<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>sahabat &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/sahabat/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "sahabat"</description>
	<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 19:05:29 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[In Memoriam, Mastan Majuddin, "Sabar, Tekun dan Bertanggung Jawab"]]></title>
<link>http://denung.wordpress.com/2009/12/24/in-memoriam-mastan-majuddin-bang-tolong-email-saya-ya/</link>
<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 07:09:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>reefberry</dc:creator>
<guid>http://denung.wordpress.com/2009/12/24/in-memoriam-mastan-majuddin-bang-tolong-email-saya-ya/</guid>
<description><![CDATA[Kunjungan ke Selayar di hari senin tanggal 21 Desember lalu, bak perjalanan dengan setangkup getir d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://denung.wordpress.com/files/2009/12/13637_198811857766_792452766_2917480_4173119_n.jpg"><img src="http://denung.wordpress.com/files/2009/12/13637_198811857766_792452766_2917480_4173119_n.jpg?w=300" alt="" title="13637_198811857766_792452766_2917480_4173119_n" width="300" height="243" class="alignright size-medium wp-image-365" /></a>Kunjungan ke Selayar di hari senin tanggal 21 Desember lalu, bak perjalanan dengan setangkup getir dan duka. Sore hari sebelumnya, saat sedang membuat catatan kunjungan kami ke Selayar dua minggu lalu ada kabar melalui sms dan telepon, “Mastan meninggal karena tenggelam saat snorkeling di resort Jochen”. </p>
<p>Dia tenggelam saat berekreasi di hari minggu yang nyaris cerah di pantai timur Selayar. Kaget dan panik. Berita kematian datang lagi. Saya beberapa kali dikontak kawan di Selayar ihwal berita duka yang sangat mengejutkan ini. Setelah itu, saya putuskan untuk melayat walau mungkin tidak sempat melihat jenazahnya lagi. <!--more read more--></p>
<p>Saat menunggu penguburannya, saya sedang di atas bus bertolak dari terminal Mallengkeri Makassar. Pak Syaiful Arif, Kepala Bappeda Selayar mengirimkan sms, bahwa Mastan dikuburkan sekitar pukul 10. </p>
<p>Pukul 18.30 bus Mahkota yang saya tumpangi dari Makassar tiba di terminal Kota Benteng, Selayar. Perjalanan yang menyesakkan perasaan di atas bus yang memang padat penumpang dan karung beras. Getir karena berita kehilangan seorang sahabat yang kami anggap saudara. Sahabat yang menjadi aktor utama dari lakon petualangan di pesisir Selayar dari pantai timur hingga ujung selatan di minggu pertama Desember tahun ini.</p>
<p>Di terminal bus, suasana gelap gulita. Penumpang satu persatu meninggalkan terminal, ada yang dijemput keluarga ada pula yang diantar para tukang ojek. Di barat terminal adalah pantai. Angin basah mulai menyapu terminal. Saya merenung, merasa kehilangan sesuatu.</p>
<p>Saya hanya menunggu beberapa menit sebelum Evi datang membawa mobil Innova warna hitam berplat merah. Evi beritahu bahwa selain saya, dia juga menjemput mertua Mastan. Rupanya, mereka juga ada di fery yang saya tumpangi.</p>
<p>Mastan Majuddin, pria muda, tinggi dan peramah ini adalah sosok penting di kantor Bappeda Selayar yang selama ini menjadi mitra kegiatan program kami dalam upaya mendorong pembangunan kapasitas pemangku kepentingan pembangunan di Sulawesi, Selayar adalah salah satu targetnya. </p>
<p>Setelah menitip tas pakaian di rumah seorang kawan, saya putuskan segera menuju rumah duka, saat itu juga. Kami menyusuri jalan utama kota Benteng menuju arah selatan kota. </p>
<p>Selama dalam perjalanan beberapa menit itu, satu persatu fragmen kenangan mulai dari perkenalan pada tahun 2001 di kantor Bappeda Selayar saat saya bekerja untuk program COREMAP fase I, hingga pertemuan pertama kalinya lagi setelah sempat terputus selama lima tahun menyeruak silih berganti di antara berbagai lembar kenangan. </p>
<p>Adalah pak Baso Lewa (kini kepala Bagian Pemerintahan, Pemkab Selayar) yang memperkenalkan pada saya, dengan menyebut Mastan adalah lulusan pada jurusan perikanan Universitas Hasanuddin, yang saat itu sedang diajak untuk terlibat pada COREMAP Saat itu Baso Lewa adalah ketua Pokja program yang organisasinya melekat pada kantor Bappeda. </p>
<p>Kesan pertama saya adalah, dia anak yang ramah, sabar dan sopan. Alumni SMA Negeri 5, Makassar ini punya tutur kata yang terukur dan murah senyum. Dia kemudian terlibat pada beberapa kegiatan pelatihan dan pertemuan-pertemuan kordinasi antara berbagai komponen program. </p>
<p>Sejak meninggalkan Kota Benteng pada tahun 2003, lalu bekerja di Luwu dan Aceh saya mendengar kabar bahwa dia semakin aktif pada berbagai kegiatan LSM lalu diterima jadi pegawai negeri sipil pada tahun 2006, hingga kemudian pada tahun 2008, saya kembali bertemu dengannya. </p>
<p>Pertama melihatnya adalah saat dia tampil sebagai gambar sampul newsletter proyek dimana saya bekerja. Proyek yang telah berjalan selama setahun sebelum saya bergabung ini rupanya telah memfasilitasi satu pelatihan fasilitator bagi LSM dan petugas garis depan di 29 kabupaten/kota Se-Sulawesi. Mastan sebagai perwakilan dari Kabupaten Kepulauan Selayar dan mewakili LSM yang telah dibesutnya sejak lama bernama LSM Srikandi. </p>
<p>Mastan yang saya kenal adalah pembelajar sejati, jadi tidak heran saat saya menemukannya lagi di proyek yang menyiapkan kerangka pelatihan berseri ini. Untuk ukuran proyek “biasa saja”, Mastan tentu punya pertimbangan lain mengapa dia begitu antusias mengikuti berbagai seri pelatihan ini. Kesan lain dari dia saat itu adalah, dia pembelajar yang tak mengenal kata pasrah atau mengeluh.</p>
<p>Bagi saya, perjumpaan dengannya di proyek ini adalah nikmat tak terkira. Berapa tidak, melalui dialah berbagai inisiatif muncul terkait kegiatan proyek yang terkait dengan urusan LSM dan pemerintahan. Selain dia, terdapat pula lima orang perencana yang telah dilatih melalui diklat perencana selama bulan Juli 2008 untuk perwakilan Bappeda dan SKPD di Selayar sementara Mastan sendiri adalah peserta pelatihan fasilitator. Target yang ingin dicapai dari pendekatan ini adalah berjalannya satu mekanisme kolaborasi dan berbasis komunitas pada berbagai inisiatif pembangunan daerah saat mereka kembali ke kabupaten.</p>
<p>Melalui Mastan, gagasan itu menjadi kenyataan saat pada awal bulan Desember 2009, kegiatan pelatihan bagi 20 calon fasilitator di Selayar berjalan dengan lancar. Mastanlah yang mendisain dan menyiapkan pelatihan ini. </p>
<p>Kami hanya berkordinasi mengenai penyiapan fasilitator dan urusan administrasi belaka. Pendekatannya yang bersahaja, egaliter dan cair kepada kawan-kawan di Bappeda dan LSM setempat membuat gagasan dan inisiatifnya mudah diterima. Tidak hanya pada kawan selevel namun juga atasan dan pimpinan langsungnya.</p>
<p>Kontak terakhir saya dengannya saat dia menelpon dari Benteng, “Bang, tolong email draft MoU dengan Bupati ya untuk kami pelajari dulu”. Awalnya saya sempat bertanya, “tumben, padahal ada satu tahapan yang belum kelar” batinku saat itu. Permintaannya hanya menunggu beberapa menit, lalu saya segera mengirim draft yang dimaksud ke emailnya. </p>
<p>Permintaan itu pula yang terakhir saya penuhi, hingga kabar duka yang buat saya terguncang itupun datang melalui sms dan telepon.</p>
<p>Saya sampai di rumah duka sekitar pukul 19.00. Saya menjabat tangan istrinya yang saat itu terlihat tegar dan datar dibungkus jilbab hitam. Terlihat pula dua orang anaknya yang masih kanak-kanak. Wulan 5 th dan Inayah, 4 th. Anak bungsunya yang masih 1,5 tahun tidak terlihat. Mertua lelaki Mastan tidak bisa menahan tangisnya. Yang terlihat tegar, sang ibu mertua. Dia memeluk anak kandungnya, Indri seraya berbisik lirih, “sabarko anak”. </p>
<p>“Mastan, tenggelam. Kehabisan tenaga saat melakukan snorkeling di beranda salah satu resort favorit di pantai timur Selayar. Resort ini pula yang kami kunjungi dua minggu sebelumnya, sebelum pertistiwa naas tersebut. Kami kehilangan sahabat, rekan kerja sekaligus saudara dekat. Saya dan banyak kawan dekatnya seakan tak percaya. </p>
<p>“Semua begitu cepat” Kata Evi yang saat kejadian itu ikut bersama rombongan rekreasi hari Minggu mereka di tanggal 20 Desember 2009. “Saya tidak yakin kalau dia meninggal, saya malah berpikir bahwa jikapun dia dikubur, Mastan akan keluar dari kuburnya dan bilang, saya masih hidup” Kata seorang kawan lainnya. Beliau berpulang sekitar pukul 17.00. Kejadiannya berlangsung begitu cepat. </p>
<p>“Kami datang ke Resort Jochen pada siang hari. Jumlah kami ada 17 orang karena ada beberapa kawan yang menyusul” Kata Evi. Evi juga yang saya temani saat kami melakukan snorkeling di tempat yang sama dua minggu sebelumnya. </p>
<p>Saat kejadian itu, Herman, salah seorang yang ikut saat itu sedang berenang di sekitar ujung dermaga. Agak di luar, jauh dari tubir dan tidak tahu bahwa Mastan sedang berjibaku dengan maut.</p>
<p>Memang, seingat saya dua minggu lalu tentang lokasi itu, di ujung dermaga sepanjang lebih 50 meter yang menukik ke laut itu terdapat tali yang membentang sejauh 30 meter ke arah timur dan di ujungnya terdapat jerigen warna biru sebagai penanda, semacam pelampung tepat di tubir (slope). Saya sempat menjangkaunya saat itu. Lalu di sebelah utara sejauh 100 meter terdapat speedboat yang selalu terparkir di sana saat tidak digunakan menjemput penumpang.</p>
<p>“Saat kami berenang pada hari minggu tanggal 20 itu, gambarannya seperti itu” Kata Herman. Speedboat itu masih ada. Kedalaman di ujung dermaga sekitar 4 meter dan dengan drastis terjal menukik menuju palung laut yang hitam dalam beberapa meter saja.</p>
<p>“Rupanya saat selesai makan, bercanda dan pamit pada istrinya, Mastan juga sudah mengarah hendak berenang di ujung dermaga” Kata Herman lagi. “Saking cepatnya dia sudah berada di antara ujung dermaga dan speedboat” Katanya lagi.</p>
<p>Saat bersamaan, beberapa kawan lain, ada yang sedang mengaso di cottage Jochen yang indah itu. Ada pula yang sedang menikmati ikan bakar. </p>
<p>“Setelah pamit pada istrinya, Mastan terlihat sampai di speedboat lalu kemudian menjauh dari situ. di kepalanya terdapat snorkel dan mask” Kata Evi. </p>
<p>“Saya melihat tangan mengayun dan suara minta tolong” Kata Istrinya. Hingga kru jolor (perahu bermesin khas Selayar) yang mereka tumpangi segera mendekat dan menjangkaunya. “Yang terlihat kemudian hanya kepala, tangannya tak terlihat lagi sebelum diangkat naik ke jolor”. Wajahnya biru kehitaman.</p>
<p>Saat sampai di darat, semua jadi panik hingga Jochen, pemilik resort segera turun tangan dan memberikan pertolongan. Berbagai tindakan pertolongan pertama, ditempuh Jochen hingga kemudian Mastan dibawa ke Appatanah dengan menggunakan speedboat resort. </p>
<p>“Saat dibawa dari speedboat ke mobil, nadinya masih sempat berdenyut” Kata Evi. Namun, sampai daerah Barang Barang, Mastan sudah tak bisa tertolong lagi. Berbagai upaya ditempuh seperti menggunakan alat napas bantu namun tidak menolong. Sekitar pukul 15.00, hari Minggu, 20 Desember 2009, kami kehilangan sahabat, saudara yang sabar, santun dan halus tutur katanya.</p>
<p>Kami berkumpul di rumah duka. Bersama saya, hadir Evi, Herman, Ratna dan Suami, Ani, Yos, lalu datang Baso Lewa. Suasana haru dan berbagai cerita suka duka mengenang sahabat kami ini satu persatu keluar dari lubuk hati pada sahabat. Semua memuji kesabaran dan sifat selalu ingin belajarnya.</p>
<p>“Beberapa waktu lalu dia beli sepeda” Kata istrinya. Dia ingin bergabung dengan klub sepeda di Benteng. Sebelumnya, dia juga janji akan beli pancing. “Bulan depan saya sudah punya pancing juga” Kata seorang teman menirukan keinginan Mastan. Bukan hanya itu, keinginannya untuk semakin akrab dengan laut semakin ditunjukkannya dengan hasrat untuk mengikuti pelatihan scuba diving. </p>
<p>Bagi saya, dia juga mempunyai selera humor yang bagus. Dia bahkan pernah berseloroh, “Walau masih muda namun rambut saya sudah hampir memutih semua” Katanya suatu ketika. Di usia 30an, rambut Mastan, memang banyak yang memutih. </p>
<p>“Bukti respeknya pada orang adalah tutur katanya yang santun”. Yang selalu saya ingat, jika mengobrol dengan dia adalah panggilang, “Bang”. Dia memanggil saya dengan Abang. “Bang, tolong email saya ya, itu kalimat terakhir yang saya dengar dari obrolan kami via telepon tanggal 16 Desember 2009 yang selalu terngiang.</p>
<p>Berbagai rencananya, minatnya pada kelautan, olahraga sepeda, menyelam, memancing kini tinggal rencana. Sahabat kami itu telah dipanggil yang maha kuasa pada tanggal 20 Desember 2009. Pada bulan ulang tahun pernikahannya yang ketujuh dengan Sri Indriyani, S.Pi, teman sefakultas yang dinikahinya. </p>
<p>Mastan Majuddin, meninggal pada usia 32 tahun. Usia yang sangat muda, saat dimana karirnya sebagai staf Bappeda sedang beranjak naik. Bagi saya, dia adalah figur perencana yang paham filosofi pemberdayaan masyarakat. Mau berkorban dan tulus ke desa. Dia juga tak pernah mengeluh untuk seluruh amanah yang diberikan pimpinan. </p>
<p>Kami mengingat kembali saat bersama almarhum, saat persiapan dan pelaksanaan pelatihan fasilitator selama seminggu dari tanggal 30 Nopember hingga tanggal 5 Desember 2009. Cerita perjalanan dan kesannya saat kami bersama-sama menjajal area Jammeng dan memancing di sana, juga ke Gantarang Lalan Bata, hingga kebersamaan terakhir kami di Resort Jochen, pada tanggal 5 Desember 2009. Lokasi resort yang kemudian menjadi lokasi terakhir perpisahan dengannya dengan para sahabatnya.</p>
