<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>sihir &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/sihir/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "sihir"</description>
	<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 15:57:45 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Penyembuhan Sihir Dengan Bahan Alami ]]></title>
<link>http://tenagadalamilahi.wordpress.com/2009/12/15/penyembuhan-sihir-dengan-bahan-alami/</link>
<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 08:44:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>tenagadalamilahi</dc:creator>
<guid>http://tenagadalamilahi.wordpress.com/2009/12/15/penyembuhan-sihir-dengan-bahan-alami/</guid>
<description><![CDATA[UBAT SANTAU DAN SIHIR GANGGUAN Rawatan ini boleh dilakukan  dengan beberapa jenis ramuan tradisional]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>UBAT SANTAU DAN SIHIR GANGGUAN</p>
<p>Rawatan ini boleh dilakukan  dengan beberapa jenis ramuan tradisional. Kali ini resepi ubatnya agak lain dari biasanya karena resepi ubat untuk penyakit  non medik. Harapan kami jika ada pembaca yang terkena santeu, jin dan kesambet mahluk halus agar tidak panik dan jangan susah-susah. Cukup mencoba resepi-resepi di bawah ini.</p>
<p>Anda sudah tidak perlu lagi mencari tabib dan dukun hanya untuk hal-hal seperti ini. Resepi ubat alternatif ini layak dan sesuai disimpan di rumah sebagai bantuan ketika kecemasan.</p>
<p> 1. Resepi Pertama</p>
<p> Bahan-bahan : 1 buah Pisang Mas, Inggu, Jadam, Bawang Putih, Belerang/tanah Cempaka, Lumut pada Batu Nisan. Semua bahan digiling halus, lalu digosok pada bagian yang sakit sebanyak 2 x (dua kali) sehari. Lebih bagus pada malam hari!.</p>
<p>2. Resepi Kedua</p>
<p>Bahan-bahan : 1 buah Jeruk Limau, Jadam, Inggu, Bawang Putih, Minyak Kelapa= 2-3 sdm. Caranya : Jeruk Limau dibakar diatas bara api sampai hitam, lalu diperas untuk diambil airnya. Bahan Lain digiling halus, lalu dicampur dengan minyak kelapa dan air perasan jeruk limau. Lalu digosok merata pada bagian yang sakit.</p>
<p>3. Resepi Ketiga</p>
<p>Bahan-bahannya : Inggu, Jadam Merah, Bawang Putih, Jeruk Purut, Akar pohon ara 3 potong, Minyak Kelapa = 2-3 sdm. Caranya : Jeruk Purut dibakar , peras dan diambil airnya saja. Bahan Lain digiling halus, campur dengan minyak kelapa + air perasan Jeruk Purut tadi. Lalu digosok pada bagian yang sakit. Kerjakan 3 x (tiga kali) sehari.</p>
<p>4. Resepi Keempat</p>
<p>Bahan-bahannya : Gula merah 1 biji, abu dapur sejumput, daun sirih hutan (sirih liar) 7 (tujuh) lembar, 1 (satu) butir Bawang Merah, satu butir Bawang Putih, Biji Timun 5 (lima) butir, Beras satu genggam, 1 kuning telur, ayam kampung. Caranya : Semua bahan digiling halus dan campurkan dengan kuning telur tadi/ dikocok. Lalu digosok pada bagian badan yang sakit, atau gosok pada bagian perut, tulang belakang, dada dsb. Sesuai untuk jenis ilmu santau apapun asal si sakit menderita sakit pada bagian yang telah disebutkan.</p>
<p>5. Resepi Kelima</p>
<p>Bahan-bahannya : Beras satu genggam, kulit limau Purut 6 potong dibakar dulu hingga lembab, 1 butir bawang putih, kemenyan putih 1 ibu jari. Caranya : Semua bahan digiling halus dan digosok merata pada bagian yang sakit.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sensasi Dukun dan Perdukunan]]></title>
<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/11/30/sensasi-dukun-dan-perdukunan/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 02:42:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>salafiyunpad</dc:creator>
<guid>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/11/30/sensasi-dukun-dan-perdukunan/</guid>
<description><![CDATA[Oleh Al Ustadz Al Fadhil Abu Hamzah Yusuf Al Atsari(Mudir Ma&#8217;had Adhwa&#8217; as Salaf, Bandun]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Oleh Al Ustadz Al Fadhil Abu Hamzah Yusuf Al Atsari</strong>(Mudir Ma&#8217;had Adhwa&#8217; as Salaf, Bandung)</p>
<p>&#160;</p>
<p><img class="alignleft" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn%3AO8yQ0kZ-LXXBFM%3Ahttp%3A%2F%2Ffitrahfitri.files.wordpress.com%2F2009%2F02%2Fsantet.jpg&#038;w=117&#038;h=112" alt="" width="117" height="112" />Sebenarnya dukun dan perdukunan bukanlah sesuatu yang baru atau asing dalam sejarah kehidupan manusia. Keberadaannya sudah sangat lama, bahkan sebelum datangnya Islam dan diutusnya Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.</p>
<p>Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:<br />
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا نَصِيبًا مِنَ الْكِتَابِ يُؤْمِنُونَ بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوتِ وَيَقُولُونَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا هَؤُلَاءِ أَهْدَى مِنَ الَّذِينَ ءَامَنُوا سَبِيلًا<br />
“Apakah kamu tidak memerhatikan orang-orang yang diberi bagian dari Al-Kitab? Mereka percaya kepada jibt dan thaghut, serta mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Makkah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman.” (An-Nisa’: 51)</p>
<p>Ath-Thabari rahimahullahu menyebutkan dalam Tafsirnya (2/7726), dengan sanadnya sendiri dari Sa’id bin Jubair, bahwa –berkenaan dengan ayat ini– ia mengatakan, yang dinamakan jibt dalam bahasa Habasyah adalah sahir (tukang sihir) sedangkan yang dimaksud dengan thaghut adalah kahin (dukun).<!--more--></p>
<p>Kala itu, perdukunan benar-benar mendapat tempat di hati banyak orang. Karena mereka meyakini, para dukun mempunyai pengetahuan tentang ilmu ghaib. Orang-orang pun berduyun-duyun mendatanginya, mengadukan segala permasalahan yang dihadapinya untuk kemudian menjalankan petuah-petuahnya.</p>
<p>Al-Imam Muslim rahimahullahu di dalam kitab Shahihnya, bab Tahrimul Kahanah wa Ityanul Kahin, meriwayatkan dari Mu’awiyah bin Al-Hakam As-Sulami radhiyallahu ‘anhu, bahwa ia menceritakan: Aku sampaikan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beberapa hal yang pernah kami lakukan di masa jahiliah, yaitu bahwa kami biasa mendatangi para dukun. Beliau kemudian bersabda:<br />
فَلَا تَأْتُوا الْكُهَّانَ. قَالَ: قُلْتُ: كُنَّا نَتَطَيَّرُ. قَالَ: ذَاكَ شَيْءٌ يَجِدُهُ أَحَدُكُمْ فِي نَفْسِهِ فَلَا يَصُدَّنَّكُمْ<br />
“Jangan sekali-kali kalian mendatangi dukun-dukun itu.” Aku ceritakan lagi kepada beliau, “Kami biasa ber-tathayyur.” Beliau bersabda: “Itu hanyalah sesuatu yang dirasakan oleh seseorang di dalam dirinya. Maka, janganlah sampai hal itu menghalangi kalian.”</p>
<p>Yang diistilahkan dukun itu sendiri adalah orang-orang yang mengabarkan hal-hal yang akan terjadi di kemudian hari, melalui bantuan setan yang mencuri-curi dengan berita dari langit. Maka, dukun adalah orang-orang yang mengaku dirinya mengetahui ilmu ghaib, sesuatu yang tidak tersingkap dalam pengetahuan banyak manusia.<br />
Padahal, di dalam Al-Qur’an disebutkan dengan jelas dan pasti, bahwa hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala yang mengetahui yang ghaib, adapun selain-Nya tidak.</p>
<p>Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:<br />
قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ<br />
Katakanlah: “Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan. (An-Naml: 65)</p>
<p>عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا<br />
“(Dia adalah Rabb) Yang mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang ghaib itu.” (Al-Jin: 26)<br />
وَمَا كَانَ اللهُ لِيُطْلِعَكُمْ عَلَى الْغَيْبِ وَلَكِنَّ اللهَ يَجْتَبِي مِنْ رُسُلِهِ مَنْ يَشَاءُ فَآمِنُوا بِاللهِ وَرُسُلِهِ وَإِنْ تُؤْمِنُوا وَتَتَّقُوا فَلَكُمْ أَجْرٌ عَظِيمٌ<br />
“Dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Allah memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rasul-rasul-Nya. Karena itu berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagimu pahala yang besar.” (Ali ‘Imran: 179)</p>
<p>وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ<br />
“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (Al-An’am: 59)</p>
<p>فَقُلْ إِنَّمَا الْغَيْبُ لِلَّهِ فَانْتَظِرُوا إِنِّي مَعَكُمْ مِنَ الْمُنْتَظِرِينَ<br />
Maka katakanlah: “Sesungguhnya yang ghaib itu kepunyaan Allah, sebab itu tunggu (sajalah) olehmu, sesungguhnya aku bersama kamu termasuk orang-orang yang menunggu.” (Yunus: 20)</p>
<p>Al-Qadhi Iyadh rahimahullahu berkata: “Perdukunan yang dikenal di dunia Arab terbagi menjadi tiga jenis:<br />
<strong>Pertama:</strong> Seseorang mempunyai teman dari kalangan jin, yang memberi tahu kepadanya dari usaha mencuri-curi dengar berita langit. Jenis ini sudah lenyap1 sejak Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus Nabi kita Shallallahu ‘alaihi wa sallam.</p>
<p><strong>Kedua:</strong> Setan mengabarkan kepadanya sesuatu yang terjadi di tempat-tempat lain yang tidak bisa diketahuinya secara langsung, baik dekat maupun jauh. Yang demikian tidaklah mustahil keberadaannya.</p>
<p><strong>Ketiga</strong>: Ahli nujum. Untuk jenis ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan kekuatan tertentu pada diri sebagian manusia. Akan tetapi, kebohongan di dalamnya biasanya lebih dominan. Di antara jenis ilmu seperti itu, adalah ilmu ramal, pelakunya disebut peramal atau paranormal. Biasanya orangnya mengambil petunjuk dari premis-premis dan sebab-sebab tertentu untuk mengetahui persoalan-persoalan tertentu, serta didukung dengan perdukunan, perbintangan, atau sebab-sebab lain.<br />
Jenis-jenis seperti inilah yang disebut dengan perdukunan. Semuanya itu, dianggap dusta oleh syariat. Syariat juga melarang mendatangi dan membenarkan perkataan mereka.” (Syarh Shahih Muslim, 7/333)</p>
<p><strong>Menjamurnya Dukun Atau Paranormal</strong></p>
<p>Kemajuan peradaban manusia, seringkali diukur dengan kemajuan teknologi dan semakin lepasnya masyarakat dari praktik-praktik berbau tahayul. Namun begitu, di zaman sekarang ini praktik perdukunan justru marak bak cendawan di musim penghujan.<br />
Penting diketahui, sebenarnya praktik perdukunan bukanlah khas masyarakat tribal (kesukuan) dan tradisional yang melambangkan keterbelakangan. Bangsa maju dan modern di Eropa dan Amerika yang mengagungkan rasionalitas juga punya sejarah perdukunan, berwujud santet (witchcraft).</p>
<p>Di Indonesia, praktik perdukunan memiliki akar kuat dalam sejarah bangsa, bahkan dukun dan politik merupakan gejala sosial yang lazim. Kontestasi politik untuk merebut kekuasaan pada zaman kerajaan di Indonesia pramodern selalu ditopang kekuatan magis.<br />
Semuanya ini memberikan gambaran yang nyata, bahwa perdukunan memang sudah dikenal lama oleh masyarakat kita. Dan ilmu ini pun turun-menurun saling diwarisi oleh anak-anak bangsa, hingga saat ini para dukun masih mendapatkan tempat bukan saja di sisi masyarakat tradisional, tetapi juga di tengah lingkungan modern.</p>
<p>Walhasil kini mereka yang pergi ke dukun kemudian percaya pada kekuatan magis dan menjalankan praktik perdukunan tak mengenal status sosial: kelas bawah, menengah bahkan atas. Sensasi para dukun itu mampu melampaui semua tingkat pendidikan. Banyak di antara mereka yang datang ke dukun merupakan representasi orang-orang terpelajar yang berpikiran rasional.<br />
Sebenarnya, dukun atau paranormal tidak ada bedanya, karena itu Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu mengemukakan, bahwa paranormal adalah nama lain dari dukun dan ahli nujum (Fathul Majid, hal. 338). Maka, dukun atau paranormal adalah dua nama yang saling terkait, kadang salah satunya menjadi penanda bagi yang lainnya.</p>
<p>Belakangan, di tanah air kita, fenomena perdukunan dan ramalan semakin menggeliat seiring dengan suasana yang kondusif bagi para pelakunya untuk tampil berani tanpa ada beban. Berapa banyak iklan-iklan yang menawarkan jasa meramal cukup via SMS, yang dalam istilah mereka bermakna Supranatural Messages Service. Atau juga, praktik pengobatan alternatif yang sudah menjadi suguhan iklan harian di koran-koran dan tabloid.</p>
<p>Berapa banyak sekarang ini penderita penyakit yang tidak terdeteksi penyakitnya sekalipun telah memanfaatkan kemajuan teknologi kedokteran. Usut punya usut, salah satu penyebabnya adalah karena penyakit tersebut merupakan penyakit “pesanan” yang dikirim oleh para dukun dengan menggunakan kekuatan ghaib bernama setan.</p>
<p><strong>Bahaya Mendatangi Dukun dan Peramal</strong></p>
<p>Al-Imam Bukhari dan Muslim rahimahumallah dalam kitab Shahih keduanya, meriwayatkan hadits dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa ia berkata: Saya tanyakan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Ya Rasulullah, sesungguhnya para dukun itu mengatakan sesuatu kepada kami, dan ternyata apa yang dikatakannya itu benar terjadi.” Beliau kemudian bersabda:<br />
تِلْكَ الْكَلِمَةُ الْحَقُّ يَخْطَفُهَا الْجِنِّيُّ فَيَقْدِفُهَا فِى أُذُنِ وَلِيِّهِ، وَيَزِيْدُ فِيْهَا مِائَةَ كَذْبَةٍ<br />
“Kata yang benar itu disambar oleh jin dan kemudian dibisikkan ke telinga pengikutnya. Tapi setiap satu kata yang benar itu dicampur dengan seratus kebohongan.” (HR. Al-Bukhari no. 5762, Muslim no. 2228)</p>
<p>Dalam riwayat lainnya, yang dikemukakan oleh Al-Imam Muslim rahimahullahu, disebutkan bahwa ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan: “Orang-orang bertanya kepada Rasulullah tentang kebenaran para dukun.” Beliau menjawab: “Tidak ada apa-apanya.” Mereka lantas berkata: “Mereka itu (dukun) terkadang mengatakan sesuatu yang kemudian benar-benar terjadi.” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:<br />
تِلْكَ الْكَلِمَةُ مِنَ الْجِنِّ يَخْطَفُهَا الْجِنِّيُّ فَيَقُرُّهَا فِى أُذُنِ وَلِيِّهِ قَرَّ الدَّجَاجَةِ فَيَخْلِطُوْنَ فِيْهَا أَكْثَرَ مِنْ مِائَةِ كَذْبَةٍ<br />
“Kalimat itu berasal dari kalangan jin yang disambar oleh salah seorang jin, lalu ia bisikkan ke dalam telinga pengikutnya seperti suara ayam betina, lalu mereka mencampurnya dengan lebih dari seratus kebohongan.”</p>
<p>Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:<br />
مَنْ أَتَى كَاهِنًا أَوْ عَرَّافًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُوْلُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم<br />
“Barangsiapa mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu membenarkan perkataannya, berarti itu telah kufur kepada apa yang telah diturunkan kepada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Ahmad dalam Musnadnya no. 9541)</p>
<p>Ibnu Atsir rahimahullahu menjelaskan, “Yang dimaksud dengan tukang ramal adalah ahli nujum atau orang pandai yang mengaku mengetahui ilmu ghaib, padahal hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala yang mengetahui persoalan ghaib. Tukang ramal itu masuk dalam kategori dukun.”</p>
<p>Dalam kitab Shahihnya, Al-Imam Muslim rahimahullahu mengutip hadits dari Nafi’, dari Shafiyyah, dari beberapa istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda:<br />
مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِيْنَ لَيْلَةً<br />
“Siapa yang mendatangi arraf (tukang ramal) lalu menanyakan sesuatu kepadanya, maka shalatnya tidak akan diterima selama empat puluh malam.”</p>
<p>Al-Imam Nawawi rahimahullahu menjelaskan, “Yang dimaksud dengan tidak diterima shalatnya adalah bahwa shalat yang dilakukannya itu tidak diberi pahala, sekalipun shalat yang dilakukannya itu sudah tentu tetap bisa menggugurkan kewajibannya sehingga tidak perlu diulang kembali. Para ulama sepakat bahwa hal itu tidak berarti menuntut orang yang mendatangi tukang ramal untuk mengulangi shalatnya selama empat puluh hari. Wallahu a‘lam.” (Syarh Shahih Muslim, 7/336)</p>
<p>Bertolak dari dalil-dalil di atas, setidaknya ada dua bahaya yang mengancam orang-orang yang mendatangi dan menanyakan sesuatu kepada dukun atau paranormal:<br />
<strong>Pertama</strong>, kekafiran, jika meyakini kebenaran dukun dan meyakini tukang ramal itu sebagai orang yang mengetahui hal ghaib.<br />
<strong>Kedua</strong>, mendekati kekufuran, jika membenarkan berita yang disampaikannya dari hal yang ghaib. Dengan alasan, dukun dan paranormal menyampaikan hal yang ghaib dari informasi jin yang mencuri-curi dengar berita langit.<br />
Hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala lah kita memohon perlindungan. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak memperbanyak jumlah para pelayan-pelayan setan (dukun), serta membongkar kejahatan mereka.<br />
Wallahul musta’an.</p>
<p>1 Dalam hal ini terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Ada yang berpendapat sudah lenyap, tidak ada lagi. Ada juga yang berpendapat masih terjadi. Di antara yang menguatkan pendapat kedua dari ulama masa kini adalah Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dan Asy-Syaikh Shalih Alu Syaikh. (ed)</p>
<blockquote><p>Disalin dari <a href="http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&#38;id_online=828" target="_blank">Majalah Asy Syari&#8217;ah</a></p></blockquote>
<p>Artikel Terkait:</p>
<ul>
<blockquote>
<li><a href="http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&#38;id_online=834" target="_blank">Menyorot Ilmu Nujum</a></li>
<li><a href="http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&#38;id_online=831" target="_blank">Jimat dan Jampi-jampi</a></li>
<li><a href="http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&#38;id_online=830" target="_blank">Dukun dan Ciri-cirinya</a></li>
<li><a href="http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&#38;id_online=829" target="_blank">Perdukunan dan Para Elite Politik</a></li>
<li><a href="http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&#38;id_online=827" target="_blank">Dukun Sahabat Setan</a></li>
<li><a href="http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&#38;id_online=833" target="_blank">Siapakah Al-Jibt dan Thaghut?</a></li>
</blockquote>
</ul>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Penyembuhan Seseorang yang Terkena SIHIR, TENUNG, GUNA-GUNA dan Sejenisnya]]></title>
<link>http://asysyifaagency.wordpress.com/2009/11/26/penyembuhan-seseorang-yang-terkena-sihir-tenung-guna-guna-dan-sejenisnya-2/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 04:57:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>asysyifaagency</dc:creator>
<guid>http://asysyifaagency.wordpress.com/2009/11/26/penyembuhan-seseorang-yang-terkena-sihir-tenung-guna-guna-dan-sejenisnya-2/</guid>
<description><![CDATA[Penulis: Syaikh Shalih bin Fauzan bin ‘Abdillah Alu Fauzan 1. Metode-metode syar’i apakah yang bisa ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Penulis: Syaikh Shalih bin Fauzan bin ‘Abdillah Alu Fauzan 1. Metode-metode syar’i apakah yang bisa ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Penyembuhan Seseorang yang Terkena SIHIR, TENUNG, GUNA-GUNA dan Sejenisnya]]></title>
<link>http://asysyifaagency.wordpress.com/2009/11/26/penyembuhan-seseorang-yang-terkena-sihir-tenung-guna-guna-dan-sejenisnya/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 04:57:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>asysyifaagency</dc:creator>
<guid>http://asysyifaagency.wordpress.com/2009/11/26/penyembuhan-seseorang-yang-terkena-sihir-tenung-guna-guna-dan-sejenisnya/</guid>
<description><![CDATA[Penulis: Syaikh Shalih bin Fauzan bin ‘Abdillah Alu Fauzan 1. Metode-metode syar’i apakah yang bisa ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Penulis: Syaikh Shalih bin Fauzan bin ‘Abdillah Alu Fauzan 1. Metode-metode syar’i apakah yang bisa ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sihir Termasuk Perbuatan Syetan]]></title>
<link>http://sabdaislam.wordpress.com/2009/11/24/sihir-termasuk-perbuatan-syetan/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 04:04:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ki Semar</dc:creator>
<guid>http://sabdaislam.wordpress.com/2009/11/24/sihir-termasuk-perbuatan-syetan/</guid>
<description><![CDATA[Sihir Termasuk Perbuatan Syetan Allah berfirman : Dan setelah datang kepada mereka seorang rasul dar]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong><a href="http://sabdaislam.wordpress.com/files/2009/11/mutiara-hadits25.jpg"><img src="http://sabdaislam.wordpress.com/files/2009/11/mutiara-hadits25.jpg" alt="" title="mutiara hadits25" width="510" height="170" class="alignnone size-full wp-image-319" /></a></p>
<p>Sihir Termasuk Perbuatan Syetan</p>
<p></strong></p>
<p>Allah berfirman : Dan setelah datang kepada mereka seorang rasul dari sisi Allah yang membenarkan apa (kitab) yang ada pada mereka, sebagian dari orang-orang yang diberi kitab (Taurat) melemparkan kitab Allah ke belakang (punggung)nya seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu adalah kitab Allah). (QS. 2:101)</p>
<p>Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Merek mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaiu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan:&#8221;Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir&#8221;. Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan ijin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barang siapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya sendiri dengan sihir, kalau mereka mengetahui. (QS. 2:102)</p>
<p>Sesungguhnya kalau mereka beriman dan bertaqwa, (niscaya mereka akan mendapat pahala), dan sesungguhnya pahala dari sisi Allah adalah lebih baik, kalau mereka mengetahui. (QS. 2:103)</p>
<p>Ketika Muhamad shallallahu &#8216;alaihi wasallam datang dan membenarkan kitab Taurat yang ada pada orang-orang Yahudi, mereka mendustakannya. Mereka membuang Al-Qur&#8217;an dan Taurat di belakang punggung mereka, dan mereka sama sekali tidak mengamalkan kedua kitab itu. Orang-orang Yahudi mengikuti apa yang dikatakan oleh setan-setan dan setan-setan itu mengatakan bahwa sihir berasal dari Sulaiman &#8216;alaihissalam, padahal kenyataannya setan-setan itulah yang mengeluarkan sihir. Mereka beranggapan bahwa Nabi sulaiman &#8216;alaihissallam menggunakan ilmu sihir. Dan -masih menurut anggapannya- dengan ilmu sihir itu pula Nabi Sulaiman &#8216;alaihissalam membangun kerajaan yang agung. Maka Allah membuat pernyaataan bahwa mereka berdusta dan sesungguhnya Sulaiman &#8216;alaihissalam berlepas diri dari sihir yang di dalamnya terdapat kekufuran dan madharat.</p>
<p>Sihir dan kekufuran melekat pada setan-setan yang mengajarkan sihir itu kepada orang-orang Yahudi, dan sihir itu tidaklah diturunkan oleh Allah kepada kedua malaikat-Nya, Harut dan Marut.</p>
<p>Al-Alusi dalam menafsirkan kalimat&#8221; dan apa yang diturunkan kepada kedua malaikat &#8221; pada ayat di atas, mengatakan : &#8221; Kalimat ini disambungkan oleh huruf &#8221; wa&#8221; dengan kata sebelumnya yaitu sihir. Faidah kata sambung &#8221; wa&#8221; di sini adalah untuk menyatakan bahwa mereka mengetahui mana yang sihir dan mana yang diturunkan sebagai batu ujian.</p>
<p>Mencela mereka karena melanggar larangan ini memberikan dua macam pengertian : pertama, seolah-olah dikatakan kepada mereka : &#8221; Ikutilalh sihir yang bisa dipelajari lewat buku-buku yang dikarang dan juga lewat lain-lainnya. Kedua, bahwa malaikat ini juga diturunkan untuk mengajarkan sihir sebagai ujian dari Allah untuk manusia. Karena itu barangsiapa yang mempelajarinya kemudian mempraktekkannya maka ia kufur. Barang siapa mengetahuinya ( ilmu sihir ) tetapi ia dapat menahan diri dari mempraktekkkannya, maka ia tetap berada dalam iman. Semuanya diserahkan pada Allah. Dia hendak menguji hamba-hamba-Nya sebagaimana ia pernah menguji kaum Luth dengan peristiwa sungai., peristiwa ini untuk membedakan antara sihir dengan mu&#8217;jizat, oleh karena saat itu banyak dilakukan praktek sihir. Tukang sihir sering mempertontonkan hal-hal yang aneh. Akibatnya, terjadi keragu-raguan dalam diri umat terhadap kenabian Nabi Luth shallallahu &#8216;alaihi wasallam. Maka Allah mengutus dua malaikat untuk mengajarkan ilmu-ilmu sihir sehingga bisa dibedakan antara mu&#8217;jizat dan sihir. ( dari buku ruhul ma&#8217;ani, Al-Alusi : I/30. )</p>
<p>Jika ada orang yang menyanggah pendatap saya dengan mengatakan-misalnya- : bagaimana mungkin malaikat Allah dibolehkan mengajarkan manusia sesuatu yang bisa menceraikan seorang suami dengan pasangannya ?. maka jawaban saya sebagai berikut : Sesungguhnya Allah telah memberikatahukan kepada hamba-Nya mengenai segala hal yang Ia perintahkan dan segala hal yang Ia larang. Sihir termasuk suatu pekerjaan yang terlarang bagi para hamba-Nya. Karena itu bukan hal yang ganjil jika Allah mengajarkan pada dua malaikat- Harut dan Marut- ilmu sihir, dan mereka mengajarkannya kembali kepada manusia. Hal itu dimaksudkan sebagai ujian bagi hamba-hamba-Nya, agar bisa diketahui siapa orang yang beriman dan siapa yang kufur. Orang yang beriman adalah orang yang tidak belajar sihir dari kedua malaikat itu, sedangakan orang yang kfur adalah orang yang mempelajari sihir dan mempraktekkannya, untuk itu mereka mendapat penghinaan dan celaan dari Allah Subhanahu wa Ta&#8217;aala.( Tafsir Ath-Tabari, II/426 ).</p>
<p>Perlu saya tegaskan bahwa penafsiran At-Thabari inilah yang mu&#8217;tamad ( dapat dijadikan pegangan ) dan inilah makna zhahir yang dimaksud dalam al-Qur&#8217;an.</p>
<p><strong>Beberapa kesimpulan yang dapat diambil dari ayat di atas : </strong></p>
<ul>
<li>Berpaling dari kitab dan sunnah akan mengakibatkan adanya kejahatan, kerusakan, kezaliman dan sihir.</li>
<li>Tukang sihir adalah kafir. Haram mempelajari sihir dan haram pula mempraktekkannya.</li>
<li>Sihir itu mempunyai berbagai madharat ( bahaya ). Sihir bisa ditolak dengan membaca mu&#8217;awwidzatain ( surat Al-Falaq dan surat An-Nas ) dan berdo&#8217;a kepada Allah.</li>
<li>Diharamkan membenarkan dukun, tukang sihir dan tukan ramal. Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda :<br />
Barang siapa mendatangi dukun dan tukang ramal, lalu membenarakannya, maka ia benar-benar telah kafir terhadapa apa yang diturunkan kepada Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wasallam ( Al-Qur&#8217;an ). Hadits shahih diriwayatkan oleh Imam Ahmad ).<br />
Dalam hadits lain : Barang siapa mendatangi tukang ramal, lalu ia menanyakan sesuatu kepadanya, maka shalatnya tidak akan diterima selama empat puluh hari. HR. Muslim.<br />
Dukun dan tukang ramal. Keduanya mengaku memiliki ilmu ghaib yang sebenarnya pengakuan itu dusta belaka, karena tidak ada yang mengetahui ghaib kecuali Allah.</li>
<li>Pintu taubat selalu terbuak bagi siapapun termasuk tukang sihir dan lainnya mekipun sebulumnya ia kafir.</li>
<li>Cobaan dari Allah untuk hamba-hambanya berbentuk kebaikan dan keburukan agar bisa diketahui siapa yang bermaksiat dan siapa yang taat. Allah berfirman :<br />
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan(yang ssebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. (QS. 21:35)</li>
</ul>
<p><strong><em> ( dari buku : kaifa nafhamu al-Qur&#8217;an Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu,<br />
edisi Indonesia hal : 209 )</em></strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hantu Apa Yang Tergantung-Gantung?]]></title>
<link>http://khayalkhayal.wordpress.com/2009/11/16/hantu-apa-yang-tergantung-gantung/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 15:17:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>Najwa Aiman</dc:creator>
<guid>http://khayalkhayal.wordpress.com/2009/11/16/hantu-apa-yang-tergantung-gantung/</guid>
<description><![CDATA[Ingat tak dulu ada kisah tentang ilmu buatan orang? Aa orang jumpa sesuatu ditanam kat depan kedai d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter" src="http://lh3.ggpht.com/_58AHIvJGD4A/Rh0HRx1aSlI/AAAAAAAAAZk/SG87LeZrFAU/s400/DSC00150.jpg" alt="" width="400" height="300" />Ingat tak dulu ada kisah tentang ilmu buatan orang? Aa orang jumpa sesuatu ditanam kat depan kedai dia, kan? Berbungkus kain kuning. Bila buka kain tu&#8230; alamak ai! Ada hantu kemetot! Aku pernah tulis hal ni dalam blog KháYáL lama yang dah ghaib macam hantu gak&#8230; eheks&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Muzium Negara pun pernah buat pameran hantu. Macam-macam hantu dipamerkan kat situ. Boleh ditangkap rupa-rupanya hantu-hantu ni semua ek? Boleh dikeraskan pula tu! Boleh buat show lagi! Wow! Glamour sungguh hantu glamour tu semua.</p>
<p style="text-align:justify;">Semalam ada orang nampak hantu kat bus stand Batu 10 depan Federal Highway tu. Katanya dia nampak lembaga berupa kelibat manusia  tergantung-gantung kat flyover baru yang menghubungkan Subang Jaya dan Kelana Jaya tu masa memandu melintas kat bawah flyover tu. Tak pasti le pulok sama ada pemandu tu on the way balik dari pub atau baru nak pergi pub.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Magic Tricks]]></title>
<link>http://islamabangan.wordpress.com/2009/11/16/magic-tricks/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 07:57:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>Lambang</dc:creator>
<guid>http://islamabangan.wordpress.com/2009/11/16/magic-tricks/</guid>
<description><![CDATA[Magic dikenal di Indonesia sebagai sulap. Salah satu cabang seni entertaintment dengan menampilkan i]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Magic dikenal di Indonesia sebagai sulap. Salah satu cabang seni entertaintment dengan menampilkan i]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MUI Malang Larang Masyarakat Nonton '2012']]></title>
<link>http://aespee.wordpress.com/2009/11/16/mui-malang-larang-masyarakat-nonton-2012/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 07:28:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>aespee</dc:creator>
<guid>http://aespee.wordpress.com/2009/11/16/mui-malang-larang-masyarakat-nonton-2012/</guid>
<description><![CDATA[Dunia saat ini sedang tersihir dengan film &#8216;2012&#8242;. Tak hanya di dunia tapi juga di Indon]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Dunia saat ini sedang tersihir dengan film &#8216;2012&#8242;. Tak hanya di dunia tapi juga di Indon]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kiat Mujarab Melawan Sihir]]></title>
<link>http://maribelibuku.wordpress.com/2009/11/16/kiat-mujarab-melawan-sihir/</link>
<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 13:22:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>abuhura1rah</dc:creator>
<guid>http://maribelibuku.wordpress.com/2009/11/16/kiat-mujarab-melawan-sihir/</guid>
<description><![CDATA[Tajuk: Kiat Mujarab Melawan Sihir Penulis: Syaikh Dr Abdulloh Ath Thayyar Penerbit: Pustaka Darul Il]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><a href="http://maribelibuku.wordpress.com/files/2009/11/kiat-mujarab-melawan-sihir.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-49" title="kiat mujarab melawan sihir" src="http://maribelibuku.wordpress.com/files/2009/11/kiat-mujarab-melawan-sihir.jpg" alt="kiat mujarab melawan sihir" width="286" height="412" /></a></p>
<p><strong><span style="color:#3366ff;">Tajuk: </span>Kiat Mujarab Melawan Sihir</strong></p>
<p><strong><span style="color:#3366ff;">Penulis: </span>Syaikh Dr Abdulloh Ath Thayyar</strong></p>
<p><strong><span style="color:#3366ff;">Penerbit: </span>Pustaka Darul Ilmi</strong></p>
<p><strong><span style="color:#3366ff;">Fizikal Buku: <span style="color:#000000;">Sederhana kecil, softcover</span><br />
</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#3366ff;">Berat: <span style="color:#000000;">++100 gram</span><br />
</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#3366ff;">Muka Surat: <span style="color:#000000;">138 ms.</span><br />
</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#3366ff;">Harga:<span style="color:#000000;">RM 13.80</span><br />
</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#3366ff;">Diskaun: <span style="color:#000000;">10%</span></span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#3366ff;"><span style="color:#000000;"><!--more--><br />
</span></span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#3366ff;">Keterangan: <span style="color:#000000;">Sihir adalah antara jalan-jalan yang membawa kepada kesyirikan. Lihat saja di dalam akhbar dan berita-berita,</span> <span style="color:#000000;">umat islam moden zaman kini masih mengamalkan </span><span style="color:#000000;">aktiviti sihir yang memuja jin dan syaitan. Mereka sanggup menempuh jalan kesyirikan</span> <span style="color:#000000;">untuk memenuhi keperluan duniawi mereka. Buku kecil ini menerangkan kepad anda berkaitan dengan sihir dan juga hukum-hukumnya. Di dalamnya juga terdapat cara-cara untuk mengubati sihir berdasarkan kaedah syar&#8217;ie. Buku ini sesuai untuk menjelaskan kaedah perubatan mangsa sihir serta pengenalan kepada sihir.</span><br />
</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#3366ff;">Buku-buku yang berkaitan: <a href="http://maribelibuku.wordpress.com/category/aqidah/"><span style="color:#000000;">Klik di sini</span></a><br />
</span></strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Simple Guide on Islamic Exorcism -The Evil Eye  (Part -2)]]></title>
<link>http://islamicexorcism.wordpress.com/2009/11/11/simple-guide-on-islamic-exorcism-%e2%80%93-evil-eye-or-nazar/</link>
<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 08:32:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>islamicexorcism</dc:creator>
<guid>http://islamicexorcism.wordpress.com/2009/11/11/simple-guide-on-islamic-exorcism-%e2%80%93-evil-eye-or-nazar/</guid>
<description><![CDATA[Islamic Exorcism and Evil Eye or Nazar The evil eye is the name for a sickness or misfortune transmi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="font-size:11pt;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Islamic Exorcism and Evil Eye or Nazar</strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="font-size:9pt;">The evil eye is the name for a sickness or misfortune transmitted, usually with or without intention, by someone who is envious, jealous, and covetous or even a pious person from among man or jinn. MashAllah, it could affect children, adults, livestock, and any kind of materialistic items, and the most vulnerable are the very young, the wealthy and the beautiful. To cast out an evil eye its not necessary to see the victim, the evil-eye can be transmitted even just by visualizing or imagining or even with a very limited description of the target person for example a person can cast-out an evil eye even on himself just by imagining or while look at himself in the mirror or even a blind person can cast out an evil eye just by visualizing the target person or a mother could herself un- intentionally cast out a evil eye on her child..etc. Our Prophet[SAW] has therefore advised us to recite ‘MashaAllah’, to prevent the casting-out an evil eye, therefore one should say ‘MashaAllah’ when praising or looking at anyone or any thing with excitement, in-order to avoid casting an evil eye to them.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;"><strong>Proof of Evil Eye / Nazar in Quran and Hadith</strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;">Quran</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;">“..And from the evil of the envier when he envieth.”[Quran Surah Al Falaq 113]</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;">Hadith</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;">Prophet(SA) said: “The evil eye is real, and if anything were to overtake the divine decree (al-qadar) it would be the evil eye.” [Muslim]</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:9pt;">General Symptoms of Nazar[Evil Eye]</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;">Primary symptoms of evil eye are feelings of physical and/or emotional tiredness, unexplained bad luck or un-favorable incidences and illness. It is thought to cause drowsiness, drooping eyelids, listlessness, fatigue, weariness, lack of concentration, restlessness, discomfort, cramps, convulsions, headaches, hiccoughs, clumsiness, stomachaches, dry coughs, diarrhea, itching, hair loss, dry skin vomiting, the drying up of the milk of nursing mothers and livestock, problems with the blood and eyesight, impairment of sexual activity, impotence, sterility, disorders in menstruation, problems in pregnancy and childbirth, deficient breast milk, mastitis, and among babies and young children, incessant crying and fretting, a baby’s refusal to suckle or drink milk and other symptoms include lack of rain, the drying up of wells, the withering of fruit, sudden loss to business, and so on.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;"><br />
