<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>razia &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/razia/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "razia"</description>
	<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 18:58:59 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Satpol PP Jambi rutin adakan Razia tempat mesum]]></title>
<link>http://pelepatilir.wordpress.com/2009/11/16/satpol-pp-jambi-rutin-adakan-razia-tempat-mesum/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 03:36:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>pelepatilir</dc:creator>
<guid>http://pelepatilir.wordpress.com/2009/11/16/satpol-pp-jambi-rutin-adakan-razia-tempat-mesum/</guid>
<description><![CDATA[Razia gabungan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Jambi, Satpol PP, Denpom dan Poltabes Jambi, Mingg]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Razia gabungan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Jambi, Satpol PP, Denpom dan Poltabes Jambi, Mingg]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Heboh.. Foto Razia Pelacur di Internet]]></title>
<link>http://lowayucybercomunity.wordpress.com/2009/11/08/heboh-foto-razia-pelacur-di-internet/</link>
<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 21:30:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>lowayucybercomunity</dc:creator>
<guid>http://lowayucybercomunity.wordpress.com/2009/11/08/heboh-foto-razia-pelacur-di-internet/</guid>
<description><![CDATA[Reaksi keras dan kemarahan terjadi di internet ketika sebuah foto yang beredar luas, menunjukkan pol]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div class="snap_preview">
<p><a href="http://solocybercity.files.wordpress.com/2009/11/razia-pelacur.jpg"><img style="float:left;margin-top:10px;margin-bottom:10px;margin-right:10px;" class="size-full wp-image-17916 alignleft" src="http://solocybercity.files.wordpress.com/2009/11/razia-pelacur.jpg?w=200&#038;h=175#38;h=175" alt="" width="200" height="175" /></a>Reaksi keras dan kemarahan terjadi di internet ketika sebuah foto yang beredar luas, menunjukkan polisi berpakaian preman menarik rambut wanita telanjang selama razia prostitusi.</p>
<p>Foto itu merupakan satu dari serangkaian foto yang diambil oleh media lokal China, saat meliput razia polisi di sarang-sarang prostitusi dan perjudian di Zhengzhou, ibu kota provinsi Henan, kata pejabat China Daily, yang menerbitkan foto kontroversial<span id="more-17915"></span> itu.</p>
<p>“Polisi menjambak rambut seseorang dalam proses penegakan hukum, dan memaksa mengambil foto telanjang dengan maksud kekerasan,” kata salah satu user di portal web populer Chinaren.</p>
</p>
<p><!--more-->“Ini tindak pidana yang jauh lebih serius daripada pelacuran!”
</p>
<p>Sebuah video klip tentang penyergapan itu juga beredar online. “Berapa banyak kamu ‘melakukan’ malam ini?,” polisi mengatakan pada wanita yang bersimpuh telanjang di lantai.</p>
<p>Insiden penjambakan tersebut hanya terlihat di foto, namun tidak di video.</p>
<p>Seorang jubir kantor polisi Zhengzhou yang menolak disebutkan namanya mengatakan, penyelidikan kasus tersebut terus berlangsung, tapi ia menolak memberikan rincian lebih lanjut.</p>
<p>China memiliki populasi online terbesar di dunia dengan sedikitnya 338 juta user. Dan internet merupakan salah satu pelarian untuk melampiaskan rasa frustrasi akan kontrol ketat media oleh pemerintah.</p>
<p>Polling yang ditampilkan pada website berita yang berafiliasi dengan agensi investegasi tertinggi China mengemukakan bahwa 57 persen menentang publikasi foto terbaru dengan alasan “pelacur juga punya hak asasi.”</p>
<p>Sekitar 35 persen lainnya juga menentang metode yang digunakan polisi, tapi menyalahkan media atas publikasi yang dilakukan. Survey yang dilakukan diikuti oleh 870 responden pada Rabu lalu. [inilah.com]</p>
</p></div>
<div class="zemanta-pixie"><img class="zemanta-pixie-img" alt="" src="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=54d7b573-637f-8f03-85d1-0f26223c07b1" /></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Heboh.. Foto Razia Pelacur di Internet]]></title>
<link>http://yoyoxcomputer.wordpress.com/2009/11/08/heboh-foto-razia-pelacur-di-internet/</link>
<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 21:30:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>Yoyox Computer</dc:creator>
<guid>http://yoyoxcomputer.wordpress.com/2009/11/08/heboh-foto-razia-pelacur-di-internet/</guid>
<description><![CDATA[Reaksi keras dan kemarahan terjadi di internet ketika sebuah foto yang beredar luas, menunjukkan pol]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Reaksi keras dan kemarahan terjadi di internet ketika sebuah foto yang beredar luas, menunjukkan pol]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Momo disitaa~ TTwTT]]></title>
<link>http://aikonokotoba.wordpress.com/2009/10/29/momo-disitaa-ttwtt/</link>
<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 15:44:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>Aiko-chan</dc:creator>
<guid>http://aikonokotoba.wordpress.com/2009/10/29/momo-disitaa-ttwtt/</guid>
<description><![CDATA[Hari ini&#8230; hari yang sukses bikin Aiko dag-dig-dug!! Pasalnya&#8230; Hape&#8217;nya kena RAZIAA]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Hari ini&#8230; hari yang sukses bikin Aiko dag-dig-dug!!</p>
<p>Pasalnya&#8230;</p>
<p>Hape&#8217;nya kena RAZIAAA!!! *ngibrit ala banci Taman Lawang*</p>
<p>Hukz~ Deg-degan banget pas Guru IPA bilang, &#8220;sini-in hape kamu&#8221;</p>
<p><em>Hukz&#8230; Ibuu~ Momo&#8230; eh&#8230; Suami saya jangan diapa-apain buu&#8230; Hukz&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </em></p>
<p>Setelah para guru pergi, tinggalah Aiko menangis meraung-raung meratapi dirinya terpisah dari sang suami.</p>
<p>Sampai akhirnya&#8230;</p>
<p>&#8220;Aiko!&#8221;</p>
<p>Aiko pun dipanggil ke ruang guru&#8230;</p>
<p>Guru: Aiko, sini!<br />
Aiko: Ya, bu~<br />
Guru: Ini siapa? *nunjuk <a title="Ohkuchi Kengo" href="http://aikonokotoba.wordpress.com/files/2009/05/000010.jpg" target="_blank">foto kengo</a>*<br />
Aiko: Suami saya, bu~ *senyum inosen*<br />
Guru: Ini?? *nunjuk <a title="Hongo Kanata" href="http://aikonokotoba.wordpress.com/files/2009/05/a0c456ae7603d1e7137b2932acbfe8ef1235524811_full.jpg" target="_blank">foto Kanata</a>*<br />
Aiko: Anak sulung saya, bu~<br />
Guru: Kalo yang ini?? *nunjuk <a title="Kanesaki Kentaro" href="http://aikonokotoba.wordpress.com/files/2009/05/ken-chan_03.jpg" target="_blank">foto Kanetan</a>*<br />
Aiko: Ung&#8230; seingkuhan saya??</p>
<p>Hahay~ Kidding~ Kidding~</p>
<p>Tapi, yang jelas en pasti, itu guru malah cengar-cengir mesum melihat ketiga cowok itu&#8230;</p>
<p>Uwagh! Ibu jahatt!! Suami saya bu! Anak saya bu! Pacar saya bu!Jangan di&#8217;perawanin&#8217; sendirian doonkk~!! DX *ngamuk-ngamuk*</p>
<p>Yaahh&#8230; pokoknya, sensasinya mendebarkan deh&#8230; Aduuhh~ gak kebayang kalo malem ini Aiko tidur tanpa Momo-chan&#8230; *meluk-meluk Momo, nendang Ouji, Kanetan, en Kengo keluar kamar*</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Hari ini, Koko membaca dan memahami doujin yang kemaren malem di donlotnya.</p>
<p>Uh~!! Poko&#8217;e Prikitiww!! njos genjoss!! Gilaaaa~!! </p>
<p><strong>current song</strong>: Sanada Genichiro &#8211; Valentine Kiss<br />
<strong>current mood</strong>: ngatuukkk~<br />
<strong>location</strong>: home</p>
<p>~Owari~</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Operasi Imbangan Jelang Pelantikan Presiden]]></title>
<link>http://polreskuningan.wordpress.com/2009/10/21/operasi-imbangan-jelang-pelantikan-presiden/</link>
<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 04:25:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>polreskuningan</dc:creator>
<guid>http://polreskuningan.wordpress.com/2009/10/21/operasi-imbangan-jelang-pelantikan-presiden/</guid>
