<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>religi &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/religi/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "religi"</description>
	<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 19:42:25 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Pitutur 2]]></title>
<link>http://mknr.wordpress.com/2009/11/30/pitutur-2/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 16:13:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>mknr</dc:creator>
<guid>http://mknr.wordpress.com/2009/11/30/pitutur-2/</guid>
<description><![CDATA[Kecongkakan mendahului kehancuran, tinggi hati mendahului kejatuhan dan  kerendahan hati mendahului ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><ol>
<li style="text-align:justify;">Kecongkakan mendahului kehancuran, tinggi hati mendahului kejatuhan dan  kerendahan hati mendahului kehormatan .</li>
<li style="text-align:justify;">Siapa memelihara mulut dan lidahnya maka ia memelihara diri dari kesukaran juga kesulitan dan jiwa akan bersukacita karena bibir berkata jujur.</li>
<li style="text-align:justify;">Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa tetapi kasihilah mereka karena kelalaiannya kepada Tuhan. </li>
<li style="text-align:justify;">Tuhan adalah perisai kekuatan, kepada-Nya hati percaya dan benteng bagi keselamatan manusia.</li>
<li style="text-align:justify;">Serahkan hidupmu pada Tuhan dan percayalah kepada-Nya maka Ia akan memunculkan kebenaran dalam hatimu.</li>
<li style="text-align:justify;">Tuhan menetapkan langkah-langkah manusia yang percayakan hidupnya kepada-Nya maka apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak sebab Tuhan menopang tangannya.</li>
<li style="text-align:justify;">Berbahagialah manusia yang memperhatikan sesamanya yang lemah ! karena Tuhan akan meluputkan dia pada waktu celaka dan akan melindungi nyawanya.</li>
<li style="text-align:justify;">Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri, akuilah Ia dalam segala tindak lakumu maka Ia akan meluruskan jalanmu.</li>
<li style="text-align:justify;">Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran</li>
<li style="text-align:justify;">siapa yang menahan bibirnya pasti berakal budi pekerti.</li>
<li style="text-align:justify;">Bibir orang yang benar, tahu akan hal menyenangkan</li>
<li style="text-align:justify;">tetapi mulut orang fasik hanya tahu tipu muslihat.</li>
<li style="text-align:justify;">Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya tetapi pengkhianat dirusak   </li>
<li style="text-align:justify;">oleh kecurangannya. Orang yang jujur dilepaskan oleh kebenarannya                                </li>
<li style="text-align:justify;">tetapi pengkhianat tertangkap oleh nafsunya.</li>
<li style="text-align:justify;">Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri.</li>
<li style="text-align:justify;">Siapa mencintai didikan maka mencintai pengetahuan tetapi siapa  membenci teguran adalah dungu.</li>
<li style="text-align:justify;">Hati yang tenang menyegarkan tubuh tetapi iri hati membusukkan tulang.  </li>
<li style="text-align:justify;">Siapa menindas orang yang lemah menghina penciptanya tetapi siapa</li>
<li style="text-align:justify;">menaruh belas kasihan pada orang miskin maka memuliakan                         </li>
<li style="text-align:justify;">penciptanya.</li>
<li style="text-align:justify;">Segala perbuatan adalah bersih menurut pandangannya sendiri tetapi</li>
<li style="text-align:justify;">Tuhanlah yang menguji dan mengetahui isi hati orang.</li>
<li style="text-align:justify;">Batu adalah berat, pasir pun ada beratnya tetapi lebih berat dari keduanya adalah sakit hati terhadap orang bodoh.</li>
</ol>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pitutur 1]]></title>
<link>http://mknr.wordpress.com/2009/11/30/pitutur-1/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 16:08:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>mknr</dc:creator>
<guid>http://mknr.wordpress.com/2009/11/30/pitutur-1/</guid>
<description><![CDATA[Iman tanpa perbuatan adalah nihil, iman tanpa keyakinan niscaya tidak akan berhasil, berbekal keyaki]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><ol>
<li>Iman tanpa perbuatan adalah nihil, iman tanpa keyakinan niscaya tidak akan berhasil, berbekal keyakinan maka iman akan tumbuh.</li>
<li>Kegagalan adalah awal dari keberhasilan.</li>
<li>Bersyukurlah dengan apa yang kita dapat untuk hari ini, memohonlah kepada Tuhan agar menjadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin.</li>
<li>Manusia bisa dikatakan bersabar jika ia sudah bertahan dan berupaya, jangan lari dari masalah tetapi hadapi dengan berserah diri kepada Tuhan.</li>
<li>Jangan jadi pecundang ketika mengatasnamakan Tuhan untuk kepentingan pribadi.</li>
<li>Kenalilah dirimu maka engkau akan mengenal Tuhanmu, Jangan kamu kotori dan sakiti tubuhmu karena itu rumah Tuhan, bagaimana kamu akan mengenal Tuhanmu jika kamu tidak mengasihi saudaramu.</li>
<li>Matikanlah dirimu sebelum engkau dimatikan oleh-NYA.</li>
<li>Janganlah kita menghina dan menghujat orang lain sebelum kita bisa menghujat dan menghinakan diri kita sendiri, lebih baik hina dihadapan manusia daripada hina dihadapan Tuhan.</li>
<li>Janganlah bercita-cita untuk menjadi orang yang berhasil akan tetapi jadilah orang yang berguna di hadapan Tuhan.</li>
<li>Lebih baik terlambat bagi kita untuk mengenal Tuhan daripada tidak sama sekali.</li>
<li>Ketika manusia menceritakan tentang kelebihan dirinya sesungguhnya ia sedang menceritakan kekurangannya.</li>
<li>Ulurkan tanganmu terlebih dahulu untuk meminta maaf itu lebih mulia di hadapan Tuhan dibandingkan kita menanti maaf dari seseorang.</li>
<li>Kasih sayang Tuhan lebih hakiki daripada kasih sayang orang tua kepada anaknya, sesungguhnya kasih sayang manusia kepada manusia lain di dunia ini akan terhenti setelah ajal menjemput, cinta berlebihan kepada makhluk akan membuat luka yang dalam ketika Sang Pemilik mengambilnya.</li>
<li>Hati ibarat cermin. Semua manusia pasti bercermin, sudah layakkah cermin yang kita punya untuk bercermin ?.</li>
<li>Janganlah mengandalkan diri sendiri ketika hendak melakukan sesuatu tetapi mintalah ijin atas kehendak Tuhan agar bisa melakukan sesuatu.</li>
<li>Pujilah nama Tuhanmu selagi jantungmu masih berdetak tanpa mengenal batas.</li>
<li>Langkahkan kaki, ringankan tanganmu untuk menggapai rejeki dengan ridhonya Tuhan.</li>
<li>Jangan pernah berprasangka buruk kepada Tuhan ketika sesuatu ditimpakan kepadamu akan tetapi bersyukurlah atas apa yang telah kita terima dibalik sesuatu tersebut.</li>
<li>Jangan bersihkan halaman tetanggamu sebelum kamu membersihkan halamanmu sendiri.</li>
<li>Ketika dunia kamu kejar maka Tuhan kamu tinggalkan akan tetapi ketika Tuhan kamu cari maka dunia akan mengejarmu.</li>
<li>Lebih baik kamu benamkan dirimu dalam kepandaian daripada menyeruak keluar dengan ketidak-tahuan.</li>
<li>Selaraskan hatimu dengan lisanmu, padu-padankan penglihatan dan pendengaranmu.</li>
<li>Berbinarlah matamu, tersenyumlah bibirmu, bukalah hatimu ketika mendapat hujatan, caci maki dan hinaan sesungguhnya itu untuk menyadarkanmu dari kelalaian dan kekurangan.</li>
<li>Teman sejati adalah teman yang mau mengungkapkan segala kekurangan temannya.</li>
<li>Pancangkan niat, luruskan hati tujukan kepada Tuhan yang membuat kamu hidup.</li>
