<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>sakit &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/sakit/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "sakit"</description>
	<pubDate>Sun, 06 Dec 2009 14:27:19 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Si Pecundang Yang Kusayang Itu]]></title>
<link>http://armpit.wordpress.com/2009/12/06/si-pecundang-yang-kusayang-itu/</link>
<pubDate>Sun, 06 Dec 2009 11:10:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>Denny</dc:creator>
<guid>http://armpit.wordpress.com/2009/12/06/si-pecundang-yang-kusayang-itu/</guid>
<description><![CDATA[- Armpiter Aku adalah mahasiswa tahun ketiga, tepat sebelum rezim Soeharto terguling. Saat itu, kita]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>- Armpiter</p>
<p>Aku adalah mahasiswa tahun ketiga, tepat sebelum rezim Soeharto terguling. Saat itu, kita para senior, mengadakan Student Day tiap Sabtu-Minggu. Biasa, senioritas sudah tradisi. Mahasiswa baru (maba) harus dan tidak boleh membawa apa-apa selain tas karung yang berisi buku tulis, buku tugas, sebungkus makan siang, air minum 1,5 liter. Pakaiannya celana jins dan kaos oblong putih. Untuk wanita yang sedang menstruasi, ada dispensasi, boleh bawa pembalut. Tapi, semua maba dilarang pakai parfum atau wangi-wangian apapun.<!--more--></p>
<p>Hari pertama, seorang maba cewek telat. Teman-temannya sudah masuk kelas, dia baru datang. Aku lihat sendiri dari balkon lantai II, dia mencium tangan ayahnya yang duduk di atas sadel sepeda motor lalu tergopoh-gopoh menuju gedung fakultasku.</p>
<p>Aku juga lihat dari atas, betapa temanku (sebut saja Ira) mencegatnya. Dia ditanya kenapa telat. Aku tidak mendengar alasannya. Tapi kemudian dia disuruh pergi oleh Ira. Beberapa detik kemudian, kudengar langkah kaki cepat di belakangku. Maba cantik itu berlari menaiki tangga.</p>
<p>Tapi lalu terdengar lagi suara Ira, “Ayo cepeeet… baliiiik!”</p>
<p>Kudengar napas berat tertiup di belakangku. Dia bergegas kembali ke lantai dasar. Aku belum paham. Kulihat dia menghampiri Ira lagi di bawah. Sejenak kemudian dia naik lagi ke lantai II. Oh, ternyata Ira tadi tidak menyuruhnya pergi, tapi menghukumnya dengan naik-turun tangga.</p>
<p>Setelah 10 kali bolak-balik, maba itu sempoyongan naik ke lantai II. Tidak permisi, tidak menyapa, dia nyelonong hendak ke kelasnya di lantai III. “Hey, sini!” cegatku merasa dicueki.</p>
<p>Dia menghampiriku dengan napas satu-dua. Kulihat peluh mengalir deras di pantai rambutnya. Astaga, sepertinya aku pernah kenal wajah anak ini. Dimana, ya? Kubaca kepleknya. Dinda (bukan nama sebetulnya). Kulihat nama panjangnya. Shit!</p>
<p>Dia seniorku di SMP! Aku dulu OSPEK (waktu itu namanya masih penataran) pernah dikerjai dia. Tak perlu kusebutkan tindakannya yang sangat merendahkan itu. Yang jelas aku sakit hati. Bertahun-tahun dendam itu belum hilang, bahkan tambah meradang ketika melihat wajah cantik yang menjengkelkan itu. Mau balas tidak bisa. Secara, dia itu seniorku. Untung SMA kita tak satu sekolah.</p>
<p>Dan sekarang dia menjadi maba dua tahun di bawahku, hahaha! Kemana saja dia tiga tahun ini? Nganggur? Tak pelak, kepalaku segera dipukul-pukul oleh ide, “Kerjai cewek ini! Kerjai cewek yang pernah ngerjai kamu ini!”</p>
<p>“Main selonong aja! Nggak tahu siapa saya?” hardikku. Logat naturalku mungkin kayak Ahmad Dhani, pentolan Republik Cinta Management.</p>
<p>Dinda menggeleng. Kutunjukkan kata “ketua” di keplekku, eh, dia malah cuma nunduk. Dasar pecundang!</p>
<p>“Squat jump 10 kali,” perintahku.</p>
<p>Dinda tak bereaksi. Bikin jengkel saja nih anak, “15 kali!”</p>
<p>Shit! “Masih diem juga? Sekarang 20 kali!”</p>
<p>Menyadari hukumannya terus mengalami inflasi, Dinda baru bergerak dalam raut wajah keterpaksaan. Begitu lengannya diangkat untuk bersiap-siap squat jump, lengan kaos Dinda melorot. Shiiit….</p>
<p>Sebagai armpiter, aku disuguhi panorama indah pagi-pagi begini! Mana tahan!! Aku langsung bergeser ke sampingnya, sehingga semakin kulihat jelas ketiak yang ditumbuhi tiga-empat helai bulu pendek itu.</p>
<p>Ereksi spontan! Apalagi setelah Dinda naik-turun dan menyebarkan aroma alami tubuhnya. Ketiak pagi yang tak dilindungi wangi-wangian apapun. Aku mabuk kepayang, sampai tak sadar angka 20 telah terucap, lebih tepatnya terdesah.</p>
<p>“Eh, eh! Siapa suruh turunin tangan!” cegahku. Enak saja, aku sedang menikmati aroma ketiakmu kok. Dinda pun meletakkan kembali tangannya di kepala sambil melihat bawah. “Sebagai sanksi kelancangan dan ketidaksopananmu, kamu hapalin preambule.”</p>
<p>“Preambule?” ulang Dinda dengan suara terengah-engah.</p>
<p>“Iya! Kamu kalau nggak tahu preambule UUD’45, aku balikin kamu ke sekolah. Hapalin! Nanti sore, jangan ada satu kata pun yang salah! Jelas?”</p>
<p>“Jelas, kak,” jawabnya. Kak? Ha ha ha, kamu lebih tua dua tahun panggil kakak?</p>
<p>“Ya udah, ke kelas.”</p>
<p>Dinda mengelap peluh di pelipisnya dalam gerakan lambat.</p>
<p>“Cepeeeet…!!” bentakku. Mantan kakak kelasku itu pun terbirit-birit. “Dasar lemot!” Yeah, “dasar lemot” itu adalah kalimat favorit Dinda sewaktu memplonco aku dulu. Sekarang gantian dia yang kuolok lemot. Emang enak digituin, Kak Dinda?</p>
<p>Aku menggosok-gosokkan kedua telapak tanganku sambil tersenyum iblis.</p>
<p>Pelajaran di kelas pun dimulai. Standar. Membosankan. Jangankan peserta atau maba, panitianya saja bolak-balik menguap. Tapi bedanya, panitia sewaktu-waktu bisa menghukum peserta yang dianggap menyepelekan pelajaran. Beberapa maba pria penguap disuruh bernyanyi di depan kelas. Dijamin kantuk mereka hilang, berganti suasana ger-geran.</p>
<p>Lalu tibalah sesi diskusi. Sebelumnya, panitia mewanti-wanti, semua maba harus aktif dalam diskusi ini. “Yang diam saja akan menerima konsekwensinya!” ancam Anton, salah satu SC. 70 maba di jurusanku lalu dibagi jadi 3 kelompok. Masing-masing berperan sebagai rakyat, pemerintah dan mahasiswa. Kemudian argumen mereka diadu.</p>
<p>Seru! Pemerintah, sebagaimana diduga, menganggap dirinya sudah on the track, rakyat sejahtera di bawah presiden incumbent, ini era tinggal landas. Pemerintah malah mengkritik gerakan mahasiswa yang membuat stabilitas nasional goncang dan disintegrasi bangsa di daerah-daerah mulai marak. Intinya, pemerintah mengharap mahasiswa belajar, cepat lulus, dan bisa segera berbuat riil untuk bangsa.</p>
<p>Sementara pihak rakyat yang diprediksi mendukung mahasiswa ternyata juga menyerang mahasiswa. Mereka, misalnya, mengeluh kalau mahasiswa demo: jalanan akan macet (padahal waktu itu jarang ada demontrasi), sementara gerakan demo itu sendiri tidak efektif. Mau mengkritik ya lewat DPR. Tugas mahasiswa belajar ngapain demo. Bikin lulusnya lama saja. Kan kasihan orang tua yang harus membiayai sampai semester 14. Dst.</p>
<p>Pokoknya, di akhir diskusi kesimpulannya sudah jelas, “Memang sulit jadi mahasiswa. Serba salah!”</p>
<p>Di lain sisi, melalui diskusi itu sudah terlihat, siapa yang aktif, siapa yang pasif. Siapa maba yang bakalan jadi aktivis, siapa maba yang kuliahnya hanya diisi dengan belajar dan belajar seperti jaman SMA dulu.</p>
<p>Sialnya, atau untungnya buat aku, Dinda tergolong yang pasif. Sepertinya dia tidak menguasai politik sama sekali. Semakin tinggi intensitas debat, semakin ciut dia. Dinda adalah satu-satunya maba jurusanku yang tak sekalipun bicara dalam forum.</p>
