<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>sunda &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/sunda/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "sunda"</description>
	<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 07:56:55 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[James Beard Dinner-Sunda in NYC]]></title>
<link>http://elizabites.com/2009/11/25/james-beard-dinner-sunda-in-nyc/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 05:35:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>Lizzyg</dc:creator>
<guid>http://elizabites.com/2009/11/25/james-beard-dinner-sunda-in-nyc/</guid>
<description><![CDATA[Torching poached shrimp doused with Sunda egg sauce It was sort of weird, yet incredibly awesome, st]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Torching poached shrimp doused with Sunda egg sauce It was sort of weird, yet incredibly awesome, st]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kerajaan Kutai]]></title>
<link>http://beritayanghilang.wordpress.com/2009/11/21/kerajaan-kutai/</link>
<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 05:33:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>plutoboyz</dc:creator>
<guid>http://beritayanghilang.wordpress.com/2009/11/21/kerajaan-kutai/</guid>
<description><![CDATA[Benarkah Kutai Merupakan Kerajaan Pertama Di Indonesia? Tidak, Kutai Bukanlah Kerajaan Pertama di In]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img src="http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_118/images/sej106_09.gif" alt="Prasasti yupa" /><br />
Benarkah Kutai Merupakan Kerajaan Pertama Di Indonesia? Tidak, Kutai Bukanlah Kerajaan Pertama di Indonesia. Dari sejak dahulu hingga sekarang, Pelajar kita diberi tahu bahwa Kutai merupakan Kerajaan Pertama yang berdiri pada waktu sekitar abad ke-5 Masehi. Namun bukti sejarah berkata lain, kenyataannya di Pandeglang telah berdiri sebuah kerajaan bernama Salakanagara (Dari Bahasa Sunda Buhun, Salaka: Perak, Nagara: negara) pada tahun 130 Masehi. Ada kemungkinan bahwa kota inilah yang disebut <em>Argyre</em> oleh Claudius Ptolomeus. Meskipun bukti sejarah yang ditemukan sangatlah sedikit, fakta adalah fakta. Sayangnya sedikit sekali yang mau mencari tahu.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[An(n)a Kar(en)ina*]]></title>
<link>http://mikaeljohani.wordpress.com/2009/11/20/anna-karenina/</link>
<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 17:34:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>mikaeljohani</dc:creator>
<guid>http://mikaeljohani.wordpress.com/2009/11/20/anna-karenina/</guid>
<description><![CDATA[pour Edo Wallad &nbsp; kau orang sunda, bahasamu seperti burung bernyanyi di pucuk angsana pohon pen]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style="font-style:italic;">pour </span><a style="font-style:italic;" href="http://edophilia.multiply.com/">Edo Wallad</a></p>
<p>&#160;</p>
<p>kau orang sunda, bahasamu seperti burung bernyanyi di pucuk angsana<br />
pohon penyembuh segala, masih tersisa satu di pojok kota tua<br />
ingatkah dulu waktu kita sering nongkrong di pinggir molenvliet<br />
mengenang rimbaud dan sepatu yang lepas kulitnya, liburan di pusuk buhit<br />
di sini kita hanya punya gunung salak, senja di beranda dengan budak setia<br />
saudara saudaraku suka meloncat dari prau, menyulut menyan di klenteng naga<br />
bersyukur pada maktjouw poo, semoga daganganku laku<br />
laut cina selatan penuh marabahaya, perjalanan pulang penuh leliku<br />
lebih baik menetap di sini saja, bapakku kapiten cina bercambang<br />
tarik pajak dari rumah judi tenabang, opium den di luar batang<br />
kuharap walau kau membaptisku dengan nama eropah<br />
kau tetap tatahlah itu tembok dengan satu n saja, di sebelahnya hati tertembus panah</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[F bukan P]]></title>
<link>http://adiyasan.wordpress.com/2009/11/19/f-bukan-p/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 19:29:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>adiyasan</dc:creator>
<guid>http://adiyasan.wordpress.com/2009/11/19/f-bukan-p/</guid>
<description><![CDATA[f bukan p Pas pertama liat gambar ini di kaskus saya langsung senyum2 sendiri *bukan gila*, soalnya ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div id="attachment_125" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://adiyasan.wordpress.com/files/2009/03/pitnahsundayr9.jpg"><img class="size-medium wp-image-125" title="pitnahsundayr9" src="http://adiyasan.wordpress.com/files/2009/03/pitnahsundayr9.jpg?w=300" alt="f bukan p" width="300" height="247" /></a><p class="wp-caption-text">f bukan p</p></div>
<p style="text-align:justify;">Pas pertama liat gambar ini di <a title="kaskus" href="http://kaskus.co.us" target="_blank">kaskus</a> saya langsung senyum2 sendiri *bukan gila*, soalnya saya orang sunda dan ngerasa emang <span style="text-decoration:line-through;">susah </span>ga ada huruf f/v dalam bahasa sunda. Dalam bahasa sunda huruf f/v diganti sama p, ga tau kenapa orang sunda pada susah ngucapin huruf f/v mungkin orang sunda ga mau monyong, karena buat ngucapin huruf f/v harus sedikit monyong he..he&#8230; atau karena orang sunda suka yang simpel2 makanya semua yang sulit2 dibikin simpel aja.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[dilema, hati dan kesukaan]]></title>
<link>http://leon0nlyisitokay.wordpress.com/2009/11/17/dilema-hati-dan-kesukaan/</link>
<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 01:06:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>AnNisa Salman</dc:creator>
<guid>http://leon0nlyisitokay.wordpress.com/2009/11/17/dilema-hati-dan-kesukaan/</guid>
<description><![CDATA[Karakteristik antara orang Tegal dan Sunda memang berbeda. Sundanese (sebutan untuk orang sunda)  me]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Karakteristik antara orang Tegal dan Sunda memang berbeda. Sundanese (sebutan untuk orang sunda)  menganggap orang jawa itu kasar. Padahal orang sunda itu sendiri yang kalo ngomong nyelekit2, kelihatannya sih lembut, tapi sebenernya kemayu! Hi hi hi Mereka-nya aja yang sok lembut,  ih, amit-amit banget d. gak banget juga, gitu lho, (bagi orang Tegal), masa mereka (sundanesse) menyebut diri mereka dengan nama mereka sendiri.<!--more--> Contohnya: jika anda ingin berkata: “saya akan pergi ke sekolah” maka sundanesse berkata: (misalnya namanya ujang) “ujang akan pergi ke sekolah” Bodoh sekali ya? Dan tolol!! Bagi aku, namanya nyebut nama sendiri ya cuma bisa di rumah saja, maksudnya di kalangan saudara-lah, dan keluarga. Selebihnya tidak. Jika di antara teman-teman, ya nyebutnya aku-lah, atau saya kek. Contoh nyata-nya adalah, (padahal jarak antara kota Tegal-Cirebon tidak jauh) karakteristik manusia antara dua kota ini. Saya sendiri untuk melakukan adaptasi di kota tersebut –-cirebon- cukup sulit, khususnya dengan orang sunda. Atau..yah, bisa kita sebut sundanesse. selaku mahasiswi tegal yang kuliah di cirebon merasa mereka tidak mau menerima saya dengan tangan terbuka. Sering sekali mereka meremehkan, terutama orang sunda senang sekali jika diharuskan meremehkan orang jawa. padahal dulunya saya sangat tertarik sekali dengan kebudayaan sunda. Saya suka adat istiadat mereka, lembutnya tutur kata, sifat-sifat orangnya, dan (terutama) bahasanya. sedari dulu saya benar-benar jatuh cinta dengan adat budaya sunda. Padahal… o iya, ada lagi perbedaannya. Dan juga nilai positif dari orang sunda. Kali ini mengenai perlakuan orang tua terhadap anak-anaknya. Jika sunda, mereka cenderung halus. Di slawi saja saya  lihat perlakuan ortu thd anaknya ksar sekali, sekilas dilihat bahwa orang tua tidak menyukai memiliki anak spt dia. Gak tahu juga sih, tapi yang saya lihat spt itu. Atau mgkn karena sya orang jw jadi mlhat lembut dikit saya bilang halus. Atau mungkin bagi orang sunda hal demikian biasa saja, saya tidak tahu juga. But,,,,,out of those,,,,,,,,,,,i love SUNDA CULTURE</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[kabayan people sunda sunda people not kabayan]]></title>
<link>http://javastory.wordpress.com/2009/11/16/kabayan-people-sunda-sunda-people-not-kabayan/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 02:16:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>dsupriadi</dc:creator>
<guid>http://javastory.wordpress.com/2009/11/16/kabayan-people-sunda-sunda-people-not-kabayan/</guid>
<description><![CDATA[sikabayan story is very famous in the land pasundan, that attitude and lazy but its bs to make peopl]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong> </strong></p>
<p>sikabayan story is very famous in the land pasundan, that attitude and lazy but its bs to make people laugh to see his behavior, but laziness sikabayan also known by very plain people, whose hobby drinking coffee, sleeping, as he played his ear hole feather wear, yes that&#8217;s sikabayan, he&#8217;s the man sunda sunda but not sikabayan,</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[REFLEKSI PEREMPUAN SUNDA DALAM NOVEL SUNDA]]></title>
<link>http://metasastra.wordpress.com/2009/11/15/refleksi-perempuan-sunda-dalam-novel-sunda/</link>
<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 06:14:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>metasastra</dc:creator>
<guid>http://metasastra.wordpress.com/2009/11/15/refleksi-perempuan-sunda-dalam-novel-sunda/</guid>
<description><![CDATA[Rieza Utami Meithawati Abstrak Karya sastra merupakan sebuah media untuk merepresentasikan berbagai ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong> </strong></p>
<p><strong>Rieza Utami Meithawati</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Abstrak</strong></p>
<p>Karya sastra merupakan sebuah media untuk merepresentasikan berbagai bentuk gagasan ataupun persoalan perempuan yang berkembang dalam masyarakat, baik secara ideologis maupun secara praktis. Masalah refleksi perempuan dalam ruang publik dan ruang privat yang didominasi oleh kaum patriarkat terungkap dalam novel <em>Pipisahan</em>. Peranan tokoh perempuan dalam memperjuangkan hidupnya dengan mengais rezeki di ruang publik mendapat banyak hambatan dari kaum laki-laki. Bahkan, kaum laki-laki berusaha untuk menempatkan kembali tokoh perempuan itu kembali ke ruang privat.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Kata Kunci:<strong> p</strong>erempuan, ruang publik, ruang domestik<!--more--></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Abstract</strong></p>
<p><em>The literary work is  a media to show various forms of  idea or issue of  woman developed in the community, both ideologically and practically. The problem of the reflection of the woman is  in the public&#8217;s space and private space that are  dominated by patriarchy expressed in the <strong>Pipisahan </strong>novel. The role of the leading figure of the woman in fighting for her life by scraping fortune in the public&#8217;s space got many obstacles from the man. Moreover, the man tried to place again the leading figure of the woman back to private space. </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Key word</em><em> : women, public&#8217;s space, domestic space</em></p>
<p>&#160;</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>1. Pendahuluan</strong></p>
<p>Penulisan sastra yang membicarakan persoalan perempuan dalam melaksanakan  fungsi dan perannya dalam relasinya dengan pria pada umumnya dilakukan melalui kajian feminis. Peran perempuan dalam menjalani hidup dan kehidupannya mengalami berbagai warna dan cerita. Cerita kehidupan perempuan yang sering digambarkan dalam karya-karya sastra, terutama yang dihasilkan oleh pengarang perempuan, pada umumnya mengungkapkan secara jelas masalah sifat dan karakteristik perempuan dalam menghadapi hidup dan kehidupan bermasyarakatnya. Sebagai seorang perempuan, seorang pengarang diasumsikan akan mampu menggambarkan masalah psikologis perempuan, merealisasikan ide kewanitaannya, dan menonjolkan segi feminitasnya. Begitu pula,  jika terjadi ketimpangan dalam menjalani peran kehidupan perempuan saat berada dalam lingkungan rumah dan di luar rumah atau dengan kata lain  dalam ruang publik dan privat. Namun, akankah asumsi tersebut sama jika pengarang yang mengungkapkan masalah perempuan itu adalah seorang laki-laki?</p>
