<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>sensorik &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/sensorik/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "sensorik"</description>
	<pubDate>Sun, 19 May 2013 20:52:17 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[SPONDYLOSIS LUMBAL]]></title>
<link>http://sehatkufreemagazine.wordpress.com/2013/03/11/spondylosis-lumbal/</link>
<pubDate>Sun, 10 Mar 2013 18:16:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>Sehat Indonesiaku</dc:creator>
<guid>http://sehatkufreemagazine.wordpress.com/2013/03/11/spondylosis-lumbal/</guid>
<description><![CDATA[Sumber : RSUP SANGLAH Spondylosis adalah suatu kondisi degeneratif yang mempengaruhi tulang belakang]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><span style="color:#800000;"><strong><a href="http://sehatkufreemagazine.files.wordpress.com/2013/02/images2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4565" alt="images" src="http://sehatkufreemagazine.files.wordpress.com/2013/02/images2.jpg?w=270&#038;h=186" width="270" height="186" /></a>Sumber : RSUP SANGLAH</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Spondylosis adalah suatu kondisi degeneratif yang mempengaruhi tulang belakang pinggang, Tulang belakang di pengaruhi oleh penyempitan ruang (kanal spinal) yang berisi saraf (sumsum tulang belakang), menyebabkan berbagai masalah kesehatan mulai dari sakit punggung sampai masalah neurologis.</strong> Apabila semakin parah akan menyebabkan tekanan pada akar saraf dengan gangguan sensorik atau motorik seperti nyeri, parestesia atau kelemahan otot pada tungkai.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>PENYEBAB </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Spondylosis lumbal biasanya disebabkan oleh usia tua, seperti tulang belakang mengalami degeneratif, perubahan ini dapat menekan satu atau lebih akar saraf. Dalam kasus lanjut, Cauda Ekuina juga terlibat dan hal ini dapat mempengaruhi tidak hanya kaki tapi kandung kemih juga.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Faktor lain yang dapat membuat seseorang lebih mungkin untuk mengalami spondylosis adalah : </strong></em></p>
<ol>
<li>Kelebihan berat badan dan tidak berolahraga.</li>
<li>Memiliki pekerjaan yang memerlukan mengangkat berat atau banyak membungkuk dan memutar.</li>
<li>Riwayat cedera pinggang (beberapa tahun sebelumnya)</li>
<li>Riwayat operasi tulang belakang.</li>
<li>Rupture atau herniasi cakram pinggang artritis parah.</li>
<li>Retakan pada tulang belakang karena osteoporosis.<span style="text-align:justify;"> </span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><strong>TANDA DAN GEJALA </strong></p>
<p><img class="alignright size-full wp-image-4566" alt="images (1)" src="http://sehatkufreemagazine.files.wordpress.com/2013/02/images-12.jpg?w=194&#038;h=259" width="194" height="259" /></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Gejala sering berkembang perlahan seiring waktu, tapi mungkin juga memburuk tiba-tiba.</strong> Rasa sakit dapat ringan atau mendalam dan begitu parah sehingga tidak dapat bergerak.</p>
<p style="text-align:justify;">Rasa sakit dapat terasa di atas paha, pantat atau mungkin menyebar ke kaki atau jari.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Rasa sakit dapat bertambah buruk bila :</strong></em></p>
<ol>
<li>Setelah berdiri atau duduk</li>
<li>Dimalam hari</li>
<li>Ketika bersin, batuk atau tertawa</li>
<li>Ketika membungkuk kebelakang leher atau berjalan lebih dari beberapa meter.<span style="text-align:justify;"> </span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Gejala Umum lainnya :</strong></em></p>
<ol>
<li>Nyeri punggung dan spasme/kram otot yang terus bertambah berat dari waktu ke waktu.</li>
<li>Mati rasa atau sensasi abnormal pada paha, pantat atau kaki.<span style="text-align:justify;"> </span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Gejala yang kurang umum :</strong></em></p>
<ol>
<li>Kehilangan keseimbangan</li>
<li>Kehilangan kontrol atas kandung kemih atau perut (jika ada tekanan pada Kauda Ekuina.)<span style="text-align:justify;"> </span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><strong>DETEKSI DINI </strong></p>
<ol>
<li>X-Ray / CT Scan Lumbal mungkin dilakukan untuk mencari arthritis atau peruahan lain di tulang belakang.</li>
<li> MRI Lumal dilakukan bila memiliki : nyeri punggung hebat atau nyeri menjalar ke kaki (ishialgia) yang tidak membaik dengan pengobatan. Kelemahan atau mati rasa di paha atau kaki.<span style="text-align:justify;"> </span></li>
<li><span style="text-align:justify;">EMG dan tes kecepatan konduksi saraf dapat dilakukan untuk memeriksa fungsi akar saraf.</span><span style="text-align:justify;"> </span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><strong><a href="http://sehatkufreemagazine.files.wordpress.com/2013/02/images-21.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-4567" alt="images (2)" src="http://sehatkufreemagazine.files.wordpress.com/2013/02/images-21.jpg?w=278&#038;h=181" width="278" height="181" /></a>PENGOBATAN </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pengobatan biasanya konservatif, pengobatan yang paling umum di gunakan adalah chiropractic, fisioterapi dan lainnya paktik pengobatan manual.</p>
<p style="text-align:justify;">Terapi alternatif seperti obat manipulatif osteopathic, pijat refleksi, yoga dan akupuntur dapat digunakan untuk mengontrol nyeri dan mempertahankan fungsi muskuloskeletal.</p>
<p style="text-align:justify;">Pembedahan kadang dilakukan dan banyak prosedur bedah telah di kembangkan untuk mengurangi tanda dan gejala yang berhubungan dengan spondylosis.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Pembedahan dapat dilakukan :</strong></em></p>
<ol>
<li>Laminektomi-Fusion</li>
<li>Laminotomy foraminotomy-Facetectomy</li>
<li>Spinoplasty</li>
<li>Prosedur less invasif dekompresi mikro<span style="text-align:justify;"> </span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Komplikasi yang mungkin terjadi adalah : </strong></em></p>
<ol>
<li>Ketidakmampuan untuk menahan buang air besar (BAB) atau urin.</li>
<li> Hilangnya fungsi otot atau mati rasa</li>
<li>Kecacatan</li>
<li>Gangguan keseimbangan<span style="text-align:justify;"> </span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><strong>PROGNOSIS </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kebanyakan pasien dengan spondylosis lumbal akan memiliki beberapa gejala jangka panjang. Gejala ini sering akan semakin parah dan operasi adalah wajib. Namun gejala yang membaik dengan obat tidak perlu di operasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak orang dengan masalah ini mampu mempertahankan kehidupan aktif, namun beberapa akan mengalami rasa sakit kronis.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dan harus segera menghubungi ahli bedah saraf apabila : </strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Kondisi semakin memburuk</p>
<p style="text-align:justify;">Ada tanda-tanda komplikasi</p>
<p style="text-align:justify;">Mengalami gejala baru seperti hilangnya gerakan atau mati rasa area tubuh.</p>
<p style="text-align:justify;">Kehilangan kontrol kandung kemih atau buang air besar.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>REFERENSI </strong></p>
<ol>
<li>Domagoj C. Charles L.B. Posterior lumbar interbody fusiion in the treatment of symptomatic spinal stenosis Neurosung Focus 3(2); article 5. 1997</li>
<li>2. Kunihiko S, Masayuki U. Tohkun M. Ei W. Hirokazu I. Microsurgical bilateral decompression via a unilateral approach for lumbar spinal canal stenosis inluding degenerative spondylolisthesis . J. Neurosurg Spine 9.554-559, 2008</li>
<li>Swei-Ming L, Sheng-Hong T, Jiao-Chiao Y., Chi-Cheng T. Chimney sublaminar decompression for degenerative lumbar spinal stenosis. J. Neurosurg Spine 4.359-364, 2006.</li>
<li> Katz JN, Stuckl G. Lipson SJ. Fossel AH, Grobler LJ, Weinstein JN. Predictors of surgical outcome in degenerative lumbar spinal stenosis Spine. 1999.24.2229-2223.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Inilah Yang Terjadi Pada Saat Kamu Mati Suri]]></title>
<link>http://koetaradja.wordpress.com/2013/02/09/inilah-yang-terjadi-pada-saat-kamu-mati-suri/</link>
<pubDate>Sat, 09 Feb 2013 09:01:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>koetaradja</dc:creator>
<guid>http://koetaradja.wordpress.com/2013/02/09/inilah-yang-terjadi-pada-saat-kamu-mati-suri/</guid>
<description><![CDATA[Pengalaman mati suri (Near Death Experience) seringkali terjadi pada beberapa orang yang sedang seka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Pengalaman mati suri (Near Death Experience) seringkali terjadi pada beberapa orang yang sedang seka]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[En provsmakarhelg och en upp-och neräppelkaka]]></title>
<link>http://mittlillagrona.wordpress.com/2013/02/03/en-provsmakarhelg-och-en-upp-ochnerappelkaka/</link>
<pubDate>Sun, 03 Feb 2013 14:48:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>Paula</dc:creator>
<guid>http://mittlillagrona.wordpress.com/2013/02/03/en-provsmakarhelg-och-en-upp-ochnerappelkaka/</guid>
<description><![CDATA[Jag har en lat söndag här hemma efter en intensiv men otroligt rolig, lärorik och inspirerande helg]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://mittlillagrona.files.wordpress.com/2013/02/c3a4ppelkaka-001.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-533" alt="äppelkaka 001" src="http://mittlillagrona.files.wordpress.com/2013/02/c3a4ppelkaka-001.jpg?w=609&#038;h=406" width="609" height="406" /></a></p>
<p>Jag har en lat söndag här hemma efter en intensiv men otroligt rolig, lärorik och inspirerande helg på Gastronomiinstitutionen på Kristianstad Högskola. På den första träffen i<a href="http://www.hkr.se/sv/utbildningar/kurssida/?cCode=MD100G-"> Mat och dryck i kombination- Sensorik i praktiken</a> fick vi lära oss var i munnen vi känner olika smaker, att det går att tjäna pengar på att vara provsmakare, att surt dämpar surt och en massa andra saker. Lektionerna var intressanta, men det roligaste var ändå de praktiska övningarna och provsmakandet.</p>
<p>På fredagen fick vi prova 8 olika svenska drycker. Två röda vin, två sorters öl på björksav, en alkoholfri blåbärsdryck och en annan med svart vinbär, en äppelcider och en äppelmust. Jag hamnade i gruppen som skulle göra en analys av vinerna. Det var första gången jag provade svenskt vin, och jag var inte allt för imponerad. Ett vin var mastigt, tungt och mörkt, men ändå ganska surt. Det andra var lite mousserande vilket var kul, men rätt blaskigt och surt det med. Jag fick också lära mig att som vinsmakare ska man inte säga surt utan att det är &#8220;syrligt&#8221; eller &#8220;har beska&#8221;. Men det struntar jag i, det kommer nog aldrig bli någon fin vinprovare av mig. Jag är mer inne på maten. Men det var väldigt spännande hur dryck och mat kan fungera tillsammans och höja eller dämpa vissa smaker.</p>
<p>Björksavsölen, som är brygd i närheten av Kristianstad var väldigt god och fräsch. Det är synd att den inte verkar finns på så många Systembolag än. Äppelmusten var också helt ljuvlig, smakade som flytande, nyplockade svenska äpplen.</p>
<p>På lördagen blev det ännu bättre, då vi fick gå loss i det stora fina provköket och laga förrätt, huvudrätt och efterrätter som vi sedan fick prova till fyra av dryckerna från dagen innan. Som mentor hade vi  en duktig kock och forskare från institutionen och det kändes lite som att jag var med i nått kockprogram när vi sprang runt mellan våra kök, hämtade grejer i skafferierna och kollade ugnarna. Fast utan tävlingsmomentet, alla gick runt och småpratade och var väldigt trevliga. Sedan blev det lunchservering i ett av klassrummen. Långbord med vita dukar, trerätters och fyra sorters drycker har jag aldrig varit med om förut under alla de år jag har pluggat!</p>
<p>I min grupp skulle vi göra huvudrätten som var stekt potatis, oxfilé och stekt lök som sedan skulle provsmakas till dryckerna med pepparrot, inlagda rödbetor och stark senap. Jag ansvarade för att steka sötpotatis och bok choi som var det vegetariska alternativet. Till förrätt fick vi gravad och rökt lax som skulle provas med hovmästarsås, citron och pocherat ägg. Efterrätten var en blåbärs-och hallonpaj, en äppelpaj och en rabarberkaka med cashewnötter. Till det fick vi vaniljsås och lite äppelcidersorbet. Puh, snacka om att man var mätt och trött sen.</p>
<p>Det var mycket att hålla reda på med de olika smakkombinationerna och drycker till alla rätter och en koncentrerad tystnad rådde runt bordet när vi skulle försöka känna efter vad det var för smaker som kom fram, vad som passade till vad och vad som gjorde vad äckligt. Min mest överraskande kombo var nog att björksavsölen tog fram kryddorna i äppelpajen fint och blev mindre besk.</p>