<p>Dia pun disidang di luar kelas. Tidak terlalu keras, tapi Dinda sampai menangis. Dasar manja! Aku pun turun tangan. “Udah rek, nggak usah dibentak-bentak lagi. Langsung dihukum aja.”</p>
<p>Yeah! Hukuman itu adalah mengukur keliling lapangan voli dengan sebatang korek api. “Kita calon arsitek, jadi pengukuranmu harus akurat, oke? Perjanjiannya gini, setiap tebakanmu melenceng 1 mili, kamu harus lari keliling lapangan ini 1 kali. Oke, selamat bekerja, ibu arsitek!” olok temanku yang kebagian tugas menghukum Dinda.</p>
<p>Koreknya sudah kita ukur, begitu pula lapangan volinya. Jadi ini mudah bagi kita, tapi neraka bagi Dinda. Saat ini pukul 11 lebih, sinar matahari mulai sadis. Dinda berjongok di sudut cat lapangan outdoor itu.</p>
<p>Kulihat Dinda berkali-kali mengulang pekerjaannya, benar-benar takut tidak akurat. Ada setengah jam lebih dia di lapangan. Dari jarak 10 meter dapat kusaksikan keringatnya bertetesan membasahi lantai semen itu.</p>
<p>Yang kutakutkan, Dinda pingsan. Tapi kalau kupelajari riwayat kesehatannya, dia tak punya penyakit apa-apa. Sekedar catatan, Dinda pemegang sabuk hijau di karate. Di SMP dulu pun seingatku Dinda pernah aktif di Paskibraka.</p>
<p>Jadi, aku terus menikmati penderitaannya di lapangan itu, tanpa kuatir apa-apa. Hingga setengah jam kemudian, Dinda menyerahkan laporannya pada temanku. Temanku mundur sebentar untuk memeriksa contekannya. Aku tanya dia, “Melenceng berapa?”</p>
<p>“Cukup akurat. Cuma dua senti.”</p>
<p>Aku kagum juga. “Berarti berapa keliling?”</p>
<p>“Ya 18 lah.”</p>
<p>Tanduk iblisku muncul, “Nggak seru, bro! Buat 25 gitu.”</p>
<p>Akhirnya temanku menyampaikan bahwa hasil pengukuran Dinda melenceng 25 milimeter. Jadi dia harus lari keliling lapangan voli 25 kali. Aku melipat lengan di dada senbari tersenyum. Di bawah pohon yang rindang dan teduh, kunikmati Dinda berolahraga seperti orang gila di siang bolong.</p>
<p>Sewaktu masuk kembali ke kelas untuk ISOMA, teman-temannya sampai heran kenapa kulit Dinda lebih gelap (sehingga ketika kacamatanya dilepas, akan terlihat garis cetakan lebih putih di pelipisnya bekas gagang kacamata). Kaosnya nyaris kuyup oleh cairan lemak. Tubuhnya bau matahari.</p>
<p>Lalu semuanya berjalan dengan biasa-biasa saja. Sampai jam 3 sore, waktunya pulang. Kusuruh Dinda menunggu sampai kelas sepi. Dia patuh. Terakhir kutinggal, mulutnya komat-kamit seperti menghapal. Bolak-balik dia mendongak ke Preambule UUD yang dipigura di dinding kelas. Rupanya dia tahu aku bakal menagih hapalan preambule-nya.</p>
<p>Setelah Student Day kelar, seperti biasa, panitia mengadakan rapat evaluasi di sekretariat. Tapi aku ijin tidak ikut. Aku lupa ijin apa, yang jelas sempat terjadi ketegangan. Bagaimanapun aku ketua, masak tidak ikut rapat?</p>
<p>Kataku, “Daripada kita berdebat terus begini, buang-buang waktu, kenapa kalian nggak mulai rapat dari tadi!? Sudah setengah empat, kita malah nggak pulang-pulang!”</p>
<p>Singkat cerita, aku berhasil keluar. Dan kembali pada Dinda. Dialah alasanku bertengkar dengan teman-temanku, jadi dia sekarang ajang pelampiasanku. “Oke, Din, cepetan!”</p>
<p>Dinda terlihat grogi, mungkin melihat pria gempal dengan wajah keras datang menghampirinya. Aku tidak peduli. Aku tetap pasang wajah bengis saat dia mulai mencongak. Setiap aku bilang “salah” dia harus mulai dari awal. Aku sendiri tak hapal Pembukaan UUD’45. Siapa juga yang hapal, Pak Karno pun aku yakin tidak.</p>
<p>Ada 15 menit Dinda gigih mencoba, tapi sia-sia. Tujuanku kan memang mengerjai dia. Kena deh! Akhirnya aku (pura-pura) murka. Dia kutuding telah menyepelekan tugas dari aku, sehingga hasilnya begini.</p>
<p>“Satu kali lagi, Kak&#8230;”</p>
<p>“Udah, ah! Bosen, bosen! Berdiri, kamu. Ke depan!”</p>
<p>Dinda menurut.</p>
<p>Lalu kusetrap dia. Kusuruh tangannya merentang ke samping atas, dengan telapak tangan menghadap langit, seperti orang minta berkah dari langit. Aku lalu pura-pura ngomel sambil berjalan mengelilingi patung hidup itu.</p>
<p>Postur Dinda lebih tinggi dari aku, sehingga dalam posisi begini, hidungku tepat sejajar dengan ketiaknya. Temanku kupastikan sedang di sekretariat semua. Aku pun menjalankan skenario yang beberapa jam sebelumnya telah kupikirkan.</p>
<p>“Pembukaan undang-undang dasar itu penting sekal… eh, bau apa ini? Kamu pakai parfum ya?”</p>
<p>“Ah, enggak, Mas!” Dinda membela diri dengan panik. Sepertinya dia tahu ada hukuman berat bagi pengguna parfum di acara Student Day. Tadi salah seorang maba dikelilingi 5 senior yang membentak-bentaknya dengan menghubung-hubungkan parfum dan borjuisme. “Kepingin beda kamu ya?”, “Kepingin cari pacar, ya?”, “Laki-laki kok wangi, bencong!”, “Baru juga masuk kuliah udah belagu!” dst.</p>
<p>Itu adalah situasi yang dibuat-buat. Tapi biasanya maba kelabakan dan ciut ditawur senior begitu. Ujung-ujungnya pria itu disuruh jalan jongkok keliling lapangan voli 2 kali. Aku yakin Dinda melihat itu, karena memang saat itu semua disuruh baris di tengah terik siang Surabaya.</p>
<p>“Terus, bau apa ini kalau bukan parfum?” Aku mulai spekulatif mengendusi lubang lengan yang berpangkal pada ketiaknya. Asem sekali, sebagaimana dugaanku. Ini akumulasi dari timbunan keringat sejak pagi tadi: dari hasil drill hukuman, nervous, hinaan, kepanasan, dll.</p>
<p>“Enggak bau apa-apa kok, Kak. Wong saya enggak pake minyak wangi apa-apa.”</p>
<p>Aku mencium lagi ketiaknya, kali ini dari depan. Pasang tampang serius, akting marah. Hirup. Aaaaaahhhh…. “Wangiiii….! Kamu kok ngeyel.”</p>
<p>“Ya Allah, Kak.…” Dinda menciumi ketiaknya sendiri, bergantian kanan-kiri, “Wangi apanya? Wong kecut gini kok….”</p>
<p>Aku ngakak dalam hati mendengar kelakuan dan pengakuannya tentang ketiaknya sendiri. “Sana lompat kodok keliling lapangan voli dua kali!”</p>
<p>Wajahnya memelas. “Yaaa kak, saya capek, kak….”</p>
<p>Heran, aku malah kasihan. Jadi urung. Tapi lumayan, kusetrap Dinda dalam posisi huruf X begitu selama setengah jam. Kunikmati garis-garis penderitaan di wajah ayu itu. Kuhirup aroma ketakutan yang terpancar dari pangkal lengannya.</p>
<p>Jam lima, kulepas dia. Tapi ada syaratnya, “Karena kamu nggak hapal Preambule, PR-mu sekarang nulis tangan Preambule 20 kali di buku tugas.” Kalau 1 preambule butuh 10 menitan buat menyalinnya ke tulisan tangan, maka 20 preambule artinya memakan waktunya setidaknya 3 jam. Padahal masih ada tugas lainnya: Dinda disuruh jadi moderator diskusi besok, sehingga harus mempelajari berita-berita teraktual. Lalu masih ada juga tugas membuat artikel berdasarkan materi-materi yang disampaikan hari ini. Ada 3 materi, berarti ada 3 artikel yang harus diserahkan besok. Dinda pasti depresi berat malam ini. Kapok!</p>
<p>“Soal parfummu hari ini, aku nggak kasih hukuman. Tapi kalau sampai besok tercium sedikit saja wangi dari badanmu, temen-temenku yang bakal bantai kamu. Paham?” Ultimatum ini sangat bermanfaat. Pertama, supaya Dinda tetap merahasiakan kejadian sore ini. Kedua, untuk memberi peringatan pada dia supaya tidak berani-berani berspekulasi pakai apapun untuk tubuhnya, termasuk deodoran. Jadi bisa dibayangkan hancurnya bau ketiak Dinda besok, ha ha ha!</p>
