<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>punah &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/punah/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "punah"</description>
	<pubDate>Thu, 23 May 2013 20:51:24 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[KBS-KU MALANG]]></title>
<link>http://rinatrilestari.wordpress.com/2010/08/19/kbs-ku-malang/</link>
<pubDate>Thu, 19 Aug 2010 04:40:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>rinatrilestari</dc:creator>
<guid>http://rinatrilestari.wordpress.com/2010/08/19/kbs-ku-malang/</guid>
<description><![CDATA[Kebun Binatang Surabaya atau biasa disebut dengan KBS adalah salah satu tempat favoritku. Bukan hany]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kebun Binatang Surabaya atau biasa disebut dengan KBS adalah salah satu tempat favoritku. Bukan hany]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Seni “hadrah” Terancam Punah]]></title>
<link>http://akuadya.wordpress.com/2010/07/29/seni-hadrah-terancam-punah/</link>
<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 01:10:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>riyaskoreanshop</dc:creator>
<guid>http://akuadya.wordpress.com/2010/07/29/seni-hadrah-terancam-punah/</guid>
<description><![CDATA[Kesenian khas Melayu, seni Hadrah, terancam punah di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, menyusul k]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://akuadya.files.wordpress.com/2010/07/hadrah1.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-73" title="hadrah" src="http://akuadya.files.wordpress.com/2010/07/hadrah1.jpeg?w=128&#038;h=84" alt="hadrah" width="128" height="84" /></a>Kesenian khas Melayu, seni Hadrah,  terancam punah di Kabupaten Sanggau,  Kalimantan Barat, menyusul  kemajuan di berbagai bidang dewasa ini.</p>
<p>&#8220;Seni  budaya merupakan warisan dari para leluhur yang tidak boleh  hilang atau  terlupakan, terlebih yang bercirikan etnis dan keagamaan  tertentu,&#8221;  kata seorang pemerhati seni dari Kabupaten Sanggau, Gusti  Syafrudin di  Sekayam, Kabupaten Sanggau, Senin.</p>
<p>Namun menurut ia, seiring  derasnya arus globalisasi, ada warisan  leluhur yang mulai memudar.  Bahkan terancam punah karena tergeser oleh  budaya baru yang dipengaruhi  oleh dunia barat.<!--more--></p>
<p>Seperti kesenian Hadrah yang merupakan khas  dari masyarakat Melayu.</p>
<p>Menurut salah satu pengurus Seni Melayu  Sekayam itu, Hadrah adalah  perpaduan seni membawakan gendang dengan para  penari yang menari dengan  gaya duduk serta lenggak- lenggok lemah  gemulai disertai gerakan yang  dimodifikasi hingga timbul satu kesatuan  gerak.</p>
<p>Ia menambahkan, biasanya alunan gendang dibawakan oleh  tiga orang  penabuh dan lagu yang didendangkan adalah yang bernafaskan  Islami.</p>
<p>Saat ini, menurut ia tinggal sejauh mana masyarakat  sebagai pemilik  seni budaya Hadrah ini bisa mewariskan kepada generasi  muda.</p>
<p>&#8220;Menghidupkan kembali seni budaya bukan berarti lebih  mementingkan  sukuisme atau ego kedaerahan. Namun lebih mencerminkan  nasionalisme  dalam kerangka negara kesatuan Republik Indonesia,&#8221;  katanya.</p>
<p>Karena itu, ia mengharapkan ada regenerasi yang akan  tetap menghidupkan seni budaya agar tidak hilang tertimbun budaya luar.</p>
<p>&#8220;Pepatah  tua mengatakan, hidup tanpa seni budaya bak minum tidak bergula, pohon  rindang tak berbuah,&#8221; katanya.</p>
<p>Selain itu, ia mengatakan menjadi  tanggung jawab masyarakat maupun  pemerintah untuk melestarikan seni  budaya tersebut dan seni budaya  lainnya.</p>
<p>Menurut ia, fungsi seni  budaya lokal adalah sebagai filter budaya luar  yang dinilai tidak sesuai  dengan nilai-nilai luhur bangsa dan tak  pantas untuk diadopsi.</p>
<p>Seni  Hadrah, menurut ia kini amat jarang ditampilkan dalam berbagai   kegiatan. Kecuali pada waktu-waktu tertentu seperti acara resepsi   pernikahan atau peringatan hari besar Islam dan festival budaya.</p>
<p>Sehingga  menurut ia, tidak berlebihan jika ada generasi muda yang mungkin tidak  tahu dengan Hadrah tersebut.</p>
<p>Kesenian Hadrah tidak dimiliki semua  suku bangsa Melayu di Nusantara.  &#8220;Karena itu sangat disayangkan jika  warisan leluhur ini hilang yang  disebabkan oleh tidak adanya  regenerasi,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia optimistis jika seni budaya tersebut  dikembangkan, akan dapat menjadi daya tarik tersendiri.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[“Hahiwang” Terancam Punah]]></title>
<link>http://akuadya.wordpress.com/2010/07/29/hahiwang-terancam-punah/</link>
<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 01:08:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>riyaskoreanshop</dc:creator>
<guid>http://akuadya.wordpress.com/2010/07/29/hahiwang-terancam-punah/</guid>
<description><![CDATA[Budaya &#8220;hahiwang&#8221; yakni berupa seni melantunkan syair sastra Lampung, yang di dalamnya t]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://akuadya.files.wordpress.com/2010/07/lampung.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-71" title="lampung" src="http://akuadya.files.wordpress.com/2010/07/lampung.jpeg?w=124&#038;h=93" alt="lampung" width="124" height="93" /></a>Budaya  &#8220;hahiwang&#8221; yakni berupa seni melantunkan syair sastra Lampung, yang di  dalamnya terkandung makna dan pesan moral, biasanya dibawakan pada acara  adat juga hajat, untuk memberikan pesan bagi yang melaksanakan,  terancam punah.</p>
<p>&#8220;Seni Hahiwang semakin hari kian menghilang dari tengah masyarakat,  semua terlarut dengan budaya modern yang dianggap sebagai budaya yang  pantas berkembang di era sekarang,&#8221; kata seniman &#8220;hahiwang&#8221;, Mamak Lawok  (63) di Pekon (Desa) Pahmungan, Kecamatan Pesisir Tengah, Lampung  Barat, sekitar 330 kilometer dari Bandarlampung, Rabu.<!--more--></p>
<p>Dia menjelaskan, sangat sulit menalarkan dan menularkan budaya &#8220;hahiwang&#8221; pada generasi mudah.</p>
<p>&#8220;Memberikan pelajaran kepada generasi mudah sangat sulit, rata- rata  mereka enggan mendengarkan karena budaya ini dianggap kuno dan tak lagi  pantas di era sekarang, tapi mesti begitu, saya tidak akan berhenti  untuk memberikan pelajaran pada anak muda akan budaya &#8220;hahiwang&#8221; ini,  walaupun dari segi usia saya tidak selincah dulu,&#8221; kata dia.</p>
<p>Ia pun menjelaskan, mengajarkan budaya &#8220;hahiwang&#8221; dengan orang yang memang mengerti bahasa daerah.</p>
<p>&#8220;Siapa saja yang ingin belajar harus pasih berbahasa Lampung, karena itu  menjadi modal utama untuk belajar, dan belajar `hahiwang` harus  memiliki suara yang khas,&#8221; kata dia lagi.</p>
<p>Dia pun mengaku sedih budaya tersebut nyaris punah di daerah sendiri,  dan jika tidak segera ada penyelamatan, bisa tinggal nama.</p>
<p>&#8220;Sebelum saya berhasil memperkenalkan budaya `hahiwang` ini pada  masyarakat terutama generasi muda, saya tidak akan berhenti, hingga  nafas terakhir saya,&#8221; kata dia.</p>
<p>Sementara itu, dari keterangan beberapa sumber, pelaku atau yang masih melaksanakan &#8220;hahiwang&#8221; adalah seniman lama.</p>
<p>Sejumlah warga pun berharap budaya tersebut masuk ekstrakulikuler pada  sekolah, berharap ada yang tertarik untuk menyelamatkannya.</p>
<p>Kepala Dinas Perhubungan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Kabupaten  Lampung Barat, Sudirman MM, mengatakan, pemkab akan terus berupaya  melestarikan budaya &#8220;hahiwang&#8221;.</p>
<p>&#8220;Melaluikegiatan yang kerap menampilkan `hahiwang` pada acara besar  menjadi upaya kami untuk mengenalkan lebih luas budaya ini, sekaligus  dalam kegiatan tahunan, kami menyelenggarakan lomba `hahiwang`, dan  nantinya setiap tahun akan terus adakan,&#8221; kata dia lagi.</p>
<p>Ia menjelaskan, tidak mudah mengenalkan budaya daerah itu pada generasi muda.</p>
<p>&#8220;Generasi muda saat ini sudah terkontaminasi pada budaya barat, yang  tentu ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita untuk membimbing mereka  dalam mencintai budaya asli dan kedepan kami akan bekerja sama dengan  beberapa pihak agar `hahiwang` menjadi kegiatan ekstra kulikuler untuk  merapatkan kembali budaya daerah pada generasi muda,&#8221; katanya.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Harimau Jawa Sudah Punah?]]></title>
<link>http://alamendah.org/2010/07/22/harimau-jawa-sudah-punah/</link>
<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 15:53:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>alamendah</dc:creator>
<guid>http://alamendah.org/2010/07/22/harimau-jawa-sudah-punah/</guid>
<description><![CDATA[Harimau jawa sudah punah?. Menurut IUCN dalam daftar merahnya (redlist), harimau jawa (Panthera tigr]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Harimau jawa sudah punah?. Menurut IUCN dalam daftar merahnya (redlist), harimau jawa (Panthera tigr]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[craving for cimol]]></title>
<link>http://otaktengah.wordpress.com/2010/07/20/craving-for-cimol/</link>
<pubDate>Tue, 20 Jul 2010 06:04:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>zakki120</dc:creator>
<guid>http://otaktengah.wordpress.com/2010/07/20/craving-for-cimol/</guid>
<description><![CDATA[gw yakin semuanya pasti pernah denger jajanan yang namanya cimol, sebuah mahakarya kuliner dari kota]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>gw yakin semuanya pasti pernah denger jajanan yang namanya cimol, sebuah mahakarya kuliner dari kota Bandung (dari bandung bener kan?) ato at least, gw pernah beli waktu kuliah di bandung dulu. gambar dibawah nih penampakan cimol:</p>
<p>tampak <em>so yummy</em> yah, walau gw ga begitu sering makan, tapi</p>
<p>enak lah buat nyamil nyamil.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 389px"><img src="http://dianingkusumo.files.wordpress.com/2008/02/img_0173.jpg?w=379&#038;h=288" alt="" width="379" height="288" /><p class="wp-caption-text">cimol yang udah dibumbui</p></div>
<p>nah tapi sayangnya, cimol udah mulai langka, bahkan di kotanya sendiri (bandung), gw ngerasa (pendapat pribadi) kalo cimol uda susaaah dicari <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>weekend kmaren gw maen2 ke bandung tanggal 17 Juli 2010 soalnya ada nikahan temen di Cimahi, en sekalian di ITB lagi ada wisudaan, en ketika mau balik ke jakarta, karena ada yang nitip cimol (kali ini nggak nitip kartika sari ato brownies kukus&#8230;tapi nitipnya cimol hehe), sengaja gw berangkat lebih pagi dari jadwal travel balik jakarta buat cari cimol.</p>