<strong> Treatment by Amal-e-Shariah or Holy Ritual against Evil Eye or Nazar</strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;">Step1 : Amal to make one i.e the healer or exorcist or any pious person doing the exorcism “Spiritually Strong” before the main Amal for treatment. Recite the following 40 x to 100x, more the recitation more will our amal be powerful and strong, InshaAllah.</span></p>
<ul>
<li><span style="font-size:9pt;">Any Istiqfar -40 x – easy one – ‘Astaghfirullaahi wa ‘atoobu e-lay-h</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;">Third Kalimah or Tasbai Fatimah – 40 x – Subhaan-Allahi walhamdu-lillaahi, wa laa ilaa-ha illa-la ill-lal-lahu wallahu Akbar</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;">BISMILLAAHI YA HAYYU YA QAYYUM YA ZAL JALAALI WAL IKRAM YA ARHAMAR RAHEMEEN. AMEEN. YA RABBIL ‘A-LAMEEN – 40X</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;">Any Darood -40x – easy one – ALLAH humma Sali’ala Muhammad</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;">Step 2: The exorcist should ask the patient to make wadhu first, then the exorcist should place his right hand on the forehead of the patient and recite the following.</span></p>
<ol>
<li><span style="font-size:9pt;">Auzubillaah hi Mi-nash Shyataan Ir-rajeem BisMillaah Ir-rah-maan Ir-ra-heem -1x</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;">Any Darood -3x – easy one – ALLAH humma Sali’ala Muhammad</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;">Dua/Intention: YA HAYYU YA QAYYUM YA ZAL JALAALI WAL IKRAM YA ARHAMAR RAHEMEEN In the name of Allah I give you in protection (of Allah) from every thing that pains you, from every thing and the (evil) eye, self-indulgence and the jealous. In the name of Allah I give you in protection (of Allah) Allah is the greatest, and His might is the mightiest – 3x </span></li>
<li><span style="font-size:9pt;">Surah Al-Fatiha – 1x</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;">Aytul Kursi – 1x</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;">Last three Surah&#8217;s / last three Quls – 7x each</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;">‘A’oozu bi-ka-li-maa-til-laa-hit-taam-maati min sharri maa kha-laq Wa-la-huw-la Wala-khu-wa-ta El-la-bil-la-hil-‘Ali-yil-‘Azeem – 7x</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;">Any Darood -3x – easy one – ALLAH humma Sali’ala Muhammad</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;">Blow 3x times on the patient and also 3x times on some water and olive or blackseed oil [the quantity of water and oil should be sufficient enough to be used for about 7 days]. Remember every blow should be powerful and with full force.</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;">Ask the patient to drink some water and wash himself or make wadhu with the recited water [adding few more glasses of normal water] and also anoint him self with the recited oil daily.</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;"> The patient should drink and wash himself with the recited water and also anoint himself with the recited oil for at least one week, till he looks normal.</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;">Repeat this procedure whenever necessary or after a week or if the victims runs out of recited water or recited oil.</span></li>
</ol>
<blockquote>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Remember even if your pet or plantations or farm or land or house is suspected of being under the effect of &#8216;Evil Eye&#8217;, the recited water should be regularly sprayed on them all daily till things look normal.</span></p>
</blockquote>
<p><HR></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Love, Sex, Magic Klibini Yayınlayan NR1'e Ceza]]></title>
<link>http://begumblog.wordpress.com/2009/11/08/love-sex-magic-klibini-yayinlayan-nr1e-ceza/</link>
<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 07:29:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>HK_Bgm</dc:creator>
<guid>http://begumblog.wordpress.com/2009/11/08/love-sex-magic-klibini-yayinlayan-nr1e-ceza/</guid>
<description><![CDATA[Ünlü şarkıcı Shakira’nın son klibi She Wolf’un klibine onay veren RTÜK Amerikalı ünlü şarkıcı Justin]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ünlü şarkıcı Shakira’nın son klibi She Wolf’un klibine onay veren RTÜK Amerikalı ünlü şarkıcı Justin]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[TIPS MENJAGA KESEHATAN MATA | Said Doctor]]></title>
<link>http://banabakery.wordpress.com/2009/11/06/tips-menjaga-kesehatan-mata-said-doctor/</link>
<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 05:57:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>mashaw</dc:creator>
<guid>http://banabakery.wordpress.com/2009/11/06/tips-menjaga-kesehatan-mata-said-doctor/</guid>
<description><![CDATA[Mata adalah organ tubuh yang paling menakjubkan. Mata adalah jendela dunia. Dengan mata kita dapat m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Mata adalah organ tubuh yang paling menakjubkan. Mata adalah jendela dunia. Dengan mata kita dapat m]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PERTANYAAN KEPADA PARA INGKARUS SUNNAH RUQYAH]]></title>
<link>http://metafisis.wordpress.com/2009/11/06/pertanyaan-kepada-para-ingkarus-sunnah-ruqyah/</link>
<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 04:44:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>perdanaakhmad</dc:creator>
<guid>http://metafisis.wordpress.com/2009/11/06/pertanyaan-kepada-para-ingkarus-sunnah-ruqyah/</guid>
<description><![CDATA[Banyak Murid Hikmatul iman sangat ingkar dengan ruqyah yang telah dituntunkan rasulullah, mereka ber]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Banyak Murid Hikmatul iman sangat ingkar dengan ruqyah yang telah dituntunkan rasulullah, mereka beranggapan ruqyah tidak ada tuntunannya dan prilaku jahiliah dan pada zaman modern sekarang ini tidak ada ruqyah lagi. Maka dari itu saya akan menanyakan beberapa hal terutama buat para pengingkar ruqyah :</p>
<p><strong>RUQYAH PENGOBATAN</strong> <strong> </strong></p>
<ul>
<li><strong>Dari 	‘Asiyah ra berkata : </strong><em><strong>“Rasulullah 	shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila sakit, jibril meruqyahnya. 	Ia berkata : “Dengan nama Allah, dia membebaskanmu, dan dari 	setiap penyakit dia menyembuhkanmu, dan dari setiap orang yang 	dengki ketika dengki, dari setiap orang yang punya mata berbahaya.” </strong></em>(<strong>HR. 	Bukhari, Muslim</strong>).</li>
</ul>
<ol></ol>
<p><strong>Pertanyaan saya </strong><em><strong>:</strong></em><em> </em></p>
<ol>
<li>
<p lang="id-ID"><em>Ketika  seorang peruqyah membaca doa ( mencontoh doa yang 	dibacakan malaikat Jibril kepada rasulullah ketika sakit ) untuk 	mendoakan dirinya atau orang lain apakah ini tidak diperlukan lagi 	pada zaman modern saat ini? </em></p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID"><em>Membaca doa yang dibacakan jibril adalah merupakan bentuk 	ruqyah/jampian, lalu apa alasan kalian mengingkarinya?</em></p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID"><em>Sebutkan alasannya jika kalian mengatakan jampian/ruqyah Jibril 	adalah perbuatan jahiliah/tukang sihir ?</em></p>
</li>
<li><em>Kalian 	sangat mengingkari ruqyah lalu </em><em>Apa 	alasan kalian mengingkari hadits diatas ketika jibril meruqyah 	rasulullah?</em></li>
</ol>
<p><!--more--> <strong> </strong></p>
<ul>
<li><strong>Abu 	Sa’id Al Khudry ra meruqyah pimpinan kaum yang terkena gigitan 	ular berbisa dengan membacakan Al Fatihah dan mengumpulkan ludahnya 	kemudian meludahkannya, hadiah sekelompok kambing dan disampaikan 	kepada Rasulullah </strong><em><strong>shallallahu 	‘alaihi wa sallam</strong></em><strong> beliau 	menyambut </strong><em><strong>:“Kenapa kamu tahu 	bahwa ia (al Fatihah) itu ruqyah ?</strong></em><strong>” 	Kemudian beliau bersabda </strong><em><strong>: 	“Sungguh kalian benar, buatkan untukku satu bagian bersama kalian 	!” </strong></em><strong>kemudian Nabi </strong><em><strong>shallallahu 	‘alaihi wa sallam</strong></em><strong> tertawa.”</strong> (<strong>HR.Bukhari dan Muslim</strong>). 	<strong>Secara jelas Nabi </strong><em><strong>shallallahu 	‘alaihi wa sallam</strong></em><strong> juga 	bersabda :“</strong><em><strong>Fatihatul kitab 	obat untuk segala penyakit.” </strong></em>(<strong>HR.Ad 	Darimy</strong>)</li>
</ul>
<ol></ol>
<p lang="id-ID"><strong>Pertanyaan saya :</strong><em> </em></p>
<p lang="id-ID"><em>1. Ketika  seorang peruqyah membaca surat Al-fatihah ( mencontoh 		doa yang dibacakan Abu Sa’id Al Khudry kepada pimpinan kaum yang 		terkena gigitan ular berbisa) untuk mendoakan dirinya atau orang 		lain apakah ini tidak diperlukan lagi pada zaman modern saat ini?</em></p>
<p lang="id-ID"><em>2. Membaca doa dengan surat Al-fatihah adalah merupakan bentuk 		ruqyah, lalu apa alasan kalian mengingkarinya?</em></p>
<p lang="id-ID"><em>3. Sebutkan alasannya jika kalian mengatakan jampian/ruqyah dengan 	membaca Alfatihah  adalah perbuatan jahiliah/tukang sihir ?</em></p>
<p lang="id-ID"><em>4. Kalian sangat mengingkari ruqyah lalu Apa alasan kalian 		mengingkari hadits yang meriwayatkan Abu Sa’id Al Khudry membaca 		alfatihah untuk menyembuhkan pimpinan kaum yang terkena gigitan 		ular berbisa?</em></p>
<ul>
<li> <strong>Dari 	‘Aisyah ra berkata </strong><em><strong>: 	“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memerintahkan 	aku agar aku minta diruqyah dari ‘ ain (pandangan mata  yang 	berbahaya).” </strong></em>(<strong>HR.Bukhari 	7/23 dan Muslim dengan Syarah An Nawawi 4/184</strong>)</li>
</ul>
<ol></ol>
<p lang="id-ID"><strong>Pertanyaan saya :</strong><em> </em></p>
<p lang="id-ID"><em>1. Ketika Peruqyah dimintai tolong oleh seseorang untuk meruqyah 		orang tersebut dari &#8216;ain (sebagaimana Aisyah disuruh Rasul untuk 		diruqyah) apakah pada zaman sekarang tidak diperlukan lagi ?</em><em> </em></p>
<p lang="id-ID"><em>2. Mengapa</em><em> ketika seorang peruqyah mendoakan seseorang yang terkena penyakit 		&#8216;ain tidak diperbolehkan oleh kelompok kalian yang ingkar sunnah 		ruqyah? sebutkan alasannya ?</em> <em> </em></p>
<p lang="id-ID"><em>3. Apa 		alasan kalian mengingkari hadits yang meriwayatkan Aisyah disuruh 		Rasul untuk minta diruqyah</em><em>/dijampi?</em><strong> </strong></p>
<ul>
<li><strong>Dari 	‘Aisyah ra berkata</strong><strong> : </strong><em><strong>“Rasulullah 	shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila ada orang sakit diantara 	kami, beliau menyentuhnya dengan tangan kanannya, kemudian beliau 	berkata : Hilangkanlah sakit, wahai Tuhan manusia, dan sembuhkanlah, 	Engkaulah Maha Penyembuh. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan 	dari-Mu, kesembuhan tanpa meninggalkan rasa sakit.”</strong></em><em> </em>(<strong>HR.Bukhari 	dan Muslim</strong>)</li>
</ul>
<p lang="id-ID"><strong>Pertanyaan saya :</strong><em> </em></p>
<p lang="id-ID"><em>1.Ketika seorang peruqyah meniru doa Rasulullah (seperti yang 		tertulis diatas) sembari meletakkan tangannya ke pasien atau 		dirinya yang sedang sakit pada zaman sekarang ini tidak diperlukan 		lagi ?</em> <em> </em></p>
<p lang="id-ID"><em>2.Doa 		yang dibacakan rasulullah diatas adalah merupakan bentuk 		ruqyah/jampian lalu kenapa kalian mengingkarinya ?</em></p>
<p lang="id-ID"><em>3.Sebutkan alasannya jika kalian mengatakan jampian/ruqyah 		Rasululah kepada para sahabat (yang dicontoh oleh para peruqyah 		saat ini) adalah perbuatan jahiliah/tukang sihir ?</em><em></em></p>
<p><em>4.Apa alasan kalian mengingkari hadits yang meriwayatkan 		rasulullah menjampi/meruqyah para sahabat yang sakit?<strong></strong></em></p>
<ul>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"></span><strong>Utsman bin Abi al-Ash RA ketika ia mengeluhkan rasa sakit yang dideritanya. Rasulullah SAW bersabda kepadanya, </strong></li>
</ul>
<p><span style="font-family:Tahoma;"><strong>ضَعْ يَدَكَ عَلىَ الَّذِيْ تَأَلَّمَ مِنْ جَسَدِكَ وَقُلْ بِاسْمِ اللهِ ثَلاَثاً وَقُلْ سَبْعَ مَرَّاتٍ أَعُوْذُ بِاللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ </strong></span></p>
<p><strong><em>&#8220;Letakkanlah tanganmu di atas tubuhmu yang terasa sakit dan bacalah: Dengan nama Allah (tiga kali), dan bacalah tujuh kali: Aku berlindung kepada Allah SWT dan kepada kekuasaanNya dari kejahatan yang kudapatkan dan kutakutkan.&#8221; </em>(HR. Muslim, kitab as-Salam (2202) </strong></p>
<p><strong>Pertanyaan saya :</strong> <em></em></p>
<p><em>1.Benarkah 		pada zaman modern ini para peruqyah mengikuti petunjuk rasulullah 		(sebagaimana Rasulullah menyuruh Ustman menjampi diri sendiri 		ketika sakit)</em><em> dengan membaca doa yang 		sudah diajarkan rasulullah untuk </em><em><strong>meruqyah</strong></em><em> orang lain atau dirinya yang sakit adalah bentuk kesalahan karena 		sekarang zaman modern dan tidak diperlukan lagi meruqyah dan 		diruqyah ?</em> <em></em></p>
<p lang="id-ID"><em>2. Doa 		yang dibacakan rasulullah diatas adalah </em><em>merupakan 		bentuk ruqyah/jampian lalu kenapa kalian mengingkarinya ?</em></p>
<p lang="id-ID"><em>3.Sebutkan alasannya jika kalian mengatakan jampian/ruqyah 		Rasululah ajarkan kepada kepada Ustman (yang dicontoh oleh para 		peruqyah saat ini) adalah perbuatan jahiliah/tukang sihir ?</em><em></em></p>
<p lang="id-ID"><em>4.Apa 		alasan kalian mengingkari hadits yang meriwayatkan rasulullah </em><em>mengajarkan ruqyah/jampian kepada 		Utsman?</em></p>
<p lang="id-ID">
<ul>
<li><strong>Allah berfirman dalam Surat Al Isra’ ayat 82 :</strong>“<strong><em>Dan kami turunkan Al Qur’an yang dia itu sebagai obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman</em>.”Dan Allah berfirman dalam surat Fushshilat ayat 44 :<em>“Katakanlah : Dia (Al Qur’an) bagi orang-orang yang beriman sebagai petunjuk dan obat.”</em></strong></li>
</ul>
<p><strong>Syekh Asy Syinqithi rahimahullah berkata : </strong><em><strong>“obat yang mencakup penyakit-penyakit hati seperti ragu-ragu, kemunafikan, dan yang lainnya, juga obat yang mencakup penyakit-penyakit fisik apabila diruqyahkan kepadanya, sebagaimana kisah seorang yang terserang binatang berbisa kemudian diruqyah dengan Al Fatihah.”</strong></em><strong> </strong>(<strong>Lihat Adhwaul Bayan 3/624</strong>).</p>
<p lang="id-ID"><strong>Pertanyaan saya :</strong></p>
<p lang="id-ID">Cemo&#8217;ohan Kang dicky di  <a href="http://positiveinfo.wordpress.com/2007/12/25/tamimah-ruqyah-dan-tiwalah-adalah-syirik/">http://positiveinfo.wordpress.com/2007/12/25/tamimah-ruqyah-dan-tiwalah-adalah-syirik/</a> mengatakan :</p>
<p><span style="color:#ff0000;">&#8220;Allah SWT di ayat tersebut jelas sekali menyuruh kita untuk berpikir, dan terdapat puluhan ayat lagi yang menyuruh kita berpikir, tidak ada satupun ayat di Al Qur’an menyuruh kita untuk menjampi jampi. Maka oleh sebab itu, marilah, sebagai umat muslim sejati, sebaiknya pandai memilah milih, mana yang haq, dan mana yang bathil , karena perbedaannya sangat tipis sekali.&#8221;</span></p>
<p lang="id-ID"><em>Kalian sangat mengingkari mu&#8217;jizat Al-Qur&#8217;an yang bisa mengobati penyakit fisik dan psikis, kalian selalu mengatakan Al-Qur&#8217;an itu untuk IPTEK dan bukan untuk ruqyah mengobati orang yang sakit, dan tidak ada dalilnya al-qur&#8217;an untuk mengobati penyakit, lalu ketika kalian melihat dalil diatas apalagi alasan kalian mengingkari Surat Al Isra’ ayat 82 dan Fushshilat ayat 44 dan penjelasan Syekh Asy Syinqithi rahimahullah ?</em></p>
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID"><strong>RUQYAH UNTUK PENJAGAAN</strong></p>
<p lang="id-ID">
<ol>
<li>
<p lang="id-ID"><strong>RUQYAH MENGUSIR JIN :</strong></p>
</li>
</ol>
<p><strong>Diriwayatkan dari Nu&#8217;man bin basyar bahwa Nabi Bersabda <em>&#8220;&#8230;jika kalian membaca 2 ayat penutup al-baqarah dalam rumah niscaya setan menjauh dari rumah tersebut selama tiga malam</em>.(Al-hakim dalam al-Mustadrak (1/562) beliau berkata &#8220;hadits ini shahih&#8221;)</strong></p>
<p lang="id-ID"><strong>Pertanyaan saya :</strong></p>
<ol>
<li>Wahai 	kalian para ingkar sunnah ruqyah! Tunjukkan alasan kalian yang 	menganggap seorang peruqyah membaca 	dirumahnya atau rumah pasiennya 2 ayat penutup al-baqarah untuk 	mengusir jin pengganggu sesuai dengan yang diajarkan rasul pada 	hadits diatas MERUPAKAN BENTUK PERBUATAN TUKANG SIHIR/JAHILIAH?</li>
<li>Renungi 	dengan hari nurani dan keimanan kalian (jika masih ada) ! 	Menggunakan ruqyah dengan membaca 2 ayat penutup Al-baqarah untuk 	mengusir jin ADA DALILNYA. SEDANG metode 	TD/TM untuk mengusir jin menggunakan &#8230;..TIDAK ADA DALILNYA DARI 	RASUL, LALU SILAHKAN PILIH YANG MANA YANG AKAN KALIAN IKUTI ! SUNNAH 	RUQYAH RASUL ATAU METODE TD/TM YANG TIDAK ADA DALILNYA. Tolong 	jawab, jawaban kalian akan menunjukkan apakah kalian Umat Islam atau 	umat non Islam.</li>
<li>Bayangkan 	jika semua praktisi TD/Tm menggunakan ilmu sihirnya lalu tidak 	menggunakan cara-cara yang dituntunkan rasul untuk mengusir jin maka 	akan hilanglah sunnah tsb sebab kalian semuanya ingkar dengan hadits 	diatas dan lebih menggunakan cara-cara syirik kalian dalam mengusir 	jin. RENUNGKANLAH!</li>
</ol>
<p><strong>2. RUQYAH 	PENANGKAL SENGATAN KALAJENGKING</strong><strong> DAN 	SEGALA MARA BAHAYA</strong></p>
<ol></ol>
<p><strong>Dari Abu Hurairah, dia berkata, seseorang mendatangi Nabu dan berkata, &#8220;Wahai Nabi, tadi malam aku disengat kalajengking&#8221; Rasul bersabda, Jika di sore hari engkau mengucapkan <em>A&#8217;Udzu bi kalimatillah at-tammah min syarri ma khalaq </em>(Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakan-Nya) niscaya tidak akan membahayakanmu (HR. Muslim).</strong></p>
<p lang="id-ID"><strong>Pertanyaan saya :</strong></p>
<p><em>Jika seorang peruqyah membaca doa tersebut untuk melindungi dirinya atau orang lain dari sengatan kalajengking atau mara bahaya menurut kalian (para ingkar sunnah) apakah yang kami lakukan termasuk perbuatan tukang sihir/jahiliah? Dan apakah perbuatan kami salah sebab </em><em>menurut kalian sekarang jaman modern dan tidak diperlukan lagi sunnah yang diajarkan Rasulullah tersebut? Jelaskan alasan kalian ?</em></p>
<p lang="id-ID">
<p>Wahai para ingkar sunnah ruqyah jika kalian merasa benar maka tolong jawab semua poin-poin pertanyaan saya, saya mau melihat apakah kalian bisa mempertanggung jawabkan perkataan kalian yang ingkar sunnah ruqyah.</p>
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[RHANI JULIANI ABORSI SEBELUM NIKAH]]></title>
<link>http://mashaw.wordpress.com/2009/11/06/rhani-juliani-aborsi-sebelum-nikah/</link>
<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 03:53:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>mashaw</dc:creator>
<guid>http://mashaw.wordpress.com/2009/11/06/rhani-juliani-aborsi-sebelum-nikah/</guid>
<description><![CDATA[Isteri siri almarhum Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen, Rhani Juliani, ternyat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Isteri siri almarhum Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen, Rhani Juliani, ternyat]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Uzaktan Sihirli Değnek]]></title>
<link>http://cokenteresan.wordpress.com/2009/11/05/uzaktan-sihirli-degnek/</link>
<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 14:31:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>twofbirdrock</dc:creator>
<guid>http://cokenteresan.wordpress.com/2009/11/05/uzaktan-sihirli-degnek/</guid>
<description><![CDATA[Sanki uzaktan sihirli, değnek gibi olmuş başlık.. olsun bakalım.. halbuki demek istediğim şey uzakta]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sanki uzaktan sihirli, değnek gibi olmuş başlık.. olsun bakalım.. halbuki demek istediğim şey uzakta]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sebuah Renungan - Sampai Kapan]]></title>
<link>http://muhamadilyas.wordpress.com/2009/11/05/sebuah-renungan-sampai-kapan/</link>
<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 01:36:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>ilyas</dc:creator>
<guid>http://muhamadilyas.wordpress.com/2009/11/05/sebuah-renungan-sampai-kapan/</guid>
<description><![CDATA[Sampai kapan kita menantang Sampai kapan kita membangkang Aurat kelihatan di sepanjang jalan Wanita ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/d88LfOJ3BO8&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/d88LfOJ3BO8&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
<p>Sampai kapan kita menantang<br />
Sampai kapan kita membangkang<br />
Aurat kelihatan di sepanjang jalan<br />
Wanita dandan untuk dijajan<br />
Hukum Alloh tak dihiraukan</p>
<p style="padding-left:60px;">Meminum miras<br />
Tak pernah puas<br />
Harta panas dimakan buas<br />
Hukum Alloh tak dihiraukan</p>
<p>Layar kaca sepanjang malam<br />
Acara kelam tak pernah padam<br />
Di syahwat hitam kita tenggelam<br />
Hukum Alloh tak dihiraukan</p>
<p style="padding-left:60px;">Miskin dan fakir<br />
Tak pernah terpikir<br />
Uang membanjir<br />
Bertambah kikir<br />
Hukum Alloh tak dihiraukan</p>
<p>Sihir terus mendupa<br />
Syirik merajalela<br />
Santet menebar petaka<br />
Semua diam seribu bahasa<br />
Hukum Alloh tak dihiraukan</p>
<p style="padding-left:60px;">Muda mudi membaur diri<br />
Bersunyi-sunyi di kamar nan keji<br />
Belum nikah sudah berbayi<br />
Hukum Alloh tak dihiraukan</p>
<p>Terjangan samudera<br />
Dan goyangan gempa<br />
Seakan tanda<br />
Murka Sang Pencipta<br />
Tapi kita… kita sebagai manusia telah buta<br />
Bencana demi bencana… terus melanda<br />
Memakan harta, menelan jiwa<br />
Tapi kita terus durhaka</p>
<p style="padding-left:60px;">Hei…<br />
Apa yang kau tunggu<br />
Kita harus bersatu<br />
Negri kita harus disapu<br />
Bila kau terus termangu, kita semua kan tersapu</p>
<p>(<a href="http://hasmijaksel.wordpress.com" target="_blank">hasmijaksel.wordpress.com</a>)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA["Pliiiinnnkkkk"]]></title>
<link>http://hayalurunu.wordpress.com/2009/11/04/pliiiinnnkkkk/</link>
<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 21:17:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>uzrA</dc:creator>
<guid>http://hayalurunu.wordpress.com/2009/11/04/pliiiinnnkkkk/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;Bana bir adet sihirli degnek lazim. Elinizde bulunuyor mu? Yoksa taze mi bitti?&#8221; Sihirl]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong><em>&#8220;Bana bir adet sihirli degnek lazim. Elinizde bulunuyor mu? Yoksa taze mi bitti?&#8221;</em></strong></p>
<p>Sihirli degnek diyince akliniza &#8220;herseyi kendine gore degistirmek&#8221; gibi birsey gelmesin. Ben herseyi degistirmek icin degil, sadece bir takim seyleri bir adet degnekle &#8220;hokus pokus&#8221; diyerek degistirmek isterdim.</p>
<p><a href="http://hayalurunu.wordpress.com/files/2009/11/i28.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-91" title="Tabi ya!" src="http://hayalurunu.wordpress.com/files/2009/11/i28.jpg?w=246" alt="Tabi ya!" width="246" height="300" /></a></p>
<p><em>Aclik &#8211; sefalet</em></p>
<p>Degneyi en cok deydirmek istedigim yer, ac ve acikta olanlar. Suan burada karla karisik yagmur yagiyor ve esen ruzgar o kadar soguk ki, benim gocugum olmasina ragmen donuyorum. Birde disarda kalmis incecik birseyle duran bir cok insan var dunyamizda. Icim gidiyor bazen bunlari dusundukce. Yada aclik cekenler. O daha beter. Etrafta elinde bisi yiyen, ama kendi alamayan insanlarda oldukca fazla. Onlara soyle &#8220;pliiiinnkk&#8221; diyince onlerine yemek gelse, yeseler yeseler canlari istedigini doyana kadar. Sonrada kazak, gocuk, bot fln&#8230; Ne guzel olurdu onlari o sekilde gormek. Ben onlardan cok daha mutlu olurum, bunu oylesine soylemek icin anlatmiyorum. Gercekten mutlu olurdum. Yardim etmeyi hep sevmisimdir zaten, ama elimden gelenle herkesi mutlu edemiyorum ki&#8230;</p>
<p><em>Saglik</em></p>
<p>Bu kardesleri iyi bi yere yerlestirip, karinlarini doyurduktan sonra, saglik problemi olan fiziksel olsun, psikolojik olsun, insanlara &#8220;abraa kadabraaa, alakazaaann&#8221; diyince iyilesmelerini isterdim. Hastalik cok zor. Insan sagligi kadar onemli birsey yok bence. Fiziksel veya psikolojik sagligi bozuk olan insanlar okadar cokki, gun gectikcede artiyor. Agrilarla sizilarla, hicbiseyden keyif almaksizin yasiyorlar adeta. Onlarda iyilessin, hazir el atmisken <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Sonradaaaa hepsini bi yere toplayim eglence yapicam, maksat yasam sevincleri geri gelsin <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>Irkcilik</em></p>
<p>Savaslar bitsin. Daha dogrusu soyle soyliyim; din, irk, zengin, fakir hic ayirimcilik olmadan yasayalim. Herkes birbirini sevsin, saysin. Amerikali bir cocukla, Irakli bir cocuk beraber oynasinlar, gulsunler. Sen siyahsin, sen beyazsin, sen muslumansin, sen ateistsin&#8230; Butun bunlar ortadan kalsin. Sonucta hepimiz insan degilmiyiz? Peki bu dunyaya gelme secenegi sunuldumu bize? Yoo. E nasil ve ne sekilde dunyaya geldigimizide kendimiz secmedik ki. Ne yani bu siddet bu celal? Farkinda degiliz ama biz kendi kendimizi kotuluge itiyoruz. Bende &#8220;dirittiiiii&#8221; diyip bunu durdurucam iste sihirli degnegimle <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>Kuresel isinma</em></p>
<p>Ben kuresel isinmayada cagre bulucam bu sihirli degnekle! Yollara cop atan olunca (misal yani bu) yukardan yildirim duscek boylece cezalandirilmis olucaklar. Bidaha yapmicaklar. Olur olmaz yerlere arabayla gidenler direk&#8217;e carpicak arabalari hurdaya doncek. Oh olsun&#8230; Bidaha yapmasinlar. isigi veya herhangibi enerji harcayan birseyi acik birakanlarin elektriklerini kesicem. 1 ay elektriksiz yasicaklar. Hehe, sevdim bu isi ben <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Boylece insanlarin kafalarina vura vura ogretmis olucaz, dunyamizi guzel tutmayi&#8230;</p>
<p><em>Kotuluk &#8211; iyilik</em></p>
<p>Kotu insanlarin kalbine sevgi koyucam. Pismis kelle gibi siritsinlar butun gun. iyilik yapsinlar, kotulukten kacinsinlar. Bunlar hirsizlar, gaspcilar, katiller sunlar bunlar&#8230; Yada sadece kalpleri kotu is ile dolu olanlar diyelim. Kotulugu yok ediyorum! Ayrica bi cember kurucam. Kendimden baslayip 5 kisiye yardim edicem. O 5 kiside diger 5 kisiye yardim edicek. Bu cember gittikce buyuyecek ve dunyamiz yardimsever insanlarla dolucak. Ne guzel dimi <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ?</p>
<p><em>Sira bizde</em></p>
<p>Eveeeeet. Dunyayi kurtardik, insanlik kurtuldu&#8230; Simdi sira geldi benim sevdiceklerimeee&#8230; Onlarin tum isteklerini degil ama en cok istediklerini yerine getirmek istiyorum. Ama ondan once saglik problemleri olanlarina onu duzelticem. Skntisi, derdi varsa onu gidericem. Ama hepsini degil. Cunku hayatta problemsiz yasarsak, bu bizim hayati ogrenmemize engel olur. Sadece cok buyuk yukleri sirtlarindan alicam o kadar <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Hele bazi sevdiklerim var ki.. bana canimdan cok daha yakinlar. Onlarin mutlu olmasini isterim hep. Bu nedenle onlara tek bir dilek hakki vericem. Gonullerince kullansinlar&#8230;</p>
<p><em>Son olarakta ben&#8230;</em></p>
<p>Butun bu yukardakiler yoluna girince, bana soz dusmez. Nasilsa ben bunlarla mutlu olucam <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Simple Guide on Islamic Exorcism - Black Magic and Demonic Possessions (Part -1)]]></title>
<link>http://islamicexorcism.wordpress.com/2009/11/04/simple-guide-for-islamic-exorcism/</link>
<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 16:46:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>islamicexorcism</dc:creator>
<guid>http://islamicexorcism.wordpress.com/2009/11/04/simple-guide-for-islamic-exorcism/</guid>
<description><![CDATA[Destroy And Banish the effects of Black Magic, Demonic Possessions and Evil Eye the Easy Islamic way]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="font-size:9pt;"><strong>Destroy And Banish the effects of Black Magic, Demonic Possessions and Evil Eye the Easy Islamic way</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="font-size:9pt;">In The Name Of Allah, The Most Beneficent, The Most Merciful. Exorcism is a ritual or a practice of banishing or cleansing or curing a person or a place from evil influences of Jinn’s also called as ghosts, sprits, demons, etc. Islamic Exorcism procedures include the usage of ‘Ruqyah’ or ‘Incantations’ that comprises of all lawful incantations, Quranic verses and Prophetic supplications that call upon The One and Only One, True God of the Heavens and Earth, in-order to seek His help and mercy for cure and protection against evil influences of Jinn. These lawful incantations are termed as ‘Ruqyah Ash Shareeya’ and its usage is based on a authentic hadith reported in Sahi Muslim in which Prophet[SAW] said: “Present to me those who provide treatment by way of ruqyah. There is no objection to ruqyah ash long as it is free of polytheism.”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="font-size:9pt;">Sickness or Disease in human’s could be a result of (1) Purely Medical reasons or Physiological reasons and /or (2) Paranormal reasons caused by Jinns, Black-Magic and Evil Eye that finally reflect as medical disorders in patients.</span></p>
<p><span style="font-size:9pt;">Medical treatments are only useful and beneficial while treating diseases that are caused by ‘medical disorders’, whereas, Islamic Healing or Islamic Exorcism or Quranic Healing procedures can MashaAllah not only effectively treat ‘Paranormal Disorders’ caused by Jinns and Sihir / Magic, but all kinds of deadly and incurable ‘Medical Disorders’, as mentioned in the Glorious Quran “We sent down in the Quran that which is a healing and a mercy to those who believe.” [QURAN 17: 82]</span><span style="text-decoration:underline;"><br />
</span></p>
<p><span style="text-decoration:underline;"> Terminologies</span>:</p>
<ul>
<li><span style="font-size:9pt;"><strong> Sihir </strong>&#8211;&#62; BlackMagic or Sorcery or Jadoo or Witchcraft.</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;"><strong> Jinn </strong>&#8211;&#62;  Demons or Spirit or Ghost or Satan or Aatma or Saya</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;"><strong> Ayin</strong> &#8211;&#62; Evil Eye or Nazar or Drishti</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;"><strong> Exorcist</strong> &#8211;&#62; Amil or Raqi or Spiritual Healer or any pious person doing the amal/treatment[can be a pious relative,friend of the victim or the victim himself doing the self treatment]</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;"><strong> Victim</strong> &#8211;&#62; Person suffering from Sickness due to sihir, jinn, ayin or medical reasons.</span></li>
</ul>
<blockquote><p><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;"><strong> </strong>The Quranic healing therapy during Islamic Exorcism is 100% safe, as mentioned in the QURAN 17: 82, that Quran is a healing and mercy for the believers, but loss to the unjust. Usually people under sihir or influence of Jinn, react to the Quran negatively, because the Quranic verses tend to punish and burn the evil/unjust Jinns that are nesting in their bodies and that’s why they react negatively, and these reaction are very noticeable in the victims. However, this is just during the initial phases, with continued Quranic treatment all the Jinn’s will be forced to leave and once they leave or get burnt and die, there would be signs of improvement visible in the victims.<span style="text-decoration:underline;"> </span></span></p></blockquote>
<hr />
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="font-size:11pt;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Islamic Exorcism, Sihir / BlackMagic and Jinns</strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="font-size:9pt;">Sihir or BlackMagic is done with the help of Jinn’s, there could be multiple Jinns involved in the process, that are sent by the magician or sahir to trouble and cause loss to the victim. The target could be a man, his family, his livestock, his business, his wealth, his health, his relationship with mother or wife…etc. Using magic to break magic or to visit fortunetellers and magicians is considered a major sin and is Haram in Islam. To deal with them one should only use the Quranic verses and Lawful Amal / Dua / Supplications, and this is only the best and the most effective treatment against cases of Black-Magic, Possession or Evil Eye.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="font-size:9pt;">Black magic is condemned and declared as unlawful and as a major sin in Islam, the Prophet (SAW) said, “Whoever blows on knots practices magic, and whoever practices magic is a mushrik (polytheist).” (Tabarani). Even visiting the magicians is declared as a major sin in Islam, Hazrat `Abdullah ibn Mas`ud[RA] reported, “Anyone who goes to a diviner, a practitioner of magic or a soothsayer, asking something and believing in what he says, denies what was revealed to Muhammad.” (Reported by Al-Bazzar and Abu Ya`la).</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;"><strong>Proof OF Sihir  In Quran and Hadith</strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Quran</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">1. “And [I seek refuge] from the evil of the witches who blow on knots.” [Qur’an, 113:4]</span></p>
<p>2. “Their magic caused it to appear to him that they were crawling.” [Qur’an, 20:66]</p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Hadith</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Hazrat &#8216;Aisha[RA] narrates: Magic was worked on Allah&#8217;s Apostle so that he used to think that he had sexual relations with his wives while he actually had not (Sufyan said: That is the hardest kind of magic as it has such an effect)[Sahi Al-Bukhari]</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Proof of Jinn And Possessions / Mass in Quran and Hadith</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Quran</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">“Those who devour usury will not stand except as stand one whom the satan/jinn by his touch Hath driven to madness.” [Qur’aan, 2:275]</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Hadith</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">1. Hazrat Safiyyah[RA] reported that Prophet (SAW) said: “Verily, Satan flows in the bloodstream of Aadam’s descendents.” [Sahih Muslim]<br />
<br />2. Hazrath Ya’laa ibn Murrah[RA] said: “I saw the Allah’s Messenger(SAW)do three things which no one before or after me saw. I went with him on a trip. On the way we passed by a woman sitting at the roadside with a young boy. She called out, ‘O Messenger of Allah, this boy is afflicted with a trial, and from him we have also been afflicted with a trial. I do not know how many times per day he is seized with fits.’ He said, ‘Give him to me.’ So she lifted him up to the Prophet (SAW). He then placed the boy between himself and the middle of the saddle, opened the boy’s mouth and blew in it three times, says, ‘In the name of Allah; I am the slave of Allah. Get out, enemy of Allaah!’ Then he gave the boy back to her and said, ‘Meet us on our return at this same place and inform us how he has fared.’ We then went. On our return, we found her in the same place with three sheep. When he said to her, ‘How has your son faired?’ she replied, ‘By the One who sent you with the truth, we have not detected anything [unusual] in his behavior up to this time…’ [Al-Musnad Ahmad]</span></p>
<hr /><span style="font-size:10pt;"><strong>How Is BlackMagic / Sihir Done ?</strong></span><br />