<p>Masalah tentang refleksi perempuan dalam ruang publik dan privat sangat relevan dan menarik karena dalam kenyataan kehidupan selama ini sering terjadi dominasi oleh kaum patriarkat. Dominasi di sini dapat diasumsikan sebagai ketidakadilan yang terjadi dalam kehidupan perkawinan jika terjadi perceraian dalam perkawinan.</p>
<p>Karya sastra,  dalam hal ini  novel, pada bagian lain merupakan sebuah media untuk merepresentasikan berbagai bentuk gagasan maupun persoalan perempuan yang berkembang dalam masyarakat, baik secara ideologis maupun secara praktis. Karya sastra itu sendiri merupakan sebuah proses komunikasi antara pembaca dan pengarang serta secara pragmatis dalam sastra komunikasi terjadi antara pembaca dan karya sastra. Bagaimana pembaca dapat merespon dan memahami suatu pesan dalam bentuk kode sastra yang terkait dengan gagasan maupun persoalan perempuan akan terungkap pada pemahaman atas konsep peran perempuan yang telah dipahami secara pasif.</p>
<p>Membicarakan perempuan Sunda dalam karya sastra tentunya tidak dapat melepaskan diri dari realitas budaya yang ada dalam tataran ini. Perempuan Sunda kini adalah refleksi dari perempuan Sunda masa silam. Menurut  Deleuze, masa kini adalah citra aktual dan masa lalu adalah citra virtual, citra dalam cermin. Oleh karena itu, aktualisasi diri perempuan Sunda masa kini dapat dilihat dari cermin masa lalunya. Tepatnya, perempuan Sunda masa kini teraktualisasikan oleh masa silam dan tertuliskan di dalamnya. Apabila ingin memahami bagaimana sesungguhnya perempuan Sunda itu, kita harus mencarinya dari masa lalu, secara khusus di antaranya dari nilai-nilai yang tersimpan dari kebenaran yang lisan dan tertulis atau, menurut Derrida, dari <em>the active trace</em> yang menghias konteks kekinian dan dari ketertidurannya pada masa lalu atau kenyataan inskripsi-inskripsi yang ada.</p>
<p>Rosidi pernah menulis bagaimana karakter perempuan Sunda itu dalam <em>Manusia Sunda</em> (1984). Dengan menggali nilai-nilai manusia Sunda dari tokoh-tokoh sastra yang tipikal, Ajip Rosidi menghadirkan sosok Purbasari Ayu Wangi dari tataran Sunda Kuno, <em>duo wanoja</em> luar biasa, Dewi Pramanik-Ratna Suminar, dari tataran <em>Kamari</em>, dan Raden Dewi Sartika dari tataran <em>Kiwari</em>. Ajatrohaedi juga menulis &#8220;Citra Wanita dalam Sastra Sunda&#8221; (1992) dalam sebuah jurnal sastra UI yang mengulas tokoh perempuan dalam karya sastra dan pengarang perempuan Sunda. Lubis menulis &#8220;Wanita dalam Sejarah&#8221; dalam &#8220;Tradisi dan Transformasi Sejarah Sunda&#8221; (2000) yang menghadirkan citra perempuan Sunda dalam ruang kesejarahannya.</p>
<p>Berdasarkan konsep di atas akan sangat menarik mengurai: “Bagaimanakah karya sastra mereflesikan sebuah peran perempuan Sunda  dan bagaimanakah bentuk ketidakadilan yang dialami perempuan Sunda yang terungkap dalam sebuah novel Sunda?”</p>
<p><strong>2. Ringkasan Cerita</strong></p>
<p>Emin adalah seorang perempuan Sunda yang lahir dan dibesarkan dalam keluarga Sunda yang hidup di sebuah kota kecil di Jawa Barat. Seperti perempuan Sunda pada umumnya Emin hanya terkondisikan untuk menjadi seorang perempuan yang pandai membawa diri dan pada saatnya akan menjadi seorang istri dan ibu yang baik bagi anak-anaknya. Dia tidak dididik untuk menjadi seorang perempuan pekerja yang dapat menghidupi diri secara finansial karena perempuan pada zamannya memang tidak lazim bekerja dan menghasilkan uang. Dengan kata lain, Emin hanya terdidik untuk dapat berperan dalam ruang domestik atau seputar rumah dan tidak terdidik untuk berperan di ruang publik.</p>
<p>Emin menikah dengan seorang laki-laki pilihannya sendiri. Pada awal perkawinannya mereka hidup sangat bahagia walaupun dengan penuh kesederhanaan. Namun, kehidupan mereka sering terganggu oleh kedatangan mertua Emin yang meminta uang dengan alasan berutang. Utang yang dilakukan berkali-kali itu pada kenyataannya tidak pernah dibayar. Padahal, untuk kehidupan mereka yang sederhana dan telah memiliki tiga orang  anak, permintaan uang dari mertua itu sangat memberatkan. Akhirnya, atas permintaan mertuanya pula Emin diceraikan oleh suaminya. Dengan  membawa anaknya yang terkecil Emin kembali ke rumah orang tuanya di kampung. Tidak lama kemudian suami Emin menikah kembali dengan seorang perempuan pilihan orang tuanya.</p>
<p>Emin sempat mengalami depresi akibat perceraiannya. Akan tetapi, dukungan orang tua dan seluruh keluarga membuat Emin tegar kembali menghadapi hari-harinya menjadi janda. Dengan bermodalkan kepandaiannya menjahit dan berdagang, ia mencari nafkah untuk membesarkan anaknya. Kepandaiannya bergaul dan menyesuaikan diri dengan lingkungan tanpa mengabaikan etika membuat para pelanggannya semakin banyak sehingga hidup Emin semakin maju secara finansial.</p>
<p>Pada suatu hari anak kedua yang diasuh oleh mantan suaminya datang diantarkan oleh pengasuhnya. Anak keduanya tersebut terpaksa diantarkan ke kampung karena selalu rewel dan ingin bertemu dengan Emin, ibunya. Kedatangan anak keduanya membuat hati Emin semakin tenang. Namun, semangat untuk mencari uang semakin tinggi. Oleh karena itu, ketika menengok mantan suami yang sedang sakit keras dan melihat keadaan ekonominya yang sangat memprihatinkan, Emin dengan penuh keikhlasan membantunya. Akhirnya, mantan suami yang masih dicintainya itu meninggal dunia.</p>
<p>&#160;</p>
<p><strong>3. Tokoh Perempuan Sunda di antara Ruang Publik dan Ruang Domestik</strong></p>
<p>Emin adalah tokoh utama dalam novel <em>Pipisahan</em> ‘Perpisahan’ karangan Raden Ading Affandi atau lebih populer dengan sebuta RAF.  Sang tokoh utama ini merupakan seorang perempuan yang dilahirkan dan dibesarkan dalam kultur budaya Sunda yang sangat kental. Dalam kultur budaya keluarga Sunda semua orang yang berada dalam keluarga harus selalu saling melindungi dan menyayangi sesama keluarga. Walaupun sudah saling berkeluarga, mereka harus selalu saling peduli. Hal tersebut dapat dilihat dalam kutipan berikut.</p>
<p><em> Diseratan ku mama kabeh dulur-dulur oge, perkara kuring teh. Iwal ka Kang Guru—lanceuk kuring nu lalaki—ka putra-putra nu sejen mah ringkes naker Mama ngawartosanana teh. Ngan ukur:…”ngabejaan yen Emin ayeuna aya di lembur. Budakna nu dua dibawa. Nu cikal mah jeung bapana, kapalang hese pindah sakolana. Darungakeun bae boh Eminna, boh barudakna sing calageur…”</em></p>
<p><em> Matak kaharti sakitu oge. Babari teu kudu dibejerbeaskeun, yen kuring diserahkeun, yen kuring randa.</em></p>
<p><em> Ngan ka kang Guru cek kuring ge nu rada panjang mah. Make ditetek lalakonna, ditembrakkeun soal surat kuring ka Mama memeh pipisahan, malah nepi ka soal kuring nguluwut jero saminggu: rada kumpul pangacian the meueusan, sanggeus jol Bi Cioh nganteurkeun budak nu panengah.</em></p>
<p><em> Bisa jadi ka KangGuru mah, pedah ka putra pameget pangsepuhna, tur di antara putrana kasebut pangnengahna. Pangnengahna boh tina sakola, boh tina pangalaman jeung campur gaulna di kota. Dianggap wawakil Mama malah dina harti papayung kulawarga mah. </em>(hlm.46—47)</p>
<p>&#160;</p>
<p>‘Semua saudara dikirimi surat oleh mama mengabarkan masalah aku. Kecuali kepada Kang Guru&#8211;kakak laki-lakiku—kepada anak-anaknya yang lain mama hanya mengirimi surat  pendek. Hanya berupa :…”mengabarkan bahwa Emin sekarang ada di kampung. Dua anaknya dibawa. Anak sulung dengan bapaknya karena susah pindah sekolah.. Doakan saja agar Emin dan anak-anaknya sehat….”  Membuat orang mengerti penjelasan seperti itu. Tidak harus diperinci bahwa aku sudah dicerai, bahwa aku janda.</p>
<p>Hanya kepada Kang Guru, kataku, isi surat agak panjang. Semua diceritakan secara terperinci, diungkapkan soal surat aku kepada Mama sebelum bercerai, malah sampai ke masalah aku yang bersedih selama seminggu. Agak membaik kondisi kejiwaannya setelah datang Bi Cioh mengantarkan anaknya yang kedua.</p>
<p>Informasi kepada Kang Guru cukup lengkap karena kepada anak laki-laki tertua dan di antara anak-anak Mama bisa dianggap paling mengerti. Paling mengerti dilihat dari pendidikan dan dari pergaulannya di kota. Malahan, Kang Guru dianggap dapat mewakili Mama dalam arti sebagai pelindung keluarga.’</p>
<p>&#160;</p>
<p>Kutipan tersebut memperlihatkan bahwa ketika mendapatkan kesusahan, yaitu saat Emin diceraikan oleh suaminya dan terpaksa pulang ke rumah orang tuanya, semua saudara diberi tahu.  Hal tersebut menggambarkan bahwa Emin sebagai seorang tokoh perempuan dalam cerita tetap akan kembali ke lingkungan domestik atau keluarga awal yang inti atau orang tua tempat tinggalnya sebelum bersuami. Padahal, saat ia keluar dari rumah karena mengikuti suami, Emin pun tetap berada di ruang domestik bersama suami. Namun, ternyata ketika harus tersingkir karena diceraikan oleh suami, Emin kembali ke ruang domestik awal, yaitu keluarga.</p>
<p>Dari kutipan itu juga dapat dilihat bahwa lingkungan domestik Emin yang berkultur Sunda sangat kental ikatan persaudaraannya. Hal lain yang diperoleh dari ruang domestik keluarga yang membekali diri Emin menjadi seorang perempuan yang kuat  dalam menghadapi kehidupannya yang pahit adalah sikap hidup yang penuh keimanan atau religius  yang tercermin dalam kepasrahan dan keikhlasan dalam menjalani kehidupan. Kekuatan yang dimiliki Emin diperolehnya dari kearifan orang tua yang selalu membimbing dan mengajarinya dalam menghadapi kehidupan.</p>
<p>Seperti perempuan Sunda pada umumnya Emin pun bercita-cita hanya ingin menjadi seorang istri bagi suami dan ibu yang baik bagi anak-anaknya. Niat awal Emin sebagai seorang perempuan sederhana itu masih mencerminkan sosok perempuan Sunda pada umumnya, yaitu perempuan-perempuan yang hanya ingin berada di dalam dunia rumah tangga atau ruang domestik saja. Tidak sedikit pun tokoh perempuan ini mempunyai keinginan untuk hidup dan berjuang di ruang publik karena memang tidak dikondisikan dan dididik untuk berada di ruang publik. Oleh karena itu, hubungan psikilogis antara dia dengan anak-anaknya sangat dekat, bahkan  hampir dapat dikatakan tidak dapat dipisahkan, seperti dapat dilihat dalam kutipan berikut ini.</p>
<p><em>Enya geus ti mangkukna kuring beberes teh. Pakean geus dipindahkeun tina lomari kana koper. Jeung nu barudak deuih. Da angkeuhan teh, rek dibawa tiluanana.</em></p>
<p><em>“Ari barudak?” cek manehna deuih, sanggeus kuring ngan ukur unggeuk minangka jawaban kana pananyana.</em></p>
<p><em>“Ari maksad mah, tiluanana&#8230;”, cek kuring.</em></p>
<p><em>“Kaharti pisan Mah, ari kituna mah,” cek salaki kuring deui. “Tapi&#8230;kahayang Bapa, Mamah ulah kajurung ku napsu. Bener, Bapa percaya yen mun tiluanana dibawa oge, moal nepi ka teu kaparaban, moal nepi ka teu kaurus. Percaya pisan. Tapi kapan Si Cikal geus sakola, adina atuh kapan taun hareup kudu sakola deuih. Mun Mamah panuju, saheulaanan nu dua mah atuh jeung Bapa bae&#8230;” Ngarandeg lebah dinya nyaritana teh. Tuluy nyegruk. Nyuuh kana meja.</em></p>
<p><em>Tong dicaritakeun kuma polah kuring harita. Nyium budak ari peta mah, tapi saenyana mah ngabahekeun cimata. Nepi ka ngulisik, taksiran karasaeun haneut kana pipina.</em></p>
<p><em>Balaka bae, leuwih ti ngaracak hate teh. Najan karasa beuratna, tapi teu wasa nolak pamentana. Pamenta hiji bapa nu dianteur ku cimata. Nepi ka kuring leah, yen saheulaanan Si Ujang nu dua mah rek sina jeung bapana.</em> (Hlm:7)</p>
<p>&#160;</p>
<p>‘Sudah sejak beberapa hari yang lalu aku membereskan semua. Pakaian sudah dipindahkan dari lemari ke koper. Juga, baju anak-anak. Aku pikir anak-anak semuanya akan kubawa.</p>
<p>“Anak-anak bagaimana?” tanyanya setelah aku hanya mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaannya.</p>
<p>“Ya, semuanya aja&#8230;” kataku.</p>
<p>“Aku mengerti Mah,” kata suamiku lagi. “Tapi&#8230;.Bapak ingin Mamah  jangan terburu emosi. Benar Bapak percaya kalau anak-anak semuanya dibawa tidak akan sampai kelaparan, tidak akan tidak terurus. Sangat percaya. Akan tetapi, si sulung sudah sekolah, adiknya pun tahun depan harus sudah sekolah. Kalau Mamah setuju, untuk   sementara yang dua orang itu di sini saja dengan Bapak&#8230;” tersendat saat dia berbicara. Kemudian, menangis tersedu, menelungkup di atas meja.</p>
<p>Tak dapat terkatakan polahku saat itu. Berpura-pura mencium anakku, tetapi sebenarnya mencurahkan air mata. Anakku  terbangun mungkin karena merasakan hangat di pipinya.</p>
