<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>rutin &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/rutin/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "rutin"</description>
	<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 04:47:28 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[IN MEMORIAM : SEDA MEMUTAR HALUAN EKONOMI]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2010/01/27/in-memoriam-seda-memutar-haluan-ekonomi/</link>
<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 01:59:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2010/01/27/in-memoriam-seda-memutar-haluan-ekonomi/</guid>
<description><![CDATA[Kondisi ekonomi Indonesia tahun 1960-an sangat memprihatinkan. Gubernur Bank Sentral saat itu Radius]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://hagemman.files.wordpress.com/2010/01/seda.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-4167" title="seda" src="http://hagemman.files.wordpress.com/2010/01/seda.jpg?w=108&#038;h=150" alt="" width="108" height="150" /></a>Kondisi ekonomi Indonesia tahun 1960-an sangat memprihatinkan. Gubernur Bank Sentral saat itu Radius Prawiro (1966-1973) dalam bukunya, Pergulatan Indonesia Membangun Ekonomi, menulis, inflasi pada tahun 1966 mencapai 650 persen. Rupiah terus dicetak, sementara produksi terus merosot.</p>
<p>Radius menulis, kebijakan “berdikari” alias berdiri di atas kaki sendiri yang dikampanyekan Presiden Soekarno membuat semua impor produk pangan dan barang distop. Impor beras dilarang pada Agustus 1964, membuat kondisi persediaan pangan nasional yang sudah sulit semakin pelik. Cadangan devisa dan emas terus menipis dari 408,9 juta dollar AS (1960-1965) menjadi minus 4,5 juta dollar AS.</p>
<p>Radius menulis pula, pendapatan per kapita dari 107 juta rakyat Indonesia saat itu hanya 60 dollar AS. Kurs rupiah merosot dari Rp 186,67 per dollar AS (tahun 1961) menjadi Rp 14.083 per dollar AS (tahun 1965). Defisit anggaran di atas 140 persen.</p>
<p>Pada kondisi akut ini, Franciscus Xaverius Seda ditunjuk sebagai Menteri Keuangan (1966-1968). Sebelumnya, pria asal Flores kelahiran 4 Oktober 1926 ini sudah menjabat sebagai Menteri Perkebunan (1964-1966) dan Menteri Pertanian (1966) pada era Soekarno.</p>
<p>Kondisi ekonomi yang buruk dan uang yang menipis sempat dituturkan Frans Seda saat terakhir kali bertemu Bung Karno tahun 1968 di Istana. “Kita semua dipanggil ke istana, saat MPRS memutuskan Pak Harto ditunjuk sebagai Pejabat Presiden,” ujar Frans Seda dalam wawancara berkenaan dengan hari ulang tahunnya ke-70, 4 Oktober 1996.</p>
<p>“Waktu itu tanggal 21 Pebruari 1968, Bung Karno menyerahkan kekuasaan. Sebelum diturunkan sebagai Presiden, pukul 19.00 kita dipanggil Pak Harto ke istana. Saat semua berdiri diam, mendadak Bung Karno bilang, ‘Mana Menteri Keuangan ?’</p>
<p><!--more--><a href="http://hagemman.files.wordpress.com/2010/01/senen1973spig5.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-4169" title="senen1973spig5" src="http://hagemman.files.wordpress.com/2010/01/senen1973spig5.jpg?w=150&#038;h=113" alt="" width="150" height="113" /></a>“Saya, Pak,” jawab Frans Seda. “Ini istana musti dicat, sudah mulai rusak, banyak rembesan air hujan.”  “Saya bilang tidak ada uang, apalagi ini lagi musim hujan,” ujar Frans Seda. Uang negara praktis nol.</p>
<p>Frans yang belajar ekonomi di Katholieke Ecobomische Hogeschool, Tilburg, Belanda, 1956, mengaku tak bisa berbuat banyak saat masih di kabinet era Soekarno. Anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) praktis menguasai semua lini pemerintahan. Dan, akibatnya, semangat anti-Barat dan anti bantuan Barat sudah demikian kental.</p>
<p>“Saat itu PKI mulai menyusup kemana-mana,” ujar Frans Seda. Muncul berbagai isu adu domba antargolongan. Frans Seda mengaku, bagaimana dia harus berhadapan dengan buruh-buruh perkebunan yang begitu radikal. “Namun, saya tak gentar, saya tetap hadapi mereka,” ujar Frans Seda sewaktu menjadi Menteri Perkebunan.</p>
<p>Repotnya, ujar Frans Seda, saat menghadapi Bank Sentral atau Bank Indonesia. Jusuf Muda Dalam yang memimpin Bank Sentral sangat pro-PKI. Pengelolaan Bank Sentral sangat sembrono sejak “ekonomi terpimpin” tahun 1957, Bank Sentral di bawah kendali pemerintah. Bank Sentral lebih banyak mencetak uang untuk menyiasati defisit.</p>
<p>Emil Salim, salah satu tim penasihat ekonomi tahun 1966 menulis, Frans Seda diandalkan untuk memutar haluan kebijakan pembangunan nasional. Maklum, Frans Seda masih dalam pemerintahan Presiden Soekarno, dimana Soekarno dan para menterinya menolak bekeja sama dengan negara dan lembaga-lembaga keuangan Barat. “Persetan dengan bantuan kalian,” ujar Soekarno saat itu.</p>
<p>Di pundak Frans Seda mulai dilakukan pembenahan dalam anggaran. Tadinya praktis segala urusan bekerja tanpa anggaran. “Pokoknya segala sesuatu ada di tangan negara, di tangan presiden. Presiden mau apa harus jalan,” ujar Frans Seda. Saat itu semuanya bekerja berdasarkan anggaran, anggaran berimbang. Pembelanjaan atau pengeluaran disesuaikan dengan anggaran penerimaan negara.</p>
<p>Radius Prawiro menulis, anggaran tahun 1967 dimulai dengan analisis dari keadaan ekonomi negara. Menteri Keungan Frans Seda menyusun anggaran di mana pendapatan diproyeksikan sebesar Rp 81,3 miliar. Angaran ini disesuaikan dengan pengeluaran. Juga mulai dikenal adanya pengeluaran “rutin” dan “pembangunan”.</p>
<p>Semua langkah ini setelah pemerintah melakukan pemotongan nilai uang dalam upaya mengendalikan hiperinflasi yang terjadi. Soalnya, uang yang beredar lebih banyak berada di tangan para spekulator. Harga bahan bakar minyak juga dinaikkan dari Rp 4 per liter menjadi Rp 16 per liter.</p>
<p>Banyak yang protes, terutama para spekulator yang juga orang-orang kaya. Akan tetapi, Frans Seda dan tim ekonomi, antara lain Prof Dr Wijojo Nitisastro (Ketua Bappenas 1867-1971), Prof Sumitro Djojohadikusumo (Menteri Perdagangan 1968-1973), Prof Dr M Sadli (Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal 1967-1973), dan para ekonom muda, seperti Emil Salim, tetap tak gentar.</p>
<p>Emil Salim berkisah, Frnas Seda diperlukan untuk bisa memulihkan kembali perekonomian Indonesia, terutama di kalangan lembaga keuangan dan negara Barat. “Delegasi Dana Moneter di bawah pimpinan Tun Thin mendatangi Frans Seda di rumahnya di Jalan Sriwijaya untuk meyakinkan perlunya rencana rehabilitasi dan stabilisasi ekonomi Indonesia,” ujar Emil Salom.</p>
<p>Frans Seda pun lebih memilih membela bangsa dan negaranya ketimbang Soekarno yang juga sangat dikaguminya. Mulai tahun 1968, Indonesia kembali berhubungan dengan negara-negara Barat, antara lain dengan terbentuknya Inter-Governmental Group on Indonesia (IGGI). Belanda menjadi ketua IGGI karena dianggap kenal soal Indonesia. Namun, boleh jadi, lobi Frans Seda memainkan peran kunci bagi posisi kunci Belanda ini.</p>
<p><strong>Kompak dan hebat</strong></p>
<p>Kehebatan dan kekompakan tim ekonomi pada awal Orde Baru ini yang membuat ajang ulang tahun ke-70 Frans Seda di Universitas Atma Jaya, Oktober 1996, menjadi ajang reuni. Frans Seda seperti menemukan dunianya sendiri di awal Orde Baru.</p>
<p>Saat itu hadir Prof Sumitro Djojohadikusumo (Menteri Perdagangan 1968-1973, Menteri Negara Riset 1973-1978), juga hadir Prof Dr Widjojo Nitisastro (pernah menjabat Ketua Bappenas 1867-1971, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional 1971-1973, Menko Ekuin merangkap Ketua Bappenas 1973-1988, dan penasihat ekonomi Presiden 1 April 1993).</p>
<p>Hadir juga Prof Dr M Sadli (Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal 1967-1973, Menteri Tenaga Kerja 1971-1973, dan Menteri Pewrtambangan dan Minyak Bumi 1973-1978), dan Prof Dr Subrtoro (mantan Menteri Transmigrasi dan Koperasi 1971-1973, Menaker, Transmigrasi dan Koperasi 1973-1978, serta Menteri Pertambangan dan Energi 1978-1988).</p>
<p>Beberapa dari tim ekonomi ini kini sudah bergabung lagi di alam sana. Frans Seda sudah berpulang ke Sang Pencipta pada 31 Desember 2009. Seandainya mereka kompak lagi dan menyumbang ide pemulihan ekonomo negeri ini.</p>
<p>Saat wawancara, Frans Seda tidak banyak berkisah soal langkah pemulihan dan stabilitas ekonomi yang diambil saat itu. Frans Seda yang sederhana dan rendah hati memang lebih banyak berkisah soal kehidupan dan perjalanan hidup pribadinya ketimbang apa yang dibuat bagi negara dan bangsa ini.</p>
<p>Akan tetapi, omong-omong, mengapa Pak Frans ketika itu memilih belajar ekonomi ketimbang hukum yang saat itu begitu populer ? Demikian salah satu pertanyaan saat wawancara. “Yang penting bisa sekolah ke luar negeri,” ujar Frans Seda sampai tertawa lepas.</p>
<p>“Sebetulnya saya mau ambil hukum di Universitas Indonesia (UI). Tetapi, saat itu datang kesempatan dari Gereja Katolik di Flores untuk bea siswa belajar ke Belanda. Ilmunya terserah,” ujar Frans Seda.</p>
<p>Tapi, dengan belajar di Belanda, Frans Seda tidak saja menimba ilmu ekonomi. “Belajar di Belanda saya anggap sebagai masa mematangkan nasionalisme. Di sana, Soekarno dihina, memaksa kita membela Soekarno. Rasa nasionalisme pun digodok,” ujarnya.</p>
