<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>surat-kabar &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/surat-kabar/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "surat-kabar"</description>
	<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 23:01:33 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Bahasa Media Semakin Memprihatinkan]]></title>
<link>http://samanui.wordpress.com/2009/12/28/bahasa-media-semakin-memprihatinkan/</link>
<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 13:31:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>Aulia</dc:creator>
<guid>http://samanui.wordpress.com/2009/12/28/bahasa-media-semakin-memprihatinkan/</guid>
<description><![CDATA[Ilustrasi : Google Penggunaan bahasa di berbagai media saat ini semakin memprihatinkan bahkan inform]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ilustrasi : Google Penggunaan bahasa di berbagai media saat ini semakin memprihatinkan bahkan inform]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PRITA lagi !]]></title>
<link>http://ennonk.wordpress.com/2009/12/09/prita-lagi/</link>
<pubDate>Wed, 09 Dec 2009 10:00:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>ennonk</dc:creator>
<guid>http://ennonk.wordpress.com/2009/12/09/prita-lagi/</guid>
<description><![CDATA[hmm. buat para readers .. kali ini gw bakal bahas soal tentang perkara PRITA gara .gara buat surat e]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><strong><em>hmm. buat para readers .. kali ini gw bakal bahas soal tentang perkara PRITA gara .gara buat surat elektronik tentang komplain dy ke rumah sakit OMNI internasional, si PRITA di penjara. dengan kasus pencemaran nama baik . ck ck ck . ini cuma sekedar berita, bukan maksut memprovokasikan . jeng.jeng, . maap buat nama nama yang terkait. !!</em></strong></p>
<ul>
<li>nah. menurut berita yang gw denger. sekarang , kasus si <strong>PRITA</strong> naik lagi. kemarin si gw denger isu isu nya, dy di penjara, nah sekarang dy di denda lagi tuh ekitar <strong>204 JUTA + iklan permohonan maaf di surat kabar untuk sekali penerbitan ma rumah sakit OMNI INTERNASIONAL. </strong>ck.ck</li>
</ul>
<ul>
<li>nah. pasti nya PRITA gag punya duit sebanyak itu. apalagi dy punya tanggungan 2 anaknya yang masi kecil.kecil. nah apa yang dia lakukan ?? <strong>&#8221; DIA MINTA SUKARELA MA MASYARAKAT BUAT BANTUIN DY DENGAN SUMBANGAN UANG KOIN. bukan UANG KERTAS</strong>. ck.ck.ck orang tua jaman sekarang .hhe</li>
</ul>
<ul>
<li>duhh.. kog masala ini jadi panjang lebar ya ? gw kiraen uda tenggelem. huu. kenapa juga masala ini ampe di perpanjang lebar !!!</li>
</ul>
<p style="text-align:center;">kalo dipikir pikir. sapa ya yang salah ? sebenernya menurut gw si <strong>PRITA </strong>gag salah juga. semua komplain dy tu.. kan <strong>wujud KETIDAKPUASAAN pelanggan</strong>,,ya gag ? tapi kog malah berbalik dari si RS nya ya.. yang balik ngelaporin si PRITA. ANE,</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">nah,, buat para READERS,, tunjukin donk simpatinya,hhe dengan ikut nyumbangin <strong>UANG KOIN</strong> ke <strong>PRITA</strong>,,</p>
<p style="text-align:center;">ternyata uang koin jaman sekarang sangat di butuhkan.. <strong>CAYOO buat PRITAA !</strong>!</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><a href="http://ennonk.wordpress.com/files/2009/12/images.jpg"><img class="size-full wp-image-76  aligncenter" title="images" src="http://ennonk.wordpress.com/files/2009/12/images.jpg" alt="" width="169" height="190" /></a></p>
<p style="text-align:center;">ibu prita dan anaknya</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><a href="http://ennonk.wordpress.com/files/2009/12/prita.jpg"><img class="size-medium wp-image-77  alignnone" title="prita" src="http://ennonk.wordpress.com/files/2009/12/prita.jpg?w=225" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[REPORTER DAN KRUW SERTA KAMERAMEN METRO TV DATANG MELIPUT, BUNUH DAN BAKAR SAJA MEREKA DAN MOBIL MEREKA!]]></title>
<link>http://sjutablogs.wordpress.com/2009/09/28/reporter-dan-kruw-serta-kameramen-metro-tv-datang-meliput-bunuh-dan-baar-saja-mereka-dan-mobil-mereka/</link>
<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 16:19:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>sjutablogs</dc:creator>
<guid>http://sjutablogs.wordpress.com/2009/09/28/reporter-dan-kruw-serta-kameramen-metro-tv-datang-meliput-bunuh-dan-baar-saja-mereka-dan-mobil-mereka/</guid>
<description><![CDATA[BAGI PARA PEMBACA BLOG INI, KAMI DARI KLAMPIS IRENG, ADALAH ORANG-ORANG TERBUANG SEBELUMNYA, SEBAGIA]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>BAGI PARA PEMBACA BLOG INI,</p>
<p>KAMI DARI KLAMPIS IRENG, ADALAH ORANG-ORANG TERBUANG SEBELUMNYA, SEBAGIAN DARI KAMI ADALAH ALUMNUS PONPES TEBU IRENG, NAMUN KAMI MENJADI AKTIFIS DUNIA HITAM, SEBAB KEPICIKAN KAMI, NAMUN DEMI MENGETAHUI DAN MEMBACA BANYAK HAL DALAM WEBLOG MILIK KOMANDO PAYUNG RASUL INDONESIA, DAN MILIK SAUDARA LETKOL. BOBBYMEIDIANTO HASAN MADINAH [PANULARAN RT01 RW 07 LAWEYAN SOLO], MAKA KAMI MENJADI INSYAF DAN SADAR UNTUK MEMBENAHI DIRI KAMI DAN BERBUAT HAL YANG LEBIH BAIK, DAN KEMBALI KE HATI NURANI KAMI.  MASIH BELUM SEBERAPA, CACI MAKI DAN KEACUHAN MASYARAKAT SERTA PENDERITAAN KAMI DI SAAT LALU YANG MENURUT KAMI SUDAH BEGITU BERAT HINGGA KAMI MENINGGALKAN AJARAN YANG TELAH ALLAH SWT BERIKAN SAAT KAMI BERADA DI PONPES TSB.</p>
<p>HINGGA KAMI MEMUTUSKAN UNTUK MEMBANTU, SAUDARA BOBBY MEIDIANTO HASAN MADINAH TSB DIATAS DENGAN CARA KAMI, SEKALIPUN ITU ADALAH CARA YANG KOTOR YANG KAMI BISA, NAMUN BAGI, LETKOL. BOBBY TSB DIATAS,  TAK ADA JALAN LAIN, IA SENDIRI, SEKALIPUN SEBENARNYA BISA MEMENANGKAN PERTARUNGAN SENDIRIAN, NAMUN TAKKAN ADA ARTINYA BAGI LAWAN-LAWANNYA YANG NOTA BENE ADALAH ORANG-ORANG YANG BERDUIT DAN BERKUASA, UNTUK ITU, PERLULAH DIRINYA MENDAPATKAN SUATU BANTUAN, BERUPA DUKUNGAN DENGAN TINDAKAN YANG AMAT SANGAT EKSTRIM, YANG BISA MEMBUAT MELEK MATA LAWAN, DAN ITU TELAH KAMI PERBUAT, YAITU MEMPERKOSA ANISAH POHAN, PUAN MAHARANI, ROSITA BAHAR,LESTARI DLL YANG SEMUANYA ADALAH ORANG2 DEKAT PRESIDEN SBY, MEGAWATI , SURYA PALOH, DAN MEUTYA HAFID, DAN WIRANTO.</p>
<p>LIHATLAH BETAPA JANTANNYA LETKOL BOBBY MEIDIANTO YANG BERANI MENANTANG SEDIRIAN KEPADA JENDRAL-JENDRAL DAN PENGUASA YANG NAMA-NAMANYA KAMI SEBUTKAN DIBAWAH SEBAGAI TERSANGKA.   LIHATLAH BAHWA IA TIDAKLAH KEDER ATAU NGEPIR SETELAH KAMI BERITAHUKAN KEPADANYA MENGENAI PEMERKOSAAN ITU, DAN TIDAKLAH IA GENTAR TERHADAP PARA TERORIS YANG JUGA MENGINCARNYA.</p>
<p>UNTUK ITU, TIDAKKAH KALIAN KHUSUSNYA YANG BERASAL DARI KELOMPOK MUSLIM, JAMAAH DARUL MUHAJIRIN PRAYA LOMBOK TENGAH NTB, PONPES PARAKAN MAGELANG, PONPES GONTOR &#38; TEBU IRENG SERTA AL MUAYYAD, JUGA BANSER ANSHOR YANG SEMUA SEBENARNYA SELAMA INI SELALU DEKAT DENGAN LETKOL. BOBBY MEIDIANTO HASAN MADINAH INI YANG SAAT INI DALAM KEADAAN TERDZALIMI, TIDAKKAH KALIAN TERBERSIT KEINGINAN UNTUK JUGA MEMBANTU DENGAN MELAKUKAN PEMBALASAN KEPADA BAJINGAN-BAJINGAN KOTOR YANG TELAH MERAMPAS HAK KITA SELAMA INI YANG KEBETULAN JUGA SEDANG JADI LAWAN LETKOL. BOBBY MEIDIANTO HASAN MADINAH ITU?</p>
<p>BAKAR SAJA AVIAN TUMENGKOL DAN KELUARGANYA SERTA RUMAHNYA, HANCURKAN WIRANTO, DAN ANAK-ANAKNYA, BAKAR SAJA RUMAH WIRANTO, DAN BUBARKAN HANURA, BUNUH SAJA SUBAGYO HS DAN AGUS ISROK MIKROJ ANAKNYA ITU DAN BAKAR SEKALIAN RUMAH MEREKA DAN JUGA KITA PERBUAT HAL SEMIKIAN ITU KEPADA PARA TERSANGKA LAINNYA DI BAWAH INI.</p>
<p>KITA AJAK ANGGOTA-ANGGOTA TNI DAN KEPOLISIAN YANG MAU PRO DENGAN KITA DARI DETASEMEN LAIN DILUAR CAKRA BIRAWA, DAN JALA MANGKARA, UNTUK JUGA IKUT SERTA MELAWAN ORANG-ORANG YANG JADI TERSANGKA DI BAWAH INI.</p>
<p>CUKUP AKTU BEBERAPA BULAN INI UNTUK DATANG KE JAKARTA MENCARI MEREKA DAN MENGHANCURKAN MEREKA, DENGAN BAMBU RUNCING, DENGAN MOLOTOV, DENGAN BATU DAN KATAPEL, DENGAN PARANG DLSB.</p>
<p>BUNUH JUGA MEUTYA HAFID BILA IA KALIAN JUMPAI TELAH DALAM KEADAAN HAMIL BESAR, SETELAH IA MENIKAH DENGAN PRIA LAIN YANG BUKAN BOBBY MEIDIANTO HASAN MADINAH.  TAMBAH PERKERAS USAHA KITA BILA LETKOL BOBBY MASIH TETAP DI PERSALAHKAN DAN DI TANGKAP KEPOLISIAN OLEH SEBAB HAL INI.</p>
<p>BIARKAN MEUTYA HAFID, BILA IA MASIH SINGLE, DAN MASIH DI TERIMA OLEH LETKOL BOBBY MEIDIANTO HASAN MADINAH SUAMINYA ITU YANG TELAH MENIKAH SIRRI DENGANNYA, DAN KATAKAN KEPADA MEUTYA HAFID UNTUK SEGERA MENDATANGI LETKOL BOBBY MEIDIANTO SUAMINYA DAN BARULAH KITA PUTUSKAN APA YANG AKAN KITA PERBUAT PADANYA BILA IA BENAR-BENAR TELAH DI TENDANG DAN DIUSIR OLEH LETKOL BOBBY MEIDIANTO.</p>
<p>[UNTUK KETERANGAN LEBIH JELAS MENGENAI LETKOL BOBBY MEIDIANTO - MEUTYA HAFID &#38; PROBLEM YANG ADA PADA MEREKA BERDUA YANG TELAH MEMBUAT KAMI MENULIS WEBLOG INI, SILAKAN KUNJUNGI : HTTP://BLOGSCAFE.WORDPRES.COM, &#38; HTTP://BOBBYMEIDIANTO.WORDPRES.COM, MULAI  DARI ARSIP AWAL YAITU: FEBRUARI 2008].</p>
<p>DIBAWAH INILAH DAFTAR PARA TERSANGKA RESMI, PARA BAJINGAN2 LAKNAT BERDASI, PARA PENGEDAR2 NARKOBA, HAJI2 BAJINGAN [SEBAGIAN], KELOMPOK MAFIA, GERMO DAN PENJUAL VAGINA WANITA YG TERLIBAT, [MENURUT HASIL PENYELIDIKAN KOMANDO PAYUNG RASUL INDONESIA], YANG HARUS KITA MUSNAHKAN DAN KITA BASMI, SEKALIAN HARTA BENDANYA:</p>
<p>*PRESIDEN HAJI SBY, AGUS HARIMURTI, EDHIE BASKORO, HAJI WIRANTO,AGUNG WIRANTO, HAJI JUSUF KALLA, HAJI TAUFIK KIEMAS, SURYA PALOH, JENDRAL ERWIN + ANAK2NYA , JENDRAL PRAMONO + ANAK2NYA, SUBAGYO HS, AGUS ISROK MIKROJ, HENDRO PRIYONO,DENNY JA, WIDODO AS, SYAMSIR SIREGAR, SUADI MARASABESSY, SUTIYOSO, FAUZI BOWO, AULIA POHAN ,MEGAWATI, GURUH SOEKARNO, GUNTUR SOEKARNO, ANTASARI, SIGIT WIRANTO, SYAMSURIZAL ASSEGAF[INDOSIAR], HAJI QURAISY SHIHAB, HAJI ALAWWY SHIHAB, FERRY YULIANTONO, BOY NOVA, ANDRE SIAHAAN, LEONARD SAMOSIR, AM FATWA, RIKY SI HOMOSEK, WIMAR WITOELAR, C. SITUMORANG, MENLU HASAN WIRAJUDA,INDRAJAYA PIULANG , OC. KALIGIS CS, DA’I BACHTIAR, KPH. ROESDIHARJO, JENDRAL SUTANTO, KETUA DPRD SUMUT [DEATH], MARKUS [PASPAMPRES], MIZAN PEMILIK MIZAN PUBLISHING, ILHAM AKBAR, TAREK KEMAL, BOBBY SANDORA MUKSIN ALATAS, AVIAN TUMENGKOL, BUDIANTO, BUDI PUTRA, SAMUEL GINTING, DIAN KHRISNA, SRI BINTANG PAMUNGKAS , GI. JOE COMBATAN [dalam friendster.com], ARIFIN M. NOOR, CAK NUN [MH. AINUN NAJIB], THUKUL ARWANA, AGUM GUMELAR, AGUNG LAKSONO, GENDENG PAMUNGKAS, KEPONAKAN LAKI2 MEUTYA HAFID, NY METTY HAFID [IBU DARI MEUTYA HAFID], PERMADI SH, PIMPINAN DAN STAFF/KARYAWAN DPP HANURA, DPP PDI PERJUANGAN,DPC HANURA SOLO, DPC PDI PERJUANGAN SOLO, DPP GOLKAR, DPD GOLKAR SUMUT, DPC GOLKAR MEDAN, REDAKSI KOMPAS, SUARA MERDEKA, MEDIA INDONESIA, LAMPUNG POS, WASPADA.COM,WASPADA ONLINE.COM, FORUM.DETIK.COM, INDOSIAR, METRO TV, DETIK, PIKIRAN RAKYAT, SOLO POS, ANDI MALARANGGENG, ARIS MUNANDAR, BENCONG2 &#38; HOMOSEK2 SOLO DAN DKI JAKARTA, WEBMASTER &#38; ADMINISTRATOR MABES POLRI, SUMDAMAN PERS [EKO PRASETYO CS], HAJI JOKOWI &#38; RUDYATMO [Solo], NY. METTY HAFID, FRIHNI HAFID, FITRIA HAFID, PARA MAGICIAN &#38; PARANORMAL YG DI PAKAI OLEH METRO TV, INDOSIAR &#38; AN TV [DIANTARANYA MASUK DALAM SIARAN DARI AN TV, YG DI LIPUT SAAT BERADA DI BANYUWANGI, JUGA DIREKTUR, MANAJER &#38; STAFF &#38; KARYAWAN, KRUW &#38; KAMERAMEN AN TV, METRO TV, INDOSIAR, TERMASUK SATPAM2 METRO TV*.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Apakah Komik Mempunyai Manfaat Bagi Anak ??]]></title>
<link>http://hermawanputra.wordpress.com/2009/09/28/apakah-komik-mempunyai-manfaat-bagi-anak/</link>
<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 02:07:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>hermawan75</dc:creator>
<guid>http://hermawanputra.wordpress.com/2009/09/28/apakah-komik-mempunyai-manfaat-bagi-anak/</guid>
<description><![CDATA[Image Komik Yang dimaksud dengan komik adalah cerita kartun bergambar dimana unsur gambar lebih pent]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Image Komik Yang dimaksud dengan komik adalah cerita kartun bergambar dimana unsur gambar lebih pent]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PENYIMPANGAN AFIKSASI PADA JUDUL BERITA SURAT KABAR HARIAN PEDOMAN RAKYAT]]></title>
<link>http://jaringskripsi.wordpress.com/2009/09/24/penyimpangan-afiksasi-pada-judul-berita-surat-kabar-harian-pedoman-rakyat/</link>
<pubDate>Thu, 24 Sep 2009 12:10:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>syekhu</dc:creator>
<guid>http://jaringskripsi.wordpress.com/2009/09/24/penyimpangan-afiksasi-pada-judul-berita-surat-kabar-harian-pedoman-rakyat/</guid>
<description><![CDATA[BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam UUD 1845, Pasal 36, ditetapkan bahwa bahasa negara adalah ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam UUD 1845, Pasal 36, ditetapkan bahwa bahasa negara adalah ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[”Nomor Peringatan 6 Boelan Repoeblik Indonesia” Terbitan Surat Kabar Merdeka, 17 Februari 1946]]></title>
<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/08/28/%e2%80%9dnomor-peringatan-6-boelan-repoeblik-indonesia%e2%80%9d-terbitan-surat-kabar-merdeka-17-februari-1946/</link>
<pubDate>Fri, 28 Aug 2009 00:23:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
<guid>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/08/28/%e2%80%9dnomor-peringatan-6-boelan-repoeblik-indonesia%e2%80%9d-terbitan-surat-kabar-merdeka-17-februari-1946/</guid>
<description><![CDATA[. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/files/2009/08/dsc_9996_100x80.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/files/2009/08/dsc_9996_100x80.gif" alt="DSC_9996_100x80" title="DSC_9996_100x80" width="600" height="735" class="aligncenter size-full wp-image-9947" /></a></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/files/2009/08/dsc_0005_57x40.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/files/2009/08/dsc_0005_57x40.gif" alt="DSC_0005_57x40" title="DSC_0005_57x40" width="600" height="421" class="aligncenter size-full wp-image-9955" /></a></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/files/2009/08/mg_0119_57x40tif.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/files/2009/08/mg_0119_57x40tif.gif" alt="_MG_0119_57x40tif" title="_MG_0119_57x40tif" width="600" height="421" class="aligncenter size-full wp-image-9956" /></a></p>
<p><strong>Pameran Foto  dan Media Cetak Era Revolusi</strong></p>
<p>MERDEKA MERDEKA<br />
Koleksi Kantor Berita ANTARA- IPPHOS dan Monumen  Pres Nasional Solo</p>
<p>Galeri Foto Jurnalistik ANTARA,<br />
Jum’at 14 Agustus 2009 pukul 19.00 WIB &#8211; selesai</p>
<p>Dibuka oleh:<br />
Menkominfo, Bapak M. Nuh<br />
Wartawan senior, Bapak Rosihan Anwar<br />
Dirut ANTARA, Bapak Ahmad Mukhlis Yusuf</p>
<p>Pameran berlangsung, 14 Agustus – 14 September 2009</p>
<p>MERDEKA MERDEKA adalah pameran foto (koleksi Antara-IPPHOS) dan media cetak era perjuangan sampai enam bulan usia Republik Indonesia (koleksi Monumen Pers Nasional Solo). Pameran akan menampilkan seleksi kurator tentang foto-foto pada jaman perjuangan seperti, cover dan isi dari media cetak yg terbit pada masa itu. Termasuk majalah Fikiran Ra’jat dengan Ir. Soekarno sebagai Pemimpin Redaksi dan majalah Djawa Baroe yang terbit pada masa pendudukan Jepang.  </p>
<p>MERDEKA	 MERDEKA<br />
Bertujuan untuk menyegarkan pengetahuan perihal Kemerdekaan Indonesia kepada generasi dewasa ini betapa kemerdekaaan itu dicapai dengan kebersamaan segenap bangsa kita yg heterogen namun memiliki tekad yang sehati untuk berdiri sendiri sebagai bangsa yang Merdeka. Suatu Perjuangan suci yang dilumuri  deras keringat dan hati rakyat Indonesia.</p>
<p>MERDEKA MERDEKA merupakan kolaborasi gagasan dari Galeri Foto Jurnalistik Antara dan Ditjen SKDI Kominfo, akan diterbitkan kembali buku yang berjudul &#8220;Enam Bulan Republik Indonesia&#8221; edisi 17 Agustus 1946 (oleh BM Diah, Rosihan Anwar dan rekan-rekan harian Merdeka). Penerbitan tersebut sepenuhnya untuk kegiatan sosialisasi tentang berdirinya republik ini ditinjau dari mata pers dan akan dibagikan secara gratis pada acara pembukaan pameran. Buku Enam Bulan Republik Indonesia tercatat sebagai buku Republik kita yang pertama diterbitkan pers Indonesia setelah  enam (6) bulan Indonesia merdeka. </p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/files/2009/08/dsc_0183_60x461.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/files/2009/08/dsc_0183_60x461.gif" alt="DSC_0183_60x46" title="DSC_0183_60x46" width="600" height="762" class="aligncenter size-full wp-image-9950" /></a></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/files/2009/08/dsc_0203_60x49.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/files/2009/08/dsc_0203_60x49.gif" alt="DSC_0203_60x49" title="DSC_0203_60x49" width="600" height="749" class="aligncenter size-full wp-image-9946" /></a></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/files/2009/08/dsc_0132_60x44.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/files/2009/08/dsc_0132_60x44.gif" alt="DSC_0132_60x44" title="DSC_0132_60x44" width="600" height="757" class="aligncenter size-full wp-image-9949" /></a></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/files/2009/08/dsc_0077_75x100.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/files/2009/08/dsc_0077_75x100.gif" alt="DSC_0077_75x100" title="DSC_0077_75x100" width="600" height="795" class="aligncenter size-full wp-image-9952" /></a></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/files/2009/08/dsc_0093_60x42.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/files/2009/08/dsc_0093_60x42.gif" alt="DSC_0093_60x42" title="DSC_0093_60x42" width="600" height="851" class="aligncenter size-full wp-image-9953" /></a></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/files/2009/08/dsc_0091_120x80.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/files/2009/08/dsc_0091_120x80.gif" alt="DSC_0091_120x80" title="DSC_0091_120x80" width="600" height="827" class="aligncenter size-full wp-image-9954" /></a></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/files/2009/08/dsc_0189_90x72.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/files/2009/08/dsc_0189_90x72.gif" alt="DSC_0189_90x72" title="DSC_0189_90x72" width="600" height="750" class="aligncenter size-full wp-image-9957" /></a></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/files/2009/08/dsc_0084_69x100.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/files/2009/08/dsc_0084_69x100.gif" alt="DSC_0084_69x100" title="DSC_0084_69x100" width="600" height="804" class="aligncenter size-full wp-image-9958" /></a></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/files/2009/08/dsc_0197_40x30.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/files/2009/08/dsc_0197_40x30.gif" alt="DSC_0197_40x30" title="DSC_0197_40x30" width="600" height="802" class="aligncenter size-full wp-image-9959" /></a></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/files/2009/08/dsc_0225_59x40.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/files/2009/08/dsc_0225_59x40.gif" alt="DSC_0225_59x40" title="DSC_0225_59x40" width="600" height="425" class="aligncenter size-full wp-image-9960" /></a></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/files/2009/08/dsc_0149_60x40.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/files/2009/08/dsc_0149_60x40.gif" alt="DSC_0149_60x40" title="DSC_0149_60x40" width="600" height="423" class="aligncenter size-full wp-image-9961" /></a></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/files/2009/08/dsc_0193_30x45.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/files/2009/08/dsc_0193_30x45.gif" alt="DSC_0193_30x45" title="DSC_0193_30x45" width="600" height="418" class="aligncenter size-full wp-image-9962" /></a></p>
<p>•••</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sekali Merdeka Tetap Merdeka!]]></title>
<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/08/27/sekali-merdeka-tetap-merdeka/</link>
<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 02:22:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
<guid>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/08/27/sekali-merdeka-tetap-merdeka/</guid>
<description><![CDATA[Panglima Besar Jenderal Sudirman dan Kasum Jenderal Oerip Soemohardjo pada satu kesempatan bersama, ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/files/2009/08/kompas-23-08-09.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/files/2009/08/kompas-23-08-09.gif" alt="kompas-23.08.09" title="kompas-23.08.09" width="600" height="391" class="aligncenter size-full wp-image-9941" /></a></p>
<p><em>Panglima Besar Jenderal Sudirman dan Kasum Jenderal Oerip Soemohardjo pada satu kesempatan bersama, Januari 1946. Foto ini dipamerkan dalam Merdeka- Merdeka di Galeri Foto Jurnalistik Antara, Jakarta, 14 Agustus-14 September 2009.</em></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p>SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA!</p>
<p>Kompas, Minggu, 23 Agustus 2009</p>
<p><strong>Ilham Khoiri</strong></p>
<p>”Enam boelan kita telah merdeka. Sesoedah enam abad,&#8211;masih merdeka! Sekali merdeka, tetap merdeka!”</p>
<p>Soekarno, Presiden pertama Republik Indonesia, menuliskan kata-kata itu dengan penuh gelora. Di baliknya tertera potret dirinya berdiri gagah dalam balutan jas-dasi yang rapi. Optimisme bagi negeri yang baru saja merdeka itu meluap.</p>
<p>Di halaman berikutnya terpampang potret Wakil Presiden Moh Hatta, dengan jas putih dan kacamata bulat. Dia menegaskan seruan serupa. ”Tanah tumpah darah kita Indonesia kitalah jang poenya, dan akan kita miliki sampai akhir zaman sebagai tanah poesaka!”</p>
<p>Pada bagian tengah, ada laporan seputar upacara proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur, Jakarta, 17 Agustus 1945. Selain berisi gambaran pandangan mata oleh wartawan D Bassah, halaman itu dipenuhi sejumlah foto. Salah satunya, foto Soekarno tengah membacakan teks proklamasi didampingi Moh Hatta.</p>
<p>Catatan Soekarno, Hatta, dan laporan proklamasi itu adalah bagian dari <a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/08/28/”nomor-peringatan-6-boelan-repoeblik-indonesia”-terbitan-surat-kabar-merdeka-17-februari-1946/">”Nomor Peringatan 6 Boelan Repoeblik Indonesia” terbitan Surat Kabar Merdeka, 17 Februari 1946</a>. Bisa dibilang, inilah penerbitan pertama yang secara lengkap dan terbuka mengabarkan proklamasi RI. Soalnya, saat proklamasi, Pemerintah Jepang melarang keras pemberitaan kemerdekaan itu, termasuk di Harian Asia Raya—surat kabar besar di Jakarta kala itu.</p>
<p>Kini, nomor penerbitan setebal 124 halaman tersebut dipamerkan dengan tajuk ”Merdeka Merdeka” di Galeri Foto Jurnalistik Antara, Jakarta, 14 Agustus-14 September. Nomor itu berisi laporan enam bulan setelah proklamasi yang dilengkapi dengan foto-foto, komentar para pemimpin RI, tokoh masyarakat, dan catatan wartawan.</p>
<p>Pameran dilengkapi foto-foto seputar kemerdekaan, hasil jepretan Frans Mendur dan Alex Mendur yang bekerja untuk Indonesia Press Photo Service (IPPHOS). Sebelumnya, kedua fotografer ini juga bekerja untuk nomor peringatan tadi. Ada juga beberapa lembar contoh penerbitan koran atau majalah sebelum proklamasi yang menyuarakan kemerdekaan, seperti Hoakiau (1925), Soeloeh Ra’jat (1929), Fikiran Rakyat (1933), dan Djawa Baroe (1944-1945).</p>
<p>Semua arsip itu adalah koleksi Monumen Pers Nasional di Solo, yang kemudian ditampilkan kembali sesuai aslinya. Teks dan foto tadi direproduksi ulang. ”Ini adalah dokumen penting dan otentik dari sisi foto maupun laporan jurnalistik,” kata kurator pameran, Oscar Motuloh.</p>
<p><strong>Otentik</strong></p>
<p>Bagaimana kekuatan jurnalistik dan foto dari nomor peringatan enam bulan proklamasi itu?</p>
<p>Dari sisi jurnalistik, laporan itu tidak seheboh laporan jurnalistik zaman sekarang yang bisa menyajikan berita secara lebih lengkap, lebih aktual, bahkan bisa seketika lewat siaran langsung layar televisi. Namun, di tengah situasi politik pascaproklamasi yang genting dan keterbatasan media cetak, nomor tersebut memberi efek besar bagi perjuangan kemerdekaan bangsa ini.</p>
<p>Menurut Rosihan Anwar, redaktur pelaksana Harian Merdeka kala itu, nomor tersebut terbit karena kebutuhan. ”Selain memberi gambaran situasi enam bulan pascaproklamasi, nomor itu menghidupkan kembali semangat untuk mempertahankan kemerdekaan, memperkuat perjuangan, sekaligus memberi harapan pada masa depan Indonesia,” katanya saat ditemui di rumahnya di Jakarta, Kamis (20/8).</p>
<p>Adapun foto-foto karya Frans Mendur dan Alex Mendur, baik dalam nomor peringatan atau dari IPPHOS, lebih jelas menangkap momen-momen bersejarah yang sangat penting itu. Sebagian foto itu menjadi ikon kemerdekaan RI. Sebut saja, antara lain, foto Soekarno membaca teks proklamasi, pengibaran Merah-Putih, para wartawan asing berbincang dengan Soekarno-Hatta, atau Presiden disambut ribuan masyarakat di Jakarta sepulang dari Yogyakarta.</p>
<p>Di luar itu, ada juga beberapa foto yang lebih menyuguhkan sisi kemanusiaan. Salah satunya, foto seorang warga Desa Sumadeng memeluk erat kaki Soekarno. Sang proklamator mengenakan setelan jas putih, sedangkan warga itu berpakaian lusuh. Di sampingya, ada labu besar, ubi, dan topi petani—mungkin milik warga itu.</p>
<p>Dari teks dan foto-foto itu, kita bisa belajar banyak hal.</p>
<p>•••</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Alamat Media Cetak Nasional]]></title>
<link>http://hadied.wordpress.com/2009/08/19/alamat-media-cetak-nasional/</link>
<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 11:38:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>hadied</dc:creator>
<guid>http://hadied.wordpress.com/2009/08/19/alamat-media-cetak-nasional/</guid>
<description><![CDATA[Sampaikanlah kebenaran dengan tulisan bagi pencerdasan ummat. Rekans di bawah ini terdapat beragam a]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><blockquote>
<p style="text-align:right;"><em>Sampaikanlah kebenaran dengan tulisan bagi pencerdasan ummat.</em></p>
</blockquote>
<p>Rekans di bawah ini terdapat beragam alamat email redaksi surat kabar, majalah dan tabloid di beberapa wilayah di Indonesia. Sila melihat!</p>
<p><strong>SURAT KABAR NASIONAL</strong></p>
<p>THE JAKARTA POST<br />
E-mail Address(es):<br />
opinion@thejakartapost.com</p>
<p>THE JAKARTA POST<br />
E-mail Address(es):<br />
jktpost2@cbn.net.id<br />
<!--more--><br />
THE JAKARTA POST<br />
E-mail Address(es):<br />
editorial@thejakartapost.com</p>
<p>THE JAKARTA POST<br />
E-mail Address(es):<br />
sundaypos@thejakartapost.com</p>
<p>THE JAKARTA POST<br />
E-mail Address(es):<br />
features@thejakartapost.com</p>
<p>JAWA POS<br />
E-mail Address(es):<br />
editor@jawapos.com</p>
<p>KOMPAS<br />
E-mail Address(es):<br />
kompas@kompas.com</p>
<p>KOMPAS<br />
E-mail Address(es):<br />
opini@kompas.com</p>
<p>KOMPAS<br />
E-mail Address(es):<br />
opini@kompas.co.id</p>
<p>KOMPAS<br />
E-mail Address(es):<br />
kcm@kompas.com</p>
<p>MEDIA INDONESIA<br />
E-mail Address(es):<br />
redaksi@mediaindonesia.co.id</p>
<p>MEDIA INDONESIA<br />
E-mail Address(es):<br />
webmaster@mediaindonesia.co.id</p>
