<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>revolusi &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/revolusi/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "revolusi"</description>
	<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 17:47:52 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[REVOLUSI KREATIF]]></title>
<link>http://yogasdesign.wordpress.com/2009/12/03/revolusi-kreatif/</link>
<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 09:29:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>yogasdesign</dc:creator>
<guid>http://yogasdesign.wordpress.com/2009/12/03/revolusi-kreatif/</guid>
<description><![CDATA[Prihatin. Sejah ini adalah sebuah kata yang tepat menggambarkan situasi bisnis dunia kreatif di Indo]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style="color:#000000;">Prihatin. Sejah ini adalah sebuah kata yang tepat menggambarkan situasi bisnis dunia kreatif di Indonesia. &#8220;Lho, bukannya justru sekarang lagi maju-majunya?&#8221;, begitu sanggah seorang rekan. Ya, memang saat ini, setidaknya 2-3 tahun terakhir, bidang kreatif sedang dalam masa emasnya. Tapi, kalau saja publik tahu yang terjadi di sela masa keemasan itu, mungkin mereka juga akan bergumam sama. Prihatin.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Apa pasal sih? Begini, kebetulan saya hanya salah satu pekerja kreatif independen yang ada di Indonesia. Bekerja dengan modus mobile worker dan homebase business. Kebetulan juga -mudah-mudahan ada hubungannya- pekerjaan kreatif yang saya tangani adalah bidang desain grafis, dimana saya sendiri tidak memiliki background pendidikan desain. Hanya berbekal kemampuan yang telah dianugerahkan kepada saya, plus sedikit pengalaman dan dibantu bacakground pendidikan ilmu komunikasi yang telah saya tempuh.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Saya sendiri ragu, apakah kondisi yang telah saya -dan rekan-rekan seprofesi saya- alami, diketahui oleh para &#8220;petinggi-petinggi&#8221; di dalam dunia bisnis kreatif ini. Dalam hal ini anggaplah senior-senior bidang kreatif yang juga punya background kuat dalam menjalankan profesinya. Beberapa kali -bahkan sebenarnya acap kali- saya mengalamai betapa belum terbukanya mata publik non bidang kreatif, bahwa pekerjaan kreatif itu selalu melewati proses. Proses pemikiran ide, pewujudan ide, sampai kepada eksekusi. Tak usah jauh-jauh. Pada tahap eksekusi saja, proses pengerjaan banyak menggunakan perangkat bernama komputer. Dengan berbagai keunggulan spesifikasinya, dengan berbagai kehebatan dan kecepatan bekerjanya, dan pastinya, dengan berbagai keterbatasannya sebagai mesin yang dibuat oleh manusia.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Pekerja kreatif bukanlah tukang sulap. Yang bisa dengan sekejap merubah pisau jadi pensil, kelinci jadi burung. Contoh sederhana, ada yang namanya revisi desain. Oke-oke aja kok, kalau sebuah hasil desain direvisi. Tapi, harap maklum, bahwa semua ada prosesnya. Proses penggunaan software, editing, akurasi ukuran, proses komposisi. Atau revisi copywriting, gak beda jauh prosesnya. Dipikir dahulu, dicari kata-kata, dirangkai, diedit lagi, dan proses-proses lainnya. Dan tentunya yang sering dilupakan, proses istirahatnya si eksekutor.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Ironisnya, banyak mediator pekerjaan yang menjadi front person, sering juga lupa bahwa ada proses tadi. Kalau klien bilang begono, bilang bisa. Begini, bisa. Semua bisa. Padahal ia belum bertanya ke eksekutor. Akhirnya? Ya semua dipaksakan, terpaksa dilembur, terpaksa dikebut, terpaksa melek, terpaksa mikir, terpaksa.bla&#8230;bla&#8230;bla&#8230;&#8230; yang akhirnya berdampak hasil yang tak sempurna, akhirnya revisi lagi&#8230;. revisi lagi&#8230;.. sampai kalau dihitung waktunya, justru sama saja kalau proses revisi diberi waktu yang masuk kategori &#8220;tidak buru-buru&#8221;, tapi akan meminimalisir kesalahan. Peliknya lagi, kerap target-target penyelesaian pekerjaan yang ditentukan menjadi tidak logis kalau di compare dengan standard kemampuan bekerja dari para eksekutor. Ya itu tadi, dianggap eksekutor adalah tukang sulap dan bernyawa lebih dari satu, serta dianggap &#8220;gak punya puser&#8221;.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Belum lagi ide-ide yang truuussssss&#8230; berkembang saat dipresentasikan hasil pekerjaan. Kalau ujung-ujungnya memang ide itu layak dieksekusi mungkin masih bisa kompromi. Tapi, justru seringkali sebaliknya. Ide-ide yang diorder untuk dikembangkan oleh para eksekutor malahan membuat semua jadi melenceng, dan itu justru disadari oleh penggagas pengembangan ide. Akhirnya -setelah berkola-kali ganti ide- diambil keputusan, &#8220;Ya udah deh bikin yang seperti awal aja&#8230;&#8221;. Hhhh&#8230;. cape deeeehh&#8230;.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Inilah segelintir kondisi real yang terjadi di area bisnis kreatif yang saya jalani. Saya tidak tahu apakah ini hanya dialami oleh sebagain pekerja kreatif yang &#8220;sejenis&#8221; dengan background yang saya miliki, atau memang sudah begini culture-nya? Apakah &#8220;petinggi-petinggi&#8221; di dunia kreatif tahu hal ini? Who knows&#8230; Kalau memang tahu, apakah belum ada niat memberi edukasi kepada publik tentang pentingnya unsur proses dalam dunia kreatif? Who knows&#8230;. Kalau hal ini tidak ditindaklanjuti, saya khawatir, pekerja kreatif tak kan pernah beranjak dari profesi kelas dua!</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Jadi, kalau boleh usul -dan saya kayanya yakin gak akan didengar, karena ada yang bilang &#8220;siapa elu sih..?&#8221;- bagaimana kalau segenap pekerja kreatif di Indonesia melakukan: REVOLUSI KREATIF. (seru kali yeee&#8230;&#8230; he&#8230;he..he&#8230;)</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kiai Organik dan Revolusi Pertanian]]></title>
<link>http://manting.wordpress.com/2009/11/24/kiai-organik-dan-revolusi-pertanian/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 07:05:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>Manting</dc:creator>
<guid>http://manting.wordpress.com/2009/11/24/kiai-organik-dan-revolusi-pertanian/</guid>
<description><![CDATA[Judul: Entrepreneur Organik (Rahasia Sukses K.H Fuad Affandi bersama pesantren dan Tarekat &#8220;Sa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><a rel="attachment wp-att-247" href="http://manting.wordpress.com/2009/11/24/kiai-organik-dan-revolusi-pertanian/clip_image001/"><img class="aligncenter size-full wp-image-247" title="clip_image001" src="http://manting.wordpress.com/files/2009/11/clip_image001.jpg" alt="" width="250" height="300" /></a><strong>Judul: Entrepreneur Organik (Rahasia Sukses K.H Fuad Affandi bersama pesantren dan Tarekat &#8220;Sayuriah&#8221;-nya)</strong><strong><br />
</strong><strong>Penulis: Faiz Manshur</strong><br />
<strong>Kata Pengantar: Dr Bisri Effendy, Prof Dr Sri Edi Swasono, Prof Dr Ahmad Syafii Maarif</strong><br />
<strong>Penerbit: Nuansa Cendekia (IKAPI) Bandung, September 2009</strong><br />
<strong>Tebal: 392 Halaman</strong><br />
<strong>Harga Rp 88.000</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong></strong><strong><!--more--><br />
</strong></p>
<p>Kalau dari sekian puluh buku non-fiksi karya asli orang Indonesia yang saya teliti selama dua tahun terakhir ini dipilih sebagai karya paling top, maka saya tak ragu memilih buku ini. Entrepreneur Organik adalah kisah perjalanan hidup seorang ulama tradisional, KH Fuad Affandi dari Ciburial Kabupaten Bandung.</p>
<p>Prestasi yang unik darinya ialah kemampuanya menorehkan tinta sejarah dalam mengorganisir kaum tani, memberdayakan kewirausahaan anak-anak petani terlantar dan kemampuannya membuktikan profesi petani benar-benar memberikan kehidupan yang makmur secara material dan sejahtera secara spiritual.<br />
Benar bahwa di beberapa daerah ada beberapa petani yang sukses dan makmur. Tetapi yang membedakan Fuad Affandi dengan petani kaya lainnya ialah bahwa kesuksesan Fuad terletak pada perjuangan bersama rakyat. Kalau selama ini koran-koran sering mengangkat sosok petani sukses, biasanya karena keberhasilan sang petani, tetapi hanya keberhasilan dirinya, bukan keberhasilan masyarakat luas. Sedangkan Fuad Affandi dengan Koperasi Pondok Pesantren Al-Ittifaqnya memiliki bukti lain.</p>
<p>Pada objek yang menjadi kajian, yakni sosok KH Fuad Affandi, sang peraih penghargaan Kalpataru untuk penyelamat lingkungan tahun 2003 itu, nampaklah bahwa sang penulis jeli melihat potensi hebat dari sosok yang memiliki sumberdaya berkualitas di Indonesia. Selama ini mungkin sosok KH Fuad Affandi hanya dikenal baik oleh kalangan pelaku agribisnis, tetapi jujur diakui kurang dikenal luas masyarakat nonagribisnis.<br />
Hal ini disebabkan oleh dua hal, yakni kurang jelinya media massa dalam mempublikasikan kegiatan di Al-Ittifaq dan memang pada dasarnya Fuad Affandi sendiri tidak terlalu gemar berbicara di depan publik luas.<br />
Sebagai kiai tulen, dia lebih suka beramal ketimbang berdakwah lisan sebagaimana mubalig-mubalig selebritis. Fuad nyaris tak punya pamrih menjadi orang terkenal sehingga dia lebih suka terus bergulat berjuang di tengah-tengah kehidupan kaum tani.</p>
