uang haram, maka <em>selamanya</em> tidak merebut uang haram.</p>
<p>Sekali tidak menyerobot hak orang lain, maka <em>selamanya</em> tidak menyerobot hak orang lain.</p>
<p>Sekali tidak menggelapkan milik negara berupa apapun, maka <em>selamanya</em> tidak menggelapkan milik negara berupa apapun.</p>
<p>Sekali tidak merugikan bangsa dan negara dalam hal apapun, maka <em>selamanya</em> tidak merugikan negara dalam hal apapun.</p>
<p>Sekali memajukan kesejahteraan umum, maka <em>selamanya</em> memajukan kesejahteraan umum.</p>
<p>Sekali menciptakan kesejahteraan rakyat, maka <em>selamanya</em> menciptakan kesejahteraan rakyat.</p>
<p>Sekali melindungi tumpah darah seluruhnya, maka <em>selamanya</em> melindungi tumpah darah seluruhnya.</p>
<p>Sekali mencerdaskan kehidupan bangsa, maka <em>selamanya</em> mencerdaskan kehidupan bangsa.</p>
<p>Sekali melaksanakan pengabdian masyarakat, maka <em>selamanya</em> melaksanakan pengabdian masyarakat.</p>
<p>Sekali menyadari hak kemerdekaan bangsa, maka <em>selamanya</em> menyadari hak kemerdekaan bangsa.</p>
<p>Sekali menjunjung tinggi nilai-nilai perjuangan, maka <em>selamanya</em> menjunjung tinggi nilai-nilai perjuangan.</p>
<p>Sekali menghormati lambang-lambang negara, maka <em>selamanya</em> menghormati lambang-lambang negara.</p>
<p>Sekali mengangkat martabat bangsa, maka <em>selamanya</em> mengangkat martabat bangsa.</p>
<p>Sekali mengharumkan nama bangsa di dunia, maka <em>selamanya</em> mengharumkan nama bangsa di dunia.</p>
<p>Sekali membina persatuan dan kesatuan, maka <em>selamanya</em> membina persatuan dan kesatuan.</p>
<p>Sekali memelihara keutuhan bangsa, maka <em>selamanya</em> memelihara keutuhan bangsa.</p>
<p>Sekali sadar berbangsa dan bernegara, maka <em>selamanya</em> sadar berbangsa dan bernegara.</p>
<p>Sekali menikmati hidup sehat dan tentram, maka <em>selamanya</em> menikmati hidup sehat dan tentram.</p>
<p>Sekali bersyukur atas segala karuniaNya, maka <em>selamanya</em> bersyukur atas segala karuniaNya.</p>
<p>Sekali bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, maka <em>selamanya</em> bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.</p>
<p>Sekali istiqomah dan teguh dalam kebaikan, maka <em>selamanya</em> istiqomah dan teguh dalam kebaikan.</p>
<p>Semoga kita semua berusaha disertai  bertawakal kepada Tuhan Yang Maha Esa</p>
<p>(gambar perayaan tahunan di Sumba, diunduh dari : http://www.indo.net.id)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SELAMAT HARI GURU &amp; PGRI]]></title>
<link>http://marsani.wordpress.com/2009/11/25/selamat-hari-guru-pgri/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 03:12:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>marsani</dc:creator>
<guid>http://marsani.wordpress.com/2009/11/25/selamat-hari-guru-pgri/</guid>
<description><![CDATA[Semoga pengabdian tulusmu selalu mendapat petunjuk dan bimbingan dari Allah SWT. Amin. =============]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Semoga pengabdian tulusmu selalu mendapat petunjuk dan bimbingan dari Allah SWT. Amin.</p>
<p>=========================</p>
<p>Berikut lirik lagu Himne Guru, untukmu guruku :</p>
<p><strong>“Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” </strong></p>
<p>Cipt: Sartono:</p>
<p><em>Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru<br />
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku<br />
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku<br />
Sebagai prasasti terima kasihku<br />
Tuk pengabdianmu</em></p>
<p><em>Engkau sabagai pelita dalam kegelapan<br />
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan<br />
Engkau patriot pahlawan bangsa<br />
Tanpa tanda jasa</em></p>
<p><em><strong>Sebuah Kenangan</strong><br />
</em></p>
<p><em>Waktu memperoleh kesempatan menempuh studi lanjut Pasca Sarjana, Salah satu dosen saya mengatakan :&#8221;Bahwa ada 3 telpon yg wajib diangkat ketika kita sedang mengajar&#8221;. Beliau berkata begitu, ketika meminta ijin kepada kami, mahasiswa beliau yang sedang diajarkan.</em></p>
<p><em>Tiga Jenis telpon tsb :</em></p>
<p><em>1. Pertama adalah dari Orangtua,</em></p>
<p><em>2. Kedua dari Istri, dan</em></p>
<p><em>3. Ketiga dari Dosen dan Guru.</em></p>
<p><em>Saya lihat, betatapun Dosen saya ini menjadi prof. dibidangnya dan mengajar kami calon2 doktor dan magister.. beliau tetap meletakkan rasa hormat yang tinggi pada dedikasi dan pengabdian guru. Hal ini jelas menjadi inspirasi tersendiri bagi saya.</em></p>
<p><em><!--more--></em></p>
<p><em><strong>Bangga dengan Guru-guruKu</strong></em></p>
<p><em>Saya begitu bangga ketika ada yang bertanya dan ingin mendengar cerita saya tentang guru-guru saya. Dari jenjang terendah sampai jenjang tertinggi di jalur pendidikan sampai dengan saat ini. Semuanya begitu membekas sangat dalam dan memberikan begitu semangat yang menyala bagi siswa-siswanya ketika ingin maju.</em></p>
<p><em>Kami.. tinggal dipulau yang sebenarnya sangat kaya akan tambang mineral. Timah namanya,, tambang mineral yang sangat dominan dan memberikan kontribusi besar bagi perekonomian pulau kami saat itu. Hampir sebagian besar warga masyarakat dipulau tersebut menjadi tenaga kerja tetap maupun tidak tetap di areal pertambangannya.</em></p>
<p><em>Apakah pendidikannya Oke&#8230; karena adanya daerah tambang tersebut..? tidaklah 100% benar itu.</em></p>
<p><em>Masih ingat saya, ketika Guru SMP kami mengatakan semangat membaranya dengan menghentakkan penggaris Kayu 100 cm an ke meja dengan ancaman kepada siswa-siswanya yang malas belajar.</em></p>
<p><em>&#8221; Kalian ini &#8230; tau tidak..selisih pendidikan dipulau kaya ini dengan pendidikan di P. Jawa Saya 30 tahun&#8230; kalau kalian tidak belajar dengan baik..tekun, dan menjadi orang yang pintar..dan bercita-cita sekolah di P Jawa..</em></p>
<p><em>&#8221; berapa lama kalian akan mengejar &#8230; mereka.. cobalah belajar dengan tekun.. habis SMP ini&#8230; jadikan SMA negeri jadi tujuan.. jadikanlah SMA Negeri kesempatan untuk membahagiakan orang tua kalian..&#8221; </em></p>
<p><em>Mukjizat benar perkataan beliau tsb.. karena kami hampir satu kelas diterima bersamaan di SMA Negeri yang waktu itu hanya satu2nya SMA Negeri favorit yang menjadi tujuan semua anak2 pintar senantero kabupaten di Pulau kaya tambang timah.</em></p>
<p><em>Coba denger cerita saya satu ini tentang matapelajaran sulit saat SMP.. dan sering menjadi momok sampai dengan saat ini. Ya .. mata pelajaran Matematika .. tidak banyak yang menguasai dan menjadikannya favorit. Dan mungkin sekalian gurunya dijadikan guru favorit. Tapi di sini di SMP Saya tercinta.. semua itu menjadi kenyataan.. Mata pelajaran sulit itu dapat kami jadikan favorit serta begitu membekas sampai dengan saat ini. Tidak tanggung-tanggung, kami jadikan juga gurunya sebagai Guru favorit kami.. Gileee bener..</em></p>
<p><em>Mengajar dengan kekerasan .. itu lah motonya.. Dibawah lima tangan siap dirotan atau penggaris 100 cm an dijadikan senjata. Saya mengalami beberapa kali karena kecerobohan dalam belajar&#8230; tapi itulah belajar.. Hasilnya lihat .. hampir 80 % mata pelajaran matematika tersebut pada saat ujian akhir EBTANAS waktu itu&#8230; nilainya diatas 7.00. Dapat nyaris 10 hampir diperoleh beberapa teman.</em></p>
<p><em>Hebatnya&#8230;. waktu SMA mata pelajaran tsb tetap menjadi favorit teman2 dari SMP yang sama.. malahan mereka sekarang mendedikasikannya kuliah, dan bekerja dibidang yang sesuai dengan matematika.. Hebat&#8230;</em></p>