<span style="font-size:9pt;">For cases of Black-Magic, the Jinn involuntary(forced by the magician) under the orders of the magician causes harm to the victim by possession him and making him sick or causing him physical harm as per the instructions of his master, the magician.</p>
<ol>
<li>The Sahir or Magician, does rituals of shirk and ku’fr like – praising, worshipping, seeking refuge, offering scarifies, taking oaths to or in the name of the Chief of Jinns/Shyateen, and tries his best to please him(Chief Jinn). Some magicians please the Chief Jinn&#8217;s by nazbillah disrespecting the holy Quran by writing it with dirt and filth[menstrual blood, semen, etc], wearing the Quranic script in their shoes and walking with it into filthy places like toilets,etc, yet others please the Jinn Chief&#8217;s by committing Haram acts like incest, homosexuality, mocking and making fun of Islam, prophets, pious people..etc</li>
<li>The Jinn&#8217;s chief once pleased and confident about the ku’fr, shirk and loyalty of the magician, sings up a contract/ agreement with the Sahir that in return to the powers and slave Jinns he would be granting him, he(sahir) should spend the rest of his life doing the rituals of ku’fr and shirk and obeying his(Chief Jinn’s) orders. The type and the nature of contracts may vary from Chief Jinns to Jinns and once the contract is signed by the sahir, the Jinn Chief hands over some of his servant jinn’s or Shyateen to serve the evil magician. </li>
<li>The paymaster or relative or friend of the victim approaches the magician and asks him to cast a spell on the victim.</li>
<li>The magician asks the paymaster to provide some personal information or items belonging to the victim like–full name along with his mothers name, his date of birth and place, the victims garments that has some sweat, his body remains like hair or nails, his photograph or dust of his house, etc</li>
<li>The magician than summons his servant jinns [by rituals of Ku'fr and shirk and calling their names] for the present task in hand based on their skills,talent and experience and then casts a spell on the victims and binds some of his Jinns to the spell. More the complicated task, more the experienced and skilled jinns he will choose.</li>
<li>Some times the magicians cast a spell on some food and drink and ask the paymaster to feed it to the targeted victim, or the magician may casts the spell on some dust or amulet or doll, etc and asks the paymaster to bury it in the victims house, so that the Jinns can easily locate the targeted victim or once some spell is casted, the Jinns then using the personal information that was provided by the paymaster track and locate the victim.</li>
<li>Once the Jinn&#8217;s locate the victim, they then stalk or follow the victim for some time and wait for the right moment to possess and cause harm to him.</li>
<li>When the victim is in extreme anger or extreme fear or extreme state of pleasure or forgetfulness or if in a sexual unclean state [in Janaba without a wadhu] or state of committing sin, the Jinns enters his body(of the victim) and possess him.</li>
<li>The Jinn’s inside the body, usually settled down in the central control unit of the victim body i.e brain (or sometimes heart causing heart to beat faster or any part of the body), now they have a complete control of the body and can cause him any kind of harm based on the spell and instructions of the magician like creating hatred or love for a specific person or causing him sickness or whispering inside his mind, or causing him to do unusual things, etc</li>
<li>At any time if the slave jinn or Jinns refuse to carry out the orders of the sahir, he(sahir) performs rituals and summons the Chief of Jinn/Shyateen who inturn punishes the slave Jinns and forces them to do the task of the sahir.</li>
</ol>
<hr /><span style="font-size:9pt;"><strong>How A Demonic Possession Occurs ?</strong></span><br />
For cases of Demonic possession, the Jinn voluntary on his own, causes harm to the victim by possessing him and making him sick.</p>
<ol>
<li>The Jinns follow the victim with intentions of causing him harm due to &#8211; revenge(when the victim accidentally caused harm to the jinn or his family by urinating on him, or accidentally hurting him by throwing a stone or water or accidentally step over him or his family) or Love and lust (the victim visits a new place like park, cemetery, houses. The jinn see the victim and falls in love with him.) or the victim is practicing some dark arts that attract the Jinn’s like Ouija Board, Kundalini, Qigong and ends up un-intentionally calling or invoking them or the victim touches an ancient antique like an ancient relic, stone idol, opening a bottle or a treasure chest or opening a grave with a mummy..etc that have Jinn’s protecting or bound to them or the Jinns may even follow and possess a victim just for fun and play.</li>
<li>The Jinn’s then stalk or follow the victim for some time and wait for the right moment to possess and cause harm to him.</li>
<li>When the victim is in extreme anger or extreme fear or extreme state of pleasure or forgetfulness or if in a sexual unclean state [in Janaba without a wadhu] or state of committing sin, the Jinns enters his body(of the victim) and possess him.</li>
<li>The Jinn’s inside the body, usually settled down in the central control unit of the victim body i.e brain (or sometimes heart causing heart to beat faster or any part of the body), now they have a complete control of the body and can cause him any kind of harm he likes.</li>
</ol>
<p></span></p>
<hr />
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;"><span style="font-size:10pt;"><strong>List of Few Sickness or Diseases caused by Jinn and Magic or Sihir</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;"><span style="font-size:9pt;">Any disorder for which medical treatment doesn’t benefit at all or has only temporary effects, some of which are epilepsy, fits, depression, anxiety, sleeplessness especially during nights, having strange visions or hallucinations, forgetfulness, frequent migraines or severe headaches or stomach-aches, continuous fever for days, extreme weakness or tiredness in body, extreme anger or aggression against the normal nature, falling unconscious , multiple sclerosis, paralysis or pain or wound or scratch on any limb or entire body, chest congestion, breathing problems or asthma , excessive hiccups, burps, very frequent urinating or back-winds/gas so that one is not able to keep wudhu, and some time no urination at all for many days, strange skin diseases, itching in the places between thighs and belly during nights, sudden likeness and interest in/of bad habits like excessive smoking, alcoholism, sex, lust, excessive blood in stool, brain tumor and cancers, blindness, In Women: frequent abortions, irregular menstrual periods or excessive bleeding or severe back pain or abdominal pains during menses, In men: pre-mature ejaculation, no or less erection, sexual impotence in Couples and can only have sex when they visualize a specific person, etc. To summarize any medical disorder that cannot be explained or treated or occurs during a particular date or month or time could be a ‘Paranormal Disorder’ potentially caused by Jinn or Sihir.</span></p>
<hr />
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"><strong>General Symptoms of Sihir/Black-magic or Demonic Possessions</strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">The symptoms of victims affected by BlackMagic or Possessions may be same, as both involve the influence of Jinn or a group of Jinns in the victims/patients body or homes.</span></p>
<ol>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Difficulty to sleep during nights, and the victims may wake up with jerks after small naps or feels entire body is paralyzed in the state of sleep.</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Nightmares-seeing strange people or animals in dreams or being chased by some black dogs, cats, snakes, black birds, lizards, rats, owls, monkey, eagles or strange animals/birds..etc in dreams or dreaming of bathroom/toilets or taking bath etc or dreaming of dirt or filth or dreaming of falling from heights or dreaming of seeing ones duplicates(twins) or seeing oneself flying in ones dream or seeing oneself traveling across deserts, mountains, forests in a dream or dreaming of Hindu deities or someone worshipping some strange idols or pictures.</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Heaviness and weight on head[means jinn/sihir is in the head and has control or trying to control the brain] or shoulders or back/ribs or any part of the body or severe stomach aches[means jinn/sihir is in digestive tract] ; moving pain from head to neck and shoulders etc or feeling needle pricks on the body or tightness in chest during nights or feeling like being chained up or continuous burping[means jinn is in digestive tract] or continuous and Sudden coughing/hiccups [means jinn is in respiratory tracts]; and constriction in the throat; Feeling suffocated and restless in all circumstances, never at peace; dry skin or drying up of organs or limbs or burns on the internal organs. One may to clearly feel someone brushing an extremely delicate feather on your face or limbs or head.</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Doctors are unable to diagnose the disease of the person or multiple disorders suddenly diagnosed for a normal person and no treatment is beneficial and doctors are confused.</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Sudden mood swings, sudden feeling of love or hate for a particular person.Sudden change in the character, the person becomes more aggressive and isolates himself from others or may say and speak unusual things or may play or talk to himself..etc</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Foul smell or odour[smell is of decomposing flesh] in the breath or while burping or farting or in the body of the victim, that doesn’t go even after bathing continuously or using perfumes; Dark marks on skin and the face becoming darker and darker for no reason.</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Irregular cycles and continuous menses with continuous stomach aches in women; infertility in men or women even though medical reports are normal.</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Feeling something moving under the skin or stomach, twitching in eyes; veins or parts of the skin beating/dilating continuously or strange swellings on various parts of the body without medical reasons.</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Sudden diversion from deen, laziness in offering salat, zikar or Quran. Sudden interest in/of bad habits like excessive smoking, alcoholism, sex.</span></li>
</ol>
<hr />
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&#38;">Reaction on Reciting Quran or Listening to Quranic verses played on Music player or Computer</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">The victims who are affected by Jinn or BlackMagic may get strong reactions or get violent or display signs like: fits or Seizures or heavy burping or hiccups or vomitus or headache or choked or increase in heart beats or excessive sweating or feels sleepy or drowsy or vomiting or chest congestion or uncontrollably laughing / crying /blinking or pain or numbness in limbs, feeling painful needle pricks on the body..etc on listening to Quranic recitations or Ruqyah or even Azaan. Reactions vary from person to person, but remember not all kinds of diagnoses are 100% effective.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;"><span style="text-decoration:underline;">Note</span>: If the all the above symptoms are noticeable after visiting a place such as graveyard, temple, ancient tombs or monument, resting under a tree…etc or after fall or hurting oneself in a new place, it most likely to be a case of Demonic Possession.</span></p>
<hr />
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&#38;"><strong>Diagnosis of Sihir/Black-magic or Demonic Possessions</strong></span></p>
<p><span style="font-size:9pt;">Reactions vary from person to person, but remember not all kinds of diagnoses are 100% effective.</p>
<p>Method 1: The victims should check and verify, whether their symptoms look similar to those mentioned above. If any of symptoms match, it’s more likely that they are affected and are under the influence of magic or Jinn.</p>
<p>Method 2: This diagnosis could be done at any time but the preferred time is an evening, as the jinn’s spread out during that time. The following steps should be followed to complete the diagnosis.<br />
</span></p>
<ol>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Purchase or download ‘Ruqyah’ or ‘Manzil Verses’ CD/MP3/Tapes, you can do search in ‘google’ with search string as ’Ruqyah mp3’ or ‘Quran Manzil mp3’ or you could download one from http://www.4shared.com/file/93408704/235a3ba6/Ruqyah_FIRE_.html</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">The victim should put on clean clothes and make wadhu.</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">The exorcist should recite- Aytul Kursi 1x, and last two Quls 3x to 7x, and blow 3x times on any  ‘halal perfume’ and ask the victim to deeply inhale/smell it a few times.</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Play the ‘Ruqyah’ verses on Mp3/Computer/Music Player, the victim should put on the head/ear phones(if not available normal speakers will suffice) and should listen to the verses with full concentration closing his eyes[to avoid distractions], patiently for about 45 mins.</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">An observer, a third person or the exorcist should check the reactions of the victim and if the reactions as similar to those mentioned under ‘Reaction on Reciting Quran’, it’s a confirmed case of Sihir or Demonic Possession.</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">If the victim displays no reactions the first time, the victim should continue the same procedure[of listening] for few days consistently[say at least 7 to 21 days], and if there are no reactions at all, it&#8217;s more likely to be a case of &#8216;Evil Eye&#8217; or a case of ‘pure medical disorder’. Therefore, this victim should be given treatment of ‘Evil-Eye’ mentioned in this Blog along with immediate medical attention.</span></li>
</ol>
<p><span style="font-size:9pt;">Method 3: It’s a known fact that different jinns respond and react to different verses of Quran differently, in this amal we try to use verses that should induce reactions in all kinds of evil jinns, InshaAllah. The diagnosis procedures vary across the exorcists and so does the results, and remember not all diagnosis are 100% successful, one may or may not be able to diagnosis a patient accurately.The success of every amal/diagnosis is only dependent on the will of ALLAH alone.<br />
<BR><span style="text-decoration:underline;">Items required</span>: (1) Some &#8220;none alcoholic Halal Perfume&#8221; or attar (2) some cotton (3) two bottles filled with drinking water(bottle A) and (bottle B).<br />
Note: Step 1 and Step 2 should preferably be done away from the patient, and the victim is only required in step 3.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Step 1</span>: Make your self  &#8216;Spiritually Strong&#8217; before the main amal.</p>
<ol>
<li>Any Istiqfar -40 x – easy one – ‘Astaghfirullaahi wa ‘atoobu e-lay-h</li>
<li>Third Kalimah or Tasbai Fatimah – 40 x – Subhaan-Allahi walhamdu-lillaahi, wa laa ilaa-ha illa-la ill-lal-lahu wallahu Akbar</li>
<li>BISMILLAAHI YA HAYYU YA QAYYUM YA ZAL JALAALI WAL IKRAM YA ARHAMAR RAHEMEEN. AMEEN. YA RABBIL ‘A-LAMEEN – 40X</li>
<li>Any Darood -40x – easy one – ALLAH humma Sali’ala Muhammad</li>
</ol>
<p><BR><span style="text-decoration:underline;">Step 2</span>: Recite the following in Arabic by referring to any Arabic Quran.</p>
<ol>
<li>Auzubillaah hi Mi-nash Shyataan Ir-rajeem BisMillaah Ir-rah-maan Ir-ra-heem -1x</li>
<li>Any Darood -3x – easy one – ALLAH humma Sali’ala Muhammad</li>
<li>&#8220;Surely! the strategy of the Shaitan is weak.&#8221; [Quran Surah NISA 4:76] -33x</li>
<li>“No doubt! The curse of Allah is on the oppressors.” [Quran Surah HUD 11:18] -33x</li>
<li>&#8220;For the Rejecters we have prepared chains, yokes, and a blazing Fire.&#8221;[Quran Surah INSAN 76:4] -33x</li>
<li>&#8220;On you will be sent (O ye evil ones twain!) a flame of fire (to burn) and a smoke (to choke): no defense will ye have: Then which of the favors of your Lord will ye deny?&#8221; [Quran RAHMAN 55:35-36] &#8211;33x</li>
<li>Any Darood -3x – easy one – ALLAH humma Sali’ala Muhammad</li>
<li>AMEEN. AMEEN. YA RABBIL ‘A-LAMEEN.</li>
<li>Take a deep breath and blow 3x with full force into ‘halal perfume’ and into the water in ‘bottle A’ and close their lids.</li>
</ol>
<p><span style="text-decoration:underline;">Step 3</span>: Should be done by the victim, preferably at nights because from hadith we come to know the jinns spread out at those times.</p>
<ol>
<li>The recited &#8216;halal perfume&#8217; should be poured on some cotton[remember to close the lid of the perfume bottle] and the victim should deeply inhale the recited ‘halal perfume’ on the cotton and also apply traces on it on the forehead, neck, hands and toes.</li>
<li>Pour some recited water from ‘bottle A’ into ‘glass A’ and some normal water from ‘bottle B’ into ‘glass B’ and close the lids of both the bottles.</li>
<li>The victim should first sip the water of ‘glass B’, just like drinking a few sips of tea/coffee. This water will have normal taste.</li>
<li>The victim should then sip the recited water of ‘glass A’, just like drinking a few sips of tea/coffee. This water inshaAllah we taste different, it may be taste sweet or bitter or sour, after the taste is identified the victim should drink it completely[drink one glass a day after identifying the taste].</li>
<li>All steps described in &#8216;Step 3&#8242;, shoule be repeated for 3 to 7 days, if taste of water in &#8216;glass A&#8217; is normal and if there are no reactions after using the perfume or drinking the water for about 7 days, we can say the victim is either under an &#8216;Evil Eye&#8217; or has a &#8216;Medical Disorder&#8217;.</li>
</ol>
<p></span><br />
<span style="font-size:9pt;">Results: If the recited water tastes different than the normal water or if the victims displays negative reactions or if his condition worsens after drinking recited water of ‘Glass A’, we can conclude that the victim is under the influence of either sihir or jinn.<br />
</span></p>
<blockquote><p>If the JINN or Sihir is weak, InsahaAllah, during the diagnosis itself [if the victim uses the recited perfume and the recited water for a few days] the sihir will break or the jinn&#8217;s will leave.</p></blockquote>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;"><span style="text-decoration:underline;">Note</span>: If there is a doubt in any case, ‘Islamic Healing’ procedures or amal’s could be used because Allah himself has mentioned that Quran is a ‘healing and mercy’ for the believers. So in any case the victims are always benefited by ‘Islamic Healing’ procedures.</span></p>
<hr />
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"><strong>Treatment of BlackMagic and Possessions or Demonic Influence</strong> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;">The complete procedure of Islamic Exorcism is explained in about eight different steps, and below is the summary of steps that are applicable to either  the &#8216;Exorcist&#8217; or the &#8216;Victim&#8217;.<br />
<BR><strong>Exorcist</strong> &#8211;&#62; Step 1, Step 2(only for cases of Sihir not for Jinn Possessions), Step 3, Step 6, Step 8.<BR><br />
<strong>Victim</strong> &#8211;&#62;Step 1, Step 2(only for cases of Sihir not for Jinn Possessions), Step 3, Step 4, Step 5, Step 7, Step 8.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Step 1</span>:</strong>The victim(and/or exorcist or the person doing the exorcism) should purify and cleanse his body and his house from all Sins. One should firstly clean and dispose all items/things in their premises like &#8211; dog, bell, musical instruments, pictures/painting/dolls of living people and animals; non-Islamic taweez or amulets hanging around anyone or in house etc, then offer 2 units of &#8216;Salatul Tauba&#8217; and sincerely repent for all his sins. One should also check the list of major sins[like haram food and drink, adultery, disobedience to parents or husband, music and dancing, zina of eyes i.e watching un-islamic videos, zina of tounge..etc, visiting astrologer/ fortuneteller /magician, living on unlawful earning…etc] that could block Allah’s mercy and blessings and one needs to abstain from them and sincerely repent to ALlah and ask His forgiveness.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Step 2</span>:</strong><span style="text-decoration:underline;"><strong> </strong></span>Neutralize and Destroy any magical amulets, taweez or strings/thread or any magical items.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Magical amulets usually have jinns tied to them, if they are found and destroyed the effects of the Sihir will fade away InshaAllah. If the victim finds or has any magical amulets in his body or houses, he should destroy it by following the steps below:</span></p>
<ul>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Get some water or kitchen vinegar.</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Recite &#8211; Aytul Kursi – 1x and last three Surah / last three Quls – 7x to 11x each and give 3x powerful blows into the water/vinegar.</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Reciting Ya Salaamu[O Giver of Peace] continuously, pour some recited water/vinegar over the place from where the amulet was retrieved.</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Reciting Ya Salaamu[O Giver of Peace] continuously, dismantle the amulet completely i.e cut it or break it, to separate the casing from the writing or script or incantations written on paper or cloth or leather of the amulet.</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Submerge, all the pieces of the amulet completely into the recited water/vinegar and place some heavy stone over it so that it gets submerged properly.</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Leave it for over 24 hours submerged, preferably outside the premises of the victim’s house. </span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Dump the casing into garbage and check if writing/scipt is visible, dry it slightly and then burn it before dumping it into river, or sea or burying it somewhere in the ground outside the house[burning is to prevent disrespect of any quranic verses if present on the amulet].</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">InshaAllah, this will neutralize and release the tied Jinn’s from the amulet and the magic will be broken.</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Step 3</span>: </strong>The victim(and/or exorcist or the person doing the exorcism) should strengthen his faith and trust on Allah and then create protective shields around himself: To strengthen the faith and trust on Allah, offer 5 times salat, give as much as charity as possible for the sake of Allah, spend times in morning and evening reciting Istiqfar, Darood and Zikir &#8216;La-elah-el-lal-lah&#8217; as much as one can. To create protective shield around one self recite -</span><span style="text-decoration:underline;"><strong><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Dua of Protection</span></strong></span><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;"> -<strong> &#8216;A&#8217;oozu bi-ka-li-maa-til-laa-hit-taam-maati min sharri maa kha-laq Wa-la-huw-la Wala-khu-wa-ta El-la-bil-la-hil-‘Ali-yil-‘Azeem </strong>[I seek refuge in the Perfect Words of Allah from the evil of what He has created and there is no Power or Might except Allah; the High, the Great;] excessively and especially 3x after every salat and also during times of anger, fear and anxiety. This will not only create a protective shield around the body but will also weaken the nesting Jinns in the body and will also force them to leave and will also ruin all the plans of the magicians and his paymaster, MashaALlah. Also recite this dua 3x or 7x times and blow it on the hands and rub it over the entire body once before doing the amal, to prevent counter attacks from the jinns.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Step 4</span>: </strong>Create Protective shield around the House: Apart from practicing the amal mentioned above, the victims in-order to neutralize and banish all kinds of evil jinn in their premises, should play Surah Baqarah[2] (if not available play Manzil) on a computer or any audio or stereo system or mobile at-least once every day or night for 7 to 21 days in a row without any gaps, it will have devastating effect on the Jinn’s in the house and will force them to leave, MashaAllah. For protecting our homes against any Jinn and Magic as per the hadith one should recite &#8211; Aytul Kursi and last two verses of Surah Baqrah once or thrice every morning and every evening consistently every day with the intentions of &#8220;Protecting,safety and security of the house and its people against all evils&#8221;.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Step 5</span>: </strong>Items required for the AMAL or Holy Ritual And Procedure to use them </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;"><span style="text-decoration:underline;">Items required:</span></span></p>
<ol>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Drinking water or ZamZam Water: After the amal/ritual the victim will use this water for drinking, washing and spraying(inside the house).</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">3 whole Lime [not lemon or orange] or ½ cup of </span><span style="font-size:9pt;">apple cidar vinger</span><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">for every bath.</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">About 7 Leaves of Indian Baierie tree[leaves of red berry fruit tree] or Lotus or Jujube or sidir or neem or Custard Apple or betel(pan) leaves or a mixture of leaves from various trees . Crush them with a stone or a machine and extract all the juice. This should be added for every bath.</span> <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Olive oil or Mustard oil or Black seed oil[optional]:This is optional and could be used on patients who are bedridden and cannot take a bath. Some Olive oil or Mustard oil or Black seed oil, after doing any of the below mentioned amal’s, 3x powerful blows should be done on the oil. This recited oil should then be rubbed on limbs, stomach, back, neck and traces on the forehead of the patient mornings and evenings. </span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Non-Alcoholic Rose essence or oil or perfume[optional]: Few drops can be added to the water, while bathing or rinsing the body and few drops can be added to the water while spraying inside the house. The advantage of using perfume it that since the evil jinn/ shayateen dislike good smell and perfume’s, using them will have a devastating effect on them.</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Crystalline salt or Rock Salt[optional]: Few spoons of salt can be added to the water, while bathing or rinsing the body and few spoons can be added to the water while spraying inside the house. There is no problem when this is added with other ingredients like rose essence or vinegar..etc </span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Note:</span></p>
<ul>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;"> If (3) not available please use only (1) and (2)</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Consensus of Exorcist agree that items like lime, vinegar, baierie leaves, black pepper, ginger..etc are known to burn the Jinn’s and we therefore use it with recited water to Mashaallah have a devastating effect on Jinn or group of jinns nesting inside the victims body.</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;"><span style="text-decoration:underline;">How Much of Water Is Required to Blow after Amal</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">The water should be sufficient enough to be used for at-least a week for drinking, washing our body and spraying on the house. As the amal will be repeated every 7 to 10 days till the victims becomes normal and no abnormalities are visible.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Drinking: 1 glass in morning and 1 glass in evening: 2 *7 = 14 glasses</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Washing: Approx 2 glasses for every wadhu/bath : 2 * 7 =14 glasses</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Spraying on house: Approx 2 glasses every day: 2 * 7 = 14 glasses</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Please make sure you have additional water so that you don’t run out of water and have to repeat the amal again. Its preferable to have the water in a medium sized plastic can/container’s with lids then can be closed after 3x or more blows are given into the water after the amal, the cans will also ensure that the recited water is safe and free from pollution once the lid is closed.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;"><span style="text-decoration:underline;">How to use them:</span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">After the amal is done the reciter/the exorcist should immediately take a deep breath and blow with full pressure 3x or more times on the water[after blowing close the lid of the container saying ‘Bismilaah’] every blow should be done with full strength/energy after taking a deep breath so that the waves hit the water, its ok if some spittle enters the water.</span></p>
<ol>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">The victim should be given at-least one glass of recited water every morning and evening. The victim should drink the recited water daily till he recovers completely. While drinking the water, the victim should recite ‘BISMILLAAHI Ya Shafi[In the name of Allah, O Giver of Cure]’.</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">For every spiritual bath, in the evening get one/two glass of recited water squeeze 3 whole lime or equivalent vinegar and add about 7 crushed Baierie leaves[with all the extracted Juice along with the crushed leaves] into the recited water and add additional tap water[approx 1 liters] sufficient enough for the person to make wadhu/ghusul or rinse his body with it. Before entering the washroom, the victim should recite the ‘dua of entering washroom’ and then make an dua in the heart ‘’ YA HAYYU YA QAYYUM Please cure and purify me from all evil influences of men and jinn that trouble and harm him. Ameen-3x”. The victim should make wadhu / ghusul or rinse his complete body with this mixture in a big bowl or vessel or bucket so that the dirty water can be collected and later thrown on some ground or garden or in pots rather than in drain or bathroom. This mixture should also be nicely rubbed on the victims head, shoulders, neck, chest, back, stomach and other places of pain and heaviness while bathing [avoid rubbing mixture on eyes as lime /vinegar may cause some burning]. This procedure should be repeated for about 7 to 12 days, every evening. Note: If the victim cannot take bath, try a sponge bath i.e drench a clean towel in a mixture of recited water, lime, baierie leaves and normal water, and wipe it all over the body.</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">The recited water should also be sprayed on every wall and the ceiling of the house, on beds, curtains, furniture, at the entrance and outer boundaries of the house at-least once every day preferably in the evenings, except inside the bathrooms or washroom or toilets. This should be repeated daily till the patient recovers completely.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;"><span style="text-decoration:underline;">Note</span>: Initially during the treatment the things might get worse because the evil jinn may try to retaliate the treatment, however, the victims should undergo the treatment continuously, without any gaps for 11 days, 21days or until things get better. And also save some recited water to recycle it with new water during the next amal.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Step 6</strong></span>: Treatment by Amal-e-Shariah or Holy Ritual against BlackMagic or Jinn’s</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">The below amals are very simple, but yet effective MashaAllah and could be done by any pious muslim, a practicing muslim, it may be anyone, a pious relative, a pious neighbour or a pious Imam of a Masjid or the victim himself, who offers five times salat and who abstains from sins and is dutiful to Allah and loves the sunnah. The exorcist or amil or raqi or the self treating patient should follow the below steps:</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">1. Put on clean Islamic clothes – For men trousers should be above the anklets, for women make sure your are in hajib.<br />
2. Make wadhu with concentration and use miswaak/siwak/sewak if possible as from hadith we know that it increases the blessings.<br />
3. Offer 2 units of &#8220;salatul tauba&#8221; and sincerely repent to Allah and ask forgiveness for all sins.<br />
4. Offer 2 units of &#8220;salutul hajjath&#8221; and ask Allah to help and support you to treat the person.<br />
5. To protect our selves from counter attacks of Jinns during treatment, recite the below and blow 3x times on the hands and rub the hands on the face and from head to toe all over the body. Remember to recite it with the intention of &#8220;protecting and sheilding&#8221; against all evil attacks.</span></p>
<ul>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;"> Aytul Kursi 1x and last 3 Surah / Quls 3x to 7x and/or the below &#8216;dua of protection&#8217;.</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;"> &#8216;A&#8217;oozu bi-ka-li-maa-til-laa-hit-taam-maati min sharri maa kha-laq Wa-la-huw-la Wala-khu-wa-ta El-la-bil-la-hil-‘Ali-yil-‘Azeem – 7x or 11x or more</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;"> This is optional, for High Grade cases &#8211; recite complete Surah Yaseen once.</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">6. Amal to make the exorcist or the person doing the amal/treatment “Spiritually Strong” before the main amal for treatment: Recite the following 40x to 100x, more the recitation more will our amal be powerful and strong, InshaAllah.</span></p>
<ul>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Any Istiqfar -40 x – easy one &#8211; &#8216;Astaghfirullaahi wa &#8216;atoobu e-lay-h</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Third Kalimah or Tasbai Fatimah – 40 x &#8211; Subhaan-Allahi walhamdu-lillaahi, wa laa ilaa-ha illa-la ill-lal-lahu wallahu Akbar</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">BISMILLAAHI YA HAYYU YA QAYYUM YA ZAL JALAALI WAL IKRAM YA ARHAMAR RAHEMEEN. AMEEN. YA RABBIL ‘A-LAMEEN – 40X</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Any Darood -40x – easy one &#8211; ALLAH humma Sali’ala Muhammad</span></li>
</ul>