<p>Sekarang beruntunglah kita adalah karena hadirnya buku tebal yang secara tajam dan mahir dalam melukiskan fakta lapangan ini. Faiz Manshur yang dikenal sebagai penulis media massa dengan ciri khas penulisan yang kritis itu memberikan banyak pengetahuan dari sisi terdalam kehidupan seorang pejuang sejati dalam dunia pertanian, kaum tani dan kaum miskin.</p>
<p>Membaca buku ini kita akan mendapatkan beberapa hal sebagai berikut. Pertama, kita akan mengenal sejatinya ulama, sejatinya pejuang. Kalau selama ini kita dibuat pusing oleh aneka ragam ulama yang berperilaku tidak seperti yang kita harapkan, Fuad Affandi menjadi bukti ulama sejati. Dia bukan hanya mahir dalam mendidik agama kepada masyarakat melainkan juga bisa memberikan solusi ekonomi, pendidikan dan kesejahteraan dalam bidang sosial.</p>
<p>Kedua, kiai yang antipoligami ini memberikan kesaksian bahwa seorang agamawan yang sejati dipastikan sangat terbuka, lapang dada, moderat dan bisa menjadi teladan kehidupan, tidak hanya bagi orang Islam tetapi juga bagi nonmuslim. KH Fuad Affandi tidak hanya berkhotbah tentang pluralisme dan demokrasi, melainkan mempraktekkan secara langsung dengan sepenuh penjiwaan. Itulah sebabnya sosoknya sangat menarik perhatian kalangan nonmuslim.</p>
<p>Ketiga, buku ini memberikan kesaksian bahwa dunia akademik Indonesia dan pemerintah selama ini tidak mampu menjawab tantangan masyarakat pertanian. KH Fuad dengan caranya sendiri berhasil memberikan bukti untuk menyelesaikan masalah-masalah pertanian. Keempat, kita menemukan kembali etos kaum santri sejati yang memiliki tipikal pembelajar tangguh, hasil pendidikan teori dan praktik.</p>
<p>Hal ini membedakan dengan kaum terpelajar kita hanya hanya terdidik oleh teori textbook. Karena itulah wajar jika KH Fuad menegaskan bahwa golongan santri &#8220;memang tidak tahu apa-apa, tetapi bisa apa-apa, beda dengan sarjana yang banyak tahu tetapi tidak bisa apa-apa.&#8221; Inilah kritik yang harus diterima oleh kaum terpelajar, termasuk oleh kaum santri yang akhir-akhir ini juga semakin larut dalam keterasingan dengan sunnatullah (perkembangan zaman).</p>
<p>Lain dari itu, sosok KH juga menjadi bukti bahwa sosok intelektual organik sebagaimana yang gemar diwacanakan kaum aktivis pergerakan itu ada di Indonesia. KH Fuad Fuad bukan saja entrepreneur organik, melainkan sangat layak disebut intelektual atau kiai organik; seorang pemimpin yang benar-benar memiliki basis perjuangan di tengah-tengah massa rakyat, dibedakan dengan sosok yang hanya terkenal tetapi tidak mengakar.</p>
<p>Di tengah-tengah minimnya karya tulis yang greget dalam bidang sosial, buku ini memperlihatkan adanya fenomena lain tentang masih adanya kekuatan revolusiner dari seorang agamawan. Tak berlebihan manakala para pakar yang banyak memberikan apresiasi dalam buku ini memberikan apresiasi khusus, Baik kepada sosok KH Fuad Affandi maupun kepada penulis buku ini.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Selamat Datang di "Negri para Bedebah"]]></title>
<link>http://triotogel.wordpress.com/2009/11/24/selamat-datang-di-negri-para-bedebah/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 17:10:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>VENUS</dc:creator>
<guid>http://triotogel.wordpress.com/2009/11/24/selamat-datang-di-negri-para-bedebah/</guid>
<description><![CDATA[Negeri Para Bedebah karya: Adhie Massardi Ada satu negeri yang dihuni para bedebah Lautnya pernah di]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="aligncenter size-full wp-image-582" title="pseudoblog_rourkeironman420" src="http://triotogel.wordpress.com/files/2009/11/pseudoblog_rourkeironman420.jpg" alt="pseudoblog_rourkeironman420" width="420" height="420" /></p>
<p><strong>Negeri Para Bedebah</strong></p>
<p><em><br />
karya: Adhie Massardi</em></p>
<p>Ada satu negeri yang dihuni para bedebah<br />
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa<br />
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah<br />
Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala</p>
<p>Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?<br />
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah<br />
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah<br />
Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah</p>
<p>Di negeri para bedebah<br />
Orang baik dan bersih dianggap salah<br />
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan<br />
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah<br />
Karena hanya penguasa yang boleh marah<br />
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah</p>
<p>Maka bila negerimu dikuasai para bedebah<br />
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah<br />
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum<br />
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya</p>
<p>Maka bila negerimu dikuasai para bedebah<br />
Usirlah mereka dengan revolusi<br />
Bila tak mampu dengan revolusi,<br />
Dengan demonstrasi<br />
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi<br />
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan</p>
<p><strong>Buaya Mabok Duren</strong></p>
<p><em>karya: Alvin Lie</em></p>
<p>Duren si raja buah<br />
Harum aroma<br />
Nikmat rasanya<br />
Kebanggaan Indonesia</p>
<p>Duren kini lain lagi<br />
Muncul di Mahkamah Konstitusi<br />
Ini duren atau upeti<br />
Bikin buaya lupa diri</p>
<p>Buaya mabok duren<br />
Suara rakyat tak didengar<br />
Buaya mabok duren<br />
Tak jelas mana salah mana benar</p>
<p>Buaya mabok duren<br />
Lukai rasa keadilan<br />
Buaya mabok duren<br />
Bikin rakyat naik pitam</p>
<p>Duren oh Duren<br />
Buaya kok mabok duren</p>
<p style="padding-left:30px;">
<p>&#160;</p>
<p>Sumber  : <span style="color:#ff6600;">detikNews</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Revolusi Belajar]]></title>
<link>http://delite20.wordpress.com/2009/11/05/revolusi-belajar/</link>
<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 16:10:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>delite20</dc:creator>
<guid>http://delite20.wordpress.com/2009/11/05/revolusi-belajar/</guid>
<description><![CDATA[BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Abad 21 merupakan abad informasi dan komunikasi, yang di]]></description>
<content:encoded><![CDATA[BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Abad 21 merupakan abad informasi dan komunikasi, yang di]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Perlengkapan Bayi - Selebriti, Feminisme dan Revolusi Diaper Bag]]></title>
<link>http://perlengkapanbayimurah.wordpress.com/2009/11/05/perlengkapan-bayi-selebriti-feminisme-dan-revolusi-diaper-bag/</link>
<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 12:24:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>caksub</dc:creator>
<guid>http://perlengkapanbayimurah.wordpress.com/2009/11/05/perlengkapan-bayi-selebriti-feminisme-dan-revolusi-diaper-bag/</guid>
<description><![CDATA[perlengkapan bayi Pada masa lalu hanya ada satu pertimbangan untuk memilih tas popok yang baik denga]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><div class="wp-caption alignleft" style="width: 260px"><img title="perlengkapan bayi" src="http://perlengkapanbayimurah.files.wordpress.com/2009/11/baby6.jpeg?w=250&#038;h=200" alt="perlengkapan bayi" width="250" height="200"><p class="wp-caption-text">perlengkapan bayi</p></div>
<p>
<p> Pada masa lalu hanya ada satu pertimbangan untuk memilih tas popok yang baik dengan atau tanpa kuning duckies Sebagian berkat yang menguntungkan dari bayi selebriti gaya akhirnya tertangkap dengan orangtua gigi. </p>
<p> Tapi kelahiran desainer tas popok tidak hanya merupakan mode siaga. Melihat lebih dalam ke kantong popok metamorfosis dari karung goni ke high-end desainer aksesori saya telah menemukan bahwa akar dari perubahan adalah pergeseran profil jenis kelamin perempuan dan laki-laki. </p>
<p> Hollywood <b> Maskulinitas <a href="http://perlengkapanbayimurah.wordpress.com" title="perlengkapan bayi"><b>perlengkapan bayi</b></a> </b> </p>
<p> Pertimbangkan ini karena kantong popok digunakan untuk hanya dapat dibuat untuk perempuan ayah yang membawa bayi dipaksa untuk syirik di depan umum dengan bunga yang tampak gigi. Tidak hari ini ayah tidak lagi mencaci untuk membantu mengurus bayi mereka mereka <i> merayakan ulang </i> untuk membantu. </p>
<p> Bukti saya adalah bahwa banyak ayah Hollywood yang paling terlihat dan berpengaruh contoh maskulinitas modern telah terlihat membawa tas popok <a href="http://perlengkapanbayimurah.wordpress.com/2009/11/03/perlengkapan-bayi-jadi-you-are-going-to-be-a-dad/" title="Perlengkapan Bayi">Perlengkapan Bayi</a> termasuk Brad Pitt Tom Cruise dan David Arquette. </p>