<p>Sekadar catatan, tujuan dari pelarangan parfum atau wangi-wangian ini agar mereka jengah. Karena mereka akan segera merasa kotor dan bau. Lalu kehilangan kepercayaan diri. Dengan begitu, mereka akan cenderung patuh dan merasa kecil.</p>
<p>Aku berjalan ke belakang Dinda untuk mencium bau ketiaknya untuk yang terakhir kali (hari itu). “Besok masuk jam …”</p>
<p>“Tujuh, kak.” Dinda menyeringai. Keringatnya sudah sejagung-jagung. Lengannya pasti sudah panas tak tertahankan.</p>
<p>Kuhirup kuat-kuat udara di sekitar ketiaknya, membuat ereksiku makin keras, semoga Dinda tak menengok ke bawah. “Kamu harus udah datang ke sini jam 6 dengan tulisan preambule itu. Telat satu detik kamu harus lompat kodok keliling lapangan. Paham!?”</p>
<p>Suara Dinda bergetar, “Iya, kak.” Sepertinya dia tak kuat lagi.</p>
<p>“Ya sudah, pulang sana.”</p>
<p>Kata-kataku ini merupakan oase baginya. Dinda menurunkan lengannya yang kepegalan, lalu memijat-mijatnya. Tampak sekali lengan itu kaku, tapi wajahnya lega. Sambil bermandi keringat di sore yang sejuk itu, dia mengemasi tas karungnya, tak lupa mengucapkan terima kasih. Dikerjai malah bilang terima kasih.</p>
<p>Dinda kuminta datang jam 6, aku sendiri berencana datang jam setengah tujuh.  Keesokan harinya, aku dengar dari Ira, Dinda datang jam 5.45. Selama 1 jam lebih dia nganggur di kampus. Ha ha ha, rasain kukerjain lagi. Pecundang!</p>
<p>Semua tugasnya beres, penampilan Dinda sebagai moderator diskusi politik pun lumayan. Sehingga dia terhindar dari lingkaran setan hukuman yang kuciptakan. Setan!</p>
<p>Hanya, kuperhatikan kantung mata Dinda tampak menghitam. Rupanya dia begadang menyelesaikan tugas-tugasnya yang bejibun. Hari kemarin betul-betul buruk, istirahat kurang, fisiknya hari ini pun tampak drop.</p>
<p>Waktu pengenalan kampus dengan jalan kaki berkeliling bersama, wajah Dinda memucat. Saat itu pukul 10. Dinda ambruk. Teman-temannya pun histeris. Yang cowok bukannya menolong, malah terpaku. Barangkali mereka takut salah bertindak dan ujung-ujungnya dihukum.</p>
<p>Dengan cekatan, kubopong Dinda. Padahal aku bisa saja tinggal menyuruh salah satu dari maba itu. Yah, ini bukan sepenuhnya niat baik. Kalian akan tahu maksudku sebentar lagi.</p>
<p>Bobot cewek bongsor ini sekitar 60 kg. Jadi mampu kuangkat sendirian (asal jangan lama-lama). Tangan kiriku di balik lututnya. Tangan kananku menyangga punggungnya. Dan jemariku tepat bermuara pada ketiak kanannya. Awalnya terhalang kain di lengannya. Tapi kain itu dengan gerakan yang tipis bak seorang master sulap kusingkirkan. Jemari tangan kananku pun leluasa menelusup ke ketiaknya yang sudah becek itu.</p>
<p>Tak ada yang tahu. Kalaupun tahu, mereka pasti melihat kebetulan saja tanganku ada di ketiaknya. Ha ha ha ha!</p>
<p>Kusuruh kelompok itu meneruskan turnya. Aku sendiri ditemani salah satu OC cewek, sebut saja namanya Nisa, menuju sekretariat. Sekitar 20 meteran. Tanpa sepengetahuan Nisa, jari-jari tangan kananku kumain-mainkan di tempat lembut yang hangat itu. Seperti sedang menggelitiki Dinda. “Adikku” pun bangun lagi.</p>
<p>Sesampainya di sekretariat, tubuh Dinda kuletakkan. Kacamatanya kucopot. Ruangan ini sepi. Hanya ada kita bertiga.</p>
<p>Nisa sibuk mencari balsem dan mengambil air. Aku berpura-pura membenahi kasur dan posisi baringnya. Tapi begitu Nisa membelakangiku, aku segera membaui jemari kananku.</p>
<p>Ooooh …. Aku kembali tergedor oleh bau paling alami dari seorang gadis yang lebih tua 2 tahun dariku ini. Sepertinya kali ini Dinda tak memakai deodoran sama sekali. Pesanku kemarin sore tersampaikan.</p>
<p>Nisa pamit untuk meminjam balsem di luar. Mulutku bekata, “Cepet ya, Nis!” Padahal hatiku lebih jujur, “Nggak usah buru-buru, sampai magrib juga nggak papa, Nis!”</p>
<p>Nisa pergi. Aku menatap paras Dinda yang penuh penderitaan gara-gara aku. Kantung matanya besar, wajahnya gosong, keriputnya tampak. Bahkan pakai bedak pun dia tidak sempat (atau tidak berani?).</p>
<p>Dadaku bergemuruh. Dengan tubuh berkeringat seperti itu, Dinda malah terlihat seksi. Mana tahan. Aku tentu bukan binatang tak berotak yang hendak memangsa gadis ini. Aku lelaki normal, tapi masih bermoral. Tapi setidaknya aku ingin membayar lunas penasaranku.</p>
<p>Kuangkat 2 lengan Dinda ke samping telinganya. Jantungku masih berdebar cepat. Aku berlari ke luar ruangan untuk memastikan Nisa sudah menghilang. Sekembalinya, kuendusi ketiak mantan seniorku itu. Kuhirup saripati aroma tubuhnya dalam-dalam. Sambil melihat dadanya yang naik-turun dengan damai.</p>
<p>Kanan. Lalu kiri. Seingatku ketiak kanannya lebih kecut dari ketiak kirinya. Sampai sekarang pun seperti itu. Aku tak tahu kenapa.</p>
<p>Aku menoleh paranoid ke luar ruangan.</p>
<p>Masih aman.</p>
<p>Ya sudah!</p>
<p>Aku pun memberanikan diri menjilati ketiak kanan itu. Mungkin ini menjijikkan bagi orang lain. Tapi aku benar-benar menikmati sensasi lembut kulitnya itu. Rasa asinnya pas. Seolah Tuhan telah menggaraminya dengan sempurna.</p>
<p>Kujilati. Kuciumi. Kugigit sedikit. Ketiak yang mulanya basah oleh peluh, kini kuyup oleh liurku.</p>
<p>Oke. Selesai. Aku tidak mau ada saksi. Aku pun menutup lengannya kembali.</p>
<p>Tapi, ah, sepertinya belum rela aku meninggalkannya. Seandainya saat itu sudah ada HP berkamera, tentu aku akan mengabadikan momen ini. Aku terus menatap tubuh Dinda. Berpikir apa lagi yang bisa kulakukan.</p>
<p>Tapi Nisa keburu datang. Untung aku sudah selesai. Padahal tadi sempat terpikir untuk menjilati ketiak yang kiri.</p>
<p>Setelah Student Day, aku dan Dinda berteman. Semakin lama semakin dekat. Aku jadi tersenyum-senyum sendiri sewaktu memandang ketiaknya di sela-sela lengan pendeknya. Sambil lihat kulit ketiak itu, aku suka membatin, “I’ve been there.”</p>
<p>Dinda pun sering kukerjai. Kenangan-kenangan itu membuat gairahku bangkit kembali. Tapi sekarang gantian Dinda yang sering mengerjai aku. Disuruh menemani shopping berjam-jam, antar-jemput di kantornya, membangunkan aku tengah malah hanya untuk bercinta, doooh…!</p>
<p>Tapi, itu yang dinamakan cinta, bukan? Yeah, kami sudah menikah di tahun 2000 lalu. Wanita ini pernah mempermalukan aku sampai menjejakkan trauma bertahun-tahun, sampai-sampai aku benci melihat wajah cantiknya. Jika kau bertanya apa yang membuatku menikahinya, aku akan menjawab jujur, “Ketiaknya.”</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[.dasar hipokrit.]]></title>
<link>http://zulhilmiyusop.wordpress.com/2009/12/05/dasar-hipokrit/</link>
<pubDate>Sun, 06 Dec 2009 04:11:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>zulhilmi yusop</dc:creator>
<guid>http://zulhilmiyusop.wordpress.com/2009/12/05/dasar-hipokrit/</guid>
<description><![CDATA[slame nih aku ingat ko kawan. selama aku ikhlas tolong ko. selama ni aku kesian tgok ko dipergunakan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>slame nih aku ingat ko kawan. selama aku ikhlas tolong ko. selama ni aku kesian tgok ko dipergunakan tapi aku hanya mampu salahkan diri aku sbb xmampu nak buat apa2. selama ni aku seikhlas hati jadi kawan ko. tapi ni yang aku dapat? ko belenggukan aku dengan masalah tatkala aku sedang lemah, lepas tu ko tinggallkan aku tanpa penjelasan. ko burit.</p>
