<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>sabili &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/sabili/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "sabili"</description>
	<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 08:37:49 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Pada Mulanya Kata]]></title>
<link>http://stonestalk.wordpress.com/2009/11/17/pada-mulanya-kata/</link>
<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 07:30:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>Anak Ayah</dc:creator>
<guid>http://stonestalk.wordpress.com/2009/11/17/pada-mulanya-kata/</guid>
<description><![CDATA[Pernahkah Anda mempunyai pengalaman dibawa ke dokter ketika sakit. Lalu Anda langsung merasa sehat k]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div style="text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;"><img title="Dengan kemampuan seperti inilah Rasulullah menyampaikan nasihat  sesuai dengan latar belakang obyeknya" src="http://sabili.co.id/images/stories/tijarah/takwin-1-xv.jpg" alt="Dengan kemampuan seperti inilah Rasulullah menyampaikan nasihat  sesuai dengan latar belakang obyeknya" align="left" /></span></div>
<p style="text-align:justify;">Pernahkah Anda mempunyai pengalaman dibawa ke dokter ketika sakit. Lalu Anda langsung merasa sehat ketika kembali ke rumah, padahal obat belum diminum. Sebabnya, sang dokter mengatakan, “O, ini penyakit karena capek saja. Istirahat sebentar, nanti juga sembuh.”</p>
<p>Lalu, bagaimana kalau dokter mengatakan sebaliknya, &#8220;Penyakit Anda, berbahaya, menular dan tak bisa disembuhkan?&#8221; Seketika itu juga Anda sudah merasa mati, sebelum ajal menjemput.</p>
<p>Kata-kata mempunyai kekuatan yang luar biasa. Lidah lebih tajam daripada pedang. Betapa sering perang berkobar akibat kata. Begitu pula sebaliknya. Perang dapat dihentikan oleh sebuah diplomasi atau secarik kertas perjanjian damai. Oleh sepotong kata.</p>
<p>Seorang penulis wanita dari Jerman, Annemarie Schimmel, mengulas tentang kekuatan kata. “Kata yang baik laksana pohon yang baik. Kata diyakini sebagai suatu kekuatan kreatif oleh sebagian besar agama di dunia. Katalah yang mengantarkan wahyu. Kata diamanahkan kepada umat manusia sebagai titipan yang harus dijaga; jangan sampai ada yang teraniaya, terfitnah, atau terbunuh oleh kata-kata.”</p>
<p>Seorang dai dengan tugas dakwahnya mengajak orang lain kepada Allah agar taat dan beribadah kepada-Nya. Aktivitas dakwahnya sangat didominasi oleh penyampaian kata-kata. Sebab sasaran yang hendak dituju adalah akal manusia itu sendiri. Jika tujuan dakwah adalah melakukan perubahan (taghyir), maka faktor utama yang dapat memengaruhi proses perubahan tak lain adalah akal pikiran. Dengan adanya perubahan pada tataran pemahaman dan pola pikir, maka perubahan persepsi dan tingkah laku bisa terjadi.</p>
<p>Penyampaian kata-kata bahkan menjadi tugas para nabi dan rasul. Allah berfirman, “Jika mereka berpaling maka Kami tidak mengutus kamu sebagai pengawas bagi mereka. Kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan (risalah),” (QS asy-Syura: 48).</p>
<p>Sebagai penerus tugas para nabi dan rasul, seorang dai berdakwah menyampaikan risalah kepada manusia. Hendaknya ia selalu meningkatkan kemampuan dan kreativitasnya dalam memasarkan risalah ini kepada manusia.</p>
<p>Soal berkomunikasi yang baik, al-Qur’an menyebutnya dengan qaulan sadidan (QS an-Nisa: 9). Qaulan sadidan bermakna &#8220;pembicaraan yang benar.&#8221;  Karena itu, yang harus ditumbuhkan dalam pergaulan adalah rasa sikap saling percaya, agar terhindar sikap berpikir negatif (su-u zhan).</p>
<p>Dalam surah al-Israa&#8217; ayat 17 terdapat kalimat qaulan kariman yang bermakna perkataan yang mulia. Ayat ini sangat memelihara perasaan sehingga tidak menyakiti lawan bicara kita, khususnya mereka yang lebih tua dari kita.</p>
<p>Selanjutnya, dalam surah an-Nisaa ayat 5 terdapat kata qaulan ma’rufan (perkataan yang baik). Kebalikannya, perkataan yang baik harus kita ucapkan ketika kita berinteraksi dengan orang yang lebih rendah dari kita, seperti anak, pembantu dan bawahan.</p>
