<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>rekayasa-perangkat-lunak &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/rekayasa-perangkat-lunak/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "rekayasa-perangkat-lunak"</description>
	<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 07:55:14 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Requirement Negotiation]]></title>
<link>http://alsasian.wordpress.com/2009/11/24/requirement-negotiation/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 05:15:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>alsasian</dc:creator>
<guid>http://alsasian.wordpress.com/2009/11/24/requirement-negotiation/</guid>
<description><![CDATA[Pendahuluan Negosiasi merupakan hal yang terjadi dalam suatu rekayasa kebutuhan. Negosiasi ini dapat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h3>Pendahuluan</h3>
<p>Negosiasi merupakan hal yang terjadi dalam suatu rekayasa kebutuhan. Negosiasi ini dapat terjadi karena adanya konflik kepentingan di antara stakeholder dan juga pengembang yang terikat. Negosiasi ini bertujuan untuk mengurangi dan menghilangkan konflik yang terjadi dengan berbagai macam cara. Terdapat beberapa teknik yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan akhir yaitu terdapat spesifikasi akhir yang disetujui oleh seluruh stakeholder yang terlibat. Terdapat dua pendekatan yaitu dari sudut komunikasi yang terjadi dan proses yang terjadi dalam requirement engineering.</p>
<h3>Ringkasan Artikel</h3>
<p>Ringkasan artikel ini terbagi menjadi dua yaitu artikel <i>Negotiation in the Requirements Elicitation and Analysis Process</i> dan <i>Specification and Analysis of Requirement Negotiation Strategy in Software Ecosystems</i>. Artikel-artikel ini menjelaskan mengenai teknik-teknik yang dapat dimanfaatkan dalam melakukan negosiasi requirement. Pada artikel pertama, teknik yang dapat dimanfaatkan adalah Requirement Communication Networks sedangkan pada artikel kedua, teknik yang dapat dimanfaatkan adalah Requirement Negotiation Spiral Model. Persamaan dari teknik-teknik tersebut adalah menjadikan proses negosiasi lebih mudah dalam hal penanganan konflik yang terjadi menggunakan klaim-klaim yang disebutkan. Sedangkan perbedaannya terdapat pada sudut pandanga penyelesaian dimana teknik pertama menyelesaikan dari sudut pandang komunikasi sedangkan teknik kedua menyelesaikan dari sudut pandang proses yang terjadi dalam negosiasi. Berikut ini ringkasan artikel masing-masing teknik.</p>
<h4>Teknik Requirement Communication Networks</h4>
<p><a href="http://alsasian.files.wordpress.com/2009/11/clip_image002.gif"><img style="display:inline;border-width:0;" title="clip_image002" border="0" alt="clip_image002" src="http://alsasian.files.wordpress.com/2009/11/clip_image002_thumb.gif?w=244&#038;h=128" width="244" height="128" /></a></p>
<p>Gambar 1 Struktur Stakeholder</p>
<p>Komunikasi dalam requirement merupakan hal yang sangat menantang, khususnya ketika sekumpulan orang dan organisasi perlu untuk saling berkolaborasi pada lokasi yang berjauhan. Dalam komunikasi ini tentu saja dibutuhkan suatu teknik yang dapat memfasilitasi semua stakeholder untuk mencapai kesepahaman dari kebutuhan dan solusi yang ditawarkan. Teknik ini harus menangani kurangnya pendekatan dalam memodelkan jaringan stakeholder. Salah satu teknik untuk menangani hal tersebut adalah Requirement Communication Networks.</p>
<p>Requirement Communication Networks (RCN) menyediakan kemampuan untuk analisis dan desain kebutuhan komunikasi antara stakeholder. Pendekatan ini menyediakan bahasa pemodelan untuk menspesifikasikan kebutuhan komunikasi dan rangka untuk mengevaluasi strategi komunikasi serta memilik taktik dan metodologi.</p>
<p>Struktur RCN menggambarkan stakeholder dan jalur komunikasi kebutuhan. Struktur ini merupakan lingkungan perangkat lunak yang terdiri dari aktor, kelompok aktor, dan jalur negosiasi antara kelompok tersebut. Pendekatan diambil menggunakan perspektif negosiasi dalam komunikasi kebutuhan dengan mengasumsikan bahwa jejak persyaratan sesuai dengan kesepakatan antara stakeholder, masing-masing kelompok stakeholder, yang didokumentasikan dalam bentuk spesifikasi. Untuk suatu struktur stakeholder yang terdapat pada gambar 1 dapat memperlihatkan berkas komunikasi kebutuhan yang terjadi.</p>
<p><a href="http://alsasian.files.wordpress.com/2009/11/clip_image004.gif"><img style="display:inline;border-width:0;" title="clip_image004" border="0" alt="clip_image004" src="http://alsasian.files.wordpress.com/2009/11/clip_image004_thumb.gif?w=244&#038;h=85" width="244" height="85" /></a></p>
<p>Gambar 2 Jaringan Komunikasi Kebutuhan Syntax Model</p>
<p>RCN memiliki beberapa syntax. Stakeholder dalam syntax ini terbagi menjadi dua yaitu single party dan multi party. Syntax ini menjelaskan jumlah aspirasi yang terlibat dalam suatu party. Stakeholder dalam multi party juga terbagi menjadi tiga yaitu homogenous, collaborating dan differented. Anggota homogenous multi party memiliki aspirasi yang sama namun tetap memiliki suara masing-masing sehingga tidak terhubung satu dengan yang lain. Anggota collaborating multi party memiliki aspirasi yang berbeda namun mencari persetujuan sehingga terhubung satu dengan yang lain. Anggota differenciate multi party memiliki aspirasi yang berbeda namun bersaing dengan yang lain. Hubungan kebutuhan ini terkomunikasikan melalui suatu jalur. Setiap hubungan tersebut merepresentasikan persetujuan antara party dalam negosiasi kebutuhan. Syntax RCN ini terlihat pada gambar 2.</p>
<p>Dalam menggunakan RCN tersebut terdapat saran dalam menjalankan komunikasi kebutuhan tersebut yang terbagi menjadi tiga bagian yaitu:</p>
<p>- Method Selection</p>
<p>- Tactic Selection</p>
<p>- Strategy Evaluation</p>
<p>RCN memiliki karakteristik menyerupai jaringan mesh. Jaringan mesh digunakan untuk melewatkan informasi dan terdiri dari node dan channel komunikasi. Jaringan mesh ini dapat terbentuk dengan ditentukan atau membentuk sendiri secara dinamis. Properti dari jaringan mesh dapat dilihat pada gambar 3.</p>
<p><a href="http://alsasian.files.wordpress.com/2009/11/clip_image006.gif"><img style="display:inline;border-width:0;" title="clip_image006" border="0" alt="clip_image006" src="http://alsasian.files.wordpress.com/2009/11/clip_image006_thumb.gif?w=244&#038;h=122" width="244" height="122" /></a></p>
<p>Gambar 3 Property Jaringan Mesh</p>
<p>Peningkatan proses dalam RCN menggunakan siklus Plan-Do-Check-Act dengan diagnosis iteratif, desain komunikasi, validasi dan fase roll-out.</p>
<h4>Teknik Requirement Negotiation Spiral Model</h4>
<p>Dalam suatu requirement elicitaion dan analysis adalah bagian dari requirement engineering yang berfokus kepada domain aplikasi, layanan yang harus disediakan, kebutuhan performansi dan konstrain hardware. Hal tersebut tidak dapat terlepas dari requirement negotiation. Terdapat beberapa metodologi dalam melakukan proses negosiasi diantaranya WinWin dan spiral model.</p>
<p><a href="http://alsasian.files.wordpress.com/2009/11/clip_image008.gif"><img style="display:inline;border-width:0;" title="clip_image008" border="0" alt="clip_image008" src="http://alsasian.files.wordpress.com/2009/11/clip_image008_thumb.gif?w=244&#038;h=198" width="244" height="198" /></a></p>
<p>Gambar 4 Model Spiral Negosiasi</p>
<p>Dalam spiral model ini sangat berkaitan dengan prioritas dan negosiasi. Sebelum sebuah spesifikasi kebutuhan dapat dinegosiasi, terlebih dahulu harus dilakukan prioritas terhadap kebutuhan tersebut. </p>
<p>Proses prioritas bertanggung jawab untuk mengidentifikasi kebutuhan yang paling berharga dan mengurutkannya. Sebagian besar proyek perangkat lunak memiliki banyak calon kebutuhan dibandingkan yang dapat diimplementasi pada batasan waktu dan biaya. Untuk memperoleh kebutuhan yang paling diinginkan, kemampuan sangat penting. Kunci untuk membuat keputusan yang benar adalah membuat prioritas berbagai alternatif. Prioritas ini digunakan dalam negosiasi. Negosiasi merupakan proses menyelesaikan konflik dengan eksplorasi kemungkinan yang dapat terjadi dengan cara menentukan solusi yang dapat memuaskan pihak-pihak yang terlibat.</p>
<p>Proses negosiasi yang diusulkan didasarkan pada model spiral untuk mengakomodasi rekayasa kebutuhan dinamis. Setiap siklus menyelesaikan konflik yang ada dan mencapai resolusi yang lebih baik. Terdapat lima proses dalam proses negosiasi tersebut yang tergambar pada gambar 4, yaitu:</p>
<p>- Identifikasi Conflicts</p>
<p>- Develop Alternatives Solutions</p>
<p>- Elaborate Solutions</p>
<p>- Judgement and Trade-off</p>
<p>Selain model spiral tersebut, terdapat tiga elemen yang harus diperhatikan selama proses negosiasi yaitu:</p>
<p>- Environment. Lingkungan memiliki peranan penting dalam memahami konteks yang berbeda dalam negosiasi.</p>
<p>- Judgement Criteria. Kriteria ini disebutkan beberapa kali ketika menjelaskan flow aktivitas dalam suatu proses negosiasi.</p>
<p>- Resolution Strategy. Strategi resolusi ini berdasarkan mode yang sudah dikenal dari conflict behaviour yang dipropose oleh Thomas.</p>
<h3>Analisis Individu</h3>
