<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>shoulder-to-cry-on &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/shoulder-to-cry-on/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "shoulder-to-cry-on"</description>
	<pubDate>Fri, 25 Dec 2009 19:23:29 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Being Agressive]]></title>
<link>http://nulinulnurbaiti.wordpress.com/2009/12/23/being-agressive/</link>
<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 04:50:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>nulinulnurbaiti</dc:creator>
<guid>http://nulinulnurbaiti.wordpress.com/2009/12/23/being-agressive/</guid>
<description><![CDATA[There was this man, who would leave 20 missed calls in my cell&#8217;s lcd. Who kept texting : told ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>There was this man, who would leave 20 missed calls in my cell&#8217;s lcd. Who kept texting : told to me to wake up and do the prayer, menyelamati puasa-puasaku, asking me to go out with him hundred times though i never said yes *dengan segala janji antar jemputnya, never forget my birthday and all d present&#8217;s preparation *those book i&#8217;ve never read and the concert&#8217;s ticket i didn&#8217;t use,  kept calling and asking how am i doing and stuff.. It was really annoyed me back then. Suara mengangkat telfon yang males-malesan pun nggak membuat dia surut, usir-usiran halus pun nggak mempan juga ternyata. I felt eurgh, a major eurgh.  </p>
<p>But then again, he just wanted to see me. Why was it so hard for me to understand? With all the sacrifices he has done.. I was mean. Dan sekarang aku ngerasain rasanya digituin. I feel like somehow i&#8217;m becoming him, walaupun belum pada kadar yang se-dashat itu. Karma works in the good way i don&#8217;t know.  =D Well then again, leasson learned, God. Lesson learned!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Low]]></title>
<link>http://nulinulnurbaiti.wordpress.com/2009/12/21/low/</link>
<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 14:32:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>nulinulnurbaiti</dc:creator>
<guid>http://nulinulnurbaiti.wordpress.com/2009/12/21/low/</guid>
<description><![CDATA[I really don&#8217;t know what to do with my self. Sedih. Yang entah mengapa. Yang entah harus berce]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>I really don&#8217;t know what to do with my self.</p>
<p>Sedih.</p>
<p>Yang entah mengapa.</p>
<p>Yang entah harus bercerita kepada siapa.</p>
<p>Sedih.</p>
<p>Sedih.</p>
<p>Sedih.</p>
<p>Sedih.</p>
<p>Sedih.</p>
<p>Sedih.</p>
<p>Sedih.</p>
<p>Sedih.</p>
<p>Sedih.</p>
<p>Yang seberapa hebatnya pun aku menahan, air mata nyatanya toh tetap meleleh juga.</p>
<p>Maaf Tuhan, untuk segala perasaan ini!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Where Are U?]]></title>
<link>http://nulinulnurbaiti.wordpress.com/2009/11/26/where-are-u/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 14:37:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>nulinulnurbaiti</dc:creator>
<guid>http://nulinulnurbaiti.wordpress.com/2009/11/26/where-are-u/</guid>
<description><![CDATA[If i could talk to u through the air I breath, aku nggak akan setersiksa ini. Where are u, Jel? I]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>If i could talk to u through the air I breath,</p>
<p>aku nggak akan setersiksa ini.</p>
<p>Where are u, Jel?</p>
<p>I&#8217;m worried sick of u.</p>
<p>I&#8217;m losing my self, Jel.</p>
<p>I feel like i&#8217;m not me anymore, ever since i&#8217;m into u..</p>
<p>Kindly let me know, Jel!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[My First Fight]]></title>
<link>http://nulinulnurbaiti.wordpress.com/2009/11/13/my-first-fight/</link>
<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 04:03:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>nulinulnurbaiti</dc:creator>
<guid>http://nulinulnurbaiti.wordpress.com/2009/11/13/my-first-fight/</guid>
<description><![CDATA[     Orang sering meng-analogikan mencintai seseorang dengan sebuah benda : kotak hadiahlah, sekotak]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>     Orang sering meng-analogikan mencintai seseorang dengan sebuah benda : kotak hadiahlah, sekotak coklat assortedlah, buku bacaanlah.. atau entah apalagi. But as for me, aku tidak punya analogi apapun mengenai cinta, mencintai.</p>
<p>     Aku adalah orang yang masih sangat percaya akan sensasi cinta dan mencintai dalam memilih pasangan, bukan mereka yang akhirnya bersama karena sebuah kompromi : karena umur udah segini, karena lagi kepingin banget punya pacar, karena nggak bisa tahan hidup sendiri, karena satu profesi.. atau entah alasan yang bagaimana lagi. Walaupun akhirnya selalu akan ada adaptasi dan toleransi dari setiap hubungan, tapi tetap semuanya berujung pada satu muara menurutku : cinta.</p>