<p>Qaulan layyinan sebagaimana tersebut dalam surah Thaha ayat 44 adalah komunikasi yang harus dilakukan dengan perkataan yang lemah lembut. Ketika lawan bicara kita emosional dan egois, maka hendaknya kita tidak bersikap bak api melawan api. Tapi, lawanlah api dengan air.</p>
<p>Lalu ada pula qaulan balighan (perkataan yang jelas atau fasih), sebagaimana tercantum dalam surah an-Nisaa ayat 63. Dengan begitu, pesan sampai sebagaimana adanya, bukan sebagaimana kehendak hawa nafsunya. Dengan perkataan yang jelas, maka tertutuplah ruang-ruang fitnah.</p>
<p>Komunikasi dakwah juga harus dilakukan dengan menggunakan qaulan maysuran atau perkataan yang pantas (QS al-Israa: 28). Sebagai manusia, kita pernah berjanji dan mungkin tidak bisa ditunaikan karena segala keterbatasan. Maka berilah perkataan yang pantas untuk menghapus kekecewaan. Jangan justru mencari-cari alasan yang malah akan lebih menyakitkan.</p>
<p>Kata-kata yang kuat mencerminkan pribadi seseorang. Tak ada cara selain bersandar kepada Yang Maha Perkasa, Allah SWT.  Ustadz Hasan al-Banna rahimahullah  dikenal mempunyai kata-kata yang sangat kuat. “Jika ia berpidato, kata-katanya mengalir seolah-olah turun dari langit,” kata orang yang pernah menghadiri ceramahnya.</p>
<p>Sebaliknya, bagi mereka yang pandai berceramah dan singa mimbar, jagoan panggung tapi hanya melakukannya sebagai rekreasi intelektual, maka Allah SWT mengancam, “Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan,” (QS ash-Shaf: 3)</p>
<p>Tentu saja hal ini harus dipahami secara konstruktif. &#8220;Ashlih nafsaka wad’u ghairaka&#8221; (perbaiki dirimu dan ajaklah orang lain), begitu kaidahnya. Sifat ini hendaknya menjadi karakter seorang dai. Dengan demikian, diharapkan ia bisa menempatkan segala sesuatu pada tempatnya, menimbang persoalan dengan timbangan yang benar dan tidak memihak. Dalam bahasa dakwah, ini dikenal juga dengan istilah hikmah. Allah berfirman: “Allah menganugerahkan al-hikmah (kepahaman yang dalam tentang al-Qur’an dan as-Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah),” (QS al-Baqarah: 269).</p>
<p>Menurut Syekh Muhammad al-Ghazali, seorang cendekiawan Muslim asal Mesir, kecerdasan yang dimaksud di sini, bukan berarti seseorang harus jenius. Yang dituntut adalah kemampuan melihat suatu permasalahan apa adanya. Tidak menambah maupun mengurangi. Dengan cara pandang seperti ini, seorang juru dakwah dapat mendiagnosa sebuah persoalan dengan baik dan pada gilirannya dapat memberikan solusi. Kata-kata yang ia sampaikan pun menjadi tepat sasaran.</p>
<p>Dengan kemampuan seperti inilah Rasulullah menyampaikan nasihat  sesuai dengan latar belakang obyeknya. Suatu ketika beliau hanya mengatakan, “Janganlah kamu marah.” Dan Jariyah bin Qudamah, orang yang bertanya itu pun puas dengan jawaban beliau. Bahkan dalam riwayat Thabrani disebutkan, pahalanya surga, seperti yang beliau sabdakan, “Janganlah kamu marah, maka akan mendapat surga.” Suatu saat beliau hanya mengatakan, “Katakan, aku beriman kepada Allah. Lalu istiqamahlah.”</p>
<p>Singkatnya, mendekatlah pada Allah dan Anda akan menjadi pribadi yang kuat. Maka meluncurlah dari mulut Anda kata-kata yang menyelamatkan. Karena jihad yang utama adalah menyampaikan kebenaran di depan penguasa. Tanpa kedekatan dengan Allah SWT, mustahil hal ini terwujud. [Eman Mulyatman]</p>
<p style="text-align:right;">Co-paste from : Majalah Sabili &#8212;&#62; click <a href="http://sabili.co.id/index.php?option=com_content&#38;view=article&#38;id=388:pada-mulanya-kata&#38;catid=44:takwin&#38;Itemid=162">here</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Belajar dari Sholahuddin al Ayyubi ]]></title>
<link>http://pioner2b.wordpress.com/2009/11/13/belajar-dari-sholahuddin-al-ayyubi/</link>
<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 09:27:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>pioner2b</dc:creator>
<guid>http://pioner2b.wordpress.com/2009/11/13/belajar-dari-sholahuddin-al-ayyubi/</guid>
