<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>sufisme &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/sufisme/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "sufisme"</description>
	<pubDate>Fri, 25 Dec 2009 03:00:30 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[PERJALANAN]]></title>
<link>http://curusetra.wordpress.com/2009/11/26/perjalanan-2/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 17:47:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>HILAL ALIFI</dc:creator>
<guid>http://curusetra.wordpress.com/2009/11/26/perjalanan-2/</guid>
<description><![CDATA[[1.] Sang arif, Saadi dari Shiraz, sedang berjalan-jalan sepanjang lorong dengan muridnya. Saat itu ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>[1.]<br />
Sang arif, Saadi dari Shiraz, sedang berjalan-jalan sepanjang lorong dengan muridnya. Saat itu dia melihat seseorang yang sedang berusaha menggerakkan kudanya. Karena kudanya <a href="http://curusetra.wordpress.com/files/2009/11/saadi_sherozi.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-427" title="Saadi_sherozi" src="http://curusetra.wordpress.com/files/2009/11/saadi_sherozi.jpg?w=216" alt=" " width="151" height="210" /></a>menolak, orang itu memanggilnya dengan nama-nama buruk yang terlintas dipikirannya.</p>
<p>&#8220;Jangan bodoh,&#8221; kata Saadi. &#8220;Kudamu tidak akan pernah mengenal bahasamu. Kau sebaiknya lebih tenang dan belajar bahasanya dulu.&#8221;</p>
<p>Dan di kala dia berjalan melewati orang itu, dia berkata pada muridnya:<br />
&#8220;Sebelum kau berargumen dengan seekor kuda, ingatlah peristiwa yang kau saksikan barusan.&#8221;</p>
<p>[2.]<br />
Seorang guru sufi dan muridnya sedang berjalan melintasi padang pasir di Afrika. Ketika malam hari, mereka mendirikan tenda dan beristirahat.</p>
<p>&#8220;Betapa sunyi malam ini!&#8221; kata sang murid.</p>
<p>&#8220;Jangan pernah bilang &#8216;betapa sunyi malam ini!&#8217;,&#8221; kata sang guru. &#8220;Tapi bilanglah: &#8216;Aku tidak bisa mendengar alam&#8217;.&#8221;</p>
<p>[3.]<br />
Saadi dari Shiraz pernah cerita kisah berikut:</p>
<p><a href="http://curusetra.wordpress.com/files/2009/11/meister_des_diwan-von-hafiz-manuskripts_001.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-428" title="Meister_des_Dîwân-von-Hafiz-Manuskripts_001" src="http://curusetra.wordpress.com/files/2009/11/meister_des_diwan-von-hafiz-manuskripts_001.jpg?w=149" alt=" " width="149" height="300" /></a>Ketika saya masih kecil, saya pernah sembahyang dengan bapak, paman dan misan-misan saya. Tiap malam kami bersama-sama mendengar bacaan sebagian Al-Qur&#8217;an.</p>
<p>Suatu malam, ketika paman saya membaca satu bagian dengan suara keras, saya memperhatikan bahwa kebanyakan orang sedang mengantuk. Saya bilang pada bapak saya, &#8220;Tidak ada satupun dari orang-orang ngantuk ini mendengarkan kata-kata kitab suci. Mereka tidak pernah mencapai Tuhan.&#8221;</p>
<p>Dan bapak saya bilang, &#8220;Anakku sayang, lihatlah jalanmu sendiri dengan mata iman dan biarkan orang lain menjaga diri mereka sendiri. siapa tahu, mungkin mereka sedang berbicara dengan Tuhan dalam mimpi. Percayalah, aku lebih suka kau mengantuk seperti mereka daripada mendengar penilaian kasar dan kutukanmu.&#8221;</p>
<p style="text-align:right;"># Paulo Coelho,<br />
<em>Stories for Parents, Children and Grandchildren</em>, Vol 1.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[an-nuur.35]]></title>
<link>http://nuurkhabib.wordpress.com/2009/11/17/an-nuur-35/</link>
<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 13:30:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>Nuur Khabib</dc:creator>
<guid>http://nuurkhabib.wordpress.com/2009/11/17/an-nuur-35/</guid>
