<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>qaradhawi &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/qaradhawi/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "qaradhawi"</description>
	<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 02:27:40 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Fatwa 1 Tentang Haji]]></title>
<link>http://hendrasaleh.wordpress.com/2009/11/08/fatwa-1-tentang-haji/</link>
<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 02:01:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>hendrasaleh</dc:creator>
<guid>http://hendrasaleh.wordpress.com/2009/11/08/fatwa-1-tentang-haji/</guid>
<description><![CDATA[Pertanyaan: Bagaimana hukumnya orang yang pergi haji sedangkan ia punya utang terhadap bank, sementa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Pertanyaan: </strong></p>
<p>Bagaimana hukumnya orang yang pergi haji sedangkan ia punya utang terhadap bank, sementara kita tahu bahwa ia berkewajiban untuk melunasi utangnya? Dan bagaimana hukumnya seorang pedagang yang memiliki utang tapi juga memiliki piutang, apakah ia juga boleh melaksanakan haji?<br />
<!--more--><br />
<strong>Jawaban:</strong></p>
<p>Bismillah Wash shalatu Was salamu &#8216;al Rasulillah&#8230;</p>
<p>Apabila utang tersebut berbentuk cicilan dan pihak bank mengambil utang tersebut darinya secara berkala-seperti orang yang mengkredit mobil lewat perantara bank, dan pihak bank mengambil angsurannya dengan cara memotong gajinya setiap bulan secara teratur-maka ia boleh melaksanakan haji meskipun cicilannya belum lunas, karena cicilan tersebut  diambil dari gajinya secara teratur.</p>
<p>Adapun utang perdagangan, maka hal tersebut tidak menghalangi seorang muslim untuk melaksanakan ibadah haji. Karena utang-piutang tersebut merupakan harta yang terus berputar dan hal itu merupakan keniscayaan bagi seorang pedagang. Yang penting adalan harta yang dimilikinya lebih banyak daripada utangnya, atau setidaknya sama banyaknya dalam artian ia mampu untuk melaksanakan ibadah haji tersebut. Wallahu a&#8217;lam.</p>
<p>[Mufti: Syekh Yusuf Qaradhawi, lihat: <a href="http://www.qaradawi.net/site/topics/article.asp?cu_no=2&#38;item_no=7325&#38;version=1&#38;template_id=220&#38;parent_id=17" target="_blank"><strong>qaradawi.net</strong></a>]</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kesesatan Qaradhawi - Orang-orang yang mempengaruhinya]]></title>
<link>http://ibnufatih.wordpress.com/2009/09/21/kesesatan-qaradhawi-orang-orang-yang-mempengaruhinya/</link>
<pubDate>Mon, 21 Sep 2009 16:04:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ibnu Fatih</dc:creator>
<guid>http://ibnufatih.wordpress.com/2009/09/21/kesesatan-qaradhawi-orang-orang-yang-mempengaruhinya/</guid>
<description><![CDATA[Komentar: Berikut adalah fatwa sesat dari Wahabiy tentang Yusuf Al Qaradhawi. Diambil dari: http://s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><blockquote><p>Komentar: Berikut adalah fatwa sesat dari Wahabiy tentang Yusuf Al Qaradhawi.<br />
Diambil dari: <a href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&#38;id_artikel=632">http://salafy.or.id</a></p></blockquote>
<p>Orang-Orang Yang Berpengaruh Pada Diri Qaradhawi</p>
<p>Semenjak masa mudanya, Yusuf Al Qaradhawi sudah terbina di bawah asuhan para dai ikhwanul muslimin. Bahkan dia pernah berguru langsung kepada para tokoh pembesar ikhwanul muslimin. Maka tidak mengherankan apabila dalam dirinya tertanam kuat dasar-dasar ideologi harakah ini, seperti dakwah untuk mencintai yahudi dan nashrani, membaurkan Sunnah dan syi’ah, dan lain sebagainya. Hal ini diakui sendiri oleh Qaradhawi pada saat wawancara dengan salah satu koran Amerika :<br />