<p>Det är just den äppelpajen som jag har inspirerats av i receptet här under. Det var en rolig variant med degen uppepå äppelklyftorna och den var knäckig och underbart kryddig. Jag glömde tyvärr mitt recept som vi fick ut, så jag har improviserat efter hur jag tror att det borde vara. Det var den starka kardemummasmaken som fick mig på kroken, men är man inte så förtjust i det så är det vara att minska mängden eller ta bort helt. Jag la till lite rostade hasselnötter för mer knaprighet.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://mittlillagrona.files.wordpress.com/2013/02/c3a4ppelkaka-006.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-534" alt="äppelkaka på tallrik" src="http://mittlillagrona.files.wordpress.com/2013/02/c3a4ppelkaka-006.jpg?w=406&#038;h=609" width="406" height="609" /></a></p>
<p><strong>Äppelpaj uppochner</strong></p>
<p>Pajdeg:</p>
<p>100 gram smör</p>
<p>2 dl vetemjöl</p>
<p>1/2 dl grahamsmjöl</p>
<p>1/2 dl socker</p>
<p>1/4 dl ljus sirap</p>
<p>1 nypa salt</p>
<p>Fyllning:</p>
<p>300 gram skivade äpplen</p>
<p>1/2 msk kanel</p>
<p>2-3 msk farinsocker</p>
<p>ca 10 kapslar kardemumma eller 1/2 tsk malen eller stött kardemumma</p>
<p>1 handfull hasselnötter</p>
<p>Sätt ugnen på 175 grader</p>
<p>Blanda rumsvarmt smör med mjöl, socker, sirap och salt. Blanda ihop en smidig deg som ska hålla ihop utan att vara för lös.</p>
<p>Blanda de skivade äpplena (jag använde frysta svenska äpplen som jag lät tina) med farinsocker, kanel och nystött kardemumma.</p>
<p>Hacka hasselnötterna grovt och rosta dem i ugnen 5-10 minuter. Blanda ner i äppelröran.</p>
<p>Fördela äppelröran i en form, helst en liten springform, men en aluminiumform modell mindre går också bra. Tryck ut degen så att det täcker alla äpplen. Den får gärna tryckas ner mellan äpplena lite.</p>
<p>Grädda i 25-30 minuter. Servera med vaniljsås eller vaniljglass. Pajen är godast ljummen eller kall.</p>
<p>OBS: Om du grädda formen i en aluminiumform kan du klippa bort kanten när den har svalnat, så att den snygga effekten av degen som runnit ner mellan äpplena syns. Jag hade lite för stor form så min paj blev ganska tunn.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Manfaat berenang dan spa bagi bayi anda]]></title>
<link>http://quallesqy.wordpress.com/2013/01/12/manfaat-berenang-dan-spa-bagi-bayi-anda/</link>
<pubDate>Sat, 12 Jan 2013 07:20:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>quallesqy</dc:creator>
<guid>http://quallesqy.wordpress.com/2013/01/12/manfaat-berenang-dan-spa-bagi-bayi-anda/</guid>
<description><![CDATA[Saat lahir, otak si bayi memiliki sedikit informasi tentang bagaimana untuk bergerak di lantai karen]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Saat lahir, otak si bayi memiliki sedikit informasi tentang bagaimana untuk bergerak di lantai karena dia tidak pernah memiliki pengalaman itu. Namun, bayi sudah memiliki tujuh bulan informasi tentang bagaimana rasanya bergerak dalam lingkungan berair. Dalam lingkungan ini semua jalur sensorik bayi seperti penglihatan, pendengaran, perasaan, rasa dan sensasi bau berkembang.</p>
<p><img alt="" border="0" /><img alt="" src="http://toko.semuada.com/images/stories/virtuemart/category/resized/arifah[1]_200x200.jpg" align="left" border="0" /><a href="http://toko.semuada.com/swimming-pool">Berenang</a> dan <a href="http://toko.semuada.com/swimming-pool">spa bayi</a> sangat mirip dengan hidroterapi yang telah diakui sebagai menguntungkan sejak awal peradaban yang meningkatkan kapasitas paru-paru dan memperkuat lengan, tangan, jari dan Kaki . Studi menunjukkan bahwa manfaat Hidroterapi sangat menguntungkan dengan meningkatkan perkembangan fisik dan mental, meningkatkan berat badan yang dapat dianggap sebagai tambahan untuk strategi pengobatan tradisional. Terutama untuk penderita cerebral palsy, autisme serebral.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Manfaat <a href="http://toko.semuada.com/swimming-pool">berenang</a> dan <a href="http://toko.semuada.com/swimming-pool">spa bayi</a></strong></p>
<ul>
<li><a href="http://toko.semuada.com/swimming-pool">Berenang</a> sejak lahir yang sangat baik untuk kesehatan bayi Anda dan pengembangan dan pengenalan awal akan menghindari mereka mengalami ketakutan air yang dapat berkembang di kemudian hari dalam masa kanak-kanak</li>
<li>Air membantu meningkatkan koordinasi dan keseimbangan. Kurangnya gravitasi juga berarti bahwa bayi melatih otot-otot lebih (lebih efektif) dalam air daripada di darat</li>
<li>Sebuah penelitian di Jerman menemukan bahwa bayi <a href="http://toko.semuada.com/swimming-pool">renang</a> telah maju perkembangan motorik, keterampilan sosial dan kecerdasan. Penelitian serupa Finlandia menunjukkan bahwa bayi <a href="http://toko.semuada.com/swimming-pool">renang</a>merangkak terlambat tetapi berjalan awal – setelah dikembangkan kontrol otot baik</li>
<li>Meskipun struktur lembut pelajaran, setiap sesi setengah jam menyediakan pekerjaan keluar-lengkap fisik: memperkuat jantung bayi Anda, paru-paru dan sistem pernapasan, yang pada gilirannya membantu perkembangan otak</li>
<li>Belajar untuk merespon perintah dapat membuat bayi Anda lebih tajam secara mental dan meningkatkan tingkat pemahaman</li>
<li>Latihan yang melibatkan bergerak secara independen dalam air dan berpegang pada sisi yang indah untuk kepercayaan diri bayi Anda. Banyak orang tua juga menemukan bahwa menjadi akrab dengan penanganan bayi mereka dalam air dan berbagi pengalaman khusus sangat baik untuk kepercayaan diri mereka juga</li>
<li>Berenang secara teratur dalam air hangat baik relaks bayi Anda dan merangsang nafsu makan, menyebabkan tidur meningkat dan pola makan</li>
<li>Mencegah Fobia air di kemudian hari. Sebaiknya orangtua yang mempunyai fobia air sebaiknya melakukan iontervensi berenang pada bayi sejak dini pada anaknya.</li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Manfaat Untuk Anak Berkebutuhan Khusus</strong></p>
<ul>
<li>Peningkatan resistensi di dalam air membantu membangun otot</li>
<li>Terapung dalam air membantu mengurangi berat badan – menghapus 80% dari berat dari kaki</li>
<li>Berenang bantu pengembangan keterampilan motorik, kebugaran fisik dan interaksi sosial</li>
<li>Air memungkinkan untuk kebebasan yang jauh lebih besar dari gerakan</li>
<li>Membantu mendorong anak-anak untuk menggunakan konsentrasi, kontrol dan koordinasi</li>
</ul>
<p><strong>Salah satu dari kondisi khusus yang dapat dioptimalkan dengan berenang dalam air</strong></p>
<ul>
<li>Epilepsi</li>
<li>Cystic Fibrosis</li>
<li>Sindrom Down</li>
<li>Ketulian</li>
<li>Kebutaan</li>
<li>Spina Bifida dan Hydrocephalus</li>
<li>Cerebral Palsy</li>
<li>Hip Displasia</li>
<li>Talipes (Club Foot)</li>
<li>Osteogenesis imperfecta (Penyakit Tulang Rapuh)</li>
<li>Bayi Prematur</li>
</ul>
<div></div>
<div>Lakukan <a href="http://toko.semuada.com/swimming-pool">baby spa</a> dengan pengawasan penuh orang tua atau bantuan ahli pada anak berkebutuhan khusus.</div>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><a href="http://toko.semuada.com/undefined/">Toko Semuada</a></strong> menyediakan perlengkapan berenang dan spa bagi buah hati anda yang tersedia di kategori<strong><a href="http://toko.semuada.com/swimming-pool">Swimming Pool</a></strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Der Parallax Ping Sensor]]></title>
<link>http://sn0wmax.wordpress.com/2012/10/07/der-paralax-ping-sensor/</link>
<pubDate>Sun, 07 Oct 2012 19:48:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>maxwi</dc:creator>
<guid>http://sn0wmax.wordpress.com/2012/10/07/der-paralax-ping-sensor/</guid>
<description><![CDATA[Hey, in den letzten zwei Tagen habe ich mich mit dem Parallax Ping Sensor beschäftigt. Obwohl ich bi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Hey,</p>
<p>in den letzten zwei Tagen habe ich mich mit dem Parallax Ping Sensor beschäftigt. Obwohl ich bis jetzt der Meinung war, dass Infrarot Abstandsmesser deutlich effektiver sind, ziehe ich in Betracht den Ping Sensor in meinem Roboter zu verwenden, da er einen breiteren Bereich untersucht als Infrarot Sensoren.</p>
<p>Zuerst habe ich ein Anschlusskabel gelötet. Es hat an der einen Seite eine 3-polige Buchse und auf der anderen Seite 3 einzelne Stecker. Rot und Schwarz stehen für 5V und GND und Gelb ist das Signalkabel.</p>
<p><a href="http://sn0wmax.files.wordpress.com/2012/10/img_0061.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-26" title="Anschluss Kabel Paralax" src="http://sn0wmax.files.wordpress.com/2012/10/img_0061.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><!--more--></p>
<p><a href="http://sn0wmax.files.wordpress.com/2012/10/img_0064.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-27" title="Paralax Angeschlossen" src="http://sn0wmax.files.wordpress.com/2012/10/img_0064.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p> ;</p>
<p><!--more--></p>
<p>Dann habe ich aus dem Buch und den Beispielen im Internet recht simple ein Programm geschrieben, dass mir per USB im Terminal ausgibt, welchen Abstand der Sensor grade gemessen hat.</p>
<p>Mein Code:</p>
<blockquote><p>void setup() {<br />
Serial.begin(9600);<br />
}</p>
<p>void loop() {<br />
pinMode(8, OUTPUT);<br />
digitalWrite(8, LOW);<br />
delayMicroseconds(2);</p>
<p>digitalWrite(8, HIGH);<br />
delayMicroseconds(5);<br />
digitalWrite(8, LOW);</p>
<p>pinMode(8, INPUT);<br />
const unsigned long duration = pulseIn(8, HIGH);<br />
if (duration == 0) {<br />
Serial.println(&#8220;Kein Signal&#8221;);<br />
} else {<br />
Serial.print(&#8220;Distanz: &#8220;);<br />
Serial.print(microseconds_to_cm(duration));<br />
Serial.println(&#8221; cm&#8221;);<br />
}<br />
delay(100);<br />
}</p>
<p>unsigned long microseconds_to_cm(const unsigned long microseconds) {<br />
return microseconds / 29 / 2;<br />
}</p></blockquote>
<p><!--more-->Um mir ein genaueres Bild zu machen welchen Bereich ich messen kann, habe ich auf Millimeter Papier den Kegel eingetragen. Gleichzeitig habe ich die Genauigkeit überprüft und muss feststellen, dass es zum Kollisionsschutz allemal reicht! Der Winkel beträgt allerdings nur 22 Grad und reicht somit nicht aus um alles in Fahrtrichtung zu überprüfen.</p>
<p><a href="http://sn0wmax.files.wordpress.com/2012/10/img_0065.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-28" title="Paralax Messung" src="http://sn0wmax.files.wordpress.com/2012/10/img_0065.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><!--more--></p>
<p>Als Lösung für meinen Roboter habe ich mir nun überlegt den Roboter immer zu drehen um Ziele zu erfassen oder durch ein Servo den Sensor zu drehen. Wie genau das klappen wird stelle ich bald ausführlich online.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ASKEP DAN PEMBAHASAN KASUS : KATARAK ]]></title>
<link>http://budayperawat.wordpress.com/2012/04/05/askep-dan-pembahasan-kasus-katarak/</link>
<pubDate>Thu, 05 Apr 2012 11:46:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>budayforex</dc:creator>
<guid>http://budayperawat.wordpress.com/2012/04/05/askep-dan-pembahasan-kasus-katarak/</guid>
<description><![CDATA[BAB I TINJAUAN TEORI KATARAK  1. DEFINISI Katarak berasal dari bahasa Yunani Katarrhakies, bahasa In]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="center">BAB I</p>
<p align="center">TINJAUAN TEORI</p>
<p align="center">KATARAK</p>
<p> 1. DEFINISI</p>
<p>Katarak berasal dari bahasa Yunani <em>Katarrhakies</em>, bahasa Inggris <em>Cataract</em>, dan Latin <em>Cataracta </em>yang berarti air terjun. Dalam bahasa Indonesia disebut bular dimana penglihatan seperti tertutup air terjun akibat lensa yang keruh.</p>
<p>Katarak adalah setiap keadaan kekeruhan pada lensa yang dapat terjadi akibat hidrasi (penambahan cairan) lensa, denaturasi protein lensa atau akibat kedua-duanya.</p>
<p>Katarak adalah setiap kekeruhan pada lensa. (Vaughan,2009)</p>
<p>Katarak adalah opasitas lensa kristalina yang normalnya jernih. (Brunner &#38; Suddart,2001)</p>
<p>Katarak adalah suatu keadaan dimana lensa mata yang biasanya jernih dan bening menjadi keruh. (Sidarta Ilyas,2004)</p>
<p>Katarak adalah proses terjadinya opasitas secara progresif pada lensa atau kapsul lensa, umumnya akibat dari proses penuaan yang terjadi pada semua orang lebih dari 65 tahun (Marilynn Doengoes, dkk. 2000).</p>
<p>Biasanya kekeruhan mengenai kedua mata dan berjalan progresif ataupun dapat tidak mengalami perubahan dalam waktu yang lama.</p>
<p>2. ETIOLOGI</p>
<p>Katarak dapat terjadi akibat :</p>
<ol>
<li>Kelainan bawaan/ kongenital</li>
<li>Proses penuaan</li>
</ol>
<p>Prevalensi katarak pada individu berusia 65 – 74 tahun adalah sebanyak 50%, prevalensi ini meningkat hingga 70% pada individu di atas 75 tahun.</p>
<ol>
<li>Kelainan sistemik atau metabolik seperti diabetes mellitus, galaktosemi dan distrofi miotonik.</li>
<li>Genetik dan gangguan perkembangan</li>
<li>Infeksi virus di masa pertumbuhan janin</li>
<li>Bahan toksik : kimia dan fisik</li>
<li>Bermacam-macam penyakit mata seperti glaucoma, ablasi retina, uveitis dan retinitis pigmentosa</li>
<li>Keracunan beberapa jenis obat seperti eserin 0.25 – 0.5%, kortikosteroid ergot, antikolinesterase topical</li>
<li>Kelainan kaca mata minus yang dalam</li>
</ol>
<p>PERAWATAN YANG DITUJUKAN PADA KEMUNGKINAN PENYEBAB : Jaga kesehatan ibu saat hamil, jangan terjadi infeksi virus (rubella) dan toksoplasma, pada proses menua jaga kesehatan dengan baik, penyakit diabetes dikontrol dengan baik, hati-hati memakai obat yang dapat mempercepat timbulnya katarak, jaga mata dan dapatkan perawatan yang baik pada penyakit mata yang ada</p>
<p>MANIFESTASI KLINIK</p>
