<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>restu &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/restu/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "restu"</description>
	<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 11:53:23 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[KEBAHAGIAAN]]></title>
<link>http://muhammadsaroji.wordpress.com/2009/11/09/kebahagiaan-5/</link>
<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 09:30:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>MUHAMMAD SAROJI</dc:creator>
<guid>http://muhammadsaroji.wordpress.com/2009/11/09/kebahagiaan-5/</guid>
<description><![CDATA[Mohon doa restu agar terkabul semua hajatku.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Mohon doa restu agar terkabul semua hajatku.</p>
<p><a href="http://muhammadsaroji.wordpress.com/files/2009/11/animasi-bunga.gif"><img src="http://muhammadsaroji.wordpress.com/files/2009/11/animasi-bunga.gif" alt="animasi bunga" title="animasi bunga" width="426" height="568" class="alignnone size-full wp-image-368" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KEBAHAGIAAN]]></title>
<link>http://muhammadsaroji.wordpress.com/2009/11/09/kebahagiaan-4/</link>
<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 09:30:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>MUHAMMAD SAROJI</dc:creator>
<guid>http://muhammadsaroji.wordpress.com/2009/11/09/kebahagiaan-4/</guid>
<description><![CDATA[Mohon doa restu agar terkabul semua hajatku.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Mohon doa restu agar terkabul semua hajatku.</p>
<p><a href="http://muhammadsaroji.wordpress.com/files/2009/11/animasi-bunga1.gif"><img src="http://muhammadsaroji.wordpress.com/files/2009/11/animasi-bunga1.gif" alt="animasi bunga1" title="animasi bunga1" width="426" height="568" class="alignnone size-full wp-image-369" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pernah Ikut Ajaran Spiritual Lain]]></title>
<link>http://spiritualkundalinibali.wordpress.com/2009/11/09/pernah-ikut-ajaran-spiritual-lain/</link>
<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 16:34:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>spiritualkundalini</dc:creator>
<guid>http://spiritualkundalinibali.wordpress.com/2009/11/09/pernah-ikut-ajaran-spiritual-lain/</guid>
<description><![CDATA[Sebelumnya Pernah Ikut Ajaran Spiritual Lain Saya sangat tertarik dengan ajaran Spiritual Kundalini,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Sebelumnya Pernah Ikut Ajaran Spiritual Lain</p>
<p style="text-align:justify;">Saya sangat tertarik dengan ajaran Spiritual Kundalini, tetapi saya tidak tahu bagaimana tahap awal dari ajaran ini, disamping itu ada satu hal yang ingin saya sampaikan, saya pernah ikut ajaran spiritual lain, kalau saya bergabung ke dalam ajaran spiritual kundalini yang Bapak asuh, apakah bisa dibenarkan ? dan apakah tidak terjadi pertentangan dalam ajaran tersebut ?.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya ingin melepas ajaran yang sebelumnya saya ikuti tapi bagaimana caranya ? hanya itu dulu pertanyaan saya, sekiranya Bapak mau memberikan jalan keluar, sebab saya masih bingung, tetapi saya sangat yakin dengan ajaran Bapak. Entah karena apa, saya sendiri heran bahkan saya pernah memimpikan Bapak datang kerumah saya padahal Bapak tidak pernah datang dan tahu rumah saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah awal dari keyakinan saya untuk ikut ajaran Bapak. <!--more-->Maaf saya tidak mau menyebut ajaran apa yang pernah saya tekuni, yang jelas ajaran tersebut mengajarkan saya bagaimana menjadi seseorang yang beragama dalam artian bisa menjadi umat beragama yang baik dan benar sesuai agamanya masing-masing.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekian dan Terima kasih</p>
<p style="text-align:justify;">Putu Ayu</p>
<p style="text-align:justify;">Dencarik, Singaraja</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Jawab :</p>
<p style="text-align:justify;">Kepada Ayu yang sedang bimbang, terima kasih atas partisipasinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Bapak yakinkan tidak ada masalah, apalagi ajaran yang Ayu tekuni bukanlah ajaran sesat. Ajaran yang Bapak asuh mempunyai misi sama dengan ajaran lain, hanya saja masing-masing Guru mempunyai cara tersendiri sesuai dengan ajaran yang telah diterimanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengenai ajaran yang dulu pernah Ayu ikuti kalau itu memang baik buat Ayu, sah-sah saja selama keyakinan dan kepercayaan itu ada pada diri Ayu. Sekarang kalau Ayu hendak ikut dan mau menjadi murid Bapak, Bapak ucapkan terima kasih. Menjadi murid lebih dari satu ajaran tidak masalah, asal jangan ikut ajaran yang membikin masalah bagi diri sendiri atau orang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Ikut ajaran lain selain ajaran Spiritual Kundalini akan saling meneguhkan, artinya kalau ajaran itu bersifat tidak baik apalagi ada ilmu hitamnya, maka Kundalini akan mengatasi ajaran ilmu hitam tersebut. Ajaran Kundalini akan bekerja dengan otomatis. Nah kalau ikut ikut ajaran lain namun tujuannya mulia, penuh kasih sayang maka tidak usah kuatir malah Kundalini akan memperkuat ajaran yang sudah pernah Ayu ikuti. Jangan takut yang penting Ayu yakin dan selalu diberi tuntunan untuk hidup sehat dan suci secara lahir dan bathin.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengenai mimpi Bapak ke rumah Ayu, ini suatu pertanda, Ayu diberikan tuntunan, jalan menuju pada ajaran yang baik dan suci. Itu dulu penjelasan Bapak semoga ada manfaatnya. Kalau ingin bergabung silahkan, mohon tuntunan pada leluhur di rumah agar diberikan restu.</p>
