<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>resensi-buku-fiksi &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/resensi-buku-fiksi/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "resensi-buku-fiksi"</description>
	<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 07:43:26 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Review Buku KONSER; Hidup Dalam Kepura-puraan Demi Sebuah Konser]]></title>
<link>http://eviwidi.wordpress.com/2009/11/01/hidup-dalam-kepura-puraan-demi-sebuah-konser/</link>
<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 16:35:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>eviwidi</dc:creator>
<guid>http://eviwidi.wordpress.com/2009/11/01/hidup-dalam-kepura-puraan-demi-sebuah-konser/</guid>
<description><![CDATA[Judul buku :Konser Oleh :Meiliana K. Tansri ISBN :9789792249057 Rilis :2009 Halaman :296p Penerbit :]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong><img class="alignright size-full wp-image-1216" title="45-09-28828" src="http://eviwidi.wordpress.com/files/2009/11/45-09-28828.jpg" alt="45-09-28828" width="170" height="250" />Judul buku :Konser<br />
Oleh		 :Meiliana K. Tansri</strong></p>
<p>ISBN		:9789792249057<br />
Rilis		:2009<br />
Halaman	:296p<br />
Penerbit	:Gramedia<br />
Bahasa	:Indonesia<br />
Harga   	:Rp.40.000</p>
<p>Setiap anak manusia berhak punya ambisi. Berhak menempuh cara-cara sesuai rencananya yang dianggapnya <em>“benar”</em>. Demikianlah Fajar. Seorang Pianis handal yang akhirnya menikahi Elise, putri seorang konglomerat yang bisa memuluskan jalan panjang menuju impian terbesarnya; Konser tunggal. Dan tentu saja, tanpa ada cinta di dalamnya.</p>
<p><!--more--><br />
Di Simfoni Bintang, tempatnya bekerja, Fajar dipertemukan dengan seorang pemain biola muda, cantik, berbakat dan memiliki kehidupan yang kurang beruntung. Mantan orang kaya. Dalam kehidupan rumah tangganya yang penuh basa-basi dan kepura-puraan, Fajar jatuh cinta pada Kirana yang masih polos dan membutuhkan uluran tangan.</p>
<p>Hidup Fajar terbelah menjadi dua dunia. Dunia rumah tangganya yang laksana panggung drama, dan sebagai pemeran utama Fajar harus memainkan peran dengan penuh kehati-hatian, tak boleh ada kesalahan sedikitpun. Dan dunia tuntutan hati untuk mengungkapkan cinta sejatinya pada Kirana.</p>
<p><em>Sepertinya terdengar sangat klasik.</em></p>
<p>Sesuatu yang klasik, selalu mengandung kekuatan dan kelemahan. Yang pertama tentu saja dia bisa abadi dan tak lekang dimakan jaman. Yang kedua, adalah membosankan.</p>
<p>Kisah novel Konser ini, memiliki kans untuk menjadi novel klasik, entah nanti bisa abadi atau tidak, itu sepertinya hanya waktu yang akan menjawabnya.</p>
<p>Dalam balutan suasana dunia konser musik klasik yang memainkan musik semacam  karya Beethoven – <em>Concerto</em>, karya  Bach-<em> Minuet #1</em>, karya Mozart – <em>Plaisir d’Amour</em>, dan lain-lain kisah novel ini dibangun. Jadi jika Anda penggemar musik-musik klasik, atau sedang mencari literature tentang musik klasik, Anda kemungkinan besar akan menyukai novel ini. Penulis dengan hati-hati menulis setiap bagian yang mengetengahkan adegan-adegan yang melibatkan karya-karya klasik tersebut saat dimasukkan untuk menguatkan bagian cerita.</p>
<p>Dan karena ini berhubungan dengan konser musik klasik, segala sesuatu seperti hal-hal detil tentang konser, juga tak luput dari penceritaannya.</p>
<p>Konflik antar pemerannya yang dibuat sedemikian halus namun cukup menusuk perasaan, tidak sampai mengantarkan pembaca untuk sampai menitikkan air mata. Terkadang malah penulis kelihatan terlalu hati-hati dalam mengungkapkan setiap peristiwa. Sehingga, emosi yang terbangun tidak pernah sampai puncak.</p>
<p>Pengetahuan tentang musik klasik, patut diacungi jempol. Penulis sudah sangat akrab dengan dunia musik klasik sepertinya. Tak banyak buku fiksi yang mengetengahkan tema musik klasik, utamanya pada novel-novel produk Indonesia. Novel Konser, adalah salah satu yang mengambil bagian kosong tersebut.</p>
<p>Berhubung tidak ada keterangan tentang jati diri penulis, atau karya-karya selain novel ini (ataukah novel ini karya pertamanya?) jadi tidak bisa untuk mengulas atau sedikit membandingkan karya-karya yang telah dibuatnya.</p>
<p>Jika ini karya pertamanya, ini karya yang tidak bisa dibilang jelek. Meskipun bukan sesuatu yang sangat bagus. Tapi untuk debut awal, ini adalah awal yang bagus. Penulis, sangat indah menuliskan deskripsi-deskripsi juga diksi. Dan sepertinya inilah salah satu kekuatannya. Coba simak salah satu deskripsi berikut:</p>
<p><em>“Rencana ternyata tidak berjalan semulus harapan. Kepergian Elise yang tiba-tiba seperti tumpahan tinta gelap di atas sketsa lukisan masa depannya. Menimpa dan menutupi semua garis rancangan yang hanya tinggal diwarnai.”</em> (hal. 263)</p>
<p>Juga pilihan diksinya:</p>
<p><em>“Jangan asamkan masa mudamu yang manis dengan kecutnya pesimisme Kirana.”</em> (hal. 110)</p>
<p>Cinta pada musik klasik, mengantarkan Fajar menjalani cinta pura-pura untuk mencapai impiannya. Cinta pada Kirana mengantarkannya pada penyesalan akan cintanya pada Elise. Jadi, cinta yang bagaimanakah yang Anda ingin jalani?</p>
<p>Cheers..</p>
<p>-Eviwidi-</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Review Buku Cleo, Kemarilah]]></title>
<link>http://eviwidi.wordpress.com/2009/10/22/review-buku-cleo-kemarilah/</link>
<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 08:08:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>eviwidi</dc:creator>
<guid>http://eviwidi.wordpress.com/2009/10/22/review-buku-cleo-kemarilah/</guid>
<description><![CDATA[Cleo, Kemarilah Penulis: Fanny Jonathans Poyk ISBN: 978-602-8556-09-5 Penerbit : Kakilangit Kencana ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Cleo, Kemarilah<br />
Penulis: Fanny Jonathans Poyk</strong><br />
<img class="alignright size-medium wp-image-1201" title="7922_133309489572_594899572_2361740_2650512_n" src="http://eviwidi.wordpress.com/files/2009/10/7922_133309489572_594899572_2361740_2650512_n.jpg?w=192" alt="7922_133309489572_594899572_2361740_2650512_n" width="192" height="300" /><br />
ISBN: 978-602-8556-09-5<br />
Penerbit : Kakilangit Kencana<br />
Ukuran :11,5 x 19 cm<br />
Halaman:  194 hlm.<br />
Harga: Rp 33.000,-</p>
<p>Bagaimana rasanya hidup dengan dihantui bisikan-bisikan yang menyeret kita ke dalam situasi mengerikan dan membuat ketakutan setiap saat? Barangkali inilah yang dirasakan oleh penderita Skizofrenia, yang merupakan penyakit otak yang timbul akibat ketidakseimbangan pada dopamine, yaitu salah satu sel kimia dalam otak. Ia adalah gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antarpribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra). Sehingga bisa menimbulkan gangguan perilaku: menjadi pemalu, tertutup, menarik diri secara sosial, tidak bisa menikmati rasa senang, menantang tanpa alasan jelas, mengganggu dan tak disiplin.*<br />
<!--more--><br />
Dan sekarang novel yang berbicara mengenai Skizofrenia adalah yang berjudul<strong><em> Cleo, Kemarilah,</em></strong> karya Fanny Jonathans Poyk. Tokoh penderitanya bernama Cleo. Fanny memilih sudut pandang kisah yang dialami Cleo, sehingga nantinya pembaca diajak untuk mengetahui apa yang dirasakan oleh Cleo. Kita diajak untuk tenggelam dalam bisikan-bisikan yang dilakukan oleh Deny (tokoh dalam benak Cleo).</p>
<p>Diceritakan Deny adalah seorang pemuda yang ditemuinya di sebuah toko buku terpencil di sudut kota. Awal perkenalannya terasa biasa saja sampai akhirnya Deny ditemukan tergeletak bersimbah darah di dalam toko buku tersebut dan terkuaklah sisi lain masa lalu Deny yang ternyata amat kelam. Kematian Deny yang terasa ganjil semakin terasa ganjil saat ternyata toko buku yang didatangi oleh Cleo tidak lebih adalah tanah pekuburan…</p>
<p>Teror Deny ternyata tidak berhenti menghantui kehidupan Cleo, hingga pada orang-orang yang ada di sekitarnya. Cleo yang pendiam dan cenderung lemah dan tidak memiliki banyak teman ternyata adalah salah satu alasan Deny ingin menguasainya. Ya, Deny ingin menguasai kehidupan Cleo hingga dalam hal sekecil-kecilnya, boleh dikata Deny adalah teroris posesif yang menghantui Cleo.</p>
<p>Masalah makin pelik tatkala satu persatu orang yang ada di sekitar Cleo, mati satu persatu, bagaimanakah nasib Cleo, dan bagaimana dia bisa melepaskan diri dari teror Deny?</p>
<p>Sesungguhnya, kisah ini sangat menarik. Sayangnya kurang tergarap dengan baik. Dan novel ini sebenarnya memiliki kans menjadi novel thriller serius dibanding hanya sekadar menjadi novel remaja biasa yang akan segera dilupakan begitu orang selesai membacanya. Kesan kurang serius itu ditambah pula dengan ilustrasi yang sebenarnya tidak perlu untuk novel seperti ini.</p>
<p>Akan lebih baik, jika Fanny sedikit melakukan riset pada penderita Skizofrenia sesungguhnya, menelisik kehidupannya,dokter yang menanganinya hingga dampaknya pada lingkungan dan orang-orang sekitarnya dan menuangkannya pada novel yang lebih tebal dan serius. Dengan dukungan referensi yang baik, novel ini pasti akan menjadi salah satu novel thriller yang nantinya mungkin sangat layak untuk dilayar lebarkan.</p>
<p>Dan cover juga yang konsepnya terkesan meniru film The Skeleton Key yang kemudian ditiru poster film Kala menambah deretan kekurangan novel ini. Sayang sekali.</p>
<p>Tapi mungkin Fanny memiliki pemikiran lain yang, karena novel ini ditujukan untuk pangsa remaja, jadi cerita dibuat seringan dan sedapat mungkin dipahami oleh kaum remaja tersebut.</p>
<p>Kutipan:</p>
<p><em>“Jangan ragu Cleo, ikut saja denganku…semua orang mencampakkanmu, kamu tidak berarti buat mereka. Kamu hanya berarti buatku..”</em> (Deny; hal. 90)</p>
<p><em>“Kekasih abadi? Apa maksudmu? Aku bukan Sasha. Aku Cleo, Cleo yang kamu temui di toko buku itu!”</em> (Cleo; hal. 107)</p>
<p>Cheers</p>
<p>-Eviwidi-</p>
<p>* Referensi: <a rel="nofollow" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Skizofrenia" target="_blank">http://id.wikipedia.org/wiki/Skizofrenia</a></p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-1202" title="7922_133309894572_594899572_2361742_2640077_n" src="http://eviwidi.wordpress.com/files/2009/10/7922_133309894572_594899572_2361742_2640077_n.jpg?w=300" alt="7922_133309894572_594899572_2361742_2640077_n" width="300" height="198" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Review Buku Pompeii  (Robert Harris)]]></title>
<link>http://eviwidi.wordpress.com/2009/10/10/review-buku-pompeii-robert-harris/</link>
<pubDate>Sat, 10 Oct 2009 06:48:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>eviwidi</dc:creator>
<guid>http://eviwidi.wordpress.com/2009/10/10/review-buku-pompeii-robert-harris/</guid>
<description><![CDATA[&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><img class="alignright size-full wp-image-1194" title="JIGK0931big" src="http://eviwidi.wordpress.com/files/2009/10/jigk0931big.jpg" alt="JIGK0931big" width="163" height="250" /></p>
<p><strong>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
Review ini dimuat di Koran Jakarta, Sabtu 10 Oktober 2009<br />
Versi cetak lebih &#8220;kurus&#8221; dari versi asli yang ada di blog  ini.<br />
Untuk versi di Koran Jakarta bisa dibaca pada link berikut:<br />
<a rel="nofollow" href="http://www.koran-jakarta.com/ver02/detail-news.php?id=25892&#38;&#38;idkat=78" target="_blank">http://www.koran-jakarta.com/ver02/detail-news.php?id=25892&#38;&#38;idkat=78</a><br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Pompeii</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Robert Harris</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Terbit : September 2009</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Harga : Rp 50.000,-</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Ukuran : 15 x 23 cm</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tebal : 392 halaman</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Penerbit : Gramedia Pustaka Utama</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">ISBN : 978-979-22-4944-6; 40201090056</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Soft Cover</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kemurkaan Tuhan pada manusia yang menyekutukan kenikmatan dan kemewahan dunia sebagai sembahannya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kota penuh kenikmatan dunia yang juga termasuk kemaksiatan dalam kehidupan sehari-harinya lenyap hanya dalam hitungan menit. Itulah Pompeii. Yang terkubur letusan gunung Vesuvius pada tahun 79 M.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Robert Harris, penulis  novel terkenal <strong><em>Imperium</em></strong>, menuangkan sejarah kota Pompeii sebelum terkubur dalam novel yang telah menjadi No. 1 International Bestseller, POMPEII. Novel yang rencananya akan dibuat versi layar lebarnya ini menceritakan tentang peristiwa yang terjadi di Pompeii dan orang-orang yang terlibat di dalamnya yang diambil dari sudut pandang 4 tokoh utamanya.</p>
<p style="text-align:justify;"><!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Adalah  Marcus Attilius Primus, yang menjabat sebagai Aquarius Aqua Augusta (semacam pejabat penanggung jawab masalah pengairan Negara). Dalam usia mudanya 27 tahun, dia menggantikan Aquarius lama, yang menghilang secara misterius di Campania, Italia. Tugas utamanya adalah mengurus saluran air paling panjang di dunia Aqua Augusta yang mengairi kota –kota yang berada di wilayah yang berada beberapa mil jaraknya dengan gunung Vesuvius.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Penyelidikan tentang mengapa pada bulan Agustus tahun 79 M itu, Aqua Augusta yang terkenal perkasa alirannya terhenti. Dalam pekerjaannya, dia bertemu dengan Corelia Ampliata, putri  Numerius  Popidius Ampliata salah satu mantan budak yang telah menjadi kaya raya, dan jutawan yang kejam. Corelia adalah gadis cerdas yang nantinya menjadi bagian penting cerita Pompeii. Juga Pliny, Laksamana  yang tegas,berwawasan dan senang menulis buku.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Penceritaan yang sangat detil adalah salah satu kelebihan tulisan mantan wartawan BBC tersebut. Gunung Vesuvius yang merupakan gunung berapi aktif kala itu, dalam sejarahnya memang sering menimbulkan getaran-getaran gempa dalam hari-hari penduduk Pompeii. Namun getaran yang semakin hebat pada bulan Februari lalu pertengahan Agustus 79 dan beberapa peringatan setelahnya tidak digubris bahkan oleh penduduknya. Sehingga begitu kejadian banyak sekali rakyat yang dalam posisi masih beraktivitas dan meninggal dalan raut ketakutan dalam usaha melarikan diri dari letusan gunung. Kedahsyatan letusan Vesuvius, mengubur Pompeii pada tanggal 24 Agustus 79 M, hingga kota itu hilang selama 16 abad.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Novel berlatar sejarah yang kemudian difiksikan, barangkali sudah banyak, namun Robert Harris rupanya sangat piawai menceritakan sebuah tragedi sejarah dalam buku terbarunya ini. Kota-kota yang terekam, nama-nama yang terlibat, kejadian-kejadian yang dibuat hampir seperti kronologis membuat pembaca seperti berekreasi ke Pompeii. Buku setebal 392 halaman ini juga dilengkapi keterangan ensiklopedi berbagai hal yang berkaitan dengan gunung berapi  di setiap pergantian bab-nya. Hal ini semakin memberi nilai tambah bahwa novel ini tidak hanya sekedar fiksi, namun juga sebagai dokumen yang layak untuk dikoleksi.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kejayaan Pompeii yang terkubur dalam sekejap, mengingatkan kita pada kisah kaum Nabi Luth. Pompeii yang mengumbar segala kenikmatan dan menurut Attilius adalah kota “penipu” karena hampir sebagian besar pendatang ataupun pelancong yang datang ke sana akan tertipu oleh penjual baik barang atau jasa yang ada di sana menggambarkan betapa tamak dan rakusnya orang-orang Pompeii.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Meskipun sudah dikaji secara ilmiah, letusan gunung Vesuvius berdasarlan analisis vulkanologi  Haraldur Sigurdsson, Stanford Cashdollar dan Stephen R.J.Sparks dalam bukunya  <em>The American Journal of Archaeology</em> (seperti yang diceritakan Robert Harris di bagian akhir buku ini) dan seperti biasa, manusia tentu bisa menganalisa dan menjadi masuk akal setelah terjadinya sebuah perisiwa, toh kita tidak bisa mengesampingkan kuasa Tuhan dalam peristiwa ini.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Robert Harris sendiri menulis dalam kisah setelah letusan, besar kemungkinan kejadian yang dahsyat ini adalah salah satu hasil dari ulah kesombongan dan keangkuhan manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><em>“Tetapi inilah Alam, melaju ke arahnya-tak bisa dipahami, menguasai segalanya, tak peduli-dan di dalam apiNya dia melihat betapa sia-sia segala keangkuhan manusia.”</em> (hal. 383)</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Lantas, jika kita kaitkan dengan kejadian bencana yang sedemikan sering melanda negeri kita Indonesia kemudian berkaca pada buku Pompeii ini, apakah kita akan menganalisa dan memiliki kemampuan untuk mencerna dan berpikir lebih dalam sebelum bencana baru datang?!</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Eviwidi (Blogger, Book Reviewer)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Review Buku Cewek Apa Cowok Sih Loe?]]></title>
<link>http://eviwidi.wordpress.com/2009/08/14/review-buku-cewek-apa-cowok-sih-loe/</link>
<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 06:19:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>eviwidi</dc:creator>
<guid>http://eviwidi.wordpress.com/2009/08/14/review-buku-cewek-apa-cowok-sih-loe/</guid>
<description><![CDATA[Cover buku Cewek apa cowok sih loe? &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong> </strong></p>
<div id="attachment_1167" class="wp-caption alignright" style="width: 198px"><strong><strong><img class="size-medium wp-image-1167" title="6253_1027640708386_1746369493_57446_6452233_n" src="http://eviwidi.wordpress.com/files/2009/08/6253_1027640708386_1746369493_57446_6452233_n.jpg?w=188" alt="Cover buku Cewek apa cowok sih loe?" width="188" height="300" /></strong></strong><p class="wp-caption-text">Cover buku Cewek apa cowok sih loe?</p></div>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p><strong>Resensi ini telah dimuat di Majalah STORY, edisi 3  September 2009. Ada perbedaan versi asli (di blog ini) dan versi cetak  karena keterbatasan ruang yang ada di media cetak.</strong></p>
<p><strong>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
</strong></p>
<p><strong>Review Buku Cewek Apa Cowok Sih Loe?</strong></p>
<p>Penulis	: Yennie Hardiwijaja<br />
ISBN	: 978-602-8556-02-6<br />
Ukuran	:11,5 x 19 cm; 182 hlm.<br />
Penerbit : Kakilangit Kencana<br />
Rilis : Juni 2009<br />
Harga: Rp 30.000,-</p>
<p>Cewek  tomboy?  Cewek yang bertingakah laksana cowok?<br />
Jika mendengar kalimat-kalimat di atas, sudah barang tentu ingatan kita akan sedikit melayang ke masa silam, tentang tokoh-tokoh yang sempat menjadi pembicaraan pada tahun 90-an. (bagi yang sekarang masih ABG, mungkin belum tahu…:p). Dan saat itu yang merajai adalah tokoh karangan Hilman Hariwijaya, <strong><em>Olga</em></strong>. Meskipun Olga sendiri masih ‘terlihat’ sebagai cewek, tapi dandanan dengan rambut cepak, kemana-mana pakai sepatu roda dan menjadi penyiar radio Ga Ga yang isinya kebanyakan cowok, toh Olga saat itu sempat menjadi idola remaja. Selain Olga juga pernah ada film Rini Tomboy, sebuah film yang diperankan oleh Cornelia Agatha tahun 90-an juga.<br />
<!--more--><br />
Di masa sekarang, sudah jarang diangkat tokoh-tokoh cewek tomboy dalam buku yang bisa merajai seperti karya Hilman jaman dulu. Dan bersamaan dengan diterbitkannya 13 buku dari Kakilangit bulan Juni lalu di Istora-Jakarta, terselip satu buku novel ringan dengan tokoh cewek tomboy yang penampakan bukunya juga 11-12 dengan buku Olga jaman dulu. Judulnya <strong><em>Cewek Apa Cowok Sih Loe</em></strong>, karya  Yennie Hardiwijaja.</p>
<p>Jika di buku Olga, memasang cover yang cukup menarik, cewek rambut cepak dengan memegang sepatu roda, buku baru ini –dan masih berhubungan dengan sepatu—justru cuma memasang gambar kaki dengan sepatu kets dan kaus kaki panjang hampir selutut garis-garis mirip pemain bola, jadi pembaca dipersilakan membayangkan sendiri bagaimana rupa karakter si cewek tomboy dalam buku ini. Dalam kasus ini, cover buku kurang begitu menarik untuk ukuran cerita remaja. <em>But, don’t judge a book by its cover</em>, katanya….:p, tapi-tapi sepertinya akan lebih menarik jika buku bagus didukung dengan cover yang bagus juga…setuju?</p>
<p>Vina, tokoh utama dalam novel ini, diceritakan adalah satu-satunya cewek dalam keluarganya. Memiliki empat kakak laki-laki, Jefri, Jerry, Ponco dan Panca yang tidak kalah bandel dan ngawur bukan main dan Arman, seorang ayah yang masih suka sok ganteng. Tidak adanya ibu karena sudah meninggal, menyebabkan Vina tumbuh selayaknya cowok-cowok saudaranya. Sepertinya hukum sebab akibat berlaku di sini.</p>
