<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>sepeda-ipdn &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/sepeda-ipdn/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "sepeda-ipdn"</description>
	<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 15:12:45 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Cigeuntis 2 Nov, gowes mati lampu 96km (5)]]></title>
<link>http://antoix.wordpress.com/2009/11/22/cigeuntis-2-5/</link>
<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 20:34:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>antoix</dc:creator>
<guid>http://antoix.wordpress.com/2009/11/22/cigeuntis-2-5/</guid>
<description><![CDATA[lanjutan dari bagian keempat&#8230; Sampailah di bagian puncak dari trip ini. Susah sekali rasanya m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>lanjutan dari <a href="http://antoix.wordpress.com/2009/11/18/cigeuntis-2-4/">bagian keempat&#8230;</a></p>
<p>Sampailah di bagian puncak dari trip ini. Susah sekali rasanya menggambarkan bagian ini, justru padahal bagian inilah yang paling menantang dan menjadi menu utama trip kali ini. Mungkin akan lebih banyak menggunakan foto buat cerita. Dan post ini lebih merupakan dokumentasi tujuh tanjakan keren di trek Curug Cigeuntis.</p>
<p>Saat menikmati satu demi satu tanjakan-tanjakan teknikal dengan kemiringan yang bikin ngiler (note: kami sudah menjalani 45km+ gowes dari Cikarang saat mulai nanjak ke Curug), secara bercanda Eyang AN mengusulkan istilah &#8220;SOAL UJIAN&#8221; untuk tanjakan. Seru juga membayangkan kita sedang ujian akhir dengan soal yang terus bertambah sampai akhirnya mencapai Curug.</p>
<p>Soal #1</p>
<p><a href="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an021035.jpg"><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an021035.jpg" alt="" title="AN021035" width="470" height="319" class="alignnone size-full wp-image-2811" /></a><br />
ini adalah awal dari soal#1 setelah kita melewati wilayah kampung dengan jalan makadam.</p>
<p><a href="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an021037.jpg"><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an021037.jpg" alt="" title="AN021037" width="470" height="319" class="alignnone size-full wp-image-2812" /></a><br />
dalam foto ini tampak Om eyang AN senyum-senyum penuh arti melihat saya uring-uringan ketemu tanjakan edan.</p>
<p>Tipe soal#1 ini sebenarnya sangatlah gowesable, bahkan di bagian kanan jalan, saat kita nanjak, ada bagian yang sudah diperkeras dengan semen menuju titik akhir soal#1 yang berupa warung tempat kita-kita duduk. Disinilah saya sadar bahwa trek Cigeuntis benar-benar trek tanjakan yang luarbiasa, lalu sudah mulai setting ekspektasi untuk tidak terkejut di soal-soal berikutnya.</p>
<p>Soal #2</p>
<p><a href="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an021038.jpg"><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an021038.jpg" alt="" title="AN021038" width="470" height="319" class="alignnone size-full wp-image-2813" /></a><br />
foto ini adalah awal soal#2 dilihat dari warung akhir soal#1.</p>
<p><a href="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an021040.jpg"><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an021040.jpg" alt="" title="AN021040" width="470" height="319" class="alignnone size-full wp-image-2814" /></a><br />
foto ini diambil di warung akhir soal#2. tampak landai? mata anda tertipu kamera</p>
<p>Akhirnya saya dapat lumayan tambahan kepercayaan diri karena soal#2 ini berhasil dikerjakan dengan baik dan benar (tidak berhenti, tidak ttb). Salah satu member trip mulai kraam di soal#2 ini. Senyum mulai berkurang hehe..</p>
<p>Soal #3</p>
<p>Lihatlah awal dari soal#3, sudah sangat menantang tampaknya<br />
<a href="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an021042.jpg"><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an021042.jpg" alt="" title="AN021042" width="470" height="319" class="alignnone size-full wp-image-2816" /></a></p>
<p><a href="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an021050.jpg"><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an021050.jpg" alt="" title="AN021050" width="470" height="319" class="alignnone size-full wp-image-2817" /></a><br />
foto ini diambil saat saya berhenti dan hanya bisa melihat Om Didi menyelesaikan soal#3 dengan baik dan benar&#8230;</p>
<p><a href="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an021060.jpg"><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an021060.jpg" alt="" title="AN021060" width="470" height="319" class="alignnone size-full wp-image-2818" /></a><br />
tampak pemandangan kebawah dari titik saya berhenti ngosh-ngosh-an menyelesaikan soal#3</p>
<p>dan inilah bagian terakhir soal#3, bagian paling indah&#8230;</p>
<p><a href="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an021065.jpg"><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an021065.jpg" alt="" title="AN021065" width="470" height="319" class="alignnone size-full wp-image-2821" /></a><br />
<a href="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an021063.jpg"><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an021063.jpg" alt="" title="AN021063" width="470" height="319" class="alignnone size-full wp-image-2820" /></a><br />
Soal#3 dilihat dari atas</p>
<p>Soal #4</p>
<p>Diawali dengan tanjakan tanah yang cukup &#8216;ramah&#8217;</p>
<p><a href="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an021061.jpg"><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an021061.jpg" alt="" title="AN021061" width="470" height="319" class="alignnone size-full wp-image-2824" /></a></p>
<p><a href="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an021071.jpg"><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an021071.jpg" alt="" title="AN021071" width="470" height="319" class="alignnone size-full wp-image-2825" /></a></p>
<p>Diakhiri dengan kemiringan gravel yang bikin paha menjerit&#8230;</p>
<p><a href="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an021084.jpg"><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an021084.jpg" alt="" title="AN021084" width="470" height="692" class="alignnone size-full wp-image-2826" /></a></p>
<p><a href="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an021085.jpg"><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an021085.jpg" alt="" title="AN021085" width="470" height="319" class="alignnone size-full wp-image-2827" /></a></p>
<p>bersambung&#8230; bagian <a href="http://antoix.wordpress.com/2009/11/29/cigeuntis-2-nov-6/">ke-enam&#8230;</a></p>
<p>Laporan trip ini didukung oleh <a href="http://bikewearr.multiply.com/">Bikewear&#8230;</a></p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/logo-bikewear.jpg" alt="logo bikewear" title="logo bikewear" width="470" height="154" class="alignnone size-full wp-image-2106" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cigeuntis 2 Nov, gowes mati lampu 96km (4)]]></title>
<link>http://antoix.wordpress.com/2009/11/18/cigeuntis-2-4/</link>
<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 10:54:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>antoix</dc:creator>
<guid>http://antoix.wordpress.com/2009/11/18/cigeuntis-2-4/</guid>
<description><![CDATA[post ini lanjutan dari bagian ketiga&#8230; #9 &#8212; Setelah diterpa angin dari kipas di musholla ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>post ini lanjutan dari <a href="http://antoix.wordpress.com/2009/11/11/cigeuntis-2-nov-3/">bagian ketiga&#8230;</a></p>
<p>#9<br />
&#8212;</p>
<p>Setelah diterpa angin dari kipas di musholla dan dinginnya teh botol dari kulkas, wah, kok cuaca di luar jadi panas banget rasanya yah&#8230; Tapi membayangkan tanjakan-tanjakan gravel+makadam di atas kampung waru, turunan panjang ke lembah dan nanjak lagi menuju villa H Agus akhirnya memupuskan keinginan untuk istirahat lebih lama.</p>
<p>Kamera saya masukkan ke dalam tas. Untuk etape ini sudah saya putuskan untuk tidak mengambil gambar. Tanjakan-tanjakannya terlalu indah untuk tidak dinikmati dengan serius. Lagipula di trip menjelang gowes akbar yang lalu rasanya saya sudah ambil banyak foto trek.</p>
<p>Tanjakan dari kampung waru menuju ke puncak bukit sebelum akhirnya melewati turunan panjang sangat mengigatkan saya pada trek Cioray. Panasnya mirip, lebar jalannya mirip, batu-batu makadam yang bikin susah genjot, slip kiri kanan mirip, hanya jenis batunya saja yang tidak mirip. Cioray cenderung batu kapur tajam-tajam. Trek tanjakan waru ini membuktikan lagi ke saya kalau dia benar-benar layak untuk dikangenin&#8230; Tanjakan sambut menyambut, tidaklah terlalu kejam,karena ada di beberapa titik kita diberi bonus sedikit landai dan turunan ringan. Justru itulah, seolah paha dan betis diuji dengan kejutan-kejutan yang menghentak.</p>
<p>Setelah akhirnya turunan panjang ke lembah sungai lalu ke kampung tempat Kang Deni kraam, bertemu jembatan merah kita gowes eksotis di pinggir bibir jurang ke sungai. Sungai kali ini airnya benar-benar sedikit. Di gowes akbar lalu rasanya sambil genjot kita bisa dengar gemuruh suara air, tapi kali ini sunyi senyap.</p>
<p>Setelah jembatan merah kita disambut tanjakan sambut menyambut tak henti-henti dan dahsyat membuat paha dan betis menjerit sampai akhirnya tembus ke Villa haji Agoes.</p>
<p>Oiya, lupa, bagaimana cerita dua rekan saya? Rekrutan baru Mertaput Om Didi plus punggawa dewan pembina CiPOC Om Eyang AN? Entahlah&#8230; Mereka balapan melahap tanjakan, menyiksa paha dan betis sampai ke batasnya. Saya lihat debu ban belakangnya saja kagak&#8230;</p>
<p>Villa H. Agoes tampak sudah lebih banyak berbenah. Tampak hamparan lahan parkir baru yang luas siap menerima siapa saja yang ingin kesini. Disinilah titik tertinggi perjalanan Cigeuntis saya yang lalu. Waktu itu saya tidak ikut acara hari-H nya tapi ikutan survey terakhir seminggu sebelumnya, hanya sampai Villa ini dan genjot pulang berdua Om Sigit&#8230;</p>
<p>Kemana ya dua orang yang tadi kebut-kebutan didepan? Buset&#8230; ditinggalin beneran nih, tak tampak mereka batang hidungnya menunggu&#8230;</p>
<p>#10</p>
<p>Tahapan berikutnya adalah tanjakan-tanjakan yang relatif mulus, aspal yang sedang ditambal sulam dengan proyek, sehingga di beberapa tempat trek jadi gravel. Trek berada di sebuah lembah dengan sisi kiri jalan yang turun ke arah sungai dan sisi kanan jalan naik ke arah sebuah deretan punggung pegunungan.</p>
<p><a href="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an021014.jpg"><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an021014.jpg" alt="" title="AN021014" width="470" height="235" class="alignnone size-full wp-image-2781" /></a></p>
<p>Di beberapa tempat tampak jalan menunjukkan kegarangan-nya dengan menyuguhkan kemiringan yang lumayan bisa membuat paha senut senut. Di part ini saya mengambil cara paling aman dan nyaman untuk menikmati tanjakan: berhenti rutin. Jalan 5 menit berhenti 5 menit. Akibat aturan sendiri ini akhirnya saya bisa kembali bertemu dengan Eyang AN dan Om Didi lagi leha-leha di warung pinggir jalan yang tidak jualan di hari kerja begini. Tampak wajah lega di raut muka mereka berdua, &#8220;Istirahat dulu Om&#8230;&#8221; kata mereka, &#8220;Saya terus dulu&#8230;&#8221; kata saya. karena baru 50 meter yang lalu saya berhenti ambil napas.</p>
<p><a href="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an021017.jpg"><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an021017.jpg" alt="" title="AN021017" width="470" height="235" class="alignnone size-full wp-image-2782" /></a></p>
<p><a href="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an021022.jpg"><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an021022.jpg" alt="" title="AN021022" width="470" height="235" class="alignnone size-full wp-image-2784" /></a></p>
<p>Setelah melewati sebuah jembatan, sebuah warung es shanghai (aduh&#8230; coba itu warung buka), tanjakan berubah dari jalan aspal ke jalan beton mulus. Apakah lebih enak buat dilalui? Tentu tidak.. karena kemiringan jalan sudah mulai memasuki tahap tak sopan. Seperti layaknya jalan di area perbukitan rolling, kita mendapati kemiringan tanjakan yang mengejutkan dan sesaat. Jalan bisa tiba-tiba berubah miring sekali, lalu kembali ke sedikit landai. Landai? Ya tetap saja miring keatas. Sejak dari villa haji agoes cuma sekali kita dapat bonus sedikit turunan rolling.</p>
<p>Dua rekan saya melewati saya lagi saat saya rutin istirahat. Akhirnya saya melewati mereka di belokan depan sebuah warung lalu saya dengar perbincangan dengan menyertakan kata-kata ampuh, &#8220;&#8230; pocari dingin&#8230;&#8221; yang segera saja membuat saya berbalik arah dan ikutan berhenti di warung menegak pocari dingin.</p>
<p><a href="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an021030.jpg"><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an021030.jpg" alt="" title="AN021030" width="470" height="313" class="alignnone size-full wp-image-2785" /></a></p>
<p>Sampai di daerah batu tumpang akhirnya tanjakan mulus berakhir. Kita memasuki jalanan batu makadam, tetap miring keatas, menjadi semakin sulit buat dilewati. Setelah memotret kedua rekan saya, saya memilih berhenti dulu di ujung jalan mulus. Ambil napas dan mengendorkan otot sebelum memasuki daerah full makadam ini.</p>
<p>Berikutnya adalah area ujian dengan delapan soal, termasuk satu diantaranya soal cerita&#8230; di <a href="http://antoix.wordpress.com/2009/11/22/cigeuntis-2-5/">bagian kelima&#8230;</a></p>
<p>Laporan trip ini didukung oleh <a href="http://bikewearr.multiply.com/">Bikewear&#8230;</a></p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/logo-bikewear.jpg" alt="logo bikewear" title="logo bikewear" width="470" height="154" class="alignnone size-full wp-image-2106" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cigeuntis 2 Nov, gowes mati lampu 96km (3)]]></title>
<link>http://antoix.wordpress.com/2009/11/11/cigeuntis-2-nov-3/</link>
<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 21:06:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>antoix</dc:creator>
<guid>http://antoix.wordpress.com/2009/11/11/cigeuntis-2-nov-3/</guid>
<description><![CDATA[post ini adalah bagian ketiga, lanjutan dari post sebelumnya&#8230; #6 &#8212; Menyeberang sungai Ci]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>post ini adalah bagian ketiga, lanjutan dari <a href="http://antoix.wordpress.com/2009/11/08/cigeuntis-2-nov-2/">post sebelumnya&#8230;</a></p>
<p>#6<br />
&#8212;</p>
<p>Menyeberang sungai Cigeuntis kali ini berbeda sensasinya dengan gowes akbar yang lalu. Gundukan dan lobang di sungai seperti memberi bopeng dan jerawat di wajah cantik pemandangan paling eksotis di trek Cigeuntis ini. Tapi dasar cantik pada dasarnya, seperti ibaratnya Luna Maya, mau jerawatan ya tetap saja cantik. Kira-kira begitulah saya mengamati jalur menyeberang sungai paling indah yang menjadi kebanggaan kita ini.</p>
<p><a href="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an020950.jpg"><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an020950.jpg" alt="AN020950" title="AN020950" width="470" height="235" class="alignnone size-full wp-image-2718" /></a></p>
<p>Saya sandarkan sepeda di bibir turunan menuju sungai, tampaknya Om AN dan Om Didi sudah tak sabar lagi ingin segera menggowes melahap trek ini. &#8220;Gak sabar Om, pengen menikmati tanjakan-tanjakan di seberang sungai&#8230;&#8221; kata Eyang AN sambil meluncur. &#8220;Emang ada tanjakan?&#8230;&#8221; kata saya. Bukan sombong anggap enteng tanjakan, tapi beneran, saya lupa detail trek setelah menyeberang sungai. Yang saya ingat kita ditunggu jalan mulus beton menjelang Kampung Waru. Kalo tanjakan setelah Kampung Waru, itu saya ingat&#8230;</p>
<p>Asyik jeprat jepret mengabadikan duet penggowes PanBagoes ini melahap trek berbatu gravel didepan. Indah banget. Tolong ya, kalo gowes mbok pake jersey yang warnanya mencolok: merah, kuning, biru cerah, hijau cerah. Jadinya di foto pasti jauh lebih bagus dibanding rekan-rekan yang pake baju warna gelap model hitam, cokelat, atau biru dongker.</p>
<p><a href="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an020959.jpg"><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an020959.jpg" alt="AN020959" title="AN020959" width="470" height="235" class="alignnone size-full wp-image-2719" /></a></p>
<p>Rasanya pengen lebih banyak ambil shot karena moment-nya keren banget, tapi, sudahlah segera saya sudahi acara njepret dan ambil sepedah. Sudah tampak Om AN sekitar 300m di depan saya. Gowes mengimbangi speed mereka saja sudah susah apalagi pakai sering berhenti begini&#8230;</p>
<p>drrrdddrrrttdddrrrt&#8230;</p>
<p>Suara ban membelah jalan berbatu, plus sensasi susunan batu di kali yang agak longgar, menyebabkan kadang trek bergeser dan membuat keseimbangan bersepeda jadi unik. Mirip banget gowes di pasir, tapi ini di atas hamparan batu-batu bulat sebesar telur ayam. Segera 40+km perjalanan dari pagi buta berangkat dari rumah lelahnya hilaaangg&#8230; semua&#8230;</p>
<p>drrrdddrrrtggtdddrrrt&#8230;<br />
drrrdddrrrttdddrrrt&#8230;<br />
ttdrrrdddrrrttdddrrrt&#8230;<br />
drrrdddrrrttdddrrrt&#8230;<br />
drrrdddddrrrttdddrrrt&#8230;<br />
drrrdddrrrttdddrrrt&#8230;<br />
drrrdddrrrtttttdddrrrt&#8230;</p>
<p>Suara ban melindas itu masih terngiang di telinga saya meskipun tulisan ini saya buat seminggu setelah gowes&#8230;</p>
<p>#7<br />
&#8212;</p>
<p>Gowes di pasir pernah kan? Iya, berat, mirip seperti gowes di lumpur. Menyeberang sungai Cigeuntis gowesnya diatas hamparan batu, padang batu. Batu bertemu batu licin dan mudah bergeser. Rasanya aneh. Keseimbangan pastilah terganggu.</p>
<p>Sepanjang genjot, mendekati orang-orang yang sedang menggali-gali lubang menambang pasir, ada hal menarik secara human interest. Kebayang gak, berapa yang mereka dapatkan untuk mengumpulkan pasir sampai satu gundukan sebesar angkot gitu? Gak tahan saya pengen ambil foto, tapi malas juga ketinggalan makin jauh sama Om PanBagoes berdua yang sudah makin ngacir di depan. Kesimpulan: tangan kiri pegang handlebar dan tangan kanan mulai jepret-jepret candid sekenanya.</p>
<p><a href="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an020969.jpg"><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an020969.jpg" alt="AN020969" title="AN020969" width="470" height="235" class="alignnone size-full wp-image-2720" /></a></p>
<p>Saya sudah cerita kan kalo keseimbangan genjot diatas padang batu gini jadi aneh? Hehe&#8230; makin aneh keseimbangannya saat harus pegang handlebar dengan satu tangan saja sementara tangan kanan berusaha membidikkan kamera.</p>
<p>Hasilnya? Ternyata tidak buruk-buruk amat. Ketika saya lihat lagi di rumah hasil jepretan para penambang pasir ini, wuih&#8230; menyentuh hati sekali.</p>