<p style="text-align:justify;">Terima kasih</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[]]></title>
<link>http://mildevarbook.wordpress.com/2009/10/28/21/</link>
<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 13:30:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>mildevar</dc:creator>
<guid>http://mildevarbook.wordpress.com/2009/10/28/21/</guid>
<description><![CDATA[Jika AKU ingin jadi MUSISI: &#8220;Ibu, Ayah, izinkan anakmu ini mendamba masa depan. Meski akan men]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Jika AKU ingin jadi MUSISI:</p>
<p>&#8220;Ibu, Ayah, izinkan anakmu ini mendamba masa depan. Meski akan mencuri-curi waktu belajar, meski tak fokus pada sekolah, aku akan tetap mendamba diriku tuk jadi musisi sukses. Aku berusaha, aku berusaha, aku berusaha, dan tentunya mohon doa Ibu dan Ayah.&#8221;     (Mildevar si Pengejar Cita: 1)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Totul e bine]]></title>
<link>http://mormoloc.wordpress.com/2009/10/25/totul-e-bine/</link>
<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 20:47:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>mormoloc</dc:creator>
<guid>http://mormoloc.wordpress.com/2009/10/25/totul-e-bine/</guid>
<description><![CDATA[E nevoie de un sfârșit pentru un nou început, așa că după o perioadă de nimic, mă intorc pentru că c]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>E nevoie de un sfârșit pentru un nou început, așa că după o perioadă de nimic, mă intorc pentru că cititorul meu poate mai trăiește și să nu creadă el că am murit decedând. Am zis ceva mai sus? Nu, dar asta pentru că nu am vrut, nu am avut ce și în primul rând nu am avut de ce. Acestea fiind spuse, păzea k revin <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[&gt;T.Marah]]></title>
<link>http://nyimasrestu.wordpress.com/2009/08/30/t-marah/</link>
<pubDate>Sun, 30 Aug 2009 15:28:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>Nyimas ResTu</dc:creator>
<guid>http://nyimasrestu.wordpress.com/2009/08/30/t-marah/</guid>
<description><![CDATA[&gt; Assalamu alaikum………., Teman2…………, Semua orang pernah marah/angry donk…,termasuk aku juga pernah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>&#62; Assalamu alaikum……….,</strong></p>
<p>Teman2…………,</p>
<p>Semua orang pernah marah/angry donk…,termasuk aku juga pernah marah….,maap ya teman jika di anara kalian ada yang pernah aku marahin…….,</p>
<p>Menurut kaca mata psikologi marah  adalah bagian dari emosi dari sekian banyak emosi,marah di kategorikan emosi yang negative…..,untuk itu kemarahan harus bisa di kendalikan,apalagi kemarahan itu bisa merugikan orang lain ataupun lingkungan sekitar,Meski tak selamanya marah dapat merugikan orang lain, karena ada saat2 di mana kemarahan perlu di ekspresikan lewat prilaku, sebab adakalanya  seseorang yg kita ajak bicara baru mengerti maksud yg ingin kita sampaikan ketika kita marah,tanpa marah di anggapnya kita main2 or tidak serius….,</p>
<p>Karna dalam islam pun di larang ketika kita marah samapai melukai fisik ataupun psikis untuk itu kita harus bisa mengendalikan tu amarah apalagi sekarang lg pd puasa kan hehe…..,</p>
<p>Adapun tips2/arahan dalam islam untuk mengendalikan amarah</p>
<p>Diantaranya:</p>
<p>1.Membaca Ta’awudz ketika marah</p>
<p>Rosulullah pernah mengajarkan kepada dua orang sehabat yg saling mencaci dengan mengatakan,”Sesengguhnya aku akan ajarkan kalian suatu kalimat yang kalau di ucapkan akan hilanglah kemarahan kalian,yaitu bacaan <strong><em>A’uudzubillahiminasysyaithaanirrajiim</em></strong>.”(H.R.Bukhari)</p>
<p>2.Mengubah posisi ketika marah,jika posisi kita saat kemarahan itu dating adalah berdiri,dianjurkan untuk duduk.namun,ketika posisi kita marah kita sedang duduk,di anjurkan untuk berbaring.</p>
<p>Rasulullah Saw .bersabda,<em>Apabila salah seorang di antara kalian marah,sedangkan dia dalam posisi berdiri,hendaklah dia duduk.kalau telah reda atau hilang marahnya (maka cukup dengan dududk saja),dan jika belum reda hendaklah dia berbaring</em>”(H.R.Abu Daud)</p>
<p>3.Diam atau tidak berbicara.Rasulullah Saw.bersabda,”<em>Apabila di antara kalianmarah,maka diamlah</em>”(H.R.Ahmad)</p>
<p>4.Berwudhulah.Rasulullah Saw.bersabda,”<em>Sesungguhnya marah itu dari setan dan setan itu di ciptakan dari api,dan api itu bisa padam jika diredam dengan air,maka apabila di antara kalian marah,berwudhulah</em>”(H.R.Ahmad)</p>
<p>5.Lakukanlah shalat.Jika keempat langkah tadi belum mampu meredam amarah,yaitu melakukan sholat dua rakaat Insya Allah dengan shalat kita akan mampu meredakan amarah,,sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah Saw,Ketahuilah <em>sesungguhnya marah itu bara api dalam hati manusia,tidaklah engkau melihat marahnya kedua matanya dan teganggya urat darah di lehernya?maka barang siapa yang mendapatkan itu(amarah),maka hendaklah dia bersujud (shalat)</em>”(H.R.Tirmidzi)</p>
<p>Itulah teman2 lima jurus untuk mengengendalikan amarah mudah2an bisa bermanfaat &#38; dapat kita amalkan setiap kali kemarahan merasuki  jiwa kita……, (Sumber PI)</p>
<p>Wassalam….,</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sunshine.Cleaning.2008.NTSC.DVDR.RoSubbed-SiN]]></title>
<link>http://singroup.wordpress.com/2009/08/11/sunshine-cleaning-2008-ntsc-dvdr-rosubbed-sin/</link>
<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 19:28:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>bLacKeyeS</dc:creator>
<guid>http://singroup.wordpress.com/2009/08/11/sunshine-cleaning-2008-ntsc-dvdr-rosubbed-sin/</guid>
<description><![CDATA[Download SiN PRESENTS : &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211; Sunsh]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong><a href="http://filelist.ro/details.php?id=69799">Download</a></strong></p>
