Tags » SIA-SIA

Mati Rasa

Aku, sudah lama aku menunggu. Aku bukanlah menunggu seseorang. Aku menunggu sebuah kejelasan.
“Apakah aku sedang terhunus pedang?”
Mungkin terasa bodoh untuk berkata demikian. Jangankan terhunus pedang, tersayat olehnya pun belum pernah. 221 more words

Short Story

Kau di Antara Dingin dan Sepi

Dingin memang. Tapi ada makhluk lain yang lebih menyiksa dari sekadar dingin, ialah sepi. Seperti kabut asap, keduanya bersekongkol menyelinap ke dalam ruanganku. Halus pelan, masuk lewat lobang ventilasi, lewat celah bagian bawah pintu, terus merambat di bawah kolong meja, naik menyisir lembaran-lembaran kertas di atasnya, melewati jaring-jaring rak buku, merayap mengendap-endap di tembok, di langit-langit, memenuhi ruangan dan mulai menggerayangi tiap senti kulitku. 100 more words

Aku