<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>sosok &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/sosok/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "sosok"</description>
	<pubDate>Wed, 22 May 2013 15:22:25 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Ini Dia Sosok Dibalik Ketenaran Justin Bieber dan PSY!!!]]></title>
<link>http://korankomentar.wordpress.com/2012/10/05/ini-dia-sosok-dibalik-ketenaran-justin-bieber-dan-psy/</link>
<pubDate>Fri, 05 Oct 2012 03:15:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>korankomentar3</dc:creator>
<guid>http://korankomentar.wordpress.com/2012/10/05/ini-dia-sosok-dibalik-ketenaran-justin-bieber-dan-psy/</guid>
<description><![CDATA[&nbsp; Mau bikin warnet ? klik disini Anda mungkin lebih mengenal Justin Bieber daripada Scooter Bra]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://korankomentar.files.wordpress.com/2012/10/vanessa-c-112.png"><img class="alignnone size-full wp-image-641" title="vanessa-c-112" src="http://korankomentar.files.wordpress.com/2012/10/vanessa-c-112.png?w=550&#038;h=550" alt="" width="550" height="550" /></a></p>
<p>&#160;</p>
<p><a title="warnetgue" href="http://www.warnetgue.com" target="_blank"><strong>Mau bikin warnet ? klik disini</strong></a></p>
<p>Anda mungkin lebih mengenal Justin Bieber daripada Scooter Braun. Padahal pria berusia 31 tahun ini sangat penting dibalik sukses pelantun <em>Baby</em> tersebut. Ibaratnya Justin Bieber tidak akan pernah ada tanpa campur tangannya.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Dia juga pria yang mengorbitkan PSY ‘Gangnam Style’ menjadi musisi Korea pertama yang merajai AS. Hingga kemudian populer dimana-mana. Tetapi siapakah sebenarnya Scooter Braun?</p>
<p>Bisa dibilang tidak ada satupun keluarga Braun bekerja di industri hiburan. Semasa kecil Braun yang lahir di New York dari keluarga keturunan Hungaria, besar di Greenwich, Connecticut. Disana ia menjalani pendidikan dari SD hingga SMA.</p>
<p>Ayah (Ervin Braun) dan ibunya (Susan  Schlussel) adalah dokter gigi. Jadi bisa dibilang dia satu-satunya anggota keluarga yang mempunyai niat berbeda. Dari kecil Braun mempunyai bakat di dunia hiburan. Saat SMP ia pernah ikut dalam lomba pembuatan film pendek dokumenter tentang konflik Hungaria yang berhubungan dengan Holocaust. Braun mendapat juara ketiga.</p>
<p>Awalnya Braun juga tertarik menjadi atlet basket terkenal seperti idolanya Michael Jordan dan Magic Johnson. Semasa SMA dia pernah bergabung dalam klub basket dan memenangkan beberapa kejuaraan tingkat lokal. Dia juga atlet yang berbakat.</p>
<p>Sayangnya karir sebagai atlet pupus setelah masuk Universitas Emory di Atlanta. Di semester kedua dia terlibat perselisihan dengan pelatih. Braun keluar, dan saat menjalani masa frustrasi karena berhenti dari basket itulah dia menoleh ke dunia hiburan.</p>
<p>Di tahun 2000 Braun memulai karier sebagai promotor acara di Universitas Emory. Dari sinilah insting bisnisnya terasah. Sebab diawal karirnya sebagai promotor, Braun berhasil membuat acara musik besar dengan mengundang artis terkenal seperti Ludacris dan Britney Spears. Sukses ini kemudian mengilhami Braun secara resmi mendirikan perusahaan sendiri. Ia juga menjelma menjadi promotor musik termuda dan paling terkenal di Atlanta.</p>
<p>Pada tahun 2002, kejeniusannya merancang acara membuatnya direkrut oleh manajemen Eminem dan Ludacris untuk merencanakan konser lima kota untuk rapper yang sedang di puncak popularitas itu. Karier sebagai manajer artis pun mulai menanjak saat tidak sengaja menemukan video nyanyian seorang ABG tidak terkenal dari antah berantah. Firasat Braun memang jitu. Dia benar-benar berhasil menjadikan nama Justin Bieber merek dagang yang sangat menguntungkan di seluruh dunia.</p>
<p><strong>Manajer Artis</strong></p>
<p>Setelah menemukan Bieber, Braun semakin bersemangat untuk terjun di industri hiburan dengan menjadi manajer artis. Dan dalam waktu tiga tahun tepatnya pada tahun 2009, Scooter Braun berhasil membuat Justin Bieber menjadi idola baru. Dia menciptakan rumus untuk mempopulerkan artis lewat kekuatan besar sosial media. Menurut Braun, komunikasi langsung dengan fans sangat efektif untuk mendongkrak popularitas artis.</p>
<p>Kini, Braun kembali menunjukkan kehebatannya dengan merekrut PSY ‘Gangnam Style’ untuk bergabung dalam Island Records, manajemen artis terkenal seperti Justin Bieber dan Jennifer Lopez. PSY juga ditemukannya melalui <em>YouTube.</em></p>
<p>Braun mendongkrak popularitas PSY dengan menghadirkannya di MTV VMA. Sekaligus membuat namanya jadi pembicaraan di AS. Strategi marketing yang tepat dari Scooter Braun <em>lah </em>yang berhasil menyulap Justin Bieber menjadi idola. Tanpa Braun, mungkin Bieber masih berkutat di audisi-audisi pencari bakat.</p>
<p>Keberadaan Braun juga terbukti nyata, sehebat apapun seorang artis tidak bisa sukses tanpa strategi marketing yang tepat.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sosok Sang Juara]]></title>
<link>http://ahmadnasikun.wordpress.com/2012/10/05/sosok-sang-juara/</link>
<pubDate>Thu, 04 Oct 2012 16:35:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>Nasikun</dc:creator>
<guid>http://ahmadnasikun.wordpress.com/2012/10/05/sosok-sang-juara/</guid>
<description><![CDATA[Tak mudah untuk menjadi pribadi yang unggul. Kita semua paham bahwa dibutuhkan kerja keras dan seman]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div align="justify">
<a href="http://ahmadnasikun.files.wordpress.com/2012/10/piala.jpeg"><img class="alignleft  wp-image-713" title="juara" src="http://ahmadnasikun.files.wordpress.com/2012/10/piala.jpeg?w=236&#038;h=200" alt="juara" width="236" height="200" /></a> Tak mudah untuk menjadi pribadi yang unggul. Kita semua paham bahwa dibutuhkan kerja keras dan semangat tidak mudah menyerah untuk mencapai hal-hal besar dalam hidup. Jalan sang juara memang berbeda, dan seringkali lebih melelahkan. Saat yang lain sedang bersantai ria, kita harus ikhlas untuk tetap mengerjakan banyak hal demi meraih cita. Kala lainnya hanya bisa mengutuk masalah, kita mesti siap untuk menjadi bagian dari penyelesainnya. Semasa kuliah di UGM, ada beberapa kisah kawan-kawan yang selalu menginspirasi saya.</p>
<p>Entah kenapa, sejak awal masuk UGM saya mengagumi sosok para <strong>ketua BEM</strong> (Badan Eksekutif Mahasiswa). Akhirnya saya pun mendapat kesempatan untuk berada pada masa dimana kawan-kawan saya menjadi sebagian dari mereka (Ketua BEM). Mereka adalah mahasiswa/i pilihan yang sejak awal kuliah telah tampak karakter kepemimpinannya, sosok yang selalu berusaha untuk mengajak mahasiswa lainnya agar menjadi pribadi yang lebih berkontribusi pada lingkungan. Kepentingan pribadi bukan lagi menjadi prioritas yang utama bagi mereka. Masa depan bangsa dan sekitar menjadi penggerak setiap langkah mereka. Inilah sosok-sosok mahasiswa yang saya yakin bisa membawa perubahan pada bangsa ini, jika tetap berada pada trek yang tepat.</p>
<p>Gigih dan fokus dalam belajar, serta cerdas dalam mengatur waktu. Barangkali itulah sebagian kunci dari keberhasilan beberapa mahasiswa yang setiap kali periode wisuda di UGM dianugrahi predikat <strong>wisudawan/wati terbaik fakultas</strong>. Atau dengan kata lain  mahasiswa/i yang memiliki nilai terbaik di fakultasnya, a.k.a mahasiswa/i ber-IPK super. Dibutuhkan performa bagus dan konsistensi untuk tetap berprestasi bagus di setiap semester selama menempuh studi di kampus. Tidak hanya satu atau dua kali mengerjakan tugas secara serius, namun track record dan karakter pribadi yang selalu berusaha memberikan yang terbaik pada setiap hal yang dilakukan (salah satunya pendidikan di kampus) lah yang lebih terlihat dari pribadi-pribadi seperti ini.</p>
<p>Untuk mengukur kompetensi keilmuan mahasiswa/i, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) seringkali mengadakan kompetisi mahasiswa/i. Salah satu kompetisi yang sangat prestisius adalah Olimpiade Nasional MIPA (ON-MIPA). Dengan seleksi berlapis-lapis dari fakultas hingga tingkat nasional, menjadi <strong>juara satu (medali emas) pada ON-MIPA</strong> (atau kompetisi serupa) tentulah hal yang sangat sulit. Dibutuhkan persiapan yang sangat matang, pemahaman mendalam mengenai bidang ilmu terkait, serta kegigihan untuk memberikan yang terbaik dalam setiap tahapan. Dan saya sangat bangga dengan kawan-kawan yang telah meraih prestasi-prestasi tersebut.</p>
<p>Hal lainnya yang barangkali perlu kita apresiasi adalah para <strong>Mahasiswa Nerprestasi</strong> di berbagai fakultas di kampus (misalnya UGM). Kawan-kawan ini memiliki performa yang sangat apik di bidang akademis, namun mereka juga punya softskills tinggi serta aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan/kemasyarakatan. Mereka mampu mengelola waktunya dengan sangat rapi sehingga bisa tetap beraktivitas di luar kuliah serta masih menjaga performa akademisnya. Komposisi yang sangat berat bagi kebanyakan mahasiswa.</p>
<p><strong>Aktivis Islam</strong>. Saya selalu sangat bangga dengan kawan-kawan saya yang ini. Di saat arus globalisasi dan westernisasi menyerbu kampus-kampus negeri ini, yang walau pastinya membawa nilai positif tetapi banyak pula dampak negatifnya, mereka dengan gigih tetap menjaga dan menyebarkan nilai-nilai keagamaan dengan penuh keikhlasan. Saat sebagian dari kami hanya fokus pada belajar dan mendapatkan nilai tinggi di kampus, mereka dengan penuh semangat menghidupkan mushola-mushola fakultas/masjid kampus dengan berbagai kegiatan pengembangan diri. Kala beberapa mahasiswa asyik dengan malam mingguan di klub-klub malam, mereka rela terjun ke berbagai pelosok daerah untuk mengajari adik-adik kecil belajar baca Al-Qur&#8217;an atau mengadakan bakti sosial. Merekalah sosok yang tetap menghargai prestasi akademis namun selalu berusaha melaksakan segala-Nya hanya demi Allah dan berusaha menjalankan hidupnya sesuai dengan ketentuan-Nya. Tanpa mengharap sesuatu pun dari manusia, tdak mengharap harta benda atau imbalan lainnya, tidak juga popularitas, apalagi sekedar ucapan terima kasih. Hanya ridho-Nya.</p>
<p>Fitrah atau barangkali kecendurungan dari kita yang sudah diberikan sedikit &#8216;icip-icip&#8217; keberhasilan olah-Nya adalah perasaan untuk merasa hebat, agak sombong, atau barangkali memandang rendah orang lain. Jika sifat seperti ini menempel pada hati kita, maka harus segera diamputasi biar tidak semakin akut dan menjalar lebih luas. Oleh karena itulah saya, secara pribadi, sangat menghargai kawan-kawan di kampus yang mempunyai prestasi menonjol tetapi tetap <strong>rendah hati</strong>, tidak memamerkan prestasinya. Mereka tidak pernah merasa besar dengan segala prestasinya, selalu ada hal lain yang lebih besar untuk diraih, dan mereka bekerja keras untuk meraihnya. Bukan karena tidak bersyukur atau egois, tapi saya melihat mereka sebagai pribadi-pribadi yang meyakini bahwa mereka bisa melakukan hal yang lebih besar lagi, dan jika kesombongan sudah menghampiri hati, maka musnahlah sudah masa depan yang cerah.</p>
<p>Agar bisa menjadi pribadi yang mampu meraih prestasi tersebut, tentunya diperlukan usaha yang luar biasa. Untuk mencapai beberapa di antaranya tentunya usahanya pun akan lebih keras lagi. Tapi tentunya bukan hal yang mustahil. InsyaAllah dengan kerja keras yang dibarengi dengan doa yang penuh harap pada-Nya hal-hal tersebut sangatlah mungkin. Jika masih ada yang menganggap capaian tersebut hampir mustahil, akan saya perkenalkan sosok seorang kawan yang tidak hanya meraih beberapa di antara capaian tersebut, tapi SEMUA yang saya tuliskan di atas. Bahkan LEBIH dari itu.</p>
<p>Namanya Fajar. Fajar Sofyantoro lengkapnya. Alumni UGM yang sedang menunggu masa keberangkatan ke Jepang dengan beasiswa dari Panasonic setelah menyempurnakan studinya di Fakultas Biologi UGM dengan predikat sebagai wisudawan terbaik. Dia juga dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi (Mapres) Biologi UGM tahun 2011 dan tahun sebelumnya juga menjabat sebagai Ketua BEM Biologi UGM, padahal di semester sebelum pemilihan dia harus belajar di Nanyang Technological University (NTU) Singapura selama 1 semester. Dan masih banyak lagi torehan prestasinya.</p>
<p>Dia pun menyempurnakan sederet prestasi dan karakternya dengan banyak keahlian dan sifat yang makin membuat kita terinspirasi untuk meneladaninya. Tulisannya sudah seperti karya para novelis handal; silahkan cek di blog dan notes-nya yang rutin ia update. Badannya pun sangat manly, saking kekarnya kami sering memanggilnya &#8216;Kim Jong-Kook,&#8217; penyanyi Korea berbadan kekar. Walau sarat dengan segudang prestasi, dia masih sangat peduli dengan sekitarnya. Bagi yang menjadi temannya di Facebook tentunya tahu alasan kenapa dia memajang foto beberapa adik kelasnya di fakultas sebagai photoprofilnya beberapa waktu yang lalu. Dengan segala kesibukannya, dia masih tetap rajin mampir ke rumahnya di Magelang untuk ber-birul walidain pada kedua orangtuanya, bukti bahwa dia adalah anak yang sangat hormat pada bapak-ibunya.</p>
<p>Itulah kawan salah satu sosok kawan yang selalu menjadi inspirasi dan motivasi bagi diri saya untuk terus mengembangkan potensi. Bukti nyata, bukan cuma karya fiksi atau dongeng masa kecil serta bukan pula superhero yang hanya ada di TV. Semoga kita bisa meneladaninya, untuk menjadi sosok yang penuh prestasi di berbagai bidang tetapi tetap memelihara nilai-nilai fundamental dalam hidup kita, untuk berprestasi bukan hanya demi piala tapi demi kontribusi pada sekitar. Inilah kisah singkat tentang Fajar, Sosok Sang Juara.