<p>Katarak didiagnosis terutama dengan gejala subyektif. Biasanya pasien melaporkan penurunan ketajaman penglihatan dan silau dan gangguan fungsional sampai derajat tertentu . temuan obyektif biasanya meliputi pengembunan seperti mutiara keabuan pada pupil sehingga retina tak akan tampak dengan oftalmoskop.</p>
<p>Ketika lensa sudah menjadi opak, cahaya akan dipendarkan dan bukan ditransmisikan dengan tajam menjadi bayangan terfokus pada retina. Hasilnya adalah pandangan kabur atau redup, menyilaukan yang menjengkelkan dengan distorsi bayangan dan susah melihat di malam hari. Pupil yang normalnya berwarna hitam, akan tampak kekuningan, abu-abu atau putih. Katarak biasanya terjadi bertahap selama bertahun-tahun, dan ketika katarak sudah sangat memburuk, lensa koreksi (kaca mata) yang sangat tebalpun tak akan memperbaiki penglihatan.</p>
<p>PATOFISIOLOGI</p>
<p>Lensa mengandung tiga komponen anatomis. Pada zona central terdapat nucleus, di perifer ada korteks dan yang mengelilingi keduanya adalah kapsul anterior dan posterior. Pada lensa katarak secara karakteristik terdapat agregat-agregat protein yang menghamburkan berkas cahaya dan mengurangi transparansinya. Perubahan protein pada lensa mengakibatkan perubahan warna lensa menjadi coklat kekuningan. Di sekitar  opasitas terdapat densitas seperti duri di anterior dan posterior nucleus. Opasitas pada kapsul posterior merupakan bentuk katarak yang paling bermakna nampak seperti kristal salju pada jendela.</p>
<p>Perubahan fisik dan kimia dalam lensa mengakibatkan hilangnya transparansi. Perubahan pada serabut halus multiple, memanjang dari badan silier ke sekitar daerah lensa mengakibatkan penglihatan distorsi. Perubahan kimia dalam protein lensa dapat menyebabkan koagolasi, sehingga mengakibatkan pandangan berkabut.Salah satu teori menyebutkan terputusnya protein lensa normal disertai influks air ke dalam lensa yang mengakibatkan patahnya serabut lensa yang tegang sehingga mengganggu transmisi sinar.</p>
<p>Teori lain mengatakan bahwa suatu enzim tertentu mempunyai peran dalam melindungi lensa dari degenerasi, jumlah enzim ini akan menurun dengan bertambahnya usia.</p>
<p>Sejumlah faktor yang diduga turut berperan dalam terbentuknya katarak antara lain kerusakan oksidatif (dari proses radikal bebas), sinar ultraviolet dan malnutrisi.</p>
<p>KLASIFIKASI</p>
<p>Berdasarkan  Penyebabnya :</p>
<p>1. Katarak traumatik</p>
<p>Katarak traumatik paling sering disebabkan oleh trauma benda asing pada lensa atau trauma tumpul pada bola mata. Peluru senapan angin dan petasan merupakan penyebab yang sering. Lensa menjadi putih segera setelah masuknya benda asing karena lubang pada kapsul lensa menyebabkan humor aqueus dan kadang-kadang vitreus masuk ke dalam struktur lensa.</p>
<p>2. Katarak toksika</p>
<p>Kortikosteroid yang diberikan dalam waktu lama baik secara sistemik maupun dalam bentuk obat tetes mata dapat meneyebabkan kekeruhan lensa. Obat-obat lain yang diduga menyebabkan katarak antara lain : phenotiazine, chlorpromazine, obat tetes miotik kuat seperti phospholine iodine.</p>
<p>3. Katarak komplikata</p>
<p>Katarak dapat terbentuk akibat efek langsung penyakit intraocular yang mempengaruhi fisiologis lensa. Katarak biasanya berawal dari daerah subkapsular posterior dan akhirnya mengenai seluruh struktur lensa. Penyakit intraokuler yang sering berkaitan antara lain uveitis kronik atau rekuren, glaucoma, retinitis pigmentosa dan ablation retinae. Katarak ini biasanya unilateral. Katarak komplikata juga dapat disebabkan akibat gangguan sistemik seperti diabetes mellitus, distrofi miotonik, dermatitis atopic, hipoparatiroidisme, galaktosemia dan sindrom Lowe, Werner dan down.</p>
<p>Berdasarkan Usia</p>
<p>1. Katarak kongenital : Katarak yang sudah terlihat pada usia kurang dari 1 tahun</p>
<p>2. Katarak juvenile : Katarak yang terjadi sesudah usia 1 tahun</p>
<p>3. Katarak senile : Katarak setelah usia 50 tahun (Ilyas,1999)</p>
<p>JENIS-JENIS KATARAK</p>
<p>Katarak kongenital</p>
<p>Katarak kongenital adalah katarak yang mulai terjadi sebelum atau segera setelah lahir dan bayi berusia kurang dari 1 tahun. Sewaktu dalam kandungan, terbentuknya lensa adalah minggu ke lima sampai ke delapan usia kehamilan. Pada masa ini belum terbentuk kapsul pelindung, sehingga virus bisa masuk ke dalam jaringan lensa. Seluruh lensa buram, tampak abu-abu putih.</p>
<p>Penyebab katarak kongenital  :</p>
<ol>
<li>Mungkin herediter dengan atau tanpa penyakit mata atau penyakit sistemik lain.</li>
<li>Infeksi teratogenik yang diderita ibu saat kehamilan seperti campak jerman, cacar air, penyakit gondong, hepatitis dan poliomyelitis.</li>
<li>Infeksi maternal selama masa kehamilan seperti pada infeksi toksoplasmosis</li>
<li>Ibu hamil penderita diabetes melitus</li>
<li>Kelainan genetik seperti Trisomi 21, galaktosemia dan sindrom Lowe</li>
</ol>
<p>Katarak kongenital digolongkan menjadi 2 macam katarak :</p>
<ol>
<li>Kapsulolentikuler dimana pada golongan ini termasuk katarak kapsuler dan katarak Polaris</li>
<li>Katarak lentikuler termasuk dalam golongan ini katarak yang mengenai korteks atau nucleus lensa.</li>
</ol>
<p>Jenis-jenis katarak kongenital :</p>
<ol>
<li>Katarak nuklear</li>
<li>Katarak zonular</li>
<li>Katarak bentuk kumparan</li>
<li>Katarak polar anterior dan posterior</li>
<li>Katarak piramidal</li>
</ol>
<p>Katarak kongenital dapat menimbulkan komplikasi lain berupa nistagmus dan strabismus</p>
<p>Tindakan pengobatan adalah operasi, operasi dilakukan bila refleks fundus tidak tampak, biasanya bila katarak bersifat total, operasi dapat dilakukan pada usia 2 bulan atau lebih muda. Tindakan bedah pada katarak kongenital yang umum dikenal adalah disisio lensa, ekstraksi linier, ekstraksi dengan aspirasi.</p>
<p>Pengobatan katarak kongenital tergantung pada :</p>
<ol>
<li>Katarak totak bilateral, dimana sebaiknya dilakukan pembedahan secepatnya segera setelah katarak terlihat.</li>
<li>Katarak total unilateral, dilakukan pembedahan 6 bulan sesudah terlihat atau segera sebelum terjadiny juling; bila terlalu muda akan mudah terjadi ambliopia bila tidak dilakukan tindakan segera.</li>
<li>Katarak total atau kongenital unilateral, mempunyai prognosis yang buruk, karena mudah sekali terjadi ambliopia; karena itu sebaiknya dilakukan pembedahan secepat mungkin, dan diberikan kacamata segera dengan latihan beban mata.</li>
<li>Katarak bilateral partial, biasanya pengobatan lebih konservatif sehingga sementara dapat dicoba dengan kacamata atau midriatika, bila terjadi kekeruhan yang progresif disertai dengan mulainya tanda-tanda juling dan ambliopia maka dilakukan pembedahan, biasanya mempunyai prognosis yang lebih baik.</li>
</ol>
<p>Katarak Rubela</p>
<p>Rubella pada ibu dapat mengakibatkan katarak pada lensa fetus.</p>
<p>Terdapat 2 bentuk kekeruhan yaitu kekeruhan sentral dengan perifer jernih seperti mutiara dan kekeruhan diluar nuclear yaitu korteks anterior dan posterior atau total.</p>
<p>Mekanisme terjadinya tidak jelas, akan tetapi diketahui bahwa rubella dapat dengan mudah menular melalui barier plasenta. Virus ini dapat masuk atau terjepit di dalam vesikel lensa dan bertahan di dalam lensa sampai 3 tahun.</p>
<p>Katarak  Juvenil</p>
<p>Kekeruhannya halus dan bulat, umumnya timbul pada usia tigapuluhan</p>
<p>Katarak ini perkembangannya lamban dan biasanya tidak mengganggu penglihatan.</p>
<p>Jika kekeruhan ini menyatu akan berbentuk cincin di perifer yang disebut katarak koronaria, apabila tipis dan kebiru-biruan disebut katarak serulea.</p>
<p>Biasanya merupakan penyulit penyakit sistemik ataupun metabolik dan penyakit lainnya seperti katarak metabolik, distrofi miotonik, katarak traumatic dan katarak komplikata.</p>
<p>Katarak Senil</p>
<p>Biasanya  timbul pada usia 50 tahun</p>
<p>Secara klinik dikenal dalam 4 stadium yakni insipient, imatur, matur dan hiper matur</p>
<p>Pada stadium awal (katarak insipiens) mungkin ada celah-celah kekeruhan di bagian perifer atau berbentuk baji (kuneiform). Keadaan ini bisa diperburuk dengan adanya katarak nuklear yang merupakan lanjutan daripada sklerosis nuclear fisiologis. Dengan berlanjutnya pertumbuhan katarak, tajam penglihatan menjadi terganggu (katarak imatur). Katarak dikatakan matur bila lensa sudah keruh seluruhnya sehingga fundus tidak dapat dilihat lagi. Di antaranya ada stadium intemusen yaitu stadium membengkaknya lensa dan edema lensa. Pada akhirnya katarak matur berubah menjadi stadium hipermatur, yaitu korteksnya mencair sehingga intinya mengambang turun ke dasar kantong kapsul. Pada stadium ini mungkin terjadi reaksi fakolitik dan glaukoma. Bila proses katarak berjalan lanjut disertai dengan kapsul yang tebal maka korteks akan memperlihatkan bentuk menjadi sekantong susu disertai dengan nukleus yang terbenam di dalam korteks lensa karena lebih berat. Keadaan ini disebut sebagai katarak morgagni</p>
<p>Perbedaan katarak insipien, imatur , matur dan hipermatur</p>
<table width="492" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="69">Insipien</td>
<td valign="top" width="84">Imatur</td>
<td valign="top" width="84">Matur</td>
<td valign="top" width="132">Hipermatur</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="123">Kekeruhan</td>
<td valign="top" width="69">Ringan</td>
<td valign="top" width="84">Sebagian</td>
<td valign="top" width="84">Seluruh</td>
<td valign="top" width="132">Masif</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="123">Cairan lensa</td>
<td valign="top" width="69">Normal</td>
<td valign="top" width="84">Bertambah (masuk)</td>
<td valign="top" width="84">Normal</td>
<td valign="top" width="132">Berkurang (air+masa lensa keluar)</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="123">Iris</td>
<td valign="top" width="69">Normal</td>
<td valign="top" width="84">Terdorong</td>
<td valign="top" width="84">Normal</td>
<td valign="top" width="132">Tremulans</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="123">Bilik mata depan</td>
<td valign="top" width="69">Normal</td>
<td valign="top" width="84">Dangkal</td>
<td valign="top" width="84">Normal</td>
<td valign="top" width="132">Dalam</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="123">Sudut bilik mata</td>
<td valign="top" width="69">Normal</td>
<td valign="top" width="84">Sempit</td>
<td valign="top" width="84">Normal</td>
<td valign="top" width="132">Terbuka</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="123">Shadow test</td>
<td valign="top" width="69">Negatif</td>
<td valign="top" width="84">Positif</td>
<td valign="top" width="84">Negatif</td>
<td valign="top" width="132">Pseudopos</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="123">Penyulit</td>
<td valign="top" width="69">-</td>
<td valign="top" width="84">Glaukoma</td>
<td valign="top" width="84">-</td>
<td valign="top" width="132">Uveitis + glaukoma</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Katarak senile dibagi menjadi 2 jenis yakni</p>
<ol>
<li>Katarak kortikal</li>
</ol>
<p>Kekeruhan korteks lensa perifer berbentuk ruji roda yang dipisahkan oleh celah-celah air. Meningkatnya cairan yang masuk ke dalam lensa mengakibatkan terjadinya separasi lamellar dan akhirnya terjadi kekeruhan korteks berwarna abu-abu putih yang tidak merata.</p>
<p>2. Katarak nuklear</p>
<p>Kekeruhan inti embrional dan inti dewasa yang berwarna kecoklatan. Korteks anterior dan posterior relative jernih dan masih tipis. Bentuk kekeruhan nuklear ini bisa menyebabkan terjadinya miopia berat yang memungkinkan penderita membaca jarak dekat tanpa memakai kaca mata koreksi seperti seharusnya (<em>second sight)</em></p>
<p>3. Katarak Brunesen</p>
<p>Katarak yang berwarna coklat sampai hitam (katarak nigra) terutama pada nukleus lensa, juga dapat terjadi pada katarak pasien diabetes mellitus dan myopia tinggi. Sering tajam penglihatan lebih baik daripada dugaan sebelumnya dan biasanya ini terdapat pada orang berusia lebih dari 65 tahun yang belum memperlihatkan adanya katarak kortikal posterior.</p>
<p>4. Katarak diabetes</p>
<p>Diakibatkan karena adanya penyakit diabetes mellitus.</p>
<p>Terbagi dalam 3 bentuk :</p>
<ul>
<li>Pasien dengan dehidrasi berat, asidosis dan hiperglikemia nyata, pada lensa akan terlihat kekeruhan berupa garis akibat kapsul lensa berkerut. Bila  dehidrasi lama akan terjadi kekeruhan lensa, kekeruhan akan hilang bila terjadi rehidrasi dan kadar gula normal kembali</li>
<li>Pasien diabetes juvenile dan tua tidak terkontrol, dimana terjadi katarak serentak pada kedua mata dalam 48 jam, bentuk dapat snow flake atau bentuk piring subkapsular</li>
<li>Katarak pada pasien diabetes dewasa dimana gambaran secara histologik dan biokimia sama dengan katarak pasien nondiabetik.</li>
</ul>
<p>PEMERIKSAAN KATARAK</p>
<ul>
<li>
<ol>
<li>Pemeriksaan visus dengan kartu snellen atau chart projector dengan koreksi terbaik serta menggunakan pinhole</li>
<li>Pemeriksaan dengan slit lamp untuk melihat segmen anterior</li>
<li>Tekanan intraocular (TIO) diukur dengan tonometer non contact, aplanasi atau Schiotz</li>
<li>Jika TIO dalam batas normal (&#60; 21 mmHg) dilakukan dilatasi pupil dengan tetes mata Tropicanamide 0.5%. setelah pupil cukup lebar dilakukan pemeriksaan dengan slit lamp untuk melihat serajat kekeruhan lensa apakah sesuai dengan visus pasien.