<p><em>salam&#8211;Renungan dan Kenangan untuk hari Guru&#8230;.<br />
</em></p>
<p><em>(c) Sani<br />
</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[cerita untuk seseorang]]></title>
<link>http://bocipalz.wordpress.com/2009/11/25/cerita-untuk-seseorang/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 00:30:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>bocipalz</dc:creator>
<guid>http://bocipalz.wordpress.com/2009/11/25/cerita-untuk-seseorang/</guid>
<description><![CDATA[**prolog** post blog (fb note) ini seluruhnya didedikasikan untuk seorang kawan/teman/rekan/sahabat/]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">**prolog**<br />
post blog (fb note) ini seluruhnya didedikasikan untuk seorang kawan/teman/rekan/sahabat/saudara yang telah memberikan sebuah makna dalam rangkaian kehidupan gue yang singkat ini. percikan warna kehidupan yang telah menyemburat rona semangat baru dalam upaya melanjutkan rangkaian garis hidup.<br />
**</p>
<p><strong>medio Agustus 1999</strong></p>
<p>adalah sebuah kebutuhan yang wajar dari setiap individu untuk bersosialisasi dengan kehidupan sekitarnya. terlebih lagi bagi gue yang terpental nun jauh dari kota kelahiran. rasa haus atas hal itulah yang membuat mencari cara untuk menjadi bagian dari kehidupan sosial di kampus yang notabenenya dipenuhi oleh para <em>lonthong2 gundhul</em>.<!--more--></p>
<p><strong>setiap orang bisa menyanyi</strong>; meneguhkan hati untuk mendaftarkan diri pada unit kegiatan mahasiswa paduan suara mahasiswa (UKM PSM). berkeyakinan mempunyai suara setinggi katon bagaskara, tetapi akhirnya harus mengakui bahwa range vokal yang terbatas.. menerima dengan lapang dada: suara kamu masuk dalam range bass.<br />
bass bass bass oke!<br />
terima saja kondisi itu, ketimbang pita suara yang rusak karena memaksakan diri untuk masuk dalam jajaran tenor. (<em>keikhlasan yang membawa berkah, sungguh beruntungnya diri ini yang mengolah suara ini untuk tetap dalam range bass</em>)</p>
<p>salah satu berkah untuk berikhlas diri dalam kalangan bass adalah jumlah anggota yg bermain dalam ranah range bass sangat terbatas.<br />
gue yang sering salah tembak nada -yang senantiasa diminta untuk diam- akhirnya harus diberi kesempatan untuk menjadi tim PSM dengan catatan harus berada di samping orang yang lebih mumpuni..</p>
<p>jadilah gue yang berdiri diposisi paling pinggir, sudut kanan atas, posisi yang membuka banyak peluang di masa yang akan datang karena mudah dikenali. sebelah gue adalah arek suroboyo dari dukuh kupang, tepatnya kupang jaya (<em>baru pada tahun 2004 gue baru dimana tepatnya kupang jaya ini</em>).</p>
<p>arek yang rada aneh.. aneh karena diksinya yang tidak standar.. tidak biasa gue dengar.. biasanya gue senantiasa ber lo-gue, menjadi belajar kosakata baru: aku kamu dan anda. apa? <strong>anda</strong>.<br />
heee.. jarang2 sekali mendengar kata ini, apalagi dalam lingkup kehidupan kampus.</p>
<p>mahasiswa Teknik Metalurgi Fakultas Teknik Industri angkatan &#8216;99. usia yang tidak terpaut jauh dengan gue serta pembawaan yang supel (walaupun menjadi kaku gara2 kosakata &#8220;Anda&#8221; tadi). kebutuhan suara dia untuk mengikuti alunan nada (tembak nada) menjadikan gue akrab dengannya. tidak hanya pada paduan suara tetapi juga untuk hal lainnya.</p>
<p>&#8230;<br />
&#8230;<br />
&#8230;</p>
<p><strong>Medio Maret 2001</strong></p>
<p>Perumdos J-22 menjadi lokasi yang tidak nyaman ketika harus menjalani titik terendah dalam kehidupan gue ini. hasil kuliah yang tidak memuaskan.. termasuk dalam kelompok <span style="text-decoration:underline;"><strong>NASAKOM</strong></span> (Nasib Satu Koma) membuat gelisah.. kok bisa? apa kata ortu? bagaimana menghadapi dunia yang keras ini? aaaarrggghh&#8230;<br />
stress.. depresi..</p>
<p>tidak ada yang lebih menyenangkan saat itu ketika mengetahui seorang teman dengan tulus ikhlas menemani dan membantu gue dalam upaya bangkit dari keterpurukan. menyempatkan diri untuk meluangkan waktu sekedar mengabarkan keadaan dunia luar yang serasa asing. turut menyalakan semangat hidup saat2 harapan mulai pupus. NASAKOM bukanlah akhir dari segalanya!</p>
<p>kondisi menjadi sangat sulit ketika harus berhadapan dengan sosok <em>ebes</em> (ket: ayah) yang menumpukan harapan pada anak lelaki pertamanya ini. harapan yang sangat wajar untuk ditumpukan pada pundak ini. harapan menjadi soko guru selanjutnya dalam membina trah keluarga.<br />
tak sanggup rasanya untuk bertatapan langsung untuk menceritakan apa yang terjadi dan memang tidak pernah sanggup.</p>
<p>bersyukurnya diri ni, saat2 terberat ini dilalui tidak sendirian. ada sosok penuh senyum diantara kacamata bulatnya.. yang terkadang tersendat2 dalam menjelaskan pendapat dan maksud melalui perkataan..<br />
sosok yang memberikan sebuah wawasan baru tentang perjuangan hidup.<br />
sosok yang sama yang menguatkan suaranya saat gue kehilangan nada, &#8220;melindungi&#8221; kelemahan gue -seorang yang hanya layak untuk menyoyo (baca: menyanyi) dalam lingkup kampus (<em>walaupun demikian, tetap berbangga hati dan bahagia pernah satu panggung dengan Alm Chrisye <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </em> ).</p>
<p>seringkali dalam hidup, kita dihadapkan dalam pilihan2 yang sulit dan penuh konsekuensi. tidak ada pilihan untuk tidak memilih, karena ketika kita memilih untuk tidak memilih itu sama saja dengan menyerah kalah, mati.</p>
<p>berbekal pada konsep2 gila yang diberikan oleh sosok ini, gue memberanikan diri untuk mengakui bahwa gue kalah. kalah dalam pertempuran di kampus teknik ini. menegaskan diri untuk kembali ke titik awal, memulai kembali roda kehidupan tapi tidak disini.<br />
tidak di kampus ini.<br />
tidak di kota ini.<br />
kampus yang memberikan banyak ilmu.<br />
kota yang memberikan banyak kesenangan dan kenangan.</p>
<p>sosok inilah yang terus memberikan dukungan ketika hati bimbang saat harus menentukan pilihan.<br />
sosok inilah yang terus mengobarkan semangat perjuangan untuk tetap terus melawan, menerjang penghalang kehidupan.<br />
sosok inilah yang menularkan ilmu kehidupan.</p>
<p>gue yang berdiri saat ini, tidak bisa menistakan diri bahwa sosok inilah yang berperan penting dalam pembentukan karakter gue saat ini.</p>
<p>untuk sosok yang tidak pernah menunjukkan kelelahan dalam menumbuhkan semangat, gue sangat mengucapkan terima kasih.<br />
sebelum tahun ini berakhir, gue berniat untuk napak tilas kembali ttg apa yang telah gue lalui.</p>
<p>sosok ini adalah..</p>
<h3 style="text-align:justify;"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1103628002&#38;ref=nf">Pandu Prasnaditya</a></h3>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[10 Kualitas Pribadi yang Disukai]]></title>
<link>http://laskardaya.wordpress.com/2009/11/24/kontaktor/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 13:29:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>Aswin</dc:creator>
<guid>http://laskardaya.wordpress.com/2009/11/24/kontaktor/</guid>
<description><![CDATA[1. Ketulusan : Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodoh]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>1. Ketulusan :<br />
Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura-pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya &#8220;Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak&#8221;. Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.</p>
<p>2. Rendah Hati<br />
Kerendahan hati mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang dibawahnya tidak merasa minder.</p>