<p><a href="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an020977.jpg"><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an020977.jpg" alt="AN020977" title="AN020977" width="470" height="235" class="alignnone size-full wp-image-2721" /></a></p>
<p><a href="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an020978.jpg"><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an020978.jpg" alt="AN020978" title="AN020978" width="470" height="235" class="alignnone size-full wp-image-2722" /></a></p>
<p>Kontras.<br />
Di tengah keindahan alam sungai Cigeuntis yang secantik Luna Maya, ternyata hidup berjalan sangat kejam dan berat bagi sebagian orang hanya untuk mendapatkan beras dan lauk sekadarnya buat keluarga&#8230;</p>
<p><a href="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an020985.jpg"><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an020985.jpg" alt="AN020985" title="AN020985" width="470" height="235" class="alignnone size-full wp-image-2723" /></a></p>
<p>#8<br />
&#8212;</p>
<p>Menyeberang sungai masih gowesable, agak panik karena cleat terlanjur nancep di pedal, sementara genjot diatas padang batu yang aneh itu masih ditambah lagi aliran air setinggi separuh ban melibas dari arah kiri. Sudah aneh keseimbangannya, tambah aneh lagi karena aliran air.</p>
<p><a href="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an020982.jpg"><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an020982.jpg" alt="AN020982" title="AN020982" width="470" height="235" class="alignnone size-full wp-image-2729" /></a></p>
<p>Ternyata benar Eyang AN, setelah menyeberang segera kita disuguhi trek gravel dan tanah tanjakan-tanjakan kampung yang cihuy&#8230; Sementara puncak-puncak bukit berbentuk aneh yang menjadi vocal point pemandangan perbukitan Cigeuntis ini terasa semakin dekat di depan mata. Indah banget! Nanjak-nanjak rolling dan disuguhi pemandangan eksotis&#8230;</p>
<p><a href="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an020993.jpg"><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an020993.jpg" alt="AN020993" title="AN020993" width="470" height="235" class="alignnone size-full wp-image-2724" /></a></p>
<p>Kemudian kita ketemu sebuah kampung dengan kantor kepala desa, melewati jalan mulus beton dipadu dengan jalan tanah sirtu. Flat, rata, panas, panjang, serasa tak ada habisnya&#8230;. Ini bagian paling menyebalkan. Jalan flat yang seperti penggorengan dengan matahari serasa ada 12 diatas kepala kita, seperti adzan dzuhur yang mulai berkumandang di kejauhan, tanda waktu sudah sekitar tengah hari.</p>
<p>Sempat berhenti membetulkan letak tas punggung yang meleyot, saya tertinggal dan cuma dapat debu saja dari rekan PanBagoes berdua. Sampai ketemu kampung waru, awal dari tanjakan makadam ke Villa H Agoes, lalu terdengar ada yg berteriak memanggil.</p>
<p>Owww&#8230; rupanya kita pitstop dulu di kampung Waru sebelah jembatan.<br />
Ishoma. Om Didi sampai ketiduran diterpa dinginnya ruangan dalam mushola berkipas angin. Lebih eksotis lagi karena kita ambil air wudhu di sungai Cigeuntis, musti turun ke bawah. Disini saya makan nasi plus telor dadar yang kedua piring.</p>
<p><a href="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an021012.jpg"><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an021012.jpg" alt="AN021012" title="AN021012" width="470" height="235" class="alignnone size-full wp-image-2725" /></a></p>
<p><a href="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an021013.jpg"><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an021013.jpg" alt="AN021013" title="AN021013" width="470" height="235" class="alignnone size-full wp-image-2731" /></a></p>
<p>bersambung ke <a href="http://antoix.wordpress.com/2009/11/18/cigeuntis-2-4/">bagian keempat&#8230;</a></p>
<p>foto-foto lengkap ada di <a href="http://antoix.multiply.com/photos/album/21/">antoix.mulitply.com</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cigeuntis 2 Nov, gowes mati lampu 96km (1)]]></title>
<link>http://antoix.wordpress.com/2009/11/08/cigeuntis-2-nov/</link>
<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 04:21:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>antoix</dc:creator>
<guid>http://antoix.wordpress.com/2009/11/08/cigeuntis-2-nov/</guid>
<description><![CDATA[Kucoba menuliskan novel ini&#8230;. halah! wakakaka&#8230; Anggap saja menulis ini jadi refreshing, ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Kucoba menuliskan novel ini&#8230;.<br />
halah! wakakaka&#8230;</p>
<p>Anggap saja menulis ini jadi refreshing, something spice up my days&#8230; Setelah minggu lalu diterpa kewajiban menyetir bermacet-macet (iya, meski 10+ thn tinggal di jabotabek sini, masih gak biasa macet) ditambah awal minggu ini kok ya semuanya ngumpul jadi satu.</p>
<p>Tapi kali ini saya akan tulis agak beda deh, tidak deskriptif, tapi lebih ke cerita pengalaman2 dan momen2 spesifik saja. Namanya juga ngetik santai disela kerja, jadi ya sekadarnyah&#8230;.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an020771.jpg" alt="AN020771" title="AN020771" width="470" height="235" class="alignnone size-full wp-image-2682" /></p>
<p>Kita berangkat dari AA Bike jam 7 pagi, terlambat sejam dari rencana semula.</p>
<p>#1<br />
<img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an020791.jpg" alt="AN020791" title="AN020791" width="470" height="235" class="alignnone size-full wp-image-2684" /></p>
<p>Melewati J3, begitu masuk jalan offroad setelah pertigaan cibatu segera ada yang berteriak dari pinggir jalan, &#8220;&#8230;aduuuhhh.. mau kemana&#8230; *belok* (baca: berlumpur) jalannya&#8230;&#8221;. Masih tercampur excitement gravel+tanah keras berbatu jalan ini segera kita dikagetkan dengan gonggong-an anjing. Sang anjing tampak semangat empatlima berlari mengikuti irama genjot kami. Lho, gimana sih, rupanya gak cuma NR, anjing disini tetap saja menggonggong di pagi hari&#8230;.</p>
<p>Lalu setelah sempat saking ngebut-nya botol minuman salah satu member trip terjatuh, kita akhirnya menikmati tanjakan pertama. Tanjakan jiper jilid 2. Tanjakannya sendiri dari namanya sudah mencerminkan, ditambah kubangan lumpur ada dibawah lembahnya. Lengkap !! Lagi2 saya trip dan turun ketanah saat baru setengah lewat sedikit. Makin penasaran sama ini tanjakan.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an020796.jpg" alt="AN020796" title="AN020796" width="470" height="235" class="alignnone size-full wp-image-2678" /></p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an020814.jpg" alt="AN020814" title="AN020814" width="470" height="235" class="alignnone size-full wp-image-2679" /></p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an020822.jpg" alt="AN020822" title="AN020822" width="470" height="235" class="alignnone size-full wp-image-2711" /></p>
<p>Lalu masuk kampung, dan kembali kita dengar gonggong-an anjing mendekat. Rupanya kampung-kampung ini sangat jarang dilewati orang asing sehingga bau tubuh kami sangat menggoda buat para anjing menunjukkan kemahiran mereka menggonggong.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an020828.jpg" alt="AN020828" title="AN020828" width="470" height="235" class="alignnone size-full wp-image-2683" /></p>
<p>Keluar kampung sayang banget twisty singletrack plus jembatan sempit jadi basah, licin dan di beberapa tempat berlumpur. Huh! Tempat favorit jadi gak bisa leluasa dinikmati&#8230;.<br />
Alasan aja sih, karena rekan rekrutan baru Mertaput, Om Didi, dosen kita hari itu dengan santainya menunjukkan skill beliau menjaga keseimbangan melewati semua rintangan. Membuat saya dan eyang AN cuma bisa garuk2 kepala yg pake helm ini&#8230;.</p>
<p>#2<br />
&#8212;</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an020831.jpg" alt="AN020831" title="AN020831" width="470" height="235" class="alignnone size-full wp-image-2685" /></p>
<p>Sempat saya berhenti melihat kawanan kerbau mau melintas. Jadi teringat gowes berdua Om Sigit bbrp waktu lalu bukan kerbau yang minggir tapi kita yang terpaksa masuk sawah karena kerbau nekat menjajah singletrack. Kali ini saya ambil foto Eyang Dieng bersama kerbau. Difoto hanya tampak seekor kerbau, pada kenyataannya ada sekitar 5-7 ekor kerbau besar2 sekawanan. Pas banget. Sepeda berlumpur ketemu kerbau.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an020840.jpg" alt="AN020840" title="AN020840" width="470" height="235" class="alignnone size-full wp-image-2680" /></p>
<p>Lewat area kerbau saya sudah ditunggu dua rekan di sebuah jembatan. Jembatan bambu dengan papan selebar jengkal tangan. Saya berhenti dan geleng2 mendengar cerita tadi (lagi-lagi) Om Didi dengan santai melewati jembatan darurat ini (jembatan permanen sedang dibangun) dengan genjot diatas sepedah. &#8220;Perjalanan masih panjaaang&#8230;&#8221; kata saya dalam hati menghibur sambil melihat dalam nya selokan jika kita terjatuh.</p>
<p>Sambil genjot santai-santai-ngebut, di jalan gronjalan berbatu (sisa hujan tapi gak sampai bikin jalan berlumpur) saya bercerita dg Eyang AN ttg Golepag edisi pertama, sekitar setahun lebih yll bersama Om Yadi speedy di jalur ini. Termasuk juga cerita kami hampir melindas ular hitam yang sedang menyeberang jalan pulang berburu. &#8220;Disekitar sini nih&#8230; hampir lindes ularnya&#8230;&#8221; kata saya. Tak lama kemudian Eyang AN tereak kaget karena ban sepedahnya hampir/sudah melindas seekor ular yang menyeberang&#8230;</p>
<p>De Ja Vu&#8230;</p>
<p>Keluar jalan beton kami memasuki kampung Nagasari menanjak ke arah SD nagasari. Wuihhh&#8230; memang sensasi NR lebih mantap meskipun kalo siang gini juga seru karena kampung ini rimbun banget dan banyak jembatan bambunya.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an020843.jpg" alt="AN020843" title="AN020843" width="470" height="235" class="alignnone size-full wp-image-2686" /></p>
<p>Tiba-tiba kita sudah di pasar pertigaan pasirkupang dan membeli perbekalan. Sempat cari pisang buat bekal tapi gak nemu yang mateng, saya liat Eyang AN tampak sibuk terus memelototi gadgets bebeh nya&#8230; Dalam hati saya bilang, &#8220;Wah&#8230;. gawat&#8230;. alamat NI1 dimulai nih&#8230;.&#8221;</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an020847.jpg" alt="AN020847" title="AN020847" width="470" height="235" class="alignnone size-full wp-image-2687" /></p>
<p>#3<br />
&#8212;</p>
<p>Lagu yang sudah sering saya dengar diputar kembali&#8230;</p>
<p>&#8220;OM, gimana kalo kita coba jalan ini&#8230;.&#8221;<br />
sambil jempol sibuk naik turun kiri kanan atas bawah, mulut nyerocos terus menjelaskan dan mencoba meyakinkan kalau ada kemungkinan jalan yang lebih menarik.</p>
<p>Wuikikikiki&#8230;</p>
<p>Masak Mertaput mundur ditantang nyasar sama CiPOC?</p>
<p>Jawabannya saya serahkan Eyang AN untuk menyambut cerita ini. Beliau yang paling berhak menceritakan apa yang kita jalani sampai tembus ke nasi uduk di daerah Bojong Mangu (??), lalu tembus jalan besar Cariu&#8217;-Loji, menikmati tanjakan-tanjakan disitu&#8230;</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an020870.jpg" alt="AN020870" title="AN020870" width="470" height="235" class="alignnone size-full wp-image-2688" /></p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an020879.jpg" alt="AN020879" title="AN020879" width="470" height="235" class="alignnone size-full wp-image-2689" /></p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/11/an020896.jpg" alt="AN020896" title="AN020896" width="470" height="235" class="alignnone size-full wp-image-2690" /></p>
<p>Saya memilih memotret Maudy K sebagai bekal kalo ada yang nanyain foto teteh, sambil isi penuh-penuh bidon minuman sapa tau dibawa nyasar ke daerah tak bertuan&#8230; wuikikiki&#8230;</p>
<p>(lempar bola ke Eyang AN, silakan digiring sampe gerbang desa Philips)</p>
<p>bersambung <a href="http://antoix.wordpress.com/2009/11/08/cigeuntis-2-nov-2/">ke bagian kedua&#8230;</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[1PDN Dieng Bash: Etape#3 Menara Pandang-Dieng Plateu]]></title>
<link>http://antoix.wordpress.com/2009/10/25/etape3/</link>
<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 19:02:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>antoix</dc:creator>
<guid>http://antoix.wordpress.com/2009/10/25/etape3/</guid>
<description><![CDATA[Tulisan sebelumnya dari Etape#1&#8230; Tulisan sebelumnya dari Etape#2&#8230; Foto diatas adalah kei]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Tulisan sebelumnya dari <a href="http://antoix.wordpress.com/2009/09/29/garung/">Etape#1&#8230;</a><br />
Tulisan sebelumnya dari <a href="http://antoix.wordpress.com/2009/09/30/tieng/">Etape#2&#8230;</a></p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/10/an249658.jpg" alt="AN249658" title="AN249658" width="470" height="235" class="alignnone size-full wp-image-2648" /></p>
<p>Foto diatas adalah keindahan di seputaran menara pandang. Foto keindahan ini menipu. Karena pada kenyataannya matahari serasa dekat sekali dengan kepala. Trip Dieng buat saya adalah trip yang aneh karena saya genjot tanpa helm, helm ketinggalan di Bandung.</p>
<p>Setelah beristirahat secukupnya, sorry, mungkin sebenarnya belum cukup, Om Kartono tampak masih sangat menikmati tidur-tiduran di lantai menara pandang. Wah, pilihan yang sulit. Tapi hari semakin siang semakin panas, rasanya setiap kita tunda lima menit matahari akan mendekat 5cm keatas kepala. Akhirnya sekitar 30 menit di belakang rombongan depan Om Indra- Om Bimsky- Pak Slamet, kami berangkat.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/10/an249662.jpg" alt="AN249662" title="AN249662" width="470" height="235" class="alignnone size-full wp-image-2649" /></p>
<p>Selain helm, ada lagi yang tertinggal hari ini, arm warmer (penutup/pelindung tangan dari sengatan matahari). Terasa sambil gowes bagian atas tangan sudah terasa panas dan sakit. Sudah terasa benar saya terkena sunburn. Saat ketinggian area mendekati 2000m dpl ternyata angin dingin tapi matahari panas sekali.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/10/an249679.jpg" alt="AN249679" title="AN249679" width="470" height="352" class="alignnone size-full wp-image-2651" /></p>
<p>Karakter tanjakan setelah menara pandang adalah tanjakan yang merayap di bibir dan punggungan. Ini menyebabkan tanjakan relatif lurus dan sedikit berkelok-kelok. Tidak seperti di seputar Tieng di <a href="http://antoix.wordpress.com/2009/09/30/tieng/">Etape#2&#8230;</a> yang berbelok-belok tajam. Benar benar sangat menyiksa sekaligus menantang; genjot di medan tanjakan-tanjakan lurus tanpa henti dan panas sekali. Saya baru sadari kemudian bahwa mendekati 2000m dpl otomatis mempengaruhi metabolisme tubuh kita karena semakin tipisnya oksigen di udara. Seperti juga di Papandayan, saya lupa akan kenyataan ini. Yang terasa adalah lemas. Kaki rasanya sudah sangat ringan tapi juga kendor. Berat sekali menggerakkan otot-otot kita.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/10/an249693.jpg" alt="AN249693" title="AN249693" width="470" height="352" class="alignnone size-full wp-image-2652" /></p>
<p>Disini saya bahu membahu bersama Om Kartono, kalo merasa lemas ya langsung saja berhenti dan saling menyemangati. Dalam keadaan seperti ini rasanya ada teman menjadikan perjalanan jauh lebih ringan. Dengan tidak sendiri selalu ada energi baru dari rekan kita.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/10/an249697.jpg" alt="AN249697" title="AN249697" width="470" height="235" class="alignnone size-full wp-image-2654" /></p>
<p>Om Kartono beruntung. Bahkan pinggiran jalan selebar tak lebih dari 30cm pun bisa dijadikan tempat rebahan, dan (herannya) bisa tidur dengan nyenyak.</p>
<p>Kita mendapatkan kembali second wind setelah akhirnya mencapai jalan agak mendatar lalu menemui gerbang &#8220;Dieng Plateu&#8221;. Rasanya seperti sudah berhasil mengalahkan seluruh dunia, dan terutama, diri sendiri.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/10/an249708.jpg" alt="AN249708" title="AN249708" width="470" height="235" class="alignnone size-full wp-image-2655" /></p>
<p>Dan akhirnya berkumpul dengan seluruh tim Genjot Dieng Bash 1PDN jilid#3 ini di sebuah masjid.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/10/an249713.jpg" alt="AN249713" title="AN249713" width="470" height="352" class="alignnone size-full wp-image-2656" /></p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/10/an249717.jpg" alt="AN249717" title="AN249717" width="470" height="235" class="alignnone size-full wp-image-2657" /></p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/10/an249721.jpg" alt="AN249721" title="AN249721" width="470" height="235" class="alignnone size-full wp-image-2661" /></p>
<p>Dan tentunya trip 1PDN Graduation Bash tidak akan lengkap tanpa dua pose klasik Dieng berikut ini&#8230;</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/10/an249728.jpg?w=225" alt="AN249728" title="AN249728" width="225" height="300" class="alignnone size-medium wp-image-2658" /></p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/10/an249729.jpg" alt="AN249729" title="AN249729" width="470" height="235" class="alignnone size-full wp-image-2659" /></p>
<p>Trip Dieng, sebenarnya tidak saya bayangkan untuk bisa saya tempuh di tahun 2009 ini. Kesempatan sempit nyempil di tengah acara lebaran di Cilacap ternyata berbuah manis salah satu trip onroad-uphill terberat yang pernah saya tempuh.</p>
<p>Foto-foto lebih banyak di <a href="http://antoix.multiply.com/photos/album/19/">multiply&#8230;</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Narsis bersama Kubis]]></title>
<link>http://antoix.wordpress.com/2009/10/05/kubis/</link>
<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 20:55:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>antoix</dc:creator>
<guid>http://antoix.wordpress.com/2009/10/05/kubis/</guid>
<description><![CDATA[location: jalan raya Wonosobo-Dieng]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>location: jalan raya Wonosobo-Dieng</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/10/an249478.jpg" alt="AN249478" title="AN249478" width="470" height="235" class="alignnone size-full wp-image-2609" /></p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/10/an249480.jpg" alt="AN249480" title="AN249480" width="470" height="235" class="alignnone size-full wp-image-2610" /></p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/10/an249481.jpg" alt="AN249481" title="AN249481" width="470" height="626" class="alignnone size-full wp-image-2611" /></p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/10/an249482.jpg" alt="AN249482" title="AN249482" width="470" height="235" class="alignnone size-full wp-image-2612" /></p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/10/an249497.jpg" alt="AN249497" title="AN249497" width="470" height="352" class="alignnone size-full wp-image-2615" /></p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/10/an249498.jpg" alt="AN249498" title="AN249498" width="470" height="940" class="alignnone size-full wp-image-2613" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[1PDN Dieng Bash: Etape#2 Garung-Kejajar-Menara Pandang]]></title>