Saya tumbuh di madrasah yang berkhidmat (mengabdi) kepada Islam. Madrasah ini dibangun oleh seseorang yang istimewa dan adil dalam ide, pergerakan, dan interaksi. Dia adalah Al Imam Asy Syahid Hasan Al Banna. Pada satu orang ini saja sudah bisa dikatakan Ummah (Ucapan ini jelas ghuluw (melampaui batas) karena Allah hanya memberikan gelar Ummah kepada satu orang yaitu Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam (QS. An Nahl : 120).</p>
<p>Bagaimana orang ini diberi julukan dengan seperti ini? Ghuluw memang sudah tidak asing lagi di kalangan mereka karena memang itulah manhaj yang dipakai dalam pengkaderan ikhwanul muslimin. Mereka melakukan ghuluw pada diri Hasan Al Banna sampai-sampai mereka mengatakan bahwa dia adalah mukjizat di atas segala mukjizat dan lain-lainnya sebagaimana terungkap dalam buku Al Bannaa bi Aqlaami Talaamidzatihi wa Muhibbihi.) karena dia berinteraksi dengan seluruh manusia sehingga sebagian penasihatnya berasal dari kalangan Al Aqbath &#8211;yakni orang-orang nashrani&#8211; dan ia memasukkannya ke dalam Lajnah Siyasah (departemen politik). Dia berteman dengan sebagian dari mereka dalam muktamar dan memiliki gagasan untuk berdampingan dengan syi’ah. Karena itulah ia menerima pemimpin-pemimpin mereka di markas besar ikhwanul muslimin, Kairo, Mesir. Menurutku, inilah sikap adil peninggalan Hasan Al Banna dan madrasahnya. (Al Islaam wal Gharb halaman 72)</p>
<p>Muhammad Al Majdzub, seorang penulis biografi Yusuf Al Qaradhawi mengutip ucapan Qaradhawi :<br />
Sesungguhnya sosok yang paling besar pengaruhnya dalam pemikiran dan rohaniku adalah kepribadian Hasan Al Banna, pendiri gerakan Islam yang baru. (Al Majdzub, Ulamaa’ wa Mufakkiruun ‘Araftuhum 1:466)<br />
Selanjutnya pada halaman 467 buku yang sama, Al Majdzub menulis : “Ia &#8211;Yusuf Al Qaradhawi&#8211; mengakui terus terang bahwa pengaruh madrasah ini &#8211;madrasah ikhwanul muslimin&#8211; lebih kuat daripada pengaruh studi di Al Azhar terhadap dirinya.”</p>
<p>Dalam buku Al Islaam wal Gharb (Islam dan Barat) halaman 72, Al Majdzub menjelaskan bahwa disamping Hasan Al Banna masih ada tokoh lain yang berpengaruh pada diri Qaradhawi, yaitu Muhammad Al Ghazali. Dia adalah seorang aqlani (rasionalis) tokoh ikhwanul muslimin.</p>
<p>Oleh Qaradhawi, pemikiran yang diserap dari para tokoh ikhwanul muslimin itu disembunyikan beberapa saat kemudian dituangkan sebagian dalam beberapa kitabnya secara hati-hati sehingga tidak terlalu kentara. Belakangan, Qaradhawi berani membawa pemikiran dan gagasan busuk itu secara terang-terangan. Ia menamakan jalan yang ditempuhnya dengan istilah jalan Wasathiyah Islamiyah (Islam yang tengah-tengah), sebagaimana pengakuannya :<br />
Metode Wasathiyah Islamiyah ini bukan kami yang mengada-ada, ini merupakan ruhnya Islam. Dan itu juga merupakan aliran pemikiran yang selalu saya bentangkan (selama ini) dan memperkuat jiwa saya dalam tahun-tahun terakhir ini semenjak saya mulai berbuat untuk metode ini, yaitu aliran Wasathiyah Islamiyah.</p>
<p>Saudara pembaca yang budiman, sesungguhnya pemikiran yang dinamakan dengan Wasathiyah Islamiyah yang dibawa dan diperjuangkan Qaradhawi ini adalah misi yang bathil. Akan saya tulis beberapa baris untuk menjelaskannya.</p>
<p>Saya memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala semoga Dia mengaruniakan keikhlasan kepadaku sebagaimana juga saya memohon kepada Allah semoga Dia mengembalikan Qaradhawi kepada kebenaran dengan cara yang baik dan melepaskannya dari kesesatan dan penyimpangan.</p>
