<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>sekolah-menengah-kejuruan &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/sekolah-menengah-kejuruan/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "sekolah-menengah-kejuruan"</description>
	<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 06:06:34 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Dini ABG SMK Sekretaris]]></title>
<link>http://enjotaja.wordpress.com/2009/12/18/dini-abg-smk-sekretaris/</link>
<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 13:58:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>enjotaja</dc:creator>
<guid>http://enjotaja.wordpress.com/2009/12/18/dini-abg-smk-sekretaris/</guid>
<description><![CDATA[http://rapidshare.com/files/322480237/Dini_SMK_Sekretaris.wmv]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://img248.imagevenue.com/img.php?image=43530_Dini_SMK_Sekretaris_122_564lo.jpg" target="_blank"><img src="http://img248.imagevenue.com/loc564/th_43530_Dini_SMK_Sekretaris_122_564lo.jpg" border="0"></a></p>
<p><code>http://rapidshare.com/files/322480237/Dini_SMK_Sekretaris.wmv</code></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tentang PIKA]]></title>
<link>http://whyhumancanbreath.wordpress.com/2009/09/02/3/</link>
<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 08:51:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>whyhumancanbreath</dc:creator>
<guid>http://whyhumancanbreath.wordpress.com/2009/09/02/3/</guid>
<description><![CDATA[PIKA atau Pendidikan Industri Kayu Atas adalah lembaga pendidikan kayu terdiri dari pendidikan setin]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="aligncenter size-full wp-image-4" title="logo pika" src="http://whyhumancanbreath.wordpress.com/files/2009/09/logo-pika.jpg" alt="logo pika" width="220" height="220" /><br />
PIKA atau Pendidikan Industri Kayu Atas adalah lembaga pendidikan kayu terdiri dari pendidikan setingkat sekolah menengah kejuruan (Sekolah Menengah Teknik Industri Kayu) dan sekolah tinggi. Berlokasi di Jalan Imam Bonjol No 96, Semarang.<br />
PIKA menyelenggarakan training di bidang perkayuan dan furniture di sepanjang tahun. Konsultasi mengenai ISO dan uji kompetensi SMK juga diberikan oleh institusi PIKA. Produk hasil industri perkayuan seperti mebel rumah tangga atau perkantoran, juga diproduksi oleh PIKA sesuai dengan permintaan atau kebutuhan pribadi, organisasi atau industri.<br />
Sejarah<br />
Pada tanggal 25 Maret 1953, Br. Joseph Haeken, SJ dengan dibantu karyawan 23 orang merintis Kebun Kaju. Kebun Kaju adalah bengkel penggergajian kayu, yang menangani perbaikan dan pengadaan perabot kayu untuk gereja, biara, dan sekolah-sekolah Misi.<br />
Pada tanggal 30 Mei 1963 Br. Paul Wiederkehr, SJ dari Swis, seorang ahli di bidang industri kayu datang ke Kebun Kaju. Tugas khususnya adalah untuk mempersiapkan pendirian sekolah teknik perkayuan. Berdasarkan SK Yayasan Kanisius tgl 10 November 1968 dicobalah sekolah percobaan bernama STKK (Sekolah Teknik Kebun Kaju) dengan lama pendidikan 2 tahun.<br />
Lalu pada tanggal 30 Juli 1971, dengan izin P.Provinsial nama STKK berubah PIKA (Pendidikan Industri Kayu Atas). PIKA dibagi dua menjadi Unit Sekolah (bengkel Latiahan Satu) and Unit Produksi (bengkel Latihan Dua). Dengan Berjalannya waktu maka PIKA menjadi SMTIK (Sekolah Menengah Teknologi Industri Kayu) dengan lama belajar 4 tahun.<br />
Tahun 1973 Tingkat II dibuka dengan lama belajar 2 tahun. Pada tahun 1985 ditetapkan bahwa tingkat II hanya akan dibuka tiap 2 tahun karena seleksi yang ketat mendapatkan sedikit yang dapat terus melaju ke Tingkat II.<br />
Sasaran Tingkat I adalah mendapatkan tenaga trampil untuk operator mesin sedangkan Tingkat II untuk mendapatkan manajer produksi.<br />
Tahun 1991 dibukalah program seminar perkayuan di PIKA untuk karyawan, pengrajin dan guru SMK Indonesia.Program ini dinamakan &#8220;Pusat Pelatihan dan Pengembangan Industri Kayu&#8221; (PPPIK).<br />
Tahun 1992 berdirilah &#8220;Lembaga Pendidikan Desain Interior&#8221; (LPDI) dengan lama pendidikan 2 tahun dengan jumlah mahasiswa 20 orang tiap angkatan. Mahasisiwanya disaring dari lulusan SMU SMK yang berbakat dibidang menggambar. Tujuannya adalah menjembatani antara Arsitek dan Tukang dalam memahami pembacaan gambar dan konstruksi kayu yang baik.<br />
Tahun 2000 Tingkat II bernama &#8220;Lembaga Pendidikan Manajemen Industri Kayu&#8221; (LPMIK) PIKA yang dijaring dari Lulusan Tingkat I dan alumni PIKA Tingkat I dengan test khusus. Yang diterima antara 12-16 mahasiswa per-angkatan . Lama Belajar tetap 2 tahun.<br />
Tanggal 5 Juni 2000 Br. Paul Wiederkehr SJ menyerahkan kepemimpinan PIKA kepada Y. Joko Tarkito SJ alumnus PIKA angkatan 8 sebagai direktur</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Buku Sekolah Elektronik (SMK)]]></title>
<link>http://phoet12a.wordpress.com/2009/06/06/buku-sekolah-elektronik-smk/</link>
<pubDate>Sat, 06 Jun 2009 19:06:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>phoet12a</dc:creator>
