<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>sentra &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/sentra/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "sentra"</description>
	<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 18:00:19 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Nissan Sentra 2010]]></title>
<link>http://renatoparizzi.wordpress.com/2009/11/20/nissan-sentra-2010/</link>
<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 04:03:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>renatoparizzi</dc:creator>
<guid>http://renatoparizzi.wordpress.com/2009/11/20/nissan-sentra-2010/</guid>
<description><![CDATA[]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://renatoparizzi.wordpress.com/files/2009/11/sentra1-_580.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-384" title="Nissan/Divulgação" src="http://renatoparizzi.wordpress.com/files/2009/11/sentra1-_580.jpg" alt="" width="580" height="385" /></a></p>
<p><a href="http://renatoparizzi.wordpress.com/files/2009/11/sentra2-_580.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-385" title="Nissan/Divulgação" src="http://renatoparizzi.wordpress.com/files/2009/11/sentra2-_580.jpg" alt="" width="580" height="318" /></a></p>
<p><a href="http://renatoparizzi.wordpress.com/files/2009/11/sentra3-_580.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-386" title="Nissan/Divulgação" src="http://renatoparizzi.wordpress.com/files/2009/11/sentra3-_580.jpg" alt="" width="580" height="375" /></a></p>
<p><a href="http://renatoparizzi.wordpress.com/files/2009/11/sentra4-_580.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-387" title="Nissan/Divulgação" src="http://renatoparizzi.wordpress.com/files/2009/11/sentra4-_580.jpg" alt="" width="580" height="387" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nissan Sentra recebe mudanças visuais na linha 2010]]></title>
<link>http://allthecars.wordpress.com/2009/11/19/nissan-sentra-recebe-mudancas-visuais-na-linha-2010/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 14:24:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>Matheus Q. Pera</dc:creator>
<guid>http://allthecars.wordpress.com/2009/11/19/nissan-sentra-recebe-mudancas-visuais-na-linha-2010/</guid>
<description><![CDATA[Após ganhar motor bicombustível, novos itens e retrovisor redesenhado, o Sentra ganha leves retoques]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Após ganhar motor bicombustível, novos itens e retrovisor redesenhado, o Sentra ganha leves retoques estilísticos em sua linha 2010. O sedã, fabricado no México, também teve seus preços reajustados para baixo. O modelo disputa mercado, principalmente, com modelos como Peugeot 307 Sedan, Renault Mégane e Chevrolet Vectra, entre outros. Seus preços partem de R$ 53.990. A redução média nos valores cobrados pelo modelo foi de R$ 1.160.</p>
<p><!--more--><strong>Visual</strong></p>
<p>Produzido em Aguascalientes, o Sentra chega ao Brasil agora com leves retoques na grade frontal, nos faróis e no para-choque dianteiro. As lanternas também receberam mudanças sutis, enquanto calotas e rodas de liga leve foram completamente redesenhadas. Há novos cromados na parte posterior e nos frisos laterais.</p>
<p>Na parte interna, o sedã mexicano também oferece novidades. Os materiais de revestimento trazem bancos de veludo para as versões 2.0 e 2.0 S, casando com o interior cinza. Na SL, há couro e predominância da cor preta no habitáculo. O quadro de instrumentos traz iluminação vermelha.</p>
<p><strong>Equipamentos</strong></p>
<p>Entre as novidades em itens, o três-volumes passa a contar com volante com comandos de rádio integrados desde a versão S. O sistema de som ainda ganhou conexão para iPod e porta USB e tela colorida de 4,3 polegadas. Há ainda acendimento automático dos faróis e chave inteligente i-Key, que não precisa estar na ignição para permitir a partida do motor.</p>
<p><strong>Mecânica</strong></p>
<p>O que não mudou no Sentra tampouco precisava de melhorias. O 2.0 flex feito em alumínio conta com comando variável de abertura das válvulas. O resultado é a potência de 142 cv com gasolina e 143 cv com álcool. De quebra, há menor consumo de combustível, como se registra também em outros modelos equipados com este sistema.</p>
<p>A transmissão também não mudou. As versões 2.0 e 2.0 S trazem o câmbio manual de seis marchas antes encontrado no Renault Mégane. Para a 2.0 SL &#8211; e opção na S -, há a XTronic CVT, continuamente variável, que atua com &#8220;marchas infinitas&#8221; de acordo com as necessidades do condutor.</p>
<p><strong>Tabela de preços</strong></p>
<p>2.0 &#8211; R$ 53.990<br />
2.0 S &#8211; R$ 58.990<br />
2.0 S XTronic CVT &#8211; R$ 63.990<br />
2.0 SL XTronic CVT &#8211; R$ 71.990</p>
<p><strong>GALERIA</strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pengembangan Klaster IKM/UKM di Indonesisa: Pengalaman dan Prospek]]></title>
<link>http://fornaslpumkm.wordpress.com/2009/11/16/pengembangan-klaster-ikmukm-di-indonesisa-pengalaman-dan-prospek/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 23:02:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>Samsul Hadi</dc:creator>
<guid>http://fornaslpumkm.wordpress.com/2009/11/16/pengembangan-klaster-ikmukm-di-indonesisa-pengalaman-dan-prospek/</guid>
<description><![CDATA[Oleh: Dr. Noer Soetrisno (disampaikan dalam international conference &amp; workshop on cluster devel]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Oleh: Dr. Noer Soetrisno</strong></p>
<p>(disampaikan dalam international conference &#38; workshop on cluster development, solo &#8211; 27-28 nov 09)</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>PENDAHULUAN</strong></p>
<p>   Klaster <em>(Cluster)</em> adalah merupakan pengertian yang lazim digunakan dalamIlmu Ekonomi Regional untuk mendefinisikan pengelompokan industri sejenis dalam suatu kawasan dan ketika kegiatan industri itu bermacam-macam maka disebut aglomerasi (Richardson, 1971).   Dalam perkembanganya ketika klaster menghasilkan praktek terbaik pengembangan industri di dunia, seperti yang terjadi pada klaster tertua industri galangan kapal di Norwegia, maka klaster juga diterima sebagai pengertian pendekatan pengembangan industri (UNCTAD, 2001). Mengutip pendapat Kimura (Hoa and Harvie, 2003): <em> Although we can not say that the micro-foundation of spactial agglomeration has been fully formulated, the importance as a source of location advantage is increasingly recognized both empirical and theoretical literature,</em> menunjukkan bahwa fondasi teori dan praktek aglomerasi dalam pembangunan industri semakin kokoh.<em> </em> Klaster juga lazim digunakan untuk membagi wilayah atau area dalam kawasan industri atau bahkan dalam suatu komplek industri.</p>
<p>  Dalam memahami penggunaan pendekatan klaster dalam pembangunan UKM di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari sejarah dan pengalaman pembangunan industri kecil di tanah air dan keberimpitan atau adopsi dengan program pembangunan UKM di Indonesia. Sebagai negara agraris tidak dapat disangkal lagi industri di tanah air tumbuh dari industri agro yang diperkuat oleh industri tekstil dan transport (perawatan). Perkembangan industri di tanah air memang tidak semuanya tumbuh sesuai dengan arah pertumbuhan industri pengolahan yang besar dan sejajar dengan kemajuan zaman. Tetapi kehadiran industri kerajinan rumah tangga, yang lazim disebut <em>cottage industry,</em> yang tumbuh dengan pesat untuk memenuhi kebutuhan sektor tradisional, pertanian dan sektor ekonomi rakyat lainya.  Kemudian juga tumbuh menjadi penunjang kebutuhan industri sedang dan besar. Keadaan inilah yang kemudian menjadi alas an dasar untuk melahirkan pendekatan jalur khusus yang pada zaman itu tumbuh dari asistensi/bantuan teknis sampai kepada pembinaan.</p>
<p>     Pembinaan industri kecil pada awalnya ditempatkan dalam kerangka industri kerajinan (INKRA) yang mengalami perkembangan tersendiri. Batu sejarah pengembangan industri kecil dan UKM memang mengalami kerancuan sejak lahirnya UU 9/1995 tentang Usaha Kecil yang cakupannya menyeluruh (pertanian, industri dan jasa) tetapi instrument dan pembagianya membingungkan (Noer Soetrisno, ISEI, 1996). Perubahan sikap Presiden Soeharto tentang pengusaha kecil ini tidak terlepas dari pengaruh pertemuan APEC yang telah sejak lama dipersiapkan dan pada tahun 1994 diselenggarakan di Bogor yang secara khusus mengedepankan agenda UKM (SME). Untuk itu review pembangunan industri kecil perlu dilihat kembali. Kemudian pengaruh krisis ekonomi dan pendekatan pembangunan UKM serta dampak dan implikasi reformasi politik di tanah tidak dapat dipisahkan dari kehadiran pendekatan klaster pengembangan UKM di tanah air. Selanjutnya perkembangan paska GBHN/PROPENAS menampilkan pengalaman tersendiri perjalanan pembangunan UKM di tanah air, terutama 2004-2009 dan kedudukan pendekatan klaster dalam kazanah pembangunan industri dan pembangunan ekonomi di tanah air.</p>
<p>    Dengan gambaran itu makalah ini ingin menyajikan benang merah pendekatan dan program  pembangunan klaster dalam memajukan UKM di tanah air. Dari sini kita akan mampu mencatat kekuatan pendekatan klaster untuk membuat proyeksi ke depan akan peranya dalam memajukan UKM di tanah air. Hal ini termasuk dalam kontek otonomi daerah. Dengan demikian prospek ke depan dapat ditemu kenali.</p>
<p><strong>PENDEKATAN PEMBANGUNAN INDUSTRI KECIL DARI MASA KE MASA</strong></p>
<p><strong>     </strong>     Sejak abad pertengahan, tepatnya sampai sebelum 1900, Indonesia telah mengenal industri yang ditopang oleh industrikecil (Siahaan, 2000), dan kemudian sejak itu mulai muncul gagasan pembangunan industri kecil yang pada dasarnya kemudian menjadi strategi swasembada menjelang kedatangan Jepang dan kemudian dijadikan politik swadesi. Pada masa orde lama industri kecil menjadi focus pembangunan nasional berencana, namun pola pembinaan industri kecil belum dilihat secara khusus. Pada masa ini tercatat satu-satunyta industri kerajinan rakyat yang dikembangkan dengan pola khusus melalui koperasi yaitu industri kerajinan batik. Dalam prakteknya industri batik juga berkelompok dalam wilayah kabupaten/kota tertentu dan bahkan kampong tertentu. Salah satu bukti yang kuat adalah jumlah Primer Koperasi Batik hanya beberapa dandikota tertentu, terutama di Jawa. Karena aglomerasi industri adalah fenomena pertumbuhan industri untuk tujuan efisiensi dalam mencari industri pendukung (input dan transport) dan outlet untuk pemasarannya.</p>
<p>    Pada masa orde baru industri menjadi bagian penting dalam strategi pembangunan dengan arah jangka panjang yang jelas yaitu strategi industrialisasi menuju lepas landas (1969-1997)dan industri kecil mendapatkan tempat tersendiri, namun cenderung ke arah industri rumah tangga, karena selamorde baru banyak industri kecil seperti tekstil, minuman, tembakau, dan mesin/peralatan banyak yang tutupkarena terdesak industri besar PMA. Inilah yang menyadarkan kembali perlunya industri kecil yang bukan hanya <em>cottage industry</em>, terutama pasca kerusuhan Malari, 1974. Sehingga pada tahun 1978 dibentuk dua Kementerian Baru yakni Menteri Muda Urusan Koperasi dan Menteri Muda Penggunaan Produksi Dalam Negeri. Menteri Muda Koperasi selain bertugas membidangi pembangunan koperasi juga bertanggung jawab atas pembangunan Pengusaha Golongan Ekonomi Lemah (PEGEL). Sementara Menteri Muda UPPDN bertanggung jawab menjamin keikut sertaan PEGEL dalam pengadaan produksi PEGEL dan produksi dalam negeri lainnya oleh industri.</p>
<p>     Pada masa cabinet berikutnya (sejak 1984) lahirlah berbagai program Pengembangan Industri Kecil dan Lingkungan Industri Kecil. Sementara di sektor pertanian Koperasi Unit Desa dibentuk atas dasar pola Wilayah Unit Desa pada tahun 1974.  Ke duanya adalah merupakan pendekatan aglomerasi atas dasar kewilayahan yang menggambarkan tujuan tujuan peningkatan efisiensi fisik, penggadaan, angkutan dan kesatuan investasi alat pengolahan. Inilah elemen dasar tumbuhnya aglomerasi industri  mendukungnya. Skema perkreditan untuk mendukung industri kecilpun juga dirancang melalui Kredit Investasi Kecil (KIK) dan Kredit Modal Kerja Permanen (KMKP).</p>
