<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>rasul &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/rasul/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "rasul"</description>
	<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 18:36:20 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[KISAH KEDUA: KISAH KEMATIAN NABIYULLAH ADAM ‘ALAYHI  SALAM]]></title>
<link>http://abuilyasku.wordpress.com/2009/11/27/kisah-kedua-kisah-kematian-nabiyullah-adam-%e2%80%98alayhi-salam/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 15:53:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>Abu Ilyas</dc:creator>
<guid>http://abuilyasku.wordpress.com/2009/11/27/kisah-kedua-kisah-kematian-nabiyullah-adam-%e2%80%98alayhi-salam/</guid>
<description><![CDATA[Sumber: Kisah-Kisah Shohih Seputar Nabi dan Rasul karya DR. ‘Umar Sulaiman al-Asyqor (Guru Besar Uni]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sumber: Kisah-Kisah Shohih Seputar Nabi dan Rasul karya DR. ‘Umar Sulaiman al-Asyqor (Guru Besar Uni]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gambar-Gambar Haiwan Terlebih Sifat]]></title>
<link>http://sesamaislam.wordpress.com/2009/11/26/gambar-gambar-haiwan-terlebih-sifat/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 05:46:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>spy rakyat</dc:creator>
<guid>http://sesamaislam.wordpress.com/2009/11/26/gambar-gambar-haiwan-terlebih-sifat/</guid>
<description><![CDATA[]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://www.dapatwang.com/?id=kuasa_klik" target="_blank"><img class="aligncenter size-full wp-image-14583" title="haiwan" src="http://sesamaislam.wordpress.com/files/2009/11/haiwan.jpg" alt="" width="460" height="1407" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Membuka Pintu Rezeki dengan Shalat Dhuha]]></title>
<link>http://elrianjani.wordpress.com/2009/11/25/membuka-pintu-rezeki-dengan-shalat-dhuha/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 08:19:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>elrianjani</dc:creator>
<guid>http://elrianjani.wordpress.com/2009/11/25/membuka-pintu-rezeki-dengan-shalat-dhuha/</guid>
<description><![CDATA[Bagaimana agar rezeki kita dimudahkan lalu adakah ibadah yang  dapat membantu kita untuk memperlanca]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://elrianjani.wordpress.com/files/2009/11/sholat-dhuha.jpg?w=300"><img class="size-medium wp-image-366 alignleft" title="sholat dhuha" src="http://elrianjani.wordpress.com/files/2009/11/sholat-dhuha.jpg?w=300" alt="holat dhuha" width="270" height="203" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Bagaimana agar rezeki kita dimudahkan lalu adakah ibadah yang  dapat membantu kita untuk memperlancar datangnya rezeki?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Ada dan<span style="color:#000000;"> shalat</span> dhuha adalah jawabannya. Shalat dhuha adalah ibadah shalat yang dianjurkan oleh Allah dan Rasul-Nya.  Shalat sunnah ini dilakukan seorang muslim saat waktu dhuha. Waktu dhuha tiba saat matahari mulai naik, kira-kira tujuh hasta sejak terbitnya. Atau sekitar pukul tujuh pagi hingga waktu dzuhur. Jumlah raka&#8217;at shalat dhuha, dari dua hingga dua belas raka&#8217;at.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Meskipun bernilai sunnah, shalat ini mengandung manfaat yang sangat besar bagi umat Islam. Rasulullah bersabda di dalam Hadists Qudsi<em>,“Allah SWT berfirman, “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat shalat dhuha, karena dengan shalat tersebut, Aku cukupkan kebutuhanmu pada sore harinya.”</em> (HR Hakim dan Thabrani). Dalam hadist yang lain dikatakan<em>,“Barangsiapa yang masih berdiam diri di mesjid atau tempat shalatnya setelah shubuh karena melakukan I’tikaf, berzikir, dan melakukan dua rakaat shalat dhuha disertai tidak berkata sesuatu kecuali kebaikan, maka dosa-dosanya akan diampuni meskipun banyaknya melebihi buih di lautan.”</em> (HR. Abu Daud).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><!--more--></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Dalam tubuh manusia itu ada 360 ruas tulang. Ia harus disedekahkan untuk setiap ruas itu.&#8221; Para shahabat bertanya<em>, &#8220;Siapa yang kuat melaksanakan itu, ya Rasulullah?</em> Beliau menjawab, <em>&#8220;Dahak yang di masjid itu lalu ditutupinya dengan tanah, atau menyingkirkan sesuatu gangguan dari tengah jalan itu berarti sedekah. Atau, sekiranya tidak dapat melakukan itu, cukuplah diganti dengan mengerjakan dua rakaat shalat dhuha.&#8221;</em> (HR. Ahmad dan Abu Daud). Shalat-shalat sunah sangat dianjurkan. Karena ada faedah yang terkandung di dalamnya. Salah satunya untuk membuka pintu-pintu rezeki</span> dan keberkahannya.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Di antara shalat sunah tersebut adalah shalat dhuha.Hadits Rasulullah SAW terkait shalat dhuha antara lain<em>: &#8220;Siapapun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak busa lautan.&#8221;</em> (H.R Turmudzi).</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Khabbab Bin Arats. ra]]></title>
<link>http://sabdaislam.wordpress.com/2009/11/24/khabbab-bin-arats-ra/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 16:54:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ki Semar</dc:creator>
<guid>http://sabdaislam.wordpress.com/2009/11/24/khabbab-bin-arats-ra/</guid>
<description><![CDATA[Khabbab Bin Arats. ra GURU BESAR DALAM BERQURBAN Serombongan orang Quraisy mempercepat langkah merek]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong><a href="http://sabdaislam.wordpress.com/files/2009/11/mutiara-sahabatrasul7.jpg"><img src="http://sabdaislam.wordpress.com/files/2009/11/mutiara-sahabatrasul7.jpg" alt="" title="mutiara sahabatrasul7" width="510" height="158" class="alignnone size-full wp-image-354" /></a></p>
<p>Khabbab Bin Arats. ra</strong></p>
<p>GURU BESAR DALAM BERQURBAN</p>
<p>Serombongan orang Quraisy mempercepat langkah mereka menuju rumah Khabbab, dengan maksud hendak mengambil pedang-pedang pesanan mereka. Memang, Khabbab seorang pandai besi yang ahli membuat alat-alat senjata terutama pedang, yang dijualnya kepada penduduk Mekah dan dikirimnya ke pasar-pasar.</p>
<p>Berbeda dengan biasa, Khabbab yang hampir tidak pernah meninggalkan rumah dan pekerjaannya, ketika itu tidak dijumpai oleh rombongan Quraisy tadi di rumahnya. Mereka pun duduklah menunggu kedatangannya.</p>
<p>Beberapa lama antaranya, datanglah Khabbab, sedang pada wajahnya terlukis tanda tanya yang bercahaya dan pada kedua matanya tergenang air alamat sukacita &#8230;, maka diucapkannya salam kepada teman-temannya itu lalu duduk di dekat mereka.</p>
<p>Mereka segera menanyakan kepada Khabbab: &#8220;Sudah selesaikah pedang-pedang kami itu, hai Khabbab?&#8221; Sementara itu air mata Khabbab sudah kering, dan pada kedua matanya tampak sinar kegembiraan, dan seolah-olah berbicara dengan dirinya sendiri, katanya: &#8220;Sungguh, keadaannya amat mena&#8217;jubkan!&#8221;</p>
<p>Orang-orang itu kembali bertanya kepadanya:&#8221;Hai Khabbab, keadaan mana yang kamu maksudkan &#8230;? Yang kami tanyakan kepadamu adalah seal pedang kami, apakah sudah selesai kamu buat &#8230; ?&#8221;Dengan pandangannya yang menerawang seolah-olah mimpi, Khabbab lain bertanya: &#8220;Apakah tuan-tuan sudah melihatnya …? Dan apakah tuan-tuan sudah pernah mendengar ucapannya</p>
<p>Mereka saling pandang diliputi tanda tanya dan keheranan &#8230;. Dan salah seorang di antara mereka kembali bertanya, kali ini dengan suatu muslihat, katanya: &#8220;Dan Bamu, apakah kamu sudah melihatnya, hai Khabbab &#8230; ?&#8221;</p>
<p>Khabbab menganggap remeh siasat lawan itu, maka ia berbalik bertanya: &#8220;Siapa maksudmu &#8230; ?&#8221;<br />
&#8220;Yang saya tuju ialah orang yang kamu katakan itu!&#8221; ujar orang tadi dengan marah.<br />
Maka Khabbab memberikan jawabannya setelah memperlihatkan kepada mereka bahwa ia tak dapat dipancing-pancing.</p>
<p>Jika ia mengakui keimanannya sekarang ini di hadapan mereka, bukankah karena hasil muslihat dan termakan umpan mereka, tetapi karena ia telah meyakini kebenaran itu serta menganutnya, dan telah mengambil putusan untuk menyatakannya secara terus terang &#8230;. Maka dalam keadaan masih terharu dan terpesona serta kegembiraan jiwa dan kepuasannya, disampaikanlah jawaban, katanya:</p>
<p>&#8220;Benar&#8230;, saya telah melihat dan mendengarnya&#8230; !<br />
Saya saksikan kebenaran terpancar daripadanya, dan cahaya bersinar-sinar dari tutur katanya &#8230;. !&#8221;</p>
<p>Sekarang orang-orang Quraisy pemesan senjata itu mulai mengerti, dan salah seorang di antara mereka berseru: &#8220;Siapa dia orang yang kau katakan itu, hai budak Ummi Anmar &#8230;?&#8221;<br />
Dengan ketenangan yang hanya dimiliki oleh orang suci, Khabbab menyahut:<br />
&#8220;Siapa lagi, hai Arab shahabatku &#8230;, siapa lagi di antara kaum anda yang daripadanya terpancar kebenauan, dan dari tutur katanya bersinar-sinar cahaya selain ia seorang. ..?&#8221;</p>
<p>Seorang lainnya yang bangkit terkejut mendengar itu berseru pula: &#8220;Rupanya yang kamu maksudkan ialah Muhammad&#8230;&#8221;.<br />
Khabbab menganggukkan kepalanya yang dipenuhi kebanggaan serta katanya:<br />
&#8220;Memang, ia adalah utusan Allah kepada kita, untuk membebaskan kita dari kegelapan menuju terang benderang Dan setelah itu Khabbab tidak ingat lagi apa yang diucapkannya, begitu pun apa yang diucapkan orang kepadanya. &#183; &#183; &#183; Yang diingatnya hanyalah bahwa setelah beberapa saat lamanya ia sadarkan diri dan mendapati tamu-tamunya telah bubar dan tak ada lagi, sedang tubuh bengkak-bengkak dan tulang-ulangnya terasa sakit, dan darahnya yang mengalir melumuri pakaian dan tubuhnya.</p>
<p>Kedua matanya memandang berkeliling dengan tajam &#8230;, kiranya tempat itu amat sempit untuk dapat melayani pandangan tembusnya. Maka dengan menahan rasa sakit, ia bangkit menuju tempat yang lapang, dan di muka pintu rumahnya ia berdiri sambil bersandar pada dinding, sedang kedua matanya yang mulia berkelana panjang menatap ufuk lalu berputar ke arah kanan kiri &#8230;.</p>
<p>Dan tiadalah ia berhenti sampai jarak yang biasa dikenal oleh manusia, tetapi ia ingin hendak menembus jarak jauh yang tidak terjangkau &#8230;.</p>
<p>Memang …. , kedua matanya itu ingin menyelidiki kejauhan yang tidak terjangkau dalam kehidupannya, begitu pun dalam kehidupan orang-orang di kota Mekah, orang-orang di setiap tempat serta pada segala masa umumnya &#8230;.</p>
<p>Wahai, mungkinkah pembicaraan yang didengarnya dari Muhammad saw pada hari itu, merupakan cahaya yang dapat menerangi jalan menuju kejauhan ghaib dalam kehidupan seluruh ummat manusia&#8230;?</p>
<p>Demikianlah Khabbab tnggeam dalam renungan tinggi dan pemikiran mendalam, dan setelah itu ia kembali masuk rumahnya untuk membalut luka tubuhnya dan mempersiapkannya untuk menerima siksaan dan pend~ritaan baru &#8230;.! Dan mulai saat itu Khabbab pun mendapatkan kedudukan yang tinggi di antara orang-orang yang tersiksa dan teraniaya &#8230; ! Didapatkannya kedudukan itu di antara orang-orang yang walau pun mereka miskin dan tak berdaya, tetapi berani tegak menghadapi kesombongan Quraisy, kesewenangan dan kegilaan mereka Diperolehnya kedudukan yang mulia itu di antara orang-orang yang telah memancangkan dalam jiwanya tiang bendera yang mulai berkibar di ufuk luas sebagai pernyataan tenggelamnya masa pemujaan berhala dan kekaisaran. la berdampinjian dengan orang yang menyampaikan berita gembira munculnya kejayaan Agama Allah, yakni Tuhan satu-satunya yang berhak diibadahi dan segala peraturannya dengan ikhlas ditaati, serta menyampaikan tibanya saat jaya bagi orang tertindas yang tidak berdaya.</p>
<p>Ia akan duduk sama rendah berdiri sama tinggi di bawah bendera tersebut dengan orang-orang yang tadinya telah memeras dan menganiayanya.. . .</p>
<p>Dan dengan keberanian luar biasa, Khabbab memikul tanggung jawab semua itu sebagal seouang perintis.<br />
&#8220;Berkatalah Sya&#8217;bi: Khabbab mcnunjukkan ketabahannya, hingga tak sedikit pun hatinya terpengaruh oleh tindakan biadab orang-orang kafir. Mereka menindihkan batu membara ke punggunb&#8217;nya, hingga terbakarlah dagingnya &#8230; !&#8221;</p>
<p>Kafir Quraisy telah merubah semua besi yang terdapat di rumah Khabbab yang dijadikannya sebagai bahan baku untuk membuat pedang, menjadi belenggu dan rantai besi. Lalu mereka masukkan ke dalam api hingga menyala dan merah membara, kemudian mereka lilitkan ke tubuh, pada kedua tangan dan kedua kaki Khabbab &#183; &#183; &#183; Dan pernah pada suatu hari ia pergi bersama kawan-kawannya sependeritaan menemui Rasulullah saw. tetapi bukan karena kecewa dan kesal atas pengorbanan, hanyalah karena ingin dan mengharapkan keselamatan, kata mereka:</p>
<p>&#8220;Wahai Rasulullah, tidakkah anda hendak memintakan pertolongan bagi kami &#8230; ?&#8221;<br />
Yah, marilah kita dengarkan Khabbab menceritakan langsung kepada kita kisah itu dengan kata-katanya sendiri:</p>
<p>&#8220;Kami pergi mengadu kepada Rasulullah saw. yang ketika itu sedang tidur berbantalkan kain burdahnya di bawah naungan Ka&#8217;bah. Permohonan kami kepadanya.&#183; &#8220;Wahai Rasulullah, tidakkah anda hendak memohonkan kepada Allah pertolongan bagi hami&#8230;?&#8221; Rasulullah saw pun duduk, mukanya jadi merah, lalu sabdanya: &#8220;Dulu sebelum kalian, ada seorang laki-laki yang disiksa, tubuhnya dikubur kecuali leher ke atas, lalu diambil sebuah gergaji untuk menggergaji kepalanya, tetapi siksaan demikian itu tidak sedikit pun dapal memalingkannya dari Agamanya &#8230; ! Ada pula yang disikat antara daging dan tulang-tulangnya dengan sikat besi, juga tidak dapat menggoyahkan keimanannya &#8230;. Sungguh Allah akan menyempurnakan hal tersebut, hingga setiap pengembara yang bepergian dari Shan&#8217;a ke Hadlramaut, tiada tahut kecuali oleh Allah &#8216;Azza wa Jalla, walaupun serigala ada di antara hewan gembalaannya, tetapi saudara-saudara terburu-buru……!!&#8221;</p>
<p>Khabbab dengan kawan-kawannya mendengarkan kata-kata itu, bertambahlah keimanan dan.keteguhan hati mereka,dan masing-masing mereka berikrar akan membuktikan kepada Allah dan Rasul-Nya hal yang diharapkan dari mereka, ialah ketabahan, keshabaran dan pengurbanan.</p>
<p>Demikianlah Khabbab menanggung penderitaan dengan shabar, tabah dan tawakkal. Orang-orang Quraisy terpaksa meminta bantuan Ummi Anmar, yakni bekas majikan Khabbab yang telah membebaskannya dari perbudakan. Wanita tersebut akhirnya turun tangan dan turut mengambil bagian dalam menyiksa dan menderanya.</p>
<p>Wanita itu mengambil besi panas yang menyala, lalu menaruhnya di atas kepala dan ubun-ubun Khabbab, sementara Khabbab menggeliat kesakitan. Tetapi nafasnya ditahan hingga tidak keluar keluhan yang akan menyebabkan algojo-algojo tersebut merasa puas dan gembira&#8230; !</p>
<p>Pada suatu hari Rasulullah saw lewat di hadapannya, sedang besi yang membara di atas kepalanya membakar dan menghanguskannya, hingga kalbu Rasulullah pun bagaikan terangkat karena pilu dan iba hati &#8230;.</p>
<p>Tetapi apa yang dapat diperbuat oleh Rasulullah saw untuk menolong Khabbab waktu itu &#8230; ? Tidak ada &#8230;, kecuali meneguhkan hatinya dan mendu&#8217;akannya &#8230;. ! Pada saat itu Rasulullah mengangkat kedua belah telapak tangannya terkembang ke arah langit, sabdanya memohon:</p>
<p>&#8220;Ya Allah, limpahkanlah pertolongan-Mu hepada Khabbab!&#8221;</p>
<p>Dan kehendak Allah pun berlakulah, selang beberapa hari Ummi Anmar menerima hukuman qishas, seolah-olah hendak dijadikan peringatan oleh Yang Maha Kuasa balk bagi dirinya maupun bagi algojo-algojo lainnya. Ia diserang oleh semacam penyakit panas yang aneh dan mengerikan. Menurut keterangan ahli sejarah ia melolong seperti anjing.</p>
<p>Dan dinasihatkan orang mengenai dirinya bahwa satu-satunya jalan atau obat yang dapat menyembuhkannya ialah menyeterika kepalanya dengan besi menyala &#8230; ! Demikianlah kepalanya yang angkuh itu menjadi sasaran besi panas, yang disetrikakan orang kepadanya tiap pagi dan petang</p>
<p>Jika orang-orang Quraisy hendak mematahkan keimanan dengan siksa maka orang-orang beriman mengatasi siksaan itu dengan pengurbanan &#8230;. ! Dan Khabbab adalah salah seorang yang dipilih oleh taqdir untuk menjadi guru besar dalam ilmu tebusan dan pengurbanan &#8230;.Boleh dikata seluruh waktu dan masa hidupnya dibaktikannya untuk Agama yang panji-panjinya mulai berkibar&#8230;.</p>
<p>Di masa-masa da&#8217;wah pertama, Khabbab r.a. tidak merasa cukup dengan hanya ibadat dan shalat semata, tetapi ia juga memanfaatkan kemampuannya dalam mengajar. Didatanginya rumah sebagian temannya yang beriman dan menyembunyikan keislaman mereka karena takut kekejaman Quraisy, lalu dibacakannya kepada mereka ayat-ayat al-Quran dan diajarkannya. Ia mencapai kemahiran dalam belajar al-Quran yang diturunkan ayat demi ayat dan surat demi surat. Abdullah bin Mas&#8217;ud meriwayatkan mengenai dirinya, bahwa Rasuiullah saw pernah bersabda: &#8220;Barangsiapa ingin membaca al-Quran tepat sebagaimana diturunkan, hendaklah ia meniru bacaan Ibnu Ummi &#8216;Abdin!&#8221; &#8230;,hingga Abdullah bin Mas&#8217;ud menganggap Khabbab sebagai tempat bertanya mengenai soal-soal yang bersangkut paut dengan al-Quran, baik tentang hafalan maupun pelajarannya.</p>
<p>Khabbab adalah juga yang mengajarkan al-Quran kepada Fathimah binti Khatthab dan suaminya Sa&#8217;id bin Zaid ketika mereka dipergoki oleh Umar bin Khatthab yang datang dengan pedang di pinggang untuk membuat perhitungan dengan Agama Islam dan Rasulullah saw. Tetapi demi dibacanya ayat-ayat alQuran yang termaktub pada lembaran yang dipergunakan oleh Khabbab untuk mengajar, ia pun berseru dengan suaranya yang barkah: &#8220;Tunjukkan kepadaku di mana Muhammad saw&#8230;..&#8221;</p>
<p>Dan ketika Khabbab mendengar ucapan Umar itu, ia pun segera keluar dari tempat persembunyiannya, serunya:</p>
<p>&#8220;Wahai Umar! Demi Allah, saya berharap kiranya kamulah yang telah dipilih oleh Allah dalam memperkenankan permohonan Nabi-Nya saw. Karena kemarin saya dengar ia memohon:</p>
<p>&#8220;Ya Allah, Kuathanlah Agama Islam dengan salah seorang di antara dua lelaki yang lebih Engkau sukai: Abul Hakam bin Hisyam dan Umar bin Khatthab &#8230; !&#8221;</p>
<p>Umar segera menyahut: &#8220;Di mana saya dapat menemuinya sekarang ini, hai Khabkab?&#8221; &#8220;Di Shafa&#8221;, ujar Khabbab, &#8220;yaitu di rumah Arqam bin Abil Arqam&#8221;. Maka pergilah Umar mendapatkan keuntungan yang tidak terkira, menemui awal nasibnya yang bahagia</p>
<p>Khabbab ibnul Arat menyertai Rasulullah saw. dalam semua peperangan dan pertempurannya, dan selama hayatnya ia tetap membela keimanan dan keyakinannya&#8230;.</p>
<p>Dan ketika Baitulmal melimpah ruah dengan harta kekayaan di masa pemerintahan Umar dan Utsman radliyallahu &#8216;anhuma, maka Khabbab beroleh gaji besar, karena termasuk golongan Muhajirin yang mula pertama masuk Islam.</p>
<p>Penghasilannya yang cukup ini memungkinkannya untuk membangun sebuah rumah di Kufah, dan harta kekayaannya disimpan pada suatu tempat di rumah itu yang dikenal oleh para shahabat dan tamu-tamu yang memerlukannya, hingga bila di antara mereka ada sesuatu keperluan, ia dapat mengambil uang yang diperlukannya dari tempat itu ..</p>
<p>Walaupun demikian, Khabbab tak pernah tidur nyenyak dan tak pernah air matanya kering setiap teringat akan Rasulullah saw dan para shahabatnya yang telah membaktikan hidupnya kepada Allah. Mereka beruntung telah menemui-Nya sebelum pintu dunia dibukakan bagi Kaum Muslimin dan sebelum harta kekayaan diserahkan ke tangan mereka.</p>
<p>Dengarkanlah pembicaraannya dengan para pengunjung yang datang menjenguknya ketika ia r.a.&#183; dalam sakit yang membawa ajalnya. Kata mereka kepadanya: &#8220;Senangkanlah hati anda wahai Abu Abdillah, karena anda akan dapat menjumpai teman-teman sejawat anda..;. !&#8221;</p>
<p>Maka ujarnya sambil menangis:</p>
<p>&#8220;Sungguh, saya tidak merasa kesal atau kecewa, tetapi tuan-tuan telah mengingatkan saya kepada para shahabat dan sanak saudara yang telah pergi mendahului kita dengan membawa semua amal bakti mereka, sebeiuin mereka mendapatkan ganjaran di dunia sedikit pun juga &#8230; ! Sedang kita .., kita masih tetap hidup dan beroleh kekayaan dunia, hingga tak ada tempat untuk menyimpannya lagi kecuali tanah.&#8221;</p>
<p>Kemudian ditunjuknya rumah sederhana yang telah dibangunnya itu, lalu ditunjuknya pula tempat untuk menaruh harta kekayaan, serta katanya:</p>
<p>&#8220;Demi Allah, tak pernah saya menutupnya walau dengan sehelai benang, dan tak pernah saya halanginya terhadap yang meminta&#8230;. !&#8221;</p>
<p>Dan setelah itu ia menoleh kepada kain kafan yang telah disediakan orang untuknya. Maka ketika dilihatnya mewah dan berlebih-lebihan, katanya sambil mengalir air matanya:</p>
<p>&#8220;Lihatlah ini kain kafanku ……..!</p>
<p>Bukankah kain kafan Hamzah paman Rasulullah saw ketika gugur sebagai salah seorang syuhada hanyalah burdah berwarna abu-abu, yang jika ditutupkan ke kepalanya terbukalah kedua ujung kakinya, sebaliknya bila ditutupkan ke ujung kakinya, terbukalah kepalanya&#8230;. ?&#8221;</p>
<p>Khabbab berpulang pada tahun 37 Hijriah. Dengan demikian ahli membuat pedang di masa jahiliyah telah tiada lagi. Demikian halnya guru besar dalam pengabdian dan pengurbanan dalam Islam telah berpulang</p>
<p>Laki-laki yang termasuk dalam jama&#8217;ah yang diturunkan al-Quran untuk membelanya, dan yang dilindungi sewaktu sebagian para bangsawan Quraisy menuntut agar Rasulullah saw menyediakan untuk menerima mereka pada suatu hari tertentu, sedang bagi orang-orang miskin seperti Khabbab, Shuhaib dan Bilal suatu hari tertentu pula &#8230;.</p>
<p>Kiranya al-Quranul Karim merangkul laki-laki hamba Allah itu dengan penuh kemuliaan dan kehormatan, sementara ayat-ayatnya berkumandang menyatakan kepada Rasul yang mulia seperti berikut:</p>
<p>Dan janganlah engkau mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya sepanjang pagi dan petang, mereka itu mengharap keridhaan-Nrya &#8230; ! Enghau sedikit pun tidak diminta pertanggungjauraban yang menjadi perhitungan bagi mereka. Begitu pun perhitungan bagimu tidah akan dimintakan tanggung jawab mereka sedihit pun. Apabila engkau mengusir mereka, pasti engkau termasuk orang-orang dhalim.</p>
<p>Demihianlah Kami uji sebagian mereka dengan sebagian lainnya, sehingga mereka berkata: Itukah orang-orang yang diberi karunia oleh Allah di antara kita &#8230; ? (Allah berfirman): Tidakkah Allah lebih mengetahui orang-orang yang bersyuhur&#8230; ?</p>
<p>Dan jika datang kepadamu orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami, ucapkanlah kepada mereka:<br />
Selamat bahagia bagi kalian, Tuhan kalian telah mewajibkan diri-Nya rasa kasih sayang&#8230;. ! (Q.S. 6 al-An&#8217;am: 52 &#8211; 54)</p>
<p>Demikianlah setelah turunnya ayat ini, maka Rasulullah saw. amat memuliakan mereka, dibentangkannya untuk mereka kainnya, dan dirangkulrya bahu mereka serta sabdanya:</p>
<p>&#8220;Selamat datang bagi orang-orang yang dirihu diberi washiat oleh Allah untuk memperhatikan mereka !&#8221;<br />
Sungguh, salah seorang putera terbaik dari masa wahyu dan generasi pengurbanan telah wafat</p>
<p>Mungkin kata-kata terbaik yang kita ucapkan untuk melepas tokoh ini, ialah apa yang diucapkan oleh Imam Ali karamallahu wajhah ketika ia kembali dari perang Shiffin dan kebetulan pandangannya jatuh atas sebuah makam yang basah dan segar, maka tanyanya: &#8220;Makam siapa ini &#8230; ?&#8221; &#8220;Makam Khabbab&#8221;, ujar mereka. Maka lama sekali ia merenunginya dengan hati khusyu&#8217; dan duka, lain katanya:</p>
<p>&#8220;Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada Khabab…….!<br />
Yang dengan ikhlas menganut Islam dengan penuh semangat……<br />
Mengikuti hijrah semata-mata karena taat……<br />
Seluruh hidupnya dibaktikan dalam perjuangan membasmi ma&#8217;siat….&#8221;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Khabbab Bin Arats. ra]]></title>
<link>http://sabdaislam.wordpress.com/2009/11/24/khabbab-bin-arats-radhiallahu-anhu/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 16:50:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ki Semar</dc:creator>
<guid>http://sabdaislam.wordpress.com/2009/11/24/khabbab-bin-arats-radhiallahu-anhu/</guid>
<description><![CDATA[*Khabbab Bin Arats radhiallahu &#8216;anhu * GURU BESAR DALAM BERQURBAN Serombongan orang Quraisy me]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>*Khabbab Bin Arats radhiallahu &#8216;anhu<br />
*</p>
<p>GURU BESAR DALAM BERQURBAN</p>
<p>Serombongan orang Quraisy mempercepat langkah mereka menuju rumah Khabbab, dengan maksud hendak mengambil pedang-pedang pesanan mereka. Memang, Khabbab seorang pandai besi yang ahli membuat alat-alat senjata terutama pedang, yang dijualnya kepada penduduk Mekah dan dikirimnya ke pasar-pasar.</p>
<p>Berbeda dengan biasa, Khabbab yang hampir tidak pernah meninggalkan rumah dan pekerjaannya, ketika itu tidak dijumpai oleh rombongan Quraisy tadi di rumahnya. Mereka pun duduklah menunggu kedatangannya.</p>
<p>Beberapa lama antaranya, datanglah Khabbab, sedang pada wajahnya terlukis tanda tanya yang bercahaya dan pada kedua matanya tergenang air alamat sukacita &#8230;, maka diucapkannya salam kepada teman-temannya itu lalu duduk di dekat mereka.</p>
<p>Mereka segera menanyakan kepada Khabbab: &#8220;Sudah selesaikah pedang-pedang kami itu, hai Khabbab?&#8221; Sementara itu air mata Khabbab sudah kering, dan pada kedua matanya tampak sinar kegembiraan, dan seolah-olah berbicara dengan dirinya sendiri, katanya: &#8220;Sungguh, keadaannya amat mena&#8217;jubkan!&#8221;</p>
<p>Orang-orang itu kembali bertanya kepadanya:&#8221;Hai Khabbab, keadaan mana yang kamu maksudkan &#8230;? Yang kami tanyakan kepadamu adalah seal pedang kami, apakah sudah selesai kamu buat &#8230; ?&#8221;Dengan pandangannya yang menerawang seolah-olah mimpi, Khabbab lain bertanya: &#8220;Apakah tuan-tuan sudah melihatnya …? Dan apakah tuan-tuan sudah pernah mendengar ucapannya</p>
<p>Mereka saling pandang diliputi tanda tanya dan keheranan &#8230;. Dan salah seorang di antara mereka kembali bertanya, kali ini dengan suatu muslihat, katanya: &#8220;Dan Bamu, apakah kamu sudah melihatnya, hai Khabbab &#8230; ?&#8221;</p>
<p>Khabbab menganggap remeh siasat lawan itu, maka ia berbalik bertanya: &#8220;Siapa maksudmu &#8230; ?&#8221;<br />
&#8220;Yang saya tuju ialah orang yang kamu katakan itu!&#8221; ujar orang tadi dengan marah.<br />
Maka Khabbab memberikan jawabannya setelah memperlihatkan kepada mereka bahwa ia tak dapat dipancing-pancing.</p>