<p>     Aku memang belum bisa banyak bercerita mengenai cinta, karena di seumur hidupku, baru pertama kali aku benar-benar merasakannya. Tanteku bilang : I’m getting old prematurely, before my time. Mungkin juga.. sering aku pun merasa begitu. Aku melewatinya cuma-cuma, ya cinta pertamaku. Aku baru sadar justru setelah semuanya sudah jauh terlewat, more than 50 non-dating thing : kaya’ makan malam yang cuma di KFC, Tebet di macetnya weekdays, nganterin aku beli buku di Gramedia, driving all along the way sepanjang tol Merak bolak-balik, mewujudkan ke-ngidamanku akan Dapur Coklat yang waktu itu baru ada di Kebayoran, puluhan malam minggu yang dihabiskan bersama, make sure that I’m not mad by stopping by di jam 11 malam walaupun Pa’ De baru aja meninggal, belanja keperluan liburan bareng di Carrefour M. T. Haryono, sejuta sms garing yang bisa bikin aku senyum-senyum di setiap malamnya, genggaman tangan di sepanjang prom nite, antar-jemput tiada akhir, telfon di malam takbiran di tengah perjalanan menuju Muara Enim kampung halaman, meng-amini kengototanku untuk tetap bertemu di malamnya jam 10, nemenin beli kado kakak, atau cuma nganterin aku nyuci photo.. Ternyata itu cinta. Karena di umur yang sudah twenty something ini, sulit sekali rasanya menemukan pengorbanan sebesar itu dari seseorang. Menyesal? Mungkin. Paling tidak harusnya aku bisa fight dan membuang semua gengsi dan harga diri untuk sesuatu yang seharusnya bisa menjadi milikku, yang memang diberikan Tuhan untukku.</p>
<p>     Well, bukan berarti aku masih mengharapkan pengorbanan sebesar itu dari kamu sekarang. Sekedar pesan singkat mengabarkan keberadaan, itu sudah cukup sebetulnya. Karena kamu tau, Jel, waktu kamu bilang kamu ngerjain tugas semaleman atau harapan-harapan tinggimu yang tidak pernah aku bayangkan untuk diriku sendiri, aku yang sudah tertutup selimut kemudian bangkit, mengambil air wudhu, dan berdoa untuk kamu, sesuatu yang belum pernah aku lakukan sebelumnya untuk siapapun, bahkan untuk diriku sendiri.</p>
<p>     Dan kemarin, aku kembali belajar sesuatu. Kata Pras mungkin ini karmaku. Oh my, begini rasanya fight untuk sesuatu, seseorang. This is my first fight.. though it didn’t end up as I expected, at least I did fight. Sedih? I admit it. Sakit? Sedikit. Lega? Hmm.. ini yang beyond d imagination. Aku selama ini cuma selalu denger kata-kata *don’t avoid anything, face it, no matter how it’ll hurt, tapi akan selalu lebih baik daripada leaving it as an unfinished business*.. dan baru sekarang aku benar-benar mengerti artinya. Tidak sesedih dulu. Tidak sesakit waktu itu. Dan sama sekali tidak ada rasa nelangsa. Mungkin juga ini yang mereka sebut sebagai epiphany. Atau hanya mungkin untuk pertama kali saja, aku ingin berjuang  buat sesuatu yang sangat aku ingini, tanpa harga diri dan gengsi yang selama ini melekat erat di benak, bukan mengenai cintaku yang meledak-ledak, impulsive seperti dulu, sehingga aku sudah mulai bisa sedikit berdamai dengan kata tidak dan rasa sakit.</p>
<p> <img class="aligncenter size-full wp-image-235" title="Saying_Goodbye" src="http://nulinulnurbaiti.wordpress.com/files/2009/11/saying_goodbye.jpg" alt="Saying_Goodbye" width="346" height="500" /></p>
<p>*Kenapa gitu kok kamu bisa tiba-tiba bilang sayang sama aku?</p>
<p>Hmm.. Entahlah. Mungkin karena aku tau kamu punya segala kekuatan dan keteguhan hati dalam menjalani hidup. Mungkin karena kamu terlihat berbeda dari semua yang pernah aku kenal. Mungkin karena aku memuja semua semangat dan rencana hidup kedepanmu. Mungkin karena aku menyukai kerapihan caramu mengetik sms. Mungkin karena kepercayaan dirimu. Mungkin karena aku selalu merindu caramu bercerita, berikut jeda dan pause di tengahnya. Mungkin karena tubuhmu yang tidak pernah berkeringat, walaupun tanpa AC, atau baru saja turun dari bus kota. Atau memang karena aku hanya sayang kamu, Jel, tanpa embel-embel. Entahlah.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Radang mata]]></title>
<link>http://phidut.wordpress.com/2009/10/22/radang-mata/</link>
<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 06:07:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ph!duT</dc:creator>
<guid>http://phidut.wordpress.com/2009/10/22/radang-mata/</guid>
<description><![CDATA[Hari ini tepat satu minggu gw ke dokter spesialis mata. &#8220;Hah ngapain dut???&#8221; &#8221; ya ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Hari ini tepat satu minggu gw ke dokter spesialis mata. &#8220;Hah ngapain dut???&#8221; &#8221; ya ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[We're two peas in a pod]]></title>
<link>http://sexsuade.wordpress.com/2009/10/12/were-two-peas-in-a-pof/</link>
<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 21:34:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>sexsuade</dc:creator>
<guid>http://sexsuade.wordpress.com/2009/10/12/were-two-peas-in-a-pof/</guid>
<description><![CDATA[We have both been hurt, burned to dust. We have both said the same things to each other yet we can]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><img class="size-medium wp-image-80 alignleft" title="best friends" src="http://sexsuade.wordpress.com/files/2009/10/scan-11.jpeg?w=300" alt="best friends" width="300" height="200" /><a href="http://porcelainlovefinity.wordpress.com" target="_blank">We have both been hurt, burned to dust. We have both said the same things to each other yet we can&#8217;t take our own advice. We love those who torture and manipulate, yet we can&#8217;t let go. Cause letting go is giving up, we are to proud to admit defeat. That we can&#8217;t get anything better, we&#8217;d rather settle. And prove people otherwise, that we want this, that we are truely happy. But are we? Are we starting to fool even ourselves? We don&#8217;t even know what we want anymore..</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bad Mood....]]></title>
<link>http://phidut.wordpress.com/2009/10/07/bad-mood/</link>
<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 03:29:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ph!duT</dc:creator>