<description><![CDATA[Al Aqsha diserang, umat Islam diam seribu bahasa. Kemana para mujahid? Ada apa dengan kaum Muslimin?]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Al Aqsha diserang, umat Islam diam seribu bahasa. Kemana para mujahid? Ada apa dengan kaum Muslimin?]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Abu Bakar Ba'asyir Inginkan Konsep Imamah]]></title>
<link>http://ejajufri.wordpress.com/2009/10/13/abu-bakar-baasyir-inginkan-konsep-imamah/</link>
<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 03:48:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>ejajufri</dc:creator>
<guid>http://ejajufri.wordpress.com/2009/10/13/abu-bakar-baasyir-inginkan-konsep-imamah/</guid>
<description><![CDATA[Tulisan ini merupakan postingan ulang di blog saya dahulu pada tanggal 26 Agustus 2008. Tapi semoga ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Tulisan ini merupakan postingan ulang di blog saya dahulu pada tanggal 26 Agustus 2008. Tapi semoga ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Press Release Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyah]]></title>
<link>http://suara01.wordpress.com/2009/10/12/press-release-pimpinan-pusat-al-irsyad-al-islamiyah/</link>
<pubDate>Sun, 11 Oct 2009 15:03:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>admin</dc:creator>
<guid>http://suara01.wordpress.com/2009/10/12/press-release-pimpinan-pusat-al-irsyad-al-islamiyah/</guid>
<description><![CDATA[Persoalan yang terjadi antara pengamat Timur Tengah sdr.Lutfi A. Tamimi yang juga direktur Majalah S]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Persoalan yang terjadi antara pengamat Timur Tengah sdr.Lutfi A. Tamimi yang juga direktur Majalah S]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kemuliaan Memberi]]></title>
<link>http://pioner2b.wordpress.com/2009/10/09/kemuliaan-memberi/</link>
<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 00:22:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>pioner2b</dc:creator>
<guid>http://pioner2b.wordpress.com/2009/10/09/kemuliaan-memberi/</guid>
<description><![CDATA[memberi Syahdan, seorang awam bernama al Bulkha’I melakukan perjalanan ke negeri seberang untuk berd]]></description>
<content:encoded><![CDATA[memberi Syahdan, seorang awam bernama al Bulkha’I melakukan perjalanan ke negeri seberang untuk berd]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pencuri dan Gelas Pecah]]></title>
<link>http://pioner2b.wordpress.com/2009/10/08/pencuri-dan-gelas-pecah/</link>
<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 23:35:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>pioner2b</dc:creator>
<guid>http://pioner2b.wordpress.com/2009/10/08/pencuri-dan-gelas-pecah/</guid>
<description><![CDATA[Gelas Pecah Suatu ketika, dua orang lelaki diinstruksikan untuk menghadap Ibnu Nasawi. Kedua lelaki ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Gelas Pecah Suatu ketika, dua orang lelaki diinstruksikan untuk menghadap Ibnu Nasawi. Kedua lelaki ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Al-Irsyad Laporkan Direktur Majalah Sabili ke Polisi]]></title>
<link>http://jasadh.wordpress.com/2009/10/07/al-irsyad-laporkan-direktur-majalah-sabili-ke-polisi/</link>
<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 08:00:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>jasadh</dc:creator>
<guid>http://jasadh.wordpress.com/2009/10/07/al-irsyad-laporkan-direktur-majalah-sabili-ke-polisi/</guid>
<description><![CDATA[DPP Perhimpunan Al-Irsyad melaporkan Direktur Bina Media Majalah Sabili, Lutfi, ke polisi dengan dug]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">DPP Perhimpunan Al-Irsyad melaporkan Direktur Bina Media Majalah Sabili, Lutfi, ke polisi dengan dugaan pencemaran nama baik terhadap organisasi massa keislaman itu.</p>
<p>&#8220;Kami telah melaporkan Lutfi ke kepolisian. Apa yang telah dilakukan Luthfi, kami merasa nama Perhimpunan Al-Irsyad telah mengalami pencemaran,&#8221; kata Ketua Umum DPP Perhimpunan Al-Irsyad Yusuf B<!--more-->aisa dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (7/10).</p>
<p>Sebelumnya, Lutfi telah beberapa kali mengeluarkan pernyataan di media cetak dan elektronik bahwa Perhimpunan Al-Irsyad sebagai pencetak radikalisme dan mendukung dana terorisme.</p>