<guid>http://phoet12a.wordpress.com/2009/06/06/buku-sekolah-elektronik-smk/</guid>
<description><![CDATA[Daftar buku sekolah elektronik untuk tingkat Sekolah Menengah Kejuruan: Kelas 10 kelas10-teknik_penc]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Daftar buku sekolah elektronik untuk tingkat Sekolah Menengah Kejuruan: Kelas 10 kelas10-teknik_penc]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Science Gallery Sabuga, Museum IPTEK-nya Bandung]]></title>
<link>http://coretankelambu.wordpress.com/2009/05/08/science-gallery-sabuga-museum-iptek-nya-bandung/</link>
<pubDate>Fri, 08 May 2009 14:46:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>Yudha P Sunandar</dc:creator>
<guid>http://coretankelambu.wordpress.com/2009/05/08/science-gallery-sabuga-museum-iptek-nya-bandung/</guid>
<description><![CDATA[Siang yang jemu dan panas itu nampaknya tak mempengaruhi seratusan anak-anak Sekolah Dasar untuk ber]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Siang yang jemu dan panas itu nampaknya tak mempengaruhi seratusan anak-anak Sekolah Dasar untuk beraktivitas. Teriakan kegembiraan mereka terdengar hingga ke seluruh ruangan yang luasnya lebih dari setengah luas lapangan bola. Berlarian ke sana-kemari sembari mencoba-coba beberapa peralatan model, adalah hal yang mereka lakukan.</p>
<p><img class="alignleft" style="margin:5px;" title="anak2 on galeri iptek" src="http://www.cybermosque.com/gambar/salman_todaygambar359besar.jpg" alt="" width="300" height="225" />Anak-anak tersebut bukanlah tanpa kendali karena kepanasan. Mereka malah sedang bermain-main dengan alat-alat ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di Science Gallery Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Jl. Tamansari No. 73, Bandung.</p>
<p>Nanang Nasrullah, pengelola Science Gallery Sabuga, menjelaskan bahwa galeri yang terletak di lantai 4 gedung Sabuga ini, telah ada sejak tahun 1997. Alat peraga yang ditampilkan pun didatangkan dari Amerika dan Jepang. “Karena Amerika memiliki kontrak kerjasama dengan ITB. Sedangkan Jepang merupakan pembangun gedung ini (Sabuga-red),“ tutur Nanang.</p>
<p>Alat-alat peraga yang ada di galeri pun cukup banyak dan lengkap. Pengunjung akan disuguhkan dengan alat-alat peraga fisika yang didatangkan dari Amerika seperti Space Scale, timbangan penunjuk berat badan di planet-planet anggota sistem tata surya; Bernaulli Ball, bola melayang; Whisper Dishes, parabola penghantar suara; Jacob’s Ladder, loncatan listrik dalam tabung tranparasi; dan Bottle Lighting, bola kaca beraliran listrik.</p>
<p>Tak hanya itu saja. Alat-alat peraga mesin yang didatangkan dari Jepang pun ikut melengkapi koleksi Science Gallery Sabuga ini. “Bahkan ada guru SMK yang suka dengan alat peraga mesin di sini lantaran potongannya (mesin-red) rapih dan mempermudah anak SMK mengerti cara kerjanya (mesin-red),” ungkap Nanang.</p>
<p>Di samping alat peraga fisika dan mesin, galeri ini juga memiliki Teater Kubah yang terletak bersebelahan dengan ruang galeri. Berkapasitas 116 tempat duduk, teater ini bakal menyuguhkan film-film iptek 3 dimensi yang tampak nyata, mengagumkan, serta mendebarkan.</p>
<p>Galeri ini dibuka setiap hari ketika ada jadwal kunjungan. Tiket masuknya pun cukup murah, yaitu 16.500 Rupiah per orang. Kalangan pengunjungnya pun beraneka ragam, mulai dari murid Taman Kanak-kanak hingga pelajar Sekolah Menengah Umum dan kejuruan.</p>
<p>Ketika ditanya mengenai materi yang disampaikan, Nanang menyampaikan bahwa materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan disesuaikan dengan pengunjung. Materi akan lebih kompleks seiring dengan semakin tingginya jenjang pendidikan. “Meskipun sepele, tapi bila dijelaskan kepada anak, jadi wawasan tersendiri,” ungkap Nanang.</p>
<p><strong>yudh </strong>on <em><strong><a href="http://www.cybermosque.com/salman.php?menu=detail&#38;id=319">CyberMosque</a></strong></em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[THE BEST SMK SCHOOL]]></title>
<link>http://smkjtrg.wordpress.com/2009/04/12/the-best-smk-school/</link>
<pubDate>Sun, 12 Apr 2009 08:55:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>smkjtrg</dc:creator>
<guid>http://smkjtrg.wordpress.com/2009/04/12/the-best-smk-school/</guid>
<description><![CDATA[Salah satu kebijakan Departemen Pendidikan Nasional khususnya Pendidikan kejuruan adalah dibukanya S]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Salah satu kebijakan Departemen Pendidikan Nasional khususnya Pendidikan kejuruan adalah dibukanya SMK kecil yang dialokasikan pada daerah yang jauh jangkauannya pada kota kabupaten atau sekolah sejenis. Hal tersebut tentu akan mempermudah dan memperluas akses masyarakat dalam memperoleh pendidikan yang layak sehingga kelak dihasilkan sumber daya manusia ( SDM ) yang kompeten dan berdaya saing yang tinggi.<br />