<p>Frans Seda terakhir kali duduk dalam kabinet sebagai Menteri Perhubungan dan Pariwisata (1968-1973). Meski demikian, dia tetap dipercaya menjadi penasihat ekonomi sejumlah presiden. Boleh jadi sikap ketus Frans Seda kadang membuat orang menyangka dia bukannya memberikan nasihat, tetapi memarahi lawan bicaranya.</p>
<p>Frans Seda membaktikan dirinya sejak awal kemerdekaan, pada era Soekarno, era Soeharto, dan era Reformasi. Sebuah penghargaan dari negeri ini pantas disandangnya.</p>
<p>Sumber  :</p>
<p>In Memoriam : Frans Seda Memutar Haluan Ekonomi – Pieter P Gero &#124; Kompas, 11.01.2010</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Apple Buckwheat Breakfast]]></title>
<link>http://livefoodexperience.wordpress.com/2010/01/25/apple-buckwheat-breakfast/</link>
<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 16:34:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>The Live Food Experience</dc:creator>
<guid>http://livefoodexperience.wordpress.com/2010/01/25/apple-buckwheat-breakfast/</guid>
<description><![CDATA[unsprouted buckwheat Sprouted buckwheat is a really magical food. Most people know buckwheat in term]]></description>
<content:encoded><![CDATA[unsprouted buckwheat Sprouted buckwheat is a really magical food. Most people know buckwheat in term]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Uktub*]]></title>
<link>http://hermansurya.wordpress.com/2010/01/12/uktub/</link>
<pubDate>Tue, 12 Jan 2010 06:16:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>hermansurya</dc:creator>
<guid>http://hermansurya.wordpress.com/2010/01/12/uktub/</guid>
<description><![CDATA[Kendari, 12 Januari 2010 Sudah lama juga blog ini tidak saya tengok, apalagi diisi dengan tulisan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><a href="http://hermansurya.wordpress.com/files/2010/01/writing2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-147" title="writing2" src="http://hermansurya.wordpress.com/files/2010/01/writing2.jpg?w=300" alt="" width="300" height="240" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Kendari, 12 Januari 2010</p>
<p style="text-align:justify;">Sudah lama juga blog ini tidak saya tengok, apalagi diisi dengan tulisan&#8230;. :-) Biasa.., penyakit blogger pemula alias amatiran hehe&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi, setelah berusaha mengingat-ingat kembali tujuan awal dibuatnya blog ini, akhirnya diupayakanlah sebuah tulisan bisa terposting. Saya bertekad sepenuh jiwa <em>*halah*</em> untuk bisa kembali kembali menulis. Sesederhana apapun itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Ternyata bukan perkara mudah bagi saya; orang yang baru belajar menulis kemudian menuntut diri untuk bisa rutin membuat tulisan, menuang sepenggal pengalaman hidup atau bahkan sekadar mengutip perkataan orang.</p>
<p style="text-align:justify;">Itu baru masalah rutinitasnya, belum menyoal kualitas tulisannya, bobotnya, isinya, bermanfaat atau tidak dll. Meski&#8230;, kualitas tulisan sangat mungkin berbanding lurus dengan rutinitas yang di atas tadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi ingat sebuah riwayat ketika Nabi ditanya: Amalan apa yang paling di sukai Allah? Beliau menjawab: &#8220;Yakni yang terus menerus walaupun sedikit&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Artinya, suatu amalan meskipun sedikit jika dilakukan secara terus menerus lebih baik dari pada amalan yang banyak namun terputus. Tidak berbeda dengan menulis juga kayaknya.</p>
<p style="text-align:justify;">Betul betul betul?</p>
<p style="text-align:justify;">*tulislah</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[LIMA TAHUN SETELAH TSUNAMI ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/12/28/lima-tahun-setelah-tsunami/</link>
<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 05:59:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/12/28/lima-tahun-setelah-tsunami/</guid>
<description><![CDATA[Bayangan mengerikan tsunami yang menerjang Aceh, Nias, dan Sumatera Utara masih tersisa meski bencan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/aceh03.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3816" title="aceh03" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/aceh03.jpg?w=112" alt="" width="112" height="150" /></a>Bayangan mengerikan tsunami yang menerjang Aceh, Nias, dan Sumatera Utara masih tersisa meski bencana luar biasa itu sudah berlalu lima tahun.</p>
<p>Kisah petaka yang datang tiba-tiba pada pagi hari tanggal 26 Desember 2004 itu masih hidup di kalangan masyarakat Indonesia. Namun, pelajaran apa yang sudah diambil dari entakan tragedi yang sungguh menggemparkan itu ?</p>
<p>Kelihatannya bangsa Indonesia tidak mampu menggunakan tragedi itu sebagai momentum penting untuk mengubah kesadaran, memperbaiki sikap dan perilaku. Setelah berlangsung hiruk-pikuk beberapa saat, sikap dan perilaku kembali berjalan seperti biasa. Seolah-olah tidak ada hal luar biasa yang sudah terjadi. Begitu cepat lupa.</p>
<p>Padahal, gempa dan tsunami di Aceh dan sekitarnya tergolong luar biasa, yang mengentakkan semua penduduk Bumi. Bencana itu tidak hanya meminta sekitar 200.000 korban jiwa. Kerugian harta benda pun tidak sedikit. Trauma yang ditimbulkan sangat mendalam.</p>
<p>Segera kelihatan pula bagaimana kemampuan manajemen bangsa Indonesia dalam menghadapi bencana tsunami di Aceh dan sekitarnya. Manajemen krisis sangat lemah bahkan kedodoran. Koordinasi dan efektivitas organisasi dalam mengatasi dampak bencana kurang bekerja optimal dan cenderung tertatih-tatih.</p>
<p><!--more-->Semula diharapkan pengalaman pahit di Aceh dapat dijadikan bahan pelajaran penting dalam meningkatkan kemampuan mengelola krisis. Namun, perubahan tidak banyak kelihatan. Maka, berbagai kalangan benar-benar tersentak ketika terjadi lagi kedodoran dan kekacauan dalam manajemen krisis ketika terjadi gempa di Yogyakarta, Jawa Barat, dan Sumatera Barat.</p>
<p>Kenyataan ini benar-benar merisaukan, lebih-lebih kalau melihat posisi Indonesia yang sangat rawan terhadap pelbagai bencana alam. Indonesia tidak hanya berada di atas cincin api, tetapi juga memiliki banyak gunung api dan berada di atas daerah patahan Asia-Australia.</p>
<p>Hampir tak terelakkkan Indonesia akan terus-menerus berada di bawah ancaman gempa tektonik oleh pergeseran lempeng Asia-Australia. Juga terancam oleh hempa vulkanik oleh kegiatan gunung api. Dengan memerhatikan ancaman itu, mau tidak mau perlu diperhatikan konstruksi bangunan yang tahan gempa, yang harus disosialisasikan.</p>
<p>Tidak kalah pentingnya simulasi penyelamatan diri jika terjadi gempa yang umumnya datang tiba-tiba. Antisipasi sangat penting untuk mengurangi dampak bencana. Namun, sampai sekarang terkesan sangat minim upaya antisipasi. Alat-alat peringatan dini tsunami dilaporkan kurang dirawat. Juga tidak ada simulasi rutin sebagai persiapan menghadapi bencana.</p>
<p>Minimnya sosialisasi tentang konstruksi tahan gempa merupakan sebuah kekonyolan. Lemahnya kontrol terhadap pembangunan gedung sangatlah berbahaya seperti terlihat dalam kasus bangunan di Pasar Tanah Abang, yang runtuh pekan ini sekalipun tidak ada gempa.</p>
<p>Sumber  :</p>
<p>Tajuk Rencana : Lima Tahun Setelah Tsunami &#124; Kompas, 26.12.2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jauh Perjalanan ............]]></title>
<link>http://assafah.wordpress.com/2009/12/23/jauh-perjalanan/</link>
<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 00:39:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>assafah</dc:creator>
<guid>http://assafah.wordpress.com/2009/12/23/jauh-perjalanan/</guid>
<description><![CDATA[Ahad &#8211; Rabu, 03 &#8211; 06 Muharam 1431 H. Ziarah atas urusan rasmi kali ini mengambil masa se]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h3><span style="color:#993300;">Ahad &#8211; Rabu, 03 &#8211; 06 Muharam 1431 H.</span></h3>
<p>Ziarah atas urusan rasmi kali ini mengambil masa selama empat hari. Jarak yang dilalui oleh kami sekeluarga hampir mencecah 1400 kilometer satu pusingan lengkap. Syukur kepada ALlah kerana telah menyelamatkan perjalanan kami.</p>
<p>Tour ini juga membolehkan kami merasai pengalaman baru melalui jalan yang asing bagi kami iaitu Permatang Pauh &#8211; Gerik dan Gua Musang &#8211; Kuala Lumpur. Laluan terakhir betul-betul menakutkan, tambahan pula kes kemalangan maut di situ kerap menghiasi dada akhbar.</p>
<p>Ja tak boleh tidur kerana bimbangkan room matenya terlelap atau alpa sewaktu memandu.</p>
<div id="attachment_1085" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://assafah.wordpress.com/files/2009/12/dscn6574.jpg"><img class="size-medium wp-image-1085" title="DSCN6574" src="http://assafah.wordpress.com/files/2009/12/dscn6574.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Makan sebelum tiba ke PUTIK di Baung</p></div>
<div id="attachment_1086" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://assafah.wordpress.com/files/2009/12/dscn6594.jpg"><img class="size-medium wp-image-1086" title="DSCN6594" src="http://assafah.wordpress.com/files/2009/12/dscn6594.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Posing kat Pantai Tmur HP</p></div>
<div id="attachment_1087" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://assafah.wordpress.com/files/2009/12/dscn6601.jpg"><img class="size-medium wp-image-1087" title="DSCN6601" src="http://assafah.wordpress.com/files/2009/12/dscn6601.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Acara Rasmi di PUTIK</p></div>