<p> Tas popok <a href="http://perlengkapanbayimurah.wordpress.com/2009/11/03/perlengkapan-bayi-pretty-blue-nursery-tema-for-girls/" title="Perlengkapan Bayi">Perlengkapan Bayi</a> yang membawa orang-orang ini adalah yang kasar dalam desain atau gender-netral. Gaya sekarang populer termasuk kamuflase warna gelap kulit hitam dan bahkan desain yang terbuat dari bahan daur ulang seperti dulu ban atau <a href="http://perlengkapanbayimurah.wordpress.com/2009/11/03/perlengkapan-bayi-memilih-popok-sempurna-bag/" title="Perlengkapan Bayi">Perlengkapan Bayi</a> sabuk pengaman Menonton laki-laki S perancang <a href="http://perlengkapanbayimurah.wordpress.com/2009/10/30/perlengkapan-bayi-selimut-bayi-tren-atas-4-styles-untuk-anak-fashionable/" title="Perlengkapan Bayi">Perlengkapan Bayi</a> tas popok <a href="http://perlengkapanbayimurah.wordpress.com/2009/11/04/perlengkapan-bayi-stroller-tinjauan-dan-membeli-panduan/" title="Perlengkapan Bayi">Perlengkapan Bayi</a> dalam waktu dekat mereka Kembali booming bukan hanya karena selebriti <a href="http://perlengkapanbayimurah.wordpress.com/2009/11/01/perlengkapan-bayi-cara-pilih-kualitas-stroller-3-fitur-yang-perlu-dipertimbangkan-sebelum-membeli/" title="Perlengkapan Bayi">Perlengkapan Bayi</a> mode tapi karena perasaan yang berubah <a href="http://perlengkapanbayimurah.wordpress.com/2009/11/03/perlengkapan-bayi-merancang-sebuah-nursery-untuk-kembar/" title="Perlengkapan Bayi">Perlengkapan Bayi</a> apa artinya menjadi seorang laki-laki. Dalam kata Daddy-bumbu. </p>
<p> Popok <b> Designer Bags dan Feminisme </b> </p>
<p> potongan lain dari teka-teki tentang gaya aneh transformasi ini adalah bahwa sikap tentang popok membawa tas untuk bekerja telah melunak dalam beberapa tahun terakhir. Lagi pula dari ibu-ibu Amerika sekarang bekerja di luar rumah. Sebagai tanggapan atas kebangkitan ibu bekerja banyak popok melampirkan menyerupai kantong kasus-kasus serta dompet. </p>
<p> Budaya perusahaan tidak lagi mengerutkan dahi atas <a href="http://perlengkapanbayimurah.wordpress.com/2009/11/04/perlengkapan-bayi-what-makes-satu-diaper-bag-better-than-lain/" title="Perlengkapan Bayi">Perlengkapan Bayi</a> realitas pengasuhan anak <a href="http://perlengkapanbayimurah.wordpress.com/2009/10/30/perlengkapan-bayi-baby-uang-anggaran-untuk-bayi" title="Perlengkapan Bayi">Perlengkapan Bayi</a> seperti itu tidak satu generasi yang lalu. Licin dan No-omong kosong tas popok campuran membantu ibu bekerja membesarkan anak mereka tugas dengan tanggung jawab kantor mereka. Juga dengan flex-jadwal waktu yang lebih umum di tempat kerja ibu lebih bebas untuk perdagangan dari perlengkapan bayi <a href="http://perlengkapanbayimurah.wordpress.com/2009/11/04/perlengkapan-bayi-bagaimana-untuk-beli-bagus-aman-high-chair-makanan-sendok-oto-etc/" title="Perlengkapan Bayi">Perlengkapan Bayi</a> dengan mitra mereka di kantor. </p>
<p>
<p> Jadi lain kali Anda yang bingung atas semua pilihan <a href="http://perlengkapanbayimurah.wordpress.com/2009/11/03/perlengkapan-bayi-melawan-bedtime-blues/" title="Perlengkapan Bayi">Perlengkapan Bayi</a> dalam tas popok desainer pertimbangkan bahwa tas popok adalah artifak budaya yang <a href="http://perlengkapanbayimurah.wordpress.com/2009/11/03/perlengkapan-bayi-popok-funky-bags-accessories-dengan-anak-style/" title="Perlengkapan Bayi">Perlengkapan Bayi</a> mencerminkan perubahan dalam konstruksi sosial gender. Mungkin menang T membantu dengan keputusan akhir yang halus genggam atau mungkin didaur ulang kamuflase Tetapi dapat memberdayakan Anda untuk bergabung dengan pencipta budaya. </p>
<p> Pikir saya M menjadi <a href="http://perlengkapanbayimurah.wordpress.com/2009/11/03/perlengkapan-bayi-old-fashion-kereta-membuat-jalan-untuk-modern-baby-strollers/" title="perlengkapan bayi"><b>perlengkapan bayi</b></a> coy Brad Pitt Lihat bagaimana menggunakan status selebriti-nya hari ini. Dia S menyelamatkan dunia satu desainer tas popok pada suatu waktu. </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Penghemat Listrik - Rangkaian Listrik - Super Gas Saver - Melangkah Ke Bahan Bakar Air Untuk Revolusi]]></title>
<link>http://rangkaianlistrik.wordpress.com/2009/10/31/penghemat-listrik-rangkaian-listrik-super-gas-saver-melangkah-ke-bahan-bakar-air-untuk-revolusi/</link>
<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 05:35:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>caksub</dc:creator>
<guid>http://rangkaianlistrik.wordpress.com/2009/10/31/penghemat-listrik-rangkaian-listrik-super-gas-saver-melangkah-ke-bahan-bakar-air-untuk-revolusi/</guid>
<description><![CDATA[rangkaian listrik Semua orang mencari gas super saver pada hari ini dan usia. Meskipun ada banyak ta]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><div class="wp-caption alignleft" style="width: 260px"><img title="rangkaian listrik" src="http://rangkaianlistrik.files.wordpress.com/2009/10/electricity1.jpeg?w=250&#038;h=200" alt="rangkaian listrik" width="250" height="200"><p class="wp-caption-text">rangkaian listrik</p></div>
<p>
<p> Semua orang mencari gas super saver pada hari ini dan usia. Meskipun ada banyak tambahan dan perawatan yang dapat Anda lakukan untuk mobil anda sebagian besar dari mereka hanya tidak bekerja. Pilihan lain yang mungkin dipertimbangkan adalah bahan bakar air untuk revolusi yang baru saja mulai. Berikut <a href="http://rangkaianlistrik.wordpress.com" title="rangkaian listrik"><b>rangkaian listrik</b></a> adalah sedikit tentang hal itu dan bagaimana Anda dapat menemukan informasi jujur tentang bagaimana menggunakannya bersama dengan testimonial dari orang-orang yang telah melaksanakannya. <a href="http://rangkaianlistrik.wordpress.com/2009/10/28/penghemat-energi-rangkaian-listrik-command-percepatan-ditinggalkan-energy-saver/" title="Penghemat Energi">Penghemat Energi</a> </p>
<p> Pertama mari kita melihat sekilas bagaimana semuanya bekerja dengan gas super <a href="http://rangkaianlistrik.wordpress.com/2009/10/25/rangkaian-listrik-electrical-connectors" title="Rangkaian Listrik">Rangkaian Listrik</a> saver. Aku akan tetap singkat tapi aku juga akan memberitahu Anda bagaimana untuk dengan cepat mendapatkan pengetahuan tangan pertama yang Anda <a href="http://rangkaianlistrik.wordpress.com/2009/10/30/rangkaian-listrik-pembakaran-baunya-indikasi-trouble/" title="Rangkaian Listrik">Rangkaian Listrik</a> butuhkan tentang it s worth <a href="http://rangkaianlistrik.wordpress.com/2009/10/28/alat-penghemat-listrik-rangkaian-listrik-memilih-safe-power-tools/" title="rangkaian listrik"><b>rangkaian listrik</b></a> bersama dengan cara melakukannya. </p>
<p>
<p> Sekarang mari kita bicara tentang dasar-dasar apa penghemat bahan bakar ini tidak &#8230;. </p>
<p>
<p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menengok Revolusi Pertanian di Era Islam]]></title>
<link>http://viewislam.wordpress.com/2009/10/28/menengok-revolusi-pertanian-di-era-islam/</link>
<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 07:09:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>informationmedia</dc:creator>
<guid>http://viewislam.wordpress.com/2009/10/28/menengok-revolusi-pertanian-di-era-islam/</guid>
<description><![CDATA[Menengok Revolusi Pertanian di Era Islam Posted: 26 Oct 2009 09:15 PM PDT Negeri-negeri Islam berkem]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Menengok Revolusi Pertanian di Era Islam Posted: 26 Oct 2009 09:15 PM PDT Negeri-negeri Islam berkem]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Seruan KAMI]]></title>
<link>http://calculator888999.wordpress.com/2009/10/25/seruan-kami/</link>
<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 23:54:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>calculator888999</dc:creator>
<guid>http://calculator888999.wordpress.com/2009/10/25/seruan-kami/</guid>
<description><![CDATA[Apabila orang berkata kepada kami &#8216;ke manakah destinasi kamu?&#8217;. Katakanlah &#8216;Redha ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Apabila orang berkata kepada kami &#8216;ke manakah destinasi kamu?&#8217;. Katakanlah &#8216;Redha ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[The Year of Living Dangerously (Cinta di Tengah Gejolak Revolusi 1965)]]></title>
<link>http://albahar.wordpress.com/2009/10/16/the-year-of-living-dangerously-cinta-di-tengah-gejolak-revolusi-1965/</link>
<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 08:20:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>admin</dc:creator>
<guid>http://albahar.wordpress.com/2009/10/16/the-year-of-living-dangerously-cinta-di-tengah-gejolak-revolusi-1965/</guid>
<description><![CDATA[Novel yang sempat dilarang terbit oleh rezim Orde Baru ini mendapat penghargaan The Age Book of the ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Novel yang sempat dilarang terbit oleh rezim Orde Baru ini mendapat penghargaan The Age Book of the ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Siapa Bilang Ahmadinejad Keturunan Yahudi?]]></title>
<link>http://ejajufri.wordpress.com/2009/10/11/siapa-bilang-ahmadinejad-keturunan-yahudi/</link>
<pubDate>Sun, 11 Oct 2009 10:15:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>ejajufri</dc:creator>
<guid>http://ejajufri.wordpress.com/2009/10/11/siapa-bilang-ahmadinejad-keturunan-yahudi/</guid>
<description><![CDATA[Gosip miring tentang Iran dan hal yang terkait dengan Iran bahkan dunia Islam sudah bukan barang bar]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Gosip miring tentang Iran dan hal yang terkait dengan Iran bahkan dunia Islam sudah bukan barang bar]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[kutipan bung karno:character and nation building]]></title>