<p>Dampak kelakukan Vina, sudah sering dirasakan baik oleh keluarganya sendiri maupun oleh lingkungan sekitar dan terutama teman-teman sekolahnya. Sudah tidak terhitung berapa orang yang sudah jadi korban tingkah Vina, termasuk Gugun, kepala sokolahnya…</p>
<p>Arman, sang ayah, sudah sering mendapat complain dari Kepala sekolah karena ulah Vina. Sampai akhirnya Vina yang dendam dengan kepala sekolahnya karena mendapat teguran keras dari papanya, berbuat iseng, megoleskan lem besi di handle pintu masuk ruangan Pak Gugun, dan akibatnya Pak Gugun harus mencopot handle pintu tersebut supaya tangannya tidak terus menempel di pintu. Dan akhirnya keluarlah ultimatum, jika dalam satu bulan Vina tidak merubah kelakuannya maka dia harus keluar dari sekolah tersebut.</p>
<p>Kakak-kakak Vina yang merasa kasihan pada papanya dan tidak ingin Vina dikeluarkan membuat rencana ajaib untuk Vina. Akankah Vina bakal berubah?</p>
<p>Meskipun diceritakan sangat ‘cowok’ karakter Vina di sini, dan sudah hidup di era informatika, penuh kehidupan hedonisme dan keabsurdan, toh tidak ada kata-kata yang benar-benar ajaib. Biasanya yang diakrabi oleh anak-anak yang dikategorikan ‘bandel’ adalah kata-kata istilah mereka sendiri yang diucapkan seenaknya. Penulisannya juga tidak terlalu jauh keluar jalur EYD (atau sudah dibabat habis-habisan sama editornya?!) seperti halnya Olga yang memuat kata seperti ‘terdaptar’,’diinterpiu’ dll. Tapi dengan gondrongnya bulu ketek dan hobinya memanjat pohon hingga mengejar truk, cukup mewakili ketomboyannya. Vina dengan lincah bisa menjadi tokoh yang pantas dikangeni oleh keluarga dan teman-teman sekolahnya juga tak ketinggalan pembacanya.</p>
<p>Yennie dengan humor-humor segar bisa menyelipkannya dengan manis dalam buku ini. Meskipun buku ini –hampir&#8211; tidak didukung riset khusus mengenai lokasi maupun karakter yang tercermin dari ceritanya, tapi kisah ini cukup layak untuk dinikmati. Bukan tidak mungkin jika Yennie mau sedikit bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian untuk memperluas cerita ini dengan riset tentang lokasi, permasalahan, atau penggalian karakter yang lebih dalam tokoh Vina akan semakin mantab untuk dinikmati.</p>
<p>Kutipan:</p>
<p>-<em>“Tangan yang ini masukin dulu.. trus..tangan yang ini, talinya ditarik, di belakang ada pengait- balik lo! Dikaitin…beres deh. Tretet…Sekian peragaan baju dalam untuk hari ini”</em> Jefri (hal. 90)</p>
<p>-<em>“Kosongkan pikiran elo, Vinaa…  Diam itu emas, emas itu duit, kosong itu isi, isi itu kosong..?? ARRGGHH!!”</em> Vina (hal.137).</p>
<p>Cheers..</p>
<p>-Eviwidi-</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Review Buku Maximum Ride #4: The Final Warning Peringatan Terakhir]]></title>
<link>http://eviwidi.wordpress.com/2009/08/07/review-buku-maximum-ride-the-final-warning-peringatan-terakhir/</link>
<pubDate>Fri, 07 Aug 2009 01:27:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>eviwidi</dc:creator>
<guid>http://eviwidi.wordpress.com/2009/08/07/review-buku-maximum-ride-the-final-warning-peringatan-terakhir/</guid>
<description><![CDATA[Cover Maximum Ride: The Final Warning Peringatan Terakhir Maximum Ride #4: The Final Warning Peringa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong> </strong></p>
<div id="attachment_1160" class="wp-caption alignright" style="width: 173px"><strong><strong><img class="size-full wp-image-1160" title="JGPJ5053big" src="http://eviwidi.wordpress.com/files/2009/08/jgpj5053big.jpg" alt="Cover Maximum Ride: The Final Warning Peringatan Terakhir" width="163" height="250" /></strong></strong><p class="wp-caption-text">Cover Maximum Ride: The Final Warning Peringatan Terakhir</p></div>
<p><strong>Maximum Ride #4: The Final Warning Peringatan Terakhir</strong><br />
<strong> Oleh: James Patterson</strong></p>
<p>ISBN:9789792247374<br />
Rilis:2009<br />
Halaman:320p<br />
Penerbit:Gramedia<br />
Bahasa:Indonesia<br />
Harga : Rp. 40.000,-</p>
<p>Apa kabar kawanan? Anak-anak burung hasil rekayasa genetika yang punya petualangan mendebarkan dan selalu dikejar-kejar oleh musuh-musuh yang menginginkan mereka musnah.</p>
<p>Dan memasuki buku keempat ini, Max, Fang, Gazzy, Iggy, Nudge, Angel dan Total menempuh petualangan baru, bersama ilmuwan-ilmuwan baru di tempat baru dan tentu saja tak ketinggalan ketegangan serta kejutan baru. Serta tetap mengusung tema besar “menyelamatkan dunia”.</p>
<p><!--more--><br />
Masih mengandalkan kekuatan keahlian terbang membumbung tinggi, kawanan ini memulai petualangannya. Mereka bertemu lagi dengan Dr. Martinez serta Jeb. Adalah saat-saat bahagia bagi Max, bertemu dengan Ibu biologisnya Dr. Martinez. Dalam pertemuannya ini Max dan kawanan diajak untuk melakukan perundingan dengan pihak pemerintahan yang konon akan memberi mereka perlindungan dan kehidupan yang layak, di sebuah sekolah….</p>
<p>Ah lagi-lagi sekolah. Tentu sebuah tawaran yang sangat tidak diminati oleh kawanan. Pertemuan dengan orang-orang penting itu dilakukan di gedung Capitol di Washington DC. Meskipun sudah menempuh perjalanan setelah penguburan Ari ke Washington DC menggunakan Jet pribadi yang mewah, kemudian perjalanan ke gedung Capitol naik Limusin hitam yang tak kalah mewah, toh kawanan tidak berminat dengan tawaran yang diajukan dalam pertemuan itu.</p>
<p>Penolakan itu semakin jelas adanya manakala kawanan dan Jeb serta Dr. Martinez di sebuah restoran Pizza, ada salah satu pesanan pizzanya yang ternyata berisi bom dan hampir saja meluluh lantakkan mereka semua, jika saja salah satu kawanan, siapa lagi kalau bukan Gazzy si ahli bom tidak mengenali kabel kecil hijau yang mencuat dari bawah roti Sisilia yang tebal, di box pizza yang mereka pesan.</p>
<p>Setelah memutuskan tidak lagi menghadiri dan meneruskan pertemuan, meskipun belum jelas adanya siapa tokoh dibalik pengeboman berencana di restoran pizza itu. Kawanan merasa harus extra waspada.</p>
<p>Dr. Martinez yang khawatir dengan keselamatan kawanan,kemudian berusaha mencari cara untuk “mengungsikan” mereka dan jauh dari jangkauan orang-orang jahat yang akan menyakiti mereka. Akhirnya Max diberi tahu untuk mengikuti sebuah misi rahasia, dan kawanan akhirnya menempuh lagi perjalanan menggunakan jet pribadi, ke sebuah wilayah dingin yaitu di sekitar laut Atlantik Selatan.</p>
<p>Pada misi ini, kawanan membantu para ilmuwan yang didanai oleh salah seorang milyuner yang sedang mengadakan riset untuk menyelamatkan bumi, dari ancaman <em>global warming</em>….</p>
<p><strong>Global Warming?! (Arghhhh…….)</strong></p>
<p>Mungkin agak berlebihan adanya jika meletakkan harapan yang muluk untuk sebuah cerita yang lebih mendebarkan dan membawa kita pada petualangan baru olah para kawanan anak-anak burung di buku keempat ini. Karena, James Patterson memilih bahasan yang sepertinya terlalu sering diangkat sehingga terasa agak basi,<em> global warming</em>. Oh, ayolah… sudah terlalu sering kita mendengar ini Om James…tidak adakah hal lain yang lebih menarik dan lebih segar?</p>
<p>Untungnya, kelucuan Total si anjing kecil yang bisa bicara,kengototan Angel untuk memelihara anak penguin hingga menyebabkan dia terjebak dalam celah es berbahaya yang membentuk huruf V serta kecemburuan Max pada Fang jika Fang memperhatikan wanita lain, menjadikan cerita ini cukup menarik untuk dinikmati.</p>
<p>Petualangan di tempat –tempat yang jarang orang-orang lalui juga salah satu kelebihan novel ini. Kisah petualangan memang sangat rentan untuk membuat sebuah buku akan berkembang menjadi banyak seri. Sudah tak terhitung jumlah buku tentang petualangan yang ada. Sehingga tidak perlu terkejut jika buku kelima yang berjudul <strong><em>MAX</em></strong>, sudah keluar baru-baru ini. Belum tahu apa lagi yang ditawarkan oleh James di buku kelimanya. Apakah nanti akan ada buku keenam, ketujuh bahkan kedelapan dan seterusnya? Well, mudah-mudahan ceritanya tidak basi sehingga masih bisa dinikmati, berapa banyak seri pun jika ceritanya tetap segar tentu tidak menjadi masalah.</p>
<p>Sebenarnya tokoh yang dimunculkan oleh James Patterson di seri <strong><em>Maximum Ride</em></strong> ini sangat menarik. Ditambah lagi petulangan terbang mereka yang pasti akan membuat siapa saja iri. Akan tetapi, menu cerita yang terus diulang-ulang dan materi bahasan yang agak basi, akan sedikit banyak memberi pengaruh bosan kepada pembacanya. James Patterson dengan pengalaman dan ide-ide brilian di buku-buku sebelumnya, tentu bisa membuat cerita yang lebih baik, entah kenapa dia memilih tema basi itu di buku keempat yang seharusnya lebih mendebarkan dan segar dari cerita-cerita di <strong><em><a href="http://eviwidi.wordpress.com/2008/09/08/resensi-buku-maximum-ride-1-eksperimen-malaikat-the-angel-experiment/" target="_blank">Maximum Ride #1</a>, <a href="http://eviwidi.wordpress.com/2008/11/10/review-buku-maximum-ride-2-sekolah-selesai-selamanya-%E2%80%93-james-patterson/" target="_blank">Maximum #2</a></em></strong>, dan <a href="http://eviwidi.wordpress.com/2009/01/07/resensi-buku-maximum-ride3-menyelamatkan-dunia-dan-olahraga-ekstrem-lainnya/" target="_blank"><strong>Maximum Ride #3</strong></a>.</p>
<p>Tapi ada kabar baiknya, buku <strong><em>Maximum Ride #4</em></strong> ini, tidak setebal buku-buku sebelumnya. Jadi selain lebih tipis, tentu saja harganya juga lebih murah. Jika Anda menyukai petualangan Max dan kawanannya, tidak ada salahnya membaca buku ini.</p>
<p>Cheerz..</p>
<p>-Eviwidi-</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Take Your Time! (Semogalah Menjadi Sebuah Review Buku...amin)]]></title>
<link>http://eviwidi.wordpress.com/2009/08/05/take-your-time-semogalah-menjadi-sebuah-review-buku-amin/</link>
<pubDate>Wed, 05 Aug 2009 09:55:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>eviwidi</dc:creator>
<guid>http://eviwidi.wordpress.com/2009/08/05/take-your-time-semogalah-menjadi-sebuah-review-buku-amin/</guid>
<description><![CDATA[Cover Seribu Tahun Cahaya - Mad Soleh Take Your Time! Seribu Tahun Cahaya Oleh: Mad Soleh ISBN: 978-]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong> </strong></p>
<div id="attachment_1155" class="wp-caption alignright" style="width: 238px"><strong><strong><img class="size-medium wp-image-1155" title="cover-seribu-tahun-depan-kecil" src="http://eviwidi.wordpress.com/files/2009/08/cover-seribu-tahun-depan-kecil.jpg?w=228" alt="Cover Seribu Tahun Cahaya - Mad Soleh" width="228" height="300" /></strong></strong><p class="wp-caption-text">Cover Seribu Tahun Cahaya - Mad Soleh</p></div>
<p><strong>Take Your Time!</strong></p>
<p>Seribu Tahun Cahaya</p>
<p>Oleh: Mad Soleh</p>
<p>ISBN: 978-979-19442-0-5</p>
<p>Penerbit : Pustaka Bimasakti, 2009</p>
<p>Jumlah Halaman : vi+245</p>
<p>Ukuran : 14,5cm x 20 cm</p>
<p>Harga : Rp. 40.000,-</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p><strong>Review ini <a href="http://seributahuncahaya.multiply.com/journal/item/16/Pengumuman_Hasil_Lomba_Menulis_Komentar_Guyonan_Seribu_Tahun_Cahaya" target="_blank">memenangkan</a> salah satu kategori di lomba review buku Seribu Tahun Cahaya.</strong></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Loh, katanya tahun 2012 bumi sudah hancur? Kok ini ada dongeng tahun 2099 Mbah?</p>
<p>&#8220;Ha-ha-ha…&#8221;*tawa khas seperti Mbah Surip (alm.)*</p>
<p>“Memangnya yang menentukan hancur tidaknya bumi itu manusia ya? Ha-ha-ha…” lalu si Mbah yang menyebut dirinya Sinom (seperti nama minuman karena konon kalau ada dia suasana jadi segar..*halah*)  melanjutkan bercerita. “Makanya kalau simbah lagi mendongeng, dengarkan dengan baik ya?”  Dan si anak remaja tanggung itu kembali mendengarkan dengan  penuh Hikmat  dan Kebijaksanaan.</p>
<p><!--more--></p>
<p>“Jadi pada tahun 2099, Indonesia akan mencapai kejayaanya, semua Negara  menaruh hormat pada Negara kita” Mbah Sinom melirik sambil menundukkan kepalanya pada si remaja tanggung. “Indonesia akan meluncurkan  pesawat luar angkasa bernama  Garuda Pancasila I”</p>
<p>“Wah, sampai namanya saja Mbah Sinom tahu! Hebat…Mbah Sinom lebih hebat dari Mama Loreng-loreng” Kata si remaja dengan mata berbinar.</p>
<p>“Husss…jangan banding-bandingkan aku dengan yang lain!” Mbah Sinom kembali menengadahkan wajah dan menatap dengan pandangan tajam. “Nanti akan nada pemimpin yang benar-benar dicintai rakyat meskipun di pernah gila, dan peluncuran itu, akan membawa manusia-manusia terpilih yang cerdas dan berdedikasi, ke sebuah planet yang akan tercatat dalam sejarah….”</p>
<p>“Planet apa Mbah?” Tanya si remaja ingin tahu.</p>
<p>“Zarah” Jawab si Mbah Sinom mantab.</p>
<p>“Hah? Memangnya ada ya, nama planet Zarah, kok di sekolah saya tidak pernah dikasih tahu guru saya kalau ada yang namanya planet Zarah?” Kata di remaja bingung dan menganggap Mbah Sinom mengada-ada.</p>
<p>“Berarti  gurumu harus membaca buku yang baru Mbah baca” Mbah Sinom lalu mengeluarkan dari tas bututnya sebuah buku dengan gambar orang pakai egrang dan dengan <em>background</em> gambar mirip galaxy Bimasakti. “Nih, suruh gurumu itu baca buku ini” lalu Mbah Sinom menyorongkan buku itu pada si remaja.</p>
<p>“Seribu Tahun Cahaya, Mad Soleh”  Lalu dengan antusias dia membolak-balik buku pemberian Mbah Sinom dan mulai membaca. Beberapa menit kemudian dia mulai tersenyum simpul, mengerutkan kening,memiringkan bibir,menyelonjorkan kaki,menggeletakkan badan,tersenyum lagi,tertawa,mengerutkan kening..hingga…tak lagi memperhatikan si Mbah Sinom yang merasa tersinggung sudah dicuekin…</p>
<p>“Heh, bocah, apa yang kamu lakukan? Sini kembalikan bukunya!” Mbah Sinom mulai kesal karena dicuekin dan diabaikan.</p>
<p>“Sebentar Mbah, sebentar lagi…” Dan si remaja terus saja membaca dan membolak-balik halaman demi halaman buku Seribu Tahun Cahaya. Setelah beberapa lama si remaja tanggung bangun dari rerebahannya dan berbicara pada Mbah Sinom. “Jadi, nanti saat peluncuran itu, orang-orang yang terpilih untuk meluncur ke Planet Zarah nama-namanya adalah : Bahlol dari Indonesia,Siti Nurhalida dari Malaysia,Yok Opo Iki dari Jepang,Tong Koo Song dari Korea bersatu, Cui Lan Cuo dari Cina, dan  John Lemon dari Belanda, mereka adalah antariksawan dan antarikasawati terpilih…” Kemudian bla-bla-bla…..ganti si remaja tanggung yang berbicara banyak, hingga Mbah Sinom terdiam dan mulai mengantuk…dan dia berkata saking ngantuknya pada di remaja tanggung, “Tapi saya sekarang ngantuk sekali. Apakah saya boleh tidur?”</p>
<p>Lalu si remaja tanggung menjawab, “Baiklah, nanti akan saya teruskan ceritanya…”</p>
<p>Mbah Sinom merebahkan badan dan mulai mendengkur dan terlihat damai, lalu si remaja tanggung perlahan beringsut pergi dari sisi Mbah Sinom sambil meletakkan catatan kecil, setelah berguman dalam hati. “Ah, Mbah Sinom yang sarat pengalaman dan tidak pelit berbagi, hidupmu begitu bebas lepas …”</p>
<p>Lalu disobeknya lembaran  kosong bagian terakhir dari buku yang dipegangnya dan menulis dengan pensil yang diambil dari tas butut  Mbah Sinom yang kebetulan pensilnya nongol di sudut tas yang sudah bolong.</p>
<p>Mbah Sinom,</p>
<p><em>Take your time, jaga kesehatanmu Mbah, aku tidak tahu kapan kita akan bertemu lagi, tapi aku senang bicara dengan mu, dan dengan terpaksa aku ambil bukumu yang sangat memikat hatiku ini. Istirahatlah saat tubuhmu memang perlu istirahat. Jangan remehkan tidur. Tidur itu sama pentingnya dengan bekerja! </em></p>
<p>Ndaru</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Resensi Buku Elle Eleanor]]></title>
<link>http://eviwidi.wordpress.com/2009/07/30/resensi-buku-elle-eleanor/</link>
<pubDate>Thu, 30 Jul 2009 04:49:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>eviwidi</dc:creator>
<guid>http://eviwidi.wordpress.com/2009/07/30/resensi-buku-elle-eleanor/</guid>
<description><![CDATA[Cover Elle Eleanor Elle Eleanor Penulis : Zev Zanzad Penerbit : Kakilangit Kencana, Juni 2009 Halama]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong></p>
<div id="attachment_1145" class="wp-caption alignright" style="width: 198px"><strong><img class="size-medium wp-image-1145" title="Cover Elle Eleanor" src="http://eviwidi.wordpress.com/files/2009/07/cover-elle-eleanor.jpg?w=188" alt="Cover Elle Eleanor" width="188" height="300" /></strong><p class="wp-caption-text">Cover Elle Eleanor</p></div>
<p>Elle Eleanor</strong><br />
Penulis		: Zev Zanzad<br />
Penerbit	        : Kakilangit Kencana, Juni 2009<br />
Halaman	        : 456 hal, 12,5&#215;20cm<br />
ISBN		: 978-602-8556-00-1-2</p>
<p><em>“Entah mengapa, hanya dengan satu lelaki saja tak cukup membuatku puas. Maka biasanya dengan dua atau tiga lelaki baru aku akan merasa melayang”.</em> (buku harian Eleanor, Tahun 1939,<em> tahun kejayaanku</em>. hal. 361)</p>
<p>Kegilaan akan permainan seks yang bersumber dari tuntutan kepuasan pribadi dan trauma masa lalu merambati kehidupan Eleanor, istri seorang business man tua bernama Robert Van Der Sneijder yang muda, sangat cantik dan molek, kala Kompeni masih menjajah negeri ini.</p>
<p>Kepuasan seks yang mengantarkan Eleanor ke puncak kenikmatan dunia, juga mengantarkannya (mungkin) hingga ke neraka, melalui pucuk pistol suaminya sendiri.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Berlatar belakang tahun 1930, di pantai Popoh Kediri, awal kisah ini dibuka. Menceritakan tentang kehidupan mewah orang Belanda yang memiliki vila nan cantik dan megah di kota Kediri. Sebuah vila yang menyimpan kenangan dan menjadi saksi bisu kegilaan penghuninya, saat-saat Eleanor menaiki puncak-puncak kenikmatan dunia yang sudah seperti candu kelas berat baginya, bersama setiap laki-laki yang diinginkannya, juga Sastro, pembantunya yang setia. Di sebuah kamar rahasia, yang membuka sekaligus menutup kegilaannya. Menyisakan dua bocah lelaki buah hatinya, Johan dan Salyo yang akan mengalami trauma seumur hidupnya karena menjadi saksi hidup kegilaanya…</p>
<p>Berganti ke masa kini, vila itu tetap berdiri kokoh dan dikenal dengan nama vila Pandersider yang didiami oleh pemiliknya yaitu seorang pria paro baya keturunan Belanda bernama Johan dengan pembantu setianya Suro Sodron yang biasa dipanggil Ki Suro dan Maryati anak gadisnya.Vila itu kini terbuka untuk umum, artinya bisa disewa untuk berlibur orang luar yang ingin menikmati indahnya Pantai Popoh dari dekat.</p>
<p><span> Alkisah, datanglah tamu bersepuluh orang yang akan berlibur ke pantai Popoh dan menyewa vila itu untuk tinggal selama liburan di sana. Elle,Tian,Rini,Mark,Susan,</span></p>
<div>Julius,Teddy, Adrian,Patricia dan Stella (Koordinator event organizer).</p>
<p>Anak-anak muda metropolitan generasi <em>Facebook ini</em>, memiliki problematika pribadi antar masing-masing tokoh. Mark suka Elle yang pernah mengisi hatinya tapi kini pindah ke lain hati;Tian. Sementara dia sudah menjalin kasih atas dasar uang dengan Rini. Teddy punya dendam terkait bisnis dengan Rini, seterunya. Sedangkan penghuni asli vila Pandersider, juga memiliki misteri terpendam yang terkait masa lalu vila tersebut.</p>
<p>Rumit? Tidak salah lagi.</p>
<p>Kisah mencekam pun dimulai di Vila itu. Pembunuhan terhadap para pelancong itu satu persatu terjadi. Semua merasakan aura misterius itu, bahkan sejak menginjakkan kaki pertama kali di Vila itu. Tatapan Johan yang terasa janggal terhadap Elle yang cantik dan sangat mirip dengan Eleanor, membuat jiwa Johan bergolak teringat masa lalu yang sangat ingin dicampakkannya.</p>
<p>Dendam Teddy yang akhirnya menghabisi riwayat Rini di vila itu, kematian Adrian yang ditemukan terapung di laut,belum terbukanya tabir Ki Suro dan anaknya semakin menambah ruwet, juga Mark dan Stella yang terjebak dalam kamar rahasia yang akhirnya sedikit menguak misteri vila itu.</p>
<p>Kisah berpilin-pilin tentang pembunuhan di sebuah vila nan elok ini yang dibangun dengan beberapa plot dan sub plot, ditulis oleh dua orang, Ferry Zanzad dan Zeventina Octaviani Bouwmeester dan menggunakan nama pena Zev Zanzad. Dengan alur mundur maju-maju mundur untuk menceritakan masa lalu dan masa kini. Mengambil setting masa lalu saat penjajahan Belanda di Indonesia (1930) dan awal perang Eropa. Kehidupan masa lalu Eleanor bisa dilacak dari buku hariannya yang tertera dari tahun 1940 hingga 1946.</p>
<p>Meskipun ditulis oleh dua orang, pembaca awam akan menilai kisah dalam novel ini dapat melebur dengan baik, jika yang sudah mengenal kedua penulisnya mungkin akan bisa membedakan mana tulisan Ferry dan mana tulisan Zeventina. Dengan kedalaman riset yang baik, novel ini sarat dengan cerita sejarah kolonial Belanda yang jika dilacak tidak akan menyimpang dari data sejarah yang ada. Dan kelebihan dari novel ini, adalah diambilnya lokasi pantai Popoh di Kediri yang jarang disentuh oleh penulis novel lain, yang biasanya berpuas diri dengan cerita seputar metropolitan seperti Jakarta,Sydney,New York yang mungkin lebih bisa menawarkan sensasi cerita.</p>