<description><![CDATA[Pas![QS. 24:35]&#8220;Surat ke-24 sesuai nama depan PakNuur, no.ID 35 ayat Cahaya, ini bukan kebetul]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div id="attachment_33" class="wp-caption alignright" style="width: 325px">Pas![QS. 24:35]&#8220;Surat ke-24 sesuai nama depan PakNuur, no.ID 35 ayat Cahaya, ini bukan kebetulan lho! Pastinya Alloh SWT. Memberi visi misi khusus pd Media&#38; untuk IndONEsia.&#8221;Amiin.&#8221;dia berdoa: &#8220;Semoga Alloh SWT. memberi kekuatan&#38; kedudukan yg tinggi di sisi Alloh dgn visi misi tsb. memberi nilai + &#38; dpt terlaksana dgn Baik&#38; Sempurna selalu dlm BimbinganNya. Amiin&#8221;.Makasih Guru. <img class="size-full wp-image-33" title="supernova-death-of-a-planet" src="http://nuurkhabib.wordpress.com/files/2009/11/supernova-death-of-a-planet.jpg" alt="&#34;supernova&#34; &#34;cahaya di atas cahaya&#34; &#34;cahaya-Nya&#34; &#34;pelita&#34; &#34;kaca&#34;" width="315" height="236" /><p class="wp-caption-text">Saat Guru Spiritual kami melihat No. ID &#38; berkata: &#34;Pak Nuur, tahu ya? HUT TVRI, RCTI, SCTV.&#34; tahu Guru, 24 Agustus ID.nya pak Nuur 0035</p></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MENCARI KESELARASAN SAINS MODERN DAN SUFISME]]></title>
<link>http://qiraati.wordpress.com/2009/11/03/cerita-anak-yatim-piatu-selepas-ulang-tahun/</link>
<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 04:01:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>hadlir</dc:creator>
<guid>http://qiraati.wordpress.com/2009/11/03/cerita-anak-yatim-piatu-selepas-ulang-tahun/</guid>
<description><![CDATA[Ditulis Oleh Prof.Dr. Kautsar Azhari Noer Senin, 15 Desember 2008 Dalam pengertiannya yang universal]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ditulis Oleh Prof.Dr. Kautsar Azhari Noer Senin, 15 Desember 2008 Dalam pengertiannya yang universal]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pengendalian Hawa Nafsu Imam Ali]]></title>
<link>http://fajriafirmansyah.wordpress.com/2009/10/28/pengendalian-hawa-nafsu-imam-ali/</link>
<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 13:48:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>fajriadi</dc:creator>
<guid>http://fajriafirmansyah.wordpress.com/2009/10/28/pengendalian-hawa-nafsu-imam-ali/</guid>
<description><![CDATA[&#8230;&#8230;. Karena keberanian dan keahliannya sebagai petarung, Imam Ali selalu dipilih oleh Ras]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://fajriafirmansyah.wordpress.com/files/2009/10/imam-ali-bin-abi-thalib.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-50" title="Imam Ali bin Abi Thalib" src="http://fajriafirmansyah.wordpress.com/files/2009/10/imam-ali-bin-abi-thalib.jpg?w=300" alt="Imam Ali bin Abi Thalib" width="300" height="224" /></a>&#8230;&#8230;.</p>
<p>Karena keberanian dan keahliannya sebagai petarung, Imam Ali selalu dipilih oleh Rasulullah SAW untuk memberi atau menerima tantangan berduel yang datang dari musuh. Pada suatu pertempuran, Imam Ali berhadapan dengan musuh yang terlihat menyeramkan, tetapi itu tak menjadi masalah karena beliau pernah mengalahkan prajurit yang lebih menyeramkan sebelumnya.</p>
<p>Perlahan kedua orang itu saling berputar sembari memegang gagang pedang mereka. Mata mereka saling bertatap, mengambil langkah dan megatur strategi dengan sangat hati-hati. Karena setiap ksatria berpengalaman tahu bahwa prajurit yang berhati-hati biasanya bisa hidup lebih lama.</p>
<p>Bila untuk menghabisi lawanmu butuh kesabaran maka bersabarlah. Imam Ali memilih untuk menangkis serangan lawannya dan tak bergerak menyerang. Berbeda dengan beliau, sang musuh terus menerus menyerang dan Imam Ali mulai menangkap rasa frustasi yang dirasakan sang musuh melalui tatapan matanya. Sang musuh melancarkan serangan bertubi-tubi kepada Imam Ali.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Karena tak bisa menahan amarah dan rasa putus asanya, sang musuh mulai bertindak ceroboh dalam serangannya. Pada saat itulah Imam Ali menemukan waktu yang tepat untuk menangkis serangan musuhnya yang terlalu jauh di atas kepalanya, dan kemudian melakukan dorongan.</p>