<p>Jika ia mengakui keimanannya sekarang ini di hadapan mereka, bukankah karena hasil muslihat dan termakan umpan mereka, tetapi karena ia telah meyakini kebenaran itu serta menganutnya, dan telah mengambil putusan untuk menyatakannya secara terus terang &#8230;. Maka dalam keadaan masih terharu dan terpesona serta kegembiraan jiwa dan kepuasannya, disampaikanlah jawaban, katanya:</p>
<p>&#8220;Benar&#8230;, saya telah melihat dan mendengarnya&#8230; !<br />
Saya saksikan kebenaran terpancar daripadanya, dan cahaya bersinar-sinar dari tutur katanya &#8230;. !&#8221;</p>
<p>Sekarang orang-orang Quraisy pemesan senjata itu mulai mengerti, dan salah seorang di antara mereka berseru: &#8220;Siapa dia orang yang kau katakan itu, hai budak Ummi Anmar &#8230;?&#8221; Dengan ketenangan yang hanya dimiliki oleh orang suci, Khabbab menyahut:<br />
&#8220;Siapa lagi, hai Arab shahabatku &#8230;, siapa lagi di antara kaum anda yang daripadanya terpancar kebenauan, dan dari tutur katanya bersinar-sinar cahaya selain ia seorang. ..?&#8221;</p>
<p>Seorang lainnya yang bangkit terkejut mendengar itu berseru pula: &#8220;Rupanya yang kamu maksudkan ialah Muhammad&#8230;&#8221;. Khabbab menganggukkan kepalanya yang dipenuhi kebanggaan serta katanya:<br />
&#8220;Memang, ia adalah utusan Allah kepada kita, untuk membebaskan kita dari kegelapan menuju terang benderang Dan setelah itu Khabbab tidak ingat lagi apa yang diucapkannya, begitu pun apa yang diucapkan orang kepadanya. · · · Yang diingatnya hanyalah bahwa setelah beberapa saat lamanya ia sadarkan diri dan mendapati tamu-tamunya telah bubar dan tak ada lagi, sedang tubuh bengkak-bengkak dan tulang-ulangnya terasa sakit, dan darahnya yang mengalir melumuri pakaian dan tubuhnya.</p>
<p>Kedua matanya memandang berkeliling dengan tajam &#8230;, kiranya tempat itu amat sempit untuk dapat melayani pandangan tembusnya. Maka dengan menahan rasa sakit, ia bangkit menuju tempat yang lapang, dan di muka pintu rumahnya ia berdiri sambil bersandar pada dinding, sedang kedua matanya yang mulia berkelana panjang menatap ufuk lalu berputar ke arah kanan kiri &#8230;.</p>
<p>Dan tiadalah ia berhenti sampai jarak yang biasa dikenal oleh manusia, tetapi ia ingin hendak menembus jarak jauh yang tidak terjangkau &#8230;.</p>
<p>Memang …. , kedua matanya itu ingin menyelidiki kejauhan yang tidak terjangkau dalam kehidupannya, begitu pun dalam kehidupan orang-orang di kota Mekah, orang-orang di setiap tempat serta pada segala masa umumnya &#8230;.</p>
<p>Wahai, mungkinkah pembicaraan yang didengarnya dari Muhammad saw pada hari itu, merupakan cahaya yang dapat menerangi jalan menuju kejauhan ghaib dalam kehidupan seluruh ummat manusia&#8230;?</p>
<p>Demikianlah Khabbab tnggeam dalam renungan tinggi dan pemikiran mendalam, dan setelah itu ia kembali masuk rumahnya untuk membalut luka tubuhnya dan mempersiapkannya untuk menerima siksaan dan pend~ritaan baru &#8230;.! Dan mulai saat itu Khabbab pun mendapatkan kedudukan yang tinggi di antara orang-orang yang tersiksa dan teraniaya &#8230; ! Didapatkannya kedudukan itu di antara orang-orang yang walau pun mereka miskin dan tak berdaya, tetapi berani tegak menghadapi kesombongan Quraisy, kesewenangan dan kegilaan mereka Diperolehnya kedudukan yang mulia itu di antara orang-orang yang telah memancangkan dalam jiwanya tiang bendera yang mulai berkibar di ufuk luas sebagai pernyataan tenggelamnya masa pemujaan berhala dan kekaisaran. la berdampinjian dengan orang yang menyampaikan berita gembira munculnya kejayaan Agama Allah, yakni Tuhan satu-satunya yang berhak diibadahi dan segala peraturannya dengan ikhlas ditaati, serta menyampaikan tibanya saat jaya bagi orang tertindas yang tidak berdaya.</p>
<p>Ia akan duduk sama rendah berdiri sama tinggi di bawah bendera tersebut dengan orang-orang yang tadinya telah memeras dan menganiayanya.. . .</p>
<p>Dan dengan keberanian luar biasa, Khabbab memikul tanggung jawab semua itu sebagal seouang perintis.<br />
&#8220;Berkatalah Sya&#8217;bi: Khabbab mcnunjukkan ketabahannya, hingga tak sedikit pun hatinya terpengaruh oleh tindakan biadab orang-orang kafir. Mereka menindihkan batu membara ke punggunb&#8217;nya, hingga terbakarlah dagingnya &#8230; !&#8221;</p>
<p>Kafir Quraisy telah merubah semua besi yang terdapat di rumah Khabbab yang dijadikannya sebagai bahan baku untuk membuat pedang, menjadi belenggu dan rantai besi. Lalu mereka masukkan ke dalam api hingga menyala dan merah membara, kemudian mereka lilitkan ke tubuh, pada kedua tangan dan kedua kaki Khabbab · · · Dan pernah pada suatu hari ia pergi bersama kawan-kawannya sependeritaan menemui Rasulullah saw. tetapi bukan karena kecewa dan kesal atas pengorbanan, hanyalah karena ingin dan mengharapkan keselamatan, kata mereka:</p>
<p>&#8220;Wahai Rasulullah, tidakkah anda hendak memintakan pertolongan bagi kami &#8230; ?&#8221;<br />
Yah, marilah kita dengarkan Khabbab menceritakan langsung kepada kita kisah itu dengan kata-katanya sendiri:</p>
<p>&#8220;Kami pergi mengadu kepada Rasulullah saw. yang ketika itu sedang tidur berbantalkan kain burdahnya di bawah naungan Ka&#8217;bah. Permohonan kami kepadanya.· &#8220;Wahai Rasulullah, tidakkah anda hendak memohonkan kepada Allah pertolongan bagi hami&#8230;?&#8221; Rasulullah saw pun duduk, mukanya jadi merah, lalu sabdanya: &#8220;Dulu sebelum kalian, ada seorang laki-laki yang disiksa, tubuhnya dikubur kecuali leher ke atas, lalu diambil sebuah gergaji untuk menggergaji kepalanya, tetapi siksaan demikian itu tidak sedikit pun dapal memalingkannya dari Agamanya &#8230; ! Ada pula yang disikat antara daging dan tulang-tulangnya dengan sikat besi, juga tidak dapat menggoyahkan keimanannya &#8230;. Sungguh Allah akan menyempurnakan hal tersebut, hingga setiap pengembara yang bepergian dari Shan&#8217;a ke Hadlramaut, tiada tahut kecuali oleh Allah &#8216;Azza wa Jalla, walaupun serigala ada di antara hewan gembalaannya, tetapi saudara-saudara terburu-buru……!!&#8221;</p>
<p>Khabbab dengan kawan-kawannya mendengarkan kata-kata itu, bertambahlah keimanan dan.keteguhan hati mereka,dan masing-masing mereka berikrar akan membuktikan kepada Allah dan Rasul-Nya hal yang diharapkan dari mereka, ialah ketabahan, keshabaran dan pengurbanan.</p>
<p>Demikianlah Khabbab menanggung penderitaan dengan shabar, tabah dan tawakkal. Orang-orang Quraisy terpaksa meminta bantuan Ummi Anmar, yakni bekas majikan Khabbab yang telah membebaskannya dari perbudakan. Wanita tersebut akhirnya turun tangan dan turut mengambil bagian dalam menyiksa dan menderanya.</p>
<p>Wanita itu mengambil besi panas yang menyala, lalu menaruhnya di atas kepala dan ubun-ubun Khabbab, sementara Khabbab menggeliat kesakitan. Tetapi nafasnya ditahan hingga tidak keluar keluhan yang akan menyebabkan algojo-algojo tersebut merasa puas dan gembira&#8230; !</p>
<p>Pada suatu hari Rasulullah saw lewat di hadapannya, sedang besi yang membara di atas kepalanya membakar dan menghanguskannya, hingga kalbu Rasulullah pun bagaikan terangkat karena pilu dan iba hati &#8230;.</p>
<p>Tetapi apa yang dapat diperbuat oleh Rasulullah saw untuk menolong Khabbab waktu itu &#8230; ? Tidak ada &#8230;, kecuali meneguhkan hatinya dan mendu&#8217;akannya &#8230;. ! Pada saat itu Rasulullah mengangkat kedua belah telapak tangannya terkembang ke arah langit, sabdanya memohon:</p>
<p>&#8220;Ya Allah, limpahkanlah pertolongan-Mu hepada Khabbab!&#8221;</p>
<p>Dan kehendak Allah pun berlakulah, selang beberapa hari Ummi Anmar menerima hukuman qishas, seolah-olah hendak dijadikan peringatan oleh Yang Maha Kuasa balk bagi dirinya maupun bagi algojo-algojo lainnya. Ia diserang oleh semacam penyakit panas yang aneh dan mengerikan. Menurut keterangan ahli sejarah ia melolong seperti anjing.</p>
<p>Dan dinasihatkan orang mengenai dirinya bahwa satu-satunya jalan atau obat yang dapat menyembuhkannya ialah menyeterika kepalanya dengan besi menyala &#8230; ! Demikianlah kepalanya yang angkuh itu menjadi sasaran besi panas, yang disetrikakan orang kepadanya tiap pagi dan petang</p>
<p>Jika orang-orang Quraisy hendak mematahkan keimanan dengan siksa maka orang-orang beriman mengatasi siksaan itu dengan pengurbanan &#8230;. ! Dan Khabbab adalah salah seorang yang dipilih oleh taqdir untuk menjadi guru besar dalam ilmu tebusan dan pengurbanan &#8230;.Boleh dikata seluruh waktu dan masa hidupnya dibaktikannya untuk Agama yang panji-panjinya mulai berkibar&#8230;.</p>
<p>Di masa-masa da&#8217;wah pertama, Khabbab r.a. tidak merasa cukup dengan hanya ibadat dan shalat semata, tetapi ia juga memanfaatkan kemampuannya dalam mengajar. Didatanginya rumah sebagian temannya yang beriman dan menyembunyikan keislaman mereka karena takut kekejaman Quraisy, lalu dibacakannya kepada mereka ayat-ayat al-Quran dan diajarkannya. Ia mencapai kemahiran dalam belajar al-Quran yang diturunkan ayat demi ayat dan surat demi surat. Abdullah bin Mas&#8217;ud meriwayatkan mengenai dirinya, bahwa Rasuiullah saw pernah bersabda: &#8220;Barangsiapa ingin membaca al-Quran tepat sebagaimana diturunkan, hendaklah ia meniru bacaan Ibnu Ummi &#8216;Abdin!&#8221; &#8230;,hingga Abdullah bin Mas&#8217;ud menganggap Khabbab sebagai tempat bertanya mengenai soal-soal yang bersangkut paut dengan al-Quran, baik tentang hafalan maupun pelajarannya.</p>
<p>Khabbab adalah juga yang mengajarkan al-Quran kepada Fathimah binti Khatthab dan suaminya Sa&#8217;id bin Zaid ketika mereka dipergoki oleh Umar bin Khatthab yang datang dengan pedang di pinggang untuk membuat perhitungan dengan Agama Islam dan Rasulullah saw. Tetapi demi dibacanya ayat-ayat alQuran yang termaktub pada lembaran yang dipergunakan oleh Khabbab untuk mengajar, ia pun berseru dengan suaranya yang barkah: &#8220;Tunjukkan kepadaku di mana Muhammad saw&#8230;..&#8221;</p>
<p>Dan ketika Khabbab mendengar ucapan Umar itu, ia pun segera keluar dari tempat persembunyiannya, serunya:</p>
<p>&#8220;Wahai Umar! Demi Allah, saya berharap kiranya kamulah yang telah dipilih oleh Allah dalam memperkenankan permohonan Nabi-Nya saw. Karena kemarin saya dengar ia memohon:</p>
<p>&#8220;Ya Allah, Kuathanlah Agama Islam dengan salah seorang di antara dua lelaki yang lebih Engkau sukai: Abul Hakam bin Hisyam dan Umar bin Khatthab &#8230; !&#8221;</p>
<p>Umar segera menyahut: &#8220;Di mana saya dapat menemuinya sekarang ini, hai Khabkab?&#8221; &#8220;Di Shafa&#8221;, ujar Khabbab, &#8220;yaitu di rumah Arqam bin Abil Arqam&#8221;. Maka pergilah Umar mendapatkan keuntungan yang tidak terkira, menemui awal nasibnya yang bahagia</p>
<p>Khabbab ibnul Arat menyertai Rasulullah saw. dalam semua peperangan dan pertempurannya, dan selama hayatnya ia tetap membela keimanan dan keyakinannya&#8230;.</p>
<p>Dan ketika Baitulmal melimpah ruah dengan harta kekayaan di masa pemerintahan Umar dan Utsman radliyallahu &#8216;anhuma, maka Khabbab beroleh gaji besar, karena termasuk golongan Muhajirin yang mula pertama masuk Islam.</p>
<p>Penghasilannya yang cukup ini memungkinkannya untuk membangun sebuah rumah di Kufah, dan harta kekayaannya disimpan pada suatu tempat di rumah itu yang dikenal oleh para shahabat dan tamu-tamu yang memerlukannya, hingga bila di antara mereka ada sesuatu keperluan, ia dapat mengambil uang yang diperlukannya dari tempat itu ..</p>
<p>Walaupun demikian, Khabbab tak pernah tidur nyenyak dan tak pernah air matanya kering setiap teringat akan Rasulullah saw dan para shahabatnya yang telah membaktikan hidupnya kepada Allah. Mereka beruntung telah menemui-Nya sebelum pintu dunia dibukakan bagi Kaum Muslimin dan sebelum harta kekayaan diserahkan ke tangan mereka.</p>
<p>Dengarkanlah pembicaraannya dengan para pengunjung yang datang menjenguknya ketika ia r.a.· dalam sakit yang membawa ajalnya. Kata mereka kepadanya: &#8220;Senangkanlah hati anda wahai Abu Abdillah, karena anda akan dapat menjumpai teman-teman sejawat anda..;. !&#8221;</p>
<p>Maka ujarnya sambil menangis:</p>
<p>&#8220;Sungguh, saya tidak merasa kesal atau kecewa, tetapi tuan-tuan telah mengingatkan saya kepada para shahabat dan sanak saudara yang telah pergi mendahului kita dengan membawa semua amal bakti mereka, sebeiuin mereka mendapatkan ganjaran di dunia sedikit pun juga &#8230; ! Sedang kita .., kita masih tetap hidup dan beroleh kekayaan dunia, hingga tak ada tempat untuk menyimpannya lagi kecuali tanah.&#8221;</p>
<p>Kemudian ditunjuknya rumah sederhana yang telah dibangunnya itu, lalu ditunjuknya pula tempat untuk menaruh harta kekayaan, serta katanya:</p>
<p>&#8220;Demi Allah, tak pernah saya menutupnya walau dengan sehelai benang, dan tak pernah saya halanginya terhadap yang meminta&#8230;. !&#8221;</p>
<p>Dan setelah itu ia menoleh kepada kain kafan yang telah disediakan orang untuknya. Maka ketika dilihatnya mewah dan berlebih-lebihan, katanya sambil mengalir air matanya:</p>
<p>&#8220;Lihatlah ini kain kafanku ……..!</p>
<p>Bukankah kain kafan Hamzah paman Rasulullah saw ketika gugur sebagai salah seorang syuhada hanyalah burdah berwarna abu-abu, yang jika ditutupkan ke kepalanya terbukalah kedua ujung kakinya, sebaliknya bila ditutupkan ke ujung kakinya, terbukalah kepalanya&#8230;. ?&#8221;</p>
<p>Khabbab berpulang pada tahun 37 Hijriah. Dengan demikian ahli membuat pedang di masa jahiliyah telah tiada lagi. Demikian halnya guru besar dalam pengabdian dan pengurbanan dalam Islam telah berpulang</p>
<p>Laki-laki yang termasuk dalam jama&#8217;ah yang diturunkan al-Quran untuk membelanya, dan yang dilindungi sewaktu sebagian para bangsawan Quraisy menuntut agar Rasulullah saw menyediakan untuk menerima mereka pada suatu hari tertentu, sedang bagi orang-orang miskin seperti Khabbab, Shuhaib dan Bilal suatu hari tertentu pula &#8230;.</p>
<p>Kiranya al-Quranul Karim merangkul laki-laki hamba Allah itu dengan penuh kemuliaan dan kehormatan, sementara ayat-ayatnya berkumandang menyatakan kepada Rasul yang mulia seperti berikut:</p>
<p>Dan janganlah engkau mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya sepanjang pagi dan petang, mereka itu mengharap keridhaan-Nrya &#8230; ! Enghau sedikit pun tidak diminta pertanggungjauraban yang menjadi perhitungan bagi mereka. Begitu pun perhitungan bagimu tidah akan dimintakan tanggung jawab mereka sedihit pun. Apabila engkau mengusir mereka, pasti engkau termasuk orang-orang dhalim.</p>
<p>Demihianlah Kami uji sebagian mereka dengan sebagian lainnya, sehingga mereka berkata: Itukah orang-orang yang diberi karunia oleh Allah di antara kita &#8230; ? (Allah berfirman): Tidakkah Allah lebih mengetahui orang-orang yang bersyuhur&#8230; ?</p>
<p>Dan jika datang kepadamu orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami, ucapkanlah kepada mereka:<br />
Selamat bahagia bagi kalian, Tuhan kalian telah mewajibkan diri-Nya rasa kasih sayang&#8230;. ! (Q.S. 6 al-An&#8217;am: 52 &#8211; 54)</p>
<p>Demikianlah setelah turunnya ayat ini, maka Rasulullah saw. amat memuliakan mereka, dibentangkannya untuk mereka kainnya, dan dirangkulrya bahu mereka serta sabdanya:</p>
<p>&#8220;Selamat datang bagi orang-orang yang dirihu diberi washiat oleh Allah untuk memperhatikan mereka !&#8221;<br />
Sungguh, salah seorang putera terbaik dari masa wahyu dan generasi pengurbanan telah wafat</p>
<p>Mungkin kata-kata terbaik yang kita ucapkan untuk melepas tokoh ini, ialah apa yang diucapkan oleh Imam Ali karamallahu wajhah ketika ia kembali dari perang Shiffin dan kebetulan pandangannya jatuh atas sebuah makam yang basah dan segar, maka tanyanya: &#8220;Makam siapa ini &#8230; ?&#8221; &#8220;Makam Khabbab&#8221;, ujar mereka. Maka lama sekali ia merenunginya dengan hati khusyu&#8217; dan duka, lain katanya:</p>
<p>&#8220;Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada Khabab…….!<br />
Yang dengan ikhlas menganut Islam dengan penuh semangat……<br />
Mengikuti hijrah semata-mata karena taat……<br />
Seluruh hidupnya dibaktikan dalam perjuangan membasmi ma&#8217;siat….&#8221;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tsabit Bin Qeis. ra]]></title>
<link>http://sabdaislam.wordpress.com/2009/11/24/tsabit-bin-qeis-radhiallahu-anhu/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 16:48:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ki Semar</dc:creator>
<guid>http://sabdaislam.wordpress.com/2009/11/24/tsabit-bin-qeis-radhiallahu-anhu/</guid>
<description><![CDATA[Tsabit Bin Qeis radhiallahu &#8216;anhu JURU BICARA RASULULLAH Hassan adalah penyair Rasulullah dan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://sabdaislam.wordpress.com/files/2009/11/mutiara-sahabatrasul6.jpg"><img src="http://sabdaislam.wordpress.com/files/2009/11/mutiara-sahabatrasul6.jpg" alt="" title="mutiara sahabatrasul6" width="510" height="158" class="alignnone size-full wp-image-351" /></a></p>
<p><strong>Tsabit Bin Qeis radhiallahu &#8216;anhu </strong></p>
<p>JURU BICARA RASULULLAH</p>
<p>Hassan adalah penyair Rasulullah dan penyair Islam &#8230; . Dan Tsabit adalah juru-bicara Rasulullah dan jurubicara Islam .. . .Kalimat dan kata-kata yang keluar dari mulutnya kuat, padat, keras, tegas dan mempesonakan &#8230;</p>
<p>Pada tahun datangnya utusan-utusan dari berbagai penjuru Semenanjung Arabia, datanglah ke Madinah perutusan Bani Tamim yang mengatakan kepada Rasulullah saw.: &#8220;Kami datang akan berbangga diri kepada anda, maka idzinkanlah kepada penyair dan juru bicara kami menyampaikannya Maka Rasulullah saw. tersenyum, lalu katanya; &#8211;&#8221;Telah kidzinkan bagi juru bicara kalian, silakanlah .. . !&#8217;</p>
<p>Juru bicara mereka Utharid bin Hajib pun berdirilah dan mulai membanggakan kelebihan-kelebihan kaumnya&#8230; Dan sewaktu menyatakannya telah selesai, Nabi pun berkata kepadaTsabit bin Qeis: &#8220;Berdirilah dan jawablah !&#8221;</p>
<p>Tsabit bangkit menjawahnya: &#8220;Alhamdulillah, segala puji bagi Allah &#8220;<br />
&#8220;Langit dan bumi adalah ciptaan-Nya, dan titah-Nya telah berlaku padanya.<br />
Ilmu-Nya meliputi kerajaan-Nya, tidak satu pun yang ada, kecuali dengan karunia-Nya &#8230;</p>
<p>Kemudian dengan qodrat-Nya juga, dijadikanNya kita golongan dan bangsa-bangsa.<br />
Dan Ia telah memilih dari makhluk-Nya yang terbaik seorang Rasul-Nya &#8230;. Berketurunan, berwibawa dan jujur kata tuturnya&#8230;. Dibekalinya al-Quran, dibebaninya amanat &#8230;.</p>
<p>Membimbing ke jalan persatuan ummat &#8230;. Dialah pilihan Allah dari yang ada di alam semesta ..:.Kemudian ia menyeru manusia agar beriman kepadanya, maka berimanlah orang-ouang muhajirin dari kaum dan karib kerabatnya&#8230;yakni orang-orang yang termulia keturunannya, dan yang paling baik amal perbuatannya. Dan setelah itu, kami orang-orang Anshar, adalah yang pertama pula memperkenankan seruannya. Kami adalah pembela-pembela Agama Allah dan penyokong-penyokong Rasul-Nya&#8230;.&#8221;.</p>
<p>Tsabit telah menyaksikan perang Uhud bersama Rasulullah saw. dan peperangan-peperangan penting sesudah itu. Corak pengurbanannya menakjubkan, sangat menakjubkan &#8230; ! Dalam peperangan-peperangan menumpas orang-orang murtad, ia selalu berada di barisan terdepan, membawa bendera Anshar, dan menebaskan pedangnya yang tak pernah menumpul dan tak pernah berhenti&#8230;.</p>
<p>Di perang Yamamah yang telah beberapa kali kita bicarakan, Tsabit melihat terjadinya serangan mendadak yang dilancarkan oleh tentara Musailamatul Kaddzab terhadap Muslimin di awal pertempuran, maka berserulah ia dengan suaranya yang keras memberi peringatan: &#8212; &#8220;Demi Allah, bukan begini caranya kami berperang bersama Rasuluilah saw. &#8230; !&#8221; Kemudian ia pergi tak seberapa jauh, dan tiada lama kembali sesudah membalut badannya dengan balutan jenazah dan memakai kain kafan, lain berseru lagi: &#8212; &#8220;Ya Allah, sesungguhnya aku berlepas diri kepada-Mu dari apa yang dibawa mereka &#8230; &#8212; yakni tentara Musailamah -&#8230; dan aku memohon ampun kepada-Mu dari apa yang diperbuat mereka &#8230; &#8212; yakni Kaum Muslimin yang kendor semangat dalam peperangan !&#8221;</p>
<p>Maka segeralah bergabung kepadanya Salim bekas sahaya Rasulullah saw. sedang ia adalah pembawa bendera muhajirin</p>
<p>&#8230;. Keduanya menggali lobang yang dalam untuk mereka berdua. Kemudian mereka masuk dengan berdiri di dalamnya, lain mereka timbunkan pasir ke badan mereka sampai menutupi setengah badan &#8230;. Demikianlah mereka berdiri tak ubah bagai dua tonggak yang kokoh, setengah badan mereka terbenam ke dalam pasir dan terpaku ke dasar lobang &#8230;.sementara setengah bagian atas dadanya, kening dan kedua lengan mereka siap menghadapi tentara penyembah berhala dan orang-orang pembohong &#8230;. Tak henti-hentinya mereka memukulkan pedang terhadap setiap tentara Musailamah yang mendekat, sampai akhirnya kedua mereka mati syahid di tempat itu, dan reduplah sudah sinar sang surya mereka &#8230; !</p>
<p>Peristiwa syahidnya kedua pahlawan r.a. ini bagaikan pekikan dahsyat yang menghimbau Kaum Muslimin agar segera kembali kepada kedudukan mereka hingga akhirnya mereka berhasil menghancurkan tentara Musailamah, mereka tersungkur menutupi tanah bekas mereka berpijak &#8230;.</p>
<p>Dan Tsabit bin Qeis yang mencapai kedudukan puncak sebagai jubir dan sebagai pahlawan perang, juga memiliki jiwa yang selalu ingin kembali menghadap Allah Maha Pencipta, hatinya khusyu&#8217; dan tenang tenteram. Ia adalah pula salah seorang Muslimin yang paling takut dan pemalu kepada Allah &#8230;.<br />
Sewaktu turun ayat mulia:</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya Allah tidah suka pada setiap orang yang congkak dan sombong&#8217;&#8221; (Q•S. 31 Luqman:18)</p>
<p>Tsabit menutup pintu rumahnya dan duduk menangis&#8230;. Lama dia terperanjak begitu saja, sehingga sampai beritanya kepada Rasulullah saw. yang segera memanggilnya dan menanyainya. Maka kata Tsabit: &#8212; &#8220;Ya Rasulallah, aku senang kepada pakaian yang indah, dan kasut yang bagus, dan sungguh aku takut dengan ini akan menjadi orang yang congkak dan sombong &#8230; !&#8221; Bicaranya itu dijawab oleh Nabi saw. sambil tertawa senang: -&#8221;Engkau tidaklah termasuk dalam golongan mereka itu, bahkan engkau hidup dengan kebaikan &#8230;.dan mati dengan kebaikan &#8230;.dan engkau akan masuk surga &#8230; !&#8221;<br />
Dan sewaktu turun firman Allah Ta&#8217;ala: -</p>
<p>&#8220;Wahai orang-orang yang beriman, janganlah halian anghat suara melebihi suara Nabi &#8230; dan jangan halian berhata hepada Nabi dengan suara heras sebagaimana herasnya suara sebahagian halian terhadap sebahagian yang lainnya, harena dengan demihian amalan halian ahan gugur, sedang kalian tidah menyadarinya &#8230; !&#8221; (Q.S. Al-Hujurat: 2)</p>
<p>Tsabit menutup pintu rumahnya lagi, lalu menangis&#8230;. Rasul mencarinya dan menanyakan tentang dirinya, kemudian mengirimkan seseorang untuk memanggilnya&#8230;. Dan Tsabit pun datanglah &#8230;.</p>
<p>Rasulullah menanyainya mengapa tidak kelihatan muncul, yang dijawabnya:</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Abu Hurairah. ra]]></title>
<link>http://sabdaislam.wordpress.com/2009/11/24/abu-hurairah-radhiallahu-anhu/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 16:24:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ki Semar</dc:creator>
<guid>http://sabdaislam.wordpress.com/2009/11/24/abu-hurairah-radhiallahu-anhu/</guid>
<description><![CDATA[Abu Hurairah radhiallahu &#8216;anhu Otaknya Menjadi Gudang Perbendaharaan Pada Masa Wahyu Memang be]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://sabdaislam.wordpress.com/files/2009/11/mutiara-sahabatrasul5.jpg"><img src="http://sabdaislam.wordpress.com/files/2009/11/mutiara-sahabatrasul5.jpg" alt="" title="mutiara sahabatrasul5" width="510" height="158" class="alignnone size-full wp-image-349" /></a></p>
<p><strong>Abu Hurairah radhiallahu &#8216;anhu<br />
</strong></p>
<p><em>Otaknya Menjadi Gudang Perbendaharaan Pada Masa Wahyu</em></p>
<p>Memang benar, bahwa kepintaran manusia itu mempunyai akibat yang merugikan dirinya sendiri. Dan orang-orang yang mempunyai bakat-bakat istimewa, banyak yang harus membayar mahal, justru pada waktu ia patut menerima ganjaran dan penghargaan…</p>
<p>Shahabat mulia Abu Hurairah termasuk salah seorang dari mereka…….Sungguh dia mempunyai bakat luar biasa dalam kemampuan dan kekuatan ingatan …..Abu Hurairah r.a. mempunyai kelebihan dalam seni menangkap apa yang didengarnya, sedang ingatannya mempunyai keistimewaan dalam segi menghafal dan menyimpan…. Didengarya, ditampungnya lalu terpatri dalam ingatannya hingga dihafalkannya, hampir tak pemah ia melupakan satu kata atau satu huruf pun dari apa yang telah didengarnya, sekalipun usia bertambah dan masa pun telah berganti-ganti. Oleh karena itulah, ia telah mewakafkan hidupnya untuk lebih banyak mendampingi Rasulullah sehingga termasuk yang terbanyak menerima dan menghafal Hadits, serta eriwayatkannya.</p>
<p>Sewaktu datang masa pemalsu-pemalsu hadits yang dengan sengaja membikin hadits-hadits bohong dan palsu, seolah-olah berasal dari Rasulullah saw. mereka memperalat nama Abu Hurairah dan menyalahgunakan ketenararnya dalam meriwayatkan Hadits dari Nabi saw., hingga sering mereka mengeluarkan sebuah &#8220;hadits&#8221;, dengan menggunakan kata-kata: &#8212; &#8220;Berkata Abu Hurairah&#8230; &#8220;</p>
<p>Dengan perbuatan ini hampir-hampir mereka menyebabkan ketenaran Abu Hurairah dan kedudukannya selaku penyampai Hadits dari Nabi saw. menjadi lamunan keragu-raguan dan tanda tanya, kalaulah tidak ada usaha dengan susah payah dan ketekunan yang luar biasa, serta banyak waktu yang telah di habiskan oleh tokoh-tokoh utama para ulama Hadits yang telah membaktikan hidup mereka untuk berhidmat kepada Hadits Nabi dan menyingkirkan setiap tambahan yang dimasukkan ke dalamnya:&#8217;)</p>
<p>Di sana Abu Hurairah berhasil lolos dari jaringan kepalsuan dan penambahan-penambahan yang sengaja hendak diselundupkan oleh kaum perusak ke dalam Islam, dengan mengkambing hitamkan Abu Hurairah dan membebankan dosa dan kejahatan mereka kepadanya……<br />
******</p>
<p>Setiap anda mendengar muballigh atau penceramah atau khatib Jum&#8217;at mengatakan kalimat yang mengesankan dari Abu Hurairah r.a berkata ia, telah bersabda Rasulullah saw …&#8230;&#8221; Saya katakan ketika andamendengar nama ini dalam rangkaian kata tersebut, dan ketika anda banyak menjumpainya, yah banyak sekali dalam kitab-kitab Hadits, sirah, fiqih serta kitab-kitab Agama pada umumnya, maka diketahuilah bahwa anda sedang menemui suatu pribadi, antara sekian banyak pribadi yang paling gemar bergaul dengan Rasulullah dan mendengarkan sabdanya…..Karena itulah perbendaharaannya yang menakjubkan dalam hal Hadits dan pengarahan-pengarahan penuh hikmat yang dihafalkannya dari Nabi&#183;saw. jarang diperoleh bandingannya &#8230; Dan dengan bakat pemberian Tuhan yang dipunyainya beserta perbendaharaan Hadits tersebut, Abu Hurairah merupakan salah seorang paling mampu membawa anda ke hari-hari kehidupan Rasulullah saw beserta para sahabatnya dan membawa anda berkeliling, asal anda beriman teguh dan berjiwa siaga, mengitari pelosok dan berbagai ufuk yang membuktikan kehebatan Muhammad saw. beserta shahabat-shahabatnya itu dan memberikan makna kepada kehidupan ini dan memimpinnya ke arah kesadaran dan pikiran sehat. Dan bila garis-garis yang anda hadapi ini telah menggerakkan kerinduan anda untuk mengetahui lebih dalam tentang Abu Hurairah dan mendengarkan beritanya, maka silakan anda memenuhi keinginan anda tersebut……</p>