<li>Kancah perdebatan dimuka bumi ini adalah wujud dari keserakahan manusia.</li>
</ol>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pitutur-pitutur Indah]]></title>
<link>http://mknr.wordpress.com/2009/11/30/pitutur-pitutur-indah-2/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 15:31:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>mknr</dc:creator>
<guid>http://mknr.wordpress.com/2009/11/30/pitutur-pitutur-indah-2/</guid>
<description><![CDATA[Iman tanpa perbuatan adalah nihil, iman tanpa keyakinan niscaya tidak akan berhasil, berbekal keyaki]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><ol>
<li>Iman tanpa perbuatan adalah nihil, iman tanpa keyakinan niscaya tidak akan berhasil, berbekal keyakinan maka iman akan tumbuh.</li>
<li>Kegagalan adalah awal dari keberhasilan.</li>
<li>Bersyukurlah dengan apa yang kita dapat untuk hari ini, memohonlah kepada Tuhan agar menjadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin.</li>
<li>Manusia bisa dikatakan bersabar jika ia sudah bertahan dan berupaya, jangan lari dari masalah tetapi hadapi dengan berserah diri kepada Tuhan.</li>
<li>Jangan jadi pecundang ketika mengatasnamakan Tuhan untuk kepentingan pribadi.</li>
<li>Kenalilah dirimu maka engkau akan mengenal Tuhanmu, Jangan kamu kotori dan sakiti tubuhmu karena itu rumah Tuhan, bagaimana kamu akan mengenal Tuhanmu jika kamu tidak mengasihi saudaramu.</li>
<li>Matikanlah dirimu sebelum engkau dimatikan oleh-NYA.</li>
<li>Janganlah kita menghina dan menghujat orang lain sebelum kita bisa menghujat dan menghinakan diri kita sendiri, lebih baik hina dihadapan manusia daripada hina dihadapan Tuhan.</li>
<li>Janganlah bercita-cita untuk menjadi orang yang berhasil akan tetapi jadilah orang yang berguna di hadapan Tuhan.</li>
<li>Lebih baik terlambat bagi kita untuk mengenal Tuhan daripada tidak sama sekali.</li>
<li>Ketika manusia menceritakan tentang kelebihan dirinya sesungguhnya ia sedang menceritakan kekurangannya.</li>
<li>Ulurkan tanganmu terlebih dahulu untuk meminta maaf itu lebih mulia di hadapan Tuhan dibandingkan kita menanti maaf dari seseorang.</li>
<li>Kasih sayang Tuhan lebih hakiki daripada kasih sayang orang tua kepada anaknya, sesungguhnya kasih sayang manusia kepada manusia lain di dunia ini akan terhenti setelah ajal menjemput, cinta berlebihan kepada makhluk akan membuat luka yang dalam ketika Sang Pemilik mengambilnya.</li>
<li>Hati ibarat cermin. Semua manusia pasti bercermin, sudah layakkah cermin yang kita punya untuk bercermin ?.</li>
<li>Janganlah mengandalkan diri sendiri ketika hendak melakukan sesuatu tetapi mintalah ijin atas kehendak Tuhan agar bisa melakukan sesuatu.</li>
<li>Pujilah nama Tuhanmu selagi jantungmu masih berdetak tanpa mengenal batas.</li>
<li>Langkahkan kaki, ringankan tanganmu untuk menggapai rejeki dengan ridhonya Tuhan.</li>
<li>Jangan pernah berprasangka buruk kepada Tuhan ketika sesuatu ditimpakan kepadamu akan tetapi bersyukurlah atas apa yang telah kita terima dibalik sesuatu tersebut.</li>
<li>Jangan bersihkan halaman tetanggamu sebelum kamu membersihkan halamanmu sendiri.</li>
<li>Ketika dunia kamu kejar maka Tuhan kamu tinggalkan akan tetapi ketika Tuhan kamu cari maka dunia akan mengejarmu.</li>
<li>Lebih baik kamu benamkan dirimu dalam kepandaian daripada menyeruak keluar dengan ketidak-tahuan.</li>
<li>Selaraskan hatimu dengan lisanmu, padu-padankan penglihatan dan pendengaranmu.</li>
<li>Berbinarlah matamu, tersenyumlah bibirmu, bukalah hatimu ketika mendapat hujatan, caci maki dan hinaan sesungguhnya itu untuk menyadarkanmu dari kelalaian dan kekurangan.</li>
<li>Teman sejati adalah teman yang mau mengungkapkan segala kekurangan temannya.</li>
<li>Pancangkan niat, luruskan hati tujukan kepada Tuhan yang membuat kamu hidup.</li>
<li>Kancah perdebatan dimuka bumi ini adalah wujud dari keserakahan manusia.</li>
<li>Kecongkakan mendahului kehancuran, tinggi hati mendahului kejatuhan dan  kerendahan hati mendahului kehormatan .</li>
<li>Siapa memelihara mulut dan lidahnya maka ia memelihara diri dari kesukaran juga kesulitan dan jiwa akan bersukacita karena bibir berkata jujur.</li>
<li>Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa tetapi kasihilah mereka karena kelalaiannya kepada Tuhan. </li>
<li>Tuhan adalah perisai kekuatan, kepada-Nya hati percaya dan benteng bagi keselamatan manusia.</li>
<li>Serahkan hidupmu pada Tuhan dan percayalah kepada-Nya maka Ia akan memunculkan kebenaran dalam hatimu.</li>
<li>Tuhan menetapkan langkah-langkah manusia yang percayakan hidupnya kepada-Nya maka apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak sebab Tuhan menopang tangannya.</li>
<li>Berbahagialah manusia yang memperhatikan sesamanya yang lemah ! karena Tuhan akan meluputkan dia pada waktu celaka dan akan melindungi nyawanya.</li>
<li>Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri, akuilah Ia dalam segala tindak lakumu maka Ia akan meluruskan jalanmu.</li>
<li>Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran</li>
<li>siapa yang menahan bibirnya pasti berakal budi pekerti.</li>
<li>Bibir orang yang benar, tahu akan hal menyenangkan</li>
<li>tetapi mulut orang fasik hanya tahu tipu muslihat.</li>
<li>Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya tetapi pengkhianat dirusak   </li>
<li>oleh kecurangannya. Orang yang jujur dilepaskan oleh kebenarannya                                </li>
<li>tetapi pengkhianat tertangkap oleh nafsunya.</li>
<li>Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri.</li>
<li>Siapa mencintai didikan maka mencintai pengetahuan tetapi siapa  membenci teguran adalah dungu.</li>
<li>Hati yang tenang menyegarkan tubuh tetapi iri hati membusukkan tulang.  </li>
<li>Siapa menindas orang yang lemah menghina penciptanya tetapi siapa</li>
<li>menaruh belas kasihan pada orang miskin maka memuliakan                         </li>
<li>penciptanya.</li>
<li>Segala perbuatan adalah bersih menurut pandangannya sendiri tetapi</li>
<li>Tuhanlah yang menguji dan mengetahui isi hati orang.</li>
<li>Batu adalah berat, pasir pun ada beratnya tetapi lebih berat dari keduanya adalah sakit hati terhadap orang bodoh.</li>
</ol>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MAWAR MERAH]]></title>
<link>http://mknr.wordpress.com/2009/11/30/mawar-merah/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 15:29:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>mknr</dc:creator>
<guid>http://mknr.wordpress.com/2009/11/30/mawar-merah/</guid>
<description><![CDATA[Di Sebuah bukit berwarna hijau nan mempesona….. Sejauh mata memandang tampak di kejauhan ada keindah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Di Sebuah bukit berwarna hijau nan mempesona…..</p>
<p>Sejauh mata memandang tampak di kejauhan ada keindahan ….</p>
<p>Semilir angin dan sejuknya udara menyapa penuh kelembutan….</p>
<p>Tempat berlindung nan nyaman diantara perbukitan …..</p>
<p>Sekeliling ditumbuhi pepohonan hijau dan aneka bunga   …..</p>
<p>Tampak diantaranya ada sebuah pohon yang menggoda untuk didekati….</p>
<p>Dengan tangkai berduri menjulang tinggi tampak gagah dan kuat.…</p>
<p>Menyembul sekuntum bunga mawar merah yang sudah merekah  …</p>
<p>Putik putih bermata kuning dengan dikelilingi banyak kelopak merah…&#8230;</p>
<p>Terperanjat dan terpesona melihat indahnya sekuntum mawar merah….</p>
