<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>suntuk &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/suntuk/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "suntuk"</description>
	<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 09:59:48 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Obat Pengusir Bosan dan Suntuk]]></title>
<link>http://blognyakrismariana.wordpress.com/2009/11/15/obat-pengusir-bosan-dan-suntuk/</link>
<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 20:19:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>krismariana</dc:creator>
<guid>http://blognyakrismariana.wordpress.com/2009/11/15/obat-pengusir-bosan-dan-suntuk/</guid>
<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu, seorang teman mengajakku chatting. Yah, sebagai teman lama, aku berusaha m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Beberapa waktu yang lalu, seorang teman mengajakku <em>chatting</em>. Yah, sebagai teman lama, aku berusaha meladeninya dengan baik. Rupanya dia sedang bosan di tempat kerja. Bosan. Suntuk. Harap diketahui, temanku yang satu itu memiliki sebuah toko dan ia harus menjaga tokonya sepanjang hari. Eh, mungkin tidak sepanjang hari ding. Kalau tidak salah cuma dari pagi sampai sore. Dan begitu terus rutinitasnya setiap hari.</p>
<p>Aku bisa membayangkan bosannya menunggu toko. Sendirian di toko. Apalagi kalau tokonya sedang tidak ramai alias sepi pembeli. Wah, bisa mengantuk. Dan yang jelas, tidak bisa tidur seenaknya dong. Barang jualan atau uang yang ada di toko bisa disamber orang nanti. Kan reffoott&#8230;.</p>
<p>Dia lalu bertanya kepadaku apa sih obat pengusir suntuk dan bosan?</p>
<p>Pertanyaannya itu membuatku teringat pada dua hal. Oke, kita bahas yang pertama dulu ya. Yang pertama adalah pada kebosanan yang kadang-kadang juga kualami. Aku tak tahu apakah aku termasuk makhluk pembosan atau tidak. Tetapi aku terkadang menganggap diriku pembosan. Kalau berada dalam situasi yang begitu-begitu saja, aku jadi bosan. Apalagi kalau terlibat dalam suasana di mana aku jadi &#8220;penonton&#8221; saja dan tidak bisa ikut berinteraksi di dalamnya. Misalnya nih, berada dalam obrolan bersama teman dan aku tidak tahu apa yang mereka obrolkan. Yah, kan males banget to? Atau berada di suatu tempat dan mengerjakan hal yang itu-itu terus &#8230; lama-lama bosan juga. Misalnya, berada di rumah terus selama lebih dari tiga hari dan aku cuma di depan komputer terus, lama-lama bosan juga.</p>
<p>Lalu, apa yang biasanya kulakukan? Dulu kalau di Jogja, aku biasanya akan menggelandang motorku ke halaman, dan <em>weeerrr</em> &#8230; aku lalu pergi ke mana hati ingin pergi. Kadang ke toko buku, kadang iseng ke kos teman, kadang saat di jalan ingat ada barang yang perlu kubeli, ya mampirlah aku ke toko. Dan biasanya baru beberapa ratus meter saja, rasa bosanku sudah hilang. Sudah segar lagi. Jadi, begini jawabanku kepada temanku tempo hari, &#8220;Jalan-jalan aja. Ganti suasana.&#8221; Nah, sekarang kalau di Jakarta, berhubung tidak punya motor, aku biasanya mengusir rasa bosanku adalah dengan belanja ke pasar. Hi hi. Emak-emak banget ya! Di pasar, walaupun terkadang becek dan kumuh, aku bisa merasakan semangat para penjual yang sepertinya tidak pernah lelah menawarkan barang dagangannya. Asyik juga lo! Karena itu biasanya aku tidak belanja banyak. Jadi, dalam dua atau tiga hari, aku harus ke pasar lagi untuk membeli bahan makanan untuk dimasak.</p>
<p>Kedua, selain mengingatkanku pada kebosanan dan rasa suntuk yang kadang juga aku alami, pertanyaan temanku tadi mengingatkanku pada kata-kata Mas Yanuar Nugroho saat dia memberi seminar di Driyarkara hari Selasa lalu (10/11/09). Dia mengatakan kira-kira begini, &#8220;Jangan terlalu GR kalau menerima SMS sapaan dari seorang teman. Bisa jadi, dia tidak benar-benar ingin menyapa kita. Mungkin dia sedang bosan nunggu bus yang tidak lewat, dan daripada tidak ada kerjaan, mending kirim SMS ke kita. Jadi SMS yang dia kirimkan itu sebenarnya &#8216;untuk dirinya sendiri&#8217;.&#8221; Pernyataannya itu membuatku geli. Kadang aku juga begitu soalnya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )</p>
<p>Dengan menjamurnya telepon genggam itu, salah satu hal yang biasa kuamati di tempat umum adalah orang yang sibuk dengan HP-nya. Tidak selalu bertelepon, cuma utak-utik HP. Biasanya sih kalau tidak ber-SMS ya main <em>game</em>. Orang-orang itu jarang sekali ada yang mengajak ngobrol orang yang di dekatnya. Mungkin dengan adanya alat elektronik yang bisa menghubungkan kita dengan dunia maya dan teman atau saudara kita yang berada nun jauh di sana, kita tidak terbiasa untuk saling menyapa dengan orang yang secara fisik berada di dekat kita. Itu perkiraanku loh. Salah satu alasannya barangkali adalah karena kita sering diwanti-wanti untuk tidak berakrab-akrab dengan orang asing, karena bisa jadi orang asing itu akan menyakiti kita. Jadi, cari amannya saja <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kalau boleh tahu, apa sih yang biasanya kamu lakukan untuk mengusir kebosanan? Mengutak-utik HP? Jalan-jalan? Atau apa?</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[                  Not In The Mood   ]]></title>
<link>http://ecerita.wordpress.com/2009/11/13/not-in-the-mood/</link>
<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 04:46:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>ecerita</dc:creator>
<guid>http://ecerita.wordpress.com/2009/11/13/not-in-the-mood/</guid>
<description><![CDATA[Ditulis Oleh Didik Wijaya Rabu, 01 Februari 2006 Bete. Suntuk. Bad Mood. Ide sama sekali tidak kelua]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Ditulis Oleh Didik Wijaya<br />
                  Rabu, 01 Februari 2006 </p>
<p>                  Bete. Suntuk. Bad Mood. Ide sama sekali tidak keluar.<br />
                  Dibela-belain begadang juga tidak keluar idenya. Untuk<br />
                  menuliskan kalimat pertama saja sulitnya tak terkira. Kadang<br />
                  ide sudah didapat, tetapi bingung dimana harus memulainya.<br />
                  Setiap penulis pasti pernah mengalami hal ini. Ada banyak cara<br />
                  untuk mengatasi hal ini. Namun di bawah ini akan dijelaskan<br />
                  dua cara sederhana untuk mengatasinya.<br />
                  Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah memaksa diri<br />
                  Anda untuk menulis. Ketika Anda membaca ini, mungkin Anda akan<br />
                  mengatakan ini adalah cara paling konyol yang bisa Anda temui.<br />
                  Lha, orang sedang susah menulis koq dipaksa menulis. Memang<br />
                  cara ini tidak bisa mujarab untuk semua orang, tetapi<br />
                  sedikitnya Anda bisa mencobanya.<br />
                  Anda harus memaksa diri untuk menulis apa saja. Semua yang<br />
                  Anda alami, tulislah. Semua yang Anda ingat, tulislah. Jangan<br />
                  pedulikan kalau tulisan Anda salah ketik, salah tata<br />
                  bahasanya. Biarkan mengalir apa adanya. Kali ini Anda hanya<br />
                  menulis untuk diri sendiri, tidak ada orang lain yang akan<br />
                  membacanya. Setelah Anda menulis beberapa paragraf, boleh jadi<br />
                  suatu ide akan muncul dan Anda akan lancar menulis kembali.<br />
                  Cara yang lain berlawanan dengan cara sebelumnya. Kali  ini<br />
                  janga paksa diri Anda untuk menulis. Tutup buku Anda, matikan<br />
                  komputer, lakukan kegiatan lain selain menulis.<br />
                  Berjalan-jalan, membaca, atau apa saja. Yang penting, jangan<br />
                  pikirkan sedikitpun tentang tulisan Anda. Rileks. Setelah<br />
                  pikiran Anda segar, maka ide akan mudah muncul di benak Anda. </p>
<p>                  oleh Didik Wijaya<br />
			( http://www.escaeva.com )</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hari Pahlawan]]></title>
<link>http://cantaperme.wordpress.com/2009/11/10/hari-pahlawan/</link>
<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 01:27:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>Mizzy</dc:creator>