<p><em>&#8220;Lha kok susah amat&#8221; </em>batin gw, setiap kali ada orang yang gw tanya<em> &#8220;a, dimana ya ada dagang cimol&#8221;</em> responnya selalu <em>&#8220;dagang cimol mah banyak atuh sep&#8221;</em> tapi pas gw coba tanya lokasi yang spesifik, si Aa yang gw tanya pasti susah nyebut dimananya <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  . akhirnya gw telusuri sepanjang jalan Dipati Ukur dari simpang dago sampe depan kampus Unpad, gaa dapet juga. lalu karena itu hari minggu dan lokasi gw uda deket sama monumen pancasila &#8211; gasibu, gw berpikir pasti ada pasar minggu disana, en harapan untuk membawa pulang cimol pun meningkat lagi&#8230;</p>
<p>di lokasi pasar yang rame itu-pun, gw ga satupun ngeliat adanya abang pedagang cimol, yang banyak jajanan lain, cilok contohnya (cilok masih satu genre sama cimol, hanya beda spesies)..huaaah hampir setengah pasar gw jajaki en karena alasan waktu juga (travel menuju jakarta udah menungguuu..) akhirnya gw bawa pulang deh itu cilok, daripada ga bawa sama syekali. sebagai usaha terakhir gw untuk mencari cimol itu, akhirnya pun si pedagang cilok ini gw tanya juga<em> &#8220;a, aya dagang cimol teu&#8221;</em> (dengan bahasa sunda yang ala kadarnya, yang penting si pedagang ngerti), lalu kemudian si dagang cilok pun menjawab<em> &#8220;cimol mah..teu aya euy&#8230;&#8221;</em></p>
<p>lah..resmilah sudah kalo gw kategoriin cimol sebagai <strong>&#8220;ENDANGERED SPECIES OF MARKET SNACK&#8221;</strong> alias <em>jajanan pasar yang terancam punah</em>..minimal untuk kawasan dago-dipatiukur-monumen pancasila di kota bandung. Sebagian besar saat ini orang kalo bawa oleh2 dari bandung, pasti jatuhnya ke Kartika Sari, ato brownies kukus, ato batagor hehehe&#8230; jarang yang bawa pulang cimol dan jajanan sejenisnya.</p>
<p>mungkin di daerah bandung selatan (gede bage) ato di depan2 sekolahan SD gw masi bakal nemu cimol, semoga masi banyak golongan pecinta dan penikmat cimol yang loyal (mudah2an) gw masi termasuk salah satu didalamnya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  mari kita jaga kelestarian dan kontinuitas eksistensi cimol sehingga anak, cucu, dan anak-nya cucu kita masi bisa ngeliat dan icip2 <em>market snacks</em>, termasuk cimol salah satunya.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[10 Tempat Wisata Terancam Punah! Pedulikah kita??]]></title>
<link>http://adhimaswijaya.wordpress.com/2010/06/25/10-tempat-wisata-terancam-punah-pedulikah-kita/</link>
<pubDate>Fri, 25 Jun 2010 03:38:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>adhimaswijaya</dc:creator>
<guid>http://adhimaswijaya.wordpress.com/2010/06/25/10-tempat-wisata-terancam-punah-pedulikah-kita/</guid>
<description><![CDATA[SANGAT ironis, di zaman ini saat transportasi menjadi hal yang sangat mudah, jumlah tempat menakjubk]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>SANGAT ironis, di zaman ini saat transportasi menjadi hal yang sangat mudah, jumlah tempat menakjubkan di dunia yang dapat dilihat malah semakin berkurang. Situs-situs itu sudah terjamah dengan semakin banyaknya penduduk dunia, pemanasan global, dan pembangunan yang tak sensitif terhadap alam.<!--more--></p>
<p>Dengan semakin terancamnya situs-situs tersebut, kami sarankan sebaiknya Anda menaruh mereka di daftar teratas tujuan destinasi wisata Anda sebelum terlambat.</p>
<p>1. Gletser Pegunungan Alpen<br />
Pegunungan gletser yang membentang dari Alaska ke Greenland lalu ke Selandia Baru ini terancam akan segera mencair. Para peneliti dari Universitas Innsbruck memprediksi jika cairnya es terus berlanjut, gletser akan menghilang pada 2030.<br />
<a href="http://adhimaswijaya.files.wordpress.com/2010/06/alapen.jpeg"><img src="http://adhimaswijaya.files.wordpress.com/2010/06/alapen.jpeg?w=118&#038;h=89" alt="" title="alapen" width="118" height="89" class="alignnone size-full wp-image-626" /></a><br />
2. Populasi Singa Afrika di Taman Nasional Kruger, Afrika Selatan<br />
Pada 2006, jumlah &#8216;si Raja Hutan&#8217; di Benua Hitam diperkirakan kurang dari 50 ribu saja, padahal 30 tahun lalu jumlahnya mencapai 200 ribu ekor. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab yakni pembunuhan oleh para peternak karena merasa singa telah memakan hewan ternak mereka dan para pemburu yang menjadikan kegiatan berburu singa sebagai olahraga. Belum lagi, singa-singa di taman nasional ini terancam oleh penyakit, ditambah dengan sedikitnya dana dan korupsi oleh para pengurus taman.</p>
<p>3. Hutan Kabut Monteverde, Kosta Rika<br />
Akibat deforestasi dan perubahan iklim, hutan indah yang berlokasi di Amerika Tengah ini semakin kehilangan pesonanya. Padahal, hutan kabut merupakan rumah bagi 30 jenis burung dan 420 jenis anggrek. Beberapa jenis kodok juga telah hilang, yang paling disayangkan adalah jenis Monteverde harlequin. Bahkan, kabut yang menjadi daya tarik sekaligus memberikan kelembapan bagi tempat ini berkurang perlahan akibat deforestasi.<br />
<a href="http://adhimaswijaya.files.wordpress.com/2010/06/kosta-rika.jpeg"><img src="http://adhimaswijaya.files.wordpress.com/2010/06/kosta-rika.jpeg?w=146&#038;h=110" alt="" title="kosta rika" width="146" height="110" class="alignnone size-full wp-image-629" /></a><br />
4. Orang Utan di Tanjung Puting, Kalimantan<br />
Kesempatan untuk melihat satwa negeri sendiri juga semakin berkurang. Sebanyak 50 ribu orang utan yang tersebar di Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalan kini terancam hampir punah. Tidak hanya pembalak liar, para petani kelapa sawit juga telah menghancurkan hutan hujan tropis. Sayangnya, pemerintah kita tidak bertindak tegas terhadap mereka. Padahal sebagai pulau ketiga terbesar di dunia, tak hanya orang utan, di Kalimantan juga merupakan rumah bagi gajah asia dan badak sumatra.<br />
<a href="http://adhimaswijaya.files.wordpress.com/2010/06/orang-utan.jpeg"><img src="http://adhimaswijaya.files.wordpress.com/2010/06/orang-utan.jpeg?w=89&#038;h=134" alt="" title="orang utan" width="89" height="134" class="alignnone size-full wp-image-628" /></a><br />
5. Taman Nasional Everglades, Florida<br />
Area yang juga dijuluki sebagai &#8216;sungai rumput&#8217; ini ukurannya semakin berkurang setiap tahunnya akibat irigasi, pertanian, dan pembangunan tanpa memedulikan ekosistem air di daerah itu. Padahal, selain memukau, Everglades merupakan rumah bagi berbagai macam hewan, terutama burung. Kini pemandangan indah itu terancam menghilang. Lebih dari separuh lahan Everglades telah musnah. Semoga saja namanya tidak berubah menjadi Neverglades.</p>
<p>6. Taj Mahal, India<br />
Sepertinya Anda mesti memprioritaskan kunjungan wisata ke bangunan ini karena keindahan makam terpopuler sedunia ini terancam hilang akibat kerusakan lingkungan. Jelaga, partikulat, dan hujan asam dari pabrik-pabrik serta kilang di dekatnya menyebabkan warna bagian depan makam yang putih menjadi kuning pucat. Ironis sekali, makam yang didirikan raja pada masa itu untuk mengenang istrinya tercinta tak dapat terpelihara dengan baik kini.<br />
<a href="http://adhimaswijaya.files.wordpress.com/2010/06/taj-mahal.jpeg"><img src="http://adhimaswijaya.files.wordpress.com/2010/06/taj-mahal.jpeg?w=150&#038;h=113" alt="" title="taj mahal" width="150" height="113" class="alignnone size-full wp-image-627" /></a><br />
7. Beruang Kutub di Antartika<br />
Beruang besar putih dan lucu yang biasa kita lihat di iklan Coca Cola ternyata keberadaannya terancam akibat pemanasan global. Hewan yang hidup di laut es Kanada dan Alaska ini mengalami kekurangan suplai makanan. Badan Geologi memperkirakan bila efek pemasanan global terus terjadi di wilayah itu, diperkirakan beruang kutub akan punah pada 2050.</p>
<p>8. Great Barrier Reef di Queensland, Australia<br />
Destinasi wisata favorit di Australia sekaligus satu-satunya kumpulan makhluk hidup yang dapat terlihat dari luar angkasa, Great Barrier Reef, secara perlahan mengering akibat tingkat keasaman dan suhu air yang makin tinggi. Naiknya suhu air dapat menyebabkan kumpulan terumbu karang terbesar di dunia ini mengering. Para peneliti mengkhawatirkan pemanasan suhu air ini akan membuat terumbu mengering setidaknya dalam 20 tahun ke depan.</p>
<p>9. Rawa Asin di Louisiana<br />
Mungkin Anda akan bertanya, apa sih rawa asin itu? Dan apa kegunaannya? Rawa asin di pinggir pantai Louisiana dan Mississipi berfungsi sebagai penyangga yang melindungi New Orleans serta daerah pesisir lainnya dari bencana seperti badai. Selain sebagai pelindung, rawa-rawa itu juga terlihat indah dan eksotis dengan hadirnya berbagai jenis burung unik. Tapi, akibat pembalakan terhadap pohon-pohon cemara oleh pihak angkatan darat, Louisiana diperkirakan kehilangan lebih dari 25 mil persegi lahan basah setiap tahunnya.</p>
<p>10. Salju di Kilimanjaro, Tanzania<br />
Kilimanjaro merupakan satu-satunya dari tujuh puncak tertinggi di setiap benua yang dapat didaki. Sayangnya, salju di Kilimanjaro kini semakin berkurang, meski pemanasan global belun dipastikan sebagai penyebab utamanya. Karena itu, banyak orang yang berhasrat mendaki gunung ini sebelum saljunya menghilang, tapi hal itu justru menyebabkan tekanan terhadap gunung itu lebih berat jika dibandingkan dengan daratan Serengeti yang berada di dekatnya.(MI/ICH)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Manusia Akan Punah dalam Waktu 100 Tahun?]]></title>
<link>http://wihans.wordpress.com/2010/06/23/manusia-akan-punah-dalam-waktu-100-tahun/</link>
<pubDate>Wed, 23 Jun 2010 01:16:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>Windy</dc:creator>
<guid>http://wihans.wordpress.com/2010/06/23/manusia-akan-punah-dalam-waktu-100-tahun/</guid>
<description><![CDATA[wihans.web.id | wiahns.com -  Pengetahuan  : Seorang ilmuwan Australia menciptakan sensasi dengan me]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong><a href="http://wihans.files.wordpress.com/2010/06/manusia-akan-punah.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-877" title="manusia-akan-punah" src="http://wihans.files.wordpress.com/2010/06/manusia-akan-punah.jpg?w=90&#038;h=90" alt="manusia-akan-punah" width="90" height="90" /></a>wihans.web.id &#124; wiahns.com -  Pengetahuan  : </strong>Seorang ilmuwan Australia menciptakan sensasi dengan memprediksi bahwa  ras manusia akan musnah dalam kurun seratus tahun mendatang. <!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Frank  Fenner, profesor emeritus di bidang mikrobiologi dari Australian  National University  (ANU) mengklaim bahwa ras manusia tidak akan mampu  bertahan dari ledakan populasi dan konsumsi yang tidak terkendali.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Homo  sapiens akan musnah, mungkin dalam kurun 100 tahun,&#8221; kata Fenner  seperti dikutip oleh <strong><em>Times of India</em></strong>. &#8220;Banyak  hewan juga akan musnah,&#8221; tambahnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurutnya, saat ini manusia  telah memasuki periode ilmiah tidak resmi yang dikenal dengan  Anthropocene &#8212; masa-masa pasca industrialisasi.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kita  menimbulkan dampak bagi planet yang bersaing dengan zaman es atau  komet,&#8221; katanya. &#8220;Perubahan iklim hanya merupakan awal. Kita sudah lihat  sendiri banyak terjadi perubahan cuaca,&#8221; tambah Fenner.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kita  akan bernasib sama dengan penduduk Easter Island. Orang Aborigin  menunjukkan bahwa tanpa ilmu pengetahuan produksi karbon dioksida, serta  pemanasan global, mereka bisa bertahan selama 40 ribu tahun atau 50  ribu tahun, tetapi dunia tidak bisa. Spesies manusia kemungkinan  bernasib sama karena banyak spesies lain yang sudah menghilang,&#8221; terang  Fenner.</p>
