<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>sumsum &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/sumsum/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "sumsum"</description>
	<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 07:32:35 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[(Kumpulan Artikel) Tentang Terapi Transplantasi Sumsum Tulang]]></title>
<link>http://puskesmassimpangempat.wordpress.com/2009/09/17/kumpulan-artikel-tentang-terapi-transplantasi-sumsum-tulang/</link>
<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 19:12:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>puskesmassimpangempat</dc:creator>
<guid>http://puskesmassimpangempat.wordpress.com/2009/09/17/kumpulan-artikel-tentang-terapi-transplantasi-sumsum-tulang/</guid>
<description><![CDATA[Transplantasi Sel Stem Haematopoietica Sumsum tulang merupakan jaringan busa yang ditemukan dalam tu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Transplantasi Sel Stem Haematopoietica Sumsum tulang merupakan jaringan busa yang ditemukan dalam tu]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mandi Kambing (2) .... Kepala!]]></title>
<link>http://makanlagilagimakan.wordpress.com/2009/08/29/mandi-kambing-2-kepala/</link>
<pubDate>Fri, 28 Aug 2009 21:13:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>Iksa</dc:creator>
<guid>http://makanlagilagimakan.wordpress.com/2009/08/29/mandi-kambing-2-kepala/</guid>
<description><![CDATA[Belum puas dengan kunjungan pertama ke Restaurant Hadramout, menimbulkan rasa penasaran yang besar, ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Belum puas dengan kunjungan pertama ke Restaurant Hadramout, menimbulkan rasa penasaran yang besar, ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SUDAH TAHUKAH ANDA TENTANG DARAH ANDA? APA YANG DIPERIKSA DARI DARAH ANDA PADA LABORATORIUM?(kumpulan artikel)]]></title>
<link>http://puskesmassimpangempat.wordpress.com/2009/07/27/sudah-tahukah-anda-tentang-darah-anda-apa-yang-diperiksa-dari-darah-anda-pada-laboratoriumkumpulan-artikel/</link>
<pubDate>Mon, 27 Jul 2009 15:17:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>puskesmassimpangempat</dc:creator>
<guid>http://puskesmassimpangempat.wordpress.com/2009/07/27/sudah-tahukah-anda-tentang-darah-anda-apa-yang-diperiksa-dari-darah-anda-pada-laboratoriumkumpulan-artikel/</guid>
<description><![CDATA[DARAH LENGKAP (Whole Blood) Darah lengkap ada 3 macam. Yaitu : 1. Darah segar Yaitu darah yang baru ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[DARAH LENGKAP (Whole Blood) Darah lengkap ada 3 macam. Yaitu : 1. Darah segar Yaitu darah yang baru ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Leukimia]]></title>
<link>http://muhammadha5an.wordpress.com/2009/05/11/leukimia/</link>
<pubDate>Mon, 11 May 2009 19:13:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>San</dc:creator>
<guid>http://muhammadha5an.wordpress.com/2009/05/11/leukimia/</guid>
<description><![CDATA[Leukemia merupakan satu jenis kanker yang menggerogoti sel-sel darah putih dimana sel-sel darah puti]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Leukemia merupakan satu jenis kanker yang menggerogoti sel-sel darah putih dimana sel-sel darah putih ini merupakan sel yang melawan infeksi di dalam tubuh dan diproduksi di dalam sumsum tulang, suatu jaringan berbentuk seperti spons yang berada di tengah-tengah tulang. <!--more-->Pada leukimia, sel darah putih menggandakan diri dengan cara tidak normal dan tak terkendali. Sel-sel ini secara berkelanjutan mengambil alih tempat dari bagian-bagian lain yang secara normal membentuk darah. Hanya terdapat ruang kecil di dalam sumsum tulang  bagi jenis lain sel-sel darah dan sel-sel darah baru yang diproduksi. Hal ini dapat menyebabkan kekurangan sel darah merah (anemia), pendarahan hebat (karena penggumpalan darah secara normal tidak terjadi), atau infeksi serius sebagai hasil dari sistem kekebalan yang melemah (kekurangan sel darah putih).</p>
<p style="text-align:justify;">Terdapat jenis-jenis leukimia yang berbeda-beda, tergantung atas jenis-jenis sel darah putih apa yang terlibat dan bagaimana hal itu dipengaruhi. Dua kelompok utama yaitu :</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Leukimia kronis, yang mana hal ini bisa jadi ada      dengan gejala-gejala selama beberapa tahun. Pada leukimia <em>lymphocytic</em><em>myeloid</em> kronis, terdapat produksi suatu jenis lain sel darah putih yang disebut <em>myeloid</em> atau granulosit secara      berlebih. Sel-sel ini menjadi tidak normal sehingga tidak mampu mengemban      fungsi normal sel-sel darah putih, seperti melawan infeksi. Sel-sel darah      putih ini juga berumur lebih panjang sehingga setelah periode waktu      tertentu, sel darah putih abnormal ini menggantikan sel-sel yang berfungsi      secara penuh (sel darah putih, merh dan platelet) di dalam sumsum tulang.      Jenis leukimia ini merupakan proses lambat dan berubah menjadi lebih buruk      setelah beberapa waktu. kronis (CLL), terdapat      peningkatan jumlah suatu jenis sel-sel darah putih yang disebut limposit.      Sedangkan pada leukimia</li>
<li>Leukimia akut, yang mana jenis ini lebih agresif      dan berkembang secara cepat. Pada leukimia <em>lymphoblastic</em> akut (ALL), terdapat produksi berlebihan atas      limposit yang belum dewasa (<em>immature      lymphocyte</em>) yang disebut <em>lymphoblast. </em>Sementara pada leukimia myeloid akut (AML), terdapat produksi yang      berlebihan sel-sel darah putih myeloid yang belum dewasa. Secara umum,      sel-sel darah melakukan reproduksi sangat cepat, sehingga sel-sel darah      putih tersebut tidak cukup dewasa untuk menjalankan tugas-tugas dan fungsinya      dalam sistem kekebalan. Leukimia ini merupakan proses yang lebih cepat      dibandingkan pada leukimia kronis.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Leukimia merupakan kanker yang paling umum pada anak-anak, yang menyebabkan sekitar sepertiga dari kasus kanker anak-anak. Tetapi terdapat jauh lebih banyak kasus pada orang dewasa. Leukimia yang paling umum ditemui pada anak-anak adalah leukimia lymphoblastic akut (ALL) tetapi kasus leukimia yang paling umum secara overall adalah leukimia <em>lymphocytic</em> kronis (CLL).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Gejala-gejala</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Leukimia akut berjalan secara tiba-tiba dan bisa menyebabkan seseorang merasakan sakit yang sangat hanya dalam beberapa hari atau minggu. Gejala-gejalanya antara lain :</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Kulit pucat (karena anemia)</li>
<li>Infeksi yang berulang-ulang, seperti sakit      tenggorokan</li>
<li>Pendarahan abnormal yang keluar dari gusi dan      kulit</li>
<li>Periode yang berat pada wanita</li>
<li>Kehilangan nafsu makan dan berat badan</li>
<li>Gejala-gejala seperti flu, antara lain kecapekan      dan tidak enak badan</li>
<li>Luka di tulang sendi (kadang-kadang disalahartikan      sebagai luka yang tumbuh, pada nak-anak)</li>
<li>Pendarahan hidung</li>
<li>Lebih mudah mendapat memar dari biasanya tanpa      sebab yang jelas.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Disamping lebih mudah terkena memar, bintik-bintik merah kecil yang disebut <em>petechiae</em> bisa jadi muncul pada lengan atau pada mulut.</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara leukimia kronis berjalan secara pelan dengan perasaan kecapekan yang bertahap. Limpa (suatu organ yang berada di dalam perut sebelah kiri atas yang merupakan bagian dari sistem kekebalan) tumbuh smpai menjadi besar, yang menyebabkan beban dan luka di sisi kir atas bagian perut. Gejala-gejala lain meliputi :</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Kehilangan berat badan secara bertahap</li>
<li>Nyeri pada tulang</li>
<li>Pendarahan hidung</li>
<li>Ereksi yang lama dan tak diinginkan (<em>priapism</em>) pada pria</li>
<li>Demam, mengucur keringat dan</li>
<li>Demam, keringat deras dan keringat pada malam      hari</li>
<li>Kelenjar getah bening yang membengkak terutama      pada leher, kunci paha dan ketiak.</li>
<li>Mudah memar</li>
<li>Kekurangan energi</li>
<li>Nafas tertahan</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Kadang-kadang tahap awal pada leukimia kronis tidak terdapat gejala dan kondisi hanya ditemukan pada saat tes darah yang dilakukan secara rutin.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Penyebab</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Untuk kebanyakan leukimia, tak ada penyebab tunggal khusus yang diketahui. Agaknya pada kebanyakan kasus sejumlah faktor yang berbeda berkombinasi menjadi penyebab penyakit tersebut. Faktor-faktor ini antara lain genetika, <a title="radiasi" href="http://muhammadha5an.wordpress.com/2009/03/16/semakin-dekat-dengan-pembangkit-listrik-nuklir-semakin-besar-resiko-terkena-leukemia-dan-kanker/" target="_blank">radiasi</a>, bahan kimia yang berada di lingkungan dan virus yang menyebabkan kanker, dan barang kali masih terdapat penyebab lain yang belum diketahui.</p>
<p style="text-align:justify;">Penyebab beberapa leukimia saat ini sudah dipahami secara baik. Sebagai contoh, sel-sel leukimia pada beberapa orang dengan penyakit leukimia myeloid kronis berisi kromosom abnormal yang disebut kromosom philadelphia (karena digambarkan pertama kali di philadelphia). Kromosom ini menyebabkan protein yang terbentuk bertentangan dengan cara bekerja sel-sel darah putih yang dibentuk di dalam sumsum tulang. Tetapi informasi kromosom ini tidak terwarisi dan tidak menurun pada anak.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Exposure</em> pada level tertentu sangat mungkin meningkatkan resiko leukimia, termasuk :</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Dosis tinggi radiasi, seperti <a title="radiasi nuklir" href="http://muhammadha5an.wordpress.com/2009/03/16/semakin-dekat-dengan-pembangkit-listrik-nuklir-semakin-besar-resiko-terkena-leukemia-dan-kanker/" target="_blank">radiasi nuklir</a>, USG      dan sinar x</li>
<li>Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati kanker      tertentu</li>
<li>Beberapa bahan kimia industri (seperti benzene,      yang ditemukan di dalam penyulingan minyak dan industri karet)</li>
<li>Virus-virus tertentu</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Leukimia yang disebabkan oleh <a title="radiasi atom/nuklir" href="http://muhammadha5an.wordpress.com/2009/03/16/semakin-dekat-dengan-pembangkit-listrik-nuklir-semakin-besar-resiko-terkena-leukemia-dan-kanker/" target="_blank">radiasi atom/nuklir</a> adalah leukimia myeloid dan leukimia lymphoblastic akut, tidak pernah terjadi leukimia <em>lyphocytic</em> kronis.</p>
<p style="text-align:justify;">Walaupun kanker tidak diturunkan dari orang tua kepada anak, tetapi faktor genetis tetap mempunyai efek. Jika salah satu dari sepasang orang kembar identik terkena leukimia, pada perbandingan satu diantara empat kasus, kembar identik satunya juga akan terkena leukimia dalam beberapa bulan atau  minggu. Orang-orang dengan <em>disorder</em> genetik tertentu, termasuk sindrom Down dan anemia Fanconis, dikenal memiliki resiko terkena leukimia yang lebih tinggi.</p>