<p>MEDIA INDONESIA<br />
E-mail Address(es):<br />
redaksimedia@yahoo.com</p>
<p>SEPUTAR INDONESIA<br />
E-mail Address(es):<br />
widabdg@seputar-indonesia.com</p>
<p>SEPUTAR INDONESIA<br />
E-mail Address(es):<br />
redaksi@seputar-indonesia.com</p>
<p>REPUBLIKA<br />
E-mail Address(es):<br />
rekor@republika.co.id</p>
<p>REPUBLIKA<br />
E-mail Address(es):<br />
medika@republika.co.id</p>
<p>REPUBLIKA<br />
E-mail Address(es):<br />
sekretariat@republika.co.id</p>
<p>HARIAN IBU<br />
E-mail Address(es):<br />
redaktur@harianibu.com</p>
<p><strong>SURAT KABAR JAKARTA</strong></p>
<p>MERDEKA<br />
E-mail Address(es):<br />
merdekanews@yahoo.com</p>
<p>HARIAN INDONESIA<br />
E-mail Address(es):<br />
redaksi@harian-indonesia.com</p>
<p>RAKYAT MERDEKA<br />
E-mail Address(es):<br />
redaksi@rakyatmerdeka.co.id</p>
<p>HARIAN JAKARTA<br />
E-mail Address(es):<br />
aristo@harianjakarta.com</p>
<p>HARIAN JAKARTA<br />
E-mail Address(es):<br />
aristo_jakarta@yahoo.com</p>
<p>INVESTOR DAILY<br />
E-mail Address(es):<br />
koraninvestor@investor.co.i</p>
<p>KOMPAS INSIDE</p>
<p>http://www.kompasinside.blogspot.com</p>
<p><strong>SURAT KABAR JAWA BARAT</strong></p>
<p>KOMPAS JABAR<br />
E-mail Address(es):<br />
kompasjabar@kompas.co.id</p>
<p>SUARA PEMBARUAN<br />
E-mail Address(es):<br />
koransp@suarapembaruan.com</p>
<p>SUARA PEMBARUAN<br />
E-mail Address(es):<br />
opini@suarapembaruan.com</p>
<p>SINAR HARAPAN<br />
E-mail Address(es):<br />
info@sinarharapan.co.id</p>
<p>SINAR HARAPAN<br />
E-mail Address(es):<br />
opinish@sinarharapan.co.id</p>
<p>SINAR HARAPAN<br />
E-mail Address(es):<br />
redaksi@sinarharapan.co.id</p>
<p>RADAR BANDUNG<br />
E-mail Address(es):<br />
radarbandung@gmail.com</p>
<p>RADAR BANDUNG<br />
E-mail Address(es):<br />
radarbandung@yahoo.co.uk</p>
<p>METRO BANDUNG<br />
E-mail Address(es):<br />
metrobdg@rad.net.id</p>
<p>KORAN SUNDA<br />
E-mail Address(es):<br />
koran_sunda@yahoo.co.id</p>
<p>PIKIRAN RAKYAT<br />
E-mail Address(es):<br />
redaksi@pikiran-rakyat.com</p>
<p>PIKIRAN RAKYAT<br />
E-mail Address(es):<br />
cakrawala@pikiran-rakyat.co.id</p>
<p>PIKIRAN RAKYAT<br />
E-mail Address(es):<br />
kampus@pikiran-rakyat.co.id</p>
<p>PIKIRAN RAKYAT<br />
E-mail Address(es):<br />
belia_pr@yahoo.com</p>
<p>PIKIRAN RAKYAT<br />
E-mail Address(es):<br />
gelora@pikiran-rakyat.co.id</p>
<p>PIKIRAN RAKYAT<br />
E-mail Address(es):<br />
dwi@pikiran-rakyat.co.id</p>
<p>PIKIRAN RAKYAT<br />
E-mail Address(es):<br />
otokirpr@pikiran-rakyat.co.id</p>
<p>PIKIRAN RAKYAT<br />
E-mail Address(es):<br />
didih_otokir@yahoo.com</p>
<p>PIKIRAN RAKYAT<br />
E-mail Address(es):<br />
mardjanzen@yahoo.com</p>
<p>PIKIRAN RAKYAT<br />
E-mail Address(es):<br />
prminggu@pikiran-rakyat.co.id</p>
<p>PIKIRAN RAKYAT<br />
E-mail Address(es):<br />
seagpr@yahoo.com</p>
<p>PIKIRAN RAKYAT<br />
E-mail Address(es):<br />
khazanah@pikiran-rakyat.co.id</p>
<p>PIKIRAN RAKYAT<br />
E-mail Address(es):<br />
beritapr@yahoo.com</p>
<p>PIKIRAN RAKYAT<br />
E-mail Address(es):<br />
seagpr@yahoo.com</p>
<p>PIKIRAN RAKYAT<br />
E-mail Address(es):<br />
percil@pikiran-rakyat.co.id</p>
<p>PIKIRAN RAKYAT<br />
E-mail Address(es):<br />
wakhu@yahoo.com</p>
<p>PIKIRAN RAKYAT<br />
E-mail Address(es):<br />
belia@pikiran-rakyat.co.id</p>
<p>PIKIRAN RAKYAT (BUDHIANA)<br />
E-mail Address(es):<br />
budipr_bdg@yahoo.com</p>
<p>TRIBUN JABAR<br />
E-mail Address(es):<br />
tribunjabar@persda.co.id<br />
atau tribunjabar@yahoo.com</p>
<p><strong>SURAT KABAR JAWA TENGAH DAN JOGJA</strong></p>
<p>KOMPAS JATENG<br />
kompasjateng@kompas.co.id</p>
<p>KOMPAS JOGJA<br />
kompasjogja@kompas.co.id</p>
<p>SUARA KARYA<br />
E-mail Address(es):<br />
redaksi@suarakarya-online.com</p>
<p>SUARA MERDEKA<br />
E-mail Address(es):<br />
humainia@yahoo.com</p>
<p>SUARA MERDEKA<br />
E-mail Address(es):<br />
redaksi@suaramer.famili.com</p>
<p>SOLO POS<br />
E-mail Address(es):<br />
litbang@solopos.net</p>
<p>SOLO POS<br />
E-mail Address(es):<br />
redaksi@solopos.net</p>
<p>WAWASAN<br />
E-mail Address(es):<br />
redaksi@wawasan.co.id</p>
<p>BERNAS<br />
E-mail Address(es):<br />
bernasjogja@yahoo.com</p>
<p>BERNAS<br />
E-mail Address(es):<br />
editor@bernas.co.id</p>
<p>KEDAULATAN RAKYAT<br />
E-mail Address(es):<br />
redaksi@kr.co.id</p>
<p>RADAR KUDUS<br />
E-mail Address(es):<br />
radarkudus@hotmail.com</p>
<p><strong>SURAT KABAR JAWA TIMUR</strong></p>
<p>KOMPAS JATIM<br />
kompas@sby.dnet.net.id</p>
<p>SURYA<br />
E-mail Address(es):<br />
surya1@padinet.com</p>
<p>SURABAYA NEWS<br />
E-mail Address(es):<br />
surabaya_news@yahoo.com</p>
<p>SURABAYA POST<br />
E-mail Address(es):<br />
redaksi@surabayapost.info</p>
<p>SURABAYA POST<br />
E-mail Address(es):<br />
tya@surabayapost.info</p>
<p>SURABAYA POST<br />
E-mail Address(es):<br />
surabayanews2003@yahoo.com</p>
<p>DUTA MASYARAKAT<br />
E-mail Address(es):<br />
dumas@sby.centrin.net.id</p>
<p>RADAR SURABAYA<br />
radarsurabaya@yahoo.com</p>
<p><strong>SURAT KABAR BALI</strong></p>
<p><strong> </strong> BALI POST<br />
E-mail Address(es):<br />
balipost@indo.net.id</p>
<p>BISNIS BALI<br />
E-mail Address(es):<br />
info@bisnisbali.com</p>
<p>DENPASAR POS<br />
E-mail Address(es):<br />
denpostbali@yahoo.com</p>
<p>DENPASAR POS<br />
E-mail Address(es):<br />
denpos@indo.net.id</p>
<p>POS KUPANG<br />
E-mail Address(es):<br />
poskupang@kupang.wasantara.net.id</p>
<p>POS KUPANG<br />
E-mail Address(es):<br />
poskupang@persda.co.id</p>
<p><strong>SURAT KABAR KALIMANTAN</strong><br />
RADAR BANJARMASIN<br />
E-mail Address(es):<br />
afoez99@gmail.com</p>
<p>RADAR BANJARMASIN<br />
E-mail Address(es):<br />
redaksi@radarbanjarmasin.com</p>
<p>BANJARMASIN POST<br />
E-mail Address(es):<br />
banjarmasin_post@yahoo.com</p>
<p>BANJARMASIN POST<br />
E-mail Address(es):<br />
banjarmasin_post@persda.co.id</p>
<p>BANJARMASIN POST<br />
E-mail Address(es):<br />
bpostmania@telkom.net</p>
<p>PONTIANAK POST<br />
E-mail Address(es):<br />
redaksi@pontianakpost.com</p>
<p>KALTIM POST<br />
E-mail Address(es):<br />
redaksi@kaltimpost.net</p>
<p><strong>SURAT KABAR SUMATERA</strong></p>
<p>RIAU POS<br />
E-mail Address(es):<br />
redaksi@riaupos.co.id</p>
<p>LAMPUNG POST<br />
E-mail Address(es):<br />
redaksilampost@yahoo.com</p>
<p>BANGKA POS<br />
E-mail Address(es):<br />
bangkapos@yahoo.com</p>
<p>BANGKA POS<br />
E-mail Address(es):<br />
redaksi@bangkapos.com</p>
<p>BATAM POS<br />
E-mail Address(es):<br />
redaksi@harianbatampos.com</p>
<p>SRIWIJAYA POST<br />
E-mail Address(es):<br />
sriwijayapost@yahoo.com</p>
<p>SRIWIJAYA POST<br />
E-mail Address(es):<br />
sripo@persda.co.id</p>
<p>RIAU TRIBUNE<br />
E-mail Address(es):<br />
riautribune@yahoo.com</p>
<p>SERAMBI<br />
E-mail Address(es):<br />
serambi@indomedia.com</p>
<p>SERAMBI NEWS<br />
E-mail Address(es):<br />
redaksi@serambinews.com</p>
<p><strong>MAJALAH</strong></p>
<p>READER&#8217;S DIGEST<br />
E-mail Address(es):<br />
Respati.Wulandari@feminagroup.com</p>
<p>READER&#8217;S DIGEST<br />
E-mail Address(es):<br />
editor.rd@feminagroup.com</p>
<p>SALAFY<br />
E-mail Address(es):<br />
majalahsalafy@ygy.centrin.net.id</p>
<p>SINYAL<br />
E-mail Address(es):<br />
redaksi@majalahsinyal.com</p>
<p>SUARA HIDAYATULLAH<br />
E-mail Address(es):<br />
redaksi@hidayatullah.com</p>
<p>SUARA HIDAYATULLAH<br />
E-mail Address(es):<br />
majalah@hidayatullah.com</p>
<p>SWA<br />
E-mail Address(es):<br />
swaredaksi@cbn.net.id</p>
<p>SWA<br />
E-mail Address(es):<br />
sekredswa@yahoo.com</p>
<p>TEMPO<br />
E-mail Address(es):<br />
koran@tempo.co.id</p>
<p>TEMPO<br />
E-mail Address(es):<br />
teknologi@tempo.co.id</p>
<p>TRUST<br />
E-mail Address(es):<br />
redaksi@majalahtrust.com</p>
<p>ANNIDA<br />
E-mail Address(es):<br />
annida@ummigroup.co.id</p>
<p>BOBO<br />
E-mail Address(es):<br />
bobonet@gramedia-majalah.com</p>
<p>FORUM<br />
E-mail Address(es):<br />
forumkeadilan@yahoo.com</p>
<p>FORUM<br />
E-mail Address(es):<br />
redaksi@forum.co.id</p>
<p>GADIS<br />
E-mail Address(es):<br />
info@gadis-online.com</p>
<p>GATRA<br />
E-mail Address(es):<br />
redaksi@gatra.com</p>
<p>GATRA<br />
E-mail Address(es):<br />
gatra@gatra.com</p>
<p>GATRA<br />
E-mail Address(es):<br />
surat@gatra.com</p>
<p>GE MOZAIK<br />
E-mail Address(es):<br />
ge_mozaik@ganeca-exact.com</p>
<p>GONG<br />
E-mail Address(es):<br />
gongetnik@yahoo.com</p>
<p>HAI<br />
E-mail Address(es):<br />
hai_magazine@gramedia-majalah.com</p>
<p>HEALTHY LIFE<br />
E-mail Address(es):<br />
read_healthylife@yahoo.com</p>
<p>INFOLINUX<br />
E-mail Address(es):<br />
redaksi@infolinux.co.id</p>
<p>INSIDE INDONESIA<br />
E-mail Address(es):<br />
admin@insideindonesia.org</p>
<p>INTISARI<br />
E-mail Address(es):<br />
intisari@gramedia-majalah.com</p>
<p>MAJALAH ILMIAH QUAD<br />
E-mail Address(es):<br />
quad@brawijaya.ac.id</p>
<p>MAJALAH ILMIAH TEKNIK ELEKTRO<br />
E-mail Address(es):<br />
hsantoso@bdg.centrin.net.id</p>
<p>MAJALAH ILMIAH TEKNIK ELEKTRO<br />
E-mail Address(es):<br />
eniman@paume.itb.ac.id</p>
<p>MAJALAH ILMIAH UNJANI<br />
E-mail Address(es):<br />
unjani@bdg.centrin.net.id</p>
<p>MAJALAH ILMIAH UNJANI<br />
E-mail Address(es):<br />
fmunjani@bdg.centrin.net.id</p>
<p>MATABACA<br />
E-mail Address(es):<br />
ade_trimarga@yahoo.com</p>
<p>MATABACA<br />
E-mail Address(es):<br />
adetri@matabaca.com</p>
<p>MATABACA<br />
E-mail Address(es):<br />
redaksi@matabaca.com</p>
<p>MATRA<br />
E-mail Address(es):<br />
matranet@rad.net.id</p>
<p>NEOTEK<br />
E-mail Address(es):<br />
redaksi@neotek.co.id</p>
<p>PARAS<br />
E-mail Address(es):<br />
majalahparas@yahoo.coma</p>
<p><strong>TABLOID</strong></p>
<p>TABLOID INTELIJEN<br />
E-mail Address(es):<br />
tabloid_intelijen@yahoo.com</p>
<p>TABLOID ROAMING<br />
E-mail Address(es):<br />
redaksi@tabloidroaming.com</p>
<p>TABLOID SMS<br />
E-mail Address(es):<br />
tabloid_sms@yahoo.com</p>
<p>TREN DIGITAL<br />
E-mail Address(es):<br />
trendigital@bisnis.co.id</p>
<p>TREN DIGITAL<br />
E-mail Address(es):<br />
ahmad.djauhar@bisnis.co.id</p>
<p>TREN DIGITAL<br />
E-mail Address(es):<br />
web@bisnis.co.id</p>
<p><strong>JURNAL</strong></p>
<p>JURNAL<br />
E-mail Address(es):<br />
jurnal@cbn.net.id</p>
<p>JURNAL ILMIAH HUKUM LEGALITY&#8230;<br />
E-mail Address(es):<br />
heru@umm.ac.id</p>
<p>JURNAL ISLAM<br />
E-mail Address(es):<br />
jurnalislam@yahoo.com</p>
<p>JURNAL PEMIKIRAN ISLAM<br />
E-mail Address(es):<br />
i3ti@indosat.net.id</p>
<p>JURNAL RISTEK<br />
E-mail Address(es):<br />
jurnal@ristek.go.id</p>
<p>JURNAL SAINS MATEMATIKA TEKN&#8230;<br />
E-mail Address(es):<br />
jmst@utlab.ut.ac.id</p>
<p><em>Wallahu&#8217;alam bishowab.</em></p>
<p><em></em>Sumber: <span style="color:#0000ff;"><em>http://www.alamat-media.blogspot.com</em></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jurnalis Merusak Bahasa Indonesia?]]></title>
<link>http://unggulo.wordpress.com/2009/07/28/jurnalis-merusak-bahasa-indonesia/</link>
<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 10:36:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>Pompey</dc:creator>
<guid>http://unggulo.wordpress.com/2009/07/28/jurnalis-merusak-bahasa-indonesia/</guid>
<description><![CDATA[Aneh ya, bukannya jurnalis, entah reporter, wartawan koran maupun pembawa berita, yang seharusnya me]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Aneh ya, bukannya jurnalis, entah reporter, wartawan koran maupun pembawa berita, yang seharusnya mewartakan bahasa indonesia yang &#8220;baik dan benar&#8221;, karena tentu ditonton, dibaca, dan dijadikan referensi banyak pemirsa dan pembaca.</p>
<p>Tapi memang, kenyataannya saya seringkali melihat ada dua hal keteledoran, entah disengaja atau tidak. Pertama, masalah penggunaan bahasa yang salah dan berulang-ulang. Contoh, ditelevisi, bukan sekali dua kali kata-kata PASCA disebut dengan PASKA. Padahal jelas sekali kalau Pasca itu adalah BUKAN bahasa inggris loh. Jadi buat apa Pasca itu dibaca jadi Paska hehe.. Ada juga Pasca itu bahasa inggrisnya Post. Saya seringkali didebat kalau pasca itu bahasa inggris padahal la wong di londo sono aja orang bule ga pernah sebut2 kata pasca (dengan spell-nya Paska). Lalu contoh lagi, Akutansi. Jelas sekali, pengalihbahasaan ini berasal dari Accounting. Baca, ada huruf N disana. Eh, kita, terutama pembawa berita, penulis, pembawa acara, MC acara formal, bahkan Mahasiswa Akuntansi sendiri menyebut Akutansi. Kalau Aku Tansi, lalu kamu Apa? hehe.. Sayang sekali, bahkan waktu menghadiri wisuda rekan sejawat di UI beberapa tahun lalu, jelas sekali Anouncer (MC) di acara wisuda yang formal dan dihadiri rekrtor dan guru besar, memanggil para wisudawan jurusan Akuntansi FE UI dengan Sebutan &#8221; Si A&#8230; dengan IPK .. dari AKUTANSI&#8230;&#8221; dan itu berulang2 loh.. sebanyak semua wisudawan dari jurusan tersebut. Duh.. padahal ada Fakultas Ilmu Budaya juga loh di UI..</p>
<p>Kedua, kalimat dan istilah2 baru. Dulu sekali, saya sudah aneh waktu diperkenalkan istilah Dagang Sapi oleh Eep di sebuah media elektronik (dulu Eep baru naik daun sebagai Pengamat Politik yg cerdas). Dan memang, itu ternyata istilah dari ilmu politik yg dibawa dari belahan barat yg memang sedang hangat. Dan diindonesiakan lah. Abis itu, di berbagai media, istilah dagang sapi sering muncul. Kemudian dari sejak SD saya mendengar istilah tanpa &#8220;pandang bulu&#8221; artinya tidak pilih kasih. Nah, pas lulus kuliah, sekarang istilah baru muncul, yaitu &#8220;tebang pilih&#8221;. SEMUA media memakai istilah ini dan hilanglah istilah pandang bulu hehe.. entah disengaja atau tidak, tapi ini munculnya dari media cetak maupun elektronik. Contoh ketiga adalah CARUT MARUT. Apa itu? coreng, corat coret ga karuan mungkin artinya ya.. Oke, carut marut menjadi istilah populer dan selalu dihubungkan dengan kondisi bangsa ini pasca reformasi. Nah, yang aneh lagi, beberapa bulan (tahun?) belakangan ini, ada lagi yang sebut KARUT MARUT. Halah.. apa karena carut itu bahasa inggris lalu di-indonesiakan? hehe.. ini sama dengan Pasca dan paska deh.. </p>
<p>Contoh terakhir, kalau kurang puas, adalah &#8216;di gadang-gadang&#8221;. Ya, saya sering membaca dan mendengar kata ini beberapa bulan terakhir. Entah di surat kabar, televisi oleh penyiar atau pengamat politik. Apa sih itu? Apa artinya disinyalir, didorong2, atau apa?? Misalnya, &#8220;JK-Win yang digadang-gadang bakal menjadi rival berat SBY ternyata Keok hingga terjun bebas dibawah 10%&#8221;. Dan yang terbaru, tapi maaf saya lupa, kemarin ada lagi penyiar menyebutkan istilah baru yang sepertinya menggantikan istilah carut marut, coreng moreng, kacau balau dst pada saat sedang gempitanya pemberitaan mengenai Bom Mega Kuningan baru-baru ini. Nanti saya akan pantengin trus tu tipi en koran buat cari kata ajaib yang baru ini hehe.. jurnalis oh jurnalis.. </p>
<p>Disclaimer :<br />
Ini hanya opini, berdasarkan penglihatan dan pendengaran beberapa waktu saja, belum menjadi sebuah kesimpulan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>unggul@unggulcenter.co.cc</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Surat Kabar Online]]></title>
<link>http://ritool.wordpress.com/2009/07/24/surat-kabar-online/</link>
<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 08:42:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>RI Tool</dc:creator>
<guid>http://ritool.wordpress.com/2009/07/24/surat-kabar-online/</guid>
<description><![CDATA[Masa kini , kita dapat dengan mudah mendapatkan berita-berita, baik berita hangat maupun berita pent]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Masa kini , kita dapat dengan mudah mendapatkan berita-berita, baik berita hangat maupun berita pent]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Surat Kabar Jerman "Lecehkan" Marwa Al-Sharbini]]></title>
<link>http://answering.wordpress.com/2009/07/11/surat-kabar-jerman-lecehkan-marwa-al-sharbini/</link>
<pubDate>Sat, 11 Jul 2009 01:25:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>admin</dc:creator>
<guid>http://answering.wordpress.com/2009/07/11/surat-kabar-jerman-lecehkan-marwa-al-sharbini/</guid>
<description><![CDATA[Surat kabar Jerman, Die Welt versi online memuat komentar-komentar pembacanya yang berisi hinaan dan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Surat kabar Jerman, Die Welt versi online memuat komentar-komentar pembacanya yang berisi hinaan dan]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Daftar Alamat Media Massa]]></title>
<link>http://imagisan.wordpress.com/2009/06/21/daftar-alamat-media-massa/</link>
<pubDate>Sun, 21 Jun 2009 07:07:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>imagisan</dc:creator>
<guid>http://imagisan.wordpress.com/2009/06/21/daftar-alamat-media-massa/</guid>
<description><![CDATA[Hari ini diisi dengan merapikan file-file di komputer, dan kemudian menemukan file-file lama. Daripa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Hari ini diisi dengan merapikan file-file di komputer, dan kemudian menemukan file-file lama. Daripada menuh-menuhin harddisk n dihapus, saya berinisiatif untuk menaruhnya di blog <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' />  . Diantaranya daftar alamat media massa, berikut isinya :</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Daftar Alamat Redaksi beberapa Media  Cetak dan Elektronik<br />
(Suratkabar, Tabloid, Majalah, Televisi, Radio)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><!--moreBaca Selengkapnya...-->Harian Umum KOMPAS<br />
Jl Palmerah Selatan 26-28 Jakarta Pusat 10270<br />
Telp.(021)5302200, 5347710, 5347720, 5347730 Faks. (021) 5466085<br />
PO Box 4612 Jakarta 12046<br />
Jl Suroto 2A Kotabaru Yogyakarta  Telp (0274)563600</p>
<p style="text-align:justify;">Harian Umum REPUBLIKA<br />
Jl Warung Buncit Raya No. 37 Jakarta 12510<br />
Telp. (021) 7800649, 780042 Faks.(021)7803747<br />
Jl I Dewa Nyoman Oka 11 Kotabaru Yogyakarta Telp. (0274)581727</p>
<p>http://www.republika.co.id.</p>
<p style="text-align:justify;">Harian Umum YOGYA POST<br />
Plaza Cemara Tujuh Lantai 2 Jl Kaliurang km 5,8 No. 27 Sleman<br />
Yogyakarta 55281 Telp. (0274)566991, 566992 Faks.(0274)563996-562612</p>
<p style="text-align:justify;">Harian Umum BERNAS<br />
Jl Jend. Sudirman 52 Yogyakarta 55224 Telp. (0274)561211, Iklan:<br />
523924 sirkulasi: 511332 Faks. (0274)564062</p>
<p>http://www.Indomedia.com/bernas</p>
<p style="text-align:justify;">Harian Umum SOLO POS<br />
Jl Slamet Riyadi 325 Solo 57142 Telp. (0271) 724811</p>
<p style="text-align:justify;">Harian Umum KEDAULATAN RAKYAT<br />
Jl P Mangkubumi 40-42 Yogyakarta 55232 Telp (0274)65685, 63125 Faks.<br />
(0274) 63125</p>
<p>http://www.kedaulatan-rakyat.com</p>
<p style="text-align:justify;">Harian Umum JAWA POS<br />
Jl. Karah Agung Surabaya</p>
<p style="text-align:justify;">JATENG POS<br />
Jl. Kaliurang Km 5 CT V Yogyakarta</p>
<p style="text-align:justify;">Majalah PANJI MASYARAKAT<br />
Jl Kemang Selatan  Raya No. 111H Jakarta 12730 Kotak Pos<br />
4101/JKP/10041 Tlp. (021)7182940, 7182943-46</p>
<p style="text-align:justify;">Tabloid Berita Mingguan ADIL<br />
Jakarta: Jl Penjernihan II No. 1 Pav. Pejompongan Jakarta Pusat<br />
Telp. (021) 5736678, 5732845 Faks. (021) 5732859<br />
Solo: Jl MT Haryono No. 56 Gondang Manahan Surakarta 57139 Telp.<br />
(0271) 722190 Faks. (0271) 741932</p>
<p style="text-align:justify;">Harian THE JAKARTA POST<br />
Jl Palmerah Selatan 15 Jakarta 10270 Telp.(021)5300476, 5300478<br />
Faks. (021) 5492685<br />
Yogyakarta representatif office: Perumahan Tambak Mas 18 Yogyakarta<br />
55182 Telp. (0274) 566530 Fax. (0274) 566530</p>
<p style="text-align:justify;">Majalah Berita TIRAS<br />
Gedung Graha Wijaya Jl Tebet Raya No.46 Jakarta 12810<br />
Telp. (021)8313381 Faks (021)8313380</p>
<p style="text-align:justify;">Majalah TAJUK<br />
PT Gema Juang<br />
Jl Kalibata Tengah No. 1 G-H Pasar Minggu, PO Box 4782 JKTM  Jakarta<br />
12740 Telp. (021)7996010, Fax. (021) 7975347, 7975348<br />
contact person: Wahyuana; pager 13011 ID 8080901 HP 0812.9032094<br />
kost: 7942236</p>
<p style="text-align:justify;">Tabloid OPOSISI<br />
Graha Pena Building Jalan A.Yani 88 Surabaya Telp. redaksi:(031)<br />
8202120, 8202101 Marketing: 8202100 iklan: 8202121, 8202102 Fax.<br />
(031)8294612</p>
<p style="text-align:justify;">Majalah Berita Mingguan GATRA<br />
Wisma Kosgoro Lt. 6 Jl MH Thamrin No. 53 Jakarta Pusat 10350<br />
Telp. (021)2303007 Faks. (021) 2302516, 2302517, 2302519</p>
<p>http://www.gatra.com</p>
<p style="text-align:justify;">Majalah Berita Mingguan GAMMA<br />
Twink Building 6th Floor Jl Kapten Tendean No. 82 Jakarta 12790 Telp.<br />
(021)7900225 Fax. (021)7900212 Fax.<br />
redaksi: 7900212 pemasaran: 7900205 webpage: http://www.gamma.co.id<br />
atau http://www.gammamagazine.com<br />
Jl Samirono-Rahayu No.104 Sagan Yogyakarta Telp. (0274) 520242</p>
<p style="text-align:justify;">Majalah AGROBIS TROPIS<br />
Jl Siaga Raya Kompl. Bappenas D2 Jakarta Selatan Telp. (021)<br />
79196011, 79196012 Fax. (021) 7942391</p>
<p style="text-align:justify;">Harian Umum MEDIA INDONESIA<br />
Kompleks Delta Kedoya Jl Pilar Raya Kav. A-D Kedoya Selatan Kebon<br />
Jeruk Jakarta Barat<br />
Jl Gondangdia Lama No. 46 Jakarta 10350</p>
<p>http://www.mediaindo.co.id.</p>
<p style="text-align:justify;">Harian THE INDONESIAN TIMES<br />
Jl Pulo Lentut 12 Pulo Gadung Industrial estate Jakarta 13266 Telp<br />
(021) 4627481 Faks. (021) 4609722 web page;</p>
<p>http://www.Indonesiatimes.com</p>
<p style="text-align:justify;">Majalah Komunikasi Bisnis CAKRAM<br />
PO Box 2263/JKT<br />
Telp. (021) 5255160 ext. 224-522-7359 Fax. (021) 5256440</p>
<p style="text-align:justify;">Harian Umum SUARA MERDEKA<br />
Jl Kaligawe km 5,8 Semarang<br />
Jl Namburan Lor 15 Yogyakarta Telp. (0274)376455 Faks. (0274)373115</p>
<p style="text-align:justify;">Harian Umum SUARA PEMBARUAN<br />
Jl Dewi Sartika 136-D Jakarta 13630<br />
Telp. (021) 8093208 Faks. (0274) 8091652</p>
<p style="text-align:justify;">Tabloid Mingguan Politik TEKAD<br />
Jl Warung Buncit Raya No. 37  Jakarta 12510<br />
Telp. (021) 7803747 Fax: (021) 7800649, 7810033</p>
<p style="text-align:justify;">Majalah GARDA<br />
Jl Tebet Timur Dalam II No. 44 Jakarta Selatan 12820<br />
telp. (021) 8297937, 8281613 Fax: (021) 8314426</p>
<p style="text-align:justify;">Majalah TAJAM<br />
Jl Pleburan VIII/64 semarang Telp (024)8451122, 8451124 Fax (024)<br />
8451124</p>
<p style="text-align:justify;">Majalah Berita Mingguan SINAR<br />
Kompleks Artha Centre Jl Pangeran Jayakarta No. 8 Blok E No. 2-3A<br />
Lt. 1-2 Jakarta 11110<br />
Telp. (021) 6598335, 6598314, 6598316 Faks. (021)6598336</p>
<p style="text-align:justify;">Tabloid Berita Mingguan PERSPEKTIF<br />
Jl Sultan Iskandar Muda 89 (Arteri Pondok indah) Jakarta 12440<br />
Telp. (021) 7262010 Fax. (0274) 7202012</p>
<p style="text-align:justify;">Majalah Bulanan PARADIGMA<br />
Miradz Graha Lt. 3 Jl Dewi Sartika 317 Jakarta Timur 13630<br />
Telp. (021) 8091378, 8091383 Fax. (021) 8091401</p>
<p style="text-align:justify;">Harian Umum PIKIRAN RAKYAT<br />
Jl Soekarno-Hatta 147 Bandung 40223  Telp. (022)637755 Faks. (022)<br />
631004<br />
Jl Abubakar Ali Sagan Depan LIP Yogyakarta</p>
<p style="text-align:justify;">Majalah UMMAT<br />
Jl Kebon Kacang 30 No. 3 Jakarta 10240  Telp. (021)3156433 Faks.<br />
(021) 3102804, 3103735</p>
<p style="text-align:justify;">Harian Ekonomi BISNIS INDONESIA<br />
Wisma Bisnis Indonesia<br />
Jl Letjend. S. Parman Kav. 12 Slipi Jakarta 11410 Telp. (021)<br />
5304016, 5304019,5305864, 5305888 Faks. (021) 5305868-69</p>
<p style="text-align:justify;">Media On-line DeTIK COM (kantor berita)<br />
Perkantoran Stadion Lebak Bulus TS 2C Jakarta 12440 Telp. (021)<br />
7508314-7653908 Fax. (021) 75817664 Web Page: http://www.detik.com</p>
<p style="text-align:justify;">Kantor Berita Radio 68-H<br />
Jl Utan Kayu 68H Jakarta 13120 Telp. (021) 8567502/8573388  Faks.<br />
(021)8582430 web page: http://www.isai.or.id</p>
<p style="text-align:justify;">Majalah Berita Mingguan TEMPO<br />
Gedung Tempo Jl Proklamasi No. 72 Jakarta 10320 Telp. 021-3916160<br />
Faks. 021-3916154</p>
<p style="text-align:justify;">Majalah Berita FORUM KEADILAN<br />
Kebayoran Centre Blok A 11-15 Velbak Kebayoran Baru Jakarta 12042<br />
Telp. (021) 7207456</p>
<p>http://www.forum.co.id.</p>
<p style="text-align:justify;">Tabloid Informasi Lowongan Kerja PELUANG<br />
Redaksi: Jl Madrasah Buntu No. 4 Cipete Jakarta Selatan 12420<br />
Telp. (021) 7651481 Fax. (021) 75902979<br />
Tata usaha: Kompleks Perkantoran Golden Plaza Blok A-34 Jl Fatmawati<br />
Jakarta Selatan Tel. (021) 7507541 Fax. (021) 7665937</p>
<p style="text-align:justify;">Majalah INFOKOMPUTER<br />
Redaksi: Jl Palmerah barat No. 29-37 Jakarta 10270 Telp. (021)<br />
5301991-5494333 ext. 1001, 1002, 1003, 1005 Fax. (021) 5494111<br />
iklan: Jl Palmerah Selatan No. 12 Lt. 3 Jakarta 10270 Telp. (021)<br />
5301991-5494333 ext. 1004, 1011 Fax.(021) 5360411</p>
<p style="text-align:justify;">Tabloid KOMPUTEK<br />
Jl Karah Agung 45 Surabaya Telp. (031) 8288888 Fax. (031) 8289000</p>
<p style="text-align:justify;">Tabloid IBU &#38;  ANAK<br />
Jl Kramat II No. 13-E Jakarta 10420 Telp. (021)3925873, 3925878,<br />
3925889 Faks. (021) 3925508 produksi:<br />
alamat iklan/promosi: Menara Batavia Lt. 12 Jl KH Mas Mansyur  Kav.<br />
126 Jakarta 10220 Telp. (021)5724525 Faks. (021) 5724528</p>
<p style="text-align:justify;">Tabloid Teknologi Informasi Dot.Com<br />
Kompl. Fatmawati Mas Kav. 220 Jl Raya Fatmawati No. 20 Jakarta 12340<br />
Telp. (021) 75819020, 75819021 Faks. (021) 75819019<br />
web page: http://www.dotcom.co.id</p>
<p style="text-align:justify;">Surat Kabar Harian MONITOR<br />
Sentra Kramat Blok B/5A Jl Kramat  Raya No. 7-9 Jakarta 10540<br />
Telp. (021) 3148963 Fax. (021)3155714<br />
Web page: http://www.monitor.co.id</p>
<p style="text-align:justify;">Tabloid Musik Muda MUMU<br />
Redaksi: Jl Kramat II No. 13F Jakarta Pusat 10420 Telp. (021)<br />
31906650 Fax. (021) 31906651<br />
Iklan: Menara Batavia Lt.12 Jl KH Mas Mansyur Kav. 126 Jakarta 10220<br />
Telp. (021) 5724525 Fax. (021) 5724528<br />
Sirkulasi: Kompleks Sinar Kasih Jl Espera No. 67 Pondok Gede Bekasi<br />
Telp. (021) 84998541 Fax (021) 84998541</p>
<p style="text-align:justify;">Majalah Berita Anak ORBIT<br />
Gedung Griya Intan Lt. 3 Jl Warung Buncit Raya No. 21 B Jakarta 12510<br />
Telp. (021) 566081, 7919608 (hunting), 7919609 Fax. (021) 7919609</p>
<p style="text-align:justify;">Majalah PROAKTIF<br />
Jl Grafika No. 2 Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 902242, 545675, Fax.<br />
(0274) 545676</p>
<p style="text-align:justify;">Majalah BASIS<br />
Jl. Cempaka 9 Deresan Kotak Pos 11299 Yogyakarta 55281 Telp./Faks.<br />
(0274) 585498</p>
<p style="text-align:justify;">Media Iklan Gratis METRO JAKARTA<br />
(redaksi) Jl Tebet Barat Dalam IV No. 5 Jakarta 12810 Telp. (021)<br />