<guid>http://phidut.wordpress.com/2009/10/07/bad-mood/</guid>
<description><![CDATA[Aku jenuh&#8230; Aku malas&#8230; Aku bingung&#8230; Aku bosan&#8230; Aku diam&#8230; Aku ingin mara]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Aku jenuh&#8230; Aku malas&#8230; Aku bingung&#8230; Aku bosan&#8230; Aku diam&#8230; Aku ingin mara]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[When My 2 Worlds Are Raining]]></title>
<link>http://nulinulnurbaiti.wordpress.com/2009/10/04/when-my-2-worlds-are-raining/</link>
<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 05:00:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>nulinulnurbaiti</dc:creator>
<guid>http://nulinulnurbaiti.wordpress.com/2009/10/04/when-my-2-worlds-are-raining/</guid>
<description><![CDATA[Damn, I&#8217;m crying. It&#8217;s raining outside, and so does my heart. So does my eyes.   I feel ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Damn, I&#8217;m crying.</p>
<p>It&#8217;s raining outside, and so does my heart.</p>
<p>So does my eyes.</p>
<p> </p>
<p>I feel like going back to the June 16th 2004,</p>
<p>when i feel like i lost my other half.</p>
<p> </p>
<p>Bla, bla, bla, and stuff..</p>
<p>Hurts!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[The Decision : Part II]]></title>
<link>http://nulinulnurbaiti.wordpress.com/2009/10/04/the-decision-part-ii/</link>
<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 04:39:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>nulinulnurbaiti</dc:creator>
<guid>http://nulinulnurbaiti.wordpress.com/2009/10/04/the-decision-part-ii/</guid>
<description><![CDATA[Seperti ada yang hilang, yang entah apa.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Seperti ada yang hilang,</p>
<p>yang entah apa.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[I Mean Nothing]]></title>
<link>http://nulinulnurbaiti.wordpress.com/2009/10/04/i-mean-nothing/</link>
<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 03:02:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>nulinulnurbaiti</dc:creator>
<guid>http://nulinulnurbaiti.wordpress.com/2009/10/04/i-mean-nothing/</guid>
<description><![CDATA[I talked to to my friend  last night, di tengah-tengah makan malam di daerah Puncak dangan semburan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>I talked to to my friend  last night, di tengah-tengah makan malam di daerah Puncak dangan semburan angin dingin serta udara sejuk yang menghantam tubuhku yang hanya dibalut long sleeve t-shirt, she slapped me on my face. I know i don&#8217;t have a battle field from the very first start. Aku tau ini proyek nekat, memang. Walaupun bukan berarti aku menganggapnya sebagai hadiah hiburan, atau iseng-iseng, coba-coba.</p>
<p>In my entire life, belum pernah aku berusaha sekuat ini, menginginkan sesuatu begitu hebat, hingga membuang seluruh self pride yang dulu kuagung-agungkan begitu tingginya. Walaupun sensasi dug-dug-ser dan lutut lemas itu tidak ada. He&#8217;s like a dementor to me, mampu menghisap seluruh kebahagiaan dalam satu hari hanya dengan membuatku menunggunya : menunggu ia membalas pesan singkatku. This is frustrating. Like i always say, waiting is the most frustrating thing, terlebih lagi di tengah semua ketidakpastian ini.</p>
<p>It&#8217;s not that he&#8217;s the one i can not imagine living without, hanya saja, entah mengapa, aku ingiin sekali dia.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Talking To God : Part III]]></title>
<link>http://nulinulnurbaiti.wordpress.com/2009/10/03/talking-to-god-part-iii/</link>
<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 15:56:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>nulinulnurbaiti</dc:creator>
<guid>http://nulinulnurbaiti.wordpress.com/2009/10/03/talking-to-god-part-iii/</guid>
<description><![CDATA[God, Should i listen to You? Or should i listen to my heart?]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>God,</p>
<p>Should i listen to You?</p>
<p>Or should i listen to my heart?</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Talking To God : Part II]]></title>
<link>http://nulinulnurbaiti.wordpress.com/2009/10/01/talking-to-god-part-ii/</link>
<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 14:27:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>nulinulnurbaiti</dc:creator>
<guid>http://nulinulnurbaiti.wordpress.com/2009/10/01/talking-to-god-part-ii/</guid>
<description><![CDATA[God, I thought i did it wrong. Boleh kah menyesal? Perlukah?   I wish i could take it back, but what]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>God,</p>
<p>I thought i did it wrong.</p>
<p>Boleh kah menyesal?</p>
<p>Perlukah?</p>
<p> </p>
<p>I wish i could take it back,</p>
<p>but what&#8217;s done is done.</p>
<p> </p>
<p>Heal me, Oh God!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Talking To God]]></title>
<link>http://nulinulnurbaiti.wordpress.com/2009/09/30/talking-to-god/</link>
<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 21:24:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>nulinulnurbaiti</dc:creator>
<guid>http://nulinulnurbaiti.wordpress.com/2009/09/30/talking-to-god/</guid>
<description><![CDATA[God, Am i doing the right thing?]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>God,</p>
<p>Am i doing the right thing?</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[A Mother-Daughter One Way Chat]]></title>