<p>Ada pesan tersirat yang terdapat dalam Elle Eleanor ini adalah mengenai kejiwaan anak. Kegilaan terbentuk dari didikan orang tua yang salah sejak kecil. Kasus yang jelas tergambar tentu tercermin dari tokoh Johan dan Salyo yang merupakan anak-anak Eleanor yang mengetahui kegilaan orang tuanya hingga membuat mereka harus menanggung kelainan jiwa seumur hidup mereka. Bukan sesuatu yang adil, karena sebenarnya mereka berhak hidup secara normal dan menikmati masa kanak-kanak yang indah dan menjalani kehidupan yang juga normal hingga dewasa.</p>
<p>Kegilaan mereka intinya adalah buah dari didikan yang salah dan pengalaman yang buruk dari orang tuanya yang gila. GILA yang terjadi karena KEGILAAN</p>
<p>Jika Anda penggemar cerita-cerita pembunuhan ataupun misteri, tentu akan akrab dengan buku-buku semacam karya Sidney Sheldon,Marry Higgins Clark,Agatha Christy atau James Patterson yang belakangan menulis buku remaja Maximum Ride, apakah karya Zev Zanzad ini bisa disejajarkan dengan mereka?</p>
<p>Bukan karena terkena demam <em>#Indonesiaunite</em> jika secara pribadi saya menilai karya mereka berdua sebenarnya tidak kalah dengan karya-karya orang-orang luar itu.</p>
<p>Dalam penulisannya meskipun tidak terlalu banyak typo yang mengganggu, tetapi ada salah satu halaman, yaitu di halaman 370 yang sepertinya salah setting huruf. Di halaman sebelumnya terdapat Diary Eleanor berjudul <em>Januari 1941</em>, yang dibaca Stella, huruf-hurufnya dimiringkan seperti seharusnya. Tetapi di halaman berikutnya yang merupakan kisah Stella ikut-ikutan dimiringkan. Sehingga tidak bisa dibedakan mana narasi Stella yang masa kini yang seharusnya dibuat tegak, dengan Diary masa lalu Eleanor yang hurufnya dimiringkan.</p>
<p>Selain pesan tersirat di atas, novel ini barangkali bisa untuk catatan Anda yang suka melancong, jangan sewa vila yang pemiliknya terlihat menatap Anda dengan tatapan menyeramkan, dan ada baiknya selidiki sejarah vila yang akan Anda sewa sebelum Anda memutuskan untuk menyewanya.</p>
<p>Kutipan:</p>
<p><em> “Semuanya sudah pasti. Mereka bukan orang-orang normal”</em> (Julius, hal. 268)</p>
<p><em>“Ki Suro. Bongkar dinding ini. Bongkar paksa sampai engkau menemukan pintu di baliknya. Buka pintu itu dengan kunci ini.”</em> (Johan, hal. 422).</p>
<p>Cheerz..</p>
<p>-Eviwidi-</p>
<p>****Sttt&#8230;numpang narsis dikit, di hal. vi ada namaku nyangkut di situ&#8230;.hihihihi&#8230;.gak lengkap rasanya kalo gak diomongin&#8230;;)</p></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kesederhanaan Laki-Laki Beraroma Rempah-Rempah]]></title>
<link>http://eviwidi.wordpress.com/2009/07/27/kesederhanaan-laki-laki-beraroma-rempah-rempah/</link>
<pubDate>Mon, 27 Jul 2009 11:35:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>eviwidi</dc:creator>
<guid>http://eviwidi.wordpress.com/2009/07/27/kesederhanaan-laki-laki-beraroma-rempah-rempah/</guid>
<description><![CDATA[Judul Buku : Laki-Laki Beraroma Rempah-Rempah Penulis :Tina K. ISBN : 9786029501018 Rilis :  Pertama]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://www.bookoopedia.com/daftar-buku/pid-28507/laki-laki-beraroma-rempah-rempah.html"><img class="alignright size-medium wp-image-1141" title="Cover Buku LBR" src="http://eviwidi.wordpress.com/files/2009/07/cover-buku-lbr.jpg?w=205" alt="Cover Buku LBR" width="205" height="300" /></a>Judul Buku 	: Laki-Laki Beraroma Rempah-Rempah<br />
Penulis 	        :Tina K.</p>
<p>ISBN		: 9786029501018<br />
Rilis		        :  Pertama, Juni 2009<br />
Halaman	        :227<br />
Penerbit	        :Kutubuku Sampurna<br />
Bahasa	        : Indonesia</p>
<p><span>Di antara belantara buku-buku cerita fiksi yang sedang menjamur saat ini. Yang menawarkan berbagai macam cerita dengan bumbu-bumbu penyedap yang banyak mengandung unsur seperti seks bebas,feminisme,pemberonta</span>kan jiwa,kehidupan yang ‘nyeleneh’ yang dibungkus dengan kategori bahasa marketing ‘metropop’, ‘chicklit’ atau apalah. Tina K yang sebelumnya dikenal sebagai cerpenis di majalah<em> Anita Cemerlang</em>, dan beberapa media lain, hadir dengan berani mengusung tema yang jarang disentuh; kesederhanaan dan bersahaja.</p>
<div><!--more--><br />
Buku yang berisi delapan belas cerita wanita lajang kota metropolitan, tidak lantas dengan serta merta akan dibandingkan dengan buku yang tidak jauh-jauh yang juga mengambil kata lajang dalam judulnya yang sudah terbit sebelumnya, apalagi kalau bukan <em>Parasit Lajang</em>-nya Ayu Utami. Karena meskipun sama-sama mengambil kata lajang, kedua buku ini sangat berbeda satu sama lain.</p>
<p>Membaca buku kumpulan cerita pendek, mengandung resiko; seperti mudah lupa nama tokoh yang sedang dibaca, karena begitu banyaknya nama dalam setiap cerita-cerita yang hadir dengan beragam pesan yang disampaikan dalam setiap cerita. Akan tetapi juga sedikit memudahkan karena untuk setiap cerita yang habis dibaca, pembaca tidak akan merasa ‘kepikiran’ tentang kelanjutan cerita, jika belum tuntas seluruh halaman buku seperti membaca sebuah novel yang ceritanya lebih panjang.</p>
<p>Dan meskipun memakai embel-embel “metropolitan” kita tidak akan pernah menemukan kehidupan hedonisme, memuja-muja merk baju atau sepatu, pamer <em>gadget-gadget</em> terbaru, <em>clubbing, party</em> sampai pagi atau kehidupan yang biasa kita jumpai sebagai simbolisasi dari “metropolitan”.</p>
<p>Kedelapan belas cerita dari Tina K, malah lebih ke arah kesederhanaan, bermain-main dengan perasaan dan mengunggulkan dialog-dialog antar tokoh yang lugas selain memiliki benang merah, ceritanya tentang wanita lajang. Hal ini menjadikan buku Tina K, lebih seperti segelas ‘air putih’ di sebuah <em>pesta</em> nan ramai, sementara gelas-gelas lain berisi minuman aneka rasa yang menawarkan sensasi yang kadang dibicarakan secara berlebihan.</p>
<p><em>Laki-laki Beraroma Rempah-Rempah</em> adalah salah satu judul cerita pendek yang ada di dalam buku ini. Bercerita tentang seorang laki-laki yang menurut tokoh utamanya, dia bernama Tjandra. Tjandra memiliki hampir semua kesempurnaan sebagai laki-laki mapan idaman para wanita, dan dia mempunyai aroma yang menurut si tokoh beraroma seperti rempah-rempah, sedangkan si tokoh utama (yang tak disebutkan namanya) adalah wanita yang merasa dirinya kurang sempurna secara fisik, tidak seperti wanita-wanita dalam iklan atau model majalah. Tetapi Tjandra memandangnya sebagai sosok yang pantas untuk mendampingi hidupnya. Tentu ada alasan kenapa Tjandra memilihnya.</p>
<p>Sayangnya dalam kesederhanaan cerita-cerita yang menjadi kelebihan dalam buku ini, Tina K kadang masih belum bisa lepas dari kutukan terbesar yang sering menghinggapi penulis kita; klise. Pada beberapa cerita juga masih terasa sangat datar dan nyaris tanpa konflik. Seperti yang terdapat dalam cerita keenam yang berjudul <em>Sentuhan Sayap Kupu-kupu</em> (hal. 69-81). Dalam kisah keenam ini, terdapat dua tokoh utama Petra dan Leo. Petra adalah gadis yang sedang menempuh kuliah, dia tinggal di rumah orang tua Leo yang merupakan teman karib Ibu Petra. Sedangkan Leo yang tampan dan cerdas sedang menempuh kuliah di Perancis dan setahun lagi akan selesai. Leo dikisahkan pulang ke Indonesia selama dua minggu. Dan bertemu dengan Petra yang dulu, jauh sebelum Petra kuliah dan ikut tinggal di rumah itu pernah akrab sekali dengan Leo saat kecil dan masih suka digendong-gendong. Cerita bergulir dan saat akan kembali ke Perancis Leo melamar Petra dan Petra mau menerima Leo begitu saja.</p>
<p>Segalanya begitu indah, tapi justru di situlah masalahnya. Bagaimana memberi konflik pada manusia-manusia yang sudah sedemikian mapan dan baik-baik ini? Inilah jebakan terbesar yang justru Tina K terperangkap di dalamnya.</p>
<p>Namun begitu, beberapa cerita lain juga masih menyisakan rasa yang memainkan perasaan kita, seperti <em>Badai Siang Hari</em> (hal.19-30),<em> Melintas Sunyi</em> (hal.45-53) dan masih banyak lagi. Dan tidak adanya simbol-simbol waktu (jaman) yang terdapat dalam kisahnya, membuat cerita dalam buku kumpulan cerpen ini bisa dibaca sepanjang masa.<br />
Kekuatan Tina K sebagai pencerita yang tidak menggebu-gebu juga merupakan salah satu kelebihan tersendiri selain tidak mengumbar kata-kata rayuan dalam kisah-kisahnya.</p>
<p>Jika Anda ingin menikmati ‘segelas air putih’ yang melegakan tenggorokan di antara riuhnya<em> pesta</em> yang menawarkan minuman aneka rasa, buku Tina K adalah salah satunya.</p>
<p>Cheers..</p>
<p>-Eviwidi-</p></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Review Buku Marshmallow – Sebuah Komedi Pernikahan]]></title>
<link>http://eviwidi.wordpress.com/2009/07/09/review-buku-marshmallow-%e2%80%93-sebuah-komedi-pernikahan/</link>
<pubDate>Thu, 09 Jul 2009 15:50:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>eviwidi</dc:creator>
<guid>http://eviwidi.wordpress.com/2009/07/09/review-buku-marshmallow-%e2%80%93-sebuah-komedi-pernikahan/</guid>
<description><![CDATA[Buku MARSHMALLOW Marshmallow – Sebuah Komedi Pernikahan Oleh : Candra Aditya ISBN : 978-602-8556-14-]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div id="attachment_1130" class="wp-caption alignright" style="width: 203px"><img class="size-medium wp-image-1130" title="4991_1021215787767_1746369493_42348_4889507_n" src="http://eviwidi.wordpress.com/files/2009/07/4991_1021215787767_1746369493_42348_4889507_n.jpg?w=193" alt="Buku MARSHMALLOW" width="193" height="300" /><p class="wp-caption-text">Buku MARSHMALLOW</p></div>
<p>Marshmallow – Sebuah Komedi Pernikahan<br />
Oleh : Candra Aditya<br />
ISBN : 978-602-8556-14-9<br />
Halaman : viii + 330 hlm<br />
Penerbit : Kakilangit Kencana<br />
Rilis : Juni 2009<br />
Harga : Rp. 50.000,-</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p><strong>Review ini telah dimuat di Majalah STORY edisi 2, Agustus 2009</strong></p>
<p><strong>Terdapat perbedaan antara versi asli (di blog ini) dan versi cetaknya karena keterbatan ruang dalam media cetak.<br />
</strong></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p><span>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</span></p>
<div>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
<strong>Versi serius:</strong></p>
<p><strong>DASAR PERKAWINAN<br />
Pasal 1</strong><br />
Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga atau rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.</p>
<p><strong>Pasal 33</strong><br />
Suami isteri wajib saling saling cinta mencintai, hormat menghormati, setia dan memberi bantuan lahir bathin yang satu kepada yang lain.</p>
<p><strong>Diambil dari:</strong><br />
<em>Undang-undang Republik Indonesia<br />
Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan</em><br />
<span> &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</span>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Lantas, adakah yang versi tidak serius? Bukannya perkawinan ataupun pernikahan itu adalah sesuatu yang sakral?</p>
<p>Coba baca baik-baik judul buku berikut:</p>
<p><strong>MARSHMALLOW – Sebuah Komedi Pernikahan</strong></p>
<p>Benarkah di tahun 2009 ini, pernikahan adalah tidak lebih dari sebuah komedi?</p>
<p>Weiittsss….tunggu, jangan komentar dulu…. argumen Anda tidaklah sahih jika belum khatam buku ini.</p>
<p>Tidak ada pelecehan lembaga pernikahan dan menganggapnya tidak lebih dari film komedi murahan di buku ini, karena yang ada, Anda akan dibawa ke alam pernikahan dini, pasangan paling aneh Ayu dan Sugeng yang “sibuk” mempersiapkan malam pertama tapi malah gak dapat-dapat hingga empat bulan….</p>
<p><!--more--><br />
Ayu berumur 18 tahun dan Sugeng yang umurnya tidak beda-beda jauh darinya. Sugeng ini ceritanya adalah cowok idola di sekolahnya. Ayu yang ‘kesasar’ sekolah di STM ini akhirnya menemukan tambatan hati dan berlabuh di sebuah pernikahan dengan Sugeng (ck..ck..ck..ternyata bisa juga saya pakai kata ‘tambatan dan berlabuh’ untuk kalimat kayak gini…).</p>
<p>Setelah melewati prosesi pernikahan yang tidak jauh-jauh dari sanggul,ijab kabul, tamu-tamu yang buanyak..hingga gigi serasa kering karena senyum terus dan jaga image, sampailah kirannya mereka di kamar pengantin.</p>
<p>Sugeng dan Ayu sudah menyangka, ‘malam pertama’ mereka akan berlalu begitu saja karena sudah kelelahan. Jadi mereka tidur terpisahpun masih ‘dimaklumi’.</p>
<p>Tapi ternyata hal itu berlanjut ke hari-hari selanjutnya, sodara. Ada saja halangan hingga 30 hari pernikahanpun, mereka belum merasakan yang namanya “malam pertama” alias ML alias <em>Making Love.</em></p>
<p>Resahkah Sugeng? Tentu!<br />
Resahkah Ayu? Ya iyaalah..!!</p>
<p>Tetapi usut punya usut, ternyata Ayu juga masih takut untuk menjalani “malam pertama” itu. Apalagi di kelasnya teman-teman cowoknya sempat memutar film porno yang versi sadomasokis…makin mengkeretlah Ayu jadinya…padahal secara fisik Sugeng sudah siap lahir bathin…</p>
<p>Nah, sodaraku, inilah komedi sebenarnya yang dimaksud. Anak-anak muda ini yang pada intinya masih takut-takut untuk menghadapi “malam pertama” ini tapi sudah berani mengucapkan ikrar suci perkawinan.</p>
<p><span> Ada 7 kejadian yang menghalangi hingga mereka belum bisa mendapatkan “malam pertama” itu, mulai insiden gorden, kunjungan sodara-sodara,sinetron,tra</span>gedy wax and facial,kecapean,inspeksi ibu-ibu PKK dan Candra <em>is totally a Jerk</em>. Penasaran? Silakan dibaca..bukunyaa….:)</p>
<p><em>By the way,</em> Candra? Siapa sih Candra?</p>
<p>Ya ampun..sudah baca begini panjang, masih gak tahu Candra? T-E-R-L-A-L-U..!! *pakai intonasi Bang Rhoma*</p>
<p>Yeah..Candra ya, yang nulis buku inilahh…berhubung si Candra ini doyan film, jadi jangan heran, dalam buku ini akan banyak bertebaran judul-judul film dan nama-nama bintang film yang disebut.</p>
<p>Bahkan saat di halaman 44-45 terhitung ada 5 judul film yang tersebut, juga tokoh-tokohnya dimasukkan. (<em>Final Destination,Friday the 13th,Finding Nemo, Doraemon, dan Saw</em>).</p>
<p>Kenapa gak sekalian Kapten Jack Sparrow, Wolverine dan Edward Cullen dimasukkan Can? Itu kan tokoh favorit saya..hehehehhe…</p>
<p>Bagi Anda yang sudah merasa tua atau beranjak dewasa, jika baca ini mungkin ada hal-hal yang kurang pas, bersyukurlah, karena itu menandakan kalau Anda normal. Sedangkan yang sudah tua tapi tetap suka baca buku ini, juga bersyukurlah karena Anda akan awet muda.</p>
<p>Buku ini sangat segar untuk bacaan santai, jadi jika tidak santai, saya sangat tidak menyarankan membacanya, karena saya akan sangat mengkhawatirkan buku ini akan berpindah profesi sebagai bahan lemparan daripada sebagai bahan bacaan…:D</p>
<p>Sebenarnya, saya agak kurang sreg, dengan &#8216;dikomedikan&#8217;-nya kata cerai dalam novel ini. Karena bagaimanapun, jika sudah melangkah ke kehidupan baru seperti itu, ada baiknya sedapat mungkin menghindari kata-kata itu. Barangkali hal itu terjadi untuk olok-olok zaman sekarang yang jika dilihat di infotaintmen begitu mudahnya artis kawin-cerai.</p>
<p>Kisah yang dibangun berdasakan sebuah plot ini,tapi diceritakan dari sisi Ayu dan sisi Sugeng membawa pembacanya untuk bisa menikmati saat-saat sebagai Ayu, dan saat-saat sebagai Sugeng. Dua karakter yang sesungguhnya sangat berbeda, tapi bisa ditulis dengan lugas dan cerdik oleh Candra.</p>
<p>Sebagai penulis yang sudah menelurkan buku ketiga ini, Candra memang cukup lumayan menulis buku humor ringan seperti ini. Dia juga sering menyoroti hal-hal sepele dalam kehidupan sehari-hari yang disampaikan dalam bahasanya yang cukup kocak. Seperti fenomena REG spasi WETON yang selipkan dalam cerita ini.</p>
<p>Note:<br />
Ssttt….yang nulis ini belum pernah ngalamin ‘malam pertama’ dan dia masih berumur 19 tahun, sodara! Jadi bisa dibayangkan betapa anak ini imajinasinya sudah kemana-mana…^^ pisss Can!</p>
<p>Cheers.</p>
<p>-Eviwidi-</p></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Resensi; The Fifth Column (Ernest Hemingway)]]></title>
<link>http://istanafiksi.wordpress.com/2009/07/05/resensi-the-fifth-column-ernest-hemingway/</link>
<pubDate>Sun, 05 Jul 2009 15:32:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>antoradja</dc:creator>
<guid>http://istanafiksi.wordpress.com/2009/07/05/resensi-the-fifth-column-ernest-hemingway/</guid>
<description><![CDATA[The Fifth Column (Angkatan Kelima); Perang = Mati sia-sia …Pada jaman dulu mereka menulis betapa man]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><strong><img class="alignleft size-full wp-image-67" title="hemingway ‹img src=”cara-menulis-cerita-fiksi.gif” alt=”caramenulisceritafiksi”/›" src="http://istanafiksi.wordpress.com/files/2009/07/hemingway.jpg" alt="hemingway ‹img src=”cara-menulis-cerita-fiksi.gif” alt=”caramenulisceritafiksi”/›" width="101" height="134" />The Fifth Column (Angkatan Kelima); </strong><em>Perang = Mati sia-sia</em></p>
<p>…Pada jaman dulu mereka menulis betapa manis dan terhormat orang yang mati demi negaranya. Tapi dalam perang modern kematianmu tidak lagi manis dan terhormat. Seperti seekor anjing kau akan mati tanpa alasan yang jelas..(<em>Notes for the Next War</em>, Ernest Hemingway)</p>
<p>Melalui 3 baris kalimat <em>notes</em>-nya diatas, Ernest Hemingway mencoba mengidentifikasi makna perang di era modern sebagai latar 1 karya drama &#38; 4 cerita pendek dalam bukunya ini. Bagi yang pernah menonton film bersetting perang semacam <em>Brave Heart</em>, <em>Lord of The Ring</em>, <em>The Last Samurai</em>, maka bersiaplah untuk kecewa saat membaca buku ini. Anda takkan menemukan pahlawan seorang pun didalamnya. Perang yang ‘seharusnya’ mengisahkan tokoh pejuang, pemberani, ditangan Hemingway malah diisi oleh para penakut, pengecut &#38; pengkhianat sebagai tokohnya. Tapi disinilah kekuatan utamanya. Peraih Nobel Kesusateraan tahun 1954 ini membawa kita hadir ditengah kancah Perang Sipil Spanyol tahun 1937 untuk menyaksikan betapa perang hanya semata aktivitas saling membunuh antar manusia. Tak kurang, tak lebih.</p>
<p>Pada cerpen PENGADUAN (Hal.161-183), tokoh Aku (sudut pandang orang pertama subjektif) bersama seorang Waiter Bar terjebak dalam konflik bathin. Keduanya terpojok pada keharusan mengadukan seorang kawan lamanya (Luis Delgado) yang dalam perang tersebut berdiri dipihak lawan mereka. Tokoh Aku dan Waiter bar diawal cerita saling mengharap dan menekan satu sama lain untuk memikul tanggung jawab mengadukan Lusi Delgado pada markas polisi pemerintah. Mereka pada satu sisi terbebani dengan keberanian Luis Delgado yang hadir di Bar tersebut yang notabene berada dalam wilayah demarkasi mereka, dan disi lain mereka tidak mau dianggap berdosa karena tidak melaporkan keberadaan sang musuh tersebut kepada polisi.</p>
<p>Dengan cara bertutur yang kuat dan ritmis khas Hemingway kita juga disodori oleh deskripsi Bar Chicote’s sebagai latar tempat. Meminjam Bar tersebut, Hemingway menelanjangi sisi kemanusiaan kita yang cenderung tidak masuk diakal. Bagaimana para pengunjung bar yang baru saja membunuh dipagi hari atau mereka yang dijadwal untuk maju ke garis depan esoknya bisa terlibat dalam interaksi, pembicaraan dan diskusi dengan topik-topik ringan khas obrolan antar tetangga di waktu damai di Bar itu. Bagaimana seorang Luis Delgado yang berani mengambil resiko mati dengan pergi ke Bar tersebut yang berada dalam wilayah kekuasaan lawannya, hanya untuk memenuhi hasrat manusiawinya, yaitu bertemu dan bercengkerama dengan sahabat-sahabat lamanya. Inilah pesan yang ingin disampaikan oleh Hemingway. Perang bagaimanapun ganasnya tak mampu membunuh sisi-sisi kemanusiaan seseorang sebagai <em>homo socius</em>. Dan pada akhir cerita, tokoh Aku menelpon polisi yang akhirnya menangkap Lusi Delgado, Memintanya memberitahu Luis Delgado bahwa dialah (Aku), sahabat lamanya yang mengadukannya. Tokoh Aku ingin menegaskan bahwa dia –sebagai sahabat- masih punya sisi kemanusiaan yaitu Rasa Bertanggung jawab.</p>
<p>Di 3 Cerpen berikutnya<em>; Kupu-kupu dan Tank, Malam Sebelum pertempuran, Di atas Punggung Bukit</em>, Hemingway kembali menggunakan sudut pandang tokoh Aku dalam melukiskan konflik-konflik kecil para tokoh ceritanya sebagai media penyampaian pesan. Konflik kecil yang seolah tak ada artinya dihadapan perang besar dimasa itu justru diolah sebagai cermin besar dalam mendefinisikan makna sejati perang itu sendiri. Hemingway memaksa kita menggunakan pelupuk mata untuk melihat perang dalam perspektif semut dan bukan sebagai gajah.</p>
<p>Buku yang isinya ditulis tahun 1937 ini sebenarnya sangat cocok bagi para penulis pemula yang hendak belajar menulis cerita fiksi. Hemingway menuntun kita belajar teknik menggiring pembaca seolah berada nyata dalam setting waktu &#38; tempat terjadinya peristiwa. Kalimat singkat, paragraf singkat, kalimat aktif &#38; bahasa yang dahsyat, itulah empat rumus dasar Hemingway dalam menulis. Kita juga bisa meniru cara dia menyisipkan tema &#38; pesan cerita secara tersirat. Hemingway tidak menaruh pesan secara kasar &#38; amatir lewat dialog atau ending cerita sebagaimana kebiasaan penulis sekarang. Dia justru menyisipkannya secara halus dan hati-hati, tersebar merata pada semua paragraf. Dan pembaca akan terkejut dengan kecerdasannya sendiri, saat berhasil menemukan tema &#38; pesan moral cerita begitu selesai membaca tanpa merasa digurui. Tak salah kalau <strong>Erza Pound</strong> menyebut <strong>Ernest Hemingway </strong>sebagai ‘Penulis prosa dengan gaya terbaik di dunia’.</p>
