<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>sosial-kemasyarakatan &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/sosial-kemasyarakatan/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "sosial-kemasyarakatan"</description>
	<pubDate>Fri, 24 May 2013 03:16:02 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Panduan Pejalan Kaki]]></title>
<link>http://melanisticleopard.wordpress.com/2009/12/03/panduan-pejalan-kaki/</link>
<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 15:26:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>melanisticleopard</dc:creator>
<guid>http://melanisticleopard.wordpress.com/2009/12/03/panduan-pejalan-kaki/</guid>
<description><![CDATA[Berawal dari rutinitas harian menggunakan jasa transportasi busway, saya sering bertanya kepada diri]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Berawal dari rutinitas harian menggunakan jasa transportasi busway, saya sering bertanya kepada diri saya sendiri mengenai tata tertib, etika serta tata krama mengunakan jalan sebagai fasilitas umum.</p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Etika Sesama Pejalan Kaki</span></strong></p>
<p><strong>- Berjalan di sisi kiri</strong></p>
<p>Entah ada atau tidak peraturannya, tapi menurut saya berjalan di sisi kiri itu mengikuti aturan berkendara di lajur kiri. Layaknya berkendaraan, sisi kanan pun digunakan untuk pejalan kaki dari arah berlawanan atau penjalan kaki yang hendak mendahului.</p>
<p>Di tempat sempit seperti jembatan penyeberangan, hal ini menjadi penting agar arus perjalanan menjadi tertib (dan tidak terjadi senggol-senggolan yang tidak diinginkan, kecuali kalau memang niat nyenggol)</p>
<p><strong>- Berjalan Beriringan</strong></p>
<p>Ditempat-tempat tertentu seperti mall, dimana rata-rata orang berjalan untuk tujuan santai berjalan atau berdiri beriringan di eskalator misalnya, tidak terlalu menjadi masalah.</p>
<p>Di jalan umum atau jembatan penyeberangan dimana orang berlalu lalang dengan berbagai macam tujuan, ada yang berniat pelesiran, ada pula yang terburu-buru, sebaiknya bila anda berjalan beriringan, bersikaplah lebih sensitif terhadap orang dibelakang anda yang mungkin berniat mendahului. Karena memiliki hak yang sama, orang lain juga berhak mendahului bila anda memilih berjalan lebih lambat.</p>
<p>Manusia bermacam-macam sikapnya, ada yang lebih memilih untuk diam dan mengikuti ritme berjalan lambat orang didepannya, ada yang mengisyaratkan ingin mendahului dengan bilang “permisi.. permisi” ada juga yang memilih untuk mencuil bahu. Kalau di pasar-pasar mungkin lebih sering orang-orang bilang awas panas panas&#8230;</p>
<p><strong>- Menjaga anggota tubuh dari gerakan-gerakan yang mengejutkan</strong></p>
<p>Pernahkah anda melihat “peringatan” didalam kendaraan umum bertuliskan dilarang mengeluarkan anggota tubuh?</p>
<p>Sama halnya di jalan umum, ketika anda beriringan dan bercerita dengan rekan perjalanan, mungkin saja untuk membuat cerita lebih ekpresif anda menggunakan tangan untuk menggambarkan sesuatu.</p>
<p>Hati-hati, karena gerakan tangan anda bisa mengenai orang lain yang sedang berjalan disamping atau dibelakang anda.</p>
<p><strong>-  Membawa barang yang dijinjing dengan ukuran besar.</strong></p>
<p>Tentunya ini memakan banyak tempat. Usahakan anda berjalan disisi terkiri dan barang bawaan anda dalam posisi aman dari senggolan dan jangan pula berjalan di tengah-tengah, karena rawan dari senggolan yang bisa mengakibatkan bawaan anda tersenggol lalu terjatuh.</p>
<p><strong>-  Berjalan bergandengan tangan dengan anak kecil atau pasangan yang dianggap lebih lemah.</strong></p>
<p>Tujuannya adalah melindungi pasangan dari resiko bahaya seperti terserempet, karena kalau mengikut aturan berkendaraan yang kita gunakan, sisi kiri lebih aman.</p>
<p> (Bersambung&#8230;)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Robohnya Rumah Kami Oleh Satriwan]]></title>
<link>http://satriwan.wordpress.com/2009/11/21/robohnya-rumah-kami-oleh-satriwan-2/</link>
<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 04:20:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>satriwan</dc:creator>
<guid>http://satriwan.wordpress.com/2009/11/21/robohnya-rumah-kami-oleh-satriwan-2/</guid>
<description><![CDATA[Ketika membaca judul tulisan singkat ini, terkenang akan judul sebuah mahakarya A.A. Navis yang revo]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ketika membaca judul tulisan singkat ini, terkenang akan judul sebuah mahakarya A.A. Navis yang revo]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Satpol PP Jambi rutin adakan Razia tempat mesum]]></title>
<link>http://pelepatilir.wordpress.com/2009/11/16/satpol-pp-jambi-rutin-adakan-razia-tempat-mesum/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 03:36:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>pelepatilir</dc:creator>
<guid>http://pelepatilir.wordpress.com/2009/11/16/satpol-pp-jambi-rutin-adakan-razia-tempat-mesum/</guid>
<description><![CDATA[Razia gabungan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Jambi, Satpol PP, Denpom dan Poltabes Jambi, Mingg]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Razia gabungan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Jambi, Satpol PP, Denpom dan Poltabes Jambi, Mingg]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Program Transmigrasi dan Harapan Masa Depan yang Cerah]]></title>
<link>http://pelepatilir.wordpress.com/2009/11/16/program-transmigrasi-dan-harapan-masa-depan-yang-cerah/</link>
<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 23:10:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>pelepatilir</dc:creator>
<guid>http://pelepatilir.wordpress.com/2009/11/16/program-transmigrasi-dan-harapan-masa-depan-yang-cerah/</guid>
<description><![CDATA[Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar mengatakan, sejak masa koloni]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar mengatakan, sejak masa koloni]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Warga Pelepat Ilir sering mengeluh dengan Pemadaman Listrik]]></title>
<link>http://pelepatilir.wordpress.com/2009/11/15/warga-pelepat-ilir-sering-mengeluh-dengan-pemadaman-listrik/</link>
<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 11:01:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>pelepatilir</dc:creator>
<guid>http://pelepatilir.wordpress.com/2009/11/15/warga-pelepat-ilir-sering-mengeluh-dengan-pemadaman-listrik/</guid>
<description><![CDATA[Sudah beberapa bulan ini, warga Pelepat Ilir khususnya warga Kuamang-Kuning mengeluh akibat pemadama]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sudah beberapa bulan ini, warga Pelepat Ilir khususnya warga Kuamang-Kuning mengeluh akibat pemadama]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pemkab Bungo Siapkan Stok Hewan Kurban]]></title>
<link>http://pelepatilir.wordpress.com/2009/11/15/pemkab-bungo-siapkan-stok-hewan-kurban/</link>
<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 10:27:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>pelepatilir</dc:creator>