<p>Terdapat beberapa kelebihan dari teknik-teknik yang sudah dijelaskan diatas. RCN merupakan suatu teknik yang melihat suatu proses negosiasi dengan melihat kekuatan stakeholder yang terlibat dan informasi yang berkaitan diantaranya. RCN melihat negosiasi dari sudut pandang komunikasi yang terjadi diantara stakeholder atau kelompok stakeholder.</p>
<p>Spiral model memiliki keuntungan yaitu terjadi pengulangan proses dalam melakukan negosiasi. Sehingga jika terdapat hal yang terlewat atau masih ada negosiasi yang menjadi perhatian dapat dilakukan pengulangan negosiasi kembali. Dengan adanya iterasi ini, terdapat penyebaran pengetahuan bagi untuk stakeholder dan pengembang karena dilakukan secara bertahap. Hasil akhir ini juga merupakan hasil yang terbaik yang dapat diperoleh.</p>
<h3>Kesimpulan</h3>
<p>Dalam suatu proses pengembangan kebutuhan konflik merupakan hal yang pasti terjadi sehingga harus dilakukan penanganan khusus untuk menanganinya. Teknik-teknik yang ada bertujuan agar konflik yang terjadi dapat terselesaikan dan setiap stakeholder dapat memahami bersama keputusan yang diambil dari alternatif solusi yang ada. Dengan RCN, dapat dilihat komunikasi yang terjadi diantara stakeholder dan urgensitasnya sehingga dapat dicari strategi untuk menyelesaikan suatu konflik. Sedangkan pada model spiral, terdapat beberapa iterasi negosiasi yang dapat menyelesaikan suatu konflik secara bertahap semakin membaik. Pada model spiral ini pada setiap siklus dapat menyelesaikan konflik lebih banyak dan memperbaiki hasil negosiasi sebelumnya.</p>
<h3>Daftar Pustaka</h3>
<p>[1] Ahmad, S. (2008). Negotiation in Requirements Elicitation and Analysis Process. <i>19th Australian Conference on Software Engineering</i> (pp. 683-689). Crawley: IEEE.</p>
<p>Fricker, S. (2009). Specification and Analysis of Requirements Negotiation Strategy in Software Ecosystems. <i>Proceedings of the First International Workshp in Software Ecosystem 2009</i> (pp. 19-33). Zurich: CEUR-WS.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Software]]></title>
<link>http://heckerlaye.wordpress.com/2009/11/21/software/</link>
<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 10:16:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>dayat pribadi</dc:creator>
<guid>http://heckerlaye.wordpress.com/2009/11/21/software/</guid>
<description><![CDATA[SOFTWARE Software adalah instruksi (program komputer) yang ketika dijalankan menyediakan fungsi dan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#800000;"><strong>SOFTWARE<br />
</strong></span></em></p>
<p style="text-align:justify;">Software adalah instruksi (program komputer) yang ketika dijalankan menyediakan fungsi dan tampilan yang diinginkan, struktur data yang memberi kesempatan program untuk memanipulasi informasi dan dokumen yang mendeskripsikan operasi dan penggunaan program.</p>
<p style="text-align:justify;">Software tidak sama dengan program (komputer), karena software terdiri dari ; program, dokumen, dan data. Software merepresentasikan masalah di dunia nyata. <!--morelagi-->Software adalah elemen logika, sehingga memiliki karakteristik yang berbeda dengan elemen fisik, yaitu ;</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Software dikembangkan, tidak dihasilkan dari pengertian klasik meskipun beberapa persamaan ada diantar perkembangan software dan manufacture hardware.</li>
<li>Software tidak akan kadaluarsa (Wear Out).</li>
<li>Sebagian software dibangun berdasarkan kebutuhan, tidak hanya dibuat dari komponen yang sudah ada.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Kategori aplikasi software sulit ditetapkan batasannya, karena sebuah software dapat menjadi sangat  kompleks sehingga mencakup beberapa jenis kategori sekaligus. <!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Aplikasi Software dapat dikategorikan secara umum yaitu sebagai berikut ;</p>
<p style="text-align:justify;">1.	System Software Sekumpulan program yang dibuat untuk melayani prigram lainnya. Misal: compiler, editor dan program manajemen utilities.</p>
<p style="text-align:justify;">2.	Real Time Software Program yang memonitor atau menganalisa atau mengontrol aktifitas sehari-hari.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#800000;"><span style="text-decoration:underline;"><em>Elemen dari Real Time Software:</em></span></span></strong></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Komponen pengumpulan data, yang mengumpulkan dan menformat informasi dari              lingkungan ekternal.</li>
<li>Komponen analisa, yang mentransformasikan informasi yang diperlukan atau aplikasi tersebut.</li>
<li>Komponen kontrol/output, yang memberikan respon terhadap lingkungan eksternal.Komponen monitoring, yang mengkoordinasi komponen-komponen lainnya sehingga bisa memberikan respon yang Real Time (biasanya antara 1 milidetik/1 menit).</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">3.	Business Software Software MIS yang mengakses satu atau beberapa database yang berisi informasi bisnis</p>
<p style="text-align:justify;">4.	Enginering and Scientific Software Batasan aplikasinya mulai dari astronomi sampai vulkanologi, dari otomotif sampai pesawat ruang angkasa, dari molekul biologi sampai automated manufacturing.</p>
<p style="text-align:justify;">5.	Embeded Software Biasanya diletakkan pada read only memory dan digunakan untuk mengontrol produk dan sistem untuk pelanggan dan pasar industri. Misal: key pad untuk mengontrol microwave oven.</p>
<p style="text-align:justify;">6.	Personal Computer Software misal : Wordprocessing, spreadsheet, computer graphic, multimedia, entertaintment, database management, personal and business financial application, akses database atau jaringan external, dan lain-lain</p>
<p style="text-align:justify;">7.	Artificial Intelligent Software Software yang menggunakan algoritma non numerik untuk menyelesaikan permasalahan yang komplek. Areal AI yang aktif dikenal dengan expert system atau knowledge based system. Cabang baru dari AI adalah Artifial Network.</p>
<h4>1.2. SOFTWARE</h4>
<p><strong>Software adalah:</strong></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="42" valign="top">
<p>&#160;</p>
</td>
<td width="100%" valign="top">Instruksi   (Program komputer) yang pada saat dieksekusi menghasilkan fungsi dan unjuk   kerja yang dikehendaki.</td>
</tr>
<tr>
<td width="42" valign="top">
<p>&#160;</p>
</td>
<td width="100%" valign="top">Struktur   data yang memungkinkan program untuk memanipulasi informasi secukupnya.</td>
</tr>
<tr>
<td width="42" valign="top">
<p>&#160;</p>
</td>
<td width="100%" valign="top">Dokumen   yang menjelaskan operasional dan penggunaan program.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&#160;</p>
<p><strong>Karakteristik software:</strong></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="42" valign="top">
<p>&#160;</p>
</td>
<td width="100%" valign="top">Software   dikembangkan atau direkayasa, bukan dipabrikasi dengan cara klasik.</td>
</tr>
<tr>
<td width="42" valign="top">
<p>&#160;</p>
</td>
<td width="100%" valign="top">Software   tidak bisa <em>wear-out</em>.</td>
</tr>
<tr>
<td width="42" valign="top">
<p>&#160;</p>
</td>
<td width="100%" valign="top">Kebanyakan   software adalah �<em>Custom-built diassembly</em>� berdasar komponen-komponen   yang ada.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&#160;</p>
<p><strong>Aplikasi Software</strong></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="42" valign="top">
<p>&#160;</p>
</td>
<td width="100%" valign="top"><strong><em>System Software</em></strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Sekumpulan program yang dibuat untuk melayani prigram lainnya.</p>
<p>Misal: compiler, editor dan program manajemen utilities.</p>
<p>&#160;</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="42" valign="top">
<p>&#160;</p>
</td>
<td width="100%" valign="top"><strong><em>Real Time Software</em></strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Program yang memonitor atau menganalisa atau mengontrol aktifitas sehari-hari.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Elemen dari Real Time Software:</p>
<p>�   Komponen pengumpulan data, yang mengumpulkan dan menformat informasi dari              lingkungan ekternal.</p>
<p>�   Komponen analisa, yang mentransformasikan informasi yang diperlukan atau aplikasi tersebut.</p>
<p>�   Komponen kontrol/output, yang memberikan respon terhadap lingkungan eksternal.</p>
<p>�   Komponen monitoring, yang mengkoordinasi komponen-komponen lainnya sehingga bisa memberikan respon yang Real Time (biasanya antara 1 milidetik/1 menit).</p>
<p>&#160;</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="42" valign="top">
<p>&#160;</p>
</td>
<td width="100%" valign="top"><strong><em>Business Software</em></strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Software MIS yang mengakses satu atau beberapa database yang berisi informasi bisnis.</p>
<p>&#160;</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="42" valign="top">
<p>&#160;</p>
</td>
<td width="100%" valign="top"><strong><em>Enginering and Scientific   Software</em></strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Batasan aplikasinya mulai dari astronomi sampai vulkanologi, dari otomotif sampai pesawat ruang angkasa, dari molekul biologi sampai automated manufacturing.</p>
<p>&#160;</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="42" valign="top">
<p>&#160;</p>
</td>
