<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>rumah-kado &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/rumah-kado/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "rumah-kado"</description>
	<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 05:34:31 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[:: Place itu Penting !]]></title>
<link>http://kadobunayya.wordpress.com/2008/04/28/place-itu-penting/</link>
<pubDate>Mon, 28 Apr 2008 04:57:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>kadobunayya</dc:creator>
<guid>http://kadobunayya.wordpress.com/2008/04/28/place-itu-penting/</guid>
<description><![CDATA[Dalam dunia marketing, place merupakan salah satu unsur penting yang tak boleh diabaikan, begitu kir]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p align="justify">Dalam dunia marketing,<em> place</em> merupakan salah satu unsur penting yang tak boleh diabaikan, begitu kira-kira pendapat <em>mbah</em>nya ilmu Marketing, Philip Kotler. Untuk yang satu ini saya kira kita semua sepakat, semakin strategis suatu lokasi maka akan semakin menjadi incaran dan rebutan banyak orang. Dalam dunia per<em>place</em>-an ini kita mengenal berbagai istilah mentereng seperti kawasan segitiga emas, ring satu, ring dua dan lain sebagainya.<!--more--></p>
<p align="justify">Alhamdulillah, warung kami yang mungil itu, meskipun terletak di pinggiran kampung tetapi lokasinya cukup bagus, ini paling tidak menurut kami lho ya. Terletak di pinggir jalan menuju ke sebuah SMP Negeri, warung itu tiap hari dilewati oleh ratusan siswa yang menuju sekolah tersebut. Lalu, tepat di depan warung berdiri sebuah puskesmas yang setiap harinya melayani ratusan pasien dari berbagai tempat. Dan kemudian, di belakangnya juga berdiri dua sekolah setingkat SD dan sebuah SMP swasta.</p>
<p align="justify">Dengan lokasi seperti ini, kayaknya kami tak perlu berkeringat untuk mengenalkan warung itu kepada masyarakat sekitar, karena sambil memejamkan mata pun pasti akan dilewati. Yang mungkin perlu digarap agak serius adalah bagaimana menata agar warung dan barang yang dijajakannya kelihatan lebih <em>nendang</em> dan <em>eye catching. </em></p>
<p align="justify">Alhamdulillah, setelah berjalan beberapa lama, warung itu mulai dikenal. Anak-anak SMP seringkali menjadikan warung itu sebagai tempat nongkrong (habis kalau mau nongkrong di mall kan harus ke kota Depok). Bahkan kalau hari Sabtu, anak-anak sering bilang, &#8220;Bu, kita <em>ekskul</em>nya disini saja ya!&#8221;.</p>
<p align="justify">Para ibu yang mengantarkan anak-anaknya bersekolah di SD, kadang juga menjadikan warung itu sebagai <em>home base</em> mereka untuk <em>ngrumpi</em> (tapi yang baik-baik saja lho ya). Lalu para pengantar pasien puskesmas sering juga <em>longak-longok</em> melihat warung dan tentu saja apa yang ada di dalamnya.</p>
<p align="justify">Jadi deh warung itu selalu kelihatan ramai setiap harinya, meskipun kadang yang beli satu tapi yang menemani beli sepuluh hehe&#8230;. (oh nggak, mereka juga pada belanja kok !).</p>
<p align="justify">Bagi kami -terutama mamahnya anak-anak, si penjaga warung, ramainya pengunjung seperti itu juga membawa keberkahan tersendiri. Anak-anak yang berkerumun itu kan temannya anak-anak kami juga. Dari mereka kami bisa menggali berbagai permasalahan, keinginan, cita-cita, keresahan dan segala tetek bengek lainnya yang dihadapi oleh generasi yang sedang tumbuh itu.</p>