Program SMK kecil tersebut akhirnya menjadi cikal bakal akhirnya SMK Negeri Jatirogo. Berawal pada TP. 2003/2004 dibentuklah unit SMK Kecil Jatirogo yang pada saat itu masih menumpang di SMP Negeri 1 Jatirogo untuk kegiatan Belajar Mengajarnya ( KBM ). Dua keahlian yang dipilih adalah Teknik Mekanik Otomotif dan Tata Busana. Selama kurang lebih 2 tahun di bawah pembinaan SMK Negeri 1 Tuban, SMK Kecil Jatirogo berkembang dengan bertambah 1 (satu) lagi Program keahlian yang dikembangkan yakni Geologi Pertambangan.Seiring Dengan perjalanan waktu, pada TP. 2005/2006 SMK Kecil mendapatkan kepercayaan dari Subdit Dikmenjar untuk menjadi embrio lahirnya USB (Unit Sekolah Baru). Maka pada tahun 2005 tersebut secara resmi lahirlah SMK Negeri Jatirogo dengan infrastruktur dan lembaga yang mandiri.</p>
<p>Hingga saat TP. 2008/2009 ini SMK Negeri Jatirogo telah berkembang dengan 4 (empat) program keahliannya, yakni : Teknik Otomotif, Tata Busana, Geologi Pertambangan dan Rekayasa Perangkat Lunak. Dengan didukung segenap civitas akademika dan Stake Holder SMK Negeri Jatirogo siap mengembangkan dunia pendidikan kejuruan baik dalam sekala regional, nasional dan<br />
global.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SISTEM INFORMASI PEDESAAN ?]]></title>
<link>http://wisnusutopo.wordpress.com/2009/02/28/sistem-informasi-pedesaan/</link>
<pubDate>Sat, 28 Feb 2009 00:36:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>wisnusutopo</dc:creator>
<guid>http://wisnusutopo.wordpress.com/2009/02/28/sistem-informasi-pedesaan/</guid>
<description><![CDATA[Banyak orang yang masih menutup sebelah mata akan operasional pemerintah desa. Caba banyangkan bila ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style="font-family:&#34;" lang="SV">Banyak orang yang masih menutup sebelah mata akan<span> </span>operasional pemerintah desa. Caba banyangkan bila Pemerinatahan Desa mogok kerja satu bulan. Data kependudukan<span> </span>ditingkat kabupaten / UPTD dan kecamatan akan tidak bisa di update. <span> </span>Dinas atau lembaga pemerintah seringkali datang dengan blangko kosong meminta desa untuk mengisi Masing-masing dinas dengan versinya. Yang merepotkan adalah permohonan untuk data yang sama namun dengan versi blangko yang berbeda. Coba bayangkan dalam rangka pendataan warga miskin dari Dinas KPBM, DKK, Puskesmas, Kecamatan, Disdik mereka membutuhkan data berdasarkan kebutuhan dan versi mereka. Data saat diberi data base desa mereka tetap meminta pemerintah desa mengisi blangko yang disodorkan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;" lang="SV">Inilah potret<span> </span>desa yang sesunggugnya. Disamping kepala desa sebagai ujung tombok terdepan kesejahteraan masyarakat namun juga diminta sebagai ujung tombok kebutuhan masyarakat. Alih-alih desa itu kaya dengan bondo desa<span> </span>namun bagaimana dengan desa yang miskin. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;" lang="SV">Disinilah dibutuhkan pengertian bersama dalam mensikapi permasalahan. Syukur-syukur pemerintah desa itu disediakan sarana dalam rangka back up data / program data kependudukan seperti yang sudah diusung oleh pemerintah Cilacap walaupun meninggalkan masalah. Itupun karena ada oknum yang bermain. Tapi yang diperlukan adalah kesadaran dari pemerintah daerah kabupaten dalam rangka mempermudah kerja pemerintah desa. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;" lang="SV">Kalau pemerintah desa<span> </span><span> </span>mudah mendata masyarakatnya maka kebutuhan pemerintah daerah dalam rangka memotret keadaan masyarakat akan lebih akurat.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;" lang="SV">Gimana Pak Jasri ?&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MERAWU DALAM BENCANA]]></title>
<link>http://wisnusutopo.wordpress.com/2009/02/27/merawu-dalam-bencana/</link>
<pubDate>Fri, 27 Feb 2009 15:00:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>wisnusutopo</dc:creator>
<guid>http://wisnusutopo.wordpress.com/2009/02/27/merawu-dalam-bencana/</guid>
<description><![CDATA[Banyak orang ramai-ramai membicarakan Sijeruk- Banjarmangu dengan bencana tanah longsor yang mengaki]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Banyak orang ramai-ramai membicarakan Sijeruk- Banjarmangu dengan bencana tanah longsor yang mengakibatkan hampir 100 orang meninggal. Ada orang yang ramai demo gara-gara belum dibayar ganti rugi tanah karena semburan lumpur lapindo.<br />
Namun disekitar kita ada 2.000 orang menangis gara-gara banjir merawu.<br />
Pagi hari yang direncanakan panen raya padi jenis IR 46 dengan luasan tanah sekitar 52 Ha tiba-tiba lenyap diterjang banjir tadi malam .<br />
Kali  kacangan yang berhulu di Kalibening dan bermuara di sungai merawu dan melintasi Desa Banjarkulon Banjarmangu disamping membawa berkah namun ternyata juga menjadi bencana. Ini yang belum diangkat ribuan nasib manusia bergantung pada sawah yang ada disekitar sungai itu.<br />
Bencana itupun berefek juga pada yang lain. Disamping pemilik tanah, juga berimbas pada petani penggarap. Mereka sudah tidak punya lahan garapan lagi sebagai satu-satunya mata pencaharian, sementara tidak punya keahlian yang lain.<br />