<p>camni la kawan kan. wahai keturunan nabi adam, aku masih ingat setiap kata2 janji yang ko pernah ungkapkan suatu masa dulu. walopon ko da mungkirkan hampir separuh dari setiap kata yang ko ukirkan tu, aku masih sabar. menunggu mungkin akan ada sinar untuk ko laksanakan apa yang ko perlu jalankan. sebab masa tu aku yakin dan percaya kat ko yang ko akan berubah. ok, mungkin masa tu aku belum kenal sapa ko lagi. mungkin aku silap menyangkakan bahawa disebalik bayang2 ko wujud seorang malaikat. tapi sebaliknya hanya setan yang berselindung menopengkan ko dengan perbuatan yang kononnya suatu kebaikan.</p>
<p>wahai kawan, sesetan-setan mana pon ko, aku still anggap ko kawan. tapi aku paling benci orang yang hipokrit ngan aku. kalo ko ada masalah ngan aku and ko xbole deal with it, just cakap ngan aku. owh sebagai peringatan, tu pon salah satu kata2 ko dulu jugak. fine, aku pon ada terasa hati terusik perasaan atas kelakuan ko. tapi pahit yang ko beri tu hanya aku telan. sebab aku respect ko as kawan. aku respect hak ko sebagai seorang manusia normal untuk bertindak sedemikian sebab itu semua atas ko pnye kudrat dan kerelaan, dan langsung xmengganggu aku. jahat ke aku lepas aku buat macam tu? jahat ke aku untuk hanya memaafkan setiap tingkah laku ko yang berlainan arah dengan setiap apa yang ko pernah ungkapkan? jahat ke kalau aku jaga kebajikan ko sebab aku risaukan yang ko bole diapa-apakan?</p>
<p>aku sedih. aku rasa terhina. aku rasa macam aku ni tiada guna.</p>
<p>kawan, untuk ketika ini, biarlah aku berjauhan. biar aku sendiri yang tetapkan haluan. harap ko bahagia dengan apa yang ko lakukan.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Renungan ]]></title>
<link>http://sarahuaci.wordpress.com/2009/12/05/renungan/</link>
<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 13:35:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>sarahuaci</dc:creator>
<guid>http://sarahuaci.wordpress.com/2009/12/05/renungan/</guid>
<description><![CDATA[Sebenarnya, agak sulit membayangkan bahwa kompleksitas tubuh manusia diciptakan Allah dari segumpal ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sebenarnya, agak sulit membayangkan bahwa kompleksitas tubuh manusia diciptakan Allah dari segumpal ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[gerimis ....]]></title>
<link>http://4rdysama.wordpress.com/2009/12/05/gerimis/</link>
<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 09:05:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>pake_y</dc:creator>
<guid>http://4rdysama.wordpress.com/2009/12/05/gerimis/</guid>
<description><![CDATA[GERIMIS gerimis itu seperti sakit yang menggerogoti puisiku membuat waktu selalu kembali ke tahun-ta]]></description>
<content:encoded><![CDATA[GERIMIS gerimis itu seperti sakit yang menggerogoti puisiku membuat waktu selalu kembali ke tahun-ta]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Salib Yang Menyelamatkan]]></title>
<link>http://ratnaariani.wordpress.com/2009/12/04/salib-yang-menyelamatkan/</link>
<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 22:56:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>ratna ariani</dc:creator>
<guid>http://ratnaariani.wordpress.com/2009/12/04/salib-yang-menyelamatkan/</guid>
<description><![CDATA[Pada hari Minggu, 29 Nopember 2009, seorang Bapak , bernama Yoh JP, bertanya kepada saya: &#8220;Bru]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Pada hari Minggu, 29 Nopember 2009, seorang Bapak , bernama Yoh JP, bertanya kepada saya: &#8220;Bru]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kapag nagtaxi ka, nagcacause ka ng UTI, kidney stones at prostate cancer]]></title>
<link>http://modernonglapis.wordpress.com/2009/12/02/kapag-nagtaxi-ka-nagcacause-ka-ng-uti-kidney-stones-at-prostate-cancer/</link>
<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 12:50:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>modernonglapis</dc:creator>
<guid>http://modernonglapis.wordpress.com/2009/12/02/kapag-nagtaxi-ka-nagcacause-ka-ng-uti-kidney-stones-at-prostate-cancer/</guid>
<description><![CDATA[Sa kalagitnaan ng pag-uusap namin ni manong driver… Manong: pauwi na ako noon, sumakit ba itong tagi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sa kalagitnaan ng pag-uusap namin ni manong driver… Manong: pauwi na ako noon, sumakit ba itong tagi]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[could I hold their hands?]]></title>
<link>http://jeunglala.wordpress.com/2009/12/01/could-i-hold-their-hands/</link>
<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 15:25:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>jeunglala</dc:creator>
<guid>http://jeunglala.wordpress.com/2009/12/01/could-i-hold-their-hands/</guid>
<description><![CDATA[Kulihat mendung menghalangi pancaran wajahmu Tak terbiasa kudapati terdiam mendura Apa gerangan berg]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kulihat mendung menghalangi pancaran wajahmu Tak terbiasa kudapati terdiam mendura Apa gerangan berg]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Internet Pengaruhi Kualitas Sperma]]></title>
<link>http://aespee.wordpress.com/2009/11/30/internet-pengaruhi-kualitas-sperma/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 05:37:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>aespee</dc:creator>
<guid>http://aespee.wordpress.com/2009/11/30/internet-pengaruhi-kualitas-sperma/</guid>
<description><![CDATA[&nbsp; Berselancar di dunia maya memang menjadi kebutuhan yang tak terelakkan di era digital. Tapi t]]></description>
<content:encoded><![CDATA[&nbsp; Berselancar di dunia maya memang menjadi kebutuhan yang tak terelakkan di era digital. Tapi t]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mesum di tempat Umum..]]></title>
<link>http://jalansolojogja.wordpress.com/2009/11/29/mesum-di-tempat-umum/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 07:24:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>srabisolo</dc:creator>
<guid>http://jalansolojogja.wordpress.com/2009/11/29/mesum-di-tempat-umum/</guid>
<description><![CDATA[Pertengahan bulan Agustus lalu tahun ini. Ketika sedang menunggu ibunda tercinta opname di rumah sak]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Pertengahan bulan Agustus lalu tahun ini. Ketika sedang menunggu ibunda tercinta opname di rumah sak]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tongkat Bagi Ibuku]]></title>
<link>http://reeleks.wordpress.com/2009/11/29/tongkat-bagi-ibuku/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 23:51:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>reeleks</dc:creator>
<guid>http://reeleks.wordpress.com/2009/11/29/tongkat-bagi-ibuku/</guid>
<description><![CDATA[Hawa udara di Changchun , Tiongkok, sangatlah dingin. Li Yuanyuan memanggul sang ibu yang lumpuh ked]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div><img class="alignleft" title="Tongkat Ibuku" src="http://www.sahabatsurgawi.net/renungan_bermakna/images/makna_okt21.jpg" alt="" width="210" height="259" /> Hawa udara di Changchun , Tiongkok, sangatlah dingin. Li Yuanyuan memanggul sang ibu yang lumpuh kedua kakinya sambil menggendong putrinya yang berusia dua tahun buru-buru ke rumah sakit karena sang ibu terkena serangan jantung lagi. Orang-orang yang berlalu lalang di jalan memandang mereka bertiga dengan mata terbelalak, semua takjub melihat seorang wanita yang kelihatannya kurus lemah justru memiliki tenaga untuk memanggul satu orang sambil menggendong satu lagi&#8230;&#8230;.</div>