<p>Tentu bukan hanya kami yang merasa kehilangan, masyarakat dan pemerintah kabupaten kepulauan Selayar kehilangan satu stafnya yang berdedikasi, sabar dan tidak pernah berhenti belajar. “Dia tidak pernah mengeluh jika diberi tugas, dia bertanggung jawba” Kata kami sepakat mengenai almarhum. </p>
<p>Selamat jalan, Mastan, sahabat dan saudaraku. Jika boleh, saya ingin melinangkan air mata, untukmu.</p>
<p>Sungguminasa 22/12/2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[kehilangan jejak ...]]></title>
<link>http://worldofmaia.wordpress.com/2009/12/23/kehilangan-jejak/</link>
<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 05:14:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>worldofmaia</dc:creator>
<guid>http://worldofmaia.wordpress.com/2009/12/23/kehilangan-jejak/</guid>
<description><![CDATA[aq sama sekali tak tahu kalo selama ini telah kehilangan jejak seorang sahabat yang kukira sangat de]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>aq sama sekali tak tahu kalo selama ini telah kehilangan jejak seorang sahabat yang kukira sangat dekat.<br />
aq tak tahu apa yang salah di diriku &#8230; apakah semua yang kulakukan untuk menjaga pertemanan ini terlalu berlebihan.<br />
apakah semua yang terjadi di masa lalu hanyalah serpihan masa lalu yang tidak berarti lagi di masa sekarang<br />
teriring doa aq hanya berharap semoga seorang sahabat selalu menjadi sahabat &#8230;<br />
amiiinnnn</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Orang berbudi kita berbahasa]]></title>
<link>http://kayteeze.wordpress.com/2009/12/23/orang-berbudi-kita-berbahasa/</link>
<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 02:43:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>Tie</dc:creator>
<guid>http://kayteeze.wordpress.com/2009/12/23/orang-berbudi-kita-berbahasa/</guid>
<description><![CDATA[Orang memberi kita merasa, waakakakakaa&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. Tie banyak sekali terhu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Orang memberi kita merasa, waakakakakaa&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. Tie banyak sekali terhu]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[BFF: Best Friends Forever]]></title>
<link>http://maggiezone.wordpress.com/2009/12/22/bff-best-friends-forever/</link>
<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 06:02:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>Maggie</dc:creator>
<guid>http://maggiezone.wordpress.com/2009/12/22/bff-best-friends-forever/</guid>
<description><![CDATA[apakah kalian punya teman ??? apakah kalian punya teman dekat ??? apakah kalian punya sahabat ??? so]]></description>
<content:encoded><![CDATA[apakah kalian punya teman ??? apakah kalian punya teman dekat ??? apakah kalian punya sahabat ??? so]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Missjutek mancing - Jilid 3]]></title>
<link>http://missjutek.wordpress.com/2009/12/22/missjutek-mancing-jilid-3/</link>
<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 05:38:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>missjutek</dc:creator>
<guid>http://missjutek.wordpress.com/2009/12/22/missjutek-mancing-jilid-3/</guid>
<description><![CDATA[kalo dulu saya pernah memposing soal missjutek pergi memancing (ini yg jilid 1-nya), sekarang tau2 s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>kalo dulu saya pernah memposing soal missjutek pergi memancing (ini yg jilid 1-nya), sekarang tau2 saya posting mancing jilid 3 aja gituh&#8230; jadi bertanya2 doang, jilid 2-nya kapan&#8230; hehehehe&#8230; iyah, waktu acara mancing jilid 2, saya lagi hiatus panjang&#8230; jadi ga ada laporannya di blog ini&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>seperti halnya yang mancing jilid 1, kali ini pun acara mancing diadakan di kolam ikannya <a href="http://ronawajah.wordpress.com" target="_blank">pak<span style="color:#99cc00;"> Sjafri</span></a> di daerah sindang barang, Bogor&#8230; dan yang dateng masih tetep <a href="http://blogor.org/barudak-blogor" target="_blank"><span style="color:#99cc00;">barudak blogo</span><span style="color:#99cc00;">r</span></a> terkasih&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  di acara mancing kali ini, saya dateng bersama seorang sepupu saya (salah satu dari yang pernah saya posting di <a href="http://missjutek.wordpress.com/2008/08/25/2-bidadari-dan-1-malaikat-pengawalnya/"><span style="color:#99cc00;">sini</span></a>) dan seorang sahabat yang udah sering menemani saya ke acara2 Blogor juga&#8230;</p>
<p>Saya tiba di lokasi sekitar jam 10-an, dan langsung ber-haha-hihi dengan barudak blogor yang sudah tiba terlebih dahulu, sambil melepas lelah selama perjalanan&#8230; setelah beberapa menit, kami baru mulai mancing&#8230;</p>
<p>sepanjang mancing, saya malah ribut ngobrol terus sama sahabat dan barudak blogor lainnya&#8230; walhasil, ga ada satu pun ikan yg saya dapat. 2 kali umpan saya dimakan oleh sang ikan, tapi sayangnya saya terlambat menyadarinya <span style="color:#008000;">*karena kebanyakan ditinggal ngobrol tuh pancingannya*</span>, jadi lepas lagi  deh ikan2 ituh&#8230; hiks2&#8230;</p>
<p>Setelah acara perkenalan <span style="color:#008000;">*acara wajib kalo ada kang Achoey ikut kopdar*</span>, baru deh kita menikmati makan siang yang uwenak2&#8230; yang spesial dimasakin sama bu desi&#8230; ada ikan goreng, ikan bakar, ayam goreng, perkedel tahu, dan kawan2nya yg ga kalah nikmatnya&#8230;</p>
<p>setelah acara makan siang, dilanjutkan dengan pembahasan buku blogor yang sedang dalam penggarapan <span style="color:#008000;">*so, tunggu aja kabar selanjutnya yah!*</span>. Dan acara puncak yang sangaaaaaatttt ditunggu-tunggu, tak lain dna tak bukan, apa lagi kalo bukan Photo Session! hihihihi&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<div id="attachment_243" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-243" title="Foto bersama di Blogor mancing - Jilid 3" src="http://missjutek.wordpress.com/files/2009/12/13961_1200520810560_1154741507_30528487_3997862_n.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Foto bersama di Blogor mancing - Jilid 3</p></div>
<p>dan setelah puas mancing, makan, ngobrol dan bercanda dengan semua barudak blogor yang datang, kami pun pulang&#8230; dengan membawa beberapa ekor ikan <span style="color:#008000;">*meski pas mancing ga dapet2 ikan, tapi tetep pulang bawa ikan dong*</span> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  dan juga buah rambutan binjai yang manis2 <span style="text-decoration:line-through;">kayak saya</span>, buat oleh2 untuk orang2 dirumah&#8230; Puas, Senang, Riang, semua dibawa pulang dari acara mancing kali ini&#8230; OK, sampai jumpa di kopdar Blogor berikutnya&#8230; hihihihihi&#8230; <span style="color:#008000;">*lama2 bisa jadi misskopdar Blogor nih*</span></p>
<p>Foto &#8220;diculik&#8221; secara semene-mena dari Facebook-nya <a href="http://suyamtofajar.wordpress.com" target="_blank"><span style="color:#99cc00;">mas Fajar</span></a> hehehehe&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hijrah ]]></title>
<link>http://engkaudanaku.wordpress.com/2009/12/21/hijrah/</link>
<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 04:07:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>engkaudanaku</dc:creator>
<guid>http://engkaudanaku.wordpress.com/2009/12/21/hijrah/</guid>
<description><![CDATA[Hijrah untuk sebuah perubahan.&nbsp; Hidup dinamis (selalu dalam pergerakan), dan terus berbuat untu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Hijrah untuk sebuah perubahan.&nbsp; Hidup dinamis (selalu dalam pergerakan), dan terus berbuat untu]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Teman temanku]]></title>
<link>http://nuii4u.wordpress.com/2009/12/21/teman-temanku/</link>
<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 03:34:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>nuii4u</dc:creator>
<guid>http://nuii4u.wordpress.com/2009/12/21/teman-temanku/</guid>
<description><![CDATA[Uhu uhu .. Udh maen fb, cape ahh.. Ak ingin maen atw reunian ma nak2 7e yg dlu, yg lbh pnting dr seg]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Uhu uhu ..<br />
Udh maen fb, cape ahh..</p>
<p>Ak ingin maen atw reunian ma nak2 7e yg dlu, yg lbh pnting dr segala.a ..<br />
Walaupun blm bs brtatap muka stiap hari, tp aku selalu melihat tawa mereka! Mereka bs bangkit dan mnjalani hdup ni. Mereka bs br.adaptasi d kls baru mereka. Aku bersyukur ya allah..</p>
<p>Kalau bwt aku c, kesan yg paling mndalam saat jd kordinator 3 temanku yg payah tpi pnter. Khe khe khe.<br />
Mereka itt, cuwii, isti, en yulan. (ntar d lain wktu aku ceritakan mereka dg spesial)</p>
<p>Byk ksan2 yg aku dpt dr mereka, saat brda d kelas, saat istirahat, porsak, baanyaaak sekali~<br />
Ak gk akan mlupakan smua ksan2 yg udh ak dapat itt&#8230;</p>
<p>Ak kcian c ttg suwi, dy selalu mengeluh dan menangis, karena dy gk bs br.adaptasi d kls baru.a . Yah.. Kita hnya bs brharap suwi bs cpat br.adaptasi. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Teman Seperjuangan... *part 2*]]></title>
<link>http://akumanakoi.wordpress.com/2009/12/20/teman-seperjuangan-part-2/</link>
<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 05:35:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>renakuroki</dc:creator>
<guid>http://akumanakoi.wordpress.com/2009/12/20/teman-seperjuangan-part-2/</guid>
<description><![CDATA[Teman seperjuanganku yang selanjutnya&#8230; Dia ini adalah Rasti,, teman seperjuanganku semenjak pe]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Teman seperjuanganku yang selanjutnya&#8230; Dia ini adalah Rasti,, teman seperjuanganku semenjak pertama kali aku masuk SMP yang saat ini aku tempati. 3 taun sudah aku bersamanya,, sempat aku satu kelas lagi dengannya saat aku kelas 8.. dan saat itu, kami merasa semakin dekat dan sangat dekat !!!</p>
<p style="text-align:justify;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8211; Sejarahku mengenal Rasti&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p style="text-align:justify;">Ntah bagaimana caranya aku bisa kenal dan akrab dengan Rasti. Cewe kecil, manis, luchu, selalu serius, dan tak lupa~! dia sangat jahil.. layaknya aku, Fina, dan Novi. Dulu saat aku dan yang lain masih kelas 1 SMP, kami ber4 selalu bersama. Tak pernah kami terpisahkan.. *lebay m.o* Kebersamaan kami hingga saat ini masih terus terjalin. Dulu, Rasti merupakan orang yang sering kami jahili saat pulang sekolah. Biarpun Fina lebih sering,, tapi saat pulang sekolah selalu saja kami mencari-cari Rasti. Padahal,, Rasti ada tepat di depa mata kami. Hahahaha~!! Hobbi kami memang aneh.. Terkadang,, Fina selalu kami salahkan. Padahal dia tak punya salah. Tetapi segala sesuatunya selalu dia yang kami salahkan&#8230; wkwkwkwkwk</p>
<p style="text-align:justify;">2 tahun aku satu kelas dengan Rasti. Menurutku,, Rasti itu seorang yang lebih muda dari ku dalam umur tetapi lebih tua dariku dalam hal berfikir. Jika ada masalah,, pastilah Rasti menjadi orang pertama yang aku ceritakan mengenai masalah itu.. karena aku yakin,, pasti pendapat Rasti dapat membantu dalam masalahku. Biarpun ada kalanya aku tak bercerita mengenai masalahku pada Rasti. Tetapii,, Rasti tetap mengerti dan terus menyemangati aku.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena usia Rasti terpaut lebih muda satu tahun dari aku.. Terkadang aku menganggap Rasti sebagai adikku sendiri. Rasti sendiri tidak keberatan jika aku menganggapnya seperti itu, Dia bahkan menganggap aku hanyalah bercanda karena Rasti sendiri tak tau bagaimana rasanya menjadi seorang adik. Dia tak mempunyai kakak kandung. Dia hanya mempunyai seorang adik perempuan yang umurnya terpaut jauh dengannya. Kehidupan Rasti yang sangat sederhana membuatku mempelajari banyak hal mengenai hidup sederhana.. mengerti bagaimana pentingnya tokoh seorang Ibu dan Bapak dalam sebuah hidup. Rasti benar-benar telah mengajarkanku banyak hal yang baru aku sadari ternyata aku masih banyak kekurangan dan sadar ternyata aku TAK BERGUNA. Hidupku masih penuh dengan hal-hal yang harus aku pelajari kembali..</p>
<p style="text-align:justify;">Terima Kasih atas semuanya Rasti.. Kau adalah sahabat yang sangaattt baik.. dan kau akan aku anggap sebagai adikku sendiri sampai kapanpun. Semua kebaikanmu tak akan aku lupakan. Dan mari kita berjanji kalau kita akan selalu menjadi sahabat sampai kapanpun~!!!!!</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Sahabat Sejatiku Hilangkah Dari Ingatanmu Di Hari Kita Saling Berbagi Dengan Kotak Sejuta Mimpi Aku Datang Menghampirimu Kuperlihat Semua Hartaku  Kita S&#8217;lalu Berpendapat Kita Ini Yang Terhebat Kesombongan Di Masa Muda Yang Indah&#8230;..Aku Raja Kaupun Raja Aku Hitam Kaupun Hitam Arti Teman Lebih Dari Sekedar Materi~~</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[tentang kebersamaan]]></title>
<link>http://andyhardiyanti.wordpress.com/2009/12/19/tentang-kebersamaan/</link>
<pubDate>Sat, 19 Dec 2009 21:15:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>andyhardiyanti</dc:creator>
<guid>http://andyhardiyanti.wordpress.com/2009/12/19/tentang-kebersamaan/</guid>