83792901<br />
Perusahaan: Jl Tebet Barat VIII No. 8 Jakarta 12810 Telp. (021)<br />
83702721, 83702722 Faks. (021) 8302544</p>
<p style="text-align:justify;">Tabloid Gratis MADANI<br />
KIPP Pusat<br />
Jl Mampang Prapatan IX No. 32 Jakarta Selatan Telp./Fax.: (021)<br />
7984673 atau Telp. (021)7507173 faks: (021)7507174</p>
<p style="text-align:justify;">DOW JONES AER CO. INC.<br />
10 Anson Road #32-08 International Plaza Singapore 079903 60 C St<br />
Thomas Walk Eng Tai Mansion Singapore  238138 Phone: (65)<br />
3236656/4214600 DID: (65)2257712 Fax: (65) 2257712</p>
<p style="text-align:justify;">Radio BBC Seksi Bahasa Indonesia<br />
Kotak Pos 2023 Jakarta 10001 Indonesia<br />
Koordinator Siaran Bahasa Indonesia; Jl Surya Mandala IIIF/2 Sunrise<br />
Garden Jakarta 11520</p>
<p style="text-align:justify;">Aliansi Jurnalis Independen<br />
Pusat: Jl PAM Baru Raya 16 Pejompongan Jakarta 10210 Telp./Fax: (021)<br />
5727018<br />
Yogya: Gg. Pandega Mandala No. 28 Jl. Kaliurang Km 5,6 Yogyakarta<br />
Telp./Fax: (0274)587561</p>
<p style="text-align:justify;">Radio Netherlands Seksi Bahasa Indonesia<br />
Kotak Pos 2301 Jakarta 10001</p>
<p style="text-align:justify;">Radio Suara Amerika (VOA) Seksi Bahasa Indonesia<br />
Tromol Pos 3053 Jakarta 10002</p>
<p style="text-align:justify;">Radio Suara Jerman Deutsche Welle Seksi Bahasa Indonesia<br />
Tromol Pos 128 Jakarta 10002</p>
<p style="text-align:justify;">Tabloid Dwimingguan MAHASISWA INDONESIA<br />
Jl danau Batur F.III/23 Bendungan Hilir Jakarta Pusat 10210 Telp.<br />
(021) 5734370, 5738610, 5738550 Fax. (021) 5738610</p>
<p style="text-align:justify;">TVRI Yogyakarta<br />
Subsie Reppen pemberitaan (Contac person: Drs Hery suprapto)<br />
Jl Magelang km 5 Yogyakarta 55284 Telp. (0274) 514402, 514403 Fax.<br />
(021) 514909</p>
<p style="text-align:justify;">Stasiun Televisi Swasta INDOSIAR<br />
Jl Damai No. 11 Daan Mogot Jakarta 11510<br />
Wisma indocement 01/F1 Jl Jend. Sudirman Jakarta 12910<br />
Telp. (021)5640567, 5655753 Fax. (021) 5223977</p>
<p style="text-align:justify;">Bisnis Indonesia<br />
Wisma Bisnis Indonesia Lantai 5&#38;6<br />
Jl. S Parman kav 12<br />
Jakarta 11480 Telp.(021) 5304016</p>
<p style="text-align:justify;">TPI<br />
Televisi Pendidikan Indonesia<br />
Jl. Pintu II TMII, Pondok Gede Jakarta 13810 Telp. 021) 841 1544<br />
Fax. (021) 841 1544</p>
<p style="text-align:justify;">SCTV<br />
Surya Citra Televisi<br />
Wisma IWI Lt 8 Jl. Perjuangan (jalur lambat Tomang tol)<br />
Kebun Jeruk  Jakarta 11530 Telp. (021) 533 0255 fax. (021) 533 0284</p>
<p style="text-align:justify;">Harian Media Indonesia<br />
PT. Citra Media Nusantara<br />
Komplek Delta Kedoya Jl. Pilar Mas Raya Kav. A-D Kedoya Selatan<br />
Kebon Jeruk Jakarta 11520<br />
Telp.  (62-021) 5812088 Fax. (62-21)<br />
5812110</p>
<p style="text-align:justify;">Majalah Jakarta-Jakarta<br />
Jl. Palmerah Selatan No.3 Jakarta 10270 Telp. (021) 5483008, 5480888<br />
Fax. (021) 5304046</p>
<p style="text-align:justify;">Tabloid Bintang<br />
jl Jend TB Simatupang Kav 12 Lt 2 Jakarta<br />
021-7661928,7661933</p>
<p style="text-align:justify;">Inside Indonesia Magazine<br />
163 Stanley Tce Taringa Q 4068 Brisbane  Australia 61-7-3371 3854<br />
Mob:(temporary) 0816-4806160 Fax. 61-7-3871 2525<br />
webpage: http://www.insideindonesia.org</p>
<p style="text-align:justify;">Majalah Horison<br />
jl. gereja theresia 47 jakarta 10350</p>
<p style="text-align:justify;">Jakarta Post<br />
Jl. Palmerah Selatan 15 Jakarta 10270 (021) 549 2685, (021) 549 2685</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Alamat Kantor Berita Asing :<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;">1. AFX-ASIA<br />
Jl Indramayu No 18 Jakarta 10310.<br />
Telp. : 021- 3160780<br />
Email : afxasia@cbn.net.id</p>
<p style="text-align:justify;">2. AGENCE FRANCE PRESSE (AFP)<br />
Jl. Indramayu No 18, Jakarta 10310.<br />
Telp. (021) 3160780, 336082<br />
Email : bestrade@cbn.net.id</p>
<p style="text-align:justify;">3. ALGEMEEN NETHERLAND PERSBERAU (ANP)<br />
Jl. Kebon Kacang 35 No 4, Jakarta 10240.<br />
Telp. (021) 3141984<br />
Email : britsins@cbn.net.id</p>
<p style="text-align:justify;">4. ASSOCIATED PRESS (AP)<br />
Detchce Bank Bldg, lt 14<br />
Jl. Imam Bonjol No 80 Jakarta 10310<br />
Telp. (021) 39831269<br />
Email : gspencer@agp.org</p>
<p style="text-align:justify;">5. AUSTRALIAN ASSOCIATED PRESS<br />
Detchce Bank Bldg, lt 14<br />
Jl. Imam Bonjol No 80 Jakarta 10310<br />
Telp. (021) 39831262, 39831263<br />
Email : aapkaren@cbn.net.id</p>
<p style="text-align:justify;">6. BERNAMA<br />
Wisma Antara, lt 19<br />
Jl. Merdeka Selatan No 17 Jakarta 10110<br />
Telp. (021) 3857626</p>
<p style="text-align:justify;">7. DEUTCHE PRESS AGENTUR (DPA)<br />
Istana Harmoni Apartment 19J<br />
Kompleks Harmoni Blok B26-27 Jakarta<br />
Telp. (021) 6305644<br />
Email : mailto:aapkaren@cbn.net.id</p>
<p style="text-align:justify;">8. EFE SPANISH INTE. AGENCY<br />
Jl. Penjernihan V/No 1 Pejompongan, Jakarta.<br />
Telp. (021) 5722233</p>
<p style="text-align:justify;">9. GEASSOCIERDE PRESS DIENSTEIN (GPD)<br />
Jl. Prapanca Raya No 12 A, Kebayoran Baru<br />
Jakarta 12150.<br />
Telp. (021) 7250815<br />
Email : theohaer@indosat.net.id</p>
<p style="text-align:justify;">10. JIJI PRESS<br />
Wisma Kyoei Prince Lt 7, suite 705<br />
Jl Sudirman Kav 3 Jakarta 10220<br />
Telp. (021) 5723309</p>
<p style="text-align:justify;">11. KYODO TSUSHIN NEWS AGENCY<br />
Wisma Antara Lt 16<br />
Jl Merdeka Selatan No 17, Jakarta 10110<br />
Telp. (021) 3802810, 3840113<br />
Email : kyodojkt@rad.net.id</p>
<p style="text-align:justify;">12. MIDLE EAST NEWS AGENCY (MENA)<br />
Jl. Pulomas Barat 5A No. 1 Jakarta<br />
Telp. (021) 4894839</p>
<p style="text-align:justify;">13. NIHHON HOSO KYOKAI (NHK)<br />
Wisma Nusantara Lt 14<br />
Jl MH Thamrin No 59, Jakarta 10350<br />
Telp. (021) 330174, 333909<br />
Email : nhkjkt@rad.net.id</p>
<p style="text-align:justify;">14. REUTERS<br />
Wisma Antara Lt 17<br />
Jl Merdeka Selatan No 17, Jakarta 10110<br />
Telp. (021) 3846364, 3845012<br />
Email : Jakarta.newsroom@reuters.com</p>
<p style="text-align:justify;">15. VIETNAM NEWS AGENCY<br />
Jl. Sawo No 20, Jakarta<br />
Telp. (021) 326261<br />
Email :vnajak@indosat.net.id</p>
<p style="text-align:justify;">16. XINHUA NEWS AGENCY<br />
Jl. Pandeglang No 44 Jakarta<br />
Telp. (021) 2305753</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Alamat Redaksi Media Nasional :</strong></p>
<p style="text-align:justify;">1. ANTARA<br />
Wisma ANTARA Lt 19-20,<br />
Jl Medan Merdeka Selatan No. 17, Jakarta 10110<br />
Telp. (021) 3459173, 3802383, 3812043, 3814268.<br />
Fax. (021) 3840907, 3865577<br />
Email : redaksi@antara.co.id,<br />
letter@antara.co.id,<br />
newsroom@antara.co.id</p>
<p style="text-align:justify;">2. BERITA KOTA<br />
Delta Building Blok A 44-45,<br />
Jl Suryopranoto No 1 – 9 Jakpus 10160.<br />
Telp. (021) 3803115.<br />
Fax. (021) 3808721<br />
Email : berikot@biz.net.id</p>
<p style="text-align:justify;">3. BISNIS INDONESIA<br />
Wisma Bisnis Indonesia, Lt 5 – 8,<br />
Jl. KH Mas Masyur No. 12 A Jakpus 10220<br />
Telp. (021) 57901023.<br />
Fax. (021) 57901025<br />
Email : redaksi@bisnis.co.id.<br />
SMS : 021-70642362</p>
<p style="text-align:justify;">4. DETIK.COM<br />
Aldevco Octagon Building &#8211; Lantai 2<br />
Jl. Warung Buncit Raya No.75, Jakarta Selatan 12740<br />
Telp. (021) 794.1177.<br />
Fax. (021) 794.4472<br />
Email : redaksi@staff.detik.com</p>
<p style="text-align:justify;">5. HARIAN TERBIT<br />
Jl. Pulogadung No. 15,<br />
Kawasan Industri Jaktim 13920.<br />
Telp. (021) 4603970.<br />
Fax. (021) 4603970<br />
Email : terbit@harianterbit.com.<br />
Sms Korupsi : 0817-9124842</p>
<p style="text-align:justify;">6. SENTANA<br />
Jl. Rawa Teratai II/6, Kawasan Industri<br />
Pulo Gadung, Jakarta Timur 13930.<br />
Telp. (021) 4618318<br />
Fax. (021) 4609079<br />
Email : redaksi_sentara@plasa.com,<br />
harianumumsentana@yahoo.com</p>
<p style="text-align:justify;">7. INDOPOS<br />
Gedung Graha Pena Indopos,<br />
Jl Kebayoran Lama No 12 Jakarta.<br />
Telp. (021) 53699556.<br />
Fax. (021) 5332234<br />
Email : editor@indpos.co.id,<br />
indopos@jawapos.co.id.<br />
Sms Anti Korupsi : 08121945429</p>
<p style="text-align:justify;">8. INVESTOR DAILY<br />
Jl. Padang No. 21 Manggarai, Jakarta Selatan.<br />
Telp. (021) 8311326-27,<br />
Fax. (021) 8310939<br />
Email : koraninvestor@investor.co.id</p>
<p style="text-align:justify;">9. KOMPAS<br />
Jl. Palmerah Selatan No. 26-28, Jakarta 10270<br />
Telp. (021) 5347710/20/30, 5302200.<br />
Fax. (021) 5492685<br />
Email : kompas@kompas.com.com</p>
<p style="text-align:justify;">10. KORAN TEMPO<br />
Kebayoran Centre Blok A11-A15,<br />
Jl. Kebayoran Baru Mayestik, Jakarta 12240<br />
Telp. (021) 7255625.<br />
Fax. (021) 7255645, 7255650<br />
Email : koran@tempo.co.id,<br />
interaktif@tempo.co.id</p>
<p style="text-align:justify;">11. MEDIA INDONESIA<br />
Kompleks Deta Kedoya,<br />
Jl. Pilar Raya Kav. A-D, Kedoya Selatan, Jakarta Barat.<br />
Telp. (021) 5812088.<br />
Fax. (021) 5812102, 5812105<br />
Email : redaksi@mediaindonesia.co.id,<br />
Opini : redaksimedia@yahoo.com</p>
<p style="text-align:justify;">12. NON’STOP<br />
Graha Pena, Lt 8 – 9,<br />
Jl. Kebayoran Lama No. 12 Jaksel 12210<br />
Telp. (021) 53699507 ext 20 &#38; 40.<br />
Fax. (021) 53671716, 5333156</p>
<p style="text-align:justify;">13. POS KOTA<br />
Jl. Gajahmada No. 100 Jakarta 11180<br />
Telp. (021) 6334702.<br />
Fax. (021) 6340341, 6340252<br />
Email : redaksi@harianposkota.com</p>
<p style="text-align:justify;">14. RAKYAT MERDEKA<br />
Gedung Graha Pena Lt 8,<br />
Jl. Kebayoran Lama No 12 Jaksel 12210Telp.<br />
(021) 53699507.<br />
Fax. (021) 53671716, 5333156<br />
Email : redaksi@rakyatmerdeka.co.id.<br />
Sms Rakyat Merdeka : 0818167256<br />
Email : dprm_online@plasa.com<br />
BISNIS HARIAN<br />
Telp. (021) 53699534.<br />
Fax. (021) 53699534<br />
Email. : bisnisharian@yahoo.com</p>
<p style="text-align:justify;">15. REPUBLIKA<br />
Jl Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510<br />
Telp. (021) 7803747.<br />
Fax. (021) 7983623<br />
Email : sekretariat@republika.co.id</p>
<p style="text-align:justify;">16. SEPUTAR INDONESIA<br />
Menara Kebon Sirih Lt. 22<br />
,Jl. Kebon Sirih Raya No. 17-19 Jakarta 10340.<br />
Telp. (021) 3929758.<br />
Fax. (021) 3929758, 3927721<br />
Email : redaksi@seputar-indonesia.com.<br />
SMS Sindo : 08888010000</p>
<p style="text-align:justify;">17. SINAR HARAPAN<br />
Jl. Raden Saleh No. 1B-1D Cikini, Jakarta Pusat 10430<br />
Telp. (021) 3913880.<br />
Fax. (021) 3153581<br />
Email : redaksi@sinarharapan.co.id,<br />
info@sinarharapan.co.id, opinish@sinarharapan.co.id</p>
<p style="text-align:justify;">18. SUARA KARYA<br />
Jalan Bangka Raya No 2 Kebayoran Baru Jakarta 12720<br />
Telp. (021) 7191352 dan 7192656.<br />
Fax. (021) 71790746<br />
Email : redaksi@suarakarya-online.com</p>
<p style="text-align:justify;">19. SUARA PEMBARUAN<br />
Jl. Dewi Sartika 136 D Jakarta 13630<br />
Telp. (021) 8014077, 8007988.<br />
Fax. (021) 8007262, 8016131<br />
Email : koransp@suarapembaruan.com.<br />
Sms Forum Warga : 0811130165<br />
E : komentarsp@suarapembaruan.com</p>
<p style="text-align:justify;">20. THE JAKARTA POST<br />
Jl. Palmerah Selatan 15, Jakarta 10270, Indonesia<br />
Telp. (021) 5300476, 5300478.<br />
Fax. (021) 5492685<br />
Email : editorial@thejakartapost.com</p>
<p style="text-align:justify;">21. WARTA KOTA<br />
Jl. Hayam Wuruk 122 Jakarta 11180<br />
Telp. (021) 2600818. Fax. (021) 6266023<br />
Email : mailto:warkot@indomedia.com,<br />
Sms Curhat : 081585490313<br />
Sms Unek-Unek : 081514302389<br />
Sms Kate Aye : 081584317364</p>
<p style="text-align:justify;">22. KCM,<br />
Fax. (021) 5360678,<br />
kcm@kompas.com</p>
<p style="text-align:justify;">23. FORUM KEADILAN<br />
Jl. Palmerah Barat No 23C,<br />
Jakarta Barat 12210<br />
Telp. (021) 53670832.<br />
Fax. (021) 53670832<br />
Email : redaksi@forum.co.id</p>
<p style="text-align:justify;">24. GATRA<br />
Gedung Gatra,<br />
Jl. Kalibata Timur IV No. 15 Jakarta 12740<br />
Telp. (021) 7973535.<br />
Fax. (021) 79196941 &#8211; 42<br />
Email : redaksi@gatra.com</p>
<p style="text-align:justify;">25. INVESTOR<br />
Jl. Padang No. 21 Manggarai Jakarta 12970.<br />
Telp. (021) 8280000.<br />
Fax. : (021) 8311329, 83702249<br />
Email : redaksi@investor.co.id</p>
<p style="text-align:justify;">26. KONTAN<br />
Gedung Kontan,<br />
Jl. Kebayoran Lama No 1119 Jakarta 12210.<br />
Telp. (021) 5357636.<br />
Fax. (021) 5357633<br />
Email : red@kontan-online.com</p>
<p style="text-align:justify;">27. PROSPEKTIF<br />
Gedung Teja Buana Lt.2,<br />
Jl Menteng Raya No 29 Jakarta 10340<br />
Telp. (021) 3101427.<br />
Fax. (021) 3102310<br />
Email : info@prospektif.com</p>
<p style="text-align:justify;">28. SWA<br />
Jl. Taman Tanah Abang III/23<br />
Jakarta Pusat 10160<br />
Telp. 3523839.<br />
Fax. (021) 3457338, 3853759<br />
Email : swaredaksi@cbn.net.id</p>
<p style="text-align:justify;">29. TEMPO<br />
Jl. Proklamasi No. 72 Jakarta 10320<br />
Telp. (021) 3916160.<br />
Fax. (021) 3921947<br />
Email : tempo@tempo.co.id</p>
<p style="text-align:justify;">30. TRUST<br />
Jl. KH Wahid Hasyim No. 24 Menteng,<br />
Jakarta 10350<br />
Telp. (021) 3146061.<br />
Fax. (021) 31464111<br />
Email : redaksi@majalahtrust.com</p>
<p style="text-align:justify;">31. WARTA EKONOMI<br />
Gedung Warta, Jl Kramat IV No. 11 Jakarta 10430<br />
Telp. (021) 3153731. Fax. (021) 3153732<br />
Email : redaksi@wartaekonomi.com</p>
<p style="text-align:justify;">32. LAMPUNG POST<br />
Jl. Soekarno Hatta 108 Rajabasa Bandar Lampung<br />
Email : redaksilampost@yahoo.com</p>
<p style="text-align:justify;">33. RADAR LAMPUNG<br />
Jl. Sultang Agung 18 Kedaton Bandar Lampung<br />
Email : radar@lampung.wasantara.net.id</p>
<p style="text-align:justify;">34. SUARA MERDEKA<br />
Jl. Raya Kaligawe KM.5 Semarang<br />
Email : humainia@yahoo.com</p>
<p style="text-align:justify;">35. WAWASAN<br />
Jl. Pandanaran II / 10 Semarang 50241<br />
Email : redaksi@wawasan.co.id</p>
<p style="text-align:justify;">36. BERNAS(Mimbar Bebas)<br />
Jl. IKIP PGRI Sono SewuYogyakarta 55162<br />
Email : bernasjogja@yahoo.com</p>
<p style="text-align:justify;">37. KEDAULATAN RAKYAT<br />
Jl. P. Mangkubumi 40-42 Yogyakarta<br />
Email : redaksi@kr.co.id</p>
<p style="text-align:justify;">38. JAWA POS<br />
Gedung Graha PenaJl. Ahmad Yani 88 Surabaya 60234<br />
Email :</p>
<p style="text-align:justify;">39. PONTIANAK POS<br />
Email : mailto:redaksi@pontianakpost.com</p>
<p style="text-align:justify;">41. PIKIRAN RAKYAT.<br />
Email : rmailto:redaksi@pikiran-rakyat.com</p>
<p style="text-align:justify;">42. KALTIM POST<br />
Email : redaksi@kaltimpost.net</p>
<p style="text-align:justify;">43. BALI POST<br />
Email : balipost@indo.net.id</p>
<p style="text-align:justify;">46. SOLO POS<br />
Griya Solo PosJl. Adi Sucipto 190 Solo<br />
Email : redaksi@solopos.net</p>
<p style="text-align:justify;">47. SURYA<br />
Jl. Margorejo Indah D-108 Surabaya<br />
Email : surya1@padinet.com</p>
<p style="text-align:justify;">48. SRIWIJAYA POST<br />
Jl. Jend Basuki Rahmat 1608 BCD Palembang 30129<br />
Email : sripo@mdp.net.id</p>
<p style="text-align:justify;">49. RIAU POS<br />
Jl. Raya Pekanbaru Bangkinang KM 1,5<br />
Email : redaksi@riaupos.co.id</p>
<p style="text-align:justify;">50. BANJARMASIN POST<br />
Gedung Palimasan Jl. Mt. Haryono 143/54Banjarmasin, Kalsel<br />
Email : bpost@indomedia.com</p>
<p style="text-align:justify;">51. MANADO POST<br />
Email : mdopost@mdo.mega.net.id</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Daftar Alamat E-Mail Media Massa :</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Bernas Jogja :<br />
redaksi@bernas.co.id</p>
<p style="text-align:justify;">Jawa Pos :<br />
editor@jawapos.com</p>
<p style="text-align:justify;">Intisari :<br />
intisari@gramedia-majalah.com<br />
gede@gramedia-majalah.com</p>
<p style="text-align:justify;">Kedaulatan Rakyat :<br />
redaksi@kr.co.id</p>
<p style="text-align:justify;">Koran Bali Post :<br />
balipost@indo.net.id</p>
<p style="text-align:justify;">Koran Tempo :<br />
ktminggu@tempo.co.id</p>
<p style="text-align:justify;">Media Indonesia :<br />
tifa@mediaindonesia.co.id<br />
redaksi@mediaindonesia.co.id</p>
<p style="text-align:justify;">Kompas :<br />
kompas@kompas.com<br />
don@kompas.com<br />
can@kompas.com</p>
<p style="text-align:justify;">Pikiran Rakyat :<br />
khazanah@pikiran-rakyat.com</p>
<p style="text-align:justify;">Gatra :<br />
redaksi@gatra.com</p>
<p style="text-align:justify;">Suara Merdeka :<br />
rep@suaramerdeka.com</p>
<p style="text-align:justify;">Suara Pembaruan :<br />
koransp@suarapembaruan.com</p>
<p style="text-align:justify;">Waspada Medan :<br />
redaksi@waspada.co.id</p>
<p style="text-align:justify;">Majalah Sastra dan Budaya :<br />
redaksiaksara@yahoo.com</p>
<p style="text-align:justify;">THE JAKARTA POST :<br />
opinion@thejakartapost.com<br />
jktpost2@cbn.net.id</p>
<p style="text-align:justify;">KOMPAS :<br />
opini@kompas.co.id</p>
<p style="text-align:justify;">PIKIRAN RAKYAT :<br />
redaksi@pikiran-rakyat.com</p>
<p style="text-align:justify;">KOMPAS JATENG :<br />
kompasjateng@kompas.co.id</p>
<p style="text-align:justify;">SUARA KARYA :<br />
redaksi@suarakarya-online.com</p>
<p style="text-align:justify;">SUARA MERDEKA :<br />
humainia@yahoo.com<br />
redaksi@suaramer.famili.com</p>
<p style="text-align:justify;">SOLO POS :<br />
litbang@solopos.net<br />
redaksi@solopos.net</p>
<p style="text-align:justify;">WAWASAN :<br />
redaksi@wawasan.co.id</p>
<p style="text-align:justify;">BERNAS :<br />
bernasjogja@yahoo.com<br />
editor@bernas.co.id</p>
<p style="text-align:justify;">RADAR KUDUS :<br />
radarkudus@hotmail.com</p>
<p style="text-align:justify;">KOMPAS JATIM :<br />
kompas@sby.dnet.net.id</p>
<p style="text-align:justify;">SURYA :<br />
surya1@padinet.com</p>
<p style="text-align:justify;">SURABAYA NEWS :<br />
surabaya_news@yahoo.com</p>
<p style="text-align:justify;">SURABAYA POST :<br />
redaksi@surabayapost.info<br />
tya@surabayapost.info<br />
surabayanews2003@yahoo.com</p>
<p style="text-align:justify;">DUTA MASYARAKAT :<br />
dumas@sby.centrin.net.id</p>
<p style="text-align:justify;">RADAR SURABAYA :<br />
radarsurabaya@yahoo.com</p>
<p style="text-align:justify;">BALI POST :<br />
balipost@indo.net.id</p>
<p style="text-align:justify;">BISNIS BALI :<br />
info@bisnisbali.com</p>
<p style="text-align:justify;">DENPASAR POS :<br />
denpostbali@yahoo.com<br />
denpos@indo.net.id</p>
<p style="text-align:justify;">POS KUPANG :<br />
poskupang@kupang.wasantara.net.id<br />
poskupang@persda.co.id</p>
<p style="text-align:justify;">RADAR BANJARMASIN :<br />
afoez99@gmail.com<br />
redaksi@radarbanjarmasin.com</p>
<p style="text-align:justify;">BANJARMASIN POST :<br />
banjarmasin_post@yahoo.com<br />
banjarmasin_post@persda.co.id<br />
bpostmania@telkom.net</p>
<p style="text-align:justify;">PONTIANAK POST :<br />
redaksi@pontianakpost.com</p>
<p style="text-align:justify;">KALTIM POST :<br />
redaksi@kaltimpost.net</p>
<p style="text-align:justify;">RIAU POS :<br />
redaksi@riaupos.co.id</p>
<p style="text-align:justify;">LAMPUNG POST :<br />
redaksilampost@yahoo.com</p>
<p style="text-align:justify;">BANGKA POS :<br />
bangkapos@yahoo.com<br />
redaksi@bangkapos.com</p>
<p style="text-align:justify;">BATAM POS :<br />
redaksi@harianbatampos.com</p>
<p style="text-align:justify;">SRIWIJAYA POST:<br />
sriwijayapost@yahoo.com<br />
sripo@persda.co.id</p>
<p style="text-align:justify;">RIAU TRIBUNE :<br />
riautribune@yahoo.com</p>
<p style="text-align:justify;">SERAMBI :<br />
serambi@indomedia.com</p>
<p style="text-align:justify;">SERAMBI NEWS :<br />
redaksi@serambinews.com</p>
<p style="text-align:justify;">READER’S DIGEST :<br />
Respati.Wulandari@feminagroup.com<br />
editor.rd@feminagroup.com</p>
<p style="text-align:justify;">SALAFY :<br />
majalahsalafy@ygy.centrin.net.id</p>
<p style="text-align:justify;">SINYAL :<br />
redaksi@majalahsinyal.com</p>
<p style="text-align:justify;">SUARA HIDAYATULLAH :<br />
redaksi@hidayatullah.com<br />
majalah@hidayatullah.com</p>
<p style="text-align:justify;">SWA :<br />
swaredaksi@cbn.net.id<br />
sekredswa@yahoo.com</p>
<p style="text-align:justify;">TEMPO :<br />
koran@tempo.co.id<br />
teknologi@tempo.co.id</p>
<p style="text-align:justify;">TRUST :<br />
redaksi@majalahtrust.com</p>
<p style="text-align:justify;">ANNIDA :<br />
annida@ummigroup.co.id</p>
<p style="text-align:justify;">BOBO :<br />
bobonet@gramedia-majalah.com</p>
<p style="text-align:justify;">FORUM :<br />
forumkeadilan@yahoo.com<br />
redaksi@forum.co.id</p>
<p style="text-align:justify;">GADIS :<br />
info@gadis-online.com</p>
<p style="text-align:justify;">GATRA :<br />
redaksi@gatra.com<br />
gatra@gatra.com<br />
surat@gatra.com</p>
<p style="text-align:justify;">GE MOZAIK :<br />
ge_mozaik@ganeca-exact.com</p>
<p style="text-align:justify;">GONG :<br />
gongetnik@yahoo.com</p>
<p style="text-align:justify;">HAI :<br />
hai_magazine@gramedia-majalah.com</p>
<p style="text-align:justify;">HEALTHY LIFE :<br />
read_healthylife@yahoo.com</p>
<p style="text-align:justify;">INFOLINUX :<br />
redaksi@infolinux.co.id</p>
<p style="text-align:justify;">INSIDE INDONESIA :<br />
admin@insideindonesia.org</p>
<p style="text-align:justify;">MAJALAH ILMIAH QUAD :<br />
quad@brawijaya.ac.id</p>
<p style="text-align:justify;">MAJALAH ILMIAH TEKNIK ELEKTRO :<br />
hsantoso@bdg.centrin.net.id</p>
<p style="text-align:justify;">MAJALAH ILMIAH TEKNIK ELEKTRO :<br />
eniman@paume.itb.ac.id</p>
<p style="text-align:justify;">MAJALAH ILMIAH UNJANI :<br />
unjani@bdg.centrin.net.id<br />
fmunjani@bdg.centrin.net.id</p>
<p style="text-align:justify;">MATABACA :<br />
ade_trimarga@yahoo.com<br />
adetri@matabaca.com<br />
redaksi@matabaca.com</p>
<p style="text-align:justify;">MATRA :<br />
matranet@rad.net.id</p>
<p style="text-align:justify;">NEOTEK :<br />
redaksi@neotek.co.id</p>
<p style="text-align:justify;">PARAS :<br />
majalahparas@yahoo.coma</p>
<p style="text-align:justify;">TABLOID INTELIJEN :<br />
tabloid_intelijen@yahoo.com</p>
<p style="text-align:justify;">TABLOID BEBAS ROAMING :<br />
www.bebasroaming.com<br />
webmaster : aphit@bebasroaming.com<br />
tabloid@bebasroaming.com<br />
redaksi@bebasroaming.com<br />
forum@bebasroaming.com</p>
<p style="text-align:justify;">TABLOID SMS :<br />
tabloid_sms@yahoo.com</p>
<p style="text-align:justify;">TREN DIGITAL :<br />
trendigital@bisnis.co.id<br />
ahmad.djauhar@bisnis.co.id<br />
web@bisnis.co.id</p>
<p style="text-align:justify;">JURNAL :<br />
jurnal@cbn.net.id</p>
<p style="text-align:justify;">JURNAL ILMIAH HUKUM LEGALITY :<br />
heru@umm.ac.id</p>
<p style="text-align:justify;">JURNAL ISLAM :<br />
jurnalislam@yahoo.com</p>
<p style="text-align:justify;">JURNAL PEMIKIRAN ISLAM :<br />
i3ti@indosat.net.id</p>
<p style="text-align:justify;">JURNAL RISTEK :<br />
jurnal@ristek.go.id</p>
<p style="text-align:justify;">JURNAL SAINS MATEMATIKA TEKNOLOGI :<br />
jmst@utlab.ut.ac.id</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Daftar Alamat Stasiun Televisi di Indonesia :</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Aceh TV<br />
PT Aceh Media Televisi Indonesia<br />
Jalan Mata le No.,1,2,3<br />
Desa Gue Gajah<br />
Darul Imarah<br />
Banda Aceh 23352<br />
Nanggroe Aceh Darussalam<br />
Tel: +62 651 40171<br />
Fax: +62 651 40185<br />
ch E48</p>
<p style="text-align:justify;">Agropolitan TV (ATV)<br />
Operated by Batu City Government<br />
Jalan Sultan Agung 17<br />
Batu<br />
Jawa Timur [East Java]<br />
Tel: +62 341 593242<br />
ch E32</p>
<p style="text-align:justify;">Ambon TV<br />
PT Ambon Media Abadi<br />
Jalan Kaki Ali 5<br />
Ambon 97121<br />
Maluku<br />
Tel: +62 911 342242<br />
Fax: +62 911 344489<br />
ch E36 1 kW</p>
<p style="text-align:justify;">Amuntai TV (AmTV)<br />
Amuntai, Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan [South Kalimantan]<br />
ch E37 (ex-E28) 0.3 kW</p>
<p style="text-align:justify;">ANtv (ANteve)<br />
ANtv screen shot<br />
ANtv (ANtv / PT Cakrawala Andalas Televisi)<br />
Mulia Center Building 19th Floor<br />
Jalan HR Rasuna Said Kav. X-6 No. 8<br />
Jakarta 12940<br />
Tel: +62 21 5222084-86<br />
Fax: +62 215222087</p>
<p style="text-align:justify;">ATV Madiun<br />
PT Stasiun Televisi Anugerah Tunggal Abadi<br />
Jalan Poncowati 48<br />
Demangan<br />
Madiun 63136<br />
Jawa Timur [East Java]<br />
Tel: +62 351 7717090<br />
Madiun, ch E33</p>
<p style="text-align:justify;">ATV Sukabumi<br />
PT Andalan Utama Sukabumi<br />
Griya Cimahpar Endah I<br />
Jalan Sedap Malam 3<br />
Sukaraja<br />
Sukabumi<br />
Jawa Barat [West Java]<br />
Tel: +62 266 214455/7079192<br />
Fax: +62 266 230312<br />
Sukabumi, ch E30 0.25 kW</p>
<p style="text-align:justify;">Bali Televisi (Bali TV / PT Bali Ranadha Televisi)<br />
Bali TV screenshot<br />
Bali TV<br />
Jalan Kebo Iwa 63 A<br />
Denpasar, Bali<br />
or PO Box 3788 Denpasar, Bali<br />
Tel: +62 361 427372<br />
Fax: +62 361 426949<br />
On air since 26 May 2002<br />
Bukit Bakung (Jimbaran, South Bali) ch E39 10kW<br />
Desa Anturan (Singaraja area, Buleleng) ch E51 1 kW</p>
<p style="text-align:justify;">Bandung TV (PT Bandung Media Televisi Indonesia )<br />
Bandung Televisi<br />
Jalan Sumatera 19<br />
Bandung<br />
Jawa Barat [West Java]<br />
Tel: +62 22 4205467<br />
Bandung, ch E38 5 kW (since late 2004)</p>
<p style="text-align:justify;">Banjar TV<br />
PT Banjar Elektronika Sarana Televisi<br />
Banjarmasin<br />
Kalimantan Selatan<br />
ch E42</p>
<p style="text-align:justify;">Banten TV<br />
Kawasan Glodok<br />
Serang<br />
Banten<br />
ch E22 10 kW</p>
<p style="text-align:justify;">Banyumas TV (BMS TV)<br />
PT Banyumas Citra<br />
Bina Sarana Informatika Purwokerto<br />
Gedung BSI Lantai 3<br />
Jalan H.R. Bunyamin 106<br />
Pabuwaran<br />
Purwokerto<br />
Banyumas<br />
Jawa Tengah [Central Java]<br />
Tel: +62 281 7638267<br />
Fax: +62 281 641467<br />
ch E49</p>
<p style="text-align:justify;">Batam TV<br />
Batam TV (BTV / PT Batam Media Televisi / Media Riau Pos Group)<br />
Gedung Graha Pena Lantai 9<br />
Batam Centre<br />
Kepulauan Riau [Riau Islands]<br />
Tel: +62 778 465666<br />
Batam Island ch 51 2 kW</p>
<p style="text-align:justify;">Batu Televisi<br />
Batu TV logo<br />
Dresel<br />
Oro-Oro Ombo<br />
Batu-Malang<br />
Jawa Timur [East Java]<br />
Tel: +62 341 597666<br />
Fax: +62 341 512333<br />
Malang Raya ch E48 1 kW</p>
<p style="text-align:justify;">B Channel<br />
PT Metropolitan Television<br />
Jakarta<br />
ch E23</p>
