<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>suara-hati &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/suara-hati/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "suara-hati"</description>
	<pubDate>Sun, 06 Dec 2009 09:44:05 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[menepi]]></title>
<link>http://clomgiriwil.wordpress.com/2009/12/05/menepi/</link>
<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 11:31:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>_clomgiriwil</dc:creator>
<guid>http://clomgiriwil.wordpress.com/2009/12/05/menepi/</guid>
<description><![CDATA[terdiam. menggarisbawahi cerita yang berkecamuk dalam jiwa. menukil sketsa dalam pergulatan diorama.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>terdiam. menggarisbawahi cerita yang berkecamuk dalam jiwa. menukil sketsa dalam pergulatan diorama. angkasa bergumam menulisi buku harian ketakutan dan kecemasan. mendadaskan langkah kering di antara taut rindu dan gamang. ini bukan kecewa, melainkan berusaha mengupas telatak di mana kepal ini harus terpelihara sementara tersudut di antara keharusan mencuci diri dalam keindahan semestinya.</p>
<blockquote><p>bunga kehidupan. naskah ini tak pernah menjadi usang oleh manik senja. wajah yang memerah. kalbu yang membiru. dan tetirah yang membiarkan kita berjibaku lalu saling memeluk dalam kebutaan warna merah.</p></blockquote>
<p>dan hinggaplah kini di ujung kesendirian. membiarkan kupu-kupu menyempurnakan kemilau sayapnya yang tak pernah kudapatkan dari sisa-sisa senandungku. pada hujan. hingga kutahu keanggunanmu menyusun setaman rangkai adalah keindahan perumpamaan.</p>
<p>usah kau biarkan letihmu mengeras, karena tulang rusuk ini masih kupelihara. aku akan kembali dengan seusung haru lalu kita tak perlu lagi berjibaku.</p>
<p>&#124; ditulis ketika hujan tak lagi memaku jalanan.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[kepada mu kekasih ...]]></title>
<link>http://muharrikdaie.wordpress.com/2009/12/04/kepada-mu-kekasih/</link>
<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 09:51:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>muharrikdaie</dc:creator>
<guid>http://muharrikdaie.wordpress.com/2009/12/04/kepada-mu-kekasih/</guid>
<description><![CDATA[kepadaMu kekasih, aku berserah kerana ku tahu Kau lebih mengerti apa yang terlukis dicermin, wajahku]]></description>
<content:encoded><![CDATA[kepadaMu kekasih, aku berserah kerana ku tahu Kau lebih mengerti apa yang terlukis dicermin, wajahku]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jalanin saja toh rasanya juga membahagiakan]]></title>
<link>http://jeritanjiwa.wordpress.com/2009/12/03/jalanin-saja-toh-rasanya-juga-membahagiakan/</link>
<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 02:13:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>tigapuluh12</dc:creator>
<guid>http://jeritanjiwa.wordpress.com/2009/12/03/jalanin-saja-toh-rasanya-juga-membahagiakan/</guid>
<description><![CDATA[Seminggu ini ga tahu kenapa kok inget terus ya ? Padahal ga tahu juga disana ngingetin kita atau ga ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Seminggu ini ga tahu kenapa kok inget terus ya ?<br />
Padahal ga tahu juga disana ngingetin kita atau ga ?<br />
Ah masa bodoh toh yang penting perasaan hati ini,<br />
ga peduli dia inget atau ga toh rasa ini tetap ada dan<br />
ngapain juga pura-pura ga merasa &#8230;</p>
<p>Jalanin saja toh rasanya juga membahagiakan<br />
bikin hidaup tetap semangat !!</p>
<p>Kasihku ku cinta kau sampai ajal menanti</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bertanya - Belajar - Bertanya]]></title>
<link>http://batjoe.wordpress.com/2009/12/03/bertanya-belajar-bertanya/</link>
<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 17:21:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>batjoe</dc:creator>
<guid>http://batjoe.wordpress.com/2009/12/03/bertanya-belajar-bertanya/</guid>
<description><![CDATA[Beberapa hari ini kondisi si komputer lagi ngadat dan speddy juga bermasalah dan ditambahin juga den]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://batjoe.wordpress.com/files/2009/12/desperate.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-334" title="desperate" src="http://batjoe.wordpress.com/files/2009/12/desperate.jpg" alt="" width="400" height="533" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa hari ini kondisi si komputer lagi ngadat dan speddy  juga bermasalah dan ditambahin juga dengan pekerjaan yang semakin padat saja  kerena semakin kedepan tahunnya maka semakin banyak juga tantangan dalam setiap  segi aturan dan target dan Alhamdullilah sejak dua bulan lalu hal ini bisa diprediksi  sehingga segala  kesibukan bisa  sejalan seiring dengan pencarianku..</p>
<p style="text-align:justify;">Buat seseorang  (mas &#8230;..)  yang selalu menemaniku  dalam kebandelanku bertanya dan selalu bertanya tapi selalu dijawab dengan  sangat luar biasa dan sabarnya, tiada yang bisa aku berikan  kecualin ucapan rasa  terima kasih yang terdalam dalam jiwaku, bahwa yang mas katakan sangat luar  biasa bisa merubah arah hidupku&#8230; makasih mas&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Buat brother Mas Bambang S dan adikku tercinta Didi H terima  kasih terus menjaga ku dalam menemukan warna-warna yang kusuka sehingga yang  berwujud zahir bisa menjadi bathin, yang kemarin sempet miring tak sejajar bisa kembali ke dalam  bentuk yang sebenarnya&#8230; kalian memberikan saya begitu banyak petuah, nasehat dan saya  percaya dengan kalian berdua sebagai bagian dari keluargaku aku yakin bisa  mencapai hal yang kalian inginkan.. semua yang aku takutkan bisa aku lepas  selepas lepasnya&#8230;&#8230; indah banget ya dunia ini&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku tidak menyangka dan tidak menyadarin bahwa dalam semua  jalan menuju kebaikan hati ternyata orang yang aku butuhkan adalah kalian yang  dulu selalu aku jauhin dikarenakan aku terlalu terlena dengan duniawi ini dan  beruntungnya aku dengan kondisi ketidakstabilan jiwaku kemarin kalian selalu  memberikan bantuan &#8220;rasa&#8221; yang begitu luasnya bahkan bisa dikatakan dapat  membetuk aku menjadi orang yang lebih dari sekedar seonggok daging dan darah,  sehinggaku menerima  apa adanya semua yang terjadi karena semuanya itu adalah mutlak karena sifat  dari diriku sendiri</p>
<p style="text-align:justify;">Buat orang-orang yang aku sayang dan yang pernah aku  kecewakan aku berharap banyak bisa menjadi saudara, teman dan sahabat bagi  kalian dan biarkanlah aku berjalan dalam kesakitan yang  terbentuk ini agar hatiku merasakan kebaikan itu juga bahkan senikmat  seteguk air putih yang aku minum didalam kehausan yang tak tertahankan&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin masih banyak yang harus aku cari tapi seperti kata  masku dan   brotherku perlu tahapan dan waktu dan mereka menyakiniku pasti waktu akan sampai juga walaupun lambat dan mereka berjanji akan  membantuku dalam setiap pertanyaanku yang menggantung&#8230;..</p>
<p style="text-align:justify;">Terima kasih mas dan Brother&#8230;&#8230;..</p>
<p style="text-align:justify;">Terima kasih juga buat teman-teman yang sudah sering mampir dan memberikan nasehat di blog ini dan memberiku informasi agar  bertamu  dan membaca di blog kalian&#8230; dan aku cuma bisa berkata LUAR BIASA&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sore Itu Duapuluh Tahun Yang Lalu]]></title>
<link>http://jeritanjiwa.wordpress.com/2009/12/01/sore-itu-duapuluh-tahun-yang-lalu/</link>
<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 07:38:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>tigapuluh12</dc:creator>
<guid>http://jeritanjiwa.wordpress.com/2009/12/01/sore-itu-duapuluh-tahun-yang-lalu/</guid>
<description><![CDATA[Sore itu duapuluh tahun yang lalu, seingatku sekitar medio tahun 1989. Waktu itu sedang gandrung sam]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Sore itu duapuluh tahun yang lalu, seingatku sekitar medio tahun 1989.<br />
Waktu itu sedang gandrung sama levis, mampir ke outlet levis tapi semua model yang ada telah dibeli.<br />
Akhirnya jalan-jalan menyusuri jalan sudirman, mampir di toko buku.</p>
<p>Rencana hanya window shoping saja membunuh waktu.</p>
<p>&#8216;Mau beli apa Mas ?&#8217;</p>
<p>Sapaan yang mengagetkan, ya karena sedang asyik melihat jajaran pena yang menarik.<br />
Oopps&#8230;. kok ada makhluk cantik disini ? Ga salah !!<br />
Itulah pikiran pertama yang terlintas.</p>
<p>Akhirnya dari sekedar jalan-jalan jadi beli beberapa asesoris.<br />
Tidak lucu juga setelah dapat sapaan manis tidak ambil apa-apa.</p>
<p>Sejak itu, ada saja alasan untuk mampir ke toko buku itu,<br />
bukan mau beli sesuatu, hanya sekedar mendapat senyuman dan tatapan yang menggoda.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pitutur 2]]></title>
<link>http://mknr.wordpress.com/2009/11/30/pitutur-2/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 16:13:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>mknr</dc:creator>
<guid>http://mknr.wordpress.com/2009/11/30/pitutur-2/</guid>
<description><![CDATA[Kecongkakan mendahului kehancuran, tinggi hati mendahului kejatuhan dan  kerendahan hati mendahului ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><ol>
<li>
<div style="text-align:justify;">Kecongkakan mendahului kehancuran, tinggi hati mendahului kejatuhan dan  kerendahan hati mendahului kehormatan.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Siapa memelihara mulut dan lidahnya maka ia memelihara diri dari kesukaran juga kesulitan dan jiwa akan bersukacita karena bibir berkata jujur.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa tetapi kasihilah mereka karena kelalaiannya kepada Tuhan. </div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Tuhan adalah perisai kekuatan, kepada-Nya hati percaya dan benteng bagi keselamatan manusia.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Serahkan hidupmu pada Tuhan dan percayalah kepada-Nya maka Ia akan memunculkan kebenaran dalam hatimu.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Tuhan menetapkan langkah-langkah manusia yang percayakan hidupnya kepada-Nya maka apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak sebab Tuhan menopang tangannya.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Berbahagialah manusia yang memperhatikan sesamanya yang lemah! karena Tuhan akan meluputkan dia pada waktu celaka dan akan melindungi nyawanya.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri, akuilah Ia dalam segala tindak lakumu maka Ia akan meluruskan jalanmu.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, siapa yang menahan bibirnya pasti berakal budi pekerti. Bibir orang yang benar tahu akan hal menyenangkan, tetapi mulut orang fasik hanya tahu tipu muslihat.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya. Orang yang jujur dilepaskan oleh kebenarannya tetapi pengkhianat tertangkap oleh nafsunya.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Siapa mencintai didikan maka mencintai pengetahuan tetapi siapa  membenci teguran adalah dungu.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Hati yang tenang menyegarkan tubuh tetapi iri hati membusukkan tulang.  </div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Siapa menindas orang yang lemah menghina penciptanya, tetapi siapamenaruh belas kasihan pada orang miskin maka memuliakan penciptanya.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Segala perbuatan adalah bersih menurut pandangannya sendiri tetapi Tuhanlah yang menguji dan mengetahui isi hati orang.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Batu adalah berat, pasir pun ada beratnya tetapi lebih berat dari keduanya adalah sakit hati terhadap orang bodoh.</div>