<description><![CDATA[Tidak, jangan salah kaprah dulu. Saya tidak menentang sebuah kebersamaan. Maksud saya, tulisan ini m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Tidak, jangan salah kaprah dulu. Saya tidak menentang sebuah kebersamaan. Maksud saya, tulisan ini mengenai sebuah kebersamaan. Tulisan ini adalah puncak dari tulisan-tulisan saya mengenai &#8220;minoritas&#8221; yang selalu membuat saya sangat bersemangat menulis di bilik ini. Semoga benar-benar puncak dan puncak yang benar-benar baik. Sungguh! Setiap kali saya harus marah dengan mereka, justru setiap kali itu pula saya harus gelisah dan merindukan sebuah kebersamaan seperti apa yang mungkin sebelumnya sudah ada. Setiap waktu selalu ada rasa untuk kembali bersatu. Tapi setiap waktu pula saya selalu bingung bagaimana caranya menyatukan puluhan hati dan kepala yang pemikirannya tidak pernah sama. Sampai suatu ketika di sebuah status <em>facebook </em>yang saya tidak perlu menyebutkan nama penulis statusnya&#8230;muncul sebuah komentar yang membuat saya tergerak untuk menuliskan apa yang anda baca saat ini. Ok, komentar itu seperti ini :</p>
<blockquote><p>kebersamaan itu bukan selalu harus dalam kondisi yang sama.. kebersamaan itu lahir ketika kita bisa saling menerima kondisi yang lain&#8212;-<em>seorang senior yang pertama saya dapatkan punya kata paling bijak&#8212;</em></p></blockquote>
<p>Mungkin kalian tidak bisa menerima kami sebagai saudara, sahabat. Persahabatan sudah lebih dari cukup sebagai pondasi kita bersama untuk berdiri di tempat ini. Beberapa orang menyatakan, persahabatan justru punya denyut yang lebih kuat dibandingkan persaudaraan. Tapi ini terserah bagi kita yang menafsirkannya.</p>
<p>Setelah membaca kutipan di atas (sesuatu yang selama ini sama-sama bodoh kita perdebatkan), maka adakah nadi yang tiba-tiba denyutnya berbeda disana? adakah jantung yang berdegup lain dari biasanya? adakah hati yang tergerak untuk meminta maaf dan siap dengan ikhlas untuk menerima kata dan rasa maaf dari tempat yang berbeda? adakah itu semua, kawan? ya, mari segera kita pikirkan!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Masalah Dalam Berteman]]></title>
<link>http://kampringblog.wordpress.com/2009/12/19/masalah-dalam-berteman/</link>
<pubDate>Sat, 19 Dec 2009 12:06:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>kampringblog</dc:creator>
<guid>http://kampringblog.wordpress.com/2009/12/19/masalah-dalam-berteman/</guid>
<description><![CDATA[Manusia itu pasti butuh teman, karena pada dasarnya memang manusia itu makhluk sosial. Kita tidak da]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Manusia itu pasti butuh teman, karena pada dasarnya memang manusia itu makhluk sosial. Kita tidak dapat hidup tanpa adanya bantuan dari orang lain. Seorang teman itu tidak harus dari keluarga yang kaya atau miskin, pintar atau bodoh, dan hal lainnya. Menurut saya berteman itu harus ada yang namanya timba balik, artinya kita harus membantu sesama. Tanpa adanya hal ini, seperti nya hubungan pertemanan tidak akan berlangsung lama. Kita harus memiliki prinsip dalam hal ini, jika memang kita merasa pertemanan kita dengan seseorang sudah tidak ada nya hubunga timbal balik, tidak usah dilanjutkan. Karena hanya akan menambah kesal dan jadinya berkepanjangan saja. Tidak usah terlalu berbaik hati sama orang, karena bisa saja orang itu hanya memanfaatkan kita saja. Pikirkan kembali setiap teman-teman anda, mana yang memang teman dan mana yang memang hanya sekedar kenal saja. Ingat, teman yang sebenarnya itu tidak ada kata basa basi. Kalo memang kita salah, dia akan bilang kita salah, begitu juga sebaliknya. Karena memang yang kita butuhkan dari seorang teman itu bantuannya atau pertolongannya, bukan basa basi haha hehe&#8230;</p>
<p>Mungkin ini terlihat seperti perhitungan sekali, tapi tidak! Inilah memang fakta dari sebuah pertemanan. Orang yang sudah berpengalaman (tentunya bukan saya) pasti akan berkata hal seperti ini.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Selamat Berhijrah di 1431H]]></title>
<link>http://inksensei.wordpress.com/2009/12/17/salam-maal-hijrah-1431/</link>
<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 14:36:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>inksensei</dc:creator>
<guid>http://inksensei.wordpress.com/2009/12/17/salam-maal-hijrah-1431/</guid>
<description><![CDATA[Kepada Ummi Ayah Wafiy famili saya di mana saja, Ira &amp; famili, Sahabat-sahabat saya di Sabah, Pe]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/00r7T7Fcm9A&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/00r7T7Fcm9A&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
<p>Kepada <strong>Ummi Ayah Wafiy famili saya di mana saja, Ira &#38; famili, Sahabat-sahabat saya di Sabah, Penang, Selangor, Kuala Lumpur &#38; di mana saja, Anna &#38; Mummy, sahabat &#38; rakan bloggers, all my vloggers friends all over the world (Happy Hijrah New Year my brothers &#38; sisters =), An-Nur Crews 2007-2009M, semua pembaca blog STAY ALiVE 2:154, &#38; semua umat Islam di bumi Allah ini, termasuk diri aku sendiri;</strong></p>
<p><span style="color:#008000;"><strong>Moga tahun baru ini membawa kita menuju kepada kebahagiaan sebenar &#38; diredhai Allah di dunia &#38; akhirat. Kita semua pun bukannya punya banyak masa lagi. Moga kita akan menjadi lebih baik dari semalam yang sudah kita tinggalkan. Amin.</strong></span></p>
<p><span style="color:#008000;"><strong><a href="http://inksensei.wordpress.com/files/2009/12/maalhijrah_hawanafsu-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-3198" title="maalhijrah_hawanafsu-1" src="http://inksensei.wordpress.com/files/2009/12/maalhijrah_hawanafsu-1.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a><br />
</strong></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pustaka Aslam]]></title>
<link>http://inksensei.wordpress.com/2009/12/17/pustaka-aslam/</link>
<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 18:25:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>inksensei</dc:creator>
<guid>http://inksensei.wordpress.com/2009/12/17/pustaka-aslam/</guid>
<description><![CDATA[Dari pengalaman saya, orang-orang yang pemurah itu rezekinya diberkati &amp; dimurahkan Allah, terut]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Dari pengalaman saya, <span style="color:#008000;"><strong>orang-orang yang pemurah itu rezekinya diberkati &#38; dimurahkan Allah, terutamanya mereka yang hatinya bersih &#38; ikhlas, terutamanya dalam membantu dakwah Islam.</strong></span> Saya bukan orang yang boleh membaca hati manusia, tapi saya sangat mengagumi 2 manusia pemurah yang saya sempat kenali dalam hidup.</p>
<p>Mereka adalah manusia yang sering merendah diri walaupun diberkati rezeki yang lebih oleh Allah. Salah seorangnya ialah Abg. Akriah atau lebih dikenali dengan panggilan <strong>Abu Aslam</strong>. Saya banyak belajar &#38; berhutang budi dengan beliau, juga anak beliau; Aslam.</p>
<p>Banyak yang boleh saya ceritakan mengenai beliau, berdasarkan pengalaman &#38; cerita dari sahabat-sahabat, tapi kali ini saya ingin membawakan perihal kedai buku beliau yang baru dibuka lebih kurang sebulan lalu. Alhamdulillahi robbil alamin.</p>
<p>Petikan di bawah dipetik dari <a href="http://abunuha.wordpress.com/">Abu Nuha Corner</a>;</p>
<p><!-- Start BG --> <!-- Start Header --></p>
<div>
<div id="post-8125">
<div>
<div>
<p><img title="Pustaka Aslam 1" src="http://abunuha.files.wordpress.com/2009/11/img_1533.jpg?w=480&#038;h=320#38;h=320" alt="Pustaka Aslam 1" width="480" height="320" /></p>
<p>Dengan moto <em>‘Memartabatkan Ilmu, Memburu Kejayaan’,</em> Pustaka Aslam memulakan operasinya secara rasmi.</p>
<p>Terletak berhadapan dengan Pasaraya GIANT Taman Kingfisher Likas, sekumpulan usahawan muslim bertekad untuk membantu mengembangkan dakwah Islam melalui penjualan buku-buku dan majalah berasaskan Islam.</p>
<p>Setakat ini lebih 2000 judul buku sudah tersedia di premis berkenaan. Antara penerbit buku yang mendapat tempat di Pustaka Aslam ialah PTS Publication, ar-Risalah, Galeri Ilmu, Telaga Biru dan Hijjaz RP.</p>
<p>Antara kelainan di premis ini ialah, buku-buku dipamerkan mengikut penerbitnya dan bukan berdasarkan subjek / bidang.</p>
<p>Beberapa strategi telah dan sedang disusun untuk memperkenal dan seterusnya memantapkan kedudukan Pustaka Aslam di mata masyarakat. Maklumat ini akan didedah dan disampaikan kepada umum pada masa yang sesuai nanti.</p>
<p>Jemput datang!<strong>Ground Floor, Shop No.4-0, Blog G, Lorong Plaza Kingfisher 6, Plaza Kingfisher, 88450 Kota Kinabalu.</strong></p>
<p><strong>Hubungi : 013-8863807 (Abu Aslam) / 013-8303807 (Asri)</strong></p>
<p><img title="Pustaka Aslam 2" src="http://abunuha.files.wordpress.com/2009/11/img_1527.jpg?w=480&#038;h=320#38;h=320" alt="Pustaka Aslam 2" width="480" height="320" /></p>
<p><img title="Pustaka Aslam 3" src="http://abunuha.files.wordpress.com/2009/11/img_1530.jpg?w=480&#038;h=320#38;h=320" alt="Pustaka Aslam 3" width="480" height="320" /></p>
<p><img title="Pustaka Aslam 4" src="http://abunuha.files.wordpress.com/2009/11/img_15351.jpg?w=480&#038;h=320#38;h=320" alt="Pustaka Aslam 4" width="480" height="320" /></p>
<p><img title="Pustaka Aslam 5" src="http://abunuha.files.wordpress.com/2009/11/img_15371.jpg?w=480&#038;h=320#38;h=320" alt="Pustaka Aslam 5" width="480" height="320" /></p>
<p><img title="Pustaka Aslam 6" src="http://abunuha.files.wordpress.com/2009/11/img_15381.jpg?w=480&#038;h=320#38;h=320" alt="Pustaka Aslam 6" width="480" height="320" /></p>
<p><img title="Pustaka Aslam 7" src="http://abunuha.files.wordpress.com/2009/11/img_15391.jpg?w=480&#038;h=320#38;h=320" alt="Pustaka Aslam 7" width="480" height="320" /></p>
<p><img title="Pustaka Aslam 8" src="http://abunuha.files.wordpress.com/2009/11/img_15401.jpg?w=480&#038;h=320#38;h=320" alt="Pustaka Aslam 8" width="480" height="320" /></p>
<p><img title="Pustaka Aslam 9" src="http://abunuha.files.wordpress.com/2009/11/img_15411.jpg?w=480&#038;h=320#38;h=320" alt="Pustaka Aslam 9" width="480" height="320" /></p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[saya perempuan, mereka laki2...lantas???]]></title>
<link>http://sendja.wordpress.com/2009/12/16/saya-perempuan-mereka-laki2-lantas/</link>
<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 17:41:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>sendja</dc:creator>
<guid>http://sendja.wordpress.com/2009/12/16/saya-perempuan-mereka-laki2-lantas/</guid>
<description><![CDATA[Beberapa waktu lalu, pada perjalanan pulang kantor&#8230;seperti biasa gerombolan si merah ramai ber]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Beberapa waktu lalu, pada perjalanan pulang kantor&#8230;seperti biasa gerombolan si merah ramai berceloteh. Entah di awali dengan topik apa, tau-tau saya asyik bercerita tentang masa dimana saya masih suka naik gunung bersama teman-teman saya, yang kebanyakan laki-laki. Disitu saya bercerita, bahwa saya sering melakukan perjalanan dimana saya merupakan perempuan satu-satunya diantara para lelaki-lelaki yang menyebut dirinya penikmat alam.  Tidur berhimpitan dalam satu tenda bersama. Mendengar cerita saya , terdengar suara riuh penuh ketakjuban dari para penumpang si merah yang jg adalah sahabat-sahabat saya. Kenapa takjub?..karena mereka heran, kok bisa-bisanya saya tidur cewe sendirian ditengah para lelaki, yang menurut bahasa sastra bisa disebut sebagai anak perawan di sarang penyamun..hehehe. Lantas mereka bertanya&#8230;emang tidak terjadi apa-apa?..saya malah jadi bingung, mustinya terjadi apa??!!!..kamu tidurnya gimana? ya tidur aja, sebelah-sebelahan, kl capek tengadah, ya miring..emang tidak ada perasaan apa gitu? .. lha, perasaan apa? perasaan capek karena desak2an iya..hehehe&#8230; terus teman-teman saya menyimpulkan, sepertinya saya harus dibawa ke psikiater..hahahaha</p>
<p>saya malah jadi penasaran dengan apa yg ada dipikiran sahabat-sahabat saya itu&#8230; lha emang knapa kalo cewe cowo dalam keadaan darurat tidur bersebelahan..masak karena saya cewe sendiri saya harus tidur kedinginan di luar tenda, ato saya di tenda tidur sendiri dan membiarkan teman-teman saya yang kebetulan laki-laki tidur di luar tenda..ato gara-gara saya satu-satunya perempuan, jd harus bawa tenda sendiri kemana-mana ..halah..halah..bisa-bisa klenger sebelum sampe tujuan..hehehe..lagian kan kita tidurnya juga pake sleeping bag, muka ditutup balaclava dan slayer untuk menghindari dingin yg menyengat&#8230;berdesak-desakan mo gerak aja susah..mau ngapain coba?</p>
<p>sebenarnya saya ngerti apa maksud sahabat-sahabat saya itu..barangkali dalam pikiran mereka, ketika ada manusia berlawanan jenis berdekat-dekatan lazimnya akan menimbulkan hasrat-hasrat terpendam.. hehehe..nah ini, kelaziman menurut pandangan masyarakat.. dan gara-gara ini, pernah suatu ketika di kantor pertama saya, saya ditegur sama kasubsi saya yang sudah seperti bapak buat anak2 muda di kantor, dia bilang..&#8221;kamu itu sebenarnya pilih yang mana sih? kok hari ini pergi sama si ini, besok pergi sama si itu&#8230; ga baik&#8221;&#8230;dan saya hanya bisa mlongo ngaplo ngowoh dlongop..garuk-garuk kepala..maksudnya apa sih ini bapak..lha wong cuma pergi sarapan , makan siang , jalan rame2 bonceng2an sama teman itu kan biasa..yang ga biasa itu kalo hari ini saya kedapatan ciuman sama si A&#8230;besoknya saya kedapatan sedang peluk2an sama si B&#8230;<span style="text-decoration:line-through;">(ah..masa saya sebodoh itu melakukannya di tempat umum yang mudah didapati orang lain)</span>..hehehe..atau suatu kali dikantor saya yang kedua, gara-gara saya sering nebeng pulang bareng teman saya yang laki-laki dan rumahnya satu arah dengan saya, terus bapak2 yg sudah sangat bapak2 itu bilang..&#8221;mas ingat, bentar lagi kamu mau nikah lho&#8221;&#8230;hatsaaaaahhh&#8230;emang nya saya berniat jd perebut pacar orang?..lha wong jarak kantor sampai rumah saya ga sampe 10 menit ..masak ya kami sempat menumbuhkan benih2 hasrat&#8230;hihihihi&#8230;seandainya bapak itu tahu, jika saya memang sedang jatuh cinta sama mas-mas itu, justru saya tidak akan mau diajak pulang bareng berdua-duaan..karena nenek bilang itu berbahaya.. (bapak..bapak, biar tampang bejat gini, hati saya seputih salju lho.. qiqiqiqiqi)</p>