<p><img src="http://hdimage.org/images/ojwt4hhk15wje38vs4b3.jpg" alt="sin" /></p>
<p><strong>SiN PRESENTS :<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Sunshine.Cleaning.2008.NTSC.DVDR.RoSubbed-SiN</p>
<p>RELEASE NFO :<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>RELEASE DATE&#8230;.: 11.08.2009<br />
SOURCE&#8230;&#8230;&#8230;.: Sunshine Cleaning DVDR-Replica<br />
ViDEO TYPE&#8230;&#8230;: R1 NTSC UNTOUCHED<br />
AUDiO TYPE&#8230;&#8230;: English 5.1, Spanish 2.0, Directors Commentary 2.0<br />
SUBTiTLE&#8230;&#8230;..: English, Romanian<br />
MENU&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;: YES (Adapted For Romanian Subtitle)</p>
<p>MOVIE iNFO :<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>GENRE&#8230;&#8230;&#8230;..: Comedy &#124; Drama<br />
RUNTiME&#8230;&#8230;&#8230;: 91 min<br />
iMDB&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;: http://www.imdb.com/title/tt0862846/<br />
CiNEMAGiA&#8230;&#8230;.: http://www.cinemagia.ro/filme/sunshine-cleaning-24612/</p>
<p>PLOT :<br />
&#8212;&#8212;-</p>
<p>Amy Adams si Emily Blunt interpreteaza doua surori, disperate sa evadeze din insuportabila rutina a vietii lor de zi cu zi. Solutia lor? Infiintarea unei filme cu o activitate&#8230; sangeroasa: curatarea sangelui si-a ramasitelor umane de la locul crimelor si-al sinuciderilor. Ca orice business din lumea moderna, afacerea lor necesita anumite regulamente si practici pe care cele doua trebuie sa le invete. Cu o istorie familiala care nu le-a pregatit pentru aceasta slujba, nu-i de mirare ca lucrurile se complica tot mai mult pentru surori.</p>
<p>NOTES :<br />
&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Traducerea &#38; Adaptarea : Kprice/Avocatul31<br />
Adaptare DVD : SiN Group<br />
SiN Group multumeste editorilor sai.</p>
<p>@Blog : http://singroup.wordpress.com/</p>
<p>Contact Email : singroup2009@gmail.com</strong></p>
<p><img src="http://i27.tinypic.com/2dqlgye.jpg" alt="sin" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[GAUN PENGANTIN MERAH (cerpen 3) bag. 1]]></title>
<link>http://suklowor.wordpress.com/2009/07/29/gaun-pengantin-merah-cerpen-3-bag-1/</link>
<pubDate>Thu, 30 Jul 2009 01:12:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>suklowor</dc:creator>
<guid>http://suklowor.wordpress.com/2009/07/29/gaun-pengantin-merah-cerpen-3-bag-1/</guid>
<description><![CDATA[GAUN PENGANTIN MERAH bagian 1 Dia pandangi lagi gaun pengantin warna merah yeng sejak tiga tahun lal]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><strong><span style="color:#000000;"><span style="font-size:16pt;font-family:&#34;">GAUN PENGANTIN MERAH bagian 1</span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Dia pandangi lagi gaun pengantin warna merah yeng sejak tiga tahun lalu mengiasi lemari baju di pojok kamar tidurnya, ada berjuta rasa menyelinap susul menyusul diantara reruang kalbu yang serasa telah membeku atau mungkin telah membatu, ada ribuan cerita terselip saling selinap diantara benak saat memandang baju itu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p><!--more--></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> Cerita pertemuan tidak sengaja dengan seorang pemuda rupawan sopan dan halus budi pekertinya, ya di bus kota waktu aku pulang kuliah, awalnya aku duduk sendiri entah mengapa setiap ada penumpang yang naik tidak mau duduk di sebelahku, entah itu wanita atau laki-laki baik bapak-bapak maupun ibu-ibu, perasaan waktu itu tidak ada yang salah dengan diriku tapi entahlah.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> Sampai separo perjalanan dari kampus ke kost ku, belum juga ada orang yang mau duduk di sebelahku, aku sih asik asik aja selain tempat duduk menjadi longgar, aku juga bisa dengan leluasa membaca novel berjudul Three Cups Of Tea yang baru aku baca sebagian saja, sebuah novel dari kisah nyata seorang Amerika bernama Mortenson yang hampir mati saat pendakian di Himalaya karena tersesat namun akhirnya selamat berkat pertolongan warga desa Korphe di lereng Himalaya, karena ketulusan hati para penduduk desa muslim yang benar-benar menerapkan konsep Islam sebagai Rohmatan lil alamin (rahmat bagi seluruh alam), yang menolong tanpa pamrih meski yang ditolong bukanlah seorang muslim, ini sangat berbeda dengan pemikiran teroris yang melakukan serangkaian teror bom di Indonesia. hingga membuat si Amerika simpati dan sampai sekarang sudah membangun lebih dari 50 sekolah di desa-desa lereng Himalaya sebagai rasa balas budi sekaligus reaksi atas keterbelakangan masalah pendidikan yang terjadi di Desa yang mungkin tidak pernah tercetak di peta manapun juga, sebuah novel yang luarbiasa berhasil menyentuh bahkan menguliti sisi humanisme manusia.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> <em>“Assalamu’alaikum, Bolehkah saya duduk disini”</em> seorang pemuda rupawan dengan sanga sopan meminta ijin untuk duduk di sebelahku, <em>“Waalaikum’salam, Silahkan”</em> jawabku singkat sambil menyempatkan diri memandang sekeliling dan ternyata memang hanya kursi di sebelahku ini lah yang tersisa.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> Kemudian dia duduk, sangat kelihatan bagaimana dia menjaga jarak diantara aku dan dirinya, agar tidak bersentuhan, itulah yang membuat aku terkesan, zaman sekarang masih ada cowok sesopan ini, tidak mau bersentuhan dengan wanita yang bukan muhrimnya sempat berfikir untuk mengajaknya berkenalan tapi hati ini ragu karena aku wanita, sifat gengsi atau entah malu mungkin muncul saat itu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> Akhirnya aku hanya diam, sambil melanjutkan membaca novel di tanganku, meski sebenarnya fikiran ini sudah tidak bisa konsentrasi lagi membaca, ah biarlah nanti aku baca ulang lagi setelah sampai di kost, minimal mengalihkan rasa kikukku duduk di sebelahnya. Meski hati ini tetap berharap bisa kenalan, kalaupun tidak sempat tukar nomor Handphone, minimal tahu namanya saja sudah cukup, tidak lucukan cerita sama te<em> </em>man-teman kost, pasti habis aku di ejek mereka, tapi kalau aku nggak cerita kok ya gondok juga.