<p>     Pada masa ini bahkan industri, tenaga kerja dan kelembagaan menyatu padu seperti digambarkan oleh adanya Trio SUBUH (Sudomo, Bustanil dan Hartarto) sebagai simbul industri, tenaga kerja dan kelembagaan (koperasi) dengan pengecualian Koperasi Industri dan Kerajinan Rakyat yang tidak harus tunduk pada pola KUD, yang berkembang secara serasi hingga akhir PJP I Pelita V (1993). Pada saat ini terasa perhatian kepada pengembangan usaha non pertanian mendapat perhatian besar, termasuk mulai dipikirkanya pengembangan sumberdaya manusia dan jalur transisi pengenalan sumber permodalan bagi yang belum dapat mengikuti jalur perbankan.   </p>
<p>     Sejak 1993 memang mengawali sejarah baru, karena pengusaha kecil dan menengah menempati perhatian tersendiri, namun tetap didekatkan dengan pembinaan koperasi sebagai lembaga ideal dalam pembinaanya. Pada masa ini sentra-sentra industri kecil tumbuhdan dikembangkan berdasarkan atas kelompok industri dan komoditas. Pola pengembangan keterkaitan BUMN dan industri kecil atau usaha kecil diperkenalkan melalui pola bapak angkat yang diperkenalkan secara luas, meskipun tidak selalu menghasilkan keterkaitan industri. Pada saat ini pengembangan permodalan usaha kecil dan koperasi di luar Anggaran Pemerintah dan Kredit Perbankan melalui penyisihan laba BUMN dilahirkan dalam program PUKK-BUMN. Sebagai masa persiapan forum APEC, maka pengaruh internasional dalam industri dan perdagangan tidak dapat dihindarkan. UKM sebagai bagian dari perhatian khusus bagi ekonomi berkembang mendapat tempat yang baik, apalagi pada tahun 1994 Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan APEC yang melahirkan cetak biru liberalisasi perdagangan APEC yang terkenal dengan Deklarasi Bogor.</p>
<p>      Tidak aneh kemudian lahirnya UU 9/1995 tentang usaha kecil menjadi mudah. Lahirnya UU 9/1995 ini menandai pergeseran pandangan tentang pengorganisasian dan pembinaan industri kerajinan dan rumah tangga serta usaha jasa di luar pertanian dari pola lama menyatu dengan pengembangan koperasi menjadi terbuka dengan visi khusus penciptaan lapangan kerja, nilai tambah dan ekspor. Tetapi dalam sektor industri menimbulkan kerancuan baru dan tumpang tindih pembinaan, sehingga yang berkembang persaingan malu-malu. Dengan pola lama masalah kelembagaan tidak sulit karena ada jalur koperasi (pola lama) dan pengecualian dengan jalur baru (koperasi khusus), tetapi masalah pembinaan teknis tidak rancu, paling tidak ketika itu memastikan apakah IK=UK menimbulkan perdebatan seru.</p>
<p>   Akhir masa ini memang tidak menghasilkan masa yang menyenangkan, karena krisis moneter Asia akhir 1997 menyeret Indonesia ke dalam krisis multidimensi mulai 1998 dan melahirkan reformasi yang menjanjikan perubahan dan perbaikan di segala bidang. Meskipun janji dan harapan tersebut masih sulitdi nilai hasilnya, tetapi krisis melahirkan kesadaran baru atas keuletan ekonomi berbasis sumber daya manusia (ekonomi rakyat) dan kerapuhan ekonomi berbasis capital semu <em>(ezard capitalism)</em> yang diperoleh melalui kolusi  yang melahirkan konglomerasi dalam kapitalisme semu. Pemerintahan transisi Presiden BJ Habibie paling tidak melahirkan tiga perubahan yang sampai sekarang menjadi bola es perubahan yang tidak bisa dihentikan. Ketiga perubahan itu yakni demokratisasi dan kebebasan pers yang diikuti Pemilu multipartai secara langsung yang melahirkan perubahan rekruitmen kepemimpinan; pemisahan Bank Indonesia dan perbankan dari pengaruh Pemerintah; dan kebijaksanaan desentralisasi melalui Pelaksanaan Otonomi Daerah yang demikian lama tersumbat.</p>
<p>     Ketiga perubahan ini merubah pendekatan pengembangan usaha, baik pembangunan industri maupun koperasi dan usaha kecil menengah yang perlu disikapi dengan cara baru yang lebih responsive dan antisipatif terhadap perubahan berikutnya yang lahir dari tuntutan perubahan sebelumnya. Perubahan ini paling tidak menyangkut politik anggaran, politik perkreditan dan investasi yang berimplikasi pada perubahan pola pembinaan yang kompatibel dengan perubahan. Di sinilah perlunya <em>paradigm shift.</em></p>
<p>&#160;</p>
<p><strong>PENGEMBANGAN KLASTER BISNIS UKM: KEUNTUNGAN DAN PENDEKATAN</strong></p>
<p>  Reformasi Pemerintahan melahirkan perubahan terus menerus dengan dinamika yang bersifat permanen dan sesaat. Meskipun pada saat krisis memuncak pada tahun 1998 ekonomi rakyat dihadirkan sebagai penyelamat dan ditugasi terlalu banyak hal, tetapi akibat negative dari penggelontoran fasilitas menimbulkan kekhawatiran baru, di samping perubahan fundamental reformasi politik di bidang perbankan mengharuskan perubahan. Sementara dampak krisis masih membebani masyarakat dan menyisakan kemunduran kelompok usaha menengah yang mempunyai kedudukan penting dalam menghela ekonomi akar rumput <em>(grass root economy).</em> Masih dalam suasana semacam itu lembaga yang bertugas untuk mengkordinasikan pengembangan UKM dipersempit statusnya menjadi Kementerian Negara Koperasi dan UKM pada akhir tahun 1999. Oleh karena itu dibentuk Badan Pengembangan Sumber Daya Koperasi dan Pengusaha Kecil dan Menengah (BPS-KPKM) untuk mengemban tugas operasional Departemen Koperasi dan PKM [Dirjen Koperasi (Bina Usaha) dan Dirjen PKM]. Badan baru ini dilengkapi dengan tiga pilar fungsi yaitu: Pengembangan Usaha (pengembangan bisnis dan pasar, <em>Business Development</em>);  Fasilitasi Pembiayaan dan Investasi (pembiayaan dan investasi termasuk restrukturisasi kredit, <em>Financial and Investment Facilitation</em>), dan Sumber Daya Manusia (pendidikan pelatihan, teknologi dan penelitian, dan penyuluhan dan peran serta masyarakat, <em>Technology and Trainings Supports</em>). Dalam forum kordinasi donor pembangunan Koperasi dan UKM BPS-KPKM dikenal sebagai <em>SMECDA (Small Medium Enterprise and Cooperative Development Agency).</em></p>
<p>     Dengan kesadaran akan perubahan, maka sejak awal Badan ini didirikan dan dalam waktu tiga tahun akan dievaluasi sesuai dengan arah reformasi yang masih akan berlanjut. Menghadapi tantangan ini maka harus ada scenario untuk mentransformasikan menjadi lembaga partnership antara pemerintah dan pelaku yang lebih ramah pasar. Paradigma pembinaan dan dukungan langsung harus ditransformasikan menjadi industri pemberdayaan yang secara perlahan menjadi bagian dari industri jasa perusahaan yang berdampingan dengan jasa keuangan dan jasa persewaan yang menjadi nyawa dari pengembangan usaha. Inilah paling tidak renungan kami ketika itu dalam menerima tugas transisional tapi harus melahirkan perubahan mendasar. Kesulitan Direktorat Jenderal Pembinaan Usaha Kecil dan Menengah di Departemen Koperasi ketika itu adalah mengenali obyek binaan dan mencari <em>entry</em> yang berbeda dari Dirjen IK Departemen Perindustrian dan Dirjen Koperasi. Pembina koperasi meskipun dibatasi oleh wilayah dan pengelompokan kegiatan ekonomi tetapi mereka mempunyai identitas kelembagaan universal, yaitu Organisasi dan Badan Hukum Koperasi, tetapi tidak demikian halnya dengan industri kecil, usaha kecil, dagang kecil dan sektor informal.</p>
<p>     Menjawab kebutuhan tantangan kelembagaan dan program pengembangan yang berdampak jangka panjang dan perlu kecepatan pelaksanaan, maka pikiran yang dikembangkan ketika itu bahwa program itu harus memenuhi syarat: (1). melahirkan <em>entry</em> baru yang jelas, (2).mempunyai karakter <em>unity</em>, (3).ada kekuatan <em>market driven,</em> dan (4). melahirkan <em>self governing (rolling) mechanism.</em> Pendekatan yang mempunyai kemampuan memenuhi syarat ini tiada lain adalah pendekatan klaster dengan entri sentra yang sudah hadir di masyarakat. Dan sejak itu pendekatan klaster yang biasa digunakan dalam pendekatan manajemen industri diadopsi ke dalam pengembangan usaha kecil dan menengah, karena pada dasarnya aglomerasi yang biasa dilakukan industri juga pada akhirnya tumbuh menjadi kesatuan dengan usaha pendukungnya, seperti sejarah klaster industri perkapalan di Norwegia lebih seabad yang lalu. Pengalaman ini memang dianjurkan oleh UNCTAD sebagai model tahapan pengembangan, meskipun kawasan itu kini sudah menjadi kawasan pelabuhan untuk rekreasi dan pusat perbankan.</p>
<p>     Secara sepintas pendekatan klaster dalam pengembangan UKM, apapun basis kegiatannya, pivotnya adalah menjadikan total omzet dari hasil pengelompokan yang disertai dukungan ini harus tumbuh menjadi sebuah ekonomi yang kesemuanya dapat hidup dengan kekuatan pasar. Biasanya yang paling mudah adalah melihat kehadiran lembaga keuangan karena dia tidak akan hadir kalau tidak layak. Dalam mengembangkan tiga pilar penguatan diatas maka program pokoknya adalah memasukkankomponen jasa pengembangan usaha <em>(Business Development Services)</em> ke dalam klaster/sentra UKM dan memperkuat Lembaga Keuangan Mikro untuk melayani usaha mikro non formal dan tidak mampu memenuhi persyaratan perbankan dan ditopang oleh pendidikan, pelatihan dan pengenalan telematika-informatika melalui BDS. Ke depan menjadikan mereka mitra Bank adalah keharusan oleh karena itu instrument penjaminan, asuransi dan instrument keuangan lainya,termasuk restrukturisasi dikembangkan dan dikaitkan dengan fungsi BDS.</p>
<p>     BPS-KPKM sendiri umurnya tidak sampai tiga tahun karena pada akhir tahun 2001 dihapuskan, tetapi pendekatan klaster dengan instrument BDS dan MAP-LKM sudah menjadi dokumen UU-PROPENAS (UU 25/2001) sebagai pengganti GBHN maka perjalanan program ini selamat sampai akhir sasaran pengembangan selama 4 tahun 2001-2004, dengan jumlah seribu entri (sentra) untuk dikembangkan menjadi klaster UKM. Pada masa pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu, terutama setelah tahun 2005 nyanyian tentang klaster, BDS dan lainya memang redup dalam pendekatan pengembangan UKM. Tetapi juga belum ada konsep pengganti atau alternative strategi yang ditawarkan Kementerian Koperasi dan UKM yang menyangkut pengembangan UKM. Saksi hidup dari hasil pendekatan BPS-KPKM adalah masih adanya pegiat BDS dan hadirnya Asosiasi BDS, serta digunakanya komunikasi jalur maya SMECDA untuk komunikasi UKM. Evolusi BDS lebih jelas karena selain dikembangkan menjadi KKMB (Konsultan Keuangan Mitra Bank), Lembaga Pendamping dalam program pemberdayaan pada  program daerah dan kemudian PNPM, sampai pada pengenalan BDS secara ekplisit dalam pembangunan sektor, CSR Perusahaan Besar dan BUMN. Industri jasa perusahaan dalam perekonomian kita juga tumbuh pesat (lihat Statistik Indonesia). Sementara pendekatan klaster secara eksplisit juga telah digunakan dalam pembinaan usaha kelautan dan perikanan, program pembanguan daerah dan industri sendiri.      </p>
<p>     Jika dilihat dari evolusi jasa pengembangan usaha UKM dalam sejarah pembinaan usaha kecil di Indonesia dimulai dari tugas asistensi oleh Dinas, baik Pertanian maupun Perindustrian, dan kemudian lahir kesadaran akan fungsi Penyuluhan oleh Petugas Pemerintah sebagai transformasi dari Penerangan Pembangunan yang umum (penyadaran manusia/masyarakat). Tetapi khusus untuk industri tugas penyluluhan, bantuan teknis dan kepengusahaan dititipkan kepada industri pengolahan (lihat industri gula, tembakau, serat rami dan lain-lain. Pada masa tumbuh kembangnya industri pupuk,obat-obatan dan pembibitan pertanian masing-masing perusahaan besar menyediakan tenaga penyuluh/pendamping mengikuti penyediaan detailer dalamindustri obat-obatan, yang berarti penyediaan jasa pengembangan usaha oleh industri produsen input. Kekeliruan penyuluhan menjadikan pengerahan dan menghambat pengembangan mengundang LSM tampil dengan konsep Pendampingan yang lebih membuka kepada kemajuan dan alternative usaha yang luas, tetapi tidak kompetitif karena bergantung pada donor atau lembaga pendukung. Inilah alasan utama mengapa BDS tidak diambil sendiri peranya oleh BPS-KPKM tetapi diserahkan kepada pihak ketiga, karena yang ingin dikembangkan adalah industri pengembangan usaha yang tersedia melalui pasar untuk UKM. Pada tahap awal BDS direkrut dari tiga pilar yaitu: (1). Perguruan Tinggi (LPEM/LPM), (2). Konsultan UKM Swasta dan LSM, dan (3). Koperasi sendiri.    </p>