</p></div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[HAPE HILANG, TETAP LAPANG]]></title>
<link>http://cakrawalamta.wordpress.com/2012/09/24/hape-hilang-tetap-lapang/</link>
<pubDate>Mon, 24 Sep 2012 03:19:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>cakrawalamta</dc:creator>
<guid>http://cakrawalamta.wordpress.com/2012/09/24/hape-hilang-tetap-lapang/</guid>
<description><![CDATA[Tegar: Pak Hefni (kiri) ketika bersama kru Cakrawala Kala itu matahari pagi sangat cerah sekali, ber]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 189px"><a href="http://cakrawalamta.files.wordpress.com/2012/09/picture222.jpg"><img class="wp-image " src="http://cakrawalamta.files.wordpress.com/2012/09/picture222.jpg?w=179&#038;h=135" alt="Gambar" width="179" height="135" /></a><p class="wp-caption-text">Tegar: Pak Hefni (kiri) ketika bersama kru Cakrawala</p></div>
<p>Kala itu matahari pagi sangat cerah sekali, berbeda dengan Hefni,(30) wajahnya terlihat murung dibalik skat WARTEL yang ia jaga selama ini. Hampir tak ada santripun yang datang ke WARTELnya. Karena sudah jelas mereka sedang menimba ilmu dikelasnya masing-masing. Hefni bekerja sebagai penjaga WARTEL sejak tahun 2003. Saat itu ia menggantikan posisi rekannya, penghasilannya juga tidak begitu besar yaitu sekitar 150ribu/hari. Itupun terpotong dengan pajak untuk pondok. Seperti halnya modal yang berasal dari pondok. Jadi ia Cuma bertugas menjaga warung telepon tersebut. Itu semua ia lakukan dengan ikhlas dan penuh semangat tanpa beban.</p>
<blockquote><p> “ ya, begitulah dik, itu semua dari pondok, saya Cuma jaga. Tapi tetap ada lah komisinya, hahaha” terang pria asal Kapedi itu lantas tertawa. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Selama 9 tahun kerja, akhirnya berbuah manis. Jika dulu speda onthel adalah teman hidupnya, tapi sekarang terpajang Honda Beat disampingnya. Memang dikalangan santri sendiri ada yang kontra.”ya masa dek, selama sembilan tahun saya tidak dapat apa-apa dek, baru kalau cuma beberapa bulan itu perlu dipertanyakan. Sembilan tahun itukan lama dek haha&#8230;”. jelasnya</p>
<p>Ada hitam, ada putih. Ada suka, ada duka. Itupun tak lepas dari pak Hef (sapaannya). Sekitar beberapa waktu yang lalu satu HP operator raib tak berbekas. Itupun sempat membuat ia galau.”satu minggu yang lalu  HP di sini hilang dek, tersangkanya salah satu santri TMI. Dia pura-pura mau nelpon, tapi ternyata ia kabur keluar pondok. Ya mau gimana lagi dek&#8230; “ujarnya sembari tersenyum.</p></blockquote>
<p>Sementara ia juga pernah terkurung oleh hujan lebat sampai-sampai ia tidak bisa pulang. Dan itu bukan sekali-duakali terjadi. Ia  hanya tersenyum mengingatnya.”Tapi saya suka sama anak Tahfidh dek. Soalnya semuanya ramah-ramah. Jadi kalo’ sedang jaga ngga’ kesepian, ada yang bisa diajak ngobrol”. Faktor tersebutlah yang membuatnya tetap betah menjaga wartel di MTA ini selama kurang lebih sembilan tahun. Harapan beliau agar santri MTA lebih sering nelpon dan tidak nge-bon.”sering-seringlah nelpon gitu, biar penghasilannya lancar hehe&#8230; . terus juga, jangan suka ngutang yaa&#8230;.”. dari figur kali ini sobat cakrawala bisa mengambil hikmah, bahwa kita harus menjalani kehidupan dengan sukacita apapun yang terjadi. check it out!! (naf/ful/c3)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SBY: "Tolong Dibantu!"]]></title>
<link>http://nunungnuraida.wordpress.com/2012/09/22/sby-tolong-dibantu/</link>
<pubDate>Sat, 22 Sep 2012 16:05:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>Nunung Nuraida</dc:creator>
<guid>http://nunungnuraida.wordpress.com/2012/09/22/sby-tolong-dibantu/</guid>
<description><![CDATA[Hiruk pikuk pilkada Gubernur DKI sudah mereda. Sudah tak banyak lagi terdengar suara-suara memperjua]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Hiruk pikuk pilkada Gubernur DKI sudah mereda. Sudah tak banyak lagi terdengar suara-suara memperjua]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Umar bin Abdul-Aziz]]></title>
<link>http://alroiscommunity.wordpress.com/2012/09/20/umar-bin-abdul-aziz/</link>
<pubDate>Thu, 20 Sep 2012 14:34:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>alroiscommunity</dc:creator>
<guid>http://alroiscommunity.wordpress.com/2012/09/20/umar-bin-abdul-aziz/</guid>
<description><![CDATA[Saat itu tengah malam di kota Madinah. Kebanyakan warga kota sudah tidur. Umar bin Khatab r.a. berja]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://alroiscommunity.files.wordpress.com/2012/09/umar1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-202" title="umar" alt="" src="http://alroiscommunity.files.wordpress.com/2012/09/umar1.jpg?w=396&#038;h=384" height="384" width="396" /></a>Saat itu tengah malam di kota Madinah. Kebanyakan warga kota sudah tidur. Umar bin Khatab r.a. berjalan menyelusuri jalan-jalan di kota. Dia coba untuk tidak melewatkan satupun dari pengamatannya. Menjelang dini hari, pria ini lelah dan memutuskan untuk beristirahat. Tanpa sengaja, terdengarlah olehnya percakapan antara ibu dan anak perempuannya dari dalam rumah dekat dia beristirahat.</p>
<p>“Nak, campurkanlah susu yang engkau perah tadi dengan air,” kata sang ibu.<br />
“Jangan ibu. Amirul mukminin sudah membuat peraturan untuk tidak menjual susu yang dicampur air,” jawab sang anak.<br />
“Tapi banyak orang melakukannya Nak, campurlah sedikit saja. Tho insyaallah Amirul Mukminin tidak mengetahuinya,” kata sang ibu mencoba meyakinkan anaknya.<br />
“Ibu, Amirul Mukminin mungkin tidak mengetahuinya. Tapi, Rab dari Amirul Mukminin pasti melihatnya,” tegas si anak menolak.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Mendengar percakapan ini, berurailah air mata pria ini. Karena subuh menjelang, bersegeralah dia ke masjid untuk memimpin shalat Subuh. Sesampai di rumah, dipanggilah anaknya untuk menghadap dan berkata, “Wahai Ashim putra Umar bin Khattab. Sesungguhnya tadi malam saya mendengar percakapan istimewa. Pergilah kamu ke rumah si anu dan selidikilah keluarganya.”</p>
<p>Ashim bin Umar bin Khattab melaksanakan perintah ayahndanya yang tak lain memang Umar bin Khattab, Khalifah kedua yang bergelar Amirul Mukminin. Sekembalinya dari penyelidikan, dia menghadap ayahnya dan mendengar ayahnya berkata,<br />
“Pergi dan temuilah mereka. Lamarlah anak gadisnya itu untuk menjadi isterimu. Aku lihat insyaallah ia akan memberi berkah kepadamu dan anak keturunanmu. Mudah-mudahan pula ia dapat memberi keturunan yang akan menjadi pemimpin bangsa.”</p>
<p>Begitulah, menikahlah Ashim bin Umar bin Khattab dengan anak gadis tersebut. Dari pernikahan ini, Umar bin Khattab dikaruniai cucu perempuan bernama Laila, yang nantinya dikenal dengan <strong>Ummi Ashim</strong>. Suatu malam setelah itu, Umar bermimpi. Dalam mimpinya dia melihat seorang pemuda dari keturunannya, bernama Umar, dengan kening yang cacat karena luka. Pemuda ini memimpin umat Islam seperti dia memimpin umat Islam. Mimpi ini diceritakan hanya kepada keluarganya saja. Saat Umar meninggal, cerita ini tetap terpendam di antara keluarganya.</p>
<p>Pada saat kakeknya Amirul Mukminin Umar bin Khattab terbunuh pada tahun 644 Masehi, Ummi Ashim turut menghadiri pemakamannya. Kemudian Ummi Ashim menjalani 12 tahun kekhalifahan Ustman bin Affan sampai terbunuh pada tahun 656 Maserhi. Setelah itu, Ummi Ashim juga ikut menyaksikan 5 tahun kekhalifahan Imam Ali bin Abi Thalib r.a. Hingga akhirnya Muawiyah berkuasa dan mendirikan Dinasti Umayyah.</p>
<p>Pergantian sistem kekhalifahan ke sistem dinasti ini sangat berdampak pada Negara Islam saat itu. Penguasa mulai memerintah dalam kemewahan. Setelah penguasa yang mewah, penyakit-penyakit yang lain mulai tumbuh dan bersemi. Ambisi kekuasaan dan kekuatan, penumpukan kekayaan, dan korupsi mewarnai sejarah Islam dalam Dinasti Umayyah. Negara bertambah luas, penduduk bertambah banyak, ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang, tapi orang-orang semakin merindukan ukhuwah persaudaraan, keadilan dan kesahajaan Ali, Utsman, Umar, dan Abu Bakar. Status kaya-miskin mulai terlihat jelas, posisi pejabat-rakyat mulai terasa. Kafir dhimni pun mengeluhkan resahnya, “Sesungguhnya kami merindukan Umar, dia datang ke sini menanyakan kabar dan bisnis kami. Dia tanyakan juga apakah ada hukum-hukumnya yang merugikan kami. Kami ikhlas membayar pajak berapapun yang dia minta. Sekarang, kami membayar pajak karena takut.”</p>
<p>Kemudian Muawiyah membaiat anaknya Yazid bin Muawiyah menjadi penggantinya. Tindakan Muawiyah ini adalah awal malapetaka dinasti Umayyah yang dia buat sendiri. Yazid bukanlah seorang amir yang semestinya. Kezaliman dilegalkan dan tindakannya yang paling disesali adalah membunuh sahabat-sahabat Rasul serta cucunya Husein bin Ali bin Abi Thalib. Yazid mati menggenaskan tiga hari setelah dia membunuh Husein.</p>
<p>Akan tetapi, putra Yazid, Muawiyah bin Yazid, adalah seorang ahli ibadah. Dia menyadari kesalahan kakeknya dan ayahnya dan menolak menggantikan ayahnya. Dia memilih pergi dan singgasana dinasti Umayah kosong. Terjadilah rebutan kekuasaan dikalangan bani Umayah. Abdullah bin Zubeir, seorang sahabat utama Rasulullah dicalonkan untuk menjadi amirul mukminin. Namun, kelicikan mengantarkan Marwan bin Hakam, bani Umayah dari keluarga Hakam, untuk mengisi posisi kosong itu dan meneruskan sistem dinasti. Marwan bin Hakam memimpin selama sepuluh tahun lebih dan lebih zalim daripada Yazid.</p>
<p><strong>Kelahiran Umar bin Abdul Aziz </strong></p>
<p>Saat itu, Ummi Ashim menikah dengan Abdul Aziz bin Marwan. Abdul Aziz adalah Gubernur Mesir di era khalifah Abdul Malik bin Marwan (685 – 705 M) yang merupakan kakaknya. Abdul Mallik bin Marwan adalah seorang shaleh, ahli fiqh dan tafsir, serta raja yang baik terlepas dari permasalahan ummat yang diwarisi oleh ayahnya (Marwan bin Hakam) saat itu.</p>
<p>Dari perkawinan itu, lahirlah Umar bin Abdul Aziz. Beliau dilahirkan di Halawan, kampung yang terletak di Mesir, pada tahun 61 Hijrah.Umar kecil hidup dalam lingkungan istana dan mewah. Saat masih kecil Umar mendapat kecelakaan. Tanpa sengaja seekor kuda jantan menendangnya sehingga keningnya robek hingga tulang keningnya terlihat. Semua orang panik dan menangis, kecuali Abdul Aziz seketika tersentak dan tersenyum. Seraya mengobati luka Umar kecil, dia berujar,</p>
<p>“<strong>Bergembiralah engkau wahai Ummi Ashim. Mimpi Umar bin Khattab insyaallah terwujud, dialah anak dari keturunan Umayyah yang akan memperbaiki bangsa ini.</strong>“</p>
<p>Umar bin Abdul Aziz menuntut ilmu sejak beliau masih kecil. Beliau sentiasa berada di dalam majlis ilmu bersama-sama dengan orang-orang yang pakar di dalam bidang fikih dan juga ulama-ulama. Beliau telah menghafaz al-Quran sejak masih kecil. Merantau ke Madinah untuk menimba ilmu pengetahuan. Beliau telah berguru dengan beberapa tokoh terkemuka spt Imam Malik b. Anas, Urwah b. Zubair, Abdullah b. Jaafar, Yusuf b. Abdullah dan sebagainya. Kemudian beliau melanjutkan pelajaran dengan beberapa tokoh terkenal di Mesir.</p>
<p>Semasa Khalifah Walid bin Abdul Malik memerintah, beliau memegang jawatan gabernur Madinah/Hijaz dan berjaya mentadbir wilayah itu dengan baik. Ketika itu usianya lebih kurang 28 tahun. Pada zaman Sulaiman bin Abdul Malik memerintah, beliau dilantik menjadi menteri kanan dan penasihat utama khalifah. Pada masa itu usianya 33 tahun.<br />
<strong><br />
</strong>Umar bin Abdul Aziz mempersunting Fatimah binti Abdul Malik bin Marwan sebagai istrinya. Fatimah binti Abdul Malik bin Marwan adalah putri dari khalifah Abdul Malik bin Marwan. Demikian juga, keempat saudaranya pun semua khalifah, yaitu Al Walid Sulaiman, Al Yazid, dan Hisyam. Ketika Fatimah dipinang untuk Umar bin Abdul Aziz, pada waktu itu Umar masih layaknya orang kebanyakan bukan sebagai calon pemangku jabatan khalifah.</p>
<p><strong>Pengangkatan Umar bin Abdul Aziz sebagai Khalifah<br />
</strong><br />
Atas wasiat yang dikeluarkan oleh khalifah Sulaiman bin Abdul Malik, Umar bin Abdul Aziz diangkat menjadi khalifah pada usianya 37 tahun. Beliau dilantik menjadi Khalifah selepas kematian Sulaiman bin Abdul Malik tetapi beliau tidak suka kepada pelantikan tersebut. Lalu beliau memerintahkan supaya memanggil orang ramai untuk mendirikan sembahyang. Selepas itu orang ramai mula berpusu-pusu pergi ke masjid. Apabila mereka semua telah berkumpul, beliau bangun menyampaikan ucapan. Lantas beliau mengucapkan puji-pujian kepada Allah dan berselawat kepada Nabi s.a.w kemudian beliau berkata:</p>
<p>“Wahai sekalian umat manusia! Aku telah diuji untuk memegang tugas ini tanpa meminta pandangan daripada aku terlebih dahulu dan bukan juga permintaan daripada aku serta tidak dibincangkan bersama dengan umat Islam. Sekarang aku membatalkan baiah yang kamu berikan kepada aku dan pilihlah seorang Khalifah yang kamu reda”.</p>
<p>Tiba-tiba orang ramai serentak berkata:</p>
<p>“Kami telah memilih kamu wahai Amirul Mukminin dan kami juga reda kepada kamu. Oleh yang demikian perintahlah kami dengan kebaikan dan keberkatan”.</p>
<p>Lalu beliau berpesan kepada orang ramai supaya bertakwa, zuhud kepada kekayaan dunia dan mendorong mereka supaya cintakan akhirat kemudian beliau berkata pula kepada mereka: “Wahai sekalian umat manusia! Sesiapa yang taat kepada Allah, dia wajib ditaati dan sesiapa yang tidak taat kepada Allah, dia tidak wajib ditaati oleh sesiapapun. Wahai sekalian umat manusia! Taatlah kamu kepada aku selagi aku taat kepada Allah di dalam memimpin kamu dan sekiranya aku tidak taat kepada Allah, janganlah sesiapa mentaati aku”. Setelah itu beliau turun dari mimbar.</p>
<p>Umar rahimahullah pernah menghimpunkan sekumpulan ahli fekah dan ulama kemudian beliau berkata kepada mereka: “Aku menghimpunkan kamu semua untuk bertanya pendapat tentang perkara yang berkaitan dengan barangan yang diambil secara zalim yang masih berada bersama-sama dengan keluarga aku?” Lalu mereka menjawab: “Wahai Amirul Mukminin! perkara tersebut berlaku bukan pada masa pemerintahan kamu dan dosa kezaliman tersebut ditanggung oleh orang yang mencerobohnya.” Walau bagaimanapun Umar tidak puas hati dengan jawapan tersebut sebaliknya beliau menerima pendapat daripada kumpulan yang lain termasuk anak beliau sendiri Abdul Malik yang berkata kepada beliau: “Aku berpendapat bahawa ia hendaklah dikembalikan kepada pemilik asalnya selagi kamu mengetahuinya. Sekiranya kamu tidak mengembalikannya, kamu akan menanggung dosa bersama-sama dengan orang yang mengambilnya secara zalim.” Umar berpuas hati mendengar pendapat tersebut lalu beliau mengembalikan semula barangan yang diambil secara zalim kepada pemilik asalnya.</p>
<p>Sesudah Umar bin Abdul Aziz diangkat menjadi khalifah dan Amirul Mukminin, Umar langsung mengajukan pilihan kepada Fatimah, isteri tercinta.</p>
<p>Umar berkata kepadanya, “Isteriku sayang, aku harap engkau memilih satu di antar dua.”<br />
Fatimah bertanya kepada suaminya, “Memilih apa, kakanda?”<br />
Umar bin Abdul Azz menerangkan, “Memilih antara perhiasan emas berlian yang kau pakai dengan Umar bin Abdul Aziz yang mendampingimu.”<br />