Bronjong kawat yang dibuat tahun 2005 itupun hancur tanpa sisa oleh derasnya banjir merawu.<br />
Menjadi pekerjaan rumah pihak yang terkait KIMPRASDA, PU dan BUPATI selaku pimpinan wilayah. Masyarakat pada prinsipnya selalu syukur dengan keadaan yang terjadi itupun karena kekuatan iman dan taqwa. Namun itu bukan berarti bahwa pihak terkait tenang-tenang saja dengan kejadian ini. Pemerintah desa Banajrkulon sudah berulang kali menginformasikan kondisi tersebut hanya saja belum ada tanggapan yang berarti.<br />
Masyarakat yang mendapat sosialisasi dari pihak Indonesia power yang akan membendung sungai merawu disambut adem ayem oleh masyarakat. Mereka seolah- olah   apatis. Dibendung yo Ngono ora yo Ngono. Ini masalah &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SEKDES JADI PNS]]></title>
<link>http://wisnusutopo.wordpress.com/2009/02/27/sekdes-jadi-pns/</link>
<pubDate>Fri, 27 Feb 2009 14:17:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>wisnusutopo</dc:creator>
<guid>http://wisnusutopo.wordpress.com/2009/02/27/sekdes-jadi-pns/</guid>
<description><![CDATA[Mendasari Undang-undang No. 32 tahun 2004 yang kemudian di perkuat dengan PP No. 7 tahun 20006 tenta]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Mendasari Undang-undang No. 32 tahun 2004  yang kemudian di perkuat dengan PP No. 7 tahun 20006 tentang Pemerintahan Desa yang mengisyaratkan dalam salah satu pasalnya bahwa Sekretaris Desa baca Sekdes   yang memenuhi syarat akan dianggat menjadi PNS.<br />
Menindaklanjuti Undang-undang dan PP tersebut maka Bupati Banjarnegara melantik Sekdes menjadi CPNS pada tanggal 27 Januari 2009.<br />
Ada sisa persoalan yakni masalah gaji. Bahwa sebelum menerima gaji Sekdes tetap mengelola bengkok yang menjadi upahnya. Sampai dengan ada petunjuk penggajian dari pemerintah pusat. Namun adalah sebuah haknya sejak dia diangkat menjadi sekdes dengan status CPNS maka dia sudah diperhitungkan mendapat gaji walaupun belum diterimakan. Ini yang kemudian timbul pertanyaan. Bagaimana dengan penggarapan tanah bengkok sampai dengan dia menenerima gaji. Apakah itu tidak dinamakan pendobelan gaji. Sementara jelas-jelas diatur bahwa seseorang PNS tidak boleh menerima gaji dari dua sumber yang berbeda. Gimana Hayoooo ?&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SEKOLAH DI PONDOK PESANTREN]]></title>
<link>http://wisnusutopo.wordpress.com/2009/02/27/sekolah-di-pondok-pesantren/</link>
<pubDate>Fri, 27 Feb 2009 14:15:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>wisnusutopo</dc:creator>
<guid>http://wisnusutopo.wordpress.com/2009/02/27/sekolah-di-pondok-pesantren/</guid>
<description><![CDATA[Generasi muda perlu kita selamatkan . Sistem pendidikan nasional yang lebih pengarah pada kecerdasan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Generasi muda perlu kita selamatkan .<br />
Sistem pendidikan nasional yang lebih pengarah pada kecerdasan intelektual menjadikan  perilaku generasi muda sebagai penerus kehidupan berbangsa menjadi miskin moral. Perkelahian antar sekolah, antar siswa, kenakalan remaja. Bilamana kita mau mengurai akan permasalahannya ternyata pada sistem pendidikan yang hanya memprioritaskan pada kecerdasan intelektual tanpa diimbangi dengan kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual. Coba bayangkan pelajaran agama hanya 2 jam per minggu dan itupun sebenarnya juga diajarkan di surau/masjid/mushola. Pelajaran budi pekerti seolah-olah menjadi tanggungjawab orangtua yang terkadang orangtuan sendiri disibukkan dengan bekerja mencari nafkah.<br />
Alhamdullilah masih ada sebagian masyarakat yang menyadari arti pentingnya pendidikan aklak dan budi pekerti. SMKN I Bawang dengan Kepala sekolahnya Bapak Drs. Azis Purwanto mencoba mengkonsep pendidikan yang menanamkan agama, budi pekerti dan moral dengan jam pelajaran yang banyak. Namun benturan aturan maka langkah diambil adalah membuka kelas jauh yang akan di Pondok Pesantren. Gayungpun bersambut. Ada seorang pengasuh Pondok Pesantren yang terbuka pemikirannya untuk mencoba menyelamatkan generasi muda. KHM. Iqbal ’Amar selaku pengasuh Pondok pesantren Darunnajah yang berlokasi di Desa Banjarkulon Kecamatan Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara dan Bapak Drs. Azis Purwanto bersama staf duduk bersama untuk membuat konsep pendidikan yang menyatukan pendidikan dengan pola pondok pesantren yang di kolaborasikan dengan simtem pendidikan nasional. Maka dengan segala kemudahannya tercipta sebuah lembaga yang bernama SMK Darunnajah. Sebuah sekolah yang berada dilingkungan pondok pesantren dengan mewajibkan siswa menjadi santri.  Ternyata dalam pelaksanaannya tidak sebudah yang dibayangkan. Status ganda dengan konsekuensi ganda bagi anak, Sekolah baru yang mengharusnya punya energi lebih baik untuk persiapan sistem administrasi, metode pembelajaran, sarana praktek dan sarana penunjang yang wajib dan harus ada. Dengan telah meluluskan 2 kali maka SMK Darunnajah ternyata telah teruji dengan dapat meluluslan peserta ujain nasional 91,5 %. Suatu prestasi yang cukup bagus bagi sebuah sekolah baru. Pada 4 tahun pertama dengan jurusan Teknik audio video ternyata alumni SMK Darunnajah dapat terserap pada dunia usaha/Industri 70% , Melanjutkan sekolah 11% . Pada tahun ke 5  tahun ajaran 2009/2010 akan membuka jurusan baru brokcasting kepenyiaran TV dan radio. Dengan tanpa meninggalkan ciri khas kepondokan dengan identitas santri Darunnajah ternyata ditingkat kabupaten pernah meraih juara qori’ah terbaik dan lomba rebana terbaik tingkat kabupaten. Mubalik muda juga tercipta dari SMK Darunnajah dengan jadwal keliling kotbah jum’at di Masjid lingkungan Kabupaten Banjarnegara.<br />