<p>Ia adalah salah seorang yang menerima pantulan revolusi Islam, dengan segala perubahan mengagumkan yang diciptakannya. Dari orang upahan menjadi induk semang atau majikan…..</p>
<p>Dari seorang yang terlunta-lunta di tengah-tengah lautan manusia, menjadi imam dan ikutan …. ! Dan dari seorang yang sujud di hadapan batu-batu yang disusun, menjadi orang yang beriman kepada Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa …. Inilah dia sekarang bercerita dan berkata: -</p>
<p>&#8220;Aku dibesarkan dalam keadaan yatim, dan pergi hijrah dalam keadaan miskin &#8230;. Aku menerima upah sebagai pembantu pada Busrah binti Ghazwan demi untuk mengisi perutku &#183; &#183; ! Akulah yang melayani keluarga itu bila mereka sedang menetap dan menuntun binatang tunggangannya bila sedang bepergian &#8230;. Sekarang inilah aku, Allah telah menikahkanku dengan putri Busrah, maka segala puji bagi Allah yang telah menjadikan Agama ini tiang penegak, dan menjadikan Abu Hurairah ikutan ummat…..!&#8221;<br />
***** *</p>
<p>Ia datang kepada Nabi saw di tahun yang ke tujuh Hijrah sewaktu beliau berada di Khaibar ia memeluk Islam karena dorongan kecintaan dan kerinduan …. Dan semenjak ia bertemu dengan Nabi Saw; dan berbai&#8217;at kepadanya, hampir-hampir ia tidak berpisah lagi daripadanya kecuali pada saat-saat waktu tidur &#8230;. Begitulah berjalan selama masa empat tahun yang dilaluinya bersama Rasulullah saw. yakni sejak ia masuk islam sampai wafatnya Nabi, pergi ke sisi Yang Maha Tinggi. Kita katakan: &#8220;Waktu yang empat tahun itu tak ubahnya bagai suatu usia manusia yang panjang lebar, penuh dengan segala yang baik, dari perkataan, sampai kepada perbuatan dan pendengaran&#8230; !&#8217;<br />
*****</p>
<p>Dengan fitrahnya yang kuat, Abu Hurairah mendapat kesempatan yang besar yang memungkinkannya untuk memainkan peranan penting dalam berbakti kepada Agama Allah.</p>
<p>Pahlawan perang dikalangan shahabat, banyak&#8230;.<br />
Ahli fiqih, juru da&#8217;wah dan para guru juga tidak sedikit &#8230;.</p>
<p>Tetapi lingkungan dan masyarakat memerlukan tulisan dan penulis. Di masa itu golongan manusia pada umumnya,jadi bukan hanya terbatas pada bangsa Arab saja, tidak mementingkan tulis menulis. Dan tulis menulis itu belum Lagi merupakan bukti kemajuan di masyarakat manapun.</p>
<p>Bahkan Eropah sendiri juga demikian keadaannya sejak kurun waktu yang belum lama ini. Kebanyakan dari raja-rajnya, tidak terkecuali Charlemagne sebagai tokoh utamanya, adalah orang-orang yang buta huruf, tak tahu tulis baca, padahal menurut ukuran masa itu, mereka memiIiki kecerdasan dan kemampuan besar&#8230;.<br />
*****</p>
<p>Kembali kita pada pembicaraan bermula untuk melihat Abu Hurairah, baganana ia dengan fitrahnya dapat menyelami kebutuhan masyarakat baru yang dibangun oleh Islam, yaitu kebutuhan akan orang-orang yang dapat melihat dan memelihara peninggalan dan ajaran-ajarannya. Pada waktu itu memang para shahabat yang mampu menulis, tetapi jumlah mereka sedikit sekali, apalagi sebagiannya tak mempunyai kesempatan untuk mencatat Hadits-hadits yang diucapkan oleh Rasul.</p>
<p>Sebenamya Abu Hurairah bukanlah seorang penulis, ia hanya seorang ahli hafal yang mahir, di samping memiliki kesempata atau mampu mengadakan kesempatan yang diperlukan itu, karena ia tak punya tanah yang akan digarap, dan tidak punya perniagaan yang akan diurus&#8230;.</p>
<p>Ia pun menyadari bahwa dirinya termasuk orang yang masuk Islam belakangan, maka ia bertekad untuk mengejar ketinggalannya, dengan cara mengikuti Rasul terus menerus dan secara tetap menyertai majlisnya .. Kemudian disadarinya pula adanya bakat pemberian Allah ini pada dirinya, berupa daya ingatannya yang luas dan kuat, serta semakin bertambah kuat, tajam dan luas lagi dengan do&#8217;a Rasul &#8220;&#8221;&#183;, agar pemilik bakat ini diberi Allah berkat.</p>
<p>Ia menyiapkan dirinya dan menggunakan bakat dan kemampuan karunia Ilahi untuk memikul tanggung jawab dan memelihara peninggalan yang sangat penting ini dan mewariskannya kepada generasi kemudian &#8230;.<br />
****</p>
<p>Abu Hurairah bukan tegolong dalam barisan penulis, tetapi sebagaimana telah kita utarakan, ia adalahseorang yang terampil menghafal lagi kuat ingatan &#8230;. Karena ia tak punya tanah yang akan ditanami atau perniagaan yang akan menyibukkannya, ia tidak berpisah hengan Rasul, baik dalam perjalanan maupun di kala menetap&#8230;.</p>
<p>Begitulah ia mempermahir dirinya dan ketajaman daya ingatnya untuk menghafal Hadits-hadits Rasulullah saw dan pengarahannya. Sewaktu Rasul telah pulang ke Rafikul&#8217;Ala (wafat), Abu Hurairah terus-menerus menyampaikan Hadits hadits, yang menyebabkan sebagian shahabatnya merasa heran sambil bertanya-tanya di dalam hati, dari mana datangnya hadits-hadits ini, kapan didengarya dan diendapkannya dalam ingatannya &#8230;.</p>
<p>Abu Hurairah telah memberikan penjelasan untuk menghilangkan kecurigaan ini, dan menghapus keragu-raguan yang menulari putra shahabatnya, maka katanya: &#8220;Tuan-tuan telah mengatakan bahwa Abu Hurairah banyak sekali mengeluarkan Hadits dari Nabi saw&#8230;. Dan tuan-tuan katakan pula orang-orang Muhajirin yang lebih dahulu daripadanya masuk Islam, tak ada menceritakan hadits-hadits itu…..? Ketahuilah, bahwa shahabat-sahahabatku orang-orang Muhajirin itu, sibuk dengan perdagangan mereka di pasar-pasar, sedang shahabat-shahabatku orang-orang Anshar sibuk degan tanah pertanian mereka…..Sedang aku adalah seorang miskin, yang paling banyak menyertai majlis Rasulullah, maka aku hadir sewaktu yang lain absen &#8230;dan aku selalu ingat seandainya mereka lupa karena kesibukan&#8230;</p>
<p>Dan Nabi saw. pernah berbicara kepada kami di suatu hari, kata beliau:</p>
<p>&#8220;Siapa yang membentangkan sorbannya hingga selesai pembicraanku, kemudian ia meraihnya ke dirinya, maka ia takkan terlupa akan suatu pun dari apa yang telah didengarya dari padaku,.. !&#8221;</p>
<p>Maka kuhamparkan kainku, lalu beliau berbicara kepadaku, kemudian kuraih kain itu ke diriku, dan demi Allah, tak ada suatu pun yang terlupa bagiku dari apa yang telah kudengar daripadanya &#8230; ! Demi Allah kalau tidaklah karena adanya ayat di dalam Kitabullah niscaya tidak akan kukabarkan kepada kalian sedikit jua pun! Ayat itu ialah:</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa-apa yang telah kami turunkan berupa keterangan-keterangan dan petunjuk, sesudah Kami nyatakan kepada manusia di dalam Kitab mereka itulah yang dikutuk oleh Allah dan dikutuk oleh para pengutuk (Malaikat-malaikat) ….. !&#8221;</p>
<p>Demikianlah Abu Hurairah menjelaskan rahasia kenapa hanya ia seorang diri yang banyak mengeluarkan riwayat dari Rasulullah saw.</p>
<p>Yang pertama: karena ia melowongkan waktu untuk menyertai Nabi lebih banyak dari para shahabat lainnya.<br />
Kedua, karena ia memiliki daya ingatan yang kuat, yang telah diberi berkat oleh Rasul, hingga ia jadi semakin kuat&#8230;.</p>
<p>Ketiga, ia menceritakannya bukan karena ia gemar bercerita, tetapi karena keyakinan bahwa menyebarluaskan hadits-hadits ini, merupakan tanggung jawabnya terhadap Agama dan hidupnya. Kalau tidak dilakukannya berarti ia menyembunyikan kebaikan dan haq, dan termasuk orang yang lalai yang sudah tentu akan menerima hukuman kelalaiannya &#8230; !</p>
<p>Oleh sebab itulah ia harus saja memberitakan, tak suatupun yang menghalanginya dan tak seorang pun boleh melarangnya &#8230; hingga pada suatu hari Amirul Mu&#8217;minin Umar berkata kepadanya: &#8220;Hendaklah kamu hentikan menyampaikan berita dari Rasulullah! Bila tidak, maka akan kukembalikan kau ke tanah Daus&#8230; !&#8221; (yaitu tanah kaum dan keluarganya).</p>
<p>Tetapi larangan ini tidaklah mengandung suatu tuduhan bagi Abu Hurairah, hanyalah sebagai pengukuhan dari.suatu pandangan yang dianut oleh Umar, yaitu agar orang-orang Islam dalam jangka waktu tersebut, tidak membaca dan menghafalkan yang lain, kecuali al-quran sampai ia melekat dan mantap dalam hati sanubari dan pikiran….</p>
<p>Al-quran adalah kitab suci Islam, Undang-undang Dasar dan kamus lengkapnya dan terlalu banyaknya&#8217; cerita tentang Rasulullah saw. teristimewa lagi pada tahun-tahun menyusul wafatnya Nabi saw., saat sedang dihimpunnya Al-Quran, dapat menyebabkan kesimpangsiuran dan campur-baur yang tidak berguna dan tak perlu terjadi &#8230; !</p>
<p>Oleh karena ini, Umar berpesan: &#8220;Sibukkanlah dirimu dengan Al-Quran karena dia adalah kalam Allah…&#8221;&#8216;&#183;. Dan katanya lagi : &#8220;Kurangilah olehmu meriwayatkan perihal Rasulullah kecuali yang mengenai amal perbuatannya!&#8221;</p>
<p>Dan sewaktu beliau mngutus Abu Musa al-Asy&#8217;ari ke Irak ia berpesan,kepadanya: &#8212; &#8216;Sesungguhnya anda akan mendatangi suatu kaum yang dalam mesjid mereka terdengar bacaan al-quran seperti suara lebah. maka biarkanlah seperti itu dan jangan anda binbangkan merek adengan hadits-hadits, dan aku menjadi pendukung anda dalam hal ini….!&#8221;</p>
<p>Al-qur&#8217;an sudah dihimpun dengan jalan yang sangat cermat, hingga terjamin keasliannya tanpa dirembesi oleh hal-hal lainnya….. Adapun hadits, maka umar tidak dapat menjamin bebasnya dari pemalsuan atau perubahan atau diambilnya sebagai alat untuk mengada-ada terhadap Rasulullah SAW dan merugikan Agama Islam…..</p>
<p>Abu Hurairah menghargai pandangan Umar, tetapi ia juga percaya terhadap dirinya dan teguh memenuhi amanat, hingga ia tak hendak menyembunyikan suatu pun dari Hadits dan ilmu selama diyakininya bahwa menyembunyikannya adalah dosa dan kejahatan.</p>
<p>Demikianlah, setiap ada kesempatan untuk menumpahkan isi dadanya berupa Hadits yang pemah didengar dan ditangkapnya tetap saja disampaikan dan dikatakannya&#8230;.<br />
******</p>
<p>Hanya terdapat pula suatu hal yang merisaukan, yang menimbulkan kesulitan bagi Abu Hurairah ini, karena seringnya ia bercerita dan banyaknya Haditsnya yaitu adanya tukang hadits yang lain yang menyebarkan Hadits-hadits dari Rasul saw. dengan menambah-nambah dan melebih-lebihkan hingga para shahabat tidak merasa puas terhadap sebagian besar dari Hadits-haditsnya. Orang itu namanya Ka&#8217;ab al-ahbaar, seorang Yahudi yang masuk Islam.<br />
*****</p>
<p>Pada suatu hari Marwan bin Hakam bermaksud menguji kemampuan menghafal dari Abu hurairah. Maka dipanggilnya ia dan dibawanya duduk bersamanya, lalu dimintanya untuk mengabarkan hadits-hadits dari Rasusullah saw. Sementara itu disuruhnya penulisnya menuliskan apa yang diceritakan Abu Hurairah dari balik dinding. Sesudah berlalu satu tahun, dipanggilnya Abu Hurairah kembali dan dimintanya membacakan lagi Hadits-hadits yang dulu itu yang telah ditulis sekretarisnya. Ternyata tak ada yang terlupa oleh Abu Hurairah walau agak sepatah kata pun ……..!</p>
<p>Ia berkata tentang dirinya: &#8212; &#8220;Tak ada seorang pun dari sahabat-sahabat Rasul yang lebih banyak menghafal Hadits dari padaku, kecuali Abdullah bin &#8216;Amr bin &#8216;Ash, karena ia pandai menuliskannya sedang aku tidak ..; &#8220;. Dan Imam Syafi&#8217;i mengemukakan pula pendapatnya tentang Abu Hurairah: &#8212; &#8220;la seorang yang paling banyak hafal di antara seluruh perawi Hadits sesamanya&#8221;. Sementara Imam Bukhari menyatakan pula: &#8211;&#8221;Ada delapan ratus orang atau lebih dari shahabat tabi&#8217;in dan ahli ilmu yang meriwayatkan Hadits dari Abu Hurairah&#8221;.</p>
<p>Demikianlah Abu hurairah tak ubah bagai suatu perpustakaan besar yang telah ditaqdirkan kelestarian dan keabadiannya &#8230;.</p>
<p>Abu Wuiairah termasuk orang ahli ibadat yang mendekatkan diri kepada Allah, selalu melakukan ibadat bersama isterinya dan anak-anaknya semalam-malaman secara bergiliran; mula-mula ia berjaga sambil shalat sepertiga malam kemudian dilanjutkan oleh isterinya sepertiga malam dan sepertiganya lagi dimanfaatkan oleh puterinya&#8230; &#8221; Dengan demikian, tak ada satu saat pun yang berlalu setiap malam di rumah Abu Hurairah, melainkan berlangsung di sana ibadat, dzikir dan shalat!</p>
<p>Karena keinginannya memusatkan perhatian untuk menyertai Rasul saw. ia pernah menderita kepedihan lapar yang jarang diderita orang lain. Dan pernah ia menceritakan kepada kita bagaimana rasa lapar telah menggigit-gigit perutnya, maka diikatkannya batu dengan surbannya ke perutnya dan ditekannnya ulu hatinya dengan kedua tangannya, lalu terjatuhlah ia di mesjid rambil menggeliat-geliat kesakitan hingga sebagian sahabat menyangkanya ayan, padahal sama sekali bukan .. .!</p>
<p>Semenjak ia menganut Islam tak ada yang memberatkan dan menekan perasaan Abu Huraiiah dari berbagai persoalan hidupnya ini, kecuali satu masalah yang hampir menyebabkannya tak dapat memejamkan mata. Masalah itu ialah mengenai ibunya, karena waktu itu ia menolak untuk masuk Islam &#8230;. Bukan hanya sampai di sana saja, bahkan ia menyakitkan perasaannya dengan menjelek-jelekkan Rasulullah di depannya…</p>
<p>Pada suatu hari ibunya itu kembali mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan bagi Abu Hurairah tentang Rasulullah saw., hingga ia tak dapat menahan tangisnya dikarenakan sedihnya, lalu ia pergi ke mesjid Rasul&#8230;.Marilah kita dengarkan ia menceritakan lanjutan berita kejadian itu sebagai berikut:</p>
<p>Sambil menangis aku datang kepada Rasulullah, lalu kataku: &#8211;&#8221;Ya Rasulallah, aku telah meminta ibuku masuk islam, Ajaranku itu ditolaknya, dan hari ini aku pun baru saja, memintanya masuk Islam. Sebagai jawaban ia malah mengeluarkan kata-kata yang tak kusukai terhadap diri Anda. Karenanya mohon anda du&#8217;akan kepada Allah kiranya ibuku itu ditunjuki-Nya kepada Islam….&#8221;</p>
<p>Maka Rasulullah saw. berdu&#8217;a: &#8220;Ya Alloh tunjukkilah ibu Abu Hurairah!&#8221;</p>
<p>Aku pun berlari mendapatkan ibuku untuk menyampaikan kabar gembira tentang du&#8217;a Rasulullah itu. Sewaktu sampai di muka pintu, kudapati pintu itu terkunci. Dari luar kedengaran hunyi gemercik air, dan suara ibu memanggilku: &#8220;Hai Abu Hurairah, tunggulah ditempatmu itu&#8230; !&#8221;</p>
<p>Di waktu ibu keluar ia memakai baju kurungnya, dan membalutkan selendangnya sambil mengucapkan: &#8220;Asyhadu alla ilaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan &#8216;abduhu wa Rasuluh</p>
<p>Aku pun segera berlari menemui Rasulullah raw. sambil menangis karena gembira, sebagaimana dahulu aku menangis karena berduka, dan kataku padanya: &#8220;Kusampaikan kabar suka ya Rasulallah, bahwa Allah telah mengabullkan du&#8217;a anda &#8230;, Allah telah menunjuki ibuku ke dalam islam &#8230; &#8220;. Kemudian kataku pula: &#8220;Ya Rasulallah, mohon anda du&#8217;akan kepada Allah, agar aku dan ibuku dikasihi oleh orang-orang Mu&#8217;min, baik laki-laki maupun perempuan!&#8221; Maka Rasul berdu&#8217;a: &#8220;Ya Allah, mohon engkau jadikan hambu-Mu ini beserta ibunya dikasihi oleh sekalian orang-orang Mumin, laki-laki dan perempuan &#8230;!&#8221;<br />
*****</p>
<p>Abu Hurairah hidup sebagai seorang ahli ibadah dan seorang mujahid &#8230; tak pernah ia ketinggalan dalam perang, dan tidak pula dari ibadat. Di zaman Umar bin Khatthab ia diangkat sebagai amir untuk daerah Bahrain, sedang Umar sebagaimana kita ketahui adalah seorang yang sangat keras dan teliti terhadap pejabat-pejabat yang diangkatnya. Apabila ia mengangkat seseorang sedang ia mempunyai dua pasang pakaian maka sewaktu meninggalkan jabatannya nanti haruslah orang itu hanya mempunyai dua pasang pakaian juga…… malah lebih utama kalau ia hanya memiliki satu pasang saja! Apabila waktu meninggalkan jabatan itu terdapat tanda-tanda kekayaan, maka ia takkan luput dari interogasi Umar, sekalipun kekayaan itu berasal dari jalan halal yang dibolehkan syara&#8217;! Suatu dunia lain …. Yang diisi oleh Umar dengan hal-hal luar biasa dan mengagumkan… Rupanya sewaktu Abu Hurairah memangku jabatan sebagai kepala daerah Bahrain ia telah menyimpan harta yang berasal dari sumber yang halal. Hal ini diketahui oleh Umar, maka iapun dipanggilnya datang ke Madinah…&#8230;Dan mari kita dengarkan Abu Hurairah, memaparkan soal jawab ketus yang berlangsung antaranya dengan Amirul Mu&#8217;minin Umar: &#8212; Kata Umar: &#8211; &#8220;Hai musuh Allah dan musuh kitab-Nya, apa engkau telah mencuri harta Allah?&#8217;&#183; Jawabku;. &#8220;Aku bukan musuh Allah dan tidak pula musuh kitab-Nya ._.hanya aku menjadi musuh orang yang memusuhi keduanya dan aku bukanlah orang yang mencuri harta Allah . . !&#8217;&#183;- Dari mana,kau peroleh sepuluh ribu itu? &#8212; Kuda kepunyaanku beranak-pinak dan pemberian orang berdatangan &#8230;. Kembalikan harta itu ke perbendaharaan negara (baitul maal)&#8230; !</p>
<p>Abu Hurairah menyerahkan hartanya itu kepada Umar, kemudian ia mengangkat tangannya ke arah langit sambil berdu&#8217;a: &#8220;Ya Allah, ampunilah Amirul Mu&#8217;minin</p>
<p>Tak selang beberapa lamanya. Umar memanggil Abu Hurairah kembali dan menawarkan jabatan kepadanya di wilayah baru. Tapi ditolaknya dan dimintanya maaf karena tak dapat menerimanya. Kata Umar kepadanya: &#8212; &#8220;Kenapa, apa sebabnya?&#8221; Jawab Abu Hurairah: &#8220;Agar kehormatanku tidak sampai tercela, hartaku tidak dirampas, punggungku tidak dipukul&#8230; !&#8221;</p>
<p>Kemudian katanya lagi: &#8220;Dan aku takut menghukum tanpa ilmu dan bicara tanpa belas kasih &#8230; !&#8221;</p>
<p>Pada suatu hari sangatlah rindu Abu Hurairah hendak bertemu dengan Allah &#8230;. Selagi orang-orang yang mengunjunginya mendu&#8217;akannya cepat sembuh dari sakitnya, ia sendiri berulang-ulang memohan kepada Allah dengan berkata: &#8220;Ya Allah, sesungguhnya aku telah sangat rindu hendak bertemu dengan-Mu,</p>
<p>Semoga Engkau pun demikian &#8230; !&#8221; Dalam usia 78 tahun, tahun yang ke-59 Hijriyah ia pun berpulang ke rahmatullah.</p>
<p>Di sekeliling orang-orang shaleh penghuni pandam pekuburan Baqi&#8217;, di tempat yang beroleh berkah, di sanalah jasadnya dibaringkan &#8230; ! Dan sementara orang-orang yang mengiringkan jenazahnya kembali dari pekuburan, mulut dan lidah mereka tiada henti-hentinya membaca Hadits yang disampaikan Abu Hurairah kepada mereka dari Rasul yang mulia……..</p>
<p>Salah seorang di antara mereka yang baru masuk islam bertanya kepada temannya: &#8220;Kenapa syekh kita yang telah berpulang ini diberi gelar Abu Hurairah (bapak kucing)? Tentutemannya yang telah mengetahui akan menjawabnya: &#183;&#8217;Di waktu jahiliyah namanya dulu Abdu Syamsi, dan tatkala ia memeluk Islam, ia diberi nama oleh Rasul dengan Abdurrahman. Ia sangat penyayang kepada binatang dan mempunyai seekor kucing, yang selalu diberinya makan, digendongnya, dibersihkannya dan diberinya tempat. Kucing itu selalu menyertainya seolah-olah bayang bayangnya. Inilah sebabnya ia diheri gelar &#8220;Bapak Kucing&#8221;, moga-moga Allah ridla kepadanya dan menjadikannya ridla kepada Allah……..!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Utsman bin Mazh'un. ra]]></title>
<link>http://sabdaislam.wordpress.com/2009/11/24/utsman-bin-mazhun-radhiallahu-anhu/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 16:22:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ki Semar</dc:creator>
<guid>http://sabdaislam.wordpress.com/2009/11/24/utsman-bin-mazhun-radhiallahu-anhu/</guid>
<description><![CDATA[Utsman bin Mazh&#8217;un radhiallahu &#8216;anhu YANG PERNAH MENGABAIKAN KESENANGAN HIDUP DUNIAWI Se]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://sabdaislam.wordpress.com/files/2009/11/mutiara-sahabatrasul4.jpg"><img src="http://sabdaislam.wordpress.com/files/2009/11/mutiara-sahabatrasul4.jpg" alt="" title="mutiara sahabatrasul4" width="510" height="158" class="alignnone size-full wp-image-347" /></a></p>
<p><strong>Utsman bin Mazh&#8217;un radhiallahu &#8216;anhu </strong></p>
<p>YANG PERNAH MENGABAIKAN KESENANGAN HIDUP DUNIAWI<br />
Seandainya anda hendak bermaksud menyusun daftar nama-nama shahabat Rasulullah saw menurut urutan masa masuknya ke dalam Agama Islam, maka pada urutan keempat belas tentulah anda akan tempatkan Utsman bin Mazh&#8217;un . &#183; &#183; &#183;</p>
<p>Anda ketahui pula bahwa Utsman bin Mazh&#8217;un ini seorang Muhajirin yang mula pertama wafat di Madinah, sebagaimana ia adalah pula orang Islam pertama yang dimakamkan di Baqi&#8217; &#8230; &#183;</p>
<p>Dan akhirnya ketahuilah bahwa shahabat mulia yang sedang anda tela&#8217;ah riwayat hidupnya sekarang ini, adalah seorang suci yang agung tapi bukan dari kalangan yang suka memencilkan diri, ia seorang suci yang terjun di arena kehidupan Dan kesuciannya itu berupa amal yang tidak henti-hentinya dalam menempuh jalan kebenaran, serta ketekunannya yang pantang menyerah dalam mencapai kemashlahatan dan kebaikan.. &#183;&#183;</p>
<p>Tatkala Agama Islam cahayanya mulai menyinar dari kalbu Rasulullah saw dan dari ucapan-ucapan yang disampaikannya di beberapa majlis, baik secara diam-diam maupun terang-terangan, maka Utsman bin Mazh&#8217;un adalah salah seorang dari beberapa gelintir manusia yang segera menerima panggilan Ilahi dan menggabungkan diri ke dalam kelompok pengikut Rasulullah &#8230;. Dan ia ditempa oleh berbagai derita dan siksa, sebagaimana dialami oleh orang-orang Mu&#8217;min lainnya, dari golongan berhati tabah dan shabar&#8230;.</p>
<p>Ketika Rasulullah saw mengutamakan keselamatan golongan kecil dari orang-orang beriman dan teraniaya ini, dengan jalan menyuruh mereka berhijrah ke Habsyi, dan beliau siap menghadapi bahaya seorang diri, maka Utsman bin Mazh&#8217;un terpilih sebagai pemimpin rombongan pertama dari muhajirin ini. Dengan membawa puteranya yang bemama Saib, dihadapkannya muka dan dilangkahkannya kaki ke suatu negeri yang jauh, menghindar dari tiap daya musuh Allah Abu Jahal, dan kebuasan orang Quraisy serta kekejaman siksa mereka &#8230;.</p>
<p>Dan sebagaimana muhajirin ke Habsyi lainnyaa pada kedua hijrah tersebut, yakni yang pertama dan yang kedua, maka tekad dan kemauan Utsman untuk berpegang teguh pada Agama Islam kian bertambah besar.</p>
<p>Memang, kedua hijrah ke Habsyi itu telah menampilkan corak perjuangan tersendiri yang mantap dalam sejarah ummat Islam. Orang-orang yang beriman dan mengakui kebenaran Rasulullah saw serta mengikuti Nur Ilahi yang diturunkan kepada beliau, telah merasa muak terhadap pemujaan berhala dengan segala kesesatan dan kebodohannya. Dalam diri mereka masing-masing telah tertanam fithrah yang benar yang tidak bersedia lagi menyembah patung-patung yang dipahat dari batu atau dibentuk dari tanah liat…..!</p>
<p>Dan ketika mereka berada di Habsyi, di sana mereka menghadapi suatu agama yang teratur dan tersebar luas, mempunyai gereja-gereja, rahib-rahib serta pendeta-pendeta. Serta agama itu jauh dari agama berhala yang telah mereka kenal di negeri mereka, begitu juga cara penyembahan patung-patung dengan bentuknya yang tidak asing lagi serta dengan upacara-upacara ibadat yang biasa mereka saksikan di kampung halaman mereka. Dan tentulah pula orang-orang gereja di negeri Habsyi itu telah berusaha sekuat daya untuk menarik orang-orang muhajirin ke dalam agama mereka, dan meyakinkan kebenaran agama Masehi.</p>
<p>Tetapi semua yang kita sebutkan tadi mendorong Kaum Muhajirin berketetapan hati dan tidak beranjak dari kecintaan mereka yang mendalam terhadap Islam dan terhadap Muhammad Rasulullah saw. &#8230;. Dengan hati rindu dan gelisah mereka menunggu suatu saat yang telah dekat, untuk dapat pulang ke kampung halaman tercinta, untuk ber&#8217;ibadat kepada Allah yang Maha Esa dan berdiri di belakang Nabi Besar, baik dalam mesjid di waktu damai, maupun di medan tempur di saat mempertahankan diri dari ancaman kaum musyrikin &#8230;.</p>
<p>Demikianlah Kaum Muhajirin tinggal di Habsyi dalam keadaan aman dan tenteram, termasuk di antaranya Utsman bin Mazh&#8217;un yang dalam perantauannya itu tidak dapat melupakan rencana-rencana jahat saudara sepupunya Umayah bin Khalaf dan bencana siksa yang ditimpakan atas dirinya.</p>
<p>Maka dihiburlah dirinya dengan menggubah sya&#8217;ir yang berisikan sindiran dan peringatan terhadap saudaranya itu, katanya:</p>
<p>&#8220;Kamu melengkapi panah dengan bulu-bulunya<br />
Kamu runcing ia setajam-tajamnya<br />
Kamu perangi orang-orang yang suci lagi mulia<br />
Kamu celahan orang-orang yang berwibawa<br />
Ingatlah nanti saat bahaya datang menimpa<br />
Perbuatanmu akan mendapat balasan dari rakyatielata&#8217;:</p>
<p>Dan tatkala orang-orang muhajirin di tempat mereka hijrah itu beribadat kepada Allah dengan tekun serta mempelajari ayat-ayat al-quran yang ada pada mereka, dan walaupun dalam perantauan tapi memiliki jiwa yang hidup dan bergejolak&#8230;, tiba-tiba sampailah berita kepada mereka bahwa orang-orang Quraisy telah menganut Islam, dan mengikuti Rasulullah bersujud kepada Allah &#8230;.</p>
<p>Maka bangkitlah orang-orang muhajirin mengemasi barang-barang mereka, dan bagaikan terbang mereka berangkat ke Mekah, dibawa oleh kerinduan dan didorong cinta pada kampung halaman. Tetapi baru saja mereka sampai di dekat kota, ternyatalah berita tentang masuk Islamnya orang-orang Quraisy itu hanyalah dusta belaka.</p>
<p>Ketika itu mereka merasa amat terpukul karena telah berlaku ceroboh dan tergesa-gesa. Tetapi betapa mereka akan kembali, padahal kota Mekah telah berada di hadapan mereka&#8230;?</p>
<p>Dalam pada itu orang-orang musyrik di kota Mekah telah mendengar datangnya buronan yang telah lama mereka kejar-kejar dan pasang perangkap untuk menangkapnya. Dan sekarang &#8230;, datanglah sudah saat mereka, dan nasib telah membawa mereka ke tempat ini&#8230;. !</p>
<p>Perlindungan, ketika itu merupakan suatu tradisi di antara tradisi-tradisi Arab yang memiliki kekudusan dan dihormati.</p>
<p>Sekiranya ada seorang yang lemah yang beruntung masuk dalam perlindungan salah seorang pemuka Quraisy, maka ia akan berada dalam suatu pertahanan yang kokoh, hingga darahnya tak boleh ditumpahkan dan keamanan dirinya dan perlu dikhawatirkan.</p>
<p>Sebenarya orang-orang yang mencari perlindungan itu tidaklah sama kemampuan mereka untuk mendapatkannya. Itulah sebabnya hanya sebagian kecil saja yang berhasil, termasuk di antaranya Utsman bin Mazh&#8217;un yang berada dalam perlindungan Walid bin Mughirah. Ia masuk ke dalam kota Mekah dalam keadaan aman dan tenteram, dan menyeberangi jalan serta gang-gangnya, menghadiri tempat-tempat pertemuan tanpa khawatir akan kedhaliman dan marabahaya &#8230;.</p>