<p style="text-align:justify;">Bengkulu TV<br />
Jalan Syamsul Bahrun 02 RT 04<br />
Bentiring<br />
Bengkulu 38126<br />
Tel: +62 738 7008780<br />
Fax: +62 736 21001<br />
ch E36 1.2 kW</p>
<p style="text-align:justify;">Bogor TV (Nuansa TV)<br />
Bogor<br />
Jawa Barat [West Java]<br />
ch E25</p>
<p style="text-align:justify;">Borneo TV<br />
Palangkaraya<br />
Kalimantan Tengah [Central Kalimantan]<br />
ch E27</p>
<p style="text-align:justify;">Balikpapan<br />
Kalimantan Timur [East Kalimantan]<br />
ch E34</p>
<p style="text-align:justify;">Bukittinggi Televisi (BiTV)<br />
Jalan Dr A Rivai 22<br />
Bukittinggi [Bukit Tinggi]<br />
Sumatera Barat [West Sumatra]<br />
ch E26</p>
<p style="text-align:justify;">Bunaken TV<br />
Manado, Sulawesi Utara [North Sulawesi]<br />
ch E40 2 kW</p>
<p style="text-align:justify;">Cahaya TV Banten (PT Cahaya Televisi Indonesia / CTVB / CTV Banten)<br />
Jalan Wana Mulya 7A<br />
Tangerang<br />
Banten<br />
Tel: +62 21 7345 7252<br />
ch E26 7 kW (plans power increase to 40 kW)</p>
<p style="text-align:justify;">Cakra TV (PT Mataram Cakrawali Televisi Indonesia)<br />
Cakra TV<br />
Jalan Batur 15<br />
Gajah Mungkur<br />
Semarang<br />
Jawa Tengah [Central Java]<br />
Tel: +62 24 841 5221<br />
Fax: +62 24 8504933<br />
Bukit Puncak 8, Gombel, Semarang ch E45</p>
<p style="text-align:justify;">Carita TV (PT Carita Utama Televisi)<br />
Tangerang<br />
Banten<br />
Tangerang ch E32</p>
<p style="text-align:justify;">CIP TV<br />
Jl. Puteran Karangkandri<br />
Cilacap<br />
Jawa Tengah [Central Java]<br />
Cilacap ch 11</p>
<p style="text-align:justify;">CB Channel (PT Cakra Lestari Televisi)<br />
Jalan Raya Depok Sawangan 99<br />
Depok<br />
Jawa Barat [West Java]<br />
Tel: +62 21 7765677<br />
Fax: +62 21 7765631<br />
Depok ch E23</p>
<p style="text-align:justify;">Cirebon TV (TV Cirebon / PT Padepokan Cirebon)<br />
Jalan Kapten Samadikun 53<br />
Cirebon<br />
Jawa Barat [West Java]<br />
Tel: +62 231 205224<br />
ch unknown</p>
<p style="text-align:justify;">CT TV (Formerly CT Channel, Culture &#38; Tourism Channel, PT Visual Insan Persada)<br />
Jalan Soekarno Hatta 576 D<br />
Bandung<br />
Jawa Barat [West Java]<br />
Tel: +62 22 7333142<br />
Bandung ch E36 5 kW</p>
<p style="text-align:justify;">Da Ai TV<br />
PT Duta Anugerah Indah<br />
Gedung ITC Mangga Dua Lantai 6<br />
Jakarta Utara<br />
Jakarta<br />
Tel: +62 21 6123733<br />
Fax: +62 21 6123734<br />
Joglo ch E59 40 kW</p>
<p style="text-align:justify;">Da Ai TV<br />
PT Daya Angkasa Andalas Indah Televisi<br />
BII Tower<br />
Medan<br />
Sumatera Utara<br />
Medan (Desa Makmur, Kecamatan Sibolangit, Deli Serdang) ch E51 20 kW</p>
<p style="text-align:justify;">Deli TV (PT Deli Media Televisi)<br />
Deli TV<br />
Jalan Timor 23-14C<br />
Medan<br />
Sumatera Utara [North Sumatra]<br />
Tel: +62 61 4554195<br />
Fax: +62 61 4561844<br />
Transmitter location: Sibolangit, ch E45</p>
<p style="text-align:justify;">Delta TV (operated by Government of Sidoarjo Regency)<br />
Jalan Pahlawan 200<br />
Sidoarjo<br />
Jawa Timor [East Java]<br />
Sidoarjo ch E40</p>
<p style="text-align:justify;">Depok TV<br />
Jalan Teratai Raya 7, RT 1/3<br />
Beji<br />
Depok<br />
Jawa Barat [West Java]<br />
Depok ch E36</p>
<p style="text-align:justify;">Dewata TV<br />
Jalan Hayam Wuruk<br />
Denpasar<br />
Bali<br />
Denpasar ch E49</p>
<p style="text-align:justify;">Dhamma TV<br />
Vihara Padma Graha<br />
Jalan Imam Bonjol Atas 57<br />
Batu<br />
Malang<br />
Jawa Timur [East Java]<br />
ch E26 (mostly carries Buddhist religious programmes)</p>
<p style="text-align:justify;">Dhoho TV<br />
PT Dhoho Media Televisi<br />
Jalan Mayjen Panjaitan 1<br />
Lediri<br />
Jawa Timur [East Java]<br />
Tel: +62 354 693999<br />
Fax: +62 354 682798<br />
Kediri ch E23</p>
<p style="text-align:justify;">Duta TV<br />
Banjarmasin<br />
Kalimantan Selatan [South Kalimantan]<br />
Banjarmasin ch E44</p>
<p style="text-align:justify;">Elshinta TV<br />
Jakarta<br />
Jakarta area ch E35 &#8211; first reported testing Dec 2005.</p>
<p style="text-align:justify;">Eskape TV<br />
Eskape TV Sinar Kencana Persada / SKP)<br />
Dusun Sukoporo<br />
Desa Sukonatar<br />
Srono<br />
Banyuwangi<br />
Jawa Timur<br />
Banyuwangi ch E8 0.01 kW</p>
<p style="text-align:justify;">Fajar TV (FTV)<br />
PT Fajar Makassar Televisi<br />
Jalan Riburane 3<br />
Makassar [Ujung Pandang]<br />
Sulawesi Selatan<br />
Desa Lantebung, Pakatto, Gowa ch E49 20 kW</p>
<p style="text-align:justify;">Favorit Televisi (Fativi)<br />
PT Favorit Mitra Media Televisi<br />
Jalan Dr Sutomo 125<br />
Marapalam<br />
Padang<br />
Sumatera Barat [West Sumatra]<br />
ch E35 1 kW</p>
<p style="text-align:justify;">Global TV<br />
Global TV logo<br />
Global TV (TVG, PT Global Informasi Bermutu, Media Nusantara Citra Group &#8211; MNC)<br />
Wisma Indovision Lantai 17<br />
Jalan Raya Panjang Z/III Green Garden<br />
Jakarta 11520<br />
Tel: +62 21 5828555<br />
Fax: +62 21 5823636<br />
Includes programmes of MTV Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">GNTV (Gema Nurani TV)<br />
GNTV screenshot<br />
Jalan Junrejo 124<br />
Malang<br />
Jawa Timur [East Java]<br />
Tel: +62 341 469009<br />
ch E26 (INACTIVE, last confirmed Apr 2005; channel now used by Dhamma TV)</p>
<p style="text-align:justify;">GOTV<br />
Gospel Overseas Television Network<br />
Manado<br />
Sulawesi Utara [North Sulawesi]<br />
ch E50</p>
<p style="text-align:justify;">Gorontalo TV (GOTV)<br />
Gorontalo TV<br />
PT Gorontalo Televisi Utama<br />
Jalan Jenderal Ahmad Yani 25<br />
Gorontalo<br />
Tel: +62 435 827619<br />
Gorontalo ch E36 2 kW</p>
<p style="text-align:justify;">GTV (Gajayana TV, Universitas Gajayana)<br />
Malang<br />
Jawa Timur [East Java]<br />
ch E28 (ex-E52)</p>
<p style="text-align:justify;">Indosiar (Indosiar Visual Mandiri)<br />
Indosiar screenshot<br />
Indosiar (PT Indosiar Visual Mandiri)<br />
Jalan Damai No. 11<br />
Daan Mogot<br />
Jakarta 11510<br />
Tel: +62 21 5672222<br />
Fax: +62 21 5652221</p>
<p style="text-align:justify;">Hati Nurani &#38; Keadilan TV (HKTV)<br />
PT. Wahana Media Televisi<br />
Palembang<br />
Sumatera Selatan (South Sumatra)<br />
ch E46</p>
<p style="text-align:justify;">Indonesia Musik Televisi (IMTV)<br />
IMTV<br />
Bandung<br />
Jawa Barat (West Java)<br />
ch E22</p>
<p style="text-align:justify;">IN Televisi (INTV)<br />
Pekanbaru<br />
Riau<br />
ch E46 (due January 2007)</p>
<p style="text-align:justify;">Jabar TV<br />
PT. Multi Visual Jabar Televisi<br />
Jalan Jendral Sudirman 671<br />
Bandung 40212<br />
Jawa Barat [West Java]<br />
Tel: +62 22 6043312<br />
Fax: +62 33 6037247<br />
ch E24</p>
<p style="text-align:justify;">JAK TV (PT Danapati Abinaya Investama / Jakarta City TV)<br />
JAK TV<br />
Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53 (Kawasan SCBD)<br />
Jakarta Selatan<br />
Tel: +62 21 5155667<br />
Fax: +62 21 5152468<br />
ch E55 80 kW</p>
<p style="text-align:justify;">Jakarta&#8217;s Own Channel (O Channel)<br />
O Channel<br />
PT Omni Intivision / MRA Media Group<br />
Sarinah Building Lantai 6<br />
Jalan MH Thamrin 11<br />
Menteng<br />
Jakarta 10350<br />
Tel: +62 21 3903541-2<br />
Fax: +62 21 3144836<br />
ch E33 80 kW</p>
<p style="text-align:justify;">Jatiluhur TV<br />
Purwakarta<br />
Jawa Barat<br />
Tel: +62 264 9112112<br />
ch E59</p>
<p style="text-align:justify;">Jawa Pos TV (JTV)<br />
JTV screen shot<br />
JTV (PT Jawa Pos Media Televisi)<br />
Graha Pena Building, 1st Floor<br />
Jalan Ahmad Yani 88<br />
Surabaya 60243<br />
Jawa Timur [East Java]<br />
Tel: +62 31 8202170-3<br />
Fax: +62 31 8250062</p>
<p style="text-align:justify;">Jimbarwana TV (operated by Government of Jembrana Regency)<br />
Negara<br />
Jembrana<br />
Bali<br />
ch E51</p>
<p style="text-align:justify;">Jogjakarta Tugu Televisi (Jogja TV)<br />
Jogja TV<br />
Jalan Wonosari km 9<br />
Sendang Tirto<br />
Berbah<br />
Sleman<br />
Yogyakarta<br />
Tel: +62 274 88899<br />
ch E48 10 kW</p>
<p style="text-align:justify;">Kapuas Citra Televisi (KCTV)<br />
KCTV<br />
Jalan Husin 3<br />
Pontianak<br />
Kalimantan Barat [West Kalimantan]<br />
Tel: +62 561 731187<br />
Fax: +62 561 749468<br />
ch E24</p>
<p style="text-align:justify;">Karesidenan TV (KTV)<br />
Jalan Pahlawan 27<br />
Boton<br />
Magelang<br />
Jawa Tengah [Central Java]<br />
channel not yet confirmed</p>
<p style="text-align:justify;">Kendari TV (KTV) (PT Swara Alam Kendari Televisi)<br />
Kendari TV<br />
Yayasan Cinta Alam (Yascita)<br />
Jalan A. Yani 71<br />
Wua-Wua<br />
Kendari 93117<br />
Sulawesi Tenggara [South East Sulawesi]<br />
Tel: +62 401 3008699<br />
Fax: +62 401 391485<br />
ch E32 2 kW</p>
<p style="text-align:justify;">Kili Suci Televisi (KSTV)<br />
PT Kediri Global Mediatama<br />
Hayam Wuruk Trade Centre Blok F No. 4 &#38; 5<br />
Kediri<br />
Jawa Timur [East Java]<br />
Tel: +62 354 682888<br />
Fax: +62 354 680848<br />
Kediri ch E29 1.5 kW</p>
<p style="text-align:justify;">Lampung Mega Televisi (LTV)<br />
Sukadanaham<br />
Bandar Lampung<br />
Tel: +62 721 7478591-2<br />
Bandar Lampung ch E42</p>
<p style="text-align:justify;">Logis TV<br />
Kediri<br />
Jawa Timur [East Java]<br />
Channel not yet confirmed. INACTIVE since March 2007.</p>
<p style="text-align:justify;">Lombok TV (LBTV)<br />
PT Lombok Nuansa Televisi Nusa Tenggara<br />
Jalan Panjitilar Negara 65<br />
Mataram 83115<br />
Lombok<br />
Nusa Tenggara Barat [West Nusa Tenggara]<br />
Tel: +62 370 622200<br />
Fax: +62 370 633200<br />
Web: www.lomboktv.com<br />
Mataram ch E22 1 kW</p>
<p style="text-align:justify;">Mahameru TV<br />
Mahameru TV screenshot<br />
Mahameru TV (PT Mahameru Indah Lestari)<br />
Jalan Besar Ijen 30A<br />
Malang,<br />
Jawa Timur [East Java]<br />
Tel: +62 341 334444<br />
ch E52</p>
<p style="text-align:justify;">Makassar TV<br />
Makassar TV (PT Makassar Lintasvisual Cemerlang)<br />
Hotel Sahid Jaya<br />
Jalan Dr Sam Ratulangi 33<br />
Makassar 90132<br />
Sulawesi Selatan [South Sulawesi]<br />
Tel: +62 411 834693<br />
Fax: +62 411 834692<br />
Makassar [Ujung Pandang] ch 23 2 kW</p>
<p style="text-align:justify;">Malang TV<br />
Malang TV screenshot<br />
Jalan Lansep Barat Kav 29<br />
Malang<br />
Jawa Timur, [East Java]<br />
Tel: +62 341 555999<br />
ch E50</p>
<p style="text-align:justify;">Megaswara TV<br />
PT Cipta Megaswara Televisi<br />
Jalan Raya Tajur 118<br />
Bogor 16720<br />
Jawa Barat [West Java]<br />
Tel: +62 251 331425<br />
Tel/Fax: +62 251 332787<br />
ch E25</p>
<p style="text-align:justify;">Metro TV<br />
Metro TV screenshot<br />
Metro TV (PT Media Televisi Indonesia)<br />
Jalan Pilar Mas Raya Kav. A-D<br />
Kedoya, Kebon Jeruk<br />
Jakarta 11520<br />
Tel +62 21 5830 0077<br />
Fax +62 21 581 6365, 581 0044</p>
<p style="text-align:justify;">PT Mataram Gapura Televisi (MGTV)<br />
Jl. Dr. Muwardi 85<br />
Surakarta [Solo]<br />
Jawa Tengah [Central Java]<br />
Tel/Fax: +62 271 714508<br />
Web: www.mg-tv.net<br />
ch unknown</p>
<p style="text-align:justify;">Minang TV<br />
PT Minang Media Televisi Sumbar<br />
Padang<br />
Sumatera Barat [West Sumatra]<br />
ch E31</p>
<p style="text-align:justify;">MQTV (Manajemen Qolbu Televisi)<br />
MQTV<br />
PT Manajemen Qolbu Televisi<br />
Jalan Gegerkalong Girang Baru 5<br />
Bandung 40154<br />
Jawa Barat [West Java]<br />
Tel: +62 22 2003776<br />
Fax: +62 22 2003803<br />
ch E60 (apparently INACTIVE)</p>
<p style="text-align:justify;">Murakarta TV<br />
Murakarta<br />
Barabai<br />
Hulu Sungai Tengah<br />
Kalimantan Selatan [South Kalimantan]<br />
ch 5</p>
<p style="text-align:justify;">Nusa TV<br />
PT. Jogja Citra Nuansa Nusantara Televisi<br />
Jalan Laksda Adisucipto, RT 12 RW 4<br />
Yogyakarta<br />
Patuk ch E44</p>
<p style="text-align:justify;">Pacific TV<br />
Pacific TV (PT Pacific Telivisi Anugerah)<br />
Jalan Anugerah 8<br />
Manado 95262<br />
Sulawesi Utara [North Sulawesi]<br />
Tel: +62 431 825825<br />
Fax: +62 431 824777<br />
Puncak Makaweimben ch E36 1 kW<br />
Mandao (Winangun) ch E38 1.5 kW</p>
<p style="text-align:justify;">Padang TV<br />
PT Padang Media Televisi (PMT)<br />
Jalan Proklamasi 38 A-B<br />
Padang<br />
Sumatera Barat [West Sumatra]<br />
ch E33 1 kW</p>
<p style="text-align:justify;">Padjadjaran TV (PJTV)<br />
PT Esa Visual Padjadjaran TV<br />
Bandung<br />
Jawa Barat [West Java]<br />
ch E40</p>
<p style="text-align:justify;">Pal TV (PT Sumeks Tivi Palembang)<br />
Gedung Graha Pena<br />
Jalan Kolonel H. Barlian 773, Km 6.5<br />
Palembang<br />
Sumatera Selatan [South Sumatra]<br />
Tel: +62 711 380000<br />
Tel/Fax: +62 711 380033<br />
ch E42 5 kW</p>
<p style="text-align:justify;">PAS TV<br />
Pasuruan<br />
Jawa Timur<br />
ch E42</p>
<p style="text-align:justify;">Publik Khatulistiwa Televisi (PKTV)<br />
PT Khatulistiwa Media<br />
Jalan Alamanda GOR PKT<br />
Lantai II Kompleks PC VI<br />
PKT Bontang 75313<br />
Kalimantan Timur [East Kalimantan]<br />
Tel: +62 548 23444 ext. 6776<br />
Fax: +62 548 23444 ext. 85<br />
ch E26 1.6 kW</p>
<p style="text-align:justify;">Plaza TV<br />
Jakarta<br />
ch E36</p>
<p style="text-align:justify;">Pro TV<br />
Setiabudi Square 114-115<br />
Jalan Setiabudi Srondol<br />
Semarang<br />
Jawa Tengah [Central Java]<br />
ch E49</p>
<p style="text-align:justify;">Rantau TV<br />
Rantau<br />
Tapin<br />
Kalimantan Selatan [South Kalimantan]<br />
ch E22</p>
<p style="text-align:justify;">Ratih TV<br />
Koperasi Duta Wacara<br />
Jalan Kutoarjo 6<br />
Kebumen 54312<br />
Jawa Tengah [Central Java]<br />
Tel/Fax: +62 287 385844<br />
ch E51 1 kW (operated by government of Kebumen Regency)</p>
<p style="text-align:justify;">PT Reksa Birama Media (RBTV)<br />
Jalan Jagalan 36<br />
Yogyakarta 55112<br />
Tel: +62 274 557788<br />
Fax: +62 274 586086<br />
Yogyakarta ch E40 2 kW</p>
<p style="text-align:justify;">RCTI<br />
RCTI screenshot<br />
RCTI (PT Rajawali Citra Televisi Indonesia, Media Nusantara Citra Group &#8211; MNC)<br />
Jalan Raya Perjuangan No. 3<br />
Kebun Jeruk<br />
Jakarta 11000<br />
Tel: +62 21 5303540<br />
Fax: +62 21 5493852</p>
<p style="text-align:justify;">Riau Televisi (RTV / R-tv / Riau TV)<br />
PT Riau Media Televisi<br />
Jalan HR Subrantas KM 10.5<br />
Panam<br />
Pekanbaru<br />
Riau 28294<br />
Tel: +62 761 566808<br />
Fax: +62 761-566804<br />
Pekanbaru ch E32 10 kW</p>
<p style="text-align:justify;">Riauchannel (Riau Channel)<br />
Jalan Hangtuah Ujung &#8211; Kulim<br />
Pekanbaru,<br />
Riau<br />
Pekanbaru ch E38 (ex-E36)</p>
<p style="text-align:justify;">SCTV<br />
SCTV screen shot<br />
SCTV Graha SCTV 2nd Floor<br />
Jalan Gatot Subroto Kav 21<br />
Jakarta 12930<br />
Tel: +62 21 5225555<br />
Fax: +62 21 5224777</p>
<p style="text-align:justify;">Selidah TV<br />
Marabaha<br />
Barito Kuala [Batola]<br />
Kalimantan Selatan [South Kalimantan]<br />
ch 5</p>
<p style="text-align:justify;">Siger TV<br />
PT. Siger Media Lampung<br />
Jalan Raden Imba Kusuma Raya<br />
Beringin Raya<br />
Bandar Lampung<br />
Lampung<br />
Tel: +62 721 7567500<br />
ch E46</p>
<p style="text-align:justify;">Singosari TV (STV)<br />
Singosari<br />
Malang<br />
Jawa Timur<br />
ch E27</p>
<p style="text-align:justify;">Sky TV<br />
PT Pandji Gemilang Persada<br />
Palembang<br />
Sumatera Selatan<br />
channel not yet confirmed</p>
<p style="text-align:justify;">Spacetoon TV<br />
Spacetoon<br />
PT Televisi Anak Space Toon<br />
Komplek Perkantoran Sentra Niaga Puri Blok T-3/16<br />
Puri Kembangan<br />
Jakarta Barat 11610<br />
Jakarta<br />
Tel: +62 21 58303292<br />
Fax: +62 21 58302982<br />
ch E27 10 kW<br />
Regional stations:<br />
Garut ch E36, Magetan ch E58, and see entries under TV Anak below.</p>
<p style="text-align:justify;">Sri Junjungan TV (SJTV)<br />
PT Sri Jungjungan Media Televisi<br />
Jalan Antara 123<br />
Bengkalis 28172<br />
Riau<br />
Tel: +62 766 7005307<br />
ch E33 4 kW</p>
<p style="text-align:justify;">Sriwijaya TV<br />
PT Sriwijaya Palembang Televisi<br />
Jalan Sang Merah Putih Blok K 958A<br />
Kampus<br />
Palembang<br />
Sumatera Selatan<br />
Tel: +62 711 364666<br />
Fax: +62 711 313387<br />
ch E48 5 kW</p>
<p style="text-align:justify;">Sukabumi Siar Televisi (SSTV)<br />
Jalan Sedap Malam 3<br />
Cimahpar Indah I<br />
Sukaraja<br />
Sukabumi<br />
Jawa Barat [West Java]<br />
Tel: +62 214455<br />
ch E30</p>
<p style="text-align:justify;">Pasundan Utama Televisi (STV / Sunda TV)<br />
Setrasari Mall Blok B-4 68<br />
Bandung<br />
Jawa Barat [West Java]<br />
ch E34 5 kW</p>
<p style="text-align:justify;">Semenanjung Televisi Batam (STV)<br />
Semenanjung Televisi Batam<br />
Komplek Tiban Alam Lestari, Blok AB No. 7<br />
Jalan R.E. Martadinata<br />
Tiban<br />
Batam<br />
Riau<br />
Bukit Dangas ch E39 5 kW</p>
<p style="text-align:justify;">Suma TV<br />
PT. Suma Media Tama<br />
Jalan P. Sebesi WHP<br />
Bandar Lampung<br />
Lampung<br />
Tel: +62 721 786181<br />
Gunung Betung ch E48</p>
<p style="text-align:justify;">Suroboyo TV (SBO TV)<br />
SBO TV (JTV Group)<br />
PT Surabaya Televisi Indonesia<br />
Graha Pena (Jawa Pos)<br />
Jalan Ahmad Yani 88<br />
Surabaya<br />
Jawa Timur<br />
Surabaya ch E36 &#38; E62</p>
<p style="text-align:justify;">Tarakan TV (ttv)<br />
Tarakan TV<br />
Jalan Jendral Sudirman 76<br />
Gedung Gabungan Dinas Lantai 6<br />
Tarakan 77111<br />
Kalimantan Timur [East Kalimantan]<br />
Tel: +62 551 23684<br />
Tel/Fax: +62 551 24578<br />
Tarakan ch E37 1 kW</p>
<p style="text-align:justify;">Televisi Edukasi (TVE)<br />
Educational TV network operated by the Indonesian Department of Education. Some stations carry local programming at times. Further transmitters are in operation but details are not available.</p>
<p style="text-align:justify;">Televisi Manado (TVM)<br />
PT Televisi Manado Media Perkasa<br />
Manado Square<br />
Jalan Walter Mongisidi 8<br />
Malayalang<br />
Manado<br />
Sulawesi Utara [North Sulawesi]<br />
Tel/Fax: +62 431 827248<br />
ch E26</p>
<p style="text-align:justify;">Terang Abadi Televisi (TATV)<br />
Jalan Brigjen Katamso 173<br />
Mojongso<br />
Surakarta [Solo]<br />
Jawa Tengah [Central Java]<br />
Tel: +62 271 852643<br />
Fax: +62 271 852522<br />
Patuk Gunung Kidul ch E50 10 kW</p>
<p style="text-align:justify;">TPI<br />
TPI screenshot<br />
TPI (PT Cipta TPI, formerly Televisi Pendidikan Indonesia, Media Nusantara Citra Group &#8211; MNC)<br />
Jalan Pintu II<br />
Taman Mini Indonesia Indah<br />
Pondok Gede<br />
Jakarta Timur 13810<br />
Tel: +62 21 8412473-83<br />
Fax: +62 21 8412470-1</p>
<p style="text-align:justify;">Trans TV screen shot<br />
Trans TV (PT Televisi Transformasi Indonesia)<br />
Jalan Kapten Tendean Kav. 12-14A<br />
Jakarta 12790<br />
Tel: +62 21 794 4240 &#8211; 799 0572<br />
Fax: +62 21 799 2600</p>
<p style="text-align:justify;">Trans 7 (formerly TV7)<br />
TV7 screenshot<br />
Trans 7 (PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh)<br />
Menara Bank Mega Lantai 20<br />
Jalan Kapt. Pierre Tendean Kav. 12-14A<br />
Jakarta 12790<br />
Tel: +62 21 79177000<br />
Fax: +62 21 79187752</p>
<p style="text-align:justify;">Televisi Orang Papua (Top TV)<br />
Top TV<br />
PT Jayapura Televisi<br />
Kompleks PTC-Entro<br />
Jalan Yos Sudarso<br />
Jayapura<br />
Papua<br />
Tel: +62 967 551967<br />
ch E26</p>
<p style="text-align:justify;">Tugu TV<br />
PT Tugu Nusantara Televisi<br />
Yogyakarta<br />
ch E52</p>
<p style="text-align:justify;">TVB<br />
TVB<br />
Bekasi<br />
ch E24</p>
<p style="text-align:justify;">TV Borobudur (TVB)<br />
TV Borobudur<br />
PT Global Telekomunikasi Terpadu / PT Televisi Semarang Indonesia<br />
SCJ Plaza Building 5-6 Floor<br />
Jalan H. Agus Salim<br />
Semarang<br />
Jawa Tengah [Central Java]<br />
Tel: +62 24 3558999<br />
Fax: +62 24 3515333<br />
Gombel ch 47, 5 kW</p>
<p style="text-align:justify;">TV Anak Bandung (Spacetoon)<br />
Jalan Kolonel Masturi<br />
Kampung Gandrung-Jambudipa<br />
Cisarua<br />
Bandung<br />
Jawa Barat [West Java]<br />
Tel: +62 22 2700543<br />
Bandung ch E30</p>
<p style="text-align:justify;">TV Anak Kota Garut (TV Anak Garut / Spacetoon)<br />
Komplek Intan Regency Blok L No.4<br />
Jalan Otista<br />
Tarogong<br />
Garut<br />
Jawa Barat [West Java]<br />
Tel: +62 262 2244999<br />
Garut, ch E36</p>
<p style="text-align:justify;">TV Anak Kota Madiun (TV Anak Madiun / Spacetoon)<br />
Jalan Raya Sarangan<br />
Dusun Duwet RT.28 RW.04<br />
Plaosan<br />
Magetan<br />
Jawa Timur [East Java]<br />
Plaosan, ch E58</p>
<p style="text-align:justify;">TV Anak Kota Malang (TV Anak Malang / Spacetoon)<br />
Jalan Kebon Apel 16<br />
Desa Oro Oro Ombo<br />
Batu<br />
Malang<br />
Jawa Timur [East Java]<br />
Tel: +62 341 7778017<br />
Malang, ch E27</p>
<p style="text-align:justify;">TV Anak Medan (Spacetoon)<br />
Uniplaza Lt.5 – Tower Barat<br />
Jalan Letjend. Haryono MT A-1<br />
Medan 20231<br />
Sumatera Utara [North Sumatra]<br />
Tel: +62 61 4552825<br />
Medan, ch 43</p>
<p style="text-align:justify;">TV Anak Surabaya (Spacetoon)<br />
TV Anak Surabaya screenshot<br />
TV Anak Surabaya<br />
Jalan Comal 4<br />
Surabaya<br />
Jawa Timur [East Java]<br />
Tel: +62 31 5686905<br />
Fax: +62 31 5685328<br />
Surabaya, ch E58</p>
<p style="text-align:justify;">Televisi Kampus Universitas Dian Nuswantoro (TVKU)<br />
TVKU<br />
Gedung D Lantai 5<br />
Jalan Nakula I No. 5-11<br />
Semarang 50131<br />
Jawa Tengah [Central Java]<br />
Tel: +62 24 3573682<br />
Fax: +62 24 3564647<br />
Semarang ch E21 3 kW TRP (listed on channel E23 but observed on E21)</p>
<p style="text-align:justify;">TV Majta<br />
Banjarmasin<br />
Kalimantan Selatan [South Kalimantan]<br />
Banjarmasin ch E2</p>
<p style="text-align:justify;">TVN<br />
PT Nusantara Televisi (TVN)<br />
Cikarang<br />
Bekasi<br />
Jawa Barat [West Java]<br />
ch E61 (currently on trial operation and plans to launch in 2009)</p>
<p style="text-align:justify;">tvOne<br />
Lativi screen shot<br />
tvOne (formerly Lativi) (PT Lativi Media Karya)<br />
Kawasan Industri Pulo Gadung<br />
Jalan Rawa Teratai II No. 2<br />
Jakarta Timur 13260<br />
Tel: +62 21 461 3545/461 5044<br />
Fax: +62 21 461 6255</p>
<p style="text-align:justify;">Televisi Republik Indonesia (TVRI)<br />
TVRI screenshot<br />
TVRI<br />
Jalan Gerbang Pemuda<br />
Senayan, Jakarta 10270<br />
Tel: +62 21 5732160<br />
Fax: +62 21 5731973</p>
<p style="text-align:justify;">Televisi Universitas Indonesia (TV UI)<br />
Kampus UI<br />
Salemba<br />
Jakarta Pusat [Central Jakarta]<br />
ch E23</p>
<p style="text-align:justify;">TV Tegal (TVT)<br />
PT Televisi Tegal Mediatama Semesta<br />
Jalan Imam Bonjol 3<br />
Pekauman<br />
Tegal<br />
Jawa Tengah [Central Java]<br />
ch E61</p>
<p style="text-align:justify;">TV 5 Dimensi (TV5d)<br />
TV5d<br />
Graha TV 5 Dimensi<br />
Jalan Raya Matani III<br />
Tomohon<br />
Sulawesi Utara [North Sulawesi]<br />
Bukit Wawo ch E54</p>
<p style="text-align:justify;">Universitas Gunadarma TV (UGtv)<br />
Depok<br />
Jawa Barat [West Java]<br />
ch E24</p>
<p style="text-align:justify;">VTV (Visi Television)<br />
PT Zeracom<br />
Jalan Suryakencana 19<br />
Bandung<br />
Jawa Barat [West Java]<br />
Tel: +62 22 2500128<br />
ch E40 5 kW</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Daftar Alamat Radio di Jogjakarta :</strong></p>
<p style="text-align:justify;">702 kHz<br />
Radio Suara Konco Tani<br />
Sidokarto<br />
Sleman<br />
YOGYAKARTA</p>
<p style="text-align:justify;">774 kHz<br />
Radio Swara Kenanga<br />
Jalan Panti Wreda 5<br />
Giwangan<br />
Umbulharjo<br />
YOGYAKARTA 55163<br />
Tel: +62 274 371865</p>
<p style="text-align:justify;">828 kHz<br />
Radio Suara Parangtritis (RSP)<br />
Parangtritis<br />
YOGYAKARTA</p>
<p style="text-align:justify;">864 kHz<br />
Radio Satunama<br />
Jalan Sambisari 99<br />
Dusun Duwet Sedangadi<br />
Mlati<br />
Sleman<br />
YOGYAKARTA</p>
<p style="text-align:justify;">1062 kHz<br />
Erbe AM (RB AM)<br />
Jalan Jagajan 36<br />
YOGYAKARTA 55112<br />
Apparently off-air or INACTIVE, Nov 2007.</p>
<p style="text-align:justify;">1107 kHz<br />
10 kW<br />
Radio Republik Indonesia (RRI Yogyakarta Pro 4)<br />
Jalan Ahmad Jazuli 4<br />
Kotabaru<br />
YOGYAKARTA 55224<br />
Tel: +62 274 512785</p>
<p style="text-align:justify;">1188 kHz<br />
Radio Anak Pemkot Yogyakarta (Radio Anak Yogya)<br />
Taman Pintar<br />
Jalan Panembahan Senopati<br />
Gondomanan<br />
YOGYAKARTA<br />
Tel: +62 274 551320</p>
<p style="text-align:justify;">1251 kHz<br />
Radio Edukasi (RE)<br />
Balai Pengembangan Media Radio<br />
Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekkom)<br />
Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas)<br />
Jalan Sorowajan Baru 367<br />
Banguntapan<br />
YOGYAKARTA 55198<br />
Tel: +62 274 487222</p>
<p style="text-align:justify;">1425 kHz<br />
Radio Suara Punokawan<br />
Kompleks Balai Pengembangan Kegiatan Belajar<br />
YOGYAKARTA<br />
Tel: +62 274 7478743<br />
Not yet confirmed. Apparently off-air or INACTIVE, Nov 2007.<br />
FM radio stations in Yogyakarta (frequencies in MHz)</p>
<p style="text-align:justify;">87.9 MHz<br />
Radio Arma Sebelas (Arma FM / PM5BMO)<br />
Jalan KH. Ahmad Dahlan 3<br />
YOGYAKARTA<br />
Tel: +62 274 374508<br />
Fax: +62 274 377611</p>
<p style="text-align:justify;">88.3 MHz<br />
Radio Ria Kencana (Q Radio / PM5FQR)<br />
Jalan Godean Km 8.5<br />
Godean<br />
Depok<br />
Sleman<br />
YOGYAKARTA<br />
Tel: +62 274 798318</p>
<p style="text-align:justify;">88.7 MHz<br />
Radio Permata Swaranusa (I Radio / MTV on 88.7 / PM5FIY)<br />
Jalan Kaliurang Km 9/11 B, RT 4/6<br />
YOGYAKARTA<br />
Tel: +62 274 885538</p>
<p style="text-align:justify;">89.1 MHz<br />
Radio Sangga Buana Citra (Fantasy FM / SBC / PM5FPM)<br />
Griya Perwita Wisata<br />
Jalan Kaliurang Km 13 Blok U-2<br />
Ngaglik<br />
Sleman<br />
YOGYAKARTA 55281<br />
Tel: +62 274 897430<br />
Not yet confirmed</p>
<p style="text-align:justify;">89.1 MHz<br />
Radio Menara Siar Pedesaan (Radio MSP)<br />
Lt 2 Komplek Perkantoran<br />
Balai Desa Terong<br />
Dlingo<br />
Bantul<br />
YOGYAKARTA<br />
Tel: +62 274 7486675</p>
<p style="text-align:justify;">89.5 MHz<br />
Radio Rasika Ardaya LilaSwara Madyantara (Radio Rasialima / PM5FQU)<br />
Bantul YOGYAKARTA<br />
Jalan Kesejahteraan Sosial 63<br />
Sonosewu<br />
YOGYAKARTA 55182<br />
Tel: +62 274 378289<br />
Fax: +62 274 418747</p>
<p style="text-align:justify;">90.3 MHz<br />
Radio Swara Sasando (Sasando / PM5FTW)<br />
Jalan Laksda Adi Sucipto Perum Ambarukmo IV Blok R/15<br />
Depok<br />
Sleman<br />
YOGYAKARTA 55281<br />
Tel: +62 274 555085</p>
<p style="text-align:justify;">90.7 MHz<br />
Radio PTDI Medari (PM5FPQ)<br />
Jalan Bhayangkara 81<br />
Sleman<br />
YOGYAKARTA 55515<br />
Tel: +62 274 868500</p>