<description><![CDATA[Kuningan &#8211; Dalam rangka mengantisipasi gangguan Kamtibmas dan menciptakan situasi kondusif di ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kuningan &#8211; Dalam rangka mengantisipasi gangguan Kamtibmas dan menciptakan situasi kondusif di ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kampus UI Merazia Pengendara Roda Dua]]></title>
<link>http://xdayonicex.wordpress.com/2009/10/14/kampus-ui-merazia-pengendara-roda-dua/</link>
<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 08:28:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>xdayonicex</dc:creator>
<guid>http://xdayonicex.wordpress.com/2009/10/14/kampus-ui-merazia-pengendara-roda-dua/</guid>
<description><![CDATA[DEPOK &#8211; Kampus UI bekerjasama dengan Polres Depok merazia sejumlah penggendara roda dua yang m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:left;"><img class="aligncenter" title="Razia UI" src="http://xdayonicex.wordpress.com/files/2009/10/dsc_0273.jpg?w=300" alt="Razia UI" width="394" height="257" /><br />
DEPOK &#8211; Kampus UI bekerjasama dengan Polres Depok merazia sejumlah penggendara roda dua yang melintas di areal kampus, Senin (12/10). Razia dipusatkan pada empat titik diseluruh areal kampus UI. Razia yang dimulai pukul 10:00 itu sempat membuat kaget pengendara umum yang kebetulan melintas maupun mahasiswa UI.</p>
<p>Razia yang digelar untuk kali ke-empatnya ini dimaksudkan untuk menekan angka kriminalitas dan kecelakaan di areal kampus. Dadan Erwandi yang bertanggung jawab mengkepalai Pembinaan Kampus, menuturkan setiap harinya kecelakaan kerap terjadi 1-2 peristiwa. Begitu juga pencurian dan penodongan, maka tak heran kawasan UI dijadikan mangsa bagi penjahat untuk melancarkan aksi kejahatan.</p>
<p>Kapolres Depok Sukardi yang turut mendukung operasi, ini menambahkan sudah banyak laporan kejahatan yang terjadi khususnya di areal kampus UI, lokasi yang sepi dan terbatasnya Satuan Pengamanan (Satpam) disinyalir membuat praktik kejahatan terus terjadi. Dengan adanya razia, ini kepolisian dan otoritas kampus UI dapat menepis anggapan bahwa kampus UI bukan sarang kriminalitas.</p>
<p>Menurut Dadan kebanyakan pengendara roda dua yang melintas bukan masyarakat UI, hampir lebih dari setengahnya adalah pelintas yang berasal dari Depok, Bogor dan sekitarnya.</p>
<p>Dari pantauan saya, hingga pukul 11 siang telah terjaring ratusan pengendara yang kedapatan tanpa Surat Ijin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomer Kendaraan (STNK). Ratusan pengendara yang melanggar nantinya akan diberi sangsi denda.</p>
<p>Sementara sejumlah pelanggar mengeluhkan operasi yang dilakukan pihak kampus, &#8220;kampus itu tempat belajar dan menuntut ilmu, untuk apa dirazia seperti ini,&#8221; seloroh mahasiswa yang tidak mau disebutkan namanya. Berbeda yang dialami Daud mahasiswa Poltek UI yang bersitegang dengan pihak kampus karena merasa dipersalahkan padahal segala kelengkapan berkendara dikantonginya. Ia merasa apa yang dilakukannya sudah sesuai dengan prosedur berkendaraan namun ia tetap saja diproses.</p>
<p style="text-align:left;">Berdasarkan data yang diberikan otoritas kampus, kepolisian Polres Depok dan UI telah berhasil menjaring 235 kasus pada razia pertama,  razia kedua mencapai 237 dan yang ketiga sejumlah 178.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Keperawanan Siswi SMP dihargai Rp 2 Juta]]></title>
<link>http://okepress.wordpress.com/2009/10/07/keperawanan-siswi-smp-dihargai-rp-2-juta/</link>
<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 05:07:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>okepress</dc:creator>
<guid>http://okepress.wordpress.com/2009/10/07/keperawanan-siswi-smp-dihargai-rp-2-juta/</guid>
<description><![CDATA[20 Siswi SMP Obral Kegadisan Rp 2 Juta Jakarta (28 Desember 2008 ) -Pengungkapan kasus 20 siswi SMP ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[20 Siswi SMP Obral Kegadisan Rp 2 Juta Jakarta (28 Desember 2008 ) -Pengungkapan kasus 20 siswi SMP ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Satpol PP | Sebuah Ironi]]></title>
<link>http://deltapapa.wordpress.com/2009/09/16/satpol-pp-sebuah-ironi/</link>
<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 10:10:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>deltapapa</dc:creator>
<guid>http://deltapapa.wordpress.com/2009/09/16/satpol-pp-sebuah-ironi/</guid>
<description><![CDATA[Kita tentu masih ingat berita-berita tentang razia oleh Satpol Polisi Pamong Praja. Mulai dari razia]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kita tentu masih ingat berita-berita tentang razia oleh Satpol Polisi Pamong Praja. Mulai dari razia]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[GP2 Series em Monza: 2ª Corrida]]></title>
<link>http://motorsandworldnews.wordpress.com/2009/09/13/gp2-series-em-monza-2%c2%aa-corrida/</link>
<pubDate>Sun, 13 Sep 2009 10:47:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>cdmafra</dc:creator>
<guid>http://motorsandworldnews.wordpress.com/2009/09/13/gp2-series-em-monza-2%c2%aa-corrida/</guid>
<description><![CDATA[Nico Hülkenberg garantiu o título da GP2 em 2009 na penúltima jornada do campeonato, ao ficar no ter]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img src="http://cdn.images.autosport.com/editorial/1252838230.jpg" border="1" alt="Luiz Razia and Nico Hulkenberg on the Monza podium" hspace="10" width="275" height="183" align="right" />Nico Hülkenberg garantiu o título da GP2 em 2009 na penúltima jornada do campeonato, ao ficar no terceiro lugar na segunda corrida de Monza. O português Álvaro Parente foi forçado abandonar após um pião na primeira chicane.</p>
<p>O piloto português, penalizado no dia anterior, já tinha recuperado de 11º para sétimo e estava a atacar o sexto lugar de Giedo van der Garde. O holandês defendeu-se ao desviar-se para a esquerda e, para o evitar, Álvaro Parente foi à relva, entrou em pião e acabou parado na chicane.</p>
<p>Luiz Razia teve uma corrida calma para conquistar a sua primeira vitória nas GP2 Main Series. No segundo posto ficou outro brasileiro, Lucas di Grassi. Nico Hülkenberg foi sempre terceiro, defendendo-se de Vitaly Petrov. O russo perdeu definitivamente as hipóteses de lutar pelo título ao ir à escapatória, pois perdeu o 4º lugar para Jérôme d&#8217;Ambrosio. Assim, o russo ficou no 5º lugar final. O vencedor da 1ª Corrida do fim-de-semana, Giedo van der Garde, foi o 6º classificado.</p>
<p>Destaque para o acidente que eliminou Diego Nunes (iSport) e Dani Clos (Racing Engineering). Logo na 1ª volta, os dois pilotos envolveram-se, causando um acidente aparatoso, com o carro do piloto da Racing Engineering a ficar virado. Apesar do aparato, o acidente não teve consequências físicas para os pilotos.</p>
<p>Quanto a Karun Chandhok, o indiano da Ocean Racing Technology, foi o 12º classificado, depois de mais uma corrida discreta.</p>
<p>Ricardo Teixeira, o piloto angolano que corre com licença portuguesa, na Trident, foi o 14º. Ricardo Teixeira teve que cumprir uma penalização de travessia da via das boxes por ter queimado a partida, sendo o último dos pilotos a terminar a corrida.</p>
<p><span style="color:#ff0000;">Quando possível, postarei os resultados desta corrida.</span></p>
<pre><span style="color:#0000ff;">Pos  Piloto               Equipa              Tempo/Gap</span>
 1.  Luiz Razia           Scuderia Coloni     35m12.921s
 2.  Lucas di Grassi      Racing Engineering    +  2.576
 3.  Nico Hulkenberg      ART                   +  4.955
 4.  Jerome D'Ambrosio    DAMS                  +  7.374
 5.  Vitaly Petrov        Addax                 +   7.92
 6.  Giedo van der Garde  iSport                +  8.687
 7.  Roldan Rodriguez     Piquet                +  9.133
 8.  Davide Rigon         Trident               + 13.395
 9.  Davide Valsecchi     Addax                 + 24.809
10.  Javier Villa         Super Nova            + 25.492
11.  Alberto Valerio      Piquet                + 26.254
12.  Karun Chandhok       Ocean                 + 33.526
13.  Michael Herck        DPR                   +  35.32
