<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>sejarah-balap-harley-davidson &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/sejarah-balap-harley-davidson/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "sejarah-balap-harley-davidson"</description>
	<pubDate>Fri, 24 May 2013 00:36:34 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Sejarah Balap Harley-Davidson, From Zero To Hero]]></title>
<link>http://delapandunia.wordpress.com/2012/03/30/sejarah-balap-harley-davidson-from-zero-to-hero/</link>
<pubDate>Fri, 30 Mar 2012 12:31:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>apriliananda</dc:creator>
<guid>http://delapandunia.wordpress.com/2012/03/30/sejarah-balap-harley-davidson-from-zero-to-hero/</guid>
<description><![CDATA[1921, ketika teknologi masih merangkak menuju modernisasi, ketika manusia masih nyari jati diri, dan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://delapandunia.files.wordpress.com/2012/03/balap-5.jpg"><img class="alignleft  wp-image-68" title="balap 5" src="http://delapandunia.files.wordpress.com/2012/03/balap-5.jpg?w=403&#038;h=302" alt="" width="403" height="302" /></a>1921, ketika teknologi masih merangkak menuju modernisasi, ketika manusia masih nyari jati diri, dan ketika dunia masih carut-marut karena perang, muncul sebuah motor yang menang adu lari berkecepatan rata-rata 100 mil/jam (setara 160 km/jam). Pertama dalam sejarah.</p>
<p>Mau tahu motor apa? Tentu Harley-Davidson (H-D). Sejak saat itu, kuda besi yang lahir di Milwaukee-AS tersebut selalu menggores rekor. Di dunia balap, H-D cukup disegani, meski balapan yang diikuti kurang populer dan cuma dihelat di beberapa kawasan negeri Paman Sam.</p>
<p>Kejayaan di trek balap itu berlanjut sampai sekarang. Hingga musim balap 2011 lalu pada <em>NHRA Powerade Pro Stock Motorcycle Championship</em>, tim Screamin’ Eagle/Vance &#38; Hines Harley-Davidson dipandang sebagai momok seram. Hingga seri balap berakhir, dua pebalap mereka, Eddie Krawiec dan Andrew Hines berada di posisi 1-2.</p>
<p>Yap, balapan adalah simbol kejayaan sebuah pabrikan sampai sekarang. Apalagi, H-D adalah salah satu pabrikan pelopor di dunia, membuatnya harus bersaing merebut pasar di antara sekitar 150 pabrikan lain pada 1911.</p>
<p>MENANG SEJAK AWAL</p>
<p>Indikasi H-D jadi kampiun sudah muncul di awal pabrikan ini dibangun. Pada 1908, Walter Davidson, presiden dan <em>co-founder</em> Harley-Davidson, menunggangi H-D bermesin satu silinder dan memenangi <em>event</em> yang diselenggarakan <em>Federation of American Motorcyclist</em>.</p>
<p>Itu adalah kontes kekuatan dan ketahanan motor di <em>Held Arena</em> <em>Dirt Road</em>, Catskill Mountains, New York. Di antara 65 kompetitor pada lomba dua hari <em>full</em> dengan jarak lebih dari 365 mil itu, tak satu pun yang sanggup menandingi performa semanis Davidson. Dia dan mesinnya menjadi satu-satunya elemen yang mencetak nilai sempurna.</p>
<p><a href="http://delapandunia.files.wordpress.com/2012/03/brinck1.jpg"><img class="alignleft  wp-image-69" title="brinck1" src="http://delapandunia.files.wordpress.com/2012/03/brinck1.jpg?w=300&#038;h=236" alt="" width="300" height="236" /></a></p>
<p>Beberapa tahun kemudian, Harley-Davidson menambah kecepatan lewat berbagai <em>setting</em> kendaraan. Sebuah rekor baru tengah dikejar di Bakersfield Road Race, California, 1912. Ajang itu adalah tes ketahanan di atas trek berlumpur yang paling popular di zamannya.</p>
<p>Bisa ditebak, <em>Wrecking Crew</em> (sebutan untuk tim dan pebalap Harley-Davidson) saat itu benar-benar <em>untouchable</em>! Melaju sendirian tanpa tandingan. Tapi gara-gara Perang Dunia I, lomba tertunda, dan pada 1920, tim H-D kembali di lingkaran kemenangan.</p>