<p>Tetapi Ibnu Mazh&#8217;un, laki-iaki yang ditempa al-Quran dan dididik oleh Muhammad saw. ini memperhatikan keadaan sekelilingya. Dilihatnya saudara-saudara sesama Muslimin, yakni golongan faqir miskin dan orang-orang yang tidak berdaya, tiada mendapatkan perlindungan dan tidak mendapatkan orang yang sedia melindungi mereka&#8230;.</p>
<p>Dilihatnya mereka diterkam bahaya dari segala jurusan, dikejar kedhaliman dari setiap jalan. Sementara is sendiri aman tenteram, terhindar dari gangguan bangsanya. Maka ruhnya yang biasa bebas itu berontak, dan perasaannya yang mulai bergejolak, dan menyesallah ia atas tindakan yang telah diambilnya.</p>
<p>Utsman keluar dari rumah dengan niat yang bulat&#8217; dan tekad yang pasti hendak menanggalkan perlindungan yang dipikul Walid. Selama itu perlindungan tersebut telah menjadi penghalang baginya untuk dapat menikmati derita dijalan Allah dan kehormatan senasib sepenanggungan bersama saudaranya Kaum Muslimin. Kaum Muslimin merupakan tunas-tunas dunia beriman dan generasi alam baru yang esok pagi akan terpancar cahaya keseluruh penjuru, cahaya keimanan dan ketauhidan…..</p>
<p>Maka marilah kita dengar cerita dari saksi mata yang melukiskan bagi kita peristiwa yang telah terjadi, katanya</p>
<p>&#8220;Ketika Utsman bin Mazh&#8217;un menyaksikan penderitaan yang dialami oleh para sahabat Rasulullah SAW, sementara ia sendiri pulang pergi dengan aman dan tenteram disebabkan perlindungan Walid bin Mughirah, katanya: &#8216;Demi Allah, sesungguhnya mondar-mandirku dalam keadaan aman disebabkan perlindungan seorang tokoh golongan musyrik, sedang teman-teman sejawat dan kawan-kawan seagama menderita adzab dan siksa yang tidak kualami, merupakan suatu kerugian besar bagiku…..!</p>
<p>Lalu ia pergi mendapatkan Walid bin Mughirah, katanya: &#8220;Wahai Abu Abdi Syams, cukuplah sudah perlindungan anda….&#8221;</p>
<p>&#8220;Kenapa wahai keponakanku…?&#8221; ujar Walid, mungkin ada salah seorang anak buahku yang menggangumu…?&#8221;</p>
<p>&#8216;Tidak&#8221;, ujar Utsman, &#8220;hanya saya ingin berlindung kepada Allah, dan tak suka lagi kepada lain-Nya…..!&#8221; Karenanya pergilah anda ke mesjid serta umumkanlah maksudku ini secara terbuka seperti anda dahulu mengumumkan perlindungan terhadap diriku!&#8221;</p>
<p>lalu pergilah mereka berdua ke mesjid, maka kata Walid: &#8220;Utsman ini datang untuk mengembalikan kepadaku jaminan perlindungan terhadap dirinya&#8221;.</p>
<p>Ulas Utsman: &#8220;Begitulah kiranya apa yang dikatakan itu…., ternyata ia seorang yang memegang teguh janjinya……,hanya keinginan saya agar tidak lagi mencari perlindungan kecuali kepada Allah Ta&#8217;ala .. .!&#8221;</p>
<p>Setelah itu Utsman pun berlalu, sedang di salah satu gedung pertemuan kaum Quraisy, Lubaid bin Rabi&#8217;ah menggubah sebuah sya&#8217;ir dan melagukannya di hadapan mereka, hingga Utsman jadi tertarik karenanya dan ikut duduk bersama mereka.</p>
<p>Kata Lubaid:<br />
&#8220;Ingatlah bahwa apa juga yang terdapat di bawah:kolong ini selain daripada Allah adalah hampa!&#8221;<br />
&#8220;Benar ucapan anda itu&#8221;, kata Utsman menanggapinya.<br />
Kata Lubaid lagi:<br />
&#8220;Dan semua kesenangan, tak dapat tiada lenyap dan sirna!&#8221;<br />
&#8220;Itu dusta!&#8221;, kata Utsman, &#8220;karena kesenangan surga takkanlenyap.. .&#8221;.</p>
<p>Kata Lubaid: &#8220;Hai orang-orang Quraisy! Demi Allah, tak pernah aku sebagai teman duduk kalian disakiti orang selama ini. Bagai mana sikap kalian kalau ini terjadi?&#8221;</p>
<p>Maka berkatalah salah seorang di antara mereka: &#8220;Si toloI ini telah meninggalkan agama kita .. .! Jadi tak usah digubris apa ucapannya!&#8221;</p>
<p>Utsman membalas ucapannya itu hingga di antara mereka tejadi pertengkaran. Orang itu tiba-tiba bangkit mendekati Utsman lalu meninjunya hingga tepat mengenai matanya, sementara Walid bin Mughirah masih berada di dekat itu dan menyaksikan apa yang terjadi. Maka katanya kepada Utsman: &#8220;Wahai keponakanku, jika matamu kebal terhadap bahaya yang menimpa, maka sungguh, benteng perlindunganmu amat tangguh &#8230;!&#8217;</p>
<p>Ujar Utsman: &#8220;Tidak, bahkan mataku yang sehat ini amat membutuhkan pula pukulan yang telah dialami saudaranya di jalan Allah .. .! Dan sungguh wahai Abu Abdi Syamas, saya berada dalam perlindungan Allah yang lebih kuat dan lebih mampu daripadamu!&#8221;</p>
<p>&#8220;Ayuhlah Utsman&#8221;, kata Walid pula, &#8220;jika kamu ingin, kembalilah masuk ke dalam perlindunganku &#8230;!&#8221;<br />
&#8220;Terima kasih &#8230;!&#8221; ujar Ibnu Mazh&#8217;un menolak tawaran itu.</p>
<p>Ibnu Mazh&#8217;un meninggalkan tempat itu, tempat terjadinya peristiwa tersebut dengan mata yang pedih dan kesakitan, tetapi jiwanya yang besar memancarkan keteguhan hati dan kesejahteraan serta penuh harapan&#8230;.</p>
<p>Di tengah jalan menuju rumahnya dengan gembira ia mendendangkan pantun ini:<br />
&#8220;Andaikata dalam mencapai ridla Ilahi<br />
Mata.ku ditinju tangan jahil orang mulhidi<br />
Maka Yang Maha Rahman telah menyediakan imbalannya<br />
Karena siapa yang diridlai-Nya pasti berbahagia<br />
Hai ummat, walau menurut katamu daku ini sesat<br />
Daku &#8216;kan tetap dalam Agama Rasul, Muhammad<br />
Dan tujuanku tiada lain hanyalah Allah dan Agama yang haq<br />
Waiaupun lawan berbuat aniaya dan semena-mena&#8221;.</p>
<p>Demikian Utsman bin Mazh&#8217;un memberikan contoh dan teladan utama yang memang layak dan sewajamya&#8230;.</p>
<p>Dan demikianlah pula lembaran kehidupan ini menyaksikan suatu pribadi utama yang telah menyemarakkan wujud ini dengan harum semerbak disebabkan pendiriannya yang luar biasa dan kata-kata bersa;irapnya yang abadi dan mempesona:</p>
<p>&#8220;Demi Allah, sesungguhnya sebelah mataku yang sehat ini amat membutuhkan pukulan yang telah dialami saudaranya di jalan Allah &#8230;! Dan sungguh, saat ini saya berada dalam perlindungan Allah yang lebih kuat dan lebih mampu daripadamu.. .!&#8221;</p>
<p>Dan setelah dikembalikannya perlindungan kepada Walid, maka Utsman menemui siksaan dari orang-orang Quraisy. Tetapi dengan itu ia tidak merana, sebaliknya bahagia, sungguh-sungguh bahagia.. .!</p>
<p>Siksaan itu tak ubahnya bagai api yang menyebabkan keimanannya menjadi matang dan bertambah murni &#8230;.</p>
<p>Demikianlah, ia maju ke depan bersama saudara-saudara yang beriman, tidak gentar oleh ancaman, dan tidak mundur oleh bahaya</p>
<p>Utsman melakukan hijrah pula ke Madinah, hingga tidak diusik lagi oleh Abu Lahab, Umayah,&#8217;Utbah atau oleh gembong-gembong lainnya yang telah sekian lama menyebabkan mereka tak dapat menidurkan mata di malam hari, dan bergerak bebas di siang hari.</p>
<p>Ia berangkat ke Madinah bersama rombongan shahabat-shahabat utama yang dengan keteguhan dan ketabahan hati mereka telah lulus dalam ujian yang telah mencapai puncak kesulitan dan kesukarannya, dan dari pintu gerbang yang luas dari kota itu nanti mereka akan melanjutkan pengembaraan ke seluruh pelosok bumi, membawa dan mengibarkan panji-panji Ilahi, serta menyampaikan berita gembira dengan kalimat-kalimat dan ayat-ayat petunjuk-Nya &#8230;.</p>
<p>Dan di kota hijrah Madinah al-Munawwarah itu tersingkaplah kepribadian yang sebenamya dari Utsman bin Mazh&#8217;un, tak ubah bagai batu permata yang telah diasah, dan ternyatalah kebesaran jiwanya yang istimewa. Kiranya ia seorang ahli ibadah, seorang zahid, yang mengkhususkan diri dalam beribadah dan mendekatkan diri kepada Ilahi &#8230;.</p>
<p>Dan ternyata bahwa ia adalah orang suci dan mulia lagi bijaksana, yang tidak mengurung diri untuk tidak menjauhi kehidupan duniawi, tetapi orang suci luar biasa yang mengisi kehidupannya dengan amal dan karya serta jihad dan berjuang di jalan Allah &#8230;.</p>
<p>Memang, ia adalah seorang rahib di larut malam, dan orang berkuda di waktu siang, bahkan ia adalah seorang rahib baik di waktu siang maupun di waktu malam, dan di samping itu sekaligus juga orang berkuda yang berjuang siang dan malam &#8230; !</p>
<p>Dan jika para shahabat Rasulullah saw. apalagi di kala itu, semua bejiwa zuhud dan gemar beribadat, tetapi Ibnu Mazh&#8217;un memiliki ciri-ciri khash &#8230;. Dalam zuhud dan ibadatnya ia amat tekun dan mencapai puncak tertinggi, hingga corak kehidupannya, baik siang maupun malam dialihkannya menjadi shalat yang teuus-menerus dan tasbih yang tiada henti-hentinya.</p>
<p>Rupanya ia setelah merasakan manisnya keasyikan beribadat itu, ia pun bermaksud hendak memutuskan hubungan dengan segala kesenangan dan kemewahan dunia.</p>
<p>Ia tak hendak memakai pakaian kecuali yang kasar, dan tak hendak makan makanan selain yang amat bersahaja.</p>
<p>Pada suatu hari ia masuk masjid, dengan pakaian usang yang telah sobek-sobek yang ditambalnya dengan kulit unta, sementara Rasulullah sedang duduk-duduk bersama para shahabatnya.</p>
<p>Hati Rasulullah pun bagaikan disayat melihat itu, begitu juga para shahabat, air mata mereka mengalir karenanya. Maka tanya Rasulullah saw. kepada mereka:</p>
<p>&#8220;Bagaimana pendapat kalian, bila kalian punya pakaian satu stel untuk pakaian pagi dan sore hari diganti dengan stelan lainnya &#8230; kemudian disiapkan di depan kalian suatu perangkat wadah makanan sebagai ganti perangkat lainnya yang telah diangkat &#8230; serta kalian dapat menutupi rumah-rumah kediaman kalian sebagaimana Ka &#8216;bah bertutup&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Kami ingin hal itu dapat terjadi, wahai Rasulullah&#8217;, ujar mereka, &#8220;hingga Kita dapat mengalami hidup ma&#8217;mur dan bahagia&#8230; !&#8221;</p>
<p>Maka sabda Rasulullah saw, pula: &#8220;Sesungguhnya hal itu telah terjadi &#8230; ! Keadaan kalian sekarang ini lebih baik dari keadaan kalian waktu lalu &#8230; !&#8221;</p>
<p>Tetapi Ibnu Mazh&#8217;un yang turut mendengar percakapan itu bertambah tekun menjalani kehidupan yang bersahaja dan menghindari sejauh-jauhnya kesenangan dunia &#8230; !</p>
<p>Bahkan sampai-sampai kepada menggauli isterinya ia tak hendak dan menahan diri, seandainya hal itu tidak diketahui oleh Rasulullah saw. yang segera memanggil dan menyampaikan kepadanya:<br />
&#8220;Sesungguhnya keluargamu itu mempunyai hak atas dirimu….!&#8221;</p>
<p>Ibnu Maz&#183;h&#8217;un amat disayangi oleh Rasu!uilah saw. &#8230;.<br />
Dan tatkala ruhnya yang suci itu berkemas-kemas hendak berangkat, hingga dengan demikian ia merupakan orang muhajirin pertama yang wafat di Madinah, dan yang mula-mula merintis jalan menuju surga, maka Rasulullah saw berada di sisinya.</p>
<p>Rasulullah saw. membungkuk menciumi kening Ibnu Mazh&#8217;un serta membasahi kedua pipinya dengan air yang berderai dari kedua mata beliau yang diliputi santun dan duka cita hingga di saat kematiannya. Wajah Utsman tampak bersinar gilang-gemilang &#8230;.</p>
<p>Dan bersabdalah Rasulullah saw. melepas shahabatnya yang tercinta itu:<br />
&#8220;Semoga Allah memberimu rahmat, wahai Abu Saib &#8230;.</p>
<p>Kamu pergi meninggalkan dunia, tak satu keuntunganpun yang kamu peroleh daripadanya, serta tak satu kerugian pun yang dideritanya daripadamu.&#8221;</p>
<p>Dan sepeninggal shahabatnya, Rasulullah yang amat penyantun itu tidak pernah melupakannya, selalu ingat dan memujinya &#8230;. Bahkan untuk melepas puteri beliau Rukayah, Yakni ketika nyawanya hendak melayang, adalah kata-kata berikut:<br />
&#8220;Pergilah susul pendahulu hita yang pilihan. Utsman bin Mazh&#8217;un &#8230;!&#8221;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Abdurrahman bin 'Auf. ra]]></title>
<link>http://sabdaislam.wordpress.com/2009/11/24/abdurrahman-bin-auf-radhiallaahu-anhu/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 16:17:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ki Semar</dc:creator>
<guid>http://sabdaislam.wordpress.com/2009/11/24/abdurrahman-bin-auf-radhiallaahu-anhu/</guid>
<description><![CDATA[Abdurrahman bin &#8216;Auf radhiallaahu anhu Apa Sebabnya Anda Menangis, Hai Abu Muhammad&#8230;.? P]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://sabdaislam.wordpress.com/files/2009/11/mutiara-sahabatrasul3.jpg"><img src="http://sabdaislam.wordpress.com/files/2009/11/mutiara-sahabatrasul3.jpg" alt="" title="mutiara sahabatrasul3" width="510" height="158" class="alignnone size-full wp-image-345" /></a></p>
<p><strong>Abdurrahman bin &#8216;Auf radhiallaahu anhu<br />
</strong></p>
<p><em>Apa Sebabnya Anda Menangis, Hai Abu Muhammad&#8230;.?</em><br />
Pada suatu hari, kota Madinah sedang aman dan tenteram,terlihat debu tebal yang mengepul ke udara, datang dari tempatketinggian di pinggir kota; debu itu semakin tinggi bergumpal-gumpai hingga hampir menutup ufuk pandangan mata. Anginyang bertiup menyebabkan gumpalan debu kuning dari butiran-butiran sahara yang lunak, terbawa menghampiri pintu-pintu kota, dan berhembus dengan kuatnya di jalan-jalan rayanya.</p>
<p>Orang banyak menyangkanya ada angin ribut yang menyapu dan menerbangkan pasir. Tetapi kemudian dari balik tirai debu itu segera mereka dengar suara hiruk pikuk, yang memberi tahu tibanya suatu iringan kafilah besar yang panjang.</p>
<p>Tidak lama kemudian, sampailah 700 kendaraan yang sarat dengan muatannya memenuhi jalan-jalan kota Madinah dan menyibukkannya. Orang banyak saling memanggil dan menghimbau menyaksikan keramaian ini serta turut bergembira dan bersukacita dengan datangnya harta dan rizqi yang dibawa kafilah itu &#8230;&#8230;</p>
<p>Ummul Mu&#8217;minin Aisyah r.a. demi mendengar suara hiruk pikuk itu ia bertanya: &#8220;Apakah yang telah terjadi di kota Madinah…..?&#8221; Mendapat jawaban, bahwa kafilah Abdurrahman bin &#8216;Auf barn datang dari Svam membawa barang-barang dagangannya . .. Kata Ummul Mu&#8217;minin lagi: &#8212; &#8220;Kafilah yang telah menyebabkan semua kesibukan ini?&#8221; &#8220;Benar, ya Ummal Mu&#8217;minin &#8230; karena ada 700 kendaraan&#8230;&#8230; !&#8221; Ummul Mu&#8217;minin menggeleng-gelengkan kepalanya, sembari melayangkan pandangnya jauh menembus, seolah-olah hendak mengingat-ingat kejadian yang pernah dilihat atau ucapan yang pernah didengarnya.<br />
Kemudian katanya: &#8220;Ingat, aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda:<br />
<em>&#8220;Kulihat Abdurrahman bin&#8217;Auf masuk surga dengan perlahan-lahan!&#8221; </em></p>
<p>Abdurrahman bin &#8216;Auf masuk surga dengan perlahan-lahan&#8230; ? Kenapa ia tidak memasukinya dengan melompat atau berlari kencang bersama angkatan pertama para shahabat Rasul.. ? Sebagian shahabat menyampaikan ceritera Aisyah kepadanya, maka ia pun teringat pernah mendengar Nabi saw. Hadits ini lebih dari satu kali dan dengan susunan kata yangberbeda-beda.</p>
<p>Dan sebelum tali-temali perniagaannya dilepaskannya,ditujukannya langkah-langkahnya ke rumah Aisyah lain berkata kepadanya: &#8220;Anda telah mengingatkanku suatu Hadits yang tak pernah kulupakannya&#8230;.&#8221;. Kemudian ulasnyalagi: &#8220;Dengan ini aku mengharap dengan sangat agar anda menjadi saksi, bahwa kafilah ini dengan semua muatannya berikut kendaraan dan perlengkapannya, ku persembahkan di jalan Allah &#8216;azza wajalla&#8230;..!&#8221; Dan dibagikannyalah seluruh muatan 700 kendaraan itu kepada semua penduduk Madinah dan sekitarnya sebagai perbuatan baik yang maha besar &#8230;.</p>
<p>Peristiwa yang satu ini saja, melukiskan gambaran yang sempurna tentang kehidupan shahabat Rasulullah, Abdurahman bin &#8216;Auf. Dialah saudagar yang berhasil. Keberhasilan yang paling besar dan lebih sempurna! Dia pulalah orang yang kaya raya. Kekayaan yang paling banyak dan melimpah ruah &#8230;! Dialah seorang Mu&#8217;min yang bijaksana yang tak sudi kehilangan bagian keuntungan dunianya oleh kawna keuntungan Agamanya, dan tidak suka harta benda kekayaannya meninggalkannya dari kafilah iman dan pahala surga. Maka dialah r.a. yang membaktikan harta kekayaannya dengan kedermawanan dan pemberian yang tidakterkira, dengan hati yang puas dan rela &#8230; !</p>
<p>Kapan dan bagaimana masuknya orang besar ini ke dalam Islam? Ia masuk Islam sejak fajar menyingsing&#8230;. Ia telah memasukinya di saat-saat permulaan da&#8217;wah, yakni sebelum Rasulullah saw. memasuki rumah Arqam dan menjadikannya sebagai tempat pertemuan dengan para shahabatnya orang-orang Mu&#8217;min &#8230;</p>
<p>Dia adalah salah seorang dari delapan orang yang dahulu masuk Islam.. . . Abu, Bakar datang kepadanya menyampaikan Islam, begitu juga kepada Utsman bin &#8216;Affan, Zubair bin Awwam, Thalhah bin Ubedillah, dan Sa&#8217;ad bin Abi Waqqash. Makatak ada persoalan yang tertutup bagi mereka, dan tak ada keragu-raguan yang menjadi penghalang, bahkan mereka segera pergi bersama Abu Bakar Shiddiq menemui RasuIullah saw. menyatakan bai&#8217;at dan memikul bendera Islam&#8230;.</p>
<p>Dan semenjak keislamannya sampai berpulang menemui Tuhannya dalam umur tujuhpuluh lima tahun, ia menjadi teladan yang cemerlang sebagai Seorang Mu&#8217;min yang besar. Hal ini menyebabkan Nabi saw. memasukkannya dalam sepuluh orang Yang telah diberi kabar gembira sebagai ahli surga.</p>
<p>Dan Umar r.a. mengangkatnya pula sebagai anggota kelompok musyawarah yang berenam yang merupakan calon khalifah yang akan dipilih sebagai penggantinya, seraya katanya: &#8220;Rasulullah wafat dalam keadaan ridla kepada mereka!&#8221;</p>
<p>Segeralah Abdurrahman masuk Islam menyebabkannya menceritakan nasib malang berupa penganiayaan dan penindasan dari Quraisy &#8230;. Dan sewaktu Nabi saw., memerintahkan para shahabatnya hijrah ke Nabsyi, Ibnu &#8216;Auf ikut berhijrah kemudian kembali lagi ke Mekah, lalu hijrah untuk kedua kalinya ke Habsyi dan kemudian hijrah ke Madinah . . . ikut bertempur di perang Badar, Uhud dan peperangan-peperangan lainnya.</p>
<p>Keberuntungannya dalam perniagaan sampai suatu batas yang membangkitkan dirinya pribadi ketakjuban dan keheranan, hingga katanya:<br />
&#8220;Sungguh, kulihat diriku, seandainya aku mengangkat batu niscaya kutemukan di bawahnya emas dan perak&#8230;&#8230;!&#8221;</p>
<p>Perniagaan bagi Abdurrahman bin &#8216;Auf r.a. bukan berarti rakus dan loba .. Bukan pula suka menumpuk harta atau hidup mewah dan ria! Malah itu adalah suatu amal dan tugas kewajibanyang keberhasilannya akan menambah dekatnya jiwa kepada Allah dan berqurban di jalan-Nya &#8230; &#183;</p>
<p>Dan Abdurrahman bin &#8216;Auf seorang yang berwatak dinamis, kesenangannya dalam amal yang mulia di mana juga adanya &#8230;.Apabila ia tidak sedang shalat di mesjid, dan tidak sedang berjihad dalam mempertahankan Agama tentulah ia sedang mengurus perniagaannya yang berkembang pesat, kafilah-kafilahnya membawa ke Madinah dari Mesir dan Syria barang-barang muatan yang dapat memenuhi kebutuhan seluruh jazirah Arab berupa pakaian dan makanan &#8230;..</p>
<p>Dan watak dinamisnya ini terlihat sangat menonjol, ketika Kaum Muslimin hijrah ke Madinah &#8230;.Telah menjadi kebiasaan Rasul pada waktu itu untuk mempersaudarakan dua orang shahabat, salah seorang dari muhajirin warga Mekah dan yang lain dari Anshar penduduk Madinah.</p>
<p>Persaudaraan ini mencapai kesempurnaannya dengan cara yang harmonis yang mempesonakan hati. Orang-orang Anshar penduduk Madinah membagi dua seluruh kekayaan miliknya dengan saudaranya orang muhajirin .. , sampai-sampai soal rumahtangga. Apabila ia beristeri dua orang diceraikannya yang seorang untuk memperisteri saudaranya &#8230;&#8230;!</p>
<p>Ketika itu Rasul yang mulia mempersaudarakan antara Abdurrahman bin &#8216;Auf dengan Sa&#8217;ad bin Rabi&#8217;&#8230;. Dan marilah kita dengarkan shahabat yang mulia Anas bin Malik r.a. meriwayatkan kepada kita apa yang terjadi:<br />
&#8221; &#8230; dan berkatalah Sa&#8217;ad kepada Abdurrahman: &#8220;Saudaraku, aku adalah penduduk Madinah yang kaya raya, silakan pilih separoh hartaku dan ambillah! Dan aku mempunyai dua orang isteri, coba perhatikan yang lebih menarik perhatian anda, akan kuceraikan ia hingga anda dapat memperisterinya&#8230;&#8230;!<br />
Jawab Abdurrahman bin &#8216;Auf: &#8220;Moga-moga Allah memberkati anda, isteri dan harts anda ! Tunjukkanlah letaknya pasar agar aku dapat berniaga&#8230;.!<br />
Abdurrahman pergi ke pasar, dan berjual belilah di sana&#8230;&#8230;.ia pun beroleh keuntungan &#8230;!</p>
<p>Kehidupan Abdurrahman bin &#8216;Auf di Madinah baik semasa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Salam maupun sesudah wafatnya terus meningkat &#183; &#183; &#183; Barang apa Saja yang ia pegang dan dijadikannya pokok perniagaan pasti menguntungkannya. Seluruh usahanya ini ditujukan untuk mencapai ridla Allah semata, sebagai bekal di alam baqa kelak&#8230;..!</p>
<p>Yang menjadikan perniagaannya berhasil dan beroleh berkat karena ia selalu bermodal dan berniaga barang yang halal dan menjauhkan diri dari perbuatan haram bahkan yang syubhat Seterusnya yang menambah kejayaan dan diperolehnya berkat, karena labanya bukan untuk Abdurrahman sendiri . &#183; &#183; tapi di dalamnya terdapat bagian Allah yang ia penuhi dengan setepat-tepatnya, pula digunakannya untuk memperkokoh hubungan kekeluargaan serta membiayai sanak saudaranya, serta menyediakan perlengkapan yang diperlukan tentara Islam &#8230;&#8230;</p>
<p>Bila jumlah modal niaga dan harta kekayaan yang lainnya ditambah keuntungannya yang diperolehnya, maka jumlah kekayaan Abdurrahman bin &#8216;Auf itu dapat dikira-kirakan apabila kita memperhatikan nilai dan jumlah yang dibelanjakannya pada jalan Allah Rabbul&#8217;alamin!<br />
Pada suatu hati ia mendengar Rasulullah saw. bersabda:<br />
&#8220;Wahai ibnu &#8216;Auf! anda termasuh golongan orang kaya dan anda akan masuk surga secara perlahan-lahan &#8230;.! Pinjamknnlah kekayaan itu kepada Allah, pasti Allah mempermudah langkah anda&#8230;.!&#8221;</p>
<p>Semenjak ia mendengar nasihat Rasulullah ini dan ia menyedia kan bagi AIlah pinjaman yang balk, maka Allah pun memberi ganjaran kepadanya dengan berlipat ganda.</p>
<p>Di suatu hari ia menjual tanah seharga 40 ribu dinar, kemudian uang itu dibagi-bagikannya semua untuk keluarganya dari Bani Zuhrah, untuk para isteri Nabi dan untuk kaum fakir miskin.</p>
<p>Diserahkannya pada suatu hari limaratus ekor kuda untuk perlengkapan balatentara islam &#8230;dan di hari yang lain seribu limaratus kendaraan. Menjelang wafatnya ia berwasiat lima puluh ribu dinar untuk jalan Allah, lain diwasiatkannya pula bagi setiap orang yang ikut perang Badar dan masih hidup, masing-masing empat ratus dinar, hingga Utsman bin Affan r.a. yang terbilang kaya juga mengambil bagiannya dari wasiat itu, serta katanya:<br />
&#8220;Harta Abdurrahman bin &#8216;Auf halal lagi bersih, dan memakan harta itu membawa selamat dan berkat&#8221;.</p>
<p>Ibnu &#8216;Auf adalah seorang pemimpin yang mengendalikan hartanya, bukan seorang budak yang dikendalikan oleh hartanya &#8230;. Sebagai buktinya, ia tidak mau celaka dengan mengumpulkannya dan tidak pula dengan menyimpannya &#8230;.Bahkan ia mengumpulkannya secara santai dan dari jalan yang halal &#8230;.Kemudian ia tidak menikmati sendirian &#8230;. tapi ikut menikmatinya bersama keluarga dan kaum kerabatnya serta saudara&#183;saudaranya dan masyarakat seluruhnya. Dan karena begitu luas pemberian serta pertolongannya, pernah dikatakan orang:</p>
<p>&#8220;Seluruh penduduk Madinah berserikat dengan Abdurrahman bin &#8216;Auf pada hartanya. Sepertiga dipinjamkannya kepada mereka . . Sepertiga lagi dipergunakannya untuk membayar hutang-hutang mereka. Dan sepertiga sisanya diberikan dan dibagi-bagikannya kepada mereka&#8221;.</p>
<p>Harta kekayaan ini tidak akan mendatangkan kelegaan dan kesenangan pada dirinya, selama tidak memungkinkannya untuk membela Agama dan membantu kawan-kawannya. Adapun untuk lainnya, ia selalu takut dan ragu.</p>
<p>Pada suatu hari dihidangkan kepadanya makanan untuk berbuka, karena waktu itu ia sedang shaum &#8230;. Sewaktu pandangannya jatuh pada hidangan tersebut, timbul selera makannya, tetapi iapun menangis sambil mengeluh:</p>
<p>&#8220;Mushab bin Umeir telah gugur sebagai syahid, ia seorang yang jauh lebih baik daripadaku, ia hanya mendapat kafan sehelai burdah; jika ditutupkan ke kepalanya maka kelihatan kakinya, dan jika ditutupkan kedua kakinya terbuka kepalanya!</p>
<p>Demikian pula Hamzah yang jauh lebih baik daripadaku, ia pun gugur sebagai syahid, dan di saat akan dikuburkan hanya terdapat baginya sehelai selendang. Telah dihamparkan bagi kami dunia seluas-luasnya, dan telah diberikan pula kepada kami hasil sebanyak-banyaknya. Sungguh kami khawatir kalau-kalau telah didahdukan pahala kebaikan kami&#8230;!&#8221;</p>
<p>Pada suatu peristiwa lain sebagian shahabatnya berkumpul bersamanya menghadapi jamuan di rumahnya. Tak lama sesudah makanan diletakkan di hadapan mereka, ia pun menangis; karena itu mereka bertanya: <em>&#8220;Apa sebabnya anda menangis wahai Abu Muhammad &#8230; ?&#8221; </em>Ujarnya: &#8220;Rasulullah saw. telah wafat dan tak pernah beliau berikut ahli rumahnya sampai kenyang makan roti gandum, apa harapan kita apabila dipanjangkan usia tetapi tidak menambah kebaikan bagi kita &#8230; ?&#8221;</p>
<p>Begitulah ia, kekayaannya yang melimpah-limpah, sedikitpun tidak membangkitkan kesombongan dan takabur dalam dirinya &#8230;. ! Sampai-sampai dikatakan orang tentang dirinya:</p>
<p>&#8220;Seandainya seorang asing yang belum pernah mengenalnya, kebetulan melihatnya sedang duduk-duduk bersama pelayan-pelayannya, niscaya ia tak akan sanggup membedakannya dari antara mereka!&#8221;</p>
<p>Tetapi bila orang asing itu mengenal satu segi saja dari perjuangan ibnu &#8216;Auf dan jasa-jasanya, misalnya diketahuinya bahwa di badannya terdapat duapuluh bekas luka di perang Uhud, dan bahwa salah satu dari bekas luka ini meninggalkan cacad pincang yang tidak sembuhsembuh pada salah satu kaki nya&#8230;&#8230;sebagaimana pula beberapa gigi seri rontok di perang Uhud, yang menyebabkan kecadelan yang jelas pada ucapan dan pembicaraannya &#8230;. Di waktu itulah orang baru akan menyadari bahwa laki&#183;laki yang berperawakan tinggi dengan air muka berseri dan kulit halus, pincang serta cadel, sebagai tanda jasa dari perang Uhud, itulah orang yang bernama Abdurrahman bin &#8216;Auf &#8230; ! Semoga Allah ridla kepadanya dan ia pun ridla kepada Allah &#8230; !</p>
<p>Sudah menjadi kebiasaan pada tabi&#8217;at manusia bahwa harta kekayaan mengundang kekuasaan &#8230; artinya bahwa orang-orang kaya selalu gandrung untuk memiliki pengaruh guna melindungi kekayaan mereka dan melipat gandakannya, dan untuk memuaskan nafsu, sombong, membanggakan dan mementingkan diri sendiri, yakni sifat-sifat yang biasa dibangkitkan oleh kekayaan&#8230; !</p>