<p style="text-align:justify;">Merokok dan ekspos pada medan elektromagnetik kadang-kadang dibicarakan sebagai kemungkinan penyebab leukimia, tetapi tidak ada bukti cukup yang mendukung hal ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Diagnosa</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ketika seseorang dengan gejala leukimia sampai pada GP mereka, mereka biasanya akan diuji secara fisik. Kemudian dilakukan tes darah, yang mana biasanya akan menunjukkan gejala anemia (sel darah merah yang terlalu sedikit) dan sel-sel darah putih yang telah terdeformasi. Melalui pengujian kenampakan sel darah putih menggunakan mikroskop, jenis eksak dari leukimia dapat diidentifikasi, sehingga pengobatan yang paling cocok dapat diberikan. Kadang-kadang juga perlu menjalani tes sumsum tulang untuk mengonfirmasi diagnosis atau menguji jenis leukimia. Setelah dilakukan anestesis lokal, jarum suntik dimasukkan melewati kulit dan menuju tulang dan sejumlah kecil sampel dari dalam tulang yang berupa sumsum diambil. Sampel tersebut biasanya diambil dari bagian belakang tulang pinggul atau kadang-kadang tulang dada. Prosedur ini kira-kira memakan waktu 10-20 menit.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pengobatan </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>a.) </strong><strong>Kemoterapi</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pengobatan pertama kali untuk segala jenis leukimia biasanya kemoterapi. Hal ini merupakan penanganan obat yang ampuh untuk membunuh sel-sel leukimia. Obat-obatan kemoterapibisa diberikan dalam bentuk tablet atau disuntikkan secara langsung ke dalam pembuluh darah. Kadang-kadang obat-obatan ini juga diinjeksikan langsung ke dalam cairan sekitar otak dan jaringan syaraf dalam tulang punggung, untuk merusak sel-sel yang berada di dalam sistem <em>nervous</em>. Bagaimana mendapat obat hal ini tergantung pada apakah suatu leukimia merupakan jenis akut atau kronis, dan pada tahapan pengobatan apa seorang pasien berada.</p>
<p style="text-align:justify;">Tahapan pertama dari kemoterapi disebut induksi, yang terdiri dari beberapa sesi yang masing-masing berakhir pada beberapa hari, dengan periode jeda beberapa minggu. Tahapan induksi merupakan periode terapi intensif dan biasanya dilakukan untuk membunuh kebanyakn sel-sel yang menimbulkan kanker. Tahapan induksi biasanya diikuti dengan satu atau dua siklus pengobatan lebih lanjut. Ini merupakan tahapan intensifikasi atau konsolidasi, dan bertujuan meningkatkan kesempatan perawatan dengan melanjutkan perusakan sel-sel leukimia. Pada tahap induksi dan konsolidasi, obat-obatan kemoterapi biasanya diinjeksikan langsung ke dalam pembuluh darah. Dan selanjutnya terdapat tahapan terapi perawatan. Tahapan ini kurang intensif dan obat-obatan diberikan dalam tablet. Hal ini dapat berlanjut selama dua tahun dan ditujukan untuk membunuh sel-sel leukimia yang tersisa. Obat-obatan steroid kadang-kadang diberikan pada waktu yang bersamaan dengan kemoterapi, untuk membantu merusak sel-sel leukimia.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>b.) </strong><strong>Transplantasi sumsum tulang</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Transplantasi sumsum tulang juga digunakan untuk mengobati pasien leukimia. Ini dapat digunakan penghubung dengan kemoterapi untuk meningkatkan kesempatan pasien sembuh. Transplantasi ini dilakukan dengan menyediakan satu set baru <em>stem cell</em> (sel-sel pembentuk darah) yang bisa menghasilkan sel darah putih dan sel darah merah sehat. Sebelum transplantasi dilakukan, sumsum tulang abnormal pasien dihancurkan melalui radiasi badan secara total, dengan kombinasi <em>drug cyclophosphamide</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Transplantasi sumsum tulang membutuhkan donor yang sesuai (yang memiliki sel-sel yang kompatibel dengan pasien) untuk mendonasikan beberapa <em>stem cell</em> mereka. Donor yang sesuai bisa jadi ditemukan diantara kerabat dekat seperti saudara kandung, atau bisa dari donor yang tidak berkerabat.</p>
<p style="text-align:justify;">Baca juga :</p>
<h3><strong><a title="Radiasi dan Kesehatan Manusia" rel="bookmark" href="../2009/04/17/radiasi-dan-kesehatan-manusia/" target="_blank">Radiasi dan Kesehatan Manusia</a></strong></h3>
<p style="text-align:justify;"><a title="semakin dekat dengan pembangkit listrik nuklir semakin besar resiko terkena leukemia dan kanker" href="http://muhammadha5an.wordpress.com/2009/03/16/semakin-dekat-dengan-pembangkit-listrik-nuklir-semakin-besar-resiko-terkena-leukemia-dan-kanker/" target="_blank">Semakin Dekat dengan Pembangkit Listrik Nuklir Semakin Besar Resiko Terkena Leukemia dan Kanker</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[nafas panjang berulang-ulang]]></title>
<link>http://sahhala.wordpress.com/2009/04/15/nafas-panjang-berulang-ulang/</link>
<pubDate>Wed, 15 Apr 2009 00:45:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>sahhala</dc:creator>
<guid>http://sahhala.wordpress.com/2009/04/15/nafas-panjang-berulang-ulang/</guid>
<description><![CDATA[terus terang, aku sebel menjalani 3,5 bulan terakhir ini. aku punya 33 agenda yang mestinya membuat ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>terus terang, aku sebel menjalani 3,5 bulan terakhir ini. aku punya 33 agenda yang mestinya membuat bahagia, tapi ternyata tidak. 80% dari agenda itu memang berjalan, tp hasilnya hanya membuat nafas panjang berulang-ulang.</p>
<p>cuma dua agenda yang membikin saya lega. pertama, saya dapat lagi mengikuti perayaan maulid nabi di kampung, setelah 12 maulid tak pernah saya ikuti.</p>
<p>yang kedua,  saya dapat mengikuti kursus narasi di eka tjipta foundation.</p>
<p>kursus ini kujalani sebetulny cuma kebetulan saja. tak ada rencanya sebelumnya. tapi alhamdulillah, bisa kuikuti semua sesi dengan baik, kecuali sekali pertemuan saja tak bisa datang. kursus dimulai sabtu tanggal 21 februari. dan akan dipungkasi sabtu yang akan datang, 18 april. semoga saja di penghujung kursus ada yang menejutkan.</p>
<p>hari ini adalah bulan ke-15 di bulan april. catur wulan pertama di 2009 akan berakhir 15 hari lagi. aku bersyukur, 3,5 bulan dalam tahun 2009 telah aku lewati. saya berharap, 3,5 bulan terakhir tak akan kembali. tuhan, jangan kau hadirkan lagi januari, februari, maret, dan 1-14 april 2009. sehingga tak ada lagi nafas panjang berulang-ulang.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kisah Pendonor Sumsum dan Pemerkosa]]></title>
<link>http://freddysetiawan.wordpress.com/2009/04/01/kisah-pendonor-sumsum-dan-pemerkosa/</link>
<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 17:00:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>freddysetiawan</dc:creator>
<guid>http://freddysetiawan.wordpress.com/2009/04/01/kisah-pendonor-sumsum-dan-pemerkosa/</guid>
<description><![CDATA[Berikut adalah di balik cerita Pedonor sumsum tulang belakang dan pelaku pemerkosaan. Di suatu Koran]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Berikut adalah di balik cerita Pedonor sumsum tulang belakang dan pelaku pemerkosaan. Di suatu Koran]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ Kyai Ali Maksum: Meniru Nabi, Memupuk Cintanya*]]></title>
<link>http://sahhala.wordpress.com/2009/03/19/kyai-ali-maksummeniru-nabi-memupuk-cintanya/</link>
<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 09:07:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>sahhala</dc:creator>
<guid>http://sahhala.wordpress.com/2009/03/19/kyai-ali-maksummeniru-nabi-memupuk-cintanya/</guid>
<description><![CDATA[Rasa mahabbah terhadap Rasulullah SAW. adalah masalah yang sangat prinsipil. Mengapa begitu? Ya, kar]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Rasa mahabbah terhadap Rasulullah SAW. adalah masalah yang sangat prinsipil. Mengapa begitu? Ya, karena iman kita tidak akan ada artinya bila belum menempatkan Rasullulah SAW. sebagai orang yang paling dicintai dan disayangi. Sebab Rasulullah adalah penunjuk ke jalan yang benar dan penegak keadilan. Tanpa terutusnya beliau kita akan sesat dan tidak akan bisa selamat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Karena teramat prinsipilnya rasa mahabbah tersebut, maka wajarlah bila orang yang memilikinya akan mendapat kemulyaan di sisi Allah SWT. Pernah suatu saat ada seorang Badui datang dari dusun pedalaman dengan pakaian yang compang-camping, kancing baju terlepas, rambut tanpa terjamah sisir, dan kaki bertelanjang tanpa alas. Di hadapan Rasullulah SAW ia bertanya, &#8220;Muhammad, kapan kiamat? Kapan terjadi kiamat?&#8221;. Nabi tertegun dibuatnya, ada orang kok menanyakan datangnya kiamat.Lalu Rasulullah SAW bertanya, &#8220;Lho, anda datang tanya kiamat, apakah anda telah siap dengan amal yang banyak?&#8221;. Lelaki Badui itu menjawab, &#8221; Ya Rasulullah, saya ini orang dusun yang mengenal Islam belum lama, shalat belum sempurna, puasa belum sempurna, shadaqah-zakat belum, apalgi haji, karena saya orang melarat. Namun begini Rasul, saya cuma bermodalkan satu, yaitu saya senantiasa berangan-angan, melamun, kapan saya dapat bertemu Muhammad Rasullulah. Jadi cuma rasa mahabbah kepada engkau wahai Rasul.&#8221; Rasulullah kemudian menyahut,&#8221;Engkau akan bersama orang yang engkau cintai&#8221;.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"><!--more--><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Rasa mahabbah kepada Rasulullah merupakan salah satu syafa&#8217;at nyata. Tak ada kecualinya bagi Abu Lahab, dia adalah orang kafir yang sangat memusuhi Rasulullah, sehingga disebut, diolok-olok dan dicaci maki namanya dalam Al-Qur&#8217;an yang dibaca oleh umat Islam seluruh dunia sebagai ibadah yang besar sekali pahalanya. Namun dengan hanya sedikit bukti rasa mahabbah dan gembira atas kelahiran Rasullulah, yaitu waktu mendengar Rasulullah lahir, dia gembira dan berjingkrak-jingkrak, sampai-sampai Ummu &#8216;Aiman yang membawa berita kelahiran mendapat anugerah dimerdekakan. Hanya karena sedikit rasa mahabbah itulah, Abu Lahab dikeluarkan dari siksa neraka pada setiap hari Senin, hari kelahiran Rasul SAW, semacam liburan dari siksa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><img class="alignleft size-medium wp-image-379" title="kiai-ali" src="http://sahhala.wordpress.com/files/2009/03/kiai-ali.jpg?w=300" alt="kiai-ali" width="300" height="225" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Cukupkah orang yang mengaku cinta, apalagi cinta kepada Rasul hanya mengatakan, &#8220;AKU CINTA PADAMU&#8221;? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Tidak, tidak cukup!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Akan tetapi harus disertai bukti yang nyata. Harus ada alasan yang rasional dan ma&#8217;qul. Seperti seorang shufiyah Rabi&#8217;ah Al-Adawiyah, saking cintanya kepada Allah SWT, sampai ia bersyair :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Aku cintai Engkau dengan dua cinta</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Cinta asmara dan cinta memang Engkau selayaknya dicintai</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Adapun cinta asmara, aku senantiasa mengingat-Mu dan melupakan selain Kau</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Adapun cinta yang memang Engkau selayaknya dicintai,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Kau telah membuka tabir diriku, sehingga aku tahu siapa Engkau</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Tiada pantas puji untukku dalam ini dan itu,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Tapi puji adalah untuk-Mu dalam segal-galanya.Jadi Rabi&#8217;ah Al-Adawiyah mencintai Allah SWT dengan dua macam cinta. Pertama : yang irasional, yaitu dorongan asmara yang biasanya diwujudkan dalam lamunan, khayal dan impian. Kedua : yang rasional, yaitu melihat dengan rasa kagum terhadap sifat-Nya, sehingga dengan cinta inilah, Rabi&#8217;ah patuh dan taat terhadap segala perintah dan larangan-Nya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Begitu juga halnya dalam mencintai terhadap Rasulullah SAW, dengan dua macam cinta. Pertama karena dorongan asmara. Manifestasi dari rasa cinta ini dapat terwujud antara lain : kita senantiasa mengingatnya, yaitu dengan memperbanyak membaca sholawat dan mengamalkan apa yang tertera dalam qasidah Barzanji, Diba&#8217;iy. Jadi orang yang paling kikir bagi Rasulullah adalah orang yang paling enggan membaca sholawat, apalagi sampai antipati terhadap sholawat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Berbicara tentang cinta itu memang asyik. Karena hanya satu patah kata, yaitu CINTA, maka jarak jauh