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> Waktu terus berlalu, laju bus yang sesekali tersendat padatnya arus lalulintas jogja yang mungkin sudah hendak muntah karena semakin banyaknya kendaraan baik mobil apalagi sepeda motor yang harus di telannya setiap hari, padahal tidak ada penambahan ataupun pelebaran ruas jalan, sehingga membuat jarak tempuh dari kampus menuju kostku begitu juga sebaliknya menjadi semakin panjang saja.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> Satu bab telah selesai aku baca capek juga rasanya berpura-pura membaca meski Cuma sekedar mengalihkan grogi, atau mungkin lebih parah lagi, supaya kelihatan punya minat baca tinggi biar kelihatan cerdas.. ah entahlah<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> Tapi saat aku tutup itulah, dia menyapaku lagi, <em>“Three Cups Of Tea, ya mbak?”</em> tapi sebelum sempat aku jawab dia melanjutkan kata-katanya “ma’af nama saya Ihsan, boleh tahu nama mbak?” Dia tidak menjulurkan tangannya untuk sekedar bersalaman, dia hanya sekilas memandang sejenak, kemudian menunduk mengalihkan pandangannya pada buku yang saat itu aku pegang, sebenarnya aku cukup gelagapan karena terkejut oleh pertanyaannya, seketika ku jawab, <em>“Nurul, iya ini Three Cups Of Tea”</em> dari situ percakapan kami berajut, mulai dari isi dari novel itu yang ternyata sudah dia baca beberapa waktu lalu sampai beberapa topik menarik lainnya, termasuk masalah materi kuliah yang ternyata kami satu jurusan meskipun berbeda kampus.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> Begitulah hari pertama perkenalan kami, mungkin sudah bisa di tebak kearah mana hubungan kami, kalau boleh di bilang pacaran ya kami pacaran, cuman cara pandang kami akan istilah pacaran berbeda dengan kebanyakan pemuda dan pemudi jaman sekarang yang mungkin sudah keterlaluan mulai dari berpegangan tangan, hingga yang parah sampai hamil di luar nikah, sedangkan kami memandang pacaran hanya sebuah ikhtiar untuk menjaga komitment saat kecocokan dan chemestry sudah ditemukan tetapi ada beberapa hal yang membuat kita belum bisa mengabadikan hubungan itu ke jenjang pernikahan yang di Rahmati Allah SWT. Terutama salah satu penyebabnya adalah karena belum adanya restu orang tua kami.<br />
&#8230;&#8230;&#8230;.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">bagai mana kelanjutan cerita ini? apakah restu itu bisa mereka dapat? </span><a href="http://suklowor.wordpress.com/2009/08/01/gaun-pengantin-merah-cerpen-3-bag-2/">KLIK DI SINI&#8230;</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Diujung kain ibu]]></title>
<link>http://mascholik.wordpress.com/2009/06/02/diujung-kain-ibu/</link>
<pubDate>Tue, 02 Jun 2009 02:59:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>Abdul Cholik</dc:creator>
<guid>http://mascholik.wordpress.com/2009/06/02/diujung-kain-ibu/</guid>
<description><![CDATA[Jombang, Juli 1975 Pagi itu aku sudah siap dengan pakaian dinas harianku. Stelan celana dan hem hija]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Jombang, Juli 1975 Pagi itu aku sudah siap dengan pakaian dinas harianku. Stelan celana dan hem hija]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[De ce?]]></title>
<link>http://mormoloc.wordpress.com/2009/06/01/de-ce/</link>
<pubDate>Mon, 01 Jun 2009 16:21:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>mormoloc</dc:creator>
<guid>http://mormoloc.wordpress.com/2009/06/01/de-ce/</guid>
<description><![CDATA[- De ce eu gândesc? - De ce eu pot spune ceea ce gândesc? - De ce eu trebuie să plătesc pentru că sp]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>- De ce eu gândesc?<br />
- De ce eu pot spune ceea ce gândesc?<br />
- De ce eu trebuie să plătesc pentru că spun ceea ce gândesc?<br />
- De ce eu rămân întotdeauna dator pentru că ceea ce gândesc?<br />
- De ce eu trebuie să fiu cel persecutat pentru datorii?<br />
- De ce eu nu pot să-mi ţin gura?<br />
- De ce eu am puterea de a alege?<br />
- De ce eu aleg întotdeauna prost?<br />
- De ce eu plătesc pentru alegerile mele?<br />
- De ce eu rămân întotdeauna dator pentru ceea ce aleg?<br />
- De ce eu aleg să stau în loc să mişc?<br />
- De ce eu trebuie să ascult ce spun alţii când chiar nu mă interesează?<br />
- De ce eu văd lucrurile distorsionat când ele sunt simple?<br />
- De ce eu mă complic gândind?<br />
- De ce eu gândesc?</p>
<p>De ce nu?</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Un frustrat]]></title>
<link>http://mormoloc.wordpress.com/2009/05/31/un-frustrat/</link>
<pubDate>Sat, 30 May 2009 22:58:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>mormoloc</dc:creator>
<guid>http://mormoloc.wordpress.com/2009/05/31/un-frustrat/</guid>
<description><![CDATA[Din ce în ce mai mult realizez că sunt o persoană frustrată. Oare ce ar putea fi motivul? Nu pentru ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Din ce în ce mai mult realizez că sunt o persoană frustrată. Oare ce ar putea fi motivul? Nu pentru că realizez, ci pentru starea mea frustrantă.<br />
În principiu am cam tot din ce am nevoie, puţin din ce râvnesc şi mai nimic din ceea ce vreau. Straniu este că nu sunt sigur că aceste motive sunt îndeajuns pentru a-mi alimenta &#8220;furia interioară&#8221;.<br />