<p>Terus terang aku sangat sedih. Walaupun merasa sangat berat, aku tidak kuasa menolak permintaannya. Permintaan seorang bapak yang berderai air mata. Akhirnya aku luluh bahwa untuk sementara dua anak lelakiku akan tinggal bersama bapaknya.’</p>
<p>&#160;</p>
<p>Rasa sayang dan cinta yang sangat besar pada anak-anaknya membuat Emin ingin membawa semua anaknya pulang ke rumah orang tuanya ketika ia dan suaminya bercerai, seperti terlihat dari kutipan tersebut. Suaminya sangat percaya bahwa Emin adalah seorang ibu yang sangat baik bagi anak-anaknya. Tidak ada sedikit pun keraguan akan hal itu. Namun, rasa cintanya yang besar terhadap suami  membuat dirinya tetap ingin selalu memberikan rasa hormat dan memenuhi keinginan suami walaupun dirinya sudah diperlakukan tidak adil. Hal-hal seperti itulah yang seringkali dimanfaatkan oleh kaum lelaki untuk dapat selalu mengungguli kaum perempuan. Dengan kelemahan yang sering membelenggu kaum perempuan kaum lelaki semakin mengukuhkan dirinya sebagai penguasa di dunia patriarkat. Hal seperti itulah yang sering dikritik oleh kaum feminis. Para feminis beranggapan bahwa tidak seharusnya kaum perempuan selalu mengalah dan menuruti kemauan para lelaki. Terlebih-lebih, jika kaum perempuan itu sudah diperlakukan tidak adil seperti tokoh Emin dalam novel <em>Pipisahan. </em></p>
<p>Ketidakadilan yang menimpa Emin merupakan ketidakadilan yang banyak menimpa kaum perempuan Indonesia pada umumnya karena masyarakat Indonesia menganut paham patriarkat. Paham itu memberi peluang yang lebih besar kepada para lelaki untuk mendapatkan porsi yang lebih banyak jika dibandingkan dengan kaum perempuan, termasuk di dalamnya hak untuk memutuskan sesuatu. Dalam masalah perkawinan, misalnya, yang merupakan penyatuan dua jiwa yang berbeda antara lelaki dan perempuan tidak mendapatkan hak yang sama. Kaum lelakilah yang berhak melamar  perempuan pada proses awal sebuah perkawinan. Kaum lelaki pulalah yang berhak memutuskan akhir sebuah perkawinan karena lelakilah yang berhak menjatuhkan talak sebagai ucapan putusnya sebuah mahligai perkawinan. Kutipan berikut memperlihatkan kekuasaan lelaki yang sangat besar dalam memperlakukan perempuan.</p>
<p><em>Ti kajauhan keneh geus katembong, Si Oha – adi beuteung kuring- geus aya di setatsion. Bangun keur ngadagoan kuring da kaciri ti kajauhan oge, bangun atoh basa kuring katembong teh. Bareto mah Si Oha teh cicing di imah kuring. Sanggeus ngamagang pindah saimah jeung baturna. Pokna, rek diajar hirup. Geus kajudi deuih- beda keretegna- rek naon pang manehnaaya di setatsion. Moal salah kalah kumaha oge. Jeung teu mencog deui sangkaan teh. Barang manehna tas mangmeulikeun karcis, munjungan bari ngasongkeun amplop.</em></p>
<p><em>“Dipiwarang ku Engkang nyanggakeun serat,” cenah.</em></p>
<p><em>Kakara karampa oge karasa ipis eusi amplop teh. Sidik lain surat, malah da kaciri ngelemengna aksara citak nu aya jeroeun amplop oge. Geus kacipta naon eusina, sanajan can ngarasa nenjo saumur hirup oge. Kakara ngadenge dina dongeng wungkul. Nu matak teu hayang ieuh muka. &#8230;</em></p>
<p><em>&#8230;&#8230;&#8230;.</em></p>
<p><em>Lebah dinyana mah tetela ngawasana lalaki teh. Papisah teh kapan kakara tadi isuk-isuk. Tapi memeh kuring clak kana kareta api, surat pangjurung balik teh geus bisa kabahankeun. Tetela gampang pisan nyerahkeun teh geuning, teu kawas ngarangkepna bareto. Kudu dipatri heula ku jangji, kudu dipenta dikurihit heula ka kolot. Ari surat talak mah bangunna cukup ku menta bari ngaliwat!</em> (Hlm:15—16)</p>
<p>&#160;</p>
<p>‘Dari jauh sudah terlihat si Oha—adik iparku—sudah ada di setasiun. Sepertinya dia sedang menungguku karena dari jauh terlihat gembira saat melihatku. Dulu si Oha tinggal di rumahku. Setelah bekerja, ia pindah serumah dengan temannya. Katanya, ingin belajar hidup. Sudah kuduga-kata hatiku-tujuan kehadirannya. Dan tidak meleset dugaanku. Setelah dia membelikan karcis kereta, menyalamiku sambil menyodorkan amplop.</p>
<p>“Disuruh Engkang memberikan surat,”katanya</p>
<p>Baru teraba pun sudah terasa bahwa isi amplop itu sangat tipis. Yakin bukan surat, malahan sangat terlihat bayangan huruf cetak yang ada di dalam amplop. Sudah terbayang apa isinya walaupun belum pernah melihat seumur hidupku. Pernah mendengar dari cerita orang. Oleh karena itu, aku tak ingin membukanya.</p>
<p>Dari hal itu jelas terlihat berkuasanya laki-laki. Bukankah berpisah pun baru tadi pagi. Akan tetapi, sebelum aku naik kereta api, surat pengantar kepulanganku sudah bisa terbawa. Ternyata sangat gampang menceraikan seorang perempuan itu tidak seperti saat menikah dulu. Harus diikat janji dulu, harus diminta-minta dulu kepada orang tua. Namun, untuk mendapatkan surat cerai  cukup diminta sambil lewat.’</p>
<p>&#160;</p>
<p>Kutipan di atas memperlihatkan kekuasaan seorang lelaki yang sangat besar sehingga dengan sangat mudah menceraikan seorang perempuan. Hanya melalui selembar surat talak dia menceraikan istrinya walaupun mereka telah dikaruniai tiga orang anak. Tanpa proses panjang, tanpa basa-basi, bahkan tanpa etika dia memulangkan istri dan anaknya. Pemulangan seorang perempuan disertai anaknya tanpa disertai suaminya merupakan sebuah pelecehan karena hal itu sangat menjatuhkan mental dan perasaan perempuan. Apalagi, pemulangan tersebut disertai dengan surat talak yang menjelaskan bahwa perempuan tersebut pulang dan mendapat status baru sebagai janda. Status tersebut sering membuat seorang perempuan merasa sangat terhina, menderita, dan memalukan. Begitu pula, status janda yang baru disandang oleh Emin, tokoh utama cerita, sangat membuat dirinya terpuruk, seperti yang terlihat dalam kutipan berikut.</p>
<p><em>‘Aya kitu Ki Madhari jeung bojona? Nyarahoeun kitu yen kuring ayeuna balik bari mawa surat talak? Era temen mun nyarahoeun!</em></p>
<p><em>Kareta teh geus robah sorana. Geus gandeng pisan, geus asup kana wesel erel. Kuring nolol, halteu lembur kuring geus tetela. Reg kareta teh eureun. Kuring nangtung, kuli pelat rajleng kana dareksi. Kabeneran nu asup kana dareksi kuring mah kuli pelat teh Si Sadin budak tatangga. Buru-buru ku kuring dititah nyokotan barang. Mani asa ngajaleger kadengene sora Si Sadin barang pok nanya:”&#8230; Di mana ari murangkalih sapalih deui?” Ku kuring teu dijawab. Sanggeus nuduhkeun babawaan, kuring ngais budak nu kakara nyaring turun ti heula.</em></p>
<p><em>Teu ku hanteu. Barang jut turun, rarasaan kabeh jalma nu aya, boh nu wawuh boh nu henteu, asa marelong ka kuring. Bangun araneheun kuring datang kadua budak, tur loba babawaan. Da keur urang kampung mah atuh babari katangenna. Awewe nu datang nyorangan bari loba babawaan, tangtu&#8230; tangtu randa anyar, nu rek balik ka kolotna.</em></p>
<p><em>Teu, teu wani luak-lieuk leumpang teh. Tungkul bari niungan sirah budak ku karembong. Portir nu mupulan karcis oge teu dilieuk.</em></p>
<p><em>Najan wawuh pisan saenyana mah. Api-api bae, sieun nampanan karcis bari nanyakeun budak jeung bapana.</em></p>
<p><em>Teu direret Si Sadin ge, geus percaya moal aya nu tinggaleun. Kuring ngencis leumpang ninggalkeun halteu. Hayang buru-buru ninggalkeun tempat rame, sieun pada nanya &#8230;.</em>(Hlm19—20)</p>
<p>&#160;</p>
<p>‘Adakah Ki Madhari dan istrinya? Tahukah mereka bahwa kepulanganku sekarang membawa surat cerai? Betapa malunya kalau mereka tahu!</p>
<p>Kereta sudah berubah suaranya. Suaranya sangat berisik, sudah masuk ke wesel rel. Aku nongol, terlihat halte kampungku dengan jelas. Kereta berhenti. Aku berdiri, kuli panggul berloncatan ke dalam gerbong. Kebetulan yang masuk ke gerbongku si Sadin, anak tetangga. Cepat-cepat kusuruh mengambil barang-barang. Serasa halilintar menyambar ketika si Sadin bertanya, “&#8230; di mana anak-anak yang lain?” Aku tidak menjawab. Setelah menunjukkan barang bawaan, aku menggendong anak yang baru terbangun turun mendahului.</p>
<p>Saat turun dari kereta, aku merasa semua orang, baik yang kenal maupun yang tidak, memelototiku. Sepertinya mereka merasa aneh aku datang bersama seorang anakku dan membawa banyak bawaan. Karena bagi orang kampung  sangat mudah menduganya. Perempuan yang pulang sendiri sambil membawa banyak barang, pasti&#8230; pasti baru menjanda yang akan pulang kembali ke orang tuanya.</p>
<p>Tidak, tidak berani aku menengok kanan kiri. Menunduk sambil menutupi kepala anakku dengan selendang. Portir yang mengumpulkan karcis pun tidak kutoleh walaupun sebenarnya aku sangat mengenalnya. Pura-pura saja, aku takut saat menerima karcis dan dia bertanya soal anak-anak dan ayahnya.</p>
<p>Si Sadin pun tidak kutoleh. Aku sangat mempercayainya. Aku bergegas berjalan meninggalkan halte. Ingin secepatnya meninggalkan tempat ramai, takut ditanyai orang&#8230;’</p>
<p>&#160;</p>
<p>Status janda yang membuat seorang perempuan merasa sangat terhina, seperti yang terlihat dalam kutipan tersebut berkaitan dengan dunia luar keluarga atau ruang publik. Status janda tersebut akan membuat setiap perempuan merasa tertekan karena mau tidak mau ia harus berhubungan dengan orang lain yang berada di ruang publik. Setiap perempuan, seperti juga Emin, akan merasa memiliki kekurangan hal yang sangat penting dalam hidup. Kekurangan hal yang paling penting dalam hidup itu adalah karena ada anggapan dalam masyarakat bahwa seorang perempuan belum dapat dikatakan lengkap atau sempurna jika tidak memiliki seorang suami.</p>
<p>Status janda yang dimiliki oleh seorang perempuan dengan stigma yang hidup dalam masyarakat tidak berlaku pada kaum laki-laki. Status duda bagi seorang laki-laki hampir dapat dikatakan tidak menimbulkan efek negatif. Sudah barang tentu, hal tersebut memperlihatkan ketidakadilan atau ketimpangan gender bagi kaum perempuan. Ruang publik seolah-olah ingin ‘menghukum’ seorang perempuan karena tidak bersuami. Padahal, dalam kenyataan kehidupan seorang perempuan yang bercerai dengan suaminya seringkali harus menanggung berbagai beban. Selain beban psikis yang memberi stigma negatif seorang janda, seorang perempuan pun pada umumnya harus menghidupi diri dan mengasuh anak-anaknya tanpa dibiayai oleh mantan suaminya. Kutipan berikut memperlihatkan perjuangan seorang perempuan dalam menjalani kehidupan menjandanya.</p>
<p><em>Aya nyiwit saeutik-saeutik tina dagangan teh, jaba deuih nu mareuli encit tea pada hayang dipangaputkeun. Nya lumayan bae, aya leuwihna tina ngagantian ongkos. Geus kitu bae meureun milik budak, kudu aya marga lantaran pihirupeun.</em></p>
<p><em>Saminggu ti harita kuring balanja deui. Ka kota ayeuna mah, sakalian dibahanan surat ku Ema keur Ceuk Jenah, tukang samping.</em></p>
<p><em>Artos sisimpenan Ema golosor dikakuringkeun. Keur nambahan modal, saurna. Rada loba balanja teh ayeuna mah, geus bisa ngira-ngira nu kumaha nu bakal dipikaresep ku urang pasar, ku priyayi, ku kolot, ku nu ngora jeung saterusna.</em></p>
<p><em>&#8230;&#8230;&#8230;.</em></p>
<p><em>Kahayang kuring pikeun hirup rarasaan beuki hurung. Alam kiamat nu anyar kaliwat, geus meh leungit tina ingetan. Beungeut teh rarasaan geus nyanghareup ka sorangeun poe isuk. Disinaran ku tilu budak uruseun. Tekad beuki tohaga, yen ngahirupkeun diri jeung barudak teh, sabisa-bisa hayang ku tanaga diri pribadi. Malah mun bisa mah, hayang ngabanjel-banjel kana kaperluan sepuh. Anggoanana mah atuh hayang bisa dicukup ku kuring.</em> (Hlm.66)</p>
<p>&#160;</p>
<p>‘Aku mengambil keuntungan sedikit-sedikit dari barang dagangan. Selain itu, yang membeli bahan pakaian itu ingin pula sekaligus dijahitkan. Ya lumayan ada lebihnya sebagai pengganti ongkos. Menurutku semua itu merupakan rezeki anak-anak dan jalan kehidupan kami. Seminggu kemudian aku berbelanja lagi. Sekarang berbelanjanya ke kota sekaligus dititipi surat oleh Ema untuk Ceuk Jenah, tukang kain. Uang simpanan Ema diserahkan padaku. Katanya untuk menambahi modal. Belanjaanku agak banyak karena sekarang sudah bisa mengira-ngira apa yang disukai oleh orang pasar, priyayi, orang tua, anak muda, dan sebagainya.</p>