<blockquote><p><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Amal done during the time of Tahajud[after midnight and before time of Fajar] is considerd to be &#8220;the Best and Most poweful&#8221; as per the following hadith in which Hazrat Anas[RA] reported that Prophet[SAW] said : &#8220;Prayer in my mosque is equal to ten thousand prayers elsewhere. And prayer in the Sacred Mosque is equivalent to one hundred thousand prayers elsewhere. And prayer in the battlefield is equivalent to one million prayers elsewhere. And <span style="text-decoration:underline;">what is more than all of that is two rak`ahs performed by a servant of Allah during the middle of the night.</span>&#8220;[Ibn Hibban]</span></p></blockquote>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">7.</span><span style="font-size:9pt;"> After doing the amal in this step, immediately blow 3x or more, with full force and pressure such that the breath/waves hit the water and/or oil, the patient should then use this recited water for drinking and washing and the oil for anointing himself.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">7a. <span style="text-decoration:underline;">Amal For those who cannot recite Quran.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>AMAL 1:</strong></span></span></p>
<ol>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Auzubillaah hi Mi-nash Shyataan Ir-rajeem BisMillaah Ir-rah-maan Ir-ra-heem -3x</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Any Istiqfar -3x – easy one &#8211; &#8216;Astaghfirullaahi wa &#8216;atoobu e-lay-h</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Surah Fatiha 1x, Surah Iqlas 3x</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Any Darood -21x – easy one &#8211; ALLAH humma Sali’ala Muhammad</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Dua/Intention: BISMILLAAHI YA HAYYU YA QAYYUM YA ZAL JALAALI WAL IKRAM YA ARHAMAR RAHEMEEN. Please completely cure MR XXX son of XXX from the present Sihir and sickness and from All evil influences of men and jinn that trouble and harm him; and please neutralize and destroy ALL Sihir objects and please drive out All the Evil Jinns from his body and home. ALLAHU YA MUJEEBU YA MUJEEBU YA MUJEEBU [Allah O Responder]- 3x to 7x</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Recite the blessed name of Allah: <strong>BismilLaah Ir-Rahmaan Ir-Raheem Be HAQQE BismilLaah Ir-Rahmaan Ir-Raheem </strong>[In the name of Allah By the Right/Wasila of In the name of ALlah] – 1215x</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Darood -21x &#8211; ALLAH humma Sali’ala Muhammad</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">AMEEN. AMEEN. YA RABBIL ‘A-LAMEEN.</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Every 15 min&#8217;s during the amal and also after completion of the amal, take a deep breath and give 3x or more powerful blows into the water and/or oil.</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Please note that either &#8216;AMAL 1&#8242; or &#8216;AMAL 2&#8242;  which ever looks convenient could be done.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Note:</span></p>
<ul>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">This is a very jalali/powerful amal and is based on hadith, in which Abul Malih[RA] said: I was riding on a mount behind the Prophet[SAW] and it stumbled. Thereupon I said: May the devil perish! He[SAW] said: Do not say: May the devil perish! For if you say that, he will swell so much so that he will be like a house. But<span style="text-decoration:underline;"> say ‘Bismillah’ for when you say that, he will diminish</span> so much so that he will be like a fly. [An-Nasai, Ahmad and Abu Dawud];<br />
The Prophet[SAW] said that &#8220;Bismillah&#8221; is  one of the names of Allah the distance between it and Allah’s greatest name, is but like the distance between the black and white of the eye seen from a close angle.[Hakim &#38; Dhahabi]</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">The concept of using ‘wasila’ of Allah names are found in several authentic hadith and one among them is as follows &#8211; Abu Sa`eed[RA] mentions that the Angel Gabriel[AS] once came to the Prophet[SAW] and asked him: &#8220;Are you affected with something?&#8221; The Prophet answered, &#8220;Yes&#8221;. Gabriel said: &#8220;May you get relief and be protected from evil <span style="text-decoration:underline;">by the virtue of Allah&#8217;s Name.</span>&#8220;[ Muslim]</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>AMAL 2:</strong></span></span></p>
<ol>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Auzubillaah hi Mi-nash Shyataan Ir-rajeem BisMillaah Ir-rah-maan Ir-ra-heem -3x</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Any Istiqfar -3x – easy one &#8211; &#8216;Astaghfirullaahi wa &#8216;atoobu e-lay-h</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Surah Fatiha 1x, Surah Iqlas 3x</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Any Darood -21x – easy one &#8211; ALLAH humma Sali’ala Muhammad</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Dua/Intention: BISMILLAAHI YA HAYYU YA QAYYUM YA ZAL JALAALI WAL IKRAM YA ARHAMAR RAHEMEEN. Please completely cure MR XXX son of XXX from the present Sihir and sickness and from All evil influences of men and jinn that trouble and harm him; and please neutralize and destroy ALL Sihir objects and please drive out All the Evil Jinns from his body and home. ALLAHU YA MUJEEBU YA MUJEEBU YA MUJEEBU [Allah O Responder]- 3x to 7x</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Recite &#8211; <strong>BISMILLAAHI YA MO-MEE-TO</strong> </span><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;"><strong>BE HAQQE </strong></span><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;"><strong>YA MO-MEE-TO</strong></span><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">[In the name of ALLAH O Slayer By The Right/Wasila of </span><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">O Slayer</span><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">] -1215x</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Darood -21x &#8211; ALLAH humma Sali’ala Muhammad</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">AMEEN. AMEEN. YA RABBIL ‘A-LAMEEN.</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Every 15 min&#8217;s during the amal and also after completion of the amal, take a deep breath and give 3x or more powerful blows into the water and/or oil.</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Please note that either &#8216;AMAL 1&#8242; or &#8216;AMAL 2&#8242;  which ever looks convenient could be done.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Note: </span></p>
<ul>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">In this Amal we call upon Allah using his name YA MO-MEE-TO, a name that appears in Quran in Surah 23: verse 80, and remember that Allah himself advises in Quran &#8220;The most beautiful names belong to God: so call on Him by them;&#8230;&#8221; [Quran 7:180]. Remember, Allah&#8217;s names and His true and holy word hold great Barakaat, unseen blessings and benefits best known to Allah himself.</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">MashaAllah, every name of Allah have numerous blessings and benefits, some of the reported benefits of reciting ‘YA MOMEETO’ is that its recitation could – counter the evils of Nafs, counter bad habits and help one to quite them, destroy the evil plots/plans of men, jinn or magicians, break BlackMagic/enchantments and protect the reciter from the harms and evils of the Allah’s creations.<br />
</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">7 b. <span style="text-decoration:underline;">Amal For those who can recite Quran with Tajweed</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>AMAL 1:</strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">This amal is very simple, easy, yet uses about 12 powerful/jalali verses of the Quran, and InshaAllah this amal can not only be used to treat all kinds of sihir/posessions ranging from low grade to very high grade cases, but will also protect the victim and will disgrace the paymaster, the sahir and the enemies of the victim.</span></p>
<ol>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Auzubillaah hi Mi-nash Shyataan Ir-rajeem BisMillaah Ir-rah-maan Ir-ra-heem -3x</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Any Istiqfar -3x – easy one &#8211; &#8216;Astaghfirullaahi wa &#8216;atoobu e-lay-h</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Surah Fatiha 1x, Surah Iqlas 3x</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Any Darood -21x – easy one &#8211; ALLAH humma Sali’ala Muhammad</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Dua/Intention: BISMILLAAHI YA HAYYU YA QAYYUM YA ZAL JALAALI WAL IKRAM YA ARHAMAR RAHEMEEN. Please completely cure MR XXX son of XXX from the present Sihir and sickness and from All evil influences of men and jinn that trouble and harm him; and please neutralize and destroy ALL Sihir objects and please drive out All the Evil Jinns from his body and home. ALLAHU YA MUJEEBU YA MUJEEBU YA MUJEEBU [Allah O Responder]- 3x to 7x</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;">“Surely it is from Sulaiman, and surely it is in the name of Allah, the Beneficent, the Merciful”-[Quran Surah AL-NAML 27:30] – 21x</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;">“There is no soul but has a protector over it”[Quran Surah AT-TARIQ 86:4] -21x</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;">“And He feels no fatigue in guarding and preserving them for He is the Most High, the Supreme (in glory).[Quran Surah AL-BAQARA 2:255] -21x</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;">“And your Allah is one Allah! there is no god but He; He is the Beneficent, the Merciful.” [Quran Surah AL-BAQARA 2: 163] -21x</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;">“And say: Truth has (now) arrived, and Falsehood perished: for Falsehood is (by its nature) bound to perish.” [Quran Surah AL-ISRA 17:81] -21x</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;">“So the roots of the people who were unjust were cut off; and all praise is due to Allah, the Lord of the worlds.” [Quran Surah AL-ANAAM 6:45] -21x</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;">“No doubt! The curse of Allah is on the oppressors.” [Quran Surah HUD 11:18] -21x</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;">“And they desired a war on him, but We made them the greatest losers.” [Quran AL-ANBIYA 021:070] -21x</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;">“And We shall turn to whatever deeds they did (in this life), and We shall make such deeds as floating dust scattered about”.[Quran Surah AL-FURQAN 25: 23] -21x</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;">&#8220;And Allah by His words does prove and establish His truth, however much the sinners may hate it!&#8221;[Quran Surah YUNUS 10:82] -21x</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;">&#8220;And I seek refuge with Thee O my Lord! lest they should come near me.&#8221;[Quran Surah AL-MUMENOON 23:98] -21x</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;">“But if they turn away, Say: &#8220;Allah sufficeth for me: there is no god but He: On Him is my trust,- He the Lord of the Throne (of Glory) Supreme!&#8221;[Quran Surah AL-TAWBA 9:129 ] -21x</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Darood -21x &#8211; ALLAH humma Sali’ala Muhammad</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">AMEEN. AMEEN. YA RABBIL ‘A-LAMEEN.</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Every 15 min&#8217;s during the amal and also after completion of the amal, take a deep breath and give 3x or more powerful blows into the water and/or oil.</span></li>
</ol>
<p><span style="font-size:9pt;">Note :For High grade cases, try to increase the counts of (6) to (17) from 21x to 33x or 41x or 55x.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>AMAL 2:</strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;"> Using Manzil: Manzil is a booklet that was compiled by Shakul Hadith Muhammad Zakariya al-Kandahlawi[AR] that comprises of various verses of the Glorious Quran confirmed to be extremely effective for protection, immunity, cure and warding off  the evil influences of Jinn, Sihr (witchcraft, sorcery, etc.), evil eye and other evils. Theses verses are based on a hadith that’s narrated by Imam Tabarani[AR] in his book, in which its reported that Prophet[SAW] used these verses to exorcise and cure a boy from influences of an evil Jinn.<br />
</span></p>
<ol>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Auzubillaah hi Mi-nash Shyataan Ir-rajeem BisMillaah Ir-rah-maan Ir-ra-heem -3x</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Any Istiqfar -3x – easy one &#8211; &#8216;Astaghfirullaahi wa &#8216;atoobu e-lay-h</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Surah Fatiha 1x, Surah Iqlas 3x</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Any Darood -21x – easy one &#8211; ALLAH humma Sali’ala Muhammad</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Dua/Intention: BISMILLAAHI YA HAYYU YA QAYYUM YA ZAL JALAALI WAL IKRAM YA ARHAMAR RAHEMEEN. Please completely cure MR XXX son of XXX from the present Sihir and sickness and from All evil influences of men and jinn that trouble and harm him; and please neutralize and destroy ALL Sihir objects and please drive out All the Evil Jinns from his body and home. ALLAHU YA MUJEEBU YA MUJEEBU YA MUJEEBU [Allah O Responder]- 3x to 7x</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Recite Complete Manzil 21x or 33x or 41x or more </span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Darood -21x &#8211; ALLAH humma Sali’ala Muhammad</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">AMEEN. AMEEN. YA RABBIL ‘A-LAMEEN.</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Every 15 min&#8217;s during the amal and also after completion of the amal, take a deep breath and give 3x or more powerful blows into the water and/or oil.</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Please note that either &#8216;AMAL 1&#8242; or &#8216;AMAL 2&#8242;  which ever looks convenient could be done.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>The above amal&#8217;s/rituals could be repeated any number of times, but preferably after 7 to 10 days and remember to retain some recited water so that it can be recycled with additional water during the next amal.</strong></span></span></p>
<blockquote><p><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">&#8220;LIME AMAL&#8221;:When the Jinn is too stubborn and refuses to leave the victim, take about 3 to 5 whole limes and cut them into halves, and apart from giving 3x blows into water after doing the amal’s, also blow 3x or more, with full force on pulp of the cut lime pieces so that every piece[its pulp] gets 3x blows. Now, press the one piece of lime[it’s pulp not the outer covering] on top of the victims head and another piece on the chest or stomach and hold both the pieces strongly for about 15 to 20 minutes or until the victim looks relieved after some burps, numbness or movements in the body. The used lime pieces could be dumped into a river or sea or places faraway out side the house were people don&#8217;t walk. Wrap the extra pieces of lime in a plastic bag[to prevent air from polluting them] and store them in the refrigerator for next usage. Repeat this procedure with the other pieces of lime, for the next few days. IshaAllah the strongest of the strong Jinns will leave the host very soon.</span></p></blockquote>
<p style="text-align:center;">OR</p>
<blockquote><p><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">&#8220;Black Pepper AMAL&#8221;: While treating cases of demonic possessions, when the Jinn is too stubborn and refuses to leave the victim, apart from giving 3x blows into water after doing the amal’s, also give 3x blows on a handful of ‘Whole Black Pepper seeds’ [about ¼ kg]. Every day the victim should deeply smell about 5 to 6 pepper seeds and chew and eat them, the remaining seeds should be wrapped and kept in bottle or paper for the next day. InshaAllah, with this amal on ‘Black Pepper Seeds’ the strongest of the strong jinn’s will leave its host.</span></p></blockquote>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;">8. Apart from the treatment, the victim/patient should, listen to ’Ruqyah mp3’ or ‘Quran Manzil mp3’ or &#8216;Azan of Madina-e-Shareef&#8217; for about 45 min&#8217;s daily before going to bed. Follow these steps.</span></p>
<ul>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Purchase or Download ’Ruqyah mp3’ or ‘Quran Manzil mp3’ or any Azan from the blessed city of Madina, you could do a google search with these key words ’Ruqyah mp3’ or ‘Quran Manzil mp3’ or ‘Medina Azan’.</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Just before going to bed, make wadhu with full sincerity and concentration.</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Recite ‘Auzubillaah hi Mi-nash Shyataan Ir-rajeem BisMillaah Ir-rah-maan Ir-ra-heem’,then recite any darood and make a small dua and ask Allah to cure you and shower his special Peace and Mercy upon you.</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Play the Ruqyah/Azan from Madina on mp3 or music player or a computer, set the player such that it plays it continuously and repeatedly.</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Using the head phones or ear phones, and closing the eyes, listen to the Ruqyah/azan carefully and with complete concentration for at-least 45 mins every night and even during the day if possible.</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">MashaAllah, amazing results have been seen and reported and several people have be cured from various sickness, just by listining to the Glorious Quran.</span></li>
</ul>
<p><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Step 7</span>: Diet Guide:</strong> Below are few foods recommended during spiritual healing and its advisable to eat them only after getting a proper confirmation from the medical doctor who is treating the victim.</span></p>
<ol>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Pomegranate(For strength and cleansing the body from Jinns): Pomegranate juice is rich in Potassium, folic acid, Vitamins and Antioxidants and its benefits with regards to satan / jinn are mentioned in this following hadith in which Prophet[SA] has mentioned that “Pomegranate cleanses you of Satan and from evil aspirations for 40 days&#8221;. Therefore, it’s highly recommended that during the treatment the victim should drink juice extracted out of one whole pomegranate about 30 to 45 mins before breakfast daily for about 7 to 12 days or at his convenience.</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Dates(For strength and protection against Blackmagic): Dates are very rich in proteins and vitamins and from Quran we come to know that food for Hazrath Maryam[AS] during her pregnancy was dates and from hadith we come to that our prophet[SA] recommended Hazrath Ayshiya[RA] dates when she was suffering from giddiness. It is therefore advised that the physically weak patient should have dates to strengthen his immune system and body. Based of the following hadith its recommended that the victim eats 7[least] or more dates [preferably from City of Medina] once every morning and once every evening as a cure and protection against Sihir- &#8216;Amir b. Sa&#8217;d b. Abu Waqqas reported Allah&#8217;s Messenger (may peace be upon him) as saying: He who ate seven &#8216;Ajwa&#8217;[City of Medina] dates in the morning, poison and magic will not harm him on that day[Muslim]. There are other narrations that also mention seven dates[not necessary from Medina], so if dates from Medina are not available, any dates should be fine.</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Olive Oi[For treatment and cleansing the body from sickness]l: In the Quran, Allah himself says “I swear by the fig and the olive” [95:1] this in itself is sufficient to proof the importance of Olive. Furthermore the following hadith shows the benefits of Olive oil- Hazrath Abu Hurairah[RA] narrates that the Prophet[SA] stated, “Eat the olive oil and apply it (locally), since there is cure for seventy diseases in it, one of them is Leprosy.”[Abu Naim]. The victims should therefore take one sip of olive oil daily and a massage some of the recited oil over his body.</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Melon(For strength and blessings): Melon are fat or cholesterol free rich source of vitamins A, B6,C, fibre, potassium, antioxidants and lycopene. Prophet[SA] has recommended melon for [weak] women during pregnancy and the following hadith shows that it not only has physical benefits but also several spiritual benefits- (1) Prophet[SA] said “None of your women who are pregnant and eat of watermelon will fail to produce offspring who are good in countenance and good in character”. (2) Prophet[SA] said “Whenever you eat fruit, eat melon, because it is the fruit of Paradise and contains a 1000 blessings and a 1000 mercies. The eating of it cures every disease.”. Its therefore advisable for the weak patient to eat melon’s with the intention of “Strengthening himself, receiving blessing and mercies from Allah.”</span></li>
</ol>
<p><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Note: Apart from this based of experiences from a few exorcists we can say that during the treatment period the victim should strictly avoid smoking, eating meat, chicken, fish, eggs, etc[because few of these are the food of the jinns] and the victim should preferably live on a vegetarian diet.</span><br />
<br />&#160;<br />
<span style="font-size:9pt;font-family:&#38;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Step 8</span>: </strong> <strong>Strong Protection Against Sihir and Jinn:</strong>The magicians are known to renew the magic from time to time,  therefore to prevent his  jinn&#8217;s from attacking and causing harm to the victim, the victim should daily do the following without any gaps  or breaks to remain immune from black magic or cases of Possessions.</span></p>
<ul>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Abstain from all kinds of sins, because sins weaken our amal and our protective shields and delays the Mercy and Blessing of Allah from reaching us.</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Recite ‘Bismillah’ on every thing, from hadith we come to know that this word weakens the Jinn to the size of fly and also shields us from them. Therefore make it a practice of reciting ‘Bismillah’ on eating, drinking, undressing, closing door, windows, utensils, before any task, upon entering the house, at the time of leaving the house..etc</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Try to be in the state of wadhu /ablution at all times, and specifically during nights before going to bed, because from hadith we come to know that once wadhu is made before going to bed, Allah assigns a guardian angel to guard the person thought the night.</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Recite Aytual Kursi and the ‘Dua of Protection’ mention above after every ‘salat’ or ‘namaz’, this is one of the best forms of protection.</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Recite the 4th Kalimah 10x in morning and 10x in the evening to remain immune to Jinn and Magic.Hazrat Abu Zar[RA] says whosoever recites: <strong>La ilaha illallahu Wah-dahu la shari-ka-lahu lahul-mulku wa lahul-hamdu yuhyi-wa-yumitu bi yadihil khairu wa huwa ala kulli shain qadeer</strong>[There is no one worthy of worship except Allah who is one without partner.  The kingdom is His and he alone deserves praise. he gives life and death. All kinds of good is in His power and He has power over everything.] 10 times after fajr prayer sitting in the posture of prayer will remain immune from the jinn/devil&#8217;s injury for the whole day, 10 merits will be entered into his record, he will be raised 10 degrees in status and 10 of his sins will be obliterated.[Tirmizi]. In another narration of Tirmizi, Hazrat Amara bin Shabib[RA] narrates the same hadith, but about reciting this kalimah after Saltul Majrib.</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Recite this dua 3x in morning and 3x in evening. Prophet[SA] said: Whoever recites it three times in the morning will not be afflicted by any calamity before evening, and whoever recites it three times in the evening will not be overtaken by any calamity before morning. [Abu Dawud,Tirmithi,Ibn Majah,Ahmad] <strong>Bis-mil-laahil-la-zee laa ya-zhur-ru ma  &#8216;as-mi-hi shay&#8217;un fil-&#8217;ar-zhi wa laa fis-samaa&#8217;i wa Hu-was-Samee &#8216;ul- &#8216;Aleem .</strong> [In the Name of Allah, Who with His Name nothing can cause harm in the earth nor in the heavens, and He is the All-Hearing, the All-Knowing]</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Recite the masnoon dua before entering the restrooms, toilets, wash rooms -&#8221; In the name of Allah, O Allah I seek refuge in you from the males and females (of shaitans)&#8221;.</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">At nights before going to bed, recite – Aytual Kursi and the last two verses of surah Baqrah[Surah 2], this provides a very strong protection against all harms for the entire night.</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Recite the “dua of protection” mentioned above, abundantly at all times and specifically at times of – fear, anger, forgetfulness, depression, anxiety..etc, because its known that the Jinn’s potentially harm or possess the victims during such mental states.</span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">For cure against Sihir and any Sickness recite “SALAMUN KAWLAM MIR RABIR RAHEEM [Peace! -a word (of salutation) from a Lord Most Merciful!] “ [Surah Yaseen 36:58] abundantly. The victim can also read this when ever he has doubt about any people harming him or doubt about someone giving him sihir through food and drink, so one should at-letast recite this verse 3x before eating or drinking anything suspicious.</span></li>
</ul>
<blockquote>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Remember not to inform anyone about the treatment and if things get worse after the complete treatment or after the victim has recovered, it means that a new spell or black-magic has been done on him and he should therefore continue the same treatment again and always follow the steps mentioned in &#8220;Strong Protection Against Sihir and Jinn&#8221; to remain immune to any spells, magic, jinn and evil eye.</span></p>
</blockquote>
<p><HR><br />
<span style="font-size:10pt;"><strong>Amal For Cases of Emergency against Jinn and Sihir</strong></span><br />
<span style="font-size:9pt;">A single person or a group of people can do this amal as a Jamath, they should preferably sit around the patient (with patient lying on the bed or sting on the chair) and do this amal.<br />
InshaALlah, this amal could be used to treat the following:</p>
<ul>
<li>Cases when the victim is critical and the doctors are confused and can do nothing.</li>
<li>When the patient is continuous vomiting blood or huge amounts of blood is lost through stool.</li>
<li>When a number of treatments are done and the victim is still not recovered and is in ICU or comma or seriously ill.</li>
</ul>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Step 1</span></strong>: Self Protection: Every person in the group should Recite Aytul Kursi 1x and last 3 Surah / Quls 3x to 7x with the intention of “Protection against all Evils”.</p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Step 2</span></strong>: Every person in the group should strengthen themselves, by recting –</p>
<ul>
<li>Any Istiqfar -21x – easy one – ‘Astaghfirullaahi wa ‘atoobu e-lay-h</li>
<li>Third Kalimah or Tasbai Fatimah – 21x – Subhaan-Allahi walhamdu-lillaahi, wa laa ilaa-ha illa-la ill-lal-lahu wallahu Akbar</li>
<li>BISMILLAAHI YA HAYYU YA QAYYUM YA ZAL JALAALI WAL IKRAM YA ARHAMAR RAHEMEEN. AMEEN. YA RABBIL ‘A-LAMEEN – 21X</li>
</ul>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Step 3</span></strong>: Keep the water container at the center of the  place and recite the following:</p>
<ol>
<li>Auzubillaah hi Mi-nash Shyataan Ir-rajeem BisMillaah Ir-rah-maan Ir-ra-heem -3x</li>
<li>Any Istiqfar -3x – easy one – ‘Astaghfirullaahi wa ‘atoobu e-lay-h</li>
<li>Surah Fatiha 1x, Surah Iqlas 3x</li>
<li>Make dua/intention &#8220;Ya Allah, Ya Shafi, Please Cure Mr XXX completely from All evil influences of sihir, jinn and men and from All Sickness and restore his health to normal. And Please protect him All Sihir and Jinn. Allahu Ya Shafi Ya Shafi Ya Shafi.&#8221; -3x</li>
<li>Any Darood -21x – easy one – ALLAH humma Sali’ala Muhammad</li>
<li>Surah Fatiha – 21x or 41x[Surah Fatiha should be recited beginning with 'BisMillaah Ir-rah-maan Ir-ra-heem' every time]</li>
<li>Complete Surah Yaseen – 21x or 41x[Every time while reciting Surah Yaseen, only the first verse of the Surah i.e 'YA SEEN' should be recited 3x [to 7x] and then the remaining whole surah]</li>
<li>Darood -21x – ALLAH humma Sali’ala Muhammad</li>
<li>AMEEN. AMEEN. YA RABBIL ‘A-LAMEEN.</li>
<li>Every 15 min’s during the amal, blow on the patient and on the water 3x and also after completion of the amal, take a deep breath and give 3x or more powerful blows on the patient and also into the water and/or oil.</li>
</ol>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Step 4</span></strong>: The recited water should be given to the patient to drink, and should also be rubbed on his face, head, stomach, limbs, and back. You can provide a light sponge bath to the victim with the recited water adding  juice squeezed out of one lime.<br />
Note:</p>
<ul>
<li>All the people doing this amal in a congregation should have a common intention i.e “Cure the person completely from all evil influences of sihir, jinn and men and restore his health to normal”.</li>
<li>The group of people should do the amal such that the total count of the entire group for (5) is 21x/41x and (6) is 21x/41x. All other steps should be repeated by every person.</li>
<li>In case of restrictions at the medical hospital, the amal could be done at a distant place away from the victim but in a congregation [as from hadith we come to know that there are great blessing in Jamath] and the recited water can later be given to the victim.</li>
<li>This amal has to be completed in one sitting.</li>
<li>During the recitation, if the patient does strange things or if the blood in his vomit/stool increases or his suffering increases, do not panic, but complete the amal, InshaAllah things will become normal.</li>
<li>InshaAllah, after the completion of this amal the victim may recover immediately, but if necessary the same amal could be repeated for 3 more days.</li>
</ul>
<p></span><br />
<HR></p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:&#38;">Remember even if your pet or plantations or farm or land is suspected of being under the influence of sihir or jinn, the recited water should be regularly sprayed on them till things look normal.</span></p>
</blockquote>
<p><HR></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ANTARA MUJIZAT DAN SIHIR  oleh Pdt. Yarman Halawa, D.Min    ]]></title>
<link>http://gracia4christ.wordpress.com/2009/11/02/antara-mujizat-dan-sihir-oleh-pdt-yarman-halawa-d-min/</link>
<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 10:13:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>graciacitra4christ</dc:creator>
<guid>http://gracia4christ.wordpress.com/2009/11/02/antara-mujizat-dan-sihir-oleh-pdt-yarman-halawa-d-min/</guid>
<description><![CDATA[Fakta Historis-Teologis Alkitab menegaskan bahwa penyebab dari seluruh penyesatan adalah Iblis. Ia m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Fakta Historis-Teologis</strong><br />
Alkitab menegaskan bahwa penyebab dari seluruh penyesatan adalah Iblis.  Ia membutakan mata jasmani dan rohani manusia yang lemah sehingga mempercayai kuasa2 ajaib yang dilakukannya melalui para kaki tangannya seolah-olah semua itu berasal dari Allah. Ia adalah Peniru Ulung segala sesuatu (2 Korintus 11:14) yang memanipulasi iman kristen melalui penyesatan lewat pengajaran Alkitab, manifestasi kuasa Allah, mujizat dan tanda-tanda supranatural yang ajaib dan dahsyat dengan tujuan menyesatkan manusia khususnya orang2 percaya. Sejarah telah memberi banyak pelajaran penting bahwa gereja dan orang-orang percaya yang tidak memahami pengajaran yang benar dan tepat mengenai hal2 mujizat dan tanda ajaib, akan lebih mudah dipedayakan dan ditarik secara pemuasan logika dan panca indera terhadap hal2 yang bersifat supranatural, melalui demonstrasi2 yang ‘terbungkus’ oleh charisma rohani, kefasihan lidah, dan mujarabnya pelayanan2 rohani.  Tepatlah ucapan Merril C. Tenney, seorang hamba Tuhan yang mengatakan demikian,</p>
<p>&#8220;Kekacauan antara iman dan takhayul tidak jarang terjadi diantara orang2 yang pada dasarnya saleh, namun tidak berkesempatan belajar atau membaca Kitab Suci.&#8221; (1)</p>
<p>Adalah benar bila dalam 2 Petrus 1:3-12 rasul Petrus mendorong umat Tuhan supaya tidak hanya berhenti pada langkah iman saja, melainkan juga berusaha dengan sungguh2 “menambahkan kepada iman kebajikan,kepada kebajikan pengetahuan, kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, kepada ketekunan kesalehan…..” (ayat 5-6).  Tujuannya adalah supaya menjadi “giat dan berhasil dalam pengealanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita” (ayat 8). Ketidakmampuan melakukan hal2 ini akan menyebabkan “buta dan picik” (ayat 9) yang akan mengakibatan tidak akan bisa bertahan terhadap berbagai rupa2 pengajaran, manifestasi kuasa2 supranatural yang menggunakan nama kekristenan (baca seluruh 2 Petrus 1-3).</p>
<p>Sejarah telah membuktikan bahwa Mujizat Palsu (Sihir) Berusaha Mempedayakan Gereja/Orang Percaya:</p>
<p><strong>(1)  Praktek sihir di Samaria</strong><br />
Dalam Kisah Para Rasul 8:9-24 dicatat mengenai Simon (dalam tulisan2 post-apostolik disebut Simon Magus), ahli sihir dari Samaria (2)  yang kemudian bertobat melalui pelayanan Rasul Filipus.  Ia begitu takjub dengan tanda2 dan mujizat2 yang menyertai pelayanan rasul Filipus.  Ketika rasul Petrus dan rasul Yohanes mengunjungi kota itu, ia kembali dibuat takjub dengan kuasa2 ajaib yang terjadi melalui penumpangan tangan mereka.  Dan dia sangat ingin memiliki kuasa itu dan berusaha membelinya  dari mereka. Niat hatinya yang jahat ini (yang semata-mata untuk kepentingan dirinya sendiri) diketahui oleh rasul Petrus yang kemudian menegur dia dengan amat keras.  Atas hal itu, ia memohon kepada mereka supaya ia didoakan agar hukuman Tuhan tidak terjadi atas dirinya.   Kisah ini berhenti sampai disini.  Tetapi sejarah gereja telah mencatat bahwa Simon Magus ini kemudian menjadi seorang guru penting aliran “gnosis” (), suatu aliran sesat dalam kekristenan yang mengajarkan bahwa keselamatan juga dapat diperoleh melalui “pengetahuan khusus” dan bahkan bisa menjadi penyelamat bagi yang lain asalkan tahu bagaimana caranya (cara yang umum adalah askese).(3)    Melalui dia paham gnostik menyebar dari Samaria hingga ke berbagai belahan wilayah lainnya.  Jadi pertobatannya tidak membawanya menjadi saksi Injil yang benar seperti yang dilakukan oleh para rasul sesuai perintah Yesus dalam Kisah Para Rasul 1:8!!</p>
<p>Perlu diperhatikan: Orang2 Samaria sebelumnya telah mendengar dan percaya Injil melalui Kristus sendiri ketika Ia dan para rasul mengunjungi kota itu (Yohanes 4:39-42).  Tetapi catatan dalam Kisah Para Rasul 8:9-11 menunjukkan betapa mereka mudah berbalik karena fenomena mujizat dan tanda2 ajaib dari Simon!  Bukankah ini fenomena yang juga sedang melanda kehidupan sebagian besar umat Tuhan pada zaman ini?</p>
<p><strong>(2)  Praktek sihir di Siprus</strong><br />