<p>Saya ga ngerti deh..emangnya seorang wanita dewasa dan laki-laki dewasa tidak boleh berteman dan bersahabat? emangnya setiap wanita dewasa bertemu laki-laki dewasa pasti akan menimbulkan hasrat tidak senonoh? apa di kamusnya orang dewasa itu tidak mengenal kalimat &#8220;bersahabat tanpa membedakan jenis kelamin&#8221; ? hehehe&#8230;apakah kalo sudah berpacaran atau nikah, jadi ga bisa lagi bersahabat dengan perempuan/laki2 lain? ..ga tau apakah memang saya yang tidak normal jika berhadapan dengan laki-laki (meski sudah saya jelaskan kepada sahabat-sahabat saya itu, bahwa saya sering juga tidur bersebelahan rame2  dengan teman2 saya yg berjenis kelamin wanita, dan saya jg tidak ada  merasakan apa-apa tuh..wakakakaka)&#8230;. ataukah mereka yang telah lupa bagaimana caranya berteman dengan tulus?</p>
<p>(ah..saya jadi kangen sama ketulusan para sahabat gunung saya)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Young On Top...]]></title>
<link>http://definda.wordpress.com/2009/12/16/young-on-top/</link>
<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 11:17:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>finda</dc:creator>
<guid>http://definda.wordpress.com/2009/12/16/young-on-top/</guid>
<description><![CDATA[Segala puji bagi Allah atas segala nikmat-Nya yg masih bisa kita rasakan hingga detik ini. Pada awal]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Segala puji bagi Allah atas segala nikmat-Nya yg masih bisa kita rasakan hingga detik ini. Pada awal]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[[asiforbaby] Selamat Jalan Khonsaa']]></title>
<link>http://chrisgallery.wordpress.com/2009/12/16/asiforbaby-selamat-jalan-khonsaa/</link>
<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 09:28:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>chris'Gallery</dc:creator>
<guid>http://chrisgallery.wordpress.com/2009/12/16/asiforbaby-selamat-jalan-khonsaa/</guid>
<description><![CDATA[From: elonamelo@gmail.com Date: Tue, 15 Dec 2009 04:52:54 To: &lt;sehat@yahoogroups.com&gt;; &lt;asi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[From: elonamelo@gmail.com Date: Tue, 15 Dec 2009 04:52:54 To: &lt;sehat@yahoogroups.com&gt;; &lt;asi]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ikut campur]]></title>
<link>http://raachaan.wordpress.com/2009/12/16/ikut-campur/</link>
<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 07:41:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>raachaan</dc:creator>
<guid>http://raachaan.wordpress.com/2009/12/16/ikut-campur/</guid>
<description><![CDATA[banyak skenario sinetron yang mengandung banyak cacian mengenai seseorang yang sering “ikut campur t]]></description>
<content:encoded><![CDATA[banyak skenario sinetron yang mengandung banyak cacian mengenai seseorang yang sering “ikut campur t]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Seni Mengkritik dan Menerima Kritik]]></title>
<link>http://keepfight.wordpress.com/2009/12/16/seni-mengkritik-dan-menerima-kritik/</link>
<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 07:08:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>keepfight</dc:creator>
<guid>http://keepfight.wordpress.com/2009/12/16/seni-mengkritik-dan-menerima-kritik/</guid>
<description><![CDATA[Maha suci Allah yang menganugerahi setiap orang, jalan hidup yang berbeda-beda, dan membekali masing]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Maha suci Allah yang menganugerahi setiap orang, jalan hidup yang berbeda-beda, dan membekali masing-masing orang dengan potensi beraneka rupa. Sahabat, apakah yang terlintas dalam benak kita ketika mendengar :”Saya ingin mengkritik anda !”</p>
<p><!--more--><br />
Ketika mendengar kritik, banyak orang memiliki perasaan tidak enak, seakan-akan bakal terjadi penyerangan dan gangguan yang mengancam kehormatannya. Ia menganggapnya sebagai penghinaan yang akan menurunkan harga dirinya, mencemarkan nama baiknya, hingga bereaksi, baik pikiran, perasaan maupun tubuh dipersiapkan untuk membela diri daripada menikmati kritik itu sendiri. Itulah umumnya sikap kita terhadap kritik.<br />
Akan tetapi, berbeda ketika ada orang menawarkan,”Anda mau kripik?” Spontan wajah kita cerah, gembira, membayangkan renyahnya kripik tersebut. Kita senang karena kripik dirasa bermanfaat buat kita. Paling tidak sebagai camilan yang mengasyikkan,atau teman makan nasi yang memuaskan, padahal kripiknya sendiri belum ada di depan kita. Jadi sekalipun baru mendengar kabar saja, raut muka kita jadi lebih baik, perasaan senang ,dan belum datang kripik itu nikmatnya sudah terbayang.<br />
Pertanyaannya bukan apakah bedanya antara kritik dengan kripik? Namun, mengapa sikap kita berbeda terhadap dua hal tersebut? Mengapa kita suka ketika diberi kripik, namun sungkan jika menerima kritik? Mengapa kripik sering dicari, tapi kritik kita berusaha lari darinya?<br />
Jadi sebenarya, persepsi kitalah yang harus dibenahi. Bila kata-kata kritik menjadi bagian keseharian yang bisa dinikmati, kita tidak perlu takut Agar kritik menjadi suatu hal yang bermutu, jelas perlu ilmu. Butuh seni ter-sendiri hinggga ia menjelma menjadi sesuatu yang berarti untuk diakrabi.</p>
<p><strong>Teknik Menerima Kritikan.</strong></p>
<p>Trik-trik agar kritik efektif sebagai sarana pembangun kemulyaan.</p>
<p><strong>1. Rindu kritik dan Nasehat</strong><br />
Kita harus memposisikan diri menjadi orang yang rindu dikoreksi, dinasehati, seperti rindunya kita bercermin agar selalu rapih.Kita harus belajar senang mencari kritik dan koreksi dari orang lain.<br />
Kita senang bercermin, sebab bercermin membuat kita tahu rambut bagian mana yang tidak rapih, pipi sebelah mana yang bedaknya terlalu tebal, atau mungkin mata sebelah mana yang masih dihuni mahluk kecil apapun namanya? Karena setelah bercermin, kita bisa benahi rambut yang kusut jadi lebih rapih, dan penampilan yang semrawut berubah jadi baik.<br />
Begitulah semestinya, sikap hati kita terhadap kritik. Akan jadi lebih baik bila persepsi ini senantiasa dihujamkan dalam hati bahwa:<br />
Kritik itu penting<br />
Kritik kunci kesuksesan dan kemajuan<br />
Kritik pembuka prestasi dan pengangkat derajat.<br />
Kritik adalah jalan untuk menjadi lebih baik</p>
<p><strong>2. Cari &#38; Tanya</strong><br />
Pertanyaan yang kita sampaikan kepada teman adalah jangan bertanya,”bagus tidak ?”, Sukseskah saya ?”. Tapi baliklah bertanya,”Apa yang kurang yang harus saya perbaiki?”, “Apa yang mesti saya sempurnakan?” Kesalahan mana yang perlu dikoreksi ? “Apa yang kurang ya ? Belajar bertanya pada orang lain dan nikmati saran-saran yang mereka lontarkan. Miliki teman-teman yang mau jujur mengoreksi kita.<br />
Bertanyalah kepada istri, suami, anak, atau karyawan, karena sikap ini tidak akan mengurangi kemulyaan !<br />
<strong>3. Nikmati Kritik</strong><br />
Persiapkan diri untuk menerima kenyatan bahwa koreksi itu tidak selalu sesuai keinginan dengan kita. Ada kalanya isinya benar, caranya salah.Kita harus bersyukur dan bersabar. Ada masanya isinya benar caranya benar. Menyikapi ini kita sangat bersyukur karena nikmat sekali menerima koreksi seperti ini. Kadang pula terjadi isinya salah, meski caranya benar, kita harus tetap berterima kasih dan memaafkan. Dan yang tidak mustahil adalah isinya salah dan caranya pun, salah ! Maka sikap terbaik adalah memaafkan dan menghadapinya dengan kesabaran<br />
<strong>4. Syukuri</strong><br />
Jangan melempar komentar apapun kecuali ucapan terima kasih terhadap orang yang memberi kritik. Tak lupa sertakan namanya dalam do’a kita, semoga Allah membalas kebaikannya yang telah meluangkan waktu untuk membantu memperbaiki diri kita.<br />
<strong>5. Evaluasi Diri</strong><br />
Jujur lah pada diri sendiri tentang kritik dan koreksi yang datang. Renungi dalam hati mungkin ini adalah jawaban atas do’a kita untuk minta selalu ditunjuki jalan yang lurus.<br />
<strong>6. Perbaiki Diri</strong><br />
Buatlah program perbaikan dengan sungguh-sungguh.Jadikanlah</p>
<div>program perbaikan diri sebagai rasa syukur atas kritik yang datang</p>
<p>&#62;b&#62;7. Balas Budi<br />
Jangan lupa memberikan tanda terima kasih. Bisa barang berharga, makanan kesukaannya, sepucuk surat, atau minimal informasi kepada yang mengkritik bahwa kita berterima kasih atas kebaikannya.</p>
<p><strong><em>SENI MENGKRITIK</em></strong></p>
<p>Dasar yang penting sebelum kita mengkritik adalah kita menginginkan perubahan menuju keadaan kehidupan yang lebih baik bagi orang yang dikriti . Maka ada hal-hal yang sebaiknya diperhatikan yaitu:</p></div>
<div>
<strong>1. Niat Harus Ikhlas</strong></div>
<div>
Niatkanlah bahwa koreksi yang disampaikan adalah tulus untuk membantunya tahu akan kesalahannya, mendukungnya agar ia termotifasi untuk memperbaiki dirinya. Jangan merasa lebih tinggi, lebih hebat, karena kesombongan kita mengakibatkan mutu kalimat/kata menjadi rendah. Menggurui atau merendahkan tentunya tidak diharapkan oleh siapapun.</div>
<div>
<strong>2. Perhatikan situasi dan kondisi</strong></div>
<div>
Orang yang sedang senang dengan yang berduka tentu berbeda kepekaannya.Orang yang sehat dengan yang sakit juga berbeda daya terima dalam menghadapi kritik. Maka sebaik-baik situasi adalah keadaan yang tenang, sehat, kondisi hati kedua pihak sedang lapang, dan dilakukan saat situasi yang akrab dan bersahabat.</div>
<div>
<strong>3. Perhatikan Cara</strong></div>
<div>
Yang pertama jangan emosional, jangan memperturutkan hawa nafsu dan kemarahan. Sebab dengan marah akan menjadi tidak jelas apa yang disampaikan. Dan berisiko terhadap kesalahpahaman.</div>
<div>
Yang tidak kalah penting, kita harus membantu oang tersebut untuk menemukan solusi terbaik, langkah yang harus dilakukan untuk memperbaiki kondisinya. Gambarkan keuntungan jikalau ia memperbaiki diri. Ini agar ia termotifasi untuk melakukan perubahan, melepaskan sifat-sifat buruknya dan maju untuk meningkatkan prestasinya.<br />
Hasilnya, orang yang dikritik tidak merasa sedang dipojokkan. Ia seakan masuk dalam ruang informasi yang jelas, tidak ragu dan bersyukur karena ia mendapat apa yang dia dibutuhkan.</div>
<div>
Pada Prinsipnya orang ingin menjadi lebih baik.Sehingga kita harus meyakinkan bahwa koreksi ini adalah untuk kebaikan dirinya. Sehingga akhirnya orang tersebut justru merasa sangat beruntung menerima kritikan.</p>
<p><strong>4. Pantangan</strong></p>
<p>Pantangan dalam mengkritik adalah jangan sekali-kali mengkritik didepan orang banyak. Karena hal itu dapat diartikan sebagai upaya mempermalukan dirinya. Sehingga selama mendengar kritik kita yang bersangkutan lebih sibuk Manahan rasa malu, repot menghadapi perasaan tertekan, lebih sakit hati dan bahkan memendam dendam dardari mendengarkan koreksi itu.</p></div>
<div>
<p><strong>5. Siap Untuk Ditolak</strong></div>
<div>
Kita harus siap bahwa koreksi kita belum tentu diterima. Bisa jadi karena caranya kurang bagus, atau karena dia punya persepsi yang berbeda terhadap apa yang kita anggap layak dikoreksi.</div>
<div>
<strong>6. Jangan Merasa Berjasa.</strong></div>
<div>
Ujian bagi kita, ketika orang yang kita koreksi ternyata mau mengubah dirinya sesuai yang kita anjurkan dan berhasil! Andai kita merasa itu karena jasa kita, hasil kebaikan kita, maka yang demikian sebenarnya yang lebih layak menerima koreksi…. adalah diri kita sendiri! Jadi jangan sampai kesuksesan orang membuat kita lupa diri.</p>
<p><strong>DIKUTIP DARI: Sri Subiyanti – X12<br />
(Seri Manajemen Qolbu, AA Gym “Seni mengkritik &#38; menerima kritik)<br />
(1152009)</strong></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sahabat]]></title>
<link>http://endinaputri.wordpress.com/2009/12/15/sahabat/</link>
<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 06:56:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>endinaputri</dc:creator>
<guid>http://endinaputri.wordpress.com/2009/12/15/sahabat/</guid>
<description><![CDATA[Udara diam yang tenang Hadir bersama matahari dng sejuk kemuning sinarnya Singgahi aQ bersama Meniup]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Udara diam yang tenang<br />
Hadir bersama matahari dng sejuk kemuning sinarnya</p>
<p>Singgahi aQ bersama<br />
Meniup kabut yang selimuti hati<br />
Menyulam fantasi dalam singgasana cita dan cinta<br />
Panggut tingginya bintang di angkasa&#8230;</p>
<p>Ingat suatu masa indah<br />
Tuk sebuah persahabatan<br />
Tuk sebuah kerinduan<br />
Tuk kasih yang takkan putus dan memudar</p>
<p>Musim berganti sesuai rotasi bumi<br />
Ada tawa dan tangis di persahabatan ini</p>
<p>Jika suatu hari .. entah sekarang atau esok<br />
Hingga nafas tak berhembus<br />
Ketahuilah hadiah terindah bagi Q adalah mengenalmu<br />
Jangan pernah persahabatan ini berakhir..</p>
<p>________________________________________________</p>
<p>Ditulis tahun 2006, baru memberanikan diri tuk dipublish sekarang&#8230;</p>
<p>Semoga berkenan &#38; bermanfaat&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Untuk sahabat-sahabat ku&#8230; I Love U&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Persahabatan]]></title>
<link>http://bethhutagalung.wordpress.com/2009/12/14/persahabatan/</link>
<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 18:47:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>bethhutagalung</dc:creator>
<guid>http://bethhutagalung.wordpress.com/2009/12/14/persahabatan/</guid>