<guid>http://cantaperme.wordpress.com/2009/11/10/hari-pahlawan/</guid>
<description><![CDATA[Teman saya yang bekerja di Namru 2 (laboratorium milik Amerika), esok hari 11 November, libur ternya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_0TEqEzeJSHc/SvjH-FEYtwI/AAAAAAAAAKE/P2t7xISMGDY/s1600-h/471px-United_States_Department_of_Veterans_Affairs_Veterans_Day_2009_poster.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:252px;height:320px;margin:0 auto 10px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_0TEqEzeJSHc/SvjH-FEYtwI/AAAAAAAAAKE/P2t7xISMGDY/s320/471px-United_States_Department_of_Veterans_Affairs_Veterans_Day_2009_poster.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p>Teman saya yang bekerja di Namru 2 (laboratorium milik Amerika), esok hari 11 November, libur ternyata. Karena di kalender Amerika-nya besok itu tanggal merah memperingati <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Veterans_Day">Veterans Day</a>.</p>
<p>Sedangkan sekarang tanggal 10 November, yang di kalender Indonesia bertepatan dengan Hari Pahlawan, tanggalnya hitam <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_confused.gif' alt=':?' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>.</p>
<p>.</p>
<p>Veteran perang saja dihargai sebegitu rupa dengan dibuatkan hari libur nasional. Nah ini pahlawan nasional yang telah gugur memperjuangkan kemerdekan, tapi tidak dibuatkan hari libur :&#124; .</p>
<p><span style="text-decoration:line-through;">Padahal kan lumayan kalau ada hari libur tambahan</span> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>____</p>
<p>Gambar diambil dari <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:United_States_Department_of_Veterans_Affairs_Veterans_Day_2009_poster.jpg">sini</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[iseng di pagi hari....]]></title>
<link>http://asaljeplak.wordpress.com/2009/10/24/iseng-di-pagi-hari/</link>
<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 23:42:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>asaljeplak</dc:creator>
<guid>http://asaljeplak.wordpress.com/2009/10/24/iseng-di-pagi-hari/</guid>
<description><![CDATA[huaahmm,,, pagi semua&#8230;. gw blom tidur, bukan gara2 insomnia, tp gara2 belajar&#8230;. ya, bela]]></description>
<content:encoded><![CDATA[huaahmm,,, pagi semua&#8230;. gw blom tidur, bukan gara2 insomnia, tp gara2 belajar&#8230;. ya, bela]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Show Off!]]></title>
<link>http://esensi.wordpress.com/2009/10/17/show-off/</link>
<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 19:15:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>frozen</dc:creator>
<guid>http://esensi.wordpress.com/2009/10/17/show-off/</guid>
<description><![CDATA[. . . [] Parijs van Java, 17 Oktober 2009 | 02.14 dini hari Tidak ada manga hari ini]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;">.</span></p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1290" title="Business Card 1" src="http://esensi.wordpress.com/files/2009/10/business-card-1.jpg" alt="Business Card 1" width="450" height="610" /></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;">.</span></p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1291" title="Business Card 2" src="http://esensi.wordpress.com/files/2009/10/business-card-2.jpg" alt="Business Card 2" width="450" height="610" /></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;">.</span></p>
<p style="text-align:justify;">[]<br />
Parijs van Java, 17 Oktober 2009 &#124; 02.14 dini hari<br />
Tidak ada manga hari ini</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[151009, Keder]]></title>
<link>http://sutarman67.wordpress.com/2009/10/15/151009-keder/</link>
<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 15:38:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>sutarman</dc:creator>
<guid>http://sutarman67.wordpress.com/2009/10/15/151009-keder/</guid>
<description><![CDATA[Demam, flu, batuk, rapat tender listrik, rapat tender renovasi, menerima email gak lulus sertifikasi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Demam, flu, batuk, rapat tender listrik, rapat tender renovasi, menerima email gak lulus sertifikasi, sekolah tidak terkontrol, proposal IT, jadwal class visit, ekstra kurikuler, website kosong, semuanya bikin keder ini Kamis. </p>
<p>Nenek moyangku bilang: jangan sedih, jangan takut, jangan marah.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Do'a Masuk Neraka]]></title>
<link>http://degoblog.wordpress.com/2009/10/13/doa-masuk-neraka/</link>
<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 09:28:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>Usup Supriyadi</dc:creator>
<guid>http://degoblog.wordpress.com/2009/10/13/doa-masuk-neraka/</guid>
<description><![CDATA[ketika sedang asyiknya bersms riah dengan salah seorang sahabat terkasih yang sedang menempah ilmu d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">ketika sedang asyiknya bersms <em>riah</em> dengan salah seorang sahabat terkasih yang sedang menempah ilmu di salah satu pondok pesantren.</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">kemudian kukirimkan sms;</p>
<p style="text-align:left;">&#8220;&#8230;<em>Calon Ustadz, hehehe. kalau ada do&#8217;a masuk surga, lalu apa do&#8217;a masuk neraka???</em>&#8220;</p>
<p style="text-align:left;">balasnya;</p>
<p style="text-align:left;">&#8220;&#8230;<em>Akhi, itu pertanyaan bahlul. ana tidak tahu, dan benarkah itu ada? sejauh yang saya tahu tidak ada. jangan-jangan, akhi ini terkena sifat-sifat Islam Liberal ya?! waspadah, akhi</em>!&#8221;</p>
<p style="text-align:left;">balasa saya;</p>
<p style="text-align:left;">&#8220;<em>&#8230;Oh, gaklah, hehe cuma tanya aja kok. terima kasih ya. malam</em>&#8220;</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">***</p>
<p style="text-align:left;">mungkin itu pertanyaan <em>bahlul</em> seperti apa yang dia katakan, saya sendiri meragukan akan adanya do&#8217;a semacam itu. tapi, manusia itukan berdoa itu selalu yang baik, dan setiap perilaku kita itukan pasti akan tahu baik atau buruk.</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">misalnya seorang pencuri, tahu mencuri itu dosa, tetapi doanya tetap masuk surga.</p>
<p style="text-align:left;">seorang alim, tahu bahwa beramal shaleh itu baik, tetapi doanya tetap masuk surga.</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">dan sudah jelas, jika mau masuk surga itu apa yang harus dilakukan, dan jika masuk neraka juga sudah jelas seperti apakah perilaku yang dapat menghantar kita pada neraka.</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">kita harus mulai bicara kepantasan, jika memang sepanjang hidup sudah berbuat maksiat, kenapa tidak berdoa saja biar masuk neraka. sebab, Anda pasti sadar apa yang Anda lakukan itu jalan-jalan menuju neraka, eh, kok mengharapkan masuk surga. realitis sajalah. <em>hahahaha</em></p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;"><em>MULAI SEKARANG, TENTUKANLAH TUJUAN AKHIR ANDA, MASUK SURGA ATAU NERAKA? Jika sudah, lakukanlah jalan-jalan untuk menuju kepada tujuan Anda itu! dan BERDOALAH SESUAI DENGAN TUJUAN ANDA, Do&#8217;a Masuk Surga, atau Do&#8217;a Masuk Neraka <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /><br />
</em></p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;"><strong>[] </strong>lagi suntuk, ba&#8217;da ashar, 13 Oktober 2009</p>
<p style="text-align:left;">Bara, Bogor</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Persoalannya, Kenapa Harus Bintang Porno?]]></title>
<link>http://degoblog.wordpress.com/2009/10/13/persoalannya-kenapa-harus-bintang-porno/</link>
<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 08:15:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>Usup Supriyadi</dc:creator>
<guid>http://degoblog.wordpress.com/2009/10/13/persoalannya-kenapa-harus-bintang-porno/</guid>
<description><![CDATA[sangat tidak bermutu dan mendidik, banyak program pemberitaan hanya itu-itu saja, ya tentang Miayam,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>sangat tidak bermutu dan mendidik, banyak program pemberitaan hanya itu-itu saja, ya tentang Miayam, <em>Upz</em> Miyabi maksudnya!!</p>