<p style="text-align:justify;">91.1 MHz<br />
Radio Republik Indonesia (RRI Yogyakarta Pro 1)<br />
Jalan Ahmad Jazuli 4<br />
Kotabaru<br />
YOGYAKARTA 55224<br />
Tel: +62 274 512785</p>
<p style="text-align:justify;">91.9 MHz<br />
Radio Budaya Swara Yogya<br />
YOGYAKARTA</p>
<p style="text-align:justify;">91.9 MHz<br />
Radio Amega<br />
YOGYAKARTA</p>
<p style="text-align:justify;">92.3 MHz<br />
Radio Swara Sembada (Swa FM / MQ 92.3 FM / PM5FQW)<br />
Jalan Magelang Km 10<br />
Tridadi<br />
Slemen<br />
YOGYAKARTA<br />
Tel: +62 374 865757</p>
<p style="text-align:justify;">92.7 MHz<br />
Radio Mataram Buana Suara (MBS / PM5FLH)<br />
Jalan Tegalgendu 12<br />
YOGYAKARTA 55172<br />
Tel: +62 274 376470<br />
Fax: +62 274 372180</p>
<p style="text-align:justify;">93.2 MHz<br />
Radio Swara Argo Sosro (Radio Swarga)<br />
Jalan Sumarmi 30<br />
Wonosari<br />
Gunung Kidul<br />
YOGYAKARTA<br />
Tel: +62 274 393433</p>
<p style="text-align:justify;">93.5 MHz<br />
Radio Yasalma (Rama Radio)     YOGYAKARTA</p>
<p style="text-align:justify;">93.8 MHz<br />
Radio Adhikarta FM (Radio Megaswara FM Jogja / PM5FQT)<br />
Jalan Raya Sentolo Salamrejo<br />
Wates<br />
Kulon Progo<br />
YOGYAKARTA<br />
Tel: +62 274 778377</p>
<p style="text-align:justify;">94.2 MHz<br />
Radio Persatuan (PM5FKP)<br />
Jalan Jendral Ahmad Yani 22<br />
Bantul<br />
YOGYAKARTA 55771<br />
Tel: +62 274 367434<br />
Fax: +62 274 367267</p>
<p style="text-align:justify;">94.6 MHz<br />
PTDI Kota Perak FM (PM5FPK)<br />
Jalan Mentaok Raya 9<br />
YOGYAKARTA 55173<br />
Tel: +62 274 375272<br />
Fax: +62 274 383100</p>
<p style="text-align:justify;">95.0 MHz<br />
Radio Swara Mahasiswa Universitas Sanata Dharma (Radio Masdha FM / PM5FIX)<br />
Kampus III Universitas Sanata Dharma (USD)<br />
Jalan Ring Road Utara<br />
Depok<br />
Sleman<br />
YOGYAKARTA<br />
Tel: +62 274 886531</p>
<p style="text-align:justify;">95.4 MHz<br />
Radio Yasa Sindi Kalyane (Radio Yasika FM / PM5FIU)<br />
Jalan Menukan Karangkajen 8<br />
YOGYAKARTA 55153<br />
Tel: +62 274 370275<br />
Fax: +62 274 372418</p>
<p style="text-align:justify;">95.8 MHz<br />
Radio Kidung Indah Suara Serasi (Prambors Radio / Prambors Jogja Radio / PM5FTZ)<br />
Jalan Kaliurang Km 17.9<br />
Pakem<br />
Sleman<br />
YOGYAKARTA<br />
Tel: +62 274 895481</p>
<p style="text-align:justify;">96.2 MHz<br />
Irama Senada Teman Akademika (Institut Sains dan Teknologi AKPRIND / Ista FM / Istakalisa FM)<br />
Jalan Kalisahak 28<br />
Kompleks Balapan<br />
YOGYAKARTA 55222<br />
Tel: +62 274 555031<br />
Fax: +62 274 557746</p>
<p style="text-align:justify;">96.7 MHz<br />
Radio Taruna Alquran<br />
Pondok Pesantren Taruna Alquran<br />
Jalan Lempongsari 4A<br />
Ngaglik<br />
Sleman<br />
YOGYAKARTA</p>
<p style="text-align:justify;">97.0 MHz<br />
Radio Efkindo (Radio Trijaya FM / PM5FIO)<br />
Depok<br />
Sleman<br />
YOGYAKARTA</p>
<p style="text-align:justify;">97.4 MHz<br />
Radio Biwara Kirana Mataram (Radio Sonora FM / Radio Bikima / PM5FKO)<br />
Jalan Raya Yogyakarta-Solo Km 15<br />
Bogem Kalasan<br />
Sleman<br />
YOGYAKARTA 55571<br />
Tel: +62 274 496135<br />
Address in Yogyakarta City:<br />
Jalan KH Wahid Hasyim 256-258<br />
YOGYAKARTA<br />
Tel: +62 274 450361</p>
<p style="text-align:justify;">97.8 MHz<br />
Radio Esti Mada Citra (EMC FM / PM5FIV)<br />
Jalan Perintis Kemerdekaan 8<br />
YOGYAKARTA<br />
Tel: +62 274 384186</p>
<p style="text-align:justify;">98.6 MHz<br />
Radio Gema Cecya Dhaksinarga (Radio GCD / PM5FIS)<br />
Bukit Patuk<br />
Wonosari<br />
Gunung Kidul<br />
YOGYAKARTA<br />
Tel:+62 274 522901<br />
Fax:+62 274 522994<br />
Address in Yogyakarta:<br />
Jalan Kusumanegara 230<br />
YOGYAKARTA 55165<br />
Tel/Fax: +62 274 381872</p>
<p style="text-align:justify;">99.0 MHz<br />
Radio Suara Visitama Edukasi Artista Cendikia (Vedac FM / Power 99 / PM5FIW)<br />
Jalan Kaliurang Km 13<br />
Klidon<br />
Ngaglik<br />
Sleman<br />
YOGYAKARTA<br />
Tel: +62 274 895803</p>
<p style="text-align:justify;">99.4 MHz<br />
Radio Retjo Buntung (PM5FIT)<br />
Jalan Jagalan 36<br />
YOGYAKARTA 55112<br />
Tel: +62 274 515670<br />
Fax: +62 274 510958</p>
<p style="text-align:justify;">99.9 MHz<br />
Radio Swara Adhiloka (Radio Anak Pemkot Yogyakarta / Radio Anak Yogya / PM5BOA)<br />
Wonosari<br />
YOGYAKARTA<br />
As 1188 kHz.</p>
<p style="text-align:justify;">100.2 MHz<br />
Radio Prima FM<br />
Jalan Godean km 5<br />
YOGYAKARTA</p>
<p style="text-align:justify;">100.5 MHz<br />
Radio Andalan Muda (RAM FM / PM5FTY)<br />
Jalan Puntadewo Gadingan<br />
Wates<br />
Kulon Progo<br />
YOGYAKARTA<br />
Tel: +62 274 773233<br />
Address in Yogyakarta:<br />
Jalan Ki S Mangunsarkoro 33 A<br />
YOGYAKARTA<br />
Tel: +62 274 588139</p>
<p style="text-align:justify;">100.5 MHz<br />
Radio Impact FM<br />
YOGYAKARTA</p>
<p style="text-align:justify;">100.9 MHz<br />
Radio Prima Amanat Nusantara (Radio Primanusa / Channel 5 / PM5FPL)<br />
Bantul<br />
YOGYAKARTA</p>
<p style="text-align:justify;">101.3 MHz<br />
Radio Suara Istana (Radio Star FM / PM5FIB)<br />
Jalan Puro Pakualaman<br />
YOGYAKARTA 55112<br />
Tel: +62 274 520711</p>
<p style="text-align:justify;">101.7 MHz<br />
6 kW<br />
Radio Swara Gadjah Mada (Swaragama FM, Universitas Gadjah Mada / PM5FPP)<br />
Jl Kaliurang Gedung Perpustakaan Unit II UGM Lt 3<br />
Depok<br />
Sleman<br />
YOGYAKARTA 55281<br />
Tel: +62 274 549513-4<br />
Fax: +62 274 549515</p>
<p style="text-align:justify;">102.1 MHz<br />
Radio Pamoring Adagio (Eltira FM / ELTI)<br />
Jalan Sabirin 6<br />
Kota Baru<br />
YOGYAKARTA<br />
Tel: +62 274 557215<br />
Fax: +62 274 561275</p>
<p style="text-align:justify;">102.5 MHz<br />
Radio Republik Indonesia (RRI Yogyakarta Pro 2)<br />
Jalan Ahmad Jazuli 4<br />
Kotabaru<br />
YOGYAKARTA 55224<br />
Tel: +62 274 512785</p>
<p style="text-align:justify;">102.9 MHz<br />
Radio Republik Indonesia (RRI Yogyakarta Pro 3)<br />
Jalan Ahmad Jazuli 4<br />
Kotabaru<br />
YOGYAKARTA 55224<br />
Tel: +62 274 512785</p>
<p style="text-align:justify;">103.3 MHz<br />
Radio Swara Tisaga (Tisaga FM)<br />
Jalan Lingkar Selatan<br />
Geblagan<br />
Tamantirto<br />
Kasihan<br />
Bantul<br />
YOGYAKARTA<br />
Tel: +62 274 7845428</p>
<p style="text-align:justify;">103.7 MHz<br />
Radio Swara Teknologi Nasional (Female Radio / Stenas / PM5FIA)<br />
Jalan Babarsari 1 RT 16/5<br />
Depok<br />
Sleman<br />
YOGYAKARTA 55281<br />
Tel: +62 274 487209</p>
<p style="text-align:justify;">104.1 MHz<br />
Radio Ardhia Swara (Ardhia FM / PM5FTX)<br />
Jalan Kaliurang Km 8<br />
Gang Asem 18<br />
Prujakan<br />
Sleman<br />
YOGYAKARTA<br />
Tel: +62 274 889177</p>
<p style="text-align:justify;">104.5 MHz<br />
Radio Prima Unisi Yogya (Unisi / PM5FIR)<br />
Jalan Pasar Kembang 41<br />
YOGYAKARTA 55271<br />
Tel: +62 274 513104<br />
Fax: +62 274 520140</p>
<p style="text-align:justify;">105.3 MHz<br />
Radio Komunikasi Sambung Rasa (Radio Rakosa / Rakosa Female Radio / PM6FIQ)<br />
Kompleks Wisata Kaliurang<br />
Jalan Pandega Sakti 8<br />
Depok<br />
Sleman<br />
YOGYAKARTA<br />
Tel: +62 274 888801<br />
Fax: +62 274 888444</p>
<p style="text-align:justify;">105.7 MHz<br />
Radio Suara Pelita Nusantara (Radio Petra FM / PM5FPN)<br />
Jalan Kaliurang Km 7 Kayen DP III/141<br />
Sleman<br />
YOGYAKARTA 55283<br />
Tel: +62 274 882980</p>
<p style="text-align:justify;">106.1 MHz<br />
Radio Gerho Rowang Nissreyasa Modana (Geronimo / PM5FIP)<br />
Jl Gayam 24<br />
YOGYAKARTA 55225<br />
Tel: +62 274 511058<br />
Fax: +62 274 588978</p>
<p style="text-align:justify;">106.9 MHz<br />
6 kW<br />
Radio Multidaya Informatike Jaya (Radio UTYFM / U&#8217;r Channel)<br />
UTY Center Building (Universitas Teknologi Yogyakarta)<br />
Jalan Ring Road Utara<br />
Jombor<br />
Sleman<br />
YOGYAKARTA 55285<br />
Tel/Fax: +62 274 623309-10 Ext 112<br />
Web: www.utyfm.com</p>
<p style="text-align:justify;">107.2 MHz<br />
Radio Suara Indrakila (Rosala / PM5FPJ)<br />
Ruko Perdagangan Wates<br />
Jalan Kompleks Perdagangan 10<br />
Wates<br />
Kulon Progo<br />
YOGYAKARTA 55611<br />
Tel: +62 274 773175<br />
Not yet confirmed.</p>
<p style="text-align:justify;">107.6 MHz<br />
Radio Anjungan Tiara Sakti (Radio Global FM / PM5FQS)<br />
Jalan Wonosari Km 8<br />
Potorono<br />
Banguntapan<br />
Bantul<br />
YOGYAKARTA 55196<br />
Tel/Fax: +62 274 383224</p>
<p style="text-align:justify;">107.9 MHz<br />
Radio Komunitas Balai Budaya Minomartani<br />
Balai Budaya Sinduharjo<br />
Jl Kaliurang Km 8.5<br />
Jaban<br />
Sinduharjo<br />
Ngaglik<br />
Sleman<br />
YOGYAKARTA<br />
Tel: +62 274 883539<br />
Fax: +62 274 883538<br />
Not yet confirmed</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kiat menembus media dan membangun jaringan media</strong>, <a href="http://www.infojawa.org/modules/agenda/download.php?file=Menembus%20Media">download disini</a> .</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[VIVA BUMASCAKRA]]></title>
<link>http://antiningsih.wordpress.com/2009/05/31/viva-bumascakra/</link>
<pubDate>Sun, 31 May 2009 11:24:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>asepyudha</dc:creator>
<guid>http://antiningsih.wordpress.com/2009/05/31/viva-bumascakra/</guid>
<description><![CDATA[Belum lama ini, bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Karanganyar yang ke 90 telah dicanangkan BUMAS]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Belum lama ini, bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Karanganyar yang ke 90 telah dicanangkan BUMASCAKRA (Budaya Masyarakat Membaca Karanganyar). Menandai pencanangan tersebut telah dilaksanakan kegiatan membaca dengan jumlah peserta terbanyak serta membaca terlama. Semua ini berhasil menghantarkan Kabupaten Karanganyar memperoleh pengakuan pemecahan rekor dari Museum Rekor Indonesia Satu pertanyaan yang kemudian muncul, so what’s after Bumascakra? Apa tindak lanjut setelah Bumascakra dicanangkan? Tentu saja kegiatan membaca tidak berhenti pada pemecahan rekor semata-mata bukan? Dengan jargon Bumascakra diharapkan minat baca di kalangan masyarakat Karanganyar meningkat dan kegiatan membaca menjadi semakin membudaya di segenap lapisan masyarakat.  Definisi Membaca Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, yang dimaksud dengan membaca adalah melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis (dengan melisankan atau hanya dalam hati). Dengan demikian membaca tidak sekedar membalik lembar-demi lembar sebuah bacaan atau hanya melihat gambar-gambar yang menarik pada suatu buku, lebih-lebih hanya membaca sekilas judul-judul headlines surat kabar. Suatu proses membaca dikatakan tuntas jika telah berhasil megetahui makna tulisan yang dibaca.  Arti Penting Membaca Membaca dapat dilakukan oleh siapa saja yang melek huruf. Bahkan setiap orang dari kalangan manapun sebaiknya harus mempunyai satu komitmen bahwa membaca merupakan aktifitas penting yang perlu rutin dilakukan tiap saat. Siapa pun Anda, seorang eksekutif, manajer, karyawan, peneliti, profesional lainnya ataupun ibu rumah tangga yang merasa punya waktu amat sempit, harus berani membuat prioritas dalam membaca. Jangan membaca asal membaca. Sebaiknya jangan membaca yang tidak Anda butuhkan. Segeralah membuat kategori, apa maksud Anda membaca. Untuk menambah wawasan dan informasi, meningkatkan studi, mendukung karier dan pekerjaan atau sekedar mencari hiburan.  Waktu untuk Membaca Kita harus kreatif menciptakan waktu membaca. Idealnya kita membaca setiap hari. Sebenarnya banyak waktu yang bisa kita manfaatkan untuk membaca. Misalnya ketika menunggu bus, menunggu keberangkatan pesawat terbang, di ruang tunggu dokter, menunggu giliran potong rambut, dalam perjalanan di kendaraan dan sebagainya. Akan lebih baik jika kita tidak hanya membaca koran atau majalah hiburan. Mulailah dengan membaca buku yang serius tapi menarik sehingga dapat menambah pengetahuan, keterampilan atau meningkatkan karier yang berhubungan dengan pekerjaan kita.    Beberapa Tips Meningkatkan Minat Membaca</p>
<p>1. Komitmen</p>
<p>Cobalah berkomitmen untuk selalu menyempatkan diri membaca buku setiap hari meski hanya beberapa halaman saja. Dari tiga atau empat halaman buku pengetahuan yang berhasil kita baca akan memberikan manfaat yang jauh lebih baik daripada menghabiskan waktu dengan mengobrol.</p>
<p>2. Sediakan waktu</p>
<p>Waktu merupakan sumber daya yang tak tergantikan.  Setiap orang mempunyai waktu yang tepat sama dalam sehari; 24 jam. Dalam jatah waktu yang sama, siapapun Anda, seorang birokrat, pelajar, ibu rumah tangga, atau pegawai mempunyai prioritas yang berbeda dalam memanfaatkan waktu yang ada. Tetapi seandainya saja kita menyadari bahwa waktu itu sama sekali tidak dapat diulur kita akan dapat menilai bahwa betapa banyak di antara kita yang sangat royal menggunakannya. Betulkah demikian? Apa pun persepsi Anda tentang waktu, saya hanya ingin mengantarkan satu pertanyaan yang perlu Anda jawab berikut ini.”Apakah Anda punya waktu untuk membaca?” Apabila jawaban Anda menyatakan ”tidak ada”, tidak perlu gelisah. Mengapa? Karena banyak orang yang sependapat dengan Anda. Banyak pembelaan yang muncul ketika orang merasa tidak mampu meluangkan waktu untuk membaca. Antara lain di surat kabar tidak sedikit yang mengatakan bahwa kebudayaan kita adalah kebudayaan bertutur (berbicara), bukan kebudayaan membaca. Jadi orang lebih banyak beraktivitas dengan bertutur. Akan tetapi, apabila dalam menjawab pertanyaan di atas Anda mengatakan ”ada”, maka pegang niat Anda itu. Kurangi mengobrol tanpa arah dan guyonan (gurauan) yang tak ada habis-habisnya. Sebaiknya, gunakan waktu senggang Anda untuk membaca</p>
<p>3. Hilangkan mitos ”Membaca itu Sulit”</p>
<p>Bagi banyak orang, membaca merupakan aktivitas yang berat dan sulit. Tidak ada waktu, mengantuk ketika baru membaca beberapa halaman atau sulit memahami maksud kalimat-kalimat dalam suatu buku merupakan alasan mengapa orang cenderung enggan membaca. Tidak heran muncul semacam anggapan bahwa membaca itu sulit. Jika Anda ingin menjadikan membaca sebagai aktifitas harian yang menyenangkan, singkirkan jauh-jauh mitos tersebut. Penuhilah ruang alam pikiran Anda dengan mitos ”Membaca itu Mudah”</p>
<p>4. Kurangi menikmati tayangan  televisi Kurangilah melihat televisi.</p>
<p>Pilihlah acara-acara televisi yang benar-benar menarik dan dapat meningkatkan wawasan serta cara berpikir Anda seperti halnya acara National geographic yang kemudian banyak diadopsi oleh berbagai stasiun televisi kita menjadi Jejak Petualang, Si Bolang, Jejak Si Gundul, Surat Sahabat. Atau menyaksikan Kick Andi dan lain sebagainya. Kalau tidak ada acara yang menarik, saya kira membaca jauh lebih bermanfaat daripada melihat tayangan televisi yang penuh dijejali dengan beragam iklan.</p>
<p>5. Hiasi ruang pribadi Anda dengan buku</p>
<p>Untuk mendukung komitmen ”mau membaca”, maka buku harus berada pada posisi yang mudah dilihat serta mudah diraih. Oleh karena itu sediakanlah beberapa judul buku, kemudian letakkan di:</p>
<p>a.	kamar tidur, agar dapat dibaca sebelum tidur</p>
<p>b.	beranda depan atau belakang rumah, agar dapat dibaca selagi bermalasan sore hari</p>
<p>c.	mobil, agar dapat dibaca dalam perjalanan</p>
<p>d.	tas kantor, agar dapat dibaca sewaktu-waktu menunggu di perjalanan atau dalam kendaraan saat berangkat atau pulang kantor</p>
<p>e.	kamar kerja, agar dapat dibaca selagi jenuh</p>
<p>f.	atau di tempat-tempat lain yang membuat Anda nyaman membaca</p>
<p>.</p>
<p>6. Kurangi mengobrol Mengobrol memang mengasyikan .</p>
<p>Beragam topik dapat diangkat menjadi bahan yang sah-sah saja untuk diangkat sebagai bahan perbincangan Mulai dari masakan hingga politik, dari soal gonjang ganjing keuangan negara hingga kasus perselingkuhan tokoh ternama. Namun tanpa mengurangi kualitas hubungan pertemanan akan lebih baik jika waktu luang yang ada kita manfaatkan dengan membaca. Hargailah Waktu Mungkin akan lebih baik jika Anda renungkan kalimat-kalimat berikut. Setiap orang memiliki waktu yang sama dalam sehari. Tanpa disadari kita banyak membuang waktu untuk hal-hal yang kurang bermanfaat. Jika Anda mampu mengambil waktu yang dibuang oleh orang rata-rata untuk mengerjakan hal-hal yang produktif, maka Anda akan menjadi orang di atas rata-rata. Karena itu, mulailah dari sekarang : manfaatkan waktu produktif Anda dengan membaca.  Dua puluh buku dalam setahun Andaikata rata-rata kecepatan membaca Anda 300 kpm (kata per menit) untuk buku-buku bacaan yang tidak terlalu serius seperti: novel, biografi, hobi, yang berhubungan dengan keterampilan dan karier. Seandainya saja dalam sehari Anda menyediakan waktu 15 menit, maka dalam sehari Anda akan membaca 4.500 kata. Kalikan 7, yang merupakan jumlah hari dalam seminggu, maka dalam seminggu: 31.500 kata. Kalikan 4, jumlah minggu dalam sebulan, maka sebulan: 126.000 kata. Kalikan 12, jumlah bulan dalam setahun, maka total: 1.512.000 kata. Tebal buku antara 60.000 – 100.000 kata. Rata-rata tebal buku sekitar 75.000 kata. Apabila Anda menyediakan waktu 15 menit per hari dengan patuh dan penuh komitmen Anda jalani, maka dalam setahun Anda akan membaca 20 buku. Apabila seseorang telah melakukannya pada waktu ia telah pandai membaca, dalam hidupnya ia akan membaca – katakanlah selama 50 tahun – buku sebanyak: 1.000 judul. Hal ini bukan main. Yang penting, ciptakan sejak sekarang: 15 menit per hari. Apabila seseorang telah ”menghabiskan” 20 buku dalam waktu satu tahun, tentu ia akan menjadi seseorang yang mengetahui banyak hal. Bahkan bukan tidak mungkin, akan lahir manusia-manusia cerdas dari bumi Karanganyar Tentram. Tentunya hal inilah yang menjadi harapan banyak pihak, sehingga nama Karanganyar akan semakin diperhitungkan dalam kancah pendidikan baik di level nasional maupun internasional. Viva BUMASCAKRA.<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 285px"><img alt="Anak-anak harus dibiasakan membaca" src="http://mbeproject.net/mbe916.jpg" title="Anak-anak sedang membaca" width="275" height="249" /><p class="wp-caption-text">Anak-anak harus dibiasakan membaca</p></div></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KOMPLAIN DAN KOMPLEMEN]]></title>
<link>http://hampirmati.wordpress.com/2009/05/18/komplain-dan-komplemen/</link>
<pubDate>Mon, 18 May 2009 03:15:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>hampirmati</dc:creator>
<guid>http://hampirmati.wordpress.com/2009/05/18/komplain-dan-komplemen/</guid>
<description><![CDATA[kemarin saya dapat kabar kalau hari ini saya akan dimintai klarifikasi terkait tulisan saya di blog ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">kemarin saya dapat kabar kalau hari ini saya akan dimintai klarifikasi terkait tulisan saya di blog yang disinyalir menyudutkan beberapa pihak (<a href="http://hampirmati.wordpress.com/2009/04/07/untuk-bapak-kepala-cabang-i/">untuk bapak kepala cabang I</a>, <a href="http://hampirmati.wordpress.com/2009/04/14/untuk-bapak-kepala-cabang-ii/">untuk bapak kepala cabang II</a>, <a href="http://hampirmati.wordpress.com/2009/04/24/pendidikan-ato-marketing/">pendidikan ato marketing</a>. red). Ah..saya memang baru mau menghadap tapi sepertinya saya bisa menduga pertanyaan apa yang akan diajukan. Tapi..sekali lagi itu cuma asumsi saya saja. Saya belum membuktikan sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Pertanyaan pertama yang mampir ke kepala saya (dan belum mau pergi sampai saat ini) adalah: siapa yang disudutkan? Di sebelah mananya saya menyudutkan? Mengapa merasa tersudut?</p>
<p style="text-align:justify;">Saya tidak bermaksud menyudutkan pihak manapun, saya hanya mencoba mengungkapkan keprihatinan saya, menuangkan apa yang menggumpal di hati. Saya pkir mereka atau dia yang merasa tersudut itu merasa bahwa tullisan saya itu kena di dirinya, maka dia jadi reaktif. Oh&#8230;malangnya dunia kita ini, curhatpun dibilang menyudutkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya rasa kalau merasa tersudut berarti merasa tersinggung akan tulisan saya. Nah, kalau memang benar begitu saya rasa pula lebih baik kalau memperbaiki bukan? Supaya lahir pandangan lain berkaitan hal yang ada dalam tulisan saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tulisan saya itu ditujukan pada dunia, agar dunia ini membaca, agar dunia ini sadar. Termasuk juga yang jadi objek tulisan. Mengapa? Agar bisa jadi sesuatu yang membangun, supaya ada perbaikan. Seperti layaknya surat pembaca di sebuah halaman surat kabar. Jika ada surat pembaca mengkomplain sebuah perusahaan atau layanan maka si perusahaan tersebut akan mengkalrifikasi, entah dalam bentuk apapun. Biasanya mereka akan mengurus denngan si penulis surat pembaca tersebut. Jika memang ada perbaikan maka ada tiga kemungkinan; 1) perusahaan yang bersangkutan memberikan klarifikasi pada surat kabar yang memuat surat pembaca tersebut, 2) konsumen yang membuat surat pembaca memberi pernyataan di surat kabar yang sama bahwa komplainnya sudah terselesaikan, atau 3) ada perbaikan dari perusahaan lalu sang konsumen memberi komplemen, tak hanya klarifikasi tapi juga komplemen. Blog saya itu seperti surat pembaca bagi saya dan dunia saya. Bedanya, hanya keprihatinan yang say muat di situ. Hanya apa yang mengganjal di hati. Saya memilih blog daripada jadi uring-uringan tak karuan atau mendobrak pintu atasan atau memberengut setiap atasan lewat. Karena saya paham bapak manager punya pribadi yang unik, lain dari yang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika seseorang dapat mengkomplain, dapat merasa prihatin, dapat menyayangkan, maka tentu dapat pula ia memberi komplemen, memberi pujian, berterima kasih setinggi langit atas apa yang dirasakannya. Maka ketika anda membaca tulisan yang anda rasa menyudutkan, cobalah tilik kembali, mengapa anda merasa tersudut, lalu minta maaflah pada diri anda lalu bergerak dan perbaiki. Barangkali komplemen dan ucapan terima kasih akan berdatangan ke meja anda.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Analisis Agenda Setting Surat Kabar Jurnal Bogor Mengenai Berita   Politik (Kasus Mahasiswa Fakultas Ekologi Manusia Angkatan  2007, Institut Pertanian Bogor)]]></title>
<link>http://kolokiumkpmipb.wordpress.com/2009/04/22/analisis-agenda-setting-surat-kabar-jurnal-bogor-mengenai-berita-politik-kasus-mahasiswa-fakultas-ekologi-manusia-angkatan-2007-institut-pertanian-bogor/</link>
<pubDate>Wed, 22 Apr 2009 04:56:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>kolokium kpm ipb</dc:creator>
<guid>http://kolokiumkpmipb.wordpress.com/2009/04/22/analisis-agenda-setting-surat-kabar-jurnal-bogor-mengenai-berita-politik-kasus-mahasiswa-fakultas-ekologi-manusia-angkatan-2007-institut-pertanian-bogor/</guid>
<description><![CDATA[MAKALAH KOLOKIUM Nama pemrasaran/NRP : D Handri Suwanda/I34052960 Departemen : Sains Komunikasi dan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[MAKALAH KOLOKIUM Nama pemrasaran/NRP : D Handri Suwanda/I34052960 Departemen : Sains Komunikasi dan ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Masih baca koran?]]></title>
<link>http://restandpeace.wordpress.com/2009/04/11/masih-baca-koran/</link>
<pubDate>Sat, 11 Apr 2009 08:26:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>restandpeace</dc:creator>
<guid>http://restandpeace.wordpress.com/2009/04/11/masih-baca-koran/</guid>
<description><![CDATA[Pernah baca koran atau surat kabar? Atau sedang berlangganan? Hmm,, kira-kira jumlah halaman koran a]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Pernah baca koran atau surat kabar? Atau sedang berlangganan? Hmm,, kira-kira jumlah halaman koran ada 8-40 lebih. Tergantung cakupan wilayah koran tersebut sih. Biasanya koran lokal lebih tipis halamannya dibandingkan dengan koran nasional. Kadang kita tidak membaca semua isi berita koran tersebut, hanya yang menarik atau bagian headline-nya saja. Dan tidak semua orang suka baca koran, atau lebih tepatnya beli, benar ga sih?</p>
<p>Yah, media penyampaian berita sangat beragam saat ini. Apalagi pertumbuhan akses internet di negara kita semakin pesat.  Setiap jam kita bisa mengakses berita terbaru dan lebih praktis. Cukup beralasan kalau media cetak seperti koran mulai ditinggalkan. Namun, keunggulan apa yang bisa dirasakan dari koran dibandingkan media lainya? Sebenarnya saya tidak tahu pasti jawabannya, yang jelas tidak semua kita juga yang nyaman dengan baca berita di layar komputer.</p>
<p>Saya sendiri termasuk tipe orang yang tidak sering baca koran apalagi membelinya. Kalau dikasih gratis sih, monggo. Bagian favorit saya adalah berita olahraga dan berita ringan lainnya. Selain itu, saya hanya membaca artikel-artikel menarik yang selama ini belum saya ketahui. Tentu judul yang menarik membuat pembaca semakin penasaran mengetahui isinya.  Nah biar tidak lupa, maklum sudah semakin tua, saya mencoba memposting sesuatu yang baru saya ketahui dari membaca koran tersebut.  Mungkin tidak dipostingan ini, di kesempatan lain saja.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Fire Wall dalam Surat Kabar]]></title>
<link>http://jurnalismekapurung.wordpress.com/2009/03/27/fire-wall-dalam-surat-kabar/</link>
<pubDate>Fri, 27 Mar 2009 00:39:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>sulfikar</dc:creator>
<guid>http://jurnalismekapurung.wordpress.com/2009/03/27/fire-wall-dalam-surat-kabar/</guid>
<description><![CDATA[Desain suratkabar selalu ada filsafatnya. Suratkabar misalnya, tak dianjurkan melulu berhalaman yang]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://www.newsspace.com.au/repository/Northern%20Times.jpg"><img alt="" src="http://www.newsspace.com.au/repository/Northern%20Times.jpg" class="alignleft" width="308" height="437" /></a>Desain suratkabar selalu ada filsafatnya. Suratkabar misalnya, tak dianjurkan melulu berhalaman yang berisikan huruf. Ini membuat pembaca cepat bosan dan matanya lelah. Desain suratkabar juga membutuhkan garis tipis untuk memisahkan iklan dan berita. Garis ini adalah lambang pagar api atau &#8220;fire wall&#8221; yang mencerminkan prinsip antara berita dengan iklan harus tegas dipisahkan. Iklan adalah iklan. Berita adalah berita.</p>
<p>Perhatikan, misalnya, harian Financial Times, International Herald Tribune, The New York Times, atau Wall Street Journal. Mereka selalu menorehkan garis tipis dengan rapi untuk memisahkan iklan dengan berita. Di Asia, tengok saja harian The Bangkok Post, Asahi Shimbun (Tokyo), atau South China Morning Post (Hongkong). Mereka dengan rajin setiap hari membubuhkan garis tipis. Majalah macam Far Eastern Economic Review maupun Asiaweek juga menghormati garis sakral ini.</p>
<p>Bandingkan dengan Kompas, Tempo, Media Indonesia, Suara Pembaruan, Republika, The Jakarta Post, atau harian daerah macam Suara Merdeka (Semarang), Jawa Pos (Surabaya), Singgalang (Padang), dan Fajar (Makassar). Ternyata rombongan suratkabar ini tak memiliki garis lambang pagar api.<!--more--></p>