<p>    Pada masa berakhirnya program pengembangan Sentra/Klaster UKM tahun 2004 untukmencapai sasaran 1000 sentra kegiatan UKM, Badan Pusat Statistik BPS diminta melakukan evaluasi dampak pemberian dukungan financial (LKM/MAP) dan dukungan non financial (BDS/Jasa Pengembangan Usaha) dan hasilnya melaporkan bahwa keduanya mendorong volume penjualan (25% mengalami peningkatan dan 33 persen bertahan dalam krisis/tetap), sementara keuntungan juga meningkat dengan kinerja yang hampir sama (BPS, 2004). Jika dilihat rata-rata masa implementasi pendekatan ini dalam praktek masih kurang dari dua tahun, tetapi separuh dari UKM mendapati layanan pasar yang tepat dapat membantu mereka mencari pemecahan pengembangan usaha mereka. Akan lebih menarik lagi seandainya potret 2009 ditampilakn, karena akan menguji setelah pendekatan dimaksud dilepas selama lima tahun apakah telah menumbuhkan industri jasa perusahaan bagi UKM. Karena kinerja makro yang tumbuh pesat sangat boleh kadi karena permintaan jasa perusahaan dari usaha besar yang tumbuh pesat. Ingat jumlah unit usaha besar bertambah pesat, pangsa usaha besar juga menggeser usaha menengah, sehingga pada saat ini sedang terjadi kembali gejala konsentrasi usaha.</p>
<p>&#160;</p>
<p><strong>DINAMIKA INDUSTRI JASA KEUANGAN DAN PENGEMBANGAN USAHA UKM</strong></p>
<p><strong>     </strong>Di bidang jasa keuangan pada saat ini lembaga perbankan telah menciptakan berbagai produk perkreditan dan pembiayaan yang tersedia untuk UKM. Kredit mikro sudah menjadi industri keuangan baru yang dibuka untuk persaingan secara luas tanpa proteksi khusus antara perbankan, koperasi dan lembaga keuangan lainya, termasuk Pegadaian dan PNM dan Lembaga Pembiayaan Ekspor. Bahkan program ini diikuti dukungan secara selektif untuk sektor tertentu dengan jaminan dan subsidi Pemerintah melalui APBN. Meskipun patut dicatat pola subsidi/penjaminan ini belum tentu memiliki keberlanjutan dan konsistensi mekanisme yang akan baku berlangsung dalamjangka panjang.  Hal ini ini membawa  kesempatan baru bagi UKM dan tantangan baru bagi bagi industri jasa keuangan dan jasa perusahaan komersial seperti fungsi KKMB tidak lagi dapat dikembangkan secara menarik atas dasar preferensi.</p>
<p>     Dengan berlakunya UU 17/2003 tentang Keuangan Negara dan UU 1/2004 tentang Perbendaharaan Negara, maka program perkuatan Pemerintah akan semakin menjauh dari belanja social ke arah belanja modal.  Pada saat ini <em>exercise</em> pendirian LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir) pada Kementerian Koperasi dan UKM meskipun belum menemukan mekanisme operasional/pelayanan yang baku tetapi telah hadir. Diakui atau tidak hadirnya LPDB adalah hasil akumulasi pengalaman dan konsekuensi program MAP dan kapitalisasi LKM dengan kompensasi subsidi BBM, yang kemudian dicoba dengan program perkuatan dan ujungnya terbentur oleh program pembangunan seharusnya bukan program belanja social. Kita perlu mengawal perkembangan Badan Layanan Umum (BLU) seperti LPDB untuk pengembangan UKM sebagai format baru ini tetap di jalur yang seharusnya agar tetap hadir dan bermanfaat. Secara konseptual BLU seperti LPDB ini dapat dimiliki oleh Pemerintah Daerah (Propinsi/Kabupaten/Kota) baik untuk dukungan prasarana fisik maupun financial. Tidak mustahil daerah dapat mengembangkan BLU khusus untuk Klaster IKM jika memiliki justifikasi yang kuat dan dapat didukung oleh investasi pemerintah untuk pengembangan infrastruktur bagi IKM/UKM.</p>
<p>     Untuk kemajuan pengembangan UKM memajukan industri jasa perusahaan adalah merupakan kunci, karena industri besar dan masyarakat/perekonomian modern perkotaan/Negara maju mendapatkanya dari pasar yang tumbuh sehat. Dalam pengertian lapangan usaha atau kegiatan ekonomi yang termasuk ke dalam usaha jasa perusahaan adalah: jasa konsultasi piranti keras, jasa konsultasi piranti lunak, pengolahan data, perawatan/reparasi mesin kantor, computer dll, penelitian dan pengembangan, rekayasa teknologi, jasa hukum, jasa akuntansi dan perpajakan, jasa riset pemasaran, jasa konsultasi bisnis dan pemasaran, jasa konsultasi engineering dll, analisis dan testing, jasa periklanan, seleksi tenaga kerja, dan fotocopy dll. Kegiatan ini mendekatkan UKM terhadap dua hal yaitu jasa keuangan dan jasa inovasi sebagai sumber kemajuan dan umumnya mereka ini hanya bias berusaha apabila memiliki legalitas bisnis formal yang baik disertaihubungan dengan perbankanyang kuat. Jadi industri jasa perusahaan adalah kunci kemajuan UKM, terutama membuka akses.</p>
<p>     Pendekatan klaster juga dapat digunakan untuk membangun industri jasa perusahaan yang kuat, seandainya suatu daerah bertanya tentang satu program yang ada sekali dalam lima tahun untuk memajukan UKM dalam jangka panjang, seharusnya dipilih membangun infrastruktur (fisik) untuk membangun klaster industri jasa perusahaan di tempat yang strategis di suatu kota itu. Ini akan merupakan pusat pelayanan pengembangan usaha melalui pasar dan tumbuh dalam satulokasiyang kompak sebagai bagian dari <em>city supporting services. </em> Jika telah berhasil membangun infrastruktur pasti mereka akan dituntut dituntut mengelola dengan baik sesuai UU 1/2004 dan akan diawasi sesuai UU 15/2004. Dengan demikian advokasi ke arah ini menjadi sangat penting dibanding dengan program perkuatan yang sangat terbatas jumlahnya. Badan Layanan Umum Jasa Layanan Pengembangan Usaha (BLU-JLPU) pada dasawarsa mendatang menjadi entri baru pengembangan klaster dasar pendukung pengembangan klaster UKM di daerah. Fokus ini akan menjadi perjuangan strategis pegiat pengembangan UKM di daerah, sejalan dengan fakta investasi swasta dan masyarakat mencapai porsi terbesar 70-80% dari investasi nasional/daerah.   </p>
<p>   Potret terakhir struktur unit usaha di Indonesia tahun 2008, sesuai dengan ketentuan UU 20/2008 di luar pertanian, usaha mikro mencapai 24 juta lebih dari total 51,43 juta unit usaha yang ada. Usaha lecil jumlahnya kurang dari setengah juta sedang usaha menengah hanya sekitar 40 ribu unit saja. Apa yang tertinggal dari fungsi BDS, sehingga BDS tidak berkembang dan tidak menarik bisnisnya. Jika tanpa perubahan teknologi yang diperlukan perbaikan bagi UKM hanya satu yaitu meningkatkan skala untuk menaikan omset. Perubahan ini membutuhkan investasi, berarti terbuka fasilitasi investasi yang membuka ruang restrukturisasi usaha menuju formalisasi, kemitraan dan penyertaan sebelummenuju pasar modal atau perbankan. Ruang inilah yang seharusnya dibaca oleh usaha jasa pengembangan UKM yaitu investasi melalui fasilitasi investasi dalam bentuk sekurangnya dalam bentuk <em>intangible knowledge investment.</em></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>PENGALAMAN PERTUMBUHAN KLASTER INDUSTRI DI ASIA </strong></p>
<p><strong>     </strong>Industrialisasi di Asia Timur memang menjadi patron Indonesia, karena Jepang sebagai Negara Industri tertua di Asia merupakan Negara industri yang memiliki tradisi industri kecil menengah yang kuat dengan orientasi ekspor serta memiliki tradisi industri kerajinan yang kuat. Model OVOV <em>(One Village One Product)</em> adalah model orisinil Jepang. Jepang mengembangkan industri kecil dengan intervensi MITI yang jelas, kuat dan konsisten.</p>
<p>     Sementara Taiwan, Hongkong dan Korea tumbuh dengan patron yang berbeda-beda satu sama lain. Taiwan mengembangkan UKM dengan melalui dukungan pusat inkubasi yang kuat dan jumlahnya memadai dan klaster IKM/UKM-pun tumbuh dengan baik. Corak perpaduan antara perencanaan dan pasar dijaga baik. Demikian juga pola yang dikembangkan oleh Korea Selatan lebih bertumpu pada pola pengembangan oleh lembaga khusus yang dimiliki pemerintah tetapi mempunyai karakter seperti lembaga bisnis biasa. Thailand pada masa Pemerintahan Thaksin membawa dua kebijakan terkenal dalam pengembangan ekonomi di akar rumput yaitu pertama formalisasi usaha informal dan adopsi OTOP <em>(One Thambun One Product)</em> yang mengikuti pola Jepang tetapi dengan kesatuan ekonomi lebih besar, Thambun yang setara dengan Kecamatan.  </p>
<p>     Perjalanan China memang unik, karena sebagai Negara dengan perencanaan terpusat mempunyai pola industrialisasi yang khas. Secara eksplisit klaster sebagai pendekatan pengembangan industri di China tidakmengemuka, namun yang jelas pada awal program pembangunan ekonomi pendekatan Township Enterprise (TE) sebagai dan Village Enterprise (VE) atau TVE untuk pola perencanaan oleh Negara (TVE) dan Private Enterprise (PE) yang berkembang dariusaha perorangan dan swasta yang kemudian tumbuh menjadi besar (Harvie, 2003). China mengembangkan industri, terutama peralatan rumah tangga dan pertanian sudah berkembang sejak lama, sebagai ilustrasi Indonesia mengenal produk China sejak tahun 1960an.</p>
<p>      Dengan pola TVE industri tumbuh di mana-mana dengan perencanaan yang baik. Perbedaan yang penting dengan catatan pengembanganindustri kecil di tanah air pada masa yang sama adalah kita melalukan pembangunan dengan sentra-sentra produk unggulan tetap dalam wadah industri rumah tangga, kepentingan bersama pengusaha ditampung melalui pengembangan koperasi seperti sentra pengecoran logam di Ceper, Waru, Tegal dll. Sementara model China mengembangkan TE dan VE sebagai perusahaan yang dengan mudah disejajarkan dengan SME, ketika ukuran jumlah tenaga kerja diterapkan yaitu 50-100 tenaga kerjauntuk UK dan 100-500 untuk UM. Jadi pada awalnya konsep VE jelas sejajar dengan UK dan TE sejajar dengan UM. Jika dilihat dari perkembangan ini klaster industri pada awalnya menyatu dengan unit industri di setiap titik atau wilayah, karena bentuk kesatuanya akan tergantung dari jenis industrinya.</p>
<p>     Pertengahan 1980an ekspor produk China tumbuh pesat, sehingga kemudian membuka diri yang ketika itu (awal 1990an) kita mengenal privatisasi di China. Privatisasi ketika itu tiada lain adalah perusahaan daerah termasuk TVE besar boleh mengekspor langsung dan perusahaan-perusahaan maju melalukan kerjasama di berbagai bidang dan masuknya modal asing telah memperkuat ekspor China dan menekan impor (Zhao and Zhao, 2003). Mulai pada ssat itupun kerjasama antar Negara oleh pemerintah selalu dikaitkan dengan ekspor produk mereka seperti peralatan pertanian, industri tekstil dan garment (Pada tahun 1992 kerjasama untuk bidang ini pernah dirintis oleh Menteri Koperasi RI).</p>
<p>     Menurut Kimura (Kimura, 2003), pola industrialisasi China sangat berbeda karena relative berbasis meluas untuk industri pendukung dan keterkaitan dengan investasi asing dibangun dengan mudah. Hal ini dimungkinkan karena seperti dikemukakan di muka PMA bekerja sama dengan PMDN Pusat maupun TVE. Ketika Asia dilanda krisis dan menekan ekspor China ke Asia, permintaan domestic meningkat dan imporpun pertumbuhanya melambat, sehingga masa ini menjadikan ekonomi China terkonsolidasi dan pada masa pemulihan berlalu sejak 2003 ekspor China ke pasar tradisional, Amerika dan Afrika tumbuh pesat. Klaster industri di China mulai menjadi pertimbangan kebijakan pada dasarnya terjadi ketika TVE memperluas industri dan berkembang karena PMA di masing-masing pusat industri. Klaster di China lahir sebagai tuntutan perkembangan industri  yang menuntut kebijakan pengembangan yang dapat mendukung pertumbuhan industri (Kimura, 2003).</p>
<p><strong>PROSPEK PENGEMBANGAN KLASTER</strong></p>