bisa menjadi dekat, gunung dapat meletus dan bumi bisa dilipat. Dikatakan bahwa orang itu akan selalu taaat kepada siapa yang ia cintai Bahkan saking cintanya dia dalam taat sampai kehilangan kontrol diri. Bagaimana tidak, misalnya seorang pemuda yang karena mencintai gadis, maka apa pun ia lakukan untuk dapat bertemu dan mendapatkannya. Hujan tidak jadi soal, petir yang menyambar-nyambar tidak terdengar, gelap gulita bukan rintangan, bahkan sakit bisa menjadi sembuh seketika. Lapar dan haus tidak terasa. Yah, memang cinta itu segala-galanya. Orang sudah sering bilang : Love is blind! (cinta itu buta-red). Karena cinta maka sentuhan jadi nikmat dan ludah terasa buah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Ada cerita, seorang pemuda mendapat surat dari kekasihnya, belum lagi surat itu dibuka, perangko dilepas lalu ditelan. Dalam membalas surat itu, dinyatakan bahwa perangkonya telah ia telan. Justru ia menelannya karena berkeyakinan bahwa waktu menempelkan dulu memakai ludah kekasihnya. Jadi hitung-hitung menelan ludah kekasihnya walaupun sudah kering. Selanjutnya dalam surat balasan kekasihnya, dinmyatakan terima kasih atas kemurnian cintanya. Tapi ma&#8217;af, bahwa yang menempelkan perangko dulu bukan dia sendiri, akan tetapi tukang becak sebelah rumah yang disuruh untuk mengeposkan. Karuan saja pemuda tadi nyengir kecut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Nah, mestinya tingkat cinta seperti itu dapat kita terapkan dalm mencintai Nabi SAW. Kita harus taat penuh dan selalu teringat kepada beliau, juga sering menyebut-nyebut nama beliau. Bahkan sahabat Bilal pernah diperintah membuang kencing Nabi, tetapi setelah dibawa pergi ternyata diminum , bukan dibuang. Ketika ditanya, Bilal menjawab bahwa perbuatan itu dilakukan karena cintanya kepada Nabi SAW.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Diantara perwujudan dari cinta, ia senantiasa mengimpi-impikan untuk bertemu dalam impian. Maka dalam cinta kepada Nabi SAW juga harus begitu, apabila kita bertemu dengan Nabi SAW, maka itulah rupa Nabi Muhammad yang sebenarnya. Beliau pernah bersabda yang artinya, &#8220;Barang siapa mimpi bertemu aku, maka sungguh ia telah tahu kenyataan (itulah saya yang sebenarnya), karena syetan tidak dapat menyerupai saya.&#8221; Dan orang yang mimpi bertemu Rasulullah SAW itu sebagai tanda alamat bahwa Insya Allah termasuk ahlul jannah , sebab Rasulullah pernah bersabda yang artinya : &#8220;Barang siapa bermimpi ketemu aku dalam tidurnya, maka akan bertemu aku di sorga.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Maka kesimpulan dari rasa mahabbah terhadap Rasulullah itu mengandung beberapa keuntungan, diantaranya :</span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;">Dengan      rasa mahabbah kepada Rasulullah, maka akan membuat kita ringan dalam      menjalankan segala apa yang dikatakan beliau.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;">Dengan      rasa mahabbah kepada Rasulullah, maka kita pasti dapat mimpi bertemu      Rasulullah SAW.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Yang perlu menjadi catatan bagi generasi muda, generasi penerus adalah bagaimana perjuangan Rasulullah. Bagaimana prinsip dalam berjuang yang memang dituntut untuk menirunya. Mengapa Rasulullah seorang anak yatim, penggembala kambing, seorang diri dapat sukses dengan gemilang dalam perjuangan, dapat merubah dunia tradisional jahiliyah menjadi negara modern (bentuk negara yang baik), dapat merubah masyarakat animisme menjadi masyarakat religius, itu semua tidak lain adalah karena Rasulullah SAW senantiasa berjalan di atas rel-rel yang telah digariskan oleh Allah SWT.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Dalam beberapa ayat dari S. Al-Mudatsir : 1-7, Allah memerintahkan Nabi Muhammad untuk berjuang pun dibarengi lima pedoman yang senantiasa harus dipegangi dalam berjuang, yaitu : takbirullah (mengagungkan Allah), membersihkan pakaian, menjauhi perbuatan dosa, menjauhi pamrih dan sabar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Pertama : takbirullah senantiasa terpateri perasaan keagungan Allah SWT, takut terhadap Allah. Orang yang senantiasa mempunyai rasa takbirullah ia akan mempunyai idealisme yang kuat, pendirian yang kokoh. Tak akan rontok oleh hempasan ombak dan tiupan badai. Seribu tantangan kunjung datang, ia tak akan mundur dan tak gentar. Seribu rayuan datang, ia tak akan terbujuk.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Rasulullah adalah kekasih Tuhan, namun ternyata tidak habis-habisnya dalam derita dan coba. Apakah beliau lantas mundur dan menyesal dengan berkata : &#8220;Wahai Tuhan, aku adalah kekasih-Mu, mengapa senantiasa dalam derita?&#8221;. Tidak, tidak begitu. Ternyata Rasulullah SAW mempunyai idealisme yang kuat dan kokoh, yang tidak goyah akan hempasan ombak, sampai-sampai orang-orang kafir kewalahan, bingung dan pusing menghadapi beliau. Yang akhirnya setelah tidak mempan dengan kekerasan, mereka memakai tehnik politis, yakni mengajak toleransi. Mereka berkata, &#8220;Hai Muhammad, kita akan menyembah apa yang kamu sembah, dan engkau menyembah apa yang kami sembah. Kita bersekutu dalam suatu perkara, apabila yang engkau sembah lebih baik, sungguh kami telah mengambil bagian dari padanya. Dan apabila yang kami sembah lebih baik, sungguh engkau telah mengambil bagian dari padanya.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Manis bujukannya, dan taktis juga. Namun politik orang kafir yang cukup diplomatis, yang mereka sangka sangat jitu dan manjur itu dapat dipatahkan dengan tegas oleh Allah dalam firman-Nya S. Al-Kafirun : 1-6.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Contoh lain adalah Imam Syafi&#8217;i, Hanbali, Hanafi dan Maliki. Babaskah beliau dari derita-derita? Tidak. Sebab ternyata dalam mempertahankan idealismenya, Imam Syafi&#8217;i pernah disiksa dengan diborgol di belakang onta berjalan dari Yaman sampai Baghdad. Imam Hanbali dicambuk oleh algojo khalifah sampai celana beliau akan lepas. Imam Hanafi dipenjara dan dicambuki seratus sepuluh kali, akhirnya disuruh minum racun dengan paksa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Kedua : suci dari noda-noda bathiniyah dan dlahiriyah. Dalam ini Sayid Qutub menafsirkan dengan thaharatul qalb wal khuluq wal &#8216;amal. Seorang pejuang hati, akhlaq dan amalnya harus bersih. Ia tidak ambisi, tidak ada rasa sentimen, maupun dendam. Dia bukan seorang hipokrit ataupun munafik. Apa yang terlihat di luar itulah yang ada di dalam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Ketiga : Menjauhkan diri dari maksiat Rasulullah terhindar dari maksiat. Beliau selalu memberikan contoh dalam perbuatan baik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Keempat : Jauh dari pamrih .Dengan berjuang hanya karena mencari ridla Allah SWT, bukan karena ingin mendapat pengaruh, mencari fasilitas, mencari keuntungan pribadi dan juga bukan hal-hal yang lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Sewaktu orang kafir telah bosan dengan mengintimidasi Rasul, mereka pun membujuk dengan pangkat, harta dan wanita, tetapi tetap tidak goyah. Pada waktu itu banyak nian orang yang masuk Islam hanya ingin mencari kedudukan, karena Islam menang. Ada juga orang yang takut terhadap Islam, karena khawatir pangkatnya lepas. Dia adalah macam manusia serigala, tetapi setelah dikasih harta mereka diam. Ia luntur. Lain halnya dengan Nabi SAW, beliau adalah laksana mutiara, di mana pun akan tetap menyala.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Mereka juga membuat masjid-masjid yang indah, tetapi hanya ingin memikat orang-orang Islam. Orang-orang yang masuk ke sana bukannya dididik baik, tetapi dijadikan jangkrik, maksudnya setelah ia dipelihara, ia disuruh tarung beradu sesame jangkrik. Kalau menang majikannya yang beruntung, dan jangkrik menjadi korban.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Kelima : Sabar, tahan uji Berapa kali Nabi SAW disakiti, namun toh tetap sabar dan akhirnya menang. Nabi menyadari bahwa perjuangan tidak akan sekaligus membawa kemenangan dan keadilan tak akan sekaligus berhasil, akan tetapi memerlukan kesabaran dan keuletan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Dalam Al-Qur&#8217;an , ayat-ayat yang mengandung ajaran sabar itu ada 70 ayat. Justru karena sabar adalah satu-satunya senjata untuk suksesnya dakwah, dan amar ma&#8217;ruf nahi munkar. Sebagaimana tersebut dalam S. Al-Ashr setelah ayat watawashau bil haqqi dengan amar ma&#8217;ruf nahi munkar, lalu diakhiri dengan watawashau bis shobri semakin menunjukkan satu-satunya syarat amar ma&#8217;ruf nahi munkar harus dengan sabar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Maka pemudalah sebagai penerus yang akan menjadi rijalul mustaqbal, pemimpin di hari-hari depan ini harus dihayati benar-benar untuk mempersiapkan dirinya. Pemuda harus mempunyai cita-cita yang tinggi, penuh ide-ide, dan menyerap banyak ilmu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Pemuda harus memahami masa kini, memahami keberhasilan tokoh-tokoh dahulu, sebab-sebab kegagalan dan kekurangan mereka. Apa dan mengapa? Demikianlah kalau memang si pemuda ingin menjadi rijalul mustaqbal yang benar-benar tangguh. Jangan rijal yang tanggung-tanggung. Tangguh itu tabah, tidak goyah karena cobaan-cobaan dan tidak berpindah perjalanan yang tidak semestinya, karena di sana ada harapan-harapan. Jadi pemuda harus mempunyai keyakinan yang mantap, dan segera membentuk dirinya kepribadian yang tetap. (edited by fahmi)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"> </span><span style="font-size:14pt;">*) </span><span style="font-size:10pt;">Judul dari tim web krapyak. Aslinya adalah ceramah yang disampaikan oleh Alm. KH. Ali Maksum pada Pengajian Maulid Nabi PP. Darul Rahman Jakarta Selatan (15 Robiul Akhir 1408 H./6 Desember 1987. foto diambil dari alhamidiyah.com<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN"> </span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KELAS MENULIS 1]]></title>
<link>http://sahhala.wordpress.com/2009/03/05/kelas-menulis-1/</link>
<pubDate>Thu, 05 Mar 2009 02:25:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>sahhala</dc:creator>
<guid>http://sahhala.wordpress.com/2009/03/05/kelas-menulis-1/</guid>