14.  Ricardo Teixeira     Trident               + 59.622
DNF. Pastor Maldonado     ART                 19 voltas completadas
DNF. Johnny Cecotto Jr    DPR                 18 voltas completadas
DNF. Kamui Kobayashi      DAMS                18 voltas completadas
DNF. Luca Filippi         Super Nova          15 voltas completadas
DNF. Andreas Zuber        Scuderia Coloni     11 voltas completadas
DNF. Alvaro Parente       Ocean               6 voltas completadas
DNF. Edoardo Mortara      Arden               6 voltas completadas
DNF. Sergio Perez         Arden               1 volta completada
DNF. Diego Nunes          iSport              0 voltas completadas
DNF. Dani Clos            Racing Engineering  0 voltas completadas</pre>
<p>fonte (texto): <a href="http://autosport.aeiou.pt/gen.pl?p=stories&#38;op=view&#38;fokey=as.stories/76325">http://autosport.aeiou.pt/gen.pl?p=stories&#38;op=view&#38;fokey=as.stories/76325</a></p>
<p>imagem em: <a href="http://www.autosport.com/news/report.php/id/78588">http://www.autosport.com/news/report.php/id/78588</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[GP2 Series at Monza: Sprint Race]]></title>
<link>http://enmotorsandworldnews.wordpress.com/2009/09/13/gp2-series-at-monza-sprint-race/</link>
<pubDate>Sun, 13 Sep 2009 10:45:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>cdmafra</dc:creator>
<guid>http://enmotorsandworldnews.wordpress.com/2009/09/13/gp2-series-at-monza-sprint-race/</guid>
<description><![CDATA[Luiz Razia became the 10th different winner in the 2009 GP2 Series with a lights-to-flag effort in t]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:13px;color:#000000;line-height:18px;"><img src="http://cdn.images.autosport.com/editorial/1252838230.jpg" border="1" alt="Luiz Razia and Nico Hulkenberg on the Monza podium" hspace="10" width="275" height="183" align="right" />Luiz Razia became the 10th different winner in the 2009 GP2 Series with a lights-to-flag effort in the sprint race at Monza today, while Nico Hulkenberg secured the championship with third.</p>
<p style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:13px;color:#000000;line-height:18px;">Razia, who had only scored his first point of the season a day earlier when he was promoted to eighth after a post-race penalty was issued to Alvaro Parente, made a perfect start from pole, and after surviving an initial challenge from Racing Engineering&#8217;s Lucas di Grassi, never looked threatened.</p>
<p style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:13px;color:#000000;line-height:18px;">He crossed the line 2.1s clear of his compatriot, the victory coming just two weeks after his Coloni team was forced to miss the Spa round due to its cars being impounded as part of a legal dispute.</p>
<p style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:13px;color:#000000;line-height:18px;">Di Grassi&#8217;s second place owed everything to his superb start &#8211; the Brazilian made up five places on the run to the first corner &#8211; but while he was unable to do anything about Razia, he was equally unthreatened by Hulkenberg (ART) behind him.</p>
<p style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:13px;color:#000000;line-height:18px;">Hulkenberg had other priorities. The German needed just one point to finally put the championship beyond the reach of rival Vitaly Petrov (Addax), and while the Russian challenged him early on, a late mistake dropped him to fifth behind DAMS&#8217; Jerome D&#8217;Ambrosio, and left Hulkenberg free to become the first driver ever to secure the GP2 crown with a round still to spare.</p>
<p style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:13px;color:#000000;line-height:18px;">Feature race winner Giedo van der Garde (iSport) scored the final point in sixth.</p>
<p style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:13px;color:#000000;line-height:18px;">The race was fairly processional compared with the excitement of yesterday, although the safety car was needed on the first lap when Diego Nunes and Dani Clos clashed on the run up to the first Lesmo. Both cars ended up in the gravel &#8211; in Clos&#8217;s case, upside down.</p>
<p style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:13px;color:#000000;line-height:18px;"><span style="color:#ff0000;">Here are the results of this race:</span></p>
<pre style="font:normal normal normal 12px/18px Consolas, Monaco, 'Courier New', Courier, monospace;"><span style="color:#0000ff;">Pos  Driver               Team                Time/Gap</span>
 1.  Luiz Razia           Scuderia Coloni     35m12.921s
 2.  Lucas di Grassi      Racing Engineering    +  2.576
 3.  Nico Hulkenberg      ART                   +  4.955
 4.  Jerome D'Ambrosio    DAMS                  +  7.374
 5.  Vitaly Petrov        Addax                 +   7.92
 6.  Giedo van der Garde  iSport                +  8.687
 7.  Roldan Rodriguez     Piquet                +  9.133
 8.  Davide Rigon         Trident               + 13.395
 9.  Davide Valsecchi     Addax                 + 24.809
10.  Javier Villa         Super Nova            + 25.492
11.  Alberto Valerio      Piquet                + 26.254
12.  Karun Chandhok       Ocean                 + 33.526
13.  Michael Herck        DPR                   +  35.32
14.  Ricardo Teixeira     Trident               + 59.622
DNF. Pastor Maldonado     ART                 19 laps completed
DNF. Johnny Cecotto Jr    DPR                 18 laps completed
DNF. Kamui Kobayashi      DAMS                18 laps completed
DNF. Luca Filippi         Super Nova          15 laps completed
DNF. Andreas Zuber        Scuderia Coloni     11 laps completed
DNF. Alvaro Parente       Ocean               6 laps completed
DNF. Edoardo Mortara      Arden               6 laps completed
DNF. Sergio Perez         Arden               1 lap completed
DNF. Diego Nunes          iSport              0 laps completed
DNF. Dani Clos            Racing Engineering  0 laps completed</pre>
<p style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:13px;color:#000000;line-height:18px;">in: <a href="http://www.autosport.com/news/report.php/id/78588">http://www.autosport.com/news/report.php/id/78588</a></p>
<p style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:13px;color:#000000;line-height:18px;">
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[GILAAAA]]></title>
<link>http://jalankita.wordpress.com/2009/09/09/gilaaaa/</link>
<pubDate>Wed, 09 Sep 2009 10:33:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>agn</dc:creator>
<guid>http://jalankita.wordpress.com/2009/09/09/gilaaaa/</guid>
<description><![CDATA[Pfff&#8230; Memulai thesis ini sungguh harus dengan semangat 45.. Anyway, sesekali kita melihat hibu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Pfff&#8230; Memulai thesis ini sungguh harus dengan semangat 45.. Anyway, sesekali kita melihat hibu]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pasangan Pelajar dan Guru Terjaring Razia]]></title>
<link>http://siswomahardani.wordpress.com/2009/09/05/pasangan-pelajar-dan-guru-terjaring-razia/</link>
<pubDate>Sat, 05 Sep 2009 07:47:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>siswomahardani</dc:creator>
<guid>http://siswomahardani.wordpress.com/2009/09/05/pasangan-pelajar-dan-guru-terjaring-razia/</guid>
<description><![CDATA[Kediri &#8211; Dua pasangan mesum berprofesi pelajar dan guru diamankan petugas gabungan dari berbag]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Kediri</strong> &#8211; Dua pasangan mesum berprofesi pelajar dan guru diamankan petugas gabungan dari berbagai satuan di Mapolresta Kediri di hotel, Sabtu (5/9/2009). Dari 3 hotel, polisi hanya menemukan pasangan mesum di 2 hotel.<br />
<!--more..Baca lebih detail--><br />
Razia digelar dengan mendatangi Hotel Crown di Jalan Mayor Bismo, Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota. Di hotel itu petugas mengamankan pasangan GE (17), pelajar kelas XI salah satu SMA Negeri di Kecamatan Plemahan dan TZ (14), pelajar kelas VIII di salah satu madrasah tsanawiyah negeri di Kota Kediri.</p>