<link>http://nulinulnurbaiti.wordpress.com/2009/09/30/a-mother-daughter-one-way-chat/</link>
<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 15:03:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>nulinulnurbaiti</dc:creator>
<guid>http://nulinulnurbaiti.wordpress.com/2009/09/30/a-mother-daughter-one-way-chat/</guid>
<description><![CDATA[Percakapan ini terjadi beberapa waktu yang lalu, di tengah-tengah panasnya siang hari di bulan Ramad]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Percakapan ini terjadi beberapa waktu yang lalu, di tengah-tengah panasnya siang hari di bulan Ramadhan, ketika aku sedang bertugas menunggui Mama di rumah sakit.</p>
<p>Aku sedang duduk mendengarkan lagu Korea yang mengalun di iPod sambil memegangi handphone ketika aku merasakan timpukan bantal menyentuh pundak sebelah kananku. Aku menengok dan mendapati Mama sedang menggeleng-gelengkan kepalanya. Aku mencabut earphone dari kuping sebelah kiriku.</p>
<p>&#8220;What is the point of u being here kalo Mama panggil aja kamu nggak denger?&#8221; Kata Mama dengan intonasi tinggi.</p>
<p>Aku cuma bisa nyengir mengaku dosa, &#8220;Maaf, Ma. Abis kupikir Mama masih tidur tadii.&#8221; Kataku mencari pembenaran.</p>
<p>Mama kemudian menatap handphone yang sedang aku genggam. &#8220;Kamu lagi deket sama orang ya, Nul? Mama liatin udah beberapa hari ini kerjaannya megangin handphooone mulu.&#8221;</p>
<p>Aku yang sedang sibuk mencari-cari lagu kaget mendengar pertanyaan Mama. &#8220;Hahaha.. kenapa tanya begitu, Ma? Nggak. Nyari-nyari kerjaan aja, bosen ga ngapa2in berhari-hari.&#8221;</p>
<p>&#8220;Bohong, kaya kamu jadi anak Mama baru kemarin aja. Biasanya juga handphone berhari-hari ada di tas kalo abis pergi ga dikeluar-keluarin, ini sekarang kerjaannya nyariin handphone mulu. Kamu pacaran?&#8221; Tanya Mama to the point, langsung ke sasaran.</p>
<p>&#8220;Hahahaha..&#8221; Aku tertawa garing, &#8220;Nggak, Ma. Nggak lagi deket sama siapa-siapa. Iih, apaan sih.&#8221; Aku menjawab mulai jengah.</p>
<p>&#8220;Awas ya, kalo sampe sakit lagi kaya kemarin itu Mama nggak bakal urusin. Lagian kamu tu, ya, udah Mama bilang, pacaran nanti aja kalo memang udah beneran kepingin nikah. Ngapain sih pacar-pacaran nambahin dosa. Lagian Mama tau banget kamu, ntar kalo udah pacaran nggak jadi taunya, bisa kelojotan kamu.&#8221;</p>
<p>Aku melengos mendengar kata-kata Mama, &#8220;Iya, Ma, nggaaaak. Aduuh ngapain ngomongin beginian siih, males dengernya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Yee, dibilangin. Mending nanti, pacaran langsung nikah aja, jadi ga pake tuuh sakit-hati-sakit hatian.&#8221;</p>
<p>Yeaah, exactly like you, Mam, kataku dalam hati. Di umur ke 21 ketemu Ayah, pacaran 2 tahun, got married dan sekarang sudah menginjak tahun perkawinan ke 32.</p>
<p>&#8220;Lagian ya, udah Mama bilang jadi perempuan mah lebih enak dicintai, daripada mencintai, jadi ga khawatir. Emang kamu pikir sejauh mana kamu bisa jagain suami kamu? Kalo dia yang mencintai, kita ga usah khawatir.&#8221;</p>
<p>Haaah.. Aku menghembuskan nafas panjang. Isn&#8217;t it way more wonderful kalo mencintai dan dicintai dalam waktu bersamaan, Ma? Tanyaku yang masih di dalam hati saja.</p>
<p>&#8220;Pokoknya nanti kalo ada yang dateng lagi, baik, settle dan udah pasti sholatnya kamu mesti terima. Mama ga mau d, jadi bumper kamu lagi, ga enak Mama dimusuhin sama orang-orang. Lagipula awas ya, kalo udah sibuk bilang nggak sana sini, taunya kamu bawa pulang orang yang kebiasaannya jauh sama keluarga kita, yang nggak sholat, dan bla bla..&#8221;</p>
<p>Tiba-tiba ocehan Mama menjadi seperti lullaby bagiku. Di tengah perut keroncongan dan kebosanan memandangi dinding yang sama setiap harinya di beberapa hari ini, berbaring di atas sofa kulit rumah sakit yang dingin hanya dengan ditemani bantal barney kecil punya Ofik, aku menarik selimut hingga menutupi kepala sambil mencoba memejamkan mata.</p>
<p>Ooh, Mamaa.. Seandainya aku tau aku harus apa!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Family Is Always A Home]]></title>
<link>http://nulinulnurbaiti.wordpress.com/2009/09/28/family-is-always-a-home/</link>
<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 14:54:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>nulinulnurbaiti</dc:creator>
<guid>http://nulinulnurbaiti.wordpress.com/2009/09/28/family-is-always-a-home/</guid>
<description><![CDATA[&#8230; no matter what. There was a time when all u wanna do is being away from home. Karena ada sua]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">&#8230; no matter what.</p>
<p style="text-align:justify;">There was a time when all u wanna do is being away from home. Karena ada suatu saat dimana kita ngerasa kalo everything about our family is just so wrong. I fought a lot with My Mom, especially when it comes to My Dad. I really want to talk with him directly about how I feel, tapi keseganan itu membuat aku sering kali enggan dan lebih memilih untuk menumpahkannya kepada Mama. Kemudian perasaan-perasaan kufur nikmat pun muncul, and then I wish I were someone else. </p>
<p>Keinginan untuk akhirnya bisa hidup sendiri, rent a room with my own money, go wherever I wanna go, be with whomever I wanna be, wear whatever I wanna wear!</p>