<ol>
<li>Derajat 1 : nukleus lunak, biasanya visus masih lebih baik dari 6/12, tampak sedikit kekeruhan dengan warna agak keputihan. Refluks fundus masih mudah diperoleh. Usia penderitanya biasanya kurang dari 50 tahun.</li>
<li>Derajat 2 : Nukleus dengan kekerasan ringan, biasanya visus antara 6/12 – 6/30, tampak nucleus mulai sedikit berawarna kekuningan. Refleks fundus masih mudah diperoleh dan paling sering memberikan gambaran seperti katarak subkapsularis posterior.</li>
<li>Derajat 3 : nukleus dengan kekerasan medium, biasanya visus antara 6/30 – 3/60, tampak nukleus berwarna kuning disertai kekeruhan korteks yang berwarna keabu-abuan</li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
</ul>
<ol>
<li>Derajat 4: nukleus keras, biasanya visus antara 3/60 – 1/60, tampak nukleus berwarna kuning kecoklatan. Reflex fundus sulit dinilai</li>
<li>Derajat 5 ; nukleus sangat keras, biasanya visus hanya 1/60 atau lebih jelek. Usia penderita sudah di atas 65 tahun. Tampak nucleus berawarna kecoklatan bahkan sampai kehitaman, katarak ini sangat keras dan disebut juga sebagai <em>Brunescence cataract</em> atau <em>black cataract.</em></li>
<li>Pemeriksaan funduskopi jika masih memungkinkan</li>
<li>Pemeriksaan penunjang : USG untuk menyingkirkan adanya kelainan lain pada mata selain katarak</li>
<li>Pemeriksaan tambahan : biometri untuk mengukur power IOL jika pasien akan dioperasi katarak dan retinometri untuk mengetahui prognosis tajam penglihatan setelah operasi.</li>
</ol>
<ol>
<li>PENATALAKSANAAN
<ol>
<li>Pembedahan dengan membersihkan lensa mata yang keruh</li>
<li>Katarak tidak dapat dibedah dengan sinar</li>
<li>Hasil bedah katarak sangat baik, 90% pasien pasca bedah dapat mempergunakan matanya seperti sedia kala</li>
<li>Ada dua jenis operasi katarak yakni Ekstraksi Katarak Intrakapsuler (EKIK) dan Ekstraksi Katarak Ekstrakapsuler (EKEK).</li>
<li>EKIK adalah pembedahan dengan mengeluarkan seluruh lensa bersama kapsul. Dapat dilakukan pada zonula zinn telah rapuh atau berdegenerasi dan mudah diputus. Pada EKIK tidak akan terjasi katarak sekunder.kontraindikasi EKIK adalah pada pasien &#60; 40 tahun yang masih mepunyai ligament hialoidea kapsuler. Penyulit yang sering terjadi: astigmat, glaucoma, uveitis, endoftalmus dan perdarahan.EKIK sekarang jarang dilakukan karena tersedianya teknik bedah yang lebih canggih.</li>
<li>EKEK adalah tindakan pembedahan pada lensa katarak dimana dilakukan pengeluaran isi lensa dengan memecah atau merobek kapsul lensa anterior sehingga masa lensa dan korteks lensa dapat keluar melalui robekan tersebut. Termasuk ke dalam golongan ini ekstraksi linier, aspirasi dan irigasi. Penyulit yang dapat timbul pada pembedahan ini yaitu dapat terjadinya katark sekunder, yakni terbentuknya jaringan fibrosis pada sisa lensa yang tertinggal, paling cepat keadaan ini terlihat sesudah 2 hari EKEK.</li>
<li>Salah satu penemuan terbaru pada EKEK adalah Fakoemulsi. Cara ini memungkinkan pengambilan lensa melalui insisi yang lebih kecil dengan menggunakan alat ultrasound frekwensi tinggi untuk memecah nucleus dan korteks lensa menjadi partikel kecil yang kemudian diaspirasi melalui alat yang sama yang juga memberikan irigasi kontinu. Dengan teknik ini waktu penyembuhan menjadi lebih pendek dan penurunan insiden astigmatisme pasca operasi.</li>
<li>Pada mata yang telah dikeluarkan lensanya akibat katarak, pasien akan menggalami penglihatan yang tidak jelas dan perlu lensa pengganti dan mata tidak dapat melihat dekat atau berakomodasi. Karena itu pasien memerlukan sebuah lensa pengganti / koreksi. Koreksi ini dapat dilakukan dengan metode : kaca mata apakia, lensa kontak atau implant lensa intraokuler (IOL)</li>
<li>Kaca mata apakia</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>Keuntungan : dapat mengambil alih fungsi lensa mata yang dikeluarkan, kaca mata merupakan alat penglihatan yang aman dan harga yang tidak terlalu mahal.</p>
<p>Kerugian : adanya perasaan asing sewaktu memakainya, kaca mata terlalu tebal dan berat, benda akan terlihat melengkungg, terlihat benda lebih besar 30% dari ukuran sesungguhnya, pada waktu melihat harus selalu menggerakkan kepala karena melihat dengan bagian tengah lensa, akibatnya terjadi penyempitan lapang pandangan, serta terdapat bagian yang tidak terlihat pada lapang pandangan 40-60%.</p>
<ol>
<li>Lensa kontak jauh lebih nyaman dari kaca mata apakia, dengan pembesaran 5% &#8211; 10%, tidak menimbulkan aberasi sferis, tak ada penurunan lapang pandang dan tak ada kesalahan orientasi spasial.</li>
</ol>
<p>Kelemahan tenik ini adalah penyimpanan yang selamanya harus bersih dan kalau bisa steril, pemakaian sukar pada usia lanjut dan diperlukannya ketrampilan pasien dalam hal memasang, melepaskan dan merawat lensa kontak secara bersih.</p>
<ol>
<li>IOL adalah lensa permanen plastic yang secara bedah diimplantasi ke dalam mata. Mampu menghasilkan bayangan dengan bentuk dan ukuran normal, menghilangkan efekoptikal lensa afakia yang menjengkelkan dan ketidakpraktisan lensa kontak .</li>
</ol>
<p>Ada beberapa bentuk IOL :</p>
<ol>
<li>Lensa bilik mata yang ditempatkan di depan iris dengan kaki penyokongnya bersandar pada sudut bilik mata</li>
<li>Lensa dijepit pada iris yang kakinya tidak terletak pada sudut bilik mata</li>
<li>Lensa bilik mata belakang yang diletakkan pada kedudukan lensa normal di belakang iris.</li>
</ol>
<ol>
<li>PEDOMAN DALAM PENATALAKSANAAN
<ol>
<li>Penatalaksanaan non bedah untuk visus lebih baik atau sama dengan 6/12, yaitu pemberian kacamata dengan koreksi terbaik.</li>
<li>Jika visus masih lebih baik dari 6/12 tetapi sudah mengganggu untuk melakuklan aktivitas yang berkaitan dengan pekerjaan pasien atau ada indikasi medis lain untuk operasi, pasien dapat dilakukan operasi katarak.</li>
<li>Tatalaksana katarak dengan visus terbaik kurang dari 6/12 adalah operasi katarak berupa EKEK + IOL atau fakoemulsifikasi + IOL dengan mempertimbangkan ketersediaan alat, derajat kekeruhan katarak dan tingkat kemampuan ahli bedah.</li>
<li>Operasi katarak dilakukan menggunakan mikroskop operasi dan peralatan bedah mikro, dimana pasien dipersiapkan untuk implantasi IOL</li>
<li>Ukuran IOL dihitung berdasarkan data keratometri serta pengukuran biometri A-scan</li>
<li>Apabila tidak tersedia peralatan keratometri dan biometri ukuran IOL dapat ditentukan berdasar anamnesis ukuran kacamata yang selama ini dipakai pasien. IOL standar power +20.00 dioptri, jika pasien menggunakan kacamata, power IOL standar dikurangi dengan ukuran kaca mata. Misalnya pasien menggunakan kaca mata S -6.00 maka dapat diberikan IOL power +14.00 dioptri.</li>
<li>Operasi katarak bilateral (operasi dilakukan pada kedua mata sekaligus secara berurutan) sangat tidak dianjurkan berkaitan dengan resiko pasca operasi (endoftalmitis) yang bisa berdampak kebutaan.</li>
</ol>
</li>
</ol>
<ol>
<li>PERAWATAN SEBELUM DAN SESUDAH PEMBEDAHAN
<ol>
<li>Sebelum pembedahan :</li>
</ol>
</li>
</ol>
<ul>
<li>Pemeriksaan kesehatan tubuh umum untuk menentukan kondisi kesehatan umum pasien</li>
<li>Dilakukan pemeriksaan mata untuk mencegah penyulit pembedahan seperti adanya infeksi, glaucoma serta penyakit mata lain yang dapat menimbulkan penyulit sewaktu pembedahan</li>
</ul>
<ol>
<li>Sesudah pembedahan :</li>
<li>Hal yang dianjurkan : memakai dan meneteskan obat seperti yang dianjurkan, memakai penutup mata seperti yang dinasehatkan, tidak melakukan pekerjaan berat, tidak membungkuk terlalu dalam.</li>
<li>Hal yang tidak boleh dilakukan : menggosok mata, bungkuk terlalu dalam, membaca berlebihan dari biasanya, mengejan keras sewaktu buang air besar, berbaring ke sisi mata yang baru dibedah dan menggosok gigi pada minggu pertama.</li>
<li>KOMPLIKASI PEMBEDAHAN
<ol>
<li>Luka yang tidak sempurna menutup</li>
<li>Edema kornea</li>
<li>Inflamasi dan uveitis</li>
<li>Atonik pupil</li>
<li>Papillary captured</li>
<li>Kekeruhan kapsul posterior</li>
<li>TASS (toxic anterior segment syndrome)</li>
<li>Ablasio retina</li>
<li>Endoftalmus</li>
<li>Sisa massa lensa</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p align="center"><strong>ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN KATARAK</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li>PENGKAJIAN</li>
<li>Riwayat
<ol>
<li>Riwayat penyakit trauma : trauma mata, penggunaan obat kortikosteroid, penyakit diabetes mellitus, hipotiroid, uveitis, glaucoma.</li>
<li>Riwayat keluhan gangguan : stadium katarak.</li>
<li>Psikososial : kemampuan aktivitas, gangguan membaca, resiko jatuh, berkendaraan.</li>
<li>Pengkajian umum
<ol>
<li>Usia.</li>
<li>Gejala penyakit sistemik : diabetes mellitus, hipotiroid.</li>
<li>Pengkajian khusus mata
<ol>
<li>Dengan pelebaran pupil, ditemukan gambaran kekeruhan lensa (berkas putih) pada lensa.</li>
<li>Keluhan terdapat diplopia, pandangan berkabut.</li>
<li>Penurunan tajam penglihatan (miopia).</li>
<li>Bilik mata depan menyempit.</li>
<li>Tanda glaucoma (akibat komplikasi).</li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<ol>
<li>DIAGNOSA KEPERAWATAN</li>
</ol>
<p>Diagnosa keperawatan yang muncul selama periode peri operasi (pre, intra dan post operasi) adalah :</p>
<ol>
<li>Penurunan persepsi sensori : penglihatan yang berhubungan dengan penurunan tajam penglihatan dan kejelasan penglihatan.</li>
<li>Ansietas yang berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang kejadian operasi.</li>
<li>Resiko cedera yang berhubungan dengan peningkatan tekanan intraocular (TIO), perdarahan, kehilangan vitreous.</li>
<li>Nyeri yang berhubungan dengan luka pasca operasi.</li>
<li>Gangguan perawatan diri yang berhubungan dengan penurunan penglihatan, pembatasan aktivitas pasca operasi.</li>
<li>Resiko ketidakefektifan penatalaksanaan regimen terapeutik yang berhubungan dengan kurang pengetahuan, kurang sumber pendukung.</li>
</ol>
<p><strong>Intervensi :</strong></p>
<p>Rencana tindakan yang mungkin dapat diterapkan pada klien dengan katarak meliputi :</p>
<p><strong>Dx. 1</strong></p>
<p>Penurunan persepsi sensori : penglihatan yang berhubungan dengan penurunan tajam penglihatan dan kejelasan penglihatan.</p>
<p>Tujuan               : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3&#215;24 jam              klien melaporkan atau memeragakan kemampuan yang lebih baik untuk proses rangsang penglihatan dan mengkomunikasikan perubahan visual.</p>
<p>Kriteria hasil        Klien mengidentifikasikan faktor-faktor yang mempengaruhi    fungsi penglihatan.</p>
<p>Klien mengidentifikasi dan menunjukan pola-pola alternative untuk meningkatkan penerimaan rangsang penglihatan.</p>
<p>Intervensi     :</p>
<ol>
<li>Kaji ketajaman penglihatan klien.</li>
</ol>
<p>R/ Mengidentifikasi kemampuan visual klien.</p>
<ol>
<li>Identifikasi alternative untuk optimalisasi sumber rangsangan.</li>
</ol>
<p>R/ Memberikan keakuratan penglihatan dan perawatanya.</p>
<ol>
<li>Sesuaikan lingkungan untuk optimalisasi penglihatan :</li>
</ol>
<p>-          Orientasikan klien terhadap ruang rawat.</p>
<p>-          Letakan alat yang sering digunakan di dekat klien atau pada sisi mata yang lebih sehat.</p>
<p>-          Berikan pencahayaan cukup.</p>
<p>-          Letakan alat di tempat yang tepat.</p>
<p>-          Hindari cahaya menyilaukan.</p>
<p>-          Anjurkan penggunaan alternative rangsang lingkungan yang dapat diterima: auditorik, taktil.</p>
<p>R/ Meningkatkan kemampuan persepsi sensori.</p>
<p><strong>Dx. 2</strong></p>
<p>Ansietas yang berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang kejadian operasi.</p>
<p>Tujuan                 : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3&#215;24 jam                 tidak terjadi kecemasan.</p>
<p>Kriteria hasil        : &#8211; Klien mengungkapkan kecemasan hilang atau minimal.</p>
<p>-  Klien berpartisipasi dalam persiapan operasi.</p>
<p>Intervensi     :</p>
<ol>
<li>Jelaskan gambaran kejadian pre dan paska operasi, manfaat operasi, dan sikap yang harus dilakukan klien selama masa operasi.</li>
</ol>
<p>R/ Meningkatkan pemahaman tentang gambaran operasi untuk menurunkan ansietas.</p>
<ol>
<li>Jawab pertanyaan khusus tentang pembedahan.</li>
</ol>
<p>R/ Meningkatkan kepercayaan dan kerjasama.</p>
<ol>
<li>Berikan waktu untuk mengekspresikan perasaan.</li>
</ol>
<p>R/ Berbagi perasaan membantu menurunkan tegangan.</p>
<ol>
<li>Informasikan bahwa perbaikan penglihatan tidak terjadi secara langsung, tetapi bertahap sesuai penurunan bengkak pada mata dan perbaikan kornea.</li>
</ol>
<p>R/ Informasi tentang perbaikan penglihatan bertahap diperlukan untuk mengantisipasi depresi atau kekecewaan setelah fase operasi dan memberikan harapan akan hasil operasi.</p>
<p><strong>Dx. 3</strong></p>
<p>Resiko cedera yang berhubungan dengan peningkatan tekanan intraocular (TIO), perdarahan, kehilangan vitreous.</p>
<p>Tujuan                    : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3&#215;24 jam tidak terjadi cedera mata pasca operasi.</p>
<p>Kriteria hasil          : &#8211; Klien dapat menyebutkan faktor yang menyebabkan cedera.</p>
<p>- Klien tidak melakukan aktivitas yang meningkatkan resiko             cedera.</p>
<p>Intervensi   :</p>
<ol>
<li>Diskusikan tentang rasa sakit, pembatasan aktifitas dan pembalutan mata.</li>
</ol>
<p>R/ Meningkatkan kerjasama dan pembatasan yang diperlukan.</p>
<ol>
<li>Tempatkan klien pada tempat tidur yang rendah dan ajurkan untuk membatasi pergerakan mendadak atau tiba-tiba serta menggerakan kepala berlebih.</li>
</ol>
<p>R/ Istirahat mutlak diberikan hanya beberapa menit hingga satu atau dua jam paska operasi atau satu malam jika ada komplikasi.</p>
<ol>
<li>Bantu aktifitas selama fase istirahat.</li>
</ol>
<p>R/ Mencegah atau menurunkan resiko komplikasi cedera.</p>
<ol>
<li>Ajarkan klien untuk menghindari tindakan yang dapat menyebabkan cedera.</li>
</ol>
<p>R/ Tindakan yang dapat meningkatkan TIO dan menimbulkan kerusakan struktur mata paska operasi:</p>
<p>-          Mengejan (valsalva maneuver)</p>
<p>-          Menggerakan kepala mendadak</p>
<p>-          Membungkuk terlalu lama</p>
<p>-          Batuk</p>
<ol>
<li>Amati kondisi mata : luka menonjol, bilik mata depan menonjol, nyeri mendadak setiap 6 jam pada awal operasi atau seperlunya.</li>
</ol>
<p>R/ Berbagai kondisi seperti luka menonjol, bilik mata menonjol, nyeri mendadak, hyperemia serta hipopion mungkin menunjukan cedera mata paska operasi.Apabila pandangan melihat benda mengapung (floater) atau tempat gelap mungkin menujukan ablasio retina.</p>