<description><![CDATA[Tulisan ini didedikasikan untuk: +SMN Losari I +MA Ali Mashum  +Mading +Majalah Khourul Ummah +Pondo]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Tulisan ini didedikasikan untuk:</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">+SMN Losari I<span> </span>+MA Ali Mashum  +Mading </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><span>+</span>Majalah Khourul Ummah<span> +</span>Pondok Pesantren Krapyak<span> </span>+Buletin KSC  +Pondok Pesantren Nurul Ummah<span> </span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">+Zainal Arifin Thoha (almarhum)     +LKiS</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><span>+</span>Buletin Jumat Al-Ikhtilaf   +Jurnal Asy-Syir’ah<span> </span>+Pustaka Pesantren<span> +</span>PP Lakpesdam NU<span> </span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">+Jurnal Tashwirul Afkar   +Eka Tjipta Foundation<span> </span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">+Dll.</span></em></strong><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="IN">Siang hari tadi, Sabtu 28 Februari 2009, adalah pertemuan kedua untuk kursus jurnalistik narasi. Saya datang ke lokasi tepat pukul 9.15, empat puluh lima menit sebelum kelas dimulai. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="IN">Saya sengaja datang lebih awal, menghindari hujan yang tampaknya akan turun lagi. Ketika berangkat pun sebenarnya sudah gerimis lagi. Titik-titik air menempel di kaca helm. Berkali-kali sapu tangan yang baru dicuci terpaksa kupakai untuk mengelapnya. Untunglah, aku sudah sampai sebelum hujan datang. Sejak semalam Jakarta memang diguyur hujan. Dan kayaknya, baru </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">reda </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="IN">subuh tadi. Saat aku keluar untuk beli <em>intel</em> (indomie telor) di warung Burjo sebelah pukul 6.30</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">,</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="IN"> jalan masih basah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="IN">Sesampai di lobby Wisma BII –tempat kur</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">s</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="IN">us </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">dilaksanakan,</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="IN"> aku tidak langsung meluncur ke ruang kursus di lantai 39. Aku berdiri di depan pagar lobby yang melingkar. <span> </span>Aku melihat orang lalu-lalang, melirik para satpam yang sigap memeriksa tas-tas pengunjung gedung, menatap ke bawah, ke lingkaran kolan yang kering. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="IN"><!--more--><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="IN">Oh, di lobby, aku juga menyaksikan para teknisi yang sedang memasang tiga lampu dekorasi yang sangat besar. Mereka tampak seperti sedang bermain sirkus. Dua berdiri di atas tangga baja berbentuk kotak yang tingginya tak kurang dari </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">tiga belas </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="IN">meter. Tak lama<span> </span>kemudian, tangga ditarik </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">enam</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="IN"> orang yang ada di bawah. Arah mereka mengikuti teriakan seorang yang mengenakan batik lengan panjang, yang berdiri agak jauh dari tangga. Pergeseran tangga tersebut mengeluarkan kernyitan yang linu di telinga.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="IN">***</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="IN">Aku meluncur ke lantai 39, lantai pemungkas Wisma BII yang berarsitek modern. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">“</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="IN">Weeh! Kok ruangannya digembok?</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">”</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="IN"> Ruangan di depannya yang lebih besar terbuka. Tapi aku tak menjumpai siapa-siapa, kecuali beberapa orang berseragam cokelat-cokelat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="IN">“<em>Kagak tau</em>, Mas,” jawab laki-laki jangkung </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">menjawab pertanyaanku, </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="IN">sambil memutar-mutar mesin di lantai karpet.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="IN">Aku baru inget, tempat kursus dipindah. Tapi ada di mana? Uh, sialan! <em>lali tenan</em> Aku!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="IN">Aku turun di ke lantai 33, menuju kantor <em>Eka Tjipta Foundation</em> (ETF), yayasan yang menyelenggarakan kursus ini. Siapa tahu di sana ada panitia. Lebih sial</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">!</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">“D</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="IN">i sana gelap</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">, Bro</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="IN">.</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">”</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Lalu a</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="IN">ku SMS Bung Wai, teman PP Lakpesdam </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">NU </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="IN">yang menjadi salah satu peserta resmi kursus ini. </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">D</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="IN">ialah yang menyarankan aku mengikuti kursus ini, meskipun aku tidak mendaftar. Aku antusias menjalankan sarannya. Karena di samping tiap Sabtu aku lebih banyak “melamun”, aku juga sangat berminat dengan bidang ini. </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Aku punya sejarah di dunia jurnalistik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><img class="alignnone size-medium wp-image-341" title="image00721" src="http://sahhala.wordpress.com/files/2009/03/image00721.jpg?w=300" alt="image00721" width="300" height="225" /><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Izinkan aku menceritakannya.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="IN">Sewaktu aku </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">duduk di bangku </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="IN">SMP (1992-1995), bersama 7 siwa dan 2 siswi aku mengelola </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">M</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="IN">ading. </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Ketika itu, aku </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="IN">hanya terlibat dalam sekali terbitan saja.</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"> Di media pertama itu, aku menulis satu artikel saja. Itu pun rasanya berat banget. Waktu itu aku meresensi buku almarhum Umar Kayam. <em>Mangan Ora Mangan Kumpul</em>, begitu judul bukunya. Buku ini tebal, tapi aku menyukainya karena buku ini berisi esai-esai pendek. Mudah dipahami, bisa dibaca dari mana saja, dan kocak. Tapi, kalau saja kumpulan tulisan Gus Dur yang berisi catatan-catan pendek tentang kiai-kiai itu sudah terbit, lalu sampai di perpustakaan sekolah, pasti aku akan memilih buku itu untuk diresensi. Sayang, buku itu baru terbit tahun 1999 (?) dengan kepala <em>Kiai Nyentrik membela Pemerintah</em>. Selian itu, pengalamanku menulis di SMP hanya ketika mengerjakan pelajaran Bahasa Indonesia, dan ketika ujian pelajaran tersebut. Tidak lebih.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Tebet, 28 feb 09</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Tahun 1996 aku berangkat <em>mondok</em> ke Krapyak Jogjakarta. Di sinilah aku mengenal dunia jurnalistik secara formal, lewat pelatihan jurnalistik dasar sewaktu kelas 1. Di pelatihan itulah aku kenal rumus 5W+1H, di sanalah aku dikenalkan apa tugas pemimpin umum dan pemimpin redaksi, redaktur pelaksana, di sanalah aku dikenalkan bagaimana menentukan sebuah tema dalam majalah, di sanalah aku mengenal karya fiksi dan karya nonfiksi, di sanalah dikenalkan karakter-karakter koran, dan seterusnya, dan seterusnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Yang menggelar pelatihan majalah milik OSIS Madrasah Aliyah Ali Makshum, <em>Khoirul Ummah</em> namanya. Kami menyebutnya dengan singkatan <em>Khoum</em>. Aku tak tahu masih eksiskah ia. Pelatihan ini diselenggarakan dalam rangka kaderisasi majalah yang terbit secara berkala: <em>kolo-kolo terbit, kolo-kolo ora</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Aku lupa-lupa ingat siapa saja teman pelatihanku waktu itu. Yang kuingat dengan jelas adalah Mustajab dan Evi Atikoh. Keduanya teman sejurusan, sama-sama MAK. Dua puluhan peserta lainnya hilang semua dari ingatanku. Maklum, sudah 12 tahun yang lampau. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Oh sekarang, aku ingat panitianya. Ismail dan Hanifah. Ya, keduanya masih aku ingat. Ismali adalah anak IPA yang rajin berjamaah dan tahajud. Dia santri asal Jakarta. Aku inget karena pernah sekamar dengannya. Setelah lulus, aku tidak pernah berjumpa lagi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Aku inget lagi, periode ini ketua OSIS-nya Faisol Adib. Kami memanggilnya Icong. Sekarang dia melanjutkan kuliah di negara yang punya sejarah panjang mencampuri negara orang, bahkan perang: Amerika Serikat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Icong itu santri Krapyak yang paling sering pulang. Sehari dia bisa pulang tiga kali. Tapi, jarang sekali dia bawa jajanan untuk teman-temannya. Bukan apa-apa, karena rumahnya di belakang Kiai Atabik yang jaraknya tak ada <em>sa`plintengan</em>. Dan karena makanan di rumahnya jadi jualan, sehingga kalau dibawa ke pondok, bisa bangkrut. “Begitu kan, Cong?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Hanifah anak kelas tiga IPA juga. Selepas lulus, aku masih sering menjumpainya. Kebetulan kami sama-sama melanjutkan di IAIN Sukijo. Kadang kami ketemu di lorong-lorang kampus, perpus, kopma, dan lain-lain. Pernah juga kami ketemu di LIP (lembaga Indonesia Prancis), kami sama-sama nonton teater. Dia sekarang aktif di LKiS Yogyakarta, tempat aku dulu bermain, bermain, berteman, belajar, dan akhirnya menjadi tempat aku bekerja lebih dari tiga tahun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Weeeh, ingat Ipeh, begitu Hanifah dipanggil, aku jadi ingat punya kakak kelas bernama Iyas. Aku tak tahu nama lengkapnya siapa. Tapi aku masih ingat, dia adalah aktor Teater Kopyah –nama teater kami di MA- yang ciamik di panggung. Aku juga jadi inget Steven, aktifis teater Kopyah yang sering jadi sutradara. Santri bernama Steven? Aku juga tak yakin itu nama aslinya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Kenapa aku inget teater kopyah? Karena sebelum aku ikut ekskul –istilah ini dulu tak dikenal. Kami dulu menyebut kegiatan di luar pelajaran dengan lengkap: ekstra kokulikuler. Tidak disingkat seperti sekarang-, aku terlebih dahulu ikut teater. Tapi seorang guru menyarankan aku untuk keluar. Awalnya karena guru tadi memergoki aku latihan akting dengan berteriak-teriak di depan kantor dan baca puisi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">“<em>Koe ndak perlu melu teater. Ndak ilang muru’ahmu</em>!” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Begitu kata guruku. Dan aku akhirnya keluar dari Teater Kopyah dengan tidak pernah berangkat latihan lagi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Tebet, 2-3 maret 09</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><strong>BERSAMBUNG</strong><br />
</span></em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SURAT JUMAT]]></title>
<link>http://sahhala.wordpress.com/2009/02/27/surat-jumat-2/</link>
<pubDate>Fri, 27 Feb 2009 04:02:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>sahhala</dc:creator>
<guid>http://sahhala.wordpress.com/2009/02/27/surat-jumat-2/</guid>
<description><![CDATA[Dialah Sang Maha Sandaran Kepada-Nyalah dikembalikan segala persoalan Di sana ada sautan: Lalu, Dia ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Dialah Sang Maha Sandaran<br />
Kepada-Nyalah dikembalikan<br />
segala persoalan</p>
<p>Di sana ada sautan:</p>
<p>Lalu, Dia memberikan<br />
Soal lain dan bertanya:<br />
Apakah untuk soal ini Kamu<br />
masih tidak bisa?</p>
<p>Soal ini, soal itu.<br />
Soal lain, lain soal.<br />
Juga soalnya.<br />
Semua bagian dari segala,<br />
Jawabku</p>
<p>Sautan mengejar:</p>
<p>Lalu Kamu siapa?<br />
Dan apa perbuatanmu?</p>
<p>Aku bagian dari ini..<br />
Aku bagian dari itu..<br />
Aku bagian dari segala<br />
Bagian dari yang dikembalikan kepada-Nya…</p>
<p>Sautan mengeras:</p>
<p>Bagian! Bagian! Bagian!<br />
Siapa yang membagi-bagi?!<br />
Siapa yang mengembalikan?!</p>
<p>Kuhadapi sautan:</p>
<p>Aku!<br />
Aku tidak utuh!<br />
Dia yang utuh!<br />
Aku bagian! Aku kembali,<br />
melebur dengan yang utuh!</p>
<p>Ciputat, Feb, 27</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[hari kelima di jogja]]></title>
<link>http://sahhala.wordpress.com/2009/01/02/hari-kelima-di-jogja/</link>
<pubDate>Fri, 02 Jan 2009 08:26:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>sahhala</dc:creator>
<guid>http://sahhala.wordpress.com/2009/01/02/hari-kelima-di-jogja/</guid>