Kata Fatimah, “Demi Allah, Aku tidak memilih pendamping lebih mulia daripadamu, ya Amirul Mukminin. Inilah emas permata dan seluruh perhiasanku.”</p>
<p>Kemudian Khalifah Umar bin Abdul Aziz menerima semua perhiasan itu dan menyerahkannya ke Baitulmal, kas Negara kaum muslimin. Sementara Umar bin Abdul Aziz dan keluarganya makan makanan rakyat biasa, yaitu roti dan garam sedikit.</p>
<p>Setelah menjadi khalifah, beliau mengubah beberapa perkara yang lebih mirip kepada sistem feodal. Di antara perubahan awal yang dilakukannya ialah :<br />
1) menghapuskan cacian terhadap Saidina Ali b Abu Thalib dan keluarganya yang disebut dalam khutbah-khutbah Jumaat dan digantikan dengan beberapa potongan ayat suci al-Quran<br />
2) merampas kembali harta-harta yang disalahgunakan oleh keluarga Khalifah dan mengembalikannya ke Baitulmal<br />
3) memecat pegawai-pegawai yang tidak cekap, menyalahgunakan kuasa dan pegawai yang tidak layak yang dilantik atas pengaruh keluarga Khalifah<br />
4) menghapuskan pegawai pribadi bagi Khalifah sebagaimana yang diamalkan oleh Khalifah terdahulu. Ini membolehkan beliau bebas bergaul dengan rakyat jelata tanpa sekatan tidak seperti khalifah dahulu yang mempunyai pengawal peribadi dan askar-askar yang mengawal istana yang menyebabkan rakyat sukar berjumpa.</p>
<p>Selain daripada itu, beliau amat menitilberatkan tentang kebajikan rakyat miskin di mana beliau juga telah menaikkan gaji buruh sehingga ada yang menyamai gaji pegawai kerajaan.</p>
<p>Beliau juga amat menitikberatkan penghayatan agama di kalangan rakyatnya yang telah lalai dengan kemewahan dunia. Khalifah umar telah memerintahkan umatnya mendirikan solat secara berjammah dan masjid-masjid dijadikan tempat untuk mempelajari hukum Allah sebegaimana yang berlaku di zaman Rasulullah SAW dan para Khulafa’ Ar-Rasyidin. Baginda turut mengarahkan Muhammad b Abu Bakar Al-Hazni di Mekah agar mengumpul dan menyusun hadith-hadith Raulullah SAW. Beliau juga meriwayatkan hadis dari sejumlah tabiin lain dan banyak pula ulama hadis yang meriwayatkan hadis daripada beliau.</p>
<p>Dalam bidang ilmu pula, beliau telah mengarahkan cendikawan Islam supaya menterjemahkan buku-buku kedoktoran dan pelbagai bidang ilmu dari bahasa Greek, Latin dan Siryani ke dalam bahasa Arab supaya senang dipelajari oleh umat Islam.</p>
<p>Dalam mengukuhkan lagi dakwah Islamiyah, beliau telah menghantar 10 orang pakar hukum Islam ke Afrika Utara serta menghantar beberapa orang pendakwah kepada raja-raja India, Turki dan Barbar di Afrika Utara untuk mengajak mereka kepada Islam. Di samping itu juga beliau telah menghapuskan bayaran Jizyah yang dikenakan ke atas orang yang bukan Islam dengan harapan ramai yang akan memeluk Islam.</p>
<p>Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang terkenal dengan keadilannya telah menjadikan keadilan sebagai keutamaan pemerintahannya. Beliau ingin semua rakyat dilayani dengan adil tidak memandang keturunan dan pangkat supaya keadilan dapat berjalan dengan sempurna. Keadilan yang beliau perjuangan adalah menyamai keadilan di zaman kakeknya, Khalifah Umar Al-Khatab.</p>
<p>Pada masa pemerintahan beliau, kerajaan Umaiyyah semakin kuat tiada pemberontakan dalaman, kurang berlaku penyelewengan, rakyat mendapat layanan yang sewajarnya dan menjadi kaya-raya hinggakan Baitulmal penuh dengan harta zakat kerana tiada lagi orang yang mahu menerima zakat. Rakyat umumnya sudah kaya ataupun sekurang-kurangnya mau berdikari sendiri. Pada zaman pemerintahan Umar bin Abdul Aziz ra, pasukan kaum muslimin sudah mencapai pintu kota Paris di sebelah barat dan negeri Cina di sebelah timur. Pada waktu itu kekausaan pemerintahan di Portugal dan Spanyol berada di bawah kekuasaannya.</p>
<p><strong>Kematian beliau</strong></p>
<p>Beliau wafat pada tahun 101 Hijrah ketika berusia 39 tahun. Beliau memerintah hanya selama 2 tahun 5 bulan saja. Setelah beliau wafat, kekhalifahan digantikan oleh iparnya, Yazid bin Abdul Malik.</p>
<p>Muhammad bin Ali bin Al-Husin rahimahullah berkata tentang beliau: “Kamu telah sedia maklum bahwa setiap kaum mempunyai seorang tokoh yang menonjol dan tokoh yang menonjol dari kalangan Bani Umaiyyah ialah Umar bin Abdul Aziz, beliau akan dibangkitkan di hari kiamat kelak seolah-olah beliau satu umat yang berasingan.”</p>
<p>Terdapat banyak riwayat dan athar para sahabat yang menceritakan tentang keluruhan budinya. Di antaranya ialah :<br />
1) At-Tirmizi meriwayatkan bahwa Umar Al-Khatab telah berkata : “Dari anakku (zuriatku) akan lahir seorang lelaki yang menyerupainya dari segi keberaniannya dan akan memenuhkan dunia dengan keadilan”<br />
2) Dari Zaid bin Aslam bahawa Anas bin Malik telah berkata : “Aku tidak pernah menjadi makmum di belakang imam selepas wafatnya Rasulullah SAW yang mana solat imam tersebut menyamai solat Rasulullah SAW melainkan daripada Umar bin Abdul Aziz dan beliau pada masa itu adalah Gabenor Madinah”<br />
3) Al-Walid bin Muslim menceritakan bahawa seorang lelaki dari Khurasan telah berkata : “Aku telah beberapa kali mendengar suara datang dalam mimpiku yang berbunyi : “Jika seorang yang berani dari Bani Marwan dilantik menjadi Khalifah, maka berilah baiah kepadanya kerana dia adalah pemimpin yang adil”.” Lalu aku menanti-nanti sehinggalah Umar b. Abdul Aziz menjadi Khalifah, akupun mendapatkannya dan memberi baiah kepadanya”.<br />
4) Qais bin Jabir berkata : “Perbandingan Umar b Abdul Aziz di sisi Bani Ummaiyyah seperti orang yang beriman di kalangan keluarga Firaun”<br />
5) Hassan al-Qishab telah berkata :”Aku melihat serigala diternak bersama dengan sekumpulan kambing di zaman Khalifah Umar Ibnu Aziz”<br />
6) Umar b Asid telah berkata :”Demi Allah, Umar Ibnu Aziz tidak meninggal dunia sehingga datang seorang lelaki dengan harta yang bertimbun dan lelaki tersebut berkata kepada orang ramai :”Ambillah hartaku ini sebanyak mana yang kamu mahu”. Tetapi tiada yang mahu menerimanya (kerana semua sudah kaya) dan sesungguhnya Umar telah menjadikan rakyatnya kaya-raya”<br />
7) ‘Atha’ telah berkata : “Umar Abdul Aziz mengumpulkan para fuqaha’ setiap malam. Mereka saling ingat memperingati di antara satu sama lain tentang mati dan hari qiamat, kemudian mereka sama-sama menangis kerana takut kepada azab Allah seolah-olah ada jenayah di antara mereka.”</p>
<p>Wallahu a’lam…</p>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Umar_bin_Abdul-Aziz">Sumber</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Rindu Gila]]></title>
<link>http://ariesadhar.com/2012/09/20/rindu-gila/</link>
<pubDate>Thu, 20 Sep 2012 14:26:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>ariesadhar</dc:creator>
<guid>http://ariesadhar.com/2012/09/20/rindu-gila/</guid>
<description><![CDATA[Sekelebat tampak benda manis lewat di depanku. &#8220;Oke juga,&#8221; pikirku. Dan entah kenapa ada]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sekelebat tampak benda manis lewat di depanku. &#8220;Oke juga,&#8221; pikirku. Dan entah kenapa ada]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tinggalkan Suzuki, Paulus Bikin Tempat Kongkow Komunitas]]></title>
<link>http://rebornes.wordpress.com/2012/09/11/tinggalkan-suzuki-paulus-bikin-tempat-kongkow-komunitas/</link>
<pubDate>Tue, 11 Sep 2012 03:10:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>Go Jay</dc:creator>
<guid>http://rebornes.wordpress.com/2012/09/11/tinggalkan-suzuki-paulus-bikin-tempat-kongkow-komunitas/</guid>
<description><![CDATA[Setelah lebih dari 19 tahun berkarir di perusahaan otomotif roda dua, Paulus S. Firmanto pun akhirny]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rebornes.files.wordpress.com/2012/09/paulus-s-firmanto.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1861" title="Paulus S. Firmanto" src="http://rebornes.files.wordpress.com/2012/09/paulus-s-firmanto.jpg?w=630&#038;h=455" alt="" width="630" height="455" /></a>Setelah lebih dari 19 tahun berkarir di perusahaan otomotif roda dua, Paulus S. Firmanto pun akhirnya memilih untuk mengembangkan bisnis pribadinya. Lebih banyak waktu untuk keluarga, menjadi alasan utama hengkangnya Paulus dari jabatan Direktur Penjualan dan Pemasaran Suzuki 2W.<!--more--></p>
<p>Namun demikian, lelaki yang juga pernah berkarir di Yamaha Indonesia selama 18 tahun tak meninggalkan dunia otomotif roda dua secara total. Selain sering terlibat sebagai penasihat dalam pengembangan bisnis motor, dia juga membuka sebuah gerai kuliner di bilangan Bekasi yang siap dijadikan tempat kongkow nya para komunitas.</p>
<p>”Gerai Kopitiam Oey ini juga bisa dijadikan tempat kumpul atau kopdarnya para komunitas, baik itu komunitas motor atau bukan,” terangnya.</p>
<p>Lebih jauh dia menjelaskan, konsep gerainya sengaja dibuat untuk menampung komunitas yang ingin bersantai, sharing atau apa pun hal positif lainnya sambil menikmati makanan dan minuman khas Kopitiam Oey.</p>
<p>Selain itu, gerai yang berlokasi di Ruko Bumi Satria Kencana Blok B-10, Kalimalang Bekasi Selatan,  juga menawarkan hal lain yang biasanya dibutuhkan para komunitas saat kumpul seperti, ruang meeting yang bisa dijadikan ruang serbaguna, akses internet WiFi berkecepatan tinggi serta lokasi kumpul yang nyaman.</p>
<p>”Secara keseluruhan, gerai dua lantai ini bisa menampung lebih dari 200 orang termasuk lokasi di pelataran dengan meja kanopi.”</p>
<p>”Akhir pekan ini kominitas motor Ninja akan kumpul di sini. Selain komunitas motor, di sini juga sering dijadikan tempat kumpul Komunitas Sastra Kalimalang, Komunitas Mozilla dan beberapa komunitas non otomotif,” tambahnya lelaki yang juga suka naik moge ini.</p>
<p><em>Mantapss.. Untuk komunitas dikasih diskonnya kah..?</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Purba Purnama, Purba Namanya, Purnama Prestasinya]]></title>
<link>http://ahmadnasikun.wordpress.com/2012/09/08/purba-purnama/</link>
<pubDate>Sat, 08 Sep 2012 14:00:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>Nasikun</dc:creator>
<guid>http://ahmadnasikun.wordpress.com/2012/09/08/purba-purnama/</guid>
<description><![CDATA[Purba Purnama (tengah) Jalan untuk mencapai keberhasilan tak akan pernah mudah. Pun orang-orang yang]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_678" class="wp-caption alignleft" style="width: 274px"><a href="http://ahmadnasikun.files.wordpress.com/2012/09/purba-tansu-yanuar.jpg"><img class=" wp-image-678" title="purba-tansu-yanuar" src="http://ahmadnasikun.files.wordpress.com/2012/09/purba-tansu-yanuar.jpg?w=264&#038;h=264" alt="" width="264" height="264" /></a><p class="wp-caption-text">Purba Purnama (tengah)</p></div>
<div align="justify">
Jalan untuk mencapai keberhasilan tak akan pernah mudah. Pun orang-orang yang sudah berhasil pasti dibersamai dengan jalan terjal untuk meraih impiannya. Karakter untuk tetap tegar dan tidak menyerah saat menghadapi tantanganlah yang penting. Bukan sekedar seberapa sumberdaya (kecerdasan, kekayaan, jaringan, dll) yang dimiliki. Pada saat kita memutuskan untuk menyerah di depan tantangan kehidupan, saat itu pulalah kita dengan sengaja memutus rute menuju keberhasilan. Tak peduli seberapa pun rintangan hidup, dengan kegigihan, insyaAllah keberhasilan akan muncul. Pun sangat rasional jika orang yang lebik sukses akan mendapatkan tantangan yang lebih berat. Maka jika hidup terasa sangat susah, barangkali bukan keluhan yang patut terucap, tapi rasa syukur karena kita telah disiapkan oleh-Nya untuk menjadi orang besar di masa mendatang.</p>
<p>Purba Purnama. Alumni FMIPA UI yang pernah mendapatkan beasiswa PPSDMS ini baru saja memecahkan rekor yang luar biasa: lulusan tercepat program integrated master-doctoral di Korea Selatan. Dia menyelesaikannya hanya dalam tempo 3.5 tahun, padahal normalnya dibutuhkan waktu 5 tahun. Dengan kehidupan Korea yang keras dan penuh tekanan serta tuntutan besar, waktu 5 tahun seringkali kurang bagi banyak mahasiswa tapi Mas Purba bisa menyelesaikannya 1.5 tahun lebih cepat. Belum lagi ditambah catatan 2 paten Korea dan 1 paten Amerika Serikat (sampai 2 September 2012), serta banyak paper/makalah jurnal/konferensi yang pernah ia terbitkan. Sungguh sosok ilmuwan cerdas. Selama kuliah pun dia punya catatan yang luar biasa. Dia adalah lulusan terbaik di FMIPA Universitas Indonesia (UI).</p>
<p><strong>The Climb is High, but the View is Nice</strong></p>
<p>Hidup Mas Purba dipenuhi dengan segudang tantangan-tantangan berat, yang datang silih berganti dan bertumpuk-tumpuk. Tapi beliau tidak pernah menyerah pada kondisi sulit itu. Jika beliau menggunakan beratnya tantangan hidup, pastinya beliau berada dalam situasi yang sangat jauh berbeda dengan saat ini.</p>
<p>Sampe masa SMA beliau dan keluarga hidup dalam rumah &#8216;mewah&#8217; tanpa listrik. &#8216;Mepet sawah&#8217; karena dikelilingi oleh kebun tebu dan belum banyak tetangga yang hidup di sekitar rumahnya. Gaji Ayahandanya pun Rp 6.000.000,- (selama setahun). Saya yakin sangat tidak cukup untuk membiayainya kuliah di UI yang terkenal mahal dan belum lagi untuk mencukupi kebutuhan kehidupan keluarga agar dapur tetap mengepul. Ibu beliau membuka warung makan, suatu profesi yang beliau bilang laksana buah simalakama. Jika laku maka bersyukur karena bisa mendapatkan laba, tapi jika tidak laku akan meraih untung karena bisa menyantap makanan yang dijualnya.</p>
<p>Semasa semester dua, Ibunda beliau menderita penyakit kronis dan harus dioperasi. Pastinya dana tidak mudah didapatkan. Sebagai konsekuensinya, maka orang tua beliau dengan berat hati bilang untuk berhenti mendanai beliau. Muncul dua pilihan: putus kuliah atau menanggung semua biaya kuliah dan hidup di Jakarta dengan bahunya sendiri. Dengan penuh optimisme, pilihan untuk tetap berjuang diambil sehingga beliau harus bekerja sambil kuliah agar bisa bertahan hidup di ibu kota. Dengan latar belakang keluarga yang secara ekonomi belum bisa senyaman sebagian besar mahasiswa UI, tentunya hal itu menjadi tantangan tersendiri untuk bisa bertahan di UI. Apalagi ditambah harus bekerja paruh waktu setiap sore dan malam demi menyambung nafas dan bisa bertahan di bangku kuliah. Selain itu, beliau pun tetap aktif di organisasi kampus.</p>
<p>Mmmmm&#8230; bisa kita bayangkan sendiri kerasnya kehidupan yang sedang dialaminya. Tuntutan untuk tetap berprestasi di UI, tetap berkontribusi di organisasi, tetap bekerja paruh waktu untuk bertahan hidup, memperdalam keagamaan, dan tentunya—sebagai anak—tetap membantu keuangan orang tua. Melakukan salah satunya saja sudah sangat susah, apalagi semuanya dalam satu waktu yang bersamaan.</p>
<div id="attachment_679" class="wp-caption alignnone" style="width: 867px"><a href="http://ahmadnasikun.files.wordpress.com/2012/09/ppsdms-in-korea.jpg"><img class="size-full wp-image-679" title="ppsdms in Korea" src="http://ahmadnasikun.files.wordpress.com/2012/09/ppsdms-in-korea.jpg?w=857&#038;h=318" alt="" width="857" height="318" /></a><p class="wp-caption-text">Foto bareng biar bisa ketularan suksesnya Mas Purba (kedua dari kanan)</p></div>
<p><strong>InsyaAllah Selalu Ada Jalan</strong></p>