<p>(Sumber : Kitab Raf&#8217;ul Litsaam &#8216;An Mukhaalaafatil Qaradhawi Li Syari&#8217;atil Islaam, edisi Indonesia Membongkar Kedok Al Qaradhawi, Bukti-bukti Penyimpangan Yusuf AL Qardhawi dari Syari&#8217;at Islam. Penerbit Darul Atsar Yaman. Diambil dari www.assunnah.cjb.net)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Buku : Masa oleh Al-Qaradhawi]]></title>
<link>http://ikatkata.wordpress.com/2009/07/12/buku-masa-oleh-al-qaradhawi/</link>
<pubDate>Sun, 12 Jul 2009 06:42:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>Riduan  Khairi</dc:creator>
<guid>http://ikatkata.wordpress.com/2009/07/12/buku-masa-oleh-al-qaradhawi/</guid>
<description><![CDATA[Klik gambar untuk baca rebiu.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Klik gambar untuk baca rebiu.]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ SEJENAK DENGAN AL-GHAZALI (2)]]></title>
<link>http://curusetra.wordpress.com/2009/06/26/sejenak-dengan-al-ghazali-2/</link>
<pubDate>Fri, 26 Jun 2009 02:01:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>HILAL ALIFI</dc:creator>
<guid>http://curusetra.wordpress.com/2009/06/26/sejenak-dengan-al-ghazali-2/</guid>
<description><![CDATA[Yûsuf al-Qaradlâwî memang sangat produktif. Cendekiawan lulusan Al-Azhar ini menulis hampir dalam se]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Yûsuf al-Qaradlâwî memang sangat produktif. Cendekiawan lulusan Al-Azhar ini menulis hampir dalam semua bidang. Bahkan, fatwa-fatwa fiqhiyahnya sudah diterbitkan dalam jilid-jilid yang tebal. Belum lagi ceramah-ceramahnya dan beberapa kali berbicara di TV ataupun di radio Mesir.</p>
<div id="attachment_123" class="wp-caption alignright" style="width: 428px"><img class="size-full wp-image-123" title="tinta%20permanente_jpg" src="http://curusetra.wordpress.com/files/2009/06/tinta20permanente_jpg.jpg" alt="-(. . . . . . .)-" width="418" height="235" /><p class="wp-caption-text">-(. . . . . . .)-</p></div>
<p>Namun tulisan ini tidak hendak bercerita tentang Yûsuf al-Qaradlâwî secara panjang lebar. Alih-alih, tulisan ini cuma akan bercerita tentang salah satu karyanya tentang Abû Hâmid al-Gazâlî: <em><span style="color:#ffff00;"><span style="color:#ffcc00;">A</span><span style="color:#ffcc00;">l-Imâm al-Gazâlî, Baina Mâdihîhi wa Nâqidîhi</span></span> </em>(selanjutnya disebut <span style="color:#ffcc00;"><em>Al-Imâm al-Gazâlî</em></span>)<em>. </em>Saya mendapatkan edisi keempat buku ini dalam bentuk <em>softfile</em>, tentu saja dari mengunduh internet. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Di edisi ini, al-Qaradlâwî menyertakan pengantar khusus untuk menjelaskan beberapa hal. Mungkin dia menyertakan pengantar pula untuk edisi-edisi sebelum. Dalam pengantarnya, al-Qaradlâwî mengakui bahwa perkenalannya dengan Al-Gazâlî sudah sangat akrab sejak dia masih sangat belia, terutama melalui kitab <em><span style="color:#ffcc00;">Ihyâ’ Ulûm ad-Dîn</span> </em>dan <em><span style="color:#ffcc00;">Minhâj al-‘Âbidîn</span>.<!--more--> </em></p>
<p>al-Qaradlâwî juga mendapati Al-Gazâlî sebagai sosok luar biasa dengan cakrawala keilmuan yang sangat luas, sehingga tulisan yang mengulas pemikirannya sangatlah banyak dan tak terhitung. Untuk itu, kitab <em>Al-Imâm al-Gazâlî </em>ini hanya akan menjadi lembaran-lembaran tak berguna jika hanya mengulang-ulang apa yang sudah diulas mereka. Harus ada hal baru yang diulas, atau, paling tidak, mengungkap beberapa sisi Al-Gazâlî yang selama ini terpendam.</p>