<p>Dengan penuh khidmat pujian diperuntukkan bagi Tuhan Sang Pencipta ……</p>
<p>Keajaiban  terjadi disaat malam menjelang pagi disaat banyak orang terlelap…</p>
<p>Kelopak mawar merah meneteskan air dan memancarkan bias-bias cahaya ….</p>
<p>Terdengar gemuruh suara angin terlihat bunga mawar bergoyang lembut ……</p>
<p>Harum semerbak dari kelopak mawar merah terasa didalam ruangan….</p>
<p>Saat seruan adzan Subuh berkumandang …..</p>
<p>Tuhan mempunyai rencana dan kehendak untuk umatnya…</p>
<p>Tangkai berduri memaknai  jalan yang lurus tetapi penuh rintangan&#8230;</p>
<p>Daunnya memaknai banyaknya ujian dan cobaan….</p>
<p>Kelopak mawar memaknai banyaknya pilihan atau keinginan….</p>
<p>Mangkuk kelopak memaknai harus mempunyai pembimbing…..</p>
<p>Putik nya memaknai arah tujuan akhir …..</p>
<p>Warna merah memaknai kehidupan seperti darah yang hidup….</p>
<p>Keharumannya memaknai undangan untuk mencintai penciptanya..</p>
<p>Sekuntum mawar merah perlambang cinta kasih Tuhan kepada umat-Nya…</p>
<p>Manusia diminta untuk memahami filosofinya …..</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Manfaatkah waktu kita ? ]]></title>
<link>http://mdimaz.wordpress.com/2009/11/30/manfaatkah-waktu-kita/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 11:04:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>mdimaz</dc:creator>
<guid>http://mdimaz.wordpress.com/2009/11/30/manfaatkah-waktu-kita/</guid>
<description><![CDATA[Tidak terasa sekarang bulan Desember dipenghujung tahun 2009, Berapakah umur kita sekarang ? Bermanf]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Tidak terasa sekarang bulan Desember dipenghujung tahun 2009, Berapakah umur kita sekarang ? Bermanf]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Syair-Syair Imam Syafi'i]]></title>
<link>http://titosuharto.wordpress.com/2009/11/30/syair-syair-imam-syafii/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 08:57:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>titosuharto</dc:creator>
<guid>http://titosuharto.wordpress.com/2009/11/30/syair-syair-imam-syafii/</guid>
<description><![CDATA[TIPUAN PALSU Aku melihat tipu muslihat dunia, tatkala ia bertenggerdi atas kepala-kepala manusia, da]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>TIPUAN PALSU</strong><br />
Aku melihat tipu muslihat dunia,<br />
tatkala ia bertenggerdi atas kepala-kepala manusia,<br />
dan membincangkan manusia-manusia yang terkena<br />
tipunya.<br />
Bagi mereka,<br />
Orang sepertiku tampak amat tak berharga.<br />
Aku disamakan olehnya,</p>
<p>dengan anak kecil yang sedang bermain di jalanan.<!--more--></p>
<p><strong>MENCINTAI AKHIRAT</strong><br />
Duhai orang yang senang memeluk dunia fana,<br />
Yang tak kenal pagi dan sore dalam mencari dunia,<br />
Hendaklah engkau tinggalkan pelukan mesramu,<br />
kepada duniamu itu.<br />
Karena kelak engkau akan berpelukan,<br />
Dengan bidadari di surga.<br />
Apabila engkau harap menjadi penghuni surga abadi,<br />
maka hindarilah jalan menuju api neraka.</p>
<p><strong>RENDAH HATI</strong><br />
Bagaimana mungkin kita dapat sampai ke Sa’ad,<br />
Sementara di sekitarnya terdapat gunung-gunung<br />
dan tebing-tebing.Padahal aku tak beralas kaki,<br />
dan tak berkendaraan.<br />
Tanganku pun kosong dan,<br />
jalan ke sana amat mengerikan.</p>
<p><strong>TENTANG CINTA</strong><br />
Engkau durhaka kepada Allah,<br />
dan sekaligus menaruh cinta kepada-Nya.<br />
Ini adalah suatu kemustahilan.<br />
Apabila benar engkau mencintai-Nya,<br />
pastilah engkau taati semua perintah-Nya.<br />
Sesungguhnya orang menaruh cinta,<br />
Tentulah bersedia mentaati perintah orang yang dicintainya.<br />
Dia telah kirimkan nikmat-Nya kepadamu,<br />
setiap saat dan tak ada rasa syukur,<br />
yang engkau panjatkan kepada-Nya.</p>
<p><strong>KEPUASAN (QANA&#8217;AH)</strong><br />
Aku melihat bahwa kepuasan itu pangkal kekayaan,<br />
lalu kupegang erat-erat ujungnya.<br />
Aku ingin menjadi orang kaya tanpa harta,<br />
dan memerintah bak seorang raja.</p>
<p><strong>ANUGRAH ALLAH</strong><br />
Aku melihat-Mu pada saat penciptaanku,<br />
yang penuh dengan anugerah.<br />
Engkaulah sumber satu-satunya,<br />
pada saat penciptaanku.<br />
Hidarkan aku dari anugerah yang buruk.<br />
Karena sepotong kehidupan telah cukup bagiku,<br />
hingga saat Engkau mematikanku.</p>
<p><em><strong>from : kitabklasik.co.cc</strong></em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tipu daya Setan ]]></title>
<link>http://mdimaz.wordpress.com/2009/11/30/tipu-daya-setan/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 05:16:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>mdimaz</dc:creator>
<guid>http://mdimaz.wordpress.com/2009/11/30/tipu-daya-setan/</guid>
<description><![CDATA[Seorang pria tua bangun pagi2 buta utk sholat subuh di Masjid. Dia berpakaian, berwudhu dan berjalan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Seorang pria tua bangun pagi2 buta utk sholat subuh di Masjid. Dia berpakaian, berwudhu dan berjalan]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[WAKTU]]></title>
<link>http://arunals.wordpress.com/2009/11/30/waktu/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 02:47:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>arunals</dc:creator>
<guid>http://arunals.wordpress.com/2009/11/30/waktu/</guid>
<description><![CDATA[Dan jika engkau bertanya, bagaimanakah tentang Waktu?…. Kau ingin mengukur waktu yang tanpa ukuran d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Dan jika engkau bertanya, bagaimanakah tentang Waktu?….<br />
Kau ingin mengukur waktu yang tanpa ukuran dan tak terukur.<br />
Engkau akan menyesuaikan tingkah lakumu dan bahkan mengarahkan perjalanan jiwamu menurut jam dan musim.<!--more--><br />
Suatu ketika kau ingin membuat sebatang sungai, diatas bantarannya kau akan duduk dan menyaksikan alirannya.<br />
Namun keabadian di dalam dirimu adalah kesadaran akan kehidupan nan abadi,<br />
Dan mengetahui bahwa kemarin hanyalah kenangan hari ini dan esok hari adalah harapan.</p>
<p>RIZKI JUWANDA<br />
putraaceh25@gmail.com<br />
Dan bahwa yang bernyanyi dan merenung dari dalam jiwa, senantiasa menghuni ruang semesta yang menaburkan bintang di angkasa.<br />
Setiap di antara kalian yang tidak merasa bahwa daya mencintainya tiada batasnya?<br />
Dan siapa pula yang tidak merasa bahwa cinta sejati, walau tiada batas, tercakup di dalam inti dirinya, dan tiada bergerak dari pikiran cinta ke pikiran cinta, pun bukan dari tindakan kasih ke tindakan kasih yang lain?<br />
Dan bukanlah sang waktu sebagaimana cinta, tiada terbagi dan tiada kenal ruang?Tapi jika di dalam pikiranmu haru mengukur waktu ke dalam musim, biarkanlah tiap musim merangkum semua musim yang lain,Dan biarkanlah hari ini memeluk masa silam dengan kenangan dan masa depan dengan kerinduan.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Keutamaan istighfar]]></title>
<link>http://mdimaz.wordpress.com/2009/11/29/keutaman-istighfar/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 15:02:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>mdimaz</dc:creator>
<guid>http://mdimaz.wordpress.com/2009/11/29/keutaman-istighfar/</guid>
<description><![CDATA[ALLAH telah menerangkan keutamaan istighfar di dalam beberapa ayat-ayat al-Quran salah satunya sebag]]></description>