<link>http://historia66.wordpress.com/2009/10/09/kutipan-bung-karnocharacter-and-nation-building/</link>
<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 23:32:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>historia66</dc:creator>
<guid>http://historia66.wordpress.com/2009/10/09/kutipan-bung-karnocharacter-and-nation-building/</guid>
<description><![CDATA[Membangun karakter Bangsa Bung Karno mengatakan, sudah lama ia memikirkan untuk memberikan dasar neg]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h1>Membangun karakter Bangsa</h1>
<p>Bung Karno mengatakan, sudah lama ia memikirkan untuk memberikan dasar negara kepada negara Indonesia Merdeka. Ia sampai pada satu kesimpulan, dasar yang diusulkan adalah PANCASILA, yang dikatakannya sudah dipikirkannya selama 16 tahun dan sekarang dipersembahkan sebagai lima mutiara mahal harganya, yaitu Nasionalisme, Internasionalisme, Demokrasi, keadilan Sosial, dan  ketuhanan yang Maha Esa. Setelah dirumuskan kembali, mutiara Ketuhanan yang Maha Esa, dinaikkan menjadi sila pertama dan internasionalisme ditegaskan menjadi Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.</p>
<p>Character and Nation Building, bung Karno menjelaskan, “membangun manusia Indonesia baru tidak mudah. Apalagi bangsa Indonesia pernah dijajah belanda selama tiga setengah abad lamanya dan Jepang selama tiga setengah tahun. Bangsa Indonesia sudah terbiasa sebagai bangsa kuli di antara bangsa-bangsa lainnya.”</p>
<p>“pembangunan nasional Indonesia di segala bidang, terutama pembangunan character dan nation  yang universal, baik ekonomi, social, mental akhlak, keagamaan maupun politik. Dalam Amanat Penderitaan Rakyat ada beberapa unsure politik ekonomi, social, akhlak dan agama, juga kebudayaan, yaitu kultur yang membuat manusia Indonesia baru.”</p>
<p>Bung Karno selanjutnya menegaskan, “saya selalu anjurkan agar Indonesia ini bangun kembali membuang jauh-jauh mental penjajah dan kembali kepada kepribadian bangsa Indonesia. Character and nation building penting sekali, karena merupakan dasar dari segala kehidupan bangsa indonesi. Mau membangun negara dan bangsa diperlukan karakter, akhlak yang mulia, mental yang baik. Suatu bangsa tidak akan membangun apa pun dengan karakter mental yang bobrok, karakter dan mental yang sudah rusak. Maka dari itu pembangunan karakter adalah penting sekali, sukar sekali dan memerlukan waktu yang tidak pendek, memerlukan waktu lama.”</p>
<p>Bung Karno meneruskan, “dalam masa nation building bermacam-macam bahaya dan godaan timbul. Karena itu, nation building membutuhkan bantuan berupa revolusi mental. Segala pekerjaan baik kecil maupun besar tidak dapat dikerjakan oleh tenaga-tenaga yang tidak mempunyai akhlak yang mulia dan bermental baik.”</p>
<p>“Revolusi adalah suatu hal yang harus dijalankan dengan aksimu dan idemu sendiri. For a fighting nation there is no journey’s end.”</p>
<p>Salah satu jalan untuk mengembalikan karakter bangsa ini adalah sikap tanggung jawab, “Jalankanlah peran sesuai posisinya masing-masing”, begitu Siswono mangatakan. Gede Raka menambahkan, bahwa Apa yang kita lakukan saat ini akan menjadi “butterlfly effect” di kemudian hari. Bangun karakter bangsa, karena “Knowledge is power, but Character is more.”</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Revolusi di Negeri Sombrero ]]></title>
<link>http://dejavaraditya.wordpress.com/2009/10/06/revolusi-di-negeri-sombrero/</link>
<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 14:49:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>Iswara N Raditya</dc:creator>
<guid>http://dejavaraditya.wordpress.com/2009/10/06/revolusi-di-negeri-sombrero/</guid>
<description><![CDATA[JAUH sebelum kedatangan bangsa Spanyol, wilayah Meksiko telah dihuni oleh beberapa kebudayaan lokal.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img src="http://dejavaraditya.wordpress.com/files/2009/10/meksiko-aztec-21.jpg?w=300" alt="meksiko aztec 2" title="meksiko aztec 2" width="300" height="179" class="alignright size-medium wp-image-311" /> JAUH sebelum kedatangan bangsa Spanyol, wilayah Meksiko telah dihuni oleh beberapa kebudayaan lokal. Pra masehi, di Anahuac, yang terletak di Lembah Meksiko, telah berkembang suatu peradaban dimotori oleh suku Teotihuanacos. Suku ini terkenal mahir membangun piramida. Piramida yang paling legendaris adalah The Pyramide of The Sun (Piramida Matahari) di San Juan Teotihuacan, yang dibangun sekitar tahun 31 sebelum masehi.<!--more&#62;&#62;&#62;--></p>
<p>Ternyata penguasaan atas lembah Meksiko ini menjadi sebuah wilayah yang saling diperebutkan oleh suku-suku bangsa di sana. Pada akhirnya, suku Teotihuanacos berhasil dikalahkan oleh suku Toltec yang berkuasa cukup lama. Sampai pada sekitar abad 10-11 masehi, suku Chichimec menyerang lembah Meksiko dan berperang melawan suku Toltec.</p>
<p>Sementara suku Toltec dan suku Chichimec terlibat peperangan, terdapat satu suku lagi yang juga berhasrat untuk menguasai wilayah tersebut, yakni suku Aztec, yang justru berhasil mengalahkan suku Toltec dan suku Chichimec. Kemudian, orang-orang Aztec, yang saat itu dipimpin oleh Montezuma I, mendirikan sebuah kota yang dinamakan Tenochtitlan, yang sekarang menjelma menjadi Mexico City, ibukota negara Meksiko. </p>
<p><strong>Kolonialisme Spanyol di Meksiko</strong></p>
<p>Masa melintas batas hingga sampailah pada tahun 1517, ketika pelaut-pelaut dari Spanyol berhasil mencapai Yukatan dan melakukan penjelajahan sampai ke Veracruz pada tahun berikutnya. Kemudian, pada 1519, ekspedisi Spanyol berikutnya yang dipimpin oleh Hernando Cortez sukses mencapai Tabasco. Armada yang dibawa Cortez pada waktu itu bermuatan cukup besar, yakni sebanyak 11 kapal dengan disertai 500 orang awak kapal serta 16 ekor kuda. Armada laut Spanyol itu mendarat di Veracruz pada April 1519. </p>
<p>Sasaran yang dituju oleh Cortez dan rombongannya adalah wilayah Tenochtitlan yang merupakan ibukota bangsa Aztec. Dalam perjalanan menuju Tenochtitlan, armada yang dipimpin Cortez mengalahkan suku Tlaxcalan, yang kemudian dijadikan sekutunya untuk mengalahkan suku Aztec. </p>
<p>Tanda-tanda kedatangan bangsa Spanyol ternyata sudah diramalkan oleh pendeta agung suku Aztec, Montezuma I, sejak zaman dahulu. Ia mendengar desas-desus bahwa di Teluk Meksiko telah terdapat “gunung-gunung terapung yang membawa dewa-dewa berkulit putih”. Namun, tahun 1519, ketika Cortez datang, juga diramalkan sebagai tahun kembalinya Quetzalcoatl, dewa terkutuk.</p>
<p>Montezuma II, pengganti  Montezuma I sebagai pemimpin bangsa Aztec, menerima rombongan Hernando Cortez dengan ramah karena menganggap bahwa orang-orang Eropa yang berkulit putih-pucat itu adalah dewa-dewa dari dunia timur, seperti yang diramalkan oleh pendeta agung Aztec, Montezuma I, pada masa sebelumnya. </p>
<p>Namun, setelah melihat tingkah laku orang-orang kulit putih tersebut, orang-orang Aztec jadi beranggapan lain. Penduduk Aztec justru berkeyakinan bahwa orang-orang kulit putih itu utusan dari dewa terkutuk Quetzalcoatl. Cortez membalas segala kebesaran yang diberikan bangsa Aztec dengan merampok semua harta benda dan bahkan menyandera raja Montezuma II.</p>
<p>Tindakan tak tahu balas budi ini lantas dibalas orang-orang Aztec. Adalah Cuitlahuac dan Cuauhtemoc, saudara-saudara Montezuma II, yang menggelorakan semangat rakyat Aztec untuk bergerak melawan kebiadaban Hernando Cortez beserta pasukannya. Dampak dari perlawanan ini, Cortez lalu membunuh Montezuma II pada 29 Juni 1520.</p>
<p>Sepeninggal Montezuma II, rakyat Aztec bersepakat untuk mengangkat Cuitlahuac sebagai pemimpin mereka yang berikutnya. Berkat kepemimpinan Cuitlahuac, yang kemudian bergelar sebagai Montezuma III, dan juga persatuan rakyat Aztec, Hernando Cortez dan pasukannya dapat dikalahkan, bahkan dapat diusir ke luar ibukota pada 30 Juni 1520.</p>
<p>Cortez dengan segera menghimpun kembali pasukannya yang tercerai-berai serta banyak yang tewas akibat perlawanan dari bangsa Aztec. Dengan memperoleh kekuatan baru dari Spanyol dan bantuan dari suku Tlaxcalan, Cortez mempersiapkan diri untuk kembali menggempur Tenochtitlan.</p>
<p>Di sisi lain, Tenochtitlan ternyata sedang diserang wabah cacar, penyakit yang dibawa oleh orang-orang Spanyol. Akibatnya, banyak warga Astec yang tewas, termasuk Cuitlahuac, akibat penyakit cacar tersebut. Cuitlahuac kemudian digantikan oleh saudaranya, Cuauhtemoc, untuk menjadi pemimpin Aztec yang berikutnya. Cuauhtemoc, alias Montezuma IV, merupakan pemimpin terakhir suku Aztec.</p>
<p>Cortez kembali memperkuat laskar tentaranya dengan merekrut orang-orang Indian dari suku lain. Pada 13 Agustus 1521, pasukan Cortez menyerbu Tenochtitlan dan berhasil mengepung 150.000 orang Aztec.  Montezuma IV ditangkap dan ditawarkan kepadanya apakah ia mau tunduk kepada Spanyol. Montezuma IV bersikeras tetap membela tanah airnya sampai titik darah penghabisan. Akibatnya Montezuma IV kemudian dijatuhi hukuman mati dan ibukota Aztec dihancurkan oleh pasukan gabungan di bawah komando Cortez.</p>