<p style="text-align:justify;">Fenner, 95 tahun, pernah memenangkan penghargaan karena  membantu membasmi virus variola yang menyebabkan penyakit cacar. Dia  juga telah menulis atau ikut menulis 22 buku.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada 1980, dia  mengumumkan pada World Health Assembly bahwa penyakit cacar telah  dihapus. Pencapaian itu masih dianggap sebagai salah satu pencapaian  terbesar Badan Kesehatan Dunia (WHO).</p>
<p style="text-align:justify;">Namun rekan Fenner, Stephen  Boyden, menganggap prediksi Fenner tersebut sebagai wujud pesimisme  kalangan ekolog tertentu.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#888888;">(vivanews)</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Elang Ular Bido “Permata” Pegunungan Seribu Yang Kian Meredup]]></title>
<link>http://mepow.wordpress.com/2010/06/05/elang-ular-bido-%e2%80%9cpermata%e2%80%9d-pegunungan-seribu-yang%c2%a0kian%c2%a0meredup/</link>
<pubDate>Sat, 05 Jun 2010 07:44:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>MEPOW</dc:creator>
<guid>http://mepow.wordpress.com/2010/06/05/elang-ular-bido-%e2%80%9cpermata%e2%80%9d-pegunungan-seribu-yang%c2%a0kian%c2%a0meredup/</guid>
<description><![CDATA[Pegunungan Seribu merupakan salah satu Zona dari tiga Zona di daerah Kabupaten Gunungkidul, Propinsi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Pegunungan Seribu merupakan salah satu Zona dari tiga Zona di daerah Kabupaten Gunungkidul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Zona Pegunungan Seribu ini merupakan pusat daerah wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul, seperti Pantai Baron, Kukup, Drini, Siung, Sundak, dan masih banyak lagi.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://mepow.files.wordpress.com/2010/06/gunungkidul.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1714" title="Gunungkidul" src="http://mepow.files.wordpress.com/2010/06/gunungkidul.jpg?w=468&#038;h=351" alt="" width="468" height="351" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Pegunungan Seribu merupakan daerah karst yang sangat berbeda dengan daerah lain seperti pegunungan ataupun hutan. Daerah karst merupakan daerah yang <em>ekstrim </em>dengan kondisi lingkungan yang tidak biasa/normal. Daerah dengan curah hujan rendah, suhu yang tinggi  dan lapisan tanah yang tipis menyebabkan sedikitnya vegetasi/tumbuhan yang mampu hidup. Hal ini pula yang mengakibatkan sedikitnya burung pemangsa yang mampu hidup disana. Namun ada beberapa keistimewaan dari daerah karst yang sangat mendukung untuk hidup beberapa burung pemangsa. Banyaknya gua sebagai habitat atau tempat berlindung beberapa hewan seperti kelelawar, burung kecil seperti wallet, ular, bahkan tikus mampu berperan sebagai sumber makanan yang cukup bagi burung-raptor. Salah satu burung pemangsa yang mampu hidup di Gunungkidul adalah Elang Ular Bido.<!--more--></p>
<blockquote style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Salah satu burung pemangsa yang mampu hidup di Gunungkidul adalah Elang Ular Bido.</strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:center;"><a href="http://mepow.files.wordpress.com/2010/06/elang-ular-bido41.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1711" title="elang-ular-bido41" src="http://mepow.files.wordpress.com/2010/06/elang-ular-bido41.jpg?w=468&#038;h=698" alt="" width="468" height="698" /></a><a title="Swissprofile" href="http://pratapapa81.wordpress.com/birds-baluran/accipitridae-baluran/elang-ular-bido4/" target="_blank"><em>Dokumentasi : Swiss Winnasis</em></a></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Klasifikasi :</strong> Pyllum : Chordata, Classis : Aves, Ordo : Falconiformes, Family  : Accipitridae, Genus : <em>Spilornis</em>, Spesies : <em>Spilornis cheela bido</em></p>
<p style="text-align:justify;">Elang Ular Bido merupakan salah satu dari sekian banyak burung yang masuk dalam daftar burung yang dilindungi. Elang Ular Bido (<em>Spilornis cheela bido</em>) merupakan salah satu sub spesies dari keseluruhan 21 sub speies Elang Ular (<em>Spilornis cheela</em>) yang ada didunia. Elang ini dapat ditemukan di Jawa dan Bali dengan persebaran yang cukup tinggi dan dapat ditemukan baik di daerah dataran rendah, pantai, sampai pegunungan. Biasanya membuat sarang pada pohon yang rendah sampai tinggi mulai dari ketinggian 6 meter sampai dengan 25 meter atau lebih.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://mepow.files.wordpress.com/2010/06/nest-tree.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1715" title="Pohon Sarang Elang Ular Bido di Pegunungan Seribu" src="http://mepow.files.wordpress.com/2010/06/nest-tree.jpg?w=468&#038;h=624" alt="" width="468" height="624" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://mepow.files.wordpress.com/2010/06/nest.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1716" title="Sarang Elang Ular Bido di Pegunungan Seribu" src="http://mepow.files.wordpress.com/2010/06/nest.jpg?w=468&#038;h=351" alt="" width="468" height="351" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Elang ini juga lebih memilih habitat dengan jumlah makanan yang cukup, walaupun harus berdampingan dengan tempat aktivitas manusia atau jalan raya sekalipun. Hal ini dimungkinkan karena pembukaan lahan yang sangat cepat oleh manusia, yang memaksa mereka untuk beradaptasi dengan aktivitas manusia. Jadi jangan kaget ketika menemukan sarang Elang Ular Bido atau sejenisnya bersarang disamping jalan atau bahkan diladang.</p>
<p style="text-align:justify;">Di Zona Pegunungan Seribu terdapat ± empat pasang Elang Ular Bido (termonitor). Tingkat reproduksinyapun cukup tinggi, dimana elang ini mampu bererproduksi setiap tahun. Dalam beberapa tahun terakhir mampu bereproduksi (bertelur dan menetas) dengan baik di daerah ini, namun sangat disayangkan perburuan Elang Ular Bido yang cukup tinggi membuat anakan (<em>eaglet</em>) tidak sempat menikmati kehidupannya dialam bebas.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://mepow.files.wordpress.com/2010/06/eggs.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1713" title="Telur elang ular bido dan ular makanan utama Elang Ular Bido " src="http://mepow.files.wordpress.com/2010/06/eggs.jpg?w=468&#038;h=351" alt="" width="468" height="351" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Anakan (<em>eaglet</em>) biasanya diambil para pemburu ketika dia beranjak terbang dengan harapan bila dipelihara dari kecil akan lebih mudah jinak. Dari informasi para pemburu, seekor anak Elang Ular Bido dapat dijual sampai harga Rp 200.000,-. Para pembeli biasanya merupakan orang-orang kaya atau orang-orang yang punya kedudukan, misalnya para pejabat dan pemilik hotel atau penginapan didaerah wisata. Mereka beranggapan, dengan memiliki atau memelihara burung ini (Elang Ular Bido) prestise mereka akan bertambah. Elang ini juga di jual di daerah sekitarnya seperti di Jogjakarta.</p>
<p style="text-align:justify;">Memang sangat disayangkan perburuan yang menjamur disana. Namun ada secercah harapan ketika mulai muncul orang-orang yang peduli dengan daerah Gunungkidul, juga munculnya generasi muda yang punya kemauan dan mampu mengabdikan kemampuannya untuk menjaga dan mengembangkan daerahnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://mepow.files.wordpress.com/2010/06/p1010042.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1723" title="Pengamatan sarang elang ular bido dengan metode look-down method" src="http://mepow.files.wordpress.com/2010/06/p1010042.jpg?w=468&#038;h=351" alt="" width="468" height="351" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa perguruan tinggi di sekitar Gunungkidul dan Yogyakarta sudah mulai melakukan penelitian didaerah ini, begitu pula beberapa kelompok pemuda seperti PPA (Pemuda Pecinta Alam) Gunungkidul mulai melakukan kegiatan-kegiatan untuk melindungi keanekaragaman hayati di Gunungkidul khususnya Elang Ular Bido.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cipatujah]]></title>
<link>http://kertawirama.wordpress.com/2010/02/08/cipatujah/</link>
<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 04:39:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>@iwan_he</dc:creator>
<guid>http://kertawirama.wordpress.com/2010/02/08/cipatujah/</guid>
<description><![CDATA[laut cipatujah Selasa-Rabu 2 februari adalah kali ketiga saya berkunjung ke Cipatujah dalam rangka s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_26" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://kertawirama.files.wordpress.com/2010/02/image596.jpg"><img class="size-medium wp-image-26" title="Image596" src="http://kertawirama.files.wordpress.com/2010/02/image596.jpg?w=300&#038;h=225" alt="laut cipatujah" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">laut cipatujah</p></div>
<p>Selasa-Rabu 2 februari adalah kali ketiga saya berkunjung ke Cipatujah dalam rangka survey Nature Research, totalnya sih 6 kali, di tahun 2000,2006 dan sekarang 2010. Tiga kali kesana, tiga kali juga berganti jagawana di konservasi penyu. Almarhum Pak Hobir, Pak Dedi dan sekarang Pak Fulan&#8230;(belum sempet tanya namanya)</p>
<p>Kalau kita rutin datang ke suatu tempat dengan durasi tertentu maka ketauanlah betapa terstrukturnya kerusakan biota pantai kita, atas nama pembangunan dan ekonomi. Pantai Cipatujah (tepatnya sindangkerta) dulu masih memiliki biota yang bagus, masih sempat lihat anemon laut di pantai yang terendam air, jangan ditanya biota yang lain..masih lengkap..rumput lautnya masih terhampar hijau menutupi karang.</p>
<p>Tapi sekarang? biota tersisa cuma bintang ular (yang merupakan tanda bahwa karang sudah rusak) bahkan bagian istimewa tempat ini yakni penangkaran penyu sekarang jadi terbengkalai. Baik tempat penangkarannya atau perhatian terhadap penyunya&#8230;memprihatinkan..</p>
<p>Waktu musim bertelur..telur-telur hewan langka ini malah dijadikan bancakan jagawana dan warga dengan alasan &#8216;jatah predator&#8217; (ya kita predatornya). Apa tindakan kita untuk membangkitkan kembali konservasi pantai laut selatan? Jangan sampai anak cucu kita tidak pernah tahu wajah dan bentuk tukik dan penyu hijau</p>