<p>Bill Kovach, wartawan veteran harian The New York Times dan kurator The Nieman Foundation for Journalism di Universitas Harvard, Amerika Serikat, mengatakan pagar api hukumnya wajib bagi setiap media massa. Setiap suratkabar seyogyanya mencetak garis tipis tersebut. &#8220;Tak perlu dipertanyakan lagi,&#8221; kata Kovach.</p>
<p>Harold Ross, redaktur majalah The New Yorker, menganggap sedemikian sakralnya pagar api itu sampai-sampai ruang redaksi dan pemasarannya pun dipisahkan. Ruang redaksi di lantai yang berbeda dengan ruang iklan dan distribusi. Ross bahkan tak menganjurkan para wartawannya banyak bicara dengan orang pemasaran. Ia khawatir obrolan itu akan mempengaruhi cara pandang si wartawan.</p>
<p>Tak jelas mengapa suratkabar Indonesia tak biasa mencantumkan garis tipis itu. Mungkin ada redaktur yang berpendapat toh hanya lambang. Tidakkah lebih penting substansinya? Yang lain berpendapat hanya menambah pekerjaan, ongkos produksi, dan makan waktu. Mungkin juga alasan sejarah. Suratkabar Indonesia lebih merupakan alat perjuangan melawan kekuasaan ketimbang medium berita yang dikelola dengan profesional.</p>
<p>Kini zaman berubah. Wartawan sekarang bisa bekerja lebih bebas, tanpa takut sensor atau bredel. Keleluasaan itu seyogyanya ditanggapi pula dengan cara kerja yang lebih baik, lebih etis, dan lebih disiplin dalam memisahkan berita dan iklan. Apalagi tekanan pasar makin meningkat. Kompetisi berebut kue iklan juga makin ketat. Persaingan ini seringkali membuat para redaktur lupa bahwa berita mereka bukan &#8220;berita pesanan&#8221; terutama karena dana atau kompensasi apapun dari pemesan.</p>
<p>Suratkabar Indonesia makin hari makin memperlihatkan campurnya berita dan iklan. Ada harian terkemuka Jakarta yang menciptakan rubrik foto upacara, kegiatan hotel, kegiatan sosial, pameran, peresmian ini dan itu, setiap Rabu dan Minggu dengan penampilan berita. Padahal rubrik ini sepenuhnya iklan. Ada juga mingguan terkemuka yang beberapa minggu lalu menurunkan berita perjalanan dengan kapal mewah, saat si wartawan sepenuhnya disponsori si empunya bisnis pariwisata, dan laporannya muncul sebagai berita. Lengkap dengan foto-foto yang disediakan pihak sponsor.</p>
<p>Untuk majalah perempuan jangan ditanya, dari iklan minyak wangi hingga mode pakaian, banyak yang dibiayai industri kecantikan. Kini advertorial tidak pernah dipermasalahkan lagi. Makin banyak suratkabar Indonesia yang membuat advertorial dengan wajah sama dengan berita. Advertorial, sekadar mengingatkan, adalah gabungan dua kata: advertisement dan editorial.</p>
<p>Pagar api mengingatkan bahwa orang advertisement tak boleh ikut campur urusan editorial. Sebaliknya redaktur dan wartawan juga tak usah ikut campur urusan iklan. Pagar ini sebenarnya memudahkan kerja jurnalisme. Bagian iklan tak direpoti kerewelan wartawan. Sementara para wartawan juga tahu bahwa ia benar-benar menulis berita.</p>
<p>Apa risiko pelanggaran pagar api? Jawabnya bisa bermacam-macam, dari yang sederhana hingga yang serius. Yang jelas kepercayaan pembaca terhadap suratkabar bersangkutan bakal digerogoti. Mungkin pelan, mungkin cepat.</p>
<p>Paralel dengan dilanggarnya pagar api adalah dilanggarnya pemisahan peranan masing-masing golongan dalam masyarakat. Kalau meminjam ajaran Hindu, seorang birokrat dianjurkan tak berdagang. Seorang pedagang sebaliknya tak usah sok intelektual. Tentara jangan ikut mengatur perdagangan. Kalau batas-batas itu dilanggar, etika masyarakat compang-camping. Buktinya ya rezim Orde Baru. Tentara kok merangkap pedagang! Sistem sosial, politik, dan ekonomi Indonesia terbukti rapuh ketika dihantam krisis ekonomi 1997-1998.</p>
<p>Kini, Indonesia menghadapi macam-macam persoalan yang tak mudah dicarikan jalan keluarnya. Mulai dari sistem perbankan yang keropos hingga utang luar negeri yang bertumpuk. Isu keadilan, baik dan jahat, dosa masa lalu, harapan masa depan, semua ibarat ombak lautan, datang menerpa, tiap saat memenuhi halaman-halaman koran Indonesia.</p>
<p>Justru dalam situasi sulit macam inilah, media diuji untuk menunjukkan kemampuan menyediakan informasi yang akurat, jujur, dan fair kepada para pembaca. Media yang baik bakal membantu pembacanya mengambil keputusan yang tepat dalam situasi sulit. Dan suratkabar terbukti kebesarannya ketika mampu melalui masa-masa sulit di tengah para pembacanya. Mereka melewatinya dengan anggun, jujur, dan menghormati prinsip pagar api.</p>
<p>Saya kira sudah saatnya suratkabar Indonesia menorehkan garis tipis lambang pagar api. Pagar api ini akan mengingatkan pembaca bahwa suratkabar mereka bukan berisi &#8220;berita pesanan.&#8221; Wartawan tiap hari juga diingatkan mereka tak boleh menulis berita pesanan. Pagar api inilah salah satu cerminan filsafat dasar jurnalisme.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[iNews dan E-book Selamatkan Koran?]]></title>
<link>http://tonimulyono.wordpress.com/2009/03/27/inews-dan-e-book-selamatkan-koran/</link>
<pubDate>Thu, 26 Mar 2009 18:26:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>tonimulyono</dc:creator>
<guid>http://tonimulyono.wordpress.com/2009/03/27/inews-dan-e-book-selamatkan-koran/</guid>
<description><![CDATA[Kompas &#8211; Rabu, Maret 25 Oleh NINOK LEKSONO KOMPAS.com &#8211; Surutnya era surat kabar di berb]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><cite class="auth"><a href="http://www.kompas.com/" target="_blank">Kompas</a> &#8211; <span>Rabu, Maret 25</span></cite></p>
<p class="first">Oleh NINOK LEKSONO</p>
<div id="adlrec">KOMPAS.com &#8211; Surutnya era surat kabar di berbagai penjuru dunia telah banyak diwacanakan, antara lain ditandai oleh surutnya pendapatan iklan dan jumlah pelanggan, lebih-lebih dari kalangan muda. Tak bisa disangkal lagi bahwa generasi muda yang juga dikenal sebagai Generasi Digital atau Generation C lebih menyukai peralatan (gadget) untuk mendapatkan informasi.<!--more--></div>
<div>Menghadapi era transisi atau era baru ini, berbagai pendapat masih saling adu kuat, antara yang masih percaya akan kelangsungan hidup surat kabar dan yang yakin bahwa media yang pernah sangat berpengaruh ini satu hari nanti akan punah.</div>
<p>Hari-hari ini, tokoh besar media seperti Rupert Murdoch berada dalam kebimbangan besar. Sesaat sebelum resesi marak, Murdoch membeli Dow Jones yang menerbitkan koran The Wall Street Journal senilai 5 miliar dollar AS (sekitar Rp 60 triliun). Itu karena Murdoch dikenal sebagai sosok yang punya kelekatan kuat terhadap surat kabar (meski ia juga diakui sebagai mogul multimedia abad ke-21). Tetapi, kini ketika surat kabar mengalami kemunduran paling buruk semenjak Depresi (Besar tahun 1930-an), analis media di Miller Tabak, David Joyce, sempat mendengar dari para investor bahwa News Corp (konglomerasi media milik Murdoch) boleh apa saja, kecuali koran (IHT, 24/2).</p>
<p>Tantangan terhadap media cetak memang sungguh hebat. Orang membandingkan, mengapa media ini tak setahan TV, misalnya. Bahkan, ketika orang sudah banyak menghabiskan waktu di depan layar internet, atau juga di layar video, tidak sedikit pula yang masih terus bertahan di depan layar TV. Sayangnya, dalam pertempuran di antara layar-layar tersebut, media cetak tertinggal di belakang (Print media losing in a world of screens, IHT, 9/2).</p>
<p>Berbagai ide dan upaya telah dilontarkan untuk menyelamatkan surat kabar. Satu problem yang disadari ketika surat kabar masih diharapkan terus menjadi sumber keuntungan adalah bahwa akan ada kesulitan yang melilit. Penjelasan ini bahkan muncul ketika versi online koran sangat berpengaruh seperti The New York Times sudah amat maju, dengan pengakses unik 20 juta. Penyebabnya adalah penghasilan dari online hanya mampu mendukung 20 persen kebutuhan stafnya.</p>
<p>Menghadapi defisit ini, diusulkan ada pengerahan dana abadi (endowment) bagi institusi media cetak sehingga mereka terbebaskan dari kekakuan model bisnis, dan dengan itu media cetak tetap punya tempat permanen di masyarakat sebagaimana kolese dan universitas. (Lihat pandangan David Swensen, Chief Investment Officer di Yale, dan Michael Schmidt, seorang analis finansial, di IHT, 31/1-1/2.)</p>
<p>Dukungan teknologi</p>
<p>Sebelum ini, salah satu pemikiran yang banyak dikemukakan untuk meloloskan media cetak dari kepungan media baru adalah dengan bergerak ke arah multimedia sehingga berita tidak saja disalurkan untuk koran, tetapi juga untuk media lain, dari radio, TV, hingga internet dan mobile/seluler. Ini selaras dengan realitas baru, di mana pencari berita memang dari kalangan pengguna media noncetak dan media baru. Paham pun beranjak dari pembaca (readership) ke audiens. (Ini pada satu sisi juga akan membebaskan pengelola surat kabar dari tekanan meningkatkan oplah yang semakin sulit.)</p>
<p>Dalam kaitan ini pula muncul sejumlah inisiatif yang diharapkan mampu mempertahankan eksistensi surat kabar. Dua di antara inisiatif teknologi yang dimajukan untuk berkembang, dan seiring dengan itu bisa membantu surat kabar, adalah iNews (berita melalui perangkat internet) dan e-book (buku elektronik).</p>
<p>iNews</p>
<p>Sebelum ini, salah satu model bisnis untuk mengangkat industri musik adalah melalui apa yang dilakukan Apple dengan toko musik online-nya yang terkenal, iTunes, yang tahun lalu menjual 2,4 miliar track (lagu).</p>
<p>Yang disediakan oleh Apple kemarin ini adalah antarmuka pengguna yang mudah digunakan dan kerja sama luas dengan perusahaan musik. Dengan itu, petinggi Apple, Steve Jobs, bisa membantu bisnis (industri musik) yang nyaris ambruk akibat maraknya aktivitas bertukar lagu (file sharing). Memang dengan itu Apple dituduh mengerdilkan merek besar. Tetapi, itu tetap ada baiknya karena toh perusahaan musik yang dikerdilkan tadi masih tetap hidup sampai kini.</p>
<p>Pengelola bisnis surat kabar pun bisa waswas bahwa Apple bisa melakukan hal yang sama terhadap mereka. Caranya juga sama, meyakinkan jutaan pembaca yang tertarik, yang selama ini mendapatkan berita secara gratis melalui situs surat kabar—seperti kompas.com—untuk membayar.</p>
<p>Pilihan ini memang tampak lebih ditujukan untuk menyelamatkan institusi pers karena manakala pendapatan merosot, yang terancam bukan hanya perusahaan yang memiliki koran, tetapi juga berita yang dihasilkannya (David Carr, Could an iNews rescue papers?, IHT, 13/1)</p>
<p>Ide mencari bantuan juga dilakukan sejumlah media lain karena jelas ”gratis bukan sebuah model (bisnis)”. Cook’s Illustrated yang punya resep segudang dilanggan oleh 900.000 orang dan ecerannya mencapai 100.000. Selain itu, perusahaan ini punya 260.000 pelanggan online yang membayar 35 dollar AS per tahun. Pertumbuhannya mencapai 30 persen tahun 2008.</p>
<p>Di luar itu, tetap harus diakui, paham gratis masih dominan di dunia maya. Yang piawai tentu Apple, yang bisa membujuk pembeli gadget-nya untuk mau membayar musik yang dibeli. Jobs melihat musik sebagai bisnis perangkat lunak untuk memacu penjualan iPod dan iPhone. Bisnis musik tidak sepenuhnya senang dengan itu, tapi terbukti bisa membujuk pendengar membayar isi (lagu) untuk perangkatnya.</p>
<p>Dengan alam pikir ini pula dipikirkan gadget yang juga bisa diterapkan untuk koran. Misalnya iPod touch yang akan diluncurkan musim gugur tahun ini, dengan ukuran layar 18 sampai 23 cm.</p>
<p>Untuk e-book ada strategi lain. Amazon, yang sebelum ini telah membuat alat pembaca buku elektronik bernama Kindle, belum lama ini mengatakan bahwa selain dengan Kindle, buku elektronik juga akan bisa dibaca dengan smart-phone. Plastic Logic, pembuat alat e-reader lain, kini juga telah membuat persetujuan dengan sejumlah majalah dan surat kabar (The Economist, 14-20/2).</p>
<p>Skenario serupa seperti diuraikan di atas untuk iNews—yakni dengan pembundelan pemasaran antara alat dan isi (content) diharapkan bisa diterapkan—untuk alat-alat pembaca e-book ini. Dengan itu, meski koran dalam wujud tradisionalnya surut, lembaganya diharapkan bisa tetap lestari.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mengenal Reksadana]]></title>
<link>http://altahida.wordpress.com/2009/03/18/mengenal-reksadana/</link>
<pubDate>Wed, 18 Mar 2009 13:23:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>altahida</dc:creator>
<guid>http://altahida.wordpress.com/2009/03/18/mengenal-reksadana/</guid>
<description><![CDATA[Apa itu Reksadana Reksadana mungkin sering kita dengar, tapi apa dan buat apa reksadana itu. Reksada]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div class="entry clearfloat">
<p><strong><img class="alignright size-full wp-image-433" title="reksadana-dalam" src="http://altahida.wordpress.com/files/2009/03/reksadana-dalam.jpg" alt="reksadana-dalam" width="285" height="285" />Apa itu Reksadana</strong></p>
<p>Reksadana mungkin sering kita dengar, tapi apa dan buat apa reksadana itu. Reksadana sangat berhubungan erat dengan istilah index, investor, low cost, no load dan sharing.</p>
<p>Reksadana adalah wadah dan pola pengelolaan dana/modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia di Pasar dengan cara membeli unit penyertaan reksadana. Dana ini kemudian dikelola oleh Manajer Investasi (MI) ke dalam portofolio investasi, baik berupa saham, obligasi, pasar uang ataupun efek/sekuriti lainnya.</p>
<p>Menurut Undang-undang Pasar Modal nomor 8 Tahun 1995 pasal 1, ayat (27): “Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat Pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi.”<!--more-->Dari kedua definisi di atas, terdapat tiga unsur penting dalam pengertian Reksadana yaitu:</p>
<p>1. Adanya kumpulan dana masyarakat, baik individu maupun institusi<br />
2. Investasi bersama dalam bentuk suatu portofolio efek yang telah terdiversifikasi; dan<br />
3. Manajer Investasi dipercaya sebagai pengelola dana milik masyarakat investor.</p>
<p>Pada reksadana, manajemen investasi mengelola dana-dana yang ditempatkannya pada surat berharga dan merealisasikan keuntungan ataupun kerugian dan menerima dividen atau bunga yang dibukukannya ke dalam “Nilai Aktiva Bersih” (NAB) reksadana tersebut.</p>
<p>Kekayaan reksadana yang dikelola oleh manajer investasi tersebut wajib untuk disimpan pada bank kustodian yang tidak terafiliasi dengan manajer investasi, dimana bank kustodian inilah yang akan bertindak sebagai tempat penitipan kolektif dan administratur.</p>
<p><strong>Sejarah Reksadana</strong></p>
<p>Reksadana yang pertama kali bernama Massachusetts Investors Trust yang diterbitkan tanggal 21 Maret 1924, yang hanya dalam waktu setahun telah memiliki sebanyak 200 investor reksadana dengan total aset senilai US$ 392.000.</p>
<p>Pada tahun 1929 sewaktu bursa saham jatuh maka pertumbuhan industri reksadana ini menjadi melambat. Menanggapi jatuhnya bursa maka Kongres Amerika mengeluarkan Undang-undang Surat Berharga 1933 (Securities Act of 1933) dan Undang-undang Bursa Saham 1934 (Securities Exchange Act of 1934).</p>
<p>Berdasarkan peraturan tersebut maka reksadana wajib didaftarkan pada Securities and Exchange Commission atau biasa disebut SEC yaitu sebuah komisi di Amerika yang menangani perdagangan surat berharga dan pasar modal. Selain itu pula, penerbit reksadana wajib untuk menyediakan prospektus yang memuat informasi guna keterbukaan informasi reksadana, juga termasuk surat berharga yang menjadi objek kelolaan, informasi mengenai manajer investasi yang menerbitkan reksadana.</p>
<p>SEC juga terlibat dalam perancangan Undang-undang Perusahaan Investasi tahun 1940 yang menjadi acuan bagi ketentuan-ketentuan yang wajib dipenuhi untuk setiap pendaftaran reksadana hingga hari ini.</p>
<p>Dengan pulihnya kepercayaan pasar terhadap bursa saham, reksadana mulai tumbuh dan berkembang. Hingga akhir tahun 1960 diperkirakan telah ada sekitar 270 reksadana dengan dana kelolaan sebesar 48 triliun US Dollar.</p>
<p>Reksadana indeks pertama kali diperkenalkan pada tahun 1976 oleh John Bogle dengan nama First Index Investment Trust, yang sekarang bernama Vanguard 500 Index Fund yang merupakan reksadana dengan dana kelolaan terbesar yang mencapai 100 triliun US Dollar</p>
<p>Salah satu kontributor terbesar dari pertumbuhan reksadana di Amerika yaitu dengan adanya ketentuan mengenai rekening pensiun perorangan (individual retirement account &#8211; IRA), yang menambahkan ketentuan kedalam Internal Revenue Code( peraturan perpajakan di Amerika) yang mengizinkan perorangan (termasuk mereka yang sudah memiliki program pensiun perusahaan) untuk menyisihkan sebesar 4.000 US $ setahun.</p>
<p><strong>Bentuk Hukum Reksadana</strong></p>
<p>Berdasarkan Undang-undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995 pasal 18, ayat (1), bentuk hukum Reksadana di Indonesia ada dua, yakni Reksadana berbentuk Perseroan Terbatas (PT. Reksa Dana) dan Reksadana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (KIK).</p>
<p><strong>Reksa Dana berbentuk Perseroan (PT. Reksa Dana)</strong><br />
suatu perusahaan (perseroan terbatas), yang dari sisi bentuk hukum tidak berbeda dengan perusahaan lainnya. Perbedaan terletak pada jenis usaha, yaitu jenis usaha pengelolaan portofolio investasi.</p>
<p><strong>K</strong><strong>ontrak Investasi Kolektif</strong><br />
kontrak yang dibuat antara Manajer Investasi dan Bank Kustodian yang juga mengikat pemegang Unit Penyertaan sebagai Investor. Melalui kontrak ini Manajer Investasi diberi wewenang untuk mengelola portofolio efek dan Bank Kustodian diberi wewenang untuk melaksanakan penitipan dan administrasi investasi.</p>
<p><strong>Karakteristik Reksadana</strong></p>
<p>Berdasarkan karakteristiknya maka reksadana dapat digolongkan sebagai berikut:</p>
<p>Reksadana Terbuka<br />
adalah reksadana yang dapat dijual kembali kepada Perusahaan Manajemen Investasi yang menerbitkannya tanpa melalui mekanisme perdagangan di Bursa efek. Harga jualnya biasanya sama dengan Nilai Aktiva Bersihnya. Sebagian besar reksadana yang ada saat ini adalah merupakan reksadana terbuka.</p>
<p>Reksadana Tertutup<br />
adalah reksadana yang tidak dapat dijual kembali kepada perusahaan manajemen investasi yang menerbitkannya. Unit penyertaan reksadana tertutup hanya dapat dijual kembali kepada investor lain melalui mekanisme perdagangan di Bursa Efek. Harga jualnya bisa diatas atau dibawah Nilai Aktiva Bersihnya.</p>
<p><strong>Jenis-jenis Reksadana</strong></p>
<p>1. Reksadana Pendapatan Tetap.</p>
<p>Reksadana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari dana yang dikelola (aktivanya) dalam bentuk efek bersifat utang.</p>
<p>2. Reksadana Saham.</p>
<p>Reksadana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari dana yang dikelolanya dalam efek bersifat ekuitas.</p>
<p>3. Reksadana Campuran.</p>
<p>Reksadana yang mempunyai perbandingan target aset alokasi pada efek saham dan pendapatan tetap yang tidak dapat dikategorikan ke dalam ketiga reksadana lainnya.</p>
<p>4. Reksadana Pasar Uang.</p>
<p>Reksadana yang investasinya ditanam pada efek bersifat hutang dengan jatuh tempo yang kurang dari satu tahun.</p>
<p><strong>Nilai Aktiva Bersih</strong></p>
<p>NAB (Nilai Aktiva Bersih) merupakan salah satu tolok ukur dalam memantau hasil dari suatu Reksa Dana.NAB per saham/unit penyertaan adalah harga wajar dari portofolio suatu Reksadana setelah dikurangi biaya operasional kemudian dibagi jumlah saham/unit penyertaan yang telah beredar (dimiliki investor) pada saat tersebut.</p>
<p><strong>Manfaat Reksadana</strong></p>
<p>Reksa Dana memiliki beberapa manfaat yang menjadikannya sebagai salah satu alternatif investasi yang menarik antara lain:</p>
<p>1. Dikelola oleh manajemen profesional</p>
<p>Pengelolaan portofolio suatu Reksa Dana dilaksanakan oleh Manajer Investasi yang memang mengkhususkan keahliannya dalam hal pengelolaan dana. Peran Manajer Investasi sangat penting mengingat Pemodal individu pada umumnya mempunyai keterbatasan waktu, sehingga tidak dapat melakukan riset secara langsung dalam menganalisa harga efek serta mengakses informasi ke pasar modal.</p>
<p>2. Diversifikasi investasi</p>
<p>Diversifikasi atau penyebaran investasi yang terwujud dalam portofolio akan mengurangi risiko (tetapi tidak dapat menghilangkan), karena dana atau kekayaan Reksa Dana diinvestasikan pada berbagai jenis efek sehingga risikonya pun juga tersebar. Dengan kata lain, risikonya tidak sebesar risiko bila seorang membeli satu atau dua jenis saham atau efek secara individu.</p>
<p>3. Transparansi informasi</p>
<p>Reksa Dana wajib memberikan informasi atas perkembangan portofolionya dan biayanya secara kontinyu sehingga pemegang Unit Penyertaan dapat memantau keuntungannya, biaya, dan risiko setiap saat.Pengelola Reksa Dana wajib mengumumkan Nilai Aktiva Bersih (NAB) nya setiap hari di surat kabar serta menerbitkan laporan keuangan tengah tahunan dan tahunan serta prospektus secara teratur sehingga Investor dapat memonitor perkembangan investasinya secara rutin.</p>
<p>4. Likuiditas yang tinggi</p>
<p>Agar investasi yang dilakukan berhasil, setiap instrumen investasi harus mempunyai tingkat likuiditas yang cukup tinggi. Dengan demikian, Pemodal dapat mencairkan kembali Unit Penyertaannya setiap saat sesuai ketetapan yang dibuat masing-masing Reksadana sehingga memudahkan investor mengelola kasnya. Reksadana terbuka wajib membeli kembali Unit Penyertaannya sehinga sifatnya sangat likuid.</p>
<p>5. Biaya Rendah</p>
<p>Karena reksadana merupakan kumpulan dana dari banyak pemodal dan kemudian dikelola secara profesional, maka sejalan dengan besarnya kemampuan untuk melakukan investasi tersebut akan menghasilkan pula efisiensi biaya transaksi.</p>
<p>Biaya transaksi akan menjadi lebih rendah dibandingkan apabila Investor individu melakukan transaksi sendiri di bursa.</p>
<p><strong>Risiko Investasi Reksa Dana</strong></p>
<p>Untuk melakukan investasi Reksa Dana, Investor harus mengenal jenis risiko yang berpotensi timbul apabila membeli Reksadana.</p>
<p>1. Risiko menurunnya NAB (Nilai Aktiva Bersih) Unit Penyertaan</p>
<p>Penurunan ini disebabkan oleh harga pasar dari instrumen investasi yang dimasukkan dalam portofolio Reksadana tersebut mengalami penurunan dibandingkan dari harga pembelian awal. Penyebab penurunan harga pasar portofolio investasi Reksadana bisa disebabkan oleh banyak hal, di antaranya akibat kinerja bursa saham yang memburuk, terjadinya kinerja emiten yang memburuk, situasi politik dan ekonomi yang tidak menentu, dan masih banyak penyebab fundamental lainnya.</p>
<p>2. Risiko Likuiditas</p>
<p>Potensi risiko likuiditas ini bisa saja terjadi apabila pemegang Unit Penyertaan reksadana pada salah satu Manajer Investasi tertentu ternyata melakukan penarikan dana dalam jumlah yang besar pada hari dan waktu yang sama. Istilahnya, Manajer Investasi tersebut mengalami rush (penarikan dana secara besar-besaran) atas Unit Penyertaan reksadana. Hal ini dapat terjadi apabila ada faktor negatif yang luar biasa sehingga mempengaruhi investor reksadana untuk melakukan penjualan kembali Unit Penyertaan reksadana tersebut. Faktor luar biasa tersebut di antaranya berupa situasi politik dan ekonomi yang memburuk, terjadinya penutupan atau kebangkrutan beberapa emiten publik yang saham atau obligasinya menjadi portofolio Reksadana tersebut, serta dilikuidasinya perusahaan Manajer Investasi sebagai pengelola Reksadana tersebut.</p>
<p>3. Risiko Pasar</p>
<p>Risiko Pasar adalah situasi ketika harga instrumen investasi mengalami penurunan yang disebabkan oleh menurunnya kinerja pasar saham atau pasar obligasi secara drastis. Istilah lainnya adalah pasar sedang mengalami kondisi bearish, yaitu harga-harga saham atau instrumen investasi lainnya mengalami penurunan harga yang sangat drastis. Risiko pasar yang terjadi secara tidak langsung akan mengakibatkan NAB (Nilai Aktiva Bersih) yang ada pada Unit Penyertaan Reksadana akan mengalami penurunan juga. Oleh karena itu, apabila ingin membeli jenis Reksadana tertentu, Investor harus bisa memperhatikan tren pasar dari instrumen portofolio Reksadana itu sendiri.</p>
<p>4. Risiko Default</p>
<p>Risiko Default terjadi jika pihak Manajer Investasi tersebut membeli obligasi milik emiten yang mengalami kesulitan keuangan padahal sebelumnya kinerja keuangan perusahaan tersebut masih baik-baik saja sehingga pihak emiten tersebut terpaksa tidak membayar kewajibannya. Risiko ini hendaknya dihindari dengan cara memilih Manajer Investasi yang menerapkan strategi pembelian portofolio investasi secara ketat.</p>
<p><strong>Exchange Traded Fund</strong></p>
<p>Exchange traded fund (ETF) adalah sebuah reksadana yang merupakan suatu inovasi dalam dunia industri reksadana yang sifatnya mirip dengan suatu perusahaan terbuka dimana unit penyertaannya dapat diperdagangkan di bursa.</p>
<p>ETF ini adalah merupakan kombinasi dari reksadana tertutup dan reksadana terbuka, dan ETF ini biasanya adalah merupakan reksadana yang mengacu kepada indeks saham.</p>
<p>ETF ini lebih efisien daripada reksadana konvensional seperti yang kita kenal saat ini, dimana reksadana senantiasa menerbitkan unit penyertaan baru setiap harinya dan membeli kembali yang dijual oleh pemegang unit (manajer investasi harus menjual surat berharga yang merupakan aset reksadana tersebut untuk memenuhi kewajibannya membeli unit penyertaan yang dijual, sedangkan unit penyertaan ETF diperdagangkan langsung di bursa setiap hari (menyerupai reksadana tertutup, dimana tidak ada dapat dijual kembali kepada manajer investasi)</p>
<p>Di Indonesia, ETF ini disebut “Reksadana berbentuk kontrak investasi kolektif yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa efek”, dan pada hari senin tanggal 4 Desember 2006, Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) telah menerbitkan suatu aturan baru yaitu peraturan nomor IV.B.3 tentang “Reksadana berbentuk kontrak investasi kolektif yang unit penyertaannya diperdagangkan di Bursa Efek”. (wiki)</p>
<p>inspired by:janganserakah.com</p>
<p><a href="http://warnadunia.com">sumber</a></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ePaper Gratis]]></title>
<link>http://kangtutur.wordpress.com/2009/02/27/epaper-gratis/</link>
<pubDate>Fri, 27 Feb 2009 17:05:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>..[o&#039;o]..</dc:creator>
<guid>http://kangtutur.wordpress.com/2009/02/27/epaper-gratis/</guid>
<description><![CDATA[Anda berbakat menjadi seorang wartawan, jurnalis, reporter atau apapun lah istilahnya saat ini tak p]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Anda berbakat menjadi seorang wartawan, jurnalis, reporter atau apapun lah istilahnya saat ini tak p]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Langkah-langkah Menembus Surat Kabar]]></title>
<link>http://zainkalami.wordpress.com/2009/02/11/langkah-langkah-menembus-surat-kabar/</link>
<pubDate>Wed, 11 Feb 2009 15:28:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>zeinkalaami</dc:creator>
<guid>http://zainkalami.wordpress.com/2009/02/11/langkah-langkah-menembus-surat-kabar/</guid>