Dalam Kisah Para Rasul 13:6-11 dicatat mengenai Bar-Yesus (Ibrani: Bar-Jehoshua atau Anak Yesus;  Yunani: Elimas), seorang Yahudi di daerah Pafos di pulau Siprus yang adalah seorang ahli sihir dan nabi palsu.  Ia adalah contoh dari salah seorang pemuka agama Yahudi yang menggunakan kedok agama, Taurat dan nubuatan para nabi dalam PL dibalik praktek2 sihir yang ia lakukan. Ia berusaha menghalangi Gubernur Siprus yang bernama Sergius Paulus yang ingin mendengar Injil dari Barnabas dan Saulus.  Dikatakan bahwa ia “berusaha membelokkan gubernur itu dari imannya” (ayat 8b). Matthew Henry memberikan data yang cukup baik mengenai orang ini,</p>
<p>&#8220;This Elymas was a pretender to the gift of the prophecy, a sorcerer, a false prophet—one that would be taken for a divine, because he was skilled in the arts of divination; he was a conjurer, and took on him to tell people their fortune, and to discover things lost, and probably was in league with the devil for this purpose; his name was Bar Jesus—the Son of Joshua which signify the Son of Salvation; but Syriac calls him, Bar-Shoma—the Son of Pride; filius inflationis—the Son of Inflation.&#8221; (4)</p>
<p><strong>(3)  Praktek sihir abad 3 M</strong><br />
Sejak awal kekristenan, mantra2 sihir telah dipergunakan dalam praktek2 pengusiran setan, penglihatan2, nubuatan.  Penemuan kutipan mantra dari papyrus sihir Paris yang sangat  terkenal   pada abad 3 Masehi membuktikan bahwa praktek2 pengusiran setan, nubuat2, penglihatan2 dan penguatan2 keyakinan merupakan gabungan yang unik dari istilah2 dalam agama2 kafir, Yahudi dan Kristen. Berikut adalah salah satu contoh mantra sihir untuk melakukan mujizat pengusiran setan pada abad 3,</p>
<p>&#8220;Doa ini harus dibacakan di atas kepala (orang yang kerasukan).  Letakkan ranting zaitun dihadapannya dan berdirilah dibelakangnya sambil berkata, ‘Hiduplah roh Abraham; hiduplah roh Ishak; hiduplah roh Yakub.  Yesus Kristus yang kudus, Roh Kudus… (dan seterusnya yang merupakan rentetan kata2 yag tidak ada artinya)…usirlah Iblis dari orang ini, hingga roh Iblis yang jahat menyingkir dari hadapanmu.  Kumohon kepadamu, O Iblis, siapapun engkau adanya, demi Allah Sabarbarbatioth Sabarbarbatiuth Sabarbarbatoneth Sabarbarbaphai.  Keluarlah, O Iblis, siapapun engkau adanya dan lepaskanlah dirimu dari si…(sebutkan nama orang yang hendak disembuhkan) segera, segera, sekarang juga!  Keluarlah, O, Iblis, karena aku akan merantaimu dengan rantai yang kukuh yang tak terpatahkan, dan akan kuserahkan kau kedalam kesesakan yang kelam dalam kebinasaan abadi.” (5)</p>
<p>Praktek  di atas menunjukkan adanya pengaruh yang kuat dari agama Kristen yang disalahtafsirkan dan juga disalahgunakan untuk kepentingan praktek2 ilmu hitam maupun ilmu putih  (6) yang dapat mengakibatkan kejadian2 dahsyat yang orang sangka itu mujizat. Tidak dapat dipungkiri bahwa praktek seacam ini masih dapat ditemui dalam pelayanan2 mujizat kesembuhan ilahi!</p>
<p><strong>(4)  Praktek ‘mantra sihir’  dalam Word Faith </strong><br />
Word Faith adalah ajaran yang menjadikan kata2 firman Tuhan sebagai rapalan atau mantra.  Praktek ini secara terselubung membawa manusia untuk meyakini bahwa keselamatannya bergantung kepada kata2nya dan menyangkali bahwa keselamatan hidupnya bergantung sepenuhnya kepada anugerah Tuhan.  Ini adalah sebutan lain dari apa yang disebut “Positive Confession” yang dipopulerkan mula2 oleh Kenneth Hagin.  Hagin berkata,</p>
<p>&#8220;Kamu akan memperoleh apa yang kamu ucapkan.  Kamu dapat menulis tiketmu sendiri dengan Tuhan.<br />
Langkah pertama adalah “Katakan”.(7)</p>
<p>Lebih lanjut ia mengatakan,<br />
&#8220;Bila kamu berkata mengenai pencobaan, kesulitan2, kurangnya iman dan kekurangan uang – imanmu akan berantakan dan kering. Tetapi berkat Tuhan apabila kamu berkata tentang firman Tuhan…imanmu akan tumbuh berkelimpahan.&#8221; (8)</p>
<p>Ia menegaskan bahwa untuk sembuh, sehat, sukses, harus membuang  kata-kata atau pikiran2 yang negative,<br />
&#8220;Saya tidak pernah mengatakan mengenai kesakitan, saya berkata tentang kesehatan…Saya berkata mengenai kesembuhan. Saya tidak pernah berkata mengenai kegagalan.  Saya percaya akan keberhasilan.  Saya tidak percaya akan kekalahan.  Saya percaya akan kemenangan, haleluya untuk Yesus.&#8221; (9)</p>
<p>Fakta berbicara bahwa banyak Pendeta/Penginjil atau orang2 awam yang mengklaim diri (diklaim oleh orang lain/pengikutnya) memiliki kemampuan supranatural – terang-terangan atau tidak &#8211; menjadikan diri mereka pahlawan penyembuh apabila terjadi kesembuhan, tetapi menyalahkan si penderita bila tidak terjadi kesembuhan dengan mengatakan bahwa si penderita kurang iman!</p>
<p><strong>(5)  Praktek Sihir dalam KKR Pemulihan Ilahi</strong><br />
Tidak dapat dipungkiri bahwa pelayanan2 kesembuhan ilahi dicampuradukkan dengan pemahaman atau keyakinan kafir. Ada hamba Tuhan yang dengan terang2an membelokkan makna Perjamuan Kudus sebagai sarana terjadinya berbagai mujizat atau menjadikan praktek pengurapan dengan minyak dan penumpangan tangan sebagai  daya tarik. Tidak hanya itu, pengagungan terhadap karunia penyembuhan yang dimiliki oleh seorang hamba Tuhan (entah itu benar2 karunia atau tidak) menjadi alasan utama orang berduyun-duyun datang.  Patut diperhatikan bahwa sebenarnya praktek2 seperti ini sejajar dengan praktek2 yang dilakukan oleh para yogi yang menguasai apa yang disebut dengan energi Prana yaitu energi universal yang menghasilkan semua bentuk energi lain (listrik, panas, nuklir) (10)   yang dimanfaatkan bagi penyembuhan berbagai penyakit oleh ahli2 terapi metafisika (paranormal),</p>
<p>&#8220;Bila dikendalikan oleh seorang yogi yang terlatih, prana dapat diarahkan keseluruh tubuh manusia.  Para yogi juga mempunyai teknik untuk menyimpan prana dalam tubuh mereka seperti menyimpan listrik dalam baterai.  Dengan memanfaatkan energi ini, para yogi seakan-akan dapat melakukan mujizat.  Pemanfaatan energi ini memungkinkan para yogi menyembuhkan diri mereka atau orang lain.  Karena sifatnya universal, prana dapat diperoleh dengan berbagai cara seperti dari makanan, air, meditasi dan lain-lain.&#8221; (11)</p>
<p><strong>Alkitab</strong> (12)<strong> selalu berbicara agar  umat Tuhan waspada</strong> (13) <strong>terhadap berbagai fenomena mujizat, nubuat, penglihatan, tanda2 ajaib dan daya tarik pengajaran2 yang menyesatkan:</strong></p>
<p>Yeremia 14:14,<br />
Jawab TUHAN kepadaku: &#8220;Para nabi itu bernubuat palsu demi nama-Ku! Aku tidak mengutus mereka, tidak memerintahkan mereka dan tidak berfirman kepada mereka. Mereka menubuatkan kepadamu penglihatan bohong, ramalan kosong dan tipu rekaan hatinya sendiri.</p>
<p>Yeremia 23:25,<br />
Aku telah mendengar apa yang dikatakan oleh para nabi, yang bernubuat palsu demi nama-Ku dengan mengatakan: Aku telah bermimpi, aku telah bermimpi!</p>
<p>Yeremia 23:26,<br />
Sampai bilamana hal itu ada dalam hati para nabi yang bernubuat palsu dan yang menubuatkan tipu rekaan hatinya sendiri,</p>
<p>Yeremia 27:14, 15,<br />
Janganlah dengarkan perkataan nabi-nabi yang berkata kepadamu: Janganlah kamu mau takluk kepada raja Babel! Sebab mereka bernubuat palsu kepadamu. Sebab Aku tidak mengutus mereka, demikianlah firman TUHAN, tetapi mereka bernubuat palsu demi nama-Ku, sehingga kamu Kuceraiberaikan dan menjadi binasa bersama-sama dengan nabi-nabi yang bernubuat kepadamu itu.&#8221;</p>
<p>Matius 7:15,<br />
&#8220;Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.</p>
<p>Matis 7:21-23,<br />
Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?  Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!&#8221;</p>
<p>Matius 24:11, 24,<br />
Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang. Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.</p>
<p>Markus 13:22,<br />
Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat dengan maksud, sekiranya mungkin, menyesatkan orang-orang pilihan.</p>
<p>2 Petrus 2:1,<br />
Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.</p>
<p>2 Korintus 11:12-15,<br />
Tetapi apa yang kulakukan, akan tetap kulakukan untuk mencegah mereka yang mencari kesempatan guna menyatakan, bahwa mereka sama dengan kami dalam hal yang dapat dimegahkan. Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus. Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang. Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka.</p>
<p>2 Tesalonika 2:2-15 (munculnya para tokoh/pemimpin sesat di dalam gereja),<br />
•	yang menyesatkan melalui nubuatan2, penglihatan, mimpi (ayat 2, “supaya kamu jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba”).<br />
•	yang melakukan tanda2 dahsyat (ayat 9, “Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa2 perbuatan ajaib, tanda2 dan mujizat2 palsu, dengan rupa2 tipu daya jahat…).</p>
<p>Wahyu 13 (daya tarik Iblis untuk menyesatkan manusia),<br />
•	Mujizat kesembuhan (ayat 13)<br />
•	Kemampuan berbicara (ayat 11-12)<br />
•	Tanda2 ajaib (ayat 13-14a)<br />
•	Fanatisme kepada pemimpin rohani (ayat 14b-15).<br />
•	Kebanggaan dan arogansi komunitas (ayat 16-17)</p>
<p>Wahyu 20:10  (hukuman yang mengerikan bagi para nabi palsu dan yang mengikuti mereka),<br />
“dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya.”</p>
<p><strong>Kesimpulan </strong><br />
Manusia akan selalu berusaha memenuhi kepuasan logika dan panca indera terhadap hal2 yang sifatnya supranatural.  Semakin hebatnya tantangan hidup dan masalah2 kehidupan, akan membuat manusia berusaha untuk mendapatkan solusi dari kekuatan2 yang berasal dari luar dirinya yang bersifat supranatural.  Hendaknya setiap kita orang percaya waspada terhadap godaan ini, karena hal2 ini dapat menjadi pintu masuk bagi si jahat untuk menipu logika dan panca indera  kita yang bukan saja tidak pernah puas tetapi juga lemah dalam memilah-milah kepalsuan !  Hendaklah setiap kita tetap peka terhadap gema peringatan dari firman Tuhan,</p>
<p style="text-align:center;">&#8220;Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka<br />
berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. Kamu berasal dari<br />
Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih<br />
besar dari pada roh yang ada di dalam dunia (1 Yohanes 4:1, 4).  Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah<br />
pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun<br />
secara tertulis (2 Tesalonika 2:15).&#8221;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>Catatan:</p>
<p>(1) Merryl C. Tenney, <em>Survey Perjanjian Baru (judul asli: New Testament Survey)</em>. Malang: Gandum Mas, 1985, halaman 88.<br />
(2) Bapa gereja, Justinus Martyr (meninggal tahun 165) yang juga berasal dari Samaria menulis bahwa Simon Magus pada zamannya dianggap oleh dewa tertinggi oleh orang2 Samaria yang disebut sebagai ‘kuasa Allah, Kuasa Besar’ (KPR 8:10).  Lihat, Kenneth L. Barker &#38; John Kohlenberger III, cons. Ed.,  <em>NIV Bible Commentray: volume 2 New Testament.</em> Grand Rapids: Zondervan Publishing House, 1994, p. 427.<br />
(3) Untuk informasi yang lengkap, lihat Everett Ferguson,<em> Backgrounds of the Early Christianity.  2nd Edition.</em> Grand Rapids: Eerdmans &#38; Co., 1993,  pp. 284-285.<br />
(4)  Matthew Henry, <em>Matthew Henry’s Commentary on the Whole Bible: vol. VI—Acts to Revelation.</em> Virginia: Macdonald Publishing Company,  ny., p. 160.<br />
(5)  George Milligan, <em>Sellection From the Greek Papyri.</em> Cambridge: The University Press, 1910, pp. 112-114.<br />
(6)  “Ilmu Hitam” merupakan istilah untuk menyebutkan kuasa2 ajaib yang merusak, membahayakan, mengancam atau mencelakakan manusia.  Sedangkan “Ilmu Putih” merupakan istilah untuk menyebutkan kuasa2 ajaib yang menahan, menangkis, mengalahkan atau menyembuhkan hal2 yang diakibatkan oleh Ilmu Hitam.  Kedua istilah ini sebenarnya sama saja menunjukkan keyakinan palsu manusia terhadap kuasa2 kegelapan.<br />
(7)  Kenneth Hagin, <em>How To Write Your Own Ticket With God</em>.  Tulsa: Faith Library, 1979,  p. 8.<br />
(8)  Ibid.,  p. 10.<br />
(9) Ibid,  pp. 20-21<br />
(10)  Ludzia, <em>Tenaga Hidup.</em> Halaman 37.<br />
(11) Ludzia,  h. 37-38.<br />
(12)  Ayat-ayat Alkitab dalam materi ini merupakan kutipan dari software terjemahan2 Alkitab versi 3.0 dari “SABDA: Online Bible Versi Indonesia” (Surakarta: Yayasan lembaga SABDA –YLSA, 2005).  Dipergunakan dengan izin penuh dari YLSA.<br />
(13) Waspada disini berarti ‘menilai dengan bijaksana, mempergunakan hikmat ilahi dibawah penerangan Roh Kudus melalui kebenaran firman, dan tidak mudah condong untuk menerima begitu saja fenomena2 rohani yang ada melainkan menguji dengan kebenaran firman Tuhan.’</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sebuah Renungan - Sampai Kapan]]></title>
<link>http://hasmijaksel.wordpress.com/2009/11/02/sebuah-renungan-sampai-kapan/</link>
<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 04:02:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>hasmijaksel</dc:creator>
<guid>http://hasmijaksel.wordpress.com/2009/11/02/sebuah-renungan-sampai-kapan/</guid>
<description><![CDATA[Sampai kapan kita menantang Sampai kapan kita membangkang Aurat kelihatan di sepanjang jalan Wanita ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/d88LfOJ3BO8&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/d88LfOJ3BO8&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
<p>Sampai kapan kita menantang<br />
Sampai kapan kita membangkang<br />
Aurat kelihatan di sepanjang jalan<br />
Wanita dandan untuk dijajan<br />
Hukum Alloh tak dihiraukan</p>
<p style="padding-left:60px;">Meminum miras<br />
Tak pernah puas<br />
Harta panas dimakan buas<br />
Hukum Alloh tak dihiraukan</p>
<p>Layar kaca sepanjang malam<br />
Acara kelam tak pernah padam<br />
Di syahwat hitam kita tenggelam<br />
Hukum Alloh tak dihiraukan</p>
<p style="padding-left:60px;">Miskin dan fakir<br />
Tak pernah terpikir<br />
Uang membanjir<br />
Bertambah kikir<br />
Hukum Alloh tak dihiraukan</p>
<p>Sihir terus mendupa<br />
Syirik merajalela<br />
Santet menebar petaka<br />
Semua diam seribu bahasa<br />
Hukum Alloh tak dihiraukan</p>
<p style="padding-left:60px;">Muda mudi membaur diri<br />
Bersunyi-sunyi di kamar nan keji<br />
Belum nikah sudah berbayi<br />
Hukum Alloh tak dihiraukan</p>
<p>Terjangan samudera<br />
Dan goyangan gempa<br />
Seakan tanda<br />
Murka Sang Pencipta<br />
Tapi kita… kita sebagai manusia telah buta<br />
Bencana demi bencana… terus melanda<br />
Memakan harta, menelan jiwa<br />
Tapi kita terus durhaka</p>
<p style="padding-left:60px;">Hei…<br />
Apa yang kau tunggu<br />
Kita harus bersatu<br />
Negri kita harus disapu<br />
Bila kau terus termangu, kita semua kan tersapu</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Awas !! Wajah baru sihir di sekitar kita]]></title>
<link>http://ahnaaf.wordpress.com/2009/11/02/awas-wajah-baru-sihir-di-sekitar-kita/</link>
<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 03:45:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>ahnaf</dc:creator>
<guid>http://ahnaaf.wordpress.com/2009/11/02/awas-wajah-baru-sihir-di-sekitar-kita/</guid>
<description><![CDATA[Penulis: Al Ustadz Abu Usamah bin Rawiyah An-Nawawi Sihir dan sejenisnya dari cakupan ilmu-ilmu hita]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Penulis: Al Ustadz Abu Usamah bin Rawiyah An-Nawawi</p>
<p>Sihir dan sejenisnya dari cakupan ilmu-ilmu hitam makin populer dewasa ini. Para &#8216;pakar&#8217; berikut iklan &#8217;sihir&#8217;-nya bisa ditemui di hampir semua media massa. Merekalah yang seakan-akan menguasai rahasia dan kunci-kunci kehidupan.<!--more--></p>
<p>Eksistensi mereka kian diperkuat dengan dongeng-dongeng takhayul nenek moyang utamanya yang berkaitan dengan kerajaan-kerajaan nusantara di masa lampau. Jadilah semua itu sebagai sebuah ajaran dan aliran tersendiri yang dibahasakan sebagai bagian dari agama.</p>
<p>Ironisnya, sebagian kaum muslimin kian terbentuk akal dan pikirannya dengan semua itu. Lahirlah kemudian keyakinan yang berasal dari akal yang jumud yang tergantung dan menggantungkan segala-galanya kepada orang-orang &#8220;sakti&#8221; tersebut.</p>
<p>Bahagia dan sengsara, senang dan susah, sehat dan sakit, berhasil dan gagal, maju dan mundur seolah-olah ada di tangan mereka. Umat pun mulai lupa akan kekuasaan dan ketentuan Allah.</p>
<p>Definisi Sihir</p>
<p>Secara etimologis atau bahasa, sihir diartikan sebagai sesuatu yang halus dan rumit sebabnya (Mukhtar Ash-Shihah, hal. 208 dan Al-Qamus, hal. 519). Oleh karena itu, waktu sahur terjadi di malam hari karena aktivitas-aktivitas yang dilakukan pada waktu itu tersembunyi.</p>
<p>Adapun secara terminologis (istilah), terjadi perbedaan pendapat di antara ulama dalam mengungkapkan dan mendefinisikan sihir. Di antara mereka ada yang mendefinisikan sihir sebagai jimat-jimat, jampi-jampi, dan buhul-buhul yang berpengaruh pada hati dan badan, yang mengakibatkan sakit, mati, terpisahkannya antara suami dan istri atas izin Allah.</p>
<p>Diantara mereka ada Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul &#8216;Azis Sulaiman Al-Qar&#8217;awi dalam kitab Al-Jadid fi Syarah Kitabut Tauhid (hal. 153), Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-&#8217;Utsaimin di dalam kitab Al-Qaulul Mufid (2/5), dan Asy-Syaikh Shalih Fauzan Al-Fauzan dalam kitab At-Tauhid.</p>
<p>Asy-Syaikh Muhammad Amin Asy-Syinqithi mengatakan: “Ketahuilah bahwa sihir tidak akan bisa didefinisikan dengan definisi yang menyeluruh dan lengkap karena terkandung banyak permasalahan. Dan dari sinilah berbeda ungkapan para ulama dalam mendefinisikan dan perselisihan yang jelas.” (Adhwaul Bayan, 4/444)</p>
<p>Namun dari kedua tinjauan ini, sangat jelas bahwa sihir memiliki hakikat dan pengaruh dalam kehidupan manusia. Sihir merupakan bentuk perbuatan tersembunyi yang akan memberi pengaruh terhadap badan, pikiran, dan hati seseorang dengan bantuan makhluk halus baik melalui jampi-jampi, ikatan-ikatan buhul yang berakibat merusak badan, pikiran, dan hati seseorang.</p>
<p>Hakekat Sihir</p>
<p>Merupakan akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah bahwa sihir memiliki hakikat dan pengaruh pada seseorang yang disihir. Keyakinan ini dibangun di atas dalil-dalil dari Al Qur’an dan As Sunnah. Allah berfirman:<br />
وَاتَّبَعُوْا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِيْنُ عَلىَ مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيَاطِيْنَ كَفَرُوْا يُعَلِّمُوْنَ النَّاسَ السِّحْرَ<br />
“Dan mereka mengikuti apa-apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu yang mengerjakan sihir). Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya setan-setan itulah yang kafir (mengerjakan sihir), dan mereka mengajarkan sihir kepada manusia.” (Al-Baqarah: 102)<br />
قَالُوْا إِنْ هَذَانِ لَسَاحِرَانِ يُرِيْدَانِ أَن يُّخْرِجَاكُمْ مِنْ أَرْضِكُمْ بِسِحْرِهِمَا وَيَذْهَبَ بِطَرِيْقَتِكُمُ الْمُثْلىَ. فَأَجْمِعُوْا كَيْدَكُمْ ثُمَّ ائْتُوْا صَفًّا وَقَدْ أَفْلَحَ الْيَوْمَ مَنْ اسْتَعْلىَ. قَالُوْا يَا مُوْسَى إِمَّا أَنْ تُلْقِيَ وَإِمَّا أَن نَّكُوْنَ أَوَّلَ مَنْ أَلْقَى. قَالَ بَلْ أَلْقُوْا فَإِذَا حِبَالُهُمْ وَعِصِيُّهُمْ يُخَيَّلُ إِلَيْهِ مِنْ سِحْرِهِمْ أَنَّهَا تَسْعَى. فَأَوْجَسَ فَيْ نَفْسِهِ خِيْفَةً مُوْسَى. قُلْنَا لاَ تَخْفْ إِنَّكَ أَنْتَ اْلأَعْلىَ. وَأَلْقِ مَا فِيْ يَمِيْنِكَ تَلْقَفْ مَا صَنَعُوْا إِنَّمَا صَنَعُوْا كَيْدُ سَاحِرٍ وَلاَ يُفْلِحُ السَّاحِرُ حَيْثُ أَتَى.<br />
“Mereka berkata: Sesungguhnya dua orang ini (Musa dan Harun) adalah benar-benar ahli sihir yang hendak mengusir kalian dari negeri kalian dengan sihirnya, serta hendak melenyapkan kedudukan kalian yang utama. Maka himpunkanlah segala daya (sihir) kalian kemudian datanglah dengan berbaris dan sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang menang pada hari ini. Setelah mereka berkumpul, mereka berkata: Hai Musa, (pilihlah) apakah kamu yang melempar dahulu atau kamilah yang mula-mula melemparkan? Musa berkata: Silakan kalian melemparkan. Maka tiba-tiba tali dan tongkat mereka terbayang kepada Musa seakan-akan dia merayap dengan cepat lantaran sihir mereka. Maka Musa merasa takut dalam hatinya. Kami (Allah) berkata: Janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang). Lemparkanlah apa yang ada di tangan kananmu, niscaya dia akan menelan apa yang mereka perbuat. Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka) dan tidak akan menang tukang sihir itu dari mana saja dia datang.” (Thaha: 63-69)<br />
فَلَمَّا أَلْقَوْا سَحَرُوْا أَعْيُنَ النَّاسِ وَاسْتَرْهَبُوْهُمْ وَجَاءَ بِسِحْرٍ عَظِيْمٍ<br />
“Maka tatkala melemparkan, mereka menyulap mata orang dan menjadikan orang banyak itu takut serta mereka mendatangkan sihir yang besar.” (Al-A’raf: 116). Masih banyak ayat-ayat lain yang menjelaskan hakikat sihir tersebut.</p>
<p>Adapun dalil dari As Sunnah adalah sebagai berikut. Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah bersabda:</p>
<p>اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوْبِقَاتِ. قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ وَمَا هُنَّ؟ قَالَ: الشِّرْكُ بِاللهِ وَالسِّحْرُ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِيْ حَرَّمَ اللهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ وَأَكْلُ الرِّبَا وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيْمِ وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلاَتِ الْمُؤْمِنَاتِ<br />
“Jauhilah tujuh perkara yang akan membinasakan.” Para shahabat bertanya: “Apa itu?” Beliau bersabda: “Syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa tanpa alasan yang haq, makan riba, memakan harta anak yatim, lari dari medan perang, dan menuduh orang-orang yang beriman yang menjaga diri dari lalai.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Masih banyak dalil lain yang menunjukkan bahwa sihir memiliki hakikat dan pengaruh.<br />
Hafidz bin Ahmad Al-Hakami rahimahullah mengatakan: “Sihir adalah sesuatu yang benar-benar ada dan pengaruhnya tidak terlepas dari takdir Allah sebagaimana Allah berfirman: Mereka belajar dari keduanya perkara yang akan memecah belah hubungan suami istri dan mereka tidak akan bisa berbuat mudharat kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah. Dan pengaruhnya ada sebagaimana dalam hadits-hadits yang shahih.” (I’lam As Sunnah Al-Mansyurah hal. 153)</p>
<p>Musthafa Abu Nashr Asy-Syabli dalam ta’liqnya terhadap kitab di atas mengatakan: “Pengaruh sihir itu ada, dan tidak ada yang mengingkari kecuali orang yang sombong atau mengingkari apa yang diturunkan kepada Rasulullah. Beliau sebagai sebaik-baik manusia dan sayyid anak Adam pernah terkena sihir seorang Yahudi dari Bani Zuraiq yang bernama Labid bin Al-A’sham dan beliau terus dalam sihir tersebut selama 6 bulan.”</p>
<p>Ibnu Hajar dalam Fathul Bari (10/226) mengatakan: “Al-Maziri berkata: Sebagian ahli bidah mengingkari sihir yang menimpa Rasulullah ini. Mereka menyangka bahwa hal ini akan menjatuhkan kedudukan nubuwwah dan akan memberi keraguan. Mereka berkata: Siapa saja yang berkata demikian maka itu adalah pengakuan batil.”</p>
<p>Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan mengatakan: “Dinamakan sihir karena terjadi dengan perkara yang sangat tersembunyi yang tidak akan bisa dilihat oleh mata. Yaitu berbentuk jimat-jimat, jampi-jampi, pembicaraan-pembicaraan, atau melalui asap-asap. Sihir memiliki hakikat dan di antaranya berpengaruh terhadap hati dan badan sehingga bisa menyebabkan sakit, terbunuh, dan memisahkan antara suami istri.” (At-Tauhid, hal. 21)</p>
<p>Abu Muhammad Al-Maqdisi di dalam kitab Al-Kafi (3/164) mengatakan: “Sihir adalah jimat-jimat, jampi-jampi dan ikatan-ikatan buhul yang berpengaruh pada hati dan badan yang akhirnya menyebabkan sakit dan mati dan juga akan memisahkan antara suami istri. Allah berfirman: Lalu mereka belajar dari keduanya (Harut dan Marut) sesuatu yang akan bisa memisahkan antara seorang suami dengan istrinya. Allah juga berfirman: “Dan kejahatan wanita-wanita yang meniupkan buhul-buhul.” Yaitu tukang-tukang sihir dari kaum wanita yang mereka mengikat buhul-buhul dalam sihirnya lalu menjampinya. Jika sihir itu tidak ada hakikatnya, niscaya Allah tidak menyuruh untuk berlindung darinya.”</p>
<p>Hukum Mempelajari Sihir</p>
<p>Para ulama berselisih pendapat mengenai hukum mempelajari sihir ini.<br />
Pendapat pertama, Al-Imam Malik berkata bahwa belajar sihir atau mengajarkannya menyebabkan pelakunya kafir meskipun dia tidak menggunakannya. Karena, pada sihir terdapat unsur pengagungan terhadap setan dan mengaitkan semua kejadian yang ada di alam ini kepada mereka. Dan tidak akan dikatakan oleh orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir bahwa mereka tidak kafir.<br />
Pernyataan ini juga diucapkan oleh Al-Imam Ahmad dalam riwayat darinya yang lebih masyhur dinukil dari shahabat &#8216;Ali radhiallahu anhu dan dikuatkan oleh Ibnu Qudamah dalam kitab Al-Mughni.</p>
<p>Pendapat kedua, adalah pendapat Al-Hanafiyyah. Mereka merinci hal yang demikian. Apabila mempelajari sihir agar dia terjaga darinya, maka dia tidak kafir. Bila dia mempelajarinya dengan keyakinan bahwa dibolehkan atau akan memberi manfaat baginya, maka ini adalah kufur. Yang berpendapat demikian juga adalah Asy-Syafi’i dan mayoritas pengikut beliau, serta dikuatkan oleh Al-Qurafi, Asy-Syinqithi, dan Al-Hafidz Ibnu Hajar. (Al-Fath, 10/224 dan Adhwaul Bayan, 4/44)</p>
<p>Pendapat ketiga, belajar sihir tidak kafir. Ini merupakan salah satu pendapat Al-Imam Ahmad yang tidak kuat, dan dicela pendapat ini oleh Ibnu Hazm. (Lihat Fathul Bari, 10/224, Adhwaul Bayan, 4/44, Tafsir Ibnu Katsir, 1/128, Tafsir Al-Qurthubi, 2/43, Fathul Qadir, 1/151, dan Tafsir As-Sa’di, hal. 42)<br />
Ash-Shan’ani dalam kitab Tath-hir Al-I’tiqad (hal. 44) mengatakan: “Belajar ilmu sihir bukan perkara yang sulit, bahkan pintunya yang paling besar adalah kufur kepada Allah dan menghinakan apa-apa yang diagungkan oleh Allah seperti meletakkan mushaf di WC dan sebagainya.”</p>
<p>Sihir Dalam Pandangan Agama</p>
<p>Ibnu &#8216;Allan dalam kitab Dalil Falihin (8/284) mengatakan: “Sihir adalah hal-hal di luar kebiasaan yang terjadi melalui ucapan-ucapan dan perbuatan dan mungkin untuk dilawan dengan yang sepertinya. Dan sihir itu adalah haram termasuk dari dosa besar.”<br />
Allah berfirman:<br />
وَلَقَدْ عَلِمُوْا لَمَنْ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي اْلأَخِرَةِ مِنْ خَلاَقٍ<br />
“Sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukar (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah keuntungan baginya di akherat.” (Al-Baqarah: 102)</p>
<p>Abdurrahman bin Hasan Alusy-Syaikh mengatakan: “Ayat ini menunjukkan atas haramnya sihir dan juga haram dalam agama suluruh para rasul sebagaimana firman Allah: Dan tidak akan beruntung tukang sihir dari mana saja dia datang. (Thaha: 69)<br />
Pengikut Imam Ahmad telah menjelaskan tentang kafirnya belajar sihir dan mengajarkannya.” (Fathul Majid, hal. 336)<br />
Asy-Syaikh Shalih Fauzan dalam ta’liq beliau terhadap kitab Al-&#8217;Aqidah Ath-Thahawiyyah mengatakan: “Sihir adalah satu bentuk perbuatan setan dan termasuk dari kekufuran kepada Allah, maka janganlah kamu tertipu dengan mereka.”</p>
<p>Ibnu Abil ‘Izzi dalam syarah beliau terhadap kitab Al-&#8217;Aqidah Ath-Thahawiyyah (hal. 505) mengatakan: “Para ulama telah sepakat bahwa jika sihir itu dalam bentuk meminta kepada bintang yang tujuh atau selainnya, mengajak berbicara atau sujud kepadanya, dan mendekatkan diri kepadanya baik dengan bentuk pakaian, atau cincin, asap-asap, sesajen, atau yang sejenisnya, maka ini termasuk jenis kekufuran dan pintu kesyirikan yang paling besar. Oleh karena itu wajib ditutup.”</p>
<p>As-Sa’di dalam Tafsir beliau mengatakan: “Jangan kamu belajar sihir karena yang demikian itu termasuk dari kekufuran.” (hal. 44)<br />
Dari semua ucapan para ulama tersebut terambil dari dalil-dalil Al Qur’an dan As Sunnah sebagaimana dalam firman Allah:<br />
وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُوْلاَ إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلاَ تَكْفُرْ<br />
“Tidaklah keduanya mengajarkan sesuatu kepada seorang pun melainkan keduanya mengatakan: Sesungguhnya kami hanya cobaan bagimu, maka janganlah kamu kafir.” (Al-Baqarah: 102)</p>
<p>Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab mengatakan: “Dari sini sangat jelas bahwa seseorang tidak mungkin mempelajari sihir melainkan dia harus kafir. Dan bila dia telah kafir maka dia akan mempelajarinya. Berdasarkan ayat ini maka tukang sihir hukumnya adalah kafir.”</p>
<p>Adz-Dzahabi dalam kitab beliau Al-Kabair (hal. 21-22) mengatakan: “Tukang sihir harus dikafirkan berdasarkan firman Allah: &#8220;Akan tetapi setan-setan yang kafir dan mengajarkan manusia sihir&#8221;. Setan tidak memiliki tujuan dalam mengajarkan manusia ilmu sihir melainkan agar Allah disekutukan. Kamu melihat kebanyakan orang sesat karena masuk dalam ilmu sihir tersebut dan mereka menyangka hanya sebatas haram dan mereka tidak mengira kalau yang demikian itu adalah wujud kekafiran. Hukuman bagi tukang sihir adalah dibunuh karena dia kufur kepada Allah. Hendaklah setiap hamba bertakwa kepada Allah dan jangan sekali-kali dia masuk kepada perkara-perkara yang akan mencelakakan dirinya di dunia dan akhirat. (Al-Qaulul Mufid, Asy-Syaikh Muhammad bin Abdulwahhab Al-Yamani, hal. 137)</p>
<p>Adapun dari Sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah hadits Abu Hurairah di atas yang dikeluarkan oleh Al-Imam Bukhari dan Al-Imam Muslim: “Jauhilah oleh kalian tujuh perkara penghancur&#8230;&#8221; di antaranya adalah sihir.</p>
<p>Al-Lajnah Daimah mengatakan: “Diharamkan untuk belajar sihir apakah belajarnya untuk diamalkan atau untuk menjaga diri. Allah telah menjelaskan dalam Al Quran tentang mempelajarinya dalah kekufuran. Allah berfirman: &#8220;Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diharamkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut. Sedang keduanya tidak mengajarkan kepada seorang pun melainkan mengatakan: Sesungguhnya kami hanya cobaan bagi kamu, maka janganlah kafir&#8221;. Sungguh Rasulullah telah menjelaskan bahwa sihir adalah salah satu dari dosa-dosa besar dan memerintahkan agar menjauhinya dengan sabdanya: &#8220;Jauhilah oleh kalian tujuh perkara yang akan menghancurkan&#8230;&#8221;, kemudian beliau menyebutkan di antaranya: “Sihir.” Dan di dalam As-Sunan di sisi An-Nasa’i disebutkan: “Barangsiapa yang mengikat buhul lalu meniupkan padanya, maka sungguh dia telah melakukan sihir. Dan barangsiapa yang telah melakukan sihir maka sungguh dia telah melakukan kesyirikan.” (Fatawa Al-Lajnah, 1/367/368)</p>
<p>Hukuman Bagi Tukang Sihir</p>
<p>Terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama apakah tukang sihir itu dihukumi kafir atau tidak. Kemudian, bagaimana dengan hukuman bagi mereka di dunia ini, apakah dibunuh atau tidak.</p>
<p>Jumhur ulama berpendapat bahwa tukang sihir adalah kafir secara mutlak. Di antara mereka adalah Malik, Abu Hanifah, pengikut Al-Imam Ahmad dan selain mereka. (Adhwaul Bayan, 4/455)</p>
<p>Diantara mereka ada yang mengatakan perlu dirinci, yaitu apabila di dalam sihir tersebut terkandung pengagungan terhadap selain Allah seperti bintang-bintang, jiwa-jiwa dan selainnya yang akan bisa mengantarkan kepada kekafiran, maka pelaku sihir tersebut adalah kafir tanpa ada perselisihan. Apabila sihir itu tidak mengandung kekufuran seperti menggunakan benda-benda tertentu seperti minyak dan selainnya maka ini adalah haram dengan keharaman yang keras dan pelakunya tidak bisa dikatakan kafir. (Adhwaul Bayan, 4/456)</p>
<p>Pendapat kedua ini yang dikuatkan oleh Asy-Syinqithi dalam kitab Adhwaul Bayan (4/456) dengan menyatakan: “Inilah yang benar insya Allah dari perbedaan-perbedaan para ulama tersebut.” Dan ini pula yang dirajihkan oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-&#8217;Utsaimin dalam kitab Al-Qaulul Mufid (2/6).</p>
<p>Diantara para ulama ada yang menggabungkan kedua pendapat tersebut seperti yang dilakukan oleh Asy-Syaikh Sulaiman dalam kitab Taisir Al-&#8217;Azizil Hamid (hal. 384): “Sebenarnya kedua pernyataan tersebut tidaklah berbeda. Adapun yang menyatakan tidak kafir dia menyangka bahwa sihir itu terjadi tanpa ada unsur kesyirikan. Padahal tidak demikian, bahkan sihir yang datang dari sisi setan tidak lepas dari kesyirikan dan penyembahan kepada setan.</p>
<p>Oleh karena itulah Allah mengkafirkan mereka dengan firman-Nya: &#8220;Sesungguhnya kami adalah cobaan, maka janganlah kamu kafir&#8221;. Adapun sihir yang berasal dari obat-obatan atau asap-asap maka ini bukan sihir. Dinamakan sihir majaz sebagaimana penamaan ucapan yang memukau dan namimah (mengadu domba) sihir, akan tetapi hal yang demikian ini haram karena mengandung mudharat dan pelakunya harus diberi pelajaran.” (lihat Syarah Nawaqidhul Islam, hal. 26)</p>
<p>Setelah kita mengetahui hukum dalam pandangan agama terhadap tukang sihir atau yang melakukannya kafir atau disebut sebagai pelaku maksiat, lalu bagaimana hukuman di dunia, harus dibunuh atau tidak?<br />
Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya mengatakan: Ibnu Hubairah berkata: “Apakah dibunuh orang yang hanya melakukan perbuatan sihir atau tidak?” Malik dan Ahmad menyatakan ya (dibunuh), Asy-Syafi’i dan Abu Hanifah mengatakan tidak. Adapun apabila dia membunuh seseorang dengan sihirnya maka dia harus dibunuh menurut pendapat Malik, Asy-Syafi’i dan Ahmad.</p>
<p>Telah ada riwayat dari ulama salaf yang membunuh pelaku sihir. Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih beliau dari Bajalah bin ‘Abdah, berkata &#8216;Umar bin Al-Khaththab: “&#8230;agar membunuh para tukang sihir.” Maka kami membunuh tiga tukang sihir.<br />
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdulwahab dalam Kitab At-Tauhid berkata: “Telah shahih dari Hafshah bahwa beliau memerintahkan untuk membunuh budak yang menyihirnya.” Dan telah shahih pula dari Jundub radhiallahu anhu.</p>
<p>Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan dalam Fathul Majid (hal. 343) berkata: “Diriwayatkan pula yang mengatakan (tukang sihir harus dibunuh) dari &#8216;Umar, &#8216;Utsman, Ibnu &#8216;Umar, Hafshah, Jundub bin Abdullah, Jundub bin Ka&#8217;ab, Qais bin Sa’d, dan &#8216;Umar bin Abdul &#8216;Aziz.”<br />
Adapun Asy-Syafi’i tidak berpendapat dibunuh hanya sekedar menyihir kecuali apabila di dalam sihirnya itu telah sampai pada tingkat kufur. Demikian pula yang dikatakan oleh Ibnul Mundzir dan sebuah riwayat dari Imam Ahmad. Pendapat pertama lebih kuat berdasar hadit dari Anas dari Ibnu Umar dan orang-orang melakukan di masa pemerintahan beliau dan beliau tidak mengingkarinya.</p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Majmu’ Fatawa (29/384) berkata: “Sungguh telah diketahui bahwa sihir adalah haram berdasarkan Al Qur’an, As Sunnah, dan ijma’ umat. Kebanyakan ulama berpendapat bahwa tukang sihir adalah kafir dan telah shahih dari &#8216;Umar bin Al-Khaththab tentang harusnya dibunuh dan juga dari &#8216;Utsman bin &#8216;Affan, Hafshah bintu &#8216;Umar, Abdullah bin &#8216;Umar, dan dari Jundub bin Abdillah dan telah diriwayatkan secara marfu’ (sampai sanadnya kepada Rasulullah).&#8221;</p>
<p>Dari semua pendapat para ulama ini, jelas bahwa sihir merupakan sesuatu yang sangat berbahaya baik ditinjau dari sisi dunia maupun akherat. Oleh karena itu, telah shahih riwayat dari ulama salaf tentang keharusan membunuh mereka. Lalu apakah dibunuh mereka sebagai hukuman peringatan atau karena murtad?</p>
<p>Sepakat para ulama, kalau sihirnya itu sampai kepada batas kekufuran dan syirik, maka dibunuhnya adalah sebagai hukuman murtad. Dan terjadi perbedaan pendapat apabila sihirnya itu tidak sampai pada tingkatan kufur. Di antara mereka dibunuh sebagai hukuman (had) dan ada yang mengatakan dia dibunuh sebagai satu bentuk peringatan baginya dan orang lain.<br />
Muhammad bin Amin Asy-Syinqithi dalam kitab Adhwaul Bayan (4/463) berkata: “Yang benar di sisiku adalah bahwa penyihir yang sihirnya belum sampai ke tingkat kufur dan dia tidak membunuh dengan sihirnya itu, maka dia tidak boleh dibunuh berdasarkan dalil-dalil yang qath’i (kuat) dan ijma’ atas terpeliharanya darah orang-orang Islam secara umum kecuali apabila datang dalil yang jelas. Membunuh tukang sihir yang belum sampai pada tingkatan kufur dengan sihirnya, tidak ada yang shahih dari Rasulullah. Dan menumpahkan darah seorang muslim tanpa ada dalil dari Al Qur’an dan As Sunnah yang shahih, belum jelas pembolehannya di sisiku.”</p>