<p>kenapa, mereka [bac. media] terlalu dalam pemberitaannya, terkhusus ditampilkannya video-videonya, <em>hoh</em>, jadi pemacu dan pemicu orang untuk pengen tahu lebih jauh!</p>
<p>sampai, keponakan dan adik saya bertanya-tanya</p>
<p><em><strong><br />
</strong></em></p>
<p><em><strong>&#8220;Ka, Miyabi apaan sih?&#8221;</strong></em></p>
<p>coba, kalau saat menonton itu mereka sendiri, dan nanti mencari-cari di Internet, <em>hah</em>, entah apa yang terjadi</p>
<p>saya tidak habis pikir apa yang ada dalam otak mereka! sutradara, produser, dll-nya.</p>
<p>KENAPA HARUS BINTANG PORNO????!!!!</p>
<p>Saya setuju saja jika perfilman Indonesia memakai artis Internasional, tapi kenapa harus bintang porno? ada apa dibalik ini semua yang mereka rencanakan. entahlah!</p>
<p>saya sangat prihatin!</p>
<p>jika ditanya setuju atau tidak.</p>
<p>jawaban saja jelas; TIDAK!</p>
<p>demikian!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hemo1985]]></title>
<link>http://esensi.wordpress.com/2009/10/05/hemo1985/</link>
<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 07:57:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>frozen</dc:creator>
<guid>http://esensi.wordpress.com/2009/10/05/hemo1985/</guid>
<description><![CDATA[. For the life of me, this guy really is the coolest acoustic guitar player I&#8217;ve ever seen, an]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;">.</span></p>
<p style="text-align:justify;">For the life of me, this guy really is the coolest acoustic guitar player I&#8217;ve ever seen,<em> </em>and so I like the music he played. Let&#8217;s listen to his music.</p>
<p style="text-align:center;"><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/0FB1fAt7xSc&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/0FB1fAt7xSc&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
<p style="text-align:center;">.</p>
<p style="text-align:justify;">It seems like lots of people were playing the guitar at the same time there. If you think like that, you&#8217;re wrong. This guy records more of one track. Let&#8217;s look lively this one.</p>
<p style="text-align:center;"><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/_Z_lAjt-gMw&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/_Z_lAjt-gMw&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
<p style="text-align:center;">.</p>
<p style="text-align:justify;">Once more&#8230;</p>
<p style="text-align:center;"><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/8PNx00lRd1Y&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/8PNx00lRd1Y&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
<p style="text-align:center;">.</p>
<p style="text-align:justify;">The last&#8230;</p>
<p style="text-align:center;"><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/OjFmH24n-eY&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/OjFmH24n-eY&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
<p style="text-align:center;">.</p>
<p style="text-align:justify;">I hope you enjoy listening to the music I&#8217;ve picked. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':razz:' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">.</p>
<p style="text-align:justify;">[]<br />
Posted October 5th, 2009 &#124; 14.59 PM<br />
Sukaluyu &#8211; Bandung</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jalan Panjang Sang Avatar]]></title>
<link>http://esensi.wordpress.com/2009/10/04/jalan-panjang-sang-avatar/</link>
<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 07:25:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>frozen</dc:creator>
<guid>http://esensi.wordpress.com/2009/10/04/jalan-panjang-sang-avatar/</guid>
<description><![CDATA[. Disclaimer: Jujur, ini postingan paling tidak berfaedah yang pernah saya buat. Tidak wajib dibaca,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;">.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Disclaimer:</strong> Jujur, ini postingan paling tidak berfaedah yang pernah saya buat. Tidak wajib dibaca, karena bukan perintah agama. Bebas dibaca jika sedang tak ada gawean. Tapi meski tak ada gawean, lebih baik melakukan aktivitas bermanfaat lainnya.</p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#999999;">.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#999999;">.</span></p>
<p style="text-align:justify;">20 BULAN saya ngeblog, sudah berapa kali gonta-ganti avatar, yang tak lain merupakan representasi diri pengguna Web 2.0 dalam mendukung kiprahnya sebagai pribadi kedua di dunia maya. Jadi pingin bikin semacam apalah itu namanya, kaleidoskop? OK. If you can&#8217;t stand for it, let us quickly see those avatars I ever used here&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#ffffff;">1. Blue in The Sky</span></strong><br />
<img class="alignleft size-full wp-image-1234" title="1" src="http://esensi.wordpress.com/files/2009/10/1.jpg" alt="1" width="80" height="80" />Beres membikin akun blog ini, kalimat itulah yang pertama saya ketikkan di <a href="http://images.google.com" target="_blank">GI</a> ketika memikirkan gambar yang bagus buat avatar. Tentu, keluar macam-macam hasil pencarian. Tapi satu gambar sosok laki-laki di awan yang ditimpa cahaya ini yang menarik perhatian saya. Entah sosok siapa itu, tapi banyak yang bilang itu Yesus. Berhubung saya suka, saya ambil, dan saya jadikan avatar pertama untuk blog ini. Pemakaiannya cukup lama, kalau tidak salah sampai saya merubah image-header ke bentuk animasi.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#ffffff;">2. Persona/Behind The Mask</span></strong><br />
<img class="alignleft size-full wp-image-1235" title="2" src="http://esensi.wordpress.com/files/2009/10/2.jpg" alt="2" width="80" height="80" />Lagi gandrung-gandrungnya main di DeviantArt, nemu image ini. Dan kepikiran dijadikan avatar. Toh kebetulan waktu itu beberapa tetangga juga berjamaah ngganti avatar. Ikut meramaikanlah saya. Toh, cukup bosan juga menggunakan avatar pertama sampai hampir setengah tahun.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#ffffff;">3. ?</span></strong><br />
<img class="alignleft size-full wp-image-1236" title="3" src="http://esensi.wordpress.com/files/2009/10/3.jpg" alt="3" width="80" height="80" />Nemu ini pas nongkrong di DeviantArt. Pemakaiannya cuma sebatas coba-coba. Ternyata kurang keren, tidak mewakili apa-apa.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;">.</span><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#ffffff;">4. ??</span></strong><br />
<img class="alignleft size-full wp-image-1237" title="4" src="http://esensi.wordpress.com/files/2009/10/4.jpeg" alt="4" width="80" height="80" />Ini robot entah siapa namanya, nemu juga di DeviantArt. Alasan memakai avatar ini adalah karena sosok robot mewakili sikap tanpa ekspresi, pokoknya biar bisa jadi pribadi yang netral lah ceritanya. Ndak kesampaian, kemampuan diri masih terbatas. Ikut berdiskusi di beberapa blog konco pun dipaksa-paksa sok serius, biar mewakili karakter si robot yang dingin. Lha?</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#ffffff;">5. Light </span></strong><br />
<img class="alignleft size-full wp-image-1238" title="5" src="http://esensi.wordpress.com/files/2009/10/5.jpg" alt="5" width="80" height="80" />Merasa tidak sreg dengan avatar robot, berkeliaran lagi saya mencari avatar yang lebih keren. Aha, tiba-tiba teringat sosok Yagami dalam manga Death Note. Tak ada pertimbangan serius dari pemilihan karakter ini, hanya karena suka tokohnya saja sejak berkenalan dengan Death Note. Avatar inilah yang paling lama digunakan. Beberapa teman blogger menyebut ikon ini cocok dengan nickname yang saya gunakan; frozen. Sok dingin gitu katanya.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#ffffff;">6. Ksatria Baja Hitam RX</span></strong><br />
<img class="alignleft size-full wp-image-1239" title="6" src="http://esensi.wordpress.com/files/2009/10/6.jpg" alt="6" width="80" height="80" />Karena alasan nostalgik saja saya menggunakan tokoh Kotaro Minami ini sebagai avatar. Digunakan pun hanya sementara. Ada penggemar Baja Hitam di sini?</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;">.</span><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#ffffff;">7. Fry</span></strong><br />