<p>Lucky me, I have my second home, yang sama sekali tidak berhubungan dengan anggota keluarga. Karena kalo saat-saat genting itu tiba, sahabat itu akan selalu menerimaku dengan tangan terbuka. Her home is my greatest escape in the world. Orang tuanya pun sudah aku anggap seperti orang tuaku sendiri, mengingat dia pun adalah anak tunggal, jadi tidak ada yang merasa terganggu jika tiba-tiba aku menggrebek rumahnya. She’s like a family to me, walaupun kami tidak dialiri oleh darah yang sama.</p>
<p>Aku sering menghabiskan waktuku di rumahnya. Melakukan hal-hal bodoh yang sebetulnya juga bisa aku lakukan di rumahku sendiri. But when I need a space from my family, avoid something from getting worse, then in her home is where I will be.</p>
<p>Aku akan merasa nyaman ketika aku tiba disana. Merasa bebas, merasa menang mampu berada jauh dari keluarga. Mematikan semua handphone, agar tidak ada yang bisa menghubungiku. Setengah jam aku tertawa. Satu jam aku masih bisa tertawa. Tapi kemudian, yang ada dalam hati dan terlintas di pikiran hanyalah keluarga. Wajah Mama yang walau dalam bayanganku pun selalu berkerut tapi selalu mampu membuatku meringkuk dan meletakkan kepalaku di bawah ketiaknya sambil menangis sesenggukan, mata merah melotot milik Ayah yang selalu saja menakutkan tetapi tetap mampu membuatku kembali, asap rokok semburan Dani dan Iman dalam selingan obrolan yang melulu mengenai otomotif yang sedikitpun tak pernah aku mengerti, Ka Yanti yang sibuk meneriaki si Ofik kecil yang mulai membesar dan semakin nakal tapi tetap menggemaskan bagi setiap mata yang melihatnya. Lalu tiba-tiba aku kangen berada di tengahnya, chaotic in my geeky happy family..</p>
<p>Jika sudah begitu, aku akan menyalakan kembali handphoneku. Kemudian aku akan selalu mendapati sms masuk :</p>
<p>“Nul, dimana? Pulang. Mama sama Ayah khawatir!”</p>
<p>Pulang.</p>
<p>Though my home may not be a sweet home like they say.</p>
<p>Pulang.</p>
<p>Karena keluarga adalah rumah, a family where I will always come back to!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Turn Back The Hands of Time]]></title>
<link>http://nulinulnurbaiti.wordpress.com/2009/09/28/turn-back-the-hands-of-time/</link>
<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 05:15:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>nulinulnurbaiti</dc:creator>
<guid>http://nulinulnurbaiti.wordpress.com/2009/09/28/turn-back-the-hands-of-time/</guid>
<description><![CDATA[     Playing this card is always fun.. berandai-andai. Walaupun aku tau, Tuhan benci sekali manusia ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>     Playing this card is always fun.. berandai-andai. Walaupun aku tau, Tuhan benci sekali manusia yang suka berandai-andai, memungkiri takdir menurut-Nya. Hmph.. Aku bukan tidak bersyukur dengan apa yang aku punya dan aku dapat sekarang, tapi yang seperti aku bilang sebelumnya : playing this card is always bring me so much fun. Hehehehe..</p>
<p>     Ada beberapa momen dalam hidup yang begitu kita sesali, atau let me rephrase, begitu ingin kita perbaiki. Kesalahan dalam pengambilan keputusan hal-hal penting mengenai hidup, atau yang berhubungan dengan manusia lainnya, kata-kata yang terlanjur keluar yang kemudian disesali kenapa sampai bisa terucap..</p>
<p>     Haaah.. I felt like Annie Lennox singing Why.</p>
<p>     Well, aku tidak ingin dilahirkan menjadi orang lain, jikapun aku percaya akan adanya reinkarnasi. Aku hanya ingin menjadi diriku, no matter how flaws here and there being me. Aku masih ingin tetap menjadi diriku, berusaha menjadi yang terbaik versiku.</p>
<p>     Tapi maaf, for that special case, i&#8217;m still me. Aku yang selalu percaya bahwa kita hanya bisa merasa sangat tersakiti oleh orang yang kita cintai, karena itu membenci selalu menjadi pilihan yang benar.</p>
<p>     *Hii.. ngeyel, ya?</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hujan ]]></title>
<link>http://nulinulnurbaiti.wordpress.com/2009/09/25/hujan/</link>
<pubDate>Fri, 25 Sep 2009 17:41:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>nulinulnurbaiti</dc:creator>
<guid>http://nulinulnurbaiti.wordpress.com/2009/09/25/hujan/</guid>
<description><![CDATA[    Bunyi ketukan butiran hujan yang menyentuh bumi begitu ramai di luar rumah, tapi aku memilih ber]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>    Bunyi ketukan butiran hujan yang menyentuh bumi begitu ramai di luar rumah, tapi aku memilih bersimpuh di atas lantai dingin tanpa dialasi apapun.</p>
<p>     Aku suka hujan.</p>
<p>     Aku selalu suka hujan.</p>
<p>     Dan aku masih suka hujan.</p>
<p>Tapi sekali lagi, hari ini, aku lebih memilih untuk tidak keluar dan memandanginya langsung dari teras rumah. Aku lebih memilih untuk mendengar gemericiknya, sambil sesekali menghirup nafas dalam-dalam untuk membaui harum khas buliran debu yang terbungkus setiap tetesan hujan.</p>
<p>     Karena kamu aku suka hujan.</p>
<p>     Karena kalau hujan turun, waktu tempuh yang tadinya hanya puluhan menit bisa berubah jadi 2 jam. Walaupun aku harus dengerin kamu ngoceh di sepanjang jalannya, mengutuk semua mobil yang berusaha menyalip, betapa macetnya tol dalam kota di sore hari ketika hujan, atau bagaimana uang 15 ribu yang kamu keluarkan untuk ongkos mencuci mobil di Kalimalang menjadi tidak ada gunanya.</p>
<p>     Hehehe.. Selalu enak memang mengenang masa lalu. Dulu selalu aku bertanya :</p>
<p>Bagaimana cara mengenangmu</p>
<p>Tanpa mendendam</p>
<p>Dan sekarang, aku sudah bisa begitu.</p>