<p><strong>Dx. 4 </strong></p>
<p>Nyeri yang berhubungan dengan luka pasca operasi.</p>
<p>Tujuan                    : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3&#215;24 jam     nyeri berkurang, hilang dan terkontrol.</p>
<p>Kriteria hasil          : &#8211; Klien mendemonstrasikan tehnik penurunan nyeri.</p>
<p>- Klien melaporkan nyeri berkurang atau hilang.</p>
<p>Intervensi   :</p>
<ol>
<li>Kaji derajat nyeri setiap hari.</li>
</ol>
<p>R/ Normalnya nyeri terjadi dalam waktu kurang dari lima hari setelah operasi dan berangsur menghilang. Nyeri dapat meningkat karena peningkatan TIO 2-3 hari paska operasi.Nyeri mendadak menunjukan peningkatan TIO massif.</p>
<ol>
<li>Anjurkan untuk melaporkan perkembangan nyeri setiap hari atau segera saat terjadi peningkatan nyeri mendadak.</li>
</ol>
<p>R/ Meningkatkan kolaborasi ; memberikan rasa aman untuk peningkatan dukungan psikologis.</p>
<ol>
<li>Anjurkan klien untuk tidak melakukan gerakan tiba-tiba yang dapat memprovokasi nyeri.</li>
</ol>
<p>R/ Beberapa kegiatan klien dapat meningkatkan nyeri seperti gerakan tiba-tiba, membungkuk, mengucek mata, batuk, mengejan.</p>
<ol>
<li>Ajarkan tehnik distraksi dan relaksasi.</li>
</ol>
<p>R/ Menurunkan ketegangan, mengurangi nyeri.</p>
<ol>
<li>Lakukan tindakan kolaboratif untuk pemberian analgesic topical atau sistemik.</li>
</ol>
<p>R/ Mengurangi nyeri dengan meningkatkan ambang nyeri.</p>
<p><strong>Dx. 5</strong></p>
<p>Gangguan perawatan diri yang berhubungan dengan penurunan penglihatan, pembatasan aktivitas pasca operasi.</p>
<p>Tujuan                    : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3&#215;24 jam kebutuhan perawatan diri klien terpenuhi.</p>
<p>Kriteria hasil          : &#8211; Klien mendapatkan bantuan parsial dalam pemenuhan kebutuhan diri.</p>
<p>-       Klien memeragakan perilaku perawatan diri secara bertahap.</p>
<p>Intervensi   :</p>
<ol>
<li>Terangkan pentingnya perawatan diri dan pembatasan aktivitas selama fase paska operasi.</li>
</ol>
<p>R/ Klien dianjurkan untuk istirahat di tempat tidur pada 2-3 jam pertama paska operasi atau 12 jam jika ada komplikasi. Selama fase ini, bantuan total diperlukan bagi klien.</p>
<ol>
<li>Bantu klien untuk memenuhi kebutuhan perawatan diri.</li>
</ol>
<p>R/ Memenuhi kebutuhan perawatan diri.</p>
<ol>
<li>Secara bertahap, libatkan klien dalam memenuhi kebutuhan diri.</li>
</ol>
<p>R/  Upaya melibatkan klien dalam aktivitas perawatan dirinya dilakukan bertahap dengan berpedoman pada prinsip bahwa aktivitas tidak memicu peningkatan TIO dan menyebabkan cedera mata. Kontrol klinis dilakukan dengan menggunakan indicator nyeri mata pada saat melakukan aktivitas.Umumnya 24 jam paska operasi, individu boleh melakukan aktivitas perawatan diri.</p>
<p><strong>Dx. 6</strong></p>
<p>Resiko ketidakefektifan penatalaksanaan regimen terapeutik yang berhubungan dengan kurang pengetahuan, kurang sumber pendukung.</p>
<p>Tujuan                    : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3&#215;24 jam perawatan rumah berjalan efektif.</p>
<p>Kriteria hasil          : &#8211; Klien mampu mengidentifikasi kegiatan keperawatan rumah (lanjutan) yang diperlukan.</p>
<p>-   Keluarga menyatakan siap untuk mendampingi klien dalam melakukan perawatan.</p>
<p>Intervensi   :</p>
<ol>
<li>Kaji tingkat pengetahuan pasien tentang perawatan paska hospitalisasi.</li>
</ol>
<p>R/ Sebagai modalitas dalam pemberian pendidikan kesehatan tentang perawatan di rumah.</p>
<ol>
<li>Terangkan aktivitas yang diperbolehkan dan dihindari (minimal untuk 1 minggu) untuk mencegah komplikasi post operasi.</li>
</ol>
<p>R/ Aktivitas yang diperbolehkan :</p>
<p>-          Menonton televise, membaca tetapi jangan terlalu lama.</p>
<p>-          Mengerjakan aktivitas biasa (ringan dan sedang).</p>
<p>-          Mandi waslap, selanjutnya dengan bak mandi atau pancuran (dengan bantuan).</p>
<p>-          Tidak boleh membungkuk pada wastafel atau bak mandi, condongkan kepala sedikit kebelakang saat mencuci rambut.</p>
<p>-          Tidur dengan perisai atau pelindung mata logam pada malam hari, mengenakan kacamata pada siang hari.</p>
<p>-          Aktivitas dengan duduk.</p>
<p>-          Mengenakan kaca mata hitam untuk kenyamanan.</p>
<p>-          Berlutut atau jongkok saat mengambil sesuatu dari lantai.</p>
<p>R/  Aktivitas yang dihindari :</p>
<p>-          Tidur pada sisi yang sakit.</p>
<p>-          Menggosok mata, menekan kelopak mata.</p>
<p>-          Mengejan saat defekasi.</p>
<p>-          Memakai sabun mendekati mata.</p>
<p>-          Mengangkat benda lebih dari 7 kg.</p>
<p>-          Melakukan hubungan seks.</p>
<p>-          Mengendarai kendaraan.</p>
<p>-          Batuk, bersin, muntah.</p>
<p>-          Menundukan kepala sampai bawah pinggang.</p>
<ol>
<li>Terangkan berbagai kondisi yang perlu dikonsultasikan.</li>
</ol>
<p>R/ Kondisi yang harus segera dilaporkan :</p>
<p>-          Nyeri pada dan disekitar mata, sakit kepala menetap.</p>
<p>-          Setiap nyeri yang tidak berkurang dengan obat pengurang nyeri.</p>
<p>-          Nyeri disertai mata merah, bengkak, atau keluar cairan : inflamasi dan cairan dari mata.</p>
<p>-          Nyeri dahi mendadak.</p>
<p>-          Perubahan ketajaman penglihatan, kabur, pandangan ganda, selaput pada lapang penglihatan, kilatan cahaya, percikan atau bintik didepan mata, kalau di sekitar sumber cahaya.</p>
<ol>
<li>Terangkan cara penggunaan obat-obatan.</li>
</ol>
<p>R/ Klien mungkin mendapatkan obat tetes atau salep(topical).</p>
<ol>
<li>Berikan kesempatan bertanya.</li>
</ol>
<p>R/ Meningkatkan rasa percaya, rasa aman, dan mengeksplorasi pemahaman serta hal-hal yang mungkin belum dipahami.</p>
<ol>
<li>Tanyakan kesiapan klien paska hospitalisasi.</li>
</ol>
<p>R/ Respon verbal untuk meyakinkan kesiapan klien dalam perawatan hospitalisasi.</p>
<ol>
<li>Identifikasi kesiapan keluarga dala perawatan diri klien paska hospitalisasi.</li>
</ol>
<p>R/ Kesiapan keluarga meliputi orang yang bertanggung jawab dalam perawatan, pembagian peran dan tugas serta penghubung klien dan institusi pelayanan kesehatan.</p>
<p align="center"><strong>B</strong><strong>AB II</strong></p>
<p align="center"><strong>TINJAUAN KASUS</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li>Skenario</li>
</ol>
<p>Seorang laki-laki umur 65 tahun masih aktif  bekerja pada salah satu perusahaan swasta di karawang. Telah lama mengeluh pengelihatannya kabur seperti melihat kabut.Akhir-akhir ini batuk terasa semakin berat dan mengganggu aktivitas kerjanya sehari-hari. Saat ia memeriksakan diri ke rumah sakit X dinyatakan katarak dan dianjurkan untuk dilakukan operasi pada mata kiri nya. Pada pengkajian yang dilakukan perawat A didapatkan data <strong><em>“ mengeluh seperti melihat kabut, silau, dan penglihatan tidak jelas “</em></strong><em>.</em>Pada pemeriksaan fisik didapatkan <strong>leokokorea pada lensa mata kiri</strong>.Tidak didapatkan riwayat diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung.Saat ini operasi telah dilakukan pada mata kiri 2 hari yang lalu.Mengeluhkan nyeri semakin meningkat.Peningkatan nyeri pertama kali dirasakan saat berdiri dari sujud pada sholat subuh.Ia juga mengalami batuk dan bersin pada waktu bangun pagi.</p>
<ol>
<li>Data Fokus
<ol>
<li>Data subjektif :</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>-       Klien mengatakan nyeri meningkat</p>
<p>-       Klien mengatakan peningkatan nyeri pertama kali dirasakan  pada saat berdiri dari sujud pada sholat subuh</p>
<ol>
<li>Data objektif :</li>
</ol>
<p>-       Pada pemeriksaan fisik didapatkan lekokorea pada lensa mata kiri</p>
<p>-       Tidak didapatkan riw.diabetes, hipertensi dan penyakit jantung</p>
<p>-       Klien mengalami batuk dan bersin pada waktu bangun pagi</p>
<p>-       Klien Post Operasi katarak 2 hari yang lalu</p>
<ol>
<li>Analisa Data</li>
</ol>
<table width="525" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top" width="40">NO</td>
<td valign="top" width="234">DATA PENUNJANG</td>
<td valign="top" width="118">PROBLEM</td>
<td valign="top" width="133">ETIOLOGI</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="40">1.</td>
<td valign="top" width="234">DS :</p>
<p>-       Klien mengatakan nyeri meningkat</p>
<p>-       Klien mengatakan peningkatan nyeri pertama kali dirasakan  pada saat berdiri dari sujud pada sholat subuh</p>
<p>DO :</p>
<p>-       Klien Post Operasi katarak 2 hari yang lalu</p>
<p>-       Pada pemeriksaan fisik didapatkan lekokorea pada lensa mata kiri</td>
<td valign="top" width="118">Gangguan rasa nyaman : nyeri</td>
<td valign="top" width="133">Peningkatan TIO</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="40">2.</td>
<td valign="top" width="234">DS :</p>
<p>-       Klien mengatakan nyeri meningkat</p>
<p>-       Klien mengatakan peningkatan nyeri pertama kali dirasakan  pada saat berdiri dari sujud pada sholat subuh</p>
<p>DO :</p>
<p>-       Pada pemeriksaan fisik didapatkan lekokorea pada lensa mata kiri</p>
<p>-       Tidak didapatkan riw.diabetes, hipertensi dan penyakit jantung</p>
<p>-       Klien mengalami batuk dan bersin pada waktu bangun pagi</p>
<p>-       Klien Post Operasi katarak 2 hari yang lalu</td>
<td valign="top" width="118">Resiko cidera</td>
<td valign="top" width="133">Peningkatan TIO, perdarahan intaokuler, kehilangan vitreus</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<ol>
<li>Diagnosa Keperawatan
<ol>
<li>Gangguan rasa nyaman : nyeri berhubungan dengan peningkatan TIO</li>
<li>Resiko cedera berhubungan dengan peningkatan TIO, perdarahan intraokuler, kehilangan vitreus</li>
<li>Rencana Keperawatan
<ol>
<li>Ganguan rasa nyaman : nyeri berhubungan dengan peningkatan TIO</li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3&#215;24 jam diharapkan nyeri dapat berkurang/hilang.</p>
<p>Kriteria hasil :</p>
<p>-       Klien terlihat rileks</p>
<p>-       Klien mengatakan nyeri berkurang/hilang</p>
<p>-       Skala nyeri 0-1</p>
<p>Intervensi :</p>
<ol>
<li>Kaji derajat nyeri setiap hari.</li>
<li>Anjurkan untuk melaporkan perkembangan nyeri setiap hari atau segera saat terjadi peningkatan nyeri mendadak.</li>
<li>Anjurkan klien untuk tidak melakukan gerakan tiba-tiba yang dapat memprovokasi nyeri.</li>
<li>Ajarkan teknik distraksi dan relaksasi.</li>
<li>Berikan pendidikan kesehatan mengenai hal-hal yang dapat mengurangi bertambahnya nyeri akibat meningkatnya TIO seperti tidak membungkuk terlalu dalam  (anjurkan pasien melakukan ibadah salat dalam posisi duduk) dan tidur berbaring ke arah mata yang sehat.</li>
<li>Lakukan tindakan kolaboratif untuk pemberian analgesic topical atau sistemik.</li>
</ol>
<ol>
<li>Resiko cidera berhubungan dengan peningkatan TIO, perdarahan intraokuler, kehilangan vitreus</li>
</ol>
<p>Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3&#215;24 jam diharapkan tidak terjadi cidera</p>
<p>Kriteria hasil :</p>
<p>-       Klien dapat menyebutkan faktor yang menyebabkan cedera.</p>
<p>-       Klien tidak melakukan aktivitas yang meningkatkan resiko cedera.</p>
<p>Intervensi :</p>
<ol>
<li>Diskusikan tentang rasa sakit, pembatasan aktifitas dan pembalutan mata.</li>
<li>Tempatkan klien pada tempat tidur yang rendah dan ajurkan untuk membatasi pergerakan mendadak atau tiba-tiba serta menggerakan kepala berlebih.</li>
<li>Bantu aktifitas selama fase istirahat.</li>
<li>Ajarkan klien untuk menghindari tindakan yang dapat menyebabkan cedera.</li>
<li>Berikan pendidikan kesehatan mengenai hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan pasca pembedahan. Hal yang dianjurkan : memakai dan meneteskan obat seperti yang dianjurkan, memakai penutup mata seperti yang dinasehatkan, tidak melakukan pekerjaan berat, tidak membungkuk terlalu dalam. Hal yang tidak boleh dilakukan : menggosok mata, bungkuk terlalu dalam, membaca berlebihan dari biasanya, mengejan keras sewaktu buang air besar, berbaring ke sisi mata yang baru dibedah</li>
<li>Amati kondisi mata : luka menonjol, bilik mata depan menonjol, nyeri mendadak setiap 6 jam pada awal operasi atau seperlunya.</li>
</ol>
<p align="center">EVIDENCE BASED NURSING PRACTICE</p>
<p><em>The eye is likely to feel itchy or mildly uncomfortable for some days following surgery, and patients may be provided with a plastic eye shield to be worn at night to prevent accidental rubbing. Lifting heavy items or prolonged bending should be avoided for several weeks, as these activities may increase the pressure in the eye (Thom and Sanderson 2006). The patient will be advised to look out for any signs of infection, such as redness, pain or discharge, and report these promptly (Watkinson 2005).</em></p>
<p>Mata akan cenderung merasa gatal atau tidak nyaman untuk beberapa hari setelah operasi, dan pasien diberikan pelindung/penutup mata plastik untuk dikenakan pada malam hari untuk mencegah mata disentuh/ digosok baik secara sadar maupun tak sadar. Mengangkat barang berat dalam waktu berkepanjangan harus dihindari untuk beberapa minggu, karena kegiatan ini dapat meningkatkan tekanan dalam mata (<em>IOP/ intra ocular pressure</em>) (Thom dan Sanderson 2006). Pasien disarankan untuk memperhatikan tanda-tanda infeksi yang muncul, seperti kemerahan, rasa sakit atau seperti terlepas, dan melaporkan dengan segera (Watkinson 2005).</p>
<p><em>The nurse should advise instilling the drop into the pocket created by pulling down gently on the lower eyelid, as the eye is less sensitive here than it is closer to the iris and pupil. The tip of the bottle should not be allowed to touch the eye or eyelids to minimize the risk of corneal damage and cross-infection (Russell 2008).</em></p>
<p>Perawat juga harus memberikan pendidikan untuk meneteskan obat tetes mata ke dalam celah/lekukan yang dibuat dengan cara menarik sedikit kearah bawah kelopak mata bagian bawah, ini merupakan bagian mata yang kurang sensitive dan merupakan bagian yang terdekat dengan iris dan pupil. Ujung dari botol tetes mata dilarang untuk bersentuhan degan mata atau kelopak mata untuk meminimalkan risiko kerusakan kornea dan terjadinya infeksi. (Russell 2008).</p>
<p><em>The main risks and complications of cataract surgery are (James  et al 2007):</em></p>
<ol>
<li><em></em><em>Endophthalmitis – although rare, occurring in less than 0.3% of patients (James  et al 2007),this is an infection of the eye that has the potential to lead to blindness. Symptoms include pain and worsening vision and usually occur four to five days after surgery (Olver and Cassidy 2005). Urgent treatment with topical, systemic and intraocular antibiotics is required.</em></li>