<p>Mendatangi Hotel Salma di Jalan Semeru, Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto, polisi mengamankan Sutariyadi (37), seorang guru di salah satu SMA swasta di Kota Malang bersama Ismi (43), seorang janda asal Kabupaten Ponorogo.</p>
<p>Usai di Hotel Crown petugas melanjutkan razia mendatangi Hotel Pardikan Asri Jalan KH.Achmad Sahlan, Kelurahan/Kecamatan Mojoroto tersebut petugas tidak menemukan adanya pasangan mesum.</p>
<p>Pasangan yang diamankan selanjutnya digiring ke Mapolresta Kediri. Sebelum akhirnya dilepaskan, keduanya didata dan diambil sidik jarinya untuk keperluan pembuatan surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya.</p>
<p>Kapolresta Kediri AKBP Rastra Gunawan seusai razia mengaku kegiatan ini dilaksanakan sebagai salah satu rangkaian operasi penyakit masyarakat (pekat) yang rutin dilakukan selama bulan Ramadan. Hotel menjadi sasaran setelah dianggap seringkali dijadikan ajang perbuatan mesum, yang dikhawatirkan mengganggu kekhusukan ibadah puasa umat muslim.<br />
<strong>(Detik.com)</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sidak Mamin, Temukan Miras Golongan A]]></title>
<link>http://maslahiy.wordpress.com/2009/09/02/sidak-mamin-temukan-miras-golongan-a/</link>
<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 12:16:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>Maslahiy Malang</dc:creator>
<guid>http://maslahiy.wordpress.com/2009/09/02/sidak-mamin-temukan-miras-golongan-a/</guid>
<description><![CDATA[MALANG &#8211; Razia mamin (makanan dan minuman) kedaluwarsa serta minuman keras mulai dilakukan tim]]></description>
<content:encoded><![CDATA[MALANG &#8211; Razia mamin (makanan dan minuman) kedaluwarsa serta minuman keras mulai dilakukan tim]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sambut Ramadhan, Polsek Metro Pancoran Gelar Razia Miras Dan Petasan]]></title>
<link>http://polsekpancoran.wordpress.com/2009/09/01/sambut-ramadhan-polsek-metro-pancoran-gelar-razia-miras-dan-petasan/</link>
<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 17:46:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>polsekpancoran</dc:creator>
<guid>http://polsekpancoran.wordpress.com/2009/09/01/sambut-ramadhan-polsek-metro-pancoran-gelar-razia-miras-dan-petasan/</guid>
<description><![CDATA[Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1430 H, Polsek Metro Pancoran melaksanakan oper]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1430 H, Polsek Metro Pancoran melaksanakan operasi “Cipta Kondisi – 2009” dengan sasaran antara lain minuman keras dan petasan. Operasi di bawah pimpinan langsung Kapolsek Metro Pancoran, Kompol H. Erzan Alim.SH beserta Wakapolsek Metro Pancoran, AKP Sugiyono dan para Kanit dan Kapolpos jajaran Polsek Metro Pancoran serta didukung oleh Pokdar Kamtibmas Siskompan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari operasi tersebut telah diamankan barang bukti berbagi macam minuman yang termasuk daftar G serta bermacam-macam jenis petasan buatan lokal maupun produk dari luar.<!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan waktu pelaksanaannya, pada operasi pertama tanggal 31 Juli 2009 telah diamankan dari Sdr. A.S dan Sdri. N.P bertempat di Jl. Pengadegan Utara Rt.03/08 sebanyak 205 dus / 6.150 botol minuman keras berbagai merek. Selanjutnya pada tanggal 03 Agustus 2009 telah diamankan sebanyak 13 dus minuman keras berbagai merk dari Sdr. Skd bertempat di Jl. Pengadegan Timur III.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan untuk petasan pada tanggal 29 Agustus 2009 telah diamankan 1 (satu) dus petasan korek api dari Sdr. Nasik di Jl. Veteran Rt.07/03 Duren Tiga, Pancoran, Jaksel. Dan pada tanggal 30 Agustus 2009 berhasil pula diamankan berbagai macam petasan dan kembang api dari operasi di sekitar Plaza Kalibata.</p>
<p style="text-align:justify;">Selanjutnya seluruh barang bukti tersebut dibawa ke Polsek Metro Pancoran guna dimusnahkan.</p>
<div id="attachment_262" class="wp-caption aligncenter" style="width: 478px"><a href="http://polsekpancoran.wordpress.com/galeri-foto/" target="_self"><img class="size-full wp-image-262" title="MIRAS" src="http://polsekpancoran.wordpress.com/files/2009/09/miras1.jpg" alt="Barang Bukti Miras Yang Di Sita" width="468" height="330" /></a><p class="wp-caption-text">Barang Bukti Miras Yang Di Sita</p></div>
<div id="attachment_264" class="wp-caption aligncenter" style="width: 478px"><a href="http://polsekpancoran.wordpress.com/galeri-foto/" target="_self"><img class="size-full wp-image-264" title="PETASAN" src="http://polsekpancoran.wordpress.com/files/2009/09/petasan1.jpg" alt="Barang Bukti Petasan Yang Di Sita" width="468" height="393" /></a><p class="wp-caption-text">Barang Bukti Petasan Yang Di Sita</p></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pendatang Gelap Terjaring Razia Teroris]]></title>
<link>http://siswomahardani.wordpress.com/2009/08/27/pendatang-gelap-terjaring-razia-teroris/</link>
<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 15:19:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>siswomahardani</dc:creator>
<guid>http://siswomahardani.wordpress.com/2009/08/27/pendatang-gelap-terjaring-razia-teroris/</guid>
<description><![CDATA[Dua warga negara Cina tanpa identitas alias pendatang gelap, terjaring razia teroris yang digelar Po]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Dua warga negara Cina tanpa identitas alias pendatang gelap, terjaring razia teroris yang digelar Polres Karimun, di belasan hotel dan wisma di Tanjung Balai Karimun (TBK), Provinsi Kepulauan Riau, Selasa dinihari (28/7).</p>
<p><!--more..Baca lebih detail--><br />
&#8220;Dua warga negara Cina itu diamankan polisi di Hotel Wiko Ria kamar 404 TBK, masing-masing bernama Sherina (22) dan Maryam (23),&#8221; kata Kapolres Karimun, AKBP Djoko Rudi, di Mapolres Karimun.</p>
<p>Djoko mengatakan, saat diperiksa keduanya tidak mengantongi paspor yang seharusnya mereka bawa, saat berada di wilayah negara Republik Indonesia. &#8220;Mereka mengaku paspornya dipegang agen kapal yang membawanya ke sini,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dikatakannya, sampai saat ini pihaknya belum dapat menghubungi pihak agen kapal yang memegang paspor keduanya untuk mengecek keterangan yang bersangkutan saat diperiksa di Sat-Intelkam Polres Karimun.</p>
<p>&#8220;Apa pun alasannya mereka harus membawa identitas diri saat berada di wilayah Indonesia. Terkait hal itu kami akan berkoordinasi dengan pihak imigrasi terhadap pelanggaran yang dilakukannya,&#8221; terangnya.</p>
<p>Djoko Rudi mengatakan, razia tersebut merupakan rangkaian kegiatan mengantisipasi pelarian teroris pascaledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton Jakarta, Jumat (17/7) lalu.</p>
<p>&#8220;Sasaran kami memang puluhan hotel dan wisma kelas menengah dengan mengecek identitas para tamu mencegah kemungkinan kaburnya pelaku teror bom Jakarta,&#8221; katanya.</p>
<p>Di tempat yang sama, Nick Lee Bin Moh Alwi (34), seorang warga negara Malaysia mengaku sengaja membawa dua warga Malaysia itu ke TBK untuk kunjungan wisatawan.</p>
<p>&#8220;Salah satunya (Sherina) adalah tunangan saya, sedangkan Maryam saudaranya. Kami sudah seminggu menginap di sana,&#8221; kata Nick.</p>
<p>Nick mengaku tunangan dan saudaranya itu memang warga negara China, namun sudah lama menetap di Malaysia. &#8220;Saya kenal dia sudah dua tahun,&#8221; kata dia.</p>
<p>Dua WN Cina tanpa identitas itu sama sekali tidak bisa berbahasa Indonesia atau Inggris, sehingga polisi terpaksa meminta bantuan Nick untuk memeriksa keduanya.</p>
<p><strong>Turut Terjaring</strong></p>
<p>Kapolres Djoko Rudi juga mengatakan, razia tersebut turut menjaring 13 pasangan tanpa nikah serta 17 orang tanpa identitas, salah satunya warga negara Singapura, Lim Kwee Thye (70) yang diamankan bersama pasangannya, An, di kamar 208, Hotel Artha TBK.</p>