<content:encoded><![CDATA[ALLAH telah menerangkan keutamaan istighfar di dalam beberapa ayat-ayat al-Quran salah satunya sebag]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[BAGAIMANA BILA "ALLAH SWT" PUNYA ANSWERING MACHINE]]></title>
<link>http://yanti164.wordpress.com/2009/11/29/bagaimana-bila-allah-swt-punya-answering-machine/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 06:18:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>MamaZeeya</dc:creator>
<guid>http://yanti164.wordpress.com/2009/11/29/bagaimana-bila-allah-swt-punya-answering-machine/</guid>
<description><![CDATA[Bayangkan bila pada saat kita berdoa dan mendengar ini: &#8220;Terima kasih, Anda telah menghubungi ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Bayangkan bila pada saat kita berdoa dan mendengar ini: &#8220;Terima kasih, Anda telah menghubungi ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dunia Islam]]></title>
<link>http://binamc.wordpress.com/2009/11/29/dunia-islam/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 05:21:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>Tetep</dc:creator>
<guid>http://binamc.wordpress.com/2009/11/29/dunia-islam/</guid>
<description><![CDATA[Minggu, 29/11/2009 08:39 WIB Masjid Menjadi &#8220;Penerang&#8221; Bagi Muslim AS Selama Idul Adha I]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><ul>
<li> Minggu, 29/11/2009 08:39 WIB 			<a href="http://www.eramuslim.com/berita/dunia/masjid-menjadi-penerang-bagi-muslim-as-selama-idul-adha.htm">Masjid Menjadi &#8220;Penerang&#8221; Bagi Muslim AS Selama Idul Adha</a> Idul Adha, yang jatuh pada hari Jumat (27/11) di AS dan mayoritas negara-negara lain adalah salah satu dari dua perayaan keagamaan utama pada kalender Islam dan menandai akhir perjalanan haji tahunan.</li>
<li> Minggu, 29/11/2009 08:06 WIB 			<a href="http://www.eramuslim.com/berita/dunia/muslim-malaysia-juga-distribusikan-daging-kurban-ke-luar-negeri.htm">Muslim Malaysia Juga Distribusikan Daging Kurban ke Luar Negeri</a> Dia mengatakan masjid akan menyumbangkan sebagian dari daging Udhiyah (kurban) kepada seluruh umat Muslim di tanah Palestina, Sudan dan beberapa negara lain.</li>
<li> Sabtu, 28/11/2009 05:59 WIB 			<a href="http://www.eramuslim.com/berita/dunia/keluarga-keluarga-di-aljazair-undang-warga-mesir-rayakan-ied-bersama.htm">Keluarga di Aljazair Undang Warga Mesir Rayakan Ied Bersama</a> Keluarga Aljazair meluncurkan inisiatif ini murni karena keinginan mereka untuk meredam api perselisihan yang sempat terjadi antara kedua negara setelah pertandingan kualifikasi Piala Dunia. Warga Aljazair dari keluarga Hussein yang tinggal di pinggiran kota menyatakan, &#8220;Hubungan persaudaraan antara orang Mesir dan Aljazair jauh lebih besar daripada sekedar pertandingan sepak bola.&#8221;</li>
</ul>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Berita Palestina]]></title>
<link>http://binamc.wordpress.com/2009/11/29/berita-palestina/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 05:14:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>Tetep</dc:creator>
<guid>http://binamc.wordpress.com/2009/11/29/berita-palestina/</guid>
<description><![CDATA[Sabtu, 28/11/2009 06:57 WIB Syaikh Raed Salah: Sampai Kapanpun Yerusalem Tetap Tanah Islam! Dia mena]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><ul>
<li> Sabtu, 28/11/2009 06:57 WIB 			<a href="http://www.eramuslim.com/berita/palestina/syaikh-raed-salah-sampai-kapanpun-yerusalem-tetap-tanah-islam.htm">Syaikh Raed Salah: Sampai Kapanpun Yerusalem Tetap Tanah Islam!</a> Dia menambahkan bahwa di setiap rumah di Sheikh Jarrah, di Eisaweyyeh, di Silwan, Ras al-Amoud, Wad al-Jouz dan di seluruh Yerusalem, ada sukacita khusus pada kesempatan hari raya Idul Adha, dan itu adalah sesuatu hal tidak pernah bisa mereka curi dari kami.</li>
<li> Sabtu, 28/11/2009 06:41 WIB 			<a href="http://www.eramuslim.com/berita/palestina/israel-lakukan-serangan-ke-gaza-di-hari-pertama-idul-adha.htm">Israel Lakukan Serangan ke Gaza di Hari Pertama Idul Adha</a> Empat warga Gaza yang diduga pejuang, salah satunya menderita luka serius dalam serangan tersebut, adalah anggota Jihad Islam, kata kelompok pejuang Jihad Islam.</li>
<li> Sabtu, 28/11/2009 06:23 WIB 			<a href="http://www.eramuslim.com/berita/palestina/angka-kelahiran-arab-muslim-di-israel-semakin-menurun.htm">Angka Kelahiran Arab Muslim di Israel Semakin Menurun</a> Angka kelahiran tahunan turun dari 3,8 persen pada tahun 2000 menjadi 2,8 persen pada akhir 2008, menurut angka-angka dari Biro Pusat Statistik yang dirilis pada kesempatan hari libur Idul Adha.</li>
</ul>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Meraih rahmat ALLAH dengan istighfar]]></title>
<link>http://mdimaz.wordpress.com/2009/11/28/meraih-rahmat-allah-dengan-istighfar/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 16:09:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>mdimaz</dc:creator>
<guid>http://mdimaz.wordpress.com/2009/11/28/meraih-rahmat-allah-dengan-istighfar/</guid>
<description><![CDATA[Istighfar berarti menyatakan kesalahan, kelemahan dan dosa ,baik disengaja maupun tidak kepada Allah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Istighfar berarti menyatakan kesalahan, kelemahan dan dosa ,baik disengaja maupun tidak kepada Allah]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Rejeki adalah misteri]]></title>
<link>http://mdimaz.wordpress.com/2009/11/28/rejeki-adalah-misteri/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 15:46:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>mdimaz</dc:creator>
<guid>http://mdimaz.wordpress.com/2009/11/28/rejeki-adalah-misteri/</guid>
<description><![CDATA[Rejeki adalah misteri besar yang tak seorang pun dapat mengetahuinya.Jika kita berhadapan dengan ses]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Rejeki adalah misteri besar yang tak seorang pun dapat mengetahuinya.Jika kita berhadapan dengan ses]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ Sang Dzat Pembolak balik hati]]></title>
<link>http://liahapsari.wordpress.com/2009/11/28/sang-dzat-pembolak-balik-hati/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 03:12:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>lia</dc:creator>
<guid>http://liahapsari.wordpress.com/2009/11/28/sang-dzat-pembolak-balik-hati/</guid>
<description><![CDATA[  Subhanallah.. Maha Suci Allah Sang Dzat Pembolak-balik hati.. Bahagia ~ Susah ~ Senang ~ Sedih ~ S]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;"> </span><a href="http://liahapsari.wordpress.com/files/2009/11/northern-lights1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-54" title="northern-lights" src="http://liahapsari.wordpress.com/files/2009/11/northern-lights1.jpg?w=300" alt="" width="300" height="224" /></a><a href="http://liahapsari.wordpress.com/files/2009/11/northern-lights.jpg"></a></p>
<p>Subhanallah..<br />
Maha Suci Allah Sang Dzat Pembolak-balik hati..</p>