<p>Sang musuh terjatuh ke tanah, debu di sekitarnya berhamburan, dan pedangnya terlempar jauh dari jangkauannya. Imam Ali berdiri dengan gagah di atas sang musuh yang sudah tak berkutik, sambil mengarahkan pedangnya ke tubuh sang musuh. Bisa dipastikan Imam Ali akan dapat dengan segera memenangi duel sengit itu.</p>
<p>Namun tiba-tiba saja, sang musuh yang sudah tinggal menunggu mati, meludahi muka Imam Ali. Dan kemudian ia berkata :</p>
<p>“Kalau kau mau, habisi aku!!!”, bentak pria itu.</p>
<p>“Lakukanlah, karena aku tak akan pernah menganut agama yang kau bela!”</p>
<p>Meludahi muka seseorang merupakan suatu penghinaan besar, dan meskipun pria itu sudah diambang pintu kematian, tampaknya dia akan dihabisi dengan cara yang lebih kejam. Setidaknya itulah yang terpikirkan dalam benak prajurit lain yang menyaksikan duel itu. Karena memang begitulah yang biasa terjadi dalam duel.</p>
<p>Tapi serangan mematikan itu tak pernah terjadi. Alih-alih menyerang pria itu, Imam Ali berdiam selama beberapa saat, lalu secara mengejutkan menurunkan pedangnya.</p>
<p>“Ayo habisi aku !!!”, ejek pria itu.</p>
<p>“Kenapa kau ragu? Apa kau kurang jantan untuk membunuh??!!”</p>
<p>Dengan tenang kemudian Imam Ali menjawab:</p>
<p>“Awalnya aku akan menghabisimu. Tapi saat di awal kita mulai berduel, aku berperang demi Islam sebagaimana Allah perintahkan pada kami di kitab suci-Nya.”</p>
<p>“Itulah satu-satunya alasanku berperang, karena aku sendiri benci kekerasan dan membunuh.”</p>
<p>“Aku berperang bukan karena aku ingin, atau untuk melihat musuhku terbantai. Aku berperang dan terkadang aku membunuh, demi mengemban tugas suci. Tiada yang lebih membuatku senang daripada menyambutmu sebagai seorang saudara dalam Islam, karena aku tidak mendapatkan kepuasan ataupun kesenangan dengan menghabisimu. Aku tak mencari pujian ataupun hadiah. Cukup bagiku untuk mengetahui bahwa aku sudah melakukan apa yang Allah kehendaki.”</p>
<p>“Tetapi saat kau meludahi wajahku, aku merasa terhina sebagai seorang Arab dan marah sebagai seorang lelaki. Selama beberapa saat, kehormatanku ternodai dan harga diriku terinjak. Sekejap saja aku merasakan amarah menyusuri seluruh diriku dan aku ingin menghabisimu karena hinaan itu.”</p>
<p>“Namun syukur aku tidak melakukannya, karena secepat itu pula aku sadar bahwa dengan melakukan hal demikian, hanyalah akan memuaskan amarah yang menggelak dalam diriku, sehingga pada hari-hari berikutnya akan aku sesali. Aku tahu bahwa amarah, kebencian, dan kemurkaan bisa membutakan (mata hati) kita, membuat kita mengambil tindakan yang hanya akan membawa pada amarah, kebencian, dan kemurkaan yang lebih besar. Memuaskan angkara yang ada di dalam diri kita hanya gara-gara ludah, hanya akan mengantar kita pada kekalahan.”</p>
<p>“Dan saat kau ludahi wajahku, aku mengerti apa yang dimaksud oleh Rasulullah SAW, tatkala beliau memberi tahu kami bahwa : jhad yang lebih besar bukanlah jihad melawan musuh-musuh kami, tapi melawan ego yang hidup dalam diri, yang bisa membuat kita melakukan kesalahan secara membabi buta hanya untuk memenuhi hasrat. Demi sebuah ludah, tidak, aku tidak akan menghabisimu.”</p>
<p>Mendengan ucapan Imam Ali, air mata pria itu pun bercucuran.</p>
<p>“Demi jiwa ayahku, aku tak pernah mendengar perkataan yang begitu benar. Jika inilah agamamu, maka aku berharap bisa mengabdikan hidupku untuknya. Aku telah banyak berperang, tapi kini aku paham bahwa peperangan terbesarku justru ada persis di hadapanku.”</p>
<p>_____________________________________________________</p>
<p>QS. 16 : 125-126</p>
<p>“Serulah manusia kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”</p>
<p>“Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar.”</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jalaluddin Rumi ]]></title>
<link>http://gonggoitem.wordpress.com/2009/10/08/jalaluddin-rumi/</link>
<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 08:57:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>gonggoitem</dc:creator>
<guid>http://gonggoitem.wordpress.com/2009/10/08/jalaluddin-rumi/</guid>