<link>http://antoix.wordpress.com/2009/09/30/tieng/</link>
<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 07:20:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>antoix</dc:creator>
<guid>http://antoix.wordpress.com/2009/09/30/tieng/</guid>
<description><![CDATA[Lanjutan tulisan dari Etape#1&#8230; Etape kedua dari Garung menuju ke Kejajar lalu ke Gardu Pandang]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Lanjutan tulisan dari <a href="http://antoix.wordpress.com/2009/09/29/garung/">Etape#1&#8230;</a></p>
<p>Etape kedua dari Garung menuju ke Kejajar lalu ke Gardu Pandang. Kita segera dihadapkan pada tanjakan-tanjakan yang susul menyusul. Pada umumnya tanjakan lurus. Bukan bikin nyaman, tapi malah membuat kemiringan makin terasa. Di etape ini sudah sangat mirip dengan tanjakan-tanjakan di Gadog-Rindu Alam. Cuma disini jauh lebih sepi lalulintasnya. Padahal saat kami gowes ini adalah hari kelima lebaran, jadi memang masa-masa orang sedang pelesiran, berwisata ke Dieng, mustinya rame ya untuk ukuran Dieng.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/09/an249477.jpg" alt="AN249477" title="AN249477" width="470" height="235" class="alignnone size-full wp-image-2592" /></p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/09/an249485-vert.jpg" alt="AN249485-vert" title="AN249485-vert" width="470" height="944" class="alignnone size-full wp-image-2597" /></p>
<p>Untung sudah cukup terlatih dengan tipe tanjakan-tanjakan onroad di Gadog-Rindu Alam. Gowes dari Garung ke Kejajar sangat mengingatkan tipe gowes di Bogor tersebut. Di akhir rute ke Kejajar, kita melewati sebuah tanjakan yang luruuuuusss dan panjaaaaang&#8230; membelah pasar dan kota kecil Kejajar. Ini tanjakan lurus dan panjang ternyata habis di sebuah belokan kekiri yang segera kita melewati jalan mirip kelok sembilan. Kelok kiri kanan dengan kemiringan di tingkat audzubillah.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/09/an249510.jpg" alt="AN249510" title="AN249510" width="470" height="235" class="alignnone size-full wp-image-2594" /></p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/09/an249531.jpg" alt="AN249531" title="AN249531" width="470" height="235" class="alignnone size-full wp-image-2599" /></p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/09/an249536.jpg" alt="AN249536" title="AN249536" width="470" height="626" class="alignnone size-full wp-image-2600" /></p>
<p>Kejajar adalah sebuah kota kecil lengkap dengan pasar di pinggir jalan utama Wonosobo-Dieng. Agak jelas buat saya kenapa ini kota kecil diberi nama &#8216;kejajar&#8217;, kota/kampung ini terletak pas di pertemua tiga puncak gunung yang tampak berjajar mengitarinya. Saat kita memasuki Kejajar dua gunung ada di kiri dan kanan, seperti sebuah gapura besar, sementara satu gunung lagi ada jauh di depan, tempat Menara Pandang dan Kampung Tieng.</p>
<p>Tanda kilometer sudah menunjukkan Dieng tinggal 8km lagi, namun tanjakan Tieng menuju sebuah Gardu Pandang (gardu pandang sudah terlihat dari bawah sejak 5km yang lalu) rasanya bukan saja berat dan miring, namun juga sangat melelahkan. Kita bertemu bergantian belok kiri dan kanan dengan kemiringan yang semakin tak terbendung, dengan diiringi motor dan mobil yang meraung-raung dengan gigi satu, sambil kita semua mencium bau kopling terbakar.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/09/an249579.jpg" alt="AN249579" title="AN249579" width="470" height="352" class="alignnone size-full wp-image-2602" /></p>
<p>Gowes di Desa Tieng yang sangat miring dan eksotis ini bertambah eksotis dengan bentuk arsitektur rumah dan warna cat yang serba hitam untuk dinding, pintu, atap. Apapun dicat hitam. Bentuk rumah-nya juga agak berbeda dengan umumnya rumah di Indonesia. Ini semua melengkapi nama desa-nya yang memang sudah unik: TIENG. Sempat berhenti memotret sambil ambil napas, mengagumi keunikan desa ini, lalu tiba-tiba ingatan visual ku kok merujuk ke satu gambar tertentu ya?? Apaaa??</p>
<p>AHA! Ternyata arsitektur bangunan di kemiringan tanah 45derajat plus bentuk rumah plus segala warna dan cat nya mengingatkanku pada gambar2 kota Kathmandu, Nepal yang kulihat di majalah.</p>
<p>Etape kedua ini dipenuhi dengan jalan onroad yang belok kiri kanan mendaki, berbelok bukan untuk menurunkan level kemiringan, namun justru jalan kadang mencapai puncak kemiringannya saat berbelok. Benar-benar istimewa. Tipe tanjakan begini mengingatkan pada medan &#8216;Caringin Tilu&#8217; di Bandung Utara. Tanjakan dengan kemiringan kejam. Namun Garung-Kejajar-Gardu Pandang ini jauh lebih panjang dari Caringin Tilu.</p>
<p>Etape kedua ini diakhiri dengan sebuah tanjakan panjang menyusur punggung menaiki ujung punggungan sebuah bukit. Sebuah tipe tanjakan introduksi. Karena setelah Gardu Pandang, tanjakan yang menyiksa tipe seperti ini yang akan kita temui terus.</p>
<p>Alhamdulillah, Gardu Pandang sudah terlihat. Kita pitstop disini dengan 6km sebelum Dieng. Benar-benar 2km terberat penuh perjuangan yang barusaja kita lewati sepanjang Tieng.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/09/an249644.jpg" alt="AN249644" title="AN249644" width="470" height="235" class="alignnone size-full wp-image-2604" /></p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/09/an249589.jpg" alt="AN249589" title="AN249589" width="470" height="235" class="alignnone size-full wp-image-2603" /></p>
<p>Cerita tentang Mie Ongklok <a href="http://antoix.wordpress.com/2009/09/28/kemul/">disini..</a><br />
Cerita tentang Markas Dieng Sirandu <a href="http://antoix.wordpress.com/2009/09/28/sirandu/">disini</a><br />
1PDN uphill Etape#1 Wonosobo-Garung <a href="http://antoix.wordpress.com/2009/09/29/garung/">disini</a><br />
1PDN uphill Etape#2 Garung-Kejajar-Menara Pandang disini<br />
1PDN uphill Etape#3 Menara Pandang-Dieng <a href="http://antoix.wordpress.com/2009/10/25/etape3/">disini</a><br />
Foto-foto perjalanan 1PDN Dieng <a href="http://antoix.multiply.com/photos">di multiply</a></p>
<p>tambahan cerita di milis cikarangmtb:</p>
<blockquote><p>Salah satu site yang sangat menempel dari perjalan Dieng adalah sebuah desa/kampung bernama TIENG. Namanya mirip ke-cina-cina an ya? Betul.</p>
<p>Saat melewatinya, melihat pemandangannya, saya merasa DEJAVU, seperti pernah liat, eeee ternyata pemandangan, arsitektur rumah, susunan rumah, cat serba hitam, susunan atap, kemiringan tanah 45 derajatnya mirip banget dengan foto-foto Kathmandu, Nepal.</p>
<p>Dieng sendiri memang unik karena di area itu ada candi Hindu dan Budha, serta sekarang sebagian besar Muslim. Akulturasinya keren&#8230; terutama di TIENG ini&#8230;</p>
<p>Tapiiii&#8230; Ampuuuuunnnn&#8230;. jalan berkelok kelok menuju Menara Pandang (menara pandang sudah terlihat sejak 5km dibelakang) dengan kemiringan yang &#8230;. ya sudahlah, belok miring lurus miring. Benar2 gak sia2 jauh2 buat ketemu ini.</p>
<p>Saya juga nyesel, hanya ngambil sedikit stok foto di daerah Tieng ini. Serba susah karena kamera harus dimasukkan kembali ke dalam ransel, ngambilnya ribet banget. Sebelum sampai Tieng dari Wonosobo sih masih bisa kamera gelantungan tapi di Tieng gak mungkin lagi karena medan mengharuskan posisi miring kedepan yg cukup ekstrim plus konsentrasi.</p>
<p>Jadi deh cuma sedikit fotonya. Mau sering berhenti juga sayang karena penasaran pengen menikmati tanjakannya&#8230; hehehe&#8230;</p></blockquote>
<p>Bersambung <a href="http://antoix.wordpress.com/2009/10/25/etape3/">ke Etape#3&#8230;</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[1PDN Dieng Bash: Etape#1 Wonosobo - Garung]]></title>
<link>http://antoix.wordpress.com/2009/09/29/garung/</link>
<pubDate>Tue, 29 Sep 2009 10:18:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>antoix</dc:creator>
<guid>http://antoix.wordpress.com/2009/09/29/garung/</guid>
<description><![CDATA[Kamis, 24 Sep 2009 Tidur tidak nyenyak sering bangun. Bukan cuma karena gelisah besoknya mau gowes p]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Kamis, 24 Sep 2009</p>
<p>Tidur tidak nyenyak sering bangun. Bukan cuma karena gelisah besoknya mau gowes penting di karir per-1PDN-an, namun juga karena duingin, kalo selimut kebuka pasti kebangun. Di pagi hari sempat juga <a href="http://antoix.wordpress.com/2009/09/28/sirandu/">memotret kampung Sirandu</a> yang sejuk dan tenteram.</p>
<p>Salah satu sensasi gowes start di Sirandu adalah adanya &#8216;Tanjakan Mesjid&#8217;. Pantes saja Mbah WTT kuat dan jago nanjak ternyata latihannya di tanjakan yang ngaudzubillah miring. Sambil nanjak kita dintonton orang sekampung Sirandu. Tanjakan berupa jalan kampung berlapis semen cor. Mirip seperti kita waktu dari arah taman safari, ketemu pertigaan belok kiri langsung disambut Ng*he#1, tapi &#8220;Tanjakan Mesjid&#8221; ini lebih jahanam kemiringannya. Mungkin mendekati 40 derajat. Begitu pertigaan dari markas belok kiri, kita langsung disambut pemandangan nan miring dan panjang. Setelah sampai di Masjid kita berbelok sedikit, dan ternyata tanjakan belum berhenti, baru 50%, masih ada separuh lagi dari Mesjid sampai ke jalan aspal.</p>
<p>Alhamdulillah seluruh anggota tim menikmati dan berhasil lulus melewati tanjakan &#8216;ujian awal&#8217; kuliah Wonosobo-Dieng ini. Lima anggota tim lulus tanpa menjejakkan kaki ke tanah:<br />
- Om Bimar &#8217;si jaket merah&#8217;, genjot dari Jakarta<br />
- Om Slamet, genjot dari Bekasi via Kuningan<br />
- Om Indra, punggawa 1pdn Bandung<br />
- Om Kartono Sukartono, yang punya Wonosobo<br />
- Antoix</p>
<p>Perjalanan dilanjutkan melewati jalanan kota Wonosobo. Gowes Dieng memang terasa istimewa karena Wonosobo sendiri sudah kota yang sangat berbeda dengan Cikarang tempat saya tinggal. Wonosobo dingin, wonosobo berbukit-bukit, kota-nya ada di kemiringan tanah, ketinggian sekitar 700an m dpl. Suejuk jelasnya. Dan ini yang terpenting, relatif sepi. Pokoke sudah beda dari tempat start. Sirandu dan Wonosobo itu terasa sekali tenteram dan sunyi nya.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/09/an249419.jpg" alt="AN249419" title="AN249419" width="470" height="352" class="alignnone size-full wp-image-2578" /></p>
<p>Etape pertama Wonosobo-Garung ibarat gowes-gowes tanjakan manja. Nanjak banget enggak, flat juga nggak. Mungkin mirip cerita banyak gowes serupa dari Bogor menuju ke Gadog. Kira-kira seperti itu. Cuma ini ada beberapa rolling turun ke lembah, ketemu jembatan, dan tentusaja disambut tanjakan, hehehe&#8230;</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/09/an249423.jpg" alt="AN249423" title="AN249423" width="470" height="352" class="alignnone size-full wp-image-2580" /></p>
<p>Perjalanan menuju Garung sangat bisa dinikmati. Tanjakan yang agak landai, kemiringan naik secara bertahap. Membuat betis, paha dan dada yang sejak awal September tidak pernah lagi menyentuh sepeda diberi kesempatan yang cukup untuk menyesuaikan diri.</p>
<p>Etape pertama ini masih bisa siul-siul lah. Masih bisa senyum menikmati kebun sayur di kiri kanan jalan sambil banyak motret dan narsis. Kalau liat googlemaps, gowes ini memang pas sebagai pemanasan, dari kota Wonosobo kita menuju Garung yang merupakan kota kecil di kaki pegunungan Dieng. Jadi ini gowes santai menuju kaki gunung saja. Kilometernya tidak banyak, sekitar 8-9 km.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/09/an249451.jpg" alt="AN249451" title="AN249451" width="470" height="352" class="alignnone size-full wp-image-2582" /></p>
<p>Cerita tentang Mie Ongklok <a href="http://antoix.wordpress.com/2009/09/28/kemul/">disini..</a><br />
Cerita tentang Markas Dieng Sirandu <a href="http://antoix.wordpress.com/2009/09/28/sirandu/">disini</a><br />
1PDN uphill Etape#1 Wonosobo-Garung <a href="http://antoix.wordpress.com/2009/09/29/garung/">disini</a><br />
1PDN uphill Etape#2 Garung-Kejajar-Menara Pandang <a href="http://antoix.wordpress.com/2009/09/30/tieng/">disini</a><br />
1PDN uphill Etape#3 Menara Pandang-Dieng disini<br />
Foto-foto perjalanan 1PDN Dieng <a href="http://antoix.multiply.com/photos">di multiply</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[1PDN Dieng Bash: ke titik start SIRANDU]]></title>
<link>http://antoix.wordpress.com/2009/09/28/sirandu/</link>
<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 07:23:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>antoix</dc:creator>
<guid>http://antoix.wordpress.com/2009/09/28/sirandu/</guid>
<description><![CDATA[Rabu, 23 Sep 2009 Sore jam 5 sudah cabut, setelah siangnya mencoba doping terbaik ala dokter Andreas]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Rabu, 23 Sep 2009</p>
<p>Sore jam 5 sudah cabut, setelah siangnya mencoba doping terbaik ala dokter Andreas, tidur. Lumayan dapat dua jam tidur siang. Packing tidak banyak, cuma yang lama malah ngurusin masukin sepeda. Akhirnya diputuskan rak tidak perlu dipasang, sepeda masuk saja jok belakang dilipat.</p>
<p>Sekitar sunset ternyata pas nyampai di jembatan Rawalo. Wah, obyek keren. Setiap kali lewat sini sudah kebayang pengen motret, eh lha ini kok dapat sunset disini. Sayangnya awan benar-benar tak bersahabat. Hanya sinar matahari saja yang masih memunculkan semburat jingga. Itu pun sebentar. Tapi bentuk arsitektur jembatan ini sendiri sudah menarik yah?</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/09/an239329.jpg" alt="AN239329" title="AN239329" width="470" height="318" class="alignnone size-full wp-image-2570" /><br />
<img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/09/an239369.jpg" alt="AN239369" title="AN239369" width="470" height="318" class="alignnone size-full wp-image-2571" /></p>
<p>Bertemu Om Indra di dekat Pasar Rawalo. Loading sepeda bliau ke rak yang akhirnya dipasang juga. Semula kita akan lanjut ke Wonosobo lewat Banyumat, bukan lewat Purwokerto, tapi dapat kabar dari Mbah WTT kalau Mas Slamet, rekan duo Om Bimar, yang juga akan ikutan ke Dieng, ternyata sedang ada di masjid alun-alun Purwokerto. Kita akhirnya berangkat ke Purwokerto jemput Mas Slamet, lalu sekitar Isya&#8217; berangkat ke Wonosobo.</p>
<p>Sirandu dicapai sekitar jam 9 malam lewat. Sudah terlihat Om Bimar sedang siap-siap makan Mie Ongklok plus sate-nya. Plus lagi Tempe Kemul. NYAM !!</p>
<p>Dengan bebeh, jadinya kegiatan kami menghabiskan bermangkuk-mangkuk mie ongklok, plus puluhan sate, plus sepiring besar tempe kemul bisa dilaporkan secara live ke mailing list 1pdn. Sambutan segera muncul, terutama dari Om Inu.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/09/an249777.jpg" alt="AN249777" title="AN249777" width="470" height="251" class="alignnone size-full wp-image-2566" /><br />
<img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/09/an249412.jpg" alt="AN249412" title="AN249412" width="470" height="235" class="alignnone size-full wp-image-2565" /></p>
<p>Kegiatan selanjutnya adalah ngobrol ngalor ngidul plus unloading sepedah. Sepeda dijungkirkan di seputaran ruang tamu rumah &#8220;markas Dieng&#8221; Mbah WTT. Sebenarnya lebih cocok kegiatan yang dilakukan sambil makan Mie Ongklok, Sate, plus Tempe Kemul dibumbui teh panas &#8216;cong&#8217; ini adalah &#8220;Kuliah Umum Sirandu&#8221;. Isinya: sejarah 1PDN, sejarah pemilihan racie, Q&#38;A 1PDN.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/09/an249392.jpg" alt="AN249392" title="AN249392" width="470" height="352" class="alignnone size-full wp-image-2575" /></p>
<p>Kita semua segera tergeletak dan menikmati doping terbaik bagi tubuh, tidur, pada jam 11malam. Dideklarasikan besok akan berangkat jam 6 pagi untuk menghindari situasi yang terlalu panas.</p>
<p>Cerita tentang Mie Ongklok <a href="http://antoix.wordpress.com/2009/09/28/kemul/">disini..</a><br />
Lanjutan Perjalanan Etape#1 Wonosobo-Garung disini<br />
Lanjutan Perjalanan Etape#2 Garung-Kejajar-Menara Pandang disini<br />
Lanjutan Perjalanan Etape#3 Menara Pandang-Dieng disini<br />
Foto-foto perjalanan 1PDN Dieng edisi#1 disini</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[1PDN Trip: Double Expresso, beberapa foto...]]></title>
<link>http://antoix.wordpress.com/2009/09/17/beberapa-foto/</link>
<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 20:29:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>antoix</dc:creator>
<guid>http://antoix.wordpress.com/2009/09/17/beberapa-foto/</guid>
<description><![CDATA[Masih acara yang sama dengan 1PDN Double Expresso yang selengkapnya cerita ini lanjutan dari&#8230; ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Masih acara yang sama dengan 1PDN Double Expresso yang selengkapnya cerita ini lanjutan dari&#8230; <a href="http://antoix.wordpress.com/2009/09/12/sukamantri-2/">http://antoix.wordpress.com/2009/09/12/sukamantri-2/</a></p>
<p>Kali ini adalah seri foto-foto yang diambil saat kemping lalu sunrise dan pagi harinya kita turun dari Wanawisata Sukamantri kembali ke Bogor. Saat turun sekitar 2km pertama kita melewati jalan &#8216;kelok 12&#8242;, berupa jalan makadam batubesar berlumut licin yang berkelok-kelok mendaki bukit di tengah hutan pinus. Teduh&#8230;</p>
<p>Saat pengambilan foto pagi hari adalah saat terbaik untuk mendapatkan gambar-gambar sinar matahari yang menembus dedaunan hutan. Sayang banget para model foto yaitu 20+ pesepeda keburu bablas di depan, sehingga dengan susahpayah mengejar buntut terakhir pesepeda cepat-cepat ambil momen foto untuk menuju titik pengambilan gambar berikutnya.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/09/an067993.jpg" alt="AN067993" title="AN067993" width="470" height="682" class="alignnone size-full wp-image-2545" /><br />
Siluet sepeda saat berusaha memotret sunrise</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/09/an067965.jpg" alt="AN067965" title="AN067965" width="470" height="339" class="alignnone size-full wp-image-2546" /><br />
Lokasi Camping di lereng bukit, saat malam pemandangan ke kota Bogor indah sekali</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/09/an067998.jpg" alt="AN067998" title="AN067998" width="470" height="355" class="alignnone size-full wp-image-2547" /><br />
Sepeda parkir di dekat tenda tempat menginap</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/09/an068155.jpg" alt="AN068155" title="AN068155" width="470" height="645" class="alignnone size-full wp-image-2548" /><br />
Foto bersama sebelum pulang</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/09/an068165.jpg" alt="AN068165" title="AN068165" width="470" height="705" class="alignnone size-full wp-image-2550" /></p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/09/an068214.jpg" alt="AN068214" title="AN068214" width="470" height="313" class="alignnone size-full wp-image-2551" /><br />
Hutan Sukamantri yang mengagumkan</p>