<p align="right">Peresensi : <strong>Rusdianto</strong></p>
<p align="right">Makassar, Juli 2009.</p>
<p style="text-align:left;">Keterangan buku :</p>
<p>Penerbit Pedati, Agustus 2003 ( <a href="mailto:penerbitpedati@hotmail.com">penerbitpedati@hotmail.com</a>)</p>
<p>Diterjemahkan dari judul asli : <em>The Fith Column &#38; Four Stories of the Spanish Civil War</em></p>
<p>Simon and Schuster Inc. Rockefeller Center, New   York, NY 10020</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Review Buku Batman Saroong]]></title>
<link>http://eviwidi.wordpress.com/2009/06/20/review-buku-batman-saroong/</link>
<pubDate>Sat, 20 Jun 2009 10:39:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>eviwidi</dc:creator>
<guid>http://eviwidi.wordpress.com/2009/06/20/review-buku-batman-saroong/</guid>
<description><![CDATA[Batman Saroong Cover Judul : Batman Saroong Pengarang : Iwok Abqary Penerbit : Examedia Tahun : 2009]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div id="attachment_1105" class="wp-caption alignright" style="width: 167px"><img class="size-full wp-image-1105" title="b3f3fb4f0aabaeb85731ad085b4705d0-256" src="http://eviwidi.wordpress.com/files/2009/06/b3f3fb4f0aabaeb85731ad085b4705d0-256.jpg" alt="Batman Saroong Cover" width="157" height="256" /><p class="wp-caption-text">Batman Saroong Cover</p></div>
<p>Judul 		: Batman Saroong<br />
Pengarang	: <a href="http://iwok.multiply.com/" target="_blank">Iwok Abqary</a><br />
Penerbit 	: Examedia<br />
Tahun		: 2009<br />
Genre 		: Novel Parodi<br />
Tebal		: 188 Halaman<br />
ISBN		: 978-979-055-028-5</p>
<p>Ada Batman ada Sarung. Ini bukan promosi film Batman atau sarung “Mesir Asli”..:) tapi Batman Saroong adalah judul buku baru karya Iwok Abqary. Penulis produktif yang baru saja mengadaptasi Film KING ke dalam sebuah buku yang berjudul sama.</p>
<p>Bergenre humor parodi, buku ini sangat menghibur dengan humor-humor membumi dan kadang sedikit jayus khas Iwok. Yang membuat ada nilai tambah dalam buku ini, adalah setting pedesaan yang cukup cantik ditampilkan. Berhubung si penulis bertempat tinggal di daerah Jawa Barat beberapa buku karyanya juga  terinspirasi dari daerah tersebut, TIKIL misalnya.</p>
<p>Plot cerita dibuat dengan rapi oleh penulisnya. Kisah dimulai dengan sebuah Prolog tentang seorang tokoh yang muncul di malam hari dan membekuk maling yang sering bergentayangan di desa  tempat tinggalnya. Tokoh satu ini memiliki senjata yang ditakuti oleh para maling, yaitu Godam Sakti!</p>
<p><!--more--></p>
<p>Pada suatu hari, tinggallah seorang pemuda bernama Eman di desa Godam (Desa Godam? Tolong jangan dicari di peta..pliss..karena gak bakalan ketemu..:)). Dia adalah salah satu pemuda harapan desa. Biarpun dia tidak pernah memenangkan juara harapan untuk lomba di  acara Agustusan, tapi Eman tetaplah sepanjang tahun hidupnya menjadi pemuda harapan…emaknya. Hihihihi…</p>
<p>Yak, Eman tinggal berdua hanya dengan emaknya yang biasa di panggil Mak Inah di desa itu. Ayahnya telah meninggal karena dipatuk ular  berbisa. Desa Godam diguncang prahara. Maling-maling banyak mencuri ternak warga. Sudah banyak yang menjadi korban, awalnya adalah ternak kerbau milik Haji Amin yang dimutilasi dekat sungai, yang berasal dari kampung sebelah. Kejadian kerbau yang dimutilasi menjadikan warga ngeri.</p>
<p>Eman yang sehari-hari bekerja di sawah sepetak warisan ayahnya, berbincang tentang berita kerbau itu dengan teman sepermainanya, Gugun. Kegelisahan dan keresahan warga juga tak luput dari pembicaraan mereka. Kejadian kerbau mutilasi kemudian diikuti oleh hilangnya kambing Kang Jejen yang tak lain tak bukan adalah warga desa Godam sendiri.</p>
<p>Mak Inah, juga merasa gelisah dengan keadaan kampung yang yang tidak lagi aman. Suatu malam, dia mengajak bicara serius dengan Eman untuk bertindak.mengingat dan menimbang Eman memiliki bekal Karate dan sudah beranjak dewasa. Eman yang bingung campur ling-lung tidak mengerti apa yang Mak Inah maksud.  Lalu Mak Inah mengeluarkan sebuah topeng,  jubah dan celana kolor yang semuanyaa….berwarna hitam! Alamak…, kemudian sambil memandang penuh arti ke Eman, Mak Inah berkata pada Eman, “ Udah saatnya lo berubah, Man”  Lalu Eman bertanya dengan bingung “Berubah? Jadi apa Mak?” Mak Inah menjawab “BATMAN!” (hal.66) Gedubrak!!!</p>
<p>Dipilihnya Batman oleh Mak Inah dikarenakan Mak Inah ini sejarahnya pernah mengenal banget dengan Batman  dari suaminya yang nge-fans banget dengan Batman. Obsesi ini terbawa-bawa hingga Eman remaja. Hingga saat ada kejadian maling-maling yang mengganggu ketentraman desa membuatnya ingin mewujudkan sosok Batman dalam diri Eman, anaknya semata wayang.</p>
<p>Eman yang tidak tega dengan permintaan emaknya dan melihat kondisi kampungnya, akhirnya mau juga mencoba kostum Batman bikinan emaknya, dan menjadi Batman dengan Sarung yang di kalungkan di leher saat keluar malam hari, sambil membawa sebuah palu atau godam pemberian Mak Inah… sanggupkah Eman memberantas kejahatan dan maling-maling di desa Godam?</p>
<p>Kisah seru ini, selain lucu juga dibuat satu plot yang rapi dan sangat hati-hati oleh Iwok. Jadi buku ini tidak menjual cerita yang mengada-ada karena semua faktor yang terkait, baik tokoh maupun kejadian dibuat selogis dan se-“membumi” mungkin –selain nama desanya yang fiktif-.</p>
<p>Salut untuk Iwok yang sangat konsisten menjaga keutuhan cerita dengan sangat bagus, dan untuk selipan promo buku Pulau Huntu yang bisa-bisanya diselipin dalam cerita saat pertarungan Batsar –Batman Saroong- dengan maling-maling. Sepertinya Cuma Iwok yang bisa begini..hehhe…</p>
<p>Karena saya sangat menyukai cerita dengan setting desa-desa dan daerah selain Jakarta yang sudah banyak sekali diangkat di buku-buku fiksi, buku ini adalah buku humor favorit saya.</p>
<p>Cheerz..</p>
<p>-Eviwidi-</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Review Buku Metropolis-Awas Banyak 'Curut' Berkeliaran!]]></title>
<link>http://eviwidi.wordpress.com/2009/06/12/review-buku-metropolis-awas-banyak-curut-berkeliaran/</link>
<pubDate>Fri, 12 Jun 2009 07:49:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>eviwidi</dc:creator>
<guid>http://eviwidi.wordpress.com/2009/06/12/review-buku-metropolis-awas-banyak-curut-berkeliaran/</guid>
<description><![CDATA[Metropolis Penulis : Windry Ramadhina ISBN:9789790257146 Rilis:2009 Halaman:332p Penerbit:Grasindo B]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong><a href="http://www.bookoopedia.com/daftar-buku/rid-28254-625/metropolis-awas-curut-berkeliaran.html#editorial_review"><img class="alignright size-full wp-image-1087" title="metro_cover_by_angin_kering" src="http://eviwidi.wordpress.com/files/2009/06/metro_cover_by_angin_kering.jpg" alt="metro_cover_by_angin_kering" width="180" height="251" /></a>Metropolis</strong></p>
<p><strong>Penulis : Windry Ramadhina</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>ISBN</strong>:9789790257146</p>
<p><strong>Rilis</strong>:2009</p>
<p><strong>Halaman</strong>:332p</p>
<p><strong>Penerbit</strong>:Grasindo</p>
<p><strong>Bahasa</strong>:Indonesia</p>
<p><strong>Harga : Rp.54.900</strong></p>
<p>Jangan terkecoh dengan kavernya. Meskipun desainnya mengingatkan kita akan koran-koran yang berisi berita-berita kriminal, dengan kertas buram dan cetakan yang sering  kita jumpai kadang tintanya berceceran.  <a href="http://metropolis-novel.blogspot.com/2009/02/orang-orang-terhormat-tidak-berurusan.html" target="_blank">Metropolis</a> bukanlah nama sebuah koran.  Sampai halaman 10  pembaca belum diberi tahu, apa sebenarnya Metropolis itu. Windry memberi tahu bahwa Metropolis adalah nama sebuah pub, ketika  pembaca sampai di tengah buku.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Novel ini, masuk dalam kategori drama kriminologi. Kisah yang diangkat adalah seputar dunia narkotika, mafia,konspirasi, ditambah dendam dan sedikit unsur roman. Sebuah kategori yang sangat jarang dimasuki oleh penulis-penulis lain di negeri ini. Jadi bisa dibilang ini salah satu genre yang layak untuk dicermati. Dengan riset yang lumayan, Windry mengajak pembacanya untuk menikmati cerita kriminal lokal  dengan tokoh-tokoh yang unik dan tidak hitam putih.</p>
<p>Jika Anda sering membaca komik detektif Conan, kisah teka-teki pembunuhan tentu sudah tidak asing lagi. Adalah Agusta Bram, seorang  polisi yang menjadi tokoh utama dalam cerita Metroplis ini. Latar belakang Bram hanya disampaikan sekilas oleh penulisnya. Bahwa dia adalah anak dari seorang pecandu narkoba yang mati ditembak karena tidak bisa bayar utangnya. Ibu Bram meninggalkannya saat masih kecil dan belum mengerti hidup itu untuk apa, bersama seorang ayah  pecandu yang akhinya mati saat Bram juga masih belum terlalu besar untuk bisa hidup mandiri. Tidak diceritakan bagaimana dia bisa masuk kepolisian.</p>
<p>Di kepolisian ini, Bram masuk dalam divisi Sat Reserse Narkotika Polda Metro Jaya.  Agak aneh, di sini diceritakan Bram masuk kesatuan ini karena permintaan sendiri, bukan ditugaskan oleh atasannya. Tapi sudahlah namanya juga fiksi. Alasan masuknya Bram di kesatuan itu tidak lepas dari latar belakang kehidupannya yang merupakan korban dari efek buruk narkoba yang telah mencerai beraikan keluarganya. Dan kematian ayahnya,  <em>“Demi ayahku yang sudah mati…” </em> yang juga tertulis di bagian depan buku ini, tapi tentu saja hal itu tidak disampikan secara eksplisit kepada atasannya.</p>
<p>Bram bukan polisi yang ”bersih” dalam artian bukan polisi yang lurus menunaikan tugas sesuai buku panduan, mematuhi atasannya dan bukan yang terbiasa mengatakan “Siap Pak” atau “Siap Komandan” bila mendapat tugas dari atasannya seperti yang sering kita temui di Film maupun cerita kehidupan nyata. Tapi dia memiliki caranya sendiri. Dia bisa berkompromi dengan penjahat buruannya bila dia bisa memberikan sesuatu yang setimpal, semisal informasi penting di dunia narkotika.</p>
<p>Alkisah, ada 12 sindikat  geng narkoba yang menguasai wilayah Jakarta. Sindikat ini sangat kuat selama beberapa tahun dan tidak tersentuh hukum. Namun saat ini beberapa pemimpin geng tumbang satu persatu dengan kematian yang tidak wajar. Salah satu pemimpin geng yang cukup disegani, Leo Saada penguasa wilayah 10, mati di jalan tol karena kecelakaan. Tentu bukan kecelakaan biasa. Setelah sebelumnya pimpinan geng besar yang lain penguasa wilayah  11, Maulana Gilli terkena luka tembak dari jarak jauh.  Awalnya ada analisa Gilli mati karena di tembak geng Saada, karena hal itu sudah biasa, perang antar geng yang berujung saling bunuh lawan. Tapi begitu Leo Saada meninggal, kemudian disusul kematian Ambon Hepi penguasa wilayah 4, maka indikasi dan teka-teki adanya pihak luar yang ingin menghancurkan sindikat 12 semakin kuat.</p>
<p>Bram semakin ingin menguak apa yang sebenarnya terjadi. Selama masa penyelidikan itu, ada pergantian pimpinan di tubuh kesatuannya. Pimpinan yang lama Moris Greand pensiun dan digantikan oleh Burhan D. Saputra yang “kebetulan” adalah seteru Bram.  Jadi jangan heran nanti Bram tidak pernah mermanis-manis kata selama berdialog dengan atasannya ini.</p>
<p>Selama pengungkapan kasus pembunuhan geng-geng narkotika ini, Bram ditemani  asisten, seorang Polwan bernama Erik. Satu demi satu petunjuk diselidiki. Dimulai dengan seorang wanita bernama Miaa (ingat pakai ‘a’ dobel) yang selalu muncul dalam setiap kasus kematian pimpinan geng tersebut. Miaa diketahui ternyata adalah mantan polisi yang pernah juga menangani kasus narkotika namun dipecat oleh atasannya. Kematian demi kematian itu akhirnya membuat para pimpinan geng merasa ada sesuatu yang harus dibicarakan. Akhirnya pimpinan pengganti serta pimpinan asli yang tersisa dari geng 12 itu melakukan pertemuan secara rahasia. Bram ikut dalam pertemuan itu secara sembunyi-sembunyi atas tawaran Ferry Saada (pengganti Leo Saada). Tapi akhirnya pertemuan itu tidak mencapai kesepakatan apapun karena Blur, pemimpin wilayah 6 ternyata mengetahui keberadaan Bram di pertemuan itu. Bram lolos dari sindikat itu karena dijamin oleh Ferry.</p>
<p>Masalah semakin rumit, dan petunjuk-petunjuk baru bermunculan apa yang sebenarnya terjadi?</p>
<p>Inilah novel kriminal karya penulis negeri sendiri  yang cukup menarik. Jika Anda telah membaca The Godfather, komik detektif Conan  dan lain-lain punya orang luar, keberadaan novel ini seperti angin segar dalam dunia penulisan novel Indonesia. Windry dengan berani mengambil cerita tentang kepolisian yang selama ini jarang disentuh.  Terlepas dari beberapa hal yang agak aneh, karena membaca novel ini, jika dibayangkan seperti menonton film-film semacam Remington Steel, The X-File,Hunter atau NYPD Blue. Jadi sepertinya tidak benar-benar kondisi riil bagaimana cara polisi kita menangani kasus narkotika. (Apa karena Windry tidak berani?).</p>
<p>Dan seperti  yang dikatakan Bram saat menginterogasi Miaa perihal keberadaan Miaa di lokasi kejadian ketika Soko Galih, penguasa wilayah 9 yang mati karena dilempar dari jendela<em>,”Jangan bilang itu cuma kebetulan, Miaa. Aku tidak akan percaya. Aku melihatmu pada pemakaman Leo, juga di kompleks Ambon Hepi terbunuh. Kebetulan tidak terjadi tiga kali. Tiga kali terlalu banyak.”</em> (hal.75).</p>
<p>Kesalahan penulisan ‘frustasi’ yang seharusnya ‘frustrasi’ muncul di halaman 167,215,234,239 dan 320. Kalau itu suatu kebetulan (kebetulan salah ketik maksudnya), dia  tidak akan muncul 3 kali bahkan lebih, iya kan Windry?</p>
<p>Masalah dunia narkotika yang seharusnya menjadi topik  utama, sepertinya juga masih kurang dalam penyampaiannya, jadi nyaris keberadaanya masih seperti yang orang awam ketahui. Barangkali jika sedikit diungkap seluk beluk narkoba, juga efek buruk narkoba dan dampaknya  di masyarakat dan keluarganya (selain cerita ayahnya Bram) mungkin akan lebih mengena. Tapi memang sepertinya yang menjadi fokus utama novel ini adalah cerita intrik antar geng dan permasalahan orang-orangnya, bukan narkotikanya dan efek buruknya. Ya itu sah-sah saja. Yang jelas buku yang satu ini sangat sayang untuk dilewatkan.</p>
<p>Dengan gaya penulisan kalimat yang pendek-pendek, tulisan Windry terasa lincah dan tidak membosankan juga karena banyaknya &#8216;curut&#8217; yang berkeliaran&#8230;:).  Sebagai orang awam, saya berharap semoga Windry mau menulis lagi kisah kepolisian yang lain dengan sentuhan lokal dan menyampaikan bagaimana yang sebenarnya cara kepolisian kita menangani sebuah kasus.</p>
<p>Cheers,</p>
<p>-Eviwidi-</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Review Buku The Mannequin of Dharma]]></title>
<link>http://eviwidi.wordpress.com/2009/05/27/review-buku-the-mannequin-of-dharma/</link>
<pubDate>Wed, 27 May 2009 07:00:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>eviwidi</dc:creator>
<guid>http://eviwidi.wordpress.com/2009/05/27/review-buku-the-mannequin-of-dharma/</guid>
<description><![CDATA[The Mannequin Of Dharma Oleh : Roro Syin No ISBN: 9789791893305 Halaman:336p Penerbit:Bisnis2030 Bah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>The Mannequin Of Dharma</p>
<p><a href="http://www.bookoopedia.com/daftar-buku/pid-27652/the-mannequin-of-dharma.html"><img class="alignright size-medium wp-image-1069" title="preview-imel" src="http://eviwidi.wordpress.com/files/2009/05/preview-imel1.jpg?w=210" alt="preview-imel" width="210" height="300" /></a>Oleh : Roro Syin</p>
<p>No ISBN: 9789791893305</p>
<p><strong>Halaman</strong>:336p</p>
<p><strong>Penerbit</strong>:Bisnis2030</p>
<p><strong>Bahasa</strong>:Indonesia</p>
<p>Harga : <strong>Rp.72.000</strong></p>
<p>Berapa banyak novel  tentang  kehidupan wanita metropolis yang pernah Anda baca? 10? 100? 1.000?</p>
<p><em>Well</em>, di beberapa penerbit  Indonesia sendiri genre ini semakin banyak diminati oleh penulis-penulis muda kita. Yang masih dengan darah segar ‘idealisme’ dan menggebu-nggebu dengan antusiasme untuk  pembuktian eksistensi diri.  Hal ini menambah semarak khazanah literature kita dan tak jarang buku-buku tersebut akhirnya banyak yang berakhir di layar lebar.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Apakah pada genre tersebut  banyak buku yang buruk? Jawabannya sudah pasti ; banyak…</p>
<p>Tapi adakah yang bagus?  Tentu saja; ada…</p>
<p>Genre-genre seperti ini  akan sering dikait-kaitnya dengan issue feminisme. Meskipun kadang banyak penulis yang ogah disebut-sebut karya mereka mengusung issue itu dan menolak karyanya disebut sebagai chick lit yang lebih popular untuk genre tersebut.</p>
<p>Salah satu pendatang baru yang telah bersusah payah menembus genre itu dengan karya yang lumayan adalah Roro Syin dengan novel  perdananya The Mannequin Of Dharma.</p>
<p>Meskipun novel ini dibangun dengan beberapa plot yang kuat, kemudian ‘disambungkan’ menjadi satu cerita, tidak mengurangi  inti cerita yang ingin disampaikan.  Meskipun saya sendiri lebih menyukai novel yang  yang terdiri dari satu plot dan sub-plot saja, sehingga lebih fokus dan kuat, tapi sesekali membaca novel yang terdiri dari beberapa plot seperti ini adalah salah satu selingan segar.</p>
<p>Beberapa tokoh yang mewarnai kisah ini adalah, Dharma sebagai tokoh sentral bekerja sebagai seorang copywriter di salah satu perusahaan advertising di Jakarta, kemudian ada Nadya, Cindy dan Kinar. Masing-masing tokoh memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Keempat tokoh yang hidup di jagad metropolis ini bersahabat dengan baik. Saling tolong menolong dan selalu berusaha menjadi tempat bersandar satu sama lain.</p>
<p>Dharma sendiri, sebenarnya memiliki permasalahan klasik, kisah cinta tak sampai-sampai dengan seorang cowok yang disebutnya Brown Sugar.</p>
<p>Yeah, dan permasalahan utama yang menjadi tajuk novel ini adalah “haruskan setiap wanita menjadi manekin”?  Yang harus terlihat sempurna secara fisik, memakai pakaian indah, berlaku bak putri kedaton, dan memiliki tubuh bak boneka Barbie. Tidak bisa dipungkiri, kenapa salon-salon kecantikan dan klinik-klinik kecantikan begitu ramai dan dokter-dokter kulit kaya raya, adalah karena begitu banyak wanita yang ingin terlihat cantik dan sempurna. Merawat diri dan ingin terlihat cantik pada setiap wanita sebenarnya adalah naluri alamiah. Tapi banyak wanita salah kaprah dengan hal itu,hingga malah sering menjerumuskan wanita pada operasi plastic yang mahal dan konon menyakitkan.</p>
<p>Hidung dipermak, payudara dipermak, sedot lemak dll. Mungkin untuk beberapa kasus seperti karena bermasalah dengan obesitas, sedot lemak masih bisa dipahami.</p>
<p>Inilah yang Dharma ingin sampaikan, mempertanyakan tindakan-tindakan para wanita yang sering membabi buta hanya karena mengejar kata ‘cantik’ atau ‘seksi’.</p>
<p>Dan selain mengungkap masalah wanita, Dharma yang seorang copywriter juga banyak menyinggung tentang profesi Copywriter, tentang seluk beluk dan hiruk-pikuk pekerjaan tersebut. Karena Roro Syin sendiri konon adalah seorang copywriter juga, jadi jika Anda tertarik ingin tahu bidang profesi ini, tak ada salahnya Anda membaca buku ini.</p>
<p>Itulah salah satu episode yang ingin Dharma sampaikan dalam buku ini. Saya tidak membeberkan semua, karena masing-masing tokoh memiliki plot ceritanya sendiri. Jadi silakan Anda membaca buku ini untuk mengetahui tokoh-tokoh lain…J</p>
<p>Dan seperti pepatah tak ada gading yang tak retak, novel ini pun juga tidak luput dari beberapa hal yang mengundang kritikan. Misalnya saja paragraph monolog yang lumayan panjang dari tokoh Dharma. Dan tentu saja berhamburan argumen-argumen tentang hal-hal yang Dharma kritisi.</p>
<p>Plot-plot yang kuat yang ada dalam novel ini sebenarnya bisa berdiri sendiri sebagai cerita bahkan novel, mudah-mudahan Roro Syin bukanlah type penulis “sekali berarti, sudah itu mati” dan akan berkarya lebih dan lebih baik lagi.</p>
<p>Cheerz,</p>
<p>-Eviwidi-</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Review Buku Thank You For Smoking, Pertobatan Seorang Juru Bicara Industri Tembakau]]></title>
<link>http://eviwidi.wordpress.com/2009/05/25/review-buku-thank-you-for-smoking-pertobatan-seorang-juru-bicara-industri-tembakau/</link>
<pubDate>Mon, 25 May 2009 06:11:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>eviwidi</dc:creator>
<guid>http://eviwidi.wordpress.com/2009/05/25/review-buku-thank-you-for-smoking-pertobatan-seorang-juru-bicara-industri-tembakau/</guid>
<description><![CDATA[Thank You for Smoking Terima Kasih Sudah Merokok Christopher Buckley Harga : Rp 40.000,- * Ukuran : ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://www.bookoopedia.com/daftar-buku/rid-27953-566/thank-you-for-smoking-pertobatan-seorang-juru-bicara-industri-tembakau.html#editorial_review"><img class="alignright size-full wp-image-1060" title="JCXN4149big" src="http://eviwidi.wordpress.com/files/2009/05/jcxn4149big.jpg" alt="JCXN4149big" width="152" height="250" /></a>Thank You for Smoking</p>