<div id="attachment_1088" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://assafah.wordpress.com/files/2009/12/dscn6616.jpg"><img class="size-medium wp-image-1088" title="DSCN6616" src="http://assafah.wordpress.com/files/2009/12/dscn6616.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Melayan sibongsu di Genting Sempah</p></div>
<div id="attachment_1093" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://assafah.wordpress.com/files/2009/12/dscn66171.jpg"><img class="size-full wp-image-1093" title="DSCN6617" src="http://assafah.wordpress.com/files/2009/12/dscn66171.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a><p class="wp-caption-text">Genting Sempah View</p></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nahdhoh to Politan]]></title>
<link>http://assafah.wordpress.com/2009/12/21/nahdhoh-to-politan/</link>
<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 10:28:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>assafah</dc:creator>
<guid>http://assafah.wordpress.com/2009/12/21/nahdhoh-to-politan/</guid>
<description><![CDATA[Sekeluarga di lobi Politan 04 Muharam / 21 Dis 2009 Jam 0800 bergerak meninggalkan AnNahdhoh. Kami g]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h3><span style="color:#993366;"></p>
<div id="attachment_1079" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://assafah.wordpress.com/files/2009/12/dscn6565.jpg"><img class="size-full wp-image-1079" title="DSCN6565" src="http://assafah.wordpress.com/files/2009/12/dscn6565.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a><p class="wp-caption-text">Sekeluarga di lobi Politan</p></div>
<p>04 Muharam / 21 Dis 2009</p>
<p></span></h3>
<p>Jam 0800 bergerak meninggalkan AnNahdhoh. Kami gunakan laluan Kulim &#8211; Gerik. Singgah di Petronas untuk isi petrol. Jam 1130 mengisi perut anak-anak di Batu Melintang.</p>
<p>Selepas mengharungi kesesakan lalu lintas mulai Kok Lanas hingga Kota Bharu, kam berjaya daftar masuk di Hotel Politan tepat jam 1400. Syukur kepada ALLah kerana telah menyelamatkan perjalanan kami tadi.</p>
<p>Selepas solat, hanya buat beberapa urusan kewangan kecil dan berehat di bilik. Anak pertama kami menemankan ibunya bersiar-siar di sekitar pusat bandar KB BRI ni.</p>
<div id="attachment_1075" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://assafah.wordpress.com/files/2009/12/dscn6559.jpg"><img class="size-medium wp-image-1075" title="DSCN6559" src="http://assafah.wordpress.com/files/2009/12/dscn6559.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Anak2 dan Ana</p></div>
<div id="attachment_1076" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://assafah.wordpress.com/files/2009/12/dscn6558.jpg"><img class="size-medium wp-image-1076" title="DSCN6558" src="http://assafah.wordpress.com/files/2009/12/dscn6558.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">AD</p></div>
<div id="attachment_1082" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://assafah.wordpress.com/files/2009/12/dscn65621.jpg"><img class="size-medium wp-image-1082" title="DSCN6562" src="http://assafah.wordpress.com/files/2009/12/dscn65621.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Ibu &#38; Ayah</p></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tour Pematang Pasir via An-Nahdhoh]]></title>
<link>http://assafah.wordpress.com/2009/12/20/tour-pematang-pasir-via-annahdhoh/</link>
<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 23:27:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>assafah</dc:creator>
<guid>http://assafah.wordpress.com/2009/12/20/tour-pematang-pasir-via-annahdhoh/</guid>
<description><![CDATA[Ahad 03 Muharam 1431H Jam 740 meninggalkan rumah di Batu Putih. Berhenti rehat dan sarapan di Hntian]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h3><span style="color:#993300;">Ahad 03 Muharam 1431H</span></h3>
<p>Jam 740 meninggalkan rumah di Batu Putih. Berhenti rehat dan sarapan di Hntian Sebelah Taiping. Syukur kepada ALLah, kami tiba dan sempat daftar masuk ke bilik di An=Nahdhoh Inn sebelum jam 1000.</p>
<p>Mulai jam 1230 hingga 1910 teman ada program dengan Jabatan PASTI Pulau Pinang. Ja &#38; Co urus hal sendiri di bilk dan ziarah sekitar An-Nahdhoh.</p>
<p>Selepas solat Maghrib, baru ada masa bawak bebudak jalan-jalan di sekitar Permatang Pasir. At last singgah makan char kuey teow yang famous di Permatang Pauh ni. Rasanya sedap tetapi terpaksa bersabar menunggu hampir 45 minit. Ada jugak pelanggan yang bayar minuman dan terus cabut kerana tidak tahan menunggu !</p>
<p><a href="http://assafah.wordpress.com/files/2009/12/dscn6539.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1064" title="DSCN6539" src="http://assafah.wordpress.com/files/2009/12/dscn6539.jpg?w=300" alt="Audiens" width="300" height="225" /></a></p>
<div id="attachment_1068" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://assafah.wordpress.com/files/2009/12/dscn6545.jpg"><img class="size-full wp-image-1068" title="DSCN6545" src="http://assafah.wordpress.com/files/2009/12/dscn6545.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a><p class="wp-caption-text">Ja &#38; Co di Lobi</p></div>
<div id="attachment_1069" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://assafah.wordpress.com/files/2009/12/dscn6547.jpg"><img class="size-medium wp-image-1069" title="DSCN6547" src="http://assafah.wordpress.com/files/2009/12/dscn6547.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Tunggu Makanan</p></div>
<p><a href="http://assafah.wordpress.com/files/2009/12/dscn6552.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1066" title="DSCN6552" src="http://assafah.wordpress.com/files/2009/12/dscn6552.jpg" alt="Morning View from Our Room" width="500" height="375" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Russia's Putin Praises, Criticizes Stalin]]></title>
<link>http://infotorch.wordpress.com/2009/12/20/russias-putin-praises-criticizes-stalin/</link>
<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 12:45:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>infotorch</dc:creator>
<guid>http://infotorch.wordpress.com/2009/12/20/russias-putin-praises-criticizes-stalin/</guid>
<description><![CDATA[http://www.timesonline.co.uk/tol/news/world/europe/article6943477.ece]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://www.timesonline.co.uk/tol/news/world/europe/article6943477.ece">http://www.timesonline.co.uk/tol/news/world/europe/article6943477.ece</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Al-Fatihah - Adik Saudaraku Mangsa Ragut]]></title>
<link>http://assafah.wordpress.com/2009/12/08/al-fatihah-adik-saudaraku-mangsa-ragut/</link>
<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 03:56:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>assafah</dc:creator>
<guid>http://assafah.wordpress.com/2009/12/08/al-fatihah-adik-saudaraku-mangsa-ragut/</guid>
<description><![CDATA[Kejadian ini berlaku semalam 07 Disember 2009 kira-kira jam 1530. Ragut: Suami maut, isteri parah Ad]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h3><span style="color:#339966;">Kejadian ini berlaku semalam 07 Disember 2009 kira-kira jam 1530.</span></h3>
<h2><span style="color:#ff0000;">Ragut: Suami maut, isteri parah</span></h2>
<p><span style="color:#ff0000;"></p>
<div id="attachment_1022" class="wp-caption aligncenter" style="width: 360px"><a href="http://assafah.wordpress.com/files/2009/12/rahman.jpg"><img class="size-full wp-image-1022" title="rahman" src="http://assafah.wordpress.com/files/2009/12/rahman.jpg" alt="" width="350" height="247" /></a><p class="wp-caption-text">Adindaku . . .</p></div>
<p></span></p>
<div>Oleh ZAINAL AZHAR MOHAMED<br />
jenayah@utusan.com.my</div>
<table border="0" cellpadding="3" width="300" align="right">
<tbody>
<tr>
<td valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size:xx-small;"></p>
<div>Jenayah ragut yang berlaku tanpa mengenal sesiapa terus mengakibatkan insan tidak berdosa menjadi mangsa dan lebih malang ada nyawa menjadi korban. <strong> Dalam kejadian di Taman Maluri, Cheras, Kuala Lumpur, semalam, seorang mangsa, Abdul Rahman Mohd. Kaladin, 34, maut manakala isterinya, di atas pengusung cedera parah akibat jenayah tersebut. </strong><strong> &#8211; utusan/MOHD HATIM MAZLAN</strong></div>
<p></span></p>
<hr size="1" noshade="noshade" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>KUALA LUMPUR 7 Dis. &#8211; Kekejaman jenayah ragut seolah-olah tidak ada penghujungnya dengan mangsanya tidak mengenal usia.</p>
<p>Kurang dua minggu lalu seorang warga emas berusia 66 tahun maut setelah terjatuh daripada motosikal yang dibonceng akibat diragut di Alor Setar.</p>
<p>Hari ini jenayah ragut itu meragut pula nyawa seorang lelaki selain mencederakan isterinya di Jalan Jejaka di sini.</p>
<h2>Ketika kejadian pada pukul 3.30 petang ini, mangsa, <span style="color:#ff00ff;">Abdul Rahman Mohd. Kaladin, 34</span>, serta isterinya yang juga berusia 34, baru keluar daripada pusat beli-belah Jaya Jusco Taman Maluri di sini.</h2>
<p>Ketua Polis Daerah Cheras, Asisten Komisioner Ahmad Amir Mohd. Hashim berkata, sejurus tiba di tempat kejadian, motosikal yang ditunggangi mangsa dipercayai telah dihimpit dua lelaki.</p>