<p>Di atas reruntuhan Kota Tenochtitlan yang hancur lebur, Cortez membangun sebuah kota baru yang dinamakan Nueva Espana, yang berarti Spanyol Baru. Nueva Espana inilah yang kemudian menjadi ibukota Meksiko, yaitu Mexico City. Namun, yang terjadi kemudian, Cortez malah turun pamor. Ia dikhianati rekan-rekannya yang ada di Spanyol maupun yang di Meksiko. Ini mungkin disebabkan karena sikap dan sifat Cortez yang sewenang-wenang. </p>
<p>Akhir tahun 1521, Cortez kembali ke Spanyol untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di Nueva Espana. Ternyata Raja Charles V, penguasa Spanyol, terkesan akan pembelaan yang diajukan Cortez. Kemudian Charles V menganugerahi Cortez dengan memberi 23 buah kota dan 23.000 daerah vasal di Meksiko. </p>
<p>Namun, lagi-lagi Cortez tidak mampu mengelola imbalan yang telah didapatnya itu dengan cakap. Dalam tahun 1535, namanya pun mulai surut akibat ketidakbecusannya dalam mempertahankan kekuasaan dan kewenangannya di Meksiko. Akhirnya Cortez meninggal dunia pada 1547, sementara kolonialisme Spanyol di Meksiko masih terus berlangsung selama beberapa abad lamanya.</p>
<p><strong>Puncak Revolusi Meksiko</strong></p>
<p>Akhir abad ke-18 merupakan masa di mana gagasan-gagasan baru mengenai pemahaman liberal mulai marak. Itu disebabkan berhasilnya proses revolusi besar yang terjadi di Prancis dan Amerika. Pelbagai perkembangan tersebut juga menimbulkan pengaruh di Meksiko. Kaum pribumi intelektual, yaitu golongan Criollo dan Mestizo, mulai bercita-cita untuk menggulingkan tirani Spanyol dan mendirikan sebuah negara republik.</p>
<p>Suatu malam tanggal 15 September 1810, seorang pastor revolusioner yang juga anggota golongan Criollo, Miguel Hidalgo, tiba-tiba membunyikan lonceng gereja. Para penduduk yang mendengar bunyi lonceng itu serta merta berbondong pergi ke gereja. Di hadapan banyak umatnya itu Hidalgo berseru: “Hiduplah Bunda kita dari Goudaloupe! Matilah pemerintah yang jahat! Matilah orang-orang Spanyol!”  </p>
<p>Seruan inilah yang merupakan pemantik tanda dimulainya perlawanan rakyat Meksiko terhadap pemerintahan kolonial Spanyol. Akibat seruan ini, meledaklah perlawanan rakyat Meksiko. Namun, Hidalgo kemudian ditangkap dan dipenggal kepalanya oleh pemerintah kolonial Spanyol yang berkuasa di negeri Sombrero. </p>
<p>Perlawanan berlanjut. Kali ini dikomandoi oleh Jose Maria Morelos, murid  terbaik Hidalgo. Ia memimpin perlawanan-perlawanan rakyat Meksiko dengan semangat revolusi serta gencar menyerukan perombakan-perombakan sosial. Ia pun akhirnya tertangkap dan dihukum mati pada 22 Desember 1815.</p>
<p>Seorang komandan pasukan Meksiko, Jenderal Vicente Guerrero, meneruskan perjuangan Morelos. Dibantu oleh Kolonel Agustin de Iturbide, opsir pasukan Spanyol yang membelot ke pihak Meksiko, Jenderal Guerrero merancang sebuah rencana kemerdekaan Meksiko yang terkenal dengan sebutan ”Rencana Iguala”.</p>
<p>Akibat serangan rakyat Meksiko yang tak kenal lelah, kekuatan Spanyol kian surut. Pada 24 Agustus 1821, Raja Muda Spanyol terakhir di Meksiko, Juan O’Donoju, terpaksa menandatangani ”Rencana Iguala”. Meksiko pun mulai menapak kemerdekaannya. </p>
<p>Tanggal 27 September 1821, pasukan Iturbide berhasil memasuki ibukota dan dengan sepenuhnya menguasai Meksiko. Ini merupakan tanda bahwa rakyat Meksiko berhasil mewujudkan impian mereka untuk berdaulat. Bersama Guerrero, Iturbide memproklamirkan kemerdekaan atas nama rakyat Meksiko. Iturbide pun lantas diangkat sebagai pemimpin pertama di pascakemerdekaan Meksiko. (Iswara N Raditya) </p>
<p><strong>Referensi:</strong></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8211;. 1989. Ne<em>gara dan Bangsa, Jilid 8</em>. Jakarta: PT Widya Dara. </p>
<p>&#8212;&#8212;-. 1990. <em>Ensiklopedi Indonesia Seri Geografi Amerika</em>. Jakarta: PT Inter Masa.</p>
<p>Kolit, D.K. 1973. <em>Sejarah Amerika Latin</em>. Flores: Nusa Indah.</p>
<p>Middlebrook, Kevin, J. 2004. <em>Dilemmas of Political Change in Mexico. </em>London: Institute of Latin American Studies University of London.</p>
<p>Mukmin, Hidayat. 1981. <em>Pergolakan di Amerika Latin dalam Dasawarsa Ini.</em> Jakarta: Ghalia Indonesia.</p>
<p>Pendle, G. 1987. <em>History of Latin America</em>. Horison Sword: Penguin Book.</p>
<p>Suparman. 1989. <em>Geografi Regional Amerika Latin</em>. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.</p>
<p><strong>Sumber Foto:</strong></p>
<p><a href="http://science.meetup.com/77/calendar/8949476/">http://science.meetup.com/77/calendar/8949476/</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kongres Mahasiswa untuk Sebuah Perubahan]]></title>
<link>http://mafahimcenter.wordpress.com/2009/10/03/kongres-mahasiswa-untuk-sebuah-perubahan/</link>
<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 03:53:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>mafahimcenter</dc:creator>
<guid>http://mafahimcenter.wordpress.com/2009/10/03/kongres-mahasiswa-untuk-sebuah-perubahan/</guid>
<description><![CDATA[Kita pasti tahu dari sejarah di negeri ini. Beberapa tahap perubahan di negeri ini tak luput dari pe]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignright" src="http://dakwahkampus.com/images/stories/kmii2009/kmii_tumb.jpg" alt="" width="234" height="250" />Kita pasti tahu dari sejarah di negeri ini. Beberapa tahap perubahan di negeri ini tak luput dari peran para pemuda. Sejak Runtuhnya orde lama dan orde baru adalah bukti nyata andil dari para pemuda dan mahasiswa.</p>
<p>Tentunya berbagai peristiwa tersebut tidaklah berlangsung tiba-tiba (bahasa jawanya ‘<em>ujug-ujug</em>’). Sebuah penyamaan visi yang menghasilkan berbagai momentum perubahan. Melalui sebuah <!--more-->pertemuan, kongres, konsolidasi, konferensi dan sebagainya merupakan sebagai titik awal momentum tersebut.</p>
<p><strong>Konsolidasi yang tak Berbuah</strong></p>
<p>Setahun yang lalu, tepatnya 24 April 2008 saya menghadiri sebuah acara “<strong>Konsolidasi Nasional Pemuda, Mahasiswa, dan Aktivis Pergerakan</strong>”. Acara yang digagas oleh KBI (Komite Bangkit Indonesia) ini berlangsung di Jakarta selama 2 hari dan dihadiri sekitar 100 perwakilan OKP dari seluruh daerah di Indonesia.</p>
<p>Brainstorming dari berbagai perwakilan OKP mengawali acara ini setelah penyampaian “Jalan Baru” oleh Rizal Ramli. Yang menarik dari brainstorming tersebut, walaupun semua mempunyai latar belakang organisasi dan platform yang berbeda-beda, mereka semua berpandangan yang sama bahwa Kapitalisme merupakan penyebab terpuruknya negeri Indonesia ini.</p>
<p>Namun, yang disayangkan adalah pertemuan tersebut tidak bisa menjadi awal perubahan bagi negeri ini. Kebangkitan yang diharapkan pun tak kunjung muncul (dimana pertemuan ini dalam rangka menyambut 100 tahun kebangkitan Indonesia). Malahan, sebulan setelahnya kita dihadiahi penguasa dengan keputusan “kenaikan BBM”. Rizal Ramli pun akhirnya terkena tuduhan membuat makar. Walhasil, pertemuan tersebut tidak membuahkan apa-apa. Dan terlihat jelas ketika rezim neolib masih bercokol di negeri ini.</p>
<p><strong>Hanya Berkutat di Teknis</strong></p>
<p>Ya benar, pertemuan itu tak membuahkan apa-apa, sekalipun mereka seiya sekata bahwa kapitalisme dan juga neoliberal sebagai penyebab keterpurukan di negeri ini. Beberapa hal yang perlu dikritisi sehingga konsolidasi tersebut tak membuahkan apa-apa, diantaranya:</p>
<p>Walaupun mereka semua menyadari sistem di negeri ini adalah sistem yang salah, dan kapitalisme adalah musuh utama tetapi dari mereka tidak ada yang berani keluar dari pakem, yaitu mengganti sistem terrsebut. Rizal Ramli/ KBI lebih memilih untuk memperbaiki sistem yang ada, bukan menggantinya. Memperbaiki demokrasi yang di negeri ini yang menurut dia belum sesuai dengan demokrasi yang seharusnya. Demikian juga Ihsanudin Noorsyi yang hadir kala itu juga mengungkapkan “<em>permasalahan ini bukan permasalahan ideologi</em>”.</p>
<p>Solusi-solusi teknis yg diajukan oleh KBI tidak memuat solusi bagaimana untuk keluar dari kapitalisme global, mereka hanya memberikan solusi parsial di bidang ekonomi untuk keluar dari dominasi swasta. Mereka tidak berpikir bahwa kapitalisme global merupakan sebuah sistem yang hanya bisa dilenyapkan dengan sistem lain selain demokrasi (yang notabene anak kapitalisme pula). Mereka masih memandang bahwa demokrasi dan kapitalisme merupakan mahluk yang berbeda.</p>
<p>Bagaimana mereka bisa melepaskan diri dari kapitalisme global bila hanya mengandalkan Indonesia saja yang lemah. Melawan kapitalisme global tentunya dengan menyatukan kekuatan dengan negeri lain yang memusuhi kapitalisme global. Jika Jalan Baru yang diusung Rizal Ramli dengan cara memperbaiki sistem demokrasi (memakai sistem lama) maka solusi yang akan dirasakan hanyalah permasalahan ekonomi saja (bidang lain mau tidak mau harus dikorbankan) bidang lain seperti sosial akan tetap carut marut, sebab sistem demokrasi merupakan sistem yang sekuler dan tidak cocok di Indonesia yang religius. Dan akhirnya Jalan Baru itu akan terjebak lagi dalam kapitalisme global.</p>
<p>Satu-satunya cara jika kita sudah memahami bahwa sistem di negeri ini adalah sistem yg rusak maka kita harus keluar dari pakem yaitu menggantinya dengan sistem lain, yaitu Sosialisme ataukah Islam. Sosialisme telah terbukti keruntuhannya Uni Soviet, sistem ini tidak dengan sesuai dengan fitrah manusia karena sistem ini anti agama. Hanyalah Islam satu-satunya sistem yang sesuai fitrah manusia, karena Islam adalah Rahmatan lil ‘alamin (Rahmat bagi seluruh alam) bukan hanya bagi muslim ataupun Indonesia saja.</p>