<p>Kebanyakan yang terjaring adalah wanita penjaja seks komersial yang diamankan bersama pasangannya, meski ada beberapa orang yang hanya tamu biasa.</p>
<p>Dalam kegiatan itu, polisi juga menjaring seorang siswi SMA di salah satu wisma yang mengaku hanya mengunjungi temannya di salah satu kamar wisma itu.</p>
<p>&#8220;Razia ini bertujuan untuk memastikan sejauh mana peran aktif pihak hotel dalam mendata identitas para tamunya untuk mencegah masuknya teroris,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Razia tersebut digelar secara serentak di belasan hotel dan wisma serta penginapan sejak pukul 23:00 hingga 00:30 WIB dinihari.</p>
<p>Pasangan tanpa nikah dan tanpa identitas itu kemudian digiring ke Mapolres Karimun untuk didata.</p>
<p>&#8220;Sesuai perintah dari Mabes Polri, razia itu akan kami gelar 3 kali dalam seminggu secara rutin,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Dia menambahkan, kegiatan itu diadakan secara intensif dengan mengerahkan seluruh kekuatan yang ada mengingat Karimun tidak tertutup kemungkinan jadi pelarian teroris karena posisinya yang berada di perbatasan. <strong>[TMA, Ant]</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jangan Mau Ditilang Sembarangan]]></title>
<link>http://indracristian.wordpress.com/2009/08/27/jangan-mau-ditilang-sembarangan/</link>
<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 06:46:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>indracristian</dc:creator>
<guid>http://indracristian.wordpress.com/2009/08/27/jangan-mau-ditilang-sembarangan/</guid>
<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja kebutuhan, saya sekeluarga pulang dengan menggunaka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://indracristian.wordpress.com/files/2009/08/jangan-mau-ditilang-sembarangan.gif?w=80"><img border="0" src="http://indracristian.wordpress.com/files/2009/08/jangan-mau-ditilang-sembarangan.gif?w=300" alt="Jangan Mau ditilang sembaranga" style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" /></a>Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja kebutuhan, saya sekeluarga pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan yang menarik ketika saya menumpang taksi<br />
tersebut, yaitu ketika sopir taksi hendak ditilang oleh polisi. Sempat teringat oleh saya dialog antara polisi dan sopir taksi.</p>
<p><strong>Polisi (P)</strong> : Selamat siang mas, bisa lihat Sim dan STNK ?<br />
<strong>Sopir (Sop )</strong> : Baik Pak …<br />
<strong>P </strong>: Mas tau kesalahannya apa ?<br />
<strong>Sop</strong> : Gak Pak.</p>
<p><strong>P </strong>: Ini nomor polisinya gak seperti seharusnya (sambil nunjuk ke plat nomor taksi yang memang gak standar) sambil langsung mengeluarkan jurus sakti mengambil buku tilang, lalu<br />
menulis dengan sigap.<br />
<strong>Sop</strong> : Pak jangan ditilang deh. Wong plat aslinya udah gak tau ilang kemana. Kalo ada pasti saya pasang.</p>
<p><strong>P</strong> : Sudah saya tilang saja. Kamu tau gak banyak mobil curian sekarang ? (dengan nada keras !!)<br />
<strong>Sop</strong> : (Dengan nada keras juga) Kok gitu ! Taksi saya kan ada STNKnya Pak. Ini kan bukan mobil curian !<!--more--></p>
<p><strong>P </strong>: Kamu itu kalo dibilangin kok ngotot (dengan nada lebih tegas). Kamu terima aja surat tilangnya (sambil menyodorkan surat tilang warna MERAH).<br />
<strong>Sop</strong> : Maaf, Pak saya gak mau yang warna MERAH suratnya. Saya mau yang warna BIRU aja.</p>
<p><strong>P</strong> : Hey ! (dengan nada tinggi), kamu tahu gak sudah 10 hari ini form biru itu gak berlaku !<br />
<strong>Sop</strong> : Sejak kapan Pak form BIRU surat tilang gak berlaku ?</p>
<p><strong>P </strong>: Ini kan dalam rangka OPERASI, kamu itu gak boleh minta form BIRU. Dulu kamu bisa minta form BIRU, tapi sekarang ini kamu gak bisa. Kalo kamu gak mau, ngomong sama komandan saya (dengan nada keras dan ngotot)<br />
<strong>Sop</strong> : Baik Pak, kita ke komandan Bapak aja sekalian (dengan nada nantangin tuh polisi)</p>
<p><strong>P</strong> : (Dengan muka bingung) Kamu ini melawan petugas ?<br />
<strong>Sop</strong> : Siapa yang melawan ? Saya kan cuman minta form BIRU. Bapak kan yang gak mau ngasih</p>
<p><strong>P</strong> : Kamu jangan macam-macam yah. Saya bisa kenakan pasal melawan petugas !<br />
<strong>Sop</strong> : Saya gak melawan ? Kenapa Bapak bilang form BIRU  udah gak berlaku ? Gini aja Pak, saya foto bapak aja deh.  Kan bapak yang bilang form BIRU gak berlaku (sambil ngambil HP)</p>
<p>Wah … wah …… hebat betul nih sopir ! Berani, cerdas dan trendy. Terbukti dia mengeluarkan HPnya yang ada kamera.</p>
<p><strong>P</strong> : Hey ! Kamu bukan wartawan kan ? Kalo kamu foto saya,  saya bisa kandangin (sambil berlalu).<br />
Kemudian si sopir taksi itu pun mengejar polisi itu dan sudah siap melepaskan shoot pertama (tiba-tiba dihalau  oleh seorang anggota polisi lagi)</p>
<p><strong>P 2</strong> : Mas, anda gak bisa foto petugas sepeti itu.<br />
<strong>Sop</strong> : Si Bapak itu yang bilang form BIRU gak bisa dikasih  (sambil tunjuk polisi yang menilangnya)</p>
<p>Lalu si polisi ke 2 itu menghampiri polisi yang menilang tadi. Ada pembicaraan singkat terjadi antara polisi yang  menghalau si sopir dan polisi yang menilang. Akhirnya polisi yang menghalau tadi menghampiri si sopir taksi.</p>
<p><strong>P 2</strong> : Mas, mana surat tilang yang merahnya? (sambil meminta)<br />
<strong>Sop</strong> : Gak sama saya Pak. Masih sama temen Bapak tuh (polisi ke 2 memanggil polisi yang menilang)<br />
<strong>P</strong> : Sini, tak kasih surat yang biru (dengan nada kesal) Lalu polisi yang nilang tadi menulis nominal denda sebesar Rp.30.600 sambil berkata : Nih kamu bayar sekarang ke BRI ! Lalu kamu ambil lagi SIM kamu disini. Saya tunggu.<br />
<strong>S </strong>: (Yes !!) OK Pak ! Gitu dong, kalo gini dari tadi kan enak.</p>
<p>Kemudian si sopir taksi segera menjalankan kembali taksinya sambil berkata pada saya, : Pak, maaf kita ke ATM sebentar ya. Mau transfer uang tilang. Saya berkata :  “Ya, silakan.”</p>
<p>Sopir taksipun langsung ke ATM sambil berkata, “Hatiku senang banget Pak, walaupun di tilang, bisa ngasih pelajaran berharga ke polisi itu. Untung saya paham macam-macam surat tilang.</p>
<p><strong>Tambahnya, : “Pak kalo ditilang kita berhak minta form biru, gak perlu nunggu 2 minggu untuk sidang. Jangan pernah pikir mau ngasih DUIT DAMAI ! Mending bayar mahal ke negara sekalian daripada buat oknum.</strong></p>
<p>Dari obrolan dengan sopir taksi tersebut dapat saya infokan ke Anda sebagai berikut :</p>
<p><strong>SLIP MERAH,</strong> berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan dan mau membela diri secara hukum (ikut sidang) di pengadilan setempat. Itu pun di pengadilan nanti masih banyak calo, antrian panjang dan oknum pengadilan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilai  tilang. Kalau kita tidak mengikuti sidang, dokumen tilang  dititipkan di kejaksaan setempat.. Disini pun banyak calo  dan oknum kejaksaan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang..</p>
<p><strong>SLIP BIRU,</strong> berarti kita mengakui kesalahan kita dan  bersedia membayar denda.. Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomer rekening tertentu (kalo gak salah norek Bank<br />
BUMN).</p>
<p>Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk ditukar dengan SIM/STNK kita di Kapolsek terdekat di mana kita ditilang.<br />
<strong>You know what ? Denda yang tercantum dalam KUHP<br />
Pengguna Jalan Raya tidak melebihi 50ribu ! Dan dananya<br />
RESMI MASUK  KE KAS NEGARA.</strong></p>
<p>Forward ini, beritahukan teman, saudara dan keluarga </p>
<p>Sumber : <a href="http://informasimenarik.wordpress.com/2009/08/18/jangan-mau-ditilang-sembarangan/">Informasi menarik</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ops Pekat jelang bulan Suci Ramadhan]]></title>
<link>http://polreskuningan.wordpress.com/2009/08/19/ops-pekat-jelang-bulan-suci-ramadhan/</link>
<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 00:37:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>polreskuningan</dc:creator>