<p>Tidak menyerah pada keadaan dan tak menggunakan kekurangan sebagai alibi untuk miskin karya. Barangkali itulah kunci yang membuat Mas Purba bisa terus berkarya dan mencapai prestasi luar biasa.  Beliau menggunakan waktu sore dan malamnya untuk berjuang keras di kerja paruh waktunya, sehingga praktis hanya ada pagi sampe siang menjelang sore untuk kuliah dan segala aktivitas lainnya. Karena ada alokasi tertentu untuk bolos kuliah, maka beliau pun dengan cerdas mensiasati waktunya agar bisa tetap aktif di organisasi, dengan beberapa kali meninggalkan jam kuliah demi menjalankan amanah di lembaga, tentunya dalam quota yang diizinkan. Waktu belajarnya pun beliau sesuaikan yang paling cocok dengan kondisinya: sepertiga malam terakhir saat hati tenang dan malaikat sedang turun untuk mengamini doa hamba-hambanya. Karena dana untuk makan sedikit, beliau menggunakannya sebagai sarana untuk beribadah. Akhirnya puasa Senin-Kamis (kadang Senin-Kamis-Sabtu ^_^) menjadi penambah pahala sekaligus penghemat dana. Sekali mendayung, 2-3 pulau terlampaui.</p>
<p>Bagi kita semua yang merasa hidup ini sangat susah, marilah berdiam diri sejenak dan melihat segala hal yang kita miliki dan menengok saudara-saudara kita di Etiopia atau di banyak rumah sakit jiwa di Jakarta. Barangkali hidup kita emang sangat susah, tapi itu bukan alasan untuk menyerah dan putus asa.  Mas Purba, dan banyak tokoh lainnya, telah memberikan teladan bahwa betapa pun kondisi kita kurang mendukung untuk keberhasilan, dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah (tentunya diiringi dengan doa dan kesabaran pada-Nya) insyaAllah selalu ada jalan menuju keberhasilan. </p></div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tamu Itu Bernama Kesepian]]></title>
<link>http://preteers.wordpress.com/2012/08/30/tamu-itu-bernama-kesepian/</link>
<pubDate>Thu, 30 Aug 2012 04:34:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>preteers</dc:creator>
<guid>http://preteers.wordpress.com/2012/08/30/tamu-itu-bernama-kesepian/</guid>
<description><![CDATA[Malam ini seorang tamu tanpa wujud bertandang ke terasku. Sebenarnya bukan sekali ini dia datang, ba]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="JUSTIFY">Malam ini seorang tamu tanpa wujud bertandang ke terasku. Sebenarnya bukan sekali ini dia datang, bahkan sudah sangat sering. Tamu itu bernama kesedihan atau semacam kesepian, atau kegelisahan, kegundahan, galau. Entahlah, tamu tersebut sangat abstrak untuk dilukiskan. Pernah aku mengusirnya dengan dentaman dari headset, namun gagal. Dia malah jauh menerobos masuk, sedang aku gagal mencegah.</p>
<p align="JUSTIFY"><!--more-->Dia asing, bahkan aku tak mengenalnya. Datang dari antah berantah manapun, aku tak pernah tanyakan, sebab dia selalu terdiam sambil tertunduk. Sekali aku menggertak dengan cinta, namun suatu ketika pembalasan dendam menyeruak. Cintaku terbirit bagai di kejar anjing. Aku sendiri tak punya senjata apapun, jauh merasa kesepian dibandingkan sebelumnya. Untuk itulah, aku tak berani melawan, kubiarkan dia menjadi tamu yang setia, tamu yang tetap, tanpa mampu kugugat. Sekali dua aku tak lagi menghardik, karena sepertinya dalam hatiku dia berjodoh.</p>
<p align="JUSTIFY">Tuan, begitu aku menamakan diriku. Tuan yang lemah dan reyot, seperti gubuk yang dimilikinya. Betapa kenelangsaan makin menggerogoti, lebih cepat dari rayap menikam. Dia menjadi satu sosok yang mengunyah dengan lahap seperti virus, datang menyergap seperti sekawanan intel, atau juga mencekik diam-diam bagai sesosok hantu.</p>
<p align="JUSTIFY">Pernah aku bertanya pada sosok sahabat yang tegak berdiri dengan dua kakinya, disinari matahari pada wajahnya. Dia tersenyum, katakan bahwa kesepian adalah makhluk yang membahayakan. Bahkan di antara ketegarannya yang kentara, dia menderita kehampaan kronis. Aku mencoba menelusur darimana datangnya kehampaan, kususuri gang-gang kecil, lorong-lorong gelap, serta labirin pemukiman yang tak bersahabat. Rumah itu nampak megah namun angkuh, nampak indah namun maut, nampak menjanjikan namun beringas. Bangunan itu kusebut cinta.</p>
<p align="JUSTIFY">Orang bilang cinta melahirkan kompleksitas. Kusapa dia, nihil, tak menjawab. Kudengar suara-suara memanggil, berbisik, namun hatiku tak mau bicara. Dia membisu dan merana. Tuan sekalian atau juga nyonya, sudah pernah kukatakan bahwasannya cinta hanya hati yang bicara. Kesedihan adalah dimana cinta semacam bayangan yang berkelebat indah namun tak terenggut. Bukan Tuan, aku sedang tidak ingin meneteskan air mata. Karena hatiku sendiri sudah mulai menetes sejak akan pergi tadi.</p>
<p align="JUSTIFY">Maka sejak kala itu, kuputuskan untuk berbalik pulang ke gubuk reyotku. Di sebuah gubuk kesendirian, tempat yang memungkinkan aku untuk beristirahat dengan tenang. Tak peduli berapa banyak hujan dan badai kadang menerpa beranda, tak peduli seberapa sering sosok kesedihan itu berkunjung. Nyatanya, jauh sampai malam ini aku tetap tak dapatkan identitasnya yang nyata. Dia menjelma menjadi teroris baru, teroris yang sudah meledakkan nuklir di depan rumah. Dia membuatku sekarat tanpa penyakit, dia membuatku terkapar. Aku, mungkin mati malam ini&#8230;</p>
<p align="JUSTIFY">Tuan, saya bicara pada Anda, kalau suatu ketika cinta datang dengan nur putihnya, maka katakanlah aku pergi tinggal nama. Biar dia mencariku di seonggok kalbu&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sosok Risqi Utama yang Tekun dan Cerdas nan Penuh Karya]]></title>
<link>http://ahmadnasikun.wordpress.com/2012/08/29/sosok-risqi-utama/</link>
<pubDate>Wed, 29 Aug 2012 14:33:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>Nasikun</dc:creator>
<guid>http://ahmadnasikun.wordpress.com/2012/08/29/sosok-risqi-utama/</guid>
<description><![CDATA[Risqi Utama Namanya Risqi Utama. Pemuda cerdas nan penuh karya dan prestasi asal Salatiga, Jawa Teng]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_646" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://ahmadnasikun.files.wordpress.com/2012/08/risqiutama-profile.jpg"><img class=" wp-image-646" title="RisqiUtama-profile" src="http://ahmadnasikun.files.wordpress.com/2012/08/risqiutama-profile.jpg?w=200&#038;h=254" alt="Risqi Utama" width="200" height="254" /></a><p class="wp-caption-text">Risqi Utama</p></div>
<p align="JUSTIFY">Namanya Risqi Utama. Pemuda cerdas nan penuh karya dan prestasi asal Salatiga, Jawa Tengah. Walau sekilas tampak kurus dan kurang gizi (^_^) tapi jangan salah menilainya, prestasi dan kecerdasannya sangat berbanding terbalik dengan postur tubuhnya. Sosok seperti dia adalah figur <em>one of a kind</em>, tidak mudah ditemukan di sembarang tempat; unik dan fenomenal. Sangat beruntung JTETI memilikinya.</p>
<p align="JUSTIFY">Dia adalah adik kelas saya di JTETI (Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi) UGM Yogyakarta, mahasiswa angkatan 2008 yang juga sedang mengikuti program Fast Track dari DIKTI (program 5 tahun untuk S1 sekaligus S2 di UGM). Walau adik kelas saya, dalam banyak hal saya merasa dia lebih baik dibandingkan saya dan saya pun banyak belajar darinya.</p>
<p align="JUSTIFY">Sudah sekitar dua setengah tahun terakhir kami berinteraksi secara intensif, dari mulai ikut lomba sebagai satu tim, menginisiasi kegiatan bersama, nglembur di lab sampai diusir petugas piket malam, hingga sekedar ngobrol ngalor-ngidul di burjo. Melalui interaksi tersebut, serta bumbu beberapa konflik kecil di antara kami, terlihatlah dengan jelas qualitas seorang Risqi Utama (paling tidak menurut kacamata saya)</p>
<p align="JUSTIFY"><strong>Tekun dan Pekerja Keras</strong></p>
<p align="JUSTIFY">Mempercayakan suatu pekerjaan padanya laksana mendapatkan jaminan mutu, bahwa kualitas luarannya pasti bagus dan memuaskan. Ketekunannya untuk mengerjakan apa yang telah ia sanggupi untuk kerjakan, serta totalitas dalam mengerjakannya, menjadi faktor kunci jaminan kualitas karyanya.</p>
<p align="JUSTIFY">Beberapa tahun yang lalu kami sempat satu tim (walau agak jauh koordinasinya) dalam mengembangkan suatu perangkat lunak untuk suatu fakultas di UGM. Sang project manager setiap berkoordinasi dengan saya selalu terpesona dengan kecepatan pengerjaan dan kualitas produk yang dihasilkan oleh Qius (panggilan akrabnya saat di kampus). Project pun berjalan lancar dan cepat, walau kami hanya mendapatkan nominal rupiah yang tidak seberapa. *agak kurang penting*</p>
<p align="JUSTIFY">Dalam segala aktivitasnya, dua sifat ini sangat melekat, sehingga tidak heran badannya tampak kurang gizi (ampun Usss&#8230;. ^_^) karena dia selalu bekerja keras agar bisa menghasilkan karya terbaik. Baik dalam mengerjakan tugas-tugas kuliah yang membutuhkan banyak coding, dalam menjalankan amanah sebagai MSP (Microsoft Student Partner) di UGM, dalam membimbing juniornya untuk mengembangkan IT, serta dalam menjadi kawan yang baik bagi rekan-rekan JTETI 2008.</p>
<p align="JUSTIFY">Tidak heran jika ia (dan tim) berhasil meraih peringkat 2 dalam kompetisi Software Development Imagine Cup 2012, suatu kompetisi pengembangan perangkat lunak yang diikuti oleh semua kalangan pelajar (S1, S2, bahkan S3) yang diadakan oleh Microsoft. Berbagai prestasi besar di bidang IT pun pernah ia raih, seperti dalam INAICTA, GEMASTIK, dll (saya lupa je..hehe)</p>
<div id="attachment_647" class="wp-caption aligncenter" style="width: 970px"><a href="http://ahmadnasikun.files.wordpress.com/2012/08/icup2.jpg"><img class="size-full wp-image-647" title="Imagine Cup" src="http://ahmadnasikun.files.wordpress.com/2012/08/icup2.jpg?w=960&#038;h=402" alt="Imagine Cup" width="960" height="402" /></a><p class="wp-caption-text">Risqi Utama dan timnya saat memenangi Imagine Cup (2nd nat&#8217;l winner)</p></div>
<p align="JUSTIFY"><strong>Cerdas</strong></p>
<p align="JUSTIFY">Kerja keras dan ketekunan memang mempunyai peran penting, tapi semua orang tahu bahwa itu saja tidak cukup. Dibutuhkan faktor lain agar bisa menjadi orang luar biasa: kecerdasan. Walau harus menjalankan berbagai peran dalam kehidupannya kuliah, Qius tetap bisa memainkan perannya di berbagai tempat secara baik dan optimal.</p>
<p align="JUSTIFY">Hal ini tentunya tidak lepas dari kecerdasannya untuk membagi waktu secara adil, memprioritaskan yang penting, menyikapi orang lain dengan cara yang tepat, menyerap ilmu yang disampaikan orang lain secara singkat, dan berfikir untuk bertindak yang terbaik secara cepat. Sangat cocok dengan idolanya, Shinichi Kudo (a.k.a Detective Conan).</p>
<p align="JUSTIFY">Walau sibuk mengurus berbagai kampus di Jateng dan DIY berkaitan dengan perannya sebagai MSP UGM, ia masih punya capaian optimal di kuliahnya. Terbukti dengan masuknya dia sebagai mahasiswa Fasttrack yang salah satu syaratnya adalah ber-IPK cumlaude. Walau sibuk melakukan penelitian yang sangat rumit bagi ukuran mahasiswa sepantarannya, ia masih sering mengikuti berbagai perlombaan besar di tingkat nasional.</p>
<p align="JUSTIFY"><strong>Softskill Kuat</strong></p>
<p align="JUSTIFY">Seorang programmer handal serta mahasiswa ber-IPK super nan rajin menang lomba IT barangkali terkesan sebagai sosok yang kuper atau pendiam dan tidak pandai bercakap ria di muka umum. Namun sosok Risqi Utama sungguh tidak mencerminkan sikap yang seperti itu. Ia pandai dalam mengendalikan forum umum dan cerdas dalam memaparkan materi serta dalam mengkomunikasikan idenya kepada orang lain. Dalam berbagai diskusi pun ia selalu tampak aktif mengemukakan paparannya serta cerdas dalam menangkap dan menampung pendapat orang lain.</p>
<p align="JUSTIFY">Begitu juga dalam hal kerja sama tim. Pemuda yang lincah menggocek bola ini pun cerdas dalam membangun tim untuk mencapai tujuan yang telah ada, mulai dari mencari personnel tim yang tepat, menyamakan visi, mengerjakan peran masing-masing, mengontrol anggota tim, hingga dalam memotivasi tim supaya menghasilkan karya yang optimal, serta tentunya dalam memberikan contoh bagaimana cara bekerja yang terbaik dalam tim.</p>
<div id="attachment_648" class="wp-caption aligncenter" style="width: 968px"><a href="http://ahmadnasikun.files.wordpress.com/2012/08/gemastik_all1.jpg"><img class="size-full wp-image-648" title="gemastik_all1" src="http://ahmadnasikun.files.wordpress.com/2012/08/gemastik_all1.jpg?w=958&#038;h=487" alt="GEMASTIK" width="958" height="487" /></a><p class="wp-caption-text">Risqi Utama dan rombongan JTETI UGM dalam GEMASTIK 2011 di ITS</p></div>
<p align="JUSTIFY"><strong>Peduli Sekitar</strong></p>
<p align="JUSTIFY">Pemuda berkacamata itu pun mempunyai tingkat kepedulian yang sangat tinggi terhadap sekitar. Saya paling kuat merasakannya saat ia berkampanye untuk mengajak banyak elemen di JTETI untuk mengembangkan kompetensi mahasiswa, salah satunya dengan membentuk komunitas mahasiswa yang akan diarahkan untuk rajin mengikuti kompetisi Teknologi Informasi. Kini akhirnya komunitas itu sudah bekerjasama dengan program studi Ilmu Komputer (Ilkom) dan berbagai elemen lain di UGM.</p>
<p align="JUSTIFY">Ia tidak hanya ingin maju sendiri, namun ia sangat berharap bisa membawa sekitarnya untuk maju pula bersamanya, demi meningkatkan kompetensi kolektif melalui pembelajaran kolaboratif, demi mewujudkan Indonesia yang lebih baik dan bermartabat di masa mendatang.</p>
<p align="JUSTIFY">Itulah kawan, cerita singkat mengenai sosok Risqi Utama (Qius). Walau kini saya sudah tidak bisa lagi melihatnya berkarya secara langsung, saya sangat yakin banyak karya-karya besar yang akan lahir dari putra Salatiga itu. Mari bersama-sama kita doakan dia supaya tidak mudah puas, tetap rendah hati, semakin peduli pada bangsa dan lingkungan sekitar, semakin memantapkan agamanya, serta terus bekerja keras untuk menghasilkan karya yang terbaik. Amin.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bapakku Seorang Waria]]></title>
<link>http://exclusivendue.wordpress.com/2012/08/16/bapakku-seorang-waria/</link>
<pubDate>Thu, 16 Aug 2012 08:29:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>Rini Astuti Handayani</dc:creator>
<guid>http://exclusivendue.wordpress.com/2012/08/16/bapakku-seorang-waria/</guid>
<description><![CDATA[Dimana akan kucari, Aku menangis seorang diri, Hatiku selalu ingin bertemu, Untukmu aku bernyanyi.  ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><em>Dimana akan kucari,<br />
Aku menangis seorang diri,<br />
Hatiku selalu ingin bertemu,<br />
Untukmu aku bernyanyi.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Alunan lagu yang mengalun indah untuk di dengarkan ketika aku merindukan hadirnya seorang bapak dalam kehidupanku.</p>
<p>Aku mendamba kehadirannya, dan aku merasa hampa tanpanya.</p>
<p>Bagiku sosok seorang bapak untuk hidupku adalah seperti sinaran pelangi yang elok dan menenteramkan hati ketika gemuruh badai dan hujan selesai menyapu semesta ini dengan rintik hujannya. Bagiku sosok seorang bapak untuk hidupku adalah seperti bunga teratai yang menggoda dan cantik walaupun dia tumbuh liar diantara air danau tanpa disiram, tanpa dipupuk, atau tanpa dirawat. Seperti itulah sosok bapak untuk hidupku.</p>