</li>
</ol>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pitutur 1]]></title>
<link>http://mknr.wordpress.com/2009/11/30/pitutur-1/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 16:08:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>mknr</dc:creator>
<guid>http://mknr.wordpress.com/2009/11/30/pitutur-1/</guid>
<description><![CDATA[Iman tanpa perbuatan adalah nihil, iman tanpa keyakinan niscaya tidak akan berhasil, berbekal keyaki]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><ol>
<li>Iman tanpa perbuatan adalah nihil, iman tanpa keyakinan niscaya tidak akan berhasil, berbekal keyakinan maka iman akan tumbuh.</li>
<li>Kegagalan adalah awal dari keberhasilan.</li>
<li>Bersyukurlah dengan apa yang kita dapat untuk hari ini, memohonlah kepada Tuhan agar menjadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin.</li>
<li>Manusia bisa dikatakan bersabar jika ia sudah bertahan dan berupaya, jangan lari dari masalah tetapi hadapi dengan berserah diri kepada Tuhan.</li>
<li>Jangan jadi pecundang ketika mengatasnamakan Tuhan untuk kepentingan pribadi.</li>
<li>Kenalilah dirimu maka engkau akan mengenal Tuhanmu, Jangan kamu kotori dan sakiti tubuhmu karena itu rumah Tuhan, bagaimana kamu akan mengenal Tuhanmu jika kamu tidak mengasihi saudaramu.</li>
<li>Matikanlah dirimu sebelum engkau dimatikan oleh-NYA.</li>
<li>Janganlah kita menghina dan menghujat orang lain sebelum kita bisa menghujat dan menghinakan diri kita sendiri, lebih baik hina dihadapan manusia daripada hina dihadapan Tuhan.</li>
<li>Janganlah bercita-cita untuk menjadi orang yang berhasil akan tetapi jadilah orang yang berguna di hadapan Tuhan.</li>
<li>Lebih baik terlambat bagi kita untuk mengenal Tuhan daripada tidak sama sekali.</li>
<li>Ketika manusia menceritakan tentang kelebihan dirinya sesungguhnya ia sedang menceritakan kekurangannya.</li>
<li>Ulurkan tanganmu terlebih dahulu untuk meminta maaf itu lebih mulia di hadapan Tuhan dibandingkan kita menanti maaf dari seseorang.</li>
<li>Kasih sayang Tuhan lebih hakiki daripada kasih sayang orang tua kepada anaknya, sesungguhnya kasih sayang manusia kepada manusia lain di dunia ini akan terhenti setelah ajal menjemput, cinta berlebihan kepada makhluk akan membuat luka yang dalam ketika Sang Pemilik mengambilnya.</li>
<li>Hati ibarat cermin. Semua manusia pasti bercermin, sudah layakkah cermin yang kita punya untuk bercermin ?.</li>
<li>Janganlah mengandalkan diri sendiri ketika hendak melakukan sesuatu tetapi mintalah ijin atas kehendak Tuhan agar bisa melakukan sesuatu.</li>
<li>Pujilah nama Tuhanmu selagi jantungmu masih berdetak tanpa mengenal batas.</li>
<li>Langkahkan kaki, ringankan tanganmu untuk menggapai rejeki dengan ridhonya Tuhan.</li>
<li>Jangan pernah berprasangka buruk kepada Tuhan ketika sesuatu ditimpakan kepadamu akan tetapi bersyukurlah atas apa yang telah kita terima dibalik sesuatu tersebut.</li>
<li>Jangan bersihkan halaman tetanggamu sebelum kamu membersihkan halamanmu sendiri.</li>
<li>Ketika dunia kamu kejar maka Tuhan kamu tinggalkan akan tetapi ketika Tuhan kamu cari maka dunia akan mengejarmu.</li>
<li>Lebih baik kamu benamkan dirimu dalam kepandaian daripada menyeruak keluar dengan ketidak-tahuan.</li>
<li>Selaraskan hatimu dengan lisanmu, padu-padankan penglihatan dan pendengaranmu.</li>
<li>Berbinarlah matamu, tersenyumlah bibirmu, bukalah hatimu ketika mendapat hujatan, caci maki dan hinaan sesungguhnya itu untuk menyadarkanmu dari kelalaian dan kekurangan.</li>
<li>Teman sejati adalah teman yang mau mengungkapkan segala kekurangan temannya.</li>
<li>Pancangkan niat, luruskan hati tujukan kepada Tuhan yang membuat kamu hidup.</li>
<li>Kancah perdebatan dimuka bumi ini adalah wujud dari keserakahan manusia.</li>
</ol>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pitutur-pitutur Indah]]></title>
<link>http://mknr.wordpress.com/2009/11/30/pitutur-pitutur-indah-2/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 15:31:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>mknr</dc:creator>
<guid>http://mknr.wordpress.com/2009/11/30/pitutur-pitutur-indah-2/</guid>
<description><![CDATA[Iman tanpa perbuatan adalah nihil, iman tanpa keyakinan niscaya tidak akan berhasil, berbekal keyaki]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><ol>
<li>Iman tanpa perbuatan adalah nihil, iman tanpa keyakinan niscaya tidak akan berhasil, berbekal keyakinan maka iman akan tumbuh.</li>
<li>Kegagalan adalah awal dari keberhasilan.</li>
<li>Bersyukurlah dengan apa yang kita dapat untuk hari ini, memohonlah kepada Tuhan agar menjadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin.</li>
<li>Manusia bisa dikatakan bersabar jika ia sudah bertahan dan berupaya, jangan lari dari masalah tetapi hadapi dengan berserah diri kepada Tuhan.</li>
<li>Jangan jadi pecundang ketika mengatasnamakan Tuhan untuk kepentingan pribadi.</li>
<li>Kenalilah dirimu maka engkau akan mengenal Tuhanmu, Jangan kamu kotori dan sakiti tubuhmu karena itu rumah Tuhan, bagaimana kamu akan mengenal Tuhanmu jika kamu tidak mengasihi saudaramu.</li>
<li>Matikanlah dirimu sebelum engkau dimatikan oleh-NYA.</li>
<li>Janganlah kita menghina dan menghujat orang lain sebelum kita bisa menghujat dan menghinakan diri kita sendiri, lebih baik hina dihadapan manusia daripada hina dihadapan Tuhan.</li>
<li>Janganlah bercita-cita untuk menjadi orang yang berhasil akan tetapi jadilah orang yang berguna di hadapan Tuhan.</li>
<li>Lebih baik terlambat bagi kita untuk mengenal Tuhan daripada tidak sama sekali.</li>
<li>Ketika manusia menceritakan tentang kelebihan dirinya sesungguhnya ia sedang menceritakan kekurangannya.</li>
<li>Ulurkan tanganmu terlebih dahulu untuk meminta maaf itu lebih mulia di hadapan Tuhan dibandingkan kita menanti maaf dari seseorang.</li>
<li>Kasih sayang Tuhan lebih hakiki daripada kasih sayang orang tua kepada anaknya, sesungguhnya kasih sayang manusia kepada manusia lain di dunia ini akan terhenti setelah ajal menjemput, cinta berlebihan kepada makhluk akan membuat luka yang dalam ketika Sang Pemilik mengambilnya.</li>
<li>Hati ibarat cermin. Semua manusia pasti bercermin, sudah layakkah cermin yang kita punya untuk bercermin ?.</li>
<li>Janganlah mengandalkan diri sendiri ketika hendak melakukan sesuatu tetapi mintalah ijin atas kehendak Tuhan agar bisa melakukan sesuatu.</li>
<li>Pujilah nama Tuhanmu selagi jantungmu masih berdetak tanpa mengenal batas.</li>
<li>Langkahkan kaki, ringankan tanganmu untuk menggapai rejeki dengan ridhonya Tuhan.</li>
<li>Jangan pernah berprasangka buruk kepada Tuhan ketika sesuatu ditimpakan kepadamu akan tetapi bersyukurlah atas apa yang telah kita terima dibalik sesuatu tersebut.</li>
<li>Jangan bersihkan halaman tetanggamu sebelum kamu membersihkan halamanmu sendiri.</li>
<li>Ketika dunia kamu kejar maka Tuhan kamu tinggalkan akan tetapi ketika Tuhan kamu cari maka dunia akan mengejarmu.</li>
<li>Lebih baik kamu benamkan dirimu dalam kepandaian daripada menyeruak keluar dengan ketidak-tahuan.</li>
<li>Selaraskan hatimu dengan lisanmu, padu-padankan penglihatan dan pendengaranmu.</li>
<li>Berbinarlah matamu, tersenyumlah bibirmu, bukalah hatimu ketika mendapat hujatan, caci maki dan hinaan sesungguhnya itu untuk menyadarkanmu dari kelalaian dan kekurangan.</li>
<li>Teman sejati adalah teman yang mau mengungkapkan segala kekurangan temannya.</li>
<li>Pancangkan niat, luruskan hati tujukan kepada Tuhan yang membuat kamu hidup.</li>
<li>Kancah perdebatan dimuka bumi ini adalah wujud dari keserakahan manusia.</li>
<li>Kecongkakan mendahului kehancuran, tinggi hati mendahului kejatuhan dan  kerendahan hati mendahului kehormatan .</li>
<li>Siapa memelihara mulut dan lidahnya maka ia memelihara diri dari kesukaran juga kesulitan dan jiwa akan bersukacita karena bibir berkata jujur.</li>
<li>Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa tetapi kasihilah mereka karena kelalaiannya kepada Tuhan. </li>
<li>Tuhan adalah perisai kekuatan, kepada-Nya hati percaya dan benteng bagi keselamatan manusia.</li>
<li>Serahkan hidupmu pada Tuhan dan percayalah kepada-Nya maka Ia akan memunculkan kebenaran dalam hatimu.</li>
<li>Tuhan menetapkan langkah-langkah manusia yang percayakan hidupnya kepada-Nya maka apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak sebab Tuhan menopang tangannya.</li>
<li>Berbahagialah manusia yang memperhatikan sesamanya yang lemah ! karena Tuhan akan meluputkan dia pada waktu celaka dan akan melindungi nyawanya.</li>
<li>Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri, akuilah Ia dalam segala tindak lakumu maka Ia akan meluruskan jalanmu.</li>
<li>Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran</li>
<li>siapa yang menahan bibirnya pasti berakal budi pekerti.</li>
<li>Bibir orang yang benar, tahu akan hal menyenangkan</li>
<li>tetapi mulut orang fasik hanya tahu tipu muslihat.</li>
<li>Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya tetapi pengkhianat dirusak   </li>
<li>oleh kecurangannya. Orang yang jujur dilepaskan oleh kebenarannya                                </li>
<li>tetapi pengkhianat tertangkap oleh nafsunya.</li>
<li>Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri.</li>
<li>Siapa mencintai didikan maka mencintai pengetahuan tetapi siapa  membenci teguran adalah dungu.</li>
<li>Hati yang tenang menyegarkan tubuh tetapi iri hati membusukkan tulang.  </li>
<li>Siapa menindas orang yang lemah menghina penciptanya tetapi siapa</li>
<li>menaruh belas kasihan pada orang miskin maka memuliakan                         </li>
<li>penciptanya.</li>
<li>Segala perbuatan adalah bersih menurut pandangannya sendiri tetapi</li>
<li>Tuhanlah yang menguji dan mengetahui isi hati orang.</li>
<li>Batu adalah berat, pasir pun ada beratnya tetapi lebih berat dari keduanya adalah sakit hati terhadap orang bodoh.</li>
</ol>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MAWAR MERAH]]></title>
<link>http://mknr.wordpress.com/2009/11/30/mawar-merah/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 15:29:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>mknr</dc:creator>
<guid>http://mknr.wordpress.com/2009/11/30/mawar-merah/</guid>
<description><![CDATA[Di Sebuah bukit berwarna hijau nan mempesona….. Sejauh mata memandang tampak di kejauhan ada keindah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Di Sebuah bukit berwarna hijau nan mempesona…..</p>
<p>Sejauh mata memandang tampak di kejauhan ada keindahan ….</p>
<p>Semilir angin dan sejuknya udara menyapa penuh kelembutan….</p>
<p>Tempat berlindung nan nyaman diantara perbukitan …..</p>
<p>Sekeliling ditumbuhi pepohonan hijau dan aneka bunga   …..</p>