<guid>http://pelepatilir.wordpress.com/2009/11/15/pemkab-bungo-siapkan-stok-hewan-kurban/</guid>
<description><![CDATA[MUARABUNGO &#8211; Pemkab Bungo melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bungo telah mempe]]></description>
<content:encoded><![CDATA[MUARABUNGO &#8211; Pemkab Bungo melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bungo telah mempe]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Warga Bungo Diminta Waspadai Hujan Deras]]></title>
<link>http://pelepatilir.wordpress.com/2009/11/14/warga-bungo-diminta-waspadai-hujan-deras/</link>
<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 23:16:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>pelepatilir</dc:creator>
<guid>http://pelepatilir.wordpress.com/2009/11/14/warga-bungo-diminta-waspadai-hujan-deras/</guid>
<description><![CDATA[JAMBI&#8211;MI: Warga Propinsi Jambi diminta mewaspadai hujan deras disertai petir dan angin kencang]]></description>
<content:encoded><![CDATA[JAMBI&#8211;MI: Warga Propinsi Jambi diminta mewaspadai hujan deras disertai petir dan angin kencang]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Wahana Informasi dan Silaturahmi Warga Pelepat Ilir, Kabupaten Bungo, Jambi]]></title>
<link>http://pelepatilir.wordpress.com/2009/11/13/wahana-silaturahmi-warga-pelepat-ilir-kabupaten-bungo-jambi/</link>
<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 07:34:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>pelepatilir</dc:creator>
<guid>http://pelepatilir.wordpress.com/2009/11/13/wahana-silaturahmi-warga-pelepat-ilir-kabupaten-bungo-jambi/</guid>
<description><![CDATA[Selamat datang para pengunjung dunia maya di seluruh Indonesia dan di seluruh dunia. Pada hari jumat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Selamat datang para pengunjung dunia maya di seluruh Indonesia dan di seluruh dunia. Pada hari jumat]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Agama yang Menggerakkan  ]]></title>
<link>http://ihsanmaulana.wordpress.com/2009/11/10/agama-yang-menggerakkan/</link>
<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 05:26:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ihsan Maulana</dc:creator>
<guid>http://ihsanmaulana.wordpress.com/2009/11/10/agama-yang-menggerakkan/</guid>
<description><![CDATA[64 tahun lalu, pada 10 november 1945, Bung Tomo, naik ke atas mimbar, langkahnya tegak, rahangnya te]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://ihsanmaulana.files.wordpress.com/2009/11/bung-tomo.jpeg?w=109&#038;h=118" alt="bung tomo" title="bung tomo" width="109" height="118" class="alignleft size-full wp-image-183" />64 tahun lalu, pada 10 november 1945, Bung Tomo, naik ke atas mimbar, langkahnya tegak, rahangnya terkatup rapat, tatapannya tajam ke depan, tampak bahwa air mata semangat telah sampai pada raut mukanya, geram pada tentara sekutu dan kemudian memulai pidato pengobar semangat berikut ini:</p>
<p><em>Bismillahi rokhmanir rakhim.<br />
Merdeka<br />
Saudara &#8211; saudara rakyat jelata diseluruh indonesia<br />
terutama saudara &#8211; saudara penduduk kota Surabaya<br />
Kita telah mengetahui bahwa hari ini tentara ingris telah<br />
menyebarkan pamflet &#8211; pamfet<br />
yang memberikan ancaman pada kita semua.<br />
Kita diwajibkan untuk dalam waktu yang mereka<br />
tentukan menyerahkan senjata &#8211; senjata yang telah<br />
kita rebut dari tangan tentara Jepang.<br />
Mereka telah minta supaya kita datang pada mereka itu dengan mengangkat tangan.<br />
Mereka telah mita supaya kita datang semua pada mereka itu dengan membawa bendera putih<br />
tanda bahwa kita menyerah pada mereka. <!--more--><br />
Saudara &#8211; saudara didalam pertempuran &#8211; pertempuran yang lampau,<br />
kita sekalin telah menunjukkan bahwa rakyat Indonesia di Surabaya,<br />
yang berasal dari Sulawesi, pemuda &#8211; pemuda yang berasal daari Bali,<br />
pemuda &#8211; pemuda yang berasal dari Kalimantan,<br />
pemuda &#8211; pemuda yang berasal dari Sumatra, pemuda Aceh, pemuda Tapanuli dan seluruh pemuda yang berada di Surabaya ini.<br />
Di dalam pasukan &#8211; pasukan mereka masing -masing dengan pasukan rakyat yang dibentuk dikampung &#8211; kampung<br />
telah menunjukkan satu pertahanan yang tidak bisa dijebol,<br />
telah menunjukkan satu kekuatan hingga<br />
mereka itu terjepit di mana &#8211; mana.<br />
Hanya karena taktik yang licik dari mereka itu saudara &#8211; saudara,<br />
dengan mendatangkan Presiden dan Pemimpin &#8211; pemimpin lainnya ke Surabaya ini,<br />
maka kita tunduk untuk memberhentikan pertempuran.<br />
Tetapi pada masa itu, mereka telah memperkuat diri, dan setelah kuat, sekarang inilah keadaannya.<br />
Saudara &#8211; saudara, kita semuanya &#8211; kita bangsa Indonesia yang ada di Surabaya ini akan menerima tangtangan tentara Inggris itu, dan kalau pimpinan tetara Inggris yang ada di Surabaya ingin mendengar jawaban seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini, dengarkan lah ini tentara Inggris!</p>
<p>Ini jawaban kita, ini jawaban rakyat Surabaya, ini jawaban pemuda Indonesia, kepada kau sekalian hai tentara Inggris! Kau menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera putih untuk takluk padamu! Kau menyuruh kita membawa senjata &#8211; senjata yang telah kita rampas dari tentara Jepang untuk diserahkan kepadamu. Tuntutan itu walaupun kita tahu bahwa kau sekalian akan mengancam kita untuk menggempur kita dengan seluruh kekutan yang ada! Tetapi inilah jawaban kita </p>
<p>&#8220;selama Banteng &#8211; Banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membasahi secarik kain putih, merah dan putih, maka selama itu, tidak akan kita mau menyerah pada siapapun juga&#8221;</p>
<p>Saudara &#8211; saudara rakyat Surabaya bersiaplah. Keadaan genting. tetapi saya peringatkan sekali lagi jangan mulai menembak, baru kalau kita ditembak, maka kita akan ganti menyerang meraka itu! Kita tunjukkan bahwa kita ini adalah orang &#8211; orang yang benar &#8211; benar inggin merdeka! Dan untuk kita saudara &#8211; saudara, lebih baik hancur lebur dari pada tidak merdeka!</p>
<p>Semboyan kita tetap! Merdeka atau Mati! Dan kita yakin saudara &#8211; saudara, pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh kepada kita. Sebab Allah selalu berpihak kepada yang benar.<br />
Percayalah saudara &#8211; saudara. Tuhan akan melindungi kita sekalian.</p>
<p>Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar<br />
Merdeka<br />
</em><br />
Dikutib dari buku : DR H Roeslan Abdulgani &#8211; Seratus hari diSurabaya yang Menggemparkan Dunia, yayasan Idayu &#8211; Jakarta, 1980 </p>
<p>Mengucap bismillahirrahmanirrahim mengajak masyarakat Indonesia untuk berjihad melawan agresi sekutu yang dikomandoi Inggris dan diakhiri dengan pekik <strong>Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!</strong> telah membangkitkan  semangat para pemuda Surabaya, meneteskan setiap ari mata yang masih bisa menetes, mengisi dada-dada rakyat Surabaya dengan semangat untuk terus berjuang sampai dnengan titik darah penghabisan dan hanya ada dua pilihan, meredeka atau mati.<br />