<td width="100%" valign="top"><strong><em>Embeded Software</em></strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Biasanya diletakkan pada read only memory dan digunakan untuk mengontrol produk dan sistem untuk pelanggan dan pasar industri. Misal: key pad untuk mengontrol microwave oven.</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="42" valign="top">
<p>&#160;</p>
</td>
<td width="100%" valign="top"><strong><em>Personal Computer Software</em></strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Misal: Wordprocessing, spreadsheet, computer graphic, multimedia, entertaintment, database management, personal and business financial application, akses database atau jaringan external, dan lain-lain.</p>
<p>&#160;</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="42" valign="top">
<p>&#160;</p>
</td>
<td width="100%" valign="top"><strong><em>Artificial Intelligent   Software</em></strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Software yang menggunakan algoritma non numerik untuk menyelesaikan permasalahan yang komplek. Areal AI yang aktif dikenal dengan <em>expert system </em>atau <em>knowledge based system</em>. Cabang baru dari AI adalah <em>Artifial Network</em>.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Software Engineering]]></title>
<link>http://heckerlaye.wordpress.com/2009/11/18/software-engineering/</link>
<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 16:14:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>dayat pribadi</dc:creator>
<guid>http://heckerlaye.wordpress.com/2009/11/18/software-engineering/</guid>
<description><![CDATA[Pengertian Rekayasa Perangkat Lunak Definisi Rekayasa Engineering = rekayasa - Pemakaian ‘science’ u]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Pengertian Rekayasa Perangkat Lunak<br />
Definisi Rekayasa<br />
Engineering = rekayasa<br />
- Pemakaian ‘science’ untuk menyelesaikan ‘masalah praktis’<br />
- Dari tidak ada menjadi ada<br />
Definisi Perangkat Lunak<br />
Ada beberapa definisi perangkat lunak yang pernah dikemukakan antara lain :<br />
• Software = Perangkat lunak<br />
-  Kumpulan program komputer dengan fungsi tertentu<br />
• Perangkat lunak adalah<br />
1. Instruksi (program komputer) yang bila dieksekusi dapat menjalankan fungsi tertentu,<br />
2. Struktur data yang dapat membuat program memanipulasi informasi, dan<br />
3. Dokumen yang menjelaskan operasi dan penggunaan program (Pressman, 1997).<br />
• Perangkat lunak adalah program komputer, prosedur, aturan, dan dokumentasi yang berkaitan serta data, yang bertalian dengan operasi suatu sistem komputer (IEEE, 1993).</p>
<p>baca selengkapnya &#8230; klik link dibawah ini ;</p>
<p><a href="http://heckerlaye.wordpress.com/files/2009/11/modul-rekayasa-perangkat-lunak.pdf">modul Rekayasa Perangkat Lunak</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Rekayasa Perangkat Lunak]]></title>
<link>http://heckerlaye.wordpress.com/2009/11/12/rekayasa-perangkat-lunak/</link>
<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 16:53:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>dayat pribadi</dc:creator>
<guid>http://heckerlaye.wordpress.com/2009/11/12/rekayasa-perangkat-lunak/</guid>
<description><![CDATA[Rekaya Perangkat Lunak (Software Engineering) adalah Suatu proses rancang Bangun. Pembentukan dan pe]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Rekaya Perangkat Lunak (Software Engineering) adalah Suatu proses rancang Bangun.<br />
Pembentukan dan penggunaan prinsip rekayasa (engineering) untuk mendapatkan perangkat lunak secara ekonomis namun handal dan dapat bekerja secara efisien pada komputer.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[QUIZ 1: Rekayasa Perangkat Lunak]]></title>
<link>http://rahmadyatrias.wordpress.com/2009/11/07/quiz-1-rekayasa-perangkat-lunak/</link>
<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 12:08:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>rahmadya</dc:creator>
<guid>http://rahmadyatrias.wordpress.com/2009/11/07/quiz-1-rekayasa-perangkat-lunak/</guid>
<description><![CDATA[1. Sekumpulan metoda untuk melaksanakan setiap tahap pengembangan, merupakan definisi dari : 2. SYST]]></description>
<content:encoded><![CDATA[1. Sekumpulan metoda untuk melaksanakan setiap tahap pengembangan, merupakan definisi dari : 2. SYST]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Enterprise Resources Planning (ERP)]]></title>
<link>http://wahyudisetiawan.wordpress.com/2009/11/07/enterprise-resources-planning-erp/</link>
<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 02:15:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>admin</dc:creator>
<guid>http://wahyudisetiawan.wordpress.com/2009/11/07/enterprise-resources-planning-erp/</guid>
<description><![CDATA[ERP adalah sistem informasi manajemen yang mengintegrasikan dan mengotomatisasi berbagai praktek bis]]></description>
<content:encoded><![CDATA[ERP adalah sistem informasi manajemen yang mengintegrasikan dan mengotomatisasi berbagai praktek bis]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Paradigma software development]]></title>
<link>http://tegarheru.wordpress.com/2009/10/11/paradigma-software-development/</link>
<pubDate>Sun, 11 Oct 2009 06:08:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>tegarheru</dc:creator>
<guid>http://tegarheru.wordpress.com/2009/10/11/paradigma-software-development/</guid>
<description><![CDATA[Tidak ada standar dan prosedur baku dalam software development (pembangunan perangkat lunak), semuan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Tidak ada standar dan prosedur baku dalam <em>software development</em> (pembangunan perangkat lunak), semuanya diambil dari <em>best practice </em>yang terus dikembangkan. Dan kita semua tahu, perkembangan software diikuti oleh perkembangan hardware. Untuk setiap software baru, membutuhkan spesifikasi hardware tertentu, dan mungkin bisa sangat tinggi sekali. Dan didalam setiap hardware, dibutuhkan software pendukung yang selalu ter-<em>update</em>.</p>
<p>Namun tidak hanya hardware yang perlu diperhitungkan dalam software development, tetapi lebih kepada <em>CASE </em>(<em>Computer-Aided Software Engineering</em>)<em>-tools</em>. Tools inilah yang dapat membantu software engineer melakukan software development dengan lebih cepat, lebih berkualitas, <em>defect-free </em>yang mengarah ke minimalisasi <em>error</em>, dan produk yang lebih mudah untuk dimaintain. Dan ironisnya, penggunaan <em>CASE-tools </em>masih belum efektif.</p>
<p>Perencanaan dalam <em>software development </em>tidak hanya mengenai waktu, tetapi juga <em>man per hour</em>. Brook (1975) mengatakan <span style="font-size:11pt;line-height:&#38;" lang="IN">&#8220;<em>adding people to a late software project makes it later</em>&#8220;. Selain itu, diperlukan juga definisi awal yang jelas tentang <em>software </em>yang akan didevelop sehingga kemungkinan kegagalan <em>software </em>bisa dikurangi dan <em>change cost </em>bisa ditekan semaksimal mungkin.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;line-height:&#38;" lang="IN">Para programmer saat ini lebih suka &#8220;terburu-buru&#8221;. Artinya, mereka lebih cepat memulai menulis kode program. Dan hal inilah yang membuat <em>software </em>lebih lama selesai. Karena ada <em>change </em>dalam setiap tahapan dalam <em>software development</em>. Karena itulah, dibutuhkan <em>change management</em>. Dan diatas itu semua, diperlukan dokumentasi, bukan untuk memperlambat software development tetapi lebih kepada kualitas, baik disisi pengembangan, produk, maupun <em>maintenance</em>. Dengan adanya dokumentasi, setiap proses bisa dimonitor dan dukungan kepada konsumen bisa ditingkatkan.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;line-height:&#38;" lang="IN">Dari keterburu-buruan ini, terkadang mereka meremehkan hal terpenting tentang pengukuran kualitas, yaitu testing. Testing kebanyakan dilakukan ketika aplikasi siap untuk dirilis. Ini tidak benar. Kualitas <em>software</em> tidak dihitung hanya tentang kesiapan rilis produk, tetapi juga modul-modul yang ada didalamnya. Oleh karena itu, testing dilakukan ketika <em>software </em>sedang didevelop.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;line-height:&#38;" lang="IN">Ini hanya sebagian kecil paradigma dalam <em>software engineering</em>, karena masih banyak paradigma-paradigma lama yang belum ter-cover. Dan masih banyak lagi paradigma-paradigma baru seiring munculnya <em>best practice </em>baru <span style="font-size:11pt;line-height:&#38;" lang="IN">dalam <em>software engineering</em></span>.</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[]]></title>
<link>http://pamungkasactivity.wordpress.com/2009/10/08/3/</link>
<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 01:49:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>pamungkas</dc:creator>
<guid>http://pamungkasactivity.wordpress.com/2009/10/08/3/</guid>
<description><![CDATA[Percobaan untuk db lanjut2choirul-dasarsqlinstalasi.pdf]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Percobaan untuk db lanjut<a href="files/2009/10/2choirul-dasarsqlinstalasi.pdf">2choirul-dasarsqlinstalasi.pdf</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[DESAIN ARSITEKTUR]]></title>
<link>http://kuliahimkuin.wordpress.com/2009/09/09/desain-arsitektur/</link>