<li><em></em><em>Increased intraocular pressure – this may occur in the days following surgery. It can be treated with topical, oral or intravenous medication. The patient may experience severe headache, eye pain, nausea and vomiting, which should be reported promptly.</em></li>
</ol>
<p><em> </em></p>
<p>Risiko dan komplikasi utama pada operasi katarak adalah (James et al 2007):</p>
<ol>
<li><em>Endophthalmitis – </em>walaupun jarang, kejadian &#60; 0.3% pasien, ini adalah infeksi pada mata yang memiliki potensial untuk terjadi kebutaan. Gejala yang timbul diantaranya : rasa nyeri pada mata, penurunan penglihatan dan biasanya terjadi dalam 4 – 5 hari sesudah operasi (Olver dan Cassidy 2005). Pengobatan dengan segera dibutuhkan menggunakan antibiotik topical, sistemik maupun intraokular.</li>
<li>Peningkatan tekanan intra ocular – ini terjadi pada hari operasi. Hal ini dapat ditangani dengan obat-obatan topical, oral atauoun intravena. Pasien mengalami sakit kepala yang berat, nyeri pada mata, mual dan muntah, yang harus dengan segera dilaporkan.</li>
</ol>
<p align="center"><strong>DAFTAR PUSTAKA</strong></p>
<p>Vaughan et al. 2009. <span style="text-decoration:underline;">Oftalmologi</span> <span style="text-decoration:underline;">Umum</span>. Jakarta. EGC</p>
<p>Ilyas Sidarta. 2004. <span style="text-decoration:underline;">Ilmu</span> <span style="text-decoration:underline;">Perawatan</span> <span style="text-decoration:underline;">Mata</span>. Jakarta. CV.Sagung Seto</p>
<p>Brunner et al. 2001<span style="text-decoration:underline;">. Buku</span> <span style="text-decoration:underline;">Ajar</span> <span style="text-decoration:underline;">Keperawatan</span> <span style="text-decoration:underline;">Medikal-Bedah</span>. Jakarta. EGC</p>
<p>Hollwich Fritz. 1993. <span style="text-decoration:underline;">Opthalmology</span>. Jakarta. Binarupa Aksara</p>
<p><em>NS522 Hardy J (2009) Supporting patients undergoing cataract extraction surgery. Nursing Standard. 24, 14, 51-56. Date of acceptance: September 11 2009.</em></p>
<p><strong> download : <a href="http://budayperawat.files.wordpress.com/2012/04/makalah-kasus-askep-katarak.doc">ASKEP DAN PEMBAHASAN TUTORIAL : KATARAK</a><br />
</strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lateral field excited quartz crystal resonators: From theoretical approach to sensor application (Messtechnik Und Sensorik) Top-Angebote]]></title>
<link>http://uhrenshopangebote.wordpress.com/2012/02/05/lateral-field-excited-quartz-crystal-resonators-from-theoretical-approach-to-sensor-application-messtechnik-und-sensorik-top-angebote/</link>
<pubDate>Sun, 05 Feb 2012 19:41:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>uhrenshopangebote</dc:creator>
<guid>http://uhrenshopangebote.wordpress.com/2012/02/05/lateral-field-excited-quartz-crystal-resonators-from-theoretical-approach-to-sensor-application-messtechnik-und-sensorik-top-angebote/</guid>
<description><![CDATA[quarz resonator reviews: quarz resonator: Lateral field excited quartz crystal resonators: From theo]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>quarz resonator reviews: </p>
<p><a href="http://www.amazon.de/Lateral-excited-quartz-crystal-resonators/dp/383227538X%3FSubscriptionId%3DAKIAIAL5VNTI4EIXVGCQ%26tag%3Dwp-de-21%26linkCode%3Dxm2%26camp%3D2025%26creative%3D165953%26creativeASIN%3D383227538X" rel="nofollow"><img style="float:left;margin:0 20px 10px 0;" src="http://ecx.images-amazon.com/images/I/41tIFUAHfJL._SL160_.jpg" /></a> <strong>quarz resonator: Lateral field excited quartz crystal resonators: From theoretical approach to sensor application (Messtechnik Und Sensorik)</strong> &#8211;  die richtige   Produkt  , die ich jemals  begrüßte ,  Erscheint   suchen zum Kauf a   wie   Dienstleistungen oder Produkte ,  sogar so   Regel eher nicht   Ansicht   kompatibel mit   geben Sie .  mit   alle meine   see   ich   erwerben Anspruch von   bis   Erfahrung   gut   für Ihre persönliche   nutzt .  Sie werden erkennen  Erklärung  und Beschreibung   dieses bestimmten   Nahrungsergänzungsmittel .</p>
<h2>quarz resonator &#8211; Lateral field excited quartz crystal resonators: From theoretical approach to sensor application (Messtechnik Und Sensorik) Produktbeschreibung:</h2>
<p>» <a style="color:#0000ff;" rel="nofollow" href="http://www.amazon.de/Lateral-excited-quartz-crystal-resonators/dp/383227538X%3FSubscriptionId%3DAKIAIAL5VNTI4EIXVGCQ%26tag%3Dwp-de-21%26linkCode%3Dxm2%26camp%3D2025%26creative%3D165953%26creativeASIN%3D383227538X" title="Lateral field excited quartz crystal resonators: From theoretical approach to sensor application (Messtechnik Und Sensorik)" target="_blank">Klicken Sie hier</a> Für Produktmerkmale <i><u>quarz resonator: Lateral field excited quartz crystal resonators: From theoretical approach to sensor application (Messtechnik Und Sensorik)</u></i></p>
<p></br></p>
<p class="highlight"><strong> All dies   bekannte Lateral field excited quartz crystal resonators: From theoretical approach to sensor application (Messtechnik Und Sensorik)  hat eine Tendenz,   unerreichbar geworden   Wirklich schnell !!</strong></p>
<p style="text-align:center;font-weight:bold;"> da   unschätzbarem Wert   Behandlung ,  es lohnt sich , <a style="color:#0000ff;" rel="nofollow" href="http://www.amazon.de/Lateral-excited-quartz-crystal-resonators/dp/383227538X%3FSubscriptionId%3DAKIAIAL5VNTI4EIXVGCQ%26tag%3Dwp-de-21%26linkCode%3Dxm2%26camp%3D2025%26creative%3D165953%26creativeASIN%3D383227538X" title="Lateral field excited quartz crystal resonators: From theoretical approach to sensor application (Messtechnik Und Sensorik)" target="_blank">JETZT BESTELLEN</a>  in   Irritationen .</p>
<hr /></hr>
<p> Meine Frau und ich  bereits   Ausführung   Ihre Analyse   und daher   verleihen   beträchtliche Zeit   für Ihre Familie . <b>quarz resonator</b> &#8211;    wo kann man mit etwas   eine riesige Auswahl   mit betroffenen auf  Lateral field excited quartz crystal resonators: From theoretical approach to sensor application (Messtechnik Und Sensorik).</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://www.amazon.de/Lateral-excited-quartz-crystal-resonators/dp/383227538X%3FSubscriptionId%3DAKIAIAL5VNTI4EIXVGCQ%26tag%3Dwp-de-21%26linkCode%3Dxm2%26camp%3D2025%26creative%3D165953%26creativeASIN%3D383227538X" rel="nofollow" target="_blank"><img title="Lateral field excited quartz crystal resonators: From theoretical approach to sensor application (Messtechnik Und Sensorik)" src="http://ecx.images-amazon.com/images/I/41tIFUAHfJL.jpg" alt="Lateral field excited quartz crystal resonators: From theoretical approach to sensor application (Messtechnik Und Sensorik)" width="60%" height="60%" /></a></p>
<p style="text-align:center;"> <a href="http://www.amazon.de/Lateral-excited-quartz-crystal-resonators/dp/383227538X%3FSubscriptionId%3DAKIAIAL5VNTI4EIXVGCQ%26tag%3Dwp-de-21%26linkCode%3Dxm2%26camp%3D2025%26creative%3D165953%26creativeASIN%3D383227538X" rel="nofollow"><img src="http://uhren.info-angebote.com/wp-content/plugins/WPRobot3/images/buynow-small.gif" /></a> </p>
<p></p>
<h2>quarz resonator #  Gerade   Truly   Receive ? </h2>
<p> Eine Person kann   diese Methode  Lateral field excited quartz crystal resonators: From theoretical approach to sensor application (Messtechnik Und Sensorik)  mit   Der Online-Marktplatz Amazon ,    einige Leute   Artikel  Lieferung   sowie   hervorgerufen durch   Dinge i   know   preiswerte   Kosten  für andere   Online-Händlern,  Regen Wald   keine   haben definitiv   eine riesige Auswahl   allem mit  derzeit   Versorgung  Strategie ,  Niedrigster Preis  der quarz resonator.</p>
<h3> Erhalten  Lateral field excited quartz crystal resonators: From theoretical approach to sensor application (Messtechnik Und Sensorik) </h3>
<p> Sie finden   erkundet   url die   für Top-Level   Verkaufspreis reicht   . Lateral field excited quartz crystal resonators: From theoretical approach to sensor application (Messtechnik Und Sensorik) auf amazon  Nummer 1 Platz     und bestimmen  &#8220;Best  Verwendung des  Best &#8221; .</p>
<p><strong>Amazon-Preis: EUR 45,80<br />
spezielle Preise : [wpramaprice asin="383227538X"]<br />
Sie sparen : <a style="color:#0000ff;" rel="nofollow" href="http://www.amazon.de/Lateral-excited-quartz-crystal-resonators/dp/383227538X%3FSubscriptionId%3DAKIAIAL5VNTI4EIXVGCQ%26tag%3Dwp-de-21%26linkCode%3Dxm2%26camp%3D2025%26creative%3D165953%26creativeASIN%3D383227538X" title="Lateral field excited quartz crystal resonators: From theoretical approach to sensor application (Messtechnik Und Sensorik)" target="_blank">Prüfen Sie Sonderangebote!!!</a></strong><br />
<a href="http://www.amazon.de/Lateral-excited-quartz-crystal-resonators/dp/383227538X%3FSubscriptionId%3DAKIAIAL5VNTI4EIXVGCQ%26tag%3Dwp-de-21%26linkCode%3Dxm2%26camp%3D2025%26creative%3D165953%26creativeASIN%3D383227538X" rel="nofollow"><img src="http://uhren.info-angebote.com/wp-content/plugins/WPRobot3/images/buynow-big.gif" /></a><br />
»  Es könnte   noch besser  , dass du   mit  Hochzeit   Verkaufspreise    <b>quarz resonator: <a style="color:#0000ff;" rel="nofollow" href="http://www.amazon.de/Lateral-excited-quartz-crystal-resonators/dp/383227538X%3FSubscriptionId%3DAKIAIAL5VNTI4EIXVGCQ%26tag%3Dwp-de-21%26linkCode%3Dxm2%26camp%3D2025%26creative%3D165953%26creativeASIN%3D383227538X" title="Lateral field excited quartz crystal resonators: From theoretical approach to sensor application (Messtechnik Und Sensorik)" target="_blank">Lateral field excited quartz crystal resonators: From theoretical approach to sensor application (Messtechnik Und Sensorik)</a>.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lateral field excited quartz crystal resonators: From theoretical approach to sensor application (Messtechnik Und Sensorik) Top-Angebote]]></title>
<link>http://uhrenshopbestdeals.wordpress.com/2012/02/05/lateral-field-excited-quartz-crystal-resonators-from-theoretical-approach-to-sensor-application-messtechnik-und-sensorik-top-angebote/</link>
<pubDate>Sun, 05 Feb 2012 19:41:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>uhrenshopbestdeals</dc:creator>
<guid>http://uhrenshopbestdeals.wordpress.com/2012/02/05/lateral-field-excited-quartz-crystal-resonators-from-theoretical-approach-to-sensor-application-messtechnik-und-sensorik-top-angebote/</guid>
<description><![CDATA[quarz resonator reviews: quarz resonator: Lateral field excited quartz crystal resonators: From theo]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>quarz resonator reviews: </p>
<p><a href="http://www.amazon.de/Lateral-excited-quartz-crystal-resonators/dp/383227538X%3FSubscriptionId%3DAKIAIAL5VNTI4EIXVGCQ%26tag%3Dwp-de09-21%26linkCode%3Dxm2%26camp%3D2025%26creative%3D165953%26creativeASIN%3D383227538X" rel="nofollow"><img style="float:left;margin:0 20px 10px 0;" src="http://ecx.images-amazon.com/images/I/41tIFUAHfJL._SL160_.jpg" /></a> <strong>quarz resonator: Lateral field excited quartz crystal resonators: From theoretical approach to sensor application (Messtechnik Und Sensorik)</strong> &#8211;  die richtige   Produkt  , die ich jemals  begrüßte ,  Erscheint   suchen zum Kauf a   wie   Dienstleistungen oder Produkte ,  sogar so   Regel eher nicht   Ansicht   kompatibel mit   geben Sie .  mit   alle meine   see   ich   erwerben Anspruch von   bis   Erfahrung   gut   für Ihre persönliche   nutzt .  Sie werden erkennen  Erklärung  und Beschreibung   dieses bestimmten   Nahrungsergänzungsmittel .</p>
<h2>quarz resonator &#8211; Lateral field excited quartz crystal resonators: From theoretical approach to sensor application (Messtechnik Und Sensorik) Produktbeschreibung:</h2>
<p>» <a style="color:#0000ff;" rel="nofollow" href="http://www.amazon.de/Lateral-excited-quartz-crystal-resonators/dp/383227538X%3FSubscriptionId%3DAKIAIAL5VNTI4EIXVGCQ%26tag%3Dwp-de09-21%26linkCode%3Dxm2%26camp%3D2025%26creative%3D165953%26creativeASIN%3D383227538X" title="Lateral field excited quartz crystal resonators: From theoretical approach to sensor application (Messtechnik Und Sensorik)" target="_blank">Klicken Sie hier</a> Für Produktmerkmale <i><u>quarz resonator: Lateral field excited quartz crystal resonators: From theoretical approach to sensor application (Messtechnik Und Sensorik)</u></i></p>
<p></br></p>
<p class="highlight"><strong> All dies   bekannte Lateral field excited quartz crystal resonators: From theoretical approach to sensor application (Messtechnik Und Sensorik)  hat eine Tendenz,   unerreichbar geworden   Wirklich schnell !!</strong></p>
<p style="text-align:center;font-weight:bold;"> da   unschätzbarem Wert   Behandlung ,  es lohnt sich , <a style="color:#0000ff;" rel="nofollow" href="http://www.amazon.de/Lateral-excited-quartz-crystal-resonators/dp/383227538X%3FSubscriptionId%3DAKIAIAL5VNTI4EIXVGCQ%26tag%3Dwp-de09-21%26linkCode%3Dxm2%26camp%3D2025%26creative%3D165953%26creativeASIN%3D383227538X" title="Lateral field excited quartz crystal resonators: From theoretical approach to sensor application (Messtechnik Und Sensorik)" target="_blank">JETZT BESTELLEN</a>  in   Irritationen .</p>
<hr /></hr>
<p> Meine Frau und ich  bereits   Ausführung   Ihre Analyse   und daher   verleihen   beträchtliche Zeit   für Ihre Familie . <b>quarz resonator</b> &#8211;    wo kann man mit etwas   eine riesige Auswahl   mit betroffenen auf  Lateral field excited quartz crystal resonators: From theoretical approach to sensor application (Messtechnik Und Sensorik).</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://www.amazon.de/Lateral-excited-quartz-crystal-resonators/dp/383227538X%3FSubscriptionId%3DAKIAIAL5VNTI4EIXVGCQ%26tag%3Dwp-de09-21%26linkCode%3Dxm2%26camp%3D2025%26creative%3D165953%26creativeASIN%3D383227538X" rel="nofollow" target="_blank"><img title="Lateral field excited quartz crystal resonators: From theoretical approach to sensor application (Messtechnik Und Sensorik)" src="http://ecx.images-amazon.com/images/I/41tIFUAHfJL.jpg" alt="Lateral field excited quartz crystal resonators: From theoretical approach to sensor application (Messtechnik Und Sensorik)" width="60%" height="60%" /></a></p>