<p>Ibu selalu menceritakan tentang kegigihan bapak dalam mengajariku menghitung untuk pelajaran matematika, juga mengajariku mengaji dan sholat ketika usiaku batita kemudian menjelma balita dan menjadi seorang anak remaja. Bapak mengajariku dengan caranya yang berbeda, dia akan marah ketika aku tidak serius mendengarkannya. Pernah aku dibentak bahkan dipukulnya ketika aku masih belum bisa mengerti tentang pelajaran yang menurutku susah. Tetapi setelah aku menangis terisak bapak memelukku dan menawariku untuk membeli permen dan gulali di pasar rakyat. Ya, bapakku sosok yang menakutkan kalau sedang marah, tetapi akan ada kasih sayang yang dia tawarkan kemudian.</p>
<p>Menjelang usiaku 17 tahun bapak menghilang. Bapak hanya mengucapkan bahwa dia akan mencarikanku biaya untuk aku menuntut ilmu di perguruan tinggi yang sudah lama aku inginkan. Setiap aku belajar, bapak menungguku dengan sabarnya. Tidak ada tayangan televisi, tidak ada suara musik, tidak ada percakapan. Hanya diam membisu. Bapak sengaja membuat suasana belajarku tenang supaya semua mata pelajaran bisa aku cerna dengan baik. Dan dengan cara itu aku berhasil lulus dengan nilai tertinggi di sekolahanku. Aku juara umum. Dan aku akan menjadi seorang mahasiswa. Aku akan membuat bapak dan ibu bangga atas prestasiku hari ini dan kemudian hari.</p>
<p>Berpisah dari bapak, adalah sesuatu yang menyedihkan. Belum pernah aku rasakan kehilangan yang mendalam seperti ini. Kami biasa bermain laying-layang dikala sore, kami biasa bercerita, kami biasa pergi memancing, dan kami biasa memiliki waktu hanya berdua saja. Dia bukan hanya seorang bapak untukku tetapi sahabat terbaik untukku.</p>
<p>Selepas kepergian bapak, memang setiap bulannya keluarga kami mendapatkan kiriman uang dari hasil kerja bapak. Ibu tidak perlu bersusah payah lagi untuk bekerja sebagai buruh cuci dan gosok. Ibu sekarang hanya mengurus adik-adikku dan memasak untukku. Dan tugasku hanyalah belajar dan kemudian mencetak prestasi yang baik. Supaya bapak tidak merasa kecewa karena sudah mencarikanku biaya yang menurutku mahal.</p>
<p>Ketika aku bertanya kepada ibu apa pekerjaan bapak, ibu hanya tersenyum manis. Ibu tidak banyak berkomentar. Ibu hanya mengatakan bahwa apapun pekerjaan bapak, itu akan menghasilkan uang yang cukup untuk kebutuhan kita sehari-hari. Dan ketika aku bertanya kepada bapak kapan dia akan kembali ke rumah ini, ibu tersenyum kembali dan mengatakan bahwa bapak tidak akan pulang sebelum melihat aku lulus dan menyandang gelar sebagai Sarjana Ekonomi.</p>
<p>5 tahun berlalu. Dan kini aku dinyatakan lulus dengan <em>Grade</em> A. IPKku sempurna. Aku lulus dengan <em>Cum Laude. </em>Dan bapak belum juga kunjung pulang kerumah. Aku ingin bapak menyaksikanku ketika aku menggunakan toga nanti.</p>
<p>Namaku kini : Arya Chandra Saputra, S.E.</p>
<p>Kekecewaanku memuncak ketika tiba saatnya aku menggunakan toga, dan bapak masih belum ada disampingnya ibu untuk menjadi waliku. Bapak sepertinya benar-benar lupa dengan anaknya. Bapak seperti tidak melihat usahaku sampai dengan hari ini. Aku ingin menyusulnya tetapi ibu masih belum memberitahuku dimana keberadaan bapak. Yang ibu tahu hanyalah bapak bekerja di Ibu Kota. Dan tekadku sudah bulat untuk berkunjung ke kota itu.</p>
<p>Gemerlap Ibu Kota sungguh menggoda, ini kali pertamanya aku menginjakkan kaki ke Ibu Kota, dan sungguh membuatku pusing. Karena lalu-lalang dan semrawutnya berbeda jauh dengan tanah kelahiranku. Tidak ada alamat khusus dari ibu dan aku sepertinya nekat untuk menyusul Bapak. Jakarta sedimikian luas ternyata, tidak pernah terbayangkan olehku sebelumnya.</p>
<p>Malam itu, aku kesasar disuatu tempat yang menurutku tingkat kesuramannya parah. Dan banyak dari mereka wanita-wanita cantik yang menjajakan tubuhnya. Aku tahu seperti apa mereka menggunakan pakaian yang menurutku kekurangan bahan. <em>Dress </em>diatas lutut 15 cm, belahan dada yang turun kebawah. Menunjukkan betapa murahannya harga diri mereka.</p>
<p>“Mas, 500 ribu Short Time. Gimana?” aku kaget ketika mereka mulai bernegosiasi denganku. Dan tidak pernah sedikitpun aku menginginkan mereka.</p>
<p>“Maaf mbak, saya hanya ingin mencari keluarga saya yang sudah 5 tahun tidak pulang. Mungkin dengan yang lainnya aja ya mbak.”</p>
<p>“Full service mas, tenang memuaskan. 400 ribu deh..” kemudian banyak dari rombongan mereka menghampiriku dan memaksaku untuk menyetujuinya.</p>
<p>Sampai ada satu orang yang menolongku untuk kabur, dan Orang ini sepertinya tidak asing untukku. Hanya gaya berpakaiannya saja yang asing untukku.</p>
<p>“Kamu siapa?” tanyanya membuka percakapan denganku yang sama-sama terengah-engah dari kejaran wanita-wanita liar itu. Ah, aku salah mereka bukan wanita, mereka waria yang berdandan secara cantiknya.</p>
<p>“Saya, Arya. Mbak siapa?”</p>
<p>“Saya Fransisca.” Jawabnya singkat.</p>
<p>“Untuk apa kamu datang ketempat ini?”</p>
<p>“Saya ingin mencari bapak saya yang sudah 5 tahun tidak pulang, Mbak. Tetapi saya kesulitan untuk mencarinya karena saya tidak tahu tentang daerah sini. Apa mungkin mbaknya bisa membantu saya?” saya menyodorkan selembaran kertas dari Ibu berisikan nama Bapak dan alamat seadanya. Dan aku melihat ekspresi kaget dari Mbak yang ada didepanku ini.</p>
<p>“Prayitno. Ini nama bapakmu?”</p>
<p>“Iya, Mbak kenal sama bapak saya?”</p>
<p>“Apa kabar keluargamu, di desa?” mendadak dia menanyakan tentang keluargaku.</p>
<p>“Baik, Mbak. Memang mbaknya kenal sama keluarga saya? Atau mbak pernah ketemu dengan bapak saya?”</p>
<p>Wanita didepanku mendekapku erat. Aku risih. Tetapi apa daya pelukannya erat dan semakin erat. Dia menangis tersedu-sedan dalam pelukan kami. Dia meminta maaf, dia memohon untuk tidak marah kepada Bapakku. Tetapi, ada satu rasa yang tidak asing, rasa hangat sama seperti pelukan orang yang selama ini aku rindukan. Iya, pelukan Bapakku. Tetapi kenapa bentuknya berubah menjadi wanita?</p>
<p>“Aku bapakmu, nak.”</p>
<p>Hampir pingsan aku menerima pernyataan dari wanita cantik didepanku ini. Wanita yang memoles wajahnya dengan <em>MakeUp</em> dan menjelma seperti wanita sempurna dengan kemolekan tubuh yang ada.</p>
<p>“Ini Bapak, Mas.. apa kamu tidak kenal sama bapakmu. Bapak terpaksa menjadi seperti ini, Mas. Demi kuliahmu dan Ibumu didesa. Tolong jangan benci Bapak. Tolong jangan ceritakan ini kepada siapapun, Mas.”</p>
<p>“….” Aku masih tidak percaya akan apa yang diucapkannya.</p>
<p>“Mas, bapak terpaksa. Dengan cara ini bapak mendapatkan rupiah demi rupiah untuk keluarga kita. Untuk cita-citanya, Mas. Tolong jangan benci bapak. Apapun pekerjaan bapak semata-mata untuk yang terbaik buat keluarga kita. Bapak tidak berani pulang kerumah karena Ibumu pasti akan kaget melihat keadaan bapak seperti ini.”</p>
<p>“Bukan. Kamu bukan bapakku. Bapakku tidak seperti ini.” Aku menghardik pelukannya. Aku ingin berlari menjauhinya. Aku benci dengan keadaannya sekarang. Aku ingin pulang ke desa untuk menemui ibu sesegera mungkin.</p>
<p>Malam itu seakan meruntuhkan segala anganku untuk menemui sosok bapak yang selama ini aku rindukan. Aku impikan. Tidak pernah terpikirkan olehku bahwa bapakku seorang waria. Dan setiap malamnya menjajakkan tubuhnya untuk mengais rupiah demi rupiah dari pria-pria hidung belang yang sama gilanya dengan berimajinasi berhubungan dengan sejenisnya.</p>
<p>Apa yang lebih menyakitkan dalam hidupku ketika aku mengetahui bahwa bapakku berubah menjadi wanita. Tidak ada. Itu pukulan kerasa buat hidupku. Bapakku, menjelma wanita.</p>
<p><em>*Ikut berpartisipasi dalam Event Writer Challenger yang digagas oleh Kang Teguh Puja. dalam thema hari ke-2 : Ayah. Kali ini entah kenapa saya tidak menuliskan tentang sosok ayah saya. karena dari semalam saya sudah kebingungan untuk menuliskannya menjadi seperti apalagi. Ayah saya bukanlah orang terkenal, tetapi bagi saya sosok seorang ayah menjadi sangat berkesan tiada satu orangpun menggantikannya. dan saya menulis ini tidak untuk menjelek-jelekkan pihak siapapun. hanya cerita yang bergulir tanpa menyinggung siapapun. mohon maaf apabila tulisan kali ini tidak berkenan. setidaknya ini tulisan fiksi bukan sesuatu yang nyata. dan terinspirasi dari waria-waria yang mengais rezeki dengan caranya seperti ini*<br />
</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sederhana]]></title>
<link>http://yusatariniti.wordpress.com/2012/08/14/sederhana/</link>
<pubDate>Tue, 14 Aug 2012 15:39:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>My World ☀</dc:creator>
<guid>http://yusatariniti.wordpress.com/2012/08/14/sederhana/</guid>
<description><![CDATA[Bisa jelaskan perasaan ini? Bukan tentang rasa ingin memiliki, tidak juga rasa yang berharap keberad]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Bisa jelaskan perasaan ini?</p>
<p>Bukan tentang rasa ingin memiliki, tidak juga rasa yang berharap keberadaannya diketahui. Tersenyum spontan melihat seseorang yang kamu kenal dengan sangat baik tumbuh menjadi pribadi yang tak kamu kira. Ia menata hidupnya, ya mengubah pola pikirnya. Ia punya alasan untuk dewasa, dan kali ini atas dirinya sendiri. Beruntung akhirnya dia mengenal dirinya di waktu yang tepat dengan sosok yang mendukung. Walau kamu tahu dia yang seharusnya memang lah seperti itu. Kamu bersyukur dia telah menemukan jalannya. Haha jalannya, bukan jalanmu. Tapi senyummu, senyum wanita dan mata pria adalah dua hal yang tidak dapat direkayasa. Senyum itu lega, tulus, ikhlas dan bangga. Rasa ini sederhana. Bisa untuk dijabarkan, namun rumit untuk disimpulkan. Nyatanya, pada  seulas senyum wanita terdapat sejuta makna&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Subtitle Fetih 1453 (Conquest 1453) - Muhammad Alfatih ]]></title>
<link>http://taghyr.wordpress.com/2012/08/11/subtitle-fetih-1453-conquest-1453-muhammad-alfatih-2/</link>
<pubDate>Sat, 11 Aug 2012 03:31:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>Informan</dc:creator>
<guid>http://taghyr.wordpress.com/2012/08/11/subtitle-fetih-1453-conquest-1453-muhammad-alfatih-2/</guid>
<description><![CDATA[Sosok Muhammad Al-Fatih adalah jawaban kebenaran atas sabda Rasulullah SAW: “Konstantinopel akan dib]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sosok Muhammad Al-Fatih adalah jawaban kebenaran atas sabda Rasulullah SAW: “Konstantinopel akan dib]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Episode (1)]]></title>
<link>http://maryasuryani.wordpress.com/2012/08/08/episode-1/</link>
<pubDate>Wed, 08 Aug 2012 16:27:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>MY SURYA</dc:creator>
<guid>http://maryasuryani.wordpress.com/2012/08/08/episode-1/</guid>
<description><![CDATA[Maunya saya, merangkai kata setiap hari. Baik pagi, sore, siang ataupun malam hari, ingin rasanya me]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Maunya saya, merangkai kata setiap hari. Baik pagi, sore, siang ataupun malam hari, ingin rasanya me]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Honardy Boentario]]></title>
<link>http://aergot.wordpress.com/2012/08/07/honardy-boentario/</link>
<pubDate>Tue, 07 Aug 2012 10:51:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>algooth putranto</dc:creator>
<guid>http://aergot.wordpress.com/2012/08/07/honardy-boentario/</guid>
<description><![CDATA[Salah satu sikap yang mutlak dimiliki individu yang sukses adalah berani mengambil risiko dan cepat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Salah satu sikap yang mutlak dimiliki individu yang sukses adalah berani mengambil risiko dan cepat]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sesosok]]></title>
<link>http://cerminhitam.wordpress.com/2012/08/04/sesosok/</link>
<pubDate>Sat, 04 Aug 2012 22:39:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>Cermin Hitam</dc:creator>
<guid>http://cerminhitam.wordpress.com/2012/08/04/sesosok/</guid>
<description><![CDATA[Angin musim semi gemar berbisik Membelai helai-helai rambut berkilauan Gemerisik langkah dibungkam r]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Angin musim semi gemar berbisik<br />
Membelai helai-helai rambut berkilauan<br />
Gemerisik langkah dibungkam rerumputan<br />
Yang lain berlalu tanpa jejak<br />
Kini hanya suara itu yang bergema<br />
Tiada mengapa..</p>
<p>Sungguh dari sekian banyak bunga<br />
Semerbaknya sempat merayu<br />
Namun hanya ada satu<br />
Mawar abadi yang tak pernah layu..</p>
<p>Sesosok<br />
Mengoyak perlahan keegoisanku<br />
Dan ajarkan aku<br />
Merancang ulang diriku sekali lagi&#8230;</p>
<p>&#160;</p>
<p>By: Shabrina</p>
<p><a href="http://cerminhitam.files.wordpress.com/2012/08/a-shadow.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-76" title="A Shadow" src="http://cerminhitam.files.wordpress.com/2012/08/a-shadow.jpg?w=300&#038;h=280" alt="" width="300" height="280" /></a></p>
<p><strong>&#8220;A Figure&#8221;</strong></p>
<p>The spring breeze loves to whisper<br />
Striking the glistening hair<br />
Rustle of steps muted by grass<br />
Others passed without a trace<br />
Now, that is the only sound that echoes<br />
It does not matter..</p>
<p>Indeed of many flowers<br />
Their fragrances had seduced me<br />
But there is only one<br />
Perpetual rose that never wilt..</p>
<p>A figure<br />
Slowly tore my selfishness<br />
And teach me<br />
To redesign me once again &#8230;</p>
<p>&#160;</p>
<p>By: Shabrina</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ibuk: Mencintai Tidak Bisa Menunggu]]></title>
<link>http://ariesadhar.com/2012/07/21/ibuk-mencintai-tidak-bisa-menunggu/</link>
<pubDate>Sat, 21 Jul 2012 09:42:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>ariesadhar</dc:creator>
<guid>http://ariesadhar.com/2012/07/21/ibuk-mencintai-tidak-bisa-menunggu/</guid>
<description><![CDATA[Sejak kerja, saya mungkin tambah gila pada buku. Kalau kuliah, saya hanya beli buku (non buku kuliah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sejak kerja, saya mungkin tambah gila pada buku. Kalau kuliah, saya hanya beli buku (non buku kuliah]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA["Passion" (mungkin)]]></title>
<link>http://satusenyum.wordpress.com/2012/07/17/passion-mungkin/</link>
<pubDate>Tue, 17 Jul 2012 09:21:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>hadisyamsul</dc:creator>
<guid>http://satusenyum.wordpress.com/2012/07/17/passion-mungkin/</guid>
<description><![CDATA[Butuh waktu dua hari untuk ku menyelesaikan (melihat) film ini. Ya dua hari, Senin dan Selasa. Aku m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://satusenyum.files.wordpress.com/2012/04/cover.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-32" src="http://satusenyum.files.wordpress.com/2012/04/cover.jpg?w=240&#038;h=428" alt="" width="240" height="428" /></a></p>
<p style="text-align:left;">Butuh waktu dua hari untuk ku menyelesaikan (melihat) film ini. Ya dua hari, Senin dan Selasa. Aku memulai melihatnya pada Senin tengah malam dan selesai Selasa dini hari. Bukan masalah berapa lamanya aku menyelesaikannya, namun saatnya, keadaannya, nuansa dan suasananya lah yang ingin aku dapatkan setiap kali aku belajar, belajar dalam segala hal, yang bisa jadi sebuah hasrat atau bahkan harga mati yang harus tertanam dalam diriku. Selama ini aku hidup tak ada arah, ikut aliran arus nasib saja, entah dibawa kemana nasib menaruh ku. “ Hidup yang <em>ngelantur</em>” , terapung-apungkan oleh kesakitan, kesemu-semuan, penggerutuan, protes terhadap “beban” dsb.</p>