untuk bergerak membawa apa saja yang bisa digunakan sebagai senjata, bedil, pistol, hingga bambu runcing sekalipun. Yang penting maju berjuang melawan penjajah yang coba bercokol kembali di bumi pertiwi melewati Surabaya.</p>
<p>Dulu mereka memekik takbir, bertarung dengan semangat yang menyala-nyala, dengan lelehan air mata, dengan isak tangis keberanian membela tanah air. <strong>Allahu Akbar </strong>telah membuat masyarakat Jawa Timur bersatu melawan penjajah tidak menghiraukan himbauan Presiden Soekarno yang telah ditekan Sekutu agar menyeru masyarakat Surabaya untuk meletakkan senjata. Bagi masyarakat Surabaya lebih baik mati berkalang tanah daripada harus dijajah.</p>
<p>Perang terbuka terjadi di kota Surabaya, dua kekuatan yang tidak seimbang bertempur di kota ini, serangan dengan tank-tank modern, tembakan dari pesawat tempur dibalas dengan tembakan bedil, ketapel, bambu runcing, dan apapun yang bisa dijadikan senjata, gempuran-gempuran yang tak menyurutkan masyarakat Surabaya untuk terus bertempur dalam tekad merdeka atau mati (<em>‘isy kariman aw mut syahidan</em>).</p>
<p>Lalu apa hubungannya dengan agama, ya lihat saja bagaimana Bung Tomo mengucap basmalah, bagaimana pula ia membakar semangat masyarakat Surabaya lewat pekikan takbir yang diucapkan dengan kedalaman hati dan kebulatan tekad. </p>
<p>Agama, tanpa campuran ideologi apapun bisa membakar dan menggerakkan masyarakat dengan begitu hebat, ia tak perlu sosialisme, ia juga tak perlu komunisme untuk menggerakkan masyarakat. Karena masyarakat sendiri tak mau terlalu  peduli dengan apa itu sosialisme dengan apa itu komunisme apalagi kapitalisme. Bagi mereka yang benar harus dibela, bagi mereka kebatilan harus segera dienyahkan, yang mereka tahu hak mereka hak atas tanah air yang telah membesarkannya haruslah diperjuangkan dengan mati-matian. inilah <em>people power </em>yang begitu mengharukan yang dicatat dunia, puluhan ribu orang bersatu saling bantu membantu dalam mengusir penjajah, yang masih sehat fisik ikut bertempur para wanita menyediakan suplay makanan dan perobatan, yang tua juga beruasaha dengan apa yang bisa ia usahakan. Rakyat tergerak oleh sebuah sebuah, “<em>Sebab Allah selalu berpihak kepada yang benar.<br />
Percayalah saudara &#8211; saudara. Tuhan akan melindungi kita sekalian..</em>”</p>
<p>Agama dalam dunia-dunia ketiga memang seringkali menjadi penggerak dan bukan pembudak. Agama telah memberikan makna hidup, kekuatan untuk bertahan di mana orang lain tak mampu bertahan dalam situasi demikian.</p>
<p>Ulama terjun dalam garda terdepan untuk memimpin umatnya dalam pertarungan hidup mati, menjadi jenderal dan sekaligus panutan yang dilihat dan disaksikan sendiri oleh umatnya, menjadi teladan untuk terus berjuang membela hak mereka yang coba dirampas oleh penjajah. Agama yang menggerakkan,ya begitulah kita menamakannya.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Wanita Muda Surabaya Lebih Mudah diajak ML daripada Menikah]]></title>
<link>http://ihsanmaulana.wordpress.com/2009/10/15/wanita-muda-surabaya-lebih-mudah-diajak-ml-daripada-menikah/</link>
<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 16:53:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ihsan Maulana</dc:creator>
<guid>http://ihsanmaulana.wordpress.com/2009/10/15/wanita-muda-surabaya-lebih-mudah-diajak-ml-daripada-menikah/</guid>
<description><![CDATA[Berdasar penelitian yang dilakukan pada 10 wanita di Kota Surabaya, dilakukan secara kualitatif deng]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://ihsanmaulana.files.wordpress.com/2009/10/miyabi.jpeg?w=90&#038;h=135" alt="Miyabi" title="Miyabi" width="90" height="135" class="alignleft size-full wp-image-176" />Berdasar penelitian yang dilakukan pada 10 wanita di Kota Surabaya, dilakukan secara kualitatif dengan cara random sampling pada wanita muda usia SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi, dilakukan dalam kurun waktu empat tahun mengungkapkan sebuah fakta menarik bahwa wanita muda di Surabaya lebih mudah diajak bersenggama (<em>Making Love</em>) daripada diajak menikah.<br />
<!--more--><br />
Rincian hasil penelitian tersebut adalah berikut:  enam wanita muda Surabaya mau diajak bersenggama dengan catatan jika terjadi apa-apa pasangannya mau bertanggung jawab, satu wanita mau diajak bersenggama dengan syaarat pasangannya berjanji dan berkomitmen menikahinya, dan tiga wanita Surabaya tidak mau diajak bersenggama, apapun yang terjadi sebelum pasangannya menikahinya secara sah.<br />
Hasil penelitian ini menunjukkan bagaimana semakin liberalnya padangan para wanita muda di Surabaya atas seksualitas dan menjadi bukti betapa secara moral keagamaan telah terjadi degradasi norma menjaga virginitas di tingkatan wanita muda Surabaya yang belum menikah. Hal ini juga menunjukkan bagaimana para wanita muda Surabaya juga sudah mulai bisa menerima perbuatan senggama di luar nikah (<em>sex before married</em>). </p>
<p>Hal lain yang terungkap dari penelitian ini adalah dari 10 wanita muda tersebut saat ditanyakan apakah mereka pernah menonton film BF, kesemuanya menjawab pernah. Saat ditanya darimana mereka mendapatkan pengetahuan seksualnya, mereka menjawab dari teman dan dari media. Media yang dimaksud adalah video, buku dan majalah. Poin lain adalah kenyataan bahwa mereka tidak pernah membicarakan masalah seksnya pada orang tuanya. Rinciannya, delapan orang mengatakan tidak dan tidak pernah, sedangkan sisanya mengatakan pernah.</p>
<p>Berdasar dari data tersebut mengindikasikan bagaimana persoalan seks yang tertutup membuat pengetahuan seksualitas para wanita muda tadi berkembang secara liar dan tidak terkendali. Mereka seakan-akan mempunyai dunia lain dengan norma yang lain yang disimpan rapat-rapat, sebuah dunia yang berbeda dari apa yang ditampakkan setiap harinya di hadapan masyarakat.</p>
<p>Dari itu, usulannya sebagai tindak lanjut atas hasil penelitian di atas adalah perlunya keterbukaan membicarakan masalah seksualitas pada para wanita muda oleh para orang tua, guru, dan tokoh masyarakat. Salah satu tujuannya adalah berupa target minimal adanya balancing atas pengetahuan masalah seksualitas secara sempurna, harapannya tentu tercapainya masyarakat madani yang taat pada norma-norma yang ada.<br />
Yang patut menjadi garis besar, bahwa temuan ini tidak bisa untuk mengenelisir temuan. Akan tetapi dengan keadaan yang sama temuan ini bisa dipakai sebagai acuan.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Berwudhu: Kembali ke Model "Kullah"]]></title>
<link>http://zanuzi.wordpress.com/2009/10/10/berwudhu-kembali-ke-model-kullah/</link>
<pubDate>Sat, 10 Oct 2009 16:37:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>SANUSI</dc:creator>
<guid>http://zanuzi.wordpress.com/2009/10/10/berwudhu-kembali-ke-model-kullah/</guid>