<p>Dan ilmunya di sisi Allah, bersamaan dengan itu yang mengatakan harus dibunuh secara mutlak merupakan pendapat yang kuat sekali berdasarkan perbuatan para shahabat tanpa ada pengingkaran.</p>
<p>Apakah mereka harus dimintai taubat ataukah langsung dibunuh? Terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama dan pendapat yang kuat berdasarkan tarjih Asy-Syinqithi dalam Adhwaul Bayan: “Kalau dia bertaubat maka taubatnya diterima, karena sihir tidak lebih besar daripada dosa syirik dan Allah menerima taubat tukang sihir Fir’aun dan menjadikan ketika itu sebagai walinya.” (lihat Syarah Nawaqidhul Islam, hal. 28)<br />
Wallahu a’lam.</p>
<p>(Dikutip dari Majalah Asy Syariah, judul asli Sihir di Sekitar Kita. http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&#38;id_online=148)</p>
<p>Sumber artikel :</p>
<p>http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&#38;id_artikel=734</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[10 Jurus Penangkal Sihir, Dengki &amp; Ain]]></title>
<link>http://ibnumajjah.wordpress.com/2009/11/02/10-jurus-penangkal-sihir-dengki-ain/</link>
<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 01:31:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ibnu Majjah</dc:creator>
<guid>http://ibnumajjah.wordpress.com/2009/11/02/10-jurus-penangkal-sihir-dengki-ain/</guid>
<description><![CDATA[Nama Ebook: 10 Jurus Penangkal Sihir, Dengki &amp; Ain Penulis : Al Imam Al Hafizh Ibnul Qayyim رحمه]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Nama Ebook: <strong>10 Jurus Penangkal Sihir, Dengki &#38; Ain</strong><br />
Penulis : <strong>Al Imam Al Hafizh Ibnul Qayyim</strong> <strong>رحمه الله</strong><br />
Format File: chm, ukuran File: 103,8 kb, Download/ unduh: <a href="http://www.mediafire.com/file/zjnz2v3im4z/10 Jurus Penangkal Sihir, Dengki &#38; Ain.chm" target="_blank">disini</a></p>
<p style="text-align:justify;">Deskripsi Ringkas:<br />
Al Imam Al Hafizh Ibnul Qayyim berkata selepas menjelaskan tentang hasad, sihir,dan ‘ain:<br />
“Kejahatan orang yang hasad terhadap yang dihasadi dapat ditolak dengan 10 cara, diantaranya:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Berlindung Kepada Allah Dari Kejahatannya</li>
<li>Bertakwa Kepada Allah</li>
<li>Bersabar Atas Musuhnya</li>
<li>Bertawakkal Kepada Allah</li>
<li>Mengosongkan Hati Dengan Tidak Memikirkannya</li>
<li>Bertaqarrub Dan Mengikhlaskan Diri Untuk Allah</li>
<li>Memurnikan Taubat Untuk Allah</li>
<li>Bersedekah Dan Berbuat Kebajikan Semampunya</li>
<li>Memadamkan Kedengkian Permusuhan Dan Gangguan Orang Dengan Berbuat Baik Kepadanya</li>
<li>Memurnikan Tauhid Untuk Allah</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.mediafire.com/file/zjnz2v3im4z/10 Jurus Penangkal Sihir, Dengki &#38; Ain.chm" target="_blank">Download 10 Jurus Penangkal Sihir, Dengki &#38; Ain</a><br />
Download dan baca pula:<br />
<a href="http://ibnumajjah.wordpress.com/2009/10/31/fatwa-fatwa-berkenaan-dengan-sihir/" target="_blank">Fatwa-fatwa berkenaan dengan Sihir</a><br />
<a href="http://ibnumajjah.wordpress.com/2009/08/02/risalah-tentang-hukum-sihir-dan-perdukunan/" target="_blank">Risalah Tentang Hukum Sihir dan Perdukunan</a><br />
<a href="http://ibnumajjah.wordpress.com/category/aqidah/" target="_blank">Ebook-ebook Aqidah</a> dalam <a href="http://ibnumajjah.wordpress.com/">Blog Ini</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Fatwa-fatwa Berkenaan Dengan Sihir]]></title>
<link>http://ibnumajjah.wordpress.com/2009/10/31/fatwa-fatwa-berkenaan-dengan-sihir/</link>
<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 22:00:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ibnu Majjah</dc:creator>
<guid>http://ibnumajjah.wordpress.com/2009/10/31/fatwa-fatwa-berkenaan-dengan-sihir/</guid>
<description><![CDATA[Nama Ebook: Fatwa-fatwa Bekenaan Dengan Sihir Penulis : Syaikh ibn Jibrin Syaikh Muhammad bin Shaleh]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Nama Ebook: <strong>Fatwa-fatwa Bekenaan Dengan Sihir</strong><br />
Penulis :</p>
<p style="text-align:justify;">Syaikh ibn Jibrin<br />
Syaikh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin<br />
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz<br />
Syaikh Shalih Al-Fauzan</p>
<p style="text-align:justify;">Format File: chm, ukuran File: 48,5 kb, Download/ unduh: <a href="http://www.mediafire.com/file/amnij0m0mzy/Fatwa-fatwa Berkenaan Dengan Sihir.chm" target="_blank">disini</a></p>
<p>Isi:</p>
<p>Apakah Sihir Itu Benar-Benar Ada?<br />
Apakah Sihir Ada Hakikatnya?<br />
Hukum Perdukunan Dan Mendatangi Para Dukun<br />
Hukum Penyihir, Peramal dan yang Semisal Mereka Serta Hukum Mempercayai Mereka<br />
Hakikat Sihir Dan Sesungguhnya Tidak Dibolehkan Sedikitpun Darinya</p>
<p><a href="http://www.mediafire.com/file/amnij0m0mzy/Fatwa-fatwa Berkenaan Dengan Sihir.chm" target="_blank">Download Fatwa-fatwa Berkenaan Dengan Sihir</a></p>
<p>Download dan baca pula:<br />
<a href="http://ibnumajjah.wordpress.com/2009/08/02/risalah-tentang-hukum-sihir-dan-perdukunan/" target="_blank">Risalah Tentang Hukum Sihir dan Perdukunan</a><br />
<a href="http://ibnumajjah.wordpress.com/category/aqidah/" target="_blank">Ebook-ebook Aqidah</a> dalam <a href="http://ibnumajjah.wordpress.com/" target="_blank">Blog Ini</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pengadaan CPNSD Formasi Tahun 2009 Pemprov dan Pemkab/Pemkot se Jawa Tengah]]></title>
<link>http://lprasaja.wordpress.com/2009/10/28/pengadaan-cpnsd-formasi-tahun-2009-pemprov-dan-pemkabpemkot-se-jawa-tengah/</link>
<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 16:22:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>kakaceria :)</dc:creator>
<guid>http://lprasaja.wordpress.com/2009/10/28/pengadaan-cpnsd-formasi-tahun-2009-pemprov-dan-pemkabpemkot-se-jawa-tengah/</guid>
<description><![CDATA[PENGADAAN CPNSD TAHUN 2009 FASILITASI PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH ( ONLINE ) 1 Pemerintah Kab. D]]></description>
<content:encoded><![CDATA[PENGADAAN CPNSD TAHUN 2009 FASILITASI PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH ( ONLINE ) 1 Pemerintah Kab. D]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[sihir]]></title>
<link>http://hamkanuddin.wordpress.com/2009/10/19/sihir/</link>
<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 03:51:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>hamkanuddin</dc:creator>
<guid>http://hamkanuddin.wordpress.com/2009/10/19/sihir/</guid>
<description><![CDATA[HAL-HAL &amp; PERBUATAN YANG MENYEBABKAN ORANG DISEBUT MURTAD DAN DIANGGAP KELUAR DARI AGAMA ISLAM P]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><ol>
<li id="comment-22270">
<div id="div-comment-22270">
<p>HAL-HAL &#38; PERBUATAN YANG MENYEBABKAN ORANG DISEBUT MURTAD DAN DIANGGAP KELUAR DARI AGAMA ISLAM</p>
<p>Pembatal-pembatal Keimanan<br />
Penulis: Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al-Atsari</p>
<p>Di negeri kita, banyak sekali terdapat acara ritual persembahan baik berupa makanan atau hewan sembelihan untuk sesuatu yang dianggap keramat. Seperti di daerah pesisir selatan pulau Jawa, banyak masyarakat memiliki tradisi memberikan persembahan kepada “penguasa” laut selatan. Begitupun di tempat lain, yang intinya adalah agar yang “mbau rekso” berkenan memberikan kebaikan bagi masyarakat setempat. Dilihat dari kacamata agama, acara ini sebenarnya sangat berbahaya, karena bisa mengeluarkan pelakunya dari Islam.</p>
<p>Iman menurut Aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah memiliki cabang yang banyak. Di antara cabang-cabang iman tersebut ada yang merupakan rukun, ada yang wajib dan ada pula yang mustahab. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>اْلإِيْمَانُ بِضْعٌ وَسِتُّوْنَ شُعْبَةً -أَوْ بِضْعٌ وَسَبْعُوْنَ شُعْبَةً- أَفْضَلُهَا قَوْلَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ اْلأَذَى عَنِ الطَّرِيْقِ، وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ اْلإِيْمَانِ</p>
<p>“Iman mempunyai 63 atau 73 cabang, paling utamanya adalah kalimat tauhid La ilaha illallah dan paling rendahnya adalah menyingkirkan gangguan dari jalan, dan malu adalah salah satu cabang dari keimanan.” (HR. Muslim, An-Nasa`i, dan lainnya dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)</p>
<p>Dalam hadits yang mulia ini Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengumpulkan tiga perkara yang terkait dengan keimanan. Pertama adalah ucapan, yakni kalimat tauhid La ilaha illallah dan inilah hal yang rukun. Kedua adalah amalan, yakni menyingkirkan gangguan dari jalan dan inilah hal yang mustahab. Sedangkan yang ketiga adalah amalan hati, yakni malu dan ini termasuk hal yang wajib.</p>
<p>Lawan dari iman adalah kufur. Sebagaimana keimanan mempunyai banyak cabang, maka kekufuran pun memiliki cabang yang banyak. Namun tidak setiap yang mengerjakan salah satu dari cabang-cabang keimanan menyebabkan pelakunya dikatakan mukmin, seperti halnya tidak setiap yang melakukan salah satu dari cabang kekufuran lantas pelakunya dikatakan kafir.</p>
<p>Untuk lebih memperjelas hal di atas, salah satu contohnya adalah orang yang menyambung tali silaturrahmi (perbuatan ini merupakan cabang keimanan). Ia belumlah dapat dikatakan mukmin karena amalan tersebut, sampai ia mengerjakan rukun-rukun iman. Demikian halnya dengan yang meratapi mayit di mana perbuatan ini adalah salah satu dari cabang kekafiran. Tidaklah setiap orang yang melakukan hal tersebut menjadi kafir keluar dari Islam.</p>
<p>Pembaca, iman itu bukanlah sesuatu yang sempit penggunaannya. Artinya, tidaklah seseorang itu dikatakan mukmin manakala terkumpul padanya sifat atau ciri-ciri keimanan, lalu tidak dikatakan mukmin manakala tidak terdapat padanya sifat keimanan secara lengkap. Pola pikir semacam ini adalah pemikiran dua kelompok sempalan Islam yaitu Khawarij dan Mu’tazilah.</p>
<p>Adapun Ahlus Sunnah, mereka menyatakan seseorang bisa saja dalam dirinya ada sifat-sifat keimanan, kemudian kemunafikan atau kekufuran. Dan ini bukanlah hal yang mustahil. (Uraian di atas diambil dari kaset ceramah Asy-Syaikh Shalih Alusy Syaikh berjudul Nawaqidhul Iman)</p>
<p>Oleh karena itu, seseorang dinyatakan beriman atau menyandang nama iman adalah dengan kalimat yang agung yaitu kalimat tauhid La ilaha illallah. Kalimat ini sebagai akad keimanan.</p>
<p>Akad keimanan ini tidak akan lepas dari diri seseorang kecuali dengan perkara yang betul-betul kuat dan jelas-jelas dapat menggugurkannya, bukan lantaran perkara-perkara yang masih meragukan atau bahkan mengandung kemungkinan-kemungkinan.</p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu mengatakan: “Sesungguhnya vonis kafir atau kekafiran itu tidak terjadi dengan sebab persoalan yang masih mengandung kemungkinan.” (As-Sharimul Maslul hal. 963, melalui nukilan dari Wajadilhum billati hiya Ahsan hal. 91)</p>
<p>Keimanan adalah ikatan, sedangkan pembatal adalah hal yang melepaskan atau memutuskan ikatan tersebut. Jadi yang dimaksud pembatal-pembatal keimanan adalah perkara atau perbuatan-perbuatan yang menjadikan pelakunya kafir keluar dari Islam.</p>
<p>Iman seperti yang telah lewat penyebutannya adalah ucapan, amalan, dan keyakinan. Dengan demikian, pembatal keimanan pun tidak lepas dari tiga perkara ini, yakni qauliyyah (ucapan), ‘amaliyyah (perbuatan), dan i’tiqadiyyah (keyakinan).</p>
<p>Pembatal Iman Karena Qauliyyah</p>
<p>Pembatal keimanan karena qauliyyah letaknya adalah lisan, yakni seseorang mengucapkan kalimat-kalimat yang menyebabkan batal keimanannya dan menjadi kafir karenanya.</p>
<p>Banyak orang yang memiliki persepsi bahwa ucapan-ucapan yang mengandung kekafiran, seperti mencela Allah Subhanahu wa Ta’ala atau Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam, atau mencela dien dan semisalnya, tidaklah menjadi sebab pelakunya kafir keluar dari Islam, selama di dalam hatinya masih ada keimanan. Anggapan ini tentu saja keliru karena bertentangan dengan nash dan apa yang telah ditetapkan ahlul ilmi.</p>
<p>Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:</p>
<p>لَقَدْ كَفَرَ الَّذِيْنَ قَالُوا إِنَّ اللهَ هُوَ الْمَسِيْحُ ابْنُ مَرْيَمَ</p>
<p>“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: ‘Sesungguhnya Allah itu ialah Al-Masih putera Maryah’.” (Al-Ma`idah: 17)</p>
<p>لَقَدْ كَفَرَ الَّذِيْنَ قَالُوا إِنَّ اللهَ ثَالِثُ ثَلاَثَةٍ</p>
<p>“Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: ‘Sesungguhnya Allah adalah salah satu dari yang tiga’.” (Al-Ma`idah: 73)</p>
<p>Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Barangsiapa mengucapkan perkataan kufur dengan lisannya, dalam keadaan sengaja dan tahu bahwa itu adalah ucapan kufur, maka ia telah kafir lahir dan batin. Tidak boleh bagi kita terlalu berlebihan sehingga harus dikatakan: ‘Mungkin saja dalam hatinya ia mukmin’. Siapa yang mengucapkan (kekufuran) itu, maka sungguh dia telah keluar dari Islam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:</p>
<p>مَنْ كَفَرَ بِاللهِ مِنْ بَعْدِ إِيْمَانِهِ إِلاَّ مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِاْلإِيْمَانِ وَلَكِنْ مَنْ شَرَحَ بِالْكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِنَ اللهِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيْمٌ</p>
<p>“Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa). Akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar.” (An-Nahl: 106) [Ash-Sharimul Maslul hal. 524]</p>
<p>Al-Hafizh Ibnu Abdil Bar rahimahullahu menerangkan bahwa para ulama telah bersepakat tentang orang yang mencela Allah dan Rasul-Nya, menolak sesuatu yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala turunkan, atau membunuh seorang nabi Allah Subhanahu wa Ta’ala meski dia mengimani apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala turunkan, maka dia kafir. (At-Tamhid, 4/226, melalui nukilan dari At-Tawassuth wal Iqtishad hal. 38)</p>
<p>Dengan demikian, barangsiapa yang mencela Allah Subhanahu wa Ta’ala maka dia kafir, baik bercanda atau serius. Demikian pula orang yang menghina Allah, ayat-ayat-Nya, Rasul-Nya, dan kitab-kitab-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:</p>
<p>وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُوْلُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوْضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُوْلِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُوْنَ. لاَ تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيْمَانِكُمْ</p>
<p>“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: ‘Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.’ Katakanlah: ‘Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?’ Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman.” (At-Taubah: 65-66)</p>
<p>Al-Imam Ibnu Rajab rahimahullahu berkata: “Jika (seseorang) mencela Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya, padahal dia meyakini dua kalimat syahadat, maka dihalalkan darahnya, sebab dengan itu dia telah meninggalkan agamanya.” (Jami’ul ‘Ulum wal Hikam hal. 171, syarh hadits ke-14)</p>
<p>Ibnu Taimiyyah rahimahullahu pun menjelaskan hal yang sama ketika membantah pendapat yang menyatakan bahwa ucapan lisan semata tidaklah menyebabkan kekafiran. Beliau berkata: “Sesungguhnya kita mengetahui bahwa orang yang mencela Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya dalam keadaan sukarela bukan karena terpaksa, bahkan orang yang berbicara dengan kalimat-kalimat kufur dengan sukarela dan tidak dipaksa, serta orang yang mengejek Allah Subhanahu wa Ta’ala, Rasul-Nya dan ayat-ayat-Nya, maka dia telah kafir lahir batin.” (Majmu’ul Fatawa, 7/368)<br />
Asy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullahu berkata: “Mencela dien adalah kufur akbar dan murtad dari Islam, wal ‘iyadzu billah (Kita memohon perlindungan kepada Allah). Apabila seorang muslim mencela agamanya atau Islam atau melecehkan dan menganggap remeh serta merendahkan Islam, maka ini adalah riddah (murtad) dari Islam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:</p>
<p>قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُوْلِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُوْنَ. لاَ تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيْمَانِكُمْ</p>
<p>“Katakanlah: ‘Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?’ Tidak usah kamu minta maaf karena kamu telah kafir sesudah beriman.” (At-Taubah: 65-66)</p>
<p>Para ulama secara pasti telah bersepakat bahwa ketika seorang muslim mencela dan merendahkan agamanya atau mencela Rasul dan merendahkannya, maka dia murtad, kafir, halal darah dan hartanya. Jika bertaubat maka diterima taubatnya. Jika tidak, maka dibunuh.” (Diambil dari Fatawa Nur ‘alad Darbi (melalui) CD)</p>
<p>Pembatal Iman Karena ‘Amaliyyah</p>
<p>Pembatal iman yang disebabkan oleh ‘amaliyyah adalah seseorang melakukan perbuatan-perbuatan yang menjadikannya kafir, yakni tindakan yang dilakukan dengan unsur kesengajaan dan penghinaan yang jelas terhadap dien. Seperti sujud kepada patung atau matahari, melemparkan mushaf Al-Qur`an ke tempat-tempat kotor, sihir, dan lain sebagainya.</p>
<p>Tak ada seorangpun dari ahli qiblat (kaum muslimin), yang keluar dari Islam sampai dia menolak satu ayat dari Kitab Allah Subhanahu wa Ta’ala atau menolak sesuatu dari hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, atau shalat kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala, atau menyembelih bagi selain Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jika ada yang melakukan salah satu dari hal tersebut, maka wajib bagimu untuk mengeluarkannya dari Islam. Demikian ditegaskan Al-Imam Al-Hasan bin ‘Ali Al-Barbahari rahimahullahu dalam Syarhus Sunnah (hal. 31).</p>
<p>Al-Qadhi ‘Iyadh bin Musa rahimahullahu setelah menerangkan kekafiran karena ucapan, beliau berkata: “Demikian pula kami menyatakan kafir terhadap perbuatan yang telah disepakati oleh kaum muslimin sebagai perbuatan yang tidak dilakukan kecuali oleh orang-orang kafir, meski pelakunya menyatakan Islam saat melakukannya. Seperti (perbuatan) sujud kepada patung atau matahari, bulan, salib dan api, serta berusaha mendatangi gereja dan berjanji setia bersama penghuninya. Semua perbuatan ini tidaklah dilakukan kecuali oleh orang-orang kafir.” (At-Tawassuth wal Iqtishad hal. 41)</p>
<p>Al-Imam Syihabuddin Ahmad bin Idris Al-Qarafi berkata: “Kafir karena perbuatan contohnya adalah melempar mushaf ke tempat-tempat kotor dan menentang hari kebangkitan, menentang kenabian atau sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan mengatakan (Allah) tidak mengetahui, atau tidak menghendaki atau tidak hidup dan selainnya.” (At-Tawassuth wal Iqtishad hal. 47)</p>
<p>Pernah diajukan satu pertanyaan ke hadapan Fadhilatusy Syaikh Abdul ‘Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullahu mengenai kufur amali yang mengeluarkan (pelakunya) dari agama. Beliau menjawab: “Sembelihan untuk selain Allah Subhanahu wa Ta’ala dan sujud kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah kufur amali yang mengeluarkan dari millah (agama). Demikian pula bila seseorang shalat kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala atau sujud kepada selain-Nya, maka dia telah kufur dengan kekufuran amali yang akbar –wal ‘iyadzu billah–. Begitu juga kalau dia mencela dien atau Rasul, atau melecehkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya. Itu semua adalah kufur amali yang paling besar menurut seluruh Ahlus Sunnah wal Jamaah.” (Majalah Al-Furqan Al-Kuwaitiyyah edisi 94/Syawwal 1418 H)</p>
<p>Pembatal Iman karena I’tiqadiyyah</p>
<p>Pembatal i’tiqadiyyah adalah keyakinan-keyakinan dalam hati atau amalan-amalan hati yang karenanya membatalkan keimanan. Seperti al-i’radh (berpaling) yakni meninggalkan Al-Haq, tidak mempelajarinya dan tidak pula mengamalkannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:</p>
<p>بَلْ أَكْثَرُهُمْ لاَ يَعْلَمُوْنَ الْحَقَّ فَهُمْ مُعْرِضُوْنَ</p>
<p>“Sebenarnya kebanyakan mereka tiada mengetahui yang hak, karena itu mereka berpaling.” (Al-Anbiya`: 24)</p>
<p>Barangsiapa yang berpaling dari apa yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Rabbnya, dengan cara memalingkan hatinya dari beriman terhadapnya atau memalingkan anggota badan dari mengamalkannya, berarti dia kafir karena pembangkangannya itu. (Al-Madkhal hal. 156)1</p>
<p>Kekafiran karena i’tiqad yang lainnya adalah menolak dan menyombongkan diri di hadapan Al-Haq, melecehkannya dan melecehkan para pengikutnya, dalam keadaan meyakini bahwa apa yang dibawa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah benar-benar dari Rabbnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:</p>
<p>وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلاَئِكَةِ اسْجُدُوا ِلآدَمَ فَسَجَدُوا إِلاَّ إِبْلِيْسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِيْنَ</p>
<p>“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kamu kepada Adam’, maka sujudlah mereka kecuali iblis. Ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.” (Al-Baqarah: 34)</p>
<p>Menganggap halal (istihlal) terhadap sesuatu yang diharamkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan diketahui secara pasti keharamannya dalam agama adalah penyebab kekafiran, terutama jika menyangkut i’tiqad (keyakinan). Adapun kalau menyangkut fi’l (perbuatan), maka harus dilihat dulu bentuk perbuatannya, apakah perbuatan yang menyebabkan pelakunya kafir ataukah tidak.</p>
<p>Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullahu pernah ditanya tentang ketentuan istihlal yang menyebabkan seseorang kafir. Beliau menjawab: “Istihlal adalah seseorang meyakini halalnya sesuatu yang diharamkan Allah Subhanahu wa Ta’ala (dan ini adalah istihlal i’tiqadi, menyebabkan kafir pelakunya, pent.). Sedangkan istihlal fi’li, harus dilihat. Apabila memang menyangkut perbuatan yang dapat menjadikan pelakunya kafir, maka dia kafir murtad, misalnya seseorang sujud kepada patung, maka dia kafir. Mengapa? Karena perbuatan itu menjadikannya kafir. Contoh lain adalah seseorang yang bermuamalah dengan riba. Ia tidak meyakini riba itu halal tapi tetap melakukannya. Maka dia tidaklah kafir, karena tidak menganggap halal (riba tersebut). Dan diketahui secara umum bahwa memakan harta riba tidaklah menjadikan kafir seseorang, tetapi perbuatan tersebut adalah dosa besar. Namun bila ada seseorang berkata: ‘Sesungguhnya riba itu halal,’ maka ia kafir karena telah mendustakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya.<br />
Inilah ketentuan istihlal. Dan nampaknya perlu ditambahkan syarat lain yaitu hendaknya orang yang melakukan tindakan istihlal ini bukan orang yang mendapat keringanan karena kebodohannya. Jika ternyata demikian keadaan pelakunya, maka ia tidaklah kafir. (Liqa` Babil Maftuh, soal no. 1200, melalui nukilan dari catatan At-Tawassuth Wal Iqtishad hal. 31)<br />
Barangkali di antara pembaca ada yang bertanya, mengapa sujud kepada patung dapat mengeluarkan pelakunya dari Islam? Padahal tidak nampak dari perbuatan itu kecuali kufur amali saja.</p>
<p>Jawabannya adalah karena perbuatan tersebut tidak terjadi melainkan bersamaan dengan lenyapnya amalan hati, seperti niat, ikhlas, dan patuh. Semua itu tidak terdapat lagi saat seseorang sujud kepada patung. Oleh karena itu, meskipun yang nampak adalah kufur amali, namun berkonsekuensi adanya kufur i’tiqadi, dan itu pasti. (A’lamus Sunnah Al-Mansyurah hal. 181-182 oleh Asy-Syaikh Hafizh bin Ahmad Al-Hakami)</p>
<p>Jadi tidak setiap kufur amali tidak mengeluarkan pelakunya dari millah Islam. Justru sebagiannya dapat mengeluarkan dari millah Islam.</p>
<p>Bentuk kekafiran karena i’tiqad juga bisa terjadi jika seseorang meyakini adanya serikat bersama dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam hal wujud-Nya, Rububiyah-Nya, Uluhiyyah-Nya, dan meyakini bahwa nama dan sifat serta perbuatan Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah sama dengan makhluk-Nya. Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:</p>
<p>لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ</p>
<p>“Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Asy-Syura: 11)</p>
<p>Membahas tuntas tentang pembatal-pembatal keimanan dan iman itu sendiri membutuhkan tempat dan kesempatan yang luas. Namun mudah-mudahan apa yang telah dijelaskan di atas memberikan sedikit banyak pengetahuan kita seputar hal tersebut.</p>
<p>Wallahul musta’an.</p>
<p>1 Yang dimaksud dengan berpaling yang dapat membatalkan keislaman adalah berpaling dari pokok agama yang dengan pokok-pokok itu seseorang menjadi muslim walaupun tidak tahu agama secara detail. (Al-Qaulul Mufid, karya Al-Wushabi, hal. 53)</p>
<p>Silahkan mengcopy dan memperbanyak artikel ini<br />
dengan mencantumkan sumbernya yaitu : <a rel="nofollow" href="http://www.asysyariah.com/">http://www.asysyariah.com</a></p>
<p>HAL-HAL &#38; PERBUATAN YANG MENYEBABKAN ORANG DISEBUT MURTAD DAN DIANGGAP KELUAR DARI AGAMA ISLAM</p>
<div><a rel="nofollow" href="http://ainuamri.wordpress.com/0-konsultasi-sihir-gangguan-jin/tanya-jawab-masalah-agama/?replytocom=22270#respond">Balas</a></div>
</div>
</li>
<li id="comment-22271">
<div id="div-comment-22271">
<div>
<div><img src="http://0.gravatar.com/avatar/0952cdc92324de62dccdb7ca9344ac93?s=32&#38;d=identicon&#38;r=G" alt="" width="32" height="32" /></div>
<p><strong><a rel="external nofollow" href="http://ainuamri.wordpress.com/2007/09/25/hello-world/">silahkan add facebook &#38; friendster saya: ainuamri2@yahoo.com (Amri)</a></strong>, di/pada <a href="http://ainuamri.wordpress.com/0-konsultasi-sihir-gangguan-jin/tanya-jawab-masalah-agama/#comment-22271">Oktober 5th, 2009 pada 4:45 am</a> Dikatakan:</p>
</div>
<p>Penulis: Al-Ustadz Muslim Abu Ishaq Al-Atsari</p>
<p>Aqidah dan Keyakinan Al-Imam Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullahu</p>
<p>Tuduhan orang-orang yang benci ataupun orang-orang bodoh bahwa Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullahu membawa agama baru dan menyimpang dari ajaran Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sama sekali tidak terbukti. Bahkan bukti yang ada menunjukkan bahwa beliau di atas al-haq, dan dakwah yang beliau sampaikan adalah dakwah yang haq, mencocoki ajaran Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Berikut ini kita bawakan aqidah yang beliau yakini, guna menepis tuduhan dan membuang keraguan dari orang-orang yang ragu.</p>
<p>Ketika penduduk Qashim menanyakan tentang aqidah beliau, beliau menyatakan bahwa aqidah yang beliau yakini adalah aqidah Al-Firqatun Najiyah, Ahlus Sunnah wal Jamaah. Dan hal ini beliau amalkan dan jalankan selama hidup beliau. Aqidah tersebut berupa:</p>
<p>1. Iman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, kebangkitan setelah mati dan iman terhadap takdir yang baik maupun yang buruk.</p>
<p>2. Termasuk iman kepada Allah adalah mengimani sifat-Nya yang yang disebutkan-Nya dalam kitab-Nya dan lewat lisan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam tanpa tahrif (mengubah) dan tanpa ta’thil (menolak), tanpa takyif (menanyakan hakikat) dan tamtsil (menyamakan dengan makhluk).</p>
<p>3. Al-Qur`an adalah Kalamullah, yang diturunkan Allah Subhanahu wa Ta’ala, bukan makhluk. Al-Qur`an berasal dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan akan kembali kepada-Nya.</p>
<p>4. Mengimani seluruh yang dikabarkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berupa hal-hal yang terjadi setelah kematian, fitnah dan nikmat kubur, dikembalikannya ruh kepada jasad pada hari kiamat, adanya mizan, dibagikannya catatan amal para hamba, adanya telaga Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang airnya lebih putih dari susu, rasanya lebih manis daripada madu dan bejananya sejumlah bintang-bintang di langit, siapa yang meminumnya ia tidak akan haus selama-lamanya. Termasuk pula mengimani adanya shirath (jalan/jembatan) yang dibentangkan di atas dua tepi Jahannam yang akan dilewati manusia sesuai kadar amal mereka. Mengimani adanya syafaat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, adanya surga dan neraka yang telah diciptakan dan sekarang telah ada. Dan mengimani bahwa kaum mukminin akan melihat Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan mata kepala mereka pada hari kiamat.</p>
<p>5. Mengimani bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah penutup para nabi dan rasul.</p>
<p>6. Meyakini bahwa shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang paling afdhal adalah Abu Bakr, kemudian ‘Umar, dan ‘Utsman yang berikutnya, kemudian ‘Ali. Setelahnya adalah enam shahabat yang tersisa dari 10 shahabat yang dijanjikan masuk surga (Al-’Asyrah Al-Mubasysyaruna bil jannah),5 lalu para shahabat yang mengikuti perang Badar, berikutnya para shahabat yang berbai’at di bawah pohon (Bai’atur Ridhwan).</p>
<p>7. Beliau berloyalitas kepada para shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menyebut mereka dengan kebaikan, ridha kepada mereka, memohonkan ampunan untuk mereka, menahan diri dari menyebut kesalahan mereka, dan diam dari perselisihan yang pernah terjadi di antara mereka.</p>
<p>8. Sebagaimana beliau pun ridha kepada Ummahatul Mukminin (istri-istri Nabi) radhiyallahu ‘anhunna.</p>
<p>9. Menetapkan adanya karamah wali-wali Allah Subhanahu wa Ta’ala.</p>
<p>10. Tidak mempersaksikan seseorang dari kaum muslimin dengan pernyataan ‘Fulan penduduk surga’ atau ‘Fulan ahlun nar (penduduk neraka)’, kecuali yang telah dinyatakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai penduduk surga atau penduduk neraka.</p>
<p>11. Tidak mengkafirkan seseorang dari kaum muslimin karena dosa yang diperbuat dan tidak pula mengeluarkannya dari lingkaran Islam.</p>
<p>12. Beliau memandang jihad tetap berlangsung bersama setiap imam/pemimpin yang baik ataupun yang fajir/jahat.</p>
<p>13. Bolehnya shalat berjamaah di belakang pemimpin yang jahat.</p>
<p>14. Wajib mendengar dan taat kepada pemimpin kaum muslimin yang baik ataupun yang fajir, selama mereka tidak memerintahkan untuk bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.</p>
<p>15. Siapa yang memegang khilafah, manusia berkumpul dan ridha padanya, atau ia menguasai mereka dengan pedang hingga menjadi khalifah, maka ia wajib ditaati dan haram memberontak padanya.</p>
<p>16. Beliau berpandangan harusnya memboikot ahlul bid’ah dan memisahkan diri dari mereka sampai mau bertaubat. Kita menghukumi mereka secara dzahir, adapun batin mereka diserahkan urusannya kepada Allah.</p>
<p>17. Meyakini bahwa setiap perkara yang diada-adakan dalam agama ini merupakan bid’ah.</p>
<p>18. Iman adalah ucapan dengan lisan, amalan dengan anggota badan dan pembenaran dengan hati, bisa bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan maksiat.</p>
<p>19. Beliau memandang wajibnya amar ma’ruf nahi mungkar sesuai bimbingan syariat. [Lihat Qathul Janiyil Mustathab Syarhu ‘Aqidah Al-Mujaddid Muhammad bin Abdil Wahhab]</p>
<p>Banyak sumbangsih yang diberikan Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullahu kepada kaum muslimin yang semestinya disyukuri. Namun ada saja orang yang hasad kepada beliau atau orang yang dakwahnya berseberangan dengan dakwah yang beliau tegakkan. Mereka menyimpan kebencian kepada beliau bahkan menyebarkan ucapan-ucapan jelek dan tuduhan palsu tentang beliau dan dakwahnya. Sehingga tidak sedikit orang awam yang termakan ucapan mereka. Akibatnya beliau dibenci dan dicaci oleh mereka, dan dakwah seperti yang beliau ajarkan dijauhi.</p>
<p>Ditempelkanlah gelar Wahabi kepada pengikut dakwah beliau, seakan beliau dan pengikut dakwah beliau berjalan di atas selain jalan yang haq dan membentuk madzhab yang kelima dalam Islam. Padahal dakwah beliau adalah dakwah kepada tauhid yang murni, memperingatkan dari kesyirikan dengan seluruh jenisnya, seperti bergantung kepada orang-orang mati dan yang lainnya, baik berupa pepohonan, bebatuan dan semisalnya.</p>
<p>Dalam masalah aqidah, beliau rahimahullahu berada di atas madzhab As-Salafus Shalih, dalam fiqih beliau berpegang dengan madzhab Al-Imam Ahmad rahimahullahu sebagaimana ditunjukkan dalam kitab-kitab karya beliau, fatwa-fatwa beliau dan kitab-kitab karya pengikut beliau dari kalangan anak dan cucu-cucunya serta selain mereka.</p>
<p>Dengan demikian Wahabiyyah bukanlah madzhab kelima seperti anggapan orang-orang bodoh dan orang-orang yang benci. Dia hanyalah dakwah kepada aqidah salafiyyah dan memperbaharui apa yang telah roboh dari bendera-bendera Islam dan tauhid di jazirah Arab. (Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah, Asy-Syaikh Ibnu Baz, 1/374)</p>
<p>Demikianlah aqidah yang dianut oleh Syaikh Mujaddid tersebut, yang secara jelas menggambarkan beliau adalah seorang sunni salafi, yang berjalan di atas jalan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, para shahabat, tabi’in, atba’ut tabi’in, yakni jalan As-Salafush Shalih. Semestinya tidak ada lagi keraguan akan kebenaran dakwah beliau setelah adanya penjelasan ini. Dan silahkan gigit jari orang-orang yang benci dan hasad kepada beliau dan kepada dakwah tauhid yang haq ini.</p>
<p>Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.</p>
<p>Silahkan mengcopy dan memperbanyak artikel ini<br />
dengan mencantumkan sumbernya yaitu : <a rel="nofollow" href="http://www.asysyariah.com/">http://www.asysyariah.com</a></p>
<div><a rel="nofollow" href="http://ainuamri.wordpress.com/0-konsultasi-sihir-gangguan-jin/tanya-jawab-masalah-agama/?replytocom=22271#respond">Balas</a></div>
</div>
</li>
<li id="comment-22272">
<div id="div-comment-22272">
<div>
<div><img src="http://0.gravatar.com/avatar/0952cdc92324de62dccdb7ca9344ac93?s=32&#38;d=identicon&#38;r=G" alt="" width="32" height="32" /></div>
<p><strong><a rel="external nofollow" href="http://ainuamri.wordpress.com/2007/09/25/hello-world/">silahkan add facebook &#38; friendster saya: ainuamri2@yahoo.com (Amri)</a></strong>, di/pada <a href="http://ainuamri.wordpress.com/0-konsultasi-sihir-gangguan-jin/tanya-jawab-masalah-agama/#comment-22272">Oktober 5th, 2009 pada 4:46 am</a> Dikatakan:</p>
</div>
<p>MEMPELAJARI DAN MENGGUNAKAN JIMAT – AZIMAT – AJI-AJI – PENGLARIS – PENGASIHAN SEMUANYA HARAM DAN SESAT BERTENTANGAN DENGAN AJARAN ISLAM<br />
—————————————–</p>
<p>Menelusuri Ruqyah Syar’iyyah</p>
<p>Penulis: Al-Ustadz Abu Abu Muhammad Abdul Mu’thi Al-Medani</p>
<p>Merunut sejarahnya, ruqyah merupakan salah satu metode pengobatan yang cukup tua di muka bumi ini. Dengan datangnya Islam, metode ini kemudian disesuaikan dengan nafas dan tata cara yang sesuai syariat.</p>
<p>Ada akibat tentu dengan sebab. Yang demikian merupakan ketentuan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang berlaku di jagad raya ini. Memang ini tidak mutlak terjadi pada seluruh perkara. Namun mayoritas urusan makhluk tak lepas dari hukum sebab dan akibat. Hukum ini merupakan hikmah Allah Subhanahu wa Ta’ala yang lengkap dengan kebaikan. Makhluk mana pun tak bisa menggapai keinginannya kecuali dengan hukum sebab dan akibat. Di alam nyata ini, tak ada sebab yang sempurna dan bisa melahirkan akibat dengan sendirinya kecuali kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala.<br />
Kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala merupakan sebab bagi segala sebab. Kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah kekuatan yang selalu menuntut (memunculkan) akibat. Tak satu sebab pun bisa melahirkan akibat dengan sendirinya, melainkan harus disertai sebab yang lain yaitu kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala menetapkan pada sebagian sebab, hal-hal yang dapat menggagalkan akibatnya. Adapun kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala, tidak membutuhkan sebab yang lain kecuali kehendak-Nya itu sendiri.</p>