<description><![CDATA[Langkah-langkah Menembus Media Masa Jika Anda seorang yang gemar menulis dan berkeinginan supaya tul]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Langkah-langkah Menembus Media Masa Jika Anda seorang yang gemar menulis dan berkeinginan supaya tul]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ketua Kelas dan Surat Kabar]]></title>
<link>http://kebhoganteng.wordpress.com/2009/01/10/ketua-kelas-dan-surat-kabar/</link>
<pubDate>Sat, 10 Jan 2009 13:48:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>kebhoganteng</dc:creator>
<guid>http://kebhoganteng.wordpress.com/2009/01/10/ketua-kelas-dan-surat-kabar/</guid>
<description><![CDATA[Yak! cerita tragis ini dimulai saat gue menjabat ketua kelas waktu SD. Gue sendiri sampe sekarang bi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Yak! cerita tragis ini dimulai saat gue menjabat ketua kelas waktu SD. Gue sendiri sampe sekarang bi]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KRIMINAL PEMBUAT BERITA PALSU DI SUARA MERDEKA.]]></title>
<link>http://blogscafe.wordpress.com/2008/12/27/613/</link>
<pubDate>Sat, 27 Dec 2008 08:12:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>blogscafe</dc:creator>
<guid>http://blogscafe.wordpress.com/2008/12/27/613/</guid>
<description><![CDATA[DI BAWAH INI ADALAH BEBERAPA DIANTARA PEMBUAT WEBLOG YG MENULISKAN CERITA PALSU TENTANG BOBBY MEIDIA]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h3><strong><span style="color:#0000ff;">DI BAWAH INI ADALAH <span style="color:#993300;">BEBERAPA DIANTARA PEMBUAT WEBLOG YG MENULISKAN CERITA PALSU</span> TENTANG BOBBY MEIDIANTO/HASAN MADINAH SUAMI MEUTYA HAFID. YANG JUGA DI MUAT DI SURAT KABAR SUARA MERDEKA. </span></strong></h3>
<h3></h3>
<h3><strong><span style="color:#993300;">Domain Name: detikinet.com</span></strong><strong><span style="color:#993300;"><br />
</span></strong></h3>
<h3><strong><span style="color:#993300;"> Didi Nugrahadi</span></strong><strong><span style="color:#993300;"><br />
</span></strong></h3>
<h3><strong><span style="color:#993300;"> Rahman Alfianto</span></strong><strong><span style="color:#993300;"><br />
</span></strong></h3>
<h3><strong><span style="color:#993300;"> Jl. Warung Buncit Raya No.75 </span></strong><strong><span style="color:#993300;"><br />
</span></strong></h3>
<h3><strong><span style="color:#993300;"> Jakarta, DKI 12740</span></strong><strong><span style="color:#993300;"><br />
</span></strong></h3>
<h3><strong><span style="color:#993300;"> ID</span></strong><strong><span style="color:#993300;"><br />
</span></strong></h3>
<h3><strong><span style="color:#993300;"> Email: wiwi@agrakom.com</span></strong><strong><span style="color:#993300;"><br />
</span></strong></h3>
<h3><strong><span style="color:#993300;"><br />
</span></strong></h3>
<h3><strong><span style="color:#993300;"> </span></strong><strong><span style="color:#993300;"><br />
</span></strong></h3>
<h3><strong><span style="color:#993300;"><br />
</span></strong></h3>
<h3><strong><span style="color:#993300;"> Domain Name: inilah.com:</span></strong><strong><span style="color:#993300;"><br />
</span></strong></h3>
<h3><strong><span style="color:#993300;"> Samuel Prasetya</span></strong><strong><span style="color:#993300;"><br />
</span></strong></h3>
<h3><strong><span style="color:#993300;"> Ciranjang 36, Jakarta &#8211; Indonesia </span></strong><strong><span style="color:#993300;"><br />
</span></strong></h3>
<h3><strong><span style="color:#993300;"> Jakarta,   12180</span></strong><strong><span style="color:#993300;"><br />
</span></strong></h3>
<h3><strong><span style="color:#993300;"> ID</span></strong><strong><span style="color:#993300;"><br />
</span></strong></h3>
<h3><strong><span style="color:#993300;"> Email: elyudha@yahoo.com</span></strong><strong><span style="color:#993300;"><br />
</span></strong></h3>
<h3><strong><span style="color:#993300;"><br />
</span></strong></h3>
<h3><strong><span style="color:#993300;"> Samuel Prasetya</span></strong><strong><span style="color:#993300;"><br />
</span></strong></h3>
<h3><strong><span style="color:#993300;"> Ciranjang 36, Jakarta &#8211; Indonesia </span></strong><strong><span style="color:#993300;"><br />
</span></strong></h3>
<h3><strong><span style="color:#993300;"> Jakarta,   12180</span></strong><strong><span style="color:#993300;"><br />
</span></strong></h3>
<h3><strong><span style="color:#993300;"> ID</span></strong><strong><span style="color:#993300;"><br />
</span></strong></h3>
<h3><strong><span style="color:#993300;"> Phone: +1.622170293409</span></strong><strong><span style="color:#993300;"><br />
</span></strong></h3>
<h3><strong><span style="color:#993300;"> Email: elyudha@yahoo.com</span></strong></h3>
<h3><strong><span style="color:#993300;"><br />
</span></strong></h3>
<h3><strong><span style="color:#0000ff;">di tulis oleh:</span></strong></h3>
<h3><strong><span style="color:#0000ff;"> Komando Payung Rasul I</span></strong><strong><span style="color:#0000ff;">ndonesia .</span></strong></h3>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PERKEMBANGAN MEDIA MASSA DAN MEDIA LITERASI]]></title>
<link>http://wsmulyana.wordpress.com/2008/12/22/perkembangan-media-massa-dan-media-literasi/</link>
<pubDate>Mon, 22 Dec 2008 07:17:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>Slamet Mulyana</dc:creator>
<guid>http://wsmulyana.wordpress.com/2008/12/22/perkembangan-media-massa-dan-media-literasi/</guid>
<description><![CDATA[PERKEMBANGAN MEDIA MASSA DAN MEDIA LITERASI DI INDONESIA Oleh: Slamet Mulyana Pendahuluan Everett M.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-family:&#34;" lang="SV">PERKEMBANGAN MEDIA MASSA DAN MEDIA LITERASI </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-family:&#34;" lang="FI">DI INDONESIA</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-family:&#34;" lang="FI">Oleh: Slamet Mulyana </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-family:&#34;" lang="FI"> </span><strong><span style="font-family:&#34;font-variant:small-caps;" lang="FI">Pendahuluan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><em><span style="font-family:&#34;" lang="FI">Everett M. Rogers</span></em><span style="font-family:&#34;" lang="FI"> dalam bukunya <em>Communication Technology; The New Media in Society </em>(dalam Mulyana, 1999)<em>, </em>mengatakan bahwa dalam hubungan komunikasi di masyarakat, dikenal empat era komunikasi yaitu era tulis, era media cetak, era media telekomunikasi dan era media komunikasi interaktif. Dalam era terakhir media komunikasi interaktif dikenal media komputer, videotext dan teletext, teleconferencing, TV kabel dan sebagainya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><em><span style="font-family:&#34;" lang="FI">Marshall McLuhan</span></em><span style="font-family:&#34;" lang="FI"> dalam bukunya <em>Understanding Media – The Extensions of Man </em>(1999), mengemukakan ide bahwa “ <em>medium is message</em>” (pesan media ya media itu sendiri). <em>McLuhan</em> menganggap media sebagai perluasan manusia dan bahwa media yang berbeda-beda mewakili pesan yang berbeda-beda. Media juga menciptakan dan mempengaruhi cakupan serta bentuk dari hubungan-hubungan dan kegiatan-kegiatan manusia. Pengaruh media telah berkembang dari individu kepada masyarakat. Dengan media setiap bagian dunia dapat dihubungkan menjadi desa global.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&#34;" lang="FI">Pengaruh media yang demikian besar kepada masyarakat menghantarkan pemikiran <em>McLuhan</em> untuk menyampaikan <strong><em>Teori</em></strong> <strong><em>Determinime Teknologi</em></strong> yang mulanya menuai banyak kritik dan menebar berbagai tuduhan. Ada yang menuduh bahwa <em>McLuhan</em> telah melebih-lebihkan pengaruh media. Tetapi dengan kemajuan teknologi komunikasi massa, media memang telah sangat maju. Saat ini, media ikut campur tangan dalam kehidupan kita secara lebih cepat daripada yang sudah-sudah dan juga memperpendek jarak di antara bangsa-bangsa. </span><span style="font-family:&#34;" lang="SV">Ungkapan <em>Mcluhan</em> tidak dapat lagi dipandang sebagai<span> </span>sebuah ramalan belaka. Sebagai sebuah perbandingan perkembangan teknologi media dewasa ini; dibutuhkan hampir 100 tahun untuk berevolusi dari telegraf ke teleks, tetapi hanya dibutuhkan 10 tahun sebelum faks menjadi populer. Enam atau tujuh tahun yang lalu, internet masih merupakan barang baru tetapi sekarang mereka-mereka yang tidak tahu menggunakan internet akan di anggap ketinggalan!<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&#34;" lang="SV">Di masyarakat dapat disaksikan bahwa teknologi komunikasi terutama televisi, komputer dan internet telah mengambil alih beberapa fungsi sosial manusia (masyarakat), setiap saat kita semua menyaksikan realitas baru di masyarakat, dimana realitas itu tidak sekedar sebuah ruang yang merefleksikan kehidupan masyarakat nyata dan peta analog atau simulasi-simulasi dari suatu masyarakat tertentu yang hidup dalam media dan alam pikiran manusia, akan tetapi sebuah ruang dimana manusia bisa hidup di dalamnya. Media massa merupakan salah satu kekuatan yang sangat mempengaruhi umat manusia di abad 21. Media ada di sekeliling kita, media mendominasi kehidupan kita dan bahkan mempengaruhi emosi serta pertimbangan kita. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&#34;" lang="SV">Keberadaan media dimana-mana dan juga periklanan telah mengubah pengalaman sosial dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Media merupakan unsur penting dalam pergaulan sosial masa kini. Kebudayaan masyarakat tidak terlepas dari media, dan budaya itu sendiri direpresentasikan dalam media. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&#34;" lang="SV">Sekarang ini eksploitasi pers dan media interaktif telah menuju ke arah penciptaan supremasi media yang mengancam keberadaan cara pandang objektif dan ruang publik. Hal ini sesuai dengan pandangan teori hegemoni; peran media bukan lagi sebagai pengawas (<em>watchdog</em>) pemerintah, tetapi justru menopang keberadaan kaum kapitalis dengan menyebarkan pemikiran-pemikiran mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&#34;" lang="SV">Strinati menyatakan bahwa “…<em>budaya pop dan media massa merupakan subjek dari produksi, reproduksi, dan transformasi hegemoni melalui institusi masyarakat sipil yang mencakup area produksi budaya dan konsumsi… institusi-institusi tersebut meliputi pendidikan, keluarga, kelompok gereja, dan lain-lain</em>”. Media dapat menjadi kunci untuk mempengaruhi khalayak melalui informasi yang diberikan dan ide-ide yang ditanamkan. Melalui proses ini dapat dilihat peran media secara ideologi. Hal semacam ini dominan dilakukan oleh negara-negara Barat yang membentuk pesan-pesan berbau hegemoni. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&#34;" lang="SV">Di sisi lain, keberadaan media massa dewasa ini dinilai telah dijejali oleh informasi atau berita-berita yang menakutkan, seperti kekerasan, pencurian, pelecehan seksual, dan sebagainya. Bahkan media massa, kini menjadi penyebar pesan pesimisme. Akibatnya, media massa justeru sangat menakutkan bagi masyarakat. Di negara-negara berkembang, banyak sekali dijumpai kenyataan bahwa harapan-harapan yang diciptakan oleh pesan komunikasi dalam media massa menimbulkan frustrasi, karena tidak terpenuhi harapan yang dipaparkan media itu.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;color:windowtext;" lang="SV">Dalam upaya menyikapi pengaruh media massa seperti itu, saat ini berkembang pemikiran tentang media literasi</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;" lang="SV">. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;color:windowtext;" lang="SV">Kajian ini merupakan gerakan penting di kalangan kumpulan-kumpulan advokasi di negara maju untuk mengendalikan kepentingan dan pengaruh media massa dalam kehidupan individu, keluarga dan masyarakat serta membantu kita merancang tindakan dalam menangani pengaruh media massa. Dalam kata lain, kajian ini membantu individu menjadi melek media. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&#34;" lang="SV">Tujuan dasar literasi media ialah mengajar khalayak dan pengguna media untuk menganalisis pesan yang disampaikan oleh media massa, mempertimbangkan tujuan komersil dan politik di balik suatu citra atau pesan media, dan meneliti siapa yang bertanggungjawab atas pesan atau idea yang diimplikasikan oleh pesan atau citra itu. Seseorang pengguna media yang mempunyai literasi media atau melek media akan berupaya memberi reaksi dan menilai sesuatu pesan media dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Kajian literasi media menyediakan pengetahuan, informasi dan statistik tentang media dan budaya, serta memberi pengguna media dengan satu set peralatan untuk berfikir dengan kritis terhadap idea, produk atau citra yang dismpaikan dan dijual oleh isi<span> </span>media massa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-family:&#34;font-variant:small-caps;" lang="SV">Hegemoni Media Massa</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&#34;" lang="SV">Memasuki abad ke 21, industri media<span> </span>tengah berada di dalam perubahan yang cepat. </span><span style="font-family:&#34;" lang="FI">Kerajaan-kerajaan media mulai membangun diri dengan skala yang besar. Merger ataupun pembelian media lain dalam industri media terjadi dimana-mana dengan nilai perjanjian yang sangat besar. Semakin lama bisnis media semakin besar dan melibatkan hampir seluruh outlet media yang ada dengan kepemilikan yang makin terkonsentrasi. Masyarakat mulai tenggelam dalam dunia yang dipenuhi oleh media. Apakah masyarakat terlayani dengan informasi yang aktual, beragam dan sesuai dengan kepentingan mereka oleh industri ini, atau perkembangan yang luar biasa ini hanya untuk meningkatkan keuntungan bagi “segelintir” orang yang terlibat dalam industri ini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&#34;" lang="FI">Media, menurut sudut pandang model pasar (Croteau dan Hoynes, 2001), dilihat sebagai tempat pemenuhan kebutuhan masyarakat berdasarkan atas hukum permintaan dan persediaan. Model ini memperlakukan media layaknya barang dan jasa lainnya. Bisnis media beroperasi dalam apa yang disebut sebagai <em>“dual product” market</em>, pasar dengan dua produk. Secara bersamaan menjual dua jenis “produk” yang sama sekali<span> </span>berbeda pada dua jenis pembeli yang sama sekali berbeda. Dalam kenyataan, konsumen yang direspon oleh perusahaan media adalah pengiklan, bukan orang yang membaca, menonton, atau mendengarkan media.<span> </span>Ini tentu saja dapat menjelaskan bagaimana acara-acara di televisi misalnya,<span> </span>tampil hampir seragam. Apabila hasil riset menyatakan banyak orang yang menontonnya maka pengiklan akan memasang iklan pada slot acara tersebut, yang berarti pemasukan, sehingga tidak ada alasan untuk stasiun televisi untuk mengubahnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&#34;" lang="SV">Bila dilihat dari sudut pandang lainnya, dengan menggunakan model ruang publik, media lebih dari hanya sekedar alat pengejar keuntungan. Media merupakan sumber informasi yang utama dimana informasi harus beredar dengan bebas, tanpa intervensi pemerintah yang menghalangi aliran ide. Sudut pandang ini melihat orang lebih sebagai anggota masyarakat daripada konsumen, maka dari itu media seharusnya “melayani” masyarakat tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&#34;" lang="SV">Pertumbuhan media begitu pesat pada abad ke-20 dengan sejumlah regulasi dan deregulasi yang ikut mewarnai perkembangan industri ini. Bila pada awal abad ke-20 konglomerasi media sangat dibatasi, keadaan pada akhir abad ini berubah drastis dimana terjadi akusisi dan <em>merger</em> dalam skala yang besar. Pertumbuhan yang terjadi ini juga dipengaruhi oleh perkembangan teknologi sehingga outlet media semakin beragam. Media yang menggunakan teknologi yang lebih awal dipaksa untuk berevolusi untuk menghadapi media yang berteknologi lebih baru. Contohnya peluncuran koran <em>USA Today</em> pada tahun 1982 yang menampilkan berita dalam ukuran kecil dengan banyak foto-foto berwarna serta dihiasi dengan tampilan grafis merupakan cara koran untuk mengimitasi gaya dan format televisi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&#34;" lang="SV">Seiring dengan berjalannya waktu, difasilitasi dengan lingkungan regulasi yang semakin longgar, perusahaan media yang besar bergabung atau membeli perusahaan media lainnya untuk membuat konglomerasi media yang lebih besar dan juga global. Dilihat dari sudut pandang “pasar”, hal ini wajar dalam rangka untuk memperbesar penjualan, efisiensi dalam produksi, dan memposisikan diri terhadap kompetitor. Namun bila dilihat dari sudut pandang ruang publik, hal ini tidak menjamin terlayaninya kepentingan publik (public interest). Jumlah outlet media yang banyak belum tentu menjamin terpenuhinya <em>content</em> yang menjadi kepentingan publik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&#34;" lang="SV">Tren yang berlaku pada struktur industri media akhir-akhir ini adalah <em>Pertumbuhan, Integrasi, Globalisasi, dan Pemusatan Kepemilikan.</em> Proses restrukturisasi pada industri media telah mengizinkan para konglomerat untuk menjalankan strategi-strategi yang diarahkan untuk memaksimalkan keuntungan, mengurangi biaya, dan meminimalkan resiko. Perubahan<span> </span>dalam struktur media serta prakteknya berpengaruh nyata pada isi media. Pengejaran keuntungan menjuruskan media pada homogenisasi dan <em>trivialisasi </em>(membuat sesuatu yang tidak penting). Isi pada media akan sering berbenturan dan menyesuaikan pada kepentingan bisnis yang mengejar keuntungan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&#34;" lang="SV">Hegemoni, menurut pandangan Gramsci (1971)<span> </span>tidak hanya menunjukkan dominasi dalam kontrol ekonomi dan politik saja, namun juga menunjukkan keampuan dari suatu kelas sosial yang dominan untuk memproyeksikan cara mereka dalam memandang dunia. Jadi, mereka yang mempunyai posisi di bawahnya menerima hal tersebut sebagai anggapan umum yang sifatnya alamiah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&#34;" lang="SV">Budaya yang tersebar merata di dalam masyarakat pada waktu tertentu dapat diinterpretasikan sebagai hasil atau perwujudan hegemoni, perwujudan dari penerimaan “konsesual”<span> </span>oleh kelompok-kelompok gagasan subordinat, nilai-nilai, dan kepemimpinan kelompok dominan tersebut. Menurut Gramsci, kelompok dominan tampaknya bukan semata-mata bisa mempertahankan dominasi karena kekuasaan, bisa jadi karena masyarakat sendiri yang mengijinkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&#34;">Dalam hal ini media </span><span style="font-family:&#34;">massa</span><span style="font-family:&#34;"> merupakan instrumen untuk menyebarkan dan memperkuat hegemoni dominan, dalam hal ini peranan media adalah membangun dukungan masyarakat dengan cara mempengaruhi dan membentuk alam pikiran mereka dengan menciptakan sebuah pembentukan dominasi melalui penciptaan sebuah ideologi yang dominan. Menurut paradigma hegemonian, media </span><span style="font-family:&#34;">massa</span><span style="font-family:&#34;"> adalah alat penguasa untuk menciptakan reproduksi ketaatan. Media </span><span style="font-family:&#34;">massa</span><span style="font-family:&#34;"> seperti halnya lembaga sosial lain seperti sekolah dan rumah sakit dipandang sebagai sarana ampuh dalam mereproduksi dan merawat ketaatan publik. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;color:windowtext;">Singkatnya, hegemoni dapat dikatakan sebagai reproduksi ketaatan, kesamaan pandangan, dengan cara yang lunak. Lewat media </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;color:windowtext;">massa</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;color:windowtext;"> lah hegemoni dilakukan. Media secara perlahan-lahan memperkenalkan, membentuk, dan menanamkan pandangan tertentu kepada khalayak. Tidak hanya dalam urusan politik dan ekonomi, dapat juga menyangkut masalah budaya, kesenian, bahkan ke hal yang ringan seperti </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;color:windowtext;">gaya</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;color:windowtext;"> hidup. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;color:windowtext;">Konsep-konsep hegemoni yang dipaparkan di atas mungkin masih agak membingungkan, karena itu akan kita kupas penerapan hegemoni media dalam contoh yang lebih ringan. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;color:windowtext;" lang="SV">Amerika Serikat dengan Hollywood-nya telah berhasil menjadi kiblat perfilman internasional. Sebagian besar film yang kita konsumsi merupakan buatan Amerika. Kondisi ini tidak disia-siakan oleh mereka untuk menyetir pandangan masyarakat dunia terhadap negara mereka. Amerika Serikat berusaha membangun pandangan bahwa negara mereka adalah negara terkuat, <em>superhero</em>, penyelamat dunia. Dengan pandainya, mereka melakukan hegemoni ini melalui film-film mereka yang ditonton sebagian besar masyarakat dunia. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;color:windowtext;">Coba perhatikan film-film <em>science fiction</em> seperti Armageddon, Independence Day, Mars Attack, dan lain sebagainya. Disini Amerika Serikat selalu digambarkan sebagai sosok “jagoan”. Usaha-usaha mereka digambarkan bukan hanya untuk menyelamatkan bangsanya sendiri, tetapi untuk menyelamatkan dunia. Dan lagi-lagi, mereka berhasil melakukan usaha penyelamatan tersebut. Kita sebagai penonton seolah-olah terdoktrin bahwa bangsa Amerika adalah pelindung dunia, dan setiap tindakan yang dilakukan adalah untuk kepentingan seluruh bangsa di dunia. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;color:windowtext;">Contoh lainnya dalam hal <em>fashion</em>. Sebuah </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;color:windowtext;">gaya</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;color:windowtext;"> busana baru dikatakan “ngetren” jika selebriti atau kalangan yang diekspos media memakai </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;color:windowtext;">gaya</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;color:windowtext;"> busana tersebut. Ternyata selama ini tidak ada yang berhak menyandang gelar trendsetter karena kita hanya mencontoh </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;color:windowtext;">gaya</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;color:windowtext;"> busana yang terus menerus muncul di media, kemudian saling mengikuti satu sama lain. Tren tersebut bersemi untuk sementara, sampai media mengekspos </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;color:windowtext;">gaya</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;color:windowtext;"> busana yang baru. Media lah yang menjadi komandan <em>what’s in and what’s out</em>. Benarkah media berpengaruh sebegitu kuat? Taruhan, saat ini dijamin tidak ada mahasiswa (diasumsikan mahasiswa melek fashion) yang berani ke kampus dengan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;color:windowtext;">gaya</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;color:windowtext;"> rambut mengembang, sweater besar, rok mini, dan ikat kepala warna-warni, dimana saat ini media selalu memunculkan remaja putri dengan rambut lurus berponi, kaus ketat, jeans <em>boot cut</em>, dan sepatu hak tinggi. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;color:windowtext;">Hegemoni media juga berhasil mengubah cara khalayaknya mengkonstruksikan konsep, contoh mudahnya konsep ketampanan dan kecantikan. Setahun yang lalu, ketika film </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;color:windowtext;">Meteor</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;color:windowtext;"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;color:windowtext;">Garden</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;color:windowtext;"> mengalami sukses besar, tampaknya para remaja putri memiliki kesepakatan baru mengenai konsep “tampan”. Pada masa tersebut, pria yang dikatakan tampan adalah pria berwajah oriental, dengan rambut semi gondrong berlayer. Begitu juga ketika produsen sabun Lux secara bergantian menampilkan bintang-bintang iklan yang cantik, berkulit putih, agak ke-<em>bule-bule</em>-an (kecuali Dian Sastro), tentunya banyak pria bersepakat bahwa wanita yang cantik adalah wanita yang berkulit putih, berambut panjang, keturunan eropa atau amerika.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&#34;">Contoh lain yang populer di </span><span style="font-family:&#34;">Indonesia</span><span style="font-family:&#34;"> adalah ketika sinetron-sinetron remaja berhasil menciptakan pergeseran nilai dalam kehidupan remaja di kota-kota besar. Saat ini siapa yang mengajarkan orang tua untuk memberi izin anaknya yang masih duduk di SMP untuk menyetir mobil sendiri ke sekolah, bahkan dengan ikhlas membuatkan SIM tembak untuk anaknya? Siapa yang mengajarkan bahwa anak-anak usia sekolah saat ini boleh-boleh saja keluar malam dan pulang pagi? Siapa lagi kalau bukan sinetron remaja yang terus menerus berusaha menampilkan bahwa anak SMP yang menyetir mobil sendiri dan pulang pagi adalah suatu kewajaran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-family:&#34;font-variant:small-caps;">Perkembangan Media </span></strong><strong><span style="font-family:&#34;font-variant:small-caps;">Massa</span></strong><strong><span style="font-family:&#34;font-variant:small-caps;"> Di </span></strong><strong><span style="font-family:&#34;font-variant:small-caps;">Indonesia</span></strong><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&#34;">Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan media </span><span style="font-family:&#34;">massa</span><span style="font-family:&#34;"> di </span><span style="font-family:&#34;">Indonesia</span><span style="font-family:&#34;"> cukup menakjubkan. Data yang ada, seperti dikutip Sendjaja (2000), menunjukkan kondisi sebagai berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&#34;"><span>1.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&#34;">Di bidang pertelevisian, selain jaringan TVRI saat terdapat 10 (sepuluh) stasiun televisi swasta, yaitu RCTI, TPI, SCTV, ANTEVE, INDOSIAR, METRO TV, TRANSTV, LATIVI, GLOBAL TV, DAN TV 7. Di samping itu kini telah beroperasi 7 televisi berlangganan satelit, 6 televisi berlangganan terrestrial, dan 17 televisi berlangganan kabel. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&#34;" lang="FI"><span>2.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&#34;" lang="FI">Dunia penyiaran radio pun mengalami kemajuan meskipun tidak sepesat televisi. Hingga akhir tahun 2002, terdapat 1188 Stasiun Siaran Radio di Indonesia. Jumlah itu terdiri atas 56 stasiun RRI dan 1132 buah Stasiun Radio Swasta.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&#34;" lang="FI"><span>3.