<description><![CDATA[Sebelum era 80-an, tempat wudhu -ketika itu disebut padasan- di masjid dan surau-surau masih menggun]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum era 80-an, tempat wudhu -ketika itu disebut padasan- di masjid dan surau-surau masih menggunakan model kullah. Di mana, padasan ini berbentuk kolam dengan volume air harus lebih dari 2 kullah sebagai syarat sahnya volume air yang dapat digunakan untuk berwudhu. Ketika itu kran belum populer, yang ada hanyalah lubang terbuat dari batangan bambu atau pipa besi yang disumbat dengan kain atau karet bekas sendal jepit.</p>
<p>Biasanya kolam ini dilengkapi dengan saluran air menuju kolam penampungan. Kolam ini adalah bagian dari masjid atau surau yang juga tertanam ikan. Cara berwudhunya pun langsung di kolam, sehingga tidak banyak limpahan air yang terbuang.</p>
<p>Namun, menjelang era akhir tahun 70-an, di mana peralatan dan bahan bangunan moderen mulai populer, padasan pun berubah menjadi kran yang terhubung dengan pipa-pipa. Sumur-sumur tak lagi digunakan. Sebagai gantinya pompa tangan merek dragon dan menjadi tren. Kolam penampungan air dari pompa tersebut dibuat lebih tinggi agar bisa menyalurkan air ke kran melalui pipa.</p>
<p>Maju ke era 80-an, pompa tangan tak lagi digunakan dan diganti dengan pompa listrik. Bahkan dengan pompa listrik ini kebanyakan kolam penampung tak lagi digunakan. Air bisa langsung dialirkan menuju pipa dan kran-kran tempat wudhu. Semenjak itu, kata &#8216;padasan&#8217; pun hilang.</p>
<p>Alasan praktis perubahan ini adalah karena model padasan kullah sangat memakan tempat dan tidak artistik. Walhasil, kini terlihat tempat wudhu begitu apik dan resik. Meskipun sangat banyak juga yang kotor dan tak terawat.</p>
<p>Namun, tanpa disadari sungguh luar biasa dampak perubahan ini. Perubahan ini harus dibayar dengan terbuangnya jutaan liter air limpahan bekas berwdhu setiap harinya. Air limpahan ini terbuang mengikuti drainase saluran-saluran air menuju kali dan sungai yang akhirnya tak kembali lagi ke asalnya.</p>
<p>Puluhan tahun ini belangsung. Bisa dihitung, berapa banyak air yang berpindah tempat, ke kali, ke sungai, dan akhirnya ke laut.</p>
<p>Kini saatnya kita mengkaji ulang. Meminimalisir volume air yang terbuang. Ada beberapa langkah kajian yang setidaknya dapat membantu dalam rangka konservasi air wudhu tersebut:</p>
<ol>
<li>membuat model kolam &#8220;kullah&#8221; seperti dulu atau</li>
<li>mengatur debit keluaran pada kran wudhu&#8217; agar limpahan limbah tak terlalu besar.</li>
<li>menyediakan kolam resapan yang fungsinya sebagai penampung limpahan air.</li>
<li>memisahkan outflow antara tempat wudhu dan tempat berhadats (wc) agar benar-benar terpisah antara air bersih dari limpahan wudhu yang masuk kolam resapan dan air kotor yang harus mengalir ke pembuangan luar.</li>
<li>Kolam resapan air tak harus besar dan di ruang terbuka. Di bawah lantai bangunan pun kolam ini dapat dibuat.</li>
</ol>
<p>Semoga langkah-langkah tersebut dapat memberikan inspirasi bagi siapapun yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan kita.</p>
<p>Mari kita jadikan salam bumi menggema di seantero masjid dan suaru. <em>Wallahu a&#8217;lam bisshawab.</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[RAMADHAN DALAM REKONSTRUKSI TEOLOGIS  Oleh  SATRIWAN  ]]></title>
<link>http://satriwan.wordpress.com/2009/09/06/ramadhan-dalam-rekonstruksi-teologis-oleh-satriwan/</link>
<pubDate>Sun, 06 Sep 2009 10:06:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>satriwan</dc:creator>
<guid>http://satriwan.wordpress.com/2009/09/06/ramadhan-dalam-rekonstruksi-teologis-oleh-satriwan/</guid>
<description><![CDATA[Bulan Ramadhan menjadi momentum sakral yang penuh nilai transedental bagi seluruh umat muslim global]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Bulan Ramadhan menjadi momentum sakral yang penuh nilai transedental bagi seluruh umat muslim global]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Teriknya Sang Mentari]]></title>
<link>http://mascis.wordpress.com/2009/09/01/teriknya-sang-mentari/</link>
<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 08:21:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>mascis</dc:creator>
<guid>http://mascis.wordpress.com/2009/09/01/teriknya-sang-mentari/</guid>
<description><![CDATA[Matahari akhir-akhir ini tidak bersahabat. Teriknya menyengat kulit. Penyakit sangat mudah menjangki]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Matahari akhir-akhir ini tidak bersahabat. Teriknya menyengat kulit. Penyakit sangat mudah menjangki]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KEMERDEKAAN DAN NASIONALISME SEHARI  OLEH  SATRIWAN]]></title>
<link>http://satriwan.wordpress.com/2009/08/20/kemerdekaan-dan-nasionalisme-sehari-oleh-satriwan1-2/</link>
<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 08:35:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>satriwan</dc:creator>
<guid>http://satriwan.wordpress.com/2009/08/20/kemerdekaan-dan-nasionalisme-sehari-oleh-satriwan1-2/</guid>
<description><![CDATA[Perayaan hari kemerdekaan setiap 17 Agustus menjadi momen penting yang bernilai historis dan filosof]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Perayaan hari kemerdekaan setiap 17 Agustus menjadi momen penting yang bernilai historis dan filosof]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[44 PNS Sudah Ambil Biaya Pindah ke Sabu]]></title>
<link>http://gery87.wordpress.com/2009/08/15/44-pns-sudah-ambil-biaya-pindah-ke-sabu/</link>
<pubDate>Sat, 15 Aug 2009 06:06:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>gery87</dc:creator>
<guid>http://gery87.wordpress.com/2009/08/15/44-pns-sudah-ambil-biaya-pindah-ke-sabu/</guid>
<description><![CDATA[KUPANG, POS KUPANG. COM &#8212; Sebanyak 44 orang dari 170 orang pegawai negeri sipil (PNS) di Kabup]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>KUPANG, POS KUPANG. COM &#8212; Sebanyak 44 orang dari 170 orang pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Kupang yang dimutasi ke Kabupaten Sabu Raijua sudah mengambil biaya pemindahan dan transportasi dari dana tidak terduga senilai Rp 359 juta (bukan 350 juta, Red) di Bagian Keuangan Setkab Kupang sejak tanggal 4 Agustus 2009.</p>
<p>Kepala Bagian (Kabag) Keuangan Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kupang, Agustinus Dali Lomi, S.E, saat ditemui Pos Kupang di ruang kerjanya, Senin (10/8/2009), menyebutkan, dari 44 orang PNS tersebut, 12 orang golongan IV, 25 orang golongan III, dan tujuh orang PNS golongan II.</p>
<p>Dali Lomi mengatakan selain 44 PNS yang telah mengambil biaya  pemindahan, ada juga PNS yang langsung berangkat ke Sabu tanpa mengambil uang pindah. &#8220;Saya tidak tahu berapa jumlah PNS yang sudah berangkat tanpa mengambil biaya pemindahan. Kami akan koordinasi dengan bendahara di Kabupaten Sabu Raijua, supaya mengirim kuitansi  ke Sabu Raijua  untuk ditandatangani sebelum transfer uang biaya pemindahan para PNS tersebut.</p>
<p>Dia menjelaskan, berdasarkan SK mantan Bupati Kupang, Drs. Ibrahim Agustinus Medah, Nomor 1 Tahun 2009 tentang ketentuan perjalanan dinas PNS dan tenaga sipil lainnya di wilayah Kabupaten Kupang, biaya perjalanan dinas itu bervariasi berdasarkan golongan.  Untuk golongan IV sebesar Rp 2,2 juta dengan rincian biaya pindah sebesar Rp 1,5 juta dan biaya transportasi Rp 700.000,00. Golongan III  sebesar Rp 2,1 juta, rinciannya biaya pindah Rp 1,5 juta dan transportasi  Rp 600.000,00. Golongan II dan I, masing-masing Rp 1.050.000,00, rinciannya biaya pindah Rp 1,5 jura dan transportasi Rp 550.000,00.</p>