<p>Hasilnya, kayaknya sih lumayan yaaa&#8230;<br />
Next time moga-moga lebih baik</p>
<p>Foto-foto koleksinya bisa dilihat di&#8230;<br />
<a href="http://antoix.multiply.com/photos/album/13/">http://antoix.multiply.com/photos/album/13/</a><br />
<a href="http://antoix.multiply.com/photos/album/14/">http://antoix.multiply.com/photos/album/14/</a><br />
<a href="http://antoix.multiply.com/photos/album/15/">http://antoix.multiply.com/photos/album/15/</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[1PDN Trip: DoubleExpresso Uphill ke Sukamantri]]></title>
<link>http://antoix.wordpress.com/2009/09/12/sukamantri-2/</link>
<pubDate>Sat, 12 Sep 2009 11:24:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>antoix</dc:creator>
<guid>http://antoix.wordpress.com/2009/09/12/sukamantri-2/</guid>
<description><![CDATA[Seperti tahun sebelumnya, saya ikutan double expresso kali ini hanya sloki kedua saja, artinya separ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Seperti tahun sebelumnya, saya ikutan double expresso kali ini hanya sloki kedua saja, artinya separuh dari double-nya. Tidak ikutan uphill Gadog-Mang Ade tapi ikutan uphill Bogor-Sukamantri Night Riding.</p>
<p>Start dimulai dari RM Trio dekat Baranangsiang, Bogor. Semua mobil peserta juga dititipkan di tempat parkir RM ini.</p>
<p><img src="http://i2.photoblog.com/photos2/127623-1252703404-0.jpg" alt="trio" /><br />
[foto di titik start RM Trio Baranangsiang]</p>
<p>Adrenalinku lumayan menggelegak sejak dari start. Sudah lama banget gak gowes bareng-bareng 1PDN. Terakhir gowes 1PDN malah bareng <a href="http://antoix.multiply.com/photos/album/7/Uphill_Sentul_to_Pondok_Pemburu">PanBagoes di Pondok Pemburu</a>, sebelumnya lagi ya Hambalang dengan Om Oni dan nTe Rahmi. Tapi belum 5km, belum setengah ke pertigaan Kecamatan Tamansari sudah terasa efek dari batuk yg sedang saya derita. Huh!! Akhirnya tercecer di grup belakang.</p>
<p>Saat start lagi dari Tamansari segera saya ambil langkah TTS alias Tjuri Tjuri Start, jadi berangkat gowes duluan dibanding tim besar. Sadar banget kalau bakal disalip satu persatu.</p>
<p>Sampai di warung tutup pun tidak berhenti lama, langsung mulai TTS lagi. Ini teknik mengimbangi rekan-rekan yang gowesannya jauh lebih kenceng dan kuat hehehe&#8230;</p>
<p>Di sekitar portal terakhir masih bareng sama grup besar tengah yang isinya Nota, Mang Yusa, Mang Oni dll. Akhirnya berhenti dan ketinggalan deh.</p>
<p>Bagian paling baru dari gowes ini adalah genjot genjot uphill di makadam dalam hutan pinus, gelap di jam 2 malam, sendirian&#8230; Betul. Memang terlihat di belakang ada mobil pickup dan TLC agak jauh. Dan di depan ada gerombolan Mang Oni cs. Berusaha banget tidak berhenti sepanjang kelok 12 ini, tapi kemudian gagal&#8230;</p>
<p>Medan-nya bener-bener menantang, gelap, berbatu besar, berlumut&#8230; wah jadi kangen Cozmic-ku. Ditambah lagi &#8230;. sendirian hehehe&#8230; adrenalin semakin bergelak</p>
<p>Akhirnya sampailah di titik finish dengan penuh penyesalan karena lagi-lagi tidak berhasil melalui kelok 12 tanpa berhenti.<br />
<img src="http://i2.photoblog.com/photos2/127623-1252703404-1.jpg" alt="finish" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gadog di Suatu Sore]]></title>
<link>http://antoix.wordpress.com/2009/09/11/gadog-di-suatu-sore/</link>
<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 17:04:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>antoix</dc:creator>
<guid>http://antoix.wordpress.com/2009/09/11/gadog-di-suatu-sore/</guid>
<description><![CDATA[Sabtu, 5 Sep 2009 Keluar dari kelas jam 5sore, sampai di seputaran peristirahatan sentul saatnya ber]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Sabtu, 5 Sep 2009</p>
<p>Keluar dari kelas jam 5sore, sampai di seputaran peristirahatan sentul saatnya berbuka puasa. Huh! Kubayangkan yang uphill lagi rame2 makan, becanda, saling nyelametin dan ejek-ejekan di Mang Ade&#8230; hiks&#8230;</p>
<p>foto-foto di Mang Ade bisa dilihat <a href="http://pam115.multiply.com/photos/album/119/1PDN_2in1">di multiply Pam&#8230;</a></p>
<p>Akhirnya mampir dulu istirahat Sarimande setelah membayar tol arah Sukabumi/Puncak. Sholat dan menenangkan diri dari rasa iri, membatalkan puasa. Hujan gerimis menyambut.</p>
<p>Lalu akhirnya cengo&#8217; di Gadog.<br />
Melihat rekan H4 dan MTB-I berangkat NR<br />
Lalu melihat rekan Robek berkumpul dan berangkat NR<br />
Carbo loading, makan nasi padang sederhana. Kayaknya ini pertama kali makan disini, biasanya nitip mobil parkir doang.</p>
<p><img src="http://i2.photoblog.com/photos3/127623-1252599516-0.jpg" alt="burger gadog" /></p>
<p><img src="http://i2.photoblog.com/photos3/127623-1252599516-1.jpg" alt="gadog at night" /></p>
<p><img src="http://i2.photoblog.com/photos3/127623-1252599516-2.jpg" alt="robek" /></p>
<p>Seru juga ketemu sama Om Tony Robek dan Om Blacken. Ini pertama kalinya jumpa darat dengan Om Blacken.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[1PDN Trip: Hambalang2 - Jalur Anaconda]]></title>
<link>http://antoix.wordpress.com/2009/05/27/hamb2/</link>
<pubDate>Tue, 26 May 2009 19:25:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>antoix</dc:creator>
<guid>http://antoix.wordpress.com/2009/05/27/hamb2/</guid>
<description><![CDATA[Sebelum terlalu lama, coba saya tulis pengalaman di Trek Hambalang2. Sebuah trek pendek yang tak ter]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Sebelum terlalu lama, coba saya tulis pengalaman di Trek Hambalang2. Sebuah trek pendek yang tak terlupakan.</p>
<p>05:45<br />
Om Yadi sudah tampak dengan full jersey di depan rumah saya. Seperti biasa bliau on-time terus.</p>
<p>06:00<br />
Dengan Panther, mobil berangkat dari Cikarang, dua pesepeda dengan dua sepeda.</p>
<p>07:05<br />
Mendarat dengan mulus di parkiran Bellanova. Om Oni datang tak lama kemudian. Tanter Rahmi katanya lagi ikutan senam. Di kejauhan dekat lobby mall Belanova memang tampak sedang ada senam aerobik.</p>
<p>07:20<br />
Tanter Rahmi muncul dengan sepeda warna rim &#8216;ijo gonjreng&#8217;. Sepeda-nya frame kecil, tampak ringan dan style-nya &#8216;race&#8217; banget. Top tube yang slope, khas sepeda cewek, plus flatbar dan short stem. Tampang sepeda ini agressive-hardtail banget deh.</p>
<p>07:40<br />
Kita makan nasi uduk dulu di seberang Bellanova, kabarnya satu rekan lagi, Om Adib, ada masalah dengan mobilnya sehingga telat.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/hamb2_090524_pict5048.jpg" alt="hamb2_090524_PICT5048" title="hamb2_090524_PICT5048" width="470" height="356" class="alignnone size-full wp-image-2169" /></p>
<p>08:00<br />
Sempat curi start muter onroad seputaran bellanova. Agak grogi hari ini. Karena ini hari pertama saya pindah dari pedal dan cleat WTB ke CrankBrothers. Teknik menyelipkan cleat ke sadel-nya cb berbeda banget. Semalam cleat lama di sepatu yg WTB akhirnya digerinda sampai hancur gara-gara gak bisa dibuka lagi. No turning back point, cleat WTB sudah hilang sbelah. Surprisingly, ternyata &#8216;menancapkan&#8217; cleat cb ke pedal-nya kerasa mulus dan lunak. Empuk. &#8216;Clip!&#8217;. Hati saya agak tenang.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/hamb2_090524_pict5052.jpg" alt="hamb2_090524_PICT5052" title="hamb2_090524_PICT5052" width="470" height="356" class="alignnone size-full wp-image-2162" /></p>
<p>08:10<br />
Akhirnya start juga. Dari perempatan bundaran pertama di dekat Bellanova kita berbelok ke kiri ke arah Convention Hall yang baru (kemarin dipake show &#8216;Jamiroquai&#8217;). Lanjut terus sampai di ujung kompleks dan bertemu jalan raya ke arah Babakan Madang. Masih rata2 rolling. Sebelum babakan Madang kita berbelok kiri ke arah &#8216;Palm Hill&#8217;.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/hamb2_090524_pict5054.jpg" alt="hamb2_090524_PICT5054" title="hamb2_090524_PICT5054" width="379" height="500" class="alignnone size-full wp-image-2160" /></p>
<p>08:25<br />
Hanya lima menit setelah meninggalkan jalan raya utama yang ramai sekali, kita masuk ke kompleks Palm Hill. Seperti namanya kompleks ini sangat berbukit-bukit. Pohon palem sudah hampir tidak ada, cuma jalan kompleks yang berputar-putar mengitari perbukitan sangat menantang. Jalan aspal rusak, memunculkan batu-batu makadam tajam dibawahnya. Sungguh suatu kejutan dengan trek menanjak yang menghentak hanya 15menit setelah start.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/hamb2_090524_pict5057.jpg" alt="hamb2_090524_PICT5057" title="hamb2_090524_PICT5057" width="379" height="500" class="alignnone size-full wp-image-2163" /></p>
<p>Kejutan awal setelah start trek ini mirip banget dengan trek onroad Gadog-Rindu Alam. Tidak lama setelah start trek sudah &#8217;say hello&#8217; sambil memperingatkan kita bahwa hari ini akan berat. It&#8217;s gonna be a hard day, definitely!</p>
<p>Trek nanjak Palm Hill ini adalah trek aspal sagat rusak, yang antara aspal dan batu makadam runcing2 diperbandingkan sudah 50:50. Kalau kita akan berusaha mencari jalan aspal di tengah batu, kita sangat kesulitan dan akhirnya harus menanjak di dalam cekungan-cekungan jalan berisi batu makadam. Sangat menantang!</p>
<p>08:50<br />
Sedikit dihibur view indah di sebelah kanan jalan akhirnya kita berhenti di &#8216;Cafe Palm Hill&#8217;. 25 menit menanjak teknikal yang benar-benar menguras tenaga. Salah satu anggota tim segera mengeluhkan adanya banyak kunang-kunang dan tawon yang beredar di dekat kepalanya. Kita semangati terus, termasuk dengan kata-kata maut Om Oni, &#8220;Tanjakannya tinggal sedikit lagi kok, tuh udah kelihatan&#8221;. Kalimat yang akan terus berulang sepanjang trip.</p>
<p>Beberapa keping Soyjoy dan Capillanos segera masuk perut sebagai penambah energi. &#8220;Powerbar versi lokal&#8221; nih&#8230;</p>
<p>09:05<br />
Mengitari bukit kekanan, kita segera bertemu jalan nanjak lainnya yang kali ini jauh lebih mulus aspalnya. Pemandangan khas daerah Sentul; berbukit-bukit dan indah, serta udara panasnya, mulai menyengat. Jalanan dan suasana mengingatkan pada track Bojongkoneng Km Nol. Namun kali ini segera bisa kita lihat bedanya karena sebelah kanan kami tampaklah Sentul City. Jadi kami melewati sisi Utara dari Sentul City, sementara Bojongkoneng melewati sisi Selatan Sentul City.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/hamb2_090524_pict5073.jpg" alt="hamb2_090524_PICT5073" title="hamb2_090524_PICT5073" width="379" height="500" class="alignnone size-full wp-image-2164" /></p>
<p>Sambil gowes nanjak, sepunggung demi sepunggungan bukit, di tengah panasnya cuaca, matahari serasa hanya beberapa centimeter diatas kepala. Wah, aura kegemaran pak Rektor 1PDN nih&#8230;</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/hamb2_090524_pict5079.jpg" alt="hamb2_090524_PICT5079" title="hamb2_090524_PICT5079" width="379" height="500" class="alignnone size-full wp-image-2165" /></p>
<p>Kita sempat pitstop sebentar di sebuah warung. Minum teh botol dingin, wuiiihhh huenak banget. Om Oni cerita, kalau yang biasa kita sebut sebagai &#8216;trek nanjak Hambalang&#8217; dari warung ini kita lurus. Tapi kali ini kita berbelok ke kanan, sudah tampak tanjakan makadam yang manis manja kita pandangi dengan khawatir dari arah warung. Kira-kira dibalik belokan diatas masih ada berapa tanjakan lagi ya?</p>
<p>Khawatir sampai di mana tanjakan akan berakhir? Tidak lagi. Dari beberapa kali ikutan kuliah 1PDN saya jadi mengambil kesimpulan sendiri bahwa tidak ada itu tanjakan yang tidak berakhir. Setiap tanjakan ada akhirnya, ada ujungnya. Pengalaman ini pula yang selalu menyemangati saya kalau melihat tanjakan sambut menyambut begini.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/hamb2_090524_pict5080.jpg" alt="hamb2_090524_PICT5080" title="hamb2_090524_PICT5080" width="470" height="356" class="alignnone size-full wp-image-2166" /></p>
<p>Perlahan tapi pasti Sentul City mulai jauh kita tinggalkan di belakang. Tidak lagi ada di sebelah kanan, Sentul City tinggal serpihan-serpihan kecil yang kita lihat jauh dibawah sana.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/hamb2_090524_pict5081.jpg" alt="hamb2_090524_PICT5081" title="hamb2_090524_PICT5081" width="470" height="356" class="alignnone size-full wp-image-2167" /></p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/hamb2_090524_pict5085.jpg" alt="hamb2_090524_PICT5085" title="hamb2_090524_PICT5085" width="470" height="356" class="alignnone size-full wp-image-2170" /></p>
<p>Segera kami memasuki sebuah kampung, kampung Pasir Pongkor. Di dalam kampung inipun kita dihidangkan dengan tanjakan makadam yang kemiringannya sungguh-sungguh aduhai sayang. Saya dan Om Oni sampai histeris sambil genjot kita dengan semangat keatas. Tanjakan indah di dalam kampung ini istimewa karena selain kemiringannya yang mengharuskan kita mendekatkan hidung ke handlebar juga tanjakan ini teduh dibawah rerimbunan pepohonan kampung.</p>
<p>10:00<br />
Sampailah kita di ujung kampung Pasir Pongkor ini. Pemandangan mulai terbuka ke arah selatan, kita dengan jelas bisa melihat Gn. Pantjar. Karena suatu hal (ceritanya nanti deh&#8230;) akhirnya kita segera meninggalkan titik tertinggi trip kita kali ini.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/hamb2_090524_pict5090.jpg" alt="hamb2_090524_PICT5090" title="hamb2_090524_PICT5090" width="470" height="356" class="alignnone size-full wp-image-2171" /></p>
<p>Menuruni perbukitan, kita dihidangi sebuah doubletrack tanah menuruni perbukitan Gn. Hambalang. Pemandangannya, kembali lagi MENAKJUBKAN. Sambil berhenti sebentar Om Oni bercerita tentang siapa yg memiliki tanah kosong dan menganggur sedemikian luas ini. Beberapa bagian dari trak tanah ini adalah bagian samping jalan yang berbentuk seperti &#8216;berm&#8217; tanah. Wah, saya jadi ingat JPG. Tapi ini full downhill sepanjang 1-2 km di tengah tanah kosong nan gersang.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/hamb2_090524_pict5097.jpg" alt="hamb2_090524_PICT5097" title="hamb2_090524_PICT5097" width="470" height="356" class="alignnone size-full wp-image-2172" /></p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/hamb2_090524_pict5103.jpg" alt="hamb2_090524_PICT5103" title="hamb2_090524_PICT5103" width="379" height="500" class="alignnone size-full wp-image-2173" /></p>
<p>Di sepanjang lembah perbukitan ini Om Oni menunjukkan apa itu yang disebut &#8216;Jalur Anaconda&#8217;. Memang, tak bisa dipungkiri. Sebuah bentuk cokelat (tanah yang sudah diratakan selebar 8-10m) meliuk-liuk menembus menaiki mengitari perbukitan. Panjaaaanggg&#8230; sekali sampai sepanjang jauh mata bisa memandang. Kita seperti melihat seekor ular besar meliuk-liuk berjalan. Benar. Mirip Anaconda. Masif, besar, panjang. Luarbiasa dan susah diceritakan dengan kata-kata ataupun foto.</p>
<p>10:17<br />
Hanya butuh 17 menit dengan terpaan angin yang membuat muka semilir, kita sudah sampai di &#8216;Jalur Anaconda&#8217; ini. Menakjubkan melihat jalan sebesar ini sedang dibuat di tengah area antah-berantah yang jauh dari peradaban. Bisa jadi ini jalan nantinya akan bisa menghubungkan Babakan Madang di Sentul dengan area perbukitan Cioray di Batununggal atau Cibadak-Cibinong.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/hamb2_090524_pict5106.jpg" alt="hamb2_090524_PICT5106" title="hamb2_090524_PICT5106" width="379" height="500" class="alignnone size-full wp-image-2174" /></p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/hamb2_090524_pict5108.jpg" alt="hamb2_090524_PICT5108" title="hamb2_090524_PICT5108" width="470" height="356" class="alignnone size-full wp-image-2175" /></p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/hamb2_090524_pict5109.jpg" alt="hamb2_090524_PICT5109" title="hamb2_090524_PICT5109" width="470" height="356" class="alignnone size-full wp-image-2176" /></p>
<p>Om Oni segera bercerita tentang trip beliau yang lain yang sudah menyusuri jalan ini dari Cibadak, Cibinong. Katanya, &#8220;Cocok untuk penutup trek Cioray&#8221;. Buset!! Cioray yang diakhiri dengan trek mulus rolling sampai Cibinong saja rasanya tidak habis-habis apalagi ini tampak alamnya lebih ganas dan menantang. Tanjakannya lebih kejam.</p>
<p>10:25<br />
Tidak ada pohon samasekali. Hanya semak, tanah kering yang panas, segera tidak berlama-lama kita berhenti. Meskipun hampir seluruh tim kehabisan bekal minum, kita akhirnya segera putuskan untuk mengarungi &#8216;Jalur Anaconda&#8217; ini.</p>
<p>Karena jalur ini adalah jalan tanah lebar, bekas diratakan dengan alat berat, maka bentuk trek-nya pun tidak biasa. Kita dihadapkan pada turunan yang panjang, lebar, tanah. Menguji keberanian kita untuk melepaskan rem dan membiarkan sepeda meluncur semakin cepat. Setelah kita menyentuh lembah terendah segera kita dihadapkan pada tanjakan yang lebar, masif, tanah, curam, dan (yang terpenting) PANJANG!!</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/hamb2_090524_pict5114.jpg" alt="hamb2_090524_PICT5114" title="hamb2_090524_PICT5114" width="470" height="356" class="alignnone size-full wp-image-2177" /></p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/hamb2_090524_pict5119.jpg" alt="hamb2_090524_PICT5119" title="hamb2_090524_PICT5119" width="379" height="500" class="alignnone size-full wp-image-2178" /></p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/hamb2_090524_pict5120.jpg" alt="hamb2_090524_PICT5120" title="hamb2_090524_PICT5120" width="470" height="356" class="alignnone size-full wp-image-2179" /></p>
<p>Buset!! Sensasinya berbeda sekali dari trek trek yang lain. Ilustrasi Om Yadi, kita seperti ada di permainan &#8216;Kora-Kora&#8217; di Dunia Fantasi. Saat turun rasanya pengen segera nanjak, sementara saat nanjak kok gak habis-habis rasanya paha sudah meledak pengen segera turunan lagi. MANTAP !!!</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/hamb2_090524_pict5125.jpg" alt="hamb2_090524_PICT5125" title="hamb2_090524_PICT5125" width="470" height="356" class="alignnone size-full wp-image-2180" /></p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/hamb2_090524_pict5128.jpg" alt="hamb2_090524_PICT5128" title="hamb2_090524_PICT5128" width="470" height="356" class="alignnone size-full wp-image-2181" /></p>
<p>Seingat saya ada sekitar 3 kali siklus turun nanjak yang harus kita lalui sebelum akhirnya kita menemui sebuah sungai, jembatan, kampung, dan bertemu kembali dengan peradaban. Ketemu jalan beton Babakan Madang-Gunung Pancar.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/hamb2_090524_pict5131.jpg" alt="hamb2_090524_PICT5131" title="hamb2_090524_PICT5131" width="470" height="356" class="alignnone size-full wp-image-2182" /></p>
<p>11:03<br />
Semua anggota tim kehausan. Kita seperti menemukan dewa penolong pada penjual es kelapa muda yang mangkal disitu. Segera kita serbu dan semua orang berusaha menikmati lehernya disiram kembali dengan air.</p>