Aşa se pare, dar dacă realizez că am o problemă nu ar trebui să mă chinui să o rezolv cu mine într-un mod amiabil? Bănuiesc că da, dar dacă aş avea totul nu aş fi mai nefericit decât sunt acum?<br />
Consider că e mai bine cum sunt acum, cu mici victorii efemere între înfrângeri cutremuratoare decât fără nici un ţel, fără nici o nevoie, fără motiv să mă trezesc în fiecare dimineaţă înjurând ciclul zi-noapte-zi-noapte&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dua Ibu]]></title>
<link>http://eldehant.wordpress.com/2009/05/12/dua-ibu/</link>
<pubDate>Tue, 12 May 2009 07:14:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>cah alit</dc:creator>
<guid>http://eldehant.wordpress.com/2009/05/12/dua-ibu/</guid>
<description><![CDATA[….. Umpama seliramu sekar melati aku kumbang nyidam sari umpama seliramu margi wong manis aku kang b]]></description>
<content:encoded><![CDATA[….. Umpama seliramu sekar melati aku kumbang nyidam sari umpama seliramu margi wong manis aku kang b]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dua Restu dari Cisitu]]></title>
<link>http://vgsiahaya.wordpress.com/2009/03/23/dua-restu-dari-cisitu/</link>
<pubDate>Mon, 23 Mar 2009 06:39:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>vq</dc:creator>
<guid>http://vgsiahaya.wordpress.com/2009/03/23/dua-restu-dari-cisitu/</guid>
<description><![CDATA[Tekad itu disampaikan di ruang tengah rumah Solihin Gautama Poerwanegara di Kompleks Cisitu Indah, B]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Tekad itu disampaikan di ruang tengah rumah Solihin Gautama Poerwanegara di Kompleks Cisitu Indah, B]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Şofatul - între profesie şi hobby]]></title>
<link>http://mormoloc.wordpress.com/2009/03/06/sofatul-intre-profesie-si-hobby/</link>
<pubDate>Fri, 06 Mar 2009 03:33:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>mormoloc</dc:creator>
<guid>http://mormoloc.wordpress.com/2009/03/06/sofatul-intre-profesie-si-hobby/</guid>
<description><![CDATA[Iată un subiect destul de sensibil pentru mine (nu de alta dar n-am luat carnetul, deşi am încercat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Iată un subiect destul de sensibil pentru mine (nu de alta dar n-am luat carnetul, deşi am încercat&#8212;nu că aş suferi dar recunoaşte că ai citit pâna aici crezând asta).</p>
<p>Să începem cu începutul! Pentru a şofa, trebuie să iei carnetul. Pentru a lua carnetul trebuie să iei &#8220;sala&#8221;. Mie personal mi se pare o tâmpenie deoarece oricum după primele 2 3 luni de condus, nu mai ţii tu cont că dacă e galben eşti obligat sa încetinesti ci faci ceea ce-ţi spune maţu`&#8230;  Proba teoretică este ceva absolut inutil, căci este un fel de a vedea câţi sunt în stare să inveţe legea (care chiar nu e grea) şi să o uite după ce-şi plăteste traseul. Nu spun acum că asta se întamplă întotdeauna căci sunt convins că există cazuri excepţionale, doar că îs rare.</p>
<p>Să continuăm experienţa noastră&#8230; După ce hommo sapiens-ul şi-a câştigat dreptul de a stăpânii 2 tone de metal face ce ştie el mai bine: îşi forţează norocul. Dacă există simţul autoconservării la om, cu siguranţă nu e la volan! Parcă în momentul în care ai intrat in faţa covrigului, a manivelei alea de învârţi îm benzină şi a tălpilor aşelia de zgândări motorul orice acţiune ce te-ar ţine în viaţă se anulează pâna când pericolul devine iminent! Iar nu generalizez, dar aici cred că raritatea excepţiilor este şi ea la rândul ei excepţională.</p>
<p>În minunatul nostru ţinut carpato-danubianp-pontic avem de-a face cu un nou sport, şofatul. Nu vă gânditi la raliuri sau la formule (1,2,3,4,..,n,n+1,&#8230;) ci la condusul fără scop. Aici recunosc cu mândrie că încerc să fac performanţă pe bancheta din spate&#8230;prietenii ştiu de ce <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> &#8230; Acum dacă toată lumea ar conduce ca prietenii mei ar fi ok, dar când se trezeşte unu, cu brânză nu numai în geantă, gură sau pe bancheta din dreapta, să fie el viitorul Mihai Leu, e nasol. Foarte nasol. Şi pe lângă că se omoară pe el, poate lua şi pe alţii ceea ce depăşeşte stadiul de nasol.</p>
<p>Să vorbim (vorbesc) acum depstre &#8220;liniuţe&#8221;. O tâmpenie!</p>
<p>Idiotul care dansa populară pe autostrada şi cu o mână conducea tir-ul&#8230; Un idiot, nu găsesc nimic de zis depsre astfel de personaje, că ăla dacă făcea accident, scăpa cu o zgârietură, că spre deosebire de cei cu 2 tone (de metal, citeşte mai sus (dacă n-ai citit deja)) el are vreo 12, depinde de ce căra&#8230;Idiot ce să mai.</p>
<p>În concluzie dacă tot ai de gând să-l faci pe ăla cu dacia din `86 din bmw-ul tau 2008, măcar condu cu grijă.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Aku Membantumu, Sahabatku Bernama Bakti Restu]]></title>
<link>http://adjiwae.wordpress.com/2009/03/05/pertama-kali-di-stadion-sultan-agung-bantul-bag2/</link>
<pubDate>Thu, 05 Mar 2009 11:32:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>Adjiwae Winata</dc:creator>
<guid>http://adjiwae.wordpress.com/2009/03/05/pertama-kali-di-stadion-sultan-agung-bantul-bag2/</guid>
<description><![CDATA[Menjelang sore kondisi toko besiku sudah mulai sepi pembeli. Aku sendiri yang berada di dalam toko b]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Menjelang sore kondisi toko besiku sudah mulai sepi pembeli. Aku sendiri yang berada di dalam toko b]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hubungan Dewi Persik Aldi sudah direstui orang tua]]></title>
<link>http://korangua.wordpress.com/2009/01/17/hubungan-dewi-aldi-sudah-direstui-orang-tua/</link>
<pubDate>Sat, 17 Jan 2009 09:39:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>kiranadimas</dc:creator>