<p>&#8220;Kedua-dua suspek yang menaiki motosikal jenis Yamaha 125Z telah menghimpit kenderaan mangsa untuk meragut sebelum pasangan itu hilang kawalan dan memasuki Jalan Perkasa 1.</p>
<p>&#8220;Namun semasa membelok masuk ke jalan itu, motosikal mangsa telah merempuh pagar simen sebuah rumah sebelum tercampak ke tepi jalan,&#8221; katanya kepada pemberita di lokasi kejadian di sini hari ini.</p>
<p>Penjenayah terbabit dikatakan sempat melarikan seutas rantai leher milik isteri mangsa.</p>
<p>Tambahnya, ketika kejadian terdapat seorang saksi cuba mengejar suspek, namun kedua-dua penjenayah itu sempat melarikan diri ke arah Jalan Perkasa 1.</p>
<p>Ekoran rempuhan itu Ahmad Amir memberitahu, mangsa yang tinggal di Kampung Pandan mati di tempat kejadian manakala isterinya cedera parah.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MASIHKAH JAWA LUMBUNG BERAS NASIONAL ? ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/11/30/masihkah-jawa-lumbung-beras-nasional/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 02:31:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/11/30/masihkah-jawa-lumbung-beras-nasional/</guid>
<description><![CDATA[Sebagai lumbung beras nasional, Pulau Jawa ada di titik amat kritis. Di satu sisi, karena ketergantu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/03masihkah-jawa-lumbung-beras-nasional-01.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3417" title="03masihkah jawa lumbung beras nasional 01" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/03masihkah-jawa-lumbung-beras-nasional-01.jpg?w=125" alt="" width="125" height="150" /></a>Sebagai lumbung beras nasional, Pulau Jawa ada di titik amat kritis. Di satu sisi, karena ketergantungan akut semua perut pada beras, swasembada beras menjadi keharusan bagi siapa pun yang memerintah negeri ini.</p>
<p>Beras adalah pangan mahapenting di negeri berpenduduk 230 juta ini, tak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga sosial-politik. Karena itu, sejak Orde Baru hingga kini, baik harga, pasokan, maupun distribusi beras dikendalikan. Posisi Jawa menjadi penting karena memasok 56-60 persen (kebutuhan) beras nasional.</p>
<p>Di sisi lain, Jawa merupakan episentrum ekonomi nasional. Sekitar 70 persen uang negeri ini berputar di Jawa (Baswir, 2003). Hal ini membuat aktivitas ekonomi di Jawa berputar bak gasing. Laju industrialisasi, transformasi ekonomi, dan jumlah penduduk yang besar membuat tekanan pada lahan menjadi panas. Pertumbuhan ekonomi mendongkrak mutu sosial-ekonomi lahan nonpertanian.</p>
<p><strong>Di simpang jalan</strong></p>
<p>Perkawinan antara permintaan dan rente lahan nonpertanian yangterus meningkat ini membuat tekanan pada lahan berjalan masif. Ini membuat keberadaan hutan, sawah, dan ladang ada di simpangjalan : tetap dipertahankan sebagai kawasan penyangga dan penghasil pangan atau dikonversi.</p>
<p><!--more-->Dampak dari tekanan lahan itu bisa dilihat dari rutinitas banjir, longsor, dan kekeringan di sejumlah kota di Jawa. Namun, sejauh mana kondisi tutupan hutan dan daerah aliran sungai (DAS) sebagai penyuplai air irigasi, khususnya terkait jaminan produksi pangan dari sawah, belum banyak diketahui. Ketersediaan informasi ini penting sebagai penanda kritis-tidaknya Pulau Jawa sebagai penyangga pangan nasional.</p>
<p>Hasil intrepretasi citra Landsat 2006/2007 oleh Barus dan kawan-kawan (2009) menunjukan, tutupan lahan hutan total di Jawa tinggal 14 persen, jauh dari angka ideal (30 persen) untuk menjaga lingkungan fisik dan areal sawah. Dari 156 DAS di Jawa, hanya 10 DAS (6,4 persen) yang punya tutupan luas hutan lebih dari 30 persen, bahkan 50 DAS (32 persen) di antaranya tutupan hutannya nol persen. Akibatnya, sebagian besar sub-DAS di Jawa berpotensi besar dilanda banjir/longsor rutin. Air hujan yang seharusnya bisa mengisi air tanah dan pelan-pelan dialirkan karena adanya tutupan hutan, berubah menjadi air limpasan permukaan, yang tidak saja mubazir, tetapi juga menjadi (peng)gerus lapisan subur tanah.</p>
<p>Menurut Barus dkk, dari empat kelas daerah tawan longsir (1-4, dari rendah/tidak ada sampai besar), kategori kelas tiga menempati rerata 80 persen dari tiap sub-DAS dan kelas 4 menempati areal 10 persen.</p>
<p>Dari empat kelas daerah rawan banjir, kategori kelas tiga mempunyai rerata 65 persen dari tiap sub-DAS, dan kelas empat sekitar 20 persen. Berpijak dari kombinasi ketiga kondisi itu – DAS kritis, rawan banjir, dan rawan longsor – sebenarnya lingkungan fisik di Jawa sudah rusak/kritis.</p>
<p>Apabila musim hujan, sebagian besar sawah akan banjir dan longsor. Sebaliknya, sawah akan kekeringan pada musim kemarau. Rutinitas banjir dan longsir akan membuat padi puso, DAS dan jaringan irigasi rusak. Padi adalah tanaman rakus air. Tanpa ketersediaan air memadai. Produksi padi ada di zona bahaya. Banjir, longsor, dan kekeringan akan mengancam eksistensi Jawa sebagai lumbung padi nasional.</p>
<p><strong>Jawa, basis produksi beras</strong></p>
<p>Untuk mempertahankan Jawa sebagai basis produksi beras, harus dilakukan aneka langkah cepat dan simultan.</p>
<p><em>Pertama</em>, menetapkan zonasi agroekologi sawah. Konsep pewilayahan didasari kenyataan, tiap tanaman memiliki perbedaan tingkat kesesuaian lahan. Dari zonasi agroekologi sawah oleh Nurwadjedi (2009), luas sawah mencapai 2,87 juta hektar (40 persen) dari 7,16 juta hektar kawasan budidaya di Jawa. Sebagian besar (93 persen) sawah itu berjenis tanah fluvial dan volkanik yang amat subur dibandingkan dengan tanah di luar Jawa, dengan kondisi irigasi beragam (dari teknis hingga tadah hujan). Dengan penetapan ini, sawah dalam zonasi harus dilindungi eksistensinya.</p>
<p>Penetapan dan perlindungan lahan ini merupakan amanat UU Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, ditetapkan 16 September 2009, melalui UU ini, kawasan dan lahan pertanian pangan ditetapkan (jangka panjang, menengah, dan tahunan) lewat perencanaan kabupaten/kota, provinsi, dan nasional (Pasal 11-17).</p>
<p>Keberadaan kawasan dan lahan dilindungi hanya bisa dikonversi untuk kepentingan umum. Itu pun dengan syarat mahaberat (Pasal 44-46) : didahului kajian kelayakan dan rencana alih fungsi, pembebasan kepemilikan, dan ada lahan pengganti 1-3 kali yang dikonversi plus infrastruktur. Siapa yang melakukan alih fungsi lahan yang dilindungi bisa dipidana 2-7 tahun dan denda Rp 1 – 7 milliar. Pidana ditambah jika pelakunya pejabat (Pasal 72-74).</p>
<p><em>Kedua</em>, segera dilakukan rehabilitasi tutupan hutan, menekan laju degradasi lahan dan bencana banjir. Terkait ini, penerapan pengelolaan sumber daya air terpadu dan prinsip hilir membayar hulu tidak bisa ditunda-tunda. Karakteristik air terkait daerah hulu-hilir. Konsekuensinya, batas hidrologis tidak selalu identik dengan batas administratif.</p>
<p>Pengelolaan sumber daya air harus menimbang kesatuan hidrologis sebagai satu kesatuan wilayah. Ini penting karena DAS-DAS besar di Jawa, seperti DAS Solo, Ciliwung, dan Citanduy, bersifat lintas provinsi dan melewati puluhan kabupaten/kota. Daerah hilir sebagai pengguna (irigasi dan PAM) harus memberi insentif hulu untuk melakukan konservasi dan rehabilitasi. Tanpa dua langkah ini, degradasi sawah terus berlangsung. Jika itu terjadi, lumbung beras Jawa tinggal cerita.</p>
<p>Sumber  :</p>
<p>Masihkah Jawa Lumbung Beras Nasional ?, Khudori &#124; Penulis Buku Ironi Negeri Beras ; Peminat Sosial-Ekonomi Pertanian dan Globalisasi<br />
Kompas, 18.11.2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Qurban 1430H]]></title>
<link>http://assafah.wordpress.com/2009/11/28/qurban-1430h/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 14:37:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>assafah</dc:creator>
<guid>http://assafah.wordpress.com/2009/11/28/qurban-1430h/</guid>
<description><![CDATA[Seawal jam 7.30 pagi dah bersedia di Masjid Jamek Kampar. Mulakan dengan doa oleh AF Ustaz Sulaiman ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h2><span style="color:#008000;">Seawal jam 7.30 pagi dah bersedia di Masjid Jamek Kampar. Mulakan dengan doa oleh AF Ustaz Sulaiman Mantap. Hasilnya&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. lihat le</span></h2>
<p><img src="/DOCUME%7E1/user/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-3.jpg" alt="" /></p>
<div id="attachment_1017" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://assafah.wordpress.com/files/2009/11/dscn6343.jpg"><img class="size-full wp-image-1017" title="DSCN6343" src="http://assafah.wordpress.com/files/2009/11/dscn6343.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a><p class="wp-caption-text">Sembelihan 1</p></div>
<p>&#160;</p>
<p><span style="color:#008000;"><br />
</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Szombat]]></title>
<link>http://mocsa.wordpress.com/2009/11/14/szombat-3/</link>
<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 09:49:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>Csabi</dc:creator>
<guid>http://mocsa.wordpress.com/2009/11/14/szombat-3/</guid>