<p><strong><span style="color:#ff0000;">Bahagia</span> ~ </strong><strong><span style="color:#339966;">Susah</span></strong><strong> ~ </strong><strong><span style="color:#ff9900;">Senang</span></strong><strong> ~ </strong><strong><span style="color:#0000ff;">Sedih</span></strong><strong><span style="color:#0000ff;"> </span>~ </strong><strong><span style="color:#ffff00;">Sayang</span></strong><strong><span style="color:#ffff00;"> </span>~ </strong><strong><span style="color:#ff00ff;">Jatuh Cinta</span></strong><strong><span style="color:#ff00ff;"> </span>~ </strong><strong><span style="color:#800080;">Patah Hati</span></strong><strong><span style="color:#800080;"> </span>~ </strong><strong><span style="color:#ff6600;">Benci</span></strong><strong> </strong><strong>~ </strong><strong>Cemburu</strong><strong> ~ </strong><strong><span style="color:#00ff00;">Rindu</span></strong><strong> ~ </strong><strong><span style="color:#00ccff;">Marah</span></strong><strong> ~ </strong><strong><span style="color:#800000;">Kesal</span></strong><strong> ~ </strong><strong><span style="color:#808000;">Gundah</span></strong><strong> ~ </strong><strong><span style="color:#ffcc99;">Gamang</span></strong><strong><span style="color:#ffcc99;"> </span>~ <span style="color:#008000;">Galau</span> ~ <span style="color:#333399;">Yakin</span> ~ <span style="color:#993366;">Bimbang</span> ~ </strong><strong><span style="color:#ff0000;">Bingung</span></strong><strong><span style="color:#ff0000;"> </span>~ <span style="color:#339966;">Lapang </span>~ </strong><strong><span style="color:#ff00ff;">Sempit</span></strong><strong><span style="color:#ff00ff;"> </span>~ <span style="color:#ccffcc;">Cemas</span> ~ <span style="color:#ff0000;">Berani</span> ~ <span style="color:#3366ff;">Takut</span> ~ </strong><strong><span style="color:#993300;">Tertawa</span></strong><strong><span style="color:#993300;"> </span>~ </strong><strong><span style="color:#008000;">Menangis</span></strong><strong> ~ </strong><strong><span style="color:#ffff00;">Tersenyum</span></strong><strong> ~ <span style="color:#008080;">Tertekan </span>~ </strong><strong><span style="color:#ff6600;">Aman</span></strong><strong> ~ <span style="color:#808080;">Terkejut</span> ~ </strong><strong><span style="color:#00ffff;">Menyesal</span></strong><strong><span style="color:#00ffff;"> </span>~ </strong><strong><span style="color:#000080;">Nyaman</span></strong><strong> </strong><strong>~ <span style="color:#99cc00;">Tenang </span>~</strong><strong> <span style="color:#333399;">Damai</span></strong><strong> ~ </strong><strong><span style="color:#ff6600;">Lega</span></strong><strong> ~ Gelisah ~ </strong><strong><span style="color:#33cccc;">Indah</span></strong><strong> ~ <span style="color:#ffff00;">Ceria </span>~ </strong><strong><span style="color:#008080;">Berwarna</span></strong><strong> ~ <span style="color:#ff6600;">Riang </span>~ <span style="color:#808080;">Kelabu </span>~ <span style="color:#ff00ff;">Penat</span> ~ </strong><strong><span style="color:#c0c0c0;">Suntuk</span></strong><strong><span style="color:#c0c0c0;"> </span>~ Gelap ~ <span style="color:#ffff00;">Terang </span>~ <span style="color:#ff6600;">Kuat </span>~ <span style="color:#ff0000;">Tegar</span> ~ </strong><strong><span style="color:#ffcc99;">Rapuh</span></strong><strong><span style="color:#ffcc99;"> </span>~ <span style="color:#cc99ff;">Lemah </span>~ </strong><strong><span style="color:#993366;">Heran</span></strong><strong> ~ <span style="color:#003366;">Takjub </span>~ <span style="color:#800000;">Kecewa</span> ~ </strong><strong><span style="color:#ff0000;">Putus asa</span></strong><strong> ~ <span style="color:#808000;">Bersemangat</span> ~ Hampa ~ </strong><strong><span style="color:#999999;">Kosong</span></strong><strong><span style="color:#999999;"> </span>~ </strong><strong><span style="color:#cc99ff;">Sepi </span></strong><strong>~ </strong><strong><span style="color:#333300;">Rendah diri</span></strong><strong> ~ <span style="color:#993300;">Percaya diri</span> ~ </strong><strong><span style="color:#ff0000;">Menang</span></strong><strong> ~ Kalah</strong>……………..dan sejuta *<strong><span style="color:#000000;">Perasaan</span>*</strong> lainnya&#8230;</p>
<p>Wahai Sang Dzat Pembolak-balik hati..</p>
<p>Tetapkanlah hatiku kepada Agama-Mu..</p>
<p>Dialah satu-satunya Sang Dzat Maha Pembolak-balik hati, yang sama sekali tidak sulit bagi-Nya untuk membalikkan hati yang redup menjadi terang benderang dengan cahaya-Nya.</p>
<p>( Sat, 11 Oct 08)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[AKU KUTUK KALIAN...(PENGGUNA FECEBOOK)]]></title>
<link>http://novi471.wordpress.com/2009/11/27/aku-kutuk-kalian-pengguna-fecebook/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 17:15:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>novi471</dc:creator>
<guid>http://novi471.wordpress.com/2009/11/27/aku-kutuk-kalian-pengguna-fecebook/</guid>
<description><![CDATA[Aku ingin mengutuk kalian yang berada di fecebook Aku kutuk kalian semua&#8230; besok kalau mati aka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Aku ingin mengutuk kalian yang berada di fecebook</p>
<p>Aku kutuk kalian semua&#8230;<br />
besok kalau mati akan masuk surga</p>
<p>Aku kutuk kalian&#8230;para maniak FB<br />
semoga kelak mendapat kebahagiaan dunia dan akherat</p>
<p>Orang lain yang membaca ini juga kukutuk supaya memiliki hati dan jiwa yang besar</p>
<p>Sedang orang lain yang melecehkan tulisanku ini<br />
Kalian&#8230;juga kukutuk supaya menjadi orang yang sabar dan welas asih</p>
<p>Jika ada orang yang tidak baca fbku ini karena tidak sempat atau lupa<br />
maka kalian&#8230;kukutuk&#8230;memilik</p>
<div>i akhlaq yang baik</p>
<p>Adapun para FB yang sukanya mempermainkan orang<br />
Kalian&#8230;.kukutuk supaya permainan yang Anda mainkan membawa kemaslahatan bagi orang banyak</p>
<p>Aku kutuk kalian semua lupa terhadap masalah duniawi dan hanya memikirkan Yang Haq saja</p>
<p>Jika kutukan ini tidak diindahkan oleh kalian semua<br />
Aku akan mengutuk kalian semua supaya segera bertemu dengan Tuhan dan bermesra-mesraan denganNya di alam maul haya atau alam keabadian</p>
<p>Sebaliknya jika kalian tidak suka dengan kutukanku<br />
Maka, kutuklah aku dengan kutukan yang sangat aku inginkan</p>
<p>Niscaya kutukanku ini dapat membawa kalian menggapai apa yang kalian inginkan</p>
<p>Wallahua&#8217;lam bissawaf,</p>
<p>(dr joglo facebook Simo-Surabaya, pukul 23.00)</p></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kok Nyimut...]]></title>
<link>http://novi471.wordpress.com/2009/11/27/kok-nyimut/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 17:08:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>novi471</dc:creator>
<guid>http://novi471.wordpress.com/2009/11/27/kok-nyimut/</guid>
<description><![CDATA[Kok nyimut&#8230; Emang aku cowok apaan bisa disuap dengan uang? Biar sejuta, semilyar, setrilyun]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Kok nyimut&#8230;<br />
Emang aku cowok apaan bisa disuap dengan uang?<br />
Biar sejuta, semilyar, setrilyun&#8230;.cuih&#8230;cuih..</p>
<div>.aku ga akan menerima<br />
Enak benar bawa uang segebok trus matinya dibakar di neraka.</p>
<p>Kok nyimut&#8230;<br />
Emang aku seperti orang yang gila jabatan<br />
Apakah lantaran statusku yang jobless amatiran trus bisa disepelekan?<br />
Gini-gini aku masih punya harga pada setiap pasukan yang menempel di tubuhku</p>
<p>Kok nyimut&#8230;<br />
Ikut-ikutan orang memperebutkan sesuatu yg sebenarnya mereka sendiri belum paham.<br />
Awalnya,<br />
Saling berargumen<br />
Saling memperolok<br />
Mengejek<br />
Lantas baku hantam<br />
Endingnya, bunuh-bunuhan</p>
<p>Kok nyimut&#8230;<br />
Menghabiskan tenaga membantu orang lain sedang kita sendiri masih butuh bantuan<br />
Lalu kapan sebenarnya timing yang pas buat membantu orang?<br />
Ya, sak wayah-wayah.<br />
Kapan itu?<br />