<p>Semua tulisan yang sudah mengulas berbagai pemikiran Al-Gazâlî tersebut, demikian Al-Qaradlâwî, bisa digolongkan menjadi tiga kelompok. <em>Pertama</em>, mereka yang terpesona dan memuji-mujinya, bahkan ada yang memujinya hingga ke taraf yang tidak manusiawi, mendekati sikap pemaksuman. Semisal perkataan, “ Kitab<span style="color:#ffcc00;"> </span><em><span style="color:#ffcc00;">Ihyâ’</span> </em>hampir menyamai Al-Qur’ân.” <em>Kedua, </em>mereka yang mengritiknya, bahkan ada yang habis-habisan hingga seakan tidak ada sisi baik sama sekali dalam sosok Al-Gazâlî. Semisal perkataan bahwa “Al-Gazâlî hanya menghidupkan agamanya, tapi tidak agama kaum Muslim.” <em>Ketiga, </em>sikap moderat dan menempatkan Al-Gazâlî pada posisi yang pantas, dengan memujinya jika memang patut dipuji dan memberikan kritik jika memang dipandang ada hal yang pantas dikritik. Inilah sikap yang tepat menurut Al-Qaradlâwî, sesuai adagium <em><span style="color:#00ffff;">khair al-asyâ’ awsathuhâ</span>. </em></p>
<p>Demikianlah. Dan mulailah kitab ini bercerita banyak hal tentang Al-Gazâlî.</p>
<p>Pada Bagian Pertama, kitab ini memberi penjelasan mendasar: kenapa Al-Gazâlî dikasih gelar sebagai <span style="color:#00ffff;"><em>Hujjah al-Islâm</em></span>? Kenapa kaum Muslim bersepakat, sebagaimana dikatakan oleh As-Suyûthî, untuk menganggapnya sebagai Pembaharu Abad ke-500 H.? Peran apa yang Al-Gazâlî mainkan dalam peradaban Islam sehingga posisi semacam ini bisa dia dapatkan? Ini berarti, bagian ini sekaligus mencakup beberapa pujian terhadap Al-Gazâlî oleh para penulis, baik masa dahulu maupun penulis terkini, dari kalangan Muslim sendiri maupun orientalis Barat.</p>
<p>Saya membayangkan, tentu tidak mudah menjawab pertanyaan-pertanyaan ini karena harus menjelaskan banyak hal terlebih dahulu, mulai dari pribadi Al-Gazâlî hingga <em>setting </em>sosial yang mengelilinginya. Al-Qaradlâwî sendiri mengaku bahwa awalnya dia memperkirakan akan hanya membutuhkan belasan halaman untuk memaparkan jawabannya. Namun perkiraannya meleset. Dia butuh separuh (105 halaman) kitab karangannya ini untuk menjawabnya. Tidak mudah, bukan?</p>
<p>Pada bagian kedua, Al-Qaradlâwî memaparkan berbagai kritik terhadap Al-Gazâlî. Dari kalangan pengeritik masa-masa dulu, terdapat beberapa nama: Ath-Tharthûsyî, Al-Mâzirî, Ibn ash-Shalâh, Ibn al-Jauzî dan Ibn Taymiyah. Tapi, Al-Qaradlâwî segera menambahkan bahwa pernyandang nama-nama ini adalah orang-orang besar, dan mengingatkan bahwa selain mengritik Al-Gazâlî mereka juga memberikan penghargaan yang tinggi terhadapnya.</p>
<p>Sementara itu, dari kalangan pengritik yang hidup di masa terkini, Al-Qaradlâwî mendapatkan banyak sekali nama dan dalam aspek yang beraneka ragam. Ada yang mengritik Al-Gazâlî karena kecenderungannya yang kuat kepada Asy‘ariyah; ada yang karena kesufiannya yang berlebihan; ada yang karena Al-Gazâlî terlalu menekankan kebahagian personal sehingga mengabaikan kehidupan duniawi dan pengembangan masyarakat; ada yang karena Al-Gazâlî mengutip gagasan tanpa menyebut refrensinya (semacam plagiasi); ada yang menemukan inkonsistensi dan kecenderungan kontradiktif dalam pemikiran Al-Gazâlî; dan ada pula yang mengatakan bahwa Al-Gazâlî mengabaikan peristiwa-peristiwa besar di sekelilingnya, seperti Perang Salib, misalnya. Di tiap-tiap wilayah kritik ini, Al-Qaradlâwî memberikan pembahasan dalam sudut pandangnya sendiri.</p>
<p>Apa yang menjadikan kitab ini sangat berharga bagi saya sehingga saya mengharuskan diri menulis tulisan ini? Ceritanya berawal dari sebuah perbincangan santai antara saya dengan salah seorang teman di sebuah warung kopi yang agak bising. Kebetulan teman saya ini kuliah di Teologi Islam, Paramadina. Perbincangan ini begitu asyik, hingga tanpa terasa kami telah membahas sosok dan pemikiran Al-Gazâlî dari berbagai segi yang kami ketahui. Hingga pada satu titik perbincangan, teman saya ini menyatakan keinginannya untuk membuktikan bahwa meskipun Al-Gazâlî mengarang kitab <em><span style="color:#ffcc00;">Tahâfut at-Falâsifah</span>, </em>namun sebetulnya dia tidak hendak menghancurkan filsafat itu sendiri. Sebuah keinginan yang ambisius, pikir saya. Dan kalaupun suatu saat dia berhasil membuktikannya, bagaimana dia akan menyuarakannya? <em>Toh, </em>Al-Gazâlî terlanjur dicap sebagai penghancur filsafat di dunia Islam. Dan yang lebih penting dari itu, bagaimana dia akan membuktikannya?</p>