<p style="text-align:center;"> <a href="http://www.amazon.de/Lateral-excited-quartz-crystal-resonators/dp/383227538X%3FSubscriptionId%3DAKIAIAL5VNTI4EIXVGCQ%26tag%3Dwp-de09-21%26linkCode%3Dxm2%26camp%3D2025%26creative%3D165953%26creativeASIN%3D383227538X" rel="nofollow"><img src="http://uhren.info-angebote.com/wp-content/plugins/WPRobot3/images/buynow-small.gif" /></a> </p>
<p></p>
<h2>quarz resonator #  Gerade   Truly   Receive ? </h2>
<p> Eine Person kann   diese Methode  Lateral field excited quartz crystal resonators: From theoretical approach to sensor application (Messtechnik Und Sensorik)  mit   Der Online-Marktplatz Amazon ,    einige Leute   Artikel  Lieferung   sowie   hervorgerufen durch   Dinge i   know   preiswerte   Kosten  für andere   Online-Händlern,  Regen Wald   keine   haben definitiv   eine riesige Auswahl   allem mit  derzeit   Versorgung  Strategie ,  Niedrigster Preis  der quarz resonator.</p>
<h3> Erhalten  Lateral field excited quartz crystal resonators: From theoretical approach to sensor application (Messtechnik Und Sensorik) </h3>
<p> Sie finden   erkundet   url die   für Top-Level   Verkaufspreis reicht   . Lateral field excited quartz crystal resonators: From theoretical approach to sensor application (Messtechnik Und Sensorik) auf amazon  Nummer 1 Platz     und bestimmen  &#8220;Best  Verwendung des  Best &#8221; .</p>
<p><strong>Amazon-Preis: EUR 45,80<br />
spezielle Preise : [wpramaprice asin="383227538X"]<br />
Sie sparen : <a style="color:#0000ff;" rel="nofollow" href="http://www.amazon.de/Lateral-excited-quartz-crystal-resonators/dp/383227538X%3FSubscriptionId%3DAKIAIAL5VNTI4EIXVGCQ%26tag%3Dwp-de09-21%26linkCode%3Dxm2%26camp%3D2025%26creative%3D165953%26creativeASIN%3D383227538X" title="Lateral field excited quartz crystal resonators: From theoretical approach to sensor application (Messtechnik Und Sensorik)" target="_blank">Prüfen Sie Sonderangebote!!!</a></strong><br />
<a href="http://www.amazon.de/Lateral-excited-quartz-crystal-resonators/dp/383227538X%3FSubscriptionId%3DAKIAIAL5VNTI4EIXVGCQ%26tag%3Dwp-de09-21%26linkCode%3Dxm2%26camp%3D2025%26creative%3D165953%26creativeASIN%3D383227538X" rel="nofollow"><img src="http://uhren.info-angebote.com/wp-content/plugins/WPRobot3/images/buynow-big.gif" /></a><br />
»  Es könnte   noch besser  , dass du   mit  Hochzeit   Verkaufspreise    <b>quarz resonator: <a style="color:#0000ff;" rel="nofollow" href="http://www.amazon.de/Lateral-excited-quartz-crystal-resonators/dp/383227538X%3FSubscriptionId%3DAKIAIAL5VNTI4EIXVGCQ%26tag%3Dwp-de09-21%26linkCode%3Dxm2%26camp%3D2025%26creative%3D165953%26creativeASIN%3D383227538X" title="Lateral field excited quartz crystal resonators: From theoretical approach to sensor application (Messtechnik Und Sensorik)" target="_blank">Lateral field excited quartz crystal resonators: From theoretical approach to sensor application (Messtechnik Und Sensorik)</a>.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Do you have a dream?]]></title>
<link>http://callmecrysant.wordpress.com/2010/06/15/do-you-have-a-dream/</link>
<pubDate>Tue, 15 Jun 2010 03:20:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>Chrysant</dc:creator>
<guid>http://callmecrysant.wordpress.com/2010/06/15/do-you-have-a-dream/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;If Little dreaming is dangerous. The cure for it is no to dreamless but to dream  more, to dr]]></description>
<content:encoded><![CDATA[&#8220;If Little dreaming is dangerous. The cure for it is no to dreamless but to dream  more, to dr]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kelainan dan Penyakit  pada Sistem Saraf Manusia]]></title>
<link>http://systembiosaraf.wordpress.com/2010/04/28/kelainan-dan-penyakit-pada-sistem-saraf-manusia/</link>
<pubDate>Wed, 28 Apr 2010 12:07:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>adrianutamiyosa</dc:creator>
<guid>http://systembiosaraf.wordpress.com/2010/04/28/kelainan-dan-penyakit-pada-sistem-saraf-manusia/</guid>
<description><![CDATA[Kelainan dan penyakit yang terjadi pada sistem saraf manusia misanya epilepsi dan Alzheimer. a) Epil]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Kelainan dan penyakit yang terjadi pada sistem saraf manusia misanya epilepsi dan Alzheimer.</p>
<p><strong>a) </strong><strong>Epilepsi</strong></p>
<p>Epilepsi merupakan penyakit yang dicirikan dengan adanya serangan pada neuron motorik atau neuron sensorik secara berulang-ulang. Akibatnya, otot-otot rangka berkontraksi berulang-ulang tanpa disadari. Epilepsi disebabkan antara lain oleh kerusakan otak pada saat lahir, infeksi, racun, luka pada kepala, atau tumor pada otak. Epilepsi dapat diatasi dengan pemberian obat-obatan anti epilepsi. Misalnya, <em>phentytoin</em> dan <em>carbamazepine</em>.<strong></strong></p>
<p><strong>b) </strong><strong>Alzheimer</strong></p>
<p>Alzheimer merupakan penyakit kehilangan kemampuan untuk peduli terhadap diri sendiri. Penderita Alzheimer kehilangan kemampuan untuk mengingat peristiwa yang baru saja terjadi. Mereka kemudian menjadi binggung dan pelupa, sering mengulang pertanyaan-pertanyaan yang sama, atau tersesat ketika berada di tempat-tempat yang sering mereka kunjungi. Penyebab Alzheimer belum diketahui secara pasti. Namun, terdapat faktor pemicu timbulnya Alzheimer. Faktor-faktor pemicu tersebut misalnya sejarah pernah terjadinya luka di kepala dan faktor keturunan. Penderita Alzheimer diberi obat-obatan untuk mengembalikan kemampuan sistem sarafnya. Selain itu, penderita Alzheimer sebaiknya dijaga dan dirawat dengan baik (Saktiyono, 2007: 65).</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Belajar dan Bermain untuk Anak 1-2 Tahun]]></title>
<link>http://lanaline.wordpress.com/2009/11/25/belajar-dan-bermain-untuk-anak-1-2-tahun-2/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 01:36:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>lanaline</dc:creator>
<guid>http://lanaline.wordpress.com/2009/11/25/belajar-dan-bermain-untuk-anak-1-2-tahun-2/</guid>
<description><![CDATA[Di masa transisi anak-anak dari bayi ke balita seumuran Lana pastinya banyak mengeksplorasi ya, kaya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Di masa transisi anak-anak dari bayi ke balita seumuran Lana pastinya banyak mengeksplorasi ya, kayak jalan-jalan kesana kemari, ngacak-ngacak, nyorat-nyoret hihi <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=':wink:' class='wp-smiley' />  Gapapa lah ya, selama itu kan menunjang proses belajar dan bermain yang memang banyak dilakuin oleh anak usia segini.</p>
<p>Dalam periode ini, biasanya anak mengalami kemampuan pesat memahami bahasa dan belajar untuk berkomunikasi. Setelah usia setahun, biasanya anak mulai banyak menggunakan gerakan tangan dan menunjuk² sesuatu.</p>
<p>&#160;</p>
<p><a href="http://lanaline.files.wordpress.com/2009/11/wire-game.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-636" title="wire game" src="http://lanaline.files.wordpress.com/2009/11/wire-game.jpg?w=400&#038;h=396" alt="" width="400" height="396" /></a></p>
<p>&#160;</p>
<p>Menurut review dari Mary L Gavin, MD di <a href="http://kidshealth.org">kidshealth</a>, ketika proses belajar berjalan biasanya di tahun kedua, anak-anak juga mulai bertambah mandiri. Jadi biarkan anak bebas mengeksplorasi, walopun tetap harus diawasi. Termasuk juga peralatan atau perkakas di rumah termasuk mainan-mainan si kecil harus dijaga supaya aman dan tidak membahayakan. Terutama karena koordinasi mata dan kemampuan manual tangan dan jari anak meningkat di tahun ke-2 ini, jadi bisa lebih mengeksplorasi (baca: membongkar-bongkar hihi <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=':wink:' class='wp-smiley' />  ) Jadi carilah mainan yang mendorong stimulasi tangan dan jari ini.</p>
<p>Sebenernya konsep bermain dan belajar bisa dikenalin sedini mungkin. Sekarang kan banyak dikenal macam² permainan edukatif. Disebut mainan edukatif karena dapat merangsang daya pikir anak, misalnya ningkatin kemampuan berkonsentrasi dan memecahkan masalah.</p>
<p>Kalo diliat kan cara mainnya juga beda ya. Waktu bayi Lana lebih banyak ’dipermainkan’ hehe kurang halus kata-katanya, maksutna diana masih posisi boboan di kasur/ playland tus diatasnya mainan kita goyang-goyangin, bunyi-bunyiin ato dilempar-tangkep gitu, diana seneng cekikikan gitu. Sekarang udah lebih paham sama fungsi objek tertentu ya. Misal ngerti handphone itu udah ditaro di kuping, mukena bunda untuk allahu akbar, tisu untuk ngelap ingus, sedotan ditusuk untuk minum di kotak susu, baju Ayah untuk ngelap henpon, wakakakak <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=':wink:' class='wp-smiley' />  Mungkin sudah bisa mengamati dan itu jadi stimulus di otaknya yang kasi tau benda A berfungsi ini, benda B dipakai untuk ini. Masih menurut Bu Gavin mainan yang cocok seperti nyusun-nyusun balok ato bentu berwarna-warni, mendengarkan ato berbicara pakai telepon mainan, ato mendorong mainan seperti mobil-mobilan.</p>
<p>Nah kalo konsep permainan pura-pura yang katanya juga banyak dipake, ko kayaknya aku kurang setuju yah, kayak meragain minum pake gelas tapi kosong, jadiin pisang buat telpon-telponan ato ngebayangin kursi baso didorong-dorong sambil bum-bum kayak mobil <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  Soalnya kan otak anak usia segini menurutku lagi asik-asiknya menyerap sesuatu ya, lah kalo dia liat setiap benda melengkung bisa ditaro kuping kayak telpon, gimana kabar ulekan, tus segitiga kayunya suku aborigin apa tuy namina *lufa hihi&#8230;</p>
<p>Katanya perkembangan otak anak di usia ini termasuk dalam fase emas (the golden age) atau otak si anak kecil lagi ngalamin perkembangan yang sangat pesat. Karena itu, stimulasi amat sangat diperluin. Smakin banyak stimulasi maka koneksi antarsarafnya smakin banyak terhubung.</p>
<p>Di blog <a href="http://keluargasehat.wordpress.com">keluargasehat</a>, menurut Dra. Mayke S. Tedjasaputra, M.Si., psikolog perkembangan dari Fakultas Psikologi UI, yang juga terapis bermain, anak yang terbiasa bermain mainan edukatif sejak dini, perkembangan kecerdasannya akan terlihat lebih maksimal. Misalnya lebih mampu berkonsentrasi, kreatif, dan tekun, lebih mudah belajar mengenal bentuk dan warna, terbiasa duduk tenang dan tekun.</p>
<p>Apalagi usia segini kan kayak Lana seneng kalo ketemu sama temen sebayanya. Mungkin belum bisa &#8216;main&#8217; beneran atau pinjem-pinjeman mainan <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=':wink:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Permainan yang disenengin misalnya petak umpet, pat-a-cake, sama chasing games. Usia balita segini seneng banget niruin orang dewasa dan tertarik bener sama kerjaan rumah (tangga maksutna <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=':wink:' class='wp-smiley' />  ) misal kayak Lana demen pisan kalo Yayuk nyapu, kalo dah kelar diana nunjuk² minta yayuk nyapu lagi ;p Sekarang siy Lana udah dibeliin sapu kecil, jadi dia bareng ma yayuk nyapu pagi². Kayak mainan masak²an panci, piring, sendok, bisa dicontohin pas kita lagi didapur *ati² minyak panas de el el</p>
<p>&#160;</p>
<p>Naa mainan yang bisa sekaligus mendidik itu menurut Mayke yang:</p>
<ul>
<li>Memang untuk anak balita</li>
</ul>
<p><span style="color:#00ccff;">Biasanya mainan ini dibuat untuk merangsang berbagai kemampuan dasar pada balita.</span></p>
<ul>
<li>Multifungsi</li>
</ul>
<p><span style="color:#00ccff;">Dari 1 mainan bisa dapet macem² variasi mainan jadi stimulasi yang didapat anak juga macem² .</span></p>
<ul>
<li>Melatih problem solving</li>
</ul>
<p><span style="color:#00ccff;">Misal main puzzle, kita minta anak kita nyusun potongan² puzzle jadi utuh.</span></p>
<ul>
<li>Melatih konsep² dasar</li>
</ul>
<p><span style="color:#00ccff;">Untuk ngembangin kemampuan dasar anak supaya mengenal bentuk, warna, besaran, sekaligus melatih motorik halus.</span></p>
<ul>
<li>Melatih ketelitian dan ketekunan</li>
</ul>
<p><span style="color:#00ccff;">Ketika bermain dengan mainan edukatif, anak ga cuma menikmati tapi juga dilatih untuk teliti dan tekun ngerjainnya.</span></p>
<ul>
<li>Merangsang kreativitas</li>
</ul>
<p><span style="color:#00ccff;">Kita bisa mengenalkan ke anak macem² variasi mainan jadi anak bisa selalu kreatif. Katanya anak yang terbiasa menghasilkan suatu karya, misal lewat permainan rancang bangun, nantinya dia akan lebih inovatif menciptakan suatu karya, tidak jadi follower aja <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=':wink:' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p>&#160;</p>
<p>Apa aja siy manfaat bermain dengan mainan yang mendidik ini&#8230;</p>
<ul>
<li>Melatih kemampuan motorik</li>
</ul>
<p><span style="color:#ff6600;">Stimulasi untuk motorik halus diperoleh saat anak menjumput mainannya, meraba, memegang dengan kelima jarinya, dan sebagainya. Sedangkan rangsangan motorik kasar didapat anak saat menggerak-gerakkan mainannya, melempar, mengangkat, dan sebagainya.</span></p>
<ul>
<li>Melatih konsentrasi</li>
</ul>
<p><span style="color:#ff6600;">Mainan edukatif dirancang untuk menggali kemampuan anak, termasuk kemampuannya dalam berkonsentrasi. Saat menyusun pasel, katakanlah, anak dituntut untuk fokus pada gambar atau bentuk yang ada di depannya — ia tidak berlari-larian atau melakukan aktivitas fisik lain sehingga konsentrasinya bisa lebih tergali. Tanpa konsentrasi, bisa jadi hasilnya tidak memuaskan.</span></p>
<ul>
<li>Mengenalkan konsep sebab akibat</li>
</ul>
<p><span style="color:#ff6600;">Contohnya, dengan memasukkan benda kecil ke dalam benda yang besar anak akan memahami bahwa benda yang lebih kecil bisa dimuat dalam benda yang lebih besar. Sedangkan benda yang lebih besar tidak bisa masuk ke dalam benda yang lebih kecil. Ini adalah pemahaman konsep sebab akibat yang sangat mendasar.</span></p>
<ul>
<li>Melatih bahasa dan wawasan</li>
</ul>
<p><span style="color:#ff6600;">Permainan edukatif sangat baik bila dibarengi dengan penuturan cerita. Hal ini akan memberikan manfaat tambahan buat anak, yakni meningkatkan kemampuan berbahasa juga keluasan wawasannya.</span></p>
<ul>
<li>Mengenalkan warna dan bentuk</li>
</ul>
<p><span style="color:#ff6600;">Dari mainan edukatif, anak dapat mengenal ragam/ variasi bentuk dan warna. Ada benda berbentuk kotak, segiempat, bulat dengan berbagai warna; biru, merah, hijau, dan lainnya.</span></p>
<p>&#160;</p>
<p>Mainan lainnya yang mungkin anak seusia Lana suka:</p>
<ul>
<li><span style="color:#800080;">Bola berwarna terang</span></li>