<guid>http://polreskuningan.wordpress.com/2009/08/19/ops-pekat-jelang-bulan-suci-ramadhan/</guid>
<description><![CDATA[Kuningan &#8211; Dalam rangka giat cipta kondisi menjelang bulan suci Ramadhan di wilayah Kab. Kunin]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kuningan &#8211; Dalam rangka giat cipta kondisi menjelang bulan suci Ramadhan di wilayah Kab. Kunin]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Razia Teroris, Polisi Temukan Pasangan Lesbi]]></title>
<link>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/08/15/razia-teroris-polisi-temukan-pasangan-lesbi/</link>
<pubDate>Sat, 15 Aug 2009 07:36:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>Bams Winarso</dc:creator>
<guid>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/08/15/razia-teroris-polisi-temukan-pasangan-lesbi/</guid>
<description><![CDATA[Kediri &#8211; Polisi tiada hentinya memburu Noordin M Top melalui berbagai macam cara. Salah satuny]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div align="justify">Kediri &#8211; Polisi tiada hentinya memburu Noordin M Top melalui berbagai macam cara. Salah satunya razia di rumah-rumah kos yang disinyalir bisa didatangi warga baru. Di Polresta Kediri, polisi tidak menemukan gembong teroris itu melainkan pasangan lesbi. </p>
<p>Pasangan lesbi itu ditemukan di rumah kos milik Siti Malikah Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kota, Kediri. 2 orang perempuan di salah satu kamar rumah kos itu didapati sedang bermesraan. Meski begitu polisi tidak menindak dengan alasan bukan sasaran yang diinginkan. </p>
<p>&#8220;Kita tidak melihat itu melanggar hukum atau tidak, tapi lebih pada kebetulan saja ditemukan. Apalagi perintah atasan memang kita hanya memiliki 1 materi sasaran yakni kemungkinan menyusupnya teroris di kos-kosan,&#8221; jelas Ketua Satgas V Polresta Kediri Iptu Suhariyanto saat ditemui wartawan di lokasi, Sabtu (15/8/2009). </p>
<p>Dalam razia, polisi mendatangi masing-masing kamar. Selain menyisir, petugas juga memberikan imbauan agar penghuni rumah kos dapat meningkatkan kewaspadaan.</p>
<p>&#8220;Untuk itu kami juga tunjukkan foto Noordin terbaru. Siapa tahu mereka mengenali dan menjumpainya, mereka bisa secepatnya melaporkan kepada kami,&#8221; ungkap Suhariyanto. </p>
<p>Secara terpisah Kapolresta Kediri AKBP Rastra Gunawan mengaku kegiatan ini sebagai salah satu bentuk kewaspadaan dan antisipasi. &#8220;Bukan tidak mungkin kan itu terjadi. Mereka datang dengan berpura-pura sebagai pendatang yang mudik, padahal mereka pelaku terorisme,&#8221; ujarnya. </p>
<p>Pihaknya meminta seluruh masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan secara bersama-sama. &#8220;Itu sudah kami sampaikan melalui babinkamtibmas di setiap kelurahan. Untuk pendatang baru, terutama yang hendak indekos, tuan rumah harus mendata secara detail dengan melihat keaslian dari KTP yang diberikan,&#8221; tandasnya.</p></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Oh Razia...]]></title>
<link>http://kuro22id.wordpress.com/2009/08/14/oh-razia/</link>
<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 19:13:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>kuro22id</dc:creator>
<guid>http://kuro22id.wordpress.com/2009/08/14/oh-razia/</guid>
<description><![CDATA[Dikabarkan kepolisian mendapat dana untuk mengadakan operasi zebra sebesar Rp. 1,1m. Yang menjadi ta]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Dikabarkan kepolisian mendapat dana untuk mengadakan operasi zebra sebesar Rp. 1,1m. Yang menjadi target operasi tersebut adalah kendaraan roda dua dan ankot. Yang jadi pertanyaan saya kok harus ada dana dari atasan dulu baru mau melakukan tindakan untuk menangkap orang yang melanggar peraturan lalu lintas. Kenapa??? Setiap hari pelanggar lalu lintas di perempatan jalan dibiarkan lewat begitu saja tanpa ada tindakan dari para aparat. Aneh&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kuncung Relakan Kepala Dibacok, demi Foto-foto Bung Karno]]></title>
<link>http://rosodaras.wordpress.com/2009/06/29/kuncung-relakan-kepala-dibacok-demi-foto-foto-bung-karno/</link>
<pubDate>Mon, 29 Jun 2009 06:42:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>Roso Daras</dc:creator>
<guid>http://rosodaras.wordpress.com/2009/06/29/kuncung-relakan-kepala-dibacok-demi-foto-foto-bung-karno/</guid>
<description><![CDATA[Ini kisah tentang seorang lelaki sepuh, berusia 75 tahun yang akrab dipanggil Kuncung, Pak Kuncung. ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-medium wp-image-474" title="makam-sukarno" src="http://rosodaras.wordpress.com/files/2009/06/makam-sukarno.jpg?w=300" alt="makam-sukarno" width="300" height="200" />Ini kisah tentang seorang lelaki sepuh, berusia 75 tahun yang akrab dipanggil Kuncung, Pak Kuncung. Tanggal 21 Juni 1978, adalah momentum penting bagi para pengikut Sukarno sang Proklamator. Hari itu, adalah pencanangan pemugaran makam Sukarno di Blitar.</p>
<p>Meski tidak seperti saat prosesi pemakaman, tetapi hari itu, dan hari-hari pemugaran selanjutnya, rakyat kembali tumpah ruah ke pusara Bung Karno. Nah, Kuncung adalah satu di antara ribuan orang lain yang merangsek maju, berhimpit-himpitan bersama para peziarah lain.</p>
<p>Perawakan yang kecil, pakaian lusuh cenderung belel, kulit legam dan penampilan yang awut-awutan, sempat membuat para penjaga salah duga. Kata maaf tak terucap di muka, ketika seorang penjaga mencegat Pak Kuncung, dan melarangnya masuk komplek makam Bung Karno.</p>
<p>Dengan wajah lugu, polos cenderung <em>o&#8217;on</em>, Pak Kuncung tak mengerti, kenapa dirinya tidak boleh berziarah. Bukan Kuncung kalau tidak &#8220;ngeyel&#8221;, &#8220;Lho&#8230; kenapa tidak boleh? Saya ini kawan dekat Bung Karno!&#8221;</p>
<p>Klaim &#8220;kawan dekat&#8221; tadi, alih-alih membuat penjaga respek, sebaliknya malah benar-benar menduga Pak Kuncung ini orang yang &#8220;100 kurang 1&#8243;, alias &#8220;gak genep&#8221;. Ya&#8230; Pak Kuncung malah dikira orang gak waras, karena telah berani mengaku-aku sebagai teman dekat Bung Karno.</p>
<p>Demi meyakinkan bahwa dirinya memang kenal dekat dengan Bung Karno, akhirnya Kuncing memutar kembali memori masa lalu, saat-saat di mana ia sering dipanggil Bung Karno, sekadar ngobrol dan bercanda. Pak Kuncung menceritakan kepada si penjaga makam Bung Karno, ihwal dirinya yang juga sering dikasih amplop berisi uang oleh Bung Karno.</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-475" title="makam-sukarno-1" src="http://rosodaras.wordpress.com/files/2009/06/makam-sukarno-11.jpg?w=300" alt="makam-sukarno-1" width="300" height="204" />Tidak juga meyakinkan para penjaga, Pak Kuncung tidak kurang akal. Ia mengambil dompet yang sudah butut dari saku celana. Dibukanya dompet, dan ditunjukkannya selembar foto, foto Bung Karno dengan Kuncung. &#8220;Kalian tidak percaha saya teman Bung Karno? Lihatlah foto ini!&#8221;</p>
<p>Semula, para penjaga sempat menunjukkan sikap ogah-ogahan memandang ke arah foto yang ditunjukkan pak Kuncung. Tapi karena pak Kuncung mengarahkan ke depan wajah para penjaga, mau tak mau, para penjaga itu melihatnya. Seperti tersihir oleh selembar foto yang begitu berharga buat Kuncung, sontak para penjaga menjadi lunak, dan mempersilakan Pak Kuncung mendekat ke makam temannya, makam Bung Karno.</p>
<p>Benar&#8230; itu sekelumit kisah tentang Pak Kuncung, yang tak lain adalah aktor film. Sebagai &#8220;Sukarnois&#8221; rumahnya pernah dirazia penguasa Orde Baru. Foto-foto Bung Karno hendak dirampas untuk dibakar. Kuncung maradang dan melawan. &#8220;Daripada foto-foto Bung Karno yang kalian rampas, lebih baik kalian bacok kepala saya!&#8221;<em> (roso daras)</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[RAZIA NAN MALANG ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/06/27/razia-nan-malang/</link>
<pubDate>Sat, 27 Jun 2009 10:44:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/06/27/razia-nan-malang/</guid>