<p>Terima Kasih Sudah Merokok</p>
<p>Christopher Buckley</p>
<p>Harga : Rp 40.000,- *</p>
<p>Ukuran : 11 x 18 cm</p>
<p>Tebal : 416 halaman</p>
<p>Terbit : April 2009</p>
<p>Penerbit : <a href="http://www.gramedia.com/buku_detail.asp?id=JCXN4149&#38;kat=4#" target="_blank">Gramedia Pustaka Utama</a></p>
<p>Soft Cover</p>
<p>Industri rokok di Indonesia adalah salah satu Industri besar yang mengantarkan pemiliknya menjadi orang-orang kaya. Di beberapa daerah yang menjadi sentra industri ini mampu menyerap bagitu banyak pegawai yang kebanyakan adalah penduduk setempat.</p>
<p>Meskipun industri ini secara terang-terangan sudah memasang peringatan di setiap bungkus produknya, toh pelanggannya masih begitu banyak. Demikian juga kampanye bahaya merokok yang banyak didengung-dengungkan oleh lembaga atau kelompok yang concern dengan bahaya merokok yang tetap semangat dengan misinya.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Tapi kehebohan industri rokok dan penentangnya di Indonesia, belum ada yang seheboh seperti yang terjadi di Washington – USA dalam buku karya <strong>Christopher Buckley</strong> yang berjudul <em><strong>Thank You For Smoking – Terima Kasih Sudah Merokok</strong></em>. Sebuah buku lama yang terbit lagi dalam bahasa Indonesia tahun ini, dengan sentuhan baru tentunya meskipun nama tokoh-tokohnya masih sama seperti saat buku ini pertama kali terbit tahun 1994 yang lampau.</p>
<p><em><strong>Thank You For Smoking</strong></em> juga sempat difilmkan pada tahun 2006 dibintangi Aaron Eckhart, Katie Holmes,Robert Duvall dan Adam Brody.</p>
<p>Tokoh utama dalam buku ini adalah Nick Naylor. Nick adalah seorang juru bicara industri tembakau. Tentunya menjadi juru bicara sebuah produk yang menjadi pertentangan di masyarakat dan dunia kesehatan adalah sebuah tantangan berat, tapi Nick menyukainya. Nick ini adalah juru bicara yang sangat hebat. Saking hebatnya, seandainya saja dia berbicara pada orang-orang kalau kalau kadal itu adalah bayi komodo, besar kemungkinan banyak orang akan percaya padanya. Tetapi ternyata kehebatan Nick ini, tidak mampu mengambil hati bos-nya Budd Rohrabacher (BR) yang sudah gatal ingin menyingkirkan Nick dari posisinya.</p>
<p>Sebagai juru bicara sebuah industri besar dan selalu berhubungan dengan media dan orang-orang penting, tak lengkap jika tidak ada ‘teman-teman’ yang menemaninya. Nick memiliki 2 orang sahabat, Polly,seorang juru bicara assosiasi bir dan satunya lagi adalah Bobby Jay Bliss, seorang jubir assosiasi senjata api. Sebuah persahabatan yang disebut Mod Squad, Mod adalah singkatan dari<em> ‘Merchant of death</em>-Pedagang maut. Kerena anggotanya mewakili industri-industri yang bisa menjadi topik pembicaraan hangat di belahan bumi manapun, karena akan selalu dihubung-hubungkan dengan data statistik kematian manusia.</p>
<p>Mengetahui dirinya ingin disingkirkan BR, Nick dalam dalam salah satu talk show tv terkenal yang dipandu Oprah Winfrey, mengumumkan bahwa assosiasinya akan mengalokasikan dana sebesar $5 juta untuk kampanye Anti Rokok. Rupanya ide gila Nick mendapat restu dari pimpinan tertinggi assosiasi yang biasa di sebut Kapten dan yang pasti membuat BR semakin geram, karena pimpinan tertinggi tersebut justru menaikkan gaji Nick dua kali lipat.</p>
<p>Berita besar yang sudah diumumkan Nick di acara Oprah, menimbulan reaksi beragam dari banyak orang dan menarik bagi dunia media, dan lagi-lagi Nick diundang dalam acara talk show yang tak kalah terkenal yang dipandu oleh Larry King. Dalam sesi terakhir wawancara ada sesi menerima telepon dari pemerhati acara itu, sayangnya bukan pujian atau sekedar kritik pedas yang didapat Nick, tapi sebuah ancaman yang akan mengancam keselamatannya.</p>
<p>Mendapati hal itu, Kapten dan pejabat assosiasi tembakau mengambil tindakan untuk mengadakan pengawalan kemanapun Nick pergi,juga saat Nick mendatangi wawancara dengan seorang wanita cantik dan seksi berdada sentosa Heather Holloway, wartawan <em>Washington Moon</em>, sebuah koran terkenal.</p>
<p>Wartawan ini selain cerdas –dan sedikit rese- ternyata juga memanfaatkan kecantikannya untuk bercinta dengan orang-orang diwawancarainya, termasuk Nick. Sebagai informasi tambahan, Nick Naylor pernah menikah kemudian bercerai. Dia memiliki seorang putra yang tinggal bersama mantan istrinya. Sebagai duda yang masih penuh semangat melihat Heather yang seksi dan pandai merayu bukan salah Nick kalau akhirnya wawancaranya berakhir di ranjang.</p>
<p>Dalam salah satu kesempatan, Nick mampir di sebuah Café, Nick rupanya tidak menyadari bahaya yang mengancamnya, hingga saat seseorang yang tak dikenalnya dan pura-pura jadi gelandangan mengantarkannya pada sekelompok orang yang menculik dan memberikan siksaan yang tidak tanggung-tanggung, sekujur tubuhnya ditempeli plester nikotin dalam dosis yang besar-besaran sehingga menyebabkan Nick dalam kondisi<em> Paroxysmal atrial tachycardia, yang dianalogikan seperti melaju hampir seratus kilometer per jam dan tiba-tiba memindahkan persneling ke gigi satu. Jantung diminta melakukan apa yang tidak biasa dilakukannya, yaitu memompa dengan kecepatan gila-gilaan. (Hal. 176).</em></p>
<p>Apa yang akan terjadi pada Nick selanjutnya?</p>
<p>Sebuah buku yang sangat menarik. Dengan mengusung tema yang masih menjadi perdebatan tentang benda seukuran 9 cm yang mengandung Tar serta Nikotin, yang sanggup merusak paru-parumu, apalagi kalau bukan rokok.</p>
<p>Sebagai juru bicara yang sangat hebat, kita akan menemukan argumen-argumen ala Nick yang sangat bisa membuat kita berpikir dan tentu saja dalam kaitannya Nick menjalankan profesinya sebagai juru bicara tembakau yang harus bisa bicara selogis mungkin dan memberikan contoh-contoh nyata yang bisa mempertahankan industri rokok sebagai industri yang legal dan wajar.</p>
<p>Dan sebagai pelobi juga, Christopher Buckley memberikan dialog yang sangat-sangat cerdas pada Nick dengan salah seorang mantan bintang iklan rokok yang menderita paru-paru amat parah. Nick diminta BR untuk menyuap orang tersebut agar tidak lagi menjelek-jelekkan industri tembakau dan lobinya berakhir sukses. Dialog ini tidak akan Anda temukan dalam buku-buku manapun.</p>
<p>Sebagai manusia biasa, tentu saja Nick juga bisa menemukan ‘hidayah’, tapi tentu saja hidayah itu tidak akan seru bila datang tiba-tiba begitu saja, dan yang pasti tidak pakai acara disambar petir atau keluar ulat dari wajahnya seperti cerita sinetron-sinetron yang ada di tv kita!</p>
<p>Cheerz</p>
<p>-Eviwidi-</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Review buku Fast Food United]]></title>
<link>http://eviwidi.wordpress.com/2009/05/15/review-buku-fast-food-united/</link>
<pubDate>Fri, 15 May 2009 09:03:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>eviwidi</dc:creator>
<guid>http://eviwidi.wordpress.com/2009/05/15/review-buku-fast-food-united/</guid>
<description><![CDATA[Fast Food United Oleh: Yudasmoro ISBN:9789791948081 Rilis:2009 Halaman:308p Penerbit:Bisnis2030 Baha]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><a href="http://www.bookoopedia.com/daftar-buku/pid-28001/fast-food-united.html" target="_blank"><img class="size-medium wp-image-1036 aligncenter" title="3173_74213028029_44830888029_1825542_5550703_n" src="http://eviwidi.wordpress.com/files/2009/05/3173_74213028029_44830888029_1825542_5550703_n1.jpg?w=211" alt="3173_74213028029_44830888029_1825542_5550703_n" width="211" height="300" /></a>Fast Food United</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>
<p>Oleh: <a href="http://www.bookoopedia.com/cari-buku&#38;author=Yudasmoro&#38;advancedSearch=1">Yudasmoro</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>ISBN</strong>:9789791948081</p>
<p><strong>Rilis</strong>:2009</p>
<p><strong>Halaman</strong>:308p</p>
<p><strong>Penerbit</strong>:Bisnis2030</p>
<p><strong>Bahasa</strong>:Indonesia</p>
<p>Harga : Rp. 66.900,-</p>
<h1></h1>
<p>Travel Writer.  Tentu profesi ini meskipun tidak asing bagi sebagian orang, tapi keberadaannya sepertinya belum begitu popular sebagai profesi pilihan. Jika dipikir-pikir sepertinya enak sekali menjalani profesi ini, sudah jalan-jalan, kemudian membuat cerita perjalanan tersebut dan dibayar pula.</p>
<p>Mungkin Anda yang menyukai traveling juga pernah terlintas menjalani profesi ini. Dan bagi yang menyukai dunia traveling pasti pernah membaca buku-buku seputar perjalanan selain buku petunjuk perjalanan ataupun peta.</p>
<p>Bukan karena mengekor keberadaan buku-buku traveling yang sudah ada, Yudasmoro menulis novel mengenai perjalanan. Hal itu karena sangat dekat dengan profesi yang tengah dijalaninya, yaitu sebagai Travel Writer.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Fastfood United merupakan kisah tentang persahabatan 4 orang  Andika,Riban,Via  dan Laka  dan tokoh utama di dalam novel ini, yaitu Andika kelak yang akan menjalani profesi sebagai penulis yang menuliskan perjalanannya. Persahabatan ini terbentuk lantaran sama-sama adanya rasa ketidak puasan selama menjalani kerja di sebuah resto siap saji.</p>
<p>Kisah berawal dari Andika yang bekerja di restoran siap saji atau fast food bernama Burger’s Rep (BR).</p>
<p>Selama  bekerja di resto yang merupakan franchise dari luar negeri yang sangat menjunjung tinggi kapitalisme dan tentu saja mempraktikannya dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Sikap saling menjilat dan atasan yang sewenang-wenang adalah santapan utama para pekerja di  BR.</p>
<p>Kejenuhan dan kekesalan Andika sedikit terobati manakala seorang gadis manis rekan sekerjanya yang mencuri hatinya, Sita.</p>
<p>Pucuk dicinta ulampun tiba, Sita menyambut maksud hati Andika. Dan hubungan keduanyapun berjalan ditengah suasana kerja yang terus berputar dan melelahkan.</p>
<p>Suatu saat, Andika dalam kejenuhannya tertarik bergabung dengan sebuah organisasi  benama NatureCare,sebuah organisasi pecinta lingkungan yang didirikan di Belanda tahun 1951, yang ditemukan di internet.</p>
<p>Project awal perjalanannya dijalani di pantai Lovina Bali tentang penelitian habitat ikan lumba-lumba.</p>
<p>Setelah project ini selesai, ternyata Andika ingin mengikuti project perjalanan berikutnya. Sesuatu yang baru yang membangkitkan semangat hidup yang awalnya dirasa terbelenggu tembok BR dan dirantai oleh sebuah kata ‘karir’.</p>
<p>Perjalanan-perjalananpun akhirnya dimulai, sambil tetap bekerja di BR serta persahabatan fast food united yang makin solid.</p>
<p>Ditengah perjalanan itu, tak lengkap rasanya jika tidak ada onak dan duri yang mengghadang, demikian juga Andika.</p>
<p>Sita yang semakin menjauh, serangan fast food united yang menjadi ‘partai oposisi’ di BR, keberadaannya sudah mulai diendus oleh petinggi-petinggi BR. Tak ayal mereka pun jadi bertanya-tanya, adakah penghianat di antara anggota fast food United?</p>
<p>Kisah yang seru, mengharukan dan penuh petualangan ini sangat sayang untuk dilewatkan. Anda bisa menemukan tempat-tempat yang dikunjungi Andika dalam perjalanannya melalui buku ini. Mulai dari Bali, Kalimantan,Flores,Wolowaru hingga Larantuka.</p>
<p>Latar belakang penulis yang pernah mecicipi sebagai pekerja Restoran fast food tentu bukanlah sebuah pengalaman omong kosong yang ditulis dalam buku ini.</p>
<p>Jika Anda tertarik untuk medalami profesi sebagai travel writer, atau ingin juga ‘merasakan’ sensasi hanyut karena banjir bandang di Larantuka, jangan lewatkan novel ini!</p>
<p>Cheerz&#8230;</p>
<p>-Eviwidi-</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Review buku Circa]]></title>
<link>http://eviwidi.wordpress.com/2009/05/11/review-buku-circa/</link>
<pubDate>Mon, 11 May 2009 06:36:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>eviwidi</dc:creator>
<guid>http://eviwidi.wordpress.com/2009/05/11/review-buku-circa/</guid>
<description><![CDATA[Circa Sitta Karina Harga : Rp 32.000,- * Ukuran : 13.5 x 20 cm Tebal : 216 halaman Terbit : Juli 200]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Circa</strong></p>
<p><strong><a href="http://www.bookoopedia.com/daftar-buku/pid-25282/circa.html" target="_blank">Sitta Karina<img class="alignright size-full wp-image-1030" title="IGGI2233big" src="http://eviwidi.wordpress.com/files/2009/05/iggi2233big.jpg" alt="IGGI2233big" width="169" height="250" /></a> </strong></p>
<p>Harga : Rp 32.000,- *</p>
<p>Ukuran : 13.5 x 20 cm</p>
<p>Tebal : 216 halaman</p>
<p>Terbit : Juli 2008</p>
<p>Penerbit ; <a href="http://www.gramedia.com/buku_detail.asp?id=IGGI2233&#38;kat=6" target="_blank">Gramedia Pustaka Utama</a></p>
<p><strong>Soft Cover</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Almashira Dinia Raiz.</p>
<p>Choice of approach : Chemistry, Economy, Social Studies Product/brand/Company name: Circa Cosmetics.</p>
<p><a href="http://www.sittakarina.com/books/circa.htm" target="_blank">Circa</a> adalah sebuah nama perusahaan kosmetik. Produk-produk Circa sangat digemari dikalangan kaum muda dan menjadi serbuan gadis-gadis remaja setiap meluncurkan  produk-produk baru.</p>
<p>Almashira adalah salah seorang siswa SMU yang memiliki ‘passion’ dibidang kosmetik, berusaha bisa ikut magang di perusahaan kosmetik itu demi cita-cita menjadi seorang dermatologis.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Lantas, apa cerita yang ada di balik nama Circa ini selain sebagai perusahaan kosmetik?</p>
<p>Kisah remaja antara tokoh utama yaitu Almashira dengan seorang pemuda bernama Genta, putra pemilik pabrik Circa di Indonesia adalah inti utama cerita. Dan lokasi kejadiannya adalah di perusahaan tersebut.</p>
<p>Genta Ramya Sasmitro adalah nama lengkap pemuda putra pemilik perusahaan kosmetik Circa itu. Ibunda Genta adalah sahabat baik Ibunda Almashira dan sama-sama sudah almarhum. Sayang Genta dalam kelimpahan harta, dia malas belajar dalam kuliahnya di bidang ekonomi, dan lebih banyak menyerahkan tugas-tugasnya kepada orang lain dengan membayarnya.</p>
<p>Pada tugas kuliah Riset Pemasaran, Genta sempat tidak lulus dan menjadi bahan olok-olokan teman-temannya, termasuk Aldebaran, kakak Almashira.</p>
<p>Akhirnya, setelah terpaksa demi lulus tugas tersebut, Genta memutuskan untuk melakukan riset di perusahaan ayahnya sendiri, yaitu Circa.</p>
<p>Inilah awal pertemuannya dengan Almashira.</p>
<p>Genta sangat kaget, seusia Almashira yang baru 16 tahun begitu serius melakukan magang di Circa. Genta membayangkan dirinya dulu seusianya yang bisanya hanya hura-hura dan hampir tidak pernah serius belajar. Toh sudah kaya ini. Apalagi saat melihat Almashira yang berkulit bak porselen dan sedikit ‘legam’ karena terbakar sinar matahari saat bermain tennis. Genta semakin kagum dengan Almashira.</p>
<p>Alma yang awalnya kurang tahu perihal Genta sebagai anak pemilik perusahaan merasa berhutang budi ketika Genta sempat menyelamatkan nyawanya saat ada kecelakaan di pabrik tersebut.</p>
<p>Alma akhirnya mengetahui status keluarga Genta begitu melihat ada potongan foto Ibunya di Notes Genta yang kebetulan nyelip di tasnya dan Genta menceritakan hal tersebut bahwa ibu mereka bersahabat.</p>
<p>Almashira tidak pernah tahu, jauh sebelum dia kenal Genta, ternyata Genta sudah berteman dengan kakaknya, Aldebaran. Sayang  pertemanan itu tidak berjalan baik karena sempat ada konflik yang mengakibatkan retaknya pertemanan itu dan berujung saling membenci.</p>
<p>Almashira yang sudah dekat dengan teman SMU-nya Sailendra tidak mengerti kenapa jantungnya berdegub lebih kencang katika dekat dengan Genta.</p>
<p>Magangnya Almashira dan Riset Pemasaran yang dilakukan oleh Genta yang sama-sama di Circa, sedikit demi sedikit membuka kisah yang belum tersibak.</p>
<p>Juga permasalahan ketika pimpinan perusahaan tersebut, yaitu ayah Genta, wafat, yang akhirnya menjadi polemik dalam struktur manajemen di perusahaan tersebut, karena banyak karyawan yang under estimate dengan Genta.</p>
<p>Sukseskah Genta dengan risetnya dan akankah dia berhasil lulus dari mata kuliah itu?</p>
<p>Juga mampukah Genta meneruskan tampuk pimpinan di Circa?</p>
<p>Bagaimakah kisah kasih antara Genta dan Alma dan konflik-nya dengan Aldebaran?</p>
<p>Kisah Circa ini, selain mengetengahkan cerita remaja, dalam setiap pergantian bab-nya disertai dengan keterangan jenis-jenis kosmetik dan kegunannya. Misalnya Sunscreen, Vaseline Petroleum Jelly dan tak ketinggalan, tips-tips kecantikan lainnya.</p>
<p>Sitta Karina menuliskan kisah ini dengan alur yang mengalir lembut. Konflik yang dibuat terasa sekali Sitta sangat berhati-hati untuk menjaga konsistensi logikanya. Dan sebagai penulis yang sudah banyak menelurkan banyak karya teenlit, kisah ini cukup layak untuk dinikmati.</p>
<p>Pengetahuan yang diperoleh melalui riset tampaknya yang menjadi dasar penulisan Sitta. Jadi kita akan menemukan pengetahuan baru selain hanya kisah cinta-cintaan remaja tanggung.</p>
<p>Meskipun buku cerita teenlit bukan merupakan buku bacaan  favorit saya, tapi sekali-kali membacanya bisa jadi selingan segar.</p>
<p>Cheers,</p>
<p>-Eviwidi-</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Review Buku TUILET (Parodi Twilight)]]></title>
<link>http://eviwidi.wordpress.com/2009/05/07/review-buku-tuilet-parodi-twilight/</link>
<pubDate>Thu, 07 May 2009 06:00:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>eviwidi</dc:creator>
<guid>http://eviwidi.wordpress.com/2009/05/07/review-buku-tuilet-parodi-twilight/</guid>
<description><![CDATA[Judul                :Tuilet Penulis              : Oben Cedric Harga               : Rp.23.000,- Uk]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignright size-full wp-image-1027" title="153" src="http://eviwidi.wordpress.com/files/2009/05/153.jpg" alt="153" width="100" height="146" />Judul                :Tuilet</p>
<p>Penulis              : Oben Cedric</p>
<p>Harga               : Rp.23.000,-</p>
<p>Ukuran             : 13 x 19 cm</p>
<p>Tebal                : 148 hlm</p>
<p>Cover               : Soft Cover</p>
<p>ISBN               : 978 602 8260 23 7<br />
Penerbit          : Gradien Mediatama</p>
<p>TUILET<br />
(tuh iler melet)</p>
<p>Sudah baca novel Twilight karya Stephenie Meyer?</p>
<p>Sekarang saatnya baca versi parodinya….kali ini yang nulis namanya Oben Cedric, yang jelas tidak ada sangkut pautnya dengan Cedric Dregory yang diperanin Robbert Pattison di film Harry Potter.</p>
<p>Karena ini kisah parodi, jadi jangan berharap ada Edward Cullen yang ganteng dan mempesona, dan sanggup melelehkan hati perempuan manapun. Karena yang ada, adalah Edward Culun. So, apa perbedaannya?</p>
<p><!--more--></p>
<p>Edward  ini adalah kependekan dari nama aslinya yaitu Edi Wardiman, sedangkan Culun adalah adalah julukan karena dia memang orangnya culun…J</p>
<p>Kisah ini juga ‘berhiaskan’ vampire dan werewolf. Hanya saja, jika di Twiligt yang jadi vampire adalah Edward yang di Tuilet,justru Bella yang jadi vampire duluan.</p>
<p>Jadi ceritanya begini sodara-sodara:</p>
<p>Si Edward Culun ini, masih sekolah di SMU, dia berteman dengan yang namanya Joko. Joko ini mengalami krisis eksistensi dan sering diolok-olok keluarganya. Dia merasa eksis jika sudah masuk ke dalam kelompok Rifan. Siapakah Rifan? Konon dia adalah cowok ganteng, seganteng Nicolas Saputra yang punya gank beken gitu, tapi sayang kebekenannya itu disalurkan untuk hal-hal yang negatif. Tapi berhubung beken, Joko jadi gelap mata karenanya. Negatif gak papa yang penting eksis (halah..).</p>
<p>Joko membuat rencana ngerjain Edward yang culun itu dengan imbalan dia bisa masuk ke kelompok Rifan. Diajaklah Edward ikut kompetisi menulis dengan risetnya tentang perbencongan…aw..aw…</p>
<p>Edward yang polos tanpa curiga mengikuti ajakan Joko yang penuh akal bulus. Sampai akhirnya saat dia ‘melakukan riset’ di Taman lawang dengan dandanan lengkap sebagai bencong datanglah petugas kamtib, tentu saja Joko yang memang sudah tahu skenario itu langsung kabur dan meninggalkan Edward yang lagi dipegang petugas kamtib, dibawah sorot kamera tv dan wartawan koran…aw..aw..(lagi)..:p</p>
<p>Edward sedih sekali, persahabatannya ternyata dinodai oleh akal licik Joko yang berambisi masuk menjadi anggota Rifan.</p>
<p>Dalam kesedihannya di kelas, ada anak baru muncul, cewek bule..cantik…dan duduk disebelahnya..uhuy…</p>
<p>Cewek ini, begitu perhatian pada Edward. Namanya adalah …BELLA SOANG…hihiii…</p>
<p>Yang orang sunda pasti pada tahu, Soang adalah Angsa. Kita tentu ingat,nama Bella kan Bella Swan. <em>Swan</em> kan artinya Angsa juga…deal?</p>
<p>Saat pulang sekolah, Bella menawari Edward untuk ikut ke mobilnya, tapi Edward menolak secara halus dan memilih pulang naik kopaja langganannya.</p>