<p>3. Kesetiaan<br />
Orang yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janjinya, mempunyai komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.</p>
<p>4. Bersikap Positif<br />
Orang yang bersikap positif selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam.<br />
<!--more--><br />
5. Keceriaan<br />
Karena tidak semua orang dikaruniai tempramen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh, tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.</p>
<p>6. Bertanggung Jawab<br />
Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.</p>
<p>7. Percaya Diri<br />
Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.</p>
<p>8. Berjiwa Besar<br />
Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain. Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa-masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.</p>
<p>9. Easy Going<br />
Orang yang &#8220;Easy Going&#8221; menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berada diluar kontrolnya.</p>
<p>10. Empati<br />
Orang yang berempati bukan saja pendengar yang baik, tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Terobosan Indonesia]]></title>
<link>http://itokwardoyo.wordpress.com/2009/11/24/terobosan-indonesia/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 06:58:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>itokwardoyo</dc:creator>
<guid>http://itokwardoyo.wordpress.com/2009/11/24/terobosan-indonesia/</guid>
<description><![CDATA[Belakangan saya membaca banyak berita tentang sikap Indonesia dalam perkembangan kasus di Palestina ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Belakangan saya membaca banyak berita tentang sikap Indonesia dalam perkembangan kasus di Palestina dan Israel. Tentang bagaimana Indonesia mengutuk perluasan pemukiman Yahudi di Yerusalem Timur. Tentang dukungan Indonesia jika Palestina menyatakan kemerdekaannya secara unilateral.</p>
<p>Cukup mengejutkan bahwa Indonesia mulai sedemikian sering bicara. Tak hendak saya meragukan ketulusan semua pernyataan yang arahnya mendukung Palestina tersebut. Jika anda bertanya kepada saya apakah saya mendukung kemerdekaan Palestina, jawaban saya tentu seratus persen iya. Tapi, saya juga seratus persen mendukung kemerdekaan Israel. Nah?!?!</p>
<p>Yang saya kadang tidak habis pikir, mengapa ada kecenderungan di negara ini, dan juga di beberapa tempat lain, untuk melihat kemerdekaan Palestina dan kemerdekaan Israel sebagai dua hal yang harus dipertentangkan. Bahwa mereka berkonflik memang iya. Tapi apakah konflik tersebut harus senantiasa dihidupkan dalam kerangka satu mengalahkan yang lain? Kan enggak begitu juga <em>to</em>?</p>
<p>Mencari titik temu dalam perkara ini memang rumit. Sama rumitnya dengan mencari tahu dimana letak surga ketika anda sudah tak lagi percaya bahwa surga itu ada di telapak kaki Ibu. Maaf, saya tidak piawai dalam ilmu agama, jadi mungkin itu sebabnya saya mengatakan rumit untuk mencari letak surga, apalagi masuk ke dalamnya. Aneka upaya yang selama ini diupayakan mungkin belum memberi hasil yang maksimal. Ide-ide baru masih perlu untuk digali, dikaji, dan dijajal. <em>Trial and error</em>. Mungkin itu yang bisa dilakukan. Bagi saya, hal itu tidak masalah selama senjata dan batu dijauhkan.</p>
<p>Lalu apa kaitannya dengan Indonesia dan segala pernyataannya? Ada satu hal yang sebenarnya saya rindukan, atau mungkin harapkan mengingat saya tak pernah mendengar hal semacam ini sebelumnya, dari pernyataan-pernyataan tersebut: kapan Indonesia akan datang dengan sebuah usulan. Saya tak peduli jika usulan tersebut terdengar konyol sekalipun, karena bunuh-membunuh yang sudah turun-temurun dan mendarah-daging dalam konflik ini menurut saya juga konyol. Maaf, sekali lagi, bukan saya tak menghargai alasan yang mendasari konflik ini namun untuk perkara membunuh saya tetap tidak bisa sepakat.</p>
<p>Kritik banyak mengatakan bahwa Indonesia itu bak macam ompong dalam urusan Palestina. Menurut saya tak juga begitu. Saya cukup bahagia ketika Indonesia mewujudkan ide rekonstruksi Palestina melalui pelatihan-pelatihan meski saya tidak sepenuhnya sepakat dengan agenda tersebut. Banyak detil yang mengherankan saya namun saya tetap menghargai usaha tersebut sebagai kerja nyata bagi perdamaian. <em>Toh</em>, rekonstruksi Palestina merupakan salah satu bagian dari proses perdamaian. Namun saya betul-betul ingin melihat ada terobosan lain yang benar-benar bisa memfasilitasi proses perdamaian.</p>
<p>Tak hendak saya bermimpi Indonesia menggantikan peran AS sebagai mediator proses perdamaian. Bukan karena saya tak yakin dengan kemampuan Indonesia untuk melakukan itu. Banyak kawan saya yang menjadi diplomat dan saya percaya betul mereka sangat <em>capable</em> untuk kerja semacam itu. Saya sebut sebagai mimpi mengingat mediator itu membutuhkan <em>consent</em>, persetujuan, dari para pihak yang bertikai. Tak berani saya berharap Indonesia <em>mak cegagik,</em> kalau kata Bapak saya almarhum, berkawan dengan Israel untuk bisa mendapatkan persetujuan dari negara yang katanya Zionis tersebut.</p>
<p>Saya yakin dan percaya bahwa suatu saat hal itu mungkin untuk terjadi meski Gus Dur tak lagi berpotensi menjadi Presiden Indonesia. Jika saja ada pergeseran cara pandang dalam melihat konflik ini dan cara pandang baru yang lebih netral, atau mungkin lebih tepatnya &#8220;netral&#8221;, tersebut bisa disebarluaskan di seluruh penjuru negeri. Netral dalam artian mendukung Palestina tak lagi berarti tidak mendukung Israel dan sebaliknya. Jika pro-Israel tidak selalu dicap sebagai anti-Palestina dan sebaliknya.</p>
<p>Sederhana, namun entah kapan itu bisa terwujud. Dan jika hal itu sudah terwujud, maka mimpi bahwa Indonesia akan punya terobosan nampaknya akan terwujud juga.</p>
<p>Salam.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[I Love U Mother]]></title>
<link>http://meshalre.wordpress.com/2009/11/24/i-love-u-mother/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 01:12:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>Meshal</dc:creator>
<guid>http://meshalre.wordpress.com/2009/11/24/i-love-u-mother/</guid>
<description><![CDATA[Ini adalah mengenai nilai kasih Ibu kepada seorang anak yang mendapatkan ibunya sedang sibuk menyedi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ini adalah mengenai nilai kasih Ibu kepada seorang anak yang mendapatkan ibunya sedang sibuk menyedi]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kehilangan segala-gala]]></title>
<link>http://permatakata.wordpress.com/2009/11/23/kehilangan-segala-gala/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 23:30:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>exzede</dc:creator>
<guid>http://permatakata.wordpress.com/2009/11/23/kehilangan-segala-gala/</guid>
<description><![CDATA[Jika anda kehilangan harta benda, anda tidak kehilangan sesuatu. Jika anda kehilangan semangat dan k]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Jika anda kehilangan harta benda, anda tidak kehilangan sesuatu.</p>
<p>Jika anda kehilangan semangat dan keberanian, berarti anda kehilangan banyak hal.</p>
<p>Dan jika anda kehilangan kemuliaan serta harga diri, berarti anda kehilangan segala-galanya.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Belajar dari "KAKEK"]]></title>
<link>http://arisdjunaedi.wordpress.com/2009/11/23/belajar-dari-kakek/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 14:50:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>Aris Djunaedi</dc:creator>