<p>Disini saya menghabiskan satu butir air kelapa muda beserta daging kelapanya, plus dua botol teh botol sosro.</p>
<p>Trip ini seperti sudah berakhir. Kita segera chit-chat menceritakan dengan muka ceria apa kesan kita pada track pendek yang *menampar* ini. Short but intense. Itu mungkin ungkapan yang tepat.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/hamb2_090524_pict5134.jpg" alt="hamb2_090524_PICT5134" title="hamb2_090524_PICT5134" width="470" height="356" class="alignnone size-full wp-image-2183" /></p>
<p>11:30<br />
Perut kembali sudah dingin disiram air kelapa dicampur gula kelapa dan es. Segera kita berangkat kembali ke titik start. Masukkan kaki kanan ke pedal dan &#8216;clip!&#8217; wah makin lancar saja nih memasang cleat-nya&#8230;</p>
<p>&#8220;GUBRAK !!&#8221;</p>
<p>Tiba-tiba saya sudah terbaring dengan sisi kanan badan saya rata bertemu tanah. Teman-teman agak terheran-heran sebelum akhirnya semua tertawa. Wakakak&#8230; Memang bukan tempat yang enak dan pantas untuk jatuh. Sepatu kanan menempel dg cleat di pedal baru, dan keseimbangan bergeser kekanan saat akan mulai gowes. Memang kita jangan takabur. Banyak hal yang tidak bisa kita kendalikan, termasuk keseimbangan tubuh kita sendiri (alesan mode *on*)</p>
<p>Selanjutnya perjalanan adalah jalan onroad mulus bersaing dengan angkot. Melewati Babakan Madang dan kemudian menuju kembali ke arah Bellanova.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/hamb2_090524_pict5141.jpg" alt="hamb2_090524_PICT5141" title="hamb2_090524_PICT5141" width="470" height="356" class="alignnone size-full wp-image-2184" /></p>
<p>11:45<br />
Sampai kembali di Bellanova. Dengan hati riang dan puas dengan hidangan trek baru buatan Om Oni yang luarbiasa ini.</p>
<p>Definitely I will come back to this trails.</p>
<p>Peserta Trip:<br />
Om Oni (track leader)<br />
Nte Rahmi, mantap seperti pakai steroid dengan sepeda baru<br />
Om Adib, dari kunang-kunang, jadi tawon, jadi burung tapi seperti diesel tambah panas saja<br />
Om Yadi, ujian sebenarnya buat fork 80mm<br />
Antoix</p>
<p>Foto-foto ada di <a href="http://1pdn.multiply.com/photos/album/29/">multiply-nya 1pdn&#8230;</a></p>
<p>Antoix&#8217;s Rating:<br />
Pemandangan: 8,5/10<br />
Uphill: 9/10<br />
Downhill: 7,5/10<br />
Technical: 7/10<br />
Endurance: 8/10</p>
<p>Data trip:<br />
Start/Finish: Bellanova Sentul City<br />
Titik tertinggi: Kp. Pasir Pongkor<br />
Distance: 20.25 km<br />
Pitstop: 5 X<br />
Cycling Time: 1j 41mnt<br />
Overall Time: 3jam 35mnt<br />
Average speed: 11.9 km/j<br />
Top speed:53.5 km/j<br />
Cozmic Odometer: 5340.5 km</p>
<p>Special notes: PANAS !!<br />
berangkat pagi-pagi sepagi mungkin dan bawa banyak air minum. Saya bawa bidon 600ml yang selalu di refill di warung tapi masih kurang juga</p>
<p>Ban depan: Scwalbe Smartsam 2.1<br />
Ban belakang: Scwalbe Racing Ralph 1.9</p>
<p>Laporan trip ini didukung oleh <a href="http://bikewearr.multiply.com/">Bikewear&#8230;</a></p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/logo-bikewear.jpg" alt="logo bikewear" title="logo bikewear" width="470" height="154" class="alignnone size-full wp-image-2106" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Si Hati Baja...]]></title>
<link>http://antoix.wordpress.com/2009/05/21/si-hati-baja/</link>
<pubDate>Wed, 20 May 2009 19:54:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>antoix</dc:creator>
<guid>http://antoix.wordpress.com/2009/05/21/si-hati-baja/</guid>
<description><![CDATA[4 jam 15 menit Panjangnya waktu diatas sudah menceritakan dengan sendirinya betapa teguh sebuah teka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>4 jam 15 menit</strong></p>
<p>Panjangnya waktu diatas sudah menceritakan dengan sendirinya betapa teguh sebuah tekad. Dan kalau sudah ada tekad, tampaknya tidak ada apapun yang bisa menghalangi. Waktu bukan halangan, sepeda hi-ten-full-sus bukan halangan, rokok marlboro bukan juga halangan, hujan bukan halangan, apalagi tanjakan&#8230; Tanjakan jadi menu utama sepanjang 4 jam 15 menit. Sepanjang 255 menit. 1/6 hari.</p>
<p>Senin kemarin Om Heri Kacung telah memecahkan tidak hanya rekor terpanjang mencapai warung Mang Ade di Puncak Pass, namun juga rekor keteguhan hati, rekor bulatnya tekad. Sekali lagi trek Gadog-Rindu Alam membuktikan bahwa kita tidak boleh mnyepelekan kemampuan diri sendiri, apalagi kemampuan orang lain.</p>
<p>Om Ardian dan Om Tjatur, tidak perlu minta maaf saya harus jadi sweeper paling belakang di trip kemarin. Saya merasa terhormat bisa gowes 4jam 15 menit bareng seorang pesepeda BERHATI BAJA seperti Om Hari Kacung.</p>
<p>4 jam 15 menit !!!<br />
Bayangkan&#8230;</p>
<p>(seperti ditulis di milis cikarangmtb@yahoogroups.com )</p>
<p>08:20 brangkat dari Gadog</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/gadog_090518023.jpg" alt="gadog_090518023" title="gadog_090518023" width="340" height="450" class="alignnone size-full wp-image-2111" /><br />
09:12 hampir satu jam genjot, masih jauh dari cisarua</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/gadog_090518049.jpg" alt="gadog_090518049" title="gadog_090518049" width="340" height="450" class="alignnone size-full wp-image-2112" /><br />
09:51 selepas pasar cisarua</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/gadog_090518074.jpg" alt="gadog_090518074" title="gadog_090518074" width="340" height="450" class="alignnone size-full wp-image-2113" /><br />
10:36 pitstop tanjakan hotel pardede</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/gadog_090518077.jpg" alt="gadog_090518077" title="gadog_090518077" width="340" height="450" class="alignnone size-full wp-image-2114" /><br />
10:55 sekitar Tugu, mulai masuk daerah kebun teh. Perhatikan selipan rokok marlboro di tas beliau.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/gadog_090518092.jpg" alt="gadog_090518092" title="gadog_090518092" width="340" height="450" class="alignnone size-full wp-image-2115" /><br />
11:46 menjelang riung gunung, sudah diterpa hujan dari gunung mas</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/gadog_090518094.jpg" alt="gadog_090518094" title="gadog_090518094" width="340" height="450" class="alignnone size-full wp-image-2117" /><br />
11:47 di tengah hujan</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/gadog_090518105.jpg" alt="gadog_090518105" title="gadog_090518105" width="450" height="340" class="alignnone size-full wp-image-2118" /><br />
11:50 melewati riung gunung</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/gadog_090518114.jpg" alt="gadog_090518114" title="gadog_090518114" width="450" height="340" class="alignnone size-full wp-image-2119" /><br />
11:52 Shadow&#8230;.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/gadog_090518143.jpg" alt="gadog_090518143" title="gadog_090518143" width="340" height="450" class="alignnone size-full wp-image-2120" /><br />
12:17 di seputaran pintu telaga warna</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/gadog_090518145.jpg" alt="gadog_090518145" title="gadog_090518145" width="450" height="340" class="alignnone size-full wp-image-2121" /><br />
12:32 menjelang Restoran Rindu Alam</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/gadog_090518150.jpg" alt="gadog_090518150" title="gadog_090518150" width="450" height="340" class="alignnone size-full wp-image-2122" /><br />
12:36 pitstop setelah melewati Rindu Alam</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/img_10051s.jpg" alt="IMG_1005(1)s" title="IMG_1005(1)s" width="450" height="338" class="alignnone size-full wp-image-2123" /><br />
12:40 Akhirnya finish juga di mang Ade, Puncak Pass Bogor</p>
<p>4jam 15 menit uphill biking</p>
<p>Laporan trip ini didukung oleh <a href="http://bikewearr.multiply.com/">Bikewear&#8230;</a></p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/logo-bikewear.jpg" alt="logo bikewear" title="logo bikewear" width="470" height="154" class="alignnone size-full wp-image-2106" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Trek Palasari 3: Part#2 Palintang - Kebun Kina]]></title>
<link>http://antoix.wordpress.com/2009/05/21/palasari-3-part2/</link>
<pubDate>Wed, 20 May 2009 17:31:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>antoix</dc:creator>
<guid>http://antoix.wordpress.com/2009/05/21/palasari-3-part2/</guid>
<description><![CDATA[Trek Trek Palasari 3 yang kita ambil hari ini adalah: Ujungberung – Palintang – Caringin Tilu – Suka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Trek Trek Palasari 3 yang kita ambil hari ini adalah: Ujungberung – Palintang – Caringin Tilu – Sukamiskin. Tulisan tentang perjalan ini akan terbagi beberapa bagian.<br />
<a href="http://antoix.wordpress.com/2009/05/20/palasari-3-part1/">Bagian#1 Ujungberung – Palintang</a><br />
Bagian#2 Palintang-Kebun Kina<br />
<a href="http://antoix.wordpress.com/2009/05/23/palasari-3-part3/">Bagian#3 Kebun Kina-Caringin Tilu-Sukamiskin</a><br />
Foto-foto ada di <a href="http://antoix.multiply.com/photos/album/3/">http://antoix.multiply.com/photos/album/3/</a></p>
<p>Bagian kedua trip ini dimulai dengan uphill makadam yang maut ke arah perkebunan Kina Bukit Tunggul. Meskipun sudah ada makan  siang bungkus nasi tapi Om Indra, Dosen kuliah hari itu, menyampaikan kalau tanjakan ini sebaiknya dilahap dalam keadaan lapar&#8230; heheh&#8230; Kalau kita makan di warung terakhir desa Palintang, sudah sering ditemui kang Indra pesepeda akan muntah dan keluar semua deh makan siangnya. Wakakaka&#8230; Lucu juga. Untung hari itu dibimbing oleh guide berpengalaman&#8230;</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/palas3_090504-050.jpg" alt="palas3_090504-050" title="palas3_090504-050" width="351" height="450" class="alignnone size-full wp-image-2083" /></p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/palas3_090504-052.jpg" alt="palas3_090504-052" title="palas3_090504-052" width="351" height="450" class="alignnone size-full wp-image-2085" /></p>
<p>Entah kenapa sejak sampai di desa Palintang saya seperti kehilangan energi. Rasanya badan berat banget genjot sepeda. Sampai saya cek ke rem, kok genjot berat sekali apakah ada setting kaliper yang salah, ternyata tidak. Entah tanjakan dari kampung Palintang ini memang berat, atau kondisi mental dan fisik yang tidak fit, atau kombinasi keduanya, medan makadam campur tanah ini terasa berat dan panjang sekali, tak ada habisnya. Padahal tanjakan campuran makadam dan tanah adalah salah satu favorit saya. Diperlukan hampir satu jam penuh untuk menyelesaikan bagian ini saja.</p>
<p>Akhirnya kita sampai di pertigaan jalan yang menunjukkan pas di tengah perbatasan antara kebun kina PTP Bukit Tunggul dan hutan pinus Perhutani.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/palas3_090504-055.jpg" alt="palas3_090504-055" title="palas3_090504-055" width="351" height="450" class="alignnone size-full wp-image-2089" /></p>
<p>Pemandangan perkebunan kina benar benar eksotis. Selama dua tahun ini bersepeda gunung, baru kali ini melihat perkebunan kina. Unik karena selain bentuk tanamannya yang berbeda dengan umumnya tanaman perkebunan yang pernah saya lihat, tanaman ini dipanen kulit dari kayu-nya. Terlihat agak gersang sepanjang kebun, karena tampaknya tanaman sedang dilakukan peremajaan.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/palas3_090504-061.jpg" alt="palas3_090504-061" title="palas3_090504-061" width="450" height="351" class="alignnone size-full wp-image-2090" /></p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/palas3_090504-060.jpg" alt="palas3_090504-060" title="palas3_090504-060" width="450" height="351" class="alignnone size-full wp-image-2091" /></p>
<p>Perkebunan ini ada diantara Gn Manglayang 1824 m dpl (sisi kanan jalan perkebunan) dan Gn Bukit Tunggul 2206 m dpl (sisi depan jalan perkebunan). Kita ada di sekitar perbatasan Kab. Sumedang di &#8216;Patok Besi&#8217;.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/palas3_090504-068.jpg" alt="palas3_090504-068" title="palas3_090504-068" width="450" height="351" class="alignnone size-full wp-image-2092" /><br />
Om Agus memandang ke arah Gn Manglayang</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/palas3_090504-075.jpg" alt="palas3_090504-075" title="palas3_090504-075" width="351" height="450" class="alignnone size-full wp-image-2093" /><br />
Pemandangan indah perbukitan Patok Besi ke arah Sumedang</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/palas3_090504-078.jpg" alt="palas3_090504-078" title="palas3_090504-078" width="450" height="351" class="alignnone size-full wp-image-2094" /><br />
<img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/palas3_090504-080.jpg" alt="palas3_090504-080" title="palas3_090504-080" width="450" height="351" class="alignnone size-full wp-image-2095" /><br />
Sementara ini pemandangan ke arah Gn Kasur dan Gn Bukit Tunggul.</p>
<p>Semua penderitaan tanjakan desa Palintang bertahap mulai lewat, cuaca dan udara yang sejuk, angin semilir dingin, aroma pohon kina, awan yang melindungi dari panas, wuiiiihhh&#8230;. Impian setiap pecinta alam bebas..!!!</p>
<p>Jalan doubletrack di perkebunan kina yang rolling naik turun di seputaran perbukitan ini agak unik karena vegetasinya cukup tinggi. Jadi kiri dan kanan jalan ada batu makadam, namun di bagian tengah ada rerumputan, jenisnya juga unik bebeda, yang cukup tinggi.</p>
<p>Overall bersepeda di perkebunan kina ini memang memberikan sensasi yang berbeda dan unik sekali. Ide Kang Indra buat &#8216;melipir ke kanan dulu ke kebun kina sebelum ke Bukit Tunggul&#8217; adalah ide yang benar-benar keren.</p>
<p>Setelah mencapai titik tertinggi pada ketinggian sekitar 1800m dpl (bandingkan dengan start pada 700m dpl) kita mulai menemui turunan selevel downhill yang ekstrim. Anggota tim yang menggunakan dua sepeda fullsus patrol dan dua hardtail tampak termehek-mehek menghadapi turunan maut yang sambut menyambut ini.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/palas3_090504-092.jpg" alt="palas3_090504-092" title="palas3_090504-092" width="450" height="351" class="alignnone size-full wp-image-2098" /></p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/palas3_090504-094.jpg" alt="palas3_090504-094" title="palas3_090504-094" width="351" height="450" class="alignnone size-full wp-image-2099" /></p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/palas3_090504-095.jpg" alt="palas3_090504-095" title="palas3_090504-095" width="351" height="450" class="alignnone size-full wp-image-2100" /></p>
<p>Karakter TERJAL sangat terasa di bagian downhill ini. Terasa karakter trek yang dari awal ada di double track berubah ke singletrack yang sangat ekstrim, LIAR&#8230; Luarbiasa!! Mendengar cerita Om Indra saya jadi bermimpi suatu saat bisa punya kehormatan genjot bareng teman-teman TERJAL.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/palas3_090504-099.jpg" alt="palas3_090504-099" title="palas3_090504-099" width="351" height="450" class="alignnone size-full wp-image-2101" /><br />
Memasuki sebuah celah perbukitan yang diisi kebun sayur, kita masuk ke lembah yang menunjukkan sebuah perkampungan di tengah PTP kebun kina Bukit Tunggul ini.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/palas3_090504-102.jpg" alt="palas3_090504-102" title="palas3_090504-102" width="450" height="351" class="alignnone size-full wp-image-2102" /></p>
<p>Lalu saatnya sholat dan makan siang. Wuahhh&#8230; lapaaaarr&#8230; Udah hampir jam 1 siang!!</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/palas3_090504-104.jpg" alt="palas3_090504-104" title="palas3_090504-104" width="450" height="351" class="alignnone size-full wp-image-2103" /></p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/palas3_090504-105.jpg" alt="palas3_090504-105" title="palas3_090504-105" width="450" height="351" class="alignnone size-full wp-image-2104" /></p>
<p>Waktu nasi bungkus dibuka, &#8220;Waaah&#8230; boanyak banget&#8221;<br />
Gak sampai 10 menit udah tandas tuh nasi yang tadi katanya &#8220;boanyak banget&#8221; wuikikikiki&#8230;.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/palas3_090504-109.jpg" alt="palas3_090504-109" title="palas3_090504-109" width="450" height="351" class="alignnone size-full wp-image-2105" /><br />
PTP Nusantara VIII, Kebun Pangheotan, Bag Bukit Tunggul.</p>
<p>Selanjutnya kita ubah route yang tadinya mau mampir ke Curug Luhur dan balik lewat THR Juanda, jadi kita langsung manjat menuju Caringin Tilu. Tampaknya waktu dan kondisi fisik hari itu tidak terlalu menunjang rencana awal trek gowes ini.</p>
<p>Laporan trip ini akan dilanjutkan ke <a href="http://antoix.wordpress.com/2009/05/21/palasari-3-part3/">Bagian #3&#8230;</a><br />
Trip ini didukung oleh <a href="http://bikewearr.multiply.com/">Bikewear&#8230;</a></p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/logo-bikewear.jpg" alt="logo bikewear" title="logo bikewear" width="470" height="154" class="alignnone size-full wp-image-2106" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Trek Palasari 3: Part#1 Ujungberung - Palintang]]></title>
<link>http://antoix.wordpress.com/2009/05/20/palasari-3-part1/</link>
<pubDate>Wed, 20 May 2009 00:19:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>antoix</dc:creator>
<guid>http://antoix.wordpress.com/2009/05/20/palasari-3-part1/</guid>
<description><![CDATA[Trek Trek Palasari 3 yang kita ambil hari ini adalah: Ujungberung &#8211; Palintang &#8211; Caringin]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Trek Trek Palasari 3 yang kita ambil hari ini adalah: Ujungberung &#8211; Palintang &#8211; Caringin Tilu &#8211; Sukamiskin. Tulisan tentang perjalan ini akan terbagi beberapa bagian.<br />
Bagian#1 Ujungberung &#8211; Palintang<br />
<a href="http://antoix.wordpress.com/2009/05/21/palasari-3-part2/">Bagian#2 Palintang-Kebun Kina</a><br />
Bagian#3 Kebun Kina-Caringin Tilu-Sukamiskin<br />
Foto-foto ada di <a href="http://antoix.multiply.com/photos/album/3/">http://antoix.multiply.com/photos/album/3/</a></p>
<p>Pagi jam 6 sudah mulai genjot dari Buahbatu. Hmmm&#8230; pagi ini saya merasakan bandung &#8216;yang sebenarnya&#8217;, suasananya teduh, berembun, dan dingiiiiinnn&#8230;. Naik ke fly over Kiara Condong, matahari sunrise masih bulat besar indah.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/palas3_090504-001.jpg?w=300" alt="palas3_090504-001" title="palas3_090504-001" width="300" height="234" class="alignnone size-medium wp-image-2057" /></p>
<p>Tujuan start point kali ini adalah Masjid Raya Ujungberung. Ada emang-emang penjual Bubur Ayam yang minta difoto&#8230;</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/palas3_090504-006.jpg?w=300" alt="palas3_090504-006" title="palas3_090504-006" width="300" height="234" class="alignnone size-medium wp-image-2058" /></p>