<description><![CDATA[Jazzy, beberapa guru, beberapa sahabat Kujumpai dengan takdzim dan cinta Jalan-jalan sejarah Kutelus]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Jazzy, beberapa guru, beberapa sahabat</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Kujumpai dengan takdzim dan cinta</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Jalan-jalan sejarah</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Kutelusuri dengan seksama</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Tempat-tempat memori</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Kukunjungi dengan bahagia</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Makanan dan minuman lezat</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Kusantap dengan senda tawa</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Tapi&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Tapi&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Di satu sudut, di hari kelima, di Jogja</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Aku merasa sedang mencicipi</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Kematian yang baqa</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Akhir Desember ’08</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[tidak tiba-tiba]]></title>
<link>http://sahhala.wordpress.com/2009/01/02/tidak-tiba-tiba/</link>
<pubDate>Fri, 02 Jan 2009 07:54:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>sahhala</dc:creator>
<guid>http://sahhala.wordpress.com/2009/01/02/tidak-tiba-tiba/</guid>
<description><![CDATA[tidak tiba-tiba saya ingin mengenalmu ada hasrat yang mendekatkanku kepadamu tidak tiba-tiba saya be]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">tidak tiba-tiba saya ingin mengenalmu</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">ada hasrat yang mendekatkanku kepadamu</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">tidak tiba-tiba saya bertemu denganmu</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">ada sejarah yang mendorongku bertemu denganmu</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">tidak tiba-tiba saya selalu kirim salam kepadamu</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">ada harapan yang menyembul di tengah cemas</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">tidak tiba-tiba saya mengesemesmu</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">ada rasa yang ingin kubagi</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">tidak tiba-tiba &#8230;.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV">Paruh Desember 2008</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Akal Pro Poor]]></title>
<link>http://sahhala.wordpress.com/2008/12/22/akal-pro-poor/</link>
<pubDate>Mon, 22 Dec 2008 05:24:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>sahhala</dc:creator>
<guid>http://sahhala.wordpress.com/2008/12/22/akal-pro-poor/</guid>
<description><![CDATA[Akhir Nopember kemarin, Sdr. Ulil Abshor-Abdalla menulis artikel berkepala &#8220;Tentang Fatwa-fatw]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Akhir Nopember kemarin, Sdr. Ulil Abshor-Abdalla menulis artikel berkepala &#8220;Tentang Fatwa-fatwa yang Bikin Heboh&#8221;. Diposting di web pribadinya, di facebook, dan milist-milist. Artikel tersebut berisi, antara lain, pendapatnya tentang akal: akal sehat, akal otonom, masuk akal. Singkatnya, akal adalah segala-galanya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Saya kutip tiga paragraf dari pernyataan ulil. Dia menulis dalam konteks fatwa-fatwa MUI:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="SV">&#8220;<em>Tidak semua orang kompeten untuk mengeluarkan sebuah fatwa. Tetapi setiap orang berhak menilai apakah sebuah fatwa masuk akal atau tidak, apalagi jika fatwa itu menyangkut kehidupan masyarakat banyak. Keadaanya tidak beda dengan produk hukum sekuler biasa: anda tak perlu menjadi sarjana hukum untuk menilai apakah suatu produk hukum tertentu masuk akal atau tidak. Begitu juga, anda tak perlu menjadi seorang ahli hukum Islam untuk menilai apakah sebuah fatwa yang dikeluarkan oleh ulama atau lembaga ulama tertentu masuk akal atau tidak</em>.</span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="SV">&#8220;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="SV"><!--more--><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="SV">&#8220;<em>Dengan kata lain, cara terbaik yang dapat membantu orang-orang awam di bidang hukum Islam untuk menilai sebuah fatwa adalah akal sehat. Itulah modal mental paling berharga yang diberikan oleh Tuhan kepada manusia. Dengan akal sehat, anda bisa menilai sendiri apakah fatwa tentang haramnya mengucapkan selamat natal atau yoga masuk akal atau tidak. Sudah tentu, dengan akal sehat, orang bisa sampai pada pendapat yang berbeda-beda. Itu hal yang lumrah saja. Perbedaan adalah hal yang biasa dan tentu alamiah. </em></span><em><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">Tinggal bagaimana kita mengelola perbedaan itu secara sehat.</span></em><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">&#8220;</span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Ini paragraf Sdr. Ulil yang lebih teran lagi:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><em><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="SV">&#8220;Jangan terkecoh dengan sebuah fatwa yang mengandung catatan kaki panjang yang memuat puluhan ayat atau hadis. Contoh yang sangat bagus adalah pendapat Ibn Taymiyah yang sudah saya tulis dalam “note” terdahulu. Berdasarkan sebuah hadis tertentu yang sangat sahih, Ibn Taymiyah mengatakan bahwa dalam Islam bangsa Arab mempunyai bangsa yang lebih unggul ketimbang bangsa lain. Bagi Ibn Taymiyah, itulah doktrin Sunni. Pendapat Ibn Taymiyah itu, walaupun disokong oleh ratusan hadis sekalipun, jelas tak masuk akal, dan “</span></em><em><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;font-style:normal;" lang="SV">counter intuitive</span></em><em><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="SV">“.&#8221;</span></em><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="SV"></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="SV">***</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Saya setuju pendapat Sdr. Ulil tentang fatwa-fatwa MUI. Saya sangat setuju bahwa akal harus harus ada pada garis paling depan untuk berpendapat, bersikap, dan bertindak. Tapi saya sangat tidak setuju jika akal berdiri di garis depan sendirian dengan bebas. Kebijakan scolari untuk menempatkan Anelka menjadi striker tunggal adalah tepat. Jika Drogba disandingkan dengan Anelka, hasilnya kekisruhan&#8230;. Hehehe.. nyambung gak seh?</span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="SV"></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Tetapi, beragama dan bermasyarakat bukan seperti bermain bola, Bung. Kalau sendirian, akal akan jumawa, takabur. Bila dibiarkan melenggang sendirian, lama-lama dia akan menafikan kebenaran yang lain, yang masih bertebaran di muka bumi ini. Jangan biarkan akal jadi fasis, Bung. Akal itu cuma satu sisi saja dari jutaan sisi nikmat Tuhan yang diberikan kepada kita. Sisi lain yang tidak kalah nikmatnya adalah sisi &#8220;kepatuhan&#8221; kepada perintah Tuhan, <em>ta&#8217;abbud</em>y. Tolong ini jangan dilupakan. Kecuali memang Anda sudah tidak bisa merasakan nikmat ini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Saya ingin memberi contoh. Berdasarkan akal sehat, kita bisa berhubungan seks dengan siapa saja. Entah itu dengan ibu sendiri, bekas istri ayah kita, PSK, istri orang, janda yang sedang idah, pacar, siapa saja, tanpa kekecualian. Perinsipnya, kedua belah pihak ridho, jalan. Tapi, bila kita menggunakan kenikmatan &#8220;ketundukan&#8221; kita kepada Tuhan, maka kita dengan bahagia tidak melakukan itu semua. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Contoh lain. Saya setuju-setuju saja, misalnya, zakar fitrah, diganti dengan uang, lauk pauk, atau dengan benda yang lebih produktif. Tapi, hemat saya, janganlah kita menganggap selesai pekerjaan kita sebagai hamba. Buah positif dari ibadah bukanlah inti ibadah. Buah positif hanyalah hikmah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Contoh satu lagi. Saya paling tidak setuju dengan orang yang memerintahkan sembahyang dengan memberi bebungah kesehatan tubuh. Sembahyang digathuk-gathukkan dengan pinggang, dengan bahu, dengan peredaran darah, dengan kesehatan kepala, dan lain-lain. Mungkin benar bila gerakan kita dalam sembahyang akan ikut membantu peredaran darah kita. Tapi, Tuhan memerintahkan hambanya untuk sembahyang bukan untuk kesehatan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Sudahlah tidak perlu jauh-jauh dengan Tuhan. Dengan kreasi kita yang lain saja, akal tidak musti klop, bahkan tak jarang beroposisi. Buktinya, etika dan estetika saja tidak selalu akur dengan akal sehat, atau bahkan punya cara kerja sendiri-sendiri. Ini alasan </span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">pertama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">Alasan kedua adalah, akal itu terbatas. Bukan terbatas seperti yang sering disampaikan para fundamentalis teks itu. Konteks keterbatasanya bukan pada jangkauan akal itu sendiri. Tapi bahwa semua orang tidak memiliki kesanggupan menggunakannya. Sebabnya, bisa karena akal tersebut tidak banyak isinya (karena tidak mampu bersekolah atau tidak mampu mengakses informasi, buku, dan segala macamnya), atau karena lemot atau donk-donk.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">Kalau keadaannya begini, lalu bagimana? </span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Masa orang lemot tidak boleh menggunakankan kitab suci atau fatwa sebagai standar kebenaran? Masa kita akan marah kepada orang yang hanya mampu taqlid? Masa orang yang tidak mengerti dan tidak mungkin mengerti (karena sibuk cari makan misalnya) divonis tidak rasional? Rasionalnya kan kita mesti arif menghadapi pelbagai kondisi akal seseorang yang berbeda-beda. Jangan disamakan kondisi semua akal, karena realitanya berbeda, Bung! </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Bagi saya, perlakukan Anda (Ulil Abshor Abdallah) terhadap akal sangat fundamentalis! Dan karenanya, Anda itu elitis. Akal dan logika Anda tidak pro poor. Tidak pro kepada anaknya tukang mie ayam yang tidak bisa sekolah! tidak memihak kepada orang yang lemot, dan ratusan juta muslim indonesia yang miskin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Saya kira, dalam situasi itulah Nahdlatul Ulama beraswaja: bertawasuth. Dalam konteks ini, menyandingkan akal dan wahyu bekerja bersama adalah pilihan yang tepat, mengawinkan teks suci dengan hasil ijtihad manusia adalah keputusan yang maha gemilang. Kiai, tukang becak, petani bisa jamiyahan adalah keselarasan yang tidak semua dimiliki oleh banyak kelompok di negeri ini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Dan dalam konteks inilah pula rasa Islam di Jawa boleh berbeda dengan rasa Islam di Aceh, hasil bahtsul masail PCNU tetap sah meskipun berbeda dengan PBNU. Jika di lapangan realitasnya berbeda, tolong jangan protes saya. Kalau diajak rapat, saya mau.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Bagaimana dengan pendapat Anda?<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[30 Desember 2006 ]]></title>
<link>http://sahhala.wordpress.com/2008/12/06/30-desember-2006/</link>
<pubDate>Sat, 06 Dec 2008 15:43:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>sahhala</dc:creator>
<guid>http://sahhala.wordpress.com/2008/12/06/30-desember-2006/</guid>