<p style="text-align:left;">“Lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan”. Sering aku mendengar kalimat itu, namun baru dini hari ini aku mendaptkan arti atau lebih tepatnya memaknai kalimat itu dengan sedikit penerapan. Tak peduli seberapa banyak orang mencekal atau menjauhi mu, tetap lakukan apa yang kamu yakini benar dan pegang teguh hal tersebut. Entah kelak orang itu sadar atau tidak bahwa apa yang kamu lakukan adalah benar. Ketakutan akan kesendirian, kehilangan teman, dikucilkan, atau bahkan dimusuhi orang, merupakan ketakutan sosial yang wajar. Namun selama apa yg kamu yakini benar dan kamu menjalankannya, biarlah teman mu menjauhimu, toh bukan mereka yang bakal menjadi sandaranmu, toh bukan mereka yang menjadi panutanmu. Tinggalkan mereka jika kesenangan yang kamu dapatkan hanya akan melemahkan pribadimu saja sebagai sosok yang hebat, peraih semua mimpi, putra-putri terbaik bangsa, pelopor perubahan dan orang yang berpengaruh. Jika mereka teman, seharusnya temannya yang satu ini adalah teman yang punya potensi yang hebat yang harus didukung dan disemangati tanpa meremehkan potensi apa yang dihebati temannya tersebut.</p>
<p style="text-align:left;">(bersambung….)</p>
<div id='contact-form-28'>
<form action='http://satusenyum.wordpress.com/2012/07/17/passion-mungkin/#contact-form-28' method='post' class='contact-form commentsblock'>

<div>
		<label for='g28-name' class='grunion-field-label name'>Name<span>(required)</span></label>
		<input type='text' name='g28-name' id='g28-name' value='' class='name'/>
	</div>

<div>
		<label for='g28-email' class='grunion-field-label email'>Email<span>(required)</span></label>
		<input type='email' name='g28-email' id='g28-email' value='' class='email' />
	</div>

<div>
		<label for='g28-website' class='grunion-field-label url'>Website</label>
		<input type='text' name='g28-website' id='g28-website' value='' class='url'/>
	</div>

<div>
		<label for='contact-form-comment-g28-comment' class='grunion-field-label textarea'>Comment<span>(required)</span></label>
		<textarea name='g28-comment' id='contact-form-comment-g28-comment' rows='20'></textarea>
	</div>
	<p class='contact-submit'>
		<input type='submit' value='Submit &#187;' class='pushbutton-wide'/>
		<input type="hidden" id="_wpnonce" name="_wpnonce" value="2ad35a769a" /><input type="hidden" name="_wp_http_referer" value="/tag/sosok/feed/" />
		<input type='hidden' name='contact-form-id' value='28' />
		<input type='hidden' name='action' value='grunion-contact-form' />
	</p>
</form>
</div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Faelasufa, Mahasiswa Lokal Prestasi Internasional]]></title>
<link>http://ahmadnasikun.wordpress.com/2012/07/15/faelasufa-mapres-ugm-2012/</link>
<pubDate>Sun, 15 Jul 2012 05:48:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>Nasikun</dc:creator>
<guid>http://ahmadnasikun.wordpress.com/2012/07/15/faelasufa-mapres-ugm-2012/</guid>
<description><![CDATA[Faelasufa “Give me a fish, and I&#8217;ll eat for a day; Teach me to fish, and I&#8217;ll eat for a]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_574" class="wp-caption alignleft" style="width: 208px"><a href="http://ahmadnasikun.files.wordpress.com/2012/07/faela.jpg"><img class=" wp-image-574" title="Faela" src="http://ahmadnasikun.files.wordpress.com/2012/07/faela.jpg?w=198&#038;h=266" alt="" width="198" height="266" /></a><p class="wp-caption-text">Faelasufa</p></div>
<blockquote><p>“Give me a fish, and I&#8217;ll eat for a day; Teach me to fish, and I&#8217;ll eat for a lifetime.”</p></blockquote>
<p>Kalimat singkat tapi penuh makna tersebut dibawakan dengan penuh semangat oleh Faelasufa saat mempresentasikan karya tulisnya di PPPPTK Jl. Kaliurang pada 6 Mei 2010. Dengan semangat yang menggebu-gebu Mahasiswi angkatan 2009 ini memukau dewan juri pada seleksi Mahasiswa Berprestasi UGM 2012. Dengan kombinasi banyaknya kegiatan ekstrakurikuler yang dia ikuti, IPK cum laude, kemampuan berbahasa Inggris yang baik dan karya tulis yang penuh inovasi, Faelasufa akhirnya menjadi salah satu mahasiswa yang masuk dalam 6 besar Grand Finalis Mahasiswa Berprestasi UGM, setelah berkompetisi di Fakultas ISIPOL dan dengan 31 mahasiswa dari 18 Fakultas di UGM.</p>
<p>Sebagai kelanjutan dari seri khusus artikel mengenai mahasiswa-mahasiswi luar biasa di UGM yang lolos 6 besar Mapres UGM 2012, kali ini kita akan mengintip lebih dalam mengenai sosok Faelasufa, mahasiswi jurusan Ilmu Hubungan Internasional UGM. Kita akan coba membedah profilnya dan kegiatan yang ia lakukan selama hampir 3 tahun menimba ilmu dan berkarya di Bulaksumur.</p>
<p>Mahasiswi murah senyum dari Kudus ini memiliki kegiatan ekstrakurikuler yang sangat beragam dan sangat ekstensif, bahkan termasuk yang paling menonjol di antara 6 besar Mapres UGM, walaupun dia masih semester 6. Tidak hanya di tingkat UGM atau di nasional, dia pun pernah berpartisipasi kegiatan internasional.</p>
<p>Boleh dibilang, Faelasufa yang sering dipanggil Fela ini percaya pada sebuah peribahasa, selalu akan ada kegagalan dalam proses mencapai keberhasilan. Fall seven times, rise eight times. Ketika masih tahun pertamanya di jurusan Hubungan Internasional, dia sempat gagal untuk mengikuti ajang Model United Nations (MUN) pertamanya meski sudah mempersiapkan berbagai macam hal. Tapi dia tidak menyerah, dan satu semester setelahnya berhasil menjadi delegasi Universitas Gadjah Mada dalam salah satu MUN paling prestis di dunia, Harvard World Model United Nations pada bulan Maret 2011. Ia juga telah terseleksi untuk menjadi peserta dalam Greifswald International Festival 2012 di Greifswald University, Jerman yang diselenggarakan di negeri produsen mobil BMW tersebut. Selain itu dia juga terpilih sebagai penerima full scholarship untuk belajar 1 semester dalam program pertukaran pelajar di Fukuoka Women&#8217;s University mulai awal Oktober tahun ini.</p>
<div id="attachment_575" class="wp-caption alignnone" style="width: 730px"><a href="http://ahmadnasikun.files.wordpress.com/2012/07/yli.jpg"><img class="size-full wp-image-575" title="YLI" src="http://ahmadnasikun.files.wordpress.com/2012/07/yli.jpg?w=720&#038;h=330" alt="" width="720" height="330" /></a><p class="wp-caption-text">Faelasufa bersama rekan-rekannya di YLI (Young Leaders Indonesia)</p></div>
<p>Bagi Fela, sudah tidak zamannya untuk memilih antara kehidupan akademis atau non-akademis. Hiduplah dengan balance, meskipun itu berarti harus siap berdamai dengan berbagai macam resiko. Dua puluh empat jam itu cukup panjang untuk memenuhi hasrat di bidang akademis dan non-akadmis, apabila kita memiliki strategi yang tepat. Oleh karena itu, untuk semakin mengembangkan dirinya, Fela pun sering aktif di banyak organisasi kemahasiswaan, baik intra kampus maupun yang di luar kampus. Dia ialah satu dari 5 director di Forum for Indonesia yang sekarang dipimpin oleh M. Ghufron Mustaqim.</p>
<p>Mahasiswi alumni SMP N 2 Kudus dan SMA N 1 Kudus ini juga menjadi bagian dari World Assembly of Youth, sebuah organisasi internasional yang dikomandoi Ediola Pashollari. Walau masih muda, Fela juga telah dipercaya untuk mengemban peran penting dalam berbagai organisasi. Penggemar menulis ini didaulat sebagai koordinator panitia Parlemen Muda divisi Yogyakarta dan ketua Jogja Berpijar.</p>
<p>Fela yang novelnya pernah diterbitkan oleh Gramedia ini juga aktif dalam berbagai kepanitian kegiatan. Dia adalah salah satu Program Initiator of Southeast Asian International Relation Students Association dalam International Affairs Week, bekerja sama dengan rekannya dari Universitas Parahyangan. Sebagai bagian penting dari Perlemen Muda dan Forum for Indonesia, Fela diberikan amanah sebagai project officer pada Workshop Perlemen Muda: dari Jogja untuk Indonesia serta dalam Forum For Indonesia’s Camp. Beberapa kepanitian lain yang pernah ia ikuti antara lain ICAYL (International Conference of ASEAN Young Leaders), International Day of Peace 2010, Workshop Indonesia Needs Action, serta Kulo Nuwun Party 2010.</p>
<p>Dengan segala aktivitasnya yang padat, Fela juga mempunyai prestasi akademis yang luar biasa. Mahasiswi yang diam-diam gemar mengobservasi kehidupan ini dapat mempertahankan mempunyai IPK cum laude sampai dengan semester keenamnya di UGM. Pada tahun 2011 dia juga menerima hibah riset FISIPOL UGM untuk melakukan penelitian bersama rekan-rekannya di jurusan. Sekarang, dia sedang dalam proyek riset Tandem on Globalization bersama dengan tim dari UGM dan Freidburg University. Bersama seorang rekannya, Ananta Aldi Arifianto, mahasiswi anggota KOMAHI (Korps Mahasiswa Hubungan Internasional) ini juga menerima penghargaan sebagai pemakalah nasional terbaik dalam Pertemuan Nasional Mahasiswa Hubungan Internasional (HI) tahun 2010, dengan makalahnya yang berjudul Efektivitas G-20 bagi Indonesia di Universitas Nasional, Jakarta.</p>
<p>&#8220;Be the change that you want to see in the world,&#8221; salah satu quote dari Mahatma Gandhi, menjadi inspirasi Fela dalam banyak aktivitasnya. Dengan semangat ingin memberikan sedikit kontribusi bagi masyarakat, bersama rekan-rekannya di Indonesian Youth Volunteer, dia terlibat aktif dalam membantu warga Dusun Kinahrejo-Shelter Jenggala paska letusan Merapi. Dia juga terlibat dalam beberapa kegiatan volunteering lainnya. Saat ini pun Fela aktif menjadi tutor (semacam pendamping dosen namun dari kalangan mahasiswa) di jurusan HI UGM, dalam rangka transfer ilmunya pada adik-adik angkatan di kampus. Dia sangat menggemari kalimat, share to as much people as possible.</p>
<div id="attachment_576" class="wp-caption alignnone" style="width: 1034px"><a href="http://ahmadnasikun.files.wordpress.com/2012/07/danone-trust.jpg"><img class="size-full wp-image-576" title="Danone Trust" src="http://ahmadnasikun.files.wordpress.com/2012/07/danone-trust.jpg?w=1024&#038;h=568" alt="" width="1024" height="568" /></a><p class="wp-caption-text">Fela (paling kanan) dengan rekan setimnya dalam Danone Trust</p></div>
<p>Mahasiswi yang sempat internship satu bulan di Kementrian Luar Negeri Indonesia ini juga aktif mengikuti berbagai pelatihan pengembangan diri. Fela merupakan salah satu peserta yang lolos seleksi Young Leaders for Indonesia Wave 2012 oleh McKinsey Company. Dalam program yang berlangsung selama enam bulan tersebut, Fela bertemu dengan 59 anak muda terpilih dari seluruh Indonesia, dan mengaku mendapatkan banyak sekali inspirasi dari mereka semua. Dia juga menjadi peserta dalam Training Viral Peace and Generation Change yang diadakan oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta. Di tahun yang sama, Fela bersama timnya menembus babak 5 besar kompetisi Business Plan berskala nasional, Danone Trust. Fela juga pernah mengikuti Indonesian Young Changemakers Summit dan StudentsxCEOs Summit di Bandung, serta Future Leaders Summit di Semarang.</p>
<p>Sesuai dengan doa kedua orang tuanya supaya Fela menjadi putri yang arif bijaksana dan berpengetahuan luas, yang terwujud dari asal namanya, Philosophy, dia pun kini terus tumbuh menjadi generasi muda yang terus mengembangkan diri agar menjadi pribadi yang lebih berkontribusi pada bangsa ini. Mari kita teladani bersama kisah-kisah hidup Faelasufa, serta kita dukung dia terus agar semangatnya untuk tidak hanya menjadi wanita biasa serta untuk terus bekerja keras menggapai mimpi-mimpinya bisa terwujud.</p>
<p>Dia mengaku bahwa dia adalah seorang manusia yang beruntung. Dia beruntung mengenali dirinya sejak awal mula, mengetahui passionnya, memiliki orang-orang yang menjadi ‘mentornya’, memiliki keluarga serta teman-teman dekat yang dia bilang berpengaruh besar dalam hidupnya, dan beruntung karena selalu berani untuk menjadi seorang peraih mimpi: a dream-catcher. Kata Fela, semua berawal dari mimpi. Di tahun pertamanya kuliah, dia hanyalah seorang mahasiswa biasa yang berasal dari daerah. Tapi dia punya mimpi. Shoot for the moon, so if you fail at least you are already flying above the skies.</p>
<p>Kisah Mahasiswa Berprestasi (Mapres) UGM Lainnya:</p>
<ul>
<li><a title="Herwandhani Putri" href="http://ahmadnasikun.wordpress.com/2012/05/30/herwandhani-putri-mahasiswa-berprestasi-ugm/" target="_blank">Herwandhani Putri</a></li>
<li><a title="Detiza Goldianto" href="http://ahmadnasikun.wordpress.com/2012/05/31/detiza-mapres-ugm-201/" target="_blank">Detiza Goldianto OH</a></li>
<li><a title="Gresika Bunga" href="http://ahmadnasikun.wordpress.com/2012/06/03/bunga-mapres-ugm-2012/" target="_blank">Gresika Bunga S</a></li>
<li><a title="Rahmi Khamsita" href="http://ahmadnasikun.wordpress.com/2012/07/17/rahmi-khamsita-mahasiswa-aktivis-yang-sarat-prestasi-akademis/" target="_blank">Rahmi Khamsita</a></li>
<li><a title="Nuzul Sri Hertanti" href="http://ahmadnasikun.wordpress.com/2012/06/23/nuzul-sri-hertanti-mahasiswa-berprestasi-ugm/" target="_blank">Nuzul Sri Hertanti</a></li>
<li><a title="Faelasufa" href="http://ahmadnasikun.wordpress.com/2012/07/19/faelasufa-mapres-ugm-2012/" target="_blank">Faelasufa</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Keharuan pada Mereka yang Mencoblos]]></title>
<link>http://puansarisiregar.wordpress.com/2012/07/13/keharuan-pada-mereka-yang-mencoblos/</link>
<pubDate>Fri, 13 Jul 2012 19:07:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>Puansari Siregar</dc:creator>
<guid>http://puansarisiregar.wordpress.com/2012/07/13/keharuan-pada-mereka-yang-mencoblos/</guid>
<description><![CDATA[Selalu ada rasa haru yang menyelinap di hati, tatkala melihat masyarakat berpartisipasi dalam Pemili]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Selalu ada rasa haru yang menyelinap di hati, tatkala melihat masyarakat berpartisipasi dalam Pemilihan Umum; entah itu di tingkat kabupaten, provinsi, atau bahkan nasional. Rasa haru yang muncul, khususnya ketika melihat mereka, yang dijuluki sebagai rakyat kecil. Tentunya, dalam diri mereka, ada sebuah harapan untuk perbaikan: dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, atau lainnya.</p>
<p>Mengharukan ketika menyaksikan mereka mencoblos atau ketika mereka diwawancarai oleh reporter televisi mengenai harapan-harapan mereka terhadap pemimpin yang akan terpilih nantinya. Betapa mereka sangat tulus, polos, dan sederhana. Betapa mereka orang-orang yang terpinggirkan, yang dianggap penting hanya pada saat kampanye dan Pemilu, orang-orang yang sengsara dan menderita oleh berbagai kebijakan yang asal-asalan, namun sangat menaruh harap pada pemimpin nantinya.</p>
<p>Rakyat kecil itu, mencoblos dengan diiringi sebongkah harapan, yang mereka letakkan di pundak sang pemimpin yang akan terpilih nantinya. Rakyat kecil itu, mencoblos dengan setitik asa, yang mereka titipkan pada sang penguasa yang terpilih nantinya. Disinilah letak keharuan itu! Betapa mereka sangat menginginkan perbaikan. Betapa mereka sangat mengharapkan perubahan.</p>
<p>Akankah harapan mereka akan perbaikan dan perubahan itu menjadi kenyataan?</p>