<p>Tampak diantaranya ada sebuah pohon yang menggoda untuk didekati….</p>
<p>Dengan tangkai berduri menjulang tinggi tampak gagah dan kuat.…</p>
<p>Menyembul sekuntum bunga mawar merah yang sudah merekah  …</p>
<p>Putik putih bermata kuning dengan dikelilingi banyak kelopak merah…&#8230;</p>
<p>Terperanjat dan terpesona melihat indahnya sekuntum mawar merah….</p>
<p>Dengan penuh khidmat pujian diperuntukkan bagi Tuhan Sang Pencipta ……</p>
<p>Keajaiban  terjadi disaat malam menjelang pagi disaat banyak orang terlelap…</p>
<p>Kelopak mawar merah meneteskan air dan memancarkan bias-bias cahaya ….</p>
<p>Terdengar gemuruh suara angin terlihat bunga mawar bergoyang lembut ……</p>
<p>Harum semerbak dari kelopak mawar merah terasa didalam ruangan….</p>
<p>Saat seruan adzan Subuh berkumandang …..</p>
<p>Tuhan mempunyai rencana dan kehendak untuk umatnya…</p>
<p>Tangkai berduri memaknai  jalan yang lurus tetapi penuh rintangan&#8230;</p>
<p>Daunnya memaknai banyaknya ujian dan cobaan….</p>
<p>Kelopak mawar memaknai banyaknya pilihan atau keinginan….</p>
<p>Mangkuk kelopak memaknai harus mempunyai pembimbing…..</p>
<p>Putik nya memaknai arah tujuan akhir …..</p>
<p>Warna merah memaknai kehidupan seperti darah yang hidup….</p>
<p>Keharumannya memaknai undangan untuk mencintai penciptanya..</p>
<p>Sekuntum mawar merah perlambang cinta kasih Tuhan kepada umat-Nya…</p>
<p>Manusia diminta untuk memahami filosofinya …..</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bila Saatnya Kutemukan Indah di Hatimu....]]></title>
<link>http://peacetime.wordpress.com/2009/11/30/149/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 08:29:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>peacetime</dc:creator>
<guid>http://peacetime.wordpress.com/2009/11/30/149/</guid>
<description><![CDATA[Aku mencoba ungkap rasa ini, namun ku tak sanggup tak mampu ku berbicara&#8230; Begitu berat untuk k]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Aku mencoba ungkap rasa ini, namun ku tak sanggup tak mampu ku berbicara&#8230; Begitu berat untuk k]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dibalik Jendela Swarna Dwipa]]></title>
<link>http://jeritanjiwa.wordpress.com/2009/11/30/dibalik-jendela/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 06:36:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>tigapuluh12</dc:creator>
<guid>http://jeritanjiwa.wordpress.com/2009/11/30/dibalik-jendela/</guid>
<description><![CDATA[Kenangan manis itu melintas Ya, bayangan-bayangan kala kita bersama Waktu itu dibalik jendela Mengha]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Kenangan manis itu melintas<br />
Ya, bayangan-bayangan kala kita bersama<br />
Waktu itu dibalik jendela<br />
Menghadap tepian telaga</p>
<p>Kau peluk diriku dan kau bisikan kata cinta<br />
Ah &#8230;. andai saja saat itu berulang terus<br />
Ku mau dunia berhenti sesaat</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kala waktu telah bersama]]></title>
<link>http://jeritanjiwa.wordpress.com/2009/11/30/kala-waktu-telah-bersama/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 06:29:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>tigapuluh12</dc:creator>
<guid>http://jeritanjiwa.wordpress.com/2009/11/30/kala-waktu-telah-bersama/</guid>
<description><![CDATA[Tak pernah aku bermaksud mengusikmu Mengganggu setiap ketentraman hidupmu Hanya tak mudah bagiku lup]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Tak pernah aku bermaksud mengusikmu<br />
Mengganggu setiap ketentraman hidupmu<br />
Hanya tak mudah bagiku lupakanmu<br />
Dan pergi menjauh darimu</p>
<p>Kutetap setia janji terucap<br />
Kala waktu telah bersama.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Waiting]]></title>
<link>http://diarisenja.wordpress.com/2009/11/28/waiting/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 13:01:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>INFINITY</dc:creator>
<guid>http://diarisenja.wordpress.com/2009/11/28/waiting/</guid>
<description><![CDATA[Bukan aku sahaja, few of my fellas too. Ini adalah suara hati aku. Don&#8217;t comment unless you]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Bukan aku sahaja, few of my fellas too. Ini adalah suara hati aku. Don&#8217;t comment unless you]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Rumah Makan Tasik]]></title>
<link>http://jeritanjiwa.wordpress.com/2009/11/27/rumah-makan-tasik/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 03:12:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>tigapuluh12</dc:creator>
<guid>http://jeritanjiwa.wordpress.com/2009/11/27/rumah-makan-tasik/</guid>
<description><![CDATA[Kita membisu seribu bahasa Kita bertengkar seribu kata Saat itu tak bisa ku berucap sepatah kata Han]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Kita membisu seribu bahasa<br />
Kita bertengkar seribu kata</p>
<p>Saat itu tak bisa ku berucap sepatah kata</p>
<p>Hanya satu kata dalam hati</p>
<p>Percayalah Ku Mencintaimu sepenuh Jiwa</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KENAPA ANDA MASUK ISLAM]]></title>
<link>http://pulutancity.wordpress.com/2009/11/26/kenapa-anda-masuk-islam/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 17:57:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>ramadhonihidayat</dc:creator>
<guid>http://pulutancity.wordpress.com/2009/11/26/kenapa-anda-masuk-islam/</guid>
<description><![CDATA[Beberapa tahun yang lalu saya pernah menanyakan ke berbagai para Akhi dan Ukhti, &#8220;Apa yang mem]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Beberapa tahun yang lalu saya pernah menanyakan ke berbagai para Akhi dan Ukhti,</p>
<p><span style="color:#ff0000;">&#8220;Apa yang membuat akhi/ukhti memilih agama Islam?&#8221;</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#000000;">dari pertanyaan singkat ini, saya menemukan berbagai jawaban dengan bermacam argumen dan penjabaran,. Namun saya sangat tidak melupakan SATU jawaban yang juga membuka mata hati saya untuk lebih INTENS dan SERIUS membuka diri saya untuk ISLAM. Jawaban akhi/ukhti itu adalah :</span></span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#008000;">&#8220;Karena Islam itu memiliki Al-Quran&#8221;</span></span></span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#008000;"><span style="color:#000000;">Ada apa dengan Al-Qur&#8217;an:</span></span></span></span></p>
<ol>
<li><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#008000;"><span style="color:#000000;">Al-Qur&#8217;an adalah satu-satunya <span style="color:#ff0000;">Kitab Samawi yang OTENTIK</span>, sama dari segala jenis, bentuk dan model nya di seluruh dunia.</span></span></span></span></li>
<li><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#008000;"><span style="color:#000000;">Sejarah telah membuktikan keaslian dan kebenaran ISI KANDUNGAN nya.</span></span></span></span></li>
<li><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#008000;"><span style="color:#000000;">Sepanjang sejarah, tidak ada satupun orang, kelompok, apapun yang mampu menjawab TANTANGAN Al-Qur&#8217;an untuk membuat satu ayat ataupun satu surat seperti yang termaktub dalam Al-Qur&#8217;an</span></span></span></span></li>
</ol>
<p>Wahai ikhwan fillah di seluruh penjuru dunia, mari sama-sama :</p>
<ol>
<li>Menghiasi Rumah dengan BACAAN Al-qur&#8217;an, BUKAN dengan memajangnya di lemari, rak buku atau di dinding.</li>
<li>Prioritaskan pendidikan BACA AL-QUR&#8217;AN untuk anak/generasi muda Islam</li>
<li>Cerdaskan anak-anak usia dini Islam dengan mendekatkan mereka dengan Al-Qur&#8217;an.</li>
<li>Jadikan Al-Qur&#8217;an sebagai rujukan pertama dan utama dalam menjalani hidup di dunia fana ini.</li>
</ol>
<p>#<strong><span style="color:#ff0000;"> MARI KEMBALI KEPADA AL-QUR&#8217;AN <span style="color:#000000;">#</span></span></strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SERUMPUN KATA DARI MELAYU ]]></title>
<link>http://mknr.wordpress.com/2009/11/26/serumpun-kata-dari-melayu/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 15:03:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>mknr</dc:creator>
<guid>http://mknr.wordpress.com/2009/11/26/serumpun-kata-dari-melayu/</guid>
<description><![CDATA[Semak belukar di padang ilalang mencari biji di tumpukan jerami … Sulit nian mencari tahu siapa gera]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Semak belukar di padang ilalang mencari biji di tumpukan jerami …</p>
<p style="text-align:justify;">Sulit nian mencari tahu siapa gerangan si penulis ….</p>
<p style="text-align:justify;">Benang perak bertepian emas dirajut menjadi kain nan elok …</p>
<p style="text-align:justify;">Pandai nian merangkai kata menjadi kalimat yang manfaat….</p>
<p style="text-align:justify;">Buah ranum masak pohon lidah mengenyam rasa lezatnya….</p>
<p style="text-align:justify;">Sempurnanye tulisan di blog ni karena Tuhan Sang Pemberi Ilmu…..</p>
<p style="text-align:justify;">Butiran pasir di pantai aneka ikan di dalam laut perahu nelayan berlayar….</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak nian kebesaran Tuhan tuntutlah ilmu sampai ke negeri seberang…..</p>
<p style="text-align:justify;">Padi telah menguning pertande akan di tuai lumbung padi siap terisi…</p>
<p style="text-align:justify;">Butiran beras berkumpul menangis haru menanti waktu untuk ditanak ….</p>
<p style="text-align:justify;">Harap cemas dinanti adakah kate syukur terucap dari mulut yang mengunyahnya</p>
<p style="text-align:justify;">Awan berjalan tertiup angin di atas gunung yang menjulang tinggi ….</p>
<p style="text-align:justify;">Matahari terik memancarkan sinarnya ke bumi panaslah dirase…</p>
<p style="text-align:justify;">Asap kendaraan mengepul sangat pekat menambah panas bumi ini….</p>
<p style="text-align:justify;">Hilir mudik manusia lalu lalang kendaraan membuat pening kepala….</p>
<p style="text-align:justify;">Hujatan caci maki terdengar karena cuaca panas membuat hatipun memanas…</p>
<p style="text-align:justify;">Peluh keringat menetes deras di sekujur tubuhbau menyengat mulai terase….</p>
<p style="text-align:justify;">Semua menyeruak ingin sampai lebih cepat keselamatan di abaikan…..</p>
<p style="text-align:justify;">Buah mangga buah kedondong sabar dooooong…….</p>
<p style="text-align:justify;">Bunga melati bunga mawar kumbang datang ingin mengisap madunye…</p>
<p style="text-align:justify;">Hati suci nan tulus tentulah baik tindak tanduknye…..</p>
<p style="text-align:justify;">Harum bunga semerbak tentulah banyak orang suke …</p>
<p style="text-align:justify;">Riak air gemericik kicau burung melantun merdu semilir angin meresap dikulit….</p>
<p style="text-align:justify;">Hamparan padang rumput nan hijau terbentang luas…..</p>
<p style="text-align:justify;">Sang gembala meniup serulingnya domba-domba lahap menyantap rumput….</p>
<p style="text-align:justify;">Sang mentari tersenyum awan cerah berkumpul memberi tande suka cita…..</p>
<p style="text-align:justify;">Membuat hati menjadi tenang dan damai kebesaran Tuhan nampaklah jelas….</p>
<p style="text-align:justify;">Akankah keindahan itu sirna jika manusia-manusia serakah tibe ……</p>
<p style="text-align:justify;">Akankah manusia beriman terkalahkan oleh penguase dunia ….</p>