<p>&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>Semangat hidupku semakin menyala. Alam kiamat yang baru berlalu hampir hilang dari ingatan. Harapan hidupku serasa sudah membentang di depan mata. Disinari oleh tiga anak yang harus kuurus. Tekadku semakin besar bahwa menghidupi diri dan anak-anak sebisa mungkin ingin dengan tenaga sendiri. Malahan, kalau bisa, ingin membantu kehidupan orang tua’.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Emin sebagai seorang tokoh perempuan harus berjuang untuk menghidupi diri dan anak-anaknya dengan menjadi pedagang kain panjang dan bahan-bahan pakaian sekaligus menjahitkannya. Ketekunan dan kegigihannya dalam berusaha membuat dirinya relatif sukses. Selain itu, kesuksesan usaha membuat Emin semakin dipercaya orang dan hal itu semakin membuatnya percaya diri. Kesempatan dan peluang yang diperoleh Emin dari ruang publik setelah menjadi janda menjadikan Emin semakin bergairah untuk menjalani hidup. Akan tetapi, kesempatan dan peluang itu tidak datang tiba-tiba dan tanpa usaha. Semua itu diraihnya dengan perjuangan dan sikap positifnya dalam memandang kehidupan. Dari ruang publik pula Emin mendapatkan penghasilan dan pengakuan diri bahwa dia merupakan seorang perempuan yang memiliki kemampuan untuk menghidupi diri dan anak-anak, bahkan kedua orang tuanya. Dari hal-hal tersebut dapat disimpulkan bahwa kolaborasi antara pendidikan yang didapatkan Emin dari orang tua di ruang privat, kesempatan, dan peluang yang didapatkannya dari ruang publik menghasilkan sebuah kebaikan dalam hidup perempuan seperti Emin.</p>
<p>Kiprah Emin sebagai seorang perempuan yang tidak dinafkahi oleh mantan suaminya di ruang publik,  mengundang perhatian kaum laki-laki. Laki-laki yang mencoba untuk menggoda kehidupan Emin itu adalah teman mantan suaminya. Berikut ini kutipan yang memperlihatkan tipu daya laki-laki dalam menggoda seorang perempuan yang berusaha menghidupi diri dan keluarganya.</p>
<p>Papanggih teh mimitina mah di halteu basa turun tina kareta. Tuluy manggihan kuring ka bumina Ceuk Mantri Lumbung.</p>
<p>“&#8230;nanging omong jalmi Enden nu kedah dijagi teh. Kapan cenah aya tukang barang, randa ngora!” pokna.</p>
<p>“Asa taya awonna raraosan mah,” kuring ngajawab.</p>
<p>“Leres cek urang mah taya awonna, “ pokna deui. “Namung Enden ulah lali, yen urang hirup teh sanes nyorangan. Nanging di tengah-tengah jalma rea. Nu kejem dina nyaritakeun batur. Nu teu payaan&#8230;.”</p>
<p>“Nu saleresna mah, teu kedah pipilueun kana urusan batur,” cek kuring megat kalimah.</p>
<p>“Nu saleresna mah teu kedah pipilueun kana urusan batur, namung salamina sok pipilueun kana urusan batur,” cek manehna deui nuluykeun kalimah kuring tadi.</p>
<p>Eta di antarana paguneman teh. Sakitu bae nu ku kuring rek didongengkeun mah. Teu kudu tarerang kumaha terusna. Kumaha pokpokanana basa saterusna manehna ngalamar ka kuring ngajak hirup babarengan. Pokna dina nungtungkeun omonganana:</p>
<p>“Tobat Enden sanes niat ngahina, Engkang teh mung niat ngiring mikanyaah. Leres, da Enden ge uninga yen Engkang teh ayeuna parantos rimbitan, namung&#8230;.” (Hlm:67—68)</p>
<p>&#160;</p>
<p>‘Pertama kali bertemu saat aku turun dari kereta. Kemudian, dia menemuiku di rumah Ceuk Mantri Lumbung.</p>
<p>“&#8230;Namun, omongan orang Neng yang harus dijaga. Orang akan mengatakan bahwa ada yang jualan lho, janda muda pula!” katanya.</p>
<p>“Menurut saya tidak ada jeleknya ya,” jawabku.</p>
<p>“Benar menurut kita sih tidak ada jeleknya,” katanya lagi. “Namun, Eneng jangan lupa bahwa kita hidup itu tidak sendiri. Akan tetapi, di tengah-tengah orang ramai yang kejam dalam membicarakan orang yang tidak tegar&#8230;.”</p>
<p>“ Yang jelas itu bukan urusan orang, tidak perlu ikut campur,” kataku memotong pembicaraan.</p>
<p>“ Yang pasti memang tidak boleh ikut campur urusan orang, tetapi selamanya orang selalu ikut campur urusan orang,” katanya meneruskan pembicaraan yang tadi terpotong.</p>
<p>Hal itu, antara lain, yang dibicarakan. Hanya itu yang ingin kuceritakan. Tidak perlu tahu bagaimana seterusnya. Bagaimana pembicaraan dia selanjutnya saat melamar dan mengajakku untuk hidup bersamanya. Katanya sambil mengakhiri pembicaraan,</p>
<p>“Ampun Eneng saya tidak berniat menghina, Engkang hanya ingin ikut memberikan kasih sayang. Sungguh, karena Eneng pun tahu bahwa Engkang sekarang sudah beranak istri, tetapi&#8230;.”’</p>
<p>&#160;</p>
<p>Ego seorang laki-laki dan keinginan untuk selalu menguasai perempuan saat peluang ada di depan mata jelas terlihat dalam kutipan itu. Laki-laki itu tidak memedulikan perempuan macam apa yang diincarnya. Yang penting baginya adalah menguasai hidup seorang perempuan atau beberapa perempuan sekaligus. Dengan kata lain, dia tidak mau membiarkan seorang perempuan, apalagi cantik dan menarik, hidup dan berjuang untuk menghidupi diri dan keluarganya. Bagi seorang laki-laki, seperti itu, seorang perempuan harus selalu berada di ruang privat atau seputar rumah dan tidak akan pernah membiarkannya hidup dan berkembang di ruang publik.</p>
<p>&#160;</p>
<p><strong>4. Penutup</strong></p>
<p>Tokoh perempuan dalam novel <em>Pipisahan </em>ini ditampilkan oleh pengarangnya sebagai seorang tokoh perempuan Sunda yang kuat dan tegar. Walaupun pada awal masa perceraiannya, sang tokoh perempuan ini mengalami tekanan jiwa yang dirasakannya sangat berat, ia cepat pulih kembali. Semangatnya untuk melanjutkan hidup didukung penuh oleh kasih sayang yang diterima dari kedua orang tua dan anak-anaknya. Pengalaman dan pendidikan yang diperoleh dari orang tua di ruang privat atau  dalam keluarga membuat tokoh perempuan mampu berkiprah dan mencari rezeki di ruang publik atau di luar rumah. Perjuangannya dalam mencari rezeki itu dilakukan untuk membiayai kehidupan diri dan anak-anaknya. Bahkan, ia pun dapat membantu kehidupan orang tuanya.</p>
<p>Ketidakadilan dan kesewenang-wenangan yang diperoleh tokoh perempuan dari suaminya di ruang privat menimbulkan motivasi untuk berjuang mempertahankan hidup diri dan keluarganya. Dengan berdagang berbagai barang dan menolong teman-temannya, tokoh utama, yang berjenis kelamin perempuan, mendapatkan rezeki dari ruang publik. Kegiatan yang dilakukan di ruang publik oleh seorang perempuan yang tidak bersuami, seperti tokoh perempuan, itu ternyata tidak mendapatkan respon positif dari sebagian orang, dalam hal ini adalah kaum laki-laki. Bahkan, seorang di antara laki-laki itu menggoda dan mengajak tokoh perempuan itu untuk menjadi istri ketiga. Ternyata, kemerdekaan dan keleluasaan tokoh perempuan untuk berjuang dan berkiprah di ruang publik tidak menyenangkan bagi sebagian kaum laki-laki. Laki-laki tersebut ingin mengembalikan lagi tokoh perempuan ke tempat yang seharusnya bagi perempuan, yaitu ruang privat.</p>
<p>&#160;</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Daftar Pustaka</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Ekadjati, Edi S. 1984. “Sejarah Sunda”. Dalam <em>Masyarakat Sunda dan Kebudayaan. </em>Jakarta: Girimukti Pasaka.</p>
<p>RAF. 1977. <em>Pipisahan</em>. Jakarta: Dunia Pustaka Jaya.</p>
<p>Nurgiyantoro, Burhan. 2005. <em>Teori Pengkajian Fiksi</em>. Yogyakarta: Gadjahmada                     University Press.</p>
<p>Sugihastuti. 2002. <em>Teori dan Apresiasi Sastra</em>. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[2009 Emmy Awards]]></title>
<link>http://shauncloud.wordpress.com/2009/11/14/2009-emmy-awards/</link>
<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 23:09:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>Shaun Cloud</dc:creator>
<guid>http://shauncloud.wordpress.com/2009/11/14/2009-emmy-awards/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;Unreal Housewives of Kansas City&#8221; At the beginning of 2009, I set my sights on finding ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>&#8220;Unreal Housewives of Kansas City&#8221;</strong><br />
At the beginning of 2009, I set my sights on finding new and innovative people to work with and projects on which to collaborate.  Before I had even written that goal down on paper, I was contacted by one of the Executive Producer&#8217;s of a new web series titled, &#8220;Unreal Housewives of Kansas City&#8221;.  After viewing their pilot and meeting with the producers of the show, I knew I was hooked.  We began production and were proud owners of a 2009 Mid-America Emmy Award within a few short months!  I&#8217;d like to give a very special thank you to Jennifer Plas, Meagan Flynn, and Michelle A. Davidson for making one of my dreams a reality.</p>
<div id="attachment_40" class="wp-caption aligncenter" style="width: 373px"><img class="size-full wp-image-40" title="Jennifer Plas and Shaun Cloud" src="http://shauncloud.wordpress.com/files/2009/11/shaun_jen_emmy.jpg" alt="Jennifer Plas and Shaun Cloud" width="363" height="449" /><p class="wp-caption-text">Jennifer Plas and Shaun Cloud at the 2009 Mid-America Emmy Awards</p></div>
<p><strong>&#8220;Journey to Sunda&#8221;</strong><br />
In the Midwest region, I was extremely pleased when I was brought on by Bridges Media Group to work as Director of Photography on a promotional piece titled, &#8220;Journey to Sunda&#8221;.  It was a very graphics-intensive spot that offered a lot of challenges and the opportunity to work with some amazing people.</p>
<p>Chief Creative Officer: Christian Robins<br />
Executive Producer: Selina Hood<br />
Producer: Lisa Chung<br />
Live Action Director: Philip Jones<br />
Editor: Mike Russell<br />
Motion Graphics and Compositing: Christian Robins, Mike Kislovsky, Brian McCauley, Jared Willard, Scott Pearce, Caitlin Morris.</p>
<p>I can&#8217;t say enough about this team.  They&#8217;re both innovative and creative, and I&#8217;m very proud to call them my business partners.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Next Post]]></title>
<link>http://baedowie.wordpress.com/2009/11/14/219/</link>
<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 09:20:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>baedowie</dc:creator>
<guid>http://baedowie.wordpress.com/2009/11/14/219/</guid>
<description><![CDATA[Aya – aya wae budak teh ku : Owie Euweuh kapaur ieu budak. Karak mah kamari di carekan ku indungna g]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><strong>Aya – aya wae budak teh</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>ku : Owie<br />
</strong></p>
<p>Euweuh kapaur ieu budak. Karak mah kamari di carekan ku indungna gara – gara rag-rag tina tangkal tangkil di astana, sirahna geus bocos nepikeun ka diperban kulawon bodas, percis jiga layar tanceb, leungeunna di bungkus kulawon kurut jiganamah elap etateh geus lekoh kitu sih, sukuna coba <!--more-->bayangkeun bared ngagusruk kana tangkal jarong nu ngarunyuk dihandapeun tangkal eta, ngagoakna menta ampun eta budak, jerengees pisan, sakampung sugan ngadengeyeun. Eh ayeuna geus maen bola deui da diajak ku baturna. Haduh ampun budak teh euweuh kanyeri. Maen bola manehna tea jiga kebo rek ngagadil jelema, pan ngabahayakeun maen kitu mah. Jiga Bambang Pamungkas lain komo jiga Ronaldo mah jauh pisan. Nu aya nyilakakeun batur weh.</p>
<p>Tapi najan kitu ieu budak teh aya manfaatna oge sih. Kadang – kadang sok milu kerja bakti di masigit. Mun aya rehabilitasi sok pang semanget na ieu budak. Mantakna kana dahar ge pang segit na. Misalna manehna yeuh keur ngoper adukan di luhur masigit lantai 2, pas waktu istirahat weh aya nu ngomong kieu “dalahar heula yeuh”, huwh manehna mah langsung turun lumpat, jiga anak hayam diasongan hu-ut. Geus dahar teh sungutna tara dikumbah deui, ih meni rebeh. Atuh ceuk urang mah nya cai deukeut tinggal ka wc masigit, ih embung weeeh. Dasar si kummel.</p>
<p>Salain eta, budak ieu teh sok daekan dititah ku tatanggana, teu eraan da jelemanamah. Misalna bu Haji balik balanja yeuh ti pasar, kan ari si ibu haji mah ngawarung sembako, nya pasti loba balanjaanna, tah mun kabeneran keur mawa balanjaan eta budak kapanggih di gank, pasti dititah. Huwh segut;  soalna sok di bere duit ku ibu hajina. Ngaran gawe aya duitan mah, semangat manehna jiga kabakar langsung tea, teuing aya kalainan eta budak teh sugan.</p>
<p>Leuwih ngeleyed deui mun keur sholat eta budak. teu daekeun bener sholatna. Komo mun manehna sholat deukeut baturna, tah dina shaf eta the ngabaris jeung baturna, manehna pangsisina, disisi belah kirina aya sapuluh orang mah batur manehna kabeh, eh di jorongkeun kumanehna, atuh nu sapuluh orang plus batur nu keur khusyu’ ngaguling kabeh. Pan lain teu eucreug eta teh. Ih aya – aya wae budak teh.</p>
<p>Lain eta wungkul, mun misalna keur sholat manehna aya ditukangeun baturna yeuh, pan baturna teh pake samping lain pake calana ieuh, komo mun sholat jumaah mah, kalakah di singsatkeun samping na, keur kabeneran eta budak teh te make jeroan, atuh katingali beulah bujurna. Lain nyengir eta nu lainna ngagak-gak. Haduh ampun ieu budak. tapi najan kitu oge ieu budak baturna loba, soalna bageur. Mun boga kadaharan teh sok babagi ka baturna, daekeun ngaji deui. Yaah maca Juz ‘Amma mah bisaeu. Aya – aya wae budak teh.</p>