<p align="justify">Dari ibu-ibu yang berkumpul kami juga bisa <em>sharing</em> tentang berbagai hal, mulai dari masalah harga kebutuhan sehari-hari yang terus melangit, susahnya mencari dan membelanjakan duit, anak-anak yang pada pintar membantah kayak di sinetron, hingga soal-soal yang lebih &#8220;berat&#8221; tentang bagaimana kita harus menyiapkan diri untuk kehidupan yang jauh lebih panjang, di akherat nanti.</p>
<p>Ya, kami berharap, di samping menjadi tempat jualan, warung kecil ini juga bisa menjadi tempat belajar dan berbagi ilmu dan pengalaman. Bukankah hikmah dan kearifan itu tersebar dimana-mana, tergantung kita mau atau tidak memungutnya. <em>Semoga ya !</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[:: Surat Buat Mbah]]></title>
<link>http://kadobunayya.wordpress.com/2008/02/27/surat-buat-mbah/</link>
<pubDate>Wed, 27 Feb 2008 09:57:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>kadobunayya</dc:creator>
<guid>http://kadobunayya.wordpress.com/2008/02/27/surat-buat-mbah/</guid>
<description><![CDATA[Kepada : Mbah Kakung &amp; Mbah Uti tercinta di Ngadirejo Temanggung Assalamu ‘alaikum wr. wb. Mbah ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://kadobunayya.wordpress.com/files/2008/04/blogbunayya.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-52" src="http://kadobunayya.wordpress.com/files/2008/04/blogbunayya.jpg?w=212" alt="" width="212" height="227" /></a></p>
<p><span style="font-size:x-small;"></span></p>
<p align="justify">Kepada :</p>
<p align="justify">Mbah Kakung &#38; Mbah Uti tercinta di Ngadirejo Temanggung</p>
<p align="justify">Assalamu ‘alaikum wr. wb.</p>
<p align="justify">Mbah berdua, bagaimana kabarnya ? Alhamdulillah kami sekeluarga di Depok dalam keadaan sehat wal afiat. Mudah-mudahan Mbah juga dalam keadaan sehat selalu, Amien.</p>
<p align="justify">Mbah ini kami bertiga kirim foto-foto kami. Cantik-cantik kan Mbah ? Mudah-mudahan akhlak dan hatinya lebih cantik dari lahirnya ya Mbah. Doakan ya Mbah mudah-mudahan kami selalu menjadi anak-anak solehah, yang taat menjalankan perintah-perintah agama, berbakti kepada orang tua, juga kepada Mbah, hormat kepada yang lebih tua dan sayang kepada yang sebaya dan yang lebih muda.<!--more--></p>
<p align="justify">Oh ya Mbah ini kami kirimkan juga foto-foto mamah. Sekarang mamah juga punya kesibukan lho Mbah. Tiap pagi mamah punya tugas baru jaga warung. Yang dijual ada alat tulis, mainan, boneka dan barang-barang kado lainnya. Alhamdulillah agak ramai lho Mbah, kelihatan di fotonya kan Mbah ?</p>
<p align="justify">Kata ayah, jualan itu juga untuk belajar menjalankan perintah agama dalam bidang muamalah. Makanya mamah harus jujur kalau jualan, gak boleh nipu, menyembunyikan barang yang cacat dan lain-lainnya. Mudah-mudahan berkah ya Mbah, meskipun harus telaten dan sabar mengumpulkan 100-200 rupiah. Kata ayah juga, kalau kita dapat uang itu harus digunakan untuk dakwah, ibadah, hadiah dan untuk keperluan rumah.</p>
<p align="justify">Kadang-kadang kami bertiga juga ikut jaga warung lho Mbah ! Kata ayah biar kami juga belajar dan tahu bahwa mencari uang itu tidak mudah. Karena itu setiap rupiah yang kita terima harus kita syukuri dan kita gunakan dengan sebaik-baiknya.</p>
<p align="justify">Untuk foto ayah, kali ini belum kami kirim Mbah, mudah-mudahan lain kali foto ayah bisa dikirim. Ayah kirim salam sungkem buat Mbah. Kami juga titip salam buat seluruh keluarga di Ngadirejo. Oh ya Mbah, kapan Mbah main lagi ke Depok/Jakarta ?</p>
<p align="justify">Sekian dulu ya Mbah, mohon maaf kalau ada kata-kata kami yang kurang berkenan.</p>
<p align="justify">Wassalamu alaikum wr. wb.</p>
<p align="justify">Cucunda</p>
<p>Bunga Nada Yasmin (Bunayya)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