<p>Tak ada sebab apapun yang dapat melawan dan membatalkannya. Namun terkadang Allah Subhanahu wa Ta’ala membatalkan hukum kehendak-Nya dengan kehendak-Nya (yang lain). Dialah yang menghendaki sesuatu lalu menghendaki lawan yang bisa mencegah terjadinya. Inilah sebab mengapa seorang hamba wajib memasrahkan dirinya, takut, berharap, dan berkeinginan hanya ditujukan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala saja. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengucapkan dalam doanya:</p>
<p>اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِرَضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ، وَبِمَعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوْبَتِكَ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْكَ</p>
<p>“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan ridha-Mu dari murka-Mu, dengan pemeliharaan-Mu dari siksa-Mu. Dan aku berlindung dengan-Mu dari-Mu.” (HR. Muslim dan Abu Dawud)</p>
<p>وَلاَ مَنْجَى مِنْكَ إِلاَّ إِلَيْكَ</p>
<p>“Tak ada tempat selamat dari Dzat-Mu kecuali kepada Dzat-Mu.” (HR. Muslim)</p>
<p>Di antara sekian akibat yang membutuhkan sebab adalah kesembuhan. Kesembuhan datang dengan sebab berobat. Namun, apakah setiap orang yang berobat pasti sembuh? Jawabannya tentu tidak. Karena kesembuhan itu datangnya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, bukan dari obat atau orang yang mengobati. Obat akan manjur dan mengantarkan kepada kesembuhan bila Allah Subhanahu wa Ta’ala kehendaki. Karena itu, seorang yang berobat tidak boleh menyandarkan dirinya kecuali hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, bukan kepada obat dan orang yang mengobati.</p>
<p>Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memaparkan perihal berobat dalam beberapa haditsnya. Di antaranya:</p>
<p>1. Dari Jabir bin ‘Abdullah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ، فَإِذَا أَصَابَ الدَّوَاءُ الدَّاءَ، بَرَأَ بِإِذْنِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ</p>
<p>“Setiap penyakit pasti memiliki obat. Bila sebuah obat sesuai dengan penyakitnya maka dia akan sembuh dengan seizin Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (HR. Muslim)</p>
<p>2. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>مَا أَنْزَلَ اللهُ مِنْ دَاءٍ إِلاَّ أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً</p>
<p>“Tidaklah Allah menurunkan sebuah penyakit melainkan menurunkan pula obatnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)</p>
<p>3. Dari Usamah bin Syarik radhiallahu ‘anhu, bahwa beliau berkata:</p>
<p>كُنْتُ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَجَاءَتِ اْلأَعْرَابُ، فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، أَنَتَدَاوَى؟ فَقَالَ: نَعَمْ يَا عِبَادَ اللهِ، تَدَاوَوْا، فَإِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ لَمْ يَضَعْ دَاءً إِلاَّ وَضَعَ لَهُ شِفَاءً غَيْرَ دَاءٍ وَاحِدٍ. قَالُوا: مَا هُوَ؟ قَالَ: الْهَرَمُ</p>
<p>Aku pernah berada di samping Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu datanglah serombongan Arab dusun. Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, bolehkah kami berobat?” Beliau menjawab: “Iya, wahai para hamba Allah, berobatlah. Sebab Allah Subhanahu wa Ta’ala tidaklah meletakkan sebuah penyakit melainkan meletakkan pula obatnya, kecuali satu penyakit.” Mereka bertanya: “Penyakit apa itu?” Beliau menjawab: “Penyakit tua.” (HR. Ahmad, Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan At-Tirmidzi, beliau berkata bahwa hadits ini hasan shahih. Syaikhuna Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i menshahihkan hadits ini dalam kitabnya Al-Jami’ Ash-Shahih mimma Laisa fish Shahihain, 4/486)</p>
<p>4. Dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>إِنَّ اللهَ لَمْ يَنْزِلْ دَاءً إِلاَّ أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً، عَلِمَهُ مَنْ عَلِمَهُ وَجَهِلَهُ مَنْ جَهِلَهُ</p>
<p>“Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala tidaklah menurunkan sebuah penyakit melainkan menurunkan pula obatnya. Obat itu diketahui oleh orang yang bisa mengetahuinya dan tidak diketahui oleh orang yang tidak bisa mengetahuinya.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan Al-Hakim, beliau menshahihkannya dan disepakati oleh Adz-Dzahabi. Al-Bushiri menshahihkan hadits ini dalam Zawa`id-nya. Lihat takhrij Al-Arnauth atas Zadul Ma’ad, 4/12-13)</p>
<p>Dalam berobat, banyak cara yang bisa ditempuh asalkan tidak melanggar syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Namun para ulama berbeda pendapat tentang hukum berobat dan meninggalkannya. Tentunya perselisihan mereka berangkat dari perbedaan dalam memahami dalil-dalil yang ada dalam permasalahan ini. Terdapat tiga pendapat di kalangan para ulama dalam menentukan hukum berobat.</p>
<p>Pertama, menurut sebagian ulama bahwa berobat diperbolehkan, namun yang lebih utama tidak berobat. Ini merupakan madzhab yang masyhur dari Al-Imam Ahmad rahimahullahu.</p>
<p>Kedua, menurut sebagian ulama bahwa berobat adalah perkara yang disunnahkan. Ini merupakan pendapat para ulama pengikut madzhab Asy-Syafi’i rahimahullahu. Bahkan Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu dalam kitabnya Syarh Shahih Muslim menisbahkan pendapat ini kepada madzhab mayoritas para ulama terdahulu dan belakangan. Pendapat ini pula yang dipilih oleh Abul Muzhaffar. Beliau berkata: “Menurut madzhab Abu Hanifah, berobat adalah perkara yang sangat ditekankan. Hukumnya hampir mendekati wajib.”</p>
<p>Ketiga, menurut sebagian ulama bahwa berobat dan meninggalkannya sama saja, tidak ada yang lebih utama. Ini merupakan madzhab Al-Imam Malik rahimahullahu. Beliau berkata: “Berobat adalah perkara yang tidak mengapa. Demikian pula meninggalkannya.” (Lihat Fathul Majid, hal. 88-89)</p>
<p>Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullahu memiliki metode yang cukup baik dalam mempertemukan beberapa pendapat di atas. Beliau merinci hukum berobat menjadi beberapa keadaan, sebagai berikut:</p>
<p>1. Bila diketahui atau diduga kuat bahwa berobat sangat bermanfaat dan meninggalkannya akan berakibat kebinasaan, maka hukumnya wajib.</p>
<p>2. Bila diduga kuat bahwa berobat sangat bermanfaat, namun meninggalkannya tidak berakibat kebinasaan yang pasti, maka melakukannya lebih utama.</p>
<p>3. Bila dengan berobat diperkirakan kadar kemungkinan antara kesembuhan dan kebinasaannya sama, maka meninggalkannya lebih utama agar dia tidak melemparkan dirinya dalam kehancuran tanpa disadari. (Lihat Asy-Syarhul Mumti’, 2/437)</p>
<p>Secara garis besar, berobat merupakan perkara yang disyariatkan selama tidak menggunakan sesuatu yang haram. Hal ini sebagaimana ditegaskan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya:</p>
<p>إِنَّ اللهَ أَنْزَلَ الدَّاءَ وَالدَّوَاءَ وَجَعَلَ لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءً فَتَدَاوَوْا وَلاَ تَدَاوَوْا بِحَرَامٍ</p>
<p>“Sesungguhnya Allah telah menurunkan penyakit dan obatnya, demikian pula Allah menjadikan bagi setiap penyakit ada obatnya. Maka berobatlah kalian dan janganlah berobat dengan yang haram.” (HR. Abu Dawud dari Abud Darda` radhiallahu ‘anhu)</p>
<p>Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata:</p>
<p>نَهَى رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الدَّوَاءِ الْخَبِيْثِ</p>
<p>“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari obat yang buruk (haram).” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah. Asy-Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam Shahih Ibnu Majah, 2/255) [Lihat kitab Ahkam Ar-Ruqa wa At-Tama`im karya Dr. Fahd As-Suhaimi, hal. 21)</p>
<p>Di antara cara pengobatan yang disyariatkan adalah melakukan ruqyah. Akhir-akhir ini, pengobatan dengan ruqyah memang marak diperbincangkan dan dipraktekkan di tengah kaum muslimin negeri ini. Padahal sebelumnya pengobatan dengan ruqyah tidak banyak diketahui oleh mereka.</p>
<p>Sayangnya, sebagian kelompok menjadikan ruqyah sebagai arena untuk mengundang simpati publik demi kepentingan yang bernuansa politik. Mereka beramai-ramai membuka ruqyah center di berbagai tempat guna memenuhi kebutuhan massa yang ‘haus’ akan pengobatan ruqyah. Namun sudahkah praktek ruqyah itu mencocoki tuntunan syariat Islam? Pertanyaan ini harus dijawab dengan ilmu yang benar, bukan dengan semangat belaka.</p>
<p>Oleh karena itu perlu pembekalan ilmu yang dapat mengenalkan kaum muslimin kepada ruqyah syar’i yang tepat sesuai dengan Al-Qur`an dan As-Sunnah. Sehingga mereka terhindar dari praktek-praktek ruqyah yang salah kaprah bahkan bertentangan dengan Al-Quran dan As-Sunnah. Oleh karena itu, marilah kita simak beberapa pembahasan berikut ini.</p>
<p>—————————————-<br />
MEMPELAJARI DAN MENGGUNAKAN JIMAT – AZIMAT – AJI-AJI – PENGLARIS – PENGASIHAN SEMUANYA HARAM DAN SESAT BERTENTANGAN DENGAN AJARAN ISLAM<br />
—————————————–</p>
<p>Definisi Ruqyah</p>
<p>Makna ruqyah secara terminologi adalah al-‘udzah (sebuah perlindungan) yang digunakan untuk melindungi orang yang terkena penyakit, seperti panas karena disengat binatang, kesurupan, dan yang lainnya. (Lihat An-Nihayah fi Gharibil Hadits karya Ibnul Atsir rahimahullahu 3/254)</p>
<p>Secara terminologi, ruqyah terkadang disebut pula dengan ‘azimah. Al-Fairuz Abadi berkata: “Yang dimaksud ‘azimah-‘azimah adalah ruqyah-ruqyah. Sedangkan ruqyah yaitu ayat-ayat Al-Qur`an yang dibacakan terhadap orang-orang yang terkena berbagai penyakit dengan mengharap kesembuhan.” (Lihat Al-Qamus Al-Muhith pada materi عزم)</p>
<p>Adapun makna ruqyah secara etimologi syariat adalah doa dan bacaan-bacaan yang mengandung permintaan tolong dan perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk mencegah atau mengangkat bala/penyakit. Terkadang doa atau bacaan itu disertai dengan sebuah tiupan dari mulut ke kedua telapak tangan atau anggota tubuh orang yang meruqyah atau yang diruqyah. (Lihat transkrip ceramah Asy-Syaikh Shalih bin ‘Abdul ‘Aziz Alus-Syaikh yang berjudul Ar-Ruqa wa Ahkamuha oleh Salim Al-Jaza`iri, hal. 4)</p>
<p>Tentunya ruqyah yang paling utama adalah doa dan bacaan yang bersumber dari Al-Qur`an dan As-Sunnah. (Ibid, hal. 5)</p>
<p>—————————————-<br />
MEMPELAJARI DAN MENGGUNAKAN JIMAT – AZIMAT – AJI-AJI – PENGLARIS – PENGASIHAN SEMUANYA HARAM DAN SESAT BERTENTANGAN DENGAN AJARAN ISLAM<br />
—————————————–</p>
<p>Ruqyah di Masa Jahiliyyah</p>
<p>Setiap manusia yang mengerti kemaslahatan tentunya selalu ingin menjaga kesehatan tubuh dan jiwanya. Barangsiapa bisa memenuhi keinginan ini berarti karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk dirinya cukup besar. Sehingga wajar jika pengobatan ruqyah telah dikenal secara luas di tengah masyarakat jahiliyyah.</p>
<p>Ruqyah adalah salah satu cara pengobatan yang mereka yakini dapat menyembuhkan penyakit dan menjaga kesehatan. Kala itu, ruqyah digunakan untuk mengobati berbagai penyakit, seperti tersengat binatang berbisa, terkena sihir, kekuatan ‘ain (mata jahat), dan lainnya.</p>
<p>Namun yang disayangkan, ruqyah sering menjadi media untuk penyebarluasan berbagai kesyirikan di kalangan mereka. Pengobatan ruqyah yang dilakukan tak luput dari pelanggaran syariat. Di antaranya adalah pengakuan mengetahui perkara ghaib, menyekutukan Allah Subhanahu wa Ta’ala, menyandarkan diri kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala, berlindung kepada jin, dan lain-lain.</p>
<p>Setelah Islam datang, seluruh ruqyah dilarang oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kecuali yang tidak mengandung kesyirikan. Islam mengajarkan kaum muslimin untuk berhati-hati dalam menggunakan ruqyah. Sehingga mereka tidak terjatuh ke dalam pengobatan ruqyah yang mengandung bid’ah atau syirik.</p>
<p>‘Auf bin Malik radhiallahu ‘anhu berkata:</p>
<p>كُنَّ نَرْقِي فِي الْجَاهِلِيَّةِ فَقُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، كَيْفَ تَرَى فِي ذَلِكَ؟ فَقَالَ: اعْرِضُوْا عَلَيَّ رُقَاكُمْ لاَ بَأْسَ بِالرُّقَى مَا لَمْ يَكُنْ فِيْهِ شِرْكٌ</p>
<p>“Dahulu kami meruqyah di masa jahiliyyah. Lalu kami bertanya: ‘Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang hal itu?’ Beliau menjawab: ‘Tunjukkan kepadaku ruqyah-ruqyah kalian. Ruqyah-ruqyah itu tidak mengapa selama tidak mengandung syirik’.” (HR. Muslim no. 2200)</p>
<p>Kebanyakan manusia terpedaya dengan penampilan ‘shalih’ dari orang yang meruqyah. Sehingga mereka tak lagi memperhatikan tata cara dan isi ruqyah yang dibacakan.</p>
<p>Asy-Syaikh Shalih bin ‘Abdul ‘Aziz Alus-Syaikh hafizhahullah (semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjaganya) berkata: “Penyebaran kesyirikan banyak terjadi di negeri-negeri Islam melalui para tabib, orang yang mengobati dengan ramu-ramuan dan mengobati dengan Al-Qur`an. Ibnu Bisyr menyebutkan pada permulaan Tarikh Najd, di antara faktor penyebab tersebarnya kesyirikan di negeri Najd adalah keberadaan para tabib dan ahli pengobatan dari orang-orang Badwi di berbagai kampung sewaktu musim buah. Manusia membutuhkan mereka untuk keperluan meruqyah dan pengobatan. Maka mereka memerintahkan manusia dengan kesyirikan dan cara-cara yang tidak disyariatkan….” (Ibid, hal. 2)</p>
<p>—————————————-<br />
MEMPELAJARI DAN MENGGUNAKAN JIMAT – AZIMAT – AJI-AJI – PENGLARIS – PENGASIHAN SEMUANYA HARAM DAN SESAT BERTENTANGAN DENGAN AJARAN ISLAM<br />
—————————————–</p>
<p>Hukum Ruqyah</p>
<p>Ruqyah telah dikenal oleh masyarakat jahiliyyah sebelum Islam. Tetapi kebanyakan ruqyah mereka mengandung kesyirikan. Padahal Islam datang untuk mengenyahkan segala bentuk kesyirikan. Alasan inilah yang membuat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang para shahabat radhiallahu ‘anhum untuk melakukan ruqyah. Kemudian beliau membolehkannya selama tidak mengandung kesyirikan. Beberapa hadits telah menjelaskan kepada kita tentang fenomena di atas. Di antaranya:</p>
<p>1. Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu, bahwa beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>إِنَّ الرُّقَى وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ</p>
<p>“Sesungguhnya segala ruqyah, tamimah, dan tiwalah adalah syirik.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Al-Hakim. Hadits ini dishahihkan oleh Al-Hakim dan disepakati oleh Adz-Dzahabi. Asy-Syaikh Al-Albani juga menshahihkannya. Lihat Ash-Shahihah no. 331)</p>
<p>2. Dari ‘Auf bin Malik Al-Asyja’i radhiallahu ‘anhu, bahwa beliau berkata:</p>
<p>كُنَّ نَرْقِي فِي الْجَاهِلِيَّةِ فَقُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، كَيْفَ تَرَى فِي ذَلِكَ؟ فَقَالَ: اعْرِضُوْا عَلَيَّ رُقَاكُمْ لاَ بَأْسَ بِالرُّقَى مَا لَمْ يَكُنْ فِيْهِ شِرْكٌ</p>
<p>Dahulu kami meruqyah di masa jahiliyyah. Lalu kami bertanya: “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang hal itu?” Beliau menjawab: “Tunjukkan kepadaku ruqyah-ruqyah kalian. Ruqyah-ruqyah itu tidak mengapa selama tidak mengandung syirik.” (HR. Muslim no. 2200)</p>
<p>3. Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhu, bahwa beliau berkata:</p>
<p>نَهَى رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الرُّقَى فَجَاءَ آلُ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالُوا: إِنَّهُ كَانَتْ عِنْدَنَا رُقْيَةٌ نَرْقِي مِنَ الْعَقْرَبِ وَإِنَّكَ نَهَيْتَ عَنِ الرُّقَى. قَالَ: فَعَرَضُوْهَا عَلَيْهِ. فَقَالَ: مَا أَرَى بَأْسًا، مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يَنْفَعَ أَخَاهُ فَلْيَنْفَعْهُ</p>
<p>Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari segala ruqyah. Lalu keluarga ‘Amr bin Hazm datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami dahulu memiliki ruqyah yang kami pakai untuk meruqyah karena (sengatan) kalajengking. Tetapi engkau telah melarang dari semua ruqyah.” Mereka lalu menunjukkan ruqyah itu kepada beliau. Beliau bersabda: “Tidak mengapa, barangsiapa di antara kalian yang mampu memberi kemanfaatan bagi saudaranya, maka hendaknya dia lakukan.” (HR. Muslim no. 2199)</p>
<p>4. Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhu beliau berkata:</p>
<p>كَانَ لِيْ خَالٌ يَرْقِي عَنِ الْعَقْرَبِ، فَنَهَى رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الرُّقَى. قَالَ: فَأَتَاهُ فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، إِنَّكَ نَهَيْتَ عَنِ الرُّقَى وَأَنَا أَرْقِي مِنَ الْعَقْرَبِ, فَقَالَ: مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يَنْفَعَ أَخَاهُ فَلْيَفْعَلْ</p>
<p>“Dahulu pamanku meruqyah karena (sengatan) kalajengking. Sementara Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari segala ruqyah. Maka pamanku mendatangi beliau, lalu berkata: ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau melarang dari segala ruqyah, dan dahulu aku meruqyah karena (sengatan) kalajengking.’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda: ‘Barangsiapa di antara kalian yang mampu memberi manfaat bagi saudaranya, maka hendaknya dia lakukan.” (HR. Muslim no. 2199)</p>
<p>5. Dari ‘Ubadah bin Ash-Shamit radhiallahu ‘anhu beliau berkata:</p>
<p>كُنْتُ أَرْقِي مِنْ حُمَةِ الْعَيْنِ فِي الْجَاهِلِيَّةِ. فَلَمَّا أَسْلَمْتُ ذَكَرْتُهَا لِرَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: اعْرِضْهَا عَلَيَّ. فَعَرَضْتُهَا عَلَيْهِ، فَقَالَ: ارْقِ بِهَا فَلاَ بَأْسَ بِهَا</p>
<p>“Di masa jahiliyyah dulu aku meruqyah karena (sengatan) kalajengking dan ‘ain (sorotan mata yang jahat). Tatkala aku masuk Islam, aku memberitahukannya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Perlihatkan ruqyah itu kepadaku!’ Lalu aku menunjukkannya kepada beliau. Beliau pun bersabda: ‘Pakailah untuk meruqyah, karena tidak mengapa (engkau) menggunakannya’.” (HR. At-Thabrani dan dihasankan oleh Al-Haitsaimi dalam Majma’ Az-Zawa`id. Lihat tahqiq Al-Huwaini terhadap kitab Al-Amradh karya Dhiya`uddin Al-Maqdisi, hal. 220)</p>
<p>6. Dari Syifa` bintu Abdullah radhiallahu ‘anha:</p>
<p>أَنَّهَا كَانَتْ تُرْقِي فِي الْجَاهِلِيَّةِ، فَلَمَّا جَاءَ اْلإِسْلاَمُ، قَالَتْ: لاَ أَرْقِي حَتَّى اسْتَأْذَنَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. فَأَتَيْتُهُ فَاسْتَأْذَنْتُهُ. فَقَالَ عَنْهَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ارْقِي مَا لَمْ يَكُنْ فِيْهَا شِرْكٌ</p>
<p>“Dahulu dia meruqyah di masa jahiliyyah. Setelah kedatangan Islam, maka dia berkata: ‘Aku tidak meruqyah hingga aku meminta izin kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.’ Lalu dia pun pergi menemui dan meminta izin kepada beliau. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya: ‘Silahkan engkau meruqyah selama tidak mengandung perbuatan syirik’.” (HR. Al-Hakim, Ibnu Hibban, dan yang lainnya. Al-Huwaini berkata: “Sanadnya muqarib.” Ibid, hal. 220)</p>
<p>Demikianlah mereka melakukan ruqyah di masa jahiliyyah. Ruqyah mereka mengandung perbuatan syirik sehingga dilarang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian beliau membolehkannya bagi mereka selama tidak mengandung kesyirikan. Beliau membolehkannya karena ruqyah itu bermanfaat bagi mereka dalam banyak hal.<br />
Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullahu berkata: “Hadits-hadits sebelumnya menunjukkan bahwa hukum asal seluruh ruqyah adalah dilarang, sebagaimana yang tampak dari ucapannya: ‘Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari segala ruqyah.’ Larangan terhadap segala ruqyah itu berlaku secara mutlak. Karena di masa jahiliyyah mereka meruqyah dengan ruqyah-ruqyah yang syirik dan tidak dipahami. Mereka meyakini bahwa ruqyah-ruqyah itu berpengaruh dengan sendirinya. Ketika mereka masuk Islam dan hilang dari diri mereka yang demikian itu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang mereka dari ruqyah secara umum agar lebih mantap larangannya dan lebih menutup jalan (menuju syirik). Selanjutnya ketika mereka bertanya dan mengabarkan kepada beliau bahwa mereka mendapat manfaat dengan ruqyah-ruqyah itu, beliau memberi keringanan sebagiannya bagi mereka. Beliau bersabda: ‘Perlihatkan kepadaku ruqyah-ruqyah kalian. Tidak mengapa menggunakan ruqyah-ruqyah selama tidak mengandung syirik’.” (Ahkamur Ruqa wa At-Tama`im hal. 35)</p>
<p>Dalam sebuah hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>لاَ رُقْيَةَ إِلاَّ مِنْ عَيْنٍ أَوْ حُمَةٍ</p>
<p>“Tidak ada ruqyah kecuali karena ‘ain (sorotan mata yang jahat) atau humah (sengatan kalajengking).” (HR. Ahmad, Abu Dawud, At-Turmudzi, dan Ibnu Majah dari shahabat ‘Imran bin Hushain radhiallahu ‘anhu)</p>
<p>Menurut sebagian pendapat bahwa ruqyah tidak diperbolehkan kecuali karena dua hal yang telah disebutkan dalam hadits di atas. (Lihat Fathul Bari, 10/237, cetakan Darul Hadits)</p>
<p>Ini adalah pendapat yang lemah karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memaksudkan dengan sabdanya tersebut untuk melarang ruqyah pada yang selain keduanya. Yang beliau maksudkan bahwa ruqyah yang paling utama dan bermanfaat adalah ruqyah yang disebabkan karena ‘ain atau humah. Hal ini terlihat dari uraian hadits. Ketika Sahl bin Hunaif terkena ‘ain, dia bertanya: “Adakah yang lebih baik dalam ruqyah?”</p>
<p>Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>لاَ رُقْيَةَ إِلاَّ مِنْ نَفْسٍ أَوْ حُمَةٍ</p>
<p>“Tidak ada ruqyah kecuali karena satu jiwa dan humah (sengatan kalajengking).”</p>
<p>Demikian pula hadits-hadits yang lain, baik yang bersifat umum atau khusus, seluruhnya mengarah kepada makna di atas. (Lihat Zadul Ma’ad, 4/161, cet. Muassasah Ar-Risalah)</p>
<p>Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu berkata: “Para ulama berkata: ‘Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memaksudkan untuk membatasi ruqyah hanya pada keduanya dan melarang dari selain keduanya. Yang beliau maksudkan adalah tidak ada ruqyah yang lebih benar dan utama daripada ruqyah karena ‘ain dan hummah karena bahaya keduanya sangat dahsyat.” (Syarh Shahih Muslim 14/177, cet. Al-Maktab Ats-Tsaqafi)</p>
<p>—————————————-<br />
MEMPELAJARI DAN MENGGUNAKAN JIMAT – AZIMAT – AJI-AJI – PENGLARIS – PENGASIHAN SEMUANYA HARAM DAN SESAT BERTENTANGAN DENGAN AJARAN ISLAM<br />
—————————————–</p>
<p>Syarat-syarat Ruqyah</p>
<p>Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullahu berkata: “Para ulama telah bersepakat tentang bolehnya ruqyah ketika terpenuhi tiga syarat:</p>
<p>1. Menggunakan Kalamullah atau nama-nama dan sifat-Nya.</p>
<p>2. Menggunakan lisan (bahasa) Arab atau yang selainnya, selama maknanya diketahui.</p>
<p>3. Meyakini bahwa ruqyah tidak berpengaruh dengan sendirinya, namun dengan sebab Dzat Allah Subhanahu wa Ta’ala.</p>
<p>Mereka berselisih mengenai tiga hal di atas bila dijadikan sebagai syarat. Yang kuat adalah pendapat yang mengharuskan untuk memenuhi tiga syarat yang disebutkan.” (Fathul Bari, 10/237)</p>
<p>Dengan penjelasan di atas, berarti segala ruqyah yang tidak memenuhi tiga syarat itu tidak diperbolehkan. Jika kita rinci, ada tiga jenis ruqyah yang tidak diperbolehkan:</p>
<p>1. Ruqyah yang mengandung permohonan bantuan dan perlindungan kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala.</p>
<p>Ruqyah-ruqyah seperti ini sering dipakai oleh para dukun, tukang sihir, dan paranormal. Mereka memohon bantuan dan perlindungan dengan menyebut nama-nama jin, malaikat, nabi, dan orang shalih. Terkadang mereka melakukan kesyirikan ini dengan kedok agama. Banyak orang awam yang terkecoh dengan penampilan sebagian mereka yang memakai atribut agama. Padahal ruqyah yang mereka lakukan dan ajarkan berbau mistik serta sarat dengan kesyirikan.</p>
<p>2. Ruqyah dengan bahasa ‘ajam (non Arab) atau sesuatu yang tidak dipahami maknanya.</p>
<p>Mayoritas ruqyah yang berbahasa ‘ajam mengandung penyebutan nama-nama jin, permintaan tolong kepada mereka, dan sumpah dengan nama orang yang mengagungkannya. Oleh karena itu, para setan segera menyambut dan menaati orang yang membacanya. Keumuman ruqyah yang tersebar di tengah manusia dan tidak menggunakan bahasa Arab banyak mengandung syirik. Demikian yang ditegaskan oleh Syaikhul Islam. (Lihat Majmu’ Al-Fatawa, 19/13-16)</p>
<p>Asy-Syaikh Hafizh Al-Hakami berkata: “Adapun ruqyah yang tidak memakai lafadz-lafadz Arab, tidak diketahui maknanya, tidak masyhur, dan tidak didapatkan dalam syariat sama sekali, maka bukanlah perkara yang datang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tidaklah berada dalam naungan Al-Quran dan As-Sunnah. Bahkan hal itu merupakan bisikan setan kepada para walinya. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:</p>
<p>وَإِنَّ الشَّيَاطِيْنَ لَيُوْحُوْنَ إِلَى أَوْلِيَائِهِمْ لِيُجَادِلُوْكُمْ</p>
<p>“Dan sesungguhnya para setan mewahyukan kepada wali-wali mereka untuk mendebat kalian.” (Al-An’am: 121)</p>
<p>Ruqyah semacam inilah yang dimaksud Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya:</p>
<p>إِنَّ الرُّقَى وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ</p>
<p>“Sesungguhnya segala ruqyah, tamimah, dan tiwalah adalah syirik.”</p>
<p>Hal itu karena orang yang mengucapkannya tidak mengetahui apakah ruqyahnya menggunakan nama-nama Allah Subhanahu wa Ta’ala, para malaikat, atau para setan. Dia pun tidak mengetahui apakah di dalamnya terdapat kekafiran atau keimanan, kebenaran atau kebatilan, kemanfaatan atau marabahaya, dan apakah itu ruqyah atau sihir. Demi Allah, mayoritas manusia benar-benar tenggelam dalam berbagai malapetaka ini. Mereka menggunakannya dengan bentuk yang cukup banyak dan jenis yang beraneka ragam….” (Ma’arijul Qabul, 1/406, cet. Darul Hadits)</p>
<p>Sebagian kalangan membolehkan setiap ruqyah, walaupun maknanya tidak diketahui, asalkan terbukti memberi kemanfaatan. Mereka berdalil dengan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada keluarga ‘Amr bin Hazm sewaktu mereka bertanya tentang ruqyah:</p>
<p>مَا أَرَى بَأْسًا، مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يَنْفَعَ أَخَاهُ فَلْيَفْعَلْ</p>
<p>“Aku lihat tidak mengapa. Barangsiapa yang mampu memberi manfaat bagi saudaranya hendaklah dia lakukan.”<br />
Tetapi pendapat mereka ini terbantah dengan hadits ‘Auf bin Malik Al-Asyja’i. Dia meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>اعْرِضُوْا عَلَيَّ رُقَاكُمْ لاَ بَأْسَ بِالرُّقَى مَا لَمْ يَكُنْ فِيْهِ شِرْكٌ</p>
<p>“Perlihatkan kepadaku ruqyah-ruqyah kalian. Tidak mengapa kalian menggunakan ruqyah-ruqyah itu selama tidak mengandung syirik”.</p>
<p>Hadits ‘Auf ini menunjukkan dilarangnya seluruh ruqyah yang mengarah kepada kesyirikan. Setiap ruqyah yang tidak dimengerti maknanya, tidak dirasa aman, akan membawa kepada syirik. Sehingga setiap ruqyah yang tidak dimengerti maknanya dilarang dalam rangka berhati-hati. (Lihat Fathul Baari, 10/237)</p>
<p>3. Ruqyah yang diyakini bahwa pelakunya bisa menyembuhkan dengan sendirinya tanpa kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.</p>
<p>Tentu yang demikian ini bertentangan dengan ajaran tauhid. Karena ruqyah merupakan sebab, berarti pelaku ruqyah adalah pelaku sebab. Peruqyah ibarat dokter, sedangkan ruqyah ibarat obat. Obat adalah sebab dan dokter adalah pelaku sebab. Adapun pencipta sebab adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Suatu sebab akan bermanfaat jika dikehendaki oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dahulu bangsa jahiliyah meyakini bahwa ruqyah dipastikan berpengaruh dengan sendirinya. Oleh karena itu mereka sangat mengagungkan ruqyah dan pelakunya. Ini merupakan syirik kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Seorang hamba diperintahkan untuk menjalani sebab untuk mendapatkan akibat. Namun hatinya tidak boleh bergantung kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah Pencipta segala sebab dan akibat. Di tangan-Nya seluruh kekuasaan langit dan bumi. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:</p>
<p>مَا يَفْتَحِ اللهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَحْمَةٍ فَلاَ مُمْسِكَ لَهَا وَمَا يُمْسِكْ فَلاَ مُرْسِلَ لَهُ مِنْ بَعْدِهِ</p>
<p>“Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu.” (Fathir: 2)</p>
<p>وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللهُ بِضُرٍّ فَلاَ كَاشِفَ لَهُ إِلاَّ هُوَ</p>
<p>“Jika Allah menimpakan suatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri.” (Al-An’am: 17)</p>
<p>Seorang hamba hendaknya mengharapkan kesembuhan hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan hanya bergantung kepada-Nya tatkala melakukan ruqyah.</p>
<p>—————————————-<br />
MEMPELAJARI DAN MENGGUNAKAN JIMAT – AZIMAT – AJI-AJI – PENGLARIS – PENGASIHAN SEMUANYA HARAM DAN SESAT BERTENTANGAN DENGAN AJARAN ISLAM<br />
—————————————–</p>
<p>Sifat-sifat Peruqyah dan Pasiennya</p>
<p>Ruqyah merupakan perkara yang disyariatkan. Tentunya seorang peruqyah perlu memperhatikan rambu-rambu syariat dalam meruqyah. Sehingga dia tidak ngawur dan melanggar syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hendaknya dia memiliki kriteria sebagai berikut:</p>
<p>a. Ikhlas kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam setiap ucapan dan perbuatannya.</p>
<p>Semestinya dia bertauhid kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam seluruh ibadahnya tanpa sedikit pun berbuat syirik kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jika meruqyah, hendaknya mengikhlaskan permintaan tolong dan perlindungannya hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk menggapai kemanfaatan dari ruqyah yang dia lakukan.</p>
<p>b. Memiliki ilmu syar’i tentang ruqyahnya.</p>
<p>Seharusnya dia mengetahui bahwa ruqyah yang digunakannya termasuk yang disyariatkan. Hendaknya dia mengambil ruqyahnya dari Al-Qur`an, As-Sunnah, dan doa-doa yang ma’ruf. Jika dia tidak mengetahui ruqyahnya disyariatkan atau tidak, semestinya bertanya kepada orang yang berilmu. Bila dia seorang yang bodoh, bukan ahlul ilmi, dan tidak mampu untuk menelaah ruqyah yang digunakan atau ditinggalkannya, berarti ini merupakan tanda bahwa dia tidak bisa. Dia tidak diperbolehkan bahkan tidak pantas diberi kesempatan untuk meruqyah.</p>
<p>c. Bertujuan untuk memberi kemanfaatan kepada orang lain.</p>
<p>Sudah seharusnya dia bertujuan dengan ruqyahnya itu untuk memberi kemanfaatan kepada saudaranya yang membutuhkan. Ini adalah sifat yang mulia dan dianjurkan. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Jabir radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يَنْفَعَ أَخَاهُ فَلْيَفْعَلْ</p>
<p>“Barangsiapa di antara kalian yang mampu memberi kemanfaatan bagi saudaranya maka hendaknya dia lakukan.”<br />
Memberi kemanfaatan kepada saudara kita yang membutuhkan atau sakit adalah perbuatan baik, yang sangat dituntut sesama hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hamba yang paling dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah seorang yang paling bermanfaat bagi hamba-hamba-Nya.</p>
<p>d. Membuat orang yang diruqyah hanya bergantung kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.</p>
<p>Bila meruqyah, seharusnya dia tidak membuat orang yang diruqyah bergantung kepada dirinya. Jika dia telah sering meruqyah orang lain sampai sembuh, maka tidak perlu dia menceritakannya kepada yang akan diruqyah, sehingga tidak menimbulkan keyakinan yang salah terhadap dirinya. Sepantasnya dia menanamkan kepada orang yang akan diruqyah bahwa yang mampu menyembuhkan adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala semata. Adapun ruqyah adalah sebab, demikian pula dirinya bukan pencipta akibat. Namun sangat disayangkan, kebanyakan peruqyah membuat orang yang diruqyah merasa yakin terhadap dirinya seolah-olah dialah yang menyembuhkan. Dalam hal ini korban yang paling banyak adalah para wanita dan orang-orang yang bodoh.</p>
<p>e. Khusyu’, tunduk, dan merendahkan diri hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.</p>
<p>Ini adalah kelanjutan dari pembahasan yang sebelumnya. Seharusnya dia tidak membesar-besarkan dirinya di hadapan orang yang akan diruqyah. Sebagaimana dia juga tidak merasa besar terhadap dirinya sendiri. Niatnya adalah memberi kemanfaatan kepada orang lain dengan seizin Allah Subhanahu wa Ta’ala, bukan untuk merasa besar dan membesar-besarkan diri. Sehingga dia tidak membuat manusia bergantung kepada dirinya, tetapi kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan menggunakan dzikir dan wirid-wirid yang disyariatkan di dalam As-Sunnah.</p>
<p>f. Menghindarkan diri dari celah-celah dosa dan fitnah.</p>
<p>Seharusnya dia tidak mengikuti langkah-langkah setan yang bisa menggelincirkannya ke dalam kubangan dosa dengan alasan ruqyah. Terlebih lagi bila yang diruqyah adalah wanita. Seringkali setan menggunakan kesempatan ini untuk menjatuhkan peruqyah ke dalam dosa. Misalnya, setan menggodanya untuk berkhalwat (berduaan) dengan wanita yang diruqyah padahal bukan mahramnya. Atau menggodanya untuk menyentuh bagian tubuh wanita itu dengan tangannya, dengan alasan agar ruqyahnya lebih manjur, dsb. Oleh karena itu, banyak dari kalangan peruqyah yang rusak agamanya setelah terlibat dalam dunia ruqyah. (Lihat transkrip ceramah Asy-Syaikh Shalih bin Abdul Aziz Alus-Syaikh hal. 7-8)<br />
Insya Allah nanti akan kita jelaskan praktek-praktek ruqyah yang menyimpang supaya kaum muslimin tidak mudah diperdaya oleh para peruqyah gadungan yang melanggar syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala.</p>
<p>—————————————-<br />
MEMPELAJARI DAN MENGGUNAKAN JIMAT – AZIMAT – AJI-AJI – PENGLARIS – PENGASIHAN SEMUANYA HARAM DAN SESAT BERTENTANGAN DENGAN AJARAN ISLAM<br />
—————————————–</p>
<p>Adapun orang yang diruqyah hendaknya memiliki kriteria sebagai berikut:</p>
<p>a. Memperbesar harapannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam meminta pertolongan dan perlindungan.</p>
<p>Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:</p>
<p>وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللهُ بِضُرٍّ فَلاَ كَاشِفَ لَهُ إِلاَّ هُوَ وَإِنْ يَرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلاَ رَادَّ لِفَضْلِهِ يُصِيْبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَهُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ</p>
<p>“Jika Allah menimpakan kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya.” (Yunus: 107)</p>
<p>وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللهُ بِضُرٍّ فَلاَ كَاشِفَ لَهُ إِلاَّ هُوَ وَإِنْ يَمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ وَهُوَ الْحَكِيْمُ الْخَبِيْرُ</p>
<p>“Jika Allah menimpakan suatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dan Dialah yang berkuasa atas sekalian hamba-hamba-Nya. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.” (Al-An’aam: 17-18)</p>
<p>وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِيْنِ</p>
<p>“Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku.” (Asy-Syu’ara`: 80)</p>
<p>b. Meninggalkan rasa was-was.</p>
<p>Seharusnya dia tidak mengikuti rasa was-was yang muncul pada dirinya, karena hal itu berasal dari setan. Bila dia larut dalam rasa was-was itu, justru secara tidak langsung dia telah membantu setan untuk lebih menguasai dirinya. Karena itulah kita melihat kebanyakan orang yang tertimpa oleh penyakit was-was gampang dimasuki oleh jin atau terkena penyakit lainnya.</p>
<p>Di samping itu, orang yang dihantui perasaan was-was akan membayangkan hal-hal yang bersifat halusinasi, sehingga dia akan semakin lemah dan bertambah penyakitnya baik secara kualitas maupun kuantitas. Maka wajib atas orang yang memiliki was-was untuk memperkuat tawakalnya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menjalani berbagai sebab yang disyariatkan guna menyembuhkan penyakitnya. Demikian pula, hendaknya dia melawan segala rasa was-was itu dan tidak mengikutinya dengan cara berlindung kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.</p>
<p>c. Mempelajari wirid, bacaan, dan doa-doa yang disyariatkan.</p>
<p>Seharusnya dia tidak selalu menggunakan orang lain dalam meruqyah dirinya. Hendaknya dia mulai menanamkan keyakinan bahwa dirinya mampu untuk meruqyah sendiri tanpa membutuhkan orang lain. Kemudian dia bersungguh-sungguh mempelajari wirid, bacaan, dan doa-doa yang disyariatkan untuk dipakai meruqyah dirinya sendiri.</p>
<p>Ruqyah-ruqyah yang dipelajarinya itu sangat bermanfaat guna mengobati atau membentengi dirinya dari berbagai gangguan setan dan penyakit. Untuk meruqyah dirinya, dia bisa membaca seperti surat Al-Fatihah, Al-Ikhlash, Al-Falaq, An-Naas, Ayat Kursi, dan yang lainnya. Dia bisa membaca ruqyah-ruqyah itu sebelum tidur, di pagi dan sore hari, setelah shalat wajib, atau waktu-waktu lain sesuai dengan yang dituntunkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Wirid-wirid yang dibacanya itu ibarat baju atau besi yang dipakai untuk membentengi dari beragama bahaya. Wirid-wirid itu adalah sebab yang bermanfaat untuk melindungi dirinya. Sedangkan pemberi manfaat dan penolak bahaya yang sebenarnya adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala. (Ibid, hal. <img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif" alt="8)" /></p>