<p><em>“Dan gue yang lagi ngelamun duduk di Jaguar samping Bella, nggak nyadar ada mobil van sempoyongan  keluar dari parkir sekolah. Nggak terkontrol, dan nggak bisa ngerem. Moncong van itu mengarah ke  arah gue. Gue udah kagok mau ngapa-ngapain.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Kira-kira satu senti lagi badan gue jadi dendeng, tahu-tahu ada sekelebat bayangan menahan dna membelokkan moncong si van. Secepat kilat khusus. Tapi gue sempat melihat bayangan itu.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Bayangan Bella” (hal 37).</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Pasti inget kan kejadian saat Bella mau ditabrak van dan diselamatkan Edward sampai bodi samping van itu penyok?</p>
<p>Setelah diselametin Bella, Edward akhirnya berteman baik dengan Bella, dan kerena penasaran dengan kekuatan Bella Edward akhirnya mencari tahu. Saat Bella main ke rumah Edward dan Edward mendesaknya, akhirnya dia mengaku kalau dirinya adalah seorang vampire…tapi dia vampire vegetarian secara makna sebenarnya, jadi gak minum darah hewan atau darah binatang, tapi minum jus………jengkol!!!</p>
<p>Saat disuguhi kerupuk jengkol sama mamanya Edward, eh..iler Bella gak sengaja netes di tangannya Edward dan meresap lalu menghilang begitu saja…Walhasil esok harinya, Edward berubah jadi vampire..!!!</p>
<p>Setelah berubah, Edward juga memiliki kekuatan, langsung punya ilmu ‘meringankan tubuh’ dan bisa lari dengan enteng ke manapun. Juga bisa ngerjain Joko and the gank.</p>
<p>Tapi ditengah kebahagiaanya pacaran dengan Bella dan punya kekuatan setelah jadi vampir, dan tidak culun lagi, Edward menginginkan kembali lagi menjadi manusia….kenapa?</p>
<p>Bisakah Edward kembali lagi menjadi manusia? Bagaimana caranya?</p>
<p>&#8212;-</p>
<p>Sebagai kisah parodi, buku ini lumayan lucu…biarpun ada pembaca yang belum baca Twilight akan tetap bisa menikmati kisah lucu  bin konyol ini. Tapi tentu saja akan lebih ‘terasa’ lucunya bila sudah pernah baca Twilight.</p>
<p>Covernyapun dibikin mirip-mirip dengan cover Twilight yang versi Indonesia.</p>
<p>Sayangnya, dalam penulisan naskahnya masih banyak sekali typo atau kesalahan ketik. Di bagian awal buku saja, kesalahan itu sudah nongol, di kata yang seharusnya  tertulis berbagai, disana tertulis <em>“bebrbagai”</em> kemudian di halaman 133,  kata yang seharusnya tertulis nenek, masih tertulis <em>“nenenek”</em> dan masih ada beberapa yang lainnya.</p>
<p>Meskipun hal itu tidak mengubah makna cerita, tapi alangkah lebih baiknya jika typo-nya tidak ada.</p>
<p>Saya agak bingung waktu liat di Web-nya kok buku ini masuk kategori Lifestyle?! Parodi itu termasuk lifestyle ya?</p>
<p>Dan arti TUILET yang ternyata adalah <em>“tuh iler melet”</em> emang iler bisa melet ya? Bukannya lidah yang bisa melet?</p>
<p>Bintang 3 untuk buku ini..:)</p>
<p>Cheerz…</p>
<p>-Eviwidi-</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Review Novel Breaking Dawn - Awal Yang Baru [Stephenie Meyer]]]></title>
<link>http://eviwidi.wordpress.com/2009/05/04/review-novel-breaking-dawn-awal-yang-baru-stephenie-meyer/</link>
<pubDate>Mon, 04 May 2009 08:58:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>eviwidi</dc:creator>
<guid>http://eviwidi.wordpress.com/2009/05/04/review-novel-breaking-dawn-awal-yang-baru-stephenie-meyer/</guid>
<description><![CDATA[Breaking Dawn Awal yang Baru Stephenie Meyer Harga   : Rp 95.000,- * Ukuran: 13.5 x 20 cm Tebal   : ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong><a href="http://www.bookoopedia.com/daftar-buku/pid-27346/breaking-dawn-awal-yang-baru.html" target="_blank"><img class="alignright size-full wp-image-1013" title="cover-breaking-dawn" src="http://eviwidi.wordpress.com/files/2009/05/cover-breaking-dawn.jpg" alt="cover-breaking-dawn" width="216" height="320" /></a><a href="http://www.gramedia.com/buku_detail.asp?id=JAUM4447&#38;jenis=1&#38;kat=" target="_blank">Breaking Dawn<br />
Awal yang Baru</a></strong></p>
<p><strong><a href="http://www.gramedia.com/author_detail.asp?id=IJOJ0641">Stephenie Meyer</a> </strong></p>
<p>Harga   : Rp 95.000,- *</p>
<p>Ukuran: 13.5 x 20 cm</p>
<p>Tebal   : 864 halaman</p>
<p>Terbit : Januari 2009</p>
<p>Penerbit : GPU</p>
<p><strong>Soft Cover</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Awal Yang Baru</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Awal Yang Baru. Akhir dari sebuah kisah.</p>
<p>Ya, Breaking Dawn yang merupakan <em>Awal Yang Baru</em> bagi Bella Swan, merupakan buku keempat dan <em>ending</em> dari kisah fenomenal saat ini. TWILIGHT.</p>
<p>Setelah <a href="http://eviwidi.wordpress.com/2008/07/04/resensi-novel-twilight-%E2%80%93-stepheni-meyer/" target="_blank">Twilight</a>, <a href="http://eviwidi.wordpress.com/2008/08/01/resensi-novel-new-moon-bella-mencintai-2-mahluk-mitos-vampire-dan-serigala-jadi-jadian/" target="_blank">New Moon – Dua Cinta</a> dan<a href="http://eviwidi.wordpress.com/2008/11/01/resensi-novel-eclipse-gerhana-stephenie-meyer/" target="_blank"> Eclipse-Gerhana</a>. Breaking Dawn melengkapi kisah cinta antara vampir dan manusia ini. Bella Swan dan Edward Cullen.</p>
<p>Buku setebal 864 halaman ini, terdiri dari 3 buku. Jadi wajarlah jika tebal. Buku pertama adalah <strong><em>Bella</em></strong>, buku kedua adalah <strong><em>Jacob</em></strong> dan buku ketiga <strong><em>Bella</em></strong>. Loh? Edward-nya mana? Meskipun tidak ada secara khusus Edward ‘dibukukan’ tapi jangan khawatir, dia tidak menghilang seperti di seri dua, New Moon, karena Edward muncul dalam buku kesatu hingga ketiga.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Buku kesatu; <strong><em>Bella</em></strong> terdiri dari 154 halaman (hal. 13 -167). Buku kedua; <strong><em>Jacob</em></strong> terdiri 247 halaman (hal. 173-420). Buku ketiga; <strong><em>Bella</em></strong> terdiri dari 435 halaman (hal. 427-862).</p>
<p>Yang pasti di buku kesatu, yang menceritakan tentang Bella, adalah awal kisah romantik yang banyak ditunggu-tunggu oleh semua pecinta Twilight. Apalagi kalau bukan pernikahan antara Bella dan Edward. Duh..perempuan mana sih…yang tidak mau nikah sama pria sesempurna Edward?! <em>(even he is a vampire!)</em>. <em>Well</em>, pernikahan Bella dan Edward nyaris seperti kisah dongeng. Bella didandani dengan begitu cantik oleh Alice dan Edward tentu saja sudah ganteng makin ganteng saja dalam balutan busana pesta pengantin. Tak lupa, ayah Bella, Charlie juga ikut-ikutan jadi ganteng setelah setengah mati didandani oleh Alice.</p>
<p>Semua gembira, keluarga manusia, vampire, werewolf berkumpul dalam sebuah acara, pernikahan Bella-Edward. Dan kebahagiaan berlanjut, mereka bulan madu ke pulau Esme…sebuah pulau nun jauh di Portugis, pulau terpencil di tengah laut yang hanya berisi pondok mewah milik keluarga Carlisle dan Esme sebagai hadiah bulan madu Bella dan Edward. So sweet…………</p>
<p>Seperti pasangan-pasangan ‘normal’ mereka juga melakukan hubungan badan yang seharusnya dilakukan pasutri. Tapi karena lawan main Bella adalah vampir yang memiliki tenaga ekstra, jadi bisa dibayangkan, kepala ranjang yang ada di pondokan itu pada hancur semua..:)</p>
<p>Saat-saat bulan madu yang mewah itu itu, dirasakan Bella begitu indah, tapi Bella merasakan ada gejala aneh selang 2 minggu di bulan madu itu. Bella memiliki nafsu makan diatas normal, tidur diatas normal…hingga saat Bella ditinggal berburu oleh Edward, Bella benar-benar merasa sangat aneh, karena makanan yang masuk ke mulutnya hampir pasti akan keluar lagi, kecuali telor…<em>what happening?</em></p>
<p>Bella kemudian mencoba perkiraannya dengan test kehamilan. Dan sangat terkejut dengan hasil yang ada, dalam ketidak percayaannya dia masih bergulat dengan pikirannya, mungkinkah dia hamil? Mungkinkah? Mungkinkah semua keanehan yang ada pada dirinya akhir-akhir ini karena kehamilannya? Tidak mau berkutat terlalu lama dengan asumsinya, Bella akhirnya menelepon Alice dan Calisle, dan jawabannya adalah, BENAR, BELLA HAMIL!.</p>
<p>Bella senang sekaligus kalut mengetahui kehamilannya. Sesuatu yang menendang-nendang mulai beraksi di rahimnya. Dan pertumbuhannya terasa cepat sekali. Edward demi mengetahui kehamilan Bella dan melihat pesatnya perkembangan bayi tersebut, berpikir untuk segera pulang dan meminta tolong Carlisle untuk segera mengeluarkan ‘mahluk’ itu dari perut Bella karena dia khawatir akan keselamatan Bella. Bella yang mengetahui rencana itu segera memohon-mohon pada Rosalie untuk mendukungnya, meskipun selama ini Rosalie tidak terlalu dekat dengannya tapi Bella tahu, Rosalie sangat mendambakan memiliki seorang bayi.</p>
<p>Kisah selanjutnya, adalah buku kedua yang ditulis dari perspektif Jacob. Dalam buku kedua ini, selain diceritakan kisah menegangkan tentang proses kelahiran bayi Bella, juga sedikit menyinggung masalah kawanan Werewolf. Dalam proses penyelamatan Bella, Jacob yang masih begitu perhatian dengan Bella, mendapat tentangan dari kawanannya. Segala usaha sudah Jacob kerahkan hingga akhirnya waktu itu tiba, bayi Bella ternyata doyan darah manusia….arghhh….</p>
<p>Jadi selama proses mengandung itu, ceritanya Bella begitu lemah dan tak punya tenaga. Tapi Bella bertahan untuk mempertahannkan kandungannya. Ya sangat <em>Bella</em>, karena dia begitu mencintai Edward dan mencintai anak yang yang dikandungnya dia berani berkorban apa saja untuk yang dicintainya.</p>
<p>Akhirnya setelah meminum persediaan darah manusia di kulkas keluarga Carlisle, Bella menjadi bugar kembali, dan mukanya tak lagi pucat..</p>
<p>Setelah beberapa saat kesehatannya membaik, Bella merasakan sesuatu dalam perutnya mulai berulah, akhirnya Edward dan Alice dan Jacob bahu membahu untuk membantu keselamatan Bella, darah sudah keluar banyak sekali sebelum si jabang bayi keluar. Setelah mengerang dan menjerit beberapa lama, akhirnya bayi ajaib itu keluar juga dari rahim Bella.. dan meninggalkan Bella yang lunglai tak berdaya karena banyak sekali darah yang terkuras. Mengetahui hal itu, Jacob dengan putus asa menangis dan mengira Bella telah berakhir, dan penyebabnya adalah monster kecil yang baru keluar dari perutnya, Renesmee…</p>
<p>Sedangkan Edward melakukan tindakan lain, dia menggigit beberapa bagian tubuh Bella untuk menyebarkan racun vampirnya demi menyelamatkan hidup Bella.</p>
<p>Jacob yang sangat dendam pada si bayi begitu sakit hati dan hancur setelah melihat penderitaan yang Bella alami dan hendak menghabisi si bayi, tapi begitu melihat wajah si bayi dan sorot matanya..Jacob tidak bisa berkutik…kenapa?</p>
<p>Sedangkan di ruang atas, Jacob mendengar sesuatu yang baru..detak kehidupan baru…</p>
<p>Babak baru kehidupan Bella sebagai mahluk imortal telah dimulai…</p>
<p>Jika Alice memiliki kemampuan melihat masa depan, Edward bisa membaca pikiran…lalu kelebihan apakah yang akan Bella miliki setelah bertransformasi menjadi vampir?</p>
<p><strong>Akhir Sebuah Kisah.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Akhir yang menyenangkan bagi sebagian orang yang senang Bella jadi vampir, dan akhir yang mengecewakan bagi yang tidak setuju Bella jadi vampir.</p>
<p>Well, semua orang punya pendapat. Meskipun menurut Wikipedia ada beberapa review negatif tentang Breaking Dawn, kemudian memunculkan kisah Midnight Sun yang kabarnya akan ditulis dari perspektif Edward (yang akhirnya jadi proyek gagal karena sebagian bab-nya bocor di internet sebelum buku itu terbit&#8230;),  tapi secara keseluruhan saya bisa menikmati kisah ini. Awalnya memang ada semacam ekspektasi akan ada akhir yang mengejutkan, karena ada keanehan-keanehan dalam cerita ini, dan yang paling menonjol adalah pertanyaan <em>“emang vampire bisa punya anak?!” </em>dan tentu saja berkaitan dengan banyak pertentangan tentang keputusan Bella yang akhirnya berubah manjadi vampir dan seolah-seolah tokoh Bella adalah seorang wanita yang membabi buta karena cinta, yang rela berkorban jiwa dan raga, hidup menderita karena cinta…(halah).</p>
<p>Tapi setelah saya pelajari, memang dalam sejarahnya beberapa kejadian ada mahluk halus yang bisa menghamili seorang manusia perempuan. Mungkin Anda pun di Indonesia terutama di negara kita ini yang sangat akrab dengan klenik dan cerita hantu-hantuan pernah mendengar ada hantu atau gondoruwo yang menghamili perempuan, manusia biasa. Berhubung itu cerita yang saya dengar dari mulut ke mulut dan iseng saya baca dari buku-buku misteri (kebenarannya saya tidak tahu pasti), jadi saya tidak berani mengatakan itu benar adanya….dan saya juga bukan ahli perhantuan atau pergondoruwoan..hehehhe….</p>
<p>Dan mengenai kisah Breaking Dawn ini, menurut saya memang  sebenarnya cukup sampai di sini saja kisah ini berakhir.</p>
<p>Memang, ada sebagian kisah keluarga Volturi yang mungkin masih ada dendam karena kekalahan yang terjadi di seri ini, sedangkan di seri-seri sebelumnya mereka menang terus, tapi saya merasa itu pasti akan jadi kisah yang terasa dipanjang-panjangkan dan akan jadi jenuh sekali jika memang akan dilanjutkan berdasarkan stimulus itu. Kecuali mungkin jika Stephenie mau berspekulasi untuk membuat alur yang mengejutkan dan memunculkan tokoh baru yang membuat pembacanya makin penasaran. Yang jelas Twiligt adalah murni kisah tentang Bella, jadi jika ada buku lain, mungkin akan berubah juga judul serialnya. The Volturi mungkin…</p>
<p>Dan seperti biasa, gaya penulisan Stephenie yang detil, percakapan yang romantis dan penuh perasaan akan terasa bertele-tele bagi sebagian orang. Dan bagi yang tidak menyukai Jacob, pasti akan melewatkan buku kedua yang membahas tentang Jacob. Tapi jika itu yang Anda lakukan, Anda akan kehilangan moment saat-saat Bella melahirkan!</p>
<p>Jadi, kesimpulannya? Karena saya gak setuju Bella jadi vampir Bintang 3,5 (dari 5 bintang) deh…buat buku ini…:D</p>
<p>Cheerz..</p>
<p>-Eviwidi-</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Resensi Buku Double Act]]></title>
<link>http://eviwidi.wordpress.com/2009/04/30/resensi-buku-double-act/</link>
<pubDate>Thu, 30 Apr 2009 08:22:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>eviwidi</dc:creator>
<guid>http://eviwidi.wordpress.com/2009/04/30/resensi-buku-double-act/</guid>
<description><![CDATA[Double Act Si Kembar Berulah Jacqueline Wilson Harga : Rp 25.000,- * Ukuran : 13.5 x 20 cm Tebal : 2]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><!--[if gte mso 9]&#62;   &#60;![endif]--><!--[endif]--></p>
<p><strong><a href="http://www.bookoopedia.com/daftar-buku/rid-27975-533/double-act.html#editorial_review" target="_blank"><img class="alignright size-full wp-image-994" title="jdao5028big" src="http://eviwidi.wordpress.com/files/2009/04/jdao5028big.jpg" alt="jdao5028big" width="166" height="250" /></a>Double Act<br />
Si Kembar Berulah</strong></p>
<p><strong><a href="http://www.gramedia.com/author_detail.asp?id=EBDN1309">Jacqueline Wilson</a> </strong></p>
<p>Harga : Rp 25.000,- *</p>
<p>Ukuran : 13.5 x 20 cm</p>
<p>Tebal : 208 halaman</p>
<p>Terbit : April 2009</p>
<p><strong>Soft Cover</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Setelah menamatkan buku Jacqueline Wilson yang berjudul <a href="http://eviwidi.wordpress.com/2009/04/08/review-buku-starring-tracy-beaker/" target="_blank">Starring Tracy Beaker</a>, saya membaca buku Mrs. Jaq yang terbaru, yang berjudul Double Act &#8211; Si Kembar Berulah.</p>
<p>Dan masih menggandeng Nick Sharratt untuk bagian ilustrasinya, buku ini juga ada Sue Heap yang juga membuat Ilustrasinya.</p>
<p>Ada dua tokoh utama di sini, ada Ruby dan Garnet. Tokoh Ruby diilustrasikan oleh Nick Sharratt sedangkan tokoh Garnet diilustrasikan oleh Sue.</p>
<p>Ruby dan Garnet meskipun kembar adalah dua pribadi yang saling bertolak belakang, namun saling membutuhkan satu sama lain. Ruby tomboy dan pemberani, sedangkan Garnet sebaliknya, rapuh dan gampang menangis.</p>
<p><!--[if gte mso 10]&#62; &#60;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --> <!--[endif]--><!--more--></p>
<p>Sebagai anak kembar berusia 10 tahun, tentu ulahnya tidak akan jauh-jauh dari kenakalan anak-anak&#8230;</p>
<p>Ruby dan Garnet adalah kembar indentik, hanya sedikit orang yang bisa membedakan mereka. Memakai baju yang sama dengan kepangan rambut yang juga sama persis dan seringkali melakukan hal-hal secara bersamaan. Mereka tinggal bersama seorang ayah bernama Richard dan seorang nenek, Ibu dari Richard, ayah mereka. Ibu dari si kembar telah lama tiada.</p>
<p>Ayah si kembar memiliki hobi membeli buku bekas, jadi rumahnya penuh dengan buku-buku bekas  yang dibeli dari  bursa buku bekas dan lelang  serta toko-toko obral&#8230;dan jika tidak ada uang buku-buku tersebut akan dijual kembali&#8230;:D</p>
<p>Hampir seluruh permukaan lantai rumah mereka penuh dengan buku, bisa dibayangin dong..gimana tuh kalo jalan malam-malam misalnya untuk ambil minum, pasti akan tersaruk-saruk buku yang banyak banget, atau kalo paling apes menggulingkan tumpukan buku dan bikin gempa ringan di dalam rumah..hehehhe&#8230;</p>
<p>Suatu hari, si kembar menemukan buku tebal yang masih kosong, dengan sampul bertuliskan ACCOUNTS yang tintanya dari emas. Setelah berdiskusi sedikit dengan ayahnya, maka si kembarpun memulai kisah mereka di buku tersebut dengan menuliskan secara bergantian.</p>
<p>Bisa dibilang sepanjang buku ini, adalah catatan dari  buku tersebut, jadi akan ada dua karakter penulisan, jika hurufnya tegak, itu kisah dari Ruby, jika hurufnya miring itu yang nulis Garnet.</p>
<p>Hampir semua hal-hal yang konyol maupun kesedihan saat Ibu mereka tiada dituangkan dalam buku ini. Saat Garnet pipis di panggung saat acara drama, dan saat-saat tentang Ibunda mereka masih bisa memeluk mereka. Hingga saat-saat ada seseorang hadir dalam kehidupan ayahnya dan hendak menggantikan Ibu mereka..</p>
<p>Rose hadir dalam kehidupan mereka, Gran atau nenek tidak menyukainya, apalagi anak-anak kembarnya&#8230;dan kerena Rose, akhirnya perubahan terjadi juga, nenek pindah ke apartemen semacam panti jompo, sedangkan Ruby, Garnet, Ayahnya dan Rose pindah ke sebuah wilayah pinggiran membeli sebuah rumah yang sekaligus bisa dibuat toko buku. Perpisahan selalu menyedihkan demikian juga Ruby dan Garnet yang sedih sekali saat harus berpisah dengan neneknya&#8230;</p>
<p>Suatu ketika, ada sebuah audisi untuk sebuah film serial tv anak-anak yang akan diangkat dari buku  karya Enid Blyton yang berjudul <em>Si Kembar di St Clare</em>. Si Kembar mengetahuinya di sebuah koran Guardian yang biasa dilangganani oleh Rose.</p>
<p>Ayah mereka sangat menentang rencana Ruby ikut audisi itu, tapi dasar Ruby yang sangat bersemangat akhirnya dia bisa mengajak Garnet untuk ikutan acara itu&#8230;</p>
<p>Bagaimana caranya? Hmmm..hmmm&#8230;..bacalah..buku ini&#8230;yang jelas seru dan kocak abis&#8230;:D</p>
<p>Seperti kisah yang dituturkan Mrs. Jaqueline sebelumnya di buku Starring Tracy Beaker, kegiatan yang dilakukan anak-anak ini tidak jauh dari impian menjadi bintang dan bermain drama. Sepertinya kegiatan bermain drama dan impian menjadi bintang ini sangat mempengaruhi karya-karya Jaqueline.</p>
<p>Tidak seperti kembar identik yang dialami oleh beberapa teman kuliah dan sekolah saya dulu, biasanya mereka secara sifat kurang lebih sama, namun ternyata dalam beberapa kasus ada pula yang bertolak belakang. Ada pula kejadian kembaran dari bintang-bintang film terkenal dan mereka sama sekali tidak terkenal. Meskipun ada juga yang bisa terkenal dua-duanya.</p>
<p>Yah..meskipun kembar, ternyata yang namanya nasib orang beda-beda. Mungkin Anda tidak pernah menyangka jika Scarlet Johansson, Alanis Morissette, Ashton Kutcher, Nick Carter  memiliki saudara kembar.</p>
<p>Pada kisah ini, Ruby dikisahkan sangat tomboy, pemberani dan penuh semangat. Sedangkan Garnet sangat rapuh, gampang menangis dan penakut. Tapi keduanya sangat saling menyayangi satu sama lain.</p>
<p>Moral yang terkandung dalam cerita ini juga sedikit menyinggung masalah keberadaan Ibu tiri. Mungkin hampir sebagian besar anak-anak di dunia sudah tahu cerita jika Ibu tiri digambarkan jahat dan kejam..tapi dalam cerita ini, digambarkan sangat &#8216;humanis&#8217;. Mereka juga manusia yang sama, memiliki sisi kelebihan dan kekurangan, memiliki sisi baik dan sisi buruk. Buku ini bisa menjadi salah satu alternative untuk menceritakan kisah itu.</p>
<p>Saya sangat menyukai konsep penulisan cerita yang ada dalam buku Double Act ini. Penceritaan dengan model ditulis oleh dua orang anak kembar yang berbeda sifat ini sangat menarik untuk dinikmati.</p>
<p>Masing-masing tokoh tidak kehilangan karakternya dan kita bisa tertawa dengan ulah kedua anak kembar yang konyol dan seru ini&#8230;jadi jika ada kelucuan-kelucuan yang tidak masuk akal, nikmati saja..namanya juga anak-anak&#8230;:D</p>
<p>Cheers..</p>
<p>-Eviwidi-</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Review Buku The Tales of Beedle The Bard]]></title>
<link>http://eviwidi.wordpress.com/2009/04/14/review-buku-the-tales-of-beedle-the-bard/</link>
<pubDate>Tue, 14 Apr 2009 06:23:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>eviwidi</dc:creator>
<guid>http://eviwidi.wordpress.com/2009/04/14/review-buku-the-tales-of-beedle-the-bard/</guid>