<description><![CDATA[Végre itt a szombat. Szerencsére a tegnapi nap hamar elment, ugyanis rövidített órák voltak. Még jó,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-full wp-image-790" title="zöld lámpa" src="http://mocsa.wordpress.com/files/2009/11/zold_lampa.jpg" alt="zöld lámpa" width="286" height="295" />Végre itt a szombat. Szerencsére a tegnapi nap hamar elment, ugyanis rövidített órák voltak. Még jó, mert többet lehet, hogy nem is bírtam volna a sok idiótával <em>(tisztelet a kivételnek)</em>&#8230; Mindegy,  <strong>a</strong> csütörtöki <strong>vizsgám sikerült</strong>. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> <em> Este csak egy kis időre ugrottam be a városba, ugyanis ma korán reggel mentem vezetni&#8230;</em></p>
<p>Most már teljes <span style="text-decoration:line-through;">gőzzel</span> gázzal belevetettem magam a közlekedésbe. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Bár már a rutinvizsga előtt is kimehettem többször a városba, az igazi élvezet most kezdődött: sok-sok városi <em>döcögés</em> és lakott területen kívüli <em>száguldozás</em>. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Ha minden jól megy, a hónap végén pedig forgalmi vizsga &#8211; remélhetőleg sikeresen. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>A mai estén nem tudom mi lesz. Ha lesz valami, úgyis lesz képes beszámoló&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&#160;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Heti jelentés]]></title>
<link>http://mocsa.wordpress.com/2009/11/11/heti-jelentes-4/</link>
<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 19:03:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>Csabi</dc:creator>
<guid>http://mocsa.wordpress.com/2009/11/11/heti-jelentes-4/</guid>
<description><![CDATA[A héten eddig nem történt túl sok mindent, ám holnaptól felpörögnek a dolgok&#8230; Holnap reggel rö]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>A héten eddig nem történt túl sok mindent, ám holnaptól felpörögnek a dolgok&#8230;</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-780" title="driver_tr" src="http://mocsa.wordpress.com/files/2009/11/driver_tr.jpg?w=300" alt="driver_tr" width="300" height="200" />Holnap reggel rögtön kezdem is a <span style="text-decoration:line-through;">rutin</span> járműkezelési vizsgával. Ez áll egy <em>&#8220;elméleti&#8221;</em> és egy gyakorlati részből, az <em>&#8220;elméletiben&#8221;</em> kötelezően ellenőrizni kell az autót: a <strong>gumiabroncsok</strong>at, a <strong>világító- és fényjelző berendezések</strong>et, a <strong>fékberendezések</strong>et és a <strong>kormányberendezés</strong>t, plusz húzni kell egy tételt (pl. fűtőrendszer bemutatása, stb.). A gyakorlati rész szintén 4 kötelező + 1 húzott feladatból áll. Kötelezőek: <strong>elindulás &#8211; haladás &#8211; célmegállás</strong>, <strong>elindulás &#8211; gyorsítás &#8211; megállás intenzív fékezéssel</strong>, <strong>hátramenet 20m hosszú egyenes szakaszon</strong>, <strong>szlalom menet előre &#8211; megközelítés</strong>.</p>
<p>Egyre jobban izgulok. Remélem, hogy sikerülni fog&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Egy kis zene is, így a végére:<br />
<span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/FDCb040GFkw&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/FDCb040GFkw&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Buat Isteriku &amp; Others]]></title>
<link>http://assafah.wordpress.com/2009/11/10/buat-isteriku-others/</link>
<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 14:37:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>assafah</dc:creator>
<guid>http://assafah.wordpress.com/2009/11/10/buat-isteriku-others/</guid>
<description><![CDATA[Petikan daripada Blog Futhuhat Wahai Isteri..Bersabarlah! Imam Nawawi Al-Bantani (Al-Jawi) pernah me]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h4><span style="color:#339966;">Petikan daripada Blog Futhuhat</span></h4>
<h3><a href="http://al-futhuhat.blogspot.com/2009/11/wahai-isteribersabarlah.html">Wahai Isteri..Bersabarlah!</a></h3>
<p>Imam Nawawi Al-Bantani (Al-Jawi) pernah menuliskan keagungan Fathimah Az-Zahra ketika berbicara masalah hak dan kewajiban suami isteri.</p>
<h2><span style="color:#008000;">Isteri solehah dijamin syurga <img class="alignleft size-full wp-image-959" title="b 5" src="http://assafah.wordpress.com/files/2009/11/b-5.jpg" alt="b 5" width="450" height="300" /></span></h2>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-957" title="b 2" src="http://assafah.wordpress.com/files/2009/11/b-2.jpg" alt="b 2" width="80" height="109" /></p>
<p>Suatu hari Rasulullah saw menjenguk Az-Zahra. Ketika itu ia sedang membuat tepung dengan alat penggiling sambil menangis.</p>
<p>“Kenapa menangis, Fatimah?” tanya Rasulullah, “Mudah-mudahan Allah tidak membuat matamu menangis lagi.”</p>
<p>“Ayah,” Fatimah menjawab, “Aku menangis kerana batu penggiling ini, dan lagi aku hanya menangisi kesibukanku yang silih berganti.”</p>
<p>Rasulullah saw kemudian mengambil tempat duduk di sisinya. Fatimah berkata, “Ayah, demi kemuliaanmu, mintakan kepada Ali supaya membelikan seorang budak untuk membantu pekerjaan-pekerjaanku membuat tepung dan menyelesaikan pekerjaan rumah.”</p>
<p>Setelah mendengar perkataan puterinya, Rasulullah bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju tempat penggilingan. Beliau memungut segenggam biji-bijian gandum dimasukkan ke penggilingan. Dengan membaca Bismillaahirrahmaanirrahiim maka berputarlah alat penggiling itu atas izin Allah. Beliau terus memasukkan biji-bijian itu sementara alat penggiling terus berputar sendiri, sambil memuji Allah dengan bahasa yang tidak dipahami manusia. Alat penggiling itu terus berjalan sampai biji-bijian itu habis.</p>
<p>Rasulullah saw berkata kepada alat penggiling itu, “Berhentilah atas izin Allah.” Seketika alat penggiling itu pun berhenti. Beliau berkata sambil membacakan ayat Al-Quran, <strong><br />
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras dan tidak pernah mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya, dan mereka selalu mengerjakan segala yang diperintahkan.”<br />
</strong>(Surah At-Tahrim:6)</p>
<p>Merasa takut jika menjadi batu yang kelak masuk neraka, tiba-tiba batu itu bisa berbicara atas izin Allah. Ia berbicara dengan bahasa Arab yang fasih. Selanjutnya batu itu berkata, “Ya Rasulullah, demi Zat Yang Mengutusmu dengan hak menjadi Nabi dan Rasul, seandainya engkau perintahkan aku untuk menggiling biji-bijian yang ada di seluruh Timur dan Barat, pastilah akan kugiling semuanya.”</p>
<p>Nabi saw bersabda, “Hai Batu, bergembiralah kamu. Sesungguhnya kamu termasuk batu yang kelak dipergunakan untuk membangun gedung Fatimah di syurga.” Seketika itu batu penggiling bergembira dan berhenti.</p>
<p>Nabi saw bersabda kepada puterinya, Fatimah Az-Zahra, “Kalau Allah menghendaki hai Fatimah, pasti batu penggiling itu akan berputar sendiri untukmu. Tetapi Allah menghendaki untuk mencatat kebaikan-kebaikan untuk dirimu dan menghapus keburukan-keburukanmu serta mengangkat darjatmu. Hai Fatimah, setiap isteri yang membuatkan tepung untuk suami dan anak-anaknya, maka Allah mencatat baginya memperoleh kebajikan dari setiap biji yang tergiling, dan menghapus keburukannya serta meninggikan darjatnya.</p>
<p>Hai Fatimah, setiap isteri yang berkeringat di sisi alat penggilingnya kerana membuatkan bahan makanan untuk suaminya, maka Allah memisahkan antara dirinya dan neraka sejauh tujuh hasta. Hai Fatimah, setiap isteri yang meminyaki rambut anak-anaknya dan menyisirkan rambut mereka dan mencucikan baju mereka, maka Allah mencatatkan untuknya memperoleh pahala seperti pahala<br />
orang yang memberi makan seribu orang yang sedang kelaparan, dan seperti pahala orang yang memberi pakaian seribu orang yang tidak berpakaian.</p>
<p>Hai Fatimah, setiap isteri yang tidak menjaga tetangganya, maka Allah kelak akan mencegahnya (tidak memberi kesempatan baginya) untuk minum air dari telaga Kautsar pada hari kiamat. Hai Fatimah, tetapi yang lebih utama dari itu ialah keredhaan suami terhadap isterinya. Sekiranya suamimu tidak meredhaimu, tentu maka aku tidak akan mendoakan dirimu.”<br />
“Bukankah engkau mengerti, Hai Fatimah, bahawa redha suami itu menjadi bagian dari redha Allah, dan kebencian suami merupakan bagian dari kebencian Allah.”</p>
<p>Hai Fatimah, manakala seorang isteri mengandung, maka para malaikat memohon ampun untuknya, dan setiap hari dirinya dicatat memperoleh seribu kebajikan dan seribu keburukannya dihapus. Apabila sampai rasa sakit menjelang waktu melahirkan, maka Allah mencatatkan untuknya memperoleh pahala seperti pahala orang-orang yang berjihad di jalan Allah. Apabila telah melahirkan,<br />
dirinya terbebas dari segala dosa seperti keadaannya setelah dilahirkan ibunya.”</p>
<p>Hai Fatimah, setiap isteri yang melayani suaminya dengan niat yang benar, maka dirinya terbebas dari dosa-dosanya seperti pada hari dirinya dilahirkan ibunya. Ia tidak keluar dari dunia (yakni mati) kecuali tanpa membawa dosa. Ia menjumpai kuburnya sebagai pertamanan surga. Allah memberinya pahala seperti seribu orang yang berhaji dan berumrah, dan seribu malaikat memohonkan<br />
keampunan untuknya hingga kiamat.”</p>