<description><![CDATA[Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membua]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan,<br />
tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.</p>
<p>Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan,<br />
tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan<br />
bertumbuh bersama karenanya…</p>
<p>Persahabatan tidak terjalin secara otomatis<br />
tetapimembutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi,<br />
demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.<br />
Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti,<br />
diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak,<br />
namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan<br />
dengan tujuan kebencian.</p>
<p>Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan<br />
untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya<br />
ia memberanikan diri menegur apa adanya.</p>
<p>Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman,<br />
tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan<br />
dengan tujuan sahabatnya mau berubah.</p>
<p>Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan,<br />
tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian,<br />
pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia beriinisiatif memberikan<br />
dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.</p>
<p>Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya,<br />
karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.<br />
Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati,<br />
namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[9 HAL YANG PERLU DIKETAHUI TENTANG PERSAHABATAN]]></title>
<link>http://hanateepaingam.wordpress.com/2009/12/14/9-hal-yang-perlu-diketahui-tentang-persahabatan/</link>
<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 04:51:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>handaeya</dc:creator>
<guid>http://hanateepaingam.wordpress.com/2009/12/14/9-hal-yang-perlu-diketahui-tentang-persahabatan/</guid>
<description><![CDATA[Banyak hal &#8211; hal yang kita alami selama berhubungan dengan seseorang, entah itu bahagia atau s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:right;"><a rel="attachment wp-att-33" href="http://hanateepaingam.wordpress.com/2009/12/14/9-hal-yang-perlu-diketahui-tentang-persahabatan/pravs-j-hold-on-to-friendship/"><img class="aligncenter size-full wp-image-33" title="friendship" src="http://hanateepaingam.wordpress.com/files/2009/12/pravs-j-hold-on-to-friendship.jpg" alt="" width="450" height="411" /></a></p>
<p style="text-align:right;">Banyak hal &#8211; hal yang kita alami selama berhubungan dengan seseorang,<br />
entah itu bahagia atau sedih. Seorang teman biasanya hadir saat kita<br />
bahagia. Namun, apakah mereka tetap hadir dikala kita sedih, butuh<br />
semangat serta dorongan, atau mungkin sekedar untuk dihibur?? Teman<br />
seperti inilah yang patut kita sebut sebagai sahabat sejati.<br />
Seringkali kita mengalami hal yang tidak menyenangkan dalam menjalin<br />
pertemanan, namun inilah yang membuat pertemanan semakin bernilai.<br />
Tetapi jangan pernah salah mengartikan sikap sahabat kita, kenali<br />
lebih dalam sahabat kita, agar kita tidak merasa terjebak saat kita<br />
tahu dia bukan seseorang yang baik bagi kita.</p>
<p><strong>1. Perkenalan</strong></p>
<p style="text-align:right;"><a rel="attachment wp-att-30" href="http://hanateepaingam.wordpress.com/2009/12/14/9-hal-yang-perlu-diketahui-tentang-persahabatan/picture3/"><img class="aligncenter size-full wp-image-30" title="introduce" src="http://hanateepaingam.wordpress.com/files/2009/12/picture3.jpg" alt="" width="266" height="320" /></a><br />
Persahabatan,  jalinan cinta, semua  hubungan antara kita dengan orang<br />
lain, mustahil terjadi tanpa adanya proses perkenalan. Perkenalan<br />
biasanya menentukan kesan pertama seseorang terhadap orang yang baru<br />
dikenalnya. Entah itu kesan pertama yang baik ataupun buruk. Jangan<br />
pernah memvonis seseorang hanya dari kesan pertama mengenalnya.<br />
Karena, perkenalan merupakan babak awal dari sebuah cerita  panjang<br />
yang akan terjadi dalam hidup kita.</p>
<p style="text-align:right;"><strong>2. Kedekatan</strong><br />
Keep in touch! Mungkin ini, hal yang harus kita lakukan jika ingin<br />
membina hubungan baik dengan seseorang. Kedekatan kita dengan sahabat<br />
bukan dilihat dari seringnya kita bersama dengan sahabat. Walau<br />
dipisahkan jarak yang jauh sekalipun, tetaplah mengingat dan<br />
berkomunikasi dengan sahabat &#8211; sahabat kita. Hal tersebut dapat<br />
membuat kita merasa dekat dengan sahabat, walaupun dipisahkan oleh<br />
jarak sekalipun. Kedekatan kita dengan sahabat, membuat persahabatan<br />
yang kita bina akan semakin kuat.<br />
<strong> </strong></p>
<p style="text-align:right;"><strong>3. Kepercayaan</strong></p>
<p style="text-align:right;"><a rel="attachment wp-att-31" href="http://hanateepaingam.wordpress.com/2009/12/14/9-hal-yang-perlu-diketahui-tentang-persahabatan/friendship2/"><img class="aligncenter size-full wp-image-31" title="friendship2" src="http://hanateepaingam.wordpress.com/files/2009/12/friendship2.jpg" alt="" width="362" height="433" /></a><br />
Kepercayaan adalah hal yang utama dalam suatu hubungan antar manusia,<br />
bisa cinta bisnis, dan tidak terkecuali persahabatan. Kepercayaan<br />
sulit diberikan, sulit pula untuk didapatkan. Saat kita memperoleh<br />
kepercayaan, kita harus berusaha untuk mempertahankan kepercayaan itu.<br />
Namun, jika kita tidak mampu menjaganya, jujurlah pada sahabat kita,<br />
bicaralah secara baik &#8211; baik, bahwa kita sulit menjaga rahasia<br />
kepercayaan dan takut mengecewakannya jika kita tidak mampu menjaga<br />
kepercayaan itu. Sahabatmu pasti mengerti. Percayalah, mengkhianati<br />
atau dikhianati orang terdekat kita akan menimbulkan kehancuran dalam<br />
hati, melahirkan kebencian dan dendam yang berlarut &#8211; larut.<br />
So..Beware of it..!</p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:right;"><strong>4. Kejujuran</strong><br />
Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari<br />
konflik, justru ia akan dengan berani berkata jujur dan apa adanya<br />
kepada kita. Dengan kejujuran, niscaya semua masalah dapat<br />
diselesaikan dengan baik. Kebohongan hanya akan menimbulkan rasa<br />
curiga yang berlebihan dan kemungkinan berubah menjadi kesalah pahaman<br />
dan rasa benci.<br />
<strong></strong></p>
<p style="text-align:right;"><strong>5. Bijaksana</strong><br />
Kita terlahir bukan untuk menjadi seseorang yang sempurna, begitu pula<br />
sahabat kita. Namun, kebijaksanaanlah yang dapat menjembatani<br />
keduanya. Beruntunglah bagi kita yang memiliki seorang sahabat yang<br />
bijaksana. Karena hal ini dapat diibaratkan kita mempunyai sebuah rem<br />
cakram yang akan selalu melindungi kita saat overcontrol. Mendengar<br />
nasehat sahabat, dan saran yang ia berikan, akan membuat kita tahu<br />
dengan sendirinya, apakah sahabat kita termasuk tipe orang bijaksana<br />
atau bukan. Jika kita dan sahabat bukan orang yang bijaksana,<br />
perhatian dan saling mengingatkan adalah sebuah solusi.<br />
<strong></strong></p>
<p style="text-align:right;"><strong>6. Ketulusan Hati</strong><br />
Persahabatan yang sesungguhnya adalah persahabatan yang didasari oleh<br />
sebuah ketulusan hati. Hanya ketulusan hatilah yang dapat membuat kita<br />
merasakan bagaimana bermaknanya seorang sahabat bagi hidup kita.<br />
Ketulusan hati jelas tergambar dari perilaku kita dan sahabat kita<br />
dalam menjalani kehidupan sehari &#8211; hari. Ketulusan hati, tidak<br />
digambarkan dengan kata &#8211; kata. Kita harus pandai &#8211; pandai mengartikan<br />
perilaku sahabat kita sehari &#8211; hari. Apakah ia tulus menjalin<br />
persahabatan dengan kita, ataukah ia hanya sahabat yang ada, jika ada<br />
butuh dan maunya saja.<br />
<strong></strong></p>
<p style="text-align:right;"><strong>7. Sayang</strong></p>
<p style="text-align:right;"><strong><a rel="attachment wp-att-32" href="http://hanateepaingam.wordpress.com/2009/12/14/9-hal-yang-perlu-diketahui-tentang-persahabatan/untitled-2/"><img class="aligncenter size-full wp-image-32" title="friendship" src="http://hanateepaingam.wordpress.com/files/2009/12/untitled1.jpg" alt="" width="400" height="358" /></a><br />
</strong>Rasa sayang akan bertumbuh seiring dengan berjalannya waktu dan hari -<br />
hari yang kita lalui bersama sahabat. Rasa sayang tidak hanya terbatas<br />
pada konteks laki &#8211; laki dan perempuan yang saling mengasihi, tetapi<br />
sayang memiliki arti yang luas untuk orang &#8211; orang disekitar kita,<br />
termasuk sahabat kita. Karena rasa sayang pula, persahabatan kita akan<br />
terasa begitu dekat, dan membuat kita tanpa ragu berkorban saat<br />
sahabat membutuhkan.</p>
<p><strong></strong></p>
<p style="text-align:right;"><strong>8. Pengertian</strong><br />
Suatu saat, baik kita maupun sahabat pasti membutuhkan perhatian,<br />
pertolongan atau keberadaan satu sama lain. Sahabat yang baik akan<br />
memiliki inisiatif untuk memberi, menolong atau melakukan hal &#8211; hal<br />
yang membuat sahabatnya bahagia. Saat sahabat membutuhkan kita,<br />
tunjukkanlah bahwa kita dapat ia andalkan, berikan perhatian dan<br />
bantuan untuk meringankan masalahnya. Jangan mengutamakan ego dalam<br />
bersahabat, pahamilah sahabatmu, karena sahabat sejati adalah<br />
seseorang yang mampu memahami diri dan kepribadian sahabatnya dengan<br />
baik.<br />
<strong></strong></p>
<p style="text-align:right;"><strong>9. Solidaritas<br />
</strong>Dalam menjalani hidup, pastinya masalah akan datang silih berganti.<br />
Apabila sahabat kita tertimpa kesulitan atau musibah, jangan ragu<br />
untuk segera memberikan pertolongan dengan tangan terbuka dan tanpa<br />
pamrih.</p>
<p>Mungkin ada seorang teman yang keberadaannya sudah sangat melekat<br />
dalam hidup kita, tetapi terkadang kita tidak menyadarinya.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Meet a nice friend]]></title>
<link>http://veocta.wordpress.com/2009/12/13/meet-a-nice-friend/</link>
<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 14:29:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>vee</dc:creator>
<guid>http://veocta.wordpress.com/2009/12/13/meet-a-nice-friend/</guid>
<description><![CDATA[Sama-sama jadi orang sibuk.. Emmh rada seru kedengaranya.. mau gimana lagi pas kerjaan dah tambah se]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Sama-sama jadi orang sibuk.. Emmh rada seru kedengaranya.. mau gimana lagi pas kerjaan dah tambah segunung mesti pinter2 juga ngatur waktunya yah kepaksa deh gue mesti ngantor juga hari minggu, dan walau kacamata dah 2minggu rusak blm jg sempat ke optik, janji ma temen mau renang blm juga nyari baju renangnya.. Wah.. bakalan panjang neh hariku, dan di tengah2 waktu sibukku kedenger a song sms dari Haris temen sharing gue, sama-sama orang sibuk, kadang sering telp tp jg kadang ilang berminggu-minggu dan nggak kethuan ceritanya dimana, eh.. ternyata hr minggu ngantor juga nih bos..<!--more--> Walah-walaaah.. ternyata diriku tak sendirian, setelah ngobrol sana sini usil juga neh orang pengin ketemuan, janjian aja mau makan bareng and jalan, setelah discuss masih lewat telp, tiba juga jam 3 waktu yg ditentukan, perlu masing-masing 1 jam dr kantor ke mal yg dimaksud, hehe.. Gue nyampe duluan maksudnya sih mau ngisengin dia, eh.. ternyata batre hp I lg mo abis, yah.. Tinggal 1 sms : mal lt.2 tk buku , im in black, meluncur deh sms-nya dan matilah hp I, baru lagi asyik2nya baca buku, seseorang berdiri n say hello.. Hmm sempet kaget aja a nice guy dengan kaos putih dan blue jeansnya hampir persis di mimpi last 2 week padahal ketemu juga baru kali ini.. hehe jadi agak canggung juga neh padahal temen satu ini dah lama kenalnya tapi by phone&#8230; hikhik kebayang jahilnya, curhat n isengnya.. Yah ga jauh beda lah ma aslinya.<br />
Setelah cari2 buku yg ga ketemu akhirnya turun ke lt.1 cari makan dan again cerita2, ketawanya enteng seakan tak berbeban, setelah sharing ngalor ngidul, dah capek dan krn juga harinya dah mulai malem, kita sudahin acara yg tanpa rencana ini, anyway thx to nice meeting, teman n sahabt kadang bisa much understanding tentang kita, kesibukan kita, not the others:)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[kehilangan,,,]]></title>
<link>http://myryani.wordpress.com/2009/12/13/kehilangan/</link>
<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 03:09:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>Emy</dc:creator>
<guid>http://myryani.wordpress.com/2009/12/13/kehilangan/</guid>
<description><![CDATA[Kehilangan ituh sangat menyedihkan, Kehilangan itu memang sangat menyakitkan, Kehilangan ituh memang]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Kehilangan ituh sangat menyedihkan,</p>
<p>Kehilangan itu memang sangat menyakitkan,</p>
<p>Kehilangan ituh memang tak ada yang menginginkan,</p>
<p>Kehilangan ituh memang sebagian dari cerita manusia,</p>
<p>Manusia boleh merencankan, tapi Tuhanlah yang menentukan,</p>
<p>Saya percaya banget kalau Tuhan hanya akan memberikan apa yang saya butuhkan, bukannya apa yang saya inginkan.</p>
<p>Pernah gak kita berdoa, terus, terus dan terus dengan harapan agar Allah mengabulkan doa-doa kita?</p>
<p>Tapi ntah kenaoa kita merasa bahwa Allah tak pernah kunjung mengabulkan doa-doa ituh???</p>