Coba bayangkan bila anak saudara yang sekolah di SMK Darunnajah. Mental spriritual terbentuk, kecerdasan emosional berbimbing dan kecerdasan intelektual terpenuhi. Gimana ?&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PENERIMAAN SISWA BARU]]></title>
<link>http://wisnusutopo.wordpress.com/2009/02/19/penerimaan-siswa-baru/</link>
<pubDate>Thu, 19 Feb 2009 07:12:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>wisnusutopo</dc:creator>
<guid>http://wisnusutopo.wordpress.com/2009/02/19/penerimaan-siswa-baru/</guid>
<description><![CDATA[SMK dan SMP Darunnajah membuka penerimaan siswa baru untuk tahun ajaran 2009/2010 Info lebih lanjut ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>SMK dan SMP Darunnajah membuka penerimaan siswa baru untuk tahun ajaran 2009/2010</p>
<p>Info lebih lanjut silakan baca <strong><a title="SMK DARUNNAJAH" href="http://smkdarunnajah.sch.id/" target="_blank">www.smkdarunnajah.sch.id</p>
<div id="attachment_19" class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><strong><a href="http://smkdarunnajah.sch.id/"><img class="size-full wp-image-19" title="psb" src="http://wisnusutopo.wordpress.com/files/2009/02/psb.jpg" alt="Penerimaan Siswa baru SMK Darunnajah" width="400" height="249" /></a></strong><p class="wp-caption-text">Penerimaan Siswa baru SMK Darunnajah</p></div>
<p></a></strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SERTIFIKAT MASAL BANJARNEGARA]]></title>
<link>http://wisnusutopo.wordpress.com/2009/02/19/sertifikat-masal-banjarnegara/</link>
<pubDate>Thu, 19 Feb 2009 04:26:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>wisnusutopo</dc:creator>
<guid>http://wisnusutopo.wordpress.com/2009/02/19/sertifikat-masal-banjarnegara/</guid>
<description><![CDATA[Tanah, bumi dan air adalah kekayaan bangsa Indonesia yang dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi r]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Tanah, bumi dan air adalah kekayaan bangsa Indonesia yang dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia. Tanah sebagai salah satu kekayaan yang harus dipelihara dan dimanfaatkan terkadang malah dilupakan status kepemilikannya. Masyarakat awam menganggap bahwa letter C atau SPPT cukup sudan ada dan itu dianggap sebagai bukti kepemilikan tanah. ini yang kadang menimbulkan masalah. Sementara luas tanah yang tercamtum di SPPT belum akurat ukurannya. belum lagi apabila ada pemilik tanah disebelahnya yang nakal dengan cara pada saat pengolahan tanah. istilah jawa &#8220;<strong>sedumuk bathuk senyari bumi</strong>&#8221; ini yang menimbulkan rawan konflik. Terkadang Pemerintah Desa (kades dan Perangkat desa) hanya menunggu laporandan kemudian ditindak lanjuti.</p>
<p>Program pemutihan kepemilikan tanah dengan pembetulan luas dianggap sebagai dianggap potensi masalah, karena rata-rata data luas di SPPT dan luas tanah sebenarnya tidak sesuai. sehingga yang dilakukan hanya menunggu permintaan dari pemilik tanah untuk diadakan pembetulan luas.</p>
<p>Dengan himbauan dan  diluncurkannya program sertifikat masal dari pemkab Banjarnegara diharapkan mampu menjawab permasalahan tersebut.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Guruku Bukan Google]]></title>
<link>http://mochijar.wordpress.com/2009/02/17/guru-bukan-google/</link>
<pubDate>Tue, 17 Feb 2009 13:52:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>mochijar</dc:creator>
<guid>http://mochijar.wordpress.com/2009/02/17/guru-bukan-google/</guid>
<description><![CDATA[Di saat jam pulang sekolah di sudut taman kota yang tersedia akses point hotspot gratis, terlihat se]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><span style="color:#99ccff;"><span style="font-size:x-small;">Di saat jam pulang sekolah di sudut taman kota yang tersedia akses point hotspot gratis, terlihat sekumpulan anak-anak berbaju sekolah sedang asyik bermain-main dengan laptop yang di bawanya, mereka tidak sekedar mejeng sambil bercengkerama sesama teman, tapi mereka juga serius mencari makalah atau tugas-tugas yang diberikan oleh guru sekolah, dan sebagian nya lagi menyerbu warnet-warnet terdekat yang menawarkan jasa internet cuman 2000 an sejam. Pemandangan seperti ini sudah menjadi hal biasa di kota kecamatan di mana kami tinggal, apalagi di kota-kota besar.