<p>     Klaster sebagai pendekatan terbukti semakin diterima dalam pendekatan pembangunan yang melibatkan pola pengelompokan, baik industri maupun infrastruktur, sehingga hakekat klaster akan semakin digunakan. Dengan otonomi daerah, pembangunan perkotaan akan menempati tempat sentral dalam pembangunan daerah, implikasinya pembangunan tempat usaha adalah komponen penting dari kehidupan ekonomi perkotaan di daerah. Oleh karena itu pendekatan klaster pasti akan menjadi bagian pengembangan model di masing-masing daerah. Persoalanya adalah aglomerasi yang optimalharus menghasilkan sinergi untuk efisiensi dan kemajuan berkelanjutan untuk daya saing, <em>succesfull cluster brought efficiency and sustain progess for better competitive strength.</em></p>
<p>     Advokasi klaster pada dasarnya dapat dimulai pada berbagai level baik promosi maupun proteksi, dalamkontek promosi kita sudah banyak belajar dari dunia dan pengalamankita sendiri yang pada umumnya terjadi pada pengembangan usaha di sektor industri. Klaster untuk proteksi mungkin jarang dipikirkan dan dianggap tidak berguna karena dinilai mundur, tetapi dalam suasana ekonomi dualistik seperti kebanyakan Negara berkembang dan perkotaan kita untuk pertimbangan mencegah dampak negative ketimpangan patut dipertimbangkan. Bentuk klaster proteksi adalah isu pasar tradisional versus pasar modern, penanganan ekonomi kawasan kumuh dan lain-lain yang memerlukan pendekatan berkelompok, menyatu, agglomerasi yang membesar dan menguat, terpadu, layak, sehat dan aman; Apakah ini bukan prinsip klaster?</p>
<p>     Untuk menggerakkan kembali kesadaran akanpentingnya pengembangan klaster bagi UKM di Indonesia menghadapi meningkatnya intensitas desentralisasi, maka langkah terbaik adalah mendorong setiap Pemerintah Kota atau Kabupaten membangun miniature klaster dalam bentuk infrastruktur Pusat Pelayanan Jasa Perusahaan. Suatu lokasi dengan infrastruktur memadai di mana semua jenis layanan jasa perusahaan berada di situ dengan sedikit sentuhan layanan perebankandan financial lainya, akan menjadipusat pengembangan UKM yang digerakkan pasar.</p>
<p>     Hal yang dikemukakan di atas sangat penting untuk Negara denganmasyarakat yang tingkat kewirausahaan rendah seperti Indonesia, sebagaimana diketahui rasio penduduk terhadap IKM pada tahun 2008 masih sangat tinggi yaitu 71, di mana pada tahun 1996 kita pernah mencapai angka 46, sedangkan benchmark idealnya 20 (Noer Soetrisno, 2009). Jika menggunakan ukuran UMKM-Non Pertanian angka kita juga tidak bagus karena angkanya masih diatas 100 sementara idealnya 6, agar ekonomi bangsa mempunyai absorbsi tinggi terhadap insentif fasilitasi financial dan ekspor. Dengan ukuran lain elastisitas pertumbuhan ekonomi terhadap pertumbuhan pembentukanusaha baru sangat elastic diatas 1,5, sementara elastisitas pertumbuhan pembentukan usaha baru terhadap perubahan prospek bisnis dalam indicator pertumbuhan dan harga tidak elastic di bawah satu mendekati setengah (Noer Soetrisno, 2005).</p>
<p>     Dengan berkembangnya pengalaman pembangunan industri kecil dan menengah serta UKM di berbagai Negara yang demikian beragam serta menunjukan klaster kegiatan bisnis adalah kebutuhan, maka klaster akan semakin mendapatkan dasar yang kuat sebagai pendekatan. Lahinya <em>Commercial Center</em> di kota besar sebenarnya secara tidak disadari juga mengilhami pola baru penyatuan layanan bisnis, karena kita dapat belanja informasi pengembangan usaha danjasa-jasa yang diperlukan di tempat itu. Perkembangan baru ini akan semakin memperkuat alas an penggunaan pendekatan klaster dalam pengembangan UMKM di tanah air.</p>
<p>&#160;</p>
<p><strong>PENUTUP</strong></p>
<p>     Pendekatan klaster diaplikasikan dalam pembangunan UKM di Indonesia karena pertimbangan akumulasi asset program pembangunan sebelumnya yang disertai pertimbangan rasional mencari entri baru pembangunan UKM yang baru menjadi interest baru Pemerintah pada decade 1990an. Pendekatan dengan pilar <em>business development, financial support, and technology facilitation,</em> meskipun dijalankan secara tidak lancar telah memberikan dampak bagi kemajuan penjualan dan profit serta pertumbuhan usaha baru dan tetap dapat bertahan dalam tanpa dukungan tambahan. Industri jasa perusahaan yang ditanamkan telah tumbuh dan berkembang. Dalam mendukung desentralisasi advokasi Pembangunan Infrastruktur Klaster Layanan Jasa Perusahaan sebagai kunci memajukan UKM ramah pasar di setiap kota akan mendorong berkembangnya klaster industri kecil dan UKM di daerah. <em>Selamat</em> <em>Berjuang</em>.</p>
<p>&#160;</p>
<p>DAFTAR PUSTAKA</p>
<ol>
<li>Badan Pusat Statistik, <em>Pengkajian Dukungan Finansial Dan Non Finansial Dalam Pengembangan       </em></li>
</ol>
<p>                                                      <em>Sentra Bisnis Usaha Kecil dan Menenbgah,</em> Kerjasama Kementerian                 </p>
<p>                                                      Koperasi dan UKM-BPS, BPS, Jakarta, Maret 2004.</p>
<ol>
<li>Harvie, Charles: <em>Regional SMEs and Competition in the Wake of the Financial and Economic</em></li>
</ol>
<p><em>                                        Crises,</em> dalam New Asian Regionalism Response to Globalisation and</p>
<p><em>                                        </em>Crises, Palgrave, MacMilan, 2003.</p>
<ol>
<li>Kimura, Fukunari, <em>Development Strategies for Economies Under Globalization: Southeast Asia as</em></li>
</ol>
<p>                                                      <em>New</em> <em>Development,</em> dalam New Asian Regionalism Response to  Globali-</p>
<p>                                                      Sation and Crises, Tran Van Hoa and Charles Harvie (Editor), Palgrave</p>
<p>                                                      MacMilan, 2003.</p>
<ol>
<li>Noer Soetrisno: <em>Kebijakan Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah di Indonesia, </em>Makalah</li>
</ol>
<p>                                               Seminar Nasional ISEI, ISEI,  Malang,1996.</p>
<ol>
<li>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-:  <em>Rekonstruksi Pemahaman Koperasi Merajut Kekuatan Ekonomi Rakyat,</em></li>
</ol>
<p><em>                                        </em>INTRANS, Jakarta, 2001.</p>
<ol>
<li>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-: <em>Ekonomi Rakyat Usaha Mikro dan UKM Dalam Perekonomian Indonesia,</em></li>
</ol>
<p><em>                                         Sumbangan Untuk Analisis Struktural,</em> STEKPI, Jakarta, 2005.</p>
<ol>
<li>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-:<em> Strategi Penguatan Klaster UKM Melalui Pendekatan Klaster Bisnis,</em> Lutfansyah</li>
</ol>
<p>                                          Mediatama, Surabaya, 2002.</p>
<ol>
<li><em>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-: Farmers Millers And Sugar Production In Indonesia,</em> Disertasi Dokter University of</li>
</ol>
<p><em>                                           </em>The Philippines, Diliman, Quezon City, 1984.</p>
<ol>
<li><em>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-: Catatan Agenda Pengembangan UMKM Ke Depan</em>, Koran Bisnis Indonesia,</li>
</ol>
<p><em>                                            </em>Jakarta, Juni, 2009.</p>
<ol>
<li><em>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-: Indonesia: Crises, Reform, Globalization and SME,</em> dalam Tran Van Hoa and</li>
</ol>
<p><em>                                            </em>Charles Harvie, New Asian Regionalism Response to Globalisation and</p>
<p>                                            Crises, <em>Ibid.</em></p>
<ol>
<li>Richardson, W : <em>Regional Economics,</em> Penguin Book Series, London, 1971</li>
<li>Siahaan, Bisuk<em>:  Idustrialisasi di Indonesi: Sejak Periode Rehabilitasi Sampai Awal Reformasi,</em> ITB-</li>
</ol>
<p><em>                                             </em>Bandung, Agustus, 2000.<em> </em></p>
<ol>
<li>United Nation Trade And Development (UNCTAD): <em>Improving the Competitiveness of SMEs in </em></li>
</ol>
<p><em>                                             Developing Countries, The Role of Finance to Enterprise Development,</em></p>
<p><em>                                             </em>UNCTAD, Geneve, 2001.</p>
<ol>
<li>Urata, Shujiro:<em> Policy Recommendation for SME Promotion in the Republic of Indonesia,</em> JICA-</li>
</ol>
<p>                                              Report. Jakarta, 2000.</p>
<p>&#160;</p>
<ol>
<li>Zhao, Yanyun and Lei Zhao:<em> The Chinese Transition of a Social Economy and Its Competitiveness</em></li>
</ol>
<p><em>                                              In International Trade,</em> dalam Tran Van Hoa and Charles Harvie, New</p>
<p><em>                                              </em>Asian Regionalism Response to Globalizationand Crisis, Palgrave, Mac                       </p>
<p>                                              Milan, 2003</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dos peligrosos narcos capturados al norte de San José del Cabo, B.C.S.]]></title>
<link>http://colectivopericu.wordpress.com/2009/11/16/dos-peligrosos-narcos-capturados-al-norte-de-san-jose-del-cabo-b-c-s/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 22:03:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>colectivopericu</dc:creator>
<guid>http://colectivopericu.wordpress.com/2009/11/16/dos-peligrosos-narcos-capturados-al-norte-de-san-jose-del-cabo-b-c-s/</guid>
<description><![CDATA[Los malechores, celular, dinero y droga. *Al momento de su detención tenían en su poder 25 envoltori]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div id="attachment_216" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://colectivopericu.wordpress.com/files/2009/11/narcocelular.jpg"><img class="size-medium wp-image-216" title="narcocelular" src="http://colectivopericu.wordpress.com/files/2009/11/narcocelular.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Los malechores, celular, dinero y droga.</p></div>
<p><strong>*Al momento de su detención tenían en su poder 25 envoltorios de cocaína, cristal y marihuana, así como teléfonos celulares y dinero en efectivo</strong></p>
<p><strong>*Junto con  la droga y el vehículo en que se transportaban, fueron consignados a las autoridades de la PGR</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> Caduaño, BCS.-</strong> En operativo policiaco en comunidades de Miraflores agentes de la Dirección General de Seguridad Pública lograron la detención de dos individuos en posesión de 25 envoltorios de cocaína, cristal y marihuana, empaquetada y lista para su distribución entre viciosos de la región.</p>
<p>Asimismo durante la redada policial se le decomisaron 1,700 pesos en efectivo, así como un celular de la marca Erickson con una lista de números telefónicos presuntamente de compradores de la droga que tenían en su poder.</p>
<div id="attachment_217" class="wp-caption alignleft" style="width: 235px"><a href="http://colectivopericu.wordpress.com/files/2009/11/narcolana.jpg"><img class="size-medium wp-image-217" title="narcolana" src="http://colectivopericu.wordpress.com/files/2009/11/narcolana.jpg?w=225" alt="" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Celulares, dinero y droga.</p></div>
<p>De acuerdo al parte informativo emitido por la Dirección General de Seguridad Pública, la captura de los presuntos distribuidores de droga  se logró ayer a las 20:20 horas, cuando el convoy de policías transitaba en las inmediaciones del bar Uruapan en la población de Caduaño.</p>
<p>Los ocupantes de un automóvil Nissan Tsuru color blanco, con permiso provisional para circular, asumieron una actitud nerviosa al detectar la presencia policial, siendo obligados a descender para una revisión corporal en sus vestimentas, así como en el interior de la unidad.</p>
<p>En el interior del vehículo fueron localizados 17 envoltorios de cocaína, 7 envoltorios de cristal y 1 envoltorio de marihuana, empaquetados y listos para su distribución en el mercado regional.</p>