<p>Menurut laporan &#8220;City Evening Post&#8221;, di pagi buta, 13 Pebruari 2008, Li Yuanyuan telah memakaikan baju bagi anak dan sang ibu yang baru sembuh dari sakitnya. Jam 10 pagi, Yuanyuan berjongkok di depan sang ibu, meletakkan kedua kaki ibu di pinggangnya lalu memanggul sang ibu, kemudian menggendong putrinya yang berdiri di atas tempat tidur.</p>
<p>Kedua tangan Yuanyuan dipakai untuk menyangga sang ibu, sedangkan sang ibu membantu merangkul cucunya mengitari leher Yuanyuan. Dengan cara inilah tiga orang tersebut saling berangkulan dengan susah payah keluar dari rumah sakit. Sang ibu telah lumpuh selama 21 tahun, selama 21 tahun itu pulalah Yuanyuan terbiasa memanggul sang ibu keluar masuk rumah sakit.</p>
<p>Ketika Yuanyuan berusia 7 tahun terjadilah sebuah kecelakaan lalu lintas yang benar-benar telah merubah kehidupannya. Karena kecelakaan ini ibunda mengalami kelumpuhan pada kedua kaki yang diperparah dengan menghilangnya sang ayah. Sejak saat itu, Yuanyuan menjadi tulang punggung rumah tangga. Karena tidak ada penghasilan Yuanyuan menghidupi keluarga dengan menjadi pemulung, uang hasil kerja kerasnya habis terpakai untuk mengurus sang ibu.</p>
<p>Rasa bakti Yuanyuan kepada orang tua sangat menyentuh hati para tetangga, banyak tetangga yang dengan sukarela memberi bantuan kepada sang ibu dan putrinya ini. Karena sepanjang tahun hanya mampu berebahan, otot kaki sang ibu sering kejang, sakitnya tak tertahankan.</p>
<p>Ada seorang tetangga yang berprofesi sebagai seorang dokter tradisional tua, setiap hari membantunya memberikan terapi akupunktur terhadap ibu Yuan-yuan, bahkan mengajarnya menggunakan teknik akupunktur sederhana. Sejak berusia 11 tahun sampai sekarang, Yuanyuan sudah dapat menggunakan teknik akupunktur untuk meringankan rasa sakit ibunya.</p>
<p>Tiga tahun yang lalu, Yuan-yuan menikah, setahun kemudian, Yuanyuan melahirkan seorang putri. Namun di mana pun dan kapan pun, Yuanyuan tidak pernah meninggalkan sang ibu, dia dan suaminya bersama-sama memikul tanggung jawab mengurus sang ibu.</p>
<p>Meskipun rumah tangganya tidak terbilang kaya, mereka sangatlah puas. Sang ibu berkata, terkenang masa 21 tahun ini meskipun penuh penderitaan, namun dia sangat puas, dia merasa diri-nya sama dengan orang tua lain yang juga telah menikmati kehangatan keluarga.</p>
<p>Bagi Yuanyuan, selama 21 tahun ini, dia merasa dirinya sangat bahagia, karena dia adalah seorang anak yang masih memiliki seorang ibu.</p>
<p>&#8220;Saya rela menjadi tongkat ibu sepanjang hidupku.……&#8221; <em>(Dajiyuan/prm)</em></p>
<p>&#160;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Siapakah Hiromi Shinya]]></title>
<link>http://enzymer.wordpress.com/2009/11/29/siapakah-hiromi-shinya/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 22:32:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>enzymer</dc:creator>
<guid>http://enzymer.wordpress.com/2009/11/29/siapakah-hiromi-shinya/</guid>
<description><![CDATA[Hiromi Shinya (新谷弘実) lahir di Jepang bulan Maret 1935. Ia seorang gastroenterologis &#8211; dokter s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Hiromi Shinya (新谷弘実) lahir di Jepang bulan Maret 1935. Ia seorang gastroenterologis &#8211; dokter s]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kumis Kucing (Orthosiphon Spicatus B.B.S) ]]></title>
<link>http://akupresure.wordpress.com/2009/11/28/kumis-kucing-orthosiphon-spicatus-b-b-s/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 16:27:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>akupresure</dc:creator>
<guid>http://akupresure.wordpress.com/2009/11/28/kumis-kucing-orthosiphon-spicatus-b-b-s/</guid>
<description><![CDATA[Kumis kucing tumbuh liar di sepanjang anak sungai dan selokan atau ditanam di pekarangan sebagai tum]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kumis kucing tumbuh liar di sepanjang anak sungai dan selokan atau ditanam di pekarangan sebagai tum]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Putri Malu (Mimosa pudica L.)]]></title>
<link>http://akupresure.wordpress.com/2009/11/28/putri-malu-mimosa-pudica-l/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 16:17:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>akupresure</dc:creator>
<guid>http://akupresure.wordpress.com/2009/11/28/putri-malu-mimosa-pudica-l/</guid>
<description><![CDATA[Putri malu tumbuh liar ditepi jalan, lapangan terlantar, dan tempat-tempat terbuka yang terkena sina]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Putri malu tumbuh liar ditepi jalan, lapangan terlantar, dan tempat-tempat terbuka yang terkena sina]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Berbahagialah wahai Orang Sakit (2008)]]></title>
<link>http://encikbaca.wordpress.com/2009/11/28/berbahagialah-wahai-orang-sakit-2008/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 08:29:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>Riduan  Khairi</dc:creator>
<guid>http://encikbaca.wordpress.com/2009/11/28/berbahagialah-wahai-orang-sakit-2008/</guid>
<description><![CDATA[Penulis :  Dr Muhammad Ar-Rukban &amp; Dr. Said bin Ali bin Wahf Al-Qahthani Penerbit : Pustaka At-T]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://encikbaca.wordpress.com/files/2009/11/232-275-large.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-333" title="232-275-large" src="http://encikbaca.wordpress.com/files/2009/11/232-275-large.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a>Penulis :  Dr Muhammad Ar-Rukban &#38; Dr. Said bin Ali bin Wahf Al-Qahthani</p>
<p>Penerbit : <a href="http://www.at-tibyan.com" target="_blank">Pustaka At-Tibyan </a>(2008)</p>
<p>Halaman : 122</p>
<p>Buku ini kecil sahaja. Bukan kitab, lebih sesuai dipanggil kutaiyyab (makalah kecil).</p>
<p>Namun tidak ada perkara kecil bagi manusia apabila melibatkan perintah Allah dan Rasul. Selagi mana makalah itu membicarakan ayat Allah dan Rasul, maka ia tidak kecil. Sebaliknya ia besar lebih besar seluruh alam dan seisisnya.</p>
<p>Bukankah di dalam Al-Quran ada memuatkan surah-surah yang sangat ringkas. Al-Ikhlas, Al-Kauthar, An-Nas, dan surah Al-Asr itu semuanya pendek dan ringkas. Namun ia memuat asas dan dasar agama.</p>
<p>Begitu agama mengajar kita. Kecil besar itu diukur menggunakan timbang tara Quran dan Sunnah bukan suara majoriti.</p>
<p><strong>Berbahagialah Wahai orang Sakit</strong></p>
<p>Buku ini merawat jiwa-jiwa yang cedera.</p>
<p>Pertama, ia sangat bermanfaat buat orang yang sakit fizikalnya. Pada bahagian kedua buku ini diceritakan tatacara wudhu dan ibadah bagi orang yang sakit.</p>
<p>Namun yang jauh lebih penting, jiwa yang luka adalah lebih parang dari jasad yang cedera.</p>
<p>Selain sakit fizikal, manusia juga diuji dengan rasa gelisah, gundah, kecewa, marah, dendam dan ujian-ujian yang lain.</p>
<p>Pengarang buku ini membawa ayuat-ayat Quran dan hadith-hadith Nabi yang menjelaskan penyakit hati.</p>
<p>&#8220;<em>Sungguh ajaib keadaan seorang mukmin, semua keadaannya pasti menjadi baik. Dan itu hanya dimiliki oelh seorang mukmin sahaja. Apabila dia memperoleh nikmat, ia akan bersyukur. Maka kesenangan itu akan menjadi kebaikan untuknya. Apabila ia tertimpa musibah, ia bersabar dan musibah itu akan menjadi kebaikan buat dirinya</em>.&#8221; (Hadis rekod Imam Muslim)</p>