<guid>http://korangua.wordpress.com/2009/01/17/hubungan-dewi-aldi-sudah-direstui-orang-tua/</guid>
<description><![CDATA[Diberitakan bahwa Dewi Persik telah serius merajut kasih dengan bintang sinetron Aldi Taher. Bahkan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong></strong>Diberitakan bahwa  Dewi Persik telah serius merajut kasih dengan bintang sinetron Aldi Taher. Bahkan Restu dari orang tua pun sudah mereka dapatkan.</p>
<p>Orang tua Dewi Persik sudah memberikan lampu hijau soal hubungannya dengan Aldi Taher.</p>
<p>Orang tua Dewi juga sempat berpesan ke lawan main Budi Anduk di sitkom Tawa Sutra itu untuk selalu menjaga buah hatinya.</p>
<p>Dewi pun sudah menyambangi kediaman orang tua Aldi.</p>
<p>Aldi juga pernah bawa Dewi ke rumah dan berkenalan dengan ayah dan ibu.</p>
<p>Sponsor :</p>
<p><a href="http://korangua.wordpress.com/peluang-usaha-warnet-terinovatif/">Anda ingin kaya sekaligus bermanfaat bagi orang banyak? Yuk bisnis bersama</a></p>
<p>.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[YUKI]]></title>
<link>http://shasays.wordpress.com/2008/11/23/yuki/</link>
<pubDate>Sun, 23 Nov 2008 16:15:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>s H a</dc:creator>
<guid>http://shasays.wordpress.com/2008/11/23/yuki/</guid>
<description><![CDATA[Benarlah bahwa pencerahan hidup bisa ditemukan di mana saja. Tinggal bagaimana kita menangkap dan me]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Benarlah bahwa pencerahan hidup bisa ditemukan di mana saja. Tinggal bagaimana kita menangkap dan me]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lagi-Lagi Nama Samaran]]></title>
<link>http://ceritamingguini.wordpress.com/2008/11/20/lagi-lagi-nama-samaran/</link>
<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 12:20:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>cerita minggu ini</dc:creator>
<guid>http://ceritamingguini.wordpress.com/2008/11/20/lagi-lagi-nama-samaran/</guid>
<description><![CDATA[“Apalah Arti Sebuah Nama” adalah frase milik William Shakespeare yang begitu melegenda. Siapa yang s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoNormal" style="text-align:left;text-indent:.5in;"><img class="alignnone" src="http://i282.photobucket.com/albums/kk241/potocerita/okami1preview.jpg" alt="" width="160" height="127" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&#34;">“Apalah Arti Sebuah Nama” adalah frase milik William Shakespeare yang begitu melegenda. Siapa yang setuju? Gw nggak!!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&#34;">“Nama” adalah sesuatu yang sakral menurut gw. Seorang manusia lahir ke dunia, telanjang, suci, namun tak berdaya. Lalu orangtua memberikan nama sebagai tanda identitas diri bagi si bayi. Pemberian nama juga tidak asal jadi karena pemberian nama ini kerap dibarengi dengan perhelatan bubur merah bubur putih yang dibagikan ke tetangga sekitar setelah sebelumnya diadakan doa bersama.<!--more--> Nama diciptakan khusus mengandung makna dan harapan yang luar biasa agar kelak, dengan menyandang nama tersebut si anak menjadi apa yang diinginkan orang tuanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&#34;">Tapi, ada satu fenomena yang entah dimulai sejak kapan dan oleh siapa, yang jelas dari mulai gw duduk di SD sampai bangku kuliah, hampir semua teman-teman gw punya nama “samaran”. Seorang teman mempunyai nama <strong>Rai Bagus Triadi</strong> dipanggil “Molly” katanya singkatan dari “monyet lincah”, satu teman lagi bernama <strong>Ruhimat Hudaya</strong> dipanggil “Tubles”. Jelas terlihat perbedaan yang begitu signifikan (heuheu…) antara nama asli dan nama samaran itu, gw yakin nama asli mereka memiliki arti/makna yang baik, tapi entah kenapa mereka terlihat lebih nyaman dengan nama samarannya itu, selebihnya, di antara sekian banyak nama teman-teman gw, yang gw inget sampai sekarang adalah nama samaran mereka, nama aslinya entah siapa gw lupa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&#34;"><span> </span>Rasa penasaran membuat naluri Einstein gw muncul, akhirnya gw mengadakan penelitian kecil dengan mewawancarai orang-orang di sekitar gw yang punya nama samaran. Berikut adalah latar belakang munculnya nama samaran tersebut:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-family:&#34;"><span>1.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-family:&#34;">Sejarah</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&#34;">Tetangga gw bernama “Nyangsang” (dalam bahasa Indonesia: tersangkut). <span> </span><strong><span> </span></strong>Padahal nama aslinya “Yanyan Suryana”(jauh ya?). Setelah gw tanya kenapa dia dipanggil “Nyangsang”, dia bilang: “Ada sejarahnya atuh!”. Konon katanya waktu si Yanyan Suryana ini masih kecil, dia pernah manjat pohon mangga, saat dia mau turun, tubuh kecilnya “nyangsang” alias nyangkut di antara ranting pohon. Nah, sejak saat itu, semua tetangga yang tau cerita soal nyangsang’nya si Yanyan ini serempak memanggilnya “Nyangsang”, sampe sekarang nama itu masih melekat, bahkan banyak di antara teman-temanya yang sama sekali nggak tau kalau si “Nyangsang” ini bernama asli<span> </span>Yanyan Suryana. Oh… gitu… Sejarah yang aneh?! (pikir gw)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.5in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-family:&#34;"><span>2.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-family:&#34;">Ciri-Ciri Fisik</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span>-<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&#34;">Temen gw punya nama samaran “Jabeng” karena tubuhnya tinggi kurus. Dalam bahasa Sunda, tinggi kurus adalah jangkung begeng (jabeng).