<pubDate>Wed, 09 Sep 2009 16:24:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>Computer Science</dc:creator>
<guid>http://kuliahimkuin.wordpress.com/2009/09/09/desain-arsitektur/</guid>
<description><![CDATA[SASARAN UTAMA DESAIN ARSITEKTUR ; - Mengembangkan strktur program modular dan merepresentasikan hubu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>SASARAN UTAMA DESAIN ARSITEKTUR ;</p>
<p>-	Mengembangkan strktur program modular dan merepresentasikan hubungan control antar modul<br />
-	Membentuk struktur program dan struktur data dengan menentukan interface yang memungkinkan data mengalir melalui program.</p>
<p>Dalam desain berorientasi pada aliran data desain arsitektur dilakukan dengan transisi dari aliran informasi dan dilakukan sebagai bagian dari proses lima langkah :<br />
1.	tipe aliran informasi dibangun<br />
2.	batas aliran di indikasikan<br />
3.	DFD dipetakan ke dalam struktur program<br />
4.	hirarki control ditentukan dengan pemfaktoran<br />
5.	struktur resultan disaring dengan pengukuran desain dan heuristic<br />
Ada 2 tipe aliran informasi;<br />
1.	Aliran transformasi ;  informasi harus masuk ke dalam dan keluar perangkat lunak dalam bentuk dunia eksternal.<br />
2.	Aliran transaksi :<br />
-	item tunggal yang menandai aliran informasi yangmemicu aliran data lain sepanjang salah satu dalam beberapa jalur.<!--more--><br />
-	Ditandai dengan pergerakan data sepanjang jalur masuk yang mengkonversi informasi dunia eksternal ke dalam suatu transaksi.</p>
<p>Pemetaan Transformasi<br />
Serangkaiian langkah desain yang mengijinkan sebuah DFD dengan karakterisik aliran transformasi untuk dipetakan ke dalam template yang telah ditentukan sebelumna untuk struktur program</p>
<p>Langkah-langkah dalam pemetaan transformasi:<br />
1.	Kajilah model system fundamental<br />
2.	kajilah dan saringlah diagram aliran data untuk perangkat lunak tersebut.<br />
3.	Tentukan apakah DFD memiliki karakteristik aliran transformasi dan transaksi<br />
4.	Isolasi pusat transformasi dengan mengkhususkan batas airan masuk dan keluar.<br />
5.	Lakukan “ pemfaktoran tingkat pertama”<br />
6.	lakukan pemfaktoran tingkat ke dua<br />
7.	saringlah struktur program iteasi pertama dengan menggunakan heuristic  desain bagi kualitas perangkat lunak yang telah ditingkatkan.</p>
<p>Pemetaan Transaksi<br />
Langkah-langkah desain transaksi<br />
1. Kajilah moel system fundamental<br />
Kaji dan saring diagram aliran data untuk perangkat lunak<br />
Tentukan apakah  DFD memiliki karakteristik aliran transformasi atau transaksi<br />
Identifikasi pusat transaksi dan karakteristik aliran sepanjan masing-masing jalur aksi<br />
Petakan DFD pada sebuah struktur program yang sesuai dengan pemrosesan transaksi<br />
Faktorkan dan saringklah struktur transaksi dan sruktur masing-masing jalur aksi<br />
Saringlah struktur program iterasi pertama dengan menggunakan heuristic desain untuk kualitas perangkat lunak yang dikembangkan</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pengenalan "Unified Modeling Language/UML"]]></title>
<link>http://kuliahimkuin.wordpress.com/2009/09/09/pengenalan-unified-modeling-languageuml/</link>
<pubDate>Wed, 09 Sep 2009 15:54:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>Computer Science</dc:creator>
<guid>http://kuliahimkuin.wordpress.com/2009/09/09/pengenalan-unified-modeling-languageuml/</guid>
<description><![CDATA[Dalam suatu proses pengembangan software, analisa dan rancangan telah merupakan terminologi yang san]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong> </strong></p>
<p>Dalam suatu proses pengembangan software, analisa dan rancangan telah merupakan terminologi yang sangat tua. Pada saat masalah ditelusuri dan spesifikasi dinegoisasikan, dapat dikatakan kita berada pada tahap rancangan. Merancang adalah menemukan suatu cara untuk menyelesaikan masalah, salah satu tool / model untuk merancang pengembangan software yang berbasis object oriented adalah UML.</p>
<p><strong>Konsep Objek</strong></p>
<p>Obyek dalam <em>‘software analysis &#38; design’ </em>adalah sesuatu berupa konsep (<em>concept</em>), benda (<em>thing</em>), dan sesuatu yang membedakannya dengan lingkungannya. Secara sederhana obyek adalah mobil, manusia, <em>alarm </em>dan lainlainnya. Tapi obyek dapat pula merupakan sesuatu yang abstrak yang hidup didalam sistem seperti tabel, <em>database, event, system messages. </em>Obyek dikenali dari keadaannya dan juga operasinya. Sebagai contoh sebuah mobil dikenali dari warnanya, bentuknya, sedangkan manusia dari suaranya. Ciriciri ini yang akan membedakan obyek tersebut dari obyek lainnya. Alasan mengapa saat ini pendekatan dalam pengembangan software dengan <em>object-oriented</em>, pertama adalah <em>scalability </em>dimana obyek lebih mudah dipakai untuk menggambarkan sistem yang besar dan komplek. Kedua <em>dynamic modeling</em>, adalah dapat dipakai untuk permodelan sistem dinamis dan <em>real time</em>.</p>
<p><strong>Teknik Dasar OOA/D </strong><strong><em>(Object-Oriented Analysis/Design)</em></strong></p>
<p>Dalam dunia pemodelan, metodologi implementasi obyek<!--more--> walaupun terikat kaidah-kaidah standar, namun teknik pemilihan obyek tidak terlepas pada subyektifitas software analyst &#38; designer. Beberapa obyek akan diabaikan dan beberapa obyek menjadi perhatian untuk diimplementasikan di dalam sistem. Hal ini sah-sah saja karena kenyataan bahwa suatu permasalahan sudah tentu memiliki lebih dari satu solusi. Ada 3 (tiga) teknik/konsep dasar dalam OOA/D, yaitu pemodulan (<em>encapsulation</em>), penurunan (<em>inheritance) </em>dan <em>polymorphism.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><strong>a. Pemodulan (</strong><strong><em>Encapsulation</em></strong><strong>)</strong></p>
<p>Pada dunia nyata, seorang ibu rumah tangga menanak nasi dengan <em>menggunakan rice cooker</em>, ibu tersebut menggunakannya hanya dengan menekan tombol. Tanpa harus tahu bagaimana proses itu sebenarnya terjadi. Disini terdapat penyembunyian informasi milik <em>rice cooker</em>, sehingga tidak perlu diketahui seorang ibu. Dengan demikian menanak nasi oleh si ibu menjadi sesuatu yang menjadi dasar bagi konsep <em>information hiding</em>.</p>
<p><strong>b. Penurunan (</strong><strong><em>Inheritance</em></strong><strong>)</strong></p>
<p>Obyek-obyek memiliki banyak persamaan, namun ada sedikit perbedan. Contoh dengan beberapa buah mobil yang mempunyai kegunaan yang berbeda-beda. Ada mobil bak terbuka seperti truk, bak tertutup seperti sedan dan minibus. Walaupun demikian obyek-obyek ini memiliki kesamaan yaitu teridentifikasi sebagai obyek mobil, obyek ini dapat dikatakan sebagai obyek induk (<em>parent</em>). Sedangkan minibus dikatakan sebagai obyek anak (<em>child</em>), hal ini juga berarti semua operasi yang berlaku pada mobil berlaku juga pada minibus.</p>
<p><strong>c. </strong><strong><em>Polymorphism</em></strong></p>
<p>Pada obyek mobil, walaupun minibus dan truk merupakan jenis obyek mobil yang sama, namun memiliki juga perbedaan. Misalnya suara truk lebih keras dari pada minibus, hal ini juga berlaku pada obyek anak (<em>child</em>) melakukan metoda yang sama dengan algoritma berbeda dari obyek induknya. Hal ini yang disebut <em>polymorphism</em>, teknik atau konsep dasar lainnya adalah ruang lingkup / pembatasan. Artinya setiap obyek mempunyai ruang lingkup kelas, atribut, dan metoda yang dibatasi.</p>
<p><strong>Sejarah Singkat UML</strong></p>
<p>UML (<em>Unified Modeling Language</em>) adalah sebuah bahasa yang berdasarkan grafik/gambar untuk memvisualisasi, menspesifikasikan, membangun, dan pendokumentasian dari sebuah sistem pengembangan software berbasis OO (<em>Object-Oriented</em>). UML sendiri juga memberikan standar penulisan sebuah sistem blue print, yang meliputi konsep bisnis proses, penulisan kelas-kelas dalam bahasa program yang spesifik, skema database, dan komponen-komponen yang diperlukan dalam sistem software (<a href="http://www.omg.org/">http://www.omg.org</a>). Pendekatan analisa &#38; rancangan dengan menggunakan model OO mulai diperkenalkan sekitar pertengahan 1970 hingga akhir 1980 dikarenakan pada saat itu aplikasi software sudah meningkat dan mulai komplek. Jumlah yang menggunakaan metoda OO mulai diuji cobakandan diaplikasikan antara 1989 hingga 1994, seperti halnya oleh Grady Booch dari <em>Rational Software Co., </em>dikenal dengan OOSE (<em>Object-Oriented Software Engineering</em>), serta James Rumbaugh dari <em>General Electric</em>, dikenal dengan OMT (<em>Object Modelling Technique</em>).</p>
<p>Kelemahan saat itu disadari oleh Booch maupun Rumbaugh adalah tidak adanya standar penggunaan model yang berbasis OO, ketika mereka bertemu ditemani rekan lainnya Ivar Jacobson dari Objectory mulai mendiskusikan untuk mengadopsi masing-masing pendekatan metoda OO untuk membuat suatu model bahasa yang uniform / seragam yang disebut UML (<em>Unified Modeling Language</em>) dan dapat digunakan oleh seluruh dunia.</p>
<p>Secara resmi bahasa UML dimulai pada bulan oktober 1994, ketika Rumbaugh bergabung Booch untuk membuat sebuah project pendekatan metoda yang uniform/seragam dari masing-masing metoda mereka. Saat itu baru dikembangkan draft metoda UML version 0.8 dan diselesaikan serta di release pada bulan oktober 1995. Bersamaan dengan saat itu, Jacobson bergabung dan</p>