<p>Bacalah buku ini. Jika selama ini kita hanya pernah mendengar, &#8220;hikmah di sebalik ujian&#8221;, maka buku ini memberi penjelasan dan kefahaman mengenaninya.</p>
<p>Saya percaya, selepas membaca buku ini, kita akan tenang dan redha melalui setiap ujian yang Allah taburkan di atas jalan kita. Keran kita tahu pada setiap onak dan duri itu akan ada pahala yang sangat besar tercatat.</p>
<p>Allah menyediakan syurga khusus buat orang-orang yang sabar, yaknik syurga Adnan.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Khasiat Lobak]]></title>
<link>http://apasajalah.wordpress.com/2009/11/28/khasiat-lobak/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 07:09:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>retdew</dc:creator>
<guid>http://apasajalah.wordpress.com/2009/11/28/khasiat-lobak/</guid>
<description><![CDATA[Tanaman yang memiliki nama Raphanus sativus L ini merupakan tumbuhan semusim. Memiliki ketinggian se]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft" title="lobak" src="http://i429.photobucket.com/albums/qq17/devitadoang/lobak.jpg" alt="" width="164" height="189" />Tanaman yang memiliki nama Raphanus sativus L ini merupakan tumbuhan semusim. Memiliki ketinggian sekitar 1 meter dengan batang yang lunak membentuk umbi bewarna putih pucat. Daun dari lobak berbentuk tunggal dengan buah lonjong berwarna cokelat.</p>
<p>Rasanya yang sedikit pedas dengan bau khas yang agak menyengat, membuat banyak orang kurang menyukai lobak. Padahal, menurut ilmu kedokteran tiongkok, lobak putih atau lobak Cina sangat baik untuk kesehatan dan organ vital manusia.</p>
<p><strong>Komposisi :</strong></p>
<p>Lobak mengandung karbohidrat, energi, vitamin, mineral, kalori, protein, lemak, kalsium, fosfor, serat, zat besi, vitamin B1, vitamin B2, Vitamin C, niacin, rafarin, rafanol dan minyak atsiri.</p>
<p><strong>Khasiat :</strong></p>
<p>* Mengatasi batuk dan bronkhitis<br />
* Menyembuhkan demam.<br />
* Mengusir wasir<br />
* Mengatasi sulit tidur atau insomnia<br />
* Dapat dimanfaatkan sebagai obat untuk mengatasi rematik<br />
* Kandungan enzim diastase pada lobak dapat melancarkan pencernaan dan mengahalangi penumpukan lemak dalam jaringan tubuh<br />
* Daun lobak berkhasiat menyembuhkan rasa ngilu di bagian perut<br />
* Dapat menetralisir racun rokok , karena mengandung minyak atsiri, rafanol dan rafarin<br />
* Mengonsumsi lobak secara rutin dipercaya dapat memperhalus kulit, karena kandungan vitamin C di dalam lobak berkhasiat sebagai antioksidan dan dapat menghambat senyawa melanin<br />
* Lobak juga dapat digunakan sebagai obat pelangsing tubuh karena lobak dapat mengurangi nafsu makan</p>
<p><strong>Cara penggunaan :</strong></p>
<p><strong>Batuk</strong><br />
Sediakan 5 buah akar lobak dan gula secukupnya. Parut lobak lalu peras dan disaring. Tambahkan gula secukupnya pada dan diamkan semalaman. Minum ramuan endapan lobak 1 kali sehari 1 ramuan. Ulangi selama 7 hari.</p>
<p><strong>Menetralisir racun rokok</strong><br />
Minumlah air perasan lobak tiap tiga bulan sekali.</p>
<p><strong>Nyeri di bagian perut</strong><br />
Ambil Lobak Cina lalu diparut dan diberi garam sedikit. Letakkan parutan dalam suatu wadah dan diamkan sekitar 5 jam. Setelah itu, saringlah air endapan lobak cina lalu minum air saringan lobak saat mau tidur. Untuk mendapatkan hasil yang sempurna ulangi cara ini 4 sampai 5 hari berturut-turut</p>
<p>Sumber: conectique.com</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Buta 30 Tahun, Bisa Melihat Lagi Berkat Mata Bionik]]></title>
<link>http://aespee.wordpress.com/2009/11/28/buta-30-tahun-bisa-melihat-lagi-berkat-mata-bionik/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 03:25:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>aespee</dc:creator>
<guid>http://aespee.wordpress.com/2009/11/28/buta-30-tahun-bisa-melihat-lagi-berkat-mata-bionik/</guid>
<description><![CDATA[Peter Lane Peter Lane mengira dia akan terus hidup dalam kegelapan akibat kebutaan yang dideritanya ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Peter Lane Peter Lane mengira dia akan terus hidup dalam kegelapan akibat kebutaan yang dideritanya ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Yuk Tanggulangi Lemak Berlebih di Tubuh!]]></title>
<link>http://apasajalah.wordpress.com/2009/11/27/yuk-tanggulangi-lemak-berlebih-di-tubuh/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 07:07:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>retdew</dc:creator>
<guid>http://apasajalah.wordpress.com/2009/11/27/yuk-tanggulangi-lemak-berlebih-di-tubuh/</guid>
<description><![CDATA[Banyak jalan yang dapat ditempuh untuk menghilangkan lemak tubuh berlebih dan mendapatkan tubuh yang]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Banyak jalan yang dapat ditempuh untuk menghilangkan lemak tubuh berlebih dan mendapatkan tubuh yang indah. Dari sekian banyak cara yang ada, cara terbaiknya adalah dengan cara yang natural.</p>
<p>Menghilangkan lemak tubuh secara natural sangat sehat dibandingkan jika Anda harus menelan pil penahan nafsu makan ataupun diet ketat yang menyebabkan Anda kelaparan.</p>
<p><!--more-->Hal utama dalam menghilangkan lemak secara natural adalah mengubah gaya hidup Anda. Mulailah berolah raga meski hanya 30 menit sehari. Jangan jadikan olah raga kewajiban, tapi jadikan olah raga sebagai hobi sehingga Anda tidak akan jenuh dan berat menjalaninya.</p>
<p>Perlahan tapi pasti, tingkatkan durasi olahraga. Jika pada minggu pertama Anda berolah raga 30 menit sehari, tingkatkan durasinya menjadi 40 hingga 45 menit pada minggu ke-dua hingga Anda terbiasa berolah raga satu hingga dua jam setiap harinya.</p>
<p>Setelah Anda terbiasa dengan berolah raga, tingkatkan olah raga tersebut ke tingkatan yang lebih tinggi. Jika Anda biasanya melakukan jalan pagi, tingkatkan intensitasnya menjadi jogging atau jalan cepat. Dengan meningkatkan intensitas olah raga yang Anda lakukan, maka kalori yang terbakar akan semakin banyak.</p>
<p>Kemudian yang harus diperhatikan adalah pola makan sehari-hari. Kurangi porsi makanan Anda dari biasanya. Hindari makanan yang kaya akan lemak seperti fastfood. Kurangi juga kudapan yang Anda makan setiap harinya.</p>
<p>Lantas bagaimana caranya agar merasa kenyang? Minumlah segelas air putih setiap sebelum makan. Ganti juga kudapan dengan buah-buahan yang kaya akan vitamin dan lemak tak jenuh.</p>
<p>Perhatikan juga pola tidur Anda. Terkadang memang sulit untuk menghindari ajakan teman berpergian hingga larut di akhir pekan. Kurangnya istirahat akan merusak diet natural ini, jadi jangan sia-siakan usaha Anda di akhir pekan.</p>
<p>Menjaga motivasi Anda untuk menghilangkan lemak tubuh, menjadi salah satu bagian yang sulit. Karena biasanya setelah satu bulan dan target penurunan berat badan tidak berhasil, maka kebanyakan dari Anda akan frustasi dan perlahan-lahan kembali ke gaya hidup sebelumnya. Oleh karena itu, jangan terburu-buru dan dijadikan beban hidup.</p>
<p>Sumber: detikhot</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sakit]]></title>