<description><![CDATA[di sebuah bulan yang dijejali hujan tergesa-gesa, aku menempuh kota asing tapi penduduk kota menyamb]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Verdana;">di sebuah bulan yang dijejali hujan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Verdana;">tergesa-gesa, </span><span style="font-family:Verdana;">aku menempuh kota asing<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Verdana;">tapi penduduk kota menyambutku dengan riang gembira</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Verdana;">ucapan, nasehat, keragu-raguan, harapan, lagu dan doa, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Verdana;">berdesak-desakan menjejali telingaku yang sudah sesak dengan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Verdana;">batu lembut merah kecoklatan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Verdana;" lang="IT">aku sendiri heran, terbata-bata, masyghul, penuh tanya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Verdana;">; apa yang akan kukerjakan sebagai manusia yang </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Verdana;">penuh harapan dan kemalasan, cinta dan nafsu, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Verdana;">kesantrian dan kemanusian, akal sehat dan emosi?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Verdana;">sungguh aku masih menunggu&#8230;</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Do a little dance, make a little luuurve, get down tonight!]]></title>
<link>http://pleeseejs.wordpress.com/2008/11/27/do-a-little-dance-make-a-little-luuurve-get-down-tonight/</link>
<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 22:02:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>mazalapsa</dc:creator>
<guid>http://pleeseejs.wordpress.com/2008/11/27/do-a-little-dance-make-a-little-luuurve-get-down-tonight/</guid>
<description><![CDATA[Ok, es esmu reāli ahujennnnnna nogurusi. Man čista zajbal, ka var krāmēt visu cik grib, bet tik un t]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ok, es esmu reāli ahujennnnnna nogurusi. Man čista zajbal, ka var krāmēt visu cik grib, bet tik un t]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kerasukan Dunia]]></title>
<link>http://sahhala.wordpress.com/2008/11/02/kerasukan-dunia/</link>
<pubDate>Sun, 02 Nov 2008 10:31:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>sahhala</dc:creator>
<guid>http://sahhala.wordpress.com/2008/11/02/kerasukan-dunia/</guid>
<description><![CDATA[Semestinya saya tidur lebih cepat dalam perjalanan Kudus-Jakarta, Senin malam (27/10). Tapi ternyata]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span lang="SV">Semestinya saya tidur lebih cepat dalam perjalanan Kudus-Jakarta, Senin malam (27/10). </span>Tapi ternyata tidak. Rasa kantuk dan lelah karena aktivitas siang hari tidak bisa membuat saya tidur cepat. <span class="yshortcuts">Kursi</span> yang nyaman dan pendingin udara yang segar juga tak dapat merayu saya untuk tetap tenang. Pasalnya bukan ada bayi yang menangis kencang atau ada transaksi tawar-menawar antara penumpang dan awak bis yang alot, atau kegaduhan lainnya yang lazim ada di kendaraan umum. Lalu kenapa?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Penyebabnya adalah adegan beberapa detik iklan sebuah <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">partai politik</span> di TV swasta. Iklan tersebut menampilkan seorang muda berkopyah sambil mengungkapkan sesuatu, saya tidak mendengar apa yang diungkapkan. Poster besar KH Hasyim Asy’ari dimunculkan sebagai latarnya. Belakangan saya melihat partai X tersebut juga menampilkan tokoh nasional lainnya, Soekarno dan KH. <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Ahmad Dahlan</span>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--more--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Menyaksikan iklan tersebut, isi kepala saya berkecamuk, antara yang subyektif dengan yang obyektif hadir bersamaan. Di satu sisi, saya gusar melihat iklan itu karena KH. Hasyim Asy’ari adalah tokoh ideologis dan historis saya sebagai orang NU. Saya dan semua literatur melihat bahwa partai X sama sekali tidak memiliki hubungan ideologi dan histori dengan KH. Hasyim Asy’ary (dan <span class="yshortcuts">Nahdlatul Ulama</span>). Cara pandang, sikap beragama dan bernegara antara pendiri NU dengan partai X bertolak belakang. Kiai Hasyim mampu mendialogkan Islam dengan semua unsur dari pernik-pernik <span class="yshortcuts">Nusantara</span> dan tidak mengedepankan simbol-simbool formal. Sedangkan partai X, unsur Arabnya lebih dominan dan bangga dengan simbol-simbol formal. Di lain sisi, saya bangga karena tokoh ideologi dan histori saya juga diidolakan orang dan kelompok lain yang bersebrangan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Di satu sisi lagi, pikiran saya tidak bisa tenang karena saya melihat KH. Hasyim Asy’ari dipakai orang atau kelompok lain untuk kepentingan partai politik yang belum jelas keberpihakannya kepada segenap warga negeri ini (hingga kini semua partai politik lebih kental dengan kepentingan promordialnya ketimbang kepentingan nasional). Di sisi lain lagi, saya juga hanya bisa mengernyutkan dahi, karena tokoh saya memang sudah menjadi milik publik. Ibarat jembatan, KH. Hasyim Asy’ari boleh dilewati siapa saja, tak peduli dengan latar belakang suku, etnis, budaya, agama, jenis kelamin, dan identitas lainnya. Undang-undangan No. 10/2008 tentang Pemilu Legislatif juga tidak bisa menghentikannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>Lho</em>? Tapi kan KH. Hasyim Asy’ari bukan jembatan meski keduanya sama-sama tidak hidup? Kiai Hasyim tidak bisa disamakan dengan jembatan. Kiai Hasyim memiliki sifat “antropologis” yang masih hidup dan berkembang hingga sekarang. Sedangkan jembatan sama seperti benda mati lainnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sepanjang perjalanan dari Kudus, demak, hingga <span class="yshortcuts">Semarang</span> paradoks-paradoks di atas terus berkecamuk di kepala saya. Pun ketika bis berhenti sekitar 20 menit di daerah Kendal untuk istirahat, makan malam, dan shalat Magrib dan Isya yang digabung. Saya berharap bisa tidur setelah makan. Tapi, seperti roda bis yang meluncur kembali meninggalkan Kendal, <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Jawa Tengah</span>, isi kepala saya pun berputar, masygul memikirkan iklan tadi. Saya betul-betul susah tidur.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Muncul satu bertanyaan, apakah perlu ada regulasi yang mengatur tata cara “berideologi”?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ah, saya rasa tidak lucu dan mengada-ada. Rezim <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Orde Baru</span> sudah cukup lama memantau ideologi warga negara. Cukup di zaman <span class="yshortcuts">Soeharto</span> saja intel masuk ke kamar-kamar kos untuk memastikan apakah ada poster yang berlawanan dengan isi kepala penguasa pada saat itu. Tidak. Negeri ini sudah <em>kapok</em> dengan otoritarianisme. 32 tahun sudah terlalu lama.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tidak hanya susah tidur, kepala sudah mulai pusing setelah saya mengingat adegan iklan lain. Kali ini iklan <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">badan amil zakat</span> milik swatsa. Dalam salah satu adegannya, iklan tersebut menampilkan seorang pejabat publik, salah satu menteri kabinet SBY-JK. Dengan atribut lengkapnya sebagai sosok pejabat negara, sang menteri berkata dengan semangat bahwa dirinya percaya terhadap badan amil zakat tersebut. Kontan muncul kemusykilan yang berlipat-lipat. Bukankah pemerintah yang telah membayar dan memfalisitasinya juga memiliki badan amil zakat? Bukankah dia sebagai pejabat negara punya tugas dan kewajiban moral mempromosikan apa yang dimiliki pemerintah, meskipun tak ada kaitan tugasnya? Kenapa dia malah bersemangat mempromosikan yang bukan miliknya? Apakah sang menteri tidak sadar bahwa saat berpromosi menggunakan identitas publik (di baju safarinya menempel pin resmi negara) dan menyandang jabatan negara (saat beriklan, nama lengkap serta jabatannya muncul)?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kenapa bisa terjadi paradoksal sedemikian rupa? Kenapa ketidaksopanan terus muncul di depan mata secara telanjang dan dilakukan oleh elit negeri? Kenapa orang terhormat dan berpendidikan tinggi sering gegabah melangkah?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Saya tidak bisa menjawab pertanyaan di atas, kecuali dengan jawaban yang cukup sederhana. Jawaban saya ini juga sangat “klasik” dan tidak cukup dijadikan solusi untuk memecahkan masalah negeri yang seakan-akan sudah buntu ini. Mohon maaf, Tuan-tuan, jangan dulu menuduh saya sedang menyebarkan pesimisme. Lalu apa jawabnya?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Di dalam bis yang remang-remang dan mengguncang-guncang tubuh para penumpangnya, saya teringat penyakit purba yang bisa menjangkiti siapa saja dan bisa mewabah dengan cepat. Penyakit itu bernama <em>hubbuddunya</em> (kerasukan dunia). <em>Hubbuddunya</em>, inilah penyakit yang telah menjalar ke sel-sel darah dan merusak sistem otak para elit negeri ini, dan telah menjalar ke para politisi, para birokrat, para intelektual, aktifis, dan ulama, para pedang, seniman, para penggemar <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">sepak bola</span>, dan lain-lain. termasuk di dalamnya cinta jabatan (<em>hubbul jah</em>). <em>Hubbuddunya</em> lebih berbahaya ketimbang hedonisme. Penyakit <em>hubbuddunya</em> bisa berwujud <em>hubbuljah</em> (kerasukan jabatan), <em>hubbulmal</em> (kerasukan harta benda), dan <em>hubbulmar`ah awirrajul</em> (kerasukan perempuan atau laki-laki), dan <em>hubbunnafsi</em> (narsis).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Bentuk-bentuk penyakit di atas membuat mata gelap, tensi <em>muru’ah</em> (harga diri) jadi lemah, dan <span> </span>membuat mabuk: acuh dengan etika dan norma, serta menjadikan yang haram sebagai candu. Tidak berlebihan jika ada mantra berbunyi “<em>hubbuddunya ro`su kullil khathi`ah</em> (kerasukan dunia adalah pangkal tiap kesalahan)”.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Jawaban ini tampak tidak mentereng, tidak ilmiah, tidak bisa diverifikasi, dan cukup abstrak. Bukan tidak mungkin, jawaban ini hanya direspon dengan senyuman sinikal. Mungkin, jawaban seperti ini tidak layak dianggap sebuah “diagnosa”. Saya memakluminya. Sebab, istilah <em>hubbuddunya</em> tidak ada dalam teori-teori kedokteran yang teruji dan canggih, dan tidak pernah terlontar oleh para pakar penyakit, dari zaman Ibnu Zina hingga kini. Dunia kedoteran akan menilai <em>hubbuddunya</em> bagian dari tahayul.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Resep <em>hubbuddunya ro`su kullil khathi`ah </em>sama sekali tak masuk akal. Saya saja merasa tidak perlu menyebarluaskannya. Orang-orang pasti tidak tertarik, apalagi bila saya menyampaikan bahwa resep ini didapat ketika mengaji di musola yang tak berpintu, duduk di atas tikar yang lusuh, dan disampaikan oleh seorang “dukun” yang wajahnya tidak ada “lucu-lucunya”.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Saya terus tertidur. Saya tidak tahu bis telah sampai Batang, <span class="yshortcuts">Pekalongan</span>, <span class="yshortcuts">Pemalang</span>, tegal, atau <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Brebes</span>. Baru setelah bis berbelok 90 derajat saya terbangun. Bis sudah meluncur di Tol Kanci <span class="yshortcuts">Cirebon</span>. Sebelum keluar Tol, saya tidur lagi. Saya baru bangun lagi setelah bis berhenti karena macet di Pemanukan, Subang. Sesaat saja saya sadar. Masih macet atau tidak, saya tidak tahu. Saya baru terjaga lagi saat laju bis tersendat, persis di jalan depan sebuah sekolah SMP di Rawamangun, <span class="yshortcuts">Jakarta Timur</span>. Tak lama kemudian bis memasuki terminal Rawamangun. Saya segera turun dan meninggalkannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Meskipun telah tidur lama, saya tetap merasa kelelahan. Mungkin karena bis telah mengguncang-guncang badanku tak kurang dari sebelas jam. Mungkin juga karena isi kepala telah disenggol beberapa detik iklan politik. Saya tidak tahu.[]</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Yang Mendasar, Yang Dilanggar]]></title>