<img class="alignleft size-full wp-image-1240" title="7" src="http://esensi.wordpress.com/files/2009/10/7.jpg" alt="7" width="80" height="80" />Dipilih karena alasan sederhana: kocak dilihatnya (aslinya ini avatar nyontek punyanya seorang anggota di sebuah forum). Avatar ini segera diganti, karena terkesan tidak berwibawa kalau saya hendak merespon komentar-komentar dengan serius. Kesannya ngece orang dengan ekspresinya.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#ffffff;">8. Merah Putih </span></strong><br />
<img class="alignleft size-full wp-image-1241" title="8" src="http://esensi.wordpress.com/files/2009/10/8.jpg" alt="8" width="80" height="80" />Digunakan pra dan sebulan pasca dirgahayu RI. Sok formal?</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;">.</span><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#ffffff;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#ffffff;">9. ?</span></strong><br />
<img class="alignleft size-full wp-image-1242" title="9" src="http://esensi.wordpress.com/files/2009/10/9.png" alt="9" width="80" height="80" />Saya tidak tahu siapa namanya, yang jelas karakter utama di Phantom of Inferno. Saya tahu dari <a href="http://rosenqueencompany.wordpress.com" target="_blank">Geddoe</a>, soalnya masbro yang satu ini koleksi avatarnya suka keren-keren, di samping aneh-aneh. Dan sempat terjadi kekisruhan di blog ini ketika avatar ini saya gunakan dengan nickname Presiden AS.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#ffffff;">10. Son Goku</span></strong><br />
<img class="alignleft size-full wp-image-1243" title="10" src="http://esensi.wordpress.com/files/2009/10/10.jpg" alt="10" width="80" height="80" />Kembali ke masa bocah, ketika sedang gandrung-gandrungnya dengan Dragon Ball. Kalau tidak salah hitung, pemakaian avatar ini sampai seumur jagung jika tidak diselang-seling dengan avatar-avatar yang lain di atas. Dari sekian avatar yang pernah saya coba, avatar Son Goku inilah yang saya sukai. Alasannya sederhana, ekspresinya yang funloving itu memberi atmosfer semangat kehidupan buat saya. *halah*</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#ffffff;">11. Surinder Suri Sahni</span></strong><br />
<img class="alignleft size-full wp-image-1244" title="11" src="http://esensi.wordpress.com/files/2009/10/11.jpg" alt="11" width="80" height="80" />Aaa&#8230; saya memilih sosok ini sebagai avatar saat ini. Alasannya saaaangat personal. Bagi yang pernah menonton RNBDJ sampai tuntas, barangkali bisa sedikit menebak dan paham isi kepala saya. Dan jika tak goyah iman untuk ganti avatar lagi&#8212;dan tentu saya tak akan membiarkan hal itu terjadi&#8212;avatar ini adalah pilihan final. Sehingga tak akan lagi ada kesan bahwa pemegang blog ini plin-plan, meski pada hakikatnya sah-sah saja orang mau berapa kali berganti avatar, toh dunia tak bakal kiamat karena itu.</p>
<p style="text-align:justify;">.<br />
.<br />
.</p>
<p style="text-align:justify;">Aah&#8230; ternyata avatar saya &#8220;sehat-sehat&#8221; semua. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_rolleyes.gif' alt=':roll:' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Oke, acara tak penting selesai. Balik kanan, bubar jalan! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':razz:' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">[]<br />
mBandung, Tanggal Papat Sasi Sepuluh Rongewu Songo &#124; 13.57 awan<br />
Bar mindoni</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[070909, Bogem]]></title>
<link>http://sutarman67.wordpress.com/2009/09/07/070909-bogem/</link>
<pubDate>Mon, 07 Sep 2009 16:44:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>sutarman</dc:creator>
<guid>http://sutarman67.wordpress.com/2009/09/07/070909-bogem/</guid>
<description><![CDATA[I. Kena lagi dung! Strata sosial dan tingkat pendidikan rupanya mempengaruhi pertimbangan seseorang ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>I.<br />
Kena lagi dung!<br />
Strata sosial dan tingkat pendidikan rupanya mempengaruhi pertimbangan seseorang dalam memandang dunia. Ya pasti lah. Dalam banyak hal, sesuatu itu sering terjadi karena keterpaksaan atau keterbatasan. Di luar itu, bisa dikelompokkan sebagai pencarian atau petualangan.</p>
<p>II.<br />
Point System sudah kuluncurkan. Menunggu reaksi. Satu hal yang harus kufahami adalah biarkan saja resistensi itu muncul. Dinamika? Atau besi bengkok berkarat? Atau kebo mogok? Atau apa pun istilahnya.<br />
&#8221;Just do your best.<br />
It&#8217;s not about them, it&#8217;s about you.<br />
Be sincere!<br />
Keep on going!<br />
Forget the others!<br />
Time will give you justification whether you are on the right track or not.</p>
<p>Pioneer or CEO like should stand alone before the crowd. His vision is far beyond the ordinary. Quit from the crowd and show that you are different!</p>
<p>OK dung, peace be upon you. It&#8217;s just temporary game. Everything is going to fade out sooner than you think. Be patient! Sing one song you like, then cloud will move and you can see the sky clearly! </p>
<p>Here is the song: I can see clearly now, the rain has gone &#8230;&#8230;&#8230;.. Eh, another one: I believe I can fly &#8230;&#8230;. (once in the past!)&#8221;</p>
<p>Ting!!!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Apa Ya?]]></title>
<link>http://theshootingstar3.wordpress.com/2009/09/06/apa-ya/</link>
<pubDate>Sun, 06 Sep 2009 05:59:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>Della</dc:creator>
<guid>http://theshootingstar3.wordpress.com/2009/09/06/apa-ya/</guid>
<description><![CDATA[Terbangun di pagi hari dengan perasaan suntuk sekali.. Tidak bersemangat.. Lebih parahnya, hal ini y]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Terbangun di pagi hari dengan perasaan suntuk sekali.. Tidak bersemangat.. Lebih parahnya, hal ini y]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nge-blog di mana aja ...]]></title>
<link>http://jupiter5mlg.wordpress.com/2009/08/19/ngeblok-di-mana-aja/</link>
<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 16:47:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>jupiter_mlg</dc:creator>
<guid>http://jupiter5mlg.wordpress.com/2009/08/19/ngeblok-di-mana-aja/</guid>
<description><![CDATA[Nyit.. nyit&#8230; nyit&#8230; ada Call di HP Mas tolong dibantu pekerjaan Reparanting BSC Kamal ya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Nyit.. nyit&#8230; nyit&#8230; ada Call di HP Mas tolong dibantu pekerjaan Reparanting BSC Kamal ya]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[antara UAS,Robot &amp; liburan...]]></title>
<link>http://maxrax.wordpress.com/2009/06/29/antara-uasrobot-liburan/</link>
<pubDate>Mon, 29 Jun 2009 07:11:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>maxrax</dc:creator>
<guid>http://maxrax.wordpress.com/2009/06/29/antara-uasrobot-liburan/</guid>
<description><![CDATA[semingu kemaren lembur terus gara2 kerajain tugas robotik dari dosen&#8230; tugasnya sih bwt sekelas]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>semingu kemaren lembur terus gara2 kerajain tugas robotik dari dosen&#8230; tugasnya sih bwt sekelas, tapi mo gimana lagi orang tinggal bagianq yang belum kelar&#8230; driver motor  sensor ma programmingnya aja.. hanya beberapa orang aja yang lembur .. pagi, siang  dan malam dihabiskan buat kerjain tuh robot geblek&#8230;.. malah sibuknya sampe ngalahin anak2 angkatan 5 yang lagi TA&#8230; sama2 ngriwuki ceritane&#8230; .. jum&#8217;at kemaren adalah hari terakhir lembur.. tapi yo gitu kadang pas lagi eror , lembur malahan maen game.. gara2 saking stresnya.. haduhhhhhh&#8230;. menghadapi UAS malah ga genah pisan..sbelum belajar ngenet dulu&#8230; ga punya catetan , jalan satu2nya ya fotocopy.. tapi sing kebacut adalah&#8230; fotocopy di malam sebelum UAS.. geblekkkkkk&#8230;. fotocopy ma temen yang namanya susilo, sampe jam 9 malem lebih&#8230;.. mikirin liburan ke pantai sebelum UAS juga tertunda gara2 lembur proyek robot geblek tadi&#8230; semoga ae bisa kepantai beneran setelah uas&#8230;. ayo teman2 semangat&#8230;.. ( lek UAS aq dicuntui yo&#8230; gunakan telepati kao ga boleh pake laptop..)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Flash Fiction #6: Memastikan Kabar]]></title>