<blockquote><p>Tapi bolehkan kalau aku masih suka hujan?</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-157" title="Rain" src="http://nulinulnurbaiti.wordpress.com/files/2009/09/rain.gif" alt="Rain" width="400" height="300" /></p></blockquote>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[The Signals : Part II]]></title>
<link>http://nulinulnurbaiti.wordpress.com/2009/09/25/the-signals-part-ii/</link>
<pubDate>Fri, 25 Sep 2009 16:46:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>nulinulnurbaiti</dc:creator>
<guid>http://nulinulnurbaiti.wordpress.com/2009/09/25/the-signals-part-ii/</guid>
<description><![CDATA[Tuhan, Boleh kalau saat ini aku merasa baik-baik saja? Aku ingin sekali menggenggam waktu erat-erat,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Tuhan,</p>
<p>Boleh kalau saat ini aku merasa baik-baik saja?</p>
<p>Aku ingin sekali menggenggam waktu erat-erat, kemudian aku simpan di dalam tempat yang paling aman, agar Ia selamanya menjadi milikku.</p>
<p> </p>
<p>Tuhan,</p>
<p>Kenapa Engkau tidak mengabulkan saja apa yang aku minta, Tuhan?</p>
<p>Aku tidak pernah meminta begitu banyak option dari-Mu</p>
<p>Aku hanya minta satu</p>
<p> </p>
<p>Tuhan,</p>
<p>Boleh kalau kali ini Engkau biarkan aku yang memilih?</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[The Signals]]></title>
<link>http://nulinulnurbaiti.wordpress.com/2009/09/24/the-signals/</link>
<pubDate>Thu, 24 Sep 2009 12:50:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>nulinulnurbaiti</dc:creator>
<guid>http://nulinulnurbaiti.wordpress.com/2009/09/24/the-signals/</guid>
<description><![CDATA[God, You&#8217;re giving me too many signals i cannot read I&#8217;m done guessing And i have no mor]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><blockquote><p>God,</p>
<p>You&#8217;re giving me too many signals i cannot read</p>
<p>I&#8217;m done guessing</p>
<p>And i have no more power to wait another longer</p></blockquote>
<blockquote><p>Plese, God, do elaborate!</p></blockquote>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[The Decision]]></title>
<link>http://nulinulnurbaiti.wordpress.com/2009/09/18/the-decision/</link>
<pubDate>Fri, 18 Sep 2009 06:58:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>nulinulnurbaiti</dc:creator>
<guid>http://nulinulnurbaiti.wordpress.com/2009/09/18/the-decision/</guid>
<description><![CDATA[Hmmm&#8230; Aku bingung bagaimana harus menulis ini. But after our last conversation di malam Qadr 2]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Hmmm&#8230;</p>
<p>Aku bingung bagaimana harus menulis ini. But after our last conversation di malam Qadr 2 hari lalu, i&#8217;ve decided to back out. Mumpung aku belum terlalu terbiasa, mumpung aku belum terlalu banyak berharap</p>
<p>He&#8217;s got everything i&#8217;ve been dreaming of about man. Everything he says, every word he writes me, every of his gestures, the way he talks, just seems so right. Tapi aku tau diri, i&#8217;m not enough for him. I don&#8217;t have the qualities he wants. I&#8217;m not his ideal woman, and i don&#8217;t think i can keep up to his standard. It&#8217;s sad, i know. It&#8217;s not that i don&#8217;t want to do my best of trying, compare to his former partner, aku merasa bukan apa-apa, siapa-siapa. Aaaarrrgh.. It took me a lot of nerve dan kelapangan dada untuk berani mengakui ini. Tapi aku harus kuat.</p>
<p>I know u more than u know. I understand u better than u can imagine. Tapi aku tau, kamu butuh lebih dari sekedar pengertian itu. Bukan hanya pengabdian dan kesetiaan yang bisa diberi layaknya wanita-wanita jaman dulu.</p>
<p>It will take sometime to lose this awkwardness, i know. But time will take care of it. I wish u a good success u&#8217;ve always wanted! </p>
<p>Thank you for took care of my feeling, ya!! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  <img class="alignright size-full wp-image-136" title="chi_2001" src="http://nulinulnurbaiti.wordpress.com/files/2009/09/chi_2001.jpg" alt="chi_2001" width="600" height="400" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[You Never Know What You've Got]]></title>
<link>http://nulinulnurbaiti.wordpress.com/2009/09/12/you-never-know-what-youve-got/</link>
<pubDate>Sat, 12 Sep 2009 16:17:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>nulinulnurbaiti</dc:creator>
<guid>http://nulinulnurbaiti.wordpress.com/2009/09/12/you-never-know-what-youve-got/</guid>
<description><![CDATA[&#8217;till it&#8217;s gone..      Sounds so cliche, eh? Walaupun begitu, nyeseknyaa tak tertandingi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><blockquote><p>&#8217;till it&#8217;s gone..</p></blockquote>
<p>     Sounds so cliche, eh? Walaupun begitu, nyeseknyaa tak tertandingi. I&#8217;m not a taking side person actually, i feel happy when everybody i love does happy, bahkan terkadang aku harus meletakkan what i want jauh di lubuk hati.</p>
<p>     The lesson learned.</p>
<p>     Sekarang aku jauh lebih menghargai orang-orang yang jelas-jelas memberikan bukti bahwa : yes, he&#8217;s there when needed. Bukan justru sacrifice the one i&#8217;ve got by chasing the flying kite.</p>
<p>     Ahhh.. i feel like crying now. Kata orang Jatuh Cinta Sejuta Rasanya, tapi kata aku yang lagi blingsatan dan kebakaran jenggot ini, jatuh cinta lagi ini betul-betul menyiksa.</p>
<p>     Naaaah.. makin nggak nyambuung aja tulisanku inii. Dari judul, dan pembahasan di setiap paragrafnya.</p>
<p>     Kangen kamu, Jeleeeek. Iteeem!</p>
<p>     Cubiiiit, si tangan kasar item kurus jelek. Iteeeeem. Jeleeeeek!</p>
<p>     *sigh</p>