<p><strong>Langkah Awal Menuju Perubahan</strong></p>
<p>Bagi Anda yang menyadari semakin kacaunya negeri ini. Semakin maraknya privatisasi, yang membuat kekayaan negeri ini dinikmati sebagian kecil orang saja. Arogannya aparat yang saling pamer kekuatan dan keuasaannya. Congkaknya para penguasa dan wakil rakyat yang suka foya-foya. Rakyatpun menjadi sengsara akibat ketidakadilan. Yups, Anda bisa berkata : “<strong>negeri ini butuh langkah perubahan</strong>”. Belajar dari pengalaman diatas, tentunya langkah kita tak lagi berpijak pada &#8216;Jalan lama&#8217; kapitalisme. Langkah di jalan baru inilah yang harus dilakukan mahasiswa. Jalan Islam.</p>
<p>Kongres Mahasiswa Islam Indonesia (KMII) akan menjadi awal langkah menuju perubahan itu. Awal langkah yang akan membawa kita ke jalan baru. Jalan baru yang akan membuat Indonesia menjadi lebih baik. JADILAH ANDA SEBAGAI PESERTA ACARA AKBAR INI pada 18 oktober nanti. Jadilah pelaku sejarah dalam langkah menuju perubahan itu. Allahu Akbar! []</p>
<p>Kafi Hidonis (Mantan PP Gema P ’07)<br />
30/9/2009, 01:00 WIB @Jombang</p>
<p><a href="www.dakwahkampus.com">www.dakwahkampus.com</a></p>
<p><img class="aligncenter" src="http://bkimipb.org/wp-content/uploads/2009/09/kongres-723x1024.jpg" alt="" width="483" height="685" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Achmad Yani Tumbal Revolusi]]></title>
<link>http://serbasejarah.wordpress.com/2009/10/01/achmad-yani-tumbal-revolusi/</link>
<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 09:47:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>kopral cepot</dc:creator>
<guid>http://serbasejarah.wordpress.com/2009/10/01/achmad-yani-tumbal-revolusi/</guid>
<description><![CDATA[Aku, Amelia, puteri Yani telah kehilangan seorang bapak yang sangat aku cintai dan aku telah rela un]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Aku, Amelia, puteri Yani telah kehilangan seorang bapak yang sangat aku cintai dan aku telah rela un]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Masihkah dalam revolusi?]]></title>
<link>http://antonjunior.wordpress.com/2009/09/27/masihkah-dalam-revolusi/</link>
<pubDate>Sun, 27 Sep 2009 04:12:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>antonjuniorche</dc:creator>
<guid>http://antonjunior.wordpress.com/2009/09/27/masihkah-dalam-revolusi/</guid>
<description><![CDATA[Revolusi, revolusi&#8230;merubah sesuatu dengan cepat dan drastis, penggulingan pemerintah oleh yang]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Revolusi, revolusi&#8230;merubah sesuatu dengan cepat dan drastis, penggulingan pemerintah oleh yang]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Festival Kaum Tertindas]]></title>
<link>http://syamsulbandung.wordpress.com/2009/09/25/festival-kaum-tertindas/</link>
<pubDate>Fri, 25 Sep 2009 16:51:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>syamsulbandung</dc:creator>
<guid>http://syamsulbandung.wordpress.com/2009/09/25/festival-kaum-tertindas/</guid>
<description><![CDATA[Revolusi adalah festival dari kaum tertindas dan terhisap.. Tak pernah massa rakyat sanggup tampil k]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Revolusi adalah festival dari kaum tertindas dan terhisap.. Tak pernah massa rakyat sanggup tampil k]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[EINSTEIN, FDR DAN GANDHI ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/09/25/einstein-fdr-dan-gandhi/</link>
<pubDate>Fri, 25 Sep 2009 03:55:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/09/25/einstein-fdr-dan-gandhi/</guid>
<description><![CDATA[Hampir sepuluh tahun lalu, majalah bergengsi Time dalam edisi tanggal 31.12.1999 menobatkan Albert E]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2803" title="albert einstein tokoh abad ini bersi time" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/09/albert-einstein-tokoh-abad-ini-bersi-time.jpg?w=117" alt="albert einstein tokoh abad ini bersi time" width="117" height="150" />Hampir sepuluh tahun lalu, majalah bergengsi Time dalam edisi tanggal 31.12.1999 menobatkan Albert Einstein sebagai tokoh terbesar abad ke-20 dengan runner-up mantan Presiden AS Franklin Delano Roosevelt dan Bapak India Mahatma Gandhi.</p>
<p>Untuk lebih mengetahui keputusan Time dalam pemilihan tokoh abad ini, sengaja berikut dikutipkan artikel dari Jawa Pos, tertanggal 27.12.1999 bagi Anda.</p>
<p>Siapakah tokoh terbesar abad ini ? Majalah Time menempatkan Albert Einstein sebagai yang teratas. Lalu, mendiang Presiden AS Franklin Delano Roosevelt di posisi runner-up dan Bapak India Mahatma Gandhi d posisi ketiga. Apa alasannya ?</p>
<p>Nama Einstein lekat dengan predikat ilmuwan jenius. Dialah penyibak rahasia atom yang mendasari seluk-beluk penelitian ilmiah soal ruang, waktu, dan masa pada era berikut. Karena itu, layak bila Time menyebutnya sebagai peletak dasar bagi ilmuwan lain di abad ke-20 yang disebut sebagai abad teknologi ini.</p>
<p>“ Dunia mengalami perubahan jauh lebih pesat pada abad ini dibandingkan dengan abad-abad sebelumnya. Alasannya, bukan karena faktor politik dan ekonomi, melainkan teknologi. Yaitu, teknologi yang melaju akibat kemajuan sains dasar, “ tulis Stephen Hawking, theoritical physicist, yang menyumbang esai soal Einstein di Time yang mulai diedarkan pada tanggal 27.12.1999 ini.</p>
<p><!--more-->Berdasarkan pijakan pikiran itu, Hawking menegaskan bahwa tak ada ilmuwan sebesar Einstein pada abad ke-20 ini. Einstein-lah mahaguru bagi ilmuwan lain, yang tidak sekadar karena teori reltuvutasnya.</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2805" title="fdr" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/09/fdr.jpg?w=117" alt="fdr" width="117" height="150" />Selain Einstein, di posisi runner-up “Person of the Century” majalah berita mingguan terkemuka itu menempatkan mendiang Presiden AS Franklin Delano Roosevelt. Apa hebatnya FDR – julukan Roosevelt ?</p>
<p>Dia adalah simbol kemenangan kebebasan dan demokrasi atas kekuatan fasis dan komunis. Lalu, ada Mahatma Gandhi, truf abad ke-20 atas hakikat hak asasi manusia (HAM) yang selanjutnya menjadi faktor krusial dalam politik global.</p>
<p>“ Yang kita saksikan adalah Franklin Roosevelt-lah yang menjiwai tema besar (abad ke-20) kebebasan dalam menentang totalitarianisme. Gandhi mempersonofikasikan dari dari tema besar individu yang berjuang menggapi hak-haknya, “ tutur Redaktur Pelaksana Time Walter Isaacsin.</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2806" title="mahatma" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/09/mahatma.jpg?w=122" alt="mahatma" width="122" height="150" />Begitu hebatnya kedua sosok itu, Presiden AS Bill Clinton (saat itu) ikut menyumbangkan satu esai tentang kebesaran FDR. Sementara itu, untuk Mahatma Gandhi, adalah tokoh antiapartheid (politik ras atau perbedaan warna kulit) dan mantan Presiden Afrika Nelson Mandela yang memberikan komentar.</p>
<p>Bagaimana kedua sosok itu dibandingkan Einstein ? Ranahnya memang berbeda. Dan, tandas Isaacson, cakupan dampak bagi manusia yang diukir Einstein jauh lebih luas.</p>
<p>“ Einstein adalah simbol sosok jenius besar sekaligus simbol revolusi ilmiah yang mampu membawa manusia pada kemajuan teknologi yang tidak terbayangkan sebelumnya. Inilah yang bisa memperluas cakupan pertumbuhan kebebasan (politik), “ papar Isaacson.</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2807" title="einstein" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/09/einstein.jpg?w=146" alt="einstein" width="146" height="150" />Einstein dilahirkan di Ulm, Jerman, pada 1879 dan meninggal di Princeton, New Jersey, 1955. Pada tahun-tahun awalnya, dia tidak menunjukkan tanda-tanda bakal menjadi manusia secemerlang itu. Karena telat bisa bicara, bicaranya pun sempat cedal. Saat duduk di sekolah dasar pun, dia termasuk siswa yang telmi (telat mikir) alias tidak bisa lancar menangkap mata pelajaran. Belajar pun, kalau di atur, dia tak sanggup.</p>
<p>Semua itu berlangsung tidak sebentar. Sampai lulus dari Swiss Federal Institute of Technology pada 1900 dengan spesialisasi gelar pengajar matematika dan fisika, dua tahun dia tidak mendapatkan pekerjaan. Baru pada 1902, dia bisa kerja di kantor biro paten (hak cipta) di Bern, Swiss.</p>
<p>“ Kisah hidup saya itu sesuatu yang sangat sederhana hingga tak menarik bagi siapa pun. Itulah faktanya saya dilahirkan dan itulah realitasnya, “ pengakuan jujur Einstein suatu ketika.</p>
<p>Toh, siapa kira tiga tahun kemudian Einstein membelalakan mata ilmuwan dunia. Tidak lain lewat teori relativitasnya, yang hingga saat ini masih dinilai banyak orang sebagai contoh sukses hasil imajinasi manusia. Siswa yang mengenal rumus teori E=mc2 pasti mengenal siapa pencetusnya. Einstein !</p>
<p>Ide Einstein ini berpatokan pada ide kuno Newtonian (cetusan dari Sir Isaac Newton) dan konsep Galilean (Galileo Galilei) atas jagat ini. Namun, analisis Time, kedua ide terakhir itu lebih banyak tertuju pada tataran teori. Tapi kemudian pada relativisme baru, Einstein-lah yang membuat ide itu dibumikan dan berdampak pada sosial budaya manusia.</p>