<link>http://zidni140209.wordpress.com/2009/11/27/sakit/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 18:30:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>Zidni Ilman Nafi'a</dc:creator>
<guid>http://zidni140209.wordpress.com/2009/11/27/sakit/</guid>
<description><![CDATA[Luka ini terasa sakit hanya beberapa hari sampai dia menutup lagi dengan meninggalkan bekas, dan luk]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Luka ini terasa sakit hanya beberapa hari sampai dia menutup lagi dengan meninggalkan bekas, dan luk]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pertanda Penyakit Kronis yang Tidak Boleh Dianggap Sepele]]></title>
<link>http://apasajalah.wordpress.com/2009/11/26/pertanda-penyakit-kronis-yang-tidak-boleh-dianggap-sepele/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 07:03:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>retdew</dc:creator>
<guid>http://apasajalah.wordpress.com/2009/11/26/pertanda-penyakit-kronis-yang-tidak-boleh-dianggap-sepele/</guid>
<description><![CDATA[Banyak penyakit yang berawal dari ketidaktahuan mengenai gejalanya. Ketika sudah masuk stadium lanju]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Banyak penyakit yang berawal dari ketidaktahuan mengenai gejalanya. Ketika sudah masuk stadium lanjut, penyakit itu pun baru terdeteksi. Beruntung jika masih tertolong dan dapat diobati. Untuk itu kenali sejak dini penyakit lewat tanda-tanda kecil yang sering dianggap sepele.</p>
<p>Dikutip dari Health, Jumat (23/10/2009), ada 4 gejala yang kelihatannya sepele tapi bisa memicu penyakit kronis.</p>
<p><strong>1. Pusing dan nafas pendek</strong></p>
<p><!--more-->Gejala ini adalah pertanda ada sesuatu yang menghambat paru-paru. Gejala ini dikenal dengan Pulmonary Embolism (PE). Terhambatnya oksigen yang masuk ke dalam tubuh oleh zat asing seperti racun dalam rokok atau polusi menyebabkan aliran oksigen dalam darah berkurang.</p>
<p>Akibatnya paru-paru perlu bekerja ekstra keras untuk mendapatkan oksigen. Meskipun terlihat sepele, tapi kondisi ini ternyata telah membawa 60.000 orang di Amerika pada kematian. Orang gemuk berisiko lebih besar terkena PE. Jadi, hati-hati jika sudah ada gejala itu.</p>
<p><strong>2. Sakit tenggorokan yang tidak kunjung sembuh</strong></p>
<p>Waspada dengan gejala satu ini, karena bisa jadi itu pertanda serangan jantung. Perempuan dilaporkan lebih banyak mengalami gejala ini. Selain sakit tenggorokan, perasaan mual dan berkeringat pun biasa terjadi sebelum serangan jantung.</p>
<p>Sementara itu, gejala umum serangan jantung seperti nyeri dada dan lengan lebih banyak dialami pria. Berdasarkan American Heart Association, tiap tahunnya penyakit jantung membunuh 16.000 wanita Amerika di bawah 55 tahun sedangkan 40.000 lainnya harus masuk rumah sakit.</p>
<p><strong>3. Vagina berdarah</strong></p>
<p>Jika area kewanitaan Anda berdarah di luar masa menstruasi seharusnya, berarti ada masalah pada vagina. Menurut William Fuller, MD dari Department of Obstetrics and Gynecology Presbyterian/St. Lukes Medical Center, Denver, kemungkinannya bisa jadi posisi kandungan (jika sedang hamil) yang tidak benar, inflamasi (peradangan) leher rahim, bahkan kanker rahim. Sebaiknya periksakan ke dokter segera jika timbul bercak darah di celana dalam.</p>
<p><strong>4. Gangguan perut</strong></p>
<p>Ketika Anda sering mengalami diare, kejang-kejang atau dubur berdarah, jangan tunggu sampai sembuh dengan sendirinya. Gejala-gejala tersebut merupakan tanda penyakit Bowel Disease (penyakit perut). Jika sudah kronis, bisa menimbulkan kanker usus besar. Jika terus didiamkan, bisa jadi muncul kanker ovarium, yang awalnya ditandai dengan masalah pencernaan seperti susah mencerna, perut kembung atau konstipasi.</p>
<p>Sumber: detikcom</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kind Of Hurt...]]></title>
<link>http://ngocehdi.wordpress.com/2009/11/26/kind-of-hurt/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 00:07:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>Si Ngoceh</dc:creator>
<guid>http://ngocehdi.wordpress.com/2009/11/26/kind-of-hurt/</guid>
<description><![CDATA[Setelah melewati malam yang menyesakkan, akhirnya saia putuskan untuk sedikit bercerita disini]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Setelah melewati malam yang menyesakkan, akhirnya saia putuskan untuk sedikit bercerita disini&#8230; </p>
<p>Permasalahan klasik yang lagi-lagi datang dalam kehidupan saia sebagai manusia. Permasalahan yang tidak akan ada habis dibahas hingga akhir zaman&#8230;<br />
Ya, ini adalah cinta&#8230;</p>
<p><!--more--><br />
Beberapa waktu terakhir saia dekat dengan seseorang, kita sebut saja dengan &#8220;X&#8221;&#8230;<br />
Saia dan X berada dalam hubungan yang agak sedikit abu-abu. Lebih dari teman, lebih dari sahabat tapi kami tidak berpacaran&#8230;<br />
Hingga pada suatu saat timbul sebuah pertanyaan, akan dibawa kemana semua ini. Dan saia mempercayai cinta datang karena terbiasa. Kebiasaan bersama itulah yang membuat akhirnya perasaan KEMBALI mengalahkan logika&#8230;</p>
<p>Awalnya si X yang menanyakan tentang kejelasan hubungan, dan itu sempat membuat saia berpikir hal yang sama. Pada saat itu saia belum bisa memberikan keputusan dan kepastian. Tapi beberapa hari kemudian saia kembali menanyakan hal yang sama kepada X, aneh nya kali ini X yang tidak bisa memberikan jawaban dan meminta saia untuk menunggu&#8230;<br />
Dan akhirnya saia bersedia menunggu. Namun hari-hari yang terlewati setelah itu semakin menyakitkan buat saia. Perasaan mulai menutup mata dan telinga logika untuk berpikir dan bertindak logis. Semuanya begitu menyesakkan dan saia tetap saja menanti akan hadir nya sebuah kepastian&#8230;</p>
<p>Setelah kembali membahas semua nya bersama, saia mendengarkan semua pendapatnya. X bilang kalo dia belum yakin terhadap saia, ada sesuatu yang mengganjal katanya. Tapi X tidak tahu apa itu&#8230;<br />
Saia mencoba meyakinkan nya bahwa saia sudah serius. Karena bagi saia setiap hubungan dan kedekatan itu adalah hal serius bukan hanya untuk kesenangan semata. Dan pada akhirnya saia kembali mendapatkan jawaban yang mengambang&#8230;</p>
<p>Hingga pada suatu hari, X bercerita ada orang lain juga yang sedang MENDEKATI ny (sebut saja Z)&#8230;<br />
Saia menanggapi nya dengan hati terbuka. Inilah kehidupan cinta, pasti akan ada persaingan di dalamnya. Yang saia lakukan hanyalah mencoba meyakinkannya bahwa saia serius dan bukan untuk main-main&#8230;</p>
<p>
Tapi kenyataan apa yang saia dapat?<br />
X tiba-tiba saja menghindari saia. Sms gak dibalas, telepon gak diangkat. Saia mulai curiga, dan bertekad harus mendapatkan penjelasan&#8230;<br />
Ternyata di hari X bercerita bahwa Z sedang mendekati nya kurang lebih selama seminggu terakhir, tenyata malamnya mereka telah jadian&#8230;<br />
Tiada kata maaf, tidak penjelasan. X langsung saja menghilangkan diri nya dari saia. Apa dia sadar bahwa saia adalah manusia biasa yang punya perasaan??? <br />
Y Allah, ternyata dari pengalaman-pengalaman pahit yang saia alami selama ini masih ada pengalaman yang lebih pahit lagi&#8230;<br />
Tapi apa yang bisa saia lakukan? Saia memang bukan siapa-siapa&#8230;</p>
<p>
Cinta itu memang kejam, cinta itu memang menyakitkan&#8230;<br />