<div id="attachment_27" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><a href="http://kertawirama.files.wordpress.com/2010/02/image541.jpg"><img class="size-medium wp-image-27" title="Image541" src="http://kertawirama.files.wordpress.com/2010/02/image541.jpg?w=225&#038;h=300" alt="tukik tersisa" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">nasib mengenaskan sang hewan purba</p></div>
<p>&#8220;Hadirin, mari kita pikirkan masa depan alam ini, jangan sekali-kali merusak tumbuhan atau hewan tanpa keperluan&#8221; karena itu ada hubungannya dengan masa depan wawasan anak-anak kita. mari jaga bumi!</p>
<p>&#60;cipatujah, 2 Feb wisma pemda&#62;</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pembaca MEPOW Serahkan Kukang Untuk Di Rehabilitasi]]></title>
<link>http://mepow.wordpress.com/2010/01/28/pembaca-mepow-serahkan-kukang-untuk-di-rehabilitasi/</link>
<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 11:16:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>MEPOW</dc:creator>
<guid>http://mepow.wordpress.com/2010/01/28/pembaca-mepow-serahkan-kukang-untuk-di-rehabilitasi/</guid>
<description><![CDATA[Seekor kukang yang merupakan hewan dilindungi akhirnya dapat bernafas lega karena berada ditempat ya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Seekor kukang yang merupakan hewan dilindungi akhirnya dapat bernafas lega karena berada ditempat yang tepat karena jasa dari seorang pembaca MEPOW bernama <a title="adrianprofile" href="http://www.facebook.com/home.php?#/rizaadr" target="_blank">Riza Adrian</a> (37) yang kesehariannya bekerja sebagai Documentary Film Maker, Japanese Translator di Pertukangan Selatan, Jakarta Selatan. Adrian begitu biasa disapa menyerahkan seekor kukang kepada IAR (International Animal Rescue) untuk direhabilitasi dan di lepas-liarkan kembali ke alam.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://mepow.files.wordpress.com/2010/01/img_2428.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1658" title="Nycticebus coucang " src="http://mepow.files.wordpress.com/2010/01/img_2428.jpg?w=468&#038;h=624" alt="" width="468" height="624" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kukang itu sebenarnya ditemukan pagi-pagi oleh Mpok Ayik (Tetangga yang sering membantu pekerjaan Ibu di rumah). Mpok Ayik secara tak sengaja menemukan saat  Kukang tersebut sedang berada di pohon pisang halaman rumah, saat akan mengambil dan memotong daun pisang untuk kebutuhan memasak. Kejadian tersebut terjadi pada  7 Januari 2010 &#8220;, Adrian bercerita.<!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Pada awalnya, Mpok Ayik sangat senang karena berhasil menangkap binatang yang lucu tersebut dan bermaksud memeliharanya. Karena Adrian pernah mendengar sebelumnya bahwa <a title="kukangterbuang" href="http://mepow.wordpress.com/2009/03/05/kukang-yang-mulai-terbuang/" target="_blank">Kukang </a>termasuk binatang langka dan di luar negeri memiliki harga jual yang tinggi sebagai bahan obat-obatan, dia berpikir tak ada salahnya memeliharanya  selama dirawat dengan baik. Kukang kemudian dititipkan di Kandang burung, yang saat itu berisi tiga ekor burung parkit.  Keesokan harinya, ditemukan burung-burung tersebut mati. Karena kejadian tersebut Adrian bermaksud mencari tahu melalui internet mengenai habitat dan makanan kukang agar tidak mati akibat dipelihara.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://mepow.files.wordpress.com/2010/01/img_2437.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1660" title="IMG_2437" src="http://mepow.files.wordpress.com/2010/01/img_2437.jpg?w=468&#038;h=624" alt="" width="468" height="624" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah berdiskusi dengan Istri dan membaca berbagai referensi Kukang, apa yang dialami Kukang demi memenuhi hasrat orang-orang yang ingin memeliharanya (taring dipotong, dipaksa bermain di waktu siang padahal siang hari adalah jam tidurnya), Adrian akhirnya memutuskan untuk tidak memeliharanya. Akibat lingkungan yang tidak sesuai dengan kondisi di tempat hidup aslinya inilah kemungkinan Kukang ini tidak akan bertahan hidup sangat besar.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Melalui info di internet dan salah satunya adalah Blog Mepow inilah saya menemukan Kukang tersebut bisa dijemput untuk direhabilitasi dan dilepas kembali ke alam&#8221;, Adrian bercerita.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya, Adrian sekeluarga berdiskusi dengan Mpok Ayik, sebaiknya kukang dikembalikan ke alam melalui lembaga pelindung satwa atau dititipkan ke kebun binatang karena selain merupakan binatang langka yang dilindungi, liurnya memiliki virus,  dan sepanjang siang hari binatang ini tidur terus selama 12 jam. Kukang bukanlah hewan peliharaan walaupun bentuknya sangat lucu. &#8220;Mpok Ayik menyetujui hal tsb, dan menyerahkan pengurusannnya kepada saya&#8221;,  Adrian menceritakan peristiwa penyerahan kukang.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://mepow.files.wordpress.com/2010/01/img_2435.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1659" title="IMG_2435" src="http://mepow.files.wordpress.com/2010/01/img_2435.jpg?w=468&#038;h=624" alt="" width="468" height="624" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah kukang tersebut diserahkan kepada Adrian, dia menghubungi MEPOW yang kemudian bekerjasama untuk menyerahkan kukang kepada lembaga perlindungan satwa. MEPOW kemudian memfasilitasi Adrian dengan menghubungkan dengan salah satu lembaga perlindungan satwa yaitu IAR (International Animal Rescue).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>International Animal Rescue (IAR) Indonesia merupakan organisasi non pemerintah yang bergerak di bidang penyelamatan dan rehabilitasi satwa yang salah satu tujuan utamanya adalah mengembalikan satwa ke habitat alaminya.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Koordinasi MEPOW bersama IAR berjalan selama kurang lebih lima hari yang kemudian disepakati kukang akan diambil dari rumah Adrian tanggal 16 Januari 2010 untuk direhabilitasi di IAR.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://mepow.files.wordpress.com/2010/01/img_2439.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1661" title="IMG_2439" src="http://mepow.files.wordpress.com/2010/01/img_2439.jpg?w=468&#038;h=351" alt="" width="468" height="351" /></a>&#8220;Kami dihubungi oleh  Mbak Tina dari International Animal Resque melalui telepon. lalu disepakati tgl. pengambilan, yaitu tgl. 16 Januari&#8221; Adrian bercerita.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada tanggal 16 Januari kukang diambil  oleh tiga petugas IAR. Pada saat pengambilan dilakukan identifikasi jenis kukang yang diketahui bahwa Kukang ini merupakan jenis <em><a title="kukangkuskus" href="http://mepow.wordpress.com/2009/03/11/kus-kus-vs-kukang-apa-bedanya/" target="_blank">Nycticebus coucang</a> </em>yang tersebar di Semenanjung Malaya, Sumatera dan Kalimantan serta kepulauan<a title="Pulau seribu" href="../2009/06/06/kepulauan-seribu-kehilangan-10-pulaunya/" target="_blank"> </a>sekitarnya. Taringnya sudah dipotong secara paksa sehingga ada kemungkinan kukang merupakan kukang yang dilepas secara sengaja atau terlepas dari kandang peliharaannya.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://mepow.files.wordpress.com/2010/01/img_2411.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1655" title="IMG_2411" src="http://mepow.files.wordpress.com/2010/01/img_2411.jpg?w=468&#038;h=351" alt="" width="468" height="351" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://mepow.files.wordpress.com/2010/01/cimg3154_2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1651" title="CIMG3154_2" src="http://mepow.files.wordpress.com/2010/01/cimg3154_2.jpg?w=468&#038;h=283" alt="" width="468" height="283" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://mepow.files.wordpress.com/2010/01/cimg3159.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1653" title="CIMG3159" src="http://mepow.files.wordpress.com/2010/01/cimg3159.jpg?w=468&#038;h=310" alt="" width="468" height="310" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>&#8220;Terima kasih atas bantuan dan asistensi <a title="mepow" href="http://mepow.wordpress.com/" target="_blank">MEPOW </a>sehingga Kukang ini bisa diurus oleh International Aimal Resque&#8221;, tutup Adrian.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sungguh peristiwa yang sangat langka ditengah tidak adanya kepedulian pemerintah dan sebagian besar masyarakat terhadap perlindungan satwa, masih ada segelintir masyarakat yang peduli dan mau berusaha menjaga makhluk ciptaan Tuhan ini agar tetap lestari dan hidup ditempat yang semestinya di alam bebas.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Siapa Adrian Adrian berikutnya???</strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[TAHUN BIODIVERSITAS ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2010/01/26/tahun-biodiversitas/</link>
<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 01:58:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2010/01/26/tahun-biodiversitas/</guid>
<description><![CDATA[PBB menetapkan tahun 2010 sebagai Tahun Biodiversitas (keanekaragaman hayati) Internasional dengan s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hagemman.files.wordpress.com/2010/01/1-tahun-biodiversitas.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-4131" title="1 tahun biodiversitas ..." src="http://hagemman.files.wordpress.com/2010/01/1-tahun-biodiversitas.jpg?w=150&#038;h=150" alt="" width="150" height="150" /></a>PBB menetapkan tahun 2010 sebagai Tahun Biodiversitas (keanekaragaman hayati) Internasional dengan semboyan “Biodiversity is life” – hidup memerlukan keanekaragaman. Biodiversitas merupakan salah satu landasan kesejahteraan dan kelestarian hidup manusia dan penghuni Bumi lainnya. Dengan ini, PBB secara spesifik hendak membangkitkan kesadaran publik dan menggalakkan aliansi global agar aktif bergiat dalam mengupayakan keberlanjutan dan meredam punahnya populasi tumbuhan dan hewan di alam, baik di darat, laut, maupun udara.</p>
<p>Istilah biodiversitas atau biological diversity menembusi zona diskusi ilmiah-politik dan ruang publik sejak tahun 1980-an. Gebrakan ini cukup kuat dipengaruhi oleh ahli bilogi Amerika Serikat, Edward Osborne Wilson, dengan karyanya Biodiversity and Diversity of Life. Konferensi tingkat tinggi iklim sedunia di Rio de Janeiro tahun 1992 juga menyepakati perlindungan keanekaragaman hayati (convention on biologival diversity/CBD). Salah satu kesepakatan penting Konferensi Rio ini ditandatangani oleh 167 negara, diratifikasi oleh 30 negara, dan mulai berlaku secara resmi sejak tanggal 29 Desember 1993. Kelak ditetapkan tanggal 22 Mei sebagai Hari Biodiversitas Internasional.</p>
