Sedihmu. Marahmu. Hitam-mu. Deritaku. Harus berubah? Sedikit memutar haluan!… more →
...hidup penuh warna…nureldaya wrote 1 year ago: Sedihmu. Marahmu. Hitam-mu. Deritaku. Harus berubah? Sedikit memutar haluan! … more →
nureldaya wrote 1 year ago: Menjadilah aku semesta, dan damai tercipta. Damaiku karela akulah semesta yang melahirkanmu, gunung! … more →
nureldaya wrote 1 year ago: …..Dan dalam tawa dan tangis aku mengutukmu…. Aku benci kau bintang karena setiap or … more →
nureldaya wrote 1 year ago: Datanglah ke Jogja, dan coba menetap setidaknya beberapa bulan saja. Dan nikmati hidangannya. Kecand … more →
nureldaya wrote 1 year ago: Sungguh….. Tapi…. ? ? ? “ ! ; * ~ , $ ) + ‘ = % ? / > ! !! ??? … . … more →
nureldaya wrote 1 year ago: Ini adalah cerpen jaman dulu kala…. Cerpen pertamaku dimuat di harian Suara Merdeka tahun 2001 … more →
nureldaya wrote 1 year ago: Bongkar2 file….eh ketemu sama beberapa puisi yang sempat kutulis waktu masa mudaku dulu… … more →
nureldaya wrote 1 year ago: Sebuah bencana….meninggalkan lara, berjuta rasa terkubur, berjuta rasa terhampar. Tapi… … more →
nureldaya wrote 1 year ago: Dimensi spiritual manusia adalah sesuatu yang sangat bersifat personal/individual. Tuhan mempunyai b … more →
nureldaya wrote 1 year ago: Bangsa Liliput; Hanya sebuah puisi mengenang kisah sebuah bangsa yang tak mampu menolak kemunafikan … more →
nureldaya wrote 1 year ago: Masuk bulan februari….. jadi inget tahun 2003-an dulu pernah mbaca puisi ini dalam acara hahih … more →