<li><span style="color:#800080;">Spidol ato crayon gendut</span></li>
<li><span style="color:#800080;">Hewan, figur manusia dan boneka yang sesuai usia anak</span></li>
<li><span style="color:#800080;">Mobil²an ato kreta²an</span></li>
<li><span style="color:#800080;">Memilih dan mengenali potongan² bentuk seperti segitiga, segiempat, lingkaran</span></li>
<li><span style="color:#800080;">Puzzle sederhana</span></li>
<li><span style="color:#800080;">Mainan yang bisa didorong, ditarik atu ditunggangi</span></li>
<li><span style="color:#800080;">Permainan memasukkan benda ke dalam wadah atau menumpuk benda dari yang ukuran kecil sampai besar</span></li>
</ul>
<p>&#160;</p>
<p>Membaca buku juga penting lho. Usia setahun sudah bisa mengikuti jalan cerita dan menunjuk obyek pada gambar yang kita sebutkan. Ajak juga si kecil menyebutkan objek yang dikenalinya. Tus dilanjutin ngobrol tentang buku yang dibaca ato aktivitas yang dikerjain seharian juga bisa. Coba kasi pertanyaan dan tungguin deh si anak kecil merespon pertanyaan kita. Naa kita juga bisa bantuin pas anak jawab, kita ulang jawabannya tus kita kembangin alias ceritain lagi <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&#160;</p>
<p><a href="http://lanaline.files.wordpress.com/2009/11/train-set.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-637" title="train set" src="http://lanaline.files.wordpress.com/2009/11/train-set.jpg?w=500&#038;h=199" alt="" width="500" height="199" /></a></p>
<p>&#160;</p>
<p>Tapi bukan berarti karena mainan edukatif bermanfaat besar, mainan lain ato mainan biasa tidak boleh dimainkan ya. Tetap kita bis amemasukkan nilai-nilai dasar yang bisa mendidik anak juga, kan konsep multiple intelligence edukasi bisa mencakup berbagai hal. Misalnya saat main boneka, sebenarnya anak kecil juga dilatih ngelakuin interaksi dengan orang lain lewat boneka tersebut. Gimana dia harus ‘memperlakukan’ si boneka dengan kasih sayang; disuapin, ditimang-timang, disusuin, dan tidak dibanting atau dinjak-injak. Motorik halus dan kasar anak juga bisa tetap terstimulasi secara tak langsung misalnya waktu memakaikan baju boneka. Saat bermain ini anak juga bisa mengenal warna serta peran sosial misal sebagai ibu, kakak, dan sebagainya.</p>
<p>Jadi saat bermain pun orang tua atau pengasuh anak kalo bisa mendampingi ya, jadi bisa mencontohkan bagaimana cara memainkan mainan A. Misalnya saat main puzzle disusun dan disesuain keping-kepingannya.</p>
<p>Sekarang tinggal rajin² prakteknya aja niy, biar semakin sering distimulasi makin baik perkembangan si anak kecil kita ya. Ternyata bermain dan belajar yang ningkatin kemampuan anak ga harus mahal ya. Sip, I&#8217;ll go with this way. Cukup sudah mainan kek soft books, soft toys, boneka. Siap nge-list apa aja yang bisa jadi mainan edukatif for lil Lana <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sistem Saraf]]></title>
<link>http://wordbiology.wordpress.com/2009/11/01/sistem-saraf/</link>
<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 11:31:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>wbio</dc:creator>
<guid>http://wordbiology.wordpress.com/2009/11/01/sistem-saraf/</guid>
<description><![CDATA[Scan Otak (Sumber : conservatismplus.ning.com) Sistem saraf (Nervous System) merupakan salah satu si]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Scan Otak (Sumber : conservatismplus.ning.com) Sistem saraf (Nervous System) merupakan salah satu si]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mein Bewertungssystem]]></title>
<link>http://schnutentunker.wordpress.com/2009/10/22/mein-bewertungssystem/</link>
<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 16:49:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>Schnutentunker</dc:creator>
<guid>http://schnutentunker.wordpress.com/2009/10/22/mein-bewertungssystem/</guid>
<description><![CDATA[Es gibt einen einfachen Grund, warum dieses Blog viele Tage ohne standardisiertes Bewertungsschema a]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Es gibt einen einfachen Grund, warum dieses Blog viele Tage ohne standardisiertes Bewertungsschema a]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mythen der Weinwelt (2)]]></title>
<link>http://schnutentunker.wordpress.com/2009/07/25/mythen-der-weinwelt-2/</link>
<pubDate>Sat, 25 Jul 2009 12:27:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>Schnutentunker</dc:creator>
<guid>http://schnutentunker.wordpress.com/2009/07/25/mythen-der-weinwelt-2/</guid>
<description><![CDATA[Auf der Suche nach Quellen für die Geschichte über die falschen Geschmackszonen auf der Zunge stieß]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Auf der Suche nach Quellen für die Geschichte über die falschen Geschmackszonen auf der Zunge stieß]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mythen der Weinwelt]]></title>
<link>http://schnutentunker.wordpress.com/2009/07/17/mythen-der-weinwelt/</link>
<pubDate>Fri, 17 Jul 2009 15:41:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>Schnutentunker</dc:creator>
<guid>http://schnutentunker.wordpress.com/2009/07/17/mythen-der-weinwelt/</guid>
<description><![CDATA[Als echter Hobby-Weinfreund habe ich keinerlei besondere Beziehungen zu Profis. Ich treffe Händler u]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Als echter Hobby-Weinfreund habe ich keinerlei besondere Beziehungen zu Profis. Ich treffe Händler u]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Wertewandel und Innovationsdruck]]></title>
<link>http://fleischerblog.wordpress.com/2009/03/11/wertewandel-und-innovationsdruck/</link>
<pubDate>Wed, 11 Mar 2009 18:42:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>Dipl.-Kfm. Hans-Jürgen Schmidt</dc:creator>
<guid>http://fleischerblog.wordpress.com/2009/03/11/wertewandel-und-innovationsdruck/</guid>
<description><![CDATA[Sehr geehrter Herr Fleischer/Metzgermeister, vielleicht gehören auch Sie zu den Menschen, die optimi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Sehr geehrter Herr Fleischer/Metzgermeister,<br />
vielleicht gehören auch Sie zu den Menschen, die optimistisch in die Zukunft blicken. Und vielleicht gehören auch Sie zu den Unternehmern, die sich nicht nur in konjunkturell schwierigen Zeiten immer mal wieder die Frage stellen</p>
<blockquote><p><strong>Ist mein Betrieb noch zeitgemäß?<br />
Bin ich mit meinen Produkten und meiner Dienstleistung in der letzten Zeit innovativ genug gewesen?<br />
Trage ich dem Wandel der Kundenwünsche angemessen Rechnung?<br />
Wann habe ich in der letzten Zeit etwas wirklich NEUES hervorgebracht?<br />
Wann und/oder wodurch habe ich meinem Kunden in der jüngsten Zeit einmal ganz besonderen Respekt entgegen gebracht?</strong></p></blockquote>
<p><strong></strong></p>
<p>Fakt ist: in einer realen oder gefühlten Konsumkrise werden die Menschen nachdenklicher, bedächtiger und vorsichtiger. Sie wägen ab, sie vergleichen intensiver, bevor sie eine Entscheidung treffen. Mehr krisenimmanente Frei-Zeit ermöglicht ihnen, mehr Alternativen prüfen zu können, Dinge besser wahrzunehmen und gegebenenfalls auch neu oder anders zu bewerten. Kurzum: Die eigene Lebensqualität (Gesundheit, soziale Vernetzung) wird verstärkt hinterfragt.<br />
Ein Mediziner sagte mir jüngst in diesem Zusammenhang: „Erst läuft der Mensch mit seiner Gesundheit hinter dem Gelde her, und anschließend mit dem Gelde hinter der Gesundheit.“</p>
<p>D. h. insbesondere in diesen Zeiten sind Sie als Fleischerei/Metzgerei gut aufgestellt, wenn Ihr Unternehmen als kreativ in folgenden Sektoren wahrgenommen wird:</p>
<p>1) Sie pflegen intensive Kundenbeziehungen, indem Sie mit Ihren Kunden –auch per Website-Aktualisierung- permanent Zwiesprache halten, neue Kundenwünsche beachten und erfüllen sowie kreativ Kundenwünsche wecken</p>
<p>2) Sie stiften einen weiteren Zusatznutzen, indem Sie Ihre besondere Gesundheits- bzw. Ernährungs-Kompetenz vermitteln und ideenreich ausbauen, um Ihren Kunden zu ermöglichen, ernährungsbewusst zu genießen.</p>
<p>Nachstehend hierzu einige Beispiele:</p>
<p>Ludger Freese aus dem niedersächsischen 49429 Visbek pflegt seit weit über einem Jahr sein eigenes <a href="http://blog.fleischerei-freese.de/">Blog</a>, durch das er seine Kundschaft an der Entwicklung seines Betriebes mit wertvollen Beiträgen und (Kunden-)Kommentaren teilhaben lässt. Das ist eine wirkungsvolle Vertrauen schaffende und Kunden bindende Maßnahme.<br />
Ferner: Eine seiner neuesten Kreationen stellt er auf seiner <a href="http://www.fleischerei-freese.de/">Website</a> (eingesehen am 11. März 09) unter dem Titel „Jetzt glutamatfrei“ vor und erläutert: „Unsere oft prämierten Wiener Würstchen werden jetzt glutamatfrei hergestellt. Testen Sie das neue knackige Erlebnis.“</p>
<p><a href="http://www.metzgerei-ludwig.de/">Dirk Ludwig</a> aus dem hessischen 36381 Schlüchtern bringt seiner Kundschaft auch insofern besonderen Respekt entgegen, als er sie aktiv an Unternehmensentscheidungen teilhaben lässt. Hierzu bietet er auf seiner Website über den Button <a href="http://www.metzgerei-ludwig.de/info-service/wissenswertes/kundenclub.htm">„Kunden-Club anmelden“</a> seinen treuen Kunden die kostenlose Möglichkeit, Mitglied im Metzgerei Ludwig Kunden-Club zu werden. Hierzu führt er dort u.a. aus: „Ein- bis zweimal jährlich treffen sich die Mitglieder, um exklusiv an Sensorikschulungen oder Kochkursen teilzunehmen und bei Vorbereitungen von Unternehmensentscheidungen mitzuwirken. Die Verkostung von neuen Produkten und die Bewertung auf ihre sensorischen Eigenschaften rundet das interessante Programm ab.“</p>
<p><a href="http://www.flechsig-kamen.de">Dirk Flechsig</a> aus dem westfälischen 59174 Kamen widmet dem Thema „Gesundheit“ eine <a href="http://www.flechsig-kamen.de/gesundheit.htm">Extra-Site</a>. Hierzu führt er dort u. a. aus: „Ihre Gesundheit liegt uns am Herzen. Deshalb beziehen wir unser Fleisch aus artgerechter und umweltverträglicher Tierhaltung von Neuland-Höfen der Umgebung. Diesen Qualitätsanspruch setzen wir von der Tierhaltung über die Produktion bis an die Theke um. Um Sie optimal beraten zu können, nehmen wir regelmäßig an Fortbildungen zum Thema Ernährung teil.“</p>
<p>Hierdurch wird sein Motto</p>
<p>Sicherheit durch Regional-Einkauf<br />
Fleisch aus artgerechter Tierhaltung<br />
Kompetenz in Ernährungs-Beratung</strong></p>
<p>wirkungsvoll untermauert.</p>
<p>Fazit:<br />
Eine reale oder gefühlte (Konsum-)Krise deckt schonungslos eine eventuelle Lücke zwischen Kundenwunsch auf der einen Seite und Kundenwunsch-Erfüllung (Produkt-Sortiment und Dienstleistung) auf der anderen Seite auf. Je besser Sie mit Ihrer Kundschaft im Gespräch oder gar vernetzt sind, umso eher könnten Sie erkennen, welchen Wertewandel die Erwartungshaltung des Kunden derzeit durchläuft.</p>
<p>Ich grüße Sie herzlich<br />
<a href="http://www.strategie-schmidt.de/strategischer_berater.html">Dipl.-Kfm. Hans-Jürgen Schmidt (Blog-Moderator)</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Neue Weiß- und Rotweinweingläser von Schott-Zwiesel für die Oenologen-Ausbildung.]]></title>
<link>http://geisenheimer.wordpress.com/2009/02/11/neue-weis-und-rotweinweinglaser-von-schott-zwiesel-fur-die-ausbilung/</link>
<pubDate>Wed, 11 Feb 2009 12:38:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>loenarz</dc:creator>
<guid>http://geisenheimer.wordpress.com/2009/02/11/neue-weis-und-rotweinweinglaser-von-schott-zwiesel-fur-die-ausbilung/</guid>
<description><![CDATA[In Zusammenarbeit mit der Firma Schott-Zwiesel wurden jetzt neben den Sensorik-Gläsern &#8220;Sensus]]></description>
<content:encoded><![CDATA[In Zusammenarbeit mit der Firma Schott-Zwiesel wurden jetzt neben den Sensorik-Gläsern &#8220;Sensus]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Stuart Pigott lernt Neues in Geisenheim]]></title>
<link>http://geisenheimer.wordpress.com/2008/12/02/stuart-pigott-lernt-in-geisenheim/</link>
<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 19:58:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>loenarz</dc:creator>
<guid>http://geisenheimer.wordpress.com/2008/12/02/stuart-pigott-lernt-in-geisenheim/</guid>
<description><![CDATA[Heute habe ich wieder einmal Stuart Pigott vor dem Gerd-Erbslöh-Hörsaal getroffen. Der bekannte Wein]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Heute habe ich wieder einmal Stuart Pigott vor dem Gerd-Erbslöh-Hörsaal getroffen. Der bekannte Wein]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Body Area Network]]></title>
<link>http://notfall.wordpress.com/2008/11/05/body-area-network/</link>
<pubDate>Wed, 05 Nov 2008 19:03:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>Andreas</dc:creator>
<guid>http://notfall.wordpress.com/2008/11/05/body-area-network/</guid>
<description><![CDATA[Body Area Network (BAN) steht für eine neue drahtlose Übertragungstechnologie. Mit dieser ist eine A]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://notfall.files.wordpress.com/2008/11/silbermann1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-193" title="silbermann1" src="http://notfall.files.wordpress.com/2008/11/silbermann1.jpg?w=200&#038;h=200" alt="silbermann1" width="200" height="200" /></a>Body Area Network (BAN) steht für eine neue drahtlose Übertragungstechnologie. Mit dieser ist eine Anbindung  			von am Körper getragenen medizinischen Sensoren und Aktoren und die Übertragung der Daten über das Internet  			zum medizinischen Fachpersonal möglich.</p>
<p>Das BAN-System für die nächste Generation des Internets schafft die Basis für völlig neuartige  			Anwendungen und Dienstleistungen im Bereich der Gesundheitstechnik.</p>
<p>Quelle: <a href="//www.ban.fraunhofer.de/index.html" target="_blank">Fraunhofer Gesellschaft</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Die Schnittstelle zum Kunden]]></title>
<link>http://neuromarket.wordpress.com/2008/07/10/die-schnittstelle-zum-kunden/</link>
<pubDate>Thu, 10 Jul 2008 18:51:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>Alexander Grosch</dc:creator>
<guid>http://neuromarket.wordpress.com/2008/07/10/die-schnittstelle-zum-kunden/</guid>
<description><![CDATA[Eines der Probleme mit dem sich die Marketingpraktiker seit jeher beschäftigen, ist die Frage, wie d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Eines der Probleme mit dem sich die Marketingpraktiker seit jeher beschäftigen, ist die Frage, wie d]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