<link>http://esensi.wordpress.com/2009/06/01/flash-fiction-6-memastikan-kabar/</link>
<pubDate>Mon, 01 Jun 2009 16:15:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>frozen</dc:creator>
<guid>http://esensi.wordpress.com/2009/06/01/flash-fiction-6-memastikan-kabar/</guid>
<description><![CDATA[. PEMUDA kurus itu berjalan ke salah satu kios koran di seberang jalan, dan membeli salah satu surat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">.</span><br />
<span style="color:#ffffff;">PEMUDA kurus itu berjalan ke salah satu kios koran di seberang jalan, dan membeli salah satu surat kabar. Kemarin ia tewas terlindas kereta, dan hari ini ia cuma ingin memastikan apakah kabar tewasnya itu dimuat di koran ataukah tidak.</span><br />
<span style="color:#000000;">.<br />
.</span><br />
[]<br />
Batununggal, Bandung &#124; 1 Juni 2009<br />
23.11 PM, di penghujung jam kerja.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Flash Fiction #4: Menunggu Bis]]></title>
<link>http://esensi.wordpress.com/2009/05/30/flash-fiction-4-menunggu-bis/</link>
<pubDate>Sat, 30 May 2009 12:22:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>frozen</dc:creator>
<guid>http://esensi.wordpress.com/2009/05/30/flash-fiction-4-menunggu-bis/</guid>
<description><![CDATA[. Lelaki tua itu, untuk yang ke-sekian ribu kalinya kembali melirik jam di tangannya gusar ia menung]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style="color:#000000;">.</span><br />
<span style="color:#ffffff;">Lelaki tua itu, untuk yang ke-sekian ribu kalinya<br />
kembali melirik jam di tangannya<br />
gusar ia menunggu kedatangan bis yang hendak ia tumpangi,<br />
namun belum jua tiba</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">padahal&#8230; ia tahu,<br />
terakhir kali ada bis lewat halte tua ini<br />
yaitu sekitar dua puluh tahun yang lalu&#8230;</span><br />
<span style="color:#000000;">.<br />
.</span><br />
[]<br />
Parijs van Java, Bandung &#124; 30 Mei 2009<br />
18.59 PM, di sela-sela kerja.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Flash Fiction #3: Kisah Cerpenis &amp; Kertas]]></title>
<link>http://esensi.wordpress.com/2009/05/30/flash-fiction-3-kisah-cerpenis-kertas/</link>
<pubDate>Sat, 30 May 2009 07:42:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>frozen</dc:creator>
<guid>http://esensi.wordpress.com/2009/05/30/flash-fiction-3-kisah-cerpenis-kertas/</guid>
<description><![CDATA[. Seorang cerpenis hendak menulis diambilnya sebatang pena dan selembar kertas baru ia hendak menggo]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">.</span><br />
<span style="color:#ffffff;">Seorang cerpenis hendak menulis<br />
diambilnya sebatang pena dan selembar kertas<br />
baru ia hendak menggoreskan tintanya, tiba-tiba kertas itu berteriak,<br />
<strong> &#8220;Jangan nodai aku!&#8221;</strong></span><br />
<span style="color:#000000;">.<br />
.</span><br />
[]<br />
Parijs van Java, Bandung &#124; 30 Mei 2009<br />
14.38 PM, menjelang ashar.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Amargi Kula Bêbasa, Awit Saking Punika Kula Wontên]]></title>
<link>http://esensi.wordpress.com/2009/05/15/amargi-kula-bebasa-awit-saking-punika-kula-wonten/</link>
<pubDate>Fri, 15 May 2009 18:11:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>frozen</dc:creator>
<guid>http://esensi.wordpress.com/2009/05/15/amargi-kula-bebasa-awit-saking-punika-kula-wonten/</guid>
<description><![CDATA[. SAKDHERENGIPUN pêrlu kula cariosakên, satêmene ukara ing dhuwur mênika mbotên asal njêplak utawa ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">.</span></p>
<p style="text-align:justify;">SAKDHERENGIPUN pêrlu kula cariosakên, satêmene ukara ing dhuwur mênika mbotên asal njêplak utawa &#8220;mlintir&#8221; têmbung-têmbung (istilah ingkang liyane niku punapa nggih? adagium?) têrkênal saking filsuf Pêrancis, Descartes, ingkang nywantên &#8220;Kula mbatos, mila kula wontên&#8221;. Mbotên. Mbotên ngotên. Nanging kula pikantuk niku ukara bakda kula sêmedi *halah*. Salami kula tumut dumados warga marcapada blog, têrutami sabakda kula tingal satunggal-satunggal postingan kula rumiyin kaliyan tanggêpan-tanggêpan ingkang mlêbet, kula dados mangêrtos, wêdharing kang naminipun basa niku, saestu wigatos sangêt, miwah linangkung!</p>
<p><!--more [Hmm... Punapa nggih ngotên? Lajêng]--></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">&#8230;&#8230;&#8230;..</span>Kita sêdaya mboten naming gêsang &#8220;kaliyan basa&#8221; (<em>with language</em>), nanging uga &#8220;ing lêbêt basa&#8221; (<em>within language</em>). Kita ndamêl punagi kaliyan (<em>with</em>) saha ing (<em>within</em>) basa. Êngêt satêmene manungsa lan basa mbotên sagêd den pisaha, awit punika sajatosipun kualitas lan gaya basa niku dados indikator kualitas kepribaden saha budaya dene gêsangipun piyambake (manungsa). Mênawi wontên bocah ingkang lancar bêbasa Sunda, tuladhane, kantenan bocah niku dimong sarta didhidik ing kabudayan Sunda. Lha mênawi wontên satunggal tiyang ingkang awon bêbasanipun, nggih niku sagêd dados piyambake uga lênggahipun ing lingkungan ingkang awon.  Kok sagêd ngoten niku? Amarga basa niku sanes naming pêrkara genetik, nanging langkung lêrês dipunwastani minangka fenomena (sosial) kabudayan. Kêmampuan satunggal tiyang nyêrêp sawiji basa niku gumantung dhatêng proses sosialisasi dene piyambake agêsang (<em>grow and develop</em>), sanes ing êmpan papan piyambake babar saha ikatan etnis.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">&#8230;&#8230;&#8230;..</span>Lajêng, punapa sajatosipun basa punika? Basa iku piranti kangge sêsrawungan lan komunikasi ing antaraning sêsami. Kathi basa niku, tiyang-tiyang sagêd srawung mratelakake kêkarepan, pikiran lan rasa-pangrasane marang tiyang sanes. Saliyane minangka alat kanggo srawung kang awujud lêsan, basa uga sagêd mujudake srana kanggo mêdharake isining rasa lan pamikir kang awujud tinulis, tuladhane tulisan mênika. Dados satêmene basa iku agêng paedahe tumraping manungsa. Mboten lêpat, menawi wonten kang kagungan wawasan mênawa basa niku kang mbedakake manungsa lan kewan; manungsa gadhah basa dene kewan mboten. Niku yo nggih ditambih sekêdhik cathetan, wêdharing tiyang ingkang mboten sae basane, mbotên bentên tinimbang <span style="text-decoration:line-through;">sêgawon</span> wong kang mbotên gadhah subasita (<span style="text-decoration:line-through;">ya nggih, sêgawon</span>). Lan mboten lêpat, utawa wontên kang wicantên, yen basa niku <em>paningalan jiwa</em>, cêrmin jiwa. Uga lêrês, <em>ajining diri saka puchukê lathi</em>. Mênawi mêmanahan sêtiyang lagi morat-marit, mila basane uga morat-marit.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">&#8230;&#8230;&#8230;..</span>Kanthi basa, dunya kita sadaya dados agêng, anglewati watês-watês fisik, etnis, agama lan kabudayan, malih uga manglewati watês ruang lan wêktu. Lewat basa, banda-banda saha tiyang-tiyang ing kêpang dados kêlet kaliyan paringan asma, dadosipun kalih sadaya asma niku, manungsa ndamêl jaringan komunikasi sarta ambangun makna-makna. Sadayanipun diparingi atribut lan klasifikasi, kang pundi, atribusi lan klasifikasi wau mbêkta kawêdalipun ilmu pêngêtahuan lan teknologi.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">&#8230;&#8230;&#8230;..</span>Kaliyan pitulung basa, dunya dumados têrstruktur, dadosipun kraos mêmitran kang sae. Sajake mênika ingkang dipunwastani dêning al-Qur&#8217;an surah al-Baqarah ayat kaping 31 wêdharing Gusti Allah sampun wucal dhatêng Adam sêdaya nami (<em>al-asma</em>&#8216;). Amrih sagêd ngaosi mendah wigatos &#8220;nami&#8221; ing panggêsangan, cêkap bayangakên kados pundi panggêsangan sosial kita sedaya ajeng lumangsung mênawi manungsa lan banda-banda mbotên gadhah asma. Punapa ingkang winarah kanthi panggêsangan sosial saupami kita sêdaya wangsul dhatêng donyaning Tarzan, dunya kang mbotên wontên basa kados kang kita gadhahi.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">&#8230;&#8230;&#8230;..</span>Mila, bêbasa niku kabudayan agêsang. Bêbasa niku inggih punika budaya. Lan budaya niku  punapa ingkang kita pilampah rumiyin, sakmênika, saha benjing. Manungsa saged nêgêsakên sliranê kaliyan bêbasa. Awit saking punika jargon &#8220;kula mbatos, mila kula wontên&#8221; darbe Rene Descartes dados gantos dumados &#8220;kula bêbasa, awit saking punika kula wontên&#8221;, amargi saestu aktivitas bêbasan mênika ingkang ndamêlaken têrciptane idêntitas slira kita sêdaya.</p>