<description><![CDATA[Maulana Jalaluddin Rumi Muhammad bin Hasin al Khattabi al-Bakri (Jalaluddin Rumi) atau sering pula d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Maulana Jalaluddin Rumi Muhammad bin Hasin al Khattabi al-Bakri (Jalaluddin Rumi) atau sering pula d]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dia-lah Jalan Itu]]></title>
<link>http://fajriafirmansyah.wordpress.com/2009/09/18/dia-lah-jalan-itu/</link>
<pubDate>Fri, 18 Sep 2009 08:09:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>fajriadi</dc:creator>
<guid>http://fajriafirmansyah.wordpress.com/2009/09/18/dia-lah-jalan-itu/</guid>
<description><![CDATA[&#8230;&#8230;. Jika engkau tidak mempunyai ‘ilm dan hanya prasangka, milikilah prasangka yang baik ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div><span style="font-size:small;"><a href="http://fajriafirmansyah.wordpress.com/files/2009/09/pasrah.jpg"><img class="size-full wp-image-20 aligncenter" title="Pasrah" src="http://fajriafirmansyah.wordpress.com/files/2009/09/pasrah.jpg" alt="Pasrah" width="341" height="229" /></a></span></div>
<div><span style="font-size:small;">&#8230;&#8230;.</span></div>
<div><span style="font-size:small;">Jika engkau tidak mempunyai <em>‘ilm</em> dan hanya prasangka,<br />
milikilah prasangka yang baik tentang Tuhan. Itulah jalannya!</span></div>
<div><span style="font-size:small;"><br />
</span></div>
<div><span style="font-size:small;">Jika engkau hanya mampu merangkak,<br />
maka merangkaklah kepada-Nya!</span></div>
<div><span style="font-size:small;"><br />
</span></div>
<div><span style="font-size:small;">Jika engkau tidak mampu berdoa dengan <em>khusyu’</em>,<br />
maka persembahkanlah doamu yang kering, munafik, dan tanpa keyakinan!</span></div>
<div><span style="font-size:small;"><br />
</span></div>
<div><span style="font-size:small;">Karena Tuhan dalam rahmat-Nya<br />
tetap menerima mata uang palsumu.</span></div>
<div><span style="font-size:small;"><br />
</span></div>
<div><span style="font-size:small;"><!--more--></span></div>
<div><span style="font-size:small;">Jika engkau mempunyai seratus keraguan kepada Tuhan,<br />
maka kurangilah jadi sembilan puluh sembilan saja. Itulah jalannya!</span></div>
<div><span style="font-size:small;"><br />
</span></div>
<div><span style="font-size:small;">Wahai pejalan,</span></div>
<div><span style="font-size:small;">Walau kau telah seratus kali ingkar janji, datanglah, dan datanglah lagi!</span></div>
<div><span style="font-size:small;"><br />
</span></div>
<div><span style="font-size:small;">Karena Tuhan telah berfirman:<br />
<em>“Ketika engkau mengangkasa, ataupun terpuruk dalam jurang,<br />
ingatlah kepada-Ku, karena Aku-lah Jalan itu.”</em></span></div>
<div><span style="font-size:small;"><br />
</span></div>
<div><strong><span style="font-size:small;">—Jalaluddin Rumi—</span></strong></div>
<div><span style="font-family:tahoma;font-size:small;">Puisi diterjemahkan oleh : Herry Mardian </span></div>
<div><span style="font-family:tahoma;font-size:small;">Sumber : <a href="http://suluk.blosome.com" target="_blank">http://suluk.blogsome.com</a><br />
</span></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Abu Nawas, Benarkah Ada?]]></title>
<link>http://oghex.wordpress.com/2009/09/17/abu-nawas-benarkah-ada/</link>
<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 21:40:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>oghex</dc:creator>
<guid>http://oghex.wordpress.com/2009/09/17/abu-nawas-benarkah-ada/</guid>
<description><![CDATA[Saya sangat tertarik sekali ketika membaca artikel ini&#8230;saya hanya ingin turut menyebarkan mela]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Saya sangat tertarik sekali ketika membaca artikel ini&#8230;saya hanya ingin turut menyebarkan mela]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ada Debu di Yamaha]]></title>
<link>http://alonrider.wordpress.com/2009/09/15/ada-debu-di-yamaha/</link>