<p>UML tersebut diperkaya ruang lingkupnya dengan metoda OOSE sehingga muncul release version 0.9 pada bulan Juni 1996. Hingga saat ini sejak Juni 1998 UML version 1.3 telah diperkaya dan direspons oleh OMG (Object Management Group), Anderson Consulting, Ericsson, Platinum Technology, ObjectTime Limited, dll serta di pelihara oleh OMG yang dipimpin oleh Cris Kobryn. UML adalah standar dunia yang dibuat oleh <em>Object Management Group </em>(OMG), sebuah badan yang bertugas mengeluarkan standar-standar teknologi <em>objectoriented </em>dan <em>software component</em>.</p>
<p><strong>3. Pengenalan UML</strong></p>
<p>UML sebagai sebuah bahasa yang memberikan <em>vocabulary </em>dan tatanan penulisan kata-kata dalam <em>‘MS Word’ </em>untuk kegunaan komunikasi. Sebuah bahasa model adalah sebuah bahasa yang mempunyai vocabulary dan konsep tatanan / aturan penulisan serta secara fisik mempresentasikan dari sebuah sistem. Seperti halnya UML adalah sebuah bahasa standard untuk pengembangan sebuah software yang dapat menyampaikan bagaimana membuat dan  membentuk model-model, tetapi tidak menyampaikan apa dan kapan model yang seharusnya dibuat yang merupakan salah satu proses implementasi pengembangan software.</p>
<p>UML tidak hanya merupakan sebuah bahasa pemograman visual saja, namun juga dapat secara langsung dihubungkan ke berbagai bahasa pemograman, seperti JAVA, C++, Visual Basic, atau bahkan dihubungkan secara langsung ke dalam sebuah object-oriented database. Begitu juga mengenai pendokumentasian dapat dilakukan seperti; <em>requirements</em>, arsitektur, <em>design, source code, project plan, tests</em>, dan <em>prototypes</em>. Untuk dapat memahami UML membutuhkan bentuk konsep dari sebuah bahasa model, dan mempelajari 3 (tiga) elemen utama dari UML seperti <em>building block</em>, aturan-aturan yang menyatakan bagaimana <em>building block </em>diletakkan secara persamaan, dan beberapa mekanisme umum (common).</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Software Extendibility]]></title>
<link>http://maleskoding.wordpress.com/2009/08/23/software-extendibility/</link>
<pubDate>Sun, 23 Aug 2009 22:57:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>petra</dc:creator>
<guid>http://maleskoding.wordpress.com/2009/08/23/software-extendibility/</guid>
<description><![CDATA[Extendibility adalah kemudahan pengadaptasian produk perangkat lunak terhadap perubahan spesifikasi]]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><em>Extendibility </em>adalah kemudahan pengadaptasian produk perangkat lunak terhadap perubahan spesifikasi]. Hal ini dikarenakan kebiasaan <em>client </em>yang sering berganti-ganti spesifikasi dan sulitnya untuk mengekstraksi apa yang diinginkan oleh <em>client </em>tersebut.</p>
<p>Ada 2 hal yang penting di dalam meningkatkan <em>extendibility</em></p>
<ol>
<li><strong><em>Design simplicity</em></strong><br />
Arsitektur yang sederhana akan mudah diadaptasi daripada yang lebih rumit.</li>
<li><strong><em>Decentralization</em></strong><br />
Semakin otonom sebuah modul maka kemungkinan besar perubahan kecil hanya akan mempengaruhi satu atau sedikit modul daripada menimbulkan efek berantai yang mempengaruhi sistem secara keseluruhan. Salah satu keunggulan dari pengembangan perangkat lunak berorientasi obyek adalah pemilah-milahan modul yang lebih baik.</li>
</ol>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[OBJECT ORIENTED PROGRAMMING]]></title>
<link>http://wahyuddin8578.wordpress.com/2009/08/02/object-oriented-programming/</link>
<pubDate>Sun, 02 Aug 2009 08:23:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>wahyuddin8578</dc:creator>
<guid>http://wahyuddin8578.wordpress.com/2009/08/02/object-oriented-programming/</guid>
<description><![CDATA[OOP ( Object Oriented Programming ) adalah suatu bentuk/model pemrograman yang berorientasi pada obj]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">OOP ( Object Oriented Programming ) adalah suatu bentuk/model pemrograman yang berorientasi pada object. Pada dasarnya semua benda yang ada didunia ini dapat dikatakan sebuah object. Rumah, mobil, motor, meja, komputer, merupakan contoh object yang nyata. Object-object tersebut dapat berdiri sendiri (independen) dan dapat juga antar object-object tersebut saling berinteraksi. Bahasa-bahasa baru generasi sekarang pada umumnya sudah memiliki kemampuan berorientasi object.</p>
<p style="text-align:justify;"><!--more-->Dalam Object Oriented Programming ada beberapa istilah penting, seperti Object, Class, Encapsulation, Inheritance, dan Polimorfisme.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Object</strong> merupakan sesuatu yang memiliki identitas (nama), pada umumnya juga memiliki data tentang dirinya maupun object lain dan mempunyai kemampuan untuk melakukan sesuatu dan bisa bekerja sama dengan objek lainnya. Setiap object memiliki dua karakteristik yang utama yaitu, atribut dan behavior. Atribut merupakan status object dan behavior merupakan tingkah laku dari object tersebut. Contoh sederhana adalah sepeda. Object sepeda memiliki atribut : pedal, roda, dan gigi. Tingkah laku (behavior) yang dimiliki sepeda diantaranya adalah pacu dan rem.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Class</strong> adalah semacam cetakan untuk membuat object.  Misalnya sebuah rancangan mobil yang digunakan untuk membuat ratusan mobil. Mobil yang dibuat tersebut adalah object dari kelas rancangan mobil. Hal ini dapat dilakukan karena semua object mobil yang dibuat memiliki karakteristik yang sama</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Encapsulation</strong> adalah pembungkusan antara data dan prosedur ataupun fungsi (method) yang memanipulasinya ke dalam sebuah object pada bagian yang terlindungi sehingga data-datanya tidak mudah diakses langsung dari luar. Manfaat dari enkapsulation ialah kode sumber dari sebuah object dapat dikelola secara independen dari kode object yang lain. Selain itu, dengan enkapsulasi kita bisa menyembunyikan informasi-informasi yang tidak perlu diketahui oleh object lain.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Inheritance</strong> adalah pewarisan atribut atau method pada sebuah class yang diperoleh dari sebuah class yang terdefinisi sebelumnya. Sebagai contoh, class mobil sedan mewarisi atribut dari class mobil sehingga class mobil sedan juga memiliki atribut-atribut seperti roda, gigi, dan kecepatan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Polimorfisme </strong>adalah suatu sifat yang memungkinkan nama method yang sama dapat melakukan tindakan yang berbeda. Contohnya ialah method pacu yang terdapat pada sepeda motor dan sepeda. Ingat bahwa motor adalah kelas turunan dari sepeda. Method pacu pada kedua kelas sama-sama untuk menambah kecepatan. Namun pacu pada motor berbeda dengan pacu pada sepeda. Pacu pada motor ialah mengurangi (membakar) bahan bakar, sedangkan pacu pada sepeda ialah mengurangi stamina pengendara. Keduanya menggunakan nama yang sama, pacu, namun ternyata merujuk pada pekerjaan spesifik yang berbeda.</p>
<p>Bahasa pemrograman yang mendukung OOP antara lain:</p>
<ol>
<li>Java</li>
<li>C++</li>
<li>Pascal      (bahasa pemrograman)</li>
<li>Visual      Basic.NET</li>
<li>SIMULA</li>
<li>Smalltalk</li>
<li>Ruby</li>
<li>Python</li>
<li>PHP</li>
<li>C#</li>
<li>Delphi</li>
<li>Eiffel</li>
<li>Perl</li>
</ol>
<p>Untuk bahasa pemrograman Java dapat didownload  dari: <a href="http://java.sun.com/javase/downloads/">http://java.sun.com/javase/downloads/</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Undangan Seminar Nasional Teknoin FTI UII (14 Nopember 2009): Energi Alternatif Solusi Hadapi Krisis Energi di Indonesia]]></title>
<link>http://mishbahulmunir.wordpress.com/2009/07/29/undangan-seminar-nasional-teknoin-fti-uii-14-nopember-2009-energi-alternatif-solusi-hadapi-krisis-energi-di-indonesia/</link>
<pubDate>Wed, 29 Jul 2009 04:55:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>Mishbahul Munir</dc:creator>
<guid>http://mishbahulmunir.wordpress.com/2009/07/29/undangan-seminar-nasional-teknoin-fti-uii-14-nopember-2009-energi-alternatif-solusi-hadapi-krisis-energi-di-indonesia/</guid>
<description><![CDATA[Energi merupakan komponen penting baik di dunia industri maupun kehidupan sehari-hari. Menyikapi ket]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Energi merupakan komponen penting baik di dunia industri maupun kehidupan sehari-hari. Menyikapi ketersediaan energi di bumi dan efek samping dari pengadaan energi, maka dibutuhkan sumber energi alternatif yang baru dan terbarukan dan yang lebih ramah lingkungan.</p>
<p>Indonesia merupakan negera yang sebenarnya memiliki berbagai macam sumber energi, namun banyak yang belum dimanfaatkan secara optimal. Sebagai contoh energi panas bumi, angin, dan matahari.</p>
<p>Dengan adanya Seminar Nasional &#8220;Energi Alternatif: Solusi Terhadap Krisis Energi di Indonesia&#8221; yang digelar oleh Fakultas Teknologi Industri UII ini diharapkan ada solusi dalam memanfaatkan sumber energi baru dan terbarukan untuk pembangkit listrik yang lebih ramah lingkungan sebagai pengganti batu bara dan minyak bumi.</p>
<p>Berikut informasi selengkapnya:<br />
<!--more--><br />