<description><![CDATA[Para dokter di Rumah Sakit  Militer AS di Bagram, Afghanistan, memandang dengan ngeri ketika masker ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1050" title="razia nan malang" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/06/razia-nan-malang.jpg?w=140" alt="razia nan malang" width="140" height="150" />Para dokter di Rumah Sakit  Militer AS di Bagram, Afghanistan, memandang dengan ngeri ketika masker oksigen di wajah Razia yang berusia 8 tahun itu mulai meleleh. Kulit Razia berasap karena terkena kandungan fosfor putih, bahan kimia nan mematikan. Rambutnya terbakar habis. Wajah, kepala, leher dan lengan Razia berwarna-warni mulai dari kuning, merah muda, hingga kemudian menjadi hitam hangus. Ketika dokter mencoba mengerik jaringan sel yang mati, lidah api kembali menyala. Namun, setelah lebih dari 15 pembedahan, Razia pada tanggal 14/06 lalu sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit.</p>
<p>Razia menderita luka bakar 40 – 45 persen dan pada awalnya dokter memperkirakan nyawanya tak akan bertahan. Kini ia sudah pulih walau bekas lukanya akan tetap ada. Kulit di lengan, kaki, dada dan wajahnya merah bersisik. Dan sebagian besar kepalanya adalah kulit kepala merah berparut.</p>
<p>Ia bersama keluarganya korban pertempuran ketika pasukan AS, Prancis dan Afghanistan muncul dekat desanya tanggal 14/3 di Lembah Tagab, Kapisa, sebelah utara Kabul, untuk menyergap kaum militan. Pertempuran pun pecah. Tiba-tiba dua bom fosfor pada pagi hari itu merobek dan menerjang masuk rumah berdinding tanah. Api, asap dan debu memenuhi ruangan. Abdul Aziz, ayah, ibu Razia dan kedelapan saudaranya panik. Dua saudaranya tewas dan yang lain luka parah. Sementara Aziz dalam keadaan shocked tapi ia masih sempat menolong tubuh Razia yang terbakar. Siraman air yang dilakukan Aziz sama sekali tidak mampu menolong, karena bahan kimia itu terus menerus menyemburkan bara pada sekujur tubuh Razia.</p>
<p><!--more-->Akhirnya Razia dievakuasi oleh helikopter AS ke RS Militer Bagram agar dirawat lebih intensif. Salah satu perawatnya adalah Kapten Christine Collins, seorang ibu tiga anak perempuan di AS, yang kini menganggap Razia sebagai anak perempuan keempatnya. Sebab Collins yang merawatnya dan kerap menggendong serta mengayunnya selama gadis kecil ini dirawat.</p>
<p>Razia memang telah sembuh, tapi masih tinggal masalah ketika penyebab penderitaan Razia diakibatkan oleh fosfor putih. Bahan kimia berbahaya yang berfungsi untuk menerangkan sasaran, sekaligus menciptakan tabir asap dan menghancurkan bungker. Pihak AS dan NATO mengatakan tidak menggunakan fosfor sebagai senjata. Dua pejabat AS juga menyatakan kejadian itu berlangsung dalam wilayah operasi militer Prancis. Artinya itu tanggung jawab militer Prancis. Disamping, masih menurut militer AS kaum militan pun tercatat sudah menggunakan fosfor putih dalam mortir atau roket sedikitnya 12 kali dalam beberapa tahun terakhir ini. Intinya tidak jelas pihak mana yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.</p>
<p>Penggunaan fosfor putih memang tidak dilarang berdasarkan hukum internasional, walau tetap kelompok-kelompok HAM mengutuk penggunaannya di daerah yang berpenduduk. Yang jelas keluarga Razia kini sudah pulih, tapi ia tak akan menemukan rumahnya yang hancur dalam pertempuran itu. Abdul Aziz kini tidak lagi memiliki uang, usaha toko sayurnya tutup. Ia tetap mengucapkan terima kasih atas layanan medis militer AS pada Razia, kendati masa depan keluarganya dan masa depan Razia kini tak menentu.</p>
<p>Sumber : AP &#124; Kompas, 25.06.2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dua Pekan Kemudian]]></title>
<link>http://loushevaon7.wordpress.com/2009/10/06/dua-pekan-kemudian/</link>
<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 05:55:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>Luhur Satya Pambudi</dc:creator>
<guid>http://loushevaon7.wordpress.com/2009/10/06/dua-pekan-kemudian/</guid>
<description><![CDATA[Tampil di acara berita kriminal televisi, menjadi orang yang kena gerebek aparat, sungguh ini sesuat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Tampil di acara berita kriminal televisi, menjadi orang yang kena gerebek aparat, sungguh ini sesuatu yang di luar bayangan Jojo sama sekali.  Dadanya terasa sesak dan mungkin sudah sepucat air susu warna raut mukanya, saat sejumlah sorot lampu kamera televisi mengarah kepadanya, yang bersama para wanita serta beberapa pria lainnya digelandang ke atas truk, lantas dibawa ke kantor polisi. Entah apa kata  keluarga dan teman-teman kuliahnya melihatnya begini. Padahal Jojo mahasiswa yang lumayan kondang karena kecerdasannya. Belum lagi kalau Netta, tunangannya yang tinggal berbeda kota dengannya juga melihat acara tersebut, meski yang dia tahu kekasihnya itu jarang sekali nonton televisi. Dia hanya bisa mengutuk diri sekeras-kerasnya dalam hati. Jika saja tabrakan dua pekan lalu tidak terjadi, pasti mustahil dia keluar dalam acara seperti itu. Barangkali mendingan tampil di televisi dikerjain Deddy Corbuzier atau Rommy Rafael, ketimbang jadi pesakitan yang sudah divonis bersalah sebagai pria bermoral bejat oleh publik seperti ini. Alternatif lainnya, jika pun dia ditangkap polisi, tapi sebagai tersangka kasus korupsi, mungkin Jojo santai dan tak semalu ini, karena para koruptor biasanya sudah kehilangan rasa malunya.</p>
<p>***</p>
<p>Berawal dari sebuah Jumat sore dua pekan lalu, Jojo mesti menjemput ibunya yang arisan di sebuah kompleks perumahan di pinggir kota.  Menjelang mobilnya keluar dari jalan kompleks, tiba-tiba saja dari arah kanan sebuah sepeda motor melaju dengan kecepatan sangat tinggi. Si pengendara motor mencoba menyetop laju kendaraannya, tapi telat. Motornya malah zigzag dan gubrak&#8230;. motor pun menghantam mobil Jojo, sementara si pengendara motor terlempar beberapa meter dari motornya. Jojo mencoba tetap tenang, meski tentu saja cemas sekali hatinya. Diparkirnya mobil ke pinggir jalan, sementara dari arah belakang ada beberapa orang berlarian dan mendobrak-dobrak mobilnya. Keluar dari mobil, Jojo langsung menghampiri si pengendara motor yang sudah dirubung orang-orang. 	Seorang polisi -dari pos jaga terdekat- mendatangi Jojo, lantas meminta SIM dan STNK-nya. Sesaat kemudian Jojo telah membawa si pengendara motor ke rumah sakit dengan pengawalan polisi tadi. Si polisi meminta Jojo datang ke pos jaga tempatnya bertugas malam harinya. Rencananya, keluarga si pengendara motor akan diundang pula untuk menyelesaikan masalah yang timbul akibat tabrakan itu.   	Malamnya Jojo mengajak Ridwan, kakak iparnya untuk menemaninya dan menjadi juru bicaranya dalam pertemuan dengan keluarga pengendara motor yang menabrak mobilnya. Pertemuan di pos jaga jadi terlaksana, keluarga pengendara motor diwakili Pak Jarno, pria berusia 50-an berkumis tebal berpenampilan sangar, dan seorang wanita cantik yang entah siapanya pria itu. Si wanita tampak akrab dengan beberapa polisi yang sedang berjaga, termasuk yang mengurus kasus tabrakan itu. Pihak Jojo meminta masing-masing pihak yang terlibat dalam tabrakan menanggung kerugiannya sendiri. Tapi mereka ingin Jojo membantu biaya rumah sakit si pengendara motor. Malam itu belum tercapai kesepakatan, karena mereka ingin tahu dulu kondisi terakhir si pengendara motor, setelah semalam menginap di rumah sakit. Malam berikutnya Jojo dan Ridwan kembali ke pos jaga, ternyata Pak Jarno dan polisi yang mengurus kasus tabrakan tak hadir. Malah mereka diminta datang ke sebuah salon oleh Pak Jarno yang menghubungi Ridwan via telepon.</p>
<p>***</p>
