<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>sinetron-aneh &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/sinetron-aneh/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "sinetron-aneh"</description>
	<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 15:52:05 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[hehehe keanehan part 2]]></title>
<link>http://mmmrazorz.wordpress.com/2008/02/21/hehehe-keanehan-part-2/</link>
<pubDate>Thu, 21 Feb 2008 04:08:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>mmmrazorz</dc:creator>
<guid>http://mmmrazorz.wordpress.com/2008/02/21/hehehe-keanehan-part-2/</guid>
<description><![CDATA[saya akui saya termasuk penonton setia sinetron bersambung yang tayang setiap hari di sebuah stasiun]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>saya akui saya termasuk penonton setia sinetron bersambung yang tayang setiap hari di sebuah stasiun TVswasta. Bukan karena cowoknya cakep, atau ada akting yang hebat, tapi lebih karena kekonyolan-kekonyolan yang ada (entah disengaja atau tidak) pada sinetron tsb.</p>
<p>contohnya saja kemarin, ada adegan si ibu jahat(wanda?randa?something like that lah) mau meracuni si kakek.  maka dia memesan obat tiruan dari seorang bapak.</p>
<p>Si bapak penjual siapa-peduli-namanya : jadi, obat si kakek X tinggal diganti sama obat oplosan ini (menyerahkan sebuah <strong>botol</strong> obat kepada ibu jahat wanda-randa)</p>
<p>Ibu jahat wanda-randa : saya tinggal ganti obat si kakek tua dengan obat ini (saya lupa dialog persisnya, tapi kira-kira sepert itu). Kemudian si ibu wanda-randa menerima <strong>botol</strong> obat palsu tersebut.</p>
<p>setelah sampai di rumah, ibu jahat dan anaknya yang juga jahat segera mensabotase obat si kakek.  Mereka memasukkan <strong>serbuk</strong> racun ke dalam botol obat kakek dan mengocoknya&#8230;. </p>
<p>tahu apa yang saya maksud?</p>
<p>Ya, secara ajaib racun berupa cairan dalam botol berubah menjadi serbuk puyer.</p>
<p>Setelah itu, racun diminum, tapi ketika yang menyuapkan obat tersebut adalah si pemeran utama baikhati, racun tersebut nampaknya tak berefek pada kakek. Kakek tetap sehat.</p>
<p>Begitu obat beracun disuapkan oleh ibu jahat wanda-randa, si kakek langsung jatuh dengan mulut berbusa. Mungkin ini tergantung amalan.</p>
<p>Si kakek malang dibawa ke rumah sakit. Anehnya, walaupun kondisinya nampak kritis karena keracunan (lengkap dengan gejala standar orang keracunan), dokter tetap tenang. Ketika dokter mau memeriksa darahuntuk mengetahui penyebab kondisi pasien, si ibu jahat wanda-randa menghalanginya.</p>
<p>ibu jahat wanda-randa : dok, mungkin aja ini cuma karena badan kakek belum bisa menerima obat tersebut</p>
<p>kakek pun sadar.</p>
<p>pemeran utama baikhati :kakek udah sadar!!</p>
<p>si ibu jahat wanda-randa : tuh kan tante bilang apa, kakek tuh cuman belum biasadengan obatnya</p>
<p>dokter : ibu benar, kakek cuman belum biasa dengan obatnya. (dengan tenang)</p>
<p>duh.</p>
<p>Rumah sakit manapun tidak akan menerima dokter tersebut untuk praktek disana, karena :</p>
<p>1. tidak menyadari gejala tersebut adalah gejala keracunan.</p>
<p>2. tidak tahu apa saja kemungkinan efek samping obat yang dia kasih sendiri ke pasiennya.</p>
<p>3. dia ngarang sendiri efek sampingnya.</p>
<p>setelah puas dengan sinetron tersebut, rupanya TVswasta tersebut terus memanjakan penontonnya dengan sinetron lain yang tak kalah logisnya. Di sinetron berikutnya ini, si pemeran utama yang juga baik hati, kerja di sebuah rumah makan milik seorang bapak. Nah si bapak ini kemudian mengingat masa lalunya, yang menyebabkan dia kehilangan putrinya. Adegannya seperti ini</p>
<p><em>Flashback</em></p>
<p><em>di sebuah jalan  pada malam hari</em></p>
<p>bapak : (sambil menggendong bayinya) eh, itu ada tukang boneka, kayanya papa harus beliin buat kamu.</p>
<p>si bapak kemudian meninggalkan bayinya di trotoar, dan pergi ke tukang boneka.</p>
<p>pelajaran moral yang dapat diambil dari kisah ini :</p>
<p>1. kalo ada tukang boneka iseng jualan di jalan sepi pada malam hari dan anda sedang membawa bayi anda, JANGAN PERNAH tinggalkan bayi anda di pinggiran jalan. Biarkan bayi anda juga ikut memilih bonekanya. Siapa tahu ia tidak suka dengan selera anda.</p>
<p>2. kalo anda (yang wanita) punya suami yang melanggar aturan nomor 1 diatas, Ceraikan saja.</p>
<p>  </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[hehehe, menyadari suatu keanehan...]]></title>
<link>http://mmmrazorz.wordpress.com/2008/02/17/hehehe-menyadari-suatu-keanehan/</link>
<pubDate>Sun, 17 Feb 2008 10:40:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>mmmrazorz</dc:creator>
<guid>http://mmmrazorz.wordpress.com/2008/02/17/hehehe-menyadari-suatu-keanehan/</guid>
<description><![CDATA[Kemarin malam, saya nonton suatu sinetron (lupa judulnya apa), saya lumayan menikmati ceritanya samp]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Kemarin malam, saya nonton suatu sinetron (lupa judulnya apa), saya lumayan menikmati ceritanya sampai muncul suatu dialog antara kakek pemeran utama dengan dokter. Dialognya begini :</p>
<p> Kakek : Jadi benar si X itu cucu kandung saya ???</p>
<p>Dokter : Benar, Pak, saya sudah cek semuanya sama. Golongan darah dan resusnya semuaa sama!</p>
<p>Kakek : ternyata benar dia cucu kandung saya!!</p>
<p>Dokter : ( memperlihatkan kertas, didalamnya ada informasi bahwa angka SGOT dan SGPT si kakek dan anak yang diuji ternyata sama)</p>
<p>Kakek : X!!!Kamu adalah cucu kandungkuuuuuuu!!!!!</p>
<p> Saya bengong. Trus nyengir. Trus ngakak.</p>
<p>Saya ketawa untuk beberapa alasan :</p>
<p>1. akting dokternya engga banget</p>
<p>2. Golongan darah dan resus yang sama tidak cukup untuk membuktikan si X adalah cucu kandung si kakek. Kalau benar begitu, saya akan kirim surat ke ayahnya Bill Clinton. Dear Mr. Clinton, I was thinking, maybe im your lost grandkid. Thank you.</p>
<p>3. SGOT dan SGPT sama? kalau kakek2 ada kemungkinan angka SGOT dan SGPT di luar rentang normal karena fungsi organ tubuh melemah (hati misalnya). Kasian betul anak itu, sudah punya masalah penyakit hati padahal masih remaja. &#8230; </p>
<p>hehehe, terlepas dari semua itu, saya tetap nonton sinetronnya. Mungkin kesalahan justru ada pada sayanya ^_^</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