<strong>Topik Seminar</strong><br />
<em>TEKNIK ELEKTRO</em><br />
- Sistem Tenaga<br />
- Sistem Kendali<br />
- Komunikasi<br />
- Pemrosesan Sinyal<br />
- Elektronika<br />
- Pengolahan Citra<br />
- Instrumentasi dan Aquisisi Data</p>
<p><em>TEKNIK INDUSTRI</em><br />
- Sistem Produksi<br />
- Optimasi Sistem Industri<br />
- Perencanaan dan Pengendalian Produksi<br />
- Manajemen Kualitas<br />
- Manajemen Rantai Pasok<br />
- Ergonomi<br />
- Desain Produk<br />
- Knowledge Management</p>
<p><em>TEKNIK MESIN</em><br />
- Teknologi Manufaktur<br />
- CAD/CAM/CAE<br />
- Otomasi dan Robotika<br />
- Mekatronika<br />
- Material<br />
- Metode Elemen Hingga</p>
<p><em>TEKNIK KIMIA</em><br />
- Perpindahan Kalori dan Massa<br />
- Kinetika Reaksi dan Katalis<br />
- Teknologi Pemisahan<br />
- Teknik Lingkungan<br />
- Perancangan Alat dan Proses</p>
<p><em>TEKNIK TEKSTIL</em><br />
- Struktur Tekstil<br />
- Pengembangan Serat<br />
- Zat Warna Alam<br />
- Blending dan Mixing<br />
- Pengolahan Limbah Tekstil<br />
- Desain Tekstil</p>
<p><em>TEKNIK INFORMATIKA</em><br />
- Sistem Informasi<br />
- Rekayasa Perangkat Lunak<br />
- Sistem dan Jaringan Komputer<br />
- Sistem Cerdas<br />
- Grafika dan Multimedia<br />
- Informatika Teori</p>
<p><strong>Abstrak Makalah</strong><br />
- Abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris<br />
- Ukuran kertas A4 dengan spasi 1 dan jenis huruf Times New Romans 12 pt.<br />
- Abstrak harus memuat judul, nama dan alamat atau instansi penulis.<br />
- Abstrak harus memuat kata kunci minimal 5 kata.<br />
- Abstrak dikirim ke alamat email panitia: <strong>seminarteknoin@yahoo.com</strong></em> atau fax: 0274-895287 ext. 148 paling lambat tanggal <strong>15 Agustus 2009</strong><em>.</p>
<p><strong>Keynote Speaker</strong><br />
- Ir. Tumiran, M.Eng, Ph.D (Dewan Energi Nasional)<br />
- Dr. Ir. Widi Setiawan (Kepala BATAN Yogyakarta)<br />
- Soewondo Koesoemo (General Manager PT. Geo Dipa Energi Unit Dieng)</p>
<p><strong>Waktu Penting</strong><br />
- Batas Penerimaan Abstrak: <strong>15 Agustus 2009</strong><em><br />
- Pemberitahuan Abstrak yang Diterima: <strong>31 Agustus 2009</strong></em><br />
- Batas Penerimaan Makalah Lengkap dan Pembayaran: <strong>31 Oktober 2009</strong><em><br />
- Pelaksanaan Seminar: <strong>Sabtu, 14 Nopember 2009</strong></em> bertempat di Auditorium FTI Kampus Terpadu UII Jalan Kaliurang Km. 14,5 Yogyakarta</p>
<p><strong>Biaya Seminar</strong><br />
- Industri/Umum: Rp 350.000<br />
- Pemakalah: Rp 350.000<br />
- Peserta: Rp 150.000<br />
- Mahasiswa S1/D3: Rp 75.000</p>
<p>* Pemakalah dengan makalah lebih dari satu akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 100.000 per makalah (tanpa prosiding tambahan).</p>
<p>Biaya ditransfer ke rekening atas nama:<br />
Yustiasih Purwaningrum<br />
Bank Mandiri Cabang Yogyakarta<br />
No. Rek: 137-00-0435670-1</p>
<p><strong>Susunan Panitia</strong><br />
<em>Penanggung Jawab: </em><br />
- Dekan Fakultas Teknologi Industri UII</p>
<p><em>Pengarah:</em><br />
- Direktur Pascasarjana Magister Teknologi Industri<br />
- Ketua Jurusan Teknik Kimia<br />
- Ketua Jurusan Teknik Industri<br />
- Ketua Jurusan Teknik Informatika<br />
- Ketua Jurusan Teknik Elektro<br />
- Ketua Jurusan Teknik Mesin</p>
<p><em>Ketua pelaksana:</em><br />
- Dr. Ir. Farham HM. Saleh, MSIE.</p>
<p><em>Sekretariat:</em><br />
- Dwi Ana Ratna Wati, ST., M.Eng.<br />
- Medilla Kusriyanto, ST., M.Eng.</p>
<p><em>Acara:</em><br />
- Wahyudi Budi Pramono, ST., M.Eng.<br />
- Arif Hidayat, ST., MT.</p>
<p><em>Bendahara:</em><br />
- Yustiasih Purwaningrum, ST., MT.</p>
<p><strong>Pusat Informasi/Alamat Panitia</strong><br />
Fakultas Teknologi Industri<br />
Universitas Islam Indonesia<br />
Jalan Kaliurang Km. 14,5 Yogyakarta 55584<br />
Phone/Fax: 0274-895007, 895287 ext 148<br />
email: <a href="seminarteknoin@yahoo.com">seminarteknoin@yahoo.com</a>, <a href="teknoin@fti.uii.ac.id">teknoin@fti.uii.ac.id</a><br />
website: <a href="http://fit.uii.ac.id/index.php/Agenda/Seminar-Nasional-Teknoin-2009-FTI-UII-Energi-Alternatif-Solusi-Hadapi-Krisis-Energi-di-Indonesia.html">http://fit.uii.ac.id/</a></p>
<p>Contact person:<br />
- Wahyudi Budi Pramono (08122707692)<br />
- Dwi Ana R (08172738501)</p>
<ol>
<strong>Pusat Download</strong></p>
<p><a href="http://fit.uii.ac.id/images/stories/seminarnasionalteknoin2009.jpg">POSTER SEMINAR</a> &#124; <a href="http://fit.uii.ac.id/images/stories/semnasteknoin2009a.jpg">BROSUR SEMINAR 1</a> &#124; <a href="http://fit.uii.ac.id/images/stories/semnasteknoin2009b.jpg">BROSUR SEMINAR 2</a> &#124; <a href="http://fit.uii.ac.id/media/formulirpendaftaranseminarteknoin2009.doc">FORMULIR PENDAFTARAN</a></ol>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Misi Berikutnya.... Posting Pendidikan]]></title>
<link>http://mhdazmi.wordpress.com/2009/07/25/misi-berikutnya-posting-pendidikan/</link>
<pubDate>Sat, 25 Jul 2009 00:36:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>Azmi</dc:creator>
<guid>http://mhdazmi.wordpress.com/2009/07/25/misi-berikutnya-posting-pendidikan/</guid>
<description><![CDATA[Karena saya sekarang menjadi guru di SMK Komputer, tepatnya SMK Negeri 6 Pekanbaru, jadi harus menga]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Karena saya sekarang menjadi guru di SMK Komputer, tepatnya SMK Negeri 6 Pekanbaru, jadi harus mengajarkan beberapa ilmu yang mungkin lupa-lupa ingat. Atau bahkan saya cuma pelajari secara otodidak, yang jelas dulu pernah belajar. Semester ini saya diminta mengajarkan Instalasi Sistem Operasi tapi dihapuskan kembali diganti dengan pelajaran lain. Desain Grafis, Jarkom dasar dan Internet, Power Point,  KKPI (untuk kelas X jurusan lain). Jarkom lanjutan untuk kelas XI jurusan Rekayasa Perangkat Lunak.</p>
<p><!--more-->Trus trang saya lebih mengandalkan belajar otodidak dan sharing di Internet aja, pengalaman mengajar dengan pola sekarang ini yang pertama kali. Dulu sih pernah mengajar, tapi beda dengan sekarang yang penuh dengan administrasi dan standar. Tapi gak papa, kita semua wajib belajar kan walaupun udah jadi pengajar.</p>
<p>Saya mohon bimbingannya untuk memberikan nilai tambah, semoga semuanya bisa menjadi lebih mendekati sempurna. Juga saya akan pasangkan juga link-link yang saya gunakan untuk belajar sebagai nara sumber.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Rekayasa Perangkat Lunak]]></title>
<link>http://mbahrudin.wordpress.com/2009/07/10/rekayasa-perangkat-lunak/</link>
<pubDate>Fri, 10 Jul 2009 23:30:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>Mbah</dc:creator>
<guid>http://mbahrudin.wordpress.com/2009/07/10/rekayasa-perangkat-lunak/</guid>
<description><![CDATA[Mata Kuliah Rekayasa Perangkat Lunak, Materi Ini Diambil Dari E-learning Stikom Poltek Cirebon Dosen]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Mata Kuliah Rekayasa Perangkat Lunak, Materi Ini Diambil Dari E-learning <a href="http://www.stikompoltek.ac.id" target="_blank">Stikom Poltek Cirebon</a></p>
<p>Dosen :<br />
Khalid Iskandar, S.Kom, MM.<br />
iskandar_undip@yahoo.com</p>
<p><a href="http://www.ziddu.com/download/5554254/2207007_my_resume_rpl.doc.html" target="_blank">Resume Rekayasa Perangkat Lunak, Pertemuan 1 &#8211; 7</a><br />
<a href="http://www.ziddu.com/download/5556589/2207007_pertemuan_8.doc.html" target="_blank">Resume Rekayasa Perangkat Lunak, Pertemuan 8 &#8211; 14</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Rekayasa Perangkat Lunak]]></title>
<link>http://mrans.wordpress.com/2009/06/29/rekayasa-perangkat-lunak/</link>
<pubDate>Mon, 29 Jun 2009 13:27:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>mrans</dc:creator>
<guid>http://mrans.wordpress.com/2009/06/29/rekayasa-perangkat-lunak/</guid>
<description><![CDATA[Rekayasa perangkat lunak (RPL, atau dalam bahasa Inggris: Software Engineering atau SE) adalah satu ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Rekayasa perangkat lunak</strong> (RPL, atau dalam <a title="Bahasa Inggris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Inggris">bahasa Inggris</a>: <em>Software Engineering</em> atau <em>SE</em>) adalah satu bidang profesi yang mendalami cara-cara pengembangan <a title="Perangkat lunak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perangkat_lunak">perangkat lunak</a> termasuk pembuatan, pemeliharaan, manajemen organisasi pengembanganan perangkat lunak dan sebagainya.<!--more--></p>
<h2><span>Sejarah</span></h2>
<p>Istilah <em>software engineering</em>, pertama kali digunakan pada akhir tahun 1950-an dan sekitar awal 1960-an. Pada tahun 1968, <a title="NATO" href="http://id.wikipedia.org/wiki/NATO">NATO</a> menyelenggarakan konferensi tentang <em>software engineering</em> di Jerman dan kemudian dilanjutkan pada tahun 1969. Meski penggunaan kata <em>software engineering</em> dalam konferensi tersebut menimbulkan debat tajam tentang aspek <em>engineering</em> dari pengembangan <a title="Perangkat lunak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perangkat_lunak">perangkat lunak</a>, banyak pihak yang menganggap konferensi tersebutlah yang menjadi awal tumbuhnya profesi <strong>rekayasa perangkat lunak</strong></p>
<p><em>Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[UAT (User Acceptant Testing)]]></title>