<p><span style="color:#ff0000;">“Setiap isteri yang melayani suaminya sepanjang hari dan malam hari disertai hati yang baik, ikhlas dan niat yang benar, maka Allah mengampuni dosanya. Pada hari kiamat kelak dirinya diberi pakaian berwarna hijau, dan dicatatkan untuknya pada setiap rambut yang ada ditubuhnya dengan seribu kebajikan, dan Allah memberi pahala kepadanya sebanyak seratus pahala orang yang mengerjakan haji dan umrah.”</span></p>
<p>Hai Fatimah, setiap isteri yang tersenyum manis di muka suaminya, maka Allah memperhatikannya dengan penuh rahmat.<span style="color:#800000;">”Hai Fatimah, setiap isteri yang menyediakan diri untuk tidur bersama suaminya dengan sepenuh hati, maka ada seruan yang ditujukan kepadanya dari langit, `Hai Wanita, maka hadapkanlah dengan membawa amalmu. </span>Sesungguhnya Allah telah mengampuni<br />
dosa-dosamu yang berlalu dan yang akan datang.”Hai Fatimah, setiap isteri yang menyapu minyak rambut suaminya dan juga menghiaskan janggut, kumis dan memotong kuku-kukunya, maka Allah kelak memberi minum kepadanya dari rahiqim makhtum dan dari sungai yang ada di syurga.<img class="aligncenter size-full wp-image-961" title="b 4" src="http://assafah.wordpress.com/files/2009/11/b-41.jpg" alt="b 4" width="124" height="93" /></p>
<p>Bahkan Allah kelak akan meringankan beban sakaratul maut. Kelak dirinya akan menjumpai kuburnya bagaikan taman surga. Allah mencatatkan dirinya terbebas dari neraka dan mudah untuk melalui titian sirath.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-962" title="b 6" src="http://assafah.wordpress.com/files/2009/11/b-6.jpg" alt="b 6" width="416" height="300" /></p>
<div style="width:400px;text-align:center;"><a href="http://photobucket.com/slideshows" target="_blank"><img style="float:left;border-width:0;" src="http://pic.photobucket.com/slideshows/btn.gif" alt="" /></a><a href="http://s814.photobucket.com/albums/zz68/assafah00/Tawau%20Bah/?action=view&#38;current=384577fe.pbw" target="_blank"><img style="float:left;border-width:0;" src="http://pic.photobucket.com/slideshows/btn_viewallimages.gif" alt="" /></a></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Futsal DPP Kampar]]></title>
<link>http://assafah.wordpress.com/2009/11/08/futsal-dpp-kampar/</link>
<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 02:05:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>assafah</dc:creator>
<guid>http://assafah.wordpress.com/2009/11/08/futsal-dpp-kampar/</guid>
<description><![CDATA[Ahad 8 November 2009 Pagi ni selepas bermesyuarat di Masjid Jamek terus ke Padang Bandaran Kampar. H]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h3><span style="color:#ff0000;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-941" title="DSCN6281" src="http://assafah.wordpress.com/files/2009/11/dscn6281.jpg?w=300" alt="Sesi Temu Ramah dengan Wartawan Sinar Harian" width="300" height="224" />Ahad 8 November 2009</span></h3>
<p>Pagi ni selepas bermesyuarat di Masjid Jamek terus ke Padang Bandaran Kampar. Hari ini DPP Kampar menganjurkan pertandingan Futsal Piala YDP PAS Kampar kali Keempat. Program dirasmikan oleh Naib Ketua Pemuda PAS Negeri Perak, Sdr Salman Salleh.</p>
<div id="attachment_943" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-943" title="DSCN1361" src="http://assafah.wordpress.com/files/2009/11/dscn1361.jpg?w=300" alt="DSCN1361" width="300" height="224" /><p class="wp-caption-text">Padang</p></div>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-939" title="DSCN1357" src="http://assafah.wordpress.com/files/2009/11/dscn1357.jpg?w=300" alt="Gambar Kenangan" width="300" height="224" /></p>
<div id="attachment_945" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-945" title="DSCN6283" src="http://assafah.wordpress.com/files/2009/11/dscn6283.jpg?w=300" alt="DSCN6283" width="300" height="224" /><p class="wp-caption-text">Keletihan</p></div>
<div id="attachment_947" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-947" title="DSCN6284" src="http://assafah.wordpress.com/files/2009/11/dscn6284.jpg?w=300" alt="DSCN6284" width="300" height="224" /><p class="wp-caption-text">Teman &#38; Co.</p></div>
<h4>
<p><div id="attachment_950" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-950" title="DSCN6286" src="http://assafah.wordpress.com/files/2009/11/dscn6286.jpg?w=300" alt="DSCN6286" width="300" height="224" /><p class="wp-caption-text">The Game</p></div></h4>
<h4><span style="color:#0000ff;">Perlawanan separuh akhir akan bermula jam 12.30 tengah hari nanti. Empat pasukan yang layak adalah</span> JUPEM, Pasukan Belia Kampar, Kelab Sukan Maybank Ipoh dan Pekan Razaki, Ipoh.</h4>
<h3><span style="color:#008000;">Sisipan</span></h3>
<h4><span style="color:#ff6600;">Malam tadi pasukan Kelantan tewas kepada N 9 di Stadium Bukit Jalil 1-3. Takziah kepada Zuraidin dan sahabat di sana. Usaha lagi tahun depan . . . .</span></h4>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Morgonrutin]]></title>
<link>http://julietteinw0nderland.wordpress.com/2009/11/05/morgonrutin/</link>
<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 10:27:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>juliette</dc:creator>
<guid>http://julietteinw0nderland.wordpress.com/2009/11/05/morgonrutin/</guid>
<description><![CDATA[Varje vardag borde ha en sådan här start- &#8216;Du stiger upp till lugna toner och ett systerbarn s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Varje vardag borde ha en sådan här start-<br />
&#8216;Du stiger upp till lugna toner och ett systerbarn som ropar &#8216;hej!&#8217;.<br />
&#8216;Du sätter dig i soffan, med en kopp te och en ostmacka och ser början på en fransk film.<br />
&#8216;Du borstar tänderna och sköljer ansiktet med svalt vatten, lägger på lite smink och snurrar ihop håret. Utan att stressa.<br />
&#8216;Du drar på dig en blommig klänning och vita strumpbyxor.<br />
&#8216;Sätter dig vid datorn, kollar vackra-söta-inspirerande-kloka bloggar.<br />
&#8216;Äter mjölk och flingor och dricker mer te, ur en prickig kopp, och pratar med syster och systerdotter och lyssnar på franska toner.<br />
&#8216;Du kollar den sista bloggen och tar sedan på dig din nya vita kappa från tidigt 60-tal, drar på dig tjocksockar och ett par svarta kängor.<br />
&#8216;Du vandrar ner mot skolan och längtar efter vintern.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Heti jelentés]]></title>
<link>http://mocsa.wordpress.com/2009/11/04/heti-jelentes-3/</link>
<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 16:34:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>Csabi</dc:creator>
<guid>http://mocsa.wordpress.com/2009/11/04/heti-jelentes-3/</guid>
<description><![CDATA[November 14. @ Expresszó, Veszprém A tegnapi vezetésem során nem sérült meg senki. Meg lettem dicsér]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div id="attachment_711" class="wp-caption alignright" style="width: 190px"><img class="size-medium wp-image-711" title="Alvin és a mókusok" src="http://mocsa.wordpress.com/files/2009/11/alvin_klub1.jpg?w=300" alt="Alvin és a mókusok" width="180" height="167" /><p class="wp-caption-text">November 14. @ Expresszó, Veszprém</p></div>
<p>A tegnapi vezetésem során nem sérült meg senki. Meg lettem dicsérve, szóval most büszke vagyok magamra. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Jövőhéten csütörtökön<em> járműkezelési (régi nevén</em><em> rutin)</em> vizsga&#8230;</p>
<p>A hétvégével, mármint a péntekkel kapcsolatban a terv megvan: <strong>házibuli</strong>. Na nem nálunk &#8211; <em>pedig aztán itt is lehetne már</em> &#8211; hanem<strong> Jessi</strong>nél, akinek születésnapja lesz. A szombat meg majd alakul&#8230;</p>
<p>A jövőhét azonban nem csak azért lesz érdekes, mert vizsgázom, hanem mert 14-én az <a href="http://expresszo.hu" target="_blank"><em>Expresszó</em></a>ban <strong>Alvin és a mókusok koncert</strong> lesz. Tuti, hogy megyek. Hónapok óta készülök rá, állati lesz. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[On The Way Home]]></title>
<link>http://assafah.wordpress.com/2009/11/01/on-the-way-home/</link>
<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 04:43:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>assafah</dc:creator>
<guid>http://assafah.wordpress.com/2009/11/01/on-the-way-home/</guid>
<description><![CDATA[Ahad 01 November 2009 Keluar dari Suria jam 11.00 pagi. Terus ke Wakaf Stan untuk cari klinik homopa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h2><span style="color:#ff0000;">Ahad 01 November 2009</span></h2>
<p>Keluar dari Suria jam 11.00 pagi. Terus ke Wakaf Stan untuk cari klinik homopati yang dicadangkan oleh Nik. Jumpa klinik dan terus daftar masuk dengan Doktor Nasaruddin. Maap saja le tuan doktor, situasi klinik dan out looking doktor tidak meyakinkan kami untuk berubat di situ.</p>
<p>Kembali ke KB dan hantar Ja buat rawatan di klinik homopati depan pejabat PAS Kelantan. Teman ke kedai cenderamata di Jalan Kuala Krai untuk cari hadiah buat PAS Kelantan.</p>
<p>Selesai urusan kami meninggalkan KB tepat jam 1500.</p>
<p>Kami gunakan laluan KB &#8211; Rantau Panjang.</p>
<div id="attachment_935" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-935" title="DSCN6276" src="http://assafah.wordpress.com/files/2009/11/dscn6276.jpg?w=300" alt="DSCN6276" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Masjid Cina di Rantau Panjang</p></div>
<p>( kata Dr Abu Hassan bin Ubaidullah &#8211; satu saat ada tujuh trillion maklumat disebarkan di dalam dunia kita )</p>