<p>Yusuf mengaku, laporan itu sudah dilakukan dan dalam waktu dekat akan ada tindakan pemanggilan dari kepolisian.</p>
<p>Lutfi Attamimi, dinilai melontarkan tiga tuduhan yakni, pertama kami ini adalah organisasi teroris, kedua, pabrik pencetak orang-orang radikalis dan ketiga adalah penyandang dana teroris atau penyalur dana teroris.</p>
<p>Semua tuduhan itu, lanjut Yusuf Baisa, tidak bisa dibenarkan karena Perhimpunan Al-Irsyad itu bergerak dalam tiga hal: pendidikan, dakwah dan sosial. &#8220;Kami sama sekali tidak punya kaitan dengan ancaman-ancaman, apalagi menggunakan bom. Bahkan dengan bom ini muslimin ditakut-takuti, terancam keamanan mereka oleh bom,&#8221; katanya.</p>
<p>Selain itu, katanya, Perhimpunan Al-Irsyad berpegang kepada &#8220;manhaj salafussoleh&#8221;, manhaj-nya ahlussunnah wal jama&#8217;ah yang berkewajiban untuk taat dan hormat kepada pemerintah yang berlaku. &#8220;Kita ini punya kewajiban untuk tidak membuat fitnah. Haram hukumnya bagi kita untuk membuat hal-hal yang mengakibatkan keonaran di tengah masyarakat,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Yusuf juga menambahkan, jangankan untuk melakukan hal-hal anarkis, berdemonstrasi turun ke jalan saja tidak dilakukan. &#8220;Demo itu bagian dari sikap meniru-niru orang kafir yang menyalurkan pendapat dengan mengerahkan orang secara masal, mereka cuma ikut-ikutan,&#8221; katanya.</p>
<p>Mestinya, kata dia, tugas menegur pemerintah dan aparat hukum serta aparat keamanan itu adalah tugas ulama dan tokoh masyarakat. &#8220;Cukup para ulama yang berwibawa dan tokoh masyarakat menemui aparat atau pihak pemerintah untuk  memberikan nasihat, teguran dan seterusnya,&#8221; katanya.</p>
<p>Yusuf justru menegaskan, bahwa tindakan terorisme dengan segala bentuknya, misalnya pengeboman di tempat umum tindakan yang tidak dibenarkan. Hal itu karena, korbannya orang tidak bersalah. &#8220;Mereka bukan tentara, Mereka itu bisa jadi perempuan, anak-anak dan orang tua, bisa jadi malah muslimin ikut terbunuh. Padahal negeri kita ini negeri muslimin,&#8221; katanya.</p>
<p>Kemudian, jika mengaitkan Perhimpunan Al-Irsyad sebagai pabrik dari kaum radikalis, Yusuf menegaskan bahwa hal itu juga tidak benar. &#8220;Istilah radikal itu menggambarkan tentang orang-orang yang kasar, keras, ekstrem, kontroversial, bertentangan dengan masyarakat dan ajaran kebenaran, tidak bijaksana, tidak mengerti hikmah,&#8221; kata Yusuf.</p>
<p>Semua itu, lanjutnya, jauh dari pendidikan dan dakwah yang dianut Perhimpunan Al-Irsyad yang ingin mencetek manusia yang penuh dengan hikmah, kebijaksanaan, keadilan yang bermanfaat untuk diri, keluarga dan masyarakat.</p>
<p>Terkait dengan dana teroris, Yusuf menegaskan bahwa DPP Perhimpunan Al-Irsyad tidak pernah sekalipun menerima atau menyalurkan dana teroris. &#8220;Terorisme bagi kami adalah haram dan jelas-jelas bertentangan dengan tuntunan Al-Quran dan tidak sesuai dengan pemahaman salafusholeh,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan, dana di Perhipunan Al-Irsyad itu murni dari muslimin untuk muslimin yang bersumber dari mitra Perhimpunan Al-Irsyad untuk segenap muslimin dan beredar dalam hal pendidikan dakwah dan sosial.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2009/10/07/37725" target="_blank">sumber</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mengapa Orang Yahudi Bisa Pintar?]]></title>
<link>http://vienmuhadi.com/2009/09/27/mengapa-orang-yahudi-bisa-pintar/</link>
<pubDate>Sun, 27 Sep 2009 19:55:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>Vien AM</dc:creator>
<guid>http://vienmuhadi.com/2009/09/27/mengapa-orang-yahudi-bisa-pintar/</guid>
<description><![CDATA[Tanpa bermaksud membela apalagi membesarkan orang-orang Yahudi,  sengaja artikel berikut saya kutip ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Tanpa bermaksud membela apalagi membesarkan orang-orang Yahudi,  sengaja artikel berikut saya kutip ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Prasangka dan Stigmatisasi atas Kesalehan]]></title>
<link>http://sirikitsyah.wordpress.com/2009/09/11/prasangka-dan-stigmatisasi-atas-kesalehan/</link>