<p style="text-align:justify;">Cam mane jadinya dunia ni jike semua tu terjadi !!!!!!!!!!</p>
<p style="text-align:justify;">Ade sikit maksud dari negeri hikayat …..</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam sebuah rumah tersaji beberape macam buah-buahan yang sangat menggoda untuk disantap tetapi si empunya rumah hanya menyediakan alat bantunya saje tak hendak membantu untuk membuka atau mengulitinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Buah mangga ranum sangat manis di persandingkan dengan buah durian yang menyengat keduanya punye cite rase yang berbeda, keduanye sangat lezat bagi para penyukenya, tentunya jika ingin menyantap kedua buah tersebut harus pula gune alat bantu untuk membuka dan memotongnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Di sudut lain ade setampah buah anggur masak dan manis yang siap disantap tanpa perlu bersusah payah menggunakan alat bantu, lidah sudah dapat merasakan segarnya buah anggur.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk pelepas dahaga disajikan banyak butir kelapa yang masih terbungkus kulit luar nampak segar jika air kelapa melewati tenggorokan di saat udara panas.</p>
<p style="text-align:justify;">Para tamu datang dari beragam golongan ade pula yang cacat tak berlengan atau tak melihat tetapi mereka diminta untuk menyantap buah yang sudah tersaji, mereka tersentak dan berpikir ape maksudnya dari semua itu ?&#8230;&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Ape maksud dibalik niat si empunya rumah tu !!!!!!!!!!</p>
<p style="text-align:justify;">Sekeranjang buah manggis saudara-saudara semajelis……</p>
<p style="text-align:justify;">Tari serumpun dari ranah melayu lenggak lenggok tubuh gemulai….</p>
<p style="text-align:justify;">Buah apel merah warnanye buah nanas berkulit tajam…..</p>
<p style="text-align:justify;">Susu perah dari lembu ambil garam dari laut…..</p>
<p style="text-align:justify;">Kincir angin roda berputar dulang emas dihempaskan….</p>
<p style="text-align:justify;">Sirip ikan nampak terlihat di laut lepas pertande ada kehidupan….</p>
<p style="text-align:justify;">Bulan purnama bersinar terang cenayang asik merajut duste….</p>
<p style="text-align:justify;">Malam semakin pekat lolongan anjing saling menyahut…..</p>
<p style="text-align:justify;">Sunyi senyap di dusun hingar bingar gemerlapnya kota…..</p>
<p style="text-align:justify;">Asik masyuk berbuat maksiat sudah menjadi santapan pokok…..</p>
<p style="text-align:justify;">Kenduri menjadi ritual budaya menjadi kewajiban ibadah menjadi selingan..</p>
<p style="text-align:justify;">Pundi-pundi uang terus diburu bejana-bejana amal di banggakan…..</p>
<p style="text-align:justify;">Benda-benda pusaka menjadi sandarannya, ramalan di yakininya…….</p>
<p style="text-align:justify;">Makam-makam keramat dan cenayang tempat meminta sesuatu….</p>
<p style="text-align:justify;">Percaya dan yakin kepada mitos atau takhyul yang menyesatkan….</p>
<p style="text-align:justify;">Buah belimbing jatuh ke tanah keledai berjalan lunglai…..</p>
<p style="text-align:justify;">Kuda menarik pedati kerbau membajak sawah ….</p>
<p style="text-align:justify;">Carilah pembimbing jangan menyerah teruslah berupaya…..</p>
<p style="text-align:justify;">Ayam tidak mengembik kambing tidak berkokok…..</p>
<p style="text-align:justify;">Jangan jadi manusia bodoh karena kepandaiannya…..</p>
<p style="text-align:justify;">Burung terbang tinggi di angkasa, cacing bergumul dengan tanah….</p>
<p style="text-align:justify;">Manusia pandai berkeinginan untuk mengetahui asal usulnya …..</p>
<p style="text-align:justify;">Matahari di atas bumi di bawah daratan berisi tanah lautan berisi air…</p>
<p style="text-align:justify;">Manusia berhati mulia tentu ingin mengenal yang menciptakan itu….</p>
<p style="text-align:justify;">Para kerabat yang berbudi luhur jangan cari siapa penulis diblog ini tetapi cari dan pakailah hikmah-hikmah yang berguna atau carilah manfaat dari tulisan-tulisannya. Disaring dan dikaji lebih mendalam lagi sharinglah dengan yang lebih memahami dan lebih paham tentang Ilmu Ketuhanan.</p>
<p style="text-align:justify;">Tujuan dari semua tulisan adalah mengajak manusia mengenal dirinya untuk dapat mencintai dan dicintai oleh Tuhan.</p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan dalam mencintai umatnya tidak membeda-bedakan keyakinan atau agama, tidak melihat yang kaya atau miskin, muda atau tua, pria atau wanita, berpangkat atau tidak, rakyat jelata atau pejabat tinggi, pemuka agama atau bukan, tetapi semua di hadirat Tuhan sederajat.</p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan berkehendak memilih siapa saja dari umat-Nya yang dikehendaki untuk diselamatkan dan diampuni.</p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan Maha Pengasih dan Pengampun maka Tuhan akan mengampuni manusia – manusia yang berdosa jika mereka minta pengampunan kepada-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Seberapa banyak dosa-dosanya meskipun sudah bergelimang lumpur berbuat maksiat setiap harinya atau tubuhnya penuh hiasan tatto tetap akan diampuni jika umat-Nya meminta dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. </p>
<p style="text-align:justify;">Untuk umat-Nya yang bertobat Tuhan tidak akan mempersulitnya dengan aneka ritual yang macam-macam dan jangan pernah kena tipu daya dari yang mengaku pandai dengan mengatakan bahwa pertobatan dapat ditukar dengan alat bayar atau dengan benda-benda atau hewan meski dengan alasan apapun karena Pengampunan Tuhan tidak untuk diperjualbelikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Jangan terkecoh oleh dalil-dalil yang mereka keluarkan, sesungguhnya mereka adalah sesat karena telah menjual ayat-ayat Tuhan.</p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan hanya menginginkan umat-Nya yang bertobat berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan buruknya lalu mengerjakan apa yang diperintahkan-Nya dengan terus menerus mengingat-Nya dan bersandar hanya kepada-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Datanglah kepada Tuhan dengan menghadap seorang diri di ruang pribadimu bertobatlah dengan luluh lantah dan berjanjilah kepada-Nya karena Tuhan Maha Melihat dan Maha Tahu isi hati umat-Nya. Cukuplah dirimu dan Tuhan yang Tahu tanpa harus bercerita kepada siapapun juga tentang pertobatan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Segerakanlah pertobatan itu karena kamu tidak tahu kapan penjemput maut datang, jangan sia-siakan sisa hidupmu untuk hal-hal yang tak berguna di hadapan Tuhan. Perbanyaklah menghadap Tuhan untuk mohon ampun dan mohon untuk terus dibimbing dan dituntun di jalan yang lurus dan benar.</p>
<p style="text-align:justify;">Bersikap lapang dada dalam menerima segala ujian dan cobaan dari Tuhan dengan terus mengingat dan memujinya dalam hati jangan mengandalkan diri sendiri dalam mengarungi kehidupan ini tetapi bersandarlah hanya kepada Tuhan. Jalani sisa hidupmu dengan penuh suka cita, ikuti kehendak-Nya didasari karena kamu mencintai Tuhan dan berharap ingin jumpa dengan-Nya kelak.</p>
<p style="text-align:justify;">Jangan melihat keatas terus, menilai sosok manusia dari tampak luar saja, jangan berkecil hati dan takut tidak diampuni atas segala dosa-dosa yang telah diperbuat, jangan membuat study banding dengan melihat pemuka agama, ahli kitab, ulama kondang, rekan yang ibadahnya tekun, hafal ayat-ayat dan dalil-dalil tetapi perlu diketahui bahwa mereka belum tentu lebih mulia di hadapan Tuhan karena Tuhan lebih mengetahui isi hati umat-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka yang mengaku-aku pandai hanya pandai berdebat tetapi belum dapat memahami dan dipakai untuk diri dan keluarganya, di beritahupun tak mau dengar karena merasa paling tahu dan paling pandai tetapi manusia yang banyak melakukan kelalaian karena ketidaktahuanya lebih cepat dapat introspeksi diri dan memahami apa yang dituturkan si pembimbing dalam mengajaknya untuk mencari kebenaran dan kembali kepada Tuhan tanpa melalui banyak perdebatan.</p>
<p style="text-align:justify;">Jangan malu dan takut untuk bertobat abaikan gunjingan rekan-rekan yang membuatmu jauh dari Tuhan karena mereka tidak dapat menyelamatkanmu di hadirat Tuhan, mereka hanya bisa berceloteh mengatakan kamu tidak gaul dan lain sebagainya, biarkan jangan hiraukan, takutlah jika kamu tidak ditoleh oleh Tuhan.</p>
<p style="text-align:justify;">Celoteh manusia hanya sesaat tetapi jika kamu tidak ditoleh oleh Tuhan maka kamu akan menjadi manusia yang paling merugi selamanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sudahi dugem, sudahi maksiat, segeralah bersujud untuk mohon ampun, waktumu tidak banyak lagi, jangan sia-siakan waktu selagi ada kesempatan, segerakan untuk bertobat.</p>
<p style="text-align:justify;">Jangan pernah menunda waktu untuk bertobat dengan alasan tunggu tua atau tunggu ini tunggu itu, hal demikian sudah tidak berlaku.</p>
<p style="text-align:justify;">Kini lihatlah Tuhan telah banyak memberikan peringatan keras kepada manusia di muka bumi, bencana besar dan musibah sering melanda baik di darat laut maupun udara, apa yang sedang terjadi ternyata Tuhan sudah membinasakan manusia sekarang bukan dalam hitung satu atau dua manusia tetapi sudah dalam hitungan yang sangat besar yaitu puluhan, ratusan bahkan ribuan manusia binasa dalam sekejap.</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah manusia tak takut ketika pencabut nyawa datang ia sedang berzina di penginapan atau sedang di tempat dugem dengan mulut bau alkohol memabukan sedang memakai obat-obatan terlarang sehingga wafatnya dalam keadaan overdosis wafatnya dalam keadaan kotor pulang dari menjual tubuh…….</p>
<p style="text-align:justify;">Disaat meregang nyawa, penyesalanpun tiada guna selanjutnya siap menanti siksa kubur dan siksa neraka yang sangat pedih.</p>
<p style="text-align:justify;">Renungkan bagaimana keluarga yang ditinggalkan pasti sangat berduka dan sangat malu dengan cara wafat yang memalukan pasti jadi bahan gunjingan dan cercaan khalayak !!!!</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk apa bergaya dengan penampilan luar yang mutakhir mencari popularitas dengan menghalalkan segala cara, berita-berita dari layar kaca berisi banyak macam cara untuk membuka dan mencari-cari aib orang lain, anak-anak di jadikan alat untuk mencari nafkah dengan alasan ini dan itu yang sebenarnya adalah kebanggaan dari si orang tuanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Manusia-manusia menggunakan mistik kegelapan dari dunia orang mati yaitu menggunakan budak iblis untuk mencari ketenaran dan mencari nafkah, hal yang demikian terjadi tetapi banyak manusia mengagumi dan memujanya sehingga nampak terlihat jelas begitu banyak manusia yang tanpa disadari sudah dipengaruhi oleh iblis dengan mengakui kehebatannya. </p>
<p style="text-align:justify;">Manusia bangga memamerkan kekayaannya di hadapan umum mengaku dari hasil jerih payahnya dan kepandaiannya atau karena keahliannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Segera benahi dan cepatlah menyadari kekeliruan atas apa-apa yang telah dilakukan, janganlah mau diperbudak oleh hawa nafsu dunia dengan hanya mengejar popularitas atau mengejar kekayaan, menghujat sana sini menjadi dalang untuk memperkeruh suasana membuat opini-opini dengan dalil untuk mensejahterakan masyarakat lebih baik benahi diri dan keluarga lebih dahulu.</p>