Saia tidak akan menyalahkan siapa-siapa, yang salah adalah diri saia sendiri. Dan kini saia mencoba bangkit untuk kesekian kalinya. Kembali berdiri dan bersiap untuk mungkin jatuh kembali di lain hari. Masih banyak bagian tubuh yang belum terluka, mungkin saia akan mendapatkan luka dalam bentuk kisah yang lain&#8230;<br />
Ada teman yang menasehati, &#8220;sakit yang kamu terima sekarang ini bukan cuma sekedar luka, tapi pelajaran yang harus kamu ambil maknanya. Pandanglah masalah ini dari sisi lain maka kamu akan bisa melihat semuanya menjadi baik&#8221;&#8230;</p>
<p>
That&#8217;s one of my life story&#8230;<br />
That&#8217;s one of my hurt and my lesson&#8230;<br />
Thanks for reading, happy blogging everyone&#8230; =]</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[OMG... Sariwawan,, Arrggghhh!]]></title>
<link>http://ouhmaigoat.wordpress.com/2009/11/25/omg-sariwawan-arrggghhh/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 05:41:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>ouhmaigoat</dc:creator>
<guid>http://ouhmaigoat.wordpress.com/2009/11/25/omg-sariwawan-arrggghhh/</guid>
<description><![CDATA[Sekarang gw lagi sariawan, sariawan itu datang rutin hampir tiap bulan. Kaya cewe aja ada problem bu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sekarang gw lagi sariawan, sariawan itu datang rutin hampir tiap bulan. Kaya cewe aja ada problem bu]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Maafkan Diriku, Sobat]]></title>
<link>http://alamendah.wordpress.com/2009/11/24/maafkan-diriku-sobat/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 12:46:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>alamendah</dc:creator>
<guid>http://alamendah.wordpress.com/2009/11/24/maafkan-diriku-sobat/</guid>
<description><![CDATA[Maafkan diriku jika sepuluh hari terakhir saya jarang bloghicking (blogwalking) dan mengunjungi blog]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Maafkan diriku jika sepuluh hari terakhir saya jarang bloghicking (blogwalking) dan mengunjungi blog]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Setangkai Mawar]]></title>
<link>http://jiwamembumi.wordpress.com/2009/11/24/setangkai-mawar/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 09:17:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>Jiwa Membumi</dc:creator>
<guid>http://jiwamembumi.wordpress.com/2009/11/24/setangkai-mawar/</guid>
<description><![CDATA[Setangkai mawar jatuh dipangkuanku menyisakan gores-gores luka perih kulitku berdarah namun aku ters]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Setangkai mawar jatuh dipangkuanku menyisakan gores-gores luka perih kulitku berdarah namun aku ters]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sakit Beneran]]></title>
<link>http://mioariefiansyah.wordpress.com/2009/11/24/sakit-beneran/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 04:18:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>mioariefiansyah</dc:creator>
<guid>http://mioariefiansyah.wordpress.com/2009/11/24/sakit-beneran/</guid>
<description><![CDATA[Baru kali ini aku mengalami sakit yang cukup serius. Gimana nggak dibilang serius, selama ini aku te]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Baru kali ini aku mengalami sakit yang cukup serius. Gimana nggak dibilang serius, selama ini aku termasuk salah satu orang yang jarang sakit. Bilapun sakit yah paling-paling yang ringan-ringan aja seperti: batuk, flu, pusing, sakit perut, dan lain-lain, dengan jangka waktu yang relatif singkat. Tapi kali ini sakit yang aku alami benar-benar serius.</p>
<p style="text-align:justify;">Kronologis kejadian:<!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Rabu 18 November =&#62; pulang mengajar sebenarnya sudah ada tanda-tanda pusing dan demam, tapi masih tak kupedulikan. Aku melanjutkan dengan pekerjaanku yang lain, yaitu menulis, beres-beres rumah, serta memasak. Malamnya juga masih kulanjutkan dengan menulis, hingga pada pukul 22.00 WIB aku merasa kepalaku sangat berat dan tidak kuat lagi. Demam. Tapi demam yang kurasakan kali ini sungguh tidak biasa. Meski begitu aku masih belum sadar, aku pikir ya demam biasa. Maka ketika suami menyarankan agar besok nggak usah masuk, aku tetap &#8220;ngeyel&#8221; dan &#8220;meyakinkan dia agar aku diizinkan masuk.</p>
<p style="text-align:justify;">Kamis, 19 November =&#62; saat mengajar sebenarnya badanku sudah merasa tidak begitu enak, walau sudah minum obat yang dibelikan suami malam-malam kemarin, tapi masih merasa tak enak badan juga. Sekarang malah ditambah dengan mual dan demam yang semakin tinggi. Pulang dari mengajar, untuk menghilangkan pusing dan mual, aku dan teman-teman sengaja jajan mie ayam super pedes. Malamnya demam tinggi  hingga mengigau sama jungkir balik badan saking panasnya, sampai suamiku khawatir banget kalau-kalau aku gak &#8220;nutut&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Jumat, 20 November =&#62; ada acara Outbound, awalnya tak masalah tapi pas pulang, luar biasa pengen muntah dan demam tinggi. Malamnya, sama seperti malam-malam sebelumnya, demam plus mengigau hingga aku dan  suamiku saling bertransfer panas.</p>
<p style="text-align:justify;">Sabtu 21 November 2009 =&#62; bersama suami ke Rumah Sakit Mitra Keluarga di Bekasi Timur. Setelah menjalani pemeriksaan dan tes darah, baru diketahui bahwa aku terserang gejala <em>thypus abdominal atau typhoid fever</em> yang tergolong berat dan berbahaya<a href="http://yusaksunaryanto.wordpress.com/2008/04/07/gejala-penyakit-typus/" target="_blank">*</a>. Kaget luar biasa, karena sebelumnya aku tidak pernah menderita sakit ini. Harus <em>bed rest </em>lagi. Ya Allah, jadilah segala rencana yang aku buat selama bulan November kali ini gatot (gagal total), tapi mo bagaimana lagi, siapa juga yang menginginkan sakit. Yah smoga sakitku membawa hikmah dan menggugurkan dosa-dosaku. Smoga sgala cita-citaku dan suamiku terkabul, karena doa orang sakit kan mustajab katanya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Yah semoga.</p>
<p style="text-align:justify;">Hari ini, lumayan mending walau belum sembuh total dan sesuai dokter harus <em>bed rest</em> yang bener2 ngebosenin ini. Tapi mo gimana lagi. Yah Alhamdulillah, tadi Ibu-Ibu cantik dan baik hati menjenguk dan mengabarkan. Ternyata di kota yang jauh dari ramah ini, masih ada juga orang yang berjiwa sosial. Makasih Allah. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Postingan selanjutnya tentang<a href="http://mioariefiansyah.wordpress.com/2009/11/24/typus/" target="_blank"> <em>thypus abdominal atau typhoid fever</em></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Atur Ulang Jadwal]]></title>
<link>http://indaharum.wordpress.com/2009/11/24/atur-ulang-jadwal/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 20:35:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>indaharum</dc:creator>
<guid>http://indaharum.wordpress.com/2009/11/24/atur-ulang-jadwal/</guid>
<description><![CDATA[Dua harian tidak menulis kok sepertinya ada yang kurang ya? Alhamdulillah, hari ini aku sudah sembuh]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Dua harian tidak menulis kok sepertinya ada yang kurang ya? Alhamdulillah, hari ini aku sudah sembuh]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