<pubDate>Tue, 15 Sep 2009 15:09:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>nadi</dc:creator>
<guid>http://alonrider.wordpress.com/2009/09/15/ada-debu-di-yamaha/</guid>
<description><![CDATA[Kejutan bisa hadir dimana saja. Bisa di tikungan kala riding, atau justru ketika segelas air putih t]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignnone size-full wp-image-853" title="debu@yamaha (1)" src="http://alonrider.wordpress.com/files/2009/09/debuyamaha-1.jpg" alt="debu@yamaha (1)" width="450" height="255" /></p>
<p>Kejutan bisa hadir dimana saja. Bisa di tikungan kala riding, atau justru ketika segelas air putih terhidang untuk berbuka puasa. Awalnya adalah sebuah pesan pendek yang masuk ke ponsel saya tadi pagi.  Isinya undangan buka bersama dari  seseorang yang saya anggap “guru spiritual”. Saya niatkan datang karena sudah lama tidak bertemu  beliau pasca pensiun dari pabrik garpu tala  akhir tahun lalu.</p>
<p><!--more-->Di meja bundar bertaplak putih, pandangan saya menyebar berkeliling. Jlep! Mata saya tertumbuk kepada sekumpulan orang muda berambut pirang panjang terikat rapi. Mereka ngobrol santai dengan personil Slank, Abdee Negara, yang menunggu kedatangan anggota Slank lainnya. Di meja seberangnya, beberapa wanita cantik berkerudung asyik mengobrol.</p>
<p>Ya, merekalah personil <a href="http://in.musikdebu.com/history.htm">Debu</a>. Kelompok musik spiritual yang lirik lagunya condong kearah sufistik.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-854" title="debu with abdee slank" src="http://alonrider.wordpress.com/files/2009/09/debu-with-abdee-slank.jpg" alt="debu with abdee slank" width="450" height="312" /></p>
<p>Inilah kejutan itu. Saya sudah lama pengen mendengarkan penampilan live mereka. Beberapa kali saya menonton mereka live di televisi. Tapi belum puas jika tidak nonton langsung. Akhirnya, malam itu, sehabis maghrib, saya pun menikmati musik Debu secara live. Meski hanya dua lagu. Pertama hanya menikmati. Lagu kedua saya rekam melalui kamera digital.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-855" title="debu@yamaha (3)" src="http://alonrider.wordpress.com/files/2009/09/debuyamaha-3.jpg" alt="debu@yamaha (3)" width="450" height="244" /></p>
<p>Kok cuma dua? Satu, masih ada pekerjaan yang kudu dirampungkan. Kedua, kartu memori kamera digital saya yang cuma sejuta megabit itu tak cukup menampung lebih dari dua lagu plus foto-foto. Tak apa, toh keinginan saya untuk menonton langsung  Debu dikabulkan Allah SWT. Padahal, sejujurnya, saya sudah melupakan keinginan itu. Mungkin ini petunjuk Allah SWT, agar saya selalu ingat bahwa manusia itu hanya debu di alam yang maha luas ini. Subhanallah.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sufisme Untuk Perangi Kekerasan]]></title>
<link>http://sufimuda.wordpress.com/2009/08/29/sufisme-untuk-perangi-kekerasan/</link>
<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 02:07:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>SufiMuda</dc:creator>
<guid>http://sufimuda.wordpress.com/2009/08/29/sufisme-untuk-perangi-kekerasan/</guid>
<description><![CDATA[ALGIERS - Setelah bertahun-tahun menggunakan kekuatan kepolisian, melakukan penangkapan, hingga pert]]></description>
<content:encoded><![CDATA[ALGIERS - Setelah bertahun-tahun menggunakan kekuatan kepolisian, melakukan penangkapan, hingga pert]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Come to repentance, come, repent]]></title>
<link>http://towardsenlightment.wordpress.com/2009/07/12/come-to-repentance-come-repent/</link>
<pubDate>Sun, 12 Jul 2009 19:16:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>Savera</dc:creator>
<guid>http://towardsenlightment.wordpress.com/2009/07/12/come-to-repentance-come-repent/</guid>
<description><![CDATA[Heedless one, from sleep awake! Come to repentance; come, repent. To God&#8217;s court yourself beta]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Heedless one, from sleep awake! Come to repentance; come, repent. To God&#8217;s court yourself beta]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Degrees]]></title>