<p>     Tulaliiit.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Runaway]]></title>
<link>http://nulinulnurbaiti.wordpress.com/2009/08/21/runaway/</link>
<pubDate>Fri, 21 Aug 2009 14:28:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>nulinulnurbaiti</dc:creator>
<guid>http://nulinulnurbaiti.wordpress.com/2009/08/21/runaway/</guid>
<description><![CDATA[     Yes, I&#8217;m in love.      Karena rasanya sama seperti yang pernah aku rasa. I&#8217;m sorry ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignright size-full wp-image-142" title="running" src="http://nulinulnurbaiti.wordpress.com/files/2009/08/running.jpg" alt="running" width="600" height="450" />     Yes, I&#8217;m in love.</p>
<p>     Karena rasanya sama seperti yang pernah aku rasa. I&#8217;m sorry i removed u from my list, and erased all of ur contacts. Since i don&#8217;t have any clue where is this feeling will be going, i decided to hide, and trying hard to forget.</p>
<p>     Maaf.</p>
<p>     I maybe sound like a kid.</p>
<p>     But, i just can&#8217;t focus on my things, with what i&#8217;m doing.</p>
<p>     Dan aku sudah tidak punya spare hati lagi untuk disakiti.</p>
<p>     And don&#8217;t ask why!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[This Feeling's Defineing Trial]]></title>
<link>http://nulinulnurbaiti.wordpress.com/2009/08/20/this-feelings-defining-trial/</link>
<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 16:27:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>nulinulnurbaiti</dc:creator>
<guid>http://nulinulnurbaiti.wordpress.com/2009/08/20/this-feelings-defining-trial/</guid>
<description><![CDATA[     Fiuuh, this is insane, i know. I told my friend today, the thing has been going on in mind thes]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>     Fiuuh, this is insane, i know. I told my friend today, the thing has been going on in mind these past few days. I haven&#8217;t tried to define what it is, cinta lokasikah? Atau kekaguman sesaat? Or it is just me being impulsive? She suggested me to ask my self. So here i am, di tengah badan yang hampir remuk, dan pikiran yang melayang-layang entah kemana ini, sambil bersimpuh di dinginnya lantai depan tv, mencoba bertanya kepada diri sendiri : What is it am i feeling exactly.</p>
<p>     Maybe it&#8217;s too early to say that i like him. We&#8217;re just friends. Teman yang tidak terlalu dekat bahkan. Teman lama, yang dipertemukan kembali waktu, yang sama sekali belum terikat hubungan bathin apapun. We never talked about our private things. All we ever talked about is things happened in our past, when we were so little. But the feeling came so suddenly, after he dropped his after mid nite call, and all i can think about is him. Gimana rasanya kangen kepingin banget ketemu sampe keluar air mata. Blingsatan nungguin kabar atau sekedar sms bodoh.</p>
<p>*If u do really like him, u have to fight for him!</p>
<p>Hmm.. Fight? Should i? I&#8217;ve never fought before in my entire life. Walaupun aku sangat ingin, mengingini. I left it as unfinished business, karena gengsi. Karena aku takut sekali sakit hati. Karena itu the feeling is always here, still here. Bahkan lutut masih terasa sangat lemas ketika setahun lalu aku bertemu dengan ia dan pacar barunya, hanya beberapa jam setelah ia memberikan lagu Hitamku untukku. Weird, eh? After those 5 years, aku bahkan masih bisa bersikap sebodoh itu. Ga peduli orang bilang dia &#8220;segitu doang&#8221;, he&#8217;s still my first in everything : emotionally and sexually (jangan nuduh macem-macem).</p>
<p>     Si Leo pencetus who can&#8217;t even pronounce Burger correctly ini, yang ga tau apa itu head rest dan secure parking ini, nyatanya mampu bikin aku tergila-gila. Typhus dan cacar dalam satu waktu, kehilangan keceriaan hampir di setahun terakhir masa sma ku. Ia anak pertama yang sebetulnya memiliki banyak sekali beban, but when he&#8217;s with me, dia menjadi sangat kekanakan. Complaining much, sharing a lot about very private thing, family condition and stuff. Dan aku, seorang bungsu yang selalu dianggap kecil dan remeh di keluarga sendiri, membutuhkan sekali pengakuan itu, entah darinya, atau entah dari adik-adiknya walaupun hanya dengan sekedar kalimat, &#8220;Mba, nanti kalo film Bruce Almighty keluar, kita nonton bareng-bareng lagi, ya!&#8221; atau, &#8220;Mba, besok aku ulang tahun, lhoo. Ngerayain bareng-bareng, yaaa!&#8221; Damn it felt good.</p>
<p>     Haaaaah.. kok ujung-ujungnya malah jadi curhat yang itu lagi, itu lagi. Well, maybe he reminds me of someone i loved once, or still. Walaupun dari versi kapasitas otak dan appearence yang jauh berbeda. But the way we argued about things, hmm.. Mungkin justru itu yang ngangeni. I am a breakable one, mudah sekali terluka dan sakit hati, jadi untuk fight untuk sesuatu yanng masih sangat prematur atau do d first move, i guess not. Ga ngejawab, deh. The thing is, i still don&#8217;t know what it is. Tapi aku harap, as the day goes by, dan tulisan ini dibuat, u are forgotten, ya!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[He's Just (Not) That Into Me]]></title>
<link>http://nulinulnurbaiti.wordpress.com/2009/08/16/hes-just-not-into-me/</link>
<pubDate>Sun, 16 Aug 2009 04:03:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>nulinulnurbaiti</dc:creator>
<guid>http://nulinulnurbaiti.wordpress.com/2009/08/16/hes-just-not-into-me/</guid>