<p>“  Secara tak langsung, relativitas memang meretas jalan bagi relativisme baru (Einstein) dalam moralitas, seni, dan politik, “ tutur Isaacson menyebut alasan kunci pemilihan Einstein ini.</p>
<p>Karena pertimbangan itu, Time menilai, yang dilakukan oleh Einstein tidak hanya menyangkut ruang dan waktu, namun juga dampaknya bagi moralitas dan kebenaran. Wujud konteksnya,d ari teori umum relativitas, pada 1921 Einstein dianugerahi Nobel Bidang Fisika.</p>
<p>Lalu, apa wujud komitmen moralitas Einstein ? Salah satunya adalah kejadian pada 1939. Tatkala dia menyurati FDR agar membuat bom atom sebelum Nazi Jerman membuatnya. Meski Einstein sendiri, yang saat itu sudah enam tahun menetap di Princeton University setelah menghindari roda fasisme Nazi, tak ikut dalam proyek bom atom “Manhattan Project” FDR.</p>
<p>“ Karena saya tak melihat energi atom itu bisa memberi banyak manfaat sebelum jauh di masa datang, saat ini pun harus saya katakan ia adalah sumber bencana, “  kata Einstein.</p>
<p>“ Barangkali, hal terbaik memang demikian. Ia memang mengintimidasi manusia dalam urusan internasionalnya. Tapi, andai tidak ada rasa takut, sudah seharusnya hal itu tidak dilakukan, “ kata Einstein suatu ketika tentang usulan “kontroversial” ke FDR tersebut.</p>
<p>“ Dalam abad yang banyak dikenang dengan sains dan teknologi ini, khususnya kemampuan kita memahami kekuatan keji atom bagi dunia, orang pasti mengingat hanya satu orang besar sebagai tonggak abad ini : si ramah, profesor dengan otak tanpa henti berpikir, dengan rambut model halo, mata tajam, yang terlibat dalam kemanusiaan dan mematrikan wajahnya sebagai simbol jenius. Albert Einstein, “  tulis Time.</p>
<p>Sumber   :</p>
<p>Albert Einstein Tokoh Abad ini Versi Time – Jawa Pos, 27.12.1999</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Puisi Negeri Para Bedebah]]></title>
<link>http://syamsulbandung.wordpress.com/2009/11/20/puisi-negeri-para-bedebah/</link>
<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 02:53:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>syamsulbandung</dc:creator>
<guid>http://syamsulbandung.wordpress.com/2009/11/20/puisi-negeri-para-bedebah/</guid>
<description><![CDATA[oleh: Adhie M Massardi Ada satu negeri yang dihuni para bedebah Lautnya pernah dibelah tongkat Musa ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[oleh: Adhie M Massardi Ada satu negeri yang dihuni para bedebah Lautnya pernah dibelah tongkat Musa ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Maroko-Iran putus hub diplomasi]]></title>
<link>http://basweidan.wordpress.com/2009/11/18/maroko-iran-putus-hub-diplomasi/</link>
<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 03:59:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>Abu Hudzaifah Al Atsary</dc:creator>
<guid>http://basweidan.wordpress.com/2009/11/18/maroko-iran-putus-hub-diplomasi/</guid>
<description><![CDATA[INILAH.COM, Rabat � Maroko, Jumat (6/3), memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran. Hal ini dilakuk]]></description>
<content:encoded><![CDATA[INILAH.COM, Rabat � Maroko, Jumat (6/3), memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran. Hal ini dilakuk]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nah loe...Ketangkep lagi!]]></title>
<link>http://basweidan.wordpress.com/2009/11/18/nah-loe-ketangkep-lagi/</link>
<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 03:52:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>Abu Hudzaifah Al Atsary</dc:creator>
<guid>http://basweidan.wordpress.com/2009/11/18/nah-loe-ketangkep-lagi/</guid>
<description><![CDATA[INILAH.COM, Jakarta &#8211; Direktorat IV Narkoba Bareskrim Mabes Polri menggagalkan peredaran sabu ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[INILAH.COM, Jakarta &#8211; Direktorat IV Narkoba Bareskrim Mabes Polri menggagalkan peredaran sabu ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Omelet Pecas Ndahe]]></title>
<link>http://ndorokakung.com/2009/11/11/omelet-pecas-ndahe/</link>
<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 03:43:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ndoro Kakung</dc:creator>
<guid>http://ndorokakung.com/2009/11/11/omelet-pecas-ndahe/</guid>
<description><![CDATA[Revolusi mungkin seperti omelet. Terbuat dari beberapa butir telor yang utuh, dipecahkan, lalu diadu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Revolusi mungkin seperti omelet. Terbuat dari beberapa butir telor yang utuh, dipecahkan, lalu diaduk tak beraturan. Tambahkan tomat dan sedikit irisan daging. Goreng lalu digulung rapi.</p>
<p>Orang suka memesannya sebagai menu sarapan pagi. Dimakan sambil baca koran. Kelezatannya barangkali hanya bisa ditandingi oleh setangkup roti apit isi daging asap yang disantap ketika gerimis jatuh selepas fajar merekah.</p>
<p>Lantas kenapa kenangan tentang revolusi tak pernah bisa jadi nasi basi? </p>
<p>Seorang cerdik nan pandai pernah menulis. &#8221; Karena revolusi mengandung banyak hal. Ada kebuasan yang dahsyat atas nama keadilan. Pengkhianatan yang menyakitkan atas nama kearifan. Darah dan doa, api dan cita-cita, kecutnya keringat dan frustrasi, teriak dan juga harapan terakhir. Segalanya dihimpun dan dipertaruhkan, segalanya dicurahkan dan diikhlaskan. Mungkin sebab itu revolusi adalah sesuatu yang mengandung antitesisnya sendiri. </p>
<p>&#8220;Revolusi adalah sesuatu yang melelahkan,&#8221; kata Jacques Sole, mahaguru sejarah dari Grenoble. <!--more--></p>
<p>Tentu saja revolusi bukan lahir semata-mata karena melelahkan. Revolusi selalu berangkat dari sikap bahwa &#8220;kita-yang-paling-benar&#8221;. Lalu ada  memobilisasi jiwa, raga, impian, dan kemarahan. </p>
<p>Di Prancis, kemarahan jaraknya hanya sejengkal dari kematian. Pernah ada seorang perempuan revolusioner Prancis yang berteriak, &#8220;Perlu darah untuk menyemen revolusi.&#8221; Setelah itu kepalanya dipancung. </p>
<p>Di Rusia sama saja. Seorang tokoh revolusioner dengan sinis berujar, &#8220;Kalau mau membuat omelet, telur harus dipecah.&#8221; Kelak, kepalanya bagaikan telur yang pecah &#8212; dikapak seorang agen Stalin.</p>
<p>Maka, siapa yang masih bersemangat menegakkan bendera revolusi hari-hari ini?</p>
<p>Mungkin tak banyak. Dan yang sedikit itu mungkin perlu membaca lagi laporan Russel Miller, wartawan <em>The Sunday Times Magazine</em>, yang mewawancarai pengusaha Carlo De Benedetti, orang nomor satu di Olivetti, yang membuat pernyataan penting di depan Hakim Di Pietro. Waktu itu Italia tengah berperang melawan korupsi. Wawancara itu dilengkapi dengan reportase dan riset Peter Semler, yang membeberkan liku-liku korupsi di Italia, dan dimuat di <em>The Sunday Times</em>. </p>
<p>&#8230; De Benedetti diam sebentar. Ia menuang air kendi ke sebuah gelas berisi es batu dan menarik badannya ke sandaran kursi. &#8220;Apa yang membuat revolusi ini berbeda adalah bahwa sekarang ini, tidak ada kelompok politisi yang menunggu kesempatan untuk mengambil keuntungan dari apa yang terjadi. Apa yang sekarang harus kita bangun adalah kelas politisi pilihan untuk segera mengambil alih kekuasaan, dan kita harus melakukan itu secepatnya. Sangat penting untuk melaksanakan pemilihan umum secepatnya&#8230;.&#8221; </p>
<p>&#8220;Apabila pemilihan ditunda, saya takut kalau situasi ekonomi dan sosial akan jadi lebih buruk dan kita bisa sampai pada titik di mana semua orang akan mengatakan kita tidak membutuhkan lagi perubahan politik. Situasi yang jauh lebih buruk dari apa yang terjadi di Rusia, di mana jumlah orang yang ingin kembali ke sistem komunis terus saja bertambah banyaknya&#8230;.&#8221; </p>
<p>&#8220;Sampai saat ini revolusi adalah revolusi yang damai, tetapi persoalannya apakah revolusi akan terus berlangsung terus secara damai. Dahulu orang bicara tentang keajaiban ekonomi di Italia pada tahun 1950-an, tetapi keajaiban yang sebenarnya adalah jika kita bisa menyelesaikan revolusi sekarang ini tanpa kehancuran ekonomi. Itulah keajaiban politik pada 1990- an&#8230;.&#8221;</p>
<p>Dalam pernyataan itu ia juga mengakui bahwa dari tahun 1988 sampai tahun 1991, Olivetti telah membayar uang pelicin sebesar 4,6 juta poundsterling atau sekitar Rp 18,4 triliun untuk mendapatkan kontrak dari pemerintah. De Benedetti menyatakan ia bertanggung jawab atas penyogokan itu walaupun secara pribadi ia tidak pernah menyuap siapa pun.</p>
<p>Usai membaca pernyataan itu, De Benedetti menyerahkannya pada hakim ketua, Antonio Di Pietro, yang sempat memesan kopi untuk menurunkan rasa tegang di dalam ruang sidang.</p>
<p>Kehadiran De Benedetti di Tribunale memang peristiwa penting dalam kasus korupsi terbesar di Eropa saat itu. De Benedetti adalah orang terakhir yang terlibat dalam skandal besar di Italia, yang mengguncangkan pemerintah Italia, yang merusakkan tatanan politik Italia, yang mengantarkan ribuan pengusaha dan politisi ke dalam penjara, dan juga yang menyebabkan terjadinya gelombang bunuh diri. </p>
<p>Ah, saya jadi teringat pada rekaman berdialek Suroboyoan itu &#8230;</p>