Setiap saat<br />
Saat kapan?<br />
Saat kita bersedia menyisihkan waktu susah kita, waktu senggang kita, waktu bahagia kita, waktu derita kita, waktu sedih kita, waktu senang kita, demi orang lain.</p>
<p>Kok nyimut&#8230;<br />
Naik motor panas-panasan padahal mending enak naik mobil. Tapi naik mobil mewah tetap akan kalah dengan naik motor yang kepanasan tapi jika mereka bisa menikmatinya</p>
<p>Kok nyimut&#8230;<br />
Menikah sekali padahal enak berkali-kali, lebih tidak enak jika tidak menikah<br />
Menikah berkali-kali dengan istri pertama dan terakhir, yakni hatinya yang senantiasa menikah berkali-kali sehingga seperti menghasilkan malam pertama setiap saat.</p>
<p>Kok nyimut&#8230;<br />
Berdiam diri padahal banyak yang bisa kita lakukan dengan otak kita yang kreatif ini. Apakah mencuri, njambret, merampok, ah, salah itu kreatif. Kreatif itu mengubah matahari dari terbit di timur menjadi terbit dari barat. Sama halnya merubah koruptor di negeri ini menyembah Tuhannya, secara lahir maupun batin. Bisakah kita? Mustahil kan. Sudah kutebak&#8230;</p>
<p>Kok nyimut&#8230;<br />
Memilih neraka padahal sudah ada surga. Tapi kalau Tuhan yang bicara bahwa kita masuk neraka, apa mau ngomel. Golong wali saja ga pernah mempermasalahkan itu. He&#8230;he&#8230;he..<br />
Rasakan tuh, Tuhan sedang murka<br />
Emang adakah Tuhan punya nama murka<br />
Asmaul husna tidak pernah menyebut itu<br />
Tuhan ga murka my men!<br />
Tuhan cuma mengujimu, menguji kita semua&#8230;</p>
<p>From Joglo di Ketintang<br />
Pukul 15.07 Senin, 14 Sept 09</p></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ilmu yang tidak diamalkan]]></title>
<link>http://arexkediri.wordpress.com/2009/11/27/ilmu-yang-tidak-diamalkan/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 03:17:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>Izzy Nurezzy</dc:creator>
<guid>http://arexkediri.wordpress.com/2009/11/27/ilmu-yang-tidak-diamalkan/</guid>
<description><![CDATA[العم بلا عمل كاالشجر ة بلا ثمرة‎ &#8220;Ilmu tanpa amalan bagaikan pohon tanpa buah.&#8221; begitula]]></description>
<content:encoded><![CDATA[العم بلا عمل كاالشجر ة بلا ثمرة‎ &#8220;Ilmu tanpa amalan bagaikan pohon tanpa buah.&#8221; begitula]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Idul Adha, Haji, Kurban, Ketupat]]></title>
<link>http://wahyuatcmanado.wordpress.com/2009/11/27/idul-adha-haji-kurban-ketupat/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 02:29:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>Wahyu</dc:creator>
<guid>http://wahyuatcmanado.wordpress.com/2009/11/27/idul-adha-haji-kurban-ketupat/</guid>
<description><![CDATA[Alhamdulillahirabbil &#8216;alamiin&#8230; Allah masih mempertemukan saya dengan hari raya Idul Adha]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Alhamdulillahirabbil &#8216;alamiin&#8230; Allah masih mempertemukan saya dengan hari raya Idul Adha tahun ini. Walaupun tadi malam habis dinas malam, tadi pagi bisa bangun untuk ke masjid, tapi hampir telat, hehehe. Saya ucapkan selamat hari raya Idul Adha buat pembaca sekalian. Semoga Allah selalu memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kitas semua, Amiin.</p>
<div id="attachment_72" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://wahyuatcmanado.wordpress.com/files/2009/11/a330-garuda.jpg"><img class="size-medium wp-image-72 " title="A330 Garuda Indonesia Airlines" src="http://wahyuatcmanado.wordpress.com/files/2009/11/a330-garuda.jpg?w=300" alt="" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">A330 Garuda Indonesia Airlines</p></div>
<p>Tulisan saya kali ini berbobot ringan, hanya berbagi pengalaman saja, jangan terlalu serius <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Idul Adha di Indonesia identik dengan haji, kurban, dan ketupat. Bicara mengenai haji, kepadatan lalu lintas udara di Bandara Hasanuddin Makassar tidak banyak terpengaruh. Penerbangan haji menggunakan pesawat Airbus 330 maskapai Garuda Indonesia Airlines dari Makassar maksimal hanya 4 kali dalam sehari (jika salah mohon dikoreksi, selama saya dinas maksimal cuma kebagian 4 ekor <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ). Pesawat haji juga parkir di apron (tempat parkir pesawat, red) bandara lama sehingga pergerakan lalu lintas pesawat di darat untuk penerbangan komersil reguler pun tidak menemui hambatan. Diluar dari itu semua, saya bersyukur bisa membantu &#8220;proses naik haji&#8221; orang-orang yang ber-embarkasi di Makassar. Semoga mereka menjadi haji-haji yang mabrur. Amiin.</p>
<div id="attachment_74" class="wp-caption alignleft" style="width: 211px"><a href="http://wahyuatcmanado.wordpress.com/files/2009/11/kurban.jpg"><img class="size-full wp-image-74" title="kurban" src="http://wahyuatcmanado.wordpress.com/files/2009/11/kurban.jpg" alt="" width="201" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">hewan kurban</p></div>
<p>Mengenai kurban, tahun ini (di Makassar) saya justru jarang menemui kambing sebagai hewan kurban. Dari beberapa aktivis masjid yang saya tanya, rata-rata hewan kurban berupa sapi. Di masjid terdekat dengan rumah saya, Al-Multazam, justru semua hewan kurbannya adalah sapi yaitu sebanyak 9 ekor. Apakah kambing sudah punah? Atau kambing mahal sehingga lebih menguntungkan bila menggunakan sapi sebagai kurban? Pertanyaan yang kurang penting. Yang jelas, semoga hewan kurban dapat diterima dan membantu bagi orang-orang yang berhak.</p>
<p>Yang terakhir ini bahsan yang paling enak, ketupat, hehe. Saya yakin semua orang di Indonesia mengetahui makanan berbentuk kotak dari bahan beras ini. Dapat terbayang lezatnya bila dicampur dengan opor ayam buatan istri tercinta. Tidak berbeda dengan ibu-ibu lainnya, istri saya juga membuat ketupat dan opor ayam. Tapi ada yang beda dengan ketupat di Makassar. Daun pembungkus yang biasanya menggunakan daun kelapa, aka. janur, ketupat disini menggunakan daun pandan. Ketupat pun jadi lebih beraroma dan menantang untuk disantap dengan opor ayam kacang merah. Bagaimana dengan pengalaman Anda di Idul Adha tahun ini? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sekilas Pesan]]></title>
<link>http://kchihui.wordpress.com/2009/11/26/sekilas-pesan/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 23:08:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>kchihui</dc:creator>
<guid>http://kchihui.wordpress.com/2009/11/26/sekilas-pesan/</guid>
<description><![CDATA[]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" title="image_cerah" src="http://kchihui.wordpress.com/files/2009/11/pencerahan1.jpg" alt="cerah" width="450" height="711" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kisah Nabi Muhammad Bakal Difilmkan]]></title>
<link>http://iwan0302.wordpress.com/2009/11/27/kisah-nabi-muhammad-bakal-difilmkan/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 20:29:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>Iwan</dc:creator>
<guid>http://iwan0302.wordpress.com/2009/11/27/kisah-nabi-muhammad-bakal-difilmkan/</guid>
<description><![CDATA[Kisah perjalanan Nabi Muhammad dalam menegakkan agama Islam segera dituangkan dalam film layar lebar]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kisah perjalanan Nabi Muhammad dalam menegakkan agama Islam segera dituangkan dalam film layar lebar]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mengapa Aku Harus Bersahadat?]]></title>