<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 18:59:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>Sirikit Syah</dc:creator>
<guid>http://sirikitsyah.wordpress.com/2009/09/11/prasangka-dan-stigmatisasi-atas-kesalehan/</guid>
<description><![CDATA[Hidup di Indonesia, bagi orang yang saleh, makin lama makin rumit. Sebelum bom Jakarta Juli lalu, um]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Hidup di Indonesia, bagi orang yang saleh, makin lama makin rumit. Sebelum bom Jakarta Juli lalu, um]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[AS Bangun Akademi Militer di Saudi]]></title>
<link>http://infosumber.wordpress.com/2009/09/01/as-bangun-akademi-militer-di-saudi/</link>
<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 06:29:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>A|G|U|S|S</dc:creator>
<guid>http://infosumber.wordpress.com/2009/09/01/as-bangun-akademi-militer-di-saudi/</guid>
<description><![CDATA[Sebuah perusahaan industri pertahanan milik Amerika Serikat bekerja sama dengan Pentagon akan memban]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><span style="color:#003300;">Sebuah perusahaan industri pertahanan milik Amerika Serikat bekerja sama dengan Pentagon akan membangun akademi militer di Arab Saudi. Kebutuhan ini dirasa mendesak dalam rangka pembekalan dan pelatihan Para komando militer Arab Saudi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003300;">Pembekalan itu dirasa perlu agar Riyadh aman dari serangan &#8220;teroris&#8221;.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003300;">Seperti pemeberitaan IslamOnline.net (29/8), perusahaan besar Amerika Serikat, SAIC disebut-sebut sebagai pendana. Perusahaan ternama ni memainkan peran penting dalam invasi AS ke Irak. SAIC bakal menyumbang dana besar dalam proses pembangunan Akademi Militer di ibukota Saudi, Riyadh. Hal ini  implementasi dari perjanjian bantuan militer AS terhadap Arab Saudi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003300;">Menurut  pernyataan pers yang didapatkan kantor berita “Amerika In Arabic”, perusahaan AS itu mengatakan, “Akademi Militer milik Amerika di Arab Saudi tersebut akan menyamai kualitas akademi militer bergengsi AS lainnya. Kabarnya Akmil di Saudi itu akan setara dengan National War College (NWC) di Washington DC, United States Naval War College di Newport, Rhode Island dan University of Air Force di Montgomery, Alabama.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003300;">Menurut SAIC yang bermarkas di McLean Virginia, akademi militer itu akan diberi nama Akademi Militer Arab Saudi. Tujuan utamanya membantu Saudi dalam menjawab tantangan keamanan regional. SAIC akan membangun lembaga pendidikan tinggi yang bergengsi dengan kurikulum modern dan berkembang.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003300;">Sementara itu seorang wakil direktur perusahaan SAIC mengatakan,“Pemerintah AS bekerjasama dengan SAIC mampu menciptakan lembaga pendidikan militer bergengsi untuk membina para komando militer strategis Saudi”.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003300;">Apakah Pembangunan Akademi Militer Arab Saudi ini merupakan bagian dari misi pelatihan militer AS di Saudi, seperti yang pernah terjadi dalam sejarah tahun 1953 silam?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003300;">Dalam hal ini, pihak Saudi belum berkomentar secara resmi. (iol)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003300;"><em>Sumber : Sabili.co.id</em></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kasus Iran: Pemberangusan Pers atau Pencegahan Dusta?]]></title>
<link>http://sirikitsyah.wordpress.com/2009/07/02/kasus-iran-pemberangusan-pers-atau-pencegahan-dusta/</link>
<pubDate>Wed, 01 Jul 2009 17:00:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>Sirikit Syah</dc:creator>
<guid>http://sirikitsyah.wordpress.com/2009/07/02/kasus-iran-pemberangusan-pers-atau-pencegahan-dusta/</guid>
<description><![CDATA[Berat sekali cobaan yang dihadapi Ahmadinejad. Setelah diumumkan memenangkan Pemilihan Presiden deng]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Berat sekali cobaan yang dihadapi Ahmadinejad. Setelah diumumkan memenangkan Pemilihan Presiden deng]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Media Massa dan Opini Publik]]></title>