<p>Senangnya memotret pun ternyata bisa memberikan kebahagiaan bagi orang lain. Tak lama kemudian <a href="http://ianggara.multiply.com/">Kang Indra Anggara</a> datang, dan kita mulai berangkat. Lihat saja bawaan backpack Kang Indra&#8230; Full gear dan tampaknya sudah siap meskipun harus menginap!</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/palas3_090504-007.jpg?w=300" alt="palas3_090504-007" title="palas3_090504-007" width="300" height="234" class="alignnone size-medium wp-image-2059" /></p>
<p>Segera kita disambut tanjakan2 manis manja berubah maut. Khas Bandung utara banget. Tak jauh dari jalan utama kita diberi waktu menyesuaikan diri singkat saja, lalu segera harus mulai menikmati kaki Gn. Palasari dan Gn. Manglayang termasuk &#8220;Kampung Tanjakan Panjang&#8221;, tanjakan panjang onroad mulus yang tiba-tiba saja berubah menjadi offroad sirtu aspal rusak.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/palas3_090504-011.jpg" alt="palas3_090504-011" title="palas3_090504-011" width="450" height="351" class="alignnone size-full wp-image-2060" /><br />
<img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/palas3_090504-012.jpg" alt="palas3_090504-012" title="palas3_090504-012" width="351" height="450" class="alignnone size-full wp-image-2062" /><br />
<img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/palas3_090504-015.jpg" alt="palas3_090504-015" title="palas3_090504-015" width="351" height="450" class="alignnone size-full wp-image-2063" /></p>
<p>Kemiringan nya serta kondisi jalan berubah tajam banget. Ini sebuah pembukaan yang kejam. Sambil istirahat di dekat pepohonan bambu saya segera disadarkan bahwa trip kali ini, seperti trip Kang Indra yang lain, akan sangat mengejutkan dan cadas!!</p>
<p>Tanjakan sirtu dilanjutkan lama-lama memasuki kawasan hutan pinus. Sudah tak layak disebut &#8216;hutan&#8217; lagi, karena pemanfaatan lahan nya sudah parah, pohon pinus tinggal bertahan dan setengah mati menjaga keberadaannya agar tetap hidup.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/palas3_090504-022.jpg" alt="palas3_090504-022" title="palas3_090504-022" width="450" height="351" class="alignnone size-full wp-image-2064" /></p>
<p>Kita sedang bersama sama menyaksikan pembunuhan sebuah hutan pinus di bandung utara. Pembunuhan berencana dan terstruktur.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/palas3_090504-025.jpg" alt="palas3_090504-025" title="palas3_090504-025" width="351" height="450" class="alignnone size-full wp-image-2065" /><br />
<img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/palas3_090504-031.jpg" alt="palas3_090504-031" title="palas3_090504-031" width="351" height="450" class="alignnone size-full wp-image-2066" /><br />
<img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/palas3_090504-034.jpg" alt="palas3_090504-034" title="palas3_090504-034" width="351" height="450" class="alignnone size-full wp-image-2069" /></p>
<p>Kita pitstop sejenak, bergabunglah Om Suroto dan Om Agus. Tim <a href="http://antoix.wordpress.com/2009/02/06/1pdn-papandayan-day2/">Papandayan gowes Imlek</a> reuni kembali. Trek makadam sirtu berlanjut ke kampung Palintang.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/palas3_090504-035.jpg" alt="palas3_090504-035" title="palas3_090504-035" width="351" height="450" class="alignnone size-full wp-image-2068" /><br />
<img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/palas3_090504-040.jpg" alt="palas3_090504-040" title="palas3_090504-040" width="351" height="450" class="alignnone size-full wp-image-2070" /></p>
<p>Trek menuju ujung teratas kampung Palintang ini ditutup dengan sebuah tanjakan makadam super duper yang tidak memberi kita ampun di napas dan handling sepeda di tengah batu batu besar makadam yang tersusun tidak rapi. MANTAP !!!!<br />
Ini tipe tanjakan berat yang bikin kanget dan kangen tapi tak cukup memberi saya semangat untuk mengulangi turun lagi hehehe&#8230;</p>
<p>Ini adalah pemandangan Kampung Palintang yang teduh. Kita pesan makan siang bungkus di sebuah warung dekat mushola yang kabarnya ikut dibangun dengan peranserta rekan rekan Roger Bagen.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/palas3_090504-043.jpg" alt="palas3_090504-043" title="palas3_090504-043" width="450" height="351" class="alignnone size-full wp-image-2071" /><br />
<img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/palas3_090504-045.jpg" alt="palas3_090504-045" title="palas3_090504-045" width="351" height="450" class="alignnone size-full wp-image-2072" /></p>
<p>Di sebelah mushola ini ada lapangan kecil. Disinilah biasa rekan rekan yang genjot ke trek Palasari3 akan unloading sepeda dari kendaraan dan bertemu rekan-rekan Terjal, pembuat trek ini, yang gowes dari Cicaheum dibawah.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/palas3_090504-047.jpg" alt="palas3_090504-047" title="palas3_090504-047" width="450" height="351" class="alignnone size-full wp-image-2073" /></p>
<p>Reuni <a href="http://antoix.wordpress.com/2009/02/06/1pdn-papandayan-day2/">tim Papandayan&#8230;</a> Om Agus habis ganti rim dan fork depan karena ditabrak motor saat touring onroad Bandung-Jatiluhur.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/palas3_090504-049.jpg" alt="palas3_090504-049" title="palas3_090504-049" width="450" height="351" class="alignnone size-full wp-image-2074" /></p>
<p>Report trip akan berlanjut ke bagian#2&#8230;.<a href="http://antoix.wordpress.com/2009/05/20/palasari-3-part2/"></a></p>
<p>Trip ini didukung oleh <a href="http://bikewearr.multiply.com/">Bikewear&#8230;</a></p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/logo-bikewear.jpg" alt="logo bikewear" title="logo bikewear" width="470" height="154" class="alignnone size-full wp-image-2106" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[1PDN Trip: Sentul - Bojongkoneng KM 0]]></title>
<link>http://antoix.wordpress.com/2009/05/11/bojongkoneng-km-0/</link>
<pubDate>Sun, 10 May 2009 17:09:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>antoix</dc:creator>
<guid>http://antoix.wordpress.com/2009/05/11/bojongkoneng-km-0/</guid>
<description><![CDATA[Ini adalah gowes kedua saya ke Bojongkoneng. Bojongkoneng/BK/Km 0 (nol) adalah trek nanjak onroad as]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Ini adalah gowes kedua saya ke Bojongkoneng. Bojongkoneng/BK/Km 0 (nol) adalah trek nanjak onroad aspal mulus plus aspal rusak di daerah Sentul atas. Tempat start adalah di Bellanova Sentul City. Begitu keluar pintu tol sentul City (dari arah Jakarta) belok kiri, berputar di bundaran dan ambil parkir di kawasan Ruko/Mall/Hypermart/Bellanova. Sehari dua ribu rupiah. Di tempat ini juga ada Cafe Teratai yang sudah kondang itu.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/bjkoneng090504-003.jpg" alt="BjKoneng090504-003" title="BjKoneng090504-003" width="351" height="450" class="alignnone size-full wp-image-1989" /></p>
<p>Ada banyak variasi trek dari Bellanova ini, selain langsung ke arah KM Nol juga ada yang berputar dulu lewat jalur lebih landai, ada juga yang menuju Gunung Pancar/SEBEX.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/bjkoneng090504-016.jpg" alt="BjKoneng090504-016" title="BjKoneng090504-016" width="351" height="450" class="alignnone size-full wp-image-1990" /><br />
Cara favorit naro ban dalam cadangan.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/bjkoneng090504-029.jpg" alt="BjKoneng090504-029" title="BjKoneng090504-029" width="351" height="450" class="alignnone size-full wp-image-1991" /><br />
Berangkat di cuaca panas. HOT HOT</p>
<p>Saya tidak sempat tanya-tanya nama kampung sambil gowes, tapi pada gowes kedua kali ini saya lebih bisa menikmati detail, betapa trek ini memang layak menjadi trek pendek latihan nandjak aspal. Meskipun, karena kurang panjang, susah untuk dibilang trek wajib 1PDN.</p>
<p>Setelah melewati rolling-rolling perbukitan jalan mulus dari Bellanova terus sampai ke ujung Sentul City, akhirnya kita ambil jalan ke kanan, ke arah jalan aspal, jalan desa. Jalan mulus Sentul City sih masih sangat bisa dinikmati, selain halus aspalnya, juga pemandangan taman di seputaran jalan juga enak buat dilihat. Di beberapa area malah saya merasakan bau pohon pinus yang cukup khas itu.</p>
<p>Setelah masuk jalan desa, yang lebarnya terbatas, jadi kalau kita ketemu truk engkel kepala kuning pun pesepeda harus agak minggir2 inilah perjuangan sebenarnya dimulai&#8230;</p>
<p>Karakter jalannya aspal, berlobang-lobang, di beberapa tempat sangat rusak sehingga jadi jalan sirtu. Tingkat kemiringan sangat beragam, bervariasi dari landai ke curam. Yang menarik dari trek semacam ini adalah kejutan-kejutannya. Tidak seperti track jalan propinsi Gadog-Puncak Pass atau Cariu-Puncak Pinus, trek jalan kampung ini lebih berkelok kelok, dan kadang di balik sebuah kelokan bisa muncul tanjakan jahanam yang tak terlihat sebelumnya atau malah jalan landai. Kejutan-kejutan seperti inilah yang harus kita hadapi, maklum belum hafal. Kalo Mang Oni yang sering latihan ke trek ini seminggu beberapa kali pasti sudah apal tiap tanjakan, belokan, landai, warung dan teteh hehehe&#8230;</p>
<p>I recall my short memory, tanjakan jahanam-nya ada di 3-5 titik. Tapi trek ini indah banget buat latihan, karena selain pendek (cukup sejam dengan kecepatan saya, jauh lebih pelan dari Pak Rektor) juga tidak intens dan jahanam sahut menyahut. Just right untuk membuat paha dan betis berdecit-decit dan masih bisa jadwalkan kegiatan lain di hari yang sama.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/bjkoneng090504-036.jpg" alt="BjKoneng090504-036" title="BjKoneng090504-036" width="351" height="450" class="alignnone size-full wp-image-1992" /></p>
<p>Antoix rating:</p>
<p>Pemandangan: 6/10<br />
Uphill: 7/10<br />
Downhill: 6/10<br />
Technical: 6/10<br />
Endurance: 8/10<br />
Jarak: 6/10<br />
waktu tempuh: 60menit up, 15menit down</p>
<p>Start Uphill: Bellanova, Sentul City<br />
Finish uphill: Km Nol, Bojongkoneng</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[1PDN Trip: I Don't Like Monday - Gadog &gt; Rindu Alam]]></title>
<link>http://antoix.wordpress.com/2009/04/27/rindu-alam-gadong/</link>
<pubDate>Mon, 27 Apr 2009 05:35:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>antoix</dc:creator>
<guid>http://antoix.wordpress.com/2009/04/27/rindu-alam-gadong/</guid>
<description><![CDATA[Senin, 20 April 2009 Rundown (versi awal yg start dari BankLippo Bogor) 0600 berangkat dari Alfamidi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p> Senin, 20 April 2009</p>
<p>Rundown (versi awal yg start dari BankLippo Bogor)</p>
<p>0600 berangkat dari Alfamidi Cikarang Baru<br />
0700 sampai di Bogor, parkir di Lippobank depan Kebun Raya, loading, sarapan<br />
0730 mulai genjot ke Gadog (jalur via Lakeside, aspal rusak pinggir tol)<br />
0830 sampai di Gadog, pit stop pertama<br />
0900 Bismillah nanjak ke Rindu Alam<br />
1015 Pitstop bentar di pertigaan taman safari, re-grup<br />
1130 Semua sudah finish di Rindu Alam, makan, solat<br />
1230 Turun via jalur offroad Rindu Alam, plus ngehe1&#38;2<br />
1500 Pitstop setelah Ngehe1<br />
1700 Pitstop regrup di Gadog<br />
1800 Sampai di Lippobank lagi</p>
<p>Moga2 beneran gitu jadi kita gak perlu NR hehehe..<br />
Dan nanjak dari Lippo itu tantangan cukup berat dibandingkan dari Gadog.</p>
<p>====end of Rundown awal</p>
<p>Rundown diatas direvisi, mengingat memenuhi hasrat terpendam Om Sigit untuk menyelesaikan kuliah 1PDN Rindu Alam ini dengan baik dan benar. Jadi, target utamanya: compliance&#8230; Om Sigit punya dengam dan trauma tersendiri dengan matakuliah ini.</p>
<p>Actual rundown jadinya:</p>
<p>0530 sudah mulai siap-siap<br />
Hari ini saya putuskan untuk pakai cara baru membawa minum. Sebelumnya saya selalu menikmati dengan hydropak dan satu setengah liter air nongkrong di punggung. Sambil berdoa supaya cuaca bersahabat (karena jadi gak bawa jas hujan) tools, P3K saya masukkan ke tas sepeda eager yang menempel atara toptube dan seat tube. Ada alasan lain yang gak terlalu penting sih, supaya tulisan &#8220;Petjinta Djalan Nandjak&#8221; di punggung jersey 1PDN bisa tampak jelas dari belakang hehehe..</p>
<p>0555 ting-ting&#8230; bunyi bel sepeda Om Sigit sudah terdengar</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/04/doublegdrapict4343.jpg" alt="doublegdrapict4343" title="doublegdrapict4343" width="327" height="450" class="alignnone size-full wp-image-1941" /></p>
<p>0720 kita sudah unloading di depan Alfa Gadog (ternyata bukan indomaret ya?). Cukup gondok juga mau sepedahan di hari senin tapi tetap saja kena antrian panjang di TOL Jakarta-Cikampek sebelum masuk tol JORR lewat cikunir. Senin tetap senin kalo udah lalu lintas di tol.<br />
Mencoba menerapkan pengetahuan baru saya tentang &#8220;Carbo-loading&#8221; sejak dua hari lalu tubuh sudah diterpa dengan karbohidrat kompleks yang melebihi porsi biasanya. Agak aneh juga rasanya, makan nasi jadi dibanyakin, trus kadang berusaha nambah, makan roti kalau pagi juga lebih banyak. Porsi nasi saya dua hari terakhir 2-3 kali lipat porsi biasa (kok jadi inget Om Dhani Bogor yah?).</p>
<p>0745 Sepeda dan body siap.<br />
Berdoa dalam hati, Bismillah, &#8220;24 km nandjak Om Sigit, yuk kita mulai&#8221;<br />
Om Sigit di depan dulu saya kuntit melewati tanjakan pertama Gadog yang maut dan meruntuhkan mental banyak pesepeda itu. Setelah 2km-an dan saya lihat kayuhan bliau mulai &#8216;aman&#8217;, saya naikkan speed, coba bertahan di kecepatan dua digit.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/04/doublegdrapict4352.jpg" alt="doublegdrapict4352" title="doublegdrapict4352" width="327" height="450" class="alignnone size-full wp-image-1943" /><br />
Lihat saja foto ini, jalanan raya puncak sepi banget kan?</p>
<p>Sempat kaget juga di salah satu medan rata, tiba2 Om Sigit muncul dan ngentut-in saya. Wooo&#8230; Sayangnya setelah itu segera menyambut rangkaian tanjakan diakhiri dengan Cibulan.</p>
<p>0835 Yeiii&#8230; lumayan neh, catatan waktu lebih cepat 5 menit dari trip yang lalu. 50 menit sampai di pertigaan taman safari. Pesan teh panas panas. Srupuuuuttt&#8230;. nyam..!!!</p>
<p>empat menit kemudian, Om Sigit muncul! Wah! dekat juga, lebih cepat dari yang saya duga.</p>
<p>0850 Mulai genjot lagi. Nasehat Mbah Rektor sih kalau ingin catatan waktu bagus sebaiknya gak berhenti sebenernya.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/04/doublegdrapict4366.jpg" alt="doublegdrapict4366" title="doublegdrapict4366" width="327" height="450" class="alignnone size-full wp-image-1952" /><br />
Cuaca cerah sekali ya, langit biru, suhu udara terasa agak panas. Coba ada sedikit awan-awan, bakal makin indah foto ini. Tapi lumayan lah foto diambil sambil tetap genjot.</p>
<p>Lagi Om Sigit di depan dulu, melewati kampung dan daerah penuh tulisan Arab. Lalu ketemu turunan dan jembatan. Nah, ini dia, tanjakan panjang dan lurus dimulai lagi.</p>
<p>Sambil tengok2, menjelang Tugu, mana sih belokan ke offroad Villa Syuga? Akhirnya ketemu juga. Wah, tampak menantang!! Next RA Trip kita coba lewat situ yuk!!</p>
<p>Setelah melewati beberapa tanjakan panjang dan lurus, sambil mengingat ingat dimana saja trip GD-RA yang lalu saya berhenti dan ambil napas, mengenang, saya segera dapat ritem genjot yang huenak setelah memasuki kawasan kebun teh.</p>
<p>Pemandangan indah, dipadu dengan udara sejuk, lalulintas hari senin yang sangat bersahabat, wah&#8230; rasanya kawasan Gunung Mas cepat sekali lewat. Sesekali saya tengok ke belakang nyoba nyari Om Sigit. Itulah hebatnya jersey gonjeng 1PDN, akhirnya kelihatan juga, wah, cukup jauh.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/04/doublegdrapict43681.jpg" alt="doublegdrapict43681" title="doublegdrapict43681" width="450" height="327" class="alignnone size-full wp-image-1947" /></p>
<p>0943 Tanpa berpindah ke gigi depan terkecil (beda banget dengan trip lalu) segera saya sampai di Atta&#8217;awun. Wooiiii&#8230; makin semangat karena saya liat cycling time cukup menjanjikan, meskipun lewat sms Mbah Rektor memberi target 50 menit sampai Mang Ade tampaknya agak mustahil. Sedikit lewat dari Atta&#8217;awun saya mulai sengaja masuk ke fasa anaerobik, saya sprint, siapa tau bisa dapat catatan waktu lumayan. Pokoknya cycling time dibawah 2jam saja sudah menggembirakan hati saya.</p>
<p>Berat juga ya sprint begini, kerasa banget terutama otot paha dan betis yang menjerit-jerit di telinga saya. Pertanda baik, bener berarti asam laktat mulai terbentuk, bener berarti saya masuk anaerobik. Kalau lelah sprint, gear saya pindah dan saya genjot sambil berdiri memanfaatkan gravitasi, menggunakan seri otot yang lain, dan mengistirahatkan pantat.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/04/doublegdrapict4382.jpg" alt="doublegdrapict4382" title="doublegdrapict4382" width="450" height="327" class="alignnone size-full wp-image-1948" /></p>
<p>1000 Alhamdulillah cycling time di cyclo bilang sampai di Mang Ade 1 jam 56 menit. Cihuy&#8230;. segera pesan sate dan nasi yang banyak&#8230;<br />
Om Sigit sampai 10 menit kemudian.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/04/doublegdrapict4389.jpg" alt="doublegdrapict4389" title="doublegdrapict4389" width="327" height="450" class="alignnone size-full wp-image-1950" /><br />
Mang Ade dan dagangan kaos nya&#8230;</p>
<p>Kata Cyclo:<br />
Distance: 22.29 km<br />
Cycling time: 1j 56mnt 46dtk<br />
Average speed: 11.4 km/j<br />
Max speed: 43.5 km/j<br />
Odometer: 4933 km</p>
<p>Laporan trip ini didukung oleh <a href="http://bikewearr.multiply.com/">Bikewear&#8230;</a></p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/logo-bikewear.jpg" alt="logo bikewear" title="logo bikewear" width="470" height="154" class="alignnone size-full wp-image-2106" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[1PDN Trip Palasari (part2): Arcamanik - Oray Tapa - Warung Kopi - Palasari - Pasir Impun]]></title>
<link>http://antoix.wordpress.com/2009/04/22/1pdn-trip-palasari-part2/</link>
<pubDate>Tue, 21 Apr 2009 18:08:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>antoix</dc:creator>
<guid>http://antoix.wordpress.com/2009/04/22/1pdn-trip-palasari-part2/</guid>
<description><![CDATA[Post ini adalah lanjutan dari http://antoix.wordpress.com/2009/04/18/caringintilu_part-1/ Mulai masu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Post ini adalah lanjutan dari <a href="http://antoix.wordpress.com/2009/04/18/caringintilu_part-1/">http://antoix.wordpress.com/2009/04/18/caringintilu_part-1/</a></p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/04/pala_pict4060.jpg" alt="pala_pict4060" title="pala_pict4060" width="342" height="450" class="alignnone size-full wp-image-1912" /><br />
Mulai masuk ke hutan pinus</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/04/pala_pict4068.jpg" alt="pala_pict4068" title="pala_pict4068" width="342" height="450" class="alignnone size-full wp-image-1913" /><br />