<p>Wassalam&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>﻿</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[96% BENAR Prediksi Gempa Dini hari BENGKULU !!! 5.5SR 2:39 WIB 13 November 2009]]></title>
<link>http://richocean.wordpress.com/2009/11/13/gempa-dini-hari-bengkulu-5-5sr-239-wib-13-november-2009-apakah-sesuai-prediksi-gempa-10-%e2%80%93-16-november-2009-4-2-6-2-sr-prediksi-pak-reg-roberts-phd-%e2%80%93-gempa-mentawai-pariaman-pada/</link>
<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 00:15:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>richocean</dc:creator>
<guid>http://richocean.wordpress.com/2009/11/13/gempa-dini-hari-bengkulu-5-5sr-239-wib-13-november-2009-apakah-sesuai-prediksi-gempa-10-%e2%80%93-16-november-2009-4-2-6-2-sr-prediksi-pak-reg-roberts-phd-%e2%80%93-gempa-mentawai-pariaman-pada/</guid>
<description><![CDATA[Gempa skala 5.5SR Bengkulu, di laut kedalaman 23km,4.88 LS 103.02 BT terjadi tgl 13 November 2009 02]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style="color:#ff0000;"><strong>Gempa skala 5.5SR Bengkulu, di laut kedalaman 23km,</strong><strong><img title="show location on an interactive map" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/9a/Erioll_world.svg/18px-Erioll_world.svg.png" alt="" width="18" height="18" />4.88 LS 103.02 BT</strong><strong> terjadi tgl 13 November 2009 02:39:16WIB, 41</strong><strong>km Barat Daya Bintuhan, Bengkulu. Gempa dirasakan (MMI) : II-III Lais.</strong></span></p>
<p><strong>Tulisan terkait :</strong></p>
<ul>
<li><a title="Selat Sunda Malam Gempa !!! 12 November 2009 19:53 WIB. Apakah Sesuai Prediksi Gempa 10 – 16 November 2009 4.2-6.2 SR Prediksi Pak Reg Roberts Phd – Gempa Mentawai/ Pariaman/ Padang/ Bengkulu/ Jambi/ Sumatra Selatan / Selat Sunda/ Jawa Barat" rel="bookmark" href="../2009/11/12/lampung-malam-gempa-12-november-2009-1953-wib-apakah-sesuai-prediksi-gempa-10-%e2%80%93-16-november-2009-4-2-6-2-sr-prediksi-pak-reg-roberts-phd-%e2%80%93-gempa-mentawai-pariaman-padang-bengk/">Selat Sunda Malam Gempa !!! 12 November 2009 19:53 WIB. Apakah Sesuai Prediksi Gempa 10 – 16 November 2009 4.2-6.2 SR Prediksi Pak Reg Roberts Phd – Gempa Mentawai/ Pariaman/ Padang/ Bengkulu/ Jambi/ Sumatra Selatan / Selat Sunda/ Jawa Barat?</a><br />
<a href="../2009/11/12/2009/11/12/lagi2-sore-gempa-4-7sr-mentawai-sumatra-barat-12-november-2009/">Lagi2 Sore !!! Gempa 4.7SR Mentawai, Sumatra Barat 12 November 2009 </a></li>
<li><a href="../2009/11/12/2009/11/12/gempa-lagi-5-0sr-nias-sumatra-utara-apakah-sesuai-prediksi-4-%e2%80%93-10-november-2009-3-9-5-9-sr-prediksi-pak-reg-roberts-phd-%e2%80%93-gempa-aceh-simeulue-nias-medan-pariaman/">98% BENAR : Prediksi Gempa 5.0SR Nias, Sumatra Utara 12 November 2009 Siang </a></li>
<li><a href="../2009/11/12/2009/11/11/lagi2-gempa-5-0sr-mentawai-sumatra-barat-11-november-2009-1014wib-apakah-sesuai-prediksi-4-%e2%80%93-10-november-2009-3-9-5-9-sr-prediksi-pak-reg-roberts-phd-%e2%80%93-gempa-aceh-simeulue-nias/">Lagi2!!! Gempa 5.0SR Mentawai, Sumatra Barat 11 November 2009 10:14WIB. Apakah sesuai prediksi 4 – 10 November 2009 3.9-5.9 SR Prediksi Pak Reg Roberts Phd – Gempa Aceh/ Simeulue/ Nias/ Medan/ Pariaman? </a></li>
<li><a href="../2009/11/12/2009/11/10/gempa-4-8sr-mentawai-sumatra-barat-10-november-1033wib/">Gempa 4.8SR Mentawai, Sumatra Barat 10 November 2009 10:33WIB. Apakah sesuai prediksi 4 – 10 November 2009 3.9-5.9 SR Prediksi Pak Reg Roberts Phd – Gempa Aceh/ Simeulue/ Nias/ Medan/ Pariaman? </a></li>
<li><a title="10 – 16 November 2009 4.2-6.2 SR Prediksi Pak Reg Roberts Phd – Gempa Mentawai/ Pariaman/ Padang/ Bengkulu/ Jambi/ Sumatra Selatan" rel="bookmark" href="../2009/11/12/2009/11/02/10-16-november-2009-4-2-6-2-sr-prediksi-pak-reg-roberts-phd-%e2%80%93-gempa-mentawai-pariaman-padang-bengkulu-jambi-sumatra-selatan/">10 – 16 November 2009 4.2-6.2 SR Prediksi Pak Reg Roberts Phd – Gempa Mentawai/ Pariaman/ Padang/ Bengkulu/ Jambi/ Sumatra Selatan</a></li>
<li><a title="10 – 16 November 2009 4.0-6.0 SR Prediksi Pak Reg Roberts Phd – Gempa Sumatra Selatan/ Selat Sunda/ Jawa Barat" rel="bookmark" href="../2009/11/12/2009/11/02/10-%e2%80%93-16-november-2009-4-0-6-0-sr-prediksi-pak-reg-roberts-phd-%e2%80%93-gempa-sumatra-selatan-selat-sunda-jawa-barat/">10 – 16 November 2009 4.0-6.0 SR Prediksi Pak Reg Roberts Phd – Gempa Sumatra Selatan/ Selat Sunda/ Jawa Barat</a></li>
</ul>
<div id="attachment_4010" class="wp-caption alignleft" style="width: 478px"><img class="size-full wp-image-4010" title="gempa bengkulu" src="http://richocean.wordpress.com/files/2009/11/gempa-bengkulu.jpg" alt="gempa bengkulu" width="468" height="497" /><p class="wp-caption-text">Gempa Bengkulu 13 November 2009</p></div>
<div id="attachment_4012" class="wp-caption alignleft" style="width: 478px"><img class="size-full wp-image-4012" title="gempa bengkulu1" src="http://richocean.wordpress.com/files/2009/11/gempa-bengkulu1.jpg" alt="gempa bengkulu1" width="468" height="1242" /><p class="wp-caption-text">Gempa Bengkulu 13 November 2009 di antara gempa Nias, Mentawai, Selat Sunda 10, 11, 12, 13 November 2009</p></div>
<div id="attachment_4087" class="wp-caption alignleft" style="width: 478px"><a href="http://richocean.wordpress.com/files/2009/11/benarbengkulu.jpg"><img class="size-full wp-image-4087" title="benarbengkulu" src="http://richocean.wordpress.com/files/2009/11/benarbengkulu.jpg" alt="" width="468" height="376" /></a><p class="wp-caption-text">Gempa Bengkulu, 13 November 2009 berhasil 96% diprediksi</p></div>
<p><strong><span style="color:#ff00ff;">Sumber di atas adalah salah satu contoh bukti nyata bahwa prediksi lokasi dan tanggal gempa dapat dicoba untuk dicari.</span></strong></p>
<div id="attachment_4089" class="wp-caption alignleft" style="width: 478px"><a href="http://richocean.wordpress.com/files/2009/11/prediksibenar217.jpg"><img class="size-full wp-image-4089" title="prediksibenar2" src="http://richocean.wordpress.com/files/2009/11/prediksibenar217.jpg" alt="" width="468" height="1703" /></a><p class="wp-caption-text">Prediksi 12 gempa terbaru di Sumatra dan Jawa yang benar</p></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[24 – 30 November 2009 4.6-6.6 SR Prediksi Pak Reg Roberts Phd – Gempa Mentawai/ Pariaman/ Padang/ Bengkulu/ Jambi/ Sumatra Selatan]]></title>
<link>http://richocean.wordpress.com/2009/11/12/24-%e2%80%93-30-november-2009-4-6-6-6-sr-prediksi-pak-reg-roberts-phd-%e2%80%93-gempa-mentawai-pariaman-padang-bengkulu-jambi-sumatra-selatan/</link>
<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 15:55:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>richocean</dc:creator>
<guid>http://richocean.wordpress.com/2009/11/12/24-%e2%80%93-30-november-2009-4-6-6-6-sr-prediksi-pak-reg-roberts-phd-%e2%80%93-gempa-mentawai-pariaman-padang-bengkulu-jambi-sumatra-selatan/</guid>
<description><![CDATA[Prediksi gempa tanggal berkisar antara 24 – 30 November 2009 sebesar 4.6-6.6SR di daerah Mentawai/ P]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style="color:#ff0000;"><strong>Prediksi gempa tanggal berkisar antara 24 – 30 November 2009 </strong><strong>sebesar 4.6-6.6SR </strong><strong>di daerah Mentawai/ Pariaman/ Padang/ Bengkulu/ Jambi/ Sumatra Selatan</strong><strong> dibuat berdasarkan informasi yang dibuat di bawah ini tanggal 11 November 2009 13:00WIB </strong><strong><a title="Earthquake predictions, long term forecasts" href="http://www.nextearthquake.com/earthquakes_long_term_forecasts.htm" target="_blank">Earthquake predictions, long term forecasts</a>.</strong></span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>PERHATIAN : TIDAK ADA MAKSUD BURUK TULISAN INI. MOHON DISIKAPI DENGAN BIJAK. SILAHKAN KOORDINASI DENGAN PARA AHLI LAINNYA.</strong></span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>TETAP WASPADA </strong><strong>SESUAI PETUNJUK SEBELUM DAN SAAT GEMPA</strong><strong>!!!!!!!!!!!!!!!</strong></span></p>
<div id="attachment_4000" class="wp-caption alignleft" style="width: 478px"><img class="size-full wp-image-4000" title="prediksiselatansumatra2" src="http://richocean.wordpress.com/files/2009/11/prediksiselatansumatra21.jpg" alt="prediksiselatansumatra2" width="468" height="252" /><p class="wp-caption-text">Prediksi gempa selatan Sumatra 24 - 30 November 2009</p></div>
<div id="attachment_4022" class="wp-caption alignleft" style="width: 478px"><img class="size-full wp-image-4022" title="prediksibenar2" src="http://richocean.wordpress.com/files/2009/11/prediksibenar212.jpg" alt="prediksibenar2" width="468" height="1522" /><p class="wp-caption-text">Prediksi benar 11 gempa terakhir yang benar</p></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[23 – 29 November 2009 4.3-6.3 SR Prediksi Pak Reg Roberts Phd – Gempa Sumatra Selatan/ Selat Sunda/ Jawa Barat]]></title>
<link>http://richocean.wordpress.com/2009/11/12/23-%e2%80%93-29-november-2009-4-3-6-3-sr-prediksi-pak-reg-roberts-phd-%e2%80%93-gempa-sumatra-selatan-selat-sunda-jawa-barat/</link>
<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 15:55:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>richocean</dc:creator>
<guid>http://richocean.wordpress.com/2009/11/12/23-%e2%80%93-29-november-2009-4-3-6-3-sr-prediksi-pak-reg-roberts-phd-%e2%80%93-gempa-sumatra-selatan-selat-sunda-jawa-barat/</guid>
<description><![CDATA[Prediksi gempa tanggal berkisar antara 23 – 29 November 2009 sebesar 4.3-6.3SR di daerah Sumatra Sel]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style="color:#ff0000;"><strong>Prediksi gempa tanggal berkisar antara 23 – 29 November 2009 </strong><strong>sebesar 4.3-6.3SR </strong><strong>di daerah </strong><strong>Sumatra Selatan/ Selat Sunda/ Jawa Barat</strong><strong> dibuat berdasarkan informasi yang dibuat di bawah ini tanggal 11 November 2009 13:00WIB </strong><strong><a title="Earthquake predictions, long term forecasts" href="http://www.nextearthquake.com/earthquakes_long_term_forecasts.htm" target="_blank">Earthquake predictions, long term forecasts</a>.</strong></span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>PERHATIAN : TIDAK ADA MAKSUD BURUK TULISAN INI. MOHON DISIKAPI DENGAN BIJAK. SILAHKAN KOORDINASI DENGAN PARA AHLI LAINNYA.</strong></span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>TETAP WASPADA </strong><strong>SESUAI PETUNJUK SEBELUM DAN SAAT GEMPA</strong><strong>!!!!!!!!!!!!!!!</strong></span></p>
<div id="attachment_4004" class="wp-caption alignleft" style="width: 478px"><img class="size-full wp-image-4004" title="prediksijawa3" src="http://richocean.wordpress.com/files/2009/11/prediksijawa3.jpg" alt="prediksijawa3" width="468" height="286" /><p class="wp-caption-text">Prediksi gempa barat Jawa 23 - 29 November 2009</p></div>
<div id="attachment_4028" class="wp-caption alignleft" style="width: 478px"><img class="size-full wp-image-4028" title="prediksibenar2" src="http://richocean.wordpress.com/files/2009/11/prediksibenar216.jpg" alt="prediksibenar2" width="468" height="1522" /><p class="wp-caption-text">Prediksi benar 11 gempa terbaru Sumatra dan Jawa</p></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[100% BENAR : Prediksi Gempa Selat Sunda Malam 12 November 2009 19:53 WIB]]></title>
<link>http://richocean.wordpress.com/2009/11/12/lampung-malam-gempa-12-november-2009-1953-wib-apakah-sesuai-prediksi-gempa-10-%e2%80%93-16-november-2009-4-2-6-2-sr-prediksi-pak-reg-roberts-phd-%e2%80%93-gempa-mentawai-pariaman-padang-bengk/</link>
<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 13:18:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>richocean</dc:creator>
<guid>http://richocean.wordpress.com/2009/11/12/lampung-malam-gempa-12-november-2009-1953-wib-apakah-sesuai-prediksi-gempa-10-%e2%80%93-16-november-2009-4-2-6-2-sr-prediksi-pak-reg-roberts-phd-%e2%80%93-gempa-mentawai-pariaman-padang-bengk/</guid>