<p>Singgah di Bukit Bunga dan Batu Melintang. Syukur ALLah selamatkan perjalanan kami dan tiba di KBP jam 2230. Membersih diri dan rehat &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[C-vitaminets egenskaper]]></title>
<link>http://veggavisen.wordpress.com/2009/10/23/c-vitaminet/</link>
<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 09:14:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>veggavisen</dc:creator>
<guid>http://veggavisen.wordpress.com/2009/10/23/c-vitaminet/</guid>
<description><![CDATA[C-vitaminet forbrukes  raskere med alkohol , røyking, og under stressende forhold. (leveren forbruke]]></description>
<content:encoded><![CDATA[C-vitaminet forbrukes  raskere med alkohol , røyking, og under stressende forhold. (leveren forbruke]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Titi Baru Kampung Mak Kami]]></title>
<link>http://assafah.wordpress.com/2009/10/16/titi-baru-kampung-mak-kami/</link>
<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 18:40:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>assafah</dc:creator>
<guid>http://assafah.wordpress.com/2009/10/16/titi-baru-kampung-mak-kami/</guid>
<description><![CDATA[Bridge View]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="aligncenter size-medium wp-image-907" title="Jambatan 005" src="http://assafah.wordpress.com/files/2009/10/jambatan-005.jpg?w=300" alt="Jambatan 005" width="300" height="225" /><img class="aligncenter size-medium wp-image-905" title="Jambatan 001" src="http://assafah.wordpress.com/files/2009/10/jambatan-001.jpg?w=300" alt="Jambatan 001" width="300" height="225" /></p>
<div id="attachment_909" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-909" title="Jambatan 009" src="http://assafah.wordpress.com/files/2009/10/jambatan-009.jpg?w=300" alt="Bridge View" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Bridge View</p></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SEMUA HARUS SIAP SIAGA ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/10/11/semua-harus-siap-siaga/</link>
<pubDate>Sun, 11 Oct 2009 05:43:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/10/11/semua-harus-siap-siaga/</guid>
<description><![CDATA[Semua harus siap siaga karena bencana gempa belum berakhir. Untuk itu, penyebarluasan informasi tent]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3047" title="mobil klinik in jogja resize" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/10/mobil-klinik-in-jogja-resize.jpg?w=112" alt="mobil klinik in jogja resize" width="112" height="150" />Semua harus siap siaga karena bencana gempa belum berakhir. Untuk itu, penyebarluasan informasi tentang ancaman bencana diperlukan sebagai upaya antisipasi agar jumlah korban dapat dieliminasi.</p>
<p>Di sisi lain, masih banyak pemerintah daerah yang tidak tahu ancaman bencana dan kerawanan bencana di daerah masing-masing.</p>
<p>Selain itu, saat ini perlu segera dilakukan evaluasi skala nasional menyangkut kondisi geologis dan kondisi bangunan-bangunan di setiap wilayah.</p>
<p>Demikian antara lain yang terungkap dari sejumlah wawancara yang dilakukan Kompas (3 – 4/10), dengan Direktur Humanitarian Forum, yang juga anggota Presidium Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia, Hening Suparlan, Ketua Tim Kajian Likuifaksi dan Tanah Longsor Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Adrin Tohari, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana dan Sumber Daya Mineral Surono, dan Kepala Bidang Geodinamika Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) Cecep Subarya.</p>
<p>“ Semua orang harus paham akan ancaman bencana yang ada di sekitarnya sehingga mampu hidup bersama situasi bencana tersebut, “ ujar Hening menjelaskan.</p>
<p><strong><!--more--><img class="aligncenter size-full wp-image-3049" title="semua hrs siap siaga 01" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/10/semua-hrs-siap-siaga-01.jpg" alt="semua hrs siap siaga 01" width="500" height="198" /></strong></p>
<p><strong>Individu harus paham<br />
</strong><br />
Hening menegaskan, semua individu harus paham sehingga bisa mengantisipasi bagaimana saat terjadi gempa.</p>
<p>Individu tersebut, <em>pertama</em>, harus mampu melindungi dirinya sendiri. <em>Kedua</em>, harus menginformasikan kepada keluarganya bagaimana melindungi diri mereka. <em>Ketiga</em>, harus mampu melindungi harta bendanya.</p>
<p>“ Mengingatkan keluarga itu penting karena mungkin saat bencana datang, ia tidak bersama keluarganya. Mungkin isteri atau suami di tempat lain, anak di sekolah, lalu mereka itu harus bagaimana. Ia harus memberi tahu bagaimana cara-cara penyelamatan diri. Soal harta benda, misalnya mereka lalu mengasuransikan harta bendanya, menyimpan barang-barang berharga dengan lebih aman, mengatur listrik agar tak mudah terjadi hubungan pendek, mengatur jalur evakuasi di rumah, dan lain-lain, “ ujar Hening.</p>
<p>Hal senada dikatakan Surono, “ Untuk itu, butuh kerja sama pemerintah pusat, pememrintah daerah, dan pemerintahan terkecil. Indonesia merupakan negara rawan bencana sehingga perlu dibentuk bangsa yang mampu merespons bencana dengan benar, “ katanya.</p>
<p>Tugas memberikan informasi secara luas kepada publik ada di tangan pemerintah daerah. Masalahnya, kata Hening, “ Masih jarang pemerintah daerah yang mengerti ancaman bencana yang ada di daerahnya, termasuk bencana gempa.”</p>
<p>Ia mencontohkan, setelah terjadi bencana gempa besar di Yogyakarta tahun 2006, ada bupati yang langsung mencari tahu dengan kondisi daerahnya, tentang ancaman bencana di daerahnya, ke ITB. “ Ia tak ingin kejadian serupa terjadi di wilayahnya, “ ujarnya.</p>
<p>Kendala lain, kata Surono, adalah jarak kebijakan dengan dampak kepada masyarakat  sering kali jauh karena saat penyusunannya belum tentu melibatkan masyarakat dengan baik. “ Kebijakan itu harus disusun bersama-sama masyarakat. Masukan dari para ahli sangat penting, “ katanya.</p>
<p><strong><img class="aligncenter size-full wp-image-3050" title="semua hrs siap siaga 02" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/10/semua-hrs-siap-siaga-02.jpg" alt="semua hrs siap siaga 02" width="500" height="164" /></strong></p>
<p><strong>Evaluasi segera</strong></p>
<p>Adrin dan Surono menegaskan perlunya pemerintah daerah segera mengevaluasi kondisi wilayah masing-masing menyangkut kondisi geologis dan memeriksa struktur bangunan demi mengurangi risiko bencana.</p>
<p>“ Demi keselamatan warga, evaluasi harus dilakukan segera. Kejadi di Padang dan Hambi patut menjadi pelajaran penting bagi daerah lain, “ kata Adrin.</p>
<p>Surono menekankan, “ Belum terlambat bagi setiap daerah untik memeriksa kondisi wilayah, terutama bangunan seperti hotel atau kantor yang biasa menjadi tempat berkumpul banyak orang.”</p>
<p>Ambruknya Hotel Ambacang di Kota Padang menjadi contoh penting perlunya analisis risiko segera dilakukan.</p>
<p>Kewaspadaan ekstra patut dimiliki daerah “langganan” gempa. Getaran yang datang rutin secara teknis melemahkan struktur bangunan yang dirancang kuat sekalipun.</p>
<p>“ Kasus Hotel Ambacang bisa jadi terkait gempa-gempa kecil sebelumnya yang rutin terjadi Kota Padang, terutama sejak tahun 2005, “ kata Adrin. Oleh karena itu, evaluasi berkala penting dilakukan pengelola gedung atau bangunan.</p>
<p>Untuk mengurangi risiko tersebut, tata ruang yang tepat disesuaikan dengan kerawanan bencana gempa juga dibutuhkan. Saat ini, menurut Cecep, Rancangan Undang-Undang Tata Informasi Geospatial Nasional yang di dalamnya mengatur antara lain tentang perencanaan tata ruang wilayah nasional masih digodok DPR.</p>
<p>“ Yang saya khawatirkan adalah pelaksanaannya nanti kalau sudah disahkan. Siapa yang akan mengecek apakah UU itu dilaksanakan. Apakah izin mendirikan bangunan itu juga sudah menyertakan syarat yang sesuai dengan standar bangunan tahan gempa ? ”  kata Cecep yang terlibat aktif pada penelitian Bakosurtanal tentang percepatan gerak tanah untuk memantau aktifitas lempeng tektonik.</p>
<p><strong>Gempa terus terjadi</strong></p>
<p>Surono menegaskan, gempa akan terus terjadi, sementara gempa dan karakter tanah adalah dua wilayah yang tak bisa direkayasa. “ Gempa pasti akan terus terjadi dan karakter tanah secara luas sulit diubah dengan teknologi. Alamnya sudah begitu, “ katanya. Yang bisa dilakukan di antaranya menghindari membangun gedung di kawasan rawan gempa atau meningkatkan kualitas bangunannya.</p>
<p>Hening menyarankan, pemerintah daerah perlu merencanakan pemindahan daerah permukiman dan gedung-gedung publik yang berdiri di atas daerah sangat rawan gempa demi mengurangi risiko bencana, atau segera memperkuat konstruksi rumah atau bangunan sesuai standar bangunan yang tahan gempa.</p>
<p>Sumber  :</p>
<p>Semua Harus Siap Siaga – Kompas, 05.10.2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Morgonrutin]]></title>
<link>http://masterofforks.wordpress.com/2009/10/07/morgonrutin/</link>
<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 18:57:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>Forkmaster</dc:creator>
<guid>http://masterofforks.wordpress.com/2009/10/07/morgonrutin/</guid>