<p>Bupati Kupang, Drs. Ayub Titu Eki, MS, Ph.D, yang ditemui terpisah mengatakan, rekomendasi hasil sidang paripurna khusus anggota DPRD Kabupaten Kupang  akan dilaporkan secara tertulis kepada Gubernur NTT dan Mendagri untuk diketahui dan diberikan pertimbangan. &#8220;Tadi pagi (Senin, 10/8/2009-Red) saya sudah lapor secara lisan kepada Gunernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya. Laporan tertulis akan disampaikan dalam waku dekat,&#8221; ujarnya.</p>
<p><strong>20 Sudah ke Sabu</strong><br />
Penjabat Bupati Sabu Raijua, Ir. Thobias Uly, M.Si, yang dihubungi melalui handphone (HP), Senin (10/8/2009), mengatakan, saat ini  20 orang PNS dari Kabupaten Kupang yang dimutasikan ke Sabu Raijua, sudah menjalankan tugasnya di Sabu. Sedangkan 30 orang PNS lainnya, lanjut Uly, dipastikan berangkat ke Sabu menggunakan kapal feri, Selasa (11/8/2009).</p>
<p>Uly mengemukakan, para PNS dari Kabupaten Kupang yang sudah di Sabu akan ditempatkan secara proporsional. Maksudnya, lanjut Ully, PNS yang layak untuk kecamatan ditempatkan di kecamatan, yang layak di kelurahan akan ditempatkan di kelurahan, demikian juga  di dinas-dinas.</p>
<p>Uly mengatakan, jika PNS ada di Sabu tidak ingin melanjutkan pengabdiannya di sana dan minta pindah, ia akan mengizinkannya. Kebijakan ini, lanjut Ully, berdampak akan berkurangnya PNS di Sabu. Untuk mengantisipasi kemungkinan itu, demikian Ully, ia akan menyampaikan kepada Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, untuk menerima pegawai dari kabupaten lain. &#8220;Kalau ada kekurangan, saya akan lapor kepada gubernur  agar bisa mengakomodir pegawai dari kabupaten lain yang mau  membangun Sabu,&#8221; katanya.</p>
<p>Menjawab pertanyaan tentang PNS dari Kabupaten Kupang yang menolak pindah ke Kabupaten Sabu Raijua, Ully menegaskan, ia  tidak ingin menerima PNS yang tidak memiliki niat baik untuk membangun Sabu. Karena hal itu hanya akan membebankan pekerjaan kepada penjabat bupati.</p>
<p>Untuk itu, kata Uly, ia tetap mengakomodir (PNS yang dimutasikan ke Sabu) dan jika ada yang ingin pindah akan diizinkan. &#8220;Silakan kalau mau datang satu hari terus minta pindah lagi.  Saya tidak mau bekerja sama dengan pegawai yang memiliki niat tidak baik dalam pelayanan publik,&#8221; tegas Uly.</p>
<p>Ditanya komunikasinya dengan Bupati Kupang, Ayub Titu Eki,  Ully mengatakan, selama ini ia melakukan komunikasi intensif, baik melalui telepon maupun pesanan layan singkat (SMS). Ia berharap para pegawai yang mau pindah ke Sabu agar segera datang dan melapor diri untuk menjalankan tugas dan fungsinya melayani masyarakat dan membangun Sabu.</p>
<p>Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, mengingatkan eksekutif dan legislatif di Kabupaten Kupang agar tidak mengorbankan rakyat hanya karena kepentingan segelintir PNS yang menolak dimutasikan ke Kabupaten Sabu Raijua.  &#8220;Gubernur selaku perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah, akan segera menyikapi persoalan yang terjadi di Kabupaten Kupang antara bupati dan DPRD terkait penolakan 170 PNS yang tidak mau dimutasikan ke Sabu Raijua,&#8221; kata Asisten I Setda NTT, Yoseph Aman Mamulak, di Kupang, Senin (10/8/2009).</p>
<p>Pada Sabtu (8/8/2009), DPRD Kabupaten Kupang menggelar sidang paripurna istimewa mendengar penjelasan Bupati Kupang, Ayub Titu Eki, terkait dengan kebijakannya memutasikan 170 orang PNS dari kabupaten induk Kupang ke kabupaten pemekaran Sabu Raijua.</p>
<p>DPRD Kabupaten Kupang dalam sidang yang dipimpin ketuanya, Welhelmina Tabais Kefan, menolak kebijakan bupati memutasikan 170 orang PNS ke Kabupaten Sabu Raijua, dan meminta Bupati Ayub Titu Eki untuk meninjau kembali keputusannya. <a title="44 PNS sudah ambil biaya pindah ke sabu" href="http://pos-kupang.com/read/artikel/32854/44-pns-sudah-ambil-biaya-pindah-ke-sabu" target="_blank">more</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jeritan Hati Seorang Agen]]></title>
<link>http://sastroedi.wordpress.com/2009/07/12/jeritan-hati-seorang-agen/</link>
<pubDate>Sun, 12 Jul 2009 11:55:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>Edi</dc:creator>
<guid>http://sastroedi.wordpress.com/2009/07/12/jeritan-hati-seorang-agen/</guid>
<description><![CDATA[Orang itu masih terus bermandikan harap saat diriku tiba di depan ‘kantor’nya. Terus setia menunggui]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Orang itu masih terus bermandikan harap saat diriku tiba di depan ‘kantor’nya. Terus setia menunggui]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Puluhan Desa Terancam Krisis Air Bersih ]]></title>
<link>http://kliklombok.wordpress.com/2009/07/12/puluhan-desa-terancam-krisis-air-bersih/</link>
<pubDate>Sun, 12 Jul 2009 09:53:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>kliklombok</dc:creator>
<guid>http://kliklombok.wordpress.com/2009/07/12/puluhan-desa-terancam-krisis-air-bersih/</guid>
<description><![CDATA[Puluhan Desa Terancam Krisis Air Bersih Awal musim kemarau ini menyebabkan sedikitnya 35 desa di ena]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Puluhan Desa Terancam Krisis Air Bersih</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Awal musim kemarau ini menyebabkan sedikitnya 35 desa di enam Kecamatan yang terletak di bagian pesisir selatan pulau Lombok mengalami krisis air bersih sejak pertengahan Juni lalu.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">MATARAM – Kepala Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil NTB, Bachrudin Ssos mengatakan, 35 desa tersebut umumnya terletak di wilayah pesisir pantai sepanjang selatan pulau Lombok, yang secara administratif masuk ke wilayah Kecamatan Jerowaru di Kabupaten Lombok Timur, Kecamatan Praya, Praya Barat, Praya Barat Daya, Pujut di Kabupaten Lombok Tengah, dan Kecamatan Sekotong di Kabupaten Lombok Barat.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Meski wilayah penyebaran krisis air mulai meluas, pihak Dinas Sosdukcapil NTB hingga saat ini baru bisa mendirikan sebuah posko bantuan air bersih untuk masyarakat di Desa Pemongkong, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">“Kami kekurangan armada, hanya punya tiga mobil tangki yang saat ini dikerahkan semua untuk posko air bersih di Desa Pemongkong ini,” katanya, Sabtu (11/7) saat meninjau posko air bersih di Desa Pemongkong.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Posko bantuan air bersih untuk masyarakat didirikan di kantor Desa Pemongkong sejak awal Juli lalu. Tiga unit mobil tangki berkapasitas 5.000 liter menyuplai air bersih ke 27 lokasi krisis air di Desa tersebut, yang penyalrannya juga melibatkan anggota taruna tanggap bencana (Tagana) desa tersebut, selain petugas dinas sosial.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Menurut Kepala Desa Pemongkong, Lalu Maskan Mawali, krisis air bersih selalu melanda desa itu setiap musim kemarau. Meski sumur warga tidak kering, namun airnya menjadi asin setiap musim kemarau.