<link>http://towardsenlightment.wordpress.com/2009/07/07/degrees/</link>
<pubDate>Tue, 07 Jul 2009 13:34:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>Savera</dc:creator>
<guid>http://towardsenlightment.wordpress.com/2009/07/07/degrees/</guid>
<description><![CDATA[I love You from within my soul, Your path leads inward beyond rules, Sacred Law and Mystic Path are ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[I love You from within my soul, Your path leads inward beyond rules, Sacred Law and Mystic Path are ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tasawuf]]></title>
<link>http://afriyanto.wordpress.com/2009/07/03/tasawuf/</link>
<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 02:01:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>afriyanto</dc:creator>
<guid>http://afriyanto.wordpress.com/2009/07/03/tasawuf/</guid>
<description><![CDATA[Tasawuf merupakan sebuah konsepsi kemuliaan akhlak dan etika yang paling tinggi dalam Islam. Kemulia]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Tasawuf merupakan sebuah konsepsi kemuliaan akhlak dan etika yang paling tinggi dalam Islam. Kemuliaan akhlak dalam tasawuf direfleksikan dengan &#8220;takluk&#8221; dan &#8220;cinta&#8221; pada sang Khalik dan direalisasikan dengan mencampakkan semua yang berbau ke-duniawi-an. Dunia ini hanyalah fana dan maya, yang abadi dan baka hanyalah Allah swt, destinasi terakhir semua tujuan hidup manusia di bumi ini..</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Ketika kita telah memasuki pada phase, melepaskan semua ikatan dan batasan ke-duniawi-an yang selama ini menjadi hambatan, saat itulah merupakan starting point kita menjadi seorang yang<em> Sufi</em>&#8230;<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><strong><span style="color:#0000ff;">OMAR IBNU ABDUL AZIZ:</span></strong> Omar ibnu Abdul Aziz merupakan seorang khalifah Islam yang arif dan tawadhu&#8217; yang masih mempunyai garis leluhur dari Umar bin Khatabb. Pada masa kekhalifahan Umar Aziz, Islam mencapai kejayaannya dimana pihak kesultanan sangat peduli akan nasib masyarakat <em>marginal </em>di kala itu. Umar ibnu Abdul Aziz adalah seorang sultan yang suffi. Sang Sultan yang awalnya merupakan putra seorang khalifah dan notabene hidup dalam gemerlap kemewahan duniawi, akhirnya menjadi seorang praktikal sufi ketika menjabat sebagai khalifah Islam. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Sang Khalifah dikenal sangat dekat dengan rakyatnya yang jelata bahkan sampai ke level unit rumah tangga miskin. Konon sang Khalifah  melakukan  sosial journey pada malam hari untuk mengetahui real conditions rakyatnya dan tidak menggunakan uang negara untuk kepentingan pribadi atau keluarganya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><strong><span style="color:#000080;">ALKISAH: </span></strong>Ada dua cerita menarik dari Hikayat Sufi yang mungkin sudah basi yang diambil dari kisah-kisah Samarqandy; <span style="color:#000080;"><strong>A.</strong></span> Seorang ahli Ibadah yang telah beribadah selama 70 tahun siang-malam dan larut tengah malam kepada Allah swt, telah dicabut nyawa-nya oleh Malaikat Maut. Sang Ahli Ibadah dalam prosesi-nya menuju Allah, bertanya kepada Malaikat Maut yang redaksinya sbb; <em>Ya, Malaikat apakah hamba termasuk umat yang terpilih dengan amalan-amalan ibadah yang telah hamba lakukan selama 70 tahun?</em> <span style="color:#000080;"><em>Malaikat Maut</em></span>: Allah tidak menerima amalan ibadah mu yang 70 tahun itu tetapi Allah menerima amalan-mu saat kamu memberikan <em>sepotong roti </em>pada seorang yang sedang kelaparan. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;">Kisah ke dua </span><span style="color:#000080;"><strong>B. </strong><span style="color:#000000;">Seorang Pelacur yang berlumuran dosa, pada saat berjalan di malam hari melihat <span style="color:#000080;"><em>seekor anjing </em></span>yang sedang sangat kehausan. Sang Pelacur lalu berinisiatif mengambilkan/menyauk <span style="color:#000080;"><em>air dari parit</em></span> dengan <em><span style="color:#000080;">alas kaki </span></em>yang dia gunakan untuk diminum oleh anjing tersebut. Alkisah, sang pelacur meninggal dunia, lalu Allah menyuruh Malaikat Maut untuk menjemput hamba-nya. Sang Malaikat Maut heran dan bertanya,&#8221; Bukankah si wanita tersebut seorang pendosa, ya Allah?&#8221; &#8220;Semua Dosa wanita pendosa itu sudah terhapus dengan amalan-nya memberikan minum pada anjing yang kehausan.&#8221;</span></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#000080;"><span style="color:#000000;">Dari dua kisah di atas, kisah seorang <span style="color:#000080;"><em>Ahli Ibadah</em></span> dan seorang <em><span style="color:#000080;">pelacur</span></em> dapat ditarik sebuah kesamaan aktivitas yang hanya di ridloi Allah swt yaitu: <em><span style="color:#000080;">ikhlas. <span style="color:#000000;">(1). Beribadah selama 70 tahun tanpa keikhlasan nilainya tidak berarti apa-apa dengan memberikan sepotong roti kepada sang fakir. (2). Dan kemaksiatan yang dilakukan oleh para pendosa, dengan ridlo Allah, dapat terhapuskan dengan keikhlasan memberikan minuman air parit (kotor) pada seekor anjing yang sedang kehausan&#8230;Wallahu alam.</span></span></em><br />
</span></span></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tentang Rumi - part3]]></title>
<link>http://gonggoitem.wordpress.com/2009/06/09/tentang-rumi-part3/</link>
<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 04:56:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>gonggoitem</dc:creator>
<guid>http://gonggoitem.wordpress.com/2009/06/09/tentang-rumi-part3/</guid>
<description><![CDATA[Pengetahuan mengenai ajaran tasawuf tidak ia pelajari sejak usia dini. Masa kecilnya justru lebih ba]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Pengetahuan mengenai ajaran tasawuf tidak ia pelajari sejak usia dini. Masa kecilnya justru lebih ba]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MALIK BIN DINAR]]></title>
<link>http://alhayaat.wordpress.com/2009/05/14/malik-bin-dinar/</link>
<pubDate>Thu, 14 May 2009 14:04:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>Pembela Kebenaran</dc:creator>
<guid>http://alhayaat.wordpress.com/2009/05/14/malik-bin-dinar/</guid>
<description><![CDATA[Oleh : Okta Noviantina (Biologi 2007) MALIK BIN DINAR, seorang sufi asal Persia , meninggalkan kisa ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Oleh : Okta Noviantina (Biologi 2007) MALIK BIN DINAR, seorang sufi asal Persia , meninggalkan kisa ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Be careful when you make a du'a]]></title>
<link>http://towardsenlightment.wordpress.com/2009/04/12/be-careful-when-you-make-a-dua/</link>
<pubDate>Sun, 12 Apr 2009 20:15:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>Savera</dc:creator>
<guid>http://towardsenlightment.wordpress.com/2009/04/12/be-careful-when-you-make-a-dua/</guid>
<description><![CDATA[One sufi has said, &#8220;Once I yearned to leave aside making a living by intermediates  means. I b]]></description>
<content:encoded><![CDATA[One sufi has said, &#8220;Once I yearned to leave aside making a living by intermediates  means. I b]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Away! Up and Away!]]></title>
<link>http://towardsenlightment.wordpress.com/2009/04/09/away-up-and-away/</link>
<pubDate>Thu, 09 Apr 2009 07:18:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>Savera</dc:creator>
<guid>http://towardsenlightment.wordpress.com/2009/04/09/away-up-and-away/</guid>
<description><![CDATA[I reflected on my intention in public teachings, and I saw that it was not directed purely to God, b]]></description>
<content:encoded><![CDATA[I reflected on my intention in public teachings, and I saw that it was not directed purely to God, b]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