<p>Untungnya, pikiran saya tadi tidak saya sampaikan kepada teman saya itu. Beberapa tahun sebelum perbincangan itu terjadi, Al-Qaradlâwî sudah mengarang kitab ini dan membuktikan keinginan teman saya itu dilakukan.</p>
<p>Dalam pembahasan terakhir —dan terpenting, menurut saya— dengan subjudul Al-Gazâlî dan Tanggung Jawab Kemunduran Ilmu dan Peradaban Umat (<span style="color:#00ffff;"><em>Al-Gazâlî wa Mas’ûliyyah at-Takhalluf al-‘Ilmî wa al-Hadlârî li al-Ummah</em></span>), Al-Qaradlâwî memaparkan pandangan sebagian orientalis dan sebagian pemikir Arab bahwa Al-Gazâlî menghancurkan filsafat dan kebebasan berfikir. Bahkan ada yang mengatakan bahwa Al-Gazâlîlah satu-satunya orang yang bertanggungjawab atas kemunduran Peradaban Islam hingga saat ini. Pandangan ini jelas ditolak Al-Qaradlâwî dengan alasan:</p>
<p>(1)   Sistem pemikiran itu terlalu mudah dirobohkan. Padahal, jika sistem pemikiran itu memang sejati, tentunya akan sangat kokoh dan kuat. Sistem pemikiran yang demikian itu, yang bisa diruntuhkan hanya oleh satu orang, tidak pantas disebut filsafat.</p>
<p>(2)   Filsafat tidak sepenuhnya mati setelah diserang Al-Gazâlî. Buktinya, sesudah generasi Al-Gazâlî, bermunculan para filsuf besar. Ini sejalan dengan pendapat Prof. De Bouer, seorang orientalis dari Belanda.</p>
<p>(3)   Al-Gazâlî tidak hendak meruntuhkan filsafat sebagai aktivitas berfikir yang bebas. Alih-alih, dia hendak menghancurkan filsafat yang terpasung taklid kepada Peripatetisme-Aristotelian dan Neo-Platonisme. Jadi, Al-Gazâlî mau mengembalikan kepercaya-dirian insan Muslim untuk berfikir dengan kepalanya sendiri, bukannya membiarkan Aristoteles, Plato, atau siapapun berfikir untuknya.</p>
<p>(4)   Tidak semua cabang filsafat diserang oleh Al-Gazâlî. Dia hanya menyerang Metafisika saja.</p>
<p>(5)   Serangan Al-Gazâlî tidak berarti sikap permusuhan terhadap akal atau aktivitas berfikir yang bebas. Baik Islam maupun Al-Gazâlî sendiri sangat menghormati akal dan menjunjung aktivitas berfikir yang bebas. Ini terbukti dari banyak sekali karyanya.</p>
<p>(6)   Meskipun Al-Gazâlî menyerukan laku hidup sufistik, zuhud, tawakal, dan lain-lain, namun dia tidak mengecam urusan-urusan duniawi, berupa pertanian, industri, kedokteran, politik dan lain-lain. Bahkan, Al-Gazâlî menganggapnya sebagai wajib kifâyah, yang suatu masyarakat akan berdosa jika tidak terpenuhi jumlah tertentu untuk mengurusi kehidupan duniawinya.</p>
<p>(7)   Sikap simplikatif terhadap masalah besar bukanlah sikap ilmiah. Kemunduran atau kebangkitan sebuah umat bukanlah karena faktor filsafat semata, melainkan disebabkan oleh faktor politik, faktor sosial, faktor moral, faktor keilmuah, dan lain-lain. Bukankah kenyataan ini sudah terbukti dalam sejarah umat-umat terdahulu?</p>
<p>Akhirnya, saya cuma bisa tertegun dan tersenyum kesal. Sialan!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Yusuf al-Qardhawi Kritik Perpecahan Antar Kelompok Islam di Somalia]]></title>
<link>http://suara01.wordpress.com/2009/05/18/yusuf-al-qardhawi-kritik-perpecahan-antar-kelompok-islam-di-somalia/</link>
<pubDate>Mon, 18 May 2009 08:07:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>admin</dc:creator>
<guid>http://suara01.wordpress.com/2009/05/18/yusuf-al-qardhawi-kritik-perpecahan-antar-kelompok-islam-di-somalia/</guid>