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#99ccff;"><span style="font-size:x-small;">Seiring berkembangnya industri dan teknologi informasi dengan kehadiran internetnya, saat ini perkembangan ilmu pengetahuan telah menjadi pilar utama penyempurnaan hidup di muka bumi. Akibatnya, berbagai perubahan harus selalu terjadi setiap saat. Akibat perilaku yang harus adaptif  menghadapi perubahan ini muncul teknologi komunikasi yang mampu melintasi sekat ruang dan waktu. Perubahan di dunia dapat diketahui lewat sebuah laptop hanya dalam hitungan detik.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#99ccff;"><span style="font-size:x-small;">Salah satu teknologi canggih yang mampu memfasilitasi ilmu pengetahuan adalah mesin pencari Google. Google  telah membalikkan sekat keterbatasan informasi, karena mesin pencari supercanggih ini dapat mencari sebuah istilah hanya dalam satuan detik yang tersaji dalam jutaan situs internet.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#99ccff;"><span style="font-size:x-small;">Di dunia pendidikan, mesin pencari ini mampu mengubah cakrawala pemikiran para pelaku pendidikan. Seorang siswa dapat searching seluas-luasnya untuk mengeksplorasi sebuah pengetahuan baru. Dari mencari arti kata, materi pelajaran, sampai teknologi yang terkini dapat digali dengan mudah.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#99ccff;"><span style="font-size:x-small;">Banjir informasi menjadi fenomena yang sangat indah untuk dinikmati. Pemahaman tentang sebuah materi pelajaran pun terolah dengan lebih baik. Siswa tidak lagi harus mengeluarkan banyak biaya untuk membeli berbagai judul buku. Cukup klik dan dapat!</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#99ccff;"><span style="font-size:x-small;">Para pendidik juga tidak ketinggalan atas kehebatan teknologi mesin pencari ini. Dari pencarian silabus, soal ulangan, sampai artikel ilmiah terbaru dapat diakses dengan mudah. Transfer ilmu pengetahuan antara guru dan siswa dapat berjalan dengan efektif. Ilmu pengetahuan yang selama ini terkekang sekarang dapat tersalurkan dengan nyaman dan semudah mengklik mouse.<br />
</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#99ccff;"><span style="font-size:x-small;">Melihat situasi ini, dimanakah  peran seorang guru? Bukankah Google lebih mencukupi semua kebutuhan-kebutuhan informasi pembelajaran daripada guru? Jika seorang guru diadu dengan Google dalam kecepatan mengartikan, jelas guru akan kalah telak. Lalu, bagaimana nasib seorang guru selanjutnya?</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#99ccff;"><span style="font-size:x-small;">Perlu diingat bahwa seorang guru bukan hanya pengajar yang mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi sekaligus sebagai pendidik yang memanusiawikan manusia menjadi sempurna. Rosululloh bersabda `bahwa aku di utus oleh alloh untuk memperbaiki ahklak manusia`. Peranan seorang guru bila disandarkan pada pemahaman sabda rosululloh tersebut menjadi bekal dasar seorang guru. Guru bukan sekadar pesaing dari Google sebagai alat mentransfer ilmu pengetahuan. Guru memiliki peran lebih untuk menyempurnakan kehidupan seorang pribadi agar memiliki akhlak yang mulia. Tidak hanya menjadikan siswa memiliki ilmu ketrampilan tok, melainkan menjadi sosok pribadi dengan kemuliaan akhlak yang menempel pada diri siswa.  Hal ini semakin menguatkan peran guru yang sangat mulia.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#99ccff;"><span style="font-size:x-small;">Guru masih lebih unggul daripada Google karena guru mampu mengajarkan sisi kemanusiaan (humanis) yang tidak dapat diberikan mesin pencari secanggih apa pun seperti google. Dalam kehidupan nyata tidak hanya diperlukan berlimpahnya ilmu pengetahuan dalam otak, tetapi juga sisi manusiawi (akhlak dan moral) agar bisa memanusiawikan ilmu pengetahuan yang dimiliki dan memanusiawikan manusia saat berinteraksi dengan pribadi lain.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#99ccff;"><span style="font-size:x-small;">Pemahaman kita perlu disegarkan kembali bahwa teknologi hanyalah hasil akhir dari ilmu pengetahuan yang bersifat material yang memiliki sifat bisa rusak, bisa berubah, dan suatu saat bisa tidak bermanfaat. Karena itu, interaksi antarmanusia yang didasari kontak teknologi belaka akan terasa kering karena bersandar pada nilai material.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#99ccff;"><span style="font-size:x-small;">Pendidikan tidak dapat bersandar pada teknologi semata, melainkan juga harus melibatkan hati yang dimiliki setiap pribadi manusia. Akhirnya ungkapan Rosululloh beberapa abad silam tentang pentingnya akhlak mulia menjadikan barometer setiap para pendidik (guru), jika guru masih ingin dimuliakan para murid-muridnya sebagai &#8220;guru&#8221;.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#99ccff;"><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#99ccff;"><em><span style="font-size:x-small;">ya alloh tunjukan lah sesuatu yang benar itu memang benar dan berikan lah kemampuan untuk mengikutinya&#8230;..</span></em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#99ccff;"><em><span style="font-size:x-small;">ya alloh tunjukanlah sesuatu yang salah itu memang jelas salah dan berikanlah kekuatan untuk memusnahkan dan manjauhinya &#8230;..</span></em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#99ccff;"><em><span style="font-size:x-small;">ya alloh karuniakanlah tutur kata yang mudah dipahami, ilmu dan hidup yang barokah&#8230;.</span></em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#99ccff;"><span style="font-size:x-small;"><br />