<p>Setelah H-D mampu memenangi Daytona, balapan terpopuler di AS pada 1969, program promosi lewat ajang adu kecepatan mulai menemui jalan buntu. Saat itu, perusahaan mengalami kesulitan finansial. Beberapa saat kemudian, <em>support</em> untuk tim sudah tak lagi mengalir. Akhirnya, Harley-Davidson <em>say</em> <em>good bye</em> untuk balapan yang ikut andil membesarkan namanya pada 1973.</p>
<p>KEBANGKITAN TIM LEGENDARIS</p>
<p>Pada 1994, Harley-Davidson <em>comeback</em> ke <em>top level</em> untuk <em>professional road racing</em> mengandalkan <em>VR 1000 Superbike Race Team</em>. Sembari putar memori ketika tampil garang selama bertahun-tahun di arena balap, kemenangan demi kemenangan kembali direngkuh.</p>
<p>Namun, tak berapa lama, VR 1000 dirasa tak kompetitif dalam ajang seri balap AMA Superbike. Gerak cepat, perusahaan menyiapkan pengganti. VR 1000 Superbike <em>racing program</em> diselamatkan oleh teknologi terbaru. <em>liquid-cooling</em> dan <em>electronic fuel injection</em> dijadikan teknologi andalan. Lahirlah VRSCA V-Rod, yang hingga sekarang masih dipakai sebagai <em>gaco</em>.</p>
<p>Pada 2002, Harley-Davidson me-<em>launching</em> tim Screamin&#8217; Eagle/Vance &#38; Hines Pro Stock Motorcycle untuk mengikuti <em>NHRA POWERade Drag Racing Series</em>, <em>drag race</em> professional Amerika. Menang</p>
<p>Harley-Davidson mampu melakukan lebih baik lagi dari sekadar memenangi drag race yang hanya seperempat mil. Motor Harley-Davidson juga mampu diajak lari kencang dalam <em>dirt race</em>. Tim <em>Screamin&#8217; Eagle AMA Ford Quality Checked Flat Track</em> dirancang juga untuk menang. Para <em>Wrecking Crew</em> seperti Jared Mees dan Bryan Smith sudah mempersembahkan tempat tiga besar di klasemen akhir pada 2006 lalu.</p>
<p class="jetpack-slideshow-noscript robots-nocontent">This slideshow requires JavaScript.</p><div id="gallery-67-2-slideshow"  class="slideshow-window jetpack-slideshow" data-width="984" data-height="410" data-trans="fade" data-gallery="[{&quot;src&quot;:&quot;http:\/\/delapandunia.files.wordpress.com\/2012\/03\/balap-5.jpg&quot;,&quot;id&quot;:&quot;68&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;},{&quot;src&quot;:&quot;http:\/\/delapandunia.files.wordpress.com\/2012\/03\/brinck1.jpg&quot;,&quot;id&quot;:&quot;69&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;},{&quot;src&quot;:&quot;http:\/\/delapandunia.files.wordpress.com\/2012\/03\/hepburn.jpg&quot;,&quot;id&quot;:&quot;70&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;},{&quot;src&quot;:&quot;http:\/\/delapandunia.files.wordpress.com\/2012\/03\/petrali2.jpg&quot;,&quot;id&quot;:&quot;71&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;},{&quot;src&quot;:&quot;http:\/\/delapandunia.files.wordpress.com\/2012\/03\/balap.jpg&quot;,&quot;id&quot;:&quot;72&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;},{&quot;src&quot;:&quot;http:\/\/delapandunia.files.wordpress.com\/2012\/03\/petrali1.jpg&quot;,&quot;id&quot;:&quot;73&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;},{&quot;src&quot;:&quot;http:\/\/delapandunia.files.wordpress.com\/2012\/03\/balap-3.jpg&quot;,&quot;id&quot;:&quot;74&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;},{&quot;src&quot;:&quot;http:\/\/delapandunia.files.wordpress.com\/2012\/03\/photo4.jpg&quot;,&quot;id&quot;:&quot;75&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;}]"></div>
		<style>
		#gallery-67-2-slideshow .slideshow-slide img {
			max-height: 410px;
			/* Emulate max-height in IE 6 */
			_height: expression(this.scrollHeight >= 410 ? '410px' : 'auto');
		}
		</style>
		
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