<p><strong>Ancaman kolosal</strong></p>
<p>Biodiversitas pada prinsipnya berkaitan dengan keseluruhan hidup dan keanekaragamannya dalam segala bentuknya di planet ini. Yang dimaksudkan adalah keragaman semua organisme hidup dengan hewan, tumbuhan, mikro-organisme (bakteri, virus, jamur), juga keanekaragaman genetis intern setiap jenis dan pernedaan lingkungan hidup (ekosistem dan biosfer),</p>
<p>Sejak Aristoteles(384-322 SM), proses kategorisasi dunia flora dan fauna telah dimulai. Menariknya, para ilmuwan mengetahui lebih banyak tentang jumlah bintang di galaksi ketimbang jenis hewan dan tumbuhan di Bumi.</p>
<p>Memang hingga kini belum diketahui secara pasti berapa banyak makhluk hidup yang ada di Bumi ini, diperkirakan sekitar 15 miliar jenis. Yang telah diklasifikasi oleh taksonom sekitar 1,8 miliar dan hasil itu sekitar 40.000 jenis yang terancam punah serta 15 jenis yang punah setiap jari. Kisah sedih ini berjalan kontinu. Lebih dari 70 persen aneka ragam hayati berhabitat di negara-negara tropis dan sub-tropis.</p>
<p><!--more-->Salah satu ancaman kolosal terhadap kelanggengan biodiversitas adalah kehilangan ruang hidup. Lingkup hidup yang harmonis bukan bukan hanya berubah secara drastis, tetapi begitu gigantis dirusakkan oleh pemanasan global, pencemaran, kontaminasi, pemupukan dengan dosis tinggi, pembasmian hutan, penangkapan ikan dan berburu secara liar, eksploitasi sumber-sumber alam secara serakah dan struggle of life antar spesies.</p>
<p>Laju perusakan lingkungan hidup yang kian gencar terjadi di negara-negara industri baru dan negara-negara berkembang yang dipacu oleh politik pembangunan dengan sasaran mengerjar ketertinggalan. Di sini saya tergoda untuk mengutup Aristoteles : “Banyak ketidakadilan besar dilakukan oleh pihak yang secara serakah mengatasi ketertinggalan, bukan berasal dari mereka yang didorong oleh kemiskinan.”</p>
<p>Bapak biodiversitas EO Wilson, beragumentasi bahwa “dengan merusak lingkungan, pada prinsipnya manusia sedang mempersiapkan kematian massal”.  Yang memegang tanggung  jawab untuk cerita sedih ini adalah Homo sapiens. Segalanya ada di tangan manusia, entah kita menjaga ata menghancurkan biodiversitas.</p>
<p><strong>Sangat eksistensial</strong></p>
<p>Hidup manusia tak bsa dipisahkan oleh keanekaragaman alam.  Dari alam kita mendapat makanan, minuman, tempat berlindung, obat-obatan, oksigen, dan seterusnya. Biodiversitas dengan ini sangat eksistensial. Kenakaragaman hayati merupakan asuransi hidup dalam dunia yang selalu berubah. Untuk itu, perlu dijaga bukan saja keberlangsungan, tetapi juga keseimbangan hidup segala spesies. Jika satu spesies punah, spesies yang lainnya juga terancam raib.</p>
<p>Alam ini begitu kaya, tetapi kekayaan itu perlu dimanfaatkan secara bertanggungjawab. Dalam konteks ini, CBD mengimbau kebijakan politik praktis dan kerja sama internasional di bidang finansial dan teknologi demi melestarikan lingkungan hidup.</p>
<p>Tahun Biodiversitas merupakan kesempatan emas bagi kita untuk merenungkan kembali apa yang telah kita lakukan dalam rangka langgengnya biodiversitas, dimana letak tantangan masa depan dan di mana serta bagaimana kita seharusnya bertindak. Tahun Biodiversitas juga mengingatkan kita terhadap kiat sustainable development dan mengeliminasi gaya hidup konsumtif-parasit serentak mengajak kita untuk berpikir regeneratif.</p>
<p>Slogan lama yang diuar-uarkan oleh TVRI dengan sasaran pelestarian lingkungan hidup semasa Kabinet Pembangunan kembali terasa relevan : “Dunia ini bukanlah milik kita, tetapi pinjaman generasi mendatang.”</p>
<p>Penulis Swiss, Friedrich Duerrenmatt, menulis “<em>Was die Zukunft bringt, wissen wir nicht, aber dass wir handlen muessen, wissen wir</em>” (Kita tidak tahu apa yang dibawa masa depan, tetapi kita tahu bahwa kita harus bertindak).</p>
<p>Sumber   :</p>
<p>Tahun Biodiversitas – Fidelis Regi Waton &#124; Kompas, 19.01.2010</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kategori Status Konservasi IUCN Red List]]></title>
<link>http://alamendah.org/2010/01/14/kategori-status-konservasi-iucn-red-list/</link>
<pubDate>Thu, 14 Jan 2010 10:41:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>alamendah</dc:creator>
<guid>http://alamendah.org/2010/01/14/kategori-status-konservasi-iucn-red-list/</guid>
<description><![CDATA[Kategori Status konservasi IUCN Red List merupakan kategori yang digunakan oleh IUCN (International]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kategori Status konservasi IUCN Red List merupakan kategori yang digunakan oleh IUCN (International]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ulos Diambang Punah]]></title>
<link>http://batakgaul.wordpress.com/2009/11/29/ulos-diambang-punah/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 14:27:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>batakgaul</dc:creator>
<guid>http://batakgaul.wordpress.com/2009/11/29/ulos-diambang-punah/</guid>
<description><![CDATA[Sumber: Mailing List Batak Gaul-Yahoogroups Kutipan email: Esra NABABAN (Bisnis Indonesia tanggal 12]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sumber: Mailing List Batak Gaul-Yahoogroups Kutipan email: Esra NABABAN (Bisnis Indonesia tanggal 12]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Punahnya Eksistensi]]></title>
<link>http://bijak.me/2009/11/29/punahnya-eksistensi/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 03:51:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>Bijak Fajar Putranto</dc:creator>
<guid>http://bijak.me/2009/11/29/punahnya-eksistensi/</guid>
<description><![CDATA[Minggu pagi emang paling enak diisi dengan blogwalking ke &#8216;rumah&#8217; rekan-rekan blogger. H]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Minggu pagi emang paling enak diisi dengan blogwalking ke &#8216;rumah&#8217; rekan-rekan blogger. H]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mengapa Dinasaurus Punah]]></title>
<link>http://moumtaza.wordpress.com/2009/11/28/mengapa-dinasaurus-punah/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 15:32:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>moumtaza</dc:creator>
<guid>http://moumtaza.wordpress.com/2009/11/28/mengapa-dinasaurus-punah/</guid>
<description><![CDATA[Salah satu pertanyaan Pak Fatah ~instruktur kami dalam SQAR ini~ adalah mengapa dinasaurus punah? Bu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Salah satu pertanyaan Pak Fatah ~instruktur kami dalam SQAR ini~ adalah mengapa dinasaurus punah? Bu]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Search - Kau Pergi]]></title>
<link>http://dunialirik.wordpress.com/2009/11/20/search-kau-pergi/</link>
<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 13:29:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>ringtonesz</dc:creator>
<guid>http://dunialirik.wordpress.com/2009/11/20/search-kau-pergi/</guid>
<description><![CDATA[Kau pergi Dengan bangkitnya mentari pagi Punah segala harapan Kau pergi Dengan membawa kenangan pahi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kau pergi Dengan bangkitnya mentari pagi Punah segala harapan Kau pergi Dengan membawa kenangan pahi]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Search - Fantasia Bulan Madu]]></title>
<link>http://dunialirik.wordpress.com/2009/11/20/search-fantasia-bulan-madu/</link>
<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 01:14:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>ringtonesz</dc:creator>
<guid>http://dunialirik.wordpress.com/2009/11/20/search-fantasia-bulan-madu/</guid>
<description><![CDATA[Demi cintaku pada mu Ke mana pun kau kan ku bawa Ku hujung dunia ke bintang Kejora Demi cintaku pada]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Demi cintaku pada mu Ke mana pun kau kan ku bawa Ku hujung dunia ke bintang Kejora Demi cintaku pada]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ganyang Mafia!!! Selamat Datang Abdul Hakim Ritonga, Susno Duadji]]></title>
<link>http://partaikebathilansejati.wordpress.com/2009/11/06/ganyang-mafia-selamat-datang-abdul-hakim-ritonga-susno-duadji/</link>
<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 23:34:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>muipks</dc:creator>
<guid>http://partaikebathilansejati.wordpress.com/2009/11/06/ganyang-mafia-selamat-datang-abdul-hakim-ritonga-susno-duadji/</guid>
<description><![CDATA[Cicak Vs Buaya&#8230;. Telah terjadi pertarungan yang tidak imbang, tidak sehat, bahkan cenderung me]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<h3><span style="color:#ff00ff;">Cicak Vs Buaya&#8230;.</span></h3>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#ff00ff;">Telah terjadi pertarungan yang tidak imbang, tidak sehat, bahkan cenderung memalukan dan memilukan&#8230;<span style="color:#0000ff;"> </span></span></h3>
<h3 style="text-align:right;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;">Cicak&#8230;ditantang duel oleh Buaya&#8230;bayangkan &#8230;seekor buaya harus menghabiskan ribuan ekor cicak, baru bisa kenyang&#8230;</span></span></h3>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;">di satu sisi&#8230;</span></span></h3>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;">Cicak tidak memiliki kepentingan yang bersinggungan dengan Buaya&#8230;</span></span></h3>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;">Cicak hanya memakan serangga, dan jarang hidup langsung bersentuhan dengan tanah&#8230;.<span style="color:#ff0000;"> </span></span></span></h3>
<h3><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#ff0000;">sementara buaya, pemakan daging, pemangsa dan dapat hidup di daratan serta berendam dalam air, sementara bagi cicak, jatuh ke air (sekalipun tidak ada buaya di dalamnya) berarti kematian..<span style="color:#993366;"> </span></span></span></span></h3>
<h3 style="text-align:right;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#993366;">Singkat Cerita&#8230;Episode KPK vs Polri&#8230;telah bergulir menjadi KPK Vs Polri dan Kejaksaan Agung (Godzilla) dan berkembang menjadi <span style="color:#ff0000;">&#8230;.</span></span></span></span></span></h3>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#993366;"><span style="color:#ff0000;">KPK dan Masyarakat Vs Polri, Kejaksaan Agung, Komisi III DPR RI, dan tentu, Pemerintah&#8230;.<span style="color:#ff00ff;"> </span></span></span></span></span></span></h3>
<blockquote>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#993366;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#ff00ff;">Sungguh, sedih melihat pertarungan yang tidak imbang ini&#8230;tapi apa lacur&#8230;boleh jadi..semua orang di Indonesia&#8230;memang pelacur&#8230;mulai dari presiden yang melacurkan negara ke Amerika Serikat&#8230;(Kasus Namru 2) hingga Muhammad Al Amin Nur Nasution&#8230;yang kabarnya tidak hanya koruptor, tapi juga suka main perempuan&#8230;tentu boleh diperdebatkan apa ia &#8220;bermain dengan pelacur atau memang bermain dengan pasangan yang sama suka sama senang&#8230;.<span style="color:#0000ff;"> </span></span></span></span></span></span></span></h3>