</span></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Guruku Kondektur Angkot]]></title>
<link>http://mochijar.wordpress.com/2009/02/07/guruku-kondektur-angkot/</link>
<pubDate>Sat, 07 Feb 2009 18:20:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>mochijar</dc:creator>
<guid>http://mochijar.wordpress.com/2009/02/07/guruku-kondektur-angkot/</guid>
<description><![CDATA[Sudah bukan rahasia lagi bahwa kehidupan Para Guru di Indonesia masih banyak yang sangat memprihatin]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Sudah bukan rahasia lagi bahwa kehidupan Para Guru di Indonesia masih banyak yang sangat memprihatinkan, terutama para Guru yang masih berstatus honorer atau Guru Bantu. Kita masing sering mendengar, membaca and menyaksikan para guru yang hanya mendapatkan gaji sekitar Rp. 200.000 per bulan atau mungkin di bawahnya. Contohnya seorang Guru di daerah puncak Bogor yang Sudah menjadi guru selama sekitar 20 tahun dan masih menjadi guru honorer dengan gaji 200000. Dan masih ribuan Guru-Guru lain nya di Indonesia yang memiliki nasib yang sama. Dengan kondisi seperti ini memaksa mereka mencari tambahan lain untuk mencukupi kehidupan keluarganya. Seperti yang di lakukan oleh Guru SMP saya, dia rela menjadi Seorang Kondektur hanya untuk menambah penghasilan. Sebenarnya kejadian ini sudah lama banget tapi tetap masih teringat di otak saya dan teman saya yang kebetulan berada di dalam angkot tersebut.  Seperti biasa kalau hari setiap hari Selasa, jum&#8217;at dan Sabtu sore, saya dan beberapa teman sekelas berlatih sepak bola di sebuah klub di Tangerang. Karena lokasinya cukup jauh jadi harus menggunakan angkot. Saya masih ingat banget, ketika memberhentikan angkot tersebut, sangat jelas terlihat kondektur nya adalah Guru Kami, Guru Sejarah yang pagi nya baru mengajarkan kami. Saya dan teman-teman kaget juga karena Guru yang baik dan tidak pernah marah ini harus mencari tambahan dengan menjadi seorang kenek angkot. Bapak Heru (kami biasa panggil) juga kaget melihat kami tapi tidak sedikitpun terlihat canggung atau malu dengan pekerjaan sampingan nya ini. Didalam angkot kami hanya bisa diam dan bingung takut salah ngomong, tapi tidak dengan Pak Heru karena dia tetap menyapa kami.      &#8220;Mau kemana nak-anak?&#8221; tanya beliau      &#8220;Latihan Bola pak di Serpong&#8221; jawab kami kompak.      &#8220;Oh jauh sekali&#8221; lanjut beliau      &#8220;iya..&#8221;&#8230;kompak mejawab  Setelah itu Pak heru sibuk teriak-teriak cari penumpang sementara kami masih agak begong. Yang lebih membuat kami begong adalah Pak heru tidak mau mengambil Ongkos kami tapi kami menolak semua dan tetap memberikan nya.  Dari situlah kami lebih menghormati beliau dan tidak sedikitpun malu punya guru yang juga seorang kondektur. Kami juga jadi sering naik angkot dimana dia jadi kenek, ya paling tidak ngebantu beliau. Sukses terus Pak Heru.</p>
<p style="text-align:justify;">(Sumber : bangedi.com)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ralat Jadwal Pelaksanaan Uji Kompetensi Geologi Pertambangan]]></title>
<link>http://mochijar.wordpress.com/2009/01/28/ralat-jadwal-pelaksanaan-uji-kompetensi-geologi-pertambangan/</link>
<pubDate>Wed, 28 Jan 2009 04:10:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>mochijar</dc:creator>
<guid>http://mochijar.wordpress.com/2009/01/28/ralat-jadwal-pelaksanaan-uji-kompetensi-geologi-pertambangan/</guid>
<description><![CDATA[Ralat POS dan Kisi-kisi Uji Kompetensi Keahlian SMK Tahun Pelajaran 2008/2009 sehubungan dengan adan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="margin-bottom:0;text-align:justify;">Ralat  POS dan Kisi-kisi Uji Kompetensi Keahlian SMK Tahun Pelajaran 2008/2009 sehubungan dengan adanya kesulitan waktu penggandaan naskah ujian teori kejuruan untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK),</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">Jadwal Pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian :</p>
<p style="margin-bottom:0;"><strong>Semula:</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;"><em>1.Ujian Teori Kejuruan Utama</em></p>
<p style="margin-bottom:0;">Selasa, 3 Maret 2009 08.00 – 10.00</p>
<p style="margin-bottom:0;">Ujian Teori Kejuruan Susulan</p>
<p style="margin-bottom:0;">Senin, 16 Maret 2009 08.00 – 10.00</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;"><em>2.Ujian Praktik Kejuruan Utama</em></p>
<p style="margin-bottom:0;">Bulan Maret 2009 18 – 24 jam*</p>