<description><![CDATA[Ketua dewan persatuan ulama muslim internasional Syaikh Dr. Yusuf al-Qardhawi mengkritik secara kera]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ketua dewan persatuan ulama muslim internasional Syaikh Dr. Yusuf al-Qardhawi mengkritik secara kera]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Al Qaradhawi: Peringatan Maulid Tidak Bid’ah ]]></title>
<link>http://harakatuna.wordpress.com/2009/03/11/al-qaradhawi-peringatan-maulid-tidak-bid%e2%80%99ah/</link>
<pubDate>Wed, 11 Mar 2009 06:01:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>harakatuna</dc:creator>
<guid>http://harakatuna.wordpress.com/2009/03/11/al-qaradhawi-peringatan-maulid-tidak-bid%e2%80%99ah/</guid>
<description><![CDATA[Oleh: Tim dakwatuna.com dakwatuna.com &#8211; Syaikh Dr. Yusuf Al Qaradhawi, Ketua Persatuan Ulama I]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Oleh: Tim dakwatuna.com dakwatuna.com &#8211; Syaikh Dr. Yusuf Al Qaradhawi, Ketua Persatuan Ulama I]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ini tanggungjawab kita..]]></title>
<link>http://lasiaf87.wordpress.com/2009/01/04/ini-tanggungjawab-kita/</link>
<pubDate>Sun, 04 Jan 2009 01:35:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>FaisaL</dc:creator>
<guid>http://lasiaf87.wordpress.com/2009/01/04/ini-tanggungjawab-kita/</guid>
<description><![CDATA[- diambil daripada laman web ISMA Hulu Langat dalam entri bertajuk Qardawi &#8211; Semua Umat Islam ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[- diambil daripada laman web ISMA Hulu Langat dalam entri bertajuk Qardawi &#8211; Semua Umat Islam ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Masalah Hijab]]></title>
<link>http://alamanah1429.wordpress.com/2008/12/25/masalah-hijab/</link>
<pubDate>Thu, 25 Dec 2008 04:13:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>alamanah1429</dc:creator>
<guid>http://alamanah1429.wordpress.com/2008/12/25/masalah-hijab/</guid>
<description><![CDATA[Ustadz, haruskah hijab seperti ini (kain yang membentang dan memisahkan kaum laki-laki dan perempuan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ustadz, haruskah hijab seperti ini (kain yang membentang dan memisahkan kaum laki-laki dan perempuan]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[روزاليوسف .. القرضاوي صرف نصف مليون يورو في ثلاثة اسابيع]]></title>
<link>http://ameralamir.wordpress.com/2008/12/03/%d8%b1%d9%88%d8%b2%d8%a7%d9%84%d9%8a%d9%88%d8%b3%d9%81-%d8%a7%d9%84%d9%82%d8%b1%d8%b6%d8%a7%d9%88%d9%8a-%d8%b5%d8%b1%d9%81-%d9%86%d8%b5%d9%81-%d9%85%d9%84%d9%8a%d9%88%d9%86-%d9%8a%d9%88%d8%b1%d9%88/</link>
<pubDate>Wed, 03 Dec 2008 16:12:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>ameralamir</dc:creator>
<guid>http://ameralamir.wordpress.com/2008/12/03/%d8%b1%d9%88%d8%b2%d8%a7%d9%84%d9%8a%d9%88%d8%b3%d9%81-%d8%a7%d9%84%d9%82%d8%b1%d8%b6%d8%a7%d9%88%d9%8a-%d8%b5%d8%b1%d9%81-%d9%86%d8%b5%d9%81-%d9%85%d9%84%d9%8a%d9%88%d9%86-%d9%8a%d9%88%d8%b1%d9%88/</guid>
<description><![CDATA[بقلم : سامي جواد كاظم &#8211; انا اتمنى والامنية هذه اعتقدها صعبة التحقيق الا انها اذا ما تحققت لدى ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[بقلم : سامي جواد كاظم &#8211; انا اتمنى والامنية هذه اعتقدها صعبة التحقيق الا انها اذا ما تحققت لدى ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[حكاية غرام القرضاوي : حسدوني على الزواج من شابة جميلة ومثقفة ]]></title>
<link>http://ameralamir.wordpress.com/2008/11/12/%d9%82%d8%b1%d8%b6%d8%a7%d9%88%d9%8a-%d9%81%d9%8a-%d9%82%d8%b5%d8%a9-%d8%ba%d8%b1%d8%a7%d9%85%d9%87-%d9%83%d8%ab%d9%8a%d8%b1%d9%88%d9%86-%d8%ad%d8%b3%d8%af%d9%88%d9%86%d9%8a-%d8%b9%d9%84%d9%89/</link>