<link>http://rekayorek.wordpress.com/2009/11/26/mengapa-aku-harus-bersahadat/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 15:23:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>rekayorek</dc:creator>
<guid>http://rekayorek.wordpress.com/2009/11/26/mengapa-aku-harus-bersahadat/</guid>
<description><![CDATA[Kupercepat langkah dengan terseok-seok, kedua kakiku menyeret antara sandal dan lantai. Kutinggalkan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://rekayorek.wordpress.com/files/2009/11/cover-tuhan-015.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-53" title="cover tuhan 01" src="http://rekayorek.wordpress.com/files/2009/11/cover-tuhan-015.jpg?w=199" alt="" width="199" height="300" /></a>Kupercepat langkah dengan terseok-seok, kedua kakiku menyeret antara sandal dan lantai. Kutinggalkan segala macam pikiran dan beban dengan membelakanginya. Saat itu berhasil mencapai toilet adalah harapan terbesarku. Sekian detik berlalu, akhirnya aku berhasil menduduki wastafel. Seperti halnya para penguasa yang duduk di kursi panas, di sini aku segera meluapkan emosi yang tertahan. Aku bebas melakukan apa saja selama auratku tertutupi dan tidak diketahui orang lain. Bedanya dengan penguasa, aku melakukannya ikhlas demi Allah, sedang mereka tanpa malu tanpa mempedulikan auratnya terbuka mengumbar keuntungan pribadi dari rakyat. Aku justru sebaliknya, melakukannya demi membantu rakyatku–tangan, kaki, jantung, paru-paru, usus, hati, kemaluan, otak–menghindarkan serta menjauhkan mereka dari aib, dari penyakit yang sewaktu-waktu dapat menyerang mereka.<br />
Rasa lega seketika menyeruak di sekujur tubuh. Tak kukira begini hebatnya rejeki yang diberikan Allah padaku. Usai menunaikan hajat, aku segera keluar. Seorang lelaki tiba-tiba menyetop:<br />
“Tunggu dulu, Mas, jangan lupa ini,” dia menunjuk pada kotak amal yang kulewati.<br />
Aku diam.<br />
“Berapa, Mas?”<br />
“Seribu.”<br />
Aku kembali diam.<br />
“Sontoloyo, dimana-mana Tuhan dijual dengan harga yang murah.” Batinku akhirnya berkata.<br />
Padahal apa yang kulakukan barusan juga ibadah. Buang hajat, siapa yang mengira hal ini masuk dalam rukun Islam keempat. Kau, mungkin tidak tahu, sebab aku sendiri baru mengetahuinya. Lelaki yang meminjamiku sarung tadi–belakangan kutahu seorang kyai–mengatakan, bahwa rukun Islam ada lima. Aku tahu itu. Tapi kemudian dia menjelaskannya satu persatu. Ini yang baru kutahu.<br />
Katanya demikian: rukun Islam pertama adalah syahadat. Syahadat bukan sekedar penyaksian terhadap Allah. Untuk menyaksikan Allah, kau harus mengenalnya terlebih dahulu. Bagaimana?<br />
Dia bertanya padaku: kapan Anda bersyahadat? Bagus juga pertanyaannya. Belum selesai pertanyaannya mengenai Allah kujawab, dia sudah membingungkanku dengan pertanyaan lain. Sampai sekarang aku memang tak pernah tahu kapan tepatnya mengucapkan dua kalimat syahadat. Masih beruntung seorang mu’allaf, dia mengetahui kapan syahadatnya, yakni setelah berpindah dari keyakinan sebelumnya ke Islam. Tapi aku, iya, kamu juga, kapan kamu bersyahadat? Kalau kujawab sewaktu sholat, pastilah dia akan menyalahkanku. Syahadat sholat ya rukun sholat, bukan rukun syahadat.<br />
Pikiranku membuncah. Seluruh ruangan seakan menyumpahi ketololanku. Juga orang-orang di sekelilingku diam membisu. Tiada seorang pun membantuku menjawab pertanyaan Pak Kyai. Kukira pertanyaan itu telah menyebabkan pendalamanku berontak, sekaligus menyatakan makna konotatif bahwa aku seorang kafir, yang tiada mengetahui kapan persisnya melakukan syahadat. Yang lebih menjengkelkan, seandainya aku bersyahadat siapa pula yang kusaksikan? Mengapa aku harus menyaksikanNya? Bagaimana caraku menyaksikanNya? Bagaimana seandainya aku terlahir dari lingkungan keluarga non-muslim, dapatkan aku mengucap dua kalimat syahadat? Katakanlah aku sekarang terlahir dari keluarga muslim, toh aku tidak pernah meminta atau diminta masuk golongan muslim. Yang kutahu setelah mbrojol dari rahim ibu, orang tuaku tiba-tiba meng-adzani dari kuping kanan, dan mengkhomati dari kuping kiri. Dari sini kemudian muncul sebab-akibat yang mengatakan bahwa agama yang kuyakini merupakan agama keturunan, dimana pilihanku menjadi pilihan bukan semata-mata demi Allah melainkan demi orang tua. (Dikutip dari novel Tuhan di Bawah Kedua Telapak Kakiku)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Puncak Garuda]]></title>
<link>http://rekayorek.wordpress.com/2009/11/26/puncak-garuda/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 15:17:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>rekayorek</dc:creator>
<guid>http://rekayorek.wordpress.com/2009/11/26/puncak-garuda/</guid>
<description><![CDATA[Ah, kau, beruntung sekali dapat memperingati Hari Kartini di puncak Garuda. Dirimu bagai sosok yang ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><a href="http://rekayorek.wordpress.com/files/2009/11/cover-tuhan-014.jpg"><img class="size-medium wp-image-49 aligncenter" title="cover tuhan 01" src="http://rekayorek.wordpress.com/files/2009/11/cover-tuhan-014.jpg?w=199" alt="" width="199" height="300" /></a>Ah, kau, beruntung sekali dapat memperingati Hari Kartini di puncak Garuda. Dirimu bagai sosok yang nasionalis, akan tetapi sekali lagi kau dihadapkan pada kenyataan yang selalu membebani pikiran, yakni kesendirian. Berada di puncak Merapi dan memperingati Hari Kartini tanpa didampingi siapapun, benar-benar menggelisahkan jiwa yang merana. Segera kusebar sms ke semua wanita yang kukenal. Begini bunyinya:<br />
“Dia adalah bunga penutup abad. Karena kegigihannya mempertahankan harkat dan martabat kaum hawa, dia pun berhasil lolos ujian dimana tergelar taman kebahagiaan di hadapannya dan tentunya seluruh wanita di Indonesia. Suaranya takkan pernah padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari. Met memperingati Hari Kartini untuk semua wanita.”<br />
Sms tersebut kukirim satu persatu. Anggita orang pertama menerima smsku. Gadis ini adalah adik Yoga. Dulu sempat kukatakan ke Yoga bahwa aku kesensem padanya. Tapi kemudian kutahu ia telah jatuh hati pada pelukan lelaki lain. Aku terlambat. Dari Anggita kudapat balasan: thanks.<br />
Lalu kutebar sms itu pada Kiki. Gadis ini adalah anak dari temannya ayahku. Sewaktu masih kecil, ayahku dan ayahnya pernah menjodohkan kami. Jika besar kelak kami akan dinikahkan. Sayang cita-cita mulia itu berantakan, kedua orang yang kusayangi telah tiada sebelum mewujudkan cita-citanya. Hubunganku dan Kiki kini hanya sebatas kakak dan adik. Jawaban yang kudapat dari Kiki sama dengan Anggita: terima kasih.<br />
Sms yang ketiga kutujukan kepada Ani, yang saat itu tergeletak akibat penyakit typhus. Ani adalah isteri sahabatku bernama Joko. Keduanya pengantin baru. Kukira dengan mengirimnya sms berbunyi demikian akan membangkitkan semangat untuk sembuh. Dari sini tiada kudapati balasan memuaskan. Joko membalas sms agar menyuruhku segera pulang.<br />
Kemudian Eni, adiknya Joko. Antara kami sampai saat ini belum ada hubungan apa-apa alias masih sebatas pertemanan biasa. Aku hanya menganggapnya sebagai adik, entah kelak bagaimana kedudukan kami. Mungkin bisa berubah, wallahua’lam. Eni tidak membalas, mungkin dia sibuk dengan pekerjaannya.<br />
Tak ketinggalan Kiftiya kukirimi pula, walau di antara kami sudah tidak ada jalinan apa-apa. Dari Kiftiya kudapatkan balasan memuaskan tapi sudah terlambat karena ia sudah bersuami. Balasan Kiftiya tidak kubalas. Kemudian sms serupa kutujukan kepada Sriyanti, saudara sepupuku yang tinggal di Surabaya. Jawaban serupa kuterima darinya: terima kasih.<br />