<link>http://sahhala.wordpress.com/2008/10/24/yang-mendasar-yang-dilanggar/</link>
<pubDate>Fri, 24 Oct 2008 09:48:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>sahhala</dc:creator>
<guid>http://sahhala.wordpress.com/2008/10/24/yang-mendasar-yang-dilanggar/</guid>
<description><![CDATA[Jumat Mabruk.. Apa kabarmu hari ini? Apa kabar semuanya? Sepuluh tahun negeri ini berjalan dengan ko]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Jumat Mabruk..</p>
<p class="MsoNormal">Apa kabarmu <span class="yshortcuts"><span style="cursor:pointer;">hari ini</span></span>? <span class="yshortcuts"><span style="cursor:pointer;">Apa kabar</span></span> semuanya?</p>
<p>Sepuluh tahun negeri ini berjalan dengan konflik. Bukan konflik positif yang mengarah kemaslahatan bersama. Juga bukan konflik sebagai pertanda dinamika hidup bersama dan berdampingan dengan “yang luar” dan “yang lain”. Konflik yang sedang berlangsung saat ini menumpahkan darah, memubadzirkan harta benda, membuang waktu, pikiran dan tenaga. Peristiwa busuk ini mengiringi saya belajar di MA (SMA), saya lepas MA dan masuk perguruan tinggi, saya belajar di perguruan tinggi, hingga saya lulus dan bekerja. Saya sungguh jenuh dan jengah menyaksikannya.</p>
<p class="MsoNormal">Dalam tingkatan yang lebih kecil, komunitas, saya juga sudah lelah menyaksikan konflik, konflik internal, apalagi sedikit banyak saya terlibat di dalamnya. Sebetulnya, persoalan yang menghinggapi komunitas persoalannya sederhana saja, tapi seringkali madorotnya besar. Karena madorotnya yang sering tampak tidak bisa dianggap kecil, saya seringkali berpikir persoalannya serius, tidak sederhana. Sehingga, kalau ada kawan yang usul untuk lebih meningkatkan kumpul-kumpul, meningkatkan kebersamaan, dengan misalnya tahlilan atau marhabanan, cukup naif. Soalnya bukan romantisme seperti itu.</p>
<p class="MsoNormal"><!--more--></p>
<p class="MsoNormal">Konflik internal memang problem terbesar kita saat ini. Perpecahan terjadi di mana-mana karena konflik internal. Penyebabnya, menurutku 3 saja. (1) Politisasi, (2) ekonomisasi dan (3) egoisme (menyangkut soal eksistensi diri, keluarga, dan kelompok/ komunitas tertentu). Tiga hal ini disempurnakan dengan hilangnya daya &#8220;berkaca&#8221; untuk mengoreksi diri sendiri, untuk muhasabah, untuk menjalankan self correcting. Atau malah telah mengalami disfungsi? Semoga tidak. Benar kata pepatah, &#8220;Gajah di pelupuk mata tak tampak, tapi semut hitam di sebrang pulau begitu nyata&#8221;.</p>
<p>Hilangnya daya muhasabah ini menyebabkan kita menjadi ekslusif, fanatik dan apriori sekaligus. Yang kusampaikan ini memang NORMATIF dan sangat <span class="yshortcuts"><span style="cursor:pointer;">KLASIK</span></span>. Tapi ini betul-betul nyata telah hilang dari diri kita, atau setidaknya terkikis, padahal ini bekal yang fundamental untuk mencari &#8220;kebenaran&#8221;. Menurutku, penyebab hilangnya daya kritis untuk diri kita sendiri, tidak lain adalah karena &#8220;hubbud dunya&#8221; dan &#8220;hubur riyasah&#8221;. keduanya telah menjadikan kita gelap mata.</p>
<div id="attachment_240" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://sahhala.files.wordpress.com/2008/10/image0026.jpg"><img class="size-medium wp-image-240" title="image0026" src="http://sahhala.wordpress.com/files/2008/10/image0026.jpg?w=300" alt="salam damai dari generasi kita" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">salam damai dari generasi kita</p></div>
<p>Marilah kita duduk bersama-sama lagi untuk &#8220;refreshing&#8221; ilmu kita yang didapat di bangku madrasah awaliyah belasan atau puluhan tahun yang lalu. Marilah kita legowo dengan kekurangan yang ada di diri kita. Marilah kita rendah hati dengan kelebihan orang lain, kelebihan yang ada di luar diri kita.</p>
<p>Ingat, kita adalah &#8220;selebritis&#8221;, tingkah polah kita disaksikan banyak orang. Demi berjalannya sistem sosial kita, demi berfungsinya solidaritas ekonomi kita, demi berlangsungnya fungsi pendidikan kita, demi normalnya sistem kebudayaan kita, demi kemaslahatan umat, dan demi kejayaan kita bersama, marilah kita duduk lagi, tidak usah membaca kitab <em>Risalatul Mu&#8217;awanah</em>, <em>Irsyadul &#8216;Ibad</em>, <em>Nashoihul &#8216;Ibad</em>, apalagi <em>Ihya</em>,cukup niat tulus tulus dan cita-cita bersama.</p>
<p>Di dunia yang serba benda dan modern ini, tulisan ini mungkin cukup abstrak dan  kuno. Tapi kita musti mengingat lagi, bahwa ini hal yang mendasar yang banyak dilanggar.[]</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kita (Dipaksa) Sangat Tergantung pada Air Kemasan]]></title>
<link>http://sahhala.wordpress.com/2008/10/23/kita-dipaksa-sangat-tergantung-pada-air-kemasan/</link>
<pubDate>Thu, 23 Oct 2008 03:06:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>sahhala</dc:creator>
<guid>http://sahhala.wordpress.com/2008/10/23/kita-dipaksa-sangat-tergantung-pada-air-kemasan/</guid>
<description><![CDATA[22 October 2008 Pukul 12.15, Rabu (22/10) telepon berdering. Mas Jannes, Wakabiro Jabar menyampaikan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>22 October 2008</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;">Pukul 12.15, Rabu (22/10) telepon berdering. Mas Jannes, Wakabiro Jabar menyampaikan penugasan dari Jakarta soal kelangkaan air minum dalam kemasan, khususnya dalam kemasan galon. Intinya, saya ditugaskan untuk memantau aktivitas di pabrik air minum dalam kemasan yang ada di Sukabumi.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;">Yang langsung terbayang di pikiran saya adalah muka-muka galak pak satpam di pabrik-pabrik air minum dalam kemasan. Tiga bulan lalu, saya pernah mencoba masuk dalam rangka mencari penyeimbang berita mengenai kekeringan yang disebabkan oleh aktivitas penyedotan air tanah untuk keperluan diproduksi menjadi air minum dalam kemasan itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;"><!--more--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;">Tak ada penyeimbang data yang bisa saya peroleh karena bapak-bapak satpam yang mukanya galak itu udah keburu mengusir saya keluar pabrik. Namun, justru muka-muka merekalah yang membuat saya semangat mengerjakan penugasan seperti yang disampaikan Mas Jannes, ha ha.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;">Dalam hati saya berkata, “Apa bapak satpam itu lagi yang kebetulan jaga ya,” Motor thunder yang sudah batuk-batuk karena belum diservis, saya pacu ke arah Gunung Salak di Cicurug/Cidahu, tempat pabrik-pabrik itu berada. Ternyata dugaan saya keliru, pak satpam di pabrik Aqua yang sedang berjaga ramah (setidaknya jika dibandingkan dengan pak satpam yang dulu).</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;">Dengan sopan, pak satpam menanyakan keperluan saya. Setelah saya jelaskan, pak satpam kemudian menelepon seseorang, atasannya. Ketika pak satpam menelepon, ada seorang staf pengolahan air yang mengajak ngobrol. Obrolan dengan staf pengolahan yang menceritakan kondisi pabrik saya catat dalam ingatan karena saya yakin pak satpam itu akan menyampaikan kabar buruk pada saya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;">Betul sekali, di tengah obrolan dengan staf pengolahan air, pak satpam datang dan menyatakan kalau manajemen pabrik tidak melayani wawancara dengan wartawan untuk keperluan apapun. Saya diminta menemui humas perusahaan di Pulogadung. Sudah saya duga, pak satpam karena dulu temanmu juga bilang begitu.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;">Begitu keluar pabrik, obrolan dengan staf pengolahan air yang masih nyantol di ingatan langsung saya catat di notes. Untung, ada sumber kedua yang bisa memberi gambaran soal kelangkaan galon di Jakarta.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;">Mencermati langkanya air minum dalam kemasan khususnya galon di Jakarta dan sekitarnya (Sukabumi juga agak sulit walaupun tidak langka), saya lalu menyadari bahwa kita ternyata sudah sangat tergantung pada air minum dalam kemasan. <span lang="SV">Di kantor-kantor, hampir semuanya menggunakan air mineral dalam kemasan galon. Rasanya mungkin lucu-karena sudah membudayanya penggunaan air mineral dalam kemasan galon-kalau di kantor, baik instansi pemerintah maupun perusahaan-perusahaan swasta, OBnya masih memasak air untuk keperluan para pegawainya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;"><span lang="SV">Di lain sisi, kita juga harus tetap kritis terhadap eksploitasi sumber daya air untuk produksi air minum dalam kemasan seperti yang kita konsumsi sehari-hari. Konservasi hutan di Gunung Salak sedang dilakukan, tetapi selesainya entah kapan. Jika pengambilan terus dilakukan, potensi 34 juta meter kubik air tanah dalam di Cekungan Sukabumi barangkali akan tinggal cerita dalam beberapa tahun ke depan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;"><span lang="SV">Data yang saya peroleh dari Balai Konservasi dan Pemanfaatan Sumber Daya Pertambangan dan Energi Wilayah Pelayanan I Cianjur menunjukkan, perusahaan-perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK) itu mengambil air tanah dalam sebanyak 449.141 meter kubik per bulan atau 5,389 juta meter kubik per tahun. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;"><span lang="SV">Kendati demikian, nilai kompensasi pajaknya amat kecil. Pada Juni lalu, 17 perusahaan AMDK yang mengeluarkan sedikitnya 200 merek air minum dalam kemasan itu membayar pajak penggunaan air ke kas daerah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp 1,503 miliar. Pembayaran pajak berfluktuasi sesuai pengambilan air tanah, tetapi angka pembayaran pada bulan Juni bisa dianggap sebagai rata-rata. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;"><span lang="SV">Pasalnya, pengambilan air pada musim kemarau meningkat sesuai permintaan pasar, tetapi pada musim hujan akan turun. Dengan angka rata-rata itu, pajak yang dibayarkan oleh 17 perusahaan AMDK selama setahun ke kas daerah Jawa Barat hanya Rp 18,039 miliar per tahun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;"><span lang="SV">Jadi, apa yang harus kita lakukan? Ya monggo mau berbuat apa……… Yang jelas, kelangkaan air minum dalam kemasan galon selama beberapa pekan ini adalah peringatan bahwa sumber daya air dari Sukabumi yang sudah belasan tahun disedot, terus menipis persediaannya. (</span>Oleh AgustinusHandoko:http://agustinushandoko.kompasiana.com/)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mabuk Gusti…]]></title>
<link>http://sahhala.wordpress.com/2008/09/24/mabuk-gusti%e2%80%a6/</link>
<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 16:42:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>sahhala</dc:creator>
<guid>http://sahhala.wordpress.com/2008/09/24/mabuk-gusti%e2%80%a6/</guid>
<description><![CDATA[tresnaku marang Sira ora bisa digambarna ademe ngungkuli banyu angete ngungkuli geni langit kuwi wis]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>tresnaku marang Sira ora bisa digambarna</p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Gulim;color:#333333;"> ademe ngungkuli banyu<br />
angete ngungkuli geni<br />
langit kuwi wis dhuwur<br />
langit kuwi wis dhuwur<br />
nanging tresna ingsun<br />
luwih dhuwur tinimbang langit pitu<br />
bumi kuwi wis abot<br />
nanging tresnaku ngungkuli bumi</p>
<p>kadhang ingsun mboten saget nahan<br />
kados pundi  kula kagungan tresna<br />
kadhang kula ngujaken syukur<br />
marang Ndika <span><span class="yshortcuts">Gusti</span></span><br />
kula tasih diparingi wekdal<br />
kangge tresnane marang<br />
sedengah manungsa<br />
kadang kula mboten saget<br />
mbayangaken Gusti<br />
umpami kula kelangan tresna<br />
kula mboten saget lumampah<br />
gesang malih nang ndonya</p>
<p>ana banyu njedul saka bumi<br />
ngrangkul ingsun<br />
klawan mring Sampeyan<br />
ana banyu tiba saka langit<br />
dadi crita critane wong urip</p>
<p>tresnaku marang Sira langgeng selawase<br />