<p>Tetapi bila kita melihat Abdurrahman bin &#8216;Auf dengan kekayaannya yang melimpah ini, kita akan menemukan manusia ajaib yang sanggup menguasai tabi&#8217;at kemanusiaan dalam bidang ini dan melangkahinya ke puncak ketinggian yang unik &#8230; !</p>
<p>Peristiwa ini terjadi sewaktu Umar bin Khatthab hendak berpisah dengan ruhnya yang suci dan ia memilih enam orang tokoh dari para shahabat Rasulullah saw. sebagai formatur agar mereka memilih salah seorang di antara mereka untuk menjadi khalifah yang baru&#8230;.</p>
<p>Jari-jari tangan sama-sama menunjuk dan mengisyaratkan Ibnu &#8216;Auf &#8230;. Bahkan sebagian shahabat telah menegaskan bahwa dialah orang yang lebih berhak dengan khalifah di antara yang enam itu, maka ujamya: &#8220;Demi Allah, daripada aku menerima jabatan tersebut, lebih balk ambil pisau lain taruh ke atas leherku, kemudian kalian tusukkan sampai tembus ke sebelah. ..!&#8221;</p>
<p>Demikianlah, baru saja kelompok Enam formatur itu mengadakan pertemuan untuk memilih salah seorang di antara mereka untuk menjadi khalifah yang akan menggantikan al-Faruk, Umar bin Khatthab maka kepada kawan-kawannya yang lima dinyatakannya bahwa ia telah melepaskan haknya yang dilimpahkan Umar kepadanya sebagai salah seorang dari enam orang calon yang akan dipilih menjadi khalifah. Dan adalah kewajiban mereka untuk melakukan pemilihan itu terbatas diantara mereka yang berlima saja &#8230;.</p>
<p>Sikap zuhudnya terhadap jabatan pangkat ini dengan cepat telah menempatkan dirinya sebagai hakim di antara lima orang tokoh terkemuka itu. Mereka menerima dengan senang hati agar Abdurrahman bin &#8216;Auf menetapkan pilihan khalifah itu terhadap salah seorang di antara mereka yang berlima, sementara Imam Ali mengatakan:</p>
<p>&#8220;Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda, bahwa anda adalah orang yang dipercaya oleh penduduk langit, dan dipercaya pula oleh penduduk bumi &#8230; !&#8221;<br />
Oleh Ibnu &#8216;Auf dipilihlah Utsman bin Affan untuk jabatan khalifah dan yang lain pun menyetujui pilihannya.</p>
<p>Nah, inilah hakikat seorang laki-laki yang kaya raya dalam Islam! Apakah sudah anda perhatikan bagaimana Islam telah mengangkat dirinya jauh di atas kekayaan dengan segala godaan dan penyesatannya itu, dan bagaimana ia menempa kepribadiannya dengan sebaik-baiknya?</p>
<p>Dan pada tahun ketigapuluh dua Hijrah, tubuhnya berpisah dengan ruhnya &#8230;. Ummul Mu&#8217;minin Aisyah ingin memberinya kemuliaan khusus yang tidak diberikannya kepada orang lain,maka diusulkannya kepadanya sewaktu ia masih terbaring diranjang menuju kematian, agar ia bersedia dikuburkan di pekarangan rumahnya berdekatan dengan Rasulullah, Abu Bakar dan Umar&#8230;.</p>
<p>Akan tetapi ia memang seorang Muslim yang telah dididik Islam dengan sebaik-baiknya, ia merasa malu diangkat dirinya pada kedudukan tersebut &#8230; !</p>
<p>Pula dahulu ia telah membuat janji dan ikrar yang kuat dengan Utsman bin Madh&#8217;un, yakni bila salah seorang di antara mereka meninggal sesudah yang lain maka hendaklah ia dikuburkan di dekat shahabatnya itu &#8230; !</p>
<p>Selagi ruhnya bersiap-siap memulai perjalanannya yang baru, air matanya meleleh sedang lidahnya bergerak-gerak mengucapkan kata-kata:<br />
&#8220;Sesungguhnya aku khawatir dipisahkan dari shahabat-shahabatku karena kekayaanku yang melimpah ruah &#8230; !&#8221;<br />
Tetapi sakinah dari Allah&#183;segera menyelimutinya, lain satu senyuman tipis menghiasi wajahnya disebabkan sukacita yang memberi cahaya serta kebahagiaan yang menenteramkan jiwa&#8230; Ia memasang telinganya untuk menangkap sesuatu &#8230;.seolah-olah ada suara yang lernbut merdu yang datang mendekat &#8230;.<br />
Ia sedang mengenangkan kebenaran sabda Rasulullah saw.yang pernah beliau ucapkan: &#8220;Abdurrahman bin &#8216;Auf dalam surga!&#8221;, lagi pula ia sedang mengingat-ingat janji Allah dalam kitab-Nya:</p>
<p>&#8220;Orang-orang yang membelanjakan hartanya dijalan Alloh kemudian mereka tidak mengiringi apa yang telah mereka nafqahkan itu dengan membangkit-bangkit pemberiannnya dan tidak pula kata-kata yang menyakitkan, niscaya mereka beroleh pahala di sisi Tuhan mereka; mereka tidak usah merasa takut dan tidak pula berdukacita &#8230; !&#8221;(Q&#183;S. 2 al-Baqarah: 262)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Abdullah Ibnu Rawahah. ra]]></title>
<link>http://sabdaislam.wordpress.com/2009/11/24/abdullah-ibnu-rawahah-radhiallahu-anhu/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 16:16:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ki Semar</dc:creator>
<guid>http://sabdaislam.wordpress.com/2009/11/24/abdullah-ibnu-rawahah-radhiallahu-anhu/</guid>
<description><![CDATA[Abdullah Ibnu Rawahah radhiallahu &#8216;anhu Yang bersemboyan :Wahai Diri ……..Jika Kau Tidak Gugur ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://sabdaislam.wordpress.com/files/2009/11/mutiara-sahabatrasul2.jpg"><img src="http://sabdaislam.wordpress.com/files/2009/11/mutiara-sahabatrasul2.jpg" alt="" title="mutiara sahabatrasul2" width="510" height="158" class="alignnone size-full wp-image-343" /></a></p>
<p><strong>Abdullah Ibnu Rawahah radhiallahu &#8216;anhu<br />
</strong></p>
<p>Yang bersemboyan :<em>Wahai Diri ……..Jika Kau Tidak Gugur di Medan Juang ……..Kau Tetap Akan Mati ……..Walau di Atas Ranjang ..……</em></p>
<p>Waktu itu Rasulullah saw. sedang duduk di suatu tempat dataran tinggi kota Mekah, menghadapi para utusan yang datang dari kota Madinah, dengan bersembunyi-sembunyi dari kaum Quraisy. Mereka yang datang ini terdiri dari duabelas orang utusan suku atau kelompok yang kemudian dikenal dengan nama Kaum Anshar.(penolong Rasul). Mereka sedang dibai&#8217;at Rasul (diambil Janji sumpah setia) yang terkenal pula dengan nama Bai&#8217;ah Al-Aqabah al-Ula (Aqabah pertama). Merekalah pembawa dan penyi&#8217;ar IsIam pertama ke kota Madinah, dan bai&#8217;at merekalah yang membuka jalan bagi hijrah Nabi beserta pengikut beliau, yang pada gilirannya kemudian, membawa kemajuan pesat bagi Agama Allah yaitu Islam &#8230;.Maka salah seorang dari utusan yang dibai&#8217;at Nabi itu, adalah Abdullah binRawahah.</p>
<p>Dan sewaktu pada tahun berikutnya, Rasulullah saw. membai&#8217;at. lagi tujuhpuluh tiga orang Anshar dari penduduk Madinah pada bai&#8217;at &#8216;Aqabah kedua, maka tokoh Ibnu Rawahah ini pun termasuk salah seorang utusan yang dibai&#8217;at itu.</p>
<p>Kemudian sesudah Rasullullah bersama shahabatnya hijrah ke Madinah dan menetap di sana, maka Abdullah bin Rawahah pulalah yang paling banyak usaha dan kegiatannya dalam membela Agama dan mengukuhkan sendi-sendinya. Ialah yang paling waspada mengawasi sepak terjang dan tipu muslihat Abdulla bin Ubay (pemimpin golongan munafik) yang oleh penduduk Madinah telah dipersiapkan untuk diangkat menjadi raja sebelum Islam hijrah ke sana, dan yang tak putus-putusnya berusaha menjatuhkan Islam dengan tidak menyia-nyiakan setiap kesempatan yang ada. Berkat kesiagaan Abdullah bin Rawahah yang terus-menerus mengikuti gerak-gerik Abdullah bin Ubay dengan cermat, maka gagalah usahanya, dan maksud-maksud jahatnya terhadap Islam dapat di patahkan.</p>
<p>Ibnu Rawahah adalah seorang penulis yang tinggal di suatu lingkungan yang langka degan kepandaian tulisi baca. Ia juga seorang penyair yang lancar, untaian syair-syairnya meluncur dari lidahnya dengan kuat dan indah didengar &#8230;.</p>
<p>Semenjak ia memeluk Islam, dibaktikannya kemampuannya bersyair itu untuk mengabdi bagi kejayaan Islam &#8230;..Dan Rasullullah menyukai dan menikmati syair-syairnya dan sering beliau minta untuk lebih tekun lagi membuat syair.</p>
<p>Pada suatu hari, beliau duduk bersama para sahabatnya, tiba-tiba datanglah Abdullah bin Rawahah, lalu Nabi bertanya kepadanya: &#8220;Apa yang anda lakukan jika anda hendak mengucapkan syair?&#8221;</p>
<p>Jawab Abdullah: &#8220;Kurenungkan dulu, kemudian baru kuucapkan&#8221;. Lalu teruslah ia mengucapkan syairnya tanpa bertangguh, demikian kira-kira artinya secara bebas:</p>
<p>&#8220;Wahai putera Hasyim yang baik, sungguh Allah telah melebihkanmu dari seluruh manusia.dan memberimu keutamaan, di mana orang tak usah iri.<br />
Dan sungguh aku menaruh firasat baik yang kuyakini terhadap dirimu. Suatu firasat yang berbeda dengan pandangan hidup mereka.<br />
Seandainya anda bertanya dan meminta pertolongan mereka dan memecahkan persoalan tiadalah mereka henhak menjawab atau membela<br />
Karena itu Allah mengukuhkan kebaikan dan ajaran yang anda,bawa<br />
Sebagaimana Ia telah mengukuhkan dan memberi pertolongan kepada Musa&#8221;.<br />
Mendengar itu Rasul menjadi gembira dan ridla kepadanya, lalu sabdanya: &#8220;Dan engkau pun akan diteguhkan Allah&#8221;.<br />
Dan sewaktu Rasulullah sedang thawaf di Baitullah pada &#8216;umrah qadla, Ibnu Rawahah berada di muka beliau sambil membaca syair dari rajaznya:<br />
&#8220;Oh Tuhan, kalauIah tidak karena Engkau, niscaya tidaklah ami akan mendapat petunjuk, tidak akan bersedeqah dan Shalat!<br />
Maka mohon diturunkan sakinah atas kami dan diteguhkan pendirian kami jika musuh datang menghadang.<br />
,Sesuhgguhnya Qrang-orang yang telah aniaya terhadap kami, biIa mereka membuat fitnah akan kami tolak dan kami tentang&#8221;.</p>
<p>Orang-orang Islam pun sering mengulang-ulangi syair-syairnya yang indah.<br />
Penyair Rawahah yang produktif ini amat berduka sewaktu turun ayat al-Quranul Karim yang artinya :<br />
&#8220;Dan para penyair, banyak pengikut mereka orang-orang sesat&#8221;. (Q.S. Asy-syu&#8217;ara: 224)</p>
<p>Tetapi kedukaan hatinya jadi terlipur waktu turun pula ayat lainnya : Artinya : &#8220;Kecuali orang-orang(penyair) yang beriman dan beramal shaleh dan banyak ingat kepada Allah, dan menuntut bela sesudah mereka dianiaya&#8221;. (Q.S. Asy-syu&#8217;ara : 227)</p>
<p>Dan sewaktu Islam terpaksa terjun ke medan perang karena membela diri, tampillah Abdullah ibnu Rawahah membawa pedangnya ke medan tempur Badar, Uhud, Khandak, Hudaibiah dan Khaibar, seraya menjadikan kalimat-kalimat syairnya dan qashidahnya menjadi slogan perjuangan:<br />
&#8220;Wahai diri! Seandainya engkau tidak tewas terbunuh, tetapi engkau pasti akan mati juga!&#8221;</p>
<p>Ia juga menyorakkan teriakan perang:<br />
&#8220;Menyingkir kamu, hai anak-anak kafir dari jalannya. Menyingkir kamu setiap kebaikkan akan ditemui pada Rasulnya&#8221;.</p>
<p>Dan datanglah waktunya perang Muktah ….Abdullah bin Rawahah adalah panglima yang ketiga dalam pasukan Islam.<br />
Ibnu Rawahah berdiri dalam keadaan siap bersama pasukkan Islam yang berangkat meninggalkan kota Madinah …ia tegak sejenak lalu berkata, mengucapkan syairnya;</p>
<p>&#8221; Yang kupinta kepada Allah Yang Maha Rahman<br />
Keampunan dan kemenangan di medan perang<br />
Dan setiap ayunan pedangku memberi ketentuan<br />
Bertekuk lututnya angkatan perang syetan<br />
Akhirnya aku tersungkur memenuhi harapan ….. Mati syahid di medan perang…!!&#8221;</p>
<p>Benar, itulah cita-citanya kemenangan dan hilang terbilang …., pukulan pedang atau tusukan tombak, yang akan membawanya ke alam syuhada yang berbahagia…!!</p>
<p>Balatentara Islam maju bergerak kemedan perang muktah. Sewaktu orang-orang Islam dari kejauhan telah dapat melihat musuh-musuh mereka, mereka memperkirakan besarnya balatentara Romawi sekitar duaratus ribu orang …, karena menurut kenyataan barisan tentara mereka seakan tak ada ujung alhir dan seolah-olah tidak terbilang banyaknya ….!</p>
<p>Orang-orang Islam melihat jumlahmereka yang sedikit, lalu terdiam …dan sebagian ada yang menyeletuk berkata:<br />
&#8220;Baiknya kita kirim utusan kepada Rasulullah, memberitakan jurnlah musuh yang besar. Mungkin kita dapat bantuan tambahan pasukan, atau jika diperintahkan tetap maju maka kita patuhi&#8221;.</p>
<p>Tetapi.Ibnu Rawahah,.bagaikan datangnya siang bangun berdiri di antara barisan pasukan-pasukannya lalu berucap:<br />
&#8220;Kawan:kawan sekalian! Demi Ailah, sesungguhnya kita berperang melawan musuh-musuh kita bukan berdasar bilangan, kekuatan atau banyaknya jumlah Kita tidak memerangi memerangi mereka, melainkan karena mempertahankan Agama kita ini, yang dengan memeluknya kita telah dimuliakan Allah &#8230; !</p>
<p>Ayohlah kita maju ….! Salah satu dari dua kebaikan pasti kita capai, kemenagan atau syahid di jalan Allah &#8230; !&#8221;<br />
Dengan bersorak-sorai Kaum Muslimin yang sedikit bilangannya tetapi besar imannya itu menyatakan setuju. Mereka berteriak: &#8220;Sungguh, demi Allah, benar yang dibilang Ibnu Rawahah.. !&#8221;<br />
Demikianlah, pasukan terus ke tujuannya, dengan bilangan yang jauh lebih sedikit menghadapi musuh yang berjumlah 200.000 yang berhasil dihimpun orang Romawi untuk menghadapi suatu peperangan dahsyat yang belum ada taranya.<br />
Kedua pasukan, balatentara itu pun bertemu, lalu berkecamuklah pertempuran di antara keduanya.</p>
<p>Pemimpin yang pertama Zaid bin Haritsah gugur sebagai syahid yang mulia, disusul oleh pemimpin yang kedua Ja&#8217;far bin Abi Thalib, hingga ia memperoleh syahidnya pula dengan penuh kesabaran, dan menyusl pula sesudah itu pemimpin yang ketiga ini, Abdullah bin Rawahah. Dikala itu ia memungut panji perang dari tangan kananya Ja&#8217;far, sementara peperangan sudah mencapai puncaknya. Hampir-hampirlah pasukan Islam yang kecil itu, tersapu musnah diantara pasukan-pasukan Romawi yang datang membajir laksana air bah, yang berhasil dihimpun oleh Heraklius untuk maksud ini.</p>
<p>Ketika ia bertempur sebagai seorang prajurit, ibnu Rawahah ini menerjang ke muka dan ke belakang, ke kiri dan ke kanan tanpa ragu-ragu dan perduli. Sekarang setelah menjadi panglima seluruh pasukan yang akan dimintai tanggung jawabnya atas hidup mati pasukannya, demi terlihat kehebatan tentara romawi seketika seolah terlintas rasa kecut dan ragu-ragu pada dirinya. Tetapi saat itu hanya sekejap, kemudian ia membangkitkan seluruh semangat dan kekutannya dan melenyapkan semua kekhawatiran dari dirinya, sambil berseru:</p>
<p>&#8220;Aku telah bersumpah wahai diri, maju ke medan laga<br />
Tapi kenapa kulihat engkau menolak syurga …..<br />
Wahai diri, bila kau tak tewas terbunuh, kau kan pasti mati<br />
Inilah kematian sejati yang sejak lama kau nanti …….<br />
Tibalah waktunya apa yng engkau idam-idamkan selama ini<br />
Jika kau ikuti jejak keduanya, itulah ksatria sejati ….!&#8221;<br />
(Maksudnya, kedua sahabatnya Zaid dan Ja&#8217;far yang telah mendahului gugur sebagai syuhada).</p>
<p>Jika kamu berbuat seperti keduanya, itulah ksatria sejati…..!&#8221; Ia pun maju menyerbu orang-orang Romawi dengan tabahnya …… Kalau tidaklah taqdir Allah yang menentukan, bahwa hari itu adalah saat janjinya akan ke syurga, niscaya ia akan terus menebas musuh dengan pedangnya, hingga dapat menewaskan sejumlah besar dari mereka …. Tetapi waktu keberangkatan sudah tiba, yang memberitahukan awal perjalananya pulang ke hadirat Allah, maka naiklah ia sebagai syahid…..</p>
<p>Jasadnya jatuh terkapar, tapi rohnya yang suci dan perwira naik menghadap Zat Yang Maha Pengasih lagi Maha Tinggi, dan tercapailah puncak idamannya:<br />
&#8220;Hingga dikatakan, yaitu bila mereka meliwati mayatku:<br />
Wahai prajurit perang yang dipimpin Allah, dan benar ia telah terpimpin!&#8221;<br />
&#8220;Benar engkau, ya Ibnu Rawahah….! Anda adalah seorang prajurit yang telah dipimpin oleh Allah…..!&#8221;</p>
<p>Selagi pertempuran sengit sedang berkecamuk di bumi Balqa&#8217; di Syam, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam sedang duduk beserta para shahabat di Madinah sambil mempercakapkan mereka. Tiba-tiba percakapan yang berjalan dengan tenang tenteram, Nabi ter;liam, kedua matanya jadi basah berkaca-kaca. Beliau mengangkatkan wajahnya dengan mengedipkan kedua matanya, untuk melepas air mata yang jatu disebabkan rasa duka dan belas kasihan &#8230; ! Seraya memandang berkeliling ke wajah para shahabatnya dengan pandangan haru, beliau berkata: &#8220;Panji perang dipegang oleh Zaid bin Haritsah, ia bertempur bersamanya hingga ia gugur sebagai syahid &#8230;.. Kemudian diambil alih oleh Ja&#8217;far, dan ia bertempur pula bersamanya sampai syahid pula &#8230;.&#8221;. Be!iau berdiam sebentar, lain diteruskannya ucapannya: &#8220;Kemudian panji itu dipegang oleh Abdulah bin Rawahah dan ia bertempur bersama panji itu, sampai akhirnya ia&#183;pun syahid pula&#8221;.</p>
<p>Kemudian Rasul diam lagi seketika, sementara mata beliau bercahaya, menyinarkan kegembiraan, ketentraman dan kerinduan, lalu katanya pula : &#8220;Mereka bertiga diangkatkan ke tempatku ke syurga …&#8221;<br />
Perjalanan manalagi yang lebih mulia …….<br />
Kesepakatan mana lagi yang lebih berbahagia …….<br />
Mereka maju ke medan laga bersama-sama …….<br />
Dan mereka naik ke syurga bersama-sama pula ….</p>
<p>Dan penghormatan terbaik yang diberikan untuk mengenangkan jasa mereka yang abadi, ialah ucapan Rasullullah Shallallahu alaihi wa sallam yang berbunyi :<br />
&#8220;Mereka telah diangkatkan ke tempatku ke syurga……</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Thufeil bin 'Amr Ad-dausi. ra]]></title>
<link>http://sabdaislam.wordpress.com/2009/11/24/thufeil-bin-amr-ad-dausi-radhiallahu-anhu/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 16:16:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ki Semar</dc:creator>
<guid>http://sabdaislam.wordpress.com/2009/11/24/thufeil-bin-amr-ad-dausi-radhiallahu-anhu/</guid>
<description><![CDATA[Thufeil bin &#8216;Amr Ad-dausi radhiallahu &#8216;anhu Di bumi Daus, dari keluarga yang mulia dan t]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong><a href="http://sabdaislam.wordpress.com/files/2009/11/mutiara-sahabatrasul1.jpg"><img src="http://sabdaislam.wordpress.com/files/2009/11/mutiara-sahabatrasul1.jpg" alt="" title="mutiara sahabatrasul1" width="510" height="158" class="alignnone size-full wp-image-341" /></a></p>
<p>Thufeil bin &#8216;Amr Ad-dausi radhiallahu &#8216;anhu<br />
</strong></p>
<p>Di bumi Daus, dari keluarga yang mulia dan terhormat, muncullah tokoh kits ini&#8230;. Ia dikaruniai bakat sebagai penyair, hingga nama dan kemahirannya termasyhur di kalangan suku-suku. Di musim ramainya pekan &#8216;Ukadh, tempat berkumpul dan berhimpunnya manusia, untuk mendengar dan menyaksikan penyair-penyair Arab yang datang berkunjung dari seluruh pelosok serta untuk menonjolkan dan membanggakan penyair masing-masing, maka Thufeil mengambil kedudukannya di barisan terkemuka &#8230;. Walaupun bukan pada musim &#8216;Ukadh, ia sering pula pergi ke Mekah &#8230;.</p>
<p>Pada suatu ketika, saat ia berkunjung ke kota suci itu, Rasulullah telah mulai melahirkan da&#8217;wahnya., Orang-orang Quraisy takut kalau-kalau Thufeil menemuinya dan masuk Islam, lain menggunakan bakatnya sebagai penyair itu membela Islam, hingga merupakan bencana besar bagi Buraisy dan berhala-berhala mereka&#8230;.</p>
<p>Oleh sebab itu mereka melingkunginya selalu dan menyediakan segala kesenangan dan kemewahan untuk melayani dan menerima kedatangannya sebagai tamu, lalu menakut-nakutinya agar tidak berjumpa dengan Rasulullah saw. katanya: &#8212; &#8220;Muhammad memiliki ucapan laksana sihir, hingga dapat mencerai-beraikan anak dari bapak dan seseorang dari saudaranya serta seorang suami dari isterinya…! Dan sesungguhnya kami ini cemas kepada dirimu dan kaummu dari kejahatannya, maka janganlah ia dibawa bicara, dan jangan dengarkan apa katanya …..!&#8221;</p>
<p>Dan marilah kita dengarkan Thufeil menceritakan sendiri kisahnya katanya: &#8212; &#8220;Demi Allah,mereka selalu membuntutiku, hingga aku hampir saja membatalkan maksudku untuk menemui dan mendengar ucapannya &#183; &#183; &#183; . Dan ketika aku pergi ke Kabah, kututup telingaku dengan kapas, agar bila ia berkata, aku tidak mendengar perkataaannya ……Kiranya ia kudapati sedang shalat dekat Ka&#8217;bah, maka aku berdiri di dekatnya, takdir Allah menghendaki agar aku mendengarken sebahagian apa yang dibacanya, dan terdengarlah olehku perkataan yang baik&#8230;.</p>
<p>Lain kataku kepada diriku: &#8220;Wahai malangnya ibuku kehilangan daku….! Demi Allah, aku ini seorang yang pandai dan jadi penyair, dan mampu membedakan mana yang baik dari yang buruk! Maka apa salahnya jika aku mendengarkan apa yang diucapkan oleh laki-laki itu? Jika yang dikemukakannya itu barang baik, dapatlah kuterima dan seandainya jelek, dapat pula kutinggallkan : &#183; &#183; &#183; Kutunggu sampai ia berpaling hendak pulang ke rumahnya, lalu kuikuti hingga ia masuk rumah, maka kuiringkan dari belakang dan kukatakan kepadanya &#8212; &#8220;Wahai Muhammad! Kaummu telah menceritalan padaku bermacam-macam, tentang dirimu! Dan demi Allah, mereka selalu menakut-nakutiku terhadap urusanmu, hingga kututupi telingaku dengan kapas agar tidak mendengar. perkataanmu &#8211; &#183; &#183; &#183; Tetapi iradat Allah menghendaki agar aku mendengarnya, dan terdengarlah olehku , ucapan yang baik, maka kemukakanlah padaku apa yang meniadi urusanmu itu …..!&#8221; Rasulpun mengemukakan padaku terperinci tentang Agama Islam dan dibacakannya al-Quran&#8230;.Sungguh! Demi AUah, tak pernah kudengar satu ucapan pun yang lebih baik dari itu, atau satu urusan yang lebih benar dari itu &#8230; ! Maka masuklah aku ke dalam Islam, dan kuucapkan syahadat yang haq, lalu kataku: &#8220;Wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku seorang yang ditaati yang ditaati oleh kaumku, dan sekarang aku akan kembali kepada mereka, serta akan menyeru mereka kepada Islam. Maka do&#8217;akanlah aku kepada Allah agar aku diberiNya suatu tanda yang akan menjadi pembantu bagiku menganal soal yang kuserukan kepada mereka itu. Maka sabda Rasulullah saw. : -&#8221;Ya Allah! Jadikanlah baginya suatu tanda&#8230; !&#8221;<br />
******</p>
<p>Dalam kitab suci-Nya Allah Ta&#8217;ala telah memuji&#8221;orang-orang yang mandengarkan perkataan, lalu mengikuti yang terbaik di antaranya&#8230; &#8220;. Nah, sekarang kita bertemu dengan salah seorang diantara mereka itu &#8230;, dan ia merupakan suatu gambaran yang tepat mengenai fithrah yang cerdar . .. !<br />
Demi telinganya mendengar sebagian ayat-ayat mengenai petunjuk dan kebaikan yang diturunkan Allah atas kalbu hamba-Nya, maka seluruh pendengaran dan seluruh hatinya terbuka selebar-lebarnya, dan diulurkannya tangannya untuk bai&#8217;at kepada Rasulnya&#8230;.</p>
<p>Dan tidak hanya sampai di sana, tetapi dengan secepatnya dibebaninya dirinya dengan tanggung jawab menyeru kaum dan keluarga kepada Agama yang baik dan jalan yang Iurus oleh sebab itu, baru saja ia sampai di rumah dan kampung halamarnya Daus, dikemukakannyalah kepada bapaknya &#8216;Aqidah dan keinginan yang terkandung dalam hatinya, dan diserunya ia kepada islam, yakni setelah menceritakan perihal Rasul yang menyebarkan Agama itu, tentang kebesaran, kesucian, amanah dan ketulusan serta ketaatannya kepada Allah Robbul &#8216;alamin &#8230;.</p>
<p>Dan pada waktu itu juga bapaknya masuk Islam. Lain ia beralih kepada ibunya yang juga menganut Islam. Kemudian kepada istrinya yang mengambil tindakan yang serupa. Dan tatkala hatinya menjadi tenteram karena Islam telah meliputi rumahnya, ia pun berpindah tempat kepada kaum keluarga, bahkan kepada seluruh penduduk Daus. Tetapi tak seorangpun di antara mereka yang memenuhi seruannya memeluk Islam, kecuali Abu Hurairah r.a&#8230;..</p>
<p>Kaumnya itu menghinakan dan memencilkannya, hingga akhirnya hilanglah kesababarannya terhadap mereka. Maka dinaikinya kendaraannya menempuh padang pasir dan.kembali kepada Rasullullah Shallallahu alaihi wa sallam. mengadukan halnya dan membekali diri dengan ajaran ajarannya .. . .</p>
<p>Dan tatkala tibalah ia di Mekah, segeralah ia ke rumah Rasul, dibawa oleh hatinya yang rindu. Katanya kepada Nabi saw.: &#8212; &#8216;Wahai Rasulullah&#8230; ! Saya kelabakan menghadapi riba dan perzinahan yang merajalela di desa Daus&#8230; ! Maka mohonkanlah kepada AUah agar ia menghancurkan Daus &#8230; !&#8221;</p>
<p>Tetapi alangkah terpesonanya Thufeil ketika dilihatnya Rasulullah mengangkatkan kedua tangannya ke langit serta katanya: &#8212; &#8220;Ya Allah, tunjukilah orang orang Daus, dan datangkanlah mereka ke sini dengan memeluk Islam &#8230; !&#8221; Lalu sambil berpaling kepada Thufeil, katanya: &#8212; &#8220;Kembalilah kamu kepada kaummu, serulah mereka dan bersikap lunak-lembutlah kepada mereka&#8230;. !&#8221;</p>
<p>Peristiwa yang disaksikannya ini memenuhi jiwa Thufeil dengan keharuan dan mengisi ruhnya dengan kepuasan, lalu dipujinya Allah setinggi-tingginya, yang telah menjadikan Rasul, insan pengasih ini sebagai guru dan pembimbingnya, dan menjadikan Islam sebagai Agama dan tempat berlindungnya &#8230;.</p>
<p>Maka bangkitlah ia pergi kembali ke kampung halaman dan kaumnya. Dan di sana, ia terus mengajak mereka kepada Islam secara lunak lembut sebagai dipesankan oleh Rasulullah saw.</p>
<p>Dalam pada itu, selama tenggang: waktu yang dilaluinya di tengah-teagah kaumnya, Rasulullah telah hijrah ke Madinah, dan telah terjadi perang Badar, Uhud dan Khandak. Tiba-tiba ketika Rasulullah sedang berada di Khaibar, yakni setelah kota itu diserahkan Allah ke tangan Muslimin, satu rombongan besar yang terdiri dari delapan puluh keluarga Daus datang menghadap Rasulullah sambil membaca tahlil dan takbir. Mereka lalu duduk di hadapannya mengangkat bai&#8217;at secara bergantian.</p>
<p>Dan tatkala selesailah peristiwa mereka yang bersejarah dan upacara bai&#8217;at yang diberkahi itu, Thufeil pergi duduk seorang diri, merenungkan kembali kenangan-kenangan lamanya dan mengira-ngirakan langkah yang akan diambnnya untuk mesa mendatang &#8230;.</p>
<p>Maka teringatlah ia akan saat kedatangannya kepada Rasullullah memohon agar is menadahkan tangannya ke langit untuk mengucapkan do&#8217;a &#8220;Ya ,Allah, ,hancurkanlah orang-orang Daus &#8230;. &#8220;, tetapi ternyata RasuluUah menyampaikan permohonan lain yang menggugah keharuannya dengan ucapan sebagai berikut: &#8220;Ya Allah, tunjukilah orang-orang Daus, dan bawalah mereka ke sini setelah menganut Islam &#8230; !&#8221;</p>
<p>Sungguh, Allah telah menunjuki orang-orang Daus &#8230;, dan Ia telah mendatangkan mereka sebagai Kaum Muslimin&#8230; !</p>
<p>Mereka terdiri dari 80 kepala keluarga beserta penghuni rumahnya dan meiupakan bagian terbesar dari penduduk, serta mengambil kedudukan mereka di barisan suci di belakang Rasulullah al-Amin &#8230;.<br />
******</p>
<p>Thufeil melanjutkan amal usahanya bersama jama&#8217;ah yang telah beriman itu. Tatkala tibalah saat pembebasan Mekah ia ikut rombongan yang memasukinya, yang jumlahnya sepuluh ribu orang, yang sekali-kali tidakmerasa bangga atau besar kepala, hanya sama-sama menundukkan kening karena hormat dan ta&#8217;dhim,mensyukuri ni&#8217;mat Allah yang telah membalas usaha mereka dengan kemenangan nyata,dan pembebasan Mekah yang tak Usah menunggu lama …….</p>