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span>-<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&#34;">Tetangga gw dipanggil “rebing” karena telinganya yang lebar. Dalam bahasa Sunda, telinga lebar disebut “rebing”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span>-<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&#34;">Temen adik gw nama aslinya Yudi tapi dipanggil “dekdut” (pendek gendut).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span>-<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&#34;">Temen SMA gw dipanggil “Tablo” (Tampang Blo’on) karna tampang nya yang blo’on.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.5in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-family:&#34;"><span>3.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-family:&#34;">Kemiripan dengan tokoh idola</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&#34;">Kalo inget zamannya masih kuliah dulu, gw punya langganan nasi goreng yang biasa lewat di sekitar lingkungan kosan gw, si Mas yang jualan bernama “Primus” tentu aja itu nama samaran, kalo nama aslinya yaitu “Irlin”. Kenapa dia dipanggil Primus sih katanya orang-orang bilang dia mirip Primus. Padahal menurut gw wajahnya lebih mirip Tukul Arwana daripada Primus. Ah, entahlah!! Bentuknya ledekan atau ironi, yang jelas nama Mas Irlin telah tenggelam karna semua pelanggan dan teman-temannya memanggilnya dengan nama Primus. Pun demikian dengan dirinya sendiri, lebih nyaman dengan nama samaran tersebut. Oia, adik gw punya nama samaran Memet. Konon mukanya mirip artis pelawak yang nama nya Memet.<strong></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.5in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-family:&#34;"><span>4.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-family:&#34;">Ketidak-PD-an</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&#34;">Kalo yang ini, ceritanya gw dapet saat gw masih duduk di bangku SMP, temen satu kelas gw punya nama Novi Lestari, nama yang lumayan cantik kan? Tapi tau nggak siapa pemilik nama ini?! Dia adalah seorang cowok. Mmmmh….</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&#34;">Agak keterlaluan memang si ortu, ngasih nama cowok kok begitu feminim, untung aja si anak nggak jadi kemayu kaya Emon di “Catatan Si Boy”. Alhasil si Novi ini tumbuh dengan mental “ketidak-PD-an”. Dicarilah nama samaran untuk menutupi nama aslinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&#34;">Seorang teman mempunyai nama asli “Hasbulloh”, Subhanalloh bukan?? Pasti artinya dalem banget, tapi dia punya nama samaran “John”. Mmmmh… ini sih antara Arab dan Amrik!! Apakah ini faktor ketidak-PD-an?? Coba tanya!!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&#34;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&#34;">Kesimpulannya?! Diluar dari semua asal muasal nempelnya nama samaran pada seseorang, gw yakin kalo sebagian besar si pemilik nama samaran ini nggak ada niatan untuk menyembunyikan<span> </span>nama asli pemberian orangtuanya, semua gw serahkan pada orang-orang diluar sana yang punya nama samaran. Cuma pesan gw, kalo memang pada sengaja pengen punya nama samaran, carilah nama-nama yang lebih beradab dari nama asli, jangan nama binatang!! <em>Please</em>!!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&#34;">(By: Restu)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&#34;"> </span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Karma??]]></title>
<link>http://ceritamingguini.wordpress.com/2008/11/20/karma/</link>
<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 12:13:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>cerita minggu ini</dc:creator>
<guid>http://ceritamingguini.wordpress.com/2008/11/20/karma/</guid>
<description><![CDATA[Pagi yang cerah, suasana lebih hangat dari biasanya. Hari ini hari ke-3 Idul Fitri. Suasana lebaran ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><img class="alignnone" src="http://i282.photobucket.com/albums/kk241/potocerita/catwomen.jpg" alt="" width="160" height="116" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&#34;">Pagi yang cerah, suasana lebih hangat dari biasanya. Hari ini hari ke-3 Idul Fitri. Suasana lebaran pun masih terasa di rumah gw. Anggota keluarga yang lain udah hilir mudik dengan aktivitasnya masing-masing. Bokap gw lagi nyuci mobilnya sambil sesekali bersiul-siul ria karna dengerin lagu jadul zaman Betaria Sonata dari tape mobil dengan volume yang hampir dapat didengar masyarakat satu erte, adik gw udah petantang petenteng dengan baju lebarannya (padahal umurnya udah 20 tahun, tapi masih pede pake baju baru di hari lebaran). Konon dia hendak bersilaturahmi ke rumah teman-teman kuliahnya.<!--more--> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&#34;"><span> </span>Gw sendiri masih asik tertidur dengan selimut tebal yang sedari tadi sudah berusaha ditarik-tarik nyokap gw, dengan harapan gw bisa bangun dan membantu menyelesaikan pekerjaan rumah tangga yang begitu menumpuk <span> </span>mengingat setiap kali lebaran, banyak saudara dan handai tolan yang berkunjung ke rumah gw. Gw sih udah bisa membayangkan betapa menumpuknya piring kotor di dapur. Makanya gw berusaha untuk bangun lebih siang supaya nggak kebagian tugas rumah tangga yang selama ini di emban oleh nyokap gw.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&#34;"><span> </span>Tapi apa dinyana, nyokap gw terus saja berusaha membangunkan gw dengan segala cara, kalau ibarat pahlawan sih sampai titik darah penghabisan. Semangat banget deuh!! Setelah “trik menarik selimut” tidak berhasil, nyokap dengan sengaja membereskan tempat tidur yang gw tidurin seolah-olah nggak ada orang yang sedang tidur di situ!!! Dengan terseok-seok akhirnya gw terbangun, masih dengan menenteng selimut, gw pindah ke kamar gw, karna waktu itu gw tidur di kamar adik gw. Sampai di kamar, gw kembali tidur karna mata masih ngajakin merem.