<p>Los detenidos fueron identificados como Adrián de La Peña Rosas, de 31 años de edad, de ocupación jornalero y originario de Miraflores, y Erasmo de la Peña Valdez, de 55 años de edad, de oficio empleado y con domicilio en Miraflores.</p>
<div id="attachment_218" class="wp-caption alignright" style="width: 160px"><a href="http://colectivopericu.wordpress.com/files/2009/11/narcosentra.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-218" title="narcosentra" src="http://colectivopericu.wordpress.com/files/2009/11/narcosentra.jpg?w=150" alt="" width="150" height="112" /></a><p class="wp-caption-text">Automóvil que utilizaban para sus fechorías.</p></div>
<p>Ambos fueron trasladados y recluidos en la cárcel local, en tanto el vehículo en que se transportaban fue enviado al corralón municipal, posteriormente serían consignados –junto con la droga- a la agencia del Ministerio Público de la Federación, para que respondan a los hechos que se le imputan.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nissan anuncia recall do Sentra 2008]]></title>
<link>http://allthecars.wordpress.com/2009/11/12/nissan-anuncia-recall-do-sentra-2008/</link>
<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 15:50:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>Matheus Q. Pera</dc:creator>
<guid>http://allthecars.wordpress.com/2009/11/12/nissan-anuncia-recall-do-sentra-2008/</guid>
<description><![CDATA[A Nissan anunciou nesta quinta-feira (12) a realização de um recall envolvendo 1.224 unidades do Sen]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>A Nissan anunciou nesta quinta-feira (12) a realização de um recall envolvendo 1.224 unidades do Sentra. O sedã, produzido no México, terá seus proprietários convocados para a verificação do cilindro mestre dos freios dos modelos fabricados em 2008. Caso necessário, o componente será substituído gratuitamente.</p>
<p><!--more-->Em nota, a fabricante japonesa informou que pode haver vazamento de fluido do freio, com indicação do sistema por meio de uma luz no painel. Nestes casos, o curso do pedal do freio aumenta e há perda progressiva de frenagem. A inspeção leva cerca de uma hora e pode ser agendada nos próximos concessionários Nissan. Caso haja necessidade de troca, o serviço dura duas horas.</p>
<p>Os modelos envolvidos foram produzidos entre 23 de fevereiro e 18 de abril do ano passado. Os chassis envolvidos vão de 3N1AB61D28L703250 a 3N1AB61D68L705261 e 3N1AB61E99L600000 a 3N1AB61D09L602144.</p>
<p>A empresa forneceu o telefone 0800-011-1090 e seu site oficial (www.nissan.com.br) para mais esclarecimentos.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nissan faz recall de 1.224 unidades do Sentra no Brasil]]></title>
<link>http://pitstopbrasil.wordpress.com/2009/11/12/nissan-faz-recall-de-1-224-unidades-do-sentra-no-brasil/</link>
<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 14:46:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>Fillipe Vivas</dc:creator>
<guid>http://pitstopbrasil.wordpress.com/2009/11/12/nissan-faz-recall-de-1-224-unidades-do-sentra-no-brasil/</guid>
<description><![CDATA[Após Citroën e Land Rover terem anunciado recall somente nesta semana, agora é a vez da Nissan reali]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Após Citroën e Land Rover terem anunciado recall somente nesta semana, agora é a vez da Nissan reali]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[2010 Nissan Sentra SR - Great Looking and 34 MPG]]></title>
<link>http://victorianissanblog.com/2009/10/13/2010-nissan-sentra-sr-great-looking-and-34-mpg/</link>
<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 00:32:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>hutchpine</dc:creator>
<guid>http://victorianissanblog.com/2009/10/13/2010-nissan-sentra-sr-great-looking-and-34-mpg/</guid>
<description><![CDATA[The new for 2010 Nissan Sentra SR  in Anodized Orange has arrived at Victoria Nissan in Victoria, Te]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'>
<p>The new for 2010 Nissan Sentra SR  in Anodized Orange has arrived at Victoria Nissan in Victoria, Texas.</p>
<p> The Sentra SR combines the equipment of the popular 2.0S with the hot looks of the Sentra SE-R. Every 2010 Nissan Sentra SR comes equipped with power windows, power locks, keyless entry, Nissan&#8217;s CD Audio System with an Interface System for iPod, and trip computer. What makes the SR stand out from the competition is not only it&#8217;s high level of standard interior equipment, but also an upgraded appearance package that includes:</p>
<ul>
<li>16 inch Aluminum alloy wheels</li>
<li>Sport front and rear facias, including sport grille</li>
<li>Lower body side sill extensions</li>
<li>Rear spoiler with LED brake light</li>
<li>Smoked headlights and smoked taillights</li>
<li>Fog lights</li>
<li>Chrome exhaust tip finisher</li>
<li>Exclusive SR only colors</li>
</ul>
<p>Every 2010 Nissan Sentra SR  has the five star safety of ABS brakes, and six standard air bags. You want economy? How about 34 MPG with Nissan&#8217;s CVT transmission. Interested?</p>
<p>Stop in and check out the 2010 Nissan Sentra SR, you&#8217;ll be impressed. Mention you saw the SR on our blog and we&#8217;ll include a new iPod nano when you purchase a new Sentra SR at Victoria Nissan. Call 866-808-7765 or email Hutch Pine at <a href="mailto:hpine@victorianissan.com">hpine@victorianissan.com</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[New Civic, Corolla, and Sentra in 2012?]]></title>
<link>http://flipgear.wordpress.com/2009/10/13/new-civic-corolla-and-sentra-in-2012/</link>
<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 18:18:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>flipgear</dc:creator>
<guid>http://flipgear.wordpress.com/2009/10/13/new-civic-corolla-and-sentra-in-2012/</guid>
<description><![CDATA[It&#8217;s quite surprising but the 8th generation Civic and the 10th generation Corolla has been ar]]></description>
<content:encoded><![CDATA[It&#8217;s quite surprising but the 8th generation Civic and the 10th generation Corolla has been ar]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Robert Came by,]]></title>
<link>http://fujishino.wordpress.com/2009/10/09/robert-came-by/</link>
<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 19:24:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>fujishino</dc:creator>
<guid>http://fujishino.wordpress.com/2009/10/09/robert-came-by/</guid>
<description><![CDATA[with his Sentra ヤツのセントラ号で yep Logan, its that Robert. see those rims?? そぅだよローガン。あのロバートだよ。ホイール見える？？ n]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>with his Sentra <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>ヤツのセントラ号で <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><img class="alignnone" src="http://i196.photobucket.com/albums/aa199/gt_grizzly/-0057.jpg" alt="" width="448" height="336" /></p>
<p>yep Logan, its that Robert. see those rims??</p>
<p>そぅだよローガン。あのロバートだよ。ホイール見える？？</p>
<p><img class="alignnone" src="http://i196.photobucket.com/albums/aa199/gt_grizzly/-0059.jpg" alt="" width="448" height="336" /></p>
<p>nice seats Robert!! lol</p>
<p>いいイス持ってるじゃんロバート！！ｗ</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nissan headlamp replacement]]></title>
<link>http://zzeed.wordpress.com/2009/10/05/nissan-headlamp-replacement/</link>
<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 15:45:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>zzeed</dc:creator>
<guid>http://zzeed.wordpress.com/2009/10/05/nissan-headlamp-replacement/</guid>
<description><![CDATA[I was in Honeywell office PJ to audit the training for the Instrument/Electrical maintenance crew. W]]></description>
<content:encoded><![CDATA[I was in Honeywell office PJ to audit the training for the Instrument/Electrical maintenance crew. W]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Robo de autos en 2009]]></title>
<link>http://gmobuelna.wordpress.com/2009/10/02/robo-de-autos-en-2009/</link>
<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 14:27:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>gmobuelna</dc:creator>
<guid>http://gmobuelna.wordpress.com/2009/10/02/robo-de-autos-en-2009/</guid>
<description><![CDATA[De acuerdo con la Oficina Coordinadora de Riesgos Asegurados (OCRA), de enero a agosto han sido hurt]]></description>
<content:encoded><![CDATA[De acuerdo con la Oficina Coordinadora de Riesgos Asegurados (OCRA), de enero a agosto han sido hurt]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sentra in Google News]]></title>
<link>http://supersentra.wordpress.com/2009/09/15/sentra-in-google-news/</link>
<pubDate>Tue, 15 Sep 2009 20:14:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>supersentra</dc:creator>
<guid>http://supersentra.wordpress.com/2009/09/15/sentra-in-google-news/</guid>
<description><![CDATA[I find it humorous that the majority of the top searches for &#8220;Nissan Sentra&#8221; under the ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignnone size-full wp-image-6" title="sentra crash" src="http://supersentra.wordpress.com/files/2009/09/thumb_1249615631359_0p977464949545941.jpg" alt="sentra crash" width="320" height="240" /></p>
<p>I find it humorous that the majority of the top searches for &#8220;Nissan Sentra&#8221; under the &#8220;News&#8221; section of google come up with stories Nissan Sentras in news stories related to theft, robbery or people locking themselves in their Sentra or getting their <a href="http://www.myhotsentra.com/Headlights/">Sentra lights</a> bashed out. I guess you could chalk that up to the popularity of the Sentra and not something more</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Red Rocket]]></title>
<link>http://blog.cardomain.com/2009/09/13/red-rocket/</link>
<pubDate>Sun, 13 Sep 2009 10:16:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>Rob Einaudi</dc:creator>
<guid>http://blog.cardomain.com/2009/09/13/red-rocket/</guid>
<description><![CDATA[Don&#8217;s Sentra SE-R was too rotted to be road worthy, so he turned it into a dirt track racer! S]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Don&#8217;s Sentra SE-R was too rotted to be road worthy, so he turned it into a dirt track racer! See all the pics on <a href="http://www.cardomain.com/ride/3371780" target="_blank">his ride page</a>.</p>
<p><img src="http://memimage.cardomain.com/ride_images/3/3205/23/33010011431_large.jpg" alt="Red Rocket" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[DI BALIK ANOMALI HARGA GULA]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/09/07/di-balik-anomali-harga-gula/</link>
<pubDate>Mon, 07 Sep 2009 02:44:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/09/07/di-balik-anomali-harga-gula/</guid>
<description><![CDATA[Terasa janggal dan penuh kontradiksi ketika berlangsung panen raya tebu atau giling pabrik gula, har]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2455" title="sugarcane" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/09/sugarcane.jpg?w=129" alt="sugarcane" width="129" height="150" />Terasa janggal dan penuh kontradiksi ketika berlangsung panen raya tebu atau giling pabrik gula, harga gula melambung tinggi, apalagi untuk Jatim yang notabene merupakan sentra produksi gula terpenting. Dengan keberadaan 31 unit PG, pada tahun 2009 ini Jatim diperkirakan mampu memasok 1,3 juta ton daro 2,7 juta ton produksi gula secara nasional. Dengan kebutuhan hanya sekitar 480.000 – 550.000 ton, terjadi surplus yang selama ini dialirkan di propinsi lain yang bukan merupakan produsen.</p>
<p>Anomali harga terjadi sejak harga gula diserahkan kepada mekanisme pasar. Pengertiannya, saat jumlah barang ditawarkan di pasar jauh lebih banyak dibanding permintaan, harga pasti terjungkal. Sebaliknya, begitu jumlah barang ditawarkan lebih sedikit ketimbang permintaan, meroketnya harga tak dapat dihindari.</p>