<description><![CDATA[Det första jag gör när jag vaknar på morgonen är att slå på min tv för att titta på nyheterna. Först]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:left;">Det första jag gör när jag vaknar på morgonen är att slå på min tv för att titta på nyheterna. Först tittar jag på Gomorron Sveriges nyheter, sporten, regionala nyheter och väder. När detta är slut byter jag till TV4 för att titta på deras nyheter, de lokala nyheterna och deras väderprognoser (som typ aldrig stämmer). Efter jag gjort detta kilar jag upp och fixar frukost. Det blir kaffe, ostmackor, apelsinjuice och en skål med flingor och mjölk. En perfekt start på dagen.</p>
<p style="text-align:left;">I måndags när jag tittade på fyrans nyhetsmorgon satt Fredrik Strage och recenserade skivor. Jag fastnade för en grupp och låt som han spelade upp. Detta band kommer från New York och kör gammal hederlig disco och klär sig från den eran då disco var riktigt hippt. Bandet heter The Phenomenal Handclap Band och här nedanför kommer videon till deras sköna låt &#8220;You&#8217;ll Disappear&#8221;.</p>
<p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/n7IdfDrmPTQ&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/n7IdfDrmPTQ&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
<p style="text-align:left;">Annars har jag idag varit nere på Pomona Balance och varit med på en aktivitet som man som arbetssökande ska vara med på en gång/vecka. Idag handlade det om<em> Hur är Skövde kommun som arbetsgivare? </em>och det var enhetschefen på vakansförmedlingen i kommunen som berättade hur det är att jobba som personlig assistent och inom handikappavdelningen samt inom olika äldreboenden i kommunen. Det var intressant, men det är inget arbete som är intressant för mig. Efter detta var slut gick jag upp till min coach och bokade mötestid med henne på fredag. Då vill hon höra om hur det har gått för mig och mina planer som jag håller på med just nu. På vägen hem fotade jag lite, men den vägen jag tog hem har jag gått så många gånger så det enda jag fotade var höstfärger på träden.</p>
<p style="text-align:left;">Det var allt för mig idag.</p>
<p style="text-align:left;">Sayonara!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ziarah Syawal 1430H]]></title>
<link>http://assafah.wordpress.com/2009/10/04/bagan-pinang-2/</link>
<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 09:58:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>assafah</dc:creator>
<guid>http://assafah.wordpress.com/2009/10/04/bagan-pinang-2/</guid>
<description><![CDATA[13 &#8211; 15 Syawal / 02 -04  Oktober 2009 Selesai urusan periuk nasi terus ambil Ja d sebelah. Seh]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h3><span style="color:#ff0000;">13 &#8211; 15 Syawal / 02 -04  Oktober 2009</span></h3>
<p>Selesai urusan periuk nasi terus ambil Ja d sebelah. Seharian ini terlalu banyak kerja yang perlu dibereskan selepas dua hari kursus.</p>
<p><img class="alignright size-medium wp-image-879" title="DSCN5917" src="http://assafah.wordpress.com/files/2009/10/dscn5917.jpg?w=300" alt="DSCN5917" width="300" height="225" /></p>
<p>Singgah tunaikan kewajipan solat Jumaat d Masjid Tapah. Ja tumpang duduk kat kedai Dobi Haji Shukri. teruskan pejalanan, guna lebuh raya hanya bila tiba di Slim River. Layan call Boan tentang ticketing air asia hampir lima belas minit. Terlepas nak isi minyak di RR Ulu Bernam. Hasilnya terpaksa masuk ke Rawang kerana takut gangguan kenderaan.</p>
<div id="attachment_876" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-876" title="DSCN5913" src="http://assafah.wordpress.com/files/2009/10/dscn5913.jpg?w=300" alt="Ligat Betul !" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Ligat Betul !</p></div>
<p>Tiba di Shah Alam betul-betul waktu &#8216;Asar. Kami masuk ke Kompleks PKNS selepas itu.Ja dengan urusan peribadinya. Teman melayan dak kecik di Restoran The Scene. Cadang tadi nak tido saja di kerusi lepak. Dak kecik ni mana boleh duduk diam  . .</p>
<div id="attachment_878" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-878" title="DSCN5918" src="http://assafah.wordpress.com/files/2009/10/dscn5918.jpg?w=300" alt="From The Mirror" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">From The Mirror</p></div>
<div id="attachment_877" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-877" title="DSCN5916" src="http://assafah.wordpress.com/files/2009/10/dscn5916.jpg?w=300" alt="Kompleks" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Kompleks PKNS</p></div>
<p>Melayan anak sambil berehat panjang di komplek PKNS. Memang tadi tak makan tenga hari. Sengaja untuk mengelakkan mengantuk ketiak memandu kereta. Ja dan anak-anak makan nasi lemak bekalan dari sekolahnya tadi. Banyak jugak kerenah Adik dan Baihaqi di sini. Nasib baik le boleh diurus. Kami menemankan Ja makan piza dan chicken cop di situ. Harganya lebh sedikit jika dibandingkan dengan tempat kami makan di Ipoh.</p>
<p>Syukur ALLah selamatkan kami tiba di rumah adinda Lina jam 9.45 malam. Letih &#8230;.. malam tu dapat tidur lena.</p>
<div id="attachment_890" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-890" title="DSCN5921" src="http://assafah.wordpress.com/files/2009/10/dscn5921.jpg?w=300" alt="Di rumah Cik Na" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Di rumah Cik Na</p></div>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-891" title="DSCN5936" src="http://assafah.wordpress.com/files/2009/10/dscn5936.jpg?w=300" alt="DSCN5936" width="300" height="225" /></p>
<p>Ja dan anak-anak ditinggalkan di Bidara Palma. Teman ke Bagan Pinang, Banyak kerja jemaah menunggu untuk dibereskan di situ.</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-893" title="DSCN5924" src="http://assafah.wordpress.com/files/2009/10/dscn5924.jpg?w=300" alt="DSCN5924" width="300" height="225" />Jam 5.30 pagi keluar dari tempat penginapan untuk jemput Ja &#38; Co. Pagi  ni teman tak perasan langsung simpang Tanjung Agas, hasilnya tambah 35 km lagi. Terpaksa gunakan laluan Lubuk Cina ke Masjid Tanah. Nasib le .  . . . . . .</p>
<div id="attachment_894" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-894" title="DSCN6006" src="http://assafah.wordpress.com/files/2009/10/dscn6006.jpg?w=300" alt="Jalan-jalan" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Jalan-jalan</p></div>
<p>Ja menyertai dua program jamuan raya PASTI di dalam DUN Bagan Pinang. Jam 5.00 petang kami tinggalkan Springhill selepas ziarah rumah petugas di situ. Teman bawa keluarga mencuba laluan ke Sepang dan akan masuk lebuh raya melalui KLIA.</p>
<div id="attachment_898" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-898" title="DSCN5969" src="http://assafah.wordpress.com/files/2009/10/dscn5969.jpg?w=300" alt="Baner" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Baner</p></div>
<div id="attachment_899" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-899" title="DSCN6010" src="http://assafah.wordpress.com/files/2009/10/dscn6010.jpg?w=300" alt="Pantang Jumpa Air" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Pantang Jumpa Air</p></div>
<p><img class="size-medium wp-image-896" title="DSCN6021" src="http://assafah.wordpress.com/files/2009/10/dscn6021.jpg?w=300" alt="Lif ke Balai Berlepas" width="300" height="225" /></p>
<div class="mceTemp mceIEcenter">
<dl class="wp-caption aligncenter">
<dd class="wp-caption-dd">Lif ke Balai Berlepas</dd>
</dl>
</div>
<div id="attachment_897" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-897" title="DSCN6024" src="http://assafah.wordpress.com/files/2009/10/dscn6024.jpg?w=300" alt="Us" width="300" height="225" /></p>
<div class="mceTemp mceIEcenter">
<dl class="wp-caption aligncenter">
<dt class="wp-caption-dt"><img class="size-medium wp-image-900" title="DSCN6028" src="http://assafah.wordpress.com/files/2009/10/dscn6028.jpg?w=300" alt="Tunggu di Departure Hall" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Tunggu di Departure Hall</p></div>
</dt>
</dl>
</div>
<div id="attachment_901" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-901" title="DSCN6030" src="http://assafah.wordpress.com/files/2009/10/dscn6030.jpg?w=300" alt="Dah Nak balik Ni" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Dah Nak balik Ni</p></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Santai Anak-anak]]></title>
<link>http://assafah.wordpress.com/2009/09/23/santai-ana-anak/</link>
<pubDate>Wed, 23 Sep 2009 10:02:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>assafah</dc:creator>
<guid>http://assafah.wordpress.com/2009/09/23/santai-ana-anak/</guid>
<description><![CDATA[Rabu, 04 Syawal &#8211; 23 Sept 2009 Petang ni bawa anak-anak ke Ipoh. Janji nak benarkan dua budak ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h3><span style="color:#800000;">Rabu, 04 Syawal &#8211; 23 Sept 2009</span></h3>
<p>Petang ni bawa anak-anak ke Ipoh. Janji nak benarkan dua budak tu mandi di kolam tepi sungai. Sebelum tu teman ke BIMB dan Cipta Printing uruskan hal PASTI Perak.</p>
<p>Kolam tak diservis jadi tak boleh mandi ( kotor ). Anak-anak makan bekalan di tepi kolam.</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-886" title="DSCN5907" src="http://assafah.wordpress.com/files/2009/10/dscn5907.jpg?w=300" alt="DSCN5907" width="300" height="225" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