<description><![CDATA[          Aku nonton film ini sekitar 2 bulan lalu. Ini merupakan film yang diadaptasi dari sebuah b]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style="color:#993300;"><img class="aligncenter size-full wp-image-162" title="Hes_Just_Not_That_Into_You_poster" src="http://nulinulnurbaiti.wordpress.com/files/2009/08/hes_just_not_that_into_you_poster.jpg" alt="Hes_Just_Not_That_Into_You_poster" width="600" height="888" />     </span></p>
<p><span style="color:#993300;">     Aku nonton film ini sekitar 2 bulan lalu. Ini merupakan film yang diadaptasi dari sebuah buku best seller Amerika yang berjudul sama. Film ini dibagi dalam 3 plot cerita : Cerita pertama diperankan oleh tokoh yang bernama Gigi, perempuan 20 something yang cukup sukses secara karir dan financial, tapi ambruk dalam segi percintaan. Cerita kedua diperankan oleh Jennifer Aniston yang berperan sebagai Beth, yang menjalin domestic partnership dengan Ben Affleck yang urung menikahinya karena satu prinsip dan idealisme bahwa pernikahan bukanlah suatu lembaga sakral yang  harus dilakukan kalau hanya untuk menunjukan cinta dan membuktikan kesetiaan. Cerita ketiga diperankan oleh Jennifer Connely yang mengira memiliki pernikahan paling bahagia sedunia, tapi ternyata rapuh.</span></p>
<p><span style="color:#993300;">     Di antara 3 cerita tersebut, cerita yang paling menarik adalah cerita pertama. Memberi perspektif baru, atau let me rephrase, kembali menyadarkan kita bahwa the truth is out there. Bahwa betapa pun manisnya prolog pria sebelum putus, seperti : *Kamu terlalu baik buat aku* atau *You deserve someone&#8217;s better* atau bla bla and stuff lainnya, the point is : He doesn&#8217;t wanna be with us anymore, or simply He&#8217;s just not into us, right?</span></p>
<p><span style="color:#993300;">     Seperti yang Justin Long bilang dengan panjang lebar di dalam film, ga ada alesan kaya keilangan nomer telfon, ga ada waktu, ga ada pulsa, sibuk dan lain-lainnya kalau memang He wants to be with us. Pria akan berusaha seada-adanya untuk ketemu atau untuk sekedar menghubungi, walau bagaimanapun susahnya.</span></p>
<p><span style="color:#993300;">     Hmmm.. Bener juga. Bener banget. It happens a lot of the time, tapi kita nya aja yang nggak pernah sadar. Anget-anget tai ayam, gimana gencarnya kalo orang lagi pdkt, aku bahkan pernah punya seluruh nomer handphone orang rumahnya : adik-adik, Mama, Papa.. Karena kalo lagi nggak ada pulsa, nggak ada uang buat belinya, dia akan membajak handphone seluruh anggota keluarga hanya untuk sekedar menanyakan kabar, atau sms sms lucu dan bodoh, atau bahkan hanya mengabarkan keberadaan. </span></p>
<p><span style="color:#993300;">     Dia juga pernah datang jam 10 malam, cuma 5 menit berdiri di depan pagar rumah, cuma untuk ngeliat katanya, atau untuk minta maaf after argueing. Hahahaha.. Gombal memang. Atau sekedar perasaan impulsif yang menggebu tapi sesaat. Pokoknya ga peduli uang di kantong cuma 50 ribu, atau ga ada mobil, atau seberapa pun capeknya, if he wants to see us, be with us, tiba-tiba pasti dia akan nongol di depan idung, entah gimana pun caranya.</span></p>
<p><span style="color:#993300;">     Aaaah, syndrome jatuh cinta gila. After 5 years, baru sekarang ini aku merasakan lagi, perasaan yang hampir sama. Nangis saking kangennya. Terlalu prematur memang. Too early to say, bahkan aku belum mencoba mendefinisinya. Aaaaaarrrrrgggggghhhhhhhhhh&#8230; Bodoooh, Iteeem, Jeleeeek!! Kok ga ada kabarnya???</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[The Sisterhood...]]></title>
<link>http://mynameissickgirl.wordpress.com/2009/06/26/the-sisterhood/</link>
<pubDate>Fri, 26 Jun 2009 22:09:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>gingrgirl</dc:creator>
<guid>http://mynameissickgirl.wordpress.com/2009/06/26/the-sisterhood/</guid>
<description><![CDATA[When I was a freshman in highschool, my life was beyond dismal. I had no self esteem, my &#8220;fath]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>When I was a freshman in highschool, my life was beyond dismal.  I had no self esteem, my &#8220;father&#8221; was an alcoholic, my older younger brother was an ass, and I was beginning to question my faith.  Thats when I met my big sis, RR.  She was weird like me, sang like me, and hated her life and parents like me.  She asked me if I wanted to be her little sis, so she could look out for me and be there to support me.  I was so grateful that anybody would be that giving.  Her friends were the same way.  As soon as I was accepted as a sister, they all gave their whole hearts to take care of me and each other.  We would basically just watch each other&#8217;s backs, keep each other from doing anything anything stupid or hurtful to ourselves.  It was such a comfort to know that I wasn&#8217;t the only one feeling worthless.  The, when I got really sick, I couldn&#8217;t do much for the sisterhood.  No parties or meetings.  I have been completely inactive with the group for so long because my health was so bad, but now I am back, and I still love them.  I love that we are so willing to help each other and listen to each other.  We are basically just there so that when our lives get too hard we have shoulders to cry on.  We are even hoping to do some volunteering.  There is no better pick me up after a really shitty day than hanging out with friends and realizing that their lives suck sometimes too.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