</blockquote>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#993366;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;">Terlepas dari itu semua&#8230;</span></span></span></span></span></span></span></h3>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#993366;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;">izinkan kami..</span></span></span></span></span></span></span></h3>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#993366;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;">menyambut hangat kedatangan </span></span></span></span></span></span></span></h3>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#993366;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;">Abdul Hakim Ritonga </span></span></span></span></span></span></span></h3>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#993366;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;">dan </span></span></span></span></span></span></span></h3>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#993366;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;">Susno Duaji&#8230;</span></span></span></span></span></span></span></h3>
<h3 style="text-align:right;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#993366;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;">terlepas dari apa pun yang Anda berdua lakukan&#8230;kami berharap&#8230;</span></span></span></span></span></span></span></h3>
<h3 style="text-align:right;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#993366;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;">Anda dapat berbagi kepada kami semua&#8230;.baik kader, simpatisan Partai Kebathilan Sejati&#8230;minimal trik2 untuk melakukan aktivitas keji, tanpa harus merasa bersalah&#8230;</span></span></span></span></span></span></span></h3>
<h3 style="text-align:left;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#993366;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;">hal ini penting untuk dapat diserap oleh anggota, kader maupun simpatisan kami, sebab bagi kami&#8230;</span></span></span></span></span></span></span></h3>
<h3 style="text-align:left;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#993366;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;">semakin banyak yang BatHIL&#8230;<span style="color:#ff0000;"> </span></span></span></span></span></span></span></span></h3>
<h3 style="text-align:left;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#993366;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#ff0000;">SemaKIN LapanG jalan Ke Surga (tentu bagi yang tidak bathil&#8230;.) </span></span></span></span></span></span></span></span></h3>
<h3 style="text-align:right;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#993366;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#ff0000;">Mudah2an Anda berdua&#8230;tidak keberatan, minimal menjadi penasihat secara gratisan tentang &#8220;how to&#8221; aktivitas Anda&#8230;</span></span></span></span></span></span></span></span></h3>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#993366;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#ff0000;">dan yang paling fenomenal&#8230;Anda berdua tidak hanya membuat atasan Anda (baik Kapolri maupun Jaksa Agung) tidak berkutik, bahkan SBY pun, tampak sangat berhati-hati kepada Anda berdua&#8230; <span style="color:#800000;"> </span></span></span></span></span></span></span></span></span></h3>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#993366;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#800000;">Tanpa bermaksud melebih-lebihkan, sejatinya kami agak terganggu dengan fabelisasi Cicak Vs Buaya&#8230;sebab menurut kami&#8230;.</span></span></span></span></span></span></span></span></span></h3>
<h3 style="text-align:right;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#993366;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#800000;">para binatang boleh jadi keberatan dengan sebutan ini, terutama bagi cicak dan buaya&#8230;keduanya tidak diberikan akal sebagaimana layaknya manusia..sehingga apabila manusia menisbatkan dirinya kepada mereka, merupakan aib yang maha dahsyat bagi mereka&#8230;</span></span></span></span></span></span></span></span></span></h3>
<h3 style="text-align:left;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#993366;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#800000;">sebab..dengan akal saja, manusia bisa masuk neraka..bandingkan dengan mereka..yang tidak berakal, gak masuk sorga ya ora pathekan&#8230;.</span></span></span></span></span></span></span></span></span></h3>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#993366;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#800000;"><span style="color:#ff0000;">Sekali lagi&#8230;</span></span></span></span></span></span></span></span></span></span></h3>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#993366;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#800000;"><span style="color:#ff0000;">selamat datang Abdul Hakim Ritongan dan </span></span></span></span></span></span></span></span></span></span></h3>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#993366;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#800000;"><span style="color:#ff0000;">Susno Duaji&#8230;</span></span></span></span></span></span></span></span></span></span></h3>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#993366;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#800000;"><span style="color:#ff0000;">semoga Anda berdua dapat ikhlas berbagi&#8230;.</span></span></span></span></span></span></span></span></span></span></h3>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#993366;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#800000;"><span style="color:#ff0000;">Amin </span></span></span></span></span></span></span></span></span></span></h3>
<h3 style="text-align:right;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#993366;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#800000;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#ff00ff;">Ganyang Mafia&#8230;.(PEradiLAN&#8230;)&#8230;</span></span></span></span></span></span></span></span></span></span></span></h3>
<h3 style="text-align:right;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#993366;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#800000;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#ff00ff;">ah Susilo  Bambang Yudhoyono&#8230;kamu masih saja bermimpi&#8230;.eh maaf&#8230;masih saja cari muka!!!! </span></span></span></span></span></span></span></span></span></span></span></h3>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#993366;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#800000;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#ff00ff;">gak malu tuh ditertawakan jajaran Polri </span></span></span></span></span></span></span></span></span></span></span></h3>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#993366;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#800000;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#ff00ff;">(terutama bareskrim) dan Kejaksaan Agung&#8230;ih&#8230;jijay deh&#8230;.</span></span></span></span></span></span></span></span></span></span></span></h3>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#993366;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#800000;"><span style="color:#ff0000;">&#8230;(kata  asterix&#8230;.) aaaaaamiiiiiiiiitttt&#8230;.aaaaammmmmiiiiiittttttt(bersambung)</span></span></span></span></span></span></span></span></span></span></h3>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pohonnya Beringin]]></title>
<link>http://dongengkampung.wordpress.com/2009/10/19/pohonnya-beringin/</link>
<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 01:27:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>puguhdraharjo</dc:creator>
<guid>http://dongengkampung.wordpress.com/2009/10/19/pohonnya-beringin/</guid>
<description><![CDATA[Alangkah nikmat dan kasihan, pohon ringin yang ada di samping rumahku memberikan kesejukan udara tat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><a href="http://dongengkampung.files.wordpress.com/2009/10/ringin.jpg"><img class="size-medium wp-image-158 aligncenter" title="ringin" src="http://dongengkampung.files.wordpress.com/2009/10/ringin.jpg?w=300&#038;h=230" alt="" width="300" height="230" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Alangkah nikmat dan kasihan, pohon ringin yang ada di samping rumahku memberikan kesejukan udara tatkala sang mentari dengan perkasanya memancarkan sinarnya. Pohon yang tumbuh dengan berangsur lenyapnya waktu selalu mendapatkan keseimbangan nikmat, ketika beringin haus rintik demi rintik air mulai turun memberikan pelepas dahaga baginya dan ketika membutuhkan pancaran sinar untuk makan sang suryapun dengan murah mengijinkannya.</p>
<p>Riuh manusia-manusia pengais rejeki selalu menemaninya, ada Mbah Darmo yang menunggu pelanggannya untuk memangkas para rambut mereka, Mbak Cempluk yang selalu berteduh untuk menjajakan jamu gendongnya serta juga ada Kang Bejjo yang selalu membagi recehannya hasil uang ngamen yang didapatnya seharian dengan rombongannya. Betapa bahagianya pohon ringin itu yang tau walau tidak benar-benar tahu rahasia dari para pengguna teduh daunnya. Selalu ada kesenangan yang ia dengar dan juga selalu ada kericuhan yang ia rasakan, tapi ringinpun mulai belajar dari latar belakang dari para pengais rejeki.</p>
<p style="text-align:justify;">Setiap pagi para diktator mengirim petugasnya untuk selalu membersihkan di sekitar lingkup pohon ringin dengan assal-asalan, tanpa terlihat Mbah Darmo dan kawan-kawannya juga selalu membersihkan tanpa ada imbalannya, dan dengan senang hati dan berbangga ria ringin pun mengucapkan :: <em>maturtengkyu</em> ::, di lain waktu ketika paham introvet baru menghampiri, para diktator pun juga memangkas, membabat, dan membuat kerdil pohon beringin itu walaupun dengan alasan, aturan untuk membuat rapi bahkan kadang juga mengusir teman-teman ringin :: <em>MbahDarmoCS</em> ::, tapi tetap legowo dan memetik ilmu yang ringin katakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Betapa ironisnya nasib :: <em>beringinrasakan</em> ::, ia tumbuh dengan alam dan dirinya sendiri, selalu memberikan kesejukan bagi para penikmat, manfaat yang besar tapi tak terasakan, yang kuat hidup dan tumbuh di tengah lapangan alun-alun dengan panasnya terik, lebatnya rintik, dinginnya udara di bulan sabit, dan deruan badai angin tapi ia selalu diludahi, di anggap hal biasa dan sepele, tidak ada harganya, ditebangi rambutnya, bahkan dikencingi. Hanya diam yang sekarang ringin itu suarakan :: <em>raisongomong</em> :: sampai pada akhirnya akan lenyap, mati, punah dan tidak ada perasaan apapun seiring gemerlap suasana pedesaan yang semakin sunyi.</p>