<p style="text-align:justify;">[]<br />
Bandung, 16 Mei 2009 &#124; 01.07 AM (nalika ing ngasta)<br />
Minangka ndandoske lan nglêstantunakên basa Jawi.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Perjalanan di kesendirian...]]></title>
<link>http://maxrax.wordpress.com/2009/05/11/perjalanan-di-kesendirian/</link>
<pubDate>Mon, 11 May 2009 01:18:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>maxrax</dc:creator>
<guid>http://maxrax.wordpress.com/2009/05/11/perjalanan-di-kesendirian/</guid>
<description><![CDATA[Ga tau kenapa,koq rasanya hati ini menanggung sesuatu yang berat hingga q memutuskan untuk bepergian]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Ga tau kenapa,koq rasanya hati ini menanggung sesuatu yang berat hingga q memutuskan untuk bepergian,sendirian ke pantai.Ngliyep&#8230;Q pergi ke ngliyep sendirian&#8230;tuh pantai yang pertama kali q kunjungi pertama kali ma teman2 kampus..pake nginep di rumahanya Susi[Lo] yang rumahnya sempat ga terdaftar di peta hehehehe (maaf ya bro..ntar kita semua maen lagi ke rumah ente,peace..) dan seseorang yang pernah menjadi teman di hati ini, tapi entah dimana sekarang,,,(ga tau lagi deh&#8230;.***hanya berharap di masa datang mendapatkan orang yang tepat,menjalani hidup sesuai tuntunan yang q jalani sekarang hingga akhir hayat***&#8230;) jalan2 di pantai yang putih, pasir yang halus, dengan terumbu karang yang terlihat di pinggir pantai,,,Subhanallah&#8230;indah banget<br />
<img src="http://maxrax.wordpress.com/files/2009/05/preview-of-ngliyep1.jpg" alt="preview of ngliyep" title="preview of ngliyep" width="450" height="253" class="aligncenter size-full wp-image-46" /><br />
walau panas matahari sempat membuat ubun2q meleleh dan pemandangan yang dirusak ma orang2 yang lagi pacaran (tertib dong&#8230;.emang lokalisasi??) rasanya damai banget liat ombak yang lagi bergulung2,suara angin (hawa panas juga ada lho&#8230;) dan gak lupa, yang terpenting, keheningannya yang bisa membuat hati menjadi tenang dan bisa merenung hingga tak terasa air mata ini mengalir&#8230;.UUUhhhhhh ga tau deh kenapa koq bisa kayak gitu ya????walo terburu oleh waktu karena siang itu mau hujan, tapi cukuplah&#8230;hati ini sudah sedikit tenang walo masih saja ada yang membuat hati ini akan terus sesak selama aq hidup dan terkenang semuanya di masa lalu&#8230;.gak tau lah gimana menghapus atau melupakannya atau menggantinya dengan kenangan yang baru&#8230;.hanya doa dan kembali ke tempat itu lagi sambil merenung yang bisa membuat hati ini tenang ^_^<br />
<img src="http://maxrax.wordpress.com/files/2009/05/lonely1.jpg" alt="lonely" title="lonely" width="450" height="360" class="aligncenter size-full wp-image-47" /><br />
tapi q gak pelit koq..masak gak diliatin hasil jalan2x?? yang di header atas adalah foto pantai Ngliyep..dan beberapa foto lagi yang bisa teman2 liat..mungkin qt bisa kesana bareng2 lagi dan tambah banyak yang kesana&#8230;.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lelah Itu Kembali Menghampiri Aku]]></title>
<link>http://8424t4.wordpress.com/2009/05/02/lelah-itu-kembali-menghampiri-aku/</link>
<pubDate>Sat, 02 May 2009 15:51:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>8424t4</dc:creator>
<guid>http://8424t4.wordpress.com/2009/05/02/lelah-itu-kembali-menghampiri-aku/</guid>
<description><![CDATA[Sore hari setelah pulang kerja aku mampir ke pasar utk beli makanan buat di rumah. Tapi setelah puta]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><b>Sore hari setelah pulang kerja aku mampir ke pasar utk beli makanan buat di rumah. Tapi setelah putar2 mulai dari ujung depan pasar sampai ke ujung yg lainnya, aku tak menemukan makanan yg aku cari. Akhirnya setelah mentok cari2 tapi tetap tidak ada, kuputuskan utk segera pulang saja. Saat sampai pintu depan rumah, kondisi pintu sedang terkunci. Panggil2 sampai beberapa kali tapi tidak ada sahutan dari dalam. Lama aku menunggu di depan pintu dan berharap ada yg membukakan pintu. Setelah menunggu cukup lama ternyata tak ada gejala pintu akan dibukakan. Terpaksa aku pakai lurus copet merogoh kantong. Dengan susah payah akhirnya pintu bisa kubuka. Dengan wajah agak sedikit cemberut aku panggil penghuni rumah. Sunyi dan tetap sepi tanpa ada balasan sama sekali. Ya sudah, langsung saja aku ngeloyor menuju ke belakang. Tujuanku cuma satu..kamar mandi. Aku ingin cepat2 membasuh mukaku yg sudah sangat kusam dan lelah ini. Berharap agar bisa sedikit menyegarkan tubuhku yg sudah dari tadi kegerahan. Lumayan lama aku di kamar mandi hanya utk mendinginkan suhu tubuhku yg agak panas, terutama otakku yg agak sedikit blank.</b> #bersambung#</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[TriplePost: Utang, Award &amp; Narsisme]]></title>
<link>http://esensi.wordpress.com/2009/04/24/triplepost/</link>
<pubDate>Fri, 24 Apr 2009 21:10:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>frozen</dc:creator>
<guid>http://esensi.wordpress.com/2009/04/24/triplepost/</guid>
<description><![CDATA[. &#8230;&#8230;&#8230;..KONON, manusia yang &#8220;lupa&#8221; itu terbagi dalam berbagai jenis kat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">&#8230;&#8230;&#8230;..</span>KONON, manusia yang &#8220;lupa&#8221; itu terbagi dalam berbagai jenis kategori, yang naasnya, hampir semua jenis tersebut memiliki nilai yang sama parahnya, yang sebagian jenisnya pun tidak bisa ditolerir, seperti: lupa diri, lupa daratan, lupa asal, hingga lupa tujuan. Lalu ada lagi model lain seperti lupa makan, lupa tidur, lupa anak-istri, lupa sanak-saudara, lupa terima kasih, dan jenis lupa lain berikut kata yang menyertainya. Nah, ada lagi satu jenis lupa yang lebih parah dan bukan tidak mungkin bisa membikin jengkel orang lain; lupa utang.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">&#8230;&#8230;&#8230;..</span>Niatan saya sudah cukup mantap sebetulnya, pasca menulis postingan <a href="http://esensi.wordpress.com/2009/03/25/mengetik-10-jari-afirmasi-sebuah-pesan-kemanusiaan/" target="_blank">Filosofi Mengetik 10 Jari</a> kemarin, untuk benar-benar undur diri dari jagad blogging, <span style="text-decoration:line-through;">dan berbalik kiblat ke dunia biru Facebook</span>. Namun di penghujung postingan tersebut, sontak pikiran ini jadi ingat kembali dengan permintaan Bung Gentole, perihal <a href="http://esensi.wordpress.com/2009/02/03/tobat/#comment-1873" target="_blank">share pengalaman</a> kalau saya jadi cabut gigi. Akhirnya setelah betulan cabut gigi, mau tak mau saya harus menulis kembali, lahirlah postingan baru soal pengalaman cabut gigi kemarin. <em>Ndilalah</em> setelahnya, saya jadi ingat pula dengan satu hal yang saya lupa dan saya anggap sebagai utang yang belum saya penuhi, yakni ketika saya menyambangi blog <a href="http://sitijenang.wordpress.com" target="_blank">Halte Perjalanan</a> dan saya melihat judul postingan bertajuk <a href="http://sitijenang.wordpress.com/2009/03/31/menghargai-sebuah-penghargaan/" target="_blank">penghargaan</a> yang dulu pernah saya baca. Ya. <em>Award</em> berantai dari <a href="http://www.illuminationis.wordpress.com/" target="_blank">Mbak Illuminationis</a>, dalam <a href="http://illuminationis.wordpress.com/2009/01/15/hore-saya-dapat-award-pr/" target="_blank">postingannya</a> tiga bulan lampau, yang mana saya termasuk salah satu dari jajaran blogger yang ketiban <em>award</em> di dalamnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">&#8230;&#8230;&#8230;..</span>Jelas, karena saya tidak ingin pensiun melepas blog Esensi sembari membawa predikat sebagai blogger yang seolah lupa terima kasih dan lupa utang setelah mendapat award yang—entah siapa yang pertama mulai beginian—meski terkesan sepele tapi bagi saya sebetulnya cukup membikin haru *halah*, maka saya tulislah, ini postingan, sebagai bentuk penghormatan saya atas award yang diberikan. Toh tugasnya hanya menjawab enam pertanyaan yang sudah <em>fix</em> saja, tidak terlalu sulit saya kira. Dan saya bisa menjadikannya sebagai ajang narsisme diri sebelum mangkat dari jabatan sebagai blogger, sekaligus sebagai kilas-balik dari blog yang enggak jelas ini.<br />