<p>Thufeil, melihat Rasulullah menghancurkan berhala-berhala di Ka&#8217;bah, dan membersihkan dengan tangannya kotoran dan najis yang telah lama berkarat. Putera Daus itu teringat akan sebuah berhala milik Amr bin Himamah. Amr ini sering membawanya memuji berhala itu sewaktu ia menginap di rumahnya sebagai tamunya, hingga ia berlutut di hadapannya dan merendahkan diri dan memohon&#8217;kepdanya &#8230; !</p>
<p>Datanglah sudah saatnya bagi Thufeil sekarang ini untuk menghapus dan melebur dosa-dosanya di hari itu. Ketika itu pergilah ia kepada Rasulullah saw. Meminta idzin untuk pergi mambakar berhala milik Amr bin Humamah tadi, yang biasa disebut &#8216;&#183;Dzal kaffain&#8217;,, atau &#8220;si Telapak tangan dua&#8221;.</p>
<p>Rasulullah memberinya idzin,,maka pergilah ia ke tempat berhala itu lain membakamya dengan api yang menyala, setiap api itu surut, dinyalakannya kembali, dan sementara itu mulutnya asyik berpantun: -&#8221;Hai Dzal kaffain, aku ini bukan hambamu, Kami tebih dulu lahir daripadamu ! Nah, terimalah api ini untuk pengisi perutmu!&#8221;</p>
<p>Demikianlah Thufeil melanjutkan hidupnya bersama Nabi, sahalat di belakangnya dan belajar kepadanya serta berperang dalam rombongannya Dan ketika Rasulullab naik ke Rafiqul A&#8217;la Thufeil berpendapat bahwa dengan wafatnya Rasulullah itu, tanggung jawabnya sebagai seorang Muslim belumlah berhenti, bahkan boleh dikata baru saja mulai!</p>
<p>Ketika pertempuran melawan orang-orang murtad berkobar, Thufeil menyingsingkan lengan bajunya, lain terjun mengidami pahit getirnya dengan semangat dan kegairahan dari seoang yang rindu menemui syahid&#8230;. Ia ikutdalam perang riddah itu, pertempuran demi pertempuran&#8230;.</p>
<p>Pada pertempuran Yamamah, is berangkat bersama kaum Muslimin dengan membawa puteranya.,Amr bin Thuieil. Baru saja perang mulai, telah dipesankannya kepada puteranya itu agar berperang mati-matian menghadapi tentara Musailamah pernbohong itu, bahkan walau akan mati syahid sekalipun&#8230; !</p>
<p>Dibisikkannya pula kepada puteranya itu bahwa menurut firasatnya, dalam pertenmpuran kali ini ia akan menemni aialnya&#8230; !</p>
<p>Setelah itu disiapkannya pedangnya dan diterjuninya pertempuran dengan semangat berqurban dan berani mati&#8230;!</p>
<p>Bukan hanya membela nyawanya dengan mata pedangnya tetapi pedangnya pun dibelanya dengan nyawanya Hingga ketika ia wafat dan tubuhnya rubuh, pedangya masih teracung dan siap sedia untuk ditebaskan oleh tangannya yang sebelah yang tidak mengalami cedera apa-apa &#8230;. !</p>
<p>Maka dalam pertempuran itu tewaslah Thufeil ad-Dausi ra. memenuhi syahidnya &#8230;, dan jasadnya pun rubuh disebabkan tusukan senjata, sementara sinar matanya seakan hendak memberi isyarat kepada puteranya yang tak kunjung dilihatnya dekat arena &#8230; yah, isyarat agar ia waspada dan tidak menyusul dan mengikuti langkahnya&#8230;.</p>
<p>Tetapi sungguh, rupanya puteranya itu tak hendak ketinggalan, lalu menyusul ayahandanya pula, memang tidak pada waktu itu, hanya beberapa lama setelahnya……! Di pertempuran Yarmuk di Syria, ketika Amr bin Thufeil turut mengambil bagian sebagai pejuang, di sanalah ia menemui apa yang dicitanya!</p>
<p>Sementara ia hendak menghembuskan nafasnya yang penghabisan, diulurkannya tangannya yang kanan dan dihentangkannya telapaknya seakan hendak menjawat dan menyalami tangan seseorang &#8230; ! Yah, siapa tahu, mungkin waktu itu ia hendak bersalaman dengan ruh bapaknya</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Khalid bin Walid. ra]]></title>
<link>http://sabdaislam.wordpress.com/2009/11/24/khalid-bin-walid-radhiallahu-anhu/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 16:13:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ki Semar</dc:creator>
<guid>http://sabdaislam.wordpress.com/2009/11/24/khalid-bin-walid-radhiallahu-anhu/</guid>
<description><![CDATA[Khalid bin Walid radhiallahu &#8216;anhu &#8221; ORANG seperti dia, tidak dapat tanpa diketahui dibi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://sabdaislam.wordpress.com/files/2009/11/mutiara-sahabatrasul.jpg"><img src="http://sabdaislam.wordpress.com/files/2009/11/mutiara-sahabatrasul.jpg" alt="" title="mutiara sahabatrasul" width="510" height="158" class="alignnone size-full wp-image-339" /></a></p>
<p><strong>Khalid bin Walid radhiallahu &#8216;anhu<br />
</strong></p>
<p><em>&#8221; ORANG seperti dia, tidak dapat tanpa diketahui dibiarkan begitu saja. Dia harus diincar sebagai calon pemimpin Islam. Jika dia menggabungkan diri dengan kaum Muslimin dalam peperangan melawan orang-orang kafir, kita harus mengangkatnya kedalam golongan pemimpin&#8221;</em> demikian keterangan Nabi ketika berbicara tentang Khalid sebelum calon pahlawan ini masuk Islam.</p>
<p>Khalid dilahirkan kira-kira 17 tahun sebelum masa pembangunan Islam. Dia anggota suku Bani Makhzum, suatu cabang dari suku Quraisy. Ayahnya bernama Walid dan ibunya Lababah. Khalid termasuk di antara keluarga Nabi yang sangat dekat. Maimunah, bibi dari Khalid, adalah isteri Nabi. Dengan Umar sendiri pun Khalid ada hubungan keluarga, yakni saudara sepupunya. Suatu hari pada masa kanak-kanaknya kedua saudara sepupu ini main adu gulat. Khalid dapat mematahkan kaki Umar. Untunglah dengan melalui suatu perawatan kaki Umar dapat diluruskan kembali dengan baik.</p>
<p>Ayah Khalid yang bernama Walid, adalah salah seorang pemimpin yang paling berkuasa di antara orang-orang Quraisy. Dia sangat kaya. Dia menghormati Ka&#8217;bah dengan perasaan yang sangat mendalam. Sekali dua tahun dialah yang menyediakan kain penutup Ka&#8217;bah. Pada masa ibadah Haji dia memberi makan dengan cuma-cuma bagi semua orang yang datang berkumpul di Mina.</p>
<p>Ketika orang Quraisy memperbaiki Ka&#8217;bah tidak seorang pun yang berani meruntuhkan dinding-dindingnya yang tua itu. Semua orang takut kalau-kalau jatuh dan mati. Melihat suasana begini Walid maju ke depan dengan bersenjatakan sekop sambil berteriak, <em>&#8220;Oh, Tuhan jangan marah kepada kami. Kami berniat baik terhadap rumahMu&#8221;</em>.</p>
<p>Nabi mengharap-harap dengan sepenuh hati, agar Walid masuk Islam. Harapan ini timbul karena Walid seorang kesatria yang berani di mata rakyat. Karena itu dia dikagumi dan dihormati oleh orang banyak. Jika dia telah masuk Islam ratusan orang akan mengikutinya.</p>
<p>Dalam hati kecilnya Walid merasa, bahwa Al Qur-&#8217;an itu adalah kalimat-kalimat Allah. Dia pernah mengatakan secara jujur dan terang-terangan, bahwa dia tidak bisa berpisah dari keindahan dan kekuatan ayat-ayat suci itu.</p>
<p>Ucapan yang terus terang ini memberikan harapan bagi Nabi, bahwa Walid akan segera masuk Islam. Tetapi impian dan harapan ini tak pernah menjadi kenyataan. Kebanggaan atas diri sendiri membendung bisikan-bisikan hati nuraninya. Dia takut kehilangan kedudukannya sebagai pemimpin bangsa Quraisy. Kesangsian ini menghalanginya untuk menurutkan rayuan-rayuan hati nuraninya. Sayang sekali orang yang begini baik, akhirnya mati sebagai orang yang bukan Islam.</p>
<p>Suku Bani Makhzum mempunyai tugas-tugas penting. Jika terjadi peperangan, Bani Muhzum lah yang mengurus gudang senjata dan gudang tenaga tempur. Suku inilah yang mengumpulkan kuda dan senjata bagi prajurit-prajurit.</p>
<p>Tidak ada cabang suku Quraisy lain yang bisa lebih dibanggakan seperti Bani Makhzum. Ketika diadakan kepungan maut terhadap orang-orang Islam di lembah Abu Thalib, orang-orang Bani Makhzum lah yang pertama kali mengangkat suaranya menentang pengepungan itu.</p>
<p><strong>Latihan Pertama </strong></p>
<p>Kita tidak banyak mengetahui mengenai Khalid pada masa kanak-kanaknya. Tetapi satu hal kita tahu dengan pasti, ayah Khalid orang berada. Dia mempunyai kebun buah-buahan yang membentang dari kota Mekah sampai ke Thaif. Kekayaan ayahnya ini membuat Khalid bebas dari kewajiban-kewajibannya.</p>
<p>Dia lebih leluasa dan tidak usah belajar berdagang. Dia tidak usah bekerja untuk menambah pencaharian orang tuanya. Kehidupan tanpa suatu ikatan memberi kesempatan kepada Khalid mengikuti kegemarannya. Kegemarannya ialah adu tinju dan berkelahi.</p>
<p>Saat itu pekerjaan dalam seni peperangan dianggap sebagai tanda seorang Satria. Panglima perang berarti pemimpin besar. Kepahlawanan adalah satu hal terhormat di mata rakyat.</p>
<p>Ayah Khalid dan beberapa orang pamannya adalah orang-orang yang terpandang di mata rakyat. Hal ini memberikan dorongan keras kepada Khalid untuk mendapatkan kedudukan terhormat, seperti ayah dan paman-pamanya. Satu-satunya permintaan Khalid ialah agar menjadi orang yang dapat mengatasi teman-temannya di dalam hal adu tenaga. Sebab itulah dia menceburkan dirinya kedalam seni peperangan dan seni bela diri. Malah mempelajari keahlian mengendarai kuda, memainkan pedang dan memanah. Dia juga mencurahkan perhatiannya ke dalam hal memimpin angkatan perang. Bakat-bakatnya yang asli, ditambah dengan latihan yang keras, telah membina Khalid menjadi seorang yang luar biasa. Kemahiran dan keberaniannya mengagumkan setiap orang.</p>
<p>Pandangan yang ditunjukkannya mengenai taktik perang menakjubkan setiap orang. Dengan gamblang orang dapat melihat, bahwa dia akan menjadi ahli dalam seni kemiliteran. Dari masa kanak-kanaknya dia memberikan harapan untuk menjadi ahli militer yang luar biasa senialnya.</p>
<p><strong>Menentang Islam </strong></p>
<p>Pada masa kanak-kanaknya Khalid telah kelihatan menonjol diantara teman-temannya. Dia telah sanggup merebut tempat istimewa dalam hati rakyat. Lama kelamaan Khalid menanjak menjadi pemimpin suku Quraisy. Pada waktu itu orang-orang Quraisy sedang memusuhi Islam. Mereka sangat anti dan memusuhi agama Islam dan penganut-penganut Islam. Kepercayaan baru itu menjadi bahaya bagi kepercayaan dan adat istiadat orang-orang Quraisy. Orang-orang Quraisy sangat mencintai adat kebiasaannya. Sebab itu mereka mengangkat senjata untuk menggempur orang-orang Islam. Tunas Islam harus dihancurkan sebelum tumbuh berurat berakar. Khalid sebagai pemuda Quraisy yang berani dan bersemangat berdiri digaris paling depan dalam penggempuran terhadap kepercayaan baru ini. Hal ini sudah wajar dan seirama dengan kehendak alam.</p>
<p>Sejak kecil pemuda Khalid bertekad menjadi pahlawan Quraisy. Kesempatan ini diperolehnya dalam pertentangan-pertentangan dengan orang-orang Islam. Untuk membuktikan bakat dan kecakapannya ini, dia harus menonjolkan dirinya dalam segala pertempuran. Dia harus memperlihatkan kepada sukunya kwalitasnya sebagai pekelahi.</p>
<p><strong>Peristiwa Uhud </strong></p>
<p>Kekalahan kaum Quraisy di dalam perang Badar membuat mereka jadi kegila-gilaan, karena penyesalan dan panas hati. Mereka merasa terhina. Rasa sombong dan kebanggaan mereka sebagai suku Quraisy telah meluncur masuk lumpur kehinaan Arang telah tercoreng di muka orang-orang Quraisy. Mereka seolah-olah tidak bisa lagi mengangkat dirinya dari lumpur kehinaan ini. Dengan segera mereka membuat persiapan-persiapan untuk membalas pengalaman pahit yang terjadi di Badar.</p>
<p>Sebagai pemuda Quraisy, Khalid bin Walid pun ikut merasakan pahit getirnya kekalahan itu. Sebab itu dia ingin membalas dendam sukunya dalam peperangan Uhud. Khalid dengan pasukannya bergerak ke Uhud dengan satu tekad menang atau mati. Orang-orang Islam dalam pertempuran Uhud ini mengambil posisi dengan membelakangi bukit Uhud.</p>
<p>Sungguhpun kedudukan pertahanan baik, masih terdapat suatu kekhawatiran. Di bukit Uhud masih ada suatu tanah genting, di mana tentara Quraisy dapat menyerbu masuk pertahanan Islam. Untuk menjaga tanah genting ini, Nabi menempatkan 50 orang pemanah terbaik. Nabi memerintahkan kepada mereka agar bertahan mati-matian. Dalam keadaan bagaimana jua pun jangan sampai meninggalkan pos masing-masing.</p>
<p>Khalid bin Walid memimpin sayap kanan tentara Quraisy empat kali lebih besar jumlahnya dari pasukan Islam. Tetapi mereka jadi ragu-ragu mengingat kekalahan-kekalahan yang telah mereka alami di Badar. Karena kekalahan ini hati mereka menjadi kecil menghadapi keberanian orang-orang Islam.</p>
<p>Sungguh pun begitu pasukan-pasukan Quraisy memulai pertempuran dengan baik. Tetapi setelah orang-orang Islam mulai mendobrak pertahanan mereka, mereka telah gagal untuk mempertahankan tanah yang mereka injak.</p>
<p>Kekuatannya menjadi terpecah-pecah. Mereka lari cerai-berai. Peristiwa Badar berulang kembali di Uhud. Saat-saat kritis sedang mengancam orang-orang Quraisy. Tetapi Khalid bin Walid tidak goncang dan sarafnya tetap membaja. Dia mengumpulkan kembali anak buahnya dan mencari kesempatan baik guna melakukan pukulan yang menentukan.</p>
<p>Melihat orang-orang Quraisy cerai-berai, pemanah-pemanah yang bertugas ditanah genting tidak tahan hati. Pasukan Islam tertarik oleh harta perang, harta yang ada pada mayat-mayat orang-orang Quraisy. Tanpa pikir panjang akan akibatnya, sebagian besar pemanah-pemanah, penjaga tanah genting meninggalkan posnya dan menyerbu kelapangan.</p>
<p>Pertahanan tanah genting menjadi kosong. Khalid bin Walid dengan segera melihat kesempatan baik ini. Dia menyerbu ketanah genting dan mendesak masuk. Beberapa orang pemanah yang masih tinggal dikeroyok bersama-sama. Tanah genting dikuasai oleh pasukan Khalid dan mereka menjadi leluasa untuk menggempur pasukan Islam dari belakang.</p>
<p>Dengan kecepatan yang tak ada taranya Khalid masuk dari garis belakang dan menggempur orang Islam di pusat pertahanannya. Melihat Khalid telah masuk melalui tanah genting, orang-orang Quraisy yang telah lari cerai-berai berkumpul kembali dan mengikuti jejak Khalid menyerbu dari belakang. Pemenang-pemenang antara beberapa menit yang lalu, sekarang telah terkepung lagi dari segenap penjuru, dan situasi mereka menjadi gawat.</p>
<p>Khalid bin Walid telah merobah kemenangan orang Islam di Uhud menjadi suatu kehancuran. Mestinya orang-orang Quraisylah yang kalah dan cerai-berai. Tetapi karena gemilangnya Khalid sebagai ahli siasat perang, kekalahan-kekalahan telah disunglapnya menjadi satu kemenangan. Dia menemukan lobang-lobang kelemahan pertahanan orang Islam.</p>
<p>Hanya pahlawan Khalid lah yang dapat mencari saat-saat kelemahan lawannya. Dan dia pula yang sanggup menarik kembali tentara yang telah cerai-berai dan memaksanya untuk bertempur lagi. Seni perangnya yang luar biasa inilah yang mengungkap kekalahan Uhud menjadi suatu kemenangan bagi orang Quraisy.</p>
<p>Ketika Khalid bin Walid memeluk Islam Rasulullah shallallaahu &#8216;alaihi wasallam sangat bahagia, karena Khalid mempunyai kemampuan berperang yang dapat digunakan untuk membela Islam dan meninggikan kalimatullah dengan perjuangan jihad. Dalam banyak kesempatan peperangan Islam Khalid bin Walid diangkat menjadi komandan perang dan menunjukan hasil gemilang atas segala upaya jihadnya. Betapapun hebatnya Khalid bin Walid di dalam medan pertempuran, dengan berbagai luka yang menyayat badannya, namun ternyata kematianya di atas ranjang. Betapa menyesalnya Khalid harapan untuk mati sahid di medan perang ternyata tidak tercapai dan Allah menghendakinya mati di atas tempat tidur, sesudah perjuangan membela Islam yang luar biasa itu. Demikianlah kekuasaan Allah. Manusia berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya sesuai dengan kemaua-Nya.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kewajiban Umat islam Ittiba' (Mengikuti) Sunnah rasulullah dan Para sahabat dalam perkara Keilmuan Tenaga Dalam dan Ilmu Metafisika]]></title>
<link>http://metafisis.wordpress.com/2009/11/24/kewajiban-umat-islam-ittiba-mengikuti-sunnah-rasulullah-dan-para-sahabat-dalam-perkara-keilmuan-tenaga-dalam-dan-ilmu-metafisika/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 14:13:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>perdanaakhmad</dc:creator>
<guid>http://metafisis.wordpress.com/2009/11/24/kewajiban-umat-islam-ittiba-mengikuti-sunnah-rasulullah-dan-para-sahabat-dalam-perkara-keilmuan-tenaga-dalam-dan-ilmu-metafisika/</guid>
<description><![CDATA[Dikaji oleh Perdana Akhmad S.Psi (mantan praktisi Tenaga Dalam dan Ilmu Metafisika juga mantan Prakt]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h5><strong><span style="color:#ff0000;">Dikaji oleh Perdana Akhmad S.Psi</span> </strong><strong>(mantan praktisi Tenaga Dalam dan Ilmu Metafisika juga mantan Praktisi energi Esoterik Reiki)</strong></h5>
<p dir="ltr">Mengikuti manhaj/jalan Salafush Shalih (yaitu para sahabat) adalah kewajiban bagi setiap individu muslim. Adapun dalil-dalil yang menunjukkan hal tersebut adalah sebagai berikut:</p>
<p dir="ltr"><strong>a. Dalil-dalil dari Al Qur&#8217;an</strong><strong> </strong></p>
<p dir="ltr">Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman</p>
<p dir="ltr"><em>&#8220;Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus maka ikutilah dia janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain) karena jalan-jalan itu menceraiberaikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan oleh Allah kepadamu agar kamu bertaqwa.&#8221;</em> (QS Al An&#8217;am: 153)</p>
<p dir="ltr"><em>&#8220;Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu&#8217;min. Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam. Dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.&#8221;</em> (QS An Nisaa&#8217;:115)</p>
<p dir="ltr"><!--more--></p>
<p dir="ltr">Ayat ini menunjukkan bahwa menyalahi jalannya kaum mukminin sebagai sebab seseorang akan terjatuh ke dalam jalan-jalan kesesatan dan diancam dengan masuk neraka Jahannam. Ayat ini juga menunjukkan bahwa mengikuti Rasulullah shallallahu &#8216;alayhi wa sallam adalah sebesar-besar prinsip dalam Islam yang mempunyai konsekwensi wajibnya umat Islam untuk mengikuti jalannya kaum mukminin dan jalannya kaum mukminin adalah jalannya para sahabat.</p>
<p dir="ltr"><strong>b. Dalil-dalil dari As Sunnah</strong></p>
<p dir="ltr"><strong> </strong></p>
<p dir="ltr"><strong><em>&#8220;Sebaik-baik manusia adalah pada masaku ini (yaitu masa para shahabat), kemudian yang sesudahnya, kemudian yang sesudahnya.</em></strong><em>.&#8221;</em> (HR. Bukhari IV:169, Muslim VII:184,185, Ahmad I:424 dll)</p>
<p dir="ltr">Dalam hadist ini Rasulullah shallallahu &#8216;alayhi wa sallam mengatakan tentang kebaikan mereka, yang merupakan sebaik-baik manusia dan keutamaannya. Sedangkan perkataan &#8220;sebaik-baik manusia&#8221; yaitu tentang aqidahnya, manhajnya, akhlaknya, dakwahnya, dan lain-lain.</p>
<p dir="ltr">Dari Abu Najih, al &#8216;Irbadh bin Sariyah radhiyallahu anh, ia berkata: &#8220;Rasulullah shallallahu &#8216;alayhi wa sallam telah memberi nasehat kepada kami dengan nasehat yang menjadikan hati bergetar dan membuat air mata bercucuran karenanya.&#8221; Maka kami berkata: &#8220;Wahai Rasulullah, nasehat ini seakan-akan nasehat dari orang yang akan berpisah selamanya (meninggal), maka berikanlah kami wasiat.&#8221; Nabi shallallahu &#8216;alayhi wa sallam bersabda: <em>&#8220;Aku memberi wasiat kepada kalian supaya tetap bertaqwa kepada Allah Yang Mahamulia lagi Mahatinggi, tetaplah mendengar dan mentaati, walaupun yang memerintah kamu adalah seorang budak. Sungguh, orang yang masih hidup di antara kalian kelak akan melihat perselisihan yang banyak, maka <strong>wajib atasmu memegang teguh Sunnahku dan Sunnah Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk</strong>. Gigitlah ia dengan gigi gerahammu. <strong>Dan jauhilah oleh kalian perkara-perkara yang baru, karena sesungguhnya setiap perkara-perkara yang baru itu adalah bid&#8217;ah. Dan setiap bid&#8217;ah itu adalah sesat.&#8221;</strong></em> <a href="#_ftn1">[1]</a></p>
<p dir="ltr"><strong>c. Dalil-dalil dari penjelasan shalafush shalih</strong><strong> </strong></p>
<p dir="ltr">Abdullah bin Mas&#8217;ud rahdhiyallahu anh mengatakan:</p>
<p dir="ltr"><em>&#8220;Barangsiapa di antara kalian yang ingin meneladani, hendaklah meneladani para shahabat Rasulullah shallallahu &#8216;alayhi wa sallam. Karena sesungguhnya mereka adalah umat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, dan paling lurus petunjuknya, serta paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Allah telah memilih mereka untuk menemani nabi-Nya, untuk menegakkan agama-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah atsar-atsarnya, karena mereka berada di jalan yang lurus.&#8221;</em> (Dikeluarkan oleh Ibnu Abdil Baar dalam kitabnya Jami&#8217;ul Bayanil Ilmi wa Fadhlih 2/947 no.1810 Tahqiq Abul Asybal)</p>
<p dir="ltr">Imam al Auza&#8217;i (wafat tahun 157 H) mengatakan:</p>
<p dir="ltr"><em>&#8220;Bersabarlah dirimu di atas sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para shahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan salafush shalih karena akan mencukupi kamu apa saja yang mencukupi mereka.&#8221;</em> (dikeluarkan oleh Imam al Ajury dalam kitabnya asy Syari&#8217;ah dan al Khatib al Baghdady dalam kitabnya Syraf Ashabul Hadist)</p>
<p dir="ltr"><span style="color:#ff0000;"><strong>Ittiba&#8217; (Mengikuti) Pada Rasulullah dan Para sahabat</strong> <strong><span style="color:#000000;">VS</span> Ilmu tenaga dalam dan Ilmu Metafisika</strong></span></p>
<p dir="ltr">Ada banyak sekali komentar yang menyepelekan contoh dan prilaku rasulullah dan para sahabat dalam berbagai bidang kehidupan. Ketika saya mencontohkan bahwa belajar tenaga dalam dan ilmu metafisika tidak pernah dicontohkan dan diajarkan Rasulullah dan para sahabat mereka mencemo&#8217;ohnya dengan mengatakan &#8220;<em>dikit-dikit bid&#8217;ah, dikit-dikit sesat, jaman rasulullah bedalah dengan jaman modern&#8221;</em> dan berbagai cemo&#8217;ohan lainnya.</p>
<p dir="ltr">Padahal dalam setiap prilaku kehidupan sehari-hari haruslah kita mencontoh sebaik-baik manusia yaitu rasulullah dan para sahabat, sebagaimana dalam hadits dikatakan : <em>&#8220;Sebaik-baik manusia adalah generasiku (generasi Rasulullah shallallahu &#8216;alayhi wa sallam dan para shahabat), kemudian orang-orang sesudah mereka (tabi&#8217;in) kemudian orang-orang sesudah mereka (Tabi&#8217;ut tabi&#8217;in).&#8221;</em> (HR. Bukhari IV:169, Muslim VII:184,185, Ahmad I:424 dll)</p>
<p dir="ltr">Padahal pada perkara kesaktian ketika belajar tenaga dalam dan ilmu metafisika adalah perkara yang harus ada contohnya dari rasulullah dan para sahabat. sebab jika memang ada berbagai kesaktian ketika mempelajari TD/TM maka tentu akan terlebih dahulu dipelajari oleh sebaik-baik manusia para Zaman rasulullah dan para sahabat.</p>
<p dir="ltr">Kita semua tentu sudah tahu bahwa syarat diterima amal seseorang hamba Allah itu bila dilakukan dengan ikhlas dan ber<em>ittiba’</em> (menyontoh) kepada Rasulullah saw. Ikhlas dalam artian tidak ada unsur syiriknya sedikitpun. Akan tetapi dalam klaim kesaktian yang bisa didapat dari belajar TD/TM sama sekali tidak ada contoh dari Rasulullah apalagi disertai dengan niat untuk mendapatkan suatu keluar biasaan.</p>
<p dir="ltr">Rasulullah tidak pernah latihan mendapatkan mu&#8217;jizat? rasulullah tidak pernah ikut atau membuka perguruan tenaga dalam/ilmu metafisik atau meng-inisiasi para sahabat hingga sakti. Para sahabat juga tidak pernah berlatih TD/TM untuk mendapatkan kesaktian/karomah ?</p>
<p dir="ltr">Perkara Mu&#8217;jizat, karomah, maunah adalah perkara ibadah pada Allah yang memerlukan dalil. keilmuan yang bisa membuat seseorang sakti dalam TD/TM adalah  bid&#8217;ah sebab rasulullah tidak pernah menyontohkan mengajarkan pada para sahabat bahkan rasul tidak pernah latihan untuk bisa mementalkan orang dari jarak jauh, ngimpleng, teleportasi, telepati, kebal, precognisi, dan berbagai klaim kesaktian lainnya.</p>
<p dir="ltr">Ketika keilmuan TD/TM merupakan bid&#8217;ah karena sama sekali tidak ittiba (contoh) dari rasulullah dan para sahabat mengapa kita tetap saja mau belajar TD/TM ? Sebab TD/TM yang umumnya dipahami oleh sebagian besar manusia, tenaga dalam itu sebuah kekuatan ghoib (bisa mementalkan orang dari jarak jauh, bisa melihat tembus, melihat alam ghoib, melihat masa lalu dan masa depan, bisa menyakiti/mempengaruhi jiwa orang lain dari jarak jauh dll) yang muncul pada manusia apabila seseorang itu melakukan laku-laku tertentu (melatih jurus tenaga dalam dengan niat mendapatkan kekuatan ghoib) adalah merupakan suatu bentuk bid&#8217;ah.</p>
<p dir="ltr">TD/TM sama sekali tidak ada tuntunannya dari Rasulullah yang jelas merupakan prilaku yang bertentangan dengan sunnah Rasulullah (yang masih terluka, yang masih memerlukan bantuan mata-mata untuk mengintai musuh, yang masih memerlukan baju besi untuk melindungi tubuh beliau dari tebasan senjata musuh, Rasulullah tidak bisa tahu hal ghoib kecuali jika adiwahyukan kepadanya dll) dan bukan termasuk jalan orang-orang mu&#8217;min. Sebagaiman Firman Allah :</p>
<p dir="ltr"><em>&#8220;Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu&#8217;min. Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam. Dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.&#8221;</em> (QS An Nisaa&#8217;:115)</p>
<p dir="ltr">Ingatlah saudaraku jika kalian tetap saja tidak mau ittiba denga rasulullah maka kalian akan tersesat dan akan masuk neraka jahanam!</p>
<p dir="ltr">Sebab kekuatan ghoib yang muncul dari TD/ TM adalah sihir yang berasal dari syetan. Seandainya bentuk kekuatan ghoib tersebut bisa dipelajari, dilatih dan sebagainya tentu amat berguna untuk membela kebenaran tentunya sudah dilakukan dan dicontohkan oleh Rasulullah dan diajarkan kepada para shahabat.</p>
<p dir="ltr">Adapun jika seseorang tersebut mempunyai kekuatan luar biasa pada dirinya tanpa dia sadari tanpa dia pelajari datang dari Allah Ta&#8217;ala tidak menuruti kehendaknya, tetapi karena kehandak Allah sebab karena keshalehan dia, karena banyaknya dia beribadah maka kekuatan itu disebut karomah/maunah.</p>
<p dir="ltr">Intinya apabila kekuatan tenaga dalam yang bersifat metafisik (seperti bisa mementalkan orang dari jarak jauh, bisa mempengaruhi alam pikiran orang lain dengan gerak jurus tertentu, bisa menyakiti seseorang secara ghoib, menerbangkan benda-benda dll) maka itu adalah perbuatan atas bantuan syetan.</p>
<p dir="ltr">Sebab kekuatan ghaib tsb yang dipelajari maka itu dinamakan sihir sebagaimana yang dijelaskan Ibnu Hajar didalam Fathul Bari</p>
<p dir="ltr"><strong>Kesimpulan </strong></p>
<p dir="ltr">Marilah kita selalu bercermin dan mengikuti jejak Rasulullah dan para sahabat serta ulama-ulama yang berpegang teguh dengan Al-Qur’an dan sunnah-sunnah Rasul. Jangan berbuat bid&#8217;ah dengan terus berlatih TD/TM untuk mendapatkan kesaktian. Sebab prilaku tersebut tidak ada contohnya dari rasulullah dan para sahabat.</p>
<p dir="ltr">Segala amalan kalian yang berhubungan dengan TD/TM adalah perkara baru yang tidak akan diterima Allah dan tentunya akan menerimanya adalah syatan. dan kalian jika tidak mau bertaubat maka pasti akan masuk neraka. Sebab rasulullah telah mengatakan <em>&#8220;sejelek-jelek urusan adalah yang baru (muhdats) dan setiap muhdats adalah bid&#8217;ah dan setiap bid&#8217;ah adalah sesat dan setiap kesesatan tempatnya di neraka¨.</em> (Riwayat Muslim)</p>