<pubDate>Wed, 12 Nov 2008 02:38:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>ameralamir</dc:creator>
<guid>http://ameralamir.wordpress.com/2008/11/12/%d9%82%d8%b1%d8%b6%d8%a7%d9%88%d9%8a-%d9%81%d9%8a-%d9%82%d8%b5%d8%a9-%d8%ba%d8%b1%d8%a7%d9%85%d9%87-%d9%83%d8%ab%d9%8a%d8%b1%d9%88%d9%86-%d8%ad%d8%b3%d8%af%d9%88%d9%86%d9%8a-%d8%b9%d9%84%d9%89/</guid>
<description><![CDATA[القاهرة &#8211; يو بي آي - لا يتورّع الداعية الاسلامي الشيخ يوسف القرضاوي عن رواية قصة غرامه ومن ثم ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[القاهرة &#8211; يو بي آي - لا يتورّع الداعية الاسلامي الشيخ يوسف القرضاوي عن رواية قصة غرامه ومن ثم ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Susahnya Berada di Tengah: Renungan Setelah Seperempat Abad]]></title>
<link>http://ahmadsahidin.wordpress.com/2008/10/25/susahnya-berada-di-tengah-renungan-setelah-seperempat-abad/</link>
<pubDate>Sat, 25 Oct 2008 05:22:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>ahmad sahidin</dc:creator>
<guid>http://ahmadsahidin.wordpress.com/2008/10/25/susahnya-berada-di-tengah-renungan-setelah-seperempat-abad/</guid>
<description><![CDATA[Oleh HAIDAR BAGIR “Aku jadikan kalian umat pertengahan (ummat wasath, moderat) agar kalian menghukum]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Oleh HAIDAR BAGIR “Aku jadikan kalian umat pertengahan (ummat wasath, moderat) agar kalian menghukum]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pentingnya Merujuk Sumber]]></title>
<link>http://alamanah1429.wordpress.com/2008/10/24/pentingnya-merujuk-sumber/</link>
<pubDate>Fri, 24 Oct 2008 08:17:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>alamanah1429</dc:creator>
<guid>http://alamanah1429.wordpress.com/2008/10/24/pentingnya-merujuk-sumber/</guid>
<description><![CDATA[Di dalam satu situs, saat membahas zakat profesi, ustadz sang pengasuh rubrik menyatakan bahwa syaik]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Di dalam satu situs, saat membahas zakat profesi, ustadz sang pengasuh rubrik menyatakan bahwa syaik]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[القرضاوي و فتوى إباحة الكحول !!! - نضال نعيسة]]></title>
<link>http://ameralamir.wordpress.com/2008/05/14/%d8%a7%d9%84%d9%82%d8%b1%d8%b6%d8%a7%d9%88%d9%8a-%d9%88-%d9%81%d8%aa%d9%88%d9%89-%d8%a5%d8%a8%d8%a7%d8%ad%d8%a9-%d8%a7%d9%84%d9%83%d8%ad%d9%88%d9%84-%d9%86%d8%b6%d8%a7%d9%84-%d9%86%d8%b9%d9%8a/</link>
<pubDate>Wed, 14 May 2008 13:36:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>ameralamir</dc:creator>
<guid>http://ameralamir.wordpress.com/2008/05/14/%d8%a7%d9%84%d9%82%d8%b1%d8%b6%d8%a7%d9%88%d9%8a-%d9%88-%d9%81%d8%aa%d9%88%d9%89-%d8%a5%d8%a8%d8%a7%d8%ad%d8%a9-%d8%a7%d9%84%d9%83%d8%ad%d9%88%d9%84-%d9%86%d8%b6%d8%a7%d9%84-%d9%86%d8%b9%d9%8a/</guid>
<description><![CDATA[أثارت فتوى للشيخ والداعية المصري الأصل قطري الجنسية يوسف القرضاوي بإباحة الكحول بنسب بسيطة جدلاً واس]]></description>
<content:encoded><![CDATA[أثارت فتوى للشيخ والداعية المصري الأصل قطري الجنسية يوسف القرضاوي بإباحة الكحول بنسب بسيطة جدلاً واس]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kesesatan Qaradhawi - Loyalitas dengan Israel]]></title>
<link>http://bela4lhaq.wordpress.com/2008/04/03/kesesatan-qaradhawi-loyalitas-dengan-israel/</link>
<pubDate>Thu, 03 Apr 2008 06:02:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>ibrahimabdullah</dc:creator>
<guid>http://bela4lhaq.wordpress.com/2008/04/03/kesesatan-qaradhawi-loyalitas-dengan-israel/</guid>
<description><![CDATA[Penulis: Ahmad bin Muhammad bin Manshur Al ‘Udaini .:  :. Qaradhawi Mengucapkan Selamat Kepada Israe]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Penulis: Ahmad bin Muhammad bin Manshur Al ‘Udaini .:  :. Qaradhawi Mengucapkan Selamat Kepada Israe]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Fatwa tentang Krisis Libanon, Irak, dan Palestina (Bag. I)]]></title>