<description><![CDATA[The Tales of Beedle The Bard Kisah-Kisah Beedle Si Juru Cerita JK Rowling Harga : Rp 50.000,- * Ukur]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &#60;![endif]--><!--[if gte mso 9]&#62;   &#60;![endif]--><!--[if !mso]&#62;--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://www.bookoopedia.com/daftar-buku/rid-27933-520/kisah-kisah-beedle-si-juru-cerita.html#editorial_review"><img class="alignright size-full wp-image-967" title="jcbo1833big" src="http://eviwidi.wordpress.com/files/2009/04/jcbo1833big.jpg" alt="jcbo1833big" width="184" height="250" /></a>The Tales of Beedle The Bard</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kisah-Kisah Beedle Si Juru Cerita</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">JK Rowling</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Harga <span> </span>: <span> </span>Rp 50.000,- *</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ukuran <span> </span>: <span> </span>13.5 x 20 cm</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tebal <span> </span>: <span> </span>144 halaman</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Terbit <span> </span>: <span> </span>Maret 2009</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Penerbit<span> </span>:<span> </span>PT. Gramedia Pustaka Utama</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Hard cover</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Anda penggila Harry Potter?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tentu kenal dengan sahabat karibnya yang bernama Hermione Granger dan Kepala sekolah sihir Hogwarts Profesor Albus Dumbledore.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Lantas kenapa dengan kedua tokoh tersebut?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Karena eh karena dalam buku J.K Rowling terbaru terdapat nama mereka.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tapi ini bukanlah buku Harry Potter ke-8 (yaiyaaaalaaahhhh……kan Seri Harry Potter udah tamat di Seri 7!!!).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Buku ini, adalah “ranting” dari serial Harry Potter. Jadi masih terkait dengan Hogwarts, cerita-cerita dalam buku ini sebenarnya ditujukan untuk penyihir-penyihir cilik yang sedang menimba ilmu sihir di sekolah itu. Kisah-kisah ini hampir sama dengan yang sering kita dengar sebagai dongeng sebelum tidur, ya, bagaimanapun penyihir meskipun mereka menyebut kita sebagai Muggle –manusia biasa yang tidak punya darah penyihir- tapi toh mereka juga ‘manusia’. Dan kurang lebih kisahnya masih bisa dinalar sebagai kisah hitam-putih, di mana yang jahat akan mendapat hukuman setimpal dan si baik akan menerima pahala.</p>
<p><!--more--><!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &#60;![endif]--><!--[if gte mso 9]&#62;   &#60;![endif]--><!--[if !mso]&#62;--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Beedle sang Juru Cerita yang pernah hidup di abad kelima belas dan masih menjadi misteri tentang kehidupannya. Digambarkan Beedle ini memiliki janggut yang sangat panjang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dan sebagai penyihir yang juga ‘manusia’, mereka tentu juga memiliki kelemahan-kelemahan serta sebagai mahluk Tuhan yang tidak bisa menghidupkan orang atau mahluk yang sudah meninggal.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dalam setiap akhir kisah ini, ada review atau ulasan dari Profesor Dumbledore, jadi ceritanya setiap reviewer yang mereview buku ini, akan bersaing dengan review versi Profesor itu..hehhehe…</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Kisah-kisah<span> </span>Beedle ini, awalnya ada dalam bahasa Rune Kuno yang kemudian diterjemahkan oleh<span> </span>Hermione Granger kemudian ditulis ulang oleh J.K Rowling</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Bahasa Rune Kuno itu seperti apa?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<div id="attachment_970" class="wp-caption alignleft" style="width: 190px"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abjad_Rune"><img class="size-full wp-image-970" title="180px-trikvetra" src="http://eviwidi.wordpress.com/files/2009/04/180px-trikvetra.jpg" alt="Batu prasasti bertulisan abjad Rune di Uppsala, Swedia" width="180" height="278" /></a><p class="wp-caption-text">Batu prasasti bertulisan abjad Rune di Uppsala, Swedia</p></div>
<p>Rune adalah suatu sistem penulisan, bukan bahasa. Selain itu, simbol-simbol Rune Kuno memiliki lambang/arti tertentu, yang dapat juga digunakan untuk meramal. Rune biasanya ditulis di atas perkamen maupun media lain seperti kayu/batu.<em> (<a href="http://babbybathancientrune.blogspot.com/2008/04/welcome-to-ancient-rune-class.html">http://babbybathancientrune.blogspot.com</a>)</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Abjad Rune</strong> ialah sekumpulan <a title="Huruf" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Huruf">huruf</a> yang dahulu digunakan untuk menuliskan <a title="Bahasa Jermanik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Jermanik">bahasa Jermanik</a>, khususnya di <a title="Skandinavia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Skandinavia">Skandinavia</a> dan <a title="Kepulauan Britania" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kepulauan_Britania">Kepulauan Britania</a> sebelum datangnya <a title="Kristen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kristen">Kristen</a>. Variannya di Skandinavia biasa disebut sebagai <em>Futhark</em> (atau <em>Fuþark</em>) dan di Inggris kuno sering disebut sebagai <em>Futhorc</em> akibat perubahan suara. Namun, huruf <em>A</em> pertama pada <em>Futhark</em> dibunyikan lewat hidung, sehingga lebih mendekati huruf <em>O</em>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>(Keterangan selengkapnya bisa dilihat di Wikipedia)</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dalam buku ini terdapat 5 kisah tentang penyihir dan karena kita sebagai Muggle yang kurang begitu mengerti dunia sihir, akan terdapat catatan kaki untuk menjelaskan makna yang dimaksud yang akan ditulis oleh Profesor Dumbledore.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Judul-judul dari kisah itu adalah:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>Sang Penyihir Dan Kuali Melompat</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>Air Mancur Mujur Melimpah</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>Penyihir Berhati Berbulu</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>Babbity Rabbity Dan Tunggul Terbahak</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>Kisah Tiga Saudara</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Saya akan sarikan salah satu kisahnya yaitu <em>Penyihir Berhati Berbulu</em>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Alkisah ada seorang penyihir muda yang tampan, kaya dan berbakat yang tidak begitu percaya dengan cinta dan menganggap bodoh orang-orang yang sedang jatuh cinta, terlebih mereka yang sedang jatuh cinta tindakannya juga sering aneh-aneh dan bodoh. (tapi bukankah semua orang memang begitu ya, kalo sedang jatuh cinta?..hehehhhe..)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Maka dengan kekuatan sihir hitamnya, dia “berlindung” untuk tidak jatuh cinta dan meletakkan hatinya dalam sebuah kotak sehingga dia tidak bisa merasakan apapun yang berhubungan dengan rasa terhadap orang lain, termasuk saat orang tuanya meninggalpun dia tidak merasa sedih sedikitpun.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sampai pada akhirnya dia dipertemukan dengan seorang gadis jelita, namun karena dia tidak memiliki hati maka dia hanya ingin memanfaatkan si gadis untuk membuktikan pada orang-orang bahwa dia bisa memikat gadis dan akan menikah dengannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Si gadis yang baik hati, melihat ada yang janggal dengan penyihir itu lalu diapun bertanya:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>“Bicaramu sangat baik, Penyihir, dan aku akan sangat senang menerima semua perhatianmu, jika saja aku yakin kau punya hati!” (hal. 77).</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Lalu si Penyihir mengajak gadis itu untuk mengikutinya untuk menunjukkan hatinya<span> </span>yang terdapat dalam sebuah kotak kristal ajaib, dan hati itu masih berdetak!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Karena lama tidak pernah merasakan apa-apa, hati itu sudah menyusut dan tertutupi bulu-bulu hitam dan panjang. Dan karena ingin membuktikan bahwa dia punya hati, maka diapun memainkan sihirnya kemudian memasukkan kembali hati itu ke dalam tubuhnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Karena hati itu begitu lama terkurung dalam kotak, dia ibarat harimau lapar yang dilepas dari kandang. Dan apakah yang<span> </span>terjadi? Akhirnya dia menjadi buas dan merobek-robek dada si gadis hingga dia tewas. Setelah itu dia menggenggam hati yang besar, halus dan mengilap dan bersumpah ingin mengganti hatinya dengan hati si gadis.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tapi ternyata, kekuatan sihirnya tidak mampu melawan hatinya sendiri yang telah terlanjur melekat di tubuhnya. Akhirnya dengan marah dia membuang tongkat sihirnya dan mengambil belati kemudian merobek sendiri dadanya. Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Diapun akhirnya tewas sambil memegang dua hati, dan ilmu sihirnya tak kuasa memberinya kekebalan pada tubuhnya sendiri.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ini termasuk kisah yang cukup kelam, dan menurut Profesor Dumbledore, sebagian besar orang tua tak mau menceritakan kisah ini kepada anak-anak mereka sebelum tidur jika mereka tidak cukup besar karena takut akan dihantui mimpi buruk. Kisah ini sebenarnya adalah salah satu cermin dari diri kita, di mana masing-masing dari kita, memiliki sisi gelap yang ingin kebal terhadap segala sesuatu namun kenyataannya kita tak bisa menghindarinya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Siapapun dia penyihir ataupun Muggle, adalah mahluk yang tidak akan bisa lari dari rasa sakit baik fisik maupun mental serta emosional, kecuali dia telah mati.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dan kematian pulalah yang akhirnya dituai oleh Penyihir muda itu saat puncak ‘pencarian kekebalan’-nya begitu menguasai dirinya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kisah-kisah yang lain juga memiliki sarat makna. Meskipun Anda bukan seorang penyihir tapi sebagai dongeng abadi kisah-kisah Beedle ini bisa sebagai pilihan selain kisah-kisah yang sudah kita akrabi seperti Cinderella,Pinokio dan lain-lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Bukunya mungil dan memakai hardcover, dan kertas bagian dalamnya agak tebal <span> </span>berwarna kecoklatan. Sangat ringan dan didalamnya terdapat ilustrasi yang dibuat oleh J.K Rowling sendiri, sangat menarik.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tentunya J.K Rowling memilihkan untuk Anda karena dia ingin berbagi kisah ini dengan Anda. Serta berbagi dengan anak-anak lain, karena royalty buku ini, akan juga didonasikan kepada Children’s High Level Group yang berkampanye untuk melindungi dan mempromosikan hak-hak anak serta membuat kehidupan anak-anak yang rentan menjadi lebih baik, tapi tentunya bukan anak-anak penyihir!!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Cheers..</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">-Eviwidi-</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Review Buku Starring Tracy Beaker ]]></title>
<link>http://eviwidi.wordpress.com/2009/04/08/review-buku-starring-tracy-beaker/</link>
<pubDate>Wed, 08 Apr 2009 02:22:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>eviwidi</dc:creator>
<guid>http://eviwidi.wordpress.com/2009/04/08/review-buku-starring-tracy-beaker/</guid>
<description><![CDATA[Starring Tracy Beaker &#8211; Sang Bintang Jacqueline Wilson Harga : Rp 21.000,- * Ukuran : 13.5 x 2]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong><img class="alignright size-full wp-image-958" title="jadn2822big" src="http://eviwidi.wordpress.com/files/2009/04/jadn2822big.jpg" alt="jadn2822big" width="169" height="250" />Starring Tracy Beaker &#8211; Sang Bintang</strong></p>
<p><strong><a href="http://www.gramedia.com/author_detail.asp?id=EBDN1309">Jacqueline Wilson</a> </strong></p>
<p>Harga : Rp 21.000,- *</p>
<p>Ukuran : 13.5 x 20 cm</p>
<p>Tebal : 192 halaman</p>
<p>Terbit : Pebruari 2009</p>
<p>Penerbit : Gramedia Pustaka Utama</p>
<p><strong>Soft Cover</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Siapa penulis buku anak-anak Indonesia yang Anda ingat?</p>
<p>Apakah buku bacaan anak-anak Anda di rumah dari penulis Indonesia, meskipun bahasa dalam buku tersebut adalah bahasa Indonesia?</p>
<p>Materi untuk anak-anak baik film kartun,alat permainan,buku-buku baik buku cerita maupun buku mewarnai dan berhitung sebagian besar masih dikuasai produk impor. Atau paling banyak yang  sudah terjemahan.</p>
<p>Apakah karena pasar untuk buku anak-anak ini memang tidak tergarap dengan baik, ataukah memang penulis buku anak-anak kita antara ada dan tiada?</p>
<p><!--more--></p>
<p>Hal ini yang masih terjadi di sekitar kita, film kartun yang dilihat anak-anak adalah Tom and Jerry dan Sponge Bob. Buku yang dibaca adalah Donald bebek atau Mickey Mouse.</p>
<p>Di penerbit sebesar GPU sendiri, penulis anak-anak dengan cerita muatan lokal masih terisi buku-buku dongeng cerita rakyat. Sementara penulis dari Indonesia yang tercatat ada nama-nama  Heru Yuwono, Sri Izzati,Arswendo Atmowiloto dan Kitti Felicia Ramadhani. Jumlah yang  sungguh sangat sedikit jika dibanding dengan penulis buku dengan genre selain buku anak-anak.</p>
<p>Dan beberapa penggiat buku anak saat ini sudah mulai menggeliat dengan diadakannya  Antologi Penulis Bacaan Anak oleh salah satu mailing list, semoga menjadi sedikit angin segar di genre buku anak-anak ini.</p>
<p>Berkaitan dengan buku anak ini, (lagi-lagi terjemahan luar) Jacqueline Wilson salah satu penulis buku anak yang produktif dari British yang telah menulis dari tahun 1990 hingga sekarang. Usia senjanya yang telah memasuki tahun ke 63 tidak meyurutkan semangat menulisnya. Salah satu buku karangannya yang cukup menarik adalah yang berjudul <strong><em>Starring Tracy Beaker</em></strong>.</p>
<p>Buku ini pertama kali terbit tahun 2006, yang didalamnya terdapat ilustrasi yang digarap oleh Nick Sharratt.</p>
<p>Tokoh anak-anak yang bernama Tracy Beaker ini adalah seorang anak yang aktif dan penuh semangat, meskipun &#8216;terbuang&#8217; di panti asuhan.</p>
<p>Tracy yang ceria berambut keriting dan langsing. Tracy menceritakan dalam buku ini dia adalah anak dari salah satu aktris Hollywood yang sangat cantik dan anggun. Saking sibuknya dengan acara syuting hingga Tracy akhirnya dititipkan ke panti asuhan&#8230;.</p>
<p>Di dalam panti asuhan yang memiliki banyak anak, tentu juga diwarnai beragam karakter di sana. Meskipun Tracy sangat bersemangat dan suka meluapkan emosinya dia masih memiliki teman baik yaitu Peter. Tapi selain teman, Tracy juga punya anak-anak lain yang suka jahil dan memusuhinya karena sikapnya yang kadang lepas kendali. Yah..maklumlah namanya juga anak kecil umur 10 tahun..</p>
<p>Tracy juga memiliki seorang teman lain di luar teman-temannya di panti, yaitu Cam. Cam ini semacam orang yang akan menjadi ibu asuh atau yang akan mengadopsi salah satu anak panti. Tapi di sana ada training khusus sebelum benar-benar diijinkan  untuk mengadopsi. Dan selama masa training ini dia boleh mengajak main anak yang akan diasuhnya itu untuk jalan-jalan di luar panti maupun ke rumahnya.</p>
<p>Salah satu anak panti yang suka berseteru dengan Tracy adalah Justine Littlewood.</p>
<p>Ceritanya, di panti tersebut akan diadakan drama yang diangkat dari  karya Charles Dickens yang terkenal yaitu <em>A Chrismast Carol</em>. Novel ini pertama kali diterbitkan tahun 1843. Ada beberapa tokoh di dalam novel itu, ada hantu masa lalu, masa kini,masa depan dan hantu Marley. Selain itu ada tokoh <em>Ebenezer Scrooge, pengusaha  tua kaya raya kikir yang hidupnya pahit (hal.17).</em></p>
<p>Saat pemilihan untuk peran-peran tersebut, Tracy sangat terkejut karena akhirnya dia terpilih untuk memerankan tokoh utama, yaitu Scrooge. Tracy girang bukan kepalang. Dia sangat berharap bisa membuktikan bahwa dia memiliki bakat acting luar biasa seperti Ibunya dan berharap ibunya bisa datang saat pementasan drama tersebut.</p>
<p>Saat semua sudah terpilih dan latihan telah berjalan, Tracy menyempatkan diri untuk menyiapkan kado khusus untuk Ibunya dan berharap Ibunya akan hadir saat dia memerankan Scrooge. Namun sayang disayang, beberapa hari kemudian dia berseteru lagi dengan Justine dan Tracy menonjoknya hingga hidung Justine berdarah&#8230;tentu saja peristiwa ini membuat seluruh penghuni panti -kecuali Tracy-  pada nangis&#8230;huhuhuhu&#8230;</p>
<p>Dan kepala sekolah demi mengetahui pelakunya adalah Tracy, makin marahlah dia dan memutuskan Tracy tidak  diijinkan ikut dalam drama dan akan dihukum berat..</p>
<p>Uwaaaa&#8230;.sekarang Tracy ganti yang menangis&#8230;padahal undangan udah dikirim ke Ibunya..naskah sudah dihapal luar kepala dan waktu akhir pekannya dihabiskan buat membeli kado dan membaca naskah dengan Cam&#8230;</p>
<p>Apakah Tracy akhirnya bisa memerankan Scrooge di drama panti itu? Dan apakah Ibunya akan datang ke acara itu?</p>
<p>Kisah sederhana dan menarik. Jacqueline sepertinya sangat piawai mengekslpore emosi dan kelakuan anak-anak dan menuangkannya dalam cerita. Inti ceritanya sih sebenarnya kita diajarkan meskipun tidak bisa mendapat  semua yang kita  inginkan, tapi kita tetap akan memiliki sebagian darinya, termasuk orang-orang yang kita sayangi, maka bersyukurlah kamu dengan apa yang kamu miliki sekarang&#8230;</p>
<p>Membaca buku ini siap-siap saja menghapal nomor halamannya jika berhenti membaca, atau bookmark boleh juga karena  dalam buku ini ceritanya tidak dibuat perbab dengan judul-judul untuk tiap sub-bab-nya. Jadi dari awal sampai akhir cerita terus. Font-nya besar-besar dan memiliki tingkat keterbacaan yang tinggi.</p>
<p>Sepertinya saya ketagihan pengen baca buku-bukunya Mrs. Jac yang lain nih, apa karena saya masa kecil kurang bahagia, ataukah karena saya yang masih kekanak-kanakan ya?!&#8230;.:D</p>
<p>Cheers..</p>
<p>-Eviwidi-</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Review Buku Ganteng is ... Dumb]]></title>
<link>http://eviwidi.wordpress.com/2009/03/23/review-buku-ganteng-is-dumb/</link>
<pubDate>Mon, 23 Mar 2009 04:42:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>eviwidi</dc:creator>
<guid>http://eviwidi.wordpress.com/2009/03/23/review-buku-ganteng-is-dumb/</guid>
<description><![CDATA[Ganteng is &#8230; Dumb Oleh : Iwok Abqary ISBN:9789792243512 Ukuran : 11 x 18 cm Halaman:232 Penerb]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://www.bookoopedia.com/daftar-buku/rid-27723-490/ganteng-is-dumb.html#editorial_review"><img class="alignleft size-full wp-image-930" title="jbkq1242big" src="http://eviwidi.wordpress.com/files/2009/03/jbkq1242big.jpg" alt="jbkq1242big" width="151" height="250" /></a></p>
<p><strong>Ganteng is &#8230; Dumb</strong></p>
<p>Oleh : <a href="http://iwok.multiply.com/reviews/item/77/Ganteng_Is_Dumb_-_review_dari_Evi_Widi_Iwok_Abqary?replies_read=1" target="_blank">Iwok Abqary</a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>ISBN</strong>:9789792243512</p>
<p>Ukuran : 11 x 18 cm</p>
<p><strong>Halaman</strong>:232</p>
<p><strong>Penerbit</strong>:Gramedia Pustaka Utama</p>
<p><strong>Bahasa</strong>:Indonesia</p>
<p>Harga : Rp. 26.000,-</p>
<h1></h1>
<p>Terbit : Pebruari 2009</p>
<p><strong>Soft Cover</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Apakah menjadi cantik atau ganteng itu sebuah kesalahan?</p>
<p>Jawabannya sudah tentu tidak! Cantik atau ganteng adalah anugerah Tuhan.</p>
<p>Pada zaman nabi-nabi dulu, Nabi Yusuf yang sangat mahsyur dengan ketampanannya hingga para wanita yang mengupas apel saat melihatnya, tidak merasa tangannya teriris karena bagitu terpesona oleh ketampanannya, menjadi kisah tak terlupakan dalam sejarah kenabian.</p>
<p>Lantas kenapa di zaman iPhone ini, ketampanan justru kadang menjadi olok-olokan dan identik dengan &#8216;kebodohan&#8217; pemiliknya. Sudah umum rasanya jika ada orang cantik atau tampan biasanya &#8216;diikuti&#8217; kebodohannya&#8217; dan menjadi luar biasa jika dia cukup punya otak. Jadi jika di rumuskan :</p>
<p>Ganteng + bodoh = biasa</p>
<p>Ganteng + pintar = luar biasa</p>
<p>Tidak ganteng + bodoh = kasian deh lo..:)</p>
<p><!--more--></p>
<p>Yang diangkat dalam kisah buku <strong><em>Ganteng is &#8230; Dumb</em></strong> karya Iwok ini, adalah cowok ganteng yang sebenarnya gak pintar-pintar amat tapi berusaha untuk memperbaiki ketidak pintarannya. Boleh kan, cowok ganteng yang gak pintar berusaha untuk pintar?</p>
<p>Tersebutlah (eh, awalan ini masih relevan gak sih..?..:P) seorang anak ABG bernama Davi Maulana yang bersekolah di SMU Bodafide di Bandung. Sekolah ini memang namanya Bonafide, tapi bukan jaminan Bonafide beneran.</p>