<p dir="ltr">
<hr size="1" />
<p dir="ltr"><a href="#_ftnref1">[1]</a> (HR. Ahmad 4/126,127, Abu Dawud no. 4607 dan Tirmidzi no. 2676, ad Darimy 1/44, al Baghawy dalam kitabnya Syarhus Sunnah 1/205, Hakim 1/95, dishahihkan dan disepakati oleh Imam adz Dzahabi, dan Syaikh al Albany menshahihkan juga hadist ini)</p>
<p dir="ltr">
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[5 Perbedaan Antara Nabi dan Rasul]]></title>
<link>http://alfalimbany.wordpress.com/2009/11/24/5-perbedaan-antara-nabi-dan-rasul/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 09:56:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>Abu Muslim Al Falimbany</dc:creator>
<guid>http://alfalimbany.wordpress.com/2009/11/24/5-perbedaan-antara-nabi-dan-rasul/</guid>
<description><![CDATA[Para ulama menyebutkan banyak perbedaan antara nabi dan rasul, tapi di sini kami hanya akan menyebut]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Para ulama menyebutkan banyak perbedaan antara nabi dan rasul, tapi di sini kami hanya akan menyebutkan sebahagian di antaranya:<!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">
1. Jenjang kerasulan lebih tinggi daripada jenjang kenabian. Karena tidak mungkin seorang itu menjadi rasul kecuali setelah menjadi nabi. Oleh karena itulah, para ulama menyatakan bahwa Nabi Muhammad -Shollallahu ‘alaihi wasallam- diangkat menjadi nabi dengan 5 ayat pertama dari surah Al-‘Alaq dan diangkat menjadi rasul dengan dengan 7 ayat pertama dari surah Al-Mudatstsir. Telah berlalu keterangan bahwa setiap rasul adalah nabi, tidak sebaliknya.<br />
Imam As-Saffariny -rahimahullah- berkata, “Rasul lebih utama daripada nabi berdasarkan ijma’, karena rasul diistimewakan dengan risalah, yang mana (jenjang) ini lebih ringgi daripada jenjang kenabian”. (Lawami’ Al-Anwar: 1/50)<br />
Al-Hafizh Ibnu Katsir juga menyatakan dalam Tafsirnya (3/47), “Tidak ada perbedaan (di kalangan ulama) bahwasanya para rasul lebih utama daripada seluruh nabi dan bahwa ulul ‘azmi merupakan yang paling utama di antara mereka (para rasul)”.</p>
<p style="text-align:justify;">2.    Rasul diutus kepada kaum yang kafir, sedangkan nabi diutus kepada kaum yang telah beriman.<br />
Allah -’Azza wa Jalla- menyatakan bahwa yang didustakan oleh manusia adalah para rasul dan bukan para nabi, di dalam firman-Nya:</p>
<h3 style="text-align:justify;"><strong>ثُمَّ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا تَتْرَى كُلَّ مَا جَاءَ أُمَّةً رَسُولُهَا كَذَّبُوه</strong></h3>
<p style="text-align:justify;">ُ <em>“Kemudian Kami utus (kepada umat-umat itu) rasul-rasul Kami berturut-turut. Tiap-tiap seorang rasul datang kepada</em> umatnya, umat itu mendustakannya”. (QS. Al-Mu`minun : 44)<br />
Dan dalam surah Asy-Syu’ara` ayat 105, Allah menyatakan:</p>
<h3 style="text-align:justify;"><strong>كَذَّبَتْ قَوْمُ نُوحٍ الْمُرْسَلِينَ</strong></h3>
<p style="text-align:justify;"><em>“Kaum Nuh telah mendustakan para rasul”.</em><br />
Allah tidak mengatakan “Kaum Nuh telah mendustakan para nabi”, karena para nabi hanya diutus kepada kaum yang sudah beriman dan membenarkan rasul sebelumnya. Hal ini sebagaimana yang dinyatakan oleh Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam-:</p>
<h3 style="text-align:justify;"><strong>كَانَتْ بَنُوْ إِسْرَائِيْلَ تَسُوْسُهُمُ الْأَنْبِيَاءُ كُلَّمَا هَلَكَ نَبِيٌّ خَلَفَهُ نَبِيٌّ</strong></h3>
<p style="text-align:justify;"><em>“Dulu bani Isra`il diurus(dipimpin) oleh banyak nabi. Setiap kali seorang nabi wafat, maka digantikan oleh nabi setelahnya”.</em> (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)</p>
<p style="text-align:justify;">3. Syari’at para rasul berbeda antara satu dengan yang lainnya, atau dengan kata lain bahwa para rasul diutus dengan membawa syari’at baru. Allah -Subhanahu wa Ta’ala- menyatakan:</p>
<h3 style="text-align:right;"><strong>لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا</strong></h3>
<p style="text-align:justify;"><em>“Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, kami berikan aturan dan jalan yang terang”.</em> (QS. Al-Ma`idah : 48)<br />
Allah mengabarkan tentang ‘Isa bahwa risalahnya berbeda dari risalah sebelumnya di dalam firman-Nya:</p>
<h3 style="text-align:right;"><strong>وَلِأُحِلَّ لَكُمْ بَعْضَ الَّذِي حُرِّمَ عَلَيْكُمْ</strong></h3>
<p style="text-align:justify;"><em>“Dan untuk menghalalkan bagi kalian sebagian yang dulu diharamkan untuk kalian”.</em> (QS. Ali ‘Imran : 50)<br />
Nabi Muhammad -Shollallahu ‘alaihi wasallam- menyebutkan perkara yang dihalalkan untuk umat beliau, yang mana perkara ini telah diharamkan atas umat-umat sebelum beliau:</p>
<h3 style="text-align:right;"><strong>وَأُحِلَّتْ لِيَ الْغَنَائِمَ وَجُعِلَتْ لِيَ الْأَرْضُ مَسْجِدًا وَطَهُوْرًا</strong></h3>
<p style="text-align:justify;"><em>“Dihalalkan untukku ghonimah dan dijadikan untukku bumi sebagai mesjid (tempat sholat) dan alat bersuci (tayammum)”</em>.(HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Jabir)<br />
Adapun para nabi, mereka datang bukan dengan syari’at baru, akan tetapi hanya menjalankan syari’at rasul sebelumnya. Hal ini sebagaimana yang terjadi pada nabi-nabi Bani Isra`il, kebanyakan mereka menjalankan syari’at Nabi Musa -’alaihis salam-.</p>
<p style="text-align:justify;">4.    Rasul pertama adalah Nuh -’alaihis salam-, sedangkan nabi yang pertama adalah Adam -’alaihis salam-.<br />
Allah -’Azza wa Jalla- menyatakan:</p>
<h3 style="text-align:right;"><strong>إِنَّا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا إِلَى نُوحٍ وَالنَّبِيِّينَ مِنْ بَعْدِهِ</strong></h3>
<p style="text-align:justify;"><em>“Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang setelahnya”.</em> (QS. An-Nisa` : 163)<br />
Dan Nabi Adam berkata kepada manusia ketika mereka meminta syafa’at kepada beliau di padang mahsyar:</p>
<h3 style="text-align:right;"><strong>وَلَكِنِ ائْتُوْا نُوْحًا فَإِنَّهُ أَوَّلُ رَسُوْلٍ بَعَثَهُ اللهُ إِلَى أَهْلِ الْأَرْضِ</strong></h3>
<p style="text-align:justify;"><em>“Akan tetapi kalian datangilah Nuh, karena sesungguhnya dia adalah rasul pertama yang Allah utus kepada penduduk bumi”. </em>(HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik)<br />
Jarak waktu antara Adam dan Nuh adalah 10 abad sebagaimana dalam hadits shohih yang diriwayatkah oleh Ibnu Hibban (14/69), Al-Hakim (2/262), dan Ath-Thobarony (8/140).</p>
<p style="text-align:justify;">5. Seluruh rasul yang diutus, Allah selamatkan dari percobaan pembunuhan yang dilancarkan oleh kaumnya. Adapun nabi, ada di antara mereka yang berhasil dibunuh oleh kaumnya, sebagaimana yang Allah nyatakan dalam surah Al-Baqarah ayat 91:</p>
<h3 style="text-align:right;"><strong>فَلِمَ تَقْتُلُونَ أَنْبِيَاءَ اللَّهِ مِنْ قَبْلُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ</strong></h3>
<p><em>“Mengapa kalian dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika benar kalian orang-orang yang beriman?”. </em><br />
Juga dalam firman-Nya:</p>
<h3 style="text-align:right;"><strong>وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّينَ بِغَيْرِ حَقٍّ</strong></h3>
<p style="text-align:justify;"><em>“Mereka membunuh para nabi tanpa haq”</em>. (QS. Al-Baqarah : 61)<br />
Allah menyebutkan dalam surah-surah yang lain bahwa yang terbunuh adalah nabi, bukan rasul.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><em>Sumber:http://al-atsariyyah.com/?p=1292&#38;utm_source=feedburner&#38;utm_medium=email&#38;utm_campaign=Feed%3A+RSS-Website-Ilmiah-Islamiyah-Salafi+%28AL-ILMU.WEB.ID%29&#38;utm_content=Yahoo!+Mail</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Anjuran Melakukan Perintah Rasul]]></title>
<link>http://sabdaislam.wordpress.com/2009/11/24/anjuran-melakukan-perintah-rasul/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 01:34:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ki Semar</dc:creator>
<guid>http://sabdaislam.wordpress.com/2009/11/24/anjuran-melakukan-perintah-rasul/</guid>
<description><![CDATA[Anjuran Melakukan Perintah Rasul Sesuai Kemampuan Menjauhi Larangannya Dan Larangan Banyak Bertanya ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://sabdaislam.wordpress.com/files/2009/11/mutiara-hadits1.jpg"><img src="http://sabdaislam.wordpress.com/files/2009/11/mutiara-hadits1.jpg" alt="" title="mutiara hadits1" width="510" height="170" class="alignnone size-full wp-image-247" /></a></p>
<p>Anjuran Melakukan Perintah Rasul Sesuai Kemampuan<br />
Menjauhi Larangannya Dan Larangan Banyak Bertanya</p>
<p><em>Abu Hurairah radhiallahu &#8216;anhu, menceritakan bahwasanya di mendengar Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi Wasallam bersabda : &#8221; Apa yang aku larang kalian dari (mengerjakan)-nya maka jauhilah ia, dan apa yang aku perintahkan kalian untuk (melakukan)-nya maka lakukanlah sesuai dengan kemampuan kalian, karena sesungguhnya yang menghancurkan orang-orang yang sebelum kalian adalah karena banyaknya pertanyaan-pertanyaan mereka (yang mereka ajukan) dan perselisihan mereka dengan para Nabi-Nabi (yang diutus kepada) mereka &#8220;. (H.R.Bukhari dan Muslim). </em></p>
<p><strong>Takhrij Hadits secara global </strong></p>
<p>Hadits dengan lafazh diatas dikeluarkan oleh Imam Muslim saja dari riwayat az-Zuhri dari Sa&#8217;id bin al-Musayyab dan Abu salamah; keduanya dari Abu Hurairah, begitu juga dikeluarkan oleh Imam Bukhari, Imam Ahmad dan an-Nasai serta ditashhih oleh Imam Ibnu Hibban.</p>
<p><strong>Makna Hadits secara Global </strong></p>
<p>Dalam hadits tersebut kita diperintahkan untuk hanya melakukan apa yang diperintahkan oleh Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi Wasallam dan menjauhi apa saja yang dilarang oleh beliau. Larangan tersebut dimaksudkan agar kita tidak terjebak dengan apa yang telah menimpa umat-umat terdahulu yang hancur dan binasa gara-gara terlalu banyak bertanya kepada Nabi-Nabi mereka tentang sesuatu yang tidak ada faedahnya begitu juga seringnya mereka berselisih dan membantah Nabi-Nabi mereka tersebut.</p>
<p><strong>Penjelasan Tambahan </strong></p>
<p>Banyak hadits-hadits lain yang senada dengan hadits tersebut yang menunjukkan larangan bertanya tentang hal-hal yang tidak perlu dan justru memojokkan posisi si penanya sendiri seperti pertanyaan seseorang yang menanyakan kepada Nabi bagaimana nasibnya nanti, apakah di neraka atau di surga ? atau yang bertanya tentang nasabnya, dan lain-lainya. Begitu juga larangan bertanya perihal yang sia-sia, atau dengan maksud mengejek atau dimaksudkan untuk menyombongkan diri/berkeras kepala sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang Munafik dan selain mereka.</p>
<p>Pertanyaan serupa yang juga dilarang adalah mempertanyakan ayat-ayat dengan tujuan untuk sekedar menunjukkan kekerasan hati dan penolakan terhadapnya seperti yang dilakukan oleh kaum Musyrikun dan Ahlul Kitab. Begitu juga larangan melontarkan pertanyaan-pertanyaan seputar hal-hal yang hanya diketahui oleh Allah semata dan tidak dapat diketahui oleh manusia, seperti bertanya tentang kapan saat kiamat terjadi dan tentang ruh.</p>
<p>Hadits-Hadits tersebut juga berbicara tentang larangan bagi kaum Muslimin untuk bertanya banyak seputar hal yang berkaitan dengan halal dan haram dan larangan bertanya seputar hal yang belum terjadi seperti ada seseorang yang bertanya tentang apa yang terjadi terhadap keluarganya padahal masalah yang ditanyakannya itu masih bersifat dugaan/perandaian.</p>
<p>Jadi, hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah diatas (hadits yang kita bicarakan) maksudnya adalah : barangsiapa yang tidak menyibukkan dirinya dengan memperbanyak bertanya tentang hal-hal yang tidak terdapat semisalnya dalam AlQuran ataupun as-Sunnah tetapi justeru kesibukannya hanya dalam memahami firman Allah dan Sabda RasulNya yang tujuannya semata-mata hanya agar dapat menjalankan segala yang diperintahkan kepadanya dan menjauhi segala yang dilarang baginya, maka orang semacam inilah yang dimaksud oleh hadits diatas dengan orang yang mendatangkan/melakukan apa yang diperintahkan oleh Rasulullah.</p>
<p>Sedangkan orang yang tidak memberikan perhatiannya untuk memahami apa yang diturunkan oleh Allah kepada RasulNya dan justeru banyak menyibukkan dirinya dengan menciptakan pertanyaan-pertanyaan yang masih bersifat kemungkinan; bisa terjadi dan bisa tidak, dan mencari-cari jawabannya berdasarkan pertimbangan logika semata, maka orang semacam ini dikhawatirkan termasuk orang yang telah melanggar hadits tersebut diatas yaitu melakukan larangan dan meniggalkan peritah yang ada.</p>
<p>Sesungguhnya banyaknya terjadi peristiwa-peristiwa yang tidak bersumber sama sekali dari AlQuran maupun dari as-Sunnah lantaran meninggalkan kesibukan yang semestinya diarahkan kepada perbuatan melakukan perintah Allah dan RasulNya dan menjauhi larang-larangan keduanya. Jika saja orang yang ingin melakukan suatu pekerjaan bertanya tentang apa yang disyari&#8217;atkan oleh Allah berkaitan dengan pekerjaan tersebut (yang ditanyakannya) lantas dia menjalankan pekerjaan itu, begitu juga dia bertanya tentang pekerjaan apa yang dilarang oleh Allah lantas dia meninggalkan pekerjaan tersebut, maka dapat dikatakan bahwa peristiwa-peristiwa tersebut terjadi masih dalam kaitannya dengan AlQuran dan as-Sunnah. Sebab yang terjadi justeru sebaliknya, seseorang melakukan suatu pekerjaan berdasarkan logika dan hawa nafsunya semata, sehingga secara umum peristiwa-peristiwa itu terjadi dalam kondisi yang bertentangan dengan apa yang disyari&#8217;atkan oleh Allah, dan dalam hal ini barangkali sangat sulit untuk merujuknya kembali kepada hukum-hukum yang telah disebutkan dalam AlQuran dan as-Sunnah karena sudah terlalu jauh dari keduanya.</p>
<p>Secara global, barangsiapa yang melakukan apa yang diperintahkan oleh Nabi Shallallahu &#8216;alaihi Wasallam dalam hadits tersebut (yang kita bahas) dan menjauhi apa yang dilarang oleh beliau dan dia memfokuskan dirinya hanya pada apa yang diperintahkan kepadanya saja, terlepas dari yang lainnya maka dia akan mendapakan keselamatan di dunia dan akhirat sedangkan orang yang berbuat sebaliknya dengan menyibukkan dirinya berdasarkan pertimbangan logika dan perasaan semata, maka dia telah terjerumus kedalam apa yang dilarang oleh Nabi Shallallahu &#8216;alaihi Wasallam sama seperti halnya Ahlul Kitab yang binasa lantaran terlalu banyak bertanya dan berselisih dengan para Nabi mereka dan ketidaktundukan serta ketidakta&#8217;atan mereka kepada para Rasul yang diutus kepada mereka.</p>
<p><strong>Permasalahan hadits diatas </strong></p>
<p>Setidaknya terdapat tiga masalah yang dibicarakan para ulama seputar hadits diatas, yaitu: pertama, masalah bertanya tentang hal-hal yang tidak bermanfaat dan hal-hal yang masih diperkirakan akan terjadi. Kedua, masalah keutamaan meninggalkan al-Muharram&#226;t (hal-hal yang diharamkan) atas perbuatan ta&#8217;at yang sifatnya sunnah. Ketiga, masalah orang yang tidak mampu melakukan perintah secara keseluruhan tetapi hanya mampu melakukan sebagiannya saja.</p>
<p><strong>i) Masalah bertanya tentang hal yang tidak bermanfaat dan hal-hal yang masih diperkirakan akan terjadi </strong></p>
<p>Yang dimaksud dengan bertanya tentang hal yang tidak bermanfaat tersebut adalah adanya pertanyaan-pertanyaan yang sebenarnya tidak perlu dilontarkan karena bisa saja hal tersebut berakibat jelek terhadap si penanya sendiri, begitu juga dengan masalah bertanya tentang hal-hal yang sebenarnya belum terjadi namun diperkirakan akan terjadi.</p>
<p><strong>Sebab-Sebab dibencinya banyak bertanya perihal yang tidak bermanfaat </strong></p>
<p>Diantara sebab dari adanya larangan banyak bertanya seputar hal-hal yang telah disebutkan diatas adalah ; Pertama, karena ditakutkan dengan pertanyaan semacam itu justru akan menurunkan beban syar&#8217;i (taklif) yang lebih berat lagi (karena Rasul masih hidup dan berbicara berdasarkan wahyu semata, maka datangnya jawaban tentang masalah yang dipertanyakan berarti perintah/taklif yang wajib dita&#8217;ati), seperti pertanyaan tentang apakah haji dilakukan setahun sekali atau tidak ?. Dalam sebuah hadits yang shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Muslim, Abu Daud, Ahmad dan ditashhih oleh Ibnu Hibban, Nabi Shallallahu &#8216;alaihi Wasallam bersabda : &#8220;Sesungguhnya orang-orang Islam yang paling besar dosanya adalah orang yang bertanya tentang sesuatu yang tidak diharamkan maka lantaran pertanyaannya hal itu (kemudian) diharamkan &#8220;.</p>
<p>Berkaitan dengan hadits ini, ada yang berpendapat bahwa hal itu khusus pada zaman Rasul saja, sedangkan setelah beliau wafat, hal itu bisa terhindarkan. Namun bukan lantaran itu saja sebenarnya sebab dibencinya bertanya tentang hal itu, tetapi ada sebab lainnya yaitu, sebagaimana yang diisyaratkan dalam ucapan Ibnu &#8216;Abbas, bahwa seluruh permasalahan agama yang diperlukan oleh kaum Muslimin pasti telah dijelaskan oleh Allah dalam KitabNya dan telah disampaikan oleh RasulNya sehingga tidak perlu lagi seseorang mengajukan pertanyaan sebab Allah Maha Mengetahui kemaslahatan hamba-hambaNya; sesuatu yang didalamnya diperuntukkan bagi kemaslahatan dan mendapatkan hidayah buat mereka yang tentunya Allah pasti menjelaskannya sebelum adanya pertanyaan , sebagaimana Allah berfirman : &#8220;…..Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, supaya kamu tidak sesat..&#8221;. (Q.,s. an-Nisa&#8217;/4: 176). Maka oleh karenanya tidak diperlukan lagi pertanyaan tentang apapun apalagi sebelum terjadinya dan sebelum kebutuhan akan hal itu, akan tetapi keperluan yang sesungguhnya adalah bagaimana memahami apa yang telah diinformasikan oleh Allah dan RasulNya, kemudian mengikuti dan mengamalkannya. Dalam hal ini, Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi Wasallam sering ditanyai beberapa masalah maka beliau langsung merujuknya kepada AlQuran; seperti tatkala beliau ditanya oleh Umar tentang pengertian &#8220;al-Kal&#226;lah&#8221;, maka beliau menjawab dengan sabdanya :&#8221;cukup bagimu (dalam masalah ini/al-Kal&#226;lah) ayat ash-Shaif&#8221;. (H.R. Muslim dan Ibnu Majah).</p>
<p>Kedua, ditakutkan bahwa dengan pertanyaan itu justeru akan menimpa si penanya itu sendiri, dan karenanya Nabi sangat membenci pertanyaan semacam itu dan mencelanya, seperti pertanyaan yang berkaitan dengan hukum Li&#8217;an ; yaitu pertanyaan seseorang kepada Nabi perihal sesuatu yang masih merupakan dugaan/perandaian yang mungkin akan terjadi terhadap keluarganya dan ternyata lantaran pertanyaan itu hal tersebut benar-benar terjadi. (Lihat Musnad Ahmad, Shahih Muslim, Sunan at-Turmuzi dan Shahih Ibnu Hibban).</p>
<p>Jadi, bila himmah/keinginan si pendengar begitu mendengar perintah dan larangan hanya diarahkan kepada penciptaan masalah-masalah yang berpretensi kemungkinan terjadi dan kemungkinan tidak terjadi saja maka hal inilah yang termasuk dalam larangan tersebut yang dibenci untuk bertanya-tanya tentangnya sebab hal itu malah akan mematahkan semangat untuk mengikuti perintah tersebut. Dan hal ini pula yang menyebabkan Ibnu &#8216;Umar memarahi seseorang yang bertanya kepadanya tentang hukum menyalami hajar aswad, maka lantas hal itu dijawab oleh Ibnu &#8216;Umar : &#8220;aku melihat Nabi Shallallahu &#8216;alaihi Wasallam menyalaminya dan menciumnya&#8221;. Orang tersebut berkata kepadanya : bagaimana jika aku tidak sanggup melakukannya karena sesuatu hal ? bagaimana jika sedang dalam keadaan berdesak-desakan? ..Lalu Ibnu &#8216;Umar menjawab :&#8221;jadikan ungkapanmu &#8216;bagaiman jika&#8217; itu di negeri Yaman saja !(barangkali si penanya ini berasal dari negeri Yaman yang memang penduduknya suka membuat pernyataan semacam itu atau hal semacam itu merupakan kebiasaan yang ada di negeri Yaman-penj), aku telah melihat Nabi Shallallahu &#8216;alaihi Wasallam menyalaminya dan menciumnya &#8220;. (dikeluarkan oleh at-Turmuzi). Maksud Ibnu Umar dalam riwayat tersebut adalah bahwa jadikanlah keinginanmu semata-mata untuk mengikuti sunnah Rasulullah sehingga tidak perlu mengemukakan bayangan-bayangan kemungkinan tidak dapat melaksanakan hal itu atau lantaran sulitnya melakukan hal itu sebelum terjadi, karena hal itu justeru bisa mematahkan semangat untuk mengikuti sunnah Nabi. Bukankah tafaqquh (mendalami syari&#8217;at) hanya terdapat dalam agama dan bertanya tentang ilmu hanya dipuji bilamana hal itu untuk dilakukan/dipraktekkan bukan hanya untuk berdebat dan mencari muka?.</p>
<p><strong>Sikap Salaf dalam masalah ini </strong></p>
<p>Yang perlu diketahui, bahwa Nabi Shallallahu &#8216;alaihi Wasallam tidak pernah memberikan keringanan/rukhshah bertanya tentang banyak masalah (yang tidak perlu) kecuali kepada delegasi-delegasi orang &#8216;Arab pedalaman (al-A&#8217;r&#226;b) dan orang-orang (yang kondisi keimanannya) seperti mereka yang datang kepada beliau. Hal itu (memberikan rukhshah kepada mereka) dilakukan oleh beliau dengan tujuan mendekatkan hati mereka dan melunakkannya. Sedangkan orang-orang Muhajirin dan Anshor yang tinggal disekitar kota Madinah dan telah mantap keimanannya, maka hal itu (bertanya tentang banyak masalah yang tidak perlu tersebut) dilarang bagi mereka. Diantara saksi yang membenarkan statement ini adalah hadits yang terdapat dalam Shahih Muslim dari an-Nawwas bin Sam&#8217;&#226;n, dia berkata: aku telah tinggal bersama Rasulullah selama setahun di Madinah dimana tidak ada satupun hal yang mencegah/melarangku berhijrah kecuali hanya satu permasalahan/pertanyaan saja, sedangkan salah seorang dari kami bila berhijrah mereka tidak pernah bertanya-tanya kepada Nabi Shallallahu &#8216;alaihi Wasallam .</p>
<p>Dan Dari al-Bara&#8217; bin &#8216;&#194;zib, dia berkata :&#8221;Jika penghujung tahun telah datang kepadaku dan aku sebenarnya berkeinginan untuk bertanya tentang sesuatu kepada Rasulullah, lantas aku merasa takut untuk menyampaikannya maka kami hanya bercita-cita agar yang datang bertanya itu adalah orang-orang &#8216;Arab pedalaman (al-A&#8217;r&#226;b)&#8221;. (Musnad al-Kabir, karangan Abi Ya&#8217;la).</p>
<p>Ibnu &#8216;Abbas berkata :&#8221;Saya tidak pernah melihat suatu kaum yang lebih baik dari para Shahabat Muhammad Shallallahu &#8216;alaihi Wasallam ; mereka tidak bertanya kepada beliau kecuali tentang dua belas masalah saja, yang semuanya termuat dalam AlQuran : yaitu firman Allah : &#8220;Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi…&#8221;. (Q.,s,al-Baqarah/2 : 219). Dan firmanNya:&#8221;Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram..&#8221;. (Q.,s, al-Baqarah/2: 217). Dan firmanNya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> an mereka bertanya kepadamu tentang anak-anak yatim..&#8221; (Q.,s. al-Baqarah/2: 220)……hingga akhir hadits.</p>
<p>Berkaitan dengan pertanyaan seputar peristiwa-peristiwa yang belum terjadi, para shahabat bukannya tidak pernah menanyakan tentang hal itu tetapi mereka menanyakan hal itu, semata-mata untuk mereka amalkan begitu hal itu benar-benar terjadi, seperti pertanyaan Huzaifah kepada Nabi Shallallahu &#8216;alaihi Wasallam tentang fitnah yang akan terjadi, dan bagaimana mereka menyikapinya nanti. Begitu juga mereka pernah menanyakan kepada beliau tentang para Umara&#8217; (pemimpin) yang beliau beritakan akan datang setelah beliau, bagaimana sikap mereka; mena&#8217;ati atau memerangi mereka. (H.R.Bukhari).</p>
<p>Ibnu &#8216;Umar berkata : &#8220;Janganlah kalian bertanya tentang hal-hal yang belum terjadi, karena sungguh! saya telah mendengar &#8216;Umar melaknat orang yang bertanya tentang sesuatu yang belum terjadi&#8221;. (diriwayatkan oleh Ibnu &#8216;Abdil Barr). Begitu juga, Zaid bin Tsabit bila ditanyai tentang sesuatu, dia balik bertanya : apakah hal ini dulu memang begini ?, jika mereka menjawab : tidak, maka dia lalu berkata :&#8221;biarkan saja dulu hingga terjadi&#8221;.</p>
<p>Al-Hasan al-Bashri berkata :&#8221;Hamba-Hamba Allah yang paling jahat adalah orang-orang yang mengikuti/selalu menguntit masalah-masalah yang pelik yang dengannya membuat bencana bagi hamba-hamba Allah yang lain&#8221;.</p>
<p>Imam al-Auz&#226;&#8217;i berkata : &#8220;Sesungguhnya bila Allah menghendaki diharamkannya keberkahan ilmu seorang hamba, maka Dia akan melemparkan kesalahan-kesalahan/ucapan-ucapan ngawur ke lisannya. Sungguh aku telah melihat mereka sebagai orang-orang yang paling sedikit ilmunya&#8221;.</p>
<p>Alhasil, banyak sekali ungkapan dan perbuatan Salaf tentang ketidaksukaan mereka bertanya tentang hal-hal yang tidak perlu dan yang masih berpretensi kemungkinan terjadi.</p>
<p><strong>Sikap-Sikap para Ulama dalam mempertanyakan sesuatu yang belum terjadi </strong></p>
<p>Dalam hal ini, para ulama terbagi menjadi beberapa kelompok :</p>
<ul>
<li>Ahlul Hadits : mereka menutup rapat-rapat pintu bertanya tentang masalah tersebut (bab al-mas&#226;il) sehingga hal ini menyebabkan mereka kurang faqih dan kurang keilmuannya berkaitan dengan hukum-hukum yang diturunkan oleh Allah kepada RasulNya dan mereka akhirnya menjadi pembawa fiqih yang tidak faqih.</li>
<li>Ahlur Ra&#8217;yi : mereka sebaliknya sangat memperluas bab ini, sehingga melahirkan banyak bab tentang ini (bab tentang permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan hal-hal yang belum terjadi); diantaranya ada yang terjadi menurut kebiasaan dan diantaranya ada yang tidak terjadi, dan mereka sangat disibukkan dengan hal ini dengan memberikan jawaban secara berlebihan (melebihi kemampuan mereka), memperbanyak perdebatan yang akibatnya melahirkan pula perselisihan hati dan memantapkan kemauan hawa nafsu, rasa permusuhan dan kebencian. Dan yang lebih menonjol lagi, adalah niat untuk selalu menang (dalam berdebat) dan mendapatkan pujian orang serta bersombong-sombong. Hal ini tentu saja amat dicela oleh ulama-ulama Rabbani, begitu juga banyak hadits menunjukkan keharaman perbuatan semacam ini.</li>
<li>Fuqaha&#8217; Ahlul Hadits yang &#8216;&#194;milin (yang mengamalkan hadits) : Keinginan mereka yang paling besar adalah mencari makna-makna AlQuran dan tafsiran-tafsirannya baik melalui sunnah-sunnah yang shahih, perkataan para shahabat atau orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Begitu juga mereka mencari/membahas sunnah Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi Wasallam ; dengan tujuan mengetahui mana yang shahih darinya dan mana yang tidak, mendalaminya (tafaqquh) dan memahaminya, mengetahui makna-maknanya, serta mengetahui perkataan para shahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik dalam berbagai disiplin ilmu ; Tafsir, Hadits, masalah-masalah halal dan haram, pokok-pokok sunnah, zuhud, raq&#226;iq dan lain-lain.