<p>Ah, pertanyaan yang sangat berat dan sulit. Jawabannya terletak pada pemimpin yang akan terpilih nanti. Juga, pada kita -aku dan kau- yang seharusnya terlibat dalam mengawal pemerintahan. Juga, pada kita -aku dan kau- yang sepantasnya merasakan apa yang mereka rasakan. Juga, pada kita -aku dan kau- yang seharusnya menjadi penyambung lidah mereka dan menjadi perpanjangan tangan bagi mereka!</p>
<p>Mari kawan, tanamkan terus rasa haru itu dalam dada. Sambil terus asah diri, demi mewujudkan harapan mereka, lewat apa yang kita bisa!</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Usaha Garskin Sangat Menguntungkan]]></title>
<link>http://kiilat.wordpress.com/2012/07/02/usaha-garskin-sangat-menguntungkan/</link>
<pubDate>Mon, 02 Jul 2012 17:19:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>kiilat</dc:creator>
<guid>http://kiilat.wordpress.com/2012/07/02/usaha-garskin-sangat-menguntungkan/</guid>
<description><![CDATA[Di zaman yang penuh dengan banyak inovasi seperti ini, memang banyak sekali pemikiran-pemikiran yang]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kiilat.files.wordpress.com/2012/07/img01805-20120421-1647.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-68" title="IMG01805-20120421-1647" src="http://kiilat.files.wordpress.com/2012/07/img01805-20120421-1647.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p>Di zaman yang penuh dengan banyak inovasi seperti ini, memang banyak sekali pemikiran-pemikiran yang keluar dari anak muda yang memang berjiwa menjadi enterpreuner. Saya sudah mewawancarai anak muda yang bisa dibilang sukses dalam usaha yang dia sudah guluti selama ±4 bulan. Dengan inovasi yang dia cetuskan seperti “mempercantik blackberry anda dengan garskin”. Orang yang awam dengan nama garskin pasti akan heran, apa itu garskin?? Garskin untuk apa?. Tapi Budi Karsetyo Wibowo ini mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional Semester 2 ini sudah untung banyak dengan usahanya.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Apa yang membuat anda yakin dengan bisnis garskin ini banyak peminatnya? “karena di lingkungan gw rata-rata pake blackberry” ujar Budi. “waktu itu gw ditawarin product garskin sama temen gw, awalnya gw juga heran masa Cuma tempelan blackberry aja mahal banget, temen gw nawarin 60.000. Disitu gw mulai berfikir kalau barang kayak gini ga sampe segitu harganya”, cerita budi. Memang banyak sekali di lingkungan kampus, sekolah-sekolah,mall-mall yang menjual garskin yang harganya sangat lumayan mahal. “Di awal gw mulai usaha, gw coba nawarin ke temen-temn deket gw, mereka gw kasih harga 30.000, terjadi sekitar 20 product garskin, dengan modal awal 150.000. Gw ngerasain banget untungnya yang menggiurkan. Sampai sekarang untuk pesenan garskin dicetak 1 minggu 1x, dan pencetakan dibuat setiap hari rabu dan kamis sudah ready disebarkan ke para reaseler”. Budi juga sudah memiliki banyak reaseller yang selalu mengorder lebih dari 20 product garskin disetiap minggunya. Minimum pencetakan gasrkin setiap minggunya sampai 200 pcs, gw bsa untung setiap minggu ±2.500.00, bisa bayangin donk brapa untung gw sampai sekarang?”, ujar budi sambil tersenyum, ia pun tidak menyerah dengan usaha yang ia jalankan. Dengan masukan dari teman-temannya yang menyarankan menambah tipe dan merk untuk garskin, budi sudah masuk ke tipe Samsung galaxy. “gw yakin kalo kita melakukan pekerjaan atau usaha kita dengan sungguh-sungguh pasti itu membuahkan hasil yang baik, dan gw yakin usaha garskin akan banyak peminatnya”, masukan budi untuk anak muda yang berjiwa enterpreuner.</p>
<p><a href="http://kiilat.files.wordpress.com/2012/07/img01848-20120425-1812.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-69" title="IMG01848-20120425-1812" src="http://kiilat.files.wordpress.com/2012/07/img01848-20120425-1812.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Saya melihat memang menjadi sosok seorang enterpreuner muda banyak saingannya, tetapi alangkah baiknya jika kita memang selalu mencentuskan ide-ide atau kreasi-kreasi baru untuk menambah inovasi buat anak muda masa kini. “tapi gw yakin semua pasti ada masanya, sekarang memang garskin masih rame dan banyak sekali peminatnya. Tapi mulai dari sekarang gw harus berfikir lagi untuk ide-ide yang lainnya biar gw ga kalah kreasi”, uajar budi sambil isep batang rokonya.</p>
<p><a href="http://kiilat.files.wordpress.com/2012/07/w.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-70" title="w" src="http://kiilat.files.wordpress.com/2012/07/w.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>   <a href="http://kiilat.files.wordpress.com/2012/07/ww.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-71" title="ww" src="http://kiilat.files.wordpress.com/2012/07/ww.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Selama membuat garskin budi selalu di support oleh teman dekatnya, namanya Retno asteriyani. “huhh,,ternyata proses pengeditan itu banyak banget tahapnya”, keluhan retno. Pada saat pengeditan itu memang sangat dibutuhkan ketelitian khusus karena itu yang akan kelihatan rapi atau tidaknya gambar dan potongan-potongannya. Retno memang sangat berperan membantu dalam pembuatan garskin sekaligus admin dalam production garskin yang dibuat Budi Karsetyo. “Pokonya gw dukung banget budi sama usahanya, karena gw ngerasa budi bisa menjadi sosok seorang enterpreuner yang baik kaya gini”,ujar retno.</p>
<p>Banyak juga konsumen budi yang memberikan support, masukan, kritikan, dan sebagainya. Contoh Dede, sahabat budi sekaligus relesser budi. “Bud, turunin harga garskin donk..”, ujar dede. Padahal menurut Budi, garskin yang dia jual ter,masuk murah, dibandingkan dengan harga-harga di tempat lain, yang berani di atas 50.000. Saya merasa banyak sekali informasi yang didapatkan setelah mewawancarai Budi, Retno dan Dede (salah satu narasumber). Semoga untuk para enterpreuner jangan mau berhenti untuk berinovasi. Salam enterpreuner sejati. [ Vinia Sanuar Absyah ]</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Arsy Bergoncang, Malaikat Lupa Bacaan Tasbih &amp; Tahmidnya]]></title>
<link>http://mutiaraperadaban.wordpress.com/?p=225</link>
<pubDate>Thu, 28 Jun 2012 22:38:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>Mutiara Peradaban</dc:creator>
<guid>http://mutiaraperadaban.wordpress.com/?p=225</guid>
<description><![CDATA[“Ya Muhammad, Tuhan As-Salam menyampaikan salam kepadamu dan berfirman: “Berhentilah engkau daripada]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align:justify;">“Ya Muhammad, Tuhan As-Salam menyampaikan salam kepadamu dan berfirman: “Berhentilah engkau daripada menangis, sesungguhnya karena tangisanmu, penjaga Arasy lupa bacaan tasbih dan tahmidnya, sehingga ia bergoncang. Sekarang katakan kepada temanmu itu, bahwa Allah tidak akan menghisab dirinya, juga tidak akan menghitung kemaksiatannya. Allah sudah mengampunkan semua kesalahannya dan akan menjadi temanmu di syurga nanti.”<!--more--></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Bismillahirrahmaanirahiim,</p>
<p style="text-align:justify;">Suatu hari Rasulullah Muhammad SAW sedang tawaf di Kakbah, baginda mendengar seseorang di hadapannya bertawaf sambil berzikir: “Ya Karim! Ya Karim!”</p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah SAW meniru zikirnya “Ya Karim! Ya Karim!”</p>
<p style="text-align:justify;">Orang itu berhenti di satu sudut Kakbah dan menyebutnya lagi “Ya Karim! Ya Karim!” Rasulullah yang berada di belakangnya menyebutnya lagi “Ya Karim! Ya Karim!”</p>
<p style="text-align:justify;">Orang itu berasa dirinya di perolok-olokkan, lalu menoleh ke belakang dan dilihatnya seorang lelaki yang sangat tampan dan gagah yang belum pernah di lihatnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang itu berkata, “Wahai orang tampan, apakah engkau sengaja mengejek-ngejekku, karena aku ini orang badui? Kalaulah bukan karena ketampanan dan kegagahanmu akan kulaporkan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah.”</p>
<p style="text-align:justify;">Mendengar kata-kata orang badwi itu, Rasulullah SAW tersenyum lalu berkata: “Tidakkah engkau mengenali Nabimu, wahai orang Arab?”</p>
<p style="text-align:justify;">“Belum,” jawab orang itu.</p>
<p style="text-align:justify;">“Jadi bagaimana kamu beriman kepadanya?” tanya Rasulullah SAW.</p>
<p style="text-align:justify;">“Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya, sekalipun saya belum pernah melihatnya, dan membenarkan perutusannya walaupun saya belum pernah bertemu dengannya,” jawab orang Arab badui itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah SAW pun berkata kepadanya: “Wahai orang Arab, ketahuilah aku inilah Nabimu di dunia dan penolongmu nanti di akhirat.”</p>
<p style="text-align:justify;">Melihat Nabi di hadapannya, dia tercengang, seperti tidak percaya kepada dirinya lalu berkata, “Tuan ini Nabi Muhammad?” “Ya,” jawab Nabi SAW.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan segera orang itu tunduk dan mencium kedua kaki Rasulullah SAW.</p>
<p style="text-align:justify;">Melihat hal itu Rasulullah SAW menarik tubuh orang Arab badui itu seraya berkata, “Wahai orang Arab, janganlah berbuat seperti itu. Perbuatan seperti itu biasanya dilakukan oleh seorang hamba sahaya kepada tuannya. Ketahuilah, Allah mengutus aku bukan untuk menjadi seorang yang takabur, yang minta dihormati atau diagungkan, tetapi demi membawa berita gembira bagi orang yang beriman dan membawa berita menakutkan bagi yang mengingkarinya.”</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika itulah turun Malaikat Jibril untuk membawa berita dari langit, lalu berkata, “Ya Muhammad, Tuhan As-Salam menyampaikan salam kepadamu dan berfirman: “Katakan kepada orang Arab itu, agar tidak terpesona dengan belas kasih Allah. Ketahuilah bahwa Allah akan menghisabnya di Hari Mahsyar nanti, akan menimbang semua amalannya, baik yang kecil maupun yang besar.”</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah menyampaikan berita itu, Jibril kemudian pergi. Orang Arab itu pula berkata, “Demi keagungan serta kemuliaan Allah, jika Allah akan membuat perhitungan atas amalan hamba, maka hamba pun akan membuat perhitungan denganNya.”</p>
<p style="text-align:justify;">Orang Arab badui berkata lagi, “Jika Allah akan memperhitungkan dosa-dosa hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa kebesaran magfirahNya. Jika Dia memperhitungkan kemaksiatan hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa luasnya pengampunanNya. Jika Dia memperhitungkan kebakhilan hamba, maka hamba akan memperhitungkan pula betapa dermawanNya.”</p>
<p style="text-align:justify;">Mendengar ucapan orang Arab badui itu, maka Rasulullah SAW pun menangis mengingatkan betapa benarnya kata-kata orang Arab badui itu sehingga air mata meleleh membasahi janggutnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Lantaran itu Malaikat Jibril turun lagi seraya berkata, “Ya Muhammad, Tuhan As-Salam menyampaikan salam kepadamu dan berfirman: “Berhentilah engkau daripada menangis, sesungguhnya karena tangisanmu, penjaga Arasy lupa bacaan tasbih dan tahmidnya, sehingga ia bergoncang. Sekarang katakan kepada temanmu itu, bahwa Allah tidak akan menghisab dirinya, juga tidak akan menghitung kemaksiatannya. Allah sudah mengampunkan semua kesalahannya dan akan menjadi temanmu di syurga nanti.”</p>
<p style="text-align:justify;">Betapa sukanya orang Arab badui itu, apabila mendengar berita itu dan menangis karena tidak berdaya menahan rasa terharu.</p>
<p style="text-align:justify;">Subhanallah, Maha Suci Engkau ya Allah..<br />
Dan Segala Kebesaran &#38; Kemuliaan bagi Mu ..</p>
<p style="text-align:justify;">Limpahkanlah shalawat dan salam bagi Nabi Muhammad kekasih Allah, dan keluarganya beserta para sahabat . Aamiin.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Keterkaitan Uli Kozok dengan Sastra Batak]]></title>
<link>http://diplomasikebudayaan.wordpress.com/2012/06/28/keterkaitan-uli-kozok-dengan-sastra-batak/</link>
<pubDate>Thu, 28 Jun 2012 04:45:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>Diplomasi Kebudayaan</dc:creator>
<guid>http://diplomasikebudayaan.wordpress.com/2012/06/28/keterkaitan-uli-kozok-dengan-sastra-batak/</guid>
<description><![CDATA[Oleh KHAERUDIN dan AGNES RITA SULISTYAWATY &nbsp; Keinginan untuk melihat dunia, mempertemukan Uli K]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://diplomasikebudayaan.files.wordpress.com/2012/06/uli-kozok1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-36" title="Keterkaitan Uli Kozok dengan Sastra Batak" src="http://diplomasikebudayaan.files.wordpress.com/2012/06/uli-kozok1.jpg?w=196&#038;h=300" alt="Uli Kozok" width="196" height="300" /></a></p>
<p>Oleh KHAERUDIN dan AGNES RITA SULISTYAWATY</p>
<p>&#160;</p>
<p>Keinginan untuk melihat dunia, mempertemukan Uli Kozok dengan Indonesia. Selepas menamatkan sekolah menengah atas, Ketua Departemen Bahasa Indonesia Universitas Hawaii di Honolulu, Amerika Serikat, ini awalnya hanya ingin mengunjungi kerabatnya di Australia.</p>
<p>”Di peta saya lihat Indonesia, saya putuskan singgah di negara ini,” ujar Uli yang cintanya pada Indonesia berawal dari kebetulan. Saat mengunjungi Medan tahun 1981, teman seperjalanan Uli sakit. Dia menunda pergi ke Australia dan memutuskan tinggal sementara di Medan.</p>
<p>Selama itu Uli mengisi waktu dengan belajar bahasa dan budaya setempat. Sekembalinya dari Indonesia, Uli yang saat itu belajar arkeologi di Universitas Hamburg menghadiri simposium tentang kebudayaan dan bahasa di Sumatera Utara yang dihadiri pakar dari Jerman dan negara lain. Sejak itu ia tertarik mempelajari budaya dan bahasa Batak.</p>
<p>”Menemani teman seperjalanan yang sakit, itu kebetulan saya yang pertama. Awalnya saya tertarik bahasa Karo, kemudian saya belajar bahasa Toba, Angkola-Mandailing, dan Pakpak. Lalu, saya putuskan untuk belajar pada Jurusan Bahasa dan Budaya Austronesia,” ujarnya.</p>
<p>Guru pertama Uli, Profesor Reiner Carle, filolog yang ahli bahasa Batak. Secara kebetulan Uli mendapat beasiswa Pemerintah Jerman, DAAD (Deutsche Akademischer Austauschdienst) tahun 1983-1985 untuk menjadi mahasiswa tamu di jurusan Sastra Daerah Universitas Sumatera Utara (USU).</p>
<p>Saat itu Uli menilai kondisi perkuliahan Jurusan Sastra Daerah USU sangat memprihatinkan. ”Praktis saya enggak dapat apa-apa selama belajar. Banyak mahasiswa dan dosen yang kurang paham naskah Batak,” katanya.</p>
<p>Menurut Uli, kelangkaan sumber naskah Batak di Medan dan kota lain di Sumut yang menyebabkan kondisi tersebut. ”Koleksi naskah Batak di Jerman hampir 600, di Belanda jumlahnya ribuan, sedangkan di Indonesia mungkin hanya 200-an,” kata Uli.</p>
<p>Bahasa dan budaya Karo, yang menjadi awal ketertarikan Uli, dia teruskan dengan meneliti bilangbilang, puisi percintaan masyarakat Karo yang ditulis pada bambu. Ada sekitar 125 naskah dari sekitar 20 koleksi bilangbilang di seluruh dunia. Ia terjemahkan puisi itu dalam bahasa Jerman dan dianalisis dalam kaitan fungsi aksara pada masyarakat Karo.</p>