<link>http://sirikitsyah.wordpress.com/2009/06/06/media-massa-dan-opini-publik/</link>
<pubDate>Sat, 06 Jun 2009 01:00:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>Sirikit Syah</dc:creator>
<guid>http://sirikitsyah.wordpress.com/2009/06/06/media-massa-dan-opini-publik/</guid>
<description><![CDATA[  Filsuf Aristoteles membagi kekuatan pembentukan opini publik menjadi tiga; yang didasari logos (ak]]></description>
<content:encoded><![CDATA[  Filsuf Aristoteles membagi kekuatan pembentukan opini publik menjadi tiga; yang didasari logos (ak]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Defamation dan persoalan hukum media di Indonesia]]></title>
<link>http://sirikitsyah.wordpress.com/2009/04/12/defamation-dan-persoalan-hukum-media-di-indonesia/</link>
<pubDate>Sat, 11 Apr 2009 17:01:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>Sirikit Syah</dc:creator>
<guid>http://sirikitsyah.wordpress.com/2009/04/12/defamation-dan-persoalan-hukum-media-di-indonesia/</guid>
<description><![CDATA[  Pertengahan bulan lalu IDEAS fellows menyelenggarakan Dialog Tiga Sektor membahas persoalan media ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[  Pertengahan bulan lalu IDEAS fellows menyelenggarakan Dialog Tiga Sektor membahas persoalan media ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bagaimana Media Jiran Memotret Indonesia]]></title>
<link>http://sirikitsyah.wordpress.com/2009/03/24/bagaimana-media-jiran-memotret-indonesia/</link>
<pubDate>Tue, 24 Mar 2009 05:00:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>Sirikit Syah</dc:creator>
<guid>http://sirikitsyah.wordpress.com/2009/03/24/bagaimana-media-jiran-memotret-indonesia/</guid>
<description><![CDATA[  Menurut catatan Jubir KBRI di Kuala Lumpur, sebanyak 60 persen dari 1.499 berita tentang Indonesia]]></description>
<content:encoded><![CDATA[  Menurut catatan Jubir KBRI di Kuala Lumpur, sebanyak 60 persen dari 1.499 berita tentang Indonesia]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jurnalisme Copy Paste, Kering Tak Berjiwa]]></title>
<link>http://sirikitsyah.wordpress.com/2009/03/13/jurnalisme-copy-paste-kering-tak-berjiwa/</link>
<pubDate>Thu, 12 Mar 2009 18:01:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>Sirikit Syah</dc:creator>
<guid>http://sirikitsyah.wordpress.com/2009/03/13/jurnalisme-copy-paste-kering-tak-berjiwa/</guid>
<description><![CDATA[Kemajuan teknologi di dunia media massa dapat memudahkan pekerjaan. Kejadian nun jauh di sana dapat ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kemajuan teknologi di dunia media massa dapat memudahkan pekerjaan. Kejadian nun jauh di sana dapat ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Siapa yang paling mempengaruhi berita?]]></title>
<link>http://sirikitsyah.wordpress.com/2009/02/28/siapa-yang-paling-mempengaruhi-berita/</link>
<pubDate>Sat, 28 Feb 2009 16:38:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>Sirikit Syah</dc:creator>
<guid>http://sirikitsyah.wordpress.com/2009/02/28/siapa-yang-paling-mempengaruhi-berita/</guid>
<description><![CDATA[  Gonjang-ganjing di divisi redaksi SCTV menjadi bahan diskusi di berbagai milis jurnalisme. Rosiana]]></description>
<content:encoded><![CDATA[  Gonjang-ganjing di divisi redaksi SCTV menjadi bahan diskusi di berbagai milis jurnalisme. Rosiana]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mantan Langganan Saya]]></title>
<link>http://zulfiifani.wordpress.com/2009/02/18/mantan-langganan-say/</link>
<pubDate>Wed, 18 Feb 2009 00:50:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>Zulfi</dc:creator>
<guid>http://zulfiifani.wordpress.com/2009/02/18/mantan-langganan-say/</guid>
<description><![CDATA[Bisa dikatakan media massa kini telah menjadi sahabat dekat bagi banyak orang. Produk media massa, d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://www.mediachannel.org/"><img class="alignleft" src="http://www.mediachannel.org/images/media-moguls-1200X849.jpg" alt="" width="278" height="196" /></a></p>