<p>&#62;&#62; <em>Selamat hari Rabu, Ki Sanak. Apa menu sarapan sampean tadi pagi?</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lirik Lagu Samsons (Album ketiga)]]></title>
<link>http://rindang93.wordpress.com/2009/11/10/lirik-lagu-samsons-album-ketiga/</link>
<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 12:45:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>Rindang</dc:creator>
<guid>http://rindang93.wordpress.com/2009/11/10/lirik-lagu-samsons-album-ketiga/</guid>
<description><![CDATA[Lengkap nii&#8230; ada 10 lirik lagu samsons disini. oya, kalau mau mp3nya, udah ada di 4share.. tap]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Lengkap nii&#8230; ada 10 lirik lagu samsons disini.<br />
oya, kalau mau mp3nya, udah ada di 4share..<br />
tapi jangan lupa beli CD nya yaa!! harganya 40rb<br />
 <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote><p>Banyak yang nanya dan nyari nama album samsons ini di blog gue. Album samsons kali ini tu SELFTITLE!!!<br />
jadi, ya judul albumnya itu : SAMSONS!!</p></blockquote>
<p>ayoo kita lihaaat!!<!--more--></p>
<p>INI UDAH DIREVISI KOK.. kmrn yg salah satu-dua kata udah dibenerin.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>REVOLUSI</strong><br />
Begitu lantang lonceng pagi<br />
Memanggil namaku membuatku terjaga<br />
Derasnya sapa mentari<br />
Menghapus peluh lelah malam<br />
Lahan bangkitkan hasrat<br />
Agitasi ego jiwa mudaku<!--more--><br />
#<br />
Begitu sigap langkahku beranjak<br />
Melaju terarah kerana labuhan<br />
Lantunan irama hati<br />
Membirukan langit terhampar<br />
Melesat melintasi batas<br />
Berlari menuju jagad terluas<br />
Akan kupugar (mimpi-mimpimu)<br />
Ku cinta karyaku</p>
<p>Reff:<br />
Biarkan aku berteriak<br />
Menantang kerasnya dunia<br />
Ijinkan aku &#8216;tuk memetik<br />
Melawan getirnya dunia</p>
<p>Back to #, Reff</p>
<p>Biarkan aku berteriak<br />
Menantang kerasnya dunia</p>
<p><strong>MASIH (MENCINTAINYA)</strong><br />
Aku masih mencintainya<br />
Masih menyayanginya<br />
Meski telah ada kamu<br />
Aku masih ingin memilikinya<br />
Masih ingin mendekapnya<br />
Meski telah ada kamu<br />
Kekasihku..</p>
<p>Reff:<br />
Oo.. Maafkan aku<br />
Bukan ku tak mencintaimu<br />
Tetapi hati berkata berbeda<br />
Oo.. Ampunilah aku<br />
Ku tak bisa mencintaimu<br />
Sepenuh hatiku lagi..</p>
<p>Aku masih ingin memeluknya<br />
Masih ingin menciumnya<br />
Meski telah ada kamu<br />
Kekasihku..</p>
<p><strong>BAHASA CINTA</strong><br />
Jika mencintaiku sayang, tak seperti ini<br />
Seperti yang kau tunjukan<br />
Jika menyayangiku sayang, tak seperti ini<br />
Seperti yang kau perbuat</p>
<p>Apa yang engkau pikirkan<br />
Apa yang ada didalam hatimu</p>
<p>Jika mengasihiku sayang, tak seperti ini<br />
Seperti yang kau lakukan<br />
Jika memilikiku sayang, tak seperti ini<br />
Seperti yang kau berikan</p>
<p>Apa yang engkau pikirkan<br />
Apa yang ada didalam hatimu</p>
<p>Reff:<br />
Bahasa cinta terus mengalun<br />
Didalam kesunyian<br />
Bahasa cinta terus menyapa<br />
Ditengah keheningan</p>
<p><strong>SUDAHLAH</strong><br />
*<br />
Rasa cinta tak terjatuhkan<br />
Di hangat pelukanmu ini<br />
Rasa cinta tak terpaparkan<br />
Di setiap sikapmu itu<br />
Sudahlah lupakan saja cinta</p>
<p>Rasa cinta tak kau sampaikan<br />
Di dalam bisikanmu ini<br />
Rasa cinta tak kau hantarkan<br />
Di pijakan langkahmu itu<br />
Sudahlah lupakan saja cinta</p>
<p>Reff:<br />
Dengarkanlah<br />
Suara hatiku menjerit<br />
Memanggil namamu<br />
Dan lihatlah<br />
Raga tubuhku kian membeku<br />
Yang terdiam melihat sikapmu</p>
<p>Back to *, Reff</p>
<p><strong>TAK ADA TEMPAT SEPERTI SURGA</strong><br />
Tak ada tempat seperti Surga<br />
Untuk kuhabiskan hidupku denganmu<br />
Senandung alunan terindah<br />
Akan kulakukan teruntuk dirimu cinta<br />
Separuh darah hidupku</p>
<p>Tak ada tempat seperti Surga<br />
Untuk kuabadikan hidupku denganmu<br />
Barisan syair yang terindah<br />
Akan kulakukan teruntuk dirimu cinta<br />
Separuh sukma jiwaku</p>
<p>Ku persembahkan hidupku<br />
&#8216;Tuk selamanya padamu<br />
&#8216;Kan kuserahkan cintaku hanya untukmu<br />
Selamanya</p>
<p>Ku abadikan baktiku<br />
&#8216;Tuk selamanya padamu<br />
&#8216;Kan kuserahkan ragaku hanya untukmu<br />
Selamanya</p>
<p><strong>PERJALANAN</strong></p>
<p>*<br />
Di sudut ruang ini<br />
Aku merindukanmu<br />
Di lelap sepi-sepi<br />
Aku menginginkanmu</p>
<p>Di kehampaan ini<br />
Aku membutuhkanmu<br />
Di kefanaan ini<br />
Aku mengharapkanmu</p>
<p>Reff:<br />
Di perjalanan ini<br />
Aku sadar<br />
Aku tak sendiri<br />
Di perjalanan ini<br />
Aku sadar<br />
Kau masih di sisi</p>
<p>Back to *, Reff</p>
<p><strong>ENYAH</strong><br />
*<br />
Semua yang kulakukan tak kau indahkan<br />
Segala yang kutunjukkan tak kau hargai<br />
Apa pun yang kuberikan tak kau terima<br />
Apa pun yang kusampaikan tak kau rasakan</p>
<p>Semua yang kupaparkan tak kau maknai<br />
Semua yang kukatakan tak kau dengarkan<br />
Apa pun yang kuinginkan tak kau berikan<br />
Apa pun yang kubutuhkan tak kau penuhi</p>
<p>Reff:<br />
Tak perlu kau anggapku lagi<br />
Tak perlu kau milikku lagi<br />
Enyahlah dari pikiranku<br />
Enyahlah dari hadapanku</p>
<p>Semua yang kulakukan tak kau indahkan<br />
Segala yang kutunjukkan tak kau hargai</p>
<p>Back to Reff</p>
<p>Semua yang kulakukan<br />
Semua yang kupaparkan<br />
Semua yang kukatakan<br />
Semua&#8230;</p>
<p><strong>PERCUMA</strong><br />
percuma, semua ini percuma<br />
bila masih masih ada air mata<br />
tak sanggup, sungguh aku tak sanggup<br />
jika, masih sakit yang kau beri<br />
berakhir sudah<br />
atau aku akhiri saja..</p>
<p>tak mungkin, tak akan pernah mungkin<br />
bila masih ada pilu tersimpan<br />
terjatuh, dan akupun terjatuh<br />
jika masih perih yang tercipta<br />
berakhir sudah<br />
atau aku akhiri saja..</p>
<p>aku yang merasakan<br />
aku yang menyimpan<br />
aku yang tersakiti<br />
meski tak kau menyadari<br />
akankah waktu kan menjawabnya..</p>
<p><strong>ABADILAH CINTA</strong><br />
Jauh aku berjalan<br />
Aku melangkah untuk mencari<br />
Tambatan hati yang kuharapkan<br />
Seperti yang ada di dalam mimpiku</p>
<p>#<br />
Lama aku menunggu<br />
Aku menanti untuk temukan<br />
Pujaan hati yang &#8216;kan mendekapku<br />
Dan menghangatkanku di setiap peluknya</p>
<p>Reff:<br />
Kini ku temukan<br />
Cinta yang ku cari<br />
Tuhan abadikan setiap kisahku<br />
Yang tercipta ini<br />
Abadilah cinta</p>
<p>Back to #, Reff 3x<br />
Abadilah cinta 3x</p>
<p><strong>SABDA HATI</strong><br />
Nyanyian hatiku<br />
Menuntunku<br />
Menemukanmu seutuhnya<br />
Selamanya</p>
<p>Suara hatiku<br />
Mengantarkan aku<br />
Memilikimu seutuhnya<br />
Selamanya</p>
<p>#<br />
Di matamu binar terindah<br />
Di senyummu harta tertinggi<br />
Garis tanganmu menuliskan<br />
Kau hanya untukku</p>
<p>Sabarlah menungguku<br />
Ku &#8216;kan kembali<br />
Menghuni hatimu seutuhnya<br />
Selamanya</p>
<p>Back to #</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[REVOLUSI IRAN]]></title>
<link>http://basweidan.wordpress.com/2009/11/08/revolusi-iran/</link>
<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 16:17:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>Abu Hudzaifah Al Atsary</dc:creator>
<guid>http://basweidan.wordpress.com/2009/11/08/revolusi-iran/</guid>
<description><![CDATA[Sekitar tahun 80-an, banyak orang-orang yang menamakan anaknya dengan Ayatullah dan Al Khomeini, sal]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sekitar tahun 80-an, banyak orang-orang yang menamakan anaknya dengan Ayatullah dan Al Khomeini, sal]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pembunuhan, perzinahan, pemerkosaan, perampokan bersenjata, perdagangan obat bius dan kemurtadan - pelepasan agama dihukum Gantung]]></title>
<link>http://udinmduro.wordpress.com/2009/11/08/pembunuhan-perzinahan-pemerkosaan-perampokan-bersenjata-perdagangan-obat-bius-dan-kemurtadan-pelepasan-agama-dihukum-gantung/</link>
<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 03:12:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>udinmduro</dc:creator>
<guid>http://udinmduro.wordpress.com/2009/11/08/pembunuhan-perzinahan-pemerkosaan-perampokan-bersenjata-perdagangan-obat-bius-dan-kemurtadan-pelepasan-agama-dihukum-gantung/</guid>
<description><![CDATA[Iran telah mengeksekusi empat pria yang divonis mati karena menyelundupkan obat bius, lapor kantor b]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Iran telah mengeksekusi empat pria yang divonis mati karena menyelundupkan obat bius, lapor kantor b]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Wah... lagi-lagi antek Khomeini?!]]></title>
<link>http://basweidan.wordpress.com/?p=436</link>
<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>Abu Hudzaifah Al Atsary</dc:creator>
<guid>http://basweidan.wordpress.com/?p=436</guid>
<description><![CDATA[INILAH.COM, Tangerang – Untuk ketiga kalinya, sindikat narkoba internasional asal Iran mencoba menye]]></description>
<content:encoded><![CDATA[INILAH.COM, Tangerang – Untuk ketiga kalinya, sindikat narkoba internasional asal Iran mencoba menye]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