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&#34;" lang="FI">Perkembangan industri dan bisnis penyiaran ini tampaknya telah mendorong tumbuh pesatnya bisnis ‘Rumah Produksi’ (<em>Production House</em>/PH). Sebelum krisis ekonomi, tercatat ada 298 buah perusahaan PH yang beroperasi di mana sekitar 80% di antaranya berada di Jakarta. Pada saat krisis, khususnya antara tahun 1997-1999, jumlah PH yang beroperasi menurun drastis sampai sekitar 60%. Dalam satu tahun terakhir (2003), bisnis PH secara perlahan kembali bangkit yang antara lain didorong oleh peningkatan jumlah Televisi Swasta. Kebutuhan TV Swasta akan berbagai acara siaran, mulai acara hiburan sampai acara informasi dan pendidikan, banyak diproduksi oleh PH lokal.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&#34;" lang="FI"><span>4.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&#34;" lang="FI">Dunia bisnis media penerbitan, khususnya surat kabar dan majalah, juga mengalami peningkatan khususnya dalam hal kuantitas. Pada tahun 2000, menurut laporan MASINDO, terdapat 358 media penerbitan. Jumlah tersebut terdiri atas 104 surat kabar, 115 tabloid, dan 139 majalah. Hal menarik dalam penerbitan media massa cetak ini adalah semakin beragamnya pelayanan isi yang disesuaikan dengan karakteristik kebutuhan segmen khalayak pembacanya. Dengan kata lain, ‘spesialisasi’ telah ditempuh sebagai upaya menembus situasi kompetisi yang semakin ketat.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&#34;" lang="FI">Dengan perkembangan seperti di atas, baik dalam jumlah maupun jenisnya, mustahil semua media massa menguasai seluruh pasar yang ada. Sebaliknya, kecil sekali kemungkinan hanya satu media massa dapat menguasai seluruh pasar, dalam arti memenuhi segala macam tuntutan pasar, karena tuntutan pasar juga sangat bervariasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&#34;" lang="FI">Kompetisi telah menjadi kata kunci dalam kehidupan media massa saat ini.<span> </span>Keadaannya menjadi semakin kompleks, karena mencakup kompetisi tiga kelompok yaitu: <em>Pertama</em>, antara media cetak baik dari jenis yang sama maupun yang berbeda jenis; <em>Kedua</em>, antara media elektronik baik audio (radio) maupun audio-visual (televisi); serta <em>Ketiga</em>, antara media cetak di satu pihak dengan media elektronik di pihak lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&#34;" lang="FI">Dalam memperebutkan pangsa pasar, kompetisi media massa tidak hanya meliputi aspek isi, penyajian berita atau bentuk liputan lainnya, tetapi juga aspek periklanan. Hal tersebut dipersulit pula oleh perubahan tuntutan pasar (konsumen). Juga perubahan dalam cara, gaya dan strategi kompetisi yang digunakan masing-masing media massa sebagai respons terhadap tuntutan pasar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&#34;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-family:&#34;font-variant:small-caps;" lang="FI">Konsep Media Literasi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&#34;" lang="FI">Secara sederhana, media literasi pada dasarnya merupakan kepedulian masyarakat terhadap dampak buruk dari media, khususnya media massa. Perkembangan teknologi komunikasi, khususnya berkenaan dengan keberadaan media massa, di samping memberikan manfaat untuk kehidupan manusia ternyata juga memberikan dampak lain yang kurang baik. Beberapa dampak tersebut antara lain (1) Mengurangi tingkat privasi individu, (2) Meningkatkan potensi kriminal, (3) Anggota suatu komunitas akan sulit dibatasi mengenai apa yang dilihat dan didengarnya, (4) ntenet akan mempengaruhi masyarakat madani dan kohesi sosial, serta (5) Akan <em>overload</em>-nya informasi (Fukuyama dan Wagner, 2000).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&#34;" lang="FI">Tujuan dasar media literasi ialah mengajar khalayak dan pengguna media untuk menganalisis pesan yang disampaikan oleh media massa, mempertimbangkan tujuan komersil dan politik di balik suatu citra atau pesan media, dan meneliti siapa yang bertanggungjawab atas pesan atau idea yang diimplikasikan oleh pesan atau citra itu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&#34;" lang="FI"><span> </span>Berdasarkan hasil Konferensi Tingkat Tinggi mengenai Penanggulangan Dampak Negatif Media Massa, yaitu 21 Century Literacy Summit yang diselenggarakan di Jerman pada 7-8 Maret 2002, diperoleh gambaran kesepakatan yang disebut 21 Century in A Convergen Media Word. Kesepakatan tersebut, seperti disampaikan<span> </span>Bertelsmann dan AOL Time Warner (2002), menyatakan bahwa media literasi mencakup:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18.7pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&#34;" lang="FI"><span>1.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&#34;" lang="FI">Literasi teknologi; kemampuan memanfaatkan media baru seperti Internet agar bisa memiliki akses dan mengkomunikasikan informasi secara efektif.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18.7pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&#34;" lang="FI"><span>2.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&#34;" lang="FI">Literasi informasi; kemampuan mengumpulkan, mengorganisasikan, menyaring, mengevaluasi dan membentuk opini berdasarkan hal-hal tadi.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18.7pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&#34;" lang="FI"><span>3.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&#34;" lang="FI">Kreatifitas media; kemampuan yang terus meningkat pada individu dimanapun berada untuk membuat dan mendistribusikan konten kepada khalayak berapapun ukuran khalayak.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18.7pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&#34;" lang="FI"><span>4.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&#34;" lang="FI">Tanggung jawab dan kompetensi sosial; kompetensi untuk memperhitungkan konsekuensi-konsekuensi publikasi secara On-line dan bertanggung jawab atas publikasi tersebut, khususnya pada anak-anak<span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18.7pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&#34;" lang="FI"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&#34;" lang="FI">Sementara menurut Centre For Media Literacy (2003)upaya untuk memampukan khalayak media untuk mengevaluasi dan berpikir secara kritis terhadap konten media massa, mencakup:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18.7pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&#34;"><span>1.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&#34;">Kemampuan mengkritik media.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18.7pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&#34;"><span>2.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&#34;">Kemampuan produksi media</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18.7pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&#34;"><span>3.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&#34;">Kemampuan mengajarkan tentang media </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18.7pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&#34;"><span>4.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&#34;">Kemampuan mengeksplorasi sistem pembuatan media.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18.7pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&#34;"><span>5.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&#34;">Kemampuan mengeksprolasi berbagai posisi</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18.7pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&#34;" lang="SV"><span>6.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&#34;" lang="SV">Kemampuan berpikir kritis atas konten media</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&#34;" lang="SV">Menurut David Buchingham, agar media literasi menjadi dapat berjalan dengan optimal maka diperlukan adanya pendidikan media untuk literasi media, yang mencakup: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18.7pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&#34;" lang="SV"><span>a.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&#34;" lang="SV">Pendidikan media berkenaan dengan pendidikan tentang berbagai (full range) media. Tujuannya untuk mengembangkan “literasi” berbasis luas, yang tak hanya berkenaan dengan media cetak, tapi juga sistem simbolik citra dan suara.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18.7pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&#34;" lang="SV"><span>b.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&#34;" lang="SV">Pendidikan media berkenaan dengan pembelajaran tentang media, bukan pengajaran melalui media.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18.7pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&#34;" lang="SV"><span>c.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&#34;" lang="SV">Pendidikan media bertujuan untuk mengembangkan baik pemahaman kritis maupun partisipasi aktif, sehingga memampukan anak muda sebagai konsumen media membuat tafsiran dan penilaian berdasarkan informasi yang diperolehnya; selain itu memampukan anak muda untuk menjadi produser media dengan caranya sendiri sehingga menjadi partisipan yang berdaya di masyarakatnya. Pendidikan media adalah soal pengembangan kemampuan kritis dan kreatif anak muda.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&#34;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&#34;" lang="SV">Sementara itu, sesuai dengan Deklarasi Unesco mengenai pendidikan media (Dokumen Grundwald)/UNESCO Declaration of Media Education (2006) diperoleh beberapa konsep penting mengenai<span> </span>pendidikan media. </span><span style="font-family:&#34;">Konsep tersebut adalah:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&#34;"><span>1.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&#34;">Memulai dan mendorong program-program pendidikan media secara komprehensif –mulai dari tingkat pra-sekolah sampai universitas, dan pendidikan orang dewasa– yang bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang akan mendorong perkembangan kesadaran kritis, dan konsekuensinya, melahirkan kompetensi yang lebih besar di kalangan pengguna media cetak dan elektronik. Idealnya, program seperti ini mencakup analisa produk media, penggunaan media sebagai sarana ekspresi kreatif, serta memanfaatkan secara efektif dan berpartisipasi dalam saluran media;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&#34;"><span>2.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&#34;">Mengembangkan pelatihan untuk para guru dan tokoh masyarakat (intermediaries) untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terhadap media, dan melatih mereka dengan metode pengajaran yang tepat, yang memperhitungkan penguasaan yang sudah dimiliki namun masih bersifat fragmentaris terhadap media yang dimiliki banyak siswa;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&#34;"><span>3.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&#34;">Mendorong kegiatan penelitian dan pengembangan untuk meningkatkan manfaat pendidikan media, dalam bidang-bidang seperti psikologi, sosiologi dan ilmu komunikasi; dan</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&#34;"><span>4.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&#34;">Mendukung dan memperkuat tindakan-tindakan yang dilakukan dan mencerminkan pandangan UNESCO serta bertujuan untuk mendorong kerjasama internasional dalam pendidikan media.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&#34;"><span> </span>Lebih jaun ada beberapa pengertian yang lebih spesifik tentang media literasi yang dapat dirujuk untuk memahami konsep ini. Pengertian tersebut antara lain: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&#34;font-variant:small-caps;"><span>1.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&#34;">Media Literacy Online Project – College of Education University of Oregon at </span></span><span style="font-family:&#34;">Eugene</span><span style="font-family:&#34;">, menyatakan bahwa: <strong></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&#34;">“<em>Media Literacy is concerned with helping students develop an informed and critical understanding of the nature of the mass media, the techniques used by them, and the impact of the techniques. More spesifically, it is education that aims to increase students’ understanding and enjoyment of how the media work, how they produce meaning, how they<span> </span>are organized, and how they construct reality. Media literacy also aims to provide students with the ability to create media products</em>”.<strong></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&#34;"><span>2.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&#34;">Hobbs</span><span style="font-family:&#34;"> dan Frost, <em>The Acquisition of Media Literacy Skills among Australian Adolescents</em> dalam Journal of Broadcasting and Electronic Media, menyatakan: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&#34;">“<em>Media Literacy is <span>the ability to access, analyze, evaluate and communicate messages in wide variety of forms</span></em>”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&#34;"><span>3.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&#34;">Committee of Public Education dalam Pediatrics Vol. 104/2 Agustus 1999, menyatakan bahwa:</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&#34;">“<em>Media Literacy is the study and analysis of mass media</em>”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&#34;"><span>4.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:&#34;">Tapio Varis dalam Aproaches to Media Literacy and e-Learning, 2000, menyatakan bahwa:</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&#34;">“<em>Media Literacy is t<span>he ability to communicate competently in all media, print and electronic, as well as to access, analyze and evaluate the powerful images, words and sounds that make up our contemprorary mass media culture. These skills of media literacy are essential for our future as individuals and as members of a democratic society</span></em>”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-family:&#34;font-variant:small-caps;">Media Literasi Di </span></strong><strong><span style="font-family:&#34;font-variant:small-caps;">Indonesia</span></strong><strong></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span class="news-content1"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Belum ada hasil penelitian yang menyebutkan tingkat literasi (melek media) di </span></span><span class="news-content1"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Indonesia</span></span><span class="news-content1"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;">. Tingkat literasi biasanya berhubungan dengan tingkat pendidikan dan daya kritis masyarakat. </span></span><span class="news-content1"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;" lang="SV">Makin tinggi pendidikan dan daya kritis seseorang makin tinggi tingkat literasinya. Memang hipotesis seperti itu masih perlu diuji di banyak tempat dan di berbagai kelompok masyarakat.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span class="news-content1"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;" lang="SV">Menyaksikan perilakunya, khalayak terbelah dua, khalayak pasif dan khalayak aktif. Jumlah khalayak pasif jauh lebih besar ketimbang yang aktif. Mereka itu seperti diam saja menerima informasi dari media massa, bahkan tidak jarang tampak seperti tidak berdaya. Ini ada kaitannya dengan Teori Jarum Suntik. Begitu disuntik oleh pesan komunikasi, isinya segera menjalar ke seluruh pelosok tubuh. Karena keperkasaan media massa, seolah-olah masyarakat tidak berdaya menghadapinya. Mereka itu mendapatkan pesan komunikasi seperti masuk dari satu telinga segera dikeluarkan lewat telinga yang lain. Mereka yang aktif selain berinteraksi sesamanya juga mengritisi media massa tempat asal informasi. Mereka ini sadar-media atau sering disebut melek-media. Sedikitnya, jika memperhatikan teori di atas, tubuh pasien (khalayak) mengadakan &#8221;perlawanan,&#8221; tidak menyerah begitu saja pada obat dan jarum suntiknya. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span class="news-content1"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;" lang="SV">Di dalam &#8221;melek-media,&#8221; khalayak aktif tidak sekedar sebagai pemerhati atau pengamat tapi aktif melakukan sesuatu jika media massa telah melakukan penyimpangan. Penyimpangan ini bisa mengenai informasinya yang salah, kurang tepat, tidak seimbang, dan semacamnya. Jika itu yang terjadi maka khalayak dapat melakukan protes. Protes dilindungi oleh Undang-undang No.40/1999, dua hak yang berhubungan dengan itu adalah Hak Koreksi dan Hak Jawab.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span class="news-content1"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;" lang="SV">Hak Jawab adalah hak seseorang/sekelomplok orang untuk memberikan tanggapan atau sanggahan terhadap pemberitaan berupa fakta yang merugikan nama baiknya. Pasal 5 Ayat 2 UU 40/1999) menyebutkan, pers wajib melayani Hak Jawab. Sering pers tidak segera melayani Hak Jawab. Kalau pun melayaninya, kadang-kadang hanya di rubrik Surat Pembaca.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span class="news-content1"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;" lang="SV">Hak Koreksi adalah hak setiap orang untuk mengoreksi atau membetulkan kekeliruan informasi yang diberitakan pers, baik tentang dirinya maupun tentang orang lain. Pasal 5 Ayat 3 UU 40/1999 menyebutkan, pers wajib melayani Hak Koreksi. Hak ini sebenarnya sebagaian tumpang tindih dengan Hak Jawab, hampir selalu dilayani pers di Surat Pembaca.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span class="news-content1"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;" lang="SV">Pelanggaran atas Hak Jawab oleh kalangan pers, selain berupa pelanggaran kode etik, juga pelanggaran atas UU No. 40/1999 yang berimplikasi pada denda. Pelanggaran kode etik tidak berakibat hukum, tanpa sanksi yang berat. Pelanggaran atas UU 40 adalah tindak pidana yang berakitan dengan hukuman. Pasal 18 mengingatkan antara lain: Perusahaan pers yang melanggar antara lain Pasal 5 Ayat 2 ……. dipidana dengan pidana denda paling banyak Rp 500 juta. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span class="news-content1"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;" lang="SV">Media massa yang cukup banyak melayani Hak Jawab dan Hak Koreksi adalah media cetak. Media elektronika, lebih-lebih televisi, kita jarang menyaksikan melayani kedua hak tersebut dengan baik. Boleh jadi, sajiannya sudah bagus, boleh jadi tidak tersedia ruang dan waktu untuk itu.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span class="news-content1"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;" lang="SV">Namun, masyarakat belum banyak yang tahu mempunyai kedua hak tersebut. Lebih daripada itu, bahkan sebagian besar warga masyarakat tidak tahu, kemerdekaan pers adalah hak azasi warga negara. Sosialisasi tentang ini perlu terus menerus diberikan.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span class="news-content1"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;" lang="SV">Selain mengenai isi dan sikap media massa yang dikritisi, bisa juga fungsi media massa yang dikritisi. Misalnya saja tentang fungsi media yang menyimpang atau kurang dijalankan dengan semestinya. Kontrol sosialnya kurang, atau bahkan berlebihan dan semacamnya. Tidak jarang pers kurang menjalankan fungsi watchdog-nya. Fungsi ini penting karena membuat pihak lain yang dikontrol atau diawasi/dijaga menjadi lebih hati-hati dalam bertindak.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span class="news-content1"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;" lang="SV">Kekuasaan (pemerintah, DPR, pengadilan, parpol, dll) perlu dijaga dan diawasi oleh pers. Lalu siapa yang mengawasi pers? Masyarakatlah yang perlu mengontrol pers, salah satunya adalah media watch. Lalu siapa pula yang mengontrol <em>media watch</em>? Makin banyak pihak yang mengawasi, makin baik tampilan yang diawasi. Sesama pengawas juga akan meningkatkan mutunya.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span class="news-content1"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;" lang="SV">Ada yang selalu mengatakan, <em>media watch</em> itu untuk pemberdayaan masyarakat. <em>Media watch</em> tidak perlu ditujukan kepada media massa yang dikontrolnya. Mereka sudah punya bagian litbang di dalam manajemennya. Pendapat tersebut tidak salah. Tapi, akan lebih penting manakala kontrol <em>media watch</em> juga ditujukan kepada media yang dikontrolnya. Berapa banyak sebaran media watch yang ditujukan kepada masyarakat? Berapa besar hasil pemberdayaannya? Jumlahnya sangat sedikit. Jika hasil <em>media watch</em> juga ditujukan kepada media yang bersangkutan ditambah komunikasi yang intensif dengan pimpinan media itu, hasilnya akan lebih bermanfaat. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span class="news-content1"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;" lang="SV">Sekelompok kecil pemerhati melakukan pengawasan terhadap <em>media watch</em>. Tampaknya media watch juga tidak lepas dari framing, sekecil apa pun penyimpangannya. Misalnya, Pantau agak radikal dan Jurnal <em>Media Watch and Consumer Center</em> (Habibie Center) agak &#8221;menyenangkan&#8221; Republika.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span class="news-content1"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;" lang="SV">Khalayak aktif yang sangat reaktif, tapi tanpa konsep literasi, dapat mengarah kepada tindakan yang brutal. Kita mendengar ada ormas pemuda yang menduduki kantor redaksi surat kabar di Surabaya (Jawa Pos). Ada pula yang datang beramai-ramai ke kantor redaksi lalu menuntut agar redaksi meminta maaf tiap hari dimuat surat kabar yang bersangkutan. Kasus ini melibatkan sejumlah sopir taksi terhadap pemberitaan surat kabar di Jakarta (Rakyat Merdeka). Juga tindakan Satgas PDI-P dan Banser pada Rakyat Merdeka menyangkut karikatur yang dimuatnya. Mereka, boleh jadi bukanlah khalayak aktif dalam arti yang benar. Sangat mungkin, mereka sama sekali tidak mengerti tentang literasi itu.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span class="news-content1"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;" lang="SV">Orang-orang <em>media watch</em> adalah khalayak aktif dengan tingkat literasi yang tinggi. Mereka menerbitkan hasil pantauannya di dalam medianya yang sengaja dibuat untuk itu. Cukup banyak orang yang mengikuti media hasil <em>media watch</em> tersebut dan mengritisinya. Mereka ini termasuk khalayak super aktif.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&#34;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-family:&#34;font-variant:small-caps;" lang="SV">Daftar Pustaka</span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:-36pt;margin:12pt 0 .0001pt 36pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;color:windowtext;" lang="SV">De Fleur, Melvin L, Sandra Ball – Rokeach. </span><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;color:windowtext;" lang="FI">1988. <em>Teori Komunikasi Massa</em>. Kuala Lumpur: Percetakan Dewan Bahasa dan Pustaka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&#34;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:35.45pt;text-align:justify;text-indent:-35.45pt;"><span style="font-family:&#34;" lang="FI">Djiwandono, J. Soedjati. 1994. “Analisis dan Strategi Kompetisi antar Media Massa” disampaikan pada <em>Forum Diskusi Alternatif</em> Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Atmajaya Yogyakarta.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:35.45pt;text-align:justify;text-indent:-35.45pt;"><span style="font-family:&#34;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;"><span style="font-family:&#34;" lang="IN">MacBride,<span> </span>S,<span> </span>1983,<span> </span><em>Aneka<span> </span>Suara,<span> </span>Satu<span> </span>Dunia</em>,<span> </span>Jakarta: PN<span> </span>Balai Pustaka-Unesco. </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;"><span style="font-family:&#34;" lang="IN">Mahayana, Dimitri,<span> </span>1999,<span> </span><em>Menjemput<span> </span>Masa<span> </span>Depan</em>. Bandung: Remaja Rosdakarya. </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;"><span style="font-family:&#34;" lang="IN">McLuhan, Marshal, 1999,<span> </span><em>Understanding Media, The Extension Of<span> </span>Man.<span> </span></em>London: The MIT Press. <em></em></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;"><span style="font-family:&#34;" lang="IN">Mulyana,<span> </span>Deddy,<span> </span>1999,<span> </span><em>Nuansa-Nuansa<span> </span>Komunikasi</em>. Bandung: Remaja Rosdakarya. </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;"><span style="font-family:&#34;" lang="IN">Piliang,<span> </span>Yasraf<span> </span>Amir,<span> </span>2004,<span> </span><em>Posrealitas<span> </span>Realitas Kebudayaan dalam Era Posmetafisik.</em> Yogyakarta: Jalasutra. <em></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;"><span style="font-family:&#34;" lang="IN">Sendjaja, Sasa Djuarsa, 2000. “Paradigma Baru dalam Perkembangan Ilmu Komunikasi” disampaikan pada <em>Orasi Ilmiah</em> Dies Natalis Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Bandung. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;"><span style="font-family:&#34;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;"><span style="font-family:&#34;" lang="SV">Strinati, Dominic. 2003. <em>Pengantar Menuju Teori Budaya Populer</em>. Yogyakarta: Bentang. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;"><span style="font-family:&#34;" lang="SV"> </span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;" lang="SV">Tester,<span> </span>Keith, 2003, diterjemahkan Muhammad Syukri, <em>Media, Budaya,<span> </span>Moralitas.</em><span> </span></span><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">Yogyakarta</span><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">: Kerjasama<span> </span>Juxtapose<span> </span><span> </span>dan Kreasi Wacana.</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Atoeran Pemerintahan Syuu]]></title>
<link>http://ourpast.wordpress.com/2008/12/21/osamu-seirei-no-8/</link>
<pubDate>Sun, 21 Dec 2008 09:55:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>via fairy</dc:creator>
<guid>http://ourpast.wordpress.com/2008/12/21/osamu-seirei-no-8/</guid>
<description><![CDATA[Osamu Seirei No. 8 Tentang mengoebah sebagian dari Atoeran Pemerintahan Syuu   Oendang-oendang No. 2]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Osamu Seirei No. 8 Tentang mengoebah sebagian dari Atoeran Pemerintahan Syuu   Oendang-oendang No. 2]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