<p style="text-align:justify;">Jangan jadi manusia yang paling pandai untuk dunia dengan pandai membuat opini-opini atau pandai menghujat sesamanya dengan dalil-dalil yang dibuat oleh manusia juga.</p>
<p style="text-align:justify;">Jangan jadi manusia sombong dan angkuh, merasa ia yang paling benar dengan tidak mau memaafkan kesalahan orang lain atau ingin memasukkan seseorang ke balik jeruji hanya karena ambisi dan egonya.</p>
<p style="text-align:justify;">Jangan jadi manusia pecundang yang tidak punya hati nurani demi mengejar nafsu dunia lalu tega menyakiti sesamanya, membalas kebaikan dengan keburukan kepada orang yang telah membantunya.</p>
<p style="text-align:justify;">Apa yang kamu kejar dan sudah kamu peroleh itu semua adalah semu dan sesaat, bukan itu yang Tuhan inginkan darimu, hai manusia !!!!</p>
<p style="text-align:justify;">Bukalah mata lebar-lebar, tajamkan pendengaran, bersihkan hatimu……</p>
<p style="text-align:justify;">Tolong dengan amat karena wujud kasih memintamu untuk menanggalkan segala atribut dunia sejenak lalu benamkan dirimu di hadirat Tuhan silahkan gali dan cari ada apa disana dan tolong tanyakan apakah sudah benar apa yang kamu lakukan selama ini ??????</p>
<p style="text-align:justify;">Jawablah dengan sejujur-jujurnya jika jawabanmu mengakui kamu salah selama ini maka kamu akan mendapatkan tuntunan untuk segera bertobat dan merubah gaya hidupmu yang salah !!!!</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi ketika jawabanmu mengatakan perilaku ini sudah benar maka silahkan lanjutan ambisimu mengejar dunia karena hatimu tertutup daki !!!!!!</p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan penuh kasih dengan selalu mengijinkan manusia untuk memilih jalan hidupnya di dunia maupun untuk hidup kekalnya di akherat.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>KASIH SAYANG TUHAN SELALU MENYERTAI UMATNYA</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>BAGI YANG PERCAYA KEPADA-NYA</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>KUCURAN RAHMAT DAN AMPUNAN SELALU DI BERIKAN</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>BAGI UMAT YANG MEMINTA KEPADA-NYA</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jalan itu lurus dan lebar]]></title>
<link>http://yasirmuzayan.wordpress.com/2009/11/26/jalan-itu-lurus-dan-lebar/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 04:35:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>yasirmuzayan</dc:creator>
<guid>http://yasirmuzayan.wordpress.com/2009/11/26/jalan-itu-lurus-dan-lebar/</guid>
<description><![CDATA[Menurutku,jalan itu lurus dan lebar Sehingga aku bsa brjalan d bagian mnapun karena lebarnya Namun,j]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Menurutku,jalan itu lurus dan lebar<br />
Sehingga aku bsa brjalan d bagian mnapun karena lebarnya<br />
Namun,jalanku pun tetap lurus<br />
Hanya saja,jalanmu mungkin lebih landai dan halus<br />
Sedangkan jalanku penuh onak dan sangat kotor<br />
Tapi jalanku tetap lurus</p>
<p>Jalan ini lurus dan lebar<br />
Dan bukan brarti mreka yang jalan brkelok2 tidak mnuju ujung jalan yg sama<br />
Bukan brarti yg sering brhenti dan mundur tidak brakhir d ujung yg sama denganmu<br />
Jalanku mungkin lebih menanjak dan berlubang2<br />
Maka maafkan jika aku sering trsandung dan terjebak dlm lubang<br />
Maafkan aku jika aku brpeluh dan badanku penuh lumpur ketika kita brpapasan</p>
<p>Ya,jalan ini memang lurus dan lebar<br />
Itulah mengapa sang pencuri pun bsa mati mulia<br />
Itulah mengapa sang pemulung pun bsa masuk surga<br />
Maka jangan pernah melihat dari bgmna cara mereka brjalan,<br />
tapi lihatlah k mana mata mereka mnatap,<br />
dan sperti apa mereka bangkit tiap kali jatuh,<br />
dan nama yg trtulis jelas d hati-hati mereka</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Akhirnya Kita Jatuh Bersama]]></title>
<link>http://fuadinotkamal.wordpress.com/2009/11/26/akhirnya-kita-jatuh-bersama/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 04:32:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>kamalfuadi</dc:creator>
<guid>http://fuadinotkamal.wordpress.com/2009/11/26/akhirnya-kita-jatuh-bersama/</guid>
<description><![CDATA[Aku seperti menghitung banyaknya bintang setiap malam terang. Hitungan yang coba aku selesaikan deng]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Aku seperti menghitung banyaknya bintang setiap malam terang. Hitungan yang coba aku selesaikan dengan sepuluh jariku. Aku mencoba menghitung dengan cepat namun selalu tidak pernah selesai. Hitungan cepat yang aku harapkan dapat menyelesaikan semua masalah yang saat ini aku hadapi. Selalu menyisakan begitu banyak hal, bahagia, susah, senang, sedih, semua bercampur menjadi satu.<br />
Melihat bintang-bintang seolah waktuku berjalan sangat lama. Sangat panjang. Belum melewatinyapun aku sudah membayangkan betapa lelah dan menyakitkan perjalanan yang bakal dilewati. Menghitung kesepuluh jari-jari tanganku seolah semuanya bakal terlewati dengan begitu cepat. Padahal, memang, begitu lama perjalanan yang sudah aku lewatkan bersamamu. Begitu panjang jalan yang telah kita lewati meninggalkan kerikil-kerikil yang seringkali menghalangi. Sudah terlalu lama aku bertahan, seolah tanpa kau yang menahan. Begitu banyak kenangan yang sudah kita rengkuh bersama. Terlalu banyak sakit yang kita tahan bersama. Pertemuan kita kali pertama adalah luka bagi semua. Semua yang bukan cuma kita, namun ada orang lain juga. Apakah engkau mengingatnya?. Aku selalu tidak pernah dapat lupa akan luka menganga yang dirasakan bersama dalam perbedaan kita.<br />
Kita memang seolah tegar dengan semua. Terlebih diriku yang bersimbah peluh. Terlihat tenang dan menguasai keadaan tanpa orang lain tahu betapa rapuhnya dinding-dinding hatiku. Kau tahu, bahwa aku hanya berusaha untuk terlihat kuat di hadapmu. Bahwasanya aku lemah, engkaupun tak tahu dan mungkin tak berusaha untuk tahu atau bahkan tak mau tahu. Engkau memang selalu tak peduli dengan apapun saat semuanya ingin kau raih. Tak peduli sakit dan perih yang harus aku tanggung. Engkau terlihat menikmati semuanya. Memang aku berusaha bersabar menanti semuanya berubah. Kau katakan bahwa kau telah berubah. Dan aku percaya. Tapi kata memang tak selalu berbanding lurus dengan realita. Bukan aku tak percaya, tapi aku merasa kamu memang tidak pernah mau berubah secara bertahap.<br />
Semua butuh proses, kau katakan demikian. Namun sampai kapan?. Proses juga tidak bisa mengalir seperti air yang tidak berhulu. Air akhirnya ke hulu bukan?. Aku menantimu di hulu, tapi kau seolah tidak pernah mau memenuhi undanganku. Akhirnya waktu yang menjawab semua. Kita memang tidak lagi dapat bertahan bersama. Dan kita akhirnya jatuh bersama. Namun sepertinya akulah yang memendam luka yang lebih dalam darimu. Karena bagiku kaulah yang menjatuhkan kaki-kaki kita yang memang sudah mulai rapuh. </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Please!]]></title>
<link>http://diarisenja.wordpress.com/2009/11/26/please/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 03:27:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>INFINITY</dc:creator>
<guid>http://diarisenja.wordpress.com/2009/11/26/please/</guid>
<description><![CDATA[Someone is maybe heading to my home tomorrow. Please make it real Oo Allah!]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Someone is maybe heading to my home tomorrow. Please make it real Oo Allah!]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pengorbanan suci 3 insan]]></title>
<link>http://abuwafi98.wordpress.com/2009/11/26/pengorbanan-suci-3-insan/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 02:27:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>Menikmati Takdir Langit</dc:creator>
<guid>http://abuwafi98.wordpress.com/2009/11/26/pengorbanan-suci-3-insan/</guid>
<description><![CDATA[PERISTIWA 1 Seluruh alam sunyi sepi. Tiada kedengaran bunyi burung berkicau. Tiada bunyi desiran ang]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong><a href="http://abuwafi98.wordpress.com/files/2009/11/capt_bb43e8b608da488ebd8712b6b044952e_mideast_israel_palestinians_eid_al_adha_jrl130.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1706" title="MIDEAST ISRAEL PALESTINIANS EID AL-ADHA" src="http://abuwafi98.wordpress.com/files/2009/11/capt_bb43e8b608da488ebd8712b6b044952e_mideast_israel_palestinians_eid_al_adha_jrl130.jpg" alt="" width="399" height="278" /></a></strong></p>
<p><strong>PERISTIWA 1</strong></p>
<p>Seluruh alam sunyi sepi. Tiada kedengaran bunyi burung berkicau. Tiada bunyi desiran angin mendatang. Segala-galanya hening cipta. Seluruh makhluk yang ada di muka bumi ini terpaku pada kelibat 2 orang insan yang sedang berbicara.Satu perbicaraan yang bisa menggugah jiwa-jiwa yang mendengarnya.</p>
<p>Nabi Ibrahim as sedang berbicara dengan anakandanya Nabi Ismail as mengenai perintah Allah yang baru diterima supaya menyembelih Nabi Ismail as.</p>
<p>Nabi Ismail as akur dan pasrah jika itu adalah perintah dari Allah. Muktamad dan tidak boleh disanggah sama sekali sebagai bukti keimanan. Nabi Ismail berkata kepada ayahandanya dengan beberapa pesanan sebelum urusan penyembelihan itu dijalankan.</p>
<p>Pertama, ayahanda mestilah menggunakan pisau yang tajam supaya urusan penyembelihan nanti akan berjalan lancar; dan</p>
<p>Kedua, baju yang dipakai Nabi Ismail as mesti ditanggalkan, supaya kesan-kesan darah pada bajunya tidak dilihat oleh bondanya Siti Hajar kerana tidak mahu membuatkan hati ibunya menjadi sedih.</p>
<p>&#8220;Wahai ayahku! Jalankanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insyaAllah, ayah akan mendapati (menyaksikan sendiri) daku dari orang yang sabar&#8221;</p>
<p>Walaupun berat namun Nabi Ibrahim a.s dan Nabi Ismail a.s redha dan bersedia untuk melaksanakan perintah ini. Lalu Allah menggantikan Nabi Ismail dengan kibasy untuk disembelih.</p>
<p><strong>PERISTIWA 2</strong></p>
<p>Siti Hajar redha jika ini perintah dari Allah supaya Nabi Ibrahim a.s meninggalkan beliau dan anakandanya Nabi Ismail a.s berdua di tengah-tengah lembah yang kontang. Nabi Ibrahim a.s perlu kembali ke Baitul Maqdis kerana perintah Allah. Maka tinggallah mereka dua beranak bersama bekalan yang hampir kehabisan.</p>
<p>Maka menangislah anak kecil itu kerana kelaparan dan kehausan. Maka berlari-larianlah Siti Hajar antara Bukit Safa dan Bukit Marwa mencari air. Pelarian tanpa henti selama 7 kali berturu-turut ini berakhir bila telaga zam zam ditemui di hujung kaki Nabi Ismail.</p>
<p><strong>HAYATILAH FALSAFAH KORBAN</strong></p>
<p>Pengorbanan orang-orang yang telah mendahului kita seharusnya menginsafkan. Mereka diuji oleh Allah dengan ujian yang sangat berat untuk dipikul. Mereka terpilih untuk menerima ujian ini dan mereka redha sehingga akhirnya mereka berjaya.</p>
<p>Justeru, mari bertanya kepada diri, sejauh manakah pengorbanan yang telah kita lakukan untuk Islam yang kita cintai? </p>