<p>Bisa dikatakan media massa kini telah menjadi sahabat dekat bagi banyak orang. Produk media massa, dalam hal ini informasi, tak lagi menjadi sekedar hasrat ataupun keinginan melainkan telah menjadi kebutuhan, artinya harus dipenuhi. Bahkan, saya yakin ada segelintir orang yang tanpa ditemani media massa di pagi harinya, akan merasa terasing di sisa harinya, seakan-akan terbuang ke negeri antah berantah.<!--moreLanjut...--></p>
<p>Nah, sebagai orang yang selalu ingin tahu, apalagi notabene masih mahasiswa. Secara tidak langsung pun, saya selalu mengkonsumsi media massa secara rutin. Beberapa tahun lalu, ada beberapa media massa yang sempat saya favoritkan untuk dibeli, atau minimal dibaca meski harus meminjam.</p>
<p><strong>Sabili</strong></p>
<p>Dahulu sekali saya selalu berlangganan majalah dwi-mingguan ini. Bisa dikatakan, majalah ini merupakan majalah Islam terpopuler dan juga terbesar oplahnya di Indonesia. Fokusnya cukup detail dan tidak terbatas hanya masalah <em>ibadah</em>. <em>Sabili</em> justru mengangkat permasalahan sosial, ekonomi, maupun politik sebagai bahan utamanya. Saya mulai berlangganan majalah ini sejak SMA kelas 1. Diakui memang, <em>Sabili</em> cenderung diidentikkan dengan majalah Islam garis keras. Hemat saya, hal itu tidaklah sepenuhnya salah, karena memang dalam pandangan awam <em>content</em> <em>Sabili</em> tentu terlihat begitu <em>to the point</em> dan menohok. Masalah garis keras ini pula yang membuat pemerintah Amerika menaruh perhatian pada pemberitaan <em>Sabili</em>. Bahkan, dalam sebuah pemberitaan, sangat diyakini koleksi <em>Sabili</em> amat lengkap ditemukan di perpustakaan Kongres. <em>Subhanallah&#8230;</em> kira-kira untuk apa ya?</p>
<p>Akan tetapi, saat masuk ke bangku kuliah akhirnya saya memutuskan untuk tidak berlangganan kembali. Meski sedih, tapi saya punya perhitungan sendiri dan Insya Allah saya tak akan kekurangan wacana dan informasi ke-Islam-an yang saya miliki.</p>
<p><strong>Soccer</strong></p>
<p>Seperti namanya, tabloid ini membahas segala hal dari dunia sepakbola. Tabloid ini terbit seminggu sekali pada hari Jumat. Sebenarnya, sebelum berlangganan <em>Soccer</em> saya terlebih dahulu berlangganan tabloid sepakbola sejenis, <em>Bola</em>.  Setelah menimbang-nimbang, saya akhirnya lebih memilih <em>Soccer</em>.  Hemat saya, <em>Soccer</em> lebih berbobot bahasannya, belum lagi selalu ada tema-tema spesifik yang diangkat pada tiap edisinya. Kedua hal tersebut yang menghipnotis saya selama beberapa tahun untuk berlangganan.</p>
<p>Sayang, beberapa bulan ini akhirnya saya pun berhenti berlangganan. Alasan yang tidak jauh berbeda dari kasus <em>Sabili</em> di atas, terlalu banyak pertimbangan dan adanya media subtitusi yang menjadi penyebab.</p>
<p>Kini, pasca tak berlangganan lagi kedua media tersebut. Saya mencoba untuk selalu mengakses internet untuk mendapatkan informasi dunia Islam (subtitusi <em>Sabili</em>) dan juga berbagai situs bola (subtitusi <em>Soccer</em>). Yah, namanya mahasiswa apa boleh buat, segala hal berbentuk pengeluaran tentu harus diperhitungkan dengan matang. Dan, pilihan ini amat berkaitan pula dengan akses internet yang lebih mudah dan murah didapatkan (hanya dengan bermodalkan sahabat setia saya: Acer 4710), saya bisa memuaskan dahaga akan informasi&#8230; Alhamdulillah.</p>
<p>Nah, tentu anda punya kenangan akan media massa tertentu bukan? Yang kini pasca meledaknya akses internet, justru anda tinggalkan.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Fenomena Facebook]]></title>
<link>http://hazrul7.wordpress.com/2009/02/12/fenomena-facebook/</link>
<pubDate>Thu, 12 Feb 2009 06:59:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>hazrul7</dc:creator>
<guid>http://hazrul7.wordpress.com/2009/02/12/fenomena-facebook/</guid>
<description><![CDATA[Tahun 2008 Facebook mengaut keuntungan USD300 juta. Tetapi keuntungan yang sebanyak itu digunakan un]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Tahun 2008 Facebook mengaut keuntungan USD300 juta. Tetapi keuntungan yang sebanyak itu digunakan un]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Setelah Sabili, Kali Ini alKisah]]></title>