<link>http://fajarbaguswp.wordpress.com/2009/06/22/uat-user-acceptant-testing/</link>
<pubDate>Mon, 22 Jun 2009 10:45:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>jargus</dc:creator>
<guid>http://fajarbaguswp.wordpress.com/2009/06/22/uat-user-acceptant-testing/</guid>
<description><![CDATA[Baru kali ini selama jadi programmer merasakan UAT. Semoga ada pelajaran hidup yang diambil. Yah, na]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Baru kali ini selama jadi programmer merasakan UAT. Semoga ada pelajaran hidup yang diambil. Yah, na]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Rekayasa Perangkat Lunak]]></title>
<link>http://barmawi618ti.wordpress.com/2009/06/17/rekayasa-perangkat-lunak/</link>
<pubDate>Wed, 17 Jun 2009 05:57:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>barmawi618ti</dc:creator>
<guid>http://barmawi618ti.wordpress.com/2009/06/17/rekayasa-perangkat-lunak/</guid>
<description><![CDATA[REKAYASA PERANGKAT LUNAK (SOFTWARE ENGINEERING) I. PENDAHULUAN Rekayasa perangkat lunak telah berkem]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p align="center"><strong><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-16" title="DSCN4661" src="http://barmawi618ti.wordpress.com/files/2009/06/dscn46611.jpg?w=69" alt="DSCN4661" width="69" height="150" />REKAYASA PERANGKAT LUNAK</strong></p>
<p align="center"><strong>(SOFTWARE ENGINEERING)</strong></p>
<ol>
<li><strong> I. </strong><strong>PENDAHULUAN</strong></li>
</ol>
<p>Rekayasa perangkat lunak telah berkembang sejak pertama kali ddiciptakan pada tahun 1940-an hingga kini. Focus utama pengembangannya adalah untuk mengembangkan praktek dan teknologi untuk meningkatkan produktivitas para praktisi pengembang perangkat luank dan kualitas aplikasi yang dapat digunakan oleh pemakai.</p>
<p><strong>I.1 Sejarah Software Engineering</strong></p>
<p>Istilah software engineering digunakan pertama kali pada akhir 1950-an dan awal 1960-an. Saat itu, masih terdapat perdebatan tajam mengenai aspek engineering dari pengembangan perangkat lunak. Pada tahun 1968 dan 1969, komite sains NATO mensponsori dua konferensi tentang rekayasa perangkat lunak, yang memberikan dampak kuat terhadap pengembangan rekayasa perangkat lunak. Banyak yang menganggap dua konferensi inilah yang menandai awal resmi profesi rekayasa perangkat lunak.</p>
<p>Pada tahun 1960-an hingga 1980-an, banyak masalah yang ditemukan para praktisi pengembangan perangkat lunak. Banyak project yang gagal, hingga masa ini disebut sebagai krisis perangkat lunak. Kasus kegagalan pengembangan perangkat lunak terjadi mulai dari project yang melebihi anggaran, hingga kasusu yang mengakibatkan kerusakan fisik dan kematian. Salah satu kasus yang terkenal antara lain meledaknya roket Ariane akibat kegagalan perangkat lunak. Selama bertahun-tahun, para peneliti memfokuskan usahanay untuk menemukan teknik jitu untuk memecahkan masalah krisi perangkat lunak. Berbagai teknik, metode, alat, proses diciptakan dan diklaim sebagai senjata pamungkas untuk memecahkan kasus ini. Mulai dari pemrograman terstruktur, pemrograman berorientasi objek, pernagkat pembantu pengembangan perangkat lunak (CASE tools), berbagai standar, UML hingga metode formal diagung-agungkan sebagai senjaat pamungkas untuk menghasilkan software yang benar, sesuai anggaran dan tepat waktu. Pada tahun 1987, Fred Brooks menulis artikel No Silver Bullet, yang berproposisi bahwa tidak ada satu teknologi atau praktek yang sanggup mencapai 10 kali lipat perbaikan dalam produktivitas pengembanan perngkat lunak dalam tempo 10 tahun.</p>
<p>Sebagian berpendapat, no silver bullet berarti profesi rekayasa perangkat lunak dianggap telah gagal. Namun sebagian yang lain justru beranggapan, hal ini menandakan bahwa bidang profesi rekayasa perangkat lunak telah cukup matang, karena dalam bidang profesi lainnya pun, tidak ada teknik pamungkas yang dapat digunakan dalam berbagai kondisi.</p>
<p><strong>I.2 Pengertian Dasar</strong></p>
<p>Istilah Reakayasa Perangkat Lunak (RPL) secara umum disepakati sebagai terjemahan dari istilah Software engineering. Istilah Software Engineering mulai dipopulerkan pada tahun 1968 pada software engineering Conference yang diselenggarakan oleh NATO. Sebagian orang mengartikan RPL hanya sebatas pada bagaimana membuat program komputer. Padahal ada perbedaan yang mendasar antara perangkat lunak (software) dan program komputer.</p>
<p>Perangkat lunak adalah seluruh perintah yang digunakan untuk memproses informasi. Perangkat lunak dapat berupa program atau prosedur. Program adalah kumpulan perintah yang dimengerti oleh komputer sedangkan prosedur adalah perintah yang dibutuhkan oleh pengguna dalam memproses informasi (O’Brien, 1999).</p>
<p>Pengertian RPL sendiri adalah suatu disiplin ilmu yang membahas semua aspek produksi perangkat lunak, mulai dari tahap awal yaitu analisa kebutuhan pengguna, menentukan spesifikasi dari kebutuhan pengguna, disain, pengkodean, pengujian sampai pemeliharaan sistem setelah digunakan. Dari pengertian ini jelaslah bahwa RPL tidak hanya berhubungan dengan cara pembuatan program komputer. Pernyataan ”semua aspek produksi” pada pengertian di atas, mempunyai arti semnua hal yang berhubungan dengan proses produksi seperti manajemen proyek, penentuan personil, anggaran biaya, metode, jadwal, kualitas sampai dengan pelatihan pengguna merupakan bagian dari RPL.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MODEL RAKITAN KOMPONEN DALAM REKAYASA PERANGKAT LUNAK]]></title>
<link>http://aengsongai.wordpress.com/2009/06/15/model-rakitan-komponen-dalam-rekayasa-perangkat-lunak/</link>
<pubDate>Mon, 15 Jun 2009 15:38:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>aengsongai</dc:creator>
<guid>http://aengsongai.wordpress.com/2009/06/15/model-rakitan-komponen-dalam-rekayasa-perangkat-lunak/</guid>
<description><![CDATA[Teknologi objek memberikan kerangka kerja teknis untuk sebuah model proses berbsis komponen bagi rek]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Teknologi objek memberikan kerangka kerja teknis untuk sebuah model proses berbsis komponen bagi rekayasa perangkat lunak. Pradigma orientasi objek menekan kreasi kelas yang mengkapsulasi data dan algoritme yang dipakai untuk memanipulasi data. Bila data dirancang dan diimplemintasi dengan baik, kelas orientasi objek bisa dipakai lagi pada aplikasi serta arsitektur system berbasis computer yang berbeda-beda.</p>
<p>Model Rakitan Komponen menggabungkan beberapa karakter model spiral. Model ini bersifat evolusioner, sehingga membutuhkan pendekatan iteratife untuk menciptakan perangkat lunak. Tetapi model rakitan komponen merangkai aplikasi dari komponenperangkat lunak sebelum dipaketkan ( kadang-kadang disebut “kelas”)</p>
<p>Aktivitas perangkat lunak dimulai dengan edintifikasi calon kelas, hal ini dipenuhi dengan mengamati data yang akan dimanipulasi oleh aplikasi dan algoritma – algoritma yang akan diaplikasikan untuk melakukan menipulasi. Data dan algoritme yang berhubungan dikemas dalam sebuah kelas.</p>
<p>Kelas-kelas yang diciptakan di dalam proyek perangkat lunak disimpan dalam kelas library ( pustaka kelas) atau tempat penyimpanan. Sekali kelas-kelas kandidat diidentifikasi, perpustakaan-perpustakaan kelas diamati untuk menetukan apakah kelas itu ada, bila ada, kelas itu kemudian diekstraksi dari pustaka dan digunakan lag. Jika sebuah kelas kandidat tidak ada dalam pustaka, dia rekayasa dengan menggunakan metode yang berorientasi objek. Iterasi aplikasi pertama yang akan sibangun kemudian dikomposisi dengan mempergunakan kelas yang diekstraksi dari perpustakaan dan kelas-kelasbaru lain yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan unik dari aplikasi. Kemudian aliran porses kembali ke spiral dan akan masuk lagi ke iterasi rakitan selama susekuen melewati aktifitas perekayasaan.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MSF Case Study: Adventure Work Cycles]]></title>
<link>http://albertoaden.wordpress.com/2009/06/15/msf-case-study-adventure-work-cycles/</link>
<pubDate>Mon, 15 Jun 2009 10:18:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>Alberto Aden</dc:creator>
<guid>http://albertoaden.wordpress.com/2009/06/15/msf-case-study-adventure-work-cycles/</guid>
<description><![CDATA[Let&#39;s ride Dengan berakhirnya semester Genap 2008/2009 maka kami diberi tugas untuk mencari stud]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div id="attachment_280" class="wp-caption alignleft" style="width: 235px"><img class="size-medium wp-image-280" title="Let's ride" src="http://albertoaden.wordpress.com/files/2009/06/21_93_2-bicycle-sign_web.jpg?w=300" alt="Let's ride" width="225" height="150" /><p class="wp-caption-text">Let&#39;s ride</p></div>
<p><span style="float:left;color:#669999;font-size:80px;line-height:60px;padding-top:2px;padding-right:5px;font-family:Times, serif, Georgia;">D</span>engan berakhirnya semester Genap 2008/2009 maka kami diberi tugas untuk mencari studi kasus yang menggunakan metodologi yang kami pilih di awal. Setelah mencari-cari maka saya temukan studi kasus yang lumayan lengkap untuk Microsoft Solutions Framework (MSF), yang asalnya dari buku <em>MCSD Self-Paced Training Kit: Analyzing Requirements and Defining Microsoft .NET Solution Architectures</em> (Copyright © 2003 by Microsoft Corporation). Kisah pada studi kasus ini mengenai Adventure Work Cycles (AWC),  sebuah perusahaan Internasional yang bergerak di bidang manufaktur dan penjualan sepeda.</p>