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">“Tahun ini sudah sejak pertengahan Juni kemarin,” katanya.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Menurutnya, tahun lalu ada bantuan dua unit alat penyuling air dari Departemen Kesehatan RI. Namun alat tersebut hanya mampu memproduksi 15 liter air bersih dalam dua jam, selain itu biaya operasioanalnya pun tinggi karena menggunakan bahan bakar bensin.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Desa Pemongkong berpenduduk sekitar 8 ribu Kepala Keluarga terdiri dari 19.800 jiwa tersebar di 20 dusun dengan lebih dari 45 repuk yang letaknya berjauhan. Akses jalan antar dusun dan repuk pun masih berupa jalan tanah yang dipadatkan. Hal ini membuat tingkat kesulitan suplai air bersih ke wilayah itu semakin tinggi.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Pantauan Koran BERITA di dusun Kali Antan, salah satu dusun krisis air di Pemongkong,  Sabtu (11/7), ratusan warga langsung mengerubuti mobil tangki air bersih bantuan yang datang. Mereka beramai-ramai membawa ember dan gentong plastik. Air bersih yang ditampung di bak penampungan hasil swadaya masyarakat, kemudian dibagi-bagikan oleh petugas dinas sosial dibantu Tagana. Tiap warga hanya boleh mendapat dua sampai tiga ember air bersih, agar pembagiannya merata.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Meski demikian tetap saja keributan kecil terjadi antar warga yang berdesakan ingin segera mendapatkan jatah air bersihnya.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">“Susah sekali air di sini, sudah hampir sebulan ini. Kalau tidak ada bantuan kami harus beli Rp2.500-Rp3 ribu untuk 20 liter. Tapi itu juga sulit kalau tidak punya uang,” kata Nur Aini (34), ibu rumah tangga warga Kali Antan yang ikut antri.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Menurutnya, bantuan air dinas sosial itu kali kedua setelah sepekan sebelumnya. Dua ember air bersih gratis  bantuan dinas sosial itu hanya cukup untuk keperluan minum dan masak selama dua hari bagi keluarganya dengan empat orang anak.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Seperti Nur Aini, jika tak ada bantuan pemerintah, warga di Desa Pemongkong hanya bisa mendapat air bersih dengan membeli di pedagang dari desa lain yang datang.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Pemerintah Kabupaten Lombok Timur tahun ini membangun dan membenahi sarana saluran PDAM menuju desa Pemongkong, namun baru bisa menjangkau empat dusun saja.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">“Letak geografisnya menyulitkan, kami baru mampu membenahi 63 Km pipa menuju desa itu,” kata Camat Jerowaru, M Juaini Taufik.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Menurutnya, sebuah mobil tangki milik Kecamatan juga disediakan untuk membantu. Tapi masyarakat diminta mengganti biaya operasionalnya sebesar Rp150 ribu untuk setiap pengiriman 5.000 liter air.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">“Kalau beli diluar kan harganya Rp250 ribu pertangki. Tapi di Kecamatan masyarakat hanya diminta mengganti ongkos operasionalnya saja,” katanya.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Krisis air bersih di wilayah selatan pulau Lombok memang belum mengganggu aktivitas pertanian dan perkebunan di sana. Sebab, sebagian besar wilayah itu saat ini ditanami tembakau yang tahan di lahan kering. Namun, untuk kebutuhan minum dan memasak masyarakat sudah sangat mendesak.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Di Desa Bile Lando, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, masyarakat harus berjalan kaki 3 sampai 5 Km untuk mendapat air bersih di desa Kidang, tetangga Bile Lando.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">“Untuk kebutuhan mandi dan mencuci, masyarakat masih bisa pakai air sumur walaupun asin. Tapi untuk minum dan masak harus ambil dari desa lain atau membeli,” kata Kepala Desa Bile Lando, H Bagiana.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Ia berharap pemerintah dapat memberikan bantuan berupa alat penyuling air agar air sumur yang asin dapat disaring dan dimanfaatkan warga.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Menurut Kepala Dinas Sosial Lombok Tengah, HL Agus Anshory, krisis air saat ini sudah melanda 33 desa di empat Kecamatan di wilayahnya, meliputi Praya Barat, Praya Barat Daya, Praya Timur, dan Pujut.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">“Memang sudah ada saluran PDAM, tetapi airnya tidak lancar,” katanya. Sayangnya, meski krisis ini terjadi setiap tahun, Dinas Sosial setempat nampak tidak bersiaga dan mengantisipasi. Bahkan hingga kini belum memiliki mobil tangki</div>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-14" title="Krisis Air Bersih" src="http://kliklombok.files.wordpress.com/2009/07/jppanca-090711-012.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Krisis Air Bersih" width="225" height="300" />Musim kemarau menyebabkan sedikitnya 35 desa di enam Kecamatan yang terletak di bagian pesisir selatan pulau Lombok mengalami krisis air bersih sejak pertengahan Juni lalu.   Kepala Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil NTB, Bachrudin Ssos mengatakan, 35 desa tersebut umumnya terletak di wilayah pesisir pantai sepanjang selatan pulau Lombok, yang secara administratif masuk ke wilayah Kecamatan Jerowaru di Kabupaten Lombok Timur, Kecamatan Praya, Praya Barat, Praya Barat Daya, Pujut di Kabupaten Lombok Tengah, dan Kecamatan Sekotong di Kabupaten Lombok Barat.<!--more--></p>
<p>Meski wilayah penyebaran krisis air mulai meluas, pihak Dinas Sosdukcapil NTB hingga saat ini baru bisa mendirikan sebuah posko bantuan air bersih untuk masyarakat di Desa Pemongkong, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur.</p>
<p>“Kami kekurangan armada, hanya punya tiga mobil tangki yang saat ini dikerahkan semua untuk posko air bersih di Desa Pemongkong ini,” katanya, Sabtu (11/7) saat meninjau posko air bersih di Desa Pemongkong.</p>
<p>Posko bantuan air bersih untuk masyarakat didirikan di kantor Desa Pemongkong sejak awal Juli lalu. Tiga unit mobil tangki berkapasitas 5.000 liter menyuplai air bersih ke 27 lokasi krisis air di Desa tersebut, yang penyalrannya juga melibatkan anggota taruna tanggap bencana (Tagana) desa tersebut, selain petugas dinas sosial.</p>
<p>Menurut Kepala Desa Pemongkong, Lalu Maskan Mawali, krisis air bersih selalu melanda desa itu setiap musim kemarau. Meski sumur warga tidak kering, namun airnya menjadi asin setiap musim kemarau.</p>
<p>“Tahun ini sudah sejak pertengahan Juni kemarin,” katanya.</p>
<p>Menurutnya, tahun lalu ada bantuan dua unit alat penyuling air dari Departemen Kesehatan RI. Namun alat tersebut hanya mampu memproduksi 15 liter air bersih dalam dua jam, selain itu biaya operasioanalnya pun tinggi karena menggunakan bahan bakar bensin.</p>
<p>Desa Pemongkong berpenduduk sekitar 8 ribu Kepala Keluarga terdiri dari 19.800 jiwa tersebar di 20 dusun dengan lebih dari 45 repuk yang letaknya berjauhan. Akses jalan antar dusun dan repuk pun masih berupa jalan tanah yang dipadatkan. Hal ini membuat tingkat kesulitan suplai air bersih ke wilayah itu semakin tinggi.</p>