<p>Berapa banyakkah harta dan wang ringgit yang telah kita belanjakan atas jalan-jalan fisabilillah?</p>
<p>Cukupkah sekadar kita pulang ke kampung bertemu ibu bapa yang disayangi?</p>
<p>Cukupkah sekadar menyembelih atau mengambil bahagian dalam ibadah korban?</p>
<p>Apakah memadai dengan semua ini tanpa benar-benar kita memahami falsafah atau mesej yang ingin disampaikan oleh Nabi Ibrahim a.s, Nabi Ismail a.s dan Siti Hajar di sebalik KESEDIAAN mereka untuk BERKORBAN demi Allah?</p>
<p>Mari menginsafi diri ini. Banyak-banyakkan BERKORBAN di atas jalan Allah.</p>
<p>SELAMAT HARI RAYA AIDIL ADHA</p>
<p>Abu Wafi, Putrajaya</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mahalnya Sebuah Kepercayaan]]></title>
<link>http://teroponghati.wordpress.com/2009/11/24/mahalnya-sebuah-kepercayaan/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 18:13:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>Sarah J</dc:creator>
<guid>http://teroponghati.wordpress.com/2009/11/24/mahalnya-sebuah-kepercayaan/</guid>
<description><![CDATA[Entah kenapa, perasaanku sungguh tidak enak sejak pagi tadi Semua berjalan baik seperti biasa, pada ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Entah kenapa, perasaanku sungguh tidak enak sejak pagi tadi<br />
Semua berjalan baik seperti biasa, pada awalnya<br />
Aku melayani dia dengan sepenuh cinta untuknya<br />
Aku menemaninya bercerita<br />
Aku berusaha membuatnya senyaman mungkin dengan keberadaanku<br />
Dan aku melakukan rutinitasku di pekerjaan dengan sepenuh hati, seperti biasa &#8230;..</p>
<p>Sampai pada suatu saat, seorang sahabat mengungkapkan suatu hal yang sangat aku benci<br />
Ungkapan ketidakpercayaan padaku<br />
Ungkapan merendahkan dan meremehkan kemampuanku<br />
Dan ungkapan penyesalannya terhadapku, karena menurutnya, gara gara aku, salah seorang saudaranya menderita&#8230;&#8230;<br />
Aku terhenyak &#8230;..<br />
Aku terpukul &#8230;&#8230;<br />
Dan aku terhina &#8230;&#8230;<br />
Aku melakukan dengan sepenuh cinta untuk saudaranya, kekasihku<br />
Aku melakukan semuanya, karena aku mencintainya &#8230;..<br />
Dan Tuhan tahu itu &#8230;..<br />
<!--more--></p>
<p>Pernyataannya sungguh membuat aku terhina<br />
Aku direndahkannya sedemikian rupa<br />
Harga diri dan kehormatanku dipertaruhkan didalamnya<br />
Aku merasakan ketidak adilan<br />
Bagaimana sahabatku bisa memandang aku serendah itu ?<br />
Bagaimana dia bisa menganggap aku mempunyai pikiran sehina itu ?<br />
Bagaimana dia tidak bisa melihat seberapa besar aku mencintai kekasihku ?<br />
Kepercayaan memang sangat mahal, ternyata &#8230;&#8230;.<br />
Kulakukan semua dengan sepenuh hati dan cinta,<br />
Namun kepercayaan belum bisa kuraih &#8230;..<br />
Kulakukan semua dengan harapan masa depan damai sejahtera,<br />
Namun kepercayaan masih jauh dariku &#8230;..<br />
Kulakukan semua demi kebahagiaan aku dan kekasihku,<br />
Namun kepercayaan memang terlalu amat sangat mahal &#8230;&#8230;</p>
<p>Tuhan,<br />
Bagaimana lagi aku harus berbuat ?<br />
Bagaimana lagi aku harus membuktikan cintaku ?<br />
Aku tidak mengharapkan pujian &#8230;..<br />
Aku tidak mengharapkan imbalan &#8230;..<br />
Aku tidak mengharapkan jawaban &#8230;..<br />
Aku tidak mengharapkan apapun &#8230;..<br />
Aku melakukan dengan penuh cinta &#8230;&#8230; !!!!!<br />
Sekali lagi,<br />
Dengan cinta !!!!!!<br />
Tuhanku Yesus &#8230;..<br />
Semahal itukah harga sebuah kepercayaan ???</p>
<p>Aku melakukan semuanya dengan satu harapan<br />
Bahwa dia harus berbahagia &#8230;..<br />
Dia harus kembali bersemangat &#8230;&#8230;<br />
Dia harus kembali berkarya &#8230;&#8230;<br />
Dia harus kembali mewartakan kasih Tuhan di sekelilingnya &#8230;..<br />
Dia harus kembali menjadi berkat bagi lingkungannya &#8230;..<br />
Salahkah aku, Tuhanku ?</p>
<p>Apa lagi yang aku harus lakukan Tuhan ?<br />
Bagaimana lagi aku harus berbuat ?<br />
Apa salahku ?<br />
Malam ini, aku merenung &#8230;..<br />
Aku berjanji pada Mu, Tuhan<br />
Aku tidak akan menyerah !!!!!<br />
Apapun pendapat orang terhadapku,<br />
Aku tidak peduli !!!!!<br />
Aku mencintainya, Tuhanku &#8230;..<br />
Aku melakukannya dari hatiku<br />
Engkau tahu itu &#8230;..</p>
<p>Sahabatku,<br />
Tidakkah kau sadar,<br />
Kau sudah membuat aku terhina ?<br />
Tidakkah kau sadar,<br />
Kau sudah membuat aku sedemikian rendah ?<br />
Jangan katakan hal itu lagi, sahabat &#8230;.<br />
Jangan &#8230;..<br />
Lakukan apa yang terbaik untuk semua orang &#8230;..<br />
Lakukan yang terbaik bagi Tuhan &#8230;..<br />
Percayalah, sahabat<br />
Damai sejahtera kita sudah ada di ujung pelangi&#8230;..<br />
Kita tinggal meraihnya &#8230;..<br />
Aku dan kekasihku akan meraihnya &#8230;..<br />
Juga kau &#8230;..</p>
<p>Kepercayaan memang teramat sangat mahal<br />
Tetapi percayalah, sahabat &#8230;&#8230;<br />
Aku dapat membelinya<br />
Aku akan membeli kepercayaan darimu<br />
Dengan cinta untuk kekasihku &#8230;..</p>
<p>Kekasihku,<br />
Kepercayaan itu akan aku dapatkan dengan sepenuh jiwa,<br />
Dengan cintaku yang sepenuh hati untukmu,<br />
Walau memang teramat sangat mahal &#8230;..</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Papan Kekunci]]></title>
<link>http://diarisenja.wordpress.com/2009/11/24/papan-kekunci/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 10:41:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>INFINITY</dc:creator>
<guid>http://diarisenja.wordpress.com/2009/11/24/papan-kekunci/</guid>
<description><![CDATA[Hajat hati konon-konon duduk rumah nak buat anjakan paradigma. Kononnyalah. Dalam seratus peratus 20]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Hajat hati konon-konon duduk rumah nak buat anjakan paradigma. Kononnyalah. Dalam seratus peratus 20]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MENYONGSONG KEMATIAN RAGA DENGAN SUKA CITA]]></title>
<link>http://mknr.wordpress.com/2009/11/24/menyongsong-kematian-raga-dengan-suka-cita/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 01:20:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>mknr</dc:creator>
<guid>http://mknr.wordpress.com/2009/11/24/menyongsong-kematian-raga-dengan-suka-cita/</guid>
<description><![CDATA[Demi masa dunia beserta isinya akan hancur lebur benda-benda antariksa akan berjatuhan dan tidak ada]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Demi masa dunia beserta isinya akan hancur lebur benda-benda antariksa akan berjatuhan dan tidak ada lagi kehidupan di dunia ini jika semua itu telah terjadi pertanda akan bergantinya alam sementara menjadi alam keabadian.</p>
<p>Kapankah itu terjadi ! Tidak ada seorangpun yang tahu kapan terjadinya !!! Tuhan telah memberitahukan tanda-tandanya kepada manusia untuk mempersiapkan diri menghadapi pergantian alam tersebut melalui firman-firman-Nya yang disampaikan oleh para utusan.</p>
<p>Kini tanda-tanda akan adanya pergantian alam tersebut sudah mulai tampak seharusnya manusia sudah siap jika mengalami kejadian tersebut !!!</p>
<p>Bukankah manusia sudah tahu bahwa alam yang sekarang dinikmatinya adalah alam sementara yaitu alam yang digunakan untuk manusia mempersiapkan diri membawa bekal-bekal yang cukup untuk menuju alam keabadian.</p>
<p>Jika manusia sudah cukup bekalnya seharusnya sudah tidak ada yang ditakuti jika pergantian alam itu tiba dengan tidak lagi menghiraukan rumor-rumor yang beredar menceritakan kebinasaan dunia.</p>
<p>Semakin tanda-tanda diperlihatkan oleh Tuhan seharusnya manusia semakin berupaya mempersiapkan diri untuk kembali ke alam keabadian dengan memperbanyak bekal yaitu tinggalkan yang dimurkai oleh Tuhan laksanakan apa yang diperintahkan, hiduplah dengan kasih kepada sesama, banyaklah berbuat kebajikan tanpa berharap imbalan baik dari sesama apalagi berharap imbalan dari Tuhan.</p>
<p>Banyak-banyaklah bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan atas apa-apa yang sudah kamu dapat dan nikmati.</p>
<p>Manusia seharusnya tidak memperdebatkan dan takut menghadapi kiamat besar tetapi mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi kiamat kecil atau kematian raga yaitu berpisahnya raga dengan ruh dan jiwanya.</p>
<p>Kematian raga kapan waktunya dan dalam keadaan bagaimana manusia tidak ada yang tahu, apa sudah siap untuk menyambut kematian raga !!!!</p>
<p>Sahabat-sahabat sejatiku yang terkasih…….</p>
<p>Tubuh manusia atau raga terdiri dari begitu banyak unsur senyawa zat-zat yang hidup mereka mempunyai masa atau waktu dalam kehidupannya semua itu dikendalikan oleh Kuasa Tuhan.</p>
<p>Tuhan menjadikan <strong>raga</strong> sebagai tempat tinggal jiwa dan ruh tetapi nanti yang kembali kepada Tuhan adalah Jiwa dan Ruhnya saja, raga akan hancur binasa karena raga mempunyai masa atau batas waktu.</p>
<p>Raga mempunyai akal pikiran dan daya ingat tetapi semua itu bersifat sementara juga sangat mudah lenyap dengan bertambahnya usia atau terkena suatu penyakit.</p>
<p>Raga selalu diliputi dengan berbagai macam keinginan disertai hawa nafsu untuk memuaskan kebutuhannya dimana raga selalu diberi busana-busana indah untuk mendapatkan pujian juga diberi santapan dengan panganan-panganan yang lezat yang semua itu hanya raga yang menikmatinya lalu untuk jiwa dan ruh busana dan panganannya apakah sudah dicukupi !!!</p>
<p>Sedangkan mereka yang nantinya akan menghadap Tuhan ! Apa mereka tidak malu ya atau takut menghadap Tuhan dengan tidak berbusana juga dalam keadaan lapar ???&#8230;.</p>
<p>Kasihan sekali jiwa dan ruhnya jika raga tidak mengajak mereka untuk menyatu dengan menggunakan busana yang sama dan menyantap panganan yang sama. Seharusnya raga baik hati dan mau berdamai dengan jiwa dan ruhnya untuk mencukupi mereka juga dengan memberi busana dan panganan yang memang diperuntukan bagi mereka dan bukan memberi busana atau panganan yang untuk raga saja.</p>
<p>Jika itu sudah dicukupi mereka pasti tidak malu atau takut ketika menghadap Tuhan dan sudah siap kapan saja dijemput untuk pulang kembali kepada Tuhan</p>
<p>Raga diberi akal pikiran untuk digunakan menuntut ilmu terutama ilmu ketuhanan raga juga punya hati yang digunakan untuk mencerna memilah menimbang dan memutuskan apakah ini benar atau salah, apakah ini baik atau buruk apakah ini bisa menyelamatkan ruh dan jiwa atau tidak.</p>
<p>Raga seharusnya memikirkan juga tentang keselamatan jiwa dan ruhnya, jangan hanya raga saja yang harus dituruti kemauannya oleh jiwa dan ruh.</p>
<p><strong>Jiwa</strong> adalah salah satu makhluk hidup ciptaaan Tuhan yang tidak binasa atau kekal tetapi ada sebagian jiwa yang akan dibinasakan oleh Tuhan yaitu ketika ia sampai di pintu gerbang surga karena surga tidak di huni oleh jiwa tetapi surga dihuni oleh ruh.</p>
<p>Jiwa bentuknya seperti bayangan, ia tidak mempunyai akal pikiran atau hati tapi ia dapat berbicara.</p>
<p>Jiwa terbentuk ketika manusia lahir dengan menghirup udara dunia pertama kali sejak itulah jiwa sudah mempunyai tanggung jawab dan terus mengikuti raga tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Raga dapat tertidur nyenyak tetapi jiwa tetap terjaga, raga diamputasi karena suatu penyakit atau bentuk raga cacat tidak sempurna tetapi bentuk jiwa tetap sempurna dan utuh.</p>