<p>Allah maha tahu, jadi Allah tahu mana yang terbaik buat kita dan tahu apa yang sedang kita butuhkan, bukannya yang kita inginkan.</p>
<p>Kalau kita renung-renungkan kembali, pasti kita tahu ternyata Allah memiliki alasan untuk tidak mengabulkan doa-doa kita, tapi Allah memberikan sesuatu yang lebih berharga dari apa yang kita minta.</p>
<p>Apa iya, setelah memperoleh apa yang kita inginkan lantas membuat kita lebih bahagia? Belum tentukan??</p>
<p>Jadi,,, syukuri saja apa yg tlah kita miliki dan tidak kita miliki, karena semua ituhlah yang kita butuhkan, bukannya yg kita inginkan.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Abu Bakar, Umar dan Ali radhiyallahu ‘anhum adalah seorang pembohong, pendosa, penipu dan pengkhianat ?]]></title>
<link>http://alfanarku.wordpress.com/2009/12/12/apakah-abu-bakar-umar-dan-ali-ra-adalah-pembohong/</link>
<pubDate>Sat, 12 Dec 2009 08:55:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>alfanarku</dc:creator>
<guid>http://alfanarku.wordpress.com/2009/12/12/apakah-abu-bakar-umar-dan-ali-ra-adalah-pembohong/</guid>
<description><![CDATA[Sebagaimana biasa, kaum Syi’ah tak henti-hentinya berusaha mendiskreditkan sahabat-sahabat utama Nab]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Sebagaimana biasa, kaum Syi’ah tak henti-hentinya berusaha mendiskreditkan sahabat-sahabat utama Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam daintaranya adalah Abu Bakar dan Umar radhiyallahu ‘anhuma, dan kali ini mereka menggunakan sebuah hadits dari shahih Muslim sebagai senjatanya untuk menembak kedua sahabat mulia tersebut, tetapi  seperti biasa, kebiasaan mereka adalah menukil suatu hadits dengan sepotong-sepotong, mengambil yang diinginkan dan membuang sisanya, sehingga menyesatkan orang awwam yang membacanya, memang itulah tujuan mereka. Padahal jika dibaca hadits tersebut secara  keseluruhan, maka akan tampak permasalahan sebenarnya, dan akan runtuh hujjah mereka dengan sendirinya, karena jika kita memakai gaya pemikiran mereka, bukan hanya Abu Bakar dan Umar ra saja yang terdiskreditkan tetapi Imam Ahlul Bait yaitu Imam Ali, Al-Abbas ra sebagai ahlul bait Nabi pun kena getahnya dengan gaya pemikiran mereka tersebut. Apakah setelah itu mereka masih mau memakai hadits ini untuk menyerang sahabat Nabi? Kita lihat saja nanti.<!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Baik mari kita perhatikan bersama-sama teks hadits ini secara keseluruhan :</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:medium;">49 &#8211; ( 1757 ) وحدثني عبدالله بن محمد بن أسماء الضبعي حدثنا جويرية عن مالك عن الزهري أن مالك بن أوس حدثه قال<br />
Y أرسل إلي عمر بن الخطاب فجئته حين تعالى النهار قال فوجدته في بيته جالسا على سرير مفضيا إلى رماله متكئا على وسادة من أدم فقال لي يا مال إنه قد دف أهل أبيات من قومك وقد أمرت فيهم برضخ فخذه فاقسمه بينهم قال قلت لو أمرت بهذا غيري ؟ قال خذه يا مال قال فجاء يرفا فقال هل لك يا أمير المؤمنين في عثمان وعبدالرحمن بن عوف والزبير وسعد ؟ فقال عمر نعم فأذن لهم فدخلوا ثم جاء فقال هل لك في عباس وعلي ؟ قال نعم فأذن لهما <span style="text-decoration:underline;">فقال عباس يا أمير المؤمنين اقض بيني وبين هذا الكاذب الآثم الغادر الخائن</span> فقال القوم أجل يا أمير المؤمنين فاقض بينهم وأرحهم ( فقال مالك بن أوس يخيل إلي أنهم قد كانوا قدموهم لذلك ) فقال عمر اتئدا أنشدكم بالله الذي بإذنه تقوم السماء والأرض أتعلمون أن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال ( لا نورث ما تركنا صدقة ) قالوا نعم ثم أقبل على العباس وعلي فقال أنشدكما بالله الذي بإذنه تقوم السماء والأرض أتعلمان أن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال لا نورث ما تركناه صدقة ) قالا نعم فقال عمر إن الله عز و جل كان خص رسولهل صلى الله عليه و سلم بخاصة لم يخصص بها أحدا غيره قال ما أفاء الله على رسوله من أهل القرى فلله وللرسول [ 59 / الحشر / 7 ] ( ما أدري هل قرأ الآية التي قبلها أم لا ) قال فقسم رسول الله صلى الله عليه و سلم بينكم أموال بني النضير فوالله ما استأثر عليكم ولا أخذها دونكم حتى بقي هذا المال فكان رسول الله صلى الله عليه و سلم يأخذ منه نفقة سنة ثم يجعل ما بقي أسوة المال ثم قال أنشدكم بالله الذي بإذنه تقوم السماء والأرض أتعلمون ذلك ؟ قالوا نعم ثم نشد عباسا وعليا بمثل ما نشد به القوم أتعلمان ذلك ؟ قالا نعم قال فلما توفي رسول الله صلى الله عليه و سلم قال أبو بكر أنا ولي رسول الله صلى الله عليه و سلم فجتئما تطلب ميراثك من ابن أخيك ويطلب هذا ميراث امرأته من أبيها فقال أبو بكر قال رسول الله صلى الله عليه و سلم ( ما نورث ما تركنا صدقة ) <span style="text-decoration:underline;">فرأيتماه كاذبا آثما غادرا خائنا</span> والله يعلم إنه لصادق بار راشد تابع للحق ثم توفي أبو بكر وأنا ولي رسول الله صلى الله عليه و سلم وولي أبا بكر <span style="text-decoration:underline;">فرأيتماني كاذبا آثما غادرا خائنا</span> والله يعلم إني بار راشد تابع للحق فوليتها ثم جئتني أنت وهذا وأنتما جميع وأمركما واحد فقلتما ادفعها إلينا فقلت إن شئتم دفعتها إليكما على أن عليكما عهد الله أن تعملا فيها بالذي كان يعمل رسول الله صلى الله عليه و سلم فأخذتماها بذلك قال أكذلك ؟ قالا نعم قال ثم جئتماني لأقضي بينكما ولا والله لا أقضي بينكما بغير ذلك حتى تقوم الساعة فإن عجزتما عنها فرداها إلي<br />
[ ش ( تعالى النهار ) أي ارتفع</span><br />
 </p>
<p> </p>
<p style="text-align:justify;">Diriwayatkan oleh az-Zuhri yang hadits ini diceritakan kepadanya oleh Malik bin Aus yang mengatakan : Umar bin Khattab memintaku untuk datang dan aku datang kepadanya pada siang hari. Aku menemui dia di rumahnya sedang duduk di kasur menghadap pasir, bersandar di atas bantal kulit. Ia berkata (kepadaku) : “Malik, beberapa orang dari kaum-mu telah bergegas datang kepadaku (dengan meminta tolong). Aku telah memutuskan untuk memberi sedikit uang kepada mereka. Ambillah dan bagikan itu kepada mereka. Aku berkata: “saya berharap anda memerintahkan orang lain untuk melakukan tugas ini”. Ia berkata : “Malik, Ambillah itu”. Pada saat itu (Pelayan Umar) Yarfa’ masuk dan berkata : “Amirul Mukminin, apa yang anda katakan tentang Utsman, Abdurrahman bin Auf, Zubair dan Sa’ad (yang datang meminta bertemu anda)? Umar berkata : Ya, ijinkan mereka. Kemudian mereka masuk, kemudian Yarfa’ datang lagi dan berkata : “Apa yang anda katakan tentang Ali dan Abbas (yang sudah hadir di depan pintu)? Ia menjawab : Ya, ijinkan mereka untuk masuk. Abbas berkata : “<span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#ff0000;">Amirul mukninin, putuskan (perselisihan) antara saya dan pembohong, pendosa, penipu dan pengkhianat ini</span></span>” (yang dimaksud adalah Ali –Pent). Orang-orang (yang hadir) juga berkata : “Ya Amirul Mukminin, putuskan (perselisihan tersebut) dan kasihani mereka. Malik bin Aus berkata : Saya dapat membayangkan dengan baik bahwa mereka telah dikirimkan terlebih dahulu untuk tujuan ini (oleh Ali dan Abbas). Umar berkata : “tunggu dan sabar”, “kuingatkan kalian kepada Allah, dengan izin-Nya berdiri langit dan bumi. Tidakkah kalian tahu bahwa Rasulullah Shalalahu alaihi wasalam telah bersabda : “Kami (para Nabi) tidak meninggalkan warisan, apa-apa yang kami tinggalkan adalah shadaqah” ? Mereka menjawab : “Ya”. Kemudian dia menghadap ke arah Ali dan Abbas dan berkata : “kuingatkan kalian kepada Allah, dengan izin-Nya berdiri langit dan bumi. Tidakkah kalian tahu bahwa Rasulullah Shalalahu alaihi wasalam bersabda : “Kami (para Nabi) tidak meninggalkan warisan, apa-apa yang kami tinggalkan adalah shadaqah” ? mereka (juga) menjawab : “Ya” (kemudian) Umar berkata : Allah Yang Maha Mulia dan Maha Agung telah memperlakukan Rasul-Nya dengan sebuah kebaikan yang khusus yang Dia tidak perlakukan kepada yang lain kecuali terhadap beliau. Ia mengutip ayat Al-Qur’an : “Apa-apa yang telah anugerahkan kepada Rasul-Nya dari (kekayaan) penduduk kota adalah untuk Allah dan Rasul-Nya… (Al-Hasyr : 7)”. Rawi berkata : “saya tidak tahu apakah dia juga mengutip ayat sebelumnya atau tidak”. Umar melanjutkan : Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Salam telah membagikan diantara kalian harta rampasan dari Bani Nadhir. Demi Allah, beliau tidak pernah menghendaki dirinya melebihi kalian dan tidak pernah mengambil alih apapun terhadap pengeluaran kalian. (sesudah pembagian yang adil dengan cara ini) harta ini masih tersisa.</p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Salam akan memenuhi dari harta ini untuk nafkah tahunan beliau, dan sisanya akan disimpan di Baitul Mal. (lebih lanjut) Ia mengatakan : kuingatkan kalian kepada Allah, dengan izin-Nya berdiri langit dan bumi, Tahukah kalian tentang ini? Mereka menjawab “Ya”. Kemudian dia meminta Abbas dan Ali sebagaimana ia telah minta kepada yang lain dan bertanya : “Tahukah kalian berdua mengenai hal ini”? mereka menjawab “Ya”. Ia mengatakan “Dan ketika Rasulullah saw. wafat, Abu Bakar berkata, ‘Aku adalah walinya Rasulullah, lalu kalian berdua (Ali dan Abbas) datang menuntut warisanmu dari anak saudaramu dan yang ini menuntut bagian warisan istrinya dari ayahnya. Maka Abu Bakar berkata, ‘Rasulullah saw. bersabda: “Kami tidak memberikan warisan, apa-apa yang kami tinggalkan adalah shadaqah.”, <span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#ff0000;">lalu kalian berdua memandangnya sebagai pembohong, pendosa, penipu dan pengkhianat</span></span>. Demi Allah ia adalah seorang yang jujur, bakti, terbimbing dan mengikuti kebenaran. Kemudian Abu Bakar wafat dan aku berkata, ‘Akulah walinya Rasulullah saw. dan walinya Abu Bakar, <span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#ff0000;">lalu kalian berdua memandangku sebagai pembohong, pendosa, penipu dan pengkhianat</span></span>. Dan Allah Mengetahui bahwa aku seorang yang jujur, bakti, terbimbing dan mengikuti kebenaran. Aku menjadi wali dari harta ini. Kemudian kamu dan seperti halnya dia telah datang kepadaku. Kalian berdua telah datang dan urusan kalian satu, kalian mengatakan (pada saat itu) : “Percayakan harta itu kepada kami”, Aku mengatakan : “jika kalian menghendakinya aku akan percayakan kepada kalian. Dengan syarat bahwa kalian berdua akan bertanggung jawab dengan berjanji kepada Allah untuk menggunakannya dengan cara yang sama sebagaimana Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam menggunakannya”. “maka kalian berdua telah mendapatkannya”. Ia berkata : “bukankah seperti ini?” mereka menjawab :”Ya”. Ia berkata : Kemudian kalian datang (lagi) kepadaku dengan permintaan bahwa aku harus mengadili diantara kalian (Ali dan Abbas). Tidak, Demi Allah, aku tidak akan memberikan putusan yang lain kecuali ini sampai hari kiamat. Jika kalian tidak bisa memegang harta tersebut sesuai dengan syarat yang ada, kembalikan harta itu kepadaku. (HR. Muslim, Kitab al Jihâd wa as Sair, Bab Hukm al Fai’,3/1376 No. 1757)</p>
<p style="text-align:justify;">Ada beberapa poin yang bisa diambil dari hadits di atas :</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Kesederhanaan, Kedermawanan dan ketegasan khalifah Umar radhiyallahu ‘anhu</li>
<li>Abbas dan Ali ra datang dalam keadaan mereka berdua sedang bersengketa (dalam urusan harta peninggalan Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam), kedatangan mereka disertai beberapa orang sahabat utama, mereka meminta putusan dari Umar sebagai khalifah, hal ini menunjukkan pengakuan mereka atas kepemimpinan Umar ra.</li>
<li>Abbas melontarkan kata-kata yang cukup keras yang ditujukan kepada Ali dihadapan Umar dengan perkataannya “Amirul mukninin, putuskan (perselisihan) antara saya dan <span style="text-decoration:underline;">pembohong, pendosa, penipu dan pengkhianat ini (Ali)</span>”</li>
<li>Umar ra mengingatkan kepada mereka tentang hadits Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau tidak meninggalkan warisan, dan apa-apa yang ditinggalkan adalah shadaqah. Umar ra kemudian mengkonfirmasikan hal ini kepada sahabat-sahabat yang hadir di sana termasuk Abbas dan Ali ra, mereka semua dengan tegas mengetahui dan membenarkan hadits tersebut.</li>
<li>Umar ra mengingatkan kepada mereka tentang cara Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam mengelola harta Fa’i rampasan dari Bani Nadhir yang sudah menjadi hak beliau semasa beliau masih hidup, yaitu beliau mengambil dari harta tersebut nafkah beliau selama satu tahun dan kemudian sisanya beliau masukkan baitul Mal (sebagai shadaqah). Umar kemudian mengkonfirmasikan hal tersebut kepada yang hadir, termasuk Abbas dan Ali, dan mereka semua dengan tegas mengetahui dan membenarkan hal itu.</li>
<li>Kemudian Umar menceritakan, bahwa setelah Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam wafat, Abu Bakar yang menggantikan beliau mengelola harta itu dan mencontoh apa yang dilakukan Nabi terhadap harta Fa’i tersebut selama beliau hidup, kemudian Abbas datang, menuntut pembagian warisan atas harta itu dari anak saudaranya dan Ali menuntut pembagian warisan istrinya atas harta itu dari ayahnya, dan Abu Bakar menjawab dengan hadits di atas bahwa Nabi tidak meninggalkan warisan, apa-apa yang ditinggalkan adalah shadaqah, tetapi saat itu mereka (Abbas dan Ali) belum bisa menerimanya, sehingga Umar menggambarkan pandangan Abbas dan Ali saat itu kepada Abu Bakar sebagaimana pandangan Abbas kepada Ali dengan perkataan “kalian memandangnya sebagai <span style="text-decoration:underline;">pembohong, pendosa, penipu dan pengkhianat ini”</span>  Umar hanya mengulang perkataan Abbas dengan persis sama tanpa mengurangi atau melebihkan. Demikian juga saat Umar melanjutkan ceritanya bahwa kemudian dia menggantikan Abu Bakar dan berpendapat sama dengan Abu Bakar dalam mengelola harta itu, maka dia ulangi lagi perkataan tersebut di atas untuk menggambarkan perbedaan pendapat antara dia di satu sisi dengan Abbas dan Ali di sisi yang lain saat itu. </li>