<p>Pantauan di dusun Kali Antan, salah satu dusun krisis air di Pemongkong,  Sabtu (11/7), ratusan warga langsung mengerubuti mobil tangki air bersih bantuan yang datang. Mereka beramai-ramai membawa ember dan gentong plastik. Air bersih yang ditampung di bak penampungan hasil swadaya masyarakat, kemudian dibagi-bagikan oleh petugas dinas sosial dibantu Tagana. Tiap warga hanya boleh mendapat dua sampai tiga ember air bersih, agar pembagiannya merata.</p>
<p>Meski demikian tetap saja keributan kecil terjadi antar warga yang berdesakan ingin segera mendapatkan jatah air bersihnya.</p>
<p>“Susah sekali air di sini, sudah hampir sebulan ini. Kalau tidak ada bantuan kami harus beli Rp2.500-Rp3 ribu untuk 20 liter. Tapi itu juga sulit kalau tidak punya uang,” kata Nur Aini (34), ibu rumah tangga warga Kali Antan yang ikut antri.</p>
<p>Menurutnya, bantuan air dinas sosial itu kali kedua setelah sepekan sebelumnya. Dua ember air bersih gratis  bantuan dinas sosial itu hanya cukup untuk keperluan minum dan masak selama dua hari bagi keluarganya dengan empat orang anak.</p>
<p>Seperti Nur Aini, jika tak ada bantuan pemerintah, warga di Desa Pemongkong hanya bisa mendapat air bersih dengan membeli di pedagang dari desa lain yang datang.</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Lombok Timur tahun ini membangun dan membenahi sarana saluran PDAM menuju desa Pemongkong, namun baru bisa menjangkau empat dusun saja.</p>
<p>“Letak geografisnya menyulitkan, kami baru mampu membenahi 63 Km pipa menuju desa itu,” kata Camat Jerowaru, M Juaini Taufik.</p>
<p>Menurutnya, sebuah mobil tangki milik Kecamatan juga disediakan untuk membantu. Tapi masyarakat diminta mengganti biaya operasionalnya sebesar Rp150 ribu untuk setiap pengiriman 5.000 liter air.</p>
<p>“Kalau beli diluar kan harganya Rp250 ribu pertangki. Tapi di Kecamatan masyarakat hanya diminta mengganti ongkos operasionalnya saja,” katanya.</p>
<p>Krisis air bersih di wilayah selatan pulau Lombok memang belum mengganggu aktivitas pertanian dan perkebunan di sana. Sebab, sebagian besar wilayah itu saat ini ditanami tembakau yang tahan di lahan kering. Namun, untuk kebutuhan minum dan memasak masyarakat sudah sangat mendesak.</p>
<p>Di Desa Bile Lando, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, masyarakat harus berjalan kaki 3 sampai 5 Km untuk mendapat air bersih di desa Kidang, tetangga Bile Lando.</p>
<p>“Untuk kebutuhan mandi dan mencuci, masyarakat masih bisa pakai air sumur walaupun asin. Tapi untuk minum dan masak harus ambil dari desa lain atau membeli,” kata Kepala Desa Bile Lando, H Bagiana.</p>
<p>Ia berharap pemerintah dapat memberikan bantuan berupa alat penyuling air agar air sumur yang asin dapat disaring dan dimanfaatkan warga.</p>
<p>Menurut Kepala Dinas Sosial Lombok Tengah, HL Agus Anshory, krisis air saat ini sudah melanda 33 desa di empat Kecamatan di wilayahnya, meliputi Praya Barat, Praya Barat Daya, Praya Timur, dan Pujut.</p>
<p>“Memang sudah ada saluran PDAM, tetapi airnya tidak lancar,” katanya. Sayangnya, meski krisis ini terjadi setiap tahun, Dinas Sosial setempat nampak tidak bersiaga dan mengantisipasi. Bahkan hingga kini belum memiliki mobil tangki air bersih.()</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Petani Tembakau Tuntut Minyak Tanah Omprongan]]></title>
<link>http://kliklombok.wordpress.com/2009/07/10/petani-tembakau-tuntut-minyak-tanah-omprongan/</link>
<pubDate>Fri, 10 Jul 2009 06:59:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>kliklombok</dc:creator>
<guid>http://kliklombok.wordpress.com/2009/07/10/petani-tembakau-tuntut-minyak-tanah-omprongan/</guid>
<description><![CDATA[Puluhan petani tembakau berunjukrasa di Kantor Gubernur NTB menuntut pemerintah mencari solusi kekur]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;">Puluhan petani tembakau berunjukrasa di Kantor Gubernur NTB menuntut pemerintah mencari solusi kekurangan minyak tanah omprongan tembakau. Aksi puluhan petani tembakau Senin (6/7) ingin bertatap muka dengan Gubernur NTB untuk menyampaikan aspirasi terkait dengan minyak tanah omprongan. <!--more-->Langkah ini terpaksa dilakukan oleh para petani karena hingga kini sebagian besar petani tembakau tidak bisa melakukan kegiatan pengovenan tembakau karena belum mendapatkan minyak tanah. Padahal,musim panen sudah tiba dan tembakau sudah harus dioven.<br />
Namun niat tulus para petani untuk menyampaikan aspirasinya tidak terpenuhi karena tidak dapat bertemu langsung dengan Gubernur yang mana saat itu sedang menghadiri pertemuan dengan Presiden RI di Senggigi.<br />
Dalam aksi tersebut beberapa petani secara bergantian melakukan orasinya yang mana meminta kepada pemerintah agar bisa memperhatikan para petani dengan cara melakukan penekanan terhadap pihak penyalur minyak omprongan.<br />
Dalam aksi yang berlangsung sekitar satu jam tersebut selain sempat membuat arus kendaraan yang melewati depan kantor gubernur tersebut berjalan secara merayap, akan tetapi tidak sempat terjadi kemacetan karena kewaspadaan aparat kepolisian mengatur lalulintas.<br />
Selain itu aksi yang digelar oleh puluhan petani tembakau tersebut tidak pula luput dari pengamanan aparat kepolisian yang menerjunkkan puluhan personilnya yaitu dari Samapta Polda, Polres Mataram dan Brimob,bahkan di lokasi aksi terlihat pula sebuah kendaraan water cannon.<br />
Beranjak dari depan kantor Gubernur para pengunjukrasa itu dengan menggunakan kendaraan roda dua langsung melanjutkan aksinya di depan kantor PT Migas Mitra Tani yang terletak di jalan Sriwijaya. Tak ayal banyaknya sepeda motor menyebabkan jalan tersebut macet.<br />
Ternyata di tempat tersebut telah berkumpul pula puluhan petani tembakau lainnya yang sedang menunggu panggilan untuk memasukkan kartu kontrol sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan minyak tanah.<br />
Terkait dengan permasalahan yang dihadapi oleh para petani tersebut, Direktur PT Migas Mitra Tani , Drs I Ketut Bagiadha mengatakan, pendistribusian minyak tanah omprongan kepada petani tembakau sudah ada pengaturannya.<br />
”Skenario pendistribusian untuk satu bulan sudah diatur dan yang jelas stok minyak tanah omprongan mencukupi,” paparnya saat ditemui di kantornya.<br />
Menurutnya, harga minyak tanah yang dijual terhadap petani sudah sesuai dengan ketentuan yang dikeluarkan oleh pemerintah yaitu sesuai dengan HET sebesar Rp2.934,23 per liter.<br />
”Kami tidak bertanggungjawab jika ada yang menjual diatas harga tersebut kepada petani,”terangnya.<br />
Sedangkan jumlah oven tembakau di pulau Lombok yaitu sekitar 15.750 buah dan sekitar 40 persen dari jumlah tersebut kini sudah beralih dengan menggunakan bahan bakar lainnya untuk melakukan pengovenan.<br />
Dari jumlah oven yang dimiliki oleh petani tersebut, maka pada tahun 2009 sembilan ini pemerintah hanya menyiapkan sekitar 30.000 kilo liter minyak tanah omprongan, namun jika dibandingkan pada tahun 2008 lalu disediakan sekitar 34.800 kilo liter.<br />
