Tags » Sastra

Di Sini

Dan kamu berbisik,
Diam
Tenanglah!
aku tengah menatap
dunia
dalam mata cokelatmu
yang terang itu.
dan aku lihat,
hujan.

Art

Bias Dalam Abu

Dalam diri kita menatap, menjurus pada waktu. Dalam waktu kita bermenung, melongok pada potret yang bergulir. Dalam potret kita mengulas, mencari memori dalam akal. Dalam akal kita bertengkar, menunjuk pada apa yang terasa, benar. 158 more words

Sastra

Suatu senja dikala itu

Suatu senja dipinggir suatu tempat.”Hai”.ia menyapa.”Hai”.ia menyapa lagi.”Hai”.untuk ketiga kalinya ia menyapa.”Baiklah,aku nampak mengganggumu.maaf.tapi bolehkan aku sekedar nememanimu bermenung disini?”.aku hanya mengangguk.kami menikmati senja dalam diam.menatap mentari dilahap sang laut.mendengar kicau belibis di seberang.”Boleh kutau siapa namamu?”.”…….”.aku hanya terdiam.”Aku akan terus menemanimu”. 319 more words

Sastra

salahkah jika itu benar

salah, benar, salah, benar.. semua hal yang telah terjadi, semua hal yang terulang. dapatkah hati berbuat salah? dapatkah keadaan berbuat salah? ataukah logika yang memicu salah? 203 more words

Sastra

Di Tetes Ujung Jalan

Tes, tes, tes, tes, tes.. Rintik hujan ini menemani pagiku, di sebuah cafe di pojok jalan sana. Aku hanya termangu sembari merangkul bayangku. Menikmati waktuku, dengan ditemani sang rintik. 226 more words

Sastra

Mata Angin

Lilin kecil meredup menatap bayangnya. Bingung mencari penerang yang membakar dirinya. Kabut menutupi terangnya, dan hembusan angin seakan mengguncangnya. Lilin itu bertanya pada dirinya, tentang apa yang menyesak sumbunya. 377 more words

Sastra

dan airpun mengeras

rembulan pun bagai guntingan kertas yang telah usang

seusang itulah rasa yang mengendap

mengarat hingga mengikis

hingga duga pun terbit

mengembalikan apa yang telah menimbun… 28 more words

Sastra