Tanjakan-tanjakannya MOANTAP !!</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/04/pala_pict4090.jpg" alt="pala_pict4090" title="pala_pict4090" width="450" height="342" class="alignnone size-full wp-image-1914" /><br />
Dikejauhan tampak Tangkuban Parahu, juga kota Cibodas (dekat Maribaya) sebagai latar belakang</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/04/pala_pict4093.jpg" alt="pala_pict4093" title="pala_pict4093" width="342" height="450" class="alignnone size-full wp-image-1916" /><br />
Nah, rusak tuh jalannya, makin susah digowes</p>
<p>HUTAN PENELITIAN ARCAMANIK 1600m dpl</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/04/pala_pict4100.jpg" alt="pala_pict4100" title="pala_pict4100" width="342" height="450" class="alignnone size-full wp-image-1917" /></p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/04/pala_pict4104.jpg" alt="pala_pict4104" title="pala_pict4104" width="450" height="342" class="alignnone size-full wp-image-1918" /></p>
<p>ORAY TAPA</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/04/pala_pict4113.jpg" alt="pala_pict4113" title="pala_pict4113" width="342" height="450" class="alignnone size-full wp-image-1920" /></p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/04/pala_pict4115.jpg" alt="pala_pict4115" title="pala_pict4115" width="342" height="450" class="alignnone size-full wp-image-1921" /><br />
Tanjakan tanah menantang dan siap dinikmati tak habis habisnya</p>
<p>WARUNG KOPI</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/04/pala_pict4124.jpg" alt="pala_pict4124" title="pala_pict4124" width="450" height="342" class="alignnone size-full wp-image-1923" /><br />
Kami ber 4 adalah satu-satunya rombongan yang mengunjungi warung ini</p>
<p>GN. PALASARI</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/04/pala_pict4137.jpg" alt="pala_pict4137" title="pala_pict4137" width="342" height="450" class="alignnone size-full wp-image-1924" /><br />
Vegetasi tumbuhannya tinggi banget</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/04/pala_pict4135.jpg" alt="pala_pict4135" title="pala_pict4135" width="342" height="450" class="alignnone size-full wp-image-1925" /><br />
Trek tanah berlubang, susah banget digenjot</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/04/pala_pict4142.jpg" alt="pala_pict4142" title="pala_pict4142" width="342" height="450" class="alignnone size-full wp-image-1926" /><br />
Akhirnya sampai juga&#8230;</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/04/pala_pict4154.jpg" alt="pala_pict4154" title="pala_pict4154" width="450" height="342" class="alignnone size-full wp-image-1928" /><br />
Saatnya turun&#8230;</p>
<p>PASIR IMPUN</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/04/pala_pict41671.jpg" alt="pala_pict41671" title="pala_pict41671" width="450" height="342" class="alignnone size-full wp-image-1929" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[1PDN Trip Palasari (part 1): Padasuka - Caringin Tilu - Tanjakan Hirung - Kp. Buntis]]></title>
<link>http://antoix.wordpress.com/2009/04/18/caringintilu_part-1/</link>
<pubDate>Fri, 17 Apr 2009 17:33:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>antoix</dc:creator>
<guid>http://antoix.wordpress.com/2009/04/18/caringintilu_part-1/</guid>
<description><![CDATA[Saya coba ceritakan pengalaman saya gowes ke trek legendaris-nya Bandung: Palasari 1. Sebenarnya say]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Saya coba ceritakan pengalaman saya gowes ke trek legendaris-nya Bandung: Palasari 1. Sebenarnya saya kesulitan sekali melukiskan pengalaman luarbiasa gowes Jumat minggu lalu, tapi kok lebih sayang kalau tak diceritakan.</p>
<p>Kali ini saya tidak detail menceritakannya secara kronologis, saya mencoba menceritakan dengan gaya yang berbeda. Saya buat time frame sederhana, lalu saya cerita hanya di bagian-bagian trip tertentu yang sangat berkesan.</p>
<p>##Cicaheum/Padasuka ==&#62;&#62; Caringin Tilu</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/04/pala_pict39821.jpg" alt="pala_pict39821" title="pala_pict39821" width="342" height="450" class="alignnone size-full wp-image-1896" /><br />
Beberapa ratus meter dari titik start, sempat foto di depan Saung Angklung Mang Udjo.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/04/pala_pict3990.jpg" alt="pala_pict3990" title="pala_pict3990" width="342" height="450" class="alignnone size-full wp-image-1898" /><br />
<img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/04/pala_pict4002.jpg" alt="pala_pict4002" title="pala_pict4002" width="450" height="342" class="alignnone size-full wp-image-1899" /><br />
Tanjakannya satu tapi sambung sambung sambung terus&#8230;.</p>
<p>Start 700m dpl<br />
Caringin Tilu (beringin pertama sih) 1200m dpl<br />
hanya 5,5 km !!!</p>
<p>Bandingkan dengan Gadog-Rindu Alam<br />
start 400m dpl, finish 1295m dpl<br />
dalam 24 km</p>
<p>Mungkin inilah trek paling menantang untuk penanjak. Saat memulai Om Aip bilang, &#8220;Tanjakannya cuma satu&#8230;&#8221; ternyata beliau tidak berbohong. &#8216;Bonus&#8217; (baca: jalan mendatar/sedikit turun) seingat saya hanya satu kali saja sesaat setelah berangkat.</p>
<p>Trek sangat pendek, hanya 5.6km onroad mulus ini menggugurkan semua teori yang saya pelajari saat nanjak onroad, misal &#8220;Jangan pakai gigi depan terkecil&#8230;&#8221; wah wah.. percaya deh, meski jalan mulus tidak terbayang di kepala saya, saya bisa melewati trek ini tanpa menggunakan jurus pamungkas: gear depan terkecil gear belakang terbesar.</p>
<p>Untuk mempertahankan momentum, Om Iangara sampai keliling lapangan bola yang ada di pinggir jalan dulu. Mending keliling lapangan bola asal bisa mengatur nafas kembali.</p>
<p>Bagian penutup tanjakan ini, satu kilometer terakhir, adalah bagian paling menantang dan paling berat. Berkelok mirip kelok sembilan, sehingga kita bisa melihat kelokan berikutnya di depan, dan kemiringan jalan nya hampir tak terbayangkan. Disini saya disalip Isuzu Panther dan Innova yang berpindah ke gigi satu.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/04/pala_pict4008.jpg" alt="pala_pict4008" title="pala_pict4008" width="342" height="450" class="alignnone size-full wp-image-1900" /></p>
<p>Layak banget dicoba. Menurut saya lintasan 5.6 km ini harus diprioritaskan pada next 1PDN trip ke Bandung. Pasti akan tambah seru kalau didampingi rekan-rekan TERJAL&#8230;</p>
<p>##Tanjakan Hirung</p>
<p>Tanjakan ini kabarnya mengharuskan kita gowes sambil membungkuk, memindahkan titik berat tubuh ke depan, sehingga mendekatkan hidung (hirung: basa sunda) ke stem. Kapan lagi mencium bau stem sepeda sendiri sambil ter-engah-engah.</p>
<p>Dari Caringin Tilu, kita turun dikit ke kiri, melambung berputar mengelilingi sebuah punggung lalu kita dihadapkan pada jalan aspal rusak, lurus. Hmmm&#8230; Ini dia rupanya. Sempat front wheel kita terangkat-angkat sedikit. Asik sekali dan puas banget pas sampai diatas.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/04/pala_pict40321.jpg" alt="pala_pict40321" title="pala_pict40321" width="342" height="450" class="alignnone size-full wp-image-1903" /></p>
<p>##Kampung Buntis</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/04/pala_pict40421.jpg" alt="pala_pict40421" title="pala_pict40421" width="450" height="342" class="alignnone size-full wp-image-1905" /></p>
<p>Ini adalah desa atau kampung terakhir sebelum kita memasuki wilayah hutan pinus. Setelah melihat-lihat foto di multiply-nya rogerbagen, gemeteran saya melihat foto rekan-rekan terjal dengan baju basah di pertigaan kampung ini. Mirip melihat band of brothers habis perang di kala hujan setelah mendarat di normandy.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/04/pala_pict4056.jpg" alt="pala_pict4056" title="pala_pict4056" width="450" height="342" class="alignnone size-full wp-image-1906" /><br />
Rapi, ceria, dan kenyang. Habis jumatan dan makan.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/04/cemang-cemong.jpg" alt="cemang-cemong" title="cemang-cemong" width="470" height="352" class="alignnone size-full wp-image-1907" /><br />
Bandingkan dengan ini<br />
(didapat dari <a href="http://mtbroger.multiply.com/photos/album/84/palasari_III_......_1_mei_2008">http://mtbroger.multiply.com/photos/album/84/palasari_III_&#8230;&#8230;_1_mei_2008</a> )</p>
<p>Untuk yang tidak genjot menanjak, ini adalah tempat unloading sepeda. Siang itu kami jumatan dan makan siang disini. Pemandangan kampung ini indah banget, tampak dikejauhan jalan yang akan kita lalui naik kerus meliuk liuk menembus kebun dan hutan pinus diatas bukit.</p>
<p>Foto-foto trip ini lebih lengkap ada di&#8230;<br />
multiply-nya 1PDN <a href="http://1pdn.multiply.com/photos/album/28/Cicaheum_-_Cimenyan_-_Caringin_Tilu_-_Oray_Tapa_-_Palasari">disini&#8230;</a><br />
multiply-nya Om Aipf <a href="http://aipf.multiply.com/photos/album/39/Caringin_Tilu_-_Palasari_-_Arcamanik_-_Pasir_Impun_Apr10th_2009">disini&#8230;</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Solo Trip: Cikarang &gt; Cariu &gt; Puncak Pinus &gt; Cibarusah &gt; Cikarang]]></title>
<link>http://antoix.wordpress.com/2009/03/26/cikarang-puncak-pinus/</link>
<pubDate>Wed, 25 Mar 2009 23:28:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>antoix</dc:creator>
<guid>http://antoix.wordpress.com/2009/03/26/cikarang-puncak-pinus/</guid>
<description><![CDATA[Lagi malas nulis detil cerita, jadi kali ini foto-foto aja yang bicara&#8230; Satu hal yang teringat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Lagi malas nulis detil cerita, jadi kali ini foto-foto aja yang bicara&#8230;</p>
<p>Satu hal yang teringat dari trip adalah, saya jadi teringat rekan saya Bimar Sijaketmerah, gowes 53km dari rumah untuk mencapai awal tanjakan Puncak Pinus Cariu.</p>
<p>Distance: 123.04 km<br />
Max Speed: 49.5 km/jam<br />
Avg Speed: 16 km/jam<br />
Cycling Time: 7jam 39menit<br />
Odometer: 4719 km</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/03/bangkokpict3580-shadow.jpg" alt="bangkokpict3580-shadow" title="bangkokpict3580-shadow" width="338" height="450" class="alignnone size-full wp-image-1692" /><br />
6:28 Shadow</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/03/bangkokpict3627-km0cariu1.jpg" alt="bangkokpict3627-km0cariu1" title="bangkokpict3627-km0cariu1" width="450" height="338" class="alignnone size-full wp-image-1695" /><br />
9:29 Ketemu jalan raya Jonggol-Cariu-Cianjur</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/03/bangkokpict3637-mulaitampak.jpg" alt="bangkokpict3637-mulaitampak" title="bangkokpict3637-mulaitampak" width="338" height="450" class="alignnone size-full wp-image-1696" /><br />
10:11 Tujuan mulai tampak</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/03/bangkokpict3657-kubahhijau.jpg" alt="bangkokpict3657-kubahhijau" title="bangkokpict3657-kubahhijau" width="338" height="450" class="alignnone size-full wp-image-1697" /><br />
11:01 Masjid Kubah Hijau</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/03/bangkokpict3661-hereitcome.jpg" alt="bangkokpict3661-hereitcome" title="bangkokpict3661-hereitcome" width="450" height="338" class="alignnone size-full wp-image-1698" /><br />
11:23 Here it comes</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/03/bangkokpict3671-rusakterus.jpg" alt="bangkokpict3671-rusakterus" title="bangkokpict3671-rusakterus" width="338" height="450" class="alignnone size-full wp-image-1699" /><br />
11:38 Jalan rusak identik dengan jalur ini dari dulu</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/03/bangkokpict3683-awalnya.jpg" alt="bangkokpict3683-awalnya" title="bangkokpict3683-awalnya" width="450" height="338" class="alignnone size-full wp-image-1700" /><br />
11:43 Meninggalkan kab Bogor dan masuk kab Cianjur, inilah awal dari Tanjakan Puncak Pinus. 53km gowes dari rumah buat menuju awal tanjakan? I didn&#8217;t believe what I&#8217;ve done.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/03/bangkokpict3687-kepuncak2.jpg" alt="bangkokpict3687-kepuncak2" title="bangkokpict3687-kepuncak2" width="338" height="450" class="alignnone size-full wp-image-1701" /><br />
11:57 Tanjakan lurus-lurus, matahari tepat diatas kepala. Berusaha gowes tanpa henti, sambil sesekali motret.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/03/bangkokpict3691-gedubrak6km.jpg" alt="bangkokpict3691-gedubrak6km" title="bangkokpict3691-gedubrak6km" width="450" height="338" class="alignnone size-full wp-image-1703" /><br />
12:18 Gedubrak!! Setelah lk 6km pitstop juga akhirnya</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/03/bangkokpict3708-kepuncak.jpg" alt="bangkokpict3708-kepuncak" title="bangkokpict3708-kepuncak" width="338" height="450" class="alignnone size-full wp-image-1704" /><br />
12:55 Gedubrak pitstop makin sering, tapi pohon pinus mulai terlihat !!</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/03/bangkokpict3732-akhirnyaa.jpg" alt="bangkokpict3732-akhirnyaa" title="bangkokpict3732-akhirnyaa" width="338" height="450" class="alignnone size-full wp-image-1705" /><br />
13:20 Akhirnyaaa&#8230; Puncak Pinus Cikalong Wetan !!</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/03/bangkokpict3740telerberat.jpg" alt="bangkokpict3740telerberat" title="bangkokpict3740telerberat" width="450" height="338" class="alignnone size-full wp-image-1708" /><br />
13:29 Super Duper Teler</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/03/bangkokpict3753turun.jpg" alt="bangkokpict3753turun" title="bangkokpict3753turun" width="450" height="338" class="alignnone size-full wp-image-1709" /><br />
14:14 Turun 8km sambil terus mengagumi kedahsyatan tanjakan Puncak Pinus. Di kejauhan adalah pemandangan jauuuhhh ke arah titik start di Cikarang. Pulang tidak lewat jalan berangkat tapi coba lewat Jonggol-Cibarusah.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/03/bangkokpict3761irigasi.jpg" alt="bangkokpict3761irigasi" title="bangkokpict3761irigasi" width="450" height="338" class="alignnone size-full wp-image-1710" /><br />
17:02 Berbelok ke saluran irigasi jalan offroad berbatu, kena hujan deras, badan lemes, rumah masih jauh.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/03/bangkokpict3767serang.jpg" alt="bangkokpict3767serang" title="bangkokpict3767serang" width="450" height="338" class="alignnone size-full wp-image-1711" /><br />
18:13 Mulai gelap, masuk kota Serang, Kab Bekasi</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/03/bangkokpict3768.jpg" alt="bangkokpict3768" title="bangkokpict3768" width="450" height="338" class="alignnone size-full wp-image-1712" /><br />
18:57 Alhamdulillah sampai rumah!!</p>
<p>Anto&#8217;s Gear:<br />
Polygon Cozmix CX 1.0 th 2007 hardtail<br />
Ban depan: Schwalbe Racing Ralph 1.9<br />
Ban belakang: Maxxis Medusa 1.8<br />
Odometer: 4719 km<br />
Trip: Touring Uphill 123km</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[1PDN Trip: Cibinong - Batu Tapak, Bogor]]></title>
<link>http://antoix.wordpress.com/2009/02/27/1pdn-batu-tapak/</link>
<pubDate>Fri, 27 Feb 2009 00:07:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>antoix</dc:creator>
<guid>http://antoix.wordpress.com/2009/02/27/1pdn-batu-tapak/</guid>
<description><![CDATA[Ada ayam jago di tempat start, Restaurant Purnama/Soto Kudus di Cibinong. Saatnya lima jagoan bolos ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/02/batutapak20090225_01.jpg" alt="batutapak20090225_01" title="batutapak20090225_01" width="338" height="450" class="alignnone size-full wp-image-1473" /><br />
Ada ayam jago di tempat start, Restaurant Purnama/Soto Kudus di Cibinong. Saatnya lima jagoan bolos main sepedahan.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/02/batutapak20090225_07.jpg" alt="batutapak20090225_07" title="batutapak20090225_07" width="450" height="338" class="alignnone size-full wp-image-1475" /><br />
Setelah gerimis terus dari tempat start, cuaca mulai bersahabat, namun tanjakan manis manja rolling naik turun mulai menyambut.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/02/batutapak20090225_091.jpg" alt="batutapak20090225_091" title="batutapak20090225_091" width="450" height="338" class="alignnone size-full wp-image-1480" /><br />
<img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/02/batutapak20090225_08.jpg" alt="batutapak20090225_08" title="batutapak20090225_08" width="338" height="450" class="alignnone size-full wp-image-1479" /><br />
Inilah jembatan besi. 14 km setelah titik start di Cibinong, inilah &#8220;titik start yang benar&#8221;. Setelah ini ada tanjakan &#8220;Sherly Marlinton&#8221; (aduh jadul banget namanya)</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/02/batutapak20090225_11.jpg" alt="batutapak20090225_11" title="batutapak20090225_11" width="450" height="338" class="alignnone size-full wp-image-1481" /><br />
Inilah awal tanjakan &#8220;Sherly Marlinton&#8221; itu. Ini sebenarnya trek onroad yang &#8216;rolling&#8217; di perbukitan. Pada tepat setelah jembatan besi, trek ini jadi nanjak tak ada habisnya sepanjang sekitar 15 menit genjot. Yang juga jahanam adalah tingkat kemiringannya. Saya enggan melewatkan buat motret, jadi gak ada foto tanjakannya sendiri. Yang jelas belokan kekiri dan kekanan sambut bersambut. Kiri, kanan, kiri, kanan, lurus, kiri, kanan teruuuussss&#8230; Om Rektor masih sempat juga genjot sambil omong, &#8220;Kayak gini nih kemiringan di Dieng setelah gardu pandang&#8221;. Halah, saya hosh2 cari waktu ambil napas dia malah gowes sambil berdongeng.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/02/batutapak20090225_12.jpg" alt="batutapak20090225_12" title="batutapak20090225_12" width="338" height="450" class="alignnone size-full wp-image-1483" /><br />
Inilah akhir dari &#8220;Sherly Marlinton&#8221;. Kita disambut pemandangan indah cocok buat photo session. Kanan jalan adalah area Bojong-Koneng-Megamendung-Puncak sementara di kiri adalah area Klapanunggal-Cioray.<br />
<img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/02/batutapak20090225_13.jpg" alt="batutapak20090225_13" title="batutapak20090225_13" width="450" height="338" class="alignnone size-full wp-image-1485" /><br />
Om Bayu &#8220;wind who manage the country&#8221; sedang menghabiskan &#8220;Sherly Marlinton&#8221;.<br />
<img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/02/batutapak20090225_15.jpg" alt="batutapak20090225_15" title="batutapak20090225_15" width="338" height="450" class="alignnone size-full wp-image-1486" /><br />
Tim lima praja nakal foto bersama di ujung &#8220;Sherly Marlinton&#8221;</p>
<p>Setelah itu jalan kembali rolling di perbukitan sampai di tempat tertinggi 550m dpl di Desa Cibadak. Kita stop di desa cibadak. Tanjakan menuju Cibadak juga lumayan banget miring, cuma memang tidak seganas &#8220;Sherly Marlinton&#8221;</p>