<description><![CDATA[Gempa skala 5.0SR Lampung, di laut kedalaman 16km,5.99 LS 104.17 BT terjadi tgl 12 November 2009 19:]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style="color:#ff0000;"><strong>Gempa skala 5.0SR Lampung, di laut kedalaman 16km,</strong><strong><img title="show location on an interactive map" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/9a/Erioll_world.svg/18px-Erioll_world.svg.png" alt="" width="18" height="18" />5.99 LS 104.17 BT</strong><strong> terjadi tgl 12 November 2009 19:53:08WIB, 92</strong><strong>km tenggara KRUI Lampung</strong><strong>.</strong></span></p>
<p><strong>Tulisan terkait :</strong></p>
<ul>
<li><a href="../2009/11/12/lagi2-sore-gempa-4-7sr-mentawai-sumatra-barat-12-november-2009/">Lagi2 Sore !!! Gempa 4.7SR Mentawai, Sumatra Barat 12 November 2009 </a></li>
<li><a href="../2009/11/12/gempa-lagi-5-0sr-nias-sumatra-utara-apakah-sesuai-prediksi-4-%e2%80%93-10-november-2009-3-9-5-9-sr-prediksi-pak-reg-roberts-phd-%e2%80%93-gempa-aceh-simeulue-nias-medan-pariaman/">98% BENAR : Prediksi Gempa 5.0SR Nias, Sumatra Utara 12 November 2009 Siang </a></li>
<li><a href="../2009/11/11/lagi2-gempa-5-0sr-mentawai-sumatra-barat-11-november-2009-1014wib-apakah-sesuai-prediksi-4-%e2%80%93-10-november-2009-3-9-5-9-sr-prediksi-pak-reg-roberts-phd-%e2%80%93-gempa-aceh-simeulue-nias/">Lagi2!!! Gempa 5.0SR Mentawai, Sumatra Barat 11 November 2009 10:14WIB. Apakah sesuai prediksi 4 – 10 November 2009 3.9-5.9 SR Prediksi Pak Reg Roberts Phd – Gempa Aceh/ Simeulue/ Nias/ Medan/ Pariaman? </a></li>
<li><a href="../2009/11/10/gempa-4-8sr-mentawai-sumatra-barat-10-november-1033wib/">Gempa 4.8SR Mentawai, Sumatra Barat 10 November 2009 10:33WIB. Apakah sesuai prediksi 4 – 10 November 2009 3.9-5.9 SR Prediksi Pak Reg Roberts Phd – Gempa Aceh/ Simeulue/ Nias/ Medan/ Pariaman? </a></li>
<li><a title="10 – 16 November 2009 4.2-6.2 SR Prediksi Pak Reg Roberts Phd – Gempa Mentawai/ Pariaman/ Padang/ Bengkulu/ Jambi/ Sumatra Selatan" rel="bookmark" href="../2009/11/02/10-16-november-2009-4-2-6-2-sr-prediksi-pak-reg-roberts-phd-%e2%80%93-gempa-mentawai-pariaman-padang-bengkulu-jambi-sumatra-selatan/">10 – 16 November 2009 4.2-6.2 SR Prediksi Pak Reg Roberts Phd – Gempa Mentawai/ Pariaman/ Padang/ Bengkulu/ Jambi/ Sumatra Selatan</a></li>
<li><a title="10 – 16 November 2009 4.0-6.0 SR Prediksi Pak Reg Roberts Phd – Gempa Sumatra Selatan/ Selat Sunda/ Jawa Barat" rel="bookmark" href="../2009/11/02/10-%e2%80%93-16-november-2009-4-0-6-0-sr-prediksi-pak-reg-roberts-phd-%e2%80%93-gempa-sumatra-selatan-selat-sunda-jawa-barat/">10 – 16 November 2009 4.0-6.0 SR Prediksi Pak Reg Roberts Phd – Gempa Sumatra Selatan/ Selat Sunda/ Jawa Barat</a></li>
</ul>
<div id="attachment_3960" class="wp-caption alignleft" style="width: 478px"><strong><strong><img class="size-full wp-image-3960" title="gempa lampung" src="http://richocean.wordpress.com/files/2009/11/gempa-lampung.jpg" alt="gempa lampung" width="468" height="574" /></strong></strong><p class="wp-caption-text">Gempa Selat Sunda 12 November 2009 malam</p></div>
<div id="attachment_3963" class="wp-caption alignleft" style="width: 478px"><img class="size-full wp-image-3963" title="gempa lampung1" src="http://richocean.wordpress.com/files/2009/11/gempa-lampung1.jpg" alt="gempa lampung1" width="468" height="659" /><p class="wp-caption-text">Gempa Selat Sunda 12 November 2009</p></div>
<div id="attachment_3973" class="wp-caption alignleft" style="width: 478px"><img class="size-full wp-image-3973" title="gempa lampung2" src="http://richocean.wordpress.com/files/2009/11/gempa-lampung2.jpg" alt="gempa lampung2" width="468" height="1238" /><p class="wp-caption-text">Rambatan gempa Nias, Mentawai, Selat Sunda 10, 11, 12 November 2009</p></div>
<div id="attachment_4016" class="wp-caption alignleft" style="width: 478px"><img class="size-full wp-image-4016" title="benarjawa" src="http://richocean.wordpress.com/files/2009/11/benarjawa.jpg" alt="benarjawa" width="468" height="284" /><p class="wp-caption-text">Gempa Selat Sunda, Jawa 12 November 2009 berhasil 100% diprediksi</p></div>
<p><span style="color:#ff00ff;"><strong>Sumber di atas adalah salah satu contoh bukti nyata bahwa prediksi lokasi dan tanggal gempa dapat dicoba untuk dicari.</strong></span></p>
<div id="attachment_4018" class="wp-caption alignleft" style="width: 478px"><img class="size-full wp-image-4018" title="prediksibenar2" src="http://richocean.wordpress.com/files/2009/11/prediksibenar210.jpg" alt="prediksibenar2" width="468" height="1522" /><p class="wp-caption-text">Prediksi 11 gempa terbaru di Sumatra dan Jawa yang benar</p></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[berserah]]></title>
<link>http://itsmeprod.wordpress.com/2009/11/11/berserah/</link>
<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 14:53:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>bMan budiman</dc:creator>
<guid>http://itsmeprod.wordpress.com/2009/11/11/berserah/</guid>
<description><![CDATA[Have you ever been listen a song from Taufik Batisah? Entitled with &#8216;Berserah&#8217;. Some of ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Have you ever been listen a song from Taufik Batisah? Entitled with &#8216;Berserah&#8217;. Some of ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Euweuh Tidituna Kang,..!!]]></title>
<link>http://nukahiji.wordpress.com/2009/11/07/euweuh-tidituna-kang/</link>
<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 07:26:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>nukahiji</dc:creator>
<guid>http://nukahiji.wordpress.com/2009/11/07/euweuh-tidituna-kang/</guid>
<description><![CDATA[Tadi peuting kabeneran kuring ngadubako dihiji warung “D’Class” didaerah pasar minggu jeung hiji lal]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Tadi peuting kabeneran kuring ngadubako dihiji warung “<em>D’Class</em>” didaerah pasar minggu jeung hiji lalaki ngora keneh paling ge kana 24 taunan, manehna ngaku “<em>aktifis</em>” da boga kalungguhan jadi ketua cabang HMI disalah sahiji wilayah dijakarta,cenah.</p>
<p>Teukarasa ngawadul teh  nepi ka ampir tengah peuting, loba pisan nudicaritakeun timimiti dahareun nepika politik nu keur haneut  ayeuna, majarkeun teh “<em>euweuh tidituna kang urang sunda mah aya diluhur</em>” ceuk manehna nungaku masih keneh kuliah dipascasarjana semester katilu cenah dina widang elmu politik.</p>
<p>Sababna cenah tina sajarahna ge urang sunda mah tara daek deukeut jeung pucuk pamarentahan tinggali we DI/TII atawa Imam Kartosuwiryo nuhayang ngadegkeun Nagara Islam Indonesia, “<em>jadi urang sundamah kudu jadi oposisi kang”</em>ceuk lalaki nuasalna ti karawang teh.(sunda keneh gening)</p>
<p>Ari kuring mah kurang panuju kana omongan manehna, da loba oge urang sunda anu dilaluhur saperti, Umar Wirahadi Kusumah Yogi SM, Agum Gumelar, Edi sudrajat, atawa nukiwari aya keneh Yudi Krisnandi, Gumilar Rusliwa Sormantri nujadi Retor UI jeung sajabana, atawa mun ningali kamangsa katukang, aya Dewi Sartika, KH Zainal Mustofa jeung nusejenan, bener etage can aya urang sunda nu jadi Presiden, heueuh da kamaklum atuh pan presiden urang teh karek nukagenep ayeuna teh.</p>
<p>Pakait jeung hal eta kuring jadi inget kana obrolan sareng Dr Firdaus Syam MA, anjeuna tukang nulis buku pamikiran tokoh politik sakaligus dosen dina widang elmu politik nuasalna ti sukabumi, anjeuna kantos nyarios yen kalakuan etnis teh tiasa ditingali tina kabudayaanana, contohna tina pencaksilat, urang minang gerakan silatna loba dihandap, nya maranehna sok ngaprak dihandap cocok pisan keur widang “<em>diplomasi</em>” atawa “<em>negosiasi</em>”. Urang betawi nu sok nembongkeun tonggong dina silatna, eta aya pangaruh kana kalakuan urang betawi, anusok pamer jeung hayang kasohor sok sanajan bari manehna tekor, Kumaha ari urang sunda? “Urang sunda mah silatna sok tilu parapat cenah jadi tara daek kaluhur karesepna cicing ditukangen layar,..” eleuh gening? Cocokna janten naon atuh bapak? …”cocok namah ngabodor” saur anjeuna sabari gumujeng.</p>
<p>Ah ketang ari pamangih kuring mah, kiwari ge loba urang sunda nu ulubiung jeung ngarojong ngaronjatkeun pangwangunan dina sagala widang, ngan hanjakal sok rajeun aya keneh urang sunda nu sok silih siku, silih jejek, silih dedetkeun jeng silih legleg jeung papada urang sunda. Jauh pisan tina silih asah silih asuh jeung silih asih teh.</p>
<p>Tapi ketang da kumaha atuh? Da gening urang sunda ge manusa, sarua jeung rocker, pan ceuk kang Candil ge “<em>Rocker oge Manusa</em>” (*)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bunuh Diri Suatu Budaya, Budaya Yang Membunuh Budayanya Sendiri]]></title>
<link>http://yogapw.wordpress.com/2009/11/05/bunuh-diri-suatu-budaya-budaya-yang-membunuh-budaya/</link>
<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 03:29:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>yoga</dc:creator>
<guid>http://yogapw.wordpress.com/2009/11/05/bunuh-diri-suatu-budaya-budaya-yang-membunuh-budaya/</guid>
<description><![CDATA[Apabila anda orang Sunda mungkin telinga anda sudah tidak asing lagi mendengar pernyataan-pernyataan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Apabila anda orang Sunda mungkin telinga anda sudah tidak asing lagi mendengar pernyataan-pernyataan]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[BABAD SAGALAHERANG]]></title>
<link>http://ridenong.wordpress.com/2009/11/05/babad-sagalaherang/</link>
<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 19:46:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>ridenong</dc:creator>
<guid>http://ridenong.wordpress.com/2009/11/05/babad-sagalaherang/</guid>
<description><![CDATA[Bubuka Bismilahirohmanirohim Alhamdulilah ku muji syukur ka Ilahi Rabbi, sim abdi bade nyobian muka ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Bubuka</p>
<p>Bismilahirohmanirohim</p>
<p>Alhamdulilah ku muji syukur ka Ilahi Rabbi, sim abdi bade nyobian muka Babad Sagalaherang. Ka kasepuhan nu aya di Sagalaherang, abdi nyuhunkeun dihapunteun bilih dina bahasan aya nu teu merenah, atuh ka para anggota milis ieu kritik sareng saran diantos pisan kumargi panulisan babad ieu teu terstruktrur. Anapon sumber panulisan sajarah ieu dicandak tina buku Sajarah Cikundul ti Yayasan Cikundul Cianjur sareng katerangan para sesepuh di Sagalaherang sareng Cikundul, Cianjur.</p>
<p>Sagalaherang the mangrupi hiji daerah nu aya di kabupaten Subang, rada benten sareng wilayah sanesna di Subang, Sagalaherang the ayana di pagunungan janten hawana rada tiis. Dina jaman pamarentahan Padjajaran nu rajana nyaeta Prabu Siliwangi Maharaja Pasundan, kantos ngadamel jalan antawis Rangkas (Banten) dugi ka Kawali (Ciamis), ananging rutena the kieu Rangkas (lebak)-Jasinga-Bogor(Pakuan)-Cileungsi-Karawang-Purwakarta-Sagalaherang-Sumedang-Majalengka-Ciamis. Janten saleresna nami sagalaherang tos aya nalika jaman Prabu Siliwangi (nanging panginten namina sanes sagalaherang). Kapungkur di daerah ieu janten daerah penyebaran agama Islam kanggo daerah Pantura sareng priangan tengah dugi ka kulon.</p>
<p>&#160;</p>
<p><strong>ASAL KECAP SAGALAHERANG</strong></p>
<p>Ceuk sawareh Sagalaherang the asalna nalika putra Dalem Aria Wangsa Goparana nyaeta Rd Jayasasana (Dalem Aria wiratanudatar/Cikundul) dibabarkeun, harita saking ku bingah-bingahna wargi di daerah eta ngahurungkeun obor dimana-mana janten jadi cararaang malihan tempat nu buni oge sapertos leuweung janten caang (herang) kukituna janten Sagalaherang (caang,herang dimana-mana).</p>
<p>Pendapat nu sanes nalika Dalem Aria Wangsa Goparana nuju ngumbara mendakan hiji tempat nu sagala rupina the endah, bersih, malihan di eta tempat aya hiji sagara nu caina herang pisan, teras kanjeng dalem the abdas di eta tempat lajeng netepan. Sarengsena tempat eta disebat SagaraHerang, kumargi aya perobihan vokal Sagara digentos janten Sagala dugi ka ayeuna.</p>
<p>Pendiri Sagalaherang</p>
<p>Dalem Aria Wangsa Goparana the nu pertama ngabuka wewengkon Sagalaherang basa taun 1525 M. Anjeuna the salah sahiji waliuloh nu nyebarkeun agami Islam di daerah Pantura, Cianjur, Sukabumi, anapon makam kanjeng dalem ayana di Nangka Beurit, Sagalaherang, nepi kiwari makamna seuer dijarahan ku jalmi ti mana mendi. Keur baeula di wewengkon ieu seuer tangkal nangka nu buahna manrupi beurit, nya antukana dugi ka ayeuna disebut namgka beurit.Ari kawitna ti karajaan Talaga (majalengka) nu ngumbara ka kulon dugi ka Sagalaherang. Ari alesan kanjeng dalem ningalkeun (ngumbara) karajaan Talaga ceuk sakaol aya 2 :</p>
<ol>