<p>Semua perbuatan raga akan terekam dalam jiwa mulai dari usia 0 (nol) bulan sampai wafatnya raga dan rekaman tersebut tidak ada yang tercecer atau rusak semua terekam sangat rinci dan detil melalui setiap helaan nafasmu meski dalam tidur sekalipun seperti apa mimpimu, berapa kali kamu membalikkan tubuh, berapa banyak kamu mendengkur, apa isi igauanmu, apa yang kamu hayalkan dan lakukan sebelum tidur dan lain sebagainya itulah contoh kecil dimana jiwa nantinya akan membeberkan semua prilaku raga.</p>
<p>Jiwa sangat penurut apa yang dilakukan oleh raga, ia pasti akan mengikutinya.</p>
<p>Sebenarnya jiwa dapat di ajak bangkit dan bekerja sama dengan raga tetapi raga harus berupaya menekan segala nafsu dunia dan mau mengganti busana dan santapan kesehariannya. Untuk membangkitkan jiwa maka raga harus mau menggunakan busana takwa dan menyantap santapan rohani dalam kesehariannya baru jiwa akan bangkit dan selamat.</p>
<p>Hal demikian tidaklah sulit jika di niatkan dan ada kemauan, ada keinginan yang kuat dari raga untuk mencari keselamatan yang kekal.</p>
<p>Untuk kebutuhan raga di dunia manusia rela melakukan apa saja atau dengan cara apapun bersusah payah demi memuaskan raga mendapatkan sesuatu.</p>
<p>Untuk kebutuhan jiwa dan ruhnya hendaknya manusia harus lebih giat dan lebih berupaya mencari cara untuk keselamatannya yaitu membersihkan hati dari daki-daki dunia lalu mendekatlah kepada Tuhan.</p>
<p><strong>Ruh</strong> adalah Mahkluk hidup yang sangat kecil suci bersih sangat patuh dan ia makhluk yang paling kekal. Ruh ada sebelum raga dan jiwa diciptakan semua ruh mempunyai nama yang diberi oleh Tuhan sebelum ruh dimasukan ke dalam raga mereka dikenalkan dahulu pada Tuhan dan diminta kembali nanti dalam keadaan selamat maksudnya adalah setelah tugas selesai mereka diminta kembali dan bertemu dengan Tuhan dalam keadaan tetap suci dan bersih.</p>
<p>Ruh berjanji setia kepada Tuhan dan akan kembali dengan selamat namun apa yang terjadi setelah ruh masuk dalam tubuh manusia, ia menjadi terkungkum dikalahkan oleh raga yang hanya mengikuti hawa nafsu dunia saja ruh tidak dapat berbuat apa-apa karena dibiarkan oleh raga untuk menjadi yang tertinggal, raga seperti tidak mengenalnya ruh sangat bersedih ia takut akan janjinya pada Tuhan tetapi apa daya ruh tidak diajak berdamai dengan raga.</p>
<p>Tuhan menciptakan manusia sangat sempurna ada raga, jiwa dan ruh dari ketiganya mempunyai tugas yang berbeda-beda tetapi dari tugas yang berbeda mereka dapat menjadi satu kesatuan yang kompak jika manusia mau memberi kesempatan pada ketiganya untuk berdamai dan bersatu dengan tujuan yang sama yaitu ingin kembali ke sisi Tuhan dengan selamat.</p>
<p>Raga bertugas untuk dapat melakukan perbuatan karena diberi akal fikiran.</p>
<p>Jiwa bertugas sebagai pendamping dan perekam kegiatan raga.</p>
<p>Ruh bertugas untuk menyatakan kebenaran dan mengajak untuk berbuat baik dengan penuh kasih sayang.</p>
<p>Jiwa dan ruh sebelum dimasukkan oleh Tuhan kedalam tubuh manusia tidak ada perjanjian perihal kamu pengikut siapa atau agama apa atau jadi keturunan siapa tetapi yang diminta Tuhan adalah mereka kembali dalam keadaan tetap suci bersih dan tetap mengenali dan mengakui Tuhan yang menciptakannya.</p>
<p>Jika demikian untuk apa sekarang sesama manusia memperdebatkan masalah keyakinan atau agama apalagi sampai menyakiti sesamanya baik lahir maupun bhatin lebih baik benahi dirimu dan keluargamu dahulu jangan campuri urusan orang lain yang belum tentu kamu lebih baik atau lebih mulia dari mereka dihadapan Tuhan.</p>
<p>Sahabat-sahabat yang berbahagia ……</p>
<p>Semua manusia di muka bumi ini akan mengalami proses pemisahan dimana raga akan ditinggalkan oleh jiwa dan ruhnya raga akan menjadi bangkai tidak bisa berbuat apa-apa lagi sedangkan jiwa dan ruh tetap hidup di alam yang lain.</p>
<p>Tidak ada pengecualian baik ia presiden, raja, pejabat tinggi, pemuka agama, artis, fakir miskin, tua muda, pria wanita semua mengalami proses yang sama.</p>
<p>Sebenarnya manusia yang akan kembali kepada Tuhan menjelang detik-detik terakhirnya telah mengetahui apakah ia akan selamat atau tidak ketika pencabut nyawa datang dengan keharuman dan berwajah sukacita penuh senyuman memancarkan kebahagiaan pertanda ia datang untuk mencabut ruh-ruh yang tetap suci dan bersih, sebaliknya ketika ia datang bermuka garang dan masam dengan gigi gemerutuk menahan amarah pertanda ia akan mencabut ruh-ruh yang kotor dan berdaki.</p>
<p>Jika yang datang menjemput ramah dan santun pasti ruh akan menyambut baik dan bersukacita jiwa pun ikut merasakan hal yang sama karena tahu ia akan selamat kembali kepada Tuhan maka raga tidak akan merasakan sakit ketika ruh dan jiwa keluar dari tubuhnya disebabkan sang pencabut nyawa sangat hati-hati dan perlahan – lahan dalam mencabutnya.</p>
<p>Jika yang datang menjemput dengan amarah dan berwajah garang pasti ruh sangat takut menghadapinya jiwapun ikut merasakan hal yang sama karena tahu siksa yang akan diterima alias tidak selamat kembali kepada Tuhan kondisi yang demikian raga akan merasakan sakit yang amat sangat ketika ruh dan jiwa keluar dari tubuhnya di sebabkan mereka dicabut paksa dengan kemarahan dari sang pencabut nyawa.</p>
<p>Setelah pencabut nyawa membawa ruhnya maka raga terbujur kaku tak berdaya menjadi bangkai yang siap di apakan saja oleh manusia yang hidup dan meninggalkan semua yang dicintainya termasuk harta bendanya yang berlimpah. Sang mayit hanya ditutupi kain batik dan wajahnya ditutupi kerudung putih tipis busana dan perhiasan mahal yang dibanggakan dilucuti dari tubuhnya.</p>
<p>Isak tangis menyelimuti keluarga sang mayit terdengar puji-pujian atau ayat-ayat kitab dilantunkan ada pula celoteh-celoteh pertanyaan di antara para pelayat perihal sebab wafatnya sang mayit.</p>
<p>Suasana duka tampak di kediaman sang mayit kesibukan dari keluarga terlihat</p>
<p>sanak saudara jauh berdatangan teman kerabat tetangga datang melayat untuk memberikan penghormatan terakhir.</p>
<p>Persiapan untuk penguburan dimulai dari sang mayit dimandikan sampai upacara pelepasan jenazah dilakukan sesuai dengan keyakinan yang diyakini oleh sang mayit atau keluarganya.</p>
<p>Tahukah kamu apa yang dilakukan oleh jiwa sang mayit  !!!&#8230;.</p>
<p>Setelah ruhnya dibawa oleh pencabut nyawa, jiwa melihat raganya terbujur kaku lalu jiwa bertanya ke sana kemari kepada para pelayat dan keluarganya tetapi tidak ada yang menghiraukannya meski ia meratap minta tolong, semua prosesi dilihat dan diikutinya sampai raga dimasukkan ke dalam liang lahat untuk ditimbun menjadi gundukan tanah yang diatasnya ditaburkan aneka bunga warna warni, selama proses upacara berlangsung jiwa masih bisa menyapa atau menyalami para pengantar untuk mengucapkan kata-kata perpisahan dan berterima kasih kepada para pengantar dan keluarganya tetapi ada pula jiwa-jiwa yang meratap minta tolong agar jangan ditinggalkan sendirian karena takut dan tahu bahwa ia akan mengalami siksa kubur tetapi para pengantar juga keluarganya tidak menyadari hal tersebut semua tampak tenang dan biasa saja.</p>
<p>Andai para pengantar jenazah dan keluarga sang mayit tahu dan menyadari apa yang terjadi di pemakaman pasti mereka bergidik dan tidak lagi datang ke pemakaman dengan bergaya pakai kacamata hitam dan baju bagusnya sambil berkomunikasi dengan handphonenya atau berkelompok berdiri disekitar makam dengan nyamannya tanpa rasa takut sedikitpun sambil bercerita ini dan itu tanpa memperdulikan si penghuni makam.</p>
<p>Sesungguhnya disemua pemakaman pasti ada yang mengalami siksa kubur  dengan terdengarnya suara dentuman yang sangat keras, desis dari binatang melata, bau busuk yang menyengat, suara gemuruh dan gaduh dari dalam kubur, lengkingan jerit tangis kesakitan minta tolong disertai rintihan yang menyayat hati dari para penghuni kubur membuat hati yang bisa melihat dan mendengar pasti sangat takut dan sangat miris.</p>
<p>Jeritan mereka sia-sia karena tidak ada yang dapat menolongnya karena mereka bertanggung jawab atas dirinya sendiri meskipun makamnya di buat sebagus apapun oleh keluarganya tetap tidak mempengaruhi dari si mayit.</p>
<p>Semua raga yang telah berpisah dari ruhnya tetap akan mengalami siksa kubur atau nikmat kubur meskipun raganya di kremasikan, raganya hilang di laut, raganya diawetkan untuk dijadikan praktek atau raganya di mummy tetap dalam waktu singkat sang mayit wajib menerima buku catatannya dan mempertanggungjawabkan segala perbuatan-perbuatannya selama raga hidup</p>
<p>karena alam kubur tidak dibatasi oleh ruang dan waktu maka hukuman tetap berlangsung atau nikmat kubur tetap diberikan bagi jiwa yang selamat.</p>
<p>Siksa kubur diperuntukkan bagi jiwa-jiwa yang ingkar akan nikmat yang sudah diberikan Tuhan kepada raganya. Selama hidup raga selalu dipakai untuk bermaksiat atau menikmati apa yang di larang oleh Tuhan dengan tidak melaksanakan apa yang diperintahkan-Nya, raga tidak mengenal Tuhan karena</p>
<p>selalu dunia yang mereka kejar dan raga juga mempunyai Tuhan yang lain yaitu <strong>UANG</strong> yang mereka yakini dengan <strong>UANG</strong> semua bisa dilakukan dan dapat dijadikan sandaran bagi kehidupan masa depannya.</p>
<p>Ternyata <strong>UANG</strong> tidak bisa membayar petugas alam kubur agar tidak menyiksanya, <strong>UANG</strong> yang dahulu dituhankan kini membuat dirinya menjadi celaka dan tidak bisa menolongnya.</p>
<p>Ketika para pengantar terakhir membalikkan tubuhnya sang mayit sudah harus mempertanggungjawabkan perbuatannya semasa raganya hidup, siksa kubur yang amat pedih segera menjeratnya ketika sang mayit mendapatkan buku yang berwarna hitam dari petugas alam kubur, beragam macam siksa kubur di timpakan kepada sang mayit tergantung dengan perbuatannya ketika raga hidup.</p>
<p>Hewan melata mulai memangsanya, gada-gada runcing siap menghajarnya, timah panah mulai melelehkannya, cambuk cemeti mulai memecutinya, besi-besi panas nan runcing menusuki kemaluannya, panganannya adalah batubara nan panas dan minumannya adalah darah dan nanah berisi belatung yang sangat bau dan menjijikan itulah sekelumit contoh kecil dari siksa kubur dan jiwa yang merasakannya sampai hari kebangkitan.</p>
<p>Siksa kubur ini masih diperhitungkan berdasarkan kesalahan-kesalahannya sendiri dan kelalaiannya terhadap Tuhan. Dapat dipastikan jika sudah menjalani siksa kubur tentunya akan mengalami siksa neraka yang lebih berat mengapa!!</p>
<p>Karena siksa kubur adalah kesalahan diri sendiri dan kelalaian kepada Tuhan untuk siksa neraka akan diperhitungkan berdasarkan kelalaian kepada Tuhan, kesalahan diri dengan makhluk ciptaan Tuhan yang lain yaitu dengan sesama manusia, hewan, tumbuhan, udara, air, bebatuan, api, matahari, bulan, bintang, petir, awan, dan lain sebagainya.</p>
<p>Bagi sang mayit yang menerima buku putih dari petugas alam kubur tentunya sangat bersuka cita karena alam kubur yang ditempatinya berubah menjadi bak istana indah dengan tamannya dan dihiasi aneka tumbuhan bunga nan elok dipandang mata mengeluarkan keharuman nan menyejukkan membuatnya nyaman tak ingin beranjak pergi, sehingga ketika dibangkitkan untuk memasuki tahap berikutnya yaitu dimana peradilan besar akan dimulai mereka merasa begitu cepat waktu untuk meninggalkan istananya.</p>