<p>Sebagai cowok yang dikaruniai wajah yang tampan, sepertinya membuatnya sedikit gelap mata.</p>
<p>Sehingga dia lupa untuk berprestasi dan kurang mengasah otaknya, gue ganteng nih, mau apa lagi..?</p>
<p>Tapi rupanya, pamor kegantengan Davi, tidak berlaku untuk Saskia, cewek teman satu sekolah SMU-nya, yang cukup pintar namun begitu antipati dengan soal-soal yang berhubungan dengan kegantengan. Kenapa? Kalo aku bilangin nanti jadi spoiler dong&#8230;.</p>
<p>Davi yang sudah PD untuk diterima cintanya oleh Saskia tidak menyangka akan ditolak mentah-mentah. Saskia mengatakan bahwa Davi tidak punya prestasi apa-apa yang bisa dibanggakan, dan melontarkan kalimat bahwa ganteng is&#8230;DUMB!</p>
<p>Davi yang merasa tertohok dengan kalimat Saskia, langsung lari ke kost-kostan sahabatnya Aris, untuk&#8230;.banting piring! Kacau juga nih cowok&#8230;:D</p>
<p>Sampai-sampai si Aris dapat julukan Mas Piring oleh kasir minimarket tempat dia belanja gara-gara keseringan beli piring akibat ulah Davi yang konon karena faktor keturunan.</p>
<p>Akhirnya ketika ada lomba esai yang diselenggarakan oleh salah satu operator seluler di sekolahnya, Davi bertekad ikut, untuk membuktikan pada Saskia bahwa dia bisa berprestasi. Hah?! Davi ikutan lomba esai..?</p>
<p>Ya sudahlah, <em>the show must go on</em>.</p>
<p>Davi akhirnya melakukan riset kecil-kecilan untuk bahan esainya. Dia dapat inspirasi saat bersama adiknya untuk membuat kartu dengan nama TELUNJUK&#8230;.!</p>
<p>Ide telunjuk tentu tidak jauh-jauh dari salah satu operator yang ngeluarin kartu JEMPOL, hehhe..</p>
<p>Lalu pihak penyelenggara yaitu PT. Sukamindo sebenarnya juga sudah mengeluarkan kartu JOKER, yang pasti idenya adalah adanya kartu AS..!</p>
<p>Konon katu JOKER ini untuk menandingi  kartu KING yang sudah dikeluarin oleh  Komporsel&#8230;&#8230; (ini mau bikin kartu telepon apa kartu Remi sih?!).</p>
<p>Setelah mempersiapkan segala sesuatunya, tibalah saatnya Davi untuk mempresentasikan esainya. Loh kok bisa presentasi? Iyah karena ternyata Davi lolos 5 besar kawans&#8230;.amazing!</p>
<p>Davi yang tidak biasa dan sangat jarang presentasi begitu grogi menghadapi saat-saat menegangkan itu hingga harus bolak-balik ke kamar mandi. Apalagi Saskia juga ternyata terpilih menjadi kandidat dalam 5 besar peserta esai terbaik itu&#8230;</p>
<p>Akankah Davi dapat melewati saat-saat menegangkan itu dan lolos babak spektakuler show..?&#8230;.(emang Indonesian Idol?!), dan bisa memenangkan esai sekaligus dapat membuktikan pada Saskia bahwa dia tidak cuma ganteng tapi juga punya otak?</p>
<p><strong>Tentang &#8216;Hihihi&#8217;</strong></p>
<p>Secara keseluruhan, kisah ini sangat konyol, apalagi ditambah perusahaan yang bikin lomba esai yang gak kalah konyol. Mana ada perusahaan perusahaan yang bikin iklan lomba resmi tingkat nasional dengan butir-butir aturannya seperti berikut:</p>
<p><em>Persyaratan:</em></p>
<ol type="1">
<li><em>Terdaftar      sebagai siswa SMA dan sederajatnya.</em></li>
<li><em>Esai      ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Pake istilah asing      atau gaul boleh kalau perlu, asal jangan pake huruf Palawa.</em></li>
<li><em>Panjang      esai 4-5 halaman A4, diketik pake computer dengan font Times New Roman,      12pt,spasi 1,5. Jangan lupa di-print, ya. Yang nggak bisa ngetik pake      computer boleh juga pake mesin tik. Tapi masa iya sih hare geneee nggak      bisa make computer? Kemane aje?</em></li>
<li><em>Setiap      peserta mewakili sekolah masing-masing, jangan sekolah orang laen.</em></li>
</ol>
<p><em>(hal. 76)</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Tapi ada beberapa hal yang menurut saya cukup mengganggu. Yaitu banyak sekali kata &#8216;hihihi&#8217; di hampir setiap akhir paragraphnya. Kalimat ini  seharusnya adalah respon  pembacanya sebagai efek setelah membaca paragraph-paragraph yang cukup lucu, bukan oleh penulisnya sendiri, sehingga tidak ada kesan &#8216;nulis sendiri, dikomentari sendiri&#8217;.</p>
<p>Meskipun kisah ini ditulis dalam gaya narator, dimana penulisnya bisa menggambarkan  perasaan masing-masing tokohnya dengan mudah, namun dalam penerapannya ada kerancuan saat dituangkan dalam penulisan ceritanya, karena antara opini tokoh dan opini penulis seakan jadi kabur. Hal itu karena diikut sertakannya komentar &#8216;hihihi&#8217; maupun komentar-komentar yang lain dalam setiap akhir paragraph.</p>
<p>Kang Iwok rupanya masih terjebak dalam gaya penulisan blog yang memang cenderung sering &#8216;nulis sendiri, dikomentari sendiri&#8217;.</p>
<p>Buku ini, merupakan salah satu &#8216;Pemenang Berbakat&#8217; dari Lomba Cerita Konyol Remaja 2008&#8242; yang diselenggarakan oleh GPU beberapa waktu yang lalu.</p>
<p>Dan mau tidak mau, secara naluriah saya akan membandingkan tulisan antara pemenang juara I, Juara II Juara III dan juara Berbakat ini.</p>
<p>Secara penulisan dan penceritaan, The Kolor of My Life yang dinobatkan sebagai juara I memang lebih unggul, meskipun Netty sebelumnya  belum memiliki buku yang terkenal apalagi bombamtis dan bestseller.</p>
<p>Namun sebagai buku ringan, buku Ganteng is..Dumb ini cukup lumayan untuk dinikmati. Apalagi saat sore-sore sambil minum cappucino..:)</p>
<p>Selamat ya Kang Iwok..!!</p>
<p>Saya tunggu karya-karya berikutnya&#8230;!!!</p>
<p>Cheerz..</p>
<p>-Eviwidi-</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Review Buku Kira-kira (Cynthia Kadohata)]]></title>
<link>http://eviwidi.wordpress.com/2009/03/04/review-buku-kira-kira-cynthia-kadohata/</link>
<pubDate>Wed, 04 Mar 2009 09:08:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>eviwidi</dc:creator>
<guid>http://eviwidi.wordpress.com/2009/03/04/review-buku-kira-kira-cynthia-kadohata/</guid>
<description><![CDATA[Kira-Kira (Pemenang Newbery Medal) Penulis : Cynthia Kadohata Penerjemah : Poppy Damayanti Chusfani ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://www.bookoopedia.com/daftar-buku/pid-27649/kira-kira-pemenang-newbery-medal.html"><br />
</a></p>
<p><strong><a href="http://www.bookoopedia.com/daftar-buku/pid-27649/kira-kira-pemenang-newbery-medal.html"><img class="alignleft size-full wp-image-906" title="jbcp2557big1" src="http://eviwidi.wordpress.com/files/2009/03/jbcp2557big1.jpg" alt="jbcp2557big1" width="169" height="250" /></a>Kira-Kira<br />
(</strong><em>Pemenang Newbery Medal)</em></p>
<p>Penulis : <a href="http://www.gramedia.com/author_detail.asp?id=IJJN0336">Cynthia Kadohata</a></p>
<p>Penerjemah : Poppy Damayanti Chusfani</p>
<p>Harga : Rp 26.000,- *</p>
<p>Ukuran : 13.5 x 20 cm</p>
<p>Tebal : 200 halaman</p>
<p>Terbit : Pebruari 2009</p>
<p>Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama</p>
<p>Soft Cover</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Cynthia Kadohata, pertama kali  baca bukunya yang berjudul <strong><em>Weedflower</em></strong> yaitu kisah tentang warga Jepang yang tinggal di Amerika. Dan sekarang buku kedua yang saya baca yang berjudul <strong><em>Kira-kira</em></strong>, juga tidak jauh berbeda yaitu tentang warga jepang yang hidup di Amerika.</p>
<p>Ditulis dengan gaya melankolis dan plot yang lurus, tidak mengurangi keindahan cerita fiksi dari penulis yang meraih Newberry award ini.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Kali ini, yang diangkat Cynthia adalah issue tentang buruh pabrik yang bekerja di pengolahan ayam di Georgia.</p>
<p>Cerita diambil dari sudut pandang seorang gadis bocah berumur lima tahun, tidak berbeda jauh model penceritaan yang diambil Cynthia saat menulis buku <strong><em>Weedflower</em></strong>.</p>
<p>Gadis kecil  itu bernama Katarina yang biasa dipanggil Katie. Katie memiliki seorang kakak yang tekun dan sangat cerdas juga sangat cantik bernama Lynn. Lynn memiliki hati yang sangat lembut dan baik, hingga saat ada kejadian dia digigit anjing ketika berada di ladang jagung, dia tidak membiarkan anjing yang dilempar botol susu oleh Katie menjilati susu yang akan membuat lidahnya luka terkena pecahan beling, tapi Lynn justru menyemprotnya dengan air dari selang  supaya anjing itu pergi.</p>
<p>Sayang, dibalik keceriannya,kecerdasannya, dan kecintaannya pada alam dan binatang, Lynn menderita penyakit Limfoma, yaitu  <em>jenis tumor akut yang timbul pada saluran getah bening atau lapisan lymphoid</em> (hal. 146).</p>
<p><em>Kira-kira</em> adalah kata pertama yang diajarkan oleh Lynn untuk Katie yang dalam bahasa jepang berarti &#8220;gemerlap&#8221;.</p>
<p>Bukan lantas kisah dalam buku ini nanti akan bercerita tentang gemerlapnya kehidupan keluarga Katie, akan tetapi dalam kesederhannya itulah sisi kemanusiaan dan hati mereka yang justru sangat gemerlap. Hati yang penuh cinta dan saling memperhatikan, keluarga yang selalu tolong menolong dan berprasangka baik, kerja keras, juga tentang keberanian untuk meminta maaf dan mengakui kesalahan&#8230;</p>
<p>Kisah ini bersetting tahun 50-an dimana kaum buruh kala itu diceritakan sangat diperlakukan seperti robot, bekerja 12 jam nonstop bahkan demi pekerjaanya sebagai pemotong daging ayam, ibu Katie sampai memakai popok supaya tidak perlu ke kamar mandi jika ingin kencing hingga badannya berbau aneh.</p>
<p>Setelah pindah dari Iowa, tempat kelahiran Katie, keluarganya pindah ke Georgia dan mendapatkan pekerjaan sebagai buruh di pengolahan ayam milik pengusaha terkenal bernama Mr. Lyndon. Ayah Katie mendapat pekerjaan sebagai pemisah anak-anak ayam yang baru menetas, yang dipisahkan betina dari jantannya. Ayan jantan dianggap tidak berguna karena tidak bisa bertelur. Sedangkan ibu Katie bekerja juga di perusahaan yang sama hanya berbeda bagian.</p>
<p>Sebagai buruh, tentu gaji yang diterima tidaklah besar, apalagi harus menaggung sewa cicilan rumah,makanan, transportasi dan lain-lain. Tetapi hal itu tidaklah menjadi halangan bagi keluarga itu untuk bahagia, kebahagiaan semakin lengkap saat anak mereka yang ketiga laki-laki dan diberi nama Samsom, dan dipanggil Sammy.</p>
<p>Tetapi rupanya kebahagiaan itu tidak berlangsung lama dan mulus, kesedihan mulai terasa saat Lynn yang memiliki penyakit limfoma, mulai sering jatuh sakit dan kelelahan. Sebentar sakit, sebentar sembuh, tapi lama-kelamaan sakitnya jadi semakin lama hingga membuatnya tak bisa bersekolah.</p>
<p>Dengan kesibukan dan jam kerja yang semakin bertambah, ayah dan ibu Katie terus berjuang dengan segala cara untuk kesembuhan Lynn. Selama sakit Katie terus menjaga Lynn dan juga menjaga adiknya Sammy yang tidak pernah rewel. Meskipun kadang juga  harus menunggu ibunya yang bekerja dalam mobil yang panas&#8230;</p>
<div id="attachment_937" class="wp-caption alignright" style="width: 203px"><a href="http://translate.google.co.id/translate?hl=id&#38;langpair=enid&#38;u=http://www.notablebiographies.com/news/Ge-La/Kadohata-Cynthia.html&#38;prev=/translate_s%3Fhl%3Did%26q%3Dbiografi%2BCynthia%2BKadohata%26tq%3Dbiography%2BCynthia%2BKadohata%26sl%3Did%26tl%3Den"><img class="size-full wp-image-937" title="unmk_0000_0005_0_img0063" src="http://eviwidi.wordpress.com/files/2009/03/unmk_0000_0005_0_img0063.jpg" alt="Cynthia Kadohata AP/Wide World Photos. AP / Wide World Photos. " width="193" height="193" /></a><p class="wp-caption-text">Cynthia Kadohata AP/Wide World Photos. </p></div>
<p>Salut untuk Sammy yang diceritakan hampir tidak pernah merengek manja kecuali saat kakinya terjepit perangkap tupai saat liburan yang hampir membuat pergelangan kakinya patah, ketika berlibur di areal tanah milik Mr. Lyndon.</p>
<p>Karakter-karakter yang disodorkan Cynthia dalam buku ini sangat tegar dan ulet dalam menghadapi beban hidup yang cukup berat di Amerika, terlebih mereka adalah warga perantauan di negeri asing.  Seperti yang pernah saya dengar kisah-kisah sebelumnya tentang orang Jepang yang memang terkenal ulet dan tidak gampang putus asa serta tidak manja.</p>
<p>Meskipun kisah ini cukup menguras air mata, dan menyentuh tapi ketegaran masing-masing tokohnya sangat terasa. Tidak cengeng dan tidak pasrah pada nasib, itu poinnya.</p>
<p>Lalu apakah perjuangan untuk kesembuhan Lynn akan berhasil?</p>
<p>Kisah yang sangat menarik dan banyak memberi pelajaran yang bisa dipetik, meskipun saya agak kurang sreg dengan sampulnya yang berkesan &#8220;ala kadarnya&#8221; dan kurang mewakili kisah yang begitu apik ini.</p>
<p>Oke, kembali ke pepatah lama, <em>don&#8217;t jugde a book by its cover!</em></p>
<p>Maka nikmatilah kisah ini.</p>
<p>Cheers,</p>
<p>-Evi-</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menang Lomba Review GPU lagii....]]></title>
<link>http://eviwidi.wordpress.com/2009/02/05/menang-lomba-review-gpu-lagii/</link>
<pubDate>Thu, 05 Feb 2009 07:45:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>eviwidi</dc:creator>
<guid>http://eviwidi.wordpress.com/2009/02/05/menang-lomba-review-gpu-lagii/</guid>
<description><![CDATA[Kyaaa&#8230;.menang lagiiii&#8230;.. Lomba Review Akhir tahun GPU, aku tertera jadi salah satu pemen]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Kyaaa&#8230;.menang lagiiii&#8230;..</p>
<p>Lomba Review Akhir tahun GPU, aku tertera jadi salah satu pemenangnya, bersama 2 pemenang lain yang langganan juara&#8230;Mas Jody Pojoh&#8230;dan Mbak Rini&#8230;</p>
<p>Makasih GPU&#8230;.!!!!</p>
<p>Wah jadi tersanjung nih&#8230;*<em>Kutersanjung.</em>&#8230;.(dilantunkan kayak <em>sountrack</em> sinetron jadul*..kekkkeekkek&#8230;</p>
<p>Aku disandingkan dengan <a href="http://percikanku.multiply.com/" target="_blank">Mas Jody</a> dan <a href="http://sinarbulan.multiply.com/journal/item/388/Ulasan_Novel_Terjemahan_Bos_dari_Neraka" target="_blank">Mba Rini</a>&#8230;penulis hebat itu&#8230;</p>
<p>Pengumuman resminya disampaikan oleh <a href="http://virusbaca.blogspot.com/2009/02/pemenang-lomba-resensi-online.html" target="_blank">Mba Hetih</a> by email tanggal 4 Februari 2009, pukul 11:33 WIB.</p>
<p>Setelah kemaren menang lomba Review bukunya Asma Nadia- Istana Kedua, sekarang menang lagi&#8230;tapi kali ini hadiahnya lebih gede..hueheuhehe&#8230;</p>
<p>Sebelum berita ini turun, aku juga menang lomba menulis tentang <a href="http://aguskribo.multiply.com/journal/item/237" target="_blank">Agus Kribo</a>&#8230;</p>
<p>Gila..minggu ini&#8230;rejeki kayak air tumpah&#8230;alhamdullilah&#8230;.</p>
<p>Dan minggu depan, tepatnya tanggal 10 Februari, aku ulang tahun&#8230;.kira-kira ada yang mau ngasih hadiah gak yaaa&#8230;.</p>
<p>Yang mau ngasih silakan-silakan yaaa&#8230;.</p>
<blockquote><p><em>Dengan tidak menguragi rasa hormat, tidak menerima kado dan karangan bunga&#8230;uang ajah yaaa&#8230;ahhahhaha&#8230;.*berasa resepsi kawinan*..:P</em></p></blockquote>
<p>Saya tunggu yaaaa&#8230;..(emang ada yang mo ngasih Vi?).</p>
<p>Cheerz&#8230;</p>
<p>-Eviwidi-</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dari Bedah Buku Rectoverso-Dee]]></title>
<link>http://eviwidi.wordpress.com/2009/02/01/dari-bedah-buku-rectoverso-dee/</link>
<pubDate>Sun, 01 Feb 2009 12:30:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>eviwidi</dc:creator>
<guid>http://eviwidi.wordpress.com/2009/02/01/dari-bedah-buku-rectoverso-dee/</guid>
<description><![CDATA[Jumat, tanggal 30 Januari 2009, bertempat di FAB Cafe Grand Indonesia Lt. 3 East Mall, sebuah Cafe y]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="margin-bottom:0;">Jumat, tanggal 30 Januari 2009, bertempat di FAB Cafe Grand Indonesia Lt. 3 East Mall, sebuah Cafe yang menyatu dengan toko buku Gramedia sehingga Anda bisa membaca sembil bersantai dan makan di sana, Dewi Lestari membedah buku Rectoversonya.</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">Beruntung,  ditengah guyuran hujan yang lumayan deras yang membasahi kota Jakarta malam itu, aku bisa hadir untuk bertemu dan mendengarkan bedah buku Rectoverso.   Dewi juga menyanyikan lagu-lagu secara live dari lagu-lagu yang terdapat dalam CD Album Rectoverso.</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">Malam itu Dewi ditemani suaminya Reza, hadir mengenakan atasan turtleneck warna ungu dan bawahan abu-abu,terlihat segar dan cantik. Acara agak molor sekitar 30 menit dari jadwal pukul 19.00 WIB.</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-776" title="img-42911" src="http://eviwidi.wordpress.com/files/2009/02/img-42911.jpg?w=225" alt="img-42911" width="225" height="300" /> <img class="alignnone size-medium wp-image-777" title="img-4315" src="http://eviwidi.wordpress.com/files/2009/02/img-4315.jpg?w=300" alt="img-4315" width="300" height="225" /></p>
<p>Foto-foto yang lainnya, silakan klik <a href="http://ipk4cumlaude.multiply.com/photos/album/12/Rectoverso_di_Grand_Indo_Jan-09#1" target="_blank">di sini</a> juga <a href="http://diandayulia.multiply.com/photos/album/142/bedah_buku_rectoverso_Grand_Indonesia_30_jan_09" target="_blank">di sini</a>, dan versi lengkap  yang udah aku jadiin satu <a href="http://my.opera.com/eviwidi/albums/show.dml?id=687515" target="_blank">di sini</a>.</p>
<p><!--more--></p>
<p style="margin-bottom:0;">Dibuka dengan lagu Peluk yang terdapat dalam CD Rectoverso, Dewi menyanyi diiringi oleh suaminya  yang memencet keybord.  Setelah itu acara dibuka oleh moderator Andre.</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">Rectoverso, yang awalnya dari album berbahasa Inggris yang berjudul Out Of Shell dan Hanya Isyarat yang dibuat dalam format lirik lagu dan cerpen. Dari permulaan ini kemudian Dewi mengembangkan lagi dengan mengumpulkan lagu-lagu dan tulisan karyanya hingga menjadi 11 lagu dan 11 cerpen.</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">Sebenarnya awal dipilihnya kata Rectoverso adalah dari logo kecil di uang kertas (istilah ini biasanya diakrabi oleh Designer Grafis yang berarti dua gambar yang terpisah tetapi satu kesatuan). Jika Anda perhatikan, dalam setiap uang kertas ada citra yang bisa diterawang.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Seperti halnya dalam hidup, banyak hal yang sepertinya terpisah tetapi sebenarnya satu kesatuan, seperti hitam dan putih, laki-laki dan perempuan dll.</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">Menjawab pertanyaan tentang proses kreatif yang dilakukan Dewi Lestari, sebenarnya saat buku pertama keluar yang berjudul Supernova (masih ingat, Dengan tokoh Ruben,Ferre dan Diva?) eksistensi Dewi sebagai penyanyi sudah mulai pudar. Mangaku menyukai menulis sejak lama tapi Dewi menyatakan bahwa telenta menyanyilah yang mendapat sorot lampu lebih dulu. Sehingga saat dia mengeluarkan buku, orang-orang banyak bertanya sejak kapan Dewi suka menulis? Dewi menyatakan menulis adalah hobinya.</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">Inspirasi yang membuatnya bisa menuangkannya dalam tulisan adalah dari proses mengamati, dia meyakini, setiap penulis yang baik, dia pasti adalah pengamat yang baik pula. Pengamatan itu bisa dilakukan terhadap pengalaman hidup orang lain dll.</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">Dipilihnya angka 11, menurut Dewi itu adalah angka spiritual. Dan kebetulan Dewi seringkali bertemu dengan angka misalnya jam yang menunjuk angka 11.11 yang seolah-olah membuka dua gerbang yang sebelumnya tertutup kepada dimensi lain (terutama dimensi hati kita).</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">Kisah-kisah yang terdapat dalam buku Rectoverso memang cenderung berkisah tentang cinta yang bertepuk sebelah tangan atau cinta tak teraih, karena menurutnya itu adalah kisah yang sangat universal, dan Dewi tidak memberi nama dalam setiap tokoh-tokohnya. Dia menambahkan bahwa manusia bisa belajar banyak dari peristiwa yang pahit dalam hidupnya, bukan dari yang manis-manis. Dan dia banyak terinspirasi dari drama Jepang yang kebanyakan kisahnya lebih banyak mengungkap cinta yang dalam yang dirasakan sendirian oleh tokoh-tokohnya dan akhirnya pada suatu titik dia merelakan untuk melepaskan cinta itu. Menurut Dewi, hal semacam itu adalah sesuatu yang sangat elegan.</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">Kemudian sesi acara dilanjutkan dengan beberapa pertanyaan dari peserta dan Dewi menyanyikan lagu Cicak di dinding yang merupakan request dari salah satu peserta bedah buku.</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">Acara kemudian ditutup dengan nyanyi bersama lagu Malaikat juga tahu, dan sesi book signing.</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">Secara keseluruhan, Dewi sangat lancar mengungkapkan semua hal yang terdapat dalam buku Rectoverso sehingga boleh dibilang acara ini cukup memuaskan, terutama bagi penggemar Dewi dan pembaca Rectoverso. Dan Dewi sendiri sangat kooperatif ketika banyak permintaan untuk berfoto bersama penggemarnya.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Oke..narsis.com dimulai&#8230;.!!!! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="margin-bottom:0;">Cheerzzz&#8230;.</p>
<p style="margin-bottom:0;">-Eviwidi-</p>
<p style="margin-bottom:0;">
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