<p>”Bilangbilang itu ditulis bukan untuk dibaca karena sangat kecil hurufnya. Tetapi, hampir semua masyarakat Karo yang mengerti tentang bilangbilang pasti tahu apa yang tertulis di dalamnya,” ujar Uli.</p>
<p>Disertasi tentang bilangbilang mengantar Uli meraih gelar Master Artium di Universitas Hamburg tahun 1989. Pada tahun itu pula ia menikahi teman kuliah semasa di USU, Febrina Marisa.</p>
<p><strong>Huruf Batak di komputer</strong></p>
<p>Uli melanjutkan studi doktoral dengan tema sama, puisi percintaan pada masyarakat Batak. Kali ini tak hanya bilangbilang dari Karo, tetapi ditambah andung dari Mandailing. Masa saat ia mengambil studi doktoral ini, menurut Uli, adalah masa paling sengsara dalam hidupnya.</p>
<p>”Saya tidak punya pekerjaan, sementara harus menghidupi istri dan membiayai kuliah doktoral,” katanya.</p>
<p>Pada saat itulah ibu angkatnya, Hildegard Peters, memperkenalkan Uli dengan Pater Matthaus, pastor yang juga kolektor lukisan. Ibu angkatnya adalah pelukis, yang karyanya dibeli Pater Matthaus.</p>
<p>”Salah satu karya ibu angkat itu lukisan saya saat masih kecil. Sebelum bertemu Pater Matthaus, saya dapat surat dari beliau. Dalam surat itu disertakan uang 500 DM.”</p>
<p>Uang itu digunakan Uli menyambung hidup selama menekuni naskah Batak di perpustakaan KITLV Universitas Leiden, Belanda. Ia kadang terpaksa menumpang makan kepada mahasiswa asal Indonesia, Ema Nababan. Gelar doktor diraihnya tahun 1993.</p>
<p>Setahun kemudian surat lamaran Uli untuk mengajar Bahasa Indonesia di Universitas Auckland, Selandia Baru, diterima. Itu pun kebetulan karena dosen utamanya, seorang Belanda, langsung menerima dia sebagai asisten.</p>
<p>Tahun 1998 Uli bertemu Michael Everson, ahli linguistik sekaligus desainer jenis huruf (font) untuk komputer dan media digital. Michael meminta Uli membuat software agar aksara Batak bisa ditulis dalam sebuah komputer. Ia lalu meneliti berbagai naskah dan pustaka Batak.</p>
<p>Dari empat jenis aksara Batak, yakni Mandailing, Toba, Pakpak, dan Karo, ia lalu membuat varian yang paling umum dari keempatnya. Dengan software itu, orang yang tak mengerti aksara Batak bisa menulis menggunakan huruf Batak di komputer.</p>
<p>Penelusuran yang ia lakukan dari sejarah dan penyebaran aksara Batak mempertemukan Uli dengan naskah tua Melayu yang ditulis dengan huruf dari rumpun yang sama, surat (huruf) Pascapalawa. Surat Pascapalawa atau dikenal sebagai aksara Kawi ada hampir di seluruh Sumatera, mulai dari Lampung, Rejang-Lebong, Kerinci, Minangkabau, hingga Mandailing.</p>
<p>Lebih lanjut, penelusuran ini mempertemukannya dengan Kitab Undang-undang Tanjung Tanah, naskah Melayu tertua. Naskah ini ditemukan Petrus Voorhoeve, pegawai bahasa zaman Belanda pada 1941. Naskah Melayu tertua itu sempat menghilang puluhan tahun sebelum ditemukan kembali tahun 2002.</p>
<p>Naskah itu sempat mengalami masa perang Belanda-Jepang, perang revolusi merebut kemerdekaan, sampai gempa bumi. Namun, kondisinya tetap seperti yang digambarkan Voorhoeve ketika Uli menemukannya di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.</p>
<p>”Waktu itu saya sedang meneliti paleografi aksara surat di Sumatera,” tutur Uli dalam dialog dengan peserta Ekspedisi Pamalayu di Kanagarian Siguntur Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, akhir Desember 2007.</p>
<p>Ia mengungkapkan, penulis naskah Tanjung Tanah adalah Dipati Kuja Ali, petinggi Kerajaan Malayu. Penulisan naskah itu diperkirakan saat Adityawarman memerintah Kerajaan Malayu atau sekitar abad XIV.</p>
<p><strong>Nama perkampungan</strong></p>
<p>Secara umum, naskah Tanjung Tanah berisi undang-undang yang mengatur kehidupan sehari-hari warga Kerinci serta denda yang dijatuhkan kepada pelanggar. Ukuran denda masa itu bervariasi, mulai dari kupang, mas, tahil, hingga kati.</p>
<p>Tanjung Tanah adalah nama sebuah perkampungan di Kerinci. Ditunjang dengan hawa yang memadai, sebab Tanjung Tanah terletak 800 meter di atas permukaan laut, naskah ini bertahan hingga ratusan tahun. ”Waktu itu, tahun 2002, saya sudah menduga naskah ini dibuat sekitar abad XIV,” katanya.</p>
<p>Sebagian besar pakar aksara dan sejarawan yang ditemui Uli meragukan pendapatnya. Mereka berprinsip tak ada naskah sebelum abad XV. Setahun setelah naskah ditemukan, ia kembali mendatangi pemilik naskah. Ia bermaksud meminta sedikit sampel kertas naskah untuk diuji di laboratorium.</p>
<p>Dari pemeriksaan di Rafter Radiocarbon Laboratory, Wellington, Selandia Baru, diperkirakan naskah itu berusia lebih dari 600 tahun. Voorhoeve pun menduga naskah ini ditulis sebelum agama Islam sampai ke pelosok Melayu.</p>
<p>”Saya memperkirakan naskah ditulis pada masa kejayaan Adityawarman, sekitar tahun 1345-1377,” ujarnya.</p>
<p>Aksara yang digunakan dalam naskah Tanjung Tanah juga unik karena tak menggunakan aksara Palawa, tetapi Pascapalawa. Dari penelitian Tokyo Restoration &#38; Conservation Center, Oktober 2004, diperkirakan Sumatera sudah memproduksi kertas berbahan baku batang pohon Daluang</p>
<p>(Broussonetia papyrifera Vent).</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gadis Belia dari JKT 48, siapakah dia?]]></title>
<link>http://catatanhitamdunia.wordpress.com/2012/06/25/gadis-belia-dari-jkt-48-siapakah-dia/</link>
<pubDate>Mon, 25 Jun 2012 18:16:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>catatanhitamdunia</dc:creator>
<guid>http://catatanhitamdunia.wordpress.com/2012/06/25/gadis-belia-dari-jkt-48-siapakah-dia/</guid>
<description><![CDATA[Nama Lengkapnya Nabilah Ratna Ayu Azalia, yang artinya Perempuan yang cerdas, seperti permata dan ca]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><br />
</strong></p>
<p><a href="http://koreanchingu.wordpress.com/2011/12/31/fakta-jkt48/403889_292176004152263_285508464819017_743560_883145758_n/" rel="attachment wp-att-36205"><img title="403889_292176004152263_285508464819017_743560_883145758_n" src="http://koreanchingu.files.wordpress.com/2011/12/403889_292176004152263_285508464819017_743560_883145758_n.jpg?w=298&#038;h=247#38;h=247" alt="" width="298" height="247" /></a></p>
<ul>
<li>Nama Lengkapnya Nabilah Ratna Ayu Azalia, yang artinya Perempuan yang cerdas, seperti permata dan cantik seperti bunga</li>
<li>Lahir 11 November1999</li>
<li>Golongan Darah B</li>
<li>Dia anggota termuda. Dia masih kelas 6 SD, Tapi, karena ia berbakat, dan mempunyai tinggi yang minimal, dia diterima deh, masuk JKT48… <!--more--></li>
<li>Nabila hobbynya nyanyi, dance, basket, dan renang. *Pantes aja 12 tahun tingginya o_O</li>
<li>Suka sama doraemon !! mirip kayak kak Sonia ~</li>
<li>Di sekolah suka sama pelajaran IPA, Art, Agama dan Bahasa Inggris</li>
<li>Punya Kakak dan adik, cowo semua</li>
<li>Nabilah, di tv Jepang jadi sorotan loh check -&#62; <a href="http://www.youtube.com/watch?v=gN3YaTXMWe0&#38;feature=related">http://www.youtube.com/watch?v=gN3YaTXMWe0&#38;feature=related</a></li>
<li>hobbynya baca buku2 manajemen dan bisnis biar jadi pengusaha sukses,, (aminn,,mudahan tercapai ya)</li>
<li>ingin jadi pengusaha franchise karaoke sukses ky inul n rossa n supaya fansnya bisa nyanyi disitu</li>
<li>Paling suka makan pedas dan asam, bahkan ga bisa makan kalo makanannya ga pedas n asam</li>
<li>Lagu kesukaan Nabilah adalah kokoro (ost FF IV)</li>
<li>Nabilah said “Nabilaholic sangat berarti bagi aku sekalin keluargaku. Dan aku minta tolong ya maklumin klo aku ga bls mention karna aku sibuk</li>
<li>Pesan Nabilah : cuma satu yg aku pengen, jgn pernah kalian berfikir negative tentang aku, berpikirlah positive tentang aku ya</li>
<li>Harapan Nabilah : Semoga Nabilaholic makin sukses &#38; kreatif dlm mensupport aku. Semoga Nabilaholic bisa dukung aku sampe kapanpun</li>
<li>Tanggapan Nabilah terhadap haters : aku ga terlalu sedih sih utk yg ga suka atau apa sma aku. Yg penting aku tetap senyum utk mereka <img src="http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif?m=1129645325g" alt=":)" /></li>
</ul>
<ul>
<li>Tanggapan Nabilah terhadap fans yg mengganggu privacynya : ngertiin Mereka tapi aku Berusaha untuk beri pengertian pd mereka dgn hati-hati supaya ga nyinggung perasaan mereka</li>
<li>Jikoshokai (salam perkenalan) nabilah : “hay namaku nabilah, aku si cerewet, let’s have fun together</li>
<li> Nabilah itu cadel</li>
<li>Nabilah suka baca manga fairy tail, doraemon</li>
<li>Japanese food favorit nabilah : sushi dan tempura</li>
<li> Minuman favoritnya itu semua minuman yg menyehatkan</li>
<li> Binatang favorit Nabilah itu kucing, kelinci &#38; hamster (tp sayang udah meninggal)</li>
<li>Warna favoritnya Pink, Merah &#38; Coklat</li>
<li>Nabilah suka makan pedas katanya mulai suka pedas pas kelas 2 gara-gara ngeliatin temennya makan cabe, trus dia mau bgt bisa makan pedas</li>
<li>Waktu di Jepang Nabilah milih makan udon pedas, soalnya katanya mirip &#38; ngingetin masakan mamanya di rumah</li>
<li>Tempat liburan favorit Nabilah itu pantai terutama pantai anyer</li>
</ul>
<ul>
<li>Nabilah dari kecil suka banget hiphop dance dan breakdance, tp katanya ga pernah kesampean</li>
<li>Selain pop, RnB, Nabilah suka genre musik rock setengah metal, band rock favoritnya truth dan pathetic</li>
<li>Pelajaran favorit Nabilah itu IPA, MTK dan Bhsa Inggris. Pelajaran yg ga disukai ga ada katanya “smuanya suka asal kita belajar &#38; belajar”</li>
<li>Nabilah di waktu luang seperti prempuan lainnya dia suka shopping, hangout dan jalan-jalan</li>
<li>Nabilah punya keinginan bikin buku yg memotivasi org krna dia seneng klo ada org yg curhat sama dia, dan dia suka memberi nasihat</li>
<li>Nabilah paling sering curhat ke mama nya</li>
<li>Nabilah suka ngemil chiki dan coklat, katanya abis makan yg asin-asin dia pasti mau makan yg manis-manis</li>
<li>Makanan yg ngga disukain nabilah itu babat, sate kambing, pokoknya yg kenyal-kenyal dan permen pedes atau mentol gitu</li>
<li>Lagu yg wajib didengerin nabilah tiap hari itu lagu yg bisa bikin dia joged, contohnya Rihanna, LMFAO, Black Eyed Peas</li>
<li>Waktu kecil Nabilah sering main-main acting sendiri ceritanya jd penjual atau acting nangis tp katanya klo depan kamera &#38; org bnyk dia malu</li>
<li>Nabilah lebih seneng sharing sama org dewasa dan lebih tua dari dia tp sharing hal-hal yg positive</li>
<li> Nabilah deket sama semua member JKT48</li>
<li>Nabilah suka main basket</li>
<li>Tokoh favorit Nabilah : Lady day</li>
<li>Artis Jepang favoritnya : AKB48, Kiroro</li>
<li>Waktu kecil Nabilah cita-citanya mau jadi dokter, terus berubah mau jadi model, presenter, dancer, pokoknya mau go Internasional</li>
<li>Nabilah bukan type perempuan yg suka nangis. Hanya satu yg bikin dia nangis yaitu dikecewakan dan org itu tdk mengerti perasaan dia</li>
<li>Oshi dan MD Nabilah di AKB48 : Tomochin, Takamina, Achan, Mariko Shinoda, Otsuko Maeda, Yuki Kashiwagi</li>
<li>Nabilah pernah ikut lomba modeling, mewarnai dan lomba dance</li>
<li>Alat musik favorit Nabilah itu gitar dan drum</li>
<li>lagu favorit Nabilah dari AKB48 itu river dan beginner</li>
</ul>
<ul>
<li> Fashion style Nabilah itu feminim dan sedikit tomboy</li>
<li>Nabilah kalo pergi selalu sama mamanya. kalaupun ga sama mamanya paling sama saudaranya</li>
<li>Nabilah suka semua char di anime Fairy Tail</li>
<li>Nabila suka berenang katanya “enak aja pikiran jd fresh”</li>
<li>Ga terlalu suka baca novel</li>
<li>Nabilah suka baca buku pantun-pantun lucu</li>
<li>Majalah Favoritnya itu Majalah Fashion</li>
<li>Nabilah lebih suka disebut anak kecil tapi orgnya dewasa</li>
<li>Nabilah bukan org Padang tp ada keturunan Padang</li>
<li>Makanan Padang kesukaannya itu Sate Padang</li>
<li>Paling suka main game balap mobil</li>
<li>Nabilah paling ga suka sama org yg ga bisa ngertiin perasaan kita, egois dan ga punya attitude</li>
</ul>
<ul>
<li>Artis Amerika favoritnya itu Elvis Presley</li>
<li>Artis Indonesia favoritnya Agnes Monica</li>
<li>Film Favoritnya Telenovela Dulce Maria Carita de Angel</li>
<li>Ice cream favoritnya rasa coklat sama vanilla</li>
<li>Nabilah suka banget bunga mawar</li>
<li>Nabilah belum pernah main film, katanya dulu ga suka main film coz harus baca naskah dulu sedangkan dia maunya improve sendiri</li>
<li> Nabilah lebih suka belajar sama temen2 katanya lebih enjoy, bisa tuker pikiran bareng</li>
<li> Nabilah memajang poster semua member AKB48 di dinding kamarnya</li>
<li> Gadget yg selalu dibawanya HP dan Laptop</li>
<li> Nabilah mulai menyukai makanan Jepang semenjak umur 1-2 tahun</li>
<li> Di backstage biasanya Nabilah ngobrol2 trus berdoa sama temen2 JKT48</li>
<li> Nabilah suka banget semua assesoris</li>
<li> Nasehat orang tua Nabilah pas masuk JKT48 : kalo susah slalu inget untuk tetap semangat jgn gampang menyerah, jgn lupa slalu berpikir positive thinking</li>
<li>Nabilah itu alergi sama debu di meja, bukan debu di jalan, alergi panas kalo udah keringetan bisa gatel, dan 1 lagi alergi dingin, bisa bikin dia bersin – bersin</li>
</ul>
<ul>
<li> Nabilah biasanya bangun pagi jam 5.30 ,, kecuali kalo cape banget bangun jam 6.00 dan kalo ada event bangun jam 3-4 subuh</li>
<li>Nabilah suka banget keju, susu dan coklat,, keju dia paling suka keju kraft single</li>
<li> Nabilah bilang kalo punya uang banyak mau bantu keluarga dan mau ajak semua keluarganya keliling dunia, dan sisanya ditabung untuk masa depannya dan kakak serta adiknya</li>
<li>Ulang tahun Nabilah yg paling special itu waktu ultah ke 9 dan 12 tahun</li>
<li>Nabilah anak ke-2 dari 3 bersaudara, semua saudaranya laki-laki</li>
<li>Umur kakanya Nabilah jalan 18 tahun dan umur adiknya 7 tahun</li>
<li>Paling suka materi pelajaran IPA tentang isolator, konduktor panas dan tentang planet-planet</li>
<li>Nabilah bercita-cita kuliah di Universitas Indonesia ngambil S1 dan untuk S2 nya di luar negeri</li>
<li>Nabilah paling ga suka hewan ular, cicak, kecoa, dan kadal</li>
<li>Nabilah bercita-cita kuliah kedokteran gigi atau kedokteran anak sama kecantikan, tp dia juga bilang entah coz dia mau juga jadi arkeolog atau psikolog</li>
<li>Genre Movie favoritnya Drama dan Horror</li>
<li>Nabilah bisa masak nasi goreng, bakwan, ayam goreng</li>
<li>Nabilah pengen dateng ke restoran yg dibawahnya menara eiffel</li>
<li>Nabilah orangnya humoris seneng banget buat orang tertawa n suka suasana happy</li>
<li>Benda kesayangannya itu boneka, tas, baju, sepatu yg bergambar leopart macan</li>
<li>Kalo kemana-mana suka bawa baju dan sepatu koleksinya</li>
<li>Nabilah suka nonton OVJ karena dia suka ngelawak dan buat orang tertawa</li>
<li>Arti dari Namanya : Nabliah = Wanita yg mulia &#124; Ratna = Sebuah bunga &#124; Ayu : Cantik &#124; Azalia = nama sebuah bunga</li>
<li>Dulu wktu aku msih 2 tahun aku punya boneka tedy bear, aku kasih namanya dede ani, bonekanya udh lama bgt aku ga bisa jauh dari boneka itu. waktu itu pernah ketinggalan di rumah kakek aku trs langsung dianterin lg tp waktu aku di bandara bonekanya ilang. aku nangis kejer bgt sampe skrg aku ga bisa lupain boneka itu.</li>
</ul>
<p>&#160;</p>
<p>sumber <a href="http://koreanchingu.wordpress.com/2011/12/31/fakta-jkt48/" rel="nofollow">http://koreanchingu.wordpress.com/2011/12/31/fakta-jkt48/</a></p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