<li>Kemudian Umar menceritakan juga bahwa harta fa’i itu akhirnya telah dia percayakan pengelolaannya kepada Abbas dan Ali dengan syarat mereka berjanji untuk mengelola harta fa’i tersebut sebagaimana Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam mengelolanya dan hal itu sudah dilakukannya, Umar juga meminta konfirmasi dari Abbas dan Ali mengenai hal ini, dan mereka membenarkannya.</li>
<li>Umar tidak mau mengubah status pengelolaan harta yang sudah dipercayakan kepada Abbas dan Ali saat itu dengan status yang lain.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Demikianlah konteks hadits di atas, ahlus sunnah dengan mudah memahami hadits tersebut, karena memang dalam memahami hadits-hadits seperti ini ahlus sunnah tidak disertai oleh rasa dengki atau benci terhadap sahabat atau ahlul bait tertentu. Ahlus sunnah memaklumi adanya perselisihan pendapat diantara para sahabat maupun ahlul bait. Ahlus sunnah tidak mencela sahabat maupun ahlul bait yang berbuat keliru dalam ijtihadnya, karena mereka bukanlah makshum yang tak lepas dari kekeliruan. </p>
<p style="text-align:justify;">Hadits yang panjang di atas sebenarnya dicantumkan juga oleh Bukhari dalam shahihnya dalam beberapa riwayat tetapi dengan redaksi yang sedikit berbeda dan di dalamnya tidak disebutkan kata-kata yang oleh kaum Syi’ah begitu dihebohkan yaitu kata-kata “pembohong, pendosa, penipu dan pengkhianat”.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tuduhan Syi’ah terhadap Abu Bakar dan Umar ra dengan berhujjah pada hadits ini dan kecurangan Syi’ah dalam menukil hadits.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kaum Syi’ah mencoba mencari-cari cara untuk mendiskreditkan khalifah Abu bakar dan Umar ra berdasarkan literatur ahlus sunnah, dan seperti biasa mereka menggunakan segala cara, agar kaum awwam ahlus sunnah termakan oleh hasutan mereka, mereka dengan sengaja menukil hadits tersebut sebagian saja dan tidak menampilkan keseluruhan teks hadits tersebut, hal ini dilakukan oleh mereka, karena jika teks hadits ini ditampilkan secara keseluruhan, maka akan runtuh dengan sendirinya syubhat mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu contoh, sebuah situs yang dikelola oleh seorang syi’ah tulen bernama <strong>Ibnu Jakfari</strong>, di dalam sebuah artikel di blognya berjudul <strong><em>Khalifah Abu Bakar dan Umar dimata Imam Bukhari dan Muslim</em></strong>, tertulis seperti ini :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>Abu Bakar<em> Kâdzib</em>!</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Imam Bukhari dan Imam Muslim keduanya melaporkan dengan beberapa jalur yang meyakinkan bahwa segera setalah Abu Bakar melontarkan hadis itu dan dengannya ia melegalkan perampasan tanah Fadak, Imam Ali as. menegaskan bahwa Abu Bakar telah berbohong atas nama Rasulullah saw. dalam hadis tersebut!</p>
<p style="text-align:justify;">Di bawah ini kami sebutkan hadis panjang riwayat Bukhari dan Muslim yang melaporkan pengaduan/sengketa antara Abbas dan Imam Ali as. di hadapan Umar –semasa menjabat sebagai Khalifah:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>فلما توفي رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم قال أبو بكر: أنا وليُّ رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم، فجئتما تطلب ميراثك كن ابن أخيك و يطلب هذا ميراث إمرأته من أبيها فقال أبو بكر: قال رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏قال: ما نورث ما تركنا صدقة! فرأيتماه كاذبا آثما غادرا خائنا والله يعلم أنه فيها صادق بار راشد تابع للحق ….. </strong></p>
<p style="text-align:justify;">“… Dan ketika Rasulullah saw. wafat, Abu Bakar berkata, ‘Aku adalah walinya Rasulullah, lalu kalian berdua (Ali dan Abbas) dating menuntut warisanmu dari anak saudaramu dan yang ini menuntut bagian warisan istrinya dari ayahnya. Maka Abu Bakar berkata, ‘Rasulullah saw. bersabda:<em> “Kami tidak diwarisi, apa- apa yang kami tinggalkan adalah shadaqah.”</em>, lalu kalian berdua memandangnya sebagai pembohong, pendosa, penipu dan pengkhianat. Demi Allah ia adalahseorang yang jujur, bakti, terbimbing dan mengikuti kebenaran. Kemudian Abu Bakar wafat dan aku berkata, ‘Akulah walinya Rasulullah saw. dan walinya Abu Bakar, lalu kalian berdua memandangku sebagai pembohong, pendosa, penipu dan pengkhianat…. “ (HR. Muslim, Kitab <em>al Jihâd wa as Sair</em>, Bab<em> Hukm al Fai’</em>,5/152)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Imam Bukhari Merahasiakan Teks Sabda Nabi saw.!</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam hadis shahih di atas jelas sekali ditegaskan bahwa Imam Ali as. dan Abbas ra. paman Nabi saw. telah menuduh Abu Bakar dan Umar yang merampas seluruh harta warisan Nabi saw. dari ahli waris belaiu dengan membawa-bawa hadis palsu atas nama Nabi saw. sebagai:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Pembohong/<em>Kâdziban</em>.</li>
<li>Pendosa/<em>Atsiman</em>.</li>
<li>Penipu/<em>Ghadiran</em>.</li>
<li>Pengkhianat/<em>Khâinan</em>.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Kenyataan ini sangat lah jelas, tidak ada peluang untuk dita’lilkan dengan makna-makna pelesetan yang biasa dilakukan sebagian ulama ketika berhadapaan dengan redaksi yang agak semu!</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Demikian si penulis Rafidhi ini dengan sok- nya menuliskan kalimat-kalimat di atas. Pembaca yang tidak kritis dan tidak mau meneliti lagi hadits yang dinukil si penulis rafidhi ini akan dengan mudah termakan oleh syubhat tersebut, padahal jika pembaca mau sekali saja membuka hadits tersebut dan membaca keseluruhan teks yang ada, maka akan terbongkarlah kelemahan hujjah si penulis rafidhi tersebut. Dan akan ketahuan bahwa si Penulis memang dengan sengaja tidak menukil hadits tersebut secara keseluruhan agar para pembaca bisa termakan syubhatnya. Dengan alasan apapun ini adalah kecurangan yang nyata!</p>
<p style="text-align:justify;">Perhatikan :</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Si penulis tidak menukilkan bagian hadits yang menyebutkan Al-Abbas ra berkata mengenai Ali ra di hadapan Umar ra “</em></strong><strong><em><span style="text-decoration:underline;">Amirul mukninin, putuskan (perselisihan) antara saya dan pembohong, pendosa, penipu dan pengkhianat ini.</span></em></strong><strong><em> </em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Si penulis juga tidak menukilkan bagian hadits yang menyebutkan Abbas, Ali dan para sahabat ra yang berada di rumah Umar ra membenarkan hadits Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam yang berbunyi: “Kami (para Nabi) tidak meninggalkan warisan, apa-apa yang kami tinggalkan adalah shadaqah”</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Si penulis juga tidak menukilkan bagian hadits yang menyebutkan Abbas, Ali dan para sahabat ra yang berada di rumah Umar membenarkan apa yang dilakukan Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam terhadap harta Fa’i tersebut di saat beliau masih hidup.</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Si penulis juga tidak menukilkan bagian hadits yang menyebutkan bahwa harta fa’i tersebut sudah dipercayakan pengelolaannya kepada Abbas dan Ali ra oleh Umar ra.</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Mari lebih lanjut kita jawab syubhat si Penulis tersebut :</p>
<p style="text-align:justify;">Jika si penulis Rafidhi ini telah berani memakai hadits Muslim di atas sebagai hujjah dan dia mengatakan di atas bahwa hadits ini shahih atau meyakinkan, maka konsekuensinya dia harus memakai keseluruhan teks hadits tersebut sebagai hujjah, tidak bisa hanya mengambil sepotong saja dan membuang yang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah si penulis tidak membaca pada hadits tersebut bahwa Umar hanya menirukan apa yang dikatakan oleh Abbas ra terhadap Ali ra di hadapan Umar ra?</p>
<p style="text-align:justify;">“<span style="text-decoration:underline;">Amirul mukninin, putuskan (perselisihan) antara saya dan si pembohong, pendosa, penipu dan pengkhianat ini. (Ali)</span></p>
<p>Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menyebutkan beberapa variasi mengenai apa yang diucapkan Abbas mengenai Ali dihadapan Umar ra.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:medium;">وفي رواية عقيل عن ابن شهاب في الفرائض &#8221; اقض بيني وبين هذا الظالم</span> </p>
<p style="text-align:justify;"><em>Dalam riwayat Uqail dari Ibnu Syihab (az-Zuhri) dalam kitab Kewajiban al-Khumus “Putuskan antara saya dan si Dzalim ini”.</em><br />
<span style="font-size:medium;"><br />
<em>زاد شعيب ويونس &#8221; فاستب علي وعباس &#8220;</em><br />
</span><br />
<em>Syu’aib dan Yunus menambahkan bahwa Ali dan Abbas memanggil dengan nama masing-masing tanpa menyebutkan sama sekali kata-kata pembohong, etc seperti di atas</em><br />
<em> </em></p>
</blockquote>
<p>Sedangkan kata-kata “pembohong, pendosa, penipu dan pengkhianat” dalam hadits di atas adalah riwayat dari Juwairiyah.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa variasi teks tersebut menunjukkan dengan jelas bahwa Abbas dan Ali ra sedang berselisih pendapat, sedangkan detail dari apa yang dikatakan Abbas mengenai Ali sebenarnya adalah merupakan kata-kata yang tidak jelas, terbukti adanya beberapa variasi teks mengenai hal itu. Seharusnya inilah pengertian yang bisa diambil dari hadits tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika si penulis memahami hadits tersebut dengan disertai kedengkian terhadap sahabat tertentu dan tetap keukeuh menganggap bahwa Abu Bakar dan Umar sebagai pembohong, pendosa, penipu dan pengkhianat di mata Abbas dan Ali dalam artian yang sebenarnya, lalu bagaimana posisi Imam Ali sendiri dalam hadits tersebut? Apakah berarti Ali ra juga adalah seorang pembohong, pendosa, penipu dan pengkhianat di mata Abbas dalam artian yang sebenarnya? artinya yang dikatakan sebagai pembohong, pendosa, penipu dan pengkhianat dalam hadits tersebut bukan hanya Abu Bakar ra dan Umar ra saja, tetapi juga Ali ra? Apakah penulis mau menerima pernyataan seperti ini?</p>
<p style="text-align:justify;">Mari kita perhatikan, Abbas mengatakan bahwa Ali adalah pembohong, pendosa, Penipu dan pengkhianat dengan begitu jelas dan tegasnya dihadapan Umar, sedangkan Umar hanya memperkirakan pandangan Abbas dan Ali terhadap Abu Bakar dan terhadap dirinya pada waktu yang telah lalu saat mereka berselisih pendapat mengenai harta peninggalan Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dengan menirukan kata-kata Abbas mengenai Ali, lihatlah kembali kata-kata Umar ra di atas <span style="text-decoration:underline;">فرأيتماه كاذبا </span> &#8221;Kalian berdua memandangnya sebagai pembohong,..&#8221; kira-kira mana tuduhan yang lebih nyata? Tuduhan Abbas atau Perkiraan Umar? Pembaca tentu bisa menilainya sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya perkataan Abbas ra dalam hadits di atas bisa dikatakan adalah sebuah sindiran tajam kepada Ali ra, demikian juga perkataan Umar ra adalah merupakan sindiran yang tajam terhadap Abbas dan Ali ra, karena dulunya mereka berdua tidak sependapat dengan Abu Bakar dan Umar ra tetapi kemudian saat itu mereka berdua mengakui dan membenarkannya dan mereka berdua datang dalam keadaan berselisih diantara mereka untuk meminta keputusan dari Umar ra. Dan perkataan  Umar ra dan Abbas ra tidak lepas dari retorika dalam bahasa Arab. Allahu A’lam bishowab. </p>
<p style="text-align:justify;">Si Penulis mengatakan :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Dalam hadis shahih di atas jelas sekali ditegaskan bahwa Imam Ali as. dan Abbas ra. paman Nabi saw. telah menuduh Abu Bakar dan Umar yang merampas seluruh harta warisan Nabi saw. dari ahli waris belaiu dengan membawa-bawa hadis palsu atas nama Nabi saw. sebagai:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Pembohong/<em>Kâdziban</em>.</li>
<li>Pendosa/<em>Atsiman</em>.</li>
<li>Penipu/<em>Ghadiran</em>.</li>
<li style="text-align:justify;">Pengkhianat/<em>Khâinan</em>.</li>
</ol>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">bukankah disebutkan dalam teks hadits di atas bahwa Imam Ali dan Abbas mengakui kebenaran hadits yang dibawakan oleh Umar dan Abu Bakar (Kami tidak meninggalkan warisan…)?, mari kita nukil lagi,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Kemudian dia menghadap ke arah Ali dan Abbas dan berkata : “kuingatkan kalian kepada Allah, dengan izin-Nya berdiri langit dan bumi. Tidakkah kalian tahu bahwa Rasulullah Shalalahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda : “Kami (para Nabi) tidak meninggalkan warisan, apa-apa yang kami tinggalkan adalah shadaqah” ? mereka (juga) menjawab : “Ya”</em></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">apakah si penulis tidak membaca teks tersebut? Jika Imam Ali dan Abbas menuduh Abu Bakar dan Umar sebagai pembohong dan seterusnya, mengapa Ali dan Abbas ra kemudian mengakui dan membenarkan hadits tersebut? Apakah Penulis berani mengatakan bahwa Abbas dan Ali ra tidak konsisten dalam hal ini, karena sebelumnya mereka menuduh Abu Bakar dan Umar sebagai Pembohong, dst.., tetapi kemudian mereka membenarkan hadits tersebut? Jika penulis tidak mau menerima konsekuensi dengan memakai hadits ini sebagai hujjah, maka saran kami jangan pernah dech coba-coba memakai hadits Muslim itu sebagai hujjah untuk menyerang sahabat Nabi.    </p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian si Penulis juga menuduh bahwa Imam Bukhari merahasiakan teks kata-kata “pembohong, pendosa, penipu dan pengkhianat” pada hadits yang dibawakannya dan menggantikannya dengan kata-kata “begini dan begitu”.</p>