<p>Kemudian kita akan turuuuuunnnn rolling-rolling sampai bertemu jalan onroad (mengerikan turunannya), aspal tapi kadang dengan tikungan patah yang tak terduga. Turun sampai bertemu pertigaan jalan yang dari arah kanan adalah jalan dari &#8220;kota Bunga&#8221; Cipanas menuju Jonggol.</p>
<p>Kami sempat berteduh hujan dan makan siang mie rebus telur dan bubur kacang hijau. Lalu bertemulah dengan awal tanjakan batu ke Situs Batu Tapak&#8230;</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/02/batutapak20090225_25.jpg" alt="batutapak20090225_25" title="batutapak20090225_25" width="450" height="338" class="alignnone size-full wp-image-1488" /><br />
Inilah tempat awal nanjak batu cadas tajam ke Batu Tapak. &#8220;Cuma 4km kata Pak Rektor&#8221;. Kemudian terbukti bahwa start di jembatan besi tadi adalah bohong. Inilah titik start yang sebenar-benarnya.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/02/batutapak20090225_27.jpg" alt="batutapak20090225_27" title="batutapak20090225_27" width="338" height="450" class="alignnone size-full wp-image-1490" /><br />
Dikentutin Pak Rektor di tanjakan batu.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/02/batutapak20090225_29.jpg" alt="batutapak20090225_29" title="batutapak20090225_29" width="338" height="450" class="alignnone size-full wp-image-1491" /><br />
Masih ada sedikit keteduhan hutan hijau.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/02/batutapak20090225_30.jpg" alt="batutapak20090225_30" title="batutapak20090225_30" width="338" height="450" class="alignnone size-full wp-image-1492" /><br />
Si Cozmic sangat bangga difoto di hari libur hehehe&#8230; Terlihat tuh senyumnya jauh lebih lebar di hari libur. Ini adalah bulan ke 14 saya dan Cozmic bersama-sama.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/02/batutapak20090225_33.jpg" alt="batutapak20090225_33" title="batutapak20090225_33" width="338" height="450" class="alignnone size-full wp-image-1493" /><br />
Sampai juga akhirnya di situs Batu Tapak. Legaaaaa&#8230;. banget. Benar-benar 4km yang super FUNTASTIC !!! Naik dari 120m ke 500m dpl dalam 4km tanjakan batu bayangkan&#8230;</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/02/batutapak20090225_371.jpg" alt="batutapak20090225_371" title="batutapak20090225_371" width="450" height="338" class="alignnone size-full wp-image-1496" /><br />
Inilah situs Batu Tapak itu. Kalau kita berdiri di atas tapak kaki di batu itu, kita akan bisa lihat pemandangan luarbiasa di bawah sana kearah Cibinong dan sekitarnya. Semua bukit-bukit terlihat. Mungkin ini dulu adalah tempat &#8217;survailence&#8217; untuk melihat daerah kekuasaan.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/02/batutapak20090225_38.jpg" alt="batutapak20090225_38" title="batutapak20090225_38" width="450" height="338" class="alignnone size-full wp-image-1497" /><br />
Foto tim lengkap Gowes Rebo-an di hari kerja. Gowes hari kerja memang moantap. Sensasinya beda banget. Apalagi bisa ada yg kirim live report tmsk fotonya ke milis hehehe&#8230; sukses bikin ngiri yg lagi kerja.</p>
<p>Selanjutnya adalah turunan&#8230;<br />
<img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/02/batutapak20090225_40.jpg" alt="batutapak20090225_40" title="batutapak20090225_40" width="338" height="450" class="alignnone size-full wp-image-1499" /><br />
<img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/02/batutapak20090225_43.jpg" alt="batutapak20090225_43" title="batutapak20090225_43" width="338" height="450" class="alignnone size-full wp-image-1500" /><br />
Karakternya mirip turun dari Pondok Pemburu ke arah Gunung Pancar. Cuma ini bukan singletrack. Turunan tanah dan dilanjutkan makadam.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/02/batutapak20090225_44.jpg" alt="batutapak20090225_44" title="batutapak20090225_44" width="450" height="338" class="alignnone size-full wp-image-1501" /><br />
Ketemu warung di dekat desa keluar nya trek Cioray. Dikerubutin anak2 kampung yang tampaknya lagi hobby sepeda juga.</p>
<p>Foto-foto lebih banyak dan resolusi sedikit lebih bagus ada disini&#8230; <a href="http://1pdn.multiply.com/photos/album/26/">http://1pdn.multiply.com/photos/album/26/</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[1PDN Trip 15 Feb 09: Waterfall Long (Curug Panjang)]]></title>
<link>http://antoix.wordpress.com/2009/02/17/waterfall-long/</link>
<pubDate>Mon, 16 Feb 2009 23:34:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>antoix</dc:creator>
<guid>http://antoix.wordpress.com/2009/02/17/waterfall-long/</guid>
<description><![CDATA[Kuliah Waterfall Long hari itu, minggu 15 Februari 2009. Diikuti oleh total 14 pesepeda. Start dari ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Kuliah Waterfall Long hari itu, minggu 15 Februari 2009. Diikuti oleh total 14 pesepeda.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/02/pict2803gadog.jpg" alt="pict2803gadog" title="pict2803gadog" width="470" height="352" class="alignnone size-full wp-image-1417" /><br />
Start dari Sarimande, resto padang di tempat istirahat setelah pintu keluar Gadog Jagorawi. Ketinggian titik start 369m dpl. Berputar sedikit menyeberangi sungai Ciliwung lalu dimulai lah trak tanjakan di tengah kebun singkong, sayuran dan jagung.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/02/pict2811vilatommy.jpg" alt="pict2811vilatommy" title="pict2811vilatommy" width="470" height="352" class="alignnone size-full wp-image-1419" /><br />
Pitstop beneran pertama kali dilakukan di &#8220;Villa Tommy&#8221;. Ini pitstop resmi pertama sambil re-grouping.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/02/pict2812bimarbelumsarapan.jpg" alt="pict2812bimarbelumsarapan" title="pict2812bimarbelumsarapan" width="450" height="600" class="alignnone size-full wp-image-1402" /><br />
Ada yang gowes dari jakarta jam 4 pagi. Jadi belom sempat sarapan, inilah saat sarapan tiba&#8230; Om Bimsky ini menggowes dari Lebakbulus ke Sarimande dan ikut start. Pesepeda touring sejati yang saat kita start bliau udah menempuh 57km duluan.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/02/pict2823smenujugeulis.jpg" alt="pict2823smenujugeulis" title="pict2823smenujugeulis" width="470" height="352" class="alignnone size-full wp-image-1403" /><br />
Gowes dari arah belakan Gunung Geulis Resort. Ini lah saat pertama ketemu jalan beraspal rusak setelah dihajar makadam dan jalan tanah nanjak.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/02/pict2831sonroad.jpg" alt="pict2831sonroad" title="pict2831sonroad" width="470" height="352" class="alignnone size-full wp-image-1404" /><br />
Dekat pertigaan Gunung Geulis Resort. Kita nanjak, jadi dari arah gunung geulis kemudian tujuan selanjutnya adalah Bukit Pelangi.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/02/pict2836spenikmatnandjak.jpg" alt="pict2836spenikmatnandjak" title="pict2836spenikmatnandjak" width="450" height="600" class="alignnone size-full wp-image-1405" /><br />
Ini nih penikmat tanjakan sejati, suka banget lihat rambu lalulintas model begini, pake mejeng foto segala lagi.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/02/pict2839mbahariya.jpg" alt="pict2839mbahariya" title="pict2839mbahariya" width="450" height="600" class="alignnone size-full wp-image-1406" /><br />
Disini katanya dibuat frame 1PDN-01 ARAYA. Dibuat oleh empu dengan menggunakan pasir besi dari tujuh gunung hehehe&#8230;</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/02/pict2845megamendung.jpg" alt="pict2845megamendung" title="pict2845megamendung" width="470" height="352" class="alignnone size-full wp-image-1407" /></p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/02/pict2853megamendung.jpg" alt="pict2853megamendung" title="pict2853megamendung" width="470" height="352" class="alignnone size-full wp-image-1408" /></p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/02/pict2851tanah.jpg" alt="pict2851tanah" title="pict2851tanah" width="470" height="626" class="alignnone size-full wp-image-1421" /><br />
Singletrack tanah menuju Mega Indah</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/02/pict2855sgather14bikes.jpg" alt="pict2855sgather14bikes" title="pict2855sgather14bikes" width="450" height="600" class="alignnone size-full wp-image-1409" /></p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/02/pict2863megaindah.jpg" alt="pict2863megaindah" title="pict2863megaindah" width="450" height="600" class="alignnone size-full wp-image-1410" /><br />
Ini adalah warung tempat istirahat awal dari tanjakan jahanam #1</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/02/pict2881jembatanmegaindah.jpg" alt="pict2881jembatanmegaindah" title="pict2881jembatanmegaindah" width="470" height="626" class="alignnone size-full wp-image-1424" /></p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/02/pict2892spengumuman.jpg" alt="pict2892spengumuman" title="pict2892spengumuman" width="450" height="600" class="alignnone size-full wp-image-1411" /><br />
1009m dpl. Curug ditutup tapi kami boleh lewat saja asal tidak masuk ke sungai Curug-nya yang aliran air-nya sedang sangat besar.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/02/pict2894curugkecil.jpg" alt="pict2894curugkecil" title="pict2894curugkecil" width="470" height="626" class="alignnone size-full wp-image-1426" /></p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/02/pict2899cozmicdicurug.jpg" alt="pict2899cozmicdicurug" title="pict2899cozmicdicurug" width="450" height="600" class="alignnone size-full wp-image-1412" /><br />
Ini diatas jembatan curug-nya (lebar hanya 1m-an), susah banget motret sepeda dengan latar belakang curug. Curugnya sendiri indah sekali namun ganas.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/02/pict2904ssplash.jpg" alt="pict2904ssplash" title="pict2904ssplash" width="450" height="600" class="alignnone size-full wp-image-1413" /><br />
Setelah menjalani turunan makadam sampailah di &#8216;SPLASH ZONE&#8217;, saatnya narsis berenti bergantian memotret aksi rekan</p>
<p>Foto-foto lain bisa dilihat di <a href="http://1pdn.multiply.com/photos/album/25">http://1pdn.multiply.com/photos/album/25</a>. Juga di <a href="http://agungkusnadi.multiply.com/photos/album/48/Curug_Panjang_bersama_1PDN#">http://agungkusnadi.multiply.com/photos/album/48/Curug_Panjang_bersama_1PDN#</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jadwal Kuliah 1PDN Cycling]]></title>
<link>http://antoix.wordpress.com/2009/02/14/jadwal-kuliah-1pdn-cycling/</link>
<pubDate>Sat, 14 Feb 2009 12:56:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>antoix</dc:creator>
<guid>http://antoix.wordpress.com/2009/02/14/jadwal-kuliah-1pdn-cycling/</guid>
<description><![CDATA[21 Februari : General Studium Rindu Alam (Missing Nature) 28 Februari : General Studium Curug Panjan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>21 Februari : General Studium Rindu Alam (Missing Nature)<br />
28 Februari : General Studium Curug Panjang (Long Waterfall)<br />
7 Maret : Gobang (Go Bank&#8230;)<br />
15 Maret : Alpen Trophy (Kejuaraan Nasional Tanjakan) treknya dari<br />
Cagak Subang sampe Tangkuban Perahu&#8230;<br />
21 Maret : General Studium Cioray (Snake River)<br />
27 Maret : Dieng Graduation Bash</p>
<p>Sangat tentative, jadi masih bisa ada banyak perubahan</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Trek Palasari 3: Part#3 Bukit Tunggul - Caringin Tilu]]></title>
<link>http://antoix.wordpress.com/2009/05/21/palasari-3-part3/</link>
<pubDate>Wed, 20 May 2009 19:31:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>antoix</dc:creator>
<guid>http://antoix.wordpress.com/2009/05/21/palasari-3-part3/</guid>
<description><![CDATA[Trek Trek Palasari 3 yang kita ambil hari ini adalah: Ujungberung – Palintang – Caringin Tilu – Suka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Trek Trek Palasari 3 yang kita ambil hari ini adalah: Ujungberung – Palintang – Caringin Tilu – Sukamiskin. Tulisan tentang perjalan ini akan terbagi beberapa bagian.<br />
<a href="http://antoix.wordpress.com/2009/05/20/palasari-3-part1/">Bagian#1 Ujungberung – Palintang</a><br />
<a href="http://antoix.wordpress.com/2009/05/21/palasari-3-part2/">Bagian#2 Palintang-Kebun Kina</a><br />
Bagian#3 Kebun Kina-Caringin Tilu-Sukamiskin<br />
Foto-foto ada di <a href="http://antoix.multiply.com/photos/album/3/">http://antoix.multiply.com/photos/album/3/</a></p>
<p>Semula bagian ketiga trip ini saya kira akan lebih menyenangkan dan tidak terlalu melelahkan. Selain juga kita udah kenyang habis makan, sempat tidur sebentar 15an menit di masjid tempat makan, siap deh kita berangkat lagi&#8230;</p>
<p><img src="http://antoix.files.wordpress.com/2009/05/palas3_090504-109.jpg?w=450&#38;h=351" alt="plang" /></p>
<p>Segera Om Indra melihat hp nokia-nya yang berfungsi sebagai GPS, kali ini lagi-lagi kita dihadapkan pada turunan yang saya sebut &#8220;ala TERJAL&#8221;. Liar, ekstrim, berbahaya, curam namun justru berada di tengah area yang sebenarnya banyak jalan &#8216;normal&#8217;. Jadi terasa banget kontradiksinya. Medan kebun Kina yang lengkap dengan jalan memutar-mutar doubletrack yg bisa dilewati kendaraan roda empat tapi malah trek masuk ke semak-semak singletrack di tengah kebun, meluncur turun memotong jalur. Kembali lagi ekstrim, berbahaya, curam, liar. Benar-benar TERJAL !!!</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/palas3_090504-111.jpg" alt="palas3_090504-111" title="palas3_090504-111" width="450" height="351" class="alignnone size-full wp-image-2137" /></p>
<p>Kali ini kita mengambil arah benar-benar meninggalkan gunung Manglayang jauh di belakang, sudah tak tampak lagi. Di sebelah kanan kita adalah Gn Bukit Tunggul dan medan terus menurun sampai bertemu sebuah desa setelah melewati sebuah hutan pinus.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/palas3_090504-113.jpg" alt="palas3_090504-113" title="palas3_090504-113" width="450" height="351" class="alignnone size-full wp-image-2138" /></p>
<p>Sayang sekali disini baterai kamera habis, jadi tidak ada foto samasekali. Setelah melewati sebuah desa kita downhill curam di doubletrack makadam. Buset! Ini downhill berbahaya banget!! Tingkat kecuraman nya sudah agak gak masuk akal. Dan edan-nya poanjaaangg&#8230; banget. Rasanya turunan curam nan berbahaya, jalan makadam curam berkelok-kelok akhirnya mencapai sebuah jalan aspal mulus. Kita nanjak lagi dan akhirnya menemui akhir jalan aspal mulus dan tampak gerbang &#8220;Perkebunan Bukit Tunggul&#8221;. Rupanya ini adalah gerbang (dari arah Maribaya) perkebunan kina yang sudah kita jelajahi hari ini.</p>
<p>Rasanya dalam hati saya ingin saja ambil jalan mulus ke arah Maribaya dan turun lewat lembang onroad. Teruterang badan saya kok lemas ya&#8230;</p>
<p>Segera kita ambil jalan makadam nanjaaaaaakkkkk&#8230; masuk ke kampung ke arah kanan. Disinilah saya bersama Mas Suroto benar-benar tercecer di belakang. Om Indra dan Om Agus jauh di depan. Lalu kita masuk ke sebuah jalan singletrack dg selokan sedalam 1,5m di sebelah kiri dan variasi medan di sebelah kanan. Benar-benar butuh keseimbangan tinggi disini, singletracknya benar-benar sempit. Mungkin lebarnya hanya 3-4 lebar ban sepedah. Disinilah saya kehilangan keseimbangan di sebuah gundukan dan jatuh ke kebun singkong, ke kedalaman 2-2,5 m di sebelah kanan. GUBRAK!!!</p>
<p>Yang saya ingat, pipi kiri saya tertampar tanah. Saya segera sadar. Saya ingat saat first aid training. Kalau saya sadar, dan saya bisa bergerak dengan tanpa sakit. Artinya saya baik-baik saja. Alhamdulillah tidak ada yang patah. Helm/kepala saya hanya berjarak 50cm dari sebuah batu besar.</p>
<p>Saya cukup traumatis kalau ingat kejadian jatuh ini. Ini adalah jatuh terparah yang pernah saya alami sejak menjalani hobby bersepeda gunung. Kepala yang jatuh dekat sekali dengan batu sangat membayang terus di ingatan saya.</p>
<p>Lalu kami segera bertemu singletrack yang nanjaaaakkk&#8230; terus. Jalan ini kita share bersama klub motocross TRABAS yang sedang berkegiatan dari arah yang berlawanan. Menghadapi tanjakan trek yang hancur jadi lumpur (motor-cross nya di gaaassss terus, spin ban belakang) kita sampai juga ke pertigaan diatas Cibodas.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/palas3_090504-114.jpg" alt="palas3_090504-114" title="palas3_090504-114" width="450" height="351" class="alignnone size-full wp-image-2141" /></p>
<p>Disinilah kita sempat istirahat, mengganti batere kamera sehingga bisa ambil foto lagi, juga bisa mengobati dengkul kiri yang perih, ternyata luka.</p>
<p>Pada trip Palasari yang lalu kami juga melewati pertigaan ini menuju Oray Tapa, namun kondisi jalan-nya setelah hujan ternyata telah merubah trek menjadi berbeda samasekali.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/palas3_090504-1161.jpg" alt="palas3_090504-116" title="palas3_090504-116" width="450" height="351" class="alignnone size-full wp-image-2146" /></p>
<p>Turunan singletrack moy segera kita temui setelah melewati sebuah pertigaan. Arah ke kiri pertigaan adalah ke Oray Tapa, kita ke kanan, langsung turun ke arah Sukamiskin.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/palas3_090504-117.jpg" alt="palas3_090504-117" title="palas3_090504-117" width="450" height="351" class="alignnone size-full wp-image-2147" /></p>
<p>Turunan ini sebenarnya pasti asyik sekali dilalui kalau trek tidak basah dan berlumpur.</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/palas3_090504-119.jpg" alt="palas3_090504-119" title="palas3_090504-119" width="351" height="450" class="alignnone size-full wp-image-2148" /></p>
<p>Setelah itu trek agak membosankan, karena melewati turunan aspal dan aspal rusak ke arah Sukamiskin. Terbayang-bayang di beberapa bagian trek, jalan balik ini kayaknya sangat indah untuk digowes najak. Hehehe&#8230; Dari turunan ini kita bisa lihat ke arah kanan adalah punggung bukit tetangga yang berisi trek Caringin Tilu.</p>
<p>Akhirnya trip berakhir di daerah Sukamiskin.</p>
<p>Selesailah trip ini ditutup dengan gowes menuju Buah Batu.</p>
<p>Antoix rating:</p>
<p>Pemandangan: 8/10<br />
Uphill: 9/10<br />
Downhill: 8/10<br />
Technical: 8/10<br />
Endurance: 10/10<br />
Jarak: 9/10</p>
<p>Start Uphill: Masjid Agung Ujung Berung<br />
Finish uphill: Perkebunan Kina, Bukit Tunggul<br />
Finish Downhill: Sukamiskin</p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/p31pdn.jpg" alt="P31PDN" title="P31PDN" width="470" height="320" class="alignnone size-full wp-image-2152" /></p>
<p>Trip ini didukung oleh <a href="http://bikewearr.multiply.com/">Bikewear&#8230;</a></p>
<p><img src="http://antoix.wordpress.com/files/2009/05/logo-bikewear.jpg" alt="logo bikewear" title="logo bikewear" width="470" height="154" class="alignnone size-full wp-image-2106" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