<guid>http://arisdjunaedi.wordpress.com/2009/11/23/belajar-dari-kakek/</guid>
<description><![CDATA[Sang Pembaca Sejati Kakek saja masih mau baca koran,,,, masih mau tau berita,,, masa kita yang muda ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sang Pembaca Sejati Kakek saja masih mau baca koran,,,, masih mau tau berita,,, masa kita yang muda ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PINTAKU........]]></title>
<link>http://emmakomalawati.wordpress.com/2009/11/23/pintaku/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 14:19:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>Emma  Komalawati</dc:creator>
<guid>http://emmakomalawati.wordpress.com/2009/11/23/pintaku/</guid>
<description><![CDATA[Jangan pernah Engkau lepaskan jemari-Mu Untuk membimbingku walau sesaat Karena begitu banyak cerita ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><em>Jangan pernah Engkau lepaskan jemari-Mu </em></p>
<p><em>Untuk membimbingku walau sesaat</em></p>
<p><em>Karena begitu banyak cerita kehidupan dunia</em></p>
<p><em>Yang belum aku fahami</em></p>
<p><em><br />
</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Wahai Pemilik Segala Keagungan</em></p>
<p><em>Hibur aku dengan jutaan harapan Mu yang tak pernah bohong</em></p>
<p><em>Cahaya Mu akan selalu bersinar dalam gelapnya kebohongan dunia</em></p>
<p><em>Dan Engkau Maha Menyaksikan  lagi </em><em>Mendengar segalanya</em></p>
<p><em><!--more--><br />
</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Wahai Yang Maha Mengetahui</em></p>
<p><em>Usah aku katakan apa yang aku rasakan</em></p>
<p><em>Karena ku yakin Engkau tahu segalanya</em></p>
<p><em>Engkau tahu apa yang aku getarkan, aku bisikan, dan aku katakan</em></p>
<p><em>Semuanya aku serahkan pada Mu</em></p>
<p><em><br />
</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Ya Ghofur…..</em></p>
<p><em>Ampuni dosa-dosaku</em></p>
<p><em>Ampuni dosa ibu bapakku</em></p>
<p><em>Ampuni dosa orang-orang yang telah menyakitiku</em></p>
<p><em>Dan, ampuni dosa orang-orang yang tersakiti olehku</em></p>
<p><em>amiiiin</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kamu di Hatiku Selamanya...]]></title>
<link>http://suzannita.wordpress.com/2009/11/23/kamu-di-hatiku-selamanya/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 11:30:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>suzannita</dc:creator>
<guid>http://suzannita.wordpress.com/2009/11/23/kamu-di-hatiku-selamanya/</guid>
<description><![CDATA[Jika Anang meluncurkan lagu Separuh Jiwaku Pergi&#8230; Separuh Jiwaku Pergi Memang indah semua Tapi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Jika Anang meluncurkan lagu Separuh Jiwaku Pergi&#8230;</p>
<div>
<p>Separuh Jiwaku Pergi<br />
Memang indah semua<br />
Tapi berakhir luka</p>
<p>Reff:<br />
Benar ku mencintaimu<br />
Tapi tak begini<br />
Kau khianati hati ini<br />
Kau curangi aku</p>
<p>Kau bilang tak pernah bahagia<br />
Selama dengan aku<br />
Itu ucap bibirmu<br />
Kau dustakan semua<br />
Yang kita bina<br />
Kau hancurkan semua</p>
</div>
<p>KD pun memberikan balasannya Kamu di Hatiku Selamanya&#8230;</p>
<p>Lama sudah ku bersama Menemani dirimu<br />
Berbagi cinta dan berbagi rasa<br />
Semakin kita melangkah semakin kita kelam<br />
Semakin terlihat jauh berbeda</p>
<p>Tapi ku tak sangka secepat ini<br />
Harus berakhir kisah cinta kita</p>
<p>Reff :</p>
<p>Ku akan selalu mencintaimu<br />
Walau kita tak mungkin bersama<br />
Meski berat melepasmu<br />
Tapi kamu akan selalu di hatiku selamanya</p>
<p>Ohh…</p>
<p>Betapa hancur hatiku<br />
Meninggalkan dirimu<br />
Tapi itu bukanlah Kehendakku<br />
Kita memang tlah berbeda<br />
Tak pernah satu kata<br />
Tak baik juga untuk berucap</p>
<p>Tapi ku tak sangka secepat ini<br />
Harus berakhir kisah cinta kita</p>
<p style="text-align:justify;">Back reff 2x</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://suzannita.wordpress.com/files/2009/11/dsc00104.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1106" title="suzan" src="http://suzannita.wordpress.com/files/2009/11/dsc00104.jpg?w=225" alt="" width="225" height="300" /></a>Entahlah&#8230;  apa yang kualami tidaklah separah apa yang terjadi di kehidupan rumah tangga artis ini. Mendengar lagu ini&#8230; hatiku langsung miris&#8230; setelah jatuh dan berusaha bangkit, belajar mencintai dan menyayangi, belajar menghargai dan berusaha saling menutupi satu sama lain. Akhirnya kata itu terucap&#8230; Entah tidak kuhitung berapa banyak tetes air mata ini jatuh. Beratku kini sudah susut 5 kg tapi itu tidak seberat hati ini melepas pergi perasaan itu, harapan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Langit pun ikut bersedih ketika hal itu terjadi&#8230; Seperti tahu apa yang kurasakan&#8230; Saat menulis ini pun air mata ini masih menetes. Banyak hikmah dibalik ini semua&#8230; Allah pasti merencanakan sesuatu untuk diriku. Lagu itu sebenarnya tidak mewakili diri ini secara utuh&#8230; tapi itu bentuk ungkapan hati&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi kedepannya, masih banyak kemungkinan yang bisa terjadi. Toh jodoh sudah ditentukan Allah, dan sudah tercatat di Lau Fu Mahfuz&#8230;</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Oh Wahai Pemberi Kehidupan&#8230; Berikanlah kebaikan berlipat &#8211; lipat untuk semua ini.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Aku harus bangkit&#8230; Semangat&#8230; Ceria&#8230; Meninggalkan semua bayang masa lalu&#8230; Aku harus hidup untuk hari ini dan masa depan&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga kamu BAHAGIA&#8230; mendapatkan apa yang kamu mau&#8230; dan menemukan apa yang kamu cari&#8230; Kebahagiaanmu adalah Kebahagaiaanku&#8230; jika melepasmu adalah kebahagiaanmu&#8230; aku IKHLAS&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://suzannita.wordpress.com/files/2009/11/i-love-you2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1107" title="i-love-you2" src="http://suzannita.wordpress.com/files/2009/11/i-love-you2.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Eh ada Bulan]]></title>
<link>http://sal091085.wordpress.com/2009/11/23/eh-ada-bulan/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 04:20:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>sal091085</dc:creator>
<guid>http://sal091085.wordpress.com/2009/11/23/eh-ada-bulan/</guid>
<description><![CDATA[kata orang bulan tuh datang nya tiap bulan, itu hanya mitos dan walaupun benar adanya, bulan itu han]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>kata orang bulan tuh datang nya tiap bulan, itu hanya mitos dan walaupun benar adanya, bulan itu hanya datang pada kaum hawa saja. bagi kami kaum adam bulan datang tiap kali ada seberkas cahaya yg menyinari hati kami.</p>
<p>bulan datang dengan senyuman yang indah, secercah cahaya yang muncul menghiasi datangnya hati ini&#8230;.</p>
<p>senyuman nya membuat hati ku tak tahan menahan kuasa&#8230;..</p>
<p>elok wajahnya amboi tak kuasa ku pandang</p>
<p>pandangan hatinya wowww subhanallah ingin kumilikinya</p>
<p>&#160;</p>
<p>bulan oh bulan&#8230;</p>
<p>indah dilihat</p>
<p>wangi bak sekuntum bunga</p>
<p>hai bulan&#8230;datanglah padaku..</p>
<p>ku tak kuasa tuk memilikimu&#8230;</p>
<p>&#160;</p>
<p>andai ku mampu meraih mu&#8230;</p>
<p>tak kan ku lepas hingga akhir hayat&#8230;&#8230;.</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kasih Sayang Ibu]]></title>