<p>Hukum ekonomi tadi juga berlaku mutlak untuk gula, khususnya sejak ekonomi Indonesia terintegrasi ke dalam kapitalisme global. Guncangan sekecil apa pun pada lingkungan strategik, dipastikan berdampak signifikan terhadap kinerja perekonomian Indonesia. Fluktuasi harga komoditas di bursa berjangka internasional, suka atau tidak, pasti berpengaruh terbentuknya harga pada tingkat pertani di pedesaan Jatim.</p>
<p>Akibat kemarau panjang yang mendera, produksi gula India merosot drastis hingga berkurang sekitar 10,0 jutaton. Kalau biasanya negara anak benua ini mengekspor sekitar 3,0 juta ton, tahun ini terpaksa mengimpor gula dari pasar global. Stok gula dunia terguncang, apalagi ditambah dengan kembali menguatnya harga minyak bumi yang memaksa Brasil mengurangi produksi gula dan mengalihkannya sebagian untuk bioetanol. Maka untuk pertama kalinya dalam tiga dekade terakhir, harga gula dunia mencapai diatas harga 550 dollar AS per ton FOB (Harga di negara asal, belum termasuk biaya pengapalan dan premium).</p>
<p><!--more-->Keberadaan Indonesia sebagai produsen sekaligus importer gula menjadikan harga gula dunia menimbulkan dampak serius terhadap terbentuknya harga di pasar domestik. Sejaih ini, Indonesia baru bisa berswasembada gula konsumsi, sementara gula untuk bahan baku industri masih harus diimpor atau dibeli dari produsen lokal tetapi bahan baku raw sugar masih diimpor pula. Begitu harga dunia tidak lagi kompromi, impor tidak berjalan normal.</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2456" title="anomali hrg gula" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/09/anomali-hrg-gula.jpg?w=150" alt="anomali hrg gula" width="150" height="126" />Jalan keluarnya yang dapat ditempuh bagi industri makanan/minuman untuk keluar dari perangkap situasi demikian adalah melakukan substitusi bahan baku dari gula rafinasi ke gula lokal. Rebutan gula lokal antara untuk konsumsi dan bahan baku industri menjadikan harga tak dapat dikendalikan. Imbauan pemerintah kepada BUMN agar harga gula pada level tender tidak lebih dari Rp 6.500 per kg berujuan supaya harga pada tingkat konsumen Rp 7.000 – Rp 7.500 pun bergeming.</p>
<p>Secara teoritik, harga tidak dapat didikte pemerintah. Namun, bukan berarti pemerintah tidak dapat melakukan intervensi. Intervensi pun boleh saja dilakukan untuk menyehatkan pasar. Namun untuk keperluan tersebut pemerintah harus menguasai stok. Cara efektif yang dapat ditempuh adalah membeli gula dari produsen dengan harga sesuai mekanisme pasar dan melepasnya ke konsumen dengan harga yang dikehendaki,</p>
<p>Cara semacam ini juga lazim ditempuh banyak negara industri maju penganut dan penganjur mazhab kapitalisme. Namun, apakah pemerintaj punya dana dan geregt melakukan intervensi. Naiknya harga gula di luar batas kewajaran memang berkah bagi petani dan diharapkan menimbulkan rasa percaya diri untuk terus meningkatkan daya saing komoditas usaha taninya. Kelihan muncul karena bangsa ini terbiasa tidak menghargai petani.</p>
<p>Harga komoditas agribisnis ditekan serendah mungkin meski untuk menjaga gawang ketahanan pangan sangat diperlukan insentif bagi pengelola usaha tani. Faktor lainnya, Indonesia terlanjur masuk perangkap impor. Investasi pabrik gula rafinasi secara besar-besaran tanpa upaya membangun kebun tebu adalah salah satu ealpaan tersebsar yang memberikan kontribusi terhadap melambungnya harga gula. Seruan petani tebu dan PG agar pemerintah segera mewajibkan semua industri gula rafinasi baik yang sudah eksis maupun yang berniat mengembangkan kapasitas dan investasi baru tidak juga digubris.</p>
<p>Lemahnya sinkronisasi antara industri gula rafinasi dan penggunanya sebagaimana tercermin dari masih berlanjutnya impor gula rafinasi sekali lagi memperkuat lemahnya integrasi dalam formulasi dan implementasi kebijakan pergulaan nasional. Baru sekarang setelah harga gula melambung dan menimbulkan anomali, semuanya terasa. Akankah kebijakan pergulaan dibiarkan setelah kasus ini ? Semuanya tergantung pada komitmen negara apakah mau didikte fluktuasi harga dunia yang tidak pernah jelas atau berpihak kepada petani dengan menata ulang semua kebijakan kontraproduktif terhadao pemberdayaannya ?</p>
<p>Sumber  :</p>
<p>Di Balik Anomali Harga Gula, Adig Suwandi &#124; Praktisi Agribisnis, Alumnus Universitas Brawijaya Malang<br />
Kompas Jawa Timur, 01.09.2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tiida mexicano ganhará reestilização]]></title>
<link>http://allthecars.wordpress.com/2009/09/03/tiida-mexicano-ganhara-reestilizacao/</link>
<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 19:27:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>Matheus Q. Pera</dc:creator>
<guid>http://allthecars.wordpress.com/2009/09/03/tiida-mexicano-ganhara-reestilizacao/</guid>
<description><![CDATA[O Sentra não será o único Nissan produzido no México a ganhar reestilização. A próxima novidade é o ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>O Sentra não será o único Nissan produzido no México a ganhar reestilização. A próxima novidade é o Tiida, com leves modificações visuais, como o modelo comercializado no Japão. As principais mudanças acontecem na dianteira, com leves retoques na traseira. O Tiida reestilizado chega ao Brasil no ano que vem.</p>
<p><!--more-->Na frente, o Tiida ganha uma nova grade frontal, em formato de &#8220;V&#8221;. O para-choque dianteiro recebe novas linhas, enquanto o capô passa a contar com dois fortes vincos. O teto também recebe estas marcações, mas totalizam quatro ressaltos. Os faróis recebem nova disposição, com indicadores de direção na parte superior, perto da lateral. Já as lanternas ganham novo conjunto, sem mudar de forma, como no modelo japonês.</p>
<p><strong>GALERIA</strong></p>

</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Será que venderia mais?]]></title>
<link>http://renatoparizzi.wordpress.com/2009/08/13/sera-que-venderia-mais/</link>
<pubDate>Thu, 13 Aug 2009 17:03:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>renatoparizzi</dc:creator>
<guid>http://renatoparizzi.wordpress.com/2009/08/13/sera-que-venderia-mais/</guid>
<description><![CDATA[Sentra reestilizado X Nosso atual Sentra Para o lançamento do Sentra flex, a Nissan alterou a trasei]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div id="attachment_34" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-34" title="Nissan/Divulgação" src="http://renatoparizzi.wordpress.com/files/2009/08/sentra2-500.jpg" alt="Sentra reestilizado" width="500" height="228" /><p class="wp-caption-text">Sentra reestilizado</p></div>
<p style="text-align:center;"><span style="font-size:x-large;"><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"><strong>X</strong></span></span></p>
<div id="attachment_35" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-35" title="Nissan/Divulgação" src="http://renatoparizzi.wordpress.com/files/2009/08/sentra1-5001.jpg" alt="Nosso atual Sentra" width="500" height="231" /><p class="wp-caption-text">Nosso atual Sentra</p></div>
<p><span><span style="font-size:x-medium;"><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">Para o lançamento do <a href="http://www.dzai.com.br/renatoparizzi/blog/dezeroacem?tv_pos_id=43764">Sentra flex</a>, a Nissan alterou a traseira do modelo, que ficou praticamente igual à da foto abaixo. E se a dianteira tivesse mudado, como a do carro vermelho da foto acima (o cinza tem a frente do nosso), será que o sedã da Nissan poderia vender mais no Brasil?</span></span></span></p>
<div id="attachment_36" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-36" title="Nissan/Divulgação" src="http://renatoparizzi.wordpress.com/files/2009/08/sentra3-500.jpg" alt="Traseira é praticamente a mesma" width="500" height="228" /><p class="wp-caption-text">Traseira é praticamente a mesma</p></div>
<p><span><span style="font-size:x-medium;"><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">Eu acho que não&#8230; A solução para a Nissan seria abaixar bastante o preço do Sentra: versão básica, de R$ 55.290 por R$ 47.990, e a mais refinada, SL, por R$ 63.990. E vocês, o que acham que a Nissan deveria fazer com o Sentra no Brasil?</span></span> </span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nissan apresenta Sentra 2010 nos EUA]]></title>
<link>http://allthecars.wordpress.com/2009/08/12/nissan-apresenta-sentra-2010-nos-eua/</link>
<pubDate>Thu, 13 Aug 2009 01:06:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>Matheus Q. Pera</dc:creator>
<guid>http://allthecars.wordpress.com/2009/08/12/nissan-apresenta-sentra-2010-nos-eua/</guid>
<description><![CDATA[Já havíamos publicado imagens do renovado Sentra norte-americano, mas apenas agora o modelo foi conf]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Já havíamos publicado imagens do renovado Sentra norte-americano, mas apenas agora o modelo foi confirmado pela Nissan. O sedã chega reestilizado à terra do Tio Sam para roubar vendas de conterrâneos como Toyota Corolla e Honda Civic, líderes do segmento. O modelo traz novidades visuais e novos equipamentos para alcançar seus objetivos.</p>
<p><!--more-->No design, o Sentra traz o que já dissemos: grade inspirada no irmão Altima, faróis com nova disposição e para-choque de linhas arredondadas. Há também uma nova barra lateral com acabamento cromado, rodas de liga leve redesenhadas, nova tampa para o porta-malas e retoques na parte interna. Entre os equipamentos, destacam-se os novos bancos com revestimento em couro (opcional), o aparelho de som com tela de 4,3 polegadas (opção para o 2.0 SL) e navegador com tela sensível ao toque de 5&#8243; com atualizações sobre o tráfego por satélite.</p>
<p>Os motores e as versões, para o mercado americano, não mudam. Os modelos 2.0, 2.0 S, 2.0 SR e 2.0 SL são equipados com um propulsor de 140 cv. Já as versões SE e SE-R contam com o 2.5 de quatro cilindros com 177 e 200 cv, respectivamente. A transmissão é automática continuamente variável (Xtronic CVT) para todas as versões, exceto a 2.0, que conta com câmbio manual de seis marchas.</p>
<p>A maior novidade da linha 2010 do Sentra são seus preços, agora mais baixos. Revistos por conta da crise, eles partem 15.420 dólares, cerca de R$ 28 mil, para a versão 2.0.</p>
<p><strong>GALERIA</strong></p>

</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nissan Sentra é reestilizado nos EUA]]></title>
<link>http://allthecars.wordpress.com/2009/08/12/nissan-sentra-e-reestilizado-nos-eua/</link>
<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 20:05:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>Matheus Q. Pera</dc:creator>
<guid>http://allthecars.wordpress.com/2009/08/12/nissan-sentra-e-reestilizado-nos-eua/</guid>
<description><![CDATA[Ainda não foi oficializado pela Nissan norte-americana, mas o Sentra passará por uma reestilização. ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Ainda não foi oficializado pela Nissan norte-americana, mas o Sentra passará por uma reestilização. O sedã já havia sido flagrado em testes, com camuflagem, na terra do Tio Sam. Imagens já foram divulgadas do novo modelo, mas o site oficial da marca ainda traz o veículo atual. Provavelmente ele só chegará ao Brasil no ano que vem, visto que a linha 2010, com motor bicombustível, já chegou ao país sem estas alterações visuais. As imagens são do site <em>BurlappCars</em>.</p>
<p><!--more-->A linha 2010 do Sentra vendido nos Estados Unidos apresenta leves mudanças visuais. A mais significativa delas está na dianteira, com os novos grade, para-choque e faróis. A grade se assemelha à utilizada pelo irmão maior Altima, enquanto o para-choque ganhou contornos arredonados. Os conjuntos ópticos frontais receberam disposição diferenciada. As laterais ganharam barras com acabamento cromado e novas rodas de liga leve. Os retrivores, ao contrário do modelo vendido no Brasil, não mudaram. Por dentro, pouco mudou significativamente.</p>
<p>Como não foram divulgadas outras informações, nem qualquer imagem da traseira chegou até nós, pouco se sabe sobre o resto. Mas os detalhes devem ser divulgados nas próximas semanas.</p>