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&#34;"><span> </span>Melihat gw ngelanjutin tidur, nyokap hilang kesabaran. Beliau teriak-teriak manggil-manggil nama gw persis kayak ibunya Sinchan kalo lagi marah. Ah, ini pertanda buruk, pikir gw, akhirnya gw ngalah, dengan segenap tenaga, gw berusaha untuk bangun dari tidur gw. Tapi apa yang terjadi pemirsa?? Tiba-tiba…</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&#34;">Brrrrrrrruuuuuuuuukkkkkkkkkkkkkkkk!!!!!!! Sesuatu terjatuh dari atap kamar gw!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&#34;">Aaaaaaaaaaaaaagggggggggggghhhhhhhhttttttttttt!!!!!! Gw teriak sejadi-jadinya. Puing-puing atap yang roboh menimpa tubuh gw, dengan sisa nyawa yang tersisa, gw mencoba menelaah…ternyata yang terjatuh dari atap itu adalah seekor kucing hamil berbulu abu yang kumal..setelah mendarat di kamar gw, itu kucing langsung ngibrit ke luar rumah dan tak terlihat lagi. Seketika setelah kejadian itu, semua kegiatan keluarga gw berubah total.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:&#34;">Bokap:</span></strong><span style="font-family:&#34;"> berhenti nyanyi-nyanyi dan langsung membereskan puing-puing atap yang roboh dan menambal atap bolong nya (sambil ngetawain gw).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:&#34;">Adek gw:</span></strong><span style="font-family:&#34;"> mengganti baju barunya dengan baju lama atas perintah bokap gw karna diminta membantu membereskan puing-puing yang berserakan. Tak lupa dia pun bercuap-cuap mengutuk itu kucing, karna jadi batal melancong ke rumah teman-temannya (sambil ngetawain gw juga).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:&#34;">Nyokap:</span></strong><span style="font-family:&#34;"> paling puas ngetawain gw yang masih melingo karna hampir saja kehilangan nyawa tertimpa reruntuhan atap. Beliau berpendapat bahwa apa yang menimpa gw adalah karma akibat dari ulah gw yang tidak menuruti kata-katanya. Sambil nyengir beliau berkata: “Coba tadi dibangunin langsung nurut, kan nggak akan ketimpa atap….hehehe…..”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:&#34;">Gw: </span></strong><span style="font-family:&#34;">berhenti melongo, dan bersyukur gw masih hidup. Akhirnya dengan iklhas gw membantu pekerjaan nyokap gw beres-beres rumah. <span> </span>Masih diiringi tawa keluarga gw, sebuah lagu Sunda yang berjudul “Bajing Luncat” (yang sudah gw ubah liriknya karna terinspirasi dari kejadian kucing lompat tadi) gw nyanyikan sambil cuci piring…</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&#34;">“ucing luncat…..ucing luncat…ka astana adeuuuh…….”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:&#34;">NB:</span></strong><span style="font-family:&#34;"> Buat kucing hamil berbulu abu kumal, di manapun kamu berada, jangan pernah menginjakkan kaki di rumah gw lagi. Pasalnya, seluruh keluarga gw menaruh dendam kesumat padamu… daripada kamu di cincang hidup-hidup?? Hiiiiiiii……..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&#34;">(By: Restu)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&#34;"> </span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[30 tahun yang lalu]]></title>
<link>http://wafercokelatku.wordpress.com/2008/11/18/30-tahun-yang-lalu/</link>
<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 08:04:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>wafercokelat</dc:creator>
<guid>http://wafercokelatku.wordpress.com/2008/11/18/30-tahun-yang-lalu/</guid>
<description><![CDATA[30 tahun yang lalu hidup romansamu dimulai dengan cinta remaja&#8230; cinta remaja yang tak kenal ha]]></description>
<content:encoded><![CDATA[30 tahun yang lalu hidup romansamu dimulai dengan cinta remaja&#8230; cinta remaja yang tak kenal ha]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hujan dan Aku]]></title>
<link>http://permanas.wordpress.com/2008/11/04/hujan-dan-aku/</link>
<pubDate>Tue, 04 Nov 2008 04:17:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>permanas</dc:creator>
<guid>http://permanas.wordpress.com/2008/11/04/hujan-dan-aku/</guid>
<description><![CDATA[Aku rasa semua orang setuju kalau hujan adalah berkah yang tak ternilai harganya, dan pemberian Tuha]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Aku rasa semua orang setuju kalau hujan adalah berkah yang tak ternilai harganya, dan pemberian Tuha]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mubarrak]]></title>
<link>http://ceritamingguini.wordpress.com/2008/09/26/mubarrak/</link>
<pubDate>Fri, 26 Sep 2008 10:52:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>cerita minggu ini</dc:creator>
<guid>http://ceritamingguini.wordpress.com/2008/09/26/mubarrak/</guid>
<description><![CDATA[]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignnone" src="http://i282.photobucket.com/albums/kk241/potocerita/mubarrak-1.jpg" alt="" width="490" height="213" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sakit mana]]></title>
<link>http://aistory.wordpress.com/2008/08/11/sakit-mana/</link>
<pubDate>Mon, 11 Aug 2008 01:03:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>aistory</dc:creator>
<guid>http://aistory.wordpress.com/2008/08/11/sakit-mana/</guid>
<description><![CDATA[Hari ini kutanya A, &#8220;sayang, sakit mana, dah tau duluan qta akan berpisah atau pada saatya nan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Hari ini kutanya A, &#8220;sayang, sakit mana, dah tau duluan qta akan berpisah atau pada saatya nan]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