<p>Maka pada Minggu pagi, sekitar jam sepuluh Jojo dan Ridwan telah menyusuri sepanjang jalan tempat salon yang ditunjuk berada. Letaknya masih di seputar lokasi tabrakan. Mesti berputar-putar beberapa kali, hingga sejam kemudian baru ketemulah salon itu. Tidak terlalu terbuka, kesannya tempat itu sangat sempit dari luar. Ada beberapa wanita berpenampilan mencolok mata di ruang depan salon. Jojo dan Ridwan saling memandang sejenak, mereka bisa menduga tempat itu bukan salon biasa.  Ternyata Pak Jarno tak ada di situ, yang ada wanita cantik berusia 30-an yang mendampinginya malam itu. Rupanya dialah sang pemilik salon. Ternyata wanita bernama April itu tidak tahu masalah sesungguhnya. Dia tahunya cuma dititipi Pak Jarno STNK dan SIM Jojo dengan kuitansi biaya perawatan rumah sakit saudaranya, yaitu si pengendara motor yang menabrak mobil Jojo. April menyerahkan kuitansi dari rumah sakit pada Ridwan. Dia lalu mencoba menghubungi Pak Jarno lewat ponselnya. Ketika terhubung, mereka berdua malah terdengar berdebat. Sementara itu  Jojo dan Ridwan duduk saja menunggunya.</p>
<p>“Sambil nunggu kalo mau creambath boleh lho, Mas,” kata wanita yang mengenakan tanktop  pink dengan rada mendesah pada mereka.</p>
<p>“Atau sama yang lain juga silakan,” bisik temannya yang tanktop-nya bermotif kembang-kembang sambil tertawa kecil. Mereka lagi digoda rupanya.</p>
<p>“Nggak Mbak, makasih,” sahut Jojo sambil menoleh pada Ridwan yang hanya tersenyum.  Ketika April keluar dari dalam, matanya terlihat agak sembab. Sepertinya ada perdebatan serius yang telah terjadi antara dia dengan Pak Jarno. Sambil membuka laci, dikeluarkannya STNK dan SIM Jojo.</p>
<p>“Pak Jarno minta surat-suratnya Mas dikembalikan. Terus biaya rumah sakitnya gimana?” tanya April.</p>
<p>“Kami hanya bisa bantu separo biayanya saja, Mbak. Ini ya,” sahut Ridwan sambil menyerahkan uang di dalam amplop. STNK dan SIM Jojo balas diserahkan oleh April. Semua pihak telah sepakat, Jojo dan Ridwan pun beranjak pergi dari tempat itu.</p>
<p>***</p>
<p>Dua pekan kemudian Jojo kembali ke salon itu. Setelah merasa suntuk berat di kampus karena ada kuliah sampai sore, dia ingin mendapatkan sesuatu yang mampu menyegarkan dirinya kembali. Entah kenapa, tiba-tiba saja terpikir olehnya tempat yang pernah dikunjunginya bersama Ridwan tempo hari. Dia penasaran ingin mencoba pengalaman baru. Sampai di salon, Jojo dipersilakan duduk di sebuah kursi.</p>
<p>“Selain potong rambut dan creambath, di salon ini bisa apa saja?” tanya Jojo.</p>
<p>“Masih banyak lainnya, Mas. Tapi kalau mau lainnya, ntar ndak di sini lho, tapi di  kamar itu. Kamu mau apa, Mas?” goda wanita yang melayaninya. Berdebar-debar hati Jojo. Dia minta dipotong rambutnya dan ingin mencoba lainnya sehabis itu. Sementara itu, di samping Jojo ada seorang pria yang sedang dipotong rambutnya. Sekejab dia menoleh, eh&#8230; pria itu balas menatapnya! Mereka berdua sama-sama terkejut dan merasa pernah bertemu.</p>
<p>“Lho, kamu? Kayaknya saya pernah lihat kamu!” seru pria itu sambil menunjuknya. Pria itu lalu berdiri menghampiri Jojo yang setengah bergidik dan takut, karena badannya besar juga. Ternyata dialah pengendara motor yang menabrak mobilnya dua pekan lalu.</p>
<p>“Kamu yang mobilnya saya tabrak kan?” lanjut pria itu.</p>
<p>“Eh, apa ya? Tabrakan apa ya, Mas?” tanya Jojo keder.</p>
<p>“Anu Mas, saya cuma mau minta maaf kok. Dasar saya yang ngawur naik motornya waktu itu. Saya juga mau bilang terima kasih, karena waktu itu langsung dibawa ke rumah sakit. Mas nggak minta diganti apa-apa, eh&#8230; malah bantuin biaya rumah sakit saya. Terus mobilmu gimana, udah dibetulin? Pasti mahal ya?” ujarnya.</p>
<p>“Sudah kok, Mas. Ya, mungkin sama dengan biaya rumah sakit Anda. Oya, Mas itu apanya Pak Jarno dan Mbak April sih?” tanya Jojo.</p>
<p>“Aku sebetulnya ya langganan salon Mbak April ini. Tapi kebetulan Pak Jarno itu sering minta tolong sama aku, jadi seperti sudah dianggap saudara.” Di sela-sela pembicaraan mereka, seorang pria keluar dari  kamar. Ternyata dia dikenal oleh Jojo dan pria tadi.</p>
<p>“Lho, pak polisi? Anda juga sering ke sini to?” sapa Jojo.</p>
<p>“Eh, halo Mas. Iya, saya memang langganan di sini. Teman-teman saya juga kok. Sama dengan yang nabrak mobil Mas itu. Sudah damai beneran ini?” ujar si polisi.  Tak lama kemudian polisi itu pergi meninggalkan mereka. Pria di samping Jojo lebih dulu masuk kamar. Lantas dia dan wanita yang melayaninya masuk pula ke salah satu kamar yang tersedia. Jojo sempat ragu untuk melakukan itu. Sejenak dia ingat Netta, tunangannya yang bekerja di Jakarta. Tapi segera dilupakannya wajah wanita cantik yang sangat dicintainya itu. Ada perasaan takut berdosa juga di dalam hatinya. Dia pikir, apa yang akan dilakukannya toh sekadar bersenang-senang, tanpa melibatkan perasaan apa pun. Jojo mencoba santai ketika menjamah tubuh molek wanita itu. Sedang mulai berasyik masyuk kedua insan, tiba-tiba terdengar suara gaduh sejumlah orang. Pintu kamar tempat Jojo berada pun digedor keras. Ternyata ada razia untuk tempat-tempat maksiat berkedok salon malam itu.</p>
<p>“Ayo keluar! Ini ada razia dari POLDA!” seru seorang petugas. Jojo dan wanita itu segera keluar dari kamar dengan muka pucat. Yang terjadi selanjutnya adalah apa yang menjadi awal cerita ini.</p>
<p>***</p>
<p>Untunglah, malam itu Jojo tidak perlu menginap di kantor polisi. Dia hanya sempat diinterogasi untuk dibuatkan Berita Acara Pemeriksaan. Ada kemungkinan dia akan diajukan ke pengadilan dan mendapat dakwaan melakukan tindak pidana ringan, yaitu melanggar pasal kesusilaan. Ridwan yang menjemputnya dari kantor polisi.</p>
<p>“Kamu sudah siap kalau mesti diadili? Mungkin hukumannya cuma denda kok,” ujar Ridwan.</p>
<p>“Iya, kalau itu aku siap, Mas. Denda sih nggak berat buatku, tapi malunya itu lho. Mas Ridwan tahu kan, tadi pas digerebek ada banyak kamera? Pasti tampangku bakal nongol di  berita kriminal! Tapi ada yang bikin aku heran banget. Di salon itu kan ada polisi yang jadi pelanggan setia, dan pemilik salon itu juga dekat sama mereka, tapi kok bisa kena razia juga ya?” tanya Jojo retorik, karena Ridwan mustahil tahu jawabannya.  Ternyata hal itu tak lepas dari renggangnya hubungan April dengan Pak Jarno kekasihnya. Selama ini keberadaan Pak Jarno membuat salon plus itu lolos dari razia karena hubungan baiknya dengan polisi setempat. Ketika petugas POLDA akan melakukan penggerebekan, ada seorang polisi kenalan Pak Jarno yang sempat mengabarinya. Karena dia masih marahan dengan kekasih gelapnya, maka justru dipersilakannya polisi menggerebek tempat yang sempat sering dikunjunginya itu.  Dasar sial nasib Jojo, yang baru pertama kalinya menjadi konsumen dan akan menjalani sebuah pengalaman sensasional dalam hidupnya, kena dia ikut digerebek. Lebih sial lagi karena Netta ternyata mendapat info dari orang tuanya yang melihat Jojo tampil dalam acara berita kriminal. Tak ayal lagi wanita itu langsung meminta pertunangan mereka dibatalkan dan pupuslah asa Jojo menikahi kekasihnya.</p>
<p>TAMAT</p>
<p># Cerpen ini pernah dimuat di Batam Pos Minggu, 4 Oktober 2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Måske forstår de slet ikke dansk...]]></title>
<link>http://pinstripe.wordpress.com/2009/10/04/maske-forstar-de-slet-ikke-dansk/</link>
<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 18:47:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>Pinstripe</dc:creator>
<guid>http://pinstripe.wordpress.com/2009/10/04/maske-forstar-de-slet-ikke-dansk/</guid>
<description><![CDATA[Det lugter af mellemøstlig arbejdskultur&#8230; http://www.dr.dk/Nyheder/Penge/2009/10/04/071057.htm]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Det lugter af mellemøstlig arbejdskultur&#8230; http://www.dr.dk/Nyheder/Penge/2009/10/04/071057.htm]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Updated: GP2 Jerez Test- Driver lineup ]]></title>
<link>http://gp2insider.wordpress.com/2009/10/01/gp2-jerez-tests/</link>
<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 06:23:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>gp2 insider</dc:creator>
<guid>http://gp2insider.wordpress.com/2009/10/01/gp2-jerez-tests/</guid>
<description><![CDATA[Keeping this post open for the comments&#8230;. See full confirmed Jerez list in post above.  Thanks]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Keeping this post open for the comments&#8230;. See full confirmed Jerez list in post above.  Thanks]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