<link>http://ejajufri.wordpress.com/2009/01/30/setelah-sabili-kali-ini-alkisah/</link>
<pubDate>Fri, 30 Jan 2009 16:49:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>ejajufri</dc:creator>
<guid>http://ejajufri.wordpress.com/2009/01/30/setelah-sabili-kali-ini-alkisah/</guid>
<description><![CDATA[Setelah terlebih dahulu Sabili membuat fitnah terhadap mazhab Syiah Ahlul Bait, kali ini yang menjad]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Setelah terlebih dahulu Sabili membuat fitnah terhadap mazhab Syiah Ahlul Bait, kali ini yang menjad]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[LDII - MUI Bersinergi Adakan Pelatihan Pembekalan Kader Da'i]]></title>
<link>http://ldiibekasi.wordpress.com/2009/01/29/ldii-mui-bersinergi-adakan-pelatihan-pembekalan-kader-dai/</link>
<pubDate>Thu, 29 Jan 2009 07:12:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>LDII</dc:creator>
<guid>http://ldiibekasi.wordpress.com/2009/01/29/ldii-mui-bersinergi-adakan-pelatihan-pembekalan-kader-dai/</guid>
<description><![CDATA[LDII - MUI bersinergi dalam pembinaan ukuwah umat selenggarakan pembekalan kader da&#39;i Beberapa w]]></description>
<content:encoded><![CDATA[LDII - MUI bersinergi dalam pembinaan ukuwah umat selenggarakan pembekalan kader da&#39;i Beberapa w]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tertutupnya Akses Informasi di Palestina]]></title>
<link>http://sirikitsyah.wordpress.com/2009/01/12/tertutupnya-akses-informasi-di-palestina/</link>
<pubDate>Sun, 11 Jan 2009 20:26:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>Sirikit Syah</dc:creator>
<guid>http://sirikitsyah.wordpress.com/2009/01/12/tertutupnya-akses-informasi-di-palestina/</guid>
<description><![CDATA[               Israel mengebom masjid dan rumah-rumah penduduk di Gaza, sudah biasa. Kali ini Israel]]></description>
<content:encoded><![CDATA[               Israel mengebom masjid dan rumah-rumah penduduk di Gaza, sudah biasa. Kali ini Israel]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Antara Pedofili, Pederasty dan Kelompok Zionis]]></title>
<link>http://moendg07.wordpress.com/2009/01/02/antara-pedofili-dan-kelompok-zionis/</link>
<pubDate>Fri, 02 Jan 2009 04:40:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>Vara</dc:creator>
<guid>http://moendg07.wordpress.com/2009/01/02/antara-pedofili-dan-kelompok-zionis/</guid>
<description><![CDATA[Berikut adalah dua tanggapan terhadap tulisan saya sebelumnya yang berjudul Anak-anak korban paedoph]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Berikut adalah dua tanggapan terhadap tulisan saya sebelumnya yang berjudul Anak-anak korban paedoph]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hak Jawab Obyek Pemberitaan Pers]]></title>
<link>http://sirikitsyah.wordpress.com/2008/12/18/hak-jawab-obyek-pemberitaan-pers/</link>
<pubDate>Wed, 17 Dec 2008 19:09:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>Sirikit Syah</dc:creator>
<guid>http://sirikitsyah.wordpress.com/2008/12/18/hak-jawab-obyek-pemberitaan-pers/</guid>
<description><![CDATA[              UU Pers No 40 tahun 1999 dianggap oleh berbagai kalangan non-pers sebagai undang-undan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[              UU Pers No 40 tahun 1999 dianggap oleh berbagai kalangan non-pers sebagai undang-undan]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sahur, prime time baru industri televisi]]></title>
<link>http://sirikitsyah.wordpress.com/2008/12/15/sahur-prime-time-baru-industri-televisi/</link>
<pubDate>Sun, 14 Dec 2008 19:01:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>Sirikit Syah</dc:creator>
<guid>http://sirikitsyah.wordpress.com/2008/12/15/sahur-prime-time-baru-industri-televisi/</guid>
<description><![CDATA[       Ramadhan telah tiba. Konsumen media tak perlu heran bila di sepanjang bulan Ramadhan ke depan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[       Ramadhan telah tiba. Konsumen media tak perlu heran bila di sepanjang bulan Ramadhan ke depan]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