<p>—————————————-<br />
MEMPELAJARI DAN MENGGUNAKAN JIMAT – AZIMAT – AJI-AJI – PENGLARIS – PENGASIHAN SEMUANYA HARAM DAN SESAT BERTENTANGAN DENGAN AJARAN ISLAM<br />
—————————————–</p>
<p>Bacaan dan Tata Cara Ruqyah</p>
<p>Tentunya bacaan dan wirid terbaik untuk meruqyah adalah kalam Pencipta, Pemilik dan Pengatur alam semesta ini. Menggunakan kalam-Nya dalam meruqyah mengandung keberkahan Ilahi yang tak terkira. Ketika seorang peruqyah mengharapkan kesembuhan hanya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka sangat tepat dan utama bila dia menggunakan Kalamullah. Ucapan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang berupa Al-Qur`an sendiri memang diturunkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai penyembuh dari segala jenis penyakit. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:</p>
<p>يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُوْرِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِيْنَ</p>
<p>“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepada kalian pelajaran dari Rabb kalian dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Yunus: 57)</p>
<p>وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَلاَ يَزِيْدُ الظَّالِمِيْنَ إِلاَّ خَسَارًا</p>
<p>“Dan Kami turunkan dari Al-Qur`an sesuatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Al-Isra`: 82)</p>
<p>قُلْ هُوَ لِلَّذِيْنَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ</p>
<p>“Katakanlah: ‘(Al-Qur`an) itu adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman’.” (Fushshilat: 44)<br />
Alam semesta ini adalah ciptaan, milik, dan aturan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tidak ada satu kekuatan pun yang mampu berhadapan dengan kemahakuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Para malaikat pingsan dan tersungkur sujud tatkala mendengar firman-firman Allah Subhanahu wa Ta’ala di atas langit sana. Sedangkan langit-langit bergemuruh dengan dahsyat karena takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagaimana hal ini telah dikabarkan oleh Rasul yang jujur lagi dibenarkan ucapannya, yaitu Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:</p>
<p>لَوْ أَنْزَلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللهِ وَتِلْكَ اْلأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ</p>
<p>“Kalau sekiranya Kami menurunkan Al-Qur`an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.” (Al-Hasyr: 21)</p>
<p>Ibnul Qayyim rahimahullahu berkata: “Termasuk perkara yang dimaklumi bahwa sebagian ucapan memiliki keistimewaan dan kemanfaatan yang telah teruji. Maka bagaimana kita menganggap ucapan Rabb semesta alam ini? Tentunya keutamaan ucapan-Nya atas segala ucapan yang lain seperti keutamaan Allah Subhanahu wa Ta’ala atas seluruh makhluk-Nya. Ucapan-Nya merupakan penyembuh yang sempurna, pelindung yang bermanfaat, cahaya yang memberi petunjuk, dan rahmat yang menyeluruh. Ucapan-Nya yang sekiranya diturunkan kepada sebuah gunung niscaya akan pecah karena keagungan dan kemuliaan-Nya.” (Lihat Zadul Ma’ad cet. Muassasah Ar-Risalah hal. 162-163)</p>
<p>Berobat dengan Al-Qur`an adalah penyembuhan yang mujarab. Terlebih lagi jika dibacakan oleh seorang yang memiliki kekuatan iman. Dengan demikian, pengaruh bacaan itu akan bertambah ampuh untuk pengobatan segala penyakit dengan seizin Allah Subhanahu wa Ta’ala. Penyembuhan dengan Al-Qur`an tak hanya bagi penyakit jiwa, bahkan juga sangat mumpuni bagi penyakit jasmani. Cukuplah sebagai bukti konkretnya peristiwa yang diriwayatkan oleh Abu Sa’id Al-Khudri radhiallahu ‘anhu (lihat rubrik Hadits). Hadits tersebut menunjukkan betapa besar pengaruh Al-Qur`an bagi penyembuhan penyakit jasmani. Bila seorang muslim melakukannya dengan keyakinan penuh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, niscaya akan terealisasi dengan seizin Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ibnul Qayyim rahimahullahu berkata: “Menurut sebagian kalangan, letak ruqyah dalam surat Al-Fatihah adalah pada firman-Nya:</p>
<p>إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ</p>
<p>“Hanya kepada-Mu kami menyembah dan memohon pertolongan.”</p>
<p>Dan tidak diragukan lagi bahwa dua kalimat ini termasuk bagian yang terkuat dari obat ini. Karena keduanya mengandung penyerahan, penyandaran, pemasrahan, permohonan tolong, permintaan, dan kebutuhan yang total kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Demikian pula, keduanya menggabungkan puncak segala tujuan, yaitu peribadahan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan sarana yang paling utama yaitu permintaan tolong untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang tidak terdapat pada selainnya.</p>
<p>Suatu ketika, aku pernah jatuh sakit di kota Makkah. Aku sama sekali tidak mendapatkan seorang dokter dan obat. Maka aku pun berobat dengan surat Al-Fatihah. Aku ambil minum dari air Zamzam dan kubacakan atasnya surat Al-Fatihah, lalu aku meminumnya. Aku pun sembuh secara total. Semenjak itu, aku selalu berpegang dengan cara pengobatan ini pada kebanyakan penyakit yang aku derita. Akhirnya aku benar-benar meraih manfaat dengan surat Al-Fatihah.” (Zadul Ma’ad, 4/164, cet. Muassasah Ar-Risalah)</p>
<p>Penyembuhan Al-Qur`an terhadap penyakit jiwa sangat manjur pula. Seperti untuk penyembuhan sempit dada, pengaruh sorotan mata yang jahat dan mampu merusak akal dan jiwa, kemasukan jin, kena sihir, dan lain-lain. Kesimpulannya, Al-Qur`an adalah obat bagi segala penyakit.</p>
<p>Selain Al-Fatihah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga meruqyah dengan Al-Mu’awwidzat sebagaimana yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah radhiallahu ‘anha. Beliau berkata:</p>
<p>أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَنْفِثُ عَلَى نَفْسِهِ – فِي الْمَرَضِ الَّذِي مَاتَ فِيْهِ – بِالْمُعَاوِذَاتِ. فَلَمَّا ثَفُلَ، كُنْتُ أَنْفِثُ عَلَيْهِ بِهِنَّ وَأَمْسَحُ بِيَدِ نَفْسِهِ لِبَرَكَتِهَا</p>
<p>“Dahulu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca Al-Mu’awwidzaat dan meniupkannya dengan sedikit meludah atas diri beliau di masa sakit beliau yang membawa kepada kematiannya. Tatkala beliau merasa semakin parah, aku yang membacakan Al-Mu’awwidzaat dan meniupkannya atas beliau. Aku usapkan bacaan itu dan tiupan (ludah)nya dengan tangan beliau sendiri. Hal ini karena keberkahan tangan beliau.” (HR. Al-Bukhari)</p>
<p>Al-Imam Al-Bukhari rahimahullahu menyebutkan hadits ini dalam kitab Shahih-nya dengan judul Bab Meruqyah dengan Al-Qur`an dan Al-Mu’awwidzat. Sedangkan Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullahu menjelaskan hal ini sebagai berikut: “Judul bab ini merupakan metode untuk mengikutkan hukum sesuatu yang khusus (Al-Mu’awwidzat) dengan sesuatu yang umum (Al-Qur`an). Karena yang dimaksud dengan Al-Mu’awwidzat adalah surat Al-Falaq, An-Naas, dan Al-Ikhlash sebagaimana telah lewat penjelasannya di bagian akhir Kitab At-Tafsir (dalam Shahih Al-Bukhari). Bisa jadi istilah Al-Mu’awwidzat di sini termasuk Bab At-Taghlib (penggunaan istilah untuk sesuatu yang biasa dipakai). Atau yang dimaksud (dengan Al-Mu’awwidzat) adalah surat Al-Falaq, An-Naas, dan seluruh ayat-ayat Al-Qur`an yang mengandung ta’awwudz (permintaan perlindungan) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.”</p>
<p>Kemudian Ibnu Hajar rahimahullahu menyebutkan sebuah ayat sebagai contoh ucapannya. Namun beliau mengatakan bahwa pendapat yang pertama lebih baik. Beliau menyebutkan pula sebuah hadits dengan sanadnya yang disebutkan di dalamnya: “Tak ada ruqyah kecuali dengan Al-Mu’awwidzat.” Lalu beliau berbicara tentang kelemahan hadits ini dari sisi periwayatannya. Menurut beliau, jika hadits ini shahih maka hukumnya telah dihapuskan karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengizinkan untuk meruqyah dengan Al-Fatihah.</p>
<p>Setelah beberapa penjelasan, beliau pun berkata: “…Hal ini tidak menunjukkan larangan ber-ta’awwudz (berlindung) dengan selain dua surat ini (Al-Falaq dan An-Naas). Hal itu hanyalah menunjukkan keutamaannya. Terlebih lagi, telah ada dalil yang membolehkan ber-ta’awwudz dengan selain keduanya. Hanya saja beliau mencukupkan diri dengan keduanya, karena keduanya mengandung al-isti’adzah (perlindungan) yang ringkas dan padat dari segala perkara yang tidak disukai, baik secara global maupun rinci….” (Fathul Bari, 10/236-237 cet. Darul Hadits)</p>
<p>Bolehnya meruqyah dengan Al-Qur`an tak terbatas pada surat Al-Fatihah, Al-Falaq, An-Naas, dan Al-Ikhlas. Karena Al-Qur`an secara keseluruhan merupakan obat bagi segala penyakit. Oleh karena itu, boleh meruqyah dengan ayat atau surat mana saja dari Al-Qur`an. Ibnu Baththal rahimahullahu berkata: “Bila diperbolehkan meruqyah dengan Al-Mu’awwidzatain (Al-Falaq dan An-Naas) yang keduanya merupakan dua surat dari Al-Qur`an, berarti meruqyah dengan yang selebihnya dari Al-Qur`an juga diperbolehkan. Karena seluruhnya adalah Al-Qur`an.” (Dinukil dari kitab Ahkam Ar-Ruqa wa At-Tama`im hal. 38)</p>
<p>Demikian pula boleh meruqyah dengan nama dan sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena Al-Qur`an juga mengandung keduanya. Abu Sa’id Al-Khudri radhiallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Jibril ‘alaihissalam pernah mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jibril bertanya: “Wahai Muhammad, apakah engkau mengeluhkan rasa sakit?” Nabi menjawab: “Iya.” Maka Jibril membacakan:</p>
<p>بِسْمِ اللهِ أَرْقِيْكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيْكَ، مِنْ شَرٍّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنٍ حَاسِدٍ، اللهُ يَشْفِيْكَ، بِسْمِ اللهِ أَرْقِيْكَ</p>
<p>“Dengan nama Allah, aku meruqyahmu dari segala sesuatu yang mengganggumu dan keburukan setiap jiwa atau sorotan mata yang dengki. Semoga Allah menyembuhkanmu, dengan nama Allah aku meruqyahmu.” (HR. Muslim)</p>
<p>Adapun doa-doa yang dibaca oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk meruqyah juga merupakan pengobatan yang mujarab. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki kata-kata yang ringkas dan padat (jawami’ul kalim) sehingga doa-doa yang beliau baca benar-benar barakah. Inilah keistimewaan yang telah diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bila kita memakai doa-doa beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk meruqyah dengan keyakinan yang mantap, niscaya manfaatnya akan tampak nyata dengan seizin Allah Subhanahu wa Ta’ala.</p>
<p>Dalam tulisan ini kami akan menyebutkan sebagian doa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam itu. Namun bukan berarti tidak ada yang lain lagi. Selama suatu doa dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang shahih untuk meruqyah dirinya atau orang lain maka kita diperbolehkan bahkan dianjurkan untuk menggunakannya. Sebaik-baik teladan adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Wallahu a’lam.</p>
<p>—————————————-<br />
MEMPELAJARI DAN MENGGUNAKAN JIMAT – AZIMAT – AJI-AJI – PENGLARIS – PENGASIHAN SEMUANYA HARAM DAN SESAT BERTENTANGAN DENGAN AJARAN ISLAM<br />
—————————————–</p>
<p>Mengenai doa-doa yang kami maksud adalah sebagai berikut:</p>
<p>1. Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu bahwa beliau berkata kepada Tsabit Al-Bunani: “Maukah engkau aku ruqyah dengan ruqyah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam?” Tsabit menjawab: “Ya”. Maka Anas membaca:</p>
<p>اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبِأْسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَافِي لاَ شَافِيَ إِلاَّ أَنْتَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَفَمًا</p>
<p>“Ya Allah, Rabb sekalian manusia, yang menghilangkan segala petaka, sembuhkanlah, Engkaulah Yang Maha Penyembuh, tak ada yang bisa menyembuhkan kecuali Engkau, sebuah kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.” (HR. Al-Bukhari)</p>
<p>Dalam riwayat lain dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, beliau berkata: “Dahulu bila salah seorang dari kami mengeluhkan rasa sakit maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusapnya dengan tangan kanan beliau dan membaca:</p>
<p>اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبِأْسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَفَمًا</p>
<p>“Ya Allah, Rabb sekalian manusia, hilangkanlah petakanya dan sembuhkanlah dia, Engkaulah Yang Maha Penyembuh, tak ada penyembuh kecuali penyembuhan-Mu, sebuah penyembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)</p>
<p>2. Dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, bahwa beliau berkata: “Dahulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam meruqyah dengan membaca:</p>
<p>امْسِحِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ بِيَدِكَ الشِّفَاءِ لاَ كَاشِفَ لَهُ إِلاَّ أَنْتَ</p>
<p>“Hapuslah petakanya, wahai Rabb sekalian manusia. Di tangan-Mu seluruh penyembuhan, tak ada yang menyingkap untuknya kecuali Engkau.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)</p>
<p>3. Dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, bahwa beliau berkata: “Dahulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bila meruqyah beliau membaca:</p>
<p>بِسْمِ اللهِ تُرْبَةُ أَرْضِنَا بِرِيْقَةِ بَعْضِنَا لِيُشْفَى بِهِ سَقِيْمُنَا، بِإِذْنِ رَبِّنَا</p>
<p>“Dengan nama Allah. Tanah bumi kami dan air ludah sebagian kami, semoga disembuhkan dengannya orang yang sakit di antara kami, dengan seizin Rabb kami.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)</p>
<p>4. Dari Abu Al-‘Ash Ats-Tsaqafi radhiallahu ‘anhu, bahwa beliau mengeluhkan sakit yang dirasakannya di tubuhnya semenjak masuk Islam kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya:</p>
<p>ضَعْ يَدَكَ عَلَى الَّذِي تَأَلَّمَ فِيْ جَسَدِكَ وَقُلْ: بِسْمِ اللهِ ثَلاَثًا، وَقُلْ سَبْعَ مَرَّاتٍ: أَعُوْذُ بِاللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ</p>
<p>“Letakkanlah tanganmu pada tempat yang sakit dari tubuhmu dan ucapkanlah, ‘Bismillah (Dengan nama Allah)’ sebanyak tiga kali. Lalu ucapkanlah:</p>
<p>أَعُوْذُ بِاللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ</p>
<p>‘Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaan-Nya dari keburukan sesuatu yang kurasakan dan kuhindarkan,’ sebanyak tujuh kali.” (HR. Muslim)</p>
<p>5. Dari ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda:</p>
<p>مَنْ عَادَ مَرِيْضًا لَمْ يَحْضُرْ أَجَلُهُ فَقَالَ عِنْدَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ: أَسْأَلُكَ اللهَ الْعَظِيْمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيْكَ، إِلاَّ عَافَاهُ اللهُ فِيْ ذَلِكَ</p>
<p>“Barangsiapa mengunjungi orang sakit selama belum datang ajalnya, lalu dia bacakan di sisinya sebanyak tujuh kali:</p>
<p>أَسْأَلُكَ اللهَ الْعَظِيْمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيْكَ</p>
<p>‘Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Pemilik ‘Arsy yang besar, semoga menyembuhkanmu,’ niscaya Allah akan menyembuhkannya dari penyakit itu.” (HR. Abu Dawud, At-Turmudzi, dan dihasankan oleh Al-Hafizh dalam Takhrij Al-Adzkar)</p>
<p>6. Dari Sa’d bin Abi Waqqash radhiallahu ‘anhu, beliau berkata: “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengunjungiku (ketika aku sakit) dan beliau membaca:</p>
<p>اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا</p>
<p>“Ya Allah, sembuhkanlah Sa’d Ya Allah, sembuhkanlah Sa’d. Ya Allah, sembuhkanlah Sa’d.” (HR. Muslim)</p>
<p>—————————————-<br />
MEMPELAJARI DAN MENGGUNAKAN JIMAT – AZIMAT – AJI-AJI – PENGLARIS – PENGASIHAN SEMUANYA HARAM DAN SESAT BERTENTANGAN DENGAN AJARAN ISLAM<br />
—————————————–</p>
<p>Cara-Cara Meruqyah</p>
<p>Perkara lain yang demikian serius untuk diperhatikan oleh seorang peruqyah adalah tidak melakukan tatacara ruqyah yang tidak diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena ruqyah adalah amal yang disyariatkan, maka hendaknya sesuai dengan ajaran yang mengemban syariat. Berikut ini beberapa tatacara ruqyah yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:</p>
<p>1. Meniup dengan air ludah yang sangat sedikit, bukan meludah.</p>
<p>Inilah yang disebut dengan an-nafats. Sedangkan di atasnya adalah at-tafal, dan di atasnya adalah al-buzaq, yang disebut dalam bahasa kita dengan meludah. Yang disyariatkan ketika meruqyah adalah melakukan an-nafats dan at-tafal. Tatacara ini telah dijelaskan dalam hadits ‘Aisyah radhiallahu ‘anha yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim. Hadits ini menunjukkan bolehnya melakukan an-nafats dan at-tafal dalam meruqyah. Ini adalah pendapat sekumpulan shahabat dan jumhur para ulama.</p>
<p>Adapun waktu pelaksanaannya, boleh dilakukan sebelum membaca ruqyah, sesudahnya, atau bersamaan. Hal ini ditunjukkan oleh hadits ‘Aisyah radhiallahu ‘anha yang sebagiannya diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim, sedangkan yang lain hanya diriwayatkan oleh Al-Bukhari saja dan hadits Abu Sa’id radhiallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim.</p>
<p>2. Meruqyah tanpa an-nafats dan at-tafal.</p>
<p>Hal ini ditunjukkan oleh hadits Anas bin Malik yang dikeluarkan oleh Al-Bukhari sebagaimana telah disebutkan di atas. Demikian pula ruqyah yang dilakukan oleh malaikat Jibril kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Abu Sa’id Al-Khudri radhiallahu ‘anhu dan diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim.</p>
<p>3. Meniup dengan air ludah yang sangat sedikit (an-nafats) pada jari telunjuk, lalu meletakkannya di tanah kemudian mengusapkannya pada tempat yang sakit ketika melakukan ruqyah.</p>
<p>Hal ini ditunjukkan oleh hadits ‘Aisyah radhiallahu ‘anha yang diriwayatkan Al-Imam Muslim.</p>
<p>4. Mengusap dengan tangan kanan pada tubuh setelah membaca ruqyah atau pada tempat yang sakit sebelum membaca ruqyah.</p>
<p>Hal ini ditunjukkan oleh hadits ‘Aisyah yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim, dan hadits ‘Utsman bin Abil ‘Ash yang diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim.</p>
<p>5. Menyediakan air dalam sebuah bejana lalu membacakan ruqyah yang disyariatkan padanya, dan meniupkan padanya sedikit air ludah. Kemudian dimandikan atau diminumkan kepada orang yang sakit, atau diusapkan ke tempat yang sakit.</p>
<p>Ini berdasarkan hadits ‘Ali radhiallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah (no. 548) dan hadits Tsabit bin Qais bin Syammas radhiallahu ‘anhu yang dikeluarkan oleh Abu Dawud, An-Nasa`i serta yang lainnya, dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah (no. 1526). Hal ini juga dikuatkan oleh beberapa atsar sebagaimana dalam Mushannaf Ibnu Abi Syaibah dan Mushannaf Abdur Razaq.</p>
<p>Demikian pula sebelum ini kami telah membawakan pengakuan Ibnul Qayyim bahwa ketika beliau sakit di Makkah pernah berobat dengan meminum air Zamzam yang dibacakan atasnya Al-Fatihah berulang kali. Selanjutnya beliau berkata: “Darinya aku memperoleh manfaat dan kekuatan yang belum pernah aku ketahui semisalnya pada berbagai obat. Bahkan bisa jadi perkaranya lebih besar daripada itu, akan tetapi sesuai dengan kekuatan iman dan kebenaran keyakinan. Wallahul Musta’an.” (Madarijus Saalikin, 1/69)</p>
<p>Cara yang disebutkan oleh Ibnul Qayyim ini juga merupakan pendapat Asy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Bazz rahimahumallah. (Lihat Ahkaam Ar-Ruqa wa At-Tama`im hal. 65)</p>
<p>6. Menuliskan ayat-ayat Al-Qur`an pada selembar daun, atau yang sejenisnya, atau pada sebuah bejana lalu dihapus dengan air, kemudian air itu diminum atau dimandikan kepada orang yang sakit.</p>
<p>Cara ini diperselisihkan hukumnya di kalangan para ulama. Di antara yang membolehkannya adalah Ibnu ‘Abbas, Mujahid, Abu Qilabah, Ahmad bin Hanbal, Al-Qadhi ‘Iyadh, Ibnu Taimiyyah, dan Ibnul Qayyim. Sedangkan yang memakruhkannya adalah Ibrahim An-Nakha’i, Ibnu Sirin, dan Ibnul ‘Arabi rahimahumullah. Al-Lajnah Ad-Da`imah sebagai tim fatwa negara Saudi Arabia pernah ditanya tentang hal ini. Mereka menjawab bahwa hal ini tidak datang dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Al-Khulafa` Ar-Rasyidun, dan para shahabat yang lainnya. Adapun yang diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas tidaklah shahih. Selanjutnya mereka menyebutkan nama-nama ulama yang membolehkan sebagaimana yang tadi telah kami singgung. Kemudian mereka berkata: “Bagaimana pun juga bahwa amalan yang seperti ini tidaklah dianggap syirik.” (Lihat Majmu’ Fatawa Al-Lajnah Ad-Da`imah soal no. 184)</p>
<p>Demikianlah beberapa penjelasan tentang ruqyah syar’i yang bisa kami cantumkan dalam tulisan ini. Sebenarnya masih banyak pembahasan tentang ruqyah syar’i yang tidak bisa kami sertakan di sini karena keterbatasan tempat. Semoga yang kami tuliskan diberkahi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bermanfaat bagi seluruh pembaca yang budiman. Akhirnya, kesempurnaan itu hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala.</p>
<p>Washallallahu ‘ala nabiyyina Muhammadin, walhamdulillahi Rabbil ‘alamin.</p>
<p>Silahkan mengcopy dan memperbanyak artikel ini<br />
dengan mencantumkan sumbernya yaitu : <a rel="nofollow" href="http://www.asysyariah.com/">http://www.asysyariah.com</a></p>
<p>—————————————-<br />
MEMPELAJARI DAN MENGGUNAKAN JIMAT – AZIMAT – AJI-AJI – PENGLARIS – PENGASIHAN SEMUANYA HARAM DAN SESAT BERTENTANGAN DENGAN AJARAN ISLAM</p>
<div><a rel="nofollow" href="http://ainuamri.wordpress.com/0-konsultasi-sihir-gangguan-jin/tanya-jawab-masalah-agama/?replytocom=22272#respond">Balas</a></div>
</div>
</li>
<li id="comment-22429">
<div id="div-comment-22429">
<div>
<div><img src="http://0.gravatar.com/avatar/0952cdc92324de62dccdb7ca9344ac93?s=32&#38;d=identicon&#38;r=G" alt="" width="32" height="32" /></div>
<p><strong><a rel="external nofollow" href="http://ainuamri.wordpress.com/2007/09/25/hello-world/">silahkan add facebook &#38; friendster saya: ainuamri2@yahoo.com (Amri)</a></strong>, di/pada <a href="http://ainuamri.wordpress.com/0-konsultasi-sihir-gangguan-jin/tanya-jawab-masalah-agama/#comment-22429">Oktober 7th, 2009 pada 3:59 am</a> Dikatakan:</p>
</div>
<p>“Pengobatan dgn ruqyah Al-Qur`an mrupakan Sunnah Nabi &#38;para sahabatnya. Mreka dahulu mngobati org yg kesurupan jin, terkena sihir &#38;sluruh penyakit dgn ruqyah. Mreka meyakini bhwa ruqyah trmasuk sarana yang halal&#38;bermanfaat, smentara yg mnyembuhkan hanyalah Allah saja.” (Al-Muntaqa min Fatawa Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan, juz 1, jawaban soal no. 77)</p>
<div><a rel="nofollow" href="http://ainuamri.wordpress.com/0-konsultasi-sihir-gangguan-jin/tanya-jawab-masalah-agama/?replytocom=22429#respond">Balas</a></div>
</div>
</li>
<li id="comment-22430">
<div id="div-comment-22430">
<div>
<div><img src="http://0.gravatar.com/avatar/0952cdc92324de62dccdb7ca9344ac93?s=32&#38;d=identicon&#38;r=G" alt="" width="32" height="32" /></div>
<p><strong><a rel="external nofollow" href="http://ainuamri.wordpress.com/2007/09/25/hello-world/">silahkan add facebook &#38; friendster saya: ainuamri2@yahoo.com (Amri)</a></strong>, di/pada <a href="http://ainuamri.wordpress.com/0-konsultasi-sihir-gangguan-jin/tanya-jawab-masalah-agama/#comment-22430">Oktober 7th, 2009 pada 4:00 am</a> Dikatakan:</p>
</div>
<p>Wanita dilarang memakai parfum saat bertemu para pria yg bukan keluarga dekatnya(muhrim/mahromnya). “Siapa pun wanita yang mengenakan wewangian, lalu melewati segolongan orang agar mereka mencium baunya, maka ia adalah wanita pezina” (H.R Abu Daud, Nasa’i dan Tirmidzi, dan hadits ini Hasan)</p>
<p>Dimanakah ALLAH? di dlm hati? di setiap tempat? dimana-mana? di langit? di bumi? tidak bertempat? ataukah tidak menempati ruang dan waktu? JAWABAN YANG BENAR ADALAH ALLAH BERADA DI ATAS LANGIT (berdasar Al Quran dan hadits-hadits shahih)</p>
<p>Pria tidak boleh berjabat tangan dengan wanita yang bukan muhrimnya/mahromnya. Nabi Muhammad SAW berkata: “Sesungguhnya saya tidak berjabat tangan dengan wanita.” [HR Malik 2/982, Nasa'i 7/149, Tirmidzi 1597, Ibnu Majah 2874, ahmad 6/357, dll]</p>
<p>Jabat tangan dgn wanita di zaman ini sudah menjadi sesuatu yang lumrah, pdhl Nabi sangat mengancam keras pelakunya. Nabi berkata: “Seandainya kepala seseorang di tusuk dengan jarum dari besi itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (Hadits hasan riwayat Thobroni dalam Al-Mu’jam Kabir 20/174/386 dan Rauyani dalam Musnad: 1283 lihat Ash Shohihah 1/447/226)</p>
<p>Syiah adalah aliran sesat dan menyimpang dari ajaran islam. Mayoritas rakyat Iran, termasuk Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad adalah orang sesat. Situs2 yg menjelaskan tentang kesesatan syiah: <a rel="nofollow" href="http://www.hakekat.com/">http://www.hakekat.com</a> , <a rel="nofollow" href="http://www.haulasyiah.wordpress.com/">http://www.haulasyiah.wordpress.com</a> , <a rel="nofollow" href="http://www.gensyiah.com/">http://www.gensyiah.com</a> , <a rel="nofollow" href="http://www.syiahindonesia.com/">http://www.syiahindonesia.com</a></p>
<p>Sesungguhnya salafi dan wahabi bukanlah aliran sesat, juga bukan teroris. Bahkan salafi adalah golongan yang paling konsisten dengan ajaran islam dibanding kelompok2 lain. Situs2 yg beraliran salafi: <a rel="nofollow" href="http://www.muslim.or.id/">http://www.muslim.or.id</a> , <a rel="nofollow" href="http://www.almanhaj.or.id/">http://www.almanhaj.or.id</a> , <a rel="nofollow" href="http://www.alsofwah.or.id/">http://www.alsofwah.or.id</a> , <a rel="nofollow" href="http://www.muslimah.or.id/">http://www.muslimah.or.id</a> , <a rel="nofollow" href="http://www.jilbab.or.id/">http://www.jilbab.or.id</a> , <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/">http://www.salafy.or.id</a> , dll</p>
<p>janganlah salah seorang di antara kamu mengharapkan kematian karena (tidak tahan dengan) musibah yang menimpanya, dan apabila dia memang harus mengharapkan, sebaiknya dia berkata: Ya Allah! Hidupkanlah aku selama kehidupan itu yang terbaik bagiku, dan matikanlah aku jika kematian itu yang terbaik bagiku. (Shahih Muslim No.4840)</p>
<p>Janganlah kamu saling membenci, saling mendengki dan saling bermusuhan, tetapi jadilah kamu hamba-hamba Allah yang bersaudara. Tidak halal seorang muslim mendiamkan (tidak menyapa) saudaranya lebih dari tiga hari. (Shahih Muslim No.4641)</p>
<p>Hindarilah oleh kamu sekalian berburuk sangka karena buruk sangka adalah ucapan yang paling dusta. Janganlah kamu sekalian saling memata-matai yang lain, janganlah saling mencari-cari aib yang lain, janganlah kamu saling bersaing (kemegahan dunia), janganlah kamu saling mendengki dan janganlah kamu saling membenci dan janganlah kamu saling bermusuhan tetapi jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara. (Shahih Muslim No.4646)</p>
<p>Tidak ada seorang muslim pun yang tertimpa suatu penyakit dan lainnya kecuali Allah akan menghapus dengan penyakit tersebut kesalahan-kesalahannya seperti sebatang pohon yang merontokkan daunnya. (Shahih Muslim No.4663)</p>
<p>Tidak ada seorang muslim pun yang tertusuk duri atau tertimpa bencana yang lebih besar dari itu kecuali akan tercatat baginya dengan bencana itu satu peningkatan derajat serta akan dihapuskan dari dirinya satu dosa kesalahan. (Shahih Muslim No.4664)</p>
<p>Tidak ada satu kepedihan pun atau keletihan atau penyakit atau kesedihan yang menimpa seorang muslim kecuali akan dihapuskan dengan penderitaannya itu sebagian dari dosa kesalahannya. (Shahih Muslim No.4670)</p>
<p>Janganlah kamu sekalian terlalu bersedih dan tetaplah berbuat kebaikan karena dalam setiap musibah yang menimpa seorang muslim terdapat penghapusan dosa bahkan dalam bencana kecil yang menimpanya atau karena sebuah duri yang menusuknya. (Shahih Muslim No.4671)</p>
<p>Seorang muslim itu adalah saudara bagi muslim yang lainnya, dia tidak boleh menzaliminya dan menghinakannya. Barang siapa yang membantu keperluan saudaranya (sesama muslim), maka Allah akan memenuhi keperluannya. Barang siapa yang melapangkan satu kesusahan seorang muslim, maka Allah akan melapangkan untuknya satu kesusahan di antara kesusahan-kesusahan hari kiamat nanti. Dan barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat. (Shahih Muslim No.4677)</p>
<p>hendaklah seseorang itu menolong saudaranya yang lain baik yang zalim maupun yang dizalimi. Kalau terhadap yang zalim hendaklah dicegah perbuatan zalimnya karena begitulah cara memberikan pertolongan kepadanya, dan terhadap yang dizalimi maka hendaklah ia membelanya. (Shahih Muslim No.4681)</p>
<p>Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling kasih, saling menyayangi dan saling cinta adalah seperti sebuah tubuh, jika salah satu anggotanya merasa sakit, maka anggota-anggota tubuh yang lain ikut merasakan sulit tidur dan demam. (Shahih Muslim No.4685)</p>
<p>Sesungguhnya Allah itu Maha Lembut yang menyukai kelembutan. Allah akan memberikan kepada orang yang bersikap lembut sesuatu yang tidak diberikan kepada orang yang bersikap keras dan kepada yang lainnya. (Shahih Muslim No.4697)</p>
<p>Ya Allah! Sesungguhnya aku hanyalah manusia biasa, maka siapa saja dari kaum muslimin yang aku caci atau aku laknat atau aku pukul, maka jadikanlah itu sebagai zakat dan rahmat baginya. (Shahih Muslim No.4706)</p>
<p>Bukanlah termasuk pendusta orang yang berdusta untuk mendamaikan antara manusia. Dia berkata yang baik dan menyampaikan yang baik pula. (Shahih Muslim No.4717)</p>
<p>Rasulullah SAW melarang mengapur kuburan, duduk-duduk di atas kuburan dan membina kuburan (membangun dengan bata atau dengan ubin, dll) tapi (hendaknya kuburan itu) berupa unggukan tanah saja setinggi satu jengkal. (HR. Muslim)</p>
<p>Barangsiapa mencari mati syahid dengan sungguh-sungguh maka akan Aku berikan kepadanya (pahala mati syahid) meskipun dia mati di atas tempat tidurnya. (HR. Muslim)</p>
<p>“Perbanyaklah mengingat kematian maka kamu akan terhibur dari (kelelahan) dunia, dan hendaklah kamu bersyukur. Sesungguhnya bersyukur akan menambah kenikmatan Allah, dan perbanyaklah doa. Sesungguhnya kamu tidak mengetahui kapan doamu akan terkabul.” (HR. Ath-Thabrani)</p>
<p>dunia di awali dengan kesulitan dan di akhiri dengan kebinasaan, yang Halal akan di hisab dan yang Haram akan berujung siksa, yang kaya iman nya akan menghadapi ujian dan fitnah, dan yang miskin iman akan dalam kesusahan …….</p>
<p>Anonymous</p>
<p>Apa kabar cinta?….Masihkah tetap untuk-NYA? Apa kabar rindu?…..Masihkah tetap untuk surgaNYA? Apa kabar hati?…Masihkah sesejuk dan sebening embun pagi….?</p>
<p>unknown</p>
<p>aku ingin mencintaimu dengan sederhana: dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu, dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada (SAPARDI DJOKO DAMONO)</p>
<p>“Lihatlah orang yang hidupnya lebih susah darimu dan jangan melihat orang yang hidupnya lebih enak darimu, karena hal itu lebih patut agar engkau sekalian tidak menganggap rendah nikmat Allah yang telah diberikan kepadamu.” (Muttafaq Alaihi)</p>
<p>Barangsiapa mendatangi dukun peramal dan bertanya kepadanya tentang sesuatu (lalu mempercayainya) maka shalatnya selama empat puluh malam tidak akan diterima. (HR. Muslim)</p>
<p>“Pengobatan dgn ruqyah Al-Qur`an mrupakan Sunnah Nabi &#38;para sahabatnya. Mreka dahulu mngobati org yg kesurupan jin, terkena sihir &#38;sluruh penyakit dgn ruqyah. Mreka meyakini bhwa ruqyah trmasuk sarana yang halal&#38;bermanfaat, smentara yg mnyembuhkan hanyalah Allah saja.” (Al-Muntaqa min Fatawa Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan, juz 1, jawaban soal no. 77)</p>
<p>“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang mengambil gambar (makhluk hidup) dan memasukkannya ke dalam rumah dan melarang untuk membuat yang seperti itu.” (HR. At-Tirmidzi no. 1749, kitab Al-Libas ‘An Rasulillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bab Ma Ja`a fish Shurah. Dihasankan Asy-Syaikh Muqbil dalam Hukmu Tashwir, hal. 17)</p>
<p>“Semua tukang gambar (makhluk bernyawa) itu di neraka. Allah memberi jiwa/ruh kepada setiap gambar (makhluk hidup) yang pernah ia gambar (ketika di dunia), maka gambar-gambar tersebut akan menyiksanya di neraka Jahannam.”<br />
Jika kamu memang terpaksa bekerja sebagai tukang gambar, maka buatlah gambar pohon dan benda-benda yang tidak memiliki jiwa/ruh.” (HR. Muslim no. 5506, kitab Al-Libas waz Zinah, bab Tahrimu Tashwiri Shuratil Hayawan …)</p>
<p>“Malaikat tidak akan masuk ke rumah yang di dalamnya ada anjing dan gambar-gambar (binatang/manusia).” (Hadits riwayat Bukhari)</p>
<p>Telah shahih riwayat dari Amirul Mukminin Umar bin Abdul ‘Aziz rahimahullahu bahwa beliau menulis surat kepada para gubernurnya ketika terjadi gempa di zamannya. Beliau menyuruh mereka untuk memerintahkan kaum muslimin supaya bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, merendahkan diri di hadapan-Nya, dan beristighfar dari dosa-dosa. (lihat Majmu’ Fatawa Asy-Syaikh Ibnu Baz, 2/126-129)</p>
<p>“Pudarnya Islam adalah karena ulah empat tipe manusia. Pertama: orang yang tidak mengamalkan ilmu mereka. Kedua: orang yang beramal tanpa landasan ilmu. Ketiga: orang yang tidak beramal dan tidak berilmu. Dan keempat: orang yang menghalangi manusia mencari ilmu.” (Muhammad bin al-Fadhl)</p>
<p>sesungguhnya acara2 buatan org kafir sperti pertandingan2 olah raga, kontes2 musik/kecantikan, dan berbagai hura2 tlah menyibukkan hati&#38;otak umat islam shg tidak sempat lg memikirkan nasib saudara2nya yg ditindas&#38;dibantai musuh di berbagai belahan bumi sperti Checnya, Kasymir, Pattani, Mindanao, Ethiopia, Palestina, Afganistan, Turkistan, dll</p>
<p>menegakkan hukum islam adalah wajib bagi pemerintah negeri ini, maka stiap partai atau anggota DPR yg menghalangi penegakan syariat islam di Indonesia brarti dia tlah berdiri di barisan balatentara iblis&#38;setan yg brusaha mjauhkan umat islam dr agamanya. “Barang siapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir” (Al Maidah ayat 44)</p>
<p>“Sembunyikanlah kebaikan-kebaikanmu sebagiamana engkau menyembunyikan keburukan-keburukanmu, dan janganlah engkau kagum dengan amalan-amalanmu, sesungguhnya engkau tidak tahu apakah engkau termasuk orang yang celaka (masuk neraka) atau orang yang bahagia (masuk surga)”. (Abu Hazim Salamah bin Dinar)</p>
<p>hadits2 yg populer tapi ternyata dhaif(lemah) atau maudhu(palsu): Tuntutlah ilmu walaupun ke negeri cina, Cinta tanah air adalah sebagian dari iman, Perbedaan di kalangan umat islam adalah rahmat, Barangsiapa yang mengenal dirinya maka dia telah mengenal Rabb-nya, Hadits larangan tidur setelah sholat asar,</p>
<p>jangan kamu membiarkan patung kecuali kamu hancurkan dan jangan kamu membiarkan kuburan yang menonjol lebih tinggi kecuali kamu ratakan’ (hadits riwayat Muslim)</p>
<p>Merayakan maulud nabi adalah perbuatan bid’ah(sesat), karena perayaan tersebut tidak ada dasarnya dalam Kitab dan Sunnah, juga dalam perbuatan Salaf Shalih dan pada generasi-generasi pilihan terdahulu. Perayaan maulid Nabi baru terjadi setelah abad ke empat Hijriyah. (fatwa Syaikh Dr Salih bin Fauzan)</p>
<p>aqidah asyairiyah (yg dianut organisasi NU) mengandung berbagai penyimpangan dari ajaran islam. Aqidah asyairiyah dianggap sesat oleh para ulama arab saudi dan seluruh ulama yg beraliran salafi/wahabi di dunia ini.</p>
<p>sebagian dari ajaran sufi&#38;tasawuf adalah sesat, kesesatannya berbeda2 tergantung sufi/tasawuf yg model apa, ada yg kesesatannya ringan dan ada yg sangat berat, silahkan baca kitab TALBIS IBLIS karya Ibnul jauzi yg mengritik sufi, juga buku DARAH HITAM TASAWUF karya ihsan ilahi zhahir, juga buku2 karya HARTONO AHMAD JAIZ yg mengritik sufi</p>
<p>bagi anda semua yang ingin bertanya masalah2 agama,cinta,cara mengatasi gangguan sihir/jin secara islami,semua problem kehidupan, silahkan add facebook teman saya ini dan silahkan mengajukan pertanyaan2 anda kepadanya: ini alamat facebook/emailnya: <a href="mailto:abuhaidar.riyanto@gmail.com">abuhaidar.riyanto@gmail.com</a> (namanya bapak Abu Abdullah, umur 26 tahun)</p>
</div>
</li>
</ol>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