<link>http://budisetiyawan.wordpress.com/2009/11/23/kasih-sayang-ibu/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 03:54:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>budisetiyawan</dc:creator>
<guid>http://budisetiyawan.wordpress.com/2009/11/23/kasih-sayang-ibu/</guid>
<description><![CDATA[Pengorbanan dan persembahan orang tua terhadap anaknya yang tanpa pamrih. Bekerja keras dan membanti]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Pengorbanan dan persembahan orang tua terhadap anaknya yang tanpa pamrih. Bekerja keras dan membanting tulang tak kenal lelah hanya demi pertumuhan anak – anak dan masa depan yang baik. Berlalunya waktu, anak – anaknya pun tumbuh dewasa. Papa dan mama juga telah tua. Papa terkena penyakit lalu meninggal, tinggal mama yang sudah tua dan sakit- sakitan serta tidak bisa bekerja lagi. Anaknya melihat mama yang sudah tua dan sakit – sakitan merupakan sebuah beban, maka ia berpikir untuk membuangnya.<br />
<!--more--><br />
Suatu hari karena sudah tidak tahan lagi, ia menggendong ibunya ke atas gunung. Sepanjang perjalannan terdengar suara ranting – ranting yang dipatahkan dari belakang. Sang anak berpikir pasti ibunya ketakutan akan dibuang maka sengaja membuat tanda agar dapat mengetahui jalan pulang.<br />
Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya sampailah mereka di tempat tujuan, yaitu sebuah gua di puncak gunung itu. Dia menaruh ibunya dengan kejam, lalu berkata, “baiklah, akan saya tinggal ibu sendiri disini, selanjutnya silahkan urus dirimu sendiri.” ibunya pun berkata penuh kasih sayang kepadanya,”tadi saat kamu naik gunung, ibu sudah membuat tanda debgan ranting di sepanjang jalan, asal kamu mengikutinya pasti tidak tersesat.” setelah mendengarnya, hati anaknya tersentak. Ia membisu tidak bisa berkata apa – apa, akhirnya ia menangis menyesal dan bertobat. Ia baru sadar akan perbuatannya yang kejam dan tidak berbakti, kemudian segera berlutut dan memohon maaf ibunya. Kemudian ia menggendong kembali ibunya ke rumahnya, dan berbakti pada ibunya yang sudah tua.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pasangan anda adalah tulang rusuk Anda]]></title>
<link>http://budisetiyawan.wordpress.com/2009/11/23/pasangan-anda-adalah-tulang-rusuk-anda/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 03:53:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>budisetiyawan</dc:creator>
<guid>http://budisetiyawan.wordpress.com/2009/11/23/pasangan-anda-adalah-tulang-rusuk-anda/</guid>
<description><![CDATA[Cerita ini cukup menyentuh, tentang arti pasangan hidup bagi Anda. Diharapkan setelah membaca kisah ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Cerita ini cukup menyentuh, tentang arti pasangan hidup bagi Anda. Diharapkan setelah membaca kisah ini, kita bisa memahami arti pasangan anda dalam hidup anda dan lebih menyayanginya karena pasangan anda adalah tulang rusuk Anda.</p>
<p>Sebuah senja yang sempurna, sepotong donat, dan lagu cinta yang lembut. Adakah yang lebih indah dari itu, bagi sepasang manusia yang memadu kasih? Raka dan Dara duduk di punggung senja itu, berpotong percakapan lewat, beratus tawa timpas, lalu Dara pun memulai meminta kepastian. ya, tentang cinta.</p>
<p>Dara : Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini?<br />
Raka : Kamu dong?<br />
Dara : Menurut kamu, aku ini siapa?<br />
Raka : (Berpikir sejenak, lalu menatap Dara dengan pasti) Kamu tulang rusukku! Ada tertulis, Tuhan melihat bahwa Adam kesepian. Saat Adam tidur, Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa. Semua pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya, tidak lagi merasakan sakit di hati.”<br />
<!--more--><br />
Setelah menikah, Dara dan Raka mengalami masa yang indah dan manis untuk sesaat. Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing-masing dan kepenatan hidup yang kain mendera. Hidup mereka menjadi membosankan. Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain. Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas.</p>
<p>Pada suatu hari, pada akhir sebuah pertengkaran, Dara lari keluar rumah. Saat tiba di seberang jalan, dia berteriak, “Kamu nggak cinta lagi sama aku!” Raka sangat membenci ketidakdewasaan Dara dan secara spontan balik berteriak,</p>
<p>“Aku menyesal kita menikah! Kamu ternyata bukan tulang rusukku!” Tiba-tiba Dara menjadi terdiam, berdiri terpaku untuk beberapa saat. Matanya basah. Ia menatap Raka, seakan tak percaya pada apa yang telah dia dengar. Raka menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan. Tetapi seperti air yang telah tertumpah, ucapan itu tidak mungkin untuk diambil kembali. Dengan berlinang air mata, Dara kembali ke rumah dan mengambil barang-barangnya, bertekad untuk berpisah. “Kalau aku bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah dan mencari pasangan sejati masing-masing.”</p>
<p>Lima tahun berlalu. Raka tidak menikah lagi, tetapi berusaha mencari tahu akan kehidupan Dara. Dara pernah ke luar negeri, menikah dengan orang asing, bercerai, dan kini kembali ke kota semula. Dan Raka yang tahu semua informasi tentang Dara, merasa kecewa, karena dia tak pernah diberi kesempatan untuk kembali, Dara tak menunggunya. Dan di tengah malam yang sunyi, saat Raka meminum kopinya, ia merasakan ada yang sakit di dadanya. Tapi dia tidak sanggup mengakui bahwa dia merindukan Dara. Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu. Di airport, di tempat ketika banyak terjadi pertemuan dan perpisahan, mereka dipisahkan hanya oleh sebuah dinding pembatas, mata mereka tak saling mau lepas.</p>
<p>Raka : Apa kabar?<br />
Dara : Baik… ngg.., apakah kamu sudah menemukan rusukmu yang hilang?<br />
Raka : Belum.<br />
Dara : Aku terbang ke New York dengan penerbangan berikut.<br />
Raka : Aku akan kembali 2 minggu lagi. Telpon aku kalau kamu sempat. Kamu tahu nomor telepon kita, belum ada yang berubah. Tidak akan ada yang berubah.<br />
Dara tersenyum manis, lalu berlalu.<br />
“Good bye….”</p>
<p>Seminggu kemudian, Raka mendengar bahwa Dara mengalami kecelakaan, mati. Malam itu, sekali lagi, Raka mereguk kopinya dan kembali merasakan sakit di dadanya. Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu adalah karena Dara, tulang rusuknya sendiri, yang telah dengan bodohnya dia patahkan.</p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>“Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal”</strong></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dear Diary]]></title>
<link>http://budisetiyawan.wordpress.com/2009/11/23/dear-diary/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 02:00:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>budisetiyawan</dc:creator>
<guid>http://budisetiyawan.wordpress.com/2009/11/23/dear-diary/</guid>
<description><![CDATA[Dear Diary, Hai Di, udah lama Vella ngga nulisin kamu yah, banyak banget yang Vella mau ceritain ke ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Dear Diary,<br />
Hai Di, udah lama Vella ngga nulisin kamu yah, banyak banget yang Vella mau ceritain ke kamu Di. Tadi pagi Vella sama temen-temen ngomongin cowok masing-masing. Di masih inget sama Evan kan? cowoknya Vella? Vella malu banget deh sama dia. Dia soalnya nggak kayak cowok-cowok temen Vella yang lain Di. Sebel deh sama Evan, bayangin deh Di semua minusnya Evan nih yah:</p>
<p>Minus 10 karena dia nggak punya handphone, padahal cowok-cowok temen Vella yang lain punya handphone.<br />