<li>Harita kanjeng Dalem tos nganggem Islam di karajaan Talaga sementawis rama-ibuna masih keneh Budha (Hindu ?). Basa ibu-ramana terang yen anjeuna tos ngagem Islam kanjeng dalem diusir ku sepuhna kajabi upami anjeuna balik ka agami lami, tapi kanjeng dalem milih ngejat ti karajaan da iman, islamna tos kiat pisan. Kanjeng Dalem sanawos anom keneh nagging tos seueur pengikut ku kituna dina ngejatna ti karajaan anjeuna diiringan ku sababaraha ponggawa sareng pajabat kerajaan nu sanesna.</li>
<li>Ceuk pendapat kadua kanjeng dalem kaluar ti karajaan Talaga kumargi memang anjeuna kenging tugas ti guruna kanggo nyebarkeun agami Islam sementawis sepuhna saleresna mah tos Islam hal ieu tiasa dibuktoskeun ku ayana makam sepuhna di talaga nu tos Islam (di kampung Kagok). Dina babad Cirebon disebatjeun nuju pasukan Cirebon ngayakeun hajat, raramean dugi ka wates karajaan Talaga, sementawis dina rombongan payun the pasukan Demak (urang jawa), harita ditaros make basa Sunda eta pasukan Demak atuh aya salah tarima nu antukna jadi perang rongkah. Paristiwa ieu the kadangu ku putra mahkota Talaga nyaeta Rd Aria Kikis (Dipati Wanaperi) lajeng anjeuna ngamuk bari mawa pusaka Cutak Rarang, atuh gabungan pasukan Cirebon+Demak the kadeseh mundur. Sunan Gunung Jati ti pihak Cirebon maju mayunan Rd Aria Kikis, barang jol Sunan Gunung Jati, Rd Aria Kikis masihan hormat ka anjeuna kumargi sanawis anjeuna waliuloh oge sunan gunung jati the incu ti Prabu Siliwangi nu masih aya kaitan darah sareng Rd Aria Kikis. Saleresna samemeh kajadian harita Talaga the tos Islam mung karajaan ieu the terlepas ti Cirebon, tah ti saprak kajantenan harita Talaga ngagabung jeung Cirebon malihan pusaka Cutak Rarang dipasihkeun ka Sunan Gunung Jati. Rd Aria Kikis (Dipati Wanaperi, Sunan Ciburang) the ramana Dalem Aria Wangsa Goparana.</li>
</ol>
<p>Aria Wangsa Goparana the ngandung hartos nyaeta Aria-&#62;mangrupi hiji pangkat sami sareng Senapati (saleresna anjeuna the memang salah saurang senapati karajaan), Wangsa -&#62; katurunan, Goparana (pamanggul senjata), janten hartosna Senapati nu turunan ti Pamanggul Senjata (menak, satria). Dihandap ieu disebat salsilah katurunan Dalem Aria Wangsa Goparana (walahu alam):</p>
<ol>
<li>Nabi Adam</li>
<li>Nabi Sis</li>
<li>Anwar atanapi Sanghiang Nur Cahya</li>
<li>Sanghiang Nur Rasa</li>
<li>Sanghiang Wenang</li>
<li>Sanghiang Tunggal</li>
<li>Sanghiang Batara Guru</li>
<li>Sanghiang Batara Wisnu</li>
<li>Bagawan Sakri</li>
</ol>
<p>10.  Bagawan Palasara</p>
<p>11.  Bagawan Abiyasa</p>
<p>12.  Prabu Pandudewanata</p>
<p>13.  Arjuna</p>
<p>14.  Abimanyu</p>
<p>15.  Parikesit</p>
<p>16.  Udrayana</p>
<p>17.  Gandra yana</p>
<p>18.  Pancadrya</p>
<p>19.  Paryamon</p>
<p>20.  Suma wicitra</p>
<p>21.  Prabu Sang Jaya Miruda</p>
<p>22.  Prabu Sang Jaya Mijaya</p>
<p>23.  Prabu Sang Patra Wijaya</p>
<p>24.  Prabu Sri maha Punggung</p>
<p>25.  Prabu Kandi Yawan</p>
<p>26.  Prabu Kuripan</p>
<p>27.  Maharaja Dewa Kusumah</p>
<p>28.  Prabu panji mara bangun</p>
<p>29.  prabu Panji Kuda Lalean</p>
<p>30.  Prabu Munding Sari</p>
<p>31.  Prabu Munding Wangi</p>
<p>32.  Prabu Ciung Wanara</p>
<p>33.  Guru Minda</p>
<p>34.  Prabu Lingga Hiang</p>
<p>35.  Prabu Lingga Wastu</p>
<p>36.  prabu Lingga Wesi</p>
<p>37.  prabu Cakra Wati</p>
<p>38.  Prabu Angga larang</p>
<p>39.  Prabu Siliwangi</p>
<p>40.  Prabu Munding Sari Ageung</p>
<p>41.  Prabu Munding Sari Leutik</p>
<p>42.  Prabu Pucuk Umun</p>
<p>43.  Sunan Parung Gangsa,Dipati Wanaperih,Sunan Ciburang</p>
<p>44.  Dalem Aria Wangsa Goparana</p>
<p>Nuju pertama ngabukbak wewengkon Sagalaherang, Dalem Aria Wangsa Goparana ngajantenkeun daerah pendidikan (penyebaran) agami Islam. Masjid nu pertama diwangun nyaeta Masjid di Cikarutug, buktos Sagalaherang daerah pendidikan (penyebaran) agami Islam nyaeta ku seueurna titinggal mangrupi makam-makam kuno tokoh Islam, diantawisna di Dayeh Kolot, Cinengah, Malilin, Wanayasa (Purwakarta), Nangkabeurit, jrrd. Dugi ayeuna makam-makam eta sok dijarahan ku jalmi timana-mana, nanging nu biasa dijarahan mah nu di Nangka Beurit kumargi anjeuna salaku pamingpin di jamanna. Lami-lami Sagalaherang ieu janten rame kadongkapan ku jalmi (santri) nu bade diajar Islam ka Kanjeng Dalem, kumargi kitu perlu diadegkeun diadegkeun pamarentahan keur ngatur sakabeh rahayat. Cinengah dijantenkeun pusat pamarentahan, Dalem Aria Wangsa Goparana janten pamingpin pamarentahan jeung agami (tokoh sprituil).</p>
<p>Dalem Aria Wangsa Goparana sanajan turunan raja, tapi anjeuna teu ambisi ngadamel karajaan atanapi nu sajinisna (penguasa), kumargi anjeuna langkung katarik dina widang agami.</p>
<p>&#160;</p>
<p><strong>DALEM ARIA WANGSA GOPARANA</strong></p>
<p>Tos dicarioskeun yen Dalem Aria Wangsa Goparana the kawitna ti Talaga, anjeuna nuju angkat ti Talaga disarengan ku saderekna nu namina Panembahan Girilaya, kalayan heunteu kapameng janten ulama ageing leket ibadah sareng tapa kuru cileuh kentel peujit sadidinten malih kagungan pasantren ageing. Patilasan eta pasantren ayana di Talutug, Sagalaherang. Numutkeun carios samemeh ka Sagalaherang, anjeuna kantos calik di gunung gedogan sareng gunung layung heula.</p>
<p>Aria Wangsa Goparana the panjang yuswana, naming heunte aya katerangan anu pasti sabaraha taunna mah. Sakadar kanggo bahan nginten-nginten tiasa dicandak salsawios taun nu pasti sapertos taun lebetna Islam ka Talaga taun 1529 (tiasa oge sateuacanna ?).</p>
<p>Aria Wangsa Goparana pupus nalika awal-awal abad ka 17, dipendem di kampung nangka beurit, Sagalaherang. Kanjeng Dalem Aria Wangsa Goparana ngagaduhan putra 8 :</p>
<p>&#160;</p>
<ol>
<li>Jayasasana (Dalem Aria Wiratanudatar, Cikundul, Cianjur)</li>
<li>Wiradiwangsa</li>
<li>Candramenggala</li>
<li>Santaan Kumbang</li>
<li>Yudanagara</li>
<li>Nawing Candradirana</li>
<li>Santaan Yudanagara</li>
<li>Nyi Murti</li>
</ol>
<p>Saparantos Aria Wangsa Gopara pupus,Sagalaherang masih ngagaduhan lalakon malah rakyatna ngiring ngabaud. Dina taun 1579 sabada Padjajaran runtuh, aya bupati ageung muncul jenenganana Pangeran Geusan Ulun, wewengkona disebat Sumedang larang. Geusan Ulun ngangken yen sabagian ageung tilas Padjajaran the kalebet bawahan Sumedang Larang diantawisna Sagalaherang.</p>
<p>Namung para bupati aralit sabada padjajaran runtag the tos ngaraos bebas sareng mandiri, rinkesna heunteu kabawah ku Sumedang Larang. Kawuwuh anu ngarubuhkeun padjajaran the Banten, numutkeun kabiasaan waktos harita tilas wewengkon Padjajaran the kedah janten wewengkon Banten. Kumargi kitu kapaksa Geusan Ulun ngerahkeun wadyabalad kanggo naklukeun para bupati aralit nu ngaraos parantos mandiri, nanging nu dipayunkeun dirugrug the wewengkon basisir kaler sapertos Karawang, Ciasem, Pamanukan, sjb, sanawis di eta daerah tos aya wadya balad Banten.</p>
<p>Diantawis putra Dalem Aria Wangsa Goparana, Rd Jayasasana (Rd Aria Witanu/Cikundul) nu paling kawentar, kumargi anjeuna sanawis salah saurang waliyuolah oge janten pendiri Cianjur. Ananaging dina masalah tingkat kaimanan sareang kaelmuan mah teu aya nu uninga, panginten aya oge putera ti Dalem Aria Wangsa Goparana nu luhung ku elmu jembar ku pangawasa ngan teu kasohor (?).</p>
<p>&#160;</p>
<p><strong>CIRI KHUSUS DALEM CIKUNDUL.</strong></p>
<p>Ceuk sakaol nalika anjeuna diwedalkeun, kawitna diuningaan ku salah saurang Aki jeung Nini nu ahli kana agami sunda sanghyang ti nagari Talun (ayeuna kalebet desa Ponggang, Sagalaherang, Subang). Yen jari panangan curuk sareng tengahna di kadua pananganna ageung sreng panjangna sami. Saur eta Aki-Nini hal ieu mangrupi tanda yen “ahir baring supagi” nu hartosna dina poe engke bakal lahir saurang raja di tatar sunda, pertanda ti Pangeran Panji Kusumah.</p>
<p>Pangeran Jayalalana ti burey umur 3 tahun boga karesep naek ka hiji bukit nu ngarah ka kiblat sareng tapakur di luhurna. Jalmi harita uninga yen Sang Pangeran Burey kagungan indera luar biasa seketna, terutami kana titingalian, sowanten, sareng pangrasa, sareng guang suara nu beurat (sanawis ngaharewos tiasa didangu).</p>
<p>Sababaraha mimggu sateuacan kalahiran Rd Jayalalana di langit Tenggara (duka sundana ?) aya bentang kemukus warna koneng kaemasan sareng buntut nu nunjuk ka arah kiblat. Saterasna Rd Jayalelana lahir sinareng heunteu diuninga bentang kamukus eta leungit tina titingalian.</p>
<p>&#160;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Penguatan Sastra Sunda di Daerah]]></title>
<link>http://rukzolanganz.wordpress.com/2009/11/03/penguatan-sastra-sunda-di-daerah/</link>
<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 15:52:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>rukzolanganz</dc:creator>
<guid>http://rukzolanganz.wordpress.com/2009/11/03/penguatan-sastra-sunda-di-daerah/</guid>
<description><![CDATA[Tahun 2000-an, penyair Taufik Ismail bersama majalah sastra Horison pernah menggelar Sastrawan Bicar]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-full wp-image-14" title="sastra-reading" src="http://rukzolanganz.wordpress.com/files/2009/11/sastra-reading.jpg" alt="sastra-reading" width="216" height="281" /></p>
<p>Tahun 2000-an, penyair Taufik Ismail bersama majalah sastra Horison pernah menggelar Sastrawan Bicara Siswa Bertanya atau SBSB di sejumlah sekolah dan kampus di Indonesia. Aktivitas itu pernah juga dilakukan para sastrawan Sunda tahun 1970-1980-an.</p>
<p>Pada periode yang juga sangat subur dengan kehidupan kreatif bersastra itu, sejumlah sastrawan Sunda menggelar apresiasi sastra untuk pelajar di berapa kota di Jawa Barat, termasuk Banten. Namun, kegiatan itu tidak berlangsung terus-menerus alias putus karena berbagai permasalahan.<!--more--></p>
<p>Tahun 2007, niat semacam itu tumbuh dalam organisasi Paguyuban Panglawungan Sastra Sunda (PPSS). Beberapa waktu lalu, organisasi yang digawangi para sastrawan dan pemain teater muda ini melakukan uji coba silaturahim sastra dengan beberapa kepala sekolah dasar di Cicalengka, Bandung. Hasilnya, PPSS mendapat masukan agar melakukan sosialisasi sastra, termasuk bahasa Sunda, ke sekolah-sekolah. Apalagi, kegiatan seperti itu akan sangat membantu pihak sekolah untuk mengenalkan aneka ragam bentuk sastra dan pembelajarannya kepada siswa.</p>
<p>Dari pertemuan itu juga terbaca rendahnya minat baca sastra guru dan siswa. Hal itu berhubungan dengan kurangnya minat, tidak memadainya kesejahteraan untuk mengonsumsi sastra, sedikitnya informasi mengenai sastra Sunda, kurang (tidak) tersedianya bahan-bahan bacaan sastra, serta tidak adanya akses untuk memasuki sastra Sunda secara cepat dan akurat. Apalagi jika itu berhubungan dengan teknik pembelajaran basa dan sastra Sunda.</p>
<p>Bergulirnya otonomi daerah serta menguatnya berbagai hal yang berhubungan dengan lokalitas memberi semangat baru pula kepada sejumlah sastrawan Sunda. Apa yang dilakukan PPSS adalah gejolak terpendam yang kemudian mendapat sambutan pula dari publik, khususnya para guru di sekolah-sekolah.</p>
<p>Hal itu juga terlihat jelas ketika PPSS menggelar Sastra Sunda Saba Sakola pada Mei 2007 di Pakenjeng, Kecamatan Rancabuaya, Kabupaten Garut. Antusiasme guru dan siswa sekolah dasar hingga menengah terlihat besar. Kehausan mereka untuk mengenal lebih jauh beragam sastra Sunda tampak terobati oleh peristiwa langka itu. Sayang, acara itu hanya dapat dilangsungkan satu hari. Tentu saja ini berhubungan erat dengan berbagai hal yang secara teknis memang berat dan mahal. Keperluan realistis</p>
<p>Memang tak cukup satu hari agar pertemuan semacam itu dapat berlangsung terus-menerus. Titik temu para sastrawan dengan guru dan pelajar lewat acara semacam Saba Sastra itu, terutama di daerah, merupakan penguatan untuk mewujudkan gagasan agar sastra Sunda kembali menjadi keperluan kolektif masyarakat Sunda saat ini dan nanti. Keperluan itu sebetulnya realistis dan nyata.</p>
<p>Namun, kebijakan dan perhatian pemerintah daerah dan wilayah/provinsi yang kurang terhadap dunia pendidikan, khususnya sastra Sunda, harus diubah dengan cara proaktif dari para sastrawan dan tentu saja guru. Lewat pintu masuk semacam PPSS atau organisasi lainnya, yang memang peduli dan berhasrat besar untuk memajukan sastra Sunda, sastrawan Sunda dapat mendesak pemerintah untuk merevisi kebijakan mereka dalam pendidikan atau pembelajaran basa dan sastra Sunda di sekolah.</p>