<link>http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/03/25/fatwa-tentang-krisis-libanon-irak-dan-palestina-bag-i/</link>
<pubDate>Mon, 24 Mar 2008 23:41:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>Abu Umar</dc:creator>
<guid>http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/03/25/fatwa-tentang-krisis-libanon-irak-dan-palestina-bag-i/</guid>
<description><![CDATA[Oleh: Asy Syaikh Rabi’ Bin Hadi Al-Madkhali Beliau ditanya: “Apa pendapat Anda wahai Syaikh yang mul]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Oleh: Asy Syaikh Rabi’ Bin Hadi Al-Madkhali Beliau ditanya: “Apa pendapat Anda wahai Syaikh yang mul]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Buku : Ikhlas dalam Ibadah dan Perjuangan ]]></title>
<link>http://ikatkata.wordpress.com/2008/03/03/buku-ikhlas-dalam-ibadah-dan-perjuangan/</link>
<pubDate>Mon, 03 Mar 2008 16:23:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>Riduan  Khairi</dc:creator>
<guid>http://ikatkata.wordpress.com/2008/03/03/buku-ikhlas-dalam-ibadah-dan-perjuangan/</guid>
<description><![CDATA[Judul Asal : An-Niyat wa al-Ikhlas Penulis : Dr. Yusuf Al-Qaradawi Penterjemah : Abdul Ghani Shamsud]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Judul Asal : An-Niyat wa al-Ikhlas Penulis : Dr. Yusuf Al-Qaradawi Penterjemah : Abdul Ghani Shamsud]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Komentar dan Fatwa Ulama Seputar Masalah Palestina]]></title>
<link>http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/03/03/komentar-dan-fatwa-ulama-seputar-masalah-palestina/</link>
<pubDate>Mon, 03 Mar 2008 11:34:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>Abu Umar</dc:creator>
<guid>http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/03/03/komentar-dan-fatwa-ulama-seputar-masalah-palestina/</guid>
<description><![CDATA[Asy-Syaikh Muhammad Basyir Al-Ibrahimi[1] mengatakan: “Sesungguhnya Palestina adalah titipan Nabi Mu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Asy-Syaikh Muhammad Basyir Al-Ibrahimi[1] mengatakan: “Sesungguhnya Palestina adalah titipan Nabi Mu]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Buku : Al-Ghazali Antara Pro dan Kontra]]></title>
<link>http://ikatkata.wordpress.com/2008/02/26/buku-al-ghazali-antara-pro-dan-kontra/</link>
<pubDate>Tue, 26 Feb 2008 06:51:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>Riduan  Khairi</dc:creator>
<guid>http://ikatkata.wordpress.com/2008/02/26/buku-al-ghazali-antara-pro-dan-kontra/</guid>
<description><![CDATA[Penulis : Dr. Yusuf Al-Qaradhawi Penterjemah : Hasan Abrori Penerbit : Pustaka Progresif, Surabaya M]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Penulis : Dr. Yusuf Al-Qaradhawi Penterjemah : Hasan Abrori Penerbit : Pustaka Progresif, Surabaya M]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Buku : Kemiskinan dan Cara Islam Mengatasinya]]></title>
<link>http://ikatkata.wordpress.com/2007/08/27/buku-kemiskinan-dan-cara-islam-mengatasinya/</link>
<pubDate>Mon, 27 Aug 2007 13:58:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>Riduan  Khairi</dc:creator>
<guid>http://ikatkata.wordpress.com/2007/08/27/buku-kemiskinan-dan-cara-islam-mengatasinya/</guid>
<description><![CDATA[Penulis : Yusuf Al-Qaradhawi Penterjemah : Arsil Ibrahim Penerbit : Yayasan Pembangunan Ekonomi Isla]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Penulis : Yusuf Al-Qaradhawi Penterjemah : Arsil Ibrahim Penerbit : Yayasan Pembangunan Ekonomi Isla]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