<p style="text-align:center;">
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[JALAN MENGHINDAR DARI EKOSIDA ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/09/25/jalan-menghindar-dari-ekosida/</link>
<pubDate>Fri, 25 Sep 2009 03:10:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/09/25/jalan-menghindar-dari-ekosida/</guid>
<description><![CDATA[Sejumlah bangsa atau masyarakat tertentu di dunia ini telah hilang dari catatan sejarah karena merek]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2785" title="jalan menghindar dari ekosida 01" src="http://hagemman.files.wordpress.com/2009/09/jalan-menghindar-dari-ekosida-014.jpg?w=101&#038;h=150" alt="jalan menghindar dari ekosida 01" width="101" height="150" />Sejumlah bangsa atau masyarakat tertentu di dunia ini telah hilang dari catatan sejarah karena mereka lenyap tanpa sisa. Yang sering disebut-sebut, karena banyak artefak yang bercerita tentangnya, adalah suku bangsa atau masyarakat Maya. Selain suku Maya, juga ada sebuah masyarakat yang hidup di suatu lembah di bagian utara Cina. Mereka konon mirip Kaukasia (orang Eropa), tetapi mereka pun telah lenyap. Mereka punah.</p>
<p>Ada dua penyebab punahnya sebuah masyarakat, yaitu kerusakan lingkungan yang amat parah dan perang dengan masyarakat lain – yang bisa disertai dengan genosida. Lingkungan yang hancur bisa membawa ke jurang ekosida atau bunuh diri lingkungan (ecocide) – bunuh diri suatu masyarakat akibat perusakan lingkungan.</p>
<p>Proses ekosida, menurut seorang panelis, telah terjadi di sejumlah negara Afrika, antara lain Somalia, Burundi, dan Kongo. Tragedi perang Darfur adalah akibat menurunnya daya dukung lingkungan terhadap kehidupan sehingga terjadi perebutan sumber air.</p>
<p>Untuk hidup, manusia bergantung pada alam, baik alam sebagai ruang, alam sebagai penghasil pangan, alam sebagai penghasil oksigen untuk bernapas, alam sebagai penyedia air, maupun alam sebagai sebuah lingkungan di mana di dalamnya tercakup berbagai ekosistem yang saling bergantung, yang saling menghidupi.</p>
<p><!--more--><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2786" title="jalan menghindar dari ekosida 02" src="http://hagemman.files.wordpress.com/2009/09/jalan-menghindar-dari-ekosida-02.jpg?w=117&#038;h=150" alt="jalan menghindar dari ekosida 02" width="117" height="150" />Meningkatnya jumlah penduduk akan melahirkan tekanan lebih besar terhadap lingkungan alam yang berpotensi merusak lingkungan. Lingkungan yang rusak atau hancur secara otomatis akan turun daya dukungnya terhadap kehidupan. Seorang panelis menyebutkan, sumber dari kerusakan lingkungan antara lain adlah pertumbuhan penduduk karena semakin banyak penduduk, akan dibutuhkan semakin banyak sumber daya, di antaranya adalah sumber daya alam.</p>
<p>Persoalan kerusakan lingkungan tersebut antara lain berupa hutan gundul, rusaknya habitat, kerusakan daerah aliran sungai (DAS) yang bisa berakibat tanah longsor, kesuburan tanah hilang, punahnya sejumlah spesies, sulitnya penyediaan air bersih, terbatasnya sumber air, pendangkalan sungai, polusi udara, dan sampah. Itu semua terjadi akibat pembalakan liat, pembukaan tambaj dengan menghilangkan kawasan bakau, penggundulan DAS, pertambangan yang tidak menggunakan prinsip-prinsip keberlanjutan, perusakan karst yang menjadi rumah mata air, serta penggunaan tanaman hasil rekayasa genetika.</p>
<p>Di Indonesia, akibat kehancuran lingkungan sudah banyak memakan korban jiwa dan materi, seperti banjir di Kalimantan, yang sebelumnya tak pernah terjadi, perolehan ikan oleh nelayan semakin menurun, polusi udara yang menyebabkan berbagai penyakit, perkara limbah tambang di Teluk Buyat, yang pernah diperkarakan, dan sebagainya.</p>
<p>Seorang panelis menegaskan, pertumbuhan penduduk yang tak terkendali akan mengakibatkan “ledakan penduduk”. Ledakan penduduk ditambah dengan kebijakan pembangunan tanpa wawasan berkelanjutan akan menghasilkan sebuah kombinasi sempurna yang membawa masyarakat pada suatu situasi ekosida.</p>
<p>Perkembangan penduduk dunia dan Indonesia meningkat amat pesat sesuai deret ukur dengan kurva eksponensialnya terjadi pada akhir abad ke-20, dengan berkembang pesatnya dunia kedokteran yang ditandai dengan penemuan vaksin dan antibiotik sehingga mampu mencegah terjadinya endemi. Sebagai catatan, perkembangan jumlah penduduk yang luar biasa ini sebagian besar terjadi di negara berkembang.</p>
<p>Indonesia, misalnya, pada abad ke-16 hanya berpenduduk 10 juta, 100 tahun kemudian menjadi 14 juta orang, dan pada tahun 1900 sekitar 40 juta orang. Pada tahun 2000 angka itu melejit menjadi 205,8 juta orang – itu pun dengan sekitar 80 juta kelahiran bisa dicegah karena program KB (Keluarga Berencana). Tahun 2009 angka ini mencapai 230 juta orang – dengan 100 juta kelahiran dicegah.</p>
<p>Bagaimana dengan 35 tahun lagi ? Dengan rumus ilmu demografi, didapat angka jumlah penduduk Indonesia tahun 2044 adalah 411,6 juta orang ! Dua kali lipat dari jumlah penduduk 2009. Muncul pertanyaan eksistensial, bagaimana mereka harus hidup dan dihidupi ?</p>
<p><strong>Sumber daya manusia<br />
</strong><br />
Di ujung lain dari diskursus kependudukan adalah sisi positif dari sumber daya manusia. Kualitas sumber daya manusia, ujar seorang panelis, memiliki bobot 80 persen dalam menentukan kemajuan sebuah bangsa. Jumlah penduduk yang tinggi adalah sebuah potensi.</p>
<p>Perosalan kependudukan merupakan sebuah peta besar yang di dalamnya terdapat berbagai persoalan yang saling kait mengait : persoalan tata ruang, KB, transmigrasi, kesehatan perempuan, ibu dan anak, kesehatan masyarakat, perubahan iklim, urbanisasi dan migrasi, pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, peran serta hak keluarga, dan sebagainya.</p>
<p>Program Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) yang lahir tahun 2000 adalah puncak komitmen dunia internasional terkait persoalan kependudukan.</p>
<p>Seorang panelis menegaskan, MDGs merupakan titik masuk penanganan masalah kependudukan. MDG’s dan kependudukan memiliki hubungan timbal balik yang amat erat. Semakin cepat penanganan kependudukan, semakin cepat pula MDGs akan tercapai.</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2787" title="jalan menghindar dari ekosida 03" src="http://hagemman.files.wordpress.com/2009/09/jalan-menghindar-dari-ekosida-03.jpg?w=125&#038;h=150" alt="jalan menghindar dari ekosida 03" width="125" height="150" />Delapan pembangunan dalam MDGs terentang mulai dari persoalan kemiskinan, kelaparan, pendidikan dasar, persoalan kesehatan reekait penyakit malaria hingga HIV/AIDS, menurunkan angka kematian anak balita, dan mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan.</p>
<p>Untuk tercapainya MDGs sekaligus terselesaikannya persoalan kependudukan, panelis itu menggarisbawahi pentingnya kebijaksanaan nasional yang tegas agar program dapat berkelanjutan, koordinasi antarlembaga dengan keharusan mengikis ego-sektoral dan ego-daerah, mengembangkan kemitraan dengan semua pihak : pemerintah-swasta-masyarakat yang juga bisa diwakili oleh organisasi nonpemerintah.</p>
<p>Di atas itu semua adalah pendekatan masalah dan pemecahan masalah secara holistik. Itu semua adalah kelemahan yang harus diatasi agar masalah kependudukan teratasi sekaligus MDGs tercapai.</p>
<p>Dengan itu ada sedikit harapan : terjadinya ekosida bisa dicegah.</p>
<p>Sumber  :</p>
<p>Jalan Menghindar Dari Ekosida, Brigitta Iswaoro L – Kompas, 16.04.2009</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KUCING EMAS – Hewan Langka yang Hampir Punah]]></title>
<link>http://lelosusilo.wordpress.com/2009/08/28/kucing-emas-%e2%80%93-hewan-langka-yang-hampir-punah/</link>
<pubDate>Fri, 28 Aug 2009 07:49:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>lelo</dc:creator>
<guid>http://lelosusilo.wordpress.com/2009/08/28/kucing-emas-%e2%80%93-hewan-langka-yang-hampir-punah/</guid>
<description><![CDATA[Kucing Emas merupakan jenis yang misterius dan sangat sulit di jumpai saat ini, sedikit sekali penge]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft" src="http://samudro.files.wordpress.com/2009/08/kucing-emas4.jpg?w=220&#038;h=290#38;h=290" alt="" width="220" height="290" />Kucing Emas merupakan jenis yang misterius dan sangat sulit di jumpai saat ini, sedikit sekali pengetahuan mengenai perilaku dan ekologi jenis ini, termasuk populasi mereka di dalam kawasan. pola hidup satwa ini belum diketahui secara jelas tidak seperti jenis kucing hutan lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Bulu berwarna mulai dari pirang coklat muda sampai hitam. Pada bagian kepala dan bagian bawah ekornya terdapat garis putih yang dapat dilihat dengan mudah. pada tahun 1996, melalui Photo Trapping, Untuk pertama kalinya berhasil terpetret seekor kucing Emas yang berwarna hitam pekat. Satwa ini dapt ditemukan mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 2.000 m dari permukaan laut.</p>
<p style="text-align:justify;">Hidupnya tidak sesoliter jenis kucing yang lain dan sering terlihat bergerak dalam kelompok, keluarga atau berpasangan. Umumnya satwa ini bergerak di daratan meskipun mereka pandai memanjat dan aktif disiang hari, meskipun mereka pemburu yang ulung di waktu malam. Lokasi yang diperkirakan merupakan habitatnya adalah Tandai dan Gunung Seblat.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan ada suatu artikel yang menyatakan:<br />