Smsku tidak berhenti sampai di situ. Kali ini kutujukan kepada Riska, teman satu kantor yang sekarang bekerja di Jawa Pos. Dulu sewaktu pertama bertemu aku pernah menaruh hati padanya, maksudku cinta pada pandangan pertama. Tapi kemudian ia menjadi rebutan teman sekantor jadi kuurungkan niat menggaetnya. Riska membalas dengan kata-kata singkat: suwun.<br />
Sms berikutnya kutujukan kepada Kayla. Dari sang kekasih ini kuterima balasan cukup puitis. Dia bilang padaku: Mas, terima kasih atas smsnya. Aku kangen kamu. Aku juga sayang kamu. Kamu yang hati-hati di sana. Bila kita ditakdirkan untuk bersama, aku yakin kita pasti akan hidup bersama kelak. Kamu yang sabar ya sayang. Balasan Kayla setidaknya cukup melegakanku.<br />
Jawaban yang memuaskan sekaligus penyemangat justru datang dari ibu. Saat kukirim sms peringatan Hari Kartini, beliau membalasnya begini:<br />
“Anakku,” tulis ibu untuk pertama kalinya dalam sebuah sms. Pasti ibu kesulitan belajar memencet tombol handphone dan ribet mencari-cari pesan sms. Maklum, ia baru saja memiliki handphone, itu pun dibeli secara kolektif dari kantornya. Yang ia tahu hanya menekan nomer dan berdering, “begitu lama ibu sulit tidur dan susah makan memikirkanmu. Tidak mudah untuk memahami jalan pikiran dan angan-anganmu. Sekarang ibu sudah dapat memikirkan: ibu merestui perjalanan panjangmu, Tole, dengan tulus dan sejujur hatiku.”<br />
Kubalas smsnya:<br />
“Insya Allah, setelah aku temukan apa yang kucari, aku akan pulang dalam pangkuanmu.”<br />
Ibu membalasnya:<br />
“Ibu sudah baca smsmu, dan ibu merestui perjalananmu. Di mana pun kamu berada, ibu akan selalu mendoakanmu. Semoga kau cepat mendapatkan apa yang kamu cari. Cepat-cepatlah pulang sebab ibu sudah kangen kamu, Tole. Oh iya, sekarang kamu ada dimana?”<br />
Sebenarnya aku tidak mau membalas pertanyaan ibu, takutnya ibu terlalu khawatir memikirkanku. Tapi aku juga tak mau berbohong atau membuatnya resah.<br />
Kubalas smsnya:<br />
“Anakmu sekarang sedang duduk di puncak gunung Merapi.”<br />
“Apa ibu tidak salah baca. Apa kamu tidak takut diserang wedhus gembel, Tole? Bagaimana seandainya kamu nanti pulang tinggal nama saja? Apa yang mesti ibu lakukan terhadap kamu?” Jelas sms ibu ini menunjukkan kekhawatiran luar biasa. Beliau terlihat sangat terkejut dan shock.<br />
Hal ini wajar karena gunung Merapi adalah salah satu gunung berapi yang teraktif di dunia. Mendengar nama Merapi akan terbayang sesuatu yang mengerikan, gunung ini masih aktif mengeluarkan asap berbau belerang dan sesekali menyemburkan lahar panas. Pada tahun 1998, gunung ini pernah menyemburkan asap wedhus gembel yang melepuhkan kulit manusia, yakni berupa awan panas dan debu dengan suhu 3000 ºC yang meletus hingga ketinggian 3000 meter dari puncaknya. Pada tahun 1994 awan panas telah membunuh 66 orang di lereng sebelah barat daya.<br />
Kubalas sms ibu:<br />
“Ibu tidak perlu khawatir. Anakmu di sini aman-aman saja. Merapi saat ini tidak aktif. Mungkin Tuhan belum membiarkannya aktif karena kedatangan anakmu yang gagah ini.” Kataku sengaja sombong sekaligus membangkitkan semangat ibu yang drop.<br />
“Kalau begitu suruh Tuhanmu agar tidak mengaktifkan laharnya, biar kamu bisa pulang dengan selamat sampai di rumah.”<br />
“Insya Allah, Tuhan pasti mengetahui jalan pikiran hambaNya. Mohon doa restu!” Sambutku.<br />
“Ibu merestuimu.”<br />
Hubunganku dengan ibu terputus dengan sebuah nasehat yang menggelitik jiwa: hati-hati ya Nak, jangan sampai kamu nyebur ke kawah! (Dikutip dari novel Tuhan di Bawah Kedua Telapak Kakiku)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menjadi Satria Bisma]]></title>
<link>http://rekayorek.wordpress.com/2009/11/26/menjadi-satria-bisma/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 15:13:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>rekayorek</dc:creator>
<guid>http://rekayorek.wordpress.com/2009/11/26/menjadi-satria-bisma/</guid>
<description><![CDATA[Malamnya kami, aku dan Pak Sudi duduk di ruang tamu. Dengan ditemani kopi racikan sendiri, kami sali]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://rekayorek.wordpress.com/files/2009/11/cover-tuhan-013.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-44" title="cover tuhan 01" src="http://rekayorek.wordpress.com/files/2009/11/cover-tuhan-013.jpg?w=199" alt="" width="199" height="300" /></a>Malamnya kami, aku dan Pak Sudi duduk di ruang tamu. Dengan ditemani kopi racikan sendiri, kami saling bertukar pikiran. Baru kutahu kalau Pak Sudi seorang kejawen. Setiap kata-kata yang mengalir dari bibirnya mengandung makna filosofi yang dalam. Kukira ia dulunya seorang dalang, tapi setelah kutanya ternyata kakeknya yang seorang dalang. Dia sendiri mengaku hanya petani biasa. Pantas dari cara bicara dan bertutur, Pak Sudi seakan paham betul mengenai liku-liku kehidupan manusia. Banyak hal yang kutangkap dari pembicaraan malam itu bersama beliau.<br />
Menurut Pak Sudi, Jawa kita ini dulunya hanya satu titik kecil di tengah-tengah samudra. Setiap bangsa waktu itu mempunyai kebesarannya. Mereka tak lagi membutuhkan raja-raja bermodel memerintah, tapi raja yang mengayomi. Pernahkah kau lihat ada petani dalam cerita wayang?<br />
Kujawab dengan mengangkat pundak, lalu menggeleng-gelengkan kepala. Setahuku petani dalam cerita wayang tidak pernah ada. Yang ada hanya raja-raja, para satria, dan para pandita. Makin dekat pekerjaan seseorang pada tanah, makin tak ada kemuliaan pada dirinya, makin tidak terpikirkan dia oleh siapa pun. Itulah petani.<br />
“Kamu tahu dengan cerita mengenai Satria Bisma?” Tanya Pak Sudi.<br />
Aku menggeleng.<br />
“Satri Bisma itu tewas di medan perang. Diceritakan dia hidup kembali dan hidup kembali setiap kali mayatnya menyentuh bumi atau tanah? Dia hidup lagi, berperang lagi, mati lagi, dan juga hidup lagi serta merta menyentuh tanah lagi. Dia abadi. Abadi selama bersinggungan dengan bumi. Bumi adalah petani, petani, dan petani.”<br />
“Apa hubungannya raja dan petani?” Tanyaku penasaran.<br />
“Kamu lihat petani adalah seorang kacung yang bisa diperintah dan dipermainkan. Tapi sebenarnya dia seorang yang berjiwa besar. Tanpa petani bangsa ini tidak akan merdeka. Petani adalah sejati-jatinya raja,” Pak Sudi berhenti, dia menatapku dengan sungguh-sungguh dan kemudian meneruskan, “jangan kau jadi burung cucakrowo yang bersahut dan tidak bersambut dalam sangkar. Jangan jadi dalang tiada cerita. Tanpa anak wayang pun dalang masih bisa, tapi tanpa cerita&#8230;anak wayang pun dia sendiri tidak. Seorang petani, wong cilik, rakyat jelata, memang mereka bukan dalang, tapi setidaknya mereka memiliki anak wayang yang bisa untuk diceritakan. Seorang raja tanpa anak wayang bukanlah siapa-siapa. Aku, kamu, bisa saja menjadi dalang sesuai dengan apa yang kau bisa. Tapi ingatlah, jika kau melakukannya tanpa cerita, tanpa anak wayang kau pun bukan apa-apa. Meski kau bukan dalang, kau pun dapat melakukan pekerjaanmu dengan sungguh-sungguh asal tidak mencelakai orang lain. Kamu bisa menjadi Satria Bisma selama hatimu kau tujukan kepada rakyat dan umat.” Penjelasan Pak Sudi benar-benar membuka pikiranku. (Dikutip dari novel Tuhan di Bawah Kedua Telapak Kakiku)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