<p><strong>GALERIA</strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Test Drive Shinnanigans]]></title>
<link>http://richsholm.wordpress.com/2009/08/11/test-drive-shinnanigans/</link>
<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 02:50:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>richsholm</dc:creator>
<guid>http://richsholm.wordpress.com/2009/08/11/test-drive-shinnanigans/</guid>
<description><![CDATA[So it has been a while since I&#8217;ve posted. Anywho. Lately I&#8217;ve been contemplating getting]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>So it has been a while since I&#8217;ve posted. Anywho. Lately I&#8217;ve been contemplating getting rid of my 2008 Nissan Rogue SL awd. Known to my g/f as the &#8216;hippo.&#8217; It is an adequate nickname for it, so it is charcoal/gray like a hippo&#8230;.kinda roundish&#8230;.and if you squint just right and the stars are aligned perfectly, it just might look like a hippo.</p>
<p>The payment on it is ridiculous so I set out on a quest to find myself a potential replacement vehicle, should I be able to get rid of this wallet busting bill of a vehicle.</p>
<p>I do my research like usual. I&#8217;m definitely a Nissan guy. I owned a 1995 240sx (loved that car to death, wish I still had my S14), a 2006 Nissan Frontier LE Crew Cab (R.I.P&#8230;..the ex totalled it), and now the Hippo. SO I venture over to Nissan&#8217;s website and peruse their compact cars, namely the Sentra and the Versa. I definitely like the sentra. I proceed to look at my local dealers for a used 2007 or newer Sentra SE-R SpecV. I wanted the 6-speed and this had it as well as 200hp. =)</p>
<p>I find one in my price range. I then proceed to call my friend to ask him to tag along, he agrees, I go and pick him up and off to Pacific Nissan we go.</p>
<p>We arrive and surprisingly are NOT ambushed by an excessive amount of salesmen the second we set foot on the premises. We walk over to the used/preowned vehicle section. We find the vehicle we came to see and then get approached by the most passive car salesman I&#8217;ve ever met.</p>
<p><!--more--></p>
<p>We introduce ourselves to the man whose name is Alex. My friend and I proceed to circle the car, looking inside through the windows expecting Alex to ask if we want to see the inside or open up the car&#8230;5 or so minutes transpire&#8230;nothing. So I proceed to ask &#8220;Can we look inside?&#8217; Alex then reaches in his pocket with one hand and knocks on the driver window with the other&#8230;.and magically the car unlocks. I then start to ask questions about the vehicle which Alex cannot answer. If there&#8217;s one thing I dislike its a cars salesman who doesn&#8217;t know anything about his product or a salesman who talks to you like you don&#8217;t know anything about the product. I know cars because I&#8217;m a car enthusiast and do research&#8230;I expect car salesmen to know their stuff too.</p>
<p>I walk over to the driver seat, my friend stays and proceeds to sit shotgun. When we both sit down we instantly take in a deep breath of air&#8230;and smell&#8230;smoke. The previous owner was a smoker. Instant turn off. Sure I&#8217;d eventually get &#8216;used&#8217; to it, but why settle for something like that. &#8220;Man it smells like smoke&#8221; I exclaim. Alex then states how they would steam clean and detail the vehicle&#8230;which we all know wouldn&#8217;t get rid of the smell because smoke seeps through the cloth and settles there for good. Despite the gross smell of smoke, I decide to ask to test drive the car, especially considering I was already in teh driver seat and it was the only Spec V available at the time. I hand him my drivers license, he makes a copy and he pulls the car out. Now keep in mind I ride a motorcycle&#8230;its manual&#8230;but that doesn&#8217;t mean I drive a manual vehicle&#8230;in fact its been roughly 5+ years since I&#8217;ve driven a manual vehicle.</p>
<p>I turn to my friend and say &#8220;now look, its been ages since I&#8217;ve driven stick, so if I stall don&#8217;t say a darn thing.&#8221; We get in the car, my friend sits in the back and Alex rides shotgun. I repeat what I just said to my friend to Alex and he chuckles and says &#8220;me too, so don&#8217;t worry.&#8221; I turn the key, the engine roars and off we go.</p>
<p>Now it is about lunch time in Pacific Beach, which gets crazy busy. I proceed to remember how to drive stick and manage my way through traffic. First off, when I think of a test drive, I&#8217;m expecting to be able to drive on the open road so I can get a feel for the power, the handling and the comfort of the vehicle. Driving through lunch hour traffic is not exactly my ideal test drive. I put this behind me and begin to talk to my friend about all the awesome places to eat in PB as well as pointing them out. We get about 3 miles away from the dealer and I decide &#8220;Alright, it&#8217;s time to go back.&#8221; I immediately turn down a side street.</p>
<p>Heading down the side street proves to be a much funner drive then through stop go traffic. I actually was able to get into 4 out of the 6 gears before having to slow down. We soon reach Garnet and I have to make an unprotected left hand turn and merge onto the busy street. See my opening and bam I&#8217;m perfectly merged in gridlock traffic. So as we are sitting there in traffic, I proceed to tell Alex about the &#8216;hippo&#8217; and how it&#8217;d be nice to get rid of. As I finish my sentence, keep in mind we are at a full stop in gridlock behind a white early 2000&#8217;s Mustang Gt, we get nailed from behind! I look at the rearview mirror and see the driver behind me with his hands to his head clearly mouthing the F-bomb. All I can do is say &#8220;Are you serious?&#8221; and let out a laugh. I throw on the hazards and pull over, the driver behind us pulls over as well.</p>
<p>The second he steps out of the car the first things out of his mouth is &#8216;OMG that was totally my fault! Are you guys ok?&#8217; My friend and I smile and reply &#8216;Yeah&#8217; while Alex, a little shaken up&#8230;slowly nods. My friend then turns to me and says &#8220;Well Rich&#8230;guess you ain&#8217;t getting this one&#8230;&#8221; Alex proceeds to call his boss to come over and inspect the damage. Meanwhile we are taking pics of the damage and I&#8217;m making a phone call to my g/f and so is my friend. We are both laughing uncontrollably about the situation. My g/f agrees that this was a sign that maybe that particular car was not for me. After waiting and talking for 10-15 minutes we discover the guy who hit us has no insurance, is unemployed, its his roommates car and he was on his way to a job interview. While all this transpires, we have the lunch hour traffic staring, smiling, commenting while we wait on the side of the road partially blocking traffic. One person shouts &#8220;Is that how you do it in Jersey???&#8221; the guy has NJ plates on the truck, another couple asks if everyone is ok or if we need a lift. Eventually a peace officer (aka COP) shows up and asks if we are all okay, checks our licenses and &#8217;suggests&#8217; to us that if the vehicles are drivable that we take this off the busy street since we are causing a traffic problem.</p>
<p>We take the guys, roommates insurance to ensure the guy followed us and proceeded to drive back to the car dealership, considering it was less than mile away. We arrive, Alex goes to get his boss and we wait with Blaine (that&#8217;s his name). He tells us how he hopes its not going to cost much, but after inspecting it myself I inform him that its at least $1k because he damaged the bumper and trunk. His spirits dropped. My friend and I then decide, you know this is not our issue anymore&#8230;lets roll. We say bye to blaine and wish him good luck. Just about to the hippo when my conscience kicks in and I decide to tell Alex we are leaving.</p>
<p><img class="alignnone size-large wp-image-60" title="IMG_0995" src="http://richsholm.wordpress.com/files/2009/08/img_09951.jpg?w=1024" alt="IMG_0995" width="778" height="583" /></p>
<p>Upon entering we meet Alex&#8217;s boss and he immediately hands me a &#8216;witness testimonial&#8217; form to fill out. I say sure and proceed to fill out this form. Upon reading the form, it says draw a diagram, me being the smart-ass that I am as well as in the good mood I was in because of the hilarity of the situation, I proceed to draw a diagram as seen below (excuse my chicken scratch for handwriting), sign the form and leave. The manager makes a remark/joke &#8220;I&#8217;ll have a Spec V in a few days if you want to see one.&#8221; My friend and I laugh, grab some popcorn from the old-school popcorn cart and leave.</p>
<p><img class="alignnone size-large wp-image-61" title="IMG_0996" src="http://richsholm.wordpress.com/files/2009/08/img_09962.jpg?w=768" alt="IMG_0996" width="598" height="797" /></p>
<p>All in all, that was my test drive experience. Hope it brought a smile to your face as it did mine.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Oficial: Sentra Flex é lançado custando a partir de R$ 55.290]]></title>
<link>http://pitstopbrasil.wordpress.com/2009/08/10/oficial-sentra-flex-e-lancado-custando-a-partir-de-r-55-290/</link>
<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 20:43:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>Carlos Eduardo</dc:creator>
<guid>http://pitstopbrasil.wordpress.com/2009/08/10/oficial-sentra-flex-e-lancado-custando-a-partir-de-r-55-290/</guid>
<description><![CDATA[Aos poucos a linha de produtos da Nissan vai se flexibilizando. Após o Tiida, Livina e Grand Livina,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Aos poucos a linha de produtos da Nissan vai se flexibilizando. Após o Tiida, Livina e Grand Livina,]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nissan apresenta Sentra 2.0 Flex]]></title>
<link>http://allthecars.wordpress.com/2009/08/10/nissan-apresenta-sentra-2-0-flex/</link>
<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 19:48:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>Matheus Q. Pera</dc:creator>
<guid>http://allthecars.wordpress.com/2009/08/10/nissan-apresenta-sentra-2-0-flex/</guid>
<description><![CDATA[A Nissan apresentou hoje (10) a versão bicombustível do sedã Sentra. O modelo briga com modelos médi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>A Nissan apresentou hoje (10) a versão bicombustível do sedã Sentra. O modelo briga com modelos médios do mercado e precisava de uma novidade para alavancar suas vendas. Além do propulsor flex, o três-v0lumes fabricados no México ganhou mudanças visuais e novos equipamentos. Os preços partem de R$ 55.290</p>
<p><!--more-->O propulsor 2.0 Flex da Nissan recebeu diversas mudanças para poder consumir álcool. A central eletrônica foi reprogramada e válvulas de admissão e exaustão e vedadores foram trocados. As bielas ficaram mais resistentes, os bicos injetores foram modificados e a sonda lambda traz dupla camada, aumento a resistência à umidade. O resultado é 1 cv a mais com etanol, ao todo 143 cv, contra os 142 cv gerados com gasolina. O tanque de partida a frio fica no cofre do motor, com proteção de uma caixa plástica e bocal junto ao para-brisa. A transmissão pode ser manual, de seis marchas, ou automática continuamente variável (Xtronic CVT).</p>
<p>Além do motor, o Sentra traz retrovisores com novo desenho e rebatimento elétrico de série, travamento automático das portas e a tampa do porta-malas com acabamento acarpetado. A versão básica traz novas calotas, a intermediária S traz sistema de som com entrada para iPod e a topo-de-linha SL conta com comandos de áudio no volante. A tampa traseira foi redesenhada, com área da placa largada e nova posição dos logotipos.</p>