<p>Inilah metode yang dilakukan oleh Imam Ahmad dan orang-orang yang sependapat dengannya yang termasuk dalam kelompok ulama hadits yang Rabbani. Imam Ahmad selalu berkata, bila beliau ditanyai mengenai masalah-masalah baru yang belum terjadi :&#8221;tinggalkan kami (jangan sibukkan kami) dengan masalah-masalah baru yang diada-adakan ini ! &#8220;.</p>
<p>Ahmad bin Syubwaih berkata :&#8221;barangsiapa yang menginginkan ilmu kubur (&#8216;Ilmul Qabri) maka hendaklah dia mengkaji atsar-atsar (hadits-hadits) dan barangsiapa yang menginginkan ilmu roti (&#8216;Ilmul Khubzi) maka silahkan mengkajinya dengan ra&#8217;yun (logika)&#8221;.</li>
</ul>
<p><strong>ii) Masalah keutamaan meninggalkan al-Muharam&#226;t (hal-hal yang diharamkan) atas perbuatan ta&#8217;at yang sifatnya sunnah. </strong></p>
<p>Diantara masalah lain yang dibicarakan para ulama berkaitan dengan hadits diatas (yang kita bicarakan), adalah masalah keutamaan meninggalkan al-muharram&#226;t atas perbuatan ta&#8217;at . Secara zhahirnya, yang dimaksud dengan perbuatan ta&#8217;at disini adalah perbuatan ta&#8217;at yang bersifat sunnah (bukan wajib). Sedangkan inti dari pembicaraan mereka tentang hal ini adalah bahwa menjauhi/meninggalkan al-muharram&#226;t (hal-hal yang diharamkan) meskipun sedikit lebih utama daripada memperbanyak perbuatan-perbuatan ta&#8217;at yang bersifat sunnah, karena hal itu (menjauhi/meninggalkan al-muharram&#226;t) adalah wajib sedangkan mengerjakan keta&#8217;tan yang sunnah itu hukumnya adalah sunnah.</p>
<p>Masalah ini dapat disimpulkan dari potongan hadits diatas (yang kita bahas ini) yaitu dari sabda Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi Wasallam : &#8220;Apa yang aku larang kalian dari (mengerjakan)-nya maka jauhilah ia, dan apa yang aku perintahkan kalian untuk (melakukan)-nya maka datangkanlah/lakukanlah sesuai dengan kemampuan kalian&#8221;. Dalam hal ini, sebagian ulama berkata : &#8220;Dari potongan hadits diatas diambil kesimpulan bahwa larangan adalah lebih keras dari perintah, karena tidak pernah ada keringanan/rukhshah dalam melakukan suatu larangan sedangkan perintah selalu dikaitkan dengan istith&#226;&#8217;ah (kemampuan) dalam melakukannya&#8221;. Ucapan ini diriwayatkan dari Imam Ahmad.</p>
<p><strong>iii) Masalah orang yang tidak mampu melakukan perintah secara keseluruhan dan hanya mampu melakukan sebagiannya </strong></p>
<p>Dalam masalah ini, orang tersebut harus melakukan apa yang mungkin untuk dilakukannya. Kemudian masalah ini berkembang kedalam pembahasan masalah yang terkait dengan masalah-masalah fiqih, seperti thaharah, shalat, zakat fitrah, dan lain-lain. (untuk penjelasan yang lebih rinci lagi, lihat; kitab Jami&#8217;ul &#8216;Ulum wal hikam, karya Syaikh Ibnu Rajab al-Hanbali, h. 253-257).</p>
<p><strong>Intisari Hadits </strong></p>
<ul>
<li>Anjuran untuk melakukan perintah Rasulullah sesuai dengan kemampuan yaitu dengan memberikan perhatian yang penuh terhadap apa yang datang dari Allah dan RasulNya, berijtihad dalam memahaminya, mengetahui makna-maknanya kemudian mengaplikasikannya dalam amaliah sehari-hari.</li>
<li>Para Salaf sangat berhati-hati dalam menyikapi pertanyaan-pertanyaan tentang hal-hal yang tidak perlu dan masih berpretensi kemungkinan akan terjadi bahkan cenderung menghindarinya hingga hal itu benar-benar terjadi.</li>
<li>Dari satu sisi, bahwa meninggalkan al-Muharam&#226;t adalah lebih utama dari melakukan perbuatan ta&#8217;at yang sifatnya sunnah.</li>
<li>Allah Ta&#8217;ala tidak membebankan taklif syar&#8217;i diluar kemampuan mukallaf dan dalam hal tertentu taklif tersebut berubah menjadi rukhshah/dispensasi sebagai kasih sayangNya kepada hamba-hambaNya sedangkan dalam masalah larangan maka tidak ada keringanan apapun untuk melakukannya bahkan taklifnya harus dilakukan secara total kecuali dalam keadaan darurat dimana dimaksudkan bukan untuk bersenang-senang serta mengumbar hawa nafsu.</li>
<li>Diantara ciri-ciri umat-umat terdahulu adalah suka banyak bertanya tentang hal-hal yang tidak bermanfaat dan suka membantah Nabi-Nabi yang diutus kepada mereka dan hal itulah sebagai penyebab hancur dan binasanya mereka.</li>
</ul>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[AKU CINTA KAU]]></title>
<link>http://andriasuta.wordpress.com/2009/11/21/aku-cinta-kau/</link>
<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 15:30:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>andriasuta</dc:creator>
<guid>http://andriasuta.wordpress.com/2009/11/21/aku-cinta-kau/</guid>
<description><![CDATA[AKU CINTA KAU Oleh : Irvan Heriadi Pernikahan adalah: Perubahan status seseorang dg Pasangan Pilihan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[AKU CINTA KAU Oleh : Irvan Heriadi Pernikahan adalah: Perubahan status seseorang dg Pasangan Pilihan]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dukun Mau Beli Gelar Rasul]]></title>
<link>http://dedewijaya.wordpress.com/2009/11/21/dukun-mau-beli-gelar-rasul/</link>
<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 08:14:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>dedewijaya</dc:creator>
<guid>http://dedewijaya.wordpress.com/2009/11/21/dukun-mau-beli-gelar-rasul/</guid>
<description><![CDATA[Kis.8:9-23 Seorang yang bernama Simon telah sejak dahulu melakukan sihir di kota itu dan mentakjubka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kis.8:9-23 Seorang yang bernama Simon telah sejak dahulu melakukan sihir di kota itu dan mentakjubka]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[DOWNLOAD EBOOK FAKTA AKHIR ZAMAN, GRATISS !!!!]]></title>
<link>http://penuai.wordpress.com/2009/11/18/download-ebook-fakta-akhir-zaman-gratiss/</link>
<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 09:53:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>penuai</dc:creator>
<guid>http://penuai.wordpress.com/2009/11/18/download-ebook-fakta-akhir-zaman-gratiss/</guid>
<description><![CDATA[PENGLIHATAN DAN PERNYATAAN TUHAN KEPADA CHOO THOMAS February 17, 2009 (A Message from Choo Thomas) H]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>PENGLIHATAN DAN PERNYATAAN TUHAN KEPADA CHOO THOMAS<br />
February 17, 2009 (A Message from Choo Thomas)<br />
Hallelujah, Tribulasi Sudah Dimulai &#8211; MARANATHA!!!</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>“………..Tuhan memberitahu saya beberapa bulan lalu bahwa tribulasi baru saja dimulai. Tuhan memperingatkan dan mempersiapkan orang2 untuk rapture tetapi menyadari tidak banyak yang memberi perhatian terhadap tanda2 dari rapture dan mereka akan menjadi sangat terkejut karena Dia akan hanya membawa mereka yang siap dan menantikan Dia. Tuhan juga berkata bahwa Dia telah memberikan cukup kesempatan kepada setiap manusia untuk bersiap akan kedatanganNya. Sekarang tribulasi telah dimulai dan ini berarti rapture dapat terjadi setiap saat bagi mereka yang telah siap dan menantikannya. Setelah Dia mengangkat orang2 pilihanNya, kemudian antikris akan mengambil dunia dan bencana besar akan datang……….<br />
<a href="http://www.4shared.com/file/153817537/45f03745/Pesan_Darurat_Akhir_Zaman_dari_TUHAN.html" target="_blank"><img src="http://dc101.4shared.com/img/153817537/45f03745/Pesan_Darurat_Akhir_Zaman_dari_TUHAN.pdf" border="0" alt="" /></a></p>
<p><strong>Ini adalah kisah pendeta Ricardo Cid yang mengalami pengalaman spiritual berada di surga selama 8 jam.</strong></p>
<p>Tuhan berkata, “Aku mengirimkan pesan ini kepada umatKu di muka bumi, karena sesungguhnya Aku ada di Surga.”<br />
<a href="http://www.4shared.com/file/153818794/7df14a4d/Ini_adalah_kisah_pendeta_Ricardo_Cid_yang_mengalami_pengalaman_spiritual_berada_di_surga_selama_8_jam.html" target="_blank"><img src="http://dc101.4shared.com/img/153818794/7df14a4d/Ini_adalah_kisah_pendeta_Ricardo_Cid_yang_mengalami_pengalaman_spiritual_berada_di_surga_selama_8_jam.pdf" border="0" alt="" /></a></p>
<p><strong><!--more-->Pada akhir zaman, manusia akan ditanami chip. Apa sebenarnya tujuan sistem dunia ini mempersiapkan sebuah chip pada manusia ?<br />
</strong>Jawabannya adalah <strong>mempersiapkan tatanan masyarakat baru dengan satu tujuan, satu pemimpin, dan satu sistem (new world order) yang dipimpin oleh satu pemimpin yaitu Antikris (I Yoh 2:18)</strong><br />
Alkitab menubuatkan bahwa Iblis, Antikris, dan Nabi Palsu akan menguasai dunia dalam segala bidang : <strong>&#8220;<em>&#8230;dan kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa.&#8221; </em>(Why 13:7).<br />
</strong><br />
<a href="http://www.4shared.com/file/153821450/eec74a5b/Seri_Akhir_Jaman_All_Seeing_Eye.html" target="_blank"><img src="http://dc101.4shared.com/img/153821450/eec74a5b/Seri_Akhir_Jaman_All_Seeing_Eye.pdf" border="0" alt="" /></a></p>
<p><strong>Seri akhir Zaman</strong><br />
<strong>Tanda spesifik akhir zaman </strong></p>
<p>&#8220;<em>Kemudian aku melihat dalam penglihatan malam itu, tampak seekor binatang yang keempat, yang menakutkan dan mendahsyatkan, dan ia sangat kuat, Ia bergigi besar dari besi; ia melahap dan meremukkan, dan sisanya diinjak-injaknya dengan kakinya; ia berbeda dengan segala binatang yang terdahulu; lagipula ia bertanduk sepuluh.</em>&#8221; (Daniel 7:7)<br />
Penggenapan nubuatan terpenting berkaitan dengan perkembangan akhir zaman adalah <strong>kembalinya orang-orang Yahudi ke Timur Tengah</strong> yang mengakibatkan berdirinya negara Israel di tahun 1948, dan yang <strong>terpenting kedua adalah perkembangan terbentuknya Konfederasi Eropa atau Eropa Bersatu (European Union)</strong>, sebab bersatunya negara-negara Eropa merupakan penggenapan dari mimpi Nebukadnezar (Daniel 2), mimpi Daniel (Daniel 7) dan penglihatan Daniel (Daniel <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> tentang akhir zaman.<br />
<a href="http://www.4shared.com/file/153821443/6ed52aa0/Seri_Akhir_Zaman_Eropa_Bersatu.html" target="_blank"><img src="http://dc101.4shared.com/img/153821443/6ed52aa0/Seri_Akhir_Zaman_Eropa_Bersatu.pdf" border="0" alt="" /></a></p>
<p><strong>Rapture adalah suatu proses pengangkatan yang akan dialami orang percaya dan akan dibawa ke awan-awan untuk menyongsong Tuhan Yesus (I Tes 4:17), lalu masuk dalam perjamuan kawin Anak Domba sebagai mempelai wanita-Nya.</strong><br />
<a href="http://www.4shared.com/file/153821458/e01cc269/Rapture.html" target="_blank"><img src="http://dc101.4shared.com/img/153821458/e01cc269/Rapture.pdf" border="0" alt="" /></a></p>
<p><strong>Sejalan dengan perkembangan teknologi, upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap uang tunai ini bisa dilakukan dengan cara mengganti sistem pembayaran tunai menjadi elektronik. </strong>Sistem nirtunai diyakini lebih efektif (terutama untuk micro payment /pembayaran receh), efisien (tanpa harus membawa uang tunai jumlah banyak), cepat dan aman.<br />
<a target="_blank"><img src="http://dc101.4shared.com/img/153818797/e4f81bf7/All_Seeing_Eye_-_Ekonomi_Global.pdf" border="0" alt="" /></a></p>
<p><strong>Pada hari-hari terakhir masa pemerintahan Antikris akan terjadi lagi perang besar, perang kali ini berasal dari raja-raja dari sebelah Timur</strong> (Timur Israel) yaitu bala tentara yang datang dari Asia. Para penafsir percaya bahwa mereka adalah…..<br />
<a href="http://www.4shared.com/file/153818796/93ff2b61/Akhir_Hidup_Antikris_-_Perang_Harmagedon.html" target="_blank"><img src="http://dc101.4shared.com/img/153818796/93ff2b61/Akhir_Hidup_Antikris_-_Perang_Harmagedon.pdf" border="0" alt="" /></a></p>
<p><strong>Buku Pintar Konseling Dunia Roh (Oleh : Ev. Daud Tony)</strong><br />
<a href="http://www.4shared.com/file/153818795/af67adb/Buku_pintar_konseling.html" target="_blank"><img src="http://dc101.4shared.com/img/153818795/af67adb/Buku_pintar_konseling.pdf" border="0" alt="" /></a></p>
<p><strong>Mengapa buku ini dimulai dengan tema keselamatan? Bukankah kita sedang bicara tentang menjadi penginjil api? </strong>Karena saya mengalami dalam pelayanan bersama tim Dunia Roh Ministry lainnya, adalah satu area peperangan rohani saat ini adalah dibidang keselamatan. Iblis berusaha membuat orang-orang meragukan berita kepastian keselamatan ini,………..<br />
<a href="http://www.4shared.com/file/153821455/9eadbed4/Penginjil_Api.html" target="_blank"><img src="http://dc101.4shared.com/img/153821455/9eadbed4/Penginjil_Api.pdf" border="0" alt="" /></a></p>
<p><strong>Sudah bukan rahasia lagi kalau hari-hari ini dunia sedang mengalami hari pencobaan, resesi ekonomi, resesi keuangan sedang melanda dunia ini. Beberapa hari yang lalu sebuah surat kabar Kompas, menuliskan &#8220;IMF dan Worldbank memperingatkan bahwa krisis masih jauh dari usai.&#8221;</strong><br />
<a href="http://www.4shared.com/file/154499381/2920f50e/Siapa_Sajakah_Yang_Terangkat.html" target="_blank"><img src="http://dc167.4shared.com/img/154499381/2920f50e/Siapa_Sajakah_Yang_Terangkat.pdf?rnd=0.3639204761167416" border="0" alt="" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sakti Alexander Sihite: "Anda dapat Menemui dan Membaiat Saya"]]></title>
<link>http://ejajufri.wordpress.com/2009/11/17/sakti-sihite-anda-dapat-menemui-dan-membaiat-saya/</link>
<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 03:33:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>ejajufri</dc:creator>
<guid>http://ejajufri.wordpress.com/2009/11/17/sakti-sihite-anda-dapat-menemui-dan-membaiat-saya/</guid>
<description><![CDATA[Ada begitu banyak cara instan untuk menjadi terkenal, salah satu cara yang ekstrem adalah mengaku me]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ada begitu banyak cara instan untuk menjadi terkenal, salah satu cara yang ekstrem adalah mengaku me]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MUI : Pengaku Rasul ALLAH Harus Diseret ke Meja Hijau]]></title>
<link>http://kangboed.wordpress.com/2009/11/16/mui-pengaku-rasul-allah-harus-diseret-ke-meja-hijau/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 10:47:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>KangBoed</dc:creator>
<guid>http://kangboed.wordpress.com/2009/11/16/mui-pengaku-rasul-allah-harus-diseret-ke-meja-hijau/</guid>
<description><![CDATA[MUI : Pengaku Rasul ALLAH Harus Diseret ke Meja Hijau.. Jakarta - Aktivitas Sakti A.S., yang menyebu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[MUI : Pengaku Rasul ALLAH Harus Diseret ke Meja Hijau.. Jakarta - Aktivitas Sakti A.S., yang menyebu]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[[WOW!!] Facebooker Mengaku Dirinya Rasul Allah ]]></title>
<link>http://kangboed.wordpress.com/2009/11/16/wow-facebooker-mengaku-dirinya-rasul-allah/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 10:41:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>KangBoed</dc:creator>
<guid>http://kangboed.wordpress.com/2009/11/16/wow-facebooker-mengaku-dirinya-rasul-allah/</guid>
<description><![CDATA[[WOW!!] Facebooker Mengaku Dirinya Rasul Allah.. hmm.. Apakah ini merupakan TANDA TANDA AKHIR JAMAN.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[[WOW!!] Facebooker Mengaku Dirinya Rasul Allah.. hmm.. Apakah ini merupakan TANDA TANDA AKHIR JAMAN.]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Syahadad]]></title>
<link>http://hajirikhusyuk.wordpress.com/2009/11/16/syahadad/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 00:53:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>hajirikhusyuk</dc:creator>
<guid>http://hajirikhusyuk.wordpress.com/2009/11/16/syahadad/</guid>
<description><![CDATA[Dari anta: Tulisan saudara Tahjud Syahadad Asyahadualla ilaaha illallah ini merupakan syahadat tauhi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong><span style="color:#0000ff;"><img class="alignleft size-full wp-image-684" title="indah" src="http://hajirikhusyuk.wordpress.com/files/2009/11/allah.jpg" alt="indah" width="300" height="225" /></span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Dari anta:</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Tulisan saudara Tahjud</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Syahadad</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;"><em>Asyahadualla ilaaha illallah </em>ini merupakan syahadat tauhid atau hakikat ketuhanan, iaitu  diri bathin manusia (Rohani)<br />
<em>Wa-asyhadu anna muhammadar rasulullah</em> ini merupakan syahadat rasul atau hakikat kerasulan, iaitu  diri zahir manusia. (Jasmani).</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Diri bathin (rohani) adalah sebenar-benarnya diri yang mengandungi,  Diri Rahasia Allah.<br />
Untuk menyatakan Diri Rahasia Allah, adalah diri zahir manusia.<br />
Sedangkan ….. perkataan <em>Muhammad</em> pada syahadad Rasul mengandungi erti, iaitu  diri zahir manusia,  yang di dalamya ada diri batin  yang menanggung Rahasia Allah.</span></strong></p>
<p><strong>Kejadian manusia adalah satu-satunya kejadian yang paling sempurna dan rapi, QS Al Mukminum 23:12,13,14: Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia daripada tanah, kemudian kami jadikan sari tanah itu air mani yang terletak dalam tempat yang kokoh, Kemudian Kami jadikan air mani itu segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan daging, dan segumpal daging Kami jadikan tulang belulang, kemudian tulang belulang itu Kami tutup dengan daging, sesudah itu Kami jadikan makhluk yang berbentuk lain, Maha Suci Allah pencipta yang paling baik.</strong></p>
<p><strong>Setelah jasad itu siap,  maka Allah meniupkan Ruhnya, QS Al As Sajdah 32:9: Setelah selesai bentuknya Aku ciptakan, maka Aku utus Ruhku ke dalamnya, maka dengan itulah ia melihat, bergerak dan berkuasa. Qs Hijr 15:29:Maka setelah Aku sempurnakan kejadiannya, maka Aku tiupkan Ruhku ke dalamnya, maka tunduklah kamu dengan bersujud.</strong></p>
<p><strong>Kemudian Allah meninggikan darajat manusia seperti firmannya   Q.S. At Tiin 95:4: Dan Kami tinggikan (muliakan) namamu.</strong></p>
<p><strong>Kemuliaan manusia karena manusialah yang sanggup menanggung Rahasia Allah Q.S. Al-Ahzab 33: 72: Sesungguhnya telah Kami kemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-ganang lalu mereka enggan memikulnya dan takut untuk menerimanya, kemudian amanah itu dipikul oleh manusia. </strong></p>
<p><strong>Dan kerana  firman Allah dalam surah Al-Ahzab 33:72 inilah kita mengucapkan  syahadad:</strong></p>
<p><strong>“<em>Asyahadualla Ilaaha Illallah Wa Asyahadu Anna Muhammadar Rasulullah”</em></strong></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">&#8220;Aku bersaksi tiada Tuhan yang disembah kecuali Allah dan Muhammad itu Rasullulah.&#8221;</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Bahawa, kita bersaksi dengan diri kita sendiri bahwa tiada yang nyata pada diri kita sendiri hanya Allah semata, dengan tubuh zahir kita sebagai tempat menanggung Rahasia Allah, dan kita akan menjaganya (Rahsia ini) sehingga ia kembali ke asalnya.</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">(Perhatian: Jangan tersalah tafsir kerana ia boleh menyebabkan syirik dan kufur, dan jangan juga menunding jari, mintalah hidayah kepada Allah semoga diberikan pemahaman dalam perkara ini.)</span></strong></p>
<address><strong><span style="color:#0000ff;">salam<br />
Tahjud</span></strong></address>
<address><strong><span style="color:#0000ff;">Balikpapan</span></strong></address>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Rindu Kami Padamu]]></title>
<link>http://wahyu2005.wordpress.com/2009/11/12/rindu-kami-padamu/</link>
<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 09:45:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>wahyu2005</dc:creator>
<guid>http://wahyu2005.wordpress.com/2009/11/12/rindu-kami-padamu/</guid>
<description><![CDATA[Bogor.12/11/2009 11:23:06 Rindu kami padamu Ya Rasul Rindu tiada terperi Berabad jarak darimu Ya Ras]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Bogor.12/11/2009 11:23:06</p>
<p><em>Rindu kami padamu Ya Rasul</em></p>
<p><em>Rindu tiada terperi</em></p>
<p><em>Berabad jarak darimu Ya Rasul</em></p>
<p><em>Serasa dikau disini</em></p>
<p><em>Cinta ikhlasmu pada manusia</em></p>
<p><em>Bagai cahaya suwarga</em></p>
<p><em>Dapatkah kami membalas cintamu secara bersahaja</em></p>
<p>Lantunan syair karangan sastrawan Taufik Ismail yang dinyanyikan Bimbo dengan syahdu, seperti biasa menemaniku <em>“berdialog dengan huruf dan kata”</em> di depan laptopku,</p>
<p><!--more-->Aku membayangkan…</p>
<p>saat ini* aku sedang berada di makam Rasulullah saw, untuk menziarahi Rasulullah saw</p>
<p>ijinkan hamba Ya Allah untuk menyapa Sang Musthafa, hamba terbaik Mu…</p>
<p><em>“Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala ali sayyidina Muhammad”</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>*saat ini adalah hari-hari dimana umat Islam menunaikan ibadah Haji, salah satu kegiatannya adalah berziarah ke makam Rasulullah saw, ada sebuah riwayat yang pernah saya baca [tapi nggak inget dimana] bahwa jika kita berziarah ke makam Rasulullah maka seolah-seolah menziarahi Rasulullah ketika Beliau masih hidup.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gerakkanlah Para Pahlawan]]></title>
<link>http://penuai.wordpress.com/2009/11/11/gerakkanlah-para-pahlawan/</link>
<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 12:23:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>penuai</dc:creator>
<guid>http://penuai.wordpress.com/2009/11/11/gerakkanlah-para-pahlawan/</guid>
<description><![CDATA[Yoel 3:9-10 &#8221; Maklumkanlah hali ini di antara bangsa-bangsa: bersiaplah untuk peperangan, gera]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="aligncenter size-full wp-image-199" title="warrior1" src="http://penuai.wordpress.com/files/2009/11/warrior1.jpg" alt="warrior1" width="102" height="128" /></p>
<p><a href="http://4.bp.blogspot.com/_jluNALX4kKU/SshuN3e-n9I/AAAAAAAABEs/gfeb9ZGlmX8/s1600-h/warrior1.jpg"></a><br />
Yoel 3:9-10 &#8221; <em>Maklumkanlah hali ini di antara bangsa-bangsa: bersiaplah untuk peperangan, gerakkanlah para pahlawan; suruhlah semua prajurit tampil dan maju! Tempalah mata bajakmu menjadi pedang dan pisau-pisau pemangkasmu menjadi tombak; baiklah orang yang tidak berdaya berkata : Aku ini pahlawan!</em>&#8220;</p>
<p><strong>Tuhan sedang membangkitkan umatNya tampil menjadi pahlawan</strong>.</p>
<p>Tuhan sedang membangkitkan umatNya untuk keluar dari ketakutan dan rasa tak berdaya menghadapi tantangan di akhir zaman. Tuhan mau kita menjadi tentara Allah yang tegak di atas kebenaran dan selalu perkasa menaklukkan segalan tantangan. Kita harus terus bergerak maju untuk mencapai tujuan Allah. Kita harus siap dan menanggapi dengan benar, karena Tuhan sedang menggerakkan para pahlawan.<br />
<!--more--><br />
Tuhan sedang membangkitkan generasi akhir zaman sebagai generasi Yosua yang menghancurkan benteng-benteng musuh dan merebut Tanah Perjanjian. Generasi Yosua akhir zaman ini digambarkan oleh Yoel 2:3 sebagai pasukan yang keluar dari padang gurun, menerobos musuh dengan kobaran api dan masuk ke tujuan Illahi (divine destiny) mereka, yaitu Taman Eden (Tanah Perjanjian). Pasukan ini sedang ditampilkan Tuhan untuk mengambil alih wilayah musuh supaya dikembalikan menjadi wilayah Kerajaan Allah.</p>
<p>Tuhan sedang membangkitkan dan melepaskan para pahlawan-Nya. Bahkan kepada orang-orang yang lemah, yang merasa tidak berdaya, Tuhan perintahkan supaya mereka berkata : &#8220;Aku adalah pahlawan.&#8221;</p>
<p><strong>Pesan Tuhan kepada jemaatNya adalah : &#8220;Aku akan datang segera! Aku akan mencurahkan Roh Kudus-Ku dengan luar biasa.&#8221;</strong></p>
<p>Karena Tuhan segera datang dan Ia mau berjumpa dengan umat-Nya yang siap, sebab itu Ia mencurahkan Roh Kudus-Nya di akhir zaman ini mempersiapkan kita. Roh Kudus sedang bekerja luar biasa untuk mengubahkan gerejaNya menjadi umat yang perkasa dan berkemenangan. Pada hari-hari terakhir, hujan Roh Kudus semakin deras, lebih deras dari pencurahan Roh Kudus pertama kali pada hari Pentakosta. Roh Kudus membangkitkan umatNya dan mentransformasikan umat yang biasa-biasa menjadi tentara yang besar dan perkasa yang bergerak maju oleh kuasa Allah (Yehezkiel 37:10) Tuhan sedang mentransformasikan orang lemah menjadi pahlawan. Ia sedang membuat &#8220;mata bajak&#8221; berubah menjadi pedang yang tajam dan pisau pemangkas menjadi tombak yang kokoh.</p>
<p><strong>Tentara Akhir zaman yang perkasa</strong><br />
Tentara Allah yang dahsyat menjelang hari Tuhan digambarkan oleh kitab Yoel pasal 2 seperti ini :<br />
Yoel 2 :1-2 &#8220;.<em>..sebab hari Tuhan datang, sebab hari itu sudah dekat; suatu hari gelap gulita dan kelam kabut, suatu hari berawan dan kelam pekat; seperti fajar di atas gunung-gunung terbentang suatu bangsa yang banyak dan kuat, yang serupa itu tidak pernah ada sejak purbakala, dan tidak akan ada lagi sesudah itu</em>&#8230;&#8221;</p>
<p>Pasukan ini muncul sebagai terang fajar di atas gunung di masa hari kelam kabut. Sekaranglah masa kelam kabut (masa kegelapan menutupi bangsa-bangsa, secara ekonomi, moral, dan lainnya) yang dimaksudkan.</p>
<p>Pasukan Allah ini membawa terang baru bagi orang yang dalam kegelapan, jumlahnya besar dan perkasa, karena Tuhan memobilisasikan umat-Nya di seluruh dunia dengan cara yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Kita hidup di masa kegemilangan Gereja Tuhan yang melebihi dari apa yang pernah terjadi sebelumnya.</p>
<p>Yoel 2:3 &#8220;<em>Di depannya api memakan habis, di belakangnya nyala api berkobar. Tanah di depannya seperti Taman Eden, tetapi di belakangnya padang gurun tandus, dan sama sekali tidak ada yang dapat luput.&#8221;</em></p>
<p>Pasukan ini bergerak dengan api. Mereka bernyala-nyala dengan api kegairahan oleh Roh Kudus. Penuh keberanian, semangat, dan cinta yang kudus. Ini terjadi karena memiliki hati yang murni dan tulus kepada Tuhan. Hidup yang sepenuhnya diabdikan bagi tujuan Tuhan dan kepentingan Tuhan, bukan lagi untuk kepentingan dan ambisi pribadi. Mereka adalah generasi yang keluar dari padang gurun. Keluar dari kegersangan hidup yang tidak menghasilkan bagi Kerajaan Allah. Mereka meninggalkan cara hidup yang tidak berbuah bagi kepentingan Kerajaan Allah. Mereka mengejar tujuan Allah dan rancangan Allah supaya dicapai dan digenapi dalam hidup mereka. Apa yang ada di depan mereka adalah Taman Eden. Mereka bergerak ke sasaran dan tujuan yang surgawi. Mereka tidak bergerak ke tujuan yang salah, <strong>karena berjalan dalam arahan dan tuntunan Roh Kudus.</strong> Mereka adalah pasukan yang unggul, karena telah lulus ditempa lewat kesukaran dan kesulitan masa lalu di padang gurun, dan menjadi trampil untuk mengejar dan meraih masa depan yang Allah sdiakan. Mereka adalah orang-orang yang memiliki fokus ke depan, melupakan dan meninggalkan apa yang di belakang untuk meraih panggilan sorgawi.</p>
<p>Yoel 2:4,7 : &#8220;Rupanya seperti kuda, dan seperti kuda balapan mereka berlari. Seperti pahlawan mereka berlari, seperti prajurit mereka naik tembok; dan mereka masing-masing berjalan terus dengan tidak membelok dari jalannya. &#8220;</p>
<p>Pasukan ini menggambarkan kekuatan dan kecepatan. Kuda adalah simbol kekuatan atau daya. Kuda balapan adalah kendaraan tercepat yang dimiliki pasukan pada zaman nabi Yoel. Jadi kuasa Roh Kudus bekerja di dalam pasukan akhir zaman sedemikian rupa, menjadikan mereka penuh kekuatan dan daya oleh karena kekuatan Roh Kudus dan bergerak dengan cepat. Ini berbicara tentang pertumbuhan rohani yang cepat dewasa dan tidak kerdil rohani, cepat menangkp hikmat dan maksud Tuhan. Mereka menangkap momentum Roh Kudus dan mengalami akselerasi rohani. Mereka bukan umat yang lamban mengerti dan lamban bertindk melakukan kehendak Allah. Ada kecerdasan Illahi yang Tuhan tuang ke dalam hidup pasukan akhir zaman ini. Hati nurani yang bersih dan murni adalah syarat dasar yang membuat kita dapat menangkap hikmat-Nya dengan terang.</p>
<p>Be that warrior !<br />
Kalau yang mau percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai Juru selamat pribadi, dapat berdoa seperti ini:</p>
<p>Tuhan, saya tahu saya orang yang berdosa, ampuni saya Tuhan. Mulai saat ini saya percaya dan mengundang Tuhan sebagai Tuhan dan Juru selamat pribadi saya. Masuklah dalam hati saya Tuhan Yesus dan bertakhtalah dalam hidup saya. Mulai sekarang saya akan melakukan semua kehendak Tuhan. Saya adalah milik Tuhan Yesus.<br />
Terima kasih. dalam Nama Tuhan Yesus, saya berdoa.<br />
Haleluya. Amin</p>
<p>Seperti ada tertulis di Ibrani 4:7 : &#8220;<em>Sebab itu Ia menetapkan pula suatu hari, yaitu &#8220;hari ini&#8221;, ketika Ia setelah sekian lama berfirman dengan perantaraan Daud seperti dikatakan di atas: &#8220;Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, <strong>jangan</strong>lah <strong>keraskan</strong> <strong>hatimu</strong>!&#8221;</em></p>
<p>&#160;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Prioritaskan Kerajaan Allah dan Kebenarannya]]></title>
<link>http://penuai.wordpress.com/2009/11/11/prioritaskan-kerajaan-allah-dan-kebenarannya/</link>
<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 12:19:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>penuai</dc:creator>
<guid>http://penuai.wordpress.com/2009/11/11/prioritaskan-kerajaan-allah-dan-kebenarannya/</guid>
<description><![CDATA[Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="aligncenter size-full wp-image-196" title="kingdavid_1" src="http://penuai.wordpress.com/files/2009/11/kingdavid_1.jpg" alt="kingdavid_1" width="205" height="320" /></p>
<p><em>Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia (Roma 14:17-18)</em></p>
<p>Siapa yang terkenal berkenan pada Allah dan dihormti manusia ? Tentu saja..Raja Daud. Tuhan sendiri telah berkata mengenai Daud : &#8220;<em>Aku telah mendapatkan Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku&#8221;.(Kisah Para Rasul 13:22)</em><br />
<!--more--><br />
Daud berkenan di hadapan Allah dan juga manusia. Bahkan pada tahun 1996 yang lalu, di Israel diadakan perayaan ulang tahun Daud yang ke 3000. Apa yang dikerjakan Daud sehingga ia berkenan kepada Allah dan dihormati manusia ?</p>
<p>1. <strong>Daud tidak pernah menyalahkan orang lain dan cepat bertobat dari kesalahannya</strong>. Ketika mau dihukum oleh Tuhan melalui nabi-Nya, ia tidak pernah menyalahkan orang lain. Ada contoh lain di Alkitab, misalnya Saul, ketika ditegur ia malah menyalahkan orang lain. Tetapi Daud tidak pernah seperti itu, sebab kalau ia dinyatakan bersalah, maka ia langsung mengakuinya dan segera minta ampun.</p>
<p>2. <strong>Daud begitu menghormati otoritas orang yang berada di atasnya</strong>. Daud itu luar biasa, bagaimana sikapnya kepada orang yang diatasnya yang berkali-kali mau membunuhnya. Daud mendapat kesempatan untuk membunuh Saul, tetapi Daud menolaknya sebab ia berkata,&#8221;<em>Aku tidak mau menjamah orang yang diurapi Tuhan! Kalau mau dihukum, biarlah tangan Tuhan saja yang menghukum!&#8221; demikianlah Daud tidak mau menjamah orang-orang yang berada di atasnya. (I Samuel 24:7)</em></p>
<p>3. <strong>Daud percaya bahwa Tuhan sanggup mengubah kutukan menjadi berkat baginya</strong>. Simei, seorang bawahan Daud memaki-maki Daud ketika Daud lari dari anaknya Absalom. Mendengar makian Simei itu, Abisai (pegawai Daud) berkata kepada Daud : &#8220;<em>Bagaimana tuanku, apakah ditebas saja batang lehernya?&#8221; tetapi di sini justru Daud memarahinya dan berkata, &#8220;Jangan lakukan itu, siapa tahu memang Tuhan yang menyuruh dia memaki-maki aku? Dia memaki-maki aku, tetapi anakku saja mau membunuh aku. Tetapi sebagai ganti aku dimaki-maki olehnya biarlah aku diberkati oleh Tuhan &#8221; (II Samuel 16:5-12).</em></p>
<p>4. <strong>Daud adalah orang yang sangat mengasihi Tuhan</strong>. Yang paling luar biasa adalah Daud adalah orang yang sangat mengasihi Tuhan. Ia adalah seorang pemuji dan pemazmur. Daud suka bercakap-cakap dengan Tuhan. Kitab Mazmur yang berjumlah 150 pasal itu, 73 pasal diantaranya ditulis oleh Daud.<br />
Dialah yang dipercaya Tuhan untuk membawa pola surgawi dalam doa, pujian, dan penyembahan yang dilakukan di bumi. Salah satu Mazmur yang paling indah adalah Mazmur 103:1-2 yang berkata : &#8220;<strong>Dari Daud, Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah Tuhan, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! &#8220;</strong></p>
<p>Mazmur 103:3-5 : <em>&#8220;Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat, Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali.</em>&#8220;</p>
<p>Apa yang spesial dari burung rajawali ? Burung rajawali dapat mencapai umur 70 tahun. Tetapi untuk bisa mencapai umur 70 tahun itu merupakan suatu pilihan. Karena pada umur 40 tahun, burung rajawali sebenarnya sudah tua, dengan ciri-ciri :<br />
1. Paruhnya bengkok sampai lehernya. Sehingga sulit untuk mematuk makanannya.<br />
2. Kuku-kukunya sudah tumpul, sulit untuk mencengkeram mangsa seperti tikus dan kelinci.<br />
3. Bulu-bulunya tebal sekali, sulit untuk terbang tinggi dan mengatasi badai.</p>
<p>So, apa yang harus dilakukan rajawali itu ? Ini adalah pilihan. Kalau ia mau mencapai umur 70 tahun, ia harus naik ke gunung yang tinggi dan menyendiri selama 6 bulan. Apa yang dilakukannya ?<br />
1. Rajawali harus bergumul dengan cara memukul-mukulkan paruhnya ke batu sampai lepas. Ia pasti kesakitan, tetapi setelah itu paruh yang baru akan tumbuh.<br />
2. Setelah itu, rajawali akan mencabut kukunya dengan paruh yang baru itu. Kuku-kuku yang lama dicabut dan kuku-kuku yang baru akan tumbuh,<br />
3. Selanjutnya bulu-bulunya dicabut dengan paruhnya dan keluarlah bulu-bulu yang baru seperti pada masa mudanya. Hingga akhirnya keluarlah seekor burung rajawali muda. Luar biasa&#8230;(prosesnya pasti sangat menyakitkan).</p>
<p>Dan Daud mengalami hal itu. Tuhan mau kita juga mengalami hal itu mengapa ? <strong>Karena kita adalah generasi Yosua/ Joshua Generation, yaitu generasi perang.</strong></p>
<p>Sekali lagi, seorang prajurit itu harus mempunyai roh, jiwa, dan tubuh yang sehat. Belakangan dikatakan bahwa Joshua Generation adalah mereka yang berusia 40 tahun ke bawah (termasuk saya!), tetapi juga mereka yang berusia 60,70, atau bahkan 80 tahun yang mempunyai roh, jiwa, tubuh yang sehat.</p>
<p><strong>Joshua Generation inilah yang paling memungkinkan untuk melihat kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya. Jadi pastikan roh, jiwa, dan tubuh kita dalam keadaan sehat dan sempurna pada waktu Tuhan Yesus datang untuk kali yang kedua. Amin!</strong></p>
<p>khotbah Pdt.DR.Ir. Niko Njotorahardjo<br />
Minggu, 6 September 2009 di Senayan</p>
<p>Kalau yang mau percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai Juru selamat pribadi, dapat berdoa seperti ini:</p>
<p>Tuhan, saya tahu saya orang yang berdosa, ampuni saya Tuhan. Mulai saat ini saya percaya dan mengundang Tuhan sebagai Tuhan dan Juru selamat pribadi saya. Masuklah dalam hati saya Tuhan Yesus dan bertakhtalah dalam hidup saya. Mulai sekarang saya akan melakukan semua kehendak Tuhan. Saya adalah milik Tuhan Yesus. Terima kasih. dalam Nama Tuhan Yesus, saya berdoa. Haleluya. Amin</p>
<p>Seperti ada tertulis di Ibrani 4:7 : &#8220;<em>Sebab itu Ia menetapkan pula suatu hari, yaitu &#8220;hari ini&#8221;, ketika Ia setelah sekian lama berfirman dengan perantaraan Daud seperti dikatakan di atas: &#8220;Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, <strong>jangan</strong>lah <strong>keraskan</strong> <strong>hatimu</strong>!&#8221;</em></p>
<p>&#160;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