<p>Bagi penghuni alam kubur yang seperti ini juga sebenarnya belum benar-benar murni akan menjadi penghuni surga, mengapa !!!!!!!!</p>
<p>Karena kenikmatan yang ia dapat adalah belum diperhitungkan dengan kesalahan kepada sesama manusia, tumbuhan, udara, air, bebatuan, api, matahari, bulan, bintang, petir, awan, tanah dan lain sebagainya.</p>
<p>Filmnya diputar saksi-saksi dihadirkan lalu hati yang menentukan kebenarannya, apa niatnya ketika melakukan ini dan itu selanjutnya menanti putusan dari Tuhan apakah kamu dikenal atau tidak oleh Tuhan, apakah dosa-dosanya diampuni atau tidak !!!! Jika jiwa dan ruhnya dikenali maka keselamatan didapat karena mendapatkan ampunan dari Tuhan dan menjadi penghuni surga tetapi jika tidak dikenali maka celakalah akibatnya karena dosa-dosanya tidak diampuni oleh Tuhan maka neraka tempatnya.</p>
<p>Bagi jiwa-jiwa yang sudah merasakan nikmat terbebas dari siksa kubur ketika mereka kembali harus menjalani masa penghakiman yang sangat adil dan bijaksana dimana Tuhan sebagai pemutusnya maka jiwa-jiwa tersebut tidak dapat mengelak atau membantah lagi dan siap untuk dijadikan penghuni neraka apabila perhitungan menunjukan bahwa kesalahannya lebih banyak kepada sesama dan makhluk ciptaan Tuhan yang lain dan tidak dapat pengampunan dari Tuhan. karena manusia seperti ini melakukan segala ibadahnya berharap mendapatkan imbalan atas jerih payahnya tetapi Tuhan telah menggenapinya yaitu dibebaskannya mereka dari siksa kubur dan menikmati surga sementara-Nya.</p>
<p> “ <strong>Alam kubur akan dirasakan oleh semua manusia dari manusia pertama yaitu Adam sampai manusia terakhir di hari kiamat tanpa terkecuali</strong> “.</p>
<p>Sahabat-sahabat yang terkasih……</p>
<p>Tentunya sangat ingin jiwa-jiwanya dikenali oleh Tuhan untuk diberi jaminan keselamatan yang abadi, untuk itu selagi ada kesempatan sebelum raga berpisah dengan jiwa dan ruh gunakanlah waktu yang sedikit ini untuk mengenal Tuhan dan mencintainya jangan sia-siakan sisa hidupmu untuk hal-hal yang merugikan jiwamu janganlah memberikan cintamu secara berlebihan kepada sang kekasih, keluarga, harta, jabatan atau apapun yang selain Tuhan, yang semuanya nanti kamu tinggalkan dan tidak bisa menjamin keselamatanmu di akherat.</p>
<p>Mulailah membenahi diri dengan banyak mendekatkan diri kepada Tuhan, jangan percaya ramalan, paranormal, dukun, hipnotis atau bermain-main dengan hal-hal yang berbau mistik dan jangan percaya takhyul karena ritual-ritual budaya turun temurun yang semua itu dapat mengakibatkan kamu jauh dari Tuhan.</p>
<p>Percayakan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas apa-apa yang terjadi pada mu, serahkan beban-bebanmu pada-Nya, jadilah manusia yang berserah diri dan selalu bersyukur kepada Tuhan.</p>
<p>Jangan sembarangan menyeru nama Tuhan untuk hal-hal yang tidak di sukai oleh-Nya atau hanya pandai menyeru secara lisan saja tetapi sebenarnya kamu tidak mengenal dan mencintainya.</p>
<p>Lisan selalu menyeru nama Tuhan berkali-kali dalam sehari semalam, tetapi apalah guna jika di hatimu masih ada tuhan-tuhan lain yaitu di hatimu masih berisi rasa cemas rasa khawatir takut yang berlebihan, tidak ada keyakinan kepada Tuhan, lebih mencintai makhluk ciptaan Tuhan seperti cinta kepada kekasih, cinta kepada suami, cinta kepada istri, sayang yang berlebihan kepada anak atau orang tua atau saudara, lebih mendewakan uang, pangkat jabatan, ketenaran dan lain sebagainya….</p>
<p>Bagaimana ada ruang untuk Tuhan jika kamu masih mengandalkan diri sendiri dalam mengarungi kehidupan ini dengan tidak mensyukuri dan berterima kasih atas apa-apa yang sudah kamu nikmati tetapi selalu mengeluh kurang ini kurang itu !!!!!!!</p>
<p>Meskipun Lisan selalu menyeru nama Tuhan selagi raga hidup tetapi mengapa Tuhan tidak mengenalnya, apa yang terjadi ? dimana kesalahannya !</p>
<p> “ <strong>Ketika Manusia membutuhkan Tuhan di hari penghakiman dan minta di selamatkan agar dapat masuk surga dengan mengatakan bahwa ketika di dunia ia selalu menyeru nama Tuhan terus menerus tetapi Tuhan menjawab sesungguhnya AKU tidak mengenalmu</strong> “</p>
<p>Itulah kerugian terbesar bagi manusia-manusia yang tidak mengenal Tuhannya. mereka hanya melakukan ritual-ritual ibadah tidak dengan hatinya tetapi hanya melaksanakan kewajiban-kewajiban perintah Tuhan tanpa ingin mengenal apalagi berdasarkan cinta kepada Tuhan.</p>
<p>Jika di sadari manusia dapat melaksanakan kewajiban-kewajibannya dapat beramal dan lain sebagainya sebenarnya itu atas ijin Tuhan dan bukan karena kemampuan dirinya sendiri. jadi manusia itu sebenarnya tidak mempunyai daya dan upaya tanpa pertolongan Tuhan maka manusia tidak boleh sombong dan angkuh dalam mengarungi kehidupannya.</p>
<p>Semasa raga masih bersatu dengan jiwa dan ruhnya kesempatan untuk mengenal Tuhan tidak dipergunakan dengan sebaik-baiknya mereka lebih memilih mengenal dan mencintai makhluk-makhluk ciptaan Tuhan.</p>
<p>Mereka lebih mendewakan atau mengkultuskan makhluk ciptaan Tuhan tentu saja Tuhan murka karena disekutukan atau di sejajarkan dengan makhluk ciptaan-Nya.</p>
<p>Manusia lebih memilih takut kepada makhluk ciptaan Tuhan contohnya antara lain adalah bawahan mempunyai rasa takut dan sangat patuh kepada atasannya suami takut dan patuh kepada istrinya atau sebaliknya, anak takut dan patuh kepada orang tuanya, manusia takut kepada hantu atau makhluk buruk, manusia takut akan siksa kubur, manusia takut masuk neraka tetapi kenapa mereka tidak takut dan patuh kepada yang menciptakan semua itu ?&#8230;.</p>
<p>Manusia lebih mendahulukan kepentingan dunianya daripada kepentingan akheratnya, persiapan untuk akheratnya masuk urutan nomor sekian karena dinilai tidak penting atau disepelekan atau dilakukan tetapi dengan ala kadarnya saja sedangkan untuk persiapan masa depan dunia sudah dipikirkan dengan matang sampai harus di asuransikan meski sang anak baru lahir, untuk menyambut hari raya yang masih satu tahun ke muka saja sudah sejak awal dipersiapkan dengan menyisihkan penghasilannya yang akan habis jika selesai hari raya begitu seterusnya dan menyimpan banyak uang atau harta benda untuk bekal masa depan keturunannya dan bekal untuk masa tuanya pertanda manusia tidak percaya kepada<strong> Tuhan Yang Maha Mencukupi</strong> semua diperhitungkan sangat teliti dan hidup hemat untuk bekal masa depan di dunia beragam cara dipakai untuk menimbun harta benda, manusia sudah tidak memperdulikan hukum atau aturan semua dilanggar demi memuaskan hawa nafsu dunia.</p>
<p>Anak dipacu untuk mengenyam pendidikan yang tinggi usia balita sudah harus pandai ini dan itu, orang tua takut anaknya akan tertinggal dan menjadi bodoh karena perkembangan tekhnologi yang semakin maju pesat, takut tidak mendapatkan pekerjaan, takut anaknya hidup susah atau miskin …….</p>
<p>Sangat-sangat miris menyaksikan keadaan manusia yang demikian mereka sudah sangat-sangat salah dalam menafsirkan firman-firman Tuhan tentang kehidupan di dunia mereka sudah terjebak dan dirasuki oleh iblis sehingga tidak mau mendengar atau mempelajari kebenaran dari firman-firman Tuhan.</p>
<p><strong>Bagi manusia yang mau mengenal dan mencintai Tuhan maka semua kebutuhan hidupnya di dunia akan dicukupi tetapi bagi manusia yang lebih mencintai dunia maka mereka akan menjauh dari Tuhan</strong>     </p>
<p><strong>“ TUHAN TIDAK PERNAH MENJAUH DARI UMATNYA TETAPI UMATNYA YANG MENJAUH DARINYA “</strong></p>
<p>Perdalam lagi pengetahuanmu tentang ilmu-ilmu Ketuhanan pelajari dan pahami firman-firman-Nya rubahlah gaya hidupmu mulailah siapkan bekal untuk menyongsong kematian raga dengan suka cita demi menghantarkan jiwa dan ruh kembali ke hadirat Tuhan dengan selamat.</p>
<p><strong>Tingkatkan ibadahmu dengan niat karena ingin mencintai dan dicintai Tuhan</strong> perbanyak berbuat kebajikan dengan mengasihi sesama tanpa membeda-bedakan keyakinan perbanyaklah melakukan kepekaan-kepekaan <strong>jadilah manusia yang mau melayani dan bukan manusia yang ingin dilayani</strong> maafkanlah semua orang-orang yang telah menyakiti atau menyinggungmu bersikaplah rendah hati dan jadilah manusia yang bijaksana dalam berfikir dan bertindak selalu berfikir positif dalam menghadapi hidup.</p>
<p>Tanggalkan ego untuk mengejar nafsu dunia bergantilah menjadi keinginan yang sangat besar untuk mengenal dan mencintai Tuhan.</p>
<p>Kosongkan relung hatimu dan ijinkan Tuhan Yang Tunggal untuk menempatinya maka kamu akan selamat dan menanti kematian raga dengan suka cita.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>MATIKANLAH DIRIMU SEBELUM KAMU DIMATIKAN</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>LEBIH BAIK HINA DI MATA MANUSIA</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>DARI PADA HINA DIHADAPAN TUHAN</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>GOD IS THE BEST FOR MY LIFE</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Musi pun tahu kami sedang memadu kasih.]]></title>
<link>http://jeritanjiwa.wordpress.com/2009/11/23/musi-pun-tahu-kami-sedang-memadu-kasih/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 08:18:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>tigapuluh12</dc:creator>
<guid>http://jeritanjiwa.wordpress.com/2009/11/23/musi-pun-tahu-kami-sedang-memadu-kasih/</guid>
<description><![CDATA[Malam itu, ku bersamanya kembali. Malam itu ku makan malam bersamanya. Kutatap aliran Musi tak seind]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Malam itu, ku bersamanya kembali.<br />
Malam itu ku makan malam bersamanya.</p>
<p>Kutatap aliran Musi tak seindah tatapanmu.<br />
Kutengok rembulan tak seindah cahayamu.</p>
<p>Musi pun tahu kami sedang memadu kasih.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Suara Hati: part 1]]></title>
<link>http://aisaidluv.wordpress.com/2009/11/24/suara-hati-part-1/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 07:29:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>aisaidluv</dc:creator>
<guid>http://aisaidluv.wordpress.com/2009/11/24/suara-hati-part-1/</guid>
<description><![CDATA[Senyum adalah caraku menikmati indahnya hidup. Kala dingin mencekam Kegelapan menghantui dan keputus]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Senyum adalah caraku menikmati indahnya hidup.<br />
Kala dingin mencekam<br />
Kegelapan menghantui<br />
dan <!--more-->keputus asaan menari di atas penderitaan<br />
seolah tak pernah lagi ada harapan<br />
Aku terdiam dalam kegalauan<br />
Seolah berada di antara jurang<br />
yang sewaktu-waktu bisa menjerumuskanku<br />
sehingga membunuh semua harapan dan impianku<br />
Ku tarik nafas yang dalam<br />
Meski kusadari, begitu banyak hal yang tak ku ketahiu<br />
tapi aku putuskan<br />
aku akan melanjutkan hidupku<br />
dan tak akan menyerah pada keadaan<br />
Karena ku yakin Allah SWT selalu bersamaku<br />
Sehingga, aku dapat merasakan nikmat kehadiran-Nya<br />
dalam jiwaku<br />
dan aku bisa mengalahkan kegelapan dan kerasnya hidup<br />
tuk membuatku sanggup  bertahan<br />
Tuhan ajari aku untuk  tersenyum dalam keadaan apapun<br />
agar aku kuat menjalani roda kehidupan yang terus berputar<br />
agar aku bisa menikmati indahnya anugerah kehidupan<br />
yang telah dianugerahkan Tuhan padaku.<br />
Terima kasih Ya Allah&#8230;<!--more--></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