 <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">&#8230;&#8230;&#8230;..</span>Oke, ocehan pembukanya selesai, saya mulai saja. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':razz:' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;"><!--more Read the rest of this entry :arrow:--></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#ffffff;">1. Dari mana blog kalian berasal?</span></strong><br />
Dari tiada.<br />
 <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#ffffff;">2. Kapan dilahirkan blog kalian?</span></strong><br />
Ah, izinkan saya menuliskan bagian ini lebih panjang dan detail.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">&#8230;&#8230;&#8230;..</span>Konsep blog ini sebetulnya sudah dari jauh-jauh hari dipikirkan, dan saban malam saya bercumbu dan bercinta dengan berbagai teks keagamaan, 12 ronde, namun saya selalu keburu lemas dan tumbang di ronde keempat, dengan rincian: ronde pertama, dan ronde kedua, bermesraan dengan kajian-kajian eksoteris (diiringi dengan mulai naiknya suhu tubuh [dalam artian otak mulai hangat]), kemudian ronde ketiga, bergulat dengan buku-buku daras kontemporer, dulu sedang seneng-senengnya dengan karya-karya kontemporer terbitan Teraju Mizan (disertai dengan menitik dan membanjirnya keringat dari kening, kuduk, pipi, dagu, leher, dada, tangan hingga punggung, disertai lenguhan tak jelas), dan di ronde keempat, saya <span style="text-decoration:line-through;">tak sanggup menahan orgasme otak, dan</span> mengerang sedemikian rupa, saking <span style="text-decoration:line-through;">gembiranya (dan kadang sakit kepala tidak ketulungan lantaran</span> tidak paham blas) kala menenggelamkan diri dengan buku-buku esoteris.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">&#8230;&#8230;&#8230;..</span>Ritual malam ini saya jalani secara konsisten selama 9 bulan, hingga akhirnya otak saya yang gembung dengan berbagai asupan bacaan itu, meminta saya untuk segera pergi ke salah satu rumah bersalin di salah satu warnet di Bandung Tengah, yang dilayani bidan Open Office, dengan asistennya Firefox. Dan pada saat itulah, tepatnya 11 Februari 2008 ketika senja turun dan gerimis mengundang *halah*, bayi pemikiran hasil comot, kunyah buku sana-sini, dan daur ulang swadaya ala kadarnya itu, lahir dengan selamat sentosa, dan saya beri nama Esensi.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">&#8230;&#8230;&#8230;..</span>Perihal pemberian nama Esensi ini sebetulnya tidak masuk dalam konsep, rencana dan rancangan blog. Jauh-jauh hari pun saya sudah memikirkan nama-nama lain yang lebih keren, membicarakannya secara empat mata dengan mertua saya, WordPress. Namun sial, hampir semua nama hasil kontemplasi 8 hari 8 malam yang saya ajukan itu, ditolak, &#8220;<span style="color:#ffffff;"><em>Sorry, that username already exists!</em></span>&#8220;, gitu katanya. Bah! <span style="text-decoration:line-through;">Pengguna WP dari dulu hingga sekarang memang banyak yang hobi memarkir nama blog seenaknya</span>.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">&#8230;&#8230;&#8230;..</span>Saya coba sisa nama lain yang saya list. Waktu itu saya sign-up WordPress di warnet. Pertama, dengan nama &#8220;SebatasKata&#8221;, komputer nge-hang. Pulang dengan gerutu. Besoknya saya datang lagi, &#8220;CatatanLiberal&#8221;, koneksi timed out. Pulang dengan dongkol. Besoknya saya datang lagi, ini nama terakhir, yang saya anggap lebih keren, sebuah nama judul buku tentang tokoh sejarah yang saya kagumi, &#8220;Eroica&#8221;. Dan tepat ketika saya tinggal meng-klik <em>Next</em>, pet! Listrik padam. Kontan semua nama margasatwa saya teriakkan, di dalam hati, maksudnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">&#8230;&#8230;&#8230;..</span>Lantas, bagaimana kisahnya blog ini bisa bernama Esensi? Faktor kebetulan. Ketika itu saya sengaja mampir ke salah satu warnet, sekedar mengecek tulisan baru di situs IlmuKomputer. Kebetulan koneksi lancar, dan di samping meja tergeletak sebuah koran, dan di situ mata saya membentur satu istilah asing, Esensi. Woah, keren nih, pikir saya, yang waktu itu baru lulus SMA. Tapi saya tidak buru-buru mendaftarkan nama tersebut di WordPress, CMS yang menarik perhatian saya karena fitur theme-nya yang kaya dan <em>smooth</em> itu, melainkan hanya sekedar mengetes apakah nama Esensi sudah ada yang memakai ataukah belum, dan alhamdulillah, belum ada yang memakai.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">&#8230;&#8230;&#8230;..</span>Saya langsung ke perpustakaan umum, mencari arti istilah Esensi sebelum saya mantap menggunakannya sebagai nama blog. Sesampainya di perpustakaan, saya langsung mengambil buku super gemuk bernama KBBI. Dan saya temukan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#ffffff;">esen·si</span></strong> <span style="color:#ffffff;">/ésénsi/ n hakikat; inti; hal yg pokok:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">&#8230;&#8230;&#8230;..</span>Sebuah nama yang berat, ternyata. Tahu apa saya soal &#8220;hakikat&#8221;? Lucu kalau misalnya saya memiliki blog bernama Esensi, tapi isi postingannya seputar cara membuat donat, misalnya. Nah, karena hal itulah, saya memikirkan masak-masak tulisan apa saja yang sekiranya memenuhi kualifikasi sebagai tulisan yang lebih menukik pada hal-hal yang esensial dan batiniah. Ilham datang, saya disadarkan, selama saya duduk di bangku sekolah, saya dibikin muak dengan pola keagamaan dijejalkan guru ngaji dan guru sekolah yang hanya berkutat pada hal-hal yang sifatnya eksoterik, dzahiriah semata, alias kulit, bukan isi.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">&#8230;&#8230;&#8230;..</span>Bertolak dari <em>status quo</em> keagamaan yang seperti itu, saya mencoba menulis sesuatu yang saat itu selalu saya risaukan dan saya pertanyakan. Terdobraklah dinding doktrin, rilislah [<a href="http://esensi.wordpress.com/2008/02/16/mengkritisi-hadits-tentang-pelarangan-gambar-dalam-islam/" target="_blank">tulisan perdana Esensi</a>]. Itulah tulisan satu-satunya yang saya kerjakan sepenuh hati, meski makin ke sini makin ke sini, blog Esensi mulai banyak saya isi dengan tulisan-tulisan yang <em>nggilani</em>, meski ada sebagian lain yang saya garap dengan lebih serius, seperti [<a href="http://esensi.wordpress.com/2008/12/17/berkenalan-dengan-kolofon/" target="_blank">ini</a>], [<a href="http://esensi.wordpress.com/2008/11/07/sedekah-sebagai-filantropi-tangkai-pemikiran-dari-kota-kembang/" target="_blank">ini</a>], [<a href="http://esensi.wordpress.com/2008/09/08/allah-dan-iblis-simbol-cinta-abadi/" target="_blank">ini</a>], [<a href="http://esensi.wordpress.com/2008/12/09/stasi-ketiga/" target="_blank">ini</a>], [<a href="http://esensi.wordpress.com/2009/01/17/stasi-keempat/" target="_blank">ini</a>], [<a href="http://esensi.wordpress.com/2009/02/07/tragedi-sandal-raib-di-masjid/" target="_blank">ini</a>], dan terakhir, [<a href="http://esensi.wordpress.com/2008/11/28/menimbang-%e2%80%9clatar-belakang%e2%80%9d-di-balik-karakter-seorang-sosok/" target="_blank">ini</a>].</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#ffffff;">3. Kesulitan apa saja yang ada saat membuat blog kalian?</span></strong><br />
Kesulitan nyari cemilan waktu ngetik.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#ffffff;">4. Mengapa membahas topik yang kalian bahas sekarang?</span></strong><br />
Wah, bagaimana ya, topik-topik yang saya bahas sebetulnya pelangi. Tapi untuk menangkap gambaran yang lebih jelas namun singkat, silakan akses halaman [<a href="http://esensi.wordpress.com/about-esensi/" target="_blank">ini</a>]. Semoga bisa sedikit membantu memahami maksud saya. Toh, blog ini mau almarhum.<br />
