Tags » Sajak

Musim Gugur/Buat, 8

katamu kita adalah angin sore itu, menerbangkan serbuk-serbuk benang sari yang kemudian jatuh ke putik, menghamilkan bunga-bunga taman. bunga-bunga yang di sampingnya dijaga papan bertuliskan “Dilarang Memetik atau Memegang.” 89 more words

Sajak

Kecap Manis Pahit

kecapi manis,
lenggok tari beralas pasir.
mati tiga kali, bangkit bangkit bangkit.
ranum layu kembang tergugur,
petik jari mencabut nada.

kecapi pahit,
sorot pijar bersinar senar. 35 more words

Personal

Tuan, Ini Hanya Sebatang Hati

Ini hanya sebatang hati.

Kau bisa menyalakan sumbunya untuk menerangimu,

lalu tiup dan padamkan jika telah tak perlu.

Tuan,

Lelehkan saja ia dengan api,

biar nanti ia dingin pulih sendiri. 88 more words

Sajak

GARA-GARA

Gara-gara mati lampu, kita jadi tau artinya gelap.
Gara-gara tertabrak, kita jadi tau artinya waspada.
Gara-gara terjatuh, kita jadi tau artinya melangkah.
Gara-gara mengenalMu, aku jadi tau segala sesuatu.
Quotes

Tentang Perpisahan (2)

Tentang Perpisahan
“Ada yang kita biarkan berlalu.
Ada yang kita tunda tibanya.
Dan ada yang kita takkan pernah sedetikpun rela.
Tak dalam rasa maupun upaya.
14 more words
Sajak

Melepas Rindu

Rindu hadir di sini
Menungguku. Menunggumu.
Menunggu kapan kita bertemu.

Agar ia bisa pergi untuk sementara.
Tak melulu berada di hati yang sedang berbunga.
Mungkin ia merasa terkungkung. 76 more words

Everything Else

Sebagai Puisi

Bismillah,

untuk syukur yang wajib atas karunia berupa “Tuan” dari Engkau.

Angin begitu riya memamerkan bebasnya.

Cahya berjalan begitu bangga melangkahi gulita.

Dalam pupil picik tengah mataku, 58 more words

Sajak