<blockquote><p><em>Adventure Works Cycles, the fictitious company on which the AdventureWorks sample databases are based, is a large, multinational manufacturing company. The company manufactures and sells metal and composite bicycles to North American, European and Asian commercial markets. While its base operation is located in Bothell, Washington with 290 employees, several regional sales teams are located throughout their market base.</em> (http://msdn.microsoft.com/en-us/library/ms124825.aspx)</p></blockquote>
<p>Untuk di blog ini saya hanya memberikan satu contoh per deriverable yang dihasilkan, untuk lengkapnya silahkan saudara download di <a href="http://www.cse.ohio-state.edu/~igorm/CSE762/SP08/theme3/SolutionDocuments/">http://www.cse.ohio-state.edu/~igorm/CSE762/SP08/theme3/SolutionDocuments/</a></p>
<p><strong>Latar Belakang</strong></p>
<ul>
<li>Kepuasan pelanggan Adventure Works Cycles menurun</li>
<li>Pelanggan mengharapkan fasilitas untuk membeli/memesan barang dan melacak pemesanan melalui internet</li>
<li>Petugas penjualan kesulitan mendapat informasi yang jelas untuk membantu mereka memprioritaskan penjualan, dan sistem yang ada tidak mendukung dalam pemberian informasi dalam bentuk yang jelas</li>
<li>Sebagai contoh, keseluruhan pricelist untuk semua area harus di download ketika ingin mengetahui perubahan harga terbaru. Staff penjualan mendownload daftar yang besar walaupun ternyata di area mereka tidak ada perubahan harga</li>
<li>Area penjualan yang tersebar di Amerika, Eropa dan Asia masing-masing memiliki bahasa, bentuk penulisan jam dan tanggal, serta mata uang yang berbeda-beda, sehingga dibutuhkan bentuk penyampaian informasi yang bebeda sesuai area</li>
</ul>
<p><!--more--></p>
<p><strong>MSF Approach</strong></p>
<p>Seperti yang telah kita bahas di posting2 sebelumnya, untuk membuat solusi, MSF akan melakukan pendekatan dari fase-fase yaitu:</p>
<p>1.    Envisioning Phase<br />
Case study documents:<br />
a.    Requirements<br />
b.    Vision/Scope Document<br />
c.    Project Structure Document<br />
d.    Risk Assessment Tool</p>
<p>2.    Planning Phase<br />
Case study documents:<br />
a.    Functional Specifications Document<br />
b.    Design documents<br />
c.    Validated requirements list<br />
d.    Technical Specifications Document</p>
<p>3.    Developing Phase<br />
Case study documents:<br />
a.    Proof of Concept/ User Interface Design<br />
b.    Bug reports</p>
<p>4.    Stabilizing Phase<br />
Case study documents:<br />
a.    Test Specification and Test Cases</p>
<p>5.    Deploying Phase (not discussed)</p>
<p>Untuk masing-masing deliverable diatas telah disediakan satu contoh sesuai dengan yang didapat dari website case study AWC ini. Untuk contoh lebih lanjut silahkan buka di website yang bersangkutan yaitu <a href="http://www.cse.ohio-state.edu/~igorm/CSE762/SP08/theme3/SolutionDocuments/">http://www.cse.ohio-state.edu/~igorm/CSE762/SP08/theme3/SolutionDocuments/</a></p>
<p><strong>Envisioning Phase</strong></p>
<ul>
<li>Requirements (original), silahkan download (pdf)  &#8211;&#62; <a href="http://albertoaden.wordpress.com/files/2009/06/awc-requirements-chapter-3.pdf">AWC &#8211; Requirements (Original)</a></li>
<li>Vision/Scope Document, silahkan download (pdf) &#8211;&#62; <a href="http://albertoaden.wordpress.com/files/2009/06/awc-vision-scope.pdf">AWC &#8211; Vision Scope</a></li>
<li>Project Structure Document, silahkan download (pdf) &#8211;&#62; <a href="http://albertoaden.wordpress.com/files/2009/06/awc-project-structure.pdf">AWC &#8211; Project Structure</a></li>
<li>Risk Assesment Tool, silahkan download (pdf) &#8211;&#62; <a href="http://albertoaden.wordpress.com/files/2009/06/awc-simple-risk-assessment-tool1.pdf">AWC &#8211; Simple Risk Assessment Tool</a></li>
</ul>
<p><strong>Planning Phase</strong></p>
<ul>
<li>Functional Specifications Document, silahkan download (pdf) &#8211;&#62; <a href="http://albertoaden.wordpress.com/files/2009/06/awc-functional-specification-summary.pdf">AWC Functional Specification Summary</a></li>
<li>Design Documents, silahkan lihat gambar-gambar dibawah ini:</li>
</ul>
<div class="mceTemp mceIEcenter"><a href="http://albertoaden.wordpress.com/files/2009/06/awc-use-cases-chapter-3.png"><img class="size-medium wp-image-288 aligncenter" title="AWC Use Case Diagram" src="http://albertoaden.wordpress.com/files/2009/06/awc-use-cases-chapter-3.png?w=296" alt="AWC Use Case Diagram" width="296" height="300" /></a>
<dl class="wp-caption aligncenter">
<dd class="wp-caption-dd">AWC Use Case Diagram</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align:center;">
<div id="attachment_289" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://albertoaden.wordpress.com/files/2009/06/uc-05-manage-orders.png"><img class="size-medium wp-image-289" title="Use Case Decomposition: UC 05 Manage Orders" src="http://albertoaden.wordpress.com/files/2009/06/uc-05-manage-orders.png?w=300" alt="Use Case Decomposition: UC 05 Manage Orders" width="300" height="231" /></a><p class="wp-caption-text">Use Case Decomposition: UC 05 Manage Orders</p></div>
<p style="text-align:center;">Use Cases Intent, silahkan download (pdf) &#8211;&#62; <a href="http://albertoaden.wordpress.com/files/2009/06/awc-use-cases-intent.pdf">AWC Use Cases &#8211; Intent</a></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">under construction&#8230;</p>
<div id="_mcePaste" style="overflow:hidden;position:absolute;left:-10000px;top:336px;width:1px;height:1px;"><!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0   false false false         MicrosoftInternetExplorer4  &#60;![endif]--><!--[if gte mso 9]&#62;   &#60;![endif]--><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Batang; 	panose-1:2 3 6 0 0 1 1 1 1 1; 	mso-font-alt:바탕; 	mso-font-charset:129; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1342176593 1775729915 48 0 524447 0;} @font-face 	{font-family:"\@Batang"; 	panose-1:2 3 6 0 0 1 1 1 1 1; 	mso-font-charset:129; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1342176593 1775729915 48 0 524447 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-language:EN-US;} h1 	{mso-style-next:Normal; 	margin-top:12.0pt; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:3.0pt; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	page-break-after:avoid; 	mso-outline-level:1; 	font-size:16.0pt; 	font-family:Arial; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-font-kerning:16.0pt; 	mso-fareast-language:EN-US;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:894270847; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1573871116 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l0:level2 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:72.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-bottom:0cm;} --><!--[if gte mso 10]&#62; &#60;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&#34;Table Normal&#34;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&#34;&#34;; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&#34;Times New Roman&#34;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --> <!--[endif]--></p>
<h1>MSF Approach:</h1>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal">Envisioning Phase</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;">Deliverable documents:</p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li>
<ol style="margin-top:0;" type="a">
<li class="MsoNormal">Requirements</li>
<li class="MsoNormal">Vision/Scope Document</li>
<li class="MsoNormal">Project Structure Document</li>
<li class="MsoNormal">Risk Assessment Tool</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;">
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal">Planning Phase</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;">Deliverable documents:</p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li>
<ol style="margin-top:0;" type="a">
<li class="MsoNormal">Functional Specifications       Document</li>
<li class="MsoNormal">Design documents</li>
<li class="MsoNormal">Validated requirements       list</li>
<li class="MsoNormal">Technical Specifications       Document</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;">
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal">Developing Phase</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;">Deliverable documents:</p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li>
<ol style="margin-top:0;" type="a">
<li class="MsoNormal">Proof of Concept/ User       Interface Design</li>
<li class="MsoNormal">Bug reports</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;">
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal">Stabilizing Phase</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;">Deliverable documents:</p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li>
<ol style="margin-top:0;" type="a">
<li class="MsoNormal">Test Specification and       Test Cases</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;">
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal">Deploying Phase (not      discussed)</li>
</ol>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