ora bakal rusak mring wektu<br />
wektu ora bisa ngganggu marang ingsun<br />
lamun kula sampun tresna<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Gulim;color:#333333;">tresnaku marang Sira<br />
dhuwure ngunngkuli langit<br />
tresnaku marang Sira<br />
segere ngungkuli banyu<br />
tresnaku marang Sira<br />
angete ngunngkuli geni<br />
tresnaku marang Sira<br />
tanpa bisa dibayanngna</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong>BY: Slamet Gundono</strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Gulim;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Gulim;"> </span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[I Need a Favor, Dad. Where r U?]]></title>
<link>http://despairiot.wordpress.com/2008/07/04/ayah-kumohon-selamatkan-aku/</link>
<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 04:58:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>DespaiRiot!</dc:creator>
<guid>http://despairiot.wordpress.com/2008/07/04/ayah-kumohon-selamatkan-aku/</guid>
<description><![CDATA[Peristiwa di balik kasus pemerkosaan seorang kulit hitam terhadap seorang wanita kulit putih. _ Suat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Peristiwa di balik kasus pemerkosaan seorang kulit hitam terhadap seorang wanita kulit putih. _ Suat]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tidur Membuang Racun]]></title>
<link>http://beritamaya.wordpress.com/2008/05/17/tidur-membuang-racun/</link>
<pubDate>Fri, 16 May 2008 20:42:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>xarazz</dc:creator>
<guid>http://beritamaya.wordpress.com/2008/05/17/tidur-membuang-racun/</guid>
<description><![CDATA[Jangan suka begadang dan melewatkan istirahat di malam hari, karena saat itu, tubuh menjalankan fung]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Jangan suka begadang dan melewatkan istirahat di malam hari, karena saat itu, tubuh menjalankan fungsinya membuang racun secara alami. Jika pada jam-jam ini tubuh masih beraktifitas, proses detoksifikasi tak akan berjalan sempurna. Kerja hati dan empedu pun akan semakin berat.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" style="vertical-align:middle;" src="http://freestuff.890m.com/gambar/good-nights-sleep_5810.jpg" alt="" width="335" height="335" /></p>
<p>Berikut ini jadwal kerja pembuangan racun dalam tubuh:<br />
-	pukul 21.00-23.00, masa pembuangan zat-zat tidak berguna di bagian sistem antibodi (kelenjar getah bening). Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau mendengarkan musik.<br />
-	Pukul 23.00-01.00, masa untuk proses detoksinasi di bagian hati. Agar dapat berjalan, Anda harus dalam keadaan tertidur pulas.<br />
-	01.00-03.00, proses detoksinasi di bagian empedu, juga harus berlangsung dalam kondisi tidur.<br />
-	03.00-05.00, proses detoksinasi di bagian paru-paru. Inilah sebabnya, penderita batuk akan mengalami batuk hebat saat dini hari. Karena proses pembersihan kotoran telah mencapai saluran pernafasan, maka tak perlu minum obat batuk saat itu , agar tidak merintangi proses pembuangan kotoran secara alami.<br />
-	24.00-04.00, sumsum tulang belakang memproduksi darah.<br />
-	05.00-07.00, pembersihan di bagian usus besar, harus buang air.<br />
-	07.00-09.00, waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil. Karenanya, jangan lewatkan sarapan.</p>
<p>Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat tidak berguna. Sebab itulah, tidurlah yang nyenyak, jangan begadang, dan jangan sampai kesiangan. (Ayo Hidup Sehat/Dila) ** <a href="http://sehat.suaramerdeka.com/index.php?id=78" target="_blank">Suara Merdeka CyberNews</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[sampan]]></title>
<link>http://sahhala.wordpress.com/2008/05/13/sampan/</link>
<pubDate>Tue, 13 May 2008 12:21:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>sahhala</dc:creator>
<guid>http://sahhala.wordpress.com/2008/05/13/sampan/</guid>
<description><![CDATA[senja ini saya membuka kembali tulisan-tulisan yang pernah &#8220;kubuang&#8221; via mail.yahoo.com.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;">senja ini saya membuka kembali tulisan-tulisan yang pernah &#8220;kubuang&#8221; via mail.yahoo.com. di rasa-rasa, kok ada banyak yang menjengkelkan. yang gini saya langsung membuangnya tanpa kuselesaikan membacanya. ada yang lucu, kusimpan di word, karena suatu saat saya pasti butuh ketawa lagi. ada yang sedih, saya ragu, mau kusimpan atau kubuang. pengen kusimpan, tapi agak gimana gitu. mau kubuang, tp ada kenangan. ah!</span></p>
<p class="MsoNormal">di antara yang sempat kubaca, <span style="font-family:Verdana;">ada satu yang berhasil &#8220;tegang&#8221; tapi juga &#8220;geli&#8221;. subjeknya &#8220;sampan&#8221;. dia, bercerita cinta dan rindu. rasanya, ini tulisan yang paling metaforis di antara tulisanku yang lain. halah&#8230;heheh&#8230;.</span></p>
<p class="MsoNormal"><!--more--></p>
<p class="MsoNormal">kepada siapa tulisan itu &#8220;kubuang&#8221;, saya tidak perlu bercerita di sini. saya ragu mau kuapakan tulisan ini.</p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;">tapi, akhirnya saya memberanikan diri mempostingnya. ah, mungkin tambah &#8217;seru&#8217; kalau di tambah sampan yang terikat di pinggir kali yang jernih. siapa tahu memunculkan rindu yang purba. tapi sayang, saya belum bisa menaruh gambar di sini. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;">bila Anda punya waktu, coba disimak, atau kalau sedang malas, lihat sampannya saja. siapa tahu malah melahirkan sesuatu yang lebih bisa dinikmati lagi.</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><em>sampan<br />
</em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span>sampan yang berlayar di dada</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span>adalah kembara rindu</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span>musyahadah khidir dengan musa</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span> </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span>ada kemarahan yang diuji</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span>ada pertanyaan yang berlari</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span>ada jawaban yang tak terpahami</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span> </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span>ada camar laut </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span>yang mencucup air di ujung sampan</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span>sesudahnya terbang membawa keraguan</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span> </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span>kesabaran menempuh gelombang</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span>telah menempa hati</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span>sedalam samudra</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span><em>seluas angkasa raya</em></span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p><span>4/10/2005</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[tidak tiba-tiba saya]]></title>
<link>http://sahhala.wordpress.com/2008/05/08/tidak-tiba-tiba-saya/</link>
<pubDate>Thu, 08 May 2008 09:20:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>sahhala</dc:creator>
<guid>http://sahhala.wordpress.com/2008/05/08/tidak-tiba-tiba-saya/</guid>
<description><![CDATA[tidak tiba-tiba saya bertemu denganmu ada sejarah yang mendorongku bertemu denganmu tidak tiba-tiba ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span>tidak tiba-tiba saya bertemu denganmu</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>ada sejarah yang mendorongku bertemu denganmu</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>tidak tiba-tiba saya ingin mengenalmu lebih jauh</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>ada hasrat yang mendekatkanku kepadamu</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>tidak tiba-tiba saya kirim salam kepadamu</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>ada harapan yang menyembul di tengah cemas</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>tidak tiba-tiba saya mengesemesmu</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>ada rasa yang ingin kubagi</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>tidak tiba-tiba saya &#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>(Menteng Dalam, Mei &#8216;08)</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[GO.FIGHT.WIN.]]></title>
<link>http://mimithisaunders.wordpress.com/2008/04/04/gofightwin/</link>
<pubDate>Sat, 05 Apr 2008 00:33:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>Mimi</dc:creator>
<guid>http://mimithisaunders.wordpress.com/2008/04/04/gofightwin/</guid>
<description><![CDATA[So Summer, of all people, decided to try out for cheer! I was quite amused when I heard this due to ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a title="cheer.jpg" rel="attachment wp-att-180" href="http://mimithisaunders.wordpress.com/2008/04/04/gofightwin/attachment/180/"><img src="http://mimithisaunders.wordpress.com/files/2008/03/cheer.jpg" alt="cheer.jpg" align="left" /></a>So Summer, of all people, decided to try out for cheer!  I was quite amused when I heard this due to the fact that all her life, she has gagged and rolled her eyes every time the word cheerleader has been mentioned.  The thought of giggly girls in short skirts did not appeal to her.  I am all for it as this is a good way for her to use her dance experience/talents to support and represent her school (i.e. looks good on college apps).  She is such a couch potato that this might be a great way for her to get out there and socialize a little bit!</p>
<p>Of all the years to try out, this is the toughest year.  There are only a few spots open, and many of the girls trying out are seasoned, competitive cheerleaders with years and years of gymnastics/tumbling experience as well.  They are also bubbly, Summer is not.  The cheer coach?  She is the competitive cheer coach in town as well.  Aside from a cheer clinic and practicing a few times with her friends, Summer hasn&#8217;t really had any cheer experience whatsoever. Odds are stacked against her?  Probably, but I am glad she is giving it a shot! We are hoping her grades, behavior, personality, and dance experience make up for the rest.  Oh, and don&#8217;t forget about good looks! HA!  I once had cheerleaders at my school persuading me to try out because I look good.</p>
<p>There are three cheer groups.  Football, which everybody wants to make, basketball, and wrestling.  Summer really wants to make football cheer, as that is the elite status.  She doesn&#8217;t particularly want to do basketball because it&#8217;s a busy schedule, and she is considering wrestling cheer, because you just sit and cheer (sounds like that&#8217;s right up her alley!)</p>
<p style="text-align:center;"><strong>DRUMROLL PLEASE&#8230;</strong></p>
<p style="text-align:center;">.</p>
<p style="text-align:center;">.</p>
<p style="text-align:center;">.</p>
<p style="text-align:center;">.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://mimithisaunders.files.wordpress.com/2008/04/2007-08-21_06-52-20-320x200.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-225" src="http://mimithisaunders.wordpress.com/files/2008/04/2007-08-21_06-52-20-320x200.jpg" alt="" width="240" height="320" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Meet our new cheerleader!</p>
<p style="text-align:center;">(PS, the gal in the pic is Katie, her best friend, and fellow cheerleader, whose sister helped Summer lots!)</p>
<p style="text-align:center;"><strong>CONGRATULATIONS TO SUMMER AND KATIE! GO! FIGHT! WIN!!!!!</strong></p>
<p><a title="Drummer" rel="attachment wp-att-224" href="http://mimithisaunders.wordpress.com/?attachment_id=224"> </a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