Minus 10 karena dia nggak dibolehin nyetir mobil sama ortunya karena belum 17, padahal cowok-cowok temen Vella yang lain biar sama-sama SMP udah boleh bawa sendiri!<br />
Minus 10 karena dia itu rambutnya cuma cepak biasa, padahal cowok-cowok temen Vella yang lain itu rambutnya gaya abhies.<br />
Minus 10 buat dia karena dia itu nggak suka ketempat-tempat dugem Di, padahal Vella suka banget ke sana, malu banget nggak sih punya cowok kayak gitu.<br />
Minus 10 buat dia lagi Di, karena dia nggak punya satu pun jacket XSML, padahal cowok-cowok temen Vella yang lain sering banget belanja disana, kalau dia sih paling pake bajunya bangsa bangsa jacket yang merek FILA (idih banget nggak sich Di!).<br />
Minus 10 banget (dan yang ini banget banget-banget) karena dia masih suka bawa makanan dari rumah buat makang siang ke sekolah! Gila yah Di, malu-maluin banget nggak sih!<br />
Sumpah yah Di, Vella malu banget sama dia, kayaknya mau putus aja deh Di.<br />
<!--more--><br />
Dear Diary,<br />
Hari Ini valentine, pas Evan ke kelas Vella mau kasih kado, Vella cuma diem aja. Seharian itu Di, Vella ngindarin dia abis-abisan, dia bingung gitu kayaknya Di, kenapa Vella ngindar terus.</p>
<p>Sampe rumah dia nelepon Vella, Vella males tapi ngomong sama dia Di, Vella suruh pembantu bilang ke Evan kalau Vella belum pulang. Dia nelepon 4 kali hari itu tapi Vella males nerima.</p>
<p>Kira-kira 3 harian deh kayak gitu, tiap di sekolah Vella ngindarin Evan pake cara ke WC cewek lah atau ngumpet-ngumpet lah, dan di rumah Vella selalu nggak mau nerima telepon dari dia, kayaknya Vella bener-bener udah illfeel dan malu pacaran sama dia Di!</p>
<p>Akhirnya waktu itu hari Senin, seperti biasa pas di sekolah, Vella ngindarin dia. Pas pulang sekolah Vella ngumpul di kantin sama temen-temen Vella. Mereka pada nanya kok Vella ngindarin Evan terus Vella diem aja, tapi setelah didesak akhirnya Vella ngaku juga Vella ngomong, &#8220;Ah bete banget gue sama tuh cowok, udah nggak ada modal mendingan gaul, dan mukanya setelah gue pikir-pikir biasa banget, ya ampun kok gue dulu mau yah jadi sama dia? dipelet kali yah gue!!&#8221;</p>
<p>Tiba tiba semua pada diem dan ngeliat ke arah punggung Vella, Vella bingung dan nengok Di, ya Tuhan Di, ternyata ada Evan di belakang Vella dan kayaknya dia denger yang Vella baru ucapin barusan. Vella cuma bisa diem tapi Vella sempet ngeliat Evan sebentar. Dia diem, mukanya nunduk ke bawah terus dia pelan-pelan pergi dari situ.</p>
<p>Vella diem aja, ada beberapa yang ngomong &#8220;Hayo loo Vel, dia denger lho!!&#8221;</p>
<p>Tapi ada juga yang ngomong, &#8220;Udahlah Vel, baguslah denger, nggak ada untungnya tetep sama dia, ntar elo juga bisa dapet yang lebih bagus.&#8221;</p>
<p>Bener juga yah Di, ya udah Vella cuek aja, syukur deh kalau dia denger. Dia mau minta putus juga ayo, mau banget malah Vella.</p>
<p>Dua hari pun berlalu Di, dan sejak saat Evan udah nggak berusaha nyamperin Vella di sekolah atau nelepon Vella. Tiap ketemu di sekolah dia cuma diem dan ngelewatin Vella aja.</p>
<p>Seminggu berlalu, 2 minggu berlalu sejak hari itu, Vella mulai ngerasa ada sesuatu yang ilang Di, nggak tau kenapa Vella mulai ngerasa kehilangan sesuatu, kadang-kadang Vella suka bengong bingung sendiri, cuma Vella berusaha ilangin perasaan itu. Vella nggak tau kenapa jadi males kemana mana, pengennya sendiri aja, males ngapain. Semua orang jadi bingung kenapa Vella berubah jadi kayak gini. Vella sendiri juga nggak tau kenapa Di.</p>
<p>Dear Diary,<br />
Minggu malem nih Di, Ujan deres banget, Vella diem dan ngerenung di dalam kamar. Tiba-tiba di channel V ada lagunya Janet JaCkson Di! Tau kan liriknya?</p>
<p>Doesn&#8217;t really matter what the eyes is seeing,<br />
Cause im in love with the Inner being.</p>
<p>Saat itu tiba-tiba Vella nangis Di, Vella baru sadar&#8230; Betapa baiknya Evan&#8230; Vella nangis senangisnya Di, karena Vella baru sadar betapa nya Vella&#8230;</p>
<p>Minus 10 karena Evan nggak punya HP Di, tapi plus 100 karena dia tiap malem rela jalan jauh ke wartel buat Nelpon Vella ngucapin selamat tidur setiap hari&#8230;<br />
Minus 10 karena dia nggak dibolehin nyetir mobil sama ortunya karena belum 17 Di, tapi plus 100 karena tiap malem minggu dia rela naik sepeda jauh dari kemang ke bona indah khusus ngapelin Vella biar ujan sekalipun&#8230;<br />
Minus 10 karena dia rambutnya cuma botak biasa dan nggak suka di spike, tapi plus 100 karena dalam keadaan rambut Vella apapun baik bagus maupun lagi jelek, mau salah potong atau salah blow atau salah model dia selalu bilang Vella cantik banget&#8230;<br />
Minus 10 karena dia nggak suka ke tempat dugem Di, tapi plus 100 karena dia rela nemenin Vella ke tempat-tempat kayak gitu, meski dia nggak suka dan rela dimarahin ortunya karena pulang pagi nemenin Vella&#8230; dengan naik taksi ke rumahnya&#8230;<br />
Minus 10 karena Evan nggak punya jacket XSML dan hanya punya jacket FILA biasa, tapi plus 100 karena kalau ujan di sekolah dia selalu minjemin Vella jacketnya meski dia sendiri kedinginan&#8230;<br />
Minus 10 karena dia bawa makan siang ke sekolah, tapi plus 100 karena ternyata nabung uang jajan makang siangnya buat beli kado valentine buat Vella&#8230;<br />
Dari 60 minus yang Evan punya Di, dia punya 600 Plus di hati Vella&#8230; dari 1000 kekurangan Evan, dia punya semilyar kebaikan&#8230; Ya Tuhan Di, betapa nya Vella yah&#8230; Vella yang berutung sebenernya punya cowok Evan, dan Vella juga yang nyakitin Evan, padahal nggak pernah sekalipun dia nyakitin Vella. Malemnya Vella nangis lama banget Di.<br />
Dear Diary,<br />
Vella ketemu sama Evan di sekolah. Vella kejar dia dan bilang Vella mau ngomong, Evan diem aja, tapi pulang sekolah dia nanya Vella mau ngomong apa. Vella kasih dia kartu buatan Vella, Vella cium pipi dia dan Vella bilang minta maaf karena Vella udah nyakitin dia. Dia cuma diem aja terus pulang&#8230; Vella cuma bisa diem karena sadar, Vella yang berbuat, Vella juga yang kehilangan&#8230; Sakit banget rasanya Di, Vella pulang sekolah nangis tapi juga sadar itu semua Vella yang bikin dan Vella pula yang nanggung resiko-nya&#8230;</p>
<p>Malem itu tiba tiba mama ngetok pintu kamar Vella, katanya ada telepon. Ternyata bener Di, itu Evan, dia udah maafin Vella, dia udah lupain semuanya&#8230; aduh Di, girang banget hati Vella, hi hi hi senengnya.</p>
<p>Nanti malem Evan mau kesini Di, dan Vella mau dandan secantik-cantiknya buat Evan, jadi Vella udahan dulu yah Di&#8230; thanx banget udah denger curhat-nya Vella, Vella belajar satu hal Di:</p>
<p>Hargailah apa yang kamu miliki sekarang,<br />
Karena tanpa kamu sadari,<br />
Kamu begitu beruntung telah memiliki-nya.</p>
<p>Selamat malem diaryku&#8230;<br />
NB: Minus 10 Di, karena mukanya tidak tampan, tapi plus 100 karena hatinya luar biasa tampan&#8230;</p>
<p>~ Vella-Nya Evan ~</p>
<p>Doesnt&#8217; Really Matter what The eyes is seeing cause im in love with the Inner being.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Surat Cinta...]]></title>
<link>http://budisetiyawan.wordpress.com/2009/11/23/surat-cinta/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 01:51:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>budisetiyawan</dc:creator>
<guid>http://budisetiyawan.wordpress.com/2009/11/23/surat-cinta/</guid>
<description><![CDATA[Suami saya adalah seorang yang sederhana, saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai peras]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Suami saya adalah seorang yang sederhana, saya mencintai sifatnya yang<br />