<p style="text-align:justify;">Padahal ada beberapa variasi teks dan sanad yang berbeda, sehingga perbedaan redaksi seperti itu adalah hal wajar selama makna yang disampaikan adalah sama, sebagaimana adanya beberapa variasi mengenai perkataan Abbas ra terhadap Ali ra yang telah disebutkan di atas, bahwa perselisihan pendapat diantara mereka adalah suatu perkara yang jelas, tetapi detail dari kata-kata yang mereka ucapkan ketika mereka berselisih pendapat itulah yang tidak jelas dan bervariasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Ibnu Hajar dalam syarahnya mengatakan mengenai hadits semakna yang tercatat dalam bab Fardhu Khumus :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:medium;"><br />
وكأن الزهري كان يحدث به تارة فيصرح , وتارة فيكني , وكذلك مالك وقد حذف ذلك في رواية بشر بن عمر عنه عند الإسماعيلي وغيره وهو نظير ما سبق من قول العباس لعلي وهذه الزيادة من رواية عمر عن أبي بكر حذفت من رواية إسحاق الفروي شيخ البخاري&#8230;<br />
</span><br />
<em>Dan az-Zuhri dulu kadang-kadang membicarakannya (tambahan kata-kata “pembohong, pendosa, penipu dan pengkhianat”) dengan jelas, kadang mengkonotasikannya, dan begitu pula Malik dan tambahan itu telah dihapus pada riwayat Bisyr bin ‘Amr darinya pengikut mazhab Ismailiyah dan yang lainnya dan merupakan bandingan dari pendapat sebelumnya dari perkataan Al Abbas kepada Ali dan tambahan ini dari riwayat Umar dari Abu Bakar telah dihapus dari riwayat Ishaq Al-Farawi guru Al-Bukhari, </em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Al-Hafidz Ibnu Hajar telah menjelaskan dengan panjang lebar mengenai tambahan kata-kata tersebut di syarah beliau, dan tidak ada beliau menuduh Imam Bukhari seperti apa yang dituduhkan oleh si penulis Syi’ah tersebut. Maka tuduhan si penulis ini adalah fitnah!</p>
<p style="text-align:justify;">Si Penulis blog tersebut berkata :</p>
<blockquote><p>Di antara lembaran hitam sejarah umat Islam yang tak dapat dipungkiri adalah terjadinya sengketa antara Fatimah as. –selaku ahli waris Nabi saw.<strong>– </strong>dan Abu Bakar selaku penguasa terkait dengan tanah Fadak dan beberapa harta waris yang ditinggalkan Nabi saw.</p>
<p>Menolak adanya sengketa dalam masalah ini bukan sikap ilmiah! Ia hanya sikap pengecut yang ingin lari dari kenyataan demi mencari keselamatan dikarenakan tidak adanya keberanian dalam menentukan sikap membela yang benar dan tertindas dan menyalahkan yang salah dan penindas!  </p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Siapa yang menolak perselisihan tersebut? AhlusSunnah tidak mengingkari adanya perselisihan pendapat di antara sahabat amaupun ahlul bait, Tetapi kami bukanlah pendengki seperti si penulis ini, yang mengkultuskan yang satu dan membenci yang lain, kami ahlus sunnah memaklumi bahwa mereka bisa saja berselisih paham dan itu adalah wajar-wajar saja, terjadi pada sahabat maupun ahlul bait, karena mereka bukan makshum. Dan Ahlus Sunnah tidak bersikap berlebih-lebihan terhadap perkara yang diikhtilafkan oleh mereka dan akhirnya riwayat yang shahih menyatakan bahwa perselisihan tersebut sudah selesai, Imam Ali dan keturunannya menerima dan membenarkan keputusan Abu Bakar dan khalifah selanjutnya mengenai perlakuan terhadap harta peninggalan Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam sesuai yang diperintahkan dan dipraktekkan oleh Nabi sendiri semasa Nabi masih hidup.</p>
<blockquote><p>Data-data akurat telah mengabadikan sengketa tersebut! Karena deras dan masyhurnya kenyataaan itu sehingga alat penyaring Imam Bukhari dan Muslim tak mampu menyaringnya! Atau bisa jadi sangking shahihnya hadis tentangnya sehingga Imam Bukhari dan Muslim –sebagai penulis kitab hadis paling selektif pun- menshahihkannya dan kemudian mengoleksinya dalam kedua kitab hadis Shahih mereka! </p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Tetapi si penulis ini begitu curang, dengan menukil hadits hanya sebagian saja untuk menyesatkan kaum awwam.</p>
<blockquote><p>Dalam kali ini kami tidak hendak membicarakan kasus sengketa tanah Fadak secara rinci. Akan tetapi kami hanya akan menyoroti “argumentasi dadakan” yang diajukan Abu Bakar secara spontan demia melegalkan perampasan tanah Fadak! Argumentas Abu Bakar tersebut adalah “hadis Nabi” yang kemudian menjadi sangat masyhur di kalangan para pembela Abu Bakar! Hadis tersebut adalah hadis<em> “Kami para nabi tidak diwarisi, apa-apa yang kami tinggalkan adalah shadaqah.”</em></p>
<p>Setelah dilontarkan pertama kali oleh Abu Bakar secara dadakan di hadapan argumentasi qur’ani yang diajukan putri kenabian; Fatimah az Zahra as., hadis itu menerobos mencari posisi sejajar dengan sabda-sabda suci Nabi saw. lainnya. Tidak penting sekarang bagi kita untuk menyimak penilaian para pakar hadis atau lainnya tentang status hadis tersebut! Apakah ia benar sabda suci Nabi saw. atau ia sekedar akala-akalan Abu Bakar saja demi melegetimasi perampasan tanah Fadak!</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Buktinya pada hadits yang penulis Syi’ah tersebut jadikan hujjah, baik itu Bukhari maupun Muslim, disebutkan bahwa Imam Ali dan Abbas mengakui kebenaran hadits tersebut, anehnya kenapa si penulis ini tidak menukilnya??.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan PeDe-nya si Penulis syi’ah itu berkata :</p>
<blockquote><p>Kami dapat memaklumi bahwa dengan riwayat-riwayat shahih seperti di atas saudara-saudara kami Ahlusunnah dibuat repot dan kebingungan menetukan sikap!</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Kami tidak repot atau bingung kok dengan hadits di atas, sikap kami sudah sangat jelas sebagaimana yang sudah kami sampaikan, bahwa mereka adalah manusia biasa dan wajar jika terjadi perbedaan pendapat diantara mereka, dan hal itu tidak mengurangi sama sekali keutamaan mereka, justru kelihatan si penulis ini yang repot dan kebingungan mencari-cari dalil dari literatur Sunni untuk mendiskreditkan orang-orang tertentu dikalangan para sahabat, tetapi sayangnya si penulis ini berlaku curang dengan menukil hadits secara sepotong-sepotong.<strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sahabat maupun Ahlul Bait tidaklah Ma’shum</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ahlus Sunnah tidak meyakini bahwa sahabat maupun ahlul bait adalah ma’shum, contohnya sebagaimana diceritakan oleh hadits di atas, apapun kekeliruan yang mungkin dilekatkan kepada Abbas, Ali, Abu Bakar maupun Umar radhiyallahu ‘anhum adalah timbul dari diri mereka sebagai manusia biasa, dan yang benar adalah setiap mereka mempunyai hujjah, dan kita dapatkan bahwa perselisihan pendapat bukan hanya terjadi diantara para sahabat saja, bahkan terjadi juga di lingkungan ahlul bait Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, contohnya adalah hadits di atas dimana Al Abbas ra berselisih paham dengan Ali ra.</p>
<p style="text-align:justify;">Perselisihan pendapat antara orang-orang yang kita ketahui keshalehan mereka adalah hal yang wajar, dan tidaklah itu menghilangkan agama kita ataupun berpengaruh kepada keyakinan dasar kita serta tidak menghilangkan keutamaan dan keadilan mereka sebagai generasi awal Islam yang dipuji oleh Allah dan Rasul-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kesimpulan :</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tuduhan Syi’ah bahwa Abu Bakar ra dan Umar ra adalah sebagai seorang pembohong, pendosa, penipu dan pengkhianat berdasarkan hadits Muslim di atas adalah tuduhan yang lemah dan jika mereka mengambil hadits Muslim tersebut sebagai hujjah, maka mereka harus mengambilnya secara keseluruhan dan tidak sepotong-sepotong, konsekuensinya mereka harus juga terpaksa menuduh Imam Ali juga sebagai seorang pembohong, pendosa, penipu, dan pengkhianat, dan menuduh Al-Abbas dan Imam Ali keduanya sebagai seorang yang tidak konsisten. Sekarang tersedia 3 opsi buat Syi’ah :</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Menolak hadits tersebut, maka tuduhan mereka terhadap Abu Bakar dan Umar ra ikut tertolak juga.</li>
<li>Mengambil hadits tersebut, dengan konsekuensi mereka akan menuduh Ahlul Bait Nabi persis dengan apa yang dituduhkan kepada Abu Bakar dan Umar ra bahkan plus menuduh ahlul bait tidak konsisten.</li>
<li>Memahami hadits tersebut sebagaimana ahlus sunnah memahaminya. Bahwa perselisihan pendapat diantara mereka adalah hal yang wajar sebagai manusia biasa yang tidak ma’shum dan tidak sedikitpun mengurangi keutamaan mereka. Dan apa yang mereka (para sahabat dan ahlul bait) katakan saat berselisih pendapat adalah merupakan bagian dari kosa kata mereka sebagai Master dalam ilmu Balaghah bahasa Arab yang kadang merupakan retorika dan penekanan dalam percakapan.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;">Allahu A’lam bishowab.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kerja Keras Adalah Energi Kita]]></title>
<link>http://sangpeniru1.wordpress.com/2009/12/12/kerjakerasadalahenergikita/</link>
<pubDate>Sat, 12 Dec 2009 06:40:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>sangpeniru</dc:creator>
<guid>http://sangpeniru1.wordpress.com/2009/12/12/kerjakerasadalahenergikita/</guid>
<description><![CDATA[Sang Peniru 1 ikut serta menyukseskan saja dengan Shared on &#8230;/12/2009&gt;&gt;&gt; Silahkan Bac]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a title="Kerja Keras Adalah Energi Kita" href="http://sangpeniru1.wordpress.com/">Sang Peniru 1</a> ikut serta menyukseskan saja dengan Shared on &#8230;/12/2009&#62;&#62;&#62; Silahkan Baca Artikel Lomba Yang Berjudul</p>
<div><strong><em><a href="http://4t0s.blogspot.com/search/label/Pertamina%20Peduli%20Lingkungan">Pertamina Peduli Lingkungan</a></em></strong> <a href="http://4t0s.blogspot.com/2009/10/kerja-keras-adalah-energi-kita.html">Kerja Keras Adalah Energi Kita</a> <a href="http://4t0s.blogspot.com/">Kerja Keras Adalah Energi Kita</a> <a href="http://4t0s.blogspot.com/search/label/Kerja%20Keras%20Adalah%20Energi%20Kita">Kerja Keras Adalah Energi Kita</a> <a href="http://4t0s.blogspot.com/search/label/Shared">Kerja Keras Adalah Energi Kita</a> <a href="http://4t0s.blogspot.com/feeds/posts/default">Kerja Keras Adalah Energi Kita</a> <a href="http://4t0s.blogspot.com/feeds/2322598639260341171/comments/default">Kerja Keras Adalah Energi Kita</a><a href="http://4t0s.blogspot.com/2009_10_01_archive.html">Kerja Keras Adalah Energi Kita</a> <a href="http://4t0s.blogspot.com/2009_11_01_archive.html">Kerja Keras Adalah Energi Kita</a> <a href="http://4t0s.blogspot.com/2009_12_01_archive.html">Kerja Keras Adalah Energi Kita</a> <a href="http://4t0s.blogspot.com/2010_01_01_archive.html">Kerja Keras Adalah Energi Kita</a></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tumpahnya 'madu' ukhuwah..]]></title>
<link>http://halaqahmardhatillah.wordpress.com/2009/12/11/tumpahnya-madu-ukhuwah/</link>
<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 06:17:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>halaqahmardhatillah</dc:creator>
<guid>http://halaqahmardhatillah.wordpress.com/2009/12/11/tumpahnya-madu-ukhuwah/</guid>
<description><![CDATA[&#39;manisnya&#39; bersama. &#8216;Madu&#8217; ukhuwah ini akan sentiasa mekar selagi mana jalan dak]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div id="attachment_480" class="wp-caption aligncenter" style="width: 390px"><img class="size-full wp-image-480" title="manis" src="http://halaqahmardhatillah.wordpress.com/files/2009/12/manis.jpg" alt="" width="380" height="270" /><p class="wp-caption-text">&#39;manisnya&#39; bersama.</p></div>
<p style="text-align:center;">
<p>&#8216;Madu&#8217; ukhuwah ini akan sentiasa mekar selagi mana jalan dakwah ini termetri bersama.</p>
<p>&#8216;Madu&#8217; ukhuwah pasti akan terus utuh dengan akidah sebagai ikatan.</p>
<p>&#8216;Madu&#8217; ukhuwah antara kita akan kekal kemanisannya andai antara kita saling menjaga.</p>
<p>Namun, &#8216;madu&#8217; ukhuwah ini telah tumpah di saat ku tidak menunaikan hakmu sebagai saudara.</p>
<p>Maafkan ku wahai teman.</p>
<p>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>Tidak pasti dimana silapnya, kita seringkali menyakiti sahabat yang disayangi. Walau diri cuba meminimumkan perbuatan ini, akan pasti terjadi juga.</p>
<p>Mana mungkin ku mendapat sahabat sebaik si &#8216;dia&#8217; yang banyak membantu tatkala ku susah.</p>
<p>Tetapi, inilah hati yang telah mengguris jiwa dan nalurinya sebagai seorang sahabat yang berwibawa.</p>
<p>Membawa duka sendiri tatkala susah.</p>
<p>Menutupi tangisan ketika kesedihan.</p>
<p>Melakukan pengorbanan tanpa meminta balasan.</p>
<p>Mengingatkan diri ini tentang &#8216;perjuangan&#8217; tanpa batasan.</p>
<p>Merasai bersama dikala diri ini kesakitan.</p>
<p>Jika dulu ku rasa ku layak mendapat sahabat terbaik. Tapi diri ini sedar tak akan mampu mendampingi&#8217;nya&#8217; andai diri sendiri tak sesempurna yang dijanjikan.</p>
<p>Maafkan ku teman.</p>
<p>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p>Hak seorang muslim terhadap muslim yang lain ada enam:</p>
<p>1. Jika bertemu maka berilah salam</p>
<p>2. Jika tidak kelihatan maka cari tahulah</p>
<p>3. Jika sakit maka jenguklah</p>
<p>4. Jika mengundang maka penuhilah</p>
<p>5. Jika bersin dan mengucapkan hamdalah maka jawablah dengan mengucapkan &#8216;yarhamukallah&#8217;</p>
<p>6. Jika meninggal dunia maka hantarkanlah (ke pemakaman).</p>
<p>Peringatan buatku- “Sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan”</p>
<p>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>Nota kaki 1 : Buatmu sahabatku **ti **r ****a*.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