<p>Begitu pula peran dewan sekolah dan pemerhati budaya Sunda agar mengetahui alokasi anggaran untuk penyebaran karya-karya sastra Sunda di sekolah-sekolah. Maka, akan ada kontrol, berapa dan sejauh mana karya-karya sastra Sunda tersebar di SD, SMP, dan SMA. Selama ini, terutama sebelum menguatnya otonomi, kita mungkin melihat peta buta dalam penyebaran karya sastra Sunda untuk sekolah dan perpustakaan umum. Maka, di zaman keterbukaan saat ini penyebaran karya sastra di sekolah harus dapat dilihat keberadaannya serta dapat dikontrol efektivitasnya.</p>
<p>Kontrol terhadap dunia pendidikan kita memang harus diperketat, terutama karena kecenderungan korupsi dalam dunia pendidikan tetap saja kuat. Penyalahgunaan dana BOS dan berbagai hal lain yang mengindikasikan kejahatan dalam dunia pendidikan masih kuat. Pada pertemuan guru-guru Basa dan Sastra Sunda SD, SMP, dan SMA se-Kota dan Kabupaten Bandung, serta beberapa wakil Ketua MGMP dari berbagai kota di Jawa Barat di Gedung YPK, 9-11 Mei 2007, terungkap bahwa tak satu pun dari mereka menerima kurikulum KTSP Basa Sunda yang seharusnya mereka terima dari Kantor Wilayah Dinas Pendidikan Jawa Barat.</p>
<p>Padahal, tentu saja kurikulum baru yang akan menjadi pedoman guru untuk mengajar itu seharusnya sudah mereka terima. Kita tahu bahwa anggaran untuk mencetak kurikulum dan menyebarkannya pasti mencapai miliaran rupiah. Harus serius</p>
<p>Jika persoalan kurikulum saja-yang alokasi dananya tentu lebih sedikit daripada bantuan pengadaan buku karya sastra atau buku pelajaran di sekolah-tidak sampai, para guru dalam MGMP dan organisasi semacam PPSS mungkin bisa melakukan semacam gugatan hukum jika memang terbukti ada penyalahgunaan dalam hal tersebut. Sebab, dalam kebutuhan pengadaan buku sastra dan buku pel-ajaran di sekolah, peran guru sangat penting. Tanpa inisiatif mereka, bahan ajar utama dan bahan ajar pembantunya tidak akan sampai sehingga pembelajaran basa dan sastra Sunda terhambat, atau malah gagal karena tidak ada atau kurang bahan.</p>
<p>Masuknya sastrawan ke sekolah sebagai penguat apresiasi tentu akan lebih mudah apabila dasar-dasar apresiasi hingga kritik basa dan sastra Sunda telah ada sebelumnya di sekolah. Salah satu petunjuk kuatnya adalah adanya bahan-bahan karya sastra itu di sekolah. Bila tidak, jurang apresiasi akan makin melebar dan sastrawan masuk ke sekolah atau saba sakola akan lama untuk beradaptasi.</p>
<p>Meskipun bahan-bahan sastra itu belum ada karena berbagai hal, kegiatan sastrawan masuk sekolah atau memberi penguatan apresiasi langsung ke daerah-daerah jangan sampai surut, apalagi jika ada sejumlah sponsor swasta yang punya perhatian besar terhadap hal ini. Alanglah tidak wajar jika pemerintah provinsi dan pemerintah setempat (tiap daerah) tidak serius memperjuangkan pendidikan basa dan sastra Sunda yang serius ini.</p>
<p>kutipan dari</p>
<p><strong>ERIYANDI BUDIMAN </strong>Sastrawan dan Pengamat Budaya</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[huruf Sunda]]></title>
<link>http://feakreeisland.wordpress.com/2009/11/03/huruf-sunda/</link>
<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 00:20:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>feakreeisland</dc:creator>
<guid>http://feakreeisland.wordpress.com/2009/11/03/huruf-sunda/</guid>
<description><![CDATA[ᮊᮨᮙ᮪ᮘᮀ ᮛᮧᮞ᮪ &nbsp; ᮊᮨᮙ᮪ᮘᮀ ᮛᮧᮞ᮪ ᮔᮥ ᮙᮒᮊ᮪ ᮜᮥᮎᮥ, ᮑ  ᮃᮜᮥᮞ᮪ ᮛᮥᮕ ᮑ ᮞᮩᮍᮤᮒ᮪, ᮠᮨᮔ᮪ᮒᮩ ᮃᮚ ᮕᮕᮓᮔ, ᮛᮒᮥᮔᮤᮀ ᮊᮨᮙ᮪ᮘᮀ ᮞᮏ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h2 style="text-align:center;">ᮊᮨᮙ᮪ᮘᮀ ᮛᮧᮞ᮪</h2>
<p>&#160;</p>
<p style="text-align:center;">ᮊᮨᮙ᮪ᮘᮀ ᮛᮧᮞ᮪ ᮔᮥ ᮙᮒᮊ᮪ ᮜᮥᮎᮥ,</p>
<p style="text-align:center;">ᮑ  ᮃᮜᮥᮞ᮪ ᮛᮥᮕ ᮑ ᮞᮩᮍᮤᮒ᮪,</p>
<p style="text-align:center;">ᮠᮨᮔ᮪ᮒᮩ ᮃᮚ ᮕᮕᮓᮔ,</p>
<p style="text-align:center;">ᮛᮒᮥᮔᮤᮀ ᮊᮨᮙ᮪ᮘᮀ ᮞᮏᮒᮤ,</p>
<p style="text-align:center;">ᮕᮕᮆᮞ᮪ ᮓᮤ ᮕᮒᮙᮔᮔ᮪,</p>
<p style="text-align:center;">ᮞᮩᮍᮤᮒ᮪ ᮙᮔᮤᮞ᮪ ᮍᮓᮜᮤᮀᮓᮤᮀ,</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">ᮔᮥ ᮝᮥᮍᮥ ᮙᮒᮊ᮪ ᮊᮚᮥᮀᮚᮥᮔ᮪,</p>
<p style="text-align:center;">ᮔᮥ ᮌᮓᮤᮀ ᮕᮀᮠᮥᮓᮀ ᮞᮛᮤ,</p>
<p style="text-align:center;">ᮃᮔᮥ ᮘᮧᮓᮞ᮪ ᮙᮒᮊ᮪ ᮝᮃᮞ᮪,</p>
<p style="text-align:center;">ᮘᮩᮛᮩᮙ᮪ ᮊᮧᮔᮦᮀ ᮝᮥᮝᮥᮂ ᮙᮔᮤᮞ᮪,</p>
<p style="text-align:center;">ᮙᮥᮔ᮪ ᮠᮔ᮪ᮒᮨᮙ᮪ ᮓᮃᮝᮞ᮪-ᮃᮝᮞ᮪</p>
<p style="text-align:center;">ᮘᮩᮊᮤ ᮒᮙ᮪ᮘᮂ ᮔᮛᮤᮊ᮪ ᮃᮒᮤ.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mata Kuliah Terberat!]]></title>
<link>http://itsmeprod.wordpress.com/2009/11/02/mata-kuliah-terberat/</link>
<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 13:55:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>bMan budiman</dc:creator>
<guid>http://itsmeprod.wordpress.com/2009/11/02/mata-kuliah-terberat/</guid>
<description><![CDATA[Jika bisa mengkodingkan mata kuliah ini, dimulai dengan departemen apa yah? Departemen malaikat, dep]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Jika bisa mengkodingkan mata kuliah ini, dimulai dengan departemen apa yah? Departemen malaikat, dep]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sekilas tentang Krakatau,.....]]></title>
<link>http://andarlampung.wordpress.com/2009/11/02/sekilas-tentang-krakatau/</link>
<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 12:59:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>andarlampung</dc:creator>
<guid>http://andarlampung.wordpress.com/2009/11/02/sekilas-tentang-krakatau/</guid>
<description><![CDATA[Kepulauan krakatau (rakata, setung, panjang) merupakan sisa dari pulau gunung berapi yang di sebut k]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kepulauan krakatau (rakata, setung, panjang) merupakan sisa dari pulau gunung berapi yang di sebut k]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[novel n5m]]></title>
<link>http://itsmeprod.wordpress.com/2009/11/02/novel-n5m/</link>
<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 10:07:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>bMan budiman</dc:creator>
<guid>http://itsmeprod.wordpress.com/2009/11/02/novel-n5m/</guid>
<description><![CDATA[Again, a novel which I bought in Gramedia Botani Square. Writen by A. Fuad. First part of the novel ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Again, a novel which I bought in Gramedia Botani Square. Writen by A. Fuad. First part of the novel ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[10 – 16 November 2009 4.0-6.0 SR Prediksi Pak Reg Roberts Phd – Gempa Sumatra Selatan/ Selat Sunda/ Jawa Barat]]></title>
<link>http://richocean.wordpress.com/2009/11/02/10-%e2%80%93-16-november-2009-4-0-6-0-sr-prediksi-pak-reg-roberts-phd-%e2%80%93-gempa-sumatra-selatan-selat-sunda-jawa-barat/</link>
<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 04:34:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>richocean</dc:creator>
<guid>http://richocean.wordpress.com/2009/11/02/10-%e2%80%93-16-november-2009-4-0-6-0-sr-prediksi-pak-reg-roberts-phd-%e2%80%93-gempa-sumatra-selatan-selat-sunda-jawa-barat/</guid>
<description><![CDATA[Prediksi gempa tanggal berkisar antara 10 – 16 November 2009 sebesar 4.0-6.0SR di daerah Sumatra Sel]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style="color:#ff0000;"><strong>Prediksi gempa tanggal berkisar antara 10 – 16 November 2009 </strong><strong>sebesar 4.0-6.0SR </strong><strong>di <span style="color:#ff0000;">daerah </span></strong></span><strong><span style="color:#ff0000;">Sumatra Selatan/ Selat Sunda/ Jawa Barat</span></strong><span style="color:#ff0000;"><strong><span style="color:#ff0000;"> dibuat </span>berdasarkan informasi yang dibuat di bawah ini tanggal 30 Oktober 2009 13:15WIB </strong><strong><a title="Earthquake predictions, long term forecasts" href="http://www.nextearthquake.com/earthquakes_long_term_forecasts.htm" target="_blank">Earthquake predictions, long term forecasts</a>.</strong></span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>PERHATIAN : TIDAK ADA MAKSUD BURUK TULISAN INI. MOHON DISIKAPI DENGAN BIJAK. SILAHKAN KOORDINASI DENGAN PARA AHLI LAINNYA.</strong></span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>TETAP WASPADA </strong><strong>SESUAI PETUNJUK SEBELUM DAN SAAT GEMPA</strong><strong>!!!!!!!!!!!!!!!</strong></span></p>
<div id="attachment_3653" class="wp-caption alignleft" style="width: 478px"><img class="size-full wp-image-3653" title="prediksijawa2" src="http://richocean.wordpress.com/files/2009/11/prediksijawa2.jpg" alt="prediksijawa2" width="468" height="283" /><p class="wp-caption-text">Prediksi gempa barat Jawa 10 - 16 November 2009</p></div>
<div id="attachment_3684" class="wp-caption alignleft" style="width: 478px"><img class="size-full wp-image-3684" title="prediksibenar2" src="http://richocean.wordpress.com/files/2009/11/prediksibenar22.jpg" alt="prediksibenar2" width="468" height="1304" /><p class="wp-caption-text">Prediksi 9 gempa terakhir yang benar</p></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[10 - 16 November 2009 4.2-6.2 SR Prediksi Pak Reg Roberts Phd – Gempa Mentawai/ Pariaman/ Padang/ Bengkulu/ Jambi/ Sumatra Selatan]]></title>
<link>http://richocean.wordpress.com/2009/11/02/10-16-november-2009-4-2-6-2-sr-prediksi-pak-reg-roberts-phd-%e2%80%93-gempa-mentawai-pariaman-padang-bengkulu-jambi-sumatra-selatan/</link>
<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 04:34:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>richocean</dc:creator>
<guid>http://richocean.wordpress.com/2009/11/02/10-16-november-2009-4-2-6-2-sr-prediksi-pak-reg-roberts-phd-%e2%80%93-gempa-mentawai-pariaman-padang-bengkulu-jambi-sumatra-selatan/</guid>
<description><![CDATA[Prediksi gempa tanggal berkisar antara 10 – 16 November 2009 sebesar 4.2-6.2SR di daerah Mentawai/ P]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style="color:#ff0000;"><strong>Prediksi gempa tanggal berkisar antara 10 – 16 November 2009 </strong><strong>sebesar 4.2-6.2SR </strong><strong>di daerah Mentawai/ Pariaman/ Padang/ Bengkulu/ Jambi/ Sumatra Selatan</strong><strong> dibuat berdasarkan informasi yang dibuat di bawah ini tanggal 30 Oktober 2009 13:15WIB </strong><strong><a title="Earthquake predictions, long term forecasts" href="http://www.nextearthquake.com/earthquakes_long_term_forecasts.htm" target="_blank">Earthquake predictions, long term forecasts</a>.</strong></span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>PERHATIAN : TIDAK ADA MAKSUD BURUK TULISAN INI. MOHON DISIKAPI DENGAN BIJAK. SILAHKAN KOORDINASI DENGAN PARA AHLI LAINNYA.</strong></span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>TETAP WASPADA </strong><strong>SESUAI PETUNJUK SEBELUM DAN SAAT GEMPA</strong><strong>!!!!!!!!!!!!!!!</strong></span></p>
<div id="attachment_3654" class="wp-caption alignleft" style="width: 478px"><img class="size-full wp-image-3654" title="prediksiselatansumatra1" src="http://richocean.wordpress.com/files/2009/11/prediksiselatansumatra1.jpg" alt="prediksiselatansumatra1" width="468" height="250" /><p class="wp-caption-text">Prediksi gempa selatan Sumatra 10 - 16 November 2009</p></div>
<div id="attachment_3686" class="wp-caption alignleft" style="width: 478px"><img class="size-full wp-image-3686" title="prediksibenar2" src="http://richocean.wordpress.com/files/2009/11/prediksibenar23.jpg" alt="prediksibenar2" width="468" height="1304" /><p class="wp-caption-text">Prediksi 9 gempa terakhir yang benar</p></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sajak]]></title>
<link>http://feakreeisland.wordpress.com/2009/10/30/sajak/</link>
<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 13:02:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>feakreeisland</dc:creator>
<guid>http://feakreeisland.wordpress.com/2009/10/30/sajak/</guid>
<description><![CDATA[Nuju mukaan buku basa sunda tilas tétéh, taun &#8216;91, kurikulum 1986 . éh, mendakan sajak, nu eus]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Nuju mukaan buku basa sunda tilas tétéh, taun &#8216;91, kurikulum 1986 <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> . éh, mendakan sajak, nu eusina téh kieu:</p>
<p style="text-align:center;">HAREPAN</p>
<p><em>Lain hayang motor</em></p>
<p><em>lain hayang duit nu loba</em></p>
<p><em>tapi hayang getol diajar</em></p>
<p><em>ngunyang élmu ambéh bagja</em></p>
<p><em><br />
</em></p>
<p><em>Lamun kuring geus pinter</em></p>
<p><em>hayang ngawangun désa</em></p>
<p><em>hayang milu ngaropéa</em></p>
<p><em>sangkan hirup gedé gunana</em></p>
<p><em>pikeun bangsa jeung nagara</em></p>
<p><em><br />
</em></p>
<p><em>Rajin sakola</em></p>
<p><em>keur bekel jaga</em></p>
<p><em><br />
</em></p>
<p>Bisaan éta budak, bisa pas ngasupkeun kecap kana éta sajak.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