alami dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di perasaan saya,<br />
ketika saya bersandar di bahunya yang bidang.<br />
Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan,<br />
saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-alasan saya<br />
mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.<br />
Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta<br />
berperasaan halus.<br />
Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang<br />
menginginkan permen.<br />
Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan.<br />
Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang.<br />
Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam<br />
pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.<br />
Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya<br />
kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian.<br />
&#8220;Mengapa?&#8221;, tanya suami saya dengan terkejut.<br />
&#8220;Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya<br />
inginkan,&#8221; jawab saya.<br />
Suami saya terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya,<br />
tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.</p>
<p>Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat<br />
mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya?<br />
Dan akhirnya suami saya bertanya, &#8220;Apa yang dapat saya lakukan untuk<br />
merubah pikiran kamu?&#8221;<br />
Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan,&#8221;Saya punya<br />
pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam perasaan saya,<br />
saya akan merubah pikiran saya :<br />
&#8220;Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yg ada di tebing gunung.<br />
Kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati.<br />
Apakah kamu akan memetik bunga itu untuk saya?&#8221;<br />
Dia termenung dan akhirnya berkata, &#8220;Saya akan memberikan jawabannya besok.&#8221;<br />
Perasaan saya langsung gundah mendengar responnya.<br />
<!--more--><br />
Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar<br />
kertas dengan oret-oretan tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi<br />
susu hangat yang bertuliskan &#8230;&#8230;<br />
&#8220;Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan<br />
saya untuk menjelaskan alasannya.&#8221;</p>
<p>Kalimat pertama ini menghancurkan perasaan saya.<br />
Saya melanjutkan untuk membacanya.<br />
&#8220;Kamu selalu pegal-pegal pada waktu &#8216;teman baik kamu&#8217; datang setiap<br />
bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kaki kamu<br />
yang pegal.&#8221;<br />
&#8220;Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi &#8216;aneh&#8217;.<br />
Saya harus membelikan sesuatu yang dapat menghibur kamu di rumah atau<br />
meminjamkan lidah saya untuk menceritakan hal-hal lucu yang saya alami.&#8221;<br />
&#8220;Kamu selalu terlalu dekat menonton televisi, terlalu dekat membaca<br />
buku, dan itu tidak baik untuk kesehatan mata kamu. Saya harus menjaga<br />
mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong<br />
mengguntingkan kuku kamu dan mencabuti uban kamu.&#8221;<br />
&#8220;Tangan saya akan memegang tangan kamu, membimbing kamu menelusuri<br />
pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan<br />
warna-warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajah kamu.&#8221;<br />
&#8220;Tetapi Sayang, saya tidak akan mengambil bunga indah yang ada di tebing<br />
gunung itu hanya untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air mata<br />
kamu mengalir.<br />
&#8220;Sayang, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintai kamu lebih dari<br />
saya mencintai kamu. Untuk itu Sayang, jika semua yang telah diberikan<br />
tangan saya, kaki saya, mata saya tidak cukup buat kamu, saya tidak bisa<br />
menahan kamu untuk mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat<br />
membahagiakan kamu.&#8221;<br />
Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi<br />
kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk terus membacanya.<br />
&#8220;Dan sekarang, Sayang, kamu telah selesai membaca jawaban saya.</p>
<p>Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkan saya<br />
untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya<br />
sekarang sedang berdiri di sana menunggu jawaban kamu.&#8221;<br />
&#8220;Jika kamu tidak puas dengan jawaban saya ini, Sayang, biarkan saya<br />
masuk untuk membereskan barang-barang saya, dan saya tidak akan<br />
mempersulit hidup kamu. Percayalah, bahagia saya adalah bila kamu bahagia.&#8221;<br />
Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu<br />
dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaan<br />
saya.</p>
<p>Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih<br />
dari dia mencintai saya.<br />
Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur<br />
hilang dari perasaan kita, karena kita merasa dia tidak dapat memberikan<br />
cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah<br />
hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.<br />
Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan<br />
kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu.<br />
Karena cinta tidak selalu harus berwujud &#8220;bunga&#8221;.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Di Balik Kisah Seorang Papa]]></title>
<link>http://budisetiyawan.wordpress.com/2009/11/23/di-balik-kisah-seorang-papa/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 01:42:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>budisetiyawan</dc:creator>
<guid>http://budisetiyawan.wordpress.com/2009/11/23/di-balik-kisah-seorang-papa/</guid>
<description><![CDATA[Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya&#8230;..</p>
<p>Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.</p>
<p>Lalu bagaimana dengan Papa?</p>
<p>Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,<br />
<!--more--><br />
tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?</p>
<p>Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,</p>
<p>tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?</p>
<p>Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil&#8230;&#8230;</p>
<p>Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.</p>
<p>Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu&#8230;</p>
<p>Kemudian Mama bilang : &#8220;Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya&#8221; ,</p>
<p>Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka&#8230;.</p>
<p>Tapi sadarkah kamu?</p>
<p>Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.</p>
<p>Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.</p>
<p>Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : &#8220;Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang&#8221;</p>
<p>Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?</p>
<p>Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :</p>
<p>&#8220;Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!&#8221;.</p>
<p>Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.</p>
<p>Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.</p>
<p>Ketika kamu sudah beranjak remaja&#8230;.</p>
<p>Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: &#8220;Tidak boleh!&#8221;.</p>
<p>Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?</p>
<p>Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat &#8211; sangat luar biasa berharga..</p>