Sementara itu, Sales Regional (SR) Pertamina Ampenan, Aribowo meminta masyarakat yang sudah konversi agar tidak lagi beralih menggunakan minyak tanah omprongan.<br />
”Persedian minyak tanah omprongan untuk petani tembakau stoknya ada dan mencukupi sesuai dengan kuota yaitu 30 ribu kilo liter dan akan disalurkan sesuai dengan aturannya,” terang Aribowo. Sedangkan langkah untuk menghindari terjadinya kekurangan minyak tanah omprongan pihaknya bersama dengan pemerintah daerah sedang berusaha dan melakukan review agar ada penambahan kuota.()</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bicara Baik atau Diam ]]></title>
<link>http://mysyahrir.wordpress.com/2009/07/06/bicara-baik-atau-diam/</link>
<pubDate>Sun, 05 Jul 2009 16:25:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>Syahrir Ridha</dc:creator>
<guid>http://mysyahrir.wordpress.com/2009/07/06/bicara-baik-atau-diam/</guid>
<description><![CDATA[Allah SWT menciptakan nikmat lisan sebagai sarana beribadah. Dengan lisan, manusia diperintahkan men]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Allah SWT menciptakan nikmat lisan sebagai sarana beribadah. Dengan lisan, manusia diperintahkan men]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pencairan Es Antartika Lebih Cepat dari Perkiraan]]></title>
<link>http://mysyahrir.wordpress.com/2009/07/04/pencairan-es-antartika-lebih-cepat-dari-perkiraan/</link>
<pubDate>Sat, 04 Jul 2009 11:21:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>Syahrir Ridha</dc:creator>
<guid>http://mysyahrir.wordpress.com/2009/07/04/pencairan-es-antartika-lebih-cepat-dari-perkiraan/</guid>
<description><![CDATA[Beberapa ilmuwan Selandia Baru telah memperingatkan bahwa Kutub Selatan mencair lebih cepat daripada]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Beberapa ilmuwan Selandia Baru telah memperingatkan bahwa Kutub Selatan mencair lebih cepat daripada]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Doa menjenguk orang sakit]]></title>
<link>http://mysyahrir.wordpress.com/2009/07/02/doa-menjenguk-orang-sakit/</link>
<pubDate>Thu, 02 Jul 2009 15:54:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>Syahrir Ridha</dc:creator>
<guid>http://mysyahrir.wordpress.com/2009/07/02/doa-menjenguk-orang-sakit/</guid>
<description><![CDATA[Dari Ali radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “saya mendengar Rasulullah shollallahu ‘alaihi wassallam be]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Dari Ali radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “saya mendengar Rasulullah shollallahu ‘alaihi wassallam be]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Metode Penyelesain Konflik Sosial]]></title>
<link>http://mysyahrir.wordpress.com/2009/06/28/metode-penyelesain-konflik-sosial/</link>
<pubDate>Sun, 28 Jun 2009 15:39:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>Syahrir Ridha</dc:creator>
<guid>http://mysyahrir.wordpress.com/2009/06/28/metode-penyelesain-konflik-sosial/</guid>
<description><![CDATA[Konflik yang terjadi di dalam masyarakat tidak boleh dibiarkan. Jika dibiaerkan kemungkinan akan ter]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Konflik yang terjadi di dalam masyarakat tidak boleh dibiarkan. Jika dibiaerkan kemungkinan akan ter]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[CO2 Raih Kadar Tertinggi dalam 2 Juta Tahun]]></title>
<link>http://mysyahrir.wordpress.com/2009/06/24/co2-raih-kadar-tertinggi-dalam-2-juta-tahun/</link>
<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 11:13:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>Syahrir Ridha</dc:creator>
<guid>http://mysyahrir.wordpress.com/2009/06/24/co2-raih-kadar-tertinggi-dalam-2-juta-tahun/</guid>
<description><![CDATA[Apa yang menyebabkan kadar karbon dioksida melonjak tinggi? Sebagian ilmuwan iklim dan cuaca berpiki]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Apa yang menyebabkan kadar karbon dioksida melonjak tinggi? Sebagian ilmuwan iklim dan cuaca berpiki]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Fatwa Haram Facebook]]></title>
<link>http://apul15.wordpress.com/2009/05/28/fatwa-haram-facebook/</link>
<pubDate>Thu, 28 May 2009 11:03:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>Apul L. M. Pandiangan</dc:creator>
<guid>http://apul15.wordpress.com/2009/05/28/fatwa-haram-facebook/</guid>
<description><![CDATA[Beredar kabar yang kurang mengenakkanbagi para penggemar situs jejaring sosial, bahwa MUI sedang mem]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Beredar kabar yang kurang mengenakkanbagi para penggemar situs jejaring sosial, bahwa MUI sedang mempertimbangkan fatwa haram Facebook. Hal tersebut terkait dengan kasus yang terjadi di salah satu Pondok Pesantren di Jawa Timur, dimana santriwan dan santriwati disana memanfaatkan fasilitas digital learning mereka untuk mengakses situs Facebook, dan memanfaatkannya untuk &#8220;bercengkrama&#8221; diantara santriwan dan santriwati.</p>
<p>Tindakan &#8220;mojok&#8221; di Facebook ini pun akhirnya diketahui oleh pembina pesantren tersebut, sehingga akhirnya para pimpinan pesantren melarang dan mengharamkan santri-santrinya untuk mengakses facebook di pesantren tersebut. Tidak lama berselang, tindak lanjut dari peristiwa tersebut munculnya berita/rumor bahwa para Ulama se-Jawa Madura mengharamkan penggunaan Facebook <strong>berlebihan</strong>, demikian yang diberitakan situs 	<a href="http://www.detikinet.com/read/2009/05/25/133507/1136684/398/fatwa-haram-internet-dari-facebook-sampai-youtube"><em>detikinet.com </em></a>.</p>
<p>Pada dasarnya kemajuan teknologi apapun itu, elektronika, IT, dsb, hanya merupakan media atau alat (tools) yang pemanfaatannya diserahkan 100% kepada pengguna. Manfaat atau mudharatnya suatu benda bergantung dan kembali kepada si penggunanya.</p>
<p>Kalau Facebook, Friendster, Youtube, dsb diharamkan, mengapa tidak sekalian saja teknologi telekomunikasi lain diharamkan seperti video call, mms, sms, bahkan email yang juga berpotensi digunakan untuk perzinahan.</p>
<p>Dosen bidang Teknologi Web dan Multimedia saya pernah mengatakan bahwa hal-hal di atas mungkin bisa terjadi karena bangsa kita mungkin sampai saat ini baru mencapai tahap pengguna tok, belum banyak yang menggunakan kemajuan teknologi dengan bijak sebagai media untuk meningkatkan kualitas ilmu, iman, dan takwa.</p>
<p>Regards.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[NASIONALISME: SUATU SLOGAN KOSONG Oleh Satriwan]]></title>
<link>http://satriwan.wordpress.com/2009/05/20/menyoal-nasionalisme-kita/</link>
<pubDate>Wed, 20 May 2009 11:34:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>satriwan</dc:creator>
<guid>http://satriwan.wordpress.com/2009/05/20/menyoal-nasionalisme-kita/</guid>
<description><![CDATA[Tepat 101 tahun yang lalu, berdiri sebuah organisasi yang dibangun berdasarkan kesamaan visi antara]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Tepat 101 tahun yang lalu, berdiri sebuah organisasi yang dibangun berdasarkan kesamaan visi antara]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