<p style="margin-bottom:0;">Ujian Praktik Kejuruan Susulan</p>
<p style="margin-bottom:0;">Sebelum tanggal 4 April 2009 18 – 24 jam*</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;"><strong>Ralat:</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;"><em>1.Ujian Teori Kejuruan Utama</em></p>
<p style="margin-bottom:0;">Selasa,  24 Maret  2009 08.00 – 10.00</p>
<p style="margin-bottom:0;">Ujian Teori Kejuruan Susulan</p>
<p style="margin-bottom:0;">Senin,  4 Apr i l  2009 08.00 – 10.00</p>
<p style="margin-bottom:0;"><em>2.Ujian Praktik Kejuruan Utama</em></p>
<p style="margin-bottom:0;">Bulan Maret 2009 18 – 24 jam*</p>
<p style="margin-bottom:0;">Ujian Praktik Kejuruan Susulan</p>
<p style="margin-bottom:0;">Sebelum tanggal 4 April 2009 18 – 24 jam*</p>
<p style="margin-bottom:0;">
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[" PETUNJUK PENGISIAN   BUKU LAPORAN HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN " ]]></title>
<link>http://alexemdi.wordpress.com/2008/11/08/petunjuk-pengisian-buku-laporan-hasil-belajar-siswa-sekolah-menengah-kejuruan/</link>
<pubDate>Sat, 08 Nov 2008 08:39:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>A.Monang Damanik</dc:creator>
<guid>http://alexemdi.wordpress.com/2008/11/08/petunjuk-pengisian-buku-laporan-hasil-belajar-siswa-sekolah-menengah-kejuruan/</guid>
<description><![CDATA[PETUNJUK PENGISIAN BUKU LAPORAN HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN petunj1]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &#60;![endif]--><!--[if gte mso 9]&#62;                                                                                                                                            &#60;![endif]--><strong><span style="font-size:20pt;font-family:&#34;" lang="ES">PETUNJUK PENGISIAN </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:18pt;font-family:&#34;" lang="ES"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&#34;" lang="ES">BUKU LAPORAN HASIL BELAJAR SISWA</span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&#34;" lang="EN-ID">SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN</span></strong></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&#34;" lang="EN-ID"><br />
</span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&#34;" lang="EN-ID"><a href="http://alexemdi.files.wordpress.com/2008/11/petunj1.doc">petunj1</a><br />
</span></strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sang Guru]]></title>
<link>http://bloggeramin.wordpress.com/2008/11/04/sang-guru/</link>
<pubDate>Tue, 04 Nov 2008 06:55:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>bloggeramin</dc:creator>
<guid>http://bloggeramin.wordpress.com/2008/11/04/sang-guru/</guid>
<description><![CDATA[Seorang pendidik merupakan seorang seniman yang selalu memahat batu sebagai obyek atau menuangkan id]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Seorang pendidik merupakan seorang seniman yang selalu memahat batu sebagai obyek atau menuangkan id]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Teknik Mekanik Otomotif - SMK Yatpi Godong Menuju Unggul]]></title>
<link>http://bloggeramin.wordpress.com/2008/11/04/teknik-mekanik-otomotif-smk-yatpi-godong-menuju-unggul/</link>
<pubDate>Tue, 04 Nov 2008 06:52:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>bloggeramin</dc:creator>
<guid>http://bloggeramin.wordpress.com/2008/11/04/teknik-mekanik-otomotif-smk-yatpi-godong-menuju-unggul/</guid>
<description><![CDATA[SMK Yatpi Godong yang telah memiliki berbagai program studi yang antara lain memiliki Program Studi ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[SMK Yatpi Godong yang telah memiliki berbagai program studi yang antara lain memiliki Program Studi ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Laporan Minggu 1 Pembangunan USB SMKN 1 Bansari (14 - 20 Juli 2008)]]></title>
<link>http://smkn1bansari.wordpress.com/2008/07/13/laporan-minggu-1-pebangunan-usb-smkn-1-bansari/</link>
<pubDate>Sun, 13 Jul 2008 10:00:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>smkn1bansari</dc:creator>
<guid>http://smkn1bansari.wordpress.com/2008/07/13/laporan-minggu-1-pebangunan-usb-smkn-1-bansari/</guid>
<description><![CDATA[Minggu pertama pelaksanaan pembangunan USB SMK Negeri 1 Bansari masih didominasi dengan proses penye]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Minggu pertama pelaksanaan pembangunan USB SMK Negeri 1 Bansari masih didominasi dengan proses penyelesaian pondasi bangunan. Akibat kontur tanah yang ada mengakibatkan kedalaman pondasi bangunan ada yang mencapai 1.5 meter lebih seperti terlihat dalam gambar di bawah ini. Diharapkan fondasi ini akan selesai dalam minggu ini</p>
<p><a href="http://smkn1bansari.files.wordpress.com/2008/07/die-hubsche0151.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-78" src="http://smkn1bansari.wordpress.com/files/2008/07/die-hubsche0151.jpg?w=300" alt="" width="424" height="316" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