<p>Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu&#8230;</p>
<p>Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama&#8230;.</p>
<p>Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,</p>
<p>Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?</p>
<p>Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia&#8230;. :&#8217;)</p>
<p>Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..</p>
<p>Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?</p>
<p>Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.</p>
<p>Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir&#8230;</p>
<p>Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut &#8211; larut&#8230;</p>
<p>Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .</p>
<p>Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?</p>
<p>&#8220;Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa&#8221;</p>
<p>Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.</p>
<p>Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata &#8211; mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti&#8230;</p>
<p>Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa</p>
<p>Ketika kamu menjadi gadis dewasa&#8230;.</p>
<p>Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain&#8230;</p>
<p>Papa harus melepasmu di bandara.</p>
<p>Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?</p>
<p>Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini &#8211; itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .</p>
<p>Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.</p>
<p>Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata &#8220;Jaga dirimu baik-baik ya sayang&#8221;.</p>
<p>Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT&#8230;kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.</p>
<p>Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.</p>
<p>Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.</p>
<p>Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan&#8230;</p>
<p>Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : &#8220;Tidak&#8230;. Tidak bisa!&#8221;</p>
<p>Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan &#8220;Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu&#8221;.</p>
<p>Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?</p>
<p>Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.</p>
<p>Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.</p>
<p>Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat &#8220;putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang&#8221;</p>
<p>Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.</p>
<p>Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..</p>
<p>Karena Papa tahu&#8230;..</p>
<p>Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.</p>
<p>Dan akhirnya&#8230;.</p>
<p>Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia&#8230;.</p>
<p>Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?</p>
<p>Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa&#8230;.</p>
<p>Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: &#8220;Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik&#8230;.</p>
<p>Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik&#8230;.</p>
<p>Bahagiakanlah ia bersama suaminya&#8230;&#8221;</p>
<p>Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk&#8230;</p>
<p>Dengan rambut yang telah dan semakin memutih&#8230;.</p>
<p>Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya&#8230;.</p>
<p>Papa telah menyelesaikan tugasnya&#8230;.</p>
<p>Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita&#8230;</p>
<p>Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat&#8230;</p>
<p>Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis&#8230;</p>
<p>Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .</p>
<p>Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa &#8220;KAMU BISA&#8221; dalam segala hal..</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Indikasi lampu modem Tellabs]]></title>
<link>http://ciscowae.wordpress.com/2009/11/22/indikasi-lampu-modem-tellabs/</link>
<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 09:51:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>ciscowae</dc:creator>
<guid>http://ciscowae.wordpress.com/2009/11/22/indikasi-lampu-modem-tellabs/</guid>
<description><![CDATA[Untuk mengecek apakah modem tellabs beroperasi normal atau tidak, kita bisa melihat dari indikator l]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><a href="http://ciscowae.wordpress.com/files/2009/11/modem-tellabs.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-5" title="modem tellabs" src="http://ciscowae.wordpress.com/files/2009/11/modem-tellabs.jpg?w=300" alt="" width="418" height="232" /></a></p>
<p>Untuk mengecek apakah modem tellabs beroperasi normal atau tidak, kita bisa melihat dari indikator lampunya (hanya berlaku pada modem tellabs yang memiliki led indicator 103,104,105,106 &#38; 109),</p>
<ol>
<li>Jika semua lampu menyala maka modem      tellabs OK</li>
<li>Jika 104 &#38; 109 mati -&#62; kemungkinan besar problem pada ISP</li>
<li>Jika 103 &#38; 105 mati -&#62;      kemungkinan problem ada pada router atau kabel, langkah yang bisa diambil :</li>
</ol>
<ul>
<li>modem mungkin belum tersambung dengan router atau kabelnya kendor -&#62;   Cek kabel serial, coba cabut colok.</li>
</ul>
<ul>
<li> Interface serial di router dalam keadaan shutdown -&#62; Hidupkan interface serial dengan masuk melalui remote atau console</li>
</ul>
<ul>
<li>Kabel serial salah colok di interface modem -&#62; cek dengan standbye engineer dan juga provider selaku penyedia modem</li>
</ul>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[sesuatu yang terjadi adalah untuk yang terbaik]]></title>
<link>http://m4x4ll.wordpress.com/2009/11/22/sesuatu-yang-terjadi-adalah-untuk-yang-terbaik/</link>
<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 09:32:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>m4x4ll</dc:creator>
<guid>http://m4x4ll.wordpress.com/2009/11/22/sesuatu-yang-terjadi-adalah-untuk-yang-terbaik/</guid>
<description><![CDATA[sesuatu yang terjadi adalah untuk yang terbaik,di saat ingin mengejar ketinggalan di kontes seo kart]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>sesuatu yang terjadi adalah untuk yang terbaik,di saat ingin mengejar ketinggalan di kontes seo <a href="http://blog.joss.web.id/kartu-pulsaku-com-solusi-bisnis-online-anda.htm">kartu-pulsaku.com solusi bisnis online anda</a>,ada beberapa hal yang membuat saya susah,pendapatan adsense anjlok,malah sampai nol,menunggu pin adsense yang gak nyampe nyampe,beberapa blog dummy yang sudah ber PR di suspend,dan satu lagi blog adsense saya ikut ikutan di di hapus.blog yang menggunakan subdomain blogspot,tiba tiba hilang,di hapus oleh yang punya blogger,dengan alasan this spam blog,hu hu hu sedih aku.<br />mau gimana lagi?sudah coba untuk mengadukan nasib ke komnas nya blogger.mudah mudahan di balikin lagi.dan juga lagi kangen pengen ngeblog pake wp lagi,ya meski masih ada 3 blog yang pake wp.tapi gak tau ya.pengen punya domain baru gak ada duit buat beli,kerjaan di dunia nyata juga lagi sepi,hutang mulai numpuk,huf&#8230;<br />yah sesuatu yang terjadi adalah untuk yang terbaik.<br />capek juga ngeblog pake hp terus,pengen punya kompi ato lapti tapi belum mampu beli.ya dah ah,rejeki sudah di atur.tetep ngeblog aja,santai.<br />ps:posting gak jelas.he he he
<div class="blogger-post-footer">
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