 <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#ffffff;">5. Kenapa tampilan blog kalian menggunakan template itu?</span></strong><br />
Saya lebih senang dengan latar yang berwarna gelap pekat, terutama karena warna gelap bisa saya desain menjadi hitam beledu, seperti bagian atas desain header blog ini. Dan karena font theme blog ini adalah font ketiga yang saya sukai, di samping Trebuchet dan Garamond.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#ffffff;">6. Apa yang pertama kalian lakukan saat blog kalian baru jadi?</span></strong><br />
Histeris. Jingkrak-jingkrak. Jungkir-jempalikan.<br />
Ya biasa lah, mengamati halaman-halaman meta, menjajaki theme-theme yang ada, menguji kompatibilitas widget Teks dengan beberapa sintaks kode, sisanya ber-a o a o (Ooo&#8230;).</p>
<p style="text-align:justify;">.<br />
.<br />
.</p>
<p style="text-align:justify;">Hayyah, udahan? Gitu aja pertanyaannya? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':razz:' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">&#8230;&#8230;&#8230;..</span><em>Yo wis</em>. Lega, tugas PR yang sudah 3 bulan tertunda lantaran lupa, kini tunai sudah. Semoga Mbak Illuminationis sebagai pemberi award membaca entry ini. Dan tentu, saya mengucapkan terima kasih atas awardnya, padahal saya waktu itu (dan hingga saat ini) belumlah akrab. Dan saya mohon maaf, apabila penunaian tugas <em>award</em> ini terlambat seumur jagung.</p>
<p style="text-align:justify;"> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">&#8230;&#8230;&#8230;..</span>O iya, kebetulan saya lagi senggang, sekalian saya tulis testimoni beberapa orang tentang blog Esensi:</p>
<p>&#8220;Jelas pemilik blog ini bukan orang muslim!&#8221;<br />
— <em><strong><span style="color:#ffffff;">Anonim</span></strong>, di salah satu komentar postingan blog ini.</em></p>
<p>&#8220;Kembalilah ke jalan yang benar.&#8221;<br />
— <em><strong><span style="color:#ffffff;">Mr. 9</span></strong>, putra Pakdhe, pengikut ajaran Muhammad bin Abdul Wahhab sejati. </em></p>
<p>&#8220;Kurang kerjaan.&#8221;<br />
— <em><strong><span style="color:#ffffff;">Zinnia Eglantine</span></strong>, bukan siapa-siapa.</em></p>
<p>&#8220;Tidak mungkin owner blog ini 1989! Usianya sekarang pun pasti 40-an!&#8221;<br />
— <em>beberapa sahabat chatting.</em></p>
<p>&#8220;Blok teh naon sih? Teuing ah, nu penting bayar hutang kamari! (Blog itu apa? Tau ah, yang penting bayar hutang kemaren!)&#8221;<br />
— <em><strong><span style="color:#ffffff;">Juned</span></strong>, langganan bakso deket tempat kerja.</em></p>
<p>&#8220;Keren, bikinin dong, header kek gitu&#8221;<br />
—  <em><strong><span style="color:#ffffff;">NoD</span></strong>, blogger dari zaman antah-berantah.</em></p>
<p>&#8220;C’est trop cool ton blog! va continuer à nous faire partager tes réflexion valuable&#8221;<br />
— <em><strong><span style="color:#ffffff;">RayonSoleil</span></strong>, di salah satu komentar blog ini. Seorang apolog muslimah, kenalannya Mas Gentole.</em></p>
<p>&#8220;Blog yang puitis dan romantis, tentulah yang bikin blog ini seorang  gombalis&#8221;<br />
— <em><strong><span style="color:#ffffff;">MF</span></strong>, komentator tanpa komentar tertulis.</em></p>
<p>&#8220;Blog-nya dark &#38; artistik banget, bikin betah&#8221;<br />
— <em><strong><span style="color:#ffffff;">GA</span></strong>, di salah satu komentar blog ini.</em></p>
<p>&#8220;Haha. Garing&#8221;<br />
— <em><strong><span style="color:#ffffff;">Calv.Mich.Sie</span></strong>, penulis Juksta.</em></p>
<p>&#8220;Hemmmh.. masih muda tapi pemikiran sudah nyleneh begini? Tobatlah, Nak, mumpung ajal belum tiba&#8221;<br />
— <em><strong><span style="color:#ffffff;">S</span></strong>, di salah satu komentar blog ini.</em></p>
<p>Dan masih banyak lagi. Anda mau menambahkan?<br />
 <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">&#8230;&#8230;&#8230;..</span>Terakhir, kalau ditanya siapa blogger yang saya kenal yang harus diberi award bergilir ini, maka saya sudah menetapkan namanya (itu juga kalau orangnya mau) *grin* :<br />
1. <a href="http://the.tintamerah.info/2009/01/15/rantai-evolusi-yang-hilang-dan-yang-putus/" target="_blank">Abuya Alex©</a><br />
2. <a href="http://the.tintamerah.info/2009/01/15/rantai-evolusi-yang-hilang-dan-yang-putus/" target="_blank">Khilafah Alex© Mawaddah Warahmah</a><br />
3. <a href="http://the.tintamerah.info/2009/01/15/rantai-evolusi-yang-hilang-dan-yang-putus/" target="_blank">Subcomandante Marcos</a><br />
4. <a href="http://the.tintamerah.info/2009/01/15/rantai-evolusi-yang-hilang-dan-yang-putus/" target="_blank">Tengku Alex© Hidayat</a><br />
5. &#8230; ya teteup <a href="http://the.tintamerah.info/2009/01/15/rantai-evolusi-yang-hilang-dan-yang-putus/" target="_blank">Alex©</a></p>
<p style="text-align:center;"> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;"><strong>UPDATE!</strong></p>
<p><span style="color:#000000;">&#8230;&#8230;&#8230;..</span>Ternyata Khalifah Alex juga mau pensiun dari aktivitas nge-blog. Maka dari itu, saya lemparkan saja award ini kepada&#8230; *pukul drumband*:<br />
1. Mas <a href="http://lambrtz.wordpress.com" target="_blank">Lambrtz</a>!<br />
2. Mas <a href="http://islamabangan.wordpress.com/about/" target="_blank">Lambang</a>!<br />
3. <a href="http://semestaku.wordpress.com/paradoxa/" target="_blank">Semestaku</a>! Muahahaha &#8482;<br />
4. Euh&#8230; siapa lagi ya&#8230; keknya dah pada keburu kabur deh orang-orang.<br />
 <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Yah, segitu aja lah. Bila ada yang dirasa kurang mengenakkan di postingan ini, mohon dimaafken. Tabik!</p>
<p style="text-align:justify;">[]<br />
Bandung, 25 April 2009<br />
03.17 AM &#124; Menjelang Shubuh</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lava Tour Mahanagari dan keinginan untuk golput yang makin kuat.]]></title>
<link>http://jalankita.wordpress.com/2009/03/26/lava-tour-mahanagari-dan-keinginan-untuk-golput-yang-makin-kuat/</link>
<pubDate>Thu, 26 Mar 2009 07:05:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>agn</dc:creator>
<guid>http://jalankita.wordpress.com/2009/03/26/lava-tour-mahanagari-dan-keinginan-untuk-golput-yang-makin-kuat/</guid>
<description><![CDATA[Kita kebelakang Universitas Pendidikan Indonesia, terus masuk ke sebuah celah kecil yang memisahkan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kita kebelakang Universitas Pendidikan Indonesia, terus masuk ke sebuah celah kecil yang memisahkan ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sekali Lagi!]]></title>
<link>http://esensi.wordpress.com/2009/03/22/sekali-lagi/</link>
<pubDate>Sun, 22 Mar 2009 14:04:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>frozen</dc:creator>
<guid>http://esensi.wordpress.com/2009/03/22/sekali-lagi/</guid>
<description><![CDATA[Ini&#8230; . . .]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://speedtest.10-fast-fingers.com/" target="_blank"><br />
</a></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#ffffff;"><a href="http://speedtest.10-fast-fingers.com/" target="_blank">Ini&#8230;</a></span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#999999;"><strong>.</strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#999999;"><strong>.</strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#999999;"><strong>.</strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#ffffff;"><br />
</span></strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[180309, Suntuk]]></title>
<link>http://sutarman67.wordpress.com/2009/03/18/180309/</link>
<pubDate>Wed, 18 Mar 2009 19:02:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>sutarman</dc:creator>
<guid>http://sutarman67.wordpress.com/2009/03/18/180309/</guid>
<description><![CDATA[Jam 1.21 waktu Yangon. Mataku perih. Gak fokus. Overload. Marah. Malas. &amp;??&gt;&gt;{]8^^%)( ))%$]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Jam 1.21 waktu Yangon.</p>
<p>Mataku perih.<br />
Gak fokus.<br />
Overload.<br />
Marah.<br />
Malas.</p>
<p>&#38;??&#62;&#62;{]8^^%)(<br />
))%$#@@#$++__</p>
<p>Jelaga<br />
Jelaga<br />
Kau bernyanyilah untukku!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