Kucing Emas biasa di sebut Golden cat atau Fire cat, hewan ini termasuk salah satu hewan yg ikut dikampanyekan Cegah Satwa Punah oleh komunitas Adsense Surabaya. Kucing emas (Catopuma temminicki) merupakan salah satu dari tujuh jenis kucing yang hidup di dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat. Ciri utama dari Kucing Emas adalah hampir seluruh tubuhnya berwarna cokelat ke emas2an (sesuai namanya) tetapi ada juga yg berwarna abu abu atau coklat tua. Ada juga yg berwarna hitam dan jenis ini adalah jenis paling langka!<!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Kucing emas ini hidup tersebar dari daerah Tibet, Nepal, Cina, Burma, Thailand sampai Indocina, Malaysia, dan Sumatera. Ciri2 lain dari kucing emas ini memiliki berat rata-rata untuk ukuran kucing dewasa jenis tersebut sekitar 8-12 kg dengan panjang dari kepala sampai ekor mencapai 1,2 meter. Sebagaimana saudaranya kucing biasa, binatang ini kadang-kadang terlihat belang-belang tanpa menghilangkan warna spesifiknya. Binatang ini agak panjang dibanding dengan kucing biasa dan tidak pernah ditemui dengan warna hitam seluruhnya. Bagian belakang bundaran telinganya ada garis hitam pendek. Garis putih yang dibatasi warna putih terdapat di pipinya, yang muncul dari sudut bagian dalam matanya. Bagian perutnya selalu berwarna lebih terang dibanding bagian pinggulnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Lebih besar dari sepupunya dari Afrika, kucing emas Temminck Asia berukuran sebesar anjing. Ada lagi yang disebut Fishing Cat yang ditemukan di beberapa bagian dunia lainnya, yang ukurannya juga agak serupa. Wozencraft, dalam penjelasannya yang kontroversial mengenai sistim klasifikasi mengenai binatang ini tahun 1993 menganggap kucing emas Temminck adalah jenis Catopuma, bersama dengan kucing teluk Borneo yang dikatakannya merupakan salah satu versi dari kucing Temminck (Wozencraft 1993) juga. Kucing emas Afrika terpisah dari dua spesies itu dan kini berdiri sendiri dengan jenis (genus) Profelis. Semua kucing-kucing ini diklasifikasikan Sebagai Felis.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter" src="http://samudro.files.wordpress.com/2009/08/kucing-emas1.jpg?w=300&#038;h=229#38;h=229" alt="" width="300" height="229" /></p>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter" src="http://samudro.files.wordpress.com/2009/08/kucing-emas2.jpg?w=203&#038;h=299#38;h=300" alt="" width="203" height="299" /></p>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter" src="http://samudro.files.wordpress.com/2009/08/kucing-emas3.jpg?w=236&#038;h=299#38;h=300" alt="" width="236" height="299" /></p>
<p style="text-align:justify;">Sumber : <a href="http://www.kaskus.us/">kaskus.us</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Serak Jawa (Tyto alba) "Sang Penakluk Malam"]]></title>
<link>http://mepow.wordpress.com/2009/08/22/serak-jawa-tyto-alba-sang-penakluk-malam/</link>
<pubDate>Sat, 22 Aug 2009 14:03:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>MEPOW</dc:creator>
<guid>http://mepow.wordpress.com/2009/08/22/serak-jawa-tyto-alba-sang-penakluk-malam/</guid>
<description><![CDATA[Kingdom: Animalia Phylum: Chordata Class: Aves Order: Strigiformes Family: Strigidae Genus: Tyto Spe]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kingdom:</strong> Animalia <strong>Phylum:</strong> Chordata <strong>Class:</strong> Aves <strong>Order:</strong> Strigiformes <strong>Family:</strong> Strigidae <strong>Genus:</strong> <em>Tyto</em><strong> Species:</strong> <em>Tyto</em> <em>alba</em></p>
<p><em><img class="aligncenter size-full wp-image-1407" title="tyto-alba4" src="http://mepow.files.wordpress.com/2009/08/tyto-alba4.jpg?w=468&#038;h=524" alt="tyto-alba4" width="468" height="524" />Foto Oleh <a title="Stevie B Profile" href="http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Tyto_alba_close_up.jpg" target="_blank">Stevie B</a></em></p>
<p>English: Barn Owl,  Malay : Jampok kubur</p>
<p><strong>Deskripsi</strong></p>
<p>Berukuran besar (34cm), mudah dikenali sebagai burung habtu putih. Muka putih berbentuk hati dan lebar. Tubuh bagian atas kuning bertanda merata, tubuh bagian bawah putih dengan bintik-bintik hitam keseluruhan. Warna umumnya bervariasi. Remaja kuning lebih gelap. Iris coklat, paruh dan kaki kuning lebih kotor.</p>
<p><strong>Suara</strong></p>
<p>Keras parau, teriakan <a title="Gelatik batu sultan" href="http://mepow.wordpress.com/2009/08/05/gelatik-batu-sultan-melanochlora-sultanea/" target="_blank">bernada tinggi</a>, “whiiikh” atau “se-rak”. Juga suara tinggi “ke ke ke ke ke”<!--more--></p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1405" title="tyto-alba2" src="http://mepow.files.wordpress.com/2009/08/tyto-alba2.jpg?w=468&#038;h=334" alt="tyto-alba2" width="468" height="334" /><em>Foto oleh <a title="Profile of the owlpages" href="http://www.owlpages.com/image.php?image=species-Tyto-alba-15" target="_blank">The Owl Pages</a></em></p>
<p><strong>Distribusi Global</strong></p>
<p>Tersebar luas di dunia</p>
<p><strong>Distribusi Lokal</strong></p>
<p>Tidak umum di dataran rendah <a title="Seriwang asia" href="http://mepow.wordpress.com/2009/08/05/seriwang-asia-terpsiphone-paradisi/" target="_blank">Sumatera </a>Jawa dan Bali, sampai ketinggian 800m. Tidak tercatat di Kalimantan, tetapi tersebar di Sunatera Selatan (mungkin akibat penebangan hutan), dan ada kemungkinan masuk ke Kalimantan Selatan.</p>
<p><strong>Kebiasaan</strong></p>
<p>Sepanjang hari bersembunyi dalam lubang yang gelap dirumah, pohon, gua, karang, atau vegetasi yang rapat termasuk hutan mangrove. Muncul pada sore hari melewati daerah terbuka, <a title="Pernis" href="http://mepow.wordpress.com/2009/08/14/sikep-madu-asia-oriental-honey-buzzard-pernis-ptilorhynchus/" target="_blank">terbang </a>rendah dengan kepakan tanpa suara. Bersarang dilubang-lubang pohon atau gedung.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1406" title="tyto-alba3" src="http://mepow.files.wordpress.com/2009/08/tyto-alba3.jpg?w=468&#038;h=701" alt="tyto-alba3" width="468" height="701" /><em>Foto oleh<a title="Profile of Emerging Birder" href="http://images.google.co.id/imgres?imgurl=http://farm2.static.flickr.com/1367/676609670_351fdde783_b.jpg&#38;imgrefurl=http://frozenflower.net/%3Ftag%3Dtyto%2520alba&#38;usg=__1385XMmUu3-m4t6idtIVu0LXFAc=&#38;h=1024&#38;w=683&#38;sz=135&#38;hl=id&#38;start=6&#38;um=1&#38;tbnid=qmqZJN3EFBv7kM:&#38;tbnh=150&#38;tbnw=100&#38;prev=/images%3Fq%3DTyto%2Balba%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26sa%3DN%26um%3D1" target="_blank"> Emerging Birder</a></em></p>
<p><strong>Status IUCN</strong></p>
<p><a title="IUCN" href="http://www.iucnredlist.org/search" target="_blank">Least Concern                 ver 3.1</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Elang Brontok; Changeable Hawk-Eagle (Spizaetus cirrhatus)]]></title>
<link>http://mepow.wordpress.com/2009/08/19/elang-brontok-changeable-hawk-eagle-spizaetus-cirrhatus/</link>
<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 14:08:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>MEPOW</dc:creator>
<guid>http://mepow.wordpress.com/2009/08/19/elang-brontok-changeable-hawk-eagle-spizaetus-cirrhatus/</guid>
<description><![CDATA[Kingdom : Animalia Phylum : Chordata Class : Aves Order : Accipitriformes Family : Accipitridae Genu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Kingdom : Animalia Phylum : Chordata Class : Aves Order : Accipitriformes Family : Accipitridae Genus<strong><em> </em></strong> : <strong><em>Spizaetus</em></strong> Species : <strong><em>Spizaetus cirrhatus </em></strong></p>
<p><strong><em><img class="aligncenter size-full wp-image-1390" title="spizaetus cirrhatus" src="http://mepow.files.wordpress.com/2009/08/spizaetus-cirrhatus.jpg?w=336&#038;h=516" alt="spizaetus cirrhatus" width="336" height="516" /></em></strong></p>
<p>Foto oleh <a title="Jatmiko profile" href="http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Spiza_cirrha_051120_2647_crta.jpg" target="_blank">W.A. Djatmiko</a></p>
<p>English: changeable Hawk-Eagle; Malay: Lang Hindek</p>
<p><strong>Deskripsi</strong></p>
<p><a title="Haliaeetus leucogaster “White-breasted Sea-Eagle”" href="http://mepow.wordpress.com/2009/07/25/haliaeetus-leucogaster-white-breasted-sea-eagle/" target="_blank">Berukuran besar</a> (70 cm), bertubuh ramping. Sayap sangat lebar, ekor panjang berbentuk bulat. Elang ini mempunyai tiga (tiga) fase  yang berbeda yaitu fase gelap, peralihan dan fase terang.<!--more--></p>
<p><strong>Fase Terang</strong> : tubuh bagian atas <a title="Nisaetus bartelsi – Javan Hawk-eagle “National Bird of Indonesia”" href="http://mepow.wordpress.com/2009/07/30/nisaetus-bartelsi-javan-hawk-eagle-national-bird-of-indonesia/" target="_blank">coklat </a>abu-abu gelap, tubuh bagian bawah putih bercoret-coret coklat kehitaman memanjang. Strip mata dan kumis kehitaman. Burung muda : Tubuh bagian atas coklat keabu-abuan, kepala dan tubuh bagian bawah keputih-putihan.</p>
<p><strong>Fase Gelap</strong> : seluruh tubuh coklat gelap dengan garis hitam pada ujung ekor, terlihat kontras dengan  bagian ekor lain yang coklat dan lebih terang.  Atau warna tubuh <a title="Sikep Madu Asia, “Oriental Honey Buzzard” (Pernis ptilorhynchus)" href="http://mepow.wordpress.com/2009/08/14/sikep-madu-asia-oriental-honey-buzzard-pernis-ptilorhynchus/" target="_blank">hitam </a>secara keseluruhan.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1389" title="spizaetus cirrhatus4" src="http://mepow.files.wordpress.com/2009/08/spizaetus-cirrhatus4.jpg?w=200&#038;h=272" alt="spizaetus cirrhatus4" width="200" height="272" />Foto oleh <a title="Kanopi Indonesia" href="http://kanopi-indonesia.org/Kanopindo%20Photo%20Gallery.html" target="_blank">Yayasan Kanopi Indonesia</a></p>
<p><strong>Fase Peralihan</strong> : Bentuk peralihan diantara kedua fase gelap dan terang,terutama terlihat pada pola warna coretan dan garis (tetapi lebih mirip fase terang); garis hitam pada ekor dan sayap tidak teratur serta garis-garis coklat kemerahan melintang pada perut bagian bawah.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1388" title="spizaetus cirrhatus3" src="http://mepow.files.wordpress.com/2009/08/spizaetus-cirrhatus3.jpg?w=468&#038;h=287" alt="spizaetus cirrhatus3" width="468" height="287" />Foto oleh <a title="Profile-lip kee" href="http://www.flickr.com/photos/lipkee/640078752/" target="_blank">lip kee</a></p>
<p>Iris kuning sampai cokelat, paruh kehitaman, sera kuning kehitaman, kaki kuning kehijauan.</p>
<p><strong>Suara</strong></p>
<p>Pekikan panjang &#8220;kwip-kwip-kwip-kwiiah&#8221; meninggi atau &#8220;klii-liiuw&#8221; tajam.</p>
<p><strong>Distribusi <a title="Golden Eagle (Aquila chrysaetos) “The Real King of The Air”" href="http://mepow.wordpress.com/2009/07/23/golden-eagle-aquila-chrysaetos-the-real-king-of-the-air/" target="_blank">Global</a></strong></p>
<p>India, Asia Tenggara, Filiphina, Sundad besar, dan Nusa Tenggara.</p>
<p><strong>Distribusi Lokal</strong></p>
<p>Terdapat di seluruh dataran Sunda Besar, tidak umum ditemukan di bawah ketinggian 2000 mdpl.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1387" title="spizaetus cirrhatus2" src="http://mepow.files.wordpress.com/2009/08/spizaetus-cirrhatus2.jpg?w=468&#038;h=340" alt="spizaetus cirrhatus2" width="468" height="340" />Foto oleh  <a title="RAIN" href="http://rain2008.wordpress.com/2009/07/07/bertemu-elang-brontokspizaetus-cirrhatus-di-kawasan-suaka-elang/" target="_blank">RAIN (Raptor Indonesia)</a></p>
<p><strong>Kebiasaan</strong></p>
<p>Mengunjungi hutan dan daerah berhutan yang terbuka, berburu dari udara atau dari tempat bertengger dipohon kering. Umumnya berburu dihutan yang baru saja ditebang.</p>
<p><strong>Status IUCN</strong></p>
<p><a title="IUCN " href="http://www.iucnredlist.org/search" target="_blank">Least Concern             ver 3.1</a> Least concern</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