<p>Os preços partem de R$ 55.290 (2.o), passando por R$ 60.090 (2.0 S) e R$ 65.090 (2.0 S Xtronic) e chegando a R$ 72.890 (2.0 SL Xtronic).</p>
<p><strong>GALERIA</strong></p>
<p><a href="http://allthecars.wordpress.com/files/2009/08/sentrasl.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-11162" title="SentraSL" src="http://allthecars.wordpress.com/files/2009/08/sentrasl.jpg?w=150" alt="SentraSL" width="150" height="68" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sentra flex e Cerato - o calcanhar de Aquiles do City]]></title>
<link>http://renatoparizzi.wordpress.com/2009/08/07/sentra-flex-e-cerato-o-calcanhar-de-aquiles-do-city/</link>
<pubDate>Fri, 07 Aug 2009 16:28:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>renatoparizzi</dc:creator>
<guid>http://renatoparizzi.wordpress.com/2009/08/07/sentra-flex-e-cerato-o-calcanhar-de-aquiles-do-city/</guid>
<description><![CDATA[O mercado de sedãs está muito animado e aquecido nesse momento no Brasil. Depois do Honda City, agor]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span><span style="font-size:x-medium;"><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">O mercado de sedãs está muito animado e aquecido nesse momento no Brasil. Depois do <a href="http://www.dzai.com.br/renatoparizzi/blog/dezeroacem?tv_pos_id=43158">Honda City</a>, agora é a vez do Nissan Sentra virar flex e do Kia Cerato chegar ao mercado. Mas vamos por partes aqui nesse post. </span></span></span></p>
<p><span><span style="font-size:x-medium;"><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"> </span></span></span></p>
<div id="attachment_16" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-16" title="Sentra1-500" src="http://renatoparizzi.wordpress.com/files/2009/08/sentra1-500.jpg" alt="Nissan Sentra agora bebe álcool" width="500" height="231" /><p class="wp-caption-text">Nissan Sentra agora bebe álcool</p></div>
<p><span><span style="font-size:x-medium;"><span style="font-weight:bold;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">Nipônico com álcool</span><br style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;" /><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">O novo Sentra chegou ao nosso mercado vendendo bem e sendo bem aceito pelas pessoas. Porém, o “encanto passou” e o carro caiu nas vendas. Agora a Nissan tentar dar uma revigorada no modelo e altera um ponto que era bastante questionado do veículo: a falta da tecnologia flex. O motor 2.0 16V flex ganhou 1 cv quando abastecido com álcool e agora desenvolve 143 cv de potência. Para quem ficou na dúvida, o bocal para abastecimento do tanque de partida a frio fica próximo ao pára-brisa, como no Tiida e no nacional Livina. </span><br style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;" /><br style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;" /><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">O Sentra vem do México já equipado com ar-condicionado, direção elétrica, freios ABS, trio elétrico, sistema de som e agora com retrovisores rebatíveis, novo estofamento para os bancos, pequenas mudanças no para-choque traseiro e o logotipo flex na tampa do porta-malas. Seu preço inicial está na casa dos R$ 55.300 na versão de entrada. Com mais alguns itens, como rodas de liga leve, computador de bordo e farol de neblina, o valor sobe para quase R$ 61.000. A versão SL, topo de linha, custa na casa de R$ 72.000 com câmbio CVT. Falando na transmissão, ficou claro que a tecnologia CVT e a flex são compatíveis, diferente um pouco do que a Honda disse ao desistir do excelente câmbio para o Fit. Qual seria então o verdadeiro motivo para o fim dos CVTs na Honda? Preço? </span></span></span></p>
<p><span><span style="font-size:x-medium;"><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"> </span></span></span></p>
<div id="attachment_17" class="wp-caption aligncenter" style="width: 665px"><img class="size-full wp-image-17" title="0,,15002022,00" src="http://renatoparizzi.wordpress.com/files/2009/08/01500202200.jpg" alt="Visual do Cerato lembra um pouco o do Civic" width="655" height="300" /><p class="wp-caption-text">Visual do Cerato lembra um pouco o do Civic</p></div>
<p><span><span style="font-size:x-medium;"><span style="font-weight:bold;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">Duelo de sedãs compactos “super premium”</span><br style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;" /><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">No dia 22 de agosto chega o Kia Cerato. Quando li as informações sobre o carro, na hora pensei: esse é exatamente o preço o <a href="http://www.dzai.com.br/renatoparizzi/blog/dezeroacem?tv_pos_id=43158">Honda City</a> deveria ter! Com o valor sugerido de R$ 49.900, o novo Cerato chega com motor 1.6 16V de 124 cv a gasolina (o mesmo do <a href="http://www.dzai.com.br/renatoparizzi/blog/dezeroacem?tv_pos_id=43470">Soul</a>) e cinco anos de garantia. A versão de entrada vem equipada com direção hidráulica, ar-condicionado, airbag duplo, computador de bordo, vidros, trava e retrovisores (com setas) elétricos, rádio com CD e MP3 player com entrada auxiliar USB e conexão para iPod, controle remoto do rádio no volante, rodas de liga leve aro 15”, e alarme (na chave). </span><br style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;" /><br style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;" /><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">Por R$ 52.900, você leva o Cerato com os itens acima mais faróis de neblina, rodas de liga leve aro 16”, freios ABS, ar-condicionado digital, acabamento metálico no painel e volante e alavanca de câmbio revestido de couro. Um ótimo custo/benefício. Se o seu interesse for pelo modelo automático, acrescente mais &#8211; salgados &#8211; R$ 5.000 ao valor final, que sobe para R$ 57.900. </span></span></span></p>
<p><span><span style="font-size:x-medium;"><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"> </span></span></span></p>
<div id="attachment_18" class="wp-caption aligncenter" style="width: 665px"><img class="size-full wp-image-18" title="Kia Cerato traseira" src="http://renatoparizzi.wordpress.com/files/2009/08/01500265300.jpg" alt="Cerato tem belo conjunto" width="655" height="300" /><p class="wp-caption-text">Cerato tem belo conjunto</p></div>
<p><span><span style="font-size:x-medium;"><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">Agora veja uma coisa. O <a href="http://www.dzai.com.br/renatoparizzi/blog/dezeroacem?tv_pos_id=43158">City</a> tem três anos de garantia e motor 1.5 16V i-VTEC flex de 115/116 cv de potência. Seu porta-malas tem capacidade para bons 506 litros. Já o Cerato tem propulsor mais potente, mais dois anos de garantia e porta-malas 90 litros menor (416 l &#8211; segundo números da Kia dos EUA). </span><br style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;" /><br style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;" /><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">Será então que vale mais a pena comprar um </span><a href="http://www.dzai.com.br/renatoparizzi/blog/dezeroacem?tv_pos_id=43158"><span style="font-weight:bold;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">City LX</span></a><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"> equipado com ar-condicionado, direção elétrica, trava, vidros e retrovisores elétricos, CD-Player (MP3/WMA) e entrada auxiliar (P2/USB), rodas de aro 15” (com pneus 175/65) e airbag duplo frontal por R$ 56.210; ou um </span><a href="http://www.dzai.com.br/renatoparizzi/blog/dezeroacem?tv_pos_id=43158"><span style="font-weight:bold;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">City EX</span></a><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">, que tem os mesmos itens do LX além de rodas de aro 16” (com pneus 185/55), ar-condicionado digital, freio a disco nas quatros rodas com ABS e EBD e controlador de velocidade por R$ 61.650; ou até mesmo um </span><a href="http://www.dzai.com.br/renatoparizzi/blog/dezeroacem?tv_pos_id=43158"><span style="font-weight:bold;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">City LX automático</span></a><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"> por R$ 60.010; ou um </span><span style="font-weight:bold;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">Kia Cerato</span><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"> manual completo por R$ 52.900, ou automático por R$ 57.900? </span><br style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;" /><br style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;" /><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">A verdade é que a Honda confia demais nos seus produtos e cobra um preço premium por eles (como a Sony faz com eletrônicos). Já a Kia precisa cumprir a promessa e manter os preços, já que a sua irmã coreana Hyundai não foi feliz com os valores do i30.</span></span><br />
<span style="font-size:x-medium;"><br style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;" /><span style="font-style:italic;">PS:</span> <span style="font-size:x-medium;"><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"> No Brasil, o Cerato tem cinco anos ou 100.000 km de garantia (o que chegar primeiro). Nos EUA, onde o carro é chamado de Forte, a garantia é de 10 anos ou 100.000 milhas (160.934 km). Por que será?</span></span></span></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Selling the Sentra :(]]></title>
<link>http://ztanksley.wordpress.com/2009/08/05/selling-the-sentra/</link>
<pubDate>Wed, 05 Aug 2009 00:03:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>ztanksley</dc:creator>
<guid>http://ztanksley.wordpress.com/2009/08/05/selling-the-sentra/</guid>
<description><![CDATA[I bought my 04 Sentra back in 07&#8230; And now its time to let it go. Its been a very fun but ultim]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>I bought my 04 Sentra back in 07&#8230; And now its time to let it go. Its been a very fun but ultimately unnecessary car and drain on my monthly budget.  So it has made its way onto the ultimate yard sale website. Craigslist.</p>
<p><a title="The Craigslist ad for my car." href="//chico.craigslist.org/cto/1306206819.html">Here it is on Craigslist. Sad <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </a></p>
<div id="attachment_256" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-256" title="summer 09 064" src="http://ztanksley.wordpress.com/files/2009/08/summer-09-064.jpg?w=300" alt="The Mad Black Nissan" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">The Mad Black Nissan</p></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Versão flex do Sentra já está nas concessionárias da Nissan]]></title>
<link>http://pitstopbrasil.wordpress.com/2009/08/04/versao-flex-do-sentra-ja-esta-nas-concessionarias-da-nissan/</link>
<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 19:53:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>Fillipe Vivas</dc:creator>
<guid>http://pitstopbrasil.wordpress.com/2009/08/04/versao-flex-do-sentra-ja-esta-nas-concessionarias-da-nissan/</guid>
<description><![CDATA[Pouco depois da estreia do Tiida flex, chegam agora às principais revendas da Nissan no Brasil as pr]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Pouco depois da estreia do Tiida flex, chegam agora às principais revendas da Nissan no Brasil as pr]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[sentra 黑  車漆整理]]></title>
<link>http://foxcg.wordpress.com/2009/07/13/sentra-%e9%bb%91-%e8%bb%8a%e6%bc%86%e6%95%b4%e7%90%86/</link>
<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 01:01:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>foxcg</dc:creator>
<guid>http://foxcg.wordpress.com/2009/07/13/sentra-%e9%bb%91-%e8%bb%8a%e6%bc%86%e6%95%b4%e7%90%86/</guid>
<description><![CDATA[完工後 反射影像 清析明亮許多 葉子板光影的感覺蠻美的]]></description>
<content:encoded><![CDATA[完工後 反射影像 清析明亮許多 葉子板光影的感